Pengembangan modul pembelajaran IPA materi Organ Tubuh Manusia untuk siswa kelas V Sekolah Dasar - USD Repository

Gratis

0
0
162
1 month ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN IPA MATERI ORGAN TUBUH MANUSIA UNTUK SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Alvinsia Kresna Balim NIM: 151134227 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Skripsi ini kupersembahkan untuk: 1. Tuhan Yesus dan Bunda Maria yang sudah memberikan kesehatan, kemudahan, kelancaran dan terang Roh Kudus selama mengerjakan skripsi ini. 2. Papaku Lim Tiong Ham (Hamzah Balim) dan Mamaku Lie Soei Eng (Yusniar Bakri Deli) yang selalu mendoakan, menyemangati dan memberikan yang terbaik untukku sampai saat ini. 3. Adikku Alessandro Lazcano yang selalu memberikan semangat dan doa terbaik untuk cecenya. 4. Pastor Alex Suwandi dan Yayasan Prayoga Padang yang sudah memberikan beasiswa studi di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar sampai tamat Sarjana 1. 5. Almamater kebanggaanku, Universitas Sanata Dharma. iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO Jadilah yang “terbaik” dari yang “baik” Jika orang lain bisa, kenapa saya tidak? v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 22 Januari 2019 Penulis Alvinsia Kresna Balim vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswi Universitas Sanata Dharma: Nama : Alvinsia Kresna Balim Nomor Mahasiswa : 151134227 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: “PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN IPA MATERI ORGAN TUBUH MANUSIA UNTUK SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR” beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 22 Januari 2019 Yang menyatakan Alvinsia Kresna Balim vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN IPA MATERI ORGAN TUBUH MANUSIA UNTUK SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Alvinsia Kresna Balim Universitas Sanata Dharma 2019 Latar belakang penelitian adalah tidak tersedianya modul pembelajaran IPA di sekolah dan siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi IPA karena banyaknya hafalan dan penggunaan buku paket yang didominasi oleh tulisan. Penggunaan modul pembelajaran dibutuhkan siswa untuk mengatasi permasalahan tersebut karena modul merupakan bahan ajar yang memuat materi secara sistematis, menarik dan kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia kelas V sekolah dasar dan mengetahui kualitas produk modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia kelas V sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan. Subjek penelitian ini adalah 10 siswa kelas V SD Negeri Deresan Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019. Objek penelitian ini adalah modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman observasi, pedoman wawancara, kuesioner, dan soal tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pengembangan modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia untuk siswa kelas V diadaptasi menjadi lima tahap yaitu (1) analisis kebutuhan, (2) perancangan dan pengembangan produk, (3) pengembangan dan pengujian instrumen kualitas produk, (4) revisi produk, dan (5) uji coba produk. Validasi produk menunjukkan kualitas “sangat baik” dengan rerata skor sebesar 3,75. Uji coba terbatas menunjukkan bahwa rerata nilai posttest sebesar 91 lebih tinggi daripada rerata nilai pretest sebesar 51. Selisih rerata nilai pretest dan posttest sebesar 40. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia memiliki kualitas sangat baik dan dapat membantu siswa dalam mempelajari materi organ tubuh manusia. Kata kunci: penelitian dan pengembangan, modul pembelajaran IPA, organ tubuh manusia. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT DEVELOPMENT OF SCIENCE LEARNING MODULE HUMAN BODY ORGAN MATERIALS FOR FIFTH GRADE ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Alvinsia Kresna Balim Sanata Dharma University 2019 The background of the research was the unavailability of science learning modules in schools and students experiencing difficulties in understanding science materials due to the large number of memorization and use of textbooks dominated by writing. The used of learning modules is needed by students to overcome these problems because modules are teaching materials that contain material systematic, interesting and complex. This research aims to develop a science learning module for the fifth grade elementary school human body material and to know the quality product of the science learning module of the fifth grade elementary school material for human organs. The type of research used research and development. The subject of this research were 10 fifth grade students of SD Negeri Deresan Yogyakarta in the academic year 2018/2019. The object of this research is the science learning module of human body organs. The research instruments used were observation guidelines, interview guidelines, questionnaires, and test questions. The data analysis technique used the analysis of quantitative and qualitative data. The results showed that the procedure for developing science learning modules for the material of human organs for class V students was adaptation into five stages, namely (1) needs analysis, (2) product design and development, (3) product quality testing and instrument testing, (4) revisions products, and (5) product trials. Product validation showed the average result of 3,75 which is categorized as “very good”. The limited test showed that the average posttest value is 91 higher than the average pretest value of 51. The average difference in the pretest and posttest values is 40. Therefore, it can be concluded that the science learning module is a material of human organs that has very good quality and can help students in studying the material of human organs. Keywords: research and development, science learning modules, human organs. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena berkat rahmat dan kasih-Nya, peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Materi Organ Tubuh Manusia Untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar”. Penyusunan skripsi ini merupakan salah satu syarat dalam memperoleh gelar Sarjana Pendidikan. Peneliti mengucapkan terimakasih kepada beberapa pihak yang sudah membantu dalam penulisan skripsi ini. Ucapan terimakasih peneliti sampaikan kepada: 1. Tuhan Yesus dan Bunda Maria yang sudah memberikan kesehatan, kemudahan, kelancaran dan terang Roh Kudus selama proses penelitian dan penyusunan skripsi ini. 2. Papaku Lim Tiong Ham (Hamzah Balim) dan Mamaku Lie Soei Eng (Yusniar Bakri Deli) yang selalu mendoakan, menyemangati dan memberikan yang terbaik selama mengerjakan skripsi ini. 3. Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 4. Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd. selaku Kaprodi PGSD. 5. Kintan Limiansih, S.Pd., M.Pd. selaku Wakaprodi PGSD. 6. Agnes Herlina Dwi Hadiyanti, S.Si., M.T., M.Sc. dan Drs. Albertus Hartana, S.J., M.Pd. selaku dosen pembimbing skripsi yang mendampingi dan memotivasi saya selama proses penelitian dan penyusunan skripsi. 7. Kepala Sekolah SD Negeri Deresan yang telah memberikan ijin untuk melakukan uji coba produk. 8. Wali kelas V A SD Negeri Deresan yang telah membantu dalam uji coba instrumen. 9. Seluruh siswa kelas V A SD Negeri Deresan yang telah membantu dalam uji coba produk. 10. Rian dan teman-teman kelompok payung R&D. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11. Teman-teman mahasiswa PGSD kelas E angkatan 2015 Universitas Sanata Dharma. Peneliti menemukan banyak kendala dalam penyusunan skripsi ini. Walaupun demikian, kendala tersebut tidak membuat peneliti menyerah dan putus asa, melainkan menjadi semakin semangat dan tekun dalam menyelesaikan skripsi tepat waktu. Peneliti meminta maaf apabila terdapat kesalahan baik dalam sistematika, isi, dan hal lainnya dalam skripsi ini. Akhir kata, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Peneliti Alvinsia Kresna Balim xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ............................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................................ iv HALAMAN MOTTO .......................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................ vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ........................................ vii ABSTRAK ........................................................................................................ viii ABSTRACT ......................................................................................................... ix KATA PENGANTAR .......................................................................................... x DAFTAR ISI ...................................................................................................... xii DAFTAR BAGAN ............................................................................................ xvi DAFTAR ISI ...................................................................................................... xii DAFTAR BAGAN .............................................................................................. xv DAFTAR TABEL ............................................................................................ xvi DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xviii DAFTAR GRAFIK .......................................................................................... xix DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xx BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ................................................................................................ 1 1.2 Batasan Masalah .............................................................................................. 4 1.3 Rumusan Masalah ........................................................................................... 4 1.4 Tujuan Penelitian ........................................................................................... 5 1.5 Manfaat Penelitian ......................................................................................... 5 1.6 Definisi Operasional ....................................................................................... 6 1.7 Spesifikasi Produk .......................................................................................... 6 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kajian Pustaka ................................................................................................. 8 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.1 Modul Pembelajaran .................................................................................. 8 2.1.1.1 Pengertian Modul Pembelajaran ................................................................ 8 2.1.1.2 Karakteristik Modul ................................................................................. 10 2.1.2 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ................................................................. 12 2.1.3 Organ Tubuh Manusia .............................................................................. 13 2.2 Hasil Penelitian yang Relevan ................................................................. 13 2.3 Kerangka Berpikir .................................................................................... 16 2.4 Pertanyaan Penelitian ............................................................................... 18 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian ......................................................................................... 19 3.2 Setting Penelitian ...................................................................................... 20 3.2.1 Subjek Penelitian ...................................................................................... 20 3.2.2 Objek Penelitian ....................................................................................... 20 3.2.3 Lokasi Penelitian ...................................................................................... 20 3.2.4 Waktu Penelitian ...................................................................................... 20 3.3 Prosedur Pengembangan .......................................................................... 20 3.4 Teknik Pengumpulan Data ....................................................................... 30 3.4.1 Observasi .................................................................................................. 30 3.4.2 Wawancara ............................................................................................... 30 3.4.3 Kuesioner ................................................................................................. 31 3.4.4 Tes ............................................................................................................ 31 3.5 Instrumen Penelitian ................................................................................. 31 3.5.1 Instrumen Observasi ................................................................................. 31 3.5.2 Instrumen Wawancara .............................................................................. 32 3.5.3 Instrumen Kuesioner ................................................................................ 35 3.5.4 Instrumen Tes ........................................................................................... 38 3.6 Teknik Analisis Data ................................................................................ 39 3.6.1 Data Kualitatif .......................................................................................... 39 3.6.2 Data Kuantitatif ........................................................................................ 40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ..................................................................................... 42 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.1.1 Analisis Kebutuhan ............................................................................... 42 4.1.1.1 Observasi ............................................................................................... 42 4.1.1.2 Wawancara ............................................................................................ 44 4.1.1.3 Kuesioner .............................................................................................. 53 4.1.2 Perancangan dan Pengembangan Produk ............................................. 57 4.1.2.1 Perancangan Produk .............................................................................. 57 4.1.2.2 Pengembangan Produk .......................................................................... 58 4.1.2.2.1 Sampul Modul ....................................................................................... 59 4.1.2.2.2 Pendahuluan .......................................................................................... 60 4.1.2.2.3 Daftar Isi ................................................................................................ 61 4.1.2.2.4 Petunjuk Belajar .................................................................................... 61 4.1.2.2.5 Isi Modul ............................................................................................... 62 4.1.2.2.6 Daftar Pustaka ....................................................................................... 64 4.1.3 Pengembangan dan Pengujian Instrumen Kualitas Produk .................. 64 4.1.3.1 Tes ......................................................................................................... 65 4.1.3.2 Kuesioner Validasi Produk ................................................................... 67 4.1.4 Revisi Produk ........................................................................................ 68 4.1.5 Uji Coba Produk .................................................................................... 71 4.1.5.1 Data dan Analisis Tes ............................................................................ 71 4.1.5.2 Data dan Analisis Hasil Kuesioner Produk Modul Pembelajaran IPA ........................................................................................................ 74 4.2 Pembahasan ........................................................................................... 75 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan ........................................................................................... 82 5.2 Keterbatasan Penelitian ......................................................................... 83 5.3 Saran ...................................................................................................... 83 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 84 LAMPIRAN ........................................................................................................ 86 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR BAGAN Bagan 2.1 Literature Map dari penelitian-penelitian yang relevan ................... 16 Bagan 3.1 Langkah penelitian dan pengembangan menurut Dick & Carey ...... 21 Bagan 3.2 Langkah penelitian dan pengembangan yang digunakan peneliti ..... 26 Bagan 4.1 Triangulasi Sumber Data Wawancara .............................................. 52 Bagan 4.2 Triangulasi Teknik Pengumpulan Data ............................................ 56 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Instrumen Observasi Pembelajaran IPA Kelas V .............................. 32 Tabel 3.2 Instrumen Wawancara Guru Kelas V ................................................ 32 Tabel 3.3 Instrumen Wawancara Siswa Kelas V ............................................... 34 Tabel 3.4 Instrumen Kuesioner Guru Kelas V ................................................... 35 Tabel 3.5 Instrumen Kuesioner Siswa Kelas V ................................................. 36 Tabel 3.6 Instrumen Tes ..................................................................................... 38 Tabel 3.7 Skala Penilaian Instrumen .................................................................. 40 Tabel 3.8 Tabel Kategori Skor Validasi Instrumen ........................................... 41 Tabel 4.1 Hasil Validasi Instrumen Observasi oleh Ahli ................................... 43 Tabel 4.2 Hasil Observasi Pembelajaran di Kelas V ......................................... 43 Tabel 4.3 Hasil Validasi Instrumen Wawancara Guru ....................................... 45 Tabel 4.4 Hasil Validasi Instrumen Wawancara Siswa ..................................... 45 Tabel 4.5 Hasil Wawancara dengan Guru Kelas V ............................................ 46 Tabel 4.6 Hasil Wawancara dengan Siswa 1 Kelas V ....................................... 49 Tabel 4.7 Hasil Wawancara dengan Siswa 2 Kelas V ....................................... 50 Tabel 4.8 Hasil Validasi Kuesioner Analisis Kebutuhan Guru .......................... 53 Tabel 4.9 Hasil Validasi Kuesioner Analisis Kebutuhan Peserta Didik ............ 53 Tabel 4.10 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Guru ........................................ 54 Tabel 4.11 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Peserta Didik .......................... 55 Tabel 4.12 Kompetensi Dasar (KD), Indikator, dan Tujuan ................................ 59 Tabel 4.13 Hasil Validasi Soal Tes oleh Ahli IPA ............................................... 65 Tabel 4.14 Rekapitulasi Hasil Perhitungan Validitas Instrumen Tes dengan SPSS 20 for Windows ........................................................................ 66 Tabel 4.15 Hasil Perhitungan Reliabilitas Instrumen Tes dengan SPSS 20 for Windows .................................................................................. 66 Tabel 4.16 Kisi-Kisi Pretest dan Posttest ............................................................ 67 Tabel 4.17 Hasil Validasi Produk oleh Ahli ........................................................ 67 Tabel 4.18 Rekapitulasi Komentar Validasi Modul Pembelajaran IPA ............. 68 Tabel 4.19 Rekapitulasi Hasil Pretest dan Posttest Siswa ................................... 72 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.20 Hasil Kuesioner Modul Pembelajaran IPA Materi Organ Tubuh Manusia .............................................................................................. 74 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Modul Pembelajaran IPA ................................................................. 7 Gambar 4.1 Sampul Modul ................................................................................ 60 Gambar 4.2 Pendahuluan Modul ....................................................................... 60 Gambar 4.3 Daftar Isi Modul ............................................................................. 61 Gamabr 4.4 Petunjuk Belajar Modul ................................................................. 61 Gambar 4.5 Kegiatan Belajar (Materi) Modul ................................................... 62 Gambar 4.6 Percobaan Modul ........................................................................... 62 Gambar 4.7 Permainan Modul ........................................................................... 63 Gambar 4.8 Rangkuman Modul ......................................................................... 63 Gambar 4.9 Latihan Soal Modul ........................................................................ 63 Gambar 4.10 Refleksi Modul ............................................................................... 63 Gambar 4.11 Daftar Pustaka Modul .................................................................... 64 Gambar 4.12 Perbedaan Modul Sebelum Revisi dan Sesudah Revisi ................. 70 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GRAFIK Grafik 4.1 Perbedaan nilai pretest dan posttest pada masing-masing siswa ........ 73 Grafik 4.2 Perbedaan rerata nilai pretest dan posttest .......................................... 73 xix

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN 1 SURAT PENELITIAN Lampiran 1.1 Surat Izin Penelitian ..................................................................... 86 Lampiran 1.2 Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian ...................... 87 LAMPIRAN 2 INSTRUMEN ANALISIS KEBUTUHAN Lampiran 2.1 Hasil Validasi Pedoman Observasi .............................................. 88 Lampiran 2.2 Lembar Hasil Observasi Pembelajaran Kelas V .......................... 89 Lampiran 2.3 Hasil Validasi Pedoman Wawancara Guru ................................. 90 Lampiran 2.4 Lembar Hasil Wawancara Guru Kelas V .................................... 93 Lampiran 2.5 Hasil Validasi Pedoman Wawancara Siswa ................................ 94 Lampiran 2.6 Lembar Hasil Wawancara Siswa 1 Kelas V ................................ 97 Lampiran 2.7 Lembar Hasil Wawancara Siswa 2 Kelas V ................................ 98 Lampiran 2.8 Lembar Hasil Validasi Kuesioner Analisis Kebutuhan Guru ...... 99 Lampiran 2.9 Hasil Kuesioner Guru ................................................................ 102 Lampiran 2.10 Lembar Hasil Validasi Kuesioner Analisis Kebutuhan Siswa .. 104 Lampiran 2.11 Hasil Kuesioner Siswa ............................................................... 107 LAMPIRAN 3 VALIDASI PRODUK Lampiran 3.1 Hasil Validasi Modul oleh Ahli ................................................. 109 Lampiran 3.2 Hasil Validasi Modul oleh Guru ................................................ 111 LAMPIRAN 4 INSTRUMEN TES DAN SPSS Lampiran 4.1 Hasil Validasi Instrumen Soal Tes ............................................ 113 Lampiran 4.2 Hasil Pretest .............................................................................. 119 Lampiran 4.3 Hasil Posttest ............................................................................. 120 Lampiran 4.4 Output SPSS Penghitungan Validitas Instrumen Tes ................ 121 LAMPIRAN 5 KUALITAS PRODUK Lampiran 5.1 Hasil Kuesioner Tanggapan oleh Guru ..................................... 123 Lampiran 5.2 Hasil Kuesioner Tanggapan oleh Siswa 1 ................................. 125 Lampiran 5.3 Hasil Kuesioner Tanggapan oleh Siswa 2 ................................. 126 LAMPIRAN 6 JADWAL PENELITIAN ...................................................... 127 LAMPIRAN 7 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ............ 128 xx

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 8 DOKUMENTASI UJI COBA PRODUK ............................. 139 CURRICULUM VITAE .................................................................................. 140 xxi

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bab ini membahas mengenai (1) latar belakang, (2) batasan masalah, (3) rumusan masalah, (4) tujuan penelitian, (5) manfaat penelitian, (6) definisi operasional, dan (7) spesifikasi produk. 1.1 Latar Belakang Pendidikan merupakan usaha menarik sesuatu di dalam manusia sebagai upaya memberikan pengalaman-pengalaman belajar terprogram dalam bentuk pendidikan formal, non-formal, dan informal di sekolah, serta di luar sekolah yang berlangsung seumur hidup serta bertujuan mengoptimalkan kemampuankemampuan individu agar di kemudian hari dapat memainkan peranan hidup secara tepat (Triwiyanto, 2014: 23). Triwiyanto (2014: 66) menyatakan bahwa ada dua faktor yang memengaruhi keberhasilan proses pendidikan, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri individu yang sedang belajar dan faktor yang berasal dari luar diri individu. Salah satu faktor yang berasal dari luar adalah peranan guru. Guru memiliki peranan dalam menyediakan suasana belajar yang menyenangkan. Guru harus mencari cara untuk membuat pembelajaran menjadi menyenangkan. Salah satu cara untuk membuat pembelajaran menjadi menyenangkan adalah dengan menggunakan bahan ajar yang menyenangkan pula, yaitu bahan ajar yang dapat membuat siswa merasa tertarik dan senang mempelajari bahan ajar tersebut. Berbagai bentuk bahan ajar dapat diberikan kepada siswa guna mempermudah 1

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI proses pembelajaran. Guru harus mampu memandu dan menciptakan proses pembelajaran agar dapat mencapai target kompetensi yang hendak dicapai (Shoimin, 2014: 5). Sekarang ini menjadi guru tidak hanya berdiri di depan kelas lalu berceramah tentang materi yang ada di buku paket. Siswa dapat belajar secara mandiri dengan menggunakan bahan ajar yang diberikan guru ataupun bahan ajar yang didapat siswa dari berbagai sumber. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan mata pelajaran yang berhubungan dengan alam sekitar. Setiap guru harus paham alasan IPA diajarkan di sekolah dasar. Salah satu alasannya adalah untuk melatih anak berpikir kritis dan objektif (Darmodjo, 1992: 3). Dalam mengajarkan IPA kepada siswa, banyak cara yang dapat dilakukan untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap materi IPA. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan modul pembelajaran. Pembelajaran dengan menggunakan modul pembelajaran merupakan strategi dalam menyelenggarakan pembelajaran secara mandiri dan menyenangkan. Modul pembelajaran merupakan bahan ajar yang disusun secara sistematis dan menarik yang mencakup isi materi, metode dan evaluasi yang dapat digunakan secara mandiri untuk mencapai kompetensi yang diharapkan (Anwar, 2010: 24). Modul pembelajaran merupakan salah satu bahan ajar yang dapat dimanfaatkan oleh siswa secara mandiri. Modul yang baik harus disusun secara sistematis, menarik, dan jelas. Modul juga dapat digunakan kapan dan dimanapun sesuai dengan kebutuhan siswa. Setelah melakukan penelitian tentang bahan ajar IPA sekolah dasar, peneliti menemukan bahwa pemahaman siswa mengenai pelajaran IPA materi 2

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI organ tubuh manusia tergolong rendah. Hal ini didasarkan dari hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan. Hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 24 Agustus 2018 menunjukkan bahwa guru dan siswa menggunakan buku paket dan LKS yang disediakan dari sekolah sebagai pedoman dalam belajar dimana siswa mencatat, mendengarkan, dan mengerjakan soal-soal yang ada di buku paket dan LKS tersebut. Ketika menjelaskan materi, guru terkadang bertanya jawab kepada siswa namun tidak semua siswa bisa menjawab pertanyaan dari materi yang baru saja dipelajari. Siswa juga mengalami kesulitan dalam pelajaran IPA mengenai materi organ tubuh manusia dikarenakan pemaparan materi yang terlalu panjang, kurang berwarna dan tidak adanya gambar nyata di dalam buku paket dan LKS yang menerangkan materi organ tubuh manusia sehingga siswa kurang tertarik untuk mempelajari materi tersebut. Hal ini didasarkan dari hasil wawancara guru yang dilakukan pada tanggal 10 September 2018 dan wawancara siswa yang dilakukan pada tanggal 6 September 2018. Hasil wawancara guru menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam beberapa materi IPA karena banyaknya teori yang harus dihafal. Hal ini juga didukung dari hasil wawancara siswa. Siswa berpendapat bahwa materi pelajaran IPA terlalu banyak dan kurang jelas sehingga sulit dipelajari. Oleh sebab itu, diperlukan solusi yang dapat membantu siswa untuk lebih mudah memahami materi pelajaran IPA. Menurut peneliti, modul pembelajaran dapat dijadikan solusi dalam membantu siswa memahami materi pelajaran IPA karena melalui modul siswa dapat mempelajari materi dengan lebih lengkap dan jelas. Dengan menggunakan modul, siswa juga dapat belajar secara 3

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mandiri baik di sekolah maupun di rumah sesuai dengan tingkat kecepatan belajarnya masing-masing. Berdasarkan penelitian di atas, maka dikembangkan bahan ajar berupa modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia kelas V sekolah dasar. Modul IPA ini dapat dijadikan sebagai referensi tambahan selain buku paket dan LKS yang telah disediakan sekolah. Maka dari itu, peneliti mengambil judul “PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN IPA MATERI ORGAN TUBUH MANUSIA UNTUK SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR”. 1.2 Batasan Masalah 1.2.1 Bahan ajar yang dibuat oleh peneliti berupa modul pembelajaran IPA. 1.2.2 Materi yang disajikan dalam modul pembelajaran IPA adalah organ tubuh manusia materi organ pernapasan, organ pencernaan, dan organ peredaran darah manusia. 1.2.3 Subjek penelitian adalah siswa kelas V sekolah dasar. 1.2.4 Objek penelitian adalah modul pembelajaran IPA kelas V sekolah dasar. 1.3 Rumusan Masalah 1.3.1 Bagaimana prosedur pengembangan modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia kelas V sekolah dasar? 1.3.2 Bagaimana kualitas modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia kelas V sekolah dasar? 4

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1.4 Tujuan Penelitian 1.4.1 Untuk mendeskripsikan prosedur pengembangan modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia kelas V sekolah dasar. 1.4.2 Untuk mengetahui kualitas produk modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia kelas V sekolah dasar. 1.5 Manfaat Penelitian 1.5.1 Bagi Siswa Siswa memperoleh bahan ajar tambahan berupa modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia sehingga siswa dapat belajar secara mandiri dan memudahkan siswa memahami pelajaran IPA materi organ tubuh manusia kelas V sekolah dasar. 1.5.2 Bagi Guru Guru memperoleh referensi berupa modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia kelas V sekolah dasar sebagai bahan ajar tambahan yang dapat digunakan untuk membantu penyampaian pelajaran IPA materi organ tubuh manusia. 1.5.3 Bagi Sekolah Sekolah memperoleh bahan ajar tambahan berupa modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia kelas V sekolah dasar. 1.5.4 Bagi Peneliti Penelitian ini memberikan pengalaman langsung dan meningkatkan wawasan peneliti tentang jenis penelitian Research and Development 5

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (Penelitian dan Pengembangan) dalam mengembangkan modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia untuk siswa kelas V sekolah dasar. 1.6 Definisi Operasional 1.6.1 Modul pembelajaran adalah bahan ajar yang disusun secara sistematis dan menarik dengan bahasa yang mudah dipahami yang dapat dipelajari oleh siswa secara mandiri sehingga siswa dapat belajar secara aktif dan terarah menuju pada suatu target yang telah ditetapkan serta mempermudah siswa belajar secara optimal. 1.6.2 Ilmu Pengetahuan Alam adalah pengetahuan tentang alam semesta dengan segala isinya yang telah diuji kebenarannya. 1.6.3 Organ tubuh manusia adalah kumpulan beberapa jaringan yang berbeda dan membentuk satu kesatuan untuk melakukan fungsi tertentu di dalam tubuh. 1.7 Spesifikasi Produk Produk yang dikembangkan berupa modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia (organ pernapasan, organ pencernaan, dan organ peredaran darah manusia) untuk siswa kelas V sekolah dasar. Modul pembelajaran IPA yang dibuat memiliki ciri-ciri menarik, bergambar, berwarna, dan dapat digunakan secara mandiri oleh si penggunanya. Modul yang dibuat memiliki bagian yang terdiri dari (1) cover yang mencerminkan isi modul; (2) Kompetensi Dasar (KD); 6

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (3) indikator pembelajaran; (4) tujuan pembelajaran; (5) petunjuk belajar; (6) materi pelajaran (dalam Kegiatan Belajar 1. Organ Pernapasan Manusia, Kegiatan Belajar 2. Organ Pencernaan Manusia, dan Kegiatan Belajar 3. Organ Peredaran Darah Manusia); (7) gambar-gambar; (8) percobaan; (9) rangkuman materi; (10) latihan soal; (11) refleksi; dan (12) daftar pustaka. Modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia kelas V sekolah dasar berukuran 21 cm x 29,5 cm. Modul pembelajaran IPA ini dibuat menggunakan Microsoft Word 2010 (doc) dan Corel Draw X7, huruf Comic Sans MS, ukuran huruf 12, dan jarak antar baris 1,5 spasi. Sampul modul dicetak menggunakan kertas Ivory yang dilaminasi glossy, sedangkan isi modul dicetak berwarna bolak-balik dengan menggunakan kertas HVS A4 80 gram yang terdiri dari 54 halaman. 21 cm 29,5 cm Gambar 1.1 Modul Pembelajaran IPA 7

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Bab ini membahas mengenai (1) kajian pustaka, (2) hasil penelitian yang relevan, (3) kerangka berpikir, dan (4) pertanyaan penelitian. 2.1 Kajian Pustaka Subbab ini membahas mengenai beberapa teori yang mendukung penelitian, diantaranya 1) modul pembelajaran, 2) ilmu pengetahuan alam, dan 3) organ tubuh manusia. 2.1.1 Modul Pembelajaran Subbab ini membahas mengenai pengertian modul pembelajaran dan karakteristik modul. Berikut adalah pembahasan tersebut. 2.1.1.1 Pengertian Modul Pembelajaran Modul adalah lembaran tertulis berisi materi pelajaran yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat dipakai belajar siswa secara mandiri (Wiyanto, 2012: 41). Modul yang baik mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dikemas secara sistematis. Modul yang baik juga harus mampu mengatasi keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki seperti ruang, waktu, dan daya perkembangan siswa. Modul yang dibuat diharapkan akan mampu menjadikan siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Modul pada dasarnya adalah sebuah bahan ajar yang disusun secara sistematis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa sesuai tingkat pengetahuan usia mereka, agar mereka dapat 8

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI belajar sendiri (mandiri) dengan bantuan atau bimbingan yang minimal dari pendidik (Prastowo, 2013: 106). Menurut Nasution (1982: 205), modul dapat dirumuskan sebagai suatu unit lengkap yang berdiri sendiri dan terdiri atas suatu rangkaian kegiatan belajar yang disusun untuk membantu siswa mencapai sejumlah tujuan yang dirumuskan secara khusus dan jelas. Salah satu tujuan pengajaran modul adalah membuka kesempatan bagi siswa untuk belajar menurut kecepatan masing-masing karena siswa tidak akan mencapai hasil yang sama dalam waktu yang sama. Pengajaran modul juga memberi kesempatan bagi siswa untuk belajar menurut cara masing-masing dengan teknik yang berbeda-beda untuk memecahkan masalah berdasarkan latar belakang pengetahuan dan kebiasaan masing-masing. Sedangkan pembelajaran merupakan kegiatan guru terprogram dalam desain instruksional untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekan pada penyediaan sumber belajar (Dimyati, 2006: 297). Pembelajaran merupakan interaksi dua arah dari seorang guru dan siswa, dimana antara keduanya terjadi komunikasi (transfer) yang intens dan terarah menuju pada suatu target yang telah ditetapkan sebelumnya (al-Tabany, 2014: 19). Menurut Gagne (dalam Kurniawan, 2014: 27), pembelajaran adalah serangkaian aktivitas yang membantu mempermudah seseorang dalam belajar, sehingga terjadi belajar secara optimal. Berdasarkan pendapat para ahli di atas, disimpulkan bahwa modul pembelajaran adalah bahan ajar yang disusun secara sistematis dan menarik dengan bahasa yang mudah dipahami yang dapat dipelajari oleh siswa secara 9

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mandiri sehingga siswa dapat belajar secara aktif dan terarah menuju pada suatu target yang telah ditetapkan serta mempermudah siswa belajar secara optimal. 2.1.1.2 Karakteristik Modul Menurut Daryanto (2013: 9), modul yang baik adalah modul yang mampu meningkatkan motivasi belajar sehingga pengembangan modul harus memperhatikan karakteristik sebagai berikut: a. Self Instruction Karakteristik yang memungkinkan seseorang belajar secara mandiri dan tidak tergantung pada pihak lain. Untuk memenuhi karakeristik self instruction, modul harus memuat tujuan pembelajaran yang jelas, memuat materi yang dikemas dalam unit-unit kegiatan yang kecil/spesifik, terdapat soal-soal latihan, kontekstual, menggunakan bahasa yang sederhana dan komunikatif, dan terdapat rangkuman materi pembelajaran. b. Self Contained Modul dikatakan self contained apabila seluruh materi pembelajaran yang dibutuhkan termuat dalam modul tersebut. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari materi pelajaran secara tuntas. c. Stand Alone Stand alone merupakan karakteristik modul yang tidak tergantung pada bahan ajar/media lain. Dengan menggunakan modul, siswa tidak perlu bahan ajar lain untuk mempelajari ataupun mengerjakan tugas pada modul tersebut. Jika siswa masih menggunakan dan bergantung pada bahan ajar lain selain modul 10

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang digunakan, maka bahan ajar tersebut tidak dikategorikan sebagai modul yang stand alone (berdiri sendiri). d. Adaptif Modul hendaknya memiliki daya adaptif yang tinggi terhadap perkembangan ilmu dan teknologi. Dikatakan adaptif apabila modul tersebut dapat menyesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta fleksibel digunakan di berbagai perangkat keras (hardware). e. User Friendly Modul hendaknya user friendly (bersahabat/akrab) dengan penggunanya. Setiap instruksi dan paparan informasi harus bersifat membantu dan bersahabat dengan penggunanya, termasuk kemudahan pengguna dalam merespon dan mengakses sesuai dengan keinginan. Penggunaan bahasa yang sederhana, mudah dimengerti, dan menggunakan istilah yang umum digunakan merupakan salah satu bentuk user friendly. Berdasarkan pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa modul memiliki karakteristik diantaranya self instructional (belajar secara mandiri), self contained (materi lengkap), stand alone (tidak tergantung dengan bahan ajar lain), adaptif (sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi), dan user friendly (memudahkan dan membantu si pengguna modul). Modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia yang dikembangkan peneliti juga mengandung lima karakteristik di atas. 11

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.2 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sering disebut sains. Sains (Inggris: Science) berasal dari kata latin “scientia” yang berarti (1) pengetahuan tentang, atau tahu tentang; (2) pengetahuan, pengertian, faham yang benar dan mendalam (Wonoraharjo, 2010: 11). Ilmu alam atau sains sifatnya lebih pasti karena gejala yang diamati relatif nyata dan terukur, oleh karena itu ilmu alam sering disebut ilmu pasti. IPA adalah pengetahuan yang rasional dan objektif tentang alam semesta dengan segala isinya (Darmodjo, dkk, 1992: 3). Menurut Nash (dalam Darmodjo, dkk, 1992: 3), IPA itu suatu cara atau metode untuk mengamati alam. Menurut Harre (dalam Darmodjo, dkk, 1992: 4), IPA adalah kumpulan teori yang telah diuji kebenarannya, yang menjelaskan tentang pola-pola keteraturan dari gejala alam yang diamati secara seksama. IPA adalah suatu cara atau metode untuk mengamati alam, cara IPA mengamati dunia ini bersifat analisis, lengkap, cermat serta menghubungkan antara suatu fenomena dengan fenomena lain, sehingga keluhurannya membentuk suatu perspektif yang baru tentang objek yang diamati (Nash dalam Samatowa, 2011: 3). Carin (dalam Amien, 1987: 4) menyatakan bahwa IPA adalah suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematik, yang di dalam penggunaannya secara umum terbatas pada gejalagejala alam. Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa Ilmu Pengetahuan Alam adalah pengetahuan tentang alam semesta dengan segala isinya yang telah diuji kebenarannya. 12

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.3 Organ Tubuh Manusia Organ adalah kumpulan dari beberapa jaringan untuk melakukan fungsi tertentu di dalam tubuh makhluk hidup. Beberapa organ tubuh manusia diantaranya adalah organ pernapasan, organ pencernaan, dan organ peredaran darah (Sulistyanto, dkk, 2008: 3). Organ tubuh manusia adalah suatu kumpulan dari berbagai jaringan yang melakukan fungsi-fungsi tertentu. Setiap perangkat memiliki fungsi tertentu untuk menunjang kehidupan manusia. Organ tubuh manusia terdiri dari bermacam-macam organ. Ada organ pernapasan, organ perncernaan, dan organ peredaran darah (Azmizyzwati, dkk, 2008: 3). Dari beberapa sumber di atas, dapat disimpulkan bahwa organ tubuh manusia adalah kumpulan beberapa jaringan yang berbeda dan membentuk satu kesatuan untuk melakukan fungsi tertentu di dalam tubuh. 2.2 Hasil Penelitian yang Relevan Elyas (2017) melakukan penelitian yang berjudul Pengembangan Modul Pelajaran IPA Untuk Menumbuhkan Sikap Peduli Lingkungan Kelas IV di SD Bopkri Gondolayu dengan Pendekatan PPR yang bertujuan (1) untuk mengetahui cara mengembangkan modul pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas IV untuk menumbuhkan sikap peduli lingkungan di SD Bopkri Gondolayu tahun ajaran 2016/2017, (2) untuk mengetahui kualitas modul pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas IV untuk menumbuhkan sikap peduli lingkungan di SD Bokpri Gondolayu tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul 13

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran IPA layak digunakan karena modul pembelajaran IPA sudah memenuhi 8 kriteria pengembangan menurut Tomlinson. Modul pembelajaran IPA untuk menumbuhkan sikap peduli lingkungan siswa kelas IV SD berdasarkan hasil implementasi mendapatkan skor rata-rata 3,08. Skor tersebut dalam skala 4 menurut Widoyoko termasuk kriteria “baik”. Pengaruh penggunaan modul pembelajaran IPA dapat membuat siswa menjadi terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran dan menumbuhkan sikap peduli lingkungan pada siswa (humanis), serta membuat siswa tertarik, memunculkan rasa ingin tahu, dan muncul kesadaran untuk menjaga lingkungan (kesadaran kritis). Say (2017) melakukan penelitian yang berjudul Pengembangan Media Pembelajaran Video Organ Pada Sistem Pencernaan Manusia dengan Materi Pokok Organ Pencernaan Manusia dalam Subtema Pola Hidup Sehat untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar dengan tujuan (1) untuk mendeskripsikan langkahlangkah pengembangan media pembelajaran video organ pada sistem pencernaan manusia dengan materi pokok organ pencernaan manusia dalam subtema pola hidup sehat untuk siswa kelas V sekolah dasar, (2) untuk mendeskripsikan kualitas produk media pembelajaran video organ pada sistem pencernaan manusia dengan materi pokok organ pencernaan manusia dalam subtema pola hidup sehat untuk siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas media video organ pada sistem pencernaan manusia termasuk pada kategori “sangat baik” dan layak digunakan sebagai media dalam proses pembelajaran. Hal ini 14

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dapat dilihat dari hasil skor rata-rata validasi dua orang pakar, E.D, satu orang guru kelas V, dan kepala sekolah yaitu sebesar 4,31. Sumarni (2015) melakukan penelitian yang berjudul Meningkatkan Hasil Belajar IPA pada Materi Organ Tubuh Manusia dan Hewan Melalui Pembelajaran Kooperatif Berbantuan Media Gambar Siswa Kelas V SD Negeri 17 Tolitoli dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui pembelajaran kooperatif dengan bantuan media gambar pada pokok bahasan organ tubuh manusia dan hewan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif berbantuan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang dapat dilihat dari data hasil penelitian siklus I mendapat skor rata-rata 75,44 dengan ketuntasan siswa sebesar 71,43% dan siklus II mendapat skor rata-rata 80,74 dengan ketuntasan siswa sebesar 82,86% sehingga terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan ketiga penelitian di atas, maka dapat ditemukan relevansi dari penelitian-penelitian tersebut dengan penelitian yang akan dilakukan. Persamaan penelitian yang dilakukan peneliti dengan penelitan yang pertama adalah mengembangkan modul pembelajaran IPA, sedangkan perbedaannya adalah materi yang disampaikan. Persamaan penelitian yang dilakukan peneliti dengan penelitan yang kedua adalah materi organ pencernaan manusia kelas V sekolah dasar, sedangkan perbedaannya adalah produk yang dihasilkan. Persamaan penelitian yang dilakukan peneliti dengan penelitan yang ketiga adalah materi organ tubuh manusia kelas V sekolah dasar, sedangkan perbedaannya adalah 15

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI produk yang dihasilkan. Dari ketiga penelitian di atas, tidak ditemukan penelitian yang mengkombinasikan antara produk modul dengan materi organ tubuh manusia. Maka dari itu, peneliti mengembangkan modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia untuk siswa kelas V sekolah dasar. Kerangka relevansi penelitian dapat dilihat pada literature map yang akan dijabarkan pada bagan 2.1. Ongko Hutama Elyas (2017) Yosepha Kurniawati Deze Say (2017) Dwi Sumarni (2015) Pengembangan Modul Pelajaran IPA Untuk Menumbuhkan Sikap Peduli Lingkungan Kelas IV di SD Bopkri Gondolayu Dengan Pendekatan PPR Pengembangan Media Pembelajaran Video Organ Pada Sistem Pencernaan Manusia Dengan Materi Pokok Organ Pencernaan Manusia Dalam Subtema Pola Hidup Sehat untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA pada Materi Organ Tubuh Manusia dan Hewan Melalui Pembelajaran Kooperatif Berbantuan Media Gambar Siswa Kelas V SD Negeri 17 Tolitoli Siswa Kelas V Sekolah Dasar Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Materi Organ Tubuh Manusia Untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar. Bagan 2.1. Literature Map dari penelitian-penelitian yang relevan 2.3 Kerangka Berpikir Tuntutan pendidikan yang semakin kompleks membuat guru harus dapat membuat pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Kekompleksan pembelajaran dapat dilihat dari berbagai bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran. Modul merupakan salah satu dari berbagai macam bahan ajar yang dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran. Modul merupakan salah 16

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI satu dari berbagai bahan ajar yang disusun secara sistematis dengan bahasa yang mudah dipahami dan dapat digunakan secara mandiri oleh si penggunanya. Kehadiran modul diharapkan dapat membantu guru dalam memberikan materi ajar kepada siswa karena modul mampu mengatasi keterbatasan yang dimiliki seperti ruang, waktu, dan daya perkembangan siswa. Modul pembelajaran dapat dijadikan penunjang bahan ajar yang digunakan di sekolah dalam proses belajar mengajar di kelas. Dengan karakteristik modul yang memuat materi yang dikemas dalam unit-unit kegiatan yang kecil/spesifik, bahasa yang sederhana, lengkap, dan menarik, modul dapat dijadikan bahan ajar yang dapat menunjang proses belajar mengajar dan meningkatkan rasa ketertarikan siswa ketika belajar. Organ tubuh manusia merupakan salah satu materi pelajaran IPA di kelas V sekolah dasar. Dalam materi tersebut dibahas mengenai organ pernapasan, organ pencernaan, dan organ peredaran darah manusia. Materi IPA yang terlalu banyak membuat siswa merasa kesulitan memahami materi tersebut. Keterbatasan bahan ajar dalam proses pembelajaran membuat siswa hanya terpaku pada materi yang terdapat dalam bahan ajar yang digunakan. Penggunaan modul pembelajaran dapat dijadikan solusi untuk membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran IPA. Dengan adanya modul pembelajaran, siswa diharapkan dapat memahami materi dan belajar secara mandiri sesuai dengan tingkat kecepatan belajarnya masing-masing. Maka dari itu, penelitian ini berusaha mengembangkan Modul Pembelajaran IPA Materi Organ Tubuh Manusia Untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar. 17

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.4 Pertanyaan Penelitian Berdasarkan uraian di atas, maka dirumuskan beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut: 2.4.1 Bagaimana prosedur pengembangan modul pembelajaran IPA dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi organ tubuh manusia? 2.4.2 Bagaimana kualitas modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia untuk siswa kelas V sekolah dasar menurut ahli IPA? 2.4.3 Bagaimana kualitas modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia untuk siswa kelas V sekolah dasar menurut guru kelas V? 18

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini menguraikan hal-hal yang berkaitan dengan metodologi penelitian dan pengembangan yang meliputi 1) jenis penelitian, 2) setting penelitian, 3) prosedur pengembangan, 4) teknik pengumpulan data, 5) instrumen penelitian, dan 6) teknik analisis data. 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D). Menurut Sukmadinata (2008: 164), Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D) adalah sebuah proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang sudah ada, yang dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian dengan judul “Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Materi Organ Tubuh Manusia Untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar” merupakan jenis penelitian dan pengembangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia (organ pernapasan, organ pencernaan, dan organ peredaran darah) untuk siswa kelas V sekolah dasar. Modul pembelajaran IPA dipilih untuk membantu siswa memahami materi organ tubuh manusia sesuai dengan tingkat kecepatan belajarnya masing-masing. Diakhir penelitian, dihasilkan produk berupa modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia untuk siswa kelas V sekolah dasar. 19

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.2 Setting Penelitian Setting penelitian membahas mengenai subjek penelitian, objek penelitian, lokasi penelitian, dan waktu penelitian. 3.2.1 Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah sekelompok siswa kelas V tahun ajaran 2018/2019 di SD Negeri Deresan. Sekelompok siswa tersebut berjumlah 10 orang yang terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan. 3.2.2 Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia. 3.2.3 Lokasi Penelitian Penelitian dan pengembangan ini dilakukan di SD Negeri Deresan. SD Negeri Deresan berlokasi di Jl. Cempaka Blok CT X, Manggung, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281. 3.2.4 Waktu Penelitian Penelitian dan pengembangan ini dilakukan pada bulan Juli 2018 hingga bulan Oktober 2018. 3.3 Prosedur Pengembangan Peneliti menggunakan prosedur dari model Dick & Carey. Dick & Carey memperkenalkan model rancangan pembelajaran yang menggarisbawahi pembelajaran sebagai sebuah sistem utuh yang difokuskan pada hubungan timbal balik antara konteks, isi, belajar, dan pembelajaran. Komponen-komponen seperti 20

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI guru, siswa, materi, aktvitas pembelajaran, sistem penyajian, dan belajar serta lingkungan saling berinteraksi dalam mencapai capaian pembelajaran yang diharapkan. Berikut bagan langkah penelitian dan pengembangan menurut Dick & Carey (Setyosari, 2013: 234). Bagan 3.1 Langkah penelitian dan pengembangan menurut Dick & Carey Berikut penjelasan langkah penelitian dan pengembangan menurut Dick & Carey (Setyosari, 2013: 230). 1. Analisis kebutuhan dan tujuan Analisis kebutuhan dilakukan untuk menentukan tujuan program atau produk yang akan dikembangkan. Kegiatan analisis kebutuhan mengidentifikasi dari kebutuhan prioritas yang segera perlu dipenuhi. Dengan mengkaji kebutuhan, peneliti akan mengetahui adanya suatu keadaan yang seharusnya ada (what should be) dan keadaan nyata di lapangan yang sebenarnya (what is). Setelah melihat keadaan dan kebutuhan di lapangan maka peneliti dapat memberi pemecahan alternatif melalui pengembangan suatu produk tertentu. 21

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Analisis pembelajaran Analisis pembelajaran dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh tentang bagaimana mencapai suatu tujuan pembelajaran yang didapat dari analisis tujuan. Analisis pembelajaran mencakup keterampilan, proses, prosedur, tugas-tugas belajar dan lain-lain. Hal-hal yang menjadi kebutuhan diidentifikasi dan dikembangkan dalam bentuk rancangan produk tertentu. Ini menjadi spesifikasi suatu produk atau desain yang akan dikembangkan lebih lanjut dan memiliki kekhasan tersendiri. 3. Analisis pembelajar dan konteks Analisis ini dapat dilakukan bersamaan secara simultan dengan analisis pembelajaran maupun setelah analisis pembelajaran. Analisis pembelajar dan konteks meliputi kemampuan, sikap, dan karakteristik awal pembelajar dalam latar pembelajaran. 4. Merumuskan tujuan performansi Merumuskan tujuan performansi atau unjuk kerja dilakukan setelah analisis pembelajaran dan konteks. Merumuskan tujuan ini dilakukan dengan cara menjabarkan tujuan umum (standar kompetensi) ke dalam tujuan yang lebih spesifik (indikator) berupa rumusan tujuan unjuk kerja atau operasional. Gambaran rumusan operasional ini mencerminkan tujuan khusus program atau produk yang dikembangkan. Tujuan ini secara spesifik memberikan informasi untuk mengembangkan butir tes. 22

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Mengembangkan instrumen Pengembangan instrumen assessment secara langsung berkaitan dengan tujuan khusus. Tugas mengembangkan instrumen sangat penting. Ini berkaitan dengan tujuan operasional yang ingin dicapai berdasarkan indikator-indikator tertentu dan untuk mengukur perangkat produk yang dikembangkan. Instrumen yang berkaitan dengan tujuan khusus berupa tes hasil belajar, sedangkan instrumen yang berkaitan dengan perangkat produk yang dikembangkan berupa kuesioner/daftar cek. 6. Mengembangkan strategi pembelajaran Secara spesifik, pengembangan strategi pembelajaran berguna untuk membantu pembelajaran mencapai tujuan khusus. Strategi pembelajaran dirancang khusus untuk mencapai tujuan secara eksplisit. Strategi pembelajaran yang dirancang juga berkaitan dengan produk yang akan dikembangkan. Apabila peneliti ingin mengembangkan suatu desain pembelajaran tertentu, strategi apa yang cocok dan dipilih untuk menunjang desain tersebut. Peranan strategi tetap sangat penting dalam kaitan dengan proses pengembangan yang ingin dilakukan. 7. Mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran Langkah pengembangan dan pemilihan bahan ajar merupakan kegiatan nyata yang dilakukan dalam penelitian ini. Bahan ajar dapat berupa bahan cetak dan media lain yang dirancang untuk mendukung pencapaian tujuan. Berdasarkan tipe, jenis, dan model, produk yang dikembangkan perlu diberikan alasan mengapa produk tersebut dipilih dan dikembangkan. Alasan memilih tipe atau 23

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI model tersebut biasanya dikemukakan dalam subbagian model pengembangan. 8. Merancang dan melakukan evaluasi formatif Merancang dan melakukan evaluasi formatif yaitu evaluasi yang dilaksanakan selama proses, prosedur, program, atau produk yang dikembangkan. Evaluasi formatif dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung dengan maksud untuk mendukung proses peningkatan efektivitas. Dick & Carey merekomendasikan 3 langkah evaluasi formatif: a. Uji coba prototipe bahan secara perorangan (one-to-one trying out) Uji coba perorangan ini dilakukan untuk memperoleh masukan awal tentang produk atau rancangan tertentu. Uji coba ini memerlukan 1-3 orang sebagai subjek. Setelah melakukan uji coba ini, produk atau rancangan yang dikembangkan akan direvisi. b. Uji coba kelompok kecil (small group tryout) Uji coba ini memerlukan 6-8 orang sebagai subjek. Hasil uji coba kelompok kecil digunakan untuk melakukan revisi produk atau rancangan. c. Uji coba lapangan (field tryout) Uji coba ini memerlukan 15-30 orang sebagai subjek (a whole class of learners). Selama uji coba, dilakukan observasi dan wawancara. Hasil uji coba ini juga digunakan untuk melakukan revisi produk. 24

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9. Melakukan revisi Revisi dilakukan terhadap proses (pembelajaran), prosedur, program atau produk yang berkaitan dengan 7 langkah awal yaitu tujuan umum pembelajaran, analisis pembelajaran, perilaku awal, tujuan unjuk kerja atau performansi, butir tes, strategi pembelajaran, dan bahan-bahan pembelajaran. Rangkuman evaluasi formatif pada langkah sebelumnya dijadikan sebagai landasan desain pembelajaran untuk merevisi produk pembelajaran yang sudah dibuat. 10. Evaluasi sumatif Evaluasi sumatif dilakukan dengan tujuan untuk menentukan tingkat efektivitas produk, program, proses secara keseluruhan. Untuk keperluan uji efektivitas rancangan, proses, program secara menyeluruh diperlukan uji atau evaluasi secara eksternal. Dengan demikian, diperoleh tingkat efisiensi, efektivitas, dan daya tarik rancangan, proses, dan program secara menyeluruh. Prosedur penelitian yang dikembangkan mengadaptasi model Dick & Carey. Penelitian ini diadaptasi menjadi lima langkah yaitu 1) analisis kebutuhan, 2) perancangan dan pengembangan produk, 3) pengembangan dan pengujian instrumen kualitas produk, 4) revisi produk, dan 5) uji coba produk. Adaptasi dari tahapan model Dick & Carey dibuat berdasarkan keterbatasan penelitian yang dilakukan. Keterbatasan tersebut meliputi keterbatasan biaya dan waktu, sehingga tahapan pengembangan produk tidak sampai pada tahapan produksi masal atau 25

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI hanya sampai pada tahap uji coba produk. Langkah penelitian dan pengembangan terkait lima langkah tersebut tersaji dalam bagan berikut. Identifikasi tujuan pembelajaran Analisis pembelajaran Analisis pembelajar dan konteks Mengembangkan Instrumen assessment Mengembangkan strategi pembelajaran Analisis Kebutuhan Perancangan dan Pengembangan Produk Pengembangan dan Pengujian Instrumen Kualitas Produk Revisi Produk Merancang dan melakukan evaluasi formatif Merumuskan tujuan khusus Mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran Uji Coba Produk Bagan 3.2 Langkah penelitian dan pengembangan yang digunakan peneliti 26

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berikut penjelasan langkah penelitian dan pengembangan yang digunakan peneliti. 1. Analisis Kebutuhan Langkah pertama dalam penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan yang diperlukan guna mengidentifikasi tujuan pembelajaran, menganalisis pembelajaran, dan menganalisis pembelajar dan konteks. Langkah pertama yang dilakukan bertujuan untuk menentukan informasi dan kelayakan yang sebaiknya dikuasai setelah menyelesaikan pembelajaran/pencapaian terhadap tujuan pembelajaran. Identifikasi dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner. Hasil dari observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner mengarah pada tujuan pembelajaran IPA kelas V sekolah dasar. Langkah selanjutnya adalah menganalisis pembelajaran. Pada langkah ini dilakukan analisis tujuan pembelajaran untuk mengidentifikasi langkah yang telah dilaksanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Langkah selanjutnya adalah menganalisis pembelajar dan konteks. Langkah analisis pembelajar dan konteks dilakukan secara bersamaan (simultan) dengan langkah analisis pembelajaran. Analisis pada langkah ini mencakup kemampuan, sikap, dan karakteristik awal siswa dalam latar pembelajaran. 2. Perancangan dan Pengembangan Produk Langkah kedua dalam penelitian ini adalah merumuskan tujuan khusus. Dalam merumuskan tujuan khusus, peneliti menganalisis kompetensi dasar yang menjadi tujuan umum ke indikator yang nantinya akan mengarah secara spesifik ke dalam tujuan pembelajaran IPA yang dihubungkan dengan materi 27

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI IPA kelas V sekolah dasar. Kompetensi dasar, indikator, dan tujuan dipilih berdasarkan materi organ pernapasan makhluk hidup sebagai pengisi modul pembelajaran IPA yang menjadi dasar arah materi yang akan disajikan supaya tidak terlalu luas. 3. Pengembangan dan Pengujian Instrumen Kualitas Produk Langkah ketiga dalam penelitian ini adalah mengembangkan instrumen assessment dan mengembangkan strategi pembelajaran. Pada langkah pengembangan instrumen assessment, instrumen yang perlu disiapkan adalah instrumen tes dan kuesioner validasi produk. Instrumen tes digunakan untuk mengukur keberhasilan produk yang dikembangkan. Sedangkan kuesioner validasi produk digunakan untuk menilai kelayakan produk yang dikembangkan. Dalam kegiatan ini akan dilihat faktor-faktor yang berkaitan dengan perbaikan produk dan sistem penyajian dalam pembelajaran IPA serta komponen-komponen suatu bahan ajar yang ideal kemudian dilakukan pengembangan materi pembelajaran berdasarkan strategi pembelajaran yang sudah ditentukan. Langkah selanjutnya adalah pemilihan strategi yang digunakan dalam penelitian. Dalam pemilihan strategi dilakukan pertimbangan pemilihan penyajian dalam sistem pembelajaran. Langkah konkret yang diambil adalah menyesuaikan pengembangan produk modul IPA sesuai dengan kebutuhan siswa sekolah dasar. Dengan penyesuaian tersebut maka dibuat RPP sebagai wujud pemilihan strategi pengujian produk yang dibuat supaya dapat sesuai dengan harapan. 28

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Revisi Produk Langkah yang keempat adalah melakukan revisi pada produk yang telah dibuat. Revisi berkaitan dengan pengembangan dan pemilihan pembelajaran. Revisi produk ini dirancang supaya dapat memberikan gambaran untuk melakukan perbaikan produk yang telah dipilih dan dikembangkan supaya menjadi lebih baik. Langkah ini dilakukan dengan mengumpulkan data sesuai dengan kuesioner validasi produk yang telah divalidasi oleh validator. Hasil komentar dan saran dari validator dijadikan sebagai acuan dalam perbaikan produk yang dikembangkan. 5. Uji Coba Produk Langkah terakhir dalam penelitian ini adalah melakukan uji coba produk. Sebelum mengujicobakan produk, siswa diberi pretest untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Setelah melakukan pretest, langkah selanjutnya adalah bimbingan belajar menggunakan produk yang telah dibuat. Kemudian siswa diberi posttest untuk mengetahui kemempuan siswa setelah menggunakan produk. Pretest dan posttest digunakan sebagai data pendukung untuk melihat kualitas produk yang telah dikembangkan. Tahap uji coba produk menentukan apakah produk yang dibuat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Uji coba produk yang dilakukan adalah uji coba terbatas dengan mengambil beberapa sampel siswa. Saat pengujian produk, peneliti mengambil data mengenai kualitas dan keberhasilan produk yang telah dikembangkan. Setelah mengujicobakan produk kepada siswa, dilakukan 29

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembagian kuesioner tanggapan mengenai produk untuk melihat tanggapan siswa terhadap produk tersebut. 3.4 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, kuesioner, dan tes. Berikut adalah penjelasannya. 3.4.1 Observasi Pengamatan atau observasi adalah suatu metode pengumpulan data dimana peneliti mencatat setiap informasi sesuai dengan kenyataan yang mereka alami selama penelitian berlangsung (Sunyoto, 2013: 64). Observasi yang dilakukan dalam pelajaran IPA berkaitan dengan penggunaan modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia. 3.4.2 Wawancara Wawancara adalah metode yang digunakan untuk memperoleh informasi secara langsung, mendalam, tidak terstruktur dan individual melalui kegiatan tanya jawab (Sunyoto, 2013: 59). Dalam penelitian ini dilakukan wawancara kepada 2 narasumber, yaitu guru dan siswa kelas V. Dalam wawancara guru, informasi yang dikumpulkan berkaitan dengan prestasi siswa dalam pelajaran IPA, kesulitan belajar siswa dalam pelajaran IPA, penggunaan bahan ajar oleh guru, dan media yang digunakan guru ketika proses pembelajaran. Dalam wawancara siswa, informasi yang dikumpulkan berkaitan dengan kesulitan yang dialami dalam pelajaran IPA, pembelajaran yang mereka sukai, hasil belajar siswa dalam pelajaran IPA, dan penggunaan modul IPA dalam pembelajaran di kelas. 30

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.4.3 Kuesioner Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2009: 142). Kuesioner diberikan kepada guru dan siswa kelas V untuk menganalisis kebutuhan terkait modul pembelajaran IPA kelas V materi organ tubuh manusia. 3.4.4 Tes Menurut Mardapi (dalam Widoyoko, 2014: 2), tes merupakan salah satu cara untuk menaksir besarnya kemampuan seseorang secara tidak langsung yaitu melalui respon seseorang terhadap stimulus atau pertanyaan. Penelitian ini menggunakan pretest dan posttest. Pretest dan posttest digunakan sebagai data pendukung dalam penelitian. Pretest dilakukan sebelum uji coba produk dan posttest dilakukan sesudah uji coba produk. 3.5 Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, lembar wawancara, lembar kuesioner, dan soal tes. 3.5.1 Instrumen Observasi Berikut adalah instrumen observasi pembelajaran IPA kelas V yang digunakan dalam penelitian ini. 31

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.1 Instrumen Observasi Pembelajaran IPA Kelas V No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 3.5.2 Yang akan diobservasi Ada modul pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran IPA. Modul pembelajaran layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Guru menggunakan modul pembelajaran untuk menjelaskan materi pembelajaran IPA. Guru menguasai isi modul pembelajaran IPA. Guru menjelaskan cara penggunaan modul pembelajaran IPA kepada siswa. Siswa dapat menggunakan modul pembelajaran secara mandiri. Siswa memahami materi yang diajarkan dengan bantuan modul pembelajaran. Siswa mengalami kesulitan ketika mengikuti pembelajaran IPA di kelas. Siswa mengalami kesulitan ketika mengerjakan soal IPA. Keterangan Instrumen Wawancara Berikut adalah instrumen wawancara guru kelas V yang digunakan dalam penelitian ini. Tabel 3.2 Instrumen Wawancara Guru Kelas V No Topik Pertanyaan 1. Ketersediaan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA 2. Penggunaan modul pembelajaran dalam Pertanyaan Jawaban 1. Apakah dalam pembelajaran IPA tersedia modul pembelajaran IPA? 2. Darimana Bapak/Ibu memperoleh modul pembelajaran IPA? Apakah dari hibah atau dibuat sendiri? 3. Jika dibuat sendiri, contoh modul pembelajaran IPA apa saja yang pernah dibuat? 4. Faktor apa saja yang harus diperhatikan dalam pengadaan modul pembelajaran IPA? 5. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran IPA selama ini? 6. Apakah dalam pembelajaran IPA menggunakan modul pembelajaran IPA? 32

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran IPA 3. 4. 5. 6. 7. Kegunaan modul pembelajaran IPA Kesulitan yang dialami guru dalam menyampaikan materi pembelajaran IPA Kesulitan siswa dalam penggunaan pembelajaran IPA Usaha yang dilakukan guru untuk mengatasi kesulitankesulitan tersebut Modul yang ingin dikembangkan 7. Dalam penggunaan modul pembelajaran IPA, berapakah jumlah siswa untuk satu modul pembelajaran? 8. Bagaimana respon siswa terhadap penggunaan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA? 9. Bagaimana tingkat pemahaman siswa terhadap materi dalam pembelajaran IPA setelah menggunakan modul pembelajaran IPA? 10. Apakah modul pembelajaran IPA membantu guru dalam menyampaikan materi? 11. Apakah Bapak/Ibu mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi pembelajaran IPA? 12. Jika ada, kesulitan seperti apa yang dialami guru 13. Materi apa saja yang sulit disampaikan kepada siswa? 14. Apakah siswa mengalami kesulitan dalam pembelajaran IPA? 15. Jika ada, kesulitan seperti apa yang dialami siswa? 16. Berapa jumlah siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran IPA? 17. Usaha-usaha apa saja yang telah Bapak/Ibu lakukan untuk mengatasi kesulitan yang dialami siswa? 18. Bagaimana keberhasilan Bapak/Ibu mengatasi kesulitan yang dialami siswa? 19. Apakah pemberian cover yang berwarna pada modul pembelajaran membuat modul pembelajaran lebih menarik? 20. Apakah bentuk dan ukuran huruf memengaruhi kualitas modul pembelajaran? 33

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berikut adalah instrumen wawancara siswa kelas V yang digunakan dalam penelitian ini. Tabel 3.3 Instrumen Wawancara Siswa Kelas V No 1. 2. Topik Pertanyaan Tanggapan terhadap pembelajaran IPA yang selama ini terjadi Penggunaan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA 3. Kesulitan belajar yang dialami siswa dalam pembelajaran 4. Jenis modul pembelajaran Pertanyaan Jawaban 1. Bagaimana pendapatmu mengenai pembelajaran IPA yang dilakukan selama ini? 2. Apakah kamu senang dengan pembelajaran IPA yang dilakukan selama ini? Apa alasannya? 3. Apakah Bapak/Ibu gurumu pernah menggunakan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA? Jika iya, modul pembelajaran apa saja yang pernah Bapak/Ibu gurumu gunakan dalam pembelajaran IPA? 4. Apakah kamu tertarik dengan modul pembelajaran yang digunakan oleh Bapak/Ibu gurumu? Apa alasannya? 5. Seberapa sering Bapak/Ibu gurumu menggunakan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA? 6. Apakah modul pembelajaran dapat membantu kamu memahami materi dalam pembelajaran IPA? Apa alasannya? 7. Apakah kamu menyukai pembelajaran IPA menggunakan modul pembelajaran? Apa alasannya? 8. Apakah kamu mengalami kesulitan ketika belajar IPA? Apa alasannya? 9. Materi apa yang paling sulit dalam mata pelajaran IPA? 10. Mengapa materi tersebut menurutmu paling sulit? 11. Bagaimana cara yang dilakukan oleh Bapak/Ibu gurumu dalam mengatasi kesulitan belajar yang kamu alami? 12. Kamu menyukai modul yang seperti apa? a. Berwarna 34

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang disukai 3.5.3 b. Bergambar c. Ada materi d. Ada rangkuman e. Ada games f. Ada soal 13. Ukuran huruf modul seperti apa yang kamu sukai? a. Besar b. Sedang c. Kecil Instrumen Kuesioner Berikut adalah instrumen kuesioner guru kelas V yang digunakan dalam penelitian ini. Tabel 3.4 Instrumen Kuesioner Guru Kelas V No Indikator 1. Penggunaan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA 2. Kegunaan modul pembelajaran IPA Perntanyaan Apakah Bapak/Ibu pernah menggunakan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA? (…) Ya Sebutkan nama modul pembelajaran yang Bapak/Ibu pernah gunakan dan berikan pernjelasan! ……………………………………………………………… (…) Tidak Alasan: ……………………………………………………………… Apakah penggunaan modul pembelajaran dapat membantu siswa untuk memahami materi pelajaran IPA? (…) Ya Alasan: ……………………………………………………………… (…) Tidak Alasan: ……………………………………………………………… Apakah penggunaan modul pembelajaran dapat membantu siswa untuk menemukan jawaban yang benar? (…) Ya Alasan: ……………………………………………………………… (…) Tidak Alasan: ……………………………………………………………… Apakah penggunaan modul pembelajaran dapat membantu 35

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI siswa belajar secara mandiri? (…) Ya Alasan: ……………………………………………………………… (…) Tidak Alasan: ……………………………………………………………… 3. Ketersediaan modul pembelajaran IPA 4. Pengembangan modul yang diinginkan Apakah Bapak/Ibu pernah membuat modul pembelajaran IPA? (…) Ya Sebutkan dan jelaskan! ……………………………………………………………… (…) Tidak Alasan: ……………………………………………………………… Apakah pemberian cover yang berwarna pada modul pembelajaran membuat modul pembelajaran lebih menarik? (…) Ya (…) Tidak Cover seperti apa yang Bapak/Ibu suka untuk modul pembelajaran? (…) Berwarna Sebutkan contoh warnanya! ……………………………………………………………… (…) Tidak Berwarna Alasan: ……………………………………………………………… Berikut adalah instrumen kuesioner siswa kelas V yang digunakan dalam penelitian ini. Tabel 3.5 Instrumen Kuesioner Siswa Kelas V No Indikator 1. Penggunaan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA 2. Kegunaan modul Pertanyaan Apakah Bapak/Ibu gurumu pernah menggunakan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA? (…) Ya (…) Tidak Jika ya, sebutkan nama modul pembelajaran yang pernah gunakan! ……………………………………………………………… Apakah penggunaan modul pembelajaran dapat membantu kamu untuk memahami materi pelajaran IPA? 36

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran IPA 3. Pengembangan modul yang diinginkan (…) Ya Alasan: ……………………………………………………………… (…) Tidak Alasan: ……………………………………………………………… Apakah penggunaan modul pembelajaran dapat membantu kamu untuk menemukan jawaban yang benar? (…) Ya Alasan: ……………………………………………………………… (…) Tidak Alasan: ……………………………………………………………… Apakah penggunaan modul pembelajaran dapat membantu kamu belajar secara mandiri? (…) Ya Alasan: ……………………………………………………………… (…) Tidak Alasan: ……………………………………………………………… Apakah pemberian cover yang berwarna pada modul pembelajaran membuat modul pembelajaran lebih menarik? (…) Ya (…) Tidak Cover seperti apa yang kamu suka untuk modul pembelajaran? (…) Berwarna Sebutkan contoh warnanya! ……………………………………………………………… (…) Tidak Berwarna Alasan: ……………………………………………………………… 37

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.5.4 Instrumen Tes Berikut adalah instrumen tes yang akan diberikan kepada siswa kelas V. Tabel 3.6 Instrumen Tes No Soal yang dinilai 1. Organ pernapasan manusia terdiri dari, kecuali … a. hidung b. tenggorokan c. kerongkongan d. paru-paru 2. Kondisi di dalam rongga hidung selalu … a. kering b. lembab c. basah d. berair 3. Persimpangan jalan masuk udara dan makanan adalah … a. faring b. laring c. trakea d. bronkus 4. Organ pernapasan yang berbentuk seperti pita adalah … a. faring b. laring c. trakea d. bronkus 5. Cabang tenggorokan disebut … a. faring b. laring c. trakea d. bronkus 6. Perhatikan gambar di bawah ini! Nama organ pernapasan di samping adalah … a. hati b. jantung c. paru-paru d. lambung 38

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. Alveolus adalah gelembung-gelembung halus di dalam … a. hidung b. tenggorokan c. kerongkongan d. paru-paru 8. Diafragma adalah sekat antara … a. hidung dan tenggorokan b. rongga dada dan rongga perut c. tenggorokan dan kerongkongan d. bronkus dan bronkiolus 9. Selaput yang membungkus paru-paru disebut … a. pleura b. kulit c. lendir d. kapiler darah 10. Gangguan pada organ pernapasan antara lain, kecuali … a. asma b. anemia c. bronkitis d. influenza 3.6 Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. 3.6.1 Data Kualitatif Dalam penelitian ini, data kualitatif diperoleh dari hasil validasi observasi, hasil validasi wawancara, hasil validasi kuesioner analisis kebutuhan guru dan siswa, hasil validasi produk oleh ahli, hasil observasi dan wawancara. Data kualitatif yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara dengan guru dan siswa kelas V digunakan untuk mengetahui dan menganalisis kebutuhan yang 39

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI diperlukan. Data kualitatif juga didapat dari kritik dan saran dari berbagai pihak yang terlibat dalam penelitian. 3.6.2 Data Kuantitatif Data kuantitatif merupakan data yang berwujud angka-angka sebagai hasil observasi atau pengukuran (Widoyoko, 2012: 21). Data kuantitatif didapat dari skor penilaian uji coba produk. Skor diperoleh dari validator. Data juga didapat dari analisis hasil kuesioner dan tes. Analisis data kuantitatif dalam penelitian ini menggunakan Skala Likert 1 - 4. Berikut skala dan kriteria penilaian. Tabel 3.7 Skala Penilaian Instrumen Skala 4 3 2 1 Instrumen Sudah sesuai dan tidak perlu diperbaiki Sudah sesuai namun perlu diperbaiki Kurang sesuai dan perlu diperbaiki Tidak sesuai dan harus diperbaiki Nilai Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Hasil yang diperoleh dari penilaian dengan menggunakan Skala Likert 1 - 4 kemudian dihitung untuk memperoleh nilai akhir atau rerata nilai dengan menggunakan rumus sebagai berikut. Nilai Akhir = ∑ 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ ∑ 𝐼𝑡𝑒𝑚 Berdasarkan perhitungan dengan rumus di atas, diperoleh rerata nilai. Rerata nilai tersebut kemudian dikonversikan menjadi data kualitatif dengan acuan dari Widoyoko (2014: 144). Berikut adalah tabel kategori skor validasi instrumen menurut Widoyoko. 40

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.8 Tabel Kategori Skor Validasi Instrumen Interval Skor 3,26 – 4,00 Kategori Sangat Baik 2,51 – 3,25 Baik 1,76 – 2,50 Kurang 1,00 – 1,75 Sangat Kurang Bobot Keseluruhan instrumen sudah layak digunakan. Keseluruhan instrumen sudah layak digunakan namun perlu perbaikan. Keseluruhan instrumen kurang layak digunakan. Keseluruhan instrumen tidak layak digunakan. Pada tabel di atas, instrumen dapat dikatakan valid apabila mendapatkan rerata skor lebih dari 2,50. Apabila rerata skor yang didapat kurang dari 2,50 maka instrumen dinyatakan tidak valid. 41

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uraian dalam bab ini berisi hasil penelitian dan pembahasan yang akan dijelaskan sebagai berikut. 4.1 Hasil Penelitian Dalam penelitian dan pengembangan ini akan dipaparkan: 1) analisis kebutuhan, 2) perancangan dan pengembangan produk, 3) pengembangan dan pengujian instrumen kualitas produk, 4) revisi produk, dan 5) uji coba produk. 4.1.1 Analisis Kebutuhan Langkah awal yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan yang diperlukan di lokasi penelitian. Berdasarkan analisis kebutuhan, ditemukan bahwa butuhnya bahan ajar lain yang dapat mendukung proses pembelajaran di kelas V. Hal ini dikarenakan kurang mendalamnya materi pada bahan ajar yang digunakan oleh guru dan siswa dalam pembelajaran di kelas. Langkah selanjutnya adalah menganalisis kebutuhan siswa dengan melakukan observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner. 4.1.1.1 Observasi Kegiatan observasi yang dilakukan bertujuan untuk mengamati pembelajaran IPA kelas V dan mengetahui ketersediaan bahan ajar di SD Negeri Deresan. Observasi dilaksanakan pada pembelajaran IPA di kelas V A SD Negeri Deresan. Aspek yang diobservasi pada pembelajaran IPA kelas V antara lain 42

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ketersediaan dan penggunaan modul pembelajaran IPA serta kesulitan belajar yang dialami siswa. Sebelum digunakan, instrumen observasi divalidasi terlebih dahulu oleh validator (ahli pembelajaran IPA). Berikut hasil validasi instrumen observasi. Tabel 4.1 Hasil Validasi Instrumen Observasi oleh Ahli Ahli IPA 1 4 2 4 3 4 Nomor Item 4 5 6 3 4 4 7 3 8 3 9 3 Total Rerata 32 3,55 Dari hasil validasi instrumen observasi oleh ahli pada tabel 4.1, didapat rerata skor sebesar 3,55. Dilihat pada tabel kategori skor validasi pada Bab III, rerata validasi instrumen observasi di atas termasuk dalam kategori sangat baik. Dari kategori tersebut, instrumen observasi dinyatakan valid sehingga layak untuk digunakan. Peneliti melakukan observasi pada hari Jumat, 24 Agustus 2018. Berikut ini merupakan hasil observasi yang telah dilakukan peneliti. Tabel 4.2 Hasil Observasi Pembelajaran di Kelas V No Aspek yang diobservasi Jawaban Catatan 1. Ada modul pembelajaran Tidak Pembelajaran di kelas menggunakan yang digunakan dalam Buku Tematik dan LKS. pembelajaran IPA di kelas. 2. Modul pembelajaran layak Ya Modul pembelajaran layak untuk digunakan dalam digunakan dalam pembelajaran pembelajaran. karena modul merupakan bahan ajar yang memuat materi pelajaran yang cukup lengkap. 3. Guru menggunakan modul Tidak Guru menggunakan buku paket dan pembelajaran untuk LKS yang tersedia di sekolah, menjelaskan materi namun dalam menjelaskan materi, pembelajaran IPA. guru terkadang menayangkan beberapa slide PPT dan video-video. 43

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. 5. 6. 7. 8. 9. Guru menguasai isi modul pembelajaran IPA. Guru menjelaskan cara penggunaan modul pembelajaran IPA kepada siswa. Siswa dapat menggunakan modul pembelajaran secara mandiri. Siswa memahami materi yang diajarkan dengan bantuan modul pembelajaran. Siswa mengalami kesulitan ketika mengikuti pembelajaran IPA di kelas. Siswa mengalami kesulitan ketika mengerjakan soal IPA. - - - - Ya Ketika siswa diperlihatkan contoh modul, siswa merasa tertarik dan langsung melihat-lihat dan membaca modul tersebut. Materi yang ada di modul jelas dan cukup lengkap dibanding buku paket. Ya Ya Tidak Siswa mengalami kesulitan pada pembelajaran sistem pernapasan karena materinya kebanyakan hafalan. Ketika guru mengajukan pertanyaan, siswa tidak mengalami kesulitan menjawabnya karena siswa kelas V A mampu berpikir kritis dan dapat menganalisis permasalahanpermasalahan yang ada. Dari hasil observasi yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tidak tersedianya modul pembelajaran IPA. Hal ini dapat dilihat dari cara guru menyampaikan materi pembelajaran menggunakan metode ceramah dengan berpedoman pada buku paket dan LKS. Selain itu, siswa masih kesulitan dalam memahami materi pelajaran IPA karena materi yang ada di buku paket dan LKS terlalu panjang. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa siswa masih kesulitan dalam memahami materi pelajaran IPA dan dibutuhkannya bahan ajar lain guna mendukung proses pembelajaran IPA di kelas V SD Negeri Deresan. 44

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.1.1.2 Wawancara Wawancara merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk mendapatkan informasi dari narasumber. Wawancara dilakukan kepada guru dan 2 siswa kelas V A SD Negeri Deresan. Sebelum melakukan wawancara, instrumen waancara divalidasi oleh ahli pembelajaran IPA terlebih dahulu. Berikut adalah hasil validasi instrumen wawancara guru dan instrumen wawancara siswa oleh ahli. Tabel 4.3 Hasil Validasi Instrumen Wawancara Guru Ahli IPA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 4 3 4 4 3 3 3 3 4 4 Nomor Item 11 12 13 14 4 4 4 3 15 4 16 3 17 4 18 3 19 4 Total Rerata 72 3,6 20 4 Tabel 4.4 Hasil Validasi Instrumen Wawancara Siswa Ahli IPA 1 4 2 4 3 3 4 4 5 3 Nomor Item 6 7 8 9 10 4 4 4 4 4 11 4 12 4 13 3 Total Rerata 49 3,76 Hasil validasi pedoman wawancara guru oleh ahli pada tabel 4.3 didapat rerata skor sebesar 3,6. Sedangkan hasil validasi pedoman wawancara siswa oleh ahli pada tabel 4.4 didapat rerata skor sebesar 3,76. Dilihat pada tabel kategori skor validasi pada Bab III, rerata validasi pedoman wawancara guru dan validasi pedoman wawancara siswa di atas termasuk dalam kategori sangat baik. Dari kategori tersebut, dapat dikatakan bahwa instrumen wawancara guru dan instrumen wawancara siswa dinyatakan valid sehingga layak untuk digunakan. Wawancara guru kelas V A SD Negeri Deresan dilakukan pada hari Senin, 10 September 2018. Berikut adalah hasil wawancara guru yang telah dilakukan. 45

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.5 Hasil Wawancara dengan Guru Kelas V Topik Pertanyaan Ketersediaan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA Penggunaan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA Pertanyaan Jawaban 1. Apakah dalam pembelajaran IPA tersedia modul pembelajaran IPA? 2. Darimana Bapak/Ibu memperoleh modul pembelajaran IPA? Apakah dari hibah atau dibuat sendiri? 3. Jika dibuat sendiri, contoh modul pembelajaran IPA apa saja yang pernah dibuat? 4. Faktor apa saja yang harus diperhatikan dalam pengadaan modul pembelajaran IPA? 5. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran IPA selama ini? Untuk sekarang belum ada. Biasanya langsung menggunakan media yang nyata atau media replika. 6. Apakah dalam pembelajaran IPA menggunakan modul pembelajaran IPA? 7. Dalam penggunaan modul pembelajaran IPA, berapakah jumlah siswa untuk satu modul pembelajaran? 8. Bagaimana respon siswa terhadap penggunaan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA? Tidak. Dulu ada modul lawas yang diperoleh dari guru yang mengajar di sekolah ini. Saya belum pernah membuat modul pembelajaran IPA, saya biasanya praktek langsung di lapangan bersama siswa. Kesesuaian materi pembelajaran dengan tema dan standar (Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar). Pembelajaran dilakukan di dalam dan luar kelas. Ketika di dalam kelas biasanya menggunakan buku paket, LKS, dan video-video. Sedangkan di luar kelas biasanya guru dan siswa melakukan eksperimen dan study tour. Saya tidak menggunakan modul, tapi setiap siswa memiliki buku paket dan LKS masing-masing. Saya sendiri senang menggunakan modul karena materinya cukup lengkap dan banyak gambar yang berwarna sehingga membuat siswa lebih tertarik belajar. Apabila siswa 46

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kegunaan modul pembelajaran IPA Kesulitan yang dialami guru dalam menyampaikan materi pembelajaran IPA Kesulitan siswa dalam penggunaan pembelajaran IPA Usaha yang dilakukan guru untuk 9. Bagaimana tingkat pemahaman siswa terhadap materi dalam pembelajaran IPA setelah menggunakan modul pembelajaran IPA? 10. Apakah modul pembelajaran IPA membantu guru dalam menyampaikan materi? 11. Apakah Bapak/Ibu mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi pembelajaran IPA? 12. Jika ada, kesulitan seperti apa yang dialami guru? 13. Materi apa saja yang sulit disampaikan kepada siswa? 14. Apakah siswa mengalami kesulitan dalam pembelajaran IPA? 15. Jika ada, kesulitan seperti apa yang dialami siswa? 16. Berapa jumlah siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran IPA? 17. Usaha-usaha apa saja yang telah Bapak/Ibu lakukan untuk diberikan modul pembelajaran sepertinya mereka akan lebih suka membaca. Pembelajaran di kelas belum menggunakan modul. Tapi kalau menggunakan buku paket, siswa masih kurang begitu paham. Sangat membantu. Tidak, namun terkadang ada materi yang sulit untuk diajarkan. Sebelum mengajar, biasanya saya belajar atau mencari-cari materi di internet terlebih dahulu (Google / Youtube). Kesulitan materi sendi, organ pernapasan, dan organ pencernaan karena materinya banyak dan medianya tidak ada yang nyata jadi harus menggunakan video dan media replika. Materi sendi, organ pernapasan, dan organ pencernaan. Ya, siswa mengalami kesulitan pada beberapa materi. Kesulitan dalam memahami dan menghafal materi. Misalnya mengurutkan organ pernapasan manusia. Biasanya siswa sering terbalik-balik. Ada namun tidak terlalu banyak. Menerapkan guru sebaya melalui kegiatan kelompok belajar. Jadi saya membuat kelompok belajar yang 47

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mengatasi kesulitankesulitan tersebut Modul yang ingin dikembangkan mengatasi kesulitan yang dialami siswa? 18. Bagaimana keberhasilan Bapak/Ibu mengatasi kesulitan yang dialami siswa? 19. Apakah pemberian cover yang berwarna pada modul pembelajaran membuat modul pembelajaran lebih menarik? 20. Apakah bentuk dan ukuran huruf memengaruhi kualitas modul pembelajaran? sudah saya bagi berdasarkan tingkat kecerdasan. Siswa yang memiliki tingkat kecerdasan tinggi mengajari siswa yang kurang. Tidak semuanya berhasil karena ketika belajar kelompok masih ada beberapa siswa yang tidak melaksanakannya. Ya. Modul yang colorfull itu sangat menarik. Ya. Biasanya bentuk dan ukuran menyesuaikan yang biasanya dipakai. Dari hasil wawancara guru yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran IPA belum tersedia di kelas, guru tidak pernah menggunakan modul pembelajaran dalam mengajarkan mata pelajaran IPA di kelas, siswa hanya menggunakan buku paket dan LKS, dan beberapa materi masih sulit disampaikan karena materi yang ada di buku paket kurang mendalam dan tidak ada gambar yang nyata. Wawancara siswa pertama kelas V A SD Negeri Deresan dilakukan pada hari Kamis, 6 September 2018. Berikut adalah hasil wawancara siswa yang telah dilakukan. 48

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.6 Hasil Wawancara dengan Siswa (Zerlin) Kelas V Topik Pertanyaan Tanggapan terhadap pembelajaran IPA yang selama ini terjadi Penggunaan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA Kesulitan belajar yang dialami siswa dalam pembelajaran Pertanyaan 1. Bagaimana pendapatmu mengenai pembelajaran IPA yang dilakukan selama ini? 2. Apakah kamu senang dengan pembelajaran IPA yang dilakukan selama ini? Apa alasannya? 3. Apakah Bapak/Ibu gurumu pernah menggunakan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA? Jika iya, modul pembelajaran apa saja yang pernah Bapak/Ibu gurumu gunakan dalam pembelajaran IPA? 4. Apakah kamu tertarik dengan modul pembelajaran yang digunakan oleh Bapak/Ibu gurumu? Apa alasannya? 5. Seberapa sering Bapak/Ibu gurumu menggunakan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA? 6. Apakah modul pembelajaran dapat membantu kamu memahami materi dalam pembelajaran IPA? Apa alasannya? 7. Apakah kamu menyukai pembelajaran IPA menggunakan modul pembelajaran? Apa alasannya? 8. Apakah kamu mengalami kesulitan ketika belajar IPA? Apa alasannya? 9. Materi apa yang paling sulit dalam mata pelajaran IPA? 10. Mengapa materi tersebut menurutmu paling sulit? 11. Bagaimana cara yang Jawaban Suka, tapi malas menghafalkan materimaterinya. Senang, karena ketika belajar IPA diperlihatkan video-video tentang IPA, tapi menghafalkannya sulit. Tidak, Ibu guru hanya menggunakan buku paket dan LKS. - Biasanya Ibu guru memberikan video-video tentang IPA. Iya, karena modul itu menarik sehingga membuat kita rajin belajar. Iya, modul itu penuh warna dan menarik. Iya, karena banyak hafalan dan kadang materinya kurang jelas. Sistem pernapasan manusia. Karena materinya banyak dan sulit dihafalkan. Siswa bertanya tentang 49

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Jenis modul pembelajaran yang disukai dilakukan oleh Bapak/Ibu gurumu dalam mengatasi kesulitan belajar yang kamu alami? 12. Kamu menyukai modul yang seperti apa? a. Berwarna b. Bergambar c. Ada materi d. Ada rangkuman e. Ada games f. Ada soal 13. Ukuran huruf modul seperti apa yang kamu sukai? a. Besar b. Sedang c. Kecil materi yang belum mengerti. Berwarna, bergambar, sedikit materi, ada rangkuman, diberi games, soalnya sedikit saja. Huruf yang berukuran sedang. Dari hasil wawancara siswa pertama yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa guru tidak menggunakan modul pembelajaran, guru menggunakan buku paket dan LKS, siswa merasa lebih paham dan senang jika menggunakan modul pembelajaran, dan siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami beberapa materi karena materinya banyak dan kurang jelas. Wawancara siswa kedua kelas V A SD Negeri Deresan dilakukan pada hari Kamis, 6 September 2018. Berikut adalah hasil wawancara siswa yang telah dilakukan. Tabel 4.7 Hasil Wawancara dengan Siswa (Keke) Kelas V A Topik Pertanyaan Tanggapan terhadap pembelajaran IPA yang selama ini terjadi Pertanyaan 1. Bagaimana pendapatmu mengenai pembelajaran IPA yang dilakukan selama ini? 2. Apakah kamu senang dengan pembelajaran IPA yang dilakukan selama ini? Apa alasannya? Jawaban Seru, karena banyak materi yang lumayan mudah dipahami. Senang, karena bisa mengetahui tentang organ pernapasan dan nama-nama tulang. 50

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Penggunaan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA Kesulitan belajar yang dialami siswa dalam pembelajaran Jenis modul pembelajaran yang disukai 3. Apakah Bapak/Ibu gurumu pernah menggunakan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA? Jika iya, modul pembelajaran apa saja yang pernah Bapak/Ibu gurumu gunakan dalam pembelajaran IPA? 4. Apakah kamu tertarik dengan modul pembelajaran yang digunakan oleh Bapak/Ibu gurumu? Apa alasannya? 5. Seberapa sering Bapak/Ibu gurumu menggunakan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA? 6. Apakah modul pembelajaran dapat membantu kamu memahami materi dalam pembelajaran IPA? Apa alasannya? 7. Apakah kamu menyukai pembelajaran IPA menggunakan modul pembelajaran? Apa alasannya? 8. Apakah kamu mengalami kesulitan ketika belajar IPA? Apa alasannya? 9. Materi apa yang paling sulit dalam mata pelajaran IPA? 10. Mengapa materi tersebut menurutmu paling sulit? 11. Bagaimana cara yang dilakukan oleh Bapak/Ibu gurumu dalam mengatasi kesulitan belajar yang kamu alami? 12. Kamu menyukai modul yang seperti apa? a. Berwarna b. Bergambar c. Ada materi d. Ada rangkuman e. Ada games f. Ada soal 13. Ukuran huruf modul seperti apa yang kamu sukai? a. Besar b. Sedang c. Kecil Tidak, Ibu guru mengajar hanya menggunakan buku paket dan LKS. - Tidak pernah. Iya, karena disana banyak materi-materi yang bergambar sehingga menarik. Iya, karena ada gambar yang berwarna sehingga tidak cepat bosan. Sedikit mengalami kesulitan. Sistem pencernaan. Karena susah menghafal urutannya. Dengan cara belajar kelompok. Berwarna, bergambar, ada materi, tidak pakai rangkuman, ada games dan sedikit soal. Sedang. 51

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dari hasil wawancara siswa kedua yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa guru tidak pernah menggunakan modul pembelajaran, guru hanya menggunakan buku paket dan LKS namun guru menyelipkan beberapa referensi yang mendukung proses pembelajaran berupa tayangan-tayangan video dalam menjelaskan materi. Siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi dikarenakan banyaknya hafalan. Berdasarkan hasil wawancara ketiga sumber tersebut, dapat disimpulkan bahwa tidak tersedianya modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia untuk siswa kelas V sekolah dasar dan siswa masih kesulitan dalam memahami materi pelajaran IPA. Hal tersebut terlihat dari jawaban narasumber yang disajikan pada bagan 4.1. Guru Modul pembelajaran IPA belum tersedia di kelas. Guru tidak pernah menggunakan modul pembelajaran dalam mengajarkan mata pelajaran IPA di kelas. Siswa hanya menggunakan buku paket dan LKS. Materi sendi dan organ tubuh manusia sulit disampaikan karena materi yang ada di buku paket kurang mendalam dan tidak ada gambar yang nyata. Siswa 1 Guru tidak menggunakan modul pembelajaran. Guru menggunakan buku paket dan LKS. Siswa merasa lebih paham dan senang jika menggunakan modul pembelajaran. Siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi organ pernapasan manusia karena materinya banyak dan kurang jelas. Siswa 2 Guru tidak pernah menggunakan modul pembelajaran. Guru hanya menggunakan buku paket, LKS, dan tayangan-tayangan video dalam menjelaskan materi. Siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi organ pencernaan manusia karena banyak hafalan. Sekolah tidak mempunyai modul pembelajaran. Sekolah hanya menyediakan buku paket dan LKS. Pemahaman materi tentang organ tubuh manusia siswa masih kurang. Bagan 4.1 Triangulasi Sumber Data Wawancara 52

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan bagan 4.1 di atas, dapat diketahui bahwa dalam mengajar, guru hanya menggunakan buku paket dan LKS. Siswa masih mengalami kesulitan pada mata pelajaran IPA khususnya materi organ tubuh manusia. Materi tersebut sulit karena banyaknya hafalan dan tidak adanya gambar yang nyata. Di sekolah hanya menyediakan buku paket dan LKS sebagai bahan ajar yang diberikan kepada siswa, namun materi yang ada di buku tersebut kurang lengkap dan kurang mendalam sehingga siswa butuh tambahan bahan ajar lain yang dapat memberikan materi yang lebih lengkap dan mendalam. 4.1.1.3 Kuesioner Kuesioner analisis kebutuhan siswa digunakan untuk memperoleh data tentang kebutuhan siswa. Kuesioner ini ditujukan kepada 1 guru dan 10 siswa kelas V A SD Negeri Deresan. Kuesioner guru disusun menjadi 7 pernyataan, sedangkan kuesioner siswa disusun menjadi 6 pernyataan yang kemudian harus diisi oleh guru dan siswa sesuai dengan kenyataan. Sebelum digunakan, kuesioner analisis kebutuhan divalidasi terlebih dahulu oleh ahli. Berikut adalah hasil validasi kuesioner analisis kebutuhan guru dan siswa. Tabel 4.8 Hasil Validasi Kuesioner Analisis Kebutuhan Guru Ahli IPA Nomor Item 2 3 4 5 6 4 3 3 3 4 1 4 7 3 Total Rerata 24 3,42 Tabel 4.9 Hasil Validasi Kuesioner Analisis Kebutuhan Peserta Didik Ahli IPA 1 4 2 3 Nomor Item 3 4 5 3 3 4 6 4 Total Rerata 21 3,5 53

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan hasil validasi kuesioner analisis kebutuhan guru pada tabel 4.8 diperoleh rerata skor sebesar 3,42, sedangkan validasi kuesioner analisis kebutuhan siswa pada tabel 4.9 diperoleh rerata skor sebesar 3,5. Dilihat pada tabel kategori skor validasi pada Bab III, rerata validasi kuesioner analisis kebutuhan guru dan validasi kuesioner analisis kebutuhan siswa di atas termasuk dalam kategori sangat baik. Dari kategori tersebut, dapat dikatakan bahwa instrumen kuesioner analisis kebutuhan guru dan instrumen kuesioner analisis kebutuhan siswa dinyatakan valid sehingga layak untuk digunakan. Kuesioner analisis kebutuhan guru dan siswa diberikan pada tanggal 11 September 2018. Hasil dari pengisian kuesioner analisis kebutuhan guru dan siswa dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam mengembangkan modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia. Hasil kuesioner yang dibagikan dapat dilihat pada Tabel 4.10 dan Tabel 4.11. Tabel 4.10 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Guru No Pernyataan 1. Bapak/Ibu guru pernah menggunakan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA. 2. Penggunaan modul pembelajaran dapat membantu siswa memahami materi pelajaran IPA. 3. Penggunaan modul pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman siswa. 4. Penggunaan modul pembelajaran dapat membantu siswa belajar secara mandiri. 5. Pemberian cover yang berwarna pada modul pembelajaran membuat modul pembelajaran lebih menarik. 6. Pemberian cover berwarna pada modul pembelajaran. Ya Tidak √ √ √ √ √ √ 54

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan hasil kuesioner analisis kebutuhan guru pada tabel 4.10, diketahui bahwa guru tidak pernah menggunakan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA. Guru setuju bahwa penggunaan modul pembelajaran dapat membantu siswa memahami materi pelajaran IPA, dapat meningkatkan pemahaman siswa terkait materi yang diajarkan dan membantu siswa belajar secara mandiri. Tabel 4.11 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Peserta Didik No Pernyataan 1. Bapak/Ibu gurumu pernah menggunakan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA. 2. Penggunaan modul pembelajaran dapat membantu memahami materi pelajaran IPA. 3. Penggunaan modul pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman siswa. 4. Penggunaan modul pembelajaran dapat membantu belajar secara mandiri. 5. Pemberian cover yang berwarna pada modul pembelajaran membuat modul pembelajaran lebih menarik. 6. Pemberian cover berwarna pada modul pembelajaran. Ya 30% Tidak 70% 100% 0% 100% 0% 100% 0% 100% 0% 100% 0% Berdasarkan hasil kuesioner analisis kebutuhan peserta didik pada tabel 4.11, diketahui bahwa sebanyak sepuluh siswa atau 100% siswa berpendapat bahwa modul pembelajaran dapat membantu siswa dalam memahami materi pelajaran IPA, dapat meningkatkan pemahaman terkait materi yang diajarkan dan membantu siswa belajar secara mandiri. Berdasarkan data kualitatif yang diperoleh dari teknik observasi, wawancara dan kueisoner, maka dilakukan triangulasi teknik pengumpulan data. Triangulasi teknik pengumpulan data digunakan sebagai pertimbangan dalam 55

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mengembangkan modul pembelajaran dengan melihat gambaran mengenai permasalahan yang dialami dan kebutuhan di lapangan. Berikut adalah bagan triangulasi teknik pengumpulan data. Observasi Dalam pembelajaran, guru dan siswa hanya menggunakan buku paket dan LKS. Guru tidak menggunakan modul pembelajaran dalam mengajarkan pelajaran IPA. Materi sendi dan organ tubuh manusia sulit disampaikan karena materi yang ada di buku paket kurang mendalam dan tidak ada gambar yang nyata. Wawancara Siswa mengalami kesulitan dalam mata pelajaran IPA materi organ tubuh manusia karena banyaknya hafalan. Siswa merasa lebih senang dan tertarik jika menggunakan modul pembelajaran. Namun di sekolah belum tersedia modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia. Kuesioner Guru tidak menggunakan modul pembelajaran dalam mengajarkan pembelajaran IPA. Guru dan siswa membutuhkan modul pembelajaran sebagai bahan ajar tambahan di kelas. Penggunaan modul pembelajaran dapat membantu siswa memahami materi dan belajar secara mandiri. Siswa mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran IPA materi organ tubuh manusia karena terlalu banyak hafalan. Namun sekolah belum menyediakan bahan ajar lain selain buku paket dan LKS. Peneliti mengembangkan modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia berdasarkan analisis kebutuhan guru dan siswa. Bagan 4.2 Triangulasi Teknik Pengumpulan Data Dari hasil triangulasi teknik pengumpulan data pada bagan 4.2, terdapat tiga teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner. Data yang diperoleh dari observasi yaitu belum tersedianya modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia untuk siswa kelas V sekolah dasar yang diketahui melalui observasi pembelajaran di kelas yang hanya menggunakan buku paket dan LKS. Data yang diperoleh melalui teknik wawancara yaitu sekolah belum memiliki bahan ajar selain buku paket dan LKS. Siswa juga 56

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran IPA materi organ tubuh manusia. Data yang diperoleh dari hasil kuesioner analisis kebutuhan yaitu guru tidak menggunakan modul pembelajaran dalam mengajarkan pembelajaran IPA dan penggunaan modul pembelajaran dapat membantu siswa memahami materi dan belajar secara mandiri. Berdasarkan teknik triangulasi tersebut, maka disimpulkan bahwa tidak tersedianya modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia dalam pembelajaran IPA kelas V sekolah dasar sehingga peneliti mengembangkan modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia untuk siswa kelas V sekolah dasar. 4.1.2 Perancangan dan Pengembangan Produk Langkah kedua yang dilakukan adalah merancang dan mengembangkan produk. Berikut dibahas perancangan produk dan pengembangan produk. 4.1.2.1 Perancangan Produk Rancangan produk bahan ajar yang dibuat berupa modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia. Modul pembelajaran yang akan dibuat terdiri dari cover yang mencerminkan isi modul, daftar isi, kompetensi dasar, indikator pembelajaran, tujuan pembelajaran, petunjuk belajar, materi disertai gambargambar beserta keterangan gambar, percobaan, rangkuman, latihan soal yang terdiri dari pilihan ganda dan isian, dan refleksi. Hal yang dikembangkan dari modul pembelajaran adalah gambar-gambar nyata dan berwarna serta percobaan yang dapat dilakukan siswa secara langsung. 57

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.1.2.2 Pengembangan Produk Pengembangan produk penelitian yang dikembangakan berupa modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia kelas V sekolah dasar. Modul pembelajaran IPA ini terdiri dari 3 kegiatan belajar yaitu Kegiatan Belajar 1 (Organ Pernapasan Manusia), Kegiatan Belajar 2 (Organ Pencernaan Manusia), dan Kegiatan Belajar 3 (Organ Peredaran Darah Manusia). Dalam setiap kegiatan belajar terdapat materi, percobaan, rangkuman, latihan soal, dan refleksi. Di dalam materi terdapat gambar-gambar yang nyata, berwarna, dan memiliki keterangan sehingga jelas dan tidak membingungkan si pengguna modul. Modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia kelas V sekolah dasar berbentuk persegi panjang yang berukuran 21 cm x 29,5 cm. Modul pembelajaran IPA ini dibuat menggunakan Microsoft Word 2010 (doc) dan Corel Draw X7, huruf Comic Sans MS, ukuran huruf 12, dan jarak antar baris 1,5 spasi. Cover Modul dicetak menggunakan kertas Ivory yang dilaminasi glossy, sedangkan isi modul dicetak menggunakan kerta HVS A4 80 gram yang terdiri dari 54 halaman. Setelah melakukan analisis kebutuhan siswa, maka langkah selanjutnya adalah menentukan Kompetensi Dasar (KD), mengembangkan indikator dan tujuan dalam pengembangan modul tersebut yang akan dijelaskan sebagai berikut. 58

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.12 Kompetensi Dasar (KD), Indikator, dan Tujuan Kompetensi 1. Mengenal organ tubuh manusia dan mendeskripsikan fungsinya. Dasar (KD) 2. Menyajikan laporan tentang jenis penyakit yang berhubungan dengan gangguan pada organ tubuh manusia. 1. Menunjukkan bagian-bagian dari organ pernapasan, organ Indikator pencernaan, dan organ peredaran darah manusia. 2. Mengindentifikasi fungsi dari organ pernapasan, organ pencernaan, dan organ peredaran darah manusia. 3. Menjelaskan gangguan pada organ pernapasan, organ pencernaan, dan organ peredaran darah manusia. 4. Menjelaskan cara menjaga organ pernapasan, organ pencernaan, dan organ peredaran darah manusia. 1. Siswa mampu menunjukkan bagian-bagian dari organ Tujuan pernapasan, organ pencernaan, dan organ peredaran darah manusia. 2. Siswa mampu menyebutkan fungsi dari organ pernapasan, organ pencernaan, dan organ peredaran darah manusia. 3. Siswa mampu menganalisis fungsi dari organ pernapasan, organ pencernaan, dan organ peredaran darah manusia. 4. Siswa mampu menjelaskan gangguan pada organ pernapasan, organ pencernaan, dan organ peredaran darah manusia. 5. Siswa mampu menjelaskan cara menjaga organ pernapasan, organ pencernaan, dan organ peredaran darah manusia. Komponen-komponen modul yang dibuat yaitu (1) sampul modul, (2) pendahuluan, (3) daftar isi, (4) petunjuk belajar, (5) isi modul, dan (6) daftar pustaka. 4.1.2.2.1 Sampul Modul Pada sampul modul terdapat nama peneliti dan judul modul yang bertuliskan “Modul Pembelajaran IPA”. Pada sampul Modul terdapat 3 gambar utama yaitu gambar organ pernapasan, organ pencernaan, dan organ peredaran darah manusia. Gambar ini dimaksudkan untuk memperjelas bahwa di dalam modul tersebut membahas materi mengenai organ pernapasan, organ pencernaan, 59

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dan organ peredaran darah manusia. Background sampul modul didominasi warna navy. Berikut adalah tampilan Sampul Modul. Gambar 4.1 Sampul Modul 4.1.2.2.2 Pendahuluan Bagian pendahuluan berisi maksud, tujuan, dan harapan dibuatnya modul. Berikut adalah tampilan halaman Pendahuluan. Gambar 4.2 Pendahuluan Modul 60

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.1.2.2.3 Daftar Isi Di dalam modul terdapat daftar isi yang bertujuan untuk memudahkan pengguna modul mencari halaman pada modul. Berikut tampilan halaman Daftar Isi Modul. Gambar 4.3 Daftar Isi Modul 4.1.2.2.4 Petunjuk Belajar Pada modul terdapat petunjuk belajar guna sebagai panduan dalam menggunakan modul agar pengguna modul tidak kebingungan. Berikut tampilan halaman Petunjuk Belajar Modul. Gambar 4.4 Petunjuk Belajar Modul 61

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.1.2.2.5 Isi Modul Dalam modul pembelajaran IPA ini terdapat 3 materi yaitu organ pernapasan, organ pencernaan, dan organ peredaran darah manusia. Pada setiap materi tersebut dijelaskan mengenai organ tubuh manusia, fungsi organ tubuh manusia, dan gangguan – gangguan organ tubuh manusia. Pada isi modul juga terdapat kegiatan belajar (materi), percobaan, permainan, rangkuman, latihan soal, dan refleksi. Berikut beberapa tampilan halaman Isi Modul. Gambar 4.5 Kegiatan Belajar Gambar 4.6 Percobaan Modul (Materi) Modul 62

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 4.7 Permainan Modul Gambar 4.9 Latihan Soal Modul Gambar 4.8 Rangkuman Modul Gambar 4.10 Refleksi Modul 63

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.1.2.2.6 Daftar Pustaka Dalam modul terdapat daftar pustaka yang digunakan dalam penyusunan modul. Berikut tampilan halaman Daftar Pustaka. Gambar 4.11 Daftar Pustaka 4.1.3 Pengembangan dan Pengujian Instrumen Kualitas Produk Langkah ketiga dalam penelitian ini adalah mengembangkan dan menguji instrumen kualitas produk. Instrumen yang perlu disiapkan pada saat pengujian modul pembelajaran adalah instrumen tes dan kuesioner validasi produk. Instrumen tes digunakan untuk mengukur keberhasilan modul pembelajaran sedangkan kuesioner validasi produk digunakan untuk menguji kelayakan modul 64

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran. Adapun penjelasan mengenai instrumen tes dan kuesioner validasi produk sebagai berikut. 4.1.3.1 Tes Instrumen tes digunakan untuk mengukur keberhasilan modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia pada saat uji coba produk. Selain itu instrumen tes digunakan sebagai data pendukung untuk mengetahui kualitas produk modul pembelajaran. Sebelum digunakan pada saat uji coba produk, instrumen tes diuji validitasnya oleh ahli. Berikut adalah hasil validasi soal tes oleh ahli IPA. Tabel 4.13 Hasil Validasi Soal Tes oleh Ahli IPA Ahli Ahli IPA 1 4 2 4 3 3 Nomor Item 4 5 6 7 3 3 4 2 8 3 9 3 10 3 Total Rerata 32 3,2 Berdasarkan hasil uji validitas instrumen soal tes oleh ahli, didapat rerata skor sebesar 3,2. Dilihat pada tabel kategori skor validasi pada Bab III, rerata validasi soal tes termasuk dalam kategori baik. Oleh sebab itu, instrumen tes dinyatakan valid dan layak untuk digunakan. Instrumen soal tes yang sudah divalidasi kemudian diujikan kepada 10 siswa kelas V di SD Negeri Deresan. Uji coba tes dilakukan pada tanggal 15 September 2018. Hasil uji coba soal tes kemudian diolah dengan menggunakan SPSS (Statistics Package for Social Studies) 20 for Windows untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen tes. Validasi dihitung menggunakan rumus korelasi Product Moment dari Pearson. Berikut adalah rekapitulasi hasil perhitungan validitas instrumen soal tes menggunakan SPSS (Statistics Package for Social Studies) 20 for Windows. 65

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.14 Rekapitulasi Hasil Perhitungan Validitas Instrumen Tes dengan SPSS 20 for Windows No. Item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Sig. (2-tailed) 0,991 0,834 0,979 0,920 0,899 0,996 0,991 0,860 0,722 0,802 Keputusan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan tabel 4.14, diketahui bahwa semua soal tes valid. Kesepuluh soal yang valid kemudian diuji reliabilitasnya. Reliabilitas instrumen dihitung menggunakan SPSS (Statistics Package for Social Studies) 20 for Windows dengan menggunakan nilai koefisien Alpha Cronbach. Berikut adalah hasil perhitungan reliabilitas instrumen tes menggunakan SPSS (Statistics Package for Social Studies) 20 for Windows. Tabel 4.15 Hasil Perhitungan Reliabilitas Instrumen Tes dengan SPSS 20 for Windows Cronbach’s Alpha ,784 N of Items 11 Berdasarkan tabel 4.15, diketahui bahwa hasil perhitungan koefisien Alpha Cronbach adalah 0,784. Menurut Kaplan (Widoyoko, 2015: 165), apabila instrumen tes memiliki koefisien Alpha sekurang-kurangnya 0,7 maka item soal tersebut dapat dikatakan reliabel. Oleh sebab itu, instrumen soal tes termasuk reliabel dan layak digunakan. 66

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Instrumen soal tes yang sudah valid dan reliabel digunakan sebagai pretest dan posttest. Berikut adalah kisi-kisi pretest dan posttest. Tabel 4.16 Kisi-Kisi Pretest dan Posttest Kompetensi Dasar Indikator Nomor Soal 1, 3, 4, 5, 6 Menunjukkan bagian-bagian dari organ pernapasan, organ pencernaan, dan organ peredaran darah manusia. Mengidentifikasi fungsi dari organ pernapasan, organ pencernaan, dan organ peredaran darah manusia. Menjelaskan gangguan pada organ pernapasan, organ pencernaan dan organ peredaran darah manusia. Mengenal organ tubuh manusia dan mendeskripsikan fungsinya. 2, 7, 9 10 4.1.3.2 Kuesioner Validasi Produk Instrumen pengumpulan data selanjutnya adalah kuesioner validasi produk. Kuesioner validasi produk digunakan untuk menilai kelayakan produk modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia yang telah dikembangkan. Sebelum digunakan, kuesioner validasi produk diuji validitasnya oleh ahli. Ahli yang memvalidasi produk yaitu ahli IPA dan guru kelas V. Berikut adalah hasil validasi produk oleh ahli. Tabel 4.17 Hasil Validasi Produk oleh Ahli Ahli Ahli IPA Guru 1 4 2 4 3 4 4 3 5 4 6 4 7 4 8 4 9 3 10 3 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 Nomor Item 11 12 13 4 3 3 4 Rerata 4 4 Total Rerata 14 4 15 3 16 3 17 4 18 4 19 4 20 4 73 3,65 4 4 4 4 4 4 4 77 3,85 75 3,75 67

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan hasil validasi produk oleh ahli pada tabel 4.14, didapat rerata skor sebesar 3,75. Dilihat pada tabel kategori skor validasi pada Bab III, rerata skor tersebut termasuk kategori sangat baik. Oleh sebab itu, produk dinyatakan layak untuk digunakan. 4.1.4 Revisi Produk Setelah produk divalidasi oleh dua ahli, kedua ahli memberikan komentar terhadap modul yang telah disusun oleh peneliti. Komentar tersebut dijadikan sebagai acuan untuk melakukan revisi pada modul yang telah dibuat. Berikut disajikan komentar kedua ahli. Tabel 4.18 Rekapitulasi Komentar Validasi Modul Pembelajaran IPA Penilai Ahli IPA Komentar Tambahkan keterangan pada sampul modul (Modul Guru / Modul Siswa). Logo USD pada sampul modul sebaiknya diperbesar. Judul, nama penyusun, dan kota terbit sebaiknya jangan menggunakan huruf yang berbayang. Background sampul modul jangan putih polos. Tambahkan keterangan dan ikon di awal sub tema. Guru Kelas V Tujuan pembelajaran dapat dituliskan lebih spesifik, bisa lebih dari 4 poin. Rangkuman pada organ pernapasan ditulis mulai dari hidung  alveolus. Pada soal latihan, beri isian singkat 5 soal. Keputusan Peneliti menambahkan keterangan Modul Pembelajaran IPA Untuk Siswa Kelas V SD pada sampul modul. Peneliti memperbesar logo USD pada sampul modul. Peneliti mengganti jenis huruf pada judul, nama penyusun, dan kota terbit. Peneliti mengganti warna sampul modul menjadi navy. Peneliti memberi keterangan dan ikon yang berbeda di setiap awal sub tema. Peneliti mengganti dan menambahkan tujuan pembelajaran menjadi 5 poin yang spesifik. Peneliti mengganti rangkuman nomor 2 pada rangkuman organ pernapasan. Peneliti menambahkan 5 soal isian pada masing-masing kegiatan belajar. 68

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berikut adalah perbedaan modul pembelajaran IPA sebelum revisi dan sesudah revisi. Sebelum Revisi Sesudah Revisi Background sampul modul berwarna putih Background sampul modul berwarna polos, tulisan berbayang, logo USD kecil. navy, tulisan tidak berbayang, logo USD cukup besar. Tidak ada ikon pada keterangan kegiatan Ada background gajah pada kegiatan belajar. belajar. 69

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sebelum Revisi Sesudah Revisi Tujuan pembelajaran belum spesifik. Tujuan pembelajaran lebih spesifik. Rangkuman nomor 2 masih harus diperbaiki. Rangkuman nomor 2 setelah diperbaiki. Bentuk soal hanya pilihan ganda. Bentuk soal pilihan ganda dan isian. Gambar 4.12 Perbedaan Modul Sebelum Revisi dan Sesudah Revisi 70

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.1.5 Uji Coba Produk Tahap kelima dalam penelitian dan pengembangan ini adalah uji coba produk. Uji coba produk dilakukan pada tanggal 22 September 2018 pada pukul 11.30 – 12.30 WIB. Uji coba produk dilakukan pada 10 siswa yang terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan di kelas V A SD Negeri Deresan. Sekelompok siswa tersebut dipilih berdasarkan hasil diskusi dan rekomendasi dari wali kelas. Sebelum melakukan bimbingan belajar menggunakan modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia, siswa diberi pretest untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Setelah itu dilanjutkan dengan bimbingan belajar menggunakan modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia. Modul pembelajaran IPA dibagikan satu per satu pada sepuluh siswa tersebut. Di akhir pertemuan, siswa diberi posttest untuk mengetahui kemampuan siswa setelah menggunakan modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia. 4.1.5.1 Data dan Analisis Tes Data nilai yang diperoleh siswa pada saat pretest dan posttest dianalisis untuk mengetahui hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia. Selain itu, hasil pretest dan posttest digunakan sebagai data pendukung untuk melihat kualitas modul pembelajaran. Soal tes yang digunakan pada saat pretest dan posttest berjumlah 10 butir soal pilihan ganda yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya sehingga instrumen tersebut layak untuk digunakan. Berikut adalah hasil pengerjaan pretest dan posttest. 71

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.19 Rekapitulasi Hasil Pretest dan Posttest Siswa No. Nama 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Siswa 1 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Siswa 6 Siswa 7 Siswa 8 Siswa 9 Siswa 10 Total Rerata Nilai Pretest 80 60 60 50 50 50 40 40 40 40 510 51 Nilai Posttest 100 100 100 80 100 100 80 70 90 90 910 91 Perbedaan Rerata Nilai Pretest dan Posttest 20 40 40 30 50 50 40 30 50 50 400 40 Berdasarkan tabel 4.19, dapat diketahui bahwa siswa 1 mendapatkan nilai 80 pada saat pretest dan mendapatkan nilai 100 pada saat posttest. Siswa 2 mendapatkan nilai 60 pada saat pretest dan mendapatkan nilai 100 pada saat posttest. Siswa 3 mendapatkan nilai 60 pada saat pretest dan mendapatkan nilai 100 pada saat posttest. Siswa 4 mendapatkan nilai 50 pada saat pretest dan mendapatkan nilai 80 pada saat posttest. Siswa 5 mendapatkan nilai 50 pada saat pretest dan mendapatkan nilai 100 pada saat posttest. Siswa 6 mendapatkan nilai 50 pada saat pretest dan mendapatkan nilai 100 pada saat posttest. Siswa 7 mendapatkan nilai 40 pada saat pretest dan mendapatkan nilai 80 pada saat posttest. Siswa 8 mendapatkan nilai 40 pada saat pretest dan mendapatkan nilai 70 pada saat posttest. Siswa 9 mendapatkan nilai 40 pada saat pretest dan mendapatkan nilai 90 pada saat posttest. Siswa 10 mendapatkan nilai 40 pada saat pretest dan mendapatkan nilai 90 pada saat posttest. Berikut adalah grafik perbedaan nilai pretest dan posttest pada masing-masing siswa. 72

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Grafik Perbedaan Nilai Prestest dan Posttest 120 100 100 100 100 100 100 90 80 80 90 80 80 70 60 60 60 50 50 Pretest 50 40 40 40 40 40 Posttest 20 0 Siswa 1 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Siswa 6 Siswa 7 Siswa 8 Siswa 9 Siswa 10 Grafik 4.1 Perbedaan nilai pretest dan posttest pada masing-masing siswa Disamping perbedaan nilai yang diperoleh siswa, terdapat perbedaan pada rerata nilai yang didapatkan saat siswa melakukan pretest dan posttest. Berikut adalah grafik perbedaan rerata nilai pretest dan posttest. Grafik Perbedaan Rerata Nilai Pretest dan Posttest 91 100 80 60 51 Pretest 40 Posttest 20 0 Rerata Nilai Grafik 4.2 Perbedaan rerata nilai pretest dan posttest Berdasarkan grafik 4.2, diketahui bahwa rerata nilai yang diperoleh siswa pada saat pretest adalah 51 dan pada saat posttest adalah 91, sehingga terjadi peningkatan sebesar 40. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia mengingkatkan hasil belajar siswa 73

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dan membantu siswa dalam mempelajari pelajaran IPA materi organ tubuh manusia. 4.1.5.2 Data dan Analisis Hasil Kuesioner Mengenai Produk Modul Pembelajaran IPA Kuesioner tanggapan mengenai produk modul pembelajaran IPA diberikan pada sepuluh siswa kelas V A SD Negeri Deresan. Pengisian kuesioner diberikan setelah siswa melakukan uji coba produk pada tanggal 24 September 2018. Berikut adalah hasil kuesioner modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia. Tabel 4.20 Hasil Kuesioner Modul Pembelajaran IPA Materi Organ Tubuh Manusia Guru 1 4 2 4 3 4 Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 3 2 2 3 3 4 2 4 2 3 2 4 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 Nomor Item 4 5 6 4 3 3 Nomor Item 4 5 6 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 Total Rerata 7 3 7 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 8 3 8 2 3 3 2 3 4 2 4 3 2 9 4 4 3 4 4 4 2 4 3 4 Total Rerata 28 3,5 Total Rerata 33 30 27 33 31 36 24 36 26 33 309 30,9 3,67 3,33 3 3,67 3,44 4 2,67 4 2,89 3,67 34,34 3,43 74

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan hasil kuesioner kualitas modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia, didapat rerata skor dari guru sebesar 3,5 dan rerata skor dari siswa sebesar 3,43. Berdasarkan tabel kategori skor pada Bab III, rerata skor tersebut termasuk dalam kategori sangat baik. 4.2 Pembahasan Pada penelitian ini dilakukan penelitian mengenai pengembangan bahan ajar berupa modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia untuk siswa kelas V sekolah dasar. Pengembangan modul pembelajaran IPA ini didasarkan pada hasil observasi dan wawancara yang menyatakan bahwa tidak tersedianya modul pembelajaran IPA di sekolah. Dalam proses pembelajaran di kelas, guru dan siswa hanya menggunakan buku paket dan LKS sebagai pedoman dalam belajar. Buku paket dan LKS yang digunakan sebagai pedoman belajar kurang menarik siswa untuk belajar dikarenakan banyaknya materi yang dicantumkan dan kurangnya gambar serta warna. Siswa menganggap materi IPA terutama materi organ tubuh manusia terlalu sulit karena banyak hafalan. Penggunaan modul memungkinkan siswa dapat lebih memahami materi pelajaran IPA. Hal ini dapat dilihat dari teori yang menyatakan bahwa modul pada dasarnya adalah sebuah bahan ajar yang disusun secara sistematis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa sesuai dengan tingkat pengetahuan usia mereka, agar mereka dapat belajar sendiri/mandiri (Prastowo, 201: 106). Oleh karena itu, penelitian ini mencoba mengembangkan suatu bahan ajar berupa modul pembelajaran IPA untuk membantu siswa memahami materi atau belajar secara mandiri sesuai 75

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dengan tingkat kecepatan belajarnya masing-masing tanpa harus menunggu materi yang diberikan guru. Pengembangan bahan ajar berupa modul pembelajaran IPA berfokus pada materi organ tubuh manusia untuk siswa kelas V sekolah dasar. Modul pembelajaran IPA yang akan dikembangkan peneliti berupa modul yang dilengkapi gambar beserta keterangannya, tulisan yang jelas, menarik dari segi warna, dan didasarkan pada standar prosedur pembuatan modul. Prosedur pengembangan modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia kelas V sekolah dasar mengadaptasi model Dick & Carey yang diadaptasi ke dalam lima tahap, yaitu analisis kebutuhan, perancangan dan pengembangan produk, pengembangan dan pengujian instrumen kualitas produk, revisi produk, dan uji coba produk. Tahap pertama dalam penelitian dan pengembangan ini adalah analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tidak tersedianya bahan ajar selain buku paket dan LKS dalam pembelajaran di kelas V SD Negeri Deresan dan siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi pembelajaran IPA. Berdasarkan hasil penghitungan kuesioner analisis kebutuhan guru, diketahui bahwa guru tidak pernah menggunakan modul pembelajaran dalam pembelajaran IPA. Guru setuju bahwa penggunaan modul pembelajaran dapat membantu siswa memahami materi pelajaran IPA, dapat meningkatkan pemahaman siswa terkait materi yang diajarkan dan membantu siswa belajar secara mandiri. Hal ini juga didukung oleh pendapat siswa yaitu sebanyak sepuluh 76

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI siswa atau 100% siswa berpendapat bahwa modul pembelajaran dapat membantu mereka memahami materi pelajaran IPA, dapat meningkatkan pemahaman terkait materi yang diajarkan dan membantu mereka belajar secara mandiri. Hal inilah yang dijadikan pertimbangan untuk membuat modul pembelajaran IPA. Tahap kedua dalam penelitian dan pengembangan ini adalah perancangan dan pengembangan produk. Dalam tahap ini, mulai dikembangkan rancangan produk modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia. Komponen yang akan disajikan dalam modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia, antara lain (1) sampul modul, (2) pendahuluan, (3) daftar isi, (4) petunjuk belajar, (5) isi modul, dan (6) daftar pustaka. Di dalam isi modul terdapat 3 kegiatan belajar yaitu Kegiatan Belajar 1 (Organ Pernapasan Manusia), Kegiatan Belajar 2 (Organ Pencernaan Manusia), dan Kegiatan Belajar 3 (Organ Peredaran Darah Manusia). Dalam setiap kegiatan belajar terdapat materi, percobaan, rangkuman, latihan soal, dan refleksi. Tahap ketiga dalam penelitian dan pengembangan ini adalah pengembangan dan pengujian instrumen kualitas produk. Di tahap ini, instrumen tes dan kuesioner validasi produk disiapkan untuk menguji kelayakan modul pembelajaran. Instrumen tes yang digunakan adalah pretest dan posttest yang dibuat dalam bentuk soal pilihan ganda. Instrumen tes divalidasi terlebih dahulu oleh ahli IPA. Setelah divalidasi, instrumen diujikan kepada sepuluh siswa kelas V A SD Negeri Deresan. Hasil uji soal tes diolah menggunakan Statistic Package for Social Studies (SPSS) 20 for Windows untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen tes. Berdasarkan hasil uji validitas instrumen tes, diketahui 77

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI bahwa semua (sepuluh) soal tes dinyatakan valid dikarenakan r hitung lebih besar daipada r tabel. Sedangkan hasil uji reliabilitas instrumen dinyatakan reliabel shingga layak untuk digunakan. Kuesioner validasi produk juga disiapkan untuk menguji kelayakan produk sebelum digunakan pada uji coba produk. Modul pembelajaran divalidasi oleh ahli pembelajaran IPA dan guru SD menggunakan kuesioner validasi produk. Berdasarkan hasil validasi produk modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia, diketahui bahwa rerata skor penilaian modul pembelajaran dari guru adalah sebesar 3,5, sedangkan rerata skor penilaian modul pembelajaran dari siswa adalah sebesar 3,43. Hal ini menunjukkan bahwa modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia yang dikembangkan memiliki kualitas yang sangat baik. Tahap keempat dalam penelitian dan pengembangan ini adalah revisi produk. Produk modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia kelas V sekolah dasar direvisi berdasarkan komentar dari ahli pembelajaran IPA dan guru kelas V. Peneliti mengubah warna, jenis huruf, memperbesar logo USD pada sampul modul, menambahkan keterangan dan ikon di setiap awal sub tema, membuat tujuan pembelajaran yang lebih spesifik, dan menambahkan 5 soal isian pada masing-masing kegiatan belajar. Para ahli memberikan penilaian yang sangat baik pada modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia. Oleh sebab itu, produk modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia layak digunakan saat uji coba produk. Tahap kelima dalam penelitian dan pengembangan ini adalah uji coba. Uji coba yang dilakukan adalah uji coba terbatas dengan mengambil sampel beberapa 78

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI siswa saja. Peneliti melakukan pretest pada sepuluh siswa untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Kemudian dilanjutkan dengan bimbingan belajar dengan menggunakan modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia. Di akhir pertemuan, siswa diberi posttest untuk mengetahui kemampuan siswa setelah menggunakan modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia. Pretest dan posttest digunakan sebagai data pendukung untuk mengetahui kualitas modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia. Hasil pretest dan posttest pada saat uji coba produk menunjukkan bahwa ada perbedaan selisih nilai. Nilai yang diperoleh siswa pada saat posttest lebih tinggi daripada nilai yang diperoleh saat pretest. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan membantu siswa dalam mempelajari pelajaran IPA materi organ tubuh manusia. Kuesioner tanggapan produk mengenai modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia juga diberikan pada guru dan siswa setelah uji coba produk. Guru dan siswa memberikan penilaian sangat baik terhadap modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia. Selain lima tahap yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini, juga terdapat beberapa langkah yang ditempuh peneliti sehingga bisa sampai pada proses pencetakan modul pembelajaran. Langkah pengembangan yang pertama adalah memikirkan kerangka modul pembelajaran. Kerangka modul pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan memperhatikan segi tampilan, isi, bahasa, kemenarikan, dan kompetensi dasar serta indikator yang akan dikembangkan. Langkah kedua adalah mengolah data dari hasil observasi, 79

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI wawancara, dan kuesioner sebagai dasar pertimbangan pembuatan modul pembelajaran. Dari data-data tersebut didapatlah analisis data yang dijadikan pedoman pembuatan modul pembelajaran IPA baik data mengenai materi yang dianggap sulit hingga kemasan produk yang menarik. Langkah ketiga adalah pembuatan modul. Dalam proses pembuatan modul, peneliti mengumpulkan materi yang akan disajikan di dalam modul pembelajaran dari berbagai macam referensi, ide modul yang menarik, dan standar pembuatan modul yang baik. Kemudian dilanjutkan dengan proses pembuatan modul pembelajaran. Sampul modul pembelajaran IPA yang dibuat peneliti berjudul “Modul Pembelajaran IPA” yang dilengkapi dengan gambar organ tubuh manusia. Pembuatan modul dibuat dengan menggunakan bantuan aplikasi Corel Draw X7 dan Microsoft Word 2010. Modul yang dibuat peneliti terdiri dari 3 kegiatan belajar dimana kegiatan belajar 1 berisi materi mengenai organ pernapasan manusia, kegiatan belajar 2 berisi materi mengenai organ pencernaan manusia, dan kegiatan belajar 3 berisi materi mengenai organ peredaran darah manusia. Menurut Nasution (1982: 205), modul dapat dirumuskan sebagai suatu unit lengkap yang berdiri sendiri dan terdiri atas suatu rangkaian kegiatan belajar yang disusun untuk membantu siswa mencapai sejumlah tujuan yang dirumuskan secara khusus dan jelas. Setelah produk modul pembelajaran IPA selesai dibuat, produk tersebut divalidasi oleh ahli sebelum diujicobakan. Validasi produk menghasilkan beberapa komentar dan masukan untuk perbaikan modul. Modul yang diperbaiki lebih menekankan pada jenis tulisan, gambar, keterangan, dan ikon gambar. Setelah mendapat masukkan 80

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dari hasil validasi produk, peneliti memperbaiki modul yang kemudian dapat digunakan dalam kegiatan uji coba. Produk modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia yang dibuat peneliti sudah berhasil diujicobakan kepada siswa kelas V A SD Negeri Deresan dan diketahui bahwa terjadi peningkatan nilai hasil belajar siswa dari rendah ke tinggi (nilai posttest > nilai pretest) dengan nilai rerata awal yang hanya sebesar 51 meningkat menjadi 91. Penilaian modul pembelajaran IPA yang dibuat pun mendapat hasil dengan kategori yang sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari tabel kategori skor validasi menurut Widoyoko (2014: 144) yang menyatakan bahwa interval skor 3,26 – 4,00 termasuk kategori sangat baik. Hasil rerata skor kualitas produk modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia yang didapat dari ahli IPA dan guru adalah sebesar 3,75. Hal ini menunjukkan bahwa modul pembelajaran yang dibuat peneliti layak digunakan. 81

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP Pada bab ini peneliti menguraikan (1) kesimpulan dari penelitian yang dilakukan, (2) keterbatasan penelitian, dan (3) saran. 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia untuk siswa kelas V sekolah dasar, didapat kesimpulan sebagai berikut: 5.1.1 Prosedur pengembangan modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia untuk siswa kelas V sekolah dasar diadaptasi menjadi lima tahap yaitu 1) analisis kebutuhan dengan melakukan observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner; 2) perancangan dan pengembangan produk dengan memilih, merancang, dan membuat produk; 3) pengembangan dan pengujian instrumen kualitas produk dengan menyusun instrumen soal tes dan kuesioner validasi produk yang digunakan pada saat uji coba produk serta memvalidasi produk modul pembelajaran sebelum diujicobakan; 4) revisi produk dengan memperbaiki produk berdasarkan komentarkomentar hasil validasi produk, 5) uji coba produk dengan melakukan pretest untuk mengetahui kemampuan awal siswa, bimbingan belajar menggunakan modul pembelajaran, melakukan posttest untuk mengetahui kemampuan siswa setelah menggunakan modul pembelajaran, dan 82

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI memberikan kuesioner tanggapan mengenai produk modul pembelajaran pada guru dan siswa. 5.1.2 Kualitas modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia untuk siswa kelas V sekolah dasar adalah sangat baik dengan rerata skor 3,75. Rerata skor tersebut dapat dilihat dari hasil validasi produk modul pembelajaran oleh ahli IPA dan guru kelas V. Selain itu, hasil pretest dan posttest yang digunakan sebagai data pendukung menunjukkan bahwa nilai yang diperoleh pada saat posttest lebih tinggi daripada nilai yang diperoleh pada saat pretest. Rerata nilai prestest adalah 51 sedangkan rerata nilai posttest adalah 91. Selisih rerata nilai prestest dan posttest adalah 40. Oleh sebab itu, penggunaan modul pembelajaran IPA materi organ tubuh manusia untuk siswa kelas V sekolah dasar dapat membantu siswa memahami materi organ tubuh manusia dan meningkatkan hasil belajar siswa terhadap materi tersebut. 5.2 Keterbatasan Penelitian Keterbatasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 5.2.1 Dikarenakan keterbatasan waktu dan biaya, peneliti hanya mengambil sampel sebanyak 10 siswa dalam penelitian dan pengembangan ini. 5.3 Saran 5.3.1 Dalam penelitian selanjutnya, peneliti dapat memperkirakan waktu dan biaya yang dibutuhkan dalam proses penelitian dan pengembangan ini. 83

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Al-Tabany, T. I. B. (2014). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan Kontekstual. Jakarta: Prenadamedia Group. Amien, M. (1987). Mengajarkan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan Menggunakan Metode “Discovery” dan “Inquiry”. Jakarta: Depdikbuk Dikjen Dikti. Anwar, I. (2010). Pengembangan Bahan Ajar. Bahan Kuliah Online. Bandung: Direktori UPI. Azmizyzwati,C., Omega,W.H., Kusumawati,R. (2008). IPA 5 Salingtemas untuk Kelas V SD/MI. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas. Darmojo, H., & Kaligis, J. R. E. (1992). Pendidikan IPA 2. Jakarta: Depdikbud. Daryanto. (2013). Menyusun Modul (Bahan Ajar untuk Persiapan Guru dalam Mengajar). Yogyakarta: Gava Media. Dimyati., & Mudjiono. (2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Elyas, O. H. (2017). Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Untuk Menumbuhkan Sikap Peduli Lingkungan Kelas IV di SD Bopkri Gondolayu dengan Pendekatan PPR. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Kurniawan, D. (2014). Pembelajaran Terpadu Tematik (Teori, Praktik dan Penilaian). Bandung: Alfabeta. Nasution, S. (1982). Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Jakarta: PT. Bina Aksara. Prastowo, A. (2013). Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: DIVA Perss. Samatowa, U. (2011). Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jakarta: Indeks. Say, Y. K. D. (2017). Pengembangan Media Pembelajaran Video Organ pada Sistem Pencernaan Manusia dengan Materi Pokok Organ Pencernaan Manusia alam Subtema Pola Hidup Sehat untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Setyosari, P. (2013). Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group. 84

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Shoimin, A. (2014). 68 Model Pembelajaran Inovatif dalan Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sukmadinata, N. S. (2008). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sulistyanto, H., & Wiyono, E. (2008). Ilmu Pengetahuan Alam Untuk SD dan MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Sumarni, D. (2015). Jurnal Kreatif Tadulako Online. Meningkatkan Hasil Belajar IPA pada Materi Organ Tubuh Manusia dan Hewan Melalui Pembelajaran Kooperatif Berbantuan Media Gambar Siswa Kelas V SD Negeri 17 Tolitoli. Vol.4 No.9 Sunyoto, D. (2013). Metode dan Instrumen Penelitian Ekonomi dan Bisnis. Yogyakarta: CAPS. Triwiyanto, T. (2014). Pengantar Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Wiyanto, A., & Mustakim. (2012). Panduan Karya Tulis Guru. Yogyakarta: Pustaka Grhtama. Wonorahardjo. (2010). Dasar-Dasar Sains. Jakarta: Indeks. Widoyoko. (2012). Penilaian Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. ________. (2014). Penilaian Hasil Pembelajaran di Sekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. ________. (2015). Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 85

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 1 SURAT PENELITIAN Lampiran 1.1 Surat Izin Penelitian 86

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1.2 Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian 87

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 2. INSTRUMEN ANALISIS KEBUTUHAN Lampiran 2.1 Hasil Validasi Pedoman Observasi 88

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2.2 Lembar Hasil Observasi Pembelajaran Kelas V 89

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2.3 Hasil Validasi Pedoman Wawancara Guru 90

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2.4 Lembar Hasil Wawancara Guru Kelas V 93

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2.5 Hasil Validasi Pedoman Wawancara Siswa 94

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2.6 Lembar Hasil Wawancara Siswa 1 Kelas V 97

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2.7 Lembar Hasil Wawancara Siswa 2 Kelas V 98

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2.8 Lembar Hasil Validasi Kuesioner Analisis Kebutuhan Guru 99

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2.9 Hasil Kuesioner Guru 102

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2.10 Lembar Hasil Validasi Kuesioner Analisis Kebutuhan Siswa 104

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2.11 Hasil Kuesioner Siswa 107

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 3 VALIDASI PRODUK Lampiran 3.1 Hasil Validasi Modul oleh Ahli 109

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3.2 Hasil Validasi Modul oleh Guru 111

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 4 INSTRUMEN TES DAN SPSS Lampiran 4.1 Hasil Validasi Instrumen Soal Tes 113

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4.2 Hasil Pretest 119

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4.3 Hasil Posttest 120

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4.4 Output SPSS Penghitungan Validitas Instrumen Tes 121

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 5 KUALITAS PRODUK Lampiran 5.1 Hasil Kuesioner Tanggapan oleh Guru 123

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5.2 Hasil Kuesioner Tanggapan oleh Siswa 1 125

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5.3 Hasil Kuesioner Tanggapan oleh Siswa 2 126

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 6 JADWAL PENELITIAN No Kegiatan 1. Perijinan penelitian di sekolah Observasi pembelajaran di kelas Wawancara guru dan siswa Agust 2. 3. 4. 5. 6. 7. Sept 2018 Okt Nov Des Penyebaran kuesioner analisis kebutuhan Produksi modul pembelajaran Pelaksanaan uji coba produk 8. Pengolahan data dan hasil penelitian Revisi 9. Revisi akhir 127

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 7 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK HARIAN (RPPTH) Satuan Pendidikan Kelas/Semester Tema Subtema Fokus pembelajaran Pembelajaran ke Alokasi waktu : SD Negeri Deresan : V/1 : 6. Organ Tubuh Manusia dan Hewan : 2. Organ Tubuh Manusia dan Hewan : Ilmu Pengetahuan Alam :1 : 2 JP (2 x 35 menit) A. Kompetensi Inti (KI) 1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru. 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di sekolah dan di rumah. 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehar, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia. B. Kompetensi Dasar, Indikator, dan Tujuan Pembelajaran No Kompetensi No Indikator No Dasar IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) 3.2 Mengenal organ 3.2.1 Menunjukkan 3.2.1.1 tubuh manusia bagian-bagian dan hewan serta dari organ mendeskripsikan pernapasan, fungsinya. organ pencernaan, dan oegan peredaran darah manusia. Tujuan Siswa mampu menunjukkan bagian-bagian dari organ pernapasan, organ pencernaan, dan organ peredaran 128

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI darah manusia. 4.7 Menyajikan laporan tentang jenis penyakit yang berhubungan dengan gangguan pada organ tubuh manusia. 3.2.2 Mengidentifikasi 3.2.1.2 Siswa mampu fungsi dari organ mengidentifikasi pernapasan, fungsi dari organ organ pencernaan, dan pernapasan, organ peredaran organ darah. pencernaan, dan organ peredaran darah. 4.7.1 Menjelaskan 4.7.1.1 Siswa mampu gangguan pada menjelaskan organ gangguan pada pernapasan, organ organ pernapasan, pencernaan, dan organ organ peredaran pencernaan, dan darah manusia. organ peredaran darah manusia. 4.7.2 Menjelaskan 4.7.2.1 Siswa mampu menjelaskan cara menjaga cara menjaga organ organ pernapasan, pernapasan, organ organ pencernaan, dan pencernaan, dan organ peredaran organ peredaran darah manusia. darah manusia. C. Materi Pembelajaran (Terlampir : Modul) IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) : Organ Tubuh Manusia (Organ Pernapasan, Organ Pencernaan, Organ Peredaran Darah) D. Media, Alat/Bahan, dan Sumber Pembelajaran 1. Media : Modul Pembelajaran IPA Materi Organ Tubuh Manusia 2. Alat dan Bahan : Alat tulis 129

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Sumber : - Kemendikbud. 2014. Buku Guru Tema 6 Kelas V: Organ Tubuh Manusia dan Hewan. Jakarta: Kemendikbud. Hlm 44 – 81. - Kemendikbud. 2014. Buku Siswa Tema 6 Kelas V: Organ Tubuh Manusia dan Hewan. Jakarta: Kemendikbud. Hlm 48 – 90. E. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran 1. Pendekatan Pembelajaran : Saintifik 2. Model Pembelajaran : Mandiri 3. Metode Pembelajaran : Ceramah, Tanya Jawab, Praktik, Penugasan F. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahuluan Kegiatan Inti 1. Menyiapkan siswa a. Guru menyapa siswa. b. Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa. c. Guru mengucapkan salam. d. Guru mengabsensi siswa. 2. Motivasi Guru bersama siswa menyanyikan lagu “Suka Hati” agar siswa bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. 3. Apersepsi Menggali pengetahuan anak dari pengalaman dengan bertanya jawab tentang organ tubuh mereka. 4. Orientasi Guru menyampaikan tujuan dan kompetensi dasar yang akan dicapai serta pembelajaran yang akan dilaksanakan, yaitu tentang Organ Tubuh Manusia. Mengamati 1. Siswa memperhatikan guru yang menjelaskan materi tentang organ tubuh manusia melalui “Modul Pembelajaran Organ Tubuh Manusia” Menanya Alokasi Waktu 15 menit 45 menit 130

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Penutup 2. Siswa dan guru melakukan tanya jawab mengenai organ tubuh manusia, fungsi organ tubuh manusia, penyakit yang dapat menyerang organ tubuh manusia, dan cara merawat organ tubuh manusia. Mencoba 3. Siswa diminta melakukan kegiatan untuk mengetahui keadaan rongga dada mereka (mengembang atau mengempis). 4. Siswa diminta untuk membuktikan apakah nasi ketika dikunyah lama kelamaan akan terasa manis. 5. Siswa diminta untuk merasakan denyut nadi mereka dan teman di sebelah mereka. Menalar 6. Siswa diminta berpikir mengapa rongga dada mengembang dan mengempis. 7. Siswa diminta berpikir mengapa nasi ketika dikunyah lama kelamaan akan terasa manis. 8. Siswa diminta mengidentifikasi dimana bagian-bagian tubuh mana saja denyut nadi berada. Mengkomunikasikan 9. Siswa maju di depan kelas dan mempresentasikan hasil penalaran mereka. Menyimpulkan 1. Guru dan siswa menarik kesimpulan tentang organ tubuh manusia. Evaluasi 2. Siswa mengerjakan soal latihan yang ada di modul untuk mengukur pemahaman mereka mengenai materi organ tubuh manusia. Refleksi dan Tindak Lanjut 3. Guru meminta siswa merefleksikan makna pembelajaran pada hari ini dan menuliskan nilai apa saja yang 10 menit 131

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI didapatkan. 4. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan meminta salah satu siswa untuk memimpin doa penutup, G. Teknik Penilaian Ranah Pengetahuan Keterampil -an Indikator Teknik Penilaian IPA 3.2.1 Menunjukkan Tes tertulis bagian-bagian dari organ pernapasan, organ pencernaan, dan organ Tes tertulis peredaran darah manusia. 3.2.2 Mengidentifika -si fungsi dari organ pernapasan, organ pencernaan, dan organ peredaran darah manusia. IPA 4.7.1 Menjelaskan Portofolio gangguan pada organ pernapasan, organ pencernaan, dan organ peredaran darah manusia. Bentuk Penilaian Instrumen Pilihan Ganda Soal Pilihan Ganda Pilihan Ganda Verifikasi / isian skor Portofolio Soal Pilihan Ganda Check list Portofolio berskala / rubrik 132

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.7.2 Menjelaskan cara menjaga organ pernapasan, organ pencernaan, dan organ peredaran darah manusia. H. Latihan Soal (Terlampir) Mengetahui, Kepala Sekolah (___________________) NIP. Yogyakarta, 22 September 2018 Mahasiswa Alvinsia Kresna Balim 151134227 133

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran Soal Pilihlah jawaban yang benar! 1. Organ pernapasan manusia terdiri dari, kecuali … a. hidung b. tenggorokan c. kerongkongan d. paru-paru 2. Kondisi di dalam rongga hidung selalu … a. kering b. lembab c. basah d. berair 3. Persimpangan jalan masuk udara dan makanan adalah … a. faring b. laring c. trakea d. bronkus 4. Organ pernapasan yang berbentuk seperti pita adalah … a. faring b. laring c. trakea d. bronkus 5. Cabang tenggorokan disebut … a. faring b. laring c. trakea d. bronkus 6. Perhatikan gambar di bawah ini! Nama organ pernapasan di samping adalah … a. hati b. jantung c. paru-paru d. lambung 134

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. Alveolus adalah gelembung-gelembung halus di dalam … a. hidung b. tenggorokan c. kerongkongan d. paru-paru 8. Diafragma adalah sekat antara … a. hidung dan tenggorokan b. rongga dada dan rongga perut c. tenggorokan dan kerongkongan d. bronkus dan bronkiolus 9. Selaput yang membungkus paru-paru disebut … a. pleura b. kulit c. lendir d. kapiler darah 10. Gangguan pada organ pernapasan antara lain, kecuali … a. asma b. anemia c. bronkitis d. influenza 135

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran Penilaian a) Penilaian Kognitif Nilai Angka 81 – 100 71 – 80 61 – 70 0 – 60 Nilai Huruf A B C D Keterangan Sangat Baik Baik Cukup Kurang a) Lembar Observasi Kemandirian Aspek Kemandirian No Nama Keseriusan Keberhasilan Mandiri Jumlah Skor Nilai Keterangan : a. Keseriusan Skor 1 jika tidak serius mengikuti pembelajaran dengan menggunakan modul. Skor 2 jika cukup serius mengikuti pembelajaran dengan menggunakan modul. Skor 3 jika serius mengikuti pembelajaran dengan menggunakan modul. b. Keberhasilan Skor 1 jika tidak berhasil menyelesaikan soal latihan yang ada di modul. Skor 2 jika berhasil menyelesaikan sebagian soal latihan yang ada di modul dengan benar. Skor 3 jika berhasil menyelesaikan semua soal latihan yang ada di modul dengan benar. c. Mandiri Skor 1 jika tidak dapat mempelajari modul dan mengerjakan soal latihan secara mandiri. Skor 2 jika dapat mempelajari modul dan mengerjakan soal latihan namun dengan bantuan orang lain. 136

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Skor 3 jika dapat mempelajari modul dan mengerjakan soal latihan secara mandiri. Nilai Kemandirian = Jumlah Skor 9 x 100 b) Penilaian Aspek Psikomotorik Indikator Teknik Instrumen Membuat laporan tentang jenis penyakit yang menyerang organ tubuh manusia dan cara merawat organ tubuh manusia. Unjuk Kerja Lembar Penilaian produk Lembar Penilaian Produk Aspek yang dinilai No Nama Isi Laporan Kerapian Tampilan Aspek Isi Laporan Kerapian Tampilan Baik Cukup (3) (2) Isi laporan sesuai Isi laporan kurang dengan indikator. sesuai dengan indikator. Produk terlihat Produk terlihat cukup rapi dan bersih. rapi dan cukup bersih. Tampilan produk Tampilan produk menarik, cukup menarik dan berwarna, dan sedikit warna. unik. Nilai Produk = Jumlah Skor 9 Jumlah Skor Nilai Kurang (1) Isi laporan tidak sesuai dengan indikator. Produk tidak rapi dan tidak bersih. Tampilan produk kurang menarik dan tidak berwarna. x 100 137

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PenilaianAkhir Aspek Aspek Kognitif Aspek Sikap Aspek Psikomotorik Penilaian (%) 50 25 25 Nilai Akhir = Aspek Kognitif + Aspek Sikap + Aspek Psikomotorik (50%) (25%) (25%) 138

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 8 DOKUMENTASI UJI COBA PRODUK 139

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI CURRICULUM VITAE Alvinsia Kresna Balim adalah anak sulung dari dua bersaudara. Lahir di Padang, 26 Agustus 1997. Pendidikan dasar diperoleh di SD Teresia Padang tahun 2004 – 2009. Pendidikan menengah pertama diperoleh di SMP Maria Padang tahun 2009 – 2012. Pendidikan menengah atas diperoleh di SMA Don Bosco Padang tahun 2012 – 2015. Pada tahun 2013, peneliti tercatat sebagai mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Selama menempuh pendidikan di PGSD, peneliti mengikuti berbagai macam kegiatan di luar perkuliahan. Berikut daftar kegiatan yang pernah diikuti oleh peneliti. 1. Sekretaris dalam kepengurusan Himpunan Mahasiswa Program Studi PGSD periode Maret 2016 s.d. Juni 2017 2. Pengurus administrasi dalam kepengurusan Himpunan Mahasiswa Program Studi PGSD periode Juli 2017 s.d. November 2017 3. Dampok (Pendamping Kelompok) dalam kegiatan Inisiasi Mahasiswa Baru Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar pada September 2016 4. Bendahara dalam kepanitiaan Pelepasan Calon Wisudawan/Wisudawati pada Oktober 2016 5. Sekretaris dalam acara Seminar Kurikulum untuk Terstandarisasi (Cambridge) PGSD pada Oktober 2016 6. Perwakilan Universitas Sanata Dharma dalam kegiatan Nationwide University Network in Indonesia di Semarang pada Oktober 2017 Masa pendidikan di Universitas Sanata Dharma diakhiri dengan menulis skripsi sebagai tugas akhir yang berjudul “Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Materi Organ Tubuh Manusia Untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar”. 140

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI i

(163)

Dokumen baru

Download (162 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Pengembangan modul pembelajaran IPA kelas III eksistensial Sekolah Dasar berbasis pendidikan emansipatoris untuk menanamkan sikap peduli lingkungan.
0
0
163
Pengembangan media pembelajaran berbasis Microsoft Powerpoint mata pelajaran IPA materi Peredaran Darah Manusia untuk siswa kelas V SD Kanisisus Jetisdepok.
0
1
266
Pengembangan prototipe perangkat pembelajaran geometri materi bangun ruang berdasarkan model van Hiele untuk siswa kelas V Sekolah Dasar.
0
1
207
Pengembangan media pembelajaran berbasis Microsoft Powerpoint mata pelajaran IPA materi Peredaran Darah Manusia untuk siswa kelas V SD Kanisisus Jetisdepok
0
12
264
Pengembangan modul pembelajaran IPA kelas III eksistensial Sekolah Dasar berbasis pendidikan emansipatoris untuk menanamkan sikap peduli lingkungan
2
8
161
Organ Tubuh Manusia Kelas V
0
0
9
Pengembangan media kartu domino modifikasi pada mata pelajaran IPA materi Pencernaan Manusia untuk siswa kelas V SD Kanisius Kenteng
0
3
253
Pengembangan media pembelajaran berbasis Microsoft Powerpoint mata pelajaran IPA materi Rangka Manusia untuk siswa kelas IV SD Kanisius Gamping
0
1
221
Pengembangan media pembelajaran konvensional timeline timbul pada materi pokok teknologi komunikasi untuk siswa kelas III Sekolah Dasar
0
5
246
Pengembangan silabus dan materi pembelajaran cerita berdasarkan pendekatan komunikatif, kontekstual, dan kooperatif untuk siswa kelas V semester 1 sekolah dasar - USD Repository
0
0
178
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Kegiatan Keluargaku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
195
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam Subtema 4 Aku Istimewa Mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
221
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema anggota keluargaku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
197
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 1 Gemar Berolahraga mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
201
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema 2 Tubuhku mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
188
Show more