PENGEMBANGAN KETERAMPILAN BERTANYA SISWA DALAM PEMBELAJARAN TENTANG VEKTOR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM COMPOSING SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika

Gratis

0
0
150
1 month ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN KETERAMPILAN BERTANYA SISWA DALAM PEMBELAJARAN TENTANG VEKTOR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM COMPOSING SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika Disusun Oleh : Mega Nofika 141424055 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN “ PEMIMPIN bukanlah mereka yang tidak pernah gagal, melainkan mereka yang tidak pernah berhenti untuk terus BERJUANG ” “ Saat orang lain tidak benar, saya tetap merespon BENAR. Saat situasi tidak benar, saya tetap merespon BENAR ” Karya ini kupersembahkan : Kepada Yesus Kristus, TUHAN, Penyelamat dan Sahabatku Kedua orangtua tercintaku I Nyoman Yohanes dan Ni Nyoman Ariani Kakak Heni Arsiyani dan Adik Yoga Pramudia Keluarga rohaniku “Victorious Home” Terimakasih untuk setiap dukungan, doa, cinta, kasih serta pengorbanan yang tiada hentinya. iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Mega Nofika. 2019. Pengembangan Keterampilan Bertanya Siswa Dalam Pembelajaran Tentang Vektor Menggunakan Model Pembelajaran Problem Composing. Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran problem composing dapat mengembangkan keterampilan bertanya siswa dan mengetahui peningkatan pemahaman siswa tentang materi vektor dalam proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskritif kualitatif dan kuantitatif. Peningkatan keterampilan bertanya siswa dilihat dengan menganalisis kualitas pertanyaan dan jumlah pertanyaan berdasarkan rubrik keterampilan bertanya dan analisis pertanyaan menurut Taksonomi Bloom pada setiap pertemuan. Peningkatan pemahaman siswa diukur dengan pretest dan post-test menggunakan tes tertulis berupa multiple choice. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (i) model pembelajaran problem composing dapat mengembangkan keterampilan bertanya siswa. Pertanyaan yang diajukan oleh siswa adalah pertanyaan dengan rata-rata persentase 66,7% pada ketegori sedang, dalam tingkat pengetahuan dengan rata-rata jumlah pertayaan pada frekuensi rendah (pertemuan I), pertanyaan dengan rata-rata persentase 50% pada kategori rendah, dalam tingkat pengetahuan dengan jumlah pertanyaan pada frekuensi rendah (pertemuan II), dan pertanyaan dengan rata-rata persentase 83,3% pada kategori tinggi, dalam tingkat memahami dan menerapkan dengan jumlah pertanyaan pada frekuensi sedang (pertemuan III). (ii) Pembelajaran menggunakan model problem composing dapat meningkatkan pemahaman siswa. Kata Kunci: problem composing, keterampilan bertanya dan Taksonomi Bloom vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Mega Nofika. 2019. The Development of Students’ Questioning Skills in Learning about Vectors Using Problem Composing Learning Models. Physics Education Study Program, Department of Mathematics and Science Education, Teachers Training and Education Faculty, Sanata Dharma University. This study aims to determine whether the problem composing learning models can develop students’ skill in questioning, knowing the improvement in students’ understanding of vector material in learning process. This study is descriptive qualitative and quantitative research. Improving students’ skills in questioning can be seen by analyzing the quality of questions and the number of questions based on the question of skill rubric and question analysis according to Bloom’s Taxanomy at each meeting. The increasing of students’ understanding was measured by pretest and post-test using a written test in the form of multiple choices. The results of this research show that: (i) problem composing learning models can develop the students’ questioning skills. The questions posed by students are questions with an average percentage 66,7% in the medium category, in the level knowledge with the average number of questions at low frequencies (meeting I), the questions with an average percentage of 50% in low category, in level of knowledge with the number of questions at low frequency (meeting II), and questions with an average percentage 83,3% in high category, in the level of understanding and applying with the number of questions at the medium frequency (meeting III). (ii) Learning using problem composing models can increase the students’ understanding. Keywords: Problem Composing, Questioning Skills and Bloom’s Taxonomy viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Tuhan Yesus Kristus karena atas kasih dan bimbinganya, penulis dapat menyelesaikan laporan penelitian yang berjudul “PENGEMBANGAN KETERAMPILAN BERTANYA SISWA DALAM PEMBELAJARAN TENTANG VEKTOR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM COMPOSING” Adapun skripsi ini dibuat untuk memperoleh gelar sarjana di Program Studi Pendidikan Fisika Univerisitas Sanata Dharma. Penulis menyadari bahwa tanpa adanya bantuan, bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak, skrispsi ini tidak akan dapat tersusun. Untuk itu penulis mengucapkan terimakasih kepada: 1. Tuhan Yesus Kristus atas segala berkat dan kasih-Nya sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. 2. Bapak Drs. Tarsisius Sarkim M.Ed., Ph.D. selaku Dosen Pembimbing yang telah berkenan meluangkan waktu, tenaga, pikiran, dan dengan sabar memberikan bimbingan, bantuan, pengarahan, serta saran sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. 3. Bapak Drs. Aufridus Atmadi selaku dosen pembimbing akademik yang telah mendampingi penulis selama belajar di Program Studi Pendidikan Fisika Sanata Dharma. 4. Bapak Dr. Ignatius Edi Santosa, M.S selaku Ketua Program Studi Pendidikan Fisika, dan segenap dosen Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma yang telah membimbing, mendidik, membagikan ilmu, dan pengalaman hidup kepada penulis selama belajar di Program Studi Pendidikan Fisika Sanata Dharma. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Segenap karyawan sekretariat JPMIPA yang dengan keramahan dan kesabarannya telah membantu dalam segala hal terkait administrasi penulis selama belajar di Universitas Sanata Dharma. 6. Suster Kepala SMA Kasih yang telah mengizinkan penulis untuk melakukan penelitian di SMA tersebut. 7. Ibu Fero S.Pd selaku guru mata pelajaran fisika SMA Kasih yang telah memberikan masukan dan membantu penulis selama proses pengambilan data skripsi. 8. Peserta didik kelas X IPA SMA Kasih yang telah bersedia meluangkan waktu dan pikiran sebagai subjek penelitian. 9. Keluarga besar SMA Kasih atas bantuan dan kerjasamanya. 10. Papa, Mama, Kakak dan Adik yang selalu berdoa dan memberikan dukungan selama proses penyusunan skripsi. 11. Sahabat-sahabat terkasihku “Partner in Crime (Oma, Emak, Tutuk, Cah Lampung, Malaikat, Nonge)” yang telah menjadi sahabat terbaik selama studi, mengingatkan dan memberikan masukan dan saran dalam proses penyusunan skrispsi ini. 12. Ponakan tercinta (Meldayanti), partner pelayananku (Hugo, Aaron, Kevin), dan Yeni yang selalu memberikan semangat dan perhatian. 13. Keluarga rohaniku “Victorious Home” yang selalu memberi motivasi, semangat dan mendukung dalam doa. 14. Teman-teman Pendidikan Fisika 2014 yang dengan caranya masing-masing mendukung dan memberi semangat dalam proses menyelesaikan skripsi ini. 15. Untuk semua pihak yang terlibat dalam penyelesaian skripsi ini, yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Akhirnya penulis berharap, semoga tulisan ini dapat memberikan sumbangan yang bermanfaat dalam perkembangan pendidikan dan ilmu pengetahuan. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kata sempurna, maka penulis mengharapkan masukan, saran, serta kritik dari pembaca yang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Yogyakarta, 21 Januari 2019 Peneliti xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ................................................................................................i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING......................................................ii HALAMAN PENGESAHAN.................................................................................iii HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................. iii PERNYATAAN KEASLIAN KARYA…………………………………...............v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIK………………………………………...vi ABSTRAK ............................................................................................................. vi ABSTRACT ........................................................................................................... viii KATA PENGANTAR ............................................................................................ ix DAFTAR ISI……………………………………………………………………..xii DAFTAR TABEL ................................................................................................ xiv DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. xv DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ xvi BAB I PENDAHULIUAN ...................................................................................... 1 A. Latar Belakang.............................................................................................. 1 B. Rumusan Masalah ........................................................................................ 3 C. Batasan Masalah ........................................................................................... 3 D. Tujuan ........................................................................................................... 3 E. Manfaat Penelitian ........................................................................................ 4 BAB II DASAR TEORI .......................................................................................... 5 A. Pendekatan Ilmiah ........................................................................................ 5 B. Bertanya ........................................................................................................ 6 C. Problem Composing ................................................................................... 16 D. Kemampuan Bertanya yang Akan Dikembangkan ................................... 21 E. Besaran Vektor Dan Skalar ........................................................................ 23 BAB III METODE PENELITIAN ........................................................................ 35 A. Jenis Penelitian ........................................................................................... 35 B. Populasi dan Sampel................................................................................... 35 C. Waktu dan Tempat Penelitian .................................................................... 36 D. Desain Penelitian ........................................................................................ 36 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI E. Instrumen Penelitian ................................................................................... 37 F. Desain Pembelajaran .................................................................................. 44 G. Teknik Analisis Data .................................................................................. 50 BAB IV HASIL PENELITIAN ............................................................................. 59 A. Pelaksanaan Penelitian ............................................................................... 59 B. Analisis Data .............................................................................................. 63 C. Pembahasan ................................................................................................ 86 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................ 93 A. Kesimpulan ................................................................................................. 93 B. Saran ........................................................................................................... 94 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 95 LAMPIRAN .......................................................................................................... 97 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2.1. Taksonomi Tingkatan Kognitif ............................................................................ 13 Tabel 2.2 Perbandingan Taksonomi Bloom dan Revisiannya ............................................ 14 Tabel 2.3. Uraian Komponen-komponen Vektor ................................................................. 29 Tabel 3.1 Kisi-kisi Soal Vektor .............................................................................................. 39 Tabel 3.2. Pembelajaran Pada Pertemuan I ........................................................................... 45 Tabel 3.3. Pembelajaran Pada Pertemuan II ......................................................................... 47 Tabel 3.4. Pembelajaran Pada Pertemuan III ........................................................................ 49 Tabel 3.5 Rubrik Penilaian Lembar Observasi Keterampilan Bertanya Oleh Siswa ..... 50 Tabel 3.6. Rubrik Penilaian Keterampilan Bertanya oleh Siswa ....................................... 54 Tabel 3.7 Taksonomi Tingkatan Kognitif ............................................................................. 54 Tabel 3.8 Lembar Keterampilan Bertanya oleh Siswa ........................................................ 56 Tabel 3.9 Jumlah Pertanyaan yang Diajukan Oleh Siswa ................................................... 56 Tabel 3.10. Kriteria Keterampilan Bertanya oleh Siswa ..................................................... 57 Tabel 4.1. Kualitas dan Rumusan Pertanyaan pada Pertemuan 1 ...................................... 65 Tabel 4.2 Kualitas dan Rumusan Pertanyaan pada Pertemuan 2 ....................................... 69 Tabel 4.3. Kualitas dan Rumusan Pertanyaan pada Pertemuan 3 ...................................... 74 Tabel 4.4 Jumlah Pertanyaan yang Diajukan Siswa Pada Pertemuan I ............................ 81 Tabel 4.5 Jumlah Pertanyaan yang Diajukan Siswa Pada Pertemuan II ........................... 82 Tabel 4.6 Jumlah Pertanyaan yang Diajukan Siswa Pada Pertemuan III.......................... 83 Tabel 4.7 Data Hasil Pretest dan Post-test Siswa ................................................................ 84 Tabel 4.8. Hasil Analisis Uji-T Dependen ............................................................................ 86 Tabel 4.9. Kriteria Kualitas dan Rumusan Pertanyaan Siswa ............................................ 87 Tabel 5.0. Jumlah pertanyaan siswa ....................................................................................... 90 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Gambar sebuah vektor AB.................................................................... ……………24 Gambar 2.2 Resultan vektor A + B, dengan metode jajaran genjang................................ 26 Gambar 2.3 Resultan vektor A + B, dengan metode segitiga........................................... 27 Gambar 2.5 Penjumlahan vektor dengan metode poligon ................................................. 28 Gambar 2.6 Komponen-komponen sebuah vektor.............................................................. 29 Gambar 2.7 Perkalian vektor A dan B ................................................................................... 31 Gambar 2.8 Perkalian vektor .................................................................................................. 32 Gambar 3.1 Desain Penelitian................................................................................................. 36 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1: Permohonan Izin Penelitian .............................................................. 98 Lampiran 3: Rancangan Proses Pembelajaran (RPP) ......................................... 100 Lampiran 4: Soal Pretest ..................................................................................... 113 Lampiran 5: Soal Post-test................................................................................... 117 Lampiran 6: Kunci Jawaban Pretest .................................................................... 121 Lampiran 7: Kunci Jawaban Post-test ................................................................ 122 Lampiran 8: Hasil Pretest .................................................................................... 123 Lampiran 9: Hasil Post-test ................................................................................. 126 Lampiran 10: Daftar Pertanyaan Siswa A Pada Setiap Pertemuan .................... 129 Lampiran 11: Daftar Pertanyaan Siswa B Pada Setiap Pertemuan .................... 132 Lampiran 12: Dokumentasi ................................................................................. 134 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULIUAN A. Latar Belakang Dalam pembelajaran fisika, siswa dilatih untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan ilmiah untuk medukung siswa agar menjadi lebih kreatif dan inovatif. Rustaman (2005:6) dalam penelitiannya mengatakan kemampuan dasar bekerja ilmiah di jenjang pendidikan dasar dan menengah banyak berisikan keterampilan proses yang mencangkup keterampilan mengajukan pertanyaan, melakukan pengamatan (observasi), mengelompokkan (klarifikasi), melakukan inferensi, menafsirkan, merencanakan percobaan, dan merumuskan hipotesis. Dalam penelitian ini, peneliti akan membahas tentang keterampilan ilmiah siswa dalam mengajukan pertanyaan (bertanya) pada proses pembelajaran fisika berlangsung. Bertanya adalah sesuatu hal yang sangat umum dilakukan dalam dunia pendidikan. Guru seringkali bertanya dengan berbagai tujuan, misalnya untuk mengukur pemahaman siswa, untuk merangsang siswa berpikir dan untuk mengontrol kelas. Demikian juga tujuan siswa bertanya, misalnya untuk mendapatkan penjelasan, sebagai ungkapan rasa ingin tahu, bahkan sekedar untuk mendapat perhatian (Widodo. A. 2006:2) 1

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 Sebenarnya seberapa penting suatu pertanyaan diajukan saat proses pembelajaran? Berdasarkan pengalaman selama melaksanakan PPL, banyak siswa yang enggan untuk bertanya. Beberapa alasan mengapa siswa enggan bertanya yaitu siswa tidak memiliki kepercayaan diri dalam bertanya, siswa malu ditertawakan oleh teman-temannya, siswa takut dimarahi oleh guru saat bertanya. Menurut Agatha Ferry Wahyu Susanti dalam skripsinya, penyebab siswa malas untuk bertanya adalah kesulitan untuk merangkai kalimat (membuat pertanyaan), malu, dan takut salah. Munif Chatif (2016) dalam bukunya “ Presents Learn, Biarkan Anak Bertanya” mengatakan bahwa penyebab anak tidak mau bertanya adalah karena anak belum tahu cara bertanya. Akibatnya banyak siswa yang tidak mengerti dan memahami materi yang disampaikan khususnya dalam pelajaran fisika. Namun tidak semua anak enggan bertanya. Ada beberapa anak yang aktif bertanya. Hal ini harus dipertahankan agar anak tetap bisa aktif di dalam kelas. Tetapi guru harus mengarahkan anak didiknya agar pertanyaan yang diajukan oleh anak bisa dikembangkan lagi menjadi lebih kompleks. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengembangkan kemampuan bertanya siswa, baik itu kuantitas maupun kualitas pertanyaan yang diajukan oleh siswa.

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: 1. Apakah model pembelajaran Problem Composing dapat mengembangkan keterampilan bertanya siswa? 2. Bagaimana peningkatan pemahaman siswa tentang materi vektor dalam proses pembelajaran ? C. Tujuan Berdasarkan rumusan masalah maka tujuan dari penelitian sebagai berikut: 1. Mengetahui apakah model pembelajaran Problem Composing dapat mengembangkan keterampilan bertanya siswa. 2. Mengetahui peningkatan pemahaman siswa tentang materi vektor dalam proses pembelajaran. D. Batasan Masalah Penelitian ini dibatasi pada: 1. Siswa yang diupayakan mengalami pengembangan keterampilan bertanya adalah siswa kelas X SMA Kasih. 2. Pertanyaan yang diajukan dalam pembelajaran adalah pertanyaan ilmiah yang berkaitan dengan materi vektor. 3. Jenis pertanyaan yang ingin dikembangkan adalah kemampuan bertanya pada tingkatan memahami dan menerapkan (application).

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 E. Manfaat Penelitian 1. Guru Penelitian ini diharapkan mampu memberikan gagasan/ide yang baru bagi guru dalam melatih siswa bertanya saat proses pembelajaran berlangsung. 2. Siswa Penelitian ini diharapkan mampu memberikan pemahaman baru pada siswa tentang cara bertanya yang baik, serta melatih siswa untuk berani mengemukakan pertanyaan didepan guru dan siswa lainnya.

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB 2 DASAR TEORI A. Pendekatan Ilmiah Pendekatan ilmiah (scientific approach) meliputi menggali informasi melalui observation/pengamatan, questioning/bertanya, experiment/percobaan, mengolah data atau informasi, menyajikan data atau informasi, menganalisis, associating/menalar, menyimpulkan dan menciptakan serta membentuk jaringan/networking (Hosnan, 2014:37). Menurut Hosnan (2014:38) pendekatan ilmiah/scientific approach mempunyai kriteria proses pembelajaran sebagai berikut: a. Materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu. b. Penjelasan guru, respons siswa, dan interaksi edukatif guru-siswa terbebas dari prasangka yang serta merta, pemikiran subyektif, atau penalaran yang menyimpang. c. Mendorong dan menginspirasi siswa berpikir kritis, analitis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi pembelajaran. d. Mendorong dan menginspirasi siswa berpikir hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan atau tautan satu sama lain dari materi pembelajaran. 5

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 e. Mendorong dan menginspirasi siswa mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang rasional dan objektif dalam merespons pembelajaran. f. Berbasis pada konsep, teori dan fakta empiris yang dapat dipertanggungjawabkan. g. Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan jelas, namun menarik sistem penyajiannya. B. Bertanya 1. Pengertian Bertanya Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia bertanya berasal dari kata dasar “tanya” yang memiliki arti meminta keterangan (penjelasan dsb); meminta supaya diberi tahu (tentang sesuatu). Pertanyaan dalam kehidupan sehari-hari biasanya bertujuan memperoleh informasi mengenai hal yang belum diketahui (Bolla, 1983:2). Bertanya adalah sesuatu hal yang sangat umum dilakukan dalam dunia pendidikan. Istilah “pertanyaan” tidak selalu dalam bentuk “kalimat tanya”, melainkan juga dapat dalam bentuk pernyataan, asalkan keduanya menginginkan tanggapan verbal. Bentuk pertanyaan, misalnya: apakah ciri-ciri kalimat efektif? Bentuk pernyataan, misalnya: sebutkan ciri-ciri kalimat efektif (Hosnan, 2014 : 49). Guru seringkali bertanya dengan berbagai tujuan, misalnya untuk mengukur pemahaman siswa, untuk merangsang siswa berpikir dan untuk menontrol kelas. Demikian juga tujuan siswa bertanya, misalnya untuk mendapatkan penjelasan, sebagai

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 ungkapan rasa ingin tahu, bahkan sekedar untuk mendapat perhatian (Widodo. A. 2006:2). Bertanya sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam proses belajar mengajar. Masih banyak siswa yang belum secara aktif bertanya dalam proses pembelajaran. Menurut Hosnan (2014:49) penyebab kurangnya siswa memberanikan diri untuk bertanya dikarenakan: a. Siswa merasa dirinya tidak lebih tahu daripada guru, sebagai akibat dari kebiasaan belajar yang satu arah b. Adanya ganjalan psikologis karena guru lebih dewasa dari pada usia siswa c. Kurang kreatifnya guru untuk mengajukan persoalan-persoalan yang menantang siswa untuk bertanya. Oleh karena itu, guru memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan bertanya siswa. Berdasarkan pendapat Hosnan (2014:49) di atas, guru perlu mencairkan hambatan psikologis antara guru dengan siswa dan memperkaya topik-topik pembelajaran yang aktual dengan perkembangan dan konstektual dengan kebutuhan siswa. Guru perlu membimbing dan melatih siswa untuk dapat mengajukan pertanyaanpertanyaan tentang hasil pengamatan objek yang konkret sampai pada yang abstrak berkenaan dengan fakta, konsep, prosedur ataupun hal yang lebih abstrak. Semakin siswa terlatih dalam bertanya, maka rasa ingin tahu semakin dapat dikembangkan (Hosnan 2014:49).

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 2. Pentingnya Mengajukan Pertanyaan Beberapa hal yang perlu diketahui dan dipahami dalam mengembangkan keterampilan bertanya yaitu “apa pentingnya keterampilan bertanya?”, “mengapa siswa dilatih bertanya?” “apa tujuan dari melatih keterampilan bertanya siswa?” Hariyadi (2014) dalam jurnalnya yang berjudul Bertanya, Pemicu Kreativitas Dalam Interaksi Belajar mengatakan bahwa bertanya sangat penting karena bertanya merupakan metode untuk mengungkapkan rasa ingin tahu terhadap jawaban yang tidak atau belum diketahui. Bertanya adalah sesuatu hal yang sangat penting, semua pengetahuan berasal dari bertanya, karena dengan bertanya menunjukan rasa ingin tahu, menunjukkan minat, dan mengarah pada penyelidikan untuk memperoleh pengetahuan. Sesuai dengan ilmiah/scientific, kriteria meningkatkan pembelajaran dalam pendekatan keterampilan bertanya didalam pembelajaran bertujuan agar siswa mampu berpikir kritis, analitis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi pembelajaran. Siswa mampu berpikir hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan atau tautan satu sama lain dari materi pembelajaran. Siswa mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang rasional dan objektif dalam merespons pembelajaran (Hosnan, 2014:38)

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 Dengan demikian,keterampilan bertanya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Bertanya sangat penting didalam proses pembelajaran, pentingnya mengembangkan keterampilan bertanya agar pola pikir siswa lebih terbuka. Tujuan dari melatih siswa bertanya adalah meningkatkan pola pikir siswa agar siswa mampu berpikir kritis, meningkatkan daya pikir siswa dalam memecahkan masalah, serta mampu mengembangkan pola pikir yang rasional dan objektif dalam meresponi pembelajaran. 3. Ukuran dan Ciri-ciri Pertanyaan Ilmiah yang Baik Pertanyaan ilmiah yang baik adalah pertanyaan yang dapat mengarah ke hipotesis dan membantu kita dalam menjawab (atau mencari tahu) alasan untuk beberapa pengamatan. Pertanyaan ilmiah yang baik dapat didefinisikan, dapat diukur dan dapat dikontrol. Pertanyaan ilmiah yang baik memiliki karakteristik sebagai berikut: a. Pertanyaan ilmiah yang baik adalah pertanyaan yang memiliki jawaban yang dapat diuji. Contoh: “mengapa itu bintang?” (bukan pertanyaan ilmiah). “materi apa saja yang terkandung di dalam bintang?” (contoh pertanyaan ilmiah). b. Pertanyaan ilmiah yang baik dapat diuji dan dapat dijawab dengan merancang dan melakukan percobaan. Contoh: “Dari mana matahari berasal?” (bukan pertanyaan ilmiah). “ Bagaimana raksi kulit manusia

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 terhadap radiasi matahari, saat menggunakan lotion tabir surya SPF 30 dan saat tidak menggunakan lotion tabir surya ?” (pertanyaan ilmiah) c. Pertanyaan ilmiah yang baik didasarkan pada pengetahuan awal (apa yang sudah diketahui, konsep awal). Contoh: “apakah pupuk membuat rumput tumbuh lebih hijau?” (bukan pertanyaan ilmiah). “ Jenis pupuk apa yang dapat membuat rumput tumbuh lebih hijau?” (pertanyaan ilmiah) d. Pertanyaan ilmiah yang baik ketika dijawab, mengarah ke pertanyaan baik lainnya. Contoh: “apa itu flu?” (bukan pertanyaan ilmiah). “bagaimana cara flu menyerang sistem kekebalan tubuh manusia?” (pertanyaan ilmiah) Menurut Hosnan (2014: 51) ciri-ciri pertanyaan yang baik dalam “Pendekatan Saintifik dan Konstektual dalam Pembelajaran Abad 21” sebagai berikut: a. Singkat dan jelas Pertanyaan yang baik adalah pertanyaan yang mudah dipahami, tidak panjang lebar, tetapi langsung tertuju pada inti dari pertanyaan tersebut. b. Memiliki fokus Pertanyaan yang diajukan harus memiliki fokus, tentang apa yang ingin ditanyakan serta tujuannya.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 c. Bersifat probing atau divergen Istilah probing memiliki arti berusaha memperoleh keterangan yang lebih jelas atau lebih mendalam. Sedangkan divergen memiliki arti kata “berbeda”. Kaitannya dalam hal ini adalah pertanyaan yang diajukan harus bervariasi dan memiliki arti yang jelas dan dalam. d. Memiliki intonasi yang jelas Penekanan pada kata-kata tertentu dalam suatu pertanyaan perlu dilakukan, agar memiliki fokus yang jelas yang terkandung dalam setiap pertanyaan yang diajukan. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Rizky Lestari “Profil Keterampilan Bertanya Siswa pada Pembelajaran Biologi SMAN 1 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2016/2017”, menjelaskan aspek profil keterampilan bertanya sebagai kriteria untuk mengukur pertanyaan yang baik sebagai berikut: a. Frekuensi pertanyaan Dalam KBBI frekuensi memiliki pengertian yaitu jumlah pemakaian suatu unsur bahasa dalam suatu teks atau rekaman. Dalam hal ini frekuensi pertanyaan adalah banyaknya jumlah pertanyaan yang ditanyakan oleh siswa saat proses pembelajaran berlangsung. b. Substansi Pertanyaan Dalam KBBI substansi memiliki pengertian yaitu watak yang sebenarnya dari sesuatu; isi; pokok; inti. Jadi dapat dikatakan bahwa substansi pertanyaan adalah kualitas pertanyaan yang diajukan oleh siswa berkaitan dengan inti atau pokok dari materi yang ditanyakan dalam pembelajaran.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 Bahasa yang digunakan siswa ketika mengajukan pertanyaan. Di dalam proses pembelajaran, guru harus menggunakan bahasa yang baku dalam menyampaikan meteri ke pada siswa. Begitu juga saat siswa berbicara atau bertanya kepada guru, siswa harus menggunakan bahasa standar atau bahasa yang baku, serta menggunakan kata tanya apa, siapa, kapan, dimana, mengapa dan bagaimana. c. Kesopanan dalam mengajukan pertanyaan Hal yang perlu saat siswa mengajukan pertanyaan kepada guru, pertama siswa harus memperhatikan waktu dan situasi. Artinya siswa harus mengajukan pertanyaan saat guru tidak sedang berbicara dan guru telah memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Kedua siswa harus memperhatikan sikap diri dalam bertanya. Sikap diri yang baik saat bertanya adalah siswa mengangkat tangan dan memperkenalkan diri sebelum mengajukan pertanyaan di dalam kelas. 4. Tingkatan Pertanyaan Guru harus memahami kualitas pertanyaan, dan memberikan contoh kepada siswa dalam menyampaikan pertanyaan serta memberikan jawaban secara baik dan benar. Taksonomi atau pengelompokan pertanyaan yang baik dan benar memiliki bobot atau kualitas yang dapat digambarkan pada tingkatan kognitif. Hosnan (2014: 53) menggambarkan tingkatan kognitif yang lebih rendah hingga yang lebih tinggi sebagai berikut:

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 Tabel 2.1. Taksonomi Tingkatan Kognitif Tingkatan Subtingkat Kata-kata kunci pertanyaan Kognitif yang Pengetahuan (knowledge)  lebih rendah      Apa ... Siapa ... Kapan ... Di mana ... Sebutkan .. menggolongkan ... Pemahaman (comprehension)       Menerangkan ... Membedakan ... Menterjemahkan ... Menyimpulkan ... Membandingkan ... Menginterpretasi ... Penerapan (application)        Menggunakan ... Menunjukan ... Membuat.... Mendemonstrasikan ... Mencari hubungan ... Menuliskan contoh ... Mengklasifikasikan ... Kognitif yang Analisis (analysis) lebih tinggi       Mengalisis ... Mengemukakan bukti-bukti ... Mengapa ... Mengidentifikasi ... Menunjukkan penyebab... Memberikan alasan-alasan ... Sintesis (synthesis)     Meniptakan ... Menyusun ... Merancang ... Bagaimana kita dapat memecahkan ... Apa yang terjadi seandainya ... Bagaimana kita dapat memperbaiki ... Mengembangkan ...   

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 Evaluasi (evaluation)        Berilah pendapat ... Alternatif mana yang lebih baik ... Mengkritik ... Memberi alasan ... Menilai ... Membandingkan ... Membedakan ... Putu Ayub dan Edi Sujoko dalam “Revisi Taksonomi Pembelajaran Benyamin S. Bloom” mendeskripsikan tentang perubahan Taksonomi Bloom. Berikut adalah perbandingan Taksonomi Asli dengan Taksonomi Revisi, yang disajikan dalam tabel : Tabel 2.2 Perbandingan Taksonomi Bloom dan Revisiannya Struktur Taksonomi Asli Struktur Taksonomi Revisi 1.0 PENGETAHUAN 1.0 MENGINGAT 1.1 Pengetahuan tentang hal-hal 1.1 Mengenali khusus 1.2 Mengingat kembali 1.2 Pengetahuan tentang cara dan sarana untuk menangani hal-hal khusus 1.3 Pengetahuan tentang hal-hal umum/universal dan abstraksi-abstraksi dalam bidang tertentu 2.0 PEMAHAMAN 2.0 MEMAHAMI 2.1 Terjemahan 2.1 Menafsirkan 2.2 Penafsiran 2.2 Mencontohkan 2.3 Peramalan/Ekstrapolasi 2.3 Mengklasifikasi 2.4 Merangkum 2.5 Menyimpulkan 2.6 Membandingkan 2.7 Menjelaskan

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 3.0 APLIKASI 3.0 MENERAPKAN 3.1 Mengeksekusi/Melaksanakan 3.2 Mengimplementasikan 4.0 ANALISIS 4.1 Analisis unsur-unsur/bagianbagian 4.2 Analisis saling hubungan 4.3 Analisis prinsip-prinsip terorganisasi 4.0 MENGANALISA 4.1 Membedakan 4.2 Mengorganisasi 4.3 Mengatribusi 5.0 SINTESIS 5.1 Produksi komunikasi yang khas 5.2 Produksi rencana, atau seperangkat pelaksana kegiatan 5.3 Penerjemahan seperangkat hubungan abstrak 6.0 EVALUASI 6.1 Evaluasi dengan bukti internal 6.2 Evaluasi dengan kriteria eksternal 5.0 MENGEVALUASI 5.1 Memeriksa 5.2 Mengkritisi Parera dalam “Keterampilan 6.0 MENCIPTAKAN 6.1 Merumuskan/Membangun 6.2 Merencanakan 6.3 Memproduki bertanya dan menjelaskan” (1986:15) menjelaskan tentang taksonomi bertanya sebagai berikut: a. Mengingat/Menghafal Siswa ingat atau mengenal, mengulangi kembali informasi. b. Menterjemahkan Menterjemahkan disini berarti mengatakan kembali sesuatu hal dengan mempergunakan simbol-simbol yang lain atau dengan bahasa yang lain dan dengan bahasa yang bergaya dan berdiksi lain.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 c. Menginterpretasi Siswa menemukan hubungan antara fakta dan kejadian, generalisasi, definisi, nilai, dan keterampilan yang lain. d. Mengaplikasi Siswa menyelesaikan masalah dalam kehidupan yang nyata, siswa dapat mengidentifikasi, siswa dapat memilih dan siswa dapat menerapkan generalisasi dan keterampilannya. e. Menganalisis Siswa dapat menyelesaikan masalah dengan pengetahuan yang dimiliki dan dapat membentuk pikirannya. f. Mensintesis Siswa dapat menyelesaikan masalah yang menuntut adanya originalitas dan satu kegiatan berpikir yang kreatif. g. Mengevaluasi Siswa membuat pertimbangan dan penilaian atas baik dan buruk, benar dan salah, berdasarkan pengetahuan yang ia miliki. C. Problem Composing Suparno (2006:100) dalam bukunya yang berjudul “Metodologi Pembelajaran Fisika” mengemukakan bahwa model pembelajaran problem composing adalah model pembelajaran dimana siswa belajar fisika lewat menyusun persoalan atau pertanyaan . Setelah siswa selesai menyusun persoalan atau pertanyaan sesuai materi yang sedang dipelajari, guru akan

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 mengumpulkan persoalan dan pertanyaan tersebut, dan akhirnya para siswa sendiri yang akan mengerjakan atau menjawab pertanyaan tersebut. Model pembelajaran problem composing pernah digunakan oleh Imas Ratna dkk (2011) dalam penelitiannya yang berjudul “Perbandingan Penerapan Model Pembelajaran Problem Composing dengan Model Pembelajaran Problem Posing Tipe Pre Solution Posing terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Di SMA 72 Jakarta”. Arnold dan Erwin (2015) juga melakukan penelitian menggunakan model pembelajaran problem composing, dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Problem Composing Terhadap Hasil Belajar Siswa SMA 2 Maumere”. Penelitian yang dilakukan oleh Imas Ratna E. dkk (2011:80), menjelaskan bahwa Model pembelajaran problem composing merupakan penyajian kepada siswa situasi masalah yang nyata dan berarti yang dapat memberikan kemudahan kepada mereka untuk menyusun persoalan atau pertanyaan. Proses belajar-mengajar yang berorientasi pada model pembelajaran problem composing membantu siswa untuk menjadi mandiri. Siswa yang mandiri dan otonom yang percaya kepada keterampilan intelektual mereka sendiri memerlukan keterlibatan aktif dalam lingkungan. Secara garis besar problem composing merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa, dimana siswa diajak belajar lewat menyusun pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang sedang

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 dipelajari. Model pembelajaran ini berpusat pada siswa, siswa diajak untuk aktif dalam berpikir serta tidak ada batasan yang diberikan selama setiap persoalan atau pertanyaan yang disusun siswa tidak menyimpang dari materi yang sedang dibahas. Keuntungan model ini adalah persoalan atau pertanyaan yang muncul pada siswa dapat lebih bervariasi daripada yang disiapkan oleh guru sendiri, dengan demikian guru nantinya dapat lebih mudah menekankan konsep yang perlu dipelajari siswa (Suparno, 2006:100). 1. Langkah-langkah Model Pembelajaran Problem Composing Suparno (2006:101) dalam bukunya yang berjudul “ Metodologi Pembelajaran Fisika” mengemukakan langkah-langkah model pembelajaran problem composing sebagai berikut: a. Guru menyajikan fenomena yang menimbulkan rasa ingin tahu dalam pembelajaran sesuai dengan materi yang akan diajarkan. b. Siswa dalam kelompok diminta untuk membuat beberapa pertanyaan berkaitan dengan fenomena dan topik yang disajikan oleh guru. Ada baiknya tiap kelompok membuat 3-5 pertanyaan. c. Masing-masing siswa di kelompok menilai pertanyaan yang telah dibuat sesuai dengan kriteria pertanyaan yang baik. Kemudian kelompok memlih tiga pertanyaan yang dinilai sebagai pertanyaan yang baik.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 d. Setiap pertanyaan yang telah dinilai dikumpulkan, kemudian guru mengurutkan pertanyaan yang sama, dan membagikannya kedalam kelompok. e. Siswa diminta dalam kelompok mencari jawaban dari pertanyaan atau pemecahan persoalan yang sudah diurutkan oleh guru. f. Pekerjaan siswa dipresentasikan di depan kelas, sehingga semua siswa dapat ikut mengerti bagaimana jawaban pemecahan persoalan tersebut. g. Kalau soalnya banyak, dapat juga dibagi dalam kelompok dengan tugas masing-masing beberapa pertanyaan. h. Guru memberi tambahan sejauh yang diperlukan. Imas Ratna E dkk (2011:80) juga merumuskan langkah-langkah Meodel Pembelajaran Problem Composing dalam penelitiannya “Perbandingan Penerapan Model Pembelajaran Problem Composing dengan Model Pembelajaran Problem Posing Tipe Pre Solution Posing terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Di SMA 72 Jakarta” sebagai berikut: a. Siswa mendengarkan konsep materi secara singkat. b. Siswa membuat 3 (tiga) pertanyaan dengan jenis soal yang berbeda secara berkelompok. c. Siswa membentuk kelompok baru sesuai dengan jenis soalnya masing-masing.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 d. Siswa mengklasifikasikan pertanyaan-pertanyaan dengan menyatukan persoalan yang sama. e. Siswa dalam kelompok mendiskusikan pemecahan persoalan yang sudah dikelompokkan. f. Siswa mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas. g. Siswa bersama guru menyimpulkan konsep materi yang dipelajari. Dalam penelitian ini, peneliti mengharapkan siswa membuat pertanyaan secara mandiri bukan secara kelompok. Disaat siswa membuat pertanyaan secara berkelompok, belum tentu semua siswa yang ada di kelompok terlibat dalam membuat pertanyaan, oleh sebab itu agar setiap siswa terlibat aktif dalam membuat pertanyaan, peneliti mengarahkan siswa untuk bertanya secara mandiri. Membuat pertanyaan secara mandiri bertujuan agar siswa berlatih berpikir secara mandiri, dan mampu mengembangkan keterampilan bertanya secara mandiri. Berikut langkahlangkah model pembelajaran problem composing yang dibuat dengan memodifikasi beberapa hal sebegai berikut: a. Guru menyajikan fenomena yang menimbulkan rasa ingin tahu dalam pembelajaran sesuai dengan materi yang akan diajarkan. b. Siswa secara mandiri diminta untuk membuat beberapa pertanyaan berkaitan dengan fenomena dan topik yang disajikan oleh guru. Ada baiknya tiap siswa membuat 3-5 pertanyaan.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 c. Masing-masing siswa menilai pertanyaan yang telah dibuat sesuai dengan kriteria pertanyaan yang baik (pertanyaan dinilai oleh siswa yang berbeda). d. Setiap pertanyaan yang telah dinilai dikumpulkan, kemudian guru mengurutkan pertanyaan yang sama, dan membagikannya kedalam kelompok. e. Siswa diminta dalam kelompok mencari jawaban dari pertanyaan atau pemecahan persoalan yang sudah diurutkan oleh guru. f. Pekerjaan siswa dipresentasikan di depan kelas, sehingga semua siswa dapat ikut mengerti bagaimana jawaban pemecahan persoalan tersebut. g. Kalau soalnya banyak, dapat juga dibagi dalam kelompok dengan tugas masing-masing beberapa pertanyaan. h. Guru memberi tambahan sejauh yang diperlukan. D. Kemampuan Bertanya yang Akan Dikembangkan Tingkat pertanyaan dalam proses pembelajaran yang sering diajukan oleh siswa berada pada tingkatan pengetahuan, yaitu apa, kapan, siapa, dimana, sebutkan dll. Dalam proses pembelajaran fisika, siswa tidak hanya dituntut untuk bisa tahu, tapi siswa harus bisa paham dan menerapkan materi yang mereka terima dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu dalam penelitian ini, peneliti ingin mengembangkan kemampuan bertanya pada tingkatan memahami dan menerapkan (application) dalam belajar fisika.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 Putu Ayub Dermawan dan Edy Sujoko (2013) dalam jurnal “Revisi Taksonomi Pembelajaran Benyamin S. Bloom” menjelaskan bahwa memahami yaitu membangun makna dari pesan pembelajaran, termasuk pesan komunikasi lisan, tertulis, dan grafis. Proses kognitif dalam kategori memahami adalah manafsirkan, mencontohkan, mengklasifikasi, merangkum, menyimpulkan, membandingkan, dan menjelaskan. Contoh pertanyaan dalam tingkat memahami yaitu “jelaskan apa perbedaan dari luas permukaan bola dan volume bola?”. Menerapkan yaitu melaksanakan atau menggunakan prosedur dalam situasi tertentu. Proses kognitif dalam mengeksekusi/melaksanakan kategori dan menerapkan adalah mengimplementasikan. Contoh pertanyaan dalam tingkat menerapkan yaitu “ Bagaimana cara menentukan sudut istimewa?”. Ramlan Effendi dalam jurnalnya menjelaskan, memahami yaitu mengkontruksi makna atau pengertian berdasarkan pengetahuan awal yang dimiliki, mengaitkan informasi yang baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki, atau mengintegrasikan pengetahuan yang baru ke dalam skema yang telah ada dalam pemikiran siswa. Mengaplikasi atau menerapkan adalah menggunakan prosedur untuk melakukan latihan atau memecahkan masalah yang berhubungan erat dengan pengetahuan prosedural.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 E. Besaran Vektor Dan Skalar 1. Pengertian Besaran Vektor dan Skalar Ada beberapa besaran fisis yang cukup hanya dinyatakan dengan suatu angka dan satuan yang menyatakan besarnya saja. Ada juga besaran fisis yang tidak cukup hanya dinyatakan dengan besarnya saja, tetapi harus juga diberikan penjelasan tentang arahnya. Besaran vektor adalah besaran dengan besar dan arah yang dapat dijumlahkan dan dikurangkan, dicirikan oleh besar dan arah (Tipler, 1991: 54). Contoh besaran vektor didalam fisika adalah kecepatan, percepatan, gaya, perpindahan, momentum dan lain-lain. Besaran skalar adalah besaran yang cukup dinyatakan oleh besarnya saja (besarnya dinyatakan oleh bilangan dan satuan). Contoh besaran skalar adalah waktu, suhu, volume, laju, energi, usaha dan lain-lain (Budi dan M. Azam, 2013 : 35). 2. Penggambaran, penulisan (notasi) vektor Sebuah vektor digambarkan dengan sebuah anak panah yang terdiri dari pangkal (titik tangkap), ujung dan panjang anak panah. Panjang anak panah menyatakan nilai dari vektor dan arah panah menunjukkan arah vektor (Budi dan M. Azam, 2013 : 37). Pada gambar (2.1) digambar vektor dengan titik pangkalnya A, titik ujungnya B serta sesuai arah panah dan nilai vektornya sebesar panjang.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 A B Gambar 2.1 Gambar sebuah vektor AB Titik A : Titik Pangkal (titik tangkap) Titik B : Ujung Panjang AB : Nilai (besarnya) vektor tersebut = AB Notasi (simbol) sebuah vektor dapat juga berupa huruf besar atau huruf kecil, biasanya berupa huruf tebal, atau berupa huruf yang diberi tanda panah di atasnya atau huruf miring, biasanya besar suatu vektor mempunyai satuan fisis (Tipler, 1991 : 54). Contoh : Vektor A (Berhuruf tebal) Vektor ⃗ (Huruf dengan tanda panah di atasnya) Vektor A (Huruf miring) Untuk penulisan harga (nilai) dari vektor dituliskan dengan huruf biasa atau dengan memberi tanda mutlak dari vektor tersebut. Contoh : Vektor A. Nilai vektor A ditulis dengan A atau |A| Ada beberapa hal yang perlu diingat mengenai besaran vektor a. Dua buah vektor dikatakan sama jika mempunyai bila besar dan arah sama.

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 b. Dua buah vektor dikatakan tidak sama jika : 1) Kedua vektor mempunyai nilai yang sama tetapi berlainan arah 2) Kedua vektor mempunyai nilai yang berbeda tetapi arah sama 3) Kedua vektor mempunyai nilai yang berbeda dan arah yang berbeda 3. Penjumlahan dan pengurangan vektor Mencari resultan dari beberapa buah vektor, berarti mencari sebuah vektor baru yang dapat menggantikan vektor-vektor yang dijumlahkan (dikurangkan). Untuk penjumlahan atau pengurangan vektor, ada beberapa metode, yaitu metode jajaran genjang, metode segitiga, metode poligon (segi banyak) dan metode uraian. a. Metode Jajaran Genjang Penambahan grafis dua vektor dengan menempatkan mereka ekor dengan ekor dan menemukan diagonal jajaran genjang yang dibentuk dikenal sebagai penjumlahan vektor dengan metode jajaran genjang (Tipler, 1991 : 56). Cara menggambarkan vektor resultan dengan metode jajaran genjang adalah sebagai berikut : 1) Gambarkan vektor pertama dan vektor kedua dengan titik pangkal berimpit 2) Gambar sebuah jajaran genjang dengan kedua vektor tersebut sebagai sisi-sisinya

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 3) Resultannya adalah sebuah vektor, yang merupakan diagonal dari jajaran genjang tersebut dengan titik pangkal sama dengan titik pangkal kedua vektot tersebut Gambar 2.2 Resultan vektor A + B, dengan metode jajaran genjang Besarnya vektor: (2.1) θ adalah sudut yang dibentuk oleh vektor A dan B Catatan : 1) Jika vektor A dan B searah, berarti 2) Jika vektor A dan B berlawanan arah, berarti 3) Jika vektor A dan B saling tegak lurus, berarti R=√ R=√ R=√ Untuk pengurangan (selisih) vektor R = A – B, maka caranya sama saja, hanya vektor B digambarkan berlawanan arah dengan yang diketahui.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 a. Metode Segitiga Bila ada dua vektor A dan B akan dijumlahkan dengan cara segitiga maka tahap-tahap yang harus dilakukan adalah 1) Gambarkan vektor A 2) Gambarkan vektor B dengan cara meletakkan pangkal vektor B pada ujung vektor A 3) Tariklah garis dari pangkal vektor A ke ujung vektor B 4) Vektor resultan merupakan vektor yang mempunyai pangkal di vektor A dan mempunyai ujung di vektor B Gambar 2.3 Resultan vektor A + B, dengan metode segitiga Jika ditanyakan R = A – B, maka caranya sama saja, hanya vektor B digambarkan berlawanan arah dengan yang diketahui. b. Metode Poligon Poligon artinya segi banyak. Disebut metode poligon karena dalam metode ini vektor-vektor tersusun dalam bangunan berupa poligon ( Mikrajuddin, 2007: 58). Pada metode ini, tahapannya sama dengan metode segitiga, hanya saya metode ini untuk menjumlahkan lebih dari dua vektor.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 Contoh: Jumlahkan ketiga buah vektor A, B, dan C dengan metode poligon Gambar 2.4 Vektor A, B, C Jawab: Resultan ketiga vektor R adalah R = A + B + C Gambar 2.5 Penjumlahan vektor dengan metode poligon

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 c. Metode Uraian Setiap vektor akan dijumlahkan, dikurangkan, diuraikan terhadap komponen-komponennya (sumbu x dan sumb y). Gambar 2.6 Komponen-komponen sebuah vektor Komponen vektor A terhadap sumbu X : Ax = A cos θ Komponen vektor A terhadap sumbu Y : Ay = A sin θ Tabel 2.3. Uraian Komponen-komponen Vektor Besar vektor R: (2.2) Arah vektor R terhadap sumbu X positif : (2.3)

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 Catatan : Jika vektor A dinyatakan dengan vektor-vektor satuan i dan j maka, secara matematis vektor A dapat ditulis dengan A = i Ax + j Ay Yang merupakan penjumlahan kedua komponen-komponennya Atau A = Ax + Ay Nilai vektor A : (2.4) 4. Perkalian Vektor Perkalian vektor dibedakan menjadi tiga, yaitu perkalian bilangan dengan vektor yang akan menghasilkan vektor, perkalian vektor dengan vektor (dot product) yang akan menghasilkan skalar, dan perkalian vektor dengan vektor (cross product) yang menghasilkan vektor (Budi dan M. Azam, 2013 : 37). a. Perkalian Bilangan dengan Vektor Jika vektor A dikalikan dengan bilangan tertentu (misalnya a ), dihasilkan sebuah vektor baru (misalnya B) yang merupakan hasil perkalian antara vektor A dan bilangan a (Budi dan M. Azam, 2013 : 48). aA = B (2.5) Misalnya, jika vektor A = 5 i dikalikan dengan bilangan a = 2, vektor baru B yang merupakan hasil perkalian antara vektor A dan a adalah B = aA = 2 (5 i) = 10 i.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 b. Perkalian titik ( dot product) Perkalian titik (dot product) antara dua buah vektor A dan B menghasilkan skalar C. Perkalian ini didefinisikan secara matematis sebagai berikut: Gambar 2.7 Perkalian vektor A dan B A.B=C A dan B vektor C besaran skalar Besar C didefinisikan sebagai : C = |A||B| cos θ A = |A| = besar vektor A B = |B| = besar vektor B θ = sudut antara vektor A dan B  Syarat-syarat perkalian vektor dot/skalar (2.5)

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 c. Perkalian silang ( cross product) Perkalian silang ( cross product) antara dua buah vektor A dan B yang menghasilkan vektor baru C. Secara matematis dapat didefinisikan sebagai berikut: AxB=C Gambar 2.8 Perkalian vektor A, B dan C vektor Nilai C didefinisikan sebagai C = |A| |B| sin θ (2.6) A = |A| = besar vektor A B = |B| = besar vektor B θ = sudut antara vektor A dan B Arah vektor C dapat diperoleh dengan cara membuat putaran dari vektor A ke B melalui sudut θ dan arah C sama dengan gerak arah sekrup atau aturan tangan kanan. Sifat-sifat perkalian silang (cross Product): 1) bersifat anti komutatif: A x B = - B x A

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 2) jika A dan B saling tegak lurus maka : A x B = A.B 3) jika A dan B searah atau berlawanan arah: A x B = 0 Syarat-syarat perkalian silang (cross Product): F. Penelitian tentang Kemampuan Bertanya Siswa Agatha Ferry Wahyu Susanti, melakukan penelitian tentang “Peningkatan Kemampuan Bertanya pada Pembelajaran IPA pada Siswa Sekolah Dasar dengan Menggunakan Metode Tanya-Jawab dengan Bantuan Media Film Peristiwa Alam”. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen studi kasus. Berdasarkan jenis data dan cara analisisnya, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif-kualitatif. Kuantitatif dilihat dari jenis pertanyaan yang diajukan siswa, sedangkan kuantitatif dilihat dari banyaknya jumlah pertanyaan yang diajukan oleh siswa. Metode-metode yang digunakan adalah pendataan pertanyaanpertanyaan yang muncul selama proses pembelajaran berlangsung, pengamatan secara langsung selama proses pembelajaran berlangsung, perekaman video, dan pengisian kuisioner oleh siswa untuk mengetahui penyebab siswa malas untuk bertanya. Hasil Penelitian ini menunjukan:

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 1. sebagian besar siswa mengalami peningkatan kemampuan bertanya secara kualitatif dan kuantitatif, baik pada sesi pertanyaan tertulis dan sesi pertanyaan lisan. 2. siswa banyak menunjukkan jenis pertanyaan analisis pada sesi pertanyaan tertulis dan jenis pertanyaan pengetahuan pada sesi pertanyaan lisan. 3. penyebab siswa malas untuk bertanya adalah kesulitan untuk merangkai kalimat (membuat pertanyaan), malu, dan takut salah.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskritif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian berdasarkan paradigma fenomena, menggunakan metode kualitatif, analisis kualitatif dan hasil akhirnya berupa deskripsi atau penjelasan. Penelitian kuntitatif adalah adalah penelitian yang menggunakan skor atau angka, lalu menggunakan analisis yang hasilnya dapat digeneralisasikan dan digunakan untuk menerangkan atau mendeskripsikan keadaan subyek yang diteliti (Suparno, 2010 : 73). Melalui penelitian ini ingin diketahui bagaimana mengembangkan keterampilan bertanya siswa melalui kegiatan pembelajarn menggunakan metode problem composing. Dengan metode ini, diharapkan siswa mampu mengembangkan keterampilan bertanya saat kegiatan pembelajaran berlangsung. B. Populasi dan Sampel Populasi adalah kelompok yang lebih besar di mana hasil hasil penelitian diharapkan berlaku; semua anggota grup yang akan diteliti (Suparno, 2010:43). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah siswa di SMA Kasih. 35

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 Sampel adalah himpunan bagian dari populasi (Suparno, 2010:43). Dalam penelitian ini sampel adalah siswa kelas XMIPA di SMA Kasih. C. Waktu dan Tempat Penelitian Waktu penelitian : 17 September 2018 – 15 Oktober 2018 Tempat Penelitian : SMA Kasih D. Desain Penelitian Observasi dan Pretest Pembelajaran I Pembelajaran II Pengambilan data Pembelajaran III Post-test Gambar 3.1 Desain Penelitian Di awal pertemuan peneliti akan melakukan observasi awal, dimana dalam observasi ini peneliti akan melihat bagaimana keadaan awal

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 siswa sebelum memberikan treatment tentang kemampuan bertanya serta memotivasi siswa untuk mau bertanya. Kemudian peneliti memberikan pretest kepada siswa untuk mengetahui pemahaman awal siswa tentang materi vektor. Di dalam pembelajaran peneliti akan memberikan materi fisika dengan metode Problem Composing/Making. Di awal pembelajaran peneliti akan memberikan treatment tentang kemampuan bertanya serta memotivasi siswa untuk mau bertanya. Setelah itu paneliti memberikan penjelasan materi secara garis besar. Kemudian setelah materi disampaikan, peneliti memberikan intruksi kepada siswa, untuk membuat pertanyaan berkaitan dengan materi yang disampaikan oleh peneliti. Pertanyaan yang ditulis oleh siswa akan dinilai atau dikoreksi oleh temannya. Kemudian peneliti menggolongkan setiap pertemuan dan membagikan pertanyaan tersebut pada siswa di dalam kelompok. Kegiatan tersebut dilakukan disetiap pertemuan I, pertemuan II, dan pertemuan III. Di akhir peneliti akan memberikan post-test kepada siswa, untuk mengetahui bagaimana pemahaman siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. E. Instrumen Penelitian Instrumen adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian (Suparno, 2010:56). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah, observasi/pengamatan dan dokumentasi.

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 1. Observasi Observasi/pengamatan meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu obyek dengan menggunakan seluruh alat indera (penciuman, pendengaran, peraba, pengecap, rekaman, gambar, rekaman suara, dan lain-lain) (Suparno, 2010:63). 2. Tes Pemahaman Siswa Tes pemahaman siswa digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa tentang vektor. Tes terdiri dari pretest dan post-test yang berupa soal-soal multiple choice tentang materi vektor. Soal-soal pretest dan post-test diberikan sebelum dan sesudah penerapan metode pembelajaran problem composing. Soal-soal yang dibuat mengacu pada materi vektor, serta dibuat berdasarkan kisi-kisi soal seperti tabel berikut.

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.1 Kisi-kisi Soal Vektor No Topik Indikator Soal 1 Membedakan Bersaran skalar dan besaran vektor serta memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari 1. Besaran-besaran di bawah ini yang bukan termasuk besaran vektor adalah .... a. energi b. kecepatan c. gaya d. momentum e. percepatan 2 Menjumlahkan dua vektor atau lebih dengan metode jajargenjang dan poligon 2. Tiga buah vektor A, B, dan C yang setitik tangkap masingmasing besarnya 20 N. Vektor B berada di antara A dan C. Jika sudut antara A dan B sama dengan sudut antara B dan C yaitu 60°, maka resultan ketiga vektor tersebut adalah.... a. 10 N b. 20 N c. 30 N d. 40 N e. 50 N Menjumlahkan dua vektor atau lebih dengan metode jajargenjang dan poligon 3. Diketahui vektor a, c, dan d sebagai berikut: Vektor 3 a c d 39

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar resultan dari a − c − d dengan metode poligon yang benar adalah . . . . 40

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Menjumlahkan dua vektor yang segaris dan membentuk sudut secara grafis dan rumus cosinus 4. Dua buah vektor A = 15 cm dan B = 20 cm mengapit sudut 90°. Resultan kedua vektor tersebut adalah .... a. 20 cm b. 20 √2 cm c. 25 cm d. 25 √2 cm e. 25 √3 cm 5 Menguraikan sebuah vektor dalam bidang datar menjadi dua vektor komponen yang saling tegak lurus 5. Sebuah vektor gaya F = 20 √3 N membentuk sudut 60° terhadap sumbu-x. Besar komponen vektor pada sumbu-y adalah .... a. 10 √3 N 41 4

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. 20 N c. 10 √6 N d. 30 N e. 60 N Menjumlahkan dua vektor atau lebih dengan cara analisis 6. Seorang anak berjalan lurus 10 meter ke barat, kemudian belok keselatan sejauh 12 meter, dan belok lagi ke timur sejauh 15 meter. Perpindahan yang dilakukan anak tersebut dari posisi awal …. a. 18 meter arah barat daya b. 14 meter arah selatan c. 13 meter arah tenggara d. 12 meter arah timur e. 10 meter arah tenggara 7 Menjumlahkan dua vektor atau lebih dengan cara analisis 7. Komponen-komponen X dan Y dari vektor A adalah 4 m dan 6 m. Komponen-komponen X dan Y dari vektor (A+B) adalah 0 dan 9. Panjang vektor B adalah.... a. 4 m b. 5 m c. 6 m d. 9 m e. 10 m 8 Menghitung hasil perkalian dua vektor dengan cara perkalian titik dan perkalian silang 8. Diketahui dua buah vektor masing-masing V1 = 2i + 3j dan V2 = 4i – 5j. Hasil perkalian skalar V1 . V2 adalah.... a. – 7 b. – 5 c. 5 42 6

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI d. 7 e. 9 9 Menghitung hasil perkalian dua vektor dengan cara perkalian titik dan perkalian silang 9. Jika vektor A = 2 ̂ + 3 ̂ dan vektor B = 3 ̂ + 5 ̂ hasil kali cross kedua vektor tersebut adalah... a. 10 ̂ + 9 ̂ b. 19 ̂ c. ̂ d. - ̂ e. 19 43

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 3. Dokumentasi ` Dokumentasi adalah pengumpulan data-data lewat pengumpulan benda-benda tertulis (Suparno, 2010:64). Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh siswa, baik itu pertanyaan di awal pertemuan (observasi/pengamatan) ataupun pertanyaan selama proses pembelajaran berlangsung. Data dokumentasi berupa kertas yang berisikan pertanyaan-pertanyaan yang ditulis oleh siswa di setiap pertemuan pembelajaran. F. Desain Pembelajaran Proses pembelajaran dirancang dalam 3 kali pertemuan dengan 1 pertemuan adalah 3 x 45 menit, sehingga 3 kali pertemuan menjadi 9 x 45 menit. Model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran adalah problem composing. Metode yang digunakan adalah tanya jawab, diskusi kelompok dan demonstrasi. Pertemuan pertama diawali dengan perkenalan diri, kemudian penyampaian tujuan pembelajaran. Selanjutnya, memberikan penjelasan tentang keterampilan bertanya yang baik dan benar, disertai contoh-contoh pertanyaan ilmiah yang benar, dilanjutkan dengan memberikan fenomena kepada siswa. Setalah memberikan fenomena, siswa diminta untuk menuliskan pertanyaan yang berkaitan dengan fenomena dan materi vektor di dalam kertas yang dibagikan. Kemudian pertanyaan yang telah dituliskan siswa dikoreksi oleh siswa yang berbeda. Setelah itu, siswa

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 diminta untuk melakukan diskusi di dalam kelompok dengan membahas pertanyaan yang telah dituliskan sebelumnya. Diakhir pertemuan, peneliti memberikan umpan balik tentang oertanyaan yang ditulis oleh siswa. Berikut gambaran kegiatan pembelajaran pada pertemuan pertama: Tabel 3.2. Pembelajaran Pada Pertemuan I Metode Pembelajaran Materi Kegiatan Pembelajaran Pengertian Siswa mengerjakan besaran vektor pretest dan skalar Siswa mendengarkan penjelasan tentang karakteristik pertanyaan yang baik beserta contohnya Siswa mengamati dan menganalisis fenonomena vektor melalui video yang membahas:  terjun payung yang dilakukan dari pesawat  terjun bebas yang dilakukan dari tebing. Alokasi waktu Tanya Jawab - Demonstrasi 35 Diskusi Kelompok - 10 - - - 10 √ - - Siswa membuat pertanyaan berdasarkan fenomena yang telah diberikan 20 - - - Siswa mengoreksi pertanyaan yang telah ditulis oleh siswa lainnya 10 - - -

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 Metode Pembelajaran Materi Kegiatan Pembelajaran Alokasi waktu Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan diskusi. Diskusi mengenai pertanyaan yang ditulis siswa sesuai dengan materi yang dipelajari. Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok 25 Peneliti mengakhiri pembelajaran dengan memberikan umpan balik kepada siswa 10 Diskusi Kelompok √ Tanya Jawab - Demonstrasi - √ - 15 √ Pertemuan kedua, diawali dengan tujuan pembelajaran, kemudian penjelasan tentang keterampilan bertanya dan meminta siswa untuk memberikan beberapa contoh pertanyaan ilmiah yang baik. Setelah itu, memberikan fenomena berupa demonstrasi ke pada siswa, kemudian menginstruksikan siswa untuk membuat pertanyaan berdasarkan fenomena yang telah diberikan. Selanjutnya, meminta siswa untuk mengoreksi pertanyaan yg telah ditulis oleh siswa lainnya. Kemudian membagi siswa ke dalam kelompok, dan berdiskusi membahas materi sesuai pertanyaan yang sudah ditulis. Setelah itu meminta siswa melakukan persentasi dan diakhir pembelajran peneliti memberikan umpan balik mengenai materi -

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 dan pertanyaan yang dituliskan pada pertemuan kedua ini. Berikut gambaran kegiatan pembelajaran pada pertemuan kedua : Tabel 3.3. Pembelajaran Pada Pertemuan II Materi Penjumlahan dan pengurangan vektor menggunakan metode segitiga, jajarangenjang dan poligon Kegiatan Pembelajaran Alokasi waktu (menit) Metode Pembelajaran Siswa diajak untuk mengingat dan mempelajari kembali, karakteristik pertanyaan ilmiah yang baik Siswa mengamati dan menganalisis fenomena vektor melalui demonstrasi, yang dilakukan oleh dua orang siswa. Salah satu siswa berjalan ke kanan dan salah satu siswa berjalan kekiri dengan jarak panjang yang sama tapi arah yang berbeda,(apakah vektornya berbeda atau tidak?) Siswa membuat pertanyaan berkaitan dengan fenomena yang telah diberikan 15 Diskusi Kelompok - Tanya Jawab √ Demonstrasi 15 - - √ 30 - - - Siswa mengoreksi pertanyaan yang telah ditulis oleh siswa lainnya 15 - - - Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan diskusi. Diskusi 30 √ - - -

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 Materi Kegiatan Pembelajaran mengenai pertanyaan yang ditulis siswa sesuai dengan materi yang dipelajari Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok. Peneliti mengakhiri pembelajran dengan memberikan umpan balik kepada siswa Alokasi waktu (menit) Metode Pembelajaran Diskusi Kelompok Tanya Jawab Demonstrasi - √ - - √ - 20 10 Pertemuan ketiga diawali dengan penjelasan tujuan pembelajaran, kemudian meminta siswa untuk menjelaskan serta memberikan contoh tentang keterampilan bertanya, hal ini bertujuan agar siswa mengingat dan mengerti bagaimana kriteria pertanyaan ilmiah yang baik dan benar. Kemudian dilanjutkan dengan memberikan fenomena berupa demostrasi berkaitan dengan materi vektor. Setelah itu, menginstruksikan siswa untuk membuat pertanyaan berdasarkan fenomena, selanjutnya siswa mengoreksi pertanyaan tersebut. Setelah itu, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk berdiskusi serta menjawab soal-soal yang berkaitan dengan materi vektor. Peneliti memberikan kesempatan kepada perwakilan kelompok untuk menjawab pertanyaan dan mempresentasikan hasil diskusi. Diakhir pembelajaran, peneliti memberikan umpan balik kepada siswa mengenai

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 pertanyaan yang telah dituliskan oleh siswa. Berikut gambaran kegiatan pembelajaran pada pertemuan ketiga: Tabel 3.4. Pembelajaran Pada Pertemuan III Materi Analisis vektor dan perkalian vektor Kegiatan Pembelajaran Alokasi waktu (menit) Metode Pembelajaran Siswa diajak untuk mengingat dan mempelajari kembali, karakteristik pertanyaan ilmiah yang baik Siswa mengamati fenomena vektor melalui demonstrasi, dimana 3 orang siswa maju ke depan, membuat sumbu X dan Y yang mewakili sebuah vektor, menggunakan tali yang ditarik melalui satu titik, disertai dengan resultan yang terbentuk. Siswa membuat pertanyaan berkaitan dengan fenomena yang telah diberikan Siswa mengoreksi pertanyaan yang telah ditulis oleh siswa lainnya 15 Diskusi Kelompok - Tanya Jawab √ Demonstrasi 15 - - √ 30 - - - 10 - - - Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan diskusi. Diskusi mengenai pertanyaan yang ditulis siswa sesuai dengan materi yang dipelajari 30 √ - - -

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 Materi Kegiatan Pembelajaran Siswa mengerjakan post-test Alokasi waktu (menit) 35 Metode Pembelajaran Diskusi Kelompok - Tanya Jawab - Demonstrasi - G. Teknik Analisis Data 1. Analisis Data Transkip Kemampuan Bertanya Dalam penelitian ini, analisis data didasarkan pada data, pengamatan dan pertanyaan siswa yang diperoleh, kemudian dibuat narasi/cerita dari data tersebut, disertakan bukti atau transkip data. Untuk analisis pertanyaan siswa, analisis setiap pertanyaan siswa diidentifikasi ke dalam rubrik pertanyaan yang baik serta ke dalam tingkat/taksonomi bertanya. Rubrik pertanyaan yang digunakan oleh peneliti bersumber dari Rizki Lestari (2017) dalam skripsinya yang berjudul “Profil Keterampilan Bertanya Siswa Pada Pembelajaran Biologi SMAN 1 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2016/2017” dalam tabel berikut: Tabel 3.5 Rubrik Penilaian Lembar Observasi Keterampilan Bertanya Oleh Siswa No Aspek Profil Keterampilan Bertanya Total Skor Kategori 3 Tinggi 1. Frekuensi pertanyaan a. Sebanyak ≥ 6 pertanyaan diajukan oleh satu siswa yang sama dalam

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 No Aspek Profil Keterampilan Bertanya satu kali pertemuan b. Sebanyak 2 sampai 5 pertanyaan diajukan oleh satu siswa yang sama dalam satu kali pertemuan c. Sebanyak < 2 pertanyaan yang diajukan oleh satu siswa Total Skor Kategori 2 Sedang 1 Rendah 3 Tinggi 2 Sedang 1 Rendah 3 Tinggi 2 Sedang 1 Rendah 2. Substansi pertanyaan a. Siswa mengajukan pertanyaan tentang materi yang baru saja dijelaskan guru yang bersifat menggali informasi yang belum disampaikan oleh guru b. Siswa mengajukan pertanyaan yang bersifat mengulang kembali penjelasan guru c. Siswa mengajukan pertanyaan yang panjang dan bertele-tele, serta tidak sesuai dengan materi 3. Bahasa yang digunakan siswa ketika mengajukan pertanyaan a. Siswa bertanya dengan menggunakan kata-kata baku serta menggunakan kata tanya apa, siapa, kapan, dimana, mengapa, dan bagaimana b. Siswa bertanya dengan menggunakan bahasa sehari-hari serta menggunakan kata tanya apa, siapa, kapan, dimana, mengapa, dan bagaimana; atau siswa bertanya dengan menggunakan katakata baku tetapi tidak menggunakan kata tanya apa, siapa, kapan, dimana, mengapa, dan bagaimana c. Siswa bertanya dengan menggunakan bahasa sehari-hari serta tidak menggunakan kata tanya apa, siapa, kapan, dimana, mengapa,

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 No Aspek Profil Keterampilan Bertanya Total Skor Kategori 3 Tinggi 2 Sedang 1 Rendah 3 Tinggi 2 Sedang 1 Rendah dan bagaimana 4. Kesopanan dalam mengajukan pertanyaan A. Tepat/tidaknya situasi a. Siswa mengajukan pertanyaan ketika guru tidak sedang berbicara dan guru telah memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya b. Siswa mengajukan pertanyaan ketika guru tidak sedang berbicara namun guru belum memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya c. Siswa mengajukan pertanyaan ketika guru sedang berbicara di dalam kelas B. Sikap diri a. Siswa mengangkat tangan dan memperkenalkan diri sebelum mengajukan pertanyaannya di kelas b. Siswa mengangkat tangan namun tidak memperkenalkan diri terlebih dulu sebelum mengajukan pertanyaannya di kelas; atau siswa tidak mengangkat tangan namun sudah memperkenalkan diri terlebih dulu sebelum mengajukan pertanyaannya di kelas c. Siswa tidak mengangkat tangan dan tidak memperkenalkan diri sebelum mengajukan pertanyaannya di kelas

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 No Aspek Profil Keterampilan Bertanya Total Skor Kategori 3 Tinggi 2 Sedang 1 Rendah 5. Volume suara ketika bertanya a. Siswa menggunakan volume suara yang keras ketika bertanya sehingga pertanyaan yang diajukan terdengar sangat jelas oleh guru dan seluruh siswa di dalam kelas b. Siswa menggunakan volume suara yang cukup keras ketika bertanya sehingga guru dan sebagian besar siswa dapat mendengarkan pertanyaannya dengan jelas c. Siswa menggunakan volume suara yang pelan ketika bertanya sehingga guru dan sebagian besar siswa tidak dapat mendengarkan pertanyaannya dengan jelas Kemudian peneliti memodifikasi rubrik penilaian keterampilan bertanya dengan menggunakan kriteria kualitas pertanyaan ilmiah yang baik sebagai berikut: 1) Memiliki jawaban yang dapat diuji dengan merancang dan melakukan percobaan. 2) Didasarkan pada pengetahuan awal (apa yang sudah diketahui, konsep awal) 3) Ketika dijawab, mengarah ke pertanyaan baik lainnya. Untuk pertanyaan yang dibuat oleh siswa, menggunakan rumusan pertanyaan sebagai berikut: 1) Singkat dan dan jelas 2) Memiliki fokus pada materi

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 3) Bersifat menggali informasi yang belum disampaikan oleh guru. Kriteria kualitas pertanyaan dan rumusan pertanyaan diatas diidentifikasikan kedalam tabel (3.6) Tabel 3.6. Rubrik Penilaian Keterampilan Bertanya oleh Siswa Kriteria dan Skor Aspek 3 (tinggi) 2 (sedang) 1 (rendah) Kualitas pertanyaan ilmiah yang diajukan oleh siswa. Jika memuat 3 unsur Jika memuat 2 unsur Jika memuat 0 - 1 unsur kriteria pertanyaan yang kriteria pertanyaan yang kriteria pertanyaan yang baik baik baik. Rumusan pertanyaan yang diajukan oleh siswa Jika memuat 3 unsur kriteria rumusan pertanyaan Jika memuat 2 unsur kriteria rumusan pertanyaan Jumlah pertanyaan yang diajukan siswa Jika siswa membuat ≥5 pertanyaan dalam satu kali pertemuan Jika siswa membuat 3-4 pertanyaan dalam satu kali pertemuan Jika memuat 0 – 1 unsur kriteria rumusan pertanyaan Jika siswa membuat 12 pertanyaan dalam satu kali pertemuan Untuk tingkatan kognitif dianalisis menggunakan rubrik tingkatan pertanyaan sesuai taksonomi bloom, sebagai barikut: Tabel 3.7 Taksonomi Tingkatan Kognitif Tingkatan Subtingkat Kognitif yang Pengetahuan (knowledge)  lebih rendah     Kata-kata kunci pertanyaan Apa ... Siapa ... Kapan ... Di mana ... Sebutkan ..

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55  menggolongkan ... Pemahaman (comprehension)       Menerangkan ... Membedakan ... Menterjemahkan ... Menyimpulkan ... Membandingkan ... Menginterpretasi ... Penerapan (application)        Menggunakan ... Menunjukan ... Membuat.... Mendemonstrasikan ... Mencari hubungan ... Menuliskan contoh ... Mengklasifikasikan ...       Mengalisis ... Mengemukakan bukti-bukti ... Mengapa ... Mengidentifikasi ... Menunjukkan penyebab... Memberikan alasan-alasan ...     Meniptakan ... Menyusun ... Merancang ... Bagaimana kita dapat memecahkan ... Apa yang terjadi seandainya ... Bagaimana kita dapat memperbaiki ... Mengembangkan ... U n t u k Kognitif yang Analisis (analysis) lebih tinggi d a t Sintesis (synthesis) a   k u  a Evaluasi (evaluation) l i t a        Berilah pendapat ... Alternatif mana yang lebih baik ... Mengkritik ... Memberi alasan ... Menilai ... Membandingkan ... Membedakan ... s pertanyaan yang diperoleh diklasifikasikan dan diidentifikasikan kedalam tabel (3.8)

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Tabel 3.8 Lembar Keterampilan Bertanya oleh Siswa Kode Siswa No Pertanyaan Siswa 1 A B Ratarata Skor Perse ntase Tingkata n kognitif Kategori 1. 2. 3. 4. dst. Dst Rata-rata skor Keterangan: A = Kualitas pertanyaan, B = Rumusan pertanyaan Data jumlah pertanyaan yang diperoleh dididentifikasikan ke dalam tabel (3.9) Tabel 3.9 Jumlah Pertanyaan yang Diajukan Oleh Siswa No Kode Siswa Jumlah Pertanyaan Kriteria 1 2 3 4 5 Kemudian mengklasifikasikan skor pada setiap indikator keterampilan bertanya oleh siswa, menghitung rata-rata skor yang

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 diperoleh dari indikator profil keterampilan bertanya oleh siswa, menafsirkan rata-rata skor yang diperoleh berdasarkan kategori yang ditemukan, yaitu kategori rendah, jika rata-rata skor adalah 1, kategori sedang jika rata-rata skor adalah 2, dan kategori tinggi jika rata-rata skor adalah 3. Kemudian menganalisis data penelitian dengan menggunakan rumus analisis deskriptif persentase: %= Keterangan: n = rata-rata skor yang diperoleh N = skor tertinggi berdasarkan rubrik % = persentase skor keterampilan bertanya Hasil perhitungan dalam bentuk persentase diinterprestasikan dalam tabel (3.10) Tabel 3.10. Kriteria Keterampilan Bertanya oleh Siswa No Interval Kriteria 1 76% - 100% Tinggi 2 51% - 75% Sedang 3 26% - 50% Rendah 4 0% - 25% Kurang Sumber: Lestari dalam Royani dan Muslim (2017:40)

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 2. Analisis Data Pemahaman Siswa Untuk menganalisis data pemahaman siswa tentang materi vektor, dilakukan dua tahap proses analisi yaitu menganalisis data hasil pretest kemudian menganalisis data hasil post-test. Analisis yang digunakan adalah uji-T untuk kelompok dependen. Uji-T dependen digunakan untuk mengetes dua kelompok yang dependen atau satu kelompok yang dites dua kali, yaitu pada pretest dan post-test (Suparno,2011: 87). Dalam analisis menggunakan uji-T dependen peneliti ingin melihat apakah ada peningkatan pemahan tentang materi vektor sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan metode problem composing. Untuk memudahkan menggunakan SPSS Statistic 17.0. menganalisis data uji-T,

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN A. Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMA Kasih pada tanggal 17 September 2018 dan pada tanggal 1, 8, dan 15 Oktober 2018. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA yang berjumlah 19 orang. Sebenarnya, jumlah total siswa di kelas ini adalah 22 siswa, namun pada saat pelaksanaan penelitian terdapat 3 orang yang tidak mengikuti proses pembelajaran secara penuh mulai dari pretest, pembelajaran, hingga post-test. Dalam penelitian ini, peneliti secara langsung memberikan perlakuan kepada siswa yang menjadi subyek penelitian. Pemberian perlakuan berupa penerapan model pembelajaran problem composing melalui kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan bertanya siswa. Materi yang digunakan dalam pembelajaran adalah materi vektor, dengan melakukan pertemuan sebanyak empat kali, sebagai berikut: 1. Observasi, Pretest, dan Pembelajaran Pertama Observasi dilakukan pada tanggal 17 September 2018 pukul 08.00 – 10.30 WIB. Pada pertemuan ini, peneliti melakukan observasi awal, observasi bertujuan untuk mengetahui keadaan awal siswa saat mengikuti pembelajaran bersama guru. Observasi dilakukan di jam pertama, dimana guru melanjutkan pembelajaran tentang materi pengukuran. Kemudian di jam berikutnya peneliti mengisi kelas dengan 59

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 mengawali pengenalan secara singkat kemudian menjelaskan tujuan dan gambaran kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan bersama peneliti. Selanjutnya, peneliti memberikan soal pretest kepada siswa, tes ini bertujuan untuk mengungkap pemahaman siswa berkaitan dengan materi vektor. Setelah itu, peneliti menjelaskan pengertian pertanyaan ilmiah kepada siswa, serta memberikan kriteria dan contoh bertanya/pertanyaan ilmiah yang baik, agar siswa mengerti bagaimana cara menyusun pertanyaan ilmiah yang benar. Kemudian, peneliti memberikan fenomena berupa video yang berkaitan dengan materi vektor. Ada dua video yang diberikan oleh peneliti, video pertama tentang terjun payung yang dilakukan dari pesawat dan video kedua terjun bebas yang dilakukan dari tebing. Berdasarkan video tersebut, peneliti meminta siswa untuk membuat pertanyaan, serta dikaitkan dengan materi vektor dan kriteria pertanyaan yang baik. Setelah itu, peneliti meminta siswa untuk mengoreksi pertanyaan yang sudah dituliskan oleh teman, dan menilai apakah pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan ilmiah yang baik atau tidak. Dari pertanyaan tersebut dipilih beberapa pertanyaan yang paling berkaitan dengan materi, lalu peneliti membagi siswa kedalam beberapa kelompok. Siswa mengerjakan pertanyaan-pertanyaan yang telah dibagikan oleh peneliti di dalam kelompok. Di akhir pembelajaran peneliti

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 memberikan umpan balik kepada siswa berkaitan dengan pertanyaan yang telah ditulis oleh siswa. 2. Pembelajaran Kedua Pembelajaran kedua dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2018 pukul 08.00 – 10.30 WIB. Pada pertemuan ini, peneliti menyampaikan materi tentang penjumlah vektor dengan cara segitiga, jajarangenjang, poligon dan analisis vektor. Di awal pembelajaran, peneliti mengajak siswa untuk mengingat kembali kriteria dan contoh-contoh pertanyaan ilmiah yang baik. Kemudian, peneliti memberikan fenomena kepada siswa melalui demonstrasi, dengan meminta 2 siswa maju ke depan untuk melakukan demonstrasi. Salah satu siswa berjalan ke kanan dan salah satu siswa berjalan ke kiri dengan jarak panjang yang sama tapi arah yang berbeda. Kemudian, peneliti bertanya kepada siswa, apakah vektor yang dihasilkan sama atau berbeda? Setelah itu, guru menyampaikan pointpoint atau garis besar materi yang akan dipelajari, kemudian guru meminta siswa membuat pertanyaan tentang fenomena melalui demonstrasi yang telah dilakukan, dikaitkan dengan materi dan kriteria pertanyaan yang baik. Setelah itu, peneliti memberikan penjelasan tentang materi vektor kepada siswa, dilanjutkan dengan membagi siswa ke dalam kelompok, kemudian peneliti memberikan soal-soal yang berkaitan dengan materi, dan meminta siswa mengerjakannya di dalam kelompok. Di akhir pembelajaran peneliti memberikan umpan balik yang berkaitan dengan materi dan pertanyaan yang ditulis oleh siswa.

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 Pada pembelajaran ini, terjadi perbedaan antara desain pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran. Perbedaan tersebut terletak pada kegiatan mengoreksi pertanyaan yang dilakukan oleh siswa terhadap pertanyaan yang ditulis oleh siswa lainnya, namun pada pelaksanaan peneliti tidak meminta siswa mengoreksi pertanyaan, karena peneliti terburu-buru dalam menyampaikan materi. Banyaknya materi yang akan disampaikan oleh peneliti, menyebabkan peneliti meniadakan kegiatan mengoreksi pertanyaan oleh siswa pada pelaksanaan pembelajaran. 3. Pembelajaran Ketiga Pembelajaran ketiga dilaksanakan pada tanggal 8 Oktober 2018 pukul 08.00 – 10.30 WIB. Pada pertemuan ini, peneliti menyampaikan materi tentang perkalian vektor. Di awal pertemuan peneliti mengajak siswa untuk mengingat kembali kriteria dan contoh pertanyaan yang baik sebelum masuk pada materi pembelajaran. Setelah itu, peneliti memberikan fenomena vektor melalui demontrasi yang dilakukan oleh tiga orang siswa, dimana 3 orang siswa tersebut membuat sumbu X dan Y yang mewakili sebuah vektor, menggunakan tali yang ditarik melalui satu titik, disertai dengan resultan yang terbentuk. Kemudian peneliti mengajak siswa untuk melihat apakah perubahan dari sumbu yang terbentuk akan mempengaruhi resultan yang terbentuk. Kemudian peneliti melanjutkan dengan menyampaikan materi mengenai perkalian vektor secara garis besar kepada siswa. Setelah itu, peneliti meminta siswa menuliskan pertanyaan berdasarkan fenomena

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 melalui demonstrasi yang dilakukan, melalui gambaran materi yang disampaikan, dan melalui keseluruhan materi yang dipelajari pada pertemuan sebelumnya, disesuaikan dengan kriteria pertanyaan ilmiah yang baik. Setelah siswa selesai menulis pertanyaan, peneliti membagi siswa kedalam beberapa kelompok, kemudian peneliti membagikan pertanyaan yang telah ditulis siswa serta memberikan beberapa soal berkaitan dengan perkalian vektor. Siswa membahas pertanyaan dan soal di dalam kelompok lalu mempresentasikan hasil pembahasan dan diskusi kelompok. 4. Post-test Post-test dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober 2018 pukul 08.00 – 10.30 WIB. Pada pertemuan ini peneliti memberikan soal post-test ke pada siswa, kemudian dilanjutkan dengan mengerjakan soal-soal mengenai materi secara keseluruhan. Kemudian peneliti mengakhiri pertemuan dengan salam perpisahan kepada guru dan juga siswa. B. Analisis Data 1. Kualitas dan Rumusan Pertanyaan Siswa Proses transkipsi dan analisis data yang dilakukan oleh peneliti dengan melihat dan mengoreksi pertanyaan-pertanyaan yang telah ditulis oleh siswa didalam kertas yang dibagikan oleh peneliti saat proses pembelajaran berlangsung. Total pertemuan yang dilakukan saat siswa menulis pertanyaan adalah tiga kali pertemuan, jadi ada tiga bentuk

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 pertanyaan yang ditulis oleh siswa dengan pembahasan materi yang berbeda-beda. Berdasarkan transkip data, peneliti mengidentifikasi pertanyaanpertanyaan yang dituliskan oleh siswa menggunakan analisis dari “rubrik penilaian keterampilan bertanya oleh siswa” pada tabel (3.3). Identifikasi kualitas pertanyaan siswa disajikan dalam tabel berikut:

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.1. Kualitas dan Rumusan Pertanyaan pada Pertemuan I Kode Siswa No 1 2 3 4 A B C D Peryanyaan Siswa A B Ratarata Skor Persentase Kriteria Tingkatan Kognitif 2 2 66,7% Sedang Pengetahuan/ mengingat 2. Mengapa gravitasi pada bumi dapat mempengaruhi gaya 2 jatuh pada video tadi? 2 2 66,7% Sedang Memahami 1. Mengapa saat terjun, yang terjun dari tebing dapat jatuh 2 lurus sedangkan yang melompat dari pesawat jatuhnya agak menyamping? 2 2 66,7% Sedang Menganalisa 2. Apakah kecepatan dapat mempengaruhi gaya gravitasi 2 dan apakah berat dapat berpengaruh terhadap gaya gravitasi? 1. Apa perbedaan dari gaya jatuh kedua video tersebut? 1 1 1,5 50% Rendah Pengetahuan/ mengingat 1 1 33,3% Rendah Pengetahuan/ mengingat 2. Peralatan/persiapan apa saja yang harus disiapkan? 1 1 1 33,3% Rendah Pengetahuan/ mengingat 1. Apa perbedaan dari kedua video tersebut? 1 1 1 33,3% Rendah Pengetahuan/ mengingat 2. Gaya apa saja yang ada di dalam video tersebut? 2 2 2 66,7% Sedang Pengetahuan/ mengingat 65 1. Apa yang menyebabkan terjadinya perbedaan pada gaya 2 loncat dalam video tadi?

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 6 7 8 9 10 E F G H I J 1. Bagaimana pengaruh gaya gravitasi terhadap video 2 tersebut? 1 2. Berapa kecepatan pada saat lompat? 2 2 66,7 % Sedang Memahami 1 1 33,3% Rendah Pengetahuan/ mengingat 1. Kegiatan tersebut berpengaruh pada gravitasi? 1 1 1 33,3% Rendah Pengetahuan/ mengingat 2. Apa yang terjadi setelah melakukan kegiatan tersebut? 1 1 1 33,3% Rendah Pengetahuan/ mengingat 1. Apa pengaruh gravitasi pada jatuhnya dua orang tersebut? 2 2 2 66,7% Sedang Memahami 2. Apa yang menyebabkan arah jatuh mereka berbeda? 2 2 2 66,7% Sedang Memahami 1. Mengapa yang terjun dari tebing jatuhnya kedarat sangat 2 cepat sedangkan yang terjun dari pesawat terjunnya agak lama? 2 2 66,7 % Sedang Menganalisa 2. Berapakah kecepatan jatuh dari tebing dan dari pesawat? 2 Dan apakah jatuh dari tebing dan helikopter bisa mempengaruhi gaya dan berat gravitasi? 1 1,5 50% Rendah Memahami 1. Apakah ada hubungan cara melompat dengan gravitasi bumi? 2. Apa ada pengaruh antara lompat dari benda yang bergerak dengan yang dalam terhadap jatuh kita di permukaan nanti? 1. Mengapa gaya gravitasi dapat menarik kita ke permukaan bumi? 2. Gaya apakah yang dapat melawan gravitasi bumi dan rumusnya? 2 1 1,5 50% Rendah Memahami 1 1 1 33,3% Rendah Pengetahuan/ mengingat 2 2 2 66,7% Sedang Menganalisa 2 1 1,5 50% Rendah Memahami 66

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 12 13 14 K L M N 3. Mengapa parasut dapat menahan gaya dari gravitasi 2 bumi? 2 2 66,7% Sedang Memahami 1. Apa pengaruh gravitasi dari video pertama dan video 2 kedua? 1 1,5 50% Rendah Pengetahuan/ mengingat 2. Berapakah kecepatan lompatan dari video pertama? 1 1 1 33,3% Rendah Pengetahuan/ mengingat 3. Berapakah ketinggian dari pesawat pada video tersebut? 1 1 1 33,3% Rendah Pengetahuan/ mengingat 4. Berapakah pelompat yang melompat di video pertama? 1 1 1 33,3% Rendah Pengetahuan/ mengingat 1. Mengapa cara terjun dari kedua video tersebut berbeda? 1 2 1,5 50% Rendah Memahami 2. Jelaskan perbedaan cara terjun dari kedua video tersebut! 1 1 1 33,3% Rendah Memahami 1. Bagaimana gaya gravitasi dapat mempengaruhi cepat 2 atau lambatnya orang yang terjatuh tanpa parasut dan dengan parasut pada ketinggian yang tinggi? 2 2 66,7 % Sedang Menganalisa 2. Bagaimana pesawat dapat mempengaruhi posisi lurus 1 atau tidaknya orang itu terjun payung? 1 1 33,3% Rendah Memahami 3. Apa yang menyebabkan parasut bisa dikendalikan, saat 2 orang itu mendarat? Sedangkan orang tanpa parasut tidak. 1 1,5 50% Rendah Pengetahuan/ mengingat 1. Mengapa saat orang yang terjun dari tebing, saat sampai 1 ke air ia masuk dulu ke dalam air baru mengapung? 1 1 33,3% Rendah Pengetahuan/ mengingat 2. Mengapa saat orang yang dari pesawat terjunnya 2 mengarah ke kanan tidak langsung jatuh ke bawah? 2 2 66,7% Sedang Menganalisa 67

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 16 O P. 17 Q 18 R 19 S 1. Mengapa arah terjun saat melompat dari tebing dan dari 2 pesawat itu berbeda? 2. Mengapa saat terjun menggunakan perasut membutuhkan 2 waktu lama agar dapat sampai ke darat? 2 2 66,7% Sedang Menganalisa 2 2 66,7% Sedang Memahami 1. Apa yang menyebabkan terjadinya gaya gravitasi jatuh 1 dari pesawat lebih cepat daripada dari tebing di video tadi? 2 2. Apa yang menyebabkan keduanya jatuh pada posisi lurus atau tidaknya? 1. Mengapa penerjun yang dari pesawat jatuhnya 2 menyamping? Sedangkan yang penerjun dari tebing jatuh lurus? 1. Mengapa saat terjun dari pesawat, para penerjun mengarah kekanan dulu? 2 1 1 33,3% Rendah Memahami 1 1,5 50% Rendah Memahami 2 2 66,7% Sedang Menganalisa Rendah Memahami 1 1,5 50% 2. Kenapa kecepatan angin saat terjun di tebing lebih sedikit 1 daripada saat berada di udara langit? 1 1 33,3% Rendah Memahami 1. Bagaimana cara agar saat melompat mereka dapat 1 berputar kebelakang? 1 1 33,3% Rendah Pengetahuan/ mengingat 2. Mengapa gaya gravitasi selalu menarik ke bawah? 2 2 2 66,7% Sedang Menganalisa 3. Apa pengaruh angin terhadap parasut? 2 2 2 66,7% Sedang Pengetahuan/ mengingat Keterangan: A = Kualitas pertanyaan, B = Rumusan pertanyaan 68

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan analisis data, rata-rata skor yang diperoleh pada pertemuan pertama adalah 1,51 dengan persentase sebesar 50,39% dalam kategori pertanyaan rendah. Untuk rata-rata tingkatan kognitif berdasarkan pertanyaan yang diajukan pada pertemuan pertama berada pada tingkatan pengetahuan atau mengingat. Tabel 4.2 Kualitas dan Rumusan Pertanyaan pada Pertemuan II Persentase Kriteria 3 Ratarata Skor 2,5 83,3 % Tinggi Pengetahuan/ mengingat 1. Mengapa vektor A dan B selalu bergerak. 1 Mengapa tidak 1 vektor saja yang bergerak? 2 1,5 50% Rendah Pengetahuan/ mengingat 2. Apakah vektor dapat lebih dari dua? Seperti 1 vektor A, vektor B, vektor C, apakah bisa? 2 1,5 50% Rendah Memahami 1. Bagaimanakah cara perpindahan besaran vektor? 1. Apa itu besaran vektor? menghitung 2 3 2,5 83,3% Tinggi Memahami 2 2 2 66,7% Sedang Pengetahuan/ mengingat 2 2 2 66,7% Sedang Pengetahuan/ mengingat 3. Berikan contoh besaran vektor dan besaran 2 skalar! 2 2 66,7% Sedang Pengetahuan/ mengingat No Kode Siswa 1 A 1. Percobaan/peristiwa apa yang menyebabkan 2 muncul/terciptanya vektor? 2 B 3 C 4 D Peryanyaan Siswa 2. Apa itu besaran skalar? A B Tingkatan Kognitif 69

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 4. Apa simbol vektor untuk (+) pisitif? 1 2 Ratarata Skor 1,5 5. Apa simbol vektor untk (-) negatif? 1 2 1,5 50% Rendah Pengetahuan/ mengingat 6. 1 2 1,5 50% Rendah Pengetahuan/ mengingat 1. Jika A ke kanan 10(+) dan B ke kanan 5(+) 1 berapa vektornya? 1. Mengapa jika 2 vektor bergerak berbeda 1 nilai? 1. Apa saja besaran vektor? Contohnya 1 2 1,5 50% Rendah Memahami 2 1,5 50% Rendah Memahami 2 1,5 50% Rendah Pengetahuan/ mengingat 1. Jika Fajar naik motor ke arah timur laut 1 dengan kecepatan 20 m/s. Coba uraikan kecepatan motor ke arah timur dan utara ! 1. Jika perpindahan vektor A = 10 kekanan (+) 1 lalu kembali ke kiri = 10 (-) berapa nilai perpindahannya? 2 1,5 50% Rendah Memahami 2 1,5 50% Rendah Memahami Kode Siswa Peryanyaan Siswa 4 A B Tingkatan Kognitif Persentase Kriteria 50% Rendah Pengetahuan/ mengingat 2 Berapa jumlah vektornya? 5 E 6 F 7 G 8 H 9 I 70

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Kode Siswa 10 J 11 K 1. Mengapa arah kanan selalu bersimbol (+) 1 sedangkan arah kiri selalu bersimbol (-) ? 1 Ratarata Skor 1 2. Mengapa ada negatif / positif ? 1 1 1 33,3% Rendah Pengetahuan/ mengingat 3. Bagaimana cara mengetahui jawaban dari 1 pergerakan A dan B. 1 1 33,3% Rendah Pengetahuan/ mengingat 1. Apa perbedaan antara besaran vektor dan 2 besaran skalar? 2. Apakah perpindahan vektor jika hasilnya 1 minus akan masuk dalam data atau tidak? 2 2 66,7% Sedang Memahami 1 1 33,3% Rendah Pengetahuan/ mengingat 2 2 2 66,7% Sedang Memahami 4. Apa yang dimaksud dengan besaran vektor? 2 2 2 66,7% Sedang Pengetahuan/ mengingat 1. Apa yang dimaksud besaran vektor? 2 2 2 66,7% Sedang Pengetahuan/ mengingat 2. Kenapa simbol vektor ke (kanan) positif 1 2 1,5 50% Rendah Pengetahuan/ Peryanyaan Siswa A B Tingkatan Kognitif Persentase Kriteria 33,3% Rendah Pengetahuan/ mengingat 3. Jika perpindahan positif bertukar arah dengan perpindahan negatif rumusnya akan berbeda? Seperti contoh di bawah ini: + 12 L 71

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Kode Siswa Peryanyaan Siswa A B Ratarata Skor Persentase Kriteria kekiri (negatif)? 13 M 14 N 15 O 16 P 17 Q 18 R 1. Apa itu vektor? Tingkatan Kognitif mengingat 2 2 66,7% Sedang Pengetahuan/ mengingat 2. Bagaimana cara menghitung besaran vektor 1 dengan komponen-komponen dan stuannya? 3 2 66,7% Sedang Memahami 1. Darimana diperoleh simbol dari besaran 1 vektor? 1. Bagaimana bisa vektor A maupun vektor B 1 dapat bergerak? 3 2 66,7% Sedang Memahami 2 1,5 50% Rendah Memahami 2. Mengapa vektor A dan vektor B dapat 1 bergerak searah? 1. Apa saja contoh rumus besaran vektor? 1 2 1,5 50% Rendah Memahami 2 1,5 50% Rendah Pengetahuan/ mengingat 1. Apa perbedaan antara besaran vektor dan besaran skalar? 2. Darimana dapat diperoleh simbol dari besaran vektor? 3. Mengapa ada besaran vektor yang bernilai nol padahal berbeda arah? 1. Apakah materi vektor susah? 2 2 2 66,7% Sedang Memahami 1 3 2 66,7% Sedang Memahami 1 2 1,5 50% Rendah Memahami 1 1 1 33,3% Rendah Pengetahuan/ mengingat 2. Berapa banyak rumus vektor? 1 1 1,5 50% Rendah Pengetahuan/ mengingat 72 2

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 19 Kode Siswa S 3. Apa itu penguraian vektor? 1 2 Ratarata Skor 1,5 4. Apakah vektor ditemukan oleh ilmuan? 2 3 2,5 83,3% Tinggi Pengetahuan/ mengingat 5. Seberapa banyak vektor dipelajari? 1 1 1 33,3% Rendah Pengetahuan/ mengingat 1. Mengapa simbolnya beda? (simbol vektor) 1 1 1 33,3% Rendah Pengetahuan/ mengingat 2. Mengapa ada negatif dan positif? 1 1 1 33,3% Rendah Pengetahuan/ mengingat Peryanyaan Siswa A B Tingkatan Kognitif Persentase Kriteria 50% Rendah Pengetahuan/ mengingat Keterangan: A = Kualitas pertanyaan, B = Rumusan pertanyaan Berdasarkan analisis data, rata-rata skor yang diperoleh pada pertemuan kedua adalah 1,62 dengan persentase sebesar 54,17% dalam kategori pertanyaan sedang. Untuk rata-rata tingkatan kognitif berdasarkan pertanyaan yang diajukan pada pertemuan pertama berada pada tingkatan pengetahuan atau mengingat. 73

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.3. Kualitas dan Rumusan Pertanyaan pada Pertemuan III No 1 2 3 Kode Siswa A B C vektor 2 3 Ratarata Skor 2,5 2. Mengapa syarat yang digunakan harus berbeda? 2 Apa penyebabnya? 3 2,5 83,3% Tinggi Memahami 3. Bagaimana menentukan arah sudut pada vektor? 2 3 2,5 83,3% Tinggi Menerapkan 4. Mengapa dinamakan “vektor”? Asal mulanya seperti apa? 5. Apakah persamaan dari kedua perkalian vektor berdampak dalam hidup kita? 1. Kenapa sumbu vektor jika memutar ke arah kanan positif(mengikuti jarum jam) kenapa tidak ke kiri yang menjadi positif? Siapa yang menetapkan hal tersebut? 2. Mengapa syarat-syarat dalam perkalian dot dan cross harus menggunakan persamaan seperti itu? Alasannya apa? 3. Kenapa di penjumlahan vektor cuman ada segitiga, jajarangenjang dan polygon? Kenapa tidak ada bentuk lain misalnya layang-layang atau belah ketupat? 1. Bagaimana cara menggambar resultan jika memiliki 3 atau lebih vektor? 2 2 2 66.7% Sedang Menganalisa 2 3 2,5 83,3% Tinggi Menerapkan 1 2 1,5 50% Rendah Pengetahuan/ mengingat 2 3 2,5 83,3% Tinggi Menganalisa 2 3 2,5 83,3% Tinggi Memahami 2 3 2,5 83,3% Tinggi Menerapkan Peryanyaan Siswa 1. Apa yang membedakan perkalian menggunakan dot dan cross? A B Persentase Kriteria Tingkatan Kognitif 83,3% Tinggi Memahami 74

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 4 5 6 Kode Siswa D E F 2. Bagaimana cara membedakan perhitungan 2 resultan yang memiliki sudut dan yang tidak memiliki sudut? 3. Bagaimana cara menghitung resultan vektor 2 yang memiliki sudut? 3 Ratarata Skor 2,5 3 2,5 83,3% Tinggi Menerapkan 4. Bagaimana cara menghitung resultan vektor 2 yang memiliki 3 atau lebih vektor? 3 2,5 83,3% Tinggi Menerapkan 1. Syarat-syarat perkalian digunakan pada saat apa? 1 2 1,5 50% Rendah Memahami 2. Bagaimana cara menghitung jika hasil akhirnya 2 tidak bisa diakarkan? 2 2 66,67% Sedang Memahami 3. Apakah ada minimal dan maksimal sudut yang 2 digunakan untuk vektor yang berbentuk polygon? 1. Bagaimana cara menguraikan vektor (analisis) ? 2 Apakah hal tersebut memiliki manfaatnya untuk kita? 2. Bagaimana menentukan sudut istimewa? 2 Darimana asalnya sudut tersebut? 3 2,5 83,3% Tinggi Memahami 3 2,5 83,3% Tinggi Menerapkan 3 2,5 83,3% Tinggi Menerapkan 1. Bagaimana cara menerapkan rumus perkalian 2 vektor silang menurut geometri di dalam kehidupan ? 2. Mengapa syarat perkalian vektor (dot/skalar) 2 ditentukan seperti itu? Apa alasannya menggunakan syarat tersebut? 3 2,5 83,3% Tinggi Menerapkan 3 2,5 83,3% Tinggi Menganalisa Peryanyaan Siswa A B Persentase Kriteria Tingkatan Kognitif 83,3% Tinggi Menerapkan 75

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kode Siswa No 7 8 9 10 G H I J 3. Bagaimana cara menerapkan perkalian vektor 2 dalam hidup kita ? 3 Ratarata Skor 2,5 1. Bagaimana cara menghitung besaran vektor ? 2 2 2 66,7% Sedang Menerapkan 2. Bagaimana perpindahan vektor berdampak pada 2 kehidupan? 3. Cara menghitung perkalian geometri? 2 2 2 66,67% Sedang Memahami 2 2 66,67% Sedang Pengetahuan/ mengingat 1. Bagaimana analisis penguraian vektor 2 ditemukan? 2. Apakah besaran vektor memiliki dampak untuk 2 kehidupan ? 3. Apakah dampak positif atau negatif? 1 3 2,5 83,3% Tinggi Memahami 3 2,5 83,3% Tinggi Menerapkan 2 1,5 50% Rendah Pengetahuan/ mengingat 4. Mengapa syarat-syarat untuk perkalian vektor 2 dot dan silang berbeda? 3 2,5 83,3% Tinggi Menganalisa 1. Pekerjaan apa yang mewajibkan para pekerjanya 1 untuk menguasai materi vektor ? 3 2 66,7% Sedang Menerapkan 2. Apa dampak dan fungsi vektor dikegiatan 2 sehari-hari ? 1. Apa fungsi mempelajari vektor(sin, tan, cos) 2 dalam kehidupan kita? 3 2,5 83,3% Tinggi Menerapkan 3 2,5 83,3% Tinggi Menerapkan 2. Mengapa arah resultan bisa berbeda? Seperti apa 2 contoh penggunaan resultan dalam kehidupan? 3 2,5 83,3% Tinggi Menerapkan Peryanyaan Siswa A B Persentase Kriteria Tingkatan Kognitif 83,3% Tinggi Menerapkan 76

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 11 12 13 14 Kode Siswa K L M N 3. Bagaimana metode belajar yang benar untuk 1 menghafal syarat-syarat perkalian vektor dot dan cross? 1. Apakah rumus ̂, ̂, ̂ Tidak dapat diganti dengan 2 bentuk lain seperti ̂ Atau ̂ ? 2 Ratarata Skor 1,5 3 2,5 83,3% Tinggi Memahami 2. Bagaimana cara membedakan rumus perkalian 1 vektor dan cross? 3 2 66,7% Sedang Memahami 3. Apa alasan yang menyebabkan rumus perkalian 2 vektor dan rumus cross berbeda ? 3 2,5 83,3% Tinggi Memahami 4. Syarat perkalian vektor dan cross mengapa 2 berbeda? 5. Apa bedanya vektor perkalian secara geometri 2 dan vektor perkalian analitik? 3 2,5 83,3% Tinggi Menganalisa 3 2,5 83,3% Tinggi Memahami 1. Bagaimana manfaat sumbu vektor dalam kehidupan sehari-hari? 2. Selain metode segitiga, jajarangenjang dan poligon apakah ada metode yang lain yang bisa digunakan? 1. Darimana asal mula syarat-syarat ̂, ̂, ̂ , pada perkalian vektor bisa digunakan? 2. Kenapa perhitungan vektor harus menggunakan rumus yang sudah ditetapkan? Darimana asalnya? 1. Apakah besaran vektor mempunyai dampaknya buat kita? 2 2 2 66,67% Sedang Menerapkan 2 3 2,5 83,3% Tinggi Memahami 2 3 2,5 83,3% Tinggi Memahami 2 3 2,5 83,3% Tinggi Memahami 2 3 2,5 83,3% Tinggi Menerapkan Peryanyaan Siswa A B Persentase Kriteria Tingkatan Kognitif 50% Rendah Pengetahuan/ mengingat 77

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 15 16 17 Kode Siswa O P Q 2. Apakah besaran skalar mempunyai dampaknya 2 buat kita? 3. Bagaimana simbol vektor bisa ditemukan? 1 3 Ratarata Skor 2,5 3 1,5 50% Rendah Memahami 4. Bagaimana cara membedakan rumus perkalian 1 vektor dan cross? 3 1,5 50% Rendah Memahami 1. Bagaimana cara menentukan sudut istimewa? 2 3 2,5 83,3% Tinggi Menerapkan 2. Mengapa hasil dari syarat-syarat dalam perkalian 2 vektor mempunyai nilai seperti itu ? Apakah bisa berubah syarat-syaratnya? 3. Mengapa saat menghitung resultan garis yang 1 digambar adalah miring diantara 2 vektor yang diketahui? 4. Bagaimana manfaat dari menghitung nilai dan 2 arah besaran vektor buat kehidupan ? 3 2,5 83,3% Tinggi Memahami 2 1,5 50% Rendah Memahami 2 2 66,7% Sedang Menerapkan 1. Bagaimana cara cepat untuk menghafal rumus- 1 rumus vektor? 2 1,5 50% Rendah Pengetahuan/ mengingat 2. Pada saat apa perkalian, pengurangan, 2 penjumlahan vektor digunakan dalam kehidupan sehari-hari? 1. Apa perbedaan besaran skalar dan besaran 2 vektor ? Sebutkan contohnya! 3 2,5 83,3% Tinggi Menerapkan 2 2 66,7% Sedang Pengetahuan/ mengingat 2. Apa yang menyebabkan perbedaan antara cos, 2 sin, dan tan? 3 2,5 83,3% Tinggi Memahami Peryanyaan Siswa A B Persentase Kriteria Tingkatan Kognitif 83,3% Tinggi Menerapkan 78

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 18 19 Kode Siswa Peryanyaan Siswa 2 3 Ratarata Skor 2,5 2 3 2,5 83,3% Tinggi Memahami 2 3 2,5 83,3% Tinggi Menerapkan 2 2 2 66,67% Sedang Menerapkan 2 2 2 66,67% Sedang Memahami A B Persentase Kriteria Tingkatan Kognitif R 3. Mengapa macam-macam sudut istimewa beserta nilai cos,sin,tan dari setiap sudutnya memiliki nilai seperti itu? 4. Seperti apa perbedaan antara giometri dan analitik pada perkalian vektor? 5. Bagaimana tingkat kesulitan dalam menggunakan syarat-syarat perkalian vektor dot dan skalar untuk soal yang sama ? 6. Bagaimana menerapkan resultan itu bisa dalam hidup kita ? 7. Mengapa rumus antara penjumlahan dan pengurangan vektor harus berbeda ? 1. Darimana diperoleh sudut-sudut istemewa? 2 3 2,5 83,3% Tinggi Memahami 3 2,5 83,3% Tinggi Memahami S 2. Perkalian dot dan cross cari untuk apa? 2 Fungsinya apa? 1. Ada berapa jenis perkalian vektor? 2 2 2 66,67% Sedang Pengetahuan/ mengingat 2. Penjumlahan vektor jenis apa yang paling 2 mudah digunakan? 2 2 66,67% Sedang Pengetahuan/ mengingat 3. Apa fungsi vektor bagi kehidupan kita? 3 2,5 83,3% Tinggi Pengetahuan/ mengingat 66,67% Sedang Menerapkan 2 Tinggi Menganalisa 79 4. Apakah vektor bisa digunakan untuk bidang 2 2 2 lain? Keterangan: A = Kualitas pertanyaan, B = Rumusan pertanyaan 83,3%

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan analisis data, rata-rata skor yang diperoleh pada pertemuan ketiga adalah 2,29 dengan persentase sebesar 76,45% dalam kategori pertanyaan tinggi. Untuk rata-rata tingkatan kognitif berdasarkan pertanyaan yang diajukan pada pertemuan pertama berada pada tingkatan menerapkan. 80

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 2. Jumlah Pertanyaan Siswa Berdasarkan transkip data, peneliti mengidentifikasi Jumlah pertanyaan yang dituliskan oleh siswa disetiap kali pertemuan, menggunakan rubrik kriteria keterampilan bertanya pada tabel (3.3). Identifikasi jumlah pertanyaan disajikan dalam tabel berikut: Tabel 4.4 Jumlah Pertanyaan yang Diajukan Siswa Pada Pertemuan I No Kode Siswa Jumlah Pertanyaan Kriteria 1 A 2 Rendah 2 B 2 Rendah 3 C 2 Rendah 4 D 2 Rendah 5 E 2 Rendah 6 F 2 Rendah 7 G 2 Rendah 8 H 2 Rendah 9 I 2 Rendah 10 J 3 Sedang 11 K 4 Sedang 12 L 2 Rendah 13 M 3 Sedang 14 N 2 Rendah 15 O 2 Rendah 16 P 2 Rendah 17 Q 1 Rendah

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 No Kode Siswa Jumlah Pertanyaan Kriteria 18 R 2 Rendah 19 S 3 Sedang Total 42 Berdasarkan data pada pertemuan pertaman, jumlah total pertanyaan yang ditanyakan oleh siswa adalah 42 pertanyaan, dengan rata-rata pertanyaan yang diajukan oleh siswa adalah 2 pertanyaan. Tabel 4.5 Jumlah Pertanyaan yang Diajukan Siswa Pada Pertemuan II No Kode Siswa Jumlah Pertanyaan Kriteria 1 A 1 Rendah 2 B 2 Rendah 3 C 1 Rendah 4 D 6 Tinggi 5 E 1 Rendah 6 F 1 Rendah 7 G 1 Rendah 8 H 1 Rendah 9 I 1 Rendah 10 J 3 Sedang 11 K 4 Sedang 12 L 2 Rendah 13 M 2 Rendah 14 N 1 Rendah

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 No Kode Siswa Jumlah Pertanyaan Kriteria 15 O 2 Rendah 16 P 1 Rendah 17 Q 3 Sedang 18 R 5 Tinggi 19 S 2 Rendah Total 40 Berdasarkan data pada pertemuan kedua, jumlah total pertanyaan yang diajukan oleh siswa sebanyak 40 pertanyaan, dengan rata-rata pertanyaan yang diajukan oleh siswa adalah 1 pertanyaan. Tabel 4.6 Jumlah Pertanyaan yang Diajukan Siswa Pada Pertemuan III No Kode Siswa Jumlah Pertanyaan Kriteria 1 A 5 Tinggi 2 B 3 Sedang 3 C 4 Rendah 4 D 3 Sedang 5 E 2 Rendah 6 F 3 Sedang 7 G 3 Sedang 8 H 3 Sedang 9 I 2 Rendah 10 J 3 Sedang 11 K 5 Tinggi 12 L 2 Rendah

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 No Kode Siswa Jumlah Pertanyaan Kriteria 13 M 2 Rendah 14 N 4 Sedang 15 O 4 Sedang 16 P 2 Rendah 17 Q 7 Tinggi 18 R 2 Rendah 19 S 4 Tinggi Total 63 Berdasarkan data pada pertemuan ketiga, jumlah total pertanyaan yang diajukan oleh siswa adalah 63 pertanyaan, dengan rata-rata pertanyaan yang diajukan oleh siswa adalah 3 pertanyaan. 3. Pemahaman Siswa dari Hasil Pretest dan Post-test Berdasarkan pretest dan post-test yang telah dilakukan, diperoleh data yang disajikan ke dalam tabel berikut: Tabel 4.7 Data Hasil Pretest dan Post-test Siswa No Xi1 Xi2 D2 D 1 2 2 0 0 .2 3 5 -2 4 3 3 4 -1 1 4 2 5 -3 9 5 2 5 -3 9

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 6 3 4 -1 1 7 5 4 1 1 8 2 6 -4 16 9 2 5 -3 9 10 2 3 -1 1 11 6 6 0 0 12 2 5 -3 9 13 3 4 -1 1 14 0 5 -5 25 15 4 5 -1 1 16 1 3 -2 4 17 4 5 -1 1 18 2 3 -1 1 19 3 6 -3 9 ∑ 51 85 -34 102 Keterangan: Xi1 = pretest Xi2 = post-test D = perbedaan antara skor tiap subjek = Xi1 - Xi2 Pemahaman siswa tentang materi vektor dapat dilihat berdasarkan hasil Uji-T dependen. Hasil ini diperoleh berdasarkan soal pretest dan post-test yang diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran interaktif.

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 Hasil Uji-T dependen diperoleh melalui analisis menggunakan SPSS berdasarkan variabel nilai dari pretest dan post-test. Tabel 4.8. Hasil Analisis Uji-T Dependen Berdasarkan tabel di atas diperoleh p = 0,000 < α = 0,05 maka signifikan. Artinya, pembelajaran menggunakan model pembelajaran problem composing menyebabkan terjadinya peningkatan pada pemahaman siswa terhadap materi vektor. C. Pembahasan Di awal pembelajaran peneliti memberikan penjelasan kepada siswa tentang jenis-jenis dan kualitas serta kriteria pertanyaan yang baik disertai dengan contohnya. Di akhir pembelajaran peneliti memberikan umpan balik kepada siswa berkaitan dengan pertanyaan yang ditanyakan/ditulis siswa, serta mengoreksi secara keseluruhan bagaimana kualaitas pertanyaan yang ditanyakan siswa pada pertemuan hari ini,

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 kemudian memberikan motivasi pada siswa agar pertemuan berikutnya kualitas pertanyaan yang diajukan menjadi lebih baik. 1. Kualitas dan Rumusan Pertanyaan Berdasarkan data yang telah dianalisis, diperoleh hasil yang disajikan dalam bentuk tabel berikut : Tabel 4.9. Kriteria Kualitas dan Rumusan Pertanyaan Siswa Pertemuan Ratarata Skor Rata-rata Persentase Rata-rata Kriteria Rata-rata Keterampilan Tingkatan Bertanya Kognitif Pertemuan I 1,51 50,39% Rendah Pengetahuan/ mengingat Pertemuan II 1,62 54,17% Sedang Pengetahuan/ mengingat Pertemuan III 2,29 76,45% Tinggi Menerapkan Berdasarkan tabel (4.9) jumlah total pertanyaan yang diajukan pada pertemuan pertama adalah 42 pertanyaan. Jumlah pertanyaan yang memperoleh skor 1 adalah 16 pertanyaan dengan persentase 33,3% berada pada kategori rendah. Jumlah pertanyaan yang memperoleh skor 1,5 adalah 9 pertanyaan dengan persentase 50% berada pada kategori rendah. Jumlah pertanyaan yang memperoleh skor 2 adalah 17 pertanyaan dengan persentase 66,7% berada pada kategori sedang. Untuk rata-rata tingkatan kognitif berada pada tingkat pengetahuan/mengingat dengan jumlah pertanyaan sebanyak 18 pertanyaan, tingkat memahami sebanyak 18 pertanyaan dan tingkat pertanyaan menganalisa sebanyak 8 pertanyaan.

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 Secara keseluruhan rata-rata skor pada pertemuan pertama adalah 1,51 dengan presentase sebesar 50,39% dan berada pada kategori rendah. Jumlah total pertanyaan yang diajukan pada pertemuan kedua adalah 40 pertanyaan. Jumlah pertanyaan yang memperoleh skor 1 adalah 8 pertanyaan dengan persentase 33,3% berada pada kategori rendah. Jumlah pertanyaan yang memperoleh skor 1,5 adalah 17 pertanyaan dengan persentase 50% berada pada kategori rendah. Jumlah pertanyaan yang memperoleh skor 2 adalah 12 pertanyaan dengan persentase 66,7% berada pada kategori sedang. Jumlah pertanyaan yang memperoleh skor 2,5 adalah 3 pertanyaan dengan persentase 83,3% berada pada kategori tinggi. Untuk rata-rata tingkatan kognitif berada pada tingkat pemahaman/mengingat dengan jumlah pertanyaan sebanyak 25 pertanyaan dan tingkat memahami sebanyak 15 pertanyaan. Secara keseluruhan ratarata skor pada pertemuan kedua adalah 1,62 dengan presentase sebesar 54,17% dan berada pada kategori sedang. Jumlah total pertanyaan yang diajukan pada pertemuan ketiga adalah 63 pertanyaan. Jumlah pertanyaan yang memperoleh skor 1,5 adalah 8 pertanyaan dengan persentase 50% berada pada kategori rendah. Jumlah pertanyaan yang memperoleh skor 2 adalah 14 pertanyaan dengan persentase 66,7% berada pada kategori sedang. Jumlah pertanyaan yang memperoleh skor 2,5 adalah 41 pertanyaan dengan persentase 83,3% berada pada kategori tinggi. Untuk rata-rata tingkatan kognitif berada pada tingkat menerapkan. Jumlah pertanyaan pada tingkat

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 pemahaman/mengingat adalah 9 pertanyaan, jumlah pertanyaan pada tingkat memahami adalah 23 pertanyaan, jumlah pertanyaan pada tingkat menerapkan adalah 25 pertanyaan dan jumlah pertanyaan pada tingkat menganalisa adalah 6 pertanyaan. Secara keseluruhan rata-rata skor pada pertemuan ketiga adalah 2,29 dengan presentase sebesar 76,45% dan berada pada kategori tinggi. Berdasarkan data yang telah dianalisis, kualitas bertanya siswa mengalami peningkatan pada setiap pertemuan. Pada pertemuan pertama skor rata-rata adalah 1,51 dengan presentase sebesar 50,39% dan berada pada kategori rendah sedangkan pada pertemuan kedua skor rata-rata adalah 1,62 dengan presentase sebesar 54,17% dan berada pada kategori sedang. Untuk pertemuan ketiga, keterampilan bertanya siswa mengalami peningkatan yang cukup tinggi, dengan rata-rata skor diperoleh adalah 2,29 dengan presentase sebesar 76,45% dan berada pada kategori tinggi. Namun, untuk tingkatan kognitif mengalami penuruanan dari pertemuan pertama ke pertemuan kedua, dengan jumlah tingkatan kognitif pemahaman/mengingat pada pertemuan pertama sebanyak 18 pertanyaan di pertemuan kedua meningkat menjadi 25 pertanyaan. Sedangkan tingkat kognitif menganalisa dipertemuan pertama sebanyak 8 pertanyaan, di pertemuan kedua tidak ada pertanyaan pada tingkat menganalisa. Untuk tingkatan kognitif pada pertemuan ketiga pun mengalami peningkatan pada kategori memahami dan menerapkan, dengan jumlah pertanyaanan

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 sebanyak 23 pertanyaan untuk tingkat memahami, dan sebanyak 25 pertanyaan untuk tingkat menerapkan. Berkurangnya atau menurunnya tingkatan kognitif bertanya siswa pada pertemuan pertama ke pertemuan kedua disebabkan oleh pemberian materi yang terlalu banyak pada pertemuan kedua, sehingga waktu yang diberikan kepada siswa untuk menuliskan pertanyaan kurang kondusif, dan menyebabkan siswa terburu-buru menulis pertanyaan tanpa dipikirkan dengan baik. Pemberian materi yang terlalu banyak pada pertemuan kedua dikarenakan pada pertemuan pertama, waktu yang akan digunakan oleh peneliti untuk menyampaikan materi terpotong pada pemberian materi oleh guru kelas yang belum terselesaikan dipertemuan sebelumnya, sehingga menghabiskan sebagian waktu peneliti dalam menyampaikan materi pembelajaran. 2. Jumlah Pertanyaan Siswa Berdasarkan data yang telah dianalisis, jumlah pertanyaan yang diajukan oleh siswa disajikan kedalam tabel berikut: Tabel 5.0. Jumlah pertanyaan siswa Kriteria Pertemuan Total Pertanyaan Pertemuan I 42 Pertemuan II 40 Pertemuan III 63 Jumlah Siswa 19 1–2 (rendah) 3–4 (sedang) ≥5 (tinggi) 15 4 0 14 3 2 6 10 3

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 Berdasarkan tabel (5.0) Jumlah total pertanyaan yang diajukan oleh siswa mengalami penurunan di pertemuan pertama ke pertemuan kedua, dengan jumlah pertanyaan sebanyak 42 pertanyaan pada pertemuan pertama menjadi 40 pertanyaan pada pertemuan kedua. Tetapi, pada pertemuan ketiga, jumlah pertanyaan yang diajukan siswa meningkat menjadi 63 pertanyaan yang diajukan oleh siswa. Rata-rata pertanyaan yang diajukan oleh seetiap siswa pada pertemuan pertama adalah 1 – 2 pertanyaan, rata-rata pertanyaan yang diajukan oleh setiap siswa pada pertemuan kedua adalah 1 -2 pertanyaan, dan rata-rata pertanyaan yang diajukan oleh setiap siswa pada pertemuan ketiga adalah 3 - 4 pertanyaan. Untuk kategori pertanyaan yang diajukan oleh masing-masing siswa mengalami peningkatan dari pertemuan pertama hingga pertemuan ketiga. Untuk kategori jumlah pertanyaan rendah tercatat sebanyak 15 pertanyaan pada pertemuan pertama, kemudian pada pertemuan kedua berkurang menjadi 14 pertanyaan, dan pada pertemuan ketiga berkurang menjadi 6 pertanyaan. Untuk kategori sedang, sebanyak 4 pertanyaan pada pertemuan pertama, sebanyak 3 pertanyaan pada pertemuan kedua, dan sebanyak 10 pertanyaan pada pertemuan ketiga. Untuk kategori tinggi, pada pertemuan pertama tidak ada siswa yang mengajukan pertanyaan dengan jumlah yang tinggi, sedangkan pada pertemuan kedua siswa mengajukan pertanyaan sebanyak 2 pertanyaan, dan pada pertemuan ketiga sebanyak 3 pertanyaan.

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 3. Pemahaman Siswa Berdasarkan hasil pretest dan post-test yang dianalisis menggunakan uji-T dependen menggunakan SPSS, diperoleh tril = 5,158 > tcrit = 2,101 karena t hasil lebih besar dari t kritikal, dan p = 0,000 < α = 0,05 maka perbedaan antara dua kelompok itu signifikan. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa siswa mengalami peningkatan pemahaman yang signifikan. Peningkatan pemahaman siswa diperoleh dengan menerapkan metode problem composing di dalam pembelajaran. Metode ini dapat memotivasi untuk menuliskan pertanyaan-pertanyaan yang tidak dipahami, kemudian peneliti bersama siswa memecahkan setiap persoalan atau pertanyaan yang telah dituliskan oleh siswa tersebut. Namun, hasil pemahaman yang diperoleh siswa masih berada 50% dari hasil maksimum, artinya hasil pemahaman siswa masih terbilang rendah karena belum melebihi 50% dari hasil maksimum.

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Penggunaan metode problem composing dalam penelitian dapat mengembangkan keterampilan bertanya siswa. Keterampilan bertanya siswa secara keseluruhan mengalami perkembangan sebagai berikut:  keterampilan bertanya dari kualitas dan rumusan mengalami perkembangan dan meningkat dari pertemuan pertama hingga pertemuan ketiga.  Keterampilan bertanya berdasarkan tingkatan kognitif berkembang atau meningkat dari tingkat berkembang menjadi tingkat pengetahuan/mengingat memahami dan menerapkan.  keterampilan bertanya dari jumlah pertanyaan berkembang, dengan total pertanyaan pada pertemuan I adalah 42 pertanyaan, pertemuan II adalah 40 pertanyaan dan pertemuan III adalah 63 pertanyaan. 93

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 2. Siswa mengalami peningkatan pemahaman yang signifikan mengenai materi vektor. Hasil yang diperoleh berdasarkan pretest dan post-test yaitu p = 0,000 < α = 0,05 maka signifikan. Artinya, pembelajaran menggunakan model pembelajaran problem composing menyebabkan terjadinya peningkatan pada pemahaman siswa terhadap materi vektor. B. Saran Melalui penelitian ini, peneliti mempunyai beberapa saran sebagai berikut: 1. Bagi guru sebaiknya menerapkan metode pembelajaran yang lebih bervariasi, salah satunya dengan menerapkan metode problem composing untuk menstimulus siswa bertanya di dalam pembelajaran. 2. Sebaiknya guru memberikan apresiasi kepada siswa yang mengajukan pertanyaan, serta memotovasi siswa untuk bertanya di dalam kegiatan pembelajaran. 3. Bagi peneliti lain, penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi untuk penelitian yang sejenis.

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Agata Fery. 2010. Peningkatan Kemampuan Bertanya Pada Pembelajaran IPA Pada Siswa Sekolah Dasar Dengan Menggunakan Metode TanyaJawab Dengan Bantuan Media Film Peristiwa Alam, Skripsi, Pendidikan Fisiska, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Ari Widodo. 2006. Profil pertanyaan guru dan siswa dalam pembelajaran sains. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol 4, No 2, Hal. 139148. Bolla, John I. 1984. Keterampilan Bertanya Dasar dan Lanjut. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. Chatib, Munif. 2016. Biarkan Anak Bertanya. Bandung: Penerbit Kaifa. Hosnan, M. 2014. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia. Imas Ratna, dkk. 2013. Perbandingan Penerapan Model Pembelajaran Problem Composing Dengan Model Pembelajaran Problem Posing Tipe Pre Solution Posing Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Di SMAN Jakarta, Skripsi, Pendidikan Fisiska, Universitas Muhammadyah PROF. DR. HAMKA, Jakarta. Parera, Jos Daniel. 1986. Keterampilan Bertanya dan Menjelaskan. Jakarta: Penerbit Erlangga. Purwanto, Budi. 2013. Fisika Kelas 1 Untuk Kelas X SMA dan MA. Solo : PT Wangsa Jatra Lestari. Rizky Lestasi. 2017. Profil Keterampilan Bertanya Siswa Pada Pembelajaran Biologi SMAN 1 Bandar Lampung, Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung, Bandar Lampung. 95

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 Slamet Hariyadi. 2014. Bertanya, Pemicu Kreativitas Dalam Interaksi Belajar. Jurnal Biology Science & Edication. Vol 3, No 2, Hal. 143158. Suparno, Paul. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan Fisika. Yogyakarta : Penerbit Universitas Sanata Dharma. Suparno, Paul. 2007. Metodologi Pembelajaran Fisika. Yogyakarta : Penerbit Universitas Sanata Dharma. Suparno, Paul.2011. Pengantar Statistika Untuk Pendidkan dan Psikologi. Yogyakarta : Penerbit Universitas Sanata Dharma. Tipler, Paul A. 1991.Fisika Untuk Sains dan Teknik Edisi Ketiga. Jakarta : Penerbit Erlangga.

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 97

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 Lampiran 1: Permohonan Izin Penelitian

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 Lampiran 2: Surat Pernyataan Telah Melakukan Penelitian

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 Lampiran 3: Rancangan Proses Pembelajaran (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMA Sang Timur Yogyakarta Mata Pelajaran : Fisika Kelas/semester : X/gasal Peminatan : MIPA(Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) Materi Pokok : Vektor Tahun Pelajaran : 2018/2019 Alokasi Waktu : 3 x 45 menit (3 pertemuan) A. Kopetensi Inti (KI) KI 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional. KI 3 Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah KI 4 Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. B. Kompetensi Dasar ( KD ) dan Indikator Pencampaian Kopetensi (KPK) Kompetensi Dasar ( KD ) Indikator Pencampaian Kopetensi (KPK) Menerapkan prinsip 3.3.1 Membedakan Bersaran skalar penjumlahan vektor sebidang dan besaran vektor (misalnya perpindahan) 3.3.2 Menjumlahkan dua vektor atau lebih dengan metode jajargenjang dan poligon 3.3.3 Menjumlahkan dua vektor yang segaris dan membentuk sudut secara grafis dan rumus cosinus 3.3.4 Menguraikan sebuah vektor dalam bidang datar menjadi dua vektor komponen yang saling tegak lurus 3.3.5 Menjumlahkan dua vektor atau lebih dengan cara analisis 3.3.6 Menghitung hasil perkalian dua vektor dengan cara perkalian titik dan perkalian silang 4.3 Merancang percobaan untuk 4.3.1 Mendiskusikan penerapan menentukan resultan vektor besaran vektor dan besaran skalar sebidang (misalnya perpindahan) dalam fisika beserta presentasi hasil dan makna fisisnya

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 C. Tujuan Pembelajaran Melalui proses bertanya, berdiskusi dan praktik, siswa diharapkan mampu, menjelaskan notasi vektor, menggambar dan menuliskan notasi vektor, menggambar penjumlahan vektor dengan berbagai metode, menggambar pengurangan vektor, menentukan besar resultan vektor dengan berbegai metode, menentukan arah resultan vektor, memahami vektor dan vektor resultan melalui percobaan sederhana, menguraikan vektor satuan, menentukan perkalian vektor. D. Materi Pembelajaran Fakta: Besaran Skalar adalah : suatu besaran yang hanya di tentukan oleh besar atau nilainya saja Contoh : panjang , massa, volume, jarak dan waktu. Besaran Vektor adalah : besaran – besaran yang memiliki nilai juga memiliki arah. Contoh : Perpidahan, gaya, kecepatan,percepatan, dan momentum. Konsep: 1. Notasi vektor 2. Penjumlahan dan pengurangan vektor 3. Penguraian vektor 4. Satuan vektor 5. Perkalian vektor Prinsip Sifat-sifat vektor a. Dapat di pindahkan asalkan besar dan arahnya tidak berubah b. Dapat dijumlahkan c. Dapat dikurangi d. Dapat diuraikan e. Dapat dikalikan

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 Prosedur 1. Penyajian dan pengolahan data. 3. Percobaan resultan vektor. E. Metode pembelajaran Pendekatan : Saintifik Metode : tanya jawab, diskusi kelompok dan demontrasi Model : Problem Composing F. Alat/media Pembelajaran Media : Power point Alat/Bahan : LCD, Lap Top, papan ulis/white board G. Sumber Belajar  Purwanto.Budi dan Muchammad Azam.2014. Fisika Untuk Kelas X SMA dan MA. Solo: PT Wangsa Jatra Lestari.  Kanginan, Marthen. 2013. Fisika Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Penerbit Erlangga.  Umar, Efrizon. 2004. Fisika Dan Kecakapan Hidup Untuk Kelas 1 SMA. Jakarta: Ganeca Exact.  Ruwanto, Bambang. 2003. Asas-asas Fisika Untuk Kelas 1 SMU. Jakarta: Yudhistira. H. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Indikator Pencapaian Kompetensi 3.3.1 Membedakan Bersaran skalar dan besaran vektor Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104  Pendahuluan Guru mengucapkan salam pembuka, berdoa  Guru memperkenalkan diri kepada siswa  Guru mengecek kehadiran siswa  Guru menyampaikan Tujuan 25 menit pembelajaran  Guru memberikan penjelasan kepada siswa tentang jenis-jenis dan kualitas serta kriteria pertanyaan yang baik. Guru memberikan beberapa contoh pertanyaan yang baik. Memberi stimulus  Kegiatan Inti Guru menjelaskan fenomena yang berkaitan dengan materi Vektor (menampilkan video orang yang melakukan terjun payung dan orang yang lompat dari tebing) Mengidentifikasi masalah   Guru membagikan kertas dan mengintruksikan siswa untuk menulis pertanyaan didalam kertas yang diisi 90 menit nama oleh siswa berkaitan dengan video yang ditampilkan. Guru mengumpulkan kertas yang berisi pertanyaan kemudian membagikan kertas kepada siswa(setiap siswa mengoreksi kertas yang berisis pertanyaan yang ditulis oleh temannya), kemudian mengintruksikan siswa untuk menilai jenis atau kualaitas dari pertanyaan yang dituliskan oleh temannya. Mengumpulkan informasi(collecting)  Guru membagi siswa kedalam

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105   kelompok (yang terdiri dari 3 atau 4 siswa) Guru memilih beberapa pertanyaan dan membagikan pertanyaan (pertanyaan yang tergolong kedalam pertanyaan ilmiah yang baik) kepada siswa Masing-masing kelompok mencari jawaban dari pertanyaan melalui buku atau internet Mengolah data(processing)  Siswa menjawab pertanyaan dan mendiskusikan dalam kelompok. Verifikasi    Setiap kelompok maju kedepan mempersentasikan hasil diskusi kelompok Guru memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk membahas hasil presentasi atau bertanya kepada kelompok yang melakukan presentasi guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang sudah mempresentasikan hasil diskusi kelompok atau kepada siswa yang sudah bertanya Generalisasi  Penutup Masing-masing siswa membuat kesimpulan hasil presentasi  Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi secara keseluruhan  Memberikan umpan balik kepada 20menit siswa berkaitan dengan pertanyaan yang

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106     ditanyakan/ditulis siswa (mengoreksi secara keseluruhan bagaimana kualaitas pertanyaan yang ditanyakan siswa pada pertemuan hari ini, kemudian memberikan motivasi pada siswa agar pertemuan berikutnya kualitas pertanyaan yang diajukan menjadi lebih baik) Mengevaluasi ketercapaian indikator, dengan cara memberikan kesempatan kepada beberapa siswa untuk menyimpulkan keseluruhan rangkaian pembelajaran pemberian tugas(jika ada) Doa Salam penutup Pertemuan 2 Indikator Pencapaian Kompetensi 3.3.2 Menjumlahkan dua vektor atau lebih dengan metode segitiga, jajaran genjang dan poligon 3.3.3 Menjumlahkan dua vektor yang segaris dan membentuk sudut secara grafis dan rumus cosinus 3.3.4 Menguraikan sebuah vektor dalam bidang datar menjadi dua vektor komponen yang saling tegak lurus Kegiatan Deskripsi Kegiatan   Guru mengucapkan salam pembuka, berdoa Guru mengecek kehadiran siswa Alokasi Waktu

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107  Pendahuluan  Guru menyampaikan Tujuan 25 menit pembelajaran Guru memberikan penjelasan kepada siswa tentang jenisjenis dan kualitas serta kriteria pertanyaan yang baik. Guru memberikan beberapa contoh pertanyaan yang baik yang dikaitakan dengan pertanyaanpertanyaan yang telah dibuat siswa pada pertemuan sebelumnya. . Memberi stimulus  Inti  Guru meminta dua orang siswa maju kedepan. Kemudian salah satu siswa berjalan ke kanan dan salah satu siswa berjalan kekiri dengan jarak panjang yang sama tapi arah yang berbeda,(apakah vektornya berbeda atau tidak?) siswa memperhatikan fenomena tersebut, apakah vektor yang dihasilkan sama atau berbeda? 90 menit Guru menampilkan PPT yang berisi penjelasan tentang materi vektor yang akan dibahas. Mengidentifikasi masalah  Setalah melakukan demonstrasi guru membagikan kertas dan mengintruksikan siswa untuk menulis pertanyaan didalam kertas yang diisi nama oleh siswa berkaitan dengan materi vektor dan demonstrasi yang ditampilkan.

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108  Guru mengumpulkan kertas yang berisi pertanyaan kemudian membagikan kertas kepada siswa(setiap siswa mengoreksi kertas yang berisis pertanyaan yang ditulis oleh temannya), kemudian mengintruksikan siswa untuk menilai jenis atau kualaitas dari pertanyaan yang dituliskan oleh temannya. Mengumpulkan informasi(collecting)    Guru membagi siswa kedalam kelompok (yang terdiri dari 3 atau 4 siswa) Guru memilih beberapa pertanyaan dan membagikan pertanyaan (pertanyaan yang tergolong kedalam pertanyaan ilmiah yang baik) kepada siswa, ditambah dengan pertanyaan yang telah dibuat oleh guru. Masing-masing kelompok mencari jawaban dari pertanyaan melalui buku atau internet Mengolah data(processing)  Siswa menjawab pertanyaan dan mendiskusikan dalam kelompok. Verifikasi   Setiap kelompok mempersentasikan hasil diskusi yang telah mereka lakukan/ Guru memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk membahas hasil presentasi atau bertanya kepada kelompok yang melakukan presentasi

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109  Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang sudah mempresentasikan hasil diskusi kelompok atau kepada siswa yang sudah bertanya Generalisasi  Penutup      Masing-masing siswa membuat kesimpulan hasil presentasi Guru memberikan umpan balik kepada siswa berkaitan dengan pertanyaan yang ditanyakan/ditulis siswa 20 menit (mengoreksi secara keseluruhan bagaimana kualitas pertanyaan yang ditanyakan siswa pada pertemuan hari ini, kemudian memberikan motivasi pada siswa agar pertemuan berikutnya kualitas pertanyaan yang diajukan menjadi lebih baik) Mengevaluasi ketercapaian indikator, dengan cara memberikan kesempatan kepada beberapa siswa untuk menyimpulkan keseluruhan rangkaian pembelajaran Guru memberikan tugas(jika ada) Doa Salam penutup Pertemuan 3 Indikator Pencapaian Kopetensi 3.3.5 Menjumlahkan dua vektor atau lebih dengan cara analisis 3.3.6 Menghitung hasil perkalian dua vektor dengan cara perkalian titik dan perkalian silang

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 4.3.1 Mendiskusikan penerapan besaran vektor dan besaran skalar dalam fisika Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu  Guru mengucapkan salam pembuka, berdoa  Guru mengecek kehadiran siswa  Guru menyampaikan Tujuan Pendahuluan pembelajaran.  Guru memberikan penjelasan 25 menit kepada siswa tentang jenis-jenis dan kulaitas serta kriteria pertanyaan yang baik. Guru memberikan beberapa contoh pertanyaan yang baik yang dikaitakan dengan pertanyaanpertanyaan yang telah dibuat siswa pada pertemuan sebelumnya.  Guru bertanya tentang materi pada pertemuan sebelumnya, dan mengkaitkannya dengan materi vektor yang akan dipelajari Memberi stimulus  Inti Guru menjelaskan fenomena yang berkaitan dengan vektor melalui demontrasi didalam kelas Mengidentifikasi masalah   Setalah melakukan demonstrasi guru membagikan kertas dan mengintruksikan siswa untuk menulis pertanyaan didalam kertas yang diisi nama oleh siswa 90 menit berkaitan dengan materi vektor dan demonstrasi yang ditampilkan. Guru mengumpulkan kertas yang

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 berisi pertanyaan kemudian guru memilih beberapa pertanyaan dan membagikan pertanyaan (pertanyaan yang tergolong kedalam pertanyaan ilmiah yang baik) kepada siswa, ditambah dengan pertanyaan yang telah dibuat oleh guru. Mengumpulkan informasi(collecting)   Guru membagi siswa kedalam kelompok (yang terdiri dari 3 atau 4 siswa) Masing-masing kelompok mencari jawaban dari pertanyaan melalui buku atau internet Mengolah data(processing)  Siswa menjawab pertanyaan dan mendiskusikan dalam kelompok. Verifikasi    Setiap kelompok mempersentasikan hasil diskusi yang telah mereka lakukan Guru memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk membahas hasil presentasi atau bertanya kepada kelompok yang melakukan presentasi Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang sudah mempresentasikan hasil diskusi kelompok atau kepada siswa yang sudah bertanya Generalisasi  Masing-masing siswa membuat kesimpulan hasil presentasi

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 Penutup       Guru Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi vektor yang telah 20 menit disampaikan Memberikan umpan balik kepada siswa berkaitan dengan pertanyaan yang ditanyakan/ditulis siswa Mengevaluasi ketercapaian indikator, dengan cara memberikan kesempatan kepada beberapa siswa untuk menyimpulkan keseluruhan rangkaian pembelajaran Guru memberikan salam perpisahan dan ucapan terimaksih kepada siswa untuk pembelajaran yang telah berlangsung selama tiga kali pertemuan Doa Salam penutup I. Penilaian 1. Teknik Penilaian a. Sikap : observasi b. Pengetahuan : tes tertulis, membuat pertanyaan c. Keterampilan : portofolio 2. Bentuk Penilaian a. Sikap: lembar observasi (sikap disilin, kerja sama, dan tanggung jawab) (terlampir) b. Pengetahuan : pertanyaan dan soal uraian (terlampir) c. Keterampilan : tugas

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 Lampiran 4: Soal Pretest Soal-soal Pretest Materi Vektor Soal pilihan ganda Pilihlah salah satu jawaban a, b, c, d, atau e yang paling benar! 1. Besaran-besaran di bawah ini yang bukan termasuk besaran vektor adalah .... a. energi b. kecepatan c. gaya d. momentum e. percepatan 2. Tiga buah vektor A, B, dan C yang setitik tangkap masing-masing besarnya 20 N. Vektor B berada di antara A dan C. Jika sudut antara A dan B sama dengan sudut antara B dan C yaitu 60°, maka resultan ketiga vektor tersebut adalah.... a. 10 N b. 20 N c. 30 N d. 40 N e. 50 N

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 3. Diketahui vektor a, c, dan d sebagai berikut: a c d Gambar resultan dari a − c − d dengan metode poligon yang benar adalah . . . .

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 4. Dua buah vektor A = 15 cm dan B = 20 cm mengapit sudut 90°. Resultan kedua vektor tersebut adalah .... a. 20 cm b. 20 √2 cm c. 25 cm d. 25 √2 cm e. 25 √3 cm 5. Sebuah vektor gaya F = 20 √3 N membentuk sudut 60° terhadap sumbu-x. Besar komponen vektor pada sumbu-y adalah .... a. 10 √3 N b. 20 N c. 10 √6 N d. 30 N e. 60 N 6. Seorang anak berjalan lurus 10 meter ke barat, kemudian belok keselatan sejauh 12 meter, dan belok lagi ke timur sejauh 15 meter. Perpindahan yang dilakukan anak tersebut dari posisi awal …. a. 18 meter arah barat daya b. 14 meter arah selatan c. 13 meter arah tenggara d. 12 meter arah timur e. 10 meter arah tenggara 7. Komponen-komponen X dan Y dari vektor A adalah 4 m dan 6 m. Komponen-komponen X dan Y dari vektor (A+B) adalah 0 dan 9. Panjang vektor B adalah.... a. 4 m b. 5 m

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 8. Diketahui dua buah vektor masing-masing V1 = 2 ̂ + 3 ̂ dan V2 = 4 ̂ – 5 ̂ . Hasil perkalian skalar V1 . V2 adalah.... a. – 7 b. – 5 c. 5 d. 7 e. 9 c. 6 m d. 9 m e. 10 m 9. Jika vektor A = 2i + 3j + 4k dan vektor B = 3i + 5k, hasil kali skalar kedua vektor tersebut adalah... a. 5i + 3j + 9k b. 5i + 9k c. 10 d. 29 e. 26

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 Lampiran 5: Soal Post-test Soal-soal Post-test Materi Vektor Soal pilihan ganda Pilihlah salah satu jawaban a, b, c, d, atau e yang paling benar! 1. Besaran-besaran di bawah ini yang bukan termasuk besaran vektor adalah .... a. energi b. kecepatan c. gaya d. momentum e. percepatan 2. Tiga buah vektor A, B, dan C yang setitik tangkap masing-masing besarnya 20 N. Vektor B berada di antara A dan C. Jika sudut antara A dan B sama dengan sudut antara B dan C yaitu 60°, maka resultan ketiga vektor tersebut adalah.... a. 10 N b. 20 N c. 30 N d. 40 N e. 50 N 3. Diketahui vektor a, c, dan d sebagai berikut: a c d Gambar resultan dari a − c − d dengan metode poligon yang benar adalah . . . .

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 4. Dua buah vektor A = 15 cm dan B = 20 cm mengapit sudut 90°. Resultan kedua vektor tersebut adalah .... a. 20 cm

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 b. 20 √2 cm c. 25 cm d. 25 √2 cm e. 25 √3 cm 5. Sebuah vektor gaya F = 20 √3 N membentuk sudut 60° terhadap sumbu-x. Besar komponen vektor pada sumbu-y adalah .... a. 10 √3 N b. 20 N c. 10 √6 N d. 30 N e. 60 N 6. Seorang anak berjalan lurus 10 meter ke barat, kemudian belok keselatan sejauh 12 meter, dan belok lagi ke timur sejauh 15 meter. Perpindahan yang dilakukan anak tersebut dari posisi awal …. a. 18 meter arah barat daya b. 14 meter arah selatan c. 13 meter arah tenggara d. 12 meter arah timur e. 10 meter arah tenggara 7. Komponen-komponen X dan Y dari vektor A adalah 4 m dan 6 m. Komponen-komponen X dan Y dari vektor (A+B) adalah 0 dan 9. Panjang vektor B adalah.... f. 4 m g. 5 m h. 6 m i. 9 m j. 10 m

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 8. Diketahui dua buah vektor masing-masing V1 = 2 ̂ + 3 ̂ dan V2 = 4 ̂ – 5 ̂ . Hasil perkalian skalar V1 . V2 adalah.... f. – 7 g. – 5 h. 5 i. 7 j. 9 9. Jika vektor A = 2 ̂ + 3 ̂ vektor tersebut adalah... a. 10 ̂ + 9 ̂ b. 19 ̂ c. ̂ d. - ̂ e. 19 dan vektor B = 3 ̂ + 5 ̂ hasil kali cross kedua

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 Lampiran 6: Kunci Jawaban Pretest Kunci Jawaban 1. a. energi 2. d. 40 N 3. a 4. c. 25 cm 5. d. 30 N 6. c. 13 meter ke arah tenggara 7. b. 5 m 8. a. -7 9. e. 9

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 Lampiran 7: Kunci Jawaban Post-test Kunci Jawaban 1. a. energi 2. d. 40 N 3. a 4. c. 25 cm 5. d. 30 N 6. c. 13 meter ke arah tenggara 7. b. 5 m 8. a. -7 9. e. k

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 Lampiran 8: Hasil Pretest

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 Lampiran 9: Hasil Post-test

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 Lampiran 10: Daftar Pertanyaan Siswa A Pada Setiap Pertemuan Pertemuan I

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 Pertemuan II

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 Pertemuan III

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 Lampiran 11: Daftar Pertanyaan Siswa B Pada Setiap Pertemuan Petemuan I Pertemuan II

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 Pertemuan III

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 Lampiran 12: Dokumentasi

(151)

Dokumen baru

Download (150 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
17
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
26
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Akuntansi
0
0
147
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
224
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
114
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
205
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi
0
0
217
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Akuntansi
0
0
190
PERUBAHAN KONSEP SISWA SD TENTANG CAHAYA MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN METODE DEMONSTRASI Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika
0
0
115
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Program Studi Pendidikan Fisika
0
0
90
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika
0
0
87
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi
0
0
130
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
135
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
0
0
273
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
0
0
237
Show more