Kajian Peresepan Antibiotik Pada Pasien Pediatrik Rawat Jalan Di Rsud Deli Serdang Lubuk Pakam Periode September 2014 – Desember 2014

Full text

(1)

42

DAFTAR PUSTAKA

Anief, M. (2004). Prinsip Umum dan Dasar Farmakologi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Halaman 19, 20, 22.

Darmansjah., Iwan (2008). Majalah Kedokteran Indonesia, Volume 58, Nomor: 10. Halaman 369.

Departemen Kesehatan RI. (2001). Buku Bagan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Halaman 14.

Departemen Kesehatan RI. (2002). ISPA dan Pneumonia. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Halaman 23.

Departemen Kesehatan RI. (2005). Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Halaman 12-30.

Departemen Kesehatan RI. (2008). Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2008. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Halaman 55-56.

Departemen Kesehatan RI. (2009). Pedoman Kepelayanan Kefarmasian Untuk Pasien Pediatrik Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Halaman 22.

Departemen Kesehatan RI. (2011). Buku Pedoman Peringatan Hari Kesehatan Sedunia: Guna antibiotik secara Tepat untuk Mencegah Kekebalan Kuman. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Halaman 1-2, 7.

Departemen Kesehatan RI dan Ikatan Dokter Indonesia. (2013). Formularium Spesialitik Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Halaman 11, 61, 144.

Departemen Kesehatan RI. (2014). Upaya Kesehatan Anak. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Halaman 5.

(2)

43

Fierdini. (2011). Pola Peresepan dan Kerasionalan Penggunaan Antimikroba pada pasien balita di puskesmas kec. Jati negara. Skripsi. Jakarta: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia.

Hapsari, I. (2004). ISPA penyebab kematian tertinggi. Cempaka. 23-29 Desember. Halaman 13.

Harvey, RA., Champe, P.,C. (2013). Farmakologi Ulasan Bergambar. Edisi 4. Editor dr. Adhy Tjahyanto., dkk. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran. Halaman 347.

Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia. Informasi Spesialite Obat ISO Indonesia 2011-2012. (2010). Volume 46. Jakarta: PT. Ikrar Mandiri abadi. Halaman 95, 136, 145, 144, 176, 193, 195.

Jane L. Gennrich, Paul D. Chan. (2004). Dosages, Side Effects, and Drug Interactions. USA: PediatricDrug Reference. Edition 2004.

Jas, A. (2009). Perihal Resep Dan Dosis Serta Latihan Menulis Resep. Edisi 2. Medan: USU Press. Halaman 19-36.

Juwono, P. (1996). Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Halaman 435.

Kementerian Kesehatan RI. (2011). Modul Penggunaan Obat Yang Rasional (POR). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. Halaman 3,4,5.

Maas, L. (2007). Kesehatan Ibu Dan Anak. Jakarta: PT Gramedia. Halaman 11-12.

Mansjoer, Arif. (2001). Kapita Selekta Kedokteran. Jilid 2. Edisi 3. Jakarta: Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Halaman 422.

Mayta Fransiska. (2012). Kerasionalan Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Rawat Inap Anak Rumah Sakit M.M Dunda Limboto Tahun 2011. Skripsi. : Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Dan Olahragaan Jurusan Farmasi Universitas Negeri Gorontalo.

Nuryanto. (2012). Hubungan Status Gizi Terhadap Terjadinya Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Balita. Jurnal. : Pembangunan Manusia 6(2): Halaman 2,3.

Pagliaro, A.Louise dan Ann, Marie.P., (1995). Problems in Pediatric Drug Therapy. Edisi Ke-3.USA: Production press, Inc. Page 145.

Pratiwi, T Sylvia. (2008). Mikrobiologi Farmasi. Jakarta: Penerbit Erlangga PT Gelora Aksara Pratama. Halaman 150-160.

(3)

44

Prest. (2003). Penggunaan Obat Pada Anak. Dalam: Farmasi Klinis. Editor Aslam. Jakarta: PT Gramedia. Halaman 191-192.

Pingkan C. Kaparang., Heedy Tjitrosantoso.,Paulina V. Y. Yamlean. (2014). Evaluasi Kerasioanal Antibiotika Pada Pengobatan Pneumonia Anak Di Instalasi Rawat Inap RSUP Prof. Dr. R. D. Kondou Monado Periode Januari – Desember 2013. Jurnal Ilmiah Farmasi 3(3). Manado: Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Jurusan Farmasi Universitas .. Halaman 249,250.

Setiabudy, R. (2007). Pengantar Antimikroba. Dalam: Gunawan, S.G., editor. Farmakologi Dan Terapi. Edisi 5. Jakarta: Departemen Farmakologi Dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Halaman 585-587, 674-675, 681-682, 723-724.

Soedarmo, S.P., H., Hadi Negoro, S.R. (2002). Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak: Infeksi Dan Penyakit Tropis. Edisi 1. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. HAlaman 367.

Santilan, R.M., Garcia, G.R., Benavente, I.H., Garcia, E.M., 2000, Efficacy of Cefixime inn the Therapy of typhoid Fever, Prc.Wesst.Pharmacol.Soc, Page 43, 65, 66.

Santoso, Budiono. (1996). Principles of Rational Prescribing. Medical Progress. 23(10). Halaman 6-9.

Shinta Amalia. (2011). Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pediatrik Penderita Demam Tifoid Di Instalasi Rawat Inap RSUD Purbalingga Tahun 2009. Skripsi. : Fakutas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Sriuntari, Siwi. (2010). Analisis Penggunaan Antibiotik Pada Terapi Demam Tifoid Di Instalasi Rawat Inap RSUP PKU Muhammadiyah Bantul Pada Tahun 2010 Dan 2011 Dengan Metode ATC/DDD. Ringkasan.

Tan, H.T., dan Rahardja, K. (2008). Obat-obat Penting Khasiat, Penggunaan dan Efek – Efek Sampingnya. Edisi 6. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Halaman 65,66.

Thia Febiana, (2012). Kajian Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Di Bangsal Anak RSUP Dr. Kariadi Semarang Periode Agustus-September 2011. Skripsi. : Fakultas Kedokteran Universitas Diponogoro.

Widodo J., (2006). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi 4. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Gambar

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Download now (3 pages)