Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I - USD Repository

Gratis

0
0
250
2 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI i PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW I SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh : Ursula Wahyu Dwi Widyaningsih 101134035 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI i PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW I SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh : Ursula Wahyu Dwi Widyaningsih 101134035 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii SKRIPSI PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW I ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii SKRIPSI PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW I iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iv Halaman persembahan Skripsi ini ku persembahkan kepada :  Allah Bapa di Surga  Tuhan Yesus Kristus  Bunda Maria  Para dosen PGSD Universitas Sanata Dharma  Dosen pembimbing payung Jigsaw  Kedua Orang Tuaku, Antonius Sumantep & Christina Sumini  Kakakku Christina Ika Maheni  Keluarga besar Magelang dan Yogyakarta  Adikku Metta Rahmawati dan Arya Caga Purnama  Kekasihku Carolus Borromeus Fajar Tri Prasetyanta  Sahabat-sahabatku  Almamaterku PGSD USD angkatan 2010 iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI v Motto “Bukan kesulitan yang membuat kita takut, tapi ketakutanlah yang membuat kita sulit. Karena itu, jangan pernah mencoba untuk menyerah dan jangan pernah menyerah untuk mencoba” (2 Timotius 1:7) “Masa depan kita, orang yang berharap kepadaNya, adalah secercah janji-janjiNya” (Yeremia 29:11) v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 10 Juni 2014 Penulis Ursula Wahyu Dwi Widyaningsih vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vii LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Ursula Wahyu Dwi Widyaningsih Nomor Mahasiswa : 10 1134 035 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW I beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 10 Juni 2014 Yang menyatakan Ursula Wahyu Dwi Widyaningsih vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI viii ABSTRAK PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW I Ursula Wahyu Dwi Widyaningsih Universitas Sanata Dharma 2014 IPS merupakan mata pelajaran yang penting sehingga dibutuhkan model pembelajaran inovatif yang tepat dalam pembelajarannya. Oleh karena itu model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I menjadi aternatif model pembelajaran yang dapat digunakan guru dalam pembelajaran IPS kelas IV Sekolah Dasar selain model pembelajaran konvensional yang sering digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa kelas IV Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasiexperimental tipe non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri Kebondalem Lor yang berjumlah 61 siswa. Sampel penelitian untuk kelompok eksperimen adalah siswa kelas IVA sebanyak 31 siswa dan sampel kelompok kontrol adalah kelas IVB sebanyak 30 siswa. Instrumen penelitian berupa tes untuk varibel prestasi belajar. Instrumen penelitian yang digunakan sejumlah 20 soal pilihan ganda yang valid dan reliabel. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan dengan bantuan program SPSS20 for windows. Uji validitas menggunakan korelasi Point Biserial dengan taraf signifikansi 0,05 dan nilai r tabel 0,304. Uji reliabilitas menggunakan korelasi Alpha Cronbach dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,799 yaitu kualifikasi tinggi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Analisis data secara inferensial dilakukan menggunakan program SPSS 20 for windows dengan Independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I, yang ditunjukkan dengan nilai sign ifikansi sebesar 0,000 (atau < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I lebih efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV Sekolah Dasar daripada model pembelajaran konvensional. Kata kunci: Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I, prestasi belajar, mata pelajaran IPS. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ix ABSTRACT THE DIFFERENCE IN THE SOCIAL SUBJECT ACHIEVEMENT OF THE FOURTH GRADE ELEMENTARY SUDENTS IN IMPLEMENTING COOPERATIVE LEARNING MODEL JIGSAW I TYPE Ursula Wahyu Dwi Widyaningsih Sanata Dharma University 2014 Social konwledge is an important course which needs an innovative activities in the learning process. Jigsaw I as a cooperative learning could be another option which can be used as the activities of social knowledge for fourth grade of elementary student rather than the conventional one. The purpose of this research was to find out the difference in the social subject achievement of the fourth grade elementary students in implementing cooperative learning model Jigsaw I type. This research was a quasi-experimental research nonequivalent control group design type. The population was the fourth grade students of SD Kebondalem Lor (Kebondalem Lor Public Elementary School). The sample of the experimental group was IVA class consisting of 31 students and the sample of control group was VB class consisting of 30 students. The research instrument used was a test to measure the achievement variable. The research instrument consisting of 20 valid and reliable multiple choice questions. The validity and reliability tests of the instrument were conducted using SPSS 20 for windows program. The validity test was conducted using the Point Biserial correlation with the 0.05 significance level and the 0.304 r table score. Alpha Cronbach was used for reliability test with the reliability coefficient of 0.799 which was high. The data was gathered using pretest and posttest for the control group and experimental group. Inferential data analysis was done by using independent t-test on SPSS 20 program. The result of the research showed that there was the difference in the social subject achievement of the elementary students in the implementation of cooperative learning model Jigsaw I type, it was proven by the significance score (2tailed) of 0.00 (or < 0.05). It showed that the implementation of Jigsaw I as the cooperative learning was more efective to increase student’s achievement rather than the conventional learning. Keywords : cooperative learning model Jigsaw I type, learning achievement, social studies subject. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI x KATA PENGANTAR Puji dan syukur saya ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan kasih-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Perbedaan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas IV Sekolah Dasar atas Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw I ”. Skripsi ini disusun dengan tujuan memenuhi salah satu syarat memperolah gelar Sarjana Pendidikan di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurusan Ilmu Pendidikan Fakulktas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. Selama penyusunan skripsi ini penulis memperoleh bimbingan, bantuan, dan dorongan dari berbagai pihak, baik secara moriil maupun materiil. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih terutama kepada kepada: 1. Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Gregorius Ari Nugrahanta, S.J, S.S., BST., M.A., Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. 3. Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D., selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. 4. Drs.Y.B.Adimassana, M.A., selaku Dosen Pembimbing I yang bersedia meluangkan waktu, memberikan bantuan, dukungan, arahan, dorongan dan kritik dalam menyelesaikan skripsi ini. 5. Rusmawan, S.Pd., M.Pd., Selaku dosen pembimbing II yang bersedia meluangkan waktu, memberikan arahan, dorongan dan kritik dalam menyelesaikan skripsi ini. 6. Tri Suhartini, S.Pd., selaku kepala SD Negri 1 Kebondalem Lor yang telah memberikan izin untuk pelaksanaan penelitian ini. 7. Maryati, S. Pd., selaku guru kelas IVA yang berkenan memberikan arahan, waktu dan kesempatan untuk melaksanakan penelitian ini. 8. Lailatul Fajri, S.Pd., selaku guru kelas IVB yang berkenan memberikan arahan, waktu dan kesempatan untuk melaksanakan penelitian ini. 9. Siswa dan siswi kelas IVA dan IVB SD Negeri Kebondalem Lor tahun ajaran 2013/2014 yang telah bersedia menjadi subyek penelitian. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xi 10. Seluruh dosen Prodi PGSD yang telah memberikan dukungan dan bimbingan serta bantuannya selama penulis kuliah. 11. Seluruh guru dan karyawan SD N 1 Kebondalem Lor yang telah memberikan dukungan serta bantuan saat penelitian berlangsung. 12. Seluruh karyawan sekretariat PGSD atas kerjasamanya dalam melayani selama kuliah dan pembuatan surat ijin penelitian serta keperluan peneliti yang lainnya. 13. Kedua orang tuaku Antonius Sumantep dan Christina Sumini yang telah memberikan kasih sayang, doa, dukungan secara moriil maupun materiil. 14. Kakakku Christina Ika Maheni yang selalu memberi dukungan, bantuan, doa, dan semangat setiap saat. 15. Adikku Metta Rahmawati dan Arya Caga Purnama yang selalu memberi dukungan dan semangat 16. Carolus Borromeus Fajar Tri Prasetyanta yang selalu mendukung, memberikan cinta kasih dan semangat. Selalu membantuku, membimbingku dan mendoakanku. 17. Keluarga besar dan sanak saudaraku yang senantiasa menyayangi dan mendukungku. 18. Bapak dan Ibu kos: Pak Nunung dan Mbak Lusi, Bu Pardi dan Pak Pardi yang selalu mendukungku selama tinggal di Jogjakarta. 19. Sahabat-sahabatku kelas B PGSD USD angkatan 2010 yang selalu mendukungku. 20. Teman-teman Payung Jigsaw : Novean, Fajar, Arma, Titin, Iren, Dina, Oca, Novi, Septi kita telah berjuang bersama. 21. Teman-teman seperjuangan PPL SDN 1 Kebondalem Lor : Bayu, Dina, Meita, Rizky, Ayu, Wahyu, Pak Moh, Oca, Nurul yang selalu memberikan keceriaan disaat penelitian berlangsung. Terimakasih, kalian adalah keluarga baru untukku. 22. Sahabatku Vincentia Herdika Yossi Putri yang selalu memberikan dukungan dan kekuatan kepada ku. 23. Sahabat-sahabatku: Trias, Mbem, Moncil, Nia, Erick, Hugo, yang selalu mendukungku. Kalian adalah kekuatanku, terimakasih atas dukungannya. xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xii 24. Teman-teman dan adek-adek kos Pringwulung-Mrican : Maya, Tiwi, Putri, Chandra, Ita, Windi, Vera, Upi, Merry, Ana yang selalu memberikan keceriaan dan mendukungku. 25. Teman-teman kos sebelah: Dian, Wulan, Risa yang selalu memberikan keceriaan dan mendukungku. 26. Seluruh rekan-rekan PGSD USD angkatan 2010 yang tidak dapat disebutkan satu persatu. 27. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu yang telah banyak membantuku selama penyelesaian skripsi ini. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan. Yogyakarta, 10 Juni 2014 Penulis Ursula Wahyu Dwi Widyaningsih xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xiii DAFTAR ISI halaman HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................ ii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................................ iv HALAMAN MOTTO ........................................................................................ v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ....................................... vi HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ....................... vii ABSTRAK....................................................................................................... viii ABSTRACT ...................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ........................................................................................ x DAFTAR ISI ................................................................................................... xiii DAFTAR TABEL ........................................................................................... xvi DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xvii DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xviii BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1 1.1. Latar belakang .............................................................................................. 1 1.2. Batasan masalah ........................................................................................... 7 1.3. Rumusan masalah ......................................................................................... 7 1.4. Tujuan penelitian .......................................................................................... 7 1.5. Manfaat penelitian ........................................................................................ 7 1.5.1. Manfaat teoritis .......................................................................................... 7 1.5.2. Manfaat praktis .......................................................................................... 8 1.5.2.1. Bagi siswa ............................................................................................... 8 1.5.2.2. Bagi guru ................................................................................................ 8 1.5.2.3. Bagi peneliti ............................................................................................ 8 1.5.2.4. Bagi sekolah ............................................................................................ 8 BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................. 9 2.1. Kajian teori ................................................................................................... 9 2.1.1. Belajar........................................................................................................ 9 2.1.1.1. Pengertian belajar .................................................................................... 9 2.1.1.2. Ciri-ciri belajar ...................................................................................... 11 2.1.1.3. Prinsip-prinsip belajar ........................................................................... 14 2.1.1.4. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar ............................................. 18 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xiv 2.1.1.5. Prestasi belajar ...................................................................................... 20 2.1.2. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I............................................ 25 2.1.2.1.Definisi pembelajaran kooperatif ............................................................ 25 2.1.2.2.Unsur-unsur dan karakteristik pembelajaran kooperatif .......................... 28 2.1.2.3.Jenis-jenis model pembelajaran kooperatif ............................................. 31 2.1.2.4.Tujuan pembelajaran kooperatif ............................................................. 33 2.1.2.5.Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I .................................................... 34 2.1.3. Mata pelajaran IPS ................................................................................... 38 2.1.3.1.Hakikat IPS ............................................................................................ 38 2.1.3.2.Tujuan pembelajaran IPS di Sekolah Dasar ............................................ 39 2.1.3.3.Ruang lingkup materi pembelajaran IPS di SD ....................................... 41 2.1.3.4.Metode pembelajaran IPS di Sekolah Dasar............................................ 43 2.1.4. Pembelajaran IPS menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I ......................................................................................................................... 45 2.2. Hasil penelitian sebelumnya ........................................................................ 46 2.3. Kerangka berpikir ....................................................................................... 51 2.4. Hipotesis penelitian ..................................................................................... 53 BAB III METODE PENELITIAN .................................................................. 54 3.1. Jenis Penelitian ........................................................................................... 54 3.2. Lokasi dan waktu penelitian ........................................................................ 56 3.3. Populasi dan Sampel ................................................................................... 57 3.4. Variabel Penelitian ...................................................................................... 58 3.5. Definisi Operasional ................................................................................... 58 3.6. Instrumen Penelitian ................................................................................... 59 3.7. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen ...................................................... 59 3.7.1. Uji Validitas Instrumen. ........................................................................... 61 3.7.2. Uji reliabilitas instrumen. ......................................................................... 63 3.8. Teknik Pengumpulan Data .......................................................................... 65 3.9. Teknik Analisis Data ................................................................................... 65 3.9.1. Teknik Analisis deskriptif ........................................................................ 65 3.9.2. Teknik analisis inferensial ........................................................................ 66 3.9.2.1. Uji asumsi dasar .................................................................................... 66 3.9.2.2. Uji pengaruh perlakuan ........................................................................ 68 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN........................................................... 70 4.1 Hasil Penelitian ............................................................................................ 70 4.1.1. Deskripsi pelaksanaan .............................................................................. 70 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xv 4.1.2. Deskripsi data........................................................................................... 73 4.1.3. Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I ..................................... 75 4.1.3.1. Uji Normalitas ....................................................................................... 75 4.1.3.2. Uji Homogenitas ................................................................................... 79 4.1.3.3. Uji beda pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol .... 80 4.1.3.4. Uji Pengaruh Perlakuan ......................................................................... 82 4.2. Rangkuman Hasil Penelitian ....................................................................... 84 4.3. Pembahasan ............................................................................................... 85 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................ 90 5.1. Kesimpulan ................................................................................................. 90 5.2. Keterbatasan penelitian ............................................................................... 90 5.3. Saran ........................................................................................................... 91 5.3.1. Bagi guru ................................................................................................. 91 5.3.2. Bagi peneliti lain ...................................................................................... 91 DAFTAR REFERENSI ................................................................................... 93 LAMPIRAN ..................................................................................................... 96 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xvi DAFTAR TABEL halaman Tabel 2.1 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS kelas IV ................... 42 Tabel 3.1 Waktu Pengambilan Data ................................................................... 56 Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrumen Penelitian ............................................................. 60 Tabel 3.3 Item Soal Valid .................................................................................. 62 Tabel 3.4 Kualifikasi Realibilitas ....................................................................... 64 Tabel 3.5 Uji Reliabilitas ................................................................................... 64 Tabel 3.6 Pengumpulan Data Variabel Prestasi Belajar ...................................... 65 Tabel 4.1 Deskripsi Data Prestasi Belajar ........................................................... 74 Tabel 4.2 Hasil Uji Normalitas Pretest Kelompok Kontrol ................................. 76 Tabel 4.3 Hasil Uji Normalitas Posttest Kelompok Kontrol ............................... 77 Tabel 4.4 Hasil Uji Normalitas Pretest Kelompok Eksperimen .......................... 78 Tabel 4.5 Hasil Uji Normalitas Posttest Kelompok Eksperimen ......................... 78 Tabel 4.6 Uji Homogenitas Skor Pretest Variabel Prestasi Belajar ..................... 80 Tabel 4.7 Perbandingan Skor Pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol variabel Prestasi Belajar ..................................................................................... 81 Tabel 4.8 Perbandingan Skor Posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol variabel Prestasi Belajar ......................................................................... 83 Tabel 4.9 Hasil Uji Normalitas Variabel Prestasi Belajar.................................... 85 Tabel 4.10 Rangkuman homogenitas Pretest ...................................................... 85 Tabel 4.11 Rangkuman Pretest ke Posttest ......................................................... 85 Tabel 4.12 Rangkuman Perbandingan Skor Posttest ........................................... 85 Tabel 4.13Kriteria effect size .............................................................................. 87 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xvii DAFTAR GAMBAR halaman Gambar 2.1 Ilustrasi Tim Jigsaw I ..................................................................... 37 Gambar 2.2 Literatur map dari penelitian terdahulu............................................ 51 Gambar 3.1 Desain Penelitian ............................................................................ 55 Gambar 3.2 Variabel Penelitian.......................................................................... 58 Gambar 4.1 Histogram Uji Normalitas Pretest Kelompok Kontrol ..................... 76 Gambar 4.2 Histogram Uji Normalitas Posttest Kelompok Kontrol .................... 77 Gambar 4.3 Histogram Uji Normalitas Pretest Kelompok Eksperimen ............... 78 Gambar 4.4 Histogram Uji Normalitas Posttest Kelompok Eksperimen ............. 79 Gambar 4.5 Perbandingan antara Skor Pretest dan Posttest pada Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen ................................................................... 84 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xviii DAFTAR LAMPIRAN halaman Lampiran 1. Surat Permohonan Izin Penelitian ................................................... 96 Lampiran 2. Surat Keterangan Selesai Melakukan Penelitian ............................. 97 Lampiran 3.Silabus ............................................................................................ 98 Lampiran 4.RPP ............................................................................................... 106 Lampiran 5.Validitas Instrumen ....................................................................... 164 Lampiran 6.Instrumen Penelitian...................................................................... 166 Lampiran 7.Hasil Uji Normalitas ..................................................................... 173 Lampiran 8.Hasil Uji Homogenitas .................................................................. 173 Lampiran 9.Hasil Uji perbandingan skor pretest (independent t-test)................ 174 Lampiran 10.Hasil Uji perbandingan skor posttest (independent t-test) ............ 174 Lampiran 11.Lembar Kerja Siswa dan materi................................................... 175 Lampiran 12. Deskripsi Data............................................................................ 209 Nilai Hasil Pretest Kelas Eksperimen............................................................... 209 Nilai Hasil Pretest Kelas Kontrol ..................................................................... 210 Nilai Hasil Postest Kelas Eksperimen .............................................................. 211 Nilai Hasil Postest Kelas Kontrol ..................................................................... 212 Lampiran 13.Foto-foto Saat Pembelajaran Berlangsung ................................... 213 Lampiran 14.Lembar Observasi Pelaksanaan Pembelajaran ............................. 217 Lampiran 15.Validasi Instrumen Oleh Guru ..................................................... 221 Lampiran 16.Daftar Riwayat Hidup ................................................................. 231 xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1 BAB I PENDAHULUAN Dalam bab 1 ini peneliti akan membahas tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat dari penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti. 1.1. Latar belakang Semua kegiatan di dalam kelas menggunakan aktivitas yang bertujuan untuk membelajarkan siswa. Syah (2003:68) memaparkan bahwa belajar adalah tahapan perubahan tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil dari pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. Belajar menjadi unsur yang sangat penting di semua jenjang pendidikan, karena berhasil atau tidaknya pencapaian dari suatu tujuan pendidikan sangat tergantung pada proses pembelajaran yang dialami siswa. Proses pembelajaran di kelas merupakan aktivitas mentranformasikan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan (Yamin, 2007:75). Dalam proses pembelajaran siswa diharapkan dapat mengembangkan potensinya dengan penuh lewat kegiatan yang dilakukan. Hal ini dapat dicapai guru dengan merancang pembelajaran yang berpusat pada siswa (student center). Kegiatan pembelajaran tersebut dapat diciptakan secara individu maupun berkelompok oleh guru. Semua guru menginginkan siswanya berhasil dalam menguasai materi pelajaran di setiap mata pelajaran, sehingga mendapatkan prestasi belajar yang membanggakan, termasuk pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). IPS (Ilmu Pengetahun Sosial) adalah nama mata pelajaran yang diberikan pada jenjang pedidikan dasar dan menengah yang diajarkan di Indonesia. Mata pelajaran IPS di Sekolah Dasar (SD) terbentuk dari hasil integrasi mata pelajaran 1

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Sejarah, Geografi, dan Ekonomi serta mata pelajaran ilmu sosial lainnya. Sapriya (2009) menyatakan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) menjadi mata pelajaran yang dekat dengan kehidupan bermasyarakat karena mempelajari ilmu-ilmu sosial yang dapat membekali anak dalam hidup di masyarakatnya. Tujuan utama dari mata pelajaran IPS adalah untuk mengenal diri siswa sendiri dan lingkungannya, serta membentuk dan mengembangkan pribadi warga negara yang baik (good citizenship) (Susanto, 2013:146). Sedangkan untuk mencapai tujuan utama pembelajaran IPS tersebut dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 untuk SD/MI pembelajaran IPS harus dilakukan sesuai tujuannya, yaitu (1) mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya, (2) memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, (3) memecahkan masalah dan ketrampilan dalam kehidupan sosial, (4) memiliki komitmen dan kesadaran tehadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan, memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk di tingkat lokal, nasional, dan global (Susanto, 2013:149). Tujuan yang termuat dalam dokumen KTSP tersebut menjadi gambaran begitu pentingnya mata pelajaran IPS bagi siswa SD dalam rangka hidup bermayarakat. Pentingnya pembelajaran IPS membuat guru harus benar-benar memperhatikan proses pembelajaran agar sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Pendidikan IPS di sekolah dasar perlu memperhatikan kebutuhan anak yang berada pada usia kisaran antara 6-7 tahun sampai 11-12 tahun, yang pada usia tersebut menurut Piaget anak berada pada tahap operasional konkret (Susanto, 2013:152). Anak dalam tahap operasional konkret masih memandang dunia secara 2

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 utuh. Anak memperdulikan hal-hal yang konkret saja, bukan hal yang abstrak. Sedangkan dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar termuat konsep-konsep abstrak, seperti konsep waktu, perubahan, kesinambungan, demokrasi, kekuasaan, nilai, dan kosep-konsep yang lainnya Menurut Susanto (2013) melalui pembelajaran IPS dikembangkan tiga ranah pembelajaran yaitu kognitif (pengetahuan), keterampilan (psikomotorik), dan sikap (afektif). Sehingga pilihan model pembelajaran yang dipakai guru untuk memberikan materi pelajaran IPS tentu menjadi salah satu pendukung dari terlaksananya proses pembelajaran IPS di sebuah kelas sesuai dengan ranah yang ingin dikembangkan. Model pembelajaran yang dipakai guru harus membuat siswa mampu memahami konsep abstrak dalam pembelajaran IPS. Sehingga tujuan dari pembelajaran IPS tercapai dan berdampak pada prestasi belajar siswa. Banyak guru yang melakukan pembelajaran dalam bidang IPS dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab (Susanto, 2013:155). Guru dan buku teks masih menjadi satu-satunya sumber belajar dalam pembelajaran IPS. Cara seperti itu justru akan membuat siswa tidak menyukai mata pelajaran IPS. Siswa yang tidak menyukai mata pelajaran IPS pun menjadi tidak peduli dengan masyarakat dan gejala-gejala yang terjadi. Ketidak tertarikan siswa terhadap mata pelajaran IPS perlu diatasi dengan model pembelajaran inovatif yang mampu menciptakan suasana pembelajaran yang berpusat kepada siswa, sehingga siswa terlibat dalam proses pembelajaran dan menyadari betapa pentingnya materi yang siswa pelajari. Tentunya guru harus menimba ilmu dan melatih ketrampilan agar mampu menyajikan pembelajaran IPS di sekolah dasar dengan menarik (Susanto, 2013:155). Dengan tertariknya 3

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 siswa dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran IPS di kelas dapat membantu meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Salah satu model pembelajaran inovatif yang menarik dan dapat menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa di kelas IPS adalah model pembelajaran kooperatif. Isdjoni (2010) menjelaskan pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan menggunakan kelompok kecil yang berisi sejumlah siswa dengan kemampuan yang berbeda. Pembelajaran kooperatif menganut paham kontruktivisme, dimana siswa aktif belajar bersama kelompoknya untuk mencapai tujuan belajar yang telah dibuat diawal oleh guru. Pembelajaran kooperatif memiliki bermacam-macam tipe. Dalam penelitian ini, peneliti memilih model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I untuk dijadikan model pembelajaran IPS di kelas IV Sekolah Dasar. Pemilihan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I dengan alasan bahwa tipe ini mempunyai karakteristik menuntut saling ketergantungan positif antar anggota kelompok (Lie, 2010:32). Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I adalah model pembelajaran kooperatif yang beranggotakan 5 orang, dimana setiap anggota kelompok mempelajari salah satu materi yang berbeda dengan anggota kelompok lainnya (Huda, 2012:120). Maka proses pembelajaran yang dilakukan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I ini dapat menumbuhkan tanggung jawab individu di dalam kelompok. Tanggung jawab setiap individu dalam kelompok adalah untuk dapat menguasai materi yang menjadi keahliannya agar para ahli dapat membagikan pengetahuannya di kelompok asalnya. Hal ini dapat membantu pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. 4

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 Aronson (2011) menambahkan bahwa esensi dari pembelajaran Jigsaw I di kelas adalah dimana setiap siswa dalam kelompok memiliki satu potongan gambaran informasi khusus yang masing-masing berbeda, lalu siswa tersebut bertanggung jawab untuk dapat mengajarkannya kepada teman dalam kelompoknya. Seluruh gambaran informasi yang bergabung tersebut seperti layaknya puzzle utuh. Setiap anggota dalam kelompok mempunyai tugasnya masing-masing untuk keberhasilan kelompok dan pemahaman semua anggota kelompok yang berpengaruh pada prestasi belajar IPS. Kehandalan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I untuk mengatasi permasalahan pembelajaran telah dibuktikan oleh penelitian-penelitian terdahulu yang memberikan kesimpulan positif pada model pembelajaran ini. Rukiyah (2012) meneliti tentang pengaruh model kooperatif teknik Jigsaw pada pembelajaran IPA untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas 5 Sekolah Dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model kooperatif teknik jigsaw pada pembelajaran IPA terhadap hasil belajar siswa kelas 5 SD serta mengetahui keefektifan model kooperatif teknik Jigsaw pada pembelajaran IPA terhadap hasil belajar IPA siswa kelas 5 SD. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan model kooperatif teknik jigsaw sangat berpengaruh dan efektif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V Sekolah Dasar di Inderalaya. Pada penelitian dengan judul pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar IPS ditinjau dari sikap sosial dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas V di SD N 4 Panjer yang dilakukan oleh Wacika (2013) memberikan kesimpulan yang menguatkan bahwa pertama terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran koperatif 5

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 Jigsaw dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Kedua, terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara siswa pembelajaran kooperatif Jigsaw lebih tinggi yang mengikuti model dari siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional setelah sikap sosial dikendalikan. Ketiga, terdapat kontribusi sikap sosial terhadap hasil belajar IPS siswa baik yang mengikuti model pembelajaran kooperatif Jigsaw maupun model pembelajaran konvensional. Penelitian dengan tujuan mencari pengaruh model pembelajaran Jigsaw terhadap hasil belajar yang dilakukan oleh beberapa peneliti di tingkat Sekolah Menengah Atas (Mujmal, 2013) juga memberikan kesimpulan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Perbedaan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas IV Sekolah Dasar atas Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw I”. Pemilihan kelas IV dengan alasan karena materi pelajaran di kelas IV berisi materi ekonomi, sosial, geografi, dan sejarah yang berbetuk narasi serta berisi konsep abstrak, maka sulit untuk dipahami siswa. Penelitian akan dilakukan di SD Negeri 1 Kebondalem Lor Prambanan dengan sekolah yang memiliki latar belakang siswa-siswi yang heterogen dan belum pernah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I untuk mata pelajaran IPS di kelas IV. 6

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 1.2. Batasan masalah Penelitian ini dibatasi pada perbedaan prestasi belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Penelitian ini dilakukan untuk kelas IV Sekolah Dasar semester dua. Standar kompetensi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2.Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/ kota dan provinsi dan kompetensi dasar 2.1 Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya. 1.3. Rumusan masalah Apakah terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I ? 1.4. Tujuan penelitian Mengetahui perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. 1.5. Manfaat penelitian Manfaat dari penelitian ini dibagi menjadi dua bagian yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis, sebagai berikut: 1.5.1. Manfaat teoritis Penelitian ini dapat menambah wawasan tentang penggunan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I yang dapat digunakan pada mata pelajaran IPS kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini memberikan referensi berkaitan dengan penggunaan model pembelajarn inovatif yang dapat digunakan bagi pendidikan Indonesia di bangku SD. 7

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 1.5.2. Manfaat praktis 1.5.2.1. Bagi siswa Siswa dapat menerima materi pelajaran dengan lebih mudah dan menyenangkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I sehingga dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar khusunya pada ranah kognitifnya. 1.5.2.2. Bagi guru Guru dapat menambah wawasan tentang penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I, sehingga guru dapat membantu siswa dalam meningkatkan prestasi belajar IPS. 1.5.2.3. Bagi peneliti Peneliti mendapat pengalaman dan pengetahuan baru dalam melakukan penelitian quasi experiment pada pembelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. 1.5.2.4. Bagi sekolah Sekolah mendapat referensi pengetahuan tentang pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I pada mata pelajaran IPS. 8

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 BAB II LANDASAN TEORI Bab II dalam penelitian ini berisi tentang kajian pustaka, kerangka berpikir dan hipotesis dari penelitian. Tinjauan pustaka akan membahas teori-teori yang relevan dan beberapa hasil penelitian yang terdahulu. Teori-teori yang relevan tersebut meliputi IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial), prestasi belajar, dan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Selanjutya dari teori-teori yang mendukung tersebut akan dirumuskan ke dalam kerangka berpikir dan hipotesis yang berisi dugaan sementara atau jawaban sementara dari rumusan masalah penelitian. 2.1. Kajian teori Pada bagian kajian pustaka akan memberikan pemaparan berkaitan dengan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), prestasi belajar, serta model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. 2.1.1. Belajar Pembahasan belajar ini peneliti akan memberikan penjelasan tentang pengertian belajar, ciri-ciri belajar, prinsip-prinsip belajar, faktor yang mempengaruhi belajar, dan prestasi belajar. 2.1.1.1. Pengertian belajar Belajar (Mustaqim, 2008:34) adalah perubahan tingkah laku seseorang yang relatif tetap dan terjadi karena ada latihan dan pengalaman yang disengaja. Belajar akan menghasilkan suatu perubahan yaitu suatu yang baik entah itu nampak atau tersembunyi, tetapi juga dapat berupa penyempurnaan dari sesuatu yang pernah dipelajari. Adanya perubahan tingkah laku dalam belajar tersebut yang menjadi indikator seseorang melakukan kegiatan belajar. Imron (1996:2) 9

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 menambahkan bahwa belajar diperoleh dari orang yang dianggap lebih tahu. Di bangku sekolah tentu yang dimaksud adalah guru yang menjadi sumber belajar siswa. Dalam arti umum tersebut tentu siswa akan dianggap belajar ketika siswa tersebut mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Namun pengertian belajar secara umum sudah mulai ditinggalkan seiring berkembangnya teknologi saat ini. Guru bukanlah sumber satu-satunya belajar siswa di sekolah. Walaupun pengertian belajar seperti ini sudah mulai ditinggalkan tetapi guru tetap memegang peran penting di dalam kegiatan belajar siswa. Syah (1996:68) mengartikan belajar sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil dari pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. Belajar akan menghasilkan suatu perubahan bagi si pembelajar. Perubahan-perubahan yang terjadi sebagi akibat belajar terbagi dalam hal pengetahuan-pemahaman, ketrampilan dan nilai sikap. Perubahan yang terjadi dalam belajar adalah suatu kemampuan. Kemampuan-kemampuan tersebut yaitu kemampuan kognitif yang meliputi pengetahuan dan pemahaman. Selanjutnya adalah kemampuan sensorikmotorik yang meliputi ketrampilan melakuakan gerak dalam suatu urutan. Serta kemampuan dinamik-afektif yang meliputi sikap dan nilai. Syah (2003:68) menjelaskan bahwa belajar melibatkan proses kognitif. Perubahan tingkah laku yang timbul akibat proses kematangan fisik, keadaan mabuk, lelah, jenuh tidak dapat dipandang sebagai proses belajar. Hal ini yang membedakan perubahan akibat belajar dengan perubahan akibat proses-proses yang lain. 10

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 Hamalik (2003) menegaskan bahwa belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman. Belajar merupakan suatu proses dan suatu kegiatan. Belajar bukanlah suatu hasil atau tujuan yang akan dicapai. Belajar lebih dipahami sebagai suatu hal yang dialami. Hasil dari belajar bukan hanya penguasaan hasil latihan namun perubahan kelakuan. Jadi, belajar merupakan proses untuk mencapai tujuan (Hamalik, 2003:29). Pendapat-pendapat ahli tersebut memberikan kesimpulan bahwa belajar merupakan suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan seperti perubahan pengetahuan, sikap, kecakapan, dan beberapa aspek yang lain pada diri setiap individu yang melibatkan proses kognitif. Perubahan yang terjadi tersebut adalah suatu kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Perubahan-perubahan tersebut bersifat menetap dalam diri seseorang. 2.1.1.2. Ciri-ciri belajar Aktivitas belajar dapat dibedakan dengan aktivitas-aktivitas yang lain. Ada tiga (3) perbedaan, yaitu belajar dapat dibedakan dengan kematangan. Kedua, belajar dapat dibedakan dengan perubahan kondisi fisik dan mental. Ketiga, hasil belajar bersifat menetap pada diri seseorang (Imron, 1996:15-16). Imron (1996:15) merumuskan kematangan sebagai sesuatu yang dialami oleh manusia karena perkembangan-perkembangan bawaan yang manusia miliki. Tanpa melakukan aktivitas belajar kematangan seseorang tetap akan terjadi, baik fisik maupun psikis. Kematangan terjadi bukan karena disengaja tetapi sudah otomatis terjadi seiring perkembangan seseorang. Sedangkan belajar adalah suatu 11

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 proses yang disengaja dan secara sadar dilakukan. Dari pemaparan tersebut jelas bahwa belajar berbeda dengan kematangan dalam diri seseorang. Proses perubahan tingkah laku yang terjadi dalam belajar berbeda dengan perubahan fisik dan mental. Contoh perubahan tingkah laku dalam belajar adalah dari tidak tahu menjadi tahu, dari yang belum paham menjadi lebih paham. Sedangkan perubahan fisik adalah dari kecil menjadi besar, dari pendek menjadi tinggi, serta perubahan fisik yang dialami seseorang lainnya. Perubahan fisik tersebut terjadi tentu bukan karena proses belajar, melainkan memang wajar terjadi karena pertumbuhan seseorang. Perubahan tingkah laku yang dialami seseorang tidak semuanya menetap. Hanya yang relatif menetaplah yang dapat disebut sebagai belajar. Belajar akan memberikan pengalaman yang tidak mudah dilupakan di ingatan seseorang. Oleh karena itu belajar dianggap menetap pada seseorang. Orang yang pernah belajar akan terus mengingat hal yang dipelajari. Belajar memiliki empat (4) ciri-ciri menurut Siregar (2011). Ciri yang pertama adalah dari belajar didapatkan kemampuan baru atau perubahan. Perubahan tingkah laku tersebut bersifat pengetahuan (kognitif), ketrampilan (psikomotor), dan nilai atau sikap (afektif). Ciri belajar yang kedua adalah perubahan dari belajar tidak berlangsung sesaat saja, melainkan menetap dan dapat disimpan untuk bekal pengetahuan. Selanjutnya peubahan yang terjadi itu tidak terjadi begitu saja, namun harus dengan usaha dan terjadi akibat interaksi lingkungan. Ciri yang terakhir adalah perubahan yang terjadi tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik atau kedewasaan, tidak karena kelelahan, penyakit atau pengaruh obat-obatan. 12

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 Selanjutnya Djamarah (2011:15-17) memaparkan 6 ciri-ciri dari belajar. Salah satu ciri yang dipaparkan oleh Djamarah (2011) sama dengan yang dijelaskan oleh Siregar (2011) pada uraian diatas yaitu belajar bukan bersifat sementara dan perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku. Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku yang dimaksud Siregar (2011) adalah dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ciri-ciri belajar yang dipaparkan oleh Djamarah (2011) melengkapi dari ciri-ciri belajar yang telah dijelaskan oleh Siregar (2011). Kedua ahli ini (Djamarah,2011;Siregar,2011) sama-sama merumuskan ciri-ciri belajar sebagai suatu perubahan. Selanjutnya Djamarah (2011) menambahkan ciri-ciri belajar tersebut adalah perubahan yang terjadi secara sadar, perubahan dalam belajar bersifat fungsional, perubahan dalam belajar positif dan aktif, perubahan dalam belajar bertujuan dan terarah, serta perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku (Djamarah, 2011:15-16). Ciri-ciri yang terlihat pada perubahan tingkah laku tersebut memiliki penjelasannya masing-masing. Perubahan yang terjadi secara sadar berarti individu yang belajar menyadari terjadinya perubahan atau setidaknya individu tersebut merasakan telah terjadi perubahan dalam dirinya. Perubahan yang bersifat fungsional artinya bahwa perubahan yang terjadi akan menyebabkan perubahan berikutnya dan berguna bagi kehidupan. Perubahan yang bersifat positif dan aktif berkaitan dengan perubahan yang selalu bertambah dan tertuju untuk memperoleh hal yang lebih baik. Perubahan dalam belajar 13

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 bertujuan dan terarah artinya bahwa perubahan tingkah laku terjadi karena ada tujuan yang ingin dicapai (Djamarah, 2011:15-17). Pendapat para ahli tersebut memberikan kesimpulan bahwa ciri-ciri belajar dapat dilihat dari perubahan yang dialami oleh seseorang melalui proses belajar. Perubahan-perubahan tersebut dilihat dari berbagai aspek, seperti perubahan terjadi secara sadar, fungsional, bersifat positif dan aktif, bukan bersifat sementara, bertujuan dan terarah, dan mencakup seluruh aspek tingkah laku. Perubahan-perubahan tersebut dapat terjadi karena aktifitas kognitif, tidak semua perubahan menjadi ciri dari belajar. 2.1.1.3. Prinsip-prinsip belajar Prinsip-prinsip dalam belajar adalah adanya perubahan perilaku, belajar merupakan proses, dan belajar merupakan bentuk pengalaman (Suprijono, 2009:4). Perubahan perilaku dalam prinsip belajar telah digambarkan melalui ciriciri belajar yang sudah dipaparkan sebelumnya. Belajar merupakan proses berarti belajar terjadi karena adanya dorongan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai individu yang belajar. Selanjutnya belajar merupakan bentuk pengalaman yang merupakan hasil interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya. Prinsip belajar dapat terjadi dalam situasi dan kondisi yang berbeda dalam diri siswa. Prinsip-prinsip belajar dapat disusun sendiri oleh guru/ pembimbing, walaupun demikian Slameto (2010) menyusun prinsip-prinsip belajar ke dalam bagian-bagian penting (Slameto, 2010:27). Bagian-bagian yang dipakai Slameto (2010) untuk mengelompokkan prinsip belajar adalah berdasarkan prasyarat yang diperlukan untuk belajar, sesuai hakikat belajar, sesuai materi/ bahan yang harus dipelajari, dan syarat keberhasilan belajar. 14

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 Berdasarkan prasayarat yang diperlukan untuk belajar maka dalam belajar siswa harus diusakan berpartisipasi aktif, meningkatkan minat dan guru dapat membimbing mencapai tujuan instruksional. Selain itu belajar juga harus menimbulkan penguatan motivasi pada siswa untuk mencapai tujuan instruksional tersebut. Kedua hal tersebut sesuai dengan yang dijelaskan oleh Slameto (2010) mengenai prinsip-prinsip belajar. Djamarah (2011:95) berpendapat agar setelah melakukan kegiatan belajar didapatkan hasil yang efektif dan efisien maka dibutuhkan prinsip-prinsip belajar yang dapat menuju arah keberhasilan belajar. Mengingat betapa pentingnya prinsip-prinsip belajar maka guru dan siswa harus paham tentang apa yang ada dalam prinsip-prinsip belajar. Ada sembilan (9) prinsip-prinsip belajar yang dijelaskan oleh Djamarah (2011). Sembilan prinsip-prinsip tersebut antara lain adalah prinsip bertolak dari motivasi. Motivasi merupakan pendorong yang daat melahirkan kegiatan untuk seseorang (Djamarah, 2011:95). Motivasi bisa berasal dari dalam maupun luar diri seseorang yang sedang melalukan kegiatan, namun Djamarah (2011) menegaskan bahwa seseorang yang bersemangat untuk menyelesaikan kegiatan karena didorong motivasi yang kuat dalam diri seseorang tersebut. Motivasi sebagai faktor penentu dan berfungsi untuk mengarahkan pada perbuatan belajar seseorang. Selanjutnya adalah prinsip pemusatan perhatian. Ketika seseorang belajar dibutuhkan pemusatan perhatian (Djamarah, 2011:97). Buyarnya perhatian seseorang dalam belajar mengakibatkan ketidakmampuan seseorang untuk berkonsentrasi dalam belajar. Tentu hal seperti ini sangat dihindari oleh semua 15

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 orang yang ingin belajar. Ketika seseorang sudah mulai tidak konsentrasi maka semua kegiatan belajarnya akan terganggu bahkan berhenti. Prinsip pengambilan pengertian pokok juga penting, artinya belajar yang dinilai berhasil akan ditandai dengan tersimpannya sejumlah kesan dari hal yang dipelajarinya di dalam otak (Djamarah, 2011:98). Hal ini memang sangat sulit untuk dilakukan apalagi dalam kegiatan membaca isi paragraf dari suatu pelajaran. Padahal aktivitas yang banyak dilakukan ketika belajar saat ini adalah membaca. Maka perlu adanya ketrampilan untuk memahami isi dari sebuah bacaan dengan cara mencari pokok pikiran (kata kunci) yang menjadi inti pembahasan. Prinsip pengulangan adalah kesan dari belajar yang sudah lama tidak digunakan akan sukar untuk muncul ke alam sadar (Djamarah, 2011:98). Sebenarnya kesan-kesan tersebut tidak hilang, tetapi tersimpan di dalam bawah sadar. Agar kesan-kesan tersebut dapat muncul kembali ketika dibutuhkan maka butuh pengulangan dengan memanfaatkan kesan-kesan yang telah diperoleh sesering mungkin. Prinsip yakin akan kegunaan juga menjadi prinsip yang penting. Salah satu penyebab orang malas untuk belajar karena orang tidak yakin dan tidak tahu akan kegunaan dari ilmu pengetahuan yang sedang dipelajarinya (Djamarah, 2011:99). Banyak orang yang malas mempelajari suatu mata pelajaran karena merasa tidak sesuai dengan profesi atau jurusan. Seseorang menganggap bahwa apa yang dipelajari hanyalah hal yang sia-sia. Dalam hal ini Djamarah (2011) menegaskan bahwa dibutuhkan berpikir positif dalam menilai ilmu pengetahuan, harus ada motivasi untuk mencari berbagai disiplin ilmu pengetahuan. 16

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 Selanjutnya adalah prinsip pengendapan, yaitu selama belajar perlu beristirahat untuk pengendapan terhadap sejumlah kesan yang sudah diterima (Djamarah, 2011:101). Dalam membaca perlu untuk beristirahat untuk pengendapan kesan-kesan guna mendapatkan pengertian dari yang dibaca, sama halnya ketika belajar. Hal ini sangat penting karena belajar terus menerus selama berjam-jam adalah kegiatan yang tidak menguntungkan. Terlalu lama belajar dapat menimbulkan kelelahan dan turunnya konsentrasi dalam belajar. Prinsip penguatan kembali hasil belajar juga harus diperhatikan. Mengutarakan kembali kesan-kesan yang didapatkan dari kegiatan belajar adalah strategi jitu untuk mengingat kembali kesan-kesan belajar (Djamarah, 2011:101). Mengutarakan kembali dengan membuat kata-kata sendiri dengan mengambil pokok pikiran dari apa yang telah dipelajari. Gaya bahasa sendiri membuat seseorang lebih memahami apa yang telah dipelajari atau dibaca. Prinsip selanjutnya adalah pemanfaatan hasil belajar. Pemanfaatan hasil belajar adalah cara untuk mempertahankan ilmu pengetahuan yang telah diterima dari kegiatan belajar yang sudah dilakuakan (Djamarah, 2011:102). Pemanfaatan hasil belajar dapat dilakukan dengan cara mempelajari hal-hal yang lain atau mempraktikkannya kepada teman yang lain. Ilmu pengetahuan yang hanya disimpan saja tidak akan berguna dan akan cepat dilupakan. Prinsip yang terakhir adalah prinsip menghindari gangguan. Gangguan merupakan musuh utama dalam belajar (Djamarah, 2011:103). Gangguan belajar terjadi begitu saja tanpa diundang oleh si pembelajar. Bentuk dari gangguan itu sendiri bermacam-macam dan dapat datang dari dalam diri maupun dari luar diri 17

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 seseorang. Seseorang yang ingin belajar harus mengupayakan dirinya dapat terbebas dari gangguan dengan caranya masing-masing. Prinsip-prinsip belajar yang diutarakan oleh Djamarah (2011:103) ini adalah prinsip-prinsip belajar mandiri yang lebih berorientasi pada kegiatan membaca berbagai literatur. Berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Slameto (2010) sebelumnya bahwa prinsip yang disampaikannya dalam konteks interaksi antara guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Dari uraian para ahli (Djamarah, 2011;Slameto, 2010;Suprijono, 2009) tersebut banyak ditemukan prinsip-prinsip belajar yang dilihat dari berbagai aspek. Beragamnya prinsip belajar yang ada ini menegaskan bahwa banyak hal yang harus diperhatikan ketika seseorang sedang belajar demi mencapai tujuan belajar. 2.1.1.4. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dibedakan menjadi dua (2) bagian, yaitu faktor intern dan faktor ekstern (Slameto, 2010: 54). Di dalam faktor intern terdapat faktor jasmaniah, faktor psikologis, dan faktor kelelahan. Faktor jasmaniah seseorang meliputi faktor kesehatan dan cacat tubuh. Sedangkan dalam faktor psikologis meliputi intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, dan kesiapan. Sedangkan faktor ektern yang menjadi faktor-faktor belajar adalah faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat. Di dalam keluarga siswa membutuhkan orang tua yang mendidik dengan cara yang benar, relasi antar anggota yang baik, suasana rumah yang nyaman, keadaan ekonomi yang mendukung, pengertian orang tua, serta dipengaruhi oleh latar belakang kebudayaan. Faktor sekolah meliputi metode mengajar guru, kurikulum, relasi, 18

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 disiplin sekolah, alat pelajaran, dll. Faktor dari masyarakat meliputi kegiatan siswa di masyarakat, teman, bentuk kehidupan masyarakat. Syah (2012) menambahkan bahwa pendekatan belajar juga merupakan faktor yang mempengaruhi belajar. Pendekatan belajar adalah cara yang digunakan siswa dalam menunjang keefektifan dan efisiensi proses pembelajaran. Siswa yang terbiasa mengaplikasikan pendekatan belajar yang (deep) mendalam berpeluang untuk meraih prestasi yang bermutu daripada siswa yang menggunakan pendekatan belajar (surface) permukaan atau (achieving) pendekatan mencapai prestasi tinggi (Syah, 2012:156). Syah (2012) memberikan contoh tentang pendekatan belajar. Siswa yang menggunakan pendekatan surface ingin belajar karena dorongan dari luar (ekstrinsik) seperti takut tidak lulus yang mengakibatkan dia malu. Gaya belajar dalam pendekatan ini santai, asal hafal, dan tidak mementingkan pemahaman yang mendalam. Siswa yang menggunakan pendekatan deep mempelajari materi karena memang tertarik dan merasa membutuhkan (intrinsik). Gaya belajar siswa dalam pendekatan ini serius dan berusaha memahami materi secara mendalam serta memikirkannya dan mengaplikasikannya. Sedangkan gaya belajar pendekatan achieving dilandasi motif ekstrinsik yang berciri khusus ambisi yang besar dalam meningkatkan prestasi keakuan dirinya dengan meraih prestasi setinggi-tingginya. Siswa dengan pendekatan belajar ini lebih serius daripada siswa-siswa yang memakai pendekatan-pendekatan lainnya (Syah, 2012:138-140). Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dapat disimpulkan datang dari dalam diri seseorang maupun dari dalam diri seseorang. Faktor intern dipengaruhi oleh pribadi seseorang tersebut, namun faktor ekstern dipengaruhi oleh macam- 19

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 macam hal yang ada dari luar seperti lingkungan belajarnya. Selain itu belajar juga dipengaruhi oleh pendekatan belajar yang dipakai dalam pembelajaran. Oleh karena itu untuk membelajarkan siswa guru perlu memperhatikan faktor-faktor dalam belajar. 2.1.1.5. Prestasi belajar Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya) (Depdiknas, 2008:1101). Sedangkan prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau nilai yang diberikan oleh guru. Maka prestasi belajar dapat juga diartikan sebagai hasil yang telah dicapai, dilakukan, dikerjakan setelah belajar berupa penguasaan pengetahuan atau keterampilan, yang ditunjukkan dengan nilai, sehingga dapat disebut sebagai hasil belajar. Purwanto (2009:45) memberikan pengertian bahwa hasil belajar merupakan perolehan dari proses belajar siswa sesuai dengan tujuan pengajaran. Tujuan pengajaran adalah tujuan yang menggambarkan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus dimiliki oleh siswa sebagai akibat dari pengajaran yang dinyatakan dalam bentuk tingkah laku yang dapat diamati dan diukur. Hasil belajar tersebut berupa perubahan perilaku yang disebabkan karena siswa mencapai penguasaan atas sejumlah bahan yang diberikan dalam proses belajar mengajar (Purwanto, 2009:460) Hamalik (1995) menyatakan bahwa hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku subyek yang meliputi kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam situasi tertentu dari hasil pengalaman yang diterima. Selanjutnya Sudjana 20

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 (2009:3) menegaskan bahwa hasil belajar adalah perubahan tingkah laku yang dimiliki siswa setelah siswa menerima pengalaman belajar. Kedua ahli tersebut (Hamalik, 1995; Sudjana, 2009) sama-sama memberikan pengertian yang sama bahwa hasil belajar merupakan sebuah perubahan setelah menerima pengalaman belajar. Hamalik (1995) memberikan pernyataan bahwa hasil-hasil perubahan tersebut meliputi kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dengan dipertegas oleh Purwanto (2009) bahwa hasil perubahan tersebut diperoleh dari proses belajar siswa. Kemampuan kognitif berpusat pada kerja otak siswa. Pusat dari ranah kognitif ini adalah otak. Ranah afektif berkaitan dengan perasaan siswa untuk melakukan kegiatan. Sedangkan ranah psikomotor lebih berpusat pada gerak siswa dalam kegiatannya. Benyamin Bloom menggolongkan enam tingkatan pada ranah kognitif dari pengetahuan sederhana ke penilaian (evaluasi) (Yulaelawati, 2004:59). Tahapan taksonomi Bloom berawal dari tahap mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, menilai dan menciptakan. Kemampuan mengingat merupakan kemampuan kognitif yang paling rendah. Menurut Purwanto (2012:51) kemampuan mengingat ini adalah kemampuan memanggil kembali fakta yang disimpan dalam otak digunakan untuk merespons suatu masalah, dalam kemampuan tingkat ini fakta dipanggil kembali persis seperti ketika disimpan seperti hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia adalah 17 Agustus. Kemampuan memahami adalah kemampuan untuk melihat hubungan fakta dengan fakta (Purwanto, 2012:51). Kemampuan ini ingin mengetahui apakah siswa dapat menjelaskan gagasan atau konsep, misalnya siswa dapat memahami 21

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 proses terjadinya hujan. Sedangkan kemampuan menerapkan adalah kemampuan kognitif untuk memahami aturan, hukum, rumus dan menggunakannya untuk memecahkan masalah (Purwanto, 2012:51). Kemampuan ini mengharapkan siswa dapat menerapkan dalam situasi yang baru. Kemampuan menganalisis adalah kemampuan memahami sesuatu dengan menguraikannya ke dalam unsur-unsur (Purwanto, 2012:51). Kemampuan menganalisis dapat diartikan sebagai kemampuan memecahkan ke dalam bagian, bentuk, atau pola. Selanjutnya adalah kemampuan menilai yaitu kemampuan membuat penilaian dan mengambil keputusan dari hasil penilaiannya, indikator dalam kemampuan ini misalnya menghargai. Taksonomi Bloom yang terakhir adalah menciptakan, menurut Yulaelawati (2004:73) kemampuan ini ingin mengetahui apakah siswa dapat menghasilkan gagasan, produk, atau cara dalam melihat sesuatu. Ranah psikomotorik juga diperhatikan dalam hasil belajar. Taksonomi Anita Harrow adalah salah satu taksonomi psikomotor yang dimulai dari refleks yang sederhana ke yang lebih tinggi. Hasil belajar psikomotorik ini dapat diklasifikasikan menjadi lima yaitu: gerakan refleks, gerakan dasar, gerakan tanggap, kegiatan fisik, dan komunikasi tidak berwacana (Yulaelawati, 2004:64). Gerakan refleks adalah tindakan yang ditunjukkan tanpa belajar dalam menanggapi stimulus, seperti merentangkan. Gerakan fundamental dasar adalah pola gerakan yang terbentuk berdasarkan campuran gerakan refleks dan gerakan yang lebih kompleks misalnya berlari dan berjalan. Gerakan tanggap adalah penafsiran terhadap rangsang yang membuat siswa mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan, misalnya kecermatan melihat dan mendengar. Kegiatan fisik 22

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 adalah kegiatan yang memerlukan kekuatan otot, kekuatan mental, ketahanan, kecerdasan, kegesitan, dan kekuatan suara. Kegiatan fisik ini misalnya adalah gerakan sendi yang cepat serta gerakan yang cepat dan tepat. Selanjutnya adalah komunikasi tidak berwacana adalah komunikasi melalui gerakan tubuh, gerakan tubuh dari mimik muka hingga koreografi yang rumit (Yulaelawati, 2004:64). Sedangkan ranah afektif yang paling banyak digunakan adalah taksonomi Krathwol yang mengurutkan ranah afektif berdasarkan penghayatan (Yulaelawati, 2004:61). Penghayatan dalam ranah kognitif berhubungan dengan proses ketika perasaan seseorang beralih dari kesadaran umum menuju penghayatan yang mengatur seseorang untuk berperilaku konsisten. Hirarki dalam taksonomi ini dimulai dari penerimaan, penanggapan, perhitungan/penilaian, pengaturan/pengelolaan, dan bermuatan nilai. Penerimaan merupakan kesadaran yang disertai keinginan bertoleransi terhadap gagasan, misalnya kemampuan untuk menanggapi sesuatu. Hasil belajar dari kemampuan penerimaan adalah membedakan dan menerima perbedaan. Penanggapan adalah kemampuan memberikan tanggapan atau respons terhadap suatu gagasan misalnya mematuhi dan mengomentari. Hasil belajar dari kemampuan ini adalah suatu komitmen untuk berperan serta berdasarkan penerimaan. Hirarki selanjutnya adalah penilaian yaitu kemampuan memberi penilaian terhadap gagasan. Hasil belajar dari kemampuan penilaian adalah keinginan untuk diterima orang lain, misalnya membantu dan mendukung. Selanjutnya adalah kemampuan pengaturan yaitu kemampuan mengatur hubungan dengan tindakan penilaian dan perhitungan yang telah dimiliki. Hasil belajarnya adalah kemampuan mengatur dan mengelola sesuatu secara harmonis seperti 23

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 mendiskusikan dan membangun opini. Hirarki yang terakhir adalah kemampuan bermuatan nilai yaitu merupakan puncak dalam perwujudan perilaku siswa yang secara konsisten sejalan dengan nilai yang dihayati secara mendalam. Hasil belajarnya berupa perilaku seimbang, harmonis, dan bertanggung jawab seperti mengelola dan mencari penyelesaian dari suatu masalah (Yulaelawati, 2004:6263). Setelah siswa melakukan proses belajar, maka seorang guru perlu melakukan kegiatan pengukuran dan penilaian prestasi belajar. Menurut Masidjo (1995:38) alat pengukuran yang banyak digunakan dalam bidang pengukuran prestasi belajar di sekolah adalah tes. Tes dipakai untuk mengukur tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran atau intruksional. Alat pengukur tes digunakan jika sifat obyek yang ingin diukur berupa perubahan tingkah laku yang berhubungan dengan apa yang diketahui, dipahami, dan proses psikis lainnya yang tidak dapat diamati dengan indera (bersifat abstrak) (Masidjo, 1995:58). Fungsi utama dari tes ini adalah untuk mengukur keberhasilan belajar siswa dan sekaligus mengukur keberhasilan guru dalam mengajar suatu mata pelajaran. Untuk mengukur dengan menggunakan tes, guru dapat menggunakan tes uraian, tes objektif, atau tes semi objektif disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai. Sedangkan untuk mengukur perubahan tingkah laku yang berhubungan dengan apa yang dikerjakan dan dapat diamati dengan indera-indera (bersifat konkret) dapat diukur dengan alat pengukur non tes (Masidjo, 1995:58). Jenisjenis alat pengukuran non tes antara lain observasi, catatan anekdota, daftar cek, 24

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 skala nilai, angket, dan wawancara. Penggunaan non tes juga disesuaikan dengan apa yang ingin diukur oleh guru. Berdasarkan pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah hasil belajar berupa perubahan tingkah laku siswa dari yang belum tahu menjadi tahu atau belum mampu menjadi mampu meliputi penguasaan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik serta perlu diukur dengan alat pengukur tes maupun non tes. Namun, dalam penelitian ini peneliti lebih fokus ke dalam prestasi belajar kognitif dimana prestasi belajar diukur menggunakan tes objektif. 2.1.2. Model pembelajaran kooperatif Dalam pemaparan tentang pembelajaran kooperatif, peneliti akan memberikan gambaran tentang definisi pembelajaran kooperatif, unsur-unsur dan karakteristik pembelajaran kooperatif, jenis-jenis pembelajarn kooperatif, tujuan pembelajaran kooperatif, dan teori tentang pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. 2.1.2.1. Definisi pembelajaran kooperatif Salah satu model pembelajaran yang bisa dijadikan pilihan guru dalam pelaksanaan pembelajaran yaitu pembelajaraan kooperatif. Pembelajaran kooperatif bukan gagasan baru dalam dunia pendidikan, pembelajaran kooperatif dapat digunakan secara efektif pada setiap tingkatan kelas dan untuk mengajarkan berbagai mata pelajaran (Slavin, 2011:4). Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan menggunakan kelompok kecil yang berisi sejumlah siswa dengan kemampuan yang berbeda (Isdjoni, 2010:14). Pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran dengan menganut paham kontruktivis. Menurut Slavin (2008) dalam mengerjakan tugas kelompok setiap siswa harus 25

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 saling bekerja sama dan saling membantu untuk dapat memahami materi pelajaran yang dipelajari. Slavin (2011) menjelaskan bahwa salah satu alasan terpenting pembelajaran kooperatif dikembangkan adalah para pendidik dan ilmuwan sosial telah lama mengetahui tentang pengaruh merusak dari adanya persaingan yang ada di kelas. Persaingan tidak selalu salah jika dapat diatur dengan baik. Bahkan persaingan yang sesuai dapat menjadi sarana efektif dan tidak berbahaya untuk memotivasi siswa melakukan yang terbaik. Selain itu pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan pencapaian prestasi siswa, dapat mengembangkan hubungan antar kelompok, penerimaan terhadap teman sekelas yang lemah dalam bidang akademik, dan juga dapat meningkatkan harga diri (Slavin, 2011:4-5). Lie memperjelas pentingnya penggunaan pembelajaran kooperatif dengan alasannya bahwa seiring dengan proses globalisasi yang tengah dunia hadapi saat ini maka sekolah harus lebih menyiapkan anak didik dengan keterampilanketerampilan baru untuk dapat ikut serta dalam dunia yang berubah dan berkembang pesat. Jadi menurutnya perlu adanya transformasi pendidikan dari siswa yang dianggap sebagai gelas kosong menjadi siswa yang dapat saling mengajar dengan sesama temannya (peer teaching). Pembelajaran kooperatif mampu menciptakan sistem baru tersebut. Sistem dalam pembelajaran kooperatif memberikan kesempatan pada siswa untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur (Lie, 2010:12). Sugiyanto (2010) mengartikan bahwa pembelajaran kooperatif adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan 26

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 belajar. Dari pandangan ahli tersebut (Isdjoni, 2010; Sugiyanto, 2010) sama-sama menekankan penggunaan kelompok kecil dalam pembelajaran kooperatif. Namun dalam pengertian menurut Sugiyanto (2010:37) menyatakan bahwa pembelajaran yang dibuat dengan menggunakan kelompok kecil tersebut mempunyai tujuan agar siswa dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan dari belajar. Suyatno (2009) memberikan pendapat tentang definisi pembelajaran kooperatif sebagai kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksi suatu konsep, menyelesaikan persoalan, atau inkuiri. Agar kelompok kompak dan partisipatif, maka Suyatno (2009) menyatakan setiap kelompok beranggotakan 4-6 orang dengan siswa yang heterogen (kemampuan, gender, dan karakter), ada kontrol dan fasilitasi, dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi (Suyatno, 2009:51). Slavin (2008) menjelaskan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang di dalam kegiatan belajarnya dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok kecil yang berjumlah 4-6 orang, sehingga dapat merangsang siswa lebih termotivasi dalam belajar. Pembelajaran kooperatif tidak dapat disamakan dengan sekedar belajar dalam kelompok. Seperti yang sudah dijelaskan oleh Suyatno (2009) bahwa pemilihan anggota kelompok seharusnya dengan mempertimbangkan heterogenitas masing-masing anggota. Ada beberapa unsur dari pembelajaran kooperatif yang membedakan dengan pembagian kelompok secara asal-asalan. Dari pendapat beberapa ahli tersebut maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif adalah suatu strategi pembelajaran yang dilakukan 27

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 dengan menggunakan kelompok kecil 4-6 siswa yang heterogen dengan tujuan untuk membantu ketercapaian tujuan pembelajaran. 2.1.2.2. Unsur-unsur dan karakteristik pembelajaran kooperatif Pembelajaran kooperatif pada hakikatnya sama dengan kerja kelompok. Banyak guru yang mengatakan bahwa pembelajaran kooperatif bukanlah sesuatu yang aneh, karena mereka beranggapan bahwa pembelajaran tersebut sudah biasa digunakan di dalam kelas. Satu hal yang perlu dipahami adalah bahwa walaupun pembelajaran kooperatif terjadi dalam kelompok, tidak semua kerja kelompok dikatakan pembelajaran kooperatif (Isjoni, 2010:59-60). Suprijono (2009:58) menegaskan bahwa pembelajaran kooperatif tidaklah sama dengan sekadar belajar dalam kelompok. Terdapat unsur-unsur dalam pembelajaran kooperatif yang membedakan dengan pembagian kelompok yang dilakukan secara asal-asalan. Lie (2009:31) menyatakan bahwa terdapat lima unsur dalam pembelajaran kooperatif. Unsur-unsur tersebut bertujuan untuk mencapai hasil yang maksimal. Unsur pertama dalam pembelajaran kooperatif adalah saling ketergantungan yang positif. Keberhasilan dalam penyelesaian tugas dalam pembelajaran kooperatif sangat bergantung pada usaha setiap anggota kelompok. Guru perlu menyusun tugas yang dapat melibatkan semua anggota di dalam kelompok agar dapat menyelesaikan tugasnya untuk tujuan di dalam kelompok. Selanjutnya adalah unsur tanggung jawab perseorangan. Unsur ini merupakan akibat dari ketergantungan yang positif dari setiap anggota dalam kelompok. Setiap siswa akan bertanggung jawab untuk melakukan yang terbaik dalam mengerjakan tugasnya. Guru mempunyai peran yang penting dalam hal ini. 28

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 Guru perlu mempersiapkan dan menyusun tugas yang dilakukan masing-masing anggota demi keberhasilan kelompok. Tatap muka merupakan bagian dari unsur pembelajaran kooperatif. Masing-masing anggota di dalam kelompok mempunyai kesempatan untuk berdiskusi dalam kelompok. Interaksi mereka ini yang akan membentuk sinergi positif diantara anggota kelompok. Unsur selanjutnya adalah komunikasi antar anggota kelompok. Siswa perlu mengetahui cara berkomunikasi dengan teman kelompoknya. Guru dapat membekali cara berkomunikasi yang baik sebelum memberikan tugas pada siswa. Keberhasilan kelompok juga didukung oleh kesediaan mendengarkan dan mengutarakan pendapat dari masing-maing anggota kelompok. Unsur yang terakhir adalah evaluasi proses kelompok. Guru perlu menjadwalkan evaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama agar selanjutnya dapat bekerja sama lebih efektif. Evaluasi tidak harus dilakukan setiap kali ketika ada pembelajaran kooperatif, tetapi bisa dilaksanakan beberapa waktu. Slavin (2008:26) menjelaskan bahwa karakteristik dari pembelajaran kooperatif jika dibandingkan kelompok kerja tradisional yang dapat membedakan dengan model pembelajaran yang lain. Karakteristik pembelajaran kooperatif tersebut terdiri dari enam bagian. Karakteristik yang pertama adalah tujuan kelompok. Tujuan kelompok bisa berupa sertifikat atau rekognisi lainnya yang diberikan kepada tim yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Karakteristik selanjutnya dalam pembelajaran kooperatif adalah tanggung jawab individual. Tanggung individual dalam pembelajaran kooperatif dilaksanakan dalam dua cara. Cara yang pertama dengan menjumlah skor 29

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 kelompok atau nilai rata-rata kuis individual atau penilaian lainnya. Cara yang kedua dengan spesialisasi tugas yaitu tiap siswa diberi tanggung jawab khusus untuk tugas kelompok (Slavin, 2008:27) Kesempatan suskes yang sama juga merupakan karakteristik dalam pembelajaran kooperatif. Karakteristik unik dari pembelajaran tim siswa adalah penggunaan metode skor yang memastikan semua siswa mendapat kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam tim nya (Slavin, 2008:27). Metode skor dalam pembelajaran dilakukan dengan cara yang beragam sesuai dengan jenis pembelajaran kooperatif yang diterapkan. Karakteristik selanjutnya adalah kompetisi tim sebagai sarana memberikan motivasi kepada siswa untuk bekerja sama dengan teman satu tim nya. Selain itu juga adanya spesialisasi tugas dalam model pembalajaran kooperatif yang menjadi karakteristik dari pembelajaran tersebut. Contoh dari spesialisasi tugas terjadi dalam Jigsaw dimana ada spesialisasi tugas untuk masing-masing anggota kelompok yang berbeda dengan teman yang lain dalam kelompok. Karakteristik yang terakhir adalah adaptasi terhadap kebutuhan kelompok, dimana metode pembelajaran kooperatif menggunakan pengajaran yang mempercepat langkah kelompok (Slavin, 2008:28). Penjelasan Slavin (2008) tersebut menyatakan bahwa karakteristik dari pembelajaran kooperatif adalah tujuan kelompok, tanggung jawab individual, kesempatan sukses yang sama, kompetisi tim, spesialisasi tugas, dan adaptasi terhadap kebutuhan kelompok. Karakteristik yang dimiliki model pembelajaran kooperatif ini yang menjadi ciri khas serta membedakan dari model pembelajaran yang lainnya. 30

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 2.1.2.3. Jenis-jenis Model Pembelajaran Kooperatif Terdapat beberapa jenis dalam pembelajaran kooperatif. Secara prinsip dasar semua jenis pembelajaran kooperatif tidak berubah. Adapun beberapa variasi dari model pembelajaran kooperatif yang sering digunakan antara lain (Lie, 2009): 2.1.2.3.1. STAD (Student Team Achievement Division) Metode ini dikembangkan oleh Slavin yang melibatkan kompetisi kelompok dalam pembelajaran (Huda, 2010:116). Siswa dikelompokkan secara heterogen berdasarkan kemampuan, gender, ras, dan etnis. Langkah awal dalam metode STAD adalah siswa mempelajari materi bersama dengan teman-teman satu kelompoknya. Selanjutnya siswa-siswi akan diuji secara individu melalui kuis-kuis. Nilai kuis yang diperoleh oleh masing-masing siswa menentukan skor yang diperoleh oleh kelompok. Setiap anggota kelompok diharapkan dapat memperoleh nilai maksimal dalam kuis agar nilai kelompok menjadi tinggi. Metode STAD ini dapat diterapkan dalam beragam materi pelajaran. 2.1.2.3.2. TGT (Team Games Tornamen) Metode ini dikembangkan oleh Slavin dan teman-temannya yang dalam penerapannya mirip dengan STAD dalam hal komposisi kelompok, format instruksional, dan lembar kerjanya (Huda, 2012:116). Perbedaan TGT dengan STAD adalah jika STAD fokus pada komposisi kelompok berdasarkan kemampuan, ras, etnik, dan gender, kalau dalam TGT hanya pada level kemampuan saja. Istilah kuis dalam STAD berganti menjadi game akademik dalam TGT. 31

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 2.1.2.3.3. TPS (Think Pair Share) Metode ini dikembangkan oleh Frank Lyman ini tergolong sederhana (Huda, 2012:132). Siswa diminta duduk secara berpasangan, kemudian guru mengajukan suatu pertanyaan atau masalah kepada mereka. Awalnya mereka diminta untuk memikirkan sendiri-sendiri tentang pertanyaan atau masalah yang diajukan guru. Setelah siswa berpikir sendiri, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendiskusikan dengan pasangannya. Setelah didapatkan jawaban maka guru meminta setiap pasangan untuk menjelaskan hasil konsensus bersama pasangan kepada teman-teman satu kelas. 2.1.2.3.4. NHT (Number Head Together) NHT merupakan varian dari diskusi kelompok (Huda, 2012:130). Teknis pelaksanaan dalam NHT sama seperti diskusi kelompok. Siswa duduk dan berdiskusi di dalam kelompok, kemudian guru memanggil satu per satu anggota kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi. Guru tidak memberi tahukan sebelumnya kepada siswa siapa yang akan dipanggil. Hal ini dilakukan agar siswa benar-benar terlibat dalam diskusi kelompok. 2.1.2.3.5. GI (Group Investigation) Dalam metode GI ini siswa diberi kontrol dan pilihan penuh untuk merencanakan apa yang ingin dipelajari dan diinvestigasi (Huda, 2012:123). Siswa bergabung dengan kelompok kecil yang telah diberi tugas atau proyek yang berbeda. Setiap anggota berdiskusi dan menentukan informasi yang harus dikumpulkan, bagaimana menelitinya, dan bagaimana menyajikan hasil penelitian. Setiap anggota harus andil dalam keterlaksanaan penelitian. 32

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 2.1.2.3.6. Jigsaw I Isdjoni (2007) menjelaskan bahwa dalam pembelajaran kooperatif tipe jigsaw siswa berkelompok 4-6 anggota kelompok yang heterogen, karena kelompok dengan angota 4-6 orang lebih sepaham dalam menyelesaikan permasalahan dibandingkan 2-4 orang saja. Kunci dari Jigsaw I adalah kesaling tergantungan, yaitu setiap siswa bergantung pada teman satu kelompoknya untuk mendapatkan informasi yang diperlukan. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I akan digunakan dalam kelompok eksperimen pada penelitian ini. Penjelasan tentang model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I akan dijelaskan pada bagian 5 halaman 42. 2.1.2.4. Tujuan pembelajaran kooperatif Ide utama dari belajar kooperatif adalah siswa dapat bekerja sama untuk belajar serta bertanggung jawab pada kemajuan belajar teman yang lain. Belajar kooperatif menekankan pada tujuan dan kesuksesan sebuah kelompok. Tujuan dan kesuksesan kelompok tersebut dapat dicapai bila semua anggota kelompok mencapai tujuan atau dapat menguasai materi yang dipelajari. Menurut Triyanto (2009:58) pembelajaran kooperatif disusun dalam sebuah usaha untuk dapat meningkatkan partisipasi siswa, memfasilitasi siswa dengan pengalaman sikap kepemimpinan dan membuat keputusan dalam kelompok, serta memberikan kesempatan pada siswa yang berbeda latar belakangnya. Majid (2013:175) memaparkan tiga tujuan pembelajaran kooperatif, yaitu meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. Model ini memiliki keunggulan dalam membantu siswa untuk memahami konsep-konsep yang sulit dipahami. Pembelajaran kooperatif juga bertujuan agar siswa dapat menerima 33

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 teman-temannya yang mempunyai berbagai perbedaan latar belakang. Selain itu model pembelajaran kooperatif dapat mengembangkan keterampilan sosial siswa, berbagi tugas, aktif bertanya, menghargai pendapat orang lain, memancing teman untuk bertanya, mau menjelaskan ide atau pendapat, dan bekerja dalam kelompok. Rusman (2011) juga memaparkan tujuan pembelajaran kooperatif seperti di atas. Selanjutnya Rusman (2011:209) berpendapat bahwa pembelajaran kooperatif memberi keuntungan pada siswa kelompok bawah dan siswa kelompok atas untuk kerja bersama menyelesaikan tugas-tugas akademik. Siswa kelompok atas akan menjadi tutor teman sebaya yang memiliki orientasi dan bahasa yang sama. Proses tutorial ini menyebabkan siswa kelompok atas akan meningkatkan kemampuan akademiknya karena memberi pelayanan sebagai tutor membutuhkan pemikiran yang lebih dalam tentang materi pelajaran. 2.1.2.5. Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I 2.1.2.5.1. Definisi pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang mendorong siswa untuk aktif dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran untuk mencapai prestasi yang maksimal (Isdjoni, 2010:5). Jigsaw I dikembangkan oleh Aronson sebagai metode dari pembelajaran kooperatif. Aronson (2011) mengatakan bahwa hakikat dari Jigsaw adalah dimana setiap siswa dalam kelompok memiliki satu potongan gambaran informasi khusus yang masing-masing berbeda, lalu siswa tersebut bertanggung jawab untuk dapat mengajarkannya kepada teman dalam kelompoknya. Seluruh gambaran informasi yang bergabung tersebut seperti puzzle utuh.Dalam pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I siswa bekerja dalam tim yang 34

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 heterogen. Para siswa diberi tugas untuk membaca beberapa bab atau unit, kemudian diberi lembar ahli yang terdiri atas topik-topik yang berbeda. Topiktopik tersebut yang akan menjadi fokus perhatian masing-masing anggota tim saat mereka membaca. Slavin (2008:245) menambahkan bahwa dalam Jigsaw I siswa membaca bagian-bagian yang berbeda dengan yang dibaca oleh teman satu timnya. Perbedaan materi yang dibaca antara satu siswa dengan siswa yang lain dalam suatu tim berguna bagi para ahli untuk menguasai informasi yang unik (Slavin, 2008:245). Hal ini menjadikan siswa menghargai kontribusi teman yang lain dalam kelompoknya. Kontribusi kelompok tersebut dapat terjadi karena siswa benar-benar belum mengetahui materi lain yang dipelajari teman satu kelompoknya. Selesai membaca siswa yang mempunyai topik yang sama dari masingmasing tim bertemu dalam kelompok ahli. Tugas mereka adalah mendiskusikan topik mereka. Setelah diskusi selesai maka para ahli kembali ke kelompok asal mereka. Di dalam kelompok asal ahli-ahli tersebut menjelaskan teman dalam satu tim secara bergantian mengenai materi yang mereka pelajari. Sealnjutnya guru memberikan review tentang topik yang dipelari (Suprijono, 2013). Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I dapat digunakan dalam pengajaran membaca, menulis, mendegarkan, ataupun berbicara. Tipe ini menggabungkan kegiatan membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara. Selain itu tipe ini dapat digunakan dalam beberapa mata pelajaran, seperti ilmu pengetahuan sosial, ilmu pengetahuan alam, matematika, agama, dan bahasa. Tipe Jigsaw I cocok untuk semua kelas tingkatan (Lie, 2010:69). 35

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Penilaian pada Jigsaw I ini dengan pemberian skor nilai secara individual maupun kelompok. Hal ini membuktikan bahwa peran kerja sama sangat dibutuhkan untuk kemajuan individu dalam kelompok. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I tidak memberikan reward khusus kepada individu maupun kelompok yang dapat menunjukkan kemampuan untuk bekerja sama dan mengerjakan kuis (Huda, 2012:121). Dari pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I merupakan model pembelajaran yang beranggotakan 4-6 orang, setiap anggota kelompok saling bergantung satu dengan yang lainnya untuk dapat memberikan informasi yag diperlukan untuk kerja selanjutnya dalam kelompok. Kelompok kecil di dalam pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I berisi siswa yang heterogen dan disebut dengan kelompok asal. Anggota kelompok asal akan dibagi menjadi para ahli dan bergabung dengan kelompok ahli. Selanjutnya para ahli akan membantu teman dalam kelompok asal untuk memahami materi sesuai ahlinya. 2.1.2.5.2. Langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I Langkah awal yang harus dilakukan guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I adalah menyiapkan pembagian sub-sub bab dari materi yang akan dipelajari agar sesuai dengan anggota kelompok yang dibuat. Selanjutnya adalah membagi siswa ke beberapa kelompok asal yang beranggotakan siswa yang heterogen (tiap kelompok beranggotakan 4-6 anggota). Selanjutnya materi pelajaran diberikan kepada siswa dalam bentuk teks yang sudah dibagi-bagi menjadi beberapa sub bab. Sebelumnya guru memberikan pengenalan mengenai topik yang akan dibahas tersebut. Setiap anggota kelompok 36

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 bertugas untuk membaca sub bab yang menjadi bagiannya dan bertanggung jawab untuk mempelajarinya. Setelah setiap siswa selesai membaca dan mempelajari sub babnya kemudian anggota dari kelompok lain yang telah mempelajari sub bab yang sama bertemu dalam kelompok-kelompok ahli untuk berdiskusi. Selanjutnya setiap anggota ahli bertugas untuk mengajari teman-temannya di kelompok asal dengan mempresentasikan materi yang didapatkan. Kegiatan belajar dapat diakhiri dengan diskusi tentang topik pembelajaran antara seluruh siswa di kelas dan guru. Setelah diskusi selesai, maka setiap siswa diberi kuis individu. Dapat dilihat di tabel, ilustrasi tentang kelompok yang menunjukkan adanya tim Jigsaw I. Kelompok ahli: Tiap-tiap kelompok ahli memiliki satu anggota dari tim-tim asal yang mempelajari sub bab yang sama 1,1,1,1,1 2,2,2,2,2 , 3,3,3,3,3 , 4,4,4,4,4 5,5,5,5,5 1,2,3,4,5 1,2,3,4,5 1,2,3,4,5 , 1,2,3,4,5 , 1,2,3,4,5 ,, Kelompok Asal: 5 atau 6 anggota yang heterogen dikelompokkan Gambar 2.1 Ilustrasi Tim Jigsaw I 37

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 2.1.3. Mata pelajaran IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) Pembahasan mata pelajaran IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) ini peneliti akan memaparkan tentang hakikat IPS, tujuan pembelajaran IPS, ruang lingkup materi pembelajaran IPS di Sekolah Dasar, metode pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. 2.1.3.1. Hakikat IPS IPS adalah nama mata pelajaran di tingkat Sekolah Dasar dan menengah di Indonesia. Di negara lain nama IPS lebih identik dikenal dengan nama social studies. Di Indonesia istilah IPS sebagai mata pelajaran di persekolahan digunakan pertama kali pada kurikulum 1975 (Sapriya, 2009). Di Indonesia sendiri IPS mulai dikenal sejak tahun 1970-an. IPS pada waktu itu sebagai hasil kesepakatan komunitas akademik dan secara formal mulai digunakan dalam sistem pendidikan di Indonesia dalam kurikulum 1975. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji berbagai disiplin ilmu sosial dan humaniora, selain itu juga mengkaji kegiatan dasar manusia yang dikemas secara ilmiah untuk memberi wawasan serta pemahaman yang mendalam bagi peserta didik, khususnya di tingkat dasar dan menengah. Kajian yang ada dalam IPS mencakup berbagai kehidupan yaitu aspek ekonomi, sosial, geografi, antropologi, sejarah, maupun politik. Sosiologi berkaitan dengan segala sesuatu yang ada hubunganya dengan aspek sosial yang meliputi proses, faktor, perkembangan, dan permasalahan. Ilmu ekonomi mempelajari aspek ekonomi yang meliputi perkembangan, faktor, dan permasalahan yang ada. Antropologi akan mempelajari tentang aspek budaya dengan perkembangan dan permasalahannya. Ilmu sejarah mempelajari aspek 38

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 sejarah yang pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dengan manusia. Sedangkan ilmu geografi mempelajari tentang aspek geografi yang memberikan karakter ruang terhadap kehidupan di dalam masyarakat (Susanto, 2013:137). Hakikat dari mata pelajaran IPS adalah untuk mengembangkan konsep pemikiran yang berdasarkan realita kondisi sosial yang ada di lingkungan siswa, sehingga dengan mendapatkan pendidikan IPS dapat melahirkan warga negara yang baik dan bertanggung jawab terhadap bangsa dan negaranya. Dalam hal ini pendidikan IPS dirancang untuk peningkatan kualitas pendidikan khususnya kualitas sumber daya manusia. Pendidikan IPS dapat mengembangkan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis (Susanto, 2013:138). Manusia memiliki peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat. IPS memberikan gambaran tentang peranan tersebut, dimana masyarakat memiliki kedudukan yang penting di zaman sekarang dan masa yang akan datang. Hal ini sesuai dengan pendapat Susanto (2013:139) bahwa pembelajaran IPS diharapkan dapat menyiapkan anggota masyarakat di masa yang akan datang, dimana masyarakat mampu bertindak secara efektif. 2.1.3.2. Tujuan pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Dalam Pasal 37 Undang-undang RI No 20 tahun 2003 menegaskan bahwa kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat Ilmu Pengetahuan Sosial. Dalam Ilmu Pengetahuan Sosial terdapat bahan kajian ilmu bumi, sejarah, ekonomi, kesehatan, dan sebagainya bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis peserta didik terhadap kondisi sosial masyarakat. Hal ini berarti bahwa ilmu sosial sangat berperan besar dalam membentuk watak bangsa (Supardi, 2011:174). 39

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Pemerintah telah memberikan arah yang jelas pada tujuan dan ruang lingkup pembelajaran IPS dalam kurikulum. Tujuan dari mata pembelaran IPS dalam KTSP 2006 untuk SD/MI adalah mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya; memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan ketrampilan dalam kehidupan sosial; memiliki komitmen dan kesadaran tehadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan, memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk di tingkat lokal, nasional, dan global (Susanto, 2013:149). Tujuan pembelajaran IPS tercantum dalam kurikulum agar siswa mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dasar yang berguna bagi dirinya dalam kehidupan sehari-hari siswa (Susanto, 2013:149). Dapat terlihat dari tujuan yang tertuang di kurikulum bahwa pendidikan IPS bukan hanya sekedar membekali siswa dengan berbagai informasi yang bersifat hafalan, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir agar siswa dapat mengkaji berbagai kenyataan sosial beserta permasalahan yang ada. Mata pelajaran IPS bertujuan agar siswa dapat mengenal diri mereka sendiri dan lingkungannya, serta dapat membentuk dan mengembangkan pribadi warga negara yang baik (Susanto, 2013:146). Tentunya dengan terbentuknya pribadi warga negara yang baik akan mendukung terbentuknya watak bangsa yang baik pula. Sehingga permasalahan-permasalahan sosial yang ada di masyarakat dapat diatasi dengan ilmu-ilmu sosial dalam IPS. 40

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 2.1.3.3. Ruang Lingkup Materi pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Ruang lingkup materi IPS dibagi ke dalam tiga bagian. Ruang lingkup yang pertama adalah materi kajian IPS merupakan perpaduan atau integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Hal tersebut menyebabkan pembelajaran IPS lebih bermakna dan kontekstual jika materi-materi IPS didesain secara terpadu. Ruang lingkup yang kedua bahwa materi IPS terkait dengan masalah-masalah sosial kemasyarakatan dan kebangsaan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntutan dunia global. Selanjutnya ruang lingkup materi IPS adalah jenis materi IPS dapat berupa fakta, konsep dan generalisasi, aspek kognitif, aspek afektif, aspek psikomotorik dan nilai nilai spiritual (Supardi, 2011:186). Ruang lingkup materi IPS di sekolah dasar juga termuat di dalam kurikulum (Tim Penyusun KTSP, 2007:237). Ruang lingkup materi yang dipaparkan dalam kurikulum adalah sebagai berikut: manusia, tempat, dan lingkungan; waktu, keberlanjutan, dan perubahan; sistem sosial dan budaya; perilaku ekonomi dan kesejahteraan. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan telah menyusun standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran IPS di sekolah dasar. Standar kompetensi dan kompetensi dasar berasal dari struktur keilmuan geografi, sejarah, ekonomi, dan sosiologi yang dikemas menjadi pokok bahasan atau topik tertentu. Selain itu Standar kompetensi dan kompetensi dasar IPS juga menyangkut berbagai masalah sosial yang dirumuskan dengan pendekatan interdisipliner dan multidisipliner (Susanto, 2013:160). Daldjoeni (1981) menambahkan bahwa Standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran IPS menyangkut peristiwa dan perubahan 41

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 kehidupan masyarakat dengan prinsip sebab akibat, kewilayahan, adaptasi dan pengolahan lingkungan, struktur proses dan masalah sosial serta upaya-upaya perjuangan hidup agar survive seperti pemenuhan kebutuhan, kekuasaan, keadilan, dan jaminan keamanan. Penelitian ini akan menggunakan Standar kompetensi 2 dan kompetensi Dasar 1 kelas IV semester genap yaitu mengenal aktifitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya. Berikut adalah standar kompetensi dan kompetensi dasar kelas IV semester 2 yang tertuang di dalam KTSP. Tabel 2.1 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran IPS kelas IV (Tim Penyusun KTSP,2006:47). Adapun materi yang tertuang dalam kompetensi dasar 2.1 tersebut yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: sumber daya alam yang berpotensi di daerah tempat tinggal, materi ini berisi tentang macam-macam sumber daya alam dan pengelompokkannya; sumber daya alam yang ada di lingkungan sekitar, materi ini berisi tentang jenis-jenis sumber daya alam hasil 42

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 pertanian, perkebunan, pertambangan, perindustrian, laut dan perikanan, manfaat sumber daya alam di lingkungan setempat; bentuk-bentuk kegiatan ekonomi masyarakat, materi ini berisi tentang kegiatan produksi, konsumsi, dan distribusi masyarakat, serta hubungan keadaan alam dengan kegiatan ekonomi masyarakat; pengaruh sumber daya alam terhadap kegiatan ekonomi; pelestarian sumber daya alam. 2.1.3.4. Metode pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Metode adalah cara melakukan suatu kegiatan atau cara melakukan pekerjaan dengan menggunakan fakta dan konsep-konsep secara teoritis. Metode pembelajaran adalah suatu cara atau alat yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi pelajaran agar dapat diterima oleh siswa sesuai tujuan yang dicapai (Susanto, 2013:153). Perlu dipilih metode pembelajaran IPS yang tepat untuk siswa usia SD. Guru harus menimba ilmu dan melatih ketrampilan untuk menyajikan pembelajaran IPS di sekolah dasar sehingga menarik perhatian siswa. Pengorganisasian mata pelajaran IPS di jenjang SD/MI menggunakan pendekatan terpadu (integrated). Mata pelajaran disusun dan dikembangkan tidak mengacu disiplin ilmu yang terpisah tetapi mengacu pada aspek kehidupan yang nyata sesuai dengan karakteristik usia, perkembangan berpikir, dan kebiasaan bersikap dan berperilaku. Maka dalam pengajarannya IPS akan berhubungan langsung dengan kehidupan sosial masyarakat (Sapriya, 2009:194). Pengajaran IPS yang akan berhubungan langsung dengan kehidupan sosial masyarakat perlu diajarkan dengan metode yang tepat agar dapat dipahami oleh siswa tetapi tidak membosankan. Menurut Susanto (2013:155) dalam kenyataannya masih banyak guru yang melakukan pembelajaran dalam bidang 43

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 studi IPS dengan metode ceramah dan tanya jawab. Jika dengan menggunakan metode ceramah maka peran guru dan buku-buku paket masih menjadi sumber utama untuk belajar siswa, maka siswa tidak peduli terhadap pelajaran IPS maupun gejala-gejala sosial yang ada. Seorang guru perlu mempunyai kombinasi metode mengajar IPS selain menggunakan metode ceramah. Metode pembelajaran IPS berpijak pada aktivitas yang membuat siswa secara individual atau kelompok aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip IPS secara menyeluruh (Susanto, 2013:157). Pengalaman langsung seperti itu akan menambah kekuatan untuk menerima dan menyimpan materi IPS yang dipelajari. Siswa akan terlatih untuk menemukan sendiri konsep-konsep yang dipelajari. Adapun prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan untuk memilih metode pembelajaran IPS di sekolah dasar berdasarkan KTSP (Susanto, 2013:157): berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan; pembelajaran terpadu agar kompetensi yang dirumuskan dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar tercapai secara utuh; pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap siswa; pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas sehingga mencapai ketuntasan yang diinginkan; pembelajaran diharapkan pada situasi pemecahan masalah, maka siswa menjadi pembelajar kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah; pembelajaran menggunakan banyak strategi dan media sehingga memberikan pengalaman belajar beragam bagi siswa; peran guru adalah sebagai fasilitator, motivator, dan narasumber. 44

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Berdasarkan prinsip-prinsip metode pembelajaran IPS maka dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran IPS hendaknya memperhatikan karakteristik siswa. Pembelajaran IPS perlu memberi ruang bagi siswa untuk terbuka menjelaskan dan menganalisis nilai-nilai yang ada dalam masyarakat, memutuskan suatu tindakan, dan mengambil tindakan dengan keputusan yang matang (Susanto, 2013:158). 2.1.4. Pembelajaran IPS menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I Materi pelajaran IPS di SD yang penuh dengan materi hafalan, maka penerapan model pembelajaran inovatif diperlukan dalam pembelajaran. Metode pembelajaran IPS diharapkan berpijak pada aktivitas yang membuat siswa secara individual atau kelompok aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip IPS secara menyeluruh (Susanto, 2013:157). Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I sangat cocok untuk diterapkan. Seperti yang disampaikan oleh Slavin (2008) bahwa model pembelajaran kooperatif Jigsaw sesuai diterapkan untuk materi narasi tertulis. Model pembelajaran ini sesuai untuk subjek-subjek seperti pelajaran ilmu sosial, ilmu pengetahuan ilmiah, dan bidang-bidang lain yang tujuan pembelajarannya lebih kepada penguasaan konsep daripada penguasaan kemampuan. Khususnya pada pembelajaran IPS kelas IV di SD terdapat materi narasi yang harus dikuasai siswa, misalnya untuk pembelajaran dengan materi kegiatan ekonomi dan sumber daya alam. Di dalam materi tersebut banyak istilah yang harus dipahami siswa. Jika siswa hanya belajar dengan mendengarkan guru atau sekedar membaca, pasti pemahaman siswa kurang memuaskan. Berbeda jika 45

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I, dimana siswa belajar bertanggung jawab terhadap materi yang dipelajari agar teman dalam kelompoknya ikut memahami. Bermula dari tanggung jawab siswa terhadap materi yang dipelajarinya, siswa akan membaca materi dan mengasah pemahamannya terhadap materi yang dipelajarinya. Hal ini dilakukan siswa agar kelompoknya mendapatkan skor yang unggul dari kelompok yang lainnya. Skor kelompok yang diperoleh adalah hasil dari skor kuis individu tiap anggota. Setiap anggota kelompok bertanggung jawab pada semua pemahaman setiap anggota kelompoknya. Siswa membaca sendiri materi yang akan dipelajari dan mendapatkan informasi dari teman sebaya. Hal ini akan menambah pengetahuan siswa dari yang dibaca dan informasi dari temannya. Selain itu, dengan adanya kelompok ahli maka siswa akan aktif mencari dan menggali pemahaman mereka dengan berdikusi. Hal ini dapat memberikan dampak yang baik pada pemahaman siswa terhadap materi IPS. 2.2. Hasil penelitian sebelumnya Penelitian ini mendukung beberapa penelitin yang sudah ada. Rukiyah (2012) meneliti tentang pengaruh model kooperatif teknik Jigsaw pada pembelajaran IPA untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri di Inderalaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model kooperatif teknik Jigsaw pada pembelajaran IPA terhadap hasil belajar siswa kelas V SD serta mengetahui keefektifan model kooperatif teknik Jigsaw pada pembelajaran IPA terhadap hasil belajar IPA siswa kelas 5 SD. Sampel yang diambil dari seluruh populasi yaitu semua siswa kelas V SD N 6, 11, 46

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 dan 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan model kooperatif teknik Jigsaw sangat berpengaruh dan efektif terhadap peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas V Sekolah Dasar di Inderalaya dengan nilai t hitung > t tabel (1,66), yaitu masing-masing 17,86; 19,29; dan 18,79. Wacika, dkk (2013) meneliti tentang pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap hasil belajar IPS ditinjau dari sikap sosial dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas V. Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh model pembelajaran kooperatif Jigsaw terhadap hasil belajar IPS ditinjau dari sikap sosial dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas V SDN 4 Panjer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran koperatif jigsaw dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional ditunjukkan dengan nilai signifikansi 0,000 atau (<0,05). Kedua, terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif Jigsaw lebih tinggi dari siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional setelah sikap sosial dikendalikan dengan nilai signifikansi 0,000 atau (<0,05). Ketiga, terdapat kontribusi sikap sosial terhadap hasil belajar IPS siswa baik yang mengikuti model pembelajaran kooperatif Jigsaw maupun model pembelajaran konvensional dengan nilai signifikansi 0,000 atau (<0,05). Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan oleh Wacika (2013) memberikan kontribusi bagi penelitian tentang penelitian yang akan dilakukan. Mata pelajaran yang digunakan oleh peneliti adalah IPS di kelas IV. Penelitian ini menunjukkan kesimpulan yang 47

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 baik pada siswa kelas V tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Maka penelitian ini menjadi gambaran tentang penelitian yang akan dilakukan peneliti pada mata pelajaran IPS kelas IV. Birawan (2011) meneliti tentang pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas VII pelajaran IPS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif jigsaw dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas VII pelajaran IPS di SMP negeri I Tabanan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) hasil belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif jigsaw lebih tinggi dari pada siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, (2) siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi ada perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif Jigsaw dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. (3) siswa yang memiliki motivasi belajar rendah ada perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif Jigsaw dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, dan (4) ada pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan memiliki motivasi belajar terhadap hasil belajar IPS. Penelitian ini dilakuakan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama dan menunjukkan kesimpulan yang baik tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Mujmal, dkk (2012) melakukan penelitian tentang pengaruh model pembelajaran kooperatf tipe Jigsaw I terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII MTS NW Gereneng pada semester gasal tahun pelajaran 2012/2013. Sampel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 60 orang dari 48

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 kelas VIII A dan VIII B. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan motivasi belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan model konvensional ditunjukkan dari nilai signifikansi uji t sebesar 0,037 atau (< 0,05). Selnjutnya ada perbedaan prestasi belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan model konvensional ditunjukkan dengan nilai signifikansi pengujian hasil belajar sebesar 0,022 atau (<0,05) maka H0 ditolak sehingga Ha diterima. Deswati, dkk.(2012) mengadakan penelitian dengan judul Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap Hasil Belajar Biologi Kelas VII SMPN 2 Lubuk Sikaping Tahun Pelajaran 2011/2012. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap peningkatan hasil belajar biologi kelas VII SMPN Lubuk Sikaping. Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa kelas VII SMPN 2 Lubuk Sikaping. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan kelas kontrol yang diberikan pembelajaran dengan metode konvensional. Hal ini dapat dilihat dari nilai tes akhir hasil belajar biologi yang diperoleh dari kelas eksperimen dengan rata-rata 68,58 dan kelas kontrol sebesar 54,15. Setelah dilakukan uji hipotesis dengan uji-t diperoleh harga t hitung > ttabel, dengan thitung 6,87 dan ttabel 1,64 dengan demikian hipotesis diterima. Mustamiin, dkk (2013) mengadakan penelitian dengan judul pengaruh penggunaan model kooperatif learning tipe Jigsaw terhadap hasil belajar IPS ditinjau dari motivasi berprestasi. Peneltian ini menggunakan rancangan The 49

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Posttest-Only Control Group Design dengan sampel sebanyak 80 siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANAVA berbantuan SPSS 17.00 for windows. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan model konvensional, dimana kelompok yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw lebih tinggi (Fhitung=5,052>Ftabel=3,960). Selanjutnya terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar IPS (Fhitung=0,019Qtabel=2,95). Keempat, terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan siswa yang mengikuti model konvensional pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah (Qhitung=10,9>Qtabel=2,95) Penelitian yang dilakukan peneliti mendukung penelitian-penelitian tersebut mengenai model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Kontribusi penelitian ini adalah bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I dapat diterapkan untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar, model ini dapat digunakan untuk meningkatkan prestasi belajar IPS khususnya dalam ranah kognitif. 50

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Rukiyah (2012) Model kooperatif teknik jigsaw - hasil belajar IPA kelas V Wacika (2013) Model pembelajaran kooperatif tipe JigsawI - hasil belajar ditinjau dari sikap sosial IPS kelas V Mustamiin, M. Z., dkk. (2013) Model pembelajaran kooperatif tipe JigsawHasil belajar IPS ditinjau dari motivasi berprestasi Birawan (2011) Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan motivasi belajar - hasil belajar IPS kelas VII Mujmal, dkk (2013) Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsawmotivasi dan hasil belajar kelas VIII Deswati, dkk. (2012) Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw – hasil belajar VII Biologi Yang perlu diteliti Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I - prestasi belajar IPS kelas IV Gambar 2.2 Literatur Map dari Penelitian Terdahulu 2.3. Kerangka berpikir Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran yang diajarkan di Sekolah Dasar agar siswa dapat mengenal diri mereka dengan lingkungannya, serta dapat membentuk dan mengembangkan pribadi warga negara yang baik. Materi pelajaran IPS di SD meliputi ilmu ekonomi, sosial, geografi dan sejarah. Materi-materi tersebut dikemas dalam suatu topik bahasan. Materi yang ada di dalam IPS berhubungan langsung dengan kehidupan sosial masyarakat, dimana materi IPS berbentuk narasi yang harus dipahami oleh siswa. 51 Perlu metode

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 pembelajaran IPS yang tepat agar materi dapat dipahami oleh siswa agar tujuan dari pembelajaran tercapai. Dalam penelitian ini menggunakan 2 kelas yang akan menjadi kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kelas kontrol akan menerapkan model pembelajaran konvensional yang biasa digunakan oleh guru dalam pembelajaran IPS, seperti ceramah, tanya jawab, dan mengerjakan soal. Model pembelajaran konvensional yang diterapkan dalam pembelajaran IPS kelas IV SD ini memberikan hasil yang kurang baik terhadap prestasi belajar siswa. Hal ini karena materi pelajaran IPS kelas IV penuh dengan materi hafalan yang harus dikuasai siswa. Materi hafalan yang diajarkan dengan model pembelajaran konvensional sangat sulit diterima oleh siswa. Jika siswa hanya menerima materi dari guru dalam model pembelajaran konvensional, maka materi yang diterima siswa tidak lama bertahan di dalam pikiran siswa. Siswa akan cepat lupa dengan hafalanhafalan tersebut. Sedangkan untuk kelompok eksperimen yang diberi perlakuan berupa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I mengalami hal yang berbeda dengan kelompok kontrol. Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I membuat siswa bertanggung jawab dan saling memiliki ketergantungan yang positif. Hal ini disebabkan karena dalam model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I siswa mempunyai tugasnya masing-masing untuk memahami suatu materi yang nantinya akan dibagikan kepada teman satu kelompoknya. Usaha siswa yang baik pasti akan menjadikan kelompoknya menjadi baik pula. Keterlibatan setiap anggota sangat dibutuhkan untuk ketercapaian tujuan dari pembelajaran yang telah dibuat. Jika model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I diterapkan untuk 52

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 pembelajaran IPS di kelas IV Sekolah Dasar maka akan membantu meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Mengingat mata pelajaran IPS mempunyai posisi yang penting bagi siswa sebagai warga negara dan warga dunia, maka pembelajaran IPS perlu mendapatkan perhatian yang baik dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I akan memotivasi siswa untuk melakukan yang terbaik, selanjutnya prestasi belajar yang diperoleh juga baik. Disamping itu model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I sangat cocok diterapkan untuk mata pelajaran IPS yang berbentuk narasi. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I memungkinkan siswa untuk aktif dalam pembelajaran, menggali informasi tentang materi, dan berdiskusi dengan teman sebaya sehingga lebih membantu siswa memahami materi. Sedangkan jika menggunakan model pembelajaran konvensional dimana guru menjadi sumber belajar membuat siswa pasif karena pembelajaran didominasi dengan penjelasan guru. Oleh karena itu penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I memberikan kontribusi yang baik bagi pencapaian prestasi belajar IPS siswa. 2.4. Hipotesis penelitian Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. 53

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 BAB III METODE PENELITIAN Bab III dalam penelitian ini berisi tentang jenis penelitian, waktu dan tempat penelitian, populasi dan sampel, variabel penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, uji validitas dan uji reliabilitas instrumen, teknik pengumpulan data, teknik analisis data. 3.1. Jenis penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan prestasi belajar siswa kelas IV Sekolah Dasar dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Dari tujuan tersebut maka penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan design penelitian kuasi eksperimen tipe nonequivalent control group design. Design kuasi eksperimen dilakukan dengan tidak memberikan pengendalian secara penuh kepada setiap kelompok. Sangat sulit untuk melakukan kontrol pada setiap kelompok pada penelitian ini. Menurut Creswell (2012:238) design kuasi eskperimen dilakukan jika masing-masing partisipan tidak ditugaskan secara acak (non randomly assigment). Dalam tipe nonequivalent control group design kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diseleksi tanpa penempatan acak (Creswell, 2012:242). Hal ini dilakukan karena peneliti tidak mempunyai wewenang untuk mengatur kelas untuk kepentingan penelitian, sehingga peneliti menggunakan kelas yang sudah ada seperti apa adanya. Kelompok dalam suatu kelas sudah seimbang, sehingga jika peneliti membuat kelompok baru akan merusak kealamiahan dari kelas tersebut. 54

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Kedua kelompok tersebut diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal dari masing-masing kelompok. Selanjutnya kelompok eksperimen diberi perlakuan dalam penelitian ini berupa pembelajaran IPS menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. O1 dan O3 merupakan prestasi belajar siswa sebelum ada perlakuan pembelajaran IPS menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. O2 adalah prestasi belajar siswa yang menjadi kelompok eksperimen setelah mendapatkan perlakuan. O4 adalah prestasi belajar siswa yang tidak diberi perlakuan. Adapun design penelitian quasi eksperimen tipe nonequivalent control group design terlihat dalam gambar berikut: O1 X O2 ............... O3 O4 Gambar 3.1 Desain Penelitian Keterangan : X =Perlakuan (Treatment) yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I O1 = Rerata skor pre-test kelompok eksperimen O2 = Rerata skor post-test kelompok eksperimen O3 = Rerata skor pre-test kelompok kontrol O4 = Rerata skor post-test kelompok kontrol Pada akhir penelitian ini diadakan post-test untuk melihat perbedaan prestasi belajar IPS kelas IV Sekolah Dasar dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Hasil pre-test dan post-test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menjadi data yang akan di analisis dari variabel bebas. 55

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 3.2. Lokasi dan waktu penelitian 3.2.1. Lokasi Penelitian ini telah dilakukan di SD N 1 Kebondalem Lor, Prambanan, Klaten bulan Januari 2014. SDN 1 Kebondalem Lor beralamat di Jalan Manisrenggo km.2, Prambanan, Klaten 57454, Jawa tengah. 3.2.2. Waktu penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2014 di awal semester genap 2013/2014. Peneliti mengambil hari sesuai dengan keputusan wali kelas di SD tersebut dengan menyesuaikan jadwal pelajaran IPS di kelas IV. Penelitian dilaksanakan selama 4 kali di kelompok eksperimen dan 4 kali di kelompok kontrol. Untuk setiap pertemuan di masing-masing kelompok dilaksanakan dalam waktu 2 x 35 menit selama 2 minggu. Berikut ini tabel waktu pengambilan data. Tabel 3.1 Waktu Pengambilan Data Kelompok Kontrol Kelas IV B Eksperimen Kelas IV A Kegiatan Alokasi waktu Pretest 2 x 35 menit Pembelajaran tentang macam-macam sumber daya 2 x 35 alam yang berpotensi di lingkungan sekitar dan menit pengelompokkannya Pembelajaran tentang manfaat sumber daya alam 2 x 35 yang ada di lingkungan setempat dan bentuk-bentuk menit kegiatan ekonomi. Pembelajaran tentang pengaruh keadaan alam 2 x 35 terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. menit Pembelajaran tentang pelestarian sumber daya 2 x 35 alam. menit Posttest 2 x 35 menit Pretest 2 x 35 menit Pembelajaran tentang macam-macam sumber daya 2 x 35 alam yang berpotensi di lingkungan sekitar dan menit pengelompokkannya Hari, tanggal Selasa, 7 Januari 2014 Kamis, 9 Januari 2014 Jumat, 10 Januari 2014 Kamis, 16 Januari 2014 Jumat. 17 Januari 2014 Kamis, 23 Januari 2014 Selasa, 7 Januari 2014 Rabu, 8 Januari 2014 Pembelajaran tentang manfaat sumber daya alam 2 x 35 Sabtu, 11 yang ada di lingkungan setempat dan bentuk-bentuk menit Januari 2014 56

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 kegiatan ekonomi. Pembelajaran tentang pengaruh keadaan alam 2 x 35 Rabu, 15 terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. menit Januari 2014 Pembelajaran tentang pelestarian sumber daya 2 x 35 Sabtu 18 alam. menit Januari 2014 Posttest 2 x 35 Rabu, 22 menit Januari 2014 3.3. Populasi dan sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/ subyek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang selanjutnya ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari serta ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2011;119). Populasi merupakan keseluruhan dari subyek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas empat (IV) A dan B Sekolah Dasar Negeri Kebondalem Lor. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2011:120). Sampel dapat disebut sebagai sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Sampel untuk penelitian ini ada dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pemilihan kelompok dalam penelitian ini dengan cara diundi dan disaksikan oleh guru mitra. Sampel kelompok eksperimen pada penelitian ini adalah kelas IV A, sedangkan sampel kelompok kontrol adalah kelas IV B. Pemilihan sampel untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menggunakan kelas yang sudah ada karena peneliti tidak mempunyai wewenang untuk mengubah kelas dan jika hal itu dilakukan akan mengacaukan kondisi kelas yang sudah ada. 57

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 3.4. Variabel penelitian Ada dua (2) variabel dalam penelitian ini yaitu variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen). Variabel independen/ variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahan (Sugiyono, 2010:64). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I . Variabel dependen/ variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2010:64). Variabel dependen dalam penelitian ini adalah prestasi belajar. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I (variabel independen) Prestasi belajar (variabel dependen) Gambar 3.2 Variabel Penelitian 3.5. Definisi operasional Terdapat 2 variabel yang perlu disepakati bersama untuk membatasi pengertian dalam penelitian ini agar tidak menimbulkan tafsir yang berbeda-beda bagi kepentingan penelitian maupun pihak yang membaca. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I adalah model pembelajaran kooperatif yang beranggotakan 4-6 orang, dimana dibentuk kelompok asal dan kelompok ahli yang setiap anggota kelompok saling bergantung satu dengan yang lainnya untuk dapat memberikan informasi yag diperlukan untuk kerja selanjutnya dalam kelompok dimana tidak ada reward dalam model pembelajaran kooperatif ini. 58

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Prestasi belajar diartikan sama dengan hasil belajar yaitu perubahan tingkah laku siswa dari yang belum tahu menjadi tahu atau belum mampu menjadi mampu dalam penguasaan aspek kognitif dan diukur dengan tes objektif yang ditunjukkan dengan perolehan nilai. 3.6. Instrumen penelitian Intrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati (Sugiyono, 2010:148). Instrumen penelitian adalah alat bantu pada saat melakukan penelitian (Sangadji, 2010). Instrumen penelitian yang digunakan dalam bentuk tes. Instrumen penelitian yang digunakan untuk pre-test dan post-test dengan soal yang sama. Instrumen penelitian dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui sampai mana kemampuan siswa dalam mengetahui materi IPS di kelas empat (IV) berkaitan dengan materi kegiatan ekonomi dan sumber daya alam. Selain itu juga untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan hasil post-test. Peneliti membuat instrumen penelitian untuk pre-test dan post-test menggunakan 40 soal objektif pilihan ganda yang diturunkan dari enam (6) indikator. Setelah diadakan uji validitas didapatkan 20 soal objektif pilihan ganda yang digunakan untuk penelitian. Indikator-indikator dibuat berdasarkan materi pelajaran dan mengacu pada tahap kognitif Benyamin Bloom. Adapun akan dijelaskan dalam tabel kisi-kisi instrumen penelitian yang dibuat oleh peneliti. 59

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrumen Penelitian Standar kompetensi : 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi Kompetensi dasar : 2.1 Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya No Indikator Nomor soal Jumlah soal 1 Menyebutkan sumber daya alam yang berpotensi 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 7 di daerahnya 2 Mengelompokkan sumber daya alam 8, 9, 10, 11, 12 5 3 Menjelaskan manfaat dari sumber daya alam 13, 14, 15, 16, 7 yang ada di lingkungan setempat 17, 18, 19 4 5 6 Menentukan bentuk-bentuk kegiatan ekonomi 20, 21, 22, 23, 7 24, 25, 26 Menjelaskan pengaruh keadaan alam terhadap 27, 28, 29, 30, 6 kegiatan ekonomi 31, 32 Menjelaskan pelestarian berbagai sumber daya 33, 34, 35, 36, 8 alam sekitar 37, 38, 39, 40 Total soal 40 3.7. Validitas dan reliabilitas instrumen Instrumen dalam penelitian ini disusun sendiri oleh peneliti, jadi perlu adanya uji coba instrumen agar ketika digunakan untuk mengumpulkan data instrumen-instrumen tersebut sudah baik. Tujuan dari uji coba instrumen dapat dilihat dari segi kualitas instrumen dan dari segi yang berkaitan dengan pengelolaan penggunaan instrumen tersebut. Tujuan uji coba yang berkaitan dengan kualitas instrumen salah satunya adalah upaya untuk mengetahui validitas dan realibilitas (Arikunto:2010). Namun, selain itu juga untuk mengecek apakah soal-soal yang digunakan sebagai instrumen sudah bisa dipahami siswa setingkat kelas IV SD. 60

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 3.7.1. Uji Validitas instrumen Validitas suatu tes adalah taraf sampai mana suatu tes yang diberikan dapat mengukur apa yang seharusnya akan diukur (Masidjo, 2007:242). Validitas soal ditempuh secara empirik. Validitas empirik adalah validitas yang bersumber atau diperoleh atas dasar pengamatan lapangan (Sudijono, 2011:167). Validitas empirik penelitian ini dilakukan dengan uji coba instrumen kepada siswa kelas V A dan B SD Negeri Kebondalem Lor sebanyak 42 siswa. Setelah didapatkan data maka dilakukan analisis data untuk mengetahui validitas empirik dari item soal dengan menggunakan bantuan program SPSS20 for windows. Validitas dinyatakan secara empirik oleh suatu koefisien yaitu koefisien validitas (Azwar, 2012). Suatu instrumen dikatakan dikatakan valid jika r hitung > r tabel, maka berkorelasi signifikan terhadap skor total. Hal ini berarti item tersebut dinyatakan valid. Penelitian ini menggunakan tes kognitif pilihan ganda yang jawabannya menggunakan tipe objektif. Jawaban tipe objektif dikategorikan sebagai salah atau benar. Skor item benar atau salah berupa angka 0 untuk jawaban yang salah dan angka 1 untuk jawaban yang benar. Distribusi skor item seperti ini disebut distribusi skor dikotomi (Azwar, 2012:155). Rumus yang digunakan untuk menghitung validitas dengan distribusi skor dikotomi dalam penelitian ini menggunakan korelasi point biserial. Korelasi point biserial adalah korelasi product moment yang diterapkan pada data dimana variabel-variabel yang dikorelasikan sifatnya masing-masing berbeda satu sama lain. Variabel butir soal bersifat dikotomi sedangkan variabel skor total bersifat 61

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 kontinum yang diperoleh dari jumlah jawaban benar (Surapranata, 2009:61). Hal ini seperti halnya pada soal yang digunakan dalam penelitian ini. Menurut Surapranata (2011:65) koefisien korelasi biserial merupakan perkiraan bagi Pearson product moment correlation antara skor kriteria dengan kontinum soal hipotesis yang didikotomisasikan menjadi benar salah (0-1). Penghitungan formula Point biserial dengan bantuan SPSS20 for windows menggunakan langkah yang sama dengan formula Pearson correlation. Setelah dilakukan validitas dengan formula Point Biserial dengan bantuan program SPSS 20 for windows didapatkan 20 soal valid yang akan digunakan sebagai instrumen penelitian. Semua indikator terwakili dalam item soal yang valid. Rincian hasil uji validitas dengan program SPSS 20 for windows dapat dilihat pada lampiran 5 hal.164. Berikut ini adalah tabel item soal valid yang digunakan dalam penelitian ini: Tabel 3.3 Item Soal Valid No Indikator 1 Menyebutkan sumber daya alam yang 7 berpotensi di daerahnya Mengelompokkan sumber daya alam 5 Menjelaskan manfaat dari sumber daya alam 7 yang ada di lingkungan setempat 2 3 Jumlah 4 Menentukan bentuk-bentuk kegiatan ekonomi 7 5 Menjelaskan pengaruh keadaan alam terhadap kegiatan ekonomi Menjelaskan pelestarian berbagai sumber daya alam sekitar 6 6 Total soal 62 8 Nomor soal valid 1, 5, 7 No soal tidak valid 2, 3, 4, 6 11, 12 15, 16, 17, 18, 19 20, 21, 22, 24, 28, 32 9, 10, 13, 14, 20 20 23, 25, 26 27, 29, 30, 31, 36, 37, 33, 34, 38, 40 35, 39

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Selain validitas empirik yang dilakukan untuk instrumen tes dalam penelitian ini, peneliti juga melakukan validitas rasional untuk instrumen tes dan perangkat pembelajaran. Validitas rasional adalah validitas yang didapatkan atas dasar pemikiran, validitas ini diperoleh dengan berpikir secara logis (Sudijono, 2011:164). Validitas rasional yang digunakan adalah validitas isi dan validitas konstruksi. Validitas isi adalah validitas yang diperoleh setelah melakukan penganalisisan, penelusuran atau pengujian terhadap isi yang dalam tes tersebut. Validtas ini dapat dilakukan dengan membandingkan isi dalam tes dengan tujuan instruksional yang khusus yang telah ditentukan pada masing-masing pelajaran. Validitas isi ini dilakukan lewat professional ahli. Validitas konstruksi dilihat dari segi susunan dan kerangkanya (Sudijono, 2011:166). Validitas ini berkaitan apakah item tes yang membangun tes tersebut tepat mengukur aspek-aspek berpikir, dalam penelitian adalah aspek kognitif. Validitas ini dilakukan dengan mencocokkan aspek-aspek berpikir yang terkandung dalam tes hasil belajar dengan aspek berpikir yang dikehendaki oleh tujuan instruksional khusus. Validitas isi dan konstruk dilakukan oleh dua guru kelas SD. Dari hasil validitas perangkat pembelajaran yang dilakukan didapatkan skor 93% dan 90% dengan kualifikasi sangat layak. Instrumen validasi perangkat pembelajaran dapat dilihat pada lampiran 15 hal. 221. 3.7.2. Uji reliabilitas instrumen Setelah diketahui item soal yang valid, maka dilanjutkan dengan uji reliabilitas terhadap soal-soal yang valid. Reliabilitas adalah sejauhmana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Item-item tes yang tidak valid tidak dipakai 63

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 dalam perhitungan reliabilitas. Reliabilitas dinyatakan oleh koefisien reliabilitas yang angkanya berada dalam rentang 0 sampai 1,00. Semakin tinggi koefisien reliabilitas mendekati 1,00 berarti semakin tinggi reliabilitasnya (Azwar, 2012). Penentuan reliabilitas instrumen menggunakan metode internal consistecy. Internal consistency didasarkan pada korelasi antara skor jawaban pada setiap butir tes. Metode ini dapat digunakan pada butir yang dikotomi seperti soal pilihan ganda (Nunnaly dalam Surapranata, 2009:113). Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Alpha Croanbach.dengan menggunakan bantuan program SPSS 20 for windows. Setelah didapatkan nilai koefisien alpha maka dikualifikasikan dengan koefisien korelasi realibiltas pada tabel dibawah ini. Tabel 3.4 Kualifikasi Reliabilitas (Masidjo, 2006: 209) Koefisien korelasi 0,91 – 1,00 0,71 – 0,90 0,41 – 0,70 0,21 – 0,40 Negatif – 0,20 Kualifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Berikut ini adalah hasil perhitungan reliabilitas dengan program SPSS 20 for windows dengan teknik Alpha Croanbach. Tabel 3.5 Uji Reliabilitas Croanbach’s Alpha 0.799 N of items 20 Tabel di atas menunjukkan harga Croanbach Alpha untuk soal pilihan ganda sebesar 0,799. Hal tersebut menunjukkan bahwa 20 item soal pilihan ganda tersebut reliabel karena memiliki kualifikasi tinggi sehingga layak dijadikan sebagai instrumen pengumpul data. 64

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 3.8. Teknik pengumpulan data Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini dengan menggunakan pretest dan postest untuk kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Tabel pengumpulan data dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3.6 Pengumpulan Data Variabel Prestasi Belajar No 1 2 Kelompok Kelompok Kontrol (IVB) Variabel Prestasi belajar Kelompok Eksperimen (IVA) Data Skor Pretest Pengumpulan Pretest Skor Posttest Posttest Skor Pretest Pretest Skor Posttest Posttest Instrumen Soal pilihan ganda Soal pilihan ganda Soal pilihan ganda Soal pilihan ganda 3.9. Teknik analisis data 3.9.1. Teknik analisis deskriptif Statistik deskriptif adalah metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian gugus data sehingga dapat memberikan informasi yang berguna (Kasmadi, 2013:100). Laporan deskriptif dalam penelitian ini berupa uraian data secara umum meliputi data variabel, mean, median, modus, skor maksimum dan skor minimum, dan dilengkapi dengan histogram. Statistik deskriptif dapat juga diartikan sebagai statistik yang berfungsi untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena terteliti berdasarkan data yang terkumpul (Mundir, 2013:4). Statistik deskriptif tidak bertujuan untuk menarik kesimpulan, hanya terbatas pada penyajian data yang telah terkumpul. Statistik 65

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 deskriptif dalam peneltian ini ingin melihat mean, median, modus, skor minimal dan skor maksimal dalam bentuk tabel memberi gambaran teratur, ringkas, dan jelas mengenai data penelitian. Mean adalah nilai rata-rata perbandingan jumlah skor (Sum) dengan n atau jumlah responden. Median adalah nilai tengah yang didasarkan interval skor, atau urutan besarnya data skor. Modus adalah nilai yang kerap kali muncul.(Kasmadi, 2012:105). 3.9.2. Teknik analisis inferensial Statistik inferensial adalah metode yang berhubungan dengan analisis data hingga penafsiran hipotesis penelitian (Kasmadi, 2013:100). Laporan inferensial dalam pennelitian ini dilakukan dengan melakukan pengujian hipotesis. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS 20 for windows yang meliputi beberapa langkah yaitu sebagai berikut: 3.9.2.1. Uji asumsi dasar 3.9.2.1.1. Uji normalitas data Uji normalitas dengan menggunakan teknik Kolmogorov-Sminorv Test. Teknik Kolmogorov-Sminorv digunakan untuk menentukan distribusi data yang digunakan untuk penelitian tersebut normal atau tidak (Priyatno,2012). Setelah mengetahui distribusi datanya, maka dapat diputuskan akan menggunakan analisis parametrik atau analisis non-parametrik. Kriteria yang digunakan dalam Kolmogorov- antara lain jika harga sig.>0,05, maka distribusi normal. Data yang berdistribusi normal selanjutnya dianalisi menggunakan teknik statistik parametrik uji t atau t-test. Jika harga sig.<0,05, maka distribusi data tidak 66

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 normal. Data yang berditribusi tidak normal selanjutnya dianalisis menggunakan teknik statistik nonparametrik Mann-Whitney 3.9.2.1.2. Uji homogenitas data Uji homogenitas adalah pengujian asumsi dengan tujuan untuk membuktikan data yang dianalisis berasal dari populasi yang tidak jauh berbeda keragamannya (varians) (Kasmadi,2014:118). Untuk penghitungan dengan bantuan program SPPS 20 for windows harga homogenitas dapat dilihat dari Levene Statistic. Kriteria untuk menguji persamaan adalah sebagai berikut jika harga sig.>0,05 maka tidak terdapat perbedaan antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan kata lain keduanya mempunyai persamaan data (varians homogen). Jika harga sig.<0,05 maka terdapat perbedaan antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan kata lain tidak ada persamaan data atau berbeda (varians tidak homogen). 3.9.2.1.3. Uji beda pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol Uji beda pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol dilakukan untuk mengetahui apakah kedua kelompok berada pada titik pijak yang sama. Uji beda ini menggunakan independent t-test untuk mengetahui apakah rata-rata dari kedua prestet sama atau berbeda. Jika kedua kelompok berada pada titik pijak yang sama maka selanjutnya posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dapat dibandingkan dengan independent t-test. Jika kedua kelompok tidak berada pada titik pijak yang sama selanjutnya digunakan selisih skor pretest ke posttest dengan independent t-test untuk pengujian pengaruh perlakuan. 67

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Langkah pengujian uji beda pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan menentukan hipotesis nol dan hipotesis alternatif dalam penelitian. Hipotesis statistik dalam penelitian ini H1: terdapat perbedaan rata-rata skor pretest kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. H0: Tidak terdapat perbedaan rata-rata skor pretest kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Kriteria untuk pengambilan keputusan yang digunakan dalam uji ini antara lain (Santoso, 2010) jika harga sig.(2.tailed) <0,05 maka H1 gagal ditolak dan H0 ditolak, terdapat perbedaan rata-rata skor pretest kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. I. Jika sig.(2.tailed)>0,05 maka H0 gagal ditolak dan H1 ditolak, tidak terdapat perbedaan rata-rata skor pretest kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. 3.9.2.2. Uji pengaruh perlakuan Uji pengaruh perlakuan dilakukan untuk memastikan apakah ada perbedaan antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Uji pengaruh pengaruh perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan independet t-test. Independent t-test atau uji sampel bebas digunakan untuk menguji perbedaan rata-rata dari dua kelompok sampel yang independen (Priyatno, 2012:17). Uji ini akan membandingkan rata-rata dari dua kelompok yang tidak berhubungan satu dengan yang lain, agar diketahui apakah kedua kelompok tersebut mempuyai rata-rata yang sama atau tidak. Uji ini membandingkan skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol karena dalam uji beda pretest kedua kelompok berada pada titik pijak yang sama. Langkah pengujian independent t-test dengan menentukan hipotesis nol dan hipotesis alternatif dalam penelitian. Hipotesis statistik dalam penelitian ini adalah 68

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 H1= terdapat perbedaan prestasi belajar siswa kelas IV Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. H0= Tidak terdapat perbedaan prestasi belajar siswa kelas IV Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I Kriteria untuk pengambilan keputusan yang digunakan dalam uji ini antara lain (Santoso, 2010) jika harga sig.(2.tailed) <0,05 maka H1 gagal ditolak dan H0 ditolak, terdapat perbedaan prestasi belajar siswa kelas IV Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Jika sig.(2.tailed)>0,05 maka H0 gagal ditolak dan H1 ditolak, tidak terdapat perbedaan prestasi belajar siswa kelas IV Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Sedangkan, jika distribusi data penelitian tidak normal maka data dianalisis dengan menggunakan analisis nonparametrik Mann-Whitney. Maka, pada penelitian ini menggunakan analisis data dengan menggunakan independent t-test karena data berdistribusi normal dan varians homogen. 69

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab IV membahas tentang hasil penelitian yang berisi deskripsi data, perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I yang berisi uji normalitas, uji homogenitas dan uji pengaruh perlakukan, pembahasan dan keterbatasan peneliti. 4.1. Hasil penelitian 4.1.1. Deskripsi pelaksanaan Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 1 Kebondalem Lor Prambanan. Penelitian ini mengambil data dari instrumen pretest dan posttest yang diberikan ke dua kelompok yang berbeda, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen pretest dan postest yang diberikan dengan soal pilihan ganda yang sama. Hal ini dikarenakan dengan soal yang sama akan mempermudah analisis data penelitian. Kelas yang dipilih sebagai kelompok eksperimen adalah kelas IVA dengan jumlah 31 siswa. Sedangkan kelompok kontrol menggunakan kelas IVB dengan jumlah 30 siswa. Instrumen soal pada pretest dan posttest dibuat untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Variabel independen dari penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Sedangkan variabel dependen dari penelitian ini adalah prestasi belajar. Hipotesis dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV yang signifikan dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Teknik pengumpulan data variabel prestasi 70

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 belajar menggunakan pretest dan posttest berupa soal pilihan ganda sebanyak 20 soal. Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sama-sama diberi pretest di awal pembelajaran dan posttest di akhir pembelajaran Setelah melakukan pretest diawal pembelajaran setiap masing-masing kelompok melaksanakan pembelajaran dengan model pembelajaran yang berbeda. Kelompok eksperimen menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I, sedangkan untuk kelompok kontrol menggunakan metode pembelajaran konvensional dengan ceramah. Pembelajaran dilaksanakan selama 4 kali pertemuan, dimana masing-masing pertemuan dilaksanakan selama 2x35 menit. Setiap akhir pembelajaran guru memberikan evaluasi dalam bentuk kuis pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Suasana di kelompok eksperimen dilaksanakan sesuai dengan langkahlangkah model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Hal ini terlihat dari lembar observasi pada lampiran 13 hal.213 yang dilakukan oleh observer ketika peneliti melakukan pembelajaran. Peneliti memberikan apersepsi diawal pembelajaran untuk mengajak siswa masuk ke materi pelajaran. Guru juga menyampaikan materi pelajaran hari itu kepada siswa. Setelah itu siswa dibagi ke dalam kelompok asal yang berisi 5-6 orang siswa yang heterogen, dimana pembentukan kelompok telah dilakukan peneliti sebelumnya dengan berdiskusi dengan guru mitra kelompok eksperimen agar pembentukan kelompok heterogen. Setelah bergabung dengan kelompok asal guru menentukan ketua kelompok dan meminta ketua kelompok untuk mengambil materi yang akan mereka pelajari di depan kelas. Setelah setiap kelompok asal mempunyai materi pelajaran, ketua kelompok dibantu dengan peneliti membagi materi kepada masing-masing anggota 71

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 kelompok. Masing-masing anggota kelompok wajib membaca dan mempelajari sub bab materi yang menjadi bagiannya. Setiap anggota kelompok mendapatkan bagian yang berbeda-beda dengan anggota kelompok yang lainnya. Setelah waktu dirasa cukup untuk setiap siswa membaca dan memahami materi pelajaran di dalam kelompok asal, setiap anggota kelompok bergabung dengan anggota kelompok dari kelompok asal lainnya yang mendapatkan materi yang sama. Ini yang dinamakan kelompok ahli. Di dalam kelompok ahli siswa menyampaikan pendapat dan hal-hal yang mereka ketahui tentang materi bagiannya secara bergantian untuk memperkaya pengetahuan mereka. Setiap siswa aktif mengikuti diskusi agar dapat menjelaskan materi kepada teman di dalam kelompok asal. Terlihat juga di dalam kelompok ahli siswa aktif bertanya jawab dengan teman seahli untuk memperkaya pengetahuan mereka. Setelah diskusi di kelompok ahli selesai siswa kembali ke kelompok asal. Di dalam kelompok asal siswa saling menyampaikan hasil diskusi kelompok ahli dan menjelaskan materi kepada teman-teman dalam kelompok. Setiap anggota kelompok berkontribusi untuk memberikan pengetahuan baru bagi teman-teman kelompok asal. Siswa juga bersama-sama mengerjakan lembar kerja asal yang berisi keseluruhan materi untuk memperkaya pengetahuan dan memperdalam ilmu yang mereka dapat dari teman sebaya mereka. Usai melakukan diskusi kelompok asal beberapa kelompok asal maju ke depan dan menyampaikan pendapatnya tentang pelajaran hari tersebut. Kelompok yang lain memperhatikan kelompok yang sedang maju untuk menambahkan jawaban apabila ada jawaban yang kurang atau pun keliru. 72

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Peneliti selaku guru dalam penelitian ini membantu memberi penegasan terhadap pengetahuan yang telah diterima siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Setelah semua dianggap jelas dan sudah tidak ada pertanyaan dari siswa, siswa mengerjakan kuis harian secara individu. Pola pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I ini dilakukan hingga 4 kali pertemuan. Setelah 4 kali pertemuan pembelajaran IPS dengan materi Sumber Daya Alam selesai maka diadakan posttest untuk kelompok eksperimen. Sedangkan untuk kelompok kontrol siswa mengikuti pembelajaran dengan model konvensional. Langkah pembelajaran dimulai dari guru memberikan apersepsi untuk materi pelajaran pada hari tersebut kemudian menjelaskan materi untuk menghantar siswa masuk ke pembelajaran. Guru dan siswa bertanya jawab tentang materi pelajaran. Siswa mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS) secara individu, ada juga yang dengan teman sebangku. Siswa mencatat materi dan maju ke depan untuk menyampaikan jawaban dari pertanyaan di LKS. Setelah pelajaran selesai dan guru telah memberikan penegasan tentang materi pelajaran siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu. Untuk kelompok kontrol juga melaksanakan pembelajaran IPS dengan materi Sumber Daya Alam selama 4 kali. Di awal pembelajaran diadakan pretest dan setelah 4 kali pertemuan selesai diadakan postest menggunakan soal yang sama dengan kelompok eksperimen. 4.1.2. Deskripsi data Berikut ini adalah deskripsi data prestasi belajar dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang diperoleh dari pretest dan posttest. 73

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Tabel 4.1 Deskripsi Data Prestasi Belajar Kelas control Skor pretest Kelas eksperimen Skor posttest Skor pretest Skor posttest Rata-rata 45,8 72,3 46,1 81,3 Skor tertinggi 70 85 75 100 Skor terendah 15 60 20 65 Modus 45 70 55 75 Median 45 70 45 80 KKM 60 60 60 60 Tabel diatas merupakan pemaparan dari data variabel prestasi belajar, secara umum yang memuat rata-rata, skor tertinggi, skor terendah, modus, median dan KKM mata pelajaran IPS. Berdasarkan skor hasil perhitungan pretest dan postest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan menggunakan bantuan program SPSS20 for windows diperoleh skor minimum pretest kelompok eksperimen 20 dan skor maksimum 75, skor minimum posttest kelompok eksperimen 65 dan skor maksimum 100. Skor rata-rata (mean) untuk pretest kelompok eksperimen sebesar 46,1 dan 81,3 untuk skor posttest. Sedangkan median untuk pretest kelompok eksperimen sebesar 45 dan 80 untuk skor posttest. Perolehan skor frekuensi tertinggi (modus) dari pretest kelompok eksperimen 55 dan 75 untuk skor posttest. Sedangkan skor minimum pretest kelompok kontrol 15 dan skor maksimum 70, skor minimum posttest kelompok kontrol 60 dan skor maksimum 85. Skor rata-rata (mean) untuk pretest kelompok kontrol sebesar 45,83 dan 72,3 untuk skor posttest. Sedangkan median untuk pretest kelompok kontrol sebesar 45 dan 70 untuk skor posttest. Perolehan skor frekuensi tertinggi (modus) dari pretest kelompok kontrol 45 dan 70 untuk skor posttest. Semua siswa 74

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 mendapatkan nilai paling rendah 60, berarti setiap siswa mendapatkan nilai sesuai KKM. Kondisi awal rata-rata pretest untuk masing-masing kelompok berada dalam kondisi yang tidak jauh berbeda (sama), tetapi untuk rata-rata skor posttest lebih unggul pada kelompok eksperimen. Dilihat juga dari perolehan skor tertinggi di masing-masing kelompok, terlihat bahwa perolehan skor tertinggi di kelompok ekperimen mencapai 100 sedangkan untuk kelompok kontrol hanya mencapai 85. Maka dari hasil-hasil tersebut kelompok eksperimen lebih unggul dari pada kelompok kontrol. 4.1.3. Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I 4.1.3.1. Uji normalitas Setelah data diperoleh maka perlu dilakukan uji asumsi dasar dan dilanjutkan uji hipotesis untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan prestasi belajar siswa kelas IV Sekolah Dasar yang signifikan dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Sebelum melakukan uji pengaruh perlakuan harus dilakukan uji asumsi dasar dengan menghitung uji normalitas data skor pretest dan skor posttest dari masing-masing kelompok dengan uji Kolmogorov-Sminorv menggunakan bantuan program komputer SPSS 20 for windows. Uji normalitas ini digunakan untuk mengetahui tebaran data dalam penelitian apakah berdistribusi normal atau tidak. Selanjutnya uji normalitas ini dilakukan untuk menentukan uji statistik yang akan digunakan untuk pengujian hipotesis penelitian. 75

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Sebelum melakukan uji normalitas diawali dengan menentukan hipotesis, H1: Data berditribusi normal dan H0: Data tidak berdistribusi normal. Penghitungan uji normalitas ini dengan kriteria jika harga sig.> 0,05 maka H 1 gagal ditolak dan H0 ditolak sehingga data berdistribusi secara normal. Jika harga sig.< 0,05 maka H0 gagal ditolak dan H1 ditolak sehingga data berdistribusi secara tidak normal. Selanjutnya data yang berdistribusi normal akan dihitung menggunakan statistik parametrik, sedangkan data yang berdistribusi tidak normal akan dihitung menggunakan statistik non parametrik. Data dalam penelitian ini semua berdistribusi normal maka akan menggunakan statistika parametrik. Berikut ini akan dijelaskan hasil uji normalitas nilai pretest dan posttest kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol dengan grafik distribusi data dan kurva uji normalitas. a. Uji normalitas pretest kelas kontrol Tabel 4.2 Hasil Uji Normalitas Pretest Kelas Kontrol Aspek Nilai signifikasi Keterangan Preetest kelas kontrol 0,200* Normal preetestkontrol Gambar 4.1 Histogram Uji Normalitas Preetest Kelompok Kontrol 76

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 Penghitungan uji normalitas dengan Kolmogorov-Sminorv bantuan program SPSS 20 for windows menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,200 yang berarti >0,05. Dari hasil tersebut dapat ditarik keputusan bahwa data pretest kelompok kontrol berdistribusi normal dan sangat signifikan. Hal ini juga dapat dilihat dari kurva normalitas yang terbentuk dalam histogram tersebut. b. Uji Normalitas Posttest Kelas Kontrol Tabel 4.3 Hasil Uji Normalitas Variabel Prestasi Belajar Aspek Nilai signifikasi Keterangan Posttest kelas kontrol 0,082 Normal Gambar 4.2 Histogram Uji Normalitas Postest Kelompok Kontrol Penghitungan uji normalitas dengan Kolmogorov-Sminorv bantuan program SPSS 20 for windows menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,082 yang berarti>0,05. Dari hasil tersebut dapat ditarik keputusan bahwa data posttest kelompok kontrol berdistribusi normal. Hal ini juga dapat dilihat dari kurva normalitas yang terbentuk dalam histogram tersebut. 77

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 c. Uji Normalitas Pretest Kelas Eksperimen Tabel 4.4 Hasil Uji Normalitas Pretest Kelas Eksperimen Aspek Nilai signifikasi Keterangan Preetest kelas eksperimen 0,200* Normal Gambar 4.3 Histogram Uji Normalitas Pretest Kelas Eksperimen Penghitungan uji normalitas dengan Kolmogorov-Sminorv bantuan program SPSS 20 for windows menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,200 yang berarti >0,05. Dari hasil tersebut dapat ditarik keputusan bahwa data pretest kelompok eksperimen berdistribusi normal dan sangat signifikan. Hal ini juga dapat dilihat dari kurva normalitas yang terbentuk dalam histogram tersebut. d. Uji Normalitas Posttest Kelas Eksperimen Tabel 4.5 Hasil Uji Normalitas Posttest Kelas Eksperimen Nilai signifikasi Keterangan 0,093 Normal Aspek Posttest kelas eksperimen 78

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Gambar 4.4 Histogram Uji Normalitas Posttest Kelas Eksperimen Penghitungan uji normalitas dengan Kolmogorov-Sminorv bantuan program SPSS 20 for windows menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,093 yang berarti >0,05. Dari hasil tersebut dapat ditarik keputusan bahwa data posttest kelompok eksperimen berdistribusi normal. Hal ini juga dapat dilihat dari kurva normalitas yang terbentuk dalam histogram tersebut. Output penghitungan uji normalitas dengan bantuan program SPSS20 for windows dapat dilihat pada lampiran 7 hal.173. 4.1.3.2. Uji homogenitas Uji prasyarat yang selanjutnya dilakukan dengan cara uji homogenitas antara pretest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen pada variabel prestasi belajar. Uji homogenitas dilakukan untuk membuktikan apakah data yang dianalisis berasal dari populasi yang tidak jauh berbeda keragamannya (varians). Kedua data pretest tersebut dapat dikatakan tidak memiliki perbedaan varians jika harga sig.>0,05 dengan perhitungan Levene Statistic. Hipotesisnya adalah 79

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 H1:tidak ada perbedaan antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (varians homogen) H0:ada perbedaan antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (varians tidak homogen). Kriteria untuk pengambilan kesimpulan adalah sebagai berikut jika harga sig.> 0,05 H1 gagal ditolak dan H0 ditolak maka tidak terdapat perbedaan antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan kata lain varians homogen. Jika harga sig.<0,05 H0 gagal ditolak dan H1 ditolak maka terdapat perbedaan antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan kata lain varians tidak homogen. Tabel 4.6 Uji Homogenitas Skor Pretest Variabel Prestasi Belajar Hasil Pretest Nilai Signifikansi Kelompok kontrol dan 0,615 kelompok eksperimen Keterangan Homogen Dari tabel di atas harga signifikansi dengan menggunakan Levene Statistic adalah 0,615 atau sig.>0,05 maka H1 gagal ditolak dan H0 ditolak. Maka tidak ada perbedaan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen pada variabel prestasi belajar atau varians data dari kedua kelompok homogen. Output hasil analisis dengan SPSS 20 for windows dapat dilihat dalam lampiran 8 hal.173. 4.1.3.3. Uji beda pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol Uji beda pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol dilakukan untuk mengetahui apakah kedua kelompok berada pada titik pijak yang sama. Uji beda ini menggunakan independent t-test untuk mengetahui apakah rata-rata dari kedua prestet sama atau berbeda. Jika kedua kelompok berada pada titik pijak yang sama maka selanjutnya posttest kelompok eksperimen dan 80

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 kelompok kontrol dapat dibandingkan dengan independent t-test. Jika kedua kelompok tidak berada pada titik pijak yang sama selanjutnya digunakan selisih skor pretest ke posttest dengan independent t-test untuk pengujian pengaruh perlakuan. Langkah pengujian uji beda pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan menentukan hipotesis nol dan hipotesis alternatif dalam penelitian. Hipotesis statistik dalam penelitian ini H1: terdapat perbedaan rata-rata skor pretest kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. H0: Tidak terdapat perbedaan rata-rata skor pretest kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Kriteria untuk pengambilan keputusan yang digunakan dalam uji ini antara lain (Santoso, 2010) jika harga sig.(2.tailed) <0,05 maka H1 gagal ditolak dan H0 ditolak, terdapat perbedaan rata-rata skor pretest kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. I. Jika sig.(2.tailed)>0,05 maka H0 gagal ditolak dan H1 ditolak, tidak terdapat perbedaan rata-rata skor pretest kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Dari uji homogenitas dengan Levene Statistic terlihat bahwa varians homogen, maka peneliti menggunakan baris Equal variances assumed untuk mengambil kesimpulan. Tabel 4.7 Perbandingan Skor Pretest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol. Hasil Posstest Nilai signifikansi Kelas eksperimen dan 0.939 kelas kontrol Keterangan Tidak Berbeda Dari data tabel diatas diketahui harga sig.(2-tailed) adalah 0.939 atau >0.05, maka H0 gagal ditolak dan H1 ditolak. Hal ini berarti tidak terdapat perbedaan antara rata-rata skor pretest kelompok eksperimen dengan kelompok 81

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 kontrol. Output hasil analisis dengan SPSS 20 for windows dapat dilihat dalam lampiran 9 hal.174. 4.1.3.4. Uji Pengaruh Perlakuan Uji pengaruh perlakuan dilakukan untuk melihat apakah terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik karena data berdistribusi normal dengan statistik Independent sample t-test. Analisis penelitian ini ingin mengetahui perbedaan rata-rata nilai antara kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen. Analisis ini akan digunakan untuk menarik kesimpulan dari penelitian. Hipotesis statistik dari penelitian ini adalah H1: terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. H0: tidak terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut. Jika harga sig.(2-tailed) < 0,05 maka H1 gagal ditolak dan H0 ditolak. Hal ini berarti terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Jika harga sig.(2-tailed) > 0,05 maka H0 gagal ditolak dan H1 ditolak. Hal ini berarti tidak terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Dari uji homogenitas dengan Levene Statistic terlihat bahwa varians homogen, maka peneliti menggunakan baris Equal variances assumed untuk mengambil kesimpulan. 82

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 Tabel 4.8 Perbandingan Skor Posttest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Variabel Prestasi Belajar. Hasil Posstest Nilai signifikansi Kelas eksperimen dan 0.000 kelas kontrol Keterangan Berbeda Dari data tabel diatas diketahui harga sig.(2-tailed) adalah 0.000 atau <0.05, maka H1 gagal ditolak dan H0 ditolak. Hal ini berarti terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Output hasil analisis dengan SPSS 20 for windows dapat dilihat dalam lampiran 10 hal.174. Hasil analisis yang dilakukan akan digunakan sebagai titik pijak untuk menarik kesimpulan apakah hasil penelitian ini menerima atau menolak hipotesis penelitian. Dari hasil pengujian pengaruh perlakuan disimpulkan bahwa hipotesis penelitian diterima sehingga terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Grafik garis berikut memperlihatkan skor pretest dan posttest baik di kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. 83

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Gambar 4.5 Perbandingan antara Skor Pretest dan Posttest pada Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen 4.2. Rangkuman hasil penelitian Berikut ini adalah pemaparan dari hasil analisis data. Pada perhitungan skor pretest pada variabel prestasi belajar menunjukkan bahwa keduanya berada pada titik pijak yang sama atau tidak berbeda antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai signifikansi 0,615 atau sig.>0,05 untuk variabel prestasi belajar, maka H1 gagal ditolak dan H0 ditolak yang berarti bahwa tidak ada perbedaan (varians data homogen) antara data skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sebelumnya telah dilakukan uji normalitas dari semua kelompok data penelitian untuk mengetahui distribusi data sebagai uji prasyarat. Pada perhitungan normalitas semua kelompok data yang digunakan untuk penelitian menunjukkan data yang berditribusi normal. Hal tersebut ditunjukkan oleh nilai sig.>0,05 sehingga H1 gagal ditolak yang menyatakan seluruh kelompok data berdistribusi normal. Setelah diketahui data berdistribusi normal dan berada pada titik pijak yang sama, maka dapat digunakan uji indepedent t-test untuk pengujian hipotesis. Berikut adalah rangkuman dari analisis data. 84

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Tabel 4.9 Hasil Uji Normalitas Variabel Prestasi Belajar No Aspek Nilai signifikasi Keterangan 1 Preetest kelas kontrol 0,200* Normal 2 Posttest kelas kontrol 0,082 Normal 3 Preetest kelas eksperimen 0,200* Normal 4 Posttest kelas eksperimen 0,093 Normal Tabel 4.10 Rangkuman Homogenitas Pretest Variabel Nilai Signifikansi Keterangan Prestasi belajar 0.615 Homogen Tabel 4.11 Rangkuman Pretest Ke Posttest Variabel Kelompok Rata-rata (%) Peningkatan Prestasi belajar Eksperimen Kontrol Pretest 46,1 Posttest 81,3 Pretest 45,8 Posttest 72,3 76,35 57,86 Tabel 4.12 Rangkuman Perbandingan Skor Posttest Variabel Prestasi belajar Hasil Nilai signifikansi Perbandingan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol 0.000 Keterangan Berbeda 4.3. Pembahasan Analisis data dalam penelitian ini diawali dengan uji normalitas, uji homogenitas, uji beda pretest, selanjutnya uji hipotesis dengan menggunakan statistic parametric Independent t-test untuk mengetahui perbedaan skor rata-rata 85

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 posttest tiap kelompok. Cara ini dipilih karena hasil uji pretest tidak berbeda/ homogen dan berada dalam titik pijak yang sama sehingga dilakukan perbandingan nilai posttest. Uji normalitas menunjukkan semua data berdistribusi normal sehingga dilakukan analisis statistik parametrik dengan Independent t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Ada perbedaan antara kelompok yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I dengan yang tidak menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I dalam prestasi belajar IPS siswa. Hal ini ditunjukkan dai harga sig.(2-tailed) adalah 0.000 atau <0.05 yang berarti terdapat perbedaan antara skor posttest kelompok eksperimen dan skor posstest kelompok kontrol. Hal ini juga dapat dilihat dari grafik 4.5 bahwa skor kelompok eksperimen berbeda dengan kelompok kontrol. Pada skor kelompok eksperimen mengalami peningkatan yang lebih tinggi daripada skor kelompok kontrol. Perolehan rata-rata skor posttest kelompok eksperimen lebih unggul dari kelompok kontrol jika dilihat dari perolehan rata-rata kelompok eksperimen sebesar 81,3 dan untuk kelompok kontrol sebesar 72,3. Besarnya pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I dengan rumus effect size adalah sebagai berikut: 86

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 Kriteria nilai dalam effect size adalah sebagai berikut (Field, 2009,57) : Tabel 4.13 Kriteria effect size Nilai Kriteria 0,1-0,29 Kecil 0,3-0,49 Sedang 0,5-.... Besar Dari data effect size diatas menujukkan kategori sedang yaitu 0,48. Hal demikian membuktikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I memberikan dampak yang cukup baik untuk prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar yang ditunjukkan dari ukuran tersebut. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I ini dapat meningkatkan prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar dibandingkan model pembelajaran konvensional. Kesimpulan dari penelitian ini mendukung berbagai penelitian-penelitian sebelumnya yang meneliti tentang model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Rukiyah (2012) meneliti tentang pengaruh model kooperatif teknik Jigsaw pada pembelajaran IPA untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas 5 Sekolah Dasar. Wacika (2013) meneliti tentang pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar IPS ditinjau dari sikap sosial dalam pembelajaran 87

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 IPS pada siswa kelas V. Birawan (2011) meneliti tentang pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas VII pelajaran IPS. Mujmal, dkk (2012) melakukan penelitian tentang pengaruh model pembelajaran kooperatf tipe Jigsaw I terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII MTS NW Gereneng pada semester gasal tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian-penelitian yang dilakukan oleh peneliti terdahulu tersebut juga memberikan kesimpulan yang baik mengenai penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I, bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I dapat meningkatkan prestasi belajar. Prestasi belajar siswa kelompok eksperimen lebih tinggi dari prestasi belajar kelompok kontrol karena penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I berhasil dilaksanakan di kelompok eksperimen. Hal ini memperkuat pendapat dari Slavin (2011:4-5) bahwa pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan pencapaian prestasi siswa. Jigsaw I adalah salah satu contoh metode dalam model pembelajaran kooperatif yang tentunya memiliki unsurunsur yang dimiliki oleh model pembelajaran kooperatif. Isdjoni (2010:5) menegaskan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I mendorong siswa untuk aktif dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran untuk mencapai prestasi yang maksimal. Pembelajaran koopertif tipe menumbuhkan kerja sama dan rasa tanggung jawab Jigsaw I siswa terhadap pembelajarannya sendiri maupun pembelajaran teman dalam kelompok akan tercipta. Siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai materi sendiri tetapi juga dituntut untuk dapat menjelaskan pada siswa lain dalam kelompoknya, siswa 88

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep-konsep yang sulit apabila mereka dapat saling mendiskusikan konsep konsep dengan temannya. Menurut Syah (2012) metode pembelajaran merupakan faktor yang mempengaruhi belajar dan berdampak pada prestasi belajar siswa. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I ini menjadi alternatif yang dapat digunakan guru untuk mengajarkan materi IPS di Sekolah Dasar yang penuh dengan narasi dan hafalan, sehingga siswa dapat memahami materi dengan cara belajar menjadi ahli dan mendapatkan informasi dari teman-temannya. 89

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab V ini berisi uraian kesimpulan dan saran. Kesimpulan menunjukkan hasil penelitian yang menjawab hipotesis penelitian kemudian bagian saran berisi saran umum dan beberapa saran bagi penelitian selanjutnya. 5.1. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap siswa kelas IV SD Negeri 1 Kebondalem Lor Prambanan pada mata pelajaran IPS materi Sumber Daya Alam dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I. Hal ini dapat dilihat dari tabel perbandingan rata-rata skor posttest dengan uji Independent t-test diketahui harga sig.(2-tailed) adalah 0.000 atau < 0.05, maka H1 gagal ditolak. Artinya terdapat perbedaan antara skor posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 5.2. Keterbatasan penelitian Keterbatasan penelitian ini adalah soal pretest dan posttest dibuat sama dengan urutan yang tidak diubah oleh peneliti. Soal pretest dan posttest menggunakan 20 soal pilihan ganda dengan soal yang tidak diacak kembali. Hal ini akan membuat kemungkinan siswa mengingat jawaban soal pretest ketika mengerjakan soal posttest karena jarak pemberian pretest dengan posttest berdekatan dengan soal yang sama persis. Selain itu penelitian ini hanya dibatasi 90

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 oleh ranah kognitif. Sehingga tidak ditemukan kontribusi model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I untuk ranah aektif dan psikomotorik siswa. 5.3. Saran 5.3.1. Bagi guru Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I dapat diperhitungkan untuk dipergunakan menjadi model pembelajaran yang diterapkan di sekolah karena model pembalajaran kooperatif tipe Jigsaw I memberikan kontribusi terhadap peningkatan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPS. Model pembelajaran kooperatif tipe menghidupkan suasana belajar siswa di dalam kelas dibandingkan model Jigsaw I mampu tradisional yang hanya menggunakan metode ceramah dalam mata pelajaran IPS. Dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I dapat membantu siswa memahami materi pelajaran IPS. 5.2.1. Bagi peneliti lain Berikut akan dipaparkan saran bagi peneliti selanjutnya adalah sebagai berikut. Soal pretest dan posttest dapat dibuat dengan soal yang berbeda. Pemberian pretest dan posttest dengan waktu yag berdekatan akan menimbulkan invaliditas internal, sehingga soal dapat diacak atau dimodifikasi. Untuk penelitian selanjutnya juga bisa dikembangkan dengan meneliti aspek psikomotrik dan afektif siswa. Selain itu peneliti yang bertindak sebagai guru harus benar-benar paham tentang model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I dan langkah-langkahnya. Peneliti sebagai guru perlu mempersiapkan keterlaksanaan langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I karena langkah-langkah model 91

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 pembelajaran ini membutuhkan banyak waktu. Peneliti diharapkan dapat mengkondisikan dan menguasai siswa agar mampu mengikuti langkah-langkah pembelajaran. Apabila guru kelas yang melakukan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I perlu adanya koordinasi dengan peneliti agar langkah-langkah pembelajaran tepat dan berjalan dengan lengkap. Guru dan peneliti perlu berdiskusi mengenai pemahaman tentang langkah-langkah pembelajaran. 92

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 DAFTAR REFERENSI Arikunto, S. (2010). Manajemen penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Aronson, E. (2011). Cooperation in the classroom. London: Pinter & Martin Ltd. Azwar, S. (2012). Tes prestasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Birawan, I. 2011. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dan Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa KElas VII Pelajaran IPS di SMP Negeri I Tabanan Tahun Pelajaran 2010/2011. Jurnal Penelitian Pascasarjana Undiksha Vol 1 No 1. Creswell, J. W. (2012). Research design. Terjemahan oleh Achmad Fawaid. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Depdiknas. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Deswati, N. (2012). Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Biologi Kelas VII SMPN 2 Lubuk Sikaping Tahun Pelajaran 2011/2012. e-jurbal Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi 2012, Vol 1 No1. Field, A. (2009). Discovering statistics using SPSS. London: Sage Publications Ltd. Hamalik, O. (1995). Media pendidikan. Bandung: Citra Aditya Bakti. Huda, M. (2012). Cooperative learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Imron, A. (1996). Belajar & Pembelajaran. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya. Isdjoni. (2010). Pembelajaran kooperatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Kasmadi., dan Nia Siti Sunariah. (2014). Panduan Modern Penelitian Kuantitatif. Bandung: Penerbit Alfabeta. Lie, A. (2010). Cooperative learning. Jakarta: PT Gramedia. Masidjo, Ign. (1995). Penilaian pencapaian hasil belajar siswa di sekolah. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Mujmal. (2013). Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw terhadap Motivasi dan Hasil Belajar IPS kelas VIII IPS MTS NW Gereneng Kecamatan Sakra Timur. e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha , 3. 93

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 Majid, A. (2013). Strategi pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Mustaqim. (2008). Psikologi pendidikan. Semarang: Pustaka Pelajar. Mundir.(2013). Statistika pendidikan. Yogyakarta:Pustaka Pelajar. Mustamiin, M. Z. (2013). Pengaruh Penggunaan Model Kooperatif Learning terhadap Hasil Belajar IPS ditinjau dari Motivasi Berprestasi. e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha, Vol 3. Priyatno, D. 2012. Belajar praktis analisis parametrik dan non parametrik dengan SPSS. Yogyakarta:Penerbit Gava Media. Purwanto. (2009). Evaluasi hasil belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Rukiyah. (2012). Pengaruh model kooperatif teknik jigsaw pada pembelajaran IPA untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas 5 Sekolah Dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan , 15. Rusman. (2011). Model-model pembelajaran. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Sangadji, E. M. (2010). Metodologi penelitian. Yogyakarta: Penerbit Andi. Sanjaya, W. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. (2011). Jakarta: Kencana: Prenada Media. Santoso, S. (2010). Statistik parametrik. Jakarta: PT Elek Media Komputindo. Sapriya. (2009). Pendidikan IPS. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sarwiyanto. (2009). Ayo belajar ilmu pengetahuan sosial IPS kelas 4 SD. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Siregar, E., Hartini Nara. (2011). Teori belajar dan pembelajaran. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia. Slavin, R. (2008). Cooperative learning. Terjemahan oleh Nurulita. Bandung: Penerbit Nusa Media. Slameto. (2010). Belajar & faktor-faktor yang mendukung. Jakarta: PT Rineka Cipta. Sudijono, A. (2011). Pengantar evaluasi pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers. Sudjana, N. (2009). Penilaian hasil proses belajar mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sugiyanto. (2009). Model-model pembelajaran inovatif. Surakarta: Yuma Pustaka bekerja sama dengan FKIP UNS. Sugiyono. (2011). Metode penelitian kombinasi. Bandung: Alfabeta. 94

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Suharsimi, A. (2010). Manajemen penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Suharsimi, A. (2006). Prosedur penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Sujarweni, V. W. (2012). Statistika untuk penelitian. Yogyakarta: Graha Ilmu. Supardi. (2011). Dasar-dasar ilmu sosial. Yogyakarta: Penerbit Ombak. Suprijono, A. (2009). Cooperative learning teori dan aplikasi Paikem. Jakarta: Pustaka Pelajar. Surapranata. (2009). Analisis, validitas, reliabilitas dan intepretasi hasil tes. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Susanto, A. (2013). Teori belajar dan pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Suyatno. (2009). Menjelajah pembelajaran inovatif. Sidoarjo: Masmedia Buana Pustaka. Syah, M. (2003). Psikologi belajar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Tim Penyusun KTSP. (2006). Panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SD/MI. Jakarta: Balai Pustaka Dharma Bakti. Tim Penyusun KTSP. 2007. Kurikulum Tingkat Satuan Pandidikan (KTSP). Jakarta:Balai Pustaka Dharma Bakti. Umar, A. (2007). IPS terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: Penerbit Erlangga. Umar, A. (2013). IPS terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas IV Mengacu pada Kurikulum 2013. Jakarta: Penerbit Erlangga. Utami, T. D. (2009). Ilmu Pengetahuan Sosial untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: Penerbit Erlangga. Wacika, I. B. (2013). Pengaruh Model Pembelajarn Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap Hasil Belajar IPS Ditinjau dari Sikap Sosial dalam Pembelajaran IPS pada Siswa Kelas V di SDN Panjer. e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha , 3. Yamin, M. (2007). Kiat membelajarkan siswa. Jakarta: Gaung Persada Press Jakarta. 95

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 Lampiran 1. Surat izin penelitian 96

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 Lampiran 2. Surat telah melakukan penelitian 97

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Lampiran. 3 98

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 99

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 100

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 101

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 102

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 103

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 104

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 105

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 Lampiran 4. RPP KELOMPOK EKSPERIMEN 106

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELOMPOK EKSPERIMEN Satuan Tingkat Pendidikan : SDN 1 KEBONDALEM LOR Mata Pelajaran : IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) Hari/ Tanggal/ Pertemuan ke : Rabu/ 8 Januari 2014/ 1 Kelas/Semester : IV / 2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 pertemuan) A. Standar Kompetensi 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi. B. Kompetensi dasar 2.1 Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya. C.Indikator Kognitif 1. Menyebutkan sumber daya alam yang berpotensi di daerah tempat tinggalnya. 2. Mengelompokkan sumber daya alam. Afektif Tepat waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Psikomotorik Menempel gambar hasil sumber daya alam dalam tabel pengelompokkan sumber daya alam. D. Tujuan pembelajaran Kognitif 1. Siswa mampu menyebutkan sumber daya alam yang berpotensi di daerah tempat tinggalnya minimal pengelompokkannya tanpa bantuan teman. 2. Siswa mampu mengelompokkan sumber daya alam yang berpotensi di daerahnya dalam tabel tanpa bantuan teman. Afektif 1. Siswa tepat waktu dalam mengerjakan semua tugas yang diberikan saat pembelajaran. 107

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 Psikomotorik 1. Siswa mampu menempel gambar hasil sumber daya alam dalam tabel pengelompokkan sumber daya alam bersama teman kelompok. E. Materi ajar/pokok dan uraian materi(terlampir pada Lembar Kerja Siswa) a. Macam-macam sumber daya alam yang berpotensi di daerahnya. b. Pengelompokkan sumber daya alam. F. Model, Metode, dan Teknik Pembelajaran : a. Model Pembelajaran Pembelajaran Kooperatif. b. Metode Pembelajaran Teknik Jigsaw I. c. Teknik Pembelajaran Pemberian tugas, diskusi, presentasi. G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan 1. Kegiatan Awal:Salam, doa, presensi Apersepsi a. Siswa mendengarkan cerita guru tentang berlibur ke pegunungan. b. Guru menghubungkan cerita berlibur ke pegunungan dengan sumber daya alam yang ada di daerah pegunungan. c. Siswa dan guru bertanya jawab tentang sumber daya alam di sekitar tempat tinggal siswa. d. Siswa memperhatikan gambar-gambar sumber daya alam yang dibawa oleh guru. Orientasi Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran pada hari ini dari guru. Motivasi Siswa mendapat motivasi dari guru mengenai manfaat belajar sumber daya alam di lingkungan sekitar dan pengelompokkannya 2. Kegiatan Inti Eksplorasi a. Siswa dibagi menjadi 6 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang yang heterogen Kelompok Asal A B C D E F b. Setiap kelompok menunjuk 1 siswa untuk menjadi ketua kelompok dengan bantuan guru c. Setiap anggota kelompok mendapatkan LKS dan materi ajar yang akan dipelajari hari tersebut. 108 Waktu (15 menit) (45 menit) 15 menit

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 Materi yang akan dipelajari bersama tentang: 1. Hasil pertanian dan perkebunan 2. Hasil peternakan 3. Hasil laut dan perikanan 4. Hasil hutan dan lingkungan alam yang indah 5. Hasil pertambangan Guru membagi siapa saja yang bertugas membaca per materi d. Setiap siswa mendapat satu (1) bagian materi pelajaran yang akan dipelajari. Setiap siswa melakukan studi pustaka tentang materi yang didapatkan dalam kelompok asal dan mencatat hal-hal penting dari materi yang dipelajari e. Setelah dirasa cukup dan masing-masing siswa sudah menyelesaikan tanggung jawab soalnya, guru membimbing siswa untuk membentuk kelompok ahli. Kelompok ahli dibentuk dari kumpulan siswa yang mempelajari materi yang sama. Kegiatan yang terjadi di kelompok ahli adalah setiap siswa membagikan dan berdiskusi tentang materi yang telah dipelajari. Setelah itu didapatkan materi yang lengkap kemudian siswa memikirkan bagaimana menjelaskan materi yang didapat dari kelompok ahli ke kelompok asal masing-masing. Kelompok Ahli Ahli 1 Ahli 2 Ahli 3 11111 Ahli 4 44444 22222 33333 Ahli 5 55555 Elaborasi 15 menit a. Setiap siswa dalam kelompok ahli kembali ke kelompok asal dan membagikan hasil diskusi dalam kelompok asal. b. Setiap anggota kelompok mengerjakan LKS bersama kelompok asal. LKS yang harus dikerjakan siswa dalam kelompok asal adalah mengisi tabel sumber daya alam dan menempelkan pengelompokkan sumber daya alam. Konfirmasi 10 menit a. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-hal yang dirasa kurang dipahami. b. Guru membenahi konsep siswa apabila ada yang keliru. 109

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 3. Kegiatan Penutup (10 menit) Merangkum Siswa dibantu guru menyimpulkan pembelajaran hari ini bersamasama. Menilai Siswa mengerjakan lembar evaluasi berupa kuis secara individu Refleksi Siswa menyampaikan refleksi pembelajaran hari ini a. Bagaimana perasaan belajar pada hari ini? b. Mengapa merasa seperti itu? c. Apa manfaat belajar materi pelestarian sumber daya alam? Siswa menggambarkan ekspresi wajah di lembar ekspresi yang disediakan Tindak Lanjut Siswa diminta menuliskan sumber daya alam yang ada di lingkungan. H. Penilaian : 1. Penilaian Kognitif No. Indikator Pencapaian Kompetensi 1 Menyebutkan sumber daya alam yang berpotensi di daerah tempat tinggalnya 2 Mengelompokkan sumber daya alam Teknik Bentuk Penilaian Instrumen Tes Tes Tes tertulis Instrumen/ Soal Terlampir Tes tertulis Penilaian: NA  Jumlah skor yang didapat x 10 Jumlah skor maksimum 2. Penilaian Afektif (terlampir) 3. Penilaian Psikomotor (terlampir) 110

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 I. Sumber Belajar dan Media Pembelajaran : 1. Sarwiyanto., dkk. (2009). Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial IPS KElas 4 SD. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Hal 135-149 2. Umar, A., dkk. (2007). IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: enerbit Erlangga. Hal 119-128 3. Umar, A., dkk. (2013). IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas IV Mengacu pada Kurikulum 2013. Jakarta: Penerbit. Erlangga. Hal: 83-111 4. Utami, T. D., dkk. (2009). Ilmu Pengetahuan Sosial untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: Penerbit Erlangga. Hal 69-82 5. Lembar Kerja Siswa. 6. Rangkuman materi kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam. 7. Gambar-gambar sumber daya alam di lingkungan setempat. Mengetahui, Peneliti, Guru mata pelajaran IPS Maryati, S.Pd. Ursula Wahyu Dwi W. NIP. 19570218 197701 2 001 NIM. 101134035 Mengesahkan, 111

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELOMPOK EKSPERIMEN Satuan Tingkat Pendidikan : SDN 1 KEBONDALEM LOR Mata Pelajaran : IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) Hari/ Tanggal/ Pertemuan ke : Jumat / 10 Januari 2014/ 2 Kelas/Semester : IV / 2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 pertemuan) A. Standar Kompetensi 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi. B. Kompetensi dasar 2.1 Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya. C.Indikator a. Kognitif Menjelaskan manfaat dari hasil sumber daya alam yang ada di lingkungan setempat. b. Afektif Tepat waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. c. Psikomotorik Menjodohkan macam-macam kegiatan ekonomi dengan contoh kegiatannya. D. Tujuan pembelajaran a. Kognitif Siswa mampu menjelaskan manfaat dari hasil sumber daya alam tanpa bantuan teman. b. Afektif Siswa tepat waktu dalam menyelesaikan semua tugas yang diberikan oleh guru 112

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 c. Psikomotorik Siswa mampu menjodohkan macam-macam kegiatan ekonomi dengan contoh kegiatannya tanpa membuka catatan. E. Materi ajar/pokok dan uraianmateri(terlampir pada Lembar Kerja Siswa) Pemanfaatan sumber daya alam. F. Model dan Metode Pembelajaran : a. Model Pembelajaran Cooperative learning b. Metode Pembelajaran Teknik Jigsaw I c. Teknik Pembelajaran Pemberian tugas, diskusi, presentasi. G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan 1. Kegiatan Awal:Salam, doa, presensi, Apersepsi a. Siswa mendengarkan cerita guru tentang kegiatan pemanfaatan sumber daya alam. b. Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang pemanfaatan sumber daya alam. Orientasi Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran pada hari ini dari guru. Motivasi Siswa mendapat motivasi dari guru mengenai manfaat dari belajar kegiatan ekonomi dan manfaat sumber daya alam. 2. Kegiatan Inti Eksplorasi a. Siswa dibagi menjadi 6 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang yang heterogen. Kelompok Asal A B C D E F b. Guru menunjuk satu siswa untuk menjadi ketua kelompok dalam kelompok asal. c. Ketua kelompok membantu guru untuk membagikan materi. Setiap anggota kelompok mendapatkan LKS dan materi yang 113 Waktu (10 menit) (45 menit) 15 menit

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 akan dipelajari . Materi yang akan dipelajari bersama tentang: 1. pemanfaatan SDA Tanah 2. pemanfaatan SDA sungai, laut, dan danau (air) 3. Pemanfaatan SDA Hutan dan Tumbuhan 4. Pemanfaatan lingkungan alam yang indah, udara, dan matahari 5. Kegiatan pemanfaatan sumber daya alam (konsumsi, produksi, dan konsumsi) d. Siswa mendapat satu (1) bagian materi pelajaran yang akan dipelajari. Siswa melakukan studi pustaka tentang materi yang didapatkan dan mengerjakan lembar kerja ahli masing-masing. e. Setelah dirasa cukup dan masing-masing siswa sudah menyelesaikan tanggung jawab soalnya, guru membimbing siswa untuk membentuk kelompok ahli. Kelompok ahli dibentuk dari kumpulan siswa yang mempelajari materi yang sama. Kegiatan yang terjadi di kelompok ahli adalah setiap siswa membagikan dan berdiskusi tentang materi. Setelah itu didapatkan materi yang lengkap kemudian siswa memikirkan bagaimana menjelaskan materi yang didapat dari kelompok ahli ke kelompok asal masingmasing. Kelompok Ahli Ahli 1 Ahli 2 Ahli 3 11111 Ahli 4 44444 22222 33333 15 menit Ahli 5 55555 Elaborasi 10 menit a. Setiap siswa dalam kelompok ahli kembali ke kelompok asal dan membagikan hasil diskusi dalam kelompok asal. b. Setiap anggota kelompok mengerjakan LKS bersama kelompok asal (LKS yang dikerjakan yaitu menjodohkan pemanfaatan sumber daya alam dengan kegiatannya serta menyebutkan berbagai manfaat sumber daya alam). Konfirmasi a. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-hal yang dirasa kurang dipahami. b. Guru membenahi konsep siswa apabila ada yang keliru. 3. Penutup (10 menit) Merangkum Siswa dibantu guru menyimpulkan pembelajaran hari ini bersamasama. Menilai Siswa mengerjakan lembar evaluasi dalam bentuk kuis secara individu. Refleksi Siswa menyampaikan refleksi pembelajaran hari ini a. Bagaimana perasaan belajar pada hari ini? b. Mengapa merasa seperti itu? 114

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 c. Apa manfaat belajar materi pelestarian sumber daya alam? Siswa menggambarkan ekspresi wajah di lembar ekspresi yang disediakan Tindak Lanjut Siswa diminta menemukan sumber daya alam di lingkungkan sekitarnya san menuliskan manfaatnya. H. Penilaian : 1. Penilaian Kognitif No. Indikator Pencapaian Kompetensi 1 Teknik Bentuk Penilaian Instrumen Siswa mampu Tes menjelaskan manfaat Instrumen/ Soal Tes tertulis dari hasil sumber daya Terlampir alam dalam tabel tanpa bantuan teman Penilaian: Skor 5 jika siswa dapat menjelaskan dengan tepat manfaat dari lima hasil sumber daya alam Skor 4 jika siswa dapat menjelaskan dengan tepat manfaat dari empat hasil sumber daya alam Skor 3jika siswa dapat menjelaskan dengan tepat manfaat dari tiga hasil sumber daya alam Skor 2 jika siswa dapat menjelaskan dengan tepat manfaat dari dua hasil sumber daya alam Skor 1 jika siswa dapat menjelaskan dengan tepat manfaat dari satu hasil sumber daya alam Penilaian: NA  Jumlah skor yang didapat x 10 Jumlah skor maksimum 115

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 2. Penialain Afektif (terlampir) 3. Penilaian Psikomotor (terlampir) I. Sumber Belajar dan Media Pembelajaran : 1. Sarwiyanto., dkk. (2009). Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial IPS KElas 4 SD. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Hal 135-149 2. Umar, A., dkk. (2007). IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: enerbit Erlangga. Hal 119-128 3. Umar, A., dkk. (2013). IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas IV Mengacu pada Kurikulum 2013. Jakarta: Penerbit. Erlangga. Hal: 83-111 4. Utami, T. D., dkk. (2009). Ilmu Pengetahuan Sosial untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: Penerbit Erlangga. Hal 69-82 5. Lembar Kerja Siswa. 6. Rangkuman materi pemanfaatan Sumber Daya Alam. Mengetahui, Peneliti, Guru mata pelajaran IPS Maryati, S.Pd. Ursula Wahyu Dwi W. NIP. 19570218 197701 2 001 NIM. 101134035 Mengesahkan, 116

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELOMPOK EKSPERIMEN Satuan Pendidikan : SD N KEBONDALEM LOR Mata Pelajaran : IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) Hari/ Tanggal/ Pertemuan ke : Rabu/ 15 Januari 2014/ 3 Kelas/Semester :IV / 2 Alokasi Waktu :2 x 35 menit (1 pertemuan) A. Standar Kompetensi 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi. B. Kompetensi dasar 2.1 Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya. C.Indikator Kognitif 1. Menyebutkan bentuk-bentuk kegiatan ekonomi masyarakat. 2. Menjelaskan pengaruh keadaan alam terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. Afektif Tepat waktu dalam mengumpulkan tugas yang diberikan. Psikomotorik Menempelkan kartu kegiatan ekonomi di kolom keadaan alam. D. Tujuan pembelajaran Kognitif 1. Siswa mampu menyebutkan 3 bentuk kegiatan ekonomi masyarakat dalam keadaan alam tertentu tanpa bantuan teman. 2. Siswa mampu menjelaskan 2 pengaruh keadaan alam di lingkungan sekitar terhadap kegiatan ekonominya tanpa bantuan teman. 117

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 Afektif Siswa tepat waktu dalam mengumpulkan semua tugas yang diberikan dengan jawaban yang sesuai. Psikomotorik Siswa mampu menempelkan 10 kartu kegiatan ekonomi di kolom keadaan alam bersama teman satu kelompok. E. Materi ajar/pokok dan uraian materi(terlampir pada Lembar Kerja Siswa) a. Bentuk kegiatan ekonomi masyarakat. b. Pengaruh keadaan alam terhadap kegiatan ekonomi. F. Model dan Metode Pembelajaran : a. Model Pembelajaran Cooperative learning b. Metode Pembelajaran Teknik Jigsaw I c. Teknik Pembelajaran Pemberian tugas, diskusi, presentasi. G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan 1. Kegiatan Awal:Salam, doa, presensi, Apersepsi a. Siswa diajak guru untuk merangkai puzzle tentang daerah alam (perkotaan, dataran tinggi, dataran rendah, pantai). b. Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang kegiatan ekonomi yang diketahui siswa di daerah perkotaan, dataran tinggi, dataran rendah, pantai. c. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang pengaruh keadaan alam terhadap kegiatan ekonomi Orientasi Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran pada hari ini dari guru Motivasi Siswa mendapatkan motivasi dari guru mengenai manfaat pembelajaran 2. Kegiatan Inti Eksplorasi a. Siswa dibagi menjadi 6 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang yang heterogen. Kelompok tersebut diberi nama 118 Waktu (10 menit) (45 menit) 15 menit

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 Kelompok Asal : A B C D E b. Guru menunjuk satu siswa untuk menjadi ketua kelompok asal c. Setiap anggota kelompok mendapatkan LKS dan materi yang harus dipelajari. Materi yang akan dipelajari bersama tentang: 1. Dataran tinggi dan kegiatan ekonomi 2. Dataran rendah dan kegiatan ekonomi 3. Pantai dan Laut serta kegiatan ekonomi 4. Perkotaan dan kegiatan ekonomi 5. Pengaruh keadaan alam terhadap kegiatan ekonomi d. Siswa mendapat satu (1) bagian materi pelajaran yang akan dipelajari. Siswa melakukan studi pustaka tentang materi yang didapatkan e. Setelah dirasa cukup dan masing-masing siswa sudah menyelesaikan tanggung jawab materinya, guru membimbing siswa untuk membentuk kelompok ahli. Kelompok ahli dibentuk dari kumpulan siswa yang mendapat materi yang sama. Kegiatan yang terjadi di kelompok ahli adalah setiap siswa membagikan dan berdiskusi tentang materi. Setelah itu didapatkan materi yang lengkap kemudian siswa memikirkan bagaiman menjelaskan materi yang didapat dari kelompok ahli ke kelompok asal masingmasing Kelompok Ahli Ahli 1 Ahli 2 Ahli 3 111111 Ahli 4 444444 222222 333333 Ahli 5 555555 15 menit Elaborasi a. Setiap siswa dalam kelompok ahli kembali ke kelompok asal dan membagikan hasil diskusi dalam kelompok asal. Dalam kegiatan ini setiap siswa harus mempelajari materi dari semua ahli dalam kelompok. Ketua kelompok bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan ini. b. Setiap anggota kelompok mengerjakan soal bersama kelompok asal. Soal harus dikerjakan bersama-sama dari hasil diskusi setiap anggota kelompok. 10 menit Konfirmasi a. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-hal yang dirasa kurang dipahami. b. Guru membenahi konsep siswa apabila ada yang keliru. 119

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 3. Kegiatan Penutup 10 menit Merangkum Siswa dibantu guru menyimpulkan pembelajaran hari ini bersamasama. Menilai Siswa mengerjakan lembar evaluasi secara individu. Refleksi Siswa menyampaikan refleksi pembelajaran hari ini a. Bagaimana perasaan belajar pada hari ini? b. Mengapa merasa seperti itu? c. Apa manfaat belajar materi pelestarian sumber daya alam? Siswa menggambarkan ekspresi wajah di lembar ekspresi yang disediakan Tindak Lanjut Siswa diberi Pekerjaan Rumah yang harus dikerjakan sendiri-sendiri mengenai pengaruh keadaan alam terhadap kegiatan ekonomi. H. Penilaian : 1. Penilaian Kognitif Indikator Pencapaian Teknik Bentuk Penilaian Instrumen Kompetensi Menyebutkan bentuk- Tes Tes tertulis bentuk kegiatan ekonomi masyarakat Menjelaskan pengaruh keadaan alam terhadap kegiatan ekonomi Penilaian : No 1 Skor 3 jika siswa menyebutkan 3 bentuk kegiatan ekonomi Skor 2 jika siswa menyebutkan 2 bentuk kegiatan ekonomi Skor 1 jika siswa menyebutkan 1 bentuk kegiatan ekonomi Skor 0 jika siswa tidak menyebutkan No 2 Skor 1 jika siswa mampu mengisi jawaban yang tepat Skor 0 jika siswa tidak mampu mengisi jawaban yang tepat No 3 Skor 3 jika siswa menyebutkan 3 bentuk kegiatan ekonomi Skor 2 jika siswa menyebutkan 2 bentuk kegiatan ekonomi 120 Instrumen/ Soal Terlampir no. 1-3 Terlampir no. 4

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 Skor 1 jika siswa menyebutkan 1 bentuk kegiatan ekonomi Skor 0 jika siswa tidak menyebutkan No 4 Skor 3 jika siswa mampu menjodohkan 3 kegiatan ekonomi dengan keadaan alam yang tepat Skor 2 jika siswa mampu menjodohkan 2 kegiatan ekonomi dengan keadaan alam yang tepat Skor 1 jika siswa mampu menjodohkan 1 kegiatan ekonomi dengan keadaan alam yang tepat Skor 0 jika siswa tidak mampu menjodohkan kegiatan ekonomi dengan keadaan alam yang tepat Penilaian: NA  Jumlah skor yang didapat x 10 Jumlah skor maksimum 2. Penilain Afektif (terlampir) 3. Penilaian Psikomotor (terlampir) 121

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 I. Sumber Belajar dan Media Pembelajaran : 1. Sarwiyanto., dkk. (2009). Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial IPS KElas 4 SD. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Hal 135-149 2. Umar, A., dkk. (2007). IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: enerbit Erlangga. Hal 119-128 3. Umar, A., dkk. (2013). IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas IV Mengacu pada Kurikulum 2013. Jakarta: Penerbit. Erlangga. Hal: 83-111 4. Utami, T. D., dkk. (2009). Ilmu Pengetahuan Sosial untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: Penerbit Erlangga. Hal 69-82 5. Gambar kegiatan ekonomi. 6. Kartu kegiatan ekonomi. 7. Lembar Kerja Siswa. 8. Puzzle kegiatan ekonomi. 9. Rangkuman materi bentuk kegiatan ekonomi masyarakat dan pengaruh keadaan alam terhadap kegiatan ekonomi. Mengetahui, Peneliti, Guru mata pelajaran IPS Maryati, S.Pd. Ursula Wahyu Dwi W. NIP. 19570218 197701 2 001 NIM. 101134035 Mengesahkan, 122

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELOMPOK EKSPERIMEN Satuan Pendidikan : SD N KEBONDALEM LOR Mata Pelajaran : IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) Hari/ Tanggal/ Pertemuan ke : Sabtu/ 18 Januari 2014/ 4 Kelas/Semester : IV / 2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 pertemuan) A. Standar Kompetensi 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi. B. Kompetensi dasar 2.1 Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya. C.Indikator Kognitif Menjelaskan pelestarian berbagai sumber daya alam sekitar. Afektif Tepat waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Psikomotorik Menempel puzzle keadaan sumber daya alam. D. Tujuan pembelajaran Kognitif Siswa mampu menjelaskan 2 upaya pelestarian dalam berbagai sumber daya alam sekitar tanpa bantuan teman. Afektif Siswa tepat waktu dalam menyelesaikan tugas pelestarian sumber daya alam yang diberikan tanpa bantuan teman. Psikomotorik Siswa menempelkan 6 potongan puzzle keadaan sumber daya alam bersama teman kelompok. 123

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 E. Materi ajar/pokok dan uraianmateri(terlampir pada Lembar Kerja Siswa) Pelestarian sumber daya alam F. Model dan Metode Pembelajaran : a. Model Pembelajaran Pembelajaran kooperatif b. Metode Pembelajaran Teknik Jigsaw I c. Teknik Pembelajaran Pemberian tugas, diskusi, presentasi G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan 1. Kegiatan Awal:Salam, doa, presensi, Apersepsi a. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang materi yang sudah dipelajari sebelumnya tentang sumber daya alam b. Siswa mendengarkan cerita guru tentang “Kertas” c. Siswa dan guru bertanya jawab tentang penggunaan kertas dalam kehidupan sehari-hari Orientasi Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran pada hari ini dari guru tentang pelestarian sumber daya alam Motivasi Siswa mendapat motivasi dari guru mengenai manfaat dari belajar pelestarian sumber daya alam 2. Kegiatan Inti Eksplorasi a. Siswa dibagi menjadi 6 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang yang heterogen. Ada satu kelompok dengan jumlah anggota 6 orang. Kelompok yang heterogen tersebut diberi nama kelompok asal Kelompok Asal: A B C D E b. Guru menunjuk satu siswa untuk menjadi ketua kelompok asal c. Setiap anggota kelompok mendapatkan Lembar Kerja Siswa dan materi yang akan dipelajari. Materi yang akan dipelajari bersama tentang pelestarian sumber daya alam : 1. Air 2. Tanah 124 Waktu 15 menit (45 menit) 15 menit

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 3. Udara 4. Hutan 5. Bahan Bakar Minyak d. Ketua kelompok membagi materi yang akan dibaca anggota kelompoknya. Siswa mendapat satu (1) bagian materi pelajaran yang akan dipelajari. Setiap siswa melakukan studi pustaka tentang materi yang didapatkan. Materi yang dibaca adalah yang diberi tanda warna. e. Setelah dirasa cukup dan masing-masing siswa sudah menyelesaikan tanggung jawab soalnya, guru membimbing siswa untuk membentuk kelompok ahli. Kelompok ahli dibentuk dari kumpulan siswa yang mempelajari materi yang sama (warna yang sama). Kegiatan yang terjadi di kelompok ahli adalah setiap siswa membagikan dan berdiskusi tentang materi. Setelah itu didapatkan materi yang lengkap kemudian siswa memikirkan bagaimana menjelaskan materi yang didapat dari kelompok ahli ke kelompok asal masing-masing. Kelompok Ahli Ahli 1 Ahli 2 Ahli 3 111111 Ahli 4 444444 222222 33333 Ahli 5 555555 15 menit Elaborasi a. Setiap siswa dalam kelompok ahli kembali ke kelompok asal dan membagikan hasil diskusi dalam kelompok asal. b. Setiap anggota kelompok mengerjakan LKS bersama kelompok asal. LKS yang dikerjakan adalah merangkai puzzle tentang keadaan alam kemudian di dalam kelompok siswa memikirkan bagaimana cara melestarikan Sumber Daya Alam dalam gambar puzzle tersebut. Puzzle yang diterima oleh masing-masing kelompok berbeda-beda. 10 menit c. Setiap kelompok menuliskan hasil jawaban di papan tulis. Konfirmasi a. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-hal yang dirasa kurang dipahami. b. Guru membenahi konsep siswa apabila ada yang keliru. 3. Kegiatan Penutup 10 menit Merangkum Siswa dibantu guru menyimpulkan pembelajaran hari ini bersamasama tentang pelestarian Sumber Daya Alam. Menilai Siswa mengerjakan lembar evaluasi dalam bentuk kuis secara individu. Refleksi Siswa menyampaikan refleksi pembelajaran hari ini a. Bagaimana perasaan belajar pada hari ini? 125

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 b. Mengapa merasa seperti itu? c. Apa manfaat belajar materi pelestarian sumber daya alam? Siswa menggambarkan ekspresi wajah di lembar ekspresi yang disediakan Tindak Lanjut Siswa diminta mempelajari kembali materi pelestarian sumber daya alam. H. Penilaian : 1. Penilaian Kognitif Indikator Pencapaian Teknik Bentuk Penilaian Instrumen Instrumen/ Soal Kompetensi Menjelaskan Tes Tes tertulis Terlampir pelestarian berbagai sumber daya alam sekitar Penilaian: Skor 10 jika siswa mampu menuliskan 10 cara pelestarian sumber daya alam dengan jawaban yang tepat Skor 9 jika siswa mampu menuliskan 9 cara pelestarian sumber daya alam dengan jawaban yang tepat Skor 8 jika siswa mampu menuliskan 8 cara pelestarian sumber daya alam dengan jawaban yang tepat Skor 7 jika siswa mampu menuliskan 7 cara pelestarian sumber daya alam dengan jawaban yang tepat Skor 6 jika siswa mampu menuliskan 6 cara pelestarian sumber daya alam dengan jawaban yang tepat Skor 5 jika siswa mampu menuliskan 5 cara pelestarian sumber daya alam dengan jawaban yang tepat Skor 4 jika siswa mampu menuliskan 4 cara pelestarian sumber daya alam dengan jawaban yang tepat 126

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 Skor 3 jika siswa mampu menuliskan 3 cara pelestarian sumber daya alam dengan jawaban yang tepat Skor 2 jika siswa mampu menuliskan 2 cara pelestarian sumber daya alam dengan jawaban yang tepat Skor 1 jika siswa mampu menuliskan 1 cara pelestarian sumber daya alam dengan jawaban yang tepat Skor 0 jika siswa tidak menuliskan jawaban Penilaian: NA = x 10 2. Penialain Afektif (terlampir) 3. Penilaian Psikomotor (terlampir) 127

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 I. Sumber Belajar dan Media Pembelajaran : 1. Sarwiyanto., dkk. (2009). Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial IPS KElas 4 SD. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Hal 135-149 2. Umar, A., dkk. (2007). IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: enerbit Erlangga. Hal 119-128 3. Umar, A., dkk. (2013). IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas IV Mengacu pada Kurikulum 2013. Jakarta: Penerbit. Erlangga. Hal: 83-111 4. Utami, T. D., dkk. (2009). Ilmu Pengetahuan Sosial untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: Penerbit Erlangga. Hal 69-82 5. Lembar Kerja Siswa. 6. Puzzle keadaan lingkungan (Pencemaran tanah, pencemaran udara, pencemaran air, pom bensin, kerusakan hutan). 7. Rangkuman materi pelestarian sumber daya alam Mengetahui, Peneliti, Guru mata pelajaran IPS Maryati, S.Pd. Ursula Wahyu Dwi W. NIP. 19570218 197701 2 001 NIM. 101134035 Mengesahkan, 128

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 RPP KELOMPOK KONTROL 129

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELOMPOK KONTROL Satuan Pendidikan : SD N KEBONDALEM LOR Mata Pelajaran : IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) Hari/ Tanggal/ Pertemuan ke : Kamis / 9 Januari 2014 /1 Kelas/Semester : IV / 2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 pertemuan) A. Standar Kompetensi 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi. B. Kompetensi dasar 2.1 Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya. C. Indikator Kognitif 1. Menyebutkan sumber daya alam yang berpotensi di daerah tempat tinggalnya. 2. Mengelompokkan sumber daya alam. Afektif Tepat waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Psikomotorik Menempel gambar hasil sumber daya alam dalam tabel pengelompokkan sumber daya alam. D. Tujuan pembelajaran Kognitif 1. Siswa mampu menyebutkan sumber daya alam yang berpotensi di daerah tempat tinggalnya minimal pengelompokkannya tanpa bantuan teman. 2. Siswa mampu mengelompokkan sumber daya alam yang berpotensi di daerahnya dalam tabel tanpa bantuan teman. 130

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 Afektif Siswa tepat waktu dalam mengerjakan semua tugas yang diberikan saat pembelajaran. Psikomotorik Siswa mampu menempel gambar hasil sumber daya alam dalam tabel pengelompokkan sumber daya alam bersama teman kelompok. E. Materi ajar/pokok dan uraianmateri a. Macam-macam sumber daya alam yang berpotensi di daerahnya. b. Pengelompokkan sumber daya alam. F. Model Pembelajaran a. Model pembelajaran: Konvensional b. Teknik Pembelajaran: Pemberian tugas, diskusi, tanya jawab G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan 1. Kegiatan Awal :Salam, doa, presensi, Apersepsi a. Siswa mendengarkan cerita tentang pengalaman berjalan-jalan di pegunungan. b. Guru menghubungkan pengalaman berjalan-jalan dengan sumber daya alam, dari pengalaman di pegunungan terlihat banyak sekali sumber daya alam. c. Siswa dan guru bertanya jawab tentang sumber daya alam di sekitar tempat tinggal siswa. d. Siswa memperhatikan gambar-gambar sumber daya alam yang dibawa oleh guru. Orientasi Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran pada hari ini dari guru. Motivasi a. Siswa mendapat motivasi dari guru mengenai manfaat dari belajar sumber daya alam di lingkungan sekitar. 2. Kegiatan Inti Eksplorasi a. Siswa bersama guru membaca materi tentang: 1. Hasil pertanian dan perkebunan 2. Hasil peternakan 3. Hasil perikanan 4. Hasil hutan dan lingkungan alam yang indah 5. Hasil pertambangan b. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang sumber daya alam. Elaborasi Siswa mengerjakan LKS mengenai jenis-jenis sumber daya alam yang ada di lingkungan sekitarnya dan pengelompokkannya. 131 Waktu (15 menit) (45 menit) 15 menit 15 menit

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 Konfirmasi 10 menit a. Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang soal yang dikerjakan siswa. b. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-hal yang dirasa kurang dipahami. c. Guru membenahi konsep siswa apabila ada yang keliru. 3. Kegiatan Penutup (10 menit) Merangkum Siswa dibantu guru menyimpulkan pembelajaran hari ini bersamasama. Menilai Siswa mengerjakan lembar evaluasi secara individu. Refleksi a. Perasaan apa yang muncul selama mengikuti pembelajaran? b. Mengapa kamu merasa seperti itu? Tindak Lanjut Siswa diminta mempelajari tentang manfaat sumber daya alam dan macam-macam kegiatan ekonomi. H. Penilaian : 1. Penilaian Kognitif No. Indikator Teknik Pencapaian Bentuk Instrumen/ Soal Penilaian Instrumen Kompetensi 1 Menyebutkan Tes Tes tertulis Terlampir sumber daya alam yang berpotensi di daerah tempat tinggalnya 2 Mengelompokkan Tes Tes tertulis sumber daya alam Penilaian: NA  Jumlah skor yang didapat x 10 Jumlah skor maksimum 2. Penialain Afektif (terlampir) 3. Penilaian Psikomotor (terlampir) 132

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 I. Sumber Belajar dan Media Pembelajaran : 1. Sarwiyanto., dkk. (2009). Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial IPS KElas 4 SD. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Hal 135-149 2. Umar, A., dkk. (2007). IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: Penerbit Erlangga. Hal 119-128 3. Umar, A., dkk. (2013). IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas IV Mengacu pada Kurikulum 2013. Jakarta: Penerbit. Erlangga. Hal: 83-111 4. Utami, T. D., dkk. (2009). Ilmu Pengetahuan Sosial untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: Penerbit Erlangga. Hal 69-82 5. Gambar-gambar sumber daya alam di lingkungan setempat. 6. Lembar Kerja Siswa. Mengetahui, Peneliti, Guru mata pelajaran IPS Lailatul Fajri, S.Pd Ursula Wahyu Dwi W. NIP. 19570218 197701 2 001 NIM. 101134035 Mengesahkan, 133

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELOMPOK KONTROL Satuan Pendidikan : SD N KEBONDALEM LOR Mata Pelajaran : IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) Hari/ Tanggal/ Pertemuan ke : Jumat / 10 Januari 2014 /2 Kelas/Semester : IV / 2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 pertemuan) A. Standar Kompetensi 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi. B. Kompetensi dasar 2.1 Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya. C. Indikator Kognitif Menjelaskan manfaat dari hasil sumber daya alam yang ada di lingkungan setempat. Afektif Tepat waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Psikomotorik Menjodohkan macam-macam kegiatan ekonomi dengan contoh kegiatannya. D. Tujuan pembelajaran Kognitif Siswa mampu menjelaskan manfaat dari hasil sumber daya alam tanpa bantuan teman. Afektif Siswa tepat waktu dalam menyelesaikan semua tugas yang diberikan oleh guru. Psikomotorik Siswa mampu menjodohkan macam-macam kegiatan ekonomi dengan contoh kegiatannya tanpa bantuan teman. 134

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 E. Materi ajar/pokok dan uraianmateri Manfaat sumber daya alam. F. Model dan Teknik Pembelajaran : a. Model Pembelajaran: Konvensional b. Teknik Pembelajaran Pemberian tugas, diskusi, tanya jawab G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan 1. Kegiatan Awal :Salam, doa, presensi, Apersepsi a. Siswa memperhatikan guru yang memperlihatkan gambar kegiatan pemanfaatan sumber daya alam. b. Siswa mendengarkan cerita dari guru tentang pemanfaatan sumber daya alam. c. Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang pemanfaatan sumber daya alam. Orientasi Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran pada hari ini dari guru. Motivasi Siswa mendapat motivasi dari guru mengenai manfaat dari belajar kegiatan ekonomi dan manfaat sumber daya alam. 2. Kegiatan Inti Eksplorasi a. Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang kegiatan produksi, konsumsi, dan distribusi. b. Siswa membaca materi tentang kegiatan pemanfaatan sumber daya alam (produksi, konsumsi, dan distribusi). Elaborasi a. Siswa mengerjakan LKS secara individu (menjodohkan jenis-jenis kegiatan ekonomi dengan kegiatannya dan mengerjakan soal tentang manfaat sumber daya alam). b. Beberapa siswa maju ke depan kelas untuk menyampaikan hasil jawabannya. c. Siswa dan guru bertanya jawab tentang manfaat sumber daya alam. Konfirmasi a. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-hal yang dirasa kurang dipahami. b. Guru membenahi konsep siswa apabila ada yang keliru. 3. Kegiatan Penutup a. Merangkum Siswa dibantu guru menyimpulkan pembelajaran hari ini bersamasama. b. Menilai Siswa mengerjakan lembar evaluasi secara individu. c. Refleksi - Perasaan apa yang muncul selama mengikuti pembelajaran? 135 Waktu (15 menit) (45 menit) 15 menit 15 menit 10 menit (10 menit)

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 - Mengapa kamu merasa seperti itu? d. Tindak Lanjut Siswa diminta mempelajari tentang hubungan kegiatan ekonomi dengan sumber daya alam dan pengaruh sumber daya alam daya pada kegiatan ekonomi. H. Penilaian : 1. Penilaian Kognitif No. Indikator Pencapaian Teknik Bentuk Instrumen/ Soal Penilaian Instrumen Kompetensi Siswa mampu Tes 1 Tes tertulis menjelaskan manfaat dari hasil sumber daya Terlampir alam dalam tabel tanpa bantuan teman Penilaian: Skor 5 jika siswa dapat menjelaskan dengan tepat manfaat dari lima hasil sumber daya alam Skor 4 jika siswa dapat menjelaskan dengan tepat manfaat dari empat hasil sumber daya alam Skor 3jika siswa dapat menjelaskan dengan tepat manfaat dari tiga hasil sumber daya alam Skor 2 jika siswa dapat menjelaskan dengan tepat manfaat dari dua hasil sumber daya alam Skor 1 jika siswa dapat menjelaskan dengan tepat manfaat dari satu hasil sumber daya alam Penilaian: NA  Jumlah skor yang didapat x 10 Jumlah skor maksimum 2. Penialain Afektif (terlampir) 3. Penilaian Psikomotor (terlampir) 136

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 I. Sumber Belajar dan Media Pembelajaran : 1. Sarwiyanto., dkk. (2009). Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial IPS KElas 4 SD. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Hal 135-149 2. Umar, A., dkk. (2007). IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: enerbit Erlangga. Hal 119-128 3. Umar, A., dkk. (2013). IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas IV Mengacu pada Kurikulum 2013. Jakarta: Penerbit. Erlangga. Hal: 83-111 4. Utami, T. D., dkk. (2009). Ilmu Pengetahuan Sosial untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: Penerbit Erlangga. Hal 69-82 5. Lembar Kerja Siswa. Mengetahui, Peneliti, Guru mata pelajaran IPS Ursula Wahyu Dwi W. Lailatul Fajri, S.Pd NIM. 101134035 NIP. 19570218 197701 2 001 Mengesahkan, 137

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELOMPOK KONTROL Satuan Pendidikan : SD N KEBONDALEM LOR Mata Pelajaran : IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) Hari/ Tanggal/ Pertemuan ke : Kamis / 16 Januari 2014/ 3 Kelas/Semester :IV / 2 Alokasi Waktu :2 x 35 menit (1 pertemuan) A. Standar Kompetensi 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi. B. Kompetensi dasar 2.1 Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya. C.Indikator Kognitif 1. Menyebutkan bentuk-bentuk kegiatan ekonomi masyarakat. 2. Menjelaskan pengaruh keadaan alam terhadap kegiatan ekonomi. Afektif Tepat waktu dalam mengumpulkan tugas yang diberikan. Psikomotorik Menempelkan kartu kegiatan ekonomi di kolom keadaan alam. D. Tujuan pembelajaran Kognitif 1. Siswa mampu menyebutkan 3 bentuk kegiatan ekonomi masyarakat dalam keadaan alam tertentu tanpa bantuan teman. 2. Siswa mampu menjelaskan 2 pengaruh keadaan alam di lingkungan sekitar terhadap kegiatan ekonominya tanpa bantuan teman. 138

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 Afektif Siswa tepat waktu dalam mengumpulkan semua tugas yang diberikan dengan jawaban yang sesuai. Psikomotorik Siswa mampu menempelkan 10 kartu kegiatan ekonomi di kolom keadaan alam bersama teman satu kelompok. E. Materi ajar/pokok dan uraianmateri (terlampir) a. Bentuk kegiatan ekonomi masyarakat. b. Pengaruh keadaan alam terhadap kegiatan ekonomi. F. Model dan Teknik Pembelajaran : a. Model Pembelajaran: Pembelajaran konvensional b. Teknik Pembelajaran Pemberian tugas, diskusi, tanya jawab G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan 1. Kegiatan Awal :Salam, doa, presensi, Apersepsi a. Siswa diajak guru untuk merangkai puzzle tentang daerah alam. b. Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang kegiatan ekonomi yang diketahui siswa. c. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang pengaruh keadaan alam terhadap kegiatan ekonomi. Orientasi Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran pada hari ini dari guru. Motivasi Siswa mendapatkan motivasi dari guru mengenai manfaat pembelajaran. 2. Kegiatan Inti Eksplorasi a. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai pengaruh keadaan alam tehadap kegiatan ekonomi. b. Siswa mencatat penjelasan guru dari papan tulis. c. Setiap siswa mendapatkan LKS dan materi yang harus dipelajari. Materi yang akan dipelajari bersama tentang kegiatan ekonomi di: 1. Dataran tinggi 2. Dataran rendah 3. Pantai dan Laut 4. Perkotaan 5. Pengaruh keadaan alam terhadap kegiatan ekonomi 139 Waktu (10 menit) (45 menit) 15 menit

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 Elaborasi 15 menit a. Setiap siswa mengerjakan soal dalam Lembar Kerja Siswa secara individu. b. Beberpa siswa mempresentasikan hasil jawabannya di depan kelas. c. Siswa yang lain menanggapi hasil jawaban temannya. Konfirmasi 10 menit a. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-hal yang dirasa kurang dipahami. b. Guru membenahi konsep siswa apabila ada yang keliru. 3. Penutup (10 menit) a. Merangkum Siswa dibantu guru menyimpulkan pembelajaran hari ini bersamasama. b. Menilai Siswa mengerjakan lembar evaluasi secara individu. c. Refleksi - Perasaan apa yang muncul selama mengikuti pembelajaran? - Mengapa kamu merasa seperti itu? d. Tindak Lanjut Siswa diminta mempelajari tentang materi hari tersebut dan menuliskan kegiatan ekonomi yang ada di lingkungan sekitarnya H. Penilaian : 1. Penilaian Kognitif Indikator Teknik Bentuk Pencapaian Instrumen/ Soal Penilaian Instrumen Kompetensi Menyebutkan Tes Tes tertulis Terlampir no. 1-3 bentuk-bentuk kegiatan ekonomi masyarakat Menjelaskan Terlampir no. 4 pengaruh keadaan alam terhadap kegiatan ekonomi Penilaian : No 1 Skor 3 jika siswa menyebutkan 3 bentuk kegiatan ekonomi Skor 2 jika siswa menyebutkan 2 bentuk kegiatan ekonomi Skor 1 jika siswa menyebutkan 1 bentuk kegiatan ekonomi Skor 0 jika siswa tidak menyebutkan 140

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 No 2 Skor 1 jika siswa mampu mengisi jawaban yang tepat Skor 0 jika siswa tidak mampu mengisi jawaban yang tepat No 3 Skor 3 jika siswa menyebutkan 3 bentuk kegiatan ekonomi Skor 2 jika siswa menyebutkan 2 bentuk kegiatan ekonomi Skor 1 jika siswa menyebutkan 1 bentuk kegiatan ekonomi Skor 0 jika siswa tidak menyebutkan No 4 Skor 3 jika siswa mampu menjodohkan 3 kegiatan ekonomi dengan keadaan alam yang tepat Skor 2 jika siswa mampu menjodohkan 2 kegiatan ekonomi dengan keadaan alam yang tepat Skor 1 jika siswa mampu menjodohkan 1 kegiatan ekonomi dengan keadaan alam yang tepat Skor 0 jika siswa tidak mampu menjodohkan kegiatan ekonomi dengan keadaan alam yang tepat Penilaian: NA  Jumlah skor yang didapat x 10 Jumlah skor maksimum 2. Penialain Afektif (terlampir) 3. Penilaian Psikomotor (terlampir) 141

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 I. Sumber Belajar dan Media Pembelajaran : 1. Sarwiyanto., dkk. (2009). Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial IPS KElas 4 SD. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Hal 135-149 2. Umar, A., dkk. (2007). IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: enerbit Erlangga. Hal 119-128 3. Umar, A., dkk. (2013). IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas IV Mengacu pada Kurikulum 2013. Jakarta: Penerbit. Erlangga. Hal: 83-111 4. Utami, T. D., dkk. (2009). Ilmu Pengetahuan Sosial untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: Penerbit Erlangga. Hal 69-82 5. Gambar kegiatan ekonomi. 6. Kartu kegiatan ekonomi. 7. Lembar Kerja Siswa. Mengetahui, Peneliti, Guru mata pelajaran IPS Ursula Wahyu Dwi W. Lailatul Fajri, S.Pd NIM. 101134035 NIP. 19570218 197701 2 001 Mengesahkan, 142

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELOMPOK KONTROL Satuan Pendidikan : SD N KEBONDALEM LOR Mata Pelajaran : IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) Hari/ Tanggal/ Pertemuan ke : Jumat / 17 Januari 2014/ 4 Kelas/Semester :IV / 2 Alokasi Waktu :2 x 35 menit (1 pertemuan) A. Standar Kompetensi 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi. B. Kompetensi dasar 2.1 Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya. C.Indikator Kognitif Menjelaskan pelestarian berbagai sumber daya alam sekitar. Afektif Tepat waktu dalam mengumpulkan tugas. Psikomotorik Menempel puzzle keadaan sumber daya alam. D. Tujuan pembelajaran Kognitif Siswa mampu menjelaskan 2 upaya pelestarian dalam berbagai sumber daya alam sekitar tanpa bantuan teman. Afektif Siswa tepat waktu dalam mengumpulkan tugas pelestarian sumber daya alam tanpa bantuan teman. Psikomotorik Siswa menempelkan 6 potongan puzzle keadaan sumber daya alam bersama teman kelompok. 143

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144 E. Materi ajar/pokok dan uraianmateri Pelestarian sumber daya alam. F. Model dan Teknik Pembelajaran : a. Model Pembelajaran: Pembelajaran konvensional b. Teknik Pembelajaran Pemberian tugas, diskusi, tanya jawab G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan 1. Kegiatan Awal :Salam, doa, presensi, Apersepsi a. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang materi yang sudah dipelajari sebelumnya tentang sumber daya alam. b. Siswa mendengarkan cerita guru tentang “Kertas”. c. Siswa dan guru bertanya jawab tentang penggunaan kertas dalam kehidupan sehari-hari. Orientasi Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran pada hari ini dari guru tentang pelestarian sumber daya alam. Motivasi Siswa mendapat motivasi dari guru mengenai manfaat dari belajar pelestarian sumber daya alam. 2. Kegiatan Inti Eksplorasi a. Siswa bersama guru membaca materi tentang: 1. Air 2. Tanah 3. Udara 4. Hutan 5. Tidak dapat diperbaharui b. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang pelestarian sumber daya alam. Elaborasi a. Setiap siswa mengerjakan LKS dalam bersama dengan kelompok. LKS mengenai pelestarian berbagai sumber daya alam. b. Siswa merangkai puzzle keadaan sumber daya alam. c. Siswa menuliskan cara pelestarian Sumber Daya Alam sesuai dengan puzzle. Konfirmasi a. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-hal yang dirasa kurang dipahami. b. Guru membenahi konsep siswa apabila ada yang keliru. 3. Kegiatan Penutup a. Merangkum Siswa dibantu guru menyimpulkan pembelajaran hari ini bersamasama. 144 Waktu (15 menit) (45 menit) 15 menit 15 menit 10 menit (10 menit)

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145 b. Menilai Siswa mengerjakan lembar evaluasi secara individu. c. Refleksi - Perasaan apa yang muncul selama mengikuti pembelajaran? - Mengapa kamu merasa seperti itu? d. Tindak Lanjut Siswa diminta mempelajari kembali pelestarian sumber daya alam. H. Penilaian : 1. Penilaian Kognitif Indikator Teknik Pencapaian Penilaian Kompetensi Menjelaskan Tes pelestarian berbagai sumber daya alam sekitar Bentuk Instrumen Tes tertulis Instrumen/ Soal Terlampir Penilaian: Skor 10 jika siswa mampu menuliskan 10 cara pelestarian sumber daya alam dengan jawaban yang tepat. Skor 9 jika siswa mampu menuliskan 9 cara pelestarian sumber daya alam dengan jawaban yang tepat. Skor 8 jika siswa mampu menuliskan 8 cara pelestarian sumber daya alam dengan jawaban yang tepat. Skor 7 jika siswa mampu menuliskan 7 cara pelestarian sumber daya alam dengan jawaban yang tepat. Skor 6 jika siswa mampu menuliskan 6 cara pelestarian sumber daya alam dengan jawaban yang tepat. Skor 5 jika siswa mampu menuliskan 5 cara pelestarian sumber daya alam dengan jawaban yang tepat. Skor 4 jika siswa mampu menuliskan 4 cara pelestarian sumber daya alam dengan jawaban yang tepat. Skor 3 jika siswa mampu menuliskan 3 cara pelestarian sumber daya alam dengan jawaban yang tepat. Skor 2 jika siswa mampu menuliskan 2 cara pelestarian sumber daya alam dengan jawaban yang tepat. 145

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146 Skor 1 jika siswa mampu menuliskan 1 cara pelestarian sumber daya alam dengan jawaban yang tepat. Skor 0 jika siswa tidak menuliskan jawaban. Penilaian: NA = 2. Penialain Afektif (terlampir) 3. Penilaian Psikomotor (terlampir) 146

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147 I. Sumber Belajar dan Media Pembelajaran : 1. Sarwiyanto., dkk. (2009). Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial IPS KElas 4 SD. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Hal 135-149 2. Umar, A., dkk. (2007). IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: enerbit Erlangga. Hal 119-128 3. Umar, A., dkk. (2013). IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas IV Mengacu pada Kurikulum 2013. Jakarta: Penerbit. Erlangga. Hal: 83-111 4. Utami, T. D., dkk. (2009). Ilmu Pengetahuan Sosial untuk Sekolah Dasar Kelas IV. Jakarta: Penerbit Erlangga. Hal 69-82 5. Gambar puzzle lingkungan alam yang rusak. 6. Lembar Kerja Siswa. Mengetahui, Peneliti, Guru mata pelajaran IPS Ursula Wahyu Dwi W. Lailatul Fajri, S.Pd NIM. 101134035 NIP. 19570218 197701 2 001 Mengesahkan, 147

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148 PENILAIAN PSIKOMOTORIK DAN AFEKTIF SERTA KUIS(EVALUASI) KELOMPOK EKSPERIMEN DAN KELOMPOK KONTROL 148

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149 Hari 1 kelompok eksperimen dan kontrol KUIS (EVALUASI) Tulislah nama dan no absen! Nama : No : Kerjakan sendiri tanpa bertanya dan melihat catatan! B= Benar jika pernyataan tersebut kamu anggap benar S= Salah jika pernyataan tersebut kamu anggap salah Pernyataan 1. Tambang merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui B S 2. Jagung merupakan sumber daya alam non hayati B S 3. Menurut sumbernya, sumber daya alam dibedakan menjadi sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan yang tidak dapat diperbaharui 4. Menurut kemampuan memperbaharuinya , sumber daya alam dibedakan menjadi sumber daya alam hayati dan non hayati 5. Kapur merupakan hasil tambang B S B S B S 6. Candi merupakan sumber daya alam lingkungan yang indah B S 7. Teh merupakan hasil pertanian B S 8. Pasir merupakan hasil tambang B S 9. Batu bara merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui 10. Melon merupakan sumber daya alam hayati B S B S Jawaban Benar Salah Salah Salah Benar Benar Salah Benar Salah Benar 149

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150 Penilaian psikomotorik Indikator: Menempelkan gambar hasil sumber daya alam. Nama kelompok : .................................... Kegiatan Kelompok SKOR 4 3 2 1 Menempelkan gambar hasil sumber 1 daya alam sesuai pengelompokkannya 2 3 4 5 6 Petunjuk: Berilah skor untuk setiap aspek kinerja yang sesuai dengan ketentuan berikut: (4) bila aspek tersebut dilakukan dengan tepat yaitu gambar sesuai dengan pengelompokkannya dan tempelan rapi (3) bila aspek tersebut dilakukan dengan tepat yaitu gambar sesuai dengan pengelompokkannya tetapi tempelan kurang rapi (2) bila aspek tersebut dilakukan kurang tepat, yaitu gambar tidak sesuai dengan pengelompokkannya namun tempelan rapi (1) bila aspek tersebut dilakukan kurang tepat, yaitu gambar tidak sesuai dengan pengelompokkannya dan tempelan tidak rapi ( 0 = tidak ada usaha) 150

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151 Hari kedua kelompok eksperimen dan kelompok kontrol KUIS (EVALUASI) Tulislah nama dan no absen! Nama : No : Kerjakan sendiri tanpa bertanya dan melihat catatan! 1. Jelaskan kegiatan dari memanfaatkan sumber daya berupa dan berikan contohnya : a. produksi b. distribusi c. konsumsi 2. Isilah manfat dari setiap hasil sumber daya alam di bawah ini ! Hasil Pertanian Hasil Manfaat Pertanian Padi Jagung Kacang kedelai Hasil Perkebunan Hasil Manfaat Perkebunan Kelapa sawit Karet Tebu Rosela (serat) 151

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152 Hasil Peternakan Hasil Peternakan Daging Manfaat sapi, daging ayam, telur Ulat sutra Lebah Hasil Tambang Hasil Tambang Manfaat Minyak bumi Gas alam Belerang Granit Marmer Hasil laut dan perikanan Hasil Laut dan Manfaat Perikanan Ikan Rumput laut Terumbu karang 152

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153 KUNCI JAWABAN KUIS (EVALUASI) 1. Jelaskan kegiatan dari memanfaatkan sumber daya berupa dan berikan contohnya : a. produksi: kegiatan menghasilkan barang atau jasa b. distribusi: kegiatan menyalurkan barang atau jasa c. konsumsi: kegiatan memakai/ membeli barang atau jasa 2. Isilah manfat dari setiap hasil sumber daya alam di bawah ini ! Hasil Pertanian Hasil Manfaat Pertanian Padi Makanan pokok Jagung Makanan pokok dan makanan ternak Kacang Bahan baku tahu, tempe, kecap, susu kedelai Hasil Perkebunan Hasil Manfaat Perkebunan Kelapa Bahan baku minyak goreng dan margarine sawit Karet Bahan baku ban Tebu Bahan baku gula pasir Rosela Bahan karung goni (serat) Hasil Peternakan Hasil Peternakan Daging Manfaat sapi, Sumber protein hewani daging ayam, telur 153

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154 Ulat sutra Bahan baku kain sutra Lebah Madu Hasil Tambang Hasil Tambang Manfaat Minyak bumi Bahan bakar kendaraan dan kompor minyak Gas alam Bahan bakar kompor gas Belerang Campuran obat Granit Bahan baku pensil Marmer Bahan bangunan Hasil laut dan perikanan Hasil Laut dan Manfaat Perikanan Ikan Sumber protein hewani Rumput laut Obat dan bahan makanan Terumbu karang Tempat rekreasi bawah laut 154

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155 Penilaian psikomotorik Indikator: Menjodohkan macam-macam kegiatan ekonomi dengan contoh kegiatannya. Aspek yang dinilai: 1. Ketepatan jawaban Skor 4 jika 6 jawaban tepat Skor 3 jika 4 jawaban tepat Skor 2 jika 3 jawaban tepat Skor 1 jika kurang dari 3 jawaban tepat 2. Kerapian Skor 4 jika garis penghubung rapi dengan menggunakan penggaris Skor 3 jika garis penghubung tidak rapi dengan menggunakan penggaris Skor 2 jika garis penghubung tidak rapi tanpa menggunakan penggaris Skor 1 jika tidak membuat garis penghubung Rubrik penilaian menjodohkan Skor aspek No Nama Siswa Skor aspek Kelompok 4 3 155 2 1 4 3 2 1

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156 Hari ketiga kelompok eksperimen dan kelompok kontrol KUIS (EVALUASI) 1. Sebutkan 3 bentuk mata pencaharian yang terjadi di daerah pantai! 2. Petani teh, petani kakao, dan petani sayuran adalah kegiatan ekonomi yang banyak dijumpai di daerah... 3. Sebutkan 3 bentuk mata pencaharian yang terjadi di daerah kota! 4. Jodohkan kalimat tentang kegiatan ekonomi dengan memberi garis sesuai dengan keadaan alam yang sesuai ! Kegiatan ekonomi Keadaan alam Pantai dimanfaatkan sebagai tempat penangkapan ikan, pengolahan garam, pelabuhan laut, dan tempat rekreasi Nelayan Kota adalah pusat pemrintahan dan perdagangan/kegiatan ekonomi. Terdapat banyak kantor-kantor di daerah kota Petani melon Dataran rendah adalah daratan yang datar dengan ketinggian 0200 m di atas permukaan laut. Dataran rendah dapat dimanfaatkan sebagai pertanian, seperti dataran tinggi Karyawan swasta 156

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157 KUNCI JAWABAN KUIS (EVALUASI) 1. Bentuk mata pencaharian di daerah pantai adalah nelayan, pengusaha tambak, petani tambak, petani garam, pengrajin, dll (jawaban dapat disesuaikan) skor 3 2. Petani teh, petani kakao, dan petani sayuran adalah kegiatan ekonomi yang banyak dijumpai di daerah dataran tinggi skor 1 3. Bentuk mata pencaharian di daerah kota adalah pekerja jasa, karyawan swasta, wiraswasta, pedagang, buruh pabrik, dll (jawaban dapat disesuaikan) skor 3 4. Kegiatan ekonomi Keadaan alam Pantai dimanfaatkan sebagai tempat penangkapan ikan, pengolahan garam, pelabuhan laut, dan tempat rekreasi Nelayan Kota adalah pusat pemrintahan perdagangan/kegiatan ekonomi. Terdapat dan banyak kantor-kantor di daerah kota Petani melon Dataran rendah adalah daratan yang datar dengan ketinggian 0-200 m di atas permukaan laut. Dataran rendah dapat dimanfaatkan sebagai pertanian, seperti Karyawan swasta dataran tinggi 157

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158 Penilaian psikomotorik Indikator: Menempelkan kartu kegiatan ekonomi Nama kelompok : .................................... Kegiatan Kelompok SKOR 4 3 2 1 Menempelkan kartu kegiatan ekonomi 1 di kolom keadaan alam 2 3 4 5 6 Petunjuk: Berilah skor untuk setiap aspek kinerja yang sesuai dengan ketentuan berikut: (4) bila aspek tersebut dilakukan dengan tepat yaitu gambar sesuai dengan pengelompokkannya dan tempelan rapi (3) bila aspek tersebut dilakukan dengan tepat yaitu gambar sesuai dengan pengelompokkannya tetapi tempelan kurang rapi (2) bila aspek tersebut dilakukan kurang tepat, yaitu gambar tidak sesuai dengan pengelompokkannya namun tempelan rapi (1) bila aspek tersebut dilakukan kurang tepat, yaitu gambar tidak sesuai dengan pengelompokkannya dan tempelan tidak rapi ( 0 = tidak ada usaha) 158

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159 Hari keempat kelompok eksperimen dan kelompok kontrol KUIS (EVALUASI) Tulislah identitas diri! Nama : No : Kerjakan sendiri-sendiri tanpa melihat catatan dan tanpa mencontek! Isilah kolom cara pelestarian sumber daya alam di bawah ini! Sumber daya alam Cara pelestariannya Tanah 1. 2. Air 1. 2 Udara 1. 2. Hutan 1. 2. Bahan Bakar Minyak 1. 2. 159

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160 KUNCI JAWABAN KUIS (EVALUASI) Sumber daya alam Cara pelestariannya Tanah 1. Mengurangi penggunaan pupuk kimia 2. Jangan membuang sampah non organik sembarangan 3. Mendaur ulang sampah plastik, daripada dibuang dan mengakibatkan kerusakan tanah 4. Rotasi tanaman Air 1.Mencegah penggunaan bahan peledak dan racun untuk menangkap ikan, karena akan merusak ekosistem air 2.Tidak merusak terumbu karang dan hutan bakau 3. Tidak membuang sampah di sungai 4. Tidak membuang limbah pabrik di sungai 5. Menghemat penggunaan air, jika bak di kamar mandi sudah penuh sebaiknya dimatikan Udara 1. Dilarang merokok di tempat umum 2. Pabrik-pabrik harus memiliki penyaringan pada pembuangan gas agar asap yang dikeluarkan tidak mencemari udara 3. Uji kelayakan buangan gas pada kendaraan bermotor 4. Penanaman di jalur hijau jalan raya dan hutan kota Hutan 1. Reboisasi 2. Tebang pilih 3. Tidak membakar hutan untuk membuka lahan 160

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161 4. Melakukan penghematan kertas 5. Tidak menebang pohon secara sembarangan untuk kepentingan produksi yang banyak Bahan Bakar Minyak 1. Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, jika ingin berpergian dengan jarak dekat bisa berjalan kaki atau naik sepeda 2. Tidak menyalakan kendaraan saat kendaraan tidak dipakai 3. pengembangan sumber energi alternatif, seperti biogas dan cahaya matahari 4. Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi Jawaban dapat disesuaikan, jawaban diatas adalah alternatif jawaban 161

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162 Penilaian Psikomotor Lembar Observasi Indikator: Menempel puzzle keadaan sumber daya alam Kegiatan Kelompok Kerapian 4 3 2 Ketepatan 1 4 3 2 1 Menempel puzzle 1 keadaan sumber 2 daya alam 3 4 5 6 Petunjuk: Berilah skor untuk setiap aspek kinerja yang sesuai dengan ketentuan berikut: Kerapian (4) Sangat Rapi=bila aspek tersebut dilakukandengan tempelan yang rapi, kertas bersih (3) Rapi= bila aspek tersebut dilakukan dengan tempelan rapi, namun kertas tidak bersih (ada coretan di kertas) (2) Kurang rapi= bila aspek tersebut dilakukan dengan tempelan yang tidak rapi, tetapi kertas bersih (1) Tidak rapi= bila aspek tersebut dilakukan tidak rapi, kertas kotor Ketepatan (4) Sangat tepat= bila aspek tersebut dilakukandengan sangat tepat, yaitu 6 potongan puzzle ditempel di tempat yang tepat (3) Tepat= bila aspek tersebut dilakukan tepat, gambar puzzle terbentu tetpai ada 1 potongan yang tidak sesuai (2) Kurang tepat= bila aspek tersebut dilakukan kurang tepat, yaitu kurang dari 4 potongan puzzle ditempelkan di tempat yang sesuai (1) Tidak tepat= bila aspek tersebut dilakukan tidak tepat, yaitu potongan puzzle tidak membantuk gambar yang diinginkan ( 0 = tidak ada usaha) 162

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163 Penilaian afektif pertemuan 1 sampai dengan 4 kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Indikator: Ketepatan waktu dalammenyelesaikan tugas yang diberikan Rubrik Penilaian Ketepatan waktu Skor aspek No Nama Siswa Kelompok 4 3 2 1 Penilaian yang didapat: Poin 4 = selesai mengerjakan dalam waktu yang ditentukan dengan jawaban yang tepat(Sangat tepat waktu ) Poin 3 = selesai mengerjakan dalam waktu yang ditentukan dengan jawaban yang kurang tepat(Tepat waktu) Poin 2 = selesai mengerjakan dalam waktu yang ditentukan dengan jawaban tidak tepat(Kurang tepat waktu) Point 1 = tidak selesai mengerjakan dalam waktu yang ditentukan (Tidak tepat waktu) 163

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164 Lampiran 5. Hasil Validitas Instrumen Soal Evaluasi dengan SPSS 20 No Item Nilai Korelasi Nilai r table Keterangan 1 0,353* 0,304 Valid 2 .b 0,304 Tidak Valid 3 .b 0,304 Tidak Valid 4 0,185 0,304 Tidak Valid 5 0,325* 0,304 Valid 6 0,164 0,304 Tidak Valid 7 0,339* 0,304 Valid 8 0,094 0,304 Tidak Valid 9 0,123 0,304 Tidak Valid 10 0,021 0,304 Tidak Valid 11 0,624** 0,304 Valid 12 0,529** 0,304 Valid 13 0,144 0,304 Tidak Valid 14 0,260 0,304 Tidak Valid 15 0,455** 0,304 Valid 16 0,339* 0,304 Valid 17 0,471** 0,304 Valid 18 0,336* 0,304 Valid 19 0,504** 0,304 Valid 20 0,471** 0,304 Valid 21 0,353** 0,304 Valid 22 0,362* 0,304 Valid 23 0,051 0,304 Tidak Valid 24 0,353* 0,304 Valid 164

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165 25 0,021 0,304 Tidak Valid 26 0,160 0,304 Tidak Valid 27 0,197 0,304 Tidak Valid 28 0,624** 0,304 Valid 29 .b 0,304 Tidak Valid 30 .b 0,304 Tidak Valid 31 -0,068 0,304 Tidak Valid 32 0,424** 0,304 Valid 33 -0,090 0,304 Tidak Valid 34 -0,038 0,304 Tidak Valid 35 .b 0,304 Tidak Valid 36 0,348* 0,304 Valid 37 0,318* 0,304 Valid 38 0,437** 0,304 Valid 39 -0,013 0,304 Tidak Valid 40 0,528** 0,304 Valid *Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed) **Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed) b. Cannot be computed because at least one of the variables is constant. 165

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166 Lampiran 6. Instrumen Penelitian Kisi-kisi Instrumen Penelitian Standar kompetensi : 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi Kompetensi dasar : 2.1 Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya No Indikator Nomor soal Jumlah soal 1 Menyebutkan sumber daya alam yang berpotensi di 1, 2, 3 3 daerahnya 2 Mengelompokkan sumber daya alam 4, 5 2 3 Menjelaskan manfaat dari sumber daya alam yang 6, 7, 8, 9, 10 5 ada di lingkungan setempat 4 5 6 Menentukan bentuk-bentuk kegiatan ekonomi 11, 12, 13, 4 14, Menjelaskan pengaruh keadaan alam terhadap 15, 16 2 kegiatan ekonomi Menjelaskan pelestarian berbagai sumber daya alam 17, 18, 19, 20 4 sekitar Total soal 20 166

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167 SOAL POST-TEST DAN PRE-TEST Mata pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas : IV (Empat) Semester :2 Nama No No absen : : : Petunjuk pengerjaan soal: 1. Tuliskan nama serta no absen di tabel identitas diri! 2. Berilah tanda silang (x) pada huruf A, B, C, atau D sesuai dengan jawaban yang paling benar ! 1. Di bawah ini merupakan sumber daya alam yang terdapat di daerah dataran tinggi, kecuali... a. Teh b. Kopi c. Melon d. Kakao 2. Pantai yang indah, gunung dan pegunungan dengan udara yang sejuk, bukit, lembah, danau merupakan sumber daya... a. hutan b. mineral c. udara d. ruang 3. Sumber daya alam dari hasil pertanian ditunjukkan oleh nomor... No. Kekayaan alam 1. Padi 2. Teh 3. Jagung 4. Tebu 5. Kacang tanah a. 1, 2, 5 167

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168 b. 1, 2, 4 c. 1, 3, 5 d. 2, 3, 5 4. Berdasarkan sumbernya, sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup merupakan sumber daya alam... a. non hayati b. hayati c. dapat diperbaharui d. tidak dapat diperbaharui 5. Sumber daya alam yang dapat diperbaharui adalah... a. minyak bumi dan air b. gas alam dan minyak bumi c. air dan hewan d. tumbuhan dan barang tambang 6. Berikut ini merupakan manfaat dari berbagai jenis air: No. Manfaat 1 Memasak 2 Sarana transportasi 3 Tempat wisata 4 Pembuatan garam 5 Mengairi sawah Yang merupakan manfaat dari air laut ditunjukkan oleh nomor... a. 1, 2, 3 b. 2, 3, 4 c. 3, 4, 5 d. 1, 3, 5 168

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169 7. Getah damar dari hasil sumber daya hutan dapat diolah menjadi... a. bahan mebel b. kertas c. bahan cat d. bahan bangunan 8. Hutan yang berfungsi untuk melindungi hewan-hewan dan tumbuhan disebut hutan... a. hutan wisata b. hutan bakau c. hutan suaka alam d. hutan produksi 9. Obat malaria merupakan manfaat dari hasil perkebunan... a. karet b. tebu c. kina d. rosela 10. Air payau merupakan jenis air yang menjadi bagian dari sumber dari air yang dimanfaatkan untuk... a. pembuatan garam b. sarana transportasi c. mengairi sawah d. memelihara ikan bandeng 11. Kegiatan memakai barang disebut kegiatan... a. produksi b. distribusi c. konsumsi d. ekonomi 12. Orang atau perusahaan yang menghasilkan suatu barang disebut... a. produsen b. konsumen c. distributor d. ekonomi 13. Bentuk kegitan ekonomi yang mengambil sumber daya alam yang ada di dalam perut bumi adalah... a. perindustrian b. peternakan 169

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170 c. pertambangan d. perkebunan 14. Distributor adalah orang yang... a. menyalurkan barang b. menghasilkan barang c. memakai barang d. menerima barang 15. Pernyataan di bawah ini mengenai hubungan suatu daerah dengan kegiatan ekonomi yang cocok ditinjau dari sumber daya alamnya yang tepat adalah... a. Perkotaan cocok untuk mengembangkan kegiatan peternakan b. Perkotaan cocok untuk mengembangkan kegiatan ekonomi di bidang perdagangan, industri, dan jasa c. Padang rumput cocok untuk mengembangkan kegiatan industri d. Pesisir pantai cocok untuk mengembangkan kegiatan perkebunan 16. Berikut ini adalah macam-macam kegiatan ekonomi di berbagai daerah: No. Aktivitas ekonomi 1. Petani tembakau 2. Petani garam 3. Nelayan 4. Usaha perhotelan 5. Penambang pasir Kegiatan ekonomi di daerah pantai ditunjukkan pada nomor... a. 1, 2, 3 b. 2, 3, 4 c. 2, 3, 5 d. 1, 3, 4 170

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171 17. Perhatikan tabel di bawah ini ! No. Kegiatan 1. Membuang limbah ke laut/sungai 2. Mengadakan penghijauan terhadap hutan yang gundul 3. Menggunakan energi pengganti 4. Menangkap ikan dengan bahan kimia 5. Mendaur ulang barang-barang bekas Kegiatan yang merupakan usaha pelestarian sumber daya alam pada tabel di atas ditunjukkan oleh nomor... a. 1, 2, 4 b. 2, 3, 4 c. 2, 3, 5 d. 3, 4, 5 18. Upaya untuk menjaga kelestarian hutan di Indonesia, kecuali... a. tebang pilih b. reboisasi c. rehabilitasi hutan d. menebang untuk kepentingan produksi yang banyak 19. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui seperti BBM (Bahan Bakar Minyak) lambat laun akan habis, maka hal yang seharusnya dilakukan untuk melestarikan sumber daya alam tersebut, kecuali... a. mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, jika ingin bepergian dengan jarak dekat bisa berjalan kaki atau dengan naik sepeda b. membeli bensin sebanyak-banyaknya untuk ditimbun c. tidak menyalakan mesin kendaraan pada saat kendaraan tidak digunakan d. pengembangan sumber energi alternatif , seperti sumber energi biogas 20. Termasuk energi pengganti atau alternatif adalah... a. bahan bakar minyak b. cahaya matahari c. batubara d. gas alam Selamat mengerjakan 171

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172 Kunci jawaban soal pretest dan postest 1. C 11. C 2. D 12. A 3. C 13. C 4. B 14. A 5. C 15. B 6. B 16. B 7. C 17. C 8. C 18. D 9. C 19. B 10. D 20. B 172

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173 Lampiran 7. Hasil Uji Normalitas Pretest Dan Postest Kelas Eskperimen (IV A) NORMALITAS EKSPERIMEN Test of Normality Kolmogorov-Smirnova PRE EKSP POST EKSP Statistic ,103 Df ,146 Shapiro-Wilk 31 Sig. ,200* Statistic ,965 31 ,093 ,952 df 31 Sig. ,390 31 ,183 *. This is a lower bound of the true significance. a. Lilliefors Significance Correction Hasil Uji Normalitas Pretest Dan Postest Kelas Kontrol (IV B) NORMALITAS KONTROL Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic Df Shapiro-Wilk Sig. Statistic df Sig. PRE KON ,123 30 ,200* ,960 30 ,310 POST KON ,150 30 ,082 ,930 30 ,050 *. This is a lower bound of the true significance. a. Lilliefors Significance Correction Lampiran 8. Hasil Uji Homogenitas Test of Homogeneity of Variances Nilai Levene Statistic ,256 df1 df2 1 Sig. 59 173 ,615

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 174 Lampiran 9. Hasil uji perbandingan skor pretest Lampiran 10. Nilai Equal variances assumed Equal variances not assumed Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances F ,256 t-test for Equality of Means Sig. ,615 t ,076 59 Sig. (2tailed) ,939 Mean Difference ,296 Std. Error Difference 3,873 Lower -7,453 Upper 8,045 58,970 ,939 ,296 3,869 -7,446 8,038 Df ,076 95% Confidence Interval of the Difference Hasil uji perbandingan skor posttest Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances nilai Equal variances assumed Equal variances not assumed F ,155 Sig. ,695 t-test for Equality of Means t 4,153 4,162 59 Sig. (2tailed) ,000 Mean Difference 8,957 Std. Error Difference 2,157 58,456 ,000 8,957 2,152 df 174 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper 4,641 13,273 4,649 13,265

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 175 Lampiran 11. Lembar Kerja Siswa LEMBAR KERJA SISWA KELAS EKSPERIMEN Satuan Pendidikan : SD N KEBONDALEM LOR Mata Pelajaran : IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) Hari/ Tanggal/ Pertemuan ke : Sabtu/ 18 Januari 2014/ 1 Kelas/Semester :IV / 2 Alokasi Waktu :2 x 35 menit (1 pertemuan) Nama : Nomor : I. Indikator hasil belajar: Kognitif 1. Menyebutkan sumber daya alam yang berpotensi di daerah tempat tinggalnya 2. Mengelompokkan sumber daya alam Afektif Tepat waktu dalam mengerjakan tugas yang diberikan Psikomotorik Menempel gambar hasil sumber daya alam dalam tabel pengelompokkan sumber daya alam II. Petunjuk PETUNJUK:  Tulislah nama dan no absen di kolom yang sudah disediakan  Bergabung bersama kelompok asal Bergabunglah bersama kelompok asal yang telah ditentukan oleh guru. III. Kegiatan belajar MARI MENJADI AHLI BAGI TEMAN KELOMPOKMU 175

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 176 1. Kegiatan Belajar 1 Mari membaca materi  Ketua kelompok silahkan membagi materi yang harus dibaca oleh teman dalam kelompok asal.  Setiap siswa membaca materi yang diberi kode warna Bacalah materi yang menjadi bagian ahlimu saja. INGAT! Hanya materi ahlimu saja. Setelah membaca kamu bisa menggaris bawahi bagian yang penting untuk kamu diskusikan bersama kelompok ahli. Ingat, kalian juga harus memahami materi yang kalian baca! SUMBER DAYA ALAM YANG BERPOTENSI DI DAERAH SEKITAR DAN PENGELOMPOKKANNYA Masih ingat pelajaran tentang sumber daya alam yang telah dipelajari di semester 1? Kalian sudah tahu kan apa itu sumber daya alam? Nah, sekarang kalian akan belajar sumber daya alam yang berpotensi di lingkungan sekitar kalian. Sebelum kalian belajar tentang hal tersebut, tentunya kalian harus paham tentang macam-macam sumber daya alam dan pengelompokkannya ya :) Hari ini kita akan belajar tentang hal itu, ingat kalian harus membaca agar pengetahuan kalian bertambah dan kalian menjadi anak-anak yang pintar ya! Sebelumnya kita ingat lagi apa yang dimaksud dengan sumber daya alam dan pengelompokkannya. Kalian semua harus membaca materi A. A. Sumber Daya Alam dan macam-macam Sumber Daya Alam Sumber daya alam adalah segala sesuatu dari alam yang memiliki manfaat bagi manusia. Sumber daya alam berdasarkan kemampuannya untuk diperbaharui dapat dibedakan menjadi dua yaitu sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Sedangkan berdasarkan sumbernya, dapat dibedakan menjadi sumber daya alam hayati dan sumber daya alam nonhayati. Macam – Macam Sumber Daya Alam dalam pengelompokkannya a. Berdasarkan Kemampuannya 1. Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbaharui Sumber daya alam yang dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang dapat kita hasilkan kembali setelah kita menggunakannya. Sumber daya alam ini tidak akan habis jika kita dapat dengan baik dalam mengelolanya. Contohnya: hasil pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, tanah, air, hewan, tumbuhan. 2. Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbaharui Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang tidak dapat kita buat atau produksi kembali setelah habis dimanfaatkan. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui jumlahnya sangat terbatas. Contohnya : minyak bumi, gas alam, dan barang – barang tambang lainnya. jika kita mengambil minyak bumi disuatu tempat hingga habis, kita harus mencari sumber minyak bumi yang lainnya. hal itu karena minyak bumi terbentuk di alam dalam waktu yang sangat lama. Oleh karena itu kita harus mengelolanya dengan baik dan memanfaatkannya dengan sebaik – baiknya. b. Berdasarkan sumbernya 1. Sumber Daya Alam Hayati Sumber daya alam hayati adalah sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup. Contohnya hutan dan hasil pertanian. 2. Sumber Daya Alam Nonhayati Sumber daya alam nonhayati adalah sumber daya alam yang berasal dari benda mati. Contohnya air, bahan galian, tanah. 176

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 177 Sekarang, kalian akan belajar apa saja sumber daya alam di berbagai lingkungan. Kalian baca materi yang menjadi bagianmu saja, seperti yang sudah dibagi oleh gurumu. Bacalah materi dengan kode yang sama dengan kode kalian ! SUMBER DAYA ALAM DI BERBAGAI LINGKUNGAN B. HASIL PERTANIAN DAN PERKEBUNAN Negara kita merupakan negara agraris. Apakah yang dimaksud dengan negara agraris? Negara agraris adalah negara yang mata pecaharian sebagian besar penduduknya di bidang pertanian. Indonesia mempunyai potensi wilayah pertanian dan perkebunan yang baik karena terdapat di daerah tropis serta banyak mendapat curah hujan untuk lahan pertanian dan perkebunan, Hasil sumber daya alam di bidang pertanian adalah padi, jagung, sayuran, kentang, cabai, tomat, bawang merah, bawang putih, kacang tanah, sigkong, kacang kedelai, umbi, buncis, kol, wortel, sawi, tembakau, terong, pare, kacang panjang, dll. Nah, apakah kalian tahu apa saja hasil perkebunan? Usaha perkebunan dapat dilakukan oleh perorangan dan dapat juga dilakukan oleh pemerintah. Usaha perkebunan yang dilakukan oleh pemerintah dikelola oleh PT Perkebunan (PTP) dan dengan lahan yang cukup luas. Sedangkan usaha perkebunan yang dilakukan oleh perorangan atau masyarakat umumnya dilakukan di lahan yang tidak terlalu luas dan hasilnya untuk dikonsumsi sendiri. Contoh dari hasil perkebunan adalah teh, stroberi, kopi, cengkih, tembakau, karet, kelapa sawit, cokelat, tebu, kelapa, salak, kina dll. Tanaman hasil perkebunan berbeda dengan tanaman hasil pertanian. Biasanya perkebunan banyak untuk tanaman masa hidup jangka panjang yang di budi daya kan. C. HASIL SUMBER DAYA ALAM PETERNAKAN Kalian pasti pernah menikmati ayam goreng, sate kambing, telur dadar dan susu kan? Nah, daging, susu, dan telur merupakan hasil usaha bidang peternakan. Daging, susu, dan telur dimanfaatkan untuk bahan makanan. Selain sebagai bahan makanan, peternakan juga dapat menghasilkan bahan baku industri seperti bulu, kulit, dan juga tulang. Bulu dan kulit dapat dijadikan pakaian seperti jaket, sabuk, dan mantel bulu. Hewan-hewan yang dimanfaatkan untuk diambil dagingnya misalnya kambing, sapi, kerbau, ayam, kuda, ikan, burung, kelinci, belut, dll. Sedangkan susu dapat diperoleh dari sapi dan kambing. Sapi dan kambing juga dapat diambil kulitnya untuk bahan industri dan kerajinan. Bulu ayam juga bermanfaat untuk shutle cock. D. SUMBER DAYA ALAM HASIL LAUT DAN PERIKANAN Negara kita merupakan negara yang sebagian besar wilayahnya terdiri atas lautan. Jadi, potensi sumber daya laut sangat besar. Banyak hasil laut yang bernilai ekonomi, terutama ikan. Namun, budidaya ikan di Negara kita belum maksimal dan belum dikelola dengan baik. Ikan hasil nelayan masih sedikit, padahal potensi perikanan laut sangat besar. Selain ikan, hasil laut dan perikanan lainnya adalah terumbu karang, rumput laut, ikan hias, lele, nila, bawal, gurameh, bandeng, udang, kerang, cumi-cumi, kepiting, belut, dll. E. SUMBER DAYA ALAM HASIL HUTAN DAN LINGKUNGAN ALAM YANG INDAH Sumber Daya Alam Indonesia yang sangat berpengaruh terhadap pemasukan keuangan negara adalah hutan. Indonesia kaya akan berbagai hasil hutan. Hasil hutan yang utama adalah kayu glondongan, rotan, damar, kayu jati, dll. Hutan di Indoneia terdapat di Pulau Kalimantan, Sumatra, Papua, Sulawesi, dan Jawa. Kayu dan rotan merupakan hasil andalan hutan yang diekspor ke mancanegara. Selain hasil hutan yang dapat digunakan sebagai bahan baku industri itu, juga terdapat madu yang dapat digunakan sebagai obat. Lingkungan alam yang indah merupakan sumber daya ruang. Sumber daya ruang banyak dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Contoh sumber daya alam lingkungan alam 177

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 178 yang indah adalah pantai, gunung, pegunungan, bukit, lembah, danau, hutan, air terjun, candi, dll. F. SUMBER DAYA ALAM HASIL PERTAMBANGAN Negara kita juga terkenal sebagai salah satu negara yang kaya dengan barang tambang. Usaha pertambangan dimaksudkan untuk mengambil sumber daya alam di dalam perut bumi. Proses pengambilannya menggunakan mesin berat dan modern. Barang tambang andalan adalah tambang minyak bumi, batu bara, emas dan perak, bijih besi. Terdapat juga hasil tambang belerang, grafit, dan marmer. Bahan tambang disiapkan menjadi bahan baku industri dan bahan bakar. Selain itu, di Indonesia terdapat tambang pasir yang banyak di daerah-daerah gunung berapi. 2. Kegiatan Belajar 2 1. Bergabunglah bersama kelompok ahli, kelompok ahli adalah kelompok dengan kode warna materi yang sama. 2. Di dalam kelompok ahli diskusikan materi yang telah kamu baca dan pamahi di kelompok asal! Ingat jangan hanya membaca, tapi sampaikan pendapatmu! 3. Sampaikan pendapatmu satu per satu, setiap anak harus menyampaikan pendapatnya! 3. Kegiatan Belajar 3 1. Kembalilah ke kelompok asal! 2. Jadilah ahli bagi anggota kelompok asalmu agar mereka memahami materi yang kamu pelajari. Sehingga semua akan memahami keseluruhan materi ! Jadilah ahli! buatlah temanmu pandai seperti kamu :) 178

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179 Lembar kerja siswa kelompok asal Soal 1 Isilah tabel macam-macam sumber daya alam yang ada di lingkungan setempat dengan sumber daya alam yang sudah disebutkan oleh masing-masing ahli! No Jenis SDA 1 Hasil pertanian 2 Hasil perkebunan 3 Hasil pertambangan 4 Hasil perikanan 5 Hasil peternakan 6 Hasil dari hutan 7 Lingkungan alam yang indah 179

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 180 Soal 2 Tempelkan gambar hasil sumber daya alam yang telah diberikan gurumu di kolom pengelompokkan sumber daya alam sesuai perintah! Tempelkan gambar di dalam amplop A pada kolom di bawah ini! Tempelkan sesuai dengan pengelompokkan sumber daya alam berdasarkan sumbernya! Sumber daya alam hayati Sumber daya alam non hayati 180

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 181 Tempelkan gambar di dalam amplop B pada kolom di bawah ini! Tempelkan sesuai dengan pengelompokkan sumber daya alam berdasarkan kemampuan untuk memperbaharuinya! Sumber daya yang dapat diperbarui Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui Selamat belajar 181

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 182 LEMBAR KERJA SISWA EKSPERIMEN Satuan Tingkat Pendidikan : SDN 1 KEBONDALEM LOR Mata Pelajaran : IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) Hari/ Tanggal/ Pertemuan ke : Jumat / 10 Januari 2014/ 2 Kelas/Semester : IV / 2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 pertemuan) Nama No : : I. Indikator Hasil Belajar Kognitif 1. Menjelaskan manfaat dari hasil sumber daya alam yang ada di lingkungan setempat. Afektif 1. Tepat waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Psikomotorik 1. Menjodohkan macam-macam kegiatan ekonomi dengan contoh kegiatannya. II. Petunjuk PETUNJUK:  Tulislah nama dan no absen kalian di kolom yang sudah disediakan  Bergabung bersama kelompok asal Bergabunglah bersama kelompok asal yang telah ditentukan oleh guru. III. Kegiatan Belajar MARI MENJADI AHLI KELOMPOKMU 182 BAGI TEMAN

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 183 1. Kegiatan Belajar 1 Mari membaca materi  Ketua kelompok silahkan membagi materi yang harus dibaca oleh teman dalam kelompok asal.  Setiap siswa membaca materi yang diberi kode warna Bacalah materi yang menjadi bagian ahlimu saja. INGAT! Hanya materi ahlimu saja. Setelah membaca kamu bisa menggaris bawahi bagian yang penting untuk kamu diskusikan bersama kelompok ahli. Ingat, kalian juga harus memahami materi yang kalian baca! 1. Pemanfaatan SDA Tanah Tanah merupakan sumber kehidupan dari semua makhluk hidup. Tanah tersusun atas kerikil, pasir, butuir-butir tanah liat, dan humus. Tanah banyak dimanfaatkan bagi kehidupan manusia, seperti: a. Tempat hidup tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia b. Lahan pertanian, peternakan, dan perkebunan Hasil Pertanian Hasil Pertanian Padi Jagung Kacang kedelai Manfaat Makanan pokok Makanan pokok dan makanan ternak Bahan baku tahu, tempe, kecap, susu Hasil Perkebunan Hasil Perkebunan Kelapa sawit Karet Tebu Rosela (serat) Manfaat Bahan baku minyak margarine Bahan baku ban Bahan baku gula pasir Bahan karung goni goreng dan Hasil Peternakan Hasil Peternakan Manfaat Daging sapi, daging ayam, Sumber protein hewani telur Ulat sutra Bahan baku kain sutra Lebah Madu c. Sumber mineral dan bahan tambang Hasil Tambang Minyak bumi Gas alam Belerang Grafit Marmer Manfaat Bahan bakar kendaraan dan kompor minyak Bahan bakar kompor gas Campuran obat Bahan baku pensil Bahan bangunan 183

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184 d. Lahan pemukiman, perkantoran, pabrik e. Sumber bahan kerajinan. Tanah merupakan bahan baku pembuatan patung, genting, bat bata, barang gerabah, dsb. 2. Pemanfaatan SDA sungai, laut, dan danau (air) Air merupakan sumber penghidupan bagi semua makhluk hidup. Air merupakan benda cair yang dapat kita temui di sungai, laut, dan danau. Ada tiga jenis air, yaitu air tawar, air payau, dan air laut: a. Air tawar terdapat di sumur, sungai, dan danau. Air sumur dimanfaatkan untuk minum, masak, mencuci, dan mandi. Air sungai dimanfaatkan untuk sarana transportasi, mengairi sawah, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), perikanan, dan wisata air. Air danau dimanfaatkan untuk pembangkit listrik, perikanan, dan tempat wisata. b. Air payau adalah air yang terdapat di dekat laut. Air payau tidak tawar, tetapi juga tidak terlalu air asin seperti air laut. Air payau dimanfaatkan untuk memelihara ikan bandeng, udang, dan rumput laut. c. Air laut menghasilkan berbagai jensi ikan. Air laut juga dimanfaatkan untuk sarana transportasi, pembuatan garam, dan tempat wisata. Berikut adalah contoh hasil laut dan perikanan yang juga merupakan manfaat dari air: Hasil Laut dan Perikanan Ikan Rumput laut Terumbu karang Manfaat Sumber protein hewani Obat dan bahan makanan Tempat rekreasi bawah laut 3. Pemanfaatan SDA Hutan dan Tumbuhan Hutan merupakan area tanah yang luas yang ditubuhi tumbuh-tumbuhan. Jika dilihat dari fungsinya ada beberapa jenis hutan, yaitu: a. Hutan produksi, yatu hutan yang berfungsi mengahasilkan kayu, rotan getah damar, dan pinus. b. Hutan lindung, yaitu hutan yang berfungsi untuk melindungi tanah dan air. c. Hutan suaka alam, yaitu hutan yang berfungsi untuk melindungi tumbuh-tubuhan dan hewan d. Hutan wisata, yaitu hutan yang difungsikan sebagai tempat wisata Hasil Hutan Kayu Rotan Madu Manfaat Bahan bangunan Bahan baku mebel Obat – obatan Getah damar Pinus Bahan cat Bahan baku membuat kertas dan korek api 4. Pemanfaatan lingkungan alam yang indah, udara, dan matahari Lingkungan alam yang indah merupakan sumber daya ruang. Indonesia sangat kaya akan sumber daya ruang. Keindahan alam Indonesia sangat menarik dan beragam. Kita memiliki pantai, gunung dan pegunungan, bukit, lembah, danau, dan hutan. Pada pertemuan pertama kalian sudah mempelajarinya kan? Sumber daya ruang ini dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Sedangkan udara yang kita dapat cuma-cuma juga memiliki manfaat yang banyak bagi manusia, seperti menggerakkan kincir angin yang dapat bermanfaat bagi PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Angin), menggerakkan perahu laar, serta sebagai sarana olahraga seperti terjun payung, terbang layang, dan sebagainya. Selain udara, yang kita dapat Cuma-Cuma adalah sumber daya 184

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 185 matahari. Matahari dimanfaatkan untuk sumber energi mobil, pembangkit listrik tenaga matahari, pengeringan ikan asin, padi, dan pakaian. 5. Kegiatan ekonomi dalam rangka pemanfaatan sumber daya alam (konsumsi, produksi, dan konsumsi) Dalam kegiatan ekonomi akan ada kegiatan menghasilkan, menyalurkan, dan memakai suatu barang. Kegiatan ekonomi adalah kegiatan yang dilakukan dalam rangka mendapatkan pendapatan. Untuk itu harus ada 3 macam kegiatan, yaitu : a. Kegiatan Menghasilkan Barang (produksi) Proses pembuatan suatu barang disebuat kegiatan produksi. Orang atau perusahaan yang membuat disebut produsen. b. Kegiatan Menyalurkan Barang (distribusi) Kegiatan menyalurkan barang – barang produksi dari produsen kepada konsumen disebut kegiatan distribusi. Orang atau perusahaan yang menyalurkan disebut distributor. c. Kegiatan Memakai Barang (konsumsi) Kegiatan memakai barang – barang disebut kegiatan konsumsi. Orang yang memakai disebut konsumen. 2. Kegiatan Belajar 2 4. Bergabunglah bersama kelompok ahli, kelompok ahli adalah kelompok dengan kode warna materi yang sama. 5. Di dalam kelompok ahli diskusikan materi yang telah kamu baca dan pamahi di kelompok asal! Ingat jangan hanya membaca, tapi sampaikan pendapatmu! 6. Sampaikan pendapatmu satu per satu, setiap anak harus menyampaikan pendapatnya! 3. Kegiatan Belajar 3 3. Kembalilah ke kelompok asal! 4. Jadilah ahli bagi anggota kelompok asalmu agar mereka memahami materi yang kamu pelajari. Sehingga semua akan memahami keseluruhan materi ! Jadilah ahli! buatlah temanmu pandai seperti kamu :) 185

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 186 Kerjakan soal ini di dalam kelompok asal setelah kalian berdiskusi! Soal 1 JODOHKAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM DENGAN CONTOH KEGIATANNYA! Berilah garis untuk menghubungkannya! Pekerja di kebun teh menggiling teh Produksi Titin membeli buku pelajaran di toko buku Gramedia Konsumsi Ayah adalah sopir truk yang mengantar beras ke daerah-daerah Pabrik susu mengemas susu ke dalam dos Distribusi Ani dan keluarga makan di rumah makan Padang Perusahaan jasa pengantar barang mengirim barang ke sebuah toko 186

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 187 Soal 2 1. Sebutkan 3 manfaat dari sumber daya tanah! 2. Sebutkan 3 jenis air! Sebutkan manfaat dari masing-masing jenis air! 3. Sebutkan 4 jenis-jenis hutan! Sebutkan manfaat dari masing-masing jenis hutan tersebut 4. Isilah tabel di bawah ini Sumber Daya Alam Manfaat Kina Getah karet Getah damar Daging dan telur Kayu gelondongan 187

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 188 LEMBAR KERJA SISWA EKSPERIMEN Satuan Pendidikan : SD N Kebon Dalem Lor Hari/ Tanggal/ Pertemuan ke : Rabu/ 14 Januari 2014/ 3 Kelas/ Semester : IV/ 2 Unit : Pengaruh keadaan alam terhadap kegiatan ekonomi Alokasi waktu Nama No : 2 x 35 menit (2JP) : : I. Indikator Hasil Belajar Kognitif 1. Menyebutkan bentuk-bentuk kegiatan ekonomi masyarakat 2. Menjelaskan pengaruh keadaan alam terhadap kegiatan ekonomi Afektif Tepat waktu dalam mengumpulkan tugas yang diberikan Psikomotorik Menempelkan kartu kegiatan ekonomi di kolom keadaan alam II. Petunjuk PETUNJUK:  Tulislah nama dan no absen kalian di kolom yang sudah disediakan  Bergabung bersama kelompok asal Bergabunglah bersama kelompok asal yang telah ditentukan oleh guru. III. Kegiatan Belajar IV. MARI MENJADI AHLI BAGI TEMAN KELOMPOKMU 1. Kegiatan Belajar 1 Mari membaca materi  Ketua kelompok silahkan membagi materi yang harus dibaca oleh teman dalam kelompok asal.  Setiap siswa membaca materi yang diberi kode warna 188

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 189 Bacalah materi yang menjadi bagian ahlimu saja. INGAT! Hanya materi ahlimu saja. Setelah membaca kamu bisa menggaris bawahi bagian yang penting untuk kamu diskusikan bersama kelompok ahli. Ingat, kalian juga harus memahami materi yang kalian baca! 1. Pengaruh keadaan alam terhadap kegiatan ekonomi Sumber daya alam bisa mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat. jika daerahnya subur, akan muncul kegiatan pertanian. Jika daerahnya memliki tanak yang tidak gembur, seperti perkotaan akan dipakai untuk industri.  Dataran tinggi merupakan wilayah datar yang memiliki ketinggian lebih dari 400 meter diatas permukaan air laut. Daerah dataran tinggi baik untuk menanam sayuran dan buah – buahan, seperti petai, jengkol, durian, kakao, manggis, asam, pisang, kopi, kentang, dll. Selain dataran tinggi juga cocok untuk daerah pariwisata karena hawanya yang sejuk dan segar, seperti Daerah Dataran tinggi Dieng. Dataran Dieng memiliki kekayaan budaya berupa candi.  Dataran rendah juga dimanfaatkan untuk pertanian, tumbuhan yang dapat ditanam di dataran rendah antara lain cabai, tomat, terung, bayam, kangkung, timun, labu, melon, lobak, jagung, dll. Artinya, tanah di daerah dataran rendah masih cocok untuk lahan pertanian. Walaupun berbeda dengan dataran tinggi. Selain itu, dataran rendah juga dapat digunakan untuk peternakan, perumahan, serta industri.  Pantai merupakan tempat yang indah, sehingga bisa menjadi sarana berwisata bagi wisatawan dalam dan luar negri. Karena banyak wisatawan di daerah pantai, maka banyak sekali usaha-usaha di daerah sekitar pantai seperti kuliner, toko cinderamata, dan hotel tempat menginap. Laut juga tempat hidup ikan-ikan, maka banyak ditemui pedagang ikan dan hasil laut di sekitar pantai.  Perkotaan adalah wilayah yang padat akan penduduk. Banyak dijumpai bangunanbangunan besar dan tinggi di kota. Kita ambil contoh kota Jakarta, hampir tidak ada lahan kosong di Ibu kota negara kita ini. Tidak jauh dari tempat kita tinggal, ada kota Yogyakarta yang saat ini mulai banyak dibangun gedung-gedung tinggi baik untuk kantor, Mall, hotel, toko, dll. Melihat dari lokasi perkotaan, maka akan sulit ditemukan lahan pertanian di daerah kota. Hal ini yang menyebabkan kegiatan ekonomi di daerah perkotaan lebih banyak ke pekerja jasa. Nah, hal-hal seperti itu yang menyebabkan perbedaan kegiatan ekonomi yang terjadi di daerah dataran tinggi, dataran rendah, pantai, dan perkotaan. Masing-masing daerah memiliki kegiatan ekonomi masing-masing 2. Mata pencaharian di daerah pantai Pernahkah kamu ke pantai? Kita bisa bermain ombak, melihat keindahan pantai, bisa juga melihat kesibukan para nelayan dan orang-orang yang sedang bekerja. Daerah pantai dimanfaatkan sebagai tempat penangkapan ikan, pengolahan garam, pelabuhan laut, dan tempat rekreasi. Siapa saja orang-orang yang sumber mata pencahariannya berasal dari pantai? a. Nelayan Pekerjaan nelayan adalah menangkan ikan di laut. Nelayan mulai berangkat menangkap ikan pada malam hari dan pulang pada pagi hari. Ikan-ikan yang didapat dijual di tempat pelelangan ikan. Ada dua macam nelayan, yaitu nelayan pengusaha dan nelayan penyewa/ buruh. Nelayan pengusaha mempunyai kapal perahu untuk menangkap ikan. Nelayan penyewa/ buruh tidak mempunyai kapal/ perahu dan bergantung pada nelayan pengusaha. 189

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 190 b. Pengusaha tambak Pengusaha tambak adalah pemilik modal dalam usaha tambak. Pengusaha tambak memiliki lahan tambak. Tambak digunakan untuk memelihara udah dan ikan bandeng. c. Petani tambak Petani tambak adalah orang yang bekerja pada pengusaha tambak, petani tambak mendapatkan upah dari peusaha tambak. Jumlah petani tambak lebih banyak daripada pengusaha tambak. d. Petani garam Laut juga menghasilkan kerang dan batu-batu laut yang dijadikan bahan-bahan untuk membuat barang kerajinan. Penduduk pantai banyak yang bekerja sebagai pembuat barang kerajinan. e. Usaha hotel Banyaknya wisatawan di daerah pantai membuat tumbuhnya usaha perhotelan di daerah sekitar pantai. Adanya hotel di daerah pantai berarti banyak orang yang dibutuhkan untuk bekerja di dalamnya, sebagai juru masak, sebagai pelayan, dll. 3. Mata pencaharaian di daerah dataran tinggi Mata pencaharian penduduk di daerah datara tinggi juga bermacam-macam, antara lain: a. Peternak Daerah dataran tinggi mempunyai iklim yang cukup dingin, sehingga cocok untuk memelihara ternak seperti sapi perah, lambing, kelinci, ayam pedagingm dan ayam petelor. b. Petani Mata pencaharian yang ada di dataran tinggi salah satunya adalah petani. Jenis tanaman yang ada di daerah dataran tinggi tentu berbeda dengan yang ada di daerah dataran rendah. c. Pekerja/ buruh perkebunan Di daerah dataran tingg biasanya terdapat perkebunan besar. Banyak penduduk dataran tinggi yang bekerja sebagai buruh perkebunan. Misalnya buruh di perkebunan teh dan kopi. d. Pekerja pertukangan Pekerja pertukangan adalah orang-orang yang membuat rumah. Ada dua macam tukang, yaitu tukang batu dan tukang kayu. Pekerja tukang batu antara lain membuat tembok, fondasi, dan memasang tegel. Tukang kayu membuat pintu, jendela, kerangka atap, dan membuat perabotan. e. Pedagang Pedagang di dataran tinggi membeli hasil daerah datraan tinggi seperti sayuran, buah, kopi, cengkih, pala untuk dijual di daerah kota atau dataran rendah. Selain itu pedagang di dataran tinggi menjual beras dan barang-barang kebutuhan yang tidak dihasilkan di dataran tinggi. 4. Mata pencaharian di daerah dataran rendah a. Petani Ada dua jenis petani, yaitu petani lahan dan petani penggarap. Petani pemilik lahan mengolah lahan pertaniannya sendiri. Petani penggarap mengerjakan sawah/ ladang yang bukan miliknya sendiri, mereka mengolah sawah atau ladang petani lain b. Buruh tani Buruh mengerjakan tanah pertanian sebagai tenaga harian. c. Pedagang hasil bumi 190

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 191 Pedagang haisil bumi menjual barang-barang hasil bumi ke kota. Hasil bumi yang dijual seperti sayur, buah, beras, dll. d. Peternak Sama seperti di daerah dataran tinggi, penduduk dataran rendah juga memelihara ternak, seperti sapi, kambing, ayam, itik. Ada juga yang menjadi peternak sapi perah, ayam potong, ayam petelor, dan ikan air tawar. e. Buruh musiman Buruh musiman adalah orang-orang yang dipekerjakan pada musim tanam dan musim panen. Buruh tani mencari kegiatan pekerjaan lain bila sudah selesai mengerjakan sawah. 5. Mata pencaharian di daerah perkotaan a. Pekerja jasa Sebenarnya tidak hanya di daerah perkotaan, ada pekerja jasa. Pekerja jasa adalah orang-orang yang memberikan pelayanan sesuai keahlian yang diniliki. Namun karena perkotaan merupakan pusat kegiatann ekonomi maka banyak terdapat pekerja jasa, eseperti dokter, sopir, guru, penjahit, pegawai salon, pengacara, banker. b. Karyawan swasta Karyawan swasta banyak ditemui di daerah perkotaan, hal ini karena banyak kantorkantor di daerah perkotaan. Contoh pekerja bank swasta. c. Wiraswasta Wiraswasta adalah orang yang membuka lapangan pekerjaan sendiri. Wiraswasta banyak ditemui di daerah perkotaan, seperti orang yang membuka usaha bengkel, membuka toko, dll. d. Pedagang Pedagang yang ada di daerah kota biasanya pedagang kakai lima, pedagang keliling, agen besar, dll. e. Buruh pabrik Di kota besar banyak terdapat pabrik, maka banyak sekali orang-orang yang menjadi buruh pabruk. 2. Kegiatan Belajar 2 1. Bergabunglah bersama kelompok ahli, kelompok ahli adalah kelompok dengan kode warna materi yang sama. 2. Di dalam kelompok ahli diskusikan materi yang telah kamu baca dan pamahi di kelompok asal! Ingat jangan hanya membaca, tapi sampaikan pendapatmu! 3. Sampaikan pendapatmu satu per satu, setiap anak harus menyampaikan pendapatnya! 3. Kegiatan Belajar 3 1. Kembalilah ke kelompok asal! 2. Jadilah ahli bagi anggota kelompok asalmu agar mereka memahami materi yang kamu pelajari. Sehingga semua akan memahami keseluruhan materi ! Jadilah ahli! buatlah temanmu pandai seperti kamu  191

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 192 Kerjakan soal ini di dalam kelompok asal setelah kalian berdiskusi! Soal 1 JODOHKAN KEGIATAN EKONOMI DENGAN PENGARUH KEADAAN ALAMNYA! Berilah garis untuk menghubungkannya! Kegiatan ekonomi apa yang cocok di keadaan alam di bawah ini? KEADAAN ALAM KEGIATAN EKONOMI Di daerah sekitar pantai terdapat air payau Buruh pabrik Di daerah perkotaan sudah jarang ada lahan Pemetik teh yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian Di daerah dataran tinggi udaranya dingin dan sejuk, Budidaya tanahnya cocok untuk perkebunan dan pertanian bandeng Di daerah dataran rendah banyak juga pertanian, Petani melon ikan namun jenis tanamannya berbeda dengan di daerah dataran tinggi Pegawai swasta Soal 2 Tempelkan kartu pekerjaan pada kolom kondisi alam yang cocok dimana banyak ditemukan kegiatan ekonomi dalam kartu pekerjaan tersebut! Lakukan bersama teman kelompokmu! 192

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 193 LEMBAR KERJA SISWA EKSPERIMEN Satuan Pendidikan : SD N Kebon Dalem Lor Hari/ Tanggal/ Pertemuan ke : Sabtu / 18 Januari 2014/ 4 Kelas/ Semester : IV/ 2 Unit : Pelestarian Sumber Daya Alam Alokasi waktu : 2 x 35 menit (2JP) Nama : No : I. Indikator Hasil Belajar Kognitif Menjelaskan pelestarian berbagai sumber daya alam sekitar Afektif Tepat waktu dalam mengumpulkan tugas Psikomotorik Menempel puzzle keadaan sumber daya alam II. Petunjuk PETUNJUK:  Tulislah nama dan no absen kalian di kolom yang sudah disediakan  Bergabung bersama kelompok asal Bergabunglah bersama kelompok asal yang telah ditentukan oleh guru. III. Kegiatan Belajar MARI MENJADI AHLI BAGI TEMAN KELOMPOKMU 193

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 194 1. Kegiatan Belajar 1 Mari membaca materi  Ketua kelompok silahkan membagi materi yang harus dibaca oleh teman dalam kelompok asal.  Setiap siswa membaca materi yang diberi kode warna Bacalah materi yang menjadi bagian ahlimu saja. INGAT! Hanya materi ahlimu saja. Setelah membaca kamu bisa menggaris bawahi bagian yang penting untuk kamu diskusikan bersama kelompok ahli. Ingat, kalian juga harus memahami materi yang kalian baca! Perlunya melestarikan sumber daya alam Sumber daya alam yang dapat diperbaharui maupun yang tidak dapat diperbaharui jika digunakan secara terus menerus lama – lama akan habis. Pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan secara hati – hati dan bijaksana. Jika sumber daya alam yang kita miliki habis atau rusak, kita terancam terkena bencana. Melestarikan lingkungan merupakan hal yang wajib dilakukan. Lingkungan yang rusak dapat mengancam kehidupan masyarakat. Agar sumber daya alam tetap lestari, kita harus melestarikan sumber daya alam. Lingkungan alam yang indah merupakan sumber daya ruang yang harus dijaga. Jika sumber daya alam rusak maka lingkungan menjadi tidak indah, jadi sumber daya ruang menjadi tidak asri. Cara melestaikan sumber daya alam sebagai berikut: 1. Pelestarian Sumber Daya Tanah Tanah merupakan sumber daya alam yang terbatas. Terbatas dalam arti tidak semua lahan yang ada dapat digunakan untuk kepentingan manusia. Misalnya tanah di pegunungan berbatu tidak dapat digunakan untuk pertanian. Lahan yang suburpun jika tidak dipelihara kesuburannya akan rusak. Misalnya penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. Akibatnya, tanah kelebihan mineral tertentu, tetapi kekurangan mineral lainnya. Jadi harus mengurangi penggunaan pupuk kimia untuk tanaman. Cara mempertahankan kesuburan tanah juga dapat dilakukan dengan cara rotasi tanaman. Rotasi tanaman dilakukan untk menyeimbangkan komposisi tanah. Rotasi tanaman dilakukan dengan pergantian jenis tanaman yang ditanam dalam kurun waktu tertentu. Selain hal tersebut yang dapat kita lakukan adalah dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat. Tumpukan-tumpukan sampah di tanah akan menyebabkan tanah tersebut tercemar. Kita bisa mendaur ulang barang bekas plastik seperti botol dan bungkus makanan menjadi hal yang berguna daripada membuang begitu saja dan menyebabkan pencemaran lingkungan tanah. 2. Pelestarian Sumber Daya Hutan Hutan merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Namun, pemanfaatan hutan yang tidak terkendali dapat menyebabkan kerusakan hutan. Kelestarian hutan dapat dijaga melalui kegiatan reboisasi. Reboisasi merupakan penanaman kembali hutan yang gundul.. Kelestarian hutan dapat dilakukan dengan cara mencegah terjadinya kebakaran hutan. Kebakaran hutan bisa karena alam dan ulah manusia. Ulah manusia misalnya manusia memang sengaja membakar hutan untuk membuka lahan. Jadi, jangan membakar hutan untuk kepentingan membuka lahan. Itu artinya manusia tidak mementingkan lingkungan hidupnya. 194

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 195 Selain itu kelestarian hutan dapat dilakukan dengan tebang pilih tanam. Pemerintah menerapkan TPTI (Tebang Piih Tanam Indonesia), artinya pohon yang boleh ditebang merupakan pohon dengan ukuran dan usia tertentu. Penebang juga harus menanam tanaman baru. Pelestarian hutan juga dapat dilakukan dengan melakukan penghematan kertas. Semakin banyak kertas yang dihemat, maka penebangan pohon untuk memproduksi kertas dapat dikurangi. Pemerintah juga menerapkan sistem HPH (Hak Pengelolaan Hutan) kepada pihak-pihak yang akan menggunakan hutan sebagai faktor pendukung kegiatan industri. Hal ini dilakukan agar manusia tidak secara sembarangan menebang pohon di hutan. 3. Pelestarian Sumber Daya Air Sumber daya air sangat diperlukan bagi makhluk hidup. Manusia, hewan, dan tumbuhan sangat membutuhkan air. Jadi, kita sebagai manusia harus menjaga kelestarian air. Upaya – upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian sumber daya air untuk kelangsungan hidup ikan dan ekosistem air dengan mencegah penggunaan bahan peledak dan racun untuk menangkap ikan.. Walaupun ikan laut maupun ikan tawar merupakan sumber daya alam yang terdapat dalam jumlah yang melimpah namun pemanfaatannya harus dikendalikan. Agar kelestarian hidup ikan terjamin, tempat hidup ikan harus dipelihara. Misalnya tidak merusak terumbu karang yang menjadi tempat hidup dan berbiak berbagai jenis ikan. Upaya tersebut dalam rangka melindungi hewan dan ekositem di dalam air. Selain hal tersebut yang dapat kita lakukan adalah ikut serta menjaga kebersihan air. Misalnya kita tidak membuang sampah sembarangan di sungai dan tidak mencemari sungai dengan limbah pabrik. Hal lain yang dapat kita lakukan adalah menghemat penggunaan air, kalau air dalam bak sudah penuh sebaiknya kita mematikan kran agar air tidak terbuang sia-sia. 4. Pelestarian Sumber Daya Alam Udara Udara merupakan sumber daya yang selalu kita butuhkan. Bayangkan, asap kendaraan bermotor membuat udara menjadi tercemar dan tidak segar lagi. Udara yang kotor membuat sumber daya ruang yaitu lingkungan alam yang indah menjadi tidak asri. Udara di pegunungan akan berbeda dengan udara yang ada di perkotaan. Di pegunungan masih banyak tanaman dan sedikit kendaraan bermotor, berbeda dengan di kota. Jika udara tercemar, maka akan mengganggu kesehatan kita. Saat ini sudah banyak dilakukan larangan merokok di tempat umum, hal ini dapat mengurangi pencemaran udara akibat asap rokok. Bagi pabrik-pabrik juga harus mempunyai penyaringan pada pembuangan gas agar asap yang dikeluarkan tidak mencemari udara. Uji kelayakan buangan gas berkala juga dilakukan untuk mengurangi pencemaran udara dari kendaraan bermotor. Di kota juga dilakukan penanaman di jalur hijau jalan raya dan hutan kota. 5. Bahan Bakar Minyak Sumber daya alam seperti minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Diperlukan waktu hingga berjuta – juta tahun untuk memperoleh minyak bumi tersebut. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk menghemat minyak bumi adalah: 1. Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, jika bepergian jarak dekat tidak perlu menggunakan kendaraan bermotor. 2. Tidak menyalakan mesin ketika kendaraan jika tidak digunakan 3. Mencari alternatif sumber energi bahan bakar yang lain, seperti biogas dan sumber cahaya matahari 4. Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi 195

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 196 3. Kegiatan Belajar 2 1. Bergabunglah bersama kelompok ahli, kelompok ahli adalah kelompok dengan kode warna materi yang sama. 2. Di dalam kelompok ahli diskusikan materi yang telah kamu baca dan pamahi di kelompok asal! Ingat jangan hanya membaca, tapi sampaikan pendapatmu! 3. Sampaikan pendapatmu satu per satu, setiap anak harus menyampaikan pendapatnya! 4. Kegiatan Belajar 3 1. Kembalilah ke kelompok asal! 2. Jadilah ahli bagi anggota kelompok asalmu agar mereka memahami materi yang kamu pelajari. Sehingga semua akan memahami keseluruhan materi ! Jadilah ahli! buatlah temanmu pandai seperti kamu  196

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 197 Kerjakan soal ini di dalam kelompok asal setelah kalian berdiskusi! Mari merangkai puzzle Jawablah soal di bawah ini! 1. Dari gambar puzzle yang sudah kalian rangkai bersama temanmu, gambar apakah yang terbentuk? 2. Apa upaya yang harus dilakukan untuk mencegah terjadi keadaan alam seperti gambar tersebut? (sebutkan sebanyak-banyaknya) Setelah kamu selesai mengerjakan soal tersebut, coba salah satu anggota kelompok menuliskan jawabannya di papan tulis! 197

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 198 LEMBAR KERJA SISWA KONTROL Satuan Pendidikan : SD N KEBONDALEM LOR Mata Pelajaran : IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) Hari/ Tanggal/ Pertemuan ke : Sabtu/ 18 Januari 2014/ 1 Kelas/Semester :IV / 2 Alokasi Waktu :2 x 35 menit (1 pertemuan) Nama : Nomor : Indikator pembelajaran: Kognitif 1. Menyebutkan sumber daya alam yang berpotensi di daerah tempat tinggalnya 2. Mengelompokkan sumber dayaalam Afektif Tepat waktu dalam menyelesaikan semua tugas yang diberikan Psikomotorik Menempel gambar hasil sumber daya alam dalam tabel pengelompokkan sumber daya alam MARI belajar bersama PETUNJUK: 1. Tulislah nama dan no absen di kolom yang telah disediakan! 2. Perhatikan gurumu dan kerjakan tugas sesuai petunjuk! Kegiatan belajar 1 mari membaca  bersama-sama  198 materi

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 199 kegiatan belajar 2 Kerjakan soal di bawah ini sendiri-sendiri Macam-macam sumber daya alam hasil pertanian adalah... Macam-macam sumber daya alam hasil peternakan adalah... Macam-macam sumber daya alam hasil perikanan adalah... Macam-macam sumber daya alam hutan dan lingkungan alam yang indah adalah... Macam-macam sumber daya alam hasil pertambangan adalah... 199

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 200 Kegiatan belajar 3 Belajar bersama teman Tempelkan gambar hasil sumber daya alam yang telah diberikan gurumu di kolom pengelompokkan sumber daya alam sesuai perintah! Tempelkan gambar di dalam amplop A pada kolom di bawah ini! Tempelkan sesuai dengan pengelompokkan sumber daya alam berdasarkan sumbernya! Sumber daya alam hayati Sumber daya alam non hayati 200

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 201 Tempelkan gambar di dalam amplop B pada kolom di bawah ini! Tempelkan sesuai dengan pengelompokkan sumber daya alam berdasarkan kemampuan untuk memperbaharuinya! Sumber daya yang dapat diperbarui Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui Selamat belajar 201

(221) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 202 LEMBAR KERJA SISWA Satuan Tingkat Pendidikan : SD N KEBONDALEM LOR Mata Pelajaran : IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) Hari/ Tanggal/ Pertemuan ke : Rabu/ 10 Januari 2014/ 2 Kelas/Semester : IV / 2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 pertemuan) Nama : No : Kognitif Menjelaskan manfaat dari hasil sumber daya alam yang ada di lingkungan setempat Afektif Tepat waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan Psikomotorik Menjodohkan macam-macam kegiatan ekonomi dengan contoh kegiatannya MARI BELAJAR BERSAMA PETUNJUK: 1. Tulislah nama dan no absen di kolom yang telah disediakan! 2. Perhatikan gurumu dan kerjakan tugas sesuai petunjuk!   Kegiatan belajar 1 Mari membaca materi tentang kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi! 202

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 203 Kegiatan belajar 2 Mari mengerjakan soal sendiri-sendiri! Soal 1 Jelaskan pengertian dari: a. Kegiatan produksi b. Kegiatan distribusi c. Kegiatan konsumsi JODOHKAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM DENGAN CONTOH KEGIATANNYA! Berilah garis untuk menghubungkannya! Pekerja di kebun teh menggiling teh Produksi Titin membeli buku pelajaran di toko buku Gramedia Ayah adalah sopir truk yang mengantar beras ke daerah-daerah Konsumsi Pabrik susu mengemas susu ke dalam dos Perusahaan jasa pengantar barang mengirim barang ke sebuah toko Distribusi Ani dan keluarga makan di rumah makan Padang 203

(223) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 204 Kegiatan belajar 3 Mari membaca materi tentang manfaat sumber daya alam dari teks yang dibagikan oleh gurumu! Kegiatan belajar 4 Kerjakan soal di bawah ini! 1. Sebutkan manfaat dari sumber daya tanah! 2. Sebutkan 3 jenis air! Sebutkan manfaat dari masing-masing jenis air! 3. Sebutkan jenis-jenis hutan! Sebutkan manfaat dari masing-masing jenis hutan tersebut! 204

(224) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 205 LEMBAR KERJA SISWA Satuan Tingkat Pendidikan : SD N KEBONDALEM LOR Mata Pelajaran : IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) Hari/ Tanggal/ Pertemuan ke : Kamis/ 16 Januari 2014/ 3 Kelas/Semester : IV / 2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 pertemuan) Nama : No : I. INDIKATOR HASIL BELAJAR Kognitif 1. Menyebutkan bentuk-bentuk kegiatan ekonomi masyarakat 2. Menjelaskan pengaruh keadaan alam terhadap kegiatan ekonomi Afektif Tepat waktu dalam mengumpulkan tugas yang diberikan Psikomotorik Menjodohkan keadaan alam dengan kegiatan ekonomi MARI BELAJAR BERSAMA II. PETUNJUK PETUNJUK: 1. Tulislah nama dan no absen di kolom yang telah disediakan! 2. Perhatikan gurumu dan kerjakan tugas sesuai petunjuk! III. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan belajar 1 Perhatikan penjelasan dari gurumu di depan! Mari membaca materi pengaruh keadaan alam terhadap kegiatan ekonomi! 205

(225) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 206 Kegiatan belajar 2 Kerjakan soal di bawah ini sendiri-sendiri, boleh melihat materi tetapi jangan mencontek! Soal 1 JODOHKAN KEGIATAN EKONOMI DENGAN PENGARUH KEADAAN ALAMNYA! Berilah garis untuk menghubungkannya! Kegiatan ekonomi apa yang cocok di keadaan alam di bawah ini? KEADAAN ALAM KEGIATAN EKONOMI Di daerah sekitar pantai terdapat air payau Buruh pabrik Di daerah perkotaan sudah jarang ada lahan Pemetik teh yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian Di daerah dataran tinggi udaranya dingin dan sejuk, Budidaya tanahnya cocok untuk perkebunan dan pertanian bandeng Budidaya udang Di daerah dataran rendah banyak juga pertanian, Petani udang namun jenis tanamannya berbeda dengan di daerah dataran tinggi Pegawai swasta Soal 2 Tempelkan kartu pekerjaan pada kolom kondisi alam(dataran tinggi, dataran rendah, perkotaan, pantai) yang cocok dimana banyak ditemukan kegiatan ekonomi dalam kartu pekerjaan tersebut! Lakukan bersama teman sebangkumu! 206 ikan

(226) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 207 LEMBAR KERJA SISWA Satuan Tingkat Pendidikan : SD N KEBONDALEM LOR Mata Pelajaran : IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) Hari/ Tanggal/ Pertemuan ke : Kamis/ 16 Januari 2014/ 4 Kelas/Semester : IV / 2 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 pertemuan) Nama : No : I. INDIKATOR HASIL BELAJAR Kognitif Menjelaskan pelestarian berbagai sumber daya alam sekitar Afektif Tepat waktu dalam mengumpulkan tugas Psikomotorik Menempel puzzle keadaan lingkungan alam MARI BELAJAR BERSAMA II. PETUNJUK PETUNJUK: 1. Tulislah nama dan no absen di kolom yang telah disediakan! 2. Perhatikan gurumu dan kerjakan tugas sesuai petunjuk! III. KEGIATAN BELAJAR  Kegiatan belajar 1  Perhatikan penjelasan dari gurumu di depan! Catatlah hal penting yang gurumu jelaskan!  207

(227) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 208 Kegiatan belajar 2 Mari merangka puzzle Jawablah soal di bawah ini! 1. Dari gambar puzzle yang sudah kalian rangkai bersama temanmu, gambar apakah yang terbentuk? 2. Apa upaya yang harus dilakukan untuk mencegah terjadi keadaan alam seperti gambar tersebut? 208

(228) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 209 Lampiran 12. 209

(229) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 210 210

(230) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 211 211

(231) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 212 212

(232) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 213 Lampiran 13. Foto-foto kegiatan kelompok kontrol Guru memberikan apersepi di awal pelajaran Siswa dan guru bertanya jawab tentnag materi pelajaran di awal Guru menyampaikan materi pelajaran dan menuliskan di papan tulis Siswa mencatat materi pelajaran di bku tulisnya Siswa membaca LKS Siswa mengerjakan LKS dengan arahan guru secara individu 213

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 214 Siswa dan guru membahas hasil pekerjaan LKS siswa dengan bertanya jawab, guru menjelaskan di depan kelas 214 Siswa mengerjakan evaluasi materi pelajaran secara individu

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 215 Lampiran Foto-foto Kegiatan Kelompok Eksperimen Guru melakukan apersepsi pembelajaran Guru membagi siswa ke dalam kelompok asal yang heterogen Siswa membaca materi sesuai yang didapatkan dalam kelompok asal Guru berkeliling dan membantu siswa memahami materi yang dibaca Siswa bergabung dengan kelompok 215

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 216 ahli dan berdiskusi dengan bantuan guru Kembali ke kelompok asal untuk menyampaikan hasil diskusi di kelompok ahli dan mengerjakan Lembar Kerja Siswa Kelompok Asal Guru membantu menjelaskan materi di kelompok ahli pada siswa yang mengalami kesulitan Siswa mengerjakan tugas dalam kelompok asal bersama-sama Siswa mengerjakan kuis secara individu Siswa mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas 216

(236) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 217 Lampiran.14 217

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 218 218

(238) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 219 219

(239) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 220 220

(240) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 221 Lampiran. 15 221

(241) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 222 222

(242) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 223 223

(243) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 224 224

(244) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 225 225

(245) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 226 226

(246) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 227 227

(247) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 228 228

(248) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 229 229

(249) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 230 230

(250) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 231 Lampiran 16. DAFTAR RIWAYAT HIDUP Ursula Wahyu Dwi Widyaningsih merupakan anak kedua dari pasangan Antonius Sumantep dan Christina Sumini. Lahir di Magelang, 20 Oktober 1992. Pendidikan awalnya dimulai di TKK Santa Maria Magelang pada tahun 1996-1998. Setelah tamat dari TK melanjutkan ke SDK Santa Maria Magelang pada tahun 1998-2004. Perjalanan pendidikannya berlanjut ke SMP Tarakanita Magelang pada tahun 2004-2007. Tahun 2007-2010 penulis melanjutkan pendidikan di SMA Tarakanita Magelang. Usai lulus dari SMA Tarakanita pada tahun 2010 penulis memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di Universitas Sanata Dharma dengan program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (S1). Selama menempuh pendidikan dalam rangka meraih cita-citanya sebagai guru SD, penulis juga aktif mengkuti kegiatankegiatan di luar proses pembelajaran dan perkuliahan dalam rangka pembentukan softskill penulis. Penulis aktif mengikuti kegiatan ekstrakulikuler seperti menari, jurnalistik, drum band, ansamble, paduan suara dan pramuka selama bersekolah. Selain kegiatan ekstrakulikuler penulis juga menjadi bagian dari pengurus OSIS di SMA Tarakanita periode tahun 2007/2008. Memasuki jenjang Perguruan Tinggi sebagai mahasiswa penulis aktif mengikuti organisasi kemahasiswaan sebagai sekretaris HMPS (Himpunan Mahasiswa Program Studi) PGSD pada tahun 20112013. Penulis juga terlibat dalam berbagai kepanitiaan Prodi maupun Universitas seperti menjadi koordinator acara lomba mendongeng DIY-Jateng 2011, koordinator acara inisiasi Fakultas, ketua pentas seni PGSD, bendahara seminar ke SD an, dan beberapa kepanitiaan lainnya. 231

(251)

Dokumen baru

Download (250 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Upaya peningkatan kreativitas belajar biologi siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw
0
7
116
Peningkatan kerjasama dan prestasi belajar IPS melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas III B SD Negeri Denggung.
0
0
2
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Nanggulan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
2
305
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS pada siswa kelas IV SDN 3 Cawas menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.
0
0
162
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD N Petinggen melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
1
355
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Sarikarya melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
7
245
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD Kanisius Klepu dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II.
0
0
291
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar PKN melalui model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas 6 di SDN Gejayan Yogyakarta.
0
1
284
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa atas penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw II.
0
1
153
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas IV SD Kanisius Condongcatur Yogyakarta tahun pelajaran 2011/2012.
0
0
155
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 dengan penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II.
0
4
235
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas IV SD Kanisius Condongcatur Yogyakarta tahun pelajaran 2011 2012
0
0
153
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa atas penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw II
0
0
151
Perbedaan prestasi belajar siswa atas penerapan paradigma pedagogi reflektif dalam tema berbagai pekerjaan kelas IV sekolah dasar
0
1
302
Peningkatan minat dan prestasi belajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw materi koperasi pada siswa kelas IV SD Kanisius Wirobrajan semester 2 tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
324
Show more