MAKALAH MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Gratis

0
0
9
1 year ago
Preview
Full text

  ‘Gaya Kepemimpinan Kepala Puskesmas Mabelopura’ Disusun Oleh Kelompok 4: Windi Rahmawati (N 201 15 014) Tri Prasetyo Nugroho (N 201 15 026) Hildayanti (N 201 15 047) Lilis Pabyntan (N 201 15 071) Zuhriah Ahsan (N 201 15 093) Ester V. Simanjuntak (N 201 15 114) Sri Winda Oktaviana (N 201 15 154) Dosen Pengampuh: Muh. Ryman Napirah, S.KM., M.Kes PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS TADULAKO 2017 Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang ‘Gaya Kepemimpinan Kepala Puskesmas Mabelopura’ ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Kami berterima kasih kepada Bapak Muh. Ryman Napirah, S.KM., M.Kes selaku Dosen mata kuliah Kepemimpinan dan Berpikir Sistem yang telah memberikan tugas ini kepada kami.

  Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai gaya kepemimpinan. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik dan saran demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun. Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.

  Palu, 15 Oktober 2017 Tim Penyusun

  

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Salah satu lembaga/instansi pemerintah yang membawa misi sosial, mengutamakan pelayanan medis terhadap masyarakat yaitu Puskesmas. Puskesmas merupakan suatu sarana pelayanan kesehatan yang menjadi andalan masyarakat, maka ketersediaan sumber daya manusia dalam sistem kesehatan diperlukan guna tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya (Alamsyah, 2011).

  Kinerja merupakan suatu hasil kerja seseorang yang ditunjukan sesuai dengan tugas dalam suatu organisasi. Kinerja petugas kesehatan adalah merupakan aplikasi kemampuan atau pembelajaran yang telah diterima selama menyelesaikan program pendidikan untuk memberikan pelayanan dan bertanggung jawab dalam peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit. Pelayanan kesehatan yang diberikan dalam bentuk kinerja harus didasari kemampuan yang tinggi dalam membentuk pelayanan yang maksimal sehingga kinerja mendukung pelaksanaan tugas dalam pelayanan kesehatan yang diberikan (Tombokan dan Estefina, 2016).

  Pada sebuah organisasi pemerintah, kesuksesan atau kegagalan dalam pelaksanaan tugas dan penyelenggaraan pemerintah, dipengaruhi oleh kepemimpinan, melalui kepemimpinan dan didukung oleh kapasitas organisasi pemerintah yang memadai, maka peneyelenggaraan tata pemerintahan yang baik (goodgovernance) akan terwujud, sebaliknya kelemahan kepemimpinan merupakan salah satu sebab keruntuhan kinerja birokrasi di indonesia. Kepemimpinan (leadership) dapat dikatakan sebagai cara dari seoarang pemimpin dalam mengarahkan, mendorong dan mengatur seluruh unsur-unsur didalam kelompok atau organisasi untuk mencapai suatu tujuan organisasi yang diinginkan sehingga menghasilkan kinerja pegawai yang maksimal. Dengan meningkatnya kinerja pegawai berarti tercapainya hasil kerja seseorang atau pegawai dalam mewujudkan tujuan organisasi (Yusuf dan Hadiyah, 2016). karakteristik pimpinan yang dapat diidentifikasi berdasarkan perilaku pemimpin itu sendiri, gaya kepemimpinan dipengaruhi oleh faktor manajer, faktor karyawan dan faktor situasi, jika pemimpin memandang bahwa kepentingan organisasi harus didahulukan jika dibanding dengan kepentingan individu, maka pemimpin akan lebih otoriter, akan tetapi jika bawahan mempunyai pengalaman yang lebih baik dan menginginkan partisipasi, maka pemimpin akan menerapkan gaya partisipasinya (Tombokan dan Estefina, 2016).

  Gaya kepemimpinan seorang pimpinan suatu organisasi puskesmas dapat menentukan berhasil tidaknya tujuan organisasi secara keseluruhan, tidak terkecuali pada Puskesmas Mabelopura Palu. Berdasarkan beberapa uraian di atas maka kami bermaksud untuk mengetahui gaya kepemimpinan yang ada di Puskesmas Mabelopura, sehingga menambah pengetahuan kami tentang gaya kepemimpinan yang ada dipuskesmas tersebut.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Bagaimana profil Puskesmas Mabelopura?

  2. Apa yang dimaksud dengan kepemimpinan?

  3. Apa saja teori dan gaya kepemimpinan?

  

4. Bagaimana gaya kepemimpinan yang ada di Puskesmas Mabelopura?

1.3 Tujuan 1. Untuk mengetahui profil Puskesmas Sangurara.

  2. Untuk mengetahui pengertian kepemimpinan.

  3. Untuk mengetahui teori dan gaya kepemimpinan.

  4. Untuk mengetahui gaya kepemimpinan yang ada di Puskesmas Mabelopura.

TINJAUAN PUSTAKA

  2.1 Profil Puskesmas Mabelopura

  2.2 Pengertian Kepemimpinan

  Kepemimpinan adalah bagaimana perilaku seseorang pemimpin pada setiap aktivitasnya di dalam serangkaian usaha membimbing dan mengarahkan anggota atau kelompok orang supaya bersedia dengan sukarela dan antusias dalam melakukan pekerjaannya untuk mencapai tujuan secara efisien dan efektif (Tombokan dan Estefina, 2016).

  Menurut Yamin (2010:74) kepemimpinan adalah suatu proses mempengaruhi yang dilakukan oleh seseorang dalam mengelola anggota kelompoknya untuk mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan merupakan bentuk strategi atau teori memimpin yang tentunya dilakukan oleh orang yang biasa kita sebut sebagai pemimpin. Pemimpin adalah seseorang dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaannya dalam mencapai tujuan (Tilekson, 2016).

  Menurut Thoha, (2010:5) mengartikan bahwa kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya (Tilekson, 2016).

  2.3 Teori dan Gaya Kepemimpinan

  Menurut Thoha (2010:49) mengartikan kepemimpinan otokratis sebagai gaya yang didasarkan atas kekuatan posisi dan penggunaan otoritas. Jadi kepemimpinan otokratik adalah kepemimpinan yang dilakukan oleh seorang pemimpin dengan sikapnya yang menang sendiri, tertutup terhadap saran dari orang lain dan memiliki idealisme tinggi. Menurut Danim DP (2004:75) pemimpin otokratik memiliki ciri-ciri antara lain: a. Beban kerja organisasi pada umumnya ditanggung oleh pemimpin. tidak boleh memberikan ide-ide baru.

  c. Bekerja dengan disiplin tinggi, belajar keras, dan tidak kenal lelah.

  

d. Menentukan kebijakan sendiri dan kalaupun bermusyawarah sifatnya

hanya penawar saja.

  

e. Memiliki kepercayaan yang rendah terhadap bawahan dan kalaupun

kepercayaan diberikan, didalam dirinya penuh ketidak percayaan.

  f. Komunikasi dilakukan secara tertutup dan satu arah.

  g. Korektif dan minta penyelesaian tugas pada waktu sekarang.

  Menurut Danim D.P (2004:75) kepemimpinan demokratis bertolak dari asumsi bahwa hanya dengan kekuatan kelompok, tujuan-tujuan yang bermutu tercapai. Menurut Danim DP (2004: 76) pemimpin demokratis memiliki ciri-ciri antara lain: a. Beban kerja organisasi menjadi tanggung jawab bersama personalia organisasi itu.

  b. Bawahan, oleh pemimpin dianggap sebagai komponen pelaksana secara integral harus diberi tugas dan tanggung jawab.

  c. Disiplin akan tetapi tidak kaku dan memecahkan masalah secara bersama.

  d. Kepercayaan tinggi terhadap bawahan dengan tidak melepaskan tanggung jawab pengawasan.

  e. Komunikasi dengan bawahan bersifat terbuka dan dua arah.

  Menurut Danim D.P (2004:76) pemimpin permisif merupakan pemimpin yang tidak mempunyai pendirian yang kuat, sikapnya serba boleh. Pemimpin memberikan kebebasan kepada bawahannya, sehingga bawahan tidak mempunyai pegangan yang kuat terhadap suatu permasalahan. Pemimpin yang permisif cenderung tidak konsisten terhadap apa yang dilakukan. Menurut Danim D.P (2004:77) pemimpin permisif memiliki ciri- ciri antara lain: a. Tidak ada pegangan yang kuat dan kepercayaan rendah pada diri sendiri.

  b. Mengiyakan semua saran.

  c. Lambat dalam membuat keputusan. e. Ramah dan tidak menyakiti bawahan.

  Aspek kepemimpinan Pancasila adalah sikap konsisten dan konsekuen dalam menghayati dan mengamalkan Pancasila. Semangat kekeluargaan dan gotong royong merupakan unsur penting dan kepemimpinan Pancasila. Asas utama kepemimpinan Pancasila adalah : a. Seorang pemimpin harus mampu lewat sikap dan perbuatannya menjadikan dirinya pola panutan dan ikutan bagi orang-orang yang dipimpinnya.

  b. Seorang pemimpin harus mampu membangkitkan semangat berswakarsa dan berkreasi pada orang-orang yang dipimpinnya.

  c. Seorang pemimpin harus mampu mendorong orang-orang yang diasuhnya, berani berjalan didepan, dan sanggup bertanggung jawab.

2.4 Gaya Kepemimpinan di Puskesmas Mabelopura

  Gaya kepemimpinan terbagi menjadi gaya kepemimpinan otokratik, demokratis, permisif, dan kooperatif. Gaya kepemimpinan merupakan suatu cara pemimpin untuk mempengaruhi bawahannya yang dinyatakan dalam bentuk pola tingkah laku atau kepribadian (Tilekson, 2016).

  Gaya kepemimpinan seorang pimpinan suatu puskesmas dapat menentukan berhasil tidaknya tujuan organisasi secara keseluruhan, tidak terkecuali pada Puskesmas Mabelopura Palu. Adapun gaya kepemimpinan yang ada di Puskesmas Mabelopura berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan dan ditinjau dari beberapa pertanyaan terkait pemecahan masalah dan tindakan yang dilakukan dalam pengambilan keputusan, yaitu gaya kepemimpinan demokratis

BAB III PENUTUP

  3.1 Kesimpulan

  3.2 Saran

  

DAFTAR PUSTAKA

Alamsyah. 2011. Manajemen Pelayanan Kesehatan. Nuha Medika. Jakarta.

  Sukri. 2014. Public Health Leadership. Pustaka Pelajar. Yogyakarta. Yusuf., dan Hadiyah. 2016. Hubungan Gaya Kepemimpinan Dengan Kinerja Pegawai di Puskesmas Malei Kecamatan Lage Kabupaten Poso. Promotif.

  Vol.5 No.2, April 2016 Hal 86-92. Tombokan., dan Estefina. 2016. Hubungan Gaya Kepemimpinan Kepala

  Puskesmas Dengan Kinerja Petugas Kesehatan di Puskesmas Bitung

Barat Kota Bitung. Buletin Sariputra. Vol. 6 No. 1, Februari 2016.

  Tilekson. 2016.

Dokumen baru

Download (9 Halaman)
Gratis