TINGKAT KEBAHAGIAAN BELAJAR SISWA MENENGAH ATAS (Studi Deskriptif pada Siswi Kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 20182019) Skripsi Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konse

Gratis

0
0
126
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI TINGKAT KEBAHAGIAAN BELAJAR SISWA MENENGAH ATAS (Studi Deskriptif pada Siswi Kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019) Skripsi Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Oleh: Andreas Purbo Anggoro Prilianto 151114039 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI TINGKAT KEBAHAGIAAN BELAJAR SISWA MENENGAH ATAS (Studi Deskriptif pada Siswi Kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019) Skripsi Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Oleh: Andreas Purbo Anggoro Prilianto 151114039 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN MOTTO “Ecce Ancilla Domini, Fiat Mihi Secundum Verbum Tuum” (Lukas 1: 38) “Hiduplah karena percaya, karena berharap, bukan karena terlalu banyak melihat ketakutan” (RP. Eko Wahyu, OSC) iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Aku persembahkan karyaku untuk: Tuhan Yesus Kristus Terima kasih atas penyertaan-Mu dalam hidupku. Atas Roh Kudus yang telah kau curahkan dalam hidupku. Engkau senantiasa menghiburku dikala aku sedih, Menopangku dikala aku lemah, Menguatkanku dikala aku rapuh, Menuntunku dikala aku kebingungan. Orangtuaku Bapak Agustinus Sarmidi dan Ibu Ananingsih Terima kasih atas cinta dan dukungan yang selama ini kau berikan bagi anakmu ini. Adik-adikku Thomas Dwi Agung Wibowo dan Agatha Tri Renaningtyas Terima kasih karena selalu mendukung dan menyemangatiku. Dosen pembimbing tercinta Juster Donal Sinaga, M.Pd yang selalu memberikan perhatian, dukungan, pembaruan dan masukan untukku dalam mengerjakan skripsi ini. v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK TINGKAT KEBAHAGIAAN BELAJAR SISWA MENENGAH ATAS (Studi Deskriptif pada Siswi Kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019) Andreas Purbo Anggoro Prilianto Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2019 Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan tingkat kebahagiaan belajar siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 dan (2) mengidentifikasi butir-butir pengukuran kebahagiaan belajar yang capaian skornya teridentifikasi rendah sebagai dasar usulan topik-topik bimbingan yang sesuai untuk membantu meningkatkan kebahagiaan belajar siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Subyek penelitian adalah siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 98 siswi. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan Skala Tingkat Kebahagiaan Belajar yang berjumlah 72 item. Skala disusun berdasarkan aspek kebahagiaan menurut Seligman (Arif, 2016: 41), yaitu (1) emosi positif; (2) keterlibatan; (3) hubungan yang positif; (4) memaknai hidup; dan (5) prestasi. Nilai koefisien reliabilitas instrumen menggunakan pendekatan Alpha Chronbach (α) sebesar 0,947. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan kategorisasi sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 memiliki tingkat kebahagiaan belajar sebagai berikut: 2 siswi (2,04%) memiliki kebahagiaan belajar sangat tinggi, 65 siswi (66,32%) berada pada kategori tinggi, 30 siswi (30,61%) berada pada kategori sedang, dan 1 siswi (1,02%) berada pada kategori rendah. Hasil analisis item menunjukkan 9 item (12,5%) memiliki skor rendah sebagai dasar menyusun usulan topik-topik bimbingan. Adapun usulan topik-topik bimbingan adalah (1) Aku Pelajar Semangat Belajar, (2) Aku Fokus Belajar, (3) Mantap Memilih Jawaban, (4) Tugas? Siapa Takut!, dan (5) Aku Bisa Karena Aku Mampu. Kata Kunci: Kebahagiaan, Belajar, Bimbingan viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT THE HAPPINESS LEVEL ON LEARNING OF SENIOR HIGH STUDENTS (Descriptive Study on Class XI Students of Stella Duce 2 Senior High School Yogyakarta Academic Year 2018/2019) Andreas Purbo Anggoro Prilianto Sanata Dharma University Yogyakarta 2019 This study was aimed to: (1) describe the happiness level on learning of class XI students of Stella Duce 2 Senior High School Yogyakarta academic year 2018/2019; and (2) identify the items of happiness on learning measurement which score is identified low as the basis for the preparation of appropriate guidance topics to help increase the happiness on learning of class XI students of Stella Duce 2 Senior High School Yogyakarta academic year 2018/2019. The type of the research was a quantitative descriptive study. The subject of the study was class XI student at Stella Duce 2 Senior High School Yogyakarta Academic Year 2018/2019 with total subject was 98 female students. Data collection used in this study was the Happiness Level on Learning Scale which amounted to 72 items. The scale was based on aspects of happiness according to Seligman (Arif, 2016: 41), namely (1) positive emotions; (2) engagement; (3) positive relationships; (4) meaning of life; and (5) accomplishment. The value of the instrument reliability coefficient uses the Alpha Cronbach approach (α) of 0.947. Data analysis techniques used was descriptive statistics with very high, high, medium, low, and very low categorization. The results of this study indicate that the class XI students of Stella Duce 2 Senior High School Yogyakarta year 2018/2019 have the following levels of happiness on learning: 2 students (2.04%) had very high happiness on learning, 65 students (66.32%) were in the high category, 30 students (30.61%) were in the moderate category, and 1 student (1.02%) was in the low category. The results of item analysis showed that 9 items (12.5%) had low scores and become the base for compiling guidance topics. The proposed topics of guidance are (1) I am a Learning Spirit Student, (2) I Focus on Learning, (3) Strong Choosing Answers, (4) Tasks? Who Is Afraid! and (5) I Can Because I Can. Keywords: Happiness, Learning, Guidance ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Allah Bapa karena telah mengaruniakan rahmat dan berkat-Nya yang begitu besar hingga akhirnya peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini. Sungguh merupakan sebuah pengalaman yang sangat luar biasa bagi peneliti karena dapat menyelesaikan skripsi sesuai dengan waktu yang ditargetkan. Begitu banyak pelajaran yang peneliti dapatkan sepanjang berproses menyusun tugas akhir ini mulai dari doa, ketekunan, mengelola waktu, kesabaran, dan semangat. Peneliti sungguh menyadari bahwa karya ini masih jauh dari sempurna. Masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan dalam skripsi ini. Dengan kerendahan hati peneliti menerima segala bentuk kritik dan saran yang membangun agar penelitian ini menjadi semakin sempurna. Selama proses penulisan skripsi ini juga banyak pihak yang ikut terlibat dalam proses membimbing, mendampingi, serta mendukung setiap hal yang peneliti lakukan. Oleh sebab itu peneliti hendak menyampaikan ucapan terima kasih kepada: 1. Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 2. Dr. Gendon Barus, M.Si selaku ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling. 3. Juster Donal Sinaga, M.Pd. selaku dosen pembimbing yang dengan penuh kesabaran dan ketulusan hati senantiasa membimbing, mendampingi, mendukung, dan menguatkan peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini. 4. Segenap Bapak dan Ibu dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling. x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Kedua Orangtua terkasih Bapak Agustinus Sarmidi dan Ibu Ananingsih atas doa, kasih sayang, dukungan, dan kepercayaan sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi dengan baik. 6. Kedua adik terkasih Thomas Dwi Agung Wibowo dan Agatha Tri Renaningtyas yang senantiasa mendukung sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi dengan baik. 7. SMA Stella Duce 2 Yogyakarta yang telah memberikan kesempatan bagi peneliti untuk melakukan penelitian. 8. Ibu Listyawati dan Ibu Siwi selaku Guru BK SMA Stella Duce 2 yang telah memberikan dukungan dan pelajaran berharga selama proses Magang dan penelitian. 9. Siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 yang berkenan membantu proses penelitian ini dengan menjadi subyek penelitian. 10. Bapak Stefanus Priyatmoko atas segala dedikasi dan kesabarannya dalam membantu melayani proses adminitrasi di Program Studi Bimbingan dan Konseling. 11. Teman-teman Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2015 atas persahabatan dan pengalaman yang tercipta selama peneliti menempuh studi di Program Studi Bimbingan dan Konseling. 12. Semua pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung, mulai dari awal hingga penyelesaian tugas akhir ini. xi

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iii HALAMAN MOTTO .......................................................................................... iv HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .............................................................. vi PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI.............................................. vii ABSTRAK .......................................................................................................... viii ABSTRACT ........................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ............................................................................................x DAFTAR ISI ....................................................................................................... xiii DAFTAR TABEL, GAMBAR, DAN GRAFIK ............................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... xvii BAB I. PENDAHULUAN .....................................................................................1 A. Latar Belakang Masalah ............................................................................1 B. Identifikasi Masalah ...................................................................................9 C. Pembatasan Masalah ..................................................................................9 D. Rumusan Masalah ....................................................................................10 E. Tujuan Penelitian......................................................................................10 F. Manfaat Penelitian ....................................................................................10 G. Definisi Operasional Variabel .................................................................11 BAB II. KAJIAN PUSTAKA .............................................................................13 A. Kebahagiaan.............................................................................................13 1. Hakikat Kebahagiaan ...........................................................................13 2. Aspek Kebahagiaan .............................................................................16 3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebahagiaan ...............................18 4. Sumber-Sumber Kebahagiaan .............................................................26 5. Ciri-Ciri Individu yang Bahagia ..........................................................29 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Belajar ......................................................................................................31 1. Pengertian Belajar ................................................................................31 2. Ciri-Ciri Belajar ...................................................................................32 C. Masa Remaja ............................................................................................33 1. Pengertian Masa Remaja......................................................................33 2. Batasan Masa Remaja ..........................................................................34 3. Ciri-Ciri Masa Remaja .........................................................................34 D. Layanan Bimbingan .................................................................................36 1. Pengertian Bimbingan ..........................................................................36 2. Bimbingan Pribadi-Belajar ..................................................................37 3. Fungsi Layanan Bimbingan .................................................................38 4. Jenis-Jenis Bimbingan .........................................................................39 E. Kajian Penelitian yang Relevan ...............................................................40 F. Kerangka Pikir ..........................................................................................42 BAB III. METODE PENELITIAN ...................................................................43 A. Jenis Penelitian ........................................................................................43 B. Tempat dan Waktu Penelitian ..................................................................44 C. Subyek Penelitian .....................................................................................44 D. Variabel Penelitian ...................................................................................45 E. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data ...............................................45 F. Validitas dan Reliabilitas Instrumen ........................................................50 1. Validitas Instrumen ..............................................................................50 2. Reliabilitas Instrumen ..........................................................................55 G. Teknik Analisis Data ...............................................................................56 1. Tahap Persiapan dan Pengumpulan Data Penelitian ............................57 2. Tahap Pelaksanaan Pengumpulan Data ...............................................57 3. Analisis Data ........................................................................................58 BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ..................................62 A. Hasil Penelitian ........................................................................................62 B. Pembahasan ..............................................................................................68 xiv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V. PENUTUP ..............................................................................................74 A. Simpulan ..................................................................................................74 B. Keterbatasan Penelitian ............................................................................75 C. Saran.........................................................................................................76 DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................77 LAMPIRAN ..........................................................................................................80 xv

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL, GAMBAR, DAN GRAFIK Gambar 2.1 Skema Kerangka Pikir....................................................................42 Tabel 3.1 Data Subyek Penelitian ..................................................................44 Tabel 3.2 Norma Skoring Skala Kebahagiaan Belajar ...................................48 Tabel 3.3 Kisi-Kisi Skala Kebahagiaan Belajar .............................................49 Tabel 3.4 Rekapitulasi Hasil Uji Validitas Skala Kebahagiaan Belajar ........52 Tabel 3.5 Kisi-Kisi Skala Kebahagiaan Belajar (Final) ................................54 Tabel 3.6 Reliabilitas Skala Kebahagiaan Belajar .........................................55 Tabel 3.7 Kriteria Guilford.............................................................................56 Tabel 3.8 Norma Kategorisasi Kebahagiaan Belajar .....................................58 Tabel 3.9 Norma Kategorisasi Kebahagiaan Belajar Siswi Kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 .....................60 Tabel 3.10 Norma Kategorisasi Skor Item Kebahagiaan Belajar Siswi Kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 ......61 Tabel 4.1 Kategorisasi Kebahagiaan Belajar Siswi Kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 ..............................62 Grafik 4.1 Kategorisasi Kebahagiaan Belajar Siswi Kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 ...............................63 Tabel 4.2 Distribusi Perolehan Skor Item Kebahagiaan Belajar Siswi Kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 ......64 Grafik 4.2 Kategorisasi Skor Item Kebahagiaan Belajar Siswi Kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 .....................65 Tabel 4.3 Item-Item Skala Kebahagiaan Belajar Kategori Rendah ...............67 Tabel 4.4 Usulan Topik-Topik Bimbingan Pribadi-Belajar ...........................73 xvi

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat Izin Penelitian .......................................................................81 Lampiran 2 Instrumen Penelitian.......................................................................82 Lampiran 3 Hasil Komputasi Uji Validitas Instrumen Penelitian .....................90 Lampiran 4 Tabulasi Data Penelitian ................................................................97 xvii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini dijelaskan latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional variabel. A. Latar Belakang Masalah Emosi merupakan satu bentuk perasaan yang dialami manusia. Hal itu muncul karena manusia melakukan interaksi dengan lingkungannya dalam hidup sehari-hari. Beck (Seligman, 2005: 83) berpendapat bahwa emosi selalu ditimbulkan oleh kognisi. Emosi menggambarkan reaksi alamiah yang timbul dari diri manusia sebagai dampak terjadinya perubahan pada diri dan lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa emosi sangat mewarnai dan memberikan pengaruh bagi kehidupan manusia. Berdasarkan pengaruh yang dimunculkan, emosi dapat dikategorikan menjadi dua bentuk, yaitu emosi positif dan emosi negatif. Kedua bentuk emosi ini melekat dan dapat dirasakan oleh setiap manusia. Emosi negatif yang muncul pada diri manusia teridentifikasi pada perasaan seperti tidak suka, marah, takut, sedih, muak, jijik, dan semacamnya, sedangkan emosi positif adalah sebaliknya (Seligman, 2005: 38-39). Salah satu bentuk emosi positif adalah perasaan bahagia. Schimmel (Patnani, 2012: 57) menyatakan bahwa kebahagiaan merupakan penilaian individu terhadap keseluruhan kualitas hidupnya. Setiap manusia pasti mendambakan kebahagiaan dalam hidupnya tidak terkecuali kaum remaja. Hal 1

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 itu dikarenakan kebahagiaan memberikan dampak yang positif bagi hidup `manusia. Maka dari itu, banyak orang berusaha untuk merasakan kebahagiaan dalam hidup mereka. Kebahagiaan tidak hanya seputar perasaan senang yang dialami dalam hidup, melainkan juga merasa baik pada aspek fisik, sosial, emosional, dan psikologis. Saat ini mulai banyak penelitian yang membahas kebahagiaan. Hal ini memberikan bukti bahwa kebahagiaan menjadi salah satu fokus utama individu dalam menjalani kehidupannya. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (Berita Resmi Statistik, 2017: 1), indeks kebahagiaan Indonesia tahun 2017 dari hasil Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) sebesar 70,69% pada skala 1-100. Indeks kebahagiaan Indonesia tahun 2017 merupakan indeks komposit yang disusun oleh tiga dimensi, yaitu kepuasan hidup, perasaan, dan makna hidup. Menurut Layard (San Martin, Parles, & Canto, 2010: 618) pencarian kebahagiaan merupakan fokus utama dalam dunia psikologi dan itu merupakan hal fundamental dalam psikologi positif. Kebahagiaan sebagai sebuah afeksi yang dapat dirasakan oleh siapapun. Pria dan wanita, tua dan muda, pelajar dan pekerja, semua memiliki kesempatan merasakan kebahagiaan. Kebahagiaan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Menurut Seligman (2005), kebahagiaan seseorang dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang dapat dikontrol dan berasal dari dalam diri. Faktor eksternal lebih mengarah pada hal-hal yang berasal dari luar diri seseorang.

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 Oetami & Yuniarti (2011: 109) dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa peristiwa yang mengakibatkan kebahagiaan remaja adalah peristiwa yang berkaitan dengan keluarga dan prestasi. Selain itu terdapat peristiwa mencintai dan dicintai, peristiwa yang berkaitan dengan spiritulalitas, teman, waktu luang, dan uang. Adapun beberapa jawaban lain yang masuk dalam kategori lain-lain atau “others”. Berdasarkan penelitian tersebut dapat dilihat bahwa peristiwa yang paling membuat remaja merasa bahagia adalah peristiwa bersama dengan keluarga sebagai lingkungan sosial terdekat dari individu. Penelitian lain yang dilakukan oleh Herbyanti (2009) menyebutkan bahwa bentuk kebahagiaan remaja adalah ketika adanya keluarga yang utuh dan dari keluarga remaja mendapatkan kasih sayang. Adapun faktor yang mempengaruhi kebahagiaan remaja seperti sikap optimis dan dukungan dari orang-orang terdekat. Remaja yang bahagia adalah mereka yang memiliki kepuasan terhadap apa yang mereka miliki di kehidupan mereka baik bersama dengan keluarga maupun orang-orang terdekat lainnya. Penelitian yang dilakukan oleh Jersild (Mappiare, 1982) mengungkap adanya keragaman yang menyebabkan individu bahagia. Bagi remaja rentang usia 15-18 tahun, sumber-sumber kebahagiaan yang mendapatkan persentase tertinggi terdiri dari: (1) pergi rekreasi bersama teman-teman; (2) mencapai peningkatan diri, mendapat nilai akademik yang baik; (3) memperoleh hubungan yang baik dengan orang lain, mendapatkan teman atau sahabat; (4) dalam suasana sport, permainan-permainan; (5) merasa bermanfaat bagi orang lain.

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 Adapun hasil penelitian lain yang dilakukan oleh Patnani (2012: 60) mengenai kebahagiaan pada perempuan. Penelitian tersebut ditujukan pada 22 subyek penelitian. Dalam penelitian tersebut, didapatkan hasil bahwa sumber kebahagiaan pada perempuan kelompok usia di bawah 20 tahun yaitu, keluarga, uang, materi, teman, pasangan, keinginan, tidur, rekreasi, pujian, dan berbagi. Kebahagiaan memiliki cakupan yang sangat luas dan dapat dimiliki serta dirasakan oleh siapapun tanpa terkecuali. Meskipun menjadi hal yang ingin dicapai oleh semua orang, namun kenyataannya merasakan atau mencapai kebahagiaan bukanlah satu hal yang sederhana. Berdasarkan pengalaman peneliti selama melaksanakan Magang di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta, banyak informasi yang terkuak terkait dengan tanda-tanda yang menunjukkan siswi kurang merasa bahagia. Peneliti melakukan observasi pada siswi yang duduk di kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta. Siswi kelas XI pada saat ini adalah remaja yang lahir setelah tahun 2000 yang memiliki rata-rata usia antara 14-16 tahun. Menurut Bencsik, Csiko, & Juhez (Putra, 2016: 130), seseorang yang lahir antara tahun 1995-2010 termasuk dalam generasi-Z. Generasi ini dikenal dengan generasi digital. Generasi digital adalah generasi yang selalu bergerak cepat dan melibatkan kemajuan teknologi dalam hidupnya. Peneliti mencoba untuk melakukan observasi terhadap siswi kelas XI di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta. Berdasarkan hasil observasi, peneliti melihat tanda-tanda adanya ketidakbahagiaan pada siswi kelas XI SMA Stella Duce 2

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 Yogyakarta. Tanda-tanda ketidakbahagiaan yang teramati ternyata sangat dominan terkait dengan proses belajar. Beberapa hal yang teridentifikasi sebagai peristiwa yang menunjukkan ketidakbahagiaan dalam konteks belajar seperti masih banyak siswi yang masih kurang menikmati proses pelajaran di kelas. Hal ini ditandai dengan rasa malas saat mengikuti kegiatan bimbingan klasikal. Pengalaman ketika peneliti Magang di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta, peneliti memberikan layanan bimbingan klasikal pada siswi kelas XI. Ketika peneliti memberikan layanan tersebut, begitu nampak siswi merasa tidak menunjukkan rasa antusiasnya. Siswi masih sering mengeluh saat guru memberikan tugas-tugas. Beberapa siswi yang tinggal di asrama juga menuturkan bahwa mereka merasa kurang nyaman dengan rutinitas saat belajar. Hidup jauh dari orangtua juga menjadikan beberapa siswi mudah mengeluh karena merasa tidak adanya orang terdekat yang memberi semangat untuk belajar. Beberapa siswi belum mampu memaknai apa yang dia lakukan di sekolah. Sebagai contoh ada siswi yang hari ini terlambat besok kembali terlambat dengan alasan yang sama. Peneliti juga kerap melihat siswi yang datang ke sekolah memasang muka tanpa senyuman. Hal ini terlihat ketika peneliti menyambut kehadiran para siswi di pintu masuk sekolah. Selain itu, peneliti juga mendapat informasi bahwa relasi yang terjalin antar siswi masih cenderung eksklusif. Artinya bahwa beberapa siswi teridentifikasi memiliki kelompok atau geng tertentu. Hal ini terungkap dari hasil sosiometri yang dilakukan peneliti terkait teman sekelas yang dipilih untuk bermain bersama. Selain itu, beberapa siswi menceritakan

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 bahwa dirinya sedang memiliki masalah dengan pacarnya yang mana masalah itu kerap mengganggu dirinya saat belajar. Belajar sejatinya merupakan sebuah proses yang menyenangkan dan menggembirakan. Proses yang menyenangkan dalam belajar tersebut mendorong peserta didik menemukan dan membangun makna atas apa yang dipelajari. Proses belajar dilakukan dengan melibatkan persepsi, pikiran, dan perasaan (Kwartolo, 2007). Proses belajar seharusnya menjadi sarana untuk menambah wawasan dan mengembangkan potensi setiap siswi. Suasana yang tercipta dalam proses belajar menjadi hal yang perlu diperhatikan baik oleh Guru dan siswi. Hal ini tidak lain karena adanya harapan agar siswi dapat belajar dengan nyaman. Proses belajar yang menyenangkan (joyful learning) merupakan sebuah proses pembelajaran yang di dalamnya terdapat suatu pola hubungan yang kuat antara Guru dan siswi (Permatasari, Mulyani, & Nurhayati, 2014: 120). Maka, relasi yang tercipta dalam proses pembelajaran di kelas menjadi hal pokok untuk diperhatikan. Proses belajar yang ideal terjadi ketika siswi hadir secara psikologis saat proses belajar dilaksanakan. Hadir secara psikologis berarti siswi menunjukkan antusiasme dan perasaan yang positif seperti memperhatikan dan aktif saat proses belajar. Selain itu proses belajar yang ideal juga dapat dilihat dari sejauh mana siswi mampu memberikan makna pada apa yang telah dipelajari. Pada akhirnya ada sebuah hasil dari proses belajar yang dapat dilihat salah satunya adalah prestasi atau nilai.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 Apabila kondisi yang ideal dalam proses belajar di atas dapat ditunjukkan oleh siswi, maka siswi tersebut sebagai peserta didik dapat dikatakan menikmati atau merasa bahagia dalam belajar. Kebahagiaan dalam belajar merupakan dampak yang ditimbulkan dari pengembangan kurikulum yang ada, khususnya keharusan mengembangkan pengalaman belajar siswi (Kwartolo, 2007). Berkaitan dengan kurikulum di sekolah, tentunya ada pihak yang ikut berperan aktif memberikan layanan untuk membantu proses belajar siswi yaitu Bimbingan dan Konseling. Peran Bimbingan dan Konseling di sekolah melalui Guru BK juga telah memberikan layanan berupa bimbingan klasikal yang dilaksanakan secara rutin satu kali dalam seminggu. Layanan bimbingan klasikal biasanya mengusung beberapa topik bimbingan yang bertujuan untuk menambah semangat siswi dalam belajar. Selain memberikan layanan bimbingan klasikal, Guru BK di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta juga memberikan layanan konseling individual bagi para siswi yang mengalami permasalahan dalam hal belajar dan yang dianggap memiliki hambatan dalam proses belajar di sekolah. Guru BK biasa berkolaborasi dengan Guru Wali Kelas untuk memperoleh data akademik siswi. Kemajuan zaman dan perkembangan pendidikan membuat institusi pendidikan yang berada di kota-kota besar menjadi serbuan dari pelajar yang hendak menuntut ilmu. Kota Yogyakarta menjadi salah satu tujuan para pelajar yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini yang menyebabkan munculnya para pendatang baru, tidak terkecuali siswi SMA Stella Duce 2 Yogyakarta. Banyak siswi SMA Stella Duce 2 Yogyakarta yang berasal dari

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 luar Yogyakarta. Fenomena tersebut menimbulkan terciptanya keberagaman akan karakteristik dari setiap siswi yang menjadi peserta didik di sekolah. Karakteristik siswi yang sangat khas ini terkadang membawa suatu permasalahan baru. Permasalahan yang biasanya muncul terkait adaptasi, baik dengan lingkungan dan dalam proses belajar di sekolah. Schneiders (Kusdiyati, Halimah, & Faisaluddin, 2011: 181) menyatakan bahwa “Penyesuaian diri (adjustment) sebagai suatu proses dimana individu berusaha keras untuk mengatasi atau menguasai kebutuhan dalam diri, ketegangan, frustasi, dan konflik, tujuannya untuk mendapatkan keharmonisan dan keselarasan antara tuntutan lingkungan dimana dia tinggal dengan tuntutan didalam dirinya.” Penyesuaian yang membutuhkan waktu kerap menjadi faktor penghambat siswi untuk merasa nyaman dalam mengikuti atau menjalani proses belajar. Waktu yang dibutuhkan oleh masing-masing siswi yang baru beranjak dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) menuju Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk beradaptasi dengan proses pembelajaran tentu sangat bervariasi. Permasalahan yang teramati oleh peneliti tentu menjadi perhatian khusus. Peniliti melihat bahwa tahun pertama di SMA menjadi waktu yang cukup untuk beradaptasi dengan budaya akademik di sekolah yang baru. Namun bagi siswi yang duduk di kelas XI tentu memiliki karakteristik tersendiri yang dipandang sudah mantap untuk mengikuti proses belajar di sekolah. Kenyataannya ada beberapa hal yang memang belum menunjukkan kondisi ideal tersebut. Melihat begitu uniknya fenomena yang terjadi di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta, permasalahan kebahagiaan lebih spesifik mengarah pada proses belajar. Berangkat dari latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas,

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 peneliti tertarik untuk melakukan penelitian guna mengungkap kebahagiaan belajar siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta. Peneliti mengajukan penelitian yang berjudul, “Tingkat Kebahagiaan Belajar Siswa Menengah Atas (Studi Deskriptif pada Siswi Kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019)”. Penelitian ini diukur dengan menggunakan skala Likert dan hasilnya akan digunakan sebagai dasar dalam menyusun topik-topik bimbingan klasikal untuk membantu meningkatkan kebahagiaan belajar siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang terkait dengan tingkat kebahagiaan belajar, permasalahan yang dialami siswi kelas XI di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta dapat diidentifikasi sebagai berikut. 1. Beberapa siswi merasa malas ketika mengikuti pelajaran. 2. Beberapa siswi sering mengeluh dengan banyaknya tugas. 3. Beberapa siswi kurang nyaman dengan rutinitas belajar di asrama. 4. Beberapa siswi tidak menunjukkan senyuman dan wajah berseri. 5. Beberapa siswi memiliki relasi sosial yang eksklusif. 6. Beberapa siswi mengalami konflik dengan pacarnya. C. Pembatasan Masalah Agar penelitian ini lebih terarah, terfokus, dan tidak meluas, maka fokus kajian diarahkan untuk menjawab masalah yang termuat pada butir nomor (1), (2), dan (3) dengan mengkaji tingkat kebahagiaan belajar siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 D. Rumusan Masalah Sesuai dengan latar belakang masalah dan pembatasan masalah di atas, maka rumusan masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut. 1. Seberapa tinggi tingkat kebahagiaan belajar siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019? 2. Butir-butir pengukuran kebahagiaan belajar mana saja yang capaian skornya teridentifikasi rendah yang dapat dijadikan sebagai dasar penyusunan topik-topik bimbingan? E. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1. Mendeskripsikan seberapa tinggi tingkat kebahagiaan belajar siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019. 2. Mengidentifikasi butir-butir pengukuran kebahagiaan belajar yang capaian skornya teridentifikasi rendah sebagai dasar penyusunan topik-topik bimbingan yang sesuai untuk membantu meningkatkan kebahagiaan belajar siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019. F. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoretis Penelitian ini diharapkan dapat memberi tambahan informasi bagi dunia pendidikan secara khusus dalam bidang Bimbingan dan Konseling berkaitan dengan kebahagiaan belajar siswa.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 2. Manfaat Praktis a. Manfaat bagi guru BK Sebagai informasi mengenai kebutuhan siswi terkait dengan kebahagiaan belajar mereka. Guru BK dapat memanfaatkan data yang tersedia untuk menyusun topik-topik bimbingan klasikal yang dapat digunakan sebagai upaya untuk meningkatkan kebahagiaan belajar siswi. b. Manfaat bagi siswi Sebagai sarana informasi bagi siswi untuk lebih mengenal, memahami, dan mengupayakan kebahagiaan dalam belajar mereka. c. Manfaat bagi sekolah Manfaat penelitian ini bagi sekolah adalah agar sekolah mengetahui tingkat kebahagiaan belajar siswi-siswinya. G. Definisi Operasional Variabel Agar tidak menimbulkan pembiasan dalam memahami permasalahan, adapun definisi operasional variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Kebahagiaan Belajar Kebahagiaan belajar merupakan sebuah kondisi dimana peserta didik merasa nyaman, gembira, mengalami, memaknai, serta menghadirkan prestasi dalam setiap proses belajar yang dijalaninya.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 2. Belajar Belajar merupakan sebuah proses membangun dan menemukan makna dari apa yang dipelajari, sehingga timbul pengertian dan pemahaman baru dalam diri siswi. 3. Bimbingan Pribadi Bimbingan pribadi merupakan layanan bimbingan yang diberikan oleh Guru BK yang berkaitan dengan bidang pribadi dari peserta didik. 4. Bimbingan Belajar Bimbingan belajar merupakan layanan bimbingan yang diberikan oleh Guru BK yang berkaitan dengan bidang belajar dari peserta didik. 5. Siswi SMA Siswi SMA merupakan individu perempuan yang sedang berada di tahap perkembangan remaja akhir dan menempuh pendidikan di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). 6. Topik Bimbingan Topik bimbingan merupakan topik atau tema dari bimbingan yang diberikan oleh Guru BK kepada peserta didik baik dalam bentuk bimbingan kelompok maupun bimbingan klasikal. Pemilihan topik bimbingan disesuaikan dengan kebutuhan atau permasalahan yang dialami peserta didik, sehingga peserta didik mendapatkan manfaat langsung dari layanan bimbingan yang diberikan.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA Pada bab ini diuraikan mengenai kebahagiaan, belajar, masa remaja, layanan bimbingan, kajian penelitian yang relevan, dan kerangka pikir. A. Kebahagiaan 1. Hakikat Kebahagiaan Manusia adalah makhluk yang diciptakan dengan derajat yang paling mulia. Manusia hidup dengan pikiran dan hatinya. Hal ini yang mendorong manusia dalam hidupnya mengusahakan kebahagiaan. Kebahagiaan merupakan kondisi psikologis yang positif pada diri individu yang ditandai dengan tingginya kepuasan hidup. Kebahagiaan memberikan dampak positif dalam berbagai aspek kehidupan dan akan mengarahkan individu pada hidup yang lebih baik (Carr dalam Suryana, 2017). Schimmel (Patnani, 2012: 57) menyatakan bahwa kebahagiaan merupakan penilaian individu terhadap keseluruhan kualitas hidupnya. Diener (Patnani, 2012: 57) menjelaskan bahwa kabahagiaan atau kesejahteraan subyektif dapat dilihat dari adanya emosi yang menyenangkan, emosi yang tidak menyenangkan, kepuasan hidup secara umum, kepuasan pada ranah tertentu. Sedangkan menurut Fromm (Suryana, 2017) kebahagiaan merupakan suatu bagian integral dan hasil kehidupan yang berkaitan dengan orientasi produktif. Kebahagiaan berhubungan dengan perasaan dan perasaan bahagia muncul ketika pikiran dalam kondisi yang positif. 13

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 Menurut Pradiansyah (2010), kunci perasaan bahagia pada diri seseorang terletak pada pikiran. Beck (Seligman, 2005: 83) menyatakan bahwa pikiranlah yang menimbulkan emosi pada diri seseorang. Apablia seseorang berpikir positif maka ia akan merasakan emosi yang positif begitu juga sebaliknya. Orang yang bahagia akan mengingat lebih banyak peristiwa yang menyenangkan (Seligman, 2005: 48). Maka, jika manusia ingin merasakan kebahagiaan, salah satu kuncinya adalah dengan mengubah pikiran menjadi positif. Konsep mengenai kebahagiaan terkadang masih sulit untuk dipahami secara sederhana. Hal ini tidak terlepas dari cakupan kebahagiaan yang sangat kompleks (Strongman dalam Oetami & Yuniarti, 2011: 106). Manusia hanya dapat menilai secara subyektif akan kebahagiaan yang dialaminya. Sharar (Oetami & Yuniarti, 2011: 106) memberikan kiat-kiat untuk bertanya kepada diri sendiri dengan kata bantu “why” guna memperoleh tolok ukur kebahagiaan. Adapun beberapa contoh pertanyaan yang dapat diajukan seperti mengapa individu ingin kaya? Mengapa individu ingin mendapat jabatan tinggi? Mengapa individu ingin memiliki mobil mewah dan rumah bagus? Selain itu tentu masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang jawabannya sudah pasti yaitu karena individu ingin merasa/mendapat kebahagiaan. Pada hakikatnya kebahagiaan dapat membantu individu memiliki kepribadian yang sehat. Suasana hati yang positif membuat individu menggunakan cara berpikir yang kreatif, toleran, konstrukstif, murah hati,

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 tidak defensif, dan lateral sehingga dapat memecahkan persolaan dengan tepat (Seligman, 2005: 50). Hal lain terjadi jika keadaan diri tidak diselimuti dengan suasana hati yang positif maka akan menjalani hidup kurang bergairah. Seligman (Arif, 2016: 41) mengatakan bahwa ada lima hal yang dapat dikendalikan oleh seseorang guna memperoleh kebahagiaan. Kelima hal tersebut adalah: emosi positif (positive emotions/P), keterlibatan (engagement/E), hubungan yang positif (positive relations/R), memaknai hidup (meaning of life/M), dan prestasi (accomplishment/A). Kelima hal tersebut biasa disingkat “PERMA” dan dipandang sebagai unsur yang berperan besar dalam menentukan kebahagiaan pada diri seseorang. Kelima unsur tersebut masing-masing memiliki kontribusi yang unik dalam menciptakan hidup yang eudamonic atau bahagia. Dari beberapa uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa kebahagiaan merupakan kondisi dimana individu merasa damai dan mengalami perasaan positif yang mendorong adanya kepuasaan dalam dirinya. Emosi positif membuat individu mampu menjalani kehidupannya dengan penuh perasaan senang, sukacita, dan adanya kedamaian sehingga mampu memberikan makna atas peristiwa yang dialami dan mampu menumbuhkan semangat keyakinan untuk melangkah ke depan. Semakin puas individu, maka semakin bahagialah mereka.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 2. Aspek Kebahagiaan Berikut dijelaskan mengenai beberapa aspek pokok yang mendorong manusia memperoleh atau merasakan kebahagiaan dalam hidupnya menurut Seligman (Arif, 2016). a. Emosi positif Emosi positif (positive emotions) merupakan sesuatu yang dirasakan seseorang yang membawa suasana menyenangkan . Banyak orang yang menghendaki agar emosi positif lebih sering dirasakan daripada emosi negatif. Dengan emosi positif, orang dapat semakin membuka diri pada kemungkinan lain yang mengarah pada kreativitas, sehingga ketika menghadapi suatu situasi orang tidak terjebak pada kekakuan. Demikian pula ketika dalam kondisi belajar, emosi positif yang dirasakan peserta didik dapat mendorong mereka menjadi lebih senang, bersyukur, menyadari, dan optimis dalam proses belajar. b. Keterlibatan Keterlibatan (Engagement) merupakan keikutsertaan seseorang untuk melibatkan diri mereka untuk melakukan sesuatu. Dalam proses belajar, peserta didik merupakan subyek yang senantiasa melibatkan diri mereka dalam proses belajar tersebut. Terlibat langsung atau menjadi bagian dari proses belajar mendorong peserta didik untuk aktif, konsentrasi, dan mampu mengungkapkan ide atau gagasan ketika belajar.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 c. Hubungan positif Hubungan yang positif dengan orang lain (positive relations) tentu saja tidak hanya terkait dengan relasi sosial sebatas teman dan persahabatan, melainkan lebih pada hubungan yang bersifat hangat karena didukung oleh komunikasi yang baik. Begitu pula dalam proses belajar, seorang peserta didik hendaknya memiliki hubungan yang positif baik dengan teman, orang tua maupun Guru di sekolah. Hal itu dimaksudkan agar peserta didik semakin menumbuhkan dan mengembangkan pribadinya sehingga mereka merasa ada, dihargai dan didukung oleh lingkungan terdekatnya ketika belajar. d. Memaknai hidup Salah satu aspek penting dalam kebahagiaan adalah kemampuan seseorang untuk dapat memaknai hidup (meaning of life). Pemaknaan kehidupan dapat dilakukan oleh setiap orang menurut cara dan gaya mereka masing-masing. Mencari nilai atau pembelajaran dari setiap pengalaman kehidupan adalah salah satu kunci orang bahagia. Proses pemaknaan yang kerap kali salah menjadikan orang menuju pada kebahagiaan yang semu. Bagi peserta didik dalam kaitannya belajar, mereka hendaknya memiliki kepekaan untuk mengambil pelajaran dari setiap pengalaman belajar yang telah dilaluinya. Harapannya adalah agar ke depannya mampu memperbaiki diri terutama dalam hal belajar. Dengan demikian peserta didik akan mampu memperoleh pemahaman baru dan memaknai apa sebenarnya tujuan dirinya belajar.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 e. Prestasi Prestasi (accomplishment) merupakan buah dari keempat aspek sebelumnya. Prestasi merupakan buah dari hidup manusia yang dijalani dengan baik. Prestasi sering dikaitkan dengan hal-hal yang berbau material atau nilai. Konteks prestasi di sini sangat luas tidak terbatas pada material atau nilai. Wujud prestasi atau pencapaian dalam hidup manusia sungguh sangat beragam. Begitu pula dengan pencapaian peserta didik dalam proses belajar. Hasil tidak hanya sebatas nilai yang baik, namun lebih pada apa yang dapat saya hasilkan dari proses belajar yang sudah saya lalui. Prestasi dalam konteks belajar akan mendorong orang untuk mengembangkan diri dan mampu mengatasi kesulitankesulitan dalam belajar. 3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebahagiaan Ryff (Oetami & Yuniarti, 2011: 106) mengatakan bahwa kebahagiaan merupakan cita-cita tertinggi yang selalu ingin diraih oleh setiap manusia dalam tindakannya. Oleh karenanya, seseorang selalu berusaha memunculkan perilaku yang mengarah pada kebahagiaan. Seseorang akan lebih mudah memunculkan perilaku yang mengarah pada kebahagiaan apabila dirinya diliputi oleh emosi positif. Seligman (2005: 80) membagi emosi positif yang mempengaruhi kebahagiaan seseorang dalam tiga rentang waktu, yaitu emosi pada masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Ketiga bentuk emosi tersebut termasuk dalam faktor internal yang mempengaruhi seseorang dalam

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 mempersepsikan kebahagiaan mereka. Adapun faktor eksternal yang mempengaruhi seseorang dalam mempersepsikan kebahagiaannya yaitu faktor yang berasal dari lingkungan atau di luar diri seseorang (Seligman, 2005: 66). a. Faktor Internal Seligman (2005) mengklasifikasikan emosi positif seseorang ke dalam tiga rentang waktu. Kepuasan akan masa lalu, kebahagiaan pada masa sekarang, dan optimis akan masa depan. Ketiga kategori ini berbeda dan tidak selalu berkaitan. 1) Kepuasan masa lalu Sikap positif dalam menanggapi masa lalu dapat menghasilkan emosi positif berupa kepuasan, kelegaan, kebanggaan, kedamaian atau ketenangan (Seligman, 2005: 80). Kepuasaan terhadap masa lalu dapat diperoleh melalui tiga cara yaitu: a) Melepaskan pandangan masa lalu Melepaskan pandangan masa lalu merupakan cara yang dapat dilakukan oleh seseorang guna melangkah maju dalam kehidupannya. Peristiwa yang terjadi pada masa lalu dapat menjadi hal yang berpengaruh pada apa yang akan terjadi di masa selanjutnya. Maka melepaskan belenggu atau ikatan negatif pada masa lalu menjadi pilihan tepat bagi seseorang agar dapat melangkah ke depan. Cara untuk melepaskan belenggu

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 masa lalu yaitu dengan menerima dan berdamai dengan masa lalu tersebut. Melepaskan belenggu masa lalu dipandang sebagai penentu langkah hidup selanjutnya. Misalnya ada seorang siswi SMA yang memiliki pengalaman buruk ketika mendapatkan hasil belajar kurang baik selalu dimarahi oleh Guru dan Orangtuanya. Kejadian ini cukup lama dialami oleh siswi tersebut hingga menjadikannya semakin sulit untuk belajar. Timbul pemikiran bahwa sekeras apapun dia belajar pasti akan mendapat hasil yang buruk dan dimarahi oleh Guru dan Orangtuanya. Hal ini menjadikan anak ini malas dan tidak memiliki semangat untuk belajar. Dengan mengolah batinnya anak memiliki pandangan baru bahwa usaha untuk belajar dan mendapat nilai yang baik harus dia lakukan agar dapat membuktikan bahwa dirinya mampu untuk mendapat hasil belajar yang baik. b) Bersyukur (Gratitude) Bersyukur terhadap apa yang dimiliki dan dilalui dalam hidup dapat menambah kepuasan hidup. Dengan bersyukur, individu tidak akan membanding-bandingkan hidup dan segala yang dimiliki dengan milik orang lain. Misalnya seorang siswi mendapatkan hasil belajar yang tergolong baik. Ketika dia bersyukur atas apa yang telah didapatkan dan menyadari bahwa

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 ada usaha yang telah dicurahkan untuk hasil tersebut, maka siswi tersebut akan menerima dengan ikhlas dan tidak timbul iri dengan hasil belajar orang lain yang lebih baik darinya. c) Memaafkan (Forgiving) Salah satu cara untuk menata ulang pandangan seseorang mengenai emosi negatif pada kehidupan masa lalu yang buruk adalah dengan cara memaafkan. Memaafkan dapat dilakukan dengan cara mengubah kepahitan menjadi kenangan yang netral dan positif sehingga kepuasan hidup akan lebih mudah didapatkan. 2) Kebahagiaan pada masa sekarang Emosi positif yang terkait dengan sikap pada masa sekarang mencakup kegembiraan, ketenangan, keriangan, semangat yang meluap-luap, rasa senang, dan flow. Selain itu menurut Seligman (2005: 132), kebahagiaan masa sekarang melibatkan dua hal, yaitu: a) Kenikmatan (Pleasure) Kenikmatan merupakan kesenangan yang memiliki komponen sensori dan emosional yang kuat. Sifatnya adalah sementara dan biasanya hanya sedikit melibatkan kognisi atau pikiran. Kenikmatan diperoleh setelah satu motif seseorang terpenuhi. Kenikmatan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu kenikmatan ragawi dan kenikmatan yang sifatnya lebih tinggi.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 Kenikmatan ragawi dapa diperoleh melalui rangsangan indera dan sensori. Biasanya kenikmatan ragawi cepat untuk memudar. Dengan kata lain waktu menetap kenikmatan ragawi pada diri seseorang biasanya tidak bertahan lama setelah seseorang telah mampu beradaptasi dengan situasi yang ada. Kenikmatan yang lebih tinggi umumnya hampir sama dengan kenikmatan ragawi, namun yang membedakan adalah cara perolehannya yang lebih rumit daripada kenikmatan ragawi. Terdapat tiga hal yang dapat meningkatkan kebahagiaan sementara, yaitu dengan menghindari kebiasaan dengan cara memberi selang waktu cukup panjang antar kejadian menyenangkan; meresapi (savoring) yaitu menyadari serta dengan sengaja memperhatikan sebuah kenikmatan; serta kecermatan (mindfullnes) yaitu mencermati dan menjalani segala pengalaman dengan tidak terburu–buru karena terpaku pada masa depan. b) Gratifikasi (Gratification) Gratifikasi merupakan emosi positif pada masa sekarang yang berkaitan dengan kegiatan yang sangat disukai oleh seseorang. Gratifikasi tidak selalu melibatkan perasaan dasar serta memiliki rentang waktu yang lebih lama dibandingkan dengan kenikmatan (pleasure). Gratifikasi membuat seseorang merasa terlibat dan memiliki kekuatan terkait dengan kegiatan

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 yang dilakukannya. Kegiatan yang memunculkan gratifikasi pada umumnya memiliki komponen tantangan, membutuhkan keterampilan, konsentrasi, adanya tujuan, dan terdapat umpan balik secara langsung, sehingga seseorang dapat larut di dalamnya. 3) Optimis akan masa depan Emosi positif yang terkait dengan sikap pada masa depan mengandung unsur optimisme, harapan, kepercayaan, keyakinan, dan kepastian pada diri seseorang untuk membentuk pribadi yang lebih baik daripada sebelumnya. Optimisme dan harapan memberikan kemampuan bagi seseorang untuk semakin kuat dalam menghadapi tekanan dalam hidupnya. b. Faktor Eksternal Seligman (2005: 64) mengatakan bahwa sebagian lingkungan memang mengubah kebahagiaan menjadi lebih baik. Berikut adalah beberapa faktor yang berasal dari lingkungan yang mempengaruhi kebahagiaan. 1) Uang Tidak sedikit orang yang menilai bahwa uang merupakan salah satu alasan dirinya hidup dengan bahagia. Padahal uang memiliki sifat yang subyektif, artinya bahwa penilaian uang pada tiap orang berbeda-beda. Orang yang menempatkan uang di atas tujuan

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 hidupnya akan cenderung merasa kurang puas akan kehidupannya secara keseluruhan. 2) Kehidupan sosial Orang yang bahagia dengan orang yang tidak bahagia dapat terlihat perbedaannya. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari kehidupan sosial orang tersebut. Orang yang bahagia menjalani hidupnya lebih banyak bersosialisasi dengan orang lain, sedangkan orang yang tidak bahagia biasanya lebih sering menjalani kehidupan dalam kesendirian. Maka relasi sosial yang positif ditandai dengan kemampuan seseorang untuk membangun komunikasi dan hubungan yang dipenuhi dengan keterbukaan, kehangatan, kepercayaan, dan keakraban. 3) Kesehatan Kesehatan yang mempengaruhi kebahagiaan seseorang bersifat subyektif. Artinya bahwa kesehatan sebagai persepsi pribadi. Orang yang mempersepsikan dirinya sehat akan memperoleh kontribusi positif terhadap kebahagiaan dibandingkan dengan orang yang mempersepsikan dirinya tidak sehat. 4) Agama Terdapat hubungan positif antara religiusitas dengan kebahagiaan. Banyak agama yang melarang penggunaan narkotika, kejahatan, dan perselingkuhan, melainkan mendorong untuk berbuat baik (Seligman, 2005: 76). Orang yang beragama lebih merasa

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 tenang. Dengan mengikuti ritual keagamaan yang dipercayai, orang merasa hidup dengan harapan untuk masa depan dan menciptakan makna hidup. 5) Emosi negatif Orang yang sering mengalami emosi negatif dalam hidupnya akan lebih sedikit mengalami emosi yang positif begitu juga sebaliknya. Hal ini mendorong orang berusaha untuk semakin banyak mengalami perasaan yang positif dalam hidupnya. Namun perlu diingat bahwa tidak selalu orang yang mengalami emosi negatif pasti tidak bisa merasa bahagia. Begitu pula orang yang sering mengalami perasaan positif tidak selalu merasa bahagia. 6) Usia Kepuasan hidup sedikit meningkat sejalan dengan bertambahnya usia seseorang. Perasaan mencapai puncak dan terpuruk dalam keputusasaan di kehidupan individu menjadi berkurang seiring bertambahnya usia dan pengalaman seseorang. 7) Pendidikan Pendidikan merupakan salah satu kunci bagi seseorang untuk dapat menjalani masa depan yang lebih baik lagi. Terpenuhinya sarana dan prasarana dunia pendidikan menjadi faktor yang menentukan kebahagiaan dalam pendidikan.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 4. Sumber-Sumber Kebahagiaan Kebahagiaan tercipta karena diusahakan. Seseorang tidak akan merasa bahagia tanpa melakukan sesuatu. Dalam setiap aktivitas manusia, terdapat hal-hal yang dapat menjadi sumber dari kebahagiaan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Lu & Shih (1997), terdapat 180 sumber kebahagiaan dari subyek penelitian. Diantara 180 sumber kebahagiaan yang teridentifikasi, terdapat 9 sumber kebahagiaan yang dominan yaitu: a. Rasa dihargai dan dihormati oleh orang lain. Perasaan bahagia muncul ketika seseorang merasakan pujian dari teman, sahabat, dan keluarganya. Dalam kaitannya dengan proses belajar adanya penerimaan dari orang lain seperti teman, Orangtua, dan Guru saat seseorang belajar menjadi hal yang diinginkan untuk merasa bahagia dalam belajar. b. Hubungan yang harmonis dengan orang lain. Hubungan yang harmonis dalam berbagai lingkup kehidupan. Sebagai contoh, terciptanya hubungan harmonis dalam keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekolah. Dalam kaitannya dengan proses belajar, hubungan atau relasi dengan teman juga menjadi hal yang diinginkan oleh seseorang ketika belajar. c. Kepuasan akan terpenuhinya kebutuhan hidup Kepuasan akan terpenuhinya kebutuhan hidup tentunya memiliki cakupan yang sangat luas. Setiap orang memiliki persepsi masingmasing terkait dengan rasa puas akan terpenuhinya kebutuhan hidup.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 Kaitannya dalam hal belajar, terpenuhinya kebutuhan saat belajar dapat terjadi dalam hal dapat mengerjakan tugas dengan baik, dapat memahami materi dengan baik, mendapat nilai ujian yang memuaskan, dan mengembangkan potensi yang dimiliki. d. Prestasi dalam hal pekerjaan Prestasi dalam hal pekerjaan juga dapat mendorong orang merasa bahagia. Ketika seorang pekerja dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan mendapatkan kenaikan pangkat serta pendapatan, tentu menjadi hal yang sangat diinginkan dalam sebuah pekerjaan. Bagi remaja yang sedang belajar, prestasi yang diperoleh baik dalam nilai ataupun perilaku tentu menjadi dorongan untuk merasa bahagia. e. Memaknai hidup. Memaknai hidup memang bukan hal yang mudah. Sebagai contoh ketika orang menyikapi berbagai peristiwa yang telah terjadi dalam hidupnya dan mencoba memetik pelajaran darinya. Orang tidak mudah putus asa dan menyalahkan keadaan. Dalam hal belajar, contoh memaknai hidup antara lain seperti, mendapatkan insight atau pemahaman baru melalui belajar dan mampu memahami tujuan belajar itu sendiri. f. Mencari hiburan. Mencari hiburan atau kesenangan juga menjadi sumber kebahagiaan yang dominan. Contohnya seperti berlibur ke suatu tempat ketika yang lain sedang sibuk bekerja. Dalam kaitannya dengan belajar, mencari

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 hiburan dapat dilakukan dengan cara mencari waktu luang untuk rehat dari tugas-tugas yang begitu banyak. g. Aktualisasi diri. Aktualisasi diri yang dimaksud adalah ketika seseorang berani untuk menggunakan potensi yang dimiliki untuk mencapai suatu target. Orang mampu mengontrol dirinya dalam mencapai apa yang diinginkannya. Dalam kaitannya dengan belajar contoh aktualisasi diri adalah mengerjakan tugas/ujian dengan usaha maksimal. Akhirnya seseorang yang mampu mengaktualisasikan dirinya akan merasa bahagia. h. Perasaan positif. Perasaan yang positif muncul dari dalam diri seseorang seperti perasaan rileks, tidak membuat orang lain tersinggung, adanya canda tawa, dan sebagainya. Dalam proses belajar juga akan menjadi menyenangkan apabila dimulai dengan perasaan yang positif. Timbulnya kesadaran bahwa belajar itu menjadi kewajiban dan bukan beban bagi seorang pelajar. i. Sehat jasmani Kesehatan merupakan kondisi yang selalu inginkan oleh setiap orang. Tidak ada orang yang ingin sakit. Maka, keadaan sehat menjadi sumber kebahagiaan yang dominan. Dengan fisik yang sehat, seseorang dapat melakukan berbagai aktivitas dalam hidupnya tidak terkecuali belajar.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 5. Ciri-Ciri Individu yang Bahagia Berdasarkan penelitian yang dilakukan Gail & Seehy (Puspitorini, 2012: 33-36) mengenai kebahagiaan, terdapat sepuluh karakteristik orang yang bahagia. Berikut yaitu: a. Hidup memiliki arti dan terarah. Orang yang bahagia tidak asal dalam menjalani kehidupannya. Orang yang bahagia memiliki arah dan tujuan dalam menjalani kehidupannya. Selain itu, orang yang bahagia juga mampu mengarahkan hidupnya pada hal-hal yang sifatnya positif. b. Mampu berpikir kreatif. Orang yang bahagia memiliki cara berpikir yang kreatif. Salah satu bentuk berpikir kreatif adalah ketika seseorang mampu mencari jalan keluar ketika menghadapi kesulitan dalam hidupnya. c. Jarang merasa diperlakukan tidak adil. Orang yang bahagia senantiasa merasa keberadaannya diterima oleh lingkungannya. Relasi yang terjaling antara seseorang dengan lingkungannya senantiasa bersifat positif. Dengan demikian, orang yang bahagia akan merasa jarang diperlakukan tidak adil dalam hidupnya. d. Peduli dengan perkembangan pribadi. Orang yang bahagia senantiasa memperhatikan dirinya secara baik. Artinya bahwa ada kepedulian untuk mengembangkan diri dalam kehidupannya.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 e. Melihat kritikan bukan sebagai serangan pribadi. Seringkali orang menilai kritikan yang diberikan oleh orang lain kepada dirinya sebagai sebuah hal yang bersifat negatif. Tetapi bagi orang yang bahagia, kritik merupakan sebuah kenyataan yang ada dan menilainya sebagai suatu hal yang dapat dijadikan dasar mengembangkan dirinya agar lebih baik lagi ke depan. f. Mencapai beberapa tujuan hidup yang penting. Orang yang bahagia seperti yang telah disebutkan pada ciri sebelumnya bahwa memiliki hidup yang terarah. Orang yang bahagia memiliki beberapa tujuan hidup berdasarkan prioritas dan mampu mencapainya dengan baik. g. Memiliki banyak teman. Orang yang bahagia biasanya memiliki banyak teman. Tetapi tidak selalu demikian, karena yang lebih dilihat adalah kualitasnya. Artinya bahwa memiliki banyak teman dan juga kualitas dalam menjalin relasi tersebut yang menjadikan orang merasa bahagia dalam hidupnya. h. Tidak memiliki ketakutan berlebihan. Orang yang bahagia tidak menggantungkan hidupnya berdasarkan ketakutan akan apa yang akan terjadi dalam hidupnya. Tetapi lebih melihat adanya harapan dan optimisme akan hidupnya. i. Mencintai dan dicintai secara mutualisme. Orang yang bahagia akan merasakan pengalaman dalam relasinya secara positif. Pengalaman tersebut tercermin dalam peristiwa mencintai

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 dan dicintai secara mutualisme. Dengan kata lain, ada relasi yang hangat dan bersifat dua arah. j. Bersemangat menjalani aktivitas. Orang yang bahagia akan mejalani aktivitasnya dengan penuh semangat. Walaupun ada tantangan dan rintangan, orang yang bahagia senantiasa bersemangat dalam menjalani aktivitasnya. B. Belajar 1. Pengertian Belajar Belajar merupakan sebuah proses yang senantiasa dilakukan oleh manusia dalam usahanya untuk memperoleh sesuatu informasi. Slameto (Djamarah, 2011: 13) menyatakan bahwa belajar merupakan suatu usaha yang dlakukan individu guna memperoleh perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Pendapat lain dikemukakan oleh Khairani (2014: 5) yang merumuskan belajar sebagai suatu proses menuju perubahan tingkah laku secara sengaja untuk mendapatkan perbuahan yang lebih baik. Kedua pandangan mengenai belajar di atas mengandung unsur perubahan. Contoh perubahan yang terjadi dalam proses belajar antara lain seperti, dari tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak paham menjadi paham, dari yang tidak terampil menjadi terampil, dan lain sebagainya. Dari kedua pengertian itu juga mengandung kata proses. Proses dalam belajar dapat diartikan sebagai orang yang mengalami, memberikan aksi dan melampauinya (Khairani, 2014: 5).

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 2. Ciri-Ciri Belajar Berikut ini akan diuraikan beberapa ciri-ciri belajar menurut beberapa ahli. a. Ciri-ciri belajar menurut Djamarah (2011: 15) 1) Perbuahan yang terjadi dialami dalam kondisi sadar. 2) Perbuahan dalam proses belajar bersifat fungsional. 3) Perubahan dalam proses belajar bersifat positif dan aktif. 4) Perubahan dalam proses belajar bersifat sementara. 5) Perbuahan dalam proses belajar memiliki tujuan. 6) Perbuahan mencakup seluruh aspek tingkah laku. b. Ciri-ciri belajar menurut Khairani (2014: 8) 1) Belajar ditandai dengan munculnya perbuhaan tingkah laku. 2) Perubahan perilaku yang muncul relalitf permanen, tetapi tidak ajeg sepanjang hidup. 3) Perubahan yang muncul tidak selalu langsung teramati. 4) Perubahan tingkah laku merupakan hasil dari latihan dan pengalaman. 5) Pengalaman belajar memberikan penguatan untuk munculnya perubahan tingkah laku.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 C. Masa Remaja 1. Pengertian Masa Remaja Masa remaja menurut Mapiarre (Ali & Ansori, 2010) adalah masa yang berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan usia 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi laki-laki. Menurut Hurlock (Ali & Ansori, 2010) masa remaja adalah masa-masa yang mencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik. Secara psikologis, remaja adalah suatu usia dimana individu menjadi terintegrasi di dalam masyarakat dewasa, suatu usia di mana anak tidak merasa bahwa dirinya berada di bawah tingkat orang yang lebih tua melainkan merasa sama, atau paling tidak sejajar. Hurlock (Ali & Ansori, 2010) juga menjelaskan bahwa masa remaja adalah masa yang paling tepat untuk mengembangkan intelektual. Sedangkan menurut Monk (Ali & Ansori, 2010) remaja sebetulnya tidak mempunyai tempat yang jelas. Hal itu dikarenakan remaja sudah tidak termasuk golongan anak-anak, tetapi belum juga dapat diterima secara penuh untuk masuk pada golongan orang dewasa. Remaja berada diantara fase anak-anak dan fase dewasa. Oleh karena itu, remaja seringkali dikenal dengan fase “mencari jati diri” atau fase “topan dan badai”. Menurut Monk (Ali & Ansori, 2010), remaja masih belum mampu menguasai dan menggunakan secara optimal fungsi fisik maupun psikis. Namun demikian perlu diketahui bahwa fase remaja merupakan fase yang paling potensial, baik dilihat dari aspek kognitif, emosi maupun fisik. Dari

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 beberapa pengertian yang sudah dijelaskan menurut para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa masa remaja merupakan fase dimana individu mulai beranjak dari masa anak-anak namun belum disebut sebagai orang yang dewasa. 2. Batasan Masa Remaja Masa remaja dimulai kira-kira usia 10 sampai 13 tahun dan berakhir antara usia 18 sampai 22 tahun (Santrock, 2007: 26). WHO (World Health Organization) menetapkan batas usia 10-20 tahun sebagai batasan usia remaja. WHO membagi kurun usia tersebut menjadi dua bagian, yaitu remaja awal 10-14 tahun dan remaja akhir 15-20 tahun (Sarwono, 2007: 10). 3. Ciri-Ciri Masa Remaja Ciri-ciri masa remaja menurut Hurlock (1992), yaitu: a. Periode penting Perubahan fisik dan perkembangan emosi yang sangat cepat yang terjadi pada remaja membutuhkan waktu untuk penyesuaian diri. Remaja yang dapat menyesuaikan diri dengan keadaan fisiknya, dia akan menerima perubahan fisik yang terjadi pada dirinya. Akhirnya remaja dapat mengelola emosinya dengan baik. b. Periode peralihan Periode peralihan menunjukkan bahwa remaja sedang berada pada tahap yang tidak jelas yang ditandai dengan keragu-raguan akan peran yang harus dilakukan. Masa remaja bukan lagi sebagai anak-anak namun juga belum menjadi orang yang dewasa sepenuhnya.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 c. Usia bermasalah Pada tahap ini remaja merasa bahwa dirinya mampu melakukan sesuatu dengan sendiri tanpa membutuhkan bantuan orang lain. Remaja pada tahap ini memiliki pemikiran bahwa apa yang diputuskan oleh dirinya adalah benar. Remaja akan resisten terhadap masukan dan saran dari orang lain. Akibatnya perilaku remaja menjadi sulit untuk terkontrol. d. Mencari identitas Pertanyaan yang merujuk pada pengenalan diri bagi remaja mungkin harus terjawab. Masa dimana mereka mencari identitas atau jati diri sebagai manusia. Pada mulanya remaja akan menyesuaikan diri dengan kelompok, kemudian mereka mulai menginginkan identitas diri dan mulai muncul ketidakpuasan. Akhirnya remaja terdorong untuk mencari kepuasan akan identitas dengan menampakkan perilaku yang bisa sangat ekstrem. e. Usia yang menimbulkan ketakutan Pandangan yang menyatakan bahwa masa remaja merupakan masa yang dipenuhi dengan masalah, sukar untuk dipercaya, membuat orang dewasa harus mendampingi, remaja menjadi takut untuk bertanggung jawab. f. Masa yang tidak realistis Karakteristik masa remaja yang mana mereka sedang dalam masa penyesuaian, remaja sering belum menerima realita dirinya. Remaja

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 seringkali melihat diri sendiri, teman, dan orang lain sebagaimana yang diingingkannya bukan sebagaimana adanya. g. Ambang masa dewasa Remaja yang terus bergerak dan berkembang mulai menunjukkan perilaku layaknya seperti orang dewasa. Masa ini akan mengantar remaja pada tahap perkembangan selanjutnya. Perilaku khas yang ditunjukkan oleh remaja seringkali menjadi tanda bahwa remaja membutuhkan perlakuan yang berbeda dari anak-anak ataupun orang dewasa. Pada masa ini remaja mengalami lima perubahan, yaitu: emosi, fisik, psikologis, sosial dan perubahan nilai-nilai orang dewasa. D. Layanan Bimbingan 1. Pengertian Bimbingan Layanan bimbingan merupakan bagian integral dari tugas seorang Guru Bimbingan dan Konseling. Bimbingan sebagai sebuah bantuan memiliki definisi yang beragam. Moegiadi (Winkel & Hastuti, 2013: 29) mengatakan bahwa bimbingan merupakan suatu usaha yang ditujukan guna melengkapi seseorang dengan pengetahuan, pengalaman, dan informasi tentang dirinya sendiri. Crow & Crow (Prayitno, 2004: 94) mengatakan bahwa “Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan oleh seseorang, lakilaki atau perempuan, yang memiliki kepribadian yang memadai dan terlatih dengan baik kepada individu-individu setiap usia untuk membantunya mengatur kegiatan hidupnya sendiri, mengembangkan pandangan hidupnya sendiri, membuat keputusan sendiri dan menanggung bebannya sendiri.”

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 Berdasarkan pengertian bimbingan yang dijelaskan di atas, dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan sebagai proses bantuan. Bimbingan dalam institusi pendidikan sebagai usaha yang dilakukan oleh Guru Bimbingan dan Konseling dalam membantu peserta didiknya dalam mengembangkan kemampuan yang ada dalam dirinya. Kemampuan dalam diri peserta didik meliputi bidang pribadi, sosial, belajar, dan karier. 2. Bimbingan Pribadi-Belajar Bidang bimbingan dikenal dalam empat bidang, yaitu bimbingan pribadi, sosial, belajar, dan karier. Menurut Winkel & Hastuti (2013), bimbingan pribadi merupakan bimbingan yang diberikan bagi peserta didik dalam menghadapi keadaan batinnya dan mengatasi berbagai pergumulan dalam batinnya. Pengertian lain dijelaskan oleh Sukardi (2002) yang mengatakan bahwa bimbingan pribadi sebagai upaya membantu siswa menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan, mandiri, dan sehat secara jasmani dan rohani. Adapun layanan bimbingan di bidang belajar. Menurut Sukardi (2002), bimbingan belajar merupakan layanan bantuan bagi siswa untuk mengembangkan diri, sikap, dan kebiasaan belajar yang baik untuk menguasai materi dan keterampilan. Istilah lain yang digunakan untuk menjelaskan bimbingan belajar adalah bimbingan akademik. Winkel & Hastuti (2013) menjelaskan bahwa bimbingan akademik merupakan bimbingan dalam hal menemukan cara belajar yang tepat, baik dalam memilih program studi ataupun mengatasi kesulitan dalam belajar.

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 Bimbingan pribadi dan belajar adalah dua hal yang berbeda namun saling berkaitan. Dalam kerangka bimbingan dan konseling, penting bagi seorang Guru BK untuk mampu menjalankan layanan bimbingan pribadi dan belajar kepada peserta didiknya. Berdasarkan penjelasan menurut beberapa ahli mengenai bimbingan pribadi dan belajar, dapat disimpulkan bahwa bimbingan pribadi-belajar merupakan upaya bantuan yang diberikan oleh Guru BK kepada peserta didiknya guna memahami diri, mengembangkan sikap, dan mengatasi pergumulan batinnya serta membantu peserta didik untuk menemukan cara belajar yang tepat dan mampu mengatasi kesulitan dalam belajar. 3. Fungsi Layanan Bimbingan Prayitno (2009) menjelaskan fungsi pokok layanan bimbingan, yaitu: a. Fungsi pemahaman Fungsi pemahaman dalam layanan bimbingan dimaksudkan agar peserta didik semakin memiliki pemahaman yang baik akan diri, permasalahan, dan lingkungan secara lebih luas termasuk lingkungan belajarnya. b. Fungsi pencegahan (preventif) Fungsi pencegahan dimaksudkan sebagai upaya agar permasalahan tidak terjadi pada diri peserta didik. Dalam fungsi pencegahan, bantuan yang diberikan agar peserta didik terhindar dari berbagai ancaman yang dapat menghambat perkembangannya.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 4. Jenis-Jenis Bimbingan Menurut Winkel & Hastuti (2013), macam bimbingan dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu: a. Bentuk-bentuk bimbingan Bentuk bimbingan merupakan pengelompokkan jenis layanan bimbingan berdasarkan jumlah orang yang dibimbing. Terdapat dua bentuk layanan bimbingan yaitu: 1) Bimbingan individual/perorangan Bimbingan individual/perorangan merupakan layanan bimbingan yang diberikan oleh Guru BK kepada satu siswa. 2) Bimbingan tidak langsung Bimbingan kelompok merupakan layanan bimbingan yang diberikan oleh Guru BK kepada lebih dari satu siswa, entah kelompok kecil, agak besar, atau sangat besar. b. Sifat-sifat bimbingan Sifat bimbingan merupakan pengelompokkan jenis layanan bimbingan berdasarkan tujuan yang hendak dicapai dari layanan tersebut. Terdapat empat istilah dalam sifat bimbingan yaitu: 1) Bimbingan preventif Bimbingan yang tujuan utamanya adalah membekali siswa agar lebih siap menghadapi tantangan di masa mendatang dan mampu mencegah timbulnya suatu masalah.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 2) Bimbingan persevatif Bimbingan yang memiliki tujuan untuk mendampingi siswa supaya perkembangannya berlangsung secara optimal. 3) Bimbingan kuratif Bimbingan yang tujuan utamanya adalah untuk membantu siswa mengoreksi perkembangan yang tidak sesuai alurnya. 4) Bimbingan pemeliharaan Bimbingan pemeliharaan adalah bimbingan yang memiliki tujuan untuk tetap menjaga kondisi perkembangan siswa pada jalur yang positif. c. Ragam bimbingan Istilah ragam bimbingan ingin menjelaskan mengenai bidang atau aspek perkembangan tertentu yang menjadi fokus perhatian dalam layanan bimbingan. Bidang bimbingan dapat dikelompokkan menjadi empat yaitu, bidang pribadi, sosial, belajar, dan karier. E. Kajian Penelitian yang Relevan Berdasarkan penelitian Oetami & Yuniarti (2011) yang berjudul “Orientasi Kebahagiaan Siswa SMA, Tinjauan Psikologi Indigenous pada Siswa Laki-Laki dan Perempuan", didapatkan hasil bahwa peristiwa yang paling membuat perempuan bahagia adalah peristiwa yang berhubungan dengan keluarga, mencintai dan dicintai, serta uang. Relevansi penelitian di atas dengan penelitian ini terletak pada subyek penelitian yaitu siswa SMA.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 Perbedaannya pada penelitian di atas meneliti orientasi kebahagiaan sedangkan penelitian ini meneliti kebahagiaan belajar. Penelitian lain yang dilakukan oleh Sativa & Helmi (2013) dengan judul “Syukur dan Harga Diri dengan Kebahagiaan Remaja” menyebutkan bahwa bersyukur merupakan faktor yang tidak terlalu dominan dalam mempengaruhi kebahagiaan remaja dengan persentase 6,5%. Relevansi penelitian di atas dengan penelitian ini terletak pada faktor yang mempengaruhi kebahagiaan. Perbedaannya terletak pada jenis penelitian dimana penelitian di atas adalah mengukur korelasi sedangkan penelitian ini mendeskripsikan variabel kebahagiaan belajar. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Mawarsih, Susilaningsih, & Hamidi (2013), didapatkan hasil bahwa perhatian dari orangtua menjadi dan motivasi belajar menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa dengan persentase 23,76%. Relevansi penelitian di atas dengan penelitian ini terletak pada subyek penelitian yaitu siswa SMA. Perbedaannya terletak pada variabel penelitian yang dibahas. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Lestari (2005), diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh waktu belajar siswa terhadap prestasi atau hasil belajarnya. Relevansi penelitian ini terdapat pada belajar sebagai salah satu komponen yang dibahas. Perbedaannya terletak pada subyek penelitian dimana Lestari (2005) menggunakan siswa SMP sebagai subyek penelitian.

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 F. Kerangka Pikir Pada bagian ini dipaparkan mengenai kerangka pikir peneliti. Kebahagiaan menurut Seligman (Arif, 2016) memiliki lima aspek. Kelima aspek tersebut apabila mampu dirasakan oleh seseorang atau dialami oleh seseorang dapat mendorong orang untuk merasakan kebahagiaan dalam hidupnya. Agar lebih mudah untuk dipahami, kerangka pikir penelitian dapat dilihat dalam gambar 2.1 berikut ini. Asumsi Awal ` Tingkat Kebahagiaan Belajar Siswi SMA Rendah Topik-Topik Bimbingan yang diberikan BK di Sekolah Aspek Kebahagiaan menurut Seligman (Arif, 2016) 1. Emosi Positif 2. Keterlibatan 3. Hubungan yang Positif 4. Memaknai Hidup 5. Prestasi Tingkat Kebahagiaan Belajar Siswi SMA Usulan Topik-Topik Bimbingan Pribadi-Belajar untuk Meningkatkan Kebahagiaan Belajar Siswi Kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 Gambar 2.1 Skema Kerangka Pikir

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab ini diuraikan beberapa hal yang berkaitan dengan metodologi penelitian, yaitu jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, subyek penelitian, variabel penelitian, teknik dan instrumen pengumpulan data, validitas dan reliabilitas instrumen, dan teknik analisis data. A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Menurut Borg dan Gall (Sugiyono, 2015: 13) metode penelitian kuantitatif disebut sebagai metode positivistik karena berlandaskan pada filsafat positivisme. Metode ini disebut juga sebagai metode ilmiah atau scientific karena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkret atau empiris, obyektif, terukur, rasional, dan sistematis. Penelitian deskriptif adalah metode penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada baik yang berlangsung saat ini atau masa lampau (Hamdi, 2014: 5). Menurut Nazir (Hamdi, 2014: 5), tujuan penelitian deskriptif adalah untuk membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara faktual, akurat mengenai fakta, sifat, atau hubungan antar fenomena yang diselidiki. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran tingkat kebahagiaan belajar siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019. Berdasarkan hasil penelitian, akan diusulkan topik-topik Bimbingan yang bersumber dari hasil survei kebutuhan. 43

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 B. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat pelaksanaan penelitian di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta yang beralamatkan di Jl. DR. Sutomo 16 Yogyakarta. Sekolah milik yayasan Tarakanita ini merupakan sekolah homogen putri. Penelitian ini dimulai dengan menyusun proposal penelitian yang dilakukan pada bulan Agustus sampai dengan September tahun 2018. Pada bulan November peneliti menyusun instrumen penelitian dan dilanjutkan pengumpulan data yang dilakukan pada hari Senin, 10 Desember 2018. C. Subyek Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian dengan menggunakan sampel. Sugiyono (2015) menjelaskan bahwa sampel penelitian merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dipilih dari populasi. Sampel penelitian mencakup siswi kelas XI yang berada di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta yang ada di tiga kelas yaitu kelas XI MIPA 2, XI IPS 2, dan XI Bahasa dengan rentang usia antara 14-16 tahun. Sejatinya jumlah siswi dari ketiga kelas yang menjadi subyek penelitian berjumlah 106 siswi. Namun karena ada beberapa siswi yang tidak masuk ketika penelitian dilaksanakan, subyek penelitian berjumlah 98 siswi. Tabel 3.1 Data Subyek Penelitian No. 1. 2. 3. Kelas Peminatan Kelas XI MIPA Kelas XI IPS Kelas XI Bahasa Jumlah Siswi 37 siswi 39 siswi 22 siswi

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 D. Variabel Penelitian Variabel penelitian merupakan atribut seseorang atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan dari orang yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2015: 61). Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah kebahagiaan belajar. Kebahagiaan belajar merupakan suatu keadaan dimana individu merasa damai, memperoleh apa yang diinginkan, dan terbebas dari sesuatu yang tidak menyenangkan pada saat proses belajar yang pada akhirnya membuat ia mampu menjalani proses belajar dengan baik dan penuh makna. Peneliti ingin melihat tingkat kebahagiaan belajar siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019. Terdapat lima aspek dalam kebahagiaan menurut Seligman (Arif, 2016: 41) yaitu, emosi positif, keterlibatan, hubungan yang positif, memaknai hidup, dan prestasi. Kelima aspek inilah yang akan dijadikan dasar dalam penyusunan dan pengembangan instrumen penelitian. E. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan data dengan cara menyebarkan instrumen penelitian kepada subyek penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa skala. Menurut Azwar (1999) skala merupakan alat ukur psikologi yang digunakan untuk mengukur aspek afektif. Skala psikologi sebagai alat ukur memiliki karakteristik yang berbeda dengan alat ukur yang lain.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 Periantalo (2015: 3-4) menjelaskan empat karakteristik skala psikologi, yaitu: a. Mengungkap aspek non-kognitif. Skala psikologi sebagai alat ukur tidak mengungkap aspek kognitif/pengetahuan melainkan mengungkap aspek afektif dan perilaku. b. Aspek yang diungkap melalui item. Ungkapan tersebut diwakili oleh item-item pernyataan yang berasal dari indikator afeksi/perilaku. Itemitem tersebut kemudian mengalami seleksi baik secara kuantitatif maupun kualitatif. c. Menghasilkan skor. Artinya, skala psikologi merupakan bagian dari pengukuran psikologi yang menghasilkan skor/capaian. Skor tersebut kemudian dianalisis dan dikategorisasikan dalam sebuah kriteria tertentu. d. Melalui proses psikometris. Artinya, skala psikologi diuji cobakan melalui proses yang dimulai dari penetapan konstrak yang hendak diungkap. Konstrak kemudian menghasilkan indikator afaksi/perilaku. Indikator kemudian menghasilkan item-item pernyataan. Item-item tersebut kemudian dianalisa dan diuji coba pada subyek tertentu yang kemudian diketahui validitas dan reliabilitasnya. Skala yang digunakan dalam penelitian ini berjudul Skala Tingkat Kebahagiaan Belajar. Skala ini disusun oleh peneliti dengan mengacu pada aspek-aspek kebahagiaan. Menurut Seligman (Arif, 2016: 41) terdapat lima

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 aspek kebahagiaan yaitu, emosi positif, keterlibatan, hubungan yang positif, memaknai hidup, dan prestasi. Skala pengukuran yang digunakan oleh peneliti dikembangkan berdasarkan skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2015: 134). Item-item pernyataan yang terdapat pada Skala Tingkat Kebahagiaan Belajar ini berbentuk pernyataan yang dikategorikan menjadi dua jenis yaitu, item favorable dan item unfavorable. Periantalo (2015: 64) menyebutkan bahwa kedua jenis item pada skala Likert harus memiliki jumlah yang satara. Item favorable mencakup pernyataan-pernyataan yang bersifat positif atau mendukung indikator dari variabel yang hendak diteliti. Item unfavorable mencakup pernyataanpernyataan yang bersifat negatif atau tidak mendukung indikator pada variabel penelitian. Skala disusun dengan menggunakan model pernyataan. Oleh karena penelitian ini akan mengukur sikap, maka instrumen dalam penelitian ini berupa non-test (Sugiyono, 2015: 174). Dalam instrumen ini disediakan empat alternatif pilihan jawaban yang memiliki gradasi dari yang sangat positif sampai dengan yang sangat negatif. Alternatif pilihan jawaban yang tersedua yaitu, Sangat Sesuai, Sesuai, Tidak Sesuai, dan Sangat Tidak Sesuai. SS : Sangat Sesuai TS : Tidak Sesuai S : Sesuai STS : Sangat Tidak Sesuai

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 Subyek penelitian diminta untuk menjawab pernyataan pada Skala Tingkat Kebahagiaan Belajar dengan memilih salah satu alternatif jawaban dengan membubuhkan tanda centang (√) pada lembar jawaban. Pada skala ini, peneliti tidak mencantumkan alternatif jawaban ragu-ragu. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kecenderungan siswi sebagai subyek penelitian memberikan jawaban yang bersifat netral. Norma skoring yang digunakan dalam pengolahan ini adalah seperti yang disajikan dalam tabel berikut. Tabel 3.2 Norma Skoring Skala Kebahagiaan Belajar Skor No. 1. 2. 3. 4. Alternatif Jawaban Sangat Sesuai Sesuai Tidak Sesuai Sangat Tidak Sesuai Item Favorable 4 3 2 1 Item Unfavorable 1 2 3 4 Skoring dilakukan dengan cara menjumlahkan secara keseluruhan jawaban dari subyek penelitian. Berdasarkan norma skoring pada tabel 3.1 di atas. Semakin banyak jumlah skor yang diperoleh, maka semakin tinggi tingkat kebahagiaan belajar subyek penelitian. Sebaliknya apabila jumlah skor subyek penelitian semakin sedikit, maka semakin rendah pula tingkat kebahagiaan belajarnya. Kisi-kisi Skala Kebahagiaan Belajar sebelum dilakukan penelitian dapat dilihat pada tabel berikut.

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 Tabel 3.3 Kisi-Kisi Skala Kebahagiaan Belajar No. 1. 2. 3. 4. 5. Aspek Indikator Emosi Positif Keterlibatan Hubungan yang Positif Memaknai Hidup Prestasi No item Favorable No item Unfavorable Sukacita dalam belajar Bersyukur dalam belajar 1, 3, 4, 13, 14, 42 2, 18, 19, 44 5, 11, 12,33, 43, 96 7, 8, 73, 75 Kesadaraan dalam belajar Optimis dalam belajar Keterlibatan aktif dalam proses belajar Konsentrasi saat belajar Mengungkapkan ide atau gagasan saat belajar 6, 9, 10, 62 16, 17, 20, 21 15, 52, 53, 63 74, 85, 91, 92 26, 27, 64, 65, 76 24, 25, 54, 86, 90 22, 23, 46 28, 29, 66 32, 55 48, 49 Merasa dihargai oleh orang lain saat belajar Adanya dukungan dari keluarga pada belajar anak 30, 31, 67 Adanya dukungan teman dalam belajar Memperoleh pemahaman baru melalui belajar 79, 80, 81 Memaknai tujuan belajar Mengembangkan diri dalam belajar Mampu mengatasi kesulitan belajar 58, 83, 94 35, 61, 84 59, 95 39, 69 40, 77, 78 41, 45, 89 Total Jumlah Item 12 8 8 8 10 6 4 50, 51, 71 6 36, 47, 68, 70 37, 72, 82, 93 8 38, 56, 57 6 87, 88 34, 60 4 48 item 48 item 6 4 6 96 item

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 F. Validitas dan Reliabilitas Instrumen 1. Validitas Instrumen Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2015: 173). Berdasarkan penjelasan tersebut maka data yang valid adalah data yang sama antara data yang diperoleh atau yang dilaporkan dengan realita yang terjadi pada subyek penelitian. Apabila peneliti melaporkan data yang tidak sesuai dengan keadaan sesungguhnya, maka data tersebut dapat dikatakan tidak valid. Validitas yang diuji dalam instrumen penelitian ini merupakan validitas isi. Validitas isi merupakan validitas yang dihitung melalui pengujian terhadap isi alat ukur dengan analisis rasional dengan cara expert judgement (Azwar, 2009). Instrumen penelitian dibangun dan disusun berdasarkan aspek-aspek yang diukur. Peneliti menggunakan dasar teori mengenai kebahagiaan sebagai aspek yang diukur. Setelah instrumen penelitian tersusun, peneliti kemudian datang kepada dosen pembimbing yaitu Juster Donal Sinaga, M.Pd sebagai expert judgement untuk mengkonsultasikan instrumen yang telah dirancang. Setelah melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing skripsi, ada proses revisi yang harus dilakukan oleh peneliti terhadap instrumen penelitiannya. Proses konsultasi dan revisi berlangsung beberapa kali hingga akhirnya instrumen final selesai disusun.

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 Setelah melakukan uji validitas melalui expert judgement, proses selanjutnya adalah dilakukan uji validitas empiris. Proses penghitungan uji validitas empiris dilakukan dengan cara menghitung korelasi antara masingmasing skor item pernyataan dengan skor keseluruhan. Peneliti menggunakan rumus korelasi Pearson Product Moment dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics version 20. Rumus korelasi Pearson Product Moment tersebut adalah sebagai berikut. 𝑟= 𝑛 ∑ 𝑋𝑌 − (∑ 𝑋)(∑ 𝑌) √{𝑛 ∑(𝑋)2 − (∑ 𝑋)2 }{𝑛 ∑(𝑌)2 − (𝑌)2 } Keterangan: 𝑟 𝑋 = Korelasi produk momen = Nilai setiap butir instrumen 𝑌 = Nilai dari jumlah butir instrumen 𝑋𝑌 = Hasil perkalian antara skor 𝑋 dan 𝑌 𝑁 = Jumlah subyek penelitian Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, data yang diperoleh harus melewati penyaringan dengan menggunakan standar koefisien validitas yang minimal sama dengan 0,30 (Azwar, 2009). Artinya bahwa item pernyataan yang valid adalah item yang memiliki nilai koefisien ≥ 0,30. Sementara item pernyataan yang tidak valid memiliki nilai koefisien ≤ 0,30. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 72 item pernyataan yang valid dan sebanyak 24 item pernyataan yang tidak valid atau gugur.

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 Tabel 3.4 Rekapitulasi Hasil Uji Validitas Skala Kebahagiaan Belajar Nomor Item No. Aspek Indikator Valid 1. Emosi Positif Sukacita dalam belajar Bersyukur dalam belajar 3, 4, 5, 11, 12, 13, 14, 33, 43, 96 2, 18, 73, 75 Kesadaraan dalam belajar Optimis dalam belajar 2. Keterlibatan 4. 5. Hubungan yang Positif Memaknai Hidup Prestasi 1, 42 7, 8, 19, 44 6, 9, 10, 16, 17, 21 15, 52, 53, 63, 74, 85, 91, 92 Keterlibatan aktif dalam 24, 26, 54, 64, proses belajar 65, 76, 86, 90 20, 62 Konsentrasi saat belajar 22, 23, 28, 29, 46, 66 32, 48, 49 - Merasa dihargai oleh orang lain saat belajar Adanya dukungan dari keluarga pada belajar anak 30, 31, 50, 51, 67 68, 72 71 Adanya dukungan teman dalam belajar Memperoleh pemahaman baru melalui belajar 56, 57, 79, 80, 81 34, 60, 87, 88 38 Memaknai tujuan belajar Mengembangkan diri dalam belajar Mampu mengatasi kesulitan belajar 58, 61, 83, 94 35, 84 59, 69, 95 39 40, 45, 77, 78 41, 89 Mengungkapkan ide atau gagasan saat belajar 3. Tidak Valid Total 72 item 25, 27 55 36, 37, 47, 70, 82, 93 - 24 item

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 Pada tanggal 5 Desember 2019, peneliti melakukan uji coba instrumen. Peneliti memilih siswi kelas XI MIPA 1 dan XI IPS 1 SMA Stella Duce 2 Yogyakarta yang berjumlah 72 siswi sebagai subyek uji coba. Dari hasil uji validitas yang dilakukan, terdapat 24 item pernyataan yang tidak valid dari total 96 item pernyataan. Dengan demikian item pernyataan yang valid digunakan untuk penelitian adalah 72 item. Berikut ini akan ditampilkan kisi-kisi final item analisis validitas dalam tabel 3.5.

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 Tabel 3.5 Kisi-Kisi Skala Kebahagiaan Belajar (Final) Nomor Butir No. 1. 2. 3. 4. 5. Aspek Indikator Emosi Positif Keterlibatan Hubungan yang Positif Memaknai Hidup Prestasi Total Jumlah Item Favorable Unfavorable Sukacita dalam belajar 3, 4, 13, 14 5, 11, 12, 33, 43, 96 Bersyukur dalam belajar 2, 18 73, 75 Kesadaraan dalam belajar 6, 9, 10 16, 17, 21 Optimis dalam belajar 15, 52, 53, 63 74, 85, 91, 92 8 Keterlibatan aktif dalam proses belajar 26, 64, 65, 76 24, 54, 86, 90 8 Konsentrasi saat belajar 22, 23, 46 28, 29, 66 Mengungkapkan ide atau gagasan saat belajar 32 Merasa dihargai oleh orang lain saat belajar 30, 31, 67 Adanya dukungan dari keluarga pada belajar anak 68 Adanya dukungan teman dalam belajar 79, 80, 81 Memperoleh pemahaman baru melalui belajar 87, 88 Memaknai tujuan belajar 58, 83, 94 61 Mengembangkan diri dalam belajar 59, 95 69 Mampu mengatasi kesulitan belajar 40, 77, 78 45 10 4 28 6 6 17 48, 49 3 50, 51 5 72 2 12 56, 57 5 34, 60 4 8 38 item 4 3 7 4 34 item 72 item

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 2. Reliabilitas Instrumen Reliabilitas merupakan tingkat kepercayaan terhadap hasil pengukuran (Azwar, 1992). Menurut Sugiyono (2015: 172), instrumen penelitian yang reliabel adalah instrumen yang dapat digunakan secara berulang guna mengukur variabel yang sama dan akan menghasilkan data yang sama pula. Perhitungan indeks reliabilitas instrumen penelitian ini menggunakan pendekatan koefisien Alpha Cronbach. Menurut Azwar (2009), rumus koefisien Alpha Cronbach (α) adalah sebagai berikut. α = 2 (1 − 𝑆21 + 𝑆22 𝑆2𝑥 Keterangan rumus: ) α : Reliabilitas skala 𝑆12 dan 𝑆22 : Varians skor belahan 1 dan varians skor belahan 2 𝑆𝑥2 : Varians skor skala Dalam penelitian ini uji reliabilitas instrumen penelitian dilakukan menggunakan program IBM SPSS Statistics version 20. Dari hasil perhitungan, diperoleh skor yang ditampilkan pada tabel 3.6 berikut ini. Tabel 3.6 Reliabilitas Skala Kebahagiaan Belajar Cronbach's N of Items Alpha ,947 72

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Hasil perhitungan indeks reliabilitas kemudian diklasifikasikan ke dalam kategorisasi kriteria Guilford (Masidjo, 1995: 209). Kriteria kualifikasi reliabilitas tersebut dapat dilihat pada tabel 3.7 berikut ini. Tabel 3.7 Kriteria Guilford No. Koefisien Korelasi Kualifikasi 1. 2. 3. 4. 5. 0,91 – 1,00 0,71 – 0,91 0,41 – 0,70 0,21 – 0,40 < 0,20 Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Hasil uji reliabilitas instrumen kemudian dikategorisasikan ke dalam kriteria Guilford. Hasil ketogerisasi menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas terhadap 72 item pernyataan yang valid memperoleh nilai koefisien 0,947. Artinya bahwa instrumen penelitian ini termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Dengan kata lain instrumen penelitian ini memiliki tingkat keajegan yang sangat tinggi. G. Teknik Analisis Data Analisis data merupakan kegiatan mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis subyek penelitian, mentabulasi data, dan menyajikannya secara teliti (Sugiyono, 2015: 207). Dikarenakan penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif, maka teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik. Jenis statistik yang digunakan adalah statistik deskriptif.

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 Berikut ini akan dijelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini. 1. Tahap Persiapan Pengumpulan Data Penelitian Dalam tahap persiapan pengumpulan data penelitian ini, peneliti melakukan berbagai langkah-langkah seperti berikut. a. Peneliti meminta surat izin untuk melaksanakan penelitian di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma. b. Peneliti kemudian mengajukan surat permohonan penelitian tersebut ke Kepala SMA Stella Duce 2 Yogyakarta. c. Peneliti menyiapkan instrumen penelitian sebagai alat pengumpulan data. d. Peneliti bersama dengan Guru BK SMA Stella Duce 2 Yogyakarta menentukan tanggal untun pengambilan data penelitian. 2. Tahap Pelaksanaan Pengumpulan Data Pengumpulan data penelitian dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2018. Adapun sebanyak 98 siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta yang berpartisipasi menjadi subyek penelitian. Subyek penelitian berasal dari tiga kelas yaitu, kelas XI MIPA 2, kelas XI IPS 2, dan kelas XI Bahasa. Dalam pengambilan data penelitian ini, peneliti dibantu oleh dua orang teman agar proses pengambilan data penelitian dapat berjalan efektif.

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 3. Analisis Data a. Peneliti melakukan skoring pada item Skala Kebahagiaan Belajar dengan cara memberikan nilai dari angka 1 sampai 4 berdasarkan norma skoring yang berlaku. Proses ini dilakukan dengan melihat jenis item pernyataan favorable dan unfavorable. Rincian norma skoring dapat dilihat di tabel 3.2 b. Peneliti kemudian membuat tabulasi data dan menghitung skor masingmasing subyek penelitian serta jumlah skor item dengan menggunakan program Microsoft Excel 2013. c. Peneliti kemudian menganalis data yang diperoleh menggunakan statistik deskriptif dengan menghitung nilai mean, skor maksimum dan minimum, dan standar deviasi. d. Peneliti menyusun kategori tingkat kebahagiaan belajar berdasarkan model distribusi normal. Adapun norma kategorisasi adalah sebagai berikut. Tabel 3.8 Norma Kategorisasi Kebahagiaan Belajar Norma Kategori µ + 1,5 σ < x Sangat Tinggi µ + 0,5 σ < x ≤ µ + 1,5 σ Tinggi µ - 0,5 σ < x ≤ µ + 0,5 σ Sedang µ - 1,5 σ < x ≤ µ - 0,5 σ Rendah X ≤ µ - 1,5 σ Sangat Rendah

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 Keterangan: X maximum : Nilai tertinggi X minimum : Nilai terendah Standar deviasi (σ) : Luas jarak rentangan yang dibagi 6 satuan deviasi sebaran Mean (µ) : Rata-rata dari skor maksimum dan minimum e. Peneliti menerapkan kategori di atas sebagai patokan dalam pengelompokan tingkat kebahagiaan belajar siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019. Pengelompokan dilakukan berdasarkan jumlah item valid sebanyak 72 item. Kategori subyek penelitian diperoleh melalui perhitungan sebagai berikut. Skor maksimum teoretik : 72 × 4 = 288 Skor minimum teoretik : 72 × 1 =72 Luas jarak : 288 – 72 = 216 Standar deviasi (σ) : 216 ÷ 6 = 36 Mean teoretik (µ) : (288 + 72) ÷ 2 = 180 Berdasarkan data penelitian mengenai kebahagiaan belajar yang dianalisis dengan teknik kategorisasi model distribusi normal, tingkat kebahagiaan belajar siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 adalah sebagai berikut.

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 Tabel 3.9 Norma Kategorisasi Kebahagiaan Belajar Siswi Kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 Norma Rentang Skor Kategori µ + 1,5 σ < x 235 – 288 Sangat Tinggi µ + 0,5 σ < x ≤ µ + 1,5 σ 199 – 234 Tinggi µ - 0,5 σ < x ≤ µ + 0,5 σ 163 – 198 Sedang µ - 1,5 σ < x ≤ µ - 0,5 σ 127 – 162 Rendah X ≤ µ - 1,5 σ 72 – 126 Sangat Rendah f. Setelah mengelompokkan tingkat kebahagiaan belajar, peneliti mengelompokkan skor item pernyataan yang telah diisi oleh subyek penelitian. Peneliti hendak menyusun kategorisasi perolehan skor pada item pengukuran dengan menggunakan norma yang sama. Hal ini dilakukan guna mengetahui item pernyataan mana saja yang menunjukkan item yang sangat tinggi sampai item mana saja yang menunjukkan item sangat sangat rendah. g. Mencari kategori tinggi rendahnya skor masing-masing item pernyataan secara keseluruhan didapat dari jumlah subyek yang mengisi Skala Kebahagiaan Belajar yaitu 98 siswi. Adapun kategorisasi perolehan skor item dilakukan melalui perhitungan berikut ini. Skor maksimum teoretik : 98 × 4 = 392 Skor minimum teoretik : 98 × 1 =98 Luas jarak : 392 – 98 = 294 Standar deviasi (σ) : 294 ÷ 6 = 49 Mean teoretik (µ) : (392 + 98) ÷ 2 = 245

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 Hasil perhitungan analisis data skor Skala Kebahagiaan Belajar ditampilkan berdasarkan norma kategorisasi item kebahagiaan belajar siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 sebagai berikut. Tabel 3.10 Norma Kategorisasi Skor Item Kebahagiaan Belajar Siswi Kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 Norma Rentang Skor Kategori µ + 1,5 σ < x 319 – 392 Sangat Tinggi µ + 0,5 σ < x ≤ µ + 1,5 σ 270 – 318 Tinggi µ - 0,5 σ < x ≤ µ + 0,5 σ 221 – 269 Sedang µ - 1,5 σ < x ≤ µ - 0,5 σ 172 – 220 Rendah X ≤ µ - 1,5 σ 98 – 171 Sangat Rendah h. Peneliti selanjutnya memasukkan item-item pernyataan ke dalam kelompok kategorisasi. Dari proses tersebut akan terlihat item pernyataan mana saja yang menunjukkan kebahagiaan belajar tinggi dan item pernyataan mana saja yang menunjukkan kebahagiaan belajar rendah. Setelah hasil diketahui, item pernyataan yang memiliki capaian skor yang masuk dalam kategori rendah selanjutnya dibahas dan dikembangkan menjadi dasar usulan topik-topik bimbingan pribadibelajar.

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini diuraikan hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian kebahagiaan belajar. A. Hasil Penelitian Hasil penelitian menjawab rumusan masalah penelitian, yaitu: 1. Tingkat Kebahagiaan Belajar Siswi Kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019. Berdasarkan data penelitian yang diperoleh melalui penyebaran Skala Kebahagiaan Belajar pada subyek penelitian, dapat dilihat bahwa gambaran kebahagiaan belajar siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 adalah sebagai berikut. Tabel 4.1 Kategorisasi Kebahagiaan Belajar Siswi Kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 Kategori Interval Frekuensi Persentase Sangat Tinggi 235 – 288 2 2,04% Tinggi 199 – 234 65 66,32% Sedang 163 – 198 30 30,61% Randah 127 – 162 1 1,02% Sangat Rendah 72 – 126 0 0% Kategorisasi kebahagiaan belajar siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 apabila digambarkan dalam bentuk diagram dapat dilihat pada grafik berikut ini. 62

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 66,32% 70 60 50 40 30,61% 30 20 10 2,04% 1,02% 0% 0 Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Grafik 4.1 Kategorisasi Kebahagiaan Belajar Siswi Kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 Berdasarkan grafik 4.1 di atas, dapat dilihat bahwa: a. Terdapat 2,04% atau 2 siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 yang menunjukkan kebahagiaan belajar berada pada kategori sangat tinggi. b. Terdapat 66,32% atau 65 siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 yang menunjukkan kebahagiaan belajar berada pada kategori tinggi. c. Terdapat 30,61% atau 30 siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 yang menunjukkan kebahagiaan belajar berada pada kategori sedang.

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 d. Terdapat 1,02% atau 1 siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 yang menunjukkan kebahagiaan belajar berada pada kategori rendah. e. Tidak ada atau 0% siswi siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 yang menunjukkan kebahagiaan belajar berada pada kategori sangat rendah. 2. Capaian Skor Butir-Butir Pengukuran Kebahagiaan Belajar yang Teridentifikasi Rendah Sebagai Dasar Usulan Topik-Topik Bimbingan Pribadi-Belajar Hasil perhitungan skor item-item pengukuran kebahagiaan belajar siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 dikategorikan berdasarkan kategorisasi berikut. Tabel 4.2 Distrubusi Perolehan Skor Item Kebahagiaan Belajar Siswi Kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 Kategori Interval Frekuensi Persentase Nomor Item Sangat Tinggi 319 – 392 16 item 22,22% 1,3,8,14,19, 33, 37, 45, 50, 55, 56, 57, 58, 59, 65, 68 Tinggi 270 – 318 31 item 43,05% 2, 5, 6, 7, 9, 12, 13, 18, 20, 22, 23, 24, 25, 26, 30, 32, 34, 35, 36, 40, 46, 49, 52, 53, 60, 62, 63, 64, 67, 69, 71 Sedang 221 – 269 16 item 22,22% 11, 16, 28, 29, 31, 39, 41, 42, 43, 44, 47, 48, 51, 54, 66, 70 Rendah 172 – 220 9 item 12,5% 4, 10, 15, 17, 21, 27, 38, 61, 72 Sangat Rendah 98 – 171 0 item 0% -

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 Kategorisasi skor item kebahagiaan belajar siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 apabila digambarkan dalam bentuk diagram dapat dilihat pada grafik berikut ini. 35 43,05% 30 25 20 22,22% 22,22% 15 12,5% 10 5 0% 0 Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Grafik 4.2 Kategorisasi Skor Item Kebahagiaan Belajar Siswi Kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019 Berdasarkan grafik 4.2 di atas, dapat dilihat bahwa: a. Terdapat 22,22% atau 16 item pernyataan Skala Kebahagiaan Belajar yang berada pada kategori sangat tinggi. b. Terdapat 43,05% atau 31 item pernyataan Skala Kebahagiaan Belajar yang pada kategori tinggi. c. Terdapat 22,22% atau 16 item pernyataan Skala Kebahagiaan Belajar yang berada pada kategori sedang.

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 d. Terdapat 12,5% atau 9 item pernyataan Skala Kebahagiaan Belajar yang berada pada kategori rendah. e. Tidak ada atau 0% item pernyataan Skala Kebahagiaan Belajar yang berada pada kategori sangat rendah. Berdasarkan uraian hasil di atas, dapat disimpulkan bahwa item-item pernyataan dalam Skala Kebahagiaan Belajar sebagian besar berada pada kategori sangat tinggi dan tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 memahami dan dapat menjalankan aspek-aspek kebahagiaan dengan baik, khususnya dalam hal belajar. Adapun item-item pernyataan yang berada pada kategori rendah akan dijadikan sebagai dasar penyusunan topik-topik bimbingan pribadi-belajar. Item-item yang berada pada kategori rendah dapat dilihat pada tabel 4.3.

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 Tabel 4.3 Item-Item Skala Kebahagiaan Belajar Kategori Rendah No. Nomor Item Aspek Indikator Pernyataan Skor 4 Emosi positif Sukacita dalam belajar Belajar di dalam kelas membuat saya mengantuk 210 2. 10 Emosi positif Sukacita dalam belajar Saya merasa kurang bersemangat katika jam pelajaran memasuki siang hari 178 3. 15 Emosi positif 4. 17 Emosi positif 5. 21 Emosi positif 6. 27 Emosi positif 7. 38 Emosi positif 61 Memaknai Memaknai tujuan hidup belajar 1. 8. 9. 72 Hubungan yang positif Sukacita dalam belajar Kesadaran penuh dalam belajar Kesadaran penuh dalam belajar Sukacita dalam belajar Terlalu banyak aturan membuat saya kurang nyaman saat belajar Ketika belajar, saya sering memikirkan hal lain di luar pelajaran Optimis dalam belajar Adanya dukungan dari pihak keluarga dalam belajar anak 196 210 Saya mudah merasa bosan ketika belajar di dalam kelas 213 Saya biasanya mengeluh jika terlalu banyak tugas dari Bapak/Ibu Guru 191 Ketika mengerjakan soal, saya sering ragu dengan jawaban yang saya pilih 214 Saya mengerjakan tugastugas sekolah agar tidak mendapat hukuman dari Guru 217 Saya kesal jika dibandingkan dengan saudara, kakak, atau adik dalam hal belajar 181

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 B. Pembahasan 1. Deskripsi Kebahagiaan Belajar Siswi Kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebahagiaan belajar siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 sebagian besar berada pada tingkat yang tinggi dengan persentase 66,32%. Tetapi juga masih terdapat siswi yang kebahagiaan belajarnya berada pada tingkat sedang dan rendah. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan asusmi awal dari peneliti. Sebelum melakukan penelitian, peneliti berasumsi bahwa cukup banyak siswi kelas XI di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 yang tidak bahagia dalam belajar. Dengan hasil penelitian ini, dapat diartikan bahwa sebagian besar siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 mampu merasakan kebahagiaan ketika melakukan proses belajar. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti melihat ada dua hal yang menyebabkan penelitian ini mengungkap hasil tersebut. Pertama, peneliti melihat bahwa hasil penelitian kurang mencerminkan kenyataan sesungguhnya terkait dengan kebahagiaan belajar. Siswi pastinya ingin menampilkan diri mereka yang baik adanya walaupun sebenarnya kurang sesuai dengan keadaanya saat itu. Kedua, peneliti melihat terdapat faktor lain yang berperan dalam membuat siswi bahagia dalam belajar seperti relasi Guru dan siswi yang akrab dan perasaan positif dalam diri siswi saat penelitian dilakukan.

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari item pernyataan yang capaian skornya sangat tinggi dan tinggi merupakan item yang termasuk dalam lima aspek kebahagiaan menurut Seligman (Arif, 2016: 41). Dari kelima aspek tersebut, aspek emosi positif dan hubungan yang positif menjadi item yang dominan dalam menentukan kebahagiaan belajar siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019. Secara lebih spesifik, peristiwa yang membuat siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 bahagia dalam belajar adalah perasaan senang ketika belajar, mensyukuri keadaan selama proses belajar, adanya kesadaran untuk belajar, dan sikap optimis dengan wujud keyakinan dapat belajar dengan baik. Menurut Seligman (2005), kebahagiaan seseorang dapat ditentukan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Peristiwa yang teridentifikasi mendorong terciptanya kebahagiaan belajar siswi seperti di atas termasuk dalam faktor internal atau yang berasal dari dalam diri. Artinya bahwa faktor internal memiliki pengaruh yang lebih besar dalam membuat siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 merasa bahagia dalam belajar. Hasil ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Oetami & Yuniarti (2011) yang meneliti mengenai orientasi kebahagiaan remaja lakilaki dan perempuan. Dalam penelitiannya, Oetami & Yuniarti (2011) menyebutkan bahwa peristiwa yang paling dominan membuat perempuan bahagia adalah keluarga dengan persentase 34,9%. Peristiwa yang berkaitan

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 dengan keluarga antara lain, kebersamaan dengan keluarga, bertemu orangtua, liburan dengan keluarga, memiliki orangtua yang baik, membahagiakan orangtua, dan memiliki keluarga yang haromis. Peristiwa mencintai dan dicintai dengan persentase 26,4%. Peristiwa mencintai dan dicintai teridentifikasi pada perasaan dicintai, diterima orang lain, kebersamaan dengan orang dekat, dan memaafkan. Kemudian ada faktor uang dengan persentase 3%. Penelitian lain yang dilakukan oleh Sativa & Helmi (2013) yang mengungkap bahwa bersyukur adalah faktor yang tidak terlalu dominan dalam mempengaruhi kebahagiaan remaja. Bersyukur hanya memiliki persentase sebesar 6,5% dalam mempengaruhi kebehagiaan. Data hasil penelitian Sativa & Helmi (2013) tersebut selaras dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Dalam penelitian ini, didapatkan hasil bahwa item pernyataan yang berkaitan dengan rasa syukur hanya ada dua item yang capaian skornya tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 tidak menjadikan bersyukur sebagai faktor dominan yang membuat bahagia dalam belajar. Berkaitan dengan sumber-sumber yang mengakibatkan subyek penelitian mengalami kebahagiaan dalam belajar, diperoleh hasil bahwa siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 melibatkan aspek emosi positif untuk menjadikan dirinya bahagia dalam belajar. Hasil tersebut tercermin dari item yang capaian skornya sangat tinggi didominasi item dari aspek emosi positif. Hasil penelitian ini selaras

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Lu & Shih (1997) yang mengungkap bahwa dari sembilan sumber-sumber kebahagiaan yang dominan, perasaan positif adalah salah satunya. Dari hasil penelitian ini juga dapat dilihat bahwa ada item pernyataan yang capaian skornya rendah dalam menentukan kebahagiaan belajar siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019. Dari sembilan item tersebut, terdapat dua item yang memiliki skor paling sedikit. Kedua item tersebut berkaitan dengan tidak adanya semangat belajar ketika siang hari dan kurangnya dukungan positif dari orangtua karena sering membandingkan subyek penelitian dengan saudara-saudaranya dalam hal belajar. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Mawarsih, Susilaningsih, & Hamidi (2013), salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar peserta didik adalah perhatian dari orangtua. Orangtua yang memperhatikan dan mendukung belajar anaknya memberikan pengaruh sebesar 23,76% dalam menentukan prestasi belajar anak. Hakim (Lestari, 2005: 123) mengatakan bahwa waktu belajar memberikan pengaruh pada keberhasilan belajar seseorang. Penelitian lain yang dilakukan oleh Lestari (2005) mengungkap bahwa waktu belajar pagi hari hari akan membuat peserta didik dapat memperoleh hasil belajar lebih baik. Hasil penelitian Lestari (2005) cukup mendukung item pernyataan yang capaian skornya rendah, salah satunya dalah tidak adanya semangat belajar ketika siang hari.

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 2. Usulan Topik-Topik Bimbingan. Berdasarkan hasil analisis item pernyataan pada Skala Kebahagiaan Belajar, sebagian besar siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 telah menunjukkan kebahagiaan belajar pada kategori tinggi. Selain itu, peneliti juga memperoleh sembilan item pernyataan yang memiliki capaian skor rendah. Item-item yang memiliki skor rendah tersebut teridentifikasi pada nomor item 4, 10, 15, 17, 21, 27, 38, 61, dan 72 atau dapat dilihat pada tabel 4.3. Berdasarkan item-item yang capaian skornya rendah, peneliti mencoba mengusulkan topik bimbingan pribadi-belajar. Usulan topik-topik bimbingan pribadi-belajar ini dimaksudkan agar siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 yang memiliki tingkat kebahagiaan belajar rendah dapat meningkatkannya, sedangkan untuk yang memiliki tingkat kebahagiaan belajar tinggi dapat mempertahankannya. Hal ini penting untuk dilakukan karena proses belajar yang baik diawali dari adanya niat, perasaan senang, dan optimis. Akhirnya proses belajar yang bahagia dapat menghasilkan output berupa bertambahnya pemahaman, prestasi, dan semakin berkembangnya kepribadian. Usulan topik-topik bimbingan pribadi-belajar adalah sebagai berikut.

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 Tabel 4.4 Usulan Topik-Topik Bimbingan Pribadi-Belajar No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Item dengan Skor Rendah Belajar di dalam kelas membuat saya mengantuk (nomor 4) Saya mudah merasa bosan ketika belajar di dalam kelas (nomor 21) Saya merasa kurang bersemangat ketika jam pelajaran memasuki siang hari (nomor 10) Ketika belajar, saya sering memikirkan hal lain di luar pelajaran (nomor 17) Terlalu banyak aturan membuat saya kurang nyaman saat belajar (nomor 15) Ketika mengerjakan soal, saya sering ragu dengan jawaban yang saya pilih (nomor 38) Saya biasanya mengeluh jika terlalu banyak tugas dari Bapak/Ibu Guru (nomor 27) Saya mengerjakan tugastugas agar ridak mendapat hukuman dari Guru (nomor 61) Saya kesal jika dibandingkan dengan saudara, kakak, atau adik dalam hal belajar (nomor 72) Indikator Judul Topik Bimbingan Sukacita dalam belajar Kesadaran penuh dalam belajar Aku Pelajar Semangat Belajar Sukacita dalam belajar Kesadaran penuh dalam belajar Aku Fokus Belajar Sukacita dalam belajar Optimis dalam belajar Mantap Memilih Jawaban Sukacita dalam belajar Tugas? Siapa Takut! Memaknai tujuan belajar Adanya dukungan dari pihak keluarga dalam belajar anak Aku Bisa Karena Aku Mampu

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP Bab ini memuat simpulan, keterbatasan penelitian, dan saran berdasarkan hasil penelitian Tingkat Kebahagiaan Belajar Siswi Kela XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019. A. Simpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kebahagiaan belajar sebagian besar siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 berada pada kategori tinggi. Namun juga masih ada beberapa siswi yang kebahagiaan belajarnya berada pada kategori rendah. Berkaitan dengan hasil analisis skor item pernyataan, terdapat sembilan item pernyataan yang memiliki capaian skor rendah. Dari sembilan item pernyataan tersebut, sebanyak tujuh item termasuk dalam aspek emosi positif. Apabila dilihat secara rinci, emosi positif yang dimaksud seperti, tidak adanya semangat siswi dalam belajar, perasaan ragu, mudah merasa bosan, kurang nyaman, dan mengantuk, serta keluhan terhadap banyaknya tugas sekolah. Satu item merupakan aspek hubungan yang positif yaitu kurangnya dukungan dari orangtua dalam belajar anak. Satu aspek lainnya adalah memaknai hidup yaitu siswi yang mengerjakan tugas hanya agar tidak dimarahi oleh Bapak/Ibu Guru. Berdasarkan hasil di atas, peneliti mencoba untuk mengusulkan topiktopik bimbingan pribadi-belajar berdasarkan item yang capaian skornya rendah. Beberapa topik bimbingan pribadi-belajar yang diusulkan seperti, “Aku Pelajar 74

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 Semangat Belajar”, “Aku Fokus Belajar”, “Tugas? Siapa Takut!”, “Mantap Memilih Jawaban”, dan “Aku Bisa Karena Aku Mampu”. Usulan topik-topik bimbingan pribadi-belajar yang telah peneliti usulkan kiranya dapat menjadi bahan pertimbangan sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian ini. B. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan sesuai dengan kaidah dan prosedur ilmiah yang ada. Namun, peneliti juga menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang terjadi dalam penelitian ini. Kekurangan dalam penelitian ini menjadi sebuah keterbatasan yang tidak dapat dihindari oleh peneliti. Berikut ini merupakan beberapa keterbatasan penelitian yang peneliti sadari. 1. Pada penelitian ini, peneliti hanya menggunakan satu dasar teori dari satu tokoh yaitu Martin Seligman dengan teorinya “Authentic Happiness”. 2. Pencarian sumber pustaka lain yang sesuai dengan variabel penelitian ini sangat terbatas. Hal ini dikarenakan lebih banyak sumber pustaka yang meneliti kebahagiaan secara umum, sedangkan peneliti mengangkat variabel penelitian kebahagiaan belajar. 3. Instrumen penelitian yang disusun belum sepenuhnya dapat menggambarkan aspek-aspek yang mencakup kebahagiaan belajar siswi kelas XI SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019. 4. Skala Kabahagiaan Belajar hanya dikonsultasikan kepada dosen pembimbing yang dianggap sebagai expert judgement. Peneliti tidak mengkonsultasikan kepada ahli lain yang terkait dengan fokus penelitian.

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 5. Waktu yang terbatas ketika menyebar Skala Kebahagiaan Belajar. Ketika peneliti menyebar instrumen penelitian, subyek penelitian sedang mengikuti kegiatan class meeting. Hal ini menyebabkan tidak sedikit siswi yang mengisi Skala Kebahagiaan Belajar tidak sesuai dengan keadaan dirinya. C. Saran Berikut adalah beberapa saran dari hasil penelitian ini bagi pihak-pihak yang terkait. 1. Bagi Guru Bimbingan dan Konseling SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Bagi Bapak/Ibu Guru Bimbingan dan Konseling di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta, anda dapat menyusun topik-topik bimbingan pribadi-belajar yang didasarkan pada kebutuhan siswi saat itu. Sebagai contoh penyusunan topik bimbingan yang dapat membantu siswi kelas XI semakin nyaman untuk belajar sehingga siswi merasakan kebahagiaan dalam belajarnya. Tujuannya agar program bimbingan dapat dilaksanakan secara efektif. 2. Bagi peneliti lain Untuk memperoleh hasil penelitian yang lebih baik, ada beberapa saran yang baik untuk diperhatikan oleh peneliti lain. Berikut adalah beberapa saran peneliti bagi peneliti lain. a. Peneliti dapat mengumpulkan data/informasi dari subyek penelitian dengan melakukan observasi yang intensif dan juga wawancara. b. Peneliti lain juga dapat mencari sumber pustaka yang dapat mendukung penelitian yang dilakukan. Lebih baik apabila peneliti menggunakan beberapa landasan teori yang dibandingkan isinya.

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 DAFTAR PUSTAKA Ali, M & Ansori, M. (2010). Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik Cetakan keenam. Jakarta: Bumi Aksara. Arif, I.S. (2016). Prikologi Positif: Pendekatan Saintifik Menuju Kebahagiaan. Jakarta: PT. Gramedia. Azwar, S. (1992). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. ______. (1999). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. ______. (2009). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Badan Pusat Statistik. (2017). Indeks Kebahagiaan Indonesia Tahun 2017. No. 79/08/Th XX, 15 Agustus 2017. Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS). Djamarah, S.B. (2011). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Hamdi, A,S. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif Aplikasi dalam Pendidikan. Yogyakarta: Deepublish. Herbyanti, D. (2009). Kebahagiaan (Happiness) pada Remaja Di Daerah Abrasi [Versi elektronik]. Indigenous, Jurnal Ilmiah Berkala Psikologi, 11, 60-73. Hurlock, E.B. (1992). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Terjemahan). Jakarta: Erlangga. Khairani, M. (2014). Psikologi Belajar. Yogyakarta: Aswaja Pressindo. Kusdiyati, S., Halimah, L., & Faisaluddin. (2011) Penyesuaian Diri di Lingkungan Sekolah pada Siswa Kelas XI SMA Pasundan 2 Bandung [Versi elektronik]. Humanitas, Vol. VIII, No.2, 172-194. Kwartolo, Y. (2007) Mengimplementasikan KTSP dengan Pembelajaran Partisipatif dan Tematik Menuju Sukacita dalam Belajar (Joy in Learning) [Versi elektronik]. Jurnal Pendidikan Penabur. No. 9, Tahun ke-6, 66-80.

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Lestari, I. (2005). Pengaruh Waktu Belajar dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika [Versi elektronik]. Jurnal Formatif. 3(2), 115-125. Lu, L & Shih, J.B. (1997). Source of Happiness: A Qualitative Approach [Versi elektronik]. The Journal of Social Psychology. 137(2), 181-187. Mappiare, A. (1982). Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional. Masidjo. (1995). Penelitian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Mawarsih, S.E., Susilaningsih, & Hamidi, N. (2013). Pengaruh Perhatian Orangtua dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA Negeri Jumapolo [Versi elektronik]. JUPE UNS, Vol.1, No.3, 1-13. Oetami, P & Yuniarti, K.W. (2011). Orientasi Kebahagiaan Siswa SMA, Tinjauan Psikologi Indigenous pada Siswa Laki-Laki dan Perempuan [Versi elektronik]. Humanitas, 8, 106-113. Patnani, M. (2012). Kebahagiaan pada Perempuan [Versi elektronik]. Jurnal Psikogenesis, 1, 56-64. Periantalo, J. (2015). Penyusunan Skala Psikologi: Asyik, Mudah, & Bermanfaat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Pradiansyah, A. (2010). The 7 Laws Of Happiness: Tujuh Rahasia Hidup yang Bahagia. Bandung: PT. Mizan Pustaka. Prayitno & Amti, E. (2004). Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling cetakan kedua. Jakarta: Rineka Cipta. Puspitorini, Y.W. (2012). Tingkah Laku Prososial dan Kebahagiaan. Skripsi Publikasi: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Putra, Y.S. (2016). Theoritical Review: Teori Perbedaan Generasi [Versi elektronik]. Among Makarti, Vol. 9, No. 18, 123-134. San Martin, J., Perles, F., & Canto, J.M. Life Satisfaction and Perception of Happiness among University Students [Versi elektronik]. The Spanish Journal of Psychology, Vol. 13, num 2, pp. 617-628.

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 Santrock, J.W. (2007). Adolescence Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga. Sarwono, S. (2007). Psikologi Remaja. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Sativa, A.R., & Helmi, A.F. (2013). Syukur dan Harga Diri dengan Kebahagiaan Remaja [Versi elektronik]. Wacana Jurnal Psikologi. Vol. 5, No.2 Seligman E.P. (2005). Authentic Happiness: Menciptakan Kebahagiaan dengan Psikologi Positif. Bandung: PT. Mizan Pustaka. Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D) cetakan kedua puluh satu. Bandung: Alfabeta. Sukardi, D.K. (2002). Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta. Suryana, I. (2017). Smart=Happy? Mengungkap Tabir Kecerdasan Dan Kebahagiaan. Bantul: Psikologi Corner. Winkel, W.S., & Hastuti, S. (2013). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan edisi revisi. Yogyakarta: Media Abadi.

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 LAMPIRAN

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 Lampiran 1. Surat Izin Penelitian

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 Lampiran 2. Instrumen Penelitian SKALA KEBAHAGIAAN BELAJAR Disusun oleh: Andreas Purbo A.P 151114039 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2018

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 SKALA KEBAHAGIAAN BELAJAR A. Identitas Kelas : No presensi : Usia : Jenis tinggal : Rumah/Kos/Asrama *Pilih salah satu Tgl pengisian : B. Kata Pengantar Pada kesempatan ini, saya meminta kesediaan teman-teman untuk mengisi skala ini yang bertujuan untuk mengukur kebahagiaan belajar. Saya sangat mengharapkan partisipasi teman-teman untuk mengisi skala ini dengan jujur, teliti, dan sesuai dengan diri serta pengalaman teman-teman. Atas kesediaan teman-teman saya mengucacpkan terima kasih. Semoga Allah menyertai setiap proses belajar teman-teman semua. Amin. C. Petunjuk Pengisian Di bawah ini terdapat sejumlah pernyataan. Bacalah masingmasing pernyataan dengan teliti. Berikan tanda () pada kolom yang telah disediakan sesuai dengan pengalaman teman-teman. Alternatif jawaban yang ada adalah sebagai berikut: 1. Sangat Sesuai : (SS) Hal ini sangat sesuai dengan diri dan pengalaman teman-teman dalam kehidupan sehari-hari. 2. Sesuai (S) : Hal ini sesuai dengan diri dan pengalaman teman-teman dalam kehidupan sehari-hari.

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 3. Tidak Sesuai : (TS) Hal ini tidak sesuai dengan diri dan pengalaman teman-teman dalam kehidupan sehari-hari. 4. Sangat Tidak Sesuai (STS) : Hal ini sangat tidak sesuai dengan diri dan pengalaman teman-teman dalam kehidupan sehari-hari. Langkah-langkah mengisi skala ini secara praktis adalah sebagai berikut: 1. Baca dan pilihlah setiap pernyataan dalam kuesioner ini! 2. Jawablah setiap pernyataan dengan jujur, teliti dan sesuai dengan diri teman-teman! 3. Berilah tanda () pada kolom yang telah disediakan! Contoh: No. Pernyataan Alternatif Jawaban SS 1. Orangtua mengingatkan saya untuk belajar 2. Orangtua saya tidak mengetahui prestasi saya. - Selamat Mengerjakan - S TS   STS

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 No. Pernyataan Alternatif Jawaban SS 1. Saya bangga dapat belajar di SMA Stella Duce2 Yogykarta 2. Saya mensyukuri tugas-tugas yang diberikan oleh Bapak/Ibu guru 3. Saya senang apabila belajar bersama dengan teman-teman 4. 5. Belajar di dalam kelas membuat saya mengantuk Saya mempersiapkan diri dengan baik sebelum mulai belajar 6. Saya senang mengikuti pelajaran di sekolah karena guru mengajar dengan baik 7. Saya senantiasa menikmati proses belajar di sekolah 8. Saya sadar bahwa belajar merupakan hal yang penting 9. Saya mendengarkan dengan seksama saat Bapak/Ibu menjelaskan materi pelajaran 10. Saya merasa kurang bersemangat ketika jam pelajaran memasuki siang hari 11. Saya menghidari membaca buku saat belajar 12. Saya tidak memiliki target saat belajar 13. Saya merasa tertekan saat mengikuti pelajaran di sekolah 14. Saya yakin bahwa saya dapat belajar dengan sungguh-sungguh 15. Terlalu banyak aturan membuat saya kurang nyaman saat belajar 16. Saya sering bingung dengan apa yang sedang saya pelajari 17. Ketika belajar, saya sering memikirkan hal lain di luar pelajaran S TS STS

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 No. Pernyataan Alternatif Jawaban SS 18. Saya bersyukur dengan fasilitas belajar yang ada di sekolah 19. Saya akan bertanya kepada teman atau guru mengenai materi pelajaran yang belum saya mengerti 20. Bagi saya belajar tidak memberi dampak yang banyak bagi hidup saya 21. 22. Saya mudah merasa bosan ketika belajar di dalam kelas Saya berusaha untuk memperhatikan Bapak/Ibu guru yang sedang menjelaskan materi pelajaran 23. Saya dapat fokus belajar di rumah/kos/asrama 24. Saya lebih memilih untuk diam ketika saya tidak mengerti suatu materi pelajaran tertentu 25. Teman-teman saya sering mengajak saya untuk belajar bersama 26. Saya dan teman-teman saling mengingatkan jika ada tugas atau PR 27. Saya biasanya mengeluh jika terlalu banyak tugas dari Bapak/Ibu guru 28. Saya sering melamun ketika mengikuti pelajaran di sekolah 29. Saya kerap sulit untuk memusatkan perhatian saat mengikuti pelajaran di kelas 30. Saat pelajaran di kelas, saya merasa teman-teman menerima kehadiran saya 31. Saya mengeluhkan sarana belajar di sekolah kurang memadai 32. Saya berani untuk mengungkapkan pendapat saya ketika ditanya oleh Bapak/Ibu Guru S TS STS

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 No. Pernyataan Alternatif Jawaban SS 33. Dengan belajar, saya ingin menjadi orang yang memiliki pengetahuan yang luas 34. Saya datang ke perpustakaan untuk mencari buku pelajaran yang mendukung tugas yang saya kerjakan 35. Belajar mendorong saya untuk menjadi pribadi yang semakin bertanggung jawab 36. Saya berusaha untuk mengerjakan tugas sekolah dengan baik untuk menunjukkan bahwa saya mampu untuk belajar dengan baik 37. Bagi saya belajar merupakan proses yang tidak mudah tetapi bermakna 38. Ketika mengerjakan soal, saya sering ragu dengan jawaban yang saya pilih 39. 40. Saya cenderung mengulangi kesalahan yang sama ketika belajar Ketika tidak paham materi pelajaran, saya akan bertanya pada orang lain yang menurut saya lebih memahami materi tersebut 41. Saya takut untuk bertanya kepada Bapak/Ibu Guru terkait dengan materi yang tidak saya mengerti 42. Saya mudah mengingat materi pelajaran yang sebelumnya telah dipelajari 43. Saya kerap kesulitan untuk mengungkapkan pendapat saya di depan banyak orang 44. Saya lebih senang ikut apa yang dikatakan oleh teman 45. Saya sering dimarahi oleh guru saat salah memberikan jawaban 46. Saya sering diolok oleh teman saya karena saya tidak cepat memahami materi pelajaran S TS STS

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 No. Pernyataan Alternatif Jawaban SS 47. Saya sering menyalahkan Guru yang membuat soal ketika nilai ulangan saya jelek 48. Saya tetap belajar mandiri walau Bapak/Ibu guru tidak masuk kelas 49. Saya mampu mencari materi belajar lain di luar buku pelajaran agar saya memahami materi pelajaran 50. Apabila jam pelajaran kosong, saya biasanya pergi ke kantin 51. Walaupun saya belajar giat, saya tetap akan sulit untuk memahami 52. Saya selalu yakin dapat menyelesaikan tugas-tugas sekolah tepat waktu 53. Saya mampu meraih prestasi pada mata pelajaran yang saya sukai dengan kemampuan yang saya miliki 54. Saya lebih mengandalkan teman yang pintar untuk menjelaskan materi pelajaran kepada saya 55. Melalui belajar, saya semakin memperkaya wawasan yang saya miliki 56. Saya merasa teman-teman menjauhi saya ketika belajar 57. Ketika saya tidak mengerti suatu materi, teman saya akan mencemooh saya 58. Bagi saya belajar bukan semata-mata rutinitas seorang pelajar, tetapi merupakan proses yang panjang dalam hidup manusia 59. Nilai bagus yang saya dapatkan mendorong saya semakin percaya diri dalam belajar 60. Setelah belajar saya merasa belum mendapat pemahaman yang berarti S TS STS

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 No. Pernyataan Alternatif Jawaban SS 61. Saya mengerjakan tugas-tugas sekolah agar tidak mendapat hukuman dari Guru 62. Teman-teman saya memberikan pujian apabila saya mendapatkan nilai yang bagus 63. Saya selalu berusaha untuk memahami materi pelajaran yang saya rasa sulit. 64. Saya berinisiatif untuk mencatat materi pelajaran agar dapat dipelajari kembali 65. Apabila teman bertanya, saya berusaha untuk menjelaskan sesuai dengan kemampuan saya 66. Saya lebih senang bergurau dengan teman daripada memperhatikan Guru yang menjelaskan materi pelajaran 67. Teman-teman saya dengan senang hati menjelaskan materi yang kurang saya mengerti 68. Orangtua selalu memberikan motivasi agar saya belajar dengan giat dan tekun 69. Saya baru akan belajar apabila ada yang menyuruh 70. Saya sering merasa tidak yakin dengan tugas yang saya kerjakan 71. Saya sering dimintai pendapat oleh teman ketika belajar bersama 72. Saya kesal jika dibandingkan dengan saudara, kakak, atau adik dalam hal belajar - Terima Kasih – Sukses Selalu - S TS STS

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 Lampiran 3. Hasil Komputasi Uji Validitas Total Instrumen Penelitian Nomor Item 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Parameter Uji Hasil Hitung Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 0,264 0,025 72 0,354 0,002 72 0,408 0,000 72 0,315 0,007 72 0,613 0,000 72 0,369 0,001 72 0,062 0,602 72 0,289 0,014 72 0,440 0,000 72 0,601 0,000 72 0,381 0,001 72 0,341 0,003 72 0,435 0,000 72 Keputusan Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 Nomor Item 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. Parameter Uji Hasil Hitung Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 0,377 0,001 72 0,420 0,000 72 0,445 0,000 72 0,408 0,000 72 0,466 0,000 72 0,248 0,035 72 0,031 0,797 72 0,541 0,000 72 0,531 0,000 72 0,428 0,000 72 0,383 0,001 72 -0,284 0,016 72 0,432 0,000 72 0,066 0,582 72 Keputusan Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 Nomor Item 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. Parameter Uji Hasil Hitung Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 0,453 0,000 72 0,571 0,000 72 0,427 0,000 72 0,382 0,001 72 0,572 0,000 72 0,351 0,003 72 0,557 0,000 72 0,295 0,012 71 0,254 0,032 72 -0,022 0,855 72 0,140 0,241 72 0,288 0,014 72 0,388 0,001 72 0,222 0,060 72 Keputusan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 Nomor Item 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52. 53. 54. 55. Parameter Uji Hasil Hitung Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 0,150 0,209 72 0,426 0,000 72 0,276 0,019 72 0,493 0,000 72 0,302 0,010 72 -0,036 0,766 72 0,373 0,001 72 0,399 0,001 72 0,479 0,000 72 0,520 0,000 72 0,348 0,003 72 0,426 0,000 72 0,390 0,001 72 0,279 0,018 72 Keputusan Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 Nomor Item 56. 57. 58. 59. 60. 61. 62. 63. 64. 65. 66. 67. 68. 69. Parameter Uji Hasil Hitung Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 0,406 0,000 72 0,442 0,000 72 0,511 0,000 72 0,428 0,000 72 0,548 0,000 72 0,327 0,005 72 0,206 0,082 72 0,342 0,003 72 0,570 0,000 72 0,530 0,000 72 0,564 0,000 72 0,304 0,009 72 0,368 0,001 72 0,425 0,000 72 Keputusan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 Nomor Item 70. 71. 72. 73. 74. 75. 76. 77. 78. 79. 80. 81. 82. 83. Parameter Uji Hasil Hitung Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N -0,003 0,980 72 0,060 0,614 72 0,368 0,001 72 0,610 0,000 72 0,388 0,001 72 0,445 0,000 72 0,493 0,000 72 0,532 0,000 72 0,493 0,000 72 0,342 0,003 72 0,550 0,000 72 0,428 0,000 72 0,116 0,332 72 0,518 0,000 72 Keputusan Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 Nomor Item 84. 85. 86. 87. 88. 89. 90. 91. 92. 93. 94. 95. 96. Parameter Uji Hasil Hitung Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N -0,281 0,017 72 0,600 0,000 72 0,520 0,000 72 0,645 0,000 72 0,507 0,000 72 0,242 0,000 72 0,512 0,000 72 0,409 0,000 72 0,553 0,000 72 -0,213 0,073 72 0,459 0,000 72 0,470 0,000 72 0,623 0,000 72 Keputusan Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 Lampiran 4. Tabulasi Data Penelitian Subyek 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Nomor Item 1 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 2 3 3 3 3 3 3 2 2 4 2 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 1 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 2 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 1 4 1 2 3 2 3 2 3 2 2 2 3 3 3 2 1 3 3 2 2 2 2 2 1 2 1 3 3 2 1 3 3 2 2 1 3 2 5 4 3 3 3 3 4 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 2 2 2 2 3 2 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 6 4 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 2 3 4 2 3 3 3 3 3 3 7 3 3 2 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 2 3 4 3 2 3 2 3 3 2 3 3 2 8 4 4 3 3 3 3 3 3 3 2 4 4 4 3 4 2 3 4 2 4 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 9 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 10 2 2 1 3 1 3 2 2 1 2 2 2 2 3 2 3 2 3 2 1 1 2 2 2 1 2 3 2 1 2 1 3 3 2 2 2 3 2 11 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 4 3 2 2 3 4 3 2 2 3 2 12 3 4 2 3 3 4 2 3 3 4 3 4 4 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 2 4 3 13 2 3 2 2 3 3 2 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 4 2 4 4 4 3 3 3 2 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 14 4 4 3 3 3 3 3 4 4 1 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 15 3 2 1 3 2 3 1 2 2 3 1 2 2 3 2 1 2 3 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 1 3 1 3 3 2 2 2 1 2 16 2 4 2 3 3 3 3 2 3 2 1 2 2 2 3 2 3 2 3 2 3 2 2 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 2 3 2 17 2 3 1 3 2 3 2 2 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 1 2 3 3 3 2 2 3 2 18 4 1 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 Subyek 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 Nomor Item 1 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 2 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 2 4 3 3 3 3 1 2 4 4 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 2 2 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 2 4 4 4 4 3 4 3 2 3 3 3 3 4 3 3 4 2 2 3 2 2 3 2 1 2 2 3 2 4 2 2 3 1 2 3 1 3 2 2 3 3 1 3 3 3 2 2 3 3 3 1 1 2 2 1 2 2 5 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 4 3 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 3 2 2 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 2 3 3 4 2 3 4 3 7 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 2 2 3 3 3 3 2 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 2 3 2 3 3 8 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 2 2 4 3 4 4 3 4 9 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 10 2 2 1 2 2 2 3 1 2 2 2 1 2 2 1 2 3 2 2 1 1 2 2 2 1 1 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 3 3 2 1 11 3 3 3 4 3 2 3 1 2 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 1 2 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 1 1 2 1 2 4 1 3 12 2 2 3 4 3 3 3 2 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 4 3 3 3 1 2 3 3 1 3 2 2 2 3 2 3 13 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 3 4 4 3 3 1 3 3 3 2 2 3 3 2 2 1 3 3 2 3 3 14 4 3 3 3 3 4 3 1 3 2 4 4 4 4 4 4 3 3 3 2 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 15 2 2 2 2 3 1 2 1 3 4 1 1 3 2 1 2 2 4 3 2 1 1 1 1 2 1 3 1 2 1 2 2 2 3 3 2 1 3 2 3 2 16 2 2 2 2 2 2 3 1 3 3 2 2 3 2 2 2 3 3 2 2 4 3 3 3 2 3 3 4 2 2 2 2 2 2 3 2 3 2 2 3 2 17 2 2 2 3 2 2 3 1 2 2 2 1 3 3 1 3 2 2 2 1 1 2 2 3 3 1 3 3 2 2 2 2 2 2 2 1 2 3 2 4 2 18 3 3 4 4 3 2 4 4 3 3 2 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 2 3

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 Subyek 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 Nomor Item 1 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 2 3 2 2 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 4 2 1 2 2 3 1 2 2 2 1 2 1 1 2 3 2 2 2 2 5 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 6 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 4 3 7 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 8 3 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 4 3 9 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 10 2 1 1 1 1 1 1 1 3 1 2 1 1 1 1 2 2 2 1 11 4 3 3 3 3 3 3 2 2 4 3 2 2 3 3 2 3 3 2 12 4 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 1 2 3 3 2 2 3 3 13 3 3 2 2 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 14 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 2 3 3 4 4 3 3 3 3 15 3 1 2 1 3 2 3 2 2 1 2 1 1 2 3 1 1 3 1 16 3 1 3 2 2 2 2 2 3 2 2 1 1 2 2 3 2 3 3 17 2 1 2 2 3 2 2 2 2 1 2 1 2 2 3 2 2 2 3 18 4 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 Subyek 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 19 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 20 3 4 3 3 4 3 2 3 4 3 3 4 3 3 4 1 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 2 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 21 2 3 1 2 3 2 1 2 2 2 2 2 3 2 3 2 1 3 2 2 2 3 2 2 2 1 3 3 2 2 3 3 4 3 2 2 3 2 2 2 22 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 23 3 3 3 3 3 3 3 4 2 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 24 3 4 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 3 2 1 3 25 3 3 3 2 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 Nomor Item 26 27 28 29 4 2 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 1 2 2 4 1 2 2 3 2 3 3 3 1 2 2 3 1 2 2 4 2 3 2 4 2 3 3 3 2 3 3 3 2 2 3 2 2 2 2 3 3 3 3 4 1 3 3 2 3 2 2 3 2 3 3 4 3 1 3 4 2 3 2 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 2 2 3 2 2 3 3 2 3 3 4 2 2 3 3 2 2 2 4 1 2 2 4 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 2 4 3 3 3 3 1 2 2 3 1 2 3 3 1 2 3 30 3 4 3 3 3 3 4 4 4 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 4 3 3 3 31 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 3 3 3 2 3 3 4 3 3 2 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 2 2 32 3 4 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 33 4 4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 2 2 2 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 2 3 2 3 3 4 4 4 4 34 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 4 3 3 3 3 2 2 3 3 3 4 2 2 4 3 3 4 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 2 4 3 35 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 4 2 4 3 2 3 3 3 3 3 4 4 36 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 Subyek 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 19 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 2 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 4 3 20 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 2 3 2 2 3 3 3 3 3 4 4 2 2 3 3 2 4 4 3 3 3 3 3 4 3 21 3 2 2 2 2 1 2 2 2 2 3 2 1 2 3 3 3 1 1 2 2 2 2 1 3 3 3 1 2 2 2 3 3 2 1 3 3 2 1 2 1 22 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 4 3 3 3 23 3 3 4 3 3 4 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 2 2 1 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 2 2 3 2 3 2 3 4 3 3 3 4 24 3 3 3 2 3 1 3 3 2 2 3 3 3 3 4 3 2 2 4 3 2 3 3 3 2 3 3 4 2 3 3 2 3 4 3 4 4 1 2 4 1 25 4 4 2 3 2 4 3 3 3 2 4 3 4 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 1 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 2 3 4 26 4 3 3 3 3 3 3 4 3 2 4 3 3 4 4 3 3 4 3 2 3 3 4 1 4 4 4 4 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 3 4 4 Nomor Item 27 28 29 1 2 2 2 3 3 1 3 2 2 3 3 2 3 3 1 1 2 2 2 2 3 3 2 3 3 3 1 2 2 2 4 3 2 3 2 1 1 1 2 3 3 2 3 2 2 2 3 3 3 2 1 1 1 1 2 3 3 3 3 2 3 3 2 4 1 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 2 3 3 1 3 2 1 3 2 2 3 2 2 3 2 3 2 2 2 3 3 3 3 1 1 2 1 2 3 2 2 3 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 1 1 1 30 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 2 4 4 3 3 4 3 3 3 4 2 3 4 4 3 3 3 4 31 3 3 3 2 2 2 3 3 2 2 3 3 3 3 4 3 2 2 1 2 2 3 2 3 3 2 3 4 3 2 2 3 2 3 2 3 4 3 2 3 2 32 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 4 3 4 3 3 2 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 2 2 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 33 4 4 4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 2 4 4 4 4 4 4 3 3 1 2 4 4 4 4 3 4 4 4 34 4 3 2 2 2 3 3 2 2 2 3 2 3 3 2 3 2 3 2 3 3 4 3 2 3 3 4 2 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 4 3 35 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 2 3 2 2 4 4 1 3 4 4 36 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 4 3 4 4 3 3 3 2 2 1 4 2 2 4 3 4

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 Subyek 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 19 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 20 3 3 3 3 3 4 3 4 4 2 3 3 3 3 3 3 2 21 2 2 2 2 2 4 3 1 2 2 1 1 3 3 2 3 3 22 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 23 3 3 4 3 2 4 3 3 2 3 3 3 4 3 3 3 3 24 2 3 3 2 3 2 3 2 3 2 2 2 2 3 3 3 2 25 2 2 3 3 3 3 3 3 3 1 2 2 4 3 2 3 2 26 2 2 4 3 3 4 3 3 3 1 3 3 4 4 3 3 4 Nomor Item 27 28 29 2 2 2 2 2 3 2 3 3 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 2 3 1 3 3 3 3 2 2 1 1 2 1 2 2 2 2 1 3 3 2 3 3 1 2 2 2 3 3 2 3 3 30 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 31 2 2 4 2 3 2 3 2 3 2 2 2 3 3 3 3 3 32 3 3 3 3 2 3 2 3 3 1 2 3 4 3 3 3 3 33 3 4 3 3 4 4 4 4 4 2 3 4 4 3 2 3 3 34 3 3 3 2 2 3 3 3 2 1 3 3 4 3 2 3 3 35 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 36 3 3 4 3 3 4 4 3 3 2 3 4 4 3 2 3 3

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 Subyek 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 37 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 4 2 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 2 3 3 3 3 4 4 4 38 4 3 2 3 3 3 1 2 2 2 2 2 2 2 3 4 3 2 2 1 3 2 2 2 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 39 3 4 2 3 3 3 2 3 2 3 3 4 2 2 3 4 3 2 2 2 2 1 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 40 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 2 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 41 2 4 3 3 3 3 3 2 3 2 1 4 3 3 2 4 3 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 1 2 42 2 3 2 3 2 3 2 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 2 2 3 2 3 2 3 3 3 2 3 3 43 2 3 2 3 2 3 2 2 4 3 1 2 3 2 3 4 3 3 3 2 3 2 2 2 2 3 3 3 3 1 1 3 2 3 3 3 2 3 2 2 Nomor Item 44 45 46 3 4 3 3 1 1 2 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 2 3 3 3 4 2 3 3 4 4 3 3 2 3 4 2 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 3 2 1 3 4 4 3 4 3 2 4 3 2 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 4 4 2 4 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 2 3 3 2 4 4 47 2 1 3 3 2 3 2 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 2 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 1 2 3 3 3 3 2 4 2 2 2 48 3 3 2 2 2 3 2 3 3 2 1 2 3 2 2 1 1 3 3 3 2 2 2 3 3 2 3 4 3 2 3 2 3 3 2 2 3 2 3 3 49 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 2 2 3 4 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 50 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 2 4 3 3 4 3 3 3 3 2 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 51 4 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 2 2 3 3 4 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 2 2 52 4 3 2 3 3 3 3 4 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 4 4 53 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 2 3 2 3 3 3 3 4 54 2 3 3 3 2 3 1 3 2 3 1 3 3 3 2 4 3 3 2 2 3 2 2 3 3 3 1 3 3 2 2 3 3 2 3 2 2 2 2 2

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 Subyek 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 37 4 4 4 3 2 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 2 3 3 3 3 3 2 4 4 4 4 3 3 3 3 4 2 3 3 3 4 3 3 3 4 38 2 3 1 2 2 2 2 1 2 1 3 2 2 2 3 2 2 2 1 2 2 3 2 3 2 2 1 1 2 2 2 1 3 2 2 3 3 2 1 3 1 39 3 4 2 2 2 2 3 2 3 2 3 2 2 2 3 3 3 2 1 3 3 3 2 2 3 3 2 1 2 2 2 2 3 3 2 2 4 2 1 3 3 40 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 1 4 3 4 4 3 2 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 1 1 4 3 4 4 3 3 3 4 41 3 3 3 2 2 2 3 2 2 2 3 3 3 2 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 2 3 4 4 2 2 4 3 4 3 42 3 3 2 2 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 2 2 4 3 2 3 2 3 2 43 2 3 2 2 2 2 3 2 2 2 3 2 3 2 3 2 1 3 3 2 2 3 1 2 3 4 2 4 2 2 2 3 3 2 3 2 4 3 2 3 3 Nomor Item 44 45 46 2 4 4 3 4 2 3 4 3 3 3 3 2 4 4 1 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 4 4 3 3 3 2 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 1 3 3 3 2 4 2 3 3 2 3 3 3 3 3 2 4 4 3 3 4 2 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 4 2 4 4 3 2 2 3 4 2 3 2 1 2 4 3 3 4 4 3 3 3 47 4 3 2 2 3 2 3 3 2 2 3 3 4 3 3 4 4 1 3 2 2 3 3 3 2 3 4 1 3 2 3 2 2 4 4 4 3 3 2 4 1 48 2 3 3 3 2 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 2 3 2 4 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 3 2 49 3 4 2 2 3 3 3 2 2 2 3 2 3 3 2 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 1 2 3 2 3 3 3 3 50 4 4 4 3 4 2 2 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 1 2 2 2 3 2 1 4 4 4 4 2 3 3 2 3 3 2 2 3 4 3 4 1 51 3 3 2 3 3 1 2 2 3 1 4 2 2 3 3 3 2 2 4 2 2 2 2 3 3 4 2 3 2 2 2 2 2 2 1 3 3 2 2 3 3 52 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 2 4 3 3 3 3 3 4 3 2 4 3 3 2 1 2 3 4 2 2 3 3 3 3 53 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 4 3 3 4 4 2 4 4 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 54 2 3 3 3 3 1 2 2 3 2 3 2 1 1 2 3 3 1 3 3 3 2 3 3 3 4 3 1 2 2 2 3 3 2 1 1 2 2 2 2 1

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 Subyek 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 37 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 38 3 3 1 2 2 1 2 1 3 2 1 1 2 2 2 2 2 39 3 2 3 2 2 4 2 2 3 1 1 1 2 3 2 2 3 40 2 2 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 41 3 3 2 2 2 4 3 3 4 2 1 3 3 3 3 3 3 42 3 3 3 3 2 3 3 2 3 1 3 2 3 3 2 3 3 43 3 3 2 2 2 3 2 1 3 1 1 2 3 3 3 2 3 Nomor Item 44 45 46 3 3 3 3 3 3 4 4 3 1 3 3 3 3 3 2 4 4 3 3 3 2 4 4 3 4 4 3 4 1 1 3 2 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 47 3 3 4 3 2 4 3 3 4 1 3 2 3 3 2 3 3 48 2 2 2 2 2 3 3 2 2 2 2 3 3 2 2 3 3 49 2 2 3 2 2 3 3 3 3 1 2 3 3 3 3 3 3 50 3 3 4 3 2 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 51 3 2 2 3 2 2 2 2 3 1 2 2 2 3 2 3 3 52 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 4 3 2 3 3 53 3 3 3 3 3 4 3 2 4 2 2 3 4 3 4 3 3 54 3 3 2 2 2 3 2 2 3 4 2 2 3 3 2 2 2

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 Subyek 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 55 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 2 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 56 3 4 3 3 4 3 3 4 3 2 3 4 3 3 4 4 4 4 2 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 57 4 4 2 3 4 3 3 3 3 3 4 4 2 3 3 4 4 3 2 4 1 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 58 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 59 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 3 2 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 60 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 61 4 2 2 3 3 3 2 1 2 2 3 4 3 3 3 2 3 2 2 2 2 1 3 1 3 2 3 2 2 3 2 4 3 2 2 2 2 2 2 1 Nomor Item 62 63 64 65 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 4 3 3 3 4 2 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 2 3 3 3 3 4 4 4 3 3 2 3 3 3 2 3 2 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 4 3 1 4 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 66 3 3 2 3 2 3 1 2 3 3 3 3 3 2 2 1 3 3 2 2 3 3 1 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 2 3 67 3 4 3 3 3 3 4 3 4 2 4 4 3 3 2 4 3 3 3 3 2 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 68 4 4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 2 2 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 4 3 4 4 69 4 4 3 3 2 3 1 3 4 3 2 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 4 3 2 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 2 2 70 3 4 2 3 3 3 2 2 3 2 3 3 2 2 3 3 3 2 2 2 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 2 3 71 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 72 1 1 1 1 3 3 1 2 3 1 1 3 2 2 2 3 2 3 2 2 1 2 1 1 2 2 2 1 3 1 1 1 4 1 3 1 3 3 1 1

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 Subyek 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 55 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 2 2 4 4 2 4 3 3 3 4 56 4 3 3 3 3 2 3 3 3 2 4 2 4 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 2 3 3 3 4 2 4 3 4 2 3 4 3 57 4 4 3 3 4 2 3 3 3 2 4 2 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 2 3 3 1 4 1 2 4 4 2 3 4 3 58 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 2 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 2 3 3 3 2 3 3 3 4 4 2 3 3 4 59 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 2 3 4 3 4 3 3 4 4 4 60 2 3 2 3 3 2 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 4 2 2 3 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 2 4 2 4 3 3 4 3 61 3 2 2 2 3 2 2 2 2 1 2 1 1 1 3 2 2 2 1 2 1 2 1 3 3 1 1 4 3 2 2 3 3 1 1 1 2 4 2 3 1 62 3 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 4 4 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 4 3 3 3 3 2 3 2 3 1 3 3 3 4 Nomor Item 63 64 65 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 2 3 4 3 4 3 3 2 3 4 2 3 4 3 2 2 3 4 3 3 3 3 4 4 4 66 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 1 3 1 3 4 1 2 3 2 2 3 2 3 1 2 4 4 2 3 3 2 3 1 3 2 3 3 2 3 1 67 4 4 2 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 1 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 68 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 2 1 3 3 3 3 4 4 4 69 3 3 3 3 3 1 3 3 3 2 3 1 2 4 3 3 4 2 2 3 3 3 4 3 2 3 3 4 2 3 3 1 4 1 2 3 4 3 2 3 3 70 2 3 2 3 2 1 2 2 3 1 3 1 2 3 4 2 1 2 2 3 3 3 3 2 2 3 3 1 2 2 2 3 3 1 3 2 2 3 2 3 3 71 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 4 72 1 1 1 2 1 2 2 3 3 2 2 2 2 1 3 1 1 2 1 2 2 3 1 3 2 4 4 1 2 1 2 1 1 3 1 1 2 2 1 2 3

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 Subyek 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 55 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 56 3 3 4 3 3 4 3 4 4 1 3 3 3 3 3 3 3 57 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 58 3 3 4 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 59 3 3 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 60 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 2 3 1 3 2 3 3 61 2 3 2 2 3 2 2 2 3 4 1 2 2 3 2 3 2 62 3 2 3 3 3 3 3 4 3 2 2 3 3 2 3 3 3 Nomor Item 63 64 65 3 3 3 2 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 2 3 4 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 66 2 2 4 2 2 3 3 2 2 1 1 2 2 3 3 3 3 67 3 3 3 3 3 4 3 4 3 1 4 3 4 3 3 3 3 68 3 3 4 3 3 4 4 4 2 3 4 4 4 4 4 4 3 69 3 3 4 2 2 4 2 4 2 3 1 2 3 2 2 3 2 70 3 3 3 2 2 1 3 2 3 2 1 2 3 2 2 3 3 71 3 2 4 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 3 4 72 1 2 1 1 1 1 1 1 3 1 1 1 2 1 7 3 2

(127)

Dokumen baru

Download (126 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Skripsi ini Disusun Sebagai Salah Satu Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
0
0
9
Skripsi ini Disusun Sebagai Salah Satu Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
8
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
117
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
145
Skripsi Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Jurusan Psikologi
0
0
76
DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR SISWA SMA KELAS XI IPA PADA POKOK BAHASAN TRIGONOMETRI Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
0
0
174
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Bimbingan dan Konseling Program Studi Bimbingan dan Konseling
0
0
88
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika
0
0
87
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
112
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
106
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
0
0
229
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
130
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
143
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
0
0
218
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
177
Show more