Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Bermain di Rumah Teman mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository

Gratis

0
0
204
3 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM SUB TEMA 2 BERMAIN DI RUMAH TEMAN MENGACU KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh : Herlin Nur Susiawati NIM : 151134247 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Karya sederhana ini kupersembahkan untuk: ALLAH SWT Kedua orang tua tercinta Bapak Saryadi dan Ibu Riyanti yang sanantiasa memberikan dukungan baik moril maupun materil serta doa yang tiada henti-hentinya Kakak tercinta, Andika Yusi Yanto dan seluruh keluarga yang selalu memberikan dukungan. Sahabat-sahabatku tercinta pinti, tika yang sanantiasa memberikan bantuan, dukungan, motivasi untuk setiap hari. Kalian sungguh luar biasa dan terbaik. Kupersembahkan karya ini untuk almamaterku Universitas Sanata Dharma iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. (QS. Ar Ra’d: 11) “Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” (QS. Ath-Thalaq: 2-3) “Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan) mu, dan agar tentram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (Ali Imran, 3: 126) “Darinya, aku mengambil filosofi bahwa belajar adalah sikap berani menantang segala ketidakmungkinan, bahwa ilmu yang tak dikuasai akan menjelma di dalam diri manusia menjadi sebuah ketakutan”. (Andrea Hirata) “Hanya Rajawali yang berani terbang tinggi walaupun sendiri’. (Fuad Hassan) v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 28 Februari 2019 Peneliti Herlin Nur Susiawati vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Herlin Nur Susiawati Nomor Mahasiswa : 151134247 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema 2 Bermain di Rumah Teman Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai peneliti. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 28 Februari 2019 Yang menyatakan Herlin Nur Susiawati vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM SUB TEMA 2 BERMAIN DI RUMAH TEMAN MENGACU KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR Herlin Nur Susiawati Universitas Sanata Dharma 2019 Penelitian ini dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan yang menunjukkan perlunya contoh perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013 . Tujuan utama penelitian ini untuk mengetahui kualitas produk yang telah dikembangkan yaitu perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 bermain di rumah teman mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar. Peneliti menggunakan langkah-langkah penelitian dan pengembangan dari Borg and Gall. Ada 10 (sepuluh) langkah pengembangan penelitian menurut Borg and Gall namun peneliti membatasi sampai 7 (tujuh) langkah yaitu 1) penelitian dan pengumpulan informasi awal, 2) perencanaan, 3) pengembangan format produk awal, 4) uji coba awal, 5) revisi produk, 6) uji coba lapangan, 7) revisi produk, sampai menghasilkan produk akhir berupa perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013. Peneliti menggunakan dua model pembelajaran inovatif yaitu model Problem Based Learning (PBL) dan Quantum Teaching. Berdasarkan validasi perangkat pembelajaran inovatif dari kedua validator pembelajaran inovatif yang dikembangkan dengan model Problem Based Learning (PBL) dan Quantum Teaching diperoleh skor rerata 4,18 dengan kategori “baik”. Sedangkan berdasarkan uji coba terbatas oleh satu guru kelas II dan teman sejawat diperoleh skor rerata 4,38 dengan kategori “sangat baik”. Peneliti mendapatkan skor rerata dari validasi dan uji coba terbatas 4,28 dengan kategori “sangat baik”. Skor tersebut menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran inovatif untuk siswa kelas II Sekolah Dasar yang dikembangkan memiliki kualitas “sangat baik”. Kata Kunci: Pembelajaran inovatif, perangkat pembelajaran, model pembelajaran Problem Based Leaning (PBL), model pembelajaran Quantum Teaching, Kurikulum 2013 viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT THE DEVELOPMENT OF INNOVATIVE LEARNING DEVICE ON SUB THEME 2 BERMAIN DI RUMAH TEMAN REFFERING TO CURRICULUM 2013 FOR SECOND GRADE ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Herlin Nur Susiawati Sanata Dharma University 2019 This reseach is based on the analysis of the need that shows how important the examples of innovative learning device referring to the curriculum 2013. The purpose of this study is to find out the quality of products that have been developed namely innovative learning device on sub theme 2 bermain di rumah teman reffering to curriculum 2013 for second grade elementary school students. Researcher uses the research steps and development of the Borg and Gall. There are 10 (ten) research developments according to Borg and Gall but researcher limits it only 7 (seven) steps, they are 1) begining research and collecting information, 2) planning, 3) developing the first form product , 4) first trial, 5) product revision, 6) field trial, 7) product revision, then produce the final product as an innovation learning device which refers to curricullum 2013. Researcher uses two innovative learning models, they are Problem Based Learning (PBL) model and Quantum Teaching model. Based on the validation of the innovative learning device from both expert validator of innovative learning which is developed by Problem Based Learning (PBL) and the Quantum Teaching got score 4.18 in category "good”. While, based the limited testing product by the second grade elementary school teacher and peers gave, got score 4,38 in category "very good." The researcher got average score from validation result and limited trial 4.28 with "very good" category. This score showed that the innovative learning device for second grade elementary school has “very good” quality. Keyword: innovative learning, learning device, problem based learning model,quantum teachig learningmodel, curricullum 2013 ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas berkah, rahmat, dan hidayah-Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema 2 Bermain di Rumah Teman Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Peneliti menyadari bahwa dalam menyelesaikan skripsi ini, peneliti mendapatkan banyak bantuan, bimbingan, dan dukungan dari banyak pihak baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. Maka dari itu, pada kesempatan ini peneliti mengucapkan terima kasih kepada: 1. Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd., selaku Ketua Program Studi PGSD 3. Kintan Liminasih, S.Pd., M.Pd., selaku Wakil Ketua Program Studi PGSD 4. Drs. Puji Purnomo, M.Si., selaku dosen pembimbing yang telah membimbing dan memberi dukungan sehingga peneliti menyelesaikan skripsi ini. 5. Sutrisno, S.Pd., selaku Kepala Sekolah SDN Bhaktikarya yang telah memberikan izin kepada peneliti untuk melakukan penelitian di SD tersebut. 6. Rr. Eni Nurhayati, S.Pd. selaku guru kelas II SDN Bhaktikarya yang telah memberikan bantuan dalam penelitian ini dengan melakukan validasi produk dan memberi nilai uji coba produk. 7. Dwi Astuti, S.Pd., selaku validator pakar pembelajaran inovatif yang telah memberikan bantuan dalam penelitian ini dengan melakukan validasi produk. 8. Bernadetta Pinti Yulianti selaku penilai teman sejawat yang telah membantu peneliti dalam melakukan uji coba produk dan memberi nilai uji coba produk. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9. Saryadi dan Riyanti selaku orang tua peneliti yang telah memberikan dukungan baik moril maupun materil serta doa yang tiada henti-hentinya kepada peneliti. 10. Andika Yusi Yanto kakakku yang telah membantu dan memberikan semangat setiap harinya dalam penyelesaian skripsi ini. 11. Sahabatku Bernadetta Pinti Yulianti dan Fransiska Aprilia Tika Permatasari yang selalu memberikan dukungan dan semangat. 12. Teman-teman mahasiswa payung perangkat pembelajaran inovatif yang selalu memberi bantuan dan motivasi kepada peneliti. 13. Segenap pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu, terima kasih untuk bantuan dan dukunganya. Peneliti menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih banyak keterbatasan dan kekurangan, maka peneliti membutuhkan kritik dan saran dari berbagai pihak. Akhir kata, semoga skripsi ini berguna bagi pihak pembaca. Yogyakarta, 28 Februari 2019 Peneliti Herlin Nur Susiawati xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL........................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .............................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................................................... iv HALAMAN MOTTO ...................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .......................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ......................................... vii ABSTRAK ....................................................................................................... viii ABSTRACT ....................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ..................................................................................... x DAFTAR ISI .................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ............................................................................................ xvi DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xvii DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xviii BAB I BAB II PENDAHULUAN ........................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ............................................................. 1 B. Rumusan Masalah ....................................................................... 6 C. Tujuan ......................................................................................... 6 D. Manfaat Penelitian ...................................................................... 6 E. Definisi Oprasional ..................................................................... 7 F. Spesifikasi Produk ...................................................................... 8 LANDASAN TEORI ...................................................................... 12 A. Kajian Pustaka ............................................................................ 12 1. Karakteristik Kurikulum SD 2013 ......................................... 12 a. Pembelajaran Terpadu..................................................... 13 b. Pendekatan Scientific ...................................................... 14 c. Pendidikan Karakter ........................................................ 17 d. Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi ............................. 17 e. Penilaian Autentik ........................................................... 19 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Keterampilan Dasar Belajar Abad 21 .................................... 19 a. Pengertian Keterampilan Dasar Belajar Abad 21 ........... 19 b. Karakteristik Keterampilan Dasar Belajar Abad 21 ....... 20 c. Model Keterampilan Dasar Belajar Abad 21 .................. 20 3. Perangkat Pembelajaran ......................................................... 22 a. Program Tahunan (PROTA) ........................................... 22 b. Program Semester (PROMES)........................................ 23 c. Silabus ............................................................................. 23 d. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)..................... 25 4. Pembelajaran Inovatif ............................................................ 28 a. Pengertian Pembelajaran Inovatif ................................... 28 b. Prinsip-prinsip Pembelajaran Inovatif ............................ 29 c. Karakteristik Pembelajaran Inovatif ............................... 29 d. Model Pembelajaran Inovatif .......................................... 30 1) Model Problem Based Learning ................................. 31 a) Pengertian Problem Based Learning ..................... 31 b) Karakteristik Problem Based Learning ................. 32 c) Langkah-langkah Problem Based Learning .......... 33 d) Kelebihan Problem Based Learning...................... 35 e) Kekurangan Problem Based Learning .................. 36 2) Model Quantum Teaching .......................................... 37 a) Pengertian Quantum Teaching .............................. 37 b) Karakteristik Quantum Teaching........................... 38 c) Langkah-langkah Quantum Teaching ................... 39 d) Kelebihan Quantum Teaching ............................... 40 e) Kekurangan Quantum Teaching ............................ 41 B. Penelitian yang Relevan.............................................................. 42 C. Kerangka Berpikir....................................................................... 45 D. Pertanyaan Penelitian .................................................................. 49 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN ................................................................ 50 A. Jenis Penelitian ........................................................................... 50 B. Setting Penelitian ........................................................................ 53 C. Prosedur Pengembangan ............................................................. 54 D. Uji Coba Terbatas ....................................................................... 58 1. Subjek Uji Coba Terbatas ...................................................... 58 2. Instrumen Penelitian............................................................... 58 a. Pedoman Wawancara ...................................................... 58 b. Lembar Observasi ........................................................... 60 c. Lembar Kuesioner ........................................................... 62 3. Teknik Pengumpulan Data ..................................................... 66 a. Wawancara ...................................................................... 66 b. Observasi ......................................................................... 67 c. Kuesioner ........................................................................ 67 4. Teknik Analisis Data .............................................................. 68 a. Data Kualitatif ................................................................. 68 b. Data Kuantitatif ............................................................... 68 E. Jadwal Penelitian ........................................................................ 71 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................... 72 A. Analisis Kebutuhan ..................................................................... 72 B. Deskripsi Produk Awal ............................................................... 85 C. Validasi Ahli dan Revisi Produk ................................................ 90 1. Data Validasi Ahli .................................................................. 90 2. Revisi Produk ......................................................................... 98 D. Uji Coba Terbatas dan Revisi Produk......................................... 100 1. Data Uji Coba Terbatas .......................................................... 100 2. Revisi Produk ......................................................................... 107 E. Kajian Produk Akhir ................................................................... 109 F. Hasil Penelitian dan Pembahasan ............................................... 112 1. Hasil Penelitian ...................................................................... 112 2. Pembahasan ............................................................................ 113 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENGEMBANGAN, DAN SARAN............................................................................................ 120 A. Kesimpulan ................................................................................. 120 B. Keterbatasan Pengembangan ...................................................... 120 C. Saran ........................................................................................... 121 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 122 LAMPIRAN ..................................................................................................... 125 BIODATA PENULIS ...................................................................................... 186 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Pedoman wawancara ..................................................................... 59 Tabel 3.2 Kisi-kisi observasi guru ................................................................. 60 Tabel 3.3 Kisi-kisi observasi siswa ............................................................... 62 Tabel 3.4 Instrumen Validasi Perangkat Pembelajaran Inovatif ................... 62 Tabel 3.5 Instrumen Uji Coba Guru Perangkat Pembelajaran Inovatif (RPP) ............................................................................................. 65 Tabel 3.6 Instrumen Uji Coba Siswa Perangkat Pembelajaran Inovatif (RPP) ............................................................................................. 66 Tabel 3.7 Konversi Nilai Skala Lima ............................................................ 69 Tabel 3.8 Konversi Skala Lima ..................................................................... 70 Tabel 3.9 Jadwal Penelitian ........................................................................... 71 Tabel 4.1 Saran Validator Ahli dan Revisi Perangkat Pembelajaran Inovatif model Problem Based Learning dan Quantum Teaching 95 Tabel 4.2 Saran Guru Kelas II dan Revisi Uji Coba Perangkat Pembelajaran Inovatif model Problem Based Learning dan Quantum Teaching ........................................................................ 103 Tabel 4.3 Saran Mahasiswa PGSD USD angkatan 2015 dan Revisi Uji Coba Perangkat Pembelajaran Inovatif model Problem Based Learning dan Quantum Teaching .................................................. Tabel 4.4 Rekapitulasi Validasi Ahli dan Uji Coba 106 Perangkat Pembelajaran Inovatif model Problem Based Learning dan Quantum Teaching ........................................................................ xvi 113

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Literature Map ............................................................................ 45 Gambar 2.2 Kerangka Berpikir....................................................................... 48 Gambar 3.1 Langkah-langkah Penelitian dan Pengembangan menurut Borg and Gall ...................................................................................... 51 Gambar 3.2 Prosedur Pengembangan ............................................................. 55 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Pedoman Wawancara................................................................. 126 Lampiran 2 Rangkuman Hasil Wawancara ................................................... 127 Lampiran 3 Lembar Observasi Guru ............................................................. 133 Lampiran 4 Rangkuman Hasil Observasi Guru ............................................ 135 Lampiran 5 Lembar Observasi Siswa ........................................................... 139 Lampiran 6 Rangkuman Hasil Observasi Siswa ........................................... 140 Lampiran 7 Pernyataan validasi produk perangkat pembelajaran inovatif ... 141 Lampiran 8 Pernyataan validasi produk perangkat pembelajaran inovatif ... 144 Lampiran 9 Pernyataan validasi produk perangkat pembelajaran inovatif ... 156 Lampiran 10 Pernyataan uji coba produk perangkat pembelajaran inovatif ... 168 Lampiran 11 Pernyataan uji coba produk perangkat pembelajaran inovatif ... 169 Lampiran 12 Surat Ijin Penelitian ................................................................... 179 Lampiran 13 Surat Wawancara dan Observasi ............................................... 180 Lampiran 14 Surat pernyataan Kepala Sekolah .............................................. 181 Lampiran 15 Dokumentasi Uji Coba Produk .................................................. 182 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan zaman menuntut setiap orang melakukan sebuah perubahan tidak terkecuali dalam dunia pendidikan. Dunia pendidikan di Indonesia sering mengalami perubahan kurikulum. Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah “seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan”. Pemerintah Indonesia mempunyai tujuan dalam melakukan perubahan atau penyempurnaan kurikulum, yaitu untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkualitas serta siap berperan aktif dalam mengisi kehidupan di masa mendatang. Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan kebijakannya bahwa Kurikulum 2013 mampu meningkatakan kualitas pendidikan di Indonesia. Mulyasa (2014: 4) menyatakan bahwa Kurikulum 2013 merupakan kurikulum berbasis kompetensi dan karakter yang diharapkan dapat membekali peserta didik dengan berbagai kemampuan sesuai tuntutan zaman, perkembangan teknologi, dan seni guna menjawab tantangan arus globalisasi, berkontribusi pada pembangunan masyarakat dan kesejahteraan sosial, lentur, serta dapat menyesuaikan terhadap berbagai perubahan. Kurikulum 2013 memberikan angin segar bagi dunia pendidikan di Indonesia dikarenakan mengubah pola pendidikan yang semula mengutamakan hasil dan materi menjadi proses. Di mana menuntut siswa berpartisipasi secara aktif dan kreatif membangun pengetahuan berpikir mereka sendiri melalui media pembelajaran atau bantuan guru. Kurikulum tidak dapat dipisahkan dengan perangkat pembelajaran guru dalam melaksanakan tugas mengajar. Perangkat pembelajaran merupakan salah satu 1

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 komponen penunjang keberhasilan proses pembelajaran. Guru dituntut mempersiapkan perangkat pembelajaran jauh-jauh hari sebagai pedoman dalam melaksanakan pembelajaran agar dapat berjalan dengan baik, terarah, dan mengantisipasi kesenjangan sehingga mampu mencapai tujuan. Programprogram pembelajaran yang perlu direncanakan oleh guru sebagai pedoman dalam menyelenggarakan proses pembelajaran yaitu (1) Program Tahunan (Prota), (2) Program Semester (Promes), (3) Silabus, dan (4) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Sebagaimana tertuang dalam Pemendikbud nomor 22 tahun 2016 bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Untuk itu setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan. Shoimin (2014: 21) mengatakan bahwa pembelajaran inovatif merupakan bentuk kreativitas guru dalam mengelola pembelajaran yang semula monoton, membosankan, menjenuhkan menuju pembelajaran yang menyenangkan, variatif, dan bermakna. Pemikiran dan kreativitas guru sangat dibutuhkan untuk mendesain perangkat pembelajaran inovatif salah satunya berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang mana kegiatan pembelajaran menggunakan berbagai sumber, media, dan model agar dapat memotivasi siswa untuk belajar. Guru diharapkan dapat mengupayakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan berbagai model pembelajaran yang mana siswa dilibatkan secara aktif bukan sebagai obyek. Melalui model pembelajaran yang bermacam-macam dapat membuat kegiatan pembelajaran menjadi lebih bervariasi tidak semata-mata berbentuk komunikasi verbal melalui guru (ceramah). Siswa lebih banyak melakukan kegiatan pembelajaran dikarenakan siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga mengamati, melakukan, dan

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 mempraktikkan. Sehingga melalui pembelajaran inovatif ini dapat membuat pembelajaran menjadi menyenangkan, variatif, dan bermakna bagi siswa dikarenakan membangun pengetahuan mereka sendiri melalui pengalaman. Pelaksanaannya di lapangan guru hanya menggunakan perangkat pembelajaran yang sudah ada tanpa mengembangkan atau mengubahnya sedikit pun sehingga pembelajaran yang dilakukan guru belum mendorong siswa untuk berperan aktif dalam membangun pengetahuan berpikir mereka sendiri. Kondisi ini dapat diketahui peneliti saat melakukan wawancara dan observasi pada bulan April 2018 di 2 (dua) SD di Kecamatan Depok yang menerapkan Kurikulum 2013. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi dengan dua orang guru kelas II sekolah dasar yang sudah menerapkan Kurikulum 2013 di Kecamatan Depok. Pemahaman guru mengenai Kurikulum 2013 hanya sebatas mengetahui bahwa Kurikulum 2013 menekankan siswa untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik dan sering melakukan komunikasi bersama orang tua mengenai perkembangan belajar siswa. Saat peneliti bertanya mengenai cara merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran guru mengatakan bahwa tidak pernah merumuskan sendiri dan hanya mengkutip dari silabus atau buku guru karena sudah sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) apabila dirasa kurang baru menambahkan. Dalam merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran guru belum mengkaitkannya dengan keterampilan abad 21 dikarenakan belum terlalu mengetahui keterampilan pembelajaran yang harus dikuasai pada abad 21. Sehingga kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru belum terlalu menuntut siswa untuk berpikir kritis, kreatif, kolaborasi, dan komunikasi. Sebelum adanya istilah pendidikan karakter dari pertama kali guru mengajar pun sudah menerapkan pendidikan karakter pada tujuan pembelajaran dengan menyelipkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, budi pekerti dalam pembelajaran serta membiasakan untuk melakukan 5S (sapa, salam, senyum, sopan, santun) atau 3 kata ajaib (tolong, maaf, terima kasih). Guru sudah sedikit mengetahui

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 pembelajaran inovatif namun belum melaksanakan dengan optimal dikarenakan mengalami kendala atau kesulitan dalam penggunaan teknologi. Sehingga untuk mengatasi permasalahan tersebut guru meminta tolong kepada guru lain untuk membantu membuatkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan tak jarang mengambil dari internet atau vcd yang disediakan sekolah. Guru sudah pernah menggunakan model pembelajaran inovatif seperti inkuiri dan PjBL (Project Based Learning) di mana siswa waktu itu diminta untuk membuat Kincir Angin. Guru melakukan pembelajaran tersebut karena dituntut oleh “Titian Foundation” dari Qatar. Kemudian ketika diberi pertanyaan mengenai pentingnya penggunaan model pembelajaran inovatif guru mengatakan bahwa pembelajaran inovatif sangat penting dilakukan dalam proses pembelajaran dewasa ini karena mampu membuat pembelajaran menjadi aktif, menyenangkan, kreatif, dan tidak membosankan bagi siswa. Tetapi dalam melakukan kegiatan pembelajaran sehari-hari guru tidak menggunakan model pembelajaran yang menuntut siswa menjadi aktif. Guru hanya mengandalkan langkah-langkah pembelajaran yang terdapat pada buku guru. Sehingga dalam proses pembelajaran siswa cenderung kurang aktif karena hanya mendengarkan penjelasan guru yang menerangkan. Kegiatan pembelajaran pun tidak melibataktifkan siswa untuk membicarakan dan menemukan alternatif pemecahan suatu topik bahasan yang bersifat problematis. Peneliti menanyakan alasan guru tidak memakai model pembelajaran inovatif dalam proses pembelajaran sehari-hari dikarenakan guru belum terlalu mengenal macam-macam model pembelajaran inovatif sehingga beliau mengalami kesulitan untuk menentukan model pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran. Selain itu penguasan guru dalam hal teknologi masih kurang jadi pembelajaran yang dilakukan guru kurang variatif dan monoton menyebabkan siswa kurang tertarik mengikuti proses pembelajaran. Maka dari itu, guru masih membutuhkan contoh perangkat pembelajaran inovatif yang mampu membuat kegiatan pembelajaran menjadi lebih variatif,

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 interaktif, inspiratif, menyenangkan, dan menantang bagi siswa kelas II Sekolah Dasar. Melihat kondisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa guru Sekolah dasar membutuhkan referensi atau contoh dalam membuat perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013 agar pembelajaran yang dilakukan dapat berjalan dengan baik, terarah, dan melibataktifkan siswa untuk mencapai tujuan belajar. Dengan demikian peneliti terdorong untuk melakukan penelitian pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yang berjudul “Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema 2 Bermain di Rumah Teman Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar”. Produk perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan peneliti sebagai sarana penunjang guru mengajar yaitu berupa program tahunan, program semester, silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menggunakan dua model pembelajaran inovatif Problem Based Learning dan Quantum Teaching yang diterapkan pada kegiatan pembelajaran sub tema 2 bermain di rumah teman. Peneliti memilih model pembelajaran Problem Based Learning dan Quantum Teaching. Dikarenakan model Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang mengkaitkan permasalahan nyata kehidupan seharihari dengan pengetahuan yang akan dipelajari untuk memberikan kesempatan kepada siswa membangun pengetahuan berpikir mereka sendiri dalam menyelesaikan masalah. Hal tersebut sesuai dengan tuntutan abad 21 dimana siswa dituntut untuk menjadi seorang individu yang mandiri dan mampu menghadapi setiap permasalahan dalam hidupnya di kemudian hari. Sedangkan model Quantum Teaching merupakan strategi pembelajaran dilakukan guru untuk meningkatkan proses belajar siswa melalui pembelajaran yang meriah dan menyenangkan. Selain itu, model pembelajaran ini sangat menekankan usaha siswa dalam melakukan proses pembelajaran. Peneliti memilih kelas II dan Sub Tema 2 Bermain di Rumah Teman dikarenakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan di kelas II selama ini masih di dominasi oleh guru. Padahal guru dapat memanfaatkan

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 keingintahuan dan keaktifan siswa yang senang bergerak untuk membangun pengetahuan mereka sendiri melalui kegiatan pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi siswa. Selain itu, siswa kelas II berada pada masa peralihan dari Taman Kanak-kanak (TK) dan kelas I sekolah dasar yang masih senang untuk bermain. Siswa masih senang bermain bersama dikarenakan keinginan untuk bersosialisasi dengan orang lain terutama dengan teman sebaya tinggi. Maka dari itu peneliti memilih sub tema tersebut dikarenakan sesuai dan relevan dengan keadaan peserta didik yang cenderung aktif dan masih suka bermain. Perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan dapat membantu guru untuk kreatif membuat pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Selain itu dapat menciptakan pembelajaran yang variatif, interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, aktif, kreatif, dan bermakna bagi siswa. B. Rumusan Masalah Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema 2 Bermain di Rumah Teman Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar? C. Tujuan Untuk mengetahui kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema 2 Bermain di Rumah Teman Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar. D. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk berbagai pihak diantaranya yaitu: 1. Bagi Peneliti Peneliti memperoleh pengetahuan dan pengalaman untuk mengembangkan serta mengimplementasikan perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 2. Bagi Guru Guru dapat menjadikan penelitian ini sebagai referensi untuk membuat perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013. Penelitian ini juga memberikan pengetahuan dan wawasan baru mengenai pembelajaran inovatif. 3. Bagi Sekolah Sekolah mendapatkan referensi contoh perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013. 4. Bagi Prodi PGSD Menambahkan pustaka bagi prodi PGSD Universitas Sanata Dharma untuk pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Bermain di Rumah Teman mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas II sekolah dasar. E. Definisi Oprasional 1. Pembelajaran inovatif adalah langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang dikemas secara kreatif oleh guru untuk memberikan pengalaman belajar siswa dalam membangun pengetahuan berpikir mereka sendiri melalui pengalamannya. 2. Perangkat pembelajaran adalah program pembelajaran yang harus dipersiapkan guru sebagai pedoman untuk menyelenggarakan proses pembelajaran meliputi Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 3. Kurikulum 2013 adalah kurikulum penyempurna dari sebelumnya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang lebih menekankan soft skill dan hard skill peserta didik yang meliputi aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam proses pembelajaran. 4. Model pembelajaran inovatif adalah strategi pembelajaran yang disusun secara sistematis oleh guru sebagai pedoman untuk mengorganisasikan atau memfasilitasi peserta didik dalam melaksanakan aktivitas pembelajaran.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 5. Model Problem Based Learning (PBL) adalah model pembelajaran yang mengkaitkan permasalahan nyata kehidupan sehari-hari dengan pengetahuan yang akan dipelajari untuk memberikan kesempatan kepada siswa membangun pengetahuan berpikir mereka sendiri dalam menyelesaikan masalah. Terdapat 5 tahapan dalam model Problem Based Learning (PBL) yaitu orientasi siswa pada masalah, mengorganisasi siswa untuk belajar, membimbing penyelidikan individu/kelompok, menyajikan hasil karya, dan menganalisis atau mengevaluasi proses pemecahan masalah. 6. Model Quantum Teaching adalah strategi pembelajaran yang dilakukan guru untuk meningkatkan proses belajar siswa melalui pembelajaran yang meriah dan menyenangkan. Tardapat 6 tahapan dalam model Quantum Teaching yaitu tumbuhkan, alami, namai, demonstrasi, ulangi, dan rayakan. F. Spesifikasi Produk Produk yang dikembangkan dari hasil pengembangan ini adalah perangkat pembelajaran inovatif yang berupa buku. Spesifikasi produk dalam pengembangan ini sebagai berikut : 1. Cover Cover depan produk terdiri dari judul pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yaitu Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema 2 Bermain di Rumah Teman Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar; nama penulis; logo Universitas, keterangan yang berisi Program Studi yaitu Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan yaitu Ilmu Pendidikan, Fakultas yaitu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas yaitu Sanata Dharma Yogyakarta. Cover belakang berisi biodata singkat penulis. 2. Ukuran kertas Produk dicetak menggunakakan ukuran kertas A4 dengan berat 70 gram sedangkan sampul dicetak dengan kertas ivory 230 supaya terlihat kokoh. 3. Format tulisan Produk ditulis menggunakan theme font “times new rowman”.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 4. Kata pengantar Terdiri dari ucapan syukur kepada Allah SWT; penjelasan kerangka berpikir seputar pembelajaran inovatif; ucapan terima kasih kepada pihak yang membantu dan terlibat dalam penyusun produk; dan ketersediaan penulis dalam menerima kritik dan saran terkait dengan produk yang dikembangkan. 5. Daftar isi Terdiri dari garis besar isi buku beserta nomor halaman. 6. Produk yang dikembangkan dalam perangkat pembelajaran inovatif terdiri dari Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), Silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 7. Program Tahunan (Prota) Rencana umum pelaksanaan pembelajaran muatan pelajaran berisi antara lain rencana penetapan alokasi waktu satu tahun pembelajaran. Program tahunan dibuat sesuai dengan kalender pendidikan tahun ajaran 2018/2019. Komponen-komponen dalam menyusun Program Tahunan: Identitas (antara lain satuan pendidikan, kelas/semester, tahun pelajaran) dan Format isian (antara lain tema, sub tema, pembelajaran ke-, dan alokasi waktu). 8. Program Semester (Promes) Merupakan penjabaran dari program tahunan sehingga program tersebut tidak bisa disusun sebelum tersusun program tahunan. Program semester dilihat melalui kalender pendidikan dari semester gasal tahun ajaran 2018/2019. Program Semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Komponen-komponen dalam menyusun Program Semester: Identitas (antara lain satuan pendidikan, kelas/semester, tahun pelajaran) dan Format isian (antara lain tema, sub tema, pembelajaran ke-, alokasi waktu, bulan, keterangan). Program semester berbentuk landscape. 9. Silabus Merupakan salah satu produk pengembangan kurikulum berisikan garisgaris besar materi pelajaran, kegiatan pembelajaran, dan rancangan

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 penilaian. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus berbentuk landscape. 10. Perangkat pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Disusun lengkap terdiri dari 1) identitas sekolah; 2) tujuan pembelajaran; 3) kompetensi inti (KI); 4) kompetensi dasar (KD) dan indikator; 5) materi pembelajaran; 6) pendekatan, model, metode, dan teknik pembelajaran; 7) langkah-langkah pembelajaran; 8) media, alat, dan sumber belajar; 9) penilaian, 10) daftar lampiran; 11) lampiran yang berisi bacaan literasi, materi pembelajaran, media pembelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), kisi-kisi dan soal evaluasi, instrument penilaian, lembar refleksi format remedial dan pengayaan, soal pengayaan, dan sintaks model pembelajaran Problem Based Learning dan Quantum Teaching. 11. Mengandung karakteristik Kurikulum 2013 Karakteristik pembelajaran terpadu memuat unsur keterpaduan antara mata palajaran yang akan diajarkan, saintifik yang dikembangkan adalah 5M yaitu : mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan yang akan diaplikasikan di dalam kegiatan inti. Kemudian adanya penilaian autentik yaitu penilaian proses dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Kurikulum 2013 terdapat pendidikan karakter pada siswa dan kemampuan berpikir tinggi yaitu menerapkan Taksonomi Bloom mulai dari C4 sampai C6. 12. Mengembangkan keterampilan dasar belajar abad 21 Mengembangkan empat ketrampilan 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative) 13. Sesuai dengan karakteristik setiap model pembelajaran inovatif yang digunakan. Adanya 2 (dua) model yang dikembangkan yaitu Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Quantum Teaching. Menggunakan

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 model Problem Based Learning (PBL) pada pembelajaran ke- 1,3, 6 dan model Quantum Teaching pada pembelajaran ke- 2, 4, 5 dalam penyusunan Rencana Pelaksananaan Pembelajaran (RPP). 14. Post Test mengacu pada panduan penilaian untuk Sekolah Dasar Terpadat enam set post test untuk setiap satu sub tema yang diberikan pada akhir pembelajaran. 15. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar Peneliti menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) yang disempurnakan yang meliputi bahasa, peristilahan, nama orang, nama tempat, tanda baca, huruf kapital, dan kata penghubung.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Pustaka 1. Karakteristik Kurikulum SD 2013 Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dakir (2004: 3) kurikulum adalah suatu program pendidikan yang berisi berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan, dan dirancangkan secara sistematik atas dasar norma-norma yang berlaku untuk dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan peserta didik dalam mencapai tujuan pendidikan. Sedangkan menurut Widyastono (2014: 11) Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran yang berfungsi untuk mengoptimalkan perkembangan peserta didik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dari pemaparan ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana yang menjadi pedoman guru untuk menyelenggarakan proses pembelajaran yang mampu mengembangkan potensi siswa dalam mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum yang berlaku di Indonesia saat ini adalah Kurikulum 2013. Fadlillah (2014: 31) menjelaskan bahwa Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang dimaksudkan untuk melanjutkan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu. Hidayat (2013: 113) menyatakan bahwa orientasi Kurikulum 2013 yaitu peningkatan antara kompetensi sikap (attitude), keterampilan (skill), dan 12

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 pengetahuan (knowledge). Sesuai dengan pendapat Hidayat tersebut, Rusman (2017: 420) menuturkan bahwa kurikulum 2013 merupakan peningkatan dan keseimbangan antara soft skills dan hard skills dari peserta didik yang meliputi aspek sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Berdasarkan pengertian Kurikulum 2013 yang telah disampaikan ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa Kurikulum 2013 adalah kurikulum penyempurna dari kurikulum sebelumnya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) di mana lebih menekankan soft skill dan hard skill peserta didik yang meliputi aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam proses pembelajaran. Dalam pembelajaran Kurikulum 2013 terdapat karakteristik yang menjadi ciri khusus dibandingkan dengan kurikulum yang ada di Indonesia sebelumnya. Karakteristik Kurikulum 2013 sebagai berikut: a. Pembelajaran Terpadu Kurniawan (2014: 59) menjelaskan pembelajaran terpadu adalah pembelajaran yang pembahasan materinya saling mengkaitkan berbagai bidang studi atau mata pelajaran secara terpadu dalam suatu fokus tertentu. Murfiah (2017: 21) menyatakan bahwa pembelajaran terpadu yang dilaksanakan dalam Kurikulum 2013 SD/MI disebut dengan pembelajaran tematik terpadu merupakan pembelajaran yang mengintergrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema, dengan penekanan pada keterkaitan, dan keterpaduan antara Kompetensi Dasar (KD), materi pelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian. Sedangkan menurut Majid dan Rochman (2014: 106) pembelajaran tematik merupakan salah satu model pembelajaran intergratif (intergrated instruction) yang merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa baik secara individu maupun kelompok aktif menggali dan menemukkan konsep serta prinsipprinsip keilmuan secara holistik, bermakna, dan autentik. Berdasarkan penjelasan para ahli di atas, dapat dikatakan bahwa pembelajaran terpadu merupakan pembelajaran yang mengkaitkan

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 beberapa kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam satu fokus tertentu yaitu tema. Pembelajaran melalui sebuah tema mampu memberikan kesempatan kepada siswa baik secara individu atau kelompok untuk menggali atau menemukan konsep serta prinsip-prinsip keilmuan secara holistik, bermakna, dan autentik. Trianto (dalam Murfiah, 2017: 20-21) mengemukakan bahwa karakteristik pembelajaran terpadu, antara lain: 1) Holistik Pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk mengamati dan mengkaji suatu gejala atau peristiwa dari segala sisi tidak dari sudut pandang terkotak-kotakan. 2) Bermakna Pembelajaran yang mengkaji suatu fenomena dari berbagai aspek akan memungkinkan terbentuknya jalinan antar konsep yang dimiliki siswa, sehingga hasil belajar akan lebih bermakna dan nyata. Kegiatan belajar mengajar yang lebih fungsional memungkinkan siswa menerapkan hasil belajar untuk menyelesaikan masalahmasalah nyata di dalam kehidupan. 3) Autentik Pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk menghubungkan atau mengkaitkan fakta dan peristiwa yang telah ditemukan secara langsung melalui hasil pemikiran sendiri bukan pemberitahuan dari guru. 4) Aktif Pembelajaran yang menekankan siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. b. Pendekatan Scientific Fadlillah (2014: 175) menjelaskan bahwa pendekatan scientific adalah pendekatan yang dilakukan dalam pembelajaran melalui proses ilmiah. Apa yang dipelajari dan diperoleh siswa dilakukan dengan indra

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 dan akal pikiran sendiri sehingga siswa mengalami secara langsung dalam proses mendapatkan ilmu pengetahuan. Melalui pendekatan scientific, siswa mampu memecahkan masalah yang dihadapi dengan baik. Sundayana (2014: 28) mengatakan bahwa Implementasi Kurikulum 2013 memfokuskan lima tahap pembelajaran mulai dari mengamati (observing), menanya (experimenting), (questioning), mengumpulkan dan melakukan menghubungkan percobaan informasi (collecting and associating), dan mengomunikasikan (communicating). Mulyasa (2014:99) menuturkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan saintifik ini menekankan pada keterlibatan peserta didik dalam berbagai kegiatan yang memungkinkan mereka untuk secara aktif mengamati, menanya, mencoba, menalar, mengomunikasikan dan membangun jejaring. Sejalan dengan pernyataan Mulyasa tersebut, Hosna (2014: 37-76) memaparkan bahwa dalam proses pembelajaran Kurikulum 2013 untuk semua jenjang dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan ilmiah (saintifik) meliputi: a) Mengamati (Observing) Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media untuk memberikan pembelajaran bermakna bagi siswa. Metode observasi mampu menantang siswa mengeksplorasi rasa keingintahuannya untuk mendapatkan fakta berbentuk data objektif yang kemudian dianalisis sesuai tingkat perkembangan siswa. b) Menanya (Questioning) Kegiatan pembelajaran dengan mengajukan beberapa pertanyaan untuk mendapatkan informasi yang belum dipahami. Kompetensi yang dikembangkan dalam hal ini kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 c) Mengumpulkan informasi Kegiatan pembelajaran dengan menggali dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber melalui berbagai cara. Adapun kompetensi yang diharapkan adalah mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar, dan belajar sepanjang hayat. d) Mengasosiasikan/Mengolah Informasi/ Menalar (Associating) Kegiatan pembelajaran dengan melakukan proses bepikir secara logis dan sistematis berdasarkan fakta yang telah didapat untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan. Kompetensi yang dikembangkan adalah mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur, dan kemampuan untuk menyimpulkan. Pada kegiatan ini siswa akan menalar, yaitu menghubungkan apa yang sedang dipelajari dengan apa yang ada dikehidupan nyata. e) Membentuk Jejaring (Networking) Kegiatan pembelajaran dengan menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainya. Kompetensi yang dikembangkan adalah mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat, mengembangkan kemampuan berbahasa. Pada kegiatan ini siswa mempresentasikan kemampuan mereka mengenai apa yang telah dipelajari sementara siswa lain menanggapi. Berdasarkan penjelasan di atas, pendekatan scientific adalah pendekatan yang dilakukan dalam kegiatan pembelajaran yang menuntut keterlibatan aktif siswa untuk memecahkan masalah secara langsung melalui pemikiran sendiri dengan tahapan mengamati, menanya, mencoba, menalar, mengomunikasikan dan membangun jejaring sehingga menimbulkan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 c. Pendidikan Karakter Kurikulum 2013 lebih menekankan pada pendidikan karakter, khususnya pada tingkat Sekolah Dasar yang mana menjadi fondasi untuk jenjang berikutnya. Pendidikan karakter akan menjadi bekal hidup yang sukses untuk menghadapi abad 21. Barkowitz and Bier (dalam Yaumi, 2016: 9) menjelaskan bahwa pendidikan karakter merupakan usaha yang dilakukan oleh pemerintah dan sekolah (pusat atau daerah) untuk menanamkan nilai-nilai yang baik seperti kejujuran, kepedulian, tanggung jawab, keadilan, dan penghargaan diri sendiri atau orang lain. Daryanto dan Damiatun (2013: 43) menyatakan bahwa pendidikan karakter adalah segala sesuatu yang dilakukan guru, yang mampu mempengaruhi karakter peserta didik. Sedangkan Samani dan Hariyanto (2011: 46) mengatakan bahwa pendidikan karakter dapat pula dimaknai sebagai upaya yang terencana untuk menjadikan peserta didik mengenal, peduli, dan menginternalisasi nilai-nilai sehingga peserta didik berperilaku sebagai insan kamil. Dari ketiga ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter merupakan usaha yang dilakukan oleh pemerintah dan sekolah untuk mengarahkan karakter atau perilaku peserta didik kearah yang baik seperti kejujuran, kepedulian, tanggung jawab, keadilan, dan penghargaan diri sendiri atau orang lain. d. Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Rusman (2017: 5) menyatakan bahwa berkenaan dengan Implementasi Kurikulum 2013 pemerintah mengharapkan guru dapat menerapkan kegiatan berpikir tingkat tinggi ( High Order Thinking Skill) dalam kegiatan belajar dan pembelajaran mulai dari tingkat SD, SMP, sampai SMA dan SMK. Sani (2016: 53) Taksonomi belajar dalam domain kognitif yang paling umum dikenal adalah Taksonomi Bloom. Benjamin S. Bloom membagi taksonomi hasil belajar dalam enam kategori, yakni: 1) pengetahuan (knowledge); 2) pemahaman (comprehension); 3) penerapan (application); 4) analisis; 5) sintesis; dan

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 6) evaluasi. Tingkat pemahaman peserta didik dianggap berjenjang dengan tingkat paling rendah (C1): pengetahuan atau mengingat, sampai tingkat paling tinggi (C6): evaluasi. Palupi (2016: 107) menjelaskan bahwa kemampuan berpikir merupakan kemampuan menggunakan daya pemikiran untuk memecahkan masalah. Kemampuan berpikir Taksonomi Bloom yang telah direvisi dibagi menjadi 6 tingkatan antara lain 1) mengingat, 2) memahami, 3) menerapkan, 4) menganalisis, 5) mengevaluasi, 6) menciptakan. Dari keenam tingkatan diidentifikasi ke dalam 2 jenis tingkatan berpikir yaitu berpikir tingkat rendah (low order thinking skill) dimulai dari tingkatan 1 sampai 3, sedangkan berpikir tingkat tinggi (high order thinking skill) dimulai dari tingkatan 4 sampai 6. Sedangkan Wina Sanjaya (dalam Prastowo 2015: 132) menyatakan pendapat dari Anderson dan Krathwohl mengenai hasil revisi Taksonomi Bloom dimulai dari 1) mengingat, 2) memahami, 3) menerapkan, 4) menganalisis, 5) mengevaluasi, 6) menciptakan. Dari teori di atas dapat diketahui bahwa tahapan taksonomi yang dipaparkan oleh Abdullah masih merupakan Taksonomi Bloom yang lama karena tingkatan masih menggunakan kata benda pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, yaitu evaluasi. Sedangkan teori yang dipaparkan oleh Palupi dan Wina merupakan Taksonomi Bloom yang telah direvisi karena semua tingkatan sudah diubah dalam domain kognitif yang asalnya dari kata benda diubah menjadi kata kerja. Selain itu, kurikulum 2013 menuntut tenaga pendidik untuk menumbuhkembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa mulai tingkatan menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan. Supaya kompetensi yang diperoleh siswa tidak hanya sekedar mengetahui dan menguasai tetapi lebih menerapkan dan mengimplementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 e. Penilaian Autentik Proses penilaian pembelajaran pada Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan penilaian autentik (authentic assessment). Fadlillah (2014: 179) menjelaskan bahwa penilaian autentik adalah penilaian secara utuh meliputi kesiapan peserta didik, proses, dan hasil belajar dalam mencapai kompetensi peserta didik yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Sunarti dan Rahmawati (2014: 27) mengatakan bahwa penilaian autentik adalah proses pengumpulan informasi tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan oleh siswa melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan, membuktikan atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran telah benarbenar dikuasai dan dicapai. Kunandar ( dalam Prastowo, 2015: 366-367) menuturkan bahwa penilaian autentik merupakan kegiatan menilai siswa yang menekankan pada apa yang seharusnya dinilai, baik proses maupun hasil dengan berbagai instrumen penilaian yang disesuaikan dengan tuntutan kompetensi yang ada di Standar Kompetensi (SK) atau Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD). Berdasarkan penjelasan teori di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa penilaian autentik adalah kegiatan yang dilakukan untuk menilai pencapaian belajar siswa dari mulai kesiapan, proses, dan hasil belajar mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan sesuai dengan kompetensi yang ada di Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD). 2. Keterampilan Dasar Belajar Abad 21 a. Pengertian Keterampilan Dasar Belajar Abad 21 Keterampilan abad 21 merupakan keterampilan untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapi berbagai ketidakpastian perkembangan zaman yang begitu pesat, mulai dari teknologi, ilmu pengetahuan, ekonomi, dan sosial budaya. Sehingga guru dituntut untuk memberikan pengetahuan, sikap, perilaku, dan keterampilan melalui strategi dan pola pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan dan

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 perkembangan abad 21. Untuk mempersiapkan siswa yang mampu bersaing di abad 21 guru harus kreatif dan inovatif dalam melakukan proses belajar menjadi interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, aktif, kreatif, dan bermakna bagi siswa (Hosnan, 2014:2). b. Karakteristik Keterampilan Dasar Belajar Abad 21 Hosnan (2014: 85) mengatakan bahwa strategi pembelajaran yang dilakukan guru di dalam kelas harus mempunyai beberapa karakteristik, antara lain: (1) pembelajaran berpusat pada peserta didik (student centered); (2) mengembangkan kreativitas peserta didik. (3) menciptakan suasana yang menarik, bermakna, dan menyenangkan; (4) mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna; (5) belajar melalui berbuat yakni peserta didik aktif berbuat; (6) menekankan pada penggalian, penemuan, dan penciptaan serta menciptakan; (7) menciptakan pembelajaran yang nyata dan konteks sebenarnya yakni melalui pendekatan kontekstual. c. Model Keterampilan Dasar Belajar Abad 21 Daryanto dan Karim (2017: 13) menjelaskan bahwa learning and innovation skill (keterampilan belajar dan berinovasi) meliputi berpikir kritis dan mengatasi masalah (critical thinking and problem solving), komunikasi dan kolaborasi (communications skill and collaboration), kreativitas dan inovatif (creativity and innovations skill). Senada dengan Daryanto dan Karim, Hosnan (2014: 87) menegaskan bahwa, dunia masa depan menuntut anak untuk memiliki kecakapan berpikir dan belajar. Berikut ini beberapa model pembelajaran yang diharapkan untuk dikembangkan pada abad 21 sebagai berikut. 1) Communication skill (Kemampuan berkomunikasi) Siswa dituntut untuk memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia. Siswa diberikan kesempatan menggunakan kemampuannya untuk mengutamakan ide-idenya, baik itu pada saat

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 berdiskusi dengan teman-temannya maupun ketika menyelesaikan masalah dari gurunya. 2) Collaboration skill (Kemampuan berkerjasama) Siswa menunjukkan kemampuannya dalam kerjasama kelompok dan kepemimpinan, beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggung jawab, bekerja secara produktif dengan yang lain, menempatkan empati pada tempatnya, menghormati perspektif berbeda. Siswa juga menjalankan tanggung jawab pribadi dan fleksibel secara pribadi, pada tempat belajar dan hubungan masyarakat, menetapkan dan mencapai standar dan tujuan yang tinggi untuk diri sendiri dan orang lain, memaklumi kerancuan. 3) Critical thinking and problem solving skill (Kemampuan berpikir kritis dan memecahan masalah) Siswa berusaha untuk memberikan penalaran yang masuk akal dalam memahami dan membuat pilihan yang rumit, memahami interkoneksi antar sistem. Siswa menggunakan kemampuan yang dimiliki untuk menyelesaikan permasalahan dengan mandiri. Selain itu, siswa memiliki kemampuan untuk menyusun dan mengungkapkan, menganalisis, dan menyelesaikan masalah. 4) Creativity and innovation skill (Keterampilan kreativitas dan inovatif) Model dan metode serta keterampilan yang akan digunakan dalam pembelajaran masa kini dituntut untuk lebih bersifat multimodel, multimetode, dan real world problem sehingga model pembelajaran berbasis proyek lebih banyak dituntut. Proses pembelajaran lebih berpusat pada siswa serta meninggalkan perlakuan yang bersifat menyamakan semua siswa, tetapi lebih bersifat individual. Kecakapan yang bersifat multiintelegensi menuntut guru untuk mampu mengakomodasi semua perbedaan yang dimiliki siswa. Pembelajaran yang kompetitif bergeser menjadi pembelajaran yang kolaboratif. Kondisi anak sekarang adalah sebagai digital native, sedangkan guru masih bersifat digital immigrant.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 Berdasarkan pemaparan tersebut, pembelajaran abad 21 adalah pembelajaran yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki kecakapan dalam pemecahan masalah, berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi serta kreativitas agar siap bersaing dikehidupan yang akan datang. 3. Perangkat Pembelajaran Sanjaya (2009: 49) menjelaskan bahwa perencanaan adalah proses menerjemahkan kurikulum berlaku menjadi program-program pembelajaran. Ada beberapa program yang harus dipersiapkan guru sebagai proses penerjemah kurikulum yakni program menyusun alokasi waktu, program tahunan, program semester, silabus dan program harian atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Senada dengan penjelasan Sanjaya tersebut, Akbar (2013: 2) menyatakan bahwa praktik pembelajaran dan pendidikan yang efektif memerlukan perangkat pembelajaran sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku. Perangkat pembelajaran diantaranya adalah silabus, buku ajar, sumber dan media pembelajaran, model pembelajaran, instrumen penilaian, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Dari pendapat ahli di atas, peneliti menyimpulkan bahwa perangkat pembelajaran adalah program pembelajaran yang harus dipersiapkan guru sebagai pedoman untuk menyelenggarakan proses pembelajaran meliputi Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). a. Program Tahunan (PROTA) Kunandar (2014: 3) menjelaskan bahwa program tahunan adalah program umum yang berisikan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pembelajaran yang akan dilakukan guru selama satu tahun pelajaran dan dikembangkan oleh guru sebagai pedoman bagi pengembangan programprogram selanjutnya. Sedangkan Marno dan Idris (2014: 165) mengatakan bahwa program tahunan merupakan penyusunan program pembelajaran selama satu tahun pelajaran dimaksudkan agar keutuhan

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 dan kesinambungan program pembelajaran atau topik pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam dua semester tetap terjaga. Program tahunan memuat nama sekolah, mata pelajaran, kelas/semester, tahun pelajaran, Standar Kompetensi (SK) atau Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), materi pokok, dan alokasi waktu. Menurut penjelasan kedua ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa program tahunan adalah program yang telah direncanakan atau dikembangkan secara utuh oleh guru untuk menyusun topik pembelajaran yang akan dilaksanakan selama satu tahun pelajaran. b. Program Semester (PROMES) Kunandar (2014: 03) mengartikan bahwa program semester adalah program yang berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanaan dan dicapai oleh guru dalam satu semester. Sedangkan Marno dan Idris (2014: 166) menyatakan program semester merupakan penyusunan program semester didasarkan pada hasil analisis hari efektif dan program pembelajaran tahunan. Berdasarkan kedua teori di atas, dapat dikatakan bahwa program semester merupakan program yang dibuat berdasarkan hasil analisis hari efektif untuk membuat program yang berisikan hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai oleh guru dalam satu semester. c. Silabus Dalam Kurikulum 2013, salah satu administrasi pembelajaran yang harus dipenuhi dan dibuat oleh seorang pendidik yaitu silabus. Fadlillah (2014: 135) menjelaskan bahwa silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu mata pelajaran atau tema tertentu yang mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Majid dan Rochman (2014: 243-244) mengatakan bahwa silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Suyono (2015: 240) mengartikan bahwa silabus merupakan bagian dalam proses pembelajaran terdiri dari komponen-komponen yang saling berkaitan satu sama lain. Berdasarkan Permendikbud Nomor 22 tahun 2016 tentang Standar Proses, komponen silabus paling sedikit memuat : a) identitas mata pelajaran (khusus SMP/MTs/SMPLB/Paket B dan SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/Paket C/ Paket C Kejuruan); b) identitas sekolah meliputi nama satuan pendidikan dan kelas; c) kompetensi inti, merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas, dan mata pelajaran; d) kompetensi dasar, merupakan kemampuan spesifik yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terkait muatan atau mata pelajaran; e) tema (khusus SD/MI/SDLB/Paket A); f) materi pokok, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi; g) pembelajaran, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan; h) penilaian, merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik; i) alokasi waktu sesuai dengan jumlah jam pelajaran dalam struktur kurikulum untuk satu semester atau satu tahun; dan j) sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar atau sumber belajar lain yang relevan. Berdasarkan teori-teori di atas dapat dikatakan bahwa silabus merupakan pedoman bagi tenaga pendidik untuk merencanakan pembelajaran pada bahan ajar mata pelajaran atau tema tertentu.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 Komponen silabus mencakup identitas mata pelajaran, identitas sekolah, kompetensi inti, kompetensi dasar, tema, materi, pembelajaran, penilaian, dan alokasi waktu. Tetapi, pengembangan komponen tersebut diserahkan satuan pendidikan masing-masing dengan menyesuaikan peraturan yang berlaku dan kebutuhan daerah setempat d. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Daryanto dan Dwicahyono (2014: 87) menjelaskan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada dasarnya merupakan suatu bentuk prosedural dan manajemen pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan dalam standar isi. Majid dan Rochman (2014: 60) mengatakan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus. Ginting (dalam Fadillah 2014: 144) menyebutkan bahwa RPP merupakan skenario pembelajaran yang menjadi pegangan bagi guru untuk menyiapkan, menyelenggarakan, dan mengevaluasi hasil kegiatan belajar dan pembelajaran. Sedangkan Pemendikbud Nomor 22 tahun 2016 menegaskan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. Sesuai dengan pemaparan tersebut, rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan rencana kegiatan pembelajaran tatap muka yang menjadi pedoman guru untuk menyiapkan dan menyelenggarakan kegiatan pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan. Berdasarkan Permendikbud Nomor 22 tahun 2016 tentang standar proses, komponen RPP terdiri atas: a) identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan; b) identitas mata pelajaran atau tema/sub tema; c) kelas/semester; d) materi pokok;

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 e) alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai; f) tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja oprasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan; g) kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi; h) materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi; i) metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai; j) media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran; k) sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan; l) langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; dan m) penilaian hasil pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran merupakan penjabaran dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar siswa untuk mencapai Kompetensi Dasar (Kunandar, 2014: 6). Kompetensi Dasar (KD) yaitu kemampuan yang harus dikuasai siswa dalam mata pelajaran tertentu sebagai panduan penyusunan indikator dalam pembelajaran (Rusman, 2011: 6). Setiap KD dalam mata pelajaran dapat dijabarkan menjadi satu atau lebih indikator. Prastowo (2015: 163) menjelaskan bahwa indikator dirumuskan dengan kata kerja oprasional yang bisa diukur dan dibuat instrumen

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 penilaiannya. Indikator merupakan perilaku yang dapat diukur atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian Kompetensi Dasar (KD) tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja oprasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan (Rusman, 2011: 6). Maka dari itu, dalam membuat indikator pembelajaran perlu melihat kata kerja oprasional untuk menentukan ketercapaian pembelajaran. Kata kerja oprasional dapat dilihat dari tingkatan kemampuan berpikir yang dipaparkan oleh Benjamin S. Bloom atau sering disebut Taksonomi Bloom. Taksonomi Bloom sebelumnya, dikembangkan atau direvisi oleh Anderson dan Krathwohl dengan mengubah tingkatan dalam domain kognitif yang asalnya dari kata benda menjadi kata kerja. Palupi (2016: 107) mengatakan bahwa kemampuan berpikir dibagi menjadi 6 tingkatan dari rendah ke tinggi: mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, menciptakan. Pemerintah berharap guru dapat menerapkan High Order Thinking Skill (berpikir tingkat tinggi) pada kegiatan belajar dan pembelajaran Kurikulum 2013. Rusman (2011: 6) menjelaskan bahwa tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. Majid dan Rochman (2014: 262) menuturkan bahwa tujuan pembelajaran memuat penguasaan kompetensi yang bersifat oprasional yang ditargetkan/dicapai dalam RPP. Tujuan pembelajaran dirumuskan dengan mengacu pada rumusan yang terdapat dalam indikator, dalam bentuk pernyataan yang oprasional. Dengan demikian, jumlah rumusan tujuan pembelajaran dapat sama atau lebih banyak dari pada indikator. Kosasih (2014: 146) menyatakan bahwa tujuan pembelajaran mengandung unsur ABCD, rumusan harus jelas dan lengkap yakni meliputi unsur siswa (audiens), perilaku yang diharapkan (behavior), kondisi atau belajar siswa (condition), dan tingkat pencapaiannya, baik secara kualitatif ataupun kuantitatif (degree).

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 Metode pembelajaran adalah proses pembelajaran yang menyenangkan, mengaktifkan, efektif, dan efisien dalam mencapai tujuan, dan sesuai kebutuhan siswa, keberadaan pendekatan, model, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang tepat menjadi suatu keniscayaan (Prastowo, 2015: 238).Sedangkan Rusman (2011: 6) menyatakan bahwa metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Majid dan Rochman (2014: 262) menyatakan bahwa kegiatan pembelajaran merupakan langkah-langkah yang telah direncanakan guru dalam membuat siswa aktif belajar. Kegiatan ini diorganisasikan menjadi kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan akhir, di mana masing-masing disertai alokasi waktu yang dibutuhkan. Kegiatan inti dijabarkan lebih lanjut menjadi rincian dari kegiatan yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasikan, dan mengkomunikasikan. Akan tetapi, dalam seluruh rangkaian kegiatan disesuaikan dengan karakteristik model yang dipilih menggunakan sintaks yang sesuai dengan modelnya. 4. Pembelajaran Inovatif a. Pengertian Pembelajaran Inovatif Suyatno (2009: 6) menjelaskan bahwa pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang dikemas oleh guru untuk melakukan langkahlangkah belajar dengan metode baru sehingga memperoleh kemajuan hasil belajar. Shoimin (2014: 21) mengatakan bahwa pembelajaran inovatif merupakan bentuk kreativitas guru dalam mengelola pembelajaran yang semula monoton, membosankan, menjenuhkan menuju pembelajaran yang menyenangkan, variatif, dan bermakna. Sedangkan Nurdyansyah (2016: 3) menyatakan bahwa pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang bersifat student centerd dimana siswa diberi peluang lebih untuk mengkonstruksi pengetahuan secara

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 mandiri (self directed) dan dimediasi oleh teman sebaya (peer mediated instruction). Berdasarkan pernyataan di atas, peneliti menyimpulkan bahwa pembelajaran inovatif merupakan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang dikemas secara kreatif oleh guru untuk memberikan pengalaman belajar siswa dalam membangun pengetahuan berpikir mereka sendiri melalui pengalamannya. b. Prinsip-prinsip Pembelajaran Inovatif Suyatno (2009: 7) mengatakan bahwa paradigma pembelajaran inovatif diyakini mampu memfasilitasi siswa untuk mengembangkan kecakapan hidup dan siap terjun di masyarakat. Dengan begitu, pembelajaran inovatif ditandai dengan prinsip-prinsip berikut: (1) pembelajaran, bukan pengajaran; (2) guru sebagai fasilitator bukan instruktur; (3) siswa sebagai subjek, bukan objek; (4) multimedia bukan monomedia; (4) sentuhan manusiawi bukan hewani; (5) pembelajaran induktif, bukan deduktif; (6) materi bermakna bagi siswa bukan sekedar dihafalkan; (7) keterlibatan siswa partisipatif, bukan pasif. c. Karakteristik Pembelajaran Inovatif Asas pembelajaran inovatif dalam pelaksanaan proses pembelajaran dengan segala kompetensi yang akan dicapai dalam mata pelajaran sebagai berikut: Suyatno (2009: 8-12) 1) Berpusat pada Siswa Student centered yaitu strategi pembelajaran yang mengorientasikan siswa kepada situasi yang bermakna, nyata, kontekstual, dan menyediakan sumber belajar, bimbingan, petunjuk bagi pembelajaran ketika mereka mengembangkan pengetahuan tentang materi pembelajaran yang dipelajarinya sekaligus keterampilan memecahkan masalah. 2) Berbasis Masalah Pembelajaran yang dimulai dari masalah-masalah aktual, relevan, dan bermakna bagi siswa. Melalui pembelajaran yang dimulai dari

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 masalah, siswa belajar suatu konsep dan prinsip sekaligus memecahkan suatu masalah. Kemampuan memecahkan masalah merupakan hasil belajar yang paling tinggi di mana siswa berpikir untuk memikirkan cara menyelesaikan sehingga menghasilkan solusi penyelesaian masalah secara bermakna. 3) Terintergrasi Materi pembelajaran siswa dilakukan secara utuh dengan cara mengkaitkan mata pelajaran satu dengan mata pelajaran yang lain dalam satu fokus tertentu. 4) Berbasis Masyarakat Masyarakat merupakan sumber belajar yang paling kaya. Melalui lingkungan masyarakat siswa dapat mengambil masalah-masalah yang terjadi sebagai bahan untuk belajar. Selain itu siswa mampu mengimplemantasikan materi pembelajaran yang telah di pelajari dalam konteks kelas ke konteks masyarakat. Sehingga pembelajaran menjadi bermakna, karena siswa belajar berdasarkan pengalaman nyata. 5) Tersistem Suatu pengetahuan yang disusun secara berurutan. Setiap langkah pengetahuan prosedural merupakan prasyarat bagi langkah berikutnya. 6) Berkelanjutan Pembelajaran inovatif berorientasi pada pembelajaran yang berkelanjutan sampai pada tingkat kedalaman dan keluasan materi. d. Model Pembelajaran Inovatif Hosnan (2014: 338) menjelaskan bahwa model pembelajaran adalah kerangka konseptual/ oprasional, yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran. Sedangkan Shoimin (2014: 23) mengatakan bahwa model pembelajaran

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 inovatif merupakan strategi pembelajaran yang dikembangkan untuk memfasilitasi peserta didik untuk mampu berbuat dan melakukan sesuatu. Mengacu pada teori di atas, model pembelajaran inovatif merupakan strategi pembelajaran yang disusun secara sistematis oleh guru untuk mengorganisasikan atau memfasilitasi peserta didik dalam melaksanakan aktivitas pembelajaran. Berikut ini model pembelajaran inovatif yang digunakan peneliti untuk mengembangkan perangkat pembelajarain inovatif berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mengacu Kurikulum 2013: 1) Model Problem Based Learning a) Pengertian Problem Based Learning Mulyasa (2014:144-145) menjelaskan bahwa Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang bertujuan merangsang peserta didik untuk belajar melalui berbagai permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari, dihubungkan dengan pengetahuan yang dipelajarinya. Majid (2014: 153) mengatakan bahwa Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang menyajikan masalah kontekstual sehingga merangsang peserta didik untuk belajar. Sedangkan Ward dan Dasna (dalam, Mudlofir 2016: 72) mengatakan bahwa Problem Based Learning adalah suatu strategi pembelajaran yang melibatkan peserta didik untuk memecahkan suatu masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga peserta didik dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah. Sesuai dengan pemaparan ketiga ahli tersebut, model pembelajaran Problem Based Learning adalah model pembelajaran yang mengkaitkan permasalahan nyata kehidupan sehari-hari dengan pengetahuan yang akan dipelajari untuk memberikan

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 kesempatan kepada siswa membangun pengetahuan berpikir mereka sendiri dalam menyelesaikan masalah. b) Karakteristik Problem Based Learning Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang mengembangkan keterampilan berpikir siswa dalam memecahkan masalah. Melalui model pembelajaran mampu menjadikan peserta didik yang kritis dengan kreativitas yang sangat tinggi dan tingkat keterampilan berpikir yang tinggi. Sehingga siap bersaing untuk menghadapi tuntutan abad 21. Rusman (2011: 232) memaparkan bahwa Problem Based Learning memiliki karakteristik. Berikut karakteristik model pembelajaran Problem Based Learning. (1) Permasalahan sebagai starting point dalam belajar. (2) Permasalahan yang diangkat adalah permasalahan yang ada di dunia nyata yang tidak terstruktur. (3) Permasalahan, menantang pengetahuan yang dimiliki oleh siswa, sikap, dan kompetensi yang kemudian membutuhkan identifikasi kebutuhan belajar dan bidang baru dalam belajar. (4) Pengembangan keterampilan inquiry dan pemecahan masalah sama pentingnya dengan penguasaan isi pengetahuan untuk mencari solusi dari sebuah permasalahan. Mudlofir (2016:73) mengemukakan bahwa Problem Based Learning memiliki karakteristik. Berikut karakteristik model pembelajaran Problem Based Learning. (1) Belajar dimulai dengan suatu masalah dan masalah yang diberikan berhubungan dengan dunia nyata peserta didik. (2) Mengorganisasikan pelajaran di seputar masalah, bukan di seputar disiplin ilmu (interdispliner). (3) Memberikan tanggung jawab yang besar kepada pesera didik dalam membentuk dan menjalankan secara langsung proses belajar mereka sendiri, dalam kerangka berpikir ilmiah.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 (4) Menuntut peserta didik untuk mendemonstrasikan apa yang telah mereka pelajari dalam bentuk suatu produk atau kinerja. Berdasarkan penjelasan dua ahli di atas dapat disimpulkan bahwa karakteristik model Problem Based Learning yaitu pembelajaran yang mengkaitkan permasalahan nyata kehidupan sehari-hari dengan pengetahuan yang akan dipelajari untuk memberikan kesempatan kepada siswa secara penuh membangun pengetahuan berpikir mereka sendiri dalam menyelesaikan masalah. c) Langkah-langkah Problem Based Learning Problem Based Learning merupakan salah satu alternatif model pembelajaran yang memberikan pengalaman kepada siswa untuk belajar menyelesaikan suatu permasalahan. Melalui model pembelajaran Problem Based Learning siswa secara aktif dituntut untuk dapat menyelesaikan masalah yang diberikan secara mandiri, melalui langkah-langkah pembelajaran. Hosnan (2014:302) menjelaskan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah terdiri atas 5 langkah utama. Berikut 5 langkah model pembelajaran Problem Based Learning (1) Orientasi siswa pada masalah Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang dibutuhkan, memotivasi siswa agar terlibat pada aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. (2) Mengorganisasi siswa untuk belajar Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut. (3) Membimbing penyelidikan individual dan kelompok Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk penjelasan dan pemecahan masalah. (4) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya mendapatkan

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 Guru membantu siswa merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai, seperti laporan, video, dan model serta membantu berbagai tugas dengan temanya. (5) Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah Guru membantu siswa melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan dan proses yang mereka gunakan. Nurdyansyah (2016: 89-90) memaparkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah terdiri atas 5 langkah utama . Berikut 5 langkah model pembelajaran Problem Based Learning (1) Orientasi siswa pada masalah Guru menjelaskan tujuan pembelajaran secara jelas, memotivasi pelajaran, dan menjelaskan apa yang diharapkan untuk dilakukan siswa. Guru memberikan penjelasan kepada siswa tentang proses dan prosedur pembelajaran secara rinci. (2) Mengorganisasi siswa untuk belajar Pembelajaran ini membutuhkan pengembangan keterampilan siswa. Oleh karena itu, mereka juga membutuhkan bantuan untuk merencanakan penyelidikan mereka dan tugas-tugas kelompok. (3) Membimbing penyelidikan individual/ kelompok Membimbing proses penyelidikan dapat dilakukan secara mandiri maupun kelompok. (4) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya Guru meminta beberapa kelompok untuk mempresentasikan hasil pemecahan masalah dan membantu siswa yang mengalami kesulitan. Kegiatan ini berguna untuk mengetahui hasil pemahaman dan penguasaan siswa terhadap masalah yang berkaitan dengan materi yang dipelajari. (5) Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah Guru membantu siswa menganalisis dan mengevaluasi proses berpikir mereka, di samping keterampilan intelektual yang

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 mereka gunakan. Selama tahap ini, guru meminta siswa untuk melakukan membangun kembali pemikiran dan aktivitas mereka selama tahap-tahap pembelajaran yang dilewatinya. Berdasarkan kedua teori di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning terdiri dari 5 langkah pembelajaran yaitu 1) orientasi siswa pada masalah, 2) mengorganisasi siswa untuk belajar, 3) membimbing penyelidikan individual dan kelompok, 4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, 5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. d) Kelebihan Problem Based Learning Mudlofir (2016: 76) memaparkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning memiliki kelebihan-kelebihan. Berikut kelebihan-kelebihan model pembelajaran Problem Based Learning: (1) Pemecahan masalah merangsang kemampuan peserta didik serta memberikan kepuasan peserta didik untuk menemukan pengetahuan yang baru dan mengembangkan pengetahuan baru tersebut. (2) Pemecahan masalah mampu mengembangkan kemampuan peserta didik untuk berpikir kritis, inovatif, meningkatkan motivasi dari dalam diri peserta didik untuk belajar dan mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan dengan pengetahuan baru. (3) Pemecahan masalah memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengaplikasikan pengetahuan mereka dalam dunia nyata. (4) Pemecahan masalah mendorong siswa untuk belajar sepanjang hayat.

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 (5) Pemecahan masalah tidak hanya memberikan kesadaran kepada siswa bahwa belajar tidak tergantung pada motivasi instrinsik siswa. Shoimin (2014: 132) mengemukakan beberapa hal positif perlunya menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Hal positif tersebut yaitu: (1) Melalui aktivitas belajar, siswa didorong untuk menyusun pengetahuan belajar sendiri dalam memecahkan permasalahan. (2) Pembelajaran berfokus pada masalah sehingga materi yang tidak berhubungan dengan masalah tidak perlu dipelajari siswa. Sehingga mengurangi beban siswa dalam menyimpan informasi. (3) Kegiatan diskusi atau presentasi mampu meningkatkan kemampuan siswa untuk berkomunikasi. (4) Terjadi aktivitas ilmiah pada siswa melalui kerja kelompok. Kesulitan belajar siswa secara individu dapat diatasi bersama melalui kerja kelompok. Berdasarkan kedua pendapat para ahli di atas, dapat diketahui kelebihan model pembelajaran Problem Based Learning yaitu strategi pembelajaran yang mengkaitkan permasalahan nyata kehidupan sehari-hari dengan pengetahuan yang akan dipelajari untuk memberikan kesempatan kepada siswa berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan komunikasi dalam mengembangkan pengetahuan mereka dalam memecahkan masalah. Jadi model pembelajaran ini termasuk model pembelajaran yang kegiatannya berpusat pada siswa. e) Kekurangan Problem Based Learning Mudlofir (2016: 77) memaparkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning memiliki kekurangan. kekurangan model pembelajaran Problem Based Learning: Berikut

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 (1) Apabila peserta didik tidak memiliki minat dan memandang bahwa masalah yang akan diselidiki adalah sulit, maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba. (2) Membutuhkan waktu yang lama untuk mempersiapkan strategi pembelajaran agar tujuan pembelajaran tercapai. (3) Kurangnya pemahaman siswa terhadap suatu permasalahan di masyarakat atau dunia nyata, sehingga proses pembelajaran berbasis masalah terhambat oleh faktor ini. Shoimin (2014: 132) menuturkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning mempunyai beberapa kekurangan. Berikut kekurangan model pembelajaran Problem Based Learning: (1) Model pembelajaran yang tidak dapat diterapkan untuk setiap materi pelajaran, ada bagian guru berperan aktif dalam menyajikan materi. Model pembelajaran yang cocok untuk pelajaran yang menuntut kemampuan yang berkaitan dengan pemecahan masalah. (2) Tingkat keragaman siswa yang tinggi akan menjadi hal menyulitkan dalam pembagian tugas. Berdasarkan penjelasan kedua ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa kekurangan model pembelajaran Problem Based Learning yaitu model pembelajaran yang tidak dapat diterapkan untuk setiap materi pembelajaran mempersiapkannya. dan Selain membutuhkan itu apabila waktu permasalahan lama yang diberikan guru kurang dimengerti oleh siswa maka pembelajaran akan terhambat. 2) Model Quantum Teaching a) Pengertian Quantum Teaching Mulyasa (2014: 89) menyatakan bahwa Quantum Teaching merupakan suatu proses pembelajaran dengan menyediakan latar belakang dan strategi untuk meningkatkan proses pembelajaran, serta membuat proses tersebut menjadi menyenangkan. Sedangkan

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 Shoimin (2014: 138) mengatakan bahwa Quantum Teaching merupakan pengubahan belajar yang meriah. Berdasarkan penjelasan di atas, model pembelajaran Quantum Teaching adalah strategi pembelajaran dilakukan oleh guru untuk meningkatkan proses belajar melalui pembelajaran yang meriah dan menyenangkan bagi siswa. b) Karakteristik Quantum Teaching Hosnan (2014: 355-356) memaparkan bahwa Kuantum memiliki karakteristik. Berikut karakteristik model pembelajaran Kuantum: (1) Pembelajaran kuantum berpusat pada siswa di mana potensi diri, kemampuan pikiran, daya motivasi dapat berkembang secara maksimal dan optimal. Hadiah dan hukuman dipandang tidak ada karena usaha yang dilakukan siswa lebih diutamakan. Kesalahan dipandang sebagai gejala manusiawi (2) Pembelajaran kuantum sangat menekankan kealamiahan dan kewajaran karena dapat menimbulkan suasana nyaman, segar, sehat, santai, rileks, dan menyenangkan. (3) Pembelajaran kuantum sangat menekankan kebermaknaan atau kebermutuan proses pembelajaran. (4) Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada pembentukan keterampilan akademis, keterampilan (dalam) hidup, dan prestasi fisikal atau material. Ketiganya harus diperhatikan, diperlakukan, dan dikelola secara seimbang dan relative sama dalam proses pembelajaran; tidak bisa hanya salah satu pembelajaran diantaranya. Dikatakan yang berhasil bukan demikian, hanya karena terbentuknya keterampilan akademis dan prestasi fisikal pembelajaran, namun lebih penting lagi adalah terbentuknya keterampilan hidup pembelajar.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 (5) Pembelajaran kuantum menempatkan nilai dan keyakinan sebagai bagian penting proses pembelajaran. Misalnya pembelajaran perlu memiliki keyakinan bahwa kesalahan atau kegagalan merupakan tanda telah belajar, kesalahan atau kegagalan bukan tanda bodoh atau akhir segalanya. Dalam proses pembelajaran dikembangkan nilai dan keyakinan bahwa hukuman dan hadiah (punishmen dan reward) tidak diperlukan karena setiap usaha harus diakui dan dihargai c) Langkah-langkah Quantum Teaching DePorter (dalam Shoimin, 2014: 139-144) menyatakan bahwa Quantum Teaching mempunyai kerangka rancangan pembelajaran yang dikenal sebagai TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasi, Ulangi, Rayakan). Berikut ini langkah-langkah pembelajaran Quantum Teaching: (1) Tumbuhkan Menumbuhkan minat siswa untuk melakukan proses pembelajaran. Guru memotivasi dan mengikutsertakan siswa untuk tertarik mengikuti proses pembelajaran. Tahap ini dilakukan untuk menggali permasalahan terkait dengan materi yang akan dipelajari melalui suatu gembaran benda nyata, cerita pendek, atau video. (2) Alami Guru mendatangkan atau menciptakan pengalaman yang dapat dimengerti semua siswa. Tahap ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan pengetahuan awal yang telah dimiliki. (3) Namai Tahapan memberikan kata kunci, konsep, model, rumus, strategi atas pengalaman yang telah diperoleh siswa. Proses penamaan dibangun atas pengetahuan awal dan keingintahuan siswa. Penamaan merupakan saat untuk mengajarkan konsep

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 kepada siswa. Pemberian nama setelah pengalaman akan menjadikan kegiatan yang bermakna dan berkesan bagi siswa. Untuk membantu penamaan dapat menggunakan gambar, warna alat bantu, kertas tulis, dan poster. (4) Demonstrasi Memberikan kesempatan siswa untuk menunjukkan apa yang sudah mereka ketahui melalui presentasi di depan kelas, permainan, menjawab pertanyaan, dan menunjukkan hasil pekerjaan. (5) Ulangi Pengulangan atau penegasan materi pembelajaran yang telah dipelajari sebelumnya melalui tanya jawab atau melalui latihan soal. (6) Rayakan Wujud pengakuan untuk menyelesaikan partisipasi dan memperoleh keterampilan dalam ilmu pengetahuan melalui pujian, tepuk tangan, dan bernyanyi bersama. d) Kelebihan Quantum Teaching Mulyasa (2014: 91) menyatakan bahwa model pembelajaran Quantum Teaching memiliki kelebihan-kelebihan. Berikut kelebihan-kelebihan model pembelajaran Quantum Teaching: (1) Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan. (2) Membimbing siswa ke arah berpikir kreatif dan produktif. (3) Menyesuaikan teori dengan kenyataan, dan peserta didik dapat mencoba melakukannya sendiri. (4) Melatih dan membiasakan guru untuk berpikir kreatif dan inovatif, sesuai dengan tuntutan quantum teaching. (5) Pembelajaran mudah diterima dan dimengerti oleh siswa karena dilakukan menyenangkan. dengan tenang dan berlangsung

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 Sedangkan Shoimin (2014: 132) memaparkan beberapa hal positif perlunya menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching. Hal positif tersebut yaitu: (1) Siswa diarahkan untuk berpikir yang sama dalam satu saluran pikiran yang sama. (2) Pembelajaran yang mampu memusatkan perhatian siswa kepada hal-hal yang dianggap penting oleh guru sehingga hal yang penting dapat diamati secara teliti. (3) Proses pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan. (4) Siswa dirangsang untuk belajar secara aktif, mengamati, menyesuaikan, antara teori dengan kenyataan, dan dapat mencoba sendiri. (5) Materi pembelajaran yang diberikan oleh guru lebih mudah untuk diterima dan dipahami siswa. Berdasarkan pemaparan dapat disimpulkan bahwa kelebihan dari model pembelajaran Quantum Teaching adalah model pembelajaran dirancang guru untuk membuat kegiatan pembelajaran yang menyenangkan di mana siswa dirangsang aktif mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan. e) Kekurangan Quantum Teaching Mulyasa (2014: 92) mengatakan bahwa model pembelajaran Quantum Teaching memiliki kekurangan. Berikut kekurangan model pembelajaran Quantum Teaching: (1) Memerlukan perencanaan yang matang, dan waktu pembelajaran yang cukup panjang, sehingga dapat mengganggu pembelajaran lain. (2) Peralatan, tempat, biaya yang tidak selalu tersedia di sekolah. (3) Perayaan yang dilakukan untuk menghormati usaha siswa yang mana dapat mengganggu kelas lain karena brisik. (4) Menuntut keterampilan guru secara khusus, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun penilaian pembelajaran.

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 Shoimin (2014: 145-146) menyatakan bahwa model pembelajaran Quantum Teaching mempunyai beberapa kelemahan. Berikut kelemahan model pembelajaran Quantum Teaching: (1) Memerlukan kesiapan dan perencanaan yang matang disamping memerlukan waktu yang cukup panjang, yang terpaksa mengambil waktu atau jam pelajaran lain. (2) Fasilitas seperti peralatan, tempat, dan biaya yang memadai tidak selalu tersedia dengan baik. (3) Metode ini menggunakan langkah perayaan untuk memberikan apresiasi siswa dalam melakukan proses belajar dengan bertepuk tangan, menyanyi yang terkadang dapat mengganggu kelas lain. (4) Model pembelajaran yang memerlukan keterampilan guru secara khusus karena tanpa ditunjang hal itu proses pembelajaran tidak akan efektif. Sesuai dengan penjelasan 2 (kedua) ahli tersebut, disimpulkan bahwa kekurangan model pembelajaran Quantum Teaching yaitu proses pembelajaran memerlukan waktu yang lama, fasilitas tidak memadai, dan perayaan dapat mengganggu kelas lain. Selain itu, menuntut keterampilan guru dalam perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran secara matang. B. Penelitian yang Relevan 1. Alwi (2013) melakukan penelitian tentang Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Berbasis Kontekstual Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan. Pengembangan perangkat pembelajaran ini menggunakan metode penelitian Research and Development (R&D) yang dikembangkan oleh Borg and Gall yang telah dimodifikasi. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan perangkat pembelajaran IPA berbasis kontekstual di Sekolah Dasar dan mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Data

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 hasil penelitian diperoleh melalui lembar validasi, angket kebutuhan belajar IPA, dan angket respon siswa. Hasil penelitian terhadap penggunaan perangkat pembelajaran inovatif berbasis kontekstual menunjukkan persentase rata-rata 93,83% siswa senang terhadap pembelajaran berbasis kontekstual, 96,29% menyatakan bahwa pembelajaran dengan perangkat ini baru bagi mereka, 100% menyatakan berminat untuk mengikuti pembelajaran dengan perangkat pembelajaran inovatif berbasis kontekstual, 97,53% menyatakan jelas terhadap bahasa yang digunakan, dan 98,77% diantaranya mengerti dan memahami pembelajaran dengan pendekatan kontekstual. Selain itu, rata-rata 95,06% siswa mengaku tertarik dan menyukai penampilan buku dan dapat memahami bahasa yang digunakan. Data tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 80% siswa merespon dalam kategori positif, sehingga dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran inovatif berbasis kontekstual yang dikembangkan dapat dikatakan efektif terhadap pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di Sekolah Dasar. 2. Mbetu (2016) melakukan penelitian tentang Pengembangan LKS Menggunakan Pendekatan Saintifik Pada Subtema Bermain Di Rumah Teman Untuk Siswa Kelas Dua (II) Sekolah Dasar Negeri Kalasan 1. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan. Pengembangan LKS saintifik ini menggunakan metode penelitian Research and Development (R & D) yang menggunakan langkah-langkah penelitian dan pengembangan hasil modifikasi Borg and Gall dan Sugiyono. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan produk berupa Lembar Kerja Siswa menggunakan pendekatan saintifik pada subtema Bermain di Rumah Teman untuk siswa kelas II Sekolah Dasar. Data hasil penelitian diperoleh melalui data wawancara analisis kebutuhan kepada guru dan kuesioner yang digunakan untuk validasi kualitas Lembar Kerja Siswa oleh dua pakar kurikulum SD 2013 dan dua orang guru kelas II SD. Berdasarkan hasil validasi dua pakar Kurikulum SD 2013 menunjukkan skor 3,87 (baik) dan 4,00 (baik), dua guru kelas II SD menghasilkan skor 3,44 (baik) dan 3,93 (baik). Lembar Kerja Siswa tersebut memperoleh rerata skor 3,81 dengan

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 kategori “baik”. Hal ini menunjukkan Lembar Kerja Siswa menggunakan pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba dalam kegiatan pembelajaran di kelas II Sekolah Dasar. 3. Suwarno (2015) melakukan penelitian tentang Pengembangan Perangkat Pembelajaran Mengacu Kurikulum 2013 Pada Subtema Keberagaman Makhluk Hidup Di Lingkunganku Untuk Siswa Kelas IV SD. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan. Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu Kurikulum SD 2013 ini menggunakan metode penelitian Jerold E Kemp dan Borg and Gall. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan suatu produk berupa perangkat pembelajaran yang mengacu pada Kurikulum SD 2013 dan menggunakan pendekatan tematik intergratif, pendekatan saintifik, pendidikan karakter, serta penilaian otentik pada kegiatan belajarnya. Data hasil penelitian diperoleh melalui wawancara analisis kebutuhan oleh guru kelas IV SD Negeri Kalasan 1 dan kuesioner untuk validasi kualitas perangkat pembelajaran oleh dua orang pakar Kurikulum 2013, dua guru kelas IV SD. Berdasarkan validasi dua orang Pakar Kurikulum 2013 menghasilkan skor 3,52 dengan kategori “baik” dan 3,54 dengan kategori “baik”, dua guru kelas IV SD menghasilkan skor 4,53 dengan kategori “sangat baik” dan 4,08 dengan kategori “sangat baik”. Perangkat pembelajaran tersebut memperoleh rerata skor 3,91 dan termasuk dalam kategori “baik”. Dengan demikian perangkat pembelajaran yang dikembangkan sudah layak digunakan sebagai perangkat pembelajaran mengacu Kurikulum 2013. Ketiga penelitian tersebut relevan dengan penelitian yang akan dikembangkan peneliti, yaitu melakukan pengembangan perangkat pembelajaran yang mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa sekolah dasar. Selain itu ketiga penelitian tersebut menjadi acuan bagi peneliti untuk menyusun “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema 2 Bermain di Rumah Teman Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar”.

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Literature Map dari ketiga penelitian tersebut dapat dilihat pada gambar berikut : Alwi (2013) Mbetu (2016) Suwarno (2015) “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Berbasis Kontekstual Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V Sekolah Dasar” “Pengembangan LKS Menggunakan Pendekatan Saintifik Pada Subtema Bermain Di Rumah Teman Untuk Siswa Kelas Dua (II) Sekolah Dasar Negeri Kalasan 1” “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Mengacu Kurikulum 2013 Pada Subtema Keberagaman Makhluk Hidup Di Lingkunganku Untuk Siswa Kelas IV SD Susiawati (2019) “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Dalam Sub Tema 2 Bermain Di Rumah Teman Mengacu Kurikulum 2013 Untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar” Gambar 2.1 Literature Map C. Kerangka Berpikir Pemerintah Indonesia sering melakukan perubahan atau penyempurnaan kurikulum untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkualitas serta siap berperan aktif dalam mengisi kehidupan di masa mendatang. Saat ini pemerintah beranggapan bahwa Kurikulum 2013 dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia untuk menghasilkan lulusan kreatif yang siap bersaing di masa mendatang. Kurikulum 2013 memberikan angin segar bagi dunia

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 pendidikan di Indonesia dikarenakan mengubah pola pendidikan yang semula mengutamakan hasil dan materi menjadi proses. Di mana menuntut siswa berpartisipasi secara aktif dan kreatif membangun pengetahuan berpikir mereka sendiri. Kurikulum tidak dapat dipisahkan dengan perangkat pembelajaran karena keduanya merupakan komponen penting bagi guru dalam merencanakan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Guru harus merencanakan atau mengembangkan perangkat pembelajaran jauh-jauh hari agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik, terarah, dan mengantisipasi kesenjangan sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Keberhasilan Kurikulum 2013 sangat ditentukan oleh kemampuan guru untuk mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif di mana kegiatan pembelajarannya dikemas oleh guru secara kreatif agar proses pembelajaran menjadi aktif, kreatif, menyenangkan, variatif, dan bermakna bagi siswa. Sehingga pembelajaran tidak lagi berpusat kepada guru tetapi berpusat pada siswa. Pembelajaran inovatif menuntut guru untuk menggunakan berbagai macam model-model pembelajaran yang dapat membuat kegiatan pembelajaran menjadi lebih bervariasi, efektif, menyenangkan, dan tidak semata-mata berbentuk komunikasi verbal melalui lisan guru (ceramah). Melalui pembelajaran inovatif ini siswa yang lebih aktif untuk melakukan kegiatan pembelajaran dikarenakan siswa tidak hanya mendengar penjelasan guru, tetapi mengamati, melakukan, dan mempraktikannya. Dengan demikian guru dituntut untuk kreatif mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif dengan menggunakan macam-macam model pembelajaran. Beberapa guru Sekolah Dasar yang telah diwawancarai peneliti, belum terlalu menguasai pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013. Sehingga implementasi kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru di kelas belum menerapkan pembelajaran inovatif dikarenakan guru hanya menggunakan langkah-langkah kegiatan yang terdapat pada buku guru. Guru membutuhkan contoh perangkat pembelajaran yang mengacu kurikulum 2013. Penjelasan tersebut mendorong peneliti untuk mengembangkan perangkat

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Bermain di Rumah Teman mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar. Langkah penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi awal untuk menganalisis kebutuhan yang diperlukan guru; merencanakan kegiatan yang akan dilakukan untuk menjawab kebutuhan; pengembangan format awal membuat produk berupa perangkat pembelajaran inovatif seperti Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), Silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP); melakukan uji coba awal dengan memvalidasi produk yang telah dibuat, revisi produk memperbaiki produk yang telah dibuat sesuai dengan hasil yang didapatkan dari validasi uji coba awal, uji coba lapangan mengimplementasikan produk yang telah direvisi, revisi produk dilakukan sesuai hasil uji coba lapangan.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 Membangun masyarakat Indonesia yang kreatif dan siap bersaing di masa mendatang. Merancang perangkat pembelajaran inovatif menggunakan model-model Pembelajaran di Sekolah Dasar menggunakan Kurikulum 2013 Guru sebagai perancang perangkat pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran pembelajaran Guru belum mengerti perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013 yang Guru membutuhkan contoh perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013. Peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 bermain di rumah teman mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II SD Gambar 2.2 Kerangka Berpikir

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 D. Pertanyaan Penelitian Berdasarkan uraian teori di atas maka dapat dirumuskan beberapa pertanyaan peneliti sebagai berikut. 1.a. Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema 2 Bermain di Rumah Teman Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar menurut pakar kurikulum 2013? b. Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema 2 Bermain di Rumah Teman Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar menurut guru SD berdasarkan hasil uji coba terbatas?

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan, sering disebut sebagai penelitian R&D (Research and Development). Trianto (2010: 206) menyatakan bahwa Research and Development atau Penelitian dan Pengembangan adalah rangkaian proses atau langkah-langkah dalam rangka mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada agar dapat dipertanggungjawabkan. Produk tersebut tidak selalu berbentuk benda atau perangkat keras (hardware), seperti modul, alat bantu pebelajaran di kelas atau di laboratorium, tetapi juga perangkat lunak (software), seperti program komputer untuk pengolahan data, pembelajaran di kelas, perpustakaan atau laboratorium, atau pun model-model pendidikan, pembelajaran, pelatihan, bimbingan, dan evaluasi. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa langkah pengembangan (prosedur pengembangan) Borg and Gall. Borg and Gall (Setyosari, 2010: 205-207) memaparkan beberapa langkah dalam penelitian dan pengembangan yaitu (1) penelitian dan pengumpulan informasi awal, (2) perencanaan, (3) pengembangan format produk awal, (4) uji coba awal, (5) revisi produk, (6) uji coba lapangan, (7) revisi produk, (8) uji lapangan, (9) revisi produk akhir, (10) desiminasi dan implementasi. 50

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 Berikut merupakan bagan beserta pemaparan langkah-langkah pelaksanaan pengembangan Borg and Gall (dalam Setyosari, 2010: 205-207) Gambar 3.1 Langkah-langkah Penelitian dan Pengembangan menurut Borg and Gall 1. Penelitian dan pengumpulan informasi awal Langkah pertama, peneliti mengumpulkan berbagai informasi yang ada sebagai data atau bahan analisis kebutuhan untuk merencanakan produk dalam mengatasi masalah. Pengumpulan informasi dapat dilakukan melalui kajian pustaka, pengamatan atau observasi kelas, dan wawancara untuk mengetahui kondisi nyata dilapangan. 2. Perencanaan Langkah kedua, merupakan proses penyusunan rencana penelitian yang mencakup merumuskan kemampuan, merumuskan tujuan khusus untuk menentukkan urutan bahan, dan uji coba skala kecil. Hal yang sangat penting dalam tahap ini adalah merumuskan tujuan khusus yang ingin dicapai oleh produk yang dikembangkan. 3. Pengembangan format produk awal Langkah ketiga merupakan pengembangan format produk awal, yang mencakup penyiapan bahan-bahan pembelajaran, handbooks, dan alat

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 evaluasi. Format pengembangan program yang di maksud apakah berupa bahan cetak, urutan proses atau prosedur dalam rancangan sistem pembelajaran. 4. Uji coba awal Langkah keempat merupakan uji coba awal dilakukan pada 1-3 sekolah, yang melibatkan 6-12 subjek dan data hasil wawancara, observasi, dan angket dikumpulkan dan dianalisis. Uji coba ini dilakukan terhadap format program yang dikembangkan apakah sesuai dengan tujuan khusus. 5. Revisi produk Langkah kelima merupakan revisi produk yang dilakukan berdasarkan hasil uji coba awal. Melalui hasil uji coba awal tersebut diperoleh masukan berupa kritik atau saran mengenai produk yang dikembangkan. Berdasarkan data tertersebut dapat diketahui apakah masih perlu adanya perbaikan atau tidak. Produk yang telah direvisi kemudian diadakan uji coba lapangan. 6. Uji coba lapangan Langkah keenam merupakan uji coba lapangan yang dilakukan terhadap sebanyak 5-15 sekolah dengan melibatkan 30-100 subjek. Uji coba lapangan ini dikategorikan skala sedang. Data kuantitatif hasil belajar dikumpulkan dan dianalisis sesuai dengan tujuan khusus yang ingin dicapai. 7. Revisi produk Langkah ketujuh, revisi produk yang dikerjakan berdasarkan hasil uji coba lapangan. Hasil uji coba lapangan dengan melibatkan kelompok subjek lebih besar ini dimaksudkan untuk menentukkan keberhasilan produk dalam mencapai tujuannya dan mengumpulkan informasi yang dapat dipakai untuk meningkatkan program atau produk untuk keperluan perbaikkan pada tahap berikutnya. 8. Uji lapangan Langkah kedelapan, uji lapangan ini melibatkan 10-30 sekolah atau terhadap 40-200 subjek, dan disertai observasi, wawancara, dan penyampaian angket yang kemudian dianalisis.

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 9. Revisi produk akhir Langkah kesembilan, revisi produk akhir yang dikerjakan berdasarkan uji lapangan. 10. Desiminasi dan implementasi Langkah terakhir, desiminasi dan implementasi yaitu menyampaikan hasil pengembangan (proses, prosedur, program, atau produk) kepada para pengguna dan profesional melalui forum pertemuan atau menuliskan dalam jurnal, atau dalam bentuk buku atau handbook. B. Setting Penelitian Setting penelitian yang dilakukkan oleh peneliti pada penelitian ini meliputi tempat, subjek, objek, dan waktu penelitian. 1. Tempat penelitian Penelitian ini dilakukan di SDN Bhaktikarya yang beralamatkan di Jalan Manukan, Condong Catur, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55283. 2. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas II SDN Bhaktikarya tahun ajaran 2018/2019. 3. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 bermain di rumah teman mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar. 4. Waktu penelitian terhitung mulai 26 April 2018 hingga 15 Februari 2019 Penelitian ini dimulai dari wawancara dan observasi untuk analisis kebutuhan hingga penyelesaian laporan skripsi. Keseluruhan penelitian pengembangan ini membutuhkan waktu selama kurang lebih 11 (sebelas bulan).

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 C. Prosedur Pengembangan Prosedur pengembangan dalam penelitian ini menggunakan langkahlangkah penelitian dan pengembangan dari Borg and Gall dikarenakan penelitian yang akan dilakukan ini akan menghasilkan produk pendidikan berupa perangkat pembelajaran inovatif. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan penelitian pengembangan menurut Borg & Gall (1983) yaitu suatu proses yang dipakai untuk mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan (Setyosari, 2010: 194). Tetapi dalam penelitian ini, peneliti tidak mengambil kesepuluh langkah dari prosedur pengembangan Borg and Gall dan membatasinya menjadi tujuh langkah yaitu (1) penelitian dan pengumpulan informasi awal, (2) perencanaan, (3) pengembangan format produk awal, (4) uji coba awal, (5) revisi produk, (6) uji coba lapangan, (7) revisi produk. Pembatasan penelitian ini dilakukan karena peneliti tidak melakukan produksi produk secara masal ke seluruh sekolah dasar yang akan membutuhkan waktu dan biaya cukup banyak. Dengan demikian, penelitian ini dilakukan hanya sampai pada tahap tujuh langkah tanpa mengurangi nilai pengembangan itu sendiri. Berikut ini merupakan langkah-langkah dari Borg and Gall yang akan digunakan peneliti:

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 Langkah 1 Penelitian dan Pengumpulan Informasi Awal Wawancara dan Observasi Analisis Kebutuhan Langkah 2 Langkah 3 Pengembangan Format Perencanaan 1. Menentukan tema dan sub tema 2. Membuat pemetaan Kompetensi Dasar (KD) Sub Tema 2 3. Mengembangkan indikator dan tujuan pembelajaran 4. Menentukan model pembelajaran inovatif 1. 2. 3. 4. 5. Mengembangkan instrument penilaian produk Membuat Program Tahunan (Prota) Membuat Program Semester (Promes) Membuat Silabus Membuat Rencana Pelaksananan Pembelajaran (RPP) Tema 2 Sub Tema 2 Langkah 5 Langkah 4 Revisi Produk Uji Coba Awal Revisi Perangkat Pembelajaran Inovatif Validasi Perangkat Pembelajaran Inovatif Langkah 7 Langkah 6 Revisi Produk Uji Coba Lapangan Implementasi Perangkat Pembelajaran Inovatif (RPP) Revisi Perangkat Pembelajaran Inovatif (RPP) Gambar 3.2 Prosedur Pengembangan

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 1. Penelitian dan Pengumpulan Informasi Awal Langkah pertama, peneliti melakukan analisis kebutuhan dengan mengumpulkan informasi melalui wawancara dan observasi di dua Sekolah Dasar Kecamatan Depok. Wawancara dilakukan dengan guru kelas II untuk mengetahui pemahaman dan kendala yang dihadapi guru mengenai pengimplementasian Kurikulum 2013 yang telah dilakukkan selama ini. Sedangkan observasi dilakukan untuk mengamati kegiatan pembelajaran yang telah direncanakan guru dan mengetahui respon siswa ketika mengikuti kegiatan pembelajaran yang disampaikan guru. Tujuan dari wawancara dan observasi ini untuk memperoleh informasi tentang masalah atau kendala di lapangan mengenai kebutuhan contoh perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013. 2. Perencanaan Langkah kedua, peneliti melakukan perencanaan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013 sesuai dengan kebutuhan guru. Perencanaan yang dilakukan peneliti untuk mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013 dimulai dari (1) menentukkan tema dan sub tema, (2) membuat pemetaan Kompetensi Dasar (KD) sub tema 2, (3) mengembangkan indikator dan tujuan pembelajaran, (4) menentukan model pembelajaran inovatif. 3. Pengembangan Format Produk Awal Langkah ketiga, peneliti mengembangkan format produk awal berupa perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Bermain di Rumah Teman mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar. Desain produk dimulai dengan (1) mengembangkan instrumen penilaian produk, (2) membuat Program Tahunan (Prota), (3) membuat Program Semester (Promes), (4) membuat Silabus, (5) menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mengacu Kurikulum 2013.

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 4. Uji Coba Awal Langkah keempat, peneliti melakukan uji coba awal dengan menyerahkan produk berupa perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013 yang telah dikembangkan kepada validator pakar perangkat pembelajaran inovatif yaitu satu mahasiswa program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Sanata Dharma dan satu guru kelas II SDN Bhaktikarya untuk di validasi. Validasi ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perangkat pembelajaran inovatif yang telah dibuat peneliti. Validasi ini berpedoman pada instrumen penilaian yang telah dibuat oleh peneliti. Melalui validasi produk ini, peneliti akan mendapatkan kritik, saran, dan penilaian sebagai masukan yang berguna untuk memperbaiki produk. 5. Revisi Produk Langkah kelima, peneliti melakukan revisi produk sesuai dengan kritik dan saran perbaikan yang sudah dituliskan validator pakar perangkat pembelajaran inovatif yaitu mahasiswa program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Sanata Dharma dan guru kelas II SDN Bhaktikarya pada instrumen validasi produk. 6. Uji Coba Lapangan Langkah keenam, peneliti melakukan uji coba lapangan dengan mengimplementasikan perangkat pembelajaran inovatif (RPP) mengacu Kurikulum 2013 yang telah dibuat kepada siswa kelas II SDN Bhaktikarya yang berjumlah 30 siswa. Melalui uji coba, peneliti memperoleh evaluasi dari guru kelas II SDN Bhaktikarya dan satu teman sejawat berupa instrumen uji coba produk dengan melakukan observasi pada pelaksanaan pembelajaran menggunakan perangkat yang telah dikembangkan. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dari perangkat pembelajaran inovatif yang telah diimplementasikan. Melalui evaluasi peneliti memperoleh kritik, saran, dan penilaian dalam pengimplementasian perangkat pembelajaran inovatif berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 7. Revisi Produk Langkah terakhir, peneliti merevisi produk yang telah diujicobakan berdasarkan kritik dan saran yang diberikan oleh satu guru kelas II SDN Bhaktikarya dan satu teman sejawat. Revisi ini merupakan revisi akhir yang dilakukan peneliti untuk menghasilkan produk final berupa pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 bermain di rumah teman mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar. D. Uji Coba Terbatas 1. Subjek Uji Coba Terbatas Uji coba dilakukan di kelas II SDN Bhaktikarya tahun ajaran 2018/2019, yang berjumlah 30 siswa dengan 19 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. 2. Instrumen Penelitian Instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatanya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya (Trianto, 2010: 263). Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan oleh peneliti berupa pedoman wawancara, lembar observasi, dan kuisioner. a. Pedoman Wawancara Dalam digunakan pemahaman melakukan sebagai dan mengimplementasikan wawancara, acuan untuk masalah kegiatan dibutuhkan mencari yang pedoman informasi dihadapi pembelajaran guru yang yang mengenai dalam mengacu Kurikulum 2013. Sehingga melalui wawancara ini dapat mengetahui kebutuhan guru mengenai perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013. Berikut ini adalah pedoman wawancara yang dipakai dalam penelitian ini:

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 Tabel 3.1 Pedoman wawancara No 1 Kurikulum 2013 2 3 Pertanyaan 1. Sejak kapan SD ini menerapkan kurikulum 2013? 2. Apakah bapak atau ibu pernah mengikuti pelatihan kurikulum SD 2013? 3. Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terhadap kurikulum SD 2013? 4. Apakah bapak/ibu sudah mengetahui karakteristik kurikulum SD 2013? 5. Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terkait dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran? Rencana 6. Bagaimana cara bapak/ibu merumuskan Pelaksanaan indikator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan Pembelajaran kemampuan siswa? (RPP) 7. Apakah bapak/ibu sudah mengetahui jenis belajar taksonomi bloom yang sudah di revisi? 8. Bagaimana cara bapak/ibu menumbuh kembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran? 9. Apakah bapak/ ibu setiap pembelajaran menggunakan RPP dengan model pembelajaran yang berbeda? 10. Apakah tujuan pembelajaran yang bapak/ibu kembangkan sudah mengupayakan tercapainya pendidikan karakter? 11. Apakah bapak/ibu mengetahui keterampilan yang harus dikuasai sesuai pada abad 21 seperti (berfikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi)? 12. Apakah dalam pembuatan RPP bapak/ibu sudah merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (berfikir kritis, kretif, kolaboratif, komunikasi)? 13. Apakah pembelajaran dengan ceramah masih mendominasi di kelas ? Pembelajaran 14. Pernahkah bapak/ibu menggunakan model Inovatif pembelajaran inovatif yang lain? Apakah modelnya itu? 15. Apakah ibu/bapak mengetahui pembelajaran inovatif? 16. Kesulitan apa saja yang bapak/ibu alami dalam pembuatan model pembelajaran inovatif? 17. Bagaimana cara mengatasi kesulitan yang dialami?

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 18. Apakah contoh perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah bapak/ibu? 19. Apakah bapak/ibu masih perlu bentuk contoh untuk perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inquiri, dan model pembelajaran kooperatif, model kuantum dsb? 20. Apakah siswa pernah merasa bosan ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas? 21. Apakah bapak/ibu mempunyai rencana untuk mengembangkan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa? 22. Menurut bapak/ ibu apakah perangkat pembelajaran inovatif penting jika diterapakan dalam proses pembelajaaran dewasa ini? b. Lembar Observasi Lembar observasi ini berisi pernyataan mengenai kondisi yang ditemui di kelas, baik guru maupun siswa. Lembar observasi ini terdiri dari lembar observasi guru dan lembar observasi siswa. Lembar observasi guru digunakan untuk mengamati kegiatan pembelajaran yang telah direncanakan guru di kelas dari awal, inti, akhir. Sedangkan observasi siswa digunakan untuk melihat respon siswa dalam mengikuti pembelajaran yang diberikan oleh guru. Melalui lembar observasi ini, peneliti dapat memperoleh data kondisi pembelajaran sesunguhnya di lapangan. Lembar observasi ini diisi sesuai dengan keadaan nyata yang dilihat oleh peneliti. Dalam mengisi lembar observasi ini peneliti memberikan tanda (√) pada pilihan jawaban yang sesuai dengan kondisi sebenarnya. Berikut ini adalah lembar observasi yang dipakai dalam penelitian ini: Tabel 3.2 Lembar Observasi Guru No 1 Kegiatan Awal Pernyataan 1. Guru membuka pembelajaran dengan berdoa. 2. Guru melakukan presensi kepada siswa. 3. Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 No 2 Kegiatan Inti 3 Kegiatan Penutup Pernyataan yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran. 4. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. 5. Guru memberikan motivasi. 6. Guru membuka pembelajaran dengan berdoa. 1. Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan. 2. Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari. 3. Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan tepat. 4. Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa. 5. Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa. 6. Guru menerapkan 5M pada siswa. 7. Guru menggunakan bahasa baku yang baik. 8. Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas. 9. Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa. 10. Guru memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal. 11. Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan sehari-hari. 12. Guru memberikan apresiasi kepada siswa. 13. Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran. 14. Guru dapat mengkonsidikan kelas dengan baik. 15. Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa. 16. Guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik. 17. Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran. 1. Guru membuat ringkasan secara lisan. 2. Guru membuat ringkasan secara tertulis. 3. Guru menunjukkan sumber lain. 4. Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan. 5. Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif. 6. Guru memberikan evaluasi kepada siswa. 7. Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang disampaikan.

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 Tabel 3.3 Lembar Observasi Siswa No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Pernyataan Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru. Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi. Siswa mengajukan pertanyaan. Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan berkelompok. Siswa mampu mengkomunikasi hasil diskusi. Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran. Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru. Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara lisan. Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis. c. Lembar Kuesioner Lembar kuisioner ini berisi instrumen pertanyaan-pertanyaan yang disusun berdasarkan indikator mengenai perangkat pembelajaran inovatif. Penelitian ini menggunakan 2 (dua) lembar kuisioner yaitu instrumen validasi dan uji coba perangkat pembelajaran inovatif. Kuisioner bertujuan untuk mengetahui kualitas perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan. Instrumen validasi dan uji coba perangkat pembelajaran inovatif menggunakan skala Likert 1 sampai 5, di mana semakin besar nilainya, semakin valid pernyataan tersebut. Berikut ini adalah instrumen validasi dan uji coba perangkat pembelajaran inovatif: Tabel 3.4 Instrumen Validasi Perangkat Pembelajaran Inovatif No 1 Program Tahunan (Prota) 2 Program Semester (Promes) Aspek yang dinilai 1. Prota memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2. Prota memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, alokasi waktu). 3. Jumlah jam efektif (16 minggu) sesuai dengan jumlah minggu efektif, jumlah alokasi waktu sama dengan total jam pelajaran dalam satu tahun. 4. Proporsi pembagian waktu setiap tema dan sub tema sesuai. 1. Prosem memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, semester, satuan pendidikan, tahun pelajaran).

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 No 3 4 Aspek yang dinilai 2. Prosem memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, pembelajaran, bulan, alokasi waktu). 3. Materi pokok sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), serta alokasi waktu yang digunakan proporsional. Silabus 1. Silabus memuat identitas sekolah, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan tema/subtema. 2. Silabus memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. 3. Keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai. Rencana 1. Kejelasan dan kelengkapan Identitas RPP Pelaksanaan (satuan pendidikan, kelas, semester, Pembelajaran tema/subtema/ pembelajaran ke-, alokasi waktu/ (RPP) hari dan tanggal). 2. Kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD. 3. Tujuan pembelajaran (kesesuaian tujuan dengan indikator, kata kerja dapat diukur, mencakup komponen A (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree). 4. Materi Pembelajaran (kesesuaian materi pembelajaran dengan KD dan indikator, susunan materi yang sistematis, kelengkapan materi pembelajaran). 5. Rumusan tujuan hanya mengandung satu (1) jenis tingkah laku yang dapat diamati dan diukur. 6. Strategi Pembelajaran (pendekatan, model, metode; langkah-langkah pembelajaran; dan tahapan kegiatan pembelajaran; serta penerapan pembelajaran saintifik) sesuai. 7. Pemilihan media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi, dan kondisi kelas). 8. Pemilihan sumber belajar (bahan cetak, lingkungan sekitar dan internet). 9. Evaluasi (mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan, kesesuaian evaluasi dengan tujuan atau indikator, komponen penilaian lengkap, perencanaan kegiatan pengayaan, dan remedial) 10. Mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator (C4-C6 / HOTS).

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 No 5 6 Aspek yang dinilai 11. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan makna model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) / model Quantum Teaching. 12. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) / model Quantum Teaching. 13. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan sintaks (langkah-langkah) model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) / model Quantum Teaching. 14. Mengembangkan 5M dalam kegiatan inti yaitu : mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengomunikasikan. 15. Mengembangkan 4 ketrampilan dasar belajar abad 21 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative). 16. Kelengkapan instrumen evaluasi (soal, kunci, rubrik pedoman penskoran). 1. Kesesuaian jenis media dengan kompetensi yang Media harus dicapai, materi yang dibahas, strategi Pembelajaran pembelajaran yang dipilih, karakteristik siswa, media terlihat atau terdengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi). 2. Keterbacaan tulisan jenis dan ukuran, keruntutan penyajian materi, kelengkapan materi, kesederhanaan dalam menyajikan materi, dan tingkat kemudahan dalam penggunaan media. 3. Keharmonisan tata letak dan warna media, tingkat antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran menggunakan media, kebenaran dalam menggunakan kaidah bahasa, efektivitas gambar/ ilustrasi/ animasi/ video dalam penjelasan konsep, dan kesesuaian media dengan materi. 1. LKPD disajikan secara sistematis, merupakan Lembar materi atau tugas yang esensial, setiap kegiatan Kerja Peserta yang disajikan mempunyai tujuan yang jelas, Didik penyajian LKPD dilengkapi dengan gambar dan (LKPD) ilustrasi, kegiatan yang disajikan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. 2. Kelayakan isi ( sesuai dengan KI & KD, sesuai kemampuan siswa, sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, keterkinian materi).

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 No 7 Bahasa Aspek yang dinilai 3. Kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah Bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berfikir kritis, kemultitafsiran kalimat). 4. Kelayakan kegiatan (pemberian pengalaman langsung dalam LPKD, pengidentifikasian hasil temuan dalam LKPD, perencanaan kerja ilmiah dalam LKPD, pelaksanaan kerja ilmiah dalam LKPD). 5. Kelayakan tampilan (daya tarik sampul/ cover LKPD, kesesuaian kesesuaian huruf yang digunakan dalam LKPD, keseimbangan komposisi/ judul dan logo LKPD). 6. Kelayakan penyajian (kemudahan langkahlangkah dalam kegiatan LKPD, penyajian materi LKPD yang disertai objek langsung, penempatan siswa dalam LKPD dalam subjek belajar). 1. Penggunaan bahasa sesuai dengan PUEBI (Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia). 2. Bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. 3. Bahasa yang digunakan komunikatif. 4. Kalimat yang digunakan jelas dan mudah dimengerti. 5. Kejelasan petunjuk/arahan. Tabel 3.5 Instrumen Uji Coba Guru Perangkat Pembelajaran Inovatif (RPP) No Kegiatan Pembelajaran 1 Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan makna dan karakteristik model pembelajaran inovatif yang digunakan. 2 Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan sintaks model pembelajaran inovatif yang digunakan. 3 Guru menerapkan pendekatan saintifik 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan) kepada siswa. 4 Guru telah mengembangkan keterampilan belajara dasar abad 21 (Berfikir kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif) 5 Guru menguasai materi dalam mengajar dan tidak terjadi miskonsepsi. 6 Guru lebih berperan sebagai motivator & fasilitator pada saat pembelajaran. 7 Pembelajaran berpusat pada siswa.

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 No Kegiatan Pembelajaran 8 Guru menggunakan beragam media dalam pembelajaran. 9 Guru mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam kegiatan pembelajaran. 10 Guru mengusahakan kegiatan pembelajaran yang bervariasi. 11 Guru mengembangkan pendidikan karakter. 12 Guru melaksanakan pembelajaran terpadu dengan landai. 13 Guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. 14 Guru melaksanakan penilaian otentik. Tabel 3.6 Instrumen Uji Coba Siswa Perangkat Pembelajaran Inovatif (RPP) No Kegiatan Pembelajaran 1 Siswa dapat mencapai indikator pembelajaran yang ditetapkan. 2 Siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. 3 Siswa melaksanakan 5M dalam pembelajaran (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan). 4 Siswa terkesan senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. 5 Siswa asyik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. 6 Siswa terlibat dalam penggunaan media pembelajaran. 7 Siswa memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran. 8 Siswa berkembang kemampuan 4C-nya. 3. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian karena tujuan utama dalam penelitian adalah mendapatkan data, tanpa mengetahui teknik pengumpulan data maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan (Sugiyono, 2010: 308). Penelitian ini menggunakan 3 (tiga) teknik dalam mengumpulkan data : a. Wawancara Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan kepada responden dan mencatat atau merekam jawabanjawaban responden (Mahmud, 2011:173). Peneliti melakukan wawancara dengan 2 (dua) guru kelas II SD Negeri di Kecamatan Depok Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta yang sudah menggunakan Kurikulum 2013. Peneliti menggunakan pedoman wawancara dalam melakukan kegiatan

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 wawancara. Pedoman wawancara digunakan peneliti untuk mengumpulkan informasi mengenai, pemahaman, dan kendala guru dalam mengimplementasikan kegiatan pembelajaran mengacu Kurikulum 2013, serta menganalisis kebutuhan guru tentang perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013. b. Observasi Observasi merupakan teknik pengamatan dan pencatatan sistematis dari fenomena-fenomena yang diselidiki. Observasi dilakukan untuk menemukan data dan informasi dari gejala atau fenomena (kejadian atau peristiwa) secara sistematis dan didasarkan pada tujuan penyelidikan yang telah dirumuskan (Mahmud, 2011: 168). Peneliti melakukan observasi di kelas II SD Negeri di Kecamatan Depok Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta yang sudah menggunakan Kurikulum 2013. Peneliti melakukan observasi dengan mengumpulkan data melalui pengamatan langsung mengenai kegiatan pembelajaran yang telah direncanakan guru dan respon siswa ketika mengikuti kegiatan pembelajaran. Data pengamatan berguna menambah informasi bagi peneliti untuk mengetahui kubutuhan guru mengenai perangkat pembelajaran inovatif. c. Kuesioner Kuesioner (questionnaire) disebut juga angket atau daftar pertanyaan, merupakan salah satu alat pengumpul data. Angket adalah teknik pengumpulan data dengan menyerahkan atau mengirimkan daftar pertanyaan untuk diisi oleh responden. (Mahmud, 2011:177). Kuisioner digunakan peneliti untuk menilai kualitas produk yang telah dikembangkan melalui validasi dan uji coba perangkat pembelajaran inovatif. Kuisioner untuk memvalidasi perangkat pembelajaran inovatif diberikan kepada mahasiswa program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Sanata Dharma dan guru kelas II SDN Bhaktikarya. Sedangkan kuisioner uji coba diberikan kepada guru kelas II SDN Bhaktikarya dan teman sejawat.

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 4. Teknik Analisis Data Teknik analisis data dilakukan untuk mengetahui kualitas produk perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan. Data penelitian ini dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif, dengan penjelasan sebagai berikut: a. Data Kualitatif Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara dengan guru kelas II SD dan observasi pada pembelajaran di kelas II SD untuk menganalisis kebutuhan. Data kualitatif juga diperoleh peneliti melalui kritik serta saran yang dikemukakan validator perangkat pembelajaran inovatif yang sudah memvalidasi dan uji coba produk penelitian. b. Data Kuantitatif Data kuantitatif berupa skor penilaian diperoleh dari hasil validasi produk dan uji coba produk. Data yang dianalisis sebagai dasar dari hasil penilaian kuesioner diubah menjadi data interval. Skala penilaian terhadap perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan yaitu sangat baik (5), baik (4), cukup baik (3), kurang baik (2), sangat kurang baik (1). Untuk menghitung rata-rata penilaian kuisioner validasi dan uji coba perangkat pembelajaran inovatif dapat menggunakan rumus sebagai berikut: Sukardjo (2008: 101) menjelaskan konversi nilai skala lima untuk menilai kualitas produk yang telah dikembangkan dan menjadi acuan dalam mengkonversikan nilai menjadi data kualitatif. Berikut ini tabel konversi nilai skala lima:

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Tabel 3.7 Konversi Nilai Skala Lima Interval Skor Kategori Sangat Baik X > X i + 1,80Sbi Baik X i + 0,60Sbi < X ≤ X I + 1,80Sbi Cukup Baik X i - 0,60Sbi < X ≤ X I + 0,60Sbi Kurang Baik X i - 1 , 80Sbi < X ≤ X I – 0,60Sbi Sangat Kurang Baik X ≤ X i– 1,80 Sbi Keterangan ( X i) (Rerata ideal) = (Skor maksimal ideal + skor minimal ideal) Sbi (Simpangan baku ideal) = (Skor maksimal ideal – skor minimal ideal) X = Skor aktual Berdasarkan rumus konversi skala lima di atas perhitungan data- data kuantitatif dilakukan untuk memperoleh data kualitatif dengan menerapkan rumus konversi tersebut. Adapun penentuan rumus kualitatif pengembangan ini diterapkan dengan konversi sebagai berikut: Diketahui: Skor maksimal ideal :5 Skor minimal ideal :1 Rerata ideal ( X i) : (5+1) = 3 Simpangan baku ideal (Sbi) : (5-1) = 0,67 Ditanyakan: Interval skor kategori sangat baik, baik, cukup baik , kurang baik, dan sangat kurang baik? Jawab: Kategori sangat baik = X > X i + 1,80 Sbi = X > 3 + (1,80 . 0,67) = X > 3 + (1,21) = X > 4,21

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 Kategori baik = X i + 0,60 Sbi < X ≤ X I + 1,80Sbi = 3 + (0,60 . 0,67) < X ≤ 3 + (1,80 . 0,67) = 3 + (0,40) < X ≤ 3 + (1,21) = 3,40 < X ≤ 4,21 Kategori cukup baik = X i - 0,60Sbi < X ≤ X I + 0,60Sbi = 3 – (0,60 . 0,67) < X ≤ 3+ (0,60 . 0,67) = 3 – (0,40 < X ≤ 3 + (0,40) = 2,60 < X ≤ 3,40 Kategori kurang baik = X i - 1 , 80Sbi < X ≤ X I – 0,60Sbi = 3 – (1,80 . 0,67) < X ≤ 3 – (0,60 . 0,67) = 3 – (1,21) < X ≤ 3 – (0,40) = 1,79 < X ≤ 2,60 Kategori sangat kurang baik = X ≤ X i– 1,80 Sbi = X ≤ 3 – (1,80 . 0,67) = X ≤ 3 – (1,21) = X ≤ 1,79 Berdasarkan perhitungan tersebut, diperoleh konversi data kuantitatif menjadi data kualitatif dengan kategori skala lima sebagai berikut: Tabel 3.8 Konversi Skala Lima Interval skor X > 4,21 3,40 < X ≤ 4,21 2,60 < X ≤ 3,40 1,79 < X ≤ 2,60 X ≤ 1,79 Kategori Sangat baik Baik Cukup baik Kurang Sangat kurang

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 E. Jadwal Penelitian Pelaksanaan penelitian pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 sebagai berikut : Tabel 3.9 Jadwal Penelitian √ √ √ √ √ Februari 2019 Januari 2019 √ Desember 2018 √ September 2018 √ Juli 2018 √ √ November 2018 √ √ Oktober 2018 4 5 6 7 8 9 Analisis Kebutuhan Menyusun Proposal Pengembangan bentuk awal produk Validasi produk Revisi produk Uji coba produk Revisi Produk Ujian Skripsi Revisi Akhir Juni 2018 1 2 3 Mei 2018 Kegiatan April 2018 No Agustus 2018 Waktu (Bulan) √ √

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Analisis Kebutuhan Peneliti melakukan analisis kebutuhan sebagai langkah awal dalam penelitian perangkat pembelajaran inovatif. Analisis kebutuhan dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah yang dijelaskan pada bab III. Analisis kebutuhan dilakukan dengan melakukan wawancara dan observasi pada bulan April. Wawancara dilakukan peneliti kepada 2 (dua) guru kelas II yaitu Ibu EN guru SDN Bhaktikarya dan Ibu ER SDN Deresan, serta melakukan observasi untuk mengamati proses pembelajaran. Wawancara dilakukan untuk mengetahui pemahaman dan kendala yang dihadapi guru saat menerapkan Kurikulum 2013. Observasi guru dan siswa dilakukan untuk mengamati proses pembelajaran dan respon siswa ketika mengikuti pembelajaran yang direncanakan guru. Melalui wawancara dan observasi ini dapat membantu peneliti untuk mengetahui kebutuhan guru mengenai contoh perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 1. Hasil Wawancara dan Observasi Analisis Kebutuhan a. Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan Wawancara dilakukan dengan berpedoman pada 22 butir pertanyaan untuk melakukan analisis kebutuhan perangkat pembelajaran. Berikut data hasil wawancara dengan guru SD yang melaksanakan Kurikulum 2013 terkait dengan perangkat pembelajaran inovatif yang akan dijelaskan pada setiap butir. Pertanyaan pertama adalah mengenai kapan sekolah menerapkan Kurikulum 2013. Kedua guru menjawab bahwa sekolah menerapkan Kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2014/2015 tetapi hanya satu semester, karena ada kebijakan dari pemerintah untuk berhenti atau melanjutkan. Sekolah memilih untuk berhenti dan menggunakan kembali Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kemudian Kurikulum 2013 kembali diterapkan pada tahun 2016/2017, sedangkan satu sekolah lain baru menerapkan pada tahun 2017/2018. 72

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 Pertanyaan kedua mengenai pelatihan Kurikulum 2013. Kedua guru mengatakan bahwa sudah pernah mengikuti pelatihan Kurikulum 2013 yang diadakan secara mandiri oleh Kecamatan Depok. Pembicara pada pelatihan merupakan guru yang ada di lingkungan Kecamatan Depok yang sudah ditatar di Jakarta. Pelatihan dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu yang berbeda. Pertanyaan ketiga mengenai sejauh mana pemahaman guru mengenai Kurikulum 2013. Salah satu guru menceritakan bahwa pemahaman mengenai Kurikulum 2013 masih kurang karena ini merupakan pengalaman pertama beliau dalam menerapkan Kurikulum 2013. Selain itu, beliau juga mengatakan walaupun sudah mengikuti pelatihan mengenai Kurikulum 2013 pemahaman guru masih kurang dikarenakan pembicara saat pelatihan kurang jelas dalam menjelaskan Kurikulum 2013. Salah satu guru lain hanya menjawab bahwa beliau memahami Kurikulum 2013 menekankan pendekatan saintifik. Pertanyaan keempat yaitu mengenai pengetahuan guru tentang karakteristik Kurikulum 2013. Salah satu guru mengatakan bahwa karakteristik Kurikulum 2013 yaitu kurikulum yang menuntut siswa untuk aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran. Sedangkan salah satu guru lain menjelaskan bahwa karakteristik kurikulum 2013 adalah proses pembelajaran yang memberikan banyak aktivitas siswa dan sering melakukan komunikasi dengan orang tua mengenai perkembangan belajar siswa di sekolah. Pertanyaan kelima yaitu mengenai sejauh mana pemahaman guru terkait dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran di Kurikulum 2013. Kedua guru sudah menggunakan pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran di mana siswa dirangsang untuk menanya, mengamati, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan. Pertanyaan keenam yaitu mengenai cara guru dalam merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa. Salah satu guru merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 hanya berpedoman pada buku guru dan silabus. Guru lain merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran dengan mengkutip dari buku guru karena sudah sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) apabila dirasa kurang tinggal menambahkan. Pertanyaan ketujuh yaitu mengenai cara guru menumbuhkembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran. Guru menumbuhkan pendidikan karakter dengan cara menyelipkan dalam kegiatan pembelajaran ketika melakukan (tanya jawab, diskusi, presentasi) untuk menumbuhkan sikap jujur, disiplin, dapat menerima pendapat, dll. Sedangkan guru yang lain membiasakan siswa untuk mempraktikan 5S (senyum, sapa, salam, sopan, santun) dan 3 kata ajaib (maaf, tolong, terima kasih). Selain itu guru memberikan contoh-contoh langsung kepada siswa. Pertanyaan kedelapan yaitu mengenai model pembelajaran yang digunakan pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di setiap pembelajaran. Kedua guru mengatakan jika dalam mengajar kadang – kadang menggunakan model pembelajaran berbeda. Pertanyaan kesembilan yaitu mengenai pendidikan karakter yang diupayakan dalam tujuan pembelajaran yang dikembangkan. Kedua guru menjawab bahwa mereka sudah mengupayakan pendidikan karakter sesuai dengan tujuan pembelajaran. Selain itu salah satu guru mengatakan bahwa, sebelum adanya istilah pendidikan karakter dari pertama kali mengajar beliau sudah menerapkan pendidikan karakter. Pertanyaan kesepuluh yaitu mengenai pengetahuan guru mengenai keterampilan di abad 21. Kedua guru menjawab bahwa mereka belum terlalu mengetahui keterampilan yang harus dikuasai di abad 21. Pertanyaan kesebelas yaitu mengenai perumusan indikator dan tujuan pembelajaran yang terkait dengan keterampilan di abad 21. Kedua guru belum mengkaitkan indikator dan tujuan pembelajaran dengan keterampilan abad 21 dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dikarenakan pemahaman mengenai keterampilan abad 21 masih

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 kurang. Selain itu guru hanya berpedoman pada indikator dan tujuan pembelajaran di silabus dan buku guru. Pertanyaan kedua belas yaitu mengenai pembelajaran dengan ceramah di kelas. Salah satu guru mengatakan bahwa metode ceramah masih mendominasi dalam proses pembelajaran di kelas. Sedangkan guru lain mengatakan bahwa tidak melakukan metode ceramah secara terus menerus saat proses pembelajaran. Pertanyaan ketiga belas yaitu mengenai model pembelajaran inovatif yang pernah digunakan oleh guru. Salah satu guru mengatakan bahwa pernah menggunakan model pembelajaran PjBL (Projek Based Learning) di mana siswa diminta untuk membuat Kincir Angin. Guru melakukan model pembelajaran tersebut karena dituntut oleh “Titian Foundation” dari Qatar. Sedangkan salah satu guru pernah menggunakan metode inkuiri. Pertanyaan keempat belas yaitu mengenai pengetahuan guru mengenai pembelajaran inovatif. Kedua guru sedikit mengetahui mengenai pembelajaran inovatif tetapi belum melaksanakan secara maksimal. Pertanyaan kelima belas yaitu mengenai kesulitan yang dialami guru dalam pembuatan perangkat pembelajaran mengenai model pembelajaran inovatif. Kedua guru mengalami kendala dalam menggunakan teknologi. Selain itu guru juga menjelaskan bahwa guru belum terlalu mengetahui macam-macam model pembelajaran inovatif. Pertanyaan keenam belas cara mengatasi kesulitan yang dialami dalam pembuatan perangkat pembelajaran dengan model pembelajaran inovatif. Salah satu guru mengatasi kesulitan yang dialami dengan meminta bantuan kepada guru lain yang lebih mengerti untuk membuatkan perangkat pembelajaran. Sedangkan guru lain mengatasi kesulitan yang ada dengan bertanya kepada guru lain dan belajar dari internet.

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 Pertanyaan ketujuh belas yaitu mengenai tersedia atau tidaknya contoh perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013 di sekolah. Kedua guru mengatakan bahwa sekolah belum menyediakan contoh perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013. Salah satu guru menyatakan bahwa sekolah hanya membeli vcd perangkat pembelajaran dari ahli. Pertanyaan kedelapan belas yaitu mengenai perlu atau tidaknya bentuk contoh untuk perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013. Kedua guru mengatakan bahwa masih sangat memerlukan contoh perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013. Salah satu guru lain menjelaskan bahwa masih mengalami kebingungan dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 dikarenakan ini merupakan pengalaman pertama beliau menggunakan kurikulum tersebut. Pertanyaan kesembilan belas yaitu mengenai kondisi siswa ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas. Salah satu guru mengatakan bahwa pembelajaran inovatif mampu membuat pembelajaran menjadi menyenangkan sehingga siswa tidak akan bosan dan ramai sendiri dikarenakan siswa asyik menyelesaikan tugas yang diberikan. Sedangkan guru lain menyatakan bahwa siswa tidak merasa bosan apabila guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas. Pertanyaan kedua puluh yaitu mengenai rencana guru untuk mengembangkan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. Salah satu guru mengatakan bahwa beliau ingin mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif untuk meningkatkan pemahaman siswa. Sedangkan guru lain menyatakan bahwa ingin mengembangkan pembelajaran inovatif supaya meningkatkan prestasi siswa. Pertanyaan kedua puluh satu yaitu mengenai pendapat guru mengenai penting atau tidaknya pembelajaran inovatif untuk diterapkan dalam proses dewasa ini. Salah satu guru menjelaskan bahwa

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 pembelajaran inovatif sangat penting karena pembelajaran lebih menarik menyenangkan dan sesuai dengan kemajuan zaman yang dituntut melakukan pembelajaran inovatif. Sedangkan salah satu guru mengatakan bahwa pembelajaran inovatif sangat penting untuk diterapkan. Pertanyaan kedua puluh dua yaitu mengenai pengetahuan guru tentang jenis belajar Taksonomi Bloom yang sudah direvisi. Kedua guru mengatakan bahwa pernah mengetahui jenis belajar Taksonomi Bloom tapi sudah lupa. b. Hasil Observasi Analisis Kebutuhan Observasi yang dilakukkan peneliti berpedoman pada instrumen observasi. Pedoman yang berupa instrumen observasi ini terdiri dari dua pedoman observasi, yaitu pedoman observasi guru dan siswa. Ada 30 butir pernyataan pada pedoman observasi guru dan ada 10 butir pernyataan pada pedoman observasi siswa. Butir pernyataan observasi guru digunakan untuk mengamati kegiatan pembelajaran yang direncanakan dan diimplementasikan guru dari awal, inti, dan akhir. Berikut data hasil observasi guru ketika mengimplementasikan perangkat pembelajaran yang mengacu Kurikulum 2013 akan dijelaskan pada setiap butir pernyataan. Butir pernyataan pada kegiatan awal terdapat 5 butir pernyataan yang berisi tentang kegiatan-kegiatan awal yang seharusnya dilakukan oleh guru. Butir pernyataan pertama pada kegiatan awal yaitu mengenai guru membuka pembelajaran dengan berdoa. Kedua guru selalu mengawali kegiatan pembelajaran dengan berdoa. Butir pernyataan kedua pada kegiatan awal yaitu mengenai pelaksanaan presensi kepada siswa. Kedua guru selalu melakukan presensi pada awal kegiatan. Salah satu guru melakukan presensi dengan meminta siswa untuk menyebutkan nomor absen masing-masing secara berurutan dan mengangkat tangan.

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Butir pernyataan ketiga pada kegiatan awal yaitu mengenai penggunaan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran. Guru melakukan apersepsi dengan menyanyikan lirik lagu yang dituliskan guru di papan tulis dan menghubungkan lirik lagu dengan materi yang akan dipelajari. Sedangkan guru lain melakukan apersepsi dengan mengingat materi pembelajaran yang sudah dipelajari sebelumnya dan menghubungkan dengan materi yang akan disampaikan oleh guru. Butir pernyataan keempat pada kegiatan awal mengenai penyampaian tujuan pembelajaran. Guru tidak menjelaskan tujuan yang akan dicapai pada pembelajaran. Sedangkan guru lain menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pembelajaran. Butir pernyataan kelima pada kegiatan awal mengenai pemberian motivasi sebelum pembelajaran dimulai. Kedua guru selalu melakukan motivasi sebelum memulai pembelajaran agar membangkitkan semangat siswa untuk belajar. Guru melakukan motivasi dengan mengajak siswa untuk melakukan ice breaking atau menyanyikan lagu. Butir pernyataan keenam pada kegiatan inti yaitu mengenai penyampaian cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan. Guru tidak menjelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan siswa dalam proses pembelajaran. Sedangkan guru lain menjelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan siswa dalam proses pembelajaran. Butir pernyataan ketujuh pada kegiatan inti yaitu mengenai guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari. Guru tidak melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari. Sedangkan guru yang lain melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari melalui pengalaman pribadi siswa Butir pernyataan kedelapan pada kegiatan inti yaitu mengenai penggunaan media pembelajaran dan sumber pembelajaran yang tepat

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 oleh guru. Kedua guru sudah menggunakan media dan sumber pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan materi pembelajaran. Butir pernyataan kesembilan pada kegiatan inti yaitu mengenai penggunaan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa. Kedua guru belum menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa dikarenakan dalam kegiatan pembelajaran guru masih mendominasi menggunakan metode ceramah. Sehingga siswa kurang aktif dan cenderung bosan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Butir pernyataan kesepuluh pada kegiatan inti yaitu mengenai penggunaan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa. Kedua guru belum menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa. Guru belum membuat dan mengembangkan kegiatan pembelajaran yang menuntut siswa aktif dalam proses pembelajaran dikarenakan guru masih berpatokan pada langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang terdapat pada buku guru. Butir pernyataan kesebelas pada kegiatan inti yaitu mengenai penerapan 5M yang meliputi mengamati, menanya, mencoba atau mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan pada siswa saat kegiatan pembelajaran. Kedua guru sudah menerapkan 5M dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Butir pernyataan kedua belas pada kegiatan inti yaitu mengenai penggunaan bahasa baku yang baik oleh guru. Kedua guru sudah menggunakan bahasa yang baku dan mudah dimengerti siswa. Namun salah satu guru, masih menggunakan bahasa daerah saat mengajar di kelas. Butir pernyataan ketiga belas pada kegiatan inti yaitu mengenai penggunaan artikulasi dan volume yang jelas pada saat guru mengajar. Kedua guru sudah menggunakan artikulasi dan volume yang jelas saat mengajar di kelas. Hal ini dapat peneliti dengar ketika melakukan observasi di kelas.

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 Butir pernyataan keempat belas pada kegiatan inti yaitu mengenai penggunaan pakaian yang rapi dan berwibawa. Kedua guru sudah memakai pakaian yang rapi sehingga terlihat sopan dan berwibawa. Butir pernyataan kelima belas pada kegiatan inti yaitu mengenai guru dalam memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal. Kedua guru sudah memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran secara verbal dengan mengatakan “pelankan suaranya” dan “ayo perhatikan” . Sedangan cara non verbal dilakukan guru dengan melakukan ice breaking. Butir pernyataan keenam belas pada kegiatan inti yaitu mengenai guru tidak berpaku pada satu tempat saat mengajar. Kedua guru tidak berpaku pada satu tempat saat mengajar. Hal ini dapat dilihat peneliti ketika guru selalu mendekati atau menghampiri siswa yang sedang mengerjakan tugas. Butir pernyataan ketujuh belas pada kegiatan inti yaitu mengenai pemberian contoh pada siswa dari kehidupan sehari-hari. Kedua guru memberikan contoh yang ada dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan materi yang sedang dipelajari. Butir pernyataan kedelapan belas pada kegiatan inti yaitu mengenai pemberian apresiasi oleh guru kepada siswa. Kedua guru selalu memberikan apresiasi baik secara verbal dan non verbal kepada siswa. Apresiasi verbal berupa kata-kata yang diberikan siswa seperti benar, bagus, tepat, hebat, mengagumkan. Sedangkan apresiasi berupa non verbal berupa mimik muka atau gerakan badan yang diberikan siswa seperti senyuman, acungan jempol, anggukkan kepala, tepuk tangan. Butir pernyataan kesembilan belas pada kegiatan inti yaitu mengenai sumber pembelajaran berbasis teknologi yang digunakan guru. Salah satu guru menggunakan teknologi berupa handphone untuk memutar lagu yang berkaitaan dengan materi pembelajaran. Sedangkan guru lain tidak menggunakan media berbasis teknologi saat mengajar.

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 Butir pernyataan kedua puluh pada kegiatan inti yaitu mengenai pengkondisian kelas. Kedua guru tegas dalam menangani siswa saat proses pembelajaran. Selain itu guru, mengkondisikan kelas dengan cara verbal dan non verbal. Butir pernyataan kedua puluh satu pada kegiatan inti yaitu mengenai penekanan pendidikan karakter pada siswa. Kedua guru sudah menekankan pendidikan karakter dengan menyelipkan dalam kegiatan pembelajaran dan melakukan pembiasaan-pembiasaan untuk mengembangkan pendidikan karakter siswa. Butir pernyataan kedua puluh dua pada kegiatan inti yaitu mengenai guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik. Salah satu guru sudah membuat suasana pembelajaran menjadi sedikit menyenangkan karena menyanyikan lirik lagu secara bersama-sama dan mengkaitkan dengan materi pembelajaran. Sedangkan guru lain tidak membuat suasana pembelajaran menjadi menarik dan menyenangkan bagi siswa. Hal ini dikarenakan dalam kegiatan pembelajaran guru belum menggunakan media pembelajaran yang variatif di mana siswa mencoba menggunakan media tersebut. Tetapi guru tetap melakukan tanya jawab yang dapat membuat siswa menjadi aktif. Butir pernyataan kedua puluh tiga pada kegiatan inti yaitu mengenai guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran. Kedua guru dapat menjadi fasilitator siswa dalam proses pembelajaran. Butir pernyataan kedua puluh empat pada kegiatan penutup yaitu mengenai guru membuat ringkasan secara lisan. Kedua guru membuat ringkasan lisan secara bersama-sama dengan siswa mengenai kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Butir pernyataan kedua puluh lima pada kegiatan penutup yaitu mengenai guru membuat ringkasan secara tertulis. Guru tidak membuat ringkasan tertulis. Sedangkan salah satu guru membuat ringkasan tertulis dengan menuliskan pada papan tulis.

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 Butir pernyataan kedua puluh enam pada kegiatan penutup yaitu mengenai guru menunjukkan sumber lain. Kedua guru tidak menunjukkan sumber lain yang bisa digunakan siswa untuk mempelajari materi yang telah diajarkan. Butir pernyataan kedua puluh tujuh pada kegiatan penutup yaitu mengenai guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan. Guru melakukan refleksi untuk mengingatkan kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan dengan memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa. Sedangkan salah satu guru tidak melakukan refleksi pada akhir pembelajaran. Butir pernyataan kedua puluh delapan pada kegiatan penutup yaitu mengenai guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif. Salah satu guru melakukan motivasi kepada siswa yang belum aktif dengan mendekati dan berbicara kepada siswa untuk lebih aktif lagi dalam mengikuti pembelajaran berikutnya. Sedangkan salah satu guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum aktif dengan memberikan pertanyaan mengenai materi pembelajaran yang telah dipelajari. Butir pernyataan kedua puluh sembilan pada kegiatan penutup yaitu mengenai pemberian evaluasi oleh guru kepada siswa. Kedua guru tidak memberikan evaluasi secara lisan atau tertulis kepada siswa. Butir pernyataan ketiga puluh pada kegiatan penutup yaitu mengenai pemberian tindak lanjut mengenai pembelajaran yang disampaikan. Kedua guru selalu memberikan tindak lanjut berupa pekerjaan rumah (PR) kepada siswa. Peneliti juga melakukan observasi siswa yang terdiri dari 10 butir pernyataan untuk mengamati respon siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran yang direncanakan dan diimplementasikan guru. Melalui observasi siswa, peneliti dapat mengetahui kekurangan kegiatan pembelajaran mengacu Kurikulum 2013 yang telah direncanakan dan diimplementasikan guru. Berikut data hasil observasi siswa dalam

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 mengikuti kegiatan pembelajaran mengacu Kurikulum 2013 yang dilakukan guru. Butir pernyataan pertama pada kegiatan observasi siswa yaitu mengenai siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Sebagian siswa kelas II di dua sekolah dasar sudah berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran di kelas. Hal ini dapat diamati peneliti ketika beberapa siswa aktif untuk bertanya atau menjawab pertanyaan yang diberikan guru saat proses pembelajaran berlangsung. Butir pernyataan kedua pada kegiatan observasi siswa yaitu mengenai pemberian umpan balik apersepsi dari guru. Siswa kelas II di dua sekolah dasar sudah memberikan umpan balik apersepsi yang diberikan guru dengan menjawab pertanyaan berkaitan dengan materi sebelumnya atau akan dipelajari. Butir pernyataan ketiga pada kegiatan observasi siswa yaitu mengenai siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi. Siswa kelas II di dua sekolah dasar memperhatikan penjelasan yang disampaikan guru mengenai materi pembelajaran yang sedang dijelaskan. Butir pernyataan keempat pada kegiatan observasi siswa yaitu mengenai siswa mengajukan pertanyaan kepada guru. Beberapa siswa kelas II di dua sekolah dasar mengajukan pertanyaan kepada guru mengenai materi pembelajaran yang telah disampaikan guru. Butir pernyataan kelima pada kegiatan observasi siswa yaitu mengenai siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan berkelompok. Siswa kelas II sekolah dasar belum dibiasakan untuk melakukan kegiatan berkelompok dengan guru sehingga siswa belum bisa berkerjasama dengan orang lain dan ego masih tinggi. Sedangkan siswa kelas II di sekolah dasar lain sudah bisa bekerjasama dengan orang lain karena sudah dibiasakan oleh guru untuk melakukan kegiatan berkelompok. Butir pernyataan keenam pada kegiatan observasi siswa yaitu mengenai siswa mampu mengomunikasikan hasil diskusi. Siswa kelas II sekolah dasar dapat mengomunikasikan pemikiran walaupun tidak

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 menyampaikan di depan kelas. Sedangkan siswa kelas II di sekolah dasar lain sudah berani mengomunikasikan hasil diskusi yang telah dilakukan di depan kelas. Butir pernyataan ketujuh pada kegiatan observasi siswa yaitu mengenai antusias siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Siswa kelas II sekolah dasar antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru karena mengkaitkan materi pembelajaran dengan lirik lagu. Sedangkan siswa kelas II di sekolah dasar lain kurang antusias untuk mengikuti kegiatan pembelajaran karena guru tidak menggunakan media pembelajaran yang mampu membuat kegiatan pembelajaran menjadi menarik bagi siswa. Butir pernyataan kedelapan pada kegiatan observasi siswa yaitu mengenai siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru. Siswa kelas II di dua sekolah dasar memahami penjelasan yang telah disampaikan guru. Hal ini dapat diamati peneliti ketika siswa dapat menjawab pertanyaan dan mengerjakan soal yang diberikan oleh guru. Butir pernyataan kesembilan pada kegiatan observasi siswa yaitu mengenai siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara lisan. Siswa kelas II di dua sekolah dasar membuat rangkuman pembelajaran dengan bimbingan guru melalui pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan pembelajaran yang telah dilakukan. Butir pernyataan kesepuluh pada kegiatan observasi siswa yaitu mengenai siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis. Siswa kelas II sekolah dasar tidak membuat rangkuman tertulis mengenai pembelajaran yang telah dilakukan. Sedangkan siswa kelas II di sekolah dasar lain membuat rangkuman secara tulis pada buku masingmasing dengan bantuan guru. 2. Pembahasan Hasil Wawancara dan Observasi Analisis Kebutuhan Melalui hasil wawancara yang telah dijabarkan peneliti di atas, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa proses pembelajaran yang dilakukan guru selama ini belum mengacu Kurikulum 2013. Hal ini dapat

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 diketahui dari hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti di mana pemahaman guru mengenai Kurikulum 2013 masih kurang. Sehingga dalam merencanakan proses pembelajaran belum sesuai dengan karakteristik Kurikulum 2013. Guru belum mampu mengembangkan kegiatan pembelajaran dikarenakan hanya berpedoman pada kegiatan pembelajaran yang terdapat pada buku guru. Sedangkan melalui hasil observasi guru dan siswa yang telah dijabarkan di atas. Peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa guru belum mengimplementasikan perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013. Hal ini dapat diketahui melalui respon siswa ketika mengikuti pembelajaran yang telah direncanakan dan diimplementasikan guru. Di mana guru belum menciptakan kegiatan pembelajaran yang mampu membuat siswa menjadi aktif untuk mengembangkan atau menggali pengetahuan mereka dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan dengan guru dan siswa kelas II di 2 (dua) Sekolah Dasar Kecamatan Depok. Guru belum mengembangkan kegiatan pembelajaran yang mengacu kurikulum 2013 dan hanya berpedoman pada langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang terdapat pada buku guru dan buku siswa. Guru membutuhkan contoh perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013. Melalui contoh perangkat pembelajaran inovatif mampu memberi inspirasi guru untuk kreatif mendesain atau membuat perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013 yang mana menuntut siswa untuk aktif menggali pengetahuan mereka sendiri. B. Deskripsi Produk Awal Dalam mengembangkan kebutuhan guru mengenai perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas II sekolah dasar peneliti melakukan beberapa langkah perencanaan sebagai berikut 1) menentukan tema dan sub tema; 2) membuat pemetaan Kompetensi Dasar (KD) sub tema 2; 3) mengembangkan indikator dan tujuan pembelajaran; 4)

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 menentukkan model pembelajaran inovatif. Langkah pertama yang dilakukan peneliti yaitu menentukan tema dan sub tema. Peneliti memilih tema 2 “Bermain di Lingkunganku” sub tema 2 “Bermain di Rumah Teman” dikarenakan relevan dengan keadaan siswa yang cenderung aktif dan suka bermain. Selain itu, siswa kelas II berada pada masa peralihan dari TK (Taman Kanak-kanak) dan kelas I SD yang penuh dengan permainan. Siswa masih senang bermain bersama dikarenakan keinginan untuk bersosialisasi dengan orang lain terutama teman sebaya tinggi. Sehingga tak jarang mereka membentuk kelompok bermain. Langkah kedua membuat pemetaan Kompetensi Dasar (KD) pada sub tema 2 Bermain di Rumah Teman. Peneliti membuat pemetan Kompetensi Dasar (KD) dalam setiap muatan pembelajaran untuk semester ganjil berdasarkan Buku Guru kelas II Kurikulum 2013 edisi revisi 2017. Langkah ketiga mengembangkan indikator dan tujuan pembelajaran berdasarkan Kompetensi Dasar (KD) untuk setiap muatan pelajaran dalam satu pembelajaran yang sudah dipetakan sebelumnya. Pada saat mengembangkan indikator pembelajaran peneliti menggunakan kata kerja oprasional berpikir tingkat tinggi sesuai dengan Taksonomi Bloom yang sudah direvisi. Kemudian peneliti mengembangkan tujuan pembelajaran sesuai dengan indikator yang telah dibuat sebelumnya. Tujuan pembelajaran dikembangkan dalam bentuk pernyataan oprasional yang mengandung unsur siswa (audiens), perilaku yang diharapkan (behavior), kondisi atau belajar siswa (condition), dan tingkat pencapaiannya baik secara kualitatif ataupun kuantitatif (degree). Langkah keempat menentukkan model pembelajaran inovatif. Peneliti menentukan model pembelajaran dengan mempertimbangkan dan menyesuaikan langkahlangkah kegiatan dengan materi pembelajaran yang akan diberikan kepada siswa. Adapun model pembelajaran yang digunakan peneliti yaitu Problem Based Learning (PBL) untuk pembelajaran ke-1, 3, 6 dan Quantum Teaching untuk pembelajaran ke- 2, 4, 5. Peneliti mulai membuat perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013 yang terdiri dari: 1) program tahunan (Prota); 2) program

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 semester (Promes); 3) silabus; 4) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Program Tahunan (Prota) merupakan rencana kegiatan pembelajaran dalam kurun waktu satu tahun. Pertama, identitas program tahunan (prota) berisikan judul, satuan pendidikan, kelas/semester, tahun ajaran. Kedua, format isian program tahunan (tema, sub tema, pembelajaran ke-, alokasi waktu). Tema yang termuat dalam program tahunan (prota) merupakan tema-tema yang terdapat pada buku guru kelas II Kurikulum 2013 edisi revisi 2017 untuk satu tahun ajaran 2018/2019. Sub tema merupakan penjabaran dari tema. Pembelajaran ke- dalam program tahunan (prota) dicantumkan dari pembelajaran 1 sampai 6 untuk setiap sub tema. Alokasi waktu berdasarkan Minggu Belajar Efektif (MBE) yang dibagi ke dalam tema-tema yang telah didapatkan. Program Semester (Promes) merupakan penjabaran dari program tahunan sehingga program tersebut tidak dapat disusun sebelum tersusun program tahunan. Pertama, identitas program semester (promes) berisiskan judul, satuan pendidikan, kelas/semester, dan tahun ajaran. Kedua, format isian program semester (tema, sub tema, pembelajaran ke-, alokasi waktu, bulan, keterangan). Tema yang termuat dalam program semester (promes) merupakan tema-tema yang terdapat pada buku guru kelas II Kurikulum 2013 edisi revisi 2017 untuk semester I (ganjil). Sub tema merupakan penjabaran dari tema. Pembelajaran ke- dalam program semester (promes) dicantumkan dari pembelajaran 1 sampai 6 untuk setiap sub tema. Alokasi waktu yang dicantumkan merupakan jumlah jam pelajaran dalam satu sub tema. Bulan yang dicantumkan dalam program semester (promes) merupakan semester ganjil dari Juli, Agustus, September, Oktober, November, dan Desember. Keterangan berisikan tanggal hari efektif untuk setiap pembelajaran. Silabus merupakan bagian dalam proses pembelajaran yang terdiri dari beberapa komponen: (1) identitas silabus, (2) kompetensi inti (KI), (3) mata pelajaran, (4) kompetensi dasar (KD), (5) materi pokok, (6) kegiatan pembelajaran, (7) penilaian, (8) alokasi waktu, (9) sumber, bahan, dan alat belajar. Pertama identitas silabus memuat judul, satuan pendidikan,

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 kelas/semester, tema, dan sub tema. Kedua Kompetensi Inti (KI) merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang harus dimiliki siswa. Ketiga mata pelajaran merupakan pelajaran yang terdapat pada satu sub tema. Keempat kompetensi dasar (KD) dalam setiap muatan pembelajaran didapat dari buku guru kelas II Kurikulum 2013 edisi revisi 2017. Kelima materi pokok dikembangkan dari setiap muatan kompetensi dasar (KD). Keenam kegiatan pembelajaran akan dirancang sesuai kompetensi dasar (KD) dan materi pembelajaran. Ketujuh penilaian mencantumkan teknik penilaian yang mencakup 4 aspek yaitu sikap spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Kedelapan alokasi waktu yang tercantum merupakan jumlah total Jam Belajar Efektif (JBE) untuk satu hari mengajar. Kesembilan sumber, bahan, dan belajar sebagai penunjang siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran. Peneliti membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tema 2 Bermain di Lingkunganku sub tema 2 Bermain di Rumah Teman dengan berpedoman pada pemetaan kompetensi dasar (KD), indikator, dan tujuan pembelajaran yang telah dikembangkan sebelumnya. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dibuat dari 1 (satu) sub tema untuk enam hari mengajar yang masing-masing beralokasi waktu 5JP (5 x 35 menit). Setiap pembelajaran terdapat dua penggalan dengan materi terpadu. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ini memuat beberapa komponen meliputi: (1) identitas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang memuat identitas satuan pendidikan, kelas/semester, tema, sub tema, pembelajaran ke-, mupel yang terkait, alokasi waktu, hari/ tanggal; (2) tujuan pembelajaran; (3) kompetensi inti (KI); (4) kompetensi dasar (KD) dan indikator; (5) materi pembelajaran; (6) pendekatan, model, metode, dan teknik pembelajaran; (7) langkah-langkah pembelajaran; (8) media, alat, dan sumber belajar; (9) penilaian; (10) daftar lampiran; (11) lampiran berisi bacaan literasi, materi pembelajaran, media pembelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), kisi-kisi soal evaluasi, soal evaluasi, instrumen penilaian, lembar refleksi, format remedial & pengayaan,

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 soal pengayaan, dan sintaks model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) atau Quantum Teaching. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dibuat secara rinci supaya mudah dipahami dan diimplementasikan oleh guru. Setiap pembelajaran selalu diawali dengan berdoa, absen, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan literasi. Literasi dilakukan dengan membaca teks bacaan secara mandiri atau bersamasama. Kemudian memberikan motivasi untuk membangkitkan semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran, apersepsi untuk menggali pengetahuan awal siswa mengenai materi yang akan dipelajari, serta orientasi pembelajaran untuk memberikan informasi mengenai tujuan dan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dalam satu hari. Dalam kegiatan inti, langkah-langkah kegiatan pembelajaran disusun secara terpadu atau terkait antara mata pembelajaran satu dengan yang lainya sesuai dengan model pembelajaran inovatif (Problem Based Learning atau Quantum Teaching). Selain itu langkah-langkah kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik di mana menuntut keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran melalui tahapan mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan yang dilengkapi dengan keterampilan yang harus dikuasai pada abad 21. Kegiatan pembelajaran dibuat lebih menarik agar mampu membuat siswa aktif dalam mengikuti proses pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas. Melalui proses pembelajaran ini siswa dapat membangun pengetahuan berpikir mereka sendiri melalui mengamati, melakukan, dan mempraktikan. Di mana dalam proses pembelajaran ini guru hanya berperan sebagai fasilitator dan motivator sedangkan siswa sebagai subjek belajar. Selain itu, peneliti menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan media pembelajaran untuk membantu menunjang tercapainya tujuan pembelajaran. Peneliti menggunakan media konkrit dan berbasis teknologi agar pembelajaran lebih menarik perhatian siswa. LKPD dibuat menjadi lebih menarik dengan cover yang memuat tulisan LKPD, tema, sub tema, pembelajaran, dan gambargambar kartun supaya siswa lebih bersemangat dan tertarik untuk mengerjakan.

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 Peneliti membuat kisi-kisi soal evaluasi berisi muatan pelajaran, indikator, bentuk soal, bobot soal, dan nomor soal digunakan sebagai pedoman untuk membuat soal evaluasi. Soal evaluasi diberikan pada akhir kegiatan untuk mengukur sejauh mana tingkat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran yang telah diberikan. Setelah membuat kisi-kisi soal peneliti membuat soal evaluasi dan kunci jawaban soal. Selanjutnya, peneliti membuat instrumen penilaian yang terdiri dari aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Instrumen penilaian berisikan rubrik dan pedoman penilaian. Penilaian yang dilakukan merupakan penilian autentik sesuai dengan karakteristik Kurikulum 2013. Muatan pelajaran PPKn dinilai berdasarkan Kompetensi Inti (KI) 1, 2, 3, dan 4. Sedangkan bidang studi lain dinilai berdasarkan Kompetensi Inti (KI) 3 dan 4 karena berdasarkan revisi Kurikulum 2013 penilaian sikap dilakukan pada muatan pelajaran PPKn dan pendidikan agama. Tetapi bukan berarti guru tidak mengutamakan penilaian sikap pada muatan pelajaran lain (non PPKn dan pendidikan agama), guru tetap menerapkan pendidikan karakter pada muatan pelajaran lain. Peneliti juga membuat lembar refleksi untuk merefleksikan kegiatan pembelajaran yang telah dipelajari dan dilakukan siswa. Refleksi ini dibuat menggunakan panduan beberapa pertanyaan mengenai materi pembelajaran yang dipahami, kesulitan yang dialami, kegiatan yang disenangi, dan perasaan ketika mengikuti kegiatan pembelajaran. C. Validasi Ahli dan Revisi Produk 1. Data Validasi Ahli Dalam melakukan penelitian ini peneliti mengembangkan produk awal berupa perangkat pembelajaran inovatif seperti Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), Silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dan Quantum Teaching yang mana diserahkan kepada validator pakar pembelajaran inovatif yaitu satu mahasiswa program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Sanata Dharma dan satu guru kelas II SDN

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 Bhaktikarya untuk di validasi. Validasi ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perangkat pembelajaran inovatif yang telah dibuat peneliti. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang divalidasi ini berjumlah 6 (enam). Validasi ini berpedoman pada instrumen penilaian validasi perangkat pembelajaran inovatif yang telah dibuat oleh peneliti. Melalui validasi perangkat pembelajaran inovatif ini, peneliti akan mendapatkan kritik, saran, dan penilaian sebagai masukan yang berguna untuk memperbaiki produk agar layak untuk diujicobakan di lapangan. Validasi ini dilakukan sebanyak satu kali sekitar bulan Juli. Terdapat beberapa aspek penilaian komponen perangkat pembelajaran inovatif yaitu : (1) Prota (Program Tahunan); (2) Promes (Program Semester); (3) Silabus; (4) RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran); (5) Media pembelajaran; (6) LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik); (7) Penggunaan bahasa. Validasi perangkat pembelajaran inovatif dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) yang dilakukan oleh validator Ibu DW mahasiswa program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Sanata Dharma, memberikan skor rata-rata 4,28 dengan kategori “sangat baik” pada perangkat pembelajaran inovatif ke- 1. Ibu DW memberikan catatan dan komentar untuk beberapa komponen yaitu (1) sumber belajar belum dicantumkan dalam silabus, (2) jangan lupa degree diberi! Lebih baik degree kuantitas agar lebih mudah penilaiannya, (3) komponen 5M belum sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran, (4) cek kembali tulisannya ya! masih banyak typo. Perangkat pembelajaran layak untuk digunakan atau uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Ibu DW memberikan skor rata-rata 4,13 dengan kategori “baik” pada perangkat pembelajaran inovatif ke- 3. Ibu DW memberikan catatan dan komentar untuk beberapa komponen yaitu (1) sumber belajar belum dicantumkan, (2) perbaiki daftar sumber belajar, (3) komponen 5M belum sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran, (4) komponen 4C belum sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran, (5) sederhanakan petunjuk pengerjaan LKPD agar mudah dipahami siswa, (6) sesuaikan bahasa dengan

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 tingkat perkembangan siswa. Perangkat pembelajaran layak untuk digunakan atau uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Ibu DW memberikan skor rata-rata 4 dengan kategori “baik” pada perangkat pembelajaran inovatif ke- 6. Ibu DW memberikan catatan dan komentar untuk beberapa komponen yaitu (1) sumber belajar dalam silabus belum dicantumkan, (2) jangan lupa degree diberi! lebih baik degree kuantitasnya agar lebih mudah penilaiannya, (3) komponen 5M belum sesuai dengan langkah-langkah pembelajarannya, (4) komponen 4C belum sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran, (5) rubrik penilaian sesuaikan indikator dan tujuan pembelajaran, (6) sederhanakan kegiatan LKPD dengan kemampuan siswa, (7) cek kembali tulisannya ya! masih banyak typo. Perangkat pembelajaran layak untuk digunakan atau uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Sedangkan hasil validasi perangkat pembelajaran inovatif dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching yang dilakukan oleh validator Ibu DW, memberikan skor rata-rata 4,08 dengan kategori “baik” pada perangkat pembelajaran inovatif ke-2. Ibu DW memberikan catatan dan komentar untuk beberapa komponen yaitu (1) sumber belajar dalam silabus belum dicantumkan, (2) perbaiki komponen 5M agar sesuai langkahlangkah pembelajaran, (3) perbaiki rubrik pedoman penilaian agar sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran, (4) petunjuk pengerjaan dibuat lebih sederhana agar mudah dipahami siswa, (5) sesuaikan bahasa dengan tingkat perkembangan siswa. Perangkat pembelajaran layak untuk digunakan atau uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Ibu DW memberikan skor rata-rata 4,2 dengan kategori “baik” pada perangkat pembelajaran inovatif ke- 4. Ibu DW memberikan catatan dan komentar untuk beberapa komponen yaitu (1) sumber belajar dalam silabus belum dicantumkan, (2) jangan lupa degreenya ya!, (3) perbaiki komponen 5M sesuai langkah-langkah pembelajaran, (4) perbaiki rubrik pedoman penilaian agar sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran, (5) cek kembali tanda baca pada LKPD, (6) sesuaikan dengan ejaan. Perangkat

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 pembelajaran layak untuk digunakan atau uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Ibu DW memberikan skor rata-rata 3,93 dengan kategori “baik” pada perangkat pembelajaran inovatif ke- 5. Ibu DW memberikan catatan dan komentar untuk beberapa komponen yaitu (1) sumber belajar dalam silabus belum dicantumkan, (2) jangan lupa degreenya ya!, (3) pertimbangkan lagi kegiatan pembelajaran dengan alokasi waktu, (4) perbaiki komponen 5M sesuai langkah-langkah pembelajaran, (5) perbaiki rubrik pedoman penilaian agar sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran, (6) sesuaikan isi kegiatan dengan kemampuan siswa, (7) sesuaikan dengan ejaan. Perangkat pembelajaran layak untuk digunakan atau uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Berdasarkan hasil validasi perangkat pembelajaran inovatif yang dilakukan oleh validator Ibu DW, memberi nilai rerata 4,14 dengan kategori “baik” pada 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) model Problem Based Learning (PBL) dan memberikan nilai rerata 4,07 dengan kategori “baik” pada 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) model Quantum Teaching. Peneliti juga melakukan validasi perangkat pembelajaran inovatif dengan validator yaitu Ibu EN guru kelas II SDN Bhaktikarya. Hasil validasi perangkat pembelajaran inovatif dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL), Ibu EN memberikan skor rata-rata 4,4 dengan kategori “sangat baik” pada perangkat pembelajaran inovatif ke- 1. Ibu EN memberikan catatan dan komentar untuk beberapa komponen yaitu (1) belum memuat sumber belajar, (2) lengkapi komponen ABCD dalam setiap tujuan pembelajaran, (3) sesuaikan bahasa dengan tingkat perkembangan siswa. Perangkat pembelajaran layak untuk digunakan atau uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Ibu EN memberikan skor rata-rata 4,25 dengan kategori “sangat baik” pada perangkat pembelajaran inovatif ke- 3. Ibu EN memberikan catatan dan komentar untuk beberapa komponen yaitu (1) belum memuat sumber

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 belajar, (2) ukuran gambar pada soal evaluasi dibuat lebih besar, (3) sederhanakan kegiatan LKPD sesuai dengan kemampuan siswa, (4) perhatikan lagi tata bahasanya. Perangkat pembelajaran layak untuk digunakan atau uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Ibu EN memberikan skor rata-rata 4,18 dengan kategori “baik” pada perangkat pembelajaran inovatif ke- 6. Ibu EN memberikan catatan dan komentar untuk beberapa komponen yaitu (1) belum memuat sumber belajar, (2) lengkapi komponen ABCD dalam setiap tujuan pembelajaran, (3) ukuran gambar pada soal evaluasi dibuat lebih besar, (4) sederhanakan petunjuk pengerjaan LKPD agar mudah dipahami siswa, (5) sesuaikan bahasa dengan tingkat perkembangan siswa. Perangkat pembelajaran layak untuk digunakan atau uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Sedangkan hasil validasi perangkat pembelajaran inovatif dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching yang dilakukan oleh validator Ibu EN, memberikan skor rata-rata 4,35 dengan kategori “sangat baik” pada perangkat pembelajaran inovatif ke-2. Ibu EN memberikan catatan dan komentar untuk beberapa komponen yaitu (1) belum memuat sumber belajar, (2) sesuaikan isi kegiatan dengan kemampuan siswa, (3) perhatikan lagi tata penulisannya. Perangkat pembelajaran layak untuk digunakan atau uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Ibu EN memberikan skor rata-rata 4,25 dengan kategori “sangat baik” pada perangkat pembelajaran inovatif ke- 4. Ibu EN memberikan catatan dan komentar untuk beberapa komponen yaitu (1) belum memuat sumber belajar, (2) perbesar lagi huruf pada soal evaluasi agar dapat terbaca oleh siswa, (3) petunjuk pengerjaan dibuat lebih sederhana agar mudah dipahami siswa. (4) sesuaikan bahasa dengan tingkat perkembangan siswa. Perangkat pembelajaran layak untuk digunakan atau uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Ibu EN memberikan skor rata-rata 4,13 dengan kategori “baik” pada perangkat pembelajaran inovatif ke- 5. Ibu EN memberikan catatan dan komentar untuk beberapa komponen yaitu (1) belum memuat sumber

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 belajar, (2) perbesar lagi huruf pada soal evaluasi agar dapat terbaca oleh siswa, (3) bahasa yang digunakan perlu disederhanakan agar mudah dipahami siswa, (4) perhatikan lagi tata penulisan. Perangkat pembelajaran layak untuk digunakan atau uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Berdasarkan hasil validasi perangkat pembelajaran inovatif yang dilakukan oleh validator Ibu EN memberi nilai rerata 4,28 dengan kategori “sangat baik” pada 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) model Problem Based Learning (PBL) dan memberikan nilai rerata 4,24 dengan kategori “sangat baik” pada 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) model Quantum Teaching. Perangkat pembelajaran yang telah divalidasi oleh kedua validator pakar perangkat pembelajaran inovatif tersebut, direvisi sesuai dengan masukkan atau saran yang telah diberikan. Saran dan revisi tersebut dijabarkan pada tabel berikut: Tabel 4.1 Saran Validator dan Revisi Perangkat Pembelajaran Inovatif model Problem Based Learning dan Quantum Teaching No Aspek yang dinilai Komentar Revisi Silabus Silabus memuat materi Sumber belajar Mencantumkan 2 pokok, kegiatan belum sumber belajar. pembelajaran, penilaian, dicantumkan. alokasi waktu, dan Belum memuat Menambahkan sumber belajar. sumber belajar. sumber belajar. MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Tujuan pembelajaran Jangan lupa degree Melengkapi degree 3 (kesesuaian tujuan diberi! Lebih baik kuantitas pada dengan indikator, kata degree kuantitas tujuan kerja dapat diukur, agar lebih mudah pembelajaran. mencakup komponen A penilaiannya. (Audience), B Lengkapi Melengkapi (Behavior), C komponen ABCD komponen ABCD (Condition), D (Degree). dalam setiap tujuan pada setiap tujuan pembelajaran. pembelajaran. Pemilihan sumber Perbaiki daftar. Memperbaiki tata 8 belajar (bahan cetak, sumber belajar tulis pada daftar isi lingkungan sekitar dan sumber belajar. internet).

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 No 14 Aspek yang dinilai Mengembangkan 5M dalam kegiatan inti yaitu : mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengomunikasikan. Komentar Komponen 5M belum sesuai dengan langkahlangkah pembelajaran. Revisi Memperbaiki komponen 5M yang belum sesuai dengan langkahlangkah pembelajaran. Komponen 4C Memperbaiki belum sesuai komponen 4C yang dengan langkah- belum sesuai langkah dengan langkahpembelajaran. langkah pembelajaran. 15 Mengembangkan 4 ketrampilan dasar 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative). Kelengkapan instrumen evaluasi (soal, kunci, rubrik pedoman penskoran). Rubrik penilian sesuaikan indikator dan tujuan pembelajaran. Memperbaiki rubrik penilaian agar sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran. Ukuran gambar Memperbesar pada soal evaluasi gambar pada soal dibuat lebih besar. evaluasi agar lebih jelas. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) Kelayakan isi ( sesuai Sederhanakan Menyederhanakan 2 dengan KI & KD, sesuai kegiatan LKPD kegiatan LKPD kemampuan siswa, dengan agar mudah sesuai perkembangan kemampuan siswa. dikerjakan siswa. ilmu pengetahuan, keterkinian materi). Kelayakan penyajian Sederhanakan Menyederhanakan 6 (kemudahan langkah- petunjuk kalimat petunjuk langkah dalam kegiatan pengerjaan LKPD pengerjaan LKPD LKPD, penyajian materi agar mudah agar mudah LKPD yang disertai dipahami siswa. dipahami siswa. objek langsung, penempatan siswa dalam LKPD dalam subjek belajar). Bahasa Penggunaan bahasa Cek kembali Memperbaiki 1 sesuai dengan PUEBI tulisannya ya! penulisan dan (Panduan Umum Ejaan masih banyak typo. struktur kalimat Bahasa Indonesia). agar sesuai PUEBI. 16

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 No Aspek yang dinilai Komentar Revisi Perhatikan lagi tata Mengganti bahasa bahasanya. menjadi lebih baku dan sederhana agar mudah dipahami siswa. 2 Bahasa yang digunakan Sesuaikan bahasa Tulisan diganti sesuai dengan tingkat dengan tingkat dengan bahasa perkembangan siswa. perkembangan yang sederhana, siswa. sesuai dengan perkembangan siswa. MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) 3 Tujuan pembelajaran Jangan lupa Menambahkan (kesesuaian tujuan degreenya ya!. degree kuantitas dengan indikator, kata yang belum ada kerja dapat diukur, pada tujuan mencakup komponen A pembelajaran. (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree). 6 Strategi Pembelajaran Pertimbangkan lagi Mengubah (pendekatan, model, kegiatan kegiatan metode; langkah-langkah pembelajaran pembelajaran agar pembelajaran; dan dengan alokasi sesuai alokasi tahapan kegiatan waktu. waktu. pembelajaran; serta penerapan pembelajaran saintifik) sesuai. 14 Mengembangkan 5M Perbaiki komponen Memperbaiki dalam kegiatan inti yaitu 5M agar sesuai komponen 5M agar : mengamati, menanya, langkah-langkah sesuai langkahmencoba, menalar dan pembelajaran. langkah mengomunikasikan. pembelajaran. 16 Kelengkapan instrumen Perbaiki rubrik Memperbaiki evaluasi (soal, kunci, pedoman penilaian rubrik pedoman rubrik pedoman agar sesuai dengan penilaian agar penskoran). indikator dan sesuai dengan tujuan indikator dan pembelajaran. tujuan pembelajaran. Perbesar lagi huruf Memperbesar pada soal evaluasi huruf pada soal agar dapat terbaca evaluasi. oleh siswa.

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 No Aspek yang dinilai Komentar LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) 2 Kelayakan isi ( sesuai Sesuaikan isi dengan KI & KD, sesuai kegiatan dengan kemampuan siswa, kemampuan siswa. sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, keterkinian materi). 3 Kelayakan bahasa Cek kembali tanda (kalimat dengan kaidah baca pada LKPD. Bahasa Indonesia, Bahasa yang penggunaan tanda baca digunakan perlu sesuai, struktur kalimat disederhanakan mudah dipahami, agar mudah mendorong siswa untuk dipahami siswa. berfikir kritis, kemultitafsiran kalimat). 6 Kelayakan penyajian Petunjuk pengerjan (kemudahan langkah- dibuat lebih langkah dalam kegiatan sederhana agar LKPD, penyajian materi mudah dipahami LKPD yang disertai siswa. objek langsung, penempatan siswa dalam LKPD dalam subjek belajar). Bahasa 1 Penggunaan bahasa Sesuaikan dengan sesuai dengan PUEBI ejaan. (Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Perhatikan lagi tata penulisan. 2 Revisi Menyesuaikan isi kegiatan dengan kemampuan siswa. Memperbaiki tanda baca pada LKPD. Menyederhanakan bahasa agar mudah dipahami siswa. Membuat petunjuk pengerjaan dengan sederhana agar mudah dipahami siswa. Memperbaiki bahasa sesuai dengan PUEBI. Memperbaiki tata penulisan yang kurang sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia. Bahasa yang digunakan Sesuaikan bahasa Tulisan diganti sesuai dengan tingkat dengan tingkat dengan bahasa perkembangan siswa. perkembangan yang sederhana, siswa. sesuai dengan perkembangan siswa. 2. Revisi Produk Revisi produk dilakukan berdasarkan masukan yang diberikan oleh validator pakar perangkat pembelajaran inovatif. Validator memberikan

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 beberapa masukan pada komponen yang terdapat dalam perangkat pembelajaran yang menggunakan model Problem Based Learning, antara lain: (1) sumber belajar belum termuat atau tercantum pada silabus. Peneliti memasukkan sumber belajar pada silabus, (2) jangan lupa degree diberi! lebih baik degree kuantitas agar lebih mudah penilaiannya. Peneliti melengkapi degree kuantitas pada tujuan pembelajaran, (3) lengkapi komponen ABCD dalam setiap tujuan pembelajaran. Peneliti melengkapi komponen ABCD pada setiap tujuan pembelajaran, (4) perbaiki daftar sumber belajar. Peneliti memperbaiki tata penulisan pada daftar isi sumber belajar, (5) komponen 5M belum sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran. Peneliti memperbaiki komponen 5M yang belum sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran, (6) komponen 4C belum sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran. Peneliti memperbaiki komponen 4C yang belum sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran, (7) rubrik penilaian sesuaikan dengan indikator dan tujuan pembelajaran. Peneliti memperbaiki rubrik penilaian agar sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran, (8) ukuran gambar pada soal evaluasi dibuat lebih besar. Peneliti memperbesar ukuran gambar pada soal evaluasi agar lebih jelas, (8) sederhanakan kegiatan LKPD dengan kemampuan siswa. Peneliti menyederhanakan kegiatan LKPD sesuai dengan kemampuan siswa agar mudah dikerjakan, (9) sederhanakan petunjuk pengerjaan LKPD agar mudah dipahami siswa. Peneliti menyederhanakan kalimat petunjuk pengerjaan LKPD agar mudah dipahami siswa, (10) meneliti tata penulisan yang masih salah. Peneliti memperbaiki penulisan dan struktur kalimat menjadi lebih baku dan sederhana sesuai dengan Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), (11) sesuaikan bahasa dengan tingkat perkembangan siswa. Peneliti memperbaiki kalimat bahasa menjadi lebih sederhana agar mudah dipahami siswa. Pada perangkat pembelajaran dengan model pembelajaran Quantum Teaching, peneliti melakukan revisi sesuai dengan kritik dan saran dari validator, antara lain: (1) sumber belajar belum termuat atau tercantum

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 dalam silabus. Peneliti mencantumkan sumber belajar pada silabus, (2) jangan lupa degreenya ya!. Peneliti menambahkan degree kuantitas pada tujuan pembelajaran yang belum ada, (3) pertimbangkan lagi kegiatan pembelajaran dengan alokasi waktu. Peneliti mengubah kegiatan pembelajaran agar sesuai dengan alokasi waktu, (4) perbaiki komponen 5M agar sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran. Peneliti memperbaiki komponen 5M dengan melihat dan menyesuaikan dengan langkah-langkah kegiatan pembelajaran, (5) perbaiki rubrik pedoman penilaian agar sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran. Peneliti melihat rubrik penilaian yang telah dibuat dengan menyesuaikan indikator dan tujuan pembelajaran, (6) perbesar lagi huruf pada soal evaluasi agar dapat terbaca oleh siswa. Peneliti memperbaiki ukuran gambar pada soal evaluasi agar dapat terbaca oleh siswa, (7) sesuaikan isi kegiatan dengan kemampuan siswa. Peneliti memperbaiki kegiatan pada LKPD dengan menyesuaikan kemampuan siswa, (8) cek kembali tanda baca pada LKPD. Peneliti memperbaiki tanda baca pada LKPD, (9) bahasa yang digunakan perlu disederhanakan agar mudah dipahami siswa. Peneliti menyederhanakan kalimat Bahasa Indonesia agar mudah dipahami oleh siswa, (10) petunjuk pengerjaan dibuat lebih sederhana agar mudah dipahami siswa. Peneliti menyederhakan kalimat petunjuk pengerjaan pada LKPD agar mudah dipahami siswa. (11) perhatikan tata penulisan dan ejaan dengan PUEBI. Peneliti memperbaiki tata penulisan dan ejaan yang kurang sesuai dengan ejaan Bahasa Indonesia. (12) sesuaikan bahasa dengan tingkat perkembangan siswa. Peneliti memperbaiki kalimat Bahasa Indonesia menjadi lebih sederhana agar sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. D. Uji Coba Terbatas dan Revisi Produk 1. Data Uji Coba Terbatas Peneliti melakukan uji coba dengan mengimplementasikan perangkat pembelajaran inovatif berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menggunakan model Problem Based Learning dan Quantum

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 Teaching. Pengimplementasian yang dilakukan peneliti terbatas sampai pembelajaran ke- 4. Uji coba lapangan ini diamati oleh Ibu EN guru kelas II SDN Bhaktikarya dan BP teman sejawat untuk mengetahui pengimplementasian perangkat pembelajaran inovatif berupa RPP yang telah dikembangkan peneliti. Uji coba dilakukan pada tanggal 03 September 2018 sampai 06 September 2018 di kelas II SDN Bhaktikarya yang berjumlah 30 siswa. Uji coba ini bertujuan untuk mengetahui kualitas produk melalui pengimplementasian perangkat pembelajaran inovatif yang telah dikembangkan. Uji coba berpedoman pada instrumen uji coba guru untuk menilai peneliti saat mengimplementasikan perangkat pembelajaran yang telah dibuat dan instrumen uji coba siswa untuk melihat respon siswa saat mengikuti kegiatan pembelajaran yang direncanakan. Melalui instrumen uji coba guru dan siswa, peneliti akan mendapatkan kritik, saran, dan penilaian sebagai masukan yang berguna untuk menyempurnakan produk yang telah dibuat. Uji coba ini berpedoman pada 2 (dua) instrument uji coba perangkat pembelajaran inovatif yaitu instrument uji coba guru dan instrument uji coba siswa. Instrumen uji coba guru dilakukan oleh guru kelas II (EN) untuk mengamati pengimplementasian perangkat pembelajaran inovatif berupa RPP yang telah dikembangkan peneliti. Melalui pengimplementasian yang dilakukan peneliti ini guru mendapatkan contoh atau pandangan dalam membuat perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 yang mana proses pembelajaran lebih didominasi oleh siswa. Terdapat beberapa aspek yang dinilai dan diamati dalam instrumen uji coba guru sebagai berikut: (1) kesesuaian pelaksanaan pembelajaran dengan karakteristik model pembelajaran inovatif yang digunakan; (2) kesesuaian pelaksanaan pembelajaran dengan sintaks model pembelajaran inovatif yang digunakan; (3) penerapan pendekatan saintifik 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan) kepada siswa; (4) pengembangan keterampilan belajar dasar abad 21 (berfikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 komunikatif); (5) penguasaan guru terhadap materi pembelajaran; (6) peran guru sebagai motivator & fasilitator; (7) pembelajaran yang berpusat pada siswa; (8) penggunaan beragam media pembelajaran; (9) pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS); (10) pembelajaran yang bervariasi; (11) pengembangan pendidikan karakter; (12) guru melaksanakan pembelajaran terpadu dengan landai; (13) guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan; (14) guru melaksanakan penilaian otentik. Peneliti melakukan uji coba guru untuk mengimplementasikan perangkat pembelajaran inovatif berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) model Problem Based Learning dan Quantum Teaching. Ibu EN hanya memberikan dua catatan dan komentar dari implementasi 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran model Problem Based Learning yang diujicobakan yaitu: (1) lebih ditingkatkan lagi kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam kegiatan pembelajaran, (2) pendidikan karakter sudah tercapai hanya untuk disiplin yang kurang. Ibu EN memberikan skor rata-rata 4,5 dengan kategori “sangat baik” pada pengimplementasian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Problem Based Learning pembelajaran ke-1 yang dilakukan tanggal 03 September 2013. Kemudian, Ibu EN juga memberikan skor rata-rata 4,36 dengan kategori “sangat baik” pada pengimplementasian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Problem Based Learning pembelajaran ke-3 yang dilakukan tanggal 05 September 2013. Sedangkan hasil uji coba guru untuk mengimplementasikan perangkat pembelajaran inovatif berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) model Quantum Teaching. Ibu EN hanya memberikan dua catatan dan komentar untuk implementasi 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran model Quantum Teaching yang diujicobakan yaitu: (1) guru cukup menguasai materi dalam mengajar, (2) pendidikan karakter disiplin belum tercapai karena anak masih banyak yang kurang memperhatikan dan ramai sendiri.

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 Ibu EN memberikan skor rata-rata 4,43 dengan kategori “sangat baik” pada pengimplementasian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Quantum Teaching pembelajaran ke-2 yang dilakukan tanggal 04 September 2013. Kemudian, Ibu EN juga memberikan skor rata-rata 4,36 dengan kategori “sangat baik” pada pengimplementasian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Quantum Teaching pembelajaran ke-4 yang dilakukan tanggal 06 September 2013. Berdasarkan hasil uji coba guru dalam mengimplementasikan perangkat pembelajaran inovatif berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) model Problem Based Learning dan Quantum Teaching. Ibu EN memberikan skor rerata 4,43 dengan kategori “sangat baik” pada implementasi 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan model Problem Based Learning dan memberikan skor rerata 4,4 dengan kategori “sangat baik” pada implementasi 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan model Quantum Teaching. Perangkat pembelajaran inovatif berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah diujicobakan tersebut dinilai oleh guru kelas II SDN Bhaktikarya dan direvisi sesuai masukan yang diberikan. Komentar dan revisi dijabarkan dalam tabel berikut: Tabel 4.2 Saran Guru Kelas II dan Revisi Uji Coba Perangkat Pembelajaran Inovatif model Problem Based Learning dan Quantum Teaching No 9 11 Aspek yang dinilai Komentar Revisi Problem Based Learning Guru Lebih Dalam pembelajaran mengembangkan ditingkatkan siswa diajak untuk kemampuan berpikir menganalisis, tingkat tinggi mengevaluasi, dan (HOTS) dalam membuat kaya kegiatan pembelajaran. Guru Sudah tercapai Guru melakukan ice mengembangkan hanya untuk breaking ditengahpendidikan karakter. disiplin yang tengah kegiatan kurang. pembelajaran agar

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 siswa tidak jenuh dan memusatkan perhatian siswa kembali. 5 11 Quantum Teaching Guru menguasai Cukup menguasai. materi dalam mengajar dan tidak terjadi miskonsepsi. Guru mengembangkan pendidikan karakter. Pendidikan karakter disiplin belum tercapai karena anak masih banyak yang kurang memperhatikan dan ramai sendiri. Guru menambahkan materi pembelajaran untuk memperkaya pengetahuan. Guru melakukan ice breaking ditengahtengah kegiatan pembelajaran agar siswa tidak jenuh dan memusatkan perhatian siswa kembali. Uji coba siswa ini dilakukan oleh teman sejawat (BP) untuk mengamati perubahan siswa sebelum dan sesudah menerapkan pembelajaran inovatif di kelas. Semula ketika peneliti, melakukan observasi dan wawancara proses pembelajaran yang dilakukan guru kelas II ini belum menuntut keterlibatan aktif siswa untuk memecahkan masalah secara langsung melalui pemikiran sendiri melalui tahapan mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan. Sehingga proses pembelajaran masih di dominasi oleh guru. Tetapi ketika peneliti melakukan uji coba menggunakan perangkat pembelajaran inovatif yang telah dikembangkan perubahan siswa sangat nampak. Misalnya siswa sudah terlibat aktif dalam proses pembelajaran yang telah direncanakan guru, kemampuan siswa untuk berkerjasama, berkomunikasi, berpikir kritis, dan berpikir kreatif terlihat ketika sedang mengerjakan LKPD dengan menggunakan media pembelajaran yang telah disediakan guru. Terdapat beberapa aspek yang diamati dalam instrumen uji coba siswa sebagai berikut: (1) pencapaian siswa pada indikator pembelajaran, (2) keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran, (3) pelaksanaan 5M dalam

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 pembelajaran (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan), (4) kesan senang pada siswa ketika mengikuti kegiatan pembelajaran, (5) keasyikan siswa dalam mengikuti pembelajaran, (6) keterlibatan pemerolehan siswa dalam pengalaman menggunakan langsung media dalam pembelajaran, pembelajaran, (7) (8) berkembangnya kemampuan 4C pada siswa. Peneliti melakukan uji coba untuk mengetahui respon siswa dalam pengimplementasian perangkat pembelajaran inovatif berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) model Problem Based Learning dan Quantum Teaching. Saudari BP hanya memberikan dua catatan dan komentar dari implementasi 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran model Problem Based Learning yang diujicobakan yaitu: (1) lebih ditingkatkan dan dimaksimalkan lagi kegiatan 5M, (2) lebih ditingkatkan lagi untuk memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran. Saudari BP memberikan skor rata-rata 4,5 dengan kategori “sangat baik” pada pengimplementasian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Problem Based Learning pembelajaran ke-1 yang dilakukan tanggal 03 September 2013. Kemudian, Saudari BP juga memberikan skor rata-rata 4,25 dengan kategori “sangat baik” pada pengimplementasian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Problem Based Learning pembelajaran ke-3 yang dilakukan tanggal 05 September 2013. Sedangkan hasil uji coba untuk mengetahui respon siswa dalam pengimplementasian perangkat pembelajaran inovatif berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) model Quantum Teaching. Saudari BP hanya memberikan dua catatan dan komentar untuk implementasi 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran model Quantum Teaching yang diujicobakan yaitu: (1) lebih ditingkatkan lagi pada kegiatan 5M dan lebih dimaksimalkan, (2) kegiatan lebih dikembangkan supaya siswa memperoleh pengalaman langsung. Saudari BP memberikan skor rata-rata 4,38 dengan kategori “sangat baik” pada pengimplementasian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 Quantum Teaching pembelajaran ke-2 yang dilakukan tanggal 04 September 2013. Kemudian, Saudari BP juga memberikan skor rata-rata 4,25 dengan kategori “sangat baik” pada pengimplementasian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Quantum Teaching pembelajaran ke-4 yang dilakukan tanggal 06 September 2013. Berdasarkan uji coba untuk mengetahui respon siswa dalam pengimplementasian perangkat pembelajaran inovatif berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) model Problem Based Learning dan Quantum Teaching. Saudari BP memberikan skor rerata 4,38 dengan kategori “sangat baik” pada implementasi 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan model Problem Based Learning dan memberikan skor rerata 4,32 dengan kategori “sangat baik” pada implementasi 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan model Quantum Teaching. Perangkat pembelajaran inovatif berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah diujicobakan tersebut diamati oleh teman sejawat dan direvisi sesuai masukan yang diberikan. Komentar dan revisi dijabarkan dalam tabel berikut: Tabel 4.3 Saran Teman Sejawat dan Revisi Uji Coba Perangkat Pembelajaran Inovatif model Problem Based Learning dan Quantum Teaching No 3 7 Aspek yang dinilai Komentar Problem Based Learning Siswa melaksanakan Lebih ditingkatkan 5M dalam dan dimaksimalkan pembelajaran lagi pada kegiatan (mengamati, 5M menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan). Siswa memperoleh Lebih ditingkatkan pengalaman lagi untuk langsung dalam memperoleh pembelajaran pengalaman langsung dalam pembelajaran Revisi Kegiatan pembelajaran dirancang untuk melibataktifkan seluruh siswa untuk melakukan 5M Kegiatan pembelajaran dirancang untuk siswa agar lebih banyak praktik mengenai materi

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 No 3 7 Aspek yang dinilai Komentar Revisi yang akan atau yang sudah dipelajar Quantum Teaching Siswa melaksanakan Lebih ditingkatkan 5M dalam dan dimaksimalkan pembelajaran lagi pada kegiatan (mengamati, 5M menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan). Siswa memperoleh Lebih ditingkatkan pengalaman lagi untuk langsung dalam memperoleh pembelajaran pengalaman langsung dalam pembelajaran Kegiatan pembelajaran dirancang untuk melibataktifkan seluruh siswa untuk melakukan 5M Kegiatan pembelajaran dirancang untuk siswa agar lebih banyak praktik mengenai materi yang akan atau yang sudah dipelajar 2. Revisi Produk Revisi produk dilakukan berdasarkan masukan yang diberikan guru SD kelas II dan teman sejawat saat melihat atau mengamati pengimplementasian perangkat pembelajaran yang diujicobakan oleh peneliti. Guru SD kelas II memberikan masukan untuk beberapa komponen pada implementasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL), sebagai berikut: (1) lebih ditingkatkan lagi kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam kegiatan pembelajaran. Peneliti memperbaiki kegiatan pembelajaran dengan mengajak siswa untuk menganalisis, mengevaluasi, dan membuat sebuah karya, (2) pendidikan karakter sudah tercapai hanya untuk disiplin yang kurang. Peneliti menyisipkan ice breaking ditengah-tengah kegiatan pembelajaran supaya siswa tidak jenuh dalam mengikuti pembelajaran dan untuk memusatkan perhatian siswa agar tidak ramai dan mendengarkan penjelasan guru. Sedangkan untuk implementasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang menggunakan model Quantum Teaching, guru kelas II

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 memberikan komentar (1) guru cukup menguasai materi dalam mengajar. Peneliti menambahkan materi pembelajaran untuk memperkaya dan memperluas pengetahuan, (2) pendidikan karakter disiplin belum tercapai karena anak masih banyak yang kurang memperhatikan dan ramai sendiri. Peneliti menyisipkan ice breaking dalam kegiatan pembelajaran supaya siswa tidak jenuh dan memusatkan perhatian siswa untuk mendengarkan penjelasan guru. Dalam uji coba siswa, saudari BP memberi masukan untuk beberapa komponen pada implementasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang menggunakan model Problem Based Learning (PBL), antara lain: (1) lebih ditingkatkan dan dimaksimalkan lagi kegiatan 5M. Peneliti membuat kegiatan pembelajaran untuk melibataktifkan seluruh siswa untuk melakukan kegiatan 5M seperti mengamati, melakukan, dan mempraktikan sehingga kegiatan pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa, (2) lebih ditingkatkan lagi untuk memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran. Peneliti merancang kegiatan pembelajaran untuk siswa agar lebih banyak praktik mengenai materi yang akan atau yang sudah dipelajari. Melalui praktik akan memberikan pengalaman yang nyata bagi siswa sehingga pembelajaran yang diberikan dapat dicerna atau disimpan dengan baik oleh otak. Sedangkan untuk implementasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang menggunakan model Quantum Teaching, saudari BP memberikan, komentar antara lain: (1) lebih ditingkatkan lagi pada kegiatan 5M dan lebih dimaksimalkan. Peneliti membuat kegiatan pembelajaran untuk melibataktifkan seluruh siswa untuk melakukan kegiatan 5M seperti mengamati, melakukan, dan mempraktikan sehingga kegiatan pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa, (2) kegiatan lebih dikembangkan supaya siswa memperoleh pengalaman langsung. Peneliti merancang kegiatan pembelajaran untuk siswa agar lebih banyak praktik mengenai materi yang akan atau yang sudah dipelajari. Melalui praktik akan memberikan pengalaman yang nyata bagi siswa sehingga

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 pembelajaran yang diberikan dapat dicerna atau disimpan dengan baik oleh otak. E. Kajian Produk Akhir Produk akhir diperoleh setelah melakukan langkah-langkah pengembangan Borg and Gall. Melalui langkah awal sampai langkah uji coba peneliti mendapatkan kritik, saran, dan perbaikan yang diberikan oleh dua validator pakar pembelajaran inovatif dan satu teman sejawat. Peneliti melakukan revisi sebanyak 2 kali. Peneliti melakukan revisi produk awal sesuai dengan komentar dan saran perbaikan yang diberikan validator pakar perangkat pembelajaran inovatif. Kemudian peneliti melakukan uji coba perangkat pembelajaran inovatif berupa RPP sebanyak 4 kali. Uji coba ini dilakukan untuk setiap model pembelajaran sebanyak 2 kali di kelas II SDN Bhaktikarya. Berdasarkan uji coba tersebut peneliti mendapatkan masukan dari guru kelas II SDN Bhaktikarya dan teman sejawat. Masukan tersebut digunakan peneliti untuk melakukan revisi akhir terhadap produk yang telah dikembangkan peneliti sehingga menjadi produk akhir. Revisi bertujuan untuk menghasilkan produk akhir yang layak dan lebih baik dari produk awal sehingga dapat menjadi pedoman guru dalam mengajar. Produk akhir yang dikembangkan peneliti dikemas dalam bentuk buku perangkat pembelajaran inovatif terdiri dari prota, promes, silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah direvisi sesuai dengan masukan untuk perbaikan yang diberikan oleh valiadator pakar perangkat pembelajaran inovatif. Komponen yang terdapat pada Program Tahunan (Prota) yaitu: (1) identitas program tahunan (Prota), (2) tema, (3) sub tema, (4) pembelajaran ke-, dan (5) alokasi waktu. Pertama, identitas program tahunan (Prota) berisikan judul, satuan pendidikan, kelas/semester, dan tahun ajaran. Kedua, tema yang terdapat pada program tahunan (prota) merupakan tematema yang terdapat pada buku guru kelas II Kurikulum 2013 edisi revisi 2017 untuk satu tahun ajaran 2018/2019. Ketiga, sub tema yang tercantum merupakan sub tema yang terdapat pada setiap tema. Keempat pembelajaran

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 ke- yang tercantum merupakan pembelajaran ke- 1 sampai pembelajaran ke-6 dalam setiap sub tema. Kelima alokasi waktu yang tercantumkan merupakan jumlah satuan Minggu Belajar Efektif pada setiap sub tema. Program Semester (Promes) terdiri dari beberapa komponen yaitu: (1) identitas program semester (promes), (2) tema, (3) sub tema, (4) pembelajaran ke-, (5) alokasi waktu, (6) bulan, dan (7) keterangan. Pertama identitas program semester (promes) berisikan judul, satuan pendidikan, kelas/semester, dan tahun pelajaran. Kedua tema yang termuat merupakan tema-tema yang terdapat pada buku guru kelas II Kurikulum 2013 edisi revisi 2017 untuk semester I (ganjil). Ketiga sub tema yang tercantumkan merupakan subtema yang ada pada setiap tema. Keempat pembelajaran ke- dicantumkan pembelajaran ke-1 sampai pembelajaran ke-6 untuk setiap sub tema. Kelima alokasi waktu yang dicantumkan adalah jumlah jam pelajaran dalam satu sub tema. Keenam bulan yang dicantumkan pada semester ganjil adalah bulan Juli, Agustus, September, Oktober, November, dan Desember. Ketujuh keterangan mencantumkan tanggal hari efektif untuk setiap pembelajaran. Silabus memuat beberapa komponen yaitu: (1) identitas silabus, (2) kompetensi inti, (3) mata pelajaran, (4) kompetensi dasar, (5) materi pokok, (6) kegiatan belajar, (7) penilaian, (8) alokasi waktu, (9) sumber/ bahan/ alat belajar. Pertama identitas silabus yang memuat judul, satuan pendidikan, kelas/semester, Tema 2 Bermain di Lingkunganku, Sub Tema 2 Bermain di Rumah Teman. Kedua Kompetensi Inti (KI) merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang harus dimiliki peserta didik. Ketiga mata pelajaran yang tercantum merupakan mata pelajaran yang terdapat dalam satu sub tema. Keempat Kompetensi Dasar (KD) yang terdapat dalam setiap muatan pelajaran dan diperoleh dari buku guru kelas II SD Kurikulum 2013 edisi revisi 2017. Kelima materi pokok yang dikembangkan dari setiap Kompetensi Dasar (KD). Keenam kegiatan pembelajaran yang disusun berdasarkan Kompetensi Dasar (KD) dan materi pokok. Ketujuh penilaian dengan teknik penilaian yang mencakup tiga kompetensi yaitu kompetensi sikap dan sosial, kompetensi pengetahuan, dan

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 kompetensi keterampilan. Kedelapan alokasi waktu yang tercantumkan merupakan jumlah jam pelajaran untuk satu hari belajar. Kesembilan sumber, bahan, dan alat yang mencantumkan sumber, bahan, dan alat belajar yang digunakan dalam setiap pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dibuat secara lengkap dengan komponen yaitu (1) identitas sekolah; (2) tujuan pembelajaran; (3) Kompetensi Inti (KI); (4) Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator; (5) materi pembelajaran; (6) pendekatan, model, metode, dan teknik pembelajaran; (7) langkah-langkah pembelajaran; (8) media, alat, dan sumber belajar; (9) penilaian; (10) daftar lampiran; (11) lampiran berisi bacaan literasi, materi pembelajaran, media pembelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), kisi-kisi soal evaluasi, soal evaluasi, instrumen penilaian, lembar refleksi, format remidial & pengayaan, soal pengayaan, dan sintaks model pembelajaran Problem Based Learning dan Quantum Teaching. Pertama identitas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berisi tentang judul, satuan pendidikan, kelas/semester, tema/sub tema, pembelajaran ke-, muatan pelajaran, alokasi waktu, dan hari/tanggal. Kedua tujuan pembelajaran disusun berdasarkan kompetensi dasar dan perumusan indikator dengan menggunakan kata kerja oprasional sehingga dapat diukur dan diamati. Tujuan pembelajaran mengandung ABCD (Audience, Behavior Condition, dan Degree). Ketiga Kompetensi Inti (KI) merupakan gambar mengenai kompetensi yang harus dipelajari dalam aspek spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Keempat Kompetensi Dasar merupakan kemampuan khusus mencakup sikap spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Sikap spiritual dan sikap sosial hanya muncul pada mata pelajaran PPKn. Indikator dikembangkan berdasarkan Kompetensi Dasar (KD) dengan cara merumuskan menggunakan kata kerja oprasional dalam tingkatan berpikir tingkat tinggi sesuai dengan Taksonomi Bloom. Kelima materi pembelajaran yang ditulis hanya materi yang pokok dan yang digunakan saat pembelajaran. Keenam pendekatan, model, metode, dan teknik pembelajaran dicantumkan berdasarkan kegiatan yang akan dilakukan dalam proses pembelajaran. Pendekatan yang

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 digunakan dalam kegiatan pembelajaran yaitu pendekatan saintifik dengan model pembelajaran Problem Based Learning atau Quantum Teaching. Ketujuh langkah-langkah pembelajaran merupakan skenario pembelajaran mengenai kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan saat pembelajaran yang berisi tahapan pembelajaran, sintaks model pembelajaran (Problem Based Learning atau Quantum Teaching), kegiatan pembelajaran, dan alokasi waktu. Kedelapan media, alat, dan sumber belajar disesuaikan dengan kegiatan atau materi yang akan dilakukan dalam proses pembelajaran. Kesembilan penilaian berisikan muatan pelajaran, domain, indikator, teknik penilaian, dan instrumen penilaian. Kesepuluh merupakan daftar lampiran yang berisi lampiran yang terdapat pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang berisikan bacaan literasi, materi pembelajaran, media pembelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), instrumen dan rubrik penilaian, soal pengayan dan remidial, lembar pengayaan dan remidial, lembar refleksi, sintaks model Problem Based Learning (PBL) atau Quantum Teaching. F. Hasil Penelitian dan Pembahasan 1. Hasil Penelitian Hasil penelitian terdiri dari hasil validasi oleh dua validator pakar perangkat pembelajaran inovatif dan pelaksanaan uji coba terbatas. Validator memvalidasi perangkat pembelajaran inovatif yang terdiri dari prota, promes, silabus, dan enam RPP. Uji coba terbatas dilakukan oleh peneliti sebanyak 4 (empat) kali dengan menggunakan 2 kali model Problem Based Learning dan quantum teaching. Hasil validasi dan uji coba perangkat pembelajaran inovatif direkapitulasi untuk memperoleh skor rerata dan mengetahui kualitas produk. Hasil tersebut dijabarkan pada tabel di bawah ini:

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 Tabel 4.4 Rekapitulasi Validasi dan Uji Coba Perangkat Pembelajaran Inovatif model Problem Based Learning dan Quantum Teaching No 1 2 3 4 5 6 7 8 Validasi Validasi Pakar Perangkat Pembelajaran Inovatif Model Problem Based Learning (DW) Validasi Pakar Perangkat Pembelajaran Inovatif Model Quantum Teaching (DW) Validasi Pakar Perangkat Pembelajaran Inovatif Model Problem Based Learning (EN) Validasi Pakar Perangkat Pembelajaran Inovatif Model Quantum Teaching (EN) Penilai Uji Coba Perangkat Pembelajaran Inovatif Model Problem Based Learning (Guru Kelas II atau EN) Penilai Uji Coba Perangkat Pembelajaran Inovatif Model Quantum Teaching (Guru Kelas II atau EN) Teman Sejawat atau Observer Uji Coba Perangkat Pembelajaran Inovatif Model Problem Based Learning (BP) Teman Sejawat atau Observer Uji Coba Perangkat Pembelajaran Inovatif Model Quantum Teaching (BP) Jumlah Rerata (Jumlah total: Responden) Kategori Perangkat pembelajaran inovatif Skor Kategori 4,14 Baik 4,07 Baik 4,28 Sangat Baik 4,24 Sangat Baik 4,43 Sangat Baik 4,4 Sangat Baik 4,38 Sangat Baik 4,32 Sangat Baik 34,26 4,28 Sangat Baik 2. Pembahasan Validasi perangkat pembelajaran inovatif, validator pakar pembelajaran inovatif (DW) memberikan skor 4,14 dengan kategori “baik” perangkat pembelajaran inovatif dengan tiga RPP model Problem Based Learning (PBL) dan memberikan skor rerata 4,07 dengan kategori “baik” perangkat pembelajaran inovatif dengan tiga RPP model Quantum Teaching.

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 Sedangkan validator pakar pembelajaran inovatif (EN) memberikan skor 4,28 dengan kategori “sangat baik” perangkat pembelajaran inovatif dengan tiga RPP model Problem Based Learning (PBL) dan memberikan skor 4,24 dengan kategori “sangat baik” perangkat pembelajaran inovatif dengan tiga RPP model Quantum Teaching. Uji coba perangkat pembelajaran inovatif untuk guru, guru kelas II (EN) memberikan skor 4,43 dengan kategori “sangat baik” untuk pengimplementasian 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) model Problem Based Learning (PBL) dan memberikan skor 4,4 dengan kategori “sangat baik” untuk pengimplementasian 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) model Quantum Teaching. Uji coba perangkat pembelajaran inovatif untuk siswa, teman sejawat (BP) memberikan skor 4,38 dengan kategori “sangat baik” untuk pengimplementasian 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) model Problem Based Learning (PBL) dan memberikan skor 4,32 dengan kategori “sangat baik” untuk pengimplementasian 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) model Quantum Teaching. Keseluruhan validasi dan uji coba perangkat pembelajaran inovatif model Problem Based Learning dan Quantum Teaching tersebut didapatkan rerata 4,28 dengan kategori “sangat baik”. Terbukti bahwa perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan peneliti memiliki kualitas sangat baik untuk diimplementasikan kepada peserta didik kelas II SD. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Sanjaya (2009: 49) bahwa perencanaan adalah proses menerjemahkan kurikulum berlaku menjadi program-program pembelajaran. Ada beberapa program yang harus dipersiapkan guru sebagai proses penerjemah kurikulum yakni program menyusun alokasi waktu, program tahunan, program semester, silabus dan program harian atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Suyatno (2009: 6) menjelaskan bahwa pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang dikemas oleh guru untuk melakukan langkah-langkah belajar dengan metode baru sehingga memperoleh kemajuan hasil belajar. Jadi perangkat pembelajaran inovatif

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 merupakan perangkat yang perlu dipersiapkan jauh-jauh hari oleh guru sebagai pedoman dalam menyelenggarakan proses pembelajaran secara kreatif dengan menggunakan model atau metode baru dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Penelitian milik Suwarno (2015) relevan dengan penelitian yang akan dilakukan peneliti yaitu mengenai pengembangan perangkat pembelajaran mengacu Kurikulum 2013. Namun penelitian milik Suwarno ini hanya mengembangkan perangkat pembelajaran berupa RPPTH yang ditinjau dari beberapa komponen seperti: (1) identitas RPPTH, (2) perumusan indikator, (3) perumusan tujuan pembelajaran, (4) pemilihan materi ajar, (5) pemilihan sumber belajar, (6) pemilihan media belajar, (7) metode pembelajaran, (8) skenario pembelajaran, (9) penilaian, (10) lembar kerja siswa, (11) bahasa. Sesuai dengan pemaparan ahli dan penelitian terdahulu tersebut dapat dikatakan bahwa perangkat pembelajaran inovatif berupa prota, prosem, silabus, dan RPP dengan model Problem Based Learning dan Quantum Teaching yang dikembangkan peneliti ini dinyatakan “sangat baik” dikarenakan telah memenuhi semua aspek atau komponen perangkat pembelajaran inovatif yaitu : (1) Program Tahunan (Prota) yang mencantumkan identitas dan komponen dengan lengkap; jumlah jam pelajaran efektif sesuai; serta proporsi pembagian waktu untuk setiap tema dan sub tema sesuai; (2) Program Semester (Promes) yang mencantumkan identitas dan komponen dengan lengkap; serta materi pokok yang sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD); (3) Silabus yang mencantumkan identitas dan komponen dengan lengkap; serta keterkaitan antar komponen yang sesuai; (4) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mencantumkan identitas dengan lengkap; rumusan indikator sudah sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD); tujuan pembelajaran sesuai dengan indikator, kata kerja dapat diukur, dan mencakup komponen A (Audience), B (Behavior), C (Condition), dan D (Degree); materi sudah lengkap dan sistematis; rumusan tujuan mengandung satu jenis tingkah laku yang dapat dikur; strategi pembelajaran

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 sesuai; media pembelajaran sesuai dengan tujuan, materi, dan kondisi kelas; sumber belajar lengkap; evaluasi lengkap, mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan, serta sesuai dengan tujuan dan indikator; sudah mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skill/HOTS); rancangan pembelajaran sesuai dengan makna, karakteristik, dan langkah-langkah model Problem Based Learning (PBL) atau model pembelajaran Quantum Teaching; sudah mengembangkan 5M dan keterampilan belajar abad 21; serta instrumen evaluasi lengkap; (5) media sesuai dengan kompetensi yang hendak dicapai, materi, strategi pembelajaran, karakteristik siswa, dan dapat terlihat atau terdengar dengan jelas; jenis dan ukuran tulisan media terbaca; serta harmonisnya tata letak dan warna media; (6) Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang disajikan merupakan materi atau tugas yang esensial; isi, bahasa, kegiatan, tampilan, dan penyajian, layak untuk dikerjakan oleh siswa; dan (7) penggunaan bahasa sudah sesuai dengan Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Produk pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan oleh peneliti berdasarkan spesifikasi produk yang telah dibahas pada Bab I. Pertama, cover depan produk terdiri dari judul pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yaitu Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema 2 Bermain di Rumah Teman Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar; nama penulis; logo Universitas, keterangan yang berisi Program Studi yaitu Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan yaitu Ilmu Pendidikan, Fakultas yaitu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas yaitu Sanata Dharma Yogyakarta. Cover belakang berisi biodata singkat penulis. Cover depan tertera pada halaman I. Biodata singkat penulis tertera pada halaman 306. Kedua, produk dicetak dalam ukuran kertas A4 dengan berat 70 gram sedangkan sampul dicetak dengan kertas ivory 230 supaya terlihat kokoh. Ketiga, produk ditulis menggunakan theme font “times new rowman”. Keempat, kata pengantar terdiri dari ucapan syukur kepada Allah SWT;

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 penjelasan kerangka berpikir seputar pembelajaran inovatif; ucapan terima kasih kepada pihak yang membantu dan terlibat dalam penyusun produk; dan kesediaan penulis dalam menerima kritik dan saran terkait dengan produk yang dikembangkan. Kata pengantar yang dibuat tertera pada halaman ii. Kelima, daftar isi terdiri dari garis besar isi buku beserta nomor halaman. Daftar isi tertera pada halaman iv. Keenam, produk yang dikembangkan dalam perangkat pembelajaran inovatif terdiri dari Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), Silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Ketujuh, Program Tahunan (Prota) adalah rencana umum pelaksanaan pembelajaran muatan pelajaran berisi antara lain rencana penetapan alokasi waktu satu tahun pembelajaran. Program tahunan dibuat sesuai dengan kalender pendidikan tahun ajaran 2018/2019. Komponen-komponen dalam menyusun Program Tahunan: Identitas (antara lain satuan pendidikan, kelas/semester, tahun pelajaran) dan Format isian (antara lain tema, sub tema, pembelajaran ke-, dan alokasi waktu). Program Tahunan (Prota) tertera pada halaman 1 sampai 5. Kedelapan, Program Semester (Promes) merupakan penjabaran dari program tahunan sehingga program tersebut tidak bisa disusun sebelum tersusun program tahunan. Program Semester dilihat melalui kalender pendidikan dari semester gasal tahun 2018/2019. Program Semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Komponen-komponen dalam menyusun Program Semester: Identitas (antara lain satuan pendidikan, kelas/semester, tahun pelajaran) dan Format isian (antara lain tema, sub tema, pembelajaran ke-, alokasi waktu, bulan, keterangan). Program Semester (Promes) terdapat 5 halaman berbentuk landsacape tertera dari halaman 6 sampai 10. Kesembilan, silabus merupakan salah satu produk pengembangan kurikulum berisikan pembelajaran, dan garis-garis rancangan besar penilaian. materi pelajaran, Silabus adalah kegiatan rencana pembelajaran pada suatu atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus terdapat 22 halaman berbentuk landscape tertera dari halaman 11 sampai 32. Kesepuluh, perangkat pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) disusun lengkap terdiri dari 1) identitas sekolah; 2) tujuan pembelajaran; 3) Kompetensi Inti (KI); 4) Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator; 5) materi pembelajaran; 6) pendekatan, model, metode, dan teknik pembelajaran, 7) langkah-langkah pembelajaran; 8) media, alat, dan sumber belajar; 9) penilaian; 10) daftar lampiran; 11) lampiran yang berisi bacaan literasi, materi pembelajaran, media pembelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), kisi-kisi dan soal evaluasi, instrumen penilaian, lembar refleksi, format remedial & pengayaan, soal pengayaan, dan sintaks model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Quantum Teaching. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tertera pada halaman 33 sampai 305 Kesebelas, mengandung karakteristik Kurikulum 2013. Karakteristik pembelajaran terpadu memuat unsur keterpaduan antara mata palajaran yang akan diajarkan, saintifik yang dikembangkan adalah 5M yaitu: mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengkomunikasikan yang akan diaplikasikan di dalam kegiatan inti. Kemudian adanya penilaian otentik yaitu penilaian proses dari pengetahuan, sikap, dan ketrampilan. Kurikulum 2013 terdapat pendidikan karakter pada siswa dan kemampuan berpikir tinggi yaitu menerapkan Taksonomi Bloom mulai dari C4 sampai C6. Kedua belas mengembangkan keterampilan dasar belajar abad 21, yaitu empat ketrampilan 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative). Ketiga belas, sesuai dengan karakteristik setiap model pembelajaran inovatif yang digunakan. Adapun dua model yang dikembangkan dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yaitu Model Pembelajaran Problem Based Learning pada pembelajaran ke-

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 1, 3, 6 dan Model Pembelajaran Quantum Teaching pada pembelajaran ke2, 4, 5. Keempat belas, Post Test mengacu pada panduan penilaian untuk sekolah dasar. Terdapat enam set post test untuk setiap satu sub tema yang diberikan pada akhir pembelajaran. Kelima belas, menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Peneliti menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) yang disempurnakan yang meliputi bahasa, peristilahan, nama orang, nama tempat tanda baca, dan kata penghubung. Dengan demikian, produk yang dikembangkan dapat dikatakan memiliki kualitas yang “sangat baik” dan layak diujicobakan ke sasaran yang lebih luas sebagai acuan atau contoh perangkat pembelajaran inovatif Kurikulum 2013 pada siswa kelas II sekolah dasar.

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENGEMBANGAN, DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan, peneliti menyimpulkan hal-hal sebagai berikut: 1a.Berdasarkan validasi perangkat pembelajaran inovatif oleh kedua validator pembelajaran inovatif yaitu satu mahasiswa program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Sanata Dharma dan satu guru kelas II Sekolah Dasar, perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan dengan model Problem Based Learning (PBL) dan model Quantum Teaching diperoleh skor rerata 4,18 dengan kualitas “baik”. b. Berdasarkan uji coba terbatas oleh satu guru kelas II dan teman sejawat, perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan dengan model Problem Based Learning (PBL) dan model Quantum Teaching diperoleh skor 4,38 dengan kualitas “sangat baik”. Jika validasi dan uji coba terbatas dari satu mahasiswa program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Sanata Dharma, satu guru kelas II sekolah dasar, dan satu teman sejawat digabungkan maka diperoleh skor rerata 4,28 dengan kualitas “sangat baik” sehingga perangkat pembelajaran inovatif siap untuk diujicobakan secara lebih luas. B. Keterbatasan Pengembangan Perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini memiliki keterbatasan yang dipaparkan sebagai berikut: 1. Observasi untuk analisis kebutuhan hanya dilakukan kepada guru kelas II dan peserta didik dari 2 (dua) sekolah dasar. 2. Wawancara untuk analisis kebutuhan hanya dilakukan kepada 2 (dua) guru sekolah dasar. 3. Instrumen untuk validasi perangkat pembelajaran inovatif hanya divalidasi oleh 1 (satu) mahasiswa PPG dan 1 (satu) guru kelas di sekolah tertentu. 120

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 4. Uji coba perangkat pembelajaran inovatif dilakukan sebanyak 4 (empat) kali, 2 (dua) kali dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dan 2 (dua) kali menggunakan model Quantum Teaching. C. Saran 1. Observasi kepada guru kelas II dan peserta didik untuk analisis kebutuhan sebaiknya dilakukan lebih dari 2 (dua) sekolah dasar sebagai pelaksana Kurikulum 2013 sehingga data yang dihasilkan lebih jelas dan menunjukkan kebutuhan guru dan siswa. 2. Wawancara untuk analisis kebutuhan sebaiknya dilakukan dengan lebih dari 2 (dua) guru kelas II sekolah dasar sebagai pelaksana Kurikulum 2013 sehingga data yang dihasilkan lebih jelas menunjukkan kebutuhan guru dan siswa. 3. Instrumen untuk validasi perangkat pembelajaran inovatif sebaiknya divalidasi oleh pihak yang lebih banyak dan paham mengenai perangkat pembelajaran inovatif sehingga kualitas perangkat pembelajaran akan lebih baik. 4. Uji coba perangkat pembelajaran inovatif seharusnya dilakukan lebih dari (empat) kali atau seharusnya semua perangkat pembelajaran inovatif yang berjumlah 6 (enam) dilakukan uji coba semua.

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Akbar, S. (2013). Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Alwi, M. (2013). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Berbasis Kontekstual Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V Sekololah Dasar. Jurnal Educatio. Vol. 8 Nomor. 2, Desember 2013. Diakses pada 6 Maret 2018 melalui http://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/edc/article/download/ 12/11. Dakir. (2004). Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum. Jakarta : PT Rineka Cipta. Daryanto dan Darmiatun, S. (2013). Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar. Yogyakarta: Gava Media. Daryanto dan Dwicahyono, Aris. (2014). Pengembangan Perangkat Pembelajaran (Silabus, RPP, PHB, Bahan Ajar). Yogyakarta: Gava Media. Daryanto dan Karim, S. (2017). Pembelajaran Abad 21. Yogyakarta: Gava Media. Fadlillah, M. (2014). Implementasi Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran SD/MI, SMP/MTS, & SMA/MA. Yogyakarta: Ar Ruzz Media. Hidayat, S. (2013). Pengembangan Kurikulum Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Hosnan, M. (2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Jakarta: Ghalia Indonesia. Huda, M. (2013). Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Kosasih, E. (2014). Strategi Belajar dan Pembelajaran Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Yrama Widya. Kunandar. (2014). Penilaian Autentik (Penilaian Berbasis Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013): Suatu Pendekatan Praktis Disertai Contoh. Jakarta: RajaGravindo Persada. Kurniawan, D. (2014). Pembelajaran Terpadu Tematik (Teori, Praktik, dan Penilaian). Bandung: Alfabeta. Mahmud, M. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: CV Pustaka Setia. 122

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 Majid, A. (2014). Pembelajaran Tematik Terpadu. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Majid, A dan Rochman, C. (2014). Pendekatan Ilmiah dalam Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Marno dan Idris. (2014). Strategi, Metode, dan Teknik Mengajar. Yogyakarta: ArRuzz Media. Mbetu, DK (2016). Pengembangan LKS Menggunakan Pendekatan Saintifik Pada Subtema Bermain Di Rumah Teman Untuk Siswa Kelas Dua (II) Sekolah Dasar Negeri Kalasan I. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Diakses pada 6 Maret 2018 melalui https://repository.usd.ac.id/5712/. Mudlofir, A. (2016). Desain Pembelajaran Inovatif Dari Teori Ke Praktik. Jakarta:PT Rajagravindo Persada. Mulyasa. (2014). Guru dalam Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Murfiah, U. (2017). Pembelajaran terpadu teori dan praktik di sekolah. Bandung: PT Refika Aditama. Nurdyansyah. (2016). Inovasi Model Pembelajaran sesuai Kurikulum 2013. Sidoarjo: Nizamia Learning Center. Palupi, D T. (2016). Cara Mudah memahami Kurikulum. Surabaya: Jaring Pena. Pemendikbud Nomor 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Permendikbud RI. Prastowo, A. (2015). Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik Terpadu Implementasi Kurikulum 2013 Untuk SD/MI. Jakarta: prenadamedia group. Rusman. (2011). Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: PT Raja Gravindo Persada. _______. (2017). Belajar & Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana. Sani, RA. (2016). Inovasi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. Sanjaya, W. 2009. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana.

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 Samani, M dan Hariyanto. (2011). Pendidikan Karakter. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Setyosari, P. (2010). Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta: Kencana. Shoimin, A. (2014). 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R &D . Bandung: Alfabeta. Sukardjo. (2008). Kumpulan Materi Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: UNY. Sunarti dan Rahmawati S. (2014). Penilaian dalam Kurikulum 2013: Membantu Guru dan Calon Guru Mengetahui Langkah-Langkah Penilaian Pembelajaran. Yogyakarta: Andi. Sundayana, W. (2014). Pembelajaran Berbasis Tema Panduan Guru dalam Mengembangkan Pembelajaran Terpadu. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama. Suwarno, R. (2015). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Mengacu Kurikulum 2013 pada Sub Tema Keberagaman Makhluk Hiduup di Lingkunganku untuk Siswa Kelas IV SD. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Diunduh dari: https://repository.usd.ac.id/3059/. Suyatno. (2009). Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Sidoarjo : Masmedia Buana Pustaka. Suyono. (2015). Implementasi Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Trianto. (2010). Pengantar Penelitian Pendidikan bagi Pengembangan Profesi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan. Jakarta: Kencana. Widyastono, H. (2014). Pengembangan Kurikulum di Era Otonomi Daerah: dari Kurikulum 2014, 2006, ke Kurikulum 2013. Jakarta: Bumi Aksara. Yaumi, M. (2016). Pendidikan Karakter Landasan, Pilar & Implementasi. Jakarta: Prenadamedia Grup.

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 125

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 Lampiran 1 : Pedoman Wawancara No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Pertanyaan Sejak kapan SD ini menerapkan kurikulum 2013? Apakah bapak atau ibu pernah mengikuti pelatihanKurikulum SD 2013? Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terhadap kurikulum SD 2013? Apakah bapak/ibu sudah mengetahui karakteristik kurikulum SD 2013? Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terkait dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran? Bagaimana cara bapak/ibu merumuskan indicator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa? Apakah bapak/ibu sudah mengetahui jenis belajar taksonomi bloom yang sudah di revisi Bagaimana cara bapak/ibu menumbuhkembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran? Apakah bapak/ ibu setiap pembelajaran menggunakan RPP dengan model pembelajaran yang berbeda? Apakah tujuan pembelajaran yang bapak/ibu kembangkan sudah mengupayakan tercapainya pendidikan karakter? Apakah bapak/ibu mengetahui keterampilan yang harus dikuasai sesuai pada abad 21 seperti (berfikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi)? Apakah dalam pembuatan RPP bapak/ibu sudah merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (berfikir kritis, kretif, kolaboratif, komunikasi)? Apakah pembelajaran dengan ceramah masih mendominasi di kelas ? Pernahkah bapak/ibu menggunakan model pembelajaran inovatif yang lain? Apakah modelnya itu? Apakah ibu/bapak mengetahui pembelajaran inovatif? Kesulitan apa saja yang bapak/ibu alami dalam pembuatan model pembelajaran inovatif? Bagaimana cara mengatasi kesulitan yang dialami? Apakah contoh perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah bapak/ibu? Apakah bapak/ibu masih perlu bentukcontoh untuk perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inquiri, dan model pembelajaran kooperatif, model kuantum dbs? Apakah siswa pernah merasa bosan ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas? Apakah bapak/ibu mempunyai rencana untuk mengembangkan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa ? Menurut bapak/ ibu apakah perangkat pembelajaran inovatif penting jika diterapakan dalam proses pembelajaaran dewasa ini?

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 Lampiran 2 : Rangkuman Hasil Wawancara RANGKUMAN WAWANCARA SURVEI KEBUTUHAN 1. SDN BHAKTIKARYA Nama Guru Kelas II No 1 2 3 4 5 6 : Rr. Eni Nurhayati, S. Pd Daftar Pertanyaan Jawaban Pertanyaan Sejak kapan SD ini menerapkan SDN Bhaktikarya mulai menerapkan kurikulum 2013? kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2014/ 2015 sudah menerapkan satu semester. Dikarenakan ada kebijakan dari pemerintah untuk melanjutkan atau tidak melanjutkan, sekolah memilih untuk tidak melanjutkan dan kembali menggunakan KTSP. SDN Bhaktikarya mulai menggunakan kembali Kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2017/2018. Apakah bapak atau ibu pernah Guru penah mengikuti satu kali mengikuti pelatihan Kurikulum pelatihan yang diadakan secara mandiri SD 2013? oleh Kecamatan Depok. Dimana pembicaranya merupakan guru dari lingkungan Kecamatan Depok yang sudah di tatar di Jakarta. Sejauh mana pemahaman Walaupun sudah mengikuti pelatihan, bapak/ibu terhadap kurikulum guru masih kurang paham mengenai SD 2013? Kurikulum 2013. Dikarenakan dalam pelatihan, pembicara ketika menjelaskan mengenai Kurikulum 2013 kurang jelas. Apakah bapak/ibu sudah Guru sudah sedikit mengetahui mengetahui karakteristik karakteristik 2013 yaitu kurikulum yang kurikulum SD 2013? menuntut siswa untuk aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran. Sejauh mana pemahaman Guru mengatakan jika sudah bapak/ibu terkait dengan menggunakan pendekatan saintifik pendekatan saintifik dalam dalam pembelajaran. pembelajaran? Bagaimana cara bapak/ibu Guru dalam merumuskan indikator dan merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran hanya berpedoman tujuan pembelajaran sesuai dengan buku guru dan silabus. dengan kemampuan siswa?

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 No 7 8 9 10 11 12 13 14 Daftar Pertanyaan Bagaimana cara bapak/ibu menumbuh kembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran? Jawaban Pertanyaan Guru dalam menumbuhkembangkan pendidikan karakter dengan cara menyelipkan dalam pembelajaran ketika melakukan (tanya jawab, diskusi, presentasi) untuk menumbuhkan sikap jujur, disiplin, dapat menerima pendapat. Selain itu membiasakan siswa untuk melakukan 5M dan 3 Kata Ajaib Apakah bapak/ ibu setiap Guru kadang-kadang menggunakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran yang berbeda. RPP dengan model pembelajaran yang berbeda? Apakah tujuan pembelajaran Guru sudah mengupayakan pendidikan yang bapak/ibu kembangkan karakter pada tujuan pembelajaran. sudah mengupayakan Walaupun sebelumnya belum ada istilah tercapainya pendidikan pendidikan karakter dari pertama beliau karakter? mengajarpun sudah menerapkan pendidikan karakter Apakah bapak/ibu mengetahui Guru belum terlalu mengetahui keterampilan yang harus keterampilan yang harus dikuasai abad dikuasai sesuai pada abad 21 21 seperti (berpikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi)? Apakah dalam pembuatan RPP Guru dalam membuat rencana bapak/ibu sudah merumuskan pelaksanaan pembelajaran masih belum indikator dan tujuan mengaitkan dengan keterampilan abad pembelajaran terkait dengan 21 dikarenakan dalam menentukan keterampilan tersebut (berpikir indikator dan tujuan masih terpacu kritis, kreatif, kolaboratif, dengan buku guru atau silabus. Selain komunikasi)? itu pemahaman guru mengenai keterampilan abad 21 masih kurang. Apakah pembelajaran dengan Metode ceramah masih mendominasi ceramah masih mendominasi di guru dalam melakukan pembelajaran di kelas ? kelas. Pernahkah bapak/ ibu Guru pernah melakukan model menggunakan model pembelajaran PjBL (Projek Based pembelajaran inovatif yang lain? Learning) dimana siswa waktu itu Apakah modelnya itu? diminta untuk membuat Kincir Angin. Guru melakukan model pembelajaran tersebut dikarenakan dituntut dan dipandu oleh “Titian Foundation” dari Qatar. Apakah ibu/ bapak mengetahui Guru sedikit mengetahui pembelajaran pembelajaran inovatif? inovatif tetapi belum melaksanakan dengan maksimal.

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 No 15 16 Daftar Pertanyaan Kesulitan apa saja yang bapak/ibu alami dalam pembuatan model pembelajaran inovatif? Bagaimana cara mengatasi kesulitan yang dialami? 17 Apakah contoh perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah bapak/ibu? 18 Apakah bapak/ibu masih perlu bentuk contoh untuk perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inquiri, dan model pembelajaran kooperatif, model kuantum dbs)? Apakah siswa pernah merasa bosan ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas? 19 20 21 22 Apakah bapak/ibu mempunyai rencana untuk mengembangkan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa ? Menurut bapak/ ibu apakah perangkat pembelajaran inovatif penting jika diterapakan dalam proses pembelajaaran dewasa ini? Jawaban Pertanyaan Guru mengalami kesulitan dalam penggunaan teknologi dan kurang mengetahui model pembelajaran Guru mengatakan cara mengatasi kesulitan yang dialami dengan meminta tolong kepada guru lain untuk membuatkan perangkat pembelajaran Sekolah belum ada contoh perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013. Biasanya hanya menyediakan vcd perangkat pembelajaran dari ahli . Guru masih mengalami kebingungan dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 karena baru pertama kali menggunakan kurikulum tersebut. Selain itu guru mengatakan jika masih sangat memerlukan contoh perangkat pembelajaran inovatif. Guru mengatakan bahwa pembelajaran inovatif mampu membuat pembelajaran menyenangkan sehingga siswa tidak akan bosan dan tidak sempat ramai sendiri karena siswa asyik menyelesaikan tugas yang diberikan Guru mengatakan jika beliau ingin mengembangkan pembelajaran inovatif untuk meningkatkan pemahaman siswa Guru mengatakan bahwa pembelajaran inovatif sangat penting karena pembelajaran lebih menarik menyenangkan dan sesuai dengan kemajuan zaman yang dituntut melakukan pembelajaran inovatif. Apakah bapak/ibu sudah Guru mengetahui taksonomi bloom mengetahui jenis belajar tetapi lupa taksonomi bloom yang sudah di revisi?

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 2. SDN DERESAN Nama Guru Kelas II : Kristina Ernawati, S.Pd No Daftar Pertanyaan Jawaban Pertanyaan 1 Sejak kapan SD ini menerapkan SDN Deresan mulai menerapkan kurikulum 2013? Kurikulum 2013 sejak tahun 2014/2015, kemudian kembali lagi menerapkan KTSP. Pada tahun 2016 sudah mulai kembali menerapkan Kurikulum 2013. 2 Apakah bapak atau ibu pernah Guru sudah pernah mengikuti pelatihan mengikuti pelatihan Kurikulum Kurikulum 2013. SD 2013? 3 Sejauh mana pemahaman Guru memahami bahwa Kurikulum bapak/ibu terhadap kurikulum 2013 menekankan pendekatan Saintifik. SD 2013? 4 Apakah bapak/ibu sudah Guru mengetahui bahwa karakteristik mengetahui karakteristik Kurikulum 2013 adalah pembelajaran kurikulum SD 2013? yang banyak aktivitas, sering berkomunikasi dengan orang tua. 5 Sejauh mana pemahaman Guru menjawab bahwa siswa bapak/ibu terkait dengan dirangsang untuk menanya, mengamati, pendekatan saintifik dalam mencoba, menalar, dan pembelajaran? mengomunikasikan. 6 Bagaimana cara bapak/ibu Guru merumuskan indikator dan tujuan merumuskan indikator dan dengan mengutip dari buku guru karena tujuan pembelajaran sesuai sudah sesuai dengan KI dan KD. dengan kemampuan siswa? Apabila dirasa kurang tinggal menambahkan. 7 Bagaimana cara bapak/ibu Caranya adalah dengan menyelipkan menumbuh kembangkan dalam pembelajaran, yaitu nilai-nilai pendidikan karakter dalam kejujuran, disiplin, dan budi pekerti. pembelajaran? 8 Apakah bapak/ibu setiap Guru terkadang memakai model yang pembelajaran menggunakan berbeda. RPP dengan model pembelajaran yang berbeda? 9 Apakah tujuan pembelajaran Guru sudah mengupayakan pendidikan yang bapak/ibu kembangkan karakter pada tujuan pelajaran. sudah mengupayakan tercapainya pendidikan karakter? 10 Apakah bapak/ibu mengetahui Guru belum mengetahui keterampilan keterampilan yang harus abad 21. dikuasai sesuai pada abad 21 seperti (berfikirkritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi)?

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 No Daftar Pertanyaan 11 Apakah dalam pembuatan RPP bapak/ibu sudah merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (berfikirkritis, kreatif, kolaboratif, komunikasi)? 12 Apakah pembelajaran dengan ceramah masih mendominasi di kelas? 13 Pernahkah bapak/ibu menggunakan model pembelajaran inovatif yang lain? Apakah modelnya itu? 14 Apakah ibu/bapak mengetahui pembelajaran inovatif? 15 16 17 18 19 20 Jawaban Pertanyaan Guru belum mengaitkan indikator dan tujuan pembelajaran dengan keterampilan abad 21 Ceramah ketika pembelajaran pasti ada, tetapi tidak terus menerus. Guru pernah memakai inkuiri, tetapi tidak sering. Guru sudah sedikit mengetahui mengenai pembelajaran inovatif, tetapi belum melaksanakan secara maksimal. Kesulitan apa saja yang Guru merasa bahwa penguasaan bapak/ibu alami dalam teknologi masih kurang. pembuatan model pembelajaran inovatif? Bagaimana cara mengatasi Cara guru dalam mengatasi kesulitan kesulitan yang dialami? adalah dengan bertanya pada teman dan belajar dari internet. Apakah contoh perangkat Di sekolah belum tersedia contoh pembelajaran inovatif yang perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntutan sesuai dengan karakteristik Kurikulum kurikulum 2013 sudah tersedia 2013. di sekolah bapak/ibu? Apakah bapak/ibu masih perlu Guru merasa perlu contoh perangkat bentuk contoh untuk perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu pembelajaran inovatif yang pada Kurikulum 2013. mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inquiri, dan model pembelajaran kooperatif, model kuantum dsb? Apakah siswa pernah merasa Guru berpendapat bahwa siswa tidak bosan ketika guru menerapkan merasa bosan apabila guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas? pembelajaran inovatif di kelas. Apakah bapak/ibu mempunyai Guru ingin untuk mengembangkan rencana untuk mengembangkan pembelajaran inovatif supaya dapat pembelajaran inovatif agar meningkatkan prestasi siswa. kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa ?

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 No Daftar Pertanyaan 21 Menurut bapak/ ibu apakah perangkat pembelajaran inovatif penting jika diterapkan dalam proses pembeljaaran dewasa ini? 22 Apakah bapak/ibu sudah mengetahui jenis belajar taksonomi bloom yang sudah direvisi? Jawaban Pertanyaan Guru berpendapat bahwa pembelajaran inovatif penting untuk diterapkan. Guru pernah mengetahui jenis belajar taksonomi bloom, tapi sudah lupa.

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 Lampiran 3: Lembar Observasi Guru No Pernyataan Kegiatan Awal (Pendahuluan) 1 Guru membuka pembelajaran dengan berdoa 2 Guru melakukan presensi kepada siswa 3 Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran 4 Guru menjelaskan tujuan pembelajaran 5 Guru memberikan motivasi Kegiatan Inti 6 Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan 7 Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari 8 Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan tepat 9 Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa 10 Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa 11 Guru menerepkan 5M pada siswa 12 Guru menggunakan bahasa baku yang baik 13 Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas 14 Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa 15 Guru memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal 16 Guru tidak berpaku pada satu tempat 17 Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan sehari-hari 18 Guru memberikan apresiasi kepada siswa 19 Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran 20 Guru dapat mengkonsidikan kelas dengan baik 21 Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa 22 Guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik 23 Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran Kegiatan Penutup 24 Guru membuat ringkasan secara lisan 25 Guru membuat ringkasan secara tertulis 26 Guru menunjukkan sumber lain 27 Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan Ya Tidak

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 No Pernyataan 28 Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif 29 Guru memberikan evaluasi kepada siswa 30 Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang disampaikan Ya Tidak

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 Lampiran 4 : Rangkuman Hasil Observasi Guru RANGKUMAN OBSERVASI SURVEI KEBUTUHAN 1. SDN BHAKTIKARYA Nama Guru Kelas II : Rr. Eni Nurhayati, S. Pd No Pernyataan Kegiatan Awal (Pendahuluan) 1 Guru membuka pembelajaran dengan berdoa 2 Guru melakukan presensi kepada siswa 3 Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran 4 Guru menjelaskan tujuan pembelajaran 5 Guru memberikan motivasi Kegiatan Inti 6 Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan 7 Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari 8 Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan tepat 9 Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa 10 Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa 11 Guru menerepkan 5M pada siswa 12 Guru menggunakan bahasa baku yang baik 13 Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas 14 Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa 15 Guru memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal 16 Guru tidak berpaku pada satu tempat 17 Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan sehari-hari 18 Guru memberikan apresiasi kepada siswa 19 Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran 20 Guru dapat mengkonsidikan kelas dengan baik 21 Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa 22 Guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik 23 Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran Kegiatan Penutup 24 Guru membuat ringkasan secara lisan Ya Tidak √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 No Pernyataan 25 Guru membuat ringkasan secara tertulis 26 Guru menunjukkan sumber lain 27 Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan 28 Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif 29 Guru memberikan evaluasi kepada siswa 30 Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang disampaikan Ya Tidak √ √ √ √ √ √

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 2. SDN DERESAN Nama Guru Kelas II : Kristina Ernawati, S.Pd No Pernyataan Kegiatan Awal (Pendahuluan) 1 Guru membuka pembelajaran dengan berdoa 2 Guru melakukan presensi kepada siswa 3 Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran 4 Guru menjelaskan tujuan pembelajaran 5 Guru memberikan motivasi Kegiatan Inti 6 Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan 7 Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari 8 Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan tepat 9 Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa 10 Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa 11 Guru menerepkan 5M pada siswa 12 Guru menggunakan bahasa baku yang baik 13 Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas 14 Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa 15 Guru memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal 16 Guru tidak berpaku pada satu tempat 17 Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan sehari-hari 18 Guru memberikan apresiasi kepada siswa 19 Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran 20 Guru dapat mengkonsidikan kelas dengan baik 21 Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa 22 Guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik 23 Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran Kegiatan Penutup 24 Guru membuat ringkasan secara lisan 25 Guru membuat ringkasan secara tertulis 26 Guru menunjukkan sumber lain Ya Tidak √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 No Pernyataan 27 Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan 28 Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif 29 Guru memberikan evaluasi kepada siswa 30 Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang disampaikan Ya √ Tidak √ √ √

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 Lampiran 5 : Lembar Observasi Siswa No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Pernyataan Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi Siswa mengajukan pertanyaan Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan berkelompok Siswa mampu mengkomunikasi hasil diskusi Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara lisan Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis Ya Tidak

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 Lampiran 6 : Rangkuman Hasil Observasi Siswa RANGKUMAN OBSERVASI SURVEI KEBUTUHAN 1. SDN BHAKTIKARYA Siswa Kelas II No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Pernyataan Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi Siswa mengajukan pertanyaan Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan berkelompok Siswa mampu mengkomunikasi hasil diskusi Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara lisan Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis Ya √ √ √ √ Tidak √ √ √ √ √ √ 2. SDN DERESAN Siswa Kelas II No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Pernyataan Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi Siswa mengajukan pertanyaan Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan berkelompok Siswa mampu mengkomunikasi hasil diskusi Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara lisan Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis Ya √ √ √ √ √ √ √ √ √ Tidak √

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 Lampiran 7 : Pernyataan validasi produk perangkat pembelajaran inovatif No Komponen Program Tahunan (Prota 1 Prota memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2 Prota memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, alokasi waktu). 3 Jumlah jam efektif (16 minggu) sesuai dengan jumlah minggu efektif, jumlah alokasi waktu sama dengan total jam pelajaran dalam satu tahun. 4 Proporsi pembagian waktu setiap tema dan sub tema sesuai. Program Semester (Promes) 1 Promes memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, semester, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2 Promes memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, pembelajaran, bulan, alokasi waktu). 3 Materi pokok sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), serta alokasi waktu yang digunakan proporsional. Silabus 1 Silabus memuat identitas sekolah, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan tema/subtema. 2 Silabus memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. 3 Keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 1 Kejelasan dan kelengkapan Identitas RPP (satuan pendidikan, kelas, semester, tema/subtema/ pembelajaran ke-, alokasi waktu/ hari dan tanggal). 2 Kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD. 3 Tujuan pembelajaran (kesesuaian tujuan dengan indikator, kata kerja dapat diukur, mencakup komponen A (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree). 4 Materi Pembelajaran (kesesuaian materi pembelajaran dengan KD dan indikator, susunan materi yang sistematis, kelengkapan materi pembelajaran). 5 Rumusan tujuan hanya mengandung satu (1) jenis tingkah laku yang dapat diamati dan diukur. 6 Strategi Pembelajaran (pendekatan, model, metode; langkah-langkah pembelajaran; dan tahapan kegiatan pembelajaran; serta penerapan pembelajaran saintifik) sesuai. 7 Pemilihan media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi, dan kondisi kelas). 8 Pemilihan sumber belajar (bahan cetak, lingkungan sekitar dan internet). 9 Evaluasi (mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan, kesesuaian evaluasi dengan tujuan atau indikator, komponen penilaian lengkap, perencanaan kegiatan pengayaan, dan remedial)

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 10 Mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator (C4C6 / HOTS). 11 Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan makna model 12 pembelajaran Problem Based Learning (PBL) atau Quantum Teaching 13 Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) atau Quantum Teaching 14 Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan sintaks (langkah-langkah) model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) atau Quantum Teaching 15 Mengembangkan 5M dalam kegiatan inti yaitu: mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengomunikasikan. 16 Mengembangkan 4 ketrampilan dasar belajar abad 21, 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative). 17 Kelengkapan instrumen evaluasi (soal, kunci, rubrik pedoman penskoran). Media 1 Kesesuaian jenis media dengan kompetensi yang harus dicapai, materi yang dibahas, strategi pembelajaran yang dipilih, karakteristik siswa, media terlihat atau terdengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi). 2 Keterbacaan tulisan jenis dan ukuran, keruntutan penyajian materi, kelengkapan materi, kesederhanaan dalam menyajikan materi, dan tingkat kemudahan dalam penggunaan media. 3 Keharmonisan tata letak dan warna media, tingkat antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran menggunakan media, kebenaran dalam menggunakan kaidah bahasa, efektivitas gambar/ ilustrasi/ animasi/ video dalam penjelasan konsep, dan kesesuaian media dengan materi. L4embar Kerja Peserta Didik (LKPD) 1 LKPD disajikan secara sistematis, merupakan materi atau tugas yang esensial, setiap kegiatan yang disajikan mempunyai tujuan yang jelas, penyajian LKPD dilengkapi dengan gambar dan ilustrasi, kegiatan yang disajikan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. 2 Kelayakan isi (sesuai dengan KI & KD, sesuai kemampuan siswa, sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, keterkinian materi). 3 Kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah Bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berfikir kritis, kemultitafsiran kalimat). 4 Kelayakan kegiatan (pemberian pengalaman langsung dalam LKPD, pengidentifikasian hasil temuan dalam LKPD, perencanaan kerja ilmiah dalam LKPD, pelaksanaan kerja ilmiah dalam LKPD). 5 Kelayakan tampilan (daya tarik sampul/ cover LKPD, kesesuaian kesesuaian huruf yang digunakan dalam LKPD, keseimbangan komposisi/ judul dan logo LKPD). 6 Kelayakan penyajian (kemudahan langkah-langkah dalam kegiatan LKPD, penyajian materi LKPD yang disertai objek langsung, penempatan siswa dalam LKPD dalam subjek belajar).

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 Bahasa 1 Penggunaan bahasa sesuai dengan PUEBI (Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia). 2 Bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. 3 Bahasa yang digunakan komunikatif. 4 Kalimat yang digunakan jelas dan mudah dimengerti. 5 Kejelasan petunjuk/arahan.

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 Lampiran 8 : Pernyataan validasi produk perangkat pembelajaran inovatif 1. Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Sanata Dharma a. Model Problem Based Learning

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 b. Model Quantum Teaching

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156 Lampiran 9 : Pernyataan validasi produk perangkat pembelajaran inovatif 1. Guru Kelas II SDN Bhaktikarya a. Model Problem Based Learning

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162 b. Model Quantum Teaching

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168 Lampiran 10: Pernyataan uji coba produk perangkat pembelajaran inovatif 1. Instrumen Uji Coba Guru No Kegiatan Pembelajaran 1 Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan makna dan karakteristik model pembelajaran inovatif yang digunakan. 2 Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan sintaks model pembelajaran inovatif yang digunakan. 3 Guru menerapkan pendekatan saintifik 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan) kepada siswa. 4 Guru telah mengembangkan keterampilan belajara dasar abad 21 (Berfikir kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif) 5 Guru menguasai materi dalam mengajar dan tidak terjadi miskonsepsi. 6 Guru lebih berperan sebagai motivator & fasilitator pada saat pembelajaran. 7 Pembelajaran berpusat pada siswa. 8 Guru menggunakan beragam media dalam pembelajaran. 9 Guru mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam kegiatan pembelajaran. 10 Guru mengusahakan kegiatan pembelajaran yang bervariasi. 11 Guru mengembangkan pendidikan karakter. 12 Guru melaksanakan pembelajaran terpadu dengan landai. 13 Guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. 14 Guru melaksanakan penilaian otentik. 2. Instrumen Uji Coba Siswa No Kegiatan Pembelajaran 1 Siswa dapat mencapai indikator pembelajaran yang ditetapkan. 2 Siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. 3 Siswa melaksanakan 5M dalam pembelajaran (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan). 4 Siswa terkesan senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. 5 Siswa asyik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. 6 Siswa terlibat dalam penggunaan media pembelajaran 7 Siswa memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran 8 Siswa berkembang kemampuan 4C-nya

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 11: Pernyataan uji coba produk perangkat pembelajaran inovatif 1. Guru Kelas II SDN Bhaktikarya dan Mahasiswa PGSD Universitas Sanata Dharma angkatan 2015 1a. Uji Coba produk guru model Problem Based Learning 169

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. Uji Coba produk siswa model Problem Based Learning 172

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1b. Uji Coba produk guru model Quantum Teaching 174

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Uji coba produk siswa model Quantum Teaching 177

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 178

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179 Lampiran 12 : Surat Ijin Penelitian

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180 Lampiran 13 : Surat Wawancara dan Observasi

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181 Lampiran 14 : Surat pernyataan Kepala Sekolah

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182 Lampiran 15 : Dokumentasi Uji Coba Produk Foto apersepsi di kelas II Foto diskusi dan tanya jawab Foto tayangan video dengan materi Foto membaca teks bacaan Foto penjelasan media Foto pengerjan LKPD dengan media

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183 Foto penyampaian hasil diskusi Foto pembahasan materi Foto diskusi mengenai tayangan video Foto simulasi permainan simpai Foto penjelasan guru Simulasi permainan estafet simpai

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184 Foto pengerjaan LKPD Foto mengaitkan materi dan media Foto diskusi dan tanya jawab Foto presentasi Foto apersepsi gerakan Foto menceritakan menari

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 185 Foto membagi LKPD Foto mengamati media balon Foto diskusi dan tanya jawab Foto mengerjakan LKPD Foto mendengarkan penguatan guru Foto simulasi gerakan keseharian

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 186 Biodata Penulis Herlin Nur Susiawati, lahir di Sleman, 26 Juli 1997. Peneliti menempuh pendidikan awal yang dimulai dari TK PKK Widodo, tamat pada tahun 2003. Pendidikan Sekolah Dasar di tempuh di SDN Ngemplak IV tamat pada tabun 2009. Pendidikan Menengah Pertama penulis tempuh di SMPN 1 Ngemplak, tamat pada tahun 2012. Pendidikan menengah atas di tempuh di SMAN 2 Ngaglik, tamat pada tahun 2015. Pada saat ini penulis sedang menyelesaikan Studi Strata 1 di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Untuk mengakhiri pendidikan di perguruan tinggi, peneliti membuat produk yang berjudul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema 2 Bermain di Rumah Teman Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas II Sekolah Dasar”. Perangkat pembelajaran inovatif tersebut meliputi Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), Silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Model pembelajaran yang digunakan peneliti dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yaitu Problem Based Learning (PBL) dan Quantum Teaching. Pembuatan produk tersebut dilakukan karena beberapa guru membutuhkan contoh perangkat pembelajaran inovatif.

(205)

Dokumen baru

Download (204 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum SD 2013 subtema bencana alam untuk siswa kelas I Sekolah Dasar.
0
1
98
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema kebersamaan dalam keberagaman mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas empat (IV) Sekolah Dasar.
0
5
160
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013 pada sub tema pemanfaatan energi untuk siswa kelas IV sekolah dasar.
1
5
190
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum Sekolah Dasar 2013 pada subtema pekerjaan orang tuaku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar.
0
0
155
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum SD 2013 pada sub tema kegiatan malam hari untuk siswa kelas satu (I) Sekolah Dasar.
0
0
151
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum SD 2013 pada sub tema aku dan teman baru untuk siswa kelas 1 sekolah dasar.
0
0
114
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema tubuhku mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu (1) Sekolah Dasar.
0
0
159
Pengembangan perangkat pembelajaran sub tema keunikan daerah tempat tinggalku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV sekolah dasar.
0
1
174
Pengembangan prototype perangkat pembelajaran kurikulum 2013 sub tema Kegiatan Ekstrakurikulerku untuk siswa kelas II SD dengan pendekatan kontekstual.
0
0
209
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema Hewan di Sekitarku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas satu (I) Sekolah Dasar.
0
0
178
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013 pada sub tema keberagaman makhluk hidup di lingkunganku untuk siswa kelas IV SD.
1
6
269
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 4 Hidup Rukun di Masyarakat mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
234
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Kegiatan Keluargaku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
195
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam Subtema 4 Aku Istimewa Mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
221
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Kegiatan Siang Hari mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
194
Show more