ASERTIVITAS SISWA POPULER DAN TERISOLIR (Studi Deskriptif Pada Siswa Kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 20132014 Dan Implikasinya Pada UsulanTopik-Topik Bimbingan Pribadi-Sosial) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Ge

Gratis

0
0
99
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ASERTIVITAS SISWA POPULER DAN TERISOLIR (Studi Deskriptif Pada Siswa Kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 Dan Implikasinya Pada UsulanTopik-Topik Bimbingan Pribadi-Sosial) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Disusun Oleh: Yulius Petro Genok NIM: 101114061 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ASERTIVITAS SISWA POPULER DAN TERISOLIR (Studi Deskriptif Pada Siswa Kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 Dan Implikasinya Pada UsulanTopik-Topik Bimbingan Pribadi-Sosial) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Disusun Oleh: Yulius Petro Genok NIM: 101114061 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN Allahmu, menyertai engkau kemanapun engkau pergi. Yosua 1 : 9 Hanya karena kamu benar, bukan berarti aku salah. -Jhonson- Penulis mempersembahkan skripsi ini untuk: Tuhan Yesus Kristus, Keluarga Tercinta Prodi BK Universitas Sanata Dharma Yogyakarta SMP BOPKRI 1 Yogyakarta iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK ASERTIVITAS SISWA POPULER DAN TERISOLIR (Studi Deskriptif Pada Siswa Kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 Dan Implikasinya Pada UsulanTopik-Topik Bimbingan Pribadi-Sosial) Yulius Petro Genok Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat asertivitas siswa kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta tahun pelajaran 2013/2014, mengetahui apakah ada perbedaan tingkat asertivitas siswa populer dan terisolir, dan Merumuskan topiktopik bimbingan pribadi sosial dalam meningkatkan asertivitas siswa berdasarkan analisis item-item kuesioner Asertivitas. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 85 siswa yang terdiri dari empat kelas yaitu kelas VIII A, VIII B, VIII C, dan VIII D. Instrumen penelitian yang dipakai adalah kuesioner asertivitas dengan jumlah 67 item dan sosiometri. Item kuesioner disusun berdasarkan aspek-aspek asertivitas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 6% siswa memiliki asertivitas yang tinggi, 70% siswa memiliki asertivitas yang tinggi dan 24% siswa memiliki asertivitas yang sedang serta tidak ada siswa memiliki asertivitas yang rendah dan sangat rendah. Selain itu dalam penelitian ini juga menunjukan bahwa terdapat perbedaan tingkat asertivitas antara siswa yang cenderung populer dan yang cenderung terisolir. vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT ASSERTIVENESS OF POPULAR AND ISOLATED STUDENTS (Descriptive Study of Grade Eight Students of SMP BOPKRI 1 Yogyakarta, Academic Year 2013/2014 and Its Implication to the Suggested SocialIndividual Guidance Topics) Yulius Petro Genok Sanata Dharma Univesity 2014 This research is a quantitative descriptive research. The aim of this research is to describe the degree of assertiveness of grade eight students of SMP BOPKRI 1, Yogyakarta, academic year 2013/2014, to know whether there is difference of assertiveness degree between popular and isolated students, and to suggest social-individual guidance topics to increase the assertiveness of these students. These topics were based on the items of the assertiveness questionnaire which showed low scores. Subjects of this research were 85 students of grade eight. The instrument of the research were sociometri and assertiveness questionnaire which consisted of 67 items. The questionnaire items were constructed based on assertiveness aspects. The result of this research showed that 6% of the students had a very high assertiveness, 70% of the students had a high assertiveness, and 24% of the students had a moderate assertiveness. There were no students which had low and very low assertiveness. Besides, this research showed that there was difference of assertiveness degree between popular students and isolated students. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala ramhat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi ini disusun sebagai tugas akhir memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar saarjana Pendidikan di Program Studi Bimbingan dan Konseling. Penulis mendapat pengalaman banyak selama proses penyelesaian skripsi ini. Baik pengalaman yang menyenangkan maupun yang kurang menyenangkan. Semua pengalaman itu menjadi pelajaran yang amat sangat penting dalam perkembangan diri penulis. Penulis menyadari bahwa semua pengalaman yang dialami saat mengerjakan skripsi ini merupakan bagian dari perjalanan pengembangan diri penulis dan tentunya atas kuasa TYME. Skripsi ini diselesaikan dengan baik berkat bantuan, dukungan, perhatian, dan bimbingan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya, kepada: 1. Dr. Gendon Barus, M.Si., sebagai Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. A. Setyandari, S.Pd., S.Psi., Psi., M.A., selaku dosen pembimbing yang telah mendampingi, memotivasi, dan mengarahkan dengan penuh kesabaran dan kerja keras dalam memberikan masukan-masukan yang bermanfaat kepada penulis selama mengerjakan skripsi. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. Para dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah membekali penulis dengan pengetahuanpengetahuan yang bermanfaat dalam penulisan skripsi ini. 4. St. Priyatmoko atas segala bantuan administrasinya selama perkuliahan hingga penyelesaian skripsi ini. 5. Ibu Sukami. S.Pd., selaku kepala sekolah SMP BOPKRI 1 Yogyakarta yang telah mengijinkan peneliti untuk melakukan penelitian. 6. Bpk Yohanes Arief Susilo selaku koordinator BK yang telah membantu memberikan masukan kepada penulis sehingga skripsi ini terselesaikan. 7. Siswa Kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta yang telah meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner dan menjadi subjek dalam penelitian ini. 8. Orang Tua yang tercinta yang selalu memberikan dukungan baik lewat doa maupun secara materi. 9. Kak Ina sekeluarga, kak Icak sekeluarga, Kak Yo sekeluarga, Kak Rin sekeluarga, Kak Siska sekeluarga, dan Kak Rian yang telah memberikan segalanya kepada peneliti. 10. Sahabat-sahabat terbaiku mas Yupen, Mas Paul, Mas Alfi, Mas Arkoz, dan Mas Robert yang telah mendukung dalam proses mengerjakan skripsi ini. 11. Teman-teman BK angkatan 2010 (khusus Sr. Bertha, Sr. Valentin) yang telah memberikan motivasi, doa, masukan dalam proses penyelesaian skripsi ini. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini dipaparkan mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian, dan definisi operasional. A. Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna dibanding makhluk lainnya. Manusia juga merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Maka dari itu, dalam kehidupan sehari-hari, manusia perlu berinteraksi dengan dunia luar, baik sesama manusia maupun lingkungan. Manusia mengalami perkembangan dari bayi hingga dewasa. Perkembangan ini terdiri dari beberapa tahapan yang dilalui oleh setiap manusia, salah satunyanya adalah tahap remaja. Remaja merupakan makhluk sosial yang berinteraksi dengan orang lain, baik dengan keluarga, para guru dan teman sebaya. Dalam berinteraksi remaja perlu memiliki asertivitas agar dapat menjalin relasi dengan baik. Adams & Lenz (1995 ; 28) menyatakan bahwa orang yang asertif bergaul dengan jujur dan langsung menyatakan perasaan, kebutuhankebutuhan, ide, dan mempertahankan hak mereka tetapi dengan cara yang sedemikian rupa sehingga tidak melanggar hakdan kebutuhan orang lain. Orang yang asertif mampu memberikan tanggapan terhadap masalah yang mempengaruhi hidupnya. Orang yang asertif mampu membela diri ketika diperlakukan tidak adil. 1

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Disinyalir asertivitas pada masyarakat Indonesia saat ini pada umumnya dan remaja pada khususnya dalam kondisi yang memprihatinkan. Hal ini ditandai oleh semakin menurunnya kesediaan menyampaikan pikiran dan perasaan yang sebenarnya kepada orang lain. Remaja mengalami hambatan dalam perkembangan perilaku asertif baik dalam hubungan sosial, keluarga dan sekolahnya. Masalah asertivitas dapat dijumpai dalam setiap kelompok, usia, termasuk remaja. Remaja selama masa perkembangannya harus memiliki keterampilan asertif yaitu kemampuan untuk mempertahankan hak-hak pribadi tanpa merugikan hak-hak orang lain, mampu menghargai diri sendiri dan orang lain. Selain itu mampu juga dalam mengekspresikan perasaan baik perasaan positif maupun negatif. Remaja harus memiliki kemauan dan kemampuan untuk mengungkapkan keinginan dan kemauan secara jujur kepada orang lain dengan mengembangkan dan membiasakan untuk berperilaku asertif agar mampu mengatasi berbagai pengaruh dan tekanan dari teman sebaya ataupun lingkungan yang bersifat negatif. Asertivitas sangat penting bagi remaja karena apabila remaja tidak asertif, maka remaja akan kehilangan hak-hak pribadi sebagai individu dan cenderung tidak dapat menjadi individu yang bebas dan akan selalu berada di bawah kekuasaan orang lain. Selain itu apabila seorang remaja tidak asertif, maka remaja tersebut akan merasa rendah diri dan tidak berani mengemukakan pikiran maupun perasaannya kepada orang lain karena merasa apa yang disampaikannya selalu tidak dipedulikan orang lain.

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Menurut penulis masalah asertivitas pada remaja lebih menarik untuk di teliti. Hal ini disebabkan karena sikap remaja awal yang berkembang yang sangat menonjol adalah sikap sosial yang berhubungan dengan teman sebayanya. Sikap ini yang menimbulkan keinginan mereka agar diterima dan takut ditolak oleh teman sebayanya. Penerimaan dan penolakan sosial merupakan akibat dari keterisoliran individu dari lingkungan sosialnya. Remaja yang mendapatkan penerimaan sosial dan perlakuan yang wajar dari orang-orang yang ada disekitarnya akan merasa dirinya adalah pribadi yang berharga dan dibutuhkan oleh lingkungannya. Penerimaan sosial yang diterima remaja tersebut akan menimbulkan perasaan positif dalam dirinya. Perasaan-perasaan positif tesebut akan meningkatkan asertivitas dalam dirinya. Perasaan positif membuat Individu menjadi mampu untuk mengungkapkan pikiran perasaan, dan gagasannya. Sebaliknya remaja yang mendapatkan penolakan sosial atau penerimaan sosial yang kurang wajar akan merasa dirinya tidak berharga dan kehadirannya tidak diinginkan dalam kelompok. Penolakan sosial dan penerimaan sosial yang kurang wajar dapat menimbulkan perasaa-perasaan negatif pada diri remaja tersebut. Keadaan tersebut memungkinkan remaja menarik diri dari lingkungannya, berperilaku yang kurang wajar, lebih agresif, dan berperilaku tidak asertif. Perilaku yang tidak asertif dapat menghambat remaja tersebut dalam mengembangkan potensinya secara optimal. Disinilah peranan bimbingan dan konseling dibutuhkan, untuk

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 membantu remaja atau siswa terisolir yang berperilaku tidak asertif agar dapat berkembang secara optimal. Peneliti tertarik meneliti perilaku asertif lebih jauh karena peneliti melihat banyaknya remaja yang enggan berperilaku asertif. Mereka merasa suara dan keinginan mereka akan terabaikan oleh figur orang tua, guru bahkan teman sebaya. Selain itu alasan pentingnya penelitian ini dilakukan karena berdarsarkan pengalaman peneliti ketika menjalani program pengalaman Lapangan di SMP BOPKRI 1 Yogyakarta, peneliti melihat masih banyak siswa SMP BOPKRI 1 yang kurang memiliki kemampuan asertif. Masih ada siswa kelas VIII yang merasa tidak bisa menyelesaikan masalahnya dengan teman karena tidak berani mengungkapkan perasaannya. Mereka memilih tetap diam walaupun sebenarnya tidak nyaman menjalani hubungan yang tidak baik. Bahkan juga ditemukan ada yang hanya diam ketika dimarahi temannya. Para siswa SMP BOPKRI 1 perlu di bimbing agar memiliki kemampuan asertif. pada penelitian ini difokuskan pada kelas VIII karena berdasarkan pengamatan peneliti ketika berada di sekolah. Peneliti melihat masih banyak siswa-siswi kelas VIII yang kurang mampu untuk berperilaku asertif. bahkan kedua kasus yang peneliti sampaikan sebelumnya merupakan siswa kelas VIII. Berdasarkan paparan di atas dan fakta di lapangaan yang ditemukan oleh peneliti selama menjalankan Program Pengalaman Lapangan di SMP BOPKRI 1 Yogyakarta maka peneliti ingin mengetahui lebih lanjut tingkat

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 asertivitas siswa kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta dan melihat apakah ada perbedaan asertivitas siswa populer dan siswa terisolir. B. Rumusan Masalah Dari uraian di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: 1. Bagaimanakah tingkat Asertivitas siswa kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta tahun pelajaran 2013/2014? 2. Apakah ada perbedaan tingkat asertivitas siswa populer dan terisolir pada kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta tahun pelajaran 2013/2014? 3. Berdasarkan analisis butir-butir instrumen asertivitas yang teridentifikasi rendah, topik-topik bimbingan pribadi-sosial apa saja yang relevan diusulkan untuk membantu meningkatkan asertivitas bagi siswa kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta tahun pelajaran 2013/2014? C. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan Untuk: 1. Mendeskripsikan tingkat asertivitas siswa kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta tahun pelajaran 2013/2014 2. Mengetahui apakah ada perbedaan tingkat asertivitas siswa populer dan terisolir pada kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta tahun pelajaran 2013/2014.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 3. Merumuskan topik-topik bimbingan pribadi sosial dalam meningkatkan asertivitas bagi siswa kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 berdasarkan analisis item-item kuesioner Asertivitas. D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat teoritis Penelitian ini bermanfaat untuk menambah wawasan pengetahuan khususnya mengenai asertivitas. Hasil penelitian ini dapat memberi dukungan pengembangan terhadap teori tentang asertivitas. 2. Manfaat praktis Penelitian ini bermanfaat bagi: a) Guru BK Penelitian ini dapat menjadi sumber informasi mengenai tingkat asertvitas siswa populer dan terisolir pada siswa kelas VIII sehingga bisa menjadi data dalam memberikan bimbingan klasikal terutama dalam bidang layanan bimbingan pribadi-sosial. b) Peneliti Penelitian ini berguna bagi peneliti untuk mengembangkan pengetahuan dalam melakukan penelitian dan mengembangkan sikap-sikap ilmiah sebagai mahasiswa. Selain itu dapat menambah wawasan bagi peneliti mengenai asertivitas.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 E. Definisi Operasional. 1. Asertivitas adalah kemampuan untuk mengkomunikasikan pikiran, perasaan dan keinginan secara jujur kepada orang lain dengan menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan orang lain sehingga tidak merugikan orang lain, sebagaimana dideskripsikan dalam item kuesioner peneltian ini. 2. Siswa kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta tahun pelajaran 2013/2014 merupakan siswa yang terdaftar sebagai sebagai siswa kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta tahun pelajaran 2013/2014. 3. Siswa populer dalam penelitian ini merujuk pada skor hasil sosiometri. Siswa populer adalah siswa yang berdasarkan hasil sosiometri memperoleh skor ≥ 6. 4. Siswa terisolir dalam penelitian ini merujuk pada skor hasil sosiometri. Siswa terisolir adalah memperoleh skor < 6. siswa yang berdasarkan hasil sosiometri

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini dipaparkan hakekat asertivitas, siswa SMP, bimbingan pribadisosial, dan hipotesis penelitian. A. Hakekat Asertivitas 1. Pengertian Asertivitas Asertivitas adalah ekspresi yang langsung, jujur, dan pada tempatnya dari pikiran, perasaan, kebutuhan, atau hak-hak kita tanpa kecemasan yang berlebihan (Cawood D (1997 : 13)). Sedangkan Menurut Jay (2007:95), asertivitas merupakan kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan secara jujur, tidak menyakiti orang lain dan menyakiti diri sendiri serta kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Adams & Lenz (1995 :28) menyatakan bahwa asertif berarti mengerti apa yang dilakukan dan diinginkan, menjelaskannya pada orang lain, bekerja dengan cara kita sendiri untuk memenuhi kebutuhan kita sendiri sambil tetap menunjukan hormat kepada orang lain. Alberti dan Emmons (2002 : 7) menyatakan bahwa asertivitas adalah perilaku yang membuat seseorang dapat bertindak demi kebaikan dirinya, mempertahankan haknya tanpa cemas, mengekspresikan perasaan secara nyaman, dan menjalankan haknya tanpa melanggar orang lain. 8

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Asertivitas merupakan kemampuan seseorang untuk 9 dapat menyampaikan atau merasa bebas untuk mengemukakan perasaan dan pendapatnya, serta dapat berkomunikasi dengan semua orang. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa asertivitas adalah kemampuan seseorang menyangkut ekspresi atau pengungkapan pikiran, perasaan dan keinginan yang tepat, jujur, terbuka, mempunyai sikap yang tegas, positif dan mampu bersikap netral serta dapat mengutarakan akan sesuatu secara objektif tanpa menyinggung perasaan orang lain. 2. Aspek-Aspek Asertivitas Aspek-aspek asertivitas menurut Alberti & Emmons (2002 : 42) yaitu: a. Kesetaran dalam hubungan manusia Aspek ini berarti bahwa menempatkan setiap idividu secara setara. Orang asertif menjunjung tinggi persamaan derajat manusia dalam segala bentuk interaksinya. Orang asertif menunjukkan dukungan, dan mengusahakan setiap pihak diuntungkan dalam berbagai interaksi sosial. b. Bertindak sesuai dengan keinginannya sendiri. Meliputi kemampuan untuk membuat keputusan, mengambil inisiatif, percaya pada yang dikemukan sendiri, dapat menentukan suatu tujuan dan berusaha mencapainya, dan mampu berpartisipasi dalam pergaulan.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 c. Mampu mengekspresikan perasaan jujur dan nyaman. Meliputi kemampuan untuk menyatakan rasa tidak setuju, rasa marah, menunjukkan afeksi dan persahabatan terhadap orang lain serta mengakui perasaan takut atau cemas, mengekspresikan persetujuan, dan bersikap spontan. d. Mampu mempertahankan diri. Meliputi kemampuan untuk berkata “tidak” apabila diperlukan, mampu menanggapi kritik, celaan, dan kemarahan dari orang lain, secara terbuka serta mampu mengekspresikan dan mempertahan pendapat. e. Mampu menyatakan pendapat. Meliputi kemampuan menyatakan pendapat atau gagasan, menyatakan kritik secara adil, dan menanggapi pelanggaran terhadap dirinya dan orang lain. f. Tidak mengabaikan hak-hak orang lain. Orang asertif mampu menghargai hak, keinginan, dan perasaan orang lain, serta Membiarkan atau memberikan kesempatan pada orang lain untuk mengungkapkan diri apa adanya. 3. Manfaat Asertivitas Manfaat Asertivitas antara lain: a. Asertivitas membuat orang semakin mengenal dirinya sendiri dengan baik. Oleh karena itu orang yang berperilaku asertif akan bertindak lebih kongkret pada apa yang dirasakan dan dengan demikian orang

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI yang asertif memiliki lebih banyak kesempatan 11 untuk mengembangkan diri dengan cara-cara baru dan menggairahkan. (Adams & Lenz : 29-30) b. Orang yang asertif akan hidup dalam kekinian. Orang yang asertif akan dapat memenuhi kebutuhannya sekarang. (Adams & Lenz 1995: 30) c. Bertambahnya harga diri, sebab mampu mengungkapkan perasaan dan ide-ide dengan jujur kepada orang lain. (Adams & Lenz 1995: 30). Hal senada juga dikatakan oleh Ros Jay (2005:96) bahwa orang yag asertif akan memperoleh penghargaan dari orang lain atas ide-ide yang dikemukakan. d. Membuat orang lain juga semakin terbuka untuk mengungkapkan kebutuhan dan keinginannya. Orang yang asertif bersedia untuk terbuka dengan orang lain sehingga membuka jalan bagi orang lain juga untuk terbuka (Adams & Lenz 1995: 33). Hal ini juga dikatakan oleh Ros Jay (2005:96) bahwa orang lain akan mampu mengekspresikan pandangan, harapan dan perasaan mereka terhadap orang yang asertif. e. Dapat mencegah terjadinya keretakan hubungan. Orang yang asertif akan mampu untuk mengugkapkan kebutuhannya dan mampu memahami kebutuhan orang lain (Adams & Lenz 1995: 33). Hali ini juga dikatakan oleh Ros Jay (2005:96) bahwa Orang yang asertif juga

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 sangat menghargai orang lain yang membuat dirinya juga dihargai oleh orang lain sehinga membuat hubungan menjadi semakin baik. 4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Asertivitas Faktor-faktor yang mempengaruhi asertivitas antara lain : a. Pola asuh orang tua Kualitas perilaku asertif individu sangat dipengaruhi oleh interaksi individu tersebut dengan orang tua maupun anggota keluarga lainnya. Hal tersebut akan menentukan pola respon individu dalam merespon masalah. Anak yang dididik dengan polah asuh demokratis akan mempuyai kepercayaan diri yang besar, dapat mengkomunikasikan segala keinginannya secara wajar, dan tidak memaksakan kehendak (Santosa, 1999). Hal ini dibenarkan juga oleh hasil penelitian tentang asertivitas yang dilakukan oleh setiono dan pramadi dalam (Abidatun Nafisah, 2010) yang memeliti tentang pelatihan asertif dan peningkatan perilaku asertif pada siswa-siwi SMP. Penelitian tersebut memperoleh hasil bahwa individu yang mengalami peningkatan skor asertivitas yang pesat adalah individu yang dididik dengan polah asuh yang demokratis. b. Konsep Diri Konsep diri dan perilaku asertif mempunyai hubungan yang sangat erat. Individu yang mempunyai konsep diri yang kuat akan mampu berperilaku asertif. Sebaliknya individu yang mempunyai konsep diri yang lemah, maka perilaku asertifnya juga rendah (Santosa, 1999).

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 Hal ini juga dibenarkan oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh (Maria Ulfa, 2013) menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan asertivitas. Tingginya konsep diri akan mempengaruhi asertivitas. c. Penyesuaian Sosial Individu yang asertif ditandai dengan adanya penyesuain sosial yang dapat mempertimbangkan perasaan dan kesejahteraan orang lain. Seseorang yang memiliki penyesuaian sosial yang baik mampu untuk mengungkapkan perasaan dengan tepat dan menghargai orang lain sehingga mampu menjalin relasi yang baik (Gunarsa, 2007). Hal ini juga dibenarkan dalam penelitian yang dilakukan oleh (Ulfa, 2013) menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara penyesuaian sosial dengan asertivitas. Tingginnya penyesuain sosial akan mempengaruhi asertivitas. B. Siswa SMP Siswa kelas VIII SMP BOPKRI 1Yogyakata merupakan siswa yang terdaftar sebagai siswa kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta. Siswa SMP masuk dalam fase remaja awal. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Mappiare (dalam M. Ali & M. Asri, 2009:9) bahwa remaja awal merupakan individu yang berada dalam rentang usia 12/13-17/18 tahun. Setiap individu tentunya mengalami suatu perkembangan, begitupun juga dengan remaja awal. Salah satu perkembangan pada remaja awal adalah perkembangan

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 hubungan sosial. Hubungan sosial berkembang karena adanya dorongan rasa ingin tahu terhadap segala sesuatu yang ada disekitarnya. Hubungan sosial diartikan sebagai cara-cara individu bereaksi terhadap orang-orang disekitarnya dan bagaimana pengaruh hubugan itu terhadapnya dirinya (M. Ali & M. Asri, 2009: 85). Hubungan sosial ini mula-mula dimulai dari lingkungan rumah sendiri kemudian berkembang lebih luas lagi yaitu dengan teman sebayanya. Namun demikian kesulitan hubungan dengan teman sebaya sangat mungkin terjadi disebabkan oleh polah asuh orang tua. Pola asuh orang tua yang otoriter bisa menyebabkan timbul dan berkembangnya rasa takut yang berlebihan pada anak sehingga tidak berani mengambil inisiatif dan tidak berani mengambil keputusan, termasuk juga memutuskan pilihan teman yang sesuai. Selain perkembangan sosial yang sudah dipaparkan diatas, siswa SMP BOPKRI 1 Yogyakarta sebagai remaja awal tentunya juga memiliki tugas perkembangan. Salah satu tugas perkembangan remaja awal menurut Mappiare (1982: 108) adalah mengembangkan keterampilan-keterampilan baru. Salah satu keterampilan baru yang harus dikembangkan oleh remaja awal adalah keterampilan asertif. Remaja awal perlu mengembangkan keterampilan asertif agar mampu mengutarakan pikiran dan perasaan dengan jujur, mempertahankan hak dan menghargai orang lain.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 C. Status Sosial 1. Siswa Populer dan Terisolir Hartup (dalam Desmita 2009 : 226) menyatakan bahwa anak yang populer adalah anak yang ramah, suka bergaul, bersahabat, peka secara sosial, dan sangat mudah bekerja sama dengan orang orang lain. Asher et al 1982 (dalam Desmita 2009 : 226) menyatakan bahwa anak yang populer adalah anak-anak yang menjalin interaksi sosial dengan mudah memahami situasi sosial, memiliki keterampilan yang tinggi dalam hubungan antarpribadi. Sementara siswa terisolir menurut Desmita (2009 : 226) merupakan anak-anak yang kurang mendapat perhatian dan ditolak karena tidak disukai oleh teman sebayanya. Sedangkan Mappiare (1982 :172-173) menyatakan bahwa anak yang terisolir adalah anak yang jarang dipilih atau mendapat penolakan dari lingkungannya. 2. Asertivitas siswa populer dan terisolir Dalam interaksi sosial, remaja populer dan terisolir tampak dalam penerimaan dan penolakan sosial. Penerimaan dan penolakan sosial merupakan akibat dari keterisoliran individu dari lingkungan sosialnya. Mappiare (1982 :172) menyatakan bahwa remaja yang mendapatkan penerimaan sosial dan perlakuan yang wajar dari orang-orang yang ada disekitarnya akan merasa dirinya adalah pribadi yang berharga dan dibutuhkan oleh lingkungannya. Penerimaan sosial yang diterima remaja tersebut akan menimbulkan perasaan positif dalam dirinya. Perasaan-

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 perasaan positif tesebut akan meningkatkan asertivitas dalam dirinya. Perasaan positif membuat Individu menjadi mampu untuk mengungkapkan pikiran perasaan, dan gagasannya. Sebaliknya remaja yang mendapatkan penolakan sosial atau penerimaan sosial yang kurang wajar akan merasa dirinya tidak berharga dan kehadirannya tidak diinginkan dalam kelompok. Mappiare (1982 :173)menyatakan bahwa penolakan sosial dan penerimaan sosial yang kurang wajar dapat menimbulkan perasaa-perasaan negatif pada diri remaja tersebut. Keadaan tersebut memungkinkan remaja menarik diri dari lingkungannya, berperilaku yang kurang wajar, lebih agresif, dan berperilaku tidak asertif. Perilaku yang tidak asertif dapat menghambat remaja tersebut dalam mengembangkan potensinya secara optimal. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa yang cenderung populer cenderung memiliki kemampuan asertif lebih tinggi daripada siswa cenderung terisolir. 3. Faktor-faktor penyebab remaja diterima dan ditolak. a. Faktor penyebab remaja diterima dalam kelompok sebayanya. Mappiare (1982 :170) menyebutkan ada beberapa faktor yang menyebabkan remaja diterima dalam kelompok teman sebayanya antara lain : 1) Penampilan dan perbuatan yang meliputi : tampang yang baik, dan aktif dalam urusan-urusan kelompok

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2) Kemampuan kepentingan pikir yang kelompok, meliputi dan : inisiatif, mengemukakan 17 memikirkan pikiran atau pendapatnya. 3) Sikap, sifat, dan perasaan yang meliputi : sopan, memperhatikan orang lain, sabar, dan suka membantu orang lain dan atau anggota kelompok. 4) Pribadi yang meliputi : jujur dan dapat dipercaya, bertanggungjawab, suka bekerjasama, dan mampu menyesuaikan diri dengan tepat dalam berbagai situasi. b. Faktor penyebab remaja ditolak dalam kelompok sebayanya. Mappiare (1982 :172) menyebutkan ada beberapa faktor yang menyebabkan remaja ditolak dalam kelompok sebayanya antara lain: 1) Penampilan dan perbuatan yang meliputi : suka menantang orang lain, malu-malu, dan menyendiri. 2) Kemampuan pikir yang meliputi : kurang pandai dalam bidang akademik. 3) Sikap dan sifat yang meliputi : Agresif, dan suka melaksanakan kemauan sendiri. Dilihat dari faktor –faktor penyebab remaja diterima dan ditolak dlingkungan kelompok sebayanya, terlihat bahwa remaja yang diterima dalam kelompok sebayanya memiliki kemampuan asertif. Sebaliknya remaja yang ditolak dalam kelompok sebayanya tidak memiliki kemampuan asertif.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 D. Bimbingan pribadi-sosial Bimbingan pribadi sosial merupakan bimbingan untuk membantu para individu dalam menyelesaikan masalah-masalah pribadi sosial. Adapun yang tergolong dalam masalah-masalah pribadi sosial adalah masalah hubungan dengan sesama teman, dosen, serta staf, pemahaman sifat dan kemampuan diri, penyesuaian diri dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat tempat mereka tinggal, serta penyelesaian konflik (Nurihsan, 2006: 15). Bimbingan pribadi sosial diarahkan untuk memantapkan kepribadian dan mengembangkan kemampuan siswa dalam menangani masalah-masalah dirinya. Bimbingan ini merupakan layanan yang mengarah pada pencapaian pribadi yang seimbang dengan memerhatikan keunikan karakteristik pribadi serta ragam permasalahan yang dialami oleh siswa (Nurihsan, 2006: 16). Menurut Winkel dan Hastuti (2006: 118) bimbingan pribadi-sosial adalah bimbingan yang diberikan kepada sekelompok individu dalam membina relasi dengan sesame diberbagai lingkungan (pergaulan sosial). Dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa bimbingan pribadi-sosial merupakan suatu bimbingan yang diberikan oleh seorang ahli kepada individu atau kelompok, dalam membantu individu menghadapi dan memecahkan masalah-masalah pribadi-sosial, seperti penyesuaian diri, menghadapi konflik dan pergaulan.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 E. Hipotesis Penelitian Berdasarkan penjelasan yang diuraikan sebelumnya peneliti menganggap bahwa ada kecenderungan perbedaan tingkat asertivitas antara siswa yang cenderung populer dengan siswa yang cenderung terisolir. Siswa yang cenderung populer cenderung memiliki asertivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang cenderung terisolir. Oleh karena itu peneliti membuat hipotesis bahwa: Ho : Tidak terdapat perbedaan tingkat asertivitas antara siswa populer dengan siswa terisolir Ha : Terdapat perbedaan tingkat asertivitas antara siswa populer dengan siswa terisolir

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini berisi uraian tentang jenis penelitian, subjek penelitian, instrument penelitian, dan teknik analisis data yang digunakan. A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya Best (dalam Sukardi, 2003: 157). Penelitian deskriptif bertujuan mengambarkan secara sistematik dan akurat fakta dan karateristik mengenai populasi atau situasi atau kejadian. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara jelas situasi atau kejadian sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan (Azwar, 2012: 7). Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran tentang tingkat asertivitas pada siswa SMP BOPKRI 1 Yogyakarta Tahun ajaran 2013/2014, serta untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan asertivitas antara siswa cenderung populer dan siswa cenderung terisolir. 20

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 B. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta Tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah siswa yang terbagi dalam 4 kelas dengan rincian sebagai berikut: Tabel 1 Subjek Penelitian Kelas VIII A VIII B VIII C VIII D Jumlah Total Laki-laki 11 11 11 12 45 Perempuan 11 12 11 12 46 Jumlah 22 23 22 24 91 Penelitian ini melibatkan seluruh siswa kelas VIII yang terdiri dari 4 kelas. Pada saat dilakukan penyebaran kuesioner, jumlah siswa yang hadir berjumlah 85 orang, sedangkan siswa yang tidak hadir berjumlah 6 orang. C. Instrumen Penelitian 1. Kuesioner Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner Asertivitas. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner dalam penelitian ini mengunakan kuesioner tertutup. Siswa mengisi kuesioner ini dengan memberi tanda centang (√) pada alternatif jawaban. Alternatif jawaban yang digunakan adalah sangat sering (SS), sering (S), jarang (J), dan tidak pernah (TP)

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 dengan bobot tiap alternatif jawaban adalah sebagai berikut (Sugiyono, 2011: 135). Tabel 2 Penentuan Skor Setiap Alternatif Jawaban. Alternatif Jawaban No 1. 2. Pernyataan S (Sangat Sering) Favorabel Unfavorabel Item-item 4 1 kuesioner S (Sering) J (Jarang) 3 2 2 3 disusun berdasarkan TP (Tidak pernah) 1 4 aspek-aspek Asertivitas menurut Alberti & Emmons (2002 : 42) seperti tampak pada kisi-kisi kuesioner berikut ini.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 Tabel 3 Kisi-Kisi Kuesioner Asertivitas No Aspek 1 Kesetaraan dalam hubungan 2 3 4 5 6 Indikator Bertindak sesuai dengan keinginan sendiri Mengungkapkan perasaan dengan jujur dan nyaman Pertahanan diri Menyatakan pendapat Perhatian terhadap hakhak orang lain a. Menempatkan setiap pribadi secara setara b. Memberikan dukungan kepada orang lain a. Mampu membuat keputusan Item Favorabel 1, 2, dan 3 Item Item UnFavorabel 35, 36, dan 37 Jumlah 6 38, 39, dan 40 4, 5, dan 6 7, 8, dan 9 41, 42, dan 43 10, 11, dan 12 46, 47, dan 48 16, 17, dan 18 6 52, 53, dan 54 6 b. Mampu menentukan tujuan dan berusaha mencapainya a. Mampu menyatakan perasaannya dengan jujur b. Mampu mengungkapkan kebutuhan dan keinginan dengan nyaman a. Mempertahankan hak dan pendapat pribadi tanpa menyerang orang lain b. Mampu menanggapi kritik, celaan, dan kemarahan dari orang lain secara terbuka a. Mampu mengemukakan ide atau gagasan 44 dan 45 24, 25, dan 26 58, 59, da 60 b. Mampu menyampaikan kritik secara adil tanpa merugikan orang lain a. Mampu menghargai hak, keinginan, dan perasaan oran lain b. Membiarkan orang lain mengungkapkan diri apa adanya 61 dan 62 27, 28, dan 29 13, 14, dan 15 49, 50, dan 51 19, 20, dan 21 55, 56, dan 57 6 6 5 6 22 dan 23 5 30, 31, dan 32 63 dan 64 65, 66, dan 67 33 dan 34 2. Sosiometri Selain kuesioner asertivitas peneliti juga menggunakan sosiometri untuk memperoleh data siswa cenderung popular dan siswa cenderung terisolir. Winkel (2004: 297) mendefinisikan sosiometri sebagai suatu metode untuk memperoleh data hubungan sosial dalam suatu kelompok, yang berukuran kecil sampai sedang, berdasarkan preferensi pribadi antara 6 5 5 5

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 anggota-anggota kelompok. Sosiometri yang digunakan dalam penelitian menggunakan kriterium pemilihan teman untuk dijadikan teman bermain. Siswa diminta untuk memilih 3 teman terfavoritnya dalam satu kelas dan diurutkan berdasarkan yang paling favorit. Hasil analisis sosiometri ini akan dikaitkan dengan data yang diperoleh dari kuesioner asertivitas siswa yang bersangkutan. D. Prosedur Pengumpulan Data 1. Tahap persiapan a) Peneliti menghubungi pihak sekolah SMP BOPKRI 1 Yogyakarta untuk meminta ijin mengadakan uji coba alat dan melakukan penelitian. b) Peneliti menyiapkan kuesioner untuk mengali data-data yang dibutuhkan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Menjabarkan aspek-aspek asertivitas kedalam indikator-indikator. 2) Menyusun butir-butir pernyataan yang sesuai dengan indikatorindikator asertivitas. 3) Expert judgment Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan pertimbangan parah ahli (Expert judgment). Peneliti meminta bantuan kepada bapak Yohanes Arief Susilo, selaku guru BK SMP BOPKRI 1 Yogyakarta.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 2. Uji coba alat Uji coba alat (kuesioner) dilakukan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas. Melalui uji coba dapat diperoleh data tentang reliabilitas dan validitas. Uji coba kuesioner dalam penelitian ini merupakan uji coba terpakai. Hal ini dilakukan karena keterbatasan waktu yang disediakan oleh pihak sekolah bagi peneliti. Ujicoba dilakukan pada tanggal 07 April 2014 di SMP BOPKRI 1 Yogyakarta. 3. Validitas instrumen Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Instrumen yang valid berarti alat ukur dapat digunakan untuk memperoleh data yang valid. Instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Penelitian ini, mengunakan pengujian validitas isi (Content Validity). Validitas isi merupakan validitas yang mengukur relevansi item kuesioner dengan indikator keperilakuan dan dengan tujuan ukur (Azwar, 2012:132). Instrument yang valid mempunyai tingkat validitas yang tinggi, dikatakan valid apabila dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat. Menguji tingkat validitas dari kuesioner dengan taraf signifikan (α = 5%) dapat mengunakan rumus koefisien korelasi product moment (Sukmadinata, 2004: 65) sebagai berikut: = ∑ 2 ∑ − ∑ − ∑ 2 ∑ ∑ 2 − ∑ ²

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Ket: = korelasi produk moment = nilai setiap butir = nilai dari jumlah butir = jumlah responden Sedangk gkan untuk mengukur koefisien korelasii validitas item, digunakan SPSS SP 15 agar perhitungan jadi lebih cepa epat dan mudah. Perhitung vali aliditas berdasarkan taraf signifikan (α = 5%) %) dengan jumlah subjek 85, maka m koefisien korelasi yang digunakann adalah 0,279 (Sugiyono, 2011). 20 Jadi, apabila koefisien korelasi butir ir instrumen sama dengan 0,279 79 atau lebih dari 0,279 (paling kecil 0,279 79), maka butir instrumen ter tersebut dinyatakan valid. Namun apabilaa koefisien butir instrumen kur urang dari 0,279, maka butir instrumen terse rsebut dinyatakan tidak valid. Prosess perhitungan p taraf validitas dilakukan dengan gan cara memberi skor pada item em dan mentabulasi data uji coba mengunakan an microsoft office excel 2007. Data D yang telah ditabulasi, dimasukan kee dalam d SPSS 15 untuk menghi ghitung validitas tiap butir instrument. Ha Hasil perhitungan diperoleh 555 iitem yang valid dan 12 item yang tidak valid va atau gugur. Rincian rekap apitulasi perhitungan taraf validitas uji cobaa instrumen i dapat dilihat pada tab tabel 4.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 Tabel 4 Rincian Rekapitulasi Hasil Analisis Validitas Instrumen No Aspek 1 Kesetaraan dalam hubungan 2 3 4 5 6 Bertindak sesuai dengan keinginan sendiri Mengungkapkan perasaan dengan jujur dan nyaman Pertahanan diri Menyatakan pendapat Perhatian terhadap hakhak orang lain Indikator c. Menempatkan setiap pribadi secara setara d. Memberikan dukungan kepada orang lain c. Mampu membuat keputusan d. Mampu menentukan tujuan dan berusaha mencapainya c. Mampu menyatakan perasaannya dengan jujur d. Mampu mengungkapkan kebutuhan dan keinginan dengan nyaman c. Mempertahankan hak dan pendapat pribadi tanpa menyerang orang lain d. Mampu menanggapi kritik, celaan, dan kemarahan dari orang lain secara terbuka c. Mampu mengemukakan ide atau gagasan d. Mampu menyampaikan kritik secara adil tanpa merugikan orang lain c. Mampu menghargai hak, keinginan, dan perasaan oran lain d. Membiarkan orang lain mengungkapkan diri apa adanya Jumlah Jumlah Item Jumlah item yang valid Jumlah item yang gugur 6 6 - 6 5 1 6 4 2 5 5 - 6 5 1 6 4 2 6 5 1 5 5 - 6 4 2 5 4 1 5 4 1 5 4 1 67 55 12 4. Reliabilitas instrumen Reliabilitas adalah tingkat kepercayaan hasil pengukuran. Pengukuran yang mempunyai reliabilitas tinggi yaitu yang mampu memberikan hasil ukur yang terpercaya atau disebut sebagai reliabel. Konsep reliabilitas dalam arti reliabilitas alat ukur erat berkaitan dengan

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 masalah eror pengukuran (error of measurement), sedangkan konsep reliabilitas dalam arti reliabilitas hasil ukur erat berkaitan dengan eror dalam pengambilan sampel (sampling error) yang mengacu pada inkonsistensi hasil ukur apabila pengukuran dilakukan ulang pada kelompok individu yang berbeda (Azwar, 2012: 134). Pengujian reliabilitas instrument dilakukan dengan teknik belah dua dari Spearman Brown (spilt half), dengan rumus berikut ini. ri = Keterangan: ri = reliabilitas internal seluru instrument rb = Korelasi product moment antara belahan pertama dan kedua. Jadi, hasil perhitungan reliabilitas instrumen uji coba adalah 0,98 dengan klasifikasi sangat tinggi menurut kriteria Guilford (Masidjo, 1995: 209) sebagaimana tertera pada tabel 5. Tabel 5 Kriteria Guilford No 1 2 3 4 5 Koefisien Korelasi 0,91 – 1,00 0,71 – 0,90 0,41 – 0,70 0,21 – 0,40 negatif – 0,20 Kualifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 E. Teknik Analisis Data Teknik Analisis data yang digunakan untuk mengetahui Asertivitas siswa kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 adalah sebagai berikut: 1. Memberi skor pada setiap item yang sesuai dengan pilihan jawaban yang sudah tersedia yaitu Sangat Sering (SS) = diberi skor 4, Sering (S) = diberi skor 3, Jarang (J) = diberi skor 2, dan Tidak Pernah (TP) diberi skor 1 untuk item Favorabel dan Sangat Sering (SS) = diberi skor 1, Sering (S) = diberi skor 2, Jarang (J) = diberi skor 3, dan Tidak Pernah (TP) diberi skor 4 untuk item Unfavorabel. 2. Membuat tabulasi data dan menghitung skor total dari masing-masing item kuesioner dan skor rata-rata butir dengan mengunakan microsoft office excel. 3. Menghitung uji koefisien validitas instrumen Asertivitas siswa kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta menggunakan rumus Product Moment dari Pearson melalui program komputer SPSS 15. 4. Menghitung koefisien reliabilitas persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru bimbingan dan konseling dengan mengunakan rumus split-half pada program komputer SPSS 15. 5. Mengkategorisasi tingkat asertivitas siswa kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta disusun berdasarkan model distribusi normal. Tujuan kategorisasi ini adalah menempatkan individu ke dalam kelompokkelompok yang terpisah secara berjenjang menurut suatu kontinum

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 berdasarkan atribut yang diukur (Azwar, 2009: 107 ). Kontinum jenjang pada penelitian ini adalah dari sangat rendah sampai dengan sangat tinggi. Norma kategorisasi disusun berdasar pada norma kategorisasi yang disusun oleh Azwar (2009:108) yang mengelompokkan tingkat asertivitas siswa kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta ke dalam lima kategori: sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi dengan norma kategorisasi sebagai berikut: Tabel 6 Norma Kategorisasi Tingkat Asertivitas Norma/Kriteria Skor X≤ µ -1,5σ µ - 1,5 σ
(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 Kategori di atas diterapkan sebagai patokan dalam pengelompokan tinggi rendah tingkat asertivitas siswa kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta dengan jumlah item = 52, diperoleh unsur perhitungan capaian skor subjek sebagai berikut: Skor maksimum teoritik : 4 x 55 = 220 Skor minimum teoritik : 1 x 55 = 55 Luas jarak : 208 – 52 = 165 Standar deviasi (σ / sd) : 156 : 6 = 27,5 µ (mean teoritik) : (208+52) : 2 = 137,5 Hasil perhitungan analisis data skor subjek disajikan dalam norma kategorisasi tingkat asertivitas siswa kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta sebagai berikut. Tabel 7 Norma Kategorisasi Tingkat Asertivitas Siswa Kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta Norma/Kriteria Skor X≤ µ -1,5σ µ - 1,5 σ
(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Skor maksimum teoritik : 4 x 85 = 340 Skor minimum teoritik : 1 x 85 = 85 Luas Jarak : 340 – 85 = 225 Standar deviasi (σ / sd) : 225 : 6 = 42,5 µ (mean teoritik) : (340+85) : 2 = 212,5 32 Hasil perhitungan analisis data skor butir/item asertivitas disajikan dalam norma kategorisasi sebagai berikut: Tabel 8 Norma Kategorisasi Skor Butir Instrumen Asertivitas µ µ µ µ Norma Skor X≤ µ -1,5σ - 1,5 σ
(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 Terisolir”. Siswa yang mendapat skor di atas rata-rata atau ≥ 6 akan dikategorikan sebagai siswa cenderung populer dan siswa yang mendapat skor di bawah rata-rata atau < 6 akan dikategorikan siswa cenderung terisolir. 7. Mencari perbedaan tingkat Asertivitas antara siswa cenderung popular dengan siswa cenderung terisolir menggunakan teknik uji coba statistik mean (uji t). Mean yang dimaksud adalah mean skor asertivitas kelompok siswa cenderung populer dan mean skor asertivitas siswa cenderung terisolir yang mana variansi sampelnya berbeda. Taraf signifikansi yang digunakan adalah 5%. Proses pengujian uji statistic “uji t” dilakukan dengan teknik Independent Samples T-Test dengan menggunakan bantuan program komputer SSPS 15. Adapun hasil uji beda (t-test) dapat dilihat pada lampiran

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini memuat jawaban atas rumusan masalah penelitian yaitu bagaimanakah tingkat asertivitas siswa kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014, apakah ada perbedaan tingkat asertivitas siswa populer dan terisolir, dan usulan topik-topik bimbingan pribadi-sosial yang relevan A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Tingkat Asertivitas Siswa Kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta Berdasarkan perolehan data penelitian yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner asertivitas, dilakukan analisis data dengan teknik deskriptif kategorisasi dan persentase yang disajikan dalam tabel 9 dan dalam grafik 1. Tabel 9 Kategorisasi Tingkat Asertivitas Siswa SMP BOPKRI 1 Tahun Ajaran 2013/2014 Kriteria Skor 180
(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 sedang (24%), dan tidak ada siswa (0%) yang asertivitasnya rendah, dan sangat rendah. Penggolongan asertivitas siswa kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 dapat dilihat dalam bentuk diagram sebagai berikut: Diagram 1 Tingkat Asertivitas Siswa SMP BOPKRI 1 Tahun Ajaran 2013/2014 70 60 50 40 30 20 10 0 Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah 2. Perbedaan Tingkat Asertivitas antara Siswa Yang Cenderung Populer dan Siswa Yang Cenderung Terisolir Pada Siswa Kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta. Untuk megetahui perbedaan tingkat asertivitas antara siswa yang cenderung populer dan cenderung terisolir, terlebih dahulu subjek dibagi dalam dua kelompok yaitu siswa yang cenderung populer dan yang cenderung terisolir menggunakan sosiometri. Adapun hasil sosiometri seperti pada table 10.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Tabel 10. Hasil Sosiometri Kelas VIII A Pemilih No. Nama 1 2 1 11 2 12 3 13 4 14 5 15 6 16 7 17 8 18 9 19 10 20 11 21 12 22 13 23 14 24 15 25 16 26 17 27 2 18 28 1 19 29 20 30 21 31 22 32 3 4 5 6 7 8 9 10 2 11 12 3 13 14 15 16 17 18 19 20 22 2 5 2 2 2 3 1 2 21 7 1 1 Jumlah Pemilih 3 6 2 8 0 1 2 2 3 3 3 2 1 3 7 3 10 0 1 1 2 1 8 3 3 1 1 3 1 2 2 2 3 3 1 1 11 1 1 11 3 1 2 2 8 1 8 3 3 1 3 1 3 2 3 6 3 8 2 3 2 2 2 1 3 3 2 5 1 7 6 1 5

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 Tabel 11. Hasil Sosiometri Kelas VIII B Pemilih / Penolak No. Nama 1 1 11 2 12 3 13 4 14 5 15 6 16 7 17 8 18 9 19 10 20 11 21 12 22 13 23 14 24 15 25 16 26 17 27 2 18 28 1 19 29 20 30 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jumlah Pemilih 0 3 1 1 3 3 3 4 1 5 0 3 2 1 2 3 2 5 2 2 3 3 6 3 2 2 1 8 2 1 3 2 3 3 2 1 3 1 13 3 9 0 1 3 3 3 3 1 2 1 1 3 3 5 15 3 2 1 1 2 1 3 2 2 1 1 2 5 1 11 1 12 2 1 2 2 7 8

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Tabel 12. Hasil Sosiometri Kelas VIII C Pemilih / Penolak Jumlah No. Nama 1 2 1 11 2 12 3 13 4 14 5 15 6 16 7 17 3 8 18 1 9 19 10 20 11 21 12 22 13 23 14 24 15 25 16 26 17 27 18 28 19 29 3 4 5 6 7 8 1 1 1 2 1 2 9 10 1 2 11 12 13 14 3 2 3 15 16 17 18 3 19 3 1 14 12 2 3 7 3 1 3 1 1 3 2 3 2 1 6 1 1 8 3 2 11 3 2 3 2 2 3 2 2 Pemilih 3 1 2 2 1 1 3 2 2 3 3 1 1 1 2 3 11 2 1 1 5 5 9 7 2 3 4 4 1 3

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Tabel 13. Hasil Sosiometri Kelas VIII D Pemilih / Penolak Jumlah No. Nama 1 2 1 11 2 12 3 13 4 14 5 15 6 16 7 17 3 8 18 1 9 19 10 20 11 21 12 22 13 23 14 24 15 25 16 26 17 27 18 28 19 29 3 4 5 6 7 8 1 1 1 2 1 2 9 10 1 2 11 12 13 14 3 2 3 15 16 17 18 3 19 3 1 14 12 2 3 7 3 1 3 1 1 3 2 3 2 1 6 1 1 8 3 2 11 3 2 3 2 2 3 2 2 Pemilih 3 1 2 2 1 1 3 2 2 3 3 1 1 1 2 3 11 2 1 5 1 5 9 7 2 3 4 4 1 Perbedaan tingkat asertivitas antara Siswa Cenderung Populer dan Siswa Cenderung Terisolir Pada Kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta dapat diketahui dengan menghitung mean skor masing-masing kelompok. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui adanya perbedaan mean dari kelompok siswa cenderung populer dengan siswa cenderung terisolir. Skor mean siswa cenderung populer (143,60) lebih tinggi dari skor mean siswa cenderung terisolir (138,54). Hal ini menunjukan adanya perbedaan tingkat asertivitas diantara kedua kelompok tersebut. Perbedaan asertivitas antara 3

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 siswa cenderung populer dengan siswa cenderung terisolir dapat dilihat pada tabel 14 Table 14. Perbedaan Tingkat Asertivitas Siswa Yang Cenderung Populer dan Yang Cenderung Terisolir Asertivitas Status Sosial Populer 48 Mean 143.60 Std. Deviation 32.519 Std. Error Mean 4.694 37 138.54 36.864 6.060 N Terisolir Data di atas diperkuat juga oleh hasil uji hipotesis mengenai ada tidaknya perbedaan tingkat asertivitas siswa kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 yang telah dilakukan memperoleh nilai t tabel = 1,989 dengan nilai t hitung = 0.671 dengan signifikansi 5% . hal ini menunjukan ada perbedaan tingkat asertivitas pada siswa yang cenderung populer dengan siswa yang cenderung terisolir. Data dan deskripsi di atas juga didukung oleh data kategorisasi tingkat asertivitas antara siswa yang cenderung populer dan siswa yang cenderung terisolir. Adapun data penggolongan kategorisasi tingkat asertivitas antara siswa cenderung populer dan siswa cenderung terisolir dapat dilihat pada tabel 15. Table 15. Penggolongan Tingkat Asertivitas Siswa Cenderung Populer dan Cenderung Terisolir Cenderung Populer Cenderung Terisolir Sangat Tinggi Sedang Rendah Sangat N Tinggi Rendah 5 35 8 0 0 48 0 25 12 0 0 37

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Dari tabel 12 dapat dilihat bahwa ada perbedaan asertivitas antara siswa cenderung popular dengan siswa cenderung terisolir. Berdasarkan data di atas, membuktikan bahwa siswa yang cenderug populer memiliki asertivitas yang lebih tinggi dibandingkan siswa cenderung terisolir. Perbedaan asertivitas siswa cenderung popular dan siswa cenderung terisolir pada siswa kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta, dapat dilihat dalam bentuk diagram 2. Diagram 2 Perbedaan Tingkat Asertivitas Siswa Yang Cenderung Populer dan Yang Cenderung Terisolir 40 35 30 25 20 15 10 5 0 Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah 3. Hasil Analisis Skor-skor Butir Instrumen Asertivitas Berdasarkan analisis skor butir/item pengukuran asertivitas diperoleh hasil sebagaimana disajikan dalam table 16.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Tabel 16 Kategori Skor Item Asertivitas pada Siswa SMP BOPKRI 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 Rentang Skor ≥ 277 235-276 Kategori Sangat Tinggi Tinggi 192-234 150-191 ≤149 Sedang Rendah Sangat Rendah No Item 63 2, 3, 4, 7, 8, 10, 11, 12, 15, 16, 17, 19, 20, 23, 27, 29, 30, 31, 33, 36, 37, 38, 39, 42, 43, 44, 46, 48, 49, 50, 54, 55, 56, 57, 59, 61,52,45,28,26,25,14,13 Total Jumlah 1 46 Data yang terdapat dalam tabel 16 menunjukkan bahwa item dengan skor yang berada dalam kategori sangat tinggi berjumlah 1 item, item dengan skor yang berada dalam kategori tinggi berjumlah 46 item, item dengan skor yang berada dalam kategori sedang berjumlah 8 item, dan tidak ada item dengan skor yang berada dalam kategori rendah dan sangat rendah. Oleh karena itu, item-item yang teridentifikasi dalam kategori sedang digunakan untuk menjadi dasar dalam merumuskan usulan topiktopik bimbingan pribadi-sosial, khususnya dalam upaya peningkatan asertivitas siswa. Item-item yang masuk dalam kategori sedang tampak pada tabel 17. 8 0 0 55

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Tabel 17. Item yang Menunjukan Asertivitasnya Kurang No. Aspek 1. . Bertindak sesuai dengan keinginan sendiri Mampu membuat keputusan 2 Mengungkapkan perasaan dengan jujur dan nyaman Mampu menyatakan 13. Saya akan mengungkapkan perasaannya dengan kekecewaan saya terhadap jujur teman saya tanpa menyinggung perasaanya 3 Pertahanan diri 4 Menyatakan pendapat Indikator No Item dan Pernyataan Skor Item 210 Rank 211 2 14. Ketika saya sedang merasakan ketakutan, saya akan membicarakannya dengan teman tanpa rasa malu 223 7 Mempertahankan hak dan pendapat pribadi tanpa menyerang orang lain 52. Apabila teman lupa mengembalikan barang saya yang dipinjamnya, saya merasa tidak enak untuk memintanya 215 4 Mampu mengemukakan ide atau gagasan 25. Ketika ada permasalahan 225 8 26. Saya merasa percaya diri ketika harus menyampaikan ide saya di depan umum 213 3 Mampu 28. Saya memilih untuk tidak menyampaikan kritik menyampaikan kritik saya secara adil tanpa daripada saya harus menghadapi merugikan orang lain konflik dengan teman 218 5 61. Saya akan memberikan masukan terhadap teman saya dengan tidak menjelekjelekkannya 219 6 45. Saya ragu-ragu mengambil keputusan tanpa dukungan orang lain karena takut salah 1 dalam kelompok, saya akan menyampaikan ide saya untuk jalan keluar dari persoalan tersebut tanpa merasa cemas Berdasarkan tabel 17 menunjukan bahwa butir-butir item yang terindikasi kemunculannya sedang yaitu dalam aspek bertindak sesuai

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 dengan keinginan sendiri, mengungkapkan perasaan dengan jujur dan nyaman, pertahanan diri, dan menyatakan pendapat. B. Pembahasan Hasil Penelitian. Untuk menghindari pengulangan yang tidak perlu dalam pembahasan ini, asertivitas siswa yang sangat tinggi dan tinggi disatukan menjadi tinggi sedangkan asertivitas yang sedang, rendah, dan sangat rendah menjadi kurang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan ada (76%) siswa yang asertivitasnya tinggi. Tingginya asertivitas siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: pola asuh, konsep diri, dan penyesuaian sosial. Faktor pertama polah asuh. Siswa yang asertivitasnya tinggi kemungkinan berasal dari keluarga yang berpola asuh demokratis. Anak yang dididik dengan demokratis dapat mengkomunikasikan segala keinginannya secara wajar dan tidak memaksa kehendak (Santosa, 1999). Anak yang diasuh secara demokratis terbiasa untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya terhadap orang tua. Hal ini kiranya terbawa sampai pada lingkungan sekolah atau lingkungan bermain sehingga memungkinkan anak untuk asertif. Faktor kedua, konsep diri. Siswa yang asertivitasnya tinggi kemungkinan juga memiliki konsep diri yang positif. Individu yang mempunyai konsep diri yang kuat akan mampu berperilaku asertif. Sebaliknya individu yang mempunyai konsep diri yang lemah, maka perilaku asertifnya juga rendah (Santosa, 1999). Siswa yang memiliki konsep diri yang

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 positif akan megembang sifat seperti kepercayaan diri, harga diri, dan mampu untuk melihat diri secara realistis. Sifat-sifat inilah yang membuat anak menerima diri apa adanya sehingga menumbuhkan perasaan positif dalam dirinya. Perasaan positif ini membuat anak lebih mampu untuk asertif. Perasaan positif ini membuat anak lebih mampu untuk terbuka. Faktor ketiga, penyesuaian sosial. Siswa yang asertivitasnya tinggi kemungkinan juga memiliki penyesuaian sosial yang baik. Siswa yang memiliki penyesuaian sosial yang baik mampu untuk mengungkapkan perasaan dengan tepat dan menghargai orang lain sehingga mampu menjalin relasi yang baik (Gunarsa, 2007). Kemampuan inilah yang membuat siswa yang memiliki penyesuaian sosial yang baik asertivitasnya tinggi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ada (24%) siswa yang asertivitasya kurang. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: memiliki ketidakpercayaan akan haknya untuk asertif, memiliki kecemasan untuk asertif, kurang terampil dalam mengekspresikan diri, dan kurang terampil membuat keputusan bagi diri sendiri. Pertama, memiliki ketidakpercayaan akan haknya untuk asertif. Siswa yang kurang asertif kemungkinan tidak percaya akan haknya untuk asertif. Ketidakpercayaan ini membuat siswa tersebut kurang percaya diri. Rasa kurang percaya diri membuat siswa merasa kurang yakin akan kemampuan dirinya, kurang mampu untuk menyampaikan pendapatnya, gugup saat berbicara, dan kurang nyaman ketika berada diantara banyak orang. Apabila

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 hal ini tidak segera diatasi maka siswa tersebut akan terus berada dalam ketidaknyamanan baik dengan diri sendiri maupun orang lain. Kedua, memiliki kecemasan untuk asertif. Kecemasan atau ketakutan kadang kala membuat remaja sulit untuk asertif. Sebagai contoh ketika ada temannya yang melakukan kesalahan, mereka tidak berani untuk mengatakan sejujurnya mengenai kesalahan dari temannya karena takut konflik. Mereka lebih memilih diam daripada harus konflik dengan temannya. Ketiga, kurang terampil dalam mengekspresikan diri. Terampil dalam mengekspresikan diri secara asertif berarti berani mengekspresikan perasaan secara jujur tanpa rasa takut. Siswa yang kurang asertif kemungkinan kurang terampil dalam mengekspresikan diri karena merasa takut untuk mengekspresikan perasaan dengan jujur. Keempat, kurang terampil membuat keputusan bagi diri sendiri. Siswa yang kurang asertif kemungkinan belum mampu untuk mengambil keputusan bagi dirinya sendiri. Siswa belum memiliki keberanian untuk mengambil sebuah keputusan. Siswa merasa belum mampu ketika mengambil sebuah keputusan tanpa dukungan orang lain dan takut salah. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, penelitian ini juga memperoleh hasil bahwa ada perbedaan asertivitas antara siswa yang cenderung popular dengan yang cenderung terisolir. Ada beberapa kemungkinan faktor yang mempengaruhi perbedaan asertivitas antara kedua kelompok tersebut. Kemungkinan faktor tersebut antara lain:

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 Pertama, kemampuan berpikir. Pada penelitian ini siswa cenderung populer memiliki asertivitas yang lebih tinggi dibandingkan siswa cenderung terisolir. Hal ini kemungkinan karena kemampuan berpikirnya. Mappiare (1982) menyebutkan bahwa salah satu faktor remaja diterima dan ditolak adalah kemampuan berpikir. Siswa yang diterima oleh kelompoknya mampu mengemukakan pikiran, pendapatya dan inisiatif. Sementara itu siswa yang ditolak oleh kelompoknya kurang pandai dan kurang inisiatif sehingga kurang mampu mengemukakan pikiran dan pendapatnya. Kedua, sikap. Setiap orang memiliki sikap yang berbeda. Sikap mungkin menjadi salah satu faktor yang menyebabkan adanya perbedaan asertivitas antara siswa cenderung popular dengan siswa cederung terisolir. Mappiare (1982) menyebutkan bahwa salah satu faktor penyebab remaja diterima dan ditolak oleh kelompoknya adalah sikap. Siswa cenderung populer memperhatikan orang lain sedangkan siswa terisolir memiliki sikap agresif. Ketiga, harga diri. Remaja yang mendapatkan penerimaan sosial dan perlakuan yang wajar dari orang-orang yang ada disekitarnya akan merasa dirinya adalah pribadi yang berharga dan dibutuhkan oleh lingkungannya (Mappiare, 1982). Rasa berharga ini menimbulkan perasaan-perasan positif dalam dirinya. Perasaan-perasaan positif ini membuat siswa lebih mampu dan berani untuk mengemukakan ide dan gagasannya. Sementara itu penolakan sosial dan atau penerimaan sosial yang kurang wajar dapat menimbulkan perasaa-perasaan negatif pada diri remaja (Mappiare, 1982). Hal ini

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 meyebabkan siswa cenderung untuk menarik diri, lebih agresif dan tidak asertif. C. Usulan Topik-Topik Bimbingan Pribadi-Sosial Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti memberikan usulan topiktopik bimbingan pribadi-sosial yang bertujuan untuk membantu meningkatkan asertivitas siswa. Adapun usulan topik-topik bimbingan pribadi-sosial dapat dilihat pada table 18.

(68) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 49 Tabel 18 Usulan Topik-topik Bimbingan Pribadi-Sosial yang Relevan No Item 1 46. Saya ragu-ragu mengambil keputusan tanpa dukungan orang lain karena takut salah 2 52. Apabila teman lupa mengembalikan barang saya yang dipinjamnya, saya merasa tidak enak untuk memintanya Topik Pengambilan keputusan berani berkata “tidak” Tujuan Waktu Agar siswa semakin mampu dan berani mengambil keputusan 1x40 menit Agar siswa semakin mampu untuk menolak hal yang dapat merugikan diri sendiri dan mampu bersikap tegas 2X40 menit Jenis Metode layanan Kelompok Ceramah singkat, /klasikal Dinamika kelompok, diskusi, tanya jawab Kelompok /klasikal Ceramah singkat, Dinamika kelompok, diskusi, tanya jawab Sumber Adams, Linda & Lenz, Elinor. 1995. Jadilah diri anda sendiri = Be your best : efektivitas pribadi dalam hidup dan hubungan anda. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Adams, Linda & Lenz, Elinor. 1995. Jadilah diri anda sendiri = Be your best : efektivitas pribadi dalam hidup dan hubungan anda. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Alberti, R & Emmons, R. 2002. Your Perfect Right: Panduan Praktis Hidup Lebih Ekspresif dan Jujur Pada Diri sendiri. Jakarta: Elex Media Komputindo.

(69) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 3 13. Saya akan mengungkapkan kekecewaan saya terhadap teman saya tanpa menyinggung perasaanya 14. Ketika saya sedang merasakan ketakutan, saya akan membicarakannya dengan teman tanpa rasa malu 28. Saya memilih untuk tidak menyampaikan kritik saya daripada saya harus menghadapi konflik dengan teman 61. Saya akan memberikan masukan terhadap teman saya dengan tidak menjelekjelekkannya 50 Cawood, D. 1997. Manajer yang asertif terampil mengelola orang dan efektif dalam komunikasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Komunikasi yang efektif Agar siswa semakin mampu untuk mengkomunik asikan perasaan dan idea tau kritik dengan tepat 1x40 menit Kelompok /klasikal Ceramah singkat, Dinamika kelompok, diskusi, tanya jawab Supratiknya.1995.Komun ikasi Antarpribadi. Tinjauan Psikologis. Yogyakarta. Kanisius. Alberti, R & Emmons, R. 2002. Your Perfect Right: Panduan Praktis Hidup Lebih Ekspresif dan Jujur Pada Diri sendiri. Jakarta: Elex Media Komputindo.

(70) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 4 26. Saya merasa percaya diri ketika harus menyampaikan ide saya di depan umum 25. Ketika ada permasalahan dalam kelompok, saya akan menyampaikan ide saya untuk jalan keluar dari persoalan tersebut tanpa merasa cemas Percaya Diri Agar siswa semakin mampu untuk menyampaikan idea tau gagasan 1x40 menit Kelompok /klasikal Ceramah singkat, Dinamika kelompok, diskusi, tanya jawab 51 Centi. J. Paul. 1993. Mengapa Rendah Diri. Yogyakarta: Kanisius Alberti, R & Emmons, R. 2002. Your Perfect Right: Panduan Praktis Hidup Lebih Ekspresif dan Jujur Pada Diri sendiri. Jakarta: Elex Media Komputindo.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V PENUTUP Bab ini berisi uraian mengenai kesimpulan dan saran-saran bagi berbagai pihak. A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: 1. Tingkat asertivitas siswa kelas VIII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta sebagian besar sudah tergolong tinggi 2. Ada perbedaan tingkat asertivitas antara siswa yang cenderung populer dengan siswa yang cenderung terisolir. Tingkat asertivitas siswa cenderung populer lebih tinggi dibandingkan siswa cenderung terisolir. B. Saran Berikut ini disajikan beberapa saran untuk berbagi pihak. 1. Bagi guru Bimbingan dan Konseling a. Tingkat asertivitas siswa kelas VIII sebagian besar sudah tergolong tinggi, maka sangat penting bagi guru Bimbingan dan Konseling untuk menjaga dan mengembangkannya. b. Guru Bimbingan dan Konseling hendaknya merealisasikan atau mengembangkan topik-topik bimbingan yang telah diusulkan dalam penelitian ini hingga dapat membantu meningkatkan dan mengembangkan asertivitas siswa.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 2. Bagi Peneliti Lain a. Jika ingin melakukan penelitian yang serupa, peneliti lain hendaknya melakukan penelitian dengan subjek yang lebih banyak dan tidak hanya siswa-siswi di sekolah. b. Peneliti lain yang ingin melakukan penelitian yang serupa akan sangat baik jika asertivitas diungkap dengan pertanyaan atau pernyataan yang terbuka yang dapat mengungkap berbagai aspek asertivitas yang lain seperti nada suara atau bahasa nonverbal.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 DAFTAR PUSTAKA Adams, Linda & Lenz, Elinor. 1995. Jadilah Diri Anda Sendiri = Be Your Best : Efektivitas Pribadi dalam Hidup dan Hubungan Anda. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Alberti, R & Emmons, R. 2002. Your Perfect Right: Panduan Praktis Hidup Lebih Ekspresif dan Jujur pada Diri sendiri. Jakarta: Elex Media Komputindo. Ali, M & Asrori, M. 2009. Psikologi Remaja: Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Bumi Aksara Arminda Yeni. 2013. Tingkat Kepercayaan Diri Siswa Terisolir dan Populer Pada Kelas XI SMA Negeri 1 Kalasan Sleman Tahun Ajaran 2012/2013 dan Implikasinya Terhadap Usulan Topik-topik Bimbingan Kelompok. Skripsi (tidak diterbitkan). Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Azwar. 2012. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Azwar. 2009. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Cawood, D. 1997. Manajer yang Asertif Terampil Mengelola Orang dan Efektif dalam Komunikasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Desmita 2009. Psikologi Perkembangan Peserta Didik : Panduan Bagi Orang Tua dan Guru Dalam Memahami Psikologi Anak Usia SD, SMP dan SMA. Bandung: Remaja Rosdakarya Gunarsa, S. D. (2007). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: Gunung Mulia.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Jay, Ros. 2007. How To Manage Your Boss = Bagaimana Menyikapi Bos Anda : Membangun Hubungan Kerja yang Sempurna. Jakarta: Esensi Mappiare, Andi. 1982. Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional Masidjo, I. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Nafisah, A. 2010. Perbedaan Asertivitas Antara Santri Yang Menempuh Pendidikan Formal Dengan Santri Yang Tidak Menempuh Pendidikan Formal Di Pondok Pesantren As-Salafiyyah Mlangi. Skripsi (tidak diterbitkan). Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Nurihsan, Achmad Juntika. 2006. Bimbingan dan Konseling : dalam Berbagai Latar Kehidupan. Bandung: Refika Aditama Santosa, J.S. (1999). Peran Orang Tua Dalam Mengajarkan Asertivitas Pada Remaja. Anima: Indonesian Psycological Journal. Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan : Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta Sukardi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan (Kompetensi dan Praktiknya). Jakarta: Bumi Aksara. Surapranata, Sumarna. 2004. Analisis, Validitas, Reliabilitas, dan Interpretasi Hasil Tes : Implementasi Kurikulum 2004. Remaja Rosadakarya: Bandung

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Ulfa, M. 2013. Hubungan Polah Asuh Demokratis Orang Tua, Konsep Diri, Dan Peyesuaian Sosial Dengan Perilaku Asertif Siswa SMK Muhammadiyah 1 Sleman Yogyakarta. Jurnal Psikolgia. Winkel & Hastuti. 2004. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: Grasindo Winkel & Hastuti. 2006. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: Media Abadi

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 LAMPIRAN

(77) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT Lampiran 1 58 DATA PENELITIAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 1 4 3 4 3 4 2 3 3 2 3 3 4 2 1 2 3 4 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 1 2 4 4 4 2 3 3 3 4 3 4 4 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 2 4 3 2 2 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 2 2 2 3 1 1 3 4 2 4 4 4 2 2 3 3 3 3 4 3 2 1 1 1 3 4 2 3 4 3 4 4 4 4 3 5 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 1 3 4 4 3 3 3 3 3 6 3 4 4 3 3 2 2 3 2 4 3 4 3 2 3 4 4 4 2 2 3 3 3 4 2 3 2 3 2 2 3 2 4 4 3 4 4 4 4 3 7 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 3 2 2 4 4 3 3 3 3 3 8 4 2 3 4 4 3 2 3 4 3 3 4 2 4 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 3 2 2 3 3 3 1 2 3 4 4 2 3 2 3 4 9 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 1 3 4 4 3 3 3 3 3 10 4 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 4 4 4 3 3 3 3 2 1 2 4 4 2 3 3 3 3 3 11 3 4 2 4 4 2 4 4 2 3 2 4 1 4 4 4 2 2 4 3 4 3 3 2 2 2 3 1 4 4 4 4 2 1 3 4 2 4 2 2 12 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 1 3 4 4 3 3 3 3 3 13 4 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 4 4 4 3 3 3 3 2 1 2 4 4 2 3 3 3 3 3 14 2 1 1 2 2 3 1 1 4 1 2 2 1 1 2 1 1 4 2 1 2 2 1 4 2 1 2 1 1 2 1 3 1 4 2 1 1 1 1 2 15 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 1 3 4 4 3 3 3 3 3 16 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 4 17 4 3 3 2 4 3 2 2 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 18 4 3 4 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 2 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 3 19 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 1 3 4 4 3 3 3 3 3 20 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 21 3 4 3 3 4 2 3 3 3 2 3 3 2 1 4 4 3 4 4 3 2 1 2 2 2 2 4 4 3 1 2 3 3 2 2 4 3 4 3 4 22 4 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 4 4 4 3 3 3 3 2 1 2 4 4 2 3 3 3 3 3 23 4 3 4 3 2 3 2 3 3 3 2 3 2 2 3 3 4 2 3 4 2 3 2 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 4 3 4 3 24 2 1 1 2 2 3 1 1 4 1 2 2 1 1 2 1 1 4 2 1 2 2 1 4 2 1 2 1 1 2 1 3 1 4 2 1 1 1 1 2 25 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 26 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 1 3 4 4 3 3 3 3 3 27 3 3 4 4 3 2 4 4 2 2 4 3 3 2 3 3 4 4 2 2 3 3 2 2 4 2 3 2 2 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 2 28 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 29 4 3 2 2 2 3 2 3 2 2 3 3 1 2 3 3 2 1 4 3 1 4 2 3 2 2 4 3 3 2 2 3 2 4 3 3 2 3 2 2 30 2 1 1 2 2 3 1 1 4 1 2 2 1 1 2 1 1 4 2 1 2 2 1 4 2 1 2 1 1 2 1 3 1 4 2 1 1 1 1 2

(78) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 59 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 31 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 4 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 2 32 2 1 1 2 2 3 1 1 4 1 2 2 1 1 2 1 1 4 2 1 2 2 1 4 2 1 2 1 1 2 1 3 1 4 2 1 1 1 1 2 33 2 1 1 2 2 3 1 1 4 1 2 2 1 1 2 1 1 4 2 1 2 2 1 4 2 1 2 1 1 2 1 3 1 4 2 1 1 1 1 2 34 3 3 3 3 4 2 2 3 3 4 4 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 4 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 35 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 1 3 4 4 3 3 3 3 3 36 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 4 37 4 3 3 2 4 3 2 2 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 38 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 4 39 4 3 3 2 4 3 2 2 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 40 4 4 4 3 4 2 3 3 2 3 3 3 2 3 2 4 4 2 4 1 2 3 3 2 2 3 1 1 1 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 41 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 1 3 1 3 3 4 4 3 3 2 3 4 3 1 2 2 2 1 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 42 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 1 3 4 4 3 3 3 3 3 43 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 2 3 3 4 3 3 2 3 4 4 4 3 1 1 4 4 4 3 3 3 2 3 2 3 2 44 3 2 2 3 3 3 3 3 2 3 2 4 2 2 2 2 2 3 2 2 3 4 4 3 2 2 3 3 3 2 3 1 3 3 2 2 2 2 2 2 45 2 2 2 4 3 3 2 3 2 4 3 2 4 3 3 2 2 3 3 3 2 2 3 3 3 2 2 1 4 3 4 3 3 4 2 2 2 2 2 2 46 3 3 2 3 3 3 4 4 3 3 3 3 2 1 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 4 4 3 3 2 3 2 3 2 3 47 2 3 3 3 3 3 2 2 1 4 3 2 3 2 2 3 3 2 2 3 1 2 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 48 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 49 3 2 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 2 2 2 3 4 1 3 2 4 3 2 3 2 4 4 3 2 1 4 4 4 2 2 3 2 3 3 50 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 1 3 4 4 3 3 3 3 3 51 3 3 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 1 2 1 3 4 4 1 4 2 1 4 4 2 1 3 2 4 3 4 2 1 4 2 3 4 3 4 4 52 2 1 1 2 2 3 1 1 4 1 2 2 1 1 2 1 1 4 2 1 2 2 1 4 2 1 2 1 1 2 1 3 1 4 2 1 1 1 1 2 53 4 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 4 4 4 3 3 3 3 2 1 2 4 4 2 3 3 3 3 3 54 2 2 3 3 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 55 2 1 1 2 2 3 1 1 4 1 2 2 1 1 2 1 1 4 2 1 2 2 1 4 2 1 2 1 1 2 1 3 1 4 2 1 1 1 1 2 56 2 1 1 2 2 3 1 1 4 1 2 2 1 1 2 1 1 4 2 1 2 2 1 4 2 1 2 1 1 2 1 3 1 4 2 1 1 1 1 2 57 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2 2 3 3 3 2 4 3 4 4 4 4 3 4 2 2 2 2 1 2 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 58 2 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 3 2 2 2 3 3 4 4 3 3 3 3 2 3 2 4 3 4 4 4 2 3 3 1 3 3 3 3 4 59 4 4 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 2 4 4 4 3 2 2 3 3 3 2 3 3 2 3 4 4 2 3 3 3 4 4 4 4 4 60 2 1 1 2 2 3 1 1 4 1 2 2 1 1 2 1 1 4 2 1 2 2 1 4 2 1 2 1 1 2 1 3 1 4 2 1 1 1 1 2

(79) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 1 2 3 4 5 6 7 8 9 61 3 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 2 2 3 4 2 3 2 2 2 3 1 1 2 3 4 3 4 3 2 2 2 2 3 62 2 2 2 3 3 2 2 3 3 4 4 4 1 1 2 2 2 4 3 2 3 4 4 2 2 3 3 2 4 4 2 2 4 4 3 2 2 2 2 3 63 4 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 4 4 4 3 3 3 3 2 1 2 4 4 2 3 3 3 3 3 64 3 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 2 2 3 4 2 3 2 2 2 3 1 1 2 3 4 3 4 3 2 2 2 2 3 65 3 2 1 3 4 4 2 2 2 3 3 3 2 1 2 2 1 3 2 2 3 4 4 2 2 2 3 4 4 2 3 3 4 4 3 2 1 2 1 1 66 2 1 1 2 2 3 1 1 4 1 2 2 1 1 2 1 1 4 2 1 2 2 1 4 2 1 2 1 1 2 1 3 1 4 2 1 1 1 1 2 67 3 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 2 2 3 4 2 3 2 2 2 3 1 1 2 3 4 3 4 3 2 2 2 2 3 68 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 69 2 1 1 2 2 3 1 1 4 1 2 2 1 1 2 1 1 4 2 1 2 2 1 4 2 1 2 1 1 2 1 3 1 4 2 1 1 1 1 2 70 3 4 4 3 3 2 2 4 3 3 3 2 4 4 4 4 4 1 4 4 4 2 1 4 4 4 3 4 1 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 71 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 1 3 4 4 3 3 3 3 3 72 4 4 4 3 3 2 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 2 3 2 4 4 3 2 1 1 3 3 4 1 1 2 4 4 4 4 4 73 2 1 1 2 2 3 1 1 4 1 2 2 1 1 2 1 1 4 2 1 2 2 1 4 2 1 2 1 1 2 1 3 1 4 2 1 1 1 1 2 74 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 2 3 3 3 3 4 2 1 4 4 3 3 3 3 3 3 2 4 2 2 4 4 3 3 3 3 3 75 2 1 1 2 2 3 1 1 4 1 2 2 1 1 2 1 1 4 2 1 2 2 1 4 2 1 2 1 1 2 1 3 1 4 2 1 1 1 1 2 76 3 4 4 4 2 2 2 3 4 3 2 4 2 1 2 4 4 3 3 2 2 3 1 3 3 2 2 2 4 4 3 1 4 4 3 4 4 4 4 2 77 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 1 3 4 4 3 3 3 3 3 78 3 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 2 2 2 3 2 2 3 3 2 3 3 4 2 3 2 3 2 79 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 1 3 4 4 3 3 3 3 3 80 2 1 1 2 2 3 1 1 4 1 2 2 1 1 2 1 1 4 2 1 2 2 1 4 2 1 2 1 1 2 1 3 1 4 2 1 1 1 1 2 81 4 2 3 3 3 2 2 2 3 3 4 3 3 2 2 2 3 1 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 2 3 4 82 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 1 3 4 4 3 3 3 3 3 83 4 3 3 3 4 4 2 2 3 2 3 4 2 3 1 3 3 3 4 4 3 2 3 4 4 4 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 84 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 4 85 4 3 3 2 4 3 2 2 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 217 258 210 210 235 229 246 212 191 204 227 217 261 225 229 231 245 241 200 10 11 12 219 259 13 14 182 203 15 16 17 18 19 20 21 231 225 229 275 232 200 22 23 24 25 26 27 186 224 28 60 29 30 31 32 33 216 234 34 35 36 37 38 39 40 311 244 225 229 225 229 247

(80) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 41 3 3 3 1 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 2 4 3 3 2 3 3 4 42 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 2 2 43 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 2 2 3 2 1 3 3 3 3 2 1 44 2 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 1 3 3 3 2 3 2 2 3 2 1 3 3 3 3 3 1 45 2 3 2 1 2 3 3 2 2 3 4 2 3 1 2 3 2 2 2 2 1 3 2 1 3 2 1 2 2 1 46 3 3 3 3 2 1 3 3 2 3 2 2 3 1 2 3 3 2 2 3 3 3 2 1 2 2 3 2 3 1 47 2 3 3 3 2 1 3 2 2 3 2 2 3 2 2 3 3 3 2 3 3 3 2 2 2 2 2 2 3 2 48 3 3 3 1 3 2 3 4 3 2 2 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 2 49 3 3 3 4 3 4 3 2 3 3 4 3 3 1 3 3 3 3 3 3 4 3 3 1 3 3 3 3 3 1 50 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 2 3 3 1 3 3 3 4 3 2 3 3 4 1 3 3 4 3 2 1 51 2 4 3 2 2 3 3 3 2 3 3 2 3 3 2 4 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 52 1 2 2 1 3 2 3 2 3 3 3 3 3 1 3 2 2 3 3 2 2 3 2 1 3 3 2 3 2 1 53 2 3 2 2 3 1 1 3 3 2 2 3 2 1 3 3 2 2 3 3 2 2 2 1 1 3 2 3 2 1 54 3 3 3 4 3 4 3 2 3 3 4 3 3 1 3 3 3 3 3 3 4 3 3 1 3 3 3 3 3 1 55 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 2 3 3 1 3 3 3 4 3 2 3 3 4 1 3 3 4 3 2 1 56 3 3 3 4 3 4 3 2 3 3 4 3 3 1 3 3 3 3 3 3 4 3 3 1 3 3 3 3 3 1 57 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 2 3 3 1 3 3 3 4 3 2 3 3 4 1 3 3 4 3 2 1 58 3 2 3 3 4 1 3 3 4 4 1 4 4 2 4 2 3 3 4 3 3 4 4 2 4 4 3 3 3 2 59 3 3 3 3 2 3 2 4 2 3 3 2 3 2 2 3 3 2 2 2 2 3 2 2 3 2 2 2 3 2 60 3 3 3 2 2 3 2 3 2 3 1 2 3 4 2 3 3 2 2 3 2 3 2 4 2 2 2 2 2 4 61 2 2 3 3 2 3 3 3 2 2 4 2 2 1 2 2 3 3 2 2 3 2 2 1 3 2 3 3 3 1 62 2 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 3 2 2 3 2 2 2 3 2 3 2 2 2 2 3 2 3 1 2 63 4 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 4 2 3 3 3 4 3 3 2 4 3 2 3 3 2 3 4 2 64 4 3 4 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 4 3 3 2 3 3 2 3 3 1 3 4 2 61 65 2 3 3 3 3 4 2 3 3 4 2 3 4 2 3 3 3 4 3 3 4 4 3 2 3 3 4 3 3 2 66 3 3 3 4 3 4 3 2 3 3 4 3 3 1 3 3 3 3 3 3 4 3 3 1 3 3 3 3 3 1 67 jumlah 4 195 3 192 3 192 4 189 3 190 4 203 3 186 3 191 3 190 3 195 2 191 3 190 3 195 1 114 3 190 3 192 3 192 4 199 3 190 2 179 3 189 3 195 4 186 1 114 3 203 3 190 4 191 3 188 2 173 1 114

(81) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 62 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 jumlah 3 3 3 2 2 3 3 4 3 4 3 2 3 3 4 3 4 3 3 3 3 1 4 3 3 3 4 205 4 2 1 1 1 1 2 2 1 1 3 1 1 1 1 1 1 2 2 4 1 2 2 2 2 1 1 114 4 2 1 1 1 1 2 2 1 1 3 1 1 1 1 1 1 2 2 4 1 2 2 2 2 1 1 114 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 196 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 2 2 2 3 3 3 3 3 3 190 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 192 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 192 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 192 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 192 2 2 3 3 3 3 3 3 4 4 4 2 1 4 4 4 4 2 3 2 4 2 4 4 2 4 4 201 4 3 3 2 2 2 1 3 4 4 4 1 1 4 4 4 4 1 1 2 3 2 4 4 4 4 4 203 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 2 2 2 3 3 3 3 3 3 190 2 2 2 3 2 3 2 3 2 3 4 1 2 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 187 3 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 4 4 3 2 2 165 2 3 3 3 2 4 4 3 2 2 4 4 1 2 2 2 2 4 2 4 3 2 3 3 3 2 2 179 3 3 3 1 1 1 1 1 3 2 1 1 2 3 2 3 2 2 2 1 1 2 3 4 3 3 2 170 3 3 4 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 2 3 3 184 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 191 3 4 1 3 3 2 3 4 2 3 3 2 2 2 3 2 3 2 3 4 2 1 3 3 4 2 3 187 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 2 2 2 3 3 3 3 3 3 190 1 2 3 4 4 2 4 4 3 4 3 1 4 3 4 3 4 4 3 4 1 3 3 1 4 3 4 202 4 2 1 1 1 1 2 2 1 1 3 1 1 1 1 1 1 2 2 4 1 2 2 2 2 1 1 114 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 3 2 2 4 3 4 3 3 195 3 2 2 2 2 2 2 3 2 3 3 3 2 2 3 2 3 3 2 2 3 2 3 3 3 2 3 171 4 2 1 1 1 1 2 2 1 1 3 1 1 1 1 1 1 2 2 4 1 2 2 2 2 1 1 114 4 2 1 1 1 1 2 2 1 1 3 1 1 1 1 1 1 2 2 4 1 2 2 2 2 1 1 114 1 2 2 2 1 1 2 3 4 3 3 1 1 4 3 4 3 1 2 1 3 1 4 4 4 4 3 190 2 2 2 4 4 3 3 2 3 3 4 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 3 200 1 1 2 3 2 3 1 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 2 4 4 4 4 4 211 4 2 1 1 1 1 2 2 1 1 3 1 1 1 1 1 1 2 2 4 1 2 2 2 2 1 1 114

(82) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 jumlah 61 2 1 3 1 2 2 2 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 3 1 3 2 4 3 4 2 2 158 62 3 4 3 3 2 3 4 4 2 2 3 3 2 2 2 2 2 4 3 3 2 2 4 4 2 2 2 182 63 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 3 2 2 4 3 4 3 3 195 64 2 1 3 1 2 2 2 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 3 1 3 2 4 3 4 2 2 158 65 3 4 3 3 2 3 3 3 2 1 4 3 2 2 1 2 1 3 3 3 2 1 4 4 2 2 1 168 66 4 2 1 1 1 1 2 2 1 1 3 1 1 1 1 1 1 2 2 4 1 2 2 2 2 1 1 114 67 2 1 3 1 2 2 2 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 3 1 3 2 4 3 4 2 2 158 68 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 189 69 4 2 1 1 1 1 2 2 1 1 3 1 1 1 1 1 1 2 2 4 1 2 2 2 2 1 1 114 70 1 1 2 4 4 1 2 2 4 4 4 4 1 4 4 4 4 3 3 3 4 2 3 2 4 4 4 216 71 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 2 2 2 3 3 3 3 3 3 190 72 3 4 3 4 4 2 1 1 4 4 4 1 1 4 4 4 4 1 1 3 3 2 3 1 4 4 4 205 73 4 2 1 1 1 1 2 2 1 1 3 1 1 1 1 1 1 2 2 4 1 2 2 2 2 1 1 114 74 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 4 4 3 3 205 75 4 2 1 1 1 1 2 2 1 1 3 1 1 1 1 1 1 2 2 4 1 2 2 2 2 1 1 114 76 4 3 3 3 2 4 1 1 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 2 4 3 4 4 4 205 77 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 2 2 2 3 3 3 3 3 3 190 78 2 3 2 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 175 79 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 2 2 2 3 3 3 3 3 3 190 80 4 2 1 1 1 1 2 2 1 1 3 1 1 1 1 1 1 2 2 4 1 2 2 2 2 1 1 114 81 2 2 3 3 2 2 3 1 2 3 3 3 2 2 3 2 3 3 2 3 2 2 2 3 3 2 3 176 82 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 2 2 2 3 3 3 3 3 3 190 83 3 3 2 2 2 4 3 2 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 199 84 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 192 85 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 192 248 219 214 207 178 193 200 221 225 229 251 186 178 225 229 225 229 244 212 235 193 184 263 249 256 225 229 63

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2 VALIDITAS Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 Item 5 Item 6 VAR00007 VAR00008 VAR00009 VAR00010 VAR00011 VAR00012 VAR00013 VAR00014 VAR00015 VAR00016 VAR00017 Pea rs on Correl a ti on Si g. (2-ta i l ed) N Pea rs on Correl a ti on Si g. (2-ta i l ed) N Pea rs on Correl a ti on Si g. (2-ta i l ed) N Pea rs on Correl a ti on Si g. (2-ta i l ed) N Pea rs on Correl a ti on Si g. (2-ta i l ed) N Pea rs on Correl a ti on Si g. (2-ta i l ed) N Pea rs on Correl a ti on Si g. (2-ta i l ed) N Pea rs on Correl a ti on Si g. (2-ta i l ed) N Pea rs on Correl a ti on Si g. (2-ta i l ed) N Pea rs on Correl a ti on Si g. (2-ta i l ed) N Pea rs on Correl a ti on Si g. (2-ta i l ed) N Pea rs on Correl a ti on Si g. (2-ta i l ed) N Pea rs on Correl a ti on Si g. (2-ta i l ed) N Pea rs on Correl a ti on Si g. (2-ta i l ed) N Pea rs on Correl a ti on Si g. (2-ta i l ed) N Pea rs on Correl a ti on Si g. (2-ta i l ed) N Pea rs on Correl a ti on Si g. (2-ta i l ed) N 0.684759883 4.95328E-13 85 0.900524326 9.20264E-32 85 0.904076721 2.1903E-32 85 0.554389299 3.69672E-08 85 0.594897834 1.92801E-09 85 -0.100009742 0.362465032 85 0.735572334 1.07856E-15 85 0.772104007 5.1097E-18 85 -0.567524133 1.48165E-08 85 0.685020395 4.81528E-13 85 0.34641157 0.00116363 85 0.695327141 1.53718E-13 85 0.635977239 6.15195E-11 85 0.735905756 1.03128E-15 85 0.492197707 1.71524E-06 85 0.900524326 9.20264E-32 85 0.904076721 2.1903E-32 85 Va l i d Va l i d Va l i d Va l i d Va l i d Ti da k Va l i d Va l i d Va l i d Ti da k Va l i d Va l i d Va l i d Va l i d Va l i d Va l i d Va l i d Va l i d Va l i d

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 VAR00018 VAR00019 VAR00020 VAR00021 VAR00022 VAR00023 VAR00024 VAR00025 VAR00026 VAR00027 VAR00028 VAR00029 VAR00030 VAR00031 VAR00032 VAR00033 VAR00034 VAR00035 VAR00036 VAR00037 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N -0.328727279 0.002128515 85 0.521729949 3.05035E-07 85 0.654823307 1.06003E-11 85 0.176621246 0.105878934 85 0.515714784 4.39421E-07 85 0.728888235 2.61226E-15 85 -0.462331605 8.40936E-06 85 0.393434894 0.000195321 85 0.749972945 1.46022E-16 85 0.385699226 0.000266932 85 0.584853736 4.16492E-09 85 0.630587124 9.95276E-11 85 0.529878643 1.8393E-07 85 0.64104201 3.88096E-11 85 -0.238699016 0.02780558 85 0.733429807 1.43628E-15 85 -0.24079463 0.026424229 85 0.473568487 4.70518E-06 85 0.900524326 9.20264E-32 85 0.904076721 2.1903E-32 85 Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 VAR00038 VAR00039 VAR00040 VAR00041 VAR00042 VAR00043 VAR00044 VAR00045 VAR00046 VAR00047 VAR00048 VAR00049 VAR00050 VAR00051 VAR00052 VAR00053 VAR00054 VAR00055 VAR00056 VAR00057 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 0.900524326 9.20264E-32 85 0.904076721 2.1903E-32 85 0.634020666 7.33371E-11 85 -0.575578713 8.29009E-09 85 0.409864389 9.80331E-05 85 0.79749423 6.64265E-20 85 0.814064897 2.75715E-21 85 0.670029484 2.33724E-12 85 0.668035913 2.86397E-12 85 0.201172767 0.064865695 85 0.345344196 0.001208034 85 0.900524326 9.20264E-32 85 0.904076721 2.1903E-32 85 0.053086743 0.629429985 85 0.606291401 7.78907E-10 85 0.566623093 1.57957E-08 85 0.900524326 9.20264E-32 85 0.904076721 2.1903E-32 85 0.900524326 9.20264E-32 85 0.904076721 2.1903E-32 85 Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 VAR00058 VAR00059 VAR00060 VAR00061 VAR00062 VAR00063 VAR00064 VAR00065 VAR00066 VAR00067 ** * Pearson Correlation 0.42209607 Valid Sig. (2-tailed) 5.73049E-05 N 85 Pearson Correlation 0.370962323 Valid Sig. (2-tailed) 0.000473976 N 85 Pearson Correlation -0.495570269 Tidak Valid Sig. (2-tailed) 1.41969E-06 N 85 Pearson Correlation 0.709616297 Valid Sig. (2-tailed) 2.90944E-14 N 85 Pearson Correlation 0.158280131 Tidak Valid Sig. (2-tailed) 0.147952456 N 85 Pearson Correlation 0.653435675 Valid Sig. (2-tailed) 1.21166E-11 N 85 Pearson Correlation 0.486834561 Valid Sig. (2-tailed) 2.3075E-06 N 85 Pearson Correlation 0.649034896 Valid Sig. (2-tailed) 1.84312E-11 N 85 Pearson Correlation 0.900524326 Valid Sig. (2-tailed) 9.20264E-32 N 85 Pearson Correlation 0.904076721 Valid Sig. (2-tailed) 2.1903E-32 N 85 Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Lampiran 3 RELIABILITAS Case Processing Summary N % Cases Valid 85 100 Excluded(a) 0 0 Total 85 100 a Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach'sPart 1 Value N of Items Part 2 Value N of Items Total N of Items Correlation Between Forms Spearman-B Equal Length Unequal Length Guttman Split-Half Coefficient a b 0.90705 34 0.595047 34 68 0.966778 0.983109 0.983109 0.683925 The items are: VAR00001, VAR00002, VAR00003, VAR00004, VAR00005, VAR00006, VAR00007, VAR00008, VAR The items are: VAR00035, VAR00036, VAR00037, VAR00038, VAR00039, VAR00040, VAR00041, VAR00042, VAR

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Lampiran 4 UJI-T Group Statistics Status SosialN Asertivitas populer terisolir Mean Std. DeviatioStd. Error Mean 48 143.6042 32.51889 4.693698 37 138.5405 36.86431 6.060456 Independent Samples Test Levene's Test for Equalit-test for Equality of Means F Sig. t df Sig. (2-tailedMean DifferStd. Error Di95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Lower Upper Lower Upper Lower Upper Lower Asertivitas Equal varian2.355174 0.128671 0.67146 83 0.503792 5.063626 7.541222 -9.93556 20.06281 Equal variances not assumed 0.660573 72.23321 0.510987 5.063626 7.665502 -10.2164 20.34368

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 KUESIONER ASERTIVITAS Disusun Oleh Yulius Petro Genok 101114061 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 KUESIONER ASERTIVITAS Para siswa yang terkasih, pada kesempatan ini saya memohon kesediaan anda untuk mengisi kuesioner ini. Informasi dari anda sangat berguna bagi layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Oleh karena itu silakan mengisi kuesioner ini dengan jujur sesuai dengan pengalaman masing-masing. Terimakasih atas kesediaannya. A. Identitas Diri Nama : Kelas : Usia : Jenis kelamin : Laki-laki/Perempuan B. Petunjuk 1. Bacalah setiap pernyataan dengan teliti 2. Berilah tanda centang (√) pada kolom alternatif jawaban sesuai dengan yang kamu alami C. Keterangan SS : Sangat Sering S : Sering J : Jarang TP : Tidak Pernah Selamat Mengerjakan

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 No Pernyataan 1 Saya menghargai setiap pendapat teman saya 2 Saya berusaha mendengarkan dengan sungguh-sungguh ketika teman berbicara 3 Saya mengajak teman untuk kerjasama yang dapat menguntungkan saya dan teman saya 4 saya malu untuk menawarkan bantuan kepada teman yang membutuhkan bantuan 5 Saya malu untuk memberikan selamat dan pujian kepada teman yang mendapatkan nilai bagus 6 Saya kurang memperhatikan kebutuhan teman saya 7 Ketika saya diminta untuk memutuskan sesuatu, saya mampu untuk memutuskannya 8 Ketika saya dihadapkan pada setiap pilihan, saya mampu untuk memutuskan pilihan saya 9 Saya berani mengambil keputusan yang menurut saya tepat tanpa takut disalahkan oleh orang lain 10 Saya malas untuk membuat jadwal kegiatan saya 11 Saya malas untuk membuat perencanaan mengenai kegiatan yang akan saya SS S J TP

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 lakukan Saya putus asa untuk mecapai tujuan saya kalau ada hambatan Saya akan mengungkapkan kekecewaan saya terhadap teman saya tanpa menyinggung perasaanya Ketika saya sedang merasakan ketakutan, saya akan membicarakannya dengan teman tanpa rasa malu Saya akan mengakhiri pembicaraan kalau sudah tidak ada hal yang perlu dibicarakan lagi tanpa menyinggung perasaan orang lain Saya malu untuk menanyakan hal yang belum saya pahami kepada teman saya Saya mengalami kesulitan untuk meminta bantuan pada teman saya Saya malu untuk mengungkapkan setiap keinginan saya karena takut tidak terpenuhi Saya akan menegur teman apabila tindakan mereka menimbulkan masalah bagi saya Saya akan mempertahankan pendapat saya yang saya anggap benar tanpa merendahkan pendapat orang lain Saya akan menolak permintaan teman saya apabila saya tidak sanggup melakukannya Saya akan membalas memarahi teman yang memarahi saya

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 23 Saya merasa malu ketika dikritik oleh orang lain 24 Ketika berdiskusi saya berani untuk mengungkapkan ide saya walaupun mendapat bantahan dari teman 25 Ketika ada permasalahan dalam kelompok, saya akan menyampaikan ide saya untuk jalan keluar dari persoalan tersebut tanpa merasa cemas 26 Saya merasa percaya diri ketika harus menyampaikan ide saya di depan umum 27 Saya merasa sungkan untuk menyampaikan kritik terhadap teman saya 28 Saya memilih untuk tidak menyampaikan kritik saya daripada saya harus menghadapi konflik dengan teman 29 Saya merasa kesulitan untk memberikan saran atau kritikan terhadap teman saya karena takut dibilang sombong 30 Ketika saya berbicara, saya akan menatap lawan bicara saya 31 Ketika memberikan pendapat, saya berusaha untuk tidak menyinggug perasaan orang lain 32 Saya akan membiarkan teman saya untuk memutuskan pilihannya sendiri 33 Saya merasa iri ketika teman menunjukan kelebihannya 34 Saya berusaha untuk tidak memberikan kesempatan pada teman saya yang mengungkapkan pendapatnya karena saya

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 membencinya Saya memotong pembicaraan ketika ada teman yang berbicara kurang jelas Saya merasa direndahkan ketika orang memberi masukan atau saran kepada saya Saya menganggap bahwa ide saya lebih baik daripada ide teman saya Saya segera menawarkan bantuan ketika ada teman yang membutuhkan bantuan Ketika ada teman yang sedang sedih, saya langsung mencoba untuk menghiburnya Saya memberikan selamat dan pujian kepada teman yang mendapat nilai bagus Saya merasa kesulitan saat harus mengambil sebuah keputusan Saya ragu-ragu mengambil keputusan tanpa dukungan orang lain karena takut salah Ketika ada berbagai pilihan dan saya diminta untuk memilih, saya merasa sulit untuk memutuskan pilihan saya Saya merencanakan aktivitas yang perlu saya lakukan setiap hari Saya membuat jadwal kegiatan-kegiatan yang akan saya lakukan Saya kurang berani untuk mengawali pembicaran dengan orang yang baru saya kenal Saya memendam rasa kecewa saya terhadap teman karena takut konflik Saya merasa sungkan (tidak enak) ketika

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 harus mengakhiri pembicaraan dengan orang Saya akan mengatakan kepada teman dengan jujur mengenai hal-hal yang saya butuhkan Saya akan menyampaikan harapan dan keinginan saya terhadap teman dengan jujur tanpa merasa cemas Saya akan meminta bantuan teman ketika saya membutuhkan bantuannya Apabila teman lupa mengembalikan barang saya yang dipinjamnya, saya merasa tidak enak untuk memintanya Saya merasa tidak enak ketika harus menolak ajakan teman Ketika ada pendapat teman yang menurut saya kurang tepat, saya berani untuk menolak pendapatnya tanpa merasa cemas Apabila ada teman yang mengkritik saya, saya dapat menanggapinya dengan tenang Saya sangat senang ketika saya deberi masukan atau dikritik oleh orang lain Ketika ada teman yang memarahi saya, saya akan tetap tenag dan tidak memarahinya Saya memilih untuk tidak menyampaikan ide saya daripada saya harus menghadapi konflik dengan teman Saya tidak akan menyampaikan pendapat saya sebelum saya diminta untuk melakukannya

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 60 Saya malu menyampaikan pendapat saya karena takut dinilai salah 61 Saya akan memberikan masukan terhadap teman saya dengan tidak menjelekjelekkannya 62 Saya menyampaikan krtikan terhadap teman saya tanpa merasa tidak enak 63 Saya memaksa kehendak saya terhadap teman saya 64 Saya merasa jengkel ketika teman saya tidak menuruti perkataan saya 65 Ketika berdiskusi saya memberikan kesempatan pada teman untuk menyampaikan pendapatnya 66 Saya merasa senang ketika teman mengungkapkan ketidaksukaannya dengan saya 67 Saya akan memberikan kesempatan pada orang lain untuk memenuhi kebutuhannya sendiri

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Pernyataan Di kelas ini saya lebih senang berteman dengan Nama Teman 1. 2. 3.

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(100)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar SARJANA PENDIDIKAN
0
0
14
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
1
15
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
1
26
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
14
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
16
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
165
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi
1
1
100
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
145
Studi Kualitatif Deskriptif di Yogyakarta SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
1
122
LOWONGAN KERJA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Informatika
0
0
168
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
92
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
1
187
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
148
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
159
KEKERASAN DALAM PACARAN (Studi Deskriptif pada Siswa Kelas XI SMA N 1 Karangnongko Tahun Ajaran 20122013 dan Implikasinya Terhadap Usulan Topik-Topik Layanan Bimbingan Pribadi Sosial) Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarj
0
0
147
Show more