Berbagai Metode Pemecahan Dormansi Biji Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.)

 1  1  4  2017-12-20 12:13:07 Report infringing document

  PENDAHULUAN Latar Belakang

  Andaliman (Zanthoxylum acanthopodiumDC.) adalah tanaman rempah liar di Sumatera Utara. Buahnya biasa digunakan sebagai bumbu masakan ikan dan daging. Buah andaliman mengandung senyawa aromatik dengan rasa pedas dan getir yang khas serta hangat. Saat ini andaliman diperhitungkan menjadi sumber senyawa aromatik dan minyak esensial yang mempunyai aktivitas mikroba (antijamur, antibakteri) penolak dan membunuh serangga, antioksidan dan antitumor. Pemanfaatan andaliman dapat lebih ditingkatkan tidak lagi sekedar bumbu masakan tradisional.Hal ini memberi peluang bagi andaliman sebagai bahan baku senyawa antioksidan atau antimikroba bagi industri pangan dan industri farmasi (Siregar, 2012).

  Buah andaliman mengandung senyawa polifenolat, monoterpen dan seskuiterpen sertakuinon.Selain itu juga terdapat minyak atsiri seperti geraniol, linalool, cineol dan citronella yang menimbulkan kombinasi bau mint dan lemon (Sinaga, 2009).Ekstrak andaliman diketahui juga mengandung flavonoid, alkaloid, terpenoid dan steroid (Nababan, 2012).

  Zanthoxylum merupakan genus yang jarang diteliti. Beberapa spesiesutama dari genus ini adalah Zanthoxylum piperitum DC (Z. sansho) di Cina,Jepang, dan Korea, Z. simulans ( Z. bungei) di Cina dan Taiwan, Z.

  bungeanum Max. di Cina, Z. schinifolium Sieb. et Zucc. di Cina dan Korea, Z.

nitidum Roxb(DC) di Cina dan Asia Tenggara, Z. limonella di India dan Asia

  Tenggara,Z.armatum DC (Z. alatum Roxb.) di Himalaya, Asia Timur, dan Asia Tenggara, Z.avicennae (Lamk) DC (Z. tidorense) di Cina, Asia Tenggara,

  Indonesia danZ. acanthopodiumDC di bagian timur Himalaya, Cina, Asia Tenggara, danSumatera (Katzer, 2001).

  Selain dijual di pasar tradisional, seperti pasar Senen Jakarta dengan harga Rp 50.000/kg, buah andaliman juga diekspor ke Amerika Serikat, dengan harga US$ 14,99/ons atau setara dengan Rp 140.990/ons (Miftakhurohmah dan Sintha, 2009).

  Populasi andaliman masih sangat terbatas, kira-kira 1000 – 2000 pohon , dengan produksi 7 – 10 kg per pohon/tahun pada tanaman dewasa. Bibit yang diperoleh petani berasal dari hutan, karena benih andaliman tidak mau berkecambah walau pun kondisi tempat tumbuhnya sudah optimal.Dibudidayakan dengan sistem pekarangan.Rata-rata petani yang menanam andaliman 1 – 5 batang (Napitupulu, et al., 2004).

  Perkecambahan andaliman sampai saat ini masih sangat rendah. Sirait (1991) memperoleh daya kecambah 0-3.6% dengan perlakuan kontrol dan pembenaman benih andaliman dalam kompos; Tampubolon (1998) memperoleh daya kecambah dengan perlakuan kontrol 0%, pembenaman dalam kompos 0%, perendaman dalam air 0%, perendaman dalam giberelin 6.9-14.4%; Samosir (2000) memperoleh daya kecambah dengan perlakuan kontrol 6%, perendaman dalam larutan giberelin 0-3%, perendaman dalam larutan KNO

  3

  6.5-24%, pembenaman dalam pupuk kandang ayam 3.5-9.5%, pemanasan dengan air panas dan oven 0%. Siregar (2013) memperoleh daya berkecambah dengan

  o

  perlakuan benih disiram dengan air hangat 60 C dan dibiarkan hingga dingin selama 24 jam, dan air diganti berpotensi meningkatkan persentase perkecambahan benih andaliman mencapai 36.25% pada 63.31 hari setelah pengecambahan.

  Perkecambahan andaliman yang rendah dan umur berkecambah yang relatif lama disebabkan oleh struktur kulit biji yang keras. Struktur ini dapat menghalangi imbibisi air dan pertukaran gas dalam proses perkecambahan. Komponen volatil, berupa senyawa terpenoid yang terdapat pada andaliman (Siahaan 1991; Wijaya et al., 2001), diketahui merupakan senyawa penghambat perkecambahan.Tanaman yang tumbuh alami berasal dari biji yang disebarkan oleh burung (setelah memakan buah andaliman).Petani juga memperoleh bibit secara tidak sengaja dari lokasi bekas pembakaran gulma di daerah tanaman yang sudah tua (Siregar, 2003).

  Penyebab laindaya perkecambahan rendah yaitu banyak diantara biji andaliman tidak mempunyai embrio. Embrio beberapa spesies tidak berkembang ( immature). Embrio immature dapat dijumpai pada biji berukuran kecil, bahkan pada beberapa species embrio tidak berkembang ( Bewley dan Black, 1983). Biji andaliman kecil diameter 1-2 mm. Siregar (2010) melakukan sortasi biji dengan merendam biji dalam air. Biji yang mengapung dalam air tidak mengandung embrio dan ini bisa mencapai 70 % bahkan 90 %. Perlakuan sortasi memberi daya berkecambah sebesar 15,83 % sedangkan tanpa sortasi sebesar 0.83 %.

  Sortasi dengan perendaman air dapat memisahkan benih yang di duga memiliki embrio, namun presentasinya masih renah.Dengan dasar inilah maka dilakukan penelitian berbagai metode pemecahan dormansi biji andaliman (Zanthoxylum acanthopodiumDC.) untuk memperoleh cara yang efektif dan efisien dalam meningkatkan jumlah benih berkecambah dan mempercepat perkecambahan benih

  Tujuan Penelitian

  Untuk memperoleh perlakuan pematahan dormansi yang terbaik pada bijiandaliman (Zanthoxylum acanthopodiumDC.) dengan n berbagai metode pemecahan dormansi.

  Hipotesis Penelitian

  Ada perbedaan pematahan dormansi dari perlakuan yang diuji terhadap viabilitas benih andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.).

  Kegunaan Penelitian

  • Sebagai salah satu syarat untuk dapat memperoleh gelar sarjana di Program StudiAgroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan.
  • Sebagai bahan informasi bagi pihak yang membutuhkan.
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Berbagai Metode Pemecahan Dormansi Biji Andal..

Gratis

Feedback