Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan interpretasi dan analisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
1
142
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN INTERPRETASI DAN ANALISIS PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh: Anjar Patmawati 101134186 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN INTERPRETASI DAN ANALISIS PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh: Anjar Patmawati 101134186 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSETUJUAN ii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PENGESAHAN iii

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO DAN HALAMAN PERSEMBAHAN Segala hasil yang besar adalah usaha yang besar. Kesempatan itu indah dan nyata dalam setiap tindakan, doa dan harapan. Tuhan tidak akan memberikan ular pada anakNya yang minta roti. Tanggungjawab terbesar adalah dirimu sendiri. Karya ilmiah ini penulis persembahkan kepada: 1. Tuhan Yesus Kritus yang selalu menjadi sahabat dalam hidupku. 2. Keluarga yang selalu mencintaiku tanpa batas. 3. Satu orang terdekat yang selalu memberikan motivasi dalam menghadapi masalah hidup. 4. Sahabat-sahabat saya yang selalu membantu saya dengan dalam menyelesaikan skripsi. 5. Almamaterku Universitas Sanata Dharma. iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar referensi sebagai layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 11 Juni 2014 Penulis, Anjar Patmawati v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Anjar Patmawati NIM : 10114186 Dengan pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN INTERPRETASI DAN ANALISIS PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mengaplikasikan di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberi royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarrnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal 11 Juni 2014 Yang menyatakan Anjar Patmawati vi

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Patmawati, Anjar. (2014). Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan interpretasi dan analisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma. Kata kunci: mind map, kemampuan interpretasi, kemampuan analisis, mata pelajaran IPA. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengujicobakan metode mind map terhadap kemampuan interpretasi dan analisis kelas V di SD Pangudi Luhur Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan interpretasi dan analisis siswa kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen design tipe non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta. Sampel terdiri dari kelas V PL 3 sebanyak 39 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas V PL 4 sebanyak 39 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa soal essay untuk kemampuan interpretasi dan satu soal essay untuk kemampuan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan interpretasi dengan nilai M = 1,1282, SD = 0,9542, SE = 0,15279 pada kelompok eksperimen dan M = 0,4256, SD = 1,1058, SE = 0,17697 pada kelompok kontrol. Diperoleh harga sig (2-tailed) sebesar 0,004 (p < 0,05) dengan nilai t = 3,005 dan df = 76 dengan peningkatan sebesar 57% dan koefisien korelasi r = 0,76 yang termasuk kategori efek besar. 2) Penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan analisis dengan nilai M = 1,2051, SD = 0,80719, SE = 0,12925 untuk kelompok eksperimen dan M = 0,2615, SD = 1,03736, SE = 0,16611 untuk kelompok kontrol. Diperoleh harga sig (2-tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05) dengan nilai t = 4,483 dan df = 76 dengan peningkatan sebesar 68% dan koefisien korelasi r = 0,83 yang termasuk kategori efek besar. vii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Patmawati, Anjar. (2014). The effect of using mind map methods for the students’ interpretation and analysis skill of Science at Panghudi Luhur Elementary School Grade Fifth. Thesis. Yogyakarta: Elementary Teacher Education Study Program, Sanata Dharma University. Keywords: mind map, interpretation skill, analysis skill, science. The background of this researsh to try out mind map metthod through the interpretation and analysis skill for fifth grade students in Pangudi Luhur Yogyakarta Elementary School. The aim of this study is to find out the effect of using mind map for the students interpretation and analysis skill of Science at Panghudi Luhur Elementary School Grade Fifth in the academic year 2013/2014. The research design used in this case was quasi experimen design; nonequivalent control group design. The population all of the students of grade fifth SD Panghudi Luhur, Yogyakarta. The samples were 39 students of Class V PL 3 as a control group and 39 students of Class V PL 4 as an experimental group. The instruments were an essay for measuring the interpretation skill and an essay for measuring analysis skill. The result of this study shows that 1) the mind map method effects the interpretation skills with M = 1,1282, SD = 0,9542, SE = 0,15279 for the experimental group and M = 0,4256, SD = 1,1058, SE = 0,17697 for the control group. It can be seen by the Sig. (2-tailed) 0.004 or (p < 0.05) with t = 3,005 and df = 76 with increase is 57% and koefisien corelation r = 0,76 in category big effect. 2) The interpretation skill effects of mind map method with M = 1,2051, SD = 0,80719, SE = 0,12925 for the experimental group and M = 0,2615, SD = 1,03736, SE = 0,16611 for the control group. It can be seen by the Sig. (2-tailed) 0.000 or (p < 0.05) with t = 4,483 and df = 76 with increase is 68% and koefisien corelation r = 0,83 in category big effect. . viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala kasih-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan tepat waktu. Skripsi dengan judul “Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan interpretasi dan analisis mata pelajaran IPA kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta” disusun sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Penulis menyadari bahwa terselesaikannya skripsi ini tidak terlepas dari dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan segenap hati dan rasa syukur penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. G. Ari Nugrahanta, SJ, S.S., BST, M.A., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, sekaligus dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan motivasi dengan penuh kesabaran dan kebijaksanaan dari awal peyusunan hingga selesai. 3. Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D., selaku Wakaprodi PGSD. 4. Agnes Herlina Dwi Hadiyanti, S.Si., M.T., M.Sc., selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan motivasi dengan penuh kesabaran dan kebijaksanaan dari awal hingga akhir penyusunan skripsi. 5. Fx. Teguh S., FIC., S.Pd , selaku koordinatror SD Pangudi Luhur Yogyakarta yang telah memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian. 6. C. Retna Irawati, S.Ag, selaku kepala sekolah SD PL 3 dan PL 4 yang telah memberikan ijin kepada peneliti untuk melakukan penelitian di SD Pangudi Luhur Yogyakarta. 7. Ch. Sri Winarsih, S.Pd.SD., selaku guru mitra SD peneliti yang sudah banyak membantu peneliti sehingga penelitian dapat berjalan dengan lancar. ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. Siswa kelas V PL 3 dan V PL 4 SD Pangudi Luhur Yogyakarta yang telah bekerja sama dan bersedia menjadi subjek peneltian sehingga penelitian berjalan lancar. 9. Sekretariat PGSD yang telah membantu proses perijinan penelitian sampai skripsi ini selesai. 10. Kedua orang tua terkasih, Yosafat Tukiya dan Surepti yang selalu memberikan dukungan dan doa kepada penulis. 11. Adik terkasih, Dewi Sumitraning Tyas dan Rara Ajenging Sejati atas semangat, motivasi dan doanya. 12. Sahabat terkasih, Yacobus Cahyadi atas motivasi, dukungan dan doanya. 13. Teman-teman penelitian kolaboratif payung IPA (Renny dan Lia) yang memberi banyak masukan dan bantuan kepada penulis dalam melakukan penelitian dan menyelesaikan karya skripsi ini. 14. Teman-teman kos (Candra, Yofita dan Lucy) yang telah memberikan semangat dan dukungan selama kuliah. Terima kasih atas kebersamaannya selama ini sehingga penulis merasa menemukan keluarga baru di Yogyakarta. 15. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, terima kasih atas semuanya. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan skripsi ini, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Penulis berharap karya ilmiah sederhana ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa Universitas Sanata Dharma. Penulis x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Judul Halaman PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP ......................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN................................................................................ iii MOTTO DAN HALAMAN PERSEMBAHAN.................................................... iii PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ..................................................................v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN ...................................................... vi ABSTRAK ......................................................................................................... vii ABSTRACT ........................................................................................................ viii KATA PENGANTAR ................................................................................................... ix DAFTAR ISI .......................................................................................................... xi DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xiv DAFTAR TABEL ..................................................................................................xv DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ xvi BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................1 1.1 Latar Belakang Masalah.....................................................................................1 1.2 Rumusan Masalah ..............................................................................................5 1.3 Tujuan Penelitian ...............................................................................................5 1.4 Manfaat Penelitian .............................................................................................6 1.5 Definisi Operasional ..........................................................................................7 BAB II LANDASAN TEORI ................................................................................. 8 2.1 Kajian Pustaka....................................................................................................8 2.1.1 Teori-teori yang Mendukung ..........................................................................8 2.1.1.1 Teori Perkembangan Anak...........................................................................8 2.1.1.2 Metode Pembelajaran .................................................................................10 2.1.1.3 Mind Map ...................................................................................................11 2.1.1.4 Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam ...............................................................13 2.1.1.5 Materi IPA..................................................................................................14 2.1.1.6 Kemampuan Berpikir Kritis .......................................................................16 2.1.1.7 Kemampuan Interpretasi dan Kemampuan Analisis .................................18 2.1.2 Penelitian-penelitian yang Relevan ...............................................................19 2.1.2.1 Penelitian tentang Mind Map .....................................................................19 2.1.2.2 Penelitian tentang Berpikir Kritis ..............................................................20 xi

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.2.3 Literature map............................................................................................22 2.2 Kerangka Berpikir ............................................................................................23 2.3 Hipotesis ......................................................................................................... 23 BAB III METODE PENELITIAN........................................................................ 25 3.1 Jenis Penelitian.................................................................................................25 3.2 Setting Penelitian..............................................................................................26 3.3 Populasi dan Sampel ........................................................................................28 3.4 Variabel Penelitian ...........................................................................................29 3.5 Teknik Pengumpulan Data ...............................................................................29 3.6 Instrumen Penelitian ........................................................................................30 3.7 Teknik Pengujian Instrumen ............................................................................32 3.7.1 Uji Validitas ..................................................................................................32 3.7.2 Uji Reliabilitas ..............................................................................................34 3.8 Teknik Analisis Data ........................................................................................34 3.8.1 Uji Normalitas Distribusi Data .....................................................................35 3.8.2 Pengaruh Perlakuan.......................................................................................35 3.8.2.1 Uji Perbedaan Kemampuan Awal ..............................................................35 3.8.2.2 Uji Selisih Skor Pretest-Posttest ................................................................36 3.8.3 Analisis Lebih Lanjut ....................................................................................37 3.8.3.1 Uji Peningkatan Skor Pretest dan Posttetst I .............................................37 3.8.3.2 Uji Besar Pengaruh Perlakuan (Effect Size) ...............................................38 3.8.3.3 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan ................................................................39 3.8.3.4 Dampak Perlakuan pada Siswa ..................................................................40 3.8.3.5 Konsekuensi Lebih Lanjut .........................................................................42 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...................................... 43 4.1 Implementasi Pembelajaran .............................................................................43 4.1.1 Kelompok Kontrol ........................................................................................44 4.1.2 Kelompok Eksperimen ..................................................................................45 4.2 Hasil Penelitian ................................................................................................46 4.2.1 Pengaruh Penggunaan Metode Mind Map Terhadap Kemampuan Interpretasi ......................................................................................................... 47 4.2.1.1 Uji Normalitas Data ...................................................................................47 4.2.1.2 Pengaruh Perlakuan....................................................................................49 1) Uji Perbedaan Kemampuan Awal .................................................................49 2) Uji Selisih Skor Pretest-Posttest I ................................................................50 4.2.1.3. Analisis Lebih Lanjut ................................................................................52 xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1) Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest I ...................................................52 2) Uji Besar Pengaruh Perlakuan (Effect Size) ..................................................53 3) Uji Retensi Pengaruh Perlakuan ...................................................................54 4.2.2 Pengaruh Penggunaan Metode Mind Map terhadap Kemampuan Analisis . 56 4.2.2.1 Uji Normalitas Data ...................................................................................56 4.2.2.1 Pengaruh Perlakuan....................................................................................57 1) Uji Perbedaan Kemampuan Awal .................................................................57 2) Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest I ..........................................................58 4.2.2.3 Analisis Lebih Lanjut .................................................................................60 1) Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest I ...................................................60 2) Uji Besar Pengaruh Perlakuan (Effect Size) ..................................................62 3) Uji Retensi Pengaruh Perlakuan ...................................................................62 4.3 Pembahasan ......................................................................................................64 4.3.1Pengaruh Penerapan Metode Mind Map terhadap Kemampuan Interpretasi 64 4.3.2 Pengaruh Penerapan Mind Map terhadap Kemampuan Analisis ..................66 4.3.3 Dampak Perlakuan terhadap Siswa ...............................................................67 4.3.4 Konsekuensi Lebih Lanjut ............................................................................70 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................ 71 5.1 Kesimpulan ......................................................................................................71 5.2 Keterbatasan Penelitian ....................................................................................72 5.3 Saran ......................................................................................................... 72 DAFTAR REFERENSI .........................................................................................73 LAMPIRAN ......................................................................................................... 76 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2.1 Contoh Mind Map ....................................................................... 12 Gambar 2.2 Prinsip golongan I ....................................................................... 14 Gambar 2.3 Contoh tuas golongan I ............................................................... 14 Gambar 2.4 Contoh tuas golongan II .............................................................. 15 Gambar 2.5 Contoh tuas golongan III ............................................................. 15 Gambar 2.6 Contoh benda yang menggunakan prinsip bidang miring ........... 15 Ganbar 2.7 Katrol teteap ................................................................................. 16 Gambar 2.8 Contoh katrol bebas dan cara kerja katrol bebas ......................... 16 Gambar 2.9 Contoh katrol majemuk ............................................................... 16 Gambar 2.10 Literature Map ........................................................................... 22 Gambar 3.1 Desain penelitian ......................................................................... 26 Gambar 3.2 Variabel Penelitian ...................................................................... 29 Gambar 3.3 Rumus persentase peningkatan ................................................... 38 Gambar 3.4 Rumus besar efek untuk data normal .......................................... 38 Gambar 3.5 Rumus besar efek untuk data tidak normal ................................. 39 Gambar 3.6 Rumus peningkatan posttest II .................................................... 40 Gambar 4.1 Diagram batang perbandingan antara skor pretest dan posttest I pada kelas eksperimen dan pada kelas kontrol kemampuan interpretasi ....... 51 Gambar 4.2 Diagram garis antara skor pretest dan posttest I pada kelas eksperimen dan pada kelas kontrol kemampuan interpretasi .......................... 53 Gambar 4.3 Diagram garis retensi pengaruh perlakuan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol .................................................................. 55 Gambar 4.4 Diagram batang perbandingan antara skor pretest dan posttest I pada kelas eksperimen dan pada kelas kontrol kemampuan analisis ............. 60 Gambar 4.5 Diagram garis antara skor pretest dan posttest I pada kelas eksperimen dan pada kelas kontrol kemampuan analisis ............................... 61 Gambar 4.6 Diagram garis retensi pengaruh perlakuan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol .................................................................. 64 xiv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman Tabel 3.1 Jadwal Kegiatan Kelompok Eksperimen ......................................... Tabel 3.2 Matriks Pengembangan Instrumen .................................................. Tabel 3.3 Rubrik Penilaian .............................................................................. Tabel 3.4 Hasil Uji Validitas Semua variabel ................................................. Tabel 3.5 Perhitungan Reliabel ....................................................................... Tabel 3.6 Topik wawancara Kelas Eksperimen .............................................. Tabel 3.7 Topik wawancara Kelas Kontrol...................................................... Tabel 3.8 Topik wawancara Guru .................................................................... Tabel 4.1 Hasil Normalitas Kemampuan Interpretasi .................................... Tabel 4.2 Perbandingan Skor Pretest Kemampuan Interpretasi .................... Tabel 4.3 Uji Normalitas Selisish Skor Pretest dan Posttest .......................... Tabel 4.4 Selisih Skor Pretest dan Posttest I Kemampuan Interpretasi ......... Tabel 4.5 Perbandingan Skor Pretest ke Posttest I Kemampuan Interpretasi Tabel 4.6 Besar Efek Perlakuan Kemampuan Interpretasi .............................. Tabel 4.7 Perbndingan Skor Posttest I dan Posttest II Interpretasi ................. Tabel 4.8 Hasil Normlitas Kemampuan Awal ................................................ Tabel 4.9 Perbandingan Skor Pretest Kemampuan Awal ............................... Tabel 4.10 Uji Normalitas Selisih Skor Pretest dan Posttest ......................... Tabel 4.11 Selisih Skor Pretset dan Posttest I Kemampuan Analisis .............. Tabel 4.12 Perbandingan Skor Pretest ke Posttest I Kemampuan Analisis ..... Tabel 4.13 Besar Efek Perlakuan Kemampuan Analisis ................................ Tabel 4.14 Perbandingan Skor Posttest I dan Posttest II Analisis .................. 28 30 31 33 34 40 41 41 48 49 50 51 52 54 55 56 57 58 59 60 62 63 xv

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1.1 Silabus Pembelajaran Kelompok Eksperimen ........................... 77 Lampiran 1.2 Silabus Pembelajaran Kelompok Kontrol ................................ 80 Lampiran 1.3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelompok Eksperimen ... 83 Lampiran 1.4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelompok Kontrol .......... 91 Lampiran 2.1 Soal essay ................................................................................. 99 Lampiran 2.2 Kunci Jawaban .......................................................................... 103 Lampiran 2.3 Ihasil Rekapitulasi Expert Judgment ......................................... 107 Lampiran 3.1 Hasil SPSS Validitas .................................................................. 108 Lampiran 3.2 Hasil SPSS Reliabilitas .............................................................. 111 Lampiran 3.3 Transkip wawancara ................................................................. 112 Lampiran 3.4 Tabulasi Nilai Pretest, Posttest I, dan Posttest II ..................... 118 Lampiran 4.1 Hasil SPSS Uji Normalitas Data ............................................... 125 Lampiran 4.2 Hasil SPSS Uji Kemampuan Awal ........................................... 126 Lampiran 4.3 Hasil SPSS Uji Selisih .............................................................. 127 Lampiran 4.4 Hasil SPSS Uji Peningkatan Skor Pretest dan Posttest I .......... 128 Lampiran 4.5 Hasil Penelitian Pengaruh Efek perlakuan (Effect Size) Kemampuan Interpretasi ................................................................................ 129 Lampiran 4.6 Hasil Penelitian Pengaruh Efek perlakuan (Effect Size) Kemampuan Analisis ....................................................................................... 130 Lampiran 4.7 Hasil SPSS Uji Retensi Pengaruh Perlakuan ............................ 131 Lampiran 5.1 Surat Ijin Penelitian ................................................................... 133 Lampiran 5.2 Surat Bukti Penelitian ............................................................... 134 Lampiran 6.1 Foto Penelitian .......................................................................... 135 Curiculum Vitae .............................................................................................. 138 xvi

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bab ini akan dibahas menggenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan definisi operasional. Peneliti akan menjabarkan secara rinci pada setiap sub bab yang akan dibahas. 1.1 Latar Belakang Masalah Pada era sekarang ini pendidikan menjadi sorotan utama yang sangat diperhatikan oleh berbagai kalangan masyarakat di Indonesia. Pendidikan menurut Poerbakatwaja (dalam Dejaelani, 2011: 4) merupakan usaha secara sengaja dari orang dewasa yang berpengaruh untuk meningkatkan anak menuju kedewasaan yang selalu diarahkan untuk menimbulkan tanggung jawab moril dari segala perbuatannya. Pendidikan yang diperhatikan mulai dari pendidikan non formal hingga pendidikan formal. Pendidikan non formal merupakan jenjang pendidikan yang diperoleh melalui lembaga yang berperan memberikan peningkatan keterampilan seperti lembaga bimbingan belajar dan lembaga kursus. Sedangkan pendidikan formal merupakan pendidikan yang dapat dimulai dari jenjang terendah ke jenjang yang lebih tinggi. Bagi negara berkembang seperti Indonesia pendidikan merupakan modal utama untuk menuju perubahan menjadi negara maju. Bermula dari pendidikan itulah diharapkan akan lahir tunas–tunas bangsa yang mampu mengharumkan nama bangsa Indonesia di dunia Internasional. Pendidikan merupakan usaha secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. Pendidikan di Indonesia mempunyai tujuan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi sehingga mampu menghadapi perkembangan zaman secara mendunia. Sehingga dari masa ke masa pendidikan di Indonesia terus mengalami perubahan untuk memperoleh suatu sistem pendidikan yang dapat meningkatkan sumber daya manusia yang ada di Indonesia. Hal ini akan menciptakan manusia yang berkualitas dan mampu bersaing dengan negara lain. 1

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Artikel World Bank PBB (The World Bank, 2011: 65) menuliskan bahwa kualitas pendidikan Indonesia masih berada di bawah pencapaian rata-rata dibandingkan dengan negara tetangga. Salah satu contoh hasil Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) pada tahun 2007 menempatkan Indonesia pada posisi 36 dari 49 negara untuk kualitas pembelajaran matematika dan posisi 35 untuk sains. Pada tahun 2009 pernah dilakukan penelitan oleh Program for International Student Asessment (PISA) yang menunjukan bahwa Indonesia berada pada peringkat 57 dari 65 negara dengan skor 371. Pada tahun 2012 juga pernah dilakukan penelitian yang sama oleh Program for International Student Asessment (PISA) yang meneliti mengenai kesiapan remaja usia 15 tahun untuk menghadapi situasi kehidupan nyata, dan menempatkan Indonesia pada posisi 64 dari 65 negara dengan skor matematika 375, sains 382, dan membaca 396. Artikel World Bank PBB (The World Bank, 2011: 65) pemerintah sejauh ini sudah berusaha melakukan perbaikan dengan melakukan transformasi tenaga kependidikan. Sejak penerapan UU Guru tahun 2005, Kemendiknas sudah mencoba untuk memperkuat mekanisme pendidikan di Indonesia dengan cara melakukan pelatihan guru di daerah-daerah dengan langsung ke tingkat gugus sekolah dasar dan guru sekolah menengah atau KKG (Kelompok Kerja Guru) dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran). Selain pemerintah sendiri yang harus turun tangan, salah satu faktor utama dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas adalah dengan menumbuhkan kesadaran dari dalam diri untuk berubah. Perubahan tersebut selalu bisa diawali dari diri sendiri dengan kesadaran mau belajar. Belajar adalah bagian terpenting dalam suatu pendidikan. Kegiatan belajar itu sendiri bertujuan untuk memperoleh suatu informasi atau wawasan terhadap suatu hal yang sedang dipelajari. Informasi yang diperoleh dalam belajar dapat berwujud pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan. Belajar itu sendiri tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, namun belajar juga dilakukan oleh anak– anak. Kegiatan belajar bisa dilakukan oleh siapapun sesuai dengan kebutuhan orang yang akan belajar. 2

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Masa kanak-kanak merupakan masa emas untuk memberikan asupan pengetahuan kepada anak melalui kegiatan belajar. Pengetahuan tersebut dapat diperoleh melalui pengalaman langsung atau tidak langsung dalam setiap kegiatan belajar. Ketika anak belajar, berarti mereka sedang menjalankan perkembangan kognitifnya. Menurut Piaget (dalam Suparno, 2001: 26-101) perkembangan kognitif seseorang dibagi menjadi empat tahapan yaitu, sensorimotor (0-2 tahun), praoperasional (2-7 tahun), operasi konkret (7-11 tahun), dan operasional formal (11-dewasa). Anak–anak yang berusia 7-11 tahun menempuh pendidikan formal di SD atau sekolah yang setara dengan SD dan memasuki tahapan operasional konkret. Pada tahap inilah anak-anak melakukan kegiatan belajar. Kegiatan belajar dilakukan oleh anak-anak yang berposisi sebagai siswa dan kegiatan mengajar dilakukan oleh seorang pembimbing sekaligus pengawas yang berposisi sebagai seorang guru. Proses belajar dan mengajar itulah yang kemudian akan berpengaruh pada hasil belajar siswa. Hasil belajar itu kemudian akan berpengaruh pada pengalaman belajar siswa, sehingga ada hubungan keterkaitan antara hasil belajar dan pengalaman siswa. Berdasarkan observasi pada tanggal 1 Februari 2014 di kelas 5 PL 3 dan 5 PL 4, kegiatan pembelajaran yang terjadi mengabaikan pengalaman siswa sehingga anak kurang mampu berpikir kritis pada kemampuan interpretasi dan analisis. Guru cenderung memberikan pengetahuan kepada siswa daripada menuntun siswa untuk mencari pengetahuannya sendiri. Kemampuan interpretasi dan analisis dalam setiap kegiatan pembelajaran belum digali dengan baik. Hal tersebut membuat anak merasa bosan dan memerlukan pembelajaran dengan metode yang baru sehingga anak mampu berpikir kritis terutama pada kemampuan interpretasi dan analisis mengenai materi yang sedang dipelajari. Salah satu mata pelajaran yang seharusnya mengaktifkan anak dalam berpikir kritis pada kemampuan interpretasi dan analisis adalah IPA. IPA merupakan pembelajaran yang berkaitan dengan dunia dan isinya. Mata pelajaran ini seharusnya dapat menggunakan peran anak seutuhnya sehingga anak menjadi kreatif dan kritis terhadap suatu permasalahan. Berdasarkan wawancara pribadi guru kelas V pada tanggal 1 Februari 2014 berpendapat bahwa IPA merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang ada di sekolah dasar. IPA merupakan mata 3

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pelajaran yang digunakan untuk ujian akhir yang dapat menentukan kelulusan anak. Kenyataannya mata pelajaran IPA di sekolah dasar belum diajarkan dengan menggunakan metode yang menarik, biasanya guru cenderung memberikan metode ceramah. Siswa membutuhkan sesuatu yang berbeda untuk menarik perhatian salah satunya adalah metode. Majid (2009: 135) berpendapat bahwa metode merupakan cara yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan. Metode yang digunakan guru kebanyakkan merupakan metode ceramah. Metode yang baik disertai cara mengajar yang baik akan menciptakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Johnson (2002: 183) berpikir kritis merupakan sebuah proses yang terarah dan jelas, yang melibatkan kegiatan mental untuk memecahkan masalah, menggambil keputusan, membujuk, menganalisis asumsi, berpendapat, mengevaluasi bobot pendapat diri sendiri dan orang lain serta melakukan penelitian ilmiah. Dimensi kognitif Facione (1990) dibagi menjadi 6 kecakapan yaitu, interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi dan regulasi diri. Pembelajaran yang menarik mampu menumbuhkan keaktifan siswa. Keaktifan dapat mengarahkan siswa dalam berpikir kritis pada kemampuan interpretasi dan analisis. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti pada tanggal 1 Februari 2014 anak belum mampu mengidentifikasi masalah dan mendiskripsikan ciricirinya, tidak bisa mengklasifikasi, menentukan kriteria tertentu, mengerti maksud pertanyaan dari guru, menginterpretasi data. Semua indikator tersebut sesuai dengan indikator interpretasi. Selain itu siswa juga belum mampu meneliti alternatif-alternatif, menganalisis argumen, membandingkan konsep maupun gagasan, mengidentifikasi masalah, dan menilai argumen. Semua indikator tersebut sesuai dengan kemampuan analisis. Pada bab ini akan menguji metode mind map untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kemampuan interpretasi dan analisis. Metode mind map dapat menciptakan pembelajaran yang mengaktifkan siswa sehingga siswa mampu berpikir kritis pada kemampuan interpretasi dan analisis dan memiliki banyak respon terhadap suatu pembelajaran. Mind map akan membantu siswa dalam belajar sehingga siswa mampu memahami pelajaran peta pemikiran mereka 4

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sendiri. Efek dari penggunaan mind map adalah anak mampu memiliki respon terhadap mata pelajaran yang dipelajari sehingga dinamakan kritis terhadap masalah. Sedangkan berpikir tingkat tinggi terhadap suatu masalah yang sedang dihadapi merupakan ciri dari berpikir kritis. Jadi, mind map dapat membantu anak berpikir kritis terhadap suatu pembelajaran sehingga ilmu yang sedang dipelajari tersebut dapat melekat lama sehingga tidak mudah dilupakan. Penelitian ini hanya dibatasi pada pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan interpretasi dan analisis mata pelajaran IPA kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. Kemampuan interpretasi dan analisiss akan diukur dengan pretest dan posttest. Kelas yang akan dipakai dalam penelitian ini adalah kelas V PL 3 sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah sisiwa 39 dan kelas V PL 4 sebagai kelas kontrol dengan sisiwa yang berjumlah 39. Standar Kompetensi yang digunakan adalah “5. Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya” dengan kompetensi dasar “5.2 Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat.” 1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Apakah penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan interpretasi pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana siswa kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014? 1.2.2 Apakah penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan analisis pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana siswa kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014? 1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Mengetahui pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan interpretasi pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana sisiwa kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. 5

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1.3.2 Mengetahui pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan analisis pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana sisiwa kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. 1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Peneliti Peneliti mendapatkan pengalaman yang berarti dengan melakukan penelitian kuasi eksperimen ini. Selain itu juga peneliti mampu menerapkan metode mind map dalam kegiatan belajar. Peneliti mampu memberikan tambahan pengalaman pada guru sehingga dalam mengajar guru mampu menggunakan metode yang berbeda dari biasanya. Penelitian ini mampu memberikan pengaruh terhadap hubungan sosial antara peneliti dengan SD mitra. 1.4.2 Guru Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh guru untuk bahan kajian dalam memberikan materi pembelajaran menggunakan metode yang inovatif sehinga menciptakan pembelajaran yang baik. Selain itu juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan cara berpikir kritis siswa dan prestasi siswa dengan metode mind map. 1.4.3 Sekolah Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan dan pertimbangan kepada sekolah sebagai bahan kajian dalam usaha memperbaiki proses pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan siswa di sekolah. Sekolah yang menggunakan pembelajaran inovatif pastinya akan dicari banyak orang sehingga dengan adanya penelitian ini akan membantu memberikan sumbangan dalam menjunjung nama sekolah. 1.4.4 Siswa Penelitian ini dapat memberikan alternatif lain dalam memahami materi pelajaran menggunakan metode yang inovatif sehingga menciptakan pembelajaran yang menarik bagi siswa dan menjadi pembelajaran yang bermakna, sehingga materi yang dipelajari tidak begitu saja dilupakan melainkan melekat terus sepanjang masa. 6

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1.5 Definisi Operasional 1.5.1 Metode pembelajaran adalah cara menyajikan, menguraikan, memberi contoh dan memberi latihan isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu yang akan dicapai. 1.5.2 Mind map adalah cara kreatif dan efektif untuk mencatat dengan cara memetakan pemikiran menggunakan cabang-cabang dan hiasan warnawarni. 1.5.3 Metode mind map adalah peta pemikiran yang merupakan cara paling mudah dalam menempatkan informasi ke dalam otak dan ke luar otak. 1.5.4 Kemampuan berpikir kritis adalah sebuah proses yang terarah dan jelas, digunakan dengan menggunakan kegiatan mental untuk memecahkan suatu masalah, menggambil keputusan, membujuk, menganalisis asumsi, berpendapat, mengevaluasi bobot pendapat diri sendiri dan orang lain dan melakukan penelitian ilmiah yang terdiri dari enam unsur yaitu: interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. 1.5.5 Kemampuan interpretasi adalah kecakapan yang dimiliki oleh seseorang untuk memahami dan mengekspresikan makna dari berbagai pengalaman, situasi, data, kejadian, penilaian, kesepakatan, kepercayaan, aturan, prosedur, atau kriteria. 1.5.6 Kemampuan analisis adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk mengidentifikasi hubungan-hubungan logis dari pernyataan, pertanyaan, konsep, uraian, atau bentuk ungkapan yang lain yang dimaksudkan untuk mengemukakan kepercayaan, penilaian, pengalaman, penalaran, informasi, atau opini. 1.5.7 Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam semesta baik benda mati atau benda hidup. 1.5.8 Pesawat sederhana adalah suatu alat yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan manusia. 1.5.9 Siswa SD adalah seluruh siswa kelas V SD yang bersekolah di SD Pangudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. 7

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Bab II merupakan landasan teori yang berisi kajian pustaka, penelitianpenelitian yang relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis. Kajian pustaka membahas teori-teori yang relevan dan hasil penelitian sebelumnya yang berisi pengalaman penelitian yang pernah ada. Selanjutnya dirumuskan dalam kerangka berpikir dan hipotesis penelitian yang berisi dugaan sementara atau jawaban sementara dari rumusan masalah penelitian. 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Teori-teori yang Mendukung Teori yang mendukung merupakan teori yang berisi teori perkembangan anak, metode pembelajaran, hakikat ilmu pengetahuan alam, mind map, dan berpikir kritis. Semua teori tersebut akan diambil sebagai landasan karena disesuaikan dengan kenyataan pembelajaran yang terjadi di sekolah dasar pada umumnya. Penjelasan mengenai teori perkembangan anak akan dibahas pada subbab selanjutnya. 2.1.1.1 Teori Perkembangan Anak Setiap anak mengalami perkembangan kognitif. Piaget (dalam Suparno, 2001: 13) mengatakan bahwa setiap anak memiliki cara tersendiri untuk memperoleh pengetahuan. Piaget (dalam Woolfolk, 2009: 50) menambahkan mengenai organisasi, adaptasi dan ekuilibrasi merupakan kecenderungan berpikir seseorang. Organisasi merupakan proses penataan informasi dan pengalaman yang berlangsung secara terus menerus sehingga menciptakan skema. Skema adalah sistem pemikiran atau tindakan yang terorganisir yang memungkinkan untuk memikirkan berbagai objek dan kejadian yang terjadi. Adaptasi adalah proses penyesuaian terhadap lingkungannya. Organisasi selalu berusaha untuk mengorganisasikan proses berpikir menjadi cara untuk memahami dan berinteraksi dengan dunia ini. Selain itu proses berpikir juga melibatkan adaptasi yang melibatkan asimilasi dan akomodasi. Asimilasi adalah proses mencocokkan 8

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI informasi baru yang diperoleh dengan skema yang sudah dipahami. Akomodasi merupakan proses untuk mengubah skema yang telah dipahami atau sudah ada atau menciptakan skema baru. Jika anak tidak mampu melewati adaptasi untuk mengkonstruksi pengetahuannya berarti anak mengalami proses ketidakseimbangan (disequilibrium). Anak mampu mengkonstruksi atau mencoba untuk mengkontruksi pengetahuannya kembali maka anak tersebut mengalami proses equilibrium. Proses ini terjadi sebelum anak mengalami akomodasi atau asimilasi. Pengetahuan dikonstruksi melalui beberapa tahap. Piaget (dalam Suparno, 2001: 26-101) membagi perkembangan kognitif seseorang menjadi 4 tahapan. Tahap pertama sensorimotor (0-2 tahun), pada usia ini anak mampu mengkoordinasikan alat indera dengan lingkungannya seperti melihat, meraba, menjamah, mendengar, dan membau. Anak mulai mempergunakan imitasi (proses meniru), ingatan, dan pikiran. Tahapan kedua praoperasional (2-7 tahun), tahapan ini anak sudah mengenal simbol yang digunakan sebagai sarana komunikasi. Mampu memikirkan suatu kejadian dengan logika, tetapi belum sempurna. Anak juga sudah mampu menganggap sesuatu yang sulit dengan melihat sudut pandang orang lain. Pada tahap ini anak masih memiliki sikap egois. Tahapan operasional konkret (7-11 tahun), pada tahap ini dicirikan dengan perkembangan sistem pemikiran yang dilandaskan dengan aturan-aturan tertentu yang bisa dinalar secara logis, pemikiran adaptasi dengan gambar di mana anak dapat menggambarkan ingatan, pengalaman dan objek yang dialami, mampu mengatasi masalah-masalah kongkrit, memahami hukum-hukum percakapan. Selain itu anak mampu mengklasifikasikan, seriation (menggurutkan dari besar ke kecil). Tahapan terakhir adalah operasional formal (11- dewasa), tahap ini anak mampu mengatasi masalah secara abstrak dan logis dan menjadi lebih ilmiah dalam berpikir. Mampu berpikir deduktif hipotetis, induktif saintifik, abstraktif reflektif. Pemikiran deduktif hipotetif merupakan pemikiran di mana seseorang mampu berargumentasi tentang sesuatu yang dianggapnya tidak benar, walaupun kadang tidak mengalaminya sendiri. Pemikiran deduktif sendiri memiliki arti sebuah pemikiran yang mengambil keputusan secara spesifik dari hal-hal umum. Pemikiran deduktif saintifiks merupakan pengambilan kesimpulan dari kejadian- 9

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kejadian khusus menjadi kesimpulan yang lebih umum. Sedangkan pemikiran abstraksi reflektif merupakan abstraksi yang digunakan unuk memperoleh pengetahuan matematis logis dan tidak langsung kepada objek materi tertentu. Misalnya penyelesaian tentang bilangan 5, apakah kelipatan 5 atau bilangan loncat 5. Teori perkembangan Piaget digunakan karena siswa kelas V memasuki tahap operasional konkret di mana anak mampu berpikir logis, sehingga memungkinkan anak untuk belajar menggunakan mind map. Penyelesaian masalah yang logis menggunakan mind map akan membantu siswa dalam mengkontruksi pengetahuan yang telah dimiliki dengan pengetahuan baru yang diperoleh. Proses berpikir logis juga membantu siswa dalam membuat mind map sehingga pengetahuan menjadi lebih bermakna dan akan selalu diingat. Mind map akan membantu siswa dalam memilih suatu permasalahan pembelajaran supaya dapat diselesaikan secara logis. Metode mind map berbeda dengan metode yang selama ini digunakan oleh guru secara umum. Di bawah ini akan dibahas mengenai metode yang digunakan guru selama ini dalam mengajar secara umum. 2.1.1.2 Metode Pembelajaran Pembelajaran yang bermakna merupakan tujuan utama kegiatan belajar. Kegiatan belajar melibatkan metode pembelajaran untuk menciptakan kondisi belajar yang efektif. Majid (2009: 135) berpendapat bahwa metode merupakan cara yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan. Yamin (2008: 152) juga berpendapat bahwa metode pembelajaran merupakan cara menyajikan, menguraikan, memberi contoh, dan memberi latihan isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu. Beberapa metode yang sering digunakan guru pada umumnya menurut Yamin adalah (1) metode ceramah (lecture), dilakukan untuk kegiatan belajar dengan jumlah siswa yang banyak tetapi materi yang diajarkan banyak dengan waktu yang terbatas. (2) Metode demonstrasi dan eksperimen, dilakukan oleh orang atau ahli yang biasa atau mampu melakukan demonstrasi dengan baik. (3) Metode tanya jawab, dilaksanakan apabila bertujuan untuk meninjau ulang pembelajaran yang lalu, untuk menyelidiki pembicaraan, dan mengarahkan perhatian siswa atau memberi pemusatan pada siswa. 10

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Metode terebut merupakan contoh metode yang sering digunakan oleh guru dalam mengajar. Metode tersebut kadang belum mampu menciptakan pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Metode mind map akan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran yang belum jelas sehingga akan menciptakan pembelajaran yang bermakna. Pemahaman yang belum jelas dapat dicari dengan membuat mind map, sehingga siswa mampu mengkontruksikan informasi yang sudah diketahui dengan informasi yang belum diketahui. Mind map dikatakan sebagai metode karena dalam pembuatannya mind map menggunakan langkah-langkah yang tetap. Penjelasan mind map secara rinci akan dijelaskan pada pembahasan selanjutnya. 2.1.1.3 Mind Map Mind map bersal dari kata mind yang berarti pikiran dan map yang berarti peta (Gunawan, 2002: 243-237). Terkadang mind map disamakan dengan peta konsep, padahal keduanya berbeda. Peta konsep adalah penghubungan yang bermakna antara konsep-konsep yang memiliki arti lebih luas dan berkembang dengan arti tertentu menggunakan kata-kata kunci atau kalimat penghubung antar konsep (Sutiman dan Priyambodo, 2009: 12). Mind map merupakan cara paling mudah dalam menempatkan informasi ke dalam otak dan keluar otak (Buzan, 2008: 4). Membuka kreativitas, memperkuat ingatan dan mengubah hidup merupakan tujuan Buzan dalam mengembangkan metode mind map. Mind map juga merupakan cara kreatif dan efektif dalam mencatat dengan cara memetakan pemikiran seseorang yang akan terlihat sangat sederhana. Michalko (dalam Buzan 2008: 6) menambahkan bahwa mind map akan membantu seseorang dalam hal-hal tertentu, yaitu: (1) membantu mengaktifkan seluruh otak. (2) Membantu memperbaiki akal (3) Mefokuskan diri pada pokok bahasan. 4) Membantu menghubungkan informasi yang terpisah. (5) Memberikan gambaran yang jelas tentang perincian dan perencanaan. (6) Membantu memperjelas tentang perincian dan perencanaan. (7) Membantu mengelompokkan konsep yang membantu dalam membandingkan. (8) Membantu pengingatan yang pendek. 11

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Beberapa hal yang harus dipersiapkan ketika membuat mind map menurut Buzan (2008: 15) adalah kertas kosong, pena atau pensil warna, otak dan imajinasi. Mind map dapat dibuat dengan cara sebagai berikut: (1) mulailah dari bagian tengah kertas kosong yang sisi panjangnya diletakkan mendatar agar terlihat bagus. (2) Gunakan foto atau gambar untuk ide sentral anda supaya menarik dan mudah diingat. (3) Gunakan warna untuk membuat garis maupun tulisan. (4) Hubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan hubungkan cabang-cabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan dua seperti dahan pohon. (5) Buatlah garis hubung yang lengkung, bukan garis lurus supaya menarik. (6) Gunakan satu kata kunci untuk satu garis agar mudah diingat. (7) Gunakan gambar untuk cabang-cabang supaya lebih menarik dan mudah diingat. Berikut ini adalah contoh mind map: (Sumber: www.duniaanyakkita.blogspot.com) Gambar 2.1 Contoh Mind Map Dua alat penting dalam diri kita adalah imajinasi dan asosiasi. Imajinasi merupakan pengandaian terhadap suatu hal, sedangkan asosiasi adalah proses mengaitkan pengetahuan yang telah diketahui. Jika ingin mengingat sesuatu hanya perlu mengaitkan atau mengasosiasikan atau menghubung-hubungkan dengan sesuatu yang telah diketahui dengan menggunakan imajinasi yang dimiliki. Buzan (2008: 8) berpendapat bahwa imajinasi akan selalu membuat hal-hal yang ingin ketahui menjadi nampak dan menarik, sehingga akan lebih mudah diingat. Mind map sangat baik digunakan untuk siswa SD. Mind map dapat mengaktifkan siswa, menambah kreativitas siswa dan membuat siswa memahami 12

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI materi yang dipelajari. Materi pelajaran IPA merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di Sekolah Dasar. IPA merupakan mata pelajaran yang terkadang dianggap sulit oleh siswa. Karena itu, mind map akan membantu siswa dalam memecahkan kesulitan belajar yang dihadapinya sehingga tidak akan terjadi miskonsepsi. IPA secara umum akan dijelaskan pada pembahasan selanjutnya. 2.1.1.4 Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam Kejadian di dunia ini tidak luput dengan proses alam dan buatan. Iskandar (2001: 1-12) berpendapat bahwa Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam semesta. Pada hakikatnya IPA dibangun atas dasar produk, proses dan sikap. Sebagai produk hasil dari memahami kegiatan yang dilakukan sesuai proses adalah pengetahuan, jadi produknya berupa pengetahuan. Prosedur merupakan langkah kegiatan atau sistematika penelitian guna memperoleh pengetahuan yang diinginkan, bisa melalui eksperimen atau riset tertentu. Prihantoro (dalam Trianto, 2010: 137) berpendapat sama seperti yang diungkapkan Donosepoetro bahwa hakikat IPA adalah proses, produk, hanya saja yang terakhir berupa aplikasi. Proses dan produk memiliki arti yang sama, tetapi untuk aplikasi dilaksanakan ketika sudah ada produk. Aplikasi ini difungsikan sebagai sarana bagi produk IPA yang akan diujikan. IPA memiliki fungsi khusus, diantaranya adalah untuk menanamkan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, mengembangkan keterampilan sikap dan nilai ilmiah, mempersiapkan siswa menjadi manusia yang melek sains dan teknologi dan untuk menguasai konsep sains sebagai bekal hidup di masyarakat dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. IPA hakikatnya mengaitkan antara aspek logika material dengan aspek jiwa spiritual yang merupakan dua sisi yang sangat berbeda. IPA mempelajari ilmu yang membahas tentang alam semesta ini adalah keadaan alam, keadaan di dalam ini, di atas bumi dan di luar angkasa. IPA juga membahas tentang benda hidup dan benda mati yang ada di dunia ini. Wahyana (dalam Trianto, 2010: 136) berpendapat bahwa IPA merupakan kumpulan pengetahuan yang sistematis dan terbatas atas gejala-gejala alam. Jadi IPA merupakan pengetahuan yang diperoleh secara sistematis dengan penerapan yang terbatas pada gejala-gejala alam yang 13

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ada di bumi yang diperoleh dari metode ilmiah seperti observasi dan eksperimen serta menyertakan sikap ilmiah dalam pelaksanaannya. IPA memiliki berbagai macam bahasan mengenai semua hal yang ada di dalam kehidupan. IPA juga membahas mengenai benda tak hidup yang dapat digunakan manusia untuk mempermudah pekerjaan mereka yang kadang-kadang dibuat dari material hidup. Materi yang akan dibahas peneliti adalah pesawat sederhana. Penjelasan materi yang lebih rinci akan dijelaskan pada pembahasan selanjutnya. 2.1.1.5 Materi IPA Sulistyanto dan Wiyono (2008: 109) berpendapat bahwa semua alat yang digunakan untuk memudahkan pekerjaan manusia disebut sebagai pesawat sederhana. Pesawat sederhana berfungsi untuk mempermudah pekerjaan manusia. Pesawat sederhana dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu: a) Tuas juga dikenal sebagai pengungkit. Terdapat tiga titik yang menggunakan gaya ketika mengungkit suatu benda, yaitu beban (B), titik tumpu (T), dan kuasa (K). Beban merupakan berat benda. Titik tumpu merupakan tempat bertumpunya suatu gaya. Kuasa merupakan gaya yang bekerja pada tuas (dalam Sulistyanto & Wiyono, 2008: 109). (Sumber: Sulistyanto dan Wiyoano, 2008: 110) Gambar 2.2 Prinsip tuas golongan I. Tuas digolongkan menjadi tiga yaitu tuas golongan pertama yang memiliki ciri-ciri titik tumpu berada di antara beban dan kuasa. Contoh benda yang menggunakan prinsip tuas golongan satu yaitu jungkat-jungkit, gunting, linggis, dan alat pencabut paku (dalam Sulistyanto & Wiyono, 2008: 109). (Sumber: Sulistyanto dan Wiyoano, 2008: 110) Gambar 2.3 Contoh tuas golongan I. Tuas golongan kedua memiliki ciri-ciri beban berada di antara titik tumpu dan kuasa. Banyak benda yang menggunakan prinsip kerja tuas golongan kedua 14

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yaitu gerobak beroda satu, alat pemotong kertas, dan alat pemecah kemiri (dalam Sulistyanto & Wiyono, 2008: 109). (Sumber: Sulistyanto dan Wiyoano, 2008: 110) Gambar 2.4 Contoh tuas golongan II. Tuas golongan ketiga memiliki ciri kuasa berada di antara titik tumpu dan beban. Contohnya adalah skop, sendok, garpu, dan centong (dalam Azmiyawati, dkk, 2008: 99). (Sumber: Azmiyawati, dkk, 2008: 100) Gambar 2.5 Contoh tuas golongan III. Bidang miring digunakan untuk memindahkan beban yang berat. Contohnya memindahkan barang dari truk ke jalan. Prinsip ini diaplikasikan dalam alat, yaitu: pisau, kapak, pahat, tangga dan paku (bagian yang tajam dari alat tersebut merupakan prinsip bidang miring), tangga. Selain itu prinsip jalan berkelok-kelok di pegunungan juga merupakan salah satu dari prinsip kerja bidang miring (dalam Sulistyanto & Wiyono, 2008: 115). (Sumber: Sulistyanto & Wiyono, 2008: 115) Gambar 2.6 Contoh benda yang menggunakan prinsip bidang miring. Katrol merupakan roda yang berputar pada porosnya. Katrol digolongkan menjadi tiga, yaitu yang pertama katrol tetap merupakan katrol yang tidak berpindah pada saat digunakan. Contoh katrol ini dipasang pada tiang bendera dan pada sumur (dalam Sulistyanto dan Wiyono, 2008: 117-118). 15

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (Sumber: Sulistyanto dan Wiyono, 2008: 117-118) Gambar 2.7 Contoh katrol tetap. Katrol yang kedua adalah katrol bebas. Katrol ini posisinya tidak tetap ketika digunakan. Katrol ini dipasang di atas tali yang kedudukannya dapat berubah. Katrol ini biasanya dipasang di pabrik untuk mengangkat peti atau bangunan, selain itu ada juga yang digunakan di pelabuhan (Sulistyanto dan Wiyono, 2008:117-118). (Sumber: Sulistyanto dan Wiyono, 2008:117-118) Gambar 2.8 Contoh katrol bebas dan cara kerja katrol bebas. Katrol yang ketiga adalah katrol majemuk. Katrol ini merupakan perubahan dari katrol tetap dan katrol bebas. Keduanya dihubungkan dengan tali. Pada katrol ini beban dikaitkan pada katrol bebas. Salah satu ujung tali yang lain ditarik, maka beban akan terangkat beserta bergeraknya katrol bebas ke atas (Sulistyanto dan Wiyono, 2008: 117-118). (Sumber: Sulistyanto dan Wiyono, 2008: 117-118) Gambar 2.9 Contoh katrol majemuk. Roda berporos merupakan roda yang dihubungkan dengan sebuah poros yang dapat berputar bersama-sama. Contohnya: setir mobil, setir kapal, roda sepeda, dan roda kendaraan bermotor. 2.1.1.6 Kemampuan Berpikir Kritis Berpikir merupakan kegiatan otak yang selalu dilakukan oleh manusia. Ruggiero (dalam Johnson, 2002: 189) berpendapat bahwa berpikir merupakan 16

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI segala kegiatan yang melibatkan mental yang membantu merumuskan atau memecahkan masalah, membuat keputusan atau memenuhi keinginan untuk memahami. Kegiatan berpikir tingkat tinggi disebut dengan berpikir kritis. Johnson (2002: 183) memaparkan bahwa berpikir kritis merupakan sebuah proses yang terarah dan jelas, dengan melibatkan kegiatan mental untuk memecahkan suatu masalah, menggambil keputusan, membujuk, menganalisis asumsi, berpendapat, mengevaluasi bobot pendapat diri sendiri dan orang lain serta melakukan penelitian ilmiah. Adapun beberapa kebaikan dari berpikir kritis menurut Johnson (2002: 185): (1) kemampuan untuk mengatakan sesuatu dengan penuh percaya diri; (2) memungkinkan siswa untuk menemukan kebenaran di tengah banjir kejadian dan informasi yang mengelilingi mereka setiap hari; (3) membuat siswa mampu mengevaluasi keyakinan dan pendapat diri sendiri; dan (4) mampu mengevaluasi bukti, asumsi, logika, dan bahasa yang mendasari pernyataan orang lain. Berpikir kritis memungkinkan seorang siswa untuk mempelajari masalah secara sistematis, menghadapi berbagai tantangan dengan cara yang terorganisasi, merumuskan pertanyaan inovatif, dan merancang solusi yang original. Berpikir kritis dan kreatif merupakan satu hal yang sama tetapi berbeda arti. Berpikir kritis tertuju pada sifat evaluatif, sedangkan berpikir kreatif tertuju pada generatif kemampuan berpikir seseorang. Facione (1990) membagi pemikiran kritis menjadi dua dimensi, yaitu dimensi kognitif dan dimensi afektif. Dimensi kognitif dibagi menjadi 6 kecakapan yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi dan regulasi diri. Setiap kecakapan memiliki sub kecakapan tersendiri. Interpretasi terdiri dari pembuatan kategori, memahami makna, dan menjelaskan makna. Analisis terdiri dari cara menguji gagasan, mengidentifikasi argumen, dan menganalisis argumen. Evaluasi yaitu menilai klaim, dan menilai argumen. Inferensi terdiri atas menguji bukti-bukti, menerka alternatif, dan menarik kesimpulan. Eksplanasi memuat cara menjelaskan hasil penalaran, menjustifikasi prosedur dan menjelaskan argumen. Sedangkan regulasi diri terdiri dari eksaminasi diri dan koreksi diri. Dimensi disposisi dibagi menjadi enam kategori menurut Facione (2010) yaitu: (1) rasa ingin menyelidiki, merupakan keinginan untuk mengungkap 17

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI informasi yang belum diketahui. (2) Analitis dan sistematis, di mana kegiatan yang dilakukan bersifat menganalisis dengan lengkah yang sistematis. (3) Evaluatif yaitu sikap yang dibutuhkan untuk menilai pernyataan diri sendiri maupun orang lain. (4) Suka kesimpulan yang benar, di mana seseorang merasa puas jika menemukan kesimpulan yang dianggap diri sendiri atau orang lain benar. (5) suka penjelasan yang nalar, yaitu cara menyimpulkan sesuatu dilihat dari logis tidaknya pemikiran. (6) Berpikir terbuka, yaitu sikap sadar untuk merefleksikan kegiatan sendiri. Berdasarkan enam kemampuan berpikir kritis dimensi kognitif di atas, pada penelitian ini akan dibahas tentang kemampuan interpretasi dan kemampuan analisis yang akan dicapai melalui metode mind map pada materi pesawat sederhana mata pelajaran IPA. 2.1.1.7 Kemampuan Interpretasi dan Kemampuan Analisis Kemampuan interpretasi merupakan kemampuan paling awal pada enam kemampuan yang diungkapkan oleh Facione. Facione (1990) menjelaskan bahwa interpretasi merupakan kecakapan yang dimiliki oleh seseorang untuk memahami dan mengekspresikan makna dari berbagai pengalaman, situasi, data, kejadian, penilaian, kesepakatan, kepercayaan, aturan, prosedur, atau kriteria. Kecakapan ini masih dibagi lagi dalam 3 sub-kecakapan, yaitu (1) kecakapan untuk membuat kategori yaitu anak mampu membuat kategori pada hal-hal tertentu. Misalnya mengkategorikan hewan berkaki empat dengan hewan berkaki dua. (2) Menangkap makna adalah kemampuan siswa dalam memahami materi pembelajaran yang sedang dipelajari. (3) Menjelaskan makna merupakan kemampuan untuk menjelaskan kembali informasi yang sudah diperoleh. Facione (1990) mengungkapkan bahwa analisis merupakan kecakapan yang dimiliki seseorang untuk mengidentifikasi hubungan-hubungan logis dari pernyataan, pertanyaan, konsep, uraian, atau bentuk ungkapan yang lain yang dimaksudkan untuk mengemukakan kepercayaan, penilaian, pengalaman, penalaran, informasi, atau opini. Kecakapan analisis masih dibagi lagi dalam 3 sub-kecakapan, yaitu: (1) kecakapan untuk menguji gagasan yaitu kemampuan untuk membuktikan sebuah pendapat atau ide dengan kenyataan. (2) Mengidentifikasi argumen yaitu menggolongkan argumen ke dalam kategori 18

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tertentu. (3) Menganalisis argumen adalah kemampuan untuk memilah-milah argumen dengan melihat argumen dari berbagai segi. Penjelasan kedua kemampuan di atas merupakan landasan peneliti untuk mencari beberapa penelitian yang relevan tentang berpikir kritis. Penelitian tersebut akan digunakan sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya. Penelitian yang relevan tersebut mengacu pada dua penelitian penting yaitu mind map dan berpikir kritis yang di dalam berpikir kritis akan membahas kemampuan interpretasi dan analisis. Penelitian yang relevan tersebut akan dipaparkan pada pembahasan selanjutnya. 2.1.2 Penelitian-penelitian yang Relevan 2.1.2.1 Penelitian tentang Mind Map Cahyani (2012), melakukan penelitian tentang pengaruh metode mind map terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta. Subjek penelitian ini adalah kelas VA sebagai kelas eksperimen dan VB sebagai kelompok kontrol dengan jumlah siswa masingmasing kelas 35 orang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mind map berpengaruh pada kemampuan mengingat ditunjukkan dengan harga Sig.(2-tailed) sebesar 0,047 (atau > 0,05) dan memahami ditunjukkan dengan harga Sig. (2tailed) sebesar 0,000 (atau < 0,05). Sutarni (2011) melakukan penelitian tentang penerapan metode mind mapping dalam meningkatkan kemampuan mengajar soal cerita bilangan pecahan. Tujuan penelitian ini untuk mengatasi masalah kesulitan mengerjakan soal cerita tentang bilangan pecahan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDK 3 BPK PENABUR Jakarta dengan jumlah murid 32 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan dari persentase siswa yang dulunya mampu mengerjakan soal cerita sebanyak 48% meningkat menjadi 87,5% dengan target peningkatan 80%. Kemudian persentase siswa yang belum mampu mengerjakan soal cerita yang dulunya 52% menjadi 12,5%. Wahyuni (2009), melakukan penelitian Quantum learning dengan teknik mind map untuk meningkatkan hasil belajar mata kuliah histologi-embrilogi. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang, mengimplementasikan serta 19

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mengetahui peningkatan hasil belajar melalui quantum learning dengan teknik mind map. Subjek penelitian mahasiswa semester VI Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Tanjungpura Pontianak. Hasil dari penelitian menunjukkan terjadi peningkatan hasil belajar (kognitif, afektif dan psikomotorik) siklus I, II, III sebesar 22%, 81,25 %, 96,87%, sedangkan pada ranah afektif rata-rata pada siklus I, II, III sebesar 61,14%, 73,56%, 76,25%, sedangkan pada ranah psikomotorik rata-rata siklus I, II, III adalah 63,69%, 75,71%, 78,83%. Hartati (2012) meneliti tentang penerapan metode mind mapping sebagai upaya untuk meningkatkan kreativitas dan pemahaman peserta didik dalam pembelajaran IPS kelas VIII C SMP N 4 Wonosari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kreativitas dan pemahaman peserta didik melalui metode mind mapping dalam pembelajaran IPS kelas VIII C SMP N 4 Wonosari. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII C SMP N 4 Wonosari sebanyak 32 siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kreativitas peserta didik dari siklus I ke II dengan kategori tinggi meningkat 43,75%, kategori sedang mengalami penurunan 21,88%, kategori rendah mengalami penurunan 12,49% dan kategori sangat rendah mengalami penurunan 9,38%. Peningkatan dari siklus II ke siklus III kategori sanggat tinggi meningkat 15,63%, kategori sedang mengalami penurunan 21,88%, kategori rendah mengalami penurunan 9,38% dan kategori sangat rendah mengalami penurunan 3,12%. Penerapan metode mind mapping dapat meningkatkan pemahaman peserta didik. Hal ini dibuktikan dengan peserta didik mencapai KKM pada siklus I 31,25% meningkat menjadi 78,13% dengan kriteria 75%. 2.1.2.2 Penelitian tentang Berpikir Kritis Rahayu (2011) meneliti tentang pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritis kategori afektif umum pada mata pelajaran IPA di SDK Ganjuran Yogyakarta. Subjek penelitian ini adalah kelas VA sebagai kelas eksperimen dan VB sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode inkuiri tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, hal ini ditunjukkan dengan harga Sig.(2-tailed) > 0,05 yaitu 0,001. 20

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sedangkan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan berpikir krits dengan harga Sig. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,001. Hartati (2010) melakukan penelitian tentang pengembangan alat peraga gaya gesek untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA. Tujuan penelitian ini untuk untuk mendapatkan alat peraga gaya gesek pada bidang yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA N 2 Pekalongan sebanyak 34 responden. Hasil penelitian ini meningkat, hal ini ditunjukkan dengan hasil uji peningkatan keterampilan berpikir kritis dengan uji t diperoleh terhitung = 5,389 dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktikum menggunakan alat peraga gaya gesek pengembangan secara nyata mengalami peningkat, ditunjukkan dengan peningkatan hasil belajar dari 65,24 naik menjadi 70,63. Wassalwa (2012) meneliti tentang upaya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII B SMP N 1 Ngemplak pada pembelajaran IPA dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Tujuan penelitian ini adalah megetahui keterlaksanaan model PBL dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, besar peningkatan kemampuan berpikir kritis, dan respon siswa terhadap model PBL. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII B SMP N 1 Ngemplak yang berjumlah 32 siswa. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran IPA dengan model PBL memberikan dampak positif terhadap kemampuan berpikir siswa. Hal ini dapat dilihat dari persentase rata-rata skor kemampuan berpikir kritis siklus I adalah 73,71% dan meningkat pada siklus II menjadi 83,09%. Sukaesih, Ristiasari, & Priyono (2012) meneliti tentang model pembelajaran problem solving dengan mind mapping terhadap kemampuan berpikir kritis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh mind map terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII SMP N 6 Temanggung. Sampel penelitian adalah siswa kelas VII E dan VII G. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran problem solving dengan menggunakan mind map berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis di SMP N 6 Temanggung dengan hasil analisis persentase menunjukkan bahwa kemampuan memberikan penjelasan sederhana siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki persentase tertinggi baik sebelum dilakukan pembelajaran 21

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (71,43% dan 64,28%) maupun setelah dilakukan pembelajaran (89,73% dan 78,57%), sedangkan kemampuan siswa dalam mengatur strategi dan taktik berpikir kritis siswa pada kedua kelas penelitian memiliki persentase terendah baik sebelum dilakukan pembelajaran (52,27% dan 49,69%) maupun setelah dilakukan pembelajaran (63,06% dan 52,72%). Beberapa penelitian mengenai metode mind map dan kemampuan berpikir kritis, menujukkan bahwa keduanya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Tetapi penelitian-penelitian sebelumnya belum banyak meneliti mengenai berpikir kritis pada kemampuan interpretasi dan analisis lebih jauh, karena itu peneliti ingin melihat lebih jauh mengenai dampak metode mind map terhadap kemampuan interpretasi dan analisis. 2.1.2.3 Literature map Penelitian Mind Map Penelitian Berpikir Kritis Cahyani (2012) Mind map – kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA Wahyuni (2009) Mind map – belajar mata kuliah histologi-embrilogi Sutarni (2011) Mind mapping – kemampuan mengajar soal cerita bilangan pecahan Hartati (2012) Mind map – kreativitas dan pemahaman peserta didik dalam pembelajaran IPS Rahayu (2011) Inkuiri – prestasi belajar dan berpikir kritis kategori afektif umum pada mata pelajaran IPA Wassalwa (2012) PBL – kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran IPA Hartati (2010) Berpikir keritis – pengembangan alat peraga gaya gesek Sukaesih, Ristiasari, & Priyono (2012) Problem solving – kemampuan berpikir kritis Yang perlu diteliti : Pengaruh mind map terhadap kemampuan interpretasi dan analisis Gambar 2.10 Literature Map 22

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.2 Kerangka Berpikir Mind map merupakan cara paling mudah dalam menempatkan informasi ke dalam otak dan ke luar otak. Mind map membantu seseorang untuk mempermudah memetakan suatu kegiatan, sedangkan untuk mata pelajaran digunakan sebagai cara kreatif untuk menciptakan kebermaknaan pembelajaran karena materi yang disajikan dapat dipetakan menurut kategori yang diinginkan. Mind map membantu siswa menjadi lebih kreatif dan mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Mind map mampu menarik perhatian siswa karena menggunakan gambar dan warna sehingga terlihat menarik. Selain itu mind map juga mempengaruhi seseorang untuk memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dengan membuat mind map, sehingga akan menciptakan pemikiran yang kritis terhadap materi pelajaran. Berpikir merupakan kegiatan yang dilakukan manusia setiap saat. Berpikir merupakan kegiatan yang melibatkan otak dalam pengorganisasiannya. Suatu kegiatan yang terarah dan terorganisasi dalam memecahkan suatu masalah selalu melibatkan pemikiran kritis. Berpikir kritis merupakan proses terarah yang jelas yang digunakan untuk memecahkan suatu masalah, mengambil keputusan, membujuk, menganalisis asumsi, berpendapat, mengevaluasi bobot pendapat diri sendiri dan orang lain, serta melakukan penelitian ilmiah secara sistematis. Melalui berpikir kritis, siswa mampu memiliki tingkat pemecahan masalah yang lebih baik. Mind map dapat memudahkan siswa memahami materi pembelajaran sehingga menjadi bermakna dan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. Rasa ingin tahu yang tinggi akan menciptakan pemikiran yang kritis sehingga siswa mampu berpikir kritis. Jika metode pembelajaran mind map diterapkan pada materi IPA kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta, penggunaan metode mind map akan berpengaruh terhadap kemampuan interpretasi dan analisis. 2.3 Hipotesis 2.3.1 Penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan interpretasi siswa kelas V SD Pangudi Luhur Yoyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. 23

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.3.1 Penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan analisis siswa kelas V SD Pangudi Luhur Yoyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. 24

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bab ini dibahas metode penelitian yang digunakan dalam penelitian. Pembahasan metode penelitian yaitu mengenai jenis penelitian yang digunakan, populasi dan sampel penelitian, setting penelitian, variabel penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, teknik pengujian instrumen, uji validitas, uji reliabilitas, dan teknik analisis data. 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimental tipe non-equivalent control group design (Sugiyono, 2012: 118). Penelitian ini termasuk dalam quasi experimental design karena pemilihan sampel tidak dilakukan secara random, namun dilakukan pengundian untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang disaksikan oleh empat guru. Menurut Sugiyono (2012: 116-118) quasi experimental design memiliki dua tipe, yaitu (1) time series design, pemilihan kelompok eksperimen tidak bisa dilakukan secara random melainkan dengan pemberian pretest sebanyak empat kali untuk melihat kestabilan dan kejelasan kelompok tersebut. Penelitian ini hanya dilakukan pada satu kelompok dan tidak ada kelompok kontrol. (2) Non-equivalent control group design, pada design ini terdiri dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, dengan diberikannya pretest dan posttest kepada kedua kelompok. Pemberian treatment pada kelompok eksperimen sebelum pemberian posttest. Kedua kelas yang terpilih kemudian diberikan pretest untuk memastikan kedua kelompok memiliki kemampuan awal yang sama. Kelompok eksperimen diberi treatment berupa metode mind map sedangkan kelompok kontrol tidak diberi perlakuan apapun hanya menggunakan metode ceramah. Kelompok kontrol melaksanakan pembelajaran seperti biasa dengan metode yang biasanya digunakan oleh guru dalam mengajar. Posttest diberikan setelah treatment pada kelompok eksperimen sedangkan kelompok kontrol setelah pembelajaran biasa atau tanpa treatment. Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diampu oleh satu guru yang sama dengan perlakuan 25

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI berbeda. Penelitian ini digunakan karena peneliti akan melihat pengaruh perlakuan metode mind map terhadap kemampuan interpretasi dan analisis dengan melibatkan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Campbell dan Stanley (dalam Cohen, 2007: 276) mengungkapkan bahwa hasil penelitian menggunakan pretest dan posttest atau pengaruh kausal dari intervensi dapat dihitung dalam tiga langkah, pertama: 1) kurangi skor pretest dari nilai posttest untuk kelompok eksperimen untuk menghasilkan skor 1. 2) Kurangi skor pretest dari nilai posttest untuk kelompok kontrol untuk menghasilkan skor 2. 3) Kurangi skor 2 dari skor 1. Kemudian efek dari intervensi eksperimental akan menghasilkan rumus (O2 - O1) – (O4 – O3). Jika hasilnya negatif maka efek kausal negatif atau tidak ada pengaruh dan sebaliknya jika hasilnya positif (lebih dari nol) maka kausalnya positif atau ada pengaruh. Desain penelitian yang akan digunakan adalah sebagai berikut (Cohen, 2007: 278): O1 X O3 O2 O4 Gambar 3.1 Desain penelitian Keterangan: O1 = hasil observasi pretest kelompok eksperimen O2 = hasil observasi posttest kelompok eksperimen O3 = hasil observasi pretest kelompok kontrol O4 = hasil observasi posttest kelompok kontrol X = treatment Garis putus-putus melambangkan cara pemilihan antara kelompok eksperimen dan kontrol yang dilakukan tidak secara random dan juga sebagai pemisah antara kelompok eksperimen dan kontrol yang disebut dengan nonequivalent control group design. 3.2 Setting Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di SD Pangudi Luhur Yogyakarta yang berlokasi di Jl. Panembahan Senopati No. 18 Yogyakarta. SD ini adalah sekolah 26

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang berstatus swasta dengan akreditasi A yang dikelola di bawah bimbingan yayasan Pangudi Luhur. SD Pangudi Luhur Yogyakarta berada di daerah yang strategis. Malioboro terletak di sebelah utara SD Pangudi Luhur. Malioboro merupakan sentral pariwisata di Yogyakarta. Di sebelah timur terdapat Jl. Brigjen Katamso yang di samping kanan kirinya terdapat banyak penjual yang menyediakan kebutuhan hidup. Selatan SD Pangudi Luhur Yogyakarta juga terdapat alun-alun yang merupakan sentral berkumpulnya masyarakat Yogyakarta jika ada acara maupun tidak ada acara. Bagian barat terdapat gedung tua peninggalan Belanda dan ruko-ruko yang digunakan untuk berjualan. Sekolah ini terdiri dari 4 kelas paralel yaitu, PL 1, PL 2, PL 3, dan PL 4 dengan jumlah kelas seluruhnya adalah 24. Sekolah ini memiliki guru dan karyawan yang berjumlah 45. Guru kelas terdiri dari 21 orang, sedangkan sisanya adalah guru mata pelajaran dan karyawan. SD Pangudi Luhur memiliki banyak kegiatan yang mampu menjadi wadah bagi anak-anak dalam mengembangkan bakat yang dimiliki dengan memfasilitasi anak-anak dalam ekstrakurikuler. Contoh ekstrakurikulernya seperti bina vocal kecil, bina vocal besar, ansamble musik, biola, menari kecil, menari besar, karawitan, bahasa inggris, catur, basket inti, basket reguler, renang, Tae Kwon do, MGC (khusus untuk kelas 4), dan pramuka. Sekolah ini juga merupakan sekolah yang memiliki segudang prestasi untuk setiap tahunnya. Berikut ini beberapa penghargaan yang diperoleh tahun 2013, yaitu: 1) Meraih medali emas dalam Olympiade Matematika Tingkat Nasional. 2) Meraih medali perunggu dalam Olympiade Matematika Tingkat Internasional. 3) Meraih medali emas dalam Lomba Olahraga Dansa Tingkat Internasional. 4) Meraih medali perak dalam Olympiade MIPA Tingkat Nasional. 5) Meraih medali perak dalam pertandingan Tae Kwon do di Universitas Janabadra. 7) Meraih juara 1 lomba menyanyi tunggal tingkat Provinsi di SMAN 3 Yogyakarta. Peneliti memilih SD Pangudi Luhur Yogyakarta sebagai tempat penelitian karena merupakan salah satu SD favorit di Yogyakarta, hal ini dapat terlihat dari jumlah kelas 24 dengan 4 paralel. Tetapi prestasi belajar di SD Pangudi Luhur Yogyakarta kalah dengan SD Kulon Progo yang relatif minim fasilitas dan daya dukung dibandingkan dengan SD Pangudi Luhur Yogyakarta. Hal ini terlihat dari 27

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI hasil Ujian Nasional tahun lalu yang diperoleh SD Pangudi Luhur kalah dengan SD Kulon Progo. SD Pangudi Luhur tidak masuk ke dalam 5 besar nilai terbaik pada tingkat provinsi, padahal SD ini memiliki fasilitas yang sangat baik di dalam maupun di luar kelas. Oleh karena itu peneliti akan mencoba mind map dalam pembelajaran IPA dengan harapan dapat memberikan pengaruh terhadap prestasi siswa dalam pelajaran IPA. Penelitian ini dilaksanakan pada saat pelaksanaan PPL yang berlangsung di SD Pangudi Luhur Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang sudah dikonsultasikan kepada guru mata pelajaran dan bidang kurikulum SD Pangudi Luhur Yogyakarta. Berikut ini adalah jadwal penelitian yang telah disusun: Tabel 3.1 Jadwal Kegiatan Kelompok Eksperimen dan Kontrol Kelompok Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol Kegiatan Pretest Pembelajaran tentang pesawat sederhana Pembelajaran tentang tuas Pembelajaran tentang bidang miring dan membuat mind map Pembelajaran tentang katrol Pembelajaran tentang roda berporos dan membuat mind map Membuat mind map secara keseluruhan Posttest Pretest Menjelaskan materi keseluruhan tentang pesawat sederhana Pembelajaran tentang tuas Pembelajaran tentang bidang miring Pembelajaran tentang katrol Pembelajaran tentang roda berporos Merangkum seluruh materi yang dipelajari tentang pesawat sederhana Posttest Alokasi Waktu 2 x 40 menit Kamis, 6 Februari 2014 2 x 40 menit Jum’at, 7 Februari 2014 2 x 40 menit Selasa, 11 Februari 2014 2 x 40 menit Kamis, 13 Februari 2014 2 x 40 menit Kamis, 20 Februari 2014 2 x 40 menit Jum’at, 21 Februari 2014 2 x 40 menit Selasa, 25 Februari 2014 2 x 40 menit 2 x 40 menit 2 x 40 menit Selasa, 4 Maret 2014 Senin, 3 Februari 2014 Selasa, 4 Februari 2014 2 x 40 menit 2 x 40 menit Sabtu, 8 Februari 2014 Senin, 10 Februari 2014 2 x 40 menit 2 x 40 menit Selasa, 11 Februari 2014 Sabtu, 22 Februari 2014 2 x 40 menit Senin, 24 Februari 2014 2 x 40 menit Senin, 3 Maret 2014 Hari, Tanggal 3.3 Populasi dan Sampel Populasi menurut Sugiyono (2012: 119) adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek dan subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta. 28

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Populasi dilakukan hanya pada kelas V karena Kompetensi Dasar yang digunakan dalam penelitian merupakan Kompetensi Dasar kelas V. Sugiyono (2010: 118) berpendapat bahwa sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteritis yang dimiliki oleh populasi. Sampel untuk penelitian ini adalah siswa SD Pangudi Luhur Yogyakarta kelas V PL 3 dan V PL 4. Jumlah siswa laki laki V PL 3 adalah 23 dan jumlah siswa perempuannya adalah 16. Sedangkan jumlah laki-laki untuk kelas V PL 4 adalah 25 dan jumlah sisiwa perempuan 14. Sampel untuk kelompok ekspeimen adalah kelas V PL 3 dan untuk sampel kelompok kontrol adalah siswa kelas V PL 4. 3.4 Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh suatu informasi tantang hal tersebut, kemudian akan ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2012: 63). Sugiyono (2012: 64) berpendapat bahwa variabel terdiri dari dua bagian, yaitu: (1) variabel independen merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen. (2) Variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel independen. Variabel independen yang digunakan oleh peneliti adalah mind map, sedangkan variabel dependen adalah kemampuan interpretasi dan analisis. Variabel independen Variabel dependen Kemampuan Interprestasi Metode mind map Kemampuan Analisis Gambar 3.2 Variabel Penelitian 3.5 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data adalah tes berupa pretest dan posttest. Posttest dilaksanakan selama dua kali yaitu posttest I dan posttest II. Rentang pemberian postest II dilakukan sekitar tiga minggu. Tujuan pemberian posttest II adalah 29

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI untuk mengetahui retensi pengaruh perlakuan (Krathwohl, 2004: 546). Penelitian eksperimental dianjurkan pelaksanaannya dalam waktu singkat, hal ini dilakukan untuk mengurangi bias dari penelitian menurut Krathwohl (2004: 547). Oleh karena itu sebisa mungkin penelitian eksperimental hanya dilaksanakan selama dua minggu. Krathwohl (2004: 546) juga berpendapat bahwa penelitian eksperimental dianjurkan untuk memasukkan elemen penelitian kualitatif supaya dapat dipahami sudut pandang subjek yang diteliti terkait perlakuan dari variabel yang diteliti. Cara yang ditempuh adalah dengan melakukan triangulasi data yang terdiri dari wawancara, observasi dan dokumntasi. 3.6 Instrumen Penelitian Instrumen penelitian merupakan alat bantu bagi peneliti guna mengumpulkan data. Instrumen yang digunakan adalah tes bentuk essay. Tes essay atau uraian bebas menurut Widoyoko, (2012: 79) adalah bentuk tes uraian yang memberikan kebebasan kepada siswa untuk untuk mengekspresikan pikiran dan gagasanya dengan menjawab soal. Azwar (2008: 106) menambahkan bahwa soal essay dianggap mempunyai kelebihan yaitu dapat membantu siswa dalam menjelaskan maksud dari jawaban sesuai dengan kemampuan pengorganisasian pikiran dan dinyatakan secara lengkap. Standar kompetensi yang digunakan adalah 5. Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya. Kompetensi dasar yang digunakan yaitu 5.2 Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat. Peneliti menggunakan 7 soal essay dalam pretest dan posttest untuk mengukur enam kemampuan berpikir kritis, namun penelitian ini membahas dua variabel yaitu kemampuan interpretasi dan analisis. Berikut ini matriks pengembangan instrumen yang digunakan: Tabel 3.2 Matriks Pengembangan Instrumen No Variabel 1 Interpretasi 2 Analisis Indikator Mengidentifikasi masalah dan mendeskripsikan ciri-cirinya Membuat klasifikasi atas dasar data-data dengan skema tertentu Menentukan kriteria yang berguna untuk membuat klasifikasi Mengerti maksud dari pertanyaan yang diajukan Menginterpretasi data yang yang digunakam Meneliti alternatif-alternatif yang mungkin dengan melihat persamaan dan perbedaannya. No. Soal 1 2 30

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Variabel No. Soal Indikator Menganalisis rangkaian argumen yang digunakan untuk menarik kesimpulan Membandingkan gagasan, konsep, atau pernyataan yang berbeda Mengidentifikasi mana permasalahan utama dan mana permasalahan sekunder Menilai apakah suatu pernyataan mendukung atau berlawanan dengan suatu argumen Rubrik penilain dapat dilihat dalam tabel berikut ini: Tabel 3.3 Rubrik Penilaian No 1 Variabel Interpretasi Indikator Mengidentifikas i masalah dan mendeskripsika n ciri-cirinya Membuat klasifikasi atas dasar data-data dengan skema tertentu Mengerti maksud dari pertanyaan yang diajukan Menginterpretas i data yang digunakan 2 Analisis Menentukan kriteria yang berguna untuk membuat klasifikasi Meneliti alternatifalternatif yang mungkin dengan melihat persamaan dan perbedaannya Membandingka n gagasan, konsep, atau pernyataan yang Kriteria Jika menyebutkan 3 alat dengan tepat Jika menyebutkan 2 alat dengan tepat Jika menyebutkan 1 alat dengan tepat Jika tidak menjawab Jika mampu mengklasifikasikan dengan tepat 3-4 jenis pesawat sederhana Jika mampu mengklasifikasikan dengan tepat 2 jenis pesawat sederhana Jika mampu mengklasifikasikan dengan tepat 1 jenis pesawat sederhana Jika tidak mengklasifikasikan Jika dapat menjawab 3 pertanyaan dengan benar Jika dapat menjawab 2 pertanyaan dengan benar Jika dapat menjawab 1 pertanyaan dengan benar Jika tidak dapat menjawab pertanyaan Jika mendiskripsikan masing-masing 1 ciriciri dari 3 benda dengan tepat Jika mendiskripsikan masing-masing 1 ciriciri dari 2 benda dengan tepat Jika mendiskripsikan masing-masing 1 ciriciri dari 1 dengan tepat Jika tidak memberikan ciri-ciri pada jawaban Jika menyebutkan 3/4 jenis pesawat sederhana Jika menyebutkan 2 jenis pesawat sederhana Jika menyebutkan 2 jenis pesawat sederhana Jika tidak menjawab Skor 4 3 2 1 Jika 3 jawaban benar Jika 2 jawaban benar Jika 1 jawaban benar Jika jawaban salah 4 3 2 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 1 Jika menyebutkan kelebihan dan kelemahan masing-masing cara Jika menyebutkan kelebihan atau kelemahan secara keseluruhan untuk semua alat 4 3 31

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Variabel Indikator berbeda Mengidentifikas i mana permasalahan utama dan mana permasalahan sekunder Menilai apakah suatu pernyataan mendukung atau berlawanan dengan suatu argumen Menganalisis rangkaian argumen yang digunakan untuk menarik kesimpulan Kriteria Jika menyebutkan kelebihan atau kelemanahan suatu alat namun salah Jika tidak menjawab Jika mengurutkan 3 cara dengan benar Jika mengurutkan 2 dengan benar Jika mengurutkan 1 dengan benar Jika tidak menjawab atau mengurutkan salah Skor 2 1 4 3 2 1 Jika memberikan alasan dari 3 cara dengan benar Jika memberikan alasan dari 2 cara dengan benar Jika memberikan alasan dari 1 cara dengan benar Jika tidak menuliskan alasan Jika memberikan kesimpulan yang benar Jika menuliskan kesimpulan yang berbeda dan logis Jika memberikan kesimpulan salah Jika tidak memberikan kesimpulan 4 3 2 1 4 3 2 1 3.7 Teknik Pengujian Instrumen 3.7.1 Uji Validitas Instrumen yang valid adalah instrumen yang bisa diukur sesuai dengan tujuan yang akan diukur (Widoyoko, 2012: 128). Sugiyono menambahkan bahwa validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada objek tertentu yang diteliti dengan daya yang dapat dilaporkan oleh peneliti (Sugiyono, 2012: 361). Validitas penelitian dibagi menjadi dua, yaitu: (1) validitas internal merupakan derajat akurasi desain penelitian dengan hasil penelitian. (2) Validitas eksternal merupakan derajat akurasi penelitian dengan generalisasi atau penerapan terhadap populasi di mana sampel itu diambil. Validitas internal harus memenuhi validitas konstruk dan validitas isi. Sebelum instrumen dikatakan valid maka akan dilakukan uji validitas. Tahapan pertama adalah dilakukannya validitas isi. Validitas isi diakukan dengan dua cara, yaitu expert judgment dan face validity. Expert judgment dilakukan dengan cara melakukan konsultasi kepada ahli IPA guna melihat kualitas kisi-kisi materi pesawat sederhana yang akan digunakan sebagai penelitian. Expert judgment selanjutnya dilakukan pada dosen ahli Bahasa Indonesia untuk melihat kesesuaian tata bahasa yang digunakan. Expert judgment juga dilakukan pada 32

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI guru pengajar SD Pangudi Luhur Yogyakarta. Face validity adalah cara yang dilakukan untuk melihat kejelasan tampilan soal. Diujikan dengan cara memperlihatkan soal kepada siswa untuk melihat kejelasan soal. Tahap yang kedua adalah validitas konstruk. Validitas ini dilakukan dengan berdasarkan anlisis faktor (Widoyoko, 2012: 134). Untuk mempermudah perhitungan validitas konstruk, maka peneliti menggunakan program komputer IBM SPSS Statistic 20 for Windows. Widoyoko (2012: 134) menjelaskan bahwa sebuah instrumen dikatakan memiliki validitas jika hasilnya sesuai dengan kriteria tertentu. Cara yang digunakan peneliti untuk melihat kesejajaran tersebut dengan mengkorelasikan hasil pengukuran dengan kriteria. Teknik korelasi yang digunakan untuk menghitung kesejajaran adalah dengan teknik product moment dari Carl Pearson. IBM SPSS Ststistics 20 for Windows digunakan untuk menentukan validitas tiap item soal dengan memperhatikan harga probabilitas Sig. (2-tailed). Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05 maka item soal tersebut valid. Sedangkan jika harga Sig. (2-tailed) > 0,05 berarti item soal tersebut tidak valid. rtabel untuk 77 responden adalah 0,227. Untuk melihat soal tersebut valid atau tidak dapat dilakukan dengan membandingkan rhitung dan rtabel. Jika rhitung lebih besar dari pada rtabel maka soal dikatakan valid. Sebaliknya jika rhitung lebih kecil dari rtabel maka dikatakan bahwa soal tersebut tidak valid. Hasil validitas dapat dilihat pada tabel berikut (Lampiran 4.1). Tabel 3.4 Hasil Uji Validitas Semua Variabel No. Soal 1 2 3 4 5 6 r tabel r hitung Sig. (2-tailed) Kualifikasi 0,227 0,227 0,227 0,227 0,227 0,227 0,260 0,507 0,291 0,604 0,619 0,718 0,009 0,000 0,003 0,000 0,000 0,000 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan tabel tersebut variabel yang akan diteliti yaitu interpretasi dan analisis dan variabel tersebut sudah valid. 33

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.7.2 Uji Reliabilitas Widoyoko (2012: 143) berpendapat bahwa reliabilitas merupakan keajegan, tetap, stabil, atau konsisten. Data dikatakan reliabel apabila dua atau lebih penelitian dalam objek yang sama menghasilkan data yang sama, atau penelitian yang sama dilakukan dalam waktu yang berbeda hasilnya tetap sama, atau sekelompok data apabila dipecah menjadi dua akan menunjukkan data yang sama (Sugiyono, 2012: 362). Azwar (2008: 173) juga berpendapat bahwa reliabilitas merupakan tingkat kepercayaan terhadap hasil pengukuran. Penentuan reliabilitas menggunakan teknik Alpha Cronbach (Widoyoko, 2012: 151) dengan instrumen skor non diskrit, di mana ukuran dalam skoringnya bukan 1 dan 0, tetapi bersifat gradual yaitu ada perpanjangan skor atau rentang skor. Rentang skor yang digunakan mulai dari skor 1 sampai dengan 4 untuk masing-masing soal dengan kriteria yang ditentukan. Penghitungannya dengan menggunakan IBM SPSS Statistics 20 for Windows menggunakan rumus Alpha Cronbach. Nunnally (dalam Ghozali, 2009: 46) berpendapat bahwa sebuah konstruk dikatakan reliabel apabila harga Alpha Cronbach > 0,60. Hasil perhitungan menunjukkan Alpha Cronbach > 0,60, yaitu 0,603, untuk tujuh soal yang mencakup semua kemampuan berpikir kritis. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa keenam vaiabel tersebut reliabel. Sedangkan untuk setiap variabel adalah sebagai berikut (Lampiran 3.2). Tabel 3.5 Perhitungan Reliabel No 1 2 3 4 5 6 Variabel Interpretasi Analisis Evaluasi Inferensi Eksplanasi Regulasi Diri Cronbach’s Alpha 0,810 0,686 0,971 0,782 0,791 0,933 Kategori Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel 3.8 Teknik Analisis Data Teknik analisis data dilakukan setelah data terkumpul untuk menguji hipotesis yang diajukan. Jenis statistik yang digunakan adalah statistik inferensial. Statistik inferensial adalah teknik analisis yang digunakan oleh peneliti untuk menganalisis data sampel yang digunakan untuk populasi tertentu menurut Sugiyono (2012: 201). Setelah menentukan jenis statistiknya maka akan 34

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ditentukan statistik parametrik atau nonparametrik yang akan digunakan. Statistik parametrik (Sugiyono, 2012: 201) digunakan untuk menguji parameter suatu populasi melalui statistik atau menguji ukuran populasi melalui data sampel. Sedangkan statistik nonparametrik itu sendiri tidak dituntut terpenuhi oleh banyak asumsi (data tidak harus normal). Cara pengolahan data akan dilakukan menggunakan program komputer IBM SPSS Statistics 20 for Windows. Analisis data yang akan digunakan yaitu sebagai berikut: 3.8.1 Uji Normalitas Distribusi Data Uji normalitas distribusi data digunakan untuk mengetahui apakah data merupakan data normal atau tidak normal (Sugiyono, 2008: 159). Uji normalitas ini dihitung menggunakan IBM SPSS Statistics 20 for Windows dalam hal ini adalah Kolmogorov-Smirnov test (Sugiyono, 2008: 159). Kriteria yang digunakan untuk mengambil kesimpulan menurut Priyatno (2010: 58-93) yaitu 1) jika harga Sig. (2-tailed) > 0,05 distribusi data normal. 2) Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05 distribusi data tidak normal. Jika data normal, uji statistik yang digunakan adalah statistik parametrik yaitu Independent samples t-test, namun jika data tidak normal akan digunakan uji statistik non parametrik dalam hal ini Mann-Whitney U-test atau Wilcoxon signed ranks test. 3.8.2 Pengaruh Perlakuan 3.8.2.1 Uji Perbedaan Kemampuan Awal Uji perbedaan skor pretest dilakukan dengan menganalisis hasil pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Uji perbedaan skor pretest ini digunakan untuk memastikan bahwa kedua kelompok memiliki kemampuan awal yang sama. Cara mencari uji beda ini menggunakan IBM SPSS Statistics 20 for Windows dengan memasukan semua data pretest kelompok kontrol dan eksperimen kemudian diolah dengan statistik parametrik Independent samples ttest untuk data yang terdistribusi normal. Sedangkan untuk data yang tidak terdistribusi normal maka akan digunakan uji statistik non parametrik MannWhitney U-test. Hipotesis yang digunakan adalah sebagai berikut: 35

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hi : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan yaitu (Priyatno, 2010: 99): 1) Jika harga Sig. (2-tailed) > 0,05 maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok eksperimen dan pretest pada kelompok kontrol. Kedua kelompok memiliki kemampuan awal yang sama. 2) Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05 maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok eksperimen dan skor pretest kelompok kontrol. Kedua kelompok tidak memiliki kemampuan awal yang sama. Kondisi yang ideal adalah jika tidak ada perbedaan yang signifikan dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sehingga kedua kelompok tersebut dapat dibandingkan. 3.8.2.2 Uji Selisih Skor Pretest-Posttest Uji selisih skor pretest dan posttest digunakan untuk mengetahui apakah penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan interpretasi dan analisis secara prinsip digunakan rumus (O2 – O1) – (O4 – O3) yaitu dengan mengurangkan selisih skor posttest-pretest pada kelompok kontrol dengan selisih skor posttest-pretest pada kelompok eksperimen. Analisis statistik digunakan dengan program komputer IBM SPSS Statistics 20 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Jika data terdistribusi normal digunakan Independent samples T-test atau jika data tidak terdistribusi normal maka akan digunakan MannWhitney U test. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut: Hi : Ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest-posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest-posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan menurut Priyatno (2010: 99) adalah sebagai berikut: 1) Jika harga Sig. (2-tailed) > 0,05 maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih 36

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI skor pretest-posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain penggunaan metode mind map tidak berpengaruh terhadap kemampuan interpretasi atau analisis. 2) Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05 maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretestposttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan interpretasi atau analisis. 3.8.3 Analisis Lebih Lanjut 3.8.3.1 Uji Peningkatan Skor Pretest dan Posttetst I Uji peningkatan skor pretest ke posttest dilakukan untuk mengetahui apakah ada peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Analisis statistik digunakan dengan program komputer IBM SPSS Statistics 20 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Jika data terdistribusi normal digunakan statistik parametrik yaitu Paired samples t-test atau jika data tidak terdistribusi normal maka akan digunakan statitik non parametrik yaitu Wilcoxon signed ranks test. Priyatno (2010: 102) mengatakan bahwa uji ini digunakan untuk menguji perbedaan ratarata dari dua kelompok data atau sampel yang berpasangan. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut: Hi : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut: 1) Jika harga Sig. (2-tailed) > 0,05 maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor skor pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain tidak terdapat peningkatan skor yang signifikan dari pretest dan posttest I. 2) Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05 maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain terdapat peningkatan skor yang signifikan 37

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dari pretest dan posttest I. Untuk mengetahui persentase peningkatan skor pretest ke posttest I digunakan rumus sebagai berikut. Gambar 3.3 Rumus persentase peningkatan 3.8.3.2 Uji Besar Pengaruh Perlakuan (Effect Size) Uji besar pengaruh perlakuan dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan interpretasi dan analisis. Teknik pengujian klasik untuk mengetahui signifikansi pengaruh tidak dengan sendirinya menunjukan apakah pengaruh tersebut cukup substantif atau tidak. Pentingnya suatu pengaruh sering disebut effect size. Field (2009: 56-57) berpendapat bahwa effect size merupakan suatu ukuran objektif yang memiliki standar tertentu untuk mengetahui suatu efek dari suatu perlakuan yang dihasilkan. Untuk mengetahui effect size digunakan koefisien korelasi Pearson, kriteria yang digunakan jika r = 0,10 merupakan efek kecil yaitu setara dengan 1%. Jika r = 0,30 merupakan efek menengah dan setara dengan 9%, dan jika r = 0,50 merupakan efek besar dan setara dengan 25%. Cara yang digunakan untuk mengetahui koefisien korelasi adalah sebagai berikut. Jika distribusi data normal, harga t diubah menjadi harga r dengan rumus sebagai berikut (Field, 2009: 332): Gambar 3.4 Rumus besar efek untuk data normal r : besarnya efek (effect size) yang menggunakan koefisien korelasi Pearson t : harga uji t df : harga derajat kebebasan (degree of freedom) Jika distribusi data tidak normal digunakan rumus sebagai berikut (Field, 2009: 550): 38

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 3.5 Rumus besar efek untuk data tidak normal Keterangan : r : besarnya efek (effect size) yang menggunakan koefisien korelasi Pearson Z : harga konversi dari standar deviasi (dari uji statistik Wilcoxon) N : jumlah total observasi (dalam hal ini 2 x jumlah siswa) 3.8.3.3 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan Krathwohl (2004: 546-547) berpendapat bahwa penelitian eksperimental juga mempergunakan posttest II dengan alasan untuk lebih mengetahui sensitivitas perbedaan perlakuan dari penelitian dan dilaksanakan setelah posttest I dengan selang waktu yang tidak lama. Selain tujuan posttest II juga digunakan untuk melihat retensi pengaruh suatu perlakuan. Uji retensi pegaruh perlakuan dilakukan untuk melihat apakah ada pengaruh penggunaan metode mind map setelah 3 minggu posttest I dilakukan. Analisis statistik digunakan dengan program komputer IBM SPSS Statistics 20 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Jika data terdistribusi normal digunakan statisti parametrik yaitu Paired samples t-test atau jika data tidak terdistribusi normal maka akan digunakan statitik non parametrik yaitu Wicoxon signed ranks test. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut: Hi : Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut: 1) Jika harga Sig. (2-tailed) > 0,05 maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain tidak terjadi peningkatan yang signifikan dari posttest I ke posttest II. 2) Jika harga Sig. (2tailed) < 0,05 maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan skor yang 39

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI signifikan antara skor skor posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain terjadi peningkatan skor yang signifikan dari posttest I ke posttest II. Untuk mengetahui persentase peningkatan skor posttest I ke posttest II digunakan rumus sebagai berikut. Gambar 3.6 Rumus peningkatan posttes II 3.8.3.4 Dampak Perlakuan pada Siswa Krathwohl (2004: 546) menganjurkan bahwa penelitian eksperimental sebaiknya menyertakan elemen penelitian kualitatif agar lebih dapat dipahami sudut pandang subjek yang diteliti terkait perlakuan dari variabel yang diteliti. Hal ini berfungsi untuk memahami pengaruh mind map terhadap kognitif ataupun afektif siswa. Kemampuan afektif yang akan diamati oleh peneliti adalah keaktifan, antusias dan kreatifitas siswa. Cara yang dilakukan adalah dengan triangulasi data. Triangulasi data dilakukan dengan cara mengumpulkan data melalui beragam sumber yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi (Cresswell, 2012: 229). Wawancara dilaksanakan pada tiga anak dari masing-masing kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Tiga siswa tersebut dipilih dengan tingkat kemampuan kognitif paling rendah, menengah dan tinggi berdasarkan rekomendasi dari guru. Wawancara pertama dilaksanakan sebelum treatment yaitu pada tanggal 1 Februari 2014. Wawancara yang kedua dilakukan setelah treatment yaitu pada tanggal 6 Maret 2014. Berikut ini adalah topik-topik yang digunakan sebagai pedoman wawancara kepada siswa kelompok eksperimen: Tabel 3.6 Topik Wawancara Kelompok Eksperimen No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Topik Kesenangan terhadap pembelajaran IPA Kebiasaan guru dalam mengajar Kegiatan belajar yang diinginkan siswa Materi pelajaran selama ini yang paling disukai Kemampuan siswa dalam mengerjakan semua butir soal Pengalaman penggunaan mind map sebelumnya Pendapat siswa mengenai pembuatan mind map Peran mind map dalam belajar Perasaan siswa dalam membuat mind map 40

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Selain wawancara dilakukan pada kelompok ekperimen, juga dilaksanakan pada kelompok kontrol. Berikut ini adalah topik wawancara untuk kelompok kontrol: Tabel 3.7 Topik Wawancara Kelompok Kontrol No Topik Kesenangan terhadap pembelajaran IPA Kebiasaan guru dalam mengajar Kegiatan belajar yang diinginkan siswa Materi pelajaran selama ini yang paling disukai Kemampuan siswa dalam mengerjakan semua butir soal Pendapat siswa mengenai pembelajaran dengan materi pesawat sederhana Pendapat mengenai belajar yang ideal bagi mereka 1 2 3 4 5 6 7 Selain wawancara terhadap siswa, peneliti juaga melakukan wawancara kepada guru pengajar mengenai kegiatan belajar menggunakan mind map dan reaksi siswa. Hal ini dilakukan untuk menggali informasi lebih lanjut dari guru. Berikut ini adalah topik dari wawancara yang digunakan peneliti sebagai pedoman: Tabel 3.8 Topik Wawancara Guru No 1 2 3 4 5 6 7 8 Topik Suka duka mengajar di kedua kelas Cara guru mengaktifkan siswa Metode yang sering digunakan Respon anak dalam belajar Hasil belajar siswa selama ini Pendapat menggunakan metode mind map Kondisi kedua kelas saat kegiatan belajar mengajar Perbedaan hasil belajar kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Observasi dilaksanakan selama pembelajaran berlangsung dengan cara merekam semua kegiatan pembelajaran dan mencatat semua aktivitas yang ada di dalam kelas. Tujuannya adalah untuk memantau semua kegiatan yang terjadi di kelas. Selain observasi peneliti juga mendokumentasikan kegiatan belajar mengajar yang ada di kelas supaya bisa melihat kembali kegiatan pembelajaran atau kejadian yang mungkin peneliti lewatkan. 41

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.8.3.5 Konsekuensi Lebih Lanjut Konsekuensi lebih lanjut bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan metode inovatif dalam hal ini adalah mind map terhadap peningkatan kompetensi siswa atau kemampuan belajar siswa. Cara yang dilakukan adalah dengan melihat hasil tes essay pretest dan posttest untuk kemampuan interpretasi dan analisis. Penggunaan metode mind map akan membantu mengatasi rendahnya hasil belajar siswa. Sehingga Indonesia tidak lagi berada pada posisi 35 dari 49 negara menurut penelitian International Mathematics and Science Study (TIMSS) pada tahun 2007 dan pada penelitian Program for International Student Asessment (PISA) tahun 2009 yang menunjukkan bahwa Indonesia berada di peringkat peringkat 57 dari 65 negara dalam hal sains. Sedangkan pada penelitian tahun 2012 yang dilakukan Program for International Student Asessment (PISA) justru mengalami penurununan yaitu peringkat 64 dari 65 negara. Harapannya Indonesia mampu menjadi negara yang lebih baik dalam hal pendidikan. Jadi pemerintah tidak perlu lagi mengeluarkan uang yang banyak untuk memberikan informasi pendidikan pada daerah-daerah. Masalah tersebut bisa diatasi dengan memberikan metode inovatif yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. 42

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan dikemukakan hasil penelitian dan pembahasan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan interpretasi dan analisis pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana. Hasil penelitian yang akan dijelaskan adalah deskripsi data dan analisis data. Berikut ini adalah penjelasan mengenai hasil penelitian: 4.1 Implementasi Pembelajaran Penelitian ini dilaksanakan di dua kelas yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen pada penelitian ini adalah kelas V PL 3 dengan jumlah siswa sebanyak 39 siswa yang terdiri dari siswa laki laki 23 dan perempuan 16. Kelompok kontrol adalah kelas V PL 4 dengan jumlah siswa 39, yang terdiri dari siswa laki-laki 24 dan siswa perempuan 15. Kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan pada dua kelas dengan perlakuan berbeda karena kelas eksperimen dengan menggunakan treatment berupa metode mind map sedangkan kelompok kontrol hanya menggunakan metode ceramah. Kegiatan belajar mengajar pada dua kelas tersebut diampu oleh satu guru pengajar yang sama. Pembelajaran pada kelompok eksperimen dilakukan sebanyak 8 kali dengan melibatkan mind map dalam pembelajarannya. Kegiatan awal pada setiap pembelajaran di kelompok eksperimen selalu dilakukan tanya jawab atau guru bercerita. Pada kegiatan inti pembelajaran dilakukan dengan membuat mind map, melakukan praktik cara menggunakan alat dengan prinsip pesawat sederhana, praktikum, pemodelan guru, dan memperlihatkan gambar pada siswa. Kegiatan akhir selalu diisi dengan mengerjakan lembar evaluasi, dan membuat kesimpulan pembelajaran yang dilakukan selama pembelajaran berlangsung. Pembelajaran pada kelompok kontrol dilaksanakan dengan metode ceramah. Pembelajaran pada kelompok kontrol juga dilaksanakan sebanyak 8 kali. Kegiatan awal dilakukan dengan bercerita dan tanya jawab. Pada kegiatan inti siswa hanya mendengarkan dan guru hanya berceramah. Selain itu pada kegiatan 43

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI inti siswa juga selalu mengerjakan LKS berupa soal. Kegiatan akhir selalu diakhiri dengan kesimpulan dan mengerjakan evaluasi. Guru berperan sebagai pemberi materi pada kelompok kontrol, sedangkan untuk kelompok eksperimen guru lebih berperan sebagai fasilitator dalam kegiatan belajar siswa. Walaupun dalam kegiatan belajar mengajar kelas eksperimen juga sering diselingi ceramah ketika siswa tidak memahami materi yang sedang dipelajari. Peran peneliti dalam kelas hanya mengamati kegiatan pembelajaran yang terjadi di dalam kelas. Peneliti mendokumentasikan semua kegiatan belajar mengajar. Peneliti sedikitpun tidak mengambil peran guru bahkan membantu guru dalam kegiatan belajar mengajar. 4.1.1 Kelompok Kontrol Kegiatan yang dilaksanakan pada kelompok kontrol secara garis besar meliputi pretest, pengenalan materi pesawat sederhana secara keseluruhan, penjelasan mengenai tuas/pengungkit, penjelasan mengenai bidang miring, penjelasan mengenai katrol, penjelasan mengenai roda berporos, meringkas dan melaksanakan posttest I. Kegiatan awal dilakukan dengan bercerita dan melakukan tanya jawab mengenai materi pesawat sederhana yang akan dipelajari hari itu ataupun yang telah dipelajari pada hari sebelumnya. Kegiatan inti pada kelompok kontrol banyak diisi dengan kegiatan ceramah. Ceramah dilakukan oleh guru pengajar untuk menjelaskan materi pesawat sederhana yang akan dipelajari. Selain ceramah, untuk mengisi kejenuhan dalam kegiatan belajar mengajar, guru juga melakukan tanya jawab untuk melihat kemampuan siswa. Kegiatan inti juga selalu diisi dengan mengerjakan LKS berupa soal-soal yang telah disiapkan oleh peneliti. Sedangkan untuk kegiatan akhir selalu diisi dengan merangkum materi pesawat sederhana yang telah dipelajari hari itu. Selain merangkum siswa juga diberikan lembar evaluasi untuk melihat pemahaman siswa dalam materi pesawat sederhana yang dipelajari. Kadang-kadang guru juga melakukan tanya jawab dalam kegiatan akhir guna menegaskan materi yang telah dipelajari bersama. 44

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.1.2 Kelompok Eksperimen Kegiatan yang dilaksanakan pada kelompok eksperimen secara garis besar meliputi pretest, pengenalan materi pesawat sederhana secara keseluruhan dan penjelasan mengenai cara pembuatan mind map. Pada hari ketiga belajar tentang tuas/pengungkit dan pada hari keempat belajar mengenai bidang miring kemudian membuat mind map mengenai tuas juga bidang miring. Pada hari yang kelima belajar mengenai katrol dan pada hari keenam dilaksanakan kegiatan belajar mengenai roda berporos sekaligus membuat mind map mengenai katrol dan roda berporos. Pada hari yang ketujuh kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan membuat mind map materi pesawat sederhana. Pada hari delapan akan dilakukan posttest I. Kegiatan awal sering dilakukan tanya jawab untuk menggali pengetahuan siswa mengenai materi pesawat sederhana. Selain tanya jawab guru juga bercerita mengenai hal-hal yang berkaitan dengan materi pesawat sederhana yang akan dipelajari. Guru juga melakukan apersepsi dengan memperlihatkan alat yang menggunakan prinsip pesawat sederhana dan gambar yang berkaitan dengan kegiatan yang melibatkan alat dengan prinsip pesawat sederhana. Kegiatan inti pada kelompok eksperimen sangat berbeda dengan kegiatan pada kelompok kontrol. Kelompok kontrol hanya didominasi dengan ceramah oleh guru sedangkan pada kegiatan inti di kelompok eksperimen dilakukan dengan pembuatan mind map. Langkah-langkah pembuatan mind map menurut Buzan sebagai berikut: 1) siswa menggambar mind map mulai dari tengah. 2) membuat ide sentral dengan membuat gambar atau tulisan yang menarik. 3) Siswa disarankan untuk menggunakan warna-warna menarik. 4) Setelah itu siswa membuat cabang dari ide pokok atau ide sentral sesuai materi yang dipelajari. 5) setiap cabang dibuat dengan garis melengkung. 6) Siswa harus menulis satu kata kunci dari setiap cabangnya. 7) Terakhir, siswa boleh menambahkan gambar sesuai dengan materi yang dipelajari. Kegiatan inti juga sering dilakukan pemodelan oleh guru dengan menggunakan alat yang berprinsip pesawat sederhana, tidak jarang juga guru menunjuk siswa untuk melakukan pemodelan penggunaan alat di depan kelas. Selain melibatkan alat-alat yang nyata guru juga menggunakan praktikum untuk menjelaskan materi mengenai roda berporos. Pada 45

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kegiatan ini guru juga sering memperlihatkan gambar sebagai alat penarik perhatian siswa dan melakukan tanya jawab. Kegiatan mengerjakan LKS diisi dengan membuat mind map atau menjawab soal. Pada kegiatan akhir sering dilakukan tanya jawab untuk mempertegas pemahaman siswa. Selain itu pada kegiatan ini selalu dilaksanakan pengerjaan lembar evaluasi untuk melihat pemahaman siswa mengenai materi yang telah dipelajari. Kegiatan yang lain adalah penarikan kesimpulan materi yang dipelajari pada hari itu. 4.2 Hasil Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kolaboratif payung IPA yang dilakukan bersama, dengan jumlah anggota untuk setiap kelompok sejumlah tiga mahasiswa untuk meneliti pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis tersebut diantaranya adalah kemampuan intepretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi dan regulasi diri. Pada penelitian ini akan dibahas pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan interpretasi dan analisis. Penelitian ini dilaksanakan di SD Pangudi Luhur Yogyakarta untuk melihat pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan interpretasi dan analisis kelas V. Penelitian ini merupakan penelitian quasiexperimental design tipe non-equivalent control group design. Ada dua kelompok yang dilibatkan dalam penelitian ini, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dipilih secara undi yang disaksikan oleh guru. Perlakuan berbeda dilakukan pada dua kelompok tersebut. Kelompok eksperimen diberikan treatment, sedangkan kelompok kontrol hanya menggunakan metode ceramah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, dengan bentuk tes essay. Jumlah soal yang diujikan pada pretest dan posttest adalah 7 item untuk semua kemampuan berpikir keritis, namun peneliti hanya melakukan penelitian pada dua kemampuan berpikir kritis yaitu interpretasi dan analisis. Kemampuan interpretasi terdapat pada soal nomor 1 dan kemampuan analisis terdapat pada soal nomor 2. Instrumen yang digunakan tersebut sebelumnya telah 46

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dikonsultasikan kepada dosen ahli, dosen pembimbing dan diujikan validitasnya maupun reliabilitasnya. Kelas yang digunakan sebagai kelompok eksperimen yaitu kelas V PL 3 dan kelas kontrol adalah kelas V PL 4. Jumlah siswa pada kelompok eksperimen adalah 39 dengan jumlah laki-laki 23 dan jumlah perempuan adalah 16. Sedangkan kelompok kontrol berjumlah 39 siswa dengan jumlah siswa perempuan 15 dan jumlah siswa laki-laki 24. Tahap awal yang dilakukan peneliti adalah memberikan pretest pada kedua kelompok. Pemberian pretest ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal kedua kelas tersebut. Tahap selanjutnya adalah pembelajaran materi pesawat sederhana pada kedua kelompok dengan metode pembelajaran yang berbeda. Kelompok eksperimen menggunakan treatment berupa metode mind map, sedangkan untuk kelompok kontrol tanpa treatment hanya metode ceramah. Setelah pembelajaran dilaksanakan kedua kelompok tersebut diberikan posttest I untuk mengetahui pengaruh treatment metode mind map terhadap kemampuan interpretasi dan analisis. Setelah tiga minggu kemudian akan diberikan posttest II untuk melihat sensitivitas perlakuan dan untuk melihat retensi pengaruh perlakuan metode mind map terhadap kemampuan interpretasi dan analisis. Pada bagian berikut akan dipaparkan hasil analisis statistik. Seluruh analisis statistik menggunakan program IBM SPSS Statistics 20 for Windows. Analisis statistik menggunakan tingkat kepercayaan 95%. 4.2.1 Pengaruh Penggunaan Metode Mind Map terhadap Kemampuan Interpretasi 4.2.1.1 Uji Normalitas Data Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel independen yaitu metode mind map terhadap variabel dependen yaitu kemampuan interpretasi di SD Pangudi Luhur Yogyakarta. Data yang diperoleh dari hasil pretest, posttest I dan posttest II diuji normalitasnya menggunakan Kolmogorov-Smirnov test pada program komputer IBM SPSS Statistics 20 for Windows. Hal ini dilakukan untuk menentukan jenis statistik yang akan digunakan untuk analisis data responden selanjutnya. Distribusi data dikatakan normal jika 47

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI harga Sig.(2-tailed) dari Kolmogorov-Smirnov test lebih besar dari 0,05. Berikut ini adalah hasil perhitungan uji normalitas untuk pretest, posttest I dan posttest II (Lampiran 4.1). Tabel 4.1 Hasil Uji Normalitas Kemampuan Interpretasi No 1 2 3 4 5 6 Aspek Rerata skor pretest kelompok eksperimen Rerata skor posttest I kelompok eksperimen Rerata skor posttest II kelompok eksperimen Rerata skor pretest kelompok kontrol Rerata skor posttest I kelompok kontrol Rerata skor posttest II kelompok kontrol Sig. (2-tailed) 0,215 0,175 0,328 0,254 0,518 0,645 Keterangan Normal Normal Normal Normal Normal Normal Berdasarkan analisis statistik uji normalitas kemampuan interpretasi tersebut, pretest kelompok eksperimen diperoleh harga Sig.(2-tailed) sebesar 0,215, aspek posttest I kelompok eksperimen memiliki harga Sig.(2-tailed) sebesar 0,175, dan aspek posttest II kelompok eksperimen memiliki harga Sig.(2tailed) sebesar 0,328. Selanjutnya aspek pretest kelompok kontrol memiliki harga Sig.(2-tailed) sebesar 0,254, aspek posttest I kelompok kontrol memiliki harga Sig.(2-tailed) sebesar 0,518, dan aspek posttest II kelompok kontrol memiliki harga Sig.(2-tailed) sebesar 0,645. Harga Sig.(2-tailed) pretest, posttest I, dan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki distribusi data normal karena harga Sig.(2-tailed) > 0,05, sehingga data pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol akan dianalisis dengan menggunakan statistik parametrik. Analisis data untuk melihat kemampuan interpretasi dilakukan dengan lima langkah berikut: 1) uji perbedaan kemampuan awal, yaitu analisis data dengan membandingkan skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol untuk mengetahui perbedaan kondisi awal siswa sebelum mendapatkan perlakuan atau treatment. 2) Uji selisih skor pretest dan posttest I, yaitu untuk mengetahui adanya perbedaan yang signifikan dengan membandingkan selisih skor pretest ke posttest I pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. 3) Uji peningkatan skor pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol untuk mengetahui kenaikan yang signifikan pada masing-masing kelompok tersebut. 4) Uji besar efek perlakuan, yaitu untuk mencari persentase besarnya efek perlakuan penggunaan mind map pada kelompok eksperimen dan 48

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI membandingkannya dengan kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan. 5) Analisis retensi pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan interpretasi. 4.2.1.2 Pengaruh Perlakuan 1) Uji Perbedaan Kemampuan Awal Langkah pertama yang dilakukan peneliti setelah mengetahui normalitas data pretest dari masing-masing kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Peneliti melakukan analisis perbandingan skor pretest kelompok eksperimen dan skor pretest kelompok kontrol. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik dalam hal ini Independent samples t-test. Sebelum dilakukan analisis ini perlu dilakukan uji homogenitas varians dengan Levene’s test. Jika harga Sig. > 0,05 ada homogenitas variansi dari kedua data yang dibandingkan. Jika harga Sig. < 0,05 tidak ada homogenitas variansi dari kedua data yang dibandingkan. Hasil analisis Levene’s test dengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh harga F = 0,912 dengan harga Sig. = 0,343 (p > 0,05) dengan demikian terdapat homogenitas varians sehingga bisa digunakan Independent samples t-test untuk analisis selanjutnya. Berikut ini adalah hasil perhitungan uji beda kemampuan awal dengan Independent samples t-test (Lampiran 4.2). Tabel 4.2 Perbandingan Skor Pretest Kemampuan Interpretasi Hasil Pretest Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Sig. (2-tailed) 0,343 Keterangan Tidak ada perbedaan Hasil skor kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hal ini terlihat dari hasil M = 2,3179, SD = 0,83189, SE = 0,83819, pada kelompok eksperimen dan hasil M = 2,1436, SD = 0,78264, SE = 0,78264 untuk kelompok kontrol. Perbedaan ini signifikan dengan df = 76, t = 0,953, Sig. (2-tailed) sebesar 0,343 (p > 0,05). Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa harga Sig. (2-tailed) > 0,05, maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok eksperimen dan pretest pada kelompok kontrol. Jadi dapat diambil 49

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kesimpulan bahwa kedua kelompok memiliki kemampuan awal yang sama, atau memiliki titik pijak yang sama. 2) Uji Selisih Skor Pretest-Posttest I Langkah kedua dilakukan dengan cara menghitung selisih skor posttest I dikurangkan dengan pretest. Data selisih tersebut kemudian diolah dengan IBM SPSS Statistics 20 for Windows dengan melihat normalitas terlebih dahulu menggunakan Kolmogorov-Smirnov test. Hasil uji untuk selisih adalah sebagai berikut (Lampiran 4.1). Tabel 4.3 Uji Normalitas Selisih Skor Pretest ke Posttest No 1 2 Aspek Selisih Skor pretest dan posttest I eksperimen Selisih Skor pretest dan posttest I kontrol Sig. (2-tailed) 0,083 0,767 Keterangan Normal Normal Hasil perhitungan menunjukkan bahwa harga Sig. (2-tailed) > 0,05 yaitu 0,083 untuk kelompok eksperimen dan 0,767 untuk kelompok kontrol, sehingga data tersebut terdistribusi normal. Hasil tersebut kemudian digunakan untuk menentukan analisis statistik yang dilakukan selanjutnya. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik Independent samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Uji selisih skor pretest ke posttest I dilakukan untuk melihat apakah ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen dan analisis pada kemampuan interpretasi. Anaisis ini juga digunakan untuk melihat pengaruh yang signifikan metode mind map terhadap kemampuan interpretasi. Sebelum dilakukan analisis ini perlu dilakukan uji homogenitas varians Levene’s test. Jika harga Sig. > 0,05 ada homogenitas varians dari kedua data yang dibandingkan. Jika harga Sig. < 0,05 tidak ada homogenitas variansi dari kedua data yang dibandingkan. Hasil analisis Levene’s test dengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh harga F = 0,982 dengan harga Sig. = 0,325 (p > 0,05) dengan demikian terdapat homogenitas variansi sehingga bisa digunakan Independent samples t-test untuk analisis selanjutnya. Berikut ini adalah hasil perhitungan selisih skor pretest ke posttest I dengan Independent samples t-test (Lampiran 4.3). 50

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.4 Selisih Skor Pretest ke Posttest I Kemampuan Interpretasi Selisih Skor Pretest ke Posttest I Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Sig. (2-tailed) 0,004 Keterangan Ada perbedaan Berdasarkan analisis dengan Independent samples t-test untuk selisish pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diperoleh harga Sig. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,004. Pencapaian skor lebih tinggi diperoleh pada kelompok eksperimen pada kemampuan interpretasi dengan nilai M = 1,1282, SD = 0,9542, dan SE = 0,15279 dibandingkan dengan kelompok kontrol yang mendapatkan nilai M = 0,4256, SD = 1.10518, dan SE = 0,17697. Perolehan data tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai df = 76, t = 3,005, p < 0,05 (p = 0,004). Berdasarkan hasil Sig. (2tailed) sebesar 0,004 (p < 0,05), maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor skor pretest-posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan interpretasi. Berikut ini adalah diagram batang yang menunjukkan hasil perbandingan selisih pretest dan posttest I kelompok eksperimen dan kelompok kontrol: Gambar 4.1 Diagram batang perbandingan antara skor pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kemampuan interpretasi. 51

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.2.1.3. Analisis Lebih Lanjut 1) Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest I Langkah ketiga yang dilakukan peneliti adalah melihat apakah ada peningkatan yang signifikan antara skor pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Dari perhitungan akan diperlihatkan persentase peningkatan kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Berdasarkan uji normalitas pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov test menunjukan bahwa hasil dari Sig. (2-tailed) > 0,05 sehingga terdistribusi normal. Uji statistik yang digunakan selanjutnya adalah Paired samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Berikut ini adalah hasil dari perhitungan menggunakan Paired samples t-test (Lampiran 4.4). Tabel 4.5 Perbandingan Skor Pretest ke Posttest I Kemampuan Interpretasi Test No Kelompok 1 Eksperimen 2 Kontrol Pretest Posttest Peningkatan (%) 2,32 3,45 48.67 2,14 2,57 20,09 Sig. (2tailed) Keterangan 0,000 Ada perbedaan 0,021 Ada perbedaan Hasil perbandingan skor pretest ke posttest tersebut menunjukan bahwa harga Sig. (2-tailed) kelompok eksperimen adalah 0,000 (p < 0,05) dengan harga M = 1,12821, SD = 0,9542, SE = 0,15279, t = 7,384. Sedangkan harga Sig. (2tailed) kelompok kontrol adalah 0,021 (p > 0,05) dengan harga M = 0,42564, SD = 1,10518, SE = 0,17697, t = 2,405. Hnull ditolak dan Hi diterima, artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest I pada kelompok kontrol. Jadi terjadi peningkatan skor dari pretest ke posttest I pada kemampuan interpretasi di kelompok kontrol. Sedangkan pada kelompok eksperimen dengan harga Sig. (2-tailed) adalah 0,000 (p < 0,05) maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Persentase peningkatan skor pretest ke posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sangat berbeda walaupun keduanya terjadi peningkatan. Peningkatan kelompok eksperimen lebih besar dibandingkan dengan 52

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kelompok kontrol. Persentase peningkatan untuk kelompok eksperimen diperoleh sebesar 48,67%. Sedangkan persentase peningkatan untuk kelompok kontrol sebesar 20,09%. Gambar diagram berikut yang akan memperlihatkan kenaikan skor pretest ke posttest I pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen: Gambar 4.2 Diagram garis perbandingan antara skor pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kemampuan Interpretasi. Hasil diagram tersebut menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kenaikan skor pretest ke posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil garis yang ditunjukan pada grafik tersebut menjelaskan bahwa kenaikan skor pretest ke posttest I kelompok eksperimen lebih tinggi dari pada kelompok kontrol. Hal ini dibuktikan dengan garis ke atas kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. 2) Uji Besar Pengaruh Perlakuan (Effect Size) Langkah keempat adalah uji besar pengaruh perlakuan atau effect size dengan tujuan melihat besarnya pengaruh perlakuan terhadap kemampuan interpretasi. Perlakuan yang berbeda dilakukan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan treatment metode mind map dan kelompok kontrol hanya menggunakan metode ceramah. Kriteria yang digunakan sesuai dengan acuan menurut Field (2009: 56-57). Berikut ini adalah hasil perhitungannya (Lampiran 4.5). 53

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.6 Besar Efek Perlekuan Kemampuan Interpretasi Kelompok t t² df r R² Eksperimen Kontrol 7,38 2,40 54,46 5,76 38 38 0,76 0,36 0,57 0,12 Peningkatan (%) 57 12 Efek Besar Menengah Hasil perhitungan kelompok eksperimen menunjukkan r = 0,76 dengan persentase efek sebesar 57% dengan kriteria efek besar karena r > 0,50. Sedangkan kelompok kontrol menunjukkan r = 0,36 dengan persentase efek sebesar 12 % dengan kriteria efek menengah karena r > 0,30. Dapat diambil kesimpulan bahwa kelompok eksperimen memiliki effect size besar dibandingkan dengan kelompok kontrol yang hanya memiliki effect size menengah. Jadi metode mind map berpengaruh besar terhadap kemampuan interpretasi di kelompok eksperimen. Berbeda halnya dengan kelompok kontrol yang hanya berpengaruh menengah terhadap kemampuan interpretasi. 3) Uji Retensi Pengaruh Perlakuan Uji retensi pengaruh perlakuan dilakukan untuk melihat sensitivitas perbedaan perlakuan penerapan metode mind map sesudah 3 minggu sejak posttest I untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sehingga dilakukan posttest II. Hasil skor dari posttest II akan duji perbandingannya dengan skor posttest I, hal ini dilakukan untuk melihat perbedaan skor posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Cara yang dilakukan sebelumnya adalah melihat normalitas posttest II dengan Kolmogorov-Smirnov test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil perhitungan dengan KolmogorovSmirnov test posttest II pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen terdistribusi normal. Harga Sig. (2-tailed) kedua kelompok > 0,05, yaitu p = 0,328 untuk kelompok eksperimen dan p = 0,645 untuk kelompok kontrol. Setelah melihat normalitas untuk posttest II, maka akan dilakukan analisis selanjutnya yaitu dengan melihat perbandingan skor untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Uji statistik yang digunakan selanjutnya adalah Paired samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Berikut ini adalah hasil dari perhitungan menggunakan Paired samples t-test (Lampiran 4.7). 54

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.7 Perbandingan Skor Posttest I ke Posttest II Kemampuan Interpretasi Test No Kelompok 1 Eksperimen 2 Kontrol 3.45 Posttest II 3,36 2.57 2.28 Posttest I Peningkatan (%) -2,61 -11,28 Sig. (2-tailed) Keterangan 0,205 Tidak ada perbedaan 0,151 Tidak ada perbedaan Hasil perbandingan skor posttest I ke posttest II tersebut menunjukkan bahwa harga Sig. (2-tailed) kelompok eksperimen adalah 0,205 (p > 0,05) dengan harga M = -0,08718, SD = 0,42251, SE = 0,06766, df = 38, t = -1,289. Sedangkan harga Sig. (2-tailed) kelompok kontrol adalah 0,151 (p > 0,05) dengan harga M = -0,28716, SD = 1,22414, SE = 0,19602, df = 38, t = -1,455. Hasil perhitungan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan harga sig. (2-tailed) > 0,05, maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain tidak terjadi penurunan yang signifikan dari posttest I ke posttest II pada kemampuan interpretasi. Jadi, kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol tidak mengalami penurunan skor yang signifikan setelah tiga minggu diberikan perlakuan. Berikut diagram grafik yang akan memperlihatkan skor pretest, posttest I, dan posttest II baik di kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Gambar 4.3 Diagram Garis Retensi Pengaruh Perlakuan Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol 55

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.2.2 Pengaruh Penggunaan Metode Mind Map terhadap Kemampuan Analisis 4.2.2.1 Uji Normalitas Data Pada bagian ini akan dibahas variabel dependen yang kedua yaitu analisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode mind map sebagai variabel independen terhadap kemampuan analisis sebagai variabel dependen. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan analisis dilakukan pretest dan posttes I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data yang diperoleh dari pretest dan posttest I kelompok kontrol dan kelompok eksperimen diuji normalitasnya menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov test dengan program IBM Statistics SPSS 20 for Windows untuk mengetahui jenis uji statistik yang digunakan dalam analisis data selanjutnya. Berikut ini adalah hasil uji normalitas yang dihitung menggunakan Kolmogorov-Smirnov test (Lampiran 4.1). Tabel 4.8 Hasil Uji Normalitas Kemampuan Analisis No 1 2 3 4 5 6 Aspek Rerata skor pretest kelompok eksperimen Rerata skor posttest I kelompok eksperimen Rerata skor posttest II kelompok eksperimen Rerata skor pretest kelompok kontrol Rerata skor posttest I kelompok kontrol Rerata skor posttest II kelompok kontrol Sig. (2-tailed) 0,315 0,196 0,368 0,845 0,150 0,488 Keterangan Normal Normal Normal Normal Normal Normal Hasil analisis statistik tersebut menunjukkan harga Sig. (2-tailed) pada pretest kelompok eksperimen adalah 0,315, pretest kelompok kontrol sebesar Sig. (2-tailed) adalah 0,845. Hasil posttest I kelompok eksperimen menunjukan harga Sig. (2-tailed) 0,196 dan kelompok kontrol Sig. (2-tailed) 0,150. Posttest II kelompok eksperimen hasil Sig. (2-tailed) adalah 0,368 dan kelompok kontrol Sig. (2-tailed) sebesar 0,488. Hasil tersebut menunjukan bahwa harga Sig. (2-tailed) > 0,05 yang berarti bahwa distribusi semua data normal. Karena semua data terdistribusi normal maka statistik yang digunakan selanjutnya adalah statistik parametrik. Analisis data untuk kemampuan analisis dilakukan dengan lima langkah sebagai berikut: 1) uji perbedaan kemampuan awal, yaitu analisis data dengan membandingkan skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol untuk 56

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mengetahui perbedaan kondisi awal siswa sebelum mendapatkan perlakuan atau treatment. 2) Uji selisih skor pretest dan posttest I, yaitu untuk mengetahui adanya perbedaan yang signifikan dengan membandingkan selisih skor pretest ke posttest I pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. 3) Uji peningkatan skor pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol untuk mengetahui kenaikan yang signifikan pada masing-masing kelompok tersebut. 4) Uji besar pengaruh perlakuan, yaitu untuk mencari persentase besarnya efek perlakuan penggunaan mind map pada kelompok eksperimen dan membandingkannya dengan kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan. 5) Analisis retensi pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan analisis. 4.2.2.1 Pengaruh Perlakuan 1) Uji Perbedaan Kemampuan Awal Langkah pertama yang dilakukan peneliti setelah mengetahui normalitas data pretest dari masing-masing kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Peneliti melakukan analisis perbandingan skor pretest kelompok eksperimen dan skor pretest kelompok kontrol. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik dalam hal ini Independent samples t-test. Sebelum dilakukan analisis ini perlu dilakukan uji homogenitas varians Levene’s test. Jika harga Sig. > 0,05 ada homogenitas varians dari kedua data yang dibandingkan. Jika harga Sig. < 0,05 tidak ada homogenitas variansi dari kedua data yang dibandingkan. Hasil analisis Levene’s test dengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh harga F = 0,032 dengan harga Sig. = 0,859 (p > 0,05) dengan demikian terdapat homogenitas varians sehingga bisa digunakan Independent samples t-test untuk analisis selanjutnya. Berikut ini adalah hasil perhitungan uji beda kemampuan awal dengan Independent Samples t-test (Lampiran 4.2). Tabel 4.9 Perbandingan Skor Pretest Kemampuan Analisis Hasil Pretest Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Sig. (2-tailed) 0,975 Keterangan Tidak ada perbedaan Hasil skor kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hal ini terlihat dari hasil M = 2,2359, SD = 0,72384, SE = 57

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 0,11591 pada kelompok eksperimen dan hasil M = 2,2308, SD = 0,71897, SE = 0,11513 untuk kelompok kontrol. Perbedaan ini signifikan dengan df = 76, t = 0,031, Sig. (2-tailed) sebesar 0,975 (p > 0,05). Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa harga Sig. (2-tailed) > 0,05, maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok eksperimen dan pretest pada kelompok kontrol. Dengan kata lain kedua kelompok memiliki kemampuan awal yang sama. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa kedua kelompok memiliki kemampuan awal yang sama, atau memiliki titik pijak yang sama. 2) Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest I Langkah kedua dilakukan dengan cara menghitung selisih skor posttest I dikurangkan dengan pretest. Data selisih tersebut kemudian dioah dengan IBM SPSS Statistics 20 for Windows dengan melihat normalitasnya terlebih dahulu menggunakan Kolmogorov-Smirnov test. Hasil uji normalitas untuk selisih adalah sebagai berikut (Lampiran 4.1). Tabel 4.10 Uji Normalitas Selisih Skor Pretest dan Posttest No 1 2 Aspek Selisih Skor pretest dan posttest I eksperimen Selisih Skor pretest dan posttest I kontrol Sig. (2-tailed) 0,541 0,596 Keterangan Normal Normal Hasil perhitungan normalitas tersebut menunjukkan bahwa harga Sig. (2tailed) > 0,05 yaitu 0,541 untuk kelompok eksperimen sedangkan 0,596 untuk kelompok kontrol, sehingga data tersebut terdistribusi normal. Analisis statistik yang digunakan selanjutnya adalah statistik parametrik Independent samples t-tst dengan tingkat kepercayaan 95%. Uji selisih skor pretest dan posttest I dilakukan untuk melihat apakah ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kemampuan analisis. Analisis ini juga digunakan untuk melihat pengaruh yang signifikan metode mind map terhadap kemampuan analisis. Sebelum dilakukan analisis ini perlu dilakukan uji homogenitas varians Levene’s test. Jika harga Sig. > 0,05 ada homogenitas varians dari kedua data yang dibandingkan. Jika harga Sig. < 0,05 tidak ada homogenitas variansi dari kedua 58

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI data yang dibandingkan. Hasil analisis Levene’s test dengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh harga F = 2,431 dengan harga Sig. = 0,123 (p > 0,05) dengan demikian terdapat homogenitas varians sehingga bisa digunakan Independent samples t-test untuk analisis selanjutnya (Lampiran 4.3). Tabel 4.11 Selisih Skor Pretest dan Posttest I Kemampuan Analisis Selisih Skor Pretest ke Posttest I Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Sig. (2-tailed) 0,000 Keterangan Ada perbedaan Berdasarkan analisis dengan Independent samples t-test untuk selisih pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diperoleh harga Sig. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000. Pencapaian skor lebih tinggi diperoleh pada kelompok eksperimen pada kemampuan analisis dengan nilai M = 1,2051, SD = 0,80719, dan SE = 0,80719 dibandingkan dengan kelompok kontrol yang mendapatkan nila M = 0,2615, SD = 1,03736 dan SE = 1,03736. Perolehan data tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest dan posttest I pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan nilai df = 76, t = 4,483, p < 0,05 (p = 0,000). Berdasarkan hasil Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05), maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor skor pretest-posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap analisis. Berikut ini adalah bukti hasil perbandingan selisih pretest dan posttest I kelompok eksperimen dan kelompok kontrol: 59

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 4.4 Diagram batang perbandingan antara skor pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kemampuan analisis. 4.2.2.3 Analisis Lebih Lanjut 1) Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest I Langkah selanjutnya yang dilakukan peneliti adalah melihat apakah ada peningkatan yang signifikan antara skor pretest dan posttest I pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Hasil perhitungan akan diperlihatkan persentase kenaikan kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Berdasarkan uji normalitas pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov test menunjukan bahwa hasil dari Sig. (2-tailed) > 0,05 sehingga terdistribusi normal. Uji statistik yang digunakan selanjutnya adalah Paired samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Berikut ini adalah hasil dari perhitungan menggunakan Paired Samples t-test (Lampiran 4.4). Tabel 4.12 Perbandingan Skor Pretest ke Posttest I Kemampuan Analisis No Kelompok 1 Eksperimen 2 Kontrol Test Pretest Posttest Peningkatan (%) 2,24 3,44 53,90 2,23 2,49 11,72 Sig. (2-tailed) Keterangan 0,000 Ada Perbedaan 0,124 Tidak ada perbedaan 60

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil perbandingan skor pretest ke posttest tersebut menunjukan bahwa harga Sig. (2-tailed) kelompok eksperimen adalah 0,000 (p < 0,05) dengan harga M = 1,20513, SD = 0,80719, SE = 0,12925, df = 38, t = 9,324. Hnull ditolak dan Hi diterima, artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posstest I kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Jadi terjadi peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest I pada kemampuan analisis di kelompok eksperimen. Sedangkan harga Sig. (2-tailed) kelompok kontrol adalah 0,124 (p > 0,05) dengan harga M = 0,26154, SD = 1,03736, SE = 0,16611, df = 38, t = 1,547. Hnull diterima dan Hi ditolak, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest I pada kelompok kontrol. Jadi tidak terjadi peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest I pada kemampuan analisis di kelompok kontrol. Persentase peningkatan skor pretest ke posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sangat berbeda. Persentase peningkatan untuk kelompok eksperimen diperoleh sebesar 53,90%. Sedangkan persentase peningkatan untuk kelompok kontrol sebesar 11,72%. Gambar diagram berikut yang akan memperlihatkan peningkatan skor pretest ke posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol: Gambar 4.5 Diagram garis perbandingan antara skor pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kemampuan analisis. Hasil diagram tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kenaikan skor pretest ke posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil garis yang ditunjukan pada grafik tersebut menjelaskan 61

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI bahwa peningkatan skor pretest ke posttest I kelompok eksperimen lebih tinggi dari pada kelompok kontrol yang dibuktikan dengan garis ke atas kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. 2) Uji Besar Pengaruh Perlakuan (Effect Size) Langkah selanjutnya adalah uji besar pengaruh perlakuan atau effect size dengan tujuan melihat besarnya pengaruh perlakuan terhadap kemampuan analisis. Perlakuan yang berbeda dilakukan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan treatment metode mind map dan kelompok kontrol hanya menggunakan metode konvensional. Kriteria yang digunakan sesuai dengan acuan menurut Field (2009: 56-57). Berikut ini adalah hasil perhitungannya (Lampiran 4.6). Tabel 4.13 Besar Efek Perlekuan Kemampuan Analisis Kelompok Eksperimen t 9,32 t² 86,86 df 38 r 0,83 R² 0,68 % 68 Efek Besar Kontrol 1,57 2,46 38 0,24 0,05 5 Menengah Perhitungan tersebut menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memiliki r = 0,83 dengan persentase efek sebesar 68% dengan kriteria efek besar karena r > 0,50. Sedangkan kelompok kontrol menunjukkan r = 0,24 dengan persentase efek sebesar 5 % dengan kriteria efek menengah karena r > 0,10 atau r < 0,30 dan mendekati. Dapat diambil kesimpulan bahwa kelompok eksperimen memiliki effect size besar dibandingkan dengan kelompok kontrol yang hanya memiliki effect size menengah. Jadi metode mind map berpengaruh besar terhadap kemampuan analisis di kelompok eksperimen. Berbeda halnya dengan kelompok kontrol yang hanya berpengaruh menengah terhadap kemampuan analisis. 3) Uji Retensi Pengaruh Perlakuan Uji retensi pengaruh perlakuan dilakukan untuk melihat sensitivitas perbedaan perlakuan penerapan metode mind map sesudah tiga minggu sejak posttest I untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sehingga dilakukan posttest II. Hasil skor dari posttest II akan duji perbandingannya dengan skor 62

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI posttest I, hal ini dilakukan untuk melihat perbedaan skor posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Cara yang dilakukan sebelumnya adalah melihat normalitas posttest II dengan Kolmogorov-Smirnov test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil perhitungan dengan KolmogorovSmirnov test posttest II pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen terdistribusi normal. Harga Sig. (2-tailed) kedua kelompok > 0,05, yaitu 0,368 untuk kelompok eksperimen dan 0,448 untuk kelompok kontrol. Setelah melihat normalitas untuk posttest II, maka akan dilakukan analisis selanjutnya yaitu dengan melihat perbandingan skor untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Uji statistik yang digunakan selanjutnya adalah Paired samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Berikut ini adalah hasil dari perhitungan menggunakan Paired samples t-test (Lampiran 4.7). Tabel 4.14 Perbandingan Skor Posttest I ke Posttest II Kemampuan Analisis Test No Kelompok 1 Eksperimen 2 Kontrol Peningkatan (%) Posttest I Posttest II 3.44 2.61 -24,13 2.49 2.28 -8,43 Sig. (2-tailed) Keterangan 0,837 Tidak ada perbedaan 0,134 Tidak ada perbedaan Hasil perbandingan skor posttest I ke posttest II tersebut menunjukan bahwa harga Sig. (2-tailed) kelompok eksperimen adalah 0,837 (p > 0,05) dengan harga M = -0,01538, SD = 0,46427, SE = 0,07434, df = 38, t = -1,207. Sedangkan harga Sig. (2-tailed) kelompok kontrol adalah 0,134 (p > 0,05) dengan harga M = -0.21026 , SD = 0,85833, SE = 0,13744, df = 38, t = -1,53. Hasil perhitungan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan harga sig. (2-tailed) > 0,05, maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain tidak terjadi penurunan yang signifikan dari posttest I ke posttest II. Jadi, kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol tidak mengalami penurunan skor yang signifikan setelah 3 minggu diberikan perlakuan. Berikut diagram grafik akan memperlihatkan skor pretest, posttest I, dan posttest II baik di kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. 63

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 4.6 Diagram Garis Retensi Pengaruh Perlakuan Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol. 4.3 Pembahasan 4.3.1 Pengaruh Penerapan Metode Mind Map terhadap Kemampuan Interpretasi Facione (1990) berpendapat bahwa kemampuan interpretasi merupakan kecakapan yang dimiliki oleh seseorang untuk memahami dan mengekspresikan makna dari berbagai pengalaman, situasi, data, kejadian, penilaian, kesepakatan, kepercayaan, aturan, prosedur, atau kriteria. Sesuai dengan teori yang dikemukan oleh Facione bahwa dalam menjawab soal nomor 1 siswa mampu untuk memahami dan megekspresikan makna dari berbagai pengalaman situasi, data, kejadian, penilaian, kesepakatan, kepercayaan, aturan, prosedur, atau kriteria. Hal tersebut tercermin dari jawaban siswa yang mampu memahami fungsi dari suatu alat dalam pesawat sederhana dari pengalaman sehari-hari siswa, menyebutkan ciri-cirinya, dan menggolongkan berdasarkan jenisnya. Hal tersebut dikuatkan dengan adanya analisis data yang dilakukan peneliti. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan menunjukan bahwa penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan interpretasi. Kesimpulan tersebut dilihat dari hasil perhitungan yang menunjukan harga Sig. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,004, maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan interpretasi. Hasil uji statistik yang menunjukan bahwa metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan interpretasi sesuai dengan pengamatan peneliti pada kelas 64

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI eksperimen yaitu kelas V PL 3. Siswa yang menggunakan metode mind map mampu berpikir kritis dengan memanfaatkan metode mind map dalam pembelajaran sehingga dapat mengingat semua materi pesawat sederhana yang telah dipelajari dan mampu menjawab dengan baik semua pertanyaan dalam posttest. Hal ini membuktikan bahwa metode mind map dapat meningkatkan aspek-aspek dalam variabel independen yaitu interpretasi karena siswa mampu membuat mind map, menggunakan dalam belajar, mengingat materi dan mampu menjawab posttest dengan baik. Hasil dari penggunaan metode mind map ini mampu membuktikan teori perkembangan Piaget. Piaget mengatakan bahwa anak pada usia (7-11) tahun memasuki tahap operasional konkret. Pada tahap ini siswa mampu berpikir logis. Siswa pada tahap ini juga sudah mampu menggunakan logika dalam menjawab soal pretest maupun posttest. Selain itu siswa mampu menjadikan pengalaman yang bermakna dari hal-hal yang dialami. Disini siswa sudah membuat mind map sebanyak tiga kali, sehingga anak mampu mengingat apa yang ditulis atau digambar dalam mind map sehingga siswa mampu menjawab posttest mereka dengan baik. Siswa mampu mengklasifikasikan alat-alat yang ada dalam cerita ke dalam golongan pesawat sederhana. Semua kriteria yang ada pada teori Piaget terbukti dalam penelitian ini. Jadi teori perkembangan Piaget sangat mendukung pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan interpretasi. Berbeda dengan kelas kontrol yaitu kelas V PL 4 yang menggunakan metode konvensional dalam pembelajaran, siswa kurang aktif dalam pembelajaran karena siswa merasa bosan. Banyak siswa yang tiduran, ngobrol sendiri, bermain dengan apa saja yang ada disekitarnya pada sebagian besar siswa di kelompok kontrol dalam kegiatan belajar mengajar. Kelompok kontrol hanya mendapatkan ceramah, dan mengerjakan LKS dalam kegiatan belajar tanpa adanya kegiatan menyenangkan seperti membuat mind map pada kelompok eksperimen. Hasil posttest kelompok kontrol juga tidak sebagus kelomok eksperimen. 65

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.3.2 Pengaruh Penerapan Mind Map terhadap Kemampuan Analisis Facione berpendapat bahwa kemampuan analisis merupakan cara mengidentifikasi hubungan-hubungan logis dari pernyataan, pertanyaan, konsep, uraian, atau bentuk ungkapan yang lain yang dimaksudkan untuk mengemukakan kepercayaan, penilaian, pengalaman, penalaran, informasi, atau opini. Kemampuan ini tampak pada jawaban siswa nomor 2. Siswa mampu menganalisis perbedaan cara membawa air dari masing-masing alternatif yang disediakan dalam pertanyaan. Selain itu siswa juga mampu mengurutkan cara yang paling mudah sampai cara yang paling sulit yang dilengkapi dengan alasan. Kemudian siswa mampu memberikan pendapat mereka mengenai kelemahan dan kelebihan dari suatu cara yang disediakan untuk membuat suatu kesimpulan. Hal ini diperkuat dengan hasil perhitungan skor yang diperoleh siswa oleh peneliti. Hasil uji statistik untuk kemampuan analisis juga baik, karena penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan analisis. Hal ini ditunjukan dengan harga harga Sig. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000, maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan analisis. Hasil uji statistik yang menunjukan bahwa metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan analisis sesuai dengan pengamatan peneliti pada kelas eksperimen yaitu kelas V PL 3. Siswa dapat menjawab soal nomor 2 yang mengarah pada indikator analisis. Siswa menggunakan metode mind map dan mampu berpikir kritis dengan memanfaatkan metode mind map dalam pembelajaran sehingga dapat mengingat semua materi pesawat sederhana yang telah dipelajari dan mampu menjawab dengan baik semua pertanyaan dalam posttest. Hal ini membuktikan bahwa metode mind map dapat meningkatkan aspek-aspek dalam variabel independen yang kedua yaitu analisis karena siswa mampu membuat mind map, menggunakan dalam belajar, mengingat materi dan mampu menjawab posttest dengan baik dan benar. Hasil dari penggunaan metode mind map ini mampu membuktikan teori perkembangan Piaget. Piaget mengatakan bahwa anak pada usia (7-11) tahun memasuki tahap operasional konkret. Pada tahap ini siswa mampu berpikir logis. Siswa pada tahap ini juga sudah mampu menggunakan logika dalam menjawab soal pretest maupun posttest. Selain itu siswa mampu menjadikan pengalaman 66

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang bermakna dari hal-hal yang dialami. Disini siswa sudah membuat mind map sebanyak tiga kali, sehingga anak mampu mengingat apa yang ditulis atau digambar dalam mind map sehingga siswa mampu menjawab posttest mereka dengan baik. Piaget juga mengatakan bahwa pada tahap ini siswa mampu mengatasi masalah kongkrit. Hal ini terlihat dari jawaban siswa nomor dua untuk mengurutkan bagaimana cara mengambil air dari yang termudah sampai yang tersulit, dan mereka mampu memberikan alasannya. Semua kriteria yang ada pada teori Piaget terbukti dalam penelitian ini. Jadi teori perkembangan Piaget sangat mendukung pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan analisis. Berbeda halnya dengan kelompok kontrol yaitu V PL 4 yang hanya diberikan metode konvensional yaitu ceramah saja. Siswa seperti kurang bebas dalam kegiatan belajar mengajar karena sisiwa dituntut hanya diam dan mendengarkan. Siswa bahkan kadang terlihat susuah menangkap apa yang dikatakan guru karena tidak ada bukti yang nyata dalam menjelaskannya. Siswa dalam kelompok kontrol kurang aktif dalam pembelajaran bahkan ada 1 siswa yang takut mengerjakan LKS karena tidak paham dengan penjelasan guru. Guru sudah memberi peluang pada siswa dalam bertanya namun kebanyakan siswa juga tidak bertanya karena mereka juga tidak paham apa yang akan ditanyakan. Hasil posttest yang dikerjakan sisiwa juga tidak maksimal, ada yang maksimalpun hanya beberapa. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode ceramah tidak mempengaruhi kemampuan analisis. 4.3.3 Dampak Perlakuan terhadap Siswa Siswa pada dasarnya menyukai pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Pada pembelajaran yang dilakukan sebelumnya guru memberi ringkasan pada siswa yang berfungsi untuk dihafalkan. Selain ringkasan guru juga memberikan latihan soal, memberikan kuis, atau kadang kala dalam menerangkan menggunakkan gambar dan power point. Sedangkan kegiatan yang ingin dilakukan siswa pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol selama belajar adalah percoban, seperti yang dikatakan anak pada wawancara yang dilakukan peneliti “Percobaan” (wawancara pribadi dengan siswa tanggal 1 67

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Februari 2014). Jadi dari hasil wawancara sebelum treatment ini menunjukkan bahwa keaktifan siswa belum maksimal. Pengamatan dan wawancara juga dilakukan setelah pemberian treatment pada kelompok kontrol dan pembelajaran biasa (ceramah) pada kelompok kontrol. Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan interpretasi dan analisis memang terbukti dari hasil posttest yang dikerjakan siswa pada kelompok eksperimen termasuk dalam kategori efek besar. Selain dari hasil posttest yang diperiksa peneliti, salah satu kemampuan afektif yang diamati peneliti adalah antusias, keaktifan, dan kreatifitas. Cara yang dilakukan peneliti dalam melihat antusias, keaktifan, dan kreatifitas siswa adalah dengan triangulasi data. Wawancara yang dilakukan pada 3 siswa kelompok eksperimen menunjukan bahwa kegiatan membuat mind map sangat menyenangkan. Alasan yang diberikan siswa yaitu mereka mampu mengingat materi pelajaran yang dipelajari karena banyak gambar dan warna sehingga belajarnya tidak membosankan karena mereka melakukan kegiatan membuat mind map. “Aku membuat mind map berulang kali” (wawancara pribadi dengan siswa tanggal 6 Maret 2014). Dari pernyataan siswa tersebut menunjukkan bahwa ada sikap antusias untuk membuat mind map. Siswa ini tidak merasa bosan dengan kegitan membuat mind map, karena menurut siswa ini belajar dengan mind map dapat meningkatkan kemajuan belajarnya sehingga nilainya di atas KKM. Selain itu para siswa tidak mengalami kesulitan dalam membuat mind map karena pada waktu kelas IV sudah pernah belajar dengan menggunakan mind map. Sifat antusias ini terlihat sangat jelas. Hal ini terlihat ketika siswa menjawab pertanyaan mengenai kesulitan dalam menjawab soal. Kebanyakan dari mereka menjawab “yaaaa bisa, kan belajar!” (wawancara pribadi dengan siswa tanggal 6 Maret 2014). Hasil wawancara tersebut menunjukan bahwa antusias dalam kegiatan pembelajaran menggunakan metode mind map sanggat tinggi. Selain wawancara pada siswa peneliti melihat antusias siswa dengan melakukan wawancara pada guru. Guru berpendapat “Wah sepertinya anak-anak sangat menikmati kegiatan pembelajarannya, soalnya mereka tidak hanya mendengarkan namun seperti bermain juga” (wawancara pribadi dengan guru tanggal 6 Maret 2014). Hal ini menunjukkan bahwa siswa sangat aktif dalam 68

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI belajar sehingga guru mampu menilai bahwa siswa belajar dengan baik dan terlihat menyukai pembelajaran yang sedang dilaksanakan. Nilai siswa yang belajar dengan menggunakan mind map lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol yang hanya menggunakan metode ceramah. Selain wawancara, peneliti juga melihat keaktifan siswa ketika membuat mind map. Melalui pengamatan peneliti dapat melihat keaktifan siswa yang begitu tinggi. Siswa mampu berpendapat dan mengerjakan posttest dengan baik dalam kelas. Selain itu kegiatan dokumentasi juga dilakukan untuk mlihat lebih jauh kaktifan siswa. Hasil dokumentasi ini bertujuan untuk melihat keadaan siswa dalam kegiatan belajar dan mengaitkan semua yang ada dalam dokumentasi dengan kenyataan pada wawancara dan observasi yang dilakukan secara langsung. Keaktifan siswa pada kelompok eksperimen memang sangat terlihat sekali ketika siswa belajar dengan mind map. Siswa sangat aktif dalam menjawab pertanyaan ketika guru bertanya setelah kegiatan pembuatan mind map. Jadi penggunaan metode mind map berdampak pada keaktifan siswa dalam belajar. Berbeda halnya dengan kelompok kontrol, kegiatan belajar yang hanya didominan dengan ceramah dan mengerjakan LKS dan terkesan sangat membosankan. Keaktifan sisiwa pada kelompok kontrol sangat tidak terlihat. Pada kegiatan observasi pembelajaran banyak anak yang tiduran, sibuk dengan teman, dan mengerjakan hal-hal yang tidak berkaitan dengan pelajaran tersebut dan secara sengaja peneliti mendokumentasikannya. Wawancara pada tiga siswa juga menunjukan bahwa ada rasa bosan dalam kegiatan belajar karena mereka tidak paham dengan materi yang dijelaskan. Mereka dipaksa berfikir, walaupun materi yang diajarkan itu gampang karena melibatkan alat-alat yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kreativitas juga terlihat dalam kegiatan belajar kelompok eksperimen ketika membuat mind map. Hasil observasi menunjukan bahwa siswa membuat mind map dengan berbagai keunikan. Banyak anak menambahkan gambar sesuai dengan gambar kesukaan mereka. Selain untuk hiasan juga digunakan sebagai gambar topik utama pada mind map mereka. Berbagai gradasi warna digunakan pada mind map sehingga mind map terlihat sangat warna-warni. Jadi mind map dapat membantu meningkatkan kreatifitas siswa. 69

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.3.4 Konsekuensi Lebih Lanjut Penggunaan metode inovatif dalam hal ini mind map berdampak besar terhadap peningkatan kompetensi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil pretest ke posttest yang dikerjakan siswa meningkat. Hasil perhitungan menunjukkan efek besar pada kelompok eksperimen untuk kemampuan interpretasi maupun kemampuan analisis. Sedangkan kelompok kontrol hanya memiliki efek menengah untuk kemampuan interpretasi dan efek kecil untuk kemampuan analisis. Jadi metode mind map terbukti baik digunakan untuk meningkatkan kompetensi belajar siswa. Penggunaan metode inovatif dalam hal ini adalah mind map akan membantu mengatasi masalah rendahnya hasil belajar siswa. Sehingga pemerintah tidak harus melakukan perbaikan dengan mentransfer tenaga kependidikan ke daerah-daerah. Selain itu pemerintah tidak harus memperbaiki mekanisme pendidikan dengan melakukan pelatihan-pelatihan pada guru yang hanya dilakukan sebentar seperti: pelatihan langsung ke tingkat gugus, KKG, dan MGMP yang dilakukan secara singkat dan tidak terlihat efektif. Metode pembelajaran mind map dapat membantu meningkatkan hasil belajar siswa. Melalui metode pembelajaran mampu memperbaiki mutu pendidikan di Indonseia tanpa harus mengeluarkan biaya banyak untuk memberikan informasi pendidikan melalui pelatihan-pelatihan guru. Sehingga Indonesia tidak lagi berada pada posisi 35 dari 49 negara menurut penelitian International Mathematics and Science Study (TIMSS) pada tahun 2007 dan pada penelitian Program for International Student Asessment (PISA) pada tahun 2009 tidak berada pada peringkat 57 dari 65 negara dalam hal sains atau juga tidak berada pada posisi 64 dari 65 negara dalam penelitian Program for International Student Asessment (PISA) tahun 2012. Sebenarnya hal kecil seperti metode pembelajaran berpengaruh besar terhadap keberhasilan belajar siswa. Jadi melalui metode pembelajaran mampu memperbaiki mutu pendidikan Indonesia yang masih relatif rendah dibandingkan dengan negara lain. 70

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini akan diuraikan mengenai kesimpulan, keterbatasan penelitian dan saran untuk penelitian selanjutnya. Bagian kesimpulan ingin menunjukan hasil penelitian yang menjawab hipotesis. Selanjutnya bagian saran berisi saran untuk penelitian berikutnya. 5.1 Kesimpulan 5.1.1 Penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan interpretasi siswa kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana tahun ajaran 2013/2014. Hal ini ditunjukkan pada hasil analisis statistik parametrik Independent samples ttest pada perbandingan selisih skor pretest dan posttest I kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hal ini terlihat pada nilai signifikansi pada perbandingan selisih skor pretest ke posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai M = 1,1282, SD = 0,9542, SE = 0,15279 pada kelomok eksperimen dan M = 0,4256, SD = 1,10518, SE = 0,17697 pada kelomok kontrol dengan nilai t = 3,005 dan df = 76. Hasil signifikansi Sig. (2-tailed) sebesar 0,004 (p < 0,05), maka Hnull ditolak Hi dierima. Peningkatan kemampuan interpretasi di kelompok eksperimen sebesar 57% dengan koefisien korelasi r = 0,76 yang termasuk dalam kategori efek besar sehingga penggunaan mind map berpengaruh terhadap kemampuan interpretasi. 5.1.2 Penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan analisis siswa kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana tahun ajaran 2013/2014. Hal ini ditunjukan pada hasil analisis statistik parametrik Independent samples t-test pada perbandingan selisih skor pretest dan posttest I kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hal ini terlihat pada nilai signifikansi pada perbandingan selisih skor pretest ke posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai M = 1,2051, SD = 0,80719, dan SE = 0,12925 pada 71

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kelomok eksperimen dan M = 0,2615, SD = 1,03736 dan SE = 0,16611 pada kelomok kontrol dengan nilai t = 4,483 dan df = 76. Hasil signifikansi Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05), maka Hnull ditolak Hi dierima. Peningkatan kemampuan interpretasi di kelompok eksperimen sebesar 68% dengan koefisien korelasi r = 0,83 yang termasuk dalam kategori efek besar sehingga penggunaan mind map berpengaruh terhadap kemampuan analisis. 5.2 Keterbatasan Penelitian 5.2.1 Hasil dari penelitian ini hanya terbatas pada metode mind map terhadap kemampuan interpretasi dan analisis. 5.2.2 Pelaksanaan penelitian untuk kelas eksperimen dilaksanakan pada waktu siang hari sehingga hasil yang diperoleh tidak maksimal. 5.3 Saran Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan beberapa saran yang dapat disampaikan yaitu: 5.3.1 Untuk penelitian selanjutnya dapat dilaksanakan penelitian serupa, juga difokuskan untuk meneliti kemampuan interpretasi dan analisis dengan menambah atau menggunakan selain metode mind map sebagai treatment pada SD lain. 5.3.2 Untuk pelaksanaan penelitian sebaiknya dilakukan pada pagi hari sehingga hasil yang diperoleh penelitian maksimal. 72

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR REFERENSI Azmiyawati, C. Omegawati, W. & Kusumawati, R. (2008). IPA 5 Salingtemas untuk kelas SD/MI. Jakarta: Pusat Perbukuan. Azwar, S. (2008). Reliabilitas dan validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Ofset. Buzan, T. (2008). Buku pintar mind map. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Cahyani. (2012). Pengaruh metode mind map terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA di SD Kanisius SorowajanYogyak arta. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Cohen, L. (2007). Reasech methodes in education six editonal. London: Routleddge. Cresswell, J. (2012). Research design pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Dejaelani, B. (2011). Pesikologi pendidikan dan evaluasi belajar. Depok: CV Arya Duta. Erwan. (2010). Tumbuhan. Diakses http://duniaanyakkita.blogspot.com. tanggal 03 Oktober 2013. Facione, P. A. (1990). Critical thinking: A statement of expert consensus for purposes of educational assessment and instruction. The Complete American Philosophical Association Delphi Research Report is available as ERIC Doc. Facione, P. A. (2010). Critical thinking: what it is and why it counts. Insight Assessment. Field, A. P. (2009). Discovering statistics using SPSS. London: SAGE Gunawan, Adi. (2002). Kamus lengkap inggris-indonesia, indonesia-inggris. Surabaya: Kartika. Ghonzali, I. (2009). Researc design pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan maxed. Yogyakarta: Pusat Perbukuan. Gunawan, A. (2002). Kamus lengkap inggris-indonesia, indonesia-inggris. Surabaya: Kartika Hartati, B. (2010). Pengembangan alat peraga gaya gesek untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia 6 (2010) 128-135. 73

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hartati, Y (2012). Penerapan metode mind mapping sebagai upaya untuk meningkatkan kreativitas dan pemahaman peserta didik dalam pembelajaran IPS kelas VIII C SMP N 4 Wonosari. Jurnal Social Studies Juni-Juli 2012. Iskandar. S. (2001). Pendidikan ilmu alam. Bandung: CV. Maulana. Johnson, E. (2002). Contextual teaching and learning: menjadikan kegiatan belajar-mengajar mengasyikan dan bermakna. Bandung: MLC. Krathwohl, D. R. (2004). Methods of educational and social science resesrh: An integrated approach. Illionis: Waveland Press. Majid, A. (2009). Perencanaan pembelajaran mengenbangkan kompetensi guru. Bandung: PT Remaja Rosdarkarya. standar Priyatno, D. (2010). Teknik mudah dan cepat melakukan analisis data penelitian dengan SPSS dan tanya jawab ujian pendadaran. Yogyakarta: Gava Media. Rahayu. (2011). Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritis kategori afektif umum pada mata pelajaran IPA di SDK Ganjuran Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Sukmadinata, N.S. (2008). Metode penelitian tindakan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sugiyono. (2008). Statistika untuk penelitian. Bandung: Alfabeta. Sugiyono.(2010). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sugiyono.(2012). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Suparno, P. (2001). Teori perkembangan kognitif Jean Piaget. Yogyakarta: Kanisius. Sulistyanto, H & Wiyono, E. (2008). Ilmu pengetahuan alam untuk SD dan MI kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan. Sutiman, A & Priyambodo, E. (2009). Penerapan penilaian berbasisi kelas melalui penyusunan peta konsep untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman konsep siswa SMA. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta. 74

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sutarni, M. (2011). Penerapan metode mind mapping dalam meningkatkan kemapuan mengerjakan soal cerita bilangan pecahan.Jurnal Pendidikan Penabur No.16/Tahun ke-10/Juni 2011 Sukaesih, S. Ristiasari, T & Priyono, B. (2012). Model pembelajaran problem solving dengan mind mapping terhadap kemampuan berpikir kritis. Jurnal pendidikan biologi 2012 Trianto. (2010). Model penbelajaran terpadu. Jakarta: Bumi Aksara. Woolfolk, A. (2009). Educational psychology active learning edition.Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Wahyuni, S. (2009). Quantum learning dengan teknik mind map untuk meningkatkan hasil belajar mata kuliah histologi-embrilogi. Jurnal Visi Pendidikan 2012. Wassalwa, M (2012). Upaya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII B SMP N 1 Negmplak pada pembelajaran IPA dengan model pembelajaran problem based learning (PBL). Jurnal pendidikan pengetahuan alam volume 1, Nomor 1, Juli 2012. Widoyoko. E.P. (2012). Teknik penyusunan instrumen penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. World bank. (2011). Mentransformasi tenaga pendidik indonesia: volume II: dari pendidikan prajabatan hingga ke masa purnabakti: membangun dan mempertaruhkan angkatan kerja yang berkualitas tinggi, efisien, dan termotivasi. Jakarta: Kantor Bank Dunia. Yamin, M. (2008). Desain pembelajaran berbasis tingkat satuan pendidikan. Jakarta: Gaung Persada Press. 75

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 76

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1.1 Silabus Kelompok Eksperimen 77

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1.2 Silabus Kelompok Kontrol 80

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1.3 RPP Kelompok Eksperimen 83

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1.4 RPP Kelompok Kontrol 91

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2.1 Soal essay Berikut adalah kasus yang digunakan untuk panduan soal. Siswa-siswi SD Pangudi Luhur setiap memasuki awal semester mempunyai kebiasaan melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah. Hal-hal yang perlu dilakukan selama melakukan kerja bakti adalah memangkas ranting pohon, merapikan taman, membersihkan selokan, menyiram bunga, memotong rumput, dan menata ruangan kelas. Setelah semua rumput dipotong dan ranting pohon dirapikan, guru meminta Rava dan temannya yang lain membuang sampah di belakang sekolah. Siswasiswi yang lain diminta membersihkan rungan kelas yang sudah dirapikan. Setelah semua bersih, Nico dan temannya mengambil air di sumur untuk menyirami bunga. Berdasarkan cerita tersebut jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. 1. Tuliskan alat apa saja yang digunakan dalam kerja bakti menurut cerita di atas! Sebutkan ciri-ciri alat tersebut dan golongkan berdasarkan jenis pesawat sederhananya! ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. 2. Kamu diminta menyiram bunga di halaman sekolahmu dengan memerlukan sekitar 2 ember untuk menyiramnya. Ada 3 cara yang dapat kamu lakukan :  Mengambil air dengan menjinjing ember  Mengambil air dangan menggunakan gerobak  Mengambil air dengan cara memikul Dari pernyataan tersebut, jawablah pertanyaan di bawah ini. a. Menurutmu apa yang membedakan ketiga cara di atas? ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ................................................................................................................. 99

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Urutkanlah ketiga cara di atas dari cara yang paling mudah ke cara yang paling sulit! Berikan alasanmu! ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ .................................................................................................................. c. Sebutkan kelebihan dan kelemahan dari ketiga cara tersebut! Berikan kesimpulanmu! ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ 3. Pada saat membersihkan lingkungan sekolah, ada temanmu yang memanjat pohon saat memangkas ranting dan ada pula yang menggunakan tangga untuk memangkas ranting. Dari pernyataan di atas, manakah tindakan temanmu yang paling mudah dan lebih cepat dilakukan? Jelaskan! ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ................................................................................................................ 4. Perhatikanlah pernyataan-pernyataan di bawah ini: 1. Mengangkut sampah dengan menggunakan tangan saja. 2. Mengangkut sampah dengan menggunakan keranjang sampah 3. Mengangkut sampah dengan menggunakan gerobak dorong. Berdasarkan pernyataan di atas: a. Alat apa yang dapat kamu gunakan untuk memindahkan ranting tersebut ke belakang sekolah.? .................................................................................................................. .................................................................................................................. ......................................................................................................... b. Kemukakanlah langkah-langkah yang dapat di lakukan untuk memindahkan sampah tersebut ke belakang sekolah! .................................................................................................................. .................................................................................................................. 100

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Jika temanmu menggunakan sapu untuk menyapu lantai, apakah pekerjaannya akan lebih cepat selesai? Jelaskan alasanmu! ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ 6. Perhatikan gambar di bawah ini! a. Ceritakan gambar di atas! ................................................................................................................... ................................................................................................................... ............................................................................................................. b. Mengapa saat menggunakan alat tersebut pekerjaanmu menjadi lebih mudah? ................................................................................................................... ................................................................................................................... ............................................................................................................. c. Selain alat pada gambar di atas, tulis dan jelaskan cara lain yang dapat kamu lakukan untuk memotong rumput! ................................................................................................................... ................................................................................................................... ............................................................................................................. d. Sesuai gambar di atas, jelaskan langkah-langkah yang dapat kamu lakukan ketika memotong rumput! 101

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... 7. Jika temanmu memberikan solusi untuk membuang sampah menggunakan kereta dorong bagaimana sikapmu? Apakah kamu akan menerima pendapat dari temanmu, menolaknya dengan sopan, menerima begitu saja atau menolak begitu saja. Jelaskan alasanmu! ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ 102

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2.2 Kunci jawaban KUNCI JAWABAN 1. Kegiatan kerja bakti dalam cerita di atas menggunakan berbagai macam alat. Sebutkan alat apa saja yang digunakan? Sertakan ciri-ciri alat tersebut dan golongkan berdasarkan jenis pesawat sederhanannya! Jawaban:  Sabit: tajam, ujungnya runcing, terbuat dari besi, melengkung, dapat digunakan untuk memotong, ada pegangan yang biasanya terbuat dari kayu, beban, ada bagian yang berbentuk miring (termasuk dalam bidang miring)  Gunting rumput: ujungnya runcing, tajam, terbuat dari besi, memiliki 2 bagian yang menyilang, memiliki pegangan yang berbentuk bulat, dapat digunakan untuk memotong, terdapat beban, kuasa dan titik tumpu (termasuk ke dalam tuas/pengungkit)  Gerobak sampah: memiliki tempat untuk menampung sampah yang banyak, memiliki roda, memiliki satu poros, bak sampahnya terbuat dari kayu atau seng, dapat digerakkan dengan didorong atau ditarik (termasuk dalam roda berporos)  Katrol tetap: roda dapat berputar, memiliki satu poros, digunakan untuk meletakan atau mengambil benda yang berada dibawah atau di atas (termasuk dalam katrol)  Sapu: memiliki titik tumpu, titik beban dan titik kuasa, memiliki bagian yang dapat digunakan untuk mengumpulkan semua sampah (termasuk dalam pengungkit golongan II) 2. Kamu diminta menyiram bunga di halaman sekolahmu. Kamu memerlukan sekitar 2 ember untuk menyiramnya. Kamu harus menggambil air dari sumber air. Ada 3 cara yang dapat kamu lakukan, yaitu:  Mengambil air sumber air dengan menjinjing ember  Mengambil air dari sumber air dangan menggunakan gerobak  Mengambil air dari sumber air dengan cara memikul Dari pernyataan tersebut, jawablah pertanyaan di bawah ini. a. Menurutmu apa yang membedakan antara ketiga cara di atas? 103

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Urutkanlah cara yang paling mudah! Berikan alasanmu! c. Sebutkan kelebihan dan kelemahan dari ketiga cara tersebut! Berikan kesimpulanmu! Jawaban: a. Cara a: menggunakan tangan untuk menjinjing ember Cara b: menggunakan gerobak untuk mengangkat air Cara c: menggunakan pundak untuk mengangkat air 3. Pada saat membersihkan lingkungan sekolah, ada temanmu yang memanjat pohon saat memangkas ranting dan ada juga temanmu yang menggunakan tangga untuk memangkas ranting. Dari pernyataan di atas, manakah tindakan temanmu yang paling mudah dan lebih cepat dilakukan? Jelaskan! Jawab: Tindakan yang paling mudah dan paling cepat dilakukan adalah dengan menggunakan tangga untuk memangkas ranting karena pekerjaan yang saya lakukan akan cepat selesai dan saya dapat melakukan dari sisi mana saja tanpa ada rasa takut akan jatuh, berbeda dengan memanjat pohon memiliki resiko jatuh sangat besar belum lagi banyak serangga di pohon seperti semut dan sebagainya yang dapat menggigit saya pada saat memanjat pohon. Perhatikanlah pernyataan-pernyataan di bawah ini: a. Dengan menggunakan tangan saja. b. Dengan menggunakan keranjang sampah kemudian dibawa ke belakang sekolah. c. Dengan menggunakan gerobak dorong. 4. Setelah memotong rumput dan memangkas ranting di halaman sekolah, alat apa yang dapat digunakan untuk memindahkan rumput dan ranting tersebut ke belakang sekolah?nLalu kemukakanlah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memindahkan sampah tersebut ke belakang sekolah? Jawab: Cara yang dapat saya lakukan untuk memindahkan sampah tersebut ke belakang sekolah dengan cepat adalah dengan menggunakan gerobak sorong. Pada gerobak sorong akan diberi beban berupa rumput dan ranting yang akan 104

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI di letakkan di gerobak, kemudian gerobak tersebut didorong menuju belakang sekolah. 5. Jika temanmu menggunakan sapu untuk menyapu lantai, apakah akibatnya? Apakah pekerjaannya lebih cepat selesai? Jelaskan! Jawab: Jika temanku memakai sapu untuk menyapu lantai kelas tentu saja akan memudahkan pekerjaannya dengan lebih cepat dan lebih mudah bersih karena sapu merupakan pesawat sederhana jenis tuas golongan III. 6. Perhatikan gambar di bawah ini! a. Ceritakan keterangan gambar di atas! b. Mengapa saat menggunakan alat tersebut pekerjaanmu menjadi lebih mudah? c. Selain gambar di atas, jelaskan cara lain yang dapat kamu lakukan untuk memotong rumput! d. Sesuai gambar di atas, jelaskan langkah-langkah yang dapat kamu lakukan ketika memotong rumput? Jawab : a. Gambar di atas menunjukan seseorang yang sedang menggunakan gunting untuk memotong dan merapikan tanaman. Gunting merupakan pesawat sederhana jenis tuas golongan 1 dimana kedudukan titik tumpu terletak di antara beban dan kuasa. 105

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Karena dengan menggunakan gunting pemotong tanaman beban kerja terasa lebih ringan karena tanaman akan dapat dengan mudah di potong sehingga pekerjaan akan lebih cepat selesai, dan tenaga yang dikeluarkan juga tidak terlalu banyak. c. Ada. Apabila tanaman yang di potong batangnya terlalu keras dan gunting tidak tajam akan sulit digunakan sehingga dapat membuat tangan menjadi sakit. Selain itu juga dapat melukai tangan jika tidak hati-hati karena gunting yang digunakan tajam. d. Supaya dapat digunakan dengan mudah gunting harus di asah supaya tajam dan saat memotong harus menggunakan sarung tangan supaya tangan tidak sakit. Selain itu yang paling penting harus hati-hati karena dapat melukai tangan atau anggota tubuh yang lain. 7. Jika temanmu memberikan solusi untuk membuang sampah menggunakan kereta dorong bagaimana sikapmu? Apakah kamu akan menerima pendapat dari temanmu, menolaknya dengan sopan, menerima begitu saja atau menolak begitu saja. Jelaskan alasan mu! Jawab : Saya akan mendengarkan solusi yang diberikan oleh teman dan saya menerima usulannya karena dengan menggunakan kereta dorong dalam memindahkan sampah dapat memudahkan pekerjaan saya apalagi untuk sampah yang banyak dan berat, pekerjaan akan cepat terselesaikan karena dapat membawa sampah dalam jumlah yang banyak dan tenaga yang dikeluarkan lebih sedikit. 106

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2.3. Hasil Rekapitulasi Nilai Expert Judgment No Penguji Komponen Penilaian 1 2 3 Rerat a 1. Kesesuaian antara SK, KD, dan indikator 2 3 4 3 2. Kualitas perilaku yang dituntut dalam indikator mencerminkan keutuhan perkembangan pribadi siswa 3 4 4 3,67 3. Kesesuaian indikator pada variabel 1 dengan soal item soal yang diberikan. 4 3 3 3.3 4. Kesesuaian indikator pada variabel 2 dengan soal item soal yang diberikan. 4 4 3 3.67 5. Kesesuaian indikator pada variabel 3 dengan soal item soal yang diberikan. 4 3 3 3,3 6. Kesesuaian indikator pada variabel 4 dengan soal item soal yang diberikan. 3 4 3 3,3 7. Kesesuaian indikator pada variabel 5 dengan soal item soal yang diberikan. 3 3 4 3,3 8. Kesesuaian indikator pada variabel 6 dengan soal item soal yang diberikan. 3 4 4 3`3 9. Kejelasan perintah pengerjaan soal 3 4 10. Kualitas pedoman penilaian 3 3 2 11. 12. Bentuk muka instrumen tes yang disajikan Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku Jumlah skor Komentar Penguji I Indikator dicek lagi dan bedakan antara indikaor penelitian dan pembelajaran Penguji II Sudah baik, perlu diperbaiki kalimatnya Penguji II Soal diperbaiki kalimatnya supaya mudah dipahami Penguji II dan III Perlu diperbaiki kalimatnya Penguji III Soal lebih disederhanakan Penguji III Bentuk soal lebih sederhana, poin– poin. 3.67 Penguji III Soal dibuat yang lebih mudah dipahami anak 3 2,67 Dicek lagi 3 3 3.3 Perlu diperbaiki 4 3 4 3,67 37 41 42 37.33 4 107

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3.1 Hasil Analisis SPSS Uji Validitas Correlations Jumlah Interpretas i Analisis Evaluasi Inferensi Eksplanas i Regulasi Diri Pearson Correlatio n Sig. (2tailed) N Pearson Correlatio n Sig. (2tailed) N Pearson Correlatio n Sig. (2tailed) N Pearson Correlatio n Sig. (2tailed) N Pearson Correlatio n Sig. (2tailed) N Pearson Correlatio n Sig. (2tailed) N Pearson Correlatio n Sig. (2tailed) N Jumlah 1 77 ,590** Interpretas i ,590** Analisi s ,569** Evaluasi ,531** Inferensi ,533** Eksplanasi ,664** Regulas i Diri ,677** .000 .000 .000 .000 .000 .000 77 1 77 ,471** 77 -.001 77 .091 77 ,470** 77 ,290* .000 .994 .432 .000 .010 77 1 77 .042 77 .187 77 ,353** 77 .095 .718 .103 .002 .409 77 1 77 ,250* 77 .036 77 ,261* .028 .759 .022 77 1 77 .111 77 .186 .336 .105 77 1 77 ,588** .000 77 ,569** 77 ,471** .000 .000 77 ,531** 77 -.001 77 .042 .000 .994 .718 77 ,533** 77 .091 77 .187 77 ,250* .000 .432 .103 .028 77 ,664** 77 ,470** 77 ,353** 77 .036 77 .111 .000 .000 .002 .759 .336 77 ,677** 77 ,290* 77 .095 77 ,261* 77 .186 77 ,588** .000 .010 .409 .022 .105 .000 77 77 77 77 77 77 .000 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 108 77 1 77

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. Uji validitas 6 kemampuan b. Uji Validitas Kemampuan Interpretasi Correlations Juml ah Pearson Correlation Jumlah Pearson indikator Correlation 1 Sig. (2-tailed) N Pearson indikator Correlation 2 Sig. (2-tailed) N Pearson indikator Correlation 3 Sig. (2-tailed) N Pearson indikator Correlation 4 Sig. (2-tailed) N Pearson indikator Correlation 5 1 Sig. (2-tailed) N r2 indikator indikato 3 4 r5 .505** .828** .912** .796** .796** .000 .000 .000 .000 .000 77 77 77 77 77 1 .160 .399** .391** .243* .166 .000 .000 .033 77 77 77 77 77 * .160 1 .710** .418** .850** .000 .166 .000 .000 .000 77 77 77 77 77 77 * .399** .710** 1 .732** .648** .000 .000 .000 .000 .000 77 77 77 77 77 77 * .391** .418** .732** 1 .388** .000 .000 .000 .000 77 77 77 77 77 77 * .243* .850** .648** .388** 1 .000 .033 .000 .000 .000 77 77 77 77 77 1 Sig. (2-tailed) N indikator indikato indikator 77 .505 * * .000 77 .828 .912 .796 .796 * * * .000 * 77 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 109

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. Uji Kemampuan Analisis Correlations Jumla h Pearson Correlation Jumlah Pearson indikator Correlation 1 Sig. (2-tailed) N Pearson indikator Correlation 2 Sig. (2-tailed) N Pearson indikator Correlation 3 Sig. (2-tailed) N Pearson indikator Correlation 4 Sig. (2-tailed) N Pearson indikator Correlation 5 Sig. (2-tailed) N indikator indikato indikato r1 2 3 r4 .778** .717** .671** .746** .479** .000 .000 .000 .000 .000 77 77 77 77 77 77 .778** 1 .612** .470** .490** .201 .000 .000 .000 .080 1 Sig. (2-tailed) N indikato indikator .000 r5 77 77 77 77 77 77 .717** .612** 1 .239* .474** .053 .000 .000 .036 .000 .647 77 77 77 77 77 77 .671** .470** .239* 1 .254* .369** .000 .000 .036 .026 .001 77 77 77 77 77 77 .746** .490** .474** .254* 1 .150 .000 .000 .000 .026 77 77 77 77 77 77 .479** .201 .053 .369** .150 1 .000 .080 .647 .001 .193 77 77 77 77 77 .193 77 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 110

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3.2 Hasil SPSS Reliabilitas a. Uji Reliabilitas 6 Kemampuan Reliability Statistics Cronbach's Alpha .603 N of Items 6 b. Uji Reliabilitas Kemampuan Interpretasi Reliability Statistics Cronbach's Alpha .810 N of Items 5 c. Uji Reliabilitas Kemampuan Analisis Reliability Statistics Cronbach's Alpha .686 N of Items 5 111

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3.3 Transkip wawancara Wawancara pada kelompok eksperimen sebelum diberikan perlakuan: P : “Apakah kamu senang mengikuti pembelajaran IPA?” S1 : “Senang, karena belajar bersama wali kelas sendiri, jadi semakin mengerti ilmu-ilmu.” S2 : “Senang, materi gampang di mengerti jadi jelas.” S3 : “Senang, sama wali kelas yang mengajar.” P : “Bagaimana biasanya wali kelasmu mengajar?” S1 : “Dengan gambakr.” S2 : “Dikasih ringkasan materi, latihan soal, dan dijelasin.” S3 : “Dikasih ringkasan, terus diperlajari, dan besok ditanya jawab.” P : “Kegiatan belajar seperti apa yang kamu inginkan?” S1 : “Percobaan.” S2 : “Percobaan dan kuis-kuis yang seru.” S3 : “Yang asyik, ada gambakr-gambakr.” P : “Kalau di pelajaran IPA, materi apa yang paling kamu sukai?” S1 : “Gaya mbak.” S2 : “Gaya mbak.” S3 : “Yang ada narik-narik benda itu lho mbak?” P : “Gaya?” S3 : “Iya mbak.” Wawancara pada kelompok eksperimen sesudah diberikan perlakuan: P : “Apakah kamu dapat mengerjakan soal nomor 1 dengan mudah? Sama alasannya juga ya!” S1 : “Iya bisa, karena di soal nomor 1 aku bisa menyebutkan ciri-ciri alat dan golongan di peswat sederhana.” S2 : “Iya, karena aku sudah belajar.” S3 : “Iya, karena aku sudah pelajari.” S4 : “Bisa, karena sangat mudah dan sudah diulang-ulang kembakli.” P : “Apakah kamu dapat mengerjakan soal nomor 2 dengan mudah? Jelaskan alasannya ya!” S1 : “Iya, karena kita bisa tahu apa itu pesawat sederhana. Karena pada cara tersebut ada yang menggunakan gerobak. Gerobak itu termasuk tuas atau pengungkit golongan kedua.” S2 : “Iya, karena aku sudah belajar.” S3 : “Iya, karena aku sudah dipelajari.” S4 : “Bisa, karena sangat mudah dan sering dibaca pelajarannya.” P : “Apakah kamu dapat mengerjakan soal nomor 3 dengan mudah? Jelaskan juga ya jawabanmu!” S1 : “Iya, karena tanggai itu termasuk pesawat sederhana bidang miring jadi kita kalau kita melakukan pekerjaan menggunakan yang termasuk pesawat sederhana.” S2 : “Iya, karena aku sudah belajar.” S3 : “Ya, karena soalnya sudah diulang-ulang.” S4 : “Bisa karena sudah dibaca.” P : “Kalau soal nomor 4 gimana? Mudah atau tidak? Jelaskan juga ya!” 112

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI S1 : “Iya, karena cara kita yang paling mudah kita gunakan adalah gerobak dorong, gerobak dorong sangat cepat untuk memindahkan sampah, gerobak dorong termasuk tuas/ pengungkit golong kedua.” S2 : “Iya, karena aku sudah belajar.” S3 : “Iya, karena aku sudah dipelajari.” S4 : “Bisa, karena sudah dikerjakan berulang-ulang.” P : “Bagaimana kalau soal nomor 5?” S1 : “Aku bisa, karena sapu termasuk pesawat sederhana, pesawat sederhana memudahkan pekerjaan cepat selesai, sapu termasuk pengungkit golongan ketiga.” S2 : “yaaaa bisa, kan belajar!” S3 : “Kan diulang-ulang soalnya jadi aku bisa.” S4 : “Aku bisa karena mudah.” P : “Nah... kalau nomor 6 gimana?” S1 : “Bisa, karena yang dipakai tukang kebun untuk memotong rumput adalah gunting rumput. Gunting rumput termasuk tuas golongan I.” S2 : “Aku bisa karena aku sudah jawabannya.” S3 : “Bisa karena sudah dipelajari.” S4 : “Bisa karena sudah dipelajari.” P : “Nah... kalau misalnya nomor 7 bagaimana?” S1 : “Aku bisa, karena kalau menggunakan kereta sorong pekerjaan cepat selesai, kereta sorong termasuk tuas golongan III.” S2 : “Aku bisa karena sudah belajar, karena sudah pernah diulang-ulang. Jadi aku bisaaaaa.” S3 : “Iya aku bisa karena sudah diulang-ulang.” S4 : “Bisa karena sudah diulang-ulang kembakli.” P : “Apakah kamu pernah menggunakan mind map di pelajaran lain.” S1 : “Pernah, tapi waktu sama Pak Toni.” S2 : “Pernah, waktu kelas IV.” S3 : “Pernah mbak....” S4 : “Pernah..” P : “Bagaimana pendapatmu pada saat awal membuat mind map?” S1 : “Sulit, kan itu uda lama banget..! pertamanya sulit tapi setelah tahu caranya jadi mudah..” S2 : “Mudah, karena sebelumnya aku sudah pernah jadi aku sudah tahu caranya.” S3 : “Mudah, karena waktu kelas IV sudah dipelajari pas mata pelajaran IPA.....” S4 : “Sulit karena materinya aku belum di baca ulang.” P : “Apakah mind map membantu kamu dalam belajar? Jelaskan!” S1 : “Ya, karena aku bisa mengingatnya dan aku tahu pesawat sederhana itu. Ulanganku bagian pesawat sederhana diatas KKM. Karena aku mengingatnya saat membuat mind map. Aku ada kemajuan dalam belajar.” S2 : “Iya, karena bisa mengingat pelajaran itu lagi.” S3 : “Ya, karena kita bisa belajar dan bermain.” S4 : “Ya, karena lebih mudah di ingat.” P : “Apakah kamu merasa mendapatkan kemajuan dalam belajar pesawat sederhana dengan menggunakan mind map?” 113

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI S1 : “Merasa, sebenarnya membuat mind map tidak sulit. Dalam membuat mind map dan diajarkan oleh guru kisi-kisinya sama. Aku membuat mind map berulang kali.” S2 : “Iya karena aku bisa mengingatnya.” S3 : “Iya, karena kita bisa mengingat-ingat dengan mudah.” S4 : “Iya, karena sangat mudah.” P : “Apakah kamu merasa bosan ketika membuat mind map? Kasih alasannya!” S1 : “Tidak, karena kita tahu kisi-kisi pesawat sederhana. Kita bisa mengingatnya dan kita tahu ada berapa pesawat sederhana dan golongannya.” S2 : “Tidak, karena aku suka.” S3 : “Tidak, karena kita sama saja belajar dan bermain.” S4 : “Tidak, karena seru dan mudah.” P : “Pada pertemuan berapa kamu merasa bosan membuat mind map?” S1 : “Pada pertemuan membuat mind map saya sungguh tidak bosan karena kita bisa tahu kisi-kisi pesawat sederhana dan kita bisa belajar.” S2 : “Tidak.” S3 : “Pertemuan kedua.” S4 : “Tidak ada.” Wawancara pada kelompok kontrol sebelum diberikan perlakuan: P : “Apakah kamu senang mengikuti pembelajaran IPA?” S1 : “Senang, karena bagus pembelajaran Bu Kristin, Bu Kristin ramah, suka IPA.” S2 : “Senang, karena Bu Kristin menjelaskannya jelas.” S3 : “Senang, karena guru menjelaskannya jelas.” P : “Bagaimana biasanya wali kelasmu mengajar?” S1 : “Menggunakan gambakr.” S2 : “Pake power point terus dikasih ringkasan.” S3 : “Bu Kristin menjelaskan di kelas.” P : “Kegiatan belajar seperti apa yang kamu inginkan?” S1 : “Aku senengnya percobaannya.” S2 : “Aku senengnya belajar di luar kelas.” S3 : “Aku pengennya percobaan.” P : “Kalau di pelajaran IPA, materi apa yang paling kamu sukai?” S1 : “Gaya mbak.” S2 : “Gaya mbak.” S3 : “Gaya.” Wawancara pada kelompok kontrol sesudah diberikan pembelajaran: P : “Apakah kamu dapat mengerjakan soal nomor 1 dengan mudah? Sama alasannya juga ya!” S1 : “Iya, karena ada beberapa jawaban yang ada pada panduan diatas.” S2 : “Iya, karena tinggal menyebutkan pesawat sederhananya.” S3 : “Iya, karena aku mengerjakan dengan tenang dan konsentrasi dan dirumah sudah dipelajari.” P : “Apakah kamu dapat mengerjakan soal nomor 2 dengan mudah? Jelaskan alasannya ya!” 114

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI S1 : “Iya, karena menjinjing air dengan gerobak akan meringankan beban kita.” S2 : “Iya, karena cuma memilih.” S3 : “Tidak, karena aku belum terlalu mengerti soal dan belum konsentrasi.” P : “Apakah kamu dapat mengerjakan soal nomor 3 dengan mudah? Jelaskan juga ya jawabanmu!” S1 : “Iya, karena memangkas ranting menggunakan tangga akan memudahkan pekerjaan.” S2 : “Iya, karena lebih mudah untuk dipilih.” S3 : “Iya, karena aku sudah mengerti dan dengan sedikit bercanda aku mampu mengerjakan.” P : “Kalau soal nomor 4 gimana? Mudah atau tidak? Jelaskan juga ya!” S1 : “Mudah karena mengangkut sampah menggunakan gerobak lebih mudah dibandingkan mengangkut sampah menggunakan tangan.” S2 : “Sangat mudah karena cuma memilih yang ringan dan yang berat.” S3 : “Sangat mudah dan dapt dimengerti dengan sendirinya.” P : “Bagaimana kalau soal nomor 5?” S1 : “Aku bisa, karena menyapu lantai dengan sapu akan bersih.” S2 : “yaaaa saya bisa, karena membakntu dengan cepat!” S3 : “Bisa, sudah belajar dan mengetahui caranya.” P : “Nah... kalau nomor 6 gimana?” S1 : “Bisa, karena menggunakan alat tersebut dapat memudahkan pekerjaan saat memangkas ranting pohon.” S2 : “Bisa, karena menceritakan.” S3 : “Bisa, karena itu mudah dan soal mudah dimengerti.” P : “Nah... kalau misalnya nomor 7 bagaimana?” S1 : “Aku juga bisa, aku tinggal menjawab, aku tinggal menerimanya, karena membuang sampah menggunakan kereta dorong lebih mengurangi tenaga yang dikeluarkan.” S2 : “Bisa, karena dengan kereta lebih mudah.” S3 : “Iya bisa karena soal reflek dan mudah.” P : “Bagaimana pendapatmu mengenai pembelajaran pesawat sederhana? Sama alasannya ya...!” S1 : “Pendapatku lebih menambakh pengetahuan dan lebih mengenal banyak tentang pesawat sederhana.” S2 : “Seru karena dapat mengenal beberapa benda dalam pesawat sederhana.” S3 : “Senang, karena mengetahui segala benda pesawat sederhana.” P : “Apakah kamu mengalami kesulitan?” S1 : “Tidak, karena aku mendapatkan lebih pengetahuan yang ada.” S2 : “Sulit sih ya pernah, tapi aku perjuangkan untuk bisa.” S3 : “Tidak mengalami kesulitan karena dengan belajar pesawat sederhana mendapat wawasan IPA.” P : “Belajar seperti apa yang kamu inginkan?” S1 : “Belajar tenang dikamar tanpa ada orang yang mengganggu.” S2 : “Belajar dengan guru yang baik dan ramah.” S3 : “Menyenangkan reflek dan seru.” 115

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Wawancara pada guru sebelum memberikan treatment di kelas: P : “Menurut pengalaman Ibu, apa suka duka saat mengajar di kelas?” G : “Ya banyak ya mbak, kadang suka, kadang juga banyak dukanya. Kalau sukanya itu ketika saya melihat para siswa mendapatkan nilai baik atau diatas KKM. Sama ini lho mbak....... Saya itu senang kalau bisa mengenal karakter anakanak. Kalau dukanya banyak mbak, hmmmm.......misalnya saya itu sedih kalau melihat aank-anak itu malas belajar seperti kurang greget gitu lhoo...! nanti kan kalau males belajar otomatis nilainya jelek kan ya mbak? P : “Heemmmm.. Iya bu .. Nah, biar anak tidak malas belajar Ibu mengajarnya bagaimana? G : “Ya banyak mbak yang saya lakukan..! Biasanya anak-anak itu suka dengan gambar-gambar jadi saya sering menggunakan power point untuk mengajar anak-anak. Nah.. di power point itu biasanya saya menampilkan gambakr-gambakr yang menarik perhatian anak-anak yang berhubungan dengan materi yang dipelajari. Anak-anak kan seneng kalau melihat sesuatu yang baru. P : “Lalu apakah ada metode khusus yang biasanya digunakan pada saat kegiat pembelajaran?” G : “Tidak mesti mbak, tergantung dengan materi yang akan diajarkan. Kalau misalnya memungkinkan percobaan, saya pasti melakukan percobaan. Tapi yang dominan disini tetep ceramah mbak, yang gampang dan waktunya mencukupi. P : “Lalu, bagaimana respon anak-anak dalam belajar?” G : “Ya, kadang mereka kadang aktif, dan terkadang pasif.. ya begitulah anak-anak mbak... Biasanya tergantung sama materinya, apakah materinya menarik atau tidak. P : “Terus, hasil belajar siswanya gimana bu?” G : “Ya ada yang diatas KKM, ada yang pas KKM, ada yang dibawah KKM. Ya itu biasa si mbak...! P : “Bu, pernah tahu kegiatan pembelajaran yang menggunakan mind map tidak? G : “Pernah denger si mbak.. mind map itu yang ada gambar-gambarnya itu bukan ya mbak? P : “Ya benar bu.. Apakah Ibu pernah menggunakan metode mind map di kelas?” G : “Sejauh ini belum si mbak, tapi sepertinya menarik ya..” Wawancara pada guru sesudah memberikan treatment di kelas: P : “Bagaimana menurut Ibu pembelajaran menggunakan metode mind map di kelas?” G : “Wah sepertinya anak-anak sangat menikmati kegiatan pembelajarannya, soalnya mereka tidak hanya mendengarkan namun seperti bermain juga. Pas membuat mind map ternyata anak-anak itu kreatif, mereka menggunakan gambargambar juga untuk memperjelas maksud mengenai mind map yang mereka buat. Saya sangat senang ketika pembelajaran menggunakan mind map karena terlihat anak-anak tidak merasa bosan ataupun ngantuk dan mengeluh di kelas. Jadi menurut saya mind map itu baguslah untuk diterapkan di materi-materi lainnya.” P : “Bagaimana menurut ibu anak-anak yang di kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah?” 116

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI G : “Mbak lihat sendiri to..! ada anak-anak yang tiduran, ngobrol dengan temannya, tidak berkonsentrasi tetapi ada juga si anak-anak yang tetap semangat belajar walaupun metode pembelajarannya berbeda dengan kelas eksperimen. P : “Bagaimana Bu perbedaan hasil belajar di kelas eksperimen ataupun kelas kontrol?” G : “Gini mbak bedanya anak-anak yang ada di PL 3.. nilainya lebih bagus dibandingkan dengan anak di PL 4, mungkin memang efek penggunaan mind map di kelas itu memang besar ya mbak, selain meningkatkan nilai juga kan dapat meningkatkan kreativitas anak.” 117

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3.4 Tabulasi Nilai Pretest, Posttest I, dan Posttest II a. Pretest Kelompok Eksperimen V 4 4 4 4 4 3 4 4 1 3 4 4 1 4 4 4 1 4 4 3 2 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 1 1 1 1 1 2 4 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 3 1 2 2 2 1 3 1 4 4 1 1 4 1 1 4 4 3 1 1 1 4 2 2 1 1 1 1 1 1 1 2 4 4 3 4 4 4 4 1 2 1 1 1 1 2 4 1 1 1 4 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 4 2 2 4 2 1 13 9 13 13 10 11 19 9 5 11 19 12 6 9 9 13 6 10 9 8 7 9 8 8 9 11 13 18 17 14 16 18 16 7 3 2 3 3 2 2 4 2 1 2 4 2 1 2 2 3 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 3 4 3 3 3 4 3 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 3 2 3 3 3 3 3 2 1 2 4 3 1 2 2 3 1 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 2 4 3 4 4 4 1 Analisis I II III 3 1 4 2 2 4 4 4 1 4 4 4 1 4 2 4 4 4 1 4 4 4 4 2 4 4 4 4 3 3 2 4 4 3 3 1 4 1 1 1 4 4 1 2 4 4 1 4 2 4 2 2 3 2 2 2 1 1 2 2 3 2 1 3 3 3 3 3 1 1 4 1 1 4 4 4 1 4 2 4 1 3 3 4 4 4 1 4 1 4 4 4 3 1 3 1 4 4 1 3 4 4 I V 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 1 1 4 2 1 2 1 2 2 1 1 2 1 2 1 1 1 1 2 1 V Rerata IV N o Jumlah II III Rerata 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 I Jumlah Interpretasi No 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 6 14 6 6 11 14 14 5 12 12 14 5 16 9 14 15 13 7 13 9 13 12 9 11 10 12 10 10 12 8 12 14 12 2 1.2 2.8 1.2 1.2 2.2 2.8 2.8 1 2.4 2.4 2.8 1 3.2 1.8 2.8 3 2.6 1.4 2.6 1.8 2.6 2.4 1.8 2.2 2 2.4 2 2 2.4 1.6 2.4 2.8 2.4 118

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI V 4 4 4 4 4 3 1 1 1 4 4 1 1 1 4 4 1 1 2 4 19 9 9 10 20 4 2 2 2 4 35 36 37 38 39 4 2 2 2 4 III 4 1 1 4 4 4 1 2 2 4 4 1 1 4 4 I V 1 1 1 2 4 V 1 1 1 1 1 14 5 6 13 17 2.8 1 1.2 2.6 3.4 No 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 18 18 20 19 17 13 19 20 20 20 17 19 18 18 13 20 15 17 17 18 16 19 16 16 17 20 15 17 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 3 3 4 3 2 2 3 4 4 4 2 4 3 3 2 4 3 3 3 2 2 3 2 3 3 4 3 2 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 2 4 1 2 2 4 2 4 2 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 I II III IV V Rerata I II III IV V Rerata Analisis Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 II Posttest I Kelompok Eksperimen Interpretasi No I Rerata IV Jumlah II III N o Jumlah b. I Rerata 35 36 37 38 39 Analisis Jumlah Interpretasi No 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 19 17 16 15 10 16 18 20 16 18 18 20 17 17 16 18 16 19 20 17 14 18 16 18 18 20 19 18 3.8 3.4 3.2 3 2 3.2 3.6 4 3.2 3.6 3.6 4 3.4 3.4 3.2 3.6 3.2 3.8 4 3.4 2.8 3.6 3.2 3.6 3.6 4 3.8 3.6 3 4 4 3 2 2 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 3 2 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 2 2 4 2 4 4 2 2 4 2 2 2 2 4 4 4 4 2 2 4 4 2 4 4 2 4 3 1 4 2 2 4 4 1 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 2 4 4 4 4 4 2 3 2 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 2 3 4 2 4 4 4 4 4 119

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 3 3 4 3 4 2 3 3 3 3 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 1 4 4 3 4 1 1 3 3 1 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 1 4 4 3 1 20 18 17 20 18 18 10 15 19 17 15 4 3.6 3.4 4 3.6 3.6 2 3 3.8 3.4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4 3 3 2 3 3 3 3 4 4 2 4 4 4 2 2 4 4 3 II 4 4 3 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 2 2 3 3 4 2 4 4 3 3 2 3 3 3 3 2 2 III IV V 3 4 3 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 2 3 1 2 2 4 2 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 16 20 15 19 17 13 19 18 20 18 19 19 18 18 13 15 15 17 17 18 16 3,2 4 3 3,8 3,4 2,6 3,8 3,6 4 3,6 3,8 3,8 3,6 3,6 2,6 3 3 3,4 3,4 3,6 3,2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 I II III IV V Rerata I Analisis No Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 4 4 4 4 4 4 1 2 4 3 4 I II III IV V Posttest II Kelompok Eksperimen Interpretasi No Rerata 20 14 17 20 17 18 12 13 17 17 15 4 3 2 4 3 2 2 2 2 3 3 Jumlah Rerata 4 3 3 4 3 4 4 3 4 3 4 Rerata c. I II III IV V No Jumlah 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Analisis Jumlah Interpretasi No 3 4 2 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 2 3 2 2 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 2 2 2 4 2 3 4 2 2 4 3 3 2 3 3 4 4 4 4 3 3 2 4 2 2 4 3 1 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 2 3 2 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 2 3 15 17 11 15 10 16 18 17 16 18 18 18 18 17 16 18 17 20 20 17 17 3 3,4 2,2 3 2 3,2 3,6 3,4 3,2 3,6 3,6 3,6 3,6 3,4 3,2 3,6 3,4 4 4 3,4 3,4 120

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 2 4 4 3 3 4 4 3 4 2 3 3 4 3 3 4 3 4 2 3 4 2 2 3 3 2 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 2 4 4 2 4 4 4 4 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 IV V 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 2 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 3 3 2 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 2 4 4 4 3 3 2 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 2 4 3 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 2 4 2 15 16 19 20 20 19 19 20 20 17 20 18 20 15 16 10 20 15 3 3,2 3,8 4 4 3,8 3,8 4 4 3,4 4 3,6 4 3 3,2 2 4 3 No 1 4 4 1 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 5 19 11 6 13 9 8 9 11 8 19 9 9 20 1 4 2 1 3 2 2 2 2 2 4 2 2 4 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1 3 2 1 1 1 1 1 1 1 3 1 1 4 1 4 3 1 3 2 2 2 3 2 4 2 2 4 1 4 1 1 4 1 1 1 1 1 4 1 1 4 1 4 1 2 1 1 1 1 2 1 4 1 1 4 I II III IV V Rerata I II III IV V Rerata Analisis Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 3,8 3,2 3,2 3,4 4 3 3,4 4 3,2 3,4 2 3,4 3,6 2,6 2,8 3,4 3,4 3,2 III Pretest Kelompok Kontrol Interpretasi No 19 16 16 17 20 15 17 20 16 17 10 17 18 13 14 17 17 16 II Rerata 3 2 3 3 4 3 2 4 3 2 2 3 2 2 2 2 3 3 I Jumlah 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 2 3 4 4 3 4 3 4 III IV V No Jumlah d. II Rerata 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 I Analisis Jumlah Interpretasi No 4 4 2 3 4 1 3 1 1 1 3 2 3 2 12 11 9 12 15 7 14 11 5 6 13 10 15 8 2.4 2.2 1.8 2.4 3 1.4 2.8 2.2 1 1.2 2.6 2 3 1.6 2 2 4 2 4 3 4 4 1 2 4 2 3 3 4 3 1 4 4 1 4 4 1 1 2 4 4 1 1 1 1 2 2 1 2 1 1 1 3 1 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 121

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 10 9 9 12 13 5 7 5 13 10 9 10 9 9 14 9 11 13 10 12 20 5 10 15 3 2 2 2 2 3 1 1 1 3 2 2 2 2 2 3 2 2 3 2 2 4 1 2 3 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 3 1 1 1 2 3 1 1 1 3 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 4 1 2 3 3 2 2 2 3 3 1 2 1 3 2 2 3 2 3 3 2 3 3 3 3 4 1 2 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 1 1 1 1 2 4 1 3 4 1 2 3 2 2 1 1 4 2 1 1 1 2 2 2 1 1 1 3 2 2 1 1 1 4 1 2 3 10 6 12 6 8 8 14 11 14 16 11 11 7 18 15 13 13 8 11 11 14 20 5 10 15 2 1.2 2.4 1.2 1.6 1.6 2.8 2.2 2.8 3.2 2.2 2.2 1.4 3.6 3 2.6 2.6 1.6 2.2 2.2 2.8 4 1 2 3 2 1 3 1 3 3 3 1 4 1 3 4 3 2 2 2 4 2 1 4 3 4 1 2 3 2 2 4 1 1 1 2 4 4 4 2 2 1 4 4 1 3 1 2 1 2 4 1 2 3 3 1 1 1 1 1 1 2 1 4 1 1 1 4 4 4 1 1 2 1 4 4 1 2 3 1 1 1 1 1 1 4 1 2 4 1 1 1 4 1 2 1 1 4 1 1 4 1 2 3 No 2 3 4 4 4 3 3 4 12 14 18 14 15 13 13 19 2 3 4 3 3 3 3 4 1 2 3 4 5 6 7 8 2 3 2 2 3 2 2 3 3 3 4 3 3 3 3 4 1 1 4 1 1 1 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 I II III IV V Rerata I II III IV V Rerata Analisis Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 8 2 1 3 2 2 2 4 3 3 3 4 3 1 4 4 4 4 3 2 4 4 4 1 2 3 Posttest I Kelompok Kontrol Interpretasi No Rerata 4 4 4 4 2 4 1 2 1 4 3 3 3 4 3 4 3 3 4 4 4 4 1 2 3 I II III IV V Jumlah No Jumlah e. I II III IV V Rerata 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Analisis Jumlah Interpretasi No 4 4 4 4 4 4 4 1 13 11 14 17 14 20 15 5 2.6 2.2 2.8 3.4 2.8 4 3 1 3 3 3 4 4 4 4 1 4 2 2 4 4 4 2 1 1 1 4 4 1 4 4 1 1 1 1 1 1 4 1 1 122

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 5 12 13 15 15 15 18 11 9 20 16 11 13 16 16 14 13 8 10 10 9 19 17 9 5 5 15 15 10 5 3 1 2 3 3 3 3 4 2 2 4 3 2 3 3 3 3 3 2 2 2 2 4 3 2 1 1 3 3 2 1 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 2 1 1 2 3 3 3 2 2 1 4 4 3 2 2 3 3 2 1 2 2 1 3 2 1 1 1 3 2 2 1 3 1 3 3 3 3 3 4 2 2 4 3 3 3 4 4 3 3 2 2 2 2 4 4 2 1 1 3 4 3 1 1 1 1 1 1 1 1 4 3 1 4 1 1 1 4 1 1 1 1 1 2 1 4 4 1 1 1 1 1 1 1 4 1 4 4 4 4 4 4 1 1 4 4 2 4 4 4 4 4 1 1 2 1 4 4 1 1 1 4 4 2 1 11 11 12 12 14 14 15 17 12 9 19 15 13 11 14 16 12 11 13 14 11 10 12 11 14 5 5 14 11 14 5 2.2 2.2 2.4 2.4 2.8 2.8 3 3.4 2.4 1.8 3.8 3 2.6 2.2 2.8 3.2 2.4 2.2 2.6 2.8 2.2 2 2.4 2.2 2.8 1 1 2.8 2.2 2.8 1 2 3 2 3 3 4 3 3 2 2 4 4 2 4 3 2 4 4 3 1 3 2 4 2 3 1 1 3 3 1 1 2 1 2 2 4 4 2 2 4 2 4 2 1 1 2 2 2 1 2 4 2 2 2 2 2 1 1 4 2 4 1 1 1 2 2 1 1 4 4 1 1 4 4 4 1 4 4 1 1 2 1 1 1 1 2 4 1 1 1 1 1 1 2 2 2 1 2 1 2 4 2 2 3 1 2 1 1 4 1 1 2 4 1 1 1 1 2 1 1 2 1 4 1 No 3 3 15 13 3 3 1 2 3 3 3 3 3 1 3 3 I II III IV V Rerata I II III IV V Rerata Analisis Jumlah 1 2 4 4 4 4 4 4 4 4 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 1 1 4 4 4 1 Posttest II Kelompok Kontrol Interpretasi No Rerata 4 1 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 2 3 2 4 3 3 3 4 2 4 4 3 4 1 1 4 4 2 1 I II III IV V Jumlah No Jumlah f. I II III IV V Rerata 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Analisis Jumlah Interpretasi No 4 3 10 8 2 1.6 3 1 1 2 1 1 1 1 123

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 2 4 4 2 3 4 2 4 4 2 4 1 1 4 4 1 4 2 2 4 4 4 3 3 4 4 3 4 3 4 4 2 4 2 2 3 13 7 8 17 9 10 8 10 20 8 7 12 5 9 8 8 5 20 6 6 12 14 14 8 12 20 16 11 20 15 12 11 14 11 6 10 15 3 1 2 3 2 2 2 2 4 2 1 2 1 2 2 2 1 4 1 1 2 3 3 2 2 4 3 2 4 3 2 2 3 2 1 2 3 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 3 1 1 4 2 2 1 2 4 1 1 3 1 1 1 1 1 4 1 1 3 3 3 1 3 4 3 3 4 2 3 2 2 3 1 2 3 3 2 1 3 3 3 1 2 4 1 2 3 1 2 1 1 1 4 1 1 3 3 3 2 3 4 3 3 4 4 3 3 4 2 1 2 3 1 1 1 3 1 1 1 2 4 1 1 1 1 4 1 1 1 4 1 1 1 1 1 1 1 4 3 1 4 4 1 1 4 1 1 2 3 2 1 1 3 1 1 1 2 4 1 1 1 1 1 1 1 1 4 1 1 1 3 3 1 2 4 3 1 4 2 1 1 2 1 1 2 3 I II III IV V Rerata No Jumlah I II III IV V Rerata 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Analisis Jumlah Interpretasi No 4 4 4 3 4 4 4 4 3 1 3 4 4 4 4 1 4 4 4 3 3 4 4 3 1 4 2 3 2 4 4 2 4 3 3 3 3 13 9 13 13 11 14 10 10 13 5 9 12 12 11 11 5 20 20 11 10 11 16 13 8 5 10 10 7 11 14 12 10 12 10 16 15 15 2.6 1.8 2.6 2.6 2.2 2.8 2 2 2.6 1 1.8 2.4 2.4 2.2 2.2 1 4 4 2.2 2 2.2 3.2 2.6 1.6 1 2 2 1.4 2.2 2.8 2.4 2 2.4 2 3.2 3 3 4 2 1 2 1 4 2 2 2 1 2 4 2 2 1 1 4 4 1 1 2 1 4 2 1 2 2 1 2 2 2 2 2 2 4 3 3 2 1 3 3 4 4 1 2 3 1 1 1 4 3 4 1 4 4 4 4 4 4 3 1 1 2 2 1 2 2 2 2 2 3 3 3 3 1 1 1 4 1 1 1 1 3 1 2 2 1 1 1 1 4 4 1 1 1 4 1 1 1 1 2 1 4 3 3 2 2 1 3 3 3 2 1 4 1 1 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 4 4 1 1 1 3 1 1 1 1 2 1 1 3 1 2 2 1 3 3 3 124

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4.1 Hasil SPSS Uji Normalitas Data a. Kelompok eksperimen One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test PreEk s Inter 39 N Normal Paramet ersa,b Most Extreme Differen ces Mean Std. Deviati on Absolut e Positive Negativ e KolmogorovSmirnov Z Asymp. Sig. (2tailed) Post1E ksInter 39 2,317 9 ,8318 9 3,4462 ,169 ,177 Post2E ksInter 39 3,359 ,44594 SelEk s Inter 39 PreEks Anal 39 Post1E ks Anal 39 1,128 2 ,9542 0 2,2359 3,4410 ,72384 ,46380 ,202 ,154 ,173 -,092 -,177 ,079 1,104 ,087 ,103 ,114 -,202 -,154 -,173 1,261 ,175 ,128 ,135 ,092 -,128 -,147 ,960 1,078 ,95 ,215 1,205 1 ,8071 9 ,147 -,152 1,056 SelEk s Anal 39 ,52149 ,152 ,107 39 3,4256 ,44528 ,169 Post2E ksAnal ,802 ,918 ,083 ,315 ,196 ,328 ,541 ,368 b. Kelompok Kontrol One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test N Normal Parameter sa,b Most Extreme Difference s PreKo n Post1K on Post2Ko n SelKo n PreK on Post1K on Post2Ko n SelKo n Inter Inter Inter Inter Anal Anal Anal Anal 39 39 39 39 39 39 39 39 2,14 36 2,569 2 2,2821 ,4256 2,230 8 2,492 3 2,2821 ,2615 1.205 1 ,782 64 ,7993 9 ,86416 1,10518 ,7189 7 ,6910 7 ,67857 1,03736 .8071 9 ,163 ,131 ,118 ,107 ,098 ,182 ,134 ,123 .128 ,163 ,078 ,118 ,107 ,092 ,123 ,115 ,088 .092 -,125 -,131 -,079 -,106 -,098 -,182 -,134 -,123 -.128 1,015 ,816 ,739 ,666 ,614 1,139 ,835 ,769 ,254 ,518 ,645 ,767 ,845 ,150 ,488 ,596 KolmogorovSmirnov Z Asymp. Sig. (2tailed) 125

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4.2 Hasil SPSS Uji kemampuan Awal a. Kemampuan Interpretasi Group Statistics PreEksK onInter Std. Error Mean Std. Deviation Kelompok PreEksInter N Mean 39 2.3179 0.83189 0.13321 PreKonInter 39 2.1436 0.78264 0.12532 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances F Pre Eks KonI nter Equal variances assumed Equal variances not assumed t-test for Equality of Means Sig. 0.912 t 0.343 df Sig. (2tailed) Mean Differe nce Std. Error Differe nce 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper 0.953 76 0.343 0.17436 0.18289 -0.18991 0.53862 0.953 75.719 0.343 0.17436 0.18289 -0.18993 0.53865 b. Kemampuan Analisis Group Statistics Pre Eks Kon Anal Kelompok PreEks Anal PreKon Anal N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 39 2.2359 0.72384 0.11591 39 2.2308 0.71897 0.11513 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances Pre Eks Kon Anal Equal variances assumed Equal variances notassumed t-test for Equality of Means Sig. (2Mean tailed Differe Std. Error ) nce Difference df 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper F Sig. t 0.032 0.859 0.031 76 0.975 0.0051 3 0.16337 -0.32025 0.3305 0.031 75.997 0.975 0.0051 3 0.16337 -0.32025 0.3305 126

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4.3 Hasil SPSS Uji Selisish a. Kemampuan Interpretsi Group Statistics Sel Eks Kon Inter Kelompok SelEks Inter SelKon Inter Std. Error Mean Mean Std. Deviation 39 1.1282 0.9542 0.15279 39 0.4256 1.10518 0.17697 N Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances Sel Eks Kon Inter Equal variances assumed Equal variances not assumed t-test for Equality of Means df Sig. (2tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper F Sig. t 0.982 0.325 3.005 76 0.004 0.70256 0.23381 0.2369 1.16823 3.005 74.417 0.004 0.70256 0.23381 0.23674 1.16839 Mean Std. Deviation Std. Error Mean 39 1.2051 0.80719 0.12925 39 0.2615 1.03736 0.16611 b. Kemampuan Analisis Group Statistics Sek Eks Kon Anal Kelompok SelEks Anal SelKon Anal N Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances Sek Eks Kon Anal Equal variances assumed Equal variances not assumed t-test for Equality of Means df Sig. (2tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper F Sig. t 2.431 0.123 4.483 76 0 0.94359 0.21047 0.5244 1.36278 4.483 71.672 0 0.94359 0.21047 0.52399 1.36319 127

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4.4 Hasil SPSS Uji Peningkatan Skor Pretest dan Posttest I Paired Samples Test Mean Pair 1 Pair 1 Pair 1 Pair 1 PosEksInter PreEksInter PosKonInter PreKonInter PosEksAnal PreEksAnal PosKonAnal PreKonAnal Paired Differences 95% Confidence Interval of the Std. Difference Std. Error Deviation Mean Lower Upper t df Sig. (2tailed) 1.12821 0.9542 0.15279 0.81889 1.43752 7.384 38 0 0.42564 1.10518 0.17697 0.06738 0.7839 2.405 38 0.021 1.20513 0.80719 0.12925 0.94347 1.46679 9.324 38 0 0.26154 1.03736 0.16611 0.07473 0.59781 1.574 38 0.124 128

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4.5 Hasil Perhitungan Besar Pengaruh Perlakuan kemampuan Interpretasi Koefisien korelasi pada kelompok Koefisien korelasi pada kelompok eksperimen: kontrol: Persentase pengaruh penggunaan Persentase pengaruh penggunaan metode mind map pada kelompok metode mind map pada kelompok eksperimen: kontrol: R = r2 x 100% R = r2 x 100% R = 0,762 x 100% R = 0,362 x 100% R = 0,5776 x 100% R = 0,1296x 100% R = 57% R = 12% 129

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4.6 Hasil Perhitungan Besar Pengaruh Perlakuan kemampuan Analisis Koefisien korelasi pada kelompok eksperimen: Persentase pengaruh penggunaan metode mind map pada kelompok Persentase pengaruh penggunaan kontrol: metode mind map pada kelompok R = r2 x 100% eksperimen: R = 0,242 x 100% R = r2 x 100% R = 0,0576x 100% 2 R = 5% R = 0,83 x 100% R = 0,6889 x 100% R = 68% Koefisien korelasi pada kelompok kontrol: 130

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4.7 Hasil SPSS Uji Retensi Pengaruh Perlakuan Paired Samples Statistics Pair 1 Pair 2 Pair 3 Pair 4 39 Std. Deviation 0,44528 Std. Error Mean 0,0713 PosIEksInter Mean 3,359 N Pos2EksInter 3,4462 39 0,44594 0,07141 Pos1EksAnal 3,4256 39 0,52149 0,08351 Pos2EksAnal 3,441 39 0,4638 0,07427 Pos1KonInter 2,2821 39 0,86416 0,13838 Pos2KonInter 2,5692 39 0,79939 0,12801 Pos1KonAnal 2,2821 39 0,67857 0,10866 Pos2KonAnal 2,4923 39 0,69107 0,11066 Paired Samples Correlations N Correlation Sig. Pair 1 PosIEksInter & Pos2EksInter 39 0,55 0 Pair 2 Pos1EksAnal & Pos2EksAnal 39 0,561 0 Pair 3 Pos1KonInter & Pos2KonInter 39 -0,082 0,622 Pair 4 Pos1KonAnal & Pos2KonAnal 39 0,215 0,189 131

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Paired Samples Test Paired Differences Mean Std. Deviation 95% Confidence Interval of the Difference Std. Error Mean Lower Upper t Sig. (2tailed) df Pair 1 PosIEksInter Pos2EksInter -0,08718 0,42251 0,06766 -0,22414 0,04978 -1,289 38 0,205 Pair 2 Pos1EksAnal Pos2EksAnal -0,01538 0,46427 0,07434 -0,16588 0,13511 -0,207 38 0,837 Pair 3 Pos1KonInter Pos2KonInter -0,28718 1,22414 0,19602 -0,684 0,10964 -1,465 38 0,151 Pair 4 Pos1KonAnal Pos2KonAnal -0,21026 0,85833 0,13744 -0,4885 0,06798 -1,53 38 0,134 132

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5.1 Surat Ijin Penelitian 133

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5.2 Surat Bukti Penelitian 134

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6.1 Foto Penelitian a. Kelompok Eksperimen 135

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Kelompok Kontrol 136

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. Mind map 137

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI CURRICULUM VITAE Anjar Patmawati merupakan anak pertama dari pasangan Yosafat Tukiya dan Suripti. Lahir di GunungKidul pada tanggal 24 Juni 1991. Pendidikan awal dimulai dari SD Bopkri Planjan, Saptosari, Gunungkidul tahun 1998-2014. Pendidikan dilanjutkan ke jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Wonosari, Gunungkidul dan lulus pada tahun 2007. Kemudian penulis melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Wonosari, Gunungkidul dan lulus pada tahun 2010. Penulis melanjutkan pendidikan di Program Studi Guru Sekolah Dasar di Universitas Sanata Dharma. Ketika menjadi mahasiswa peneliti banyak melakukan kegiatan di kampus Universitas Sanata Dharma. Berikut ini adalah beberapa kegiatan yang diikuti oleh peneliti: Pelatihan Pegembangan Keperibadian Mahasiswa I, Pelatihan Pegembangan Keperibadian Mahasiswa II , English Club, Kursus Mahir Dasar, Inisiasi Mahasiswa Keguruan, workshop Maria Montessori (3-6), Week And Moral, Workshop Dongeng, UNA seminar and workshop on anti bias Curriculum and teaching, pengisi acara pada story telling competition, pengisi acara pada publik speaking, workshop Maria Montessory (9-12), seminar Hibah Kompetisi, workshop pembuatan alat peraga laboratorium generik, dan sebagai pesera lomba tari dalam kegiatan malam kreativitas mahasiswa. 139

(143)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan-Yogyakarta.
0
0
192
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
0
1
173
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta
0
0
149
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta
0
3
160
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta
0
2
190
Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta - USD Repository
0
0
144
Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menganalisis dan mengevaluasi pada palajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan - USD Repository
0
0
139
Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menganalisis dan mengevaluasi pada pelajaran IPA kelas V SD Kanisius, Wirobrajan - USD Repository
0
0
164
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA SD Kanisius Kalasan Yogyakarta - USD Repository
0
0
141
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta - USD Repository
0
0
168
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SDN Tamanan 1 Yogyakarta - USD Repository
0
0
188
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta - USD Repository
0
0
146
Pengaruh penggunaan metode Mind Map terhadap kemampuan eksplanasi dan regulasi diri pada mata pelajaran IPA kelas V SD N Sokowaten Baru Banguntapan Bantul Yogyakarta - USD Repository
0
0
203
Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi pada mata pelajaran IPA SD Negeri Percobaan 3 Pakem Yogyakarta - USD Repository
0
2
162
Pengaruh penggunaan metode Inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis mata pelajaran IPA SD Bopkri Gondolayu Yogyakarta - USD Repository
0
0
169
Show more