PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN EVALUASI DAN INFERENSI PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS V SD KANISIUS WIROBRAJAN YOGYAKARTA

Gratis

0
0
191
3 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN EVALUASI DAN INFERENSI PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS V SD KANISIUS WIROBRAJAN YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh: Nama: Probo Adi Yuniawan NIM: 101134212 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SKRIPSI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SKRIPSI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Karya ilmiah ini Penulis persembahkan kepada: 1. Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan kasih karunia-Nya. 2. Bapak Bambang Cipto Suroso dan Ibu Seti Tri Sejati atas semangat , dukungan dan doa yang telah diberikan. 3. Kakakku Andri Suparyono dan adikku Totok Wijayanto. 4. Romo G. Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A. dan Ibu Agnes Herlina D H, S.Si., M.T., M.Sc. atas bimbingannya. 5. Semua sahabat dan teman-teman kuliah Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan banyak dukungan dan bantuan. 6. Almamaterku Universitas Sanata Dharma. iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO Pengalaman adalah pijakan untuk melangkahkan satu tingkat menuju kesuksesan selanjutnya —Probo— Belajar itu justru dari yang salah, bukan dari yang lancar, Yakinkan diri bahwa kita berani memutuskan, melihat peluang dan segera beradaptasi sebelum inovasi baru datang —Probo— Manusia berkarya, Tuhan menghendaki. Kita tetap berusaha, memaksimalkan kiat yang kita punya, maka Tuhan akan berkarya dalam diri kita —Probo— Rahmat sering datang kepada kita dalam bentuk kesakitan, kehilangan dan kekecawaan; tetapi kalau kita sabar, kita segera akan melihat bentuk aslinya —Joseph Addison— v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 21 Juli 2014 Penulis, Probo Adi Yuniawan vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Probo Adi Yuniawan NIM : 101134212 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN EVALUASI DAN INFERENSI PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS V SD KANISIUS WIROBRAJAN YOGYAKARTA beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelola dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai Penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 21 Juli 2014 Yang menyatakan Probo Adi Yuniawan vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Yuniawan, Probo Adi. (2014). Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi pada pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma. Kata kunci: mind map, kemampuan evaluasi, kemampuan inferensi, mata pelajaran IPA. Latar belakang penelitian ini adalah ingin mengujicobakan salah satu metode pembelajaran guna meningkatkan kemampuan berpikir siswa, yaitu metode mind map dan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana siswa kelas V SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta. Desain penelitian ini menggunakan quasi-experimental design tipe nonequivalent control group design. Tiap responden pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tidak dipilih secara random. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta. Sampel terdiri dari 31 siswa untuk kelas VA sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VB terdiri 31 siswa sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa 2 soal essai, satu soal kemampuan evaluasi dan satu soal kemampuan inferensi. Pengumpulan data diperoleh dari pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi. Hal ini ditunjukkan dalam uji selisih nilai Sig. (2tailed) sebesar 0,026 (p < 0,05) dengan nilai M = 0,58, SE = 0,12, dan SD = 0,684. Presentase besar efek pengaruh sebesar 43,29% dengan koefisien korelasi r = 0,657 yang termasuk kriteria efek besar. 2) metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan inferensi. Hal ini ditunjukkan dalam uji selisih nilai Sig. (2tailed) sebesar 0,021 (p < 0,05) dengan nilai M = 0,71, SE = 0,127, dan SD = 0,709. Presentase besar efek pengaruh sebesar 51,41% dengan koefisien korelasi r = 0,717 yang termasuk kriteria efek besar. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Yuniawan, Probo Adi. 2014. The Influence On The Using of Mind Map Method Toward Evaluative and Inference Ability for Science Subject in Elementary School of Kanisius Wirobrajan. Yogyakarta: Elementary Teacher Education Study Program, Sanata Dharma University. Keywords: Mind map, evaluative ability, Inference ability, science lesson The background of this research is want to apply one method of learning in order to improve the thinking ability of students, namely mind map method and critical thinking ability. The research aim to identify the influence on the use of mind map on simple tool type identification material on the analytical and evaluative ability on science subject for students in elementary school Canisius Wirobrajan Yogyakarta. The design of this research using quasi experimental design type nonequivalent control group design. Every respondents on the controlling group and experiment group do not pick randomly. The Population of the research is all students fifth grade of elementary school Canisius Wirobrajan Yogyakarta. The samples consists of 31 students to the class VA as experimental group, and the class VB consist 31 student as control group. Instrument research involved two test essay. One of test as evaluative ability and the other as inference ability. Data was obtained from pretest and posttest. Before conducting pretest and posttest, the instruments have fulfilled the requirement of validity and reliability The result of research showed that 1). Mind map method impact toward the evaluative ability, it is shown in the difference in value sig.(2-tailed) as much as 0,026 (p < 0,05)with M= 0,58, SE= 0,12, and SD = 0,664. The percentage of effect influence large is 43,29% with a correlation coefficient r = 0,657 including criteria on large effect. 2). Mind map method impact toward the inference ability, it is shown in the difference in value sig.(2-tailed) as much as 0,021 (p < 0,05) with M= 0,71, SE= 0,127, and SD = 0,709. The percentage of effect influence large is 51,41% with a correlation coefficient r = 0,717 including criteria on large effect. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PRAKATA Puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan rahmatnya yang telah diberikan sehingga Penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi dengan judul “Pengaruh Penggunaan Metode Mind map terhadap Kemampuan Evaluasi dan Inferensi Mata Pelajaran IPA Kelas V SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta” disusun sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Penulis menyadari bahwa terselesaikannya skripsi ini tidak lepas dari dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan segenap hati Penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. G. Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, sekaligus Dosen Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan beserta masukan yang bermanfaat untuk menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi ini. 3. E. Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D., selaku Wakaprodi PGSD yang telah membantu memperlancar pengujian skripsi. 4. Agnes Herlina Dwi Hadiyanti, S.Si., M.T., M.Sc., selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan sehingga terselesaikannya skripsi ini tepat waktu. 5. Drs. Puji Purnomo M.Si., selaku dosen penguji III yang telah memberikan masukan dalam penyempurnaan skripsi ini. 6. Hr. Klidiatmoko, S.Pd., selaku Kepala Sekolah SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta yang telah memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian di SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta. 7. Lia Pratiwi, S.Pd., selaku guru mitra SD peneliti yang sudah memberikan waktu dan tenaganya untuk membantu penelitian sehingga dapat berjalan dengan lancar. 8. Ch. Tri Lestari, S.Pd., selaku guru mitra SD peneliti yang sudah memberikan waktu dan tenaganya sehingga penelitian dapat berjalan dengan lancar. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9. Siswa kelas VA dan VB SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta, yang telah bersedia menjadi subjek penelitian. 10. Sekretariat PGSD yang telah membantu proses perijinan penelitian sampai skripsi ini selesai. 11. Kedua orangtua terkasih (Bambang Cipto Suroso dan Seti Tri Sejati), yang selalu memberikan doa, dukungan, motivasi kepada Penulis. 12. Kakak (Andri Suparyono) dan adikku tercinta (Totok Wijayanto), yang selalu memberikan semangat kepada Penulis. 13. Teman-teman penelitian kolaboratif IPA (Dani, Priyanti, Lala, Farida, Gramita, Lia, Renny, Tri, Yolanda, Lucia, Luki, Mita, Anjar, Bowo, Patris, Sinta, Yuni) yang telah memberikan banyak dukungan, masukan dan berbagi pengetahuan. 14. Teman-teman PPL SDK Wirobrajan 2014 (Dani, Priyanti, Paska, Hendri, dan Arma) yang telah membantu selama proses penelitian. 15. Semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, terima kasih atas dukungan dan doa yang telah diberikan. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan karya ilmiah ini, oleh karena itu Penulis mengharap kritik dan saran dari berbagai pihak. Besar harapan Penulis karya ilmiah ini dapat berguna bagi pembaca. Penulis xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN HALAMAN JUDUL................................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................ iv HALAMAN MOTTO ............................................................................................. v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................ vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI................................ vii ABSTRAK ........................................................................................................... viii ABSTRACT ............................................................................................................. ix PRAKATA .............................................................................................................. x DAFTAR ISI ......................................................................................................... xii DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ xv DAFTAR TABEL ................................................................................................ xvi DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1 1.1 Latar Belakang Masalah ........................................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah .................................................................................... 4 1.3 Tujuan Penelitian ...................................................................................... 4 1.4 Manfaat Penelitian .................................................................................... 5 1.5 Definisi operasinal .................................................................................... 5 BAB II LANDASAN TEORI ................................................................................. 7 2.1 Tinjauan Pustaka ...................................................................................... 7 2.1.1 Teori-teori yang Mendukung .......................................................... 7 2.1.1.1 Teori Perkembangan Anak ........................................................ 7 2.1.1.2 Metode Pembelajaran .............................................................. 10 2.1.1.3 Mind Map................................................................................. 10 2.1.1.4 Perbedaan Mind Map dengan Peta Konsep ............................. 12 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.1.5 Ilmu Pengetahuan Alam........................................................... 14 2.1.1.6 Materi Pesawat Sederhana ....................................................... 16 2.1.1.7 Berpikir Kritis .......................................................................... 19 2.1.1.8 Kemampuan Evaluasi dan Inferensi ........................................ 22 2.1.2 Penelitian-Penelitian Terdahulu yang Relevan ............................. 23 2.1.2.1 Penelitian-Penelitian tentang Kemampuan Berpikir Kritis ..... 23 2.1.2.2 Penelitian-Penelitian tentang Mind Map.................................. 24 2.2 Kerangka Berpikir .................................................................................. 26 2.3 Hipotesis Penelitian ................................................................................ 27 BAB III METODE PENELITIAN........................................................................ 28 3.1 Jenis Penelitian ....................................................................................... 28 3.2 Setting Penelitian .................................................................................... 29 3.2.1 Lokasi Penelitian ........................................................................... 29 3.2.2 Waktu Pengambilan Data .............................................................. 30 3.3 Populasi dan Sampel Penelitian ............................................................. 31 3.4 Variabel Penelitian ................................................................................. 32 3.4.1 Variabel Independen (Bebas) ........................................................ 32 3.4.2 Variabel Dependen (Terikat)......................................................... 32 3.5 Teknik Pengumpulan Data ..................................................................... 33 3.6 Instrumen Penelitian ............................................................................... 34 3.7 Teknik Pengujian Instrumen .................................................................. 35 3.7.1 Uji Validitas .................................................................................. 35 3.7.2 Uji Reliabilitas .............................................................................. 37 3.8 Teknik Analisis Data .............................................................................. 38 3.8.1 Uji Normalitas Distribusi Data ..................................................... 38 3.8.2 Uji Pengaruh Perlakuan................................................................. 39 3.8.2.1 Uji Perbedaan Kemampuan Awal............................................ 39 3.8.2.2 Uji Selisih Skor Pretest Ke Posttest ........................................ 40 3.8.3 3.8.3.1 Analisis Lebih Lanjut .................................................................... 41 Uji Kenaikan Skor Pretest dan Skor Posttest .......................... 41 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.8.3.2 Uji Besar Efek Perlakuan (Effect Size) .................................... 41 3.8.3.3 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan .............................................. 43 3.8.3.3 Dampak Perlakuan pada Siswa ................................................ 43 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...................................... 46 4.1 Implementasi Pembelajaran.................................................................... 46 4.1.1 Implementasi Pembelajaran Kelompok Eksperimen .................... 46 4.1.2 Implementasi Pembelajaran Kelompok Kontrol ........................... 48 4.2 Hasil Penelitian....................................................................................... 50 4.2.1 Deskripsi Hasil Penelitian ............................................................. 50 4.2.2 Analisis Data Penelitian Kemampuan Evaluasi ............................ 51 4.2.2.1 Uji Normalitas Distribusi Data ................................................ 51 4.2.2.2 Uji Pengaruh Perlakuan Kemampuan Evaluasi ....................... 52 4.2.2.3 Analisis Lebih Lanjut Kemampuan Evaluasi .......................... 54 4.2.3 4.3 Analisis Data Penelitian Kemampuan Inferensi ........................... 57 4.2.3.1 Uji Normalitas Distribusi Data Kemampuan Inferensi ........... 57 4.2.3.2 Uji Pengaruh Perlakuan Kemampuan Inferensi....................... 58 4.2.3.3 Analisis Lebih Lanjut Kemampuan Inferensi .......................... 60 Pembahasan ............................................................................................ 63 4.3.1 Pengaruh Metode Mind Map terhadap Kemampuan Evaluasi ..... 64 4.3.2 Pengaruh Metode Mind Map terhadap Kemampuan Inferensi ..... 64 4.3.3 Dampak Perlakuan terhadap Siswa ............................................... 65 4.3.3.1 Proses Belajar .......................................................................... 65 4.3.3.2 Hasil Belajar ............................................................................ 69 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................ 71 5.1 Kesimpulan ............................................................................................. 71 5.2 Keterbatasan Penelitian .......................................................................... 72 5.3 Saran ....................................................................................................... 72 DAFTAR REFERENSI ........................................................................................ 73 LAMPIRAN .......................................................................................................... 76 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR HALAMAN Gambar 2.1 Contoh mind map ciri-ciri mahluk hidup .......................................... 12 Gambar 2.3 Prinsip kerja pengungkit golongan I ................................................. 16 Gambar 2.4 Prinsip kerja pengungkit golongan II ................................................ 17 Gambar 2.5 Prinsip kerja pengungkit golongan III ............................................... 17 Gambar 2.6 Alat-alat bidang miring ..................................................................... 17 Gambar 2.7 Katrol tetap ........................................................................................ 18 Gambar 2.8 Katrol bebas....................................................................................... 18 Gambar 2.9 Katrol majemuk ................................................................................. 18 Gambar 2.10 Alat-alat roda berporos .................................................................... 19 Gambar 3.1 Desain Penelitian ............................................................................... 29 Gambar 3.2 Variabel Penelitian ............................................................................ 33 Gambar 3.3 Rumus effect size data normal ........................................................... 42 Gambar 3.4 Rumus effect size data ridak normal .................................................. 42 Gambar 3.5 Pemetaan Trianggulasi Data.............................................................. 44 Gambar 4.1 Perbandingan Selisih Kemampuan Evaluasi Kelompok Eksperimen dan Kontrol ........................................................................................................... 53 Gambar 4.2 Kenaikan skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan eksperimen kemampuan evaluasi. ........................................................................ 55 Gambar 4.3 Grafik perbandingan pretest, posttest I, dan posttest II kemampuan Evaluasi ................................................................................................................. 57 Gambar 4.4 Perbandingan Selisih Kemampuan Inferensi Kelompok Eksperimen dan Kontrol ........................................................................................................... 59 Gambar 4.5 Kenaikan skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan eksperimen kemampuan inferensi. ........................................................................ 61 Gambar 4.6 Grafik perbandingan pretest, posttest I, dan posttest II kemampuan inferensi ................................................................................................................. 63 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL HALAMAN Tabel 2.1 Kemampuan Berpikir Kategori Kognitif .............................................. 20 Tabel 3.1 Jadwal Pengambilan Data ..................................................................... 31 Tabel 3.5 Tabel Pengumpulan Data ...................................................................... 34 Tabel 3.2 Matriks Pengembangan Instrumen........................................................ 35 Tabel 3.3 Hasil uji Validitas Soal Essay ............................................................... 37 Tabel 3.4 Kriteria Koefisien Reliabilitas .............................................................. 38 Tabel 3.6 Kriteria Besar Efek Perlakuan............................................................... 42 Tabel 3.7 Topik Pedoman Wawancara ................................................................. 44 Tabel 4.1 Uji Normalitas Kemampuan Evaluasi .................................................. 51 Tabel 4.2 Uji Perbedaan Kemampuan Awal Evaluasi .......................................... 52 Tabel 4.3 Perbandingan Selisih Skor Kemampuan Evaluasi ................................ 53 Tabel 4.4 Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Evaluasi .............. 54 Tabel 4.5 Hasil Perhitungan Besar Effect Size Kemampuan Evaluasi.................. 56 Tabel 4.6 Perbandingan Skor Posttest I dan Posttest II Kemampuan Evaluasi ... 56 Tabel 4.7 Uji Normalitas Kemampuan Inferensi .................................................. 57 Tabel 4.8 Uji Perbedaan Kemampuan Awal Inferensi.......................................... 58 Tabel 4.9 Perbandingan Selisih Skor Kemampuan Inferensi................................ 59 Tabel 4.10 Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Inferensi ........... 60 Tabel 4.11 Hasil Perhitungan Besar Effect Size Kemampuan Inferensi ............... 62 Tabel 4.12 Perbandingan Skor Posttest I dan Posttest II Kemampuan Inferensi . 63 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN HALAMAN Lampiran 1.1 Silabus Kelompok Eksperimen ...................................................... 77 Lampiran 1.2 Silabus Kelompok Kontrol ............................................................. 86 Lampiran 1.3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelompok Eksperimen ......... 93 Lampiran 1.4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelompok Kontrol.............. 103 Lampiran 1.5 Lembar Kerja Siswa 1 .................................................................. 111 Lampiran 1.6 Lembar Evaluasi ........................................................................... 114 Lampiran 3.1 Instrumen Pengumpulan Data dan Kunci Jawaban ...................... 119 Lampiran 3.2 Rubrik Penilaian Soal Essay ......................................................... 121 Lampiran 3.3 Uji Validitas setiap Variabel......................................................... 124 Lampiran 3.4 Uji Reliabilitas Seluruh Soal ........................................................ 125 Lampiran 3.5 Rekapitulasi Nilai ......................................................................... 126 Lampiran 3.6 Tabulasi Nilai Pretest, Posttest I, dan Posttest II ......................... 128 Lampiran 4.1: Hasil Uji Normalitas Kemampuan Evaluasi ............................... 134 Lampiran 4.2: Uji Perbedaan kemampuan awal Evaluasi .................................. 135 Lampiran 4.3: Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest Kemampuan evaluasi ....... 136 Lampiran 4.4: Perbandingan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan evaluasi .... 137 Lampiran 4.5: Besar Efek Perlakuan terhadap Kemampuan Evaluasi ............... 138 Lampiran 4.6: Uji Retensi Pengaruh Perlakuan Kemampuan Evaluasi ............. 140 Lampiran 4.7: Hasil Uji Normalitas Kemampuan Inferensi ............................... 141 Lampiran 4.8: Uji Perbedaan Kemampuan Awal Kemampuan Inferensi........... 142 Lampiran 4.9: Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest Kemampuan Inferensi ...... 143 Lampiran 4.10: Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Inferensi ............................................................................................................................. 144 Lampiran 4.11: Uji Besar Efek Perlakuan Kemampuan Inferensi ...................... 145 Lampiran 4.12: Uji Retensi Pengaruh Perlakuan Kemampuan Inferensi ........... 147 Lampiran 5.1 Hasil Wawancara Siswa ............................................................... 148 Lampiran 5.2 Hasil Wawancara Guru ................................................................. 166 Lampiran 5.3 Foto-Foto Penelitian Kelas Eksperimen ....................................... 168 Lampiran 5.4 Foto-Foto Penelitian Kelas Kontrol .............................................. 169 Lampiran 5.5 Contoh Mind Map yang Dibuat .................................................... 170 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5.6 Surat Izin Penelitian dari FKIP USD ............................................ 171 Lampiran 5.7 Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian.............................. 172 Lampiran 5.8 Daftar Riwayat Hidup ................................................................... 173 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan dibahas mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasinal. Sub bab tersebut akan dijelaskan sebagai berikut. 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan bidang yang berperan dalam peningkatan kemajuan suatu bangsa. Seiring dengan keadaan Indonesia yang berkembang, penyelenggaraan pendidikan di sekolah mengalami peningkatan dalam proses pembelajaran. Pembelajaran dilaksanakan dengan kegiatan mengajar yang menampilkan interaksi antara guru dan siswa. Guru berupaya agar pembelajaran berlangsung aktif dan kreatif agar siswa memusatkan perhatian pada pelajaran tersebut. Pembelajaran yang aktif dan kreatif dipengaruhi oleh cara guru menyampaikan materi dan metode pembelajaran yang digunakan guru. Selain itu juga dipengaruhi dari siswa sendiri dimana siswa perlu secara aktif membaca, mencari sumber lain dan meringkas bahan pelajaran untuk menambah informasi tentang materi yang sedang dipelajari. Pada proses pembelajaran hendaknya diterapkan prinsip pembelajaran yang menyenangkan serta berdasarkan pengalaman langsung, mengingat usia siswa Sekolah Dasar menurut Piaget termasuk pada tahap operasional konkret karena usia siswa Sekolah Dasar antara 7-11 tahun (Piaget dalam Suparno, 2001: 24) Melihat pengalaman saat observasi di kelas yang dilakukan pada tanggal 1 Februari 2014 pukul 07.30 – 09.00 WIB di SD Kanisius Wirobrajan, metode guru kurang mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran. Siswa cenderung hanya menyimak apa yang disampaikan guru. Para guru lebih sering menggunakan metode yang mudah dilakukan dan menghemat waktu. Pembelajaran IPA cenderung hanya menggunakan metode ceramah dan drill dari soal-soal latihan dan lembar kerja siswa (LKS). Siswa hanya duduk diam dan kurang dapat mengembangkan kemampuan berpikirnya dengan tidak menerapkan pengetahuannya. Siswa kurang aktif dan hanya menyimak apa yang dijelaskan oleh guru. Selain itu siswa juga kurang dalam proses melakukan percobaan atau 1

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI merumuskan prosedur untuk memecahkan masalah. Sehingga siswa pun cenderung bosan dan membuat kegaduhan di kelas, pada akhirnya siswa kurang memahami materi yang dipelajari. pembelajaran IPA di Sekolah Dasar sebaiknya menggunakan metode yang dapat membantu siswa dalam memotivasi diri dan menyenangkan bagi siswa. Siswa tidak hanya menerima tetapi aktif belajar sendiri dan berusaha menyelesaikan masalah yang dihadapi. Dari hasil Progamme for International Student Assessment 2012 (OECD: 2013) Indonesia berada peringkat ke 64 dari 65 negara yang berpartisipasi dalam tes. PISA mengukur kecakapan anak-anak usia 15 tahun dalam mengimplementasikan masalah-masalah di kehidupan nyata. Implementasi kecakakapan tersebut diterapkan dalam ketrampilan matematika, dan IPA. Kemampuan anak Indosesia usia 15 tahun dibidang matematika, sains, membaca masih rendah dibandingkan dengan anak-anak didunia. Anak Indonesia menghadapi kesulitan mengenai masalah-masalah kehidupan nyata yang diujicobakan dalam PISA. Anak-anak Indonesia seharusnya butuh keterampilan untuk menghadapi realitas. Sekolah Indonesia terlalu fokus mengajarkan kecakapan yang sudah kedaluwarsa, seperti menghafal dan berhitung ruwet. Sekolah Indonesia juga melupakan pembelajaran bernalar. Hal ini menunjukkan betapa pengalaman belajar itu tidak terjadi di sekolah-sekolah kita. Penelitian yang dilakukan oleh bank dunia (Chang, Mae, dkk, 2014: 1-5), pembelajaran IPA yang menggunakan metode konvensional oleh guru kurang berkesan pada siswa, siswa hanya diisi dengan pengetahuan secara abstrak. seolah-olah siswa hanya sebagai penerima informasi dan guru terus saja memberikan informasi tersebut dengan kegiatan yang kurang menarik bagi siswa. Kualitas guru menurut bank dunia belum meningkat, meskipun pemerintah sudah melakukan kebijakan untuk mengembangkan kompetensi guru, namun justru kebijakan tersebut tidak mengenai sasaran, seperti misalkan kebijakan sertifikasi guru, guru dituntut pandai menggunakan teknologi informasi maupun media pembelajaran. Namun pada kenyataan prestasi belajar siswa tidak meningkat sesuai dengan harapan. Pengetahuan siswa perlu berkembang pada level yang tinggi di mana siswa tidak hanya belajar pada tingkat kemampuan mengingat dan memahami 2

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI saja. Kondisi pembelajaran sekarang diharapkan mampu meningkatkan kemampuan siswa pada pembelajaran IPA. Peter A. Facione berpendapat bahwa berpikir kritis merupakan penilaian yang terarah dan terukur yang menghasilkan interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, dan juga penjelasan terhadap pertimbangan-pertimbangan faktual, konseptual, metodologis, kriterilogis, atau kontekstual yang menjadi dasar penilaian tersebut (Facione, 1990). Kemampuan berpikir kritis sangat penting bagi siswa karena dapat mengajarkan siswa untuk berpikir tingkat tinggi seperti pada kemampuan evaluasi dan inferensi yang menekankan siswa untuk mempertimbangkan dan mengidentifikasi suatu penalaran sebelum menerima begitu saja tanpa sebuah alasan yang jelas dalam menarik alasan yang masuk akal. Berdasarkan fakta yang ada, pembelajaran IPA belum mengoptimalkan kemampuan siswa. Metode pembelajaran yang baik akan mampu membuat siswa aktif untuk berkreasi dan mengembangkan kemampuan berpikir ke tingkat lebih tinggi. Maka perlu diujicobakan suatu metode yang sesuai untuk kemampuan berpikir kritis pada kemampuan evaluasi dan inferensi dalam pelajaran IPA, salah satunya adalah metode mind map. Mind map adalah alternatif pencatatan informasi yang efektif dan mudah diingat dalam merencanakan sesuatu (Buzan, 2008: 5). Metode mind map dapat mengaktifkan setiap siswa dan dapat mengembangkan pola pikir serta kemampuan berpikir tinggi. Michalko (dalam Buzan, 2008: 6) berpendapat bahwa saat kita membuat atau belajar menggunakan mind map kita akan mengaktifkan seluruh otak, membereskan akal dari kekusutan mental, Dengan materi pesawat sederhana yang memiliki bahasan yang cukup luas, mind map dapat membantu fokus pada pokok bahasan dengan menunjukkan hubungan antara bagian-bagian informasi yang saling terpisah. Pembelajaran menjadi semakin efektif dengan mind map karena siswa berproses langsung membuat ringkasan materi. Siswa dapat memusatkan perhatian pada pokok bahasan yang membantu mengalihkan informasi tentangnya dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang. Terlebih siswa dapat mengembangkan materi dengan warna, gambar, dan bentuk sesuai kreasi siswa. Cara membuat mind map lebih memanfaatkan panca indra sehingga pengalaman siswa sangat menarik dan konsep pesawat sederhana akan diingat lebih lama. Metode ini membantu siswa 3

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI untuk mengembangkan konsep-konsep yang dimiliki dengan cara yang efektif, mudah, sederhana, dan menyenangkan. Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti akan mencoba menerapkan metode mind map yang dapat membangkitkan motivasi siswa yang akhirnya dapat meningkatkan berpikir kritis siswa. Penelitian ini berfokus meneliti pengaruh penggunaan metode mind map terhadap berpikir kritis khususnya pada kemampuan evaluasi dan inferensi. Kemampuan evaluasi dan inferensi diukur dari hasil pretest dan posttest. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperimental dengan tipe non-equivalent control group design. Penelitian dilakukan pada siswa kelas V SD kanisius Wirobrajan Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2013/2014. Kelas yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas VA sebagai kelompok eksperimen dan kelas VB sebagai kelompok kontrol. Mata pelajaran yang diteliti adalah IPA materi pesawat sederhana dengan standar kompetensi 5. Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya. Kompetensi Dasar yang digunakan adalah 5.2 Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat. 1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Apakah penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi pada siswa kelas V di SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2013/2014? 1.2.2 Apakah penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan inferensi pada siswa kelas V di SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2013/2014? 1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Mengetahui pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan evaluasi pada siswa kelas V di SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2013/2014. 1.3.2 Mengetahui pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan inferensi pada siswa kelas V di SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2013/2014. 4

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Bagi peneliti Memberi pengetahuan dan pengalaman tentang inovasi pembelajaran dalam kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan metode mind map. 1.4.2 Bagi sekolah Meningkatkan mutu pendidikan sekolah dan menjadi acuan untuk selalu mengadakan inovasi peningkatan hasil prestasi belajar. 1.4.3 Bagi Pendidik Memperkaya wawasan pendidik mengenai inovasi proses belajar yang dapat meningkatan hasil belajar dengan metode pembelajaran mind map 1.4.4 Bagi Siswa Dapat memberikan motivasi belajar kepada siswa dalam mempelajari materi dengan menggunakan metode mind map. 1.5 Definisi operasinal Definisi operasinal adalah definisi yang diberikan pada suatu variabel dengan cara memberikan arti atau operasinal yang diperlukan untuk mengukur variabel (Sangadji, 2010). 1.5.1 Metode pembelajaran adalah cara pembelajaran yang sistematis yang digunakan guru agar mempermudah menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. 1.5.2 Metode mind map adalah suatu metode belajar yang dapat mempermudah dalam mengingat dan memahami suatu materi dari satu tema pokok ke dalam bentuk sub-sub tema 1.54 Kemampuan berpikir adalah suatu kegiatan berkembangnya ide dan konsep yang melibatkan jalan pemikiran dalam diri seseorang. 1.55 Kemampuan berpikir kritis adalah suatu kemampuan berpikir tingkat tinggi untuk memahami secara mendalam secara sistematis dan logis sesuai dengan bukti yang ada untuk mengetahui kebenaran, memutuskan suatu tindakan atau untuk memecahkan suatu masalah. 5

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1.56 Kemampuan evaluasi adalah kemampuan menilai argument mengenai kesesuain materi dengan konsep membuat keputusan sesuai dengan kriteria dan standar. 1.57 Kemampuan inferensi adalah kemampuan membuat kesimpulan berdasar argumen-argumen yang relevan. 6

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas mengenai tinjauan pustaka, kerangka berpikir, dan hipotesis penelitian. Pada tinjauan pustaka akan membahas mengenai teori yang relevan dan penelitian-penelitian terdahulu yang relevan. Dalam kerangka berpikir akan dijelaskan mengenai variabel dan hubungan antara variabel independen dan dependen. Pada sub bab terakhir akan membahas mengenai hipotesis yang merupakan dugaan jawaban sementara dari penelitian ini. 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Teori-teori yang Mendukung 2.1.1.1 Teori Perkembangan Anak Piaget mengemukakan bahwa anak-anak mengkontruksi keyakinankeyakinan dan pemahaman-pemahaman mereka berdasarkan pengalaman. Mereka akan membentuk pemahaman yang semakin kompleks mengenai apa saja yang mereka amati. Teori ini terkadang disebut teori konstruktivisme (construktivism) (Piaget dalam Ormrod 2008: 41). Dalam Piaget, hal-hal yang dipelajari anak akan diorganisasikan sebagai skema (schemes). Pikiran dan tindakan tersebut akan digunakan secara berulangulang dalam rangka merespon lingkungan. Seiring berjalannya waktu, skemaskema ini akan dimodifikasi melalui pengalaman dan menjadi terintegrasi satu sama lain. Pengetahuan dan proses berpikir yang semakin terorganisir secara progesif memungkinkan anak-anak berpikir dengan cara-cara yang semakin kompleks dan logis (Piaget dalam Ormrod 2008: 41). Piaget mengemukakan bahwa perkembangan kognitif terjadi sebagai hasil dua proses yang komplementer (saling melengkapi) yaitu, asimilasi dan akomodasi. Asimilai merupakan proses menafsirkan peristiwa baru terhadap objek atau peristiwa sesuai dengan skema yang sudah ada. Akomodasi merupakan modifikasi skema yang telah ada sehingga sesuai dengan objek atau peristiwa baru, atau membentuk rancangan yang sama sekali baru. Asimilasi dan akomodasi lazimnya beroperasi bersama-sama seiring dengan berkembangnya pengetahuan anak. Sebagai contoh ketika anak menyenggol gelas, dan gelas jatuh ke tanah, 7

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI diwaktu berbeda anak melempar batu, batu akan jatuh ke tanah. Anak yang belum tahu mengenai gaya gravitasi akan memberikan kesimpulan bahwa semua benda yang dilempar akan jatuh ke tanah karena gaya tarik ke tanah (gaya gravitasi), (Piaget dalam Ormrod 2008: 41). Anak dapat mendapatkan manfaat, atau mengakomodasi pengalamanpengalaman baru jika mereka dapat menghubungkan pengalaman-pengalaman tersebut dengan pengetahuan dan keyakinan yang mereka miliki. Kondisi seperti ini biasa disebut dengan ekuilibrium. Meski demikian ekuilibrium tidak berlangsung tanpa akhir. Terkadang anak menjumpai situasi-situasi dimana pengetahuan atau keterampilan yang mereka miliki tidak memadai atau disekuilibrium. Proses pergerakan dari ekuilibrium ke disekuilibrium dan kembali ke ekuilibrium disebut sebagai ekulibrasi (equilibration). Dalam pandangan Piaget, ekuilibrasi dan hasrat intrinsik anak untuk meraih ekuilibrium mendorong perkembangan kemampuan berpikir dan pengetahuan yang semakin kompleks (Piaget dalam Ormrod 2008: 42). Perubahan-perubahan yang terjadi diotak bersamaan seiring bertambahnya usia, Piaget berspekulasi bahwa otak memang berubah secara signifikan. Perubahan-perubahan tersebut memungkinkan terjadinya proses-proses berpikir yang semakin kompleks (Piaget dalam Ormrod 2008: 43). Berikut merupakan tahapan perkembangan konitif menurut Piaget (dalam Nuryanti, 2008:19) yang mempunyai empat tahap sebagai berikut: 1) Periode Sensorimotor (dari lahir - 2 tahun) Sejak dari lahir anak memahami dunia dari apa yang dilihat dan ditangkap indera mereka yang lain. Mereka berkembang dari fungsi refleks yang sederhana menuju skema melalui beberapa tahap. Pada akhir tahun pertama bayi sudah mampu memunculkan respon dalam urutan yang lebih kompleks, seperti mampu mengambil benda yang tersembunyi di balik sapu tangan. 2) Periode Pra-operasianal (2 - 7 tahun) Pada tahap ini anak mulai membuat penilaian sederhana terhadap objek dan kejadian di sekitarnya. Mereka mampu menggunakan simbol (katakata, bahasa tubuh) untuk mewakili kejadian yang mereka maksudkan. 8

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Penggunaan simbol ini menunjukkan peningkatan kemampuan mengorganisasi informasi dan kemampuan berpikir. Pada periode ini anak belum mampu mengembangkan konsep tentang aturan dalam bermain, namun hanya melakukan apa yang boleh dan tidak boleh seperti dikatakan orang dewasa di sekitar mereka. 3) Periode Operasianal Konkret (7 - 11 tahun) Dalam tahap ini anak mencapai struktur logika tertentu yang memungkinkan mereka membentuk beberapa operasi mental, namun masih terbatas pada objek-objek yang konkret. Anak-anak menunjukkan kemampuan untuk mengklasifikasikan beberapa tugas dan mengurutkan objek dalam aturan tertentu. Pada periode ini anak-anak juga mulai mampu membuat kategorisasi objek berdasarkan atribut yang tidak saja terlihat (seperti kategori berdasarkan warna), namun berdasarkan label kategori yang lain, seperti kelompok binatang, angka, dan kendaraan. 4) Periode Operasional Formal (11 - 15 tahun) Pada periode ini operasional mental anak tidak lagi terbatas pada objek-objek yang konkret, namun mereka sudah dapat menerapkannya pada pernyataan verbal dan logika, baik pada objek yang nyata maupun tidak. Kemampuan untuk menggeneralisasikan pernyataan yang abstrak sudah muncul, begitu juga untuk beberapa hipotesis dan kemungkinan hasilnya. Individu juga mampu memahami proporsi, manipulasi aljabar, dan prosesproses abstrak yang lain. Dalam tahap perkembangan kognitif menurut Piaget, siswa kelas V sekolah dasar berada dalam tahap operasional konkret. Anak dapat mencapai struktur logika tertentu dengan bantuan objek konkret sehingga dapat membentuk adaptasi dan peyeimbang yaitu proses asimilasi dan akomodasi secara terpadu. Anak akan dapat mencapai tahap berpikir kritis dalam proses pembelajaran dengan bantuan metode-metode tertentu. Salah satunya dengan metode mind map. Metode mind map dapat mempermudah siswa dalam mengembangkan pola pikir dalam berbagai penerapan konkret pembelajaran. 9

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.1.2 Metode Pembelajaran Metode pembelajaran yang dipilih oleh guru hendaknya dapat memfasilitasi siswa untuk mengembangkan potensi siswa secara optimal. Sanjaya (2006: 147) menjelaskan bahwa metode pembelajaran merupakan cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan dapat tercapai secara optimal. Berikut ini merupakan beberapa metode pembelajaran yang dapat dilaksanakan dalam proses belajar di kelas. Beberapa ahli telah menjelaskan beberapa metode yang sering diterapkan dalam pembelajaran. Namun, belum ada penjelasan yang membahas tentang metode mind map. Padahal mind map termasuk dalam salah satu metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Oleh karena itu peneliti membahas metode mind map pada sub-bab yang berbeda agar metode mind map dapat dimengerti lebih jelas. 2.1.1.3 Mind Map Buzan (2008: 4) mengatakan mind map adalah teknik mencatat yang kreatif, efektif, sederhana, dan dapat memetakan pikiran kita. Mind map merupakan peta rute bagi ingatan yang memungkinkan kita menyusun fakta dan pikiran dengan sedemikian rupa. Dengan menggunakan mind map dapat menggapai berbagai materi ke segala arah dan menangkap berbagai pikiran dari segala sudut. Michalko (dalam Buzan, 2008: 6) berpendapat bahwa mind map mempunyai beberapa tujuan yaitu mengaktifkan seluruh otak, memungkinkan kita terfokus pada pokok bahasan, membantu menunjukkan hubungan antara bagianbagian informasi yang saling terpisah, memberikan gambaran yang jelas pada keseluruhan dan perincian, memungkinkan kita mengelompokkan konsep, dan membantu membandingkannya, memusatkan perhatian kita pada pokok bahasan yang membantu mengalihkan informasi tentangnya dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang. Buzan (2011: 6) menjelaskan bahwa mind map dapat membantu kita dalam banyak hal. Mind map dalam kehidupan sehari-hari dapat membantu kita merencanakan, berkomunikasi, menjadi lebih kreatif, menghemat waktu, 10

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menyelesaikan masalah, memusatkan perhatian, menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran, mengingat lebih baik, belajar lebih cepat dan efisien, dan melihat gambar keseluruhan. Michalko (dalam Buzan, 2011: 6) menjelaskan bahwa mind map akan mengaktifkan seluruh otak, membereskan akal dari kekusutan mental, memungkinkan kita berfokus pada pokok bahasan, membantu menunjukkan hubungan antara bagian-bagian informasi saling terpisah, memberi gambaran yang jelas pada keseluruhan dan perincian, memungkinkan kita mengelompokkan konsep, dan membantu kita membandingkan. Pembuatan mind map begitu mudah dan alami. Buzan (2008: 14) menguraikan bahan-bahan yang diperlukan dalam membuat mind map yaitu kertas kosong tak bergaris, pena dan pensil warna, proses berpikir, imajinasi. Dengan bahan-bahan tersebut, maka dapat dimulai langkah-langkah dalam membuat mind map. Berikut tujuh langkah dalam membuat mind map (Buzan, 2008: 15): a. Memulai menulis pokok bahasan dari bagian tengah kertas kosong. sisi panjang kertas diletakkan mendatar. Dengan memulai dari tengah dapat memberikan kebebasan kepada otak untuk menyebar kesegala arah. b. Menggunakan gambar atau foto sentral. Dengan sebuah gambar dapat bermakna seribu kata dan membantu menggunakan imajinasi. Gambar sentral akan lebih menarik, membuat tetap terfokus, membantu berkonsentrasi dan mengaktifkan otak. c. Menggunakan warna karena bagi otak, warna sama menariknya dengan gambar. Warna membuat mind map menjadi lebih hidup. Warna dapat menambah energi kepada pemikiran kreatif sehingga menyenangkan. d. Menghubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan hubungkan cabang-cabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan dua dan seterusnya, karena otak bekerja menurut asosiasi. Otak senang mengaitkan dua (atau tiga atau empat) hal sekaligus. Bila menghubungkan cabang-cabang, maka akan lebih mudah mengerti dan mengingat. e. Membuat garis hubung yang melengkung, bukan garis lurus karena garis lurus akan membosankan otak. 11

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI f. Menggunakan satu kata kunci utuk setiap garis karena kata kunci tunggal memberi lebih banyak daya dan fleksibilitas kepada mind map. g. Menggunakan gambar karena seperti gambar sentral, setiap gambar mempunyai makna seribu kata. Berikut merupakan contoh gambar mind map: Gambar 2.1 Contoh mind map ciri-ciri mahluk hidup (Sumber: http://exstudy.blogspot.com/2011/04/minds-mapping-ipa-sd.html) Metode mind map merupakan salah satu metode yang dapat membantu siswa dalam mencerna materi pembelajaran. Mind map dapat mengaktifkan siswa kerena keunikanya dapat membuat siswa tertarik untuk berimajinasi dengan mengembangkan sebuah tema menjadi bagian sub-sub tema dari yang dipelajari. mind map dapat membuat siswa merasa antusias untuk berekspresi sekaligus memahami materi, sehingga dengan bantuan mind map siswa akan mengakomodasi pengetahuan lama dan mengasimilasi pengetahuan baru dalam bentuk karya mind map. Maka materi pembelajaran dapat diingat lebih lama. 2.1.1.4 Perbedaan Mind Map dengan Peta Konsep Mind map dan peta konsep mempunyai perbedaan yang mendasar. Novak (dalam Yogihati, 2010: 105) mengartikan peta konsep sebagai sebutan “Consept Mapping” atau Pannen (dalam Yogihati, 2010: 105) mengartikan concept mappping sebagai “peta kognitif”. Peta kognitif dapat memperlihatkan arti suatu konsep berdasarkan proposisi konsep tersebut dengan konsep-konsep lainnya. Asan (dalam Yogihati, 2010: 105) berpendapat bahwa peta konsep merupakan representatif dari beberapa konsep serta berbagai hubungan antar struktur 12

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang. Suparno (dalam Yogihati, 2010: 105) memaknai peta konsep adalah suatu gambaran skematis untuk mempresentasikan suatu rangkaian konsep dan kaitan antar konsep. Yogihati (2010: 105) mengartikan peta konsep dapat diartikan sebagai alat yang skematis untuk menunjukkan arti suatu konsep berdasarkan proposisi. Peta konsep ini mengungkapkan hubungan-hubungan yang berarti antara konsep-konsep dan menekankan gagasan-gagasan pokok. Peta konsep disusun hirarki, konsep yang lebih umum berada di atas dalam peta, sedangkan yang khusus di bawah dan relasi antar konsep diletakkan di antara konsep-konsep dengan anak panah. Berikut merupakan contoh peta konsep: Gambar 2.2 Contoh peta konsep (Sumber: http://belajar-ipa-asyik.blogspot.com/p/peta-konsep.html) Berdasarkan beberapa pendapat di atas, peta konsep dan mind map mempunyai perbedaan arti yang mendasar. Peta konsep dapat memperlihatkan arti suatu konsep berdasarkan proposisi konsep dan merupakan representatif dari suatu rangkaian konsep serta berbagai hubungan antar struktur pengetahuan. Sedangkan mind map merupakan peta rute bagi ingatan yang memungkinkan kita menyusun fakta dan membantu menunjukkan hubungan antara bagian- bagian informasi yang saling terpisah, memberikan gambaran yang jelas pada keseluruhan dan perincian, memungkinkan kita mengelompokkan konsep, dan membantu membandingkannya, memusatkan perhatian kita pada pokok bahasan 13

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang membantu mengalihkan informasi tentangnya dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang. 2.1.1.5 Ilmu Pengetahuan Alam 1) Hakikat IPA Iskandar (2001: 2) mendefinisikan Ilmu Pengetahuan Alam atau IPA adalah mata pelajaran tentang penyelidikan yang terorganisir untuk mencari pola keteraturan dalam alam. Mempelajari IPA tidak hanya berkaitan dengan alam dan prosedur penelitian, namun berkaitan juga dengan hakikat IPA. Hakikat IPA, antara lain IPA sebagai produk, IPA sebagai proses dan IPA sebagai teori (Iskandar, 2001: 3-8) a) IPA sebagai Produk. IPA selalu menghasilkan pengetahuan baru yang berdasarkan proses yang sistematik. Produk-produk IPA antara lain yaitu fakta, konsep, prinsip dan hukum. Fakta dalam IPA yaitu pernyataan-pernyataan tentang benda-benda yang benar-benar ada atau peristiwa-peristiwa yang benar-benar terjadi dan sudah dikonfirmasi secara objektif. Konsep IPA adalah suatu ide yang menggabungkan fakta-fakta yang ada sehingga saling berhubungan. Prinsip IPA adalah deskripsi yang paling tepat tentang objek atau kejadian. Hukum sering merupakan prinsip-prinsip yang sudah mengalami pengujian. b) IPA sebagai Proses. Pada pembelajaran, cara kerja untuk memperoleh suatu hasil dalam IPA mengembangkan keterampilan-keterampilan dalam penyelidikan. Keterampilan proses dalam IPA berkaitan dengan mengamati, mengukur, menarik kesimpulan, mengendalikan variabel, merumuskan hipotesis, membuat grafik, melakukan eksperiman. c) IPA sebagai dimensi sikap IPA mengembangkan kemampuan sikap yang dimiliki siswa seperti rasa ingin tahu, ketelitian, dan rasa tanggung jawab. IPA dapat pula dipandang sebagai faktor yang dapat mengubah sikap dan pandangan manusia terhadap alam semesta, dari sudut pandang mitologis menjadi sudut pandang ilmiah. 14

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2) Tujuan Pembelajaran IPA Dalam Depdikbud (2007: 485) mata pelajaran IPA di SD/MI bertujuan agar siswa memiliki kemampuan-kemampuan seperti memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaan-Nya. IPA juga mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positip dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan masyarakat. Selain itu IPA mampu mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan, meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam, meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan. Dengan IPA akan memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs. 3) Ruang lingkup IPA Ruang lingkup bahan kajian IPA untuk SD adalah sebagai berikut (Depdikbud, 2007: 485): a) Makhluk hidup dan proses kehidupan, yaitu manusia, hewan, tumbuhan, dan interaksinya dengan lingkungan, serta kesehatan. b) Benda/materi, sifat-sifat dan kegunaannya meliputi cair, padat, dan gas. c) Energi dan perubahannya, meliputi gaya, bunyi, panas, magnet, listrik, cahaya, dan pesawat sederhana. d) Bumi dan alam semesta, meliputi tanah, bumi, tata surya, dan benda-benda langit lainnya. Materi IPA merupakan peristiwa-peristiwa yang dipelajari melalui serangkaian metode ilmiah yang sistematis dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu materi IPA di sekolah dasar adalah Pesawat sederhana. Materi ini akan membahas pengetahuan IPA dimana pekerjaan dapat diselesaikan secara mudah dan cepat dengan bantuan pesawat sederhana. 15

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.1.6 Materi Pesawat Sederhana Standar Kompetensi IPA kelas V yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5. Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya. Sedangkan kompetensi dasar yang dipilih adalah 5.2 Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat. Pesawat adalah alat-alat yang dapat memudahkan pekerjaan manusia. Kekuatan otot manusia terbatas. Setiap melakukan suatu pekerjaan akan menemui kesulitan. Misalnya membuka tutup botol, memanjat pohon, menimba air, dan memindahkan barang yang berat. Oleh karena itu, diperlukan alat untuk mempermudah pekerjaan tersebut yaitu dengan menggunakan pesawat sederhana. Pesawat sederhana dapat memperkecil gaya yang dikeluarkan. Berikut merupakan jenis-jenis pesawat sederhana (Azmiyawati, 2008: 99 117): 1) Pengungkit atau Tuas Pengungkit atau tuas memiliki tiga titik yang menggunakan gaya ketika kita mengungkit suatu benda, yaitu beban (B), titik tumpu (TT), dan kuasa (K). Beban merupakan berat benda, sedangkan titik tumpu merupakan tempat bertumpunya suatu gaya. Gaya yang bekerja pada tuas disebut kuasa. Pengungkit/tuas dibedakan menjadi tiga, yaitu: a) Pengungkit Golongan I Pada pengungkit golongan I, letak tumpu di antara titik beban dan kuasa. Catut, gunting, dan pencabut paku merupakan alat-alat yang menggunakan prinsip kerja pengungkit golongan I. (Sumber: Azmiyawati, 2008: 99) Gambar 2.3 Prinsip kerja pengungkit golongan I b) Pengungkit Golongan II Pada pengungkit golongan II, letak beban di antara titik tumpu dan kuasa. Kereta sorong, pembuka kaleng, dan pemotong kertas merupakan alat-alat yang menggunakan prinsip kerja pengungkit golongan II. 16

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (Sumber: Azmiyawati, 2008: 99) Gambar 2.4 Prinsip kerja pengungkit golongan II c) Pengungkit Golongan III Pada pengungkit golongan III, letak kuasa di antara beban dan titik tumpu. Stapler, pinset, dan sapu menggunakan prinsip kerja pengungkit golongan III. (Sumber: Azmiyawati, 2008: 100) Gambar 2.5 Prinsip kerja pengungkit golongan III 2) Bidang Miring Untuk memindahkan benda-benda yang terlalu berat. Cara paling mudah memindahkan peti ke dalam truk yaitu dengan menggunakan bidang miring. Peti dapat didorong atau ditarik melalui bidang miring. Tenaga yang dikeluarkan lebih kecil daripada mengangkat peti secara langsung. Contoh lain peralatan yang menggunakan prinsip bidang miring adalah tangga, pisau, obeng, sekrup, dan paku. Bagian yang tajam dari peralatan tersebut adalah menggunakan prinsip bidang miring (Sulistyanto, 2008:115). (Sumber: Azmiyawati, 2008:102) Gambar 2.6 Alat-alat bidang miring 3) Katrol Azmiyamati, (2008:103), mengatakan bahwa katrol adalah roda yang berputar pada porosnya dan tali sebagai penghubungnya. Ada beberapa jenis katrol yaitu : 17

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a) Katrol Tetap Katrol tetap adalah katrol yang tidak berubah posisinya ketika digunakan untuk memindahkan benda. Contoh katrol tetap seperti katrol yang digunakan pada sumur timba, tiang bendera, dan tarikan burung. (Sumber: Azmiyawati, 2008: 103 dan Sulistyanto, 2008: 117) Gambar 2.7 Katrol tetap b) Katrol Bebas Katrol bebas merupakan katrol yang berubah posisinya ketika digunakan untuk memindahkan benda. Contoh katrol bebas seperti katrol yang digunakan fly fox dan alat-alat pengangkat peti kemas di pelabuhan. (Sumber: Sulistyanto, 2008: 118) Gambar 2.8 Katrol bebas c) Katrol Majemuk Katrol majemuk adalah perpaduan katrol yang tetap dan katrol bebas. Contoh katrol majemuk seperti katrol yang digunakan pada alat-alat pengangkat proyek bangunan. (Sumber: Sulistyanto, 2008 :118) Gambar 2.9 Katrol majemuk 18

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4) Roda Berporos Roda berporos adalah roda yang dihubungkan dengan sebuah poros dan dapat berputar bersama-sama. Adanya roda memungkinkan manusia untuk bergerak lebih cepat dan mudah. Ketika berangakat ke sekolah dengan mengendarai sepeda tentu lebih cepat daripada berjalan kaki. Bahkan, orang lumpuh kakinya pun dapat bergerak lebih cepat dengan menggunakan kursi roda. Roda berporos juga digunakan dalam mesin-mesin kendaraan maupun industry. Contoh peralatan yang menggunakan prinsip roda berporos yaitu roda pada mobil, roda pada sepeda, setir mobil, roda dokar, dan setir kapal (Azmiyawati, 2008: 104). (Sumber: Azmiyawati, 2008: 105 dan Sulistyanto, 2008: 119) Gambar 2.10 Alat-alat roda berporos Materi pesawat sederhana merupakan cara yang mudah dan cepat untuk menyelesaikan pekerjaan. Dalam beberapa perkerjaan sehari-hari dibutuhkan alat sesuai untuk memperlancar pekerjaan, tentu hal ini diperlukan kecermatan untuk memilih alat–alat yang sesuai. Dengan metode mind map diharapkan siswa mampu berpikir kritis memilih dan menjelaskan alat yang sesuai untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaan. 2.1.1.7 Berpikir Kritis Johnson (2007: 183) berpendapat berpikir kritis merupakan sebuah proses yang terarah dan jelas yang digunakan dalam kegiatan mental seperti memecahkan masalah mengambil keputusan, membujuk, menganalisis asumsi, dan melakukan penelitian ilmiah. Berpikir kritis adalah kemampuan untuk berpendapat dengan cara terorganisir. Berpikir kritis adalah kemampuan untuk menganalisis secara sistematis bobot pendapat pribadi dan pendapat orang lain. Proses berpikir kritis mengharuskan keterbukaan pikiran, kerendahan hati, dan kesabaran, kualitas-kualitas tersebut membantu seseorang mencapai pemahaman yang mendalam. Berpikir kritis merupakan sikap terbuka yang ingin 19

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sekali melihat makna dibalik informasi dan kejadian. Kemampuan ini merupakan keinginan untuk mencari keyakinan yang ditimbang baik-baik berdasarkan bukti logis dan logika yang benar. Pencarian akan kebenaran dapat membuat berhatihati dalam menarik kesimpulan, cepat mengakui kebodohan, rindu mendapatkan informasi baru, sabar dalam menyelidiki bukti, toleran terhadap sudut pandang baru, dan mau mengakui kelebihan sudut pandang orang lain dibandingkan dengan sudut pandang mereka sendiri (Johnson, 2007: 184). Peter A. Facione (1990) berpikir kritis adalah penilaian yang terarah dan terukur yang menghasilkan interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, dan juga penjelasan terhadap pertimbangan-pertimbangan faktual, konseptual, metodologis, kriterilogis, atau kontekstual yang menjadi dasar penilaian tersebut. Facione menyebutkan bahwa kemampuan berpikir kritis memiliki dua dimensi, yaitu dimensi kognitif dan dimensi disposisi afektif. 1) Kemampuan Berpikir Kritis Kategori Kognitif Dimensi kognitif dipandang sebagai pusat kecakapan mental yang paling penting yang terdiri dari 6 kemampuan, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. Kemampuan dalam dimensi kognitif ini dapat dilihat dalam bagan berikut: Tabel 2.1 Kemampuan Berpikir Kategori Kognitif Kemampuan Sub- Kemampuan 1. Interpretasi 1. Membuat kategori 2. Memahami makna 3. Menjelaskan makna 2. Analisis 1. Menguji gagasan 2. Mengidentifikasi argumen 3. Menganalisis argument 3. Evaluasi 1. Menilai klaim 2. Menilai argument 4. Inferensi 1. Menguji bukti-bukti 2. Menerka alternatif 3. Menarik kesimpulan 5. Eksplanasi 1. Menjelaskan hasil penalaran 20

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Menjustifikasi prosedur 3. Menjelaskan argument 6. Regulasi diri 1. Eksaminasi diri 2. Koreksi diri Interpretasi adalah kemampuan untuk memahami dan menjelaskan pengertian dari situasi, pengalaman, kejadian, data, keputusan, kejadian, kepercayaan, aturan, prosedur dan kriteria. Analisis adalah kemampuan mengidentifikasi hubungan-hubungan logis dari pernyataan, pertanyaan, konsep, uraian, atau bentuk ungkapan lain untuk mengemukakan kepercayaan, penilaian, pengalaman, penalaran, informasi, atau opini. Evaluasi adalah kemampuan untuk menilai kebenaran pernyataan yang digunakan untuk menyampaikan pemikiran, persepsi, pandangan, keputusan, alasan, serta opini. Inferensi adalah kemampuan mengidentifikasi dan memastikan elemenelemen yang diperlukan untuk menarik alasan yang masuk akal, merumuskan dugaan dan hipotesis, mempertimbangkan informasi-informasi yang relevan, dan menarik konsekuensi-konsekuensi yang mungkin timbul dari data, pernyataan, prinsip, bukti, penilaian, kepercayaan, opini, konsep, gambaran, pertanyaan, atau bentuk ungkapan lainnya. Eksplanasi adalah kemampuan menyatakan hasil pemikiran, penjelaskan alasan berdasarkan pertimbangan bukti, konsep metodologi, kriteriologi dan konteks. Regulasi diri yaitu kemampuan monitor aktivitas kognitifnya sendiri secara sadar, unsur-unsur yang ikut memainkan peran dalam aktivitas tersebut, dan kemampuan untuk memonitor aktivitas mentalnya sendiri dalam menarik kesimpulan dengan menganalisis dan mengevaluasi penilaiannya sendiri dengan mempertanyakan, mengonfirmasi, memvaliditas, atau mengoreksi penalarannya sendiri. 21

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2) Kemampuan Berpikir Kritis Dimensi Disposisi Afektif Facione menjelaskan bahwa disposisi afektif lebih merupakan sikap yang menjadi dasar dalam mendekati permasalahan. Dalam disposisi afektif masih dibagi lagi dua bagian, yaitu: a) Sikap umum Sikap yang termasuk dalam kategori sikap umun ada 12 sikap yaitu 1) Rasa ingin tahu yang tinggi terhadap berbagai permasalahan. 2) Berusaha untuk selalu mendapatkan informasi yang memadai. 3) Sadar untuk berpikir kritis. 4) Mengedepankan proses inkuiri yang rasional. 5) Percaya akan kemampuan diri sendiri untuk bernalar. 6) Berpikiran terbuka terhadap berbagai pandangan yang berbeda. 7) Fleksibel untuk mempertimbangkan alternatif dan pendapat lain yang berbeda. 8) Mau memahami opini orang lain. 9) Menghargai nalar. 10) Jujur akan kecenderungan adanya bias, prasangka, dan egosentrisme atau sosiosentrisme. 11) Hati-hati dalam menangguhkan, membuat, atau mengubah penilaian. 12) Kesediaan untuk meninjau ulang pandangan sendiri jika bukti mengatakan yang berbeda. b) Sikap khusus Sikap yang termasuk dalam kategori sikap khusus ada tujuh sikap yaitu: 1) Kejelasan dalam merumuskan permasalahan. 2) Sabar dalam menghadapi permasalahan yang kompleks. 3) Tekun mencari informasi yang relevan. 4) Rasional dalam menyeleksi dan menerapkan suatu kriteria. 5) Memfokuskan perhatian dalam menghadapi suatu permasalahan. 6) Daya tahan dalam menghadapi kesulitan. 7) Ketajaman dalam menganalisis permasalahan dan latar belakangnya. Dalam penelitian ini, dimensi kognitif yang difokuskan oleh peneliti hanya pada kemampuan evaluasi dan inferensi. Pada pembahasan selanjutnya merupakan pembahasan mengenai dua kemampuan tersebut (Facione, 1990). 2.1.1.8 Kemampuan Evaluasi dan Inferensi a) Evaluasi Evaluasi merupakan kemampuan untuk menilai kredibilitas pernyataan atau ungkapan lain yang mencerminkan persepsi, pengalaman, situasi, penilaian, kepercayaan, atau opini seseorang untuk menimbang bobot dari suatu penalaran 22

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang berkaitan dengan pernyataan, deskripsi, pertanyaan, atau ungkapan lainnya. Sub kemampuan dalam evaluasi yaitu menilai klaim dan manilai argumen. b) Inferensi Inferensi merupakan kemampuan mengidentifikasi dan memastikan elemenelemen yang diperlukan untuk menrik alasan yang masuk akal, merumuskan dugaan dan hipotesis, mempertimbangkan informasi-informasi yang relevan, dan menarik konsekuensi-konsekuensi yang mungkin timbul dari data, pernyataan, prinsip, bukti, penilaian, kepercayaan, opini, konsep, gambaran, pertanyaan, atau bentuk ungkapan lainnya. Sub kemampuan dalam inferensi yaitu menguji buktibukti, menerka alternatif, dan menarik kesimpulan. 2.1.2 Penelitian-Penelitian Terdahulu yang Relevan 2.1.2.1 Penelitian-Penelitian tentang Kemampuan Berpikir Kritis Penelitian yang dilakukan oleh A. Sochibin, P. Dwijananti, P. Marwoto (2009) bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep siswa ,pertumbuhan dan perkembangan keterampilan bepikir kritis siswa terhadap pokok bahasan air dan sifatnya. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Sampel penelitian adalah kelas IV semester gasal SDN Sekaran 01 Gunungpati Semarang. Pengumpulan data dialkukan dengan metode dokumentasi, metode tes, dan metode observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Inquiry terpimpin dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa dan menumbuh kembangkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas IV SD pokok bahasan air dan sifatnya. Penelitian yang dilakukan oleh Angesti Febriana, Nur Ngazizah, Eko Setyadi Kurniawan (2013) bertujuan untuk pengembangan student worksheet (pedoman belajar bagi siswa) dengan pendekatan problem solving untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D), yang terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap studi pendahuluan, tahap pengembangan, dan tahap evaluasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 2 Kebumen Tahun Pelajaran 2012/ 2013 yang berjumlah 20 siswa. Pengumpulan data penelitian menggunakan metode observasi, wawancara, pengamatan keterlaksanaan pembelajaran, respon siswa, angket validasi student worksheet. Berdasarkan hasil 23

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI penelitian diperoleh rata-rata persentase hasil evaluasi student worksheet dari dosen ahli 70%, dari guru fisika SMA 80,66%, dari teman sejawat 81,33%. Penggunaan student worksheet dengan pendekatan problem solving dapat mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis dengan rata-rata skor posttest sebesar 88. Penelitian yang dilakukan A. Setyowati, B. Subali, Mosik (2011) berujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi pendekatan konflik kognitif dalam pembelajaran fisika terhadap kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep dan hasil belajar kognitif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Sampel penelitian yaitu VIIIB sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIC sebagai kelas kontrol. Dari analisis uji rata-rata dua pihak atau uji t diperoleh harga ttabel < thitung yang berarti bahwa terdapat perbedaan terhadap rata-rata kemampuan berpikir kritis, tabel hitung pemahaman konsep dan hasil belajar kognitif kedua kelompok. Kesimpulan dari penelitian ini adalah implementasi pendekatan konflik kognitif pada pokok bahasan tekanan efektif digunakan dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep dan hasil belajar kognitif siswa kelas VIII SMP. 2.1.2.2 Penelitian-Penelitian tentang Mind Map Penelitian yang dilakukan Dewa Ayu Made Manu Okta Priantini, Nengah Bawa Atmadja, A.A.I.N Marhaeni (2013) bertjuan untuk mengetahui pengaruh metode Mind Mapping terhadap keterampilan berpikir kreatif dan prestasi belajar IPS. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan menggunakan rancangan The Posttest-Only Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari 64 orang siswa kelas VIII pada sekolah menengah pertama. Pengumpulan data dengan menggunakan tes keterampilan berpikir kreatif dan tes prestasi belajar IPS. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan MANOVA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif siswa yang dengan menggunakan metode Mind Mapping (Fhitung =12,71 dan Sig = 0,001), 2) terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa pembelajaran dengan menggunakan metode Mind Mapping (F hitung sebesar 5,865 dan sig = 0,018), dan 3) keterampilan berpikir kreatif dan prestasi belajar IPS dengan metode Mind 24

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Mapping lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (F hitung sebesar 8,41 dan Sig. = 0,001). Penelitian yang dilakukan Tia Ristiasari, Bambang Priyono, Sri Sukaesih (2012) bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran problem solving dengan mind mapping terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII SMP N 6 Temanggung. Penelitian eksperimental ini menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel yang digunakan adalah VII G sebagai kelas eksperimen dan kelas VII E sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian diperoleh peningkatan tes kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen sebesar 0,40 (sedang) sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 0,23 (rendah). Hasil uji t-test menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen berbeda signifikan dengan kelas kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penerapan model pembelajaran problem solving dengan mind mapping berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis di SMP Negeri 6 Temanggung. Penelitian yang dilakukan Netti Yuniarti, St. Y. Slamet, Budhi Setiawan (2013) bertujuan untuk(1) meningkatkan kualitas proses pembelajaran menulis cerita penek siswa kelas IX A SMP Negeri 9 Pontianak dengan metode peta pikiran (mind mapping), dan (2) meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek dengan metode peta pikiran (mind mapping) pada siswa IX A SMP Negeri 9 Pontianak. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Peta Pikiran (Mind Mapping), dapat meningkatkan mutu proses pembelajaran bahasa Indonesia dan menghasilkan peningkatan kualitas kemampuan menulis cerita pendek siswa. Hal tersebut terefleksi dari kemampuan menulis cerita pendek siswa terus meningkat dari nilai rata-rata 63,14 pada pra siklus, meningkat pada siklus I (66,71), siklus II (72,29) dan siklus III (77,43). Peningkatan nilai tersebut telah memenuhi batas kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan yaitu 70. 25

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil penelitian sebelumnya dapat dibuat peta literatur sebagai berikut : Mind map Berpikir Kritis Priantini, dkk (2013) Sochibin A., dkk (2009) Mind Map – berpikir kreatif dan Prestasi Belajar Metode inkuiri terpimpin -Berpikir Kritis Ristiasari, dkk (2012) problem solving & Mind Map – berpikir kritis Febriana A., Dkk (2013) Pendekatan Problem Solving -Berpikir Kritis Yuniarti N., dkk(2013) Setyowati A., dkk (2009) Mind Map – menulis ceita pendek Pendekatan konflik kognitif Berpikir Kritis Yang perlu diteliti: Penggunaan Mind Map Berpikir Kritis Gambar 2.11 Literatur Map Penelitian-penelitian terdahulu belum menjelaskan pengaruh mind map tehadap berpikir kritis, maka peneliti bermaksud mengisi kekosongan penelitian yang sudah ada yaitu mind map dan berpikir kritis kemampuan evaluasi dan inferensi. 2.2 Kerangka Berpikir Dalam proses pembelajaran IPA membutuhkan metode untuk membantu mempermudah keterampilan berpikir siswa. Metode mind map merupakan contoh metode pembelajaran yang mampu mengaktifkan dan mendorong siswa belajar aktif dan kreatif. Mind map dapat membantu siswa dalam memahami peta rute materi yang memungkinkan kita menyusun fakta dan konsep materi. Dengan 26

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menggunakan mind map dapat menggapai berbagai materi ke segala arah dan menangkap berbagai pikiran dari segala sudut. Sehingga dengan mind map akan mengaktifkan seluruh otak, membantu menunjukkan hubungan antara bagianbagian informasi yang saling terpisah, membantu membandingkannya, memusatkan perhatian kita pada pokok materi, dan kemampuan kognitif yang tertinggi dapat tercapai dengan baik. Kemampuan berpikir kritis dimensi kognitif dipandang sebagai pusat kecakapan mental yang paling penting. Kemampuan ini merupakan keinginan untuk mencari keyakinan yang ditimbang baik-baik berdasarkan bukti logis dan logika yang benar. Pembelajaran IPA merupakan proses belajar ilmu alam yang membutuhkan pemikiran logis. Pembelajaran yang baik tentu membutuhkan metode yang dapat mempengaruhi perkembangan berpikir kritis pada anak. Penggunaan mind map diharapkan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis kategori kognitif peserta didik. Jika metode mind map diterapkan pada kelompok eksperimen, pencapaian perkembangan berpikir kritis anak akan lebih tinggi daripada perkembangan berpikir kritis kelompok kontrol yang tidak menggunakan metode mind map. 2.3 Hipotesis Penelitian 2.3.1 Penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi pada siswa kelas V SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2013/2014. 2.3.2 Penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan inferensi pada siswa kelas V SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2013/2014. 27

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan dibahas mengenai jenis penelitian yang digunakan, setting penelitian, populasi dan sampel penelitian, variabel penelitian, instrumen penelitian, uji validitas dan reliabilitas instrumen, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data. 3.1 Jenis Penelitian Sugiyono (2010: 109-118) menjelaskan ada empat jenis penelitian eksperimen yang dapat digunakan dalam penelitian, yaitu Pre-Experimental Design, True Experimental Design, Factorial Design, dan Quasi Experimental Design. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasi experimental Design tipe Nonequivalent Kontrol Group Design (Sugiyono, 2010: 114). Pada metode kuasi eksperimen memiliki kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen. Creswell menyatakan bahwa tipe nonequivalent control group design menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang dipilih secara tidak acak, kemudian diberi pretest untuk mengetahui adanya atau tidaknya perbedaan kemampuan awal antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (Creswell, 2010: 242). Pada penelitian eksperimental murni (True Experimental Design) pemilihan sampel dengan cara random bertujuan untuk memastikan bahwa kedua kelompok memilki kemapuan yang setara. Meskipun pemilihan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dalam penelitian quasiexperimental tidak dilakukan secara random, namun dalam penelitian ini akan dilakukan uji perbedaan kemampuan awal untuk memastikan bahwa kedua kelompok memiliki kemampuan awal yang setara. Campbell dan Stanley (Cohen, 2007: 276) berpendapat bahwa hasil penelitian menggunakan pretest dan posttest atau pengaruh kausal dari intervensi dapat dihitung dalam tiga langkah: (1) kurangi skor pretest dari skor posttest untuk kelompok eksperimen untuk menghasilkan skor 1; (2) kurangi skor pretest dari skor posttest untuk kelompok kontrol untuk menghasilkan skor 2; dan (3) kurangi skor 2 dari skor 1. Berdasarkan Campbell dan Stanley, efek dari intervensi eksperimental akan menghasilkan rumus: (O2 - O1) – (O4 – O3). Jika 28

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI hasilnya negatif maka efek kausal negatif atau tidak ada pengaruh dan sebaliknya jika hasilnya positif maka kausalnya positif atau ada pengaruh. Berdasarkan penjelasan di atas, desain penelitian dengan quasi-experimental design tipe nonequivalent control group design dapat dilihat pada gambar berikut: x ---------- Gambar 3.1 Desain Penelitian Keterangan: = Rerata skor pretest kelompok eksperimen = Rerata skor posttest kelompok eksperimen x = Treatment/perlakuan dengan metode mind map = Rerata skor pretest kelompok kontrol = Rerata skor posttest kelompok kontrol Semua data yang diobservasi adalah data yang diambil dari variabel dependen dengan pretest dan posttest dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sedangkan data dari variabel independen tidak dianalisis. 3.2 Setting Penelitian 3.2.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta semester genap tahun pelajaran 2013/2014. Sekolah ini beralamat di jalan HOS Cokroaminoto No 8, Pakuncen, Yogyakarta. Peneliti memilih SD Kanisius Wirobrajan karena Peneliti tertarik dengan proses pembelajaran yang terjadi di kelas. Dari hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 1 Februari 2014 pukul 07.30 – 09.00 WIB siswa mengalami suasana pembelajaran yang kurang menyenangkan. Guru lebih banyak memberikan tugas dan ceramah dalam pembelajaran di kelas. Jika terjadi keadaan yang demikian seharusnya prestasi belajar siswa rendah, tetapi yang terjadi di SD Kanisius Wirobrajan siswa tetap memperoleh nilai yang bagus pada mata pelajaran IPA. Hal ini yang membuat 29

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengaruh penggunaan metode mind map dalam kemampuan berpikir kritis yaitu evaluasi dan inferensi. Selain hal itu, sekolah ini mempunyai kelas yang paralel sehingga dapat digunakan untuk penelitian jenis eksperimen, karena dalam penelitian eksperimen membutuhkan lebih dari satu kelas yaitu sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Jumlah siswa yang diteliti di SD Kanisius Wirobrajan juga lumayan banyak, dengan jumlah siswa yang memadai tersebut diharapkan mendapatkan data penelitian yang normal. Sekolah mempunyai tenaga karyawan sebanyak 26 orang, yang terdiri dari 12 guru kelas satu sampai kelas enam pararel. Sisanya adalah kepala sekolah, guru bidang, penjaga sekolah, dan karyawan bantu. Jumlah total siswa yang ada disekolah ini sebanyak 390 yang tersebar dikelas pararel. Karakter siswa yang terlihat yaitu anak sering nakal seperti layaknya anak SD pada umumnya, namun mereka mudah diatur. Di sekolah belum melayani anak kebutuhan khusus. Hal ini dikarenakan sekolah tidak memiliki tenaga pengajar untuk anak berkebutuhan khusus. Kegiatan ekstrakurikuler juga menjadi rutinitas sekolah di luar kegiatan pembelajaran. Seperti kegiatan taekwondo, seni karawitan, seni tari, paduan suara, kegiatan pramuka, dan ekstra bimbingan bahasa inggris. Sehingga berbagai prestasi ditunjukan oleh siswa-siswinya, seperti menang lomba menggambar, bernyanyi, menang lomba tari se-DIY. 3.2.2 Waktu Pengambilan Data Waktu pelasanaan penelitian dilakukan di semester genap tahun ajaran 2013/2014. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2014. Krathwohl (2004: 547) berpendapat bahwa pengambilan data eksperimental dianjurkan dilakukan dalam waktu sesingkat mungkin untuk mengurangi bias. Untuk mengurangi bias dalam penelitian eksperimental maka lama waktu pengambilan data pretest dan posttest yaitu selang dua minggu. Berikut ini adalah jadwal pengambilan data bagi kelompok eksperimen dan juga kelompok kontrol: 30

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.1 Jadwal Pengambilan Data Kelompok Kegiatan Kelompok experimen Pretest Pembelajaran tentang pesawat sederhana secara keseluruhan Pembelajaran tentang pesawat sederhana jenis tuas atau pengukit Pembelajaran tentang pesawat sederhana bagian bidang miring Pembelajaran tentang pesawat sederhana bagian katrol Pembelajaran tentang pesawat sederhana bagian roda berporos Merangkum pembelajaran pesawat sederhana secara keseluruhan dan membuat mind map secara keseluruhan. Post test I Post test II Pretest Pembelajaran tentang pesawat sederhana secara keseluruhan Pembelajaran tentang pesawat sederhana bagian tuas atau pengukit Pembelajaran tentang pesawat sederhana bagian bidang miring Pembelajaran tentang pesawat sederhana bagian katrol Pembelajaran tentang pesawat sederhana bagian roda berporos Merangkum pembelajaran pesawat sederhana secara keseluruhan dan membuat mind map secara keseluruhan. Post test I Post test II Kelompok kontrol Alokasi Waktu 3 x 35 menit 3 x 35 menit Hari dan tanggal 3 x 35 menit 7 Februari 2014 3 x 35 menit 10 Februari 2014 3 x 35 menit 12 Februari 2014 3 x 35 menit 20 februari 2014 3 x 35 menit 24 Februari 2014 2 x 40 menit 2 x 35 menit 2 x 40 menit 25 Februari 2014 28 Maret 2014 6 Februari 2014 8 Februari 2014 2 x 40 menit 11 Februari 2014 2 x 40 menit 13 Februari 2014 2 x 40 menit 21 Febtuari 2014 2 x 40 menit 22 Februari 2014 5 Februari 2014 6 Februari 2014 24 Februari 2014 2 x 40 menit 2 x 35 menit 25 Februari 2014 28 Maret 2014 3.3 Populasi dan Sampel Penelitian Sugiyono (2010: 118) mengemukakan bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Kanisius Wirobrajan sebanyak 87 siswa. Pengambilan populasi di sekolah ini didasarkan dari pemilihan standar kompetensi dan kompetensi dasar tentang pesawat sederhana yang hanya diajarkan di kelas V SD. 31

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sugiyono (2010: 297) mengemukakan bahwa sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki populasi tertentu. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 2 sampel yang terbagi dalam kelompok ekperimen dan kelompok kontrol. Sugiyono mengemukakan bahwa teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel (Sugiyono, 2010: 297). Penentuan sampel kelompok ini dilakukan dengan menggunakan undian gulungan kertas, kertas yang keluar pertama dijadikan kelas eksperimen dan untuk kertas kedua dijadikan kelas kontrol. Pengundian dilakukan pada tanggal 16 Desember 2013 yang disaksikan oleh kepala sekolah, guru kelas VA dan VB. Tujuan pengambilan undian ini hanya untuk menentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Berdasarkan hasil undian diperoleh kelas VA sebagai kelompok eksperimen dan VB sebagai kelompok kontrol. 3.4 Variabel Penelitian Sugiyono (2010: 61) berpendapat bahwa variabel adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Variabel yang diteliti pada penelitian ini adalah variabel independen dan variabel dependen. 3.4.1 Variabel Independen (Bebas) Sugiyono (2010: 61) mengatakan, variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel dependen (terikat). Dalam penelitian ini yang merupakan variabel independen adalah penggunaan metode mind map. 3.4.2 Variabel Dependen (Terikat) Sugiyono (2010: 61) mengatakan variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akbat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini yang merupakan variabel dependen adalah kemampuan evaluasi dan inferensi. 32

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berikut adalah pemetaan variabel dari penelitian ini: Variabel independen variabel dependen Kemampuan Evaluasi Metode Mind Map Kemampuan Inferensi Gambar 3.2 Variabel Penelitian 3.5 Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan teknik tes. Tes digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis khususnya dalam kemampuan evaluasi dan inferensi dengan 2 soal uraian. Tes yang diberikan kepada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen merupakan pretest sekaligus posttest. Langkah awal penelitian ini adalah pemberian pretest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Tujuannya untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum pembelajaran dilakukan. Selanjutnya pada kelompok eksperimen diberikan perlakuan yaitu metode mind map. Sedangkan kelompok kontrol tidak memperoleh perlakuan atau menggunakan metode konvensional. Setelah diberikan perlakuan, dilakukan posttest pada masingmasing kelompok dan kemudian hasilnya dibandingkan. Sehingga dapat diketahui ada tidaknya pengaruh perlakuan atau treatment yang telah diberikan. Pelaksanaan penggunaan mind map dan pengajaran dilakukan oleh guru mitra. Hal ini didasarkan atas pertimbangan kesesuaian hasil yang akan dicapai untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang diberikan (penggunaan mind map). Sedangkan untuk pengamatan dan dokumentasi dilakukan juga oleh peneliti guna untuk ditindak-lanjuti dan dianalisa. Krathwohl (2004: 546) menganjurkan untuk lebih mengetahui sensivitivitas perbedaan perlakuan dari penelitian eksperimental dianjurkan untuk melakukan posttest II sesudah posttest I. Tujuannya untuk lebih mengetahui retensi pengaruh perlakuan. Untuk itu, pada penelitian ini diberikan posttest II dengan menggunakan soal yang sama dengan pretest untuk melihat dampak 33

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI perlakuan dan sudut pandang subyek yang diteliti dan pengaruh perlakuan di kelas eksperimen. Selain dengan tes, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Wawancara yaitu laporan tentang diri sendiri, atau setidak-tidaknya pada pengetahuan dan atau keyakinan pribadi (Sugiyono, 2011: 188). Sugiyono (2011: 196) mengatakan bahwa observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan teknik yang lain. Selain itu, untuk setiap penelitian eksperimental dianjurkan untuk memasukkan penelitian kualitatif agar lebih dapat dipahami sudut pandang subyek yang diteliti terkait perlakuan dan variabel-variabel yang diteliti antara lain dengan melakukan interview dan observasi sesudah penelitian (Krathwohl, 2004: 547). Untuk itu, pada penelitian ini digunakan wawancara dan observasi agar peneliti lebih memahami sudut pandang subyek yang diteliti. Berikut merupakan tabel pengumpulan data pretest dan posttest: Tabel 3.5 Tabel Pengumpulan Data Kelompok Kontrol Variabel Evaluasi Inferensi Eksperimen Evaluasi Inferensi Data Skor Pretest Skor Posttest Skor Pretest Skor Posttest Skor Pretest Skor Posttest Skor Pretest Skor Posttest Instrumen yang digunakan Soal Essai (nomor3) Soal Essai (nomor4) Soal Essai (nomor3) Soal Essai (nomor4) 3.6 Instrumen Penelitian Sugiyono (2011: 148) mengemukakan bahwa instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur variabel penelitian yang diamati. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini tes. Tes ini merupakan pretest sekaligus posttest. Instrumen penelitian ini diberikan di kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Penyusunan tes essay ini memilih materi mengenai pesawat sederhana di kelas V semester genap. Tes terdiri dari soal cerita yang akan dibahas melalui 6 soal essai. Setiap soal mengukur satu kemampuan berpikir kritis yaitu kemampuan interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. Instrumen ini digunakan oleh 3 peneliti. Sehingga setiap peneliti membahas dua 34

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kemampuan saja. Tes essay yang digunakan peneliti memuat kemampuan evaluasi dan inferensi. Penelitian ini menggunakan standar kompetensi 5. memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya. Kompetensi dasar yang digunakan adalah 5.2 Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat. Berikut matriks pengembangan yang akan digunakan untuk membuat instrumen penelitian. Tabel 3.2 Matriks Pengembangan Instrumen No Variabel 1. Evaluasi 2. Inferensi Indikator Menilai relevansi suatu argument untuk menyelesaikan pekerjaan. Menilai argument pesawat sederhana didasarkan pada asumsi/alasan yang benar Menilai benar tidaknya argument pesawat seerhana dalam menyelesaikan pekerjaan Memberikan argumen cara kerja pesawat sederhana dalam menyelesaikan pekerjaan Mengemukakan alternatif-alternatif pesawat sederhana untuk menyelesaikan pekerjaan Menentukan kesimpulan paling kuat diterima dan paling lemah ditolak dalam menyelesaikan pekerjaan Menemukan rencana-rencana yang untuk menyelesaikan pekerjaan No Soal 3 4 Menarik kesimpulan pesawat sederhana yang sesuai dengan cara kerja penyelesaian pekerjaan 3.7 Teknik Pengujian Instrumen Soal-soal essai yang akan digunakan sebagai alat pengukur penelitian perlu diuji coba terlebih dahulu sebelum diberikan kepada responden. Hal ini dilakukan dengan harapan agar menghindari isi pertanyaan-pertanyaan yang kurang jelas, bahasa yang digunakan dalam membuat pertanyaan kurang tepat, serta maksud pertanyaan jelas dan mampu dimengerti oleh responden. 3.7.1 Uji Validitas Azwar mengemukakan bahwa validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya (Azwar, 2008). Sugiyono (2011: 121) menyatakan bahwa instrumen dikatakan valid jika instrumen tersebut dapat mengukur apa yang seharusnya diukur. 35

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sugiyono (2011: 123) mengemukakan validitas instrumen yang berupa tes harus memenuhi construct validity (validitas konstruksi) dan content validity (validitas isi). Instrumen memiliki validitas konstruksi jika disusun berdasarkan teori yang relevan dan dikonsultasikan ke ahli (expert judgement). Alat ukur yang valid tidak hanya mampu mengungkap data namun mampu memberikan gambaran yang cermat mengenai data yang telah diuji. a. Validitas Isi (Content Validity) Validitas isi dari suatu tes hasil belajar adalah validitas yang diperoleh setelah dilakukan penganalisisan, penelusuran atau pengujian terhadap isi yang terkandung dalam tes hasil belajar tersebut. Validitas isi menilik dari segi isi tes itu sendiri sebagai alat pengukur hasil belajar yaitu: sejauh mana tes hasil belajar sebagai alat pengukur hasil belajar peserta didik, isinya telah dapat mewakili secara representatif terhadap keseluruhan materi atau bahkan pelajaran yang seharusnya diteskan (diujikan). b. Validitas konstruksi (Construct Validity) Validitas konstruksi dapat diartikan sebagai validitas yang ditilik dari segi susunan, kerangka atau rekaannya. Adapun suatu tes hasil belajar dapat dinyatakan sebagai tes yang telah memiliki validitas konstruksi, apabila tes hasil belajar tersebut dapat secara tepat mencerminkan suatu konstruksi dalam teori psikologis. Validitas yang digunakan pada penelitian ini adalah validitas isi dan konstruksi. Validitas konstruksi dilakukan dengan mengkonsultasikan ke ahli, diantara dosen ahli Bahasa Indonesia dan dosen ahli IPA, serta guru mitra penelitian, validitas dilakukan dengan mengoreksi isi dan memberikan skor dari instrumen yang sudah dibuat. Validitas isi dilakukan dengan mengujicobakan soal essay pada sekolah lain yang memiliki kesesuaian dengan SD Kanisius Wirobrajan. Seperti di SD Kanisius Sorowajan yang berjumlah 27 siswa dan SD Negeri II Tegalrejo yang berjumlah 26. Data yang diujikan pada kedua sekolah diuji secara keseluruhan. Untuk memudahkan perhitungan validitas isi peneliti menggunakan program komputer IBM SPSS Statistics 20 for Windows. Analisis statistik yang dalam uji validitas ini menggunakan rumus Product Moment dari Pearson. Kriteria validitas 36

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang digunakan yaitu jika harga probabilitas yang ada dalam sig. (2-tailled) dibawah 0,05 (p < 0,05) atau rhitung > rtabel maka soal tersebut dinyatakan valid. Berikut merupakan hasil validitas soal dalam penelitian ini (Lampiran 3.3) Tabel 3.3 Hasil uji Validitas Soal Essay No Variabel rtabel rhitung Signifikansi Keterangan 1 Interpretasi 0,22 0,685 0,000 Valid 2 Analisis 0,22 0,576 0,000 Valid 3 Evaluasi 0,22 0,617 0,000 Valid 4 Inferensi 0,22 0,543 0,000 Valid 5 Eksplanasi 0,22 0.606 0,000 Valid 6 Regulasi diri 0,22 0.601 0,000 Valid . Penelitian ini adalah penelitian kolaboratif sehingga penelitian ini hanya berfokus pada kemampuan evaluasi dan inferensi saja. Berdasarkan tabel uji validitas di atas dapat disimpulkan bahwa hasil perhitungan Pearson Correlation kemampuan evaluasi adalah 0,617(rhitung > rtabel) sehingga dinyatakan valid. Sedangkan hasil perhitungan Pearson Correlation kemampuan inferensi = 0,543 (rhitung > rtabel) sehingga dinyatakan valid. 3.7.2 Uji Reliabilitas Sugiyono (2011: 121) mengemukakan bahwa instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. Realibilitas juga berkenaan dengan tingkat keajegan atau ketetapan hasil pengukuran. Suatu instrumen memiliki tingkat reliabilitas memadai, bila instrumen tersebut digunakan untuk mengukur aspek yang diukur beberapa kali hasilnya sama atau relatif sama. Hasilnya dihitung dengan menggunakan rumus Product Moment dari Pearson (Sukmadinata, 2008: 229-230). Hal ini berarti menunjukkan sejauh mana pengukur dikatakan konsisten, jika dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama. Untuk penentuan reliabilitas hanya diambil item-item soal yang valid. Karena keenam soal yang dibuat bersama dengan 2 rekan peneliti seluruhnya valid, maka semua soal diuji reliabilitasnya. Pengujian reliabilitas yang digunakan adalah pengujian untuk memeriksa internal consistency. Penentuan reliabilitas 37

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menggunakan teknik Alpha Cronbach. Peneliti menggunakan SPSS 20 for windows dalam perhitungan validitas dan reliabilitas. Berikut tabel kriteria koefisien reliabilitas untuk memberi arti terhadap koefisien reliabilitas yang diperoleh (Masidjo, 1995: 209): Tabel 3.4 Kriteria Koefisien Reliabilitas Koefisien Korelasi 0,91 – 1,00 0,71 – 0,90 0,41 – 0,70 0,21 – 0,40 negatif – 0,20 Kualifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Hasil Alpha Cronbach pada pengitungan reliabilitas untuk 6 soal valid diperoleh sebesar 0,64 dengan kualifikasi cukup. Noor (2011: 165) menyatakan bahwa suatu variabel dikatakan reliabel jika skor alpha > 0,60. Hasil perhitungan menunjukkan Cronbach’s Alpha sebesar 0,64 (p > 0,60) maka 6 soal tersebut reliabel (lampiran no 3.4). 3.8 Teknik Analisis Data Sugiyono (2010: 243) menyatakan teknik analisis data digunakan untuk menjawab rumusan masalah atau menguji hipotesis yang telah dirumuskan dalam dalam landasan teori. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptifkuantitatif. Data ini merupakan rangkuman distribusi data pre-test dan post-test dari hasil perhitungan statistik desktiptif dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 20 for Windows. Dalam teknik ini mempunyai langkah-langkah untuk menguji data yang dilakukan sebagai berikut (Priyatno, 2012: 141): 3.8.1 Uji Normalitas Distribusi Data Uji normalitas data diterapkan pada semua data yang akan diolah. Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah data terdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas dilakukan dengan program IBM SPSS Statistics 20 for Windows. Uji normalitas data dilakukan dengan menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan pada uji normalitas adalah jika harga sig. (2-tailed) > 0.05 maka data berdistribusi normal (Sarwono, 2010: 25). Jika data menunjukkan distribusi normal uji statistik yang digunakan selanjutnya adalah statistik parametrik dalam hal ini Independent 38

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Samples t-test atau Paired Sample t-test. Jika harga sig. (2-tailed) < 0.05 maka data berdistribusi tidak normal (Sarwono, 2010: 25). Jika distribusi data tidak normal, statistik yang digunakan adalah statistik nonparametrik dengan teknik Mann-Whitney atau Wilcoxon 3.8.2 Uji Pengaruh Perlakuan 3.8.2.1 Uji Perbedaan Kemampuan Awal Uji perbedaan kemampuan awal dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan kondisi awal sebelum mendapatkan perlakuan pada masingmasing kelompok. Uji perbedaan kemampuan awal skor pretest dilakukan dengan menganalisis perbedaan skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen, sehingga dapat dibuat perbandingan. Pengujian perbedaan kemampuan awal dilakukan menggunakan program IBM SPSS Statistics 20 for Windows. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik Independent Samples t-test. Kriteria yang digunakan dalam pengujian ini adalah jika harga sig. (2-tailed) > 0.05 maka kedua data tidak memiliki perbedaan (Priyatno, 2012: 17). Jika harga sig. (2-tailed) < 0.05 maka kedua data memiliki perbedaan. Berikut hipotesis uji perbedaan kemampuan awal: Hi : Ada perbedaan antara skor pretest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hnull : Tidak ada perbedaan antara skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut: 1. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Hal ini berarti ada perbedaan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain kedua kelompok tersebut mempunyai kemampuan awal yang tidak sama. 2. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Hal ini berarti tidak ada perbedaan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain kedua kelompok tersebut mempunyai kemampuan awal yang sama. 39

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.8.2.2 Uji Selisih Skor Pretest Ke Posttest Uji selisih skor dilakukan untuk melihat apakah ada perbedaan antara selisih skor pretest dan posttest kelompok eksperimen dengan selisih skor pretest dan posttest kelompok kontrol. Uji selisih skor dilakukan jika tidak terdapat perbedaan skor pretest antara kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Dengan kata lain antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen berasal dari titik pijak yang sama. Data selisih skor pretest ke posttest diperoleh dengan cara mengurangkan hasil skor posttest dengan pretest pada kelompok kontrol maupun eksperimen. Kemudian selisih skor dari kedua kelompok tersebut diuji statistik. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi jika data yang diperoleh merupakan data yang berdistribusi normal maka data dianalisis dengan menggunakan parametrik Independent Samples t-test. Sedangkan jika distribusi data tersebut tidak normal maka data dianalisis dengan menggunakan analisis nonparametrik dengan teknik Mann-Whitney atau Wilcoxon. Berikut kriteria pengujian hipotesis dalam penelitian ini: Hi : Ada perbedaan antara selisih skor kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hnull : Tidak ada perbedaan antara selisih skor kelompok kontrol dan eksperimen. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut: 1. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan antara selisih skor kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi. 2. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan antara selisih skor kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan metode mind map tidak berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi 40

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.8.3 Analisis Lebih Lanjut 3.8.3.1 Uji Kenaikan Skor Pretest dan Skor Posttest Uji kenaikan skor pretest dan skor posttest dilakukan untuk melihat apakah ada kenaikan skor antara skor pretest ke posttest baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Pengujian ini dilakukan dengan progam IBM SPSS Statistics 20 for Windows. Dari perhitungan akan diperlihatkan persentase kenaikan masing-masing kelompok. Berdasarkan uji normalitas yang sudah dilakukan dengan hasil data berdistrisbusi normal, maka analisis statistik yang digunakan adalah statistik Paired Sample t-test. dengan tingkat kepercayaan 95%. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut: Hi : Ada perbedaan antara skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Hnull : Tidak ada perbedaan antara skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut: 1. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada kenaikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata lain terjadi peningkatan skor dari pretest ke posttest pada kemampuan evaluasi dan inferensi. 2. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada kenaikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata lain tidak terjadi peningkatan skor dari pretest ke posttest pada kemampuan evaluasi dan inferensi. Untuk mengetahui presentase peningkatan atau penurunan skor pretest ke posttes digunakan rumus seperti berikut: P 3.8.3.2 Uji Besar Efek Perlakuan (Effect Size) Uji besar efek perlakuan ini dilakukan untuk melihat besarnya pengaruh metode mind map terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi. Pentingnya suatu pengaruh ini sering disebut sebagai effect size. Effect size adalah suatu ukuran objektif dan terstandarisasi untuk mengetahui besarnya efek yang dihasilkan 41

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (Field, A. 2009: 56-57). Untuk mengetahui besarnya effect size bisa digunakan koefisien korelasi. Kriteria untuk menentukan besar efek adalah sebagai berikut (Field, 2009: 57). Tabel 3.6 Kriteria Besar Efek Perlakuan r 0,10 0,30 0,50 Efek Efek kecil Efek menengah Efek besar Persentase 1% 9% 25 % Koefisien korelasi r dipilih karena koefisien korelasi ini cukup mudah digunakan untuk mengetahui besarnya efek yang terentang antara harga 0 (tidak ada efek) dan 1 (efek sempurna). Cara untuk mengetahui koefisien korelasi yaitu dengan mengubah harga t menjadi harga r. Peneliti menggunakan program IBM SPSS Statistics 20 for Windows sebelum melakukan perhitungan uji besar efek perlakuan. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik yaitu Paired Sample t-test. Setelah dilakukan pengujian statistik, hasil data dimasukan kedalam rumus uji besar effect size. Berikut merupakan rumus yang digunakan dalam uji perhitungan effect, rumus 1 jika data normal dan rumus 2 jika data tidak normal. Gambar 3.3 Rumus effect size data normal (Field, A. 2009: 332) Gambar 3.4 Rumus effect size data ridak normal (Field, A. 2009: 550). Keterangan: r : effect size t : harga uji t df : harga derajad kebebasan Z : harga konversi dari standar deviasi (uji statistik Wilcoxon) N : Jumlah total observasi (dalam hal ini 2 x jumlah siswa) Uji besarnya persentase pengaruh metode mind map terhadap variabel independen dilakukan dengan cara menguadratkan nilai r x 100% (Fieid, A. 2009: 157-179). 42

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.8.3.3 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan Untuk meningkatkan ketelitian analisis dianjurkan untuk melakukan posttest kedua (II) sesudah sekian waktu dari posttest pertama (I) (Krathwohl, 2004: 546). Setelah 1 bulan dilakukan posttest I, dilakukan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Langkah ini dilakukan untuk melihat apakah pengaruh yang ditimbulkan dari metode mind map masih sekuat posttest I atau tidak. Data yang diperoleh dari posttest II diuji normalitasnya terlebih dahulu. Hasil skor dari posttest II akan diuji perbandingannya dengan skor posttest I, hal ini dilakukan untuk melihat perbedaan skor posttest I dan posttest II pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Jika distribusi data normal maka analisis statistik menggunakan teknik statistik Paired Sample ttest dengan tingkat kepercayaan 95%. Jika distribusi data tidak normal maka analisis statistik menggunakan teknik statistik Wilcoxon. Hipotesis statistik yang digunakan adalah sebagai berikut: Hi : Ada perbedaan antara skor posttest I dan skor posttest II pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Hnull : Tidak ada perbedaan antara skor posttest I dan skor posttest II pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan yaitu sebagai berikut: 1. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Hal ini berarti ada perbedaan antara skor posttest I dan skor posttest II pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata lain kedua skor posttest kelompok kontrol atau kelompok eksperimen tidak mengalami penurunan. 2. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Hal ini berarti tidak ada perbedaan antara skor posttest I dan skor posttest II pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata lain kedua skor posttest kelompok kontrol atau kelompok eksperimen mengalami penurunan. 3.8.3.3 Dampak Perlakuan pada Siswa Krathwohl (2004: 547) menjelaskan bahwa untuk setiap penelitian eksperimental dianjurkan untuk memasukkan penelitian kualitatif agar lebih dapat dipahami sudut pandang subyek yang diteliti terkait perlakuan dan variabelvariabel yang diteliti antara lain dengan melakukan interview dan observasi 43

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sesudah penelitian. Dampak perlakuan terhadap siswa bertujuan untuk mengetahui dan melengkapi hasil penelitian mengenai dampak penggunaan mind map terhadap siswa. Dampak perlakuan terhadap siswa diketahui dengan menggunakan metode triangulasi data. Trianggulasi (Sugiyono, 2011: 327-329) adalah teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan beberapa teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Triangulasi data digunakan dalam bentuk observasi dan wawancara kepada dan guru dan beberapa siswa selama proses pembelajaran. Wawancara ditanyakan kepada siswa dan guru sebelum dan sesudah perlakuan diberikan. Siswa yang dipilih sebagai responden yaitu 2 siswa dengan nilai tertinggi, 1 siswa dengan nilai sedang, dan 2 siswa dengan nilai terendah dari kelas eksperimen. Berikut pemetaan trianggulasi data yang dipakai dalam penelitian ini: Wawancara Guru Wawancara Siswa Trianggulasi data Observasi Gambar 3.5 Pemetaan Trianggulasi Data Observasi dilakukan sewaktu penelitian dilaksanakan, sedangkan wawancara dilakukan setelah posttest. Observasi di kelas dilakukan dengan melihat cara guru mengajar, reaksi siswa dalam mempelajari mind map dan proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan. Sedangkan untuk wawancara, beberapa siswa yang terpilih akan diberikan 5 pertanyaan sebelum pretest dan 11 pertanyaan setelah posttest. Wawancara berisi tentang perasaan, minat dan keaktifan siswa selama penelitian berlangsung. Berikut kisi-kisi wawancara yang kami lakukan untuk melengkapi data penelitian. Tabel 3.7 Topik Pedoman Wawancara No 1 2 3 4 5 6 Topik wawancara Memahami materi menggunakan mind map Mind map membantu dalam belajar Perasaan siswa dalam menggunakan mind map Penerapan mind map pada mata pelajaran selain IPA Rasa bosan menggunakan mind map Pertemuan ke berapa mulai merasa bosan menggunakan mind map 44

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 8 9 10 11 12 Meningkatkan kemampuan menjelaskan materi dengan mind map Kemampuan bekerja sama dengan kelompok Mind map membantu dalam memahami materi Mind map membantu lebih mudah dalam mengerjakan soal Mind map membantu menikai kekurangan dan kelebihan materi Mind map membantu untuk menarik kesimpulan 45

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan dikemukakan tentang implementasi pembelajaran, hasil penelitian dan pembahasan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana. Pada hasil penelitian akan dijelaskan diskripsi data dan analisis data yang dilakukan. 4.1 Implementasi Pembelajaran Inplementasi pembelajaran dilaksanakan di 2 kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam 6 kali pertemuan. Pembelajaran di kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan oleh guru yang sama. Pembelajaran dengan guru yang sama dimaksudkan agar tidak terjadi bias saat melakukan proses penelitian. Di kelas eksperimen, peran guru adalah fasilitator belajar dan di kelas kontrol guru sebagai pengajar. Peneliti hanya berperan sebagai observer saat pembelajaran berlangsung di kelas kontrol maupun di kelas eksperimen. Sebelumnya pembelajaran peneliti menyiapkan bahan ajar seperti RPP, LKS, Soal Evaluasi, dan media. Perlakuan yang diberikan kepada kedua kelas berbeda. Kelas eksperimen diberi perlakuan dengan mind map. Sedangkan pada kelas kontrol guru memberikan materi dengan metode ceramah dan tugas. 4.1.1 Implementasi Pembelajaran Kelompok Eksperimen Implementasi kelompok Eksperimen dilakukan pada kelas VA. Treatment diberikan dalam setiap pertemuan yaitu selama enam kali pertemuan. Dalam kegiatan pembelajaran pertama apersepsi kelas eksperimen, guru bersama siswa membahas materi sebelumnya dengan menggunakan mind map pesawat sederhana. Dalam kegiatan inti siswa melihat gambar dan media lain terkait dengan pesawat sederhana. Kegiatan selanjutnya siswa berdiskusi membahas gambar. Setelah itu siswa mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Setelah selesai presentasi guru mencoba memberi pertanyan mengenai contoh benda yang menerapkan jenis-jenis pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Setelah itu siswa membuat mind map materi yang sudah dipelajari. Guru tidak lupa memberi tugas pekerjaan rumah membuat mind map. 46

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pertemuan kedua kegiatan awal, siswa diingatkan dengan pertanyaan untuk menggulang materi sebelumnya yaitu tentang pesawat sederhana secara keseluruhan. Guru bersama siswa membahasan PR mind map pada pertemuan sebelumnya. Kemudian siswa diberikan pertanyaan lisan tentang materi tuas dengan menggunakan gambar dan media untuk menggali pengetahuan siswa. Pada kegiatan inti, siswa menyiapkan alat yang akan digunakan dalam percobaan tentang tuas. Kemudian siswa mendengarkan penjelasan dari guru tentang penggolongan pesawat sederhana jenis tuas dan berdasarkan ketiga letaknya yaitu letak titik tumpu, titik beban dan titik kuasa. Kegiatan selanjutnya siswa membuat mind map secara berkelompok dan mempresentasikan hasil pekerjaannya ke depan kelas. Pada kegiatan akhir siswa diberi PR membuat mind map tentang bidang miring . Pertemuan ketiga, siswa diberikan beberapa pertanyaan secara lisan tentang materi yang telah dipelajari sebelumya yaitu tentang materi tuas. Pada kegiatan Inti, guru bersama siswa membahas PR mind map bidang miring . kegiatan dilanjutkan dengan melihat video tentang bidang miring. Guru menggali pengetahuan siswa melalui tanya jawab tentang video bidang miring. Kemudian siswa masuk dalam kelompok dan melakukan percobaan tentang bidang miring. kemudian guru menjelaskan materi pesawat sederhana bidang miring dan siswa bersama kelompok membuat mind map tentang bidang miring dan siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas. Kegiatan akhir pada pertemuan ini yaitu guru memberikan PR mind map tentang katrol. Pertemuan keempat diawali dengan apersepsi mengulas materi sebelumnya tentang bidang miring. Pada kegiatan inti, guru bersama siswa membahas PR yaitu mind map tentang pesawat sederhana jenis katrol. Kegiatan dilanjutkan dengan melihat video tentang penggunaan katrol, kemudian guru memberi tanya jawab berdasarkan video. Kemudian siswa melakukan percobaan tentang jenis-jenis katrol dengan alat yang telah guru siapkan dan membuat mind map tentang pesawat sederhana katrol. Kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan dari guru tentang pesawat sederhana jenis katrol, kemudian siswa mempresentasikan hasil pekerjaanya ke depan kelas. Kegiatan akhir pada 47

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pertemuan ini yaitu siswa diberikan PR membuat mind map tentang roda berporos. Pertemuan kelima diawali dengan apersepsi mengulas tentang materi katrol dan penyampaian tujuan pembelajaran. Kegiatan inti guru bersama siswa mengulas kembali materi sebelumnya dan guru membahas PR mind map roda berporos. Guru menggali pengetahuan siswa melalui tanya jawab tentang materi pesawat sederhana jenis roda berporos. Siswa masuk ke dalam kelompok dan melakukan percobaan dengan alat yang telah disiapkan oleh guru. Siswa mendengarkan penjelasan guru. Kelima, Siswa membuat mind map roda berporos bersama kelompoknya dan siswa mempresentasikan hasil pekerjaanya ke depan kelas. Pada kegiatan akhir memberikan PR membuat mind map pesawat sederhana secara keseluruhan. Pertemuan terakhir dilakukan dengan mengulas materi sebelumnya tentang roda berporos dan penyempaian tujuan pembelajaran. Pada kegiatan inti, siswa dan guru membahas PR pada pertemuan sebelumnya yaitu tentang materi pesawat sederhana secara keseluruhan. Kemudian Siswa dan guru mengulas kembali seluruh materi pesawat sederhana pada pertemuan-pertemuan sebelumnya. Kegiatan dilanjutkan dengan siswa membuat mind map secara individu tentang seluruh materi pesawat sederhana. Kegiatan akhir pada pertemuan ini yaitu siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan dengan bimbingan guru dan dilanjutkan dengan mengerjakan soal evaluasi. 4.1.2 Implementasi Pembelajaran Kelompok Kontrol Implementasi pembelajaran kelompok kontrol dilakukan dikelas VB. Dalam pembelajaran kelas kontrol, kegiatan pembelajaran dilakukan dengan metode ceramah. Dalam pertemuan pertama siswa diberi penjelasan oleh guru mengenai pesawat sederhana secara keseluruhan. Dalam pembelajaran kelas kontrol tidak memakai media maupun alat percobaan. Siswa menerima materi pesawat sederhana dengan penjelasan langsung dari guru, siswa disuruh meringkas materi yang ada di buku paket, kemudian guru memberikan pertanyaan untuk dijawab siswa. Selain itu siswa juga diselingi beberapa pertanyaan latihan mengenai pesawat sederhana. Sehingga siswa hanya paham secara konsep dan beberapa materi yang kontekstual. 48

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pada pertemuan kedua dilakukan dengan mengulas materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya dan penyampaian tujuan pembelajaran. Dalam kegiatan inti guru membahas soal evaluasi yag telah siswa kerjakan pada pertemuan sebelumnya. Kemudian siswa mendengarkan penjelasan guru tentang materi tuas dan jenis-jenisnya. Guru menjelaskan letak titik tumpu, titik kuasa dan titik beban pada masing-masing jenis tuas. Kemudian guru mengajak siswa menjelaskan jenis-jenis tuas dan letak titik tumpu, titik kuasa dan titik beban pada masing-masing jenis tuas. Selanjutnya siswa mengerjakan soal latihan secara individu, kemudian membahas soal latihan yang telah siswa kerjakan tersebut. Pertemuan ketiga dilakukan dengan mengulas kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya dan penyampaian tujuan pembelajaran. Dalam kegiatan inti siswa dan guru membahas soal evaluasi yang telah siswa kerjakan pada pertemuan sebelumnya. Kemudian siswa mendengarkan penjelasan guru tentang bidang miring dan penggunaanya dalam kehidupan sehari-hari. Siswa menyebutkan fungsi bidang miring dalam kehidupan sehari-hari dan contohnya. Kemudian siswa mengerjakan LKS yang telah disiapkan guru secara individu dan mempresentasikan hasl pekerjaanya ke depan kelas. Kegiatan akhir dilakukan dengan guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan dan pemberian tugas tentang pesawat sederhana jenis katrol. Pertemuan keempat dilakukan dengan mengulas materi sebelumnya dan penyampaian tujuan pembelajaran. Kegiatan inti dilakukan dengan siswa dan guru membahas soal evaluasi yang telah siswa kerjakan pada pertemuan sebelumnya. Kemudian siswa mendengarkan penjelasan guru tentang jenis-jenis katrol dan kegunaanya dalam kehidupan sehari-hari, lalu siswa menyebutkan kembali jenisjenis katrol. Kemudian siswa mengerjakan soal latihan dan membahasnya. kegiatan akhir dilakukan dengan bimbingan guru untuk menyimpulkan pembelajaran dan pemberian tugas mempelajari pesawat sederhana roda berporos. Pertemuan kelima dilakukan dengan mengulas materi pada pertemuan sebelumnya tentang katrol dan penyampaian tujuan pembelajaran. Kegiatan awal dilakukan dengan membahas soal evaluasi yang telah siswa kerjakan pada pertemuan sebelumnya. Kemudian siswa mendengarkan penjelasan guru tentang materi roda berporos dan siswa menjelaskan kembali pengertian roda berporos 49

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sesuai penjelasan guru. Kemuadian siswa menyebutkan contoh penggunaan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari dan siswa mengerjakan LKS secara individu. Kegiatan akhir dilakukan dengan bimbingan guru untuk menyimpulkan pembelajaran dan pemberian tugas membuat ringkasan seluruh materi pesawat sederhana. Pertemuan terakhir dilakukan dengan mengulas materi yang telah dipelajari sebelumnya dan penyampaian tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Kegiatan inti dilakukan dengan membahas soal evaluasi yang telah siswa kerjakan sebelumnya. Kemudian siswa mengumpulkan tugas ringkasan yang telah dikerjakan. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa tentang seluruh materi pesawat sederhana dan menjelaskan kembali seluruh materi pesawat sederhana. kemudian siswa mengerjakan soal latihan tentang seluruh materi pesawat sederhana dan membahas soal latihan yang telah siswa kerjakan tersebut bersama guru. Kegiatan akhir dilakukan dengan bimbingan guru untuk menyimpulkan pembelajaran dan siswa mengerjakan soal evaluasi. 4.2 Hasil Penelitian 4.2.1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kolaboratif yang dilakukan bersama anggota kelompok penelitian payung IPA untuk meneliti pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan berpikir kritis menurut Peter Facione. Tingkatan kemampuan berpikir kritis meliputi kemampuan interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. Pada bagian ini akan dibahas pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan analisis dan inferensi. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimental yang menggunakan dua kelompok untuk dibandingkan. Dua kelompok yang digunakan tersebut merupakan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok kontrol merupakan kelompok yang tidak mendapatkan perlakuan atau treatment, sedangkan kelompok eksperimen merupakan kelompok yang mendapatkan perlakuan. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur kemampuan evaluasi dan inferensi adalah tes tertulis berupa soal essay yang diujikan pada saat 50

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pretest dan posttest. instrumen ini digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis, khusus pada kemampuan evaluasi dan inferensi siswa kelompok eksperimen yang menggunakan metode mind map dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran biasa. Instrumen yang digunakan tersebut sebelumnya telah dikonsultasikan kepada dosen pembimbing dan diuji ekspert judgement oleh guru, dosen IPA. Selain itu instrumen juga telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Kelas yang digunakan sebagai kelompok kontrol yaitu kelas VB dan kelas yang digunakan sebagai kelompok eksperimen yaitu kelas VA dengan jumlah masing-masing kelas 31 siswa. Tahapan awal yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pemberian pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal antara dua kelompok tersebut. Tahapan selanjutnya, dilakukan pembelajaran dengan materi pembelajaran yang sama. Kelompok eksperimen diberi treatment berupa metode mind map dan kelompok kontrol menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Setelah dilakukan proses pembelajaran, pada hari berikutnya dilakukan posttest pada kedua kelompok untuk mengetahui pengaruh treatment yang telah diberikan serta untuk membandingkan hasil dari kelompok kontrol dan eksperimen. 4.2.2 Analisis Data Penelitian Kemampuan Evaluasi 4.2.2.1 Uji Normalitas Distribusi Data Uji normalitas dilakukan untuk mengetahuai apakah data dari kedua kelas berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas dilakukan dengan menggunakan metode kolgomorov-Smirnov. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan pada uji normalitas adalah jika harga sig. (2-tailed) > 0.05 data berdistribusi normal, maka analisis data menggunakan statistik parametric. Hasil uji normalitas dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel hasil perhitungan sebagai berikut (lampiran no 4.1) Tabel 4.1 Uji Normalitas Kemampuan Evaluasi No 1 2 3 4 5 Aspek Pretest kelompok Eksperimen Posttest 1 kelompok Eksperimen Posttest 2 kelompok Eksperimen SelisihPretest-Posttest 1 Eksperimen Pretes kelompok Kontrol Nilai signifikansi 0,449 0,250 0,132 0,309 0,119 Keterangan Normal Normal Normal Normal Normal 51

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 7 8 Posttest kelompok Kotrol Posttest 2 kelompok Eksperimen Selisih Pretest Posttest 2 Eksperimen 0,755 0,128 0,790 Normal Normal Normal Dari hasil analisis statistik di atas, harga sig. (2-tailed) pada semua aspek menunjukkan diatas 0,05. Maka semua aspek diatas memiliki distribusi data yang normal. Berdasarkan distribusi data tersebut maka akan digunakan statistik parametrik yaitu Independent Samples t-test atau Paired Sample t-test untuk menganalisis data selanjutnya. Analisis statistik selanjutnya akan dilakukan uji perbedaan kemampuan awal untuk mengetahui data berasal dari kelompok yang sama atau tidak. 4.2.2.2 Uji Pengaruh Perlakuan Kemampuan Evaluasi 1) Uji Perbedaan Kemampuan Awal Uji perbedaan kemampuan awal skor pretest dilakukan untuk mengetahui perbedaan skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen pada kemampuan evaluasi. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik Independent Samples t-test dengan kriteria sig. (2-tailed) > 0.05 maka kedua data tidak memiliki perbedaan. Berikut adalah tabel hasil uji perbedaan kemampuan awal pretest kemampuan evaluasi (lampiran no 4.2) Tabel 4.2 Uji Perbedaan Kemampuan Awal Evaluasi Hasil Pretest Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen Sig. (2-tailed) 0.780 Keterangan Tidak berbeda Berdasarkan analisis uji perbedaan skor pretest, diperoleh F sebesar 0,237 dan sig. sebesar 0,628 pada Levene’s Test sehingga tidak terdapat homogenitas varian. Para siswa mencapai skor yang lebih tinggi pada kelompok kontrol pada kemampuan Evaluasi dengan nilai M = 1.96, SE = 0,055 dibandingkan dengan kelompok eksperimen dengan nilai M = 1.94, SE = 0,066. Meskipun demikian perbedaan dengan nilai t =0.280 dan hasil perbandingan skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol ditunjukkan dengan besarnya harga sig.(2tailed) yaitu 0,780 (p > 0,05) sehingga Hnull diterima dan Hi ditolak. Dengan kata lain kedua kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki kemampuan awal yang sama atau homogeny. Analisis selanjutnya adalah analisis uji selisih skor pretest skor posttest dari kelompok eksperimen dan kelompok. 52

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2) Uji Selisih Skor Pretest Ke Posttest Uji selisih skor pretest ke posttest dilakukan untuk melihat apakah ada perbedaan antara selisih skor pretest dan posttest dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis statistik parametrik Independent Samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi. Selanjutnya akan ditarik kesimpulan apakah hasil penelitian ini menerima atau menolak hipotesis penelitian. Berikut adalah tabel hasil uji perbandingan selisih skor kemampuan evaluasi (lampiran no 4.3) Tabel 4.3 Perbandingan Selisih Skor Kemampuan Evaluasi Hasil selisih skor Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen Signifikansi 0,026 Keterangan Berbeda Gambar diagram berikut akan memperlihatkan skor pretest dan posttest baik di kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Gambar 4.1 Perbandingan Selisih Kemampuan Evaluasi Kelompok Eksperimen dan Kontrol 53

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan analisis uji perbandingan selisih skor pretest ke posttest, diperoleh F sebesar 0.013 dan sig. sebesar 0.910 pada Levene’s Test sehingga terdapat homogenitas varian (p > 0,05). Para siswa eksperimen mencapai skor yang lebih tinggi pada kemampuan evaluasi dengan nilai M = 0.59, SE = 0,122 dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan nilai M = 0,18, SE = 0,126. Perolehan data yang ada menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara selisih skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan nilai t(60) = 2.281. Berdasarkan hasil uji T, diperoleh harga sig. (2-tailed) yaitu 0,026 (p > 0,05), maka Hnull ditolak dan Hi diterima jadi pada kemampuan evaluasi terdapat perbedaan antara selisih skor kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi. 4.2.2.3 Analisis Lebih Lanjut Kemampuan Evaluasi 1) Uji Kenaikan Skor Pretest dan Skor Posttest Uji kenaikan skor pretest dan skor posttest dilakukan untuk melihat apakah ada kenaikan skor antara skor pretest ke posttest pada kemampuan evaluasi. Dari perhitungan akan diperlihatkan persentase kenaikan masing-masing kelompok. Berdasarkan uji normalitas yang sudah dilakukan dengan hasil data berdistrisbusi normal, maka analisis statistik yang digunakan adalah statistik Paired Sample ttest dengan tingkat kepercayaan 95%. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, maka ada perbedaan antara skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Berikut adalah tabel hasil uji kenaikan skor pretest dan skor posttest kemampuan evaluasi (lampiran no 4.4) Tabel 4.4 Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Evaluasi No Kelompok 1 2 Eksperimen Kontrol Tes Pretest Posttest 1.96 2.55 1.96 2.12 Peningkatan (%) 30.10 8.16 Sig. (2-tailed) 0,000 0,154 Keterangan Berbeda Tidak Berbeda Hasil analisis kenaikan skor pretest ke posttest di atas menunjukkan bahwa harga sig. (2-tailed) kelompok eksperimen adalah 0.028 (p < 0,05) dengan harga M = 0,587, SE = 0,684, t(30) = 4.786. Sedangkan harga sig. (2-tailed) kelompok 54

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kontrol adalah 0,154 (p > 0,05) dengan harga M = 0,185 SE = 0,707, t(30) = 1,461. Berdasarkan harga sig. (2-tailed) kelompok eksperimen yaitu 0.028 (p < 0,05) maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan antara skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain terjadi kenaikan skor dari pretest ke posttest pada kemampuan evaluasi di kelompok eksperimen. Sedangkan pada kelompok kontrol harga sig. (2-tailed) adalah 0,154 (p > 0,05) maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol. Dengan kata lain tidak terjadi kenaikan skor dari pretest ke posttest di kelompok kontrol. Hasil analisis data diatas digunakan untuk menarik kesimpulan yang seperti sudah dirumuskan. Kesimpulan yang diambil hendaknya menyatakan perbedaan pengaruh penerapan variabel penggunaan metode mind map terhadap variabel kemampuan evaluasi. Berikut ini adalah diagram yang memperlihatkan skor pretest dan posttest baik di kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. 3.00 2.56 2.50 2.00 2.13 1.97 1.94 Eksperimen 1.50 kontrol 1.00 0.50 0.00 Pretes Posttest Gambar 4.2 Kenaikan skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan eksperimen kemampuan evaluasi. 2) Uji Besar Efek Perlakuan (Effect Size) Uji besar efek perlakuan ini dilakukan untuk melihat besarnya pengaruh metode mind map terhadap kemampuan evaluasi. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik yaitu Paired Sample t-test. Setelah dilakukan pengujian statistik, hasil data dimasukan kedalam rumus uji besar effect 55

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI size. Berikut merupakan hasil perhitungan effect size pada kemampuan evaluasi. (lampiran no 4.5) Tabel 4.5 Hasil Perhitungan Besar Effect Size Kemampuan Evaluasi Kelompok T t² df Signifikasi Eksperimen Kontrol 4.786 1.461 22.905 2.134 30 30 0,000 0,000 r (Effect size) 0.657 0.257 R² % Keterangan 0.432 0.066 43.295 6.642 Efek besar Efek kecil Pada tabel perhitungan besarnya pengaruh di atas, diperoleh besarnya effect size 0,65 pada kelompok eksperimen dan 0,25 pada kelas kontrol. Berdasarkan data besarnya effect size yang diperoleh, pada kelompok eksperimen menunjukkan bahwa metode mind map memiliki efek besar terhadap kemampuan evaluasi dengan persentase efek 43%. Sedangkan pada kelompok kontrol memiliki efek kecil yang dalam hal ini menggunakan metode ceramah dengan persentase efek 6,6%. 3) Uji Retensi Pengaruh Mind Map Uji retensi pengaruh dilakukan untuk melihat apakah pengaruh yang ditimbulkan dari dari metode mind map masih sekuat posttest I atau tidak. Berdasarkan uji distribusi data yang normal, maka dilakukan analisis statistik dengan menggunakan statistik parametrik Paired Sample t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 maka ada perbedaan antara skor posttest I dan skor posttest II pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata lain terjadi penurunan skor dari posttest I ke posttest II pada kemampuan evaluasidi kelompok kontrol. Berikut merupakan hasil perbandingan skor Posttest I dan Posttest II pada kemampuan evaluasi. (lampiran no 4.5) Tabel 4.6 Perbandingan Skor Posttest I dan Posttest II Kemampuan Evaluasi Test 2.57 % Peningkatan 0.78431373 Sig. (2tailed) 0.870 Keterangan Tidak Berbeda 2.42 14.1509434 0.001 Berbeda No 1 Kelompok Eksperimen Posttest I Posttest II 2.55 2 Kontrol 2.12 Berdasarkan tabel di atas harga sig. (2-tailed) pada kelompok eksperimen adalah 0,870 (p > 0.05) dengan nilai M = 0,1613, SE =0,097, maka Hnull diterima 56

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan antara skor posttest I dan skor posttest II pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain tidak terjadi penurunan skor dari posttest I ke posttest II pada kemampuan evaluasi di kelompok ekperimen. Pada kelompok kontrol harga sig. (2-tailed) adalah 0,001 (p < 0,05) dengan nilai M = 0,2983, SE = 0,083, maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan antara skor posttest I dan skor posttest II pada kelompok kontrol. Dengan kata lain terjadi peningkatan skor dari posttest I ke posttest II pada kemampuan evaluasi di kelompok kontrol. Diagram grafik berikut akan memperlihatkan skor pretest, posttest I dan posttest II baik di kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. 3 2 2.5726 2.4274 2.5565 2.5 1.9677 1.9435 2.129 Eksperimen 1.5 Kontrol 1 0.5 0 Pretest Posttest1 Posttest2 Gambar 4.3 Grafik perbandingan pretest, posttest I, dan posttest II kemampuan Evaluasi 4.2.3 Analisis Data Penelitian Kemampuan Inferensi 4.2.3.1 Uji Normalitas Distribusi Data Kemampuan Inferensi Uji normalitas dilakukan untuk mengetahuai apakah data dari kedua kelas berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas dilakukan dengan menggunakan metode kolgomorov-Smirnov. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan pada uji normalitas adalah jika harga sig. (2-tailed) > 0.05 data berdistribusi normal, maka analisis data menggunakan statistik parametric. Hasil uji normalitas dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel hasil perhitungan sebagai berikut (lampiran no 4.7) Tabel 4.7 Uji Normalitas Kemampuan Inferensi No 1 2 3 Aspek Pretest kelompok Eksperimen Posttest 1 kelompok Eksperimen Posttest 2 kelompok Eksperimen Nilai signifikansi 0,188 0,756 0,402 Keterangan Normal Normal Normal 57

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 5 6 7 8 Selisih Pretest Posttest 1 Eksperimen Pretes kelompok Kontrol Posttest kelompok Kotrol Posttest 2 kelompok Eksperimen Selisih Pretest Posttest 2 Eksperimen 0,629 0,615 0,103 0,517 0,368 Normal Normal Normal Normal Normal Dari hasil analisis statistik di atas, harga sig. (2-tailed) pada semua aspek menunjukkan diatas0,05. Maka semua aspek diatas memiliki distribusi data yang normal. Berdasarkan distribusi data tersebut maka akan digunakan statistik parametrik yaitu Independent Samples t-test atau Paired Sample t-test untuk menganalisis data selanjutnya. Analisis statistik selanjutnya akan dilakukan uji perbedaan kemampuan awal untuk mengetahui data berasal dari kelompok yang sama atau tidak. 4.2.3.2 Uji Pengaruh Perlakuan Kemampuan Inferensi 1) Uji Perbedaan Kemampuan Awal Uji perbedaan kemampuan awal skor pretest dilakukan untuk mengetahui perbedaan skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen pada kemampuan inferensi. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik Independent Samples t-test tingkat kepercayaan 95%. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah jika harga sig. (2-tailed) > 0.05 maka kedua data tidak memiliki perbedaan. Berikut adalah tabel hasil uji perbedaan kemampuan awal pretest kemampuan inferensi (lampiran no 4.8) Tabel 4.8 Uji Perbedaan Kemampuan Awal Inferensi Hasil Pretest Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen Sig. (2-tailed) 0.800 Keterangan Tidak berbeda Berdasarkan analisis uji perbedaan skor pretest, diperoleh F sebesar 0,847 dan sig. sebesar 0,361 pada Levene’s Test sehingga tidak terdapat homogenitas varian. Para siswa mencapai skor yang lebih tinggi pada kelompok kontrol pada kemampuan Inferensi dengan nilai M = 1,98, SE = 0,064 dibandingkan dengan kelompok eksperimen dengan nilai M = 1.95, SE = 0,069. Meskipun demikian perbedaan dengan nilai t(60) =0.255 dan hasil perbandingan skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol ditunjukkan dengan besarnya harga sig.(2-tailed) yaitu 0,800 (p > 0,05) sehingga Hnull diterima dan Hi ditolak. Dengan kata lain kedua kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki 58

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kemampuan awal yang sama atau homogen. Analisis selanjutnya adalah analisis uji selisih skor pretest skor posttest dari kelompok eksperimen dan kelompok. 2) Uji Selisih Skor Pretest Ke Posttest Uji selisih skor pretest ke posttest dilakukan untuk melihat apakah ada perbedaan antara selisih skor pretest dan posttest dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis statistik parametrik Independent Samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan inferensi. Kemudian ditarik kesimpulan apakah hasil penelitian ini menerima atau menolak hipotesis penelitian. Berikut adalah tabel hasil uji perbandingan selisih skor kemampuan inferensi (lampiran no 4.9) Tabel 4.9 Perbandingan Selisih Skor Kemampuan Inferensi Hasil selisih skor Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen Signifikansi 0,021 Keterangan Berbeda Gambar diagram berikut akan memperlihatkan skor pretest dan posttest baik di kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Gambar 4.4 Perbandingan Selisih Kemampuan Inferensi Kelompok Eksperimen dan Kontrol 59

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan analisis uji perbandingan selisih skor pretest ke posttest, diproleh F sebesar 1.19 dan sig. sebesar 0,279 (p > 0,05) pada Levene’s Test sehingga terdapat homogenitas varian. Para siswa eksperimen mencapai skor yang lebih tinggi pada kemampuan inferensi dengan nilai M = 0.717, SE = 0,127 dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan nilai M = 0,314, SE = 0,112. Perolehan data yang ada menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara selisih skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan nilai t(60) = 2,374. Berdasarkan hasil uji T, diperoleh harga sig. (2-tailed) yaitu 0,021 (p < 0,05), maka Hnull ditolak dan Hi diterima jadi pada kemampuan inferensi terdapat perbedaan antara selisih skor kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan inferensi. 4.2.3.3 Analisis Lebih Lanjut Kemampuan Inferensi 1) Uji Kenaikan Skor Pretest dan Skor Posttest Uji kenaikan skor pretest dan skor posttest dilakukan untuk melihat apakah ada kenaikan skor antara skor pretest ke posttest pada kemampuan inferensi. Berdasarkan uji normalitas yang sudah dilakukan dengan hasil data berdistrisbusi normal, maka analisis statistik yang digunakan adalah statistik Paired Sample t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, maka ada perbedaan antara skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Berikut adalah tabel hasil uji kenaikan skor pretest dan skor posttest kemampuan inferensi (lampiran no 4.10) Tabel 4.10 Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Inferensi No Kelompok Tes Peningkatan Sig. Pretest Posttest I (%) (2-tailed) Keterangan 1 Eksperimen 1.9839 2.7016 36.1762186 0.000 Berbeda 2 Kontrol 1.9597 2.2742 16.0483748 0.009 Berbeda Hasil analisis kenaikan skor pretest ke posttest di atas menunjukkan bahwa harga sig. (2-tailed) kelompok eksperimen 0.000 (p < 0,05) degan harga M = 1,7177, SE = 0,1273, t(30) = 5,634. Sedangkan harga sig. (2-tailed) kelompok kontrol yaitu 0,009 (p < 0,05) dengan harga M = 0,3145 SE = 0,1123, t(30) = 60

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2,799. Berdasarkan harga sig. (2-tailed) kelompok eksperimen yaitu 0,000 (p < 0,05) maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan antara skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain terjadi peningkatan skor dari pretest ke posttest pada kemampuan inferensi di kelompok eksperimen. Sedangkan pada kelompok kontrol harga sig. (2-tailed) adalah 0,009 (p < 0,05) maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol. Dengan kata lain terjadi peningkatan skor dari pretest ke posttest di kelompok kontrol Hasil analisis data diatas digunakan untuk menarik kesimpulan yang seperti sudah dirumuskan. Kesimpulan yang diambil hendaknya menyatakan perbedaan pengaruh penerapan variabel penggunaan metode mind map terhadap variabel kemampuan inferensi. Berikut ini adalah diagram yang memperlihatkan skor pretest dan posttest baik di kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. 3.00 2.70 2.50 2.27 2.00 1.98 1.96 Eksperimen 1.50 kontrol 1.00 0.50 0.00 Pretest Posttest Gambar 4.5 Kenaikan skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan eksperimen kemampuan inferensi. 2) Uji Besar Efek Perlakuan (Effect Size) Uji besar efek perlakuan ini dilakukan untuk melihat besarnya pengaruh metode mind map terhadap kemampuan inferensi. Peneliti menggunakan Analisis statistik parametrik yaitu Paired Sample t-test sebelum melakukan perhitungan uji besar efek perlakuan dengan tingkat kepercayaan 95%. Setelah dilakukan pengujian statistik, hasil data dimasukan kedalam rumus uji besar effect size. 61

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Keterangan: r : effect size t : harga uji t df : harga derajad kebebasan Berikut merupakan hasil perhitungan effect size pada kemampuan inferensi. (lampiran no 4.11) Tabel 4.11 Hasil Perhitungan Besar Effect Size Kemampuan Inferensi Kelompok T t² df Signifikasi Eksperimen Kontrol 5.63 2.79 31.74 7.834 30 30 0,000 0,009 r (Effect size) 0.717 0.455 R² % Keterangan 0.514 0.207 51.410 20.707 Efek besar Efek menengah Pada tabel perhitungan besarnya pengaruh di atas, diperoleh besarnya effect size 0,71 pada kelompok eksperimen dan 0,45 ada kelompok kontrol. Berdasarkan kriteria yang digunakan, besarnya effect size yang diperoleh menunjukkan bahwa metode mind map memiliki efek besar terhadap kemampuan inferensi dengan persentase efek 51,42 %. Sedangkan pada kelompok kontrol memiliki efek menengah yang dalam hal ini menggunakan metode ceramah dengan persentase efek 20,7 %. 3) Uji Retensi Pengaruh Uji retensi pengaruh dilakukan untuk melihat apakah pengaruh yang ditimbulkan dari dari metode mind map masih sekuat posttest I atau tidak. Berdasarkan uji distribusi data yang normal, maka dilakukan analisis statistik dengan menggunakan statistik parametrik Paired Sample t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 maka ada perbedaan antara skor posttest I dan skor posttest II pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata lain terjadi penurunan skor dari posttest I ke posttest II pada kemampuan inferensi di kelompok kontrol. Berikut merupakan hasil perbandingan skor Posttest I dan Posttest II pada kemampuan inferensi. (lampiran no 4.12) 62

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.12 Perbandingan Skor Posttest I dan Posttest II Kemampuan Inferensi Test 2.838 % Peningkatan 5.074 Sig. (2tailed) 0,300 Keterangan Berbeda 2.717 19.501 0,000 Tidak Berbeda No 1 Kelompok Eksperimen Posttest I Posttest II 2.701 2 Kontrol 2.274 Berdasarkan tabel di atas harga sig. (2-tailed) pada kelompok eksperimen adalah 0,300 (p > 0,05) dengan nilai M = 0,137, SE =0,130, maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan antara skor posttest I dan skor posttest II pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain terjadi peningkatan skor dari posttest I ke posttest II pada kemampuan inferensi di kelompok ekperimen. Pada kelompok kontrol harga sig. (2-tailed) adalah 0,000 (p < 0,05) dengan nilai M = 0,4435, SE = 0,0817, maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan antara skor posttest I dan skor posttest II pada kelompok kontrol. Dengan kata lain tidak terjadi peningkatan skor dari posttest I ke posttest II pada kemampuan inferensi di kelompok kontrol. Diagram grafik berikut akan memperlihatkan skor pretest, posttest I dan posttest II baik di kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. 3 2.7016 2.8387 2.7177 2.5 2.2742 2 1.9839 1.9597 Eksperimen 1.5 Kontrol 1 0.5 0 Pretest Posttest1 Posttest2 Gambar 4.6 Grafik perbandingan pretest, posttest I, dan posttest II kemampuan inferensi 4.3 Pembahasan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan antara kelompok yang menggunakan penggunaan metode mind map dan yang tidak menggunakan penggunaan metode mind map dalam kemampuan evaluasi dan inferensi siswa. Dalam menganalisis data digunakan uji normalitas dan uji perbedaan kemampuan 63

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI awal yang dilanjutkan dengan uji pengaruh perlakuan atau uji selisih skor. Cara ini digunakan karena dari hasil uji pretest dari kedua kelompok mempunyai titik pijak yang sama sehingga dilakukan perbandingan skor posttest. 4.3.1 Pengaruh Metode Mind Map terhadap Kemampuan Evaluasi Berdasarkan hasil analisis yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa ada perbedaan antara selisih skor pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Artinya penerapan penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi siswa. Hal ini ditunjukkan dengan nilai sig. (2tailed) sebesar 0,026 (p > 0,05) maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi. 4.3.2 Pengaruh Metode Mind Map terhadap Kemampuan Inferensi Hasil analisis data untuk kemampuan inferensi menunjukkan bahwa selisih skor pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan bahwa ada perbedaan antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok Kontrol. Ini berarti metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan inferensi. Hal tersebut ditunjukkan dengan besarnya nilai sig. (2tailed) yaitu 0,021 (p < 0,05), maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan inferensi. Sejalan dengan pengamatan peneliti pada kelas eksperimen. Siswa pada kelas yang menggunakan metode mind map mampu memecahkan masalah dengan melakukan percobaan berdasarkan prosedur yang mereka tetapkan, sehingga mampu menganalisis kekurangan dan kelebihan pesawat sederhana dalam menyelesaikan pekerjaan. Hal ini membuktikan bahwa metode mind map dapat meningkatkan aspek-aspek dalam variabel evaluasi dan inferensi karena siswa melakukan percobaan sebagai proses untuk menemukan pemecahan masalah. Berbeda dengan kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah, siswa kurang aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Siswa mendengarkan guru yang menjelaskan materi pelajaran dan mengerjakan LKS dengan tanpa melakukan percobaan. Siswa di kelas kontrol duduk dengan tenang dan teratur. Pada saat peneliti mengamati proses pembelajaran di kelas kontrol ketika pembelajaran mengenai pengungkit, terdapat satu siswa sedang mewarnai gambar dan tidak mengerjakan yang semestinya. 64

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.3.3 Dampak Perlakuan terhadap Siswa Dampak perlakuan terhadap siswa bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan mind map terhadap siswa secara kualitatif. Untuk mengetahui dampak perlakuan terhadap siswa peneliti menggunakan metode triangulasi data. Triangulasi data diperoleh dari hasil observasi di kelas dan wawancara. Berikut adalah hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan. Wawancara dilakukan pada 5 siswa, sampel wawancara diambil dari 31 jumlah kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Dalam hasil wawancara siswa suka dengan pembelajaran IPA. Guru terbiasa memberikan materi pelajaran dengan metode ceramah, meringkas, dan penugasan. Hasil pembelajaran tersebut membuat siswa cukup mengerti dan memahami materi saja. Kemungkinan untuk hafal tentang konsep materi sangat kecil. Karena siswa hanya memahami materi secara konsep dan hafalan. Hampir kedua kelompok yang kami wawancarai menjawab sama dari wawancara yang kami lakukan. Pada kelompok eksperimen, siswa merasa senang dengan adanya penggunaan metode mind map. Siswa aktif untuk belajar dalam kegiatan menggambar dan mewarnai mind map, selain itu mereka dituntut untuk benar-benar tahu materi apa yang harus mereka tuangkan kedalam mind map. Mereka juga dapat mengkreasi dengan gambar. Sehingga siswa benar-benar mampu memaksimalkan kemampuan dalam proses pembelajaran. Guru dikelas kontrol sangat berusaha keras sekali untuk menerangkan materi kepada siswa. Sesekali siswa sedikit bosan ketika guru menjelaskan, kemudian guru memberikan motivasi yaitu mengajak anak untuk berdiri dan bernyanyi. Dari serangkaian kegiatan pembelajaran dikelas kontrol memang kurang mengoptimalkan kemampuan siswa. Siswa biasanya akan paham akan materi setelah diberikan soal-soal latihan. 4.3.3.1 Proses Belajar Observasi kelas dilaksanakan pada tanggal 1 Februari untuk mengetahui kondisi lingkungan kelas sebelum diadakannya ekperimen. Peneliti mengamati bagaimana guru menyampaikan materi ajar kepada siswa. Dalam proses pembelajaran guru terlihat dapat menguasai kelas dengan baik dan siswa dapat mematuhi apa yang diperintahkan oleh guru. Siswa dapat tenang sehingga suasana kelas cukup kondusif untuk belajar. Guru dapat menyampaikan materi dengan 65

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI baik hingga jam pelajaran usai, tetapi proses pembelajaran terkesan kurang efektif. Guru menyampaikan materi dengan menggunakan metode ceramah sehingga proses pembelajaran hanya terpusat pada guru. Siswa hanya mendengarkan dan sekali-kali melakukan tanya jawab. Dalam observasi aktifitas pembelajaran yang menuntut siswa berperan aktif tidak terlihat seperti bekerja dalam kelompok atau memperagakan media pembelajaran. Untuk mengetahui hasil belajar, guru memberikan latihan soal yang ada dalam buku paket. Proses pembelajaran terkesan monoton atau membosankan sehingga guru ditengahtengah proses pembelajaran kerap kali memberikan motivasi berupa lelucon untuk menyegarkan pikiran siswa. Setelah observasi, kegiatan dilanjutkan dengan wawancara kepada guru kelas. Peneliti melakukan tanya jawab kepada guru tentang proses pembelajaran yang biasa dilakukan di dalam kelas. “Pembelajaran biasa saja. Maksudnya itu guru berbicara, siswa mendengarkan, jika ditanya juga menjawab”, ungkap guru mitra (wawancara dengan guru, 6 Februari 2014). Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa guru sudah terbiasa menggunakan metode ceramah. Guru terkesan aktif menjelaskan materi pelajaran, sedangkan siswa pasif dengan mendengarkan guru. Siswa sudah terbiasa menjawab jika guru memberikan pertanyaan. Dapat terlihat tidak adanya kegiatan yang membuat siswa lebih berperan aktif dalam proses pembelajaran. Saat proses pembelajaran berlangsung tentunya kerap muncul kesulitan dalam mengajar. Untuk itu peneliti menanyakan kepada guru kelas apakah ada kesulitan dalam mengajar, khususnya dalam mata pelajaran IPA. “Kalo untuk pelajaran IPA kesulitanya terkadang anak-anak itu susah menghafal. Apalagi kalau anak sudah malas membaca dan menulis! Jadi saya sering memberi soal untuk memancing siswa yang terlihat kurang aktif agar mau belajar”, ungkap guru mitra (wawancara dengan guru, 5 Februari 2014). Dari pernyataan tersebut, kesulitan siswa adalah menghafal materi pelajaran. Guru sering kali hanya menyuruh siswa untuk membaca dan menulis, sehingga siswa menjadi bosan dalam menjalani proses pembelajaran. Untuk memancing keaktifan siswa, guru memberikan soal kepada siswa yang malas. Pertanyaan selanjutnya yaitu tentang media pembelajaran yang sering digunakan guru. “Paling pol mentok gambar”, 66

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ungkap guru mitra (wawancara dengan guru, 5 Februari 2014). Guru hanya menggunakan gambar untuk membantu menjelaskan materi pada siswa tanpa menggunakan media yang lebih konkrit. Setelah melakukan wawancara kepada guru, penelitian dilanjutkan dengan wawancara kepada 5 siswa tentang proses pembelajaran yang biasa dilakukan. Peneliti menanyakan apakah siswa senang dalam belajar IPA. “Senang, karena tidak begitu sulit”, ungkap salah satu siswa (wawancara dengan siswa, 5 Februari 2014). Semua siswa merasa senang belajar IPA karena dianggap mudah untuk dipelajari. Selanjutnya peneliti menanyakan cara guru mengajarka IPA selama ini pada siswa. “Dengan lisan dan merangkum”, jawab siswa (wawancara dengan siswa, 5 Februari 2014). Berdasarkan pernyataan dari guru kelas dan juga pernyataan dari siswa terlihat adanya kesesuaian bahwa guru memang mengajar menggunakan metode ceramah. Siswa lebih banyak mendengarkan penjelasan guru dan merangkum dalam buku catatan. Berdasarkan hasil observasi kelas dan wawancara terhadap guru dan siswa, terdapat persamaan data yang diperoleh. Data tersebut memperlihatkan dimana guru yang berperan aktif dalam proses pembelajaran sedangkan siswa hanya menjadi pendengar. Tidak terlihat kegiatan yang mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran seperti bekerja dalam kelompok sehingga siswa mudah bosan dalam mengikuti pembelajaran. Untuk menjawab permasalahan tersebut peneliti menerapkan metode mind map dalam pembelajaran bekerjasama dengan guru kelas sebagai guru mitra. Peneliti ingin mengetahui bagaimana dampak dari penggunaan mind map terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi serta perilaku siswa selama mengikuti proses pembelajaran. Kegiatan observasi dilakukan kembali pada tanggal 6 Februari 2014, saat pembelajaran menggunakan metode mind map. Sebelum siswa membuat mind map guru memberikan contoh mind map dengan materi gaya. Siswa terlihat tertarik dengan mind map yang memiliki warna dan bentuk yang menarik. Setelah guru menjelaskan cara membuat mind map siswa mencoba membuat mind map bersama kelompok yang telah ditentukan guru. Siswa terlihat antusias saat membuat mind map bersama kelompok. Guru hanya berperan sebagai pengarah, sedangkan siswa berperan aktif dalam kegiatan membuat mind map. Walaupun 67

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI siswa terlihat sibuk dengan menghias mind map bersama kelompoknya, kondisi kelas dapat dikelola guru dengan baik. Siswa dapat bekerjasama dalam kelompoknya untuk membuat mind map. Setelah siswa selesai membuat mind map, dilanjutkan dengan mempresentasikan mind map kelompok di depan kelas. Tiap kelompok saling berebut untuk mempresentasikan mind map terlebih dahulu. Hingga proses pembelajaran selesai siswa dapat mengikutinya dengan baik dan bersemangat. Peneliti kembali melakukan wawancara kepada guru untuk mengetahui tanggapan guru setelah menggunakan metode mind map dalam pembelajaran. “Anak-anak lebih senang karena, satu anak anak lebih suka mengambar. Yang kedua mereka lebih dong, apa yang ingin mereka tuliskan. Terus lebih singkat, padat, dan jelas buat mereka”, ungkap guru mitra (wawancara dengan guru, 24 Februari 2014). Berdasarkan pernyataan guru mitra, mind map berdampak positif bagi siswa. Siswa lebih termotivasi dalam belajar karena siswa dapat belajar sambil menggambar. Menurut guru penggunaan mind map lebih efektif dan efisien jika diterapkan dalam pembelajaran. Peneliti juga bertanya apakah mind map membantu guru dalam mengajar. “Membantu! IPA kalau memakai mind map saya tidak terlalu banyak bicara. Yang kedua anak-anak lebih mau membaca, lalu mengeluarkan apa yang mereka pengen tulis”, ungkap guru mitra (wawancara dengan guru, 24 Februari 2014). Penggunaan mind map membantu guru dalam pembelajaran. Guru tidak perlu menjelaskan materi terlalu banyak dan guru hanya berperan sebagai pengarah atau fasilitator. Selain itu guru merasa bahwa minat siswa untuk membaca lebih besar, siswa juga lebih aktif untuk mengeluarkan pemikiran mereka dengan menuliskannya pada mind map. Setelah melakukan wawancara kepada guru, peneliti juga melakukan wawancara kepada 5 siswa yang sama pada saat wawancara sebelum menggunakan mind map. Peneliti ingin mengetahui apakah siswa senang membuat 5 siswa yang sama pada saat wawancara sebelum menggunakan mind map pada awal pertemuan. ” Senang , karena kreatif bisa menggambar”,ungkap salah siswa (wawancara dengan siswa, 24 Februari, 2014). Dari ke-5 siswa yang diwawancarai, semua berpendapat bahwa penggunaan mind map dalam permbelajaran membuat mereka lebih senang. Pertanyaan berikutnya ingin 68

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mengetahui apakah siswa bosan menggunakan mind map setelah 6 kali pertemuan. ” Tidak, karena menyenangkan”. Jawaban dari siswa lainya sama, yaitu siswa tidak merasa bosan selama menggunakan mind map dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara kepada guru dan wawancara kepada 5 siswa, terlihat adanya persamaan yaitu mind map berdampak positif terhadap minat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Penggunaan mind map dapat melatih kerja sama siswa saat membuat mind map dalam kelompok. Selain itu siswa merasa dapat memahami materi dengan mudah saat menggunakan mind map. 4.3.3.2 Hasil Belajar Hasil belajar siswa setelah menggunakan metode mind map membuat lebih termotivasi dalam mengikuti pelajaran. Berdasarkan observasi pada tanggal 6 Februari 2014, siswa dapat bersosialisasi melalui kegiatan bekerja sama bersama teman kelompok untuk membuat mind map. Saat siswa mempresentasikan hasil mind map di depan kelas, siswa dapat melatih percaya diri. Kemampuan untuk memahami dan menjelaskan isi dari materi yang telah dituangkan dalam mind map sangat membantu siswa dalam mengerjakan soal yang diberikan. Peneliti menanyakan kepada guru apakah penggunaan mind map dapat mrningkatkan hasil belajar siswa. “Bisa! Karena anak-anak yang kurang dalam arti malas membaca dan menulis, setelah membuat mind map mereka nilainya naik”, ungkap guru mitra (wawancara kepada guru, 24 Februari 2014). Berdasarkan pendapat guru diatas, mind map dapat meningkatkan nilai siswa. Siswa yang biasanya mendapatkan nilai yang kurang dari siswa lainya, setelah menggunakan mind map nilai siswa tersebut menjadi meningkat. Hal tersebut dapat terjadi karena siswa yang sebelumnya malas untuk membaca nan menulis, setelah membuat mind map mereka lebih termotivasi untuk mempelajari materi yang akan dituangkan dalam mind map. Bekerja sama dalam kelompok juga dapat membuat siswa terbantu oleh teman yang ada pada kelompok tersebut. Untuk lebih memantabkan data yang diperoleh, selanjutnya peneliti melakukan wawancara 5 siswa yang sama pada saat wawancara sebelum menggunakan mind map. Peneliti menanyakan apakah mind map dapat membantu 69

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI siswa dalam belajar. “Ya, karena tidak membosankan dan banyak menggambar”. Selanjutnya peneliti bertanya apakah kemampuan siswa dalam menjelaskan materi yang kamu miliki menjadi bertambah, “Iya karena mudah dalam menghafal, materinya tidak banyak”. Peneliti juga menanyakan apakah setelah menggunakan mind map, siswa dapat menilai kekurangan atau kelemahan penggunaa pesawat sederhana, “Iya, karena cabangnya mudah dipahami”, ungkap siswa (wawancara dengan siswa, 26 Februari 2014). Berdasarkan pendapat tersebut, siswa merasa bahwa penggunaan metode mind map dapat membantu siswa dalam belajar karena tidak membuat siswa menjadi bosan. Siswa lebih tertarik mempelajari materi sembari menggambar seperti saat membuat mind map. Siswa lebih mudah memahami materi pesawat sederhana menggunakan mind map karena materi lebih ringkas dan dapat dilihat dengan jelas melalui garis yang berwarna menarik. Mind map memang baru pertama diterapkan kepada siswa, tetapi siswa dapat dengan mudah menggunakan mind map dalam proses pembelajaran IPA. Mind map membuat siswa lebih termotivasi dan lebih aktif dalam mengikuti proses pembelajaran yang menyenangkan. Siswa lebih senang dalam belajar. Bahkan untuk siswa yang biasanya mendapat nilai rendah dapat terbantu sehingga nilainya dapat naik. Siswa lebih berminat untuk mempelajari materi sembari merangkum dan menggambar mind map. 70

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab V ini akan diuraikan mengenai kesimpulan, keterbatasan penelitian, dan saran untuk penelitian selanjutnya. Bagian kesimpulan menunjukkan hasil penelitian yang menjawab hipotesis penelitian. Bagian keterbatasan penelitian akan dibahas keterbatasan yang peneliti temui dalam penelitian. Selanjutnya bagian saran berisi saran untuk penelitian berikutnya. 5.1 Kesimpulan Penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi pada siswa kelas V SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2013/2014. Hal tersebut ditunjukkan pada hasil analisis statistik parametrik Independent Samples t-test pada selisih skor pretest dan posttest kelompok eksperimen lebih tinggi dari selisih skor pretest dan posttest kelompok kontrol. Hasil uji selisih menunjukkan harga sig. (2-tailed) 0,026 (p > 0,05) dengan nilai M = 0,59, SE = 0,122 dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan nilai M = 0,18, SE = 0,126 dan dengan nilai t (60) = 2,281. Sehingga Hnull ditolak dan Hi diterima yang berarti sejauh data yang dikumpulkan, ternyata metode mind map menunjukkan adanya pengaruh terhadap kemampuan evaluasi. Hal yang sama dapat dilihat dari analisis data kenaikan pretest dan posttest kemampuan evaluasi dikelompok eksperimen sebesar 30,1%, dengan besar pengaruh (effect size) r = 0,65 yang termasuk kategori besar. Penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan inferensi pada siswa kelas V SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2013/2014. Hal itu ditunjukkan pada hasil analisis statistik parametrik Independent Samples t-test pada perbandingan selisih skor pretest dan posttest kelompok eksperimen lebih tinggi dari selisih skor pretest dan posttest kelompok kontrol. Hasil uji selisih menunjukkan harga sig. (2-tailed) 0,021 (p >0,05) dengan nilai M = 0,717, SE = 0,127 dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan nilai M = 0,314, SE = 0,112 dan dengan nilai t (60) = 2,374. Sehingga Hnull ditolak dan Hi diterima yang berarti sejauh data yang dikumpulkan, ternyata metode mind map menunjukkan adanya pengaruh terhadap kemampuan 71

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI inferensi. Hal yang sama dapat dilihat dari analisis data kenaikan pretest dan posttest kemampuan inferensi dikelompok eksperimen sebesar 36,1%, dengan besar pengaruh (effect size) r = 0,71 yang termasuk kategori besar. 5.2 Keterbatasan Penelitian 5.2.1 Hasil dari penelitian ini hanya terbatas pada sekolah SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta, sehingga hasil penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan pada SD lainnya. 5.2.2 Waktu yang digunakan dalam pembelajaran di kelas sulit ditentukan. Mengingat guru mitra merupakan guru kelas, terkadang guru membutuhkan waktu untuk mengambil nilai atau mengejar materi karena sebentar lagi akan ujian tengah semester. 5.2.3 Pelaksanaan penelitian terganggu dengan adanya bencana alam hujan abu gunung Kelud, yang mengakibatkan sekolah diliburkan dan penelitian tertunda hampir satu minggu pada pertengahan penelitian. 5.3 Saran Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu: 5.3.1 Untuk peneliti selanjutnya dapat diadakan penelitian serupa yang fokus meneliti kemampuan evaluasi dan inferensi dengan menggunakan metode lain sebagai treatment. 5.3.2 Pemilihan waktu untuk pembelajaran dengan mind map harus diperhatikan dengan baik. Pemilihan waktu harus terjadwal dan persiapan bahan-bahan ajar sudah dilakukan serta perlu dikonsultasikan dengan guru mitra. 5.3.3 Untuk penelitian selanjutnya ketika ada hal yang tidak bisa diduga seperti bencana alam, perlu diantisipasi dengan dikomunikasikan dengan guru mitra sehingga dapat mengambil solusi terbaik. 72

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR REFERENSI Azmiyawati, C. (2008). IPA 5 salingtemas untuk kelas V SD/MI. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Azwar, S. (2008). Tes prestasi fungsi dan pengembangan pengukuran prestasi belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Buzan, T. (2008). Buku pintar mind map untuk anak. Jakarta: Gramedia. Buzan, T. (2011). Buku pintar mind map untuk anak. Jakarta: Gramedia. Chang, M, dkk. (2014). Teacher reform in Indonesia: The role of politics and evidence in policy making. Whasingston, D.C : The World Bank. Creswell, John W. (2010). Research design : pendekatan kualitatif, kuantitatif dan mixed edisi ketiga. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Cohen, L., Manion, L., & Morrison, K. (2007). Research methods in education sixth edition. Canada: Routledge. Depdikbud. (2007). Kurikulum tingkat satuan pendidikan ( KTSP ) untuk satuan pendidikan dasar SD/MI ( semester I & II ). Jakarta: BP. Cipta Jaya. OECD. (2013). PISA 2012 Results: What students know and can do – student performance in mathematics, reading and science (Volume I), PISA: OECD Publishing. Facione, P.A. (1990). Critical thinking: a statement of expert consensus for purposes of educational assessment and instruction. Research Findings and Recommendations. American Philosophical Association, Newark, DE. Febriana A., Dkk (2013). Pengembangan student worksheet dengan pendekatan problem solving untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis pada materi dinamika rotasi dan keseimbangan benda tegar sma kelas XI, Radiasi, Vol.3, No.1, Angesti Febriana. Purworejo: Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Purworejo. Field, A. (2009). Discovering statistics using SPSS, third edition. London: Sage. Ghozali, I. (2009). Aplikasi analisis multivariate dengan program SPSS. Semarang : Universitas Diponegoro. Iskandar, S. M. (2001). Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Bandung: CV. Maulana. Johnson, E. B. (2007). Contextual teaching & learning menjadikan kegiatan belajar-mengajar mengasyikkan dan bermakna. Bandung: Mizan Learning Center. 73

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Krathwohl, D. R. (2004). Methods of educational and social science research, an integreted approach (second edition). Illinois: Waveland Press. Masidjo. (1995). Penilaian pencapaian hasil belajar siswa di sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Nuryanti, L. (2008). Psikologi anak. Jakarta : Indeks. Noor, J. (2011). Metodologi penelitian skripsi, tesis, disertasi, dan karya ilmiah. Jakarta: Kencana. Ormrod, J. E. (2008). Psikologi Pendidikan Membantu Siswa Tumbuh Dan Berkembang. Edidi Keenam. Jakarta: Erlangga. Priantini, dkk (2013). Pengaruh metode mind mapping terhadap keterampilan berpikir kreatif dan prestasi belajar ips, e-Journal Jurusan Pendidikan Dasar (Volume 3 Tahun 2013). Singaraja: Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha. Priyatno, D. (2010). Teknik mudah dan cepat melakukan analisis data penelitian dengan SPSS dan tanya jawab ujian pendadaran. Yogyakarta: Gava Media. Priyatno, D. (2012). Belajar praktis analisis parametrik dan non parametrik dengan SPSS. Yogyakarta: Gava Media. Ristiasari, dkk (2012). Model pembelajaran problem solving dengan mind mapping terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, Unnes.J.Biol.Educ. 1 (3) (2012). Semarang : FMIPA Universitas Negeri Semarang. Sanjaya, W. (2006). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta: Kencana. Sangadji (2010) E.M. metodologi penelitian-pendekatan praktis dalam penelitian. Yogyakarta: penerbit Andi Sarwono, J. (2010). PASW statistik 18 belajar statistik menjadi mudah dan cepat. Yogyakarta: CV Andi. Setyowati, A., Subali, B., Mosik. (2011). Implementasi pendekatan konflik kognitif dalam pembelajaran fisika untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa SMP kelas VIII. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia. ISSN: 1693-1246. Sochibin A. , P. Dwijananti, P. Marwoto (2009) Penerapan model pembelajaran inkuiri terpimpin untuk peningkatan pemahaman dan keterampilan berpikir kritis siswa sd. Semarang: Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 5: 96101 Sugiyono. (2010). Metode penelitian pendidikan pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. 74

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sugiyono. (2011). Metode penelitian pendidikan pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sukmadinata. (2008). Metode penelitian pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sulistyanto, H. Wiyono, E. (2008). Ilmu pengetahuan alam untuk SD dan MI kelas V. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Suparno, P. (2001). Teori perkembangan kognitif Jean Piaget. Yogyakrta: Kanisius. Yuniarti N., dkk(2013) Peningkatkan kualitas proses pembelajaran dan kemapuan menulis cerita penek dengan menggunakan metode peta pikiran (mind mapping), pada siswa kelas IX A SMP Negeri 9 Pontianak. Jurnal vol 1, no 1, (hal 125-139). ISSN : pascasarjana UNS. Yogihati, C. I. (2010). Peningkatan kualitas pembelajaran fisika umum melalui pembelajaran bermakna dengan menggunakan peta konsep. Jurusan Fisika FMIPA, Universitas Negeri Malang, Malang, Indonesia, 105. 75

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 76

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1.1 Silabus Kelompok Eksperimen Nama Sekolah : SD Kanisius Wirobrajan Mata Pelajaran :Ilmu Pengetahuan Alam Kelas/Semester :V / 2 Standar Kompetensi : 5. Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya Kelompok : Eksperimen Kompetensi Materi Dasar pokok 5.2 Pesawat Menjelaskan sederhana pesawat sederhana Kegiatan pembelajaran Indikator Pertemuan I Interpretasi  Siswa melihat video tentang pesawat  Mengidentifikasi sederhana. masalah dan  Siswa dan guru melakukan tanya yang dapat jawab membuat sederhana berdasarkan video. pekerjaan tentang materi pesawat mendeskripsikan ciri-ciri pesawat sederhana  Menentukan kriteria  Siswa dibagi dalam 6 kelompok dan lebih kelompoknya. pesawat sederhana menyiapkan alat waktu Bahan 12 x Azmiyaw penilian: 35 ati , Tes tertulis menit choirul, 1. Jenis 2. Bentuk penilian : pilihan essay membuat klasifikasi jenis  Siswa Alat / ganda dan dengan anggota 5-6 siswa pada setiap dibawa  Membuat klasifikasi Alokas Sumber/ i yang berguna untuk lebih mudah cepat Penilaian dkk (2008). IPA saling Temas 5 untuk 3. Instrumen: SD/ MI pretes dan kelas V. 77

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI berdasarkan pertemuan perintah guru pesawat sederhana atas dan dasar data-data dengan Pusat skema tertentu perbukua sebelumnya melakukan percobaan menggunakan alat yang berprinsip Jakarta: pada pesawat  Mengerti maksud dari sederhana tersebut. pertanyaan yang diajukan  Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang materi pembelajaran. yang berkaitan dengan pesawat sederhana  Siswa membuat mind map bersama Analisis  Meneliti alternatif- kelompok.  Siswa mempresentasikan hasil kerja Posttest n Departe men Pendidik an Nasional Sulistiya alternatif yang mungkin nto, heri, dengan melihat dkk.2008 Pertemuan II persamaan dan .Ilmu  Siswa diminta untuk menyiapkan PR perbedaan dengan Pengetah pada pertemuan sebelumnya yaitu menggunakan pesawat mind map tentang pesawat sederhana sederhana dan jenis tuas. menggunakan tangan bersama kelompoknya.  Siswa dan guru membahas PR kosong tentang mind map pesawat sederhana  Membandingkan jenis tuas tersebut bersama-sama. pernyataan tentang uan Alam untuk SD/ MI kelas V. Jakarta: Pusat Perbukua 78

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI  Guru menggali pengetahuan siswa penggunaan pesawat n melalui tanya jawab tentang materi sederhana dan tidak Departe pesawat sederhana jenis tuas dengan menggunakan pesawat men menggunakan beberapa gambar dan sederhana Nasional  Mengidentifikasi mana media.  Siswa alat berdasarkan perintah pertemuan sebelumnya dibawa guru pada mana permasalahan Media: papan tulis, buku melakukan percobaan.dan melakukan menggunakan pesawat paket, percobaan dengan menggunakan alat sederhana yang tepat gambar bawa tersebut untuk bersama  Mengidentifikasi mana tentang kelompoknya. Contoh: menggunting, permasalahan utama dan pesawat menyapu, mana permasalahan sederhan memotong kuku dan sebagainya. sekunder untuk memilih Siswa mendengarkan penjelasan dari menggunakan pesawat guru tentang penggolongan pesawat sederhana yang tepat sederhana jenis tuas.  permasalahan utama dan sekunder untuk memilih siswa  menyiapkan Evaluasi Siswa mendengarkan penjelasan guru  Menilai cara kerja tentang letak titik tumpu, titik beban pesawat sederhana yang a lat yang berprinsi p pesawat sederhan a, LKS, 79

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dan titik kuasa pada masing-masing tepat dalam soal contoh alat yang menggunkan prinsip menyelsaikan pekerjaan. Evaluasi  Memberikan argument kerja tuas.   Siswa menunjukkan letak titik tumpu, cara kerja pesawat titik beban dan titik kuasa pada alat sederhana dalam yang diberikan oleh guru. menyelesaikan siswa pekerjaan. bersama kelompoknya, membuat mind map tentang pesawat  Memberikan alasan yang sederhana jenis tuas. Siswa mempresentasikan hasil pekerjaanya ke depan kelas. benar dalam memilih pesawat sederhana  Memberikan contoh lain Pertemuan III pesawat sedrhana yang  Siswa diminta untuk menyiapkan PR dapat mempermudah membuat mind map bidang miring dan menyelesaikan membahasnya bersama. pekerjaan.   Siswa melihat video tentang bidang Inferensi miring.  Menyimpulkan pesawat Guru menggali pengetahuan siswa sederhana yang tepat melalui tanya jawab tentang materi dalam menyelesaikan 80

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI   pesawat sederhana jenis bidang miring pekerjaan secara berdasarkan video. mandiri Siswa masuk dalam kelompok dan melakukan percobaan tentang bidang kongkrit penerapan miring dengan alat yang telah pesawat sederhana disiapkan guru. dalam menyelesaikan Guru menjelaskan materi pesawat pekerjaan sederhana bidang miring dengan    Membrikan contoh alat  memberikan langkah menggunakan power point. kerja penerapan pesawat Siswa bersama kelompok membuat sederhana dalam mind map tentang bidang miring. menyelesaikan Siswa mempresentasikan hasil pekerjaan secara pekerjaannya di depan kelas. sistematis  Memberikan argument Pertemuan IV  Siswa diminta untuk menyiapkan PR yang mendukung dalam pada pertemuan sebelumnya yaitu menyimpulkan pesawat mind map tentang pesawat sederhana sederhana jenis katrol bersama. dan membahasnya Eksplanasi  Menjelaskan gambar 81

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI  Siswa melihat video tentang pesawat sederhana. penggunaan katrol dalam kehidupan  Menjelaskan alasan penggunaan salah satu sehari-hari.  Guru menggali pengetahuan siswa jenis pesawat sederhana. melalui tanya jawab tentang materi  Menjelaskan alasan pesawat sederhana jenis katrol pengambilan langkahlangkah penyelesaian berdasarkan video  Siswa masuk kedalam kelompok dan masalah dengan melakukan percobaan tentang jenis- menggunakan pesawat jenis katrol dengan alat yang telah sederhana  Menguraikan langkah- guru siapkan.  Siswa mendengarkan penjelasan dari langkah penyelesaian guru tentang pesawat sederhana jenis masalah dengan katrol. menggunakan pesawat  siswa bersama kelompoknya, sederhana membuat mind map tentang pesawat Regulasi Diri  Menghargai pendapat sederhana katrol.  Siswa mempresentasikan pekerjaanya ke depan kelas. hasil orang lain yang berbeda tentang penggunaan 82

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pesawat sederhana Pertemuan V   Siswa diminta untuk menyiapkan PR membuat mind map roda berporos dan sendiri apakah terlalu membahasnya bersama guru. berat sebelah saat Guru menggali pengetahuan siswa mengambil keputusan melalui tanya jawab tentang materi pemilihan jenis pesawat pesawat sederhana jenis roda berporos sederhana  Menguji apakah dengan menggunakan gambar dan    Menguji pendapat media seperti mobil-mobilan. argumen pemilihan jenis Siswa masuk ke dalam kelompok dan pesawat sederhana melakukan percobaan dengan alat memang sungguh bisa yang telah disiapkan oleh guru. diterima Siswa mendengarkan penjelasan guru dengan menggunakan power point.  Siswa membuat mind map roda berporos Siswa bersama kelompoknya. mempresentasikan pekerjaanya ke depan kelas. Pertemuan VI hasil  Menilai kelemahan atau kelebihan dari pendapat orang lain tentang pemilihan jenis pesawat sederhana 83

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI  Siswa diminta untuk menyiapkan PR membuat mind map pesawat sederhana secara keseluruhan dan membahasnya bersama guru.  Siswa dan guru mengulas kembali seluruh materi pesawat sederhana pada pertemuan-pertemuan sebelumnya dengan menggunakan power point.  Siswa membuat mind map secara individu tenang seluruh materi pesawat sederhana. 84

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1.2 : Silabus Kelompok Kontrol 85

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1.2 Silabus Kelompok Kontrol Satuan Pendidikan :SD Kanisius Wirobrajan Kelas/ Semester : VB/ Genap Mata Pelajaran : IPA Standar Kompetensi : 5. Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya Kelompok : Kelompok Kontrol Kompetensi Materi Kegiatan pembelajaran Indkator Penilaian Dasar Alokasi Sumber/ waktu Alat / Bahan 5.2 Pesawat Menjelaskan sederhana Pertemuan I  Siswa Interpretasi Siswa diberi penjelasan  Mengidentifikasi masalah dan 1. Jeni s 12 x 35 Azmiyawa menit ti , choirul, pesawat tentang materi pesawat sederhana mendeskripsikan ciri-ciri penilaian: dkk sederhana secara keseluruhan. pesawat sederhana Tes (2008). yang dapat membuat pekerjaan  Siswa menyebutkan contoh alat yang  Menentukan kriteria yang berprinsip pesawat sederhana.  Siswa menjelaskan berguna untuk membuat pengertian lebih mudah pesawat sederhana sesuai penjelasan dan lebih guru. cepat  Siswa fungsi dari 2. Bent klasifikasi jenis pesawat uk sederhana penilaian:  Membuat klasifikasi pesawat menyebutkan tertulis sederhana atas dasar data-data IPA saling Temas 5 untuk SD/ MI kelas V. Jakarta: pilihan Pusat ganda dan perbukuan 86

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI masing-masing pesawat sederhana.  Siswa mengerjakan soal latihan.  Siswa dan guru membahas soal latihan yang telah siswa kerjakan.     Mengerti maksud dari Departeme essay 3. Instr n pertanyaan yang diajukan yang umrnt: Pendidikan berkaitan dengan pesawat pretest Nasional sederhana dan Analisis Pertemuan II  dengan skema tertentu Siswa dan guru membahas soal  Meneliti alternatif-alternatif posttest Sulistiyant o, heri, dkk.2008.I lmu evaluasi yag telah siswa kerjakan yang mungkin dengan melihat Pengetahu pada pertemuan sebelumnya. persamaan dan perbedaan an Alam Siswa dengan menggunakan pesawat untuk SD/ guru tentang materi tuas dan jenis- sederhana dan menggunakan MI kelas jenisnya. tangan kosong V. Jakarta: mendengarkan penjelasan Guru menjelaskan letak titik tumpu,  Membandingkan pernyataan titik kuasa dan titik beban pada tentang penggunaan pesawat masing-masing jenis tuas. sederhana dan tidak Siswa menjelaskan jenis-jenis tuas menggunakan pesawat dan letak titik tumpu, titik kuasa dan sederhana titik beban pada masing-masing  Mengidentifikasi mana jenis tuas. permasalahan utama dan mana Pusat Perbukuan Departeme n Nasional Media: papan tulis, buku 87

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI   Siswa mengerjakan soal latihan permasalahan sekunder untuk paket, secara individu. memilih menggunakan gambar Siswa dan guru membahas soal pesawat sederhana yang tepat tentang latihan yang telah siswa kerjakan.  Mengidentifikasi mana Pertemuan III permasalahan utama dan mana  Siswa dan guru membahas soal permasalahan sekunder untuk evaluasi yang telah siswa kerjakan memilih menggunakan pada pertemuan sebelumnya. pesawat sederhana yang tepat    sederhana lat yang berprinsip pesawat sederhana, Siswa mendengarkan penjelasan guru Evaluasi LKS, soal tentang bidang miring dan  Menilai cara kerja pesawat Evaluasi penggunaanya dalam kehidupan sederhana yang tepat dalam sehari-hari. menyelsaikan pekerjaan. Siswa menjelaskan pengertian bidang  Memberikan argument cara miring sesuai penjelasan guru. kerja pesawat sederhana dalam Siswa menyebutkan fungsi bidang menyelesaikan pekerjaan. miring dalam kehidupan sehari-hari  pesawat  Memberikan alasan yang benar dan contohnya. dalam memilih pesawat Siswa mengerjakan LKS yang telah sederhana disiapkan guru secara individu.  Memberikan contoh lain 88

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI  Siswa mempresentasikan hasl pesawat sedrhana yang dapat pekerjaanya ke depan kelas. mempermudah menyelesaikan pekerjaan. Inferensi Pertemuan IV  Siswa dan guru membahas soal  Menyimpulkan pesawat evaluasi yang telah siswa kerjakan sederhana yang tepat dalam pada pertemuan sebelumnya.’ menyelesaikan pekerjaan  Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang jenis-jenis katrol secara mandiri dan  Membrikan contoh alat kegunaanya dalam kehidupan sehari- kongkrit penerapan pesawat hari. sederhana dalam  Siswa menjelaskan pengertian katrol sesuai penjelasan guru.  Siswa menyebutkan jenis-jenis katrol menyelesaikan pekerjaan  memberikan langkah kerja penerapan pesawat sederhana dan kegunaanya dalam kehidupan dalam menyelesaikan sehari-hari. pekerjaan secara sistematis  Siswa mengerjakan soal latihan.  Siswa dan guru membahas soal latihan yang telah siswa kerjakan.  Memberikan argument yang mendukung dalam menyimpulkan pesawat 89

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pertemuan V  Siswa dan guru membahas soal Eksplanasi evaluasi yang telah siswa kerjakan  Menjelaskan gambar pesawat pada pertemuan sebelumnya.   Siswa mendengarkan penjelasan guru   Menjelaskan alasan penggunaan salah satu jenis Siswa menjelaskan pengertian roda pesawat sederhana.  Menjelaskan alasan Siswa menyebutkan contoh pengambilan langkah-langkah penggunaan pesawat sederhana penyelesaian masalah dengan dalam kehidupan sehari-hari. menggunakan pesawat Siswa mengerjakan LKS secara sederhana individu.  sederhana. tentang materi roda berporos. berporos sesuai penjelasan guru.  sederhana  Menguraikan langkah-langkah Siswa dan guru membahas LKS yang penyelesaian masalah dengan telah siswa kerjakan. menggunakan pesawat sederhana Pertemuan VI Regulasi Diri   Menghargai pendapat orang Siswa dan guru membahas soal evaluasi yang telah siswa kerjakan lain yang berbeda tentang 90

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI  sebelumnya. penggunaan pesawat Siswa mengumpulkan tugas sederhana ringkasan yang telah dikerjakan.   Guru memberikasn pertanyaan apakah terlalu berat sebelah kepada siswa tentag seluruh materi saat mengambil keputusan pesawat sederhana. pemilihan jenis pesawat Guru menjelaskan kembali seluruh sederhana materi pesawat sederhana.    Menguji pendapat sendiri  Menguji apakah argumen Siswa mengerjakan soal latihan pemilihan jenis pesawat tentang seluruh materi pesawat sederhana memang sungguh sederhana. bisa diterima Siswa dan guru membahas soal latihan yang telah siswa kerjakan.  Menilai kelemahan atau kelebihan dari pendapat orang lain tentang pemilihan jenis pesawat sederhana 91

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1.3 : RPP Kelompok Ekperimen 92

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1.3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelompok Eksperimen Satuan Pendidikan :SD Kanisius Wirobrajan Kelas/ Semester : VA/ Genap Mata Pelajaran : IPA Materi Pelajaran : Pesawat Sederhana Kelompok : Kelompok Eksperimen Standar Kompetensi : 5. Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya Kompetensi Dasar 5.2 Menjelaska n pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan Sub Materi Pokok Indikator Pesawat Interpretasi sederhan  Mengidentifikasi a secara masalah dan umum mendeskripsikan ciri-ciri pesawat sederhana  Menentukan kriteria yang berguna untuk membuat klasifikasi jenis pesawat sederhana  Membuat Kegiatan Pembelajaran Alokasi waktu Penilaian Sumber/ Alat / Bahan (2 x 35 Pertemuan I menit) Kegiatan Awal :  Doa, salam, mengecek kesiapan siswa dan presensi.  Apersepsi Siswa bersama guru mengulas kembali materi gaya dengan menggunakan mind map dan siswa mengamati contoh mind map materi gaya yang ditampilakan guru.  Orientasi Siswa diberikan penjelasan tentang tujuan pembelajaran yaitu belajar pesawat sederhana.  Motivasi 1. Jenis peneliti an : tes tertulis 2. Bentuk penilian : pilihan ganda dan essay 3. Instrum en: pretes Azmiyawa ti , choirul, dkk (2008). IPA saling Temas 5 untuk SD/ MI kelas 93

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI lebih cepat Pesawat klasifikasi pesawat sederhana atas dasar data-data dengan skema tertentu  Mengerti maksud dari pertanyaan yang diajukan yang berkaitan dengan pesawat sederhana Analisis  Meneliti alternatif-alternatif yang mungkin dengan melihat persamaan dan perbedaan dengan menggunakan pesawat sederhana dan menggunakan tangan kosong  Membandingkan pernyataan tentang penggunaan pesawat sederhana dan tidak menggunakan Siswa melakukan “tepuk semangat” dan Posttest Kegiatan Inti  Siswa melihat video tentang pesawat sederhana.  Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang materi pesawat sederhana berdasarkan video.  Siswa dibagi dalam 6 kelompok dengan anggota 5-6 siswa pada setiap kelompoknya.  Siswa menyiapkan alat dibawa berdasarkan perintah guru pada pertemuan sebelumnya dan melakukan percobaan menggunakan alat yang berprinsip pesawat sederhana tersebut.  Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang materi pembelajaran.  Siswa membuat mind map bersama kelompok.  Siswa mempresentasikan hasil kerja bersama kelompoknya. Pusat perbukuan Departem en Pendidika n Nasional Sulistiyant o, heri, dkk.2008.I lmu Pengetahu Kegiatan akhir an Alam  Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan.  Siswa mengerjakan soal evaluasi.  Siswa diberi PR membuat mind map pesawat sederhana jenis tuas.  Siswa diberi informasi untuk membawa peratan peswat sederhana jenis tuas. seperti tang, gunting, linggis, pembuka botol, pemotong kuku. Pertemuan II V. Jakarta: untuk SD/ MI kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Departem en (2 x 35 Nasional 94

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sederhan a Tuas pesawat sederhana  Mengidentifikasi mana permasalahan utama dan mana permasalahan sekunder untuk memilih menggunakan pesawat sederhana yang tepat  Mengidentifikasi mana permasalahan utama dan mana permasalahan sekunder untuk memilih menggunakan pesawat sederhana yang tepat Evaluasi  Menilai cara kerja pesawat sederhana yang tepat dalam menyelsaikan pekerjaan.  Memberikan menit) Kegiatan Awal :  Doa, salam, mengecek kesiapan siswa dan presensi.  Apersepsi Guru mengajukan beberapa pertanyaan secara lisan tentang materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya yaitu tentang pesawat sederhana secara keseluruhan.  Orientasi Siswa diberikan penjelasan tentang tujuan pembelajara hari ini.  Motivasi Siswa melakukan “tepuk Kanisius” Kegiatan Inti     Siswa diminta untuk menyiapkan PR pada pertemuan sebelumnya yaitu mind map tentang pesawat sederhana jenis tuas. Siswa dan guru membahas PR tentang mind map pesawat sederhana jenis tuas tersebut bersamasama. Guru menggali pengetahuan siswa melalui tanya jawab tentang materi pesawat sederhana jenis tuas dengan menggunakan beberapa gambar dan media. Siswa menyiapkan alat dibawa berdasarkan perintah guru pada pertemuan sebelumnya untuk melakukan percobaan.dan melakukan percobaan dengan menggunakan alat siswa bawa tersebut Media: papan tulis, buku paket, gambar tentang pesawat sederhana lat yang berprinsip pesawat sederhana, LKS, soal Evaluasi 95

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI argument cara kerja pesawat sederhana dalam menyelesaikan pekerjaan.  Memberikan alasan yang benar dalam memilih pesawat sederhana  Memberikan contoh lain pesawat sedrhana yang dapat mempermudah menyelesaikan pekerjaan. Inferensi  Menyimpulkan pesawat sederhana yang tepat dalam menyelesaikan pekerjaan secara mandiri Pesawat  Membrikan contoh alat sederhan kongkrit a Bidang penerapan Miring pesawat sederhana     bersama kelompoknya. Contoh: menggunting, menyapu, memotong kuku dan sebagainya. Siswa mendengarkan penjelasan dari guru tentang penggolongan pesawat sederhana jenis tuas. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang letak titik tumpu, titik beban dan titik kuasa pada masing-masing contoh alat yang menggunkan prinsip kerja tuas. Siswa menunjukkan letak titik tumpu, titik beban dan titik kuasa pada alat yang diberikan oleh guru. siswa bersama kelompoknya, membuat mind map tentang pesawat sederhana jenis tuas. Siswa mempresentasikan hasil pekerjaanya ke depan kelas. Kegiatan akhir  Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan.  Siswa mengerjakan soal evaluasi.  Siswa diberi PR membuat mind map pesawat sederhana jenis bidang miring. Pertemuan III Kegiatan Awal :  Doa, salam, mengecek kesiapan siswa dan presensi.  Apersepsi (2 x 35 menit) 96

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dalam menyelesaikan pekerjaan  memberikan langkah kerja penerapan pesawat sederhana dalam menyelesaikan pekerjaan secara sistematis  Memberikan argument yang mendukung dalam menyimpulkan pesawat sederhana Eksplanasi  Menjelaskan gambar pesawat sederhana.  Menjelaskan alasan penggunaan salah satu jenis pesawat sederhana.  Menjelaskan alasan pengambilan Guru mengajukan beberapa pertanyaan secara lisan tentang materi yang telah dipelajari siswa sebelunya tentang materi tuas pada pertemuan sebelumnya.  Orientasi  Siswa diberikan penjelasan tentang tujuan pembelajara hari ini.  Motivasi Siswa melakukan “tepuk salut” Kegiatan Inti  Siswa diminta untuk menyiapkan PR membuat mind map bidang miring dan membahasnya bersama.  Siswa melihat video tentang bidang miring.  Guru menggali pengetahuan siswa melalui tanya jawab tentang materi pesawat sederhana jenis bidang miring berdasarkan video.  Siswa masuk dalam kelompok dan melakukan percobaan tentang bidang miring dengan alat yang telah disiapkan guru.  Guru menjelaskan materi pesawat sederhana bidang miring dengan menggunakan power point.  Siswa bersama kelompok membuat mind map tentang bidang miring.  Siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas. Kegiatan akhir  Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan 97

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI langkah-langkah penyelesaian masalah dengan menggunakan pesawat sederhana Pesawat  Menguraikan langkah-langkah sederhan penyelesaian a katrol masalah dengan menggunakan pesawat sederhana Regulasi Diri  Menghargai pendapat orang lain yang berbeda tentang penggunaan pesawat sederhana  Menguji pendapat sendiri apakah terlalu berat sebelah saat mengambil keputusan pemilihan jenis pesawat sederhana  Menguji apakah argumen pembelajaran yang telah dilaksanakan.  Siswa mengerjakan soal evaluasi.  Siswa diberi PR membuat mind map pesawat sederhana katrol. (2 x 35 Pertemuan IV menit) Kegiatan Awal :  Doa, salam, mengecek kesiapan siswa dan presensi.  Apersepsi Guru mengajukan beberapa pertanyaan secara lisan tentang materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya yaitu tentang pesawat sederhana jenis bidang miring.  Orientasi Siswa diberikan penjelasan tentang tujuan pembelajara hari ini.  Motivasi Siswa melakukan “tepuk kanisius” Kegiatan Inti  Siswa diminta untuk menyiapkan PR pada pertemuan sebelumnya yaitu mind map tentang pesawat sederhana jenis katrol dan membahasnya bersama.  Siswa melihat video tentang penggunaan katrol dalam kehidupan sehari-hari.  Guru menggali pengetahuan siswa melalui tanya jawab tentang materi pesawat sederhana jenis 98

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pemilihan jenis pesawat sederhana memang sungguh bisa diterima  Menilai kelemahan atau kelebihan dari pendapat orang lain tentang pemilihan jenis pesawat sederhana Pesawat sederhan a Roda Berporo s katrol berdasarkan video  Siswa masuk kedalam kelompok dan melakukan percobaan tentang jenis-jenis katrol dengan alat yang telah guru siapkan.  Siswa mendengarkan penjelasan dari guru tentang pesawat sederhana jenis katrol.  siswa bersama kelompoknya, membuat mind map tentang pesawat sederhana katrol.  Siswa mempresentasikan hasil pekerjaanya ke depan kelas. Kegiatan akhir  Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan.  Siswa mengerjakan soal evaluasi.  Siswa diberi PR membuat mind map pesawat sederhana roda berporos.  Siswa diberi PR membuat mind map pesawat sederhana secara keseluruhan. (2 x 35 Pertemuan V menit) Kegiatan Awal :  Doa, salam, mengecek kesiapan siswa dan presensi.  Apersepsi Guru mengajukan beberapa pertanyaan secara lisan tentang materi yang telah dipelajari siswa sebelunya tentang materi katrol.  Orientasi Siswa diberikan penjelasan tentang tujuan 99

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajara hari ini.  Motivasi Siswa melakukan “tepuk salut” Kegiatan Inti  Siswa diminta untuk menyiapkan PR membuat mind map roda berporos dan membahasnya bersama guru.  Guru menggali pengetahuan siswa melalui tanya jawab tentang materi pesawat sederhana jenis roda berporos dengan menggunakan gambar dan media seperti mobil-mobilan.  Siswa masuk ke dalam kelompok dan melakukan percobaan dengan alat yang telah disiapkan oleh guru.  Siswa mendengarkan penjelasan guru dengan menggunakan power point.  Siswa membuat mind map roda berporos bersama kelompoknya. Siswa mempresentasikan hasil pekerjaanya ke depan kelas. Kegiatan akhir  Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan.  Siswa mengerjakan soal evaluasi. Pembuat an Mind map Individu Pertemuan VI Kegiatan Awal :  Doa, salam, mengecek kesiapan siswa dan presensi. (2 x 35 menit) 100

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pesawat sederhan a  Apersepsi Guru mengajukan beberapa pertanyaan secara lisan tentang materi yang telah dipelajari siswa sebelunya tentang materi roda berporos.  Orientasi Siswa diberikan penjelasan tentang tujuan pembelajara hari ini.  Motivasi Siswa melakukan “tepuk salut” Kegiatan Inti    Siswa diminta untuk menyiapkan PR membuat mind map pesawat sederhana secara keseluruhan dan membahasnya bersama guru. Siswa dan guru mengulas kembali seluruh materi pesawat sederhana pada pertemuan-pertemuan sebelumnya dengan menggunakan power point. Siswa membuat mind map secara individu tenang seluruh materi pesawat sederhana. Kegiatan akhir  Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan.Siswa mengerjakan soal evaluasi. 101

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1.4 : RPP Kelompok Kontrol 102

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1.4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelompok Kontrol Satuan Pendidikan :SD Kanisius Wirobrajan Kelas/ Semester : VB/ Genap Mata Pelajaran : IPA Materi Pelajaran : Pesawat Sederhana Kelompok : Kelompok Kontrol Standar Kompetensi : 5. Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya Kompetensi Dasar 5.2 Menjelaska n pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan Sub Materi Pokok Indikator Pesawat Interpretasi sederhan  Mengidentifikasi a secara masalah dan umum mendeskripsikan ciri-ciri pesawat sederhana  Menentukan kriteria yang berguna untuk membuat klasifikasi jenis pesawat sederhana  Membuat Kegiatan Pembelajaran Alokasi waktu Penilaian Sumber/ Alat / Bahan (2 x 35 Pertemuan I menit) Kegiatan Awal :  Doa, salam, mengecek kesiapan siswa dan presensi.  Apersepsi Siswa bersama guru mengulas kembali materi gaya yang telah siswa pelajari pada pertemuan sebelumnya.  Orientasi Siswa diberikan penjelasan tentang tujuan pembelajaran yaitu belajar pesawat sederhana.  Motivasi Siswa melakukan “tepuk semangat”. Azmiyawa 1.Jenis penilian ti , : choirul, Tes tertulis 2. Bentuk penilian : pilihan ganda dan essay 3. Instrum dkk (2008). IPA saling Temas 5 untuk SD/ MI kelas 103

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI lebih cepat Pesawat sederhan a Tuas klasifikasi pesawat sederhana atas dasar data-data dengan skema tertentu  Mengerti maksud dari pertanyaan yang diajukan yang berkaitan dengan pesawat sederhana Analisis  Meneliti alternatif-alternatif yang mungkin dengan melihat persamaan dan perbedaan dengan menggunakan pesawat sederhana dan menggunakan tangan kosong  Membandingkan pernyataan tentang penggunaan pesawat sederhana dan tidak menggunakan Kegiatan Inti  Siswa Siswa diberi penjelasan tentang materi pesawat sederhana secara keseluruhan.  Siswa menyebutkan contoh alat yang berprinsip pesawat sederhana.  Siswa menjelaskan pengertian pesawat sederhana sesuai penjelasan guru.  Siswa menyebutkan fungsi dari masing-masing pesawat sederhana.  Siswa mengerjakan soal latihan.  Siswa dan guru membahas soal latihan yang telah siswa kerjakan. Kegiatan akhir  Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan.  Siswa mengerjakan soal evaluasi.  Siswa diberi PR untuk mempelajari materi selanjutnya yaitu tuas. (2 x 35 Pertemuan II menit) Kegiatan Awal :  Doa, salam, mengecek kesiapan siswa dan presensi.  Apersepsi Guru mengajukan beberapa pertanyaan secara lisan tentang materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya yaitu tentang pesawat sederhana secara keseluruhan. en: pretes dan Posttest V. Jakarta: Pusat perbukuan Departem en Pendidika n Nasional Sulistiyant o, heri, dkk.2008.I lmu Pengetahu an Alam untuk SD/ MI kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Departem en Nasional 104

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pesawat sederhana  Mengidentifikasi mana permasalahan utama dan mana permasalahan sekunder untuk memilih menggunakan pesawat sederhana yang tepat  Mengidentifikasi mana permasalahan utama dan mana permasalahan sekunder untuk memilih menggunakan pesawat sederhana yang tepat Evaluasi  Menilai cara kerja pesawat sederhana yang tepat dalam menyelsaikan Pesawat pekerjaan. sederhan  Memberikan a Bidang  Orientasi Siswa diberikan penjelasan tentang tujuan pembelajara hari ini.  Motivasi Siswa melakukan “tepuk Kanisius” Kegiatan Inti  Siswa dan guru membahas soal evaluasi yag telah siswa kerjakan pada pertemuan sebelumnya.  Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang materi tuas dan jenis-jenisnya.  Guru menjelaskan letak titik tumpu, titik kuasa dan titik beban pada masing-masing jenis tuas.  Siswa menjelaskan jenis-jenis tuas dan letak titik tumpu, titik kuasa dan titik beban pada masingmasing jenis tuas.  Siswa mengerjakan soal latihan secara individu.  Siswa dan guru membahas soal latihan yang telah siswa kerjakan. Kegiatan akhir  Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan.  Siswa mengerjakan soal evaluasi.  Siswa diberi tugas untuk mempelajari materi selanjutnya yaitu tentang bidang miring. Pertemuan III Kegiatan Awal :  Doa, salam, mengecek kesiapan siswa dan Media: papan tulis, buku paket, gambar tentang pesawat sederhana lat yang berprinsip pesawat sederhana, LKS, soal Evaluasi (2 x 35 menit) 105

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Miring argument cara kerja pesawat sederhana dalam menyelesaikan pekerjaan.  Memberikan alasan yang benar dalam memilih pesawat sederhana  Memberikan contoh lain pesawat sedrhana yang dapat mempermudah menyelesaikan pekerjaan. Inferensi  Menyimpulkan pesawat sederhana yang tepat dalam menyelesaikan pekerjaan secara mandiri  Membrikan contoh alat kongkrit penerapan pesawat sederhana presensi. Apersepsi Guru mengajukan beberapa pertanyaan secara lisan tentang materi yang telah dipelajari siswa sebelunya tentang materi tuas pada pertemuan sebelumnya.  Orientasi Siswa diberikan penjelasan tentang tujuan pembelajara hari ini.  Motivasi Siswa melakukan “tepuk salut” Kegiatan Inti  Siswa dan guru membahas soal evaluasi yang telah siswa kerjakan pada pertemuan sebelumnya.  Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang bidang miring dan penggunaanya dalam kehidupan sehari-hari.  Siswa menjelaskan pengertian bidang miring sesuai penjelasan guru.  Siswa menyebutkan fungsi bidang miring dalam kehidupan sehari-hari dan contohnya.  Siswa mengerjakan LKS yang telah disiapkan guru secara individu.  Siswa mempresentasikan hasl pekerjaanya ke depan kelas. Kegiatan akhir  Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan.  106

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pesawat sederhan a katrol dalam menyelesaikan pekerjaan  memberikan langkah kerja penerapan pesawat sederhana dalam menyelesaikan pekerjaan secara sistematis  Memberikan argument yang mendukung dalam menyimpulkan pesawat sederhana Eksplanasi  Menjelaskan gambar pesawat sederhana.  Menjelaskan alasan penggunaan salah satu jenis pesawat sederhana.  Menjelaskan alasan pengambilan  Siswa mengerjakan soal evaluasi.  Siswa diberi tugas untuk mempelajari materi berikutnya yaitu tentang pesawat sederhana jenis katrol. (2 x 35 Pertemuan IV menit) Kegiatan Awal :  Doa, salam, mengecek kesiapan siswa dan presensi.  Apersepsi Guru mengajukan beberapa pertanyaan secara lisan tentang materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya yaitu tentang pesawat sederhana jenis bidang miring.  Orientasi Siswa diberikan penjelasan tentang tujuan pembelajara hari ini.  Motivasi Siswa melakukan “tepuk kanisius” Kegiatan Inti  Siswa dan guru membahas soal evaluasi yang telah siswa kerjakan pada pertemuan sebelumnya.’  Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang jenis-jenis katrol dan kegunaanya dalam kehidupan sehari-hari.  Siswa menjelaskan pengertian katrol sesuai penjelasan guru.  Siswa menyebutkan jenis-jenis katrol dan 107

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI langkah-langkah penyelesaian masalah dengan menggunakan pesawat sederhana  Menguraikan langkah-langkah penyelesaian masalah dengan menggunakan pesawat sederhana Regulasi Diri  Menghargai Pesawat pendapat orang sederhan lain yang berbeda a Roda tentang Berporo penggunaan s pesawat sederhana  Menguji pendapat sendiri apakah terlalu berat sebelah saat mengambil keputusan pemilihan jenis pesawat sederhana  Menguji apakah argumen kegunaanya dalam kehidupan sehari-hari.  Siswa mengerjakan soal latihan.  Siswa dan guru membahas soal latihan yang telah siswa kerjakan. Kegiatan akhir  Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan.  Siswa mengerjakan soal evaluasi.  Siswa diberi tugas untuk mempelajari materi selanjutnya yaitu pesawat sederhana roda berporos. Pertemuan V Kegiatan Awal :  Doa, salam, mengecek kesiapan siswa dan presensi.  Apersepsi Guru mengajukan beberapa pertanyaan secara lisan tentang materi yang telah dipelajari siswa sebelunya tentang materi katrol.  Orientasi Siswa diberikan penjelasan tentang tujuan pembelajara hari ini.  Motivasi Siswa melakukan “tepuk salut” Kegiatan Inti  Siswa dan guru membahas soal evaluasi yang telah siswa kerjakan pada pertemuan sebelumnya. (2 x 35 menit) 108

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pemilihan jenis pesawat sederhana memang sungguh bisa diterima  Menilai kelemahan atau kelebihan dari pendapat orang lain tentang pemilihan jenis pesawat sederhana Evaluasi Individu Pesawat sederhan a  Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang materi roda berporos.  Siswa menjelaskan pengertian roda berporos sesuai penjelasan guru.  Siswa menyebutkan contoh penggunaan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari.  Siswa mengerjakan LKS secara individu.  Siswa dan guru membahas LKS yang telah siswa kerjakan. Kegiatan akhir  Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan.  Siswa mengerjakan soal evaluasi.  Siswa diberi PR membuat ringkasan seluruh meteri pesawat sederhana. (2 x 35 Pertemuan VI menit) Kegiatan Awal :  Doa, salam, mengecek kesiapan siswa dan presensi.  Apersepsi Guru mengajukan beberapa pertanyaan secara lisan tentang materi yang telah dipelajari siswa sebelunya tentang materi roda berporos.  Orientasi Siswa diberikan penjelasan tentang tujuan pembelajara hari ini.  Motivasi Siswa melakukan “tepuk salut” 109

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kegiatan Inti  Siswa dan guru membahas soal evaluasi yang telah siswa kerjakan sebelumnya.  Siswa mengumpulkan tugas ringkasan yang telah dikerjakan.  Guru memberikasn pertanyaan kepada siswa tentag seluruh materi pesawat sederhana.  Guru menjelaskan kembali seluruh materi pesawat sederhana.  Siswa mengerjakan soal latihan tentang seluruh materi pesawat sederhana.  Siswa dan guru membahas soal latihan yang telah siswa kerjakan. Kegiatan akhir  Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Siswa mengerjakan soal evaluasi. 110

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1.5 Lembar Kerja Siswa 1 111

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lembar kerja siswa 2 112

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lembar kerja siswa 3 113

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1.6 Lembar Evaluasi 114

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lembar evaluasi 2 115

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lembar evaluasi 3 117

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3.1 Instrumen Pengumpulan Data dan Kunci Jawaban Bacalah soal cerita berikut lalu jawablah pertanyaan dibawahnya! Hari minggu ini ibu dan ayah mengajakmu membersihkan halaman rumah bersama adik. Adik dan ibu bertugas untuk memotong rumput dan menyapunya. Ayah dan kamu bertugas membuang sampah yang sudah terkumpul. Sampah yang terkumpul sangat banyak, maka sampah tersebut harus di buang ke belakang rumah. Setelah halaman rumah dibersihkan, ayah memintamu dan adik membawa air sebanyak dua jirigen besar berisi 10 liter air dari sumur belakang rumah dan membawanya ke halaman. Air tersebut digunakan untuk menyiram tanaman. 1. Berikut ini terdapat alat-alat untung memotong rumput: 1) Gunting pemotong 3. Sabit 2) Pisau 4. Cangkul Dari alat-alat diatas, a. Manakah alat yang paling efektif untuk memotong rumput? b. Mengapa alat tersebut bisa efektif memotong rumput? c. Apakah gunting pemotong dapat lebih cepat dari sabit dalam memotong rumput? Apa alasannya? d. Apa yang membedakan hasil pemotongan rumput dengan gunting, sabit, dan cangkul? 2. Berikut adalah cara membuang rumput ke tempat pembuangan yang berada di belakang rumah. A. Rumput diambil dengan tangan, dimasukan ke gerobak lalu dibuang ke tempat pembuangan. B. Rumput diambil menggunakan serok, dimasukan ke karung, lalu dibuang ke tempat pembuangan C. Rumput dimasukan ke tempat sampah lalu dibawa ke tempat pembuangan D. Rumput disapu sampai ke tempat pembuangan E. Rumput didorong dengan sorok sampai ke tempat pembuangan Dari cara diatas, jawablah pertanyaan berikut! 119

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. Kemukakan cara-cara mana yang paling mudah untuk membuang rumput? b. Pilihlah salah satu cara yang paling efektif dan kurang efektif untuk membuang rumput! c. Kemukakan cara membuang rumput yang lebih efektif selain cara diatas? d. Simpulkan alat apa yang efektif membuang rumput? Jelaskan alasanmu! Kunci Jawaban : 1. Soal Evaluasi a. Sabit b. Alasan: o Sabit mencakup lebih banyak rumput, sehingga lebih cepat selesai o Sabit ringan dan sehingga mudah digunakan o Sabit runcing sehingga sedikit tenaga yang diperlukan c. Tidak, karena gunting pemotong hanya mencakup sedikit demi sedikit saat memotong rumput, sehingga memakan waktu lama. Sabit mencakup b anyak rumput untuk dipotong, sehingga cepet selesai. d. Hal yang membedakan adalah kecepatan dan kemudahan alat. o Gunting pemotong  sangat mudah, namun memakan waktu lama o Sabit  sedikit mudah, namun memakan waktu tidak lama o Cangkul  berat dan sulit, namun sangat cepat selesai 2. Soal Inferensi a. Langkah A b. Efektif langkah B Tidak efektif  langkah D c. Rumput dikumpulkan dengan sapu , diambil dengan sekop dan dimasukan ke gerobak lalu di buang ketempat pembuangan. d. Sekop/serok dan Gerobak 120

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3.2 Rubrik Penilaian Soal Essay No Variabel Indikator Menilai relevansi suatu argument untuk menyelesaikan pekerjaan. Menilai argument pesawat sederhana didasarkan pada asumsi/alasan yang benar. 3 Evaluasi Menilai benar tidaknya argument pesawat seerhana dalam menyelesaikan pekerjaan Memberikan argumen cara kerja pesawat sederhana dalam menyelesaikan pekerjaan. Ketentuan skor Jika memilih pesawat sederhana yang efektif dan tepat Jika memilih pesawat sederhana yang efektif namun kurang tepat Jika memilih pesawat sederhana kurang efektif Jika memilih pesawat sederhana tidak efektif dan tidak ada jawaban Jika memberikan alasan-alasan memilih cara kerja pesawat sederhana yang efektif dan tepat Jika memberikan alasan-alasan memilih cara kerja pesawat sederhana kurang efektif namun tepat Jika memberikan alasan-alasan memilih cara kerja pesawat sederhana yang kurang efektif dan tidak tepat Jika memberikan alasan-alasan yang tidak efektif dan tidak ada jawaban Jika memberikan pendapat tidak setuju beserta alasan yang sesuai dengan pesawat sederhana Jika memberikan pendapat tidak setuju berserta alas an yang tepat Jika memberikan pendapat setuju namun alasan tepat Jika memberikan pendapat setuju namun alasan tidak tepat, serta tidak ada jawaban Jika memberikan penjelasan alasan yang benar dan logis (mendukung) Jika memberikan penjelasan alasan yang benar namun tidak logis (mendukung) Jika memberikan penjelasan alasan yang kurang benar dan kurang logis (mendukung) Jika memberikan penjelasan alasan yang tidak benar dan tidak logis (mendukung) Skor 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 121

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 Inferensi Mengemukakan alternatifalternatif pesawat sederhana untuk menyelesaikan pekerjaan Jika memberikan langkah kerja yang mudah dan tepat Jika memberikan langkah kerja yang mudah namun kurang tepat Jika memberikan langkah kerja yang mudah dan tidak tepat Jika memberikan langkah kerja tidak mudah dan tidak ada jawaban 4 3 2 1 Menentukan kesimpulan paling kuat diterima dan paling lemah ditolak dalam menyelesaikan pekerjaan Jika memilih cara yang benar dan sesuai Jika memilih cara yang benar namun kurang sesuai Jika memilih cara yang benar namun tidak sesuai Jika memilih cara yang benar dan sesuai 4 3 2 1 Menemukan rencana-rencana yang untuk menyelesaikan pekerjaan Jika memberikan cara yang tepat dan efektif menyelesikan pekerjaan. 4 Jika memberikan cara yang kurang tepat namun efektif menyeleseikan pekerjaan. 3 Jika memberikan cara yang tepat namun kurang efektif menyeleseikan pekerjaan. 2 Jika memberikan cara yang tidak efektif menyelesikan pekerjaan dan tidak ada jawaban. Jika memilih pesawat sederhana yang efektif dan tepat Jika memilih pesawat sederhana yang efektif dan kurang tepat Jika memilih pesawat sederhana yang efektif dan tidak tepat Jika memilih pesawat sederhana yang tidak efektif dan tidak ada jawaban 1 Menarik kesimpulan pesawat sederhana yang sesuai dengan cara kerja penyelesaian pekerjaan 4 3 2 1 122

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3.3 : Uji Validitas Instumen dan Uji Reliabilitas 123

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3.3 Uji Validitas setiap Variabel Correlations Total Soal1 Soal2 Soal3 Soal4 Soal5 Soal6 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N Total 1 Soal1 .675** Soal2 .597** Soal3 .595** Soal4 .537** Soal5 .614** Soal6 .615** .000 .000 .000 .000 .000 .000 83 83 83 83 83 83 83 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N .675** 1 .276* .440** .069 .258* .403** .012 .000 .535 .019 .000 83 83 83 83 83 83 83 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N .597** .276* 1 .027 .131 .297** .199 .000 .012 .809 .238 .006 .072 83 83 83 83 83 83 83 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N .595** .440** .027 1 .349** .179 .288** .000 .000 .809 .001 .105 .008 83 83 83 83 83 83 83 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N .537** .069 .131 .349** 1 .331** .148 .000 .535 .238 .001 .002 .181 83 83 83 83 83 83 83 Pearson Correlation Sig. (2tailed) N .614** .258* .297** .179 .331** 1 .252* .000 .019 .006 .105 .002 83 83 83 83 83 83 83 Pearson Correlation .615** .403** .199 .288** .148 .252* 1 .000 .000 .072 .008 .181 .022 83 83 83 83 83 83 Sig. (2tailed) N .000 .022 83 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 124

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3.4 Uji Reliabilitas Seluruh Soal Reliability Statistics Cronbach's Alpha .644 Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .658 N of Items 6 Reliabilitas Soal Evaluasi Reliability Statistics Cronbach's Alpha .313 Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .331 N of Items 4 Reliabilitas Soal Inferensi Reliability Statistics Cronbach's Alpha .477 Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .488 N of Items 4 125

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3.5 Rekapitulasi Nilai a. Kemampuan Evaluasi Evaluasi No Resp. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Rerata Pretest 1.5 2 2.25 2.25 2.5 2.25 2.25 2.5 2 1.75 2 1.75 1.5 2.25 1.5 2 1.75 2 1.75 2.25 2 1.75 2 1.5 2 2.5 1.5 1.75 2.25 2 1.75 1.97 Eksperimen Posttest I Posttest II 2.75 2.5 2.25 2.5 2 2.5 2.25 2.75 2 2 3 2.25 3.75 2 2.75 1.75 2.5 1.75 3.5 4 3.25 2.5 3.75 2.25 3 2.75 2.25 2.25 2.5 2 2 2.56 2.25 2.5 2.25 1.75 2.25 3 2.5 2.5 2.5 2.5 2.25 2.5 2.75 3 2.5 2.25 3 2.25 4 3.5 2.25 2.75 3.25 2.75 2.5 2.75 2.5 3.25 2 2.5 2 2.6 Selisih 1.25 0.5 0 0.25 -0.5 0.25 0 0.25 0 0.25 1 0.5 2.25 -0.3 1.25 -0.3 0.75 -0.3 1.75 1.75 1.25 0.75 1.75 0.75 1 0.25 0.75 0.5 0.25 0 0.25 0.59 Pretest 2.25 2 2 2 2 2.25 1.75 2.25 2.5 2 2 1.75 1.75 2 1.75 1 2.5 2 1.75 2.25 1 1.75 1.75 2.5 1.75 2 2.25 2 2.5 2.25 2 1.98 Kontrol Posttest I Posttest II 3.5 2.75 2.5 1.75 3.25 3 3 3 3.25 2 2.75 3.25 3.25 2.25 2 2.5 2.5 1.75 3.25 4 3.25 2.5 3.5 2.25 3 2.75 2.25 2.25 2.5 2 2 2.70 2.75 2.5 2.5 3 2.75 2.75 2.5 3.75 2.5 2.25 2.75 2.5 2.25 2.75 3.25 3.25 3 3 3.5 2.75 3.5 2.5 3 2 2.5 3.5 3.25 2.75 3 3.5 2.25 2.84 Selisih -0.3 -0.5 0 0.5 -0.5 0.75 0 0.25 0.5 1.25 1 0 1 1.75 1 0.25 -1.3 -0.8 0.25 0 0.75 0.25 0.5 0.25 -1.3 0.25 0.75 0.5 -0.3 -0.3 -1 0.19 126

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Kemampuan Inferensi Inferensi No Resp. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Rerata Pretest 1.75 2.25 1.75 1.5 2 2 2.25 2 2.75 2 1.25 1.5 1.5 1.5 1.5 2 2.75 2.25 1.75 2 1.75 2 2 2 2.75 1.75 1.75 1.75 2 2 2.25 1.94 Eksperimen Posttest I Posttest II 1.5 1.75 1.75 2 1.5 2.75 2.25 2.25 3.25 3.25 2.25 1.5 2.5 3.25 2.5 2.25 1.5 1.5 2 2 2.5 2.25 2.5 2.25 1.5 2 2.5 2.25 1.75 1.75 1.25 2.13 2 2 2 2 2.25 2.25 3 3.5 2.75 3 2 2.25 3.25 3.25 2.75 2.25 2 2.5 2.25 2.5 2.75 2.5 2.5 2.25 2.5 2 2 2.5 2 2.25 2.25 2.43 Selisih 1.25 0.75 0.5 -0.3 1.25 0.75 1.25 0.75 0.75 0 0.75 1.5 1.5 0.25 0.25 1.5 0 -0.3 1.5 1.75 2.25 0.75 1.75 -0.3 1.25 0.75 0 0.25 0 -0.3 0 0.72 Pretest 2 2.75 1.5 1.75 2.25 2.5 1.5 2 2.5 2.25 1.25 1.25 1.75 1.5 1.75 2.25 2 1.75 2 1.75 2 2 1.5 1.75 2 2.25 2 2.25 1.75 2.75 2.25 1.96 Kontrol Posttest I Posttest II 2.5 1.75 2.25 2.5 2.75 2.25 2.5 2.75 2.5 2.75 2.25 2.5 2.25 2.75 2.5 2.5 1.75 1.75 2 2.25 2 1.25 2.5 2.5 2.25 2.75 2.25 2.75 1.75 1.25 2.25 2.27 2.25 2 2.25 2.75 2.25 2.5 3 3 2.75 3 2.75 3.25 2.75 3 2 3.5 3 2.75 3 2.5 2.5 2.25 3.5 2.75 2.75 2.75 3 3 2.5 2.5 2.5 2.72 Selisih 0.5 -1 0.75 0.75 0.5 -0.3 1 0.75 0 0.5 1 1.25 0.5 1.25 0.75 0.25 -0.3 0 0 0.5 0 -0.8 1 0.75 0.25 0.5 0.25 0.5 0 -1.5 0 0.31 127

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3.6 Tabulasi Nilai Pretest, Posttest I, dan Posttest II Pretes Eksperimen No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Evaluasi Indikator Total 1 2 3 4 2 1 2 1 6 2 2 3 1 8 3 2 3 1 9 3 2 2 2 9 3 3 2 2 10 3 3 2 1 9 2 2 2 3 9 2 3 3 2 10 2 1 2 3 8 2 2 1 2 7 2 2 2 2 8 2 2 1 2 7 2 2 1 1 6 3 2 2 2 9 1 2 1 2 6 2 2 2 2 8 3 2 1 1 7 2 2 2 2 8 2 2 2 1 7 2 3 2 2 9 2 2 2 2 8 2 2 2 1 7 2 3 2 1 8 2 1 1 2 6 3 2 1 2 8 3 2 3 2 10 2 1 1 2 6 2 1 2 2 7 2 3 2 2 9 3 3 1 1 8 2 2 1 2 7 Rata-rata 1.5 2 2.25 2.25 2.5 2.25 2.25 2.5 2 1.75 2 1.75 1.5 2.25 1.5 2 1.75 2 1.75 2.25 2 1.75 2 1.5 2 2.5 1.5 1.75 2.25 2 1.75 1.97 Indikator 1 2 3 4 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 1 1 2 2 2 3 2 3 2 2 3 3 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 1 1 1 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 1 2 2 3 2 2 1 1 1 1 2 1 2 2 2 1 2 2 3 2 3 2 1 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 3 3 2 2 2 2 2 2 2 Inferensi Total 9 8 8 8 8 9 7 9 10 8 8 7 7 8 7 4 10 8 7 9 4 7 7 10 7 8 9 8 10 9 8 Rata-rata 2.25 2 2 2 2 2.25 1.75 2.25 2.5 2 2 1.75 1.75 2 1.75 1 2.5 2 1.75 2.25 1 1.75 1.75 2.5 1.75 2 2.25 2 2.5 2.25 2 1.98 128

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pretes Kontrol Evaluasi No Indikator Total 1 2 3 4 1 2 2 2 1 7 1.75 Indikator 1 2 3 4 2 2 2 2 Rata-rata Inferensi Total Rata-rata 8 2 2 4 2 1 2 9 2.25 4 2 2 3 11 2.75 3 2 2 1 2 7 1.75 2 2 1 1 6 1.5 4 2 2 1 1 6 1.5 2 2 1 2 7 1.75 5 2 2 2 2 8 2 2 3 2 2 9 2.25 6 2 2 2 2 8 2 4 2 2 2 10 2.5 7 2 3 3 1 9 2.25 2 1 1 2 6 1.5 8 2 2 2 2 8 2 4 1 1 2 8 2 9 2 3 3 3 11 2.75 3 2 2 3 10 2.5 10 2 2 2 2 8 2 3 2 2 2 9 2.25 11 2 1 1 1 5 1.25 2 1 1 1 5 1.25 12 2 1 2 1 6 1.5 2 1 1 1 5 1.25 13 2 2 1 1 6 1.5 2 2 2 1 7 1.75 14 2 2 1 1 6 1.5 2 1 1 2 6 1.5 15 2 2 1 1 6 1.5 2 2 2 1 7 1.75 16 2 2 2 2 8 2 2 3 2 2 9 2.25 17 2 3 3 3 11 2.75 2 2 2 2 8 2 18 4 3 1 1 9 2.25 2 2 2 1 7 1.75 19 2 2 2 1 7 1.75 2 2 2 2 8 2 20 2 2 2 2 8 2 2 2 1 2 7 1.75 21 2 2 1 2 7 1.75 2 2 2 2 8 2 22 4 2 1 1 8 2 2 2 2 2 8 2 23 2 2 2 2 8 2 2 1 2 1 6 1.5 24 2 2 2 2 8 2 2 2 1 2 7 1.75 25 4 3 2 2 11 2.75 2 2 2 2 8 2 26 2 2 1 2 7 1.75 2 3 2 2 9 2.25 27 2 2 2 1 7 1.75 2 2 2 2 8 2 28 2 2 1 2 7 1.75 2 2 2 3 9 2.25 29 2 2 2 2 8 2 2 1 2 2 7 1.75 30 2 2 2 2 8 2 4 3 2 2 11 2.75 31 4 3 1 1 9 2.25 1.9435 2 2 2 3 9 2.25 1.9597 129

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Posttes I Eksperiemn No Evaluasi Indikator Total a b C D Rata-rata Indikator 1 2 3 4 Inferensi Total Rata-rata 1 4 3 3 1 11 2.75 3 3 4 4 14 3.5 2 2 4 2 2 10 2.5 2 3 2 4 11 2.75 3 2 3 2 2 9 2.25 3 2 2 3 10 2.5 4 2 3 3 2 10 2.5 2 1 3 1 7 1.75 5 2 2 2 2 8 2 3 3 4 3 13 3.25 6 2 2 4 2 10 2.5 3 2 4 3 12 3 7 2 3 2 2 9 2.25 3 3 3 3 12 3 8 2 2 3 4 11 2.75 4 2 3 3 12 3 9 2 2 2 2 8 2 4 2 4 3 13 3.25 10 2 2 2 2 8 2 2 3 2 1 8 2 11 4 3 3 2 12 3 4 3 3 1 11 2.75 12 2 2 3 2 9 2.25 4 3 3 3 13 3.25 13 4 4 4 3 15 3.75 4 4 2 3 13 3.25 14 2 2 2 2 8 2 2 1 3 3 9 2.25 15 2 3 3 3 11 2.75 1 2 2 3 8 2 16 2 3 1 1 7 1.75 2 2 4 2 10 2.5 17 2 4 2 2 10 2.5 2 4 2 2 10 2.5 18 2 1 3 1 7 1.75 2 1 3 1 7 1.75 19 4 4 4 2 14 3.5 4 3 4 2 13 3.25 20 4 4 4 4 16 4 4 4 4 4 16 4 21 4 4 4 1 13 3.25 4 4 4 1 13 3.25 22 2 4 1 3 10 2.5 2 4 1 3 10 2.5 23 4 4 4 3 15 3.75 4 3 4 3 14 3.5 24 2 3 2 2 9 2.25 2 3 2 2 9 2.25 25 4 4 3 1 12 3 4 4 3 1 12 3 26 2 4 3 2 11 2.75 2 4 3 2 11 2.75 27 2 3 2 2 9 2.25 2 3 2 2 9 2.25 28 2 3 2 2 9 2.25 2 3 2 2 9 2.25 29 2 3 2 3 10 2.5 2 3 2 3 10 2.5 30 2 2 2 2 8 2 2 2 2 2 8 2 31 2 2 2 2 8 2 2.5565 2 2 2 2 8 2 2.7016 130

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Posttes I Kontrol Evaluasi No Indikator Total 1 2 3 4 1 2 1 2 1 6 1.5 Indikator 1 2 3 4 3 2 3 2 Rata-rata Inferensi Total Rata-rata 10 2.5 2 2 1 1 3 7 1.75 2 1 2 2 7 1.75 3 2 2 1 2 7 1.75 2 2 3 2 9 2.25 4 2 3 2 1 8 2 2 4 2 2 10 2.5 5 2 1 2 1 6 1.5 3 3 2 3 11 2.75 6 4 2 3 2 11 2.75 2 1 3 3 9 2.25 7 2 1 3 3 9 2.25 3 3 2 2 10 2.5 8 2 2 2 3 9 2.25 3 4 1 3 11 2.75 9 4 3 3 3 13 3.25 3 2 3 2 10 2.5 10 4 3 3 3 13 3.25 3 3 2 3 11 2.75 11 2 2 2 3 9 2.25 3 3 1 2 9 2.25 12 2 1 2 1 6 1.5 3 3 2 2 10 2.5 13 4 2 3 1 10 2.5 3 2 2 2 9 2.25 14 4 3 3 3 13 3.25 3 3 2 3 11 2.75 15 4 3 2 1 10 2.5 3 2 3 2 10 2.5 16 2 2 1 4 9 2.25 3 4 2 1 10 2.5 17 2 1 1 2 6 1.5 2 1 1 3 7 1.75 18 2 1 2 1 6 1.5 2 1 2 2 7 1.75 19 2 3 2 1 8 2 3 2 1 2 8 2 20 2 2 2 2 8 2 3 3 2 1 9 2.25 21 2 4 1 3 10 2.5 3 2 1 2 8 2 22 2 2 3 2 9 2.25 2 1 1 1 5 1.25 23 2 3 2 3 10 2.5 3 2 3 2 10 2.5 24 2 1 2 4 9 2.25 3 2 2 3 10 2.5 25 2 1 2 1 6 1.5 3 3 2 1 9 2.25 26 2 2 2 2 8 2 3 3 2 3 11 2.75 27 4 3 1 2 10 2.5 3 2 1 3 9 2.25 28 2 3 2 2 9 2.25 3 4 2 2 11 2.75 29 2 3 1 1 7 1.75 2 1 2 2 7 1.75 30 2 1 1 3 7 1.75 2 1 1 1 5 1.25 31 2 1 1 1 5 1.25 2.129 3 3 2 1 9 2.25 2.2742 131

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Posttes II Eksperiemn Evaluasi No Indikator Total 1 2 3 4 1 2 2 3 2 9 2.25 Indikator 1 2 3 4 3 3 4 1 Rata-rata Inferensi Total Rata-rata 11 2.75 2 2 3 3 2 10 2.5 2 2 2 4 10 2.5 3 2 3 2 2 9 2.25 1 2 4 3 10 2.5 4 2 1 2 2 7 1.75 4 2 4 2 12 3 5 2 3 2 2 9 2.25 3 3 3 2 11 2.75 6 3 3 4 2 12 3 3 3 3 2 11 2.75 7 4 2 2 2 10 2.5 3 3 2 2 10 2.5 8 2 2 3 3 10 2.5 4 4 3 4 15 3.75 9 2 3 3 2 10 2.5 3 2 3 2 10 2.5 10 2 3 3 2 10 2.5 2 3 2 2 9 2.25 11 2 2 3 2 9 2.25 3 3 3 2 11 2.75 12 2 3 3 2 10 2.5 3 2 3 2 10 2.5 13 2 3 4 2 11 2.75 2 2 3 2 9 2.25 14 4 3 3 2 12 3 3 3 3 2 11 2.75 15 2 2 2 4 10 2.5 4 4 3 2 13 3.25 16 2 3 2 2 9 2.25 3 2 4 4 13 3.25 17 2 4 2 4 12 3 3 3 3 3 12 3 18 2 3 2 2 9 2.25 3 2 4 3 12 3 19 4 4 4 4 16 4 4 4 3 3 14 3.5 20 4 3 3 4 14 3.5 3 3 3 2 11 2.75 21 2 3 2 2 9 2.25 4 4 4 2 14 3.5 22 4 2 3 2 11 2.75 2 2 3 3 10 2.5 23 4 3 3 3 13 3.25 3 3 4 2 12 3 24 4 1 4 2 11 2.75 3 2 1 2 8 2 25 2 3 2 3 10 2.5 2 3 2 3 10 2.5 26 2 3 2 4 11 2.75 4 3 4 3 14 3.5 27 2 4 2 2 10 2.5 4 3 3 3 13 3.25 28 4 3 3 3 13 3.25 4 3 2 2 11 2.75 29 2 2 2 2 8 2 3 2 4 3 12 3 30 2 2 2 4 10 2.5 4 3 4 3 14 3.5 31 2 2 2 2 8 2 2.5968 2 2 2 3 9 2.25 2.8387 132

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Posttes II Kontrol Evaluasi No Indikator Total 1 2 3 4 1 2 2 2 2 8 2 Indikator 1 2 3 4 2 3 2 2 Rata-rata Inferensi Total Rata-rata 9 2.25 2 2 2 2 2 8 2 2 2 3 1 8 2 3 2 2 2 2 8 2 4 2 2 1 9 2.25 4 2 2 2 2 8 2 3 3 2 3 11 2.75 5 2 3 2 2 9 2.25 2 3 1 3 9 2.25 6 2 2 3 2 9 2.25 3 3 2 2 10 2.5 7 4 3 3 2 12 3 4 3 3 2 12 3 8 4 4 3 3 14 3.5 4 4 2 2 12 3 9 4 2 2 3 11 2.75 4 1 3 3 11 2.75 10 4 3 3 2 12 3 4 3 3 2 12 3 11 2 2 2 2 8 2 4 2 2 3 11 2.75 12 2 3 2 2 9 2.25 4 4 3 2 13 3.25 13 4 3 4 2 13 3.25 3 3 3 2 11 2.75 14 4 3 3 3 13 3.25 4 4 2 2 12 3 15 4 3 2 2 11 2.75 3 2 2 1 8 2 16 2 3 2 2 9 2.25 4 4 3 3 14 3.5 17 2 2 2 2 8 2 4 3 3 2 12 3 18 4 3 2 1 10 2.5 4 2 2 3 11 2.75 19 2 3 2 2 9 2.25 3 2 4 3 12 3 20 2 3 2 3 10 2.5 2 3 3 2 10 2.5 21 4 3 2 2 11 2.75 3 3 2 2 10 2.5 22 2 3 2 3 10 2.5 2 2 2 3 9 2.25 23 2 2 2 4 10 2.5 4 3 4 3 14 3.5 24 2 2 2 3 9 2.25 3 3 3 2 11 2.75 25 2 3 3 2 10 2.5 3 3 3 2 11 2.75 26 2 2 2 2 8 2 2 2 4 3 11 2.75 27 2 2 2 2 8 2 3 3 3 3 12 3 28 2 3 2 3 10 2.5 4 4 2 2 12 3 29 2 2 2 2 8 2 2 2 3 3 10 2.5 30 2 2 2 3 9 2.25 3 3 2 2 10 2.5 31 2 3 2 2 9 2.25 2.4274 3 2 3 2 10 2.5 2.7177 133

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4.1: Hasil Uji Normalitas Kemampuan Evaluasi N Normal Parametersa, PreEksEv a 31 1.9677 .30783 Mean Std. b Deviatio n Most Absolute .155 Positive .147 Extreme Differences Negative -.155 Kolmogorov-Smirnov Z .861 Asymp. Sig. (2-tailed) .449 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Post1EksEv Pos2EksEv SelEksEv PreKonEv a a a a 31 31 31 31 2.5565 2.5726 -.5887 1.9435 .59410 .44811 .68480 .36918 Pos1KonEv a 31 2.1290 .53956 Pos2KonEv a 31 2.4274 .42423 SelKonEv a 31 -.1855 .70701 .183 .183 -.110 1.019 .250 .121 .121 -.105 .674 .755 .210 .210 -.157 1.172 .128 .117 .117 -.077 .651 .790 .209 .209 -.139 1.166 .132 .173 .084 -.173 .966 .309 .213 .213 -.141 1.188 .119 134

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4.2: Uji Perbedaan kemampuan awal Evaluasi Group Statistics Kelompok N PreEksKonEva Pretes Eksperimen 31 Evaluasi Pretes Kontrol 31 Evaluasi Mean 1.9677 Std. Std. Error Deviation Mean .30783 .05529 1.9435 .36918 .06631 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances PreEksKonEva Equal variances assumed Equal variances not assumed F .237 Sig. .628 t-test for Equality of Means t .280 Df 60 95% Confidence Interval of the Sig. (2- Mean Std. Error Difference tailed) Difference Difference Lower Upper .780 .02419 .08633 -.14850 .19688 .280 58.122 .780 .02419 .08633 -.14861 .19700 135

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4.3: Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest Kemampuan evaluasi Group Statistics Kelompok SelEksKonEva N Selisih Eksperimen Evaluasi 31 Mean .5887 Selisih Kontrol Evaluasi 31 .1855 Std. Deviation .68480 Std. Error Mean .12299 .70701 .12698 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances SelEksKonEva F .013 Equal variances assumed Sig. .910 Equal variances not assumed t 2.281 2.281 60 Mean Difference .40323 Std. Error Difference .17678 Lower .04961 Upper .75684 59.939 .026 .40323 .17678 .04960 .75685 ANOVA Sum of Squares 2.520 df 1 Mean Square 2.520 .447 Within Groups 26.839 60 Total 29.359 61 F 5.634 95% Confidence Interval of the Difference Sig. (2tailed) .026 Df SelEksKonInfe Between Groups t-test for Equality of Means Sig. .021 136

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4.4: Perbandingan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan evaluasi Paired Samples Statistics Pair 1 Pair 2 Post1EksEva Mean 2.5565 PreEksEva Pos1KonEva PreKonEva 1.9677 2.1290 1.9435 31 Std. Deviation .59410 Std. Error Mean .10670 31 31 31 .30783 .53956 .36918 .05529 .09691 .06631 N Paired Samples Correlations N Pair 1 Pair 2 Post1EksEva & PreEksEva Pos1KonEva & PreKonEva 31 Correlation -.058 Sig. .756 31 -.182 .328 Paired Samples Test Paired Differences Pair 1 Pair 2 Post1EksEva – PreEksEva Pos1KonEva – PreKonEva 95% Confidence Interval of the Difference Mean .58871 Std. Deviation .68480 Std. Error Mean .12299 Lower .33752 Upper .83990 T 4.786 .18548 .70701 .12698 -.07385 .44482 1.461 30 Sig. (2tailed) .000 30 .154 df 137

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4.5: Besar Efek Perlakuan terhadap Kemampuan Evaluasi a. Koefisien korelasi pada kelompok eksperimen: = 0.65 Presentase efek perlakuan pada kelompok eksperimen R= R= x 100%. x 100%. R = 0.4329x 100%. R = 43.29% 138

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Koefisien korelasi pada kelompok kontrol: = 0.25 Presentase efek perlakuan pada kelompok kontrol R= x 100%. R= x 100%. R = 0.5141x 100%. R = 51.41% 139

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4.6: Uji Retensi Pengaruh Perlakuan Kemampuan Evaluasi Paired Samples Statistics Pair 1 Pair 2 Pos2EksEva Mean 2.5726 Post1EksEva Pos2KonEva Pos1KonEva 2.5565 2.4274 2.1290 N 31 Std. Deviation .44811 Std. Error Mean .08048 31 31 31 .59410 .42423 .53956 .10670 .07619 .09691 Paired Samples Correlations N Pair 1 Pair 2 Pos2EksEva & Post1EksEva Pos2KonEva & Pos1KonEva 31 Correlation .485 Sig. .006 31 .561 .001 Paired Samples Test Pair 1 Pair 2 Pos2EksEva Post1EksEva Pos2KonEva Pos1KonEva Mean .01613 .29839 Paired Differences 95% Confidence Interval Std. of the Difference Error Std. Mean Deviation Lower Upper .54366 .09764 -.18329 .21554 .46287 .08313 .12861 .46817 t .165 3.589 30 Sig. (2tailed) .870 30 .001 Df 140

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4.7: Hasil Uji Normalitas Kemampuan Inferensi One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test N PreEksInfe 31 Pos1EksInfe 31 Pos2EksInfe 31 SelEksInfe 31 PreKonInfe 31 Pos1KonInfe 31 Pos2KonInfe 31 SelKonInfe 31 1.9839 .35902 2.7016 .57525 2.8387 .44040 -.7177 .70929 1.9597 .38782 2.2742 .41510 2.7177 .38047 -.3145 .62573 .195 .160 -.195 1.088 .188 .121 .121 -.120 .673 .756 .160 .160 -.095 .893 .402 .135 .128 -.135 .749 .629 .136 .136 -.122 .757 .615 .219 .126 -.219 1.218 .103 .147 .132 -.147 .817 .517 .165 .165 -.082 .918 .368 Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Absolute Extreme Positive Differences Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. 141

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4.8: Uji Perbedaan Kemampuan Awal Kemampuan Inferensi Group Statistics Kelompok PreEksKonInfe 31 Mean 1.9839 Std. Deviation .35902 31 1.9597 .38782 N Pretes Eksperimen Inferensi Pretes Kontrol Inferensi Std. Error Mean .06448 .06965 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances PreEksKonInfe Equal variances assumed Equal variances not assumed F .847 Sig. .361 t-test for Equality of Means T .255 .255 95% Confidence Interval of the Difference 60 Sig. (2tailed) .800 Mean Difference .02419 Std. Error Difference .09492 Lower -.16567 Upper .21406 59.646 .800 .02419 .09492 -.16570 .21408 Df 142

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4.9: Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest Kemampuan Inferensi Group Statistics Kelompok SelEksKonInfe N Selisih Eksperimen Inferensi 31 Mean .7177 Selisih Kontrol Inferensi 31 .3145 Std. Deviation .70929 Std. Error Mean .12739 .62573 .11238 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances SelEksKonInfe F 1.193 Equal variances assumed Sig. .279 Equal variances not assumed T 2.374 2.374 ANOVA SelEksKonInfe Between Groups Sum of Squares 2.520 Df 1 Mean Square 2.520 .447 Within Groups 26.839 60 Total 29.359 61 F 5.634 Sig. .021 t-test for Equality of Means 60 Sig. (2tailed) .021 Mean Difference .40323 Std. Error Difference .16988 59.081 .021 .40323 .16988 Df 95% Confidence Interval of the Difference Lower .06342 Upper .74303 .06331 .74314 143

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4.10: Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Inferensi Paired Samples Statistics Pair 3 Pair 4 Pos1EksInfe PreEksInfe Pos1KonInfe Mean 2.7016 1.9839 2.2742 PreKonInfe 1.9597 N 31 31 31 Std. Deviation .57525 .35902 .41510 Std. Error Mean .10332 .06448 .07455 31 .38782 .06965 Paired Samples Correlations N Pair 3 Pair 4 Pos1EksInfe & PreEksInfe Pos1KonInfe & PreKonInfe 31 Correlation -.105 Sig. .575 31 -.214 .248 Paired Samples Test Pair 3 Pair 4 Pos1EksInfe - PreEksInfe Pos1KonInfe - PreKonInfe Mean .71774 .31452 Paired Differences 95% Confidence Interval Std. of the Difference Error Std. Mean Deviation Lower Upper .70929 .12739 .45757 .97791 .62573 .11238 .08500 .54403 t 5.634 2.799 30 Sig. (2tailed) .000 30 .009 Df 144

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4.11: Uji Besar Efek Perlakuan Kemampuan Inferensi a. Koefisien korelasi pada kelompok eksperimen: = Presentase efek perlakuan pada kelompok eksperimen R= x 100%. R= x 100%. R = 0.5141x 100%. R = 51.41% 145

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Koefisien korelasi pada kelompok kontrol: = 0.455 Presentase efek perlakuan pada kelompok kontrol R= R= x 100%. x 100%. R = 0.2070x 100%. R = 20.708% 146

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4.12: Uji Retensi Pengaruh Perlakuan Kemampuan Inferensi Paired Samples Statistics Pair 3 Pair 4 Pos2EksInfe Pos1EksInfe Pos2KonInfe Mean 2.8387 2.7016 2.7177 Pos1KonInfe 2.2742 N 31 31 31 Std. Deviation .44040 .57525 .38047 Std. Error Mean .07910 .10332 .06833 31 .41510 .07455 Paired Samples Correlations N Pair 3 Pair 4 Pos2EksInfe & Pos1EksInfe Pos2KonInfe & Pos1KonInfe 31 Correlation .001 Sig. .995 31 .348 .055 Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Std. Difference Error Std. Pair 3 Pair 4 Pos2EksInfe Pos1EksInfe Pos2KonInfe Pos1KonInfe Mean .13710 Deviation .72410 Mean .13005 Lower -.12851 Upper .40270 T 1.054 df 30 Sig. (2tailed) .300 .44355 .45511 .08174 .27661 .61048 5.426 30 .000 147

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5.1 Hasil Wawancara Siswa a. Wawancara pretest kelas kontrol Responden I Pertanyaan 1 : apakah kamu senang belajar IPA? Mengapa? Jawaban : senang, karena belajar IPA menyenangkan da tidak sulit Pertanyaan II : bagaimana cara guru mengajarkan IPA selama ini? Jawaban : kadang-kadang berbicara, kadang-kadang mengunakan benda konkret, kadang-kadang disuruh merangkum/ membaca buku Pertanyaan III : media apa yang digunakan guru selama ini dalam mengajar mata pelajaran IPA? Jawaban : menggunakan benda konkret Pertanyaan IV : apakah kegiatan belajar mengajar IPA selama ini berlangsung menarij dan menyenangkan? Mengapa? Jawaban : ya, karena saya sagat suka pelajaran IPA, karena ada hubunganya dengan alam Pertanyaan V : apakah kamu bosan selama mengikuti pembelajara IPA? Jawaban : kadang-kadang Pertanyaan IV : Jika bosan, pada pertemuan ke berapa kamu bosan? Jawaban : materi cahaya Responden II Pertanyaan 1 : apakah kamu senang belajar IPA? Mengapa? Jawaban : ya Pertanyaan II : bagaimana cara guru mengajarkan IPA selama ini? Jawaban : memberika rangkuman dan tugas kelompok Pertanyaan III : media apa yang digunakan guru selama ini dalam mengajar mata pelajaran IPA? Jawaban : kadang mengunakan benda konkret Pertanyaan IV : apakah kegiatan belajar mengajar IPA selama ini berlangsung menarij dan menyenangkan? Mengapa? Jawaban : ya, karena mengunakan beberapa cara yang berbeda Pertanyaan V : apakah kamu bosan selama mengikuti pembelajara IPA? Jawaban : tidak 148

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pertanyaan IV : Jika bosan, pada pertemuan ke berapa kamu bosan? Jawaban :- Responden III Pertanyaan 1 : apakah kamu senang belajar IPA? Mengapa? Jawaban : karena IPA adalah salah satu pelajaran yang mempelajari tentang alam dan pelajaran terfavoritku Pertanyaan II : bagaimana cara guru mengajarkan IPA selama ini? Jawaban : ceramah dan praktek Pertanyaan III : media apa yang digunakan guru selama ini dalam mengajar mata pelajaran IPA? Jawaban : periskop Pertanyaan IV : apakah kegiatan belajar mengajar IPA selama ini berlangsung menarij dan menyenangkan? Mengapa? Jawaban : ya, sangat suka IPA Pertanyaan V : apakah kamu bosan selama mengikuti pembelajara IPA? Jawaban : tidak Pertanyaan IV : Jika bosan, pada pertemuan ke berapa kamu bosan? Jawaban :- Responden IV Pertanyaan 1 : apakah kamu senang belajar IPA? Mengapa? Jawaban : ya, karena banyak prakteknya Pertanyaan II : bagaimana cara guru mengajarkan IPA selama ini? Jawaban : biasa Pertanyaan III : media apa yang digunakan guru selama ini dalam mengajar mata pelajaran IPA? Jawaban : gak ada Pertanyaan IV : apakah kegiatan belajar mengajar IPA selama ini berlangsung menarij dan menyenangkan? Mengapa? Jawaban : iya Pertanyaan V : apakah kamu bosan selama mengikuti pembelajara IPA? Jawaban : tidak Pertanyaan IV : Jika bosan, pada pertemuan ke berapa kamu bosan? 149

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Jawaban :- Responden V Pertanyaan 1 : apakah kamu senang belajar IPA? Mengapa? Jawaban : ya, karena seru da nada prakteknya Pertanyaan II : bagaimana cara guru mengajarkan IPA selama ini? Jawaban : mengunakan media elktronik agar lebih jelas Pertanyaan III : media apa yang digunakan guru selama ini dalam mengajar mata pelajaran IPA? Jawaban : media elektronik Pertanyaan IV : apakah kegiatan belajar mengajar IPA selama ini berlangsung menarij dan menyenangkan? Mengapa? Jawaban : iya, karena ada praktek Pertanyaan V : apakah kamu bosan selama mengikuti pembelajara IPA? Jawaban : tidak Pertanyaan IV : Jika bosan, pada pertemuan ke berapa kamu bosan? Jawaban :- 150

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Wawancara pretest kelas eksperimen Responden 1: Pertanyaan 1 : apakah kamu senang belajar IPA? Mengapa? Jawaban : senang, karena bisa lebih mengetahui yang dipelajari. Pertanyaan II : bagaimana cara guru mengajarkan IPA selama ini? Jawaban : dengan lisan dan merangkum. Pertanyaan III : media apa yang digunakan guru selama ini dalam mengajar mata pelajaran IPA? Jawaban : buku paket dan buku dimensi Pertanyaan IV : apakah kegiatan belajar mengajar IPA selama ini berlangsung menarij dan menyenangkan? Mengapa? Jawaban : kadang-kadang Pertanyaan V : apakah kamu bosan selama mengikuti pembelajara IPA? Jawaban : tidak Pertanyaan IV : Jika bosan, pada pertemuan ke berapa kamu bosan? Jawaban :- Responden II Pertanyaan 1 : apakah kamu senang belajar IPA? Mengapa? Jawaban : senang, karena suka IPA. Pertanyaan II : bagaimana cara guru mengajarkan IPA selama ini? Jawaban : dengan cara menjelaskan Pertanyaan III : media apa yang digunakan guru selama ini dalam mengajar mata pelajaran IPA? Jawaban : kadang-kadang mengunakan benda konkret Pertanyaan IV : apakah kegiatan belajar mengajar IPA selama ini berlangsung menarij dan menyenangkan? Mengapa? Jawaban : iya Pertanyaan V : apakah kamu bosan selama mengikuti pembelajara IPA? Jawaban : kadang-kadang Pertanyaan IV : Jika bosan, pada pertemuan ke berapa kamu bosan? Jawaban : lupa 151

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Responden III Pertanyaan 1 : apakah kamu senang belajar IPA? Mengapa? Jawaban : senang, karena tidak begitu sulit Pertanyaan II : bagaimana cara guru mengajarkan IPA selama ini? Jawaban : kadang-kadang merangkum atau menjelaskan Pertanyaan III : media apa yang digunakan guru selama ini dalam mengajar mata pelajaran IPA? Jawaban : tidak ada Pertanyaan IV : apakah kegiatan belajar mengajar IPA selama ini berlangsung menarij dan menyenangkan? Mengapa? Jawaban : iya, karena tidak terlalu sulit Pertanyaan V : apakah kamu bosan selama mengikuti pembelajara IPA? Jawaban : tidak pernah Pertanyaan IV : Jika bosan, pada pertemuan ke berapa kamu bosan? Jawaban :- Responden IV Pertanyaan 1 : apakah kamu senang belajar IPA? Mengapa? Jawaban : senang, karena tidak begitu sulit Pertanyaan II : bagaimana cara guru mengajarkan IPA selama ini? Jawaban : caranya dengan dijelaskan dan disuruh menjelaskan Pertanyaan III : media apa yang digunakan guru selama ini dalam mengajar mata pelajaran IPA? Jawaban : gambar Pertanyaan IV : apakah kegiatan belajar mengajar IPA selama ini berlangsung menarij dan menyenangkan? Mengapa? Jawaban : iya, karena tidak terlalu sulit Pertanyaan V : apakah kamu bosan selama mengikuti pembelajara IPA? Jawaban : tidak pernah Pertanyaan IV : Jika bosan, pada pertemuan ke berapa kamu bosan? Jawaban :- 152

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Responden V Pertanyaan 1 : apakah kamu senang belajar IPA? Mengapa? Jawaban : senang, karena saya senang belajar IPA Pertanyaan II : bagaimana cara guru mengajarkan IPA selama ini? Jawaban : menjelaskan dan merangkum Pertanyaan III : media apa yang digunakan guru selama ini dalam mengajar mata pelajaran IPA? Jawaban : benda-benda disekitar Pertanyaan IV : apakah kegiatan belajar mengajar IPA selama ini berlangsung menarij dan menyenangkan? Mengapa? Jawaban : iya, karena saya senang Pertanyaan V : apakah kamu bosan selama mengikuti pembelajara IPA? Jawaban : tidak pernah Pertanyaan IV : Jika bosan, pada pertemuan ke berapa kamu bosan? Jawaban :- 153

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. Wawancara posttest kelas kontrol Responden 1: Pertanyaan : Apakah kamu merasa menadapat kemajuan dalam materi pesawat sederhana setelah menggunkana mendengarkan penjelasan guru? Jawaban : iya Pertanyaan : apakah penjelasan guru membantu kamu dalam belajar? Jawaban : iya Pertanyaan : saat belajar di kelas apakah kamu senang atau tidak?mengapa? Jawaban : kadang-kadang senang, kadang bosan, karena begitu saja Pertanyaan : pada saat pembelajaran apakah kalian menggunakan media? Jawaban : tidak Pertanyaan : apakah kamu bosan ketika selama pembelajaran dikelas? Mengapa? Jawaban : kadang-kadang, karena agak bosan Pertanyaan : jika bosan pada pertemuan ke berapa kamu bosan? Jawaban : ketiga Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan mendengarkan penjelasan guru, apakah kemampuan dalam menjelaskan materi yang kamu milki menjadi bertambah? Mengapa? Jawaban : lumayan, karena guru menjelaskan dengan menyenangkan Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan mendengarkan penjelasan guru, apakah kemampua bekerjasamamu lebih baik? Jawaban : biasa saja Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan mendengarkan penjelasan guru,, apakah kamu lebih mudah dalam memahami materi pelajaran? Jawaban : iya lebih membantu dalam belajar Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan mendengarkan penjelasan guru,, apakah kamu lebih mudah dalam mengerjakan soal? Mengapa? Jawaban : iya, karena mendapat penetahuan baru Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan mendengarkan penjelasan guru,, apakah kamu dapat menilai kekurangan atau kelemahan penggunaa pesawat sederhana? Jawaban :lumayan, karena sedikit tidak jelas 154

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan mendengarkan penjelasan guru, apakah kamu lebih mudah dalam menarik kesmpulan dalam soal yang kamu kerjakan? Mengapa? Jawaban :iya, karena saya mendengarkan penjelasan guru Responden 2: Pertanyaan : Apakah kamu merasa menadapat kemajuan dalam materi pesawat sederhana setelah menggunkana mendengarkan penjelasan guru? Jawaban : ya Pertanyaan : apakah penjelasan guru membantu kamu dalam belajar? Jawaban : ya Pertanyaan : saat belajar di kelas apakah kamu senang atau tidak?mengapa? Jawaban : senang mendapat ilmu baru Pertanyaan : pada saat pembelajaran apakah kalian menggunakan media? Jawaban : ya, kadag-kadang Pertanyaan : apakah kamu bosan ketika selama pembelajaran dikelas? Mengapa? Jawaban : kadang-kadang, karena agak lelah Pertanyaan : jika bosan pada pertemuan ke berapa kamu bosan? Jawaban : lupa Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan mendengarkan penjelasan guru, apakah kemampuan dalam menjelaskan materi yang kamu milki menjadi bertambah? Mengapa? Jawaban : kadang-kadang, karena ada yang jelas dan ada yang tidak jelas Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan mendengarkan penjelasan guru, apakah kemampua bekerjasamamu lebih baik? Jawaban : tidak, karena tidak bekerjasama Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan mendengarkan penjelasan guru,, apakah kamu lebih mudah dalam memahami materi pelajaran? Jawaban : kadang-kadang, karena ada yang jelas dan ada yang tidak jelas Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan mendengarkan penjelasan guru,, apakah kamu lebih mudah dalam mengerjakan soal? Mengapa? Jawaban : iya,saya mendengarkan 155

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan mendengarkan penjelasan guru,, apakah kamu dapat menilai kekurangan atau kelemahan penggunaa pesawat sederhana? Jawaban :lumayan, karena sudah dijelaskan Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan mendengarkan penjelasan guru, apakah kamu lebih mudah dalam menarik kesmpulan dalam soal yang kamu kerjakan? Mengapa? Jawaban :iya, karena sudah dijelaskan Responden 3: Pertanyaan : Apakah kamu merasa menadapat kemajuan dalam materi pesawat sederhana setelah menggunkana mendengarkan penjelasan guru? Jawaban : ya Pertanyaan : apakah penjelasan guru membantu kamu dalam belajar? Jawaban : ya Pertanyaan : saat belajar di kelas apakah kamu senang atau tidak?mengapa? Jawaban : ya, karena bisa menambah ilmu Pertanyaan : pada saat pembelajaran apakah kalian menggunakan media? Jawaban : ya, kadag-kadang Pertanyaan : apakah kamu bosan ketika selama pembelajaran dikelas? Mengapa? Jawaban : tidak, karena senang Pertanyaan : jika bosan pada pertemuan ke berapa kamu bosan? Jawaban : terakhir Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan mendengarkan penjelasan guru, apakah kemampuan dalam menjelaskan materi yang kamu milki menjadi bertambah? Mengapa? Jawaban : ya, karena sudah dipelajari Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan mendengarkan penjelasan guru, apakah kemampua bekerjasamamu lebih baik? Jawaban : ya, karena saya bisa bekerjasama Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan mendengarkan penjelasan guru,, apakah kamu lebih mudah dalam memahami materi pelajaran? Jawaban : ya, karena guru lebih singkat menjelaskanaya 156

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan mendengarkan penjelasan guru,, apakah kamu lebih mudah dalam mengerjakan soal? Mengapa? Jawaban : iya,saya mendengarkan Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan mendengarkan penjelasan guru,, apakah kamu dapat menilai kekurangan atau kelemahan penggunaa pesawat sederhana? Jawaban :iya karena gampang diingat Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan mendengarkan penjelasan guru, apakah kamu lebih mudah dalam menarik kesmpulan dalam soal yang kamu kerjakan? Mengapa? Jawaban :iya, karena gampang untuk disimpulkan Responden 4: Pertanyaan : Apakah kamu merasa menadapat kemajuan dalam materi pesawat sederhana setelah menggunkana mendengarkan penjelasan guru? Jawaban : ada Pertanyaan : apakah penjelasan guru membantu kamu dalam belajar? Jawaban : membantu Pertanyaan : saat belajar di kelas apakah kamu senang atau tidak?mengapa? Jawaban : senang karena guru mengajar denga semangat Pertanyaan : pada saat pembelajaran apakah kalian menggunakan media? Jawaban : ada Pertanyaan : apakah kamu bosan ketika selama pembelajaran dikelas? Mengapa? Jawaban : tidak, karena gurunya semangat Pertanyaan : jika bosan pada pertemuan ke berapa kamu bosan? Jawaban : terakhir Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan mendengarkan penjelasan guru, apakah kemampuan dalam menjelaskan materi yang kamu milki menjadi bertambah? Mengapa? Jawaban : bertambah karena guru menjelaskan materi dengan jelas Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan mendengarkan penjelasan guru, apakah kemampua bekerjasamamu lebih baik? Jawaban : baik karena penjelasan guru jelas 157

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan mendengarkan penjelasan guru,, apakah kamu lebih mudah dalam memahami materi pelajaran? Jawaban : mudah Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan mendengarkan penjelasan guru,, apakah kamu lebih mudah dalam mengerjakan soal? Mengapa? Jawaban : iya,saya mendengarkan Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan mendengarkan penjelasan guru,, apakah kamu dapat menilai kekurangan atau kelemahan penggunaa pesawat sederhana? Jawaban :iya, karena menilai dengan mudah Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan mendengarkan penjelasan guru, apakah kamu lebih mudah dalam menarik kesmpulan dalam soal yang kamu kerjakan? Mengapa? Jawaban :mudah karena menjelaskan dengan singkat. Responden 5: Pertanyaan : Apakah kamu merasa menadapat kemajuan dalam materi pesawat sederhana setelah menggunkana mendengarkan penjelasan guru? Jawaban : iya Pertanyaan : apakah penjelasan guru membantu kamu dalam belajar? Jawaban : membantu Pertanyaan : saat belajar di kelas apakah kamu senang atau tidak?mengapa? Jawaban : senang karena guru mengajar dengan jelas Pertanyaan : pada saat pembelajaran apakah kalian menggunakan media? Jawaban : kadang-kadang Pertanyaan : apakah kamu bosan ketika selama pembelajaran dikelas? Mengapa? Jawaban : kadang-kadang karena capek Pertanyaan : jika bosan pada pertemuan ke berapa kamu bosan? Jawaban : lupa Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan mendengarkan penjelasan guru, apakah kemampuan dalam menjelaskan materi yang kamu milki menjadi bertambah? Mengapa? Jawaban : iya, karena guru menjelaska dengan jelas 158

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan mendengarkan penjelasan guru, apakah kemampua bekerjasamamu lebih baik? Jawaban : biasa saja Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan mendengarkan penjelasan guru,, apakah kamu lebih mudah dalam memahami materi pelajaran? Jawaban : iya, karena mudah dipahami Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan mendengarkan penjelasan guru,, apakah kamu lebih mudah dalam mengerjakan soal? Mengapa? Jawaban : iya, sudah dipelajari Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan mendengarkan penjelasan guru,, apakah kamu dapat menilai kekurangan atau kelemahan penggunaa pesawat sederhana? Jawaban :iya, karena sudah mempelajarinya Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan mendengarkan penjelasan guru, apakah kamu lebih mudah dalam menarik kesmpulan dalam soal yang kamu kerjakan? Mengapa? Jawaban :iya, karena sudah pernah dikerjakan 159

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI d. Wawancara posttest kelas eksperimen Responden 1: Pertanyaan : Apakah kamu merasa menadapat kemajuan dalam materi pesawat sederhana setelah menggunkan mind map? Jawaban : sudah Pertanyaan : apakah penggunaan mind map membantu kamu dalam belajar? Jawaban : membantu Pertanyaan : pada awal pembuatan mind map senang atau tidak? Mengapa? Jawaban : senang, karena bisa mendapat pengetahuan yang menyenangkan Pertanyaan :pada mata pelajaran lain, apakah kamu juga mengunakan mind map untuk belajar? Jawaban : Iya, pada mata pelajaran IPS Pertanyaan : apakah kamu bosan ketika menggunakan mind map? Mengapa? Jawaban : kadang-kadang, karena agak sedikit bingung pas awal Pertanyaan : jika bosan pada pertemuan ke berapa kamu bosan? Jawaban : lupa Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan menggunakan mind map, apakah kemampuan dalam menjelaskan materi yang kamu milki menjadi bertambah? Mengapa? Jawaban : berambah, karena lebih jelas Pertanyaan :setelah kamu belajar menggunakan mind map dalam kelompok, apakah kemampua bekerjasamamu lebih baik? Jawaban : iya, karena lebih menyenangka Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan menggunakan mind map, apakah kamu lebih mudah dalam memahami materi pelajaran? Jawaban : iya lebih mudah, karena menyenangkan Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan menggunakan mind map, apakah kamu lebih mudah dalam mengerjakan soal? Mengapa? Jawaban : iya, menarik dibaca Pertanyaan : setelah menggunakan mind map, apakah kamu dapat menilai kekurangan atau kelemahan penggunaa pesawat sederhana? Jawaban :iya. Karena lebih lengkap 160

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pertanyaan : saat menggunakan mind map, apakah kamu lebih mudah dalam menarik kesmpulan dalam soal yang kamu kerjakan? Mengapa? Jawaban :iya, karena lebih jelas Responden II Pertanyaan : Apakah kamu merasa menadapat kemajuan dalam materi pesawat sederhana setelah menggunkana mind map? Jawaban : iya Pertanyaan : apakah penggunaan mind map membantu kamu dalam belajar? Jawaban : iya Pertanyaan : pada awal pembuatan mind map senang atau tidak? Mengapa? Jawaban : sedikit senang dan sedikit sedih, karena menarik tapi awalnya bingung Pertanyaan :pada mata pelajaran lain, apakah kamu juga mengunakan mind map untuk belajar? Jawaban : Iya, pas mata pelajaran IPS Pertanyaan : apakah kamu bosan ketika menggunakan mind map? Mengapa? Jawaban : tidak Pertanyaan : jika bosan pada pertemuan ke berapa kamu bosan? Jawaban :- Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan menggunakan mind map, apakah kemampuan dalam menjelaskan materi yang kamu milki menjadi bertambah? Mengapa? Jawaban : iya karena dapat bekerja kelompok dan menjadi pintar Pertanyaan :setelah kamu belajar menggunakan mind map dalam kelompok, apakah kemampua bekerjasamamu lebih baik? Jawaban : iya, karena bekerjasama dengan teamwork Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan menggunakan mind map, apakah kamu lebih mudah dalam memahami materi pelajaran? Jawaban : iya, karena materi yang dirangkum lebih menarik Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan menggunakan mind map, apakah kamu lebih mudah dalam mengerjakan soal? Mengapa? Jawaban : iya, menarik dibaca 161

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pertanyaan : setelah menggunakan mind map, apakah kamu dapat menilai kekurangan atau kelemahan penggunaa pesawat sederhana? Jawaban :iya, karena mudah diiingat Pertanyaan : saat menggunakan mind map, apakah kamu lebih mudah dalam menarik kesmpulan dalam soal yang kamu kerjakan? Mengapa? Jawaban :iya, karena mudah dipelajari Responden III: Pertanyaan : Apakah kamu merasa menadapat kemajuan dalam materi pesawat sederhana setelah menggunkana mind map? Jawaban : ya, karena selain mencatat hal penting, juga dapat berkreativitas selama belajar Pertanyaan : apakah penggunaan mind map membantu kamu dalam belajar? Jawaban : ya, karena tidak perlu banyak menghafal jadi tidak boasn Pertanyaan : pada awal pembuatan mind map senang atau tidak? Mengapa? Jawaban : senang, karena awalnya membuat hal yang baru Pertanyaan :pada mata pelajaran lain, apakah kamu juga mengunakan mind map untuk belajar? Jawaban : Iya Pertanyaan : apakah kamu bosan ketika menggunakan mind map? Mengapa? Jawaban : tidak, saya tidak merasa bosan selama itu Pertanyaan : jika bosan pada pertemuan ke berapa kamu bosan? Jawaban :- Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan menggunakan mind map, apakah kemampuan dalam menjelaskan materi yang kamu milki menjadi bertambah? Mengapa? Jawaban : iya karena tidak membosankan Pertanyaan :setelah kamu belajar menggunakan mind map dalam kelompok, apakah kemampua bekerjasamamu lebih baik? Jawaban : iya, apalagi kalau dikerjakan secara berkelompok Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan menggunakan mind map, apakah kamu lebih mudah dalam memahami materi pelajaran? Jawaban : iya, karena tidak membosankan dalam mempelajarinya 162

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan menggunakan mind map, apakah kamu lebih mudah dalam mengerjakan soal? Mengapa? Jawaban : iya, karena mind map mudah menghafalnya Pertanyaan : setelah menggunakan mind map, apakah kamu dapat menilai kekurangan atau kelemahan penggunaa pesawat sederhana? Jawaban :iya, karena mudah diiingat dan dikerjakan secara berkelompok Pertanyaan : saat menggunakan mind map, apakah kamu lebih mudah dalam menarik kesmpulan dalam soal yang kamu kerjakan? Mengapa? Jawaban :iya, karena dikerjakan secara berkelompok Responden IV: Pertanyaan : Apakah kamu merasa menadapat kemajuan dalam materi pesawat sederhana setelah menggunkana mind map? Jawaban : ya, karena lebih mudah memahami Pertanyaan : apakah penggunaan mind map membantu kamu dalam belajar? Jawaban : ya, karena tidak membosankan dan banyak mengammbar Pertanyaan : pada awal pembuatan mind map senang atau tidak? Mengapa? Jawaban : senang , karena menarik Pertanyaan :pada mata pelajaran lain, apakah kamu juga mengunakan mind map untuk belajar? Jawaban : Iya, pada mata pelajaran ips Pertanyaan : apakah kamu bosan ketika menggunakan mind map? Mengapa? Jawaban : tidak, karena menyenangkan Pertanyaan : jika bosan pada pertemuan ke berapa kamu bosan? Jawaban :- Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan menggunakan mind map, apakah kemampuan dalam menjelaskan materi yang kamu milki menjadi bertambah? Mengapa? Jawaban : iya karena mudah dalam menghafal, materinya tidak banyak Pertanyaan :setelah kamu belajar menggunakan mind map dalam kelompok, apakah kemampua bekerjasamamu lebih baik? Jawaban : iya, karena saling membantu 163

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan menggunakan mind map, apakah kamu lebih mudah dalam memahami materi pelajaran? Jawaban : iya, karena tidak menyenangkan Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan menggunakan mind map, apakah kamu lebih mudah dalam mengerjakan soal? Mengapa? Jawaban : iya, karena mudah dalam memahami materi Pertanyaan : setelah menggunakan mind map, apakah kamu dapat menilai kekurangan atau kelemahan penggunaa pesawat sederhana? Jawaban :iya, karena cabangnya mudah dipahami Pertanyaan : saat menggunakan mind map, apakah kamu lebih mudah dalam menarik kesmpulan dalam soal yang kamu kerjakan? Mengapa? Jawaban :iya, karena mind map membantu dalam belajar Responden V: Pertanyaan : Apakah kamu merasa menadapat kemajuan dalam materi pesawat sederhana setelah menggunkana mind map? Jawaban : iya, karena menyenangkan sekali Pertanyaan : apakah penggunaan mind map membantu kamu dalam belajar? Jawaban : ya, karena banyak warna dan gambar Pertanyaan : pada awal pembuatan mind map senang atau tidak? Mengapa? Jawaban : senang , karena kreatif bisa menggambar Pertanyaan :pada mata pelajaran lain, apakah kamu juga mengunakan mind map untuk belajar? Jawaban : Iya, pada mata pelajaran ips Pertanyaan : apakah kamu bosan ketika menggunakan mind map? Mengapa? Jawaban : tidak, tidak membosankan Pertanyaan : jika bosan pada pertemuan ke berapa kamu bosan? Jawaban :- Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan menggunakan mind map, apakah kemampuan dalam menjelaskan materi yang kamu milki menjadi bertambah? Mengapa? Jawaban : iya karena mudah diiingat 164

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pertanyaan :setelah kamu belajar menggunakan mind map dalam kelompok, apakah kemampua bekerjasamamu lebih baik? Jawaban : iya, karena saling membantu dalam bekerja Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan menggunakan mind map, apakah kamu lebih mudah dalam memahami materi pelajaran? Jawaban : iya, karena mudah dipahami Pertanyaan : setelah kamu belajar dengan menggunakan mind map, apakah kamu lebih mudah dalam mengerjakan soal? Mengapa? Jawaban : iya, karena mudah mengingat Pertanyaan : setelah menggunakan mind map, apakah kamu dapat menilai kekurangan atau kelemahan penggunaa pesawat sederhana? Jawaban :iya, karena materinya lengkap Pertanyaan : saat menggunakan mind map, apakah kamu lebih mudah dalam menarik kesmpulan dalam soal yang kamu kerjakan? Mengapa? Jawaban :iya, karena mind map memahami materi. 165

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5.2 Hasil Wawancara Guru Peneliti : bagaimana proses pembelajaran selelum menggunakan mind map? Guru : pembelajaranya biasa saja. Maksudnya itu guru berbicara, siswa mendengarkan, jika ditanya juga menjawab. Peneliti :bagaimana respon siswa terhadap pembelajaran ? Guru :kalau anak-anak si senang-senang saja karena anak lebih suka tanya-jawab. Peneliti :Apa saja media yang sering digunakan sebelum menggunakan mind map? Guru :paling pol mentok gambar. Peneliti :apakah itu sudah membantu siswa dalam belajar? Guru :muridku kan pinter Peneliti :bagaimana hasil pembelajaran selama ini? Guru :Standar! maksudnya ada yang bisa, ada yang tidak. Seperti itu! Peneliti :Lalu setelah menggunakan Mind Map bagaimana? Guru :Anak-anak lebih senang karena satu anak anak lebih suka mengambar. Yang kedua mereka lebih dong, apa yang ingin mereka tulis, mereka tuliskan. Terus lebih singkat,padat, dan jelas buat mereka. Peneliti :Apakah metode Mind Map membantu ibu dalam mengajar? Guru :Membantu! IPA kalau memakai Mind Map saya tidak terlalu banyak bicara. Yang kedua anak-anak lebih mau membaca, lalu mengeluarkan apa yang mereka pengen tulis. Peneliti :Lalu apa respon siswa? Guru :IPA istiimewaaa,,, Peneliti :Kalau dari hasilnya apakah bisa meningkatkan nilai siswa? Guru :Bisa! Karena anak-anak yang kurang dalam arti malas membaca dan menulis,setelah membuat mind map mereka nilainya naik. Peneliti :dalam menggunakan metode mind map apakah ada kesulitan? Guru :kesulitanya yaitu kalau menggunakan mind map untuk IPA mudah. Tapi kalau untuk pelajaran lain memang agak sulit. Karena 166

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kalau untuk IPS misalnya harus menggambar muka pahlawan itu susah. Terus materinya juga lebih banyak penjelasan-penjelasan dan misalnya itu dirangkum memang agak susah. Jadi kalau mind map memang ccocoknya untuk eksak seperti matematika, ipa, bahasa indonesia itu masih bisa. Tapi kalau untuk pelajaran ips, pkn, itu memang sedikit lebih susah. Peneliti :kalau untuk selanjutnya apakah akan menggunakan mind map dalam proses pembelajaran? Guru : kemaren sudah! Kemaren IPA itu saya menggunakan mind map dan IPS juga. Makanya saya bilang IPS itu agak susah karena saat IPS anak-anak kesulitan dalam menggambarnya bagaimana dan isinya tentang rangkuman-rangkuman Peneliti :terimakasih bu Guru :sami-samii………… 167

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5.3 Foto-Foto Penelitian Kelas Eksperimen 168

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5.4 Foto-Foto Penelitian Kelas Kontrol 169

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5.5 Contoh Mind Map yang Dibuat 170

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5.6 Surat Izin Penelitian dari FKIP USD 171

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5.7 Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian Lampiran 29. Daftar Riwayat Hidup 172

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5.8 Daftar Riwayat Hidup Probo Adi Yuniawan merupakan anak kedua dari pasangan Bambang Cipto Soroso dan Seti Tri Sejati. Lahir di Klaten, 08 Juni 1992. Pendidikan awal dimulai di SDN IV Brangkal, Karanganom, Klaten tahun 1999-2004. Kemudian Peneliti melanjutkan ke jenjang pendidikan Sekolah Lanjut Tingkat Pertama SMPN I Karanganom, Klaten pada tahun 2004-2007. Tahun 2007-2010 Penulis melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Atas SMAN I Jatinom, Klaten. Setelah lulus SMA, Peneliti menempuh pendidikan perguruan tinggi di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar pada tahun 2010. Selama menempuh pendidikan Penulis juga banyak mengikuti kegiatan organisasi, antara lain saat di Perguruan Tinggi menjadi pengurus KOPMA Universitas Sanata Dharma periode 2012/2013, kemudian menjadi panitia dan koordinator dalam Inisiasi Prodi dan Fakultas. Dalam Kegiatan UKM KOPMA Peneliti pernah menjadi koordinator kepanitian UKM kopma, seperti panitia dekorasi dan dokumentasi Ekspo Kopma INSADHA 2012, Selain itu Penulis pernah berkesempatan menjadi panitia dalam lomba persahabatan UKM dan Komunitas USD. Di akhir studi Penulis melatih jiwa kemimpinan dalam acara seminar kewirausahaan KOPMA. 173

(192)

Dokumen baru

Download (191 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

PENGARUH PENGGUNAAN METODE EKSPERIMEN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA MATA PELAJARAN IPA SD N SUKOMULYO NGAGLIK SLEMAN.
0
1
157
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGAPLIKASIKAN DAN MENCIPTA PADA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS WIROBRAJAN
0
0
138
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGANALISIS DAN MENGEVALUASI PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SENGKAN
0
0
111
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENERAPKAN DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA DI SDK SENGKAN
0
0
107
PENGARUH PENERAPAN METODE INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SD SOKOWATEN BARU YOGYAKARTA
0
0
195
PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI PADA PEMBELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SENGKAN
0
0
99
PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS WIROBRAJAN
0
0
155
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGAPLIKASIKAN DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SOROWAJAN
0
0
129
PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Memperoleh gelar sarjana pendidikan Program studi pendidikan
0
0
171
PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD KANISIUS SENGKAN YOGYAKARTA SKRIPSI
0
1
154
PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN INTERPRETASI DAN ANALISIS PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS DEMANGAN BARU I YOGYAKARTA
0
0
173
PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN EVALUASI DAN INFERENSI PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V DI SD N SOKOWATEN BARU BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA SKRIPSI
0
0
186
PERBEDAAN KEMAMPUAN MEMAHAMI DAN MENGANALISIS ATAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TIMELINE PADA MATA PELAJARAN IPS UNTUK SISWA KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN
0
0
154
PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN EVALUASI DAN INFERENSI PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD TARAKANITA BUMIJO YOGYAKARTA SKRIPSI
0
0
190
PERBEDAAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TIMELINE TERHADAP KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN
0
0
203
Show more