Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I - USD Repository

Gratis

0
0
204
1 month ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW I SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Christina Inggriani NIM: 101134149 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Halaman Persembahan Skripsi ini ku persembahkan kepada :  Tuhan Yesus Kristus  Bunda Maria  Para dosen PGSD Universitas Sanata Dharma  Dosen pembimbing payung Jigsaw  Kedua Orang Tuaku, Bapak Hari Suprayitno & Ibu Menik Rukmiyati  Kakakku Roberttus Bellarmino, Flaurentina Sulistyaningrum, Nicolaus Bellarmino, dan Agnes Yeni.  Kekasihku Ruru Tri Baskoro  Almamterku PGSD USD angkatan 2010 iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Motto Pemenang adalah orang yang pernah jatuh namun sanggup untuk bangkit kembali dan belajar dari kesalahan masa lalu. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. (Mazmur 23:4) v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 11 Juni 2014 Penulis Christina Inggriani vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangandi bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Christina Inggriani Nomor Mahasiswa : 10 1134 149 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW I Beserta perangkat (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 11 Juni 2014 Yang menyatakan Christina Inggriani vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK Inggriani, Christina. (2014). Perbedaan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Atas Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw I: Yogyakarta: Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma. Penelitian ini dilatar belakangi oleh belum diketahuinya perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I pada materi mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental tipe nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Tegalrejo 2 Yogyakarta yang berjumlah 62 siswa, dan sampel penelitian ini adalah siswa kelas IV A yang berjumlah 31 untuk kelompok eksperimen dan sampel penelitian kelas IV B yang berjumlah 31 untuk kelompok kontrol. Instrumen penelitian menggunakan soal pilihan ganda sebanyak 20 soal yang valid dan reliabel. Pengujian validitas instrumen menggunakan korelasi point bisserial dengan signifikansi 0,05 dan r tabel 0,361. Pengujian reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach yang menghasilkan nilai koefisiensi 0,909 yang masuk dalam kategori sangat tinggi. Teknik pengumpulan data menggunkan soal pretest dan posttest yang diberikan kepada siswa pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Analisis data menggunakan bantuan program IBM 20 SPSS Statistics for Windows dengan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I pada kelompok eksperimen dan model pembelajaran konvensional pada kelompok kontrol. Hal ini terlihat dari hasil uji hipotesis yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.0001 atau < 0.05. Temuan penelitian ini memperkaya pemahaman tentang bagaimana dan mengapa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I memberikan kontribusi terhadap prestasi belajar siswa. Kata kunci: prestasi belajar, model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT Inggriani, Christina. (2014).The Differences of IPS (Social Science) Learning Achievement in 4th grade Primary School to the Application of Jigsaw type I Cooperative Learning Model. Minithesis. Yogyakarta: Primary School Teacher Education Program, Sanata Dharma University. The background in this study was not yet known the differences of IPS achievement 4th grade primary school to the application of Jigsaw type I cooperative learning model. The purpose of this research is to identify the difference of IPS learning achievement in 4th grade Primary School to the application of Jigsaw type I cooperative learning model on the material economic activities related to the natural resources and other regional potentials . The type of this research is quasi experimental with non-equivalent control group design. The research population are the 4th grade students of Tegalrejo 2 Yogyakarta Elementery School, they were 62 students. The samples of experiment class were 4th grade students in IVA class with 31 students, while samples of control class were 4th grade students in IVB with 31 students too. The researcher used 20 items multiple choices test as instruments which valid and reliable. Validity test techniques used Point Biserial Correlation with signification level 0.05 and r score table is 0.361. Reliability test formula used in this research was Alpha Cronbach with reliability coefficient 0.909 (included in high qualification). The data collecting technique was conducted using pretest and postest questions was given to students of experiment and control groups. Data analysis was conducted using SPSS 20 for Windows with Independent sample ttest. The results showns that there is a difference of students learning achievement of 4th grade in application of cooperative learning models type jigsaw I in experimental group and conventional learning models in control group. It could be seen from the hypothesis the result that shows the significance in 0.001 or < 0.05. The finding enrich the understanding about how and why cooperatife learning type jigsaw I gives contribution towards students learning achievment. Keywords: IPS (Social Sciences) learning achievement, Jigsaw type I Cooperative Learning Model. ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Segala puji syukur penulis haturkan kepada Tuhan Yang Maha atas berkat serta karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Perbedaan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Atas Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw I ”. Skripsi ini disusun dengan tujuan memenuhi salah satu syarat memperolah gelar Sarjana Pendidikan di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurusan Ilmu Pendidikan Fakulktas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. Dalam penyusunan skripsi ini penulis memperoleh bimbingan, bantuan, dan dorongan dari berbagai pihak, baik secara moriil maupun materiil. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih terutama kepada kepada: 1. Rohandi, Ph. D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Gregorius Ari Nugrahanta, S.J, S.S., B. ST., M. A., Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. 3. Catur Rismiati, S. Pd., M.A., Ed. D., selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. 4. Drs. Y. B. Adimassana, M. A., selaku Dosen Pembimbing I yang bersedia meluangkan waktu, memberikan bantuan, dukungan, arahan, dorongan dan kritik dalam menyelesaikan skripsi ini. 5. Rusmawan, S. Pd., M. Pd., Selaku dosen pembimbing II yang bersedia meluangkan waktu, memberikan arahan, dorongan dan kritik dalam menyelesaikan skripsi ini. 6. Drs. Sukawit, M.A., selaku kepala SD Negeri Tegalrejo 2 Yogyakarta yang telah memberikan izin untuk pelaksanaan penelitian ini. 7. Eni Mulyati, S. Pd., selaku guru kelas IVA yang berkenan memberikan memberikan masukan serta bantuan waktu yang bermanfaat bagi penulis dalam melaksanakan penelitian ini. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8. Mugi Rahayu, S.Pd., selaku guru kelas IVB yang berkenan memberikan memberikan masukan serta bantuan waktu yang bermanfaat bagi penulis dalam melaksanakan penelitian ini. 9. Siswa dan siswi kelas IVA dan IVB SD Negeri Tegalrejo 2 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 yang telah bersedia menjadi subyek penelitian. 10. Seluruh dosen Prodi PGSD yang telah memberikan dukungan dan bimbingan serta bantuannya selama penulis kuliah. 11. Pak Hermoyo, Bu Tri, Mas Andi, Bang Ipin (Sekretariat PGSD), atas kerjasamanya dalam melayani selama kuliah dan pembuatan surat ijin penelitian serta keperluan peneliti yang lainnya. 12. Kedua orang tuaku Bapak Agustinus Hari Suprayitno dan Ibu Stanelia Menik Rukmiyati yang telah memberikan kasih sayang serta dukungan secara moriil maupun materiil. 13. Kakakku Roberttus Bellarmino, Florentina Sulistyaningrum, Nicolaus Bellarmino, dan Agnes Yeni yang selalu memberi dukungan, bantuan dan semangat setiap saat. 14. Ruru Tri Baskoro sahabat sekaligus kekasihku yang selalu mendukung, membantuku serta memberikan cinta kasih. 15. Sahabat-sahabatku kelas A PGSD USD angkatan 2010 yang selalu mendukungku. 16. Teman-teman Payung Jigsaw : Lala, Fajar, Arma, Novem, Iren, Dina, Oca, Novi, Septi kita telah berjuang bersama. 17. Teman-teman seperjuangan PPL SDN Tegalrejo 2 Yogyakarta : Apri, Zega, Zulfan, Nopem, Fajar, Tama, Siska yang selalu memberikan keceriaan disaat penelitian berlangsung. 18. Sahabatku Veronica Daristi Muktiningtyas yang selalu menemaniku bermain dikala bingung menyelesaikan skripsi ini. 19. Diyah Septiningtyas dan Seni Nurahmawati, sahabat kecilku yang selalu menghiburku. 20. Seluruh rekan-rekan PGSD USD angkatan 2010 yang tidak dapat disebutkan satu persatu. xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu yang telah banyak membantuku selama penyelesaian skripsi ini. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan. Yogyakarta, 11 Juni 2014 Penulis Christina Inggriani xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL...................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................ ii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................... iv HALAMAN MOTTO ................................................................................... v HALAMAN KEASLIAN KARYA ............................................................... vi PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI .......................................... vii ABSTRAK ..................................................................................................... viii ABSTRACT ..................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ................................................................................... x DAFTAR ISI .................................................................................................. xiii DAFTAR TABEL .......................................................................................... xviii DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... xix DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xx BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1 1.1 Latar Belakang Masalah ........................................................... 1 1.2 Pembatasan Masalah ................................................................. 6 1.3 Rumusan Masalah ..................................................................... 6 1.4 Tujuan Penelitian ...................................................................... 7 1.5 Manfaat Penelitian .................................................................... 7 1.5.1 Manfaat Teoritis ............................................................... 7 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1.5.2 Manfaat Praktis ................................................................ 7 1.5.2.1 Bagi Sekolah........................................................ 7 1.5.2.2 Bagi Guru ............................................................ 7 1.5.2.3 Bagi Siswa ........................................................... 7 1.5.2.4 Bagi Peneliti ........................................................ 7 BAB II KAJIAN PUSTAKA ........................................................................ 8 2.1 Kajian Pustaka .......................................................................... 8 2.1.1 Belajar .............................................................................. 8 2.1.2 Model Pembelajaran Kooperatif ...................................... 18 2.1.3 Ilmu Pengetahuan Sosial .................................................. 33 2.2 Hasil Penelitian yang Relevan .................................................. 38 2.3 Kerangka Berfikir ..................................................................... 45 2.4 Hipotesis Penelitian ................................................................... 46 BAB III METODE PENELITIAN................................................................. 47 3.1 Jenis Penelitian.......................................................................... 47 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ................................................... 48 3.2.1 Tempat Penelitian ........................................................... 48 3.2.2 Waktu Penelitian ............................................................. 49 3.3 Populasi dan Sampel Penelitian ................................................ 49 3.3.1 Populasi Penelitian .......................................................... 49 3.3.2 Sampel penelitian ............................................................ 49 3.4 Variabel Penelitian .................................................................... 50 3.5 Definisi Operasional ................................................................. 50 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.6 Instrumen Penelitian ................................................................. 51 3.7 Validitas dan Reliabilitas Instrumen ......................................... 52 3.7.1 Validitas Instrumen .......................................................... 52 3.7.2 Reliabilitas Instrumen ...................................................... 56 3.8 Teknik Pengumpulan Data ........................................................ 57 3.9 Teknik Analisis Data.................................................................. 57 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................... 63 4.1 Hasil Penelitian ......................................................................... 63 4.1.1 Deskripsi Pelaksanaan ..................................................... 62 4.1.2 Deskripsi Data.................................................................. 65 4.1.3 Analisis Data Penelitian ................................................... 67 4.1.3.1 Perbedaan Prestasi Belajar IPS Siswa Atas Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw I ..... 67 4.2 Rangkuman Hasil Penelitian ..................................................... 76 4.3 Pembahasan .............................................................................. 78 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN........................................................ 80 5.1 Kesimpulan ............................................................................... 80 5.2 Keterbatasan Penelitian .............................................................. 81 5.2 Saran ......................................................................................... 81 5.2.1 Bagi Guru ........................................................................ 81 5.2.2 Bagi Peneliti Lain ............................................................ 81 DAFTAR REFERENSI ................................................................... 83 LAMPIRAN ................................................................................................... 87 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Waktu Pengambilan Data .............................................................. 49 Tabel 3.2 Kisi – Kisi Pengumpulan Data ...................................................... 52 Tabel 3.3 Soal Valid ...................................................................................... 54 Tabel 3.4 Penentuan Validitas Item .............................................................. 54 Tabel 3.5 Uji Reliabilitas ............................................................................... 56 Tabel 3.6 Hasil Pengujian Reliabilitas .......................................................... 57 Tabel 3.7 Pengumpulan Data Kelompok Eksperimen dan Kontrol ............... 58 Tabel 3.8 Kriteria nilai effect size .................................................................. 62 Tabel 4.1 Deskripsi Data Prestasi Belajar ..................................................... 66 Tabel 4.2 Hasil Uji Normalitas Pretest Kelompok Eksperimen .................... 68 Tabel 4.3 Hasil Uji Normalitas Posttest Kelompok Kontrol ......................... 69 Tabel 4.4 Hasil Uji Normalitas Pretest Kelompok Kontrol .......................... 70 Tabel 4.5 Hasil Uji Normalitas Posttest Kelompok Kontrol ........................ 70 Tabel 4.6 Skor Homogenitas Pretest ............................................................ 72 Tabel 4.7 Hasil Uji Beda Pretest.................................................................... 73 Tabel 4.8 Perbandingan Skor Posttest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Variabel Prestasi Belajar ................................................... 75 Tabel 4.9 Uji Normalitas ................................................................................ 77 Tabel 4.10 Rangkuman Homogenitas Pretest ............................................... 77 Tabel 4.11 Skor Pretest dan Posttest ............................................................ 77 Tabel 4.12 Rangkuman Perbandingan Skor Pretest ...................................... 77 Tabel 4.13 Rangkuman Perbandingan Skor Posttest ..................................... 78 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Rancangan Kegiatan Jigsaw I ................................................... 36 Gambar 2.2 Literatur Map dari Penelitian yang Terdahulu .......................... 45 Gambar 3.1 Desain Penelitian ....................................................................... 49 Gambar 3.2 Variabel Penelitian .................................................................... 52 Gambar 4.1 Kurva Uji Normalitas Pretest Kelompok Eksperimen .............. 67 Gambar 4.2 Kurva Uji Normalitas Posttest Kelompok Eksperimen ............ 68 Gambar 4.3 Kurva Uji Normalitas Pretest Kelompok Kontrol .................... 69 Gambar 4.4 Kurva Uji Normalitas Posttest Kelompok Kontrol ................... 70 Gambar 4.5 Perbandingan Skor Pretest dan Posttest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol .................................................................................. xvii 73

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Surat Permohonan Izin Penelitian ............................................ 87 Lampiran 2. Surat Keterangan Selesai Melakukan Penelitian ...................... 88 Lampiran 3. Silabus ...................................................................................... 89 Lampiran 4. RPP dan Materi .......................................................................... 96 Lampiran 5. Nilai r product - moment .......................................................... 158 Lampiran 6. Instrumen Penelitian ................................................................. 159 Lampiran 7. Deskripsi Data .......................................................................... 163 Lampiran 8.Hasil Analisis Deskriptif ............................................................ 167 Lampiran 9. Hasil Uji Normalitas ................................................................. 168 Lampiran 9. Hasil Uji Homogenitas ............................................................. 168 Lampiran 10. Hasil Uji Pengaruh Perlakuan (Independent t-test) ................. 169 Lampiran 11. Foto – Foto Saat Pembelajaran Berlangsung ......................... 170 Lampiran 12. Lembar Observasi Pelaksanaan Pembelajaran ....................... 176 Lampiran 13. Validitas Instrumen Oleh Guru................................................ 178 Lampiran 14. Daftar Riwayat Hidup ............................................................. 186 xviii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bab I peneliti akan membahas tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan, serta manfaat dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti. 1.1 Latar Belakang Prestasi belajar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005:390) diartikan sebagai penguasaan pengetahuan dan ketrampilan yang dikembangkan di mata pelajaran yang ditunjukkan dengan nilai tes atau angka yang diberikan oleh guru. Arikunto (2001:35) mengemukakan bahwa tinggi rendahnya prestasi belajar itu dilihat dari nilai yang di dapat. Jika nilai yang diperoleh tinggi maka prestasi belajarnya tinggi begitu juga sebaliknya jika nilainya rendah berarti prestasi belajarnya juga rendah. Salah satu faktor yang mempengaruhi proses belajar mengajar menurut Syah (2002:132-139), yaitu faktor pendekatan belajar. Faktor pendekatan belajar merupakan segala cara atau strategi yang digunakan oleh siswa dalam menunjang efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran materi tertentu. Proses belajar mengajar menurut Suryosubroto (2002:19) adalah kegiatan yang dilakukan guru mulai dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan sampai evaluasi dan program tindak lanjut yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Salah satu komponen dalam proses belajar mengajar yang sangat penting untuk mencapai tujuan pembelajaran adalah model pembelajaran. Model pembelajaran yang inovatif merupakan salah satu cara yang harus guru lakukan untuk mengatasi perbedaan cara belajar siswa sehingga mampu merangsang minat siswa untuk belajar dan meningkatkan prestasi siswa. 1

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Model pembelajaran menurut Isjoni (2008:146) adalah strategi yang digunakan oleh guru untuk meningkatkan motivasi belajar, sikap belajar siswa, kemampuan berfikir kritis siswa, keterampilan sosial siswa, dan pencapaian hasil pembelajaran siswa yang lebih optimal. Salah satu model pembelajaran yang sering digunakan adalah model pembelajaran pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif menurut Suprijono (2009:54) adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk – bentuk yang lebih dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru. Namun tidak semua kerja kelompok termasuk dalam pembelajaran kooperatif, sebab terdapat lima unsur didalam pembelajaran kooperatif. Kelima unsur tersebut menurut Lie (2010:31) adalah saling ketergantungan positif, tanggung jawab perseorangan, tatap muka, komunikasi antar anggota, serta evaluasi proses kelompok. Terdapat lima tipe dalam pembelajaran kooperatif menurut Slavin (2005:10– 17) yaitu Student Team – Achievement Division (STAD), Teams Games – Tournament (TGT), Jigsaw I, Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), dan Team Accelerated Instruction (TAI). Penelitian ini akan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I dimana ketika pembelajaran sedang berlangsung siswa dibagi – bagi dalam kelompok. Isjoni (2012:77) mengungkapkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I mendorong siswa untuk aktif dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran untuk mencapai prestasi belajar yang maksimal. Gambaran umum pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I yaitu guru melakukan kegiatan brainstorming untuk mengaktifkan skemata siswa agar siswa lebih siap dalam menerima pelajaran. Setelah itu guru membagi bahan pelajaran yang akan diberikan menjadi empat

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 bagian. Setelah guru membagikan bahan pelajaran, siswa dibagi dalam kelompok ( kelompok asal ) dimana setiap kelompok berisi empat orang. Bahan pengajaran pertama diberikan kepada siswa yang pertama, sedangkan siswa yang kedua menerima bagian yang kedua, dan seterusnya. Setelah semua siswa memperoleh bahan pembelajaran, siswa diminta untuk membaca/ mengerjakan bagian mereka masing – masing. Setelah siswa selesai membaca/ mengerjakan bahan pembelajaran siswa diminta untuk berpindah berkumpul dengan teman – teman yang memiliki bahan pembelajaran yang sejenis ( kelompok ahli ). Setelah siswa selesai membahas topik yang sama didalam kelompok ahli, siswa diminta untuk kembali kedalam kelompok asal untuk saling berbagi mengenai bahan – bahan pelajaran yang didapatkannya di dalam kelompok ahli. Setelah masing – masing anggota menjelaskan apa yang didapatnya guru dapat menguji siswa secara individu untuk melihat ketercapaian tujuan pembelajaran hari itu. (Lie,2010:69). Lie (2010:69) berpendapat bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I dapat digunakan dalam berbagai materi, keterampilan berbahasa, dan mata pelajaran. Hal tersebut dikarenakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I cocok untuk semua kelas / tingkatan. Salah satu mata pelajaran yang dapat dilaksanakan menggunakan model pembelalajaran kooperatif tipe jigsaw I adalah IPS. Susanto (2013:139) berpendapat bahwa IPS merupakan perpaduan antara ilmu sosial dan kehidupan manusia yang di dalamnya mencakup antropologi, ekonomi, geografi, sejarah, hukum, filsafat, sosiologi, agama, dan psikologi. Tujuan utama pembelajaran IPS menurut Susanto (2013:145) ialah mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap permasalahan sosial yang ada dalam masyarakat

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 serta dapat mengatasi masalah yang terjadi sehari – hari baik yang menimpa dirinya maupun yang menimpa masyarakat. Mata pelajaran IPS merupakan mata pelajaran yang sering dianggap sulit oleh siswa karena didalamnya terdapat materi yang sangat banyak untuk dihafalkan. Pendidikan IPS harus memperhatikan kebutuhan anak, sebab menurut Piaget pada masa sekolah dasar, perkembangan kemampuan intelektual siswa berada pada tahap operasional konkrit, dimana pada tahap operasional konkrit siswa harus belajar dari hal – hal yang bersifat konkrit dan berasal dari hal – hal yang ada disekitarnya, sedangkan IPS merupakan mata pelajaran yang abstrak yang terdiri dari berbagai konsep seperti waktu, perubahan, akulturasi, demokrasi, permintaan, dan kelangkaan (Susanto,2013:152). Susanto (2013:153) mengemukakan bahwa model pembelajaran yang dipakai oleh guru merupakan salah satu pendukung terjadinya proses pembelajaran sesuai dengan ranah yang ingin dikembangkan, sebab dalam pembelajaran IPS dikembangkan tiga ranah yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. Model pembelajaran yang digunakan guru harus memudahkan siswa dalam menerima materi pelajaran yang diberikan oleh guru sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang berdampak pada prestasi belajar siswa. Kenyataannya masih banyak guru yang melakukan pembelajaran dalam bidang studi IPS dengan menggunakan model pembelajaran konvensional (Susanto,1013:155). Guru mengganggap siswa seperti kertas kosong, dimana guru siap untuk menulis di dalam kertas tersebut. Dengan kata lain, guru menganggap siswa memiliki otak yang kosong dimana siswa siap untuk menerima segala pelajaran yang diberikan oleh guru. Kebanyakan siswa bersifat pasif hanya menunggu sajian guru dari pada mencari dan menemukan sendiri

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 pengetahuannya. Siswa terlihat kurang bersemangat dalam mengikuti pelajaran. Banyak siswa yang mengantuk dan tidak memperhatikan penjelasan yang disampaikan guru. Ketika guru memberikan tugas pun, siswa kurang antusias dalam mengerjakannya dan seperti kurang mempedulikan hasil yang diperoleh. Hal tersebut mengidentifikasikan bahwa minat belajar siswa masih rendah sehingga mempengaruhi prestasi belajar siswa pula. Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I sebagai model pembelajaran inovatif mampu memberikan sumbangan bagi ketercapaian prestasi belajar siswa, hal itu terbukti dari penelitian yang dilakukan oleh I Gusti Bagus Wacika (2013) yang berjudul pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I terhadap hasil belajar IPS ditinjau dari sikap sosial dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas V di SD N 4 Panjer.” Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh model pembelajaran kooperatif jigsaw terhadap hasil belajar IPS ditinjau dari sikap sosial dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas V SDN 4 Panjer. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen. Sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel total instrumen penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar IPS dan kuesioner sikap sosial. Analisis data menggunakan anakova. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari tiga yaitu model pembelajaran kooperatif jigsaw I sebagai variabel bebas, sikap sosial sebagai variabel moderator dan hasil belajar IPS sebagai variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran koperatif jigsaw I dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Kedua, terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif jigsaw I lebih tinggi dari

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional setelah sikap sosial dikendalikan. Ketiga, terdapat kontribusi sikap sosial terhadap hasil belajar IPS siswa baik yang mengikuti model pembelajaran kooperatif jigsaw I maupun model pembelajaran konvensional. Oleh karena itu peneliti sangat tertarik dengan permasalahan di atas, dan memilih judul “Perbedaan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Atas Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw I”. Dalam hal ini peneliti memilih kelas IV sebagai objek penelitian sebab materi pelajaran IPS di kelas IV cukup banyak dan bersifat hafalan. Selain itu materi di kelas IV berisi konsep – konsep yang abstrak, sehingga dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I dapat membantu siswa untuk lebih mudah menerima materi pembelajaran. 1.2 Batasan Masalah Peneliti membatasi permasalahan pada upaya mencari tahu perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar pada ranah kognitif atas penerapan model pembelajaran koopetarif tipe jigsaw I pada materi mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya. 1.3 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang masalah tersebut diatas, maka dapat dirumuskan rumusan masalah sebagai berikut: apakah terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I?

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 1.4 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. 1.5 Manfaat Penelitian Manfaat dari hasil penelitian ini adalah : 1.5.1 Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini dapat memberikan konstribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I terhadap prestasi belajar khususnya pada mata pelajaran IPS. 1.5.2 Manfaat praktis 1.5.2.1 Bagi Sekolah Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sekolah untuk menambah kualitas proses belajar mengajar. 1.5.2.2 Bagi Guru Memberikan wacana bagi guru untuk menggunakan model pembelajaran tipe jigsaw I sesuai dengan materi yang disampaikan. 1.5.2.3 Bagi Siswa Mempermudah siswa memahami materi IPS tentang mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. 1.5.2.4 Bagi Peneliti Membuka wawasan baru tentang model pembelajaran yang digunakan selain model ceramah yang sering digunakan.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA Bab II peneliti akan membahas landasan teori yang berisi kajian pustaka, kajian penelitian yang relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis penelitian. Kajian pustaka membahas teori-teori yang mendukung terhadap penelitian yang akan dibahas. Kajian penelitian yang relevan memuat beberapa hasil penelitian terdahulu yang sesuai dengan topik penelitian. Selanjutnya dirumuskan kerangka berpikir dan hipotesis yang menjadi dugaan / jawaban sementara dari rumusan masalah penelitian. 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Belajar 2.1.1.1 Pengertian Belajar Slameto (2010:2) mengemukakan belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam intraksi dengan lingkungannya. Sedangkan Usman (2002:5) mengemukakan bahwa belajar sebagai proses perubahan tingkah laku pada individu karena interaksi antar individu dengan individu, maupun antar individu dengan lingkungan. Belajar menurut Djamarah (2011:13) adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotor. Siregar (2011:5) berpendapat bahwa belajar adalah suatu 8

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 aktivitas mental (psikis) yang berlangsung dalam interaksi dengan lingkungannya yang menghasilkan perubahan yang bersigat relatif konstan Slameto (2010), Usman (2002), Siregar (2011), dan Djamarah (2011) memiliki persamaan pendapat bahwa belajar merupakan proses perubahan tingkah laku pada individu karena adanya interaksi dengan lingkungannya. Namun Usman (2002) dan Djamarah (2011) juga berpendapat bahwa belajar merupakan interaksi antar individu dengan individu. Djamarah (2011) menekankan bahwa perubahan tingkah laku dalam belajar tidak hanya menyangkut masalah kognitif saja, melainkan juga menyangkut aspek afektif dan psikomotor. Belajar menurut Suyono (2011:9) adalah aktivitas atau proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian. Sedangkan belajar menurut Hamalik (2007:27-28) adalah sebuah proses kegiatan yang mementingkan sebuah proses daripada suatu hasil. Belajar bukan hanya mengingat melainkan juga mengalami. Sehingga dapat disimpulkan bahwa belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotor, sehingga memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian. 2.1.1.2 Ciri – Ciri Belajar Terdapat enam ciri – ciri belajar menurut Djamarah (2011:15), ciri belajar yang pertama adalah perubahan yang terjadi secara sadar. Individu yang belajar

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 akan menyadari terjadinya perubahan itu atau sekurang – kurangnya individu merasakan telah terjadi adanya suatu perubahan dalam dirinya. Misal: seorang anak menyadari bahwa pengetahuannya bertambah, kecakapannya bertambah, kebiasaannya juga bertambah. Ciri belajar yang kedua adalah perubahan dalam belajar bersifat fungsional. Perubahan ini berlangsung terus menerus dan akan menyebabkan perubahan berikutnya dan akan berguna bagi kehidupan ataupun proses belajar berikutnya. Misalnya: jika anak sudah bisa membaca, maka ia akan mengalami perubahan dari tidak bisa membaca menjadi bisa membaca. Ciri belajar yang ketiga adalah perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif. Dalam belajar, perubahan – perubahan yang terjadi akan memperoleh sesuatu yang lebih baik dari yang sebelumnya. Semakin banyak usaha belajar yang dilakukan semakin banyak perubahan yang diperoleh. Misalnya: perubahan tingkah laku karena proses kematangan yang terjadi dengan sendirinya. Ciri belajar yang keempat adalah perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara. Perubahan yang terjadi bersifat menetap atau permanen. Ini berarti tingkah laku yang terjadi setelah setelah belajar akan bersifat menetap. Misal: kecakapan anak dalam bermain biola, ketika anak sudah menguasai, kecakapannya untuk bermain biola tidak akan hilang, melainkan akan terus dimilikinya bahkan akan terus berkembang. Ciri belajar yang kelima adalah perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah. Perubahan tingkah laku akan terjadi karena ada tujuan yang akan dicapai. Perubahan belajar terarah pada perubahan tingkah laku yang benar – benar

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 disadari. Misal: seorang yang sedang belajar mengetik, sebelum belajar ia telah menetapkan tujuannya untuk apa ia belajar mengetik. Ciri belajar yang keenam adalah perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku. Perubahan yang diperoleh individu setelah melalui suatu proses belajar meliputi perubahan seluruh tingkah lakunya. Misal : ketika anak belajar naik sepeda, perubahan yang paling ampak adalah ketika anak bisa menaiki sepeda tersebut. Winataputra (2008:1.8-1.9) mengemukakan terdapat tiga ciri – ciri belajar. Ciri belajar yang pertama adalah belajar harus memungkinkan terjadinya perubahan perilaku pada individu. Perubahan tersebut tidak hanya pada aspek kognitifnya saja melainkan pada aspek afektif serta aspek psikomotor. Ciri belajar yang kedua adalah perubahan harus merupakan buah dari pengalaman. Perubahan perilaku yang terjadi pada diri individu karena adanya interaksi antara dirinya dengan lingkungan yang terjadi setiap harinya. Interaksi yang terjadi berupa interaksi fisik dan interaksi psikis. Interaksi fisik merupakan hubungan sosial yang terjadi dalam masyarakat, sedangkan interaksi psikis merupakan hubungan batin yang terjadi dalam masyarakat. Ciri belajar yang ketiga adalah perubahan tersebut relatif menetap. Dalam hal ini belajar menghasilkan beberapa perubahan pada diri seseorang dalam waktu yang cukup lama dan cukup permanen. Sehingga perubahan yang terjadi tidak mudah hilang darinya. Djamarah (2011) dan Winataputra (2008) memiliki beberapa kesamaan dalam ciri – ciri belajar. Kedua ahli diatas mengemukakan bahwa ciri – ciri belajar adalah perubahan relatif menetap dan tidak untuk sementara. Djamarah (2011)

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 berpendapat bahwa perubahan yang terjadi bersifat menetap atau permanen, ini berarti tingkah laku yang terjadi setelah setelah belajar akan bersifat menetap sedangkan Winataputra (2008) menambahkan bahwa perubahan yang terjadi tidak akan dengan mudah hilang dari dalam diri. Selain itu Djamarah (2011) dan Winataputra (2008) juga berpendapat bahwa dalam belajar terjadilah perubahan tingkah laku, dari yang sebelumnya tidak bisa menjadi bisa. Djamarah (2011) berpendapat bahwa perubahan tingkah laku terjadi melalui proses pembelajaran, dan menambahkan bahwa perubahan yang terjadi tidak hanya pada aspek kognitif saja, melainkan aspek afektif dan juga aspek psikomotor. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ciri – ciri belajar adalah perubahan tingkah laku pada diri seseorang secara sadar, bersifat fungsional, positif, bukan bersifat sementara, bertujuan, mencakup seluruh aspek tingkah laku, dan buah dari pengalaman. 2.1.1.3 Prinsip – Prinsip Belajar Terdapat tiga prinsip belajar menurut Suprijono (2011:4-5), prinsip yang pertama adalah perubahan perilaku. Perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar memiliki beberapa ciri – ciri, yaitu: sebagai hasil tindakan rasional instrumental, berkesinambungan dengan perilaku, bermanfaat sebagai bekal hidup, positif, aktif, permanen, bertujuan, dan mencakup keseluruhan potensi kemanusiaan. Prinsip belajar yang kedua adalah belajar merupakan proses. Belajar terjadi karena didorong kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai. Prinsip belajar yang ketiga merupakan bentuk pengalaman. Pengalaman pada dasarnya adalah hasil dari interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 Slameto (2010:27-28) mengemukakan empat prinsip belajar. Prinsip yang pertama adalah berdasarkan prasayarat yang diperlukan untuk belajar. Siswa harus diusahakan untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan belajar agar menimbulkan minat dan motivasi siswa yang kuat untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam belajar siswa perlu berinteraksi dengan lingkungannya agar siswa dapat tertantang dengan lingkungan dimana ia belajar sehingga dapat mengembangkan kemampuannya. Prinsip belajar yang kedua adalah sesuai hakikat belajar. Proses belajar bersifat berhubungan antara proses organisasi, adaptasi, eksplorasi, dan discovery, maka proses belajar harus berjalan tahap demi tahap sehingga menimbulkan respon yang diharapkan menurut perkembangannya. Prinsip belajar yang ketiga adalah sesuai materi / bahan yang harus dipelajari. Materi yang digunakan oleh siswa dalam belajar haruslah memiliki struktur dan penyajian yang sederhana sehingga siswa mudah untuk menangkap pengertiannya dan dapat mengembangkan kemampuan sesuai dengan tujuan yang harus dicapainya. Prinsip belajar yang keempat adalah syarat keberhasilan belajar. Terdapat beberapa syarat dalam keberhasilan belajar, syarat yang pertaman adalah sarana belajar yang cukup. Jika sarana belajar cukup, maka siswa dapat belajar dengan tenang. Syarat yang kedua adalah repitisi. Repetisi merupakan pengulangan berkali – berkali agar keterampilan siswa semakin mendalam. Berdasarkan pendapat yang telah dikemukakan oleh Suprijono (2011) dan Slameto (2010) maka dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa prinsip dalam belajar, yaitu perubahan tingkah laku, belajar merupakan proses, belajar

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 merupakan bentuk pengalaman, belajar berdasarkan prasayarat, belajar sesuai hakikat belajar, materi / bahan belajar yang harus dipelajari harus sesuai. 2.1.1.4 Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Belajar Slameto (2010:54-72) menggolongkan faktor – faktor yang mempengaruhi belajar menjadi dua golongan, yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Sedangkan menurut Syah (2002:132-139) terdapat tiga faktor yang mempengaruhi belajar siswa. Faktor – faktor tersebut dibedakan menjadi tiga macam, yaitu faktor internal ( faktor dari dalam diri siswa ), faktor eksternal ( faktor dari luar siswa ) serta faktor pendekatan belajar. Terdapat beberapa faktor dalam faktor intern menurut Slameto (2010:54-72), yaitu faktor jasmaniah, psikologis, dan kelelahan. Sedangkan Syah (2002:132139) mengemukakan bahawa terdapat dua aspek yang terdapat dalam faktor intern yaitu fisiologis aspek dan aspek psikologis. Terdapat dua faktor yang tergolong dalam faktor jasmaniah yang mempengaruhi belajar, yaitu faktor kesehatan dan cacat tubuh. Sedangkan tujuh faktor yang tergolong dalam faktor psikologis yang mempengaruhi belajar, yaitu intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, kesiapan. Faktor yang termasuk dalam faktor kelelahan ialah kelelahan jasmani dan kelelahan rohani. (Slameto,2010:54-72) Syah (2002:132-139) mengemukakan bahwa aspek fisiologis merupakan kondisi umun jasmani dan tegangan otot yang menandai tingkat kebugaran otot – otot tubuh dan sendi – sendinya, sehingga dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. Sedangkan faktor psikologis merupakan kondisi yang dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas perolehan

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 pembelajaran. Faktor – faktor rohaniah yang dipandang esensial dalam mempengaruhi pembelajaran adalah tingkat keccerdasan, sikap siswa, bakat siswa, minat siswa, serta motivasi siswa. Faktor ekstern yang berpengaruh terhadap belajar menurut Slameto (2010:5472) dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu faktor keluarga, sekola, serta masyarakat. Sedangkan Syah (2002:132-139) berpendapat bahawa faktor ekternal yang berpengaruh dalam belajar ialah faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan nonsosial. Faktor lingkungan sosial meliputi lingkungan keluarga, sekolah, serta masyarakat. Lingkungan sosial yang lebih banyak mempengaruhi kegiatan belajar siswa ialah orang tua dan keluarga siswa sendiri. Sedangkan faktor lingkungan nonsosial ialah gedung sekolah, rumah tempat tinggal siswa, alat – alat belajar, keadaan cuaca dan waktu belajar yang digunakan siswa. Faktor yang ketiga menurut Syah (2002:132-139), yaitu faktor pendekatan belajar. Faktor pendekatan belajar merupakan segala cara atau strategi yang digunakan oleh siswa dalam menunjang efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran materi tertentu. 2.1.1.5 Prestasi Belajar 2.1.1.5.1 Pengertian Prestasi Belajar Prestasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005:390) adalah hasil yang telah dicapai, dilakukan, dan dikerjakan. Sedangkan prestasi belajar itu sendiri diartikan sebagai penguasaan pengetahuan dan ketrampilan yang dikembangkan di mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka yang diberikan oleh guru. Sedangan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:1101) prestasi belajar yaitu penguasaan pengetahuan maupun keterampilan

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 yang berkembang melalui mata pelajaran tertentu, yang ditunjukkan dengan nilai tes atau nilai yang diberikan oleh guru. Sutratinah Tirtonegoro dalam Rika Nanda (2009:34) mengemukakan bahwa prestasi belajar adalah hasil dari pengukuran serta penilaian usaha belajar. Sedangkan Nasution dalam Rika Nanda (2009:34) mengemukakan bahwa prestasi belajar adalah kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berfikir, merasa dan berbuat. Arikunto (2001:35) mengatakan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh siswa ataupun hasil yang dicapai siswa setelah siswa tersebut mengikuti kegiatan pembelajaran. Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh siswa berupa nilai berupa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh setelah mengikuti aktivitas belajar tertentu. Arikunto (2001:35) juga mengemukakan bahwa tinggi rendahnya prestasi belajar itu dilihat dari hasil evaluasi yang didapat atau bisa juga dikatakan dari nilai yang di dapat. Jika nilai yang diperoleh tinggi maka prestasi belajarnya tinggi begitu juga sebaliknya jika nilainya rendah berarti prestasi belajarnya juga rendah. Berdasarkan definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa prestasi belajar merupakan hasil usaha belajar yang dicapai seorang siswa berupa nilai dari kegiatan belajar bidang akademik di sekolah pada jangka waktu tertentu. 2.1.1.5.2 Indikator Prestasi Belajar Syah (2012:216-218) mengungkapkan bahwa prestasi belajar yang ideal meliputi tiga ranah dalam prestasi belajar, yaitu ranah kognitif (cipta), afektif (rasa), serta ranah psikomotor (karsa). Namun pengungkapan ketiga ranah tersebut sangat sulit, sebab perubahan hasil belajar tak dapat diraba baik yang

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 berdimensi cipta, rasa, maupun karsa. Terdapat enam kemampuan dalam ranah kognitif yaitu pengamatan, ingatan, pemahaman, penerapan, analisis, dan sintesis. Setiap jenis terdiri dari bebrapa indikator yang berbeda – beda sesuai dengan tingkatannya. Tingkatan dimulai dari jenis yang paling rendah yaitu dari pengamatan menuju tingkatan brikutnya dan yang paling tinggi yaitu tingkatan sintesis dimana siswa membuat panduan baru dan utuh. Terdapat beberapa cara mengevaluasi dalam ranah kognitif yaitu tes lisan, tes tertulis, observasi serta pemberian tugas. Ranah afektif mencakup lima hal, yaitu penerimaan,sambutan, apresiasi, internalisasi, karakterisasi. Sama halnya dengan ranah kognitif, dalam ranah afektif setiap jenis memiliki indikator yang berbeda – beda sesuai dengan apa yang akan diukur. Terdapat beberapa cara mengevaluasi dalam ranah afektik yaitu tes skala sikap, pemberian tugas, observasi, serta tes tertulis. Ranah psikomotor mencakup dua hal, yaitu keterampilan bergerak dan bertindak serta kecakapan ekspresi verbal dan non- verbal. Dalam ranag psikomotor juga terdapat indikator dalam setiap jenisnya tergantung dengan apa yang akan diukur. Cara mengevaluasi dalam ranah psikomotor dengan menggunakan observasi, tes tindakan, serta tes lisan. Berdasarkan pendapat yang dikemukakan oleh Syah dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga indikator dalam prestasi belajar, yaitu ranah kognitif, afekif, dan psikomotor. Ranah kognitif berkaitan dengan pengetahuan, ranah afektif berkaitan dengan sikap serta ranah psikomotor berkaitan dengan keterampilan. Setiap ranah memiliki indikator masing – masing pula sesuai dengan apa yang

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 akan dinilai. Cara mengevaluasi dalam setiap ranah juga berbeda – beda sesuai dengan indikator yang ada. 2.1.2 Model Pembelajaran Kooperatif 2.1.2.1 Definisi Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif menurut Sugiyanto (2009:37) adalah pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. Daryanto (2012:241-242) mengemukakan bahwa model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kerjasama dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas yang diberikan guru, dimana anggota kelompok memiliki tingkat kemampuan yang berbeda, ras, budaya, serta suku yang berbeda. Rusman (2011:202) berpendapat bahwa pembelajaran kooperatif adalah bentuk pembelajaran dengan siswa belajar dan bekerja dalam kelompok – kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat sampai enam orang dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen. Proses pembelajaran yang berlangsung tidak harus belajar dari guru kepada siswa. Pembelajaran dengan rekan sebaya lebih efektif daripada pembelajaran oleh guru. Sugiyanto (2009), Rusman (2011), dan Daryanto (2012) memiliki kesamaan pendapat bahwa pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang berfokus pada kelompok kecil untuk saling bekerjasama dalam belajar. Rusman (2011) menambahkan bahwa dalam pembelajaran kooperatif, kelompok – kelompok kecil terdiri dari empat sampai enam orang yang anggotanya bersifat heterogen. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 pembelajaran yang dilaksanakan dengan berkelompok secara kolaboratif untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. 2.1.2.2 Unsur – Unsur Pembelajaran Kooperatif Lie (2010:32-34) mengemukakan bahwa terdapat lima unsur penting dalam belajar kooperatif, yaitu: Unsur pertama adalah saling ketergantungan yang bersifat positif. Keberhasilan suatu karya sangat bergantung pada usaha setiap anggotanya. Dalam belajar koopertif siswa merasa bahwa mereka sedang bekerja sama untuk mencapai satu tujuan dan terikat satu sama lain. Siswa akan merasa bahwa dirinya merupakan bagian dari kelompok yang ikut andil dalam kelompok. Untuk menciptakan kelompok kerja yang efektif, pengajar perlu menyusun tugas sedemikian rupa agar siswa dapat mencapai tujuan. Unsur yang kedua ialah tanggung jawab perseorangan. Tanggung jawab perseorangan dalam belajar kelompok dapat berupa tanggung jawab siswa dalam mempersiapkan dan menyusun tugas sedemikian rupa sehingga masing – masing siswa melaksanakan tanggung jawabnya agar tugas selanjutnya dapat dilaksanakan dalam kelompok, dan siswa tidak dapat hanya sekerdar “membonceng” pada hasil kerja teman sekelompoknya. Sehingga setiap siswa akan melakukan yang terbaik untuk kelompoknya. Unsur ketiga adalah tatap muka. Setiap anggota kelompok perlu diberikan kesempatan bertemu dan bertatap muka untuk berdiskusi. Dengan melakukan tatap muka, anggota kelompok dapat menghargai perbedaan, memanfaatkan

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 kelebihan, serta mengisi kekurangan sehingga antar anggota kelompok dapat saling bertukar pendapat. Unsur keempat adalah komunikasi antaranggota. Sebelum menugaskan siswa dalam kelompok, pengajar perlulah membekali mereka dengan kemampuan berkomunikasi sebab tidak semua siswa memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Keberhasilan kelompok juga bergantung pada kesediaan para anggotanya untuk saling mendengarkan dan kemampuan mereka dalam mengutarakan pendapat mereka. Belajar kooperatif akan meningkatkan komunikasi antar anggota. Hal tersebut akan terjadi jika seorang siswa akan membantu siswa lain demi kesuksesan kelompok. Saling memberikan bantuan merupakan hal alamiah sebab kegagalan seorang teman dalam kelompok mempengaruhi kesuksesan kelompok. Interaksi yang terjadi adalah dalam hal tukar – menukar ide mengenai masalah yang sedang dipeajari bersama. Unsur kelima evaluasi proses kelompok. Pengajar perlu mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama mereka agar selanjutnya siswa dapat bekerja sama dengan lebih efektif. Rusman (2011:206-208) mengemukakan bahwa terdapat empat unsur - unsur pembelajaran koopratif. Unsur yang pertama ialah pembelajaran secara tim. Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang dilakukan secara tim. Tim merupakan tempat untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu, tim harus membuat setiap siswa belajar. Setiap anggota tim harus saling membantu utuk mencapai tujuan pembelajaran. Unsur yang kedua adalah didasarkan pada manajemen kooperatif. Manajemen mempunyai tiga fungsi, fungsi yang pertama manajemen sebagai perencanaan

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 pelaksanaan menunjukan bahwa pembelajaran kooperatif dilaksanakan sesuai dengan perencanaan dan langkah – langkah pembelajaran yang telah ditentukan. Sedangkan fungsi kedua manajemen sebagai organisasi, menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif memerlukan perencanaan yang matang agar pembelajaran dapat berjalan dengan efektif. Fungsi ketiga menajemen sebagai kontrol, menunjukkan bahwa dalam pembelajaran kooperatif perlu ditentukan kriteria keberhasilan baik melalui bentu tes maupun non tes. Unsur yang ketiga ialah kemauan untuk bekerja sama. Keberhasilan pembelajaran kooperatif ditentukan oleh keberhasilan secara kelompok, oleh karenanya prinsip kebersamaan atau kerjasama dalam kelompok perlu ditekankan dalam pembelajaran kooperatif. Tanpa kerjasama yang baik, pembelajaran kooperatif tidak akan mencapai hasil yang optimal. Unsur yang keempat adalah keterampilan bekerja sama. Kemampuan bekerjasama dipraktikan melalui aktivitas dalam kegiatan pembelajaran secara berkelompok. Dengan demikian, siswa perlu didorong untuk mau dan sanggup berinteraksi dan berkomunikasi dengan anggota lain dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa unsur dalam pembelajaran kooperatif, yaitu pembelajaran secara tim, didasarkan pada manajemen kooperatif, kemauan untuk bekerja sama, keterampilan bekerja sama, saling ketergantungan yang bersifat positif, tanggung jawab perseorangan, tatap muka, komunikasi antaranggota, evaluasi proses kelompok.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 2.1.2.3 Tujuan Pembelajaran Kooperatif Tujuan pembelajaran kooperatif menurut Rusman (2011:210) adalah untuk mengajarkan kepada siswa keterampilan kerja sama dan kolaborasi. Keterampilan ini sangat penting untuk dimiliki didalam masyarakat dimana sebagian besar antar masyarakat memiliki ketergantuan antar satu sama lain dimana masyarakat semakin beragam. Dalam pembelajaran kooperatif tidak hanya mempelajari materi aja, namun juga mempelajari keterampilan – keterampilan khusus yang berfungsi untuk melancarkan hubungan, kerja, dan tugas. Trianto (2009:57-60) berpendapat bahawa tujuan pembelajaran kooperatif adalah meningkatkan kinerja siswa dalam tugas – tugas akademik, unggul dalam membantu siswa memahami konsep – konsep yang sulit, serta membantu siswa menumbuhkan kemampuan berfikir kritis. Tujuan pembelajaran menurut Majid (2013:175) adalah meningkatkan kinerja siswa dalam tugas – tugas akademik. Model kooperatif ini memiliki keunggulan dalam membantu siswa untuk memahami konsep – konsep yang sulit. Agar siswa dapat menerima teman- temannya yang mempunyai berbbagai perbdeaan latar belakang. Mengembangkan keterampilan sosial siswa, berbagai tugas, aktif bertanya, menghargai pendapat orang lain, memancing teman untuk bertanya, amu menjelaskan ide/ pendapat, dan bekerja dakam kelompok. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tujuan pembelajaran kooperatif adalah untuk mengajarkan kepada siswa ketrampilan kerjasama untuk meningkatkan kinerja siswa dan menumbuhkan kemampuan berfikir kritis.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 2.1.2.4 Macam – Macam Model Pembelajaran Kooperatif Dalam Metode Student Team Learning (Pembelajaran Tim Siswa) PTS, Slavin (2005:10–17) menekankan penggunaan tujuan – tujuan tim dan sukses tim, yang hanya akan dapat dicapai apabila semua anggota tim bisa belajar mengenai pokok bahasan yang yang telah diajarkan. Oleh sebab itu, dalam metode PTS tugas – tugas yang diberikan pada siswa bukan melakukan sesuatu sebagai sebuah tim, tetapi belajar sesuatu sebagai sebuah tim. Tiga konsep penting bagi semua metode PTS – penghargaan bagi tim, tanggung jawab individu, dan kesempatan sukses yang sama. Tim akan mendapatkan penghargaan – penghargaan jika mereka berhasil melampaui kriteria tertentu yang telah ditetapkan. Penghargaan tim dan tanggung jawab individual sangat penting untuk meningkatkan prestasi kemampuan dasar. Terapat lima macam pembelajaran dalam metode PTS telah dikembangkan oleh Slavin (2005:11), yaitu Student Team – Achievement Division (STAD), Teams Games – Tournament (TGT), Jigsaw I, Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), dan Team Accelerated Instruction (TAI). STAD menurut Slavin (2005:11) merupakan pembelajaran dimana siswa dibagi dalam kelompok, dimana setiap kelompok terdiri dari empat orang yang berbeda – beda tingkat kemampuan, jenis kelamin, dan latar belakang etniknya. Guru menyampaikan pelajaran, lalu siswa bekerja dalam tim mereka untuk memastikan bahwa semua anggota kelompok telah menguasai pelajaran. Selanjutnya, semua siswa mengerjakan kuis mengenai materi secara sendiri – sendiri, dimana saat itu mereka tidak diperbolehkan untuk saling membantu.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 Skor kuis para siswa dibandingkan dengan rata – rata pencapaian mereka sebelumnya, dan kepada masing – masing kelompok akan diberikan poin berdasarkan tingkat kemajuan yang diraih siswa dibandingkan hasil yang mereka capai sebelumnya. Poin ini kemudian dijumlahkan untuk memperoleh skor tim, dan tim yang berhasil memenuhi kriteria tertentu untuk mendapatkan sertifikat atau penghargaan lainnya. TGT menurut Slavin (2005:12) merupakan metode ini menggunakan pelajaran yang sama yang disampaikan guru dan tim kerja yang sama seperti STAD, namun menggantikan kuis dengan turnamen mingguan. Siswa memainkan game akademik dengan anggota tim lain untuk menyumbangkan point bagi timnya. TGT memiliki banyak kesamaan dinamika dengan STAD tetapi menambahkan dimensi kegembiraan yang diperoleh dari penggunaan permainan. Teman dalam satu tim saling membantu dalam mempersiapkan permainan dengan mempelajari lembar kegiatan dan menjelaskan masalah – masalah satu sama lain namun ketika bermain didalam game, teman yang lainnya tidak boleh membantu. Sama seperti STAD, tim dengan tingkat kinerja tertinggi mendapatkan sertifikat atau bentuk penghargaan tim lainnya. Langkah pertama menerapkan pelajaran menggunakan jigsaw I menurut Slavin dalam Paul Eggen (2012:140-143) adalah menunjuk pakar. Menunjuk pakar merupakan langkah awal dalam menerapakna model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. Dalam menentukan pakar, guru dapat secara langsung menunjuk siswa untuk mempelajari topik tertentu atau guru bisa meminta siswa untuk memilih topik yang ingin mereka pelajari secara mendalam. Langkah

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 kedua adalah mengumpulkan informasi. Setelah selesai memilih pakar, siswa diminta untuk memulai mempelajari topik yang diperolehnya secara mendalam yang akan membantu siswa ketika mengajarkan topik kepada teman sekelompoknya.dalam hal ini guru memberikan panduan belajar kepada siswa untuk dipelajari, namun siswa juga dapat menggunakan sumber – sumber yang lain dalam mempelajari topik yang mereka peroleh. Langkah selanjutnya adalah rapat ahli. Setelah siswa mempelajari komponen – komponen topik individual mereka secara mendalam, rapat ahli diadakan. Ketika melaksanakan rapat ahli, siswa dapat membandingkan dan menyusun informasi yang telah mereka kumpulkan. Sehingga, ketika melakukan presentasi kepada teman – temannya, mereka dapat melakukan sejelas mungkin. Sepaya rapat ahli dapat berjalan secara maksimal, rapat harus sangat tersetruktur. Misalnya, guru perlu menunjuk seorang pemimpin yang akan menjadi moderator dan memastikan seluruh anggota kelompok terlibat aktif. Langkah keempat adalah instruksi rekan (mengajar teman). Selama instruksi rekan, kelompok pakar kembali kedalam kelompok mereka dan bergiliran mengajarkan topik mereka kepada kelompok. Salam tahap ini, siswa diminta untuk bertanggung jawab untuk mendalami semua materi dalam semua presentasi. Sehingga, siswa didorong untuk mencatat dan bersiap mengajukan pertanyaan kepada para ahli selama presentasi. Langkah terakhir dalam pembelajaran jigsaw adalah review dan penutup. Dalam tahap ini siswa diminta untuk mempresentasikan informasi tentang topk kepada diri mereka dan satu sama lain. Ketika presentasi mungkin terdapat beberapa hal yang belum tepat, sehingga gutu bertugas untuk membenarkannya. Sehingga jika

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 semuanya sudah benar, siswa dan guru dapat bersama –sama menyimpulkan semua informasi yang diperolehnya. CIRC menurut Slavin (2005:12) merupakan program komperhensif untuk mengajarkan membaca dan menulis pada kelas sekolah dasar pada tingkat yang lebih tinggi. Guru menggunakan bahan bacaan yang berisi soal dan cerita. Para siswa ditugaskan untuk berpasangan dalam tim mereka untuk belajar dalam serangkaian kegiatan yang bersifat kognitif, termasuk membacakan cerita satu sama lain, membuat prediksi akhir mengenai bagaimana akhir dari sebuah cerita naratif, saling merangkum cerita satu sama lain, menulis tanggapan terhadap cerita, dan melatih kosa kata. Para siswa di dalam tim juga belajar menguasai gagasan utama dan kemampuan komperhensif lainnya. Para murid tidak mengerjakan kuis sampai teman satu timnya menyatakan bahwa mereka sudah siap. Penghargaan untuk tim dan sertifikat akan diberikan pada tim berdasarkan kinerja rata – rata dari semua anggota tim dalam semua kegiatan membaca dan menulis. Kontribusinya siswa pada timnya didasarkan pada skor kuisnya dan membuat karangan tertulis secara independen. Team Accelerated Instruction menurut Slavin (2005:12) sama dengan STAD dan TGT yang menggunakan kemampuan empat anggota yang berbeda dan memberi sertifikat untuk tim dengan kinerja terbaik. Yang membedakan hanyalah metode STAD dan TGT menggunakan pola pengajaran tunggal sedangkan TAI menggabungkan pembelajaran kooperatif drngan pengajaran individual. Selain itu, STAD dan TGT dapat diaplikasikan untuk hampir semua pembelajaran sedangkan TAI dirancang khusus untuk mata pelajaran matematika.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 Secara umum, anggota kelompok bekerja pada unit pelajaran yang berbeda. Teman satu tim saling memeriksa hasil kerja masing – masing menggunakan lembar jawaban dan saling membantu dalam menyelesaikan berbagai masalah. Unit test yang terakhir akan dilakukan tanpa bantuan teman satu tim, setiap minggu guru menjumlahkan angka dari tiap unit yang telah diselesaikan semua anggota tim. Penghargaan tim yang berhasil melampaui kriteria skor yang didasarkan pada angka tes terakhir yang telah dilakukan, dengan poin ekstra untuk lembar jawaban yang sempurna dan pekerjaan rumah yang diselesaikan. Selain beberapa tipe dalam model pembelajaran kooperatif diatas, Trianto (2009:67-85) menambahkan beberapa tipe dalam model pembelajaran kooperatif yaitu Investigasi Kelompok (Group Investigation), dan Pendekatan Struktural yang terdiri dari Think Pair Share (TPS) serta Numbered Head Together (NHT). Investigasi kelompok merupakan model pembelajaran kooperatif yang paling kompleks dan paling sulit untuk diterapkan. Pendekatan dengan metode ini memerlukan norma dan struktur kelas yang lebih rumit dari pada pendekatan yang lebih berpusat pada guru. Dalam investigasi kelompok, kelas adalah sebuah tempat kreatifitas kooperatif di mana guru dan murid membangun proses pembelajaran yang didasarkan pada perencanaan mutual dari berbagai pengalaman, kapasitas, dan kebutuhan masing-masing siswa. Kelompok dijadikan sebagai sarana sosial dalam proses pembelajaran. Rencana kelompok adalah satu cara untuk mendorong keterlibatan maksimal para siswa. Dalam mengimplementasi tipe investigasi kelompok, guru membagi kelas menjadi kelompok – kelompok dengan anggota 5 – 6 siswa yang heterogen. Kelompok dapat dibentuk dengan mempertimbangkan keakraban antar anggota

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 atau minat dalam suatu topik tertentu. Selanjutnya siswa memilih topik untuk diselidiki dan melakukan penyelidikan yang mendalam atas topik yang dipilih, dan mempresentasikannya didepan kelas. Berdasarkan hal di atas bahwa investigasi kelompok berpusat pada siswa dan tugas-tugas yang dikerjakan merupakan pilihan dari siswa itu sendiri melalui berdasarkan pemilihan berbagai topik mengenai materi atau pokok bahasan yang akan dipelajari. Pendekatan struktural menekankan pada penggunaan metode pembelajaran yang dirancang untuk memperngaruhi pola pikir siswa. Terdapat dua macam model pembelajaran kooperatif tipe struktural, yaitu Think Pair Share (TPS) dan Numbered Head Together (NHT). TPS merupakan model pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi interaksi siswa. Model Pembelajaran kooperatif tipe TPS merupakan model pembelajaran dimana diskusi dilaksanakan dalam kelas secara keseluruhan dimana siswa memiliki waktu yang lebih banyak untuk berfikir, menjawab, dan membantu satu sama lain. Dalam model pembelajaran kooperatif tipe TPS diawali dengan proses berfikir dimana siswa berfikir terlebih dahulu untuk masalah yang telah disajikan oleh guru, kemudian siswa diminta untuk berpasangan dan berdiskusi mengenai apa yang telah difikirkan secara mandiri dan yang terakhir siswa diminta untuk saling berbagi kepada seluruh kelas setelah tercapai kesepakatan dengan pasangan. NHT merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk memenuhi pola interaksi siswa dan sebagai alternatif terhadp struktur kelas tradisional. Pada umumnya, NHT digunakan untuk melibatkan siswa dalam

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 penguatan pemahaman pembelajaran dan mengecek pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. 2.1.2.5 Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw I 2.1.2.5.1 Definisi Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw I Kevin dalam Paul Eggen (2012:137) berpendapat bahwa jigsaw I adalah strategi pembelajaran dimana siswa individu menjadi pakar tentang sub bagian satu topik dan mengajarkan subbagian itu kepada orang lain. Sedangkan Paul Eggen (2012:138) mengemukakan bahwa jigsaw I adalah suatu kegiatan pembelajaran dimana siswa menjadi pakar mengenai satu bagian tertentu dari tugas belajar dan menggunakan keahlian mereka untuk mengajari siswa lain. Slavin (2008:245-246) berpendapat bahwa jigsaw I merupakan metode pembelajaran yang fleksibel dimana siswa belajar dalam tim, dimana setiap siswa dalam tim membaca bagian – bagian yang berbeda. Sedangkan Isjoni (2012:77) mengungkapkan bahwa jigsaw I merupakan metode pembelajaran yang mendorong siswa aktif dan saling membantu dalam menguasai materi pembelajaran untuk mencapai prestasi belajar yang maksimal. Berdasarkan pendapat para ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I adalah metode pembelajaran yang mendorong siswa aktif dimana siswa belajar dalam tim dan menjadi pakar mengenai satu bagian tertentu dari tugas belajar dan menggunakan keahlian mereka untuk mengajari siswa lain. 2.1.2.5.2 Ciri – Ciri Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw I Paul Eggen (2012:137) berpendapat bahwa jigsaw I memiliki dua ciri utama. Ciri yang pertama, jigsaw I dirancang untuk mengajarkan bangunan pengetahuan

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 sistematis. Bangunan pengetahuan sistematis merupakan satu topik yang mengkombinasikan fakta, konsep, generalisai, dan hubungan diantara semua itu. Sedangkan ciri yang kedua jigsaw I mencakup satu elemen bernama spesialisasi tugas. Dalam hal ini menuntut siswa berbeda memainkan peranan khusus untuk mencapai tujuan satu kegiatan belajar. 2.1.2.5.3 Kelebihan Jigsaw I Kevin dalam Paul Eggen (2012:137) berpendapat bahwa kelebihan jigsaw I terletak pada kekuatan jigsaw I yang menekankan pada interaksi siswa – siswi yang didorongnya. Sedangkan Paul Eggen (2012:138) berpendapat bahwa jigsaw I dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang materi – materi yang telah tertulis sebelumnya, seperti buku teks siswa. Selain itu jigsaw I dapat digunakan untuk mendukung strategi – strategi lain, misalnya jigsaw I dapat digunakan untuk mendukung informasi – informasi latar belakang tentang isu – isu kontoversial di dalam ilmu sosial. Lie (2010:69) berpendapat bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I dapat digunakan dalam berbagai materi, keterampilan berbahasa, dan mata pelajaran. Hal tersebut dikarenakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I cocok untuk semua kelas / tingkatan. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa kelebihan jigsaw I adalah meningkatkan pemahaman siswa mengenai materi – materi pembelajaran dengan menekankan pada interaksi – interaksi antar siswa serta model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I dapat digunakan untuk semua tingkatan/ kelas.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 2.1.2.5.4 Langkah – Langkah Jigsaw I Terdapat beberapa langkah dalam merancang kegiatan jigsaw I menurut Paul Eggen (2012:138-143) Merencanakan Kegiatan Jigsaw I Menentukan tujuan belajar Menyiapkan panduan studi Membentuk tim siswa Mendukung presentasi “para ahli” Gambar 2.1 Rancangan Kegiatan Jigsaw I Langkah pertama dalam merancang model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I menurut Paul Eggen (2012:138-140) adalah menentukan tujuan belajar. Menentukan tujuan belajar merupakan hal yang mendasar dalam pembelajaran, sebab dengan menentukan tujuan pembelajaran, guru menjadi mengerti apa yang harus dilakukan ketika pembelajaran agar apa yang telah menjadi tujuan pembelajaran dapat tercapai. Langkah kedua yaitu menyiapkan panduan belajar. Ketika siswa menjadi “pakar atau ahli” tentang suatu topik, siswa memerlukan dukungan dalam bentuk panduan belajar yag membantu siswa mencari informasi. Buku teks dan internet merupakan sumber yang memungkinkan untuk digunakan oleh siswa. Langkah selanjutnya membentuk tim siswa. Tim yang ada harus diatur sedemikian rupa, dimana siswa dalam satu tim harus bersifat heterogren. Dimana tim mencakup anak laki – laki dan anak perempuan, anak bermotivasi tiggi dan rendah, siswa dengan dan tanpa kesulitan belajar, dan anggota – anggota dari minioritas kultural. Dalam hal ini gurulah yang seharusnya membentuk tim, agar

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 tidak mengundang masalah dan perselisihan antar siswa. Ketika berkelompok, penting bagi siswa untuk membangun rapor. Langkah selanjutnya adalah medukung presentasi pakar. “Pakar” adalah siswa yang akan melakukan presentasi di depan teman sekelas mereka. Namun guru juga harus membantu siswa dalam menjelaskan, sebab mungkin terdapat siswa yang tidak begitu bisa menjelaskna kepada teman sebaya mereka. Langkah – langkah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I menurut Trianto (2009:73-74) yaitu: langkah pertama kelas dibagi menjadi beberapa kelompok yang anggotanya terdiri dari 5 atau 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Kemudian materi pembelajaran diberikan kepada siswa dalam bentuk teks yang telah dibagi – bagi dalam beberapa sub bab dan setiap siswa bertanggung jawab untuk mempelajari suatu sub bab dari materi yang dipelajarinya. Langkah selanjutnya para anggota dari beberapa kelompok yang berbeda memiliki tanggung jawab untuk mempelajari suatu bagian akademik yang sama dan selanjutnya berkumpul untuk saling membantu mengkaji bagian bahan tersebut dalam kelompok ahli. Selanjutnya para siswa yang berada dalam kelompok ahli kembali kedalam kelompok semula untuk mengajar anggota lain mengenai materi yang telah dipelajari dalam kelompok ahli. Setelah diadakan pertemuan dan diskusi dalam kelompok asal, para siswa dievaluasi secara individual mengenai bahan yang telah dipelajari.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 2.1.3 IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) 2.1.3.1 Hakekat IPS Trianto (2010:171-172) mengemukakan bahwa ilmu pengetahuan sosial merupakan intergrasi dari berbagai cabang ilmu – ilmu sosial, seperti sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya yang dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan. Sedangkan Numan Sumantri dalam Supardi (2011:182) berpendapat bahwa IPS merupakan suatu penyederhanaan disiplin ilmu – ilmu sosial, psikologi, filsafat, ideologi negara dan agama yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan psikologis untuk tujuan pendidikan. IPS merupakan kumpulan dari berbagai disipilin ilmu yang digabung menjadi satu sehingga memudahkan guru dalam menyampaikannya. Selain itu juga dapat mempersingkat waktu guru dalam menjelaskannya sebab antar satu bidang ilmu memiliki kemiripan sehingga sekali menjelaskan dapat mencakup berbagai bidang ilmu. Kurikulum Tingkat Satuan Pemerintah (2006:203) menjelaskan bahwa ilmu pengetahuan sosial adalah bahan kajian yang merupakan penyerdehanaan adaptasi, seleksi dan modifikasi dari konsep – konsep dan keterampilan disiplin ilmu sejarah, geografi, sosiologi, antropologi, dan ekonomi, yang diorganisaikan secara ilmiah dan psikologi untuk tujuan pembelajaran. Dengan menggabungkan berbagai disiplin ilmu tujuan pembelajaran yang telah direncanakan akan lebih mudah untuk dicapai. Sama halnya dengan pendapat Trianto (2010), Numan Sumantri (2011), Kurikulum Tingkat Satuan Pemerintah (2006) dalam hal ini IPS merupakan

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 integrasi dari berbagai disipilin ilmu yang menjadi satu. IPS merupakan pengembangan potensi kewarganegaraan yang dikoordinasi dalam beberapa disiplin ilmu seperti antropologi, arkeologi, ekonomi, geografi, sejarah, hukum, filsafat, psikologi, agama, sosiologi. Sedangkan Sumaatmadja memiliki sedikit perbedaan mengenai hakekat ilmu pengetahuan sosial. Sumaatmadja (2005:22) ilmu pengetahuan sosial (IPS) merupakan proses pengajaran yang memadukan berbagai pengetahuan sosial. Pelajaran IPS bukan merupakan pengajaran yang terlepas - lepas yang satu terisolasi dari yang lain. Pengajaran IPS merupakan sistem pengajaran yang membahas, menyoroti, menelaah mengkaji gejala atau masalah sosial dari berbagai aspek kehidupan sosial dalam membahas gejala atau masalah soial. Pengajaran IPS merupakan pengajaran tim tentang pengetahuan sosial. Sehingga dapat disimpulkan bahwa IPS merupakan integrasi dari ilmu – ilmu sosial dengan kewarganegaraan yang dibahas secara sistematis dalam berbagai disiplin ilmu seperti ilmu sejarah, geografi, sosiologi, antropologi, ekonomi, psikologi, hukum, agama, arkeologi. Pengajaran IPS merupakan sistem pengajaran yang membahas, menyoroti, menelaah mengkaji gejala atau masalah sosial dari berbagai aspek kehidupan sosial dalam membahas gejala atau masalah soial. 2.1.3.2 Tujuan Pembelajaran IPS Trianto (2010:176) mengemukakan bahwa tujuan pembelajaran IPS ialah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi, dan terampil mengatasi setiap masalah yang

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 terjadi dalam kehidupan sehari – hari. Tujuan pengajaran IPS menurut Fenton dalam Hidayati (2002:21) yaitu untuk mempersiapkan anak didik menjadi warga negara yang baik, mengajar anak didik agar mempunyai kemampuan berfikir dan dapat melanjutkan kebudayaan bangsanya. Sedangkan Hidayati (2002:22) menjelasakan tujuan utama IPS adalah untuk memperkaya dan mengembangkan kehidupan anak didik dengan mengembangkan kemampuan dalam lingkungannya dan melatih anak didik untuk menempatkan dirinya dalam masyarakat yang demokratis, serta menjadikan negaranya sebagai tempat hidup yang lebih baik. Trianto (2010), Fenton (2002), Hidayati (2002) memiliki kesamaan pendapat bahwa tujuan mengembangkan pembelajaran IPS kemampuannya adalah untuk mengajar berjiwa anak demokratis didik untuk menjadikan negaranya sebagai tempat hidup ynag baik. Berdasarkan pendapat yang telah dikemukakan di atas tentang tujuan pembelajaran IPS sekolah dasar, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPS yang diterapkan dalam penelitian ini supaya siswa dapat memproleh pengetahuan, ketrampilan, sikap dan kepekaan untuk menghadapi hidup beserta tantangannya. Disamping itu siswa sebagai anggota masyarakat perlu mengenal masyarakat dan lingkungannya. Tujuan pengajaran IPS di sekolah dasar dapat disimpulkan untuk mengembangkan pengetahuan, nilai, sikap, dan keterampilan sosial dan kewarganegaraan peserta didik agar dapat direfleksikan dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia. Serta melatih siswa dalam

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 mengembangkan daya kreatif dan inovatif siswa serta memberi bekal pengetahuan dasar untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. 2.1.3.3 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Penelitian ini menggunakan Standar Kompetensi 2, mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/ kota dan provinsi. Dengan Kompetensi dasar 2. 1, mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya. 2.1.3.4 Materi Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV semester genap dengan menggunakan Standar Kompetensi 2 dan Kompetensi Dasar 1 yaitu mengenal aktitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya. Adapun materi dari kompetensi dasar tersebut adalah sumber daya alam yang berpotensi di daerah tempat tinggal, persebaran sumber daya alam, manfaat sumber daya alam di lingkungan setempat, kegiatan ekonomi yang terjadi di lingkungan sekitar, pengaruh keadaan alam terhadap kegiatan ekonomi. 2.1.4 Pembelajaran IPS Menggunakan Model Pembelajaran Kooperaif Tipe Jigsaw I Isjoni (2008:146) mengungkapkan bahwa pembelajaran IPS tidak menarik sehingga membosankan. Guru kurang mengikutsertakan siswa dalam proses pembelajaran sehingga siswa hanya pasif mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh guru, dengan demikian pembelajaran IPS dianggap membosankan dan kurang dirasakan maknanya oleh siswa dalam kehidupan sehari – hari sehingga minat siswa untuk belajar IPS menjadi rendah. Selain itu guru IPS juga tidak mampu menggunakan berbagai model serta metode pembelajaran yang

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 dapat membantu siswa mempermudah memahami berbagai materi dalam mata pelajaran IPS. Isjoni (2008:147) mengungkapkan bahwa sebab – sebab kurang meminati dan termotivasi dalam delajar IPS karena guru menggajar secara monoton dengan menggunakan model pembelajaran konvensional, siswa hanya diminta untuk mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh guru. Isjoni (2008:158) berpendapat bahwa model pembelajaran konvensional merupakan model pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah dan sejak dulu telah digunakan oleh guru sebagai alat komunikasi lisan dalam proses belajar belajar. Dengan menggunakan model pembelajaran konvensional banyak masalah yang ditimbulkan ketika proses belajar mengajar sedang berlangsung. Sebagai akibat dari proses pembelajaran yang seperti ini siswa tampak kurang bersemangat mengikuti pelajaran dan seringkali merasa bosan sebab mereka tidak dirangsang untuk terlibat secara aktivitas dengan berbagai metode yang semestinya dilakukan oleh guru, dimana siswa dapat aktif melibatkan diri dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu ditawarkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I yang efektif untuk dilaksanakan pada pembelajaran IPS. Isjoni (2008:157) berpendapat bahwa pembelajaran kooperatif memiliki beberapa keunggulan dibandingan pembelajaran konvensional. Beberapa keunggulan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I dilihat dari aspek siswa adalah memberi peluang kepada siswa agar mengemukakan dan membahas suatu pengalaman yang diperoleh siswa. Selain itu juga melatih siswa untuk memiliki keterampilan, baik keterampilan berfikir maupun keterampilan sosial.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I mengembangkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan belajar yang terbuka dan demokratis. Dalam hal ini siswa bukan sebagai objek pembelajaran namun berperan sebagai tutor bagi rekan sebayanya. Dengan belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I siswa lebih termotivasi untuk belajar sebab dalam belajar siswa dibantu oleh rekan sebayanya. Dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif akan meningkatkan kemampuan akademik, kemampuan berfikir kritis, membentukan hubungan persahabatan, menerima berbagai informasi, belajar menggunakan sopan santun, meningkatkan motivasi siswa dalam belajar, serta membantu siswa dengan menghargai pokok piiran orang lain. 2.2 Hasil Penelitian yang Relevan Penelitian yang dilaukan oleh Sumaryati, dkk. (2013) dengan judul “Peningkatan Prestasi Belajar Mata Kuliah Dasar – Dasar Akuntansi Melalui Penerapan Model Jigsaw”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas, dimana peneliti ingin melihat apakah dengan menggunakan model pembelajaran jigsaw prestasi mahasiswa menjadi meningkat. Penelitian ini dilaksanakan di Prodi Pendidikan Ekonomi, Universitas Sebelas Maret. Dari penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa dengan menggunakan model jigsaw, prestasi belajar siswa menjadi meningkat. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil yang diperoleh peneliti dimana dengan menggunakan metode kooperatf tipe jigsaw keaktifan serta hasil belajar mahasiswa menjadi meningkat dimana kedua aspek tersebut mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa. Selain itu penulis juga menyarankan kepada dosen lain yang belum menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 dapat menerapkannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan prestasi. Penelitian yang dilakukan oleh Ni Wayan Piasih Ariyanti, dkk. (2013) dengan judul “ Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap kemampuan Berfikir Kritis dan Prestasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPS Pada Siswa Kelas IV SD Cipta Dharma Denpasar”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis dan prestasi belajar IPS antara siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Cipta Dharma Denpasar. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas IV SD Cipta Dharma Denpasar, dengan jumlah 178 orang yang tersebar dalam lima kelas pararel. Karena semua kelas memiliki kemampuan awal yang relatif sama maka pemilihan sampel bisa dilakukan dengan teknik multistage random sampling. Data dikumpulkan dengan tes dan dianalisis dengan anava dan manova. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada perbedaan kemampuan berpikir kritis dan prestasi belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Cipta Dharma Denpasar. Penelitian yang dilakukan oleh Mashudi (2013) dengan judul “. Optimalisasi Pembelajaran IPS Melalui Kooperatif Tipe Jigsaw Pada SD N 24 Pontianak Tenggara”. Peneliti melaksanakan penelitian ini di SD N 24 Pontianak Tenggara, dimana dalam melaksanakan penelitian, peneliti menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Dalam hal ini peneliti ingi melihat apakah dengan menggunakan model pembelajaran kooperataif tipe jigsaw, pembelajaran IPS di kelas menjadi

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 efektif seperti yang diinginkan oleh semua guru. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan 2 kali siklus, dimana dalam setaip siklus hasil belajar siswa meningakat. Selain itu dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw semangat siswa untuk aktif belajar IPS juga meningkat sehingga pembelajaran dapat berjalan sangat efektif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran tipe jigsaw dapat berpengaruh positif terhadap aktivitas belajar siswa, dimana secara berangsur – angsur terjadi peningkatan aktivitas siswa. Selain itu dengan pembelajaran tipe jigsaw ini siswa menjadi lebih termotivasi unuk kreatif, berani, bertanggungjawab, saling menghargai satu sama lain serta bersemangat dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian yang dilakukan oleh Desak Nyoman Purwati, dkk. (2013) dengan judul “ Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Ditinjau dari Motivasi Belajar Pada Pembelajaran IPA Siswa Kelas IV SD Saraswati Tabanan.” Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kooperatif jigsaw dan motivasi belajar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Saraswati Tabanan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan post test only control group design, yang melibatkan 84 sampel siswa kelas IV yang diambil secara random. Data dikumpulkan melalui test. Hasil penelitian menunjukan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berdampak lebih baik secara signifikan terhadap hasil belajar IPA dibandingkan dengan hasil belajar dengan model konvensional. Terjadinya interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi dimana ditemukan model pembelajaran kooperatif jigsaw lebih sesuai untuk siswa

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 dengan motivasi tinggi namun sebaliknya motivasi rendah lebih sesuai menggunakan model konvensional. Penelitian yang dilakukan oleh I Gusti Bagus Wacika, dkk. (2013) dengan judul “ Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Hasil Belajar IPS Ditinjau Dari Sikap Sosial Dalam Pembelajaran IPS Pada Siswa Kelas V Di SD N 4 Panjer.” Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh model pembelajaran kooperatif jigsaw terhadap hasil belajar IPS ditinjau dari sikap sosial dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas V SDN 4 Panjer. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen. Sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel total instrumen penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar IPS dan kuesioner sikap sosial. Analisis data menggunakan anakova. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari tiga yaitu model pembelajaran kooperatif jigsaw sebagai variabel bebas, sikap sosial sebagai variabel moderator dan hasil belajar IPS sebagai variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : pertama, terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran koperatif dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Kedua, terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif jigsaw lebih tinggi dari siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional setelah sikap sosial dikendalikan. Ketiga, terdapat kontribusi sikap sosial terhadap hasil belajar IPS siswa baik yang mengikuti model pembelajaran kooperatif jigsaw maupun model pembelajaran konvensional. Penelitian yang dilakukan oleh Nur Azizah (2013) dengan judul “Pengaruh Metode Pembelajaran Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Dasar

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Kompetensi Kejuruan di SMK Wongsorejo Gombong”. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian experimen. Pelaksanaannya menggunakan jenis quasi experimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Subyek penelitian adalah siswa kelas XMA sebagai kelas kontrol (36 siswa) dan siswa kelas XMC (36 siswa) sebagai kelas eksperimen. Pembelajaran di kelas eksperimen menggunakan metode cooperative learning model Jigsaw, sedangkan dalam kegiatan pembelajaran kelas kontrol menggunakan metode pembelajaran konvensional. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Data diperoleh dari hasil tes yang diberikan kepada siswa berupa soal pretest yang diberikan sebelum proses pembelajaran dan posttest yang diberikan diakhir proses pembelajaran. Pengolahan data menggunakan teknik analisis deskriptif untuk mengetahui gambaran data yang diperoleh serta analisis inferensial dengan uji-t. Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar peserta didik kelas eksperimen yang menggunakan metode pembelajaran Jigsaw dengan peserta didik kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional pada mata pelajaran dasar kompetensi kejuruan di SMK Wongsorejo Gombong. Terbukti dari hasil pembelajaran pada kelas kontrol yang diperoleh kurang memuaskan karena nilai rata-rata kelasnya 62,17 di bawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang bernilai 70. Hasil pembelajaran pada kelas eksperimen yang diperoleh memuaskan karena nilai rata-rata kelasnya 76,53, di atas KKM yang bernilai 70. Pembelajaran yang menggunakan metode Jigsaw terbukti efektif pada mata pelajaran dasar kompetensi kejuruan di SMK Wongsorejo Gombong.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Penelitian yang dilakukan oleh Ramadhani, dkk. (2013) dengan judul “Perbandingan Metode Kooperatif Tipe Jigsaw dengan Metode Ceramah terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan”. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen. Penelitian dilakukan di SMK N 34 Jakarta. Dalam menentukan sampel, peneliti menggunakan random cluster sampling. Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui apakah hasil belajar siswa berbeda dengan menggunakan metode kooperatif tipe jigsaw dengan menggunakan metode ceramah. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan uji-t. Dalam hal ini metode jigsaw yang digunakan berhasil, dan terdapat perbedaan hasil belajar siswa dengan yang menggunakan metode kooperatif tipe jigsaw dengan metode ceramah. Bertolak dari beberapa penelitian diatas, peneliti melakakukan penelitian mengenai perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. Berikut ini literatur map dari penelitian – penelitian sebelumnya.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 Peningkatan Prestasi Belajar Mata Kuliah Dasar – Dasar Akuntansi Melalui Penerapan Model Jigsaw yang dilakukan oleh Sumaryati, dkk. pada tahun 2013. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap kemampuan Berfikir Kritis dan Prestasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPS yanPada Siswa Kelas IV SD Cipta Dharma Denpasar yang dilakukan oleh Ni Wayan Piasih Ariyanti, dkk. pada tahun 2013. Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Ditinjau dari Motivasi Belajar Pada Pembelajaran IPA Siswa Kelas IV SD Saraswati Tabanan yang dilakukan oleh Desak Nyoman Purwati, dkk. pada tahun 2013. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Hasil Belajar IPS Ditinjau Dari Sikap Sosial Dalam Pembelajaran IPS Pada Siswa Kelas V Di SD N 4 Panjer yang dilakukan oleh I Gusti Bagus Wacika, dkk. pada tahun 2013 Optimalisasi Pembelajaran IPS Melalui Kooperatif Tipe Jigsaw Pada SD N 24 Pontianak Tenggara yang dilakukan oleh Mashudi pada tahun 2013. Pengaruh Metode Pembelajaran Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan di SMK Wongsorejo Gombong yang dilakukan oleh Nur Azizah pada tahun 2013. Perbandingan Metode Kooperatif Tipe Jigsaw dengan Metode Ceramah terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan yang dilakukan oleh Ramadhani pada tahun 2013. Perbedaan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Atas Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw I. Gambar 2.2 Literatur Map

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 2.3 Kerangka Berfikir Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan mata pelajaran yang materinya berupa narasi tertulis yang merupakan integrasi dari berbagai disipin ilmu. Materi IPS berhubungan dengan hubungan sosial yang didalamnya terdapat konsep – konsep yang bersifat abstrak yang harus dipahami oleh siswa. Oleh karena itu perlu adanya solusi dalam menyelesaikan permasalahan tersebut, salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I, dimana dalam pembelajaran siswa dituntut untuk berpartisipasi aktif. Penelitian ini menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pembelajaran pada kelompok kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional, sehingga siswa mengalamai kebosanan dan kesalahan persepsi makna yang disampaikan oleh guru. Tidak hanya itu saja siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran di kelas, sebab siswa hanya menunggu informasi materi yang diberikan guru, tanpa diberi kesempatan untuk mengembangkan dan mencari informasi tersebut, sehingga prestasi belajar yang diperoleh siswa menjadi kurang maksimal. Kelompok eksperimen dalam penelitian ini menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I merupakan model pembelajaran yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut, dimana model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I dapat mempermudah siswa dalam memahami materi IPS yang berisi narasi – narasi. Selain itu sumber belajar untuk model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I berupa cerita, dan materi narasi. Dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I siswa tidak akan merasa bosan, sebab dalam pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 pembelajaran dilakukan dengan berkelompok dan menuntut semua siswa untuk aktif. Dalam kegiatan pembelajaran siswa dapat saling bantu membantu, dengan demikian siswa yang kurang paham terhadap suatu materi dapat dibantu oleh temannya, sehingga prestasi siswa menjadi lebih baik. Siswa akan lebih perhatian untuk melakukan segala sesuatunya lebih konsentrasi. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I akan memberikan kontribusi yang lebih baik dalam mencapai prestasi belajar siswa. 2.4 Hipotesis Penelitian Berdasarkan rumusan masalah dan kerangka berfikir yang telah disampaikan diatas, ditarik hipotesis penelitian bahwa ada perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bab III membahas tentang jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, populasi dan sampel, variabel penelitian, definisi operasional, uji validitas dan uji reliabilitas instrumen, teknik pengumpulan data, instrumen pengumpulan data, dan teknik analisis data. 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini ingin mengetahui perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV antara kelas yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I dengan kelas yang tidak menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan metode kuasi eksperimen tipe nonequivalent control group design. Menurut Sugiyono (2008:79) desain ini hampir sama dengan pretest-posttest control group design, hanya pada desain ini kelompok eksperimen maupun kontrol tidak dipilih secara random. Creswell (2012:238) mengemukakan bahwa design kuasi eksperimen dilakukan jika masing - masing partisipan tidak ditugaskan secara acak. Creswell (2012:242) mengemukakan bahwa dalam tipe nonequivalent control group design kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak dipilih secara acak. Peneliti menggunakan kelas yang telah tersedia sebab peneliti tidak berwewenang untuk mengubah kelas yang sudah ada. Kelompok yang telah tersedia sudah seimbang, jika peneliti membuat kelompok baru maka akan merusak kealamian kelas tersebut. Setelah diperoleh kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, 47

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 kemudian kedua kelompok diberi pretest untuk mengetahui kemampuann awal siswa. Setelah mendapatkan hasil pretest dari kedua kelompok kemudian hasilnya dibandingkan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kesetaraan antara kedua kelompok. Setelah diberi perlakuan, kemudian diberi posstest. Desain penelitian eksperimen adalah sebagai berikut: Kelompok Eksperimen X Kelompok Kontrol - Gambar 3.1 Desain Penelitian (Sugiyono,2011:118) Keterangan: = Pretest Kelompok Eksperimen = Posttest Kelompok Eksperimen = Pretest Kelompok Kontrol = Postest Kelompok Kontrol X = Perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I = Menggunakan pembelajaran konvensional 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian 3.2.1 Tempat Penelitian Penelitian yang berjudul perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Tegalrejo 2 Yogyakarta yang beralamatkan Jl. Wiratama No. 27 Yogyakarta.

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 3.2.2 Waktu Penelitian Penelitian tentang perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I, dilaksanakan pada bulan Januari 2014. Penelitian dilaksanakan pada tahun pelajaran 2013/3014 di Sekolah Dasar Negeri Tegalrejo 2. Tabel 3.1 Waktu Penelitian No. 1. 2. Kelompok Kelompok eksperimen Kelompok kontrol Pretest 13 Januari 2014 13 Januari 2014 Pertemuan I 16 Januari 2014 17 Januari 2013 Pertemuan II 22 Januari 2014 24 Januari 2014 Posttest 25 Januari 2014 25 Januari 2014 3.3 Populasi dan Sampel Penelitian 3.3.1 Populasi Penelitian Populasi menurut Sugiyono (2008:80) adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : obyek / subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas IVA dan IVB Sekolah Dasar Negeri Tegalrejo 2 Yogyakarta yang berjumlah 62 siswa. Pertimbangan dilaksanakannya penelitian di sekolah dasar tersebut adalah ketertarikan peneliti untuk mengetahui prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar dan kemampuan siswa yang heterogen. 3.3.2 Sampel Penelitian Sampel menurut Sugiyono (2008:81) adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pemilihan kelompok dalam penelitian ini dengan cara diundi yang disaksikan

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 oleh guru mitra. Sampel untuk kelompok eksperimen dalam penelitian adalah siswa kelas IV A Sekolah Dasar Negeri Tegalrejo 2 Yogyakata yang berjumlah 31 siswa, sedangkan sampel untuk kelompok kontrol dalam penelitian adalah siswa kelas IV B Sekolah Dasar Negeri Tegalrejo 2 Yogyakarta yang berjumlah 31 siswa. Peneliti menggunakan kelas yang telah tersedia sebab peneliti tidak berwewenang untuk mengubah kelas yang sudah ada karena akan merusak kealamian kelas tersebut. 3.4 Variabel Penelitian Menurut Suharsimi Arikunto (2005: 99) variabel adalah objek penelitian yang menjadi titik perhatian dalam penelitian. Terdapat dua jenis variabel, variabel bebas (independen) adalah variabel yang diduga sebagai penyebab atau pendahulu dari variabel yang lain. Variabel terikat (dependen) adalah variabel yang diduga sebagi akibat atau dipengaruhi oleh variabel yang mendahuluinya. Variabel dalam penelitian ini ada 2 yaitu: variabel bebas dan terikat. Variabel bebas berupa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I, sedangkan variabel terikatnya adalah prestasi belajar. X Y Model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw I Prestasi Belajar Gambar 3.2 Variabel Penelitian 3.5 Definisi Operasional Memperjelas maksud yang tekandung dalam judul skripsi agar tidak menyimpang dari maksud peneliti, maka peneliti memberikan definisi oprasional sebagai berikut :

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I merupakan pembelajaran yang dilaksanakan secara berkelompok yang terdiri dari kelompok asal dan kelompok ahli, dimana di dalam kelompok asal setiap siswa bertanggung jawab mengenai materi masing – masing. Prestasi belajar merupakan hasil usaha belajar yang dicapai seorang siswa berupa nilai dari kegiatan belajar bidang akademik dalam ranah kognitif di sekolah pada jangka waktu tertentu. 3.6 Instrumen Penelitian Instrumen penelitian menurut Sugiyono (2008:102) adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur variabel yang diamati. Peneliti telah membuat 40 soal pilihan ganda, setelah diujikan diperoleh 20 soal yang valid. Pengujian dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Tegalrejo 2 Yogyakarta di kelas V. Berikut ini indikator butir soal yang akan peneliti gunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa melalui pretest maupun posttest buatan peneliti. Tabel 3.2 Kisi – Kisi Pengumpulan Data Standar Kompetensi : 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi. Kompetensi Dasar : 2.1 Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya. Indikator No. Soal Menjelaskan sumber daya alam yang ada di berbagai 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, lingkungan. 11, 12 Menjelaskan kegiatan ekonomi yang terjadi di lingkungan. 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19 Menentukan hubungan kegiatan ekonomi dengan sumber 20, 21, 22, 23, 24, 25 daya alam. Menentukan pengaruh keadaan alam terhadap kegiatan 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, ekonomi. 33, 34 Menjelaskan manfaat dari sumber daya alam. 35, 36, 37, 38, 39, 40

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 3.7 Validitas dan Reliabilitas Instrumen 3.7.1 Penentuan Validitas Instrumen Suharsimi Arikunto (2005:167) mengemukakan bahwa validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahian suatu instrumen. Suatu tes dikatakan valid apabila hasil yang diperoleh sesuai dengan tujuan. Sugiyono (2008:124) membagi validitas menjadi dua yaitu validitas internal dan validitas eksternal. Validitas internal terdiri dari validitas konstrak dan validitas isi sedangkan validitas eksternal disebut juga validitas empiris. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas internal dan validitas eksternal. Sugiyono (2008:124-125) menyatakan bahwa validitas konstrak disusun berdasarkan teori yang relevan. Untuk menguji validitas konstrak dapat digunakan pendapat ahli (experts judgment). Setelah instrumen dikonstruksi tentang aspek – aspek yang diukur dengan berlandaskan teori tertentu, maka selanjutnya dikonsultasikan dengan ahli. Validitas isi menurut Sugiyono (2008:124-126) disusun berdasarkan rancangan/ program yang telah ada. Instrumen yang harus memiliki validitas isi adalah instrumen berbentuk test yang mengukur prestasi belajar. Untuk menyusun instrumen prestasi belajar yang mempunyai validitas isi, maka instrumen harus disusun berdasarkan materi pelajaran yang telah diajarkan. Pengujian validitas isi dapat dilakukan dengan membandingkan antara isi instrumen dengan materi pelajaran yang telah diajarkan. Untuk menguji validitas isi dapat digunakan pendapat ahli (experts judgment). Pengujian validitas konstrak dan validitas isi dapat dibantu dengan menggunakan kisi – kisi instrumen yang berisi indikator – indikator. Validitas

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 konstrak dan isi diperoleh dari pendapat para ahli. Experts judgment dilakukan oleh kepala sekolah dan satu orang guru kelas IV sekolah dasar. Dari hasil validitas perangkat pembelajaran didapatkan skor 91, 90 dengan kualifikasi sangat layak. Instrumen validasi dapat dilihat pada lampiran 13 halaman 173. Setelah didapat instrumen yang sudah baik, selanjutnya diujikan kepada siswa kelas V A di Sekolah Dasar Negeri Tegalrejo 2 Yogyakarta yang berjumlah 30 siswa. Setelah diperoleh data, maka dilakukan validitas empiris dengan menggunakan program SPSS 20. Validitas empiris dihitung dengan cara membandingkan antara kriteria yang ada pada instrumen dengan fakta empiris yang ada. Dalam penelitian ini perhitungan dikonsultasikan dengan tabel product moment pada taraf signifikansi 5%, butir dikatakan valid jika -h > - . Sedangkan secara teknis proses perhitungan diselesaikan dengan software SPSS 20. Nilai r tabel dalam penelitian ini adalah 0.361 sebab instrumen yang telah dibuat diujikan kepada 30 siswa. Penelitian ini menggunakan tes pilihan ganda dengan jawaban tipe objektif. Azwar (2012:81-99) mengemukakan bahwa jawaban tipe objektif memiliki kategori benar atau salah. Skor item untuk jawaban benar adalah 1 dan untuk jawaban salah adalah 0. Oleh karena itu tes pilihan ganda dengan tipe jawaban objektif disebut distribusi skor dikotomi (Azwar 2012:155). “ The point–biserial correlation coefficient (rpb) is used when one variable is a discrete dichotomy. A point–biserial correlation has to be calculated and this is simply a Pearson correlation when the dichotomous variable is coded with 0 for one category and 1 for the other (actually you can use any values and SPSS will change the lower one to 0 and the higher one to 1 when it does the calculations)” (Field, 2005).

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Peneliti menggunakan cara point biserial dalam melakukan penghitungan validitas soal. Seperti yang telah dikemukakan oleh Field (2005) bahwa point biserial merupakan bentuk sederhana dari product moment ketika soal berbentuk dikotomi yang dilambangkan dengan 0 dan 1. Peneliti telah membuat 40 soal pilihan ganda, setelah diujikan diambil 20 soal yang valid. Perhitungan validitas menggunakan program SPSS 20 for windows dengan menggunakan point biserial. Tabel 3.3 Soal Valid Standar Kompetensi : 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi. Kompetensi Dasar : 2.1 Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya. Indikator No. Soal Menjelaskan sumber daya alam yang ada di berbagai 1, 3, 5, 7, 9, 10, 12 lingkungan. Menjelaskan kegiatan ekonomi yang terjadi di lingkungan. 15, 16, 18, 19 Menentukan hubungan kegiatan ekonomi dengan sumber 22, 24, 25 daya alam. Menentukan pengaruh keadaan alam terhadap kegiatan 26, 29, 31, 34 ekonomi. Menjelaskan manfaat dari sumber daya alam. 37, 40 Berikut tabel yang menunjukkan penentuan validitas item menggunakan program SPSS 20 for Windows untuk membantu mengetahui item yang valid dilihat dari perbandingan skor item dengan skor total. Tabel 3.4 Penentuan Validitas Item No Item Nilai Korelasi 1 2 3 4 5 6 7 8 .409** .116 .488** .182 .532** .347 .780** .291 Nilai r Tabel (n=30, Signifikansi 5 %) 0.361 Kesimpulan Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 No.Item 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nilai Korelasi .438* .398* .068 .397* .192 -.127 .583** .629** .158 .809** .387* .061 .198 .377* .149 .439** .691** .656** .081 .° .470** .187 .597** .093 .285 .615** .081 .253 .758** .176 .231 .860** Nilai r Tabel (n=30, Signifikansi 5 %) 0.361 Kesimpulan Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Hasil perhitungan SPSS, pada Pearson-Correlation, item-item yang valid akan ditunjukkan dengan tanda *. Tanda ini menunjukkan taraf signifikansi item. Tanda * menunjukkan bahwa item tersebut valid dengan taraf signifikan 95% dan eror 5%, sedangkan tanda (**) menunjukkan bahwa item tersebut valid dengan taraf signifikansi 99% dan eror 1%. Valid atau tidaknya item dapat pula diketahui dengan cara membandingkan nilai Pearson-Correlation dengan r tabel, jika nilai Pearson-Correlation ≥ r tabel, korelasinya positif atau valid.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 3.7.2 Reliabilitas Instrumen Suharsimi Arikunto (2006:178) mengungkapkan bahwa reliabel artinya dapat dipercaya, jadi dapat diandalkan. Reliabilitas tes adalah tes yang walaupun diberikan berulang-ulang hasilnya tetap sama. Reliabilitas digunakan untuk mengetahui hasil pengukuran yang diperoleh dari responden sama walaupun waktu pemberian soal berbeda. Untuk menentukan reliabilitas, hanya menggunakan soal – soal yang valid yang berjumlah 20 butir soal. Tabel 3.5 Reliabilitas ( Masidjo,1995:209) Koefisien Korelasi ± 0.91 - ± 1.00 ± 0.71 - ± 0.90 ± 0.41 - ± 0.70 ± 0.21 - ± 0.40 ± 0 - ± 0.20 Kualifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Suatu soal dikatakan reliabel jika hasil yang didapatkannya tepat dan akurat. Dalam hal ini peneliti mengambil 20 dari 40 item soal dimana 20 item tersebut merupakan soal yang valid. Surapranata (2009:90) menyatakan bahwa terdapat tiga metode dalam penentuan reliabititas, yaitu ekuivalen, stabilitas, internal consistency. Nunnaly dalam Surapranata (2009:113) berpendapat bahwa internal consistensy didasarkan pada korelasi antara skor jawaban pada setiap butir soal. Metode ini dapat digunakan pada soal dikotomi seperti pilihan ganda. Penghitungan reliabilitas menggunakan teknik Cronbach Alpha dengan bantuan program SPSS 20 for windows. Nunnaly dalam Surapranata (2009:113) menyatakan bahwa Cronbach Alpha dapat digunakan untuk mengukur soal yang berbentuk dikotomi.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Tabel 3.6 Penghitungan Reliabilitas Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha .909 20 Tabel diatas menunjukkan hasil uji reliabilitas di Sekolah Dasar Negeri Tegalrejo 2 Yogyakarta untuk soal pilihan ganda sebesar 0.909. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa dari 20 soal memiliki kualifikasi tinggi, sehingga layak untuk digunakan. 3.8 Teknik Pengumpulan Data Peneliti menggunakan teknik pretest dan posttest yang diberikan pada kelompok eksperimen dan kontrol dengan soal yang sama dalam melakukan pengumpulan data. Pengumpulan data dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3.7 Pengumpulan Data Kelompok Eksperimen dan Kontrol No. 1. 2. 3. 4. Kelompok Eksperimen Kontrol Variabel Prestasi Belajar Data yang Diperoleh Skor pretest Skor posttest Skor pretest Skor posttest Pengukuran Data Pretest Posttest Pretest Posttest Instrumen yang Digunakan Soal Objektif (20 soal) Soal Objektif (20 soal) Soal Objektif (20 soal) Soal Objektif (20 soal) 3.9 Teknik Analisis Data Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif dan statistik inferensial. 3.9.1 Statistik Deskriptif Statistik deskriptif Mundir (2013:4) ialah statistik yang berfungsi untuk mendeskripsikan fenomena – fenomena yang diteliti berdasarkan data yang telah terkumpul. Statistik deskriptif tidak menarik sebuah kesimpulan, melainkan

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 hanya terbatas pada penyajian data yang telah terkumpul dan diolah dalam bentuk tabel, grafik agar dapat memberi gambaran yang ringkas dan jelas mengenai data suatu peristiwa. Statistika deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini adalah mean, median, serta modus. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan program komputer SPSS 20 for window. Kasmadi (2013:5) mengungkapkan bahwa mean adalah nilai rata – rata perbandingan jumah skor dengan jumlah responden. Modus adalah nilai yang kerap muncul. Median adalah nilai tengah yang didasarkan pada urutan besarnya data skor. 3.9.2 Statistik Inferensial Mundir (2013:5) mengemukakan bahwa statistik inferensial adalah statistik yang tidak hanya menyajikan data, tetapi menemukan atau menarik sebuah kesimpulan. Kesimpulan tersebut dilakukan untuk menguji hipotesis penelitian yang telah dirumuskan. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan bantukan program SPSS 20 for windows yang meliputi beberapa langkah berkut: 3.9.2.1 Uji Prasyarat Analisis 3.9.2.1.1 Uji Normalitas Uji normalitas menurut Nisfiannoor (2009:91), uji normalitas sebaran dimaksudkan untuk menguji apakah sampel yang diselidiki terdistribusi secara normal atau tidak. Pengujian normalitas tersebut dibantu dengan bantuan komputer seri program statistik SPSS 20 for windows. Data yang diuji adalah data pretest dan posttest kelas kontrol, serta pretest dan postest kelas kontrol dan kelas eksperimen.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Peneliti menggunakan teknik Kolmogorof Smirnov dalam melakukan uji normalitas data. Kolmogorof-Sminov digunakan untuk menentukan distribusi data yang digunakan untuk peneltian normal atau tidak (Priyatno, 2012). data berdistribusi normal. data berdistribusi tidak normal. Kriteria pengujian normalitas menurut Kasmadi (2013:117) adalah jika harga sig.>0.05, distribusi data normal. Jika distribusi data normal, teknik statistik independent yang digunakan adalah Independent t-test. Jika harga sig.<0.05, distribusi data tidak normal. Jika distribusi data tidak normal, maka jenis statistik yang digunakan statistik nonparametrik Mann-Whitney. 3.9.2.1.2 Uji Homogenitas Uji homogenitas menurut Nisfiannoor (2009:92) menjelaskan untuk mengetahui apakah varians antara kelompok yang di uji berbeda atau tidak, variansinya homogen atau heterogen. Data yang diharapkan adalah homogen. Uji homogenitas dilakukan dengan menganalisis varians data dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hal ini dilakukan untuk mengetahui varians dari nilai pretest apakah sama antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Penghitungan homogenitas dengan bantuan program SPPS 20 for windows. varians data homogen varians data tidak homogen Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut: Jika harga sig. < 0.05, maka Ha ditolak dan Ho gagal ditolak. Artinya ada perbedaan varians data pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Jika

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 harga sig. > 0.05, maka Ho ditolak dan Ha gagal ditolak. Artinya tidak ada perbedaan varians data pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 3.9.2.1.3 Uji Beda Pretest Data skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diuji beda dengan menggunakan independent t-test untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan rata-rata antara skor pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut: Ha= tidak ada perbedaan rata-rata antara skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Ho= ada perbedaan rata-rata antara skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Uji beda pretest dalam penelitian ini menggunakan program SPSS 20 for Windows. Apabila diperoleh nilai Sig. < 0.05, berarti Ho gagal ditolak dan Ha ditolak, yaitu ada perbedaan rata-rata antara skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol atau dengan kata lain skor pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol tidak berada pada titik pijak yang sama. Apabila diperoleh nilai Sig > 0.05, maka hal ini menunjukkan bahwa Ha gagal ditolak dan Ho ditolak, yaitu tidak ada perbedaan rata-rata antara skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol atau dengan kata lain skor pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol berada pada titik pijak yang sama. Apabila pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol tidak berbeda atau berada pada titik pijak yang sama, maka pengujian hipotesis selanjutnya dengan menggunakan independent t-test dari data rata-rata posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Apabila pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol berbeda atau berada pada titik pijak

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 yang tidak sama, maka selanjutnya dilakukan uji selisih, dan dari uji selisih dilanjtkan dengan pengujian hipotesis menggunakan independent t-test. Data pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol dalam penelitian ini tidak berbeda atau berada pada titik pijak yang sama, maka selanjutnya dapat digunakan pengujian hipotesis menggunakan independent t-test dari rata-rata posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 3.9.2.2 Uji Hipotesis Penelitian 3.9.2.2.1 Uji Independen T-Test Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan independent t-test antara kelompok digunakan untuk menguji taraf signifikasi perbedaan rerata dua kelompok. Tujuan dari independent t-test menurut Priyatno (2010) adalah untuk mengetahui perbedaan suatu hal yang diukur pada dua kelompok yang berbeda. Dalam penelitian ini independent t-test antara kelompok digunakan untuk mengetahui prestasi belajar IPS siswa kelas IVA sebagai kelompok eksperimen sebanyak 31 siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I dan kelompok kontrol dari kelas IVB sebanyak 31 siswa tidak menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. Dalam peneltian ini kriteria pengujian ditetapkan Ha diterima dengan tingkat signifikasi 5%. Ketentuan diterima atau tidaknya hipotesis penelitian adalah sebagai berikut: Ada perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. Tidak ada perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Kriteria pengambilan keputusan yang digunakan dalam uji ini antara lain (Santoso,2010) adalalah sebagai berikut: Jika harga sig.(2-tailed)<0,05, Ho ditolak dan Ha gagal ditolak. Artinya terdapat perbedaan antara posttest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Jika harga sig.(2-tailed)>0,05, maka Ha ditolak dan Ho gagal ditolak. Artinya tidak terdapat perbedaan antara posttest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 3.9.2.3 Effect Size Effect size dihitung menggunakan rumus r= t2 , dengan kriteria nilai t 2  df seperti berikut. Tabel 3.8 Kriteria nilai effect size (Field, 2009:57) Nilai 0.1 – 0.29 0.3 – 0.49 0.5 - . . . . Kriteria Kecil Sedang Besar

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab IV akan membahas hasil penelitian dan pembahasan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Tegalrejo 2 Yogyakarta. Penelitian ini mengambil kelas IV A sebagai kelompok eksperimen dan kelas IV B sebagai kelompok kontrol. Kelompok eksperimen maupun kelompok memiliki jumlah siswa yang sama, yaitu 31 siswa. Peneliti bertindak sebagai guru dalam penelitian ini, baik dalam kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Pembelajaran dalam kelompok eksperimen menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I sedangkan kelompok kontrol menggunakan model pembelajran konvensional. Pembelajaran pada kedua kelompok berlangsung selama dua kali pertemuan dan dua jam mata pelajaran dalam setiap pertemuan. Pada pertemuan pertama baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol membahas materi sumber daya alam, sedangkan pada pertemuan kedua membahas materi mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya. Proses pembelajaran pada kelompok eksperimen menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I berjalan sesuai dengan langkah – langkah pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. Awalnya guru melakukan apersepsi untuk 63

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 mengetahui pemahaman siswa mengenai materi yang akan dipelajari, selanjutnya guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Langkah selanjutnya guru membagi siswa kedalam lima kelompok asal dimana setiap kelompok terdiri dari 6-7 siswa yang memiliki kemampuan yang heterogen. Setelah siswa berada dalam kelompoknya masing – masing siswa dibagikan materi pembelajaran yang telah dibagi dalam beberapa sub – sub materi. Setiap siswa mendapat sub materi yang berbeda – beda sesuai dengan warna pada name text masing – masing siswa. Setiap siswa bertanggung jawab untuk mempelajari dan menguasai materi yang telah diberikan. Selanjutnya siswa diminta untuk berkumpul dalam kelompok ahli yang memiliki materi yang sama untuk saling bertukar pikiran serta melengkapi materi yang didapatkannya. Setelah siswa selesai bertukar pikiran dan telah menguasai materi yang didapatkan siswa diminta untuk kembali pada kelompok semula utnuk menceritakan dan berbagi tentang materi yang diperoleh ketika siswa berada dalam kelompok ahli masing – masing. Setelah semua siswa paham akan materi – materi yang disampaikan oleh teman dalam satu kelompoknya, siswa diminta untuk mengerjakan evaluasi secara individual mengenai materi yang telah dipelajari. Proses pembelajaran pada kelompok kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional yang biasanya digunakan oleh guru kelas. Awalnya guru melakukan apersepsi dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Selanjutnya siswa dan guru melakukan tanya jawab mengenai materi yang dipelajari. Setelah melakukan tanya jawab guru kemudian menjelaskan materi pembelajaran yang dipelajari. Jika semua siswa sudah jelas dan sudah tidak ada yang bertanya, guru

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 kemudian meminta siswa untuk mengerjakan evaluasi secara individual mengenai materi yang telah dipelajari. 4.1.2 Deskripsi Data Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Tegalrejo 2 Yogyakarta. Penelitian ini mengambil data dengan memberikan pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelas IV A merupakan kelompok eksperimen dengan jumlah 31 siswa dan kelas IV B merupakan kelompok kontrol dengan jumlah 31 siswa. Pretest dan posttest digunakan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa kelas IV atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. Signifikansi diukur dengan menggunakan analisis statistik dengan melihat perbedaan skor pretest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol serta perbedaan skor posttest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Variabel independen pada penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. Sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah prestasi belajar. Hipotesis sementara yaitu Ha ada perbedaan prestasi belajar siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Teglarejo 2 Yogyakarta pada mata pelajaran IPS materi mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya atas penerapan model pembelajarann kooperatif tipe jigsaw I. Ho tidak ada perbedaan prestasi belajar kelas IV Sekolah Dasar Negeri Teglarejo 2 Yogyakarta pada mata pelajaran IPS materi mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya atas penerapan model pembelajarann kooperatif tipe jigsaw I

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan pretest dan posttest berupa soal pilihan ganda sebanyak 20 soal yang diberikan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sebelum melaksanakan pembelajaran siswa pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diminta untuk mengerjakan pretest dan setelah selesai pembelajaran siswa diminta untuk mengerjakan posttest. Tabel 4.1 Data Prestasi Belajar Mean Modus Median Skor Tertinggi Skor Terendah KKM Kelas Eksperimen Skor Pretest Skor Posttest 62,58 77,90 65 75 65 70 85 95 30 60 65 65 Kelas Kontrol Skor Pretest Skor Posttest 58,06 69,52 60 65 55 70 70 85 40 50 65 65 Tabel diatas merupakan paparan data prestasi belajar yang memuat mean, modus, median, skor tertinggi, skor terendah, dan KKM mata pelajaran IPS yang dihitung mgnggunakan SPSS 20 for Windows. Berdasarkan penghitungan yang telah dilakukan untuk data pretest kelompok eksperimen diperoleh skor rata – rata (mean) 62,58, nilai yang sering muncul (modus) 65, nilai tengah (median) 65, skor tertinggi 85, serta skor terendah 30. Sedangkan penghitungan yang telah dilakukan untuk data posttest kelompok eksperimen diperoleh skor rata – rata (mean) 77,90, nilai yang sering muncul (modus) 75, nilai tengah (median) 70, skor tertinggi 95, serta skor terendah 60. Penghitungan yang telah dilakukan untuk data pretest kelompok kontrol diperoleh skor rata – rata (mean) 58,06, nilai yang sering muncul (modus) 60, nilai tengah (median) 55, skor tertinggi 70, serta skor terendah 40. Sedangkan

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 penghitungan yang telah dilakukan untuk data posttest kelompok kontrol diperoleh skor rata – rata (mean) 77,90, nilai yang sering muncul (modus) 75, nilai tengah (median) 70, skor tertinggi 95, serta skor terendah 60. 4.1.3 Analisis Data Penelitian Terdapat dua tahap dalam melakukan analisis data penelitian. Awalnya data yang telah diperoleh dihitung terlebih dahulu menggunakan uji prasyarat analisis yang terdiri dari uji normalitas menggunakan kolmogorov – smirnov dan uji homogenitas menggunakan levene test serta uji beda dari hasil rata-rata pretest kelompok eksperimen dan kontrol menggunakan independent t-test. Setelah diperoleh data yang normal dan homogen, kemudian dilakukan uji hipotesis penelitian menggunakan independent t-test untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar IPS siswa atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. 4.1.3.1 Perbedaan Prestasi Belajar Siswa Atas Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw I Data yang telah diperoleh selanjutnya dilakukan diuji prasyarat analisis yang meliputi uji normalitas dan uji homogenitas, serts dilakukan uji beda dari rata-rata pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol untuk mengetahui kondisi awal ada tidaknya perbedaan rata – rata pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Uji hipotesis dilakukan setelah dilakukan uji normalitas, uji homogenitas, serta uji beda rata-rata pretest kelompok eksperimen dan kontrol. Setelah dilakukan uji hipotesis dan hipotesis terbukti maka selanjutnya dilakukan perhitungan effect size untuk mengetahui besarnya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I terhadap prestasi belajar siswa. Signifikansi data dalam penelitian ini diukur menggunakan analisis statistik.

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 4.1.3.1.1 Uji Normalitas Sebelum melakukan uji hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat untuk mengetahui apakah ada perbedaan prestasi belajar IPS siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif jigsaw I. Data yang telah diperoleh diuji normalitas dengan menggunakan kolmogorov – smirnov menggunakan program SPSS 20 for wondows untuk menentukan jenis uji statistik yang akan digunakan untuk mengolah data. Berikut ini adalah kriteria untuk menarik kesimpulan, jika sig. > 0.05 data terdistribusi normal, maka analisis data menggunakan statistik parametric. Jika harga sig. < 0.05 data terdistribusi tidak normal maka anaisis data menggunakan satistik nonparametric. Tabel 4.2 Data Uji Normalitas Pretest Kelompok Eksperimen Aspek Pretest kelompok eksperimen Nilai Signifikansi 0.200* Keterangan Normal Gambar 4.1 Kurva Uji Normalitas Pretest Kelompok Eksperimen

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Penghitungan normalitas pretest kelompok eksperimen menggunakan kolmogorov – smirnov dengan bantuan program SPSS 20 for wondows. Dari penghitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai signifikansi 0.200. Nilai tersebut > 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai pretest kelompok eksperimen berdistribusi normal. Hal tersebut juga terlihat dari kurva normalitas yang terlihat dalam histogram. Tabel 4.3 Data Uji Normalitas Posttest Kelompok Eksperimen Aspek Posttest kelompok eksperimen Nilai Signifikansi 0.133 Keterangan Normal Gambar 4.2 Kurva Uji Normalitas Posttest Kelompok Eksperimen Penghitungan normalitas posttest kelompok eksperimen menggunakan kolmogorov – smirnov dengan bantuan program SPSS 20 for wondows. Dari penghitungan yana telah dilakukan diperoleh nilai signifikansi 0.133. Nilai tersebut > 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai posttest kelompok

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 eksperimen berdistribusi normal. Hal tersebut juga terlihat dari kurva normalitas yang terlihat dalam histogram. Tabel 4.4 Data Uji Normalitas Pretest Kelompok Kontrol Aspek Pretest kelompok kontrol Nilai Signifikansi 0.128 Keterangan Normal Gambar 4.3 Kurva Uji Normalitas Pretest Kelompok Kontrol Penghitungan normalitas pretest kelompok kontrol menggunakan kolmogorov – smirnov dengan bantuan program SPSS 20 for wondows. Dari penghitungan yana telah dilakukan diperoleh nilai signifikansi 0.128. Nilai tersebut > 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai pretest kelompok kontrol berdistribusi normal. Hal tersebut juga terlihat dari kurva normalitas yang terlihat dalam histogram Tabel 4.5 Data Uji Normalitas Posttest Kelompok Kontrol Aspek Posttest kelompok kontrol Nilai Signifikansi 0.200* Keterangan Normal

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Gambar 4.4 Kurva Uji Normalitas Posttest Kelompok Kontrol Penghitungan normalitas pretest kelompok kontrol menggunakan kolmogorov – smirnov dengan bantuan program SPSS 20 for wondows. Dari penghitungan yana telah dilakukan diperoleh nilai signifikansi 0.200. Nilai tersebut > 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai posttest kelompok kontrol berdistribusi normal. Hal tersebut juga terlihat dari kurva normalitas yang terlihat dalam histogram. 4.1.3.1.2 Uji Homogenitas Analisis data selanjutnya menggunakan uji homogenitas data pretest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada prestasi belajar siswa. Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan varians data pretest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Cara ini dilakukan agar dapat mengetahui apakah data yang dianalisis memiliki data yang

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 sama yang digunakan sebagai titik pijak sehingga dapat dibuat perbandingan dengan mencari perbedaan pretest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Analisis data dilakukan menggunakan levene test. Analisis data dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95%. Kriteria homogenitas varians yaitu apabila nilai p value sig. > 0.05. hipotesisnya sebagai berikut. Ha : varians homogen. Ho : varians tidak homogen. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah jika harga sig. > 0.05, maka Ha gagal ditolak dan Ho ditolak. Artinya tidak ada perbedaan antara varians data pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dapat dikatakan juga bahwa varians data pretest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berada pada level sama. Jika harga sig. < 0.05, maka Ha ditolak dan Ho gagal ditolak. Artinya ada perbedaan antara varians data pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dapat dikatakan juga bahwa varians data pretest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berada pada level yang tidak sama. Tabel 4.6 Skor Homogenitas Pretest Prestasi Belajar Hasil Pretest Kelompok eksperimen kelompok kontrol Nilai Signifikansi dan 0.141 Keterangan Homogen Tabel diatas menunjukkan harga sig. adalah 0.141 atau > 0,05 maka Ha gagal ditolak dan Ho ditolak. Artinya tidak ada perbedaan antara varians data pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dapat dikatakan juga skor pretest

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 antara kedua kelompok tersebut berada pada level yang sama, sehingga dapat digunakan analisis perbandingan skor posttest dari kedua kelompok tersebut. 4.1.3.1.3 Uji Beda Pretest Uji beda pretest dilakukan dengan menggunakan program SPSS 20 for Windows untuk menguji rata-rata pretest kelompok eksperimen dan kontrol. Hipotesis dalam penelitian ini adalah: Ha= tidak ada perbedaan rata-rata antara skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Ho= ada perbedaan rata-rata antara skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah jika harga sig. (2tailed) < 0.05, maka Ho gagal ditolak dan Ha ditolak. Artinya ada perbedaan rata – rata antara skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dapat dikatakan juga bahwa nilai pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol tidak berada pada titik pijak yang sama. Jika harga sig. (2-tailed) > 0.05, maka Ho ditolak dan Ha gagal ditolak. Artinya tidak ada perbedaan rata – rata antara skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dapat dikatakan juga bahwa nilai pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol berada pada titik pijak yang sama. Tabel 4.7. Hasil Uji Beda Pretest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Hasil Pretest Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Nilai Signifikansi 0.108 Keterangan Berbeda Dari data diatas diketahui hasil sig. (2-tailed) adalah 0.108 atau > 0.05, maka Ho gagal ditolak dan Ha ditolak, hal ini berarti bahwa tidak ada perbedaan rata-rata

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 antara skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol atau dengan kata lain pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol berada pada titik pijak yang sama 4.1.3.1.4 Uji Hipotesis Langkah selanjutnya adalah melakukan uji hipotesis antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan menggunakan teknik independen ttest. Skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki perbedaan jika harga sig. (2-tailed) < 0.05. Analisis ini digunakan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Analisis yang telah dilakukan digunakan untuk menarik kesimpulan dari hasil penelitian ini menerima atau menolak hipotesisnya adalah sebagai berikut : Ha : Ada perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. Ho : Tidak ada perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah jika harga sig. (2tailed) < 0.05, maka Ho ditolak dan Ha gagal ditolak. Artinya ada perbedaan antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dapat dikatakan juga bahwa prestasi belajar siswa mengalami perbedaan atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. Jika harga sig. (2-tailed) > 0.05, maka Ho gagal ditolak dan Ha ditolak. Artinya tidak ada perbedaan antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 kontrol. Dapat dikatakan juga bahwa prestasi belajar siswa tidak mengalami perbedaan atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. Tabel 4.8 Perbandingan Skor Posttest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Hasil Posttest Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Nilai Signifikansi 0.001 Keterangan Berbeda Dari data diatas diketahui hasil sig. (2-tailed) adalah 0.001 atau < 0.05, maka Ho ditolak dan Ha gagal ditolak. Artinya ada perbedaan antara skor posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dapat dikatakan juga bahwa prestasi belajar siswa mengalami perbedaan atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. Diagram berikut memperhatikan skor pretest dan posttest baik pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 100 80 60 eksperimen 40 kontrol 20 0 pretest posttest Gambar 4.5 Perbandingan skor pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kontrol 4.1.3.1.5 Hail Penghitungan Effect Size Perhitungan effect size menggunakan rumus r = r= t2 t 2  df t2 t 2  df

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 r= 3.562 2 3.562 2  60 r= 12.687 12.687  60 r= 12.687 72.687 r= 0.174 r = 0.417 Berdasarkan perhitungan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa besarnya effect size adalah 0.41 atau 41%, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I memberikan pengaruh yang sedang, yaitu sebesar 41 % terhadap pencapaian prestasi belajar IPS siswa kelas IV sekolah dasar, sisanya dipengaruhi oleh faktor yang lain. 4.2 Rangkuman Hasil Penelitian Data yang diperoleh dalam penelitian ini homogen dan berdistribusi normal. Hal tersebut terbukti dari hasil uji normalitas yang telah dilakukan bahwa hasil signifikansi pretest kelompok eksperimen adalah 0.200, signifikansi pretest kelompok kontrol adalah 0.128, signifikansi posttest kelompok eksperimen adalah 0.133, signifikansi posttest kelompok kontrol adalah 0.200. Signifikansi uji normalitas pada data ini > 0.05, sehingga semua data dalam penelitian ini berdistribusi normal. Nilai signifikansi uji homogenitas antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol adalah 0.141. Signifikansi uji homogenitas pada data ini > 0.05 sehingga data dalam penelitian ini homogen. Setelah mendapatkan data yang normal dan homogen, selanjutnya dilakukan uji beda dari rata-rata skor pretest

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 kelompok eksperimen dan kelompok kontrol untuk mengetahui apakah kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berada pada titik pijak yang sama atau berbeda. Nilai signifikansi hasil uji beda adalah 0.108. Signifikansi uji beda pretest > 0.05 sehingga tidak ada perbedaan rata – rata skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol adat dengan kata lain skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berada pada titik pijak yang sama. Pengujian yang selanjutnya adalah uji hipotesis menggunakan uji Indepedent t-test. Analisis data yang telah dilakukan dalam penelitian ini akan ditampilkan pada rangkuman analisis data berikut ini: Tabel 4.9 Uji Normalitas Aspek Pretest kelompok eksperimen Posttest kelompok eksperimen Pretest kelompok kontrol Posttest kelompok kontrol Nilai Signifikansi 0.200 0.133 0.128 0.200 Keterangan Normal Normal Normal Normal Tabel 4.10 Homogenitas Pretest No. 1. Variabel Prestasi belajar Nilai Signifikansi 0.141 Keterangan Tidak berbeda / homogen Tabel 4.11 Skor Pretest dan Posttest No. 1. 2. 3. 4. Variabel Prestasi Belajar Kelompok Eksperimen Kontrol Rerata Pretest 62,58 Posttest 77,90 Pretest 58,06 Posttest 69,51 Peningkatan 24,48 % 19,72 % Tabel 4.12 Perbandingan Skor Pretest No. Variabel Hasil Nilai Signifikansi Keterangan 1. Prestasi Belajar Perbandingan pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol 0.108 Tidak berbeda

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Tabel 4.13 Perbandingan Skor Posttest No. Variabel Hasil Nilai Signifikansi Keterangan 1. Prestasi Belajar Perbandingan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol 0.001 Berbeda 4.3 Pembahasan Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar antara kelompok yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I dengan kelompok yang tidak menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. Hal tersebut ditunjukkan dari harga sig. (2-tailed) adalah 0.001 atau < 0.05 yang berarti terdapat perbedaan antara hasil posttest kelompok eksperimen dan hasil posttest kelompok kontrol. Selain itu dapat dilihat dari diagram prestasi belajar, bahwa terdapat perbedaan skor posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Rata – rata nilai posttest pada kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingakan pada kelompok kontrol. Rata – rata nilai posttest pada kelompok eksperimen adalah 77, 90 sedangkan rata – rata nilai posttest pada kelompok kontrol adalah 69, 51. Dalam hal ini pembelajaran IPS pada kelompok eksperimen dilakukan dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I sedangkan kelompok kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Hal ini menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami perbedaan atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. Dalam menganalisis data digunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji beda pretest, serta uji hipotesis untuk menguji pengaruh perlakuan uji beda posttest. Cara ini dipilih sebab skor pretest berada pada titik pijak yang sama.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Dari data yang telah diperoleh diatas memperkuat pendapat Ni Wayan Piasih Ariyanti,dkk. (2013) yang menyatakan bahawa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Selain itu juga penelitian yang saya lakukan juga mendukung pendapat para ahli yang menyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I mempengaruhi prestasi belajar siswa. Penelitian ini memperkuat pendapat Paul Eggen (2012:138) bahwa Jigsaw I dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang materi – materi yang telah tertulis sebelumnya. Selain itu Jigsaw I dapat digunakan untuk mendukung strategi – strategi lain, misalnya Jigsaw I dapat digunakan untuk mendukung informasi – informasi latar belakang tentang isu – isu kontoversial di dalam ilmu sosial. Selain itu memperkuat pendapat Isjoni (2013:77) mengungkapkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I mendorong siswa untuk aktif dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran untuk mencapai prestasi belajar yang maksimal. Keberhasilan penelitian ini memperkaya ilmu pengetahuan bahwa prestasi belajar siswa mengalami perbedaan atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I.

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Dalam bab V ini akan membahas kesimpulan, keterbatasan penelitian serta saran. Bagian kesimpulan berisikan hasil penelitian, keterbatasan penelitian beri tentang keterbatasan peneliti di dalam melakukan penelitian, saran berisi saran bagi peneliti dan peneliti selanjutnya. 5.1 Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Tegalrejo 2 Yogyakarta pada mata pelajaran IPS materi mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Ada perbedaan prestasi belajar IPS antara kelompok yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I dengan kelompok yang tidak menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. Dari tabel 4.8 diketahui harga sig. (2-tailed) adalah 0.001 atau < 0.05, maka Ho ditolak dan Ha gagal ditolak. Artinya Ada perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. Dapat dikatakan juga bahwa prestasi belajar siswa mengalami perbedaan dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. 80

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 5.2 Keterbatasan Penelitian Keterbatasan penelitian ini antara lain: 5.2.1 Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I belum pernah diterapkan di kelas IV sehingga siswa merasa kebingungan dalam melaksanakan pembelajaran. 5.2.2 Durasi waktu pelaksanaan pretest dan posttest relatif pendek, serta soal yang digunakan untuk pretest dan posttest sama sehingga memungkinkan adanya invaliditas internal. 5.2.3 Peneliti tidak bisa mengontrol secara penuh perbedaan prestasi belajar siswa secara murni merupakan akibat dari penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I ataukah karena faktor-faktor lainnya. 5.2.4 Penelitian ini hanya meneliti prestasi belajar pada aspek kognitif saja. 5.3 Saran 5.3.1 Bagi Guru Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I dapat digunakan sebagai acuan untuk digunakan sebagai model pembelajaran yang diterapkan disekolah, karena terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I dapat menginspirasi guru – guru untuk dapat menerapkan dalam pembelajaran khususnya pada prestasi belajar siswa. 5.3.2 Bagi Peneliti Lain Apabila proses pembelajaran diajarkan oleh peneliti sendiri hendaknya dipersiapkan baik – baik model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I yang akan

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 dilakukan, dari bahan ajar sampai evaluasi. Apabila proses pembelajaran dilakukan oleh guru mitra maka perlu didiskusikan terlebih dahulu model pembelajaran yang akan diajarkan pada saat proses pembelajaran. Hal ini dilakukan agar guru mitra paham terhadap model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I. Selain itu agar peneliti selanjutnya juga bisa mengembangkan penelitian tentang prestasi belajar siswa tidak hanya pada aspek kognitif saja, melainkan pada aspek afektif maupun psikomotorik.

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR REFERENSI Arikunto, Suharsimi. 2001. Dasar – Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : PT. Bumi Aksara. Arikunto, Suharsimi. 2005. Managemen Penelitian. Jakarta: Rineke Cipta. Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineke Cipta. Azwar, Saifuddin. 2005. Tes Prestasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Creswell, John W. 2009. Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Daryanto, Muljo Rahardjo. 2012. Model Pembelajaran Inovatif. Yogyakarta: Gava Media. Departemen Pendidikan Nasional. 2006. Kurikulum KTSP Kelas IV SD. Jakarta: Depdiknas. Departemen Pendidikan Nasional. 2008. KBBI Pusat Bahasa Edisi Keempat. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka. Desak Nyoman Purwati, dkk. 2013. Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Ditinjau dari Motivasi Belajar Pada Pembelajaran IPA Siswa Kelas IV SD Saraswati Tabanan. Jurnal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Program Studi Pendidikan Dasar. 3. Djamarah, Syaiful Bahri. 2011. Psikologi Belajar. Jakarta:PT. Rineka Copta. Eggen, Paul, Don Kauchak. 2012. Strategi dan Model Pembelajaran. Jakarta: Indeks. Field, Andy. 2009. Discovering Statistics Using SPSS: Third Edition. Lomdon: SAGE Publications. Hidayati M. 2002. Pendidikan Ilmu Pengetahuan di Sekolah Dasar. Yogyakarta: FIP. Universitas Negeri Yogyakarta. I Gusti Bagus Wacika, Nyoman Dantes, I Wayan Lasmawan. 2013. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Hasil Belajar IPS Ditinjau Dari Sikap Sosial Dalam Pembelajaran IPS Pada Siswa Kelas V Di SD N 4 Panjer. Jurnal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Program Studi Pendidikan Dasar. 3. 83

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Isjoni, Arif. Hj. Ismail. 2008. Model – Model Pembelajaran Mutakhir. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Isjoni, Arif. Hj. Ismail. 2012. Pembelajaran Kooperatif: Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi antar Peserta Didik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Kasmadi, Nia Siti Sumariah. 2013. Panduan Modern Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta. Lie, Anita. 2010. Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang – Ruang Kelas. Jakarta: PT. Gramedia. Majid, Abdul. 2013. Strategi Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Mashudi. Optimalisasi Pembelajaran IPS Melalui Kooperatif Tipe Jigsaw Pada SD N 24 Pontianak Tenggara. Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora, 1 (2): 100-106 Masidjo. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar. Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Mundir. 2013. Statistik Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Nanda, Rika Puspitasari. 2009. Upaya Peningkatan Pestasi Belajar IPA Siswa Kelas III Melalui Penerapan Metode Guided Inquiry- Discovery. Surakarta: Universitas Sebelas Maret Surakarta. Ni Wayan Piasih Ariyanti, dkk. 2013. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap kemampuan Berfikir Kritis dan Prestasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPS Pada Siswa Kelas IV SD Cipta Dharma Denpasar. Jurnal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Program Studi Pendidikan Dasar. 3 : 2-10 Nisfiannoor, Muhammad. 2009. Pendekatan Statistika Modern. Jakarta: Salemba Humanika. Nur Azizah. Pengaruh Metode Pembelajaran Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan si SMK Wongsorejo Gombong. Jurnal Penelitian. Oemar, Hamalik. 2007. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Ramadhani, Rozi, Andreas Sepriano. Perbandingan Metode Kooperatif Tipe Jigsaw dengan Metode Ceramah terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan. Rusman. 2011. Model – Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesiomalisme Guru. Jakarta: PT. RAJAGRAFINDO PERSADA. Santoso, Singgih. 2012. Panduan Lengkap SPSS Versi 20. Jakarta: PT. Elex Komputindo. Siregar, Evelin, Hartini Nara. 2011. Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia. Slameto. 2010. Belajar dan Faktor – Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Slavin, Robert E. 2005. Cooperative Learning: Teori, Riset dan Praktik. Bandung: Nusa Media. Slavin, Robert E. 2008. Cooperative Learning: Teori, Riset dan Praktik. (Nurulita, Penerjemah ). Bandung: Nusa Media. Sugiyanto, H. 2009. Model – Model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: Yuma Pressindo. Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kombinasi. Bandung: Alfabeta. Suharso dan Retnoningsih. 2005. KBBI. Semarang: Widya Karya. Sumaatmadja, Nursid, dkk. 2005. Konsep Dasar IPS. Jakarta: Universitas Terbuka. Sumaryati, Sri, Laili Faiza Ulfa. Peningkatan Prestasi Belajar Mata Kuliah Dasar – Dasar Akuntansi Melalui Penerapan Model Jigsaw. Jurnal Pedagogia, 13 (1) : 16 - 26 Supardi. 2011. Dasar – Dasar Ilmu Sosial. Yogyakarta: Ombak Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Suprijono, Agus. 2011. Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi Paikem. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Surapranata, Sumarma. 2009. Analisis, Validitas, Reliabilitas, dan Intepretasi Hasil Tes: Implementasi Kurikulum 2004. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Suryosubroto. 2002. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Susanto, A. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Suyono, Harianto. 2011. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Syah, Muhibbin. 2002. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Syah, Muhibbin. 2012. Psikologi Belajar. Jakarta: Rajagrafindo Persada. Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progesif: Konsep, Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).Jakarta: Prenada Media Group. Trianto. 2010. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara. Uzer, Moh. Usman. 2002. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya. Winataputra, Udin. S. 2008. Materi Pokok Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka.

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 Lampiran 1

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Lampiran 2

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 Lampiran 3 SILABUS PEMBELAJARAN KELAS EKSPERIMEN Nama Sekolah : SD N Tegalrejo 2 Yogyakarta Mata Pelajaran : IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) Kelas/Program : IV (Empat) Semester : 2 (Dua) Alokasi Waktu : 4 x 35 menit (2 pertemuan) Standar kompetensi : 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi Kompetensi dasar Indikator : 2.1 Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya Materi Pokok Pengalaman Belajar Jenis Tagihan Aktivitas 1. Melakukan studi pustaka Kognitif Kognitif tentang sumber daya alam Tes 1. Menjelaskan sumber ekonomi Penilaian Bentuk Instrumen Kognitif Tes tertulis Contoh Instrumen Kognitif Terlampir Alokasi Waktu 4x35’ Sumber/ Bahan 1. Sarwiyanto., dkk. (2009). Ayo Belajar

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 daya alam yang ada di berbagai daerah 2. Menyebutkan persebaran sumber daya alam 3. Menjelaskan manfaat sumber daya alam 4. Menjelaskan kegiatan ekonomi yang terjadi di lingkungan 5. Menjelaskan pengaruh keadaan alam terhadap kegiatan ekonomi Afektif 1. Teliti dalam menyelesaikan tugas yang diberikan 2. Tepat waktu dalam menyelesaikan tugas yangdiberikan Psikomotorik 1. Menempel gambar – gambar sumber daya dan sumber daya alam 2. 3. 4. 5. 6. 7. dan persebarannya di dalam kelompok asal Berdikusi di dalam kelompok ahli mengenai sumber daya alam dan persebarannya Membagikan hasil diskusi kepada kelompok asal tentang sumber daya alam dan persebaranya Melakukan studi pustaka tentang kegiatan ekonomi beserta kaitannya dengan sumber daya alam Berdiskusi di dalam kelompok ahli tentang kegiatan ekonomi serta kaitannya dengan sumber daya alam. Kembali ke kelompok asal. Syering didalam kelompok asal. Afektif Non tes Afektif Rubrik pengataman Afektif Terlampir Psikomoto -rik Non tes Psikomotori Psikomok Unjuk torik kerja Terlampir Ilmu Pengetahuan Sosial IPS Kelas 4 SD. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. 2. Umar, A., dkk. (2007). IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: enerbit Erlangga. 3. Umar, A., dkk. (2013). IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas IV Mengacu pada Kurikulum 2013. Jakarta: Penerbit Erlangga. 4. Utami, T. D., dkk. (2009). Ilmu Pengetahuan Sosial untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: Penerbit Erlangga.

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 alam. 2. Menyusun tentang ekonomi puzzle kegiatan Yogyakarta, 16 Januari 2014 Mengetahui, Guru kelas IV Peneliti Eni Mulyati, S.Pd Christina Inggriani NIP. 19590130 197912 2 001 NIM. 101134149 Mengesahkan, Kepala Sekolah Drs. Sukawit, M. A NIP. 19640722 198601 1 003

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 SILABUS PEMBELAJARAN KELOMPOK KONTROL Standar kompetensi Nama Sekolah : SD N Tegalrejo 2 Yogyakarta Mata Pelajaran : IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) Kelas/Program : IV (Empat) Semester : 2 (Dua) Alokasi Waktu : 4 x 35 menit (2 pertemuan) : 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi Kompetensi dasar Indikator : 2.1 Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya Materi Pokok Aktivitas Kognitif 1. Menjelaskan sumber ekonomi daya alam yang ada dan Pengalaman Belajar Jenis Tagihan 1. Siswa diminta untuk Kognitif mengamati peta persebaran Tes sumber daya alam. Penilaian Bentuk Instrumen Kognitif Tes tertulis Contoh Instrumen Kognitif Terlampir Alokasi Waktu 4x35’ Sumber/ Bahan 5. Sarwiyanto., dkk. (2009). Ayo Belajar Ilmu

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 di berbagai daerah. sumber 2. Menyebutkan daya persebaran sumber alam daya alam 3. Menjelaskan manfaat sumber daya alam 4. Menjelaskan kegiatan ekonomi yang terjadi di lingkungan 5. Menjelaskan pengaruh keadaan alam terhadap kegiatan ekonomi Afektif 1. Teliti dalam menyelesaikan tugas yang diberikan 2. Tepat waktu dalam menyelesaikan tugas yangdiberikan Psikomotorik 1. Menempel gambar – 2. Melakukan pengamatan tentang sumber daya alam yang berpotensi di daerahnya 3. Siswa diberi lembar kerja siswa yang dikerjakan bersama kelompok. 4. Siswa mengerjakan lembar kerjas siswa bersama kelompoknya. 5. Siswa diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok. 6. Kelompok lain menanggapi presentasi yang dilakukan oleh teman. 7. Siswa menyimak penjelasan guru tentang pengaruh kondisi alam terhadap kegiatan ekonomi. Dan berbagai mata pencaharian masyarakat berdasarkan letak geografisnya. Dengan menunjukan gambar Afektif Non tes Afektif Rubrik pengataman Afektif Terlampir Psikomotorik Non tes Psikomotori Psikomok Unjuk torik kerja Terlampir Pengetahuan Sosial IPS KElas 4 SD. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. 6. Umar, A., dkk. (2007). IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: enerbit Erlangga. 7. Umar, A., dkk. (2013). IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas IV Mengacu pada Kurikulum 2013. Jakarta: Penerbit Erlangga. 8. Utami, T. D., dkk. (2009). Ilmu Pengetahuan

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 gambar sumber daya alam. 2. Menyusun puzzle tentang kegiatan ekonomi. ilustrasi mata pencaharian masyarakat sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. 8. Siswa menyimak penjelasan guru, sebagai penguatan guru menunjuk salah satu siswa untuk menunjukan serta menjelaskan kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam melalui tanya jawab 9. Siswa dibagi dalam 5 kelompok. 10. Sertiap kelompok dibagikan lembar kerja siswa. 11. Guru membimbing siswa baik secara individu maupun kelompok dalam diskusi kelompok. 12. Beberapa kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok. Sosial untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: Penerbit Erlangga.

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 13. Kelompok lain mengomentari hasil diskusi kelompok. Yogyakarta, 17 Januari 2014 Mengetahui, Guru kelas IV Peneliti Mugi Rahayu, S.Pd Christina Inggriani NIP. 197011252008012005 NIM. 101134149 Mengesahkan, Kepala Sekolah Drs. Sukawit, M. A NIP. 196407221986011003

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 Lampiran 4 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELOMPOK EKSPERIMEN Satuan Tingkat Pendidikan : SD N Tegalrejo 2 Yogyakarta Mata Pelajaran : IPS Kelas/Semester : IV (empat) A / 2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi B. Kompetensi Dasar 2.1 Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya C. Indikator 1. Kognitif 1. Menjelaskan sumber daya alam yang ada di berbagai daerah 2. Menyebutkan persebaran sumber daya alam 3. Menjelaskan manfaat sumber daya alam 2. Afektif 1. Teliti dalam menyelesaikan tugas yang diberikan 2. Tepat waktu dalam menyelesaikan tugas yangdiberikan 3. Psikomotor 1. Menempel gambar – gambar sumber daya alam. D. Tujuan Pembelajaran (TP): 1. Kognitif 1. Siswa mampu menjelaskan minimal satu sumber daya alam yang ada di berbagai daerah melalui diskusi kelompok 2. Siswa mampu menyebutkan minimal dua persebaran sumber daya alam melalui diskusi kelompok 3. Siswa mampu menjelaskan minimal tiga manfaat dari sumber daya alam melalui diskusi kelompok 2. Afektif

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 1. Siswa mampu besikap teliti dalam menyelesaikan tugas yang diberikan minimal mau membaca soal melalui diskusi kelompok 2. Siswa mampu tepat waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan minimal menyelesaikan tugas sebelum waktu habis melalui diskusi kelompok 3. Psikomotor a. Siswa dapat menempelkan minimal dua gambar persebaran sumber daya alam melalui diskusi kelompok E. Materi Pokok Sumber daya alam F. Model dan Metode Pembelajaran : 1. Model Pembelajaran : pembelajaran kooperatif. 2. Metode Pembelajaran : jigsaw I 3. Teknik Pembelajaran :diskusi, penugasan dan tanya jawab G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Keterangan 1. Kegiatan Awal a. Salam Pembuka Pertemuan I b. Doa Pembukaan (10 menit) c. Absensi d. Apersepsi Persiapan pembelajaran dilakukan dengan mengajak siswa mengingat-ingat tentang sumber daya alam yang ada di sekitar sekolah, serta kejadian-kejadian yang berhubungan dengan materi yang akan dipelajari. Siswa dan guru bertanya jawab seputar materi secara kontekstual. e. Motivasi Siswa diberi tahu manfaat dari belajar sumber daya alam yang ada di berbagai daerah. f. Orientasi Guru mengatakan bahwa hari ini akan belajar tentang sumber daya alam. 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 1. Siswa dibagi dalam 5 kelompok asal, setiap kelompok terdiri Pertemuan I dari 6-7 anak. (50 menit) A1 B1 C1 D1 E1 F1 A2 B2 C2 D2 E2 F2 A3 B3 C3 D3 E3 F3 A4 B4 C4 D4 E4 F4 A5 B5 C5 D5 E5 F5 2. Siswa diberi lembar kerja siswa yang dikerjakan bersama kelompok asal. Materi yang dipelajari tentang : a. macam – macam sumber daya alam berdasarkan kemampuannya b. macam – macam sumber daya alam berdasarkan sumbernya c. bahan galian d. hasil pertanian e. manfaat hasil pertanian, perkebunan, dan hutan f. manfaat hasil peternakan, hasil laut serta perikanan, dan hasil tambang 3. Siswa diminta melakukan studi pustaka tentang materi tersebut. b. Elaborasi 1. Setiap siswa mendapat sub – sub materi yang berbeda – beda pada setiap anggota kelompoknya. 2. Siswa diminta untuk berkelompok dengan teman yang memiliki sub materi yang sama ( kelompok ahli ). A1 A2 A3 A4 A5 D1 D2 D3 D4 D5 B1 B2 B3 B4 B5 E1 E2 E3 E4 E5 C1 C2 C3 C4 C5 F1 F2 F3 F4 F5 3. Siswa diminta untuk berdiskusi dengan kelompok ahli.

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 4. Siswa diminta untuk kembali kepada kelompok asal. 5. Siswa saling mensyeringkan sub – sub materi yang didapat tentang sumber daya alam. c. Konfirmasi 1. Siswa dan guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum dimengerti. 2. Siswa dan guru secara bersama-sama meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan terhadap materi. ( bisa dilakukan dengan membuat ringkasan materi yang sederhana). 3. Kegiatan Akhir 1. Siswa mengerjakan soal evaluasi pembelajaran. 2. Salam penutup 3. Doa penutup H. Penilaian : 1. Kognitif Jenis : tes Teknik : tertulis Instrumen : soal dan kunci jawaban (terlampir) 2. Afektif Jenis : non tes Teknik : observasi Instrumen : skala sikap dan rubrik penilaian (terlampir) 3. Psikomotor Jenis : non tes Teknik : kinerja Instrumen : tugas dan rubrik penilaian (terlampir) Pertemuan I (10 menit)

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 I. Sumber Belajar dan Media Pembelajaran : 1. Sumber : a. Sarwiyanto., dkk. (2009). Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial IPS KElas 4 SD. Yogyakarta: Penerbit Kanisius, halaman 135 – 149. b. Umar, A., dkk. (2007). IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: enerbit Erlangga, halaman 118 – 128. c. Umar, A., dkk. (2013). IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas IV Mengacu pada Kurikulum 2013. Jakarta: Penerbit Erlangga, halaman 83 – 111. d. Utami, T. D., dkk. (2009). Ilmu Pengetahuan Sosial untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: Penerbit Erlangga, halaman 69 – 82. 2. Media Pembelajaran : a. Lembar kerja siswa b. Gambar sumber daya alam yang ada di berbagai daerah. Yogyakarta, 16 Januari 2014 Mengetahui, Guru kelas IV Peneliti Eni Mulyati, S.Pd Christina Inggriani NIP. 19590130 197912 2 001 NIM. 101134149 Mengesahkan, Kepala Sekolah Drs. Sukawit, M. A NIP. 19640722 198601 1 003

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 Nama : No. Absen : Kelas : LEMBAR KERJA SISWA Satuan Pendidikan : SD N Tegalrejo 2 Yogyakarta Kelas/ Semester : IV / 2 Mata Pelajaran Terkait : Ilmu Pengetahuan Sosial Alokasi Waktu : 2 x 35 (2 JP) A. Tujuan Pembelajaran 1. Kognitif 1. Siswa dapat menjelaskan minimal satu sumber daya alam yang ada di berbagai daerah melalui diskusi kelompok 2. Siswa dapat menyebutkan minimal dua persebaran sumber daya alam melalui diskusi kelompok 3. Siswa dapat menjelaskan minimal tiga manfaat dari sumber daya alam melalui diskusi kelompok 2. Afektif 1. Siswa mampu bersikap teliti dalam menyelesaikan tugas yang diberikan minimal mau membaca soal melalui diskusi kelompok 2. Siswa mampu tepat waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan minimal menyelesaikan tugas sebelum waktu habis melalui diskusi kelompok 3. Psikomotor 1. Siswa dapat menempel minimal dua gambar persebaran sumber daya alam melalui diskusi kelompok B. Petunjuk 1. Tulislah nama, nomor, serta kelas kalian di kolom yang sudah disediakan! 2. Bergabunglah bersama kelompok asal. C. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan 1 1. Buatlah kelompok yang terdiri dari 6 – 7 siswa. 2. Pilihlah salah satu anggota kelompokmu sebagai ketua.

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 3. Bacalah selama ± 10 menit materi yang sudah kalian dapatkan. INGAT ! hanya materi ahlimu saja. a. Ketua kelompok silahkan membagi materi materi yang harus dibaca oleh teman dalam kelomok asal b. Setiap siswa membaca materi yang telah diberi kode warna. Setelah membaca kamu bisa menggaris bawahi bagian yang penting untuk kamu diskusikan bersama kelompok ahli. Ingat, kalian juga harus memahami materi yang kalian baca! A. Sumber Daya Alam dan Persebarannya Sumber daya alam adalah segala sesuatu dari alam yang memiliki manfaat bagi manusia. Sumber daya alam berdasarkan kemampuannya untuk diperbaharui dapat dibedakan menjadi dua yaitu sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Sedangkan berdasarkan sumbernya, dapat dibedakan menjadi sumber daya alam hayati dan sumber daya alam nonhayati. 1. Macam – Macam Sumber Daya Alam a. Berdasarkan Kemampuannya 1) Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbaharui Sumber daya alam yang dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang dapat kita hasilkan kembali setelah kita menggunakannya. Sumber daya alam ini tidak akan habis jika kita dapat dengan baik dalam mengelolanya. Contohnya: hasil pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, tanah, air, hewan, tumbuhan. 2) Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbaharui Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang tidak dapat kita buat atau produksi kembali setelah habis dimanfaatkan. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui jumlahnya sangat terbatas. Contohnya : minyak bumi, gas alam, dan barang – barang tambang lainnya. Jika kita mengambil minyak bumi disuatu tempat hingga habis, kita harus mencari sumber minyak bumi yang lainnya. Hal itu karena minyak bumi terbentuk di alam dalam waktu yang sangat lama. Oleh karena itu kita harus mengelolanya dengan baik dan memanfaatkannya dengan sebaik – baiknya.

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 b. Berdasarkan sumbernya 1) Sumber Daya Alam Hayati Sumber daya alam hayati adalah sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup. Contohnya hutan dan hasil pertanian. 2) Sumber Daya Alam Nonhayati Sumber daya alam nonhayati adalah sumber daya alam yang berasal dari benda mati. Contohnya air, bahan galian, tanah. 2. Persebaran Sumber Daya Alam Sumber daya alam yang kita miliki tersebar diseluruh pelosok tanah air. Persebaran sumber daya alam tersebut tidak merata. Jumlah maupun jenisnya tidak tersebar secara merata disetiap daerah. Ada daerah yang memiliki sumber daya alam yang berlimpah ruah, namun juga ada daerah yang memiliki sumber daya alam hanya sedikit. Negara kita terkenal sebagai penghasil barang – barang galian. Minyak bumi, gas alam, tembaga, dan emas merupakan sebagian dari hasil sumber daya alam kita. Setelah diolah, barang – barang tambang tersebut dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan. Selain itu negara kita juga memiliki kekayaan hasil bumi dan hasil laut pula, seperti sayur – sayuran, peternakan, ikan, dll. a. Bahan Galian Pada dasarnya bahan galian terbagi menjadi dua, yaitu bahan galian logam dan bukan logam. Contoh bahan galian logam adalah tembaga, timah, bauksit, bijih besi, emas, perak, mangan, nikel. Sedangkan contoh bahan galian bukan logam adalah batu bara, belerang, intan, marmer. Berikut persebaran beberapa barang tambang ditanah air! 1) Tembaga Tembaga adalah galian yang mudah dikenali karena berwarna merah kekuningan, lunak, dan sangat mudah ditempa. Tambang tembaga di Indonesia

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 terdapat di Kompara, Tembagaputra (Irian), Tirtamaya (Jawa Tengah), dan Batu Hijau (Nusa Tenggara Barat). 2) Emas dan Perak Emas dan Perak merupaka logam yang sangat bernilai. Oleh karena itu, kedua logam ini disebut logam mulia. Tambang perak dan emas di Indonesia terletak di daerah Tembagapura (Irian Jaya), Meulaboh (Daerah Istimewa Aceh). 3) Minyak bumi Minyak bumi sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari – hari. Minyak bumi berasal dari sisa hewan yang mati dan terpendam dalam tanah berjuta – juta tahun lamanya. Penambangan minyak bumi salah satunya terdapat di Lhokseumawe ( Aceh ). 4) Batu Bara Ciri khas bahan galian ini adalah warnanya yang cokelat kehitaman. Batu bara berasal dari sisa tumbuhan yang mati dan terpendam dalam tanah berjuta – juta tahun lamanya. Tambang batu bara di Indonesia terdapat di Pulau Laut (Kalimantan Selatan), Umbilin dean Sawah Lunto (Sumatra Barat). 5) Intan Barang tambang ini sangatlah mahal harganya. Intan merupakan batuan paling keras. Intan yang sudah dipotong dan diasah dikenal dengan nama berlian. Tempat penambangan intan terdapat di daerah Martapura ( Kalimantan Selatan ). 6) Marmer Marmer pada awalnya berasal dari batu kapur, namun karena pengaruh suhu dan tekanan maka terjadilah perubahan warna dan bentuk. Tambang marmer di Indonesia terletak di daerah Wajak, Tulung Agung (Jawa Timur), dan Lampung PETA PERSEBARAN BARANG GALIAN

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 b. Persebaran Hasil Bumi Indonesia merupakan negara agraris dengan beragam hasil pertanian di seluruh Indonesia. Hasil pertanian terdiri atas hasil pertanian yang berasal dari tumbuhan dan pertanian yang berasal dari ikan dan hewan. 1) Hasil Bumi Pertanian yang Berasal dari Tumbuhan Contoh hasil pertanian yang berasal dari tumbuh – tumbuhan antara lain padi, jagung, kacang, kedelai, dan sayur – mayur. Contoh persebarannya di Indonesia. a) Padi Padi merupakan hasil pertanian yang sangat vital. Padi merupakan makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia. Padi banyak terdapat di daerah Pulau Jawa. Padi termasuk kedalam pertanian basah karena membutuhkan air ketika menanmnya. b) Kelapa sawit Kelapa sawit banyak terdapat didaerah Sumatra dan Kalimantan. c) Kopi Kopi banyak terdapat didaerah Sumatra. 2) Hasil Bumi Pertanian yang Berasal dari Hewan Contoh hasil pertanian yang berasal dari hewan ternak dan ikan. Perikanan di Indonesia banyak terdapat di Laut utara Jawa, barat Sumatra, dan diantara Pulau Kalimantan dan Sulawesi.

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 B. Manfaat Sumber Daya Alam Kekayaan alam yang kita miliki, baik yang dapat diperbaharui maupun yang tidak dapat diperbaharui sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Kekayaan alam yang terdapat di bumi Indonesia harus dapat dimanfaatkan sebaik – baiknya untuk kepentingan masyarakat Indonesia. 1. Pemanfaatan Sumber Daya Alam Tuhan menganugerahi negeri kita sumber daya alam yang melimpah dan beragam. Akan tetapi sumber daya alam tidak akan kita rasakan hasilnya jika kita tidak bekerja keras dan kreatif mengolahnya. Oleh karena itu kita harus mengolah dan memanfaatkannya dengan bijak. Kita tidak boleh menggunakannya secara berlebihan. Manfaat sumber daya alam bagi masyarakat ada yang dapat dirasakan langsung dan tidak langsung. Manfaat yang dirasakan secara langsung seperti hasil pertanian dan perkebunan yang dapat dikonsumsi masyarakat. Manfaat yang dirasakan tidak langsung seperti hasil pertambangan yang harus diolah terlebih dahulu sebelum dapat digunakan. Sumber daya alam yang kita miliki menghasilkan hasil pertanian, perkebunan, perikanan, hutan, dan hasil tambang. Sumber daya alam tersebut akan bermanfaat jika kita dapat mengolahnya dengan baik. Setiap sumber daya alam yang kita miliki mempunyai manfaat sebagai berikut. a. Hasil Pertanian Hasil Pertanian Jagung Kacang kedelai Manfaat Makanan pokok dan makanan ternak Bahan baku tahu, tempe, kecap b. Hasil Perkebunan Hasil Perkebunan Tebu Rosela (serat) Manfaat Bahan baku gula pasir Bahan karung goni c. Hasil Hutan Hasil Hutan Rotan Madu Manfaat Bahan baku mebel Obat – obatan

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 d. Hasil Peternakan Hasil Peternakan Daging ayam, telur Ulat sutra Manfaat Sumber protein hewani Bahan baku kain sutra e. Hasil Laut dan Perikanan Hasil Laut dan Perikanan Ikan Rumput laut Manfaat Sumber protein hewani Obat dan bahan makanan f. Hasil Tambang Hasil Tambang Minyak bumi Gas alam Manfaat Bahan bakar kendaraan, kompor minyak Bahan bakar kompor gas Kegiatan 2 (Diskusi dalam kelompok ahli) 1. Bergabunglah dengan kelompok ahli, kelompok ahli adalah kelompok yang memiliki materi yang sama! 2. Diskusikan materi yang sudah kalian baca dengan kelompok baru (kelompok ahli)! 3. Sampaikan pendapat kalian satu persatu, setiap kelompok menyampaikan pendapatnya! Kegiatan 3 (Diskusi dalam kelompok asal) 1. Kembalilah kepada kelompok asalmu! 2. Bagikan informasi yang kalian didapat dari kelompok ahli kepada teman-teman di kelompok asal! BUATLAH TEMANMU PANDAI SEPERTI KAMU

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 Kerjakan soal ini di dalam kelompok asal setelah kalian berdiskusi! 1. Tempelkan gambar – gambar yang ada pada kolom yang telah disediakan ! Sumber daya alam yang dapat Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui diperbaharui Sumber daya alam hayati Sumber daya alam non hayati

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 2. Isilah tabel dibawah ini ! No. Nama Barang Tambang Daerah Persebaran 3. a. Hasil Pertanian Hasil Pertanian Jagung Kacang kedelai b. Hasil Perkebunan Hasil Perkebunan Tebu Rosela (serat) c. Hasil Hutan Hasil Hutan Rotan Madu d. Hasil Peternakan Hasil Peternakan Daging ayam, telur Ulat sutra Manfaat Manfaat Manfaat Manfaat Keterangan

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 e. Hasil Laut dan Perikanan Hasil Laut dan Perikanan Ikan Rumput laut f. Hasil Tambang Hasil Tambang Minyak bumi Gas alam Manfaat Manfaat

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 Nama : No. Absen : Kelas : LEMBAR EVALUASI Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda (x) pada A, B, C, atau D! 1. Sumber daya hayati adalah sumber daya yang berasal dari ... a. Makhluk hidup b. Benda mati c. Tanah d. Bumi d. Susu 6. Manfaat tebu adalah .... a. Bahan baku gula jawa b. Bahan baku gula pasir c. Bahan baku gula aren d. Bahan baku gula batu 2. Contoh sumber daya alam yang dapat diperbaharui adalah ... a. Minyak bumi b. Batu bara c. Gas alam d. Tanah 7. Padi banyak terdapat di Pulau ... a. Kalimantan b. Sumatra c. Jawa d. Bali 3. Contoh sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah ... a. Tumbuhan b. Tanah c. Intan d. Air 8. Penambangan emas dan perak banyak terdapat di .... a. Irian Jaya b. Maluku c. Jawa d. Bali 4. Tambang batu bara di Sumatra Barat terdapat di ... a. Sawah Lunto dan Pulau Laut b. Pulau Laut dan Bukit Asam c. Umbilin dan Sawah Lunto d. Bukit Asam dan Umbilin 9. Tahu dan tempe terbuat dari ... a. Kacang tanah b. Kacang polong c. Kacang kedelai d. Kacang panjang 5. Sumber daya alam yang tidak dihasilkan dari usaha peternakan adalah ... a. Minyak b. Daging c. Telur 10. Tanaman kopi banyak terdapat di ..... a. Irian Jaya b. Sumatra c. Jawa d. Bali

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 KUNCI JAWABAN : 1. A 2. D 3. C 4. C 5. A 6. B 7. C 8. A 9. C 10. B

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 LEMBAR PENILAIAN Penilaian Kognitif Benar = 1 Salah = 0 NA  Jumlah skor yang didapat x 10 Jumlah skor maksimum Rubrik Penilaian Afektif 1. Teliti  1 : jawaban banyak yang tidak tepat  2 : beberapa jawaban kurang tepat  3 : sebagaian besar jawaban tepat Rubrik Penilaian Ketelitian No Nama Siswa Skor aspek I 1 2 Skor individual total Skor rata-rata kelompok 3 2. Ketepatan waktu  1 : selesai mengerjakan dan mengumpul soal lebih dari waktu yang ditentukan  2 : selesai mengerjakan dan mengumpul soal tepat pada waktu yang telah ditentukan

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 Rubrik Penilaian Ketepatan waktu No Nama Siswa Skor aspek I 1 Skor individual total Skor rata-rata kelompok 2 Skor akhir individu = jumlah skor total dari semua aspek Skor akhir rata-rata kelompok = Rubrik Penilaian Psikomotor Indikator : Menempel gambar – gambar sumber daya alam. No Nama Siswa Kerapian tempelan Aspek yang dinilai Ketepatan Ketepatan tempelan waktu Skor

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 Keterangan : Kerapian tempelan  1 : terdapat beberapa bagian tempelan yang kurang rapi  2 : semua bangian yang ditempel tersusun secara rapi Ketepatan menempel  1 : terdapat beberapa bagian tempelan yang kurang tepat pada bagiannya  2 : semua tempelan gambar tersusun dengan tepat Ketepatan waktu  1 : mengumpulkan lebih pada waktu yang telah ditentukan  2 : mengumpulkan tepat pada waktu yang telah ditentukan No Nama Siswa Skor aspek I 1 NA  2 3 Jumlah skor yang didapat x 10 Jumlah skor maksimum Skor individual total Skor rata-rata kelompok

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELOMPOK EKSPERIMEN Satuan Tingkat Pendidikan : SD N Tegalrejo 2 Yogyakarta Mata Pelajaran : IPS Kelas/Semester : IV (empat)/ 2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi B. Kompetensi Dasar 2.1 Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya C. Indikator 1. Kognitif a. Menjelaskan kegiatan ekonomi yang terjadi di lingkungan b. Menjelaskan pengaruh keadaan alam terhadap kegiatan ekonomi 2. Afektif a. Teliti dalam menyelesaikan tugas yang diberikan b. Tepat waktu dalam menyelesaikan tugas yangdiberikan 3. Psikomotor a. Menyusun puzzle tentang kegiatan ekonomi D. Tujuan Pembelajaran (TP): 1. Kognitif a. Siswa dapat menjelaskan minimal dua pengaruh keadaan alam terhadap kegiatan ekonomi melalui diskusi kelompok

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 b. Siswa dapat menjelaskan minimal satu kegiatan ekonomi yang terjadi di lingkungan melalui diskusi kelompok 2. Afektif a. Siswa mampu besikap teliti dalam menyelesaikan tugas yang diberikan minimal mau membaca soal melalui diskusi kelompok b. Siswa mampu tepat waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan minimal menyelesaikan tugas sebelum waktu habis melalui diskusi kelompok 3. Psikomotor a. Siswa dapat puzzle dengan tepat melalui diskusi kelompok E. Materi Pembelajaran 1. Hubungan sumber daya alam dengan kegiatan ekonomi F. Model dan Metode Pembelajaran : 1. Model Pembelajaran : pembelajaran kooperatif. 2. Metode Pembelajaran : jigsaw I 3. Teknik Pembelajaran :diskusi, penugasan dan tanya jawab G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Keterangan 1. Kegiatan Awal a. Salam Pembuka Pertemuan II b. Doa Pembukaan (10 menit) c. Absensi d. Apersepsi Persiapan pembelajaran dilakukan dengan mengajak siswa mengingat-ingat tentang kegiatan ekonomi yang ada di sekitar sekolah, serta kejadian-kejadian yang berhubungan dengan materi yang akan dipelajari. Siswa dan guru bertanya jawab seputar materi secara kontekstual. e. Motivasi

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 Siswa diberi tahu manfaat dari belajar hubungan sumber daya alam dengan kegiatan ekonomi. f. Orientasi Guru mengatakan bahwa hari ini akan belajar tentang hubungan sumber daya alam dengan kegiatan ekonomi. 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi 1. Siswa dibagi dalam 5 kelompok asal, setiap kelompok terdiri Pertemuan II dari 6-7 anak. (50 menit) A1 B1 C1 D1 E1 F1 A2 B2 C2 D2 E2 F2 A3 B3 C3 D3 E3 F3 A4 B4 C4 D4 E4 F4 A5 B5 C5 D5 E5 F5 2. Siswa diberi lembar kerja siswa yang dikerjakan bersama kelompok asal. Materi yang dipelajari tentang (kegiatan ekonomi, dataran tinggi, dataran rendah, pantai, laut, sungai) 3. Siswa diminta untuk melakukan studi pustaka tentang materi tersebut. b. Elaborasi a. Setiap siswa dibagi sub – sub materi yang berbeda – beda pada setiap anggotanya. b. Siswa diminta untuk berkelompok dengan teman yang memiliki sub materi yang sama ( kelompok ahli ). A1 A2 A3 A4 A5 B1 B2 B3 B4 B5 C1 C2 C3 C4 C5 D1 D2 D3 D4 D5 E1 E2 E3 E4 E5 F1 F2 F3 F4 F5 c. Siswa diminta untuk berdiskusi dengan kelompok ahli. d. Siswa diminta untuk kembali kepada kelompok asal. e. Siswa saling mensyeringkan sub – sub materi yang didapat tentang kegiatan ekonomi.

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 c. Konfirmasi 1. Siswa dan guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum dimengerti 2. Siswa dan guru secara bersama-sama meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan terhadap materi. (bisa dilakukan dengan membuat ringkasan materi yang sederhana). 3. Kegiatan Akhir a. Siswa mengerjakan soal evaluasi pembelajaran. Pertemuan II b. Salam penutup (10 menit) c. Doa penutup H. Penilaian : 1. Kognitif Jenis : tes Teknik : tertulis Instrumen : soal dan kunci jawaban (terlampir) 2. Afektif Jenis : non tes Teknik : observasi Instrumen : skala sikap dan rubrik penilaian (terlampir) 3. Psikomotor Jenis : non tes Teknik : kinerja Instrumen : tugas dan rubrik penilaian (terlampir) I. Sumber Belajar dan Media Pembelajaran : a. Sumber : 1. Sarwiyanto., dkk. (2009). Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial IPS KElas 4 SD. Yogyakarta: Penerbit Kanisius, halaman 135 – 149. 2. Umar, A., dkk. (2007). IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: Penerbit Erlangga, halaman 118 – 128.

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 3. Umar, A., dkk. (2013). IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas IV Mengacu pada Kurikulum 2013. Jakarta: Penerbit Erlangga, halaman 83 – 111. 4. Utami, T. D., dkk. (2009). Ilmu Pengetahuan Sosial untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: Penerbit Erlangga, halaman 69 – 82. b. Media Pembelajaran : 1. Lembar kerja siswa 2. Gambar kegiatan ekonomi, sumber daya alam 3. Puzzle kegiatan ekonomi, sumber daya alam Yogyakarta, 22 Januari 2014 Mengetahui, Guru kelas IV Peneliti Eni Mulyati, S.Pd Christina Inggriani NIP. 195901301979122001 NIM. 101134149 Mengesahkan, Kepala Sekolah Drs. Sukawit, M. A NIP. 196407221986011003

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 Nama : No. Absen : Kelas : Lembar Kerja Siswa (LKS) Satuan Pendidikan : SD N Tegalrejo 2 Yogyakarta Kelas/ Semester : IV / 2 Mata Pelajaran Terkait : Ilmu Pengetahuan Sosial Alokasi Waktu : 2 x 35 (2 JP) D. Tujuan Pembelajaran 1. Kognitif a. Siswa dapat menjelaskan minimal dua pengaruh keadaan alam terhadap kegiatan ekonomi melalui diskusi kelompok b. Siswa dapat menjelaskan minimal satu kegiatan ekonomi yang terjadi di lingkungan melalui diskusi kelompok 2. Afektif a. Teliti dalam menyelesaikan tugas yang diberikan b. Tepat waktu dalam menyelesaikan tugas yangdiberikan 3. Psikomotor a. Menyusun puzzle tentang kegiatan ekonomi E. Petunjuk 1. Tulislah nama, nomor, serta kelas kalian di kolom yang sudah disediakan! 2. Bergabunglah bersama kelompok asal. F. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan 1 4. Buatlah kelompok yang terdiri dari 6 – 7 siswa. 5. Pilihlah salah satu anggota kelompokmu sebagai ketua. 6. Bacalah selama ± 10 menit materi yang sudah kalian dapatkan. INGAT ! hanya materi ahlimu saja.

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 a. Ketua kelompok silahkan membagi materi materi yang harus dibaca oleh teman dalam kelomok asal b. Setiap siswa membaca materi yang telah diberi kode warna. Setelah membaca kamu bisa menggaris bawahi bagian yang penting untuk kamu diskusikan bersama kelompok ahli. Ingat, kalian juga harus memahami materi yang kalian baca! MATERI PERTEMUAN KEDUA KEGIATAN EKONOMI 1. A. Pengertian Kegiatan Ekonomi Kegiatan ekonomi meliputi kegiatan menghasilkan, menyalurkan, dan memakai suatu barang. 1. Kegiatan Menghasilkan Barang (produksi) Proses pembuatan suatu barang disebuat kegiatan produksi. Orang atau perusahaan yang membuat disebut produsen. 2. Kegiatan Menyalurkan Barang (distribusi) Kegiatan menyalurkan barang – barang produksi dari produsen kepada konsumen disebut kegiatan distribusi. Orang atau perusahaan yang menyalurkan disebut distributor. 3. Kegiatan Memakai Barang (konsumsi) Kegiatan memakai barang – barang disebut kegiatan konsumsi. Orang yang memakai disebut konsumen. B. Hubungan Sumber Daya Alam dengan Kegiatan Ekonomi 1. Pengaruh Keadaan Alam Terhadap Kegiatan Ekonomi Sumber daya alam dapat mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat. Jika daerah itu subur, maka muncul kegiatan pertanian. Jika daerah tersebut tandus maka cocok dipakai untuk kegiatan industri. Jika daerah memiliki banyak kandungan mineral dalam tanahnya, maka dapat digunakan untuk pertambangan.

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 2. a. Dataran Tinggi Dataran tinggi merupakan wilayah datar yang memiliki ketinggian lebih dari 400 meter diatas permukaan air laut. Sebagian besar masyarakat dataran tinggi bekerja sebagai di bidang pertanian dan perkebunan. Daerah dataran tinggi baik untuk menanam petai, jengkol, durian, kakao, manggis, asam, pisang, kopi, kentang, dll. Selain itu juga cocok untk tanaman perkebunan seperti teh, kopi, cengkih, tembakau, karet, kelapa sawit, cokelat. Usaha perkebunan dapat dilakukan oleh perorangan dan dapat juga dilakukan oleh pemerintah. Usaha perkebunan yang dilakukan oleh pemerintah dikelola oleh PT Perkebunan dan dengan lahan yang cukup luas. Usaha perkebunan yang dilakukan oleh perorangan atau masyarakat umumnya dilakukan di lahan yang tidak terlalu luas dan hasilnya dikonsumsi sendiri. 3. b. Dataran Rendah Dataran rendah adalah daratan yang datar dengan ketinggian antara 0 – 200 meter diatas permukaan laut. Seperti dataran tinggi, dataran rendah juga dapat dimanfaatkan untuk pertanian. Tumbuhan yang ditanam di daerah dataran rendah antara lain cabai, tomat, terung, bayam, kangkung, jagung, melon, dll. Selain dapat digunakan sebagai pertanian, dataran rendah juga dapat digunakan sebagai industri. Kegiatan industri dapat dilakukan di rumah atau pabrik. Kegiatan industri yang dilakukan di rumah disebut industri rumah tangga. Industri rumah tangga biasanya menggunakan peralatan sederhana. Contoh industri rumah tangga misalnya, anyaman bambu, anyaman rotan, batik, mebel, konveksi. Industri yang dilakukan di pabrik biasanya menggunakan mesin modern. Selain itu, industri di pabrik juga biasanya menghasilkan barang dengan jumlah yang banyak. Contoh industri pabrik adalah industri semen, industri kendaraan bermotor, industri elektronik, dll.

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 4. c. Pantai Pantai dapat digunakan sebagai tempat berwisata, selain itu di daerah pesisir pantai dapat dibangun pertokoan maupun hotel. Banyak jasa yang dapat ditawarkan di pantai, seperti layanan transportasi, penyewaan perlengkapan pantai, jasa penyedia hidangan laut, dll. Sebagai tempat rekreasi, pesisi juga dapat digunakan sebagai tempat pertunjukan dan tempat festival. Misalnya pertunjukan kembang api, festival layang – layang. 5. d. Sungai Sungai adalah salah satu kenampakan alam yang sangat penting. Bagi sebagian orang sungai hanya dipergunakan sumber air untuk kehidupan sehari – hari. Akan tetapi sungai memiliki fungsi yang jauh lebih penting. Sungai dapat berfungsi sebagai sumber pengairan untuk pertanian. Sungai yang dibendung dapat dialirkan ke sawah – sawah sehingga menjadi sarana irigasi. Selain itu sungai juga berfungsi sebagai jalur transportasi dan angkutan bagi masyarakat. Sungai juga dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pasar terapung. 6. e. Laut Salah satu potensi laut adalah perikanan. Potensi perikanan di Indonesia sangat besar namun belum semua tergali. Kita bisa memanfaatkan hasil laut seperti mutiara, ikan kerapu, kepiting, udang, dll. Sayangnya, pemanfaatan hasil laut belum maksimal. Budidaya perikanan kita belum dikelola dengan baik. Ikan hasil tangkapan nelayan juga masih sedikit, padahal potensi perikanan laut sangat besar dalam menambah pendapatan negara.

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 Salah satu penyebab sedikitnya ikan hasil tangkapan nelayan adalah karena mereka masih menggunakan peralatan tradisional untuk menangkap ikan. Oleh karena itu, penggunaan peralatan modern sangat diperlukan agar potensi hasil laut yang kita miliki dapat dimanfaatkan sebesar – besarnya. Di dalam laut juga terdapat tambang, seperti minyak bumi. Usaha pertambangan dimaksudkan untuk mengambil sumber daya alam yang ada di dalam perut bumi. Biasanya, proses pengambilan barang – barang tambang itu menggunakan mesin berat dan modern. Barang tambang seperti tambang, minyak bumi, dan gas bumi merupakan hasil tambang andalan. Kita memiliki banyak usaha pertambangan, misalnya tambang minyak, batubara, bijih besi, dll. Barang – barang tambang disiapkan menjadi bahan baku industri atau sebagai bahan bakar. Kita tidak hanya bisa mengambil potensi laut, namun laut bisa digunakan sebagai objek wisata bahari. Kita bisa menyelam, sehingga menyaksikan keindahan Laut Indonesia. Kegiatan 2 (Diskusi dalam kelompok ahli) 1. Bergabunglah dengan kelompok ahli, kelompok ahli adalah kelompok yang memiliki materi yang sama! 2. Diskusikan materi yang sudah kalian baca dengan kelompok baru (kelompok ahli)! 3. Sampaikan pendapat kalian satu persatu, setiap kelompok menyampaikan pendapatnya! Kegiatan 3 (Diskusi dalam kelompok asal) 3. Kembalilah kepada kelompok asalmu! 4. Bagikan informasi yang kalian didapat dari kelompok ahli kepada teman-teman di kelompok asal BUATLAH TEMANMU PANDAI SEPERTI KAMU

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 Nama anggota kelompok : 1. Susunlah puzzle – puzzle yang telah disediakan! 2. Ceritakan gambar yang ada di puzzle – puzzle tersebut!

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 Nama : No. Absen : Kelas : LEMBAR EVALUASI Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda (x) pada A, B, C, atau D! 1. Kegiatan memakai barang disebut kegiatan ... a. Produksi b. Ekonomi c. Distribusi d. Konsumsi 2. Orang atau perusahaan yang menghasilkan suatu barang disebut ... a. Distributor b. Konsumen c. Ekonomi d. Produsen 3. Kegiatan menyalurkan barang – barang produksi dari produsen kepada konsumen disebut kegiatan ..... a. Produksi b. Ekonomi c. Distribusi d. Konsumsi 4. Menangkap ikan yang aman adalah dengan menggunakan ... a. Bahan peledak b. Listrik c. Pukat d. Jaring 5. Manfaat sungai untuk masyarakat antara lain ... a. Untuk membuang sampah b. Membantu mengairi sawah c. Tempat membangun rumah d. Tempat membuang limbah pabrik 6. Tanaman yang cocok tumbuh di dataran tinggi adalah ... a. Tomat b. Terung c. Kangkung d. Tembakau 7. Usaha perkebunan yang dilakukan oleh pemerintah dikelola oleh ... a. Mentri Perkebunan b. Kantor Perkebunan c. CV Perkebunan d. PT Perkebunan 8. Tanaman yang cocok tumbuh di dataran rendah adalah ... a. Cengkih b. Jagung c. Kopi d. Teh 9. Contoh industri pabrik adalah ... a. Industri alat elektronik b. Industri konveksi c. Industri mebel d. Industri batik 10. Tempat yang cocok digunakan sebagai festival layang – layang adalah ... a. Pantai b. Pegunungan c. Tengah kota d. Gedung bertingkat

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 KUNCI JAWABAN 1. D 2. D 3. C 4. D 5. B 6. C 7. D 8. B 9. A 10. A

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 LEMBAR PENILAIAN Penilaian Kognitif Benar = 1 Salah = 0 Penilaian Akhir kognitif : NA  Jumlah skor yang didapat x 10 Jumlah skor maksimum Rubrik Penilaian Afektif Teliti  1 : jawaban banyak yang tidak tepat  2 : beberapa jawaban kurang tepat  3 : sebagaian besar jawaban tepat Rubrik Penilaian Ketelitian No Nama Siswa Skor aspek I 1 2 Skor individual total Skor rata-rata kelompok 3 Ketepatan waktu  1 : selesai mengerjakan dan mengumpul soal lebih dari waktu yang ditentukan  2 : selesai mengerjakan dan mengumpul soal tepat pada waktu yang telah ditentukan Rubrik Penilaian Ketepatan waktu

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 No Nama Siswa Skor aspek I 1 2 Skor individual total Skor rata-rata kelompok Skor akhir individu = jumlah skor total dari semua aspek Skor akhir rata-rata kelompok = Rubrik Penilaian Psikomotor Indikator : Menyusun puzzle tentang kegiatan ekonomi No 1. Aspek yang dinilai Penilaian 1 2 Menyusun puzzle a. Kerapian dalam menyusun puzzle b. Ketepatan menyusun puzzle c. Ketepatan waktu       Keterangan : Kerapian dalam menyusun puzzle 1 : terdapat beberapa bagian puzzle yang kurang rapi 2 : semua bangian puzzle tersusun secara rapi Ketepatan menyusun puzzle 1 : terdapat beberapa bagian puzzle yang kurang tepat pada bagiannya 2 : semua bangian puzzle tersusun dengan tepat Ketepatan waktu 1 : mengumpulkan lebih pada waktu yang telah ditentukan 2 : mengumpulkan tepat pada waktu yang telah ditentukan Skor

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 No Nama Siswa NA  Skor aspek I 1 2 Skor individual total Jumlah skor yang didapat x 10 Jumlah skor maksimum Skor rata-rata kelompok

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELOMPOK KONTROL Satuan Tingkat Pendidikan : SD N Tegalrejo 2 Yogyakarta Mata Pelajaran : IPS Kelas/Semester : IV (empat) B / 2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi B. Kompetensi Dasar 2.1 Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya C. Indikator 1. Kognitif a. Menjelaskan sumber daya alam yang ada di berbagai daerah b. Menyebutkan daerah penghasil sumber daya alam c. Menjelaskan manfaat sumber daya alam 2. Afektif a. Teliti dalam menyelesaikan tugas yang diberikan b. Tepat waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan 3. Psikomotor a. Menempel gambar – gambar sumber daya alam. D. Tujuan Pembelajaran (TP): 1. Kognitif a. Siswa dapat menjelaskan minimal tiga sumber daya alam yang ada di berbagai daerah melalui diskusi kelompok

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 b. Siswa dapat menyebutkan minimal dua daerah penghasil sumber daya alam melalui diskusi kelompok c. Siswa dapat menjelaskan minimal tiga manfaat dari sumber daya alam melalui diskusi kelompok 2. Afektif a. Siswa mampu besikap teliti dalam menyelesaikan tugas yang diberikan minimal mau membaca soal melalui diskusi kelompok b. Siswa mampu tepat waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan minimal menyelesaikan tugas sebelum waktu habis melalui diskusi kelompok 3. Psikomotor a. Siswa dapat menempel minimal dua gambar sumber daya alam melalui diskusi kelompok E. Materi Pokok Sumber daya alam F. Model dan Metode Pembelajaran : 1. Model Pembelajaran : konvensional 2. Teknik Pembelajaran : diskusi, presentasi, penugasan dan tanya jawab G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Keterangan 1. Kegiatan Awal a. Salam Pembuka Pertemuan I b. Doa Pembukaan (10 menit) c. Absensi d. Apersepsi Persiapan pembelajaran dilakukan dengan mengajak siswa menyebutkan sumber daya alam yang ada di sekitar sekolah,serta kejadian-kejadian yang berhubungan dengan materi yang akan

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 dipelajari. Siswa dan guru bertanya jawab seputar materi secara konekstual. e. Motivasi Siswa diajak melakukan jargon 4B. f. Orientasi Guru mengatakan bahwa hari ini akan belajar tentang sumber daya alam. 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi 1. Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang materi sumber Pertemuan I daya alam. (50 menit) 2. Siswa dibagi dalam 5 kelompok. b. Elaborasi 3. Siswa diminta untuk mengamati peta persebaran sumber daya alam. 4. Siswa melakukan pengamatan tentang sumber daya alam yang berpotensi di bebrapa daerah 5. Siswa diberi lembar kerja siswa yang dikerjakan bersama kelompok. 6. Siswa mengerjakan lembar kerja siswa bersama kelompoknya. 7. Siswa diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok. 8. Kelompok lain menanggapi presentasi yang dilakukan oleh teman. c. Konfirmasi 9. Siswa dan guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum dimengerti. 10. Siswa dan guru secara bersama-sama meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan terhadap materi. (bisa dilakukan dengan membuat ringkasan materi yang sederhana).

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 3. Kegiatan Akhir 1. Siswa mengerjakan soal evaluasi pembelajaran. Pertemuan I 2. Salam penutup (10 menit) 3. Doa penutup H. Penilaian : a. Kognitif Jenis : tes Teknik : tertulis Instrumen : soal dan kunci jawaban (terlampir) b. Afektif Jenis : non tes Teknik : observasi Instrumen : skala sikap dan rubrik penilaian (terlampir) c. Psikomotor Jenis : non tes Teknik : kinerja Instrumen : tugas dan rubrik penilaian (terlampir) I. Sumber Belajar dan Media Pembelajaran : 1. Sumber : a. Sarwiyanto., dkk. (2009). Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial IPS KElas 4 SD. Yogyakarta: Penerbit Kanisius, halaman 135 – 149. b. Umar, A., dkk. (2007). IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: Penerbit Erlangga, halaman 118 – 128. c. Umar, A., dkk. (2013). IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas IV Mengacu pada Kurikulum 2013. Jakarta: Penerbit Erlangga, halaman 83 – 111. d. Utami, T. D., dkk. (2009). Ilmu Pengetahuan Sosial untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: Penerbit Erlangga, halaman 69 – 82.

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 2. Media Pembelajaran : c. Lembar kerja siswa d. Gambar sumber daya alam yang ada di berbagai daerah. e. Kartu sumber daya alam yang ada di berbagai daerah Yogyakarta, 17 Januari 2014 Mengetahui, Guru kelas IV Peneliti Mugi Rahayu, S.Pd Christina Inggriani NIP. 197011252008012005 NIM. 101134149 Mengesahkan, Kepala Sekolah Drs. Sukawit, M. A NIP. 196407221986011003

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 Nama Anggota Kelompok : Lembar Kerja Siswa (LKS) Satuan Pendidikan : SD N Tegalrejo 2 Yogyakarta Kelas/ Semester : IV / 2 Mata Pelajaran Terkait : Ilmu Pengetahuan Sosial Alokasi Waktu : 2 x 35 (2 JP) A. Tujuan Pembelajaran 1. Kognitif a. Siswa dapat menjelaskan minimal tiga sumber daya alam yang ada di berbagai daerah melalui diskusi kelompok b. Siswa dapat menyebutkan minimal dua daerah penghasil sumber daya alam melalui diskusi kelompok c. Siswa dapat menjelaskan minimal tiga manfaat dari sumber daya alam melalui diskusi kelompok 2. Afektif a. Siswa mampu besikap teliti dalam menyelesaikan tugas yang diberikan minimal mau membaca soal melalui diskusi kelompok b. Siswa mampu tepat waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan minimal menyelesaikan tugas sebelum waktu habis melalui diskusi kelompok 3. Psikomotor a. Siswa dapat menempel minimal 2 gambar sumber daya alam melalui diskusi kelompok B. Petunjuk 1. Siswa membuat kelompok yang berjumlah 5-6 orang dalam 1 kelompok 2. Siswa menuliskan nama anggota kelompok 3. Siswa mencari tahu sumber daya alam yang ada di berbagai daerah 4. Siswa mencari tahu persebaran sumber daya alam

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 5. Siswa mencari tahu manfaat sumber daya alam 6. Siswa mengerjakan soal – soal yang ada ! C. Soal a. Tempelkan gambar – gambar yang ada pada kolom yang telah disediakan ! Sumber daya alam yang dapat Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui diperbaharui b. Lengkapilah tabel tentang persebaran sumber daya alam galian dibawah ini! Hasil Tambang Minyak bumi Gas alam Belerang Berasal dari

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 c. Lengkapilah tabel tentang manfaat sumber daya alam dibawah ini! a. Hasil Pertanian Hasil Pertanian Manfaat Padi Jagung Kacang kedelai b. Hasil Perkebunan Hasil Perkebunan Manfaat Kelapa sawit Karet Tebu c. Hasil Peternakan Hasil Peternakan Manfaat Daging sapi, daging ayam Ulat sutra Lebah d. Hasil Laut dan Perikanan Hasil Laut dan Perikanan Manfaat Ikan Rumput laut Terumbu karang e. Hasil Hutan Hasil Huatn Kayu Rotan Madu Manfaat

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 Nama : Kelas : No. Absen : LEMBAR EVALUASI Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Sumber daya hayati adalah 6. Manfaat tebu adalah .... sumber daya yang berasal dari a. Bahan baku gula jawa ... b. Bahan baku gula pasir a. Makhluk hidup c. Bahan baku gula aren b. Benda mati d. Bahan baku gula batu c. Tanah 7. Padi banyak terdapat di Pulau d. Bumi ... 2. Contoh sumber daya alam a. Kalimantan yang dapat diperbaharui adalah b. Sumatra ... c. Jawa a. Minyak bumi d. Bali b. Batu bara 8. Penambangan emas dan perak c. Gas alam banyak terdapat di .... d. Tanah a. Irian Jaya 3. Contoh sumber daya alam b. Maluku yang tidak dapat diperbaharui c. Jawa adalah ... d. Bali a. Tumbuhan 9. Tahu dan tempe terbuat dari ... b. Tanah a. Kacang tanah c. Intan b. Kacang polong d. Air c. Kacang kedelai 4. Tambang batu bara di Sumatra d. Kacang panjang Barat terdapat di ... 10. Tanaman kopi banyak terdapat a. Sawah Lunto dan Pulau di ..... Laut a. Irian Jaya b. Pulau Laut dan Bukit b. Sumatra Asam c. Jawa c. Umbilin dan Sawah Lunto d. Bali d. Bukit Asam dan Umbilin 5. Sumber daya alam yang tidak dihasilkan dari usaha peternakan adalah ... a. Minyak b. Daging c. Telur d. Susu

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 KUNCI JAWABAN : 1. A 2. D 3. C 4. C 5. A 6. B 7. C 8. A 9. C 10. B

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 LEMBAR PENILAIAN Penilaian Kognitif Benar = 1 Salah = 0 Penilaian Akhir kognitif : NA  Jumlah skor yang didapat x 10 Jumlah skor maksimum Penilaian Afektif Teliti  1 : jawaban banyak yang tidak tepat  2 : beberapa jawaban kurang tepat  3 : sebagaian besar jawaban tepat Rubrik Penilaian Ketelitian No Nama Siswa Skor aspek I 1 2 3 Skor individual total Skor rata-rata kelompok

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 Ketepatan waktu  1 : selesai mengerjakan dan mengumpul soal lebih dari waktu yang ditentukan  2 : selesai mengerjakan dan mengumpul soal tepat pada waktu yang telah ditentukan Rubrik Penilaian Ketepatan waktu No Nama Siswa Skor aspek I 1 2 Skor individual total Skor rata-rata kelompok 3 Skor akhir individu = jumlah skor total dari semua aspek Skor akhir rata-rata kelompok = Rubrik Penilaian Psikomotor Indikator : Menempel gambar – gambar sumber daya alam. No Nama Siswa Kerapian tempelan Aspek yang dinilai Ketepatan tempelan Ketepatan waktu Skor

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144 Keterangan : Kerapian tempelan  1 : terdapat beberapa bagian tempelan yang kurang rapi  2 : semua bangian yang ditempel tersusun secara rapi Ketepatan menempel  1 : terdapat beberapa bagian tempelan yang kurang tepat pada bagiannya  2 : semua tempelan gambar tersusun dengan tepat Ketepatan waktu  1 : mengumpulkan lebih pada waktu yang telah ditentukan  2 : mengumpulkan tepat pada waktu yang telah ditentukan No Nama Siswa Skor aspek I 1 NA  2 Skor individual total 3 Jumlah skor yang didapat x 10 Jumlah skor maksimum Skor rata-rata kelompok

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELOMPOK KONTROL Satuan Tingkat Pendidikan : SD N Tegalrejo 2 Yogyakarta Mata Pelajaran : IPS Kelas/Semester : IV (empat) B / 2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi B. Kompetensi Dasar 2.1 Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya. C. Indikator 1. Kognitif a. Menjelaskan kegiatan ekonomi yang terjadi di lingkungan b. Menjelaskan pengaruh keadaan alam terhadap kegiatan ekonomi 2. Afektif a. Teliti dalam menyelesaikan tugas yang diberikan b. Tepat waktu dalam menyelesaikan tugas yangdiberikan 3. Psikomotor a. Menyusun puzzle tentang kegiatan ekonomi

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146 D. Tujuan Pembelajaran (TP): 1. Kognitif a. Siswa dapat menjelaskan minimal dua pengaruh keadaan alam terhadap kegiatan ekonomi melalui diskusi kelompok b. Siswa dapat menjelaskan minimal dua kegiatan ekonomi yang terjadi di lingkungan melalui diskusi kelompok 2. Afektif a. Siswa mampu teliti dalam menyelesaikan tugas yang diberikan minimal mau membaca soal melalui diskusi kelompok b. Siswa mampu tepat waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan minimal menyelesaikan tugas sebelum waktu habis melalui diskusi kelompok 3. Psikomotor a. Siswa mampu menyusun puzzle dengan tepat melalui diskusi kelompok E. Materi Pembelajaran Hubungan sumber daya alam dengan kegiatan ekonomi F. Model dan Metode Pembelajaran : 1. Model Pembelajaran : pembelajaran konvensional 2. Teknik Pembelajaran :diskusi, penugasan dan tanya jawab G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Keterangan A. Kegiatan Awal 1. Salam Pembuka 2. Doa Pembukaan 3. Absensi 4. Apersepsi Persiapan pembelajaran dilakukan dengan mengajak siswa mengingat-ingat tentang kegiatan ekonomi yang ada di sekitar sekolah, serta kejadian-kejadian yang berhubungan dengan materi yang akan dipelajari. Siswa dan guru bertanya jawab seputar materi Pertemuan II

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147 secara kontekstual. 5. Motivasi Siswa diajak untuk melakukan jargon 4B. 6. Orientasi Guru mengatakan bahwa hari ini akan belajar tentang kegiatan ekonomi B. Kegiatan Inti a. Eksplorasi 1. Siswa menyimak penjelasan guru tentang pengaruh kondisi alam terhadap kegiatan ekonomi. Dan berbagai mata pencaharian Pertemuan II masyarakat berdasarkan letak geografisnya. Dengan menunjukan (50 menit) gambar ilustrasi mata pencaharian masyarakat sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. 2. Siswa menyimak penjelasan guru, sebagai penguatan guru menunjuk salah satu siswa untuk menunjukan serta menjelaskan kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam melalui tanya jawab b. Elaborasi 3. Siswa dibagi dalam 4 kelompok. 4. Sertiap kelompok dibagikan lembar kerja siswa. 5. Guru membimbing siswa baik secara individu maupun kelompok dalam diskusi kelompok. 6. Beberapa kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok. 7. Kelompok lain mengomentari hasil diskusi kelompok. c. Konfirmasi 8. Siswa dan guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum dimengerti 9. Siswa dan guru secara bersama-sama meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan terhadap materi. (bisa dilakukan dengan membuat ringkasan materi yang sederhana).

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148 C. Kegiatan Akhir 1. Siswa mengerjakan soal evaluasi pembelajaran. Pertemuan II 2. Salam penutup 3. Doa penutup H. Penilaian : 1. Kognitif Jenis : tes Teknik : tertulis Instrumen : soal dan kunci jawaban (terlampir) 2. Afektif Jenis : non tes Teknik : observasi Instrumen : skala sikap dan rubrik penilaian (terlampir) 3. Psikomotor Jenis : non tes Teknik : kinerja Instrumen : tugas dan rubrik penilaian (terlampir) I. Sumber Belajar dan Media Pembelajaran : b. Sumber : a. Sarwiyanto., dkk. (2009). Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial IPS KElas 4 SD. Yogyakarta: Penerbit Kanisius, halaman 135 – 149. b. Umar, A., dkk. (2007). IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: enerbit Erlangga, halaman 118 – 128. c. Umar, A., dkk. (2013). IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas IV Mengacu pada Kurikulum 2013. Jakarta: Penerbit Erlangga, halaman 83 – 111. d. Utami, T. D., dkk. (2009). Ilmu Pengetahuan Sosial untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: Penerbit Erlangga, halaman 69 – 82. c. Media Pembelajaran : a. Lembar kerja siswa b. Gambar kegiatan ekonomi

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149 c. Gambar berbagai sumber daya alam Yogyakarta, 24 Januari 2014 Mengetahui, Guru kelas IV Peneliti Mugi Rahayu, S.Pd Christina Inggriani NIP. 197011252008012005 NIM. 101134149 Mengesahkan, Kepala Sekolah Drs. Sukawit, M. A NIP. 196407221986011003

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150 Nama Anggota Kelompok : Lembar Kerja Siswa (LKS) Satuan Pendidikan : SD N Tegalrejo 2 Yogyakarta Kelas/ Semester : IV / 2 Mata Pelajaran Terkait : Ilmu Pengetahuan Sosial Alokasi Waktu : 2 x 35 (2 JP) A. Tujuan Pembelajaran 1. Kognitif a. Siswa dapat menjelaskan minimal dua pengaruh keadaan alam terhadap kegiatan ekonomi melalui diskusi kelompok b. Siswa dapat menjelaskan minimal dua kegiatan ekonomi yang terjadi di lingkungan melalui diskusi kelompok 2. Afektif a. Siswa mampu teliti dalam menyelesaikan tugas yang diberikan minimal mau membaca soal melalui diskusi kelompok b. Siswa mampu tepat waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan minimal menyelesaikan tugas sebelum waktu habis melalui diskusi kelompok 3. Psikomotor a. Siswa mampu menyusun puzzle dengan tepat melalui diskusi kelompok B. Petunjuk a. Tulislah nama anggota kelompokmu! b. Isilah setiap pertanyaan yang ada dengan rapi!

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151 C. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan 1 1. Siswa membuat kelompok yang berjumlah 6-7 orang dalam 1 kelompok 2. Siswa menuliskan nama anggota kelompok 3. Siswa mencari tahu kegiatan ekonomi yang ada di beerbagai daerah. 4. Siswa mencari tahu hungungan kegiatan ekonomi dengan sumber daya alam diberbagai daerah. Kegiatan 2 1. Susunlah puzzle yang kalian dapatkan didalam kelompok! 2. Ceritakan puzzle yang kalian terima pada kolom yang tersedia!

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152 3. Isilah tabel di bawah ini : Kegiatan ekonomi Dataran rendah Dataran tinggi Pantai Sungai Laut Pertambangan Keterangan

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153 Nama : No. Absen : Kelas : LEMBAR EVALUASI Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda (x) pada A, B, C, atau D! 1. Kegiatan memakai barang disebut kegiatan ... a. Produksi c. Ekonomi d. Distribusi e. Konsumsi 2. Orang atau perusahaan yang menghasilkan suatu barang disebut ... a. Distributor b. Konsumen c. Ekonomi d. Produsen 3. Kegiatan menyalurkan barang – barang produksi dari produsen kepada konsumen disebut kegiatan ..... a. Produksi b. Ekonomi c. Distribusi d. Konsumsi 4. Menangkap ikan yang aman adalah dengan menggunakan ... a. Bahan peledak b. Listrik c. Pukat d. Jaring 5. Manfaat sungai untuk masyarakat antara lain ... a. Untuk membuang sampah b. Membantu mengairi sawah c. Tempat membangun rumah d. Tempat membuang limbah pabrik 6. Tanaman yang cocok tumbuh di dataran tinggi adalah ... a. Tomat b. Terung c. Kangkung d. Tembakau 7. Usaha perkebunan yang dilakukan oleh pemerintah dikelola oleh ... a. Mentri Perkebunan b. Kantor Perkebunan c. CV Perkebunan d. PT Perkebunan 8. Tanaman yang cocok tumbuh di dataran rendah adalah ... a. Cengkih b. Jagung c. Kopi d. Teh 9. Contoh industri pabrik adalah ... a. Industri alat elektronik b. Industri konveksi c. Industri mebel d. Industri batik 10. Tempat yang cocok digunakan sebagai festival layang – layang adalah ... a. Pantai b. Pegunungan c. Tengah kota d. Gedung bertingkat

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154 KUNCI JAWABAN 1. D 2. D 3. C 4. D 5. B 6. C 7. D 8. B 9. A 10. A

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155 LEMBAR PENILAIAN Penilaian Kognitif Benar = 1 Salah = 0 Penilaian Akhir kognitif : NA  Jumlah skor yang didapat x 10 Jumlah skor maksimum Rubrik Penilaian Afektif Teliti  1 : jawaban banyak yang tidak tepat  2 : beberapa jawaban kurang tepat  3 : sebagaian besar jawaban tepat Rubrik Penilaian Ketelitian No Nama Siswa Skor aspek I 1 2 3 Skor individual total Skor rata-rata kelompok

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156 Ketepatan waktu  1 : selesai mengerjakan dan mengumpul soal lebih dari waktu yang ditentukan  2 : selesai mengerjakan dan mengumpul soal tepat pada waktu yang telah ditentukan Rubrik Penilaian Ketepatan waktu No Nama Siswa Skor aspek I 1 2 Skor individual total 3 Skor akhir individu = jumlah skor total dari semua aspek Skor akhir rata-rata kelompok = Skor rata-rata kelompok

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157 Rubrik Penilaian Psikomotor Indikator : Menyusun puzzle tentang kegiatan ekonomi No 1. Aspek yang dinilai Penilaian 1 2 Menyusun puzzle a. Kerapian dalam menyusun puzzle b. Ketepatan menyusun puzzle c. Ketepatan waktu Keterangan : Kerapian dalam menyusun puzzle  1  2 : semua bangian puzzle tersusun secara rapi : terdapat beberapa bagian puzzle yang kurang rapi Ketepatan menyusun puzzle  1 : terdapat beberapa bagian puzzle yang kurang tepat pada bagiannya  2 : semua bangian puzzle tersusun dengan tepat Ketepatan waktu  1 : mengumpulkan lebih pada waktu yang telah ditentukan  2 : mengumpulkan tepat pada waktu yang telah ditentukan NA  Jumlah skor yang didapat x 10 Jumlah skor maksimum Skor

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158 Lampiran 5

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159 Lampiran 6 Berilah tanda (x) pada jawaban yang paling tepat! 1. Terdapat dua macam sumber daya alam menurut sumbernya, yaitu .... a. Sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan sumber daya alam tidak dapat diperbaharui b. Sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan sumber daya alam yang dapat habis c. Sumber daya alam hayati dan sumber daya alam non hayati d. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dan sumber daya alam yang bisa habis 2. Contoh sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah .... a. Tanah b. Air c. Batu bara d. Hewan 3. Sumber daya alam yang dimiliki oleh Indonesia jumlahnya .... a. Terbatas b. Cukup c. Banyak d. Sedikit 4. Tambang perak dan emas di Indonesia terletak di daerah .... a. Jawa Tengah b. Bali c. Irian Jaya d. Jawa Barat 5. Tanaman yang cocok di lahan basah adalah .... a. Padi b. Ketela c. Jagung d. Tebu 6. Penghasil padi terbesar terdapat di Pulau .... a. Kalimantan

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160 b. Jawa c. Sumatra d. Bali 7. Hasil perkebunan kelapa sawit banyak terdapat di daerah .... a. Jawa b. Bali c. Kalimantan d. Irian Jaya 8. Kegiatan memakai barang disebut dengan .... a. Produksi b. Distribusi c. Konsumsi d. Ekonomi 9. Perusahaan atau perseorangan yang menghasilkan suatu barang disebut .... a. Produsen b. Distributor c. Konsumen d. Ekonomi 10. Dalam kegiatan produksi, orang akan menghasilkan barang dan jasa. Berikut ini yang termasuk kegiatan produksi adalah .... a. Membeli sepatu b. Berdagang sayuran c. Membuat tempe d. Mengirim hasil bumi 11. Makan nasi, minum susu, dan memakai sepatu baru termasuk kegiatan ekonomi jenis .... a. Produksi b. Distribusi c. Menghasilkan d. Konsumsi 12. Barang tambang andalan Indonesia adalah .... a. Semen

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161 b. Minyak bumi c. Tembaga d. Biji besi 13. Usaha perkebunan yang dilakukan oleh pemerintah dikelola oleh .... a. PT Perkebunan b. CV Perkebunan c. Kantor Perkebunan d. Mentri Perkebunan 14. Salah satu contoh hasil pertanian adalah .... a. Tembakau b. Teh c. Jagung d. Kopi 15. Dataran tinggi Dieng merupakan dataran yang memiliki ketinggian diatas 400 meter. Hal – hal berikut ini merupakan salah satu pengaruh negatif dataran tinggi Dieng memiliki tinggi diatas 400 meter adalah .... a. Cocok untuk menanam sayur – mayur b. Memiliki udara yang sejuk dan segar c. Sering terjadi longsor d. Cocok untuk tempat pariwisata 16. Pekerjaan yang sering dilakukan oleh masyarakat di dataran tinggi adalah .......... a. Pembuat barang kerajinan dari kerang b. Petani sayur – sayuran c. Nelayan d. Jasa pengacara 17. Di Pulau Kalimantan, sungai berfungsi sebagai .... a. Pengairan untuk pertanian b. Alat transportasi c. Saluran irigasi d. Sumber air 18. Tanaman tembakau cocok ditanam di daerah ....

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162 a. Dataran tinggi b. Dataran rendah c. Daerah pantai d. Daerah rawa 19. Kacang kedelai merupakan bahan pembuat .... a. Saus sambal b. Kecap c. Minyak wijen d. Minyak goreng 20. Serat rosela merupakan bahan baku pembuat .... a. Keset b. Karung goni c. Tikar d. Tirai jendela

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163 Lampiran 7 Nilai Pretest Kelompok Eksperimen x 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 TOTAL NILAI 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 16 80 2 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 13 65 3 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 15 75 4 0 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 12 60 5 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 10 50 6 1 0 0 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 1 9 45 7 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 0 13 65 8 0 1 0 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 11 55 9 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 12 60 10 1 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 6 30 11 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 17 85 12 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 0 14 70 13 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 13 65 14 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 11 55 15 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 12 60 16 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 13 65 17 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 14 70 18 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 15 75 19 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 16 80 20 0 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 14 70 21 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 15 75 22 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 10 55 23 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 8 40 24 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 1 11 55 25 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 13 65 26 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 11 55 27 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 13 65 28 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 16 80 29 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 13 65 30 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0 9 45 31 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 12 60

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164 Nilai Posttest Kelompok Eksperimen x 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 2 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 3 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 4 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 5 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 6 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 7 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 8 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 9 10 11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 12 13 14 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 15 16 17 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 18 19 20 TOTAL NILAI 1 1 1 18 90 1 0 1 14 70 1 1 0 17 85 1 0 1 13 65 0 1 0 12 60 1 0 1 14 70 1 1 1 15 75 1 1 0 17 85 0 1 1 14 70 1 0 1 13 65 1 1 1 19 95 1 1 0 16 80 0 1 1 16 80 1 1 0 15 75 1 0 1 14 70 1 1 1 15 75 1 1 0 16 80 0 1 1 17 85 1 1 1 18 90 1 0 1 19 95 1 1 1 17 85 1 1 0 15 75 0 1 1 13 65 1 1 1 17 85 1 1 1 16 80 1 0 1 15 75 1 1 0 14 70 1 1 1 18 90 1 0 1 15 75 0 1 1 14 70 1 1 0 17 85

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165 Nilai Pretest Kelompok Kontrol x 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 TOTAL NILAI 1 0 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 9 45 2 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 12 60 3 0 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 10 50 4 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 14 70 5 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 13 65 6 0 0 0 1 1 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 8 40 7 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 14 70 8 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 11 55 9 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 13 65 10 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 14 70 11 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 12 60 12 0 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 11 55 13 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 0 1 0 12 60 14 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 13 65 15 1 0 0 0 1 0 0 1 0 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 0 9 45 16 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 14 70 17 1 0 0 1 0 0 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 11 55 18 0 1 1 0 1 1 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 10 50 19 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 13 65 20 0 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 11 55 21 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 12 60 22 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 11 55 23 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 0 14 70 24 0 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 0 1 0 1 11 55 25 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 13 65 26 0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 12 60 27 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 1 0 1 11 55 28 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 13 65 29 0 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 1 0 9 45 30 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 0 1 12 60 31 0 1 0 1 0 1 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 8 40

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166 Nilai Posttest Kelompok Kontrol x 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 TOTAL NILAI 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 1 0 11 55 2 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 15 75 3 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 13 65 4 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 14 70 5 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 14 70 6 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 0 1 11 55 7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 17 85 8 0 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 13 65 9 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 14 70 10 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 16 80 11 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 15 75 12 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 13 65 13 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 15 75 14 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 16 80 15 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 10 50 16 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 17 85 17 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 13 65 18 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 14 70 19 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 15 75 20 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 14 70 21 0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 13 65 22 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 12 60 23 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 15 75 24 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 13 65 25 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 14 70 26 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 15 75 27 0 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 12 60 28 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 16 80 29 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 13 65 30 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 17 85 31 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 11 55

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167 Lampiran 8 Pretest Eksperimen Posttest Eksperimen Statistics Statistics Preeks Posteks Valid 31 N Missing 0 Valid 31 N Missing 0 Mean 62.58 Mean 77.90 Median 65.00 Median 75.00 Mode 65 Mode Minimum 30 Minimum 60 Maximum 85 Maximum 95 70 a a. Multiple modes exist. The smallest value is shown Pretest Kontrol Posttest Kontrol Statistics pretestkontrol Valid Statistics 31 N Missing Postkontrol 0 Mean 58.06 Median 60.00 Mode 55 Minimum 40 Maximum 70 Valid 31 N Missing 0 Mean 69.52 Median 70.00 Mode 65 Minimum 50 Maximum 85

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168 Lampiran 9 Hasil Uji Normalitas Kelompok Eksperimen Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic df Shapiro-Wilk Sig. Statistic df Sig. * .968 31 .460 .959 31 .267 pretest .125 31 .200 posttest .139 31 .133 *. This is a lower bound of the true significance. a. Lilliefors Significance Correction Hasil Uji Normalitas Kelompok Kontrol Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic pretest posttest Df .140 .119 Shapiro-Wilk Sig. Statistic df Sig. 31 .128 .927 31 .036 31 * .959 31 .274 .200 *. This is a lower bound of the true significance. a. Lilliefors Significance Correction Hasil Uji Homogenitas Test of Homogeneity of Variances nilai Levene Statistic df1 df2 Sig. 2.231 1 60 .141

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169 Lampiran 10 Hasil Uji Independen t-test Pretest Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances nilai Equal variances assumed F 2,231 t-test for Equality of Means Sig. ,141 Equal variances not assumed t 1,631 1,631 60 Sig. (2tailed) ,108 Mean Difference 4,516 Std. Error Difference 2,768 54,073 ,109 4,516 2,768 Df 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper -1,021 10,054 -1,034 10,066 Hasil Uji Independen t-test Posttest Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances nilai Equal variances assumed Equal variances not assumed F ,146 Sig. ,703 t-test for Equality of Means T 3,562 3,562 60 Sig. (2tailed) ,001 Mean Difference 8,387 Std. Error Difference 2,355 59,999 ,001 8,387 2,355 df 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper 3,677 13,097 3,677 13,097

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170 Lampiran 11 Foto Kelompok Eksperimen Guru menyiapkan pembelajaran Guru melakukan apersepsi Guru membagi siswa dalam kelompok sesuai dengan warna pada nama siswa Guru membagi materi pada setiap kelompok

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171 Siswa mempelajari materi dalam kelompok asal Siswa mempelajari materi dalam kelompok ahli Siswa kembali kedalam kelompok asal dan mensyeringkan materi yang didapat dalam kelompok ahli. Siswa mengerjakan LKS dalam kelompok asal

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172 Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran Siswa mengerjakan soal evaluasi

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173 Foto Kelompok Kontrol Guru melakukan apersepsi Guru menuliskan materi yang akan dipelajari Guru dan siswa melakukan tanya jawab tentang materi yang akan dipelajari Guru menjelaskan dan menuliskan materi

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 174 Siswa mendengarkan dan mencatat penjelasan guru Siswa mengerjakan LKS secara berkelompok Salah satu kelompok menyampaikan hasil pekerjaan di depan kelas Beberapa siswa menambahkan pendapatnya

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 175 Guru dan siswa menyimpulkan materi pelajaran Siswa mengerjakan soal evaluasi

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 176 Lampiran 12

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 177

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 178 Lampiran 13

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 180

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 181

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 182

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 183

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 185

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 186 Lampiran 14 DAFTAR RIWAYAT HIDUP Christina Inggriani merupakan anak ketiga dari pasangan Hari Suprayitno dan Menik Rukmiyati. Lahir di Magelang, 13 November 1992. Pendidikan awal dimilai di SD Negeri Pirikan pada tahun 1998-2004. Dilajutkan ke jenjang pendidikan Sekolah Lanjut Tingkat Pertama Negeri 7 Magelang pada tahun 2004 – 2007. Pada tahun 2007 – 2010 penulis melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Magelang, kemudian menempuh pendidikan di Universitas Sanata Dharma pada tahun 2010. Selama menempuh pendidikan penulis telah mengikuti banyak kegiatan, antara lain dokter kecil, OSIS, dan DP. Penulis juga banyak mengikuti organisasi – organisasi antara lain OMK.

(205)

Dokumen baru

Download (204 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Upaya peningkatan kreativitas belajar biologi siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw
0
7
116
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Nanggulan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
2
305
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD N Petinggen melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
1
355
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Sarikarya melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
7
245
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa atas penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw II.
0
1
153
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas IV SD Kanisius Condongcatur Yogyakarta tahun pelajaran 2011/2012.
0
0
155
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 dengan penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II.
0
4
235
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa atas penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw II
0
0
151
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I - USD Repository
0
0
250
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I - USD Repository
0
0
193
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II - USD Repository
0
0
206
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I - USD Repository
0
0
258
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II - USD Repository
0
0
215
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II - USD Repository
0
0
260
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II - USD Repository
0
0
215
Show more