Evaluasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) dan Tanggapan Masyarakat terhadap Program Jamkesmas pada Puskesmas Muara Kedang Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur SKRIPSI

Gratis

0
0
193
9 months ago
Preview
Full text

  

Evaluasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat

(JAMKESMAS) dan Tanggapan Masyarakat terhadap Program

Jamkesmas pada Puskesmas Muara Kedang Kecamatan Bongan,

Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur

  

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  

Program Studi Pendidikan Ekonomi

Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi

Disusun Oleh :

Theo Thomas

  

NIM : 08 1324 060

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI

BIDANG KEAHLIAAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

Evaluasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat

(JAMKESMAS) dan Tanggapan Masyarakat terhadap Program

Jamkesmas pada Puskesmas Muara Kedang Kecamatan Bongan,

Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur

  

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  

Program Studi Pendidikan Ekonomi

Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi

Oleh :

Theo Thomas

  

NIM : 08 1324 060

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI

BIDANG KEAHLIAAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  Persembahan Skripsi ini kupersembahkan untuk,

  Tuhan Yesus Kristus atas segala-Nya Rahmat, Berkat, Waktu, Kesempatan dan Pilihan.

  Bagi Alm.mama (RIP 6 Des’08), Alm.kakak Juati (RIP 28 Des’09), untuk doa, ijin dan restu.

  Buat bapak untuk kasih selama ini, Orang-orang yang aku sayangi, kakak- kakakku, de’ yang selalu ada, Keluarga besar ku, terima kasih banyak.

  Kepada Pemda Kutai Barat, Dinas Pendidikan.

  Untuk Universitas Sanata Dharma Dosen-dosen dan pembimbingku di Prodi Pendidikan Ekonomi.

  Teman-teman kubar 08, Teman-teman PE 08 semuanya, Terima Kasih.

  

Motto

[PBPGINFWM&YY]

  

Mazmur 119:41

Kiranya kasih setia-Mu mendatangi aku, ya TUHAN,

keselamatan dari pada-Mu itu sesuai dengan janji-Mu,

“Kerjakan semua hal baik yang Anda bisa, dengan semua

sarana yang Anda bisa, dengan semua cara yang Anda bisa, di

semua tempat yang Anda bisa, pada semua waktu yang Anda

bisa, kepada semua orang yang Anda bisa, sepanjang Anda

bisa.”

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 27 September 2013 Penulis Theo Thomas

  

ABSTRAK

Evaluasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat

(JAMKESMAS) dan Tanggapan Masyarakat terhadap Program Jamkesmas

pada Puskesmas Muara Kedang Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai

  

Barat, Provinsi Kalimantan Timur

Theo Thomas

Universitas Sanata Dharma

2013

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pelayanan kesehatan, penerima Jamkesmas di Kecamatan Bongan, serta tanggapan berupa sikap masyarakat terhadap program Jamkesmas yang berlangsung di Puskesmas Muara Kedang Kecamatan Bongan.

  Penelitian ini merupakan jenis penelitian evaluasi dengan metode deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di Puskesmas Muara Kedang pada bulan April 2013 - Mei 2013. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 1584 orang dari jumlah peserta yang benar-benar menggunakan haknya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Muara Kedang, dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 2% dari jumlah populasi yaitu 32 orang. Data dikumpulkan dengan bantuan metode wawancara dan metode kepustakaan, kemudian data dianalisis dengan teknik analisa data berupa narasi untuk menjawab rumusan masalah.

  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Pelaksanaan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas Muara Kedang sesuai fungsi dan perannya telah memenuhi indikator keberhasilan dan dinyatakan sesuai pedoman pelaksanaan Jamkesmas; (2) Penerima Jamkesmas di Kecamatan Bongan belum tepat sasaran karena PT Askes yang bertugas dalam penerbitan dan pendistribusian kartu Jamkesmas mengalami kendala teknis, sehingga mengakibatkan salah sasaran pada beberapa keluarga yang dianggap tidak miskin tetapi menerima Jamkesmas; (3) Sikap masyarakat terhadap program kesehatan Jamkesmas yang berlangsung di Puskesmas Muara Kedang Kecamatan Bongan memiliki sikap Baik, berarti positif dan mendukung terhadap Program Jamkesmas yang dilaksanakan di Puskesmas Muara Kedang Kecamatan Bongan tersebut.

  

ABSTRACT

EVALUATION OF COMMUNITY HEALTH INSURANCE PROGRAM

(JAMKESMAS) AND COMMUNITY RESPONSE TO JAMKESMAS

PROGRAM AT THE MUARA KEDANG HEALTH CENTER BONGAN

  

DISTRICT, WEST KUTAI REGENCY, EAST KALIMANTAN PROVINCE

Theo Thomas

Sanata Dharma University

2013

  This study aims to determine the implementation of health services, Jamkesmas receiver in the Bongan District, as well as the response of the public attitude towards the Jamkesmas program which took place at the Muara Kedang health center Bongan District.

  This research is a descriptive study with qualitative evaluations conducted at Muara Kedang Health Center from April 2013 to May 2013. The population of this research were 1584 participants who actually exercise their rights to access health services at the Muara Kedang health center, and the samples in this study were 32 people or 2% of the total population. Data were collected by interviews and the study of literature. Data were analyzed by narrative analysic to answer the research problem.

  Results indicate that: (1) The implementation of health services offered by the Muara Kedang health center is appropriate to fulfill its role of Jamkesmas It indicaters successful implementation of its guidelines; (2) Jamkesmas recipients in Bongan District are not the appropriate target for PT Askes which served in publishing and distributing Jamkesmas cards experienced technical difficulties, One of the targets who are not poor was considered poor and received Jamkesmas; (3) Attitudes of society towards Jamkesmas health programs at the Muara Kedang health center Bongan District are good, positive and they support the Jamkesmas program which is carried out in Muara Kedang health centers in Bongan District.

KATA PENGANTAR

  Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala rahmat dan karunia-Nya yang telah dilimpahkan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul

  “Evaluasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) dan Tanggapan Masyarakat terhadap Program Jamkesmas pada Puskesmas Muara Kedang Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur ”.

  Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana pendidikan, program studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Dalam proses penulisan skripsi ini dari awal penyusunan hingga akhir, ada banyak pihak yang telah memberikan dukungan, bantuan, perhatian dan kasih sayang kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Sehingga pada kesempatan ini dengan tulus penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

  1. Tuhan Yesus Kristus yang selalu membimbing dan menyertai setiap langkah penulis sehingga dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini.

  2. Romo Dr. Ir. P. Wiryono Priyotamtama, SJ. selaku Rektor Universitas Sanata Dharma yang memberikan kesempatan pada penulis untuk memperoleh pendidikan terbaik selama kuliah di Universitas Sanata Dharma.

  3. Bapak Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,

  4. Bapak Indra Darmawan, S.E., M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu pengetahuan Sosial dan Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Dan sekaligus juga selaku Dosen Pembimbing I, yang telah membimbing dan meluangkan waktu dengan penuh kesabaran dalam memberikan bimbingan dan semangat.

  5. Bapak Dr. Constantinus Teguh Dalyono, M.S. selaku Dosen Pembimbing II yang dengan penuh ketelitian dalam memeriksa skripsi ini.

  6. Bapak Yohanes Maria Vianey Mudayen. S.Pd., M.Sc. selaku dosen tamu penguji dalam skripsi ini.

  7. Bapak Joko Wicoyo, dosen Bahasa Inggris terimakasih sudah memeriksa dan membenarkan abstrak.

  8. Ibu Titin, Sekretariat PE yang selalu membantu memberikan informasi dalam administrasi dan kelancaran selama perkuliahan.

  9. Bapak Triyono, SKM. selaku Pimpinan Puskesmas Muara Kedang dan tenaga- tenaga kesehatan yang telah banyak membantu dalam memberikan informasi dan keterangan kepada penulis.

  10. Ibu Rani Sasmita, SE. petugas Kecamatan Bongan atas bantuan dan kerjasamanya selama pembuatan skripsi.

  11. Bapak Thomas Iteq dan Alm.Ibu Maryana Iyam, selaku orangtua saya serta kak Ti’ik, kak Jah, kak Jumat, Alm.kak Juati, kak Emi, kak Aung, kak Sabin dan keluarga. Terimakasih atas doa, semangat, dukungan serta kasih sayang yang

  12. Teman-teman kubar 06,07,09, dst. ex 08 : Agung, Ber, David, Eri, Ilyn, Joel, Kris, May, Nala, Nopi, Umi, Ryan, Sius, Titien, Tya, Wilin, Windu, Wiwie, Yeq, Yoren, Yudha, Yuli.. Terimakasih telah menjadi keluarga baru saya selama dirantau, pokoknya tetap sahabat.

  13. Keluarga besar Pendidikan Ekonomi 2008 dari berbagai daerah yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu yang selalu menjaga kebersamaan dan kekompakan sampai sekarang ini serta saling membantu kepada mereka yang mengalami kesulitan dalam kuliah maupun penyusunan skripsi.

  14. Teman-teman kos Kolobendono 10 C, (Pipit, Oceph, Putra, Yudha, Abangs, Dius, Sesar, Isag, Petrik, Leo, Gio, Adi, lepi, Brutus, Heri) terima kasih buat dukungan dan semangat yang kalian berikan.

  15. Dear : Dahlia untuk kasih sayang, kesabaran, perhatian, kebersamaan, selalu ada membantu dan berusaha dalam memberikan waktumu, penyemangat dan motivasiku. Terima kasih untuk semua doanya.

  Semua pihak baik keluarga maupun teman-teman yang datang memberikan support pada saat ujian pendadaran yang tidak dapat disebutkan satu persatu semoga kasih, damai sejahtera selalu menyertai setiap saat.

  Penulis berharap, semoga apa yang telah penulis susun dalam skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Penulis menyadari sepenuhnya masih banyak kekurangan dalam penulisan skripsi ini sehingga perlu dikaji dan dikembangkan lebih lanjut.

  Dengan rendah hati, penulis membutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun sehingga nantinya penulis dapat memperbaikinya demi kemajuan karya yang lebih baik lagi kedepannya.

  Penulis Theo Thomas

  DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................... ii

HALAMAN PENGESAHAN ............................................................... iii

PERSEMBAHAN ................................................................................. iv

MOTTO ................................................................................................. v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................ vi

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA vii

ABSTRAK ............................................................................................. viii

ABSTRACT .......................................................................................... ix

KATA PENGANTAR ........................................................................... x

DAFTAR ISI ......................................................................................... xiv

DAFTAR TABEL ................................................................................. xvii

DAFTAR GAMBAR .............................................................................. . xx

DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................... xxi

  BAB I PENDAHULUAN ...................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah .......................................................... 1 B. Rumusan Masalah ................................................................... 5 C. Definisi Operasional dan Ruang Lingkup Penelitian ................ 6

  

BAB II STUDI KEPUSTAKAAN ....................................................... 12

A. Evaluasi Program ................................................................... 13 B. Pelayanan Publik (Kesehatan) ................................................. 14

  3. Peran Puskesmas ................................................................. 21

  2. Pembentukan Sikap ............... ........................................... 29

  1. Definisi Sikap ...................................................... .............. 28

  E. Sikap ...................................................................................... 28

  b. Tujuan Khusus ............................................ ....................... 25

  a. Tujuan Umum ...................................................................... 25

  D. Jamkesmas .............................................................................. 24

  6. Tugas Puskesmas ...................................... .......................... 23

  5. Tujuan Puskesmas ...................................... ........................ 23

  4. Kedudukan Puskesmas ........................................................ 23

  2. Fungsi Puskesmas ............... ............................................... 20

  1. Definisi Pelayanan Kesehatan ........................................... 15

  1. Pengertian Puskesmas ...................................................... ... 19

  C. Puskesmas Sebagai Pemberi Pelayanan/Fasilitas Kesehatan .... 18

  e. Bermutu ........................... ........................................... . 18

  d. Mudah dijangkau ............................................................. 17

  c. Mudah dicapai ............................................... ................ 17

  b. Dapat diterima dan wajar ............................................. 17

  a. Tersedia dan berkesinambungan .................................. 16

  3. Pelayanan Kesehatan Masyarakat ...................................... 16

  2. Bentuk Pelayanan Kesehatan ............................................. 16

  

BAB III PROSEDUR PENELITIAN .................................................. 32

A. Metode dan Alasan Menggunakan Metode .............................. 32 B. Tempat dan Waktu Penelitian .................................................. 33

  E. Teknik Pengumpulan Data ...................................................... 37

  c. Pembiayaan Kesehatan ............................................... . 49

  2. Penerima Jamkesmas di Kecamatan Bongan ........................ 66

  e. Tarif Retribusi Pelayanan Kesehatan ............................... 58

  d. Jadwal Pelayanan ............................................................ 58

  c. Persyaratan Administrasi ................................................. 57

  b. Prosedur Pelayanan ......................................................... 55

  a. Jenis Pelayanan Puskesmas ............................................. 54

  1. Pelayanan Kesehatan yang diberikan oleh Puskesmas Muara Kedang kepada Masyarakat Penerima Jamkesmas ............... 52

  

BAB V PEMBAHASAN ...................................................................... 52

A. Variabel Penelitian dan Hasil Penelitian .................................. 52

  b. Tenaga Kesehatan ...................................................... 48

  1. Observasi .......................................................................... 37

  a. Sarana Kesehatan ....................................................... 47

  3. Situasi Sumber Daya Kesehatan ....................................... 47

  2. Keadaan Demografi ......................................................... 46

  1. Keadaan Geografis ........................................................... 45

  

BAB IV ORGANISASI DAN GAMBARAN UMUM ......................... 41

A. Organisasi Penelitian ............................................................... 41 B. Gambaran Umum ..................................................................... 45

  G. Rencana Pengujian Keabsahan Data ........................................ 40

  F. Teknik Analisis Data ............................................................... 39

  3. Studi Pustaka ..................................................................... 38

  2. Interview (Wawancara) ..................................................... 37

  a. Peserta yang memiliki kartu .......................................... 67

  1. Pelayanan Kesehatan yang diberikan oleh Puskesmas Muara Kedang kepada Masyarakat Penerima Jamkesmas .............. 82

  2. Penerima Jamkesmas di Kecamatan Bongan ...................... 86

  3. Sikap masyarakat Terhadap Program Jamkesmas ............... 88

  

BAB VI PENUTUP .............................................................................. 90

A. Simpulan ................................................................................. 90 B. Saran ....................................................................................... 91 C. Keterbatasan Penelitian ........................................................... 92

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 93

  DAFTAR TABEL

  Tabel .1 Distribusi Tenaga Kesehatan Menurut Unit Kerja di Puskesmas Muara Kedang Tahun 2012 ......................................... ............ 49

  Tabel .2 Jumlah penerima Jamkesmas berdasarkan desa/kampung.......... 62 Tabel .3 Jumlah kunjungan rawat jalan tahun 2012 .................... ........... 64 Tabel .4 Jumlah kunjungan rawat inap tahun 2012 ..................... ......... 65 Tabel .5 Sikap Masyarakat ......................................................... .......... 77 Tabel .6 Descriptive Statistics ..................................................... .......... 79 Tabel .7 Kategori Sikap Masyarakat ........................................... .......... 80 Tabel .8 Jarak antara desa/kampung ke Puskesmas Muara Kedang.......... 84 Tabel .9 Jumlah Petugas Kesehatan Munurut desa/kampung ...... .......... 85

  DAFTAR GAMBAR

  Gambar .1 Variabel yang akan menjadi obyek penelitian ............ ........... 31 Gambar .2 Bagan alur kepesertaan Jamkesmas......................................... 70

  DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran 1 Wawancara Penelitian ................................................ ........... 95 Lampiran 2 Data Penelitian Dan Wawancara ................................ ........... 102 Lampiran 3 Data Hasil Penelitian .................................................. ........... 117 Lampiran 4 Foto Puskesmas Muara Kedang dan Kegiatan ............ ........... 122 Lampiran 5 Surat Ijin Penelitian .................................................... ........... 127 Lampiran 6 Petunjuk Teknis Pelayanan Kesehatan Dasar Jamkesmas

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah kesehatan selalu menjadi hal utama jika seseorang sudah jatuh

  sakit. Ada banyak hal yang terbengkalai, pekerjaan, pendidikan, pembangunan dan lain sebagainya. Bukan hanya menjadi masalah negara, masyarakat, keluarga, tapi juga menjadi masalah individu. Kesadaran akan kesehatan dirasakan kurang apa lagi jika melihat dari kata-kata yang sering keluar yaitu bahwa kesehatan itu mahal harganya dan yang berucap adalah orang yang dalam keadaan sakit.

  Kenyataannya, derajat kesehatan masyarakat masih rendah bukan hanya bagi masyarakat kaya, menengah, terutama masyarakat miskin dan kurang mampu. Derajat kesehatan masyarakat miskin yang masih rendah tersebut diakibatkan karena sulitnya masyarakat miskin maupun kurang mampu mendapatkan akses terhadap pelayanan kesehatan. Kesulitan akses pelayanan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Beberapa faktor tersebut diantaranya yaitu tidak adanya kemampuan secara ekonomi dikarenakan biaya kesehatan yang mahal, letak geografis/wilayah pedesaan, kurangnya atau tidak memiliki tenaga kesehatan.

  Kendala faktor sosial ekonomi ini memerlukan campur tangan pemerintah untuk melindungi warga miskin melalui kebijakan kesehatan. Hal ini tertuang

  2 memberikan perlindungan bagi fakir miskin, anak dan orang terlantar serta orang tidak mampu yang pembiayaan kesehatannya dijamin oleh Pemerintah.

  Di Kutai Barat misalnya, merupakan pemekaran dari wilayah Kabupaten Kutai yang telah ditetapkan berdasarkan UU. Nomor 47 Tahun 1999. Luas wilayah Kutai Barat sekitar 31.628,70 Km² atau kurang lebih 15 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Menurut BPS Provinsi Kalimantan Timur jumlah dan persentase penduduk miskin serta garis kemiskinan di Kutai Barat 16,50 dan 9,90%.

  Berbagai upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sudah banyak dilakukan pemerintah daerah, yaitu diantaranya dengan memberikan penyuluhan kesehatan agar semua anggota keluarga berperilaku hidup sehat, penyediaan berbagai fasilitas umum seperti puskesmas sebagai akses/sarana kesehatan, posyandu, pos obat desa, pondok bersalin desa serta penyediaan fasilitas air bersih.

  Selain itu penyediaan tenaga kesehatan yang bermutu dalam jumlah yang cukup karena memang masih kekurangan tenaga kesehatan serta mempunyai ketrampilan/disiplin ilmu yang sesuai dengan kondisi sosial masyarakat juga merupakan faktor yang harus diperhatikan, sehingga tenaga kesehatan yang telah ditempatkan pada suatu wilayah dapat menjalankan program-program yang telah ditentukan.

  Pada dasarnya pembangunan di bidang kesehatan bertujuan untuk

  3 kesehatan masyarakat. Salah satu upaya pemerintah dalam rangka memeratakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat adalah dengan penyediaan fasilitas kesehatan terutama puskesmas dan puskesmas pembantu karena kedua fasilitas tersebut dapat menjangkau segala lapisan masyarakat hingga ke daerah terpencil.

  Meskipun jumlahnya tidak banyak, puskesmas di Kutai Barat menjadi pilihan utama bagi penduduk/masyarakat yang bermaksud untuk berobat jalan, yakni mencapai 42,29 persen dari total fasilitas kesehatan yang ada.

  Puskesmas sebagai wadah pelayanan kesehatan mempunyai fungsi utama menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat penyembuhan dan pemulihan bagi penderita. Sehubungan dengan itu dapatlah dinyatakan puskesmas adalah pemberi pelayanan kepada masyarakat dengan segala latar belakang sosial kulturnya, tanpa pandang bulu akan menerima pelayanan dengan baik.

  Puskesmas Muara Kedang dengan 8 kampung di wilayah kerjanya merupakan Puskesmas yang berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan jumlah penduduk pada Tahun 2011 sebanyak 6.023 jiwa dengan sebaran penduduk tertingi di Kampung Muara Kedang sebanyak 1.621 jiwa dan terendah di Kampung Bukit Harapan sebanyak 142 jiwa.

  Berdasarkan pengamatan yang penulis lakukan, penulis menemukan ada beberapa permasalahan terutama menyangkut dalam pelayanan, akses/sarana kesehatan yang ada pada Puskesmas Muara Kedang. Dalam hal ini yaitu pada program pemerintah, program Jaminan Kesehatan Masyarakat. Program ini

  4 Menteri Kesehatan No.125/Menkes/SK/II/2008 Tanggal 6 Februari 2008 Tentang Pedoman Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Masyarakat). Peranannya adalah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang menjadi pengguna atau peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).

  Hal ini terungkap karena penulis seringkali mendengar keluhan dari beberapa masyarakat sekitar ataupun pasien yang merasakan tidak semua masyarakat miskin di Kecamatan Bongan menjadi pengguna atau peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat. Ketidakmerataan ini menjadi tanda tanya bagi masyarakat, belum lagi tidak adanya tenaga kesehatan di wilayah/kampung mereka walaupun terdapat puskesmas pembantu. Lalu bagaimana masyarakat mengakses sarana kesehatan dan untuk apa kartu sehat atau program kesehatan kalau tenaga kesehatannya tidak ada dan juga persepsi masyarakat yang beragam.

  Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk mengangkat permasalahan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat dan berbagai permasalahan pelayanan kesehatan yang muncul dari adanya program tersebut apakah tepat kepada sasaran dari tujuan program kesehatan untuk mengetahui secara nyata tentang pendekatan Jaminan Kesehatan ke dalam sebuah penelitian yang akan dituangkan dalam bentuk skripsi sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan di Program Studi Pendidikan Ekonomi Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Adapun judul yang dipilih adalah “Evaluasi Pelaksanaan Program

  5

  Masyarakat terhadap Program Jamkesmas pada Puskesmas Muara Kedang Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur ”.

B. Rumusan Masalah

  Puskesmas Muara Kedang, sebagai wadah pelayanan kesehatan mempunyai fungsi utama menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat penyembuhan dan pemulihan bagi penderita. Mengingat fungsi dan kedudukan Puskesmas sebagai tolak ukur dalam menilai derajad kesehatan dalam mewujudkan masyarakat hidup sehat melalui pemberdayaan masyarakat, peningkatan akses masyarakat terhadap sarana pelayanan kesehatan yang berkualitas dan pendekatan Jaminan Kesehatan.

  Peranannya adalah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat baik yang menjadi pengguna atau peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dengan segala latar belakang sosial kulturnya, tanpa pandang bulu akan menerima pelayanan dengan baik untuk menjamin pelayanan kesehatan bagi seluruh warga Indonesia dengan kebijakan program terkait dengan masyarakat miskin, yaitu kebijakan JAMKESMAS. Namun, seiring berjalannya program JAMKESMAS yang seharusnya dapat memecahkan permasalahan kesehatan bagi masyarakat miskin tersebut muncul berbagai kasus ketidak sesuaian antara apa yang seharusnya diterima oleh warga miskin dengan kenyatan dilapangan. Yang menjadi pertanyaan dalam penelitian ini adalah :

  1. Bagaimana pelaksanaan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh

  6

  2. Apakah penerima Jamkesmas di Kecamatan Bongan sudah sesuai dengan kriteria sasaran yang ditujukan ?

  3. Bagaimana sikap masyarakat terhadap pelaksanaan program kesehatan Jamkesmas yang berlangsung di Kecamatan Bongan tersebut ?

C. Definisi Operasional dan Ruang Lingkup Penelitian

  1. Definisi Operasional Untuk menghindari kekeliruan penafsiran terhadap variabel, kata dan istilah teknis yang terdapat dalam judul, maka penulis merasa perlu untuk mencantumkan definisi operasional dan ruang lingkup penelitian dalam skripsi ini. Judul penelitian ini adalah Evaluasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) dan Tanggapan Masyarakat terhadap Program Jamkesmas pada Puskesmas Muara Kedang Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, dengan pengertian antara lain:

  a. Evaluasi dapat didefinisikan sebagai suatu proses penilaian untuk mendapatkan: hasil

  • – itu hingga saat ini belum di peroleh.

  b. Pelayanan Publik (kesehatan) yang diselenggarakan oleh

  7 Jamkesmas yang diterima seseorang dalam hubungannya dengan pencegahan, diagnosis, dan pengobatan suatu gangguan kesehatan tertentu.

  c. Puskesmas Muara Kedang itu sendiri yang merupakan pusat pengobatan, pembinaan, dan pelayanan kesehatan masyarakat yang sekaligus merupakan pos terdepan dalam pengembangan kesehatan masyarakat.

  d. Jamkesmas adalah program bantuan sosial untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu yang diselenggarakan secara nasional rangka mewujudkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh bagi masyarakat miskin.

  e. Sikap adalah pernyataan terhadap suatu objek, orang atau peristiwa. Hal ini mencerminkan perasaan seseorang terhadap sesuatu. Sikap diartikan sebagai suatu bentuk reaksi perasaan masyarakat menanggapi program kesehatan Jamkesmas yang berlangsung di Puskesmas Muara Kedang Kecamatan Bongan tersebut.

  Adapun yang penulis maksudkan tentang Evaluasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) dan Tanggapan Masyarakat terhadap Program Jamkesmas pada Puskesmas Muara Kedang

  8 orang banyak secara (umum) melalui rancangan yang akan dilaksanakan melalui program bantuan sosial untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin lewat pusat pengobatan, pembinaan, dan pelayanan kesehatan masyarakat. Untuk proses tersebut, pusat pengobatan apapun tentu memiliki cara khusus agar dapat memberikan pelayanan dengan terbaik. Demikian halnya dengan Puskesmas Muara Kedang.

  Oleh karena itu penulis menitik beratkan penelitian ini pada apa yang dilakukan oleh Puskesmas Muara Kedang dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terhadap pengguna atau peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).

  2. Ruang Lingkup Penelitian Setiap manusia memiliki persepsi yang berbeda-beda terhadap suatu hal. Untuk itu perlu diberikan batasan untuk menghindari penafsiran yang keliru atas judul penelitian ini. Untuk menghindari kesalahpahaman dalam menginterpretasi, sekaligus memudahkan pembaca dalam memahami judul penelitian ini, maka penulis merasa perlu untuk mencantumkan batasan masalah dalam penelitian ini, sehingga tidak menimbulkan kesimpangsiuran dalam pembahasan selanjutnya. adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

  9 agar dapat fokus dalam satu bagian, sehingga data yang diperoleh falid, spesifik, mendalam dan memudahkan untuk menganalisis data yang diperoleh.

  b. Penulis mengobservasi akses/sarana kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Muara Kedang Kecamatan Bongan.

  c. Penulis mewawancarai atau menggali informasi dari masyarakat pengguna atau peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat di Puskesmas Muara Kedang Kecamatan Bongan.

D. Tujuan Penelitian

  Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :

  1. Untuk mengetahui pelaksanaan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas Muara Kedang kepada pengguna atau peserta Jamkesmas.

  2. Untuk mengetahui apakah penerima Jamkesmas di Kecamatan Bongan sudah sesuai sasaran yang ditujukan.

  3. Untuk mengetahui sikap masyarakat terhadap pelaksanaan program kesehatan Jamkesmas yang berlangsung di Kecamatan Bongan tersebut.

  10

E. Manfaat Penelitian

  Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah :

  1. Manfaat Teoritis a. Sebagai bahan referensi bagi tulisan-tulisan yang sejenis.

  Penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan yang bermanfaat bagi studi evaluatif baik melalui kajian teoritis maupun melalui kajian di bidang terapan.

  b. Sebagai bahan evaluasi dan masukan bagi pihak pemerintah pusat dan atau daerah dalam memperbaiki kinerja yang berhubungan dengan penilaian dan peningkatan kualitas pelayanan publik layanan kesehatan dari pemerintah seperti Jamkesmas selanjutnya ataupun program lainnya.

  c. Dari penelitian ini diharapkan di ketahui secara obyektif dan nyata pelaksanaan program Jamkesmas bagi masyarakat sehingga dapat ditindak lanjuti untuk membangun masyarakat sehat.

  2. Manfaat Praktis

  a. Secara praktis penelitian ini diharapkan dapat merefleksikan efektifitas program layanan publik, dan tidak kalah pentingnya

  11 b. Bagi penulis diharapkan dengan penelitian ini mendapatkan sumber pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dibangku kuliah dengan dunia nyata.

  c. Bagi Universitas Sanata Dharma dengan penelitian ini dapat menambah referensi bagi pembaca.

BAB II STUDI KEPUSTAKAAN Dalam skripsi ini, penulis menghimpun beberapa referensi yang relevan

  dengan judul penelitian, yang dimaksudkan untuk memperkaya wawasan penulis maupun pembaca. Karena penulis belum menemukan adanya penelitian serupa.

  Penelitian yang menurut peneliti relevan untuk dijadikan referensi dengan karya tulis ini berjudul “Evaluasi Pelaksanaan Program Beras Miskin Bagi Masyarakat di Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah”. Karya tulis ini disusun oleh Istadi Sudarsono dari Universitas Sanata Dharma. Tahun penelitian pada tahun 2010.

  Penelitian ini berisi tentang evaluasi pelaksanaan program beras miskin dilihat dari rekruitmen terhadap penerimaan beras miskin, penyaluran dan pendistribusian, pengawasan terhadap pelaksanaan raskin, evaluasi terhadap pelaksanaan raskin dan sikap masyarakat miskin terhadap program beras miskin dalam pelaksanaan raskin.

  Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian ex

  

post facto , jenis penelitian ini juga termasuk penelitian evaluatif (program

evaluation ) dengan titik tolak kriteria proses yaitu penelitian yang bertujuan umum

  memaparkan atau melukiskan kejadian atau hal-hal yang dijadikan obyek penelitian apa adanya dengan tanpa menambah atau mengurangi. Teknik analisis data dengan pemberian skor dengan menggunakan Penilaian Acuan Norma (PAN) tipe II untuk

  13 mengetahui sikap masyarakat terhadap program raskin. Peneliti juga menggunakan tabulasi data.

  Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa rekruitmen terhadap penerimaan beras miskin ditemukan ketidaktepatan sasaran, penyaluran dan pendistribusian kartu kendali/kartu raskin sudah sesuai dengan juklak dan sudah tepat sasaran, proses pendistribusian beras miskin belum sepenuhnya tepat sasaran, pengawasan yang dilakukan belum maksimal, sikap masyarakat RTS-PM (penerima raskin) mendukung adanya program raskin karena masyarakat terbantu dengan adanya raskin.

  Bila dibandingkan dengan penelitian sebelumnya, perbedaan sifatnya sangat spesifik. Penulis hanya mengacu pada penelitian evaluasi program saja. Oleh karena itu, beberapa hal yang menurut penulis adalah bagian penting yang sangat mendukung untuk keutuhan penelitian ini, yang kemudian penulis muat sebagai sebuah tinjauan pustaka adalah sebagai berikut:

A. Evaluasi Program

  Dalam suatu proses program evaluasi merupakan salah satu komponen penting dan memainkan peranan yang besar dalam mengidentifikasi keberhasilan suatu program tersebut. Pada dasarnya, evaluasi dimaksudkan untuk memperoleh data atau informasi tentang jarak antara situasi yang ada dan situasi yang diharapkan dengan menggunakan kriteria-kriteria tertentu. Dengan menggunakan data dan informasi yang ada, agar proses evaluasi dapat

  14 Setelah dilaksanakan barulah program tersebut dapat menjalani suatu proses penilaian untuk mendapatkan: hasil

  • – yang hingga saat ini belum di peroleh apakah telah berjalan sesuai dengan tujuan.

  Ruang lingkup evaluasi tersebut adalah Pemenuhan hak atas kesehatan bagi masyarakat miskin. Tanggungjawab Pemerintah/Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kualitas jaminan hak kesehatan bagi masyarakat miskin dan Peningkatan jaminan hak kesehatan masyarakat miskin melalui program- program pemerintah.

  Hak hidup sehat bagi masyarakat miskin dan tidak mampu tercantum didalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial (SJSN). Sistem ini telah melaksankan upaya penjaminan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat miskin dan tidak mampu melalui program Jaminan Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disebut Jamkesmas.

B. Pelayanan Publik (Kesehatan)

  Pada dasarnya setiap manusia membutuhkan pelayanan, bahkan dapat dikatakan bahwa pelayanan tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia.

  Pelayanan adalah setiap kegiatan yang menguntungkan dalam suatu kumpulan atau kesatuan, dan menawarkan kepuasan meskipun hasilnya tidak terikat pada suatu produk secara fisik yang terjadi dalam interaksi langsung antarseseorang dengan orang lain, dan menyediakan kepuasan pelanggan.

  15 Sementara itu, istilah publik berasal dari Bahasa Inggris public yang berarti umum, masyarakat, negara. Kata publik sebenarnya sudah diterima menjadi Bahasa Indonesia Baku menjadi Publik yang berarti umum, orang banyak, ramai. Oleh karena itu pelayanan publik diartikan sebagai setiap kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap sejumlah manusia yang memiliki setiap kegiatan yang menguntungkan dalam suatu kumpulan atau kesatuan, dan menawarkan kepuasan meskipun hasilnya tidak terikat pada suatu produk secara fisik.

  Lebih lanjut dikatakan pelayanan publik dapat diartikan, pemberi layanan (melayani) keperluan orang atau masyarakat yang mempunyai kepentingan pada organisasi itu sesuai dengan aturan pokok dan tata cara yang telah ditetapkan.

  1. Definisi Pelayanan Kesehatan Pelayanan kesehatan adalah setiap upaya yang diselenggarakan secara sendiri atau bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan mengobati penyakit serta memulihkan kesehatan perseorangan, kelompok, dan ataupun masyarakat.

  Kualitas pelayanan kesehatan adalah menunjuk pada tingkat kesempurnaan penampilan pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa pelayanan kesehatan sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata penduduk, tata cara penyelenggaraannya sesuai dengan standar dan kode etik profesi yang telah ditetapkan.

  16

  2. Bentuk Pelayanan Kesehatan

  a. Jenis Pelayanan Puskesmas b.

  Prosedur Pelayanan

  c. Persyaratan Administrasi

  d. Jadwal Pelayanan

  e. Tarif Retribusi Pelayanan Kesehatan

  3. Pelayanan Kesehatan Masyarakat Pelayanan kesehatan yang termasuk dalam kelompok pelayanan kesehatan masyarakat (public health services) ditandai dengan cara penggorganisasian yang umumnya secara bersama-sama dalam suatu organisasi. Tujuan utamanya untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit dan sasarannya terutama untuk kelompok dan masyarakat.

  Sebagai suatu pelayanan kesehatan yang baik maka harus memiliki berbagai persyaratan pokok. Syarat pokok yang dimaksud adalah : a. Tersedia dan berkesinambungan

  Syarat pokok pertama pelayanan kesehatan yang baik adalah pelayanan kesehatan tersebut tersedia di masyarakat (available) serta bersifat berkesinambungan (continous). Artinya semua jenis pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat tidak sulit ditemukan serta keberadaannya dalam masyarakat ada pada setiap

  17 b. Dapat diterima dan wajar

  Syarat pokok yang kedua dari pelayanan kesehatan yang baik adalah pelayanan kesehatan yang dapat diterima (aceptable) oleh masyarakat serta bersifat wajar (appropriate). Artinya bahwa pelayanan kesehatan tersebut tidak bertentangan dengan keyakinan dan kepercayaan masyarakat. Pelayanan kesehatan yang bertentangan dengan adat istiadat, kebudayaan, keyakinan dan kepercayaan masyarakat serta bersifat tidak wajar bukanlah suatu pelayanan kesehatan yang baik.

  c. Mudah dicapai Syarat pokok yang ketiga untuk pelayanan kesehatan yang baik adalah yang mudah dicapai (accesible) oleh masyarakat.

  Pengertian ketercapaian yang dimaksud disini terutama dari sudut lokasi. Dengan demikian untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang baik maka pengaturan distribusi sarana kesehatan menjadi sangat penting. Pelayanan kesehatan yang terlalu terkonsentrasi di daerah perkotaan saja dan sementara itu tidak ditemukan di daerah pedesaan bukanlah pelayanan kesehatan yang baik.

  d. Mudah dijangkau Syarat pokok yang keempat dari pelayanan kesehatan yang baik adalah yang mudah dijangkau (affordable) oleh masyarakat.

  18 sudut biaya. Untuk dapat mewujudkan keadaan seperti ini harus dapat diupayakan biaya pelayanan kesehatan tersebut sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat. Pelayanan kesehatan yang mahal dan karena itu hanya mungkin dinikmati oleh sebahagian kecil masyarakat saja bukanlah pelayanan kesehatan yang baik.

  e. Bermutu Syarat pokok yang kelima untuk pelayanan kesehatan yang baik adalah yang bermutu (quality). Pengertian mutu yang dimaksud disini adalah yang merujuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan yang disatu pihak dapat memuaskan para pemakai jasa pelayanan dan pihak lain tata cara penyelenggaraannya sesuai dengan kode etik serta memenuhi standar yang telah ditetapkan.

C. Puskesmas Sebagai Pemberi Pelayanan/Fasilitas Kesehatan

  Pada juknis (petunjuk teknis) Jamkesmas dikatakan bahwa seluruh Puskesmas dan jaringannya (Puskesmas Pembantu dan Puskesmas Keliling) adalah sebagai pemberi pelayanan/fasilitas kesehatan diikuti butir ke-2 dan ke-3 adalah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) dan Bidan dan dokter praktek swasta untuk pelayanan pertolongan persalinan.

  19 Pelayanan kesehatan pada program Jamkesmas yang diberikan oleh

  Puskesmas dan Jaringannya termasuk Poskesdes mengacu pada standar, pedoman, Juknis, SOP program yang berlaku di Puskesmas tanpa membedakan peserta Jamkesmas dan Non Jamkesmas.

  1. Pengertian Puskesmas Suatu unit pelaksana fungsional yang berfungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan, pusat pembinaan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan serta pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan kegiatannya secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan pada suatu masyarakat yang bertempat tinggal dalam suatu wilayah tertentu.

  Puskesmas menurut pedoman kerja Puskesmas tahun 1991/1992 didefinisikan sebagai berikut : “Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan yang langsung memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terintegrasi kepada masyarakat di wilayah kerja tertentu dalam usaha- usaha kesehatan pokok.”

  Dari definisi tersebut, maka Puskesmas secara umum mengandung pengertian sebagai berikut:

  1. Puskesmas sebagai Pusat Pembangunan Kesehatan berfungsi dalam pengembangan dan pembinaan kesehatan masyarakat serta penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang terdepan dan terdekat

  20 dengan masyarakat dalam bentuk kegiatan pokok yang menyeluruh dan terpadu di wilayah kerjanya.

  2. Puskesmas sebagai unit organisasi fungsional merupakan unit yang bekerja secara profesional dalam melakukan upaya pelayanan kesehatan dasar dengan menggunakan peran serta masyarakat secara aktif untuk dapat memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya.

  3. Puskesmas mengkoordinasikan semua bentuk pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh unit-unit usaha dan masyarakat, termasuk swasta.

  4. Dalam meningkatkan peran serta masyarakat, upaya kesehatan melalui Puskesmas menggunakan pendekatan poengembangan dan pembinaan PKMD.

  2. Fungsi Puskesmas

  a. Merupakan Pusat Pengembangan Kesehatan masyarakat dalam wilayah kerjanya.

  b. Melakukan pembinaan terhadap peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan kemampuan hidup sehat.

  c. Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya.

  21

  3. Peran Puskesmas

  a. Sebagai lembaga kesehatan yang menjangkau masyarakat diwilayah terkecil dalam hal pengorganisasian masyarakat serta peran aktif masyarakat dalam penyelenggaraan kesehatan secara mandiri.

  b. Puskesmas diartikan sebagai Sarana kesehatan yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan. Sebagai Pusat Kesehatan Masyarakat yang merupakan pusat pengobatan, pembinaan, dan pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus merupakan pos terdepan dalam pengembangan kesehatan masyarakat. Berkenaan dengan maksud tersebut, Puskesmas berfungsi melaksanakan tugasnya secara teknis dan administratif.

  c. Secara harfiah Puskesmas dapat diartikan sebagai jalan bagi seseorang untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkannya. Dalam upaya untuk menciptakan akses layanan kesehatan yang layak bagi masyarakat, terdapat tiga butir persyaratan yang harus dipenuhi. 1) menyediakan pelayanan kesehatan secara terus-menerus tanpa dibatasi oleh waktu. Hal ini perlu dipenuhi karena penyakit bisa datang kapan pun tanpa ada yang bisa menduga. 2) keterjangkauan dari segi jarak geografis. Setiap area layanan

  22 masyarakat, sehingga mereka bisa dengan cepat mendapatkan pelayanan kesehatan dan tidak kehilangan waktu untuk mengobati penyakitnya. 3) biaya pelayanan kesehatan terjangkau. Dengan biaya yang terjangkau oleh setiap lapisan ekonomi, masyarakat tidak akan ragu untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia. Puskesmas merupakan perangkat Pemerintah Daerah Tingkat II sehingga pembagian wilayah kerja Puskesmas ditentukan oleh bupati dengan mendengar saran teknis dari Kepala kantor Departemen Kesehatan Kabupaten/Kodya yang telah disetujui oleh Kepala Kanwil Kesehatan Propinsi. Khusus untuk kota besar, wilayah kerja puskesmas bisa satu kelurahan sedangkan Puskesmas di ibukota Kecamatan merupakan Puskesmas Rujukan yang berfungsi sebagai pusat rujukan Puskesmas Kelurahan yang juga mempunyai fungsi koordinasi.

  Upaya kesehatan yang diberikan Puskesmas merupakan pelayanan kesehatan yang bersifat menyeluruh dan terpadu yang ditujukan kepada semua golongan umur dan meliputi pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif melalui berbagai jenis kegiatan pokok Puskesmas.

  Puskesmas dalam mencapai cakupan pelayanan yang merata maka ia ditunjang oleh Puskesmas Keliling, Puskesmas Pembantu, BKIA, rumah Bersalin, Poliklinik-poliklinik, dokter praktik swasta serta kegiatan kader

  23 kesehatan yang secara teknis berada di bawah pengawasan dan pengaturan puskesmas.

  Bahan pertimbangan dalam menentukan wilayah kerja puskesmas : faktor kepadatan penduduk, luas daerah, keadaan geografik, dan keadaan infrastruktur lainnya.

  4. Kedudukan Puskesmas

  a. Kedudukan dalam bidang administrasi: Puskesmas sebagai perangkat Pemerintah Daerah TK II bertanggung jawab langsung kepada Kepala Dinas Kesehatan Dati

  II baik teknis maupun administratif.

  b. Kedudukan dalam hirarki pelayanan kesehatan: Dalam urutan hirarki pelayanan kesehatan sesuai SKN maka Puskesmas berkedudukan pada tingkat fasilitas kesehatan pertama.

  5. Tujuan Puskesmas Tujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas adalah untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional yakni meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi orang yang bertempat tinggal diwilayah kerja puskesmas agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

  6. Tugas Puskesmas Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dinas (UPTD) kesehatan

  24 kesehatan disuatu wilayah. Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan strata pertama menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan, yang meliputi pelayanan kesehatan perorang (private goods) dan pelayanan kesehatan masyarakat (public goods).

  Puskesmas melakukan kegiatan-kegiatan termasuk upaya kesehatan masyarakat sebagai bentuk usaha pembangunan kesehatan. Jenis pelayan kesehatan disesuaikan dengan kemampuan puskesmas, namun terdapat upaya kesehatan wajib yang harus dilaksanakan oleh puskesmas ditambah dengan upaya kesehatan pengembangan yang disesuaikan dengan permasalahan yang ada serta kemampuan puskesmas.

  Upaya-upaya kesehatan wajib tersebut adalah (Basic Six):

  a. Upaya promosi kesehatan

  b. Upaya kesehatan lingkungan

  c. Upaya kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana

  d. Upaya perbaikan gizi masyarakat

  e. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular

  f. Upaya pengobatan

D. Jamkesmas

  Jamkesmas (akronim dari Jaminan Kesehatan Masyarakat) adalah sebuah

  25 perlindungan sosial dibidang kesehatan untuk menjamin masyarakat miskin dan tidak mampu yang iurannya dibayar oleh pemerintah agar kebutuhan dasar kesehatannya yang layak dapat terpenuhi.

  Program ini dijalankan oleh Departemen Kesehatan sejak 2008. Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) diselenggarakan berdasarkan konsep asuransi sosial. Program ini diselenggarakan secara nasional dengan tujuan untuk : 1. mewujudkan portabilitas pelayanan sehingga pelayanan rujukan tertinggi yang disediakan Jamkesmas dapat diakses oleh seluruh peserta dari berbagai wilayah;

  2. agar terjadi subsidi silang dalam rangka mewujudkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh bagi masyarakat miskin a. Tujuan Umum :

  Meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan terhadap seluruh masyarakat miskin dan tidak mampu agar tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal secara efektif dan efisien.

  b. Tujuan Khusus :

  1. Meningkatnya cakupan masyarakat miskin dan tidak mampu yang mendapat pelayanan kesehatan di Puskesmas serta jaringannya dan di Rumah Sakit.

  2. Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat

  26

  3. Terselenggaranya pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel.

  Pada hakekatnya pelayanan kesehatan terhadap peserta menjadi tanggung jawab dan dilaksanakan bersama oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

  Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota berkewajiban memberikan kontribusi sehingga menghasilkan pelayanan yang optimal. Undang-Undang Dasar 1945

  pasal 28 H dan Undang-Undang Nomor 23/1992 tentang Kesehatan, menetapkan bahwa setiap orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Karena itu setiap individu, keluarga dan masyarakat berhak memperoleh perlindungan terhadap kesehatannya, dan negara bertanggungjawab mengatur agar terpenuhi hak hidup sehat bagi penduduknya termasuk bagi masyarakat miskin dan tidak mampu.

  Kepesertaan Jamkesmas 2012 mengacu kepada data PPLS 2011. Kuota peserta Jamkesmas ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Untuk kepesertaan 2012 akan diterbitkan kartu baru. Selama kartu baru tersebut belum diterbitkan maka berlaku kepesertaan dan kartu yang lama. Sehubungan dengan diselenggarakannya program Jaminan Persalinan dan Jaminan Pelayanan Pengobatan Thalassaemia pada tahun 2011, maka ada perluasan penerima manfaat kedua program ini yang bukan merupakan peserta Jamkesmas.

  Peserta Jamkesmas ada yang memiliki kartu sebagai identitas peserta dan ada yang tidak memiliki kartu.

  27

  1. Peserta yang memiliki kartu adalah peserta yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan berdasarkan data PPLS 2011

  2. Peserta yang tidak memiliki kartu terdiri dari:

  a. Gelandangan, pengemis, anak dan orang terlantar serta penghuni panti sosial pada saat mengakses pelayanan kesehatan dengan menunjukkan surat rekomendasi dari Dinas Sosial setempat.

  b. Penghuni Lapas dan Rutan pada saat mengakses pelayanan kesehatan dengan menunjukkan rekomendasi dari Kepala Lapas/Rutan.

  c. Peserta Program Keluarga Harapan (PKH) yang tidak memiliki kartu Jamkesmas pada saat mengakses pelayanan kesehatan dengan menunjukkan kartu PKH.

  d. Bayi dan anak yang lahir dari pasangan (suami dan istri) peserta Jamkesmas setelah terbitnya SK Bupati/Walikota, dapat mengakses pelayanan kesehatan dengan menunjukkan akte kelahiran/surat kenal lahir/surat keterangan lahir/pernyataan dari tenaga kesehatan, kartu Jamkesmas orang tua dan Kartu Keluarga orangtuanya. Bayi yang lahir dari pasangan yang hanya salah satunya memiliki kartu jamkesmas tidak dijamin dalam program ini.

  e. Korban bencana pasca tanggap darurat, kepesertaannya berdasarkan keputusan Bupati/Walikota setempat sejak tanggap darurat dinyatakan selesai dan berlaku selama satu tahun.

  28 f. Sasaran yang dijamin oleh Jaminan Persalinan yaitu: ibu hamil, ibu bersalin/ibu nifas dan bayi baru lahir.

  g. Penderita Thalassaemia Mayor.

E. Sikap

  1. Definisi Sikap: Secara sederhana sikap didefinisikan sebagai pernyataan evaluatif terhadap objek, orang atau peristiwa. Hal ini mencerminkan perasaan seseorang terhadap sesuatu. Sikap diartikan sebagai suatu bentuk reaksi perasaan. Perasaan itu bisa mendukung atau tidak mendukung, memihak atau tidak memihak, positif atau negatif, suka atau tidak suka yang kemudian menjadikan sebagai suatu potensi reaksi terhadap obyek sikap.

  a. Berorientasi kepada respon Sikap adalah suatu bentuk dari perasaan, yaitu perasaan mendukung atau memihak (favourable) maupun perasaan tidak mendukung (Unfavourable) pada suatu objek.

  b. Berorientasi kepada kesiapan respon Sikap merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu objek dengan cara-cara tertentu, apabila dihadapkan pada suatu stimulus yang menghendaki adanya respon. Suatu pola perilaku, tendenasi atau kesiapan antisipatif untuk menyesuaikan diri dari situasi sosial

  29 c. Berorientasi kepada skema triadik

  Sikap merupakan konstelasi komponen-komponen kognitif, afektif, dan konatif yang saling berinteraksi dalam memahami, merasakan, dan berperilaku terhadap suatu objek di lingkungan sekitarnya.

  Komponen Sikap Ada tiga komponen yang secara bersama-sama membentuk sikap yang utuh (total attitude) yaitu : a. Kognitif (cognitive).

  Berisi kepercayaan seseorang mengenai apa yang berlaku atau apa yang benar bagi obyek sikap. Sekali kepercayaan itu telah terbentuk maka ia akan menjadi dasar seseorang mengenai apa yang dapat diharapkan dari obyek tertentu. b. Afektif (affective) Menyangkut masalah emosional subyektif seseorang terhadap suatu obyek sikap. Secara umum komponen ini disamakan dengan perasaan yang dimiliki obyek tertentu. c. Konatif (conative) Komponen konatif atau komponen perilaku dalam struktur sikap menunjukkan bagaimana perilaku atau kecenderungan berperilaku dengan yang ada dalam diri seseorang berkaitan dengan obyek sikap yang dihadapi.

  2. Pembentukan Sikap Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap:

  a. Pengalaman pribadi 1) Dasar pembentukan sikap: pengalaman pribadi harus meninggalkan kesan yang kuat.

  30 b. Kebudayaan

  Pembentukan sikap tergantung pada kebudayaan tempat individu tersebut dibesarkan. Contoh pada sikap orang kota dan orang desa terhadap kebebasan dalam pergaulan.

  c. Orang lain yang dianggap penting (Significant Others) 1) yaitu: orang-orang yang kita harapkan persetujuannya bagi setiap gerak tingkah laku dan opini kita, orang yang tidak ingin dikecewakan, dan yang berarti khusus. Misalnya: orangtua, pacar, suami/isteri, teman dekat, guru, pemimpin.

  2) Umumnya individu tersebut akan memiliki sikap yang searah (konformis) dengan orang yang dianggap penting.

  d. Media massa 1) Media massa berupa media cetak dan elektronik.

  2) Dalam penyampaian pesan, media massa membawa pesan pesan sugestif yang dapat mempengaruhi opini kita.

  3) Jika pesan sugestif yang disampaikan cukup kuat, maka akan memberi dasar afektif dalam menilai sesuatu hal hingga membentuk sikap tertentu.

  e. Institusi/Lembaga Pendidikan dan Agama 1) Institusi yang berfungsi meletakkan dasar pengertian dan konsep moral dalam diri individu.

  31 2) Pemahaman baik dan buruk, salah atau benar, yang menentukan sistem kepercayaan seseorang hingga ikut berperan dalam menentukan sikap seseorang.

  f. Faktor Emosional 1) Suatu sikap yang dilandasi oleh emosi yang fungsinya sebagai semacam penyaluran frustrasi atau pengalihan bentuk mekanisime pertahanan ego. 2) Dapat bersifat sementara ataupun menetap (persisten/tahan lama). Contoh: Prasangka (sikap tidak toleran, tidak fair).

  Gambar 1. Variabel yang akan menjadi obyek penelitian

  Pelaksanaan Program Evaluasi

  Pelayanan Puskesmas

  JAMKESMAS Sikap

  Masyarakat

BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode dan Alasan Menggunakan Metode Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yang mana

  dalam penelitian ini bermaksud untuk memamahami fenomena tentang hal-hal yang dialami oleh subyek penelitian secara holistik dan dengan cara diskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. Dalam penelitian ini juga menggunakan jenis penelitian diskriptif, yaitu jenis penelitian yang hanya menggambarkan, meringkas berbagai kondisi dan situasi yang ada, penulis mencoba menjabarkan kondisi konkrit dari obyek penelitian dan selanjutnya akan dihasilkan diskripsi tentang obyek penelitian.

  Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah evaluasi. Penelitian evaluatif pada dasarnya merupakan bagian dari penelitian terapan. Penelitian evaluasi dimaksudkan untuk mengukur keberhasilan suatu program, produk atau kegiatan tertentu. Penelitian ini diarahkan untuk menilai keberhasilan manfaat, kegunaan, sumbangan dan kelayakan suatu program kegiatan dari suatu unit/lembaga tertentu. Penelitian evaluatif menjelaskan adanya kegiatan penelitian yang sifatnya mengevaluasi terhadap sesuatu objek, yang biasanya merupakan pelaksanaan dan rencana. Makna evaluatif

  33 menunjuk pada kata kerja yang menjelaskan sifat suatu kegiatan, dan kata bendanya adalah evaluasi.

  Jadi yang dimaksud dengan penelitian evaluatif adalah kegiatan penelitian yang sifatnya mengevaluasi suatu kegiatan/program yang bertujuan untuk mengukur keberhasilan suatu kegiatan/program dan menentukan keberhasilan/kebermanfaatan suatu program dan apakah telah sesuai dengan yang diharapkan.

  Penulis secara teknis mengolah bahan-bahan/data-data yang dikumpulkannya, karena sebagian dokumentasi tersebut bersifat sangat khas/spesifik dan berupaya mengungkap kebenaran realitas yang ada, dan bagaimana realitas tersebut senyatanya berjalan secara diskripsi dalam bentuk kata-kata.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

  Dalam penelitian ini penulis mengambil lokasi di Puskesmas Muara Kedang Kecamatan Bongan yang dilaksanakan sejak tanggal 21 April 2013 sampai dengan tanggal 27 Mei 2013.

  Alasan Pemilihan Lokasi :

  1. Daerah tersebut merupakan bagian dari daerah penerima program Jamkesmas sehingga penelitian ini diharapkan dapat memberikan evaluasi terhadap program dan pelayanan kesehatan dalam

  34

  2. Wilayah kerja Puskesmas memasuki wilayah desa terpencil yang terdapat banyak penduduk miskin dan berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara.

  3. Ada beberapa masyarakat desa/kampung dengan klaim yang diperkirakan 80% penerima Jamkesmas.

  C. Instrumen Penelitian

  Adapun instrumen penelitian yang dimaksud adalah alat yang dipakai oleh penulis dalam mengumpulkan data. Dalam hal ini alat yang dipakai antara lain wawancara langsung, notebook untuk mencatat, kamera dan personal computer (PC).

  Sehingga satu-satunya instrumen dalam penelitian kualtatif adalah penulis sendiri karena sebagai peneliti, pengumpul data yang mempengaruhi terhadap faktor instrumen.

  Adapun reliabilitas dan validitasnya lebih pada kelayakan dan kredibilitas penulis karena alat ukur dalam penelitian kualitatif bersifat kualitatif juga, sehingga sangat abstrak, akan tetapi lengkap dan mendalam.

  D. Sampel Sumber Data

  Teknik pemilihan informan merupakan cara menentukan sampel yang dalam penelitian kualitatif disebut informan.

  35 Dalam penelitian kualitatif sampel diambil secara purposive dengan maksud tidak harus mewakili seluruh populasi, sehingga sampel memiliki pengetahuan yang cukup serta mampu menjelaskan keadaan sebenarnya tentang obyek penelitian. Apabila menggunakan wawancara sampel diambil dari beberapa kejadian, dan menggunakan observasi. Apabila menggunakan teknik dokumentasi, sampel dapat berupa bahan-bahan dokumen, foto, catatan dan sebagainya.

  Informan adalah orang yang berada pada lingkup penelitian, artinya orang yang dapat memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian. Jadi ia harus banyak pengalaman tentang penelitian dan secara sukarela menjadi anggota tim meskipun tidak secara formal, mereka dapat memberikan pandangannya dari dalam tentang nilai-nilai, sikap, proses, sosial dan kebudayaan yang menjadi latar penelitian setempat.

  Langkah berikutnya dengan menggali informasi lebih dalam untuk mendapatkan beberapa orang sampai dirasa cukup sebagai sampel dalam penelitian.

  Dengan bekal informasi awal, penulis melakukan observasi secara mendalam melalui wawancara dengan orang-orang yang telah ditetapkan sebagai sampel, dengan jumlah populasi sebanyak 1.584 jiwa orang dari jumlah peserta Jamkesmas, dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 2% dari jumlah populasi yaitu 32 orang yang terdiri dari 27

  36 Puskesmas Muara Kedang Kecamatan Bongan dan 5 orang dari petugas kesehatan dan kecamatan.

  Hal ini untuk menguji kebenaran informasi yang telah diperoleh dan untuk mendapatkan sampel dan penggolongan secara pasti dengan menggunakan teknik wawancara.

  Dari hasil keterangan dan penjelasan yang didapatkan, kemudian dipastikan 32 orang yang akan dijadikan sampel dan sekaligus dipastikan penggolongannya.

  Pada penelitian ini, juga menentukan jumlah sampel baik secara kualitatif dan kuantitatif, artinya setiap organisasi instansi/lembaga dibatasi dua orang penentu kebijakan program atau pengurus harian dan pengurus bidang disamping beberapa anggota sebagai pendukung data. Secara kualitatif bahwa informan berhadapan langsung dengan kondisi serta situasi penelitian. Pengambilan sampel didasarkan pada kecukupan jumlah informasi atau kecukupan jumlah data-data yang dibutuhkan dan bukan banyaknya sampel atau orang yang memberi informasi (informan).

  Data penelitian ini adalah data kualitatif, yaitu data yang menunjukkan kualitas atau mutu dari suatu yang ada, berupa keadaan, proses, kejadian/peristiwa dan lain-lain yang dinyatakan dalam bentuk perkataan.

  Sedangkan bentuk operasional data penelitian ini ialah melalui pendekatan kualitatif deskriptif yaitu berupa narasi, cerita, dokumen-dokumen

  37 pribadi seperti foto, catatan pribadi, perilaku, gerak tubuh dan banyak hal yang tidak didominasi angka-angka sebagaimana penelitian kuantitatif.

E. Teknik Pengumpulan Data

  1. Observasi Observasi atau pengamatan adalah kegiatan keseharian manusia dengan menggunakan panca indra. Tetapi observasi sebenarnya adalah kegiatan mengumpulkan data yang digunakan untuk menghimpun data dalam penelitian melalui panca indra atau diartikan sebagai pengamatan dalam pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.

  Teknik observasi yang akan dilakukan ialah observasi langsung (participant observation). Maksudnya, penulis melakukan pengamatan langsung terhadap proses pelayanan Puskesmas Muara Kedang, yang mencakup proses administrasi, pemeriksaan kesehatan, dan penanganannya. Observasi dalam penelitian ini akan difokuskan pada aktivitas Puskesmas dalam setiap hari kerja.

  2. Interview (wawancara) Interview atau wawancara adalah sebuah percakapan langsung (face

  ) antara penulis dan informan, dalam proses memperoleh

  to face keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab.

  38 Proses interview (wawancara) dilakukan untuk mendapatkan data dari informan dan key informan, yaitu: Pemimpin Puskesmas/Wakil

  Pimpus, pemegang program Jamkesmas, tentang pelayanan Puskesmas bagi peserta Jamkesmas dan Non Jamkesmas di kecamatan Bongan dan masyarakat sebagai peserta/penerima untuk mengetahui layanan yang mereka terima dan sikap terhadap program Jamkesmas tersebut. Dalam hal ini penulis mengajukan pertanyaan kepada informan, terkait dengan penelitian yang dilakukan. Sedangkan informan bertugas untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara. Meskipun demikian, informan berhak untuk tidak menjawab pertanyaan yang menurutnya privasi atau rahasia instansi/lembaga.

  Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik wawancara tak berstruktur. Maksudnya adalah wawancara yang bebas dimana peneliti leluasa dan tidak terpaku pada prosedur (daftar pertanyaan) dan agar informan juga leluasa dan lebih bisa mengungkapkan persoalan/masalah yang dihadapi atau dialami. Juga tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.

  3. Studi Pustaka Selain wawancara dan observasi, pengumpulan data yang dilakukan

  39 dokumentasi atau studi pustaka. Intinya, dokumentasi atau studi pustaka adalah metode yang digunakan untuk menelusuri data history atau mengkaji literatur-literatur dan laporan-laporan yang berkaitan dengan judul penelitian.

F. Teknik Analisis Data

  Teknik yang akan digunakan adalah teknik analisa data. Analisis data adalah upaya yang dilakukan dengan cara menganalisa/memeriksa data, mengorganisasikan data, memilih dan memilahnya menjadi sesuatu yang dapat diolah, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting berdasarkan kebutuhan dalam penelitian dan memutuskan apa yang dapat dipublikasikan.

  Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap atau pendapat seseorang atau kelompok mengenai sebuah peristiwa atau fenomena sosial, berdasarkan definisi operasional yang telah ditetapkan oleh penulis.

  Berikut bentuk skala likert yang digunakan oleh penulis, antara lain : Pernyataan Postitif : Sangat setuju = 5, Setuju = 4 , Ragu-ragu = 3, Tidak setuju = 2, Sangat tidak setuju =1.

  Pernyataan Negatif : Sangat setuju = 1, Setuju = 2, Ragu-ragu = 3, Tidak setuju = 4, Sangat tidak setuju =5.

  40 Dan analisis Mean, untuk melihat rata-rata sikap masyarakat terhadap program Jamkesmas yang berlangsung di Puskesmas Muara Kedang Kecamatan Bongan.

  Langkah analisis data akan dilakukan penulis melalui beberapa tahap yaitu: pengumpulan data, mengelompokkannya, memilih dan memilah data, lalu kemudian menganalisanya. Analisa data ini akan berupa narasi dari rangkaian hasil penelitian yang nantinya akan digunakan untuk menjawab rumusan masalah.

G. Rencana Pengujian Keabsahan Data

  Sebelum instrumen digunakan, terlebih dahulu akan didiskusikan dengan pakar yang berkompeten di bidang manajemen.

  Uji keabsahan data pada penelitian ini direncanakan uji kredibilitas data, dalam bentuk perpanjangan pengamatan, triangulasi dengan orang-orang di luar sampel yang mempunyai pengetahuan mengenai hal tersebut.

  

BAB IV

ORGANISASI DAN GAMBARAN UMUM A. Organisasi Penelitian Puskesmas Muara Kedang, beralamatkan Jl. Jenderal A. Yani RT. III Muara Kedang Kecamatan Bongan Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur. Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) merupakan

  pusat pengobatan, pembinaan, dan pelayanan kesehatan masyarakat yang sekaligus merupakan pos terdepan dalam pengembangan kesehatan masyarakat. Berkenaan dengan maksud tersebut, Puskesmas berfungsi melaksanakan tugas secara teknis dan administratif.

  Dengan visi, misi dan mottonya adalah : Visi : Terwujudnya masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Muara Kedang yang mandiri dalam meningkatkan derajad kesehatan.

  Misi :

  1. Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk berprilaku hidup bersih dan sehat.

  2. Lebih meningkatkan peran serta masyarakat dalam UKBM.

  3. Meningkatkan sistem surveilens, monitoring, dan informasi.

  4. Menggerakkan masyarakat untuk lebih memanfaatkan pelayanan kesehatan dasar.

  5. Menciptakan tempat dan sarana yang nyaman dalam pelayanan kesehatan.

  6. Menjalin koordinasi lebih baik dengan lintas sektor. Motto : Sapa, Empati, Handal, Amanah, Terjangkau (SEHAT).

  Mengingat fungsi dan kedudukan Puskesmas sebagai tolak ukur dalam menilai derajad kesehatan dalam mewujudkan masyarakat mandiri untuk hidup sehat melalui system pemberdayaan masyarakat, peningkatan akses masyarakat terhadap sarana pelayanan kesehatan yang berkualitas dan pendekatan Jaminan Kesehatan.

  Puskesmas Muara Kedang adalah unit pelaksanaan teknis Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat yang secara teknis fungsional bertanggung jawab kepada dinas kesehatan dan teknis operasional bertanggung jawab kepada kepala daerah yang mempunyai tugas melaksanakan upaya pelayanan kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan, pemulihan yang dilaksanakan secara terpadu dalam rangka pelaksanaan meningkatkan pelayanan kesehatan serta pencegahan penyakit dan melakukan upaya rujukan daerah Kabupaten ataupun kepada

  Pada tahun 2009 telah dibangun kembali 1 unit Puskesmas Induk yang berada di Kampung Resak sehingga berdampak pada pembagian wilayah kerja antara Puskesmas Muara Kedang dan Puskesmas Resak. Dari pembagian wilayah tersebut 8 Kampung masuk kedalam wilayah kerja Puskesmas Muara Kedang dan 8 Kampung masuk dalam wilayah kerja Puskesmas Resak. Dari ke-8 Kampung tersebut yang masuk dalam wilayah kerja Puskesmas Muara Kedang adalah sebagai berikut :

  1. Kampung Muara Kedang

  2. Kampung Penawai

  3. Kampung Tanjung Sari

  4. Kampung Jambuk Makmur

  5. Kampung Bukit Harapan

  6. Kampung Jambuk

  7. Kampung Muara Gusik

  8. Kampung Preng Talik Struktur Organisasi Jabatan/Fungsional Puskesmas Muara Kedang terdiri atas :

  1. Kepala Puskesmas : Triyono, SKM

  2. Kasubag Tata Usaha : Anita Gertruida

  3. Koor. Pemberdayaan Masyarakat : Fujiarti, SST

  4. Koor. Pelayanan Kesehatan Masyarakat : M. Sugiyono, Amd. Kep

  5. Bidan koordinator : Sri Utami, Amd. Keb

  6. Bendahara Puskesmas : Marjuansyah

  7. Pj. Kepegawaian : Norapidah

  8. Pembantu Bendahara : Maya Utari

  9. Pj. Inventaris : Irwan

  10. Dokter Puskesmas : dr. Zainal Fathurohim

  11. TPG Puskesmas : Deki Saputra, AMG

  12. Bidan Puskesmas : Dahlia BN, Amd. Keb

  13. Pj. P2M : M. Yasin Alfadani, Amd. Kep

  14. Bidan Puskesmas : Rifa Atin S, Amd. Keb

  15. Pj. Kesling : Rudi Arianto, Amd, KL

  16. Staf Puskesmas : Ahda Nur, Amd. Kep

  17. Pj. Cuci Masak : Saripah

  18. Motoris : Aspianur

  19. Pj. Kebersihan : Aurin

  20. Pj. Gudang Obat : Mursid

  21. Wakar : Mukti Ali (Sumber : Data Primer, 2012)

  B. Gambaran Umum

  1. Keadaan Geografis Kecamatan Bongan merupakan salah satu kecamatan yang berada di

  Kabupaten Kutai Barat dengan luas 2.274,7 Km², dengan topografi pegunungan dan rawa dengan ketinggian berkisar antara 0

  • – 1.500 meter diatas permukaan laut. Secara administratif, Kecamatan Bongan mempunyai batas-batas wilayah sebagai berikut :

  a. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Penajam Pasir Utara.

  b. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara.

  c. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Jempang, Tanjung Isuy.

  d. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Perian, Kabupaten Kutai Kartanegara.

  Kecamatan Bongan terdiri dari 16 desa/kampung yaitu : Gerunggung, Tanjung Soke, Pereng Talik, Deraya, Lemper, Muara Siram, Siram Makmur, Siram Jaya, Resak, Tanjung Sari, Jambuk Makmur, Bukit Harapan, Jambuk, Muara Gusik, Penawai, Muara Kedang.

  2. Keadaan Demografi Keadaan Penduduk Puskesmas Muara Kedang dengan 8 Kampung diwilayah kerjanya merupakan Puskesmas yang berbatasan dengan

  Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan jumlah penduduk pada Tahun 2011 sebanyak 6.023 jiwa terdiri dari laki-laki 3.246 jiwa dan perempuan 2.777 jiwa dengan sebaran penduduk tertinggi di Kampung Muara Kedang sebanyak 1.621 jiwa dan terendah di Kampung Bukit Harapan sebanyak 142 jiwa.

  Sedangkan komposisi penduduk diwilayah kerja Puskesmas Muara Kedang dirinci menurut kelompok umur dan jenis kelamin menunjukkan penduduk laki-laki maupun perempuan terbanyak pada kelompok umur 0

  • – 4 tahun sebesar 364 jiwa laki-laki dan 302 jiwa perempuan.

  Penduduk di wilayah kerja Puskesmas Muara Kedang berusia muda (umur 0

  • – 14 tahun) sebesar 1.871 jiwa, berusia produktif (umur 15 – 64 tahun) sebesar 3.900 jiwa dan berusia 65 tahun keatas sebesar 252 jiwa.

  3. Situasi Sumber Daya Kesehatan Sumber daya kesehatan meliputi : Sarana Kesehatan, Tenaga Kesehatan dan Pembiayaan Kesehatan.

  a. Sarana Kesehatan Sarana Kesehatan di Puskesmas Muara Kedang Kecamatan Bongan Kabupaten Kutai Barat meliputi : Puskesmas Pembantu, Poliklinik Kampung dan Praktik Dokter.

  1) Puskesmas dan Jaringannya Pada tahun 2011 Puskesmas Muara Kedang dengan 8 Kampung binaan terdiri dari 6 Puskesmas Pembantu dan 2 Poliklinik Kampung dengan 1 bangunan Pustu rusak berat berada di Kampung Bukit Harapan.

  2) Praktik Dokter Dokter Praktik di Puskesmas Muara Kedang pada tahun 2011 yang mempunyai izin praktik perorangan sebanyak 2 orang, 1 orang berada di kampung Muara Kedang dan 1 orang berada di Kampung Jambuk Makmur.

  3) Sarana Transportasi Pada tahun 2011 sarana transportasi sebagai pendukung kegiatan di Puskesmas Muara Kedang terdiri dari 1 unit Puskesmas Keliling roda empat yang pengadaannya tahun 2007 dengan keadaan rusak berat, 1 unit mesin ketinting pengadaan tahun 2003 dengan keadaan mesin dan perahu rusak berat, dan 10 unit kendaraan roda dua terdiri dari 4 unit berada di Puskesmas Pembantu dan 6 unit di Puskesmas Muara Kedang dari 6 unit tersebut 2 unit dalam keadaan rusak berat.

  b. Tenaga Kesehatan Jumlah tenaga kesehatan di Puskesmas Muara Kedang tanun 2011 sebanyak 20 orang, dari jumlah tersebut 2 orang sedang melaksanakan tugas belajar di Akademi Perawatan Dirgahayu Samarinda, 1 orang di Akademi Kebidanan Poltekes Samarinda dan 1 orang di Diploma IV Kebidanan di Jawa Timur, serta 2 orang sedang ijin belajar di Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda.

  Tabel. 1 Distribusi Tenaga Kesehatan Menurut Unit Kerja di Puskesmas Muara Kedang Tahun 2012 No Unit Kerja Tenaga Kesehatan Medis Perawat & Bidan Farmasi Gizi Sanitasi Kesmas Jumlah

  5 Pustu Jambuk Makmur

  c. Pembiayaan Kesehatan Sumber Pembiayaan Puskesmas Muara Kedang pada tahun 2011 sebesar Rp. 1.266.980.310,53,- terdiri dari : APBD sebesar Rp.

  20 Sumber : Data Primer, 2011

  2

  1

  16

  1

  7 Pustu Preng Talik Jumlah

  1

  1

  6 Pustu Muara Gusik

  2

  2

  2

  1 Puskesmas Muara Kedang

  2

  4 Pustu Bukit Harapan

  2

  2

  3 Pustu Penawai

  1

  1

  2 Pustu Tanjung Sari

  12

  2

  1

  8

  1

  1.151.579.310,53.-, Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Rp.

  87.281.000,- dan Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) sebesar Rp. 28.128.000,-.

  Pelayanan yang diberikan Puskesmas Muara Kedang tentunya kepada masyarakat penerima Jamkesmas di Kecamatan Bongan, sebagai suatu program yang harus dievaluasi tadi berupa pelaksanaan kegiatan, apa saja jenisnya, bagaimana prosedurnya, apa saja persyaratan adminnya, lalu bagaimana jadwal pelayanan yang dilakukan, pada waktu kapan saja peserta bisa mendapatkannya, dan bagaimana dengan retribusi pelayanan kesehatan.

  Puskesmas Muara Kedang yang melaksanakan tugas secara teknis dan administratif melaksanakan program-program kesehatan diantaranya Jamkesmas yang penting untuk menilai kualitas, rasional, efektifitas, efisiensi dan equity pada pelayanan kesehatan. Untuk menilai keberhasilan pelaksanaan Jamkesmas (evaluasi sumatif, dilangsungkan bila kegiatan program sudah benar-benar selesai dilaksanakan) tahun 2011/2012.

  Jamkesmas sebagai suatu program yang akan, dan dievaluasi untuk mengetahui dan menilai kualitas, rasional, efektifitas, efisiensi agar pelaksanaan program ini mencapai tujuannya.

  Sikap masyarakat Kecamatan Bongan timbul dari suatu perspsi terhadap Program Jamkesmas yang dilaksanakan Puskesmas Muara Kedang, yang merupakan suatu tanggapan untuk mengetahui pendapat, pemahaman baik dan buruk, salah atau benar, dan prasangka yang menentukan sikap seseorang. Untuk menilai kualitas, rasional, pelaksanaan suatu evaluasi program apakah menjadi lebih relevan, efisien dan efektif seperti yang diharapkan dan mencapai tujuan dari program tersebut.

BAB V PEMBAHASAN A. Variabel Penelitian dan Hasil Penelitian Hasil temuan penulis melalui pengumpulan data penelitian yang

  dilaksanakan sejak tanggal 21 April 2013 sampai dengan tanggal 27 Mei 2013 pada Puskesmas Muara Kedang :

1. Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Puskesmas Muara Kedang kepada masyarakat penerima Jamkesmas

  Berhubungan dengan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kecamatan Bongan diantaranya adalah: setiap upaya yang diselenggarakan secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan mengobati penyakit serta memulihkan kesehatan perseorangan, kelompok, dan ataupun masyarakat.

  Puskesmas Muara Kedang sebagai Pusat Pembangunan Kesehatan berfungsi dalam pengembangan dan pembinaan kesehatan masyarakat serta penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang terdepan dan terdekat dengan masyarakat dalam bentuk kegiatan pokok yang menyeluruh dan terpadu di wilayah kerjanya yaitu Kecamatan Bongan. Melakukan upaya pelayanan kesehatan dasar dengan menggunakan peran serta masyarakat secara aktif untuk dapat memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya. Mengkoordinasikan semua bentuk pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh unit-unit usaha dan masyarakat, termasuk swasta dalam meningkatkan peran serta masyarakat, upaya kesehatan melalui Puskesmas menggunakan pendekatan pengembangan dan pembinaan PKMD.

  Puskesmas Muara Kedang juga berfungsi melaksanakan tugasnya secara teknis dan administratif. Puskesmas Muara Kedang merupakan unit pelaksana teknis dinas (UPTD) kesehatan Kabupaten/Kota Kutai Barat/Sendawar yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan disuatu wilayah. Sebagai pusat pelayanan kesehatan strata pertama menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan, yang meliputi pelayanan kesehatan perorang (private goods) dan pelayanan kesehatan masyarakat (public goods).

  Jenis pelayan kesehatan disesuaikan dengan kemampuan puskesmas, namun terdapat upaya kesehatan wajib yang harus dilaksanakan oleh puskesmas ditambah dengan upaya kesehatan pengembangan yang disesuaikan dengan permasalahan yang ada serta kemampuan puskesmas.

  Upaya-upaya kesehatan wajib tersebut adalah (Basic Six): (1). Upaya promosi kesehatan, (2). Upaya kesehatan lingkungan, (3). Upaya kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana, (4). Upaya perbaikan gizi masyarakat, (5). Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular, (6). Upaya pengobatan.

  Pelayanan kesehatan pada program Jamkesmas yang diberikan oleh Puskesmas Muara Kedang dan Jaringannya termasuk Poskesdes mengacu pada standar, pedoman, Juknis, SOP program yang berlaku di Puskesmas tanpa membedakan peserta Jamkesmas dan Non Jamkesmas.

  a. Jenis Pelayanan Puskesmas.

  Pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas Muara Kedang meliputi dua aspek yaitu pelayanan kesehatan masyarakat dan juga pelayanan yang bersifat medik atau kuratif. Pemerintah telah menetapkan 20 usaha-usaha pokok kegiatan puskesmas yang meliputi :

  1. Kesehatan ibu dan anak, 2.Keluarga Berencana, 3.Usaha kesehatan gizi, 4.Kesehatan lingkungan, 5.Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular, 6.Pengobatan termasuk pelayanan darurat karena kecelakaan lalu lintas, 7.Penyuluhan kes-mas, 8.Peningkatan usaha kesehatan sekolah, 9.Kesehatan olah raga, 10.Perawatan kes-mas, 11.Kesehatan kerja,

  12.Kesehatan gigi dan mulut, 13.Kesehatan jiwa, 14.Kesehatan mata, 15.Laboratorium sederhana, 16.Pencatatan dan pelaporan dalam rangka sistem informasi kesehatan, 17.Kesehatan usia lanjut, 18.Pembinaan pengobatan tradisional, 19.Kesehatan remaja, dan 20.Dana sehat.

  Meski tidak semua usaha pokok kegiatan puskesmas dapat terealisasi/terlaksana pada kenyataannya Puskesmas Muara Kedang tetap memberikan pelayanan terbaik/prima dengan keterbatasan fasilitasnya yang dirasakan cukup untuk masyarakat yang bertempat tinggal dalam suatu wilayah kecamatan desa/kampung.

  b. Prosedur Pelayanan.

  Pelayanan kesehatan pada program Jamkesmas yang diberikan oleh Puskesmas dan Jaringannya termasuk Poskesdes mengacu pada standar, pedoman, Juknis, SOP program yang berlaku di Puskesmas Muara Kedang tanpa membedakan peserta Jamkesmas dan atau Non Jamkesmas, perlakuan layanan kesehatan adalah sama.

  Prosedur untuk memperoleh pelayanan kesehatan Dasar bagi peserta, sebagai berikut: (1) Peserta yang memerlukan pelayanan kesehatan dasar berkunjung ke Puskesmas dan jaringannya. (2) Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas dan jaringannya, peserta harus menunjukkan kartu Jamkesmas. Untuk peserta gelandangan, pengemis, anak dan orang terlantar, menggunakan surat keterangan/rekomendasi Dinas/Instansi Sosial setempat. Bagi peserta PKH yang belum memiliki kartu Jamkesmas, cukup menggunakan kartu PKH. (3) Bila menurut indikasi medis peserta memerlukan pelayanan pada tingkat lanjut maka Puskesmas dapat merujuk peserta ke PPK lanjutan. (4) PPK lanjutan penerima rujukan wajib merujuk kembali peserta Jamkesmas disertai jawaban dan tindak lanjut yang harus dilakukan jika secara medis peserta sudah dapat dilayani di PPK yang merujuk.

  Prosedur untuk memperoleh pelayanan kesehatan tingkat Lanjut bagi peserta, sebagai berikut: (1) Agar peserta bisa mendapatkan pelayanan kesehatan tingkat lanjut (RJTL dan RITL), harus mendapat rujukan dari Puskesmas dan jaringannya. (2) Kartu peserta Jamkesmas/identitas kepesertaan lainnya dan surat rujukan dari Puskesmas dibawa ke loket Pusat Pelayanan Administrasi Terpadu Rumah Sakit (PPATRS) untuk diverifikasi kebenaran, namun dalam keadaan gawat darurat wajib ditangani langsung tanpa diperlukan surat rujukan. (3) Lalu dikeluarkan Surat Keabsahan Peserta (SKP) oleh petugas PT. Askes (Persero) peserta selanjutnya dapat peserta dapat memperoleh pelayanan kesehatan.

  Dalam pemberian pelayanan kesehatan kepada peserta, tidak dikenakan iuran biaya oleh PPK dengan alasan apapun.

  c. Persyaratan Administrasi.

  Beberapa persyaratan didalam pelayanan Puskesmas Muara Kedang : 1) Membawa persyaratan administrasi berobat rawat jalan

  Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas adalah untuk rawat jalan tingkat pertama, pelayanan, diperoleh di poliklinik umum Puskesmas dimana peserta terdaftar (mendaftar sebelumnya) dan peserta membawa dan menunjukkan kartu berobat ataupun Jamkesmas. 2) Mengurus surat jaminan pelayanan (SJP) di unit pelayanan pasien jaminan (UPPJ)

  Bila nanti atas pemeriksaan ternyata memerlukan tindakan spesialis/lanjutan maka Puskesmas akan memberikan surat rujukan ke poli spesialis yang telah ditetapkan. 2) Menuju ke poliklinik/unit pelayanan yang dituju untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

  d. Jadwal Pelayanan.

  Jadwal pelayanan kesehatan di Puskesmas Muara Kedang pada setiap hari kerja dari senin sampai dengan sabtu pada jam

  08.00

  • – 14.30 WITA, sedangkan hari jumat pada jam 08.00 –

  11.30 WITA. Diluar jam kerja adalah dinas sore pada jam

  15.00

  • – 18.00 WITA dan dinas malam pada jam 18.00 – 21.00 WITA.

  Pelayanan tersedia, berkesinambungan dan semua jenis pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat ada setiap saat dibutuhkan termasuk atau dalam keadaan gawat darurat.

  e. Tarif Retribusi Pelayanan Kesehatan.

  Dana Pelayanan Jamkesmas bersumber dari APBN sektor Kesehatan dan APBD. Pemerintah daerah melalui APBD berkontribusi dalam menunjang dan melengkapi pembiayaan pelayanan kesehatan. Tarif pelayanan kesehatan di Puskesmas dan jaringannya menyesuaikan dengan tarif Perda Kabupaten Kutai Barat dan Dinas Kesehatan sesuai dengan spesifik daerah.

  Sedangkan dalam pemberian pelayanan kesehatan kepada peserta Jamkesmas dan penerima manfaat Jampersal tidak boleh dikenakan biaya oleh FASKES dengan alasan apapun. Dalam Program Jamkesmas setiap peserta mempunyai hak mendapat pelayanan kesehatan meliputi: a. Pelayanan kesehatan Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP) dan

  Rawat Inap Tingkat Pertama (RITP), pelayanan kesehatan Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL), Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL) kelas III dan pelayanan gawat darurat.

  b. Manfaat jaminan yang diberikan kepada peserta dalam bentuk pelayanan kesehatan yang bersifat menyeluruh (komprehensif) berdasarkan kebutuhan medik sesuai dengan Standar Pelayanan Medik.

  Pelayanan kesehatan yang dapat diperoleh peserta Jamkesmas di a. Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP), dilaksanakan pada puskesmas dan jaringannya meliputi pelayanan : 1) Konsultasi medis, pemeriksaan fisik dan penyuluhan kesehatan, 2) Laboratorium sederhana (darah, urin, dan feses rutin), 3) Tindakan medis kecil, 4) Pemeriksaan dan pengobatan gigi, termasuk cabut/ tambal, 5) Pemeriksaan ibu hamil/nifas/menyusui, bayi dan balita, 6) Pelayanan KB dan penanganan efek samping (alat kontrasepi disediakan BKKBN), 7) Pemberian obat.

  b. Rawat Inap Tingkat Pertama (RITP), dilaksanakan pada puskesmas perawatan, meliputi pelayanan : 1) Akomodasi rawat inap, 2) Konsultasi medis, pemeriksaan fisik dan penyuluhan kesehatan, 3) Laboratorium sederhana (darah, urin, dan feses rutin), 4) Tindakan medis kecil, 5) Pemberian obat, 6) Persalinan normal dan dengan penyulit (PONED).

  c. Persalinan normal dilakukan di puskesmas/bidan di desa/polindes/dirumah pasien fasilitas kesehatan tingkat pertama swasta.

  d. Pelayanan gawat darurat (emergency). Kriteria gawat darurat tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan tentang

  Standar Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit (Nomor 856 tahun 2009).

  Di bidang kesehatan, evaluasi adalah mutu suatu kegiatan yang penting untuk menilai kualitas, rasional, efektifitas, efisiensi dan equity pada pelayanan kesehatan. Tujuan evaluasi program kesehatan bukan hanya membandingkan keadaan kesehatan sebelum dan sesudah kegiatan, tetapi yang lebih penting adalah untuk memperbaiki program-program kesehatan agar pelaksanaan suatu program menjadi lebih relevan, efisien dan efektif.

  Puskesmas Muara Kedang yang melaksanakan tugas secara teknis dan administratif mengevaluasi program yang telah dilaksanakan. Untuk menilai keberhasilan pelaksanaan Jamkesmas (evaluasi sumatif, dilangsungkan bila kegiatan program sudah benar-benar selesai dilaksanakan) berdasarkan profil kesehatan tahun 2011/2012 di puskesmas dan jaringannya ditetapkan indikator keberhasilan yang meliputi : a. Indikator Input : 1) Tersedianya data peserta Jamkesmas di puskesmas.

  Dari jumlah daftar nama penerima kartu Jamkesmas tahun 2011/2012 Kecamatan Bongan tercatat 3070 jiwa sebagai

  Tabel. 2 Jumlah penerima Jamkesmas berdasarkan desa/kampung Desa/Kampung Jumlah penerima Jamkesmas

  45 Gerunggung

  56 Tanjung Soke Pereng Talik 244 Deraya

  61 146 Lemper 193 Muara Siram Siram Makmur 161 Siram Jaya 171 226 Resak 134 Tanjung Sari Jambuk Makmur 532 Bukit Harapan

  33 145 Jambuk 174 Muara Gusik Penawai 302 447 Muara Kedang Jumlah 3070 Sumber : Data Primer, 2011

  2) Tersedianya APBD untuk mendukung penyelenggaraan Jamkesmas pelayanan kesehatan dasar.

  Sumber Pembiayaan Puskesmas Muara Kedang pada tahun 2011 sebesar Rp. 1.266.980.310,53,- terdiri dari APBD sebesar Rp. 1.151.579.310,53.-, Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Rp. 87.281.000,- dan Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) sebesar Rp.

  28.128.000,-. b. Indikator Proses : 1) Terlaksananya pelayanan kesehatan dasar Jamkesmas di puskesmas dan jaringannya.

  Pelaksanaan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas Muara Kedang diberikan pada masyarakat/pasien yang datang berobat pada Pusat Layanan Kesehatan/Puskesmas.

  Terlaksananya pelayanan tersebut dicatat dan dilaporkan melalui Register Daftar Klaim Peserta Jamkesmas Pelayanan Dasar pada setiap bulannya. 2) Terlaksananya pencatatan dan pelaporan penyelenggaraan Jamkesmas di puskesmas dan jaringannya.

  Pencatatan dan pelaporan penyelenggaraan Jamkesmas dilakukan setiap akhir bulan berupa laporan Jamkesmas yang akan dikirimkan langsung kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat.

  c. Indikator Output : 1) Jumlah kunjungan rawat jalan.

  Dari jumlah keseluruhan klaim Jamkesmas Puskesmas Muara Kedang bulan Januari 2012

  • – Desember 2012 adalah 1557 kunjungan pasien rawat jalan.

  Tabel. 3 Jumlah kunjungan rawat jalan tahun 2012 Bulan Jumlah kunjungan rawat jalan 163 Januari Februari 136 Maret 110 April 165 Mei 202 Juni 150 Juli

  98 Agustus 75 112 September Oktober

  118 Nopember

  83 Desember 145 1557 Jumlah

  Sumber : Data Primer, 2012 2) Jumlah kunjungan rawat inap.

  Jumlah keseluruhan klaim Jamkesmas Puskesmas Muara Kedang bulan Januari 2012

  • – Desember 2012 adalah 27 kunjungan pasien rawat inap, dengan keterangan pada bulan Juli dan Desember 2012 tidak ada pasien yang dirawat inap.

  Tabel. 4 Jumlah kunjungan rawat inap tahun 2012 Bulan Jumlah kunjungan rawat inap Januari

  5 Februari

  2 Maret

  1 April

  3 Mei

  4 Juni

  5 Juli Agustus

  1 September

  2 Oktober

  1 Nopember

  3 Desember Jumlah

  27 Sumber : Data Primer, 2012

  3) Terpenuhinya kecukupan dana Jaminan Kesehatan Masyarakat Dasar.

  Klaim Jamkesmas Puskesmas Muara Kedang bulan Januari 2012 Desember 2012 dengan jumlah seluruh klaim sebesar Rp. 32.034.000,-. (Sumber : Data Primer, 2012) Yang artinya ada peningkatan/kenaikan Rp. 3.906.000,- dari tahun 2011 sebelumnya, dengan pembiayaan Jamkesmas sebesar Rp. 28.128.000,-.

2. Penerima Jamkesmas di Kecamatan Bongan

  Peserta JAMKESMAS adalah Setiap Orang yang baik terdaftar maupun tidak terdaftar oleh BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) yang segala macam bentuk pelayanan kesehatannya akan dibayarkan oleh Pemerintah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 903/menkes/per/v/2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat dan Peraturan Perundang- undangan yang mengatur hal tersebut di dalamnya.

  Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 903/menkes/per/v/2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat menjelaskan bahwa Terdapat peserta yang terdaftar dan tidak terdaftar pada sensus BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). Apabila masih terdapat masyarakat miskin dan tidak mampu yang tidak termasuk dalam keputusan Bupati/Walikota maka jaminan kesehatannya menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Cara penyelenggaraan jaminan kesehatan daerah seyogyanya mengikuti kaidah-kaidah pelaksanaan JAMKESMAS.

  Peserta Jamkesmas ada yang memiliki kartu sebagai identitas peserta dan ada yang tidak memiliki kartu. a. Peserta yang memiliki kartu Peserta yang memiliki kartu adalah peserta yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan berdasarkan data

  PPLS 2011. Berdasarkan dari data yang diperoleh melalui BPS Kutai Barat bahwa Peserta JAMKESMAS yang ada di Kecamatan Bongan berjumlah 1.626 jiwa dan Pendataan ini diambil pada tahun 2011 sedangkan untuk keterangan dari Puskesmas Muara Kedang bahwa peserta yang benar-benar menggunakan haknya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas ini berjumlah 1.584 jiwa yang pendataannya diambil dari bulan Januari 2012 sampai dengan bulan Desember 2012. (Sumber : Data Primer, 2012)

  Sedangkan Peserta Jamkesmas di delapan Kampung yang masuk dalam wilayah kerja Puskesmas Muara Kedang adalah sebagai berikut : Kampung Muara Kedang : 447 jiwa, Kampung Penawai : 302 jiwa, Kampung Tanjung Sari : 134 jiwa, Kampung Jambuk Makmur : 532 jiwa, Kampung Bukit Harapan : 33 jiwa, Kampung Jambuk : 145 jiwa, Kampung Muara Gusik : 174 jiwa, dan Kampung Preng Talik : 224 jiwa. b. Peserta yang tidak memiliki kartu Bagi yang tidak terdata harus menunjukkan SKTM, untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang dialihkan ke

  Jamkesda adalah program bantuan sosial untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu disuatu daerah program ini diselenggarakan secara nasional namun pelaksanaannya hanya bisa dilakukan didaerah yang berlaku saja. Yang dapat menjadi peserta Jamkesmas adalah sasaran program

  Jamkesmas ialah masyarakat miskin dan tidak mampu diseluruh Indonesia yang tidak mempunyai jaminan kesehatan lainnya.

  Hingga tahun 2012, peserta yang dijamin dalam Program Jamkesmas tersebut meliputi : a. Masyarakat miskin dan tidak mampu, yang telah ditetapkan oleh

  Surat Keputusan (SK) Bupati/Walikota tahun 2008 berdasarkan kuota kabupaten/kota (BPS) yang dijadikan basis data (database)nasional.

  b. Gelandangan, pengemis, anak dan orang terlantar, serta masyarakat miskin yang tidak memiliki identitas (atau kerap c. Semua peserta Program Keluarga Harapan (PKH) (baik yang sudah atau yang belum mempunyai kartu Jamkesmas).

  d. Semua penderita penyakit Thalasemia mayor

  e. Semua pasien yang menerima Jaminan Persalinan (Jampersal) Kepesertaan Jamkesmas memiliki masa berlaku, yaitu bermula semenjak ditetapkannya penggunaan kartu Jamkesmas (oleh Kementerian

  Kesehatan) hingga ditetapkannya penggunaan kartu yang baru, yang berarti kartu yang lama tidak lagi berlaku.

  Tujuan penggunaan kartu adalah untuk mempermudah dan mempercepat proses administrasi peserta Jamkesmas di tempat pelayanan kesehatan. Ia berfungsi sebagai tanda bukti kepesertaan. Namun sesungguhnya data peserta Jamkesmas telah tersusun dalam basis data yang dapat diakses oleh petugas di tempat pelayanan kesehatan (khususnya petugas PT Askes di Rumah Sakit).

  Gambar 2. Bagan alur kepesertaan Jamkesmas

  Akan tetapi, terkadang basis data tidak dapat langsung diakses karena berbagai kendala teknis (listrik padam, petugas tidak di tempat, dsb.). Oleh karena itu, ketiadaan kartu sebagai tanda kepesertaan akan menghambat proses administrasi, dan hal ini dapat merugikan peserta itu sendiri.

  Sedangkan, peserta non-kartu memiliki proses administrasi yang berbeda dari peserta yang telah terdaftar dalam basis data. Kelompok peserta ini ditentukan oleh masing-masing instansi yang terkait (misalnya, Kementerian Sosial/Dinas Sosial untuk anak atau orang terlantar, Kementerian Hukum dan HAM untuk penghuni lapas, dsb.).

  Penentuan peserta Jamkesmas adalah data kepesertaan yang digunakan hingga tahun 2012 mengacu pada data kepesertaan tahun 2008.

  Pada periode tersebut, penentuan kepesertaan dilakukan melalui pendekatan bawah-ke-atas (pendekatan bottom-up). Aparat Pemerintah Daerah dan jajarannya, beserta masyarakat, melakukan pengumpulan daftar nama dan alamat keluarga miskin yang menjadi peserta. Daftar penerima bantuan yang terkumpul akan disusun dalam sebuah Surat Keputusan Bupati/Walikota. SK Bupati/Walikota tersebut selanjutnya diserahkan ke PT. Askes. PT Askes bertugas dalam penerbitan dan pendistribusian kartu Jamkesmas.

  Untuk kepesertaan Jamkesmas tahun 2013 menggunakan sumber data dengan pendekatan lain, yaitu menggunakan BDT (Basis Data Terpadu).

  BDT disusun dari hasil pendataan penerima program perlindungan sosial oleh BPS pada tahun 2011 (dikenal sebagai PPLS 11). Hasil PPLS 11 kemudian diurutkan menjadi ranking menurut tingkat kesejahteraan oleh TNP2K menjadi BDT tersebut.

  Kementerian Kesehatan telah memutuskan untuk menggunakan BDT sebagai dasar penentuan peserta Jamkesmas mulai tahun 2013.

  Jumlah (kuota) peserta Jamkesmas serta kriterianya ditetapkan oleh

  Kementerian Kesehatan. Kementerian Kesehatan akan menerbitkan kartu baru untuk kepesertaan Jamkesmas mulai 2013. Dengan diterbitkannya kartu yang baru, maka masa berlaku kartu yang lama akan habis.

  PT Askeslah yang bertugas dalam penerbitan dan pendistribusian kartu Jamkesmas, dan Kementerian Kesehatan menggunakan BDT sebagai dasar penentuan peserta Jamkesmas, mengacu pada data kepesertaan tahun 2008 dan juga data BPS.

  Berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat dan petugas kecamatan pendataan yang dilakukan melalui observasi langsung/kasat mata dan didasarkan pada persepsi pribadi dari petugas pendataan dilapangan tidak melalui survei langsung kerumah untuk mengklarifikasi lebih lanjut, karena metode ini dianggap cukup mewakili dan tidak memakan banyak waktu sehingga dalam melakukan pendataan bisa selesai lebih cepat. Dan tidak ada musyawarah di tingkat kampung/desa untuk menentukan rumah tangga penerima Jamkesmas oleh petugas sehingga informasi yang diterima warga hanya sedikit.

  Berdasarkan wawancara dengan masyarakat, sebagian besar masyarakat tidak mengetahui bahwa ada pendataan dari petugas BPS.

  Hasil data entri rumah tangga yang diduga miskin menurut petugas dikirim ke BPS Kabupaten Kutai Barat, BPS Propinsi Kalimantan Timur dan BPS Pusat, BPS Pusat mengolah dan menentukan jumlah dan siapa rumah tangga miskin yang layak, daftar rumah tangga miskin yang akan menerima kartu Jamkesmas.

  Pendataan yang di dasarkan pada observasi langsung/kasat mata dan persepsi pribadi saja sebenarnya tidak cukup mencerminkan kondisi perekonomian masyarakat/desa Kecamatan Bongan. Pendataan seringkali tidak tepat sasaran karena banyak warga yang seharusnya layak untuk menerima Jamkesmas tetapi malah tidak terdaftar sebagai penerima Jamkesmas dan warga yang seharusnya tidak berhak menerima Jamkesmas tetapi malah terdaftar sebagai penerima Jamkesmas.

3. Sikap Masyarakat Terhadap Program Jamkesmas

  Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif, dengan jumlah populasi sebanyak 1.584 jiwa orang dari jumlah peserta yang benar-benar menggunakan haknya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Muara Kedang, dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 2% dari jumlah populasi yaitu 32 orang.

  Metode pengumpulan data dilakukan dengan bantuan metode wawancara dan metode kepustakaan, Data yang didapat dari lapangan secara terperinci. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dari lapangan dapat di buat kesimpulan bahwa Puskesmas Muara Kedang telah melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai pedoman pelaksanaan Jamkesmas, pelayanan kesehatan tersebut tidak bertentangan dengan adat istiadat, kebudayaan, keyakinan dan kepercayaan masyarakat serta pelaksanaan program Jamkesmas tersebut mendapat respon yang positif dari masyarakat.

  Kebanyakan masyarakat Kecamatan Bongan mengetahui tentang pelayanan kesehatan gratis yaitu hanya beberapa pelayanan puskesmas yang digratiskan, karena asumsi mereka adalah pelayanan kesehatan tentu ada biayanya meski tidak membayar penuh untuk layanan tertentu.

  Contohnya Jamkesmas, bagi yang menjadi peserta bebas biaya saat menerima pelayanan dari puskesmas. Pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dirasakan telah dilaksanakan dengan baik, bahkan pasien memperoleh obat generik yang diberikan Puskesmas setelah pelayanan tergantung dari diagnosis penyakit yang di derita atau diperiksakan.

  Jika masih ada masyarakat yang belum tercakup pada pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas Muara Kedang semata-mata dikarenakan masyarakat/orang tersebut sedang tidak ada ditempat atau sedang bekerja juga masalah keterjangkauan tempat pada cuaca yang buruk dan kondisi

  Tentang pelayanan kesehatan dasar terutama pada pemeriksaan kehamilan ibu hamil, pada pemberian imunisasi, dikarenakan oleh petugas-petugas Puskesmas Muara Kedang telah melakukan penyuluhan- penyuluhan, baik tentang peningkatan status gizi masyarakat juga penyuluhan tentang pemberian ASI kepada masyarakat.

  Bagi masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas untuk konsultasi medis, pemeriksaan fisik dan penyuluhan kesehatan, pemeriksaan dan pengobatan gigi, termasuk cabut/tambal, pelayanan KB dan penanganan efek samping (alat kontrasepi disediakan BKKBN) dan lain-lain, mereka mengetahui bahwa semua layanan kesehatan tersebut adalah Jamkesmas dan dijaminkan oleh Pemerintah.

  Berbeda dengan asumsi tentang Rawat Inap Tingkat Pertama (RITP), dilaksanakan pada puskesmas perawatan, yang meliputi pelayanan : Akomodasi rawat inap, Konsultasi medis, pemeriksaan fisik dan penyuluhan kesehatan, Laboratorium sederhana (darah, urin, dan feses rutin), Tindakan medis kecil, Pemberian obat. Masyarakat mengetahui bahwa untuk pelayanan kesehatan tersebut perlu biaya meskipun dengan klaim Jamkesmas namun tidak semua. Juga persepsi Persalinan normal dan dengan penyulit (PONED), persalinan normal dilakukan di puskesmas/bidan di desa/polindes/dirumah pasien banyak yang berasumsi

  Pelayanan gawat darurat (emergency), di Puskesmas Muara Kedang perawat memberikan pelayanan segera saat ada pasien yang datang di instalasi rawat darurat puskesmas dan penanganan oleh dokter dilakukan segera. Yang terpenting bagi masyarakat adalah penanganannya cepat, masalah administrasi, pembayaran diatur kemudian. Baik pengguna Askes, jamsostek, maupun Jamkesmas klaim diajukan belakangan setelah mendapatkan pelayanan. Banyak pendapat yang mengatakan bahwa petugas kesehatan disana, baik perawat maupun dokter memberikan pelayanan dengan ramah di instalasi rawat darurat puskesmas tanpa pandang pasien dengan klaim apapun nantinya semua tetap diperlakukan sama.

  Biasanya pasien/masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas dan mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Petugas memberikan rujukan segera, setelah memeriksa keadaan pada pasien dan menyarankan bagi yang berpenyakit berat dan beresiko ditangani oleh petugas kesehatan di Puskesmas. Rujukan yang diberikan kepada pasien di tujukan ke rumah sakit terdekat, rujukan ke RS HIS (Harapan Insan Sendawar) Kutai Barat ataupun ke RSU AW, Sjahranie Samarinda tergantung permintaan pasien tersebut sendiri, dan administrasi rujukan dari Puskesmas Muara Kedang diurus oleh petugas kesehatan yang mengantarkan pasien tersebut.

  Persepsi masyarakat yang membentuk sikap ini terlihat dari tanggapan para responden yang bersifat mendukung terhadap pertanyaan- pertanyaan yang diajukan seperti alasan responden menggunakan kartu Jamkesmas di Puskesmas Muara Kedang hingga rujukan ke RS HIS (Harapan Insan Sendawar) Kutai Barat, RSU Parikesit Tenggarong ataupun ke RSU AW, Sjahranie Samarinda, intensitas penggunaan kartu Jamkesmas, sikap dokter dan petugas kesehatan kepada responden, prosedur administrasi, jumlah petugas, kepuasan terhadap pelayanan kesehatan, serta keberlanjutan program Jamkesmas.

  1

  8

  3

  4

  2

  5 Tidak berharapkah Anda pada program Jamkesmas ?

  25

  6

  4 Tidak bermanfaatkah program Jamkesmas yang Anda peroleh ? - -

  Tabel. 5

Sikap Masyarakat

No Pernyataan SS S R TS STS

  10 2 - -

  20

  3 Anda mendukung program Jamkesmas ?

  25 7 - - -

  2 Anda cukup terbantu dengan adanya program Jamkesmas ?

  10 4 - -

  18

  1 Anda setuju terhadap program Jamkesmas ?

  15 Sumber : Hasil Olahan Data Primer, 2013 Pengukuran sikap dengan Skala Likert : Data hasil temuan skala sikap yang berisi respon sikap masyarakat terhadap Program Jamkesmas dengan menggunakan wawancara.

  Skala sikap yang berupa pernyataan-pernyataan dengan pilihan jawaban SS (sangat setuju), S (setuju), R (ragu-ragu), TS (tidak setuju), dan STS (sangat tidak setuju). Bagi pernyataan yang mendukung suatu sikap positif, skor yang diberikan untuk SS = 5, S = 4, R = 3, TS = 2, STS = 1 dan bagi pernyataan yang mendukung sikap negatif, skor yang diberikan adalah SS = 1, S = 2, R = 3, TS = 4, STS = 5.

  Kemudian variabel dibandingkan dengan kriteria yang penulis tentukan berdasarkan nilai terendah dengan nilai tertinggi. Nilai tertinggi dan terendah itu masing-masing penulis diambil dari banyaknya pertanyaan (5 pertanyaan) dikalikan dengan nilai terendah (1) dan nilai tertinggi (5) yang telah penulis terapkan. Untuk nilai terendah adalah (1x5)=5 dan nilai tertinggi adalah (5x5)=25. Rentangnya adalah 25-5=20, 20:5=4.

  Menurut Sugiyono (2008) Berdasarkan definisi dari mean adalah jumlah seluruh data dibagi dengan banyaknya data. Dengan kata lain jika kita memiliki N data maka mean data tersebut dapat kita tuliskan sebagai berikut : Dimana: x = data ke n x bar = x rata-rata = nilai rata-rata sampel n = banyaknya data Dan standar deviasi sebagai berikut :

  Tabel. 6

  

Descriptive Statistics

N Mean Std. Deviation responden

  

32

16.50 9.381 Valid N (listwise)

  

32

Sumber : Hasil Olahan Data Primer, 2013

  > Mean + Standar Deviasi = 16,50 + 9,381 = 25,881 Mean ± Standar Deviasi = 16,50 ± 9,381 = 18,762

  < Mean - Standar Deviasi = 16,50

  • – 9,381 = 7, 119

  Tabel. 7 Kategori Sikap Masyarakat Sikap Masyarakat Rumus Interval Interval Kurang Baik X < mean -std dev 5-7 mean - std dev < X < mean + std Baik dev 8-18 Sangat Baik mean + std dev < X 19-25 Sumber : Hasil Olahan Data Primer, 2013

  Kategori sikap masyarakat terhadap Program Jamkesmas dapat digolongkan menjadi : (1) Kurang baik, berarti negatif tidak mendukung, kurang/tidak setuju. Sikap masyakat ini memberikan pengaruh negatif terhadap

  Program Jamkesmas yang berlangsung di Puskesmas Muara Kedang Kecamatan Bongan.

  (2) Baik, berarti juga positif dan mendukung, membantu masyakat yang membutuhkan layanan kesehatan dari Puskesmas Muara Kedang di Kecamatan Bongan. Dan sikap baik ini memberikan pengaruh positif terhadap Program Jamkesmas di Puskesmas Muara Kedang Kecamatan Bongan.

  (3) Sangat baik, sikap masyarakat Kecamatan Bongan dalam penelitian ini berarti sangat positif, sangat mendukung, sangat membantu benar membutuhkan layanan kesehatan dari Puskesmas Muara Kedang. Dan sikap ini memberikan pengaruh sangat positif terhadap Program Jamkesmas yang di jalankan oleh Puskesmas Muara Kedang Kecamatan Bongan.

  Sikap merupakan pendapat dari para peserta terhadap program tersebut. Sikap dapat berupa perasaan mendukung/positif atau tidak mendukung/negatif, setuju atau tidak setuju.

  Pada data item dari 32 responden, bahwa responden sikap masyarakat memiliki kategori 2 (dua) sikap Baik, berarti juga positif dan mendukung terhadap Program Jamkesmas. Sikap positif masyarakat adalah dapat menerima pelayanan kesehatan gratis, mendapat manfaat dari program yang diberikan dengan baik, berpartisipasi aktif berobat, dan dapat merespon dengan baik penyuluhan serta pelayanan yang diberikan, serta harapan keberlanjutan Program Jamkesmas yang dilaksanakan di Puskesmas Muara Kedang Kecamatan Bongan tersebut.

B. Hasil Penelitian

  

1. Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Puskesmas Muara

Kedang kepada masyarakat penerima Jamkesmas

  Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Puskesmas Muara Kedang kepada masyarakat penerima Jamkesmas melalui Bentuk Pelayanan Kesehatan yang meliputi : jenis pelayanan Puskesmas, prosedur pelayanan, persyaratan administrasi, jadwal pelayanan, dan tarif retribusi pelayanan kesehatan telah mengacu pada standar, pedoman, Juknis, SOP program yang berlaku.

  Pelayanan kesehatan bagi peserta, yang memerlukan pelayanan kesehatan dasar berkunjung ke Puskesmas dan jaringannya, peserta harus menunjukkan kartu yang keabsahan kepesertaannya merujuk kepada daftar masyarakat miskin yang ditetapkan oleh Bupati/Walikota setempat (Kartu Jamkesmas) sebanyak 1.584 jiwa orang dari jumlah peserta 1.626 jiwa yang benar-benar menggunakan haknya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan (data Jamkesmas Puskesmas Muara Kedang ).

  Dari jumlah keseluruhan klaim Jamkesmas Puskesmas Muara Kedang bulan Januari 2012

  • – Desember 2012 adalah 1557 kunjungan pasien rawat jalan dan 27 kunjungan pasien rawat inap, dengan
keterangan pada bulan Juli dan Desember 2012 tidak ada pasien yang dirawat inap yang mendapatkan pelayanan Jamkesmas.

  Pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas Muara Kedang (Sumber : JUKNIS YANKESDAS JAMKESMAS, 2011) kepada pengguna atau peserta Jamkesmas melalui beberapa indikator tentang ruang lingkup pelaksanaan kegiatan program pelayanan kesehatan masyarakat : 1) menyediakan pelayanan kesehatan secara terus-menerus tanpa dibatasi oleh waktu. 2) biaya pelayanan kesehatan terjangkau. Dengan biaya yang terjangkau oleh setiap lapisan ekonomi, masyarakat tidak akan ragu untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia. 3) keterjangkauan dari segi jarak geografis.

  Temuan penulis adalah : (accesible) oleh masyarakat dari sudut tempat/lokasi. Karena tidak semua desa/kampung mampu dijangkau dengan segera, semestinya bisa ditempuh dengan mudah oleh masyarakat, sehingga mereka bisa dengan cepat mendapatkan pelayanan kesehatan dan tidak kehilangan waktu untuk mengobati penyakitnya. Masalah jarak tempuh ini menjadi kendala utama.

  Pelayanan kesehatan di daerah pedesaan tertentu yang dengan jarak tempuh perjalanan dan kondisi jalan buruk merupakan kendala yang dihadapi dalam suatu desa/kampung untuk mendapatkan pelayanan, -

  Tabel. 8 Jarak antara desa/kampung ke Puskesmas Muara Kedang Desa/Kampung Jarak/km Muara Kedang 0, 10 Penawai

  16 Tanjung Sari

  32 Jambuk Makmur

  35 Bukit Harapan

  40 Jambuk

  43 Muara Gusik

  60 Pereng Talik

  67 Sumber : Data Primer, 2011

  belum lagi tidak adanya/kurangnya tenaga kesehatan yang ditempatkan atau bertugas didesa/kampung tertentu, ditambah dengan jarak dan akses jalan trans Kalimantan yang rusak juga kondisi cuaca hujan akan menambah kendala yang harus di hadapi para petugas pelayanan kesehatan Puskesmas Muara Kedang untuk memberikan pelayanan kesehatan dibeberapa desa/kampung ini.

  Tabel. 9 Jumlah Petugas Kesehatan Munurut desa/kampung Desa/Kampung Petugas Kesehatan

  12 Muara Kedang

  2 Penawai Tanjung Sari

  1 Jambuk Makmur

  2 Bukit Harapan Jambuk Muara Gusik

  1 Pereng Talik Sumber : Data Primer, 2011

  Setiap peserta dalam Program Jamkesmas mempunyai hak mendapat pelayanan kesehatan : Pelayanan kesehatan Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP) dan Rawat Inap Tingkat Pertama (RITP), pelayanan kesehatan Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL), Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL) kelas III dan pelayanan gawat darurat.

  Berdasarkan data Peserta Jamkesmas yang ada di Kecamatan Bongan berjumlah 1.626 jiwa dan dari Puskesmas Muara Kedang tercatat bahwa peserta yang benar-benar menggunakan haknya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas ini berjumlah 1.584 jiwa yang pendataannya diambil dari bulan Januari 2012 sampai dengan bulan Desember 2012. Ini berarti juga bahwa hampir seluruh peserta Jamkesmas mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Muara Kedang. (Sumber : Data Primer, 2012)

2. Penerima Jamkesmas di Kecamatan Bongan

  Penerima Jamkesmas di Kecamatan Bongan yang meliputi : Peserta yang memiliki kartu dan peserta yang tidak memiliki kartu dan tidak terdata.

  a. Peserta yang memiliki kartu Peserta yang memiliki kartu adalah peserta yang ditetapkan oleh

  Kementerian Kesehatan berdasarkan data PPLS 2011. Berdasarkan dari data yang diperoleh melalui BPS Kutai Barat bahwa Peserta Jamkesmas yang ada di Kecamatan Bongan berjumlah 1.626 jiwa dan pendataan ini diambil pada tahun 2011.

  Sedangkan Peserta Jamkesmas di delapan Kampung yang masuk dalam wilayah kerja Puskesmas Muara Kedang adalah sebagai berikut : Kampung Muara Kedang : 447 jiwa, Kampung Penawai : 302 jiwa, Kampung Tanjung Sari : 134 jiwa, Kampung Jambuk Makmur : 532 jiwa, Kampung Bukit Harapan : 33 jiwa, Kampung Jambuk : 145 jiwa, Kampung Muara Gusik : 174 jiwa, dan Kampung Preng Talik : 224 jiwa. b. Peserta yang tidak memiliki kartu Bagi yang tidak terdata harus menunjukkan SKTM, untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang dialihkan ke Jamkesda adalah program bantuan sosial untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu disuatu daerah program ini diselenggarakan secara nasional namun pelaksanaannya hanya bisa dilakukan didaerah yang berlaku saja.

  Disalah satu kampung/desa Preng Talik yang memang keterjangkauan tempat dengan akses jalan yang kurang memadai dan dimana terdapat banyak masyarakat miskinnya dari jumlah penduduk yang berjumlah 318 jiwa, 244 jiwa tercatat sebagai penerima Jamkesmas dan 51 jiwa peserta Askes dan SKTM. Sehingga sekitar 80% masyarakat disana adalah dengan klaim penerima Jamkesmas.

  Berdasar pada Peserta Program Jamkesmas seluruh peserta Jamkesmas yang memiliki kartu Jamkesmas atau yang sudah tercatat di database kepesertaan PT Askes yang bertugas dalam penerbitan dan pendistribusian kartu Jamkesmas, dan dasar penentuan peserta Jamkesmas, mengacu pada data kepesertaan tahun 2008 dan juga data BPS.

  Data yang diperoleh melalui BPS Kutai Barat menunjukkan bahwa Peserta Jamkesmas yang ada di Kecamatan Bongan berjumlah 1.626 jiwa dan pendataan ini diambil pada tahun 2011, dan bagi yang tidak terdata akan diminta menunjukkan SKTM, untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang dialihkan ke Jamkesda setempat.

  Berdasarkan hasil temuan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam pelaksanaan pendataan rumah tangga penerima Jamkesmas ditemukan ketidaktepatan sasaran karena petugas hanya mendasarkan pada observasi langsung/kasat mata saja tanpa ada wawancara dan verifikasi lapangan lebih lanjut sehingga menyebabkan warga yang seharusnya menerima Jamkesmas tetapi tidak menerima dan warga yang seharusnya tidak menerima Jamkesmas tetapi malah menerima Jamkesmas. Sehingga hipotesis diterima karena penerimaan Jamkesmas belum tepat sasaran.

3. Sikap Masyarakat Terhadap Program Jamkesmas

  Sikap merupakan pendapat dari para peserta terhadap program tersebut. Sikap dapat berupa perasaan mendukung/positif atau tidak mendukung/negatif, setuju atau tidak setuju.

  Dengan jumlah populasi sebanyak 1.584 jiwa orang dari jumlah peserta yang benar-benar menggunakan haknya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Muara Kedang, dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 2% dari jumlah populasi yaitu 32 orang.

  Berdasarkan pada data item kuesioner dari 32 responden, maka responden memiliki kategori 2 (dua) sikap Baik, berarti positif dan mendukung terhadap Program Jamkesmas yang dilaksanakan di Puskesmas Muara Kedang Kecamatan Bongan tersebut.

  Dari hasil uraian diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa masyarakat di Kecamatan Bongan positif dan mendukung adanya program Jamkesmas ini. Dari hasil uraian diatas maka hipotesis ditolak karena sebagian besar masyarakat dikecamatan Bongan mendukung program Jamkesmas.

BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penyajian dan pembahasan data penelitian di sini

  maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

  1. Pelaksanaan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas Muara Kedang kepada pengguna atau peserta Jamkesmas telah memberikan dan melaksanakan tugas sebagai pemberi pelayanan/fasilitas kesehatan sesuai fungsi dan perannya, telah memenuhi indikator keberhasilan dan dinyatakan sesuai pedoman pelaksanaan Jamkesmas.

  2. Penerima Jamkesmas di Kecamatan Bongan belum tepat sasaran karena PT Askes yang bertugas dalam penerbitan dan pendistribusian kartu Jamkesmas mengalami kendala teknis, sehingga mengakibatkan salah sasaran pada beberapa keluarga yang dianggap tidak miskin tetapi menerima Jamkesmas.

  3. Sikap masyarakat terhadap program kesehatan Jamkesmas yang berlangsung di Puskesmas Muara Kedang Kecamatan Bongan memiliki sikap Baik, berarti positif dan mendukung terhadap Program

  Jamkesmas yang dilaksanakan di Puskesmas Muara Kedang Kecamatan Bongan tersebut.

B. Saran

  Berdasarkan kesimpulan yang telah dijelaskan sebelumnya di atas maka saran yang diajukan pada penelitian ini adalah :

  1. Departemen Kesehatan dalam menetapkan kebijakan untuk lebih memfokuskan perhatian pelayanan kesehatan terhadap masyarakat benar-benar miskin yang tidak terdata dan belum terjangkau.

  2. Dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan di Puskesmas maka perlu perbaikan fasilitas, tempat yang strategis serta mudah dijangkau seluruh masyarakat desa/kampung dan memperbanyak tenaga kesehatan didaerah-daerah.

  3. Untuk pencapaian tujuan Program Jamkesmas atau lanjutan yang dicanangkan oleh pemerintah agar dapat lebih meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan terhadap seluruh masyarakat miskin dan tidak mampu secara lebih intens.

  4. Fokuskan pada peningkatan pelayanan kesehatan dan pengelolaan sistem kesehatan yang menyeluruh dan menjangkau seluruh wilayah kerjanya. Dan melakukan perbaikan terhadap sarana dan prasarana Puskesmas demi terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan.

C. Keterbatasan Penelitian

  Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan menggunakan wawancara yang terdiri dari 32 responden diminta menjawab pertanyaan mengenai program Jamkesmas sesuai dengan kondisi mereka yang sesungguhnya. Dalam penelitian ini keterbatasan yang dihadapi oleh peneliti adalah :

  1. Instrumen dan data yang digunakan dalam penelitian masih banyak kekurangan.

  2. Variabel yang digunakan dalam penelitian masih kurang spesifik dan relevan.

  3. Waktu hasil penelitian yang digunakan peneliti hanya menggunakan waktu tahun 2011 yang disesuaikan dengan Profil Puskesmas Muara Kedang sedangkan data tahun 2012 masih kurang spesifik dan baru akan dimuat pada profil tahun 2014 mendatang.

DAFTAR PUSTAKA

  Azwar, Saifuddin, 2007, Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya Ed. Ke-2, Pustaka Pelajar, Yogyakarta. Bungin, Burhan, 2001, Metodologi Penelitian Kualitatif, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta. Dwiyanto, Agus, 2011, Manajemen Pelayanan Publik: Peduli, Inklusif, dan Kolaboratif Ed. Kedua, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. Gilarso, T. 2004. Pengantar Ekonomi Makro Edisi Revisi. Kanisius, Yogyakarta. Hani Handoko, T. 2011. Manajemen Personalia & Sumberdaya Manusia Edisi 2. BPFE, Yogyakarta. Hardiyansyah, 2011, Kualitas Pelayanan Publik Konsep, Dimensi, Indikator dan Implementasinya , Gava Media, Yogyakarta. Isa, Mohamad, 1989, Pelayanan Medis, Citra, Konflik dan Harapan, Kanisius, Yogyakarta. Istadi Sudarsono, 2010, Evaluasi Pelaksanaan Program Beras Miskin Bagi

  Masyarakat di Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah

  , Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

  Lijan Poltak, dkk, 2006, Reformasi Pelayanan Publik Teori, Kebijakan, dan Implementasi , PT Bumi Aksara, Jakarta. Petunjuk Teknis, Juknis Jamkesmas 2011. Puskesmas Muara Kedang, Profil Kesehatan Tahun 2011. Sugiyono, 2011, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D, Alfabeta, Bandung. Sugiyono, 2007, Statistika Untuk Penelitian, Alfabeta, Bandung.

  Susiana, 2000, Persepsi Kelompok-Kelompok Dalam Masyarakat Tentang

  Pelayanan Kesehatan Masyarakat Oleh Puskesmas, Studi Kasus Puskesmas Depok I Desa Maguwoharjo Kecamatan Depok Kabupaten Sleman , Skripsi, Program Studi Pendidikan Dunia Usaha Fakultas

  Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Theresia Fransine Monalita Ekawati Purwata, 2012, Evaluasi Program

  Pelatihan Kewirausahaan Bagi Wanita Pelaku Usaha Sektor Informal

  , Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas

  Provinsi D I Y

  Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Wirawan, 2009, Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia Teori, Aplikasi dan Penelitian , Salemba Empat, Jakarta.

  Halaman Internet : http://bpskutaibarat.blogspot.com/2011/09/kutai-barat-dalam-angka- 2011.html (diakses 29 Desember 2012) http://id.wikipedia.org/wiki/Kesehatan (diakses 15 Oktober 2012) http://www.ptaskes.com/read/askesjamkesmas (diakses 17 Januari 2013) http://lentera-pena.blogspot.com/2012/05/paper-peningkatan-akses- pelayanan.html (diakses 2 April 2013)

  Lampiran 1 Wawancara Penelitian

  

WAWANCARA PENELITIAN

Evaluasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat

(JAMKESMAS) dan Tanggapan Masyarakat terhadap Program Jamkesmas

pada Puskesmas Muara Kedang Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat,

  

Provinsi Kalimantan Timur

  Disusun Oleh:

  

Theo Thomas

08 1324 060

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI

BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

2013 Hal : Wawancara Kepada : Responden Di Puskesmas Muara Kedang Kec. Bongan Dengan hormat,

  Saya adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Saya bermaksud mengadakan kegiatan penelitian dengan judul “Evaluasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) dan Tanggapan Masyarakat terhadap Program Jamkesmas pada Puskesmas Muara Kedang Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur

  ”. Penelitian ini merupakan kegiatan ilmiah dalam rangka penyusunan skripsi. Sehubungan dengan hal tersebut, saya mohon kesediaan saudara untuk menjadi responden dalam penelitian ini. Saya berharap saudara berkenan untuk menjawab keseluruhan pertanyaan sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Sejalan dengan etika penelitian, maka saya akan menjamin kerahasiaan jawaban saudara dan memastikan bahwa jawaban saudara hanyalah semata-mata untuk mencapai tujuan penelitian ini.

  Saya menyadari bahwa pengisian wawancara ini sedikit banyak mengganggu aktivitas saudara. Oleh sebab itu, saya memohon maaf sebelumnya. Demikian permohonan saya, atas perhatian dan kerjasamanya, saya mengucapkan banyak terima kasih.

  Yogyakarta, April 2013 Hormat Saya,

  Pedoman Wawancara

A. Identitas responden

  1. Nama/Inisial :

  2. Umur : tahun

  3. Jenis kelamin : Laki-laki/Perempuan

  4. Pendidikan :

  a. Tidak sekolah/Tidak tamat SD

  b. Tamat SD

  c. Tamat SMP

  d. Tamat SMU

  e. Akademi/PT

  5. Pekerjaan :

  a. Petani

  b. Wiraswasta

  c. Swasta/karyawan

  d. IRT/tidak kerja

  e. Lain-lain

  PETUNJUK PENGISIAN 1. Menjawab sesuai sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya.

  2. Contoh menjawab

  1. Apakah tersedia data peserta Jamkesmas di Puskesmas Muara Kedang ? Contoh jawaban : ya, ada tersedia data berupa nama-nama penerima Jamkesmas.

  3. Berikan tanda (√) untuk pilihan jawaban yang paling saudara anggap sesuai dengan keadaan saudara pada kotak yang disediakan untuk pertanyaan pada bagian F.

  4. Pilihan jawaban

  SS : Sangat Setuju S : Setuju N : Netral TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju

  5. Contoh Pengisian No. Pernyataan SS S N TS STS

  1. Anda mendukung program √

  Jamkesmas ? Keterangan: “pilihan diatas berarti responden merasa mendukung program

  Jamkesmas ”

  6. Selesai mengerjakan, telitilah kembali dan pastikan bahwa setiap pertanyaan dalam kuesoner ini telah semua dijawab.

  B. Daftar Pertanyaan untuk Evaluasi Pelaksanaan Program Jamkesmas

  1. Apakah tersedia data peserta Jamkesmas di Puskesmas Muara Kedang ?

  2. Apakah tersedia APBD untuk mendukung penyelenggaraan Jamkesmas ?

  3. Apakah terlaksana pelayanan kesehatan dasar Jamkesmas di puskesmas dan jaringannya ?

  4. Apakah terlaksana pencatatan dan pelaporan penyelenggaraan Jamkesmas ?

  5. Apakah tersedia data jumlah kunjungan rawat jalan ?

  6. Apakah tersedia data jumlah kunjungan rawat inap ?

  7. Apakah terpenuhinya kecukupan dana Jaminan Kesehatan masyarakat dasar ?

  C. Daftar Pertanyaan Untuk Pelayanan Kesehatan yang diberikan oleh Puskesmas Muara Kedang

  1. Jenis Pelayanan apakah yang diberikan oleh Puskesmas Muara Kedang ?

  2. Bagaimanakah prosedur pelayanannya ?

  3. Apa saja persyaratan administrasinya ?

  4. Bagaimana dengan jadwal pelayanannya ?

  5. Bagaimana tarif retribusi Pelayanan Kesehatan ?

D. Pertanyaan Penerima Jamkesmas di Kecamatan Bongan

  1. Berapa lama Anda menerima Jamkesmas ?

  2. Bagaimana Anda mengusahakan kesehatan dalam keluarga ?

  3. Apakah Anda memiliki simpanan/tabungan atau sepeda motor/barang modal lainnya ?

  4. Dari manakah sumber utama penghasilan keluarga Anda ?

E. Daftar Pertanyaan untuk persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan Jamkesmas di Puskesmas Muara Kedang dan Pernyataan terhadap Sikap Masyarakat

  1. Apakah yang Anda ketahui tentang pelayanan kesehatan gratis ?

  2. Apa saja yang Anda ketahui tentang pelayanan kesehatan dasar ?

  3. Apa saja yang Anda ketahui tentang pelayanan kesehatan gawat darurat ?

  4. Apa saja yang Anda ketahui tentang pelayanan kesehatan rujukan ?

  No Pernyataan SS S R TS STS

  1 Anda setuju terhadap program Jamkesmas ?

  2 Anda cukup terbantu dengan adanya program Jamkesmas ?

  3 Anda mendukung program Jamkesmas ?

  4 Tidak bermanfaatkah program Jamkesmas yang Anda peroleh ?

  5 Tidak berharapkah Anda pada program Jamkesmas ? Atas perhatian dan partisipasinya diucapkan terima kasih.

  Lampiran 2 Data Penelitian Dan Wawancara

  

Data Rawat Inap Tahun 2012

Puskesmas Muara Kedang Kec. Bongan Bulan Nama Umur no Kartu Jamkesmas Diagnosa Januari 2012 Farida 30 tahun 2060363619

P1A0 (Partus) Januari 2012 Lombos 67 tahun 2060362225 Bronchitis Chronis, Suspek Hepatitis Januari 2012 Ny. Rusmaya 51 tahun 2060363709 Diabetes Militus type II dengan komplikasi, Varicella Januari 2012 Ny. Barlian 49 tahun 2060366861 Haemoptoe Januari 2012 Ny. Nurul 35 tahun 2060366073 Suspek SOL Februari 2012 Tn. Syahrijat 40 tahun 2060362956 Bronchitis acuta dengan Pleuritis Februari 2012 Tn. Ahdarudin 40 tahun 2060368739 Acuta Abdomen Maret 2012 Muliati 21 tahun 2060364925 Abortus Complete Apr-12 Busra 89 tahun 2060365994 Corpulmonal, Dispepsia, Exacerbasi Acuta Filariasis Chronis Apr-12 Maskanah 56 tahun 2060361156 Srtoke Haemorrhagica dengan Krisis Hipertensi Apr-12 Ny. Norsiah 64 tahun 2060363744 Stroke Infark e/c HT Maligna dengan TIA Mei 2012 Abdullah 82 tahun 2060361505 Diare Acute, Dispepsia Geriatri Mei 2012 Darmansyah 50 tahun 2060362078 Thypus Abdominalis dengan Dispepsia Mei 2012 Ny. Fatmawati 31 tahun 2060368378 Dispepsia dalam kehamilan, psikosomatis Mei 2012 Ali Napiah 68 tahun 2060369133 Haemoptoe Juni 2012 Idrus 72 tahun 2060366253 Corpulmonal, Dispepsia, Observasi Vomitis Juni 2012 Irwan 26 tahun 2060368749 Dispepsia, Peritonitis Juni 2012 Ny. Kartini 52 tahun 2060367052 Typus Abdominalis dengan TIA Juni 2012 Hamlan 54 tahun 2060369651 Observasi Febris Juni 2012 Idrus 72 tahun 2060366253 Gastreoesopageal Reflux disease, Observasi Vomitis Juli 2012 Agustus 2012 Bahrin 25 tahun 2060364565 Malaria Tropika Sep-12 Asran 66 tahun 2060360428 Gejala & tanda yang melibatkan susunan saraf & muskuloskeletal lainnya Sep-12 Bahrin 25 tahun 2060364565 Malaria Mix (PF Campur P Vivax) Oktober 2012 Jawiyah 68 tahun 2060368918 Diare dan Gastroenteritis non spesifik Nopember 2012 Bahrin 25 tahun 2060364565 Malaria Tertiana Nopember 2012 Hamsiah 52 tahun 2060369545 Non Insulin Dependen Diebetes Militus (NIDDM) Nopember 2012 Masnun 69 tahun 2060369831 Stroke Non Hemarrhage Desember 2012 HASIL WAWANCARA DENGAN PIMPINAN PUSKESMS MUARA KEDANG Nama : Triyono, SKM Umur : 48 tahun Jenis kelamin : Laki-laki Pendidikan : S1 Penulis : Selamat pagi pak, maaf mengganggu pekerjaan bapak sebentar.

  Bpk. Tri : Ya silahkan duduk mas, ada keperluan apa ? Penulis : Begini pak, nama saya Theo mahasiswa dari Sanata Dharma

  Yogyakarta, kan saya kesini ingin mencari informasi mengenai pelaksanaan Jamkesmas di Puskesmas Muara Kedang ini. Untuk itu saya mohon kesediaan bapak untuk menjadi responden saya. Sebagai pengantar ini surat ijin dari Universitas.

  Bpk. Tri : O..silahkan saja mas, apa yang bisa saya bantu Penulis : Bagaimana prinsip pelaksanaan program Jamkesmas di Puskesmas ini ? Bpk. Tri : O.. Pelaksanaan program Jamkesmas mengikuti prinsip-prinsip penyelenggaraan sebagaimana yang diatur dalam UU SJSN dan bias di lihat di Juknis, dikelola secara nasional, nirlaba, portabilitas, transparan, efisien dan efektif.

  Penulis : Apakah tersedia data peserta Jamkesmas di Puskesmas Muara Kedang ini ?

  Bpk. Tri : Iya, pasti ada. Jumlah penerima kartu Jamkesmas tahun 2011/2012 Kecamatan Bongan tercatat 3070 jiwa sebagai penerima. Penulis : Lalu, Apakah tersedia APBD untuk mendukung penyelenggaraan

  Jamkesmas di Puskesmas Muara Kedang ini ? Bpk. Tri : Iya, juga ada. Sumber Pembiayaan Puskesmas Muara Kedang pada sebesar Rp.1.151.579.310,53.-, Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Rp. 87.281.000,- dan Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) sebesar Rp. 28.128.000,-. Dan Klaim Jamkesmas Puskesmas Muara Kedang tahun 2012 dengan jumlah seluruh klaim sebesar Rp. 32.034.000,-.

  Penulis : Lalu dengan dana itu, Apakah terlaksana pelayanan kesehatan dasar Jamkesmas di Puskesmas Muara Kedang ini, pak ?

  Bpk. Tri : Hmm…Iya, Pelaksanaan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas Muara Kedang diberikan pada masyarakat/pasien yang datang berobat. Pelayanan tersebut dicatat dan dilaporkan melalui Register Klaim Jamkesmas Pelayanan Dasar setiap bulannya, sebagai LPJ kepada Dinas Kesehatan Kabupaten dan Provinsi.

  Penulis : Begitu, lalu apakah ada data juga tentang kunjungan rawat jalan dan inap ? Bpk. Tri : Kalau rawat jalan pastinya jauh lebih banyak dari rawat inap, tahun 2012 ada 1557 kunjungan pasien rawat jalan dan rawat inap 27 kunjungan pasien. Penulis : Apakah cukup dana Jaminan Kesehatan masyarakat dasar tadi pak ? Bpk. Tri : Mengenai cukup tidaknya, itu relatif karena setiap tahun pasti ada kenaikan. Yang tahun 2012 tadi, klaimnya sebesar Rp. 32.034.000,-, dari tahun 2011 sebelumnya pembiayaan Jamkesmas sebesar Rp. 28.128.000,-. Yang artinya ada peningkatan/kenaikan Rp. 3.906.000,- . Penulis : Apakah ada evaluasi terhadap pelaksanaan program Jaminan

  Kesehatan Masyarakat ? Bpk. Tri : Ada evaluasi mas, evaluasi dilakukan setiap akhir bulan dalam Rapat Koordinasi (RAKOR).

  Penulis : Ini terakhir pak, menurut Anda dapatkah Pemda mengembangkan sistem jaminan kesehatan sendiri di daerahnya ? Bpk. Tri : Begini, kan ada Pengembangan program jaminan kesehatan di di luar kuota sasaran yang sudah tercakup dalam program Jamkesmas (Nasional), Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota yang memiliki kemampuan sumber daya memadai dapat mengelola dan mengembangkan program Jamkesda di daerahnya masing- masing.

  Penulis : Terima kasih pak atas waktunya, saya pamit dulu Bpk. Tri : Ya, sama-sama, semoga membantu. Silahkan mas.

  HASIL WAWANCARA DENGAN PEMEGANG PROGRAM JAMKESMAS Nama : dr. Zainal Fathurohim/ dr Umur : 27 tahun Jenis kelamin : Laki-laki Pendidikan : S1 Lama memegang program ± 2 tahun Penulis : Selamat pagi dr, saya Theo maksud kedatangan saya kesini adalah untuk memohon kesediaan dr untuk menjadi responden dalam penelitian saya tentang pelaksanaan Program Jamkesmas. Dr : Ya silahkan mas Penulis : Apa kedudukan dr dalam pelaksanaan Program Jamkesmas ? Dr : Saya ditunjuk sebagai Pj. Jamkesmas.

  Penulis : Apa tugas dr sebagai Pj. Jamkesmas ? Dr : Saya bertanggung jawab dalam melakukan koordinasi dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas Muara Kedang. Yang bertugas sebagai Koor. Pelayanan Kesehatan Masyarakat adalah mas no (M. Sugiyono) yang menyiapkan data Jamkesmas, mendistribusikan formulir dan kartu serta laporan Jamkesmas.

  Penulis : Apakah setiap rumah tangga penerima Jamkesmas diberi kartu identitas ? Dr : Ya, Tentu saja diberi kartu identitas yaitu kartu peserta Jamkesmas. Penulis : Bagaimana prosedur untuk memperoleh pelayanan kesehatan dasar bagi peserta Jamkesmas ? Dr : Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar di puskesmas dan jaringannya, peserta harus menunjukkan kartu Jamkesmas. indikasi medis peserta memerlukan pelayanan tingkat lanjut maka puskesmas wajib merujuk peserta ke FASKES lanjutan. Penulis : Berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh peserta Jamkesmas untuk memperolah pelayanan kesehatan?

  Dr : Dalam pemberian pelayanan kesehatan kepada peserta Jamkesmas dan penerima manfaat Jampersal tidak boleh dikenakan biaya oleh FASKES dengan alasan apapun. Penulis : Apa sajakah fasilitas kesehatan (FASKES) yang menjadi pemberi pelayanan dalam program Jamkesmas ? Dr : Puskesmas dan jaringannya serta Fasilitas Kesehatan lanjutan (Rumah Sakit dan balkesmas), yang telah bekerja sama.

  Penulis : Bagaimana mekanisme pendanaan untuk program Jamkesmas ? Dr : 1. Dari APBN Kementerian Kesehatan. 2. Dana tersebut ditransfer ke Pemerintah Kabupaten/Kota sehingga diatur melalui APBD. 3.

  Peserta tidak boleh dikenakan biaya karna sudah diatur. Penulis : Dari mana sumber pendanaan untuk Jamkesmas dan bagaimana pengalokasiannya ? Dr : Dana Pelayanan Jamkesmas bersumber dari APBN sektor Kesehatan dan APBD. Pengalokasianya : 1. Masyarakat miskin dan tidak mampu yang tidak masuk dalam pertanggungan kepesertaan Jamkesmas. 2. Biaya transportasi rujukan dari rumah sakit yang merujuk ke pelayanan kesehatan lanjutan serta biaya pemulangan pasien menjadi tanggung jawab Pemda asal pasien. 3. Biaya transportasi petugas pendamping pasien yang dirujuk. 4. Dukungan biaya operasional manajemen Tim Koordinasi dan Tim Pengelola Jamkesmas Provinsi/Kabupaten/Kota. 5. Biaya lain-lain di luar pelayanan kesehatan, sesuai dengan spesifik daerah dapat dilakukan oleh daerahnya. Penulis : Kepada siapa dr melaporkan hasil Jamkesmas tersebut ? Dr : Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten, bentuk pelaporannya adalah Penulis : Terima kasih atas bantuannya dr, saya mohon diri Dr : Ya, Sukses selalu.

  HASIL WAWANCARA DENGAN TENAGA KESEHATAN Nama : Dahlia BN, Amd. Keb Umur : 24 tahun Jenis kelamin : Perempuan Pendidikan : D3 Penulis : Selamat pagi, saya Theo maksud kedatangan saya kesini adalah untuk memohon untuk menjadi responden dalam penelitian saya tentang pelaksanaan Program Jamkesmas. Lia : Ya mari silahkan mas. Penulis : Jenis Pelayanan apakah yang diberikan oleh Puskesmas Muara

  Kedang? Lia : Wah banyak mas kalau disebutkan satu-satu, yang pokok dari 20 usaha kegiatan puskesmas itu : 1. KIA, 2. KB, 3.Usaha kesehatan gizi, 4.Kesling, 5.Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular,

  6.Pengobatan termasuk pelayanan darurat karena kecelakaan lalu lintas, 7.Penyuluhan kes-mas, 8.Peningkatan usaha kesehatan sekolah, 9.Kesehatan olah raga, 10.Perawatan kes-mas,

  11.Kesehatan kerja, 12.Kesehatan gigi dan mulut, 13.Kesehatan jiwa, 14.Kesehatan mata, 15.Laboratorium sederhana, 16.Pencatatan dan pelaporan dalam rangka sistem informasi kesehatan,

  17.Kesehatan usia lanjut, 18.Pembinaan pengobatan tradisional, 19.Kesehatan remaja, dan 20.Dana sehat. Penulis : Bagaimanakah prosedur pelayanannya ? Lia : Yang pertama itu pasti berkunjung ke Puskesmas, menunjukkan kartu Jamkesmas, jika indikasi medis memerlukan pelayanan pada tingkat lanjut maka Puskesmas dapat merujuk peserta ke PPK lanjutan. Penulis : Apa saja persyaratan administrasinya ? Lia : Mendaftar sebelumnya dan peserta membawa dan menunjukkan kartu berobat ataupun Jamkesmas, mengurus surat jaminan pelayanan (SJP), menuju ke poliklinik/unit pelayanan. Penulis : Bagaimana dengan jadwal pelayanan di Puskesmas Muara Kedang ? Lia : Jadwal pada setiap hari kerja dari senin sampai dengan sabtu pada jam 08.00

  • – 14.30 WITA, sedangkan hari jumat pada jam 08.00 –
  • – 11.30 WITA. Diluar jam kerja adalah dinas sore pada jam 15.00

18.00 WITA dan dinas malam pada jam 18.00 – 21.00 WITA.

  Penulis : Bagaimana tarif retribusi Pelayanan Kesehatan ? Lia : Bebas biaya, dalam pemberian pelayanan kesehatan kepada peserta Jamkesmas dan penerima manfaat Jampersal.

  Penulis : Pelayanan kesehatan apa saja yang dapat diperoleh dan yang tidak dijamin (exclusion) peserta Jamkesma di Puskesmas dan jaringannya ?

  Lia : Yang dapat diperoleh peserta Jamkesmas : Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP), Rawat Inap Tingkat Pertama (RITP), Persalinan normal dilakukan di puskesmas/bidan di desa/polindes/dirumah pasien, Pelayanan gawat darurat (emergency).

  Yang tidak dijamin : Pelayanan yang tidak sesuai prosedur dan ketentuan, General check up, Pengobatan alternatif. Penulis : Terima kasih banyak Lia : Ya, Tuhan memberkati HASIL WAWANCARA DENGAN PETUGAS KECAMATAN Nama : Rani Sasmita, SE Umur : 34 tahun Jenis kelamin : Perempuan Pendidikan : S1 Penulis : Selamat siang dr, saya Theo mahasiswa dari Sanata Dharma

  Yogyakarta maksud kedatangan saya kesini adalah untuk memohon kesediaan ibu untuk menjadi responden dalam penelitian saya tentang pelaksanaan Program Jamkesmas di Kecamatan Bongan ini. Sebagai pengantar ini surat ijin dari Universitas.

  Rani : Ya silahkan mas, semoga saya bisa membantu Penulis : Apakah rumah tangga penerima Jamkesmas diberi Kartu identitas seperti kartu peserta atau yang lainnya untuk memudahkan dalam ferifikasi ? Rani : Iya, namanya kartu Peserta Jamkesmas.

  Penulis : Apakah kartu Jamkesmas dibuat oleh pihak kecamatan atau yang lainnya ? Rani : Kartu Jamkesmas dibuat oleh PT Askes. Penulis : Siapa saja peserta atau penerima manfaat program Jamkesmas ? Rani : Kepesertaan Jamkesmas 2012 mengacu kepada data PPLS 2011.

  Kuota peserta Jamkesmas ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Untuk kepesertaan 2012 akan diterbitkan kartu baru. Selama kartu baru tersebut belum diterbitkan maka berlaku kepesertaan dan kartu yang lama. Peserta Jamkesmas ada yang memiliki kartu sebagai identitas peserta dan ada yang tidak memiliki kartu.

  Penulis : Apakah ada sosialisasi siapa saja yang akan menjadi penerima Jamkesmas di Kecamatan Bongan ?

  Rani : Ada sosialisasi bersama kader kampung untuk menentukan siapa saja warga miskin dari kampung-kampung di Kecamatan Bongan, yang akan didaftar dan menjadi calon dan penerima Jamkesmas. Penulis : Bagaimana mekanisme dalam hal rekruitmen, pendistribusian Kartu

  Peserta Jamkesmas ? Rani : Kecamatan dan BPS Kabupaten mendata siapa saja warga miskin di wilayah atau kampung, lalu mendaftarkan yang terdata. Yang akan didaftar dan akan menjadi calon dan penerima Jamkesmas nantinya, sementara mengenai ada banyak warga yang tidak terdaftar pada saat pendataan warga tersebut sedang tidaka ada di tempat atau sedang bekerja di ladang ataupun perusahaan.

  Penulis : Pernahkah Anda menemukan sesuatu yang tidak beres (penyimpangan) ? Apa yang Anda lakukan ?

  Rani : Sepengetahuan saya, tidak begitu ada penyimpangan. Kalaupun ada isu dimasyarakat yang merasa tidak semua masyarakat miskin merasakan manfaat dari Jamkesmas semata-mata karena kurang akuratnya data. Dan masyarakatpun masih bisa mendapatkan pelayanan Jamkesda dengan membuat SKTM. Penulis : Bagaimana tanggapan Anda terhadap program Jamkesmas ? Rani : Saya merasakan cukup senang dengan adanya Program ini dan keberlanjutannya. Karena manfaatnya bagi masyarakat kita nyata berguna bagi pembiayaan kesehatan terutama bagi saudara-saudara kita yang berada pada wilayah/kampung-kampung yang susah dijangkau. Penulis : Terima kasih ibu, selamat siang. Rani : Ya, sama-sama.

  HASIL WAWANCARA DENGAN MASYARAKAT Nama : Marjuki Umur : 28 tahun Jenis kelamin : Laki-laki Pendidikan : Tamat SMU Pekerjaan : Karyawan Masyarakat di kampung/desa Bukit Harapan Penulis : Selamat sore, saya Theo maksud kedatangan saya kesini adalah untuk memohon Anda untuk menjadi responden dalam penelitian saya tentang pelaksanaan Program Jamkesmas . Juki : Ya mari mas. Penulis : Apakah yang Anda ketahui tentang pelayanan kesehatan gratis ? Juki : Yang saya tahu, pemeriksaan saja dan obat generik yang gratis.

  Selebihnya ya harus bayar. Penulis : Apa saja yang Anda ketahui tentang pelayanan kesehatan dasar, gawat darurat dan rujukan ? Juki : Ya itu tadi mas, kalau yang dasar cuma periksa, gawat darurat kalau yang kena penyakit mendadak ataupun kecelakaan dan kalau yang rujukan di bawa ke RS. Penulis : Apakah Anda kesulitan untuk mendapatkan akses/sarana kesehatan ? Juki : Tidak juga, karena jarak tempuh untuk ke Puskesmas Muara Kedang sekitar 40km dari Bukit Harapan.

  Penulis : Apakah di kampung/desa Anda ada sarana kesehatan ? Juki : Sebenarnya ada 1 bangunan Pustu. Tapi kondisinya rusak berat dan belum ada perbaikan.

  Penulis : Apakah akses/sarana kesehatan di kampung/desa Anda lebih dari satu ? Juki : Tidak ada. Penulis : Berapa lama Anda menerima Jamkesmas ? Juki : Semenjak tahun 2009, berarti 3 tahun.

  Penulis : Bagaimana Anda mengusahakan kesehatan dalam keluarga ? Juki : Berupaya untuk hidup sehat meskipun kondisi keluarga hanya cukup memadai. Mengikuti program kesehatan yang diadakan oleh

  Puskesmas 1 bulan sekali pada waktu pusling. Penulis : Apakah Anda memiliki simpanan/tabungan atau sepeda motor/barang modal lainnya ? Juki : Iya, ada tabungan dan 2 buah sepeda motor layak pakai untuk di kampung.

  Penulis : Dari manakah sumber utama penghasilan keluarga Anda ? Juki : Pekerjaan saya sebagai karyawan, saudara/i yang menyadap karet juga sebagai staf kampung.

  Penulis : Anda setuju terhadap program Jamkesmas ? Juki : Sangat setuju.

  Penulis : Anda cukup terbantu dengan adanya program Jamkesmas ? Juki : Iya, masyarakat kampung masih sangat minim pengetahuan dan kepeduliannya terhadap kesehatan. Mereka hanya mau berobat kalau keadaannya sudah sangat parah baru mencari tenaga kesehatan. Penulis : Anda mendukung program Jamkesmas ? Juki : Mendukung sekali, perlu keberlanjutannya di tahun yang akan datang.

  Penulis : Berharap penuhkah Anda pada program Jamkesmas ?

  Juki : Kalau dikatakan berharap penuh tidak juga, tapi kalau sangat membantu dan meringankan beban orang miskin seperti saya yang mencoba mengusahakan kesehatan program ini sangat-sangat dibutuhkan.

  Penulis : Terima kasih banyak mas, selamat sore Juki : Ya, sama-sama mas, selamat sore juga

  Lampiran 3 Data Hasil Penelitian

  Tabel 8. Skor Sikap Masyarakat Responden

  2

  4

  4

  4

  2

  4

  18

  22

  5

  5

  5

  1

  18

  19

  23

  4

  4

  4

  2

  4

  18

  24

  5

  5

  5

  21

  5

  1

  1

  17

  4

  5

  5

  1

  2

  17

  18

  5

  5

  5

  1

  1

  17

  19

  3

  4

  4

  3

  3

  17

  20

  4

  5

  4

  1

  17

  5

  17

  5

  5

  1

  2

  18

  30

  5

  5

  5

  1

  1

  31

  29

  5

  5

  5

  1

  1

  17

  32

  5

  5

  5

  1

  1

  5

  17

  25

  2

  4

  4

  4

  2

  4

  18

  26

  5

  5

  5

  1

  18

  1

  27

  3

  4

  3

  2

  3

  15

  28

  5

  5

  5

  1

  19

  1

  1

  5

  1

  1

  17

  5

  5

  5

  5

  1

  1

  17

  6

  5

  5

  5

  1

  1

  17

  7

  5

  5

  5

  1

  1

  17

  8

  5

  5

  5

  2

  

2

  3

  4

  5

  1

  4

  5

  4

  1

  2

  16

  3

  4

  4

  4

  2

  3

  16

  3

  5

  5

  5

  1

  1

  17

  4

  5

  4

  5

  17

  13

  5

  5

  5

  1

  1

  17

  14

  5

  5

  1

  2

  1

  17

  15

  5

  5

  5

  1

  1

  17

  16

  4

  5

  2

  4

  1

  5

  2

  17

  9

  3

  4

  3

  1

  4

  15

  10

  4

  4

  5

  1

  2

  16

  11

  5

  5

  5

  1

  1

  17

  12

  4

  17

  Frequencies Statistics reponden N Valid

  32 Missing Mean

  16.50 Std. Error of Mean 1.658 Median

  16.50 Std. Deviation 9.381 Variance 88.000 Skewness .000 Std. Error of Skewness .414 Kurtosis -1.200 Std. Error of Kurtosis .809 Range

  31 Minimum

  1 Maximum

  32 Percentiles

  10

  3.30

  90

  29.70 Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid

  1

  1

  3.1

  3.1

  3.1

  2

  1

  3.1

  3.1

  6.3

  3

  1

  3.1

  3.1

  9.4

  4

  1

  3.1

  3.1

  12.5

  5

  1

  3.1

  3.1

  15.6

  6

  68.8

  3.1

  1

  25

  75.0

  3.1

  3.1

  1

  24

  71.9

  3.1

  3.1

  1

  23

  3.1

  78.1

  3.1

  1

  22

  65.6

  3.1

  3.1

  1

  21

  62.5

  3.1

  3.1

  1

  20

  59.4

  3.1

  26

  3.1

  3.1

  1

  32

  96.9

  3.1

  3.1

  1

  31

  93.8

  3.1

  3.1

  1

  30

  90.6

  3.1

  1

  1

  29

  87.5

  3.1

  3.1

  1

  28

  84.4

  3.1

  3.1

  1

  27

  81.3

  3.1

  3.1

  3.1

  1

  1

  3.1

  12

  34.4

  3.1

  3.1

  1

  11

  31.3

  3.1

  3.1

  1

  10

  28.1

  3.1

  1

  3.1

  9

  25.0

  3.1

  3.1

  1

  8

  21.9

  3.1

  3.1

  1

  7

  18.8

  3.1

  3.1

  1

  3.1

  19

  16

  56.3

  3.1

  3.1

  1

  18

  53.1

  3.1

  3.1

  1

  17

  50.0

  3.1

  3.1

  1

  46.9

  37.5

  3.1

  3.1

  1

  15

  43.8

  3.1

  3.1

  1

  14

  40.6

  3.1

  3.1

  1

  13

  3.1 3.1 100.0

  No Nama Umur (Th) Jenis Kelamin Pendidikan Pekerjaan

  24 Jawiyah 68 tahun P SD Tani

  18 Ny. Kartini 52 tahun P TS Tani

  19 Hamlan 54 tahun L SD Tani

  20 Idrus 72 tahun L TS Tidak Kerja

  21 Bahrin 25 tahun L PT Karyawan

  22 Asran 66 tahun L SD Tani

  23 Bahrin 25 tahun L PT Karyawan

  25 Bahrin 25 tahun L PT Karyawan

  16 Idrus 72 tahun L TS Tidak Kerja

  26 Hamsiah 52 tahun L TS Tani

  27 Masnun 69 tahun L SD Tani

  28 Triono 48 tahun L PT Pimpus

  29 Zainal 27 tahun L PT Dokter

  30 Bunga 24 tahun P PT Karyawati

  31 Rani 34 tahun P PT PNS

  17 Irwan 26 tahun L SMU Karyawan

  15 Ali Napiah 68 tahun L SD Tani

  1 Farida 30 tahun P SMU Karyawati

  8 Muliati 21 tahun P SMU Karyawati

  2 Lombos 67 tahun L TS Tani

  3 Ny. Rusmaya 51 tahun P SD Tani

  4 Ny. Barlian 49 tahun P SMU Swasta

  5 Ny. Nurul 35 tahun P SMP Swasta

  6 Tn. Syahrijat 40 tahun L SMU PNS

  7 Tn. Ahdarudin 40 tahun L SMP Tani

  9 Busra 89 tahun L TS Tidak Kerja

  IRT

  10 Maskanah 56 tahun L TS

  IRT

  11 Ny. Norsiah 64 tahun P TS Tani

  12 Abdullah 82 tahun L TS Tidak Kerja

  13 Darmansyah 50 tahun L SD Tani

  14 Ny. Fatmawati 31 tahun P SMU

  32 Zuki 28 tahun L SMU Swasta

  

Lampiran 4

Foto Puskesmas

Muara Kedang dan

Kegiatan

  Puskesmas Muara Kedang Tampak Depan Penyuluhan Kesehatan di sekolah pada kampung Jambuk Makmur Pusling dan kaderisasi di Pustu Preng Talik

Persiapan kegiatan untuk lomba balita sehat di Puskesmas Muara Kedang Dan kunjungan Dinkes Kab. Kutai Barat

  Persiapan Pusling melalui sungai Bongan

  

Lampiran 5

Surat Ijin Penelitian

  Lampiran 6 Petunjuk Teknis Jamkesmas

  

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 1097/MENKES/PER/VI/2011

TENTANG

PETUNJUK TEKNIS PELAYANAN KESEHATAN DASAR JAMKESMAS

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,

  Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin telah diselenggarakan program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas);

  b. bahwa untuk memperjelas mekanisme penyelenggaraan pelayanan kesehatan dasar pada program Jamkesmas, perlu ada petunjuk teknis;

  c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Kesehatan tentang

  Petunjuk Teknis Pelayanan Kesehatan Dasar Jamkesmas;

  Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor

  17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

  2. Undang-Undang Nomor

  1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran

  • 2 -

  4. Undang-Undang Nomor

  32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

  5. Undang-Undang Nomor

  33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3637);

  6. Undang-Undang Nomor

  40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4456);

  7. Undang-Undang Nomor

  36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063);

  8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

  9. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara

  • 3 -

  

MEMUTUSKAN :

  Menetapkan : PERATURAN MENTERI KESEHATAN TENTANG

PETUNJUK TEKNIS PELAYANAN KESEHATAN DASAR JAMKESMAS.

  Pasal 1 Pengaturan Petunjuk Teknis Pelayanan Kesehatan Dasar Jamkesmas bertujuan untuk memberikan acuan bagi Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota dan semua pihak terkait penyelenggaraan Program Jamkesmas di Puskesmas dan jaringannya dalam rangka:

  a. meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan kesehatan dasar; dan

  b. mengendalikan mekanisme pembiayaan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan di puskesmas dan jaringannya.

  Pasal 2 Petunjuk Teknis Pelayanan Kesehatan Dasar Jamkesmas sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini. Pasal 3 Pembiayaan pelayanan kesehatan dasar Jamkesmas terintegrasi dengan pembiayaan Jaminan Persalinan yang dilaksanakan mulai 1 Januari 2011.

  • 4 - Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

  Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 7 Juni 2011 MENTERI KESEHATAN, ENDANG RAHAYU SEDYANINGSIH

  Diundangkan di Jakarta pada tanggal MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA, PATRIALIS AKBAR BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2011 NOMOR

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Implementasi Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) Pada Rumah Sakit Grand Medistra Lubuk Pakam
1
74
121
Respon Masyarakat Terhadap Program Jamkesmas oleh Puskesmas Kesatria di Kecamatan Siantar Timur Kota Pematang Siantar
3
77
109
Respon Masyarakat Kecamatan Binjai Timur Kota Binjai Terhadap Program Jaminan Kesehatan Masyarakat
0
43
102
Respon Masyarakat Terhadap Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Oleh Puskesmas Batu VI Kecamatan Siantar
5
75
84
Respon Masyarakat Kota Sidikalang Terhadap Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Oleh Rumah Sakit Umum
2
45
120
Evaluasi pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) dan tanggapan masyarakat terhadap program Jamkesmas pada Puskesmas Muara Kedang Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur.
0
0
2
Implementasi Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) di Puskesmas Jagir Surabaya.
1
10
107
Implementasi Kebijakan Sepuluh Program Unggulan Puskesmas Dalam Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Kasus Puskesmas Bendan Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan).
0
1
2
Akses Masyarakat terhadap Pelayanan Kesehatan melalui Program Jaminan Pelayanan Kesehatan
0
0
1
Analisis Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Di Puskesmas Rejosari Kecamatan Tenayan Raya
0
0
9
Implementasi Program BPJS Kesehatan Dalam Pelayanan Kesehatan Masyarakat Puskesmas Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah
0
0
10
Implementasi Program BPJS Kesehatan Dalam Pelayanan Kesehatan Masyarakat Puskesmas Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah
0
0
1
Implementasi Program BPJS Kesehatan Dalam Pelayanan Kesehatan Masyarakat Puskesmas Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah
0
1
5
Implementasi Program BPJS Kesehatan Dalam Pelayanan Kesehatan Masyarakat Puskesmas Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah
0
0
2
Evaluasi Program Kesehatan Masyarakat (1)
0
0
34
Show more