PEMANFAATAN MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI MATERI FILUM CHORDATA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X-F SMA N 11 YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidi

Gratis

0
0
198
3 months ago
Preview
Full text

  

PEMANFAATAN MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA

PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI MATERI FILUM CHORDATA

UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA

KELAS X-F SMA N 11 YOGYAKARTA

SKRIPSI

  

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Biologi

  

Oleh:

Tri Saputra Alexander

NIM : 081434011

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

  

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2012

  

PEMANFAATAN MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA

PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI MATERI FILUM CHORDATA

UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA

KELAS X-F SMA N 11 YOGYAKARTA

SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Biologi Disusun oleh :

  Tri Saputra Alexander NIM : 081434011

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2012

  

SKRIPSI

PEMANFAATAN MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA PADA MATA

PELAJARAN BIOLOGI MATERI FILUM CHORDATA UNTUK

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS

X-F SMA N 11 YOGYAKARTA

  

ii iii

  SKRIPSI PEMANFAATAN MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI MATERI FILUM CHORDATA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X-F SMA N 11 YOGYAKARTA

HALAMAN PERSEMBAHAN

  

“Jadikan sebuah pengalaman untuk memproses diri kita agar

kelak kita menjadi lebih baik ”

  • -Kost Cemberut, November 2012-

  I dedicated these thousand words for : My parents , My lovely sister and brother, my beloved family My lovely, iingk, who always besides me and make me smile My all lecturer, Pak Rohandi, Pak Kris, Pak Tri, Romo Sunu, Bu Maslicah, and also Bu Luisa And for me and my memory to the future

  iv

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 4 Desember 2012 Penulis

  (Tri Saputra Alexander) v

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Tri Saputra Alexander Nomor mahasiswa : 081434011

  Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : “ Pemanfaatan Media Permainan Ular Tangga Pada Mata Pelajaran Biologi Materi Filum Chordata Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas X-F SMA N 11 Yogyakarta ” .

  Dengan demikian saya memberikan kepada Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelola dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikannya secara terbatas dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta, pada tanggal : 4 Desember 2012 Yang menyatakan , Tri Saputra Alexander vi

  

ABSTRAK

Tri Saputra Alexander, 2012. Pemanfaatan Media Permainan Ular Tangga

Pada Mata Pelajaran Biologi Materi Filum Chordata Untuk Meningkatkan

Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Kelas X-F SMA N 11 Yogyakarta. Skripsi.

Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Matematika dan Ilmu

Pengetahuan Alam, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta .

  Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif dan

aktivitas siswa dalam mempelajari Biologi dengan menggunakan media

permainan ular tangga pada mata pelajaran Biologi materi Filum Chordata.

  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode penelitian

tindakan kelas (PTK). Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan

analisis data Kuantitatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Mei 2012

dengan subjek penelitian terdiri dari 29 siswa kelas X-F SMA N 11 Yogyakarta

tahun ajaran 2011/2012. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, dengan 2 kali

pertemuan pada siklus I dan 1 kali pertemuan pada siklus II. Data hasil belajar

kognitif siswa diperoleh dari hasil pre-test pada awal penelitian dan hasil post-

test masing-masing siklus. Data aktivitas siswa diperoleh dari hasil observasi

aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Selain itu, kuisioner digunakan

untuk melihat respon dan tanggapan siswa selama proses pembelajaran.

  Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) dengan menggunakan media

permainan ular tangga pada mata pelajaran Biologi materi Filum Chordata,

siswa mengalami peningkatan hasil belajar ranah kognitif yang terlihat dari

peningkatan rata-rata siswa dari 71,92 menjadi 80,56 pada akhir siklus I dan

menjadi 93,78 pada akhir siklus II. Jumlah siswa yang tuntas KKM meningkat

dari 51% pada awal penelitian, menjadi 72 % pada akhir siklus I dan menjadi

96,5 % pada akhir siklus II. (2) Hasil belajar ranah kognitif siswa mengalami

peningkatan yang signifikan yang ditunjukan oleh hasil analisa data pretest,

posttest siklus I dan postest siklus II dengan menggunakan uji T. (3)Aktivitas

klasikal siswa selama pembelajaran meningkat. Hal tersebut dapat terlihat dari

prosentase keaktifan klasikal siswa pada pertemuan I sebesar 86,2%, kemudian

meningkat 10,3% setelah pelaksanaan pertemuan II sebesar 96,5%, dan setelah

pelaksanaan pertemuan III meningkat lagi 3,5%. (4)Respon dan tanggapan siswa

terhadap pembelajaran mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari perubahan

kriteria baik sebelum pelaksanaan siklus I menjadi kriteria baik sekali pada

setelah pelaksanaan siklus I. Setelah pelaksanaan siklus II, respon dan tanggapan

siswa juga memiliki kriteria baik sekali. Hal ini menunjukan pembelajaran

dengan menggunakan media permainan ular tangga mendapat respon yang

positif yang ditunjukan dari peningkatan respon dan tanggapan siswa.

  

Kata kunci : Media permainan ular tangga, Hasil Belajar Siswa, Aktivitas belajar

  

ABSTRACT

Tri Saputra Alexander, 2012. Benefit Of Snake and Ladder Games in Biologi

To Filum Chordate Materials For Improved Activities And Learning

Outcomes in Student X-F Class Of SMA N 11 Yogyakarta. Thesis. Biology

Education Studies Program, Department Of Mathematic And Science

Education, Sanata Dharma University, Yogyakarta.

  This research to Improved cognitive learning outcomes and student

activities in studying with snake and ladder game the materials Of Filum

Chordate.

  This was descriptive research with using class action research method

(PTK). The outcomes of this result was calculate with quantitative data analysis.

This Research start from April until Mei 2012 with subject reaserch 29 student

Class of X-F SMA N 11 Yogyakarta year 2011-2012. This Research consisted of

two cycles, with 2 meetings on the first cycle and 1 meeting on the second cycle.

Cognitive outcome data, has found from Pre Test given at the beginning and post-

test results of each cycle. Data of activities student, has found from outcomes

observation during learning activities. Besides that, used questionnaires activities

student has see respond and reaction of student in learning activities.

  This research showed (1) With snake and ladder game in Biologi

Materials of Filum Chordate, students can improved outcomes learning in

cognitive that was showed in average Improved of student from 71,92 to 80,56 in

the last of the first cycles and 93,78 in the last of second cycles. (2) The cognitive

outcomes student, significantly improved that was showed in analyze data Pre

Test, cycles of Post Test I and cycles of Post Test II using T-Test. (3) Classical

Activities Student during learning was improved. The Result showed from

classical student being active from meeting I 86,2 %, and then improved 10,3 %

after meeting II 96,5 %, and then improved again after meeting III 3,5 %. (4)

Respond student of learning activities improved. The data showed from good

criteria from cyclus I become Very Good criteria after cyclus I. After cyclus II,

respond of subject has Very Good Criteria too. This research has found that

learning with snake and ladder games has a positive respond that showed from

improved student respond.

  

Keyword : Snake and Ladder Game, Student Outcomes Learning, Learning

Activies

KATA PENGANTAR

  Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala berkat, kasih dan rahmat yang telah diberikan oleh Nya, sehingga skripsi berjudul “Pemanfaatan Media Permainan Ular Tangga Pada Mata Pelajaran Biologi Materi Filum Chordata Untuk meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas X- F SMA N 11 Yogyakarta” dapat saya selesaikan dengan baik.

  Skripsi ini dapat tersusun atas bantuan, dorongan, dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada :

  1. Keluargaku tercinta, terutama untuk Mama yang selalu mendukungku dengan doa, semangat dan senyuman tulus mereka.

  2. Bapak R. Rohandi Ph. D selaku dosen pembimbing skripsi yang rela mengorbankan waktu dan tenaganya demi kesuksesan penulisan skripsi ini.

  3. Ibu Pradipta, ibu guru sekaligus rekan yang luar biasa yang telah memberikan kesempatan untuk melakukan penelitian di kelas beliau dan juga tak segan memberikan masukan dan semangat dalam penyusunan skripsi ini.

  4. Bapak Kristio, Ibu Maslichah, Bapak Tri Priantoro, yang senantiasa memberikan semangat dan motivasi dalam penyusunan skripsi ini.

  5. Kekasihku Maria Inggrit Christiyanti, patner yang luar biasa dalam menghadapi persoalan hidup dan dukungan lewat semangat dan keceriaan.

  6. Siswa - siswi kelas X-F SMA N Yogyakarta yang kini sudah duduk di bangku kelas XI. Terimakasih atas kerjasama yang telah diberikan.

  7. Teman-teman Biologi 08 yang luar biasa : Galuh, Luluk, Mando, Pak Dukuh, Antonia, Lusi, Atik, Maria, Lilik, Pur, Iing, Titin, Partiman, Meta dan Marta. Kalian semua adalah sumber semangat dan inspirasi.

  8. Teman-teman Kost Cemberut : Jack dan Mas Agung yang juga turut membantu dalam proses penyusunan skripsi.

  9. Dan semua saudara, sahabat di sekelilingku yang tidak bisa aku sebutkan satu persatu.

  Penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan dalam penulisan skripsi ini, namun demikian penulis mengharapkan agar skripsi ini bermanfaat bagi banyak pihak terutama bagi adik-adik Pendidikan Biologi USD selanjutnya.

  Penulis Tri Saputra Alexander

  

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i

HALAMAN PERSETUJUAN ...................................................................... ii

HALAMAN PENGESAHAN........................................................................ iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................... iv

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ....................................................... v

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ..................... vi

ABSTRAK ..................................................................................................... vii

ABSTRACT .................................................................................................... viii

KATA PENGANTAR ................................................................................... ix

DAFTAR ISI................................................................................................... xi

DAFTAR TABEL ......................................................................................... xiv

DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xv

  

BAB I. PENDAHULUAN.............................................................................. 1

A.LatarBelakang .................................................................................. 1 B. RumusanMasalah ............................................................................ 4 C. BatasanMasalah ............................................................................... 4 D. Hipotesis.......................................................................................... 5 E. Tujuan .............................................................................................. 5 F. Manfaat ............................................................................................ 5 BAB II. TINJAUAN PUSTAKA................................................................... 6 A. Belajar ............................................................................................. 6 B. Hasil Belajar .................................................................................... 7

  C. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar.............................. 9

  D. Aktivitas Siswa................................................................................ 10

  E. Pembelajaran PAIKEM ................................................................... 12

  F. Media Pembelajaran......................................................................... 14 G.Belajar Sambil Bermain ................................................................... 15

  H. Permainan Ular Tangga Dalam Pembelajaran ................................ 16

  I. Penelitian Yang Relevan................................................................... 17 J. Filum Chordata ................................................................................. 18 J. Kerangka Berpikir ............................................................................ 20

  

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN .................................................. 21

A. Metode Penelitian............................................................................ 21 B. Jenis Penelitian ................................................................................ 21 C. Variabel Penelitian .......................................................................... 22 D. Setting Penelitian............................................................................. 22 E. Rancangan Penelitian....................................................................... 22 F. Data dan Cara Pengumpulan Data ................................................... 27 G. Instrumen Penelitian........................................................................ 31 H. Teknik Analisa Data........................................................................ 31 I. Indikator Keberhasilan Penelitian..................................................... 36 J. Tim Penelitian .................................................................................. 37

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................ 38

A. Deskripsi Penelitian Tiap Siklus .................................................... 38

  1. Hasil Siklus I ........................................................................... 38

  2. Hasil Siklus II........................................................................... 45

  B. Hasil Penelitian dan Analisa Data ................................................... 50

  1. Hasil Penilaian Siklus I dan II...................................................... 50

  a. Hasil Penilain Pre Test ............................................................ .50

  b. Hasil Penilaian Post Test Siklus I ............................................ .50

  c. Hasil Penilaian Post Test Siklus II .......................................... .51

  d. Hasil Observasi Aktivitas Siswa .............................................. 51

  e. Hasil Penilaian Angket Siswa .................................................. .53

  2. Analisa Signifikan (Uji-t)............................................................. 57

  C. Pembahasan ..................................................................................... 60

  1. Peningkatan Hasil Belajar Siswa ................................................ 60

  2. Keaktifan Siswa .......................................................................... 64

  

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ....................................................... 67

A. Kesimpulan ..................................................................................... 67 B. Saran ................................................................................................ 68

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 70

LAMPIRAN.................................................................................................... 73

  DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Jenis dan cara pengambilan data ................................................. 28Tabel 3.2 Panduan pemberian skor Lembar Observasi............................... 33Tabel 3.3 Panduan Pemberian Kriteria ....................................................... 33Tabel 3.4 Panduan Pemberian Skor Kuisioner ........................................... 35Tabel 3.5 Panduan Kriteria Kuisioner......................................................... 35Tabel 3.6 Panduan Kriteria Total Kuisioner ............................................... 36Tabel 3.7 Indikator Keberhasilan Penelitian ............................................... 36Tabel 4.1 Analisa Keaktifan Siswa ............................................................ 52Tabel 4.2 Data Agket mengenai respon dan tanggapan siswa .................... 54Tabel 4.3 Kriteria Penilaian angket respon siswa terkait pembelajaran ..... 54Tabel 4.4 Paired Samples Statistic Pre Test dengan Post Test I ................. 57Tabel 4.5 Paired Samples Test ..................................................................... 58Tabel 4.6 Paired Samples Statistic Post Test I dengan Post Test II ............ 59Tabel 4.7 Paired Samples Test ..................................................................... 59

  DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran 1.1 Surat Permohonan Ijin Penelitian ......................................... 73 Lampiran 1.2 Surat Keterangan Selesai Penelitian ..................................... 74 Lampiran 2.1 Materi Pembelajaran Filum Chordata................................... 75 Lampiran 3.1 Silabus Mengajar .................................................................. 83 Lampiran 3.2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ..................................... 87 Lampiran 3.3 Media Permainan Ular Tangga............................................. 98 Lampiran 3.4 Kisi-kisi soal, kunci jawaban, dan penilaian ........................ 99 Lampiran 3.5 Soal Pre Test....................................................................... 106 Lampiran 3.6 Soal Post Test I ................................................................... 115 Lampiran 3.7 Soal Post Test II.................................................................. 118 Lampiran 3.8 Lembar Observasi aktivitas siswa ...................................... 122 Lampiran 3.9 Rubrik Penilaian Observasi siswa ...................................... 123 Lampiran 3.10 Kuisioner siswa................................................................. 127 Lampiran 4.1 Hasil Observasi Aktivitas siswa ......................................... 129 Lampiran 4.2 Hasil Pre-test , Post-test Siklus I dan Post-test Siklus II ..... 141 Lampiran 4.3 Hasil Kuisioner Penelitian ................................................... 170

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sekolah dan kelas merupakan sebuah komunitas siswa yang didalamnya terdapat sebuah proses pembelajaran yang di dilakukan oleh siswa itu sendiri. Siswa di dalam sekolah tengah menggali, mengenal dan mempelajari berbagai

  khasanah pengetahuan. Melalui sekolah diharapkan siswa menjadi terampil, terpelajar, meningkat wawasan dan kemampuannya tentang berbagai hal terkait kehidupan sehingga menjadi percaya diri dan terjadi peningkatan kualitas hidup. Pendidikan di sekolah tidak lepas dari kegiatan belajar mengajar yang meliputi seluruh aktifitas yang menyangkut pemberian materi pelajaran agar siswa memperoleh pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupannya. Suatu keberhasilan di dalam proses pembelajaran dapat dilihat dari aktifitas dan hasil belajar siswa. Siswa dapat dikatakan sudah mempelajari sesuatu jika mengalami perubahan baik dalam perilaku maupun pengetahuan yang dapat diukur dengan hasil belajar siswa.

  Berdasarkan observasi awal, aktifitas siswa di dalam kelas terlihat pasif. Hal ini terlihat dari siswa yang hanya cenderung mendengarkan ceramah dan sesekali membaca buku pegangan siswa. Di dalam pembelajaran di kelas, siswa memang diajak berdiskusi, tetapi guru kurang mengajak siswa aktif. Dari hasil wawancara dengan beberapa siswa diketahui bahwa siswa merasa kegiatan berdiskusi kurang efektif karena selama berdiskusi siswa hanya merasa dituntut untuk mengingat materi bukan untuk memahami. Kurang aktifnya siswa diduga mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa yang diperoleh di kelas X-F. Hasil belajar siswa pada materi sebelumnya dari 29 siswa hanya 14 siswa atau 48% siswa memiliki nilai di atas KKM 75.

  Penggunaan metode ceramah dan diselingi diskusi dirasa masih kurang efektif pada siswa kelas X-F SMA N 11 Yogyakarta, padahal pengertian metode menurut Hamalik (1983:31) adalah cara untuk mencapai tujuan mengajar. Pencapaian tujuan tersebut daapt dilihat dari adanya perubahan perilaku. Untuk itu, diperlukan adanya metode yang tepat dalam kegiatan pembelajarannya, dengan maksud untuk mengubah suasana kegiatan pembelajaran dari siswa yang pasif menjadi aktif. Menurut Roestiyah (1982 : 48), seorang guru harus mampu menimbulkan semangat belajar secara individu, sebab masing-masing anak memiliki perbedaan di pengalaman, kemampuan dan sifat pribadi. Dengan adanya semangat belajar diharapkan dapat timbul kebebasan dan kebiasaan pada siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikirnya dengan penuh inisiatif dan kreatif dalam pekerjaanya.

  Keseluruhan penjabaran gagasan diatas melahirkan sebuah gagasan dalam upaya mengatasi permasalahan dalam pembelajaran dengan menggunakan media permainan ular tangga untuk mengaktifkan siswa pada saat proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Permainan adalah setiap konteks antar pemain yang berinteraksi satu sama lain dengan mengikuti aturan tertentu dan untuk mencapai tujuan tertentu pula. Permainan dapat menjadi sumber belajar atau media belajar apabila permainan tersebut bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan atau pembelajaran. Siswa dapat belajar berbagai kesempatan dan kegiatan baik disekolah maupun diluar sekolah. Permainan dapat menjadikan suasana lingkungan belajar menjadi lebih menyenangkan, segar, hidup, bahagia, santai namun tetap memiliki suasana belajar yang kondusif.

  Bermain merupakan manifestasi belajar, salah satu proses-proses mental menuju pada pertumbuhan intelektual dan juga bermain merupakan suatu mekanisme penyesuaian yang penting bagi perkembangan atau pertumbuhan manusia. Menurut Sardiman (2007), sebagai media pembelajaran permainan mempunyai beberapa kelebihan, yaitu permaian adalah sesuatu yang menyenangkan untuk dilakukan, sesuatu yang menghibur dan menarik.

  Permainan dapat memberikan umpan balik langsung. Permainan memungkinkan siswa untuk memecahkan masalah-masalah yang nyata.

  Dengan permainan dapat memberikan pengalaman-pengalaman nyata dan dapat diulang sebanyak yang dikehendaki, kesalahan–kesalahan operasional dapat di perbaiki. Permainan juga bersifat luwes, dapat dipakai untuk tujuan pendidikan dan juga permainan dapat dibuat dengan mudah dan dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan.

  Seiring dengan berkembangnya berbagai metode untuk selalu memperbaharui proses pembelajaran bagi siswa, pendidik berupaya untuk melakukan sesuatu hal baru di dalam proses pembelajaran. Diantaranya adalah dengan menggunakan media permainan. Permainan dirancang untuk mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran. Diantaranya adalah permainan ular tangga. Apabila permaian ular tangga dimasukkan ke dalam proses pembelajaran siswa, akan menimbulkan suasana yang menyenangkan.

  Selain itu, dengan media permainan ular tangga dapat merangsang siswa dalam melakukan pembelajaran secara individual maupun kelompok, siswa juga dapat mengembangkan kreatifitas di dalam proses pembelajaran.

  B. Rumusan Masalah

  Apakah dengan pemanfaatan media permainan ular tangga pada mata pelajaran Biologi materi Filum Chordata dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X-F SMA N 11 Yogyakarta

  C. Batasan Masalah

  Mengingat penulis memiliki berbagai keterbatasan dalam melakukan penelitian dan tidak mungkin semua masalah akan diteliti, maka penelitian ini akan dibatasi pada :

  1. Objek penelitian Objek penelitian adalah aktivitas dan hasil belajar kognitif siswa kelas X-F SMA N 11 Yogyakarta

  2. Materi Pokok Penelitian kali ini dilaksanakan pada KD 3.4. Mendeskripsikan ciri-ciri Filum dalam dunia hewan dan peranannya bagi kehidupan. Materi yang dibahas adalah Kingdom Animalia sub pokok bahasan Filum Chordata.

  3. Parameter Parameter keberhasilan yang diukur dalam penelitian ini berupa aktivitas belajar siswa serta hasil belajar kognitif siswa. Aktivitas belajar siswa diukur dengan menggunakan lembar observasi siswa sedangkan hasil belajar diukur dengan nilai post-test siswa pada setiap akhir siklus.

  D. Hipotesis

  Dengan penggunaan media permainan pada mata pelajaran biologi materi filum Chordata dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X SMA N 11 Yogyakarta.

  E. Tujuan

  Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X-F SMA N 11 Yogyakarta melalui penggunaan media permainan ular tangga pada mata pelajaran Biologi Materi Filum Chordata.

  F. Manfaat

  Penelitian ini memiliki manfaat, baik bagi peneliti sendiri, bagi guru, maupun bagi siswa. Manfaat penelitian tersebut antara lain :

  1. Bagi Peneliti Dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapat selama berada di bangku kuliah.

  2. Bagi Guru Menambah informasi mengenai metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

  3. Bagi Siswa Membantu siswa dalam memahami materi Filum Chordata dengan lebih menyenangkan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Belajar Belajar adalah mengikuti penyelenggaraan pembelajaran, lalu memperoleh

  pengetahuan dari apa yang telah dipelajari. Belajar adalah menerima pengajaran. Belajar berarti mengingat pengalaman. Menurut Mudjiyono (2006), belajar adalah kegiatan individu memperoleh pengetahuan, perilaku dan keterampilan dengan cara mengolah bahan ajar.

  Dalam belajar, individu mengasah ranah-ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Dengan belajar, maka kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik makin bertambah. Belajar bukan merupakan proses menghafal dan bukan mengingat tetapi belajar adalah sebuah proses yang ditandai dengan adanya perubahan akibat adanya pengalaman. Hal ini sesuai dengan salah satu prinsip belajar yaitu mengalami sendiri artinya siswa sendiri yang belajar dengan melakukan sendiri apa yang memberikan hasil belajar yang lebih cepat dan pemahaman yang lebih mendalam.

  Belajar tidak hanya semata-mata sebagai suatu upaya dalam merespon suatu stimulus tetapi belajar dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti mengalami, mengamati, mengerjakan, dan memahami melalui proses. Belajar memiliki pengertian yang cukup luas, dan tidak hanya terjadi di dalam kelas ataupun sekolah, melainkan belajar dapat terjadi di dalam kehidupan sehari- hari yang secara sengaja ataupun tidak disengaja. Menurut Winkel (1996 : 53), belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengalaman, keterampilan dan nilai sikap.

  Beberapa pengertian di atas mengatakan bahwa belajar pada intinya perubahan tingkah laku yang dipengaruhi oleh lingkungan. Peserta didik mendapatkan pengalaman-pengalaman baru lewat proses belajar. Berbagai pengalaman-pengalaman yang didapat nantinya akan mempengaruhi perubahan tingkah laku yang mencakup banyak aspek seperti : keterampilan, sikap, kebiasaan, dan juga pemahaman yang semuanya itu dikarenakan karena adanya proses belajar. Perubahan tingkah laku ini yang nantinya akan menjadi indikator terjadinya proses pembelajaran yang dinamakan hasil belajar.

B. Hasil Belajar

  Hasil belajar merupakan kemampuan yang diperoleh individu setelah proses belajar berlangsung, yang dapat memberikan perubahan tingkah laku, baik pengetahuan, pemahaman, sikap, dan keterampilan peserta didik sehingga lebih baik dari sebelumnya. Hasil belajar dapat diketahui melalui kegiatan evaluasi yang bertujuan untuk mendapatkan data pembuktian yang akan menunjukan sampai dimana tingkat kemampuan dan keberhasilan siswa dalam pencapaian tujuan pembelajaran (Purwanto, 2008). Menurut Gagne dalam Supriyono (2009), prestasi belajar meliputi 5 ranah, yaitu keterampilan motorik, informasi verbal, keterampilan intelektual, strategi kognitif dan sikap

  Sedangkan menurut Bloom dalam Sudjana (1989) hasil belajar dibagi menjadi 3 ranah yakni ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotorik.

  Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek yakni aspek pengetahaun atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Kedua aspek pertama disebut sebagai kognisi tingkat rendah dan keempat aspek berikutnya adalah kognisi tingkat tinggi.

  Ranah afektif berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek yakni penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi dan internalisasi.

  Ranah psikomotorik berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak. Ada enam aspek ranah psikomotorik, yakni gerakan refleks, gerakan dasar, kemampuan perseptual, keharmonisan atau ketetapan, gerakan ekspresif dan interpretatif. Ketiga ranah tersebut menjadi objek peilaian hasil belajar. Diantara ketiga ranah yang dijabarkan Bloom, guru paling banyak menilai siswa melalui ranah kognitif karena ranah ini berkaitan dengan kemampuan para siswa dalam menguasai isi bahan ajar.

  Hasil belajar dapat dinilai dengan menggunakan patokan atau kriteria penilaian. Menurut Warijan (1984), informasi mengenai hasil belajar dapat digunakan sebagai berikut :

  a) Dengan mengetahui hasil belajar siswa, guru mendesain program pembelajaran yang apabila dilaksanakan akan mengisi selisih antara apa yang telah dicapai oleh siswa dengan apa yang dikehendaki oleh tujuan pengajaran. b) Dengan mengetahui hasil belajar siswa dari waktu ke waktu, proses kemajuan dan kemunduran belajar siswa, dapat diikuti untuk maksud- maksud memberikan motivasi belajar.

  c) Dengan mengetahui hasil belajar siswa, guru mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami oleh siswa dan konselor pengajaran mendiagnosa kesulitan belajar siswa dalam rangka memberikan bimbingan dan konseling pengajaran.

  d) Dengan mengetahui hasil belajar siswa, dapat diramalkan keberhasilan belajar siswa di masa depan.

  e) Dengan mengetahui hasil belajar siswa, guru dapat menetapkan siswa dalam kualifikasi tertentu (lulus/tidak lulus), menetapkan peringkat siswa dalam prestasi belajar siswa (rangking hasil ujian), menggolongkan siswa dalam kelompok tertentu (pandai atau kurang pandai) serta menyeleksi siswa untuk maksud-maksud tertentu.

  f) Dengan mengetahui hasil belajarnya, siswa termotivasi untuk belajar lebih bersemangat, tekun dan teliti.

C. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

  Belajar dan hasil belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat menentukan keberhasilan atau tidaknya tujuan yang dicapai. Faktor tersebut dapat berasal dari dalam diri siswa, dan dari luar misalnya seperti dukungan orang tua, serta lingkungan. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar menurut Slameto (2010) terbagi menjadi : a. Faktor intern merupakan faktor yang berasal dari dalam individu itu sendiri. Faktor intern terdiri dari aspek jasmani dan psikologis.

  b. Faktor ekstern merupakan faktor yang berasal dari luar yang mempengaruhi diri individu. Faktor ekstern dibagi menjadi tiga faktor utama yaitu latar belakang keluarga, lingkungan sekolah, dan masyarakat. Aspek jasmani sangat mendukung peserta didik sehingga dapat melaksanakan kegiatan belajar dengan baik, karena apabila kesehatannya terjaga akan sangat berpengaruh pada hasil belajar yang diperoleh. Aspek psikologis merupakan kemampuan berupa intelegensi, bakat, sikap, minat dan motivasi yang merupakan faktor yang dapat mempengaruhi pada kualitas pengetahuan yang terserap oleh peserta didik, karena cara belajar peserta didik dipengaruhi oleh aspek psikologis tersebut.

  Aspek lingkungan keluarga mempengaruhi perkembangan individu karena kegiatan belajar yang berlangsung ketika berada di lingkungan rumah dan kepedulian orang tua terhadap kegiatan belajar anak pada saat belajar di rumah. Aspek lingkungan sekolah dapat mempengaruhi hasil belajar dari iklim belajar yang tercipta antara peserta didik dan guru. Aspek lingkungan sekolah meliputi sarana dan prasarana, serta pengadaan media pembelajaran.

D. Aktifitas Siswa

  Aktivitas merupakan hal penting dalam pembelajaran, tanpa adanya aktivitas maka proses belajar mengajar tidak akan berjalan dengan baik.

  Sardiman (2007) mengemukakan ciri ciri adanya interaksi dalam proses belajar mengajar yang salah satunya yaitu ditandai dengan adanya aktivitas siswa. Aktivitas siswa yang dimaksud antara lain mengajukan pertanyaan, berani mengemukakan pendapat di dalam kelompok, menanggapi pendapat teman, dan sebagainya. Aktivitas siswa tidak hanya dinilai dari partisipasinya dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru, akan tetapi aktivitas siswa dapat dilihat dari kemampuan siswa dalam berpikir kritis dan kreatif.

  Paul B. Deidrich (dalam Sardiman 2007 : 100) membuat indikator yang menyatakan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar adalah sebagai berikut :

  1) Visual Activities , seperti membaca, memperhatikan gambar, demonstrasi, memperhatikan gambar.

  2) Oral Activities, seperti menyatakan, merumuskan, bertanya, memberi saran, mengeluarkan pendapat, mengadakan wawancara, diskusi dan interupsi

  3) Listening Activities, seperti mendengarkan uraian, mendengarkan diskusi dan mendengarkan pidato.

  4) Writting Activities, seperti menulis / menyalin cerita, karangan, membuat laporan, dan mengisi angket.

  5) Drawing Activities, seperti menggambar, membuat grafik, membuat peta dan diagram.

  6) Motor Activities, seperti melalukan percobaan, membuat konstruksi model, dan melakukan demonstrasi.

  7) Mental Activities, seperti menaggapi, mengingat, memecahkan soal, menganalisa, melihat hubungan, dan mengambil keputusan.

  8) Emotional Activities, seperti menaruh minat, merasa bosan, gembira, bersemangat, berani, tegang, tenang dan gugup.

  Adapun aktivitas siswa yang ingin peneliti amati memiliki indikator- indikator sebagai berikut : 1) Oral Activities

  Seperti memberikan ide kepada kelompoknya, menanyakan kepada anggota kelompoknya jika ada permasalahan yang tidak dimengerti.

  2) Listening Activities Mendengarkan ide dari kelompoknya.

  3) Writting Activities Mengisi angket di setiap awal dan diakhir siklus.

  4) Mental Activities Berani mengambil keputusan atas jawaban yang telah didiskusikan di dalam kelompok diskusi dalam proses pembelajaran

  5) Emotional Activities Menaruh minat akan pembelajaran yang telah diberikan oleh guru.

E. Pembelajaran PAIKEM

  PAIKEM merupakan singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif,

  Kreatif, efektif dan Menyenangkan. Selanjutnya, PAIKEM dapat didefinisikan

  sebagai: pendekatan mengajar (approach to teaching) yang digunakan bersama metode tertentu dan pelbagai media pengajaran yang disertai penataan lingkungan sedemikian rupa agar proses pembelajaran menjadi aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Dengan demikian, para siswa merasa tertarik dan mudah menyerap pengetahuan (konsep) dan keterampilan yang diajarkan. (Supriyono, 2009) Pembelajaran PAIKEM memiliki karakteristik sebagai berikut :

  a) Berpusat pada siswa

  b) Belajar yang menyenangkan (joyfull learning)

  c) Belajar yang berorientasi pada tercapainya kemampuan tertentu (competency-based learning)

  d) Belajar secara tuntas (mastery learning)

  e) Belajar secara berkesinambungan (continous learning)

  f) Belajar sesuai dengan ke-kini-an dan kedisinia-an (contextual learning) Pembelajaran dengan menggunakan media permainan ular tangga merupakan salah satu strategi pembelajaran PAIKEM karena menekankan pada aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung, kreativitas siswa diasah untuk bekerja sama di dalam permainan, dan di dalam proses pembelajaran siswa tidak merasa bosan dan justru pembelajaran terasa menyenangkan apabila dilakukannya prinsip belajar sambil bermain. Seorang anak dapat mengembangkan rasa harga diri melalui bermain, karena dengan bermain dia memperoleh kemampuan untuk menguasai tubuhnya, benda-benda, dan keterampilan sosial. Melalui bermain anak dapat mengerti cara berinteraksi dan belajar mengkreasikan pengetahuan. Bermain juga merupakan cara dan jalan anak berpikir dan menyelesaikan masalah, mereka membutuhkan pengalaman langsung dalam interaksi sosial agar mereka memperoleh dasar kehidupan sosial.

F. Media Pembelajaran

  Media Pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam kegiatan pembelajaran. Pemanfaatan media seharusnya menjadi perhatian guru dalam setiap kegiatan pembelajaran. Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harafiah berarti perantara dan media juga merupakan wahana penyalur pesan atau informasi belajar. Sedangkan pembelajaran adalah usaha guru untuk menjadikan siswa melakukan kegiatan belajar. Maka media pembelajaran adalah sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan informasi oleh guru kepada siswa sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa yang pada akhirnya dapat menjadikan siswa belajar. Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat berfungsi sebagai saluran atau perantara komunikasi dalam kegiatan pendidikan agar berlangsung secara efesien dan efektif. (Moedjiono dan Moh. Dimyati, 1992:2)

  Pemanfaatan media di dalam pembelajaran diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang akan dicapai. Sudjana dan Rivai (2009:2), berpendapat bahwa dengan adanya media pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa. Hal ini dikarenakan dengan adanya media pembelajaran, metode belajar akan lebih bervariasi, dan tidak bosan dan pada akhirnya akan lebih menarik perhatian siswa sehingga menumbuhkan motivasi belajar siswa.

  Selain itu bahan ajar yang ingin diajarkan akan jelas maknanya sehingga akan dapat lebih dipahami siswa dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pembelajaran lebih baik.

  Terbatasnya media yang digunakan di dalam kelas diduga merupakan satu penyebab lemahnya hasil belajar siswa. Dengan demikian, penggunaan media dalam pembelajaran di kelas merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Salah satu upaya yang ditempuh adalah bagaimana menciptakan situasi belajar yang memungkinkan terjadinya proses pengalaman belajar pada diri siswa dengan menggunakan media pembelajaran. Salah satu bentuk media pembelajaran ialah media permainan. Dengan adanya media permainan diharapkan dapat menumbuhkan kesenangan maupun mengembangkan informasi pada anak (Sudono, 2000). Selain itu, dengan adanya media permainan di dalam proses pembelajaran dapat menciptakan atmosfer menggembirakan yang penting bagi perkembangan anak. Misalnya bagi perkembangan beberapa aspek belajar yaitu kognisi, motorik, emosi dan sosial sehingga bermain sebagai ekspresi kegembiraan menjadi penting perannya dalam menciptakan iklim belajar yang baik bagi anak

G. Belajar Sambil Bermain

  Permainan merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan, dengan bermain diharapkan dapat membuat suasana lingkungan belajar menjadi menyenangkan, segar, hidup dan santai. Selain itu, Belajar sambil bermain juga dapat mengaktifkan siswa. Menurut Montesorri (dalam Sudono, 2000 : 2) ketika anak bermain, mereka akan mempelajari segala sesuatu yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Belajar sambil bermain memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperluas dan mendapatkan bermacam-macam konsep serta pengertian yang tidak terhitung banyaknya.

  Sebagai media pembelajaran, permainan memiliki beberapa kelebihan, yaitu : permainan adalah sesuatu yang menyenangkan untuk dilakukan, sesuatu yang menghibur dan menarik (Sardiman, 2007).

  Proses pembelajaran yang menyenangkan dan menarik, diharapkan mampu menimbulkan motivasi siswa dalam pembelajaran sehingga siswa tertarik untuk memahami materi yang diberikan dengan lebih menyenangkan.

H. Permainan Ular Tangga Dalam Pembelajaran

  Permainan ular tangga merupakan sebuah permainan yang menarik dimana para pemainnya dituntut untuk hati-hati dalam menjalankan permainan.

  Permainan Ular tangga disini adalah model permainan yang tiap kotak yang dihiasi dengan gambar-gambar yang berisi angka secara urut dan tiap-tiap kotak berisi pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan nantinya akan disesuaikan dengan materi Filum Chordata dan disesuaikan menurut warna kotak. Berikut adalah tahapan permainan ular tangga dalam pembelajaran materi Filum Chordata :

  1. Pemain dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 orang. Setiap kelompok mengajukan satu pemain untuk menjadi ketua kelompok sebagai pemain utama.

  2. Lalu salah seorang dari ketua kelompok mengambil papan permainan ular tangga dan dadu, maka permainan ular tangga akan segera dimulai.

  3. Setelah dimulai, para pemain akan mengocok dadu, hal ini untuk menentukan sejauh mana mereka melangkah.

  4. Setelah berjalan, ada salah satu pemain utama berhenti di kotak nomor 5 yang berwarna merah dan ada simbol apabila jawaban benar akan naik menuju nomor 24. Maka ketua tersebut haruslah mengambil pertanyaan yang berisikan tentang Kelas Aves. Ketua kelompok itu harus mendiskusikan jawaban mengenai pertanyaan tersebut kepada kelompoknya.

  5. Apabila jawaban salah, maka tidak jadi untuk naik. Begitu pula apabila berhenti di kotak yang lain yang terdapat angka dan simbol untuk turun, hal ini juga harus dilakukan oleh ketua kelompok untuk mengambil lembar pertanyaan. Lalu ketua kelompk itu haruslah berhasil menjawab pertanyaan itu dengan mendiskusikannya dengan kelompoknya. Apabila tidak maka akan turun sesuai dengan runtutan simbol turun ke kotak nomor yang ditunjuk oleh simbol itu..

  6. Permainan disini juga berlaku melempar siapa pemain yang menempati kotak yang sama, maka pemain ini haruslah kembali ke awal.

  7. Pemain yang menuju finish terlebih dahulu dialah pemenangnya.

I. Penelitian Yang Relevan

  Pembelajaran dengan menggunakan media permainan ular tangga cukup banyak digunakan dalam penelitian pendidikan. Penelitian yang dilakukan oleh Tutik Mulyati (Mulyati, 2009) menunjukan bahwa pembelajaran ular tangga mampu meningkatkan prestasi belajar sejarah siswa kelas XI IS.

  Penggunaan media permainan ular tangga pada siswa SMPN 4 Tulungagung juga terbukti mampu meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran bahasa inggris (Sumarni, 2011).

  J. Filum Chordata

  Chordata berasal dari bahasa Yunani. Chordata berarti tali. Jadi, Chordata berarti hewan yang mempunyai tali saraf di bagian punggung. Chordata memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Mempunyai chorda dorsalis.
  • Mempunyai celah insang dan batang saraf dorsal.
  • Bentuk tubuh simetri bilateral.
  • Mempunyai coelom.
  • Mesoderm merupakan dinding coelom berasal dari entoderm primer, sehingga Chordata termasuk enterodermata.

  Filum Chordata dapat diklasifikasikan menjadi 2 Sub filum yaitu Subfilum Invertebrata dan Subfilum Vertebrata. Subfilum Invertebrata terbagi menjadi

  2 Super kelas yaitu Urochordata dan Cephalochordata. Subfilum Vertebrata terbagi menjadi 2 Super kelas, yaitu Super kelas Agnata dan Super kelas Gnathostomata. Super Kelas Agnata memiliki 2 kelas yaitu Kelas Myxini dan kelas Cephalospidomorphi. Sedangkan Super kelas Gnathostomata terdiri dari 6 kelas yaitu Chondrichtytes, Osteichtyes, Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mamalia .

Tabel 2.1. Bagan Karakteristik Subfilum Vertebrata

  SUPER KELAS KARAKTERISTIK Agnata Vertebrata tak berahang, kerangka bertulang rawan, hidup di air laut dan tawar.

  Kelas Karakteristik

  a. Myxini Pemakan Bangkai, hidup di laut,

  mulut dikelilingi tentakel pendek, tidak ada fase larva

  b.Cephalospidomorphi Hidup di air laut dan air tawar,

  mulut dikelilingi penghisap, ada fase larva hidup bebas, setelah dewasa parasit pada organisme lain. SUPERKELAS KARAKTERISTIK Gnatostomata Vertebrata berahang engsel, pada hewan dewasa Notochord digantikan vertebra, anggota tubuh berpasangan a. Ikan bertulang rawan, memiliki rahang, respirasi dengan insang, pembuahan

  Chondrichtytes

  internal, ada yang bertelur dan melahirkan anak, memiliki indra yang berkembang dengan baik.

  b. Osteichtyes Ikan bertulang keras, kerangka dan rahang

  bertulang, sebagian besar fertilisasi eksternal, telur banyak, bernafas dengan insang, hidup di air laut dan tawar.

  c. Amphibia Anggota tubuh menyesuaikan pada

  kehidupan di darat, larva akuatik bermetamorfosis menjadi hewan dewasa terrestrial, bertelur atau melahirkan anak, bernafas dengan paruparu dan/atau kulit

  d. Reptilia Tetrapoda darat, kulit bersisik, bernafas

  dengan paru-paru, bertelur atau melahirkan anak.

  e. Aves Tetrapoda berbulu, kaki depan

  termodifikasi menjadi sayap, bernafas dengan paru-paru, endotermik, pembuahan internal, telur bercangkang, penglihatan tajam.

f. Mamalia Tetrapoda berambut, menyusui anaknya,

  berambut, bernafas dengan paru-paru, endotermik, sebagian besar melahirkan anak.

  K. Kerangka Berpikir

  Keberhasilan kegiatan pembelajaran dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Yang termasuk faktor intern antara lain aktivitas yang baik dalam kegiatan belajar. Aktivitas siswa dilihat didalam kegiatan pembelajaran seperti siswa bertanya, siswa berdiskusi memecahkan persoalan, dan mengemukakan pendapat dari hasil diskusi. Yang termasuk farktor intern adalah penggunaan media permainan di dalam pembelajaran.

  Berdasarkan hal tersebut, pemilihan model pembelajaran dengan menggunakan media permainan ular tangga diharapkan dapat meningkatkan aktivitas siswa di dalam kelas seperti berpikir, bertanya, berdiskusi, mengemukakan pendapat hasil diskusi, memecahkan masalah dan saling bekerja sama di dalam kelompok pada saat melakukan permainan.

  Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Titik Mulyati (2007), dengan menggunakan permainan ular tangga mampu meningkatkan hasil belajar sejarah pada siswa kelas XI IS SMA N 1 Musuk. Maka peneliti ingin mencoba menggunakan media permainan ular tangga di dalam pembelajaran untuk materi Filum Chordata pada siswa kelas X-F SMA N 11 Yogyakarta dengan harapan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK). PTK

  merupakan penelitian yang dilakukan oleh guru ketika menemukan suatu masalah pembelajaran di kelas. Penelitian tindakan kelas terdiri dari 4 tahapan meliputi planning, acting, observing, dan reflecting yang dilakukan secara berulang sampai memenuhi target yang diinginkan (Setyosari, 2010 : 42).

  Pada penelitian kali ini, peneliti menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart dimana dalam model ini tahap observing dilakukan bersama tahap acting .

B. Jenis Penelitian

  Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif. Penelitian tipe ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan suatu keadaan atau segala sesuatu yang bisa dijelaskan baik dengan angka maupun dengan kata-kata (Setyosari, 2010 : 33).

  Dalam penelitian ini peneliti menggunakan strategi kuantitatif. Strategi kuantitatif digunakan untuk mengumpulkan data berupa skor aktivitas belajar dan skor hasil belajar setelah melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan media permainan ular tangga.

  21

  C. Variabel Penelitian

  Variabel adalah objek pengamatan yang diamati dalam penelitian. Dalam penelitian ini ada 2 variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat.

  Variabel bebas : Pembelajaran dengan media permainan ular tangga Variabel terikat : hasil belajar kognitif dan Aktivitas Siswa

  D. Setting Penelitian

  1. Tempat Penelitian : SMA N 11 Yogyakarta

  2. Subyek : Siswa kelas X-F

  3. Obyek : Hasil Belajar dan Aktivitas Siswa

  4. Waktu : April - Mei 2012

  E. Rancangan Penelitian

  Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus. Siklus I terdiri dari 2 kali pertemuan, dan siklus II terdiri dari 1 kali pertemuan. Siklus diawali dengan siswa diminta untuk mengerjakan pretest untuk mengetahui kemampuan awal siswa, kemudian siswa diberi perlakukan berupa kegiatan KBM yang menggunakan media permainan ular tangga. Pada akhir siklus, siswa diminta mengerjakan Post Test untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap apa yang sudah dipelajari.

  Selama pelaksanaan siklus, guru dalam hal ini sekaligus sebagai peneliti juga mengadakan observasi terhadap psikomotorik siswa dengan panduan lembar observasi aktifitas siswa. Hasil lembar observasi ini akan menjadi data untuk mengetahui tingkat keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Lalu pada akhir siklus nilai afektif siswa dilihat dengan menggunakan kuisioner. Tiap siklus secara umum, dibagi menjadi 3 tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan observing, kemudian tahap refleksi pada setiap akhir siklus.

1. Perencanaan

  Kegiatan yang dilakukan dalam tahap pelaksanaan meliputi :

  a. Berdiskusi dengan guru dan rekan mahasiswa untuk persiapan penelitian b. Menyiapkan instrumen pembelajaran yang telah disusun dalam persiapan penelitian meliputi :

  • Silabus - RPP
  • Merancang Media Permainan Ular Tangga beserta Soal-soal yang akan disisipkan kedalam permainan ular tangga.
  • Menyiapkan name tag bagi setiap siswa pada saat pembelajaran berlangsung.

  c. Menyiapkan instrumen penelitian yang telah disusun dalam persiapan penelitian meliputi :

  • soal pretest
  • soal posttest Siklus I - soal posttest siklus II
  • lembar observasi Aktivitas siswa
  • kuisioner

  d. Membagi siswa ke dalam 4 kelompok besar sesuai dengan kemampuan dan masing masing kelompok besar tersebut dibagi lagi menjadi 3 kelompok bermain.

2. Pelaksanaan

  Pada tahap pelaksanaan, peneliti berperan sebagai penyaji pembelajaran atau guru. Guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah disusun. Secara garis besar, kegiatan yang dilaksanakan pada tahap pelaksanaan tiap siklus adalah sebagai berikut :

  (Kegiatan yang dilakukan setiap siklus secara lengkap dapat dilihat pada RPP di Lampiran 3.2.)

a. Siklus I

  • Pertemuan I

1. Pretest

  2. Memberikan kuisioner untuk mengetahui respon belajar Biologi siswa pada awal siklus.

  3. Guru menjelaskan secara singkat proses pembelajaran yang akan dilakukan

  4. Guru mengajak siswa untuk masuk ke dalam kelompok yang telah ditentukan

  5. Guru menyajikan pelajaran secara singkat mengenai gambaran umum materi yang akan dipelajari

  6. Belajar dengan menggunakan permainan ular tangga Setelah siswa masuk ke dalam kelompok besar dan sudah menentukan kelompok bermain, maka permainan dimulai selama waktu yang telah ditentukan oleh peneliti yang bertindak sebagai peneliti.

  7. Setelah murid selesai melakukan pembelajaran, guru memberikan penguatan kepada siswa dengan memberikan apresiasi karena siswa telah melakukan pembelajaran dengan baik.

  8. Guru menyuruh siswa untuk belajar dirumah terkait materi yang telah dipelajari lewat permainan ular tangga.

  • Pertemuan II

  1. Guru menyajikan pelajaran secara singkat mengenai materi yang akan dipelajari

  2. Belajar dengan menggunakan permainan ular tangga Karena siswa telah mengetahui kelompok besar, guru mengajak siswa untuk bermain ular tangga.

  3. Guru memberikan apresiasi verbal dan nonverbal kepada siswa karena telah melakukan pembelajaran dengan menggunakan permainan ular tangga.

  4. Diakhir pembelajaran, guru memberikan Post Test I kepada siswa untuk mengetahui kemampuan akhir siswa. Selain itu, guru juga memberikan angket kepada masing masing siswa.

b. Siklus II

  • Pertemuan III

  1. Guru memberikan penyajian tentang pembelajaran yang akan berlangsung.

  2. Guru menginstruksikan siswa untuk masuk ke dalam kelompok besar untuk melakukan permainan ular tangga.

  3. Dalam permainan ular tangga akan tetapi ada sedikit perbedaan, diantaranya adalah soal soal yag disisipkan diacak sendiri oleh para murid agar tingkat kesukarannya merata.

  4. Siswa diajak untuk keluar kelas agar dalam melakukan permainan lebih menyenangkan. Setelah sampai diluar kelas, guru membimbing siswa agar masuk ke dalam kelompok yang telah terbentuk

  5. Penghargaan terhadap tim yang telah selesai lebih dahulu untuk memenangkan permainan ular tangga. Setelah selesai melakukan permainan, peneliti menyuruh siswa untuk masuk ke dalam kelas.

  6. Guru meminta siswa untuk mengerjakan soal Post Test II.

  7. Guru meminta siswa untuk mengisi kuisioner untuk mengetahui respon siswa dalam hal belajar Biologi setelah menggunakan media permainan ular tangga.

  3. Observasi

  Pada tahap observasi, peneliti menunjuk teman sejawat sebagai observer untuk menilai keaktifan siswa melalui lembar observasi keaktifan siswa.

  Observer dilakukan pada saat siswa melakukan permainan ular tangga. Masing masing siswa diberikan name tag berupa nomor absen. Observer yang diminta bantuannya oleh peneliti sebanyak 4 orang dan masuk ke dalam 4 kelompok besar. Satu observer mengamati sebanyak 7-8 orang siswa.

  4. Refleksi

  Pada tahap refleksi, data yang diperoleh dari akhir siklus dianalisis dan digunakan sebagai refleksi dari pelaksanaan tindakan pada silus tersebut.

  Hasil refleksi kemudian digunakan sebagai pertimbangan untuk memperbaiki atau menyempurnakan perencanaan tindakan pada siklus berikutnya.

F. Data dan Cara Pengumpulan Data

  Data dari penelitian ini merupakan data kuantitatif yang diperoleh selama masing-masing siklus. Jenis data, cara pengambilan data, serta sumber data diuraikan pada tabel berikut.

Tabel 3.1. Jenis dan cara pengumpulan data

  Cara analisis Alat pengambilan Sumber Jenis data data data data Kuantitatif

  1. Hasil belajar Tes

  2. Keaktifan siswa Lembar Observasi Analisis Siswa

  3. Respon Siswa Kuisioner kuantitatif

  1. Tes Tes yang digunakan untuk pengambilan data kuantitatif berupa soal- soal pilihan ganda dan isian singkat. Dalam penyusunannya, peneliti menggunakan pedoman validitas isi. Validitas isi berkenaan dengan kesanggupan suatu alat penilaian dalam mengungkapkan isi yang seharusnya (Sudjana, 1989 : 13). Di dalam penyusunan soal-soal tes, perlu dimintakan pendapat dari ahli bidang studi (expert judgement) untuk menelaah apakah soal yang disusun layak atau tidak untuk digunakan. Dalam penlitian ini, peneliti meminta expert judgement dari dosen pembimbing skripsi dan guru Biologi kelas X-F SMA N 11 Yogyakarta.

  Test yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari Pre Test, Post Test I dan Post Test II. Soal Pre Test berupa Pilihan Ganda dan isian singkat yang diberikan kepada siswa pada pertemuan I. Soal Post Test I siklus I merupakan soal yang diberikan diakhir siklus I untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa setelah dilakukannya pembelajaran dengan menggunakan media permainan ular tangga. Begitu pula dengan soal Post Test II merupakan perbaikan dari siklus I yang diadakan pada siklus II.

  2. Lembar Observasi Keaktifan Siswa Tingkah laku siswa individu maupun proses pembelajaran dapat diukur dengan menggunakan observasi atau pengamatan terhadap hal-hal yang terjadi dalam proses pembelajaran (Sudjana, 1989 : 84). Dalam penelitian kali ini, observasi dilakukan untuk mengetahui tingkat keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Data ini kemudian digunakan sebagai bahan analisis apakah keaktifan siswa meningkat untuk belajar dengan pemanfaatan media permainan ular tangga. Untuk mengukur Aktivitas Siswa, digunakan panduan objek yang akan diobservasi sebagai berikut : 1) Perhatian siswa akan penjelasan guru. 2) Keterampilan siswa dalam permainan ular tangga. 3) Siswa berani mengutarakan pendapat kepada kelompok bermain. 4) Partisipasi siswa dalam melakukan permainan ular tangga. 5) Siswa berani mempresentasikan jawaban hasil diskusi kelompok bermain.

  6) Ketelitian siswa dalam mengikuti jalannya permainan ular tangga. 7) Siswa menghargai presentasi dari kelompok lain. 8) Siswa berani mengambil keputusan dari diskusi kelompok permainan ular tangga.

  9) Ketertarikan siswa akan metode pembelajaran 10) Ketertarikan siswa akan materi pelajaran.

  3. Kuisioner/ Angket Kuisioner adalah sebuah alat bantu yang praktis dan hemat waktu untuk memperoleh data penelitian. Tujuan penggunaan kuisioner/ angket dalam proses pembelajaran menurut Sudjana (1989: 72) ada 3, meliputi : a) Memperoleh data mengenai latar belakang siswa untuk bahan analisis tingkah laku hasil dan proses belajarnya b) Memperoleh data mengenai hasil belajar dan proses belajar siswa c) Memperoleh data sebagai bahan dalam menyusun kurikulum dan program belajar mengajar Dalam penelitian ini, peneliti membuat kuisioner yang diberikan kepada siswa untuk mencapai tujuan poin b. Secara khusus kuisioner digunakan untuk mendapatkan data dari siswa tentang respon siswa setelah dilakukannya pembelajaran dengan menggunakan media permainan ular tangga. Kuisioner dibuat untuk memudahkan objek karena didalamnya terdapat pernyataan- pernyataan yang dibuat oleh peneliti sesuai dengan objek yang diinginkan.

  G. Instrumen Penelitian

  Dalam penelitian ini, digunakan 2 jenis instrumen meliputi instrumen pembelajaran dan instrumen pengumpulan data.

  1. Instrumen pembelajaran Instrumen pembelajaran meliputi :

  a) Silabus Biologi Kelas X-F Semester Ganjil

  b) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Pertemuan I, II dan III)

  2. Instrumen pengumpulan data Instrumen pengumpulan data digunakan untuk mengambil data yang digunakan untuk membuktikan hipotesis awal. Instrumen pengumpulan data meliputi : a) Soal pretest, soal postest Siklus I dan soal postest siklus II.

  b) Instrumen Observasi Aktivitas siswa

  c) Kuisioner/ Angket

  H. Teknik Analisa Data

  1. Tes Di dalam analisis data, peneliti membandingkan nilai awal siswa saat Pre Test dengan nilai Post Test di setiap akhir siklus. Langkah-langkah yang dilakukan dalam analisis hasil tes adalah sebagai berikut : a) Pemberian skor Skor untuk setiap jawaban benar adalah 1. b) Penilaian Penilaian diberikan dalam rentang 0-100, adapun perhitungan nilai siswa adalah sebagai berikut : x 100

  c) Analisis ketuntasan Nilai yang diperoleh siswa dari tes kemudian dibandingkan dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) 75. Jika nilai siswa < 75, maka siswa dikatakan tidak tuntas, dan apabila nilai siswa ≥ 75, maka siswa dikatakan tuntas.

  d) Uji Signifikan Nilai yang diperoleh pada setiap tes kemudian dibandingkan satu dengan yang lain. Dalam penelitian ini, pertama kali nilai Pre Test dibandingkan dengan nilai Post Test siklus I, kemudian nilai Post Test siklus I dibandingkan dengan nilai post-tes siklus II. Kemudian perbedaan hasil yang diperoleh dari perbandingan hasil tiap-tiap tes diuji t dengan taraf nyata 0,05 untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil yang cukup signifikan.

  2. Lembar Observasi Aktivitas Siswa Analisis data dilakukan secara induktif, dimana fakta-fakta yang terjadi di lapangan kemudian digeneralisir untuk mendapatkan sebuah kesimpulan.

  (Margono, 2007 : 39) Langkah-langkah yang dilakukan untuk menganalisa Lembar observasi Aktivitas siswa adalah sebagai berikut : a) Pemberian skor Skor diberikan berdasarkan alternatif jawaban yang diperoleh siswa.

  Dalam pemberian skor digunakan panduan sebagai berikut :

Tabel 3.2. Panduan pemberian skor Lembar Observasi Aktivitas Siswa

  Skor Alternatif Jawaban Pernyataan Positif

  Baik Sekali (BS)

  4 Baik (B)

  3 Kurang (K)

  2 SK (SK)

  1

  b) Mengkategorikan Tingkat Aktivitas Siswa Skor dari hasil observasi semua siswa akan dihitung tingkat keaktifannya dengan kriteria sebagai berikut :

Tabel 3.3. Panduan pemberian kriteria

  Kriteria

  Baik Sekali (BS) 31 - 40 Baik (B) 21 - 30 Kurang (K) 1 - 20 Sangat Kurang (SK) 1 – 10

  c) Menghitung prosentase Aktivitas siswa Instrumen yang telah diisi oleh siswa kemudian dicari skor keseluruhannya sehingga diperoleh data skor setiap siswa. Skor tiap siswa ini nantinya akan menentukan keaktifan siswa secara klasikal.

  Untuk menentukan keaktifan siswa secara klasikal adalah sebagai berikut : d) Menarik kesimpulan / verifikasi Setelah data terkumpul, langkah selanjutnya adalah menyusun kesimpulan sementara (tentatif) pada awal siklus. Ketika diperoleh data-data baru yang didapat dari hasil observasi pelaksanaan siklus I dan siklus II, dilakukan proses verifikasi data dan peer-debriefing.

  Verifikasi data dan peer debriefing dari teman sejawat dilakukan untuk menarik kesimpulan akhir mengenai tingkat Keaktifan siswa selama proses pembelajaran.

  3. Kuisioner Dalam menganalisis data yang diperoleh dari hasil kuisioner, langkah- langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut : a. Pemberian Skor

  Kuisioner yang telah diisi oleh observer, kemudian diberi skor dengan paduan skor sebagai berikut :

Tabel 3.4. Panduan pemberian skor Kuisioner

  Skor Alternatif Jawaban Pernyataan Positif

  Sangat Setuju (SS)

  4 Setuju (S)

  3 Tidak Setuju (TS)

  2 Sangat Tidak Setuju (STS)

  1

  b. Mengkategorikan Jumlah Total Tiap Item Skor dari kuisioner tiap item semuanya dijumlah, lalu dilihat tingkat kriterianya sebagai berikut :

Tabel 3.5. Panduan Kriteria Kuisioner

  Kriteria

  Baik Sekali (BS) 88 - 116 Baik (B) 59 - 87 Kurang (K) 30 - 58 Sangat Kurang (SK) 1 - 29 Setelah didapatkan hasil tiap item untuk semua siswa, maka hasil tersebut dijumlahkan semuanya dan dapat dilihat dengan kriteria sebagai berikut :

Tabel 3.6. Panduan Kriteria Total Kuisioner

  Kriteria

  Baik Sekali (BS) 784 - 1044 Baik (B) 523 - 783 Kurang (K) 262 - 522 Sangat Kurang (SK) 29 - 261

  4. Analisa data keseluruhan Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi data kuantatif, oleh karena itu perlu dilakukan analisa data lebih lanjut untuk bisa mengambil kesimpulan dari hasil penelitian ini.

  Setelah semua data terkumpul, dan dilakukan pengujian, kita bandingkan hasilnya sebelum pelaksanaan pembelajaran dengan permainan ular tangga dan sesudah pelaksanaan dengan permainan ular tangga.

I. Indikator Keberhasilan Penelitian

  Indikator yang ingin dicapai dalam penelitian ini dijelaskan dalam tabel berikut :

Tabel 3.7 Indikator keberhasilan penelitian

  

No Variabel Data Instrumen

  1 Hasil belajar kognitif 70 % siswa dapat memenuhi KKM

  75 Tes

  2 Keaktifan siswa 75 % siswa memiliki keaktifan yang tinggi selama pembelajaran Lembar Observasi Keaktifan siswa

  3 Respon dan Tanggapan Siswa

  75% Respon dan tanggapan siswa memiliki kriteria baik Kuisioner

  J. Tim Penelitian

  Penelitian ini beranggotakan peneliti sebagai pelaksana penelitian dan guru kelas dan 4 orang mahasiswa sebagai observer.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Tiap Siklus Hasil penelitian ini akan dideskripsikan berdasarkan permasalahan yang

  dikemukakan dalam rumusan masalah, yaitu tentang pemanfaatan media permainan ular tangga pada mata pelajaran Biologi materi Filum Chordata untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X-F SMA N 11 Yogyakarta. Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil tes, kuesioner/ angket, dan lembar observasi keaktifan siswa. Penelitian dilaksanakan sebanyak 2 siklus dan data dalam penelitian ini diperoleh dari Pre Test, Post Test I dan Post test II. Dalam pembelajaran untuk dua siklus, terdapat satu kali pretest dan dua kali post tes. Hal ini dilakukan atas beberapa pertimbangan diantaranya untuk mempersingkat waktu pada saat penelitian. Masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data hasil penelitian yang diperoleh dan dianalisa adalah data mengenai hasil belajar pada materi Filum Chordata dan Keaktifan siswa dalam pembelajaran setelah dilakukannya penerapan media permainan ular tangga dalam pembelajaran untuk siswa kelas X-F SMA N 11 Yogyakarta.

1. Hasil Siklus I

  Untuk pelaksaan siklus I, dilakukan sebanyak dua kali pertemuan. Adapun pelaksanaan siklus I adalah sebagai berikut : a. Perencanaan

  1) Membuat RPP dan Silabus

  2) Membuat lembar observasi Keaktifan siswa 3) Menyusun kuisioner mengenai respon dan tanggapan siswa terhadap pembelajaran 4) Membuat media permainan ular tangga dan membuat soal-soal yang berkaitan dengan materi Filum Chordata 5) Membuat soal-soal Pre test dan Post test I

  b. Pelaksanaan Dalam pelaksanaan pembelajaran, peneliti dibantu oleh teman sejawat untuk membantu dalam melakukan observasi. Berikut adalah pembelajaran yang dilaksanakan pada siklus I : 1) Kegiatan awal pembelajaran

  a) Mengkondisikan kelas apakah kelas sudah siap untuk dilaksanakannya pembelajaran. Sebelum dilakukannya pembelajaran, peneliti menunjuk ketua kelas untuk memimpin doa sebelum memulai pelajaran.

  b) Absensi Setelah selesai berdoa peneliti mengabsen siswa apakah ada siswa yang tidak hadir pada saat pembelajaran.

  c) Apersepsi Kegiatan ini dilakukan oleh peneliti untuk mengajak siswa untuk masuk ke dalam pembelajaran.

  d) Pre Test dan Kuisioner

  Untuk dua siklus, peneliti hanya melakukan satu kali Pre Test, dan Pre Test dilakukan pada pertemuan I. Pre Test dilakukan adalah untuk mengukur kemampuan awal siswa sebelum dilakukannya pembelajaran. Selain mengadakan Pre Test, peneliti juga membagikan kuisioner kepada siswa guna mengetahui respon awal siswa sebelum dilakukannya pembelajaran dengan menggunakan media permainan ular tangga. Kuisioner dibagikan ketika di awal dan diakhir siklus I.

  2) Kegiatan inti pembelajaran Dalam pelaksanaanya, pembelajaran memanfaatkan media permainan ular tangga dengan tahapan sebagai berikut : a) Pertemuan I Pertemuan I diadakan pada hari Jumat, tanggal 27 April 2012.

  Di dalam kelas, ada 29 siswa yang hadir. Jalannya pembelajaran adalah sebagai berikut :  Peneliti membagi siswa menjadi 4 kelompok besar. Peneliti memberikan instruksi kepada seluruh siswa untuk membentuk 4 kelompok besar dengan bebas memilih siapapun anggota kelompoknya.

   Apabila sudah terbentuk 4 kelompok besar, peneliti membagi lagi masing-masing kelompok besar tersebut menjadi 3 kelompok bermain.

   Setelah masing-masing kelompok besar sudah terbentuk kelompok bermain, maka peneliti memberikan 1 set media permainan ular tangga. (Lampiran 3.3.)  Setelah masing-masing kelompok mendapatkan media permainan ular tangga, peneliti memberikan peraturan dan tata cara bermain di depan kelas dan siswa memperhatikan. Setelah peneliti selesai memberikan peraturan dan tata cara bermain, maka peneliti menginstruksikan kepada siswa untuk memulai jalannya permainan ular tangga. Permainan ular tangga dilakukan di dalam kelas X-F.

   Pada saat kelompok melakukan permainan, terlihat anak- anak sedikit bingung dan terlihat malu-malu. Hal ini terjadi menurut peneliti dikarenakan siswa masih belum terbiasa belajar sambil bermain. Kebingungan terlihat pada saat ada salah satu siswa bertanya tangga itu naik atau turun dan kalau ular itu turun atau naik. Peneliti memberikan masukan kepada siswa tersebut dan siswa tersebut pun bisa menerima masukan dari peneliti. Kecenderungan siswa untuk bertanya kapan harus mengambil soal pertanyaan pun sering terjadi. Maka peneliti menginstruksikan seluruh siswa untuk menghentikan jalannya permainan untuk memperhatikan peneliti yang akan memberikan masukan bahwa apabila berhenti di kotak yang berwarna, maka harus mengambil soal sesuai dengan warna pada kotak tersebut. Maka siswa pun sedikit bisa menerima dan melanjutkan permainan. Permainan berjalan lambat karena siswa belum terbiasa. Akan tetapi, apabila untuk menjawab pertanyaan yang didapatkan pada saat bermain ular tangga, anak-anak antusias dengan mendiskusikan jawaban dengan teman kelompoknya dan mencari jawabannya di buku Acuan pengayaan dan di Buku Paket.

  b) Pertemuan II Pertemuan II dilaksanakan pada hari Jumat, 4 Mei 2012.

  Jumlah siswa yang hadir adalah sebanyak 29 siswa. Pelaksanaan pertemuan ini sama seperti pertemuan I dan pertemuan II ini pelaksanaanya adalah membahas materi tentang Kelas Amphibia dan Reptilia. Pada pertemuan II, kelompok besar dan kelompok bermain sama dengan pertemuan I.Jalannya permainan pun terjadi di dalam kelas X-

  F. Guru menginstruksikan siswa untuk masuk ke dalam kelompok yang sudah terbentuk pada pertemuan I. Setelah siswa sudah masuk ke dalam kelompok, maka peneliti membagikan 1 set permainan ular tangga pada tiap-tiap kelompok. Setelah itu, peneliti menginstruksikan kepada siswa untuk memulai permainan ular tangga. Pada pertemuan II, masih ada siswa di dalam kelompok yang bingung tentang peraturan permainan. Siswa tersebut bertanya kepada peneliti apakah apabila saya pada kotak naik, lalu saya tidak bisa menjawab apakah saya bisa naik menuju kotak selanjutnya. Peneliti memberikan masukan dan siswa merasa senang dan termotivasi lagi untuk menjawab soal dengan benar.

  c) Penguatan Pada setiap pertemuan, peneliti memberikan penguatan terkait pengetahuan siswa, ketelitian dalam bermain ular tangga dan memberikan applause karena siswa di dalam kelas telah melaksanakan pembelajaran dengan media permainan ular tangga dengan tertib dan sesuai dengan aturan main yang telah disepakati sebelumnya.

  3) Kegiatan akhir pembelajaran Di akhir pembelajaran pada pertemuan I guru hanya memberikan penguatan dan menginstruksikan siswa untuk membaca kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan I. Sedangkan untuk diakhir pembelajaran pada pertemuan II, peneliti memberikan post test untuk mengetahui hasil dari pembelajaran dengan menggunakan media permainan ular tangga terkait materi Kelas Pisces, Amphibia dan Reptilia. Selain itu, diakhir pertemuan II pada siklus I, peneliti membagikan kuisioner yang berguna untuk melakukan penilaian tentang respon dan tanggapan siswa setelah diterapkannya pembelajaran dengan menggunakan media permainan ular tangga.

  c. Observasi Hasil observasi pada siklus I adalah sebagai berikut : Observer yang dipercaya untuk melakukan observasi adalah teman sejawat peneliti. Pada siklus I, ada 4 observer yang melakukan observasi dan masing-masing observer masuk ke dalam 1 kelompok besar dalam permainan ular tangga. Jadi, untuk 1 observer melakukan observasi aktivitas 7-8 siswa. Observasi ini bertujuan untuk mengetahui seberapa aktif siswa dalam melakukan permainan ular tangga.

  d. Refleksi Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh observer, terdapat beberapa kekurangan. Diantaranya adalah siswa masih sedikit bingung dalam melakukan permainan pada siklus I. Hal ini menjadi catatan bagi peneliti untuk dapat memberikan gambaran yang lebih jelas terkait tata cara permainan ular tangga. Disamping adanya kekurangan, dalam pelaksanaan siklus I pun terdapat kelebihan, dimana observer mengatakan siswa dapat belajar sambil bermain dan siswa merasa senang dengan pembelajaran dengan adanya media permainan ular tangga.

  Kekurangan yang terjadi pada siklus I menjadi acuan bagi peneliti untuk melakukan perbaikan di siklus II dengan memberikan gambaran permainan ular tangga sebelum permainan dimulai dalam pembelajaran supaya siswa dalam mengikuti jalannya permainan melaksanakan permainan dengan baik. Dengan adanya keterlibatan siswa dalam melakukan permainan, diharapkan materi yang disisipkan dalam permainan tersebut akan mudah dipahami oleh siswa.

2. Hasil Siklus II

  a. Perencanaan 1) Membuat RPP dan Silabus Siklus II 2) Membuat lembar observasi aktivitas siswa 3) Membuat pertanyaan terkait materi yang akan dibahas pada siklus

  II yaitu tentang materi Kelas Aves dan Mamalia 4) Menyusun kuisioner mengenai respon dan tanggapan siswa terhadap pembelajaran 5) Membuat soal Post test II.

  b. Pelaksanaan Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II adalah merupakan perbaikan pada siklus I. Adapun prosedur pembelajaran yang akan ditempuh adalah sebagai berikut : 1) Kegiatan Awal pembelajaran

  a) Mengkondisikan kelas apakah kelas sudah siap untuk dilaksanakannya pembelajaran. b) Dikarenakan pembelajaran dilaksanakan pada jam pertama, peneliti mengawali kegiatan pembelajaran dengan mengajak seluruh siswa berdoa.

  c) Absensi Peneliti mengabsen siswa apakah ada siswa yang tidak hadir pada saat pembelajaran.

  d) Apersepsi Kegiatan ini dilakukan oleh peneliti untuk mengajak siswa untuk masuk ke dalam pembelajaran. Apersepsi dilakukan peneliti dengan bertanya kepada siswa pernahkah kalian melihat ayam dan kambing, apakah perbedaan masing masing keduanya. Lalu guru mengajak siswa untuk masuk kepada inti pembelajaran.

  2) Kegiatan Inti Pembelajaran

  a) Pertemuan III Kegiatan ini sama seperti pada siklus I dimana anak-anak diajak untuk belajar sambil bermain ular tangga. Pada inti pembelajaran kali ini, peneliti menekankan kembali cara bermain ular tangga dan mengacak pertanyaan yang akan disisipkan ke dalam permainan ular tangga. Materi yang disisipkan ke dalam permainan ular tangga adalah materi Kelas Aves dan Mamalia. Untuk menambah daya tarik siswa dalam melakukan pembelajaran, pada saat bermain ular tangga, siswa diajak ke Aula agar lebih luas dan mudah untuk melakukan permainan. Urut urutan inti pembelajaran adalah sebagai berikut :  Peneliti mengubah kelompok besar dengan kelompok besar yang sudah peneliti tentukan sebelumnya. Peneliti menunjuk masing-masing siswa masuk ke dalam kelompok besar dengan memanggil nama siswa satu per satu. Setelah kelompok besar terbentuk sebanyak 4 kelompok, peneliti pun menginstruksikan kepada kelompok besar tersebut untuk menentukan 3 kelompok bermain.

   Setelah terbentuk 4 kelompok besar dan didalam kelompok besar tersebut pun terbentuk kelompok bermain. Setelah siswa berada di kelompok bermain, peneliti menekankan kembali penjelasan tentang jalannya pernmainan ular tangga. Setelah itu, peneliti mengajak siswa untuk pergi ke Luar kelas, tepatnya di Aula Boedi Oetomo agar jalannya permainan lebih mengasikan. Setelah berada di Aula, peneliti membagikan 1 set permainan ulat tangga kepada masing masing kelompok besar.

   Peneliti menginstruksikan dimulainya permainan ular tangga. Jalannya permainan pada siklus II lebih baik dari siklus I. Hal ini terlihat dari aktivitas kelompok yang antusias dalam melakukan permainan ular tangga. Apabila salah satu kelompok bermain mendapatkan soal pertanyaan, anggota kelompok bermain berdiskusi dan mencari jawaban yang tepat dari pertanyaan tersebut. Selain aktivitas berdiskusi, aktivitas lainnya seperti menghargai jawaban dari kelompok bermain pun terlihat dengan kelompok lain memperhatikan raut wajah pada saat mempresentasikan jawaban dari pertanyaan permainan ular tangga. Menurut peneliti, hal ini terjadi dikarenakan suasana berada di luar kelas lebih kondusif apabila diadakannya pembelajaran sambil bermain. Aktivitas anak-anak tidak dibatasi oleh peneliti karena pada saat permainan berlangsung di dalam kelas, aktifitas anak-anak dibatasi karena anak-anak biasanya ribut pada saat melakukan permainan di dalam kelas.

   Setelah peneliti mengisntruksikan bahwa waktu melakukan permainan sudah habis, peneliti mengajak siswa masuk kembali ke dalam kelas.

  b) Apresiasi Setelah sampai di dalam kelas, peneliti memberikan apresiasi kepada siswa dengan memberikan applause karena seluruh siswa telah melakukan pembelajaran dengan baik.

  3) Kegiatan Akhir Pembelajaran Kegiatan akhir pembelajaran adalah peneliti memberikan motivasi kepada siswa dan mengadakan post test untuk siklus II dengan tujuan untuk melihat kemampuan siswa setelah melakukan pembelajaran dengan menggunakan media permainan ular tangga.

  Selain itu, peneliti juga membagikan kuisioner untuk melihat apakah adanya peningkatan atau penurunan respon dan tanggapan siswa setelah dilakukannya pembelajaran dengan menggunakan media permainan ular tangga.

  c. Observasi Observasi pada siklus II ini sama seperti pada siklus I dimana para observer menilai Keaktifan siswa melalui lembar observasi Keaktifan yang peneliti berikan. Para observer pun adalah teman sejawat dari peneliti dan sudah diberikan pelatihan untuk mengobservasi siswa kelas X-F.

  d. Refleksi Refleksi yang dapat disimpulkan adalah dimana jalannya permainan pada siklus II lebih baik karena peneliti memberikan pengulangan istruksi jalannya permainan dan hasilnya pun terlihat berbeda dimana pada siklus I siswa masih terlihat bingung. Sementara pada jalannya permainan di Siklus II, pada saat permainan berlangsung sudah tidak ada pertanyaan lagi terkait peraturan dalam permainan ular tangga. Jalannya permainan pada siklus II pun terlihat lebih mengasikan dikarenakan pembelajaran terjadi di luar kelas. Hal ini membuat siswa merasa senang dan aktivitas mereka tidak dibatasi oleh peneliti. Permainan yang disisipkan dalam pembelajaran pun terlihat baik karena selain siswa tidak bosan, mereka pun bisa saling berinteraksi antara siswa untuk mengemukakan pendapatnya.

B. Hasil Penelitian dan Analisa Data

1. Hasil Penilaian Siklus I dan II

  a. Hasil Penilaian Pretest

  Hasil nilai Pre Test siswa terdapat pada lampiran 4.2. Berdasarkan data pada lampiran tersebut, nilai rata-rata Pre Test adalah 71,92. Ada 15 Siswa yang memiliki nilai di atas 75 dan 14 siswa memiliki nilai di bawah 75. Prosentase ketuntasan siswa pada Pre Test hanya 51% siswa yang memiliki nilai di atas 75.

  b. Hasil Penilaian Post Test siklus I

  Hasil dari Post Test Siklus I, dapat dilihat pada lampiran 4.2. Dari hasil tersebut, didapatkan nilai rata-rata Post Test I adalah 80,56. Hal ini dapat disimpulkan adanya peningkatan hasil rata-rata dari hasil Pre Test yaitu 71,92 menjadi 80,56 dari 29 siswa. Untuk Nilai Post Test I didapatkan 21 siswa dari 29 siswa yang mengikuti Post Test I memiliki nilai di atas KKM dan hanya 8 siswa yang memiliki nilai di bawah KKM.

  c. Hasil Penilaian Post Test siklus II

  Hasil Nilai Pre Test II dapat dilihat pada lampiran 4.2. Berdasarkan data di atas, sudah terlihat bahwa pada siklus II, didapatkan nilai rata-rata adalah 93,78. Siswa yang memenuhi kriteria KKM ada 28 siswa dari total siswa berjumlah 29 dan hanya 1 siswa yang memiliki nilai di bawah KKM..

  Dengan demikian, pada akhir siklus II didapatkan prosentase ketuntasan sebesar 96,5% siswa sudah memenuhi KKM yang ditetapkan oleh sekolah yaitu 75. Selain itu, dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan nilai dari hasil Post Test I 80,56 menjadi 93,78 untuk Post Test II.

  d. Hasil Observasi Aktivitas Siswa tiap Pertemuan

  Dari 10 Kriteria yang buat oleh peneliti, secara keseluruhan, penilain dari observer terkait keaktifan siswa yang dilakukan pada siklus I dan II.

  Secara keseluruhan, data yang didapatkan oleh observer dan oleh peneliti data tersebut dilakukan penilaian yang terdapat pada lampiran 4.1. Peneliti melakukan penilaian dengan menggunakan penilaian aktivitas siswa secara klasikal. Setelah peneliti melakukan penilaian siswa secara klasikal, didapatkan data sebagai berikut :

Tabel 4.1. Analisa Keaktifan siswa

  Kategori Tingkat Keaktifan Siswa Keaktifan Baik Baik Kurang Sangat Klasikal *) Sekali Kurang (BS+B)

  16

  9

  4 - Frekuensi

  25 Pertemuan I Prosentase 55,17% 31,03 13,7% 0% 86,2%

  (Siklus I) %

  Pertemuan Frekuensi

  19

  9

  1 28 -

  II Prosentase 65,51% 31,03 3,44% 0% 96,5% (Siklus I)

  % Pertemuan

  27

  2 - - Frekuensi

  29 III Prosentase 93,1% 6,89% 0% 0% 100%

  (Siklus II) Keterangan :

  • ) Keaktifan Klasikal : Kriteria Baik Sekali + Kriteria Baik Dari tabel 4.1. menunjukan bahwa pada tiap pertemuan memiliki penaikan tingkat aktivitas siswa. Dengan menggunakan media permainan ular tangga membuat siswa menjadi lebih aktif untuk melakukan pembelajaran lewat berdiskusi, mengemukakan pendapat, dan mengomentari jawaban di dalam kelompok bermain dari kelompok lain. Pada pertemuan I untuk siklus I, sudah terlihat aktivitas klasikal siswa yaitu sebesar 86,2%. Untuk siklus I pertemuan II pun terlihat peningkatan aktivitas klasikal siswa dari 86,2% menjadi 96,5%.

  Sedangkan peningkatan pada siklus II jika dibandingkan dengan siklus I pertemuan II, Aktivitas klasikal siswa meningkat dari 96,5% menjadi 100%.

  Peningkatan ini terjadi dikarenakan pada siklus II dilakukannya treatment yang berbeda dengan siklus I. Untuk siklus II dilakukannya treatment dengan melakukan permainan ular tangga di luar kelas sehingga siswa memiliki ruang gerak yang lebih besar jika dibandingkan dengan melakukan permainan di dalam kelas dan tidak terbatasnya kegiatan berdiskusi dan mengemukakan jawaban. Selain itu, aktivitas siswa apabila dibawa di luar kelas merasa lebih nyaman karena siswa merasa suasana yang tidak membuat jenuh.

  e. Hasil Penilaian Angket Siswa Untuk tanggapan siswa akan pembelajaran dengan menggunakan media permainan ular tangga, peneliti menggunakan angket. Penilaian angket secara keseluruhan pada tiap siklusnya dapat diluhat pada lampiran 4.3. Angket tersebut diisikan oleh siswa sebelum dan sesudah diadakannya pembelajaran.

  Angket sebelum pelaksanaan pembelajaran dibagikan pada saat sebelum pelaksanaan siklus I dan sesudah pelaksanaan siklus I pun diberikan angket kepada siswa. Untuk siklus II, angket hanya diberikan pada akhir siklus guna mengetahui apakah ada penaikan respon siswa pada siklus I ke siklus II.

  Untuk melihat hasil dari angket siswa, adalah sebagai berikut :

Tabel 4.2. Data Agket mengenai respon dan tanggapan siswa

  ∑ Nilai rata-rata Pelaksanaan Total Pengambilan Seluruh data Item Item

  1

  2

  3

  

4

  5

  6

  7

  8

  9

  79

  81

  80

  

66

  87

  93

  88

  87

  91 Sebelum Siklus I

  752

  B B B B B BS BS B BS Kriteria

  B

  88

  91

  90

  

71

  89

  99

  94

  99

  98 Setelah Siklus I

  819

  BS BS BS B BS BS BS BS BS Kriteria

  BS

  91

  91

  88

  

72

89 103 100

  98

  97 Setelah siklus II

  829

  BS BS BS B BS BS BS BS BS Kriteria

  BS

Tabel 4.3. Kriteria Penilaian angket respon siswa terkait pembelajaran

  Kriteria per item Kriteria total seluruh item Baik Sekali (BS) 88 – 116 Baik Sekali (BS) 784 - 1044 Baik (B) 59 – 87 Baik (B) 523 - 783 Kurang (K) 30 – 58 Kurang (K) 262 - 522 Sangat Kurang (SK) 1 – 29 Sangat Kurang (SK) 29 - 261

  Dari data pada Tabel 4.2., untuk sebelum pelaksanaan siklus I, rata-rata kriterianya adalah baik, karena ada 6 item yang memiliki kriteria baik dan hanya 3 item yang memiliki kriteria sangat baik. Item yang memiliki kriteria baik sekali adalah item 6 (kegiatan pembelajaran yang diberikan oleh guru terasa menyenangkan), item 7 (siswa lebih mudah memahami materi pelajaran), dan item 9 (siswa menjadi tertarik untuk belajar biologi). Pada item tersebut memiliki kriteria baik sekali dimungkinkan karena guru yang mengampu mata pelajaran Biologi memiliki kompetensi dalam mengajar dan siswa menganggap penyampaian guru tentang materi sudah cukup baik sehingga memungkinkan siswa memahami materi pelajaran. Setelah pelaksanaan siklus I dengan menggunakan media permainan ular tangga dalam pembelajaran, terjadi peningkatan kriteria rata - rata menjadi memiliki kriteria baik sekali, karena hanya 1 item saja yang memiliki kriteria baik yaitu pada item 4 (siswa belajar terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan pembelajaran). Setelah pelaksanaan siklus II, tidak jauh berbeda dengan setelah pelaksanaan siklus I, yaitu memiliki kriteria sangat baik dan hanya 1 item saja yang memiliki kriteria baik yaitu pada item 4. Item 4 tidak terjadi peningkatan kriteria dikarenakan kemauan siswa untuk mempelajari materi kurang. Setelah ditelusuri oleh peneliti dengan cara bertanya kepada guru pamong, memang banyak siswa yang malas untuk mempelajari materi pelajaran di rumah maupun di sekolah.

  Pada sebelum pelaksanaan siklus I dan setelah pelaksanaan siklus I, secara keseluruhan terjadi peningkatan kriteria untuk item 1(siswa memahami materi yang baru saja dipelajari), 2 (siswa sanggup menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru), 3 (siswa berperan aktif dalam jalannya diskusi), 5 (siswa mendengarkan teman berbicara pada saat terdapat kegiatan presentasi) dan 8

  (siswa merasa senang dengan pembelajaran yang baru saja diberikan). Item 2, 3, 5, dan 8 terjadi peningkatan dari memiliki kriteria baik menjadi baik sekali menunjukan bahwa siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan media permainan ular tangga siswa mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru di dalam permainan, siswa aktif dalam pembelajaran lewat berdiskusi, dan siswa lebih menghargai jawaban yang diberikan teman ketika mengutarakan jawaban. Selain itu, dikarenakan adanya peningkatan kriteria untuk item 8 dari memiliki kriteria baik menjadi baik sekali, menunjukan dengan menggunakan media permainan ular tangga, pembelajaran lebih terasa menarik dan menyenangkan.

  Apabila dilihat dari jumlah rata-rata seluruh item pada tabel 4.2., sebelum pelaksanaan siklus I, jumlah rata-ratanya adalah 752 dan peneliti memberikan kriterianya adalah baik. Lalu setelah pelaksanaan siklus I, jumlah rata-rata seluruh item meningkat menjadi 819 dan memiliki kriteria baik sekali. Lalu setelah pelaksanaan siklus II, jumlah rata-rata seluruh item tidak jauh berbeda dengan setelah pelaksanaan siklus I, yaitu 829, meningkat 10 poin. Hal ini membuktikan bahwa respon siswa terkait diadakannya pembelajaran dengan menggunakan media permainan ular tangga pada siklus II tidak jauh berbeda dengan siklus I.

  Karena adanya peningkatan tersebut, dapat dikatakan bahwa setelah dilakukannya pembelajaran dengan menggunakan media permainan ular tangga pada siklus I, respon dan tanggapan siswa adalah sangat baik. Hal ini terlihat dari hasil jawaban tiap item pada kuisioner yang memiliki kriteria baik sekali meningkat dari sebelum pelaksanaan siklus I item yang memiliki kriteria baik sekali hanya ada 3 item, kemudian setelah pelaksanaan siklus I meningkat menjadi 8 item yang memiliki kriteria baik sekali.

2. Analisa Signifikan (Uji T)

  Analisis signifikan (Uji-T sampel berpasangan) digunakan untuk membuktikan kebenaran hipotesis penelitian. Hipotesis yang di uji dengan menggunakan uji-t sampel berpasangan (Paired Sampel T Test) adalah bahwa prestasi belajar biologi pada materi Filum Chordata berbeda sebelum dilakukannya pembelajaran dengan menggunakan media permainan ular tangga dan sesudah dilakukannya permainan ular tangga.

  Hasil Test yang akan dianalisis signifikansinya adalah Pre Test - Post Test I dan Post Test I - Post Test II. Untuk membantu peneliti dalam analisis Uji-T peneliti menggunakan SPSS 16. Berikut adalah hasil dari uji T : 1) Pre Test dengan Post Test I

Tabel 4.4. Paired Samples Statistic Pre Test dengan Post Test I

  Std. Error Mean N Std. Deviation Mean POSTTEST1

  80.5683 29 9.96939 1.85127 Pair 1 PRETEST 71.9266

  29 9.63204 1.78863

  Dari Tabel 4.4., diketahui bahwa selama pelaksanaan siklus I, terjadi peningkatan nilai rata-rata siswa dari 71,92 menjadi 80,56.

Tabel 4.5. Paired Samples Test

  Paired Samples Test

Paired Differences

t df

  Sig. (2- Mean tailed) Std.

  Deviation

Std. Error

Mean

95% Confidence

  Interval of the Difference Lower Upper Pair 1 POSTTES

  T1 - PRETEST 8.64172 9.24274 1.71633 5.12597 12.15747 5.035 28 .000

Tabel 4.5. digunakan untuk mengetahui apakah nilai Post Test I mengalami penaikan yang cukup signifikan dari hasil Pre Test. Untuk itu,

  digunakan panduan pengambilan keputusan sebagai berikut : a) Hipotesis : Pre Test dengan Post Test I.

  H o : Kenaikan nilai Pre Test dengan Post Test I tidak signifikan H

  1 : Kenaikan nilai Pre Test dengan Post Test I signifikan

b) Jika p (sig 2 tailed) < 0,05, maka H o ditolak

  Dari tabel 4.5., karena nilai p (sig 2 tailed) [0.000] &lt; 0,05, membuktikan adanya perbedaan Mean yang signifikan. Nilai Mean untuk Post Test I &gt; Pre Test, hal ini menunjukan adanya kenaikan yang signifikan. Maka H o ditolak dan H

  1 diterima. Jadi kenaikan nilai Pre Test dengan Post Test I signifikan.

  2) Post Test I dengan Post Test II

Tabel 4.6. Paired Samples Statistic Post Test I dengan Post Test II

  Std. Error Mean N Std. Deviation Mean Pair 1 POSTTEST2 93.7897

  29 5.24080 .97319 POSTTEST1 80.5683 29 9.96939 1.85127

  Dari tabel 4.6., diketahui bahwa setelah pelaksanaan siklus II, terjadi peningkatan nilai rata-rata siswa dari 80,56 menjadi 93,78.

Tabel 4.7. Paired Samples Test

  

Paired Samples Test

Paired Differences

95% Confidence Interval of the Difference Std. Std. Error Sig. (2-

  Mean Deviation Mean Lower Upper t df tailed) Pair 1 POSTTEST2 - 1.32214 11.46263 2.12856 8.86123 17.58153 6.211 28 .000 POSTTEST1 E1

  Tabel 4.7., digunakan untuk mengetahui apakah nilai Post Test II mengalami penaikan yang cukup signifikan dari hasil Post Test I. Untuk itu, digunakan panduan pengambilan keputusan sebagai berikut :

c) Hipotesis : Post Test I dengan Post Test II

  H o : Kenaikan nilai Post Test I dengan Post Test II tidak signifikan H : Kenaikan nilai Post Test I dengan Post Test II signifikan

  1

d) Jika t hitung (angka t output) > t tabel, maka H o ditolak

  Dari tabel 4.7., karena nilai p (sig 2 tailed) [0.000] &lt; 0,05, membuktikan adanya perbedaan Mean yang signifikan. Nilai Mean untuk Post Test II &gt; Post Test I, hal ini menunjukan adanya kenaikan yang signifikan. Maka H ditolak dan H diterima. Jadi kenaikan nilai

  o

  1 Post Test I dengan Post Test II signifikan.

C. Pembahasan

  Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan media permainan ular tangga, hasil belajar Biologi pada materi Filum Chordata kelas X-F SMA N 11 Yogyakarta meningkat. Hal itu menunjukkan bahwa model pembelajaran tersebut dapat diterapkan untuk membantu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

  Penerapan penggunaan media permainan ular tangga yang dilakukan oleh peneliti langsung berpengaruh kepada siswa. Hal ini terlihat dari hasil belajar siswa yang dilihat melalui test tertulis dan aktivitas mereka di dalam mengikuti pembelajaran. Akan tetapi, peneliti memerlukan 2 siklus untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Untuk lebih jelasnya akan dibahas berdasarkan : (1) peningkatan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diterapkannya penggunaan media permainan ular tangga dalam pembelajaran, (2) aktivitas siswa di dalam kelas selama proses belajar mengajar

1. Peningkatan Hasil Belajar Siswa

  Hasil belajar siswa pada siklus I, nilai Pre Test siswa dengan rata- rata 71,92 kemudian meningkat dengan hasil Post Test I dengan rata-rata

  80,56. Kemudia untuk siklus II, nilai Post Test II meningkat dengan rata- rata 93,78.Dari hasil tersebut, dapat dikatakan hasil belajar siswa yang diperoleh sebelum dan sesudah diterapkan pembelajaran menggunakan media permainan ular tangga meningkat secara signifikan. Hasil belajar siswa diuji dengan menggunakan uji statistik yang dibantu dengan SPSS 16 for Windows yaitu Paired Sample T Test (uji t). Untuk analisis hasil belajar siklus I, nilai Pre Test dengan Post Test I mendapatkan nilai p (sig 2 tailed) [0.000] &lt; 0,05, dengan demikian terdapat perbedaan nilai rata- rata kelas yang signifikan pada taraf kepercayaan 95%. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa adanya peningkatan nilai rata-rata yang cukup signifikan antara hasil test sebelum dan sesudah dilakukannya treatment. Begitu juga dengan analisis hasil belajar pada siklus II, nilai Post Test I dengan Post Test II, mendapatkan nilai p (sig 2 tailed) [0.000] &lt; 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata Post Test I dengan Post Test II yang signifikan pada taraf kepercayaan 95%.

  Meningkatnya nilai rata-rata siswa menunjukan pemahaman siswa terkait materi yang dipelajari meningkat.

  Target yang diinginkan oleh peneliti setelah dilakukannya pembelajaran dengan menggunakan media permainan ular tangga, 70% siswa memiliki nilai diatas ketuntasan minimal yaitu 75. Sebelum melakukan pembelajaran dengan menggunakan media permainan ular tangga, peneliti memberikan Pre Test. Hasil dari Pre Test tersebut, didapatkan nilai rata-rata siswa sebesar 71,92 dan hanya 15 siswa yang memiliki nilai di atas KKM 75 dan 14 siswa lainnya memiliki nilai di bawah 75. Dengan kata lain, belum ada 70 % siswa yang sudah tuntas yang sesuai dengan target yang diinginkan oleh peneliti. Setelah dilakukannya pembelajaran dengan menggunakan media permainan ular tangga pada siklus I, ternyata hasilnya lebih baik. Sebanyak 21 dari 29 siswa yang mengikuti Post Test I telah memenuhi target yaitu memiliki nilai di atas KKM 75. Begitu pula dengan siklus II, hasilnya lebih meningkat dibandingkan dengan siklus I. Pada siklus II, sebanyak 28 siswa yang memenuhi target yang telah memenuhi KKM 75. Berarti hanya 1 orang siswa yang belum memenuhi KKM 75.

  Peningkatan nilai rata-rata pada setiap siklus terjadi dikarenakan siswa terlibat langsung secara aktif di dalam proses pembelajaran.

  Keterlibatan siswa tersebut dilihat dari aktivitas siswa dalam diskusi kelompok untuk menjawab pertanyaan dalam melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan media permainan ular tangga, mempresentasikan jawaban dari pertanyaan yang ada di dalam kelompok bermain. Menurut Sudjana (1989), ada kalanya siswa tidak memahami suatu materi pelajaran atau mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas mandiri, sehingga butuh bantuan dan pendapat orang lain. Oleh karena itu, diskusi kelompok sangat diperlukan agar diperoleh hasil belajar yang lebih baik. Uraian tersebut diperkuat oleh Slavin (2005) bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep atau materi yang sulit apabila bekerjasama dan saling mendiskusikan masalah-masalah tersebut dengan temannya.

  Pembelajaran dengan media permainan ular tangga memudahkan siswa untuk memahami materi yang dipelajari karena di dalam permainan tersebut, diulas materi dalam bentuk pertanyaan yang disisipkan permainan ular tangga tersebut. Selain itu pembelajaran dengan menggunakan media permainan juga lebih menarik dan dan menyenangkan. Pendapat ini juga diperkuat di oleh Mulyati (2007) dalam jurnalnya yang mengatakan keunggulan pembelajaran di dalam permainan ular tangga dapat menciptakan suasana yang “Fun”, lebih merangsang siswa melakukan aktivitas pembelajaran individual ataupun kelompok, dapat mengembangkan kreativitas, kemandirian siswa dalam belajar, serta dapat membina tanggung jawab dan disiplin siswa.

  Dalam jurnalnya Mulyati (2007) juga menambahkan keunggulan pembelajaran dengan menggunakan permainan ular tangga adalah struktur kognitif siswa yang diperoleh sebagai hasil dari proses belajar bermakna, akan stabil dan tersusun secara relevan sehingga akan terjaga dalam ingatan. Ingatan tersebut didapatkan oleh siswa ketika siswa berdiskusi menjawab pertanyaan di dalam permainan ular tangga, ketika siswa mengutarakan jawaban hasil diskusi, dan ketika siswa mendengarkan jawaban dari kelompok lain. Hal ini terjadi terus menerus ketika siswa melakukan pembelajaran di dalam permainan ular tangga.

  Berdasarkan hasil belajar tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran dengan menggunakan media permainan ular tangga pada mata pelajaran Biologi materi Filum Chordata dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X-F SMA N 11 Yogyakarta.

2. Keaktifan Siswa

  Pembelajaran dengan menggunakan media permainan ular tangga menuntut siswa untuk aktif dalam setiap pembelajaran yang dilakukan.

  Keaktifan siswa yang diinginkan oleh peneliti minimal 70% siswa aktif di dalam setiap pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan kriteria observasi peneliti. Peneliti melihat keaktifan siswa secara klasikal dengan menggunakan prosentase keaktifan. Peningkatan keaktifan siswa diperoleh dari observasi siklus 1 dan siklus 2.

  Secara keseluruhan berdasarkan hasil observasi, terjadi peningkatan keaktifan siswa pada siklus 1 dan siklus 2. Pada siklus I untuk pertemuan I, Keaktifan siswa secara klasikal adalah 83% dan untuk pertemuan II Keaktifan siswa secara klasikal menjadi meningkat menjadi 96,5%. Untuk siklus II pada pertemuan III, keaktifan siswa secara klasikal meningkat menjadi 100 %.

  Pada pertemuan I, observer menilai keaktifan klasikal siswa sekitar 83 %. Pada pertemuan I, siswa masih terlihat bingung dan canggung dikarenakan baru pertama kalinya mencoba belajar sambil bermain. Kebingungan siswa terlihat pada saat mengawali permainan, siswa bertanya kepada peneliti kapan mengambil pertanyaan dan peneliti pun memberikan ulang instruksi tata cara bermain. Walaupun siswa merasa bingung, akan tetapi setelah peneliti memberikan instruksi ulang tata cara bermain, masing-masing kelompok bermain sudah menjalankan permainan dengan baik, dimana sudah terjadi diskusi kelompok untuk menjawab pertanyaan, dan mengemukakan jawaban hasil diskusi.

  Pada pertemuan II, observer menilai keaktifan klasikal siswa meningkat menjadi 96, 5 %. Meningkatnya nilai keaktifan klasikal siswa dikarenakan siswa sudah mulai terbiasa belajar sambil bermain ular tangga dan sudah memahami tata cara melakukan permainan ular tangga. Apabila ada anggota kelompok yang mendapatkan pertanyaan, kelompok tersebut langsung berdiskusi lalu mengutarakannya di dalam kelompok bermain.

  Pada pertemuan III, keaktifan klasikal yang dinilai oleh peneliti meningkat menjadi 100 %. Hal ini terjadi karena untuk pertemuan III siswa diajak melakukan permainan di luar kelas sehingga aktivitas siswa tidak dibatasi oleh peneliti. Selain itu belajar di luar membuat siswa tambah bersemangat dan lebih leluasa melakukan permainan ular tangga.

  Dari hasil observasi dan angket terkait respon siswa, belajar dengan menggunakan media permainan ular tangga membuat siswa lebih berani berdiskusi, mengutarakan jawaban hasil diskusi, dan menghargai jawaban dari teman di dalam kelompok bermain. Selain itu, dengan bermain sambil belajar, juga dapat menumbuhkan motivasi siswa untuk mencari jawaban yang tepat dari pertanyaan yang ada di dalam permainan ular tangga, karena pembelajaran tidak terasa membosankan bagi siswa.

  Dengan demikian, pemanfaatan media permainan ular tangga di dalam pembelajaran dapat meningkatkan keaktifan siswa berdasarkan kriteria yang diberikan oleh peneliti.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada materi Filum Chordata untuk kelas X-F SMA N 11 Yogyakarta, dapat disimpulkan bahwa :

  1. Pembelajaran dengan menggunakan media permainan ular tanggadapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa meningkat yang dilihatdari nilai pre tes dengan rata-rata 71,92 ; nilai Post Test I untuk siklus I meningkat menjadi 80,56;dan nilai Post Test II untuk siklus II 93,78. Peningkatan hasil belajar siswa signifikan dengan analisis menggunakan uji t yang telah dilakukan oleh peneliti.

  2. Siswa lebih aktif dengan diterapkannya pembelajaran dengan menggunakan media permainan ular tangga. Peningkatan keaktifan siswa berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan pada siklus I dan siklus

  II. Peningkatan tersebut adalah setelah pelaksanaan siklus I, pada pertemuan I keaktifan siswa 86,2 % dan untuk pertemuan II meningkat menjadi 96,5 %. Sementara untuk keaktifan pada siklus II pun lebih meningkat dan nilai keaktifan siswa adalah 100 %.

  3. Respon siswa terhadap penerapan pembelajaran dengan menggunakan media permainan ular tangga sangat baik terlihat pada skor rata-rata sebelum dan sesudah pelaksanaan siklus mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut adalah sebelum pelaksanaan siklus I kriteria rata-rata

  67 respon dan tanggapan siswa sebesar 752 dan memiliki kriteriabaik. Setelah pelaksanaan siklus I meningkat menjadi 819 dan memiliki kriteria Baik Sekali. Begitu juga untuk diakhir siklus II respon dan tanggapan siswa meningkat dengan nilai rata-rata 829 dan memiliki kriteria baik. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa siswa memiliki respon yang positif dengan adanya permainan ular tangga di dalam pembelajaran.

B. SARAN

1. Bagi Guru

  Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai pandangan oleh guru dalam pelaksanaan pembelajaran yang memanfaatkan keaktifan dan interaksi siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Untuk dapat melakukan kegiatan pembelajaran tersebut, guru perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut :

  a. Pembagian waktu. Sebagai seorang guru tentunya pengaturan waktu pada saat perencanaan untuk pembelajaran dengan memanfaatkan media permainan ular tangga harus benar tepat sehingga waktu dapat dimanfaatkan dengan baik.

  b. Ruangan. Sedapatmungkin guru dan siswa bekerja sama untuk mengatur tempat belajar sehingga guru maupun siswa dapat melaksanakan pembelajaran dengan nyaman.

  c. Guru tidak harus memberikan materi pada saat pembelajaran dengan menggunakan media permainan ular tangga berlangsung. Guru harus lebih memotivasi siswa untuk menggali pemahaman mereka terkait pertanyaan yang ada di dalam media permainan ular tangga tersebut.

  d. Untuk melakukan pembelajaran dengan memanfaatkan media permainan ular tangga, guru harus dapat selalu mengawasi dan mengontrol setiap siswa agar siswa dalam melakukan permainan terasa diperhatikan.

2. Bagi Peneliti Lebih Lanjut

  Hendaknya penelitian yang selanjutnya, dapat menggunakan model pem belajaran dengan menggunakan media permainan ular tangga. Hal tersebut dilakukan supaya siswa mempunyai cukup waktu untuk berinteraksi dengan teman sebaya dalam mengkontruksi pengetahuan

DAFTAR PUSTAKA

  Ahmad Rivai, Nana Sudjana. (2009). Media Pengajaran. Bandung : Sinar Baru Algesindo.

  Fajar. 2006. Peningkatan KualitasPembelajaran Materi Pengelolaan Lingkungan

  Melalui Pembelajaran Kooperatif Jigsaw dengan Pendekatanan JAS dan Penilaian Autentik di SMP N 6 Semarang. UNNES

  Hamalik, O. 1983. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. Bandung : Tarsito.

  Hastutiningsih. 2007. Peningkatan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XII IPA III SMA Negeri I Natar dengan metode inquiry . Lampung Selatan.

  Margono, S.2007. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta Mudjiono dan Moh Dimyati. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : PT.

  Rineka Cipta. Moedjiono dan Moh. Dimyati. 1992. Strategi Belajar-Mengajar. Jakarta: Depdikbud.

  Mulyati, T. 2007. Pembelajaran Ular Tangga Sebagai Salah Satu Alternatif

  Peningkatan Hasil Belajar Sejarah Siswa Kelas XI 1S SMA N 1 Musuk Semester 2 Tahun Ajaran 2007/2008. Solo : Jurnal DIDAKTIKA.

  Purwanto, 2008. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Rahmawati, I. 2010. Media Permainan Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa.

  Diambil dari http://www.dinaspendidikan-parepare.info/. Diakses tanggal 20 Februari 2012.

  Roestiyah. 1982. Masalah-Masalah Ilmu Keguruan. Jakarta : PT. Bina Aksara

  Sardiman. 2007. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : Rajawali Pers, PT. Rajagrafindo Persada

  Setyosari, P. 2010. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta : Kencana Prenada Media Group

  Siyanti D.A. 2007. Hasil Belajar dan Aktifitas Siswa dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar Berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa pada Pembelajaran Konsep Pengelolaan Lingkungan (Studi Kasus di SMP Negeri 27 Semarang). Semarang. UNES.

  Slameto, 2010. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Bandung: PT. Rineka Cipta

  Slavin, R.E. 2005. Cooperative Learning. Teori, Riset dan Praktik. Bandung : Penerbit Nusa Media

  Sudjana, N. 1989. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya

  Sudono. 2000. Sumber Belajar dan Alat Bermain. Jakarta : PT. Grafindo Sumarni, 2011. Pengembangan Media Game Pembelajaran dengan Model

  Permainan Ular Tangga Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris di SMP N 4 Tulungagung. Universitas Negeri Malang.

  Suprijono, A. 2009. Cooperative Learning, Teori dan aplikasi PAIKEM.

  Yogyakarta : Pustaka Pelajar Suwarno. 2009. Panduan Pembelajaran Biologi Kelas X SMA/MA. Jakarta :

  DEPDIKNAS, CV Karya Mandiri Nusantara Syah, M dan Kariadinata, M. 2009. Bahan Pelatihan Pembelajaran Aktif, Inovatif,

  Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM). Bandung; UIN Sunan Gunung Djati.

  Warijan, 1984. Dinamika Kelompok dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Ditjen Dikti, P2LPTK

  Winkel, W.S. 1996, Psikologi Pendidikan. Jakarta : Gramedia

  LAMPIRAN I

  1.1 Surat Permohonan Ijin Penelitian

  

1.2 Surat Keterangan Selesai Penelitian

  Lampiran 1.1.

  Lampiran 1.1. Surat Izin Penelitian

  Lampiran 1.2.

  Lampiran 1.2. Surat Keterangan Selesai Penelitian

LAMPIRAN II

2.1 Materi Pembelajaran Filum Chordata

FILUM CHORDATA

  Filum Chordata menurut Suwarno (2009 : 154-158) meliputi seluruh hewan vertebrata yang mempunyai tulang belakang dan beberapa jenis invertebrata.

  Chordata berasal dari bahasa Yunani. Chordata berarti tali. Jadi, Chordata berarti hewan yang mempunyai chorda di bagian punggung. Penggolongan hewan menjadi filum Chordata didasakan pada ciri-ciri utama filum ini yang membedakannya dengan filum yang lain.

A. Ciri – ciri Filum Chordata

  Ciri utama yang dimiliki oleh seluruh hewan yang masuk ke dalam filum Chordata adalah sebagai berikut :

  a) Pada masa embrionik mempunyai struktur notokorda, yaitu sumbu penyokong tubuh primer b) Mempunyai celah faring atau celah ingsang pada beberapa tahap selama masa perkembangannya c) Mempunyai tali syaraf yang terdapat pada bagian dorsal. Tali syaraf ini berkembang dari jaringan ectoderm yang menggulung membentuk tabung. Pada tahap perkembangannya, tali syaraf berkembang menjadi sistem syaraf pusat.

  d) Mempunyai ekor, paling tidak terdapat pada masa embrionik

B. Keragaman Filum Chordata

  Filum Chordata terdiri dari 3 subfilum, yaitu sufilum Tunicata, subfilum Cephalochordata dan subfilum Vertebrata. Saat ini, filum Chordata lebih banyak didominasi oleh subfilum Vertebrata (bertulang belakang), sedangkan hewan kordata yang tidak bertulang belakang lebih sedikit. i. Subfilum Hemichordata

  Tubuh bagian depan terdapat probocis atau belalai untuk membuat lubang pada lumpur atau pasir. Di dasar probosis terdapat leher, mengelilingi coelom, bentuk seperti krah baju. Badan (trunchus) berbentuk panjang agak pipih dan terdapat celah insang. Tubuh lunak, berbentuk silindris menyerupai cacing. Tempat hidup di laut. Chorda dorsalis hanya terdapat pada bagian anterior tubuh.

  Contoh: Balanoglossus, Cephalodiscus sp.

  ii. Subfilum Tunicata Pada tahap larva, tunikata dapat bergerak bebas, tubuhnya simetri bilateral dan berekor panjang. Larva akan melekat pada dasar perairan dan berkembang menjadi dewasa, selama proses tersebut tali syarafnya akan menghilang.

  Tunikata dewasa merupakan hewan yang melekat di dasar perairan (sesil). Mereka memiliki celah ingsang yang berguna untuk pertukaran gas dan penyerapan makanan. Contoh hewan dari subfilum ini adalah Halocynthia atau sering disebut juga hewan penyemprot laut. iii. Subfilum Cephalochordata

  Hewan yang termasuk dalam subfilum ini merupakan hewan perairan yang mempunyai tali syaraf dan notokorda yang tetap berkembang selama masa hidupnya. Mereka memiliki kemampuan berenang dan biasanya menghabiskan sebagian besar waktu hidupnya dengan membenamkan ekor ke dalam pasir di perairan yang dangkal. Pertukaran gas tidak hanya dilakukan pada celah ingsang, tetapi juga oleh permukaan tubuh. iv. Subfilum Vertebrata

  Karakteristik hewan yang tergolong dalam subfilum vertebrata adalah tulang belakang yang berfungsi sebagai sumbu penyokong tubuh sekunder yang dihasilkan dari proses penulangan sumbu penyokong tubuh primer (notokorda) selama perkembangan embrio. Subfilum Vertebrata

  a. Kelas Agnata Hewan yang termasuk kelas Agnata adalah hewan yang tidak mempunyai rahang. Hewan ini pertama kali ditemukan dalam bentuk fosil yang diidentifikasi berasal dari jaman Ordovisium (500 juta tahun yang lalu). Hewan yang termasuk kelas Agnata yang diketahui masih hidup sampai saat ini adalah ikan lamprei dan belut lendir.

  b. Kelas Placodermi Kelas Placodermi terdiri dari ikan yang memiliki rahang gantung, ikan ini hidup pada periode Devon, tetapi punah pada akhir periode tersebut. Hewan pada kelas ini mempunyai ciri khas rahang yang menggantung dan sirip yang berpasangan pada tubuhnya.

  c. Kelas Chondrichthyes

  Ciri khas dari kelas ini adalah ikan yang memiliki rangka tubuh yang tersusun atas tulang rawan.Contoh hewannya adalah ikan hiu dan ikan pari. Kelompok hewan ini merupakan vertebrata tingkat rendah yang sudah mempunyai tulang belakang dan rahang yang dapat digunakan.

  d. Kelas Osteicththyes Osteichthyes merupakan kelas yang terdiri dari ikan yang bertulang keras. Anggotanya meliputi semua jenis ikan modern yang dapat kita temui di perairan air laut maupun air tawar. Kelas Ostecththyes terdiri dari 2 kelompok yaitu kelompok ikan bertulang keras yang bernafas dengan ingsang dan kelompok tulang keras yang bernafas dengan paru-paru (Dipnoi). Ikan berparu-paru mempunyai kemampuan adaptasi yang penting untuk hidup di darat, yaitu sepasang sirip dada dan panggul yang menyerupai kaki. Sirip tersebut berfungsi untuk bergerak pada saat air mengering dengan cara merayap diatas pasir atau lumpur.

  e. Kelas Amphibia Kelas Amphibia dianggap sebagai peralihan antara makhluk air (Akuatik) dan darat (terestrial). Secara umum, hewan kelas Amphibia mempunyai ciri-ciri berikut : 1. Tubuh terdiri dari kepala, badan dan dua pasang kaki.

  Tubuh tertutup oleh kulit yang halus, licin dan basah.

  Mempunyai sepasang mata yang dibelakangnya terdapat gendang telinga.

  2. Jantung terdiri dari dua serambi dan satu bilik. Darahnya tidak berwarna dengan eritrosit berbentuk oval dan berinti.

  Amfibi termasuk hewan berdarah dingin (poikiloterm)

  3. Fertilisasi terjadi secara eksternal di dalam air. Telur yang telang dibuahi dibungkus oleh lapisan gelatin dan akan mengalami proses metamorfosis. Anggota kelas Amphibia yang masih dapat kita jumpai sekarang adalah sebagai berikut :

  1. Ordo Apoda Contonhya salamander cacing.

  2. Ordo Caudata

  Contohnya salamander

  3. Ordo Anura

  Contonya katak (Rana sp.) dan kodok (Bufo sp.)

  f. Kelas Reptilia Nenek moyang reptil diduga merupakan perkembangan dari amfibi. Karakteristik hewan kelas Reptilia adalah sebagai berikut :

  1. Memiliki kaki yang besar dan kuat untuk menopang tubuh, dan memiliki 5 jari dengan ujung bercakar

  2. Fertilisasi terjadi secara internal. Reptil menghasilkan telur amniotik yang bercangkang

  3. Memiliki kulit kering, bersisik dan bersifat impermeabel.

  Kulit ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari kekeringan.

  4. Termasuk hewan poikiloterm

  5. Jantungnya sudah tersusun dari 4 ruang

  6. Respirasi sepenuhnya dilakukan dengan menggunakan paru-paru.

  Kelas Reptilia terdiri dari 4 ordo, meliputi :

  1. Ordo Testudinata/Chelonia (Kelompok kura-kura)

  2. Ordo Squamata (Kelompok Kadal)

  

3. Ordo Loricata/Crocodila (Kelompok Buaya)

  4. Ordo Rhynichepala (Kelompok Reptil Purba)

  g. Kelas Aves Kelas Aves terdiri dari semua burung modern yang dapat kita temui saat ini. Karakteristik hewan yang termasuk dalam kelas Aves adalah sebagai berikut :

  1. Tidak memiliki gigi, fungsi gigi sepenuhnya digantikan oleh paruh

  2. Paru-paru dihubungkan ke pundi-pundi udara yag berfungsi sebagai alat pernafasan ketika terbang.

  3. Mempunyai tulang ekor pendek yang banyak ditumbuhi bulu ekor

  4. Termasuk hewan berdarah panas (homoioterm)

  5. Mempunyai jantung sempurna yang terbagi dalam 4 ruang

  6. Fertilisasi berlangsung secara internal, akan tetapi perkembangan embrio terjadi di luar tubuh induk.

  Kelas Aves dikelompokkan berdasarkan tipe paruh dan kaki dan juga habitat serta tingkah lakunya menjadi 13 ordo.

  h. Kelas Mammalia Bukti fosil menunjukkan bahwa mammalia berasal dari hasil evolusi reptil purba. Pada masa ini, mamalia awal yang dapat ditemui adalah mamalia marsupial (berkantung) dan monotremata (bertelur).

  Ciri utama hewan yang termasuk kelas Mammalia adalah mempunyi kelenjar susu (mammae). Adapun ciri-ciri mamalia modern yang lain adalah sebagai berikut :

  1. Jantung memiliki empat ruang yang sempurna

  2. Mempunyai sistem peredaran darah ganda dan termasuk hewan homoioterm

  3. Memiliki otot diafragma (sekat rongga badan) yang memisahkan antara rongga dada dan rongga perut

  4. Permukaan tubuh biasanya ditumbuhi rambut

  5. Rahang bawah terdiri dari atas satu tulang dan mempunyai gigi yang jenis dan fungsinya berbeda-beda.

  6. Perkembangan embrio berlangsung di dalam rahim induk betina hingga lahir. Bayi yang telah lahir akan mendapatkan makanan dari susu yang disekresikan dari kelenjar susu induk betina.

  Secara umum, mamalia dikelompokkan berdasarkan cara bereproduksi menjadi mamalia bertelur (monotremata), mamalia berkantung (marsupial) dan mamalia berplasenta.

  LAMPIRAN III 3. 1 Silabus Penelitian 3. 2 RPP Penelitian 3. 3 Media Permainan Ular Tangga 3. 4 Kisi-kisi soal, kunci jawaban, dan penilaian 3. 5 Soal Pre Test 3. 6 Soal Post Test I 3. 7 Soal Post Test II 3. 8 Lembar Observasi siswa 3. 9 Rubrik penilaian Observasi siswa 3. 10 Kuisioner siswa

  Kognitif Produk

3.4 Men- deskripsi- kan ciri-ciri filum dalam dunia Hewan dan peranannya bagi kehidupan

  a. Buku LKS pegangan siswa Acuan Pengayak an Semester

  Jenis : Tertulis, Bentuk Instrumen : Lembar Observasi, Kuisioner 6x45 menit Alat dan bahan : Papan Tulis dan spidol, media permainan ular tangga

  

S I L A B U S

  Nama Sekolah : SMA N 11 YOGYAKARTA Mata Pelajaran : Biologi Kelas : X Semester : 2 Standar Kompetensi : 3. Memahami manfaat keanekaragaman hayati

  Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu

  Alat dan Bahan Sumber

  Pertemuan I

  • Karakteristik Filum Chordata
  • Klasifikasi Filum Chordata

  • Karakteristik Subfilum Vertebrata dan Klasifikasinya

  I. Materinya meliputi :  Karakteristik Filum Chordata dan pembagian Klasifikasinya  Ciri morfologi dan anatomi hewan kelas Agnatha dan Pisces,

  1. Mengidentifikasi ciri-ciri Filum Chordata dan pembagian klasifikasinya.

  2. Mengidentifikasi ciri-ciri morfologi dan anatomi hewan kelas Agnatha, Pisces, Amphibia dan Reptilia

  • Karakteristik kelas-kelas hewan yang termasuk dalam Subfilum

  Lampiran 3.1.

  II b. Suwarno. 2009.

  Panduan

  1. Guru menyampaikan garis besar materi yang akan dipelajari pada pertemuan

  Lampiran 3.1.

  Vertebrata  Perbedaan ciri

  Morfologi dan anatomi hewan kelas Agnatha dan Pisces.

  2. Siswa mengidentifikasi karakteristik Filum Chordata, ciri morfologi dan anatomi kelas Agnatha dan Pisces serta membedakan ciri morfologi dan anatomi kelas agnata dan Pisces melalui media permainan ular tangga.

  Pertemuan II

  1. Guru menyampaikan garis besar materi yang akan dipelajari pada perteman ke-2, meliputi : Amphibia dan Reptilia

  3. Mengidentifikasi perbedaan struktur morfologi dan anatomi dari hewan kelas Agnatha, Pisces, Amphibia dan Reptilia

  4. Menyusun tabel perbandingan struktur morfologi dan anatomi dari hewan kelas Agnatha, Pisces, Amphibia dan Reptilia

  5. Mengidentifikasi ciri-ciri morfologi dan anatomi hewan kelas Aves

  Pembelaj aran Biologi Kelas

  X SMA/MA.

  Jakarta DEPDIK NAS, CV Karya Mandiri Nusantara

  Lampiran 3.1.

  2. Siswa mengidentifikasi karakteristik Agnata, Pisces dan Amphibia, perbedaan struktur morfologi dan anatomi kelas Amphibia dan Reptilia lewat belajar sambil bermain ular tangga.

  Pertemuan III

  1. Guru menyampaikan garis besar materi yang akan dipelajari pada perteman ke-2, meliputi : Aves dan Mamalia

  2. Siswa mengidentifikasi karakteristik Aves dan Mamalia, perbedaan struktur morfologi dan anatomi kelas Aves dan Mamalia, lewat belajar dan Mamalia

  6. Mengidentifikasi perbedaan struktur morfologi dan anatomi dari hewan kelas Aves dan Mamalia

  7. Menyusun tabel perbandingan struktur morfologi dan anatomi dari hewan kelas Aves dan Mamalia

  Afektif Sosial

  1. Mampu bekerjasama dengan anggota kelompok bermain dalam proses sambil bermain ular permainan Ular tangga. tangga.

  2. Memberikan pendapat dengan baik di dalam kelompok bermain.

  3. Menyanggah pendapat teman dengan baik dan komunikatif .

  4. Terbuka terhadap pendapat semua teman dari kelompok lain.

  Lampiran 3.1.

  

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I

(RPP SIKLUS I)

Satuan Pendidikan : SMA N 11 Yogyakarta Mata Pelajaran : Biologi Kelas/Semester : X-F/II Alokasi Waktu : 2 x pertemuan ( 4 x 45’ menit)

  A. Standar Kompetensi

  3. Memahami manfaat keanekaragaman hayati

  B. Kompetensi Dasar

  3..4. Mendeskripsikan ciri-ciri Filum dalam dunia hewan dan peranannya bagi kehidupan

  C. Indikator ( di batasi hanya pada materi Filum Chordata) Kognitif Produk 1. Mengidentifikasi ciri-ciri Filum Chordata dan pembagian klasifikasinya.

  2. Mengidentifikasi ciri-ciri morfologi dan anatomi hewan kelas Agnatha, Kelas Pisces, Kelas Amphibia dan Kelas Reptilia

  3. Mengidentifikasi perbedaan struktur morfologi dan anatomi dari hewan kelas Agnatha, Kelas Pisces, Kelas Amphibia dan Kelas Reptilia

  4. Menyusun tabel perbandingan struktur morfologi dan anatomi dari hewan kelas Agnatha, Kelas Pisces, Kelas Amphibia dan Kelas Reptilia

  Afektif Sosial

  1. Mampu bekerjasama dengan anggota kelompok bermain dalam proses permainan Ular tangga.

  2. Memberikan pendapat dengan baik di dalam kelompok bermain.

  3. Menyanggah pendapat teman dengan baik dan komunikatif .

  4. Terbuka terhadap pendapat semua teman dari kelompok lain.

  D. Tujuan Pembelajaran Kognitif

  1. Melalui belajar sambil bermain ular tangga, siswa dapat mengidentifikasi ciri- ciri yang dimiliki oleh Filum Chordata dan pembagian klasifikasinya.

  2. Melalui belajar sambil bermain ular tangga, siswa mampu mengidentifikasi ciri morfologi dan anatomi hewan kelas Agnatha, Pisces, Amphibia, dan Reptilia.

  3. Melalui belajar sambil bermain ular tangga, siswa mampu mengidentifikasi perbedaan struktur morfologi dan anatomi hewan kelas Agnatha, Pisces, Amphibia, dan Reptilia.

  4. Melalui belajar sambil bermain ular tangga, siswa mampu menyusun tabel perbandingan struktur morfologi dan anatomi hewan kelas Agnatha, Pisces, Amphibia, dan Reptilia.

  Afektif Sosial

  1. Siswa dapat berperan aktif selama pembelajaran lewat belajar sambil bermain

  2. Dengan memberikan pendapat, siswa dapat mengembangkan kemampuan bertanya atau mengungkapkan pendapat dengan baik dan komunikatif

  3. Dengan saling mendengarkan pendapat teman dari kelompok lain, siswa dapat mengembangkan rasa toleransi antar sesama siswa

E. Materi Pembelajaran

  1. Ciri-Ciri Filum Chordata Ciri utama yang dimiliki oleh seluruh hewan yang masuk ke dalam filum Chordata adalah sebagai berikut :

  a. Pada masa embrionik mempunyai struktur notokorda, yaitu sumbu penyokong tubuh primer b. Mempunyai celah faring atau celah ingsang pada beberapa tahap selama masa perkembangannya c. Mempunyai tali syaraf yang terdapat pada bagian dorsal. Tali syaraf ini berkembang dari jaringan ectoderm yang menggulung membentuk tabung.

  Pada tahap perkembangannya, tali syaraf berkembang menjadi sistem syaraf pusat.

  d. Mempunyai ekor, paling tidak terdapat pada masa embrionik

  2. Keragaman Filum Chordata Filum Chordata terdiri dari 3 subfilum, yaitu sufilum Tunicata, subfilum Cephalochordata dan subfilum Vertebrata. i. Subfilum Tunicata

  Contoh hewan dari subfilum ini adalah Halocynthia atau sering disebut juga hewan penyemprot laut. ii. Subfilum Cephalochordata Hewan yang termasuk dalam subfilum ini merupakan hewan perairan yang mempunyai tali syaraf dan notokorda yang tetap berkembang selama masa hidupnya. iii. Subfilum Vertebrata

  Karakteristik hewan yang tergolong dalam subfilum vertebrata adalah tulang belakang yang berfungsi sebagai sumbu penyokong tubuh sekunder yang dihasilkan dari proses penulangan sumbu penyokong tubuh primer (notokorda) selama perkembangan embrio. Subfilum Vertebrata terbagi menjadi 8 kelas, meliputi kelas Agnata, kelas Placodermi, kelas Chondrichthyes, kelas Osteichthyes, kelas Amphibia, kelas Reptilia, kelas Aves, dan kelas Mammalia.

  a. Kelas Agnata Hewan yang termasuk kelas Agnata adalah hewan yang tidak mempunyai rahang.

  b. Kelas Placodermi Kelas Placodermi terdiri dari ikan yang memiliki rahang gantung, ikan ini hidup pada periode Devon, tetapi punah pada akhir periode tersebut. Hewan pada kelas ini mempunyai ciri khas rahang yang menggantung dan sirip yang berpasangan pada tubuhnya.

  c. Kelas Chondrichthyes Ciri khas dari kelas ini adalah ikan yang memiliki rangka tubuh yang tersusun atas tulang rawan.

  d. Kelas Osteicththyes Osteichthyes merupakan kelas yang terdiri dari ikan yang bertulang keras. e. Kelas Amphibia Habitat di air saat larva, kemudian hidup di darat ketika dewasa.

  Kulit tubuh selalu basah dan berlendir. Bernafas dengan ingsang kemudian menggunakan paru-paru ketika dewasa. Suhu tubuh poikiloterm. Fertilisasi terjadi secara eksternal dan bersifat ovipar. Klasifikasi :

  1. Ordo Apoda (Amphibia tidak berkaki)

  2. Ordo Urodela / Caudata (amphibi berekor dan berkaki)

  3. Ordo Anura (Amphibia tidak berekors)

  f. Kelas Reptilia Memiliki kaki yang besar dan kuat untuk menopang tubuh, dan memiliki 5 jari dengan ujung bercakar, Fertilisasi terjadi secara internal. Reptil menghasilkan telur amniotik yang bercangkang. Memiliki kulit kering, bersisik dan bersifat impermeabel. Kulit ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari kekeringan. Termasuk hewan poikiloterm. Jantungnya sudah tersusun dari 4 ruang. Respirasi sepenuhnya dilakukan dengan menggunakan paru-paru.

  Kelas Reptilia terdiri dari 4 ordo, meliputi :

  1. Ordo Testudinata/Chelonia (Kelompok kura-kura)

  2. Ordo Squamata (Kelompok Kadal)

  3. Ordo Loricata/Crocodila (Kelompok Buaya)

  

4. Ordo Rhynichepala (Kelompok Reptil Purba)

F. Model dan Metode Pembelajaran

  Model Pembelajaran : Pembelajaran degnan menggunakan media permainan ular tangga Metode Pembelajaran : Presentasi hasil diskusi, Diskusi Kelompok bermain, belajar sambil bermain

G. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I (Siklus I) Kegiatan Fase Kegiatan Guru dan Siswa Pendahul -uan

  9. Guru meminta siswa mengatur letak meja dan kursi agar jalannya permainan terasa mengasikan. Belajar Sambil Bermain (45’)

  14. Salam penutup

  13. Membimbing siswa merangkum butir butir pelajaran yang di dapatkan pada pembelajaran.

  hasil pembelajaran (5’)

  Penutup Menyimpulkan

  12. Setelah permainan berakhir, guru bertanya kepada siswa apa yang mereka rasakan setelah melakukan permainan.

  11. Guru berkeliling untuk mengetahui proses belajar yang terjadi dalam kelompok. Refleksi (5)

  10. Guru mendampingi dan membimbing siswa untuk dalam melakukan permainan.

  Membuka pelajaran dan menyampaikan tujuan pembelajaran (10’)

  1. Salam pembuka

  7. Guru menjelaskan gambaran umum proses pembelajaran dengan menggunakan media permainan ular tangga

  siswa ke dalam kelompok belajar (10’)

  6. Pengisian Kuisioner Awal Siklus Inti Mengorganisasikan

  5. Pretest

  (15’)

  4. Guru menyampaikan gambaran umum mengenai apa yang akan dipelajari

  3. Apersepsi

  2. Guru menyampaikan judul materi yang akan dipelajari

  8. Guru mengorganisir siswa ke dalam kelompok yang terdiri dari 4 kelompok besar dan tiap kelompok besar terdiri dari 3 kelompok bermain. Lalu guru menginstruksikan tiap kelompok besar untuk mengambil satu set media permainan ular tangga. Pembagian siswa dilakukan sebelum dilakukan siklus I.

  Pertemuan II (Siklus I) Kegiatan Fase Kegiatan Guru dan Siswa Pendahul Membuka pelajaran

  1. Salam pembuka

  uan dan menyampaikan

  2. Guru memberikan apersepsi tujuan pembelajaran

  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan (10) dicapai

  Inti Mengorganisasikan

  4. Guru mengajak siswa untuk masuk ke dalam kelompok siswa ke dalam bermain yang sama pada pertemuan sebelumnya. kelompok bermain

  5. Guru menginstruksikan siswa agar mengatur meja dan (5’) kursi agar pembelajaran terasa mengasikan. Belajar sambil

  6. Guru memberikan informasi ulang kepada siswa tentang bermain jalannya permainan. Apabila sudah selesai, guru memberi (50’) instruksi kepada seluruh anggota kelompok untuk menjalankan permainan.

  7. Guru mendampingi dan membimbing siswa untuk dalam melakukan permainan.

  8. Guru berkeliling untuk mengetahui proses belajar yang terjadi dalam kelompok.

  Penutup Penghargaan (5)

  9. Guru memberikan apresiasi bagi kelompok karena telah menjalankan permainan dengan baik. Evaluasi (15’)

  10. Guru membagikan soal Post Test I dan Kuisioner kepada seluruh siswa. Siswa mengerjakan Post Test I Menyimpulkan

  11. Membimbing siswa merangkum butir butir pelajaran yang hasil pembelajaran di dapatkan pada pembelajaran. (5’)

  12. Salam penutup

H. Media Pembelajaran

  • Permainan Ular Tangga

I. Penilaian

  • Pre Test dan Post Test I
  • Penilaian Aktivitas siswa melalui lembar observasi

  J. Sumber

  a. Buku LKS pegangan siswa Acuan Pengayakan Semester II b. Suwarno. 2009. Panduan Pembelajaran Biologi Kelas X SMA/MA. Jakarta DEPDIKNAS, CV Karya Mandiri Nusantara

  

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS II

(RPP SIKLUS II)

Satuan Pendidikan : SMA N 11 Yogyakarta Mata Pelajaran : Biologi Kelas/Semester : X-F/II Alokasi Waktu : 1 x pertemuan ( 2 x 45’ menit)

  A. Standar Kompetensi

  3. Memahami manfaat keanekaragaman hayati

  B. Kompetensi Dasar

  3.4. Mendeskripsikan ciri-ciri Filum dalam dunia hewan dan peranannya bagi kehidupan

  C. Indikator ( di batasi hanya pada materi Filum Chordata) Produk

  1. Mengidentifikasi ciri-ciri morfologi dan anatomi hewan kelas Aves dan Mamalia

  2. Mengidentifikasi perbedaan struktur morfologi dan anatomi dari hewan kelas Aves dan Mamalia

  3. Menyusun tabel perbandingan struktur morfologi dan anatomi dari hewan kelas Aves dan Mamalia

  Afektif Sosial

  1. Mampu bekerja sama dalam proses diskusi kelompok

  2. Memberikan pendapat dengan baik

  3. Menyanggah pendapat teman dengan baik dan komunikatif

  4. Terbuka terhadap pendapat semua teman

  D. Tujuan Pembelajaran Kognitif Produk

  1. Melalui belajar sambil bermain ular tangga, siswa mampu mengidentifikasi ciri morfologi dan anatomi hewan kelas Aves dan Mamalia.

  2. Melalui belajar sambil bermain ular tangga, siswa mampu mengidentifikasi perbedaan struktur morfologi dan anatomi hewan kelas Aves dan Mamalia.

  3. Melalui belajar sambil bermain ular tangga, siswa mampu menyusun tabel perbandingan struktur morfologi dan anatomi hewan kelas Aves dan Mamalia.

  Afektif Sosial

  1. Siswa dapat berperan aktif selama pembelajaran lewat belajar sambil bermain

  2. Dengan memberikan pendapat, siswa dapat mengembangkan kemampuan bertanya atau mengungkapkan pendapat dengan baik dan komunikatif

  3. Dengan saling mendengarkan pendapat teman dari kelompok lain, siswa dapat mengembangkan rasa toleransi antar sesama siswa

  E. Materi Pembelajaran

  1. Kelas Aves Ciri-ciri : tetrapoda berbulu, kaki depan termodifikasi menjadi sayap, bernafas dengan paru-paru, homoioterm, pembuahan internal, telur bercangkang.

  2. Kelas Mammalia Ciri-ciri : tetrapoda berambut, memiliki kelenjar mammae, menyusui anaknya, bernafas dengan paru-paru, sebagian besar melahirkan anak. Kelas Mammalia terbagi ke dalam 16 ordo

  F. Model dan Metode Pembelajaran

  Model Pembelajaran : Pembelajaran degnan menggunakan media permainan ular tangga Metode Pembelajaran : Presentasi hasil diskusi, Diskusi Kelompok bermain, belajar sambil bermain

  5. Setelah guru telah menetapkan kelompok besar, guru menginstruksikan tiap kelompok besar memiliki ketua kelompok dan mengambil satu set media permainan ular tangga.

  4. Guru mengubah kelompok besar pada pertemuan sebelumnya dengan memanggil nama satu persatu.

  10. Guru memberikan apresiasi bagi kelompok karena telah menjalankan permainan dengan baik. Evaluasi (15’)

  Penutup Penghargaan (5)

  9. Guru berkeliling untuk mengetahui proses belajar yang terjadi dalam kelompok.

  8. Guru mendampingi dan membimbing siswa untuk dalam melakukan permainan.

  7. Guru memberi instruksi kepada seluruh anggota kelompok untuk menjalankan permainan.

  6. Guru menginstruksikan kepada siswa untuk melakukan permainan di luar kelas (Aula Boedi Oetomo) Belajar Sambil Bermain (50’)

  13. Salam penutup

  siswa ke dalam kelompok belajar (10’)

  12. Membimbing siswa merangkum butir butir pelajaran yang di dapatkan pada pembelajaran.

  Inti Mengorganisasikan

  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

  2. Apersepsi

  1. Salam pembuka

  Membuka pelajaran dan menyampaikan tujuan pembelajaran (5’)

  Kegiatan (Waktu) Fase Kegiatan Guru dan Siswa Pendahul uan

  G. Kegiatan Pembelajaran H. Media Pembelajaran

  11. Guru membagikan soal Post Test II dan Kuisioner kepada seluruh siswa. Siswa mengerjakan Post Test II dan Menyimpulkan hasil pembelajaran (5’)

  • Permainan Ular Tangga

I. Penilaian

  • Pre Test dan Post Test I
  • Penilaian Aktivitas siswa melalui lembar observasi

  J. Sumber Belajar

  a. Buku LKS pegangan siswa Acuan Pengayakan Semester Ii

  b. Suwarno. 2009. Panduan Pembelajaran Biologi Kelas X SMA/MA. Jakarta DEPDIKNAS, CV Karya Mandiri Nusantara

  Lampiran 3.3.

  Lampiran 3.4.

  1

  12

  15 Pemahaman Pemahaman

  Pengetahuan Pemahaman Pemahaman

  Pengetahuan C B E B D C

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  4 Menyusun tabel perbandingan struktur morfologi dan anatomi dari hewan kelas Agnatha, Kelas Pisces, Kelas Amphibia dan Kelas Reptilia

  30 Pemahaman E

  5 Mengidentifikasi ciri-ciri morfologi dan anatomi hewan kelas Aves dan Mamalia

  9

  16

  17

  18

  19

  20

  24 Pemahaman Pengetahuan Pengetahuan Pengetahuan Pengetahuan

  Pemahaman E B A B E D

  1

  1

  1

  1

  1

  10

  8

  KISI-KISI SOAL PRETEST MATERI FILUM CHORDATA

  1

  A. Pilihan Ganda

  No Indikator soal Nomor soal Abilitas Kunci jawaban Skor benar

  1 Mengidentifikasi ciri-ciri Filum Chordata dan pembagian klasifikasinya.

  1

  2

  3

  4 Pemahaman Pemahaman

  Pengetahuan Pengetahuan

  A E B D

  1

  1

  1

  2 Mengidentifikasi ciri-ciri morfologi dan anatomi hewan kelas Agnatha, Kelas Pisces, Kelas Amphibia dan Kelas Reptilia

  7

  5

  6

  11

  13

  14 Pemahaman Pengetahuan Pengetahuan Pengetahuan Pengetahuan

  E A A C D

  1

  1

  1

  1

  1

  3 Mengidentifikasi perbedaan struktur morfologi dan anatomi dari hewan kelas Agnatha, Kelas Pisces, Kelas Amphibia dan Kelas Reptilia

  1

  25 Pengetahuan E

  1

  26 Pemahaman E

  1

  6 Mengidentifikasi perbedaan

  21 Pengetahuan C

  1 struktur morfologi dan

  22 Pengetahuan E

  1 anatomi dari hewan kelas

  23 Pengetahuan D

  1 Aves dan Mamalia

  27 Pengetahuan C

  1

  28 Pengetahuan D

  1

  29 Pengetahuan B

  1

  7 Menyusun tabel

  30 Pemahaman E

  1 perbandingan struktur morfologi dan anatomi dari hewan kelas Aves dan Mamalia Total

  30 B. Isian Singkat Kelas PISCES AMPHIBIA REPTILIA AVES MAMALIA

  (Ikan (Katak) (Buaya) (Ayam) (Kambing) Ciri Ciri

  Mujahir) Habitat (1) Perairan (8) Daratan (15) Daratan (22) Daratan (29) Daratan dan perairan dan perairan Penutup (2) Sisik (9) Kulit (16) Sisik (23) Bulu (30) Rambut Tubuh Luar yang yang keras berlendir Alat respirasi (3) Insang (10) Paru- (17) Paru- (24) Paru- (31) Paru-paru paru dibantu paru paru kulit

  Cara (4) Ovipar (11) Ovipar (18) Ovipar (25) Ovipar (32) Vivipar reproduksi Fertilisasi (5) Eksternal (12) (19) Internal (26) Internal (33) Internal

  Eksternal Jumlah (6) dua (13) Tiga (20) Empat (27) Empat (34) Empat Lampiran 3.4. Ruang jantung Cara (7) (14) (21) (28) (35) pengaturan Poikiloterm Poikiloterm Poikiloterm Homoioterm Homoioterm Suhu tubuh Masing masing jawaban benar berbobot 1 poin dan masuk ke dalam soal untuk menguji pemahaman siswa.

  100

  Nilai : Lampiran 3.4.

  Lampiran 3.4.

  15 Pemahaman Pemahaman

  1

  1

  3 Mengidentifikasi perbedaan struktur morfologi dan anatomi dari hewan kelas Agnatha, Kelas Pisces, Kelas Amphibia dan Kelas Reptilia

  7

  8

  9

  10

  12

  Pengetahuan Pemahaman Pemahaman

  1

  Pengetahuan C B E B D C

  1

  1

  1

  1

  1

  1 Total

  15 B. Isian Singkat Indikator Soal: Menyusun tabel perbandingan struktur morfologi dan anatomi dari hewan kelas Agnatha, Kelas Pisces, Kelas Amphibia dan Kelas Reptilia. Masing masing jawaban benar berbobot 1 poin, soal berupa soal pemahaman Kelas PISCES AMPHIBIA REPTILIA

  Ciri Ciri Habitat (1) Perairan (8) Daratan dan perairan

  1

  1

  KISI-KISI SOAL POST TEST I MATERI FILUM CHORDATA

  A E B D

  A. Pilihan Ganda

  No Indikator soal Nomor soal Abilitas Kunci jawaban Skor benar

  1 Mengidentifikasi ciri-ciri Filum Chordata dan pembagian klasifikasinya.

  1

  2

  3

  4 Pemahaman Pemahaman

  Pengetahuan Pengetahuan

  1

  E A A C D

  1

  1

  1

  2 Mengidentifikasi ciri-ciri morfologi dan anatomi hewan kelas Agnatha, Kelas Pisces, Kelas Amphibia dan Kelas Reptilia

  5

  6

  11

  13

  14 Pemahaman Pengetahuan Pengetahuan Pengetahuan Pengetahuan

  (14) Daratan dan perairan Kulit Luar (2) Sisik (9) Kulit yang berlendir (15) Sisik yang keras Respirasi (3) Insang (10) Paru-paru dibantu (16) Paru-paru kulit Reproduksi (4) Ovipar Ovipar (17) Ovipar Fertilisasi (5) Eksternal (11) Eksternal (18) Internal Jumlah Ruang (6) dua (12) Tiga (29) Empat jantung Suhu tubuh (7) Poikiloterm (13) Poikiloterm (20) Poikiloterm Masing masing jawaban benar berbobot 1 poin, soal berupa soal pemahaman.

  100

  Nilai : Lampiran 3.4.

  Lampiran 3.4.

  1

  6

  7

  8

  12

  13

  14 Pengetahuan Pengetahuan Pengetahuan Pengetahuan Pengetahuan Pengetahuan

  C E D C D B

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  3 Menyusun tabel perbandingan struktur morfologi dan anatomi dari hewan kelas Aves dan Mamalia

  15 Pemahaman E

  1 Total

  15 B. Isian Singkat Indikator Soal : Menyusun tabel perbandingan struktur morfologi dan anatomi dari hewan kelas Aves dan Mamalia

  2 Mengidentifikasi perbedaan struktur morfologi dan anatomi dari hewan kelas Aves dan Mamalia

  1

  KISI-KISI SOAL POST TEST II MATERI FILUM CHORDATA

  9

  A. Pilihan Ganda

  No Indikator soal Nomor soal Abilitas Kunci jawaban Skor benar

  1 Mengidentifikasi ciri-ciri morfologi dan anatomi hewan kelas Aves dan Mamalia

  1

  2

  3

  4

  5

  10

  1

  11 Pemahaman Pengetahuan Pengetahuan Pengetahuan Pengetahuan

  Pemahaman Pengetahuan

  Pemahaman E B A B E D E E

  1

  1

  1

  1

  1

  Kelas Aves Mamalia Ciri Ciri Habitat (1) Daratan (8) Daratan Kulit Luar (2) Bulu (9) Rambut Respirasi (3) Paru-paru (10) Paru-paru Reproduksi (4) Ovipar (11) Vivipar Fertilisasi (5) Internal (12) Internal Jumlah Ruang jantung (6) Empat (13) Empat Suhu tubuh / pengaturan suhu (7) Homoioterm (14) Homoioterm tubuh

  Masing masing jawaban benar berbobot 1 poin, soal berupa soal pemahaman.

  100

  Nilai Siswa : Lampiran 3.4.

  

SOAL PRETEST

Hari/ Tanggal : ……………………… Nama/ No Absen : ……………………………...

  I. Pilihan Ganda 1. Ciri utama yang dimiliki oleh Filum Chordata adalah ….

  a. memiliki sumbu tubuh pada masa embrionik

  b. sistem saraf terletak di bagian depan

  c. memiliki tulang belakang

  d. memiliki sistem perncernaan yang lengkap

  e. memiliki 4 alat gerak berupa kaki

2. Notochord yang ada pada masa embrionik pada saat dewasa akan berkembang menjadi ….

  a. Otak d. Alat pernapasan

  b. Sistem Saraf

  e. Sumbu Kerangka

  c. Sistem pencernaan 3. Anggota Filum Chordata yang termasuk ke dalam kelompok invertebrate adalah ….

  a. Aves d. Reptil

  b. Tunicata

  e. Osteichthyes

  c. Agnatha 4. Ciri khas dari hewan sub filum vertebrata adalah ….

  a. Memiliki 4 kaki

  c. Bernapas dengan paru paru

  b. Memiliki anggota badan yang

  d. Memiliki tulang belakang sepasang e. Jantung beruang 4

  5. Berikut adalah ciri-ciri suatu hewan :

  1. Tidak memiliki rahang

  2. Tubuhnya diselimuti oleh lendir

  3. Hidup di perairan dalam 4. Mulut dikelilingi oleh tentakel pendek. Dari ciri-ciri hewan di atas, hewan tersebut masuk ke dalam kelas ….

  Lampiran 3.5. a. Pisces d. Aves

  b. Amphibia

  e. Agnatha

  c. Reptilia

  6. Perhatikan gambar di bawah ini ! Gambar hewan di atas apabila dilihat struktur morfologinya masuk ke dalam hewan kelas …

  a. Chondrichthyes

  d. Reptilia

  b. Ostheichthyes

  e. Aves

  c. Amphibia

7. Ikan Hiu Martil tidak dapat dimasikkan ke dalam hewan Kelas Agnatha karena ikan hiu martil ….

  a. bukanlah hewan parasit

  b. memiliki rangka yang tersusun atas tulang rawan

  c. masuk ke dalam ikan yang memiliki rahang

  d. hidup di perairan dangkal

  e. melakukan fertilisasi Internal

  8. Hewan yang memiliki ciri-ciri morfologi bertulang sejati, hidup di perairan, dan alat gerak berupa sirip dan bernapas dengan insang Berdasarkan ciri-ciri tersebut, maka hewan tersebut masuk ke dalam hewan kelas ….

  a. Chondrichthyes

  d. Reptilia

  b. Ostheichthyes

  e. Aves

  c. Amphibia Lampiran 3.5.

  9. Agnatha tidak dapat dimasukan ke dalam kelas ikan mujahir dikarenakan Agnatha ….

  a. bersifat parasit

  b. hidup di laut dalam

  c. bersifat ovipar

  d. memiliki tulang yang keras

  e. termasuk hewan yang tidak memiliki rahang

  10. Jika kita menemukan hewan dengan ciri-ciri sebagai berikut : 1) Hewan Tetrapoda.

  2) Permukaan tubuhnya tidak ditutupi oleh rambut ataupun bulu. 3) Kulit berpori pori besar dan selalu basah. 4) Berkembang biak dengan cara bertelur. Berdasarkan ciri di atas, hewan tersebut masuk ke dalam hewan kelas …

  a. Pisces d. Aves

  b. Amphibia

  e. Mamalia

  c. Reptilia

  11. Katak mengalami metamorphosis dalam siklus hidupnya. Yang dimaksud dengan metamorphosis pada katak adalah … a. Perubahan morfologi dan fisiologis secara bertahap

  b. Proses perubahan habitat dari teresterial menuju akuatik

  c. Proses meleburnya sperma dan sel telur secara eksternal

  d. Perubahan terjadinya fertilisasi

  e. Proses pemutusan ekor atau autotomi

  12. Meskipun kenampakan ciri morfologi yang sama dengan kadal, salamander tidak dapat diklasifikasikan ke dalam kelas yang sama dengan kadal. Hal ini dikarenakan Salamander ….

  a. melakukan fertilisasi secara internal sedangkan pada kadal fertilisasi secara eksternal

  b. termasuk hewan berdarah panas sedangkan kadal hewan berdarah dingin

  c. merupakan hewan tetrapoda sedangkan kadal bukan hewan tetrapoda

  d. mengalami metamorphosis sedangkan kadal tidak mengalami metamorfosis

  e. memiliki permukaan tubuh berupa sisik sedangkan kadal berupa bulu Lampiran 3.5.

  13. Buaya termasuk kedalam hewan Poikiloterm. Yang dimaksud dengan poikiloterm adalah hewan yang … a. suhu tubuhnya tetap

  b. beraktivitas pada malam hari

  c. suhu tubuhnya menyesuaikan dengan lingkungan

  d. suhu tubuhnya tinggi

  e. tidak memiliki suhu tubuh

14. Diantara hewan berikut yang dalam keadaan bahaya dapat melindungi diri dengan cara autotomi adalah ….

  a. Buaya d. Cicak

  b. Salamander

  e. Kura kura

  c. Ular 15. Perbedaan sistem peredaran darah antara katak dengan buaya adalah ….

  a. Peredaran darah katak tunggal, sedangkan peredaran darah buaya ganda

  b. Peredaran darah katak peredaran darah terbuka, sedangkan peredaran darah buaya tertutup c. Jantung katak beruang 3 sedangkan buaya beruang 4

  d. Peredaran darah katak ganda, sedangkan buaya peredaran darah tunggal

  e. Jantung katak beruang 4 sedangkan jantung buaya beruang 3

  16. Fungsi cakar pada burung Elang adalah untuk…

  a. berenang

  c. memanjat

  b. memudahkan berjalan diatas

  d. berlari lumpur e. mencengkram mangsanya

  17. Ciri khas yang hanya ditemukan pada hewan Kelas Aves adalah …

  a. Jantungnya beruang 3

  b. Tubuh diselimuti oleh bulu

  c. Tubuh diselimuti oleh rambut

  d. Fertilisasi eksternal

  e. Bersifat poikiloterm Lampiran 3.5.

18. Berikut ini merupakan ciri ciri morfologi yang terdapat pada hewan kelas aves, kecuali ….

  a. Memiliki kulit tubuh yang kering yang bersisik

  b. Terdapat cakar pada masing masing jari kaki

  c. Mulut berupa paruh

  d. Alat gerak depan termodifikasi menjadi sayap

  e. Penutup tubuh berupa bulu

  19. Fungsi paruh pada burung berbeda beda. Hal ini dikarenakan adanya …

  a. perbedaan habitat

  b. perbedaan jenis makanannya

  c. perbedaan jenis kelamin

  d. perubahan tingkah laku

  e. perbedaan Fisiologisnya

  20. Perhatikan gambar di bawah ini ! Berdasarkan ciri ciri morfologi hewan pada gambar, hewan tersebut masuk ke dalam kelas …..

  a. Mamalia

  d. Pisces

  b. Reptil e. Aves

  c. Amphibia

  21. Salah satu keunikan Hewan Kelas Aves dibandingkan dengan hewan vertebrata lain adalah memiliki pundi pundi udara. Fungsi dari pundi pundi udara adalah alat bantu pernapasan pada saat ….

  a. memakan mangsanya

  b. bertengger

  c. terbang Lampiran 3.5. d. berlari

  e. mencengkram mangsanya

  22. Yang membedakan sistem pencernaan hewan Kelas Aves dengan hewan Kelas Mamalia adalah….

  a. Pada Mamalia, terdapat tembolok, sedangkan pada aves tidak memiliki tembolok.

  b. Saluran akhir pencernaan pada aves berupa anus, sedangkan saluran akhir pada mamalia berupa kloaka c. Pada aves memiliki kelenjar ludah, sedangkan pada mamalia tidak.

  d. Pada aves, alat bantu pencernaan berupa gigi, sedangkan manusia tidak berupa gigi

  e. Saluran akhir pencernaan pada aves berupa Kloaka, sedangkan saluran akhir pada mamalia berupa Anus

  23. Yang membedakan hewan kelas Aves dengan Mamalia adalah memiliki tembolok.

  Fungsi dari tembolok pada Aves adalah …

  a. Untuk Menyerap sari-sari

  d. Tempat Menyimpan makanan makanan sementara

  b. Untuk Menetralkan racun

  e. Untuk menghasilkan suara

  c. Untuk Mencerna makanan secara mekanik.

  24. Ciri morfologi yang khas yang hanya ditemukan pada hewan kelas mamalia adalah …

  a. Memiliki jantung yang beruang 4

  b. Bernapas dengan paru paru

  c. Fertilisasi secara Internal

  d. Memiliki kelenjar susu

  e. Perkawinan secara seksual

25. Gigi mamalia berkembang dengan sempurna sesuai dengan bentuk dan fungsinya. Gigi mamalia yang berkembang dengan sempurna pada hewan memamah biak adalah ….

  a. Gigi Taring

  d. Gigi Sulung

  b. Gigi Seri

  e. Gigi Geraham

  c. Gigi Susu Lampiran 3.5.

  26. Dua ciri khas hewan mamalia yang tidak dimiliki oleh hewan vertebrata lain adalah …

  a. Memiliki jantung beruang 4 dan mengalami metamorphosis

  b. Bersifat homoioterm dan memiliki alat gerak

  c. Tubuh diselimuti oleh sisik dan memiliki alat bantu pernapasan

  d. Indra penciuman yang tajam dan memiliki rahang yang lentur

  e. Tubuh diselimuti oleh rambut dan memiliki kelenjar susu

  27. Hewan platypus memiliki kemiripan dengan hewan Kelas Aves tetapi tidak termasuk Aves. Yang menjadi dasar bahwa platypus termasuk ke dalam kelas mamalia adalah ….

  a. Platipus memiliki pundi pundi udara sedangkan pada kelas aves tidak ada

  b. Platipus bernapas dengan paru paru sementara pada hewan Kelas Aves bernapas dengan insang c. Platipus memiliki kelenjar susu sementara pada hewan Kelas Aves tidak ada

  d. Platipus berkembang biak secara fertilisasi eksternal sementara hewan Kelas Aves fertilisasi secara Internal e. Platipus memiliki jantung beruang 4 sementara pada hewan Kelas Aves jantung beruang 3

  28. Walaupun memiliki kenampakan morfologi yang mirip dengan ikan, Paus dimasukkan ke dalam hewan mamalia. Hal ini dikarenakan… a. Bernapas dengan insang

  b. Memiliki alat gerak berupa sirip

  c. Memiliki sisik

  d. Bernapas dengan paru paru

  e. Memiliki gurat sisi Lampiran 3.5.

  29. Perhatikan tabel dibawah ini ! No Mamalia Aves 1 bersifat ovipar Bersifat vivipar

  2 Bersifat vivipar Bersifat ovipar

  3 Bersifat Ovovivipar Bersifat vivivar

  4 Bersifat ovipar Bersifat vivipar

  5 Bersifat ovipar Bersifat ovovivipar Dari tabel di atas, yang menunjukan perbedaan reproduksi yang benar antara mamalia aves dan mamalia ditunjukan oleh nomor ….

  a. 1

  b. 2

  c. 3

  d. 4

  e. 5

  30. Perhatikan tabel perbandingan ciri morfologi dan anatomi hewan vertebrata di bawah ini di bawah ini ! No Ciri Ciri Pisces Amphibia Reptilia Aves Mamalia

  1 Ruang Dua Empat Empat Empat …...……

  Jantung

  2 Suhu Poikiloterm Poikiloterm Homoioterm Homoioterm …………

  Tubuh

3 Respirasi Insang ….…… Paru paru Paru paru Paru paru Jawaban yang tepat untuk mengisi titik titik diatas berturut turut adalah ….

  a. Dua, homoioterm, insang

  b. Tiga, homoioterm, paru paru

  c. Empat, poikiloterm, paru paru

  d. Empat, homoioterm, insang

  e. Tiga, piokiloterm, paru-paru dibantu kulit Lampiran 3.5. II. Isian Singkat

  1. Isilah titik-titik pada kolom dengan jawaban yang benar ! Kelas PISCES AMPHIBIA REPTILIA AVES MAMALIA

  Ciri Ciri (Ikan Mujahir) (Katak) (Buaya) (Ayam) (Kambing) Habitat …………….. …………….. …………….. …………….. …………….. Penutup tubuh …………….. …………….. ………….. …………….. …………….. Luar Alat respirasi …………….. …………….. …………….. …………….. ……………..

  Cara …………….. …………….. …………….. …………….. …………….. reproduksi Fertilisasi …………….. …………….. …………….. …………….. ……………..

  Jumlah Ruang …………….. …………….. …………….. …………….. …………….. jantung Cara …………….. …………….. …………….. …………….. …………….. pengaturan Suhu tubuh Lampiran 3.5.

  

SOAL POST TEST I

Hari/ Tanggal : ……………… …………………. Nama/ Absen : ………… ……………………...

  I. Pilihan Ganda 1. Ciri utama yang dimiliki ol ki oleh Filum Chordata adalah ….

  a. memiliki sumbu tubuh p ubuh pada masa embrionik

  b. sistem saraf terletak di ba k di bagian depan

  c. memiliki tulang belaka kang

  d. memiliki sistem pernce ncernaan yang lengkap

  e. memiliki 4 alat gerak be k berupa kaki

2. Notochord yang ada pada m a masa embrionik pada saat dewasa akan berkemba mbang menjadi ….

  a. Otak d. Alat pernapasan n

  b. Sistem Saraf

  e. Sumbu Kerangka ka

  c. Sistem pencernaan 3. Anggota Filum Chordata y a yang termasuk ke dalam kelompok invertebrate a e adalah ….

  a. Aves d. Reptil

  b. Tunicata

  e. Osteichthyes

  c. Agatha 4. Ciri khas dari hewan sub fi ub filum vertebrata adalah ….

  a. Memiliki 4 kaki

  c. Bernapas dengan pa n paru paru

  b. Memiliki anggota badan yang

  d. Memiliki tulang be ng belakang sepasang e. Jantung beruang 4 g 4

  5. Berikut adalah ciri-ciri sua uatu hewan :

  1. Tidak memiliki rahang ng

  2. Tubuhnya diselimuti ole oleh lendir

  3. Hidup di perairan dalam am 4. Mulut dikelilingi oleh te h tentakel pendek. Dari ciri-ciri hewan di atas tas, hewan tersebut masuk ke dalam kelas ….

  a. Pisces d. Aves

  b. Amphibia

  e. Agnatha

  c. Reptilia

  6. Perhatikan gambar di sampi mping ! Gambar hewan disampin a pin apabila dilihat struktur morfologinya masuk ke dalam hewan kel n kelas … a. Chondrichthyes

  d. Reptilia

  b. Ostheichthyes

  e. Aves

  c. Amphibia Lampiran 3.6..

  7. Ikan Hiu Martil tidak dapat dimasikkan ke dalam hewan Kelas Agnatha karena ikan hiu martil ….

  a. bukanlah hewan parasit

  b. memiliki rangka yang tersusun atas tulang rawan

  c. masuk ke dalam ikan yang memiliki rahang

  d. hidup di perairan dangkal

  e. melakukan fertilisasi Internal

  8. Hewan yang memiliki ciri ciri morfologi memiliki ciri bertulang sejati, hidup di perairan, dan alat gerak berupa sirip dan bernapas dengan insang Berdasarkan ciri-ciri tersebut, maka hewan tersebut masuk ke dalam hewan kelas ….

  a. Chondrichthyes

  d. Reptilia

  b. Ostheichthyes

  e. Aves

  c. Amphibia 9. Agnatha tidak dapat dimasukan ke dalam kelas ikan mujahir dikarenakan Agnatha ….

  a. bersifat parasit

  b. hidup di laut dalam

  c. bersifat ovipar

  d. memiliki tulang yang keras

  e. termasuk hewan yang tidak memiliki rahang

  10. Jika kita menemukan hewan dengan ciri-ciri sebagai berikut : 1) Hewan Tetrapoda.

  2) Permukaan tubuhnya tidak ditutupi oleh rambut ataupun bulu. 3) Kulit berpori pori besar dan selalu basah. 4) Berkembang biak dengan cara bertelur. Berdasarkan ciri di atas, hewan tersebut masuk ke dalam hewan kelas …

  a. Pisces d. Aves

  b. Amphibia

  e. Mamalia

  c. Reptilia

  11. Katak mengalami metamorphosis dalam siklus hidupnya. Yang dimaksud dengan metamorphosis pada katak adalah … a. Perubahan morfologi dan fisiologis secara bertahap

  b. Proses perubahan habitat dari teresterial menuju akuatik

  c. Proses meleburnya sperma dan sel telur secara eksternal

  d. Perubahan terjadinya fertilisasi

  e. Proses pemutusan ekor atau autotomi

  12. Meskipun kenampakan ciri morfologi yang sama dengan kadal, salamander tidak dapat diklasifikasikan ke dalam kelas yang sama dengan kadal. Hal ini dikarenakan Salamander ….

  a. melakukan fertilisasi secara internal sedangkan pada kadal fertilisasi secara eksternal

  b. termasuk hewan berdarah panas sedangkan kadal hewan berdarah dingin

  c. merupakan hewan tetrapoda sedangkan kadal bukan hewan tetrapoda

  d. mengalami metamorphosis sedangkan kadal tidak mengalami metamorfosis Lampiran 3.6.. e. memiliki permukaan tubuh yang berupa sisik sedangkan kadal berupa bulu 13. Buaya termasuk kedalam hewan Poikiloterm. Yang dimaksud dengan poikiloterm adalah ….

  a. Hewan yang suhu tubuhnya tetap

  b. Hewan yang beraktivitas pada malam hari

  c. Hewan yang suhu tubuhnya menyesuaikan dengan lingkungan

  d. Hewan yang suhu tubuhnya tinggi

  e. Hewan yang tidak memiliki suhu tubuh

14. Diantara hewan berikut yang dalam keadaan bahaya dapat melindungi diri dengan cara autotomi adalah ….

  a. Buaya d. Cicak

  b. Salamander

  e. Kura kura

  c. Ular 15. Perbedaan sistem peredaran darah antara katak dengan buaya adalah ….

  a. Peredaran darah katak tunggal, sedangkan peredaran darah buaya ganda

  b. Peredaran darah katak peredaran darah terbuka, sedangkan peredaran darah buaya tertutup

  c. Jantung katak beruang 3 sedangakan buaya beruang 4

  d. Peredaran darah katak ganda, sedangkan buaya peredaran darah tunggal

  e. Jantung katak beruang 4 sedangkan jantung buaya beruang 3

  II. Isian Singkat Isilah titik-titik pada kolom dengan jawaban yang benar !

  Kelas PISCES AMPHIBIA REPTILIA Ciri Ciri Habitat …………….. …………….. ……………..

  Kulit Luar …………….. …………….. …………….. Respirasi …………….. …………….. …………….. Reproduksi …………….. Ovipar …………….. Fertilisasi …………….. …………….. …………….. Jumlah Ruang jantung …………….. …………….. …………….. Suhu tubuh …………….. …………….. ……………..

  Lampiran 3.6..

  

SOAL POST TEST II

Hari/ Tanggal : ………………………………. Nama/ Absen : ……………………………...

  1. Fungsi cakar pada burung Elang adalah untuk…

  a. berenang

  b. memudahkan berjalan diatas lumpur

  c. memanjat

  d. berlari

  e. mencengkram mangsanya

  2. Ciri khas yang hanya ditemukan pada hewan Kelas Aves adalah …

  a. Jantungnya beruang 3

  b. Tubuh diselimuti oleh bulu

  c. Tubuh diselimuti oleh rambut

  d. Fertilisasi eksternal

  e. Bersifat poikiloterm 3. Berikut ini merupakan ciri ciri morfologi yang terdapat pada hewan kelas aves, kecuali ….

  a. Memiliki kulit tubuh yang kering yang bersisik

  b. Terdapat cakar pada masing masing jari kaki

  c. Mulut berupa paruh

  d. Alat gerak depan termodifikasi menjadi sayap

  e. Penutup tubuh berupa bulu 4. Fungsi paruh pada burung berbeda beda. Hal ini dikarenakan adanya ….

  a. perbedaan habitat

  b. perbedaan jenis makanannya

  c. perbedaan jenis kelamin

  d. perubahan tingkah laku

  e. perbedaan fisiologisnya

  5. Perhatikan gambar di bawah ini ! Lampiran 3.7.

  Berdasarkan ciri ciri morfologi hewan pada gambar, hewan tersebut masuk ke dalam kelas ….

  a. Mamalia

  d. Pisces

  b. Reptil e. Aves

  c. Amphibia

  6. Salah satu keunikan Hewan Kelas Aves dibandingkan dengan hewan vertebrata lain adalah memiliki pundi pundi udara. Fungsi dari pundi pundi udara adalah ….

  a. Alat bantu pernapasan pada saat memakan mangsanya

  b. Alat bantu pernapasan pada saat bertengger

  c. Alat bantu pernapasan pada saat terbang

  d. Alat bantu pernapasan pada saat berlari

  e. Alat bantu pernapasan pada saat mencengkram mangsanya

  7. Yang membedakan sistem pencernaan hewan Kelas Aves dengan hewan Kelas Mamalia adalah … a. Pada Mamalia, terdapat tembolok, sedangkan pada aves tidak memiliki tembolok.

  b. Saluran akhir pencernaan pada aves berupa anus, sedangkan saluran akhir pada mamalia berupa kloaka c. Pada aves memiliki kelenjar ludah, sedangkan pada mamalia tidak.

  d. Pada aves, alat bantu pencernaan berupa gigi, sedangkan manusia tidak berupa gigi

  e. Saluran akhir pencernaan pada aves berupa Kloaka, sedangkan saluran akhir pada mamalia berupa Anus

  8. Yang membedakan hewan kelas Aves dengan Mamalia adalah memiliki tembolok. Fungsi dari tembolok pada Aves adalah … a. Untuk Menyerap sari-sari makanan

  d. Tempat Menyimpan makanan

  b. Untuk Menetralkan racun sementara

  c. Untuk Mencerna makanan secara

  e. Untuk menghasilkan suara mekanik.

  9. Ciri anatomi yang khas yang hanya ditemukan pada hewan kelas mamalia adalah …

  a. Memiliki jantung yang beruang 4

  b. Bernapas dengan paru paru

  c. Fertilisasi secara Internal

  d. Memiliki kelenjar susu

  e. Perkawinan secara seksual

  10. Gigi mamalia berkembang dengan sempurna sesuai dengan bentuk dan fungsinya. Gigi mamalia yang berkembang dengan sempurna pada hewan memamah biak adalah ….

  a. Gigi Taring

  d. Gigi Sulung

  b. Gigi Seri

  e. Gigi Geraham

  c. Gigi Susu 11. 2 Ciri Khas hewan mamalia yang tidak dimiliki oleh hewan vertebrata lain adalah … Lampiran 3.7. a. Memiliki jantung beruang 4 dan mengalami metamorphosis

  b. Bersifat homoioterm dan memiliki alat gerak

  c. Tubuh diselimuti oleh sisik dan memiliki alat bantu pernapasan

  d. Indra penciuman yang tajam dan memiliki rahang yang lentur

  e. Tubuh diselimuti oleh rambut dan memiliki kelenjar susu 12. Hewan platypus memiliki kemiripan dengan hewan Kelas Aves tetapi tidak termasuk Aves. Yang menjadi dasar bahwa platypus termasuk ke dalam kelas mamalia adalah ….

  a. Platipus memiliki pundi pundi udara sedangkan pada kelas aves tidak ada

  b. Platipus bernapas dengan paru paru sementara pada hewan Kelas Aves bernapas dengan insang c. Platipus memiliki kelenjar susu sementara pada hewan Kelas Aves tidak ada

  d. Platipus berkembang biak secara fertilisasi eksternal sementara hewan Kelas Aves fertilisasi secara Internal e. Platipus memiliki jantung beruang 4 sementara pada hewan Kelas Aves jantung beruang 3

  13. Walaupun memiliki kenampakan morfologi yang mirip dengan ikan, Paus dimasukkan ke dalam hewan mamalia. Hal ini dikarenakan… a. Bernapas dengan insang

  b. Memiliki alat gerak berupa sirip

  c. Memiliki sisik

  d. Bernapas dengan paru paru

  e. Memiliki gurat sisi

  14. Perhatikan tabel dibawah ini ! No Mamalia Aves 1 bersifat ovipar Bersifat vivipar

  2 Bersifat vivipar Bersifat ovipar

  3 Bersifat Ovovivipar Bersifat vivivar

  4 Bersifat ovipar Bersifat vivipar

  5 Bersifat ovipar Bersifat ovovivipar Dari tabel di atas, yang menunjukan perbedaan reproduksi yang benar antara mamalia aves dan mamalia ditunjukan oleh nomor ….

  a. 1 d. 4

  b. 2 e. 5

  c. 3 Lampiran 3.7.

  Lampiran 3.7.

  15. Perhatikan tabel perbandingan ciri morfologi dan anatomi hewan vertebrata di bawah ini di bawah ini ! No Ciri Ciri Pisces Amphibia Reptilia Aves Mamalia

  1 Ruang Jantung

  Dua …...…… Empat Empat Empat

  2 Suhu Tubuh

  Poikiloterm Poikiloterm ………… Homoioterm Homoioterm

  3 Respirasi Insang ….…… Paru paru Paru paru Paru paru Jawaban yang tepat untuk mengisi titik titk diatas berturut turut adalah ….

  a. Dua, homoioterm, insang

  b. Tiga, homoioterm, paru paru

  c. Empat, poikiloterm, paru paru

  d. Empat, homoioterm, insang

  e. Tiga, piokiloterm, paru-paru dibantu kulit

  II. Isian Singkat

  1. Isilah titik-titik pada kolom dengan jawaban yang benar ! Kelas Aves Mamalia

  Ciri Ciri Habitat …………….. …………….. Kulit Luar …………….. …………….. Respirasi …………….. …………….. Reproduksi …………….. …………….. Fertilisasi …………….. …………….. Jumlah Ruang jantung …………….. …………….. Suhu tubuh / pengaturan suhu tubuh

  …………….. ……………..

  Lampiran 3.8.

  3 Siswa berani mengutarakan pendapat di dalam kelompok bermain dalam permainan ular tangga

  10 Ketertarikan siswa akan materi pelajaran Ket: 4:Sangat Baik Yogyakarta, …………...........2012 3: Baik 2: Kurang 1: Sangat Kurang observer

  9 Ketertarikan siswa akan metode pembelajaran

  8 Siswa berani mengambil keputusan mengenai jawaban hasil dari diskusi di dalam kelompok bermain

  7 Siswa menghargai presentasi dari kelompok lain dengan cara mendengarkan jawaban teman dengan sungguh-sungguh.

  6 Ketelitian dan prosedur yang benar dalam menjalankan permainan ular tangga.

  5 Siswa berani mempresentasikan jawaban dari pertanyaan di dalam kelompok bermain dalam permainan ular tangga.

  4 Partisipasi siswa dalam mengikuti jalannya permainan ular tangga.

  2 Keterampilan siswa dalam bermain permainan ular tangga.

  LEMBAR OBSERVASI AKTIFITAS SISWA Hari/ Tanggal : ……………. Nomor Peserta : …………………………. Petunjuk Pengisian

  1 1 Perhatian siswa akan penjelasan guru.

  2

  3

  4

  Daftar Pernyataan No Aspek penilaian

  c. Tanyakan jika ada kesulitan.

  b. Pilih salah satu skor kriteria yang sesuai dengan kenyataan yang anda lihat, dengan cara memberi tanda (√ ) pada salah satu kriteria skor.

  a. Baca dengan seksama petunjuk dan pernyataan-pernyataan di bawah ini sebelum anda mengisi.

  (……………………….) RUBRIK PENILAIAN LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA No Kriteria Nilai 1 Perhatian siswa akan penjelasan Guru.

  Siswa memperhatikan penjelasan guru dengan serius.

  4 Siswa memperhatikan penjelasan guru tetapi kurang serius.

  3 Siswa memperhatikan penjelasan guru tetapi sibuk dengan kegiatan lain.

  2 Siswa tidak memperhatikan penjelasan guru. 1 2 Keterampilan siswa dalam bermain ular tangga.

  Siswa melakukan permainan ular tangga dengan mengikuti prosedur yang baik

  4 dan benar yang telah diberitahu sebelumnya. Siswa melakukan permainan ular tangga dengan cukup baik, tetapi kurang

  3 mengikuti jalannya prosedur permainan. Siswa tidak terampil dalam melaksanakan jalannya permainan Ular tangga.

  2 Siswa tidak berani mengikuti jalannya permainan ular tangga.

  1

3 Siswa berani mengutarakan pendapat di dalam kelompok bermain di dalam permainan ular tangga.

  Siswa berani mengutarakan pendapat dengan memberi jawaban kepada teman

  4 sekelompoknya melalui pengetahuan yang dimiliki dari berbagai sumber. Siswa berani mengutarakan pendapatnya tetapi dengan sedikit ragu ragu dan

  3 kurang percaya diri. Siswa kurang berani mengutarakan pendapatnya dan juga ragu ragu dalam

  2 memberi jawaban. Siswa tidak berani memberi jawaban kepada teman sekelompoknya.

  1 4 Partisipasi siswa dalam mengikuti jalannya permainan ular tangga.

  Siswa melakukan permainan ular tangga dengan baik, berani mengemukakan

  4 pendapat di dalam kelompok bermain, berani mempresentasikan jawaban hasil diskusi dalam kelompok bermain, menghargai teman pada saat mempresentasikan jawaban kelompok lain.

  Lampiran 3.9 Siswa melakukan permainan ular tangga dengan cukup baik, siswa berani

  3 mengemukakan pendapat di dalam kelompok bermain, tetapi kurang berani mempresentasikan jawaban hasil diskusi di dalam kelompok bermain, menghargai hasil presentasi kelompok lain di dalam kolompok bermain. Siswa melakukan permainan ular tangga dengan cukup baik, tetapi kurang berani

  2 mengemukakan pendapat melalui diskusi di dalam kelompok bermain, siswa berani mempresentasikan jawaban dari hasil diskusi serta menghargai presentasi kelompok lain di dalam perminan ular tangga. Siswa kurang bisa melakukan permainan ular tangga, tidak berani

  1 mengemukakan pendapat, tidak berani mempresentasikan hasil diskusi dan tidak menghargai hasil presentasi dari kelompok lain.

  5 Siswa berani mempresentasikan jawaban dari pertanyaan di dalam kelompok bermain dalam permainan ular tangga.

  Siswa dengan tegas dan lentang menyampaikan jawaban hasil diskusi di dalam

  4 kelompok bermain. Siswa malu malu dalam menyampaikan jawaban hasil diskusi di dalam kelompok

  3 bermain. Siswa ragu ragu dalam menyampaikan jawaban hasil diskusi di dalam kelompok

  2 bermain. Siswa tidak berani menyampaikan jawaban hasil diskusi di dalam kelompok

  1 bermain.

  6 Ketelitian dan prosedur yang benar dalam menjalankan permainan ular tangga.

  Sikap siswa serius dan teliti dalam melakukan permainan, serta mematuhi

  4 peraturan dan anjuran yang ada di dalam permainan ular tangga.

  Siswa siswa serius tetapi kurang teliti dalam melakukan permainan, siswa juga

  3 mematuhi peraturan yang ada di dalam permainan ular tangga

  Lampiran 3.9 Siswa kurang serius dan kurang teliti dalam melakukan permainan, tetapi

  2 mematuhi peraturan yang ada di dalam permainan ular tangga.

  Siswa tidak serius dan kurang teliti dalam melakukan permainan, siswa juga

  1 tidak mematuhi jalannya peraturan yang ada di dalam permainan ular tangga.

  7 Siswa menghargai presentasi dari kelompok lain dengan cara mendengarkan jawaban teman dengan sungguh-sungguh.

  Sikap siswa mendengarkan dengan baik jawaban teman yang berasal dari

  4 kelompok lain dengan cara memperhatikan teman tersebut yang sedang memberikan presentasi. Siswa mendengarkan jawaban dari siswa lain tetapi kurang memperhatikan

  3 teman tersebut dalam melakukan presentasi Siswa kadang kadang mendengarkan jawaban dari siswa lain dengan sungguh

  2 sungguh. Siswa sibuk sendiri dengan kegiatan yang lain dan tidak mendengarkan jawaban

  1 dari teman yang berasal dari kelompok lain.

  8 Siswa berani mengambil keputusan mengenai jawaban hasil dari diskusi di dalam kelompok bermain

  Siswa berani menimbang kembali jawaban hasil diskusi dengan cara mencari

  4 informasi dari berbagai sumber seperti Buku. Apabila sudah mendapatkan jawaban yang pasti, maka siswa tersebut langsung berani menjawab. Siswa masih ragu ragu dalam menjawab pertanyaan yang sudah di diskusikan di

  3 dalam kelompok bermain. Siswa kurang percaya diri terkait jawaban hasil diskusi.

  2 Siswa tidak berani menjawab pertanyaan karena tidak memberikan pendapat di

  1 dalam kelompok bermain

  9 Ketertarikan siswa akan metode pembelajaran melalui Permainan Ular Tangga Lampiran 3.9

  Siswa terlihat sangat antusias dalam pembelajaran melalui metode permainan,

  4 seperti memberikan pendapat dalam berdiskusi untuk menjawab pertanyaan yang terdapat di dalam permainan ular tangga, mempresentasikan jawaban hasil diskusi, menghargai teman yang mempresentasikan jawaban hasil diskusi di dalam kelompok bermain. Siswa terlihat antusias dalam pembelajaran melalui permainan ular tangga, seperti

  3 berani memberikan pendapat dalam kelompok bermain, mempresentasikan jawaban hasil diskusi, tetapi kurang menghargai presentasi dari kelompok lain dalam kelompok bermain ular tangga. Siswa terlihat kurang antusias dalam pembelajaran melalui metode permainan,

  2 seperti siswa jarang memberikan pendapat, siswa kurang berani mempresentasikan jawaban hasil diskusi, dan siswa acuh tak acuh terhadap presentasi dari kelompok lain dalam kelompok bermain ular tangga.

  Siswa terlihat tidak antusias, tidak pernah memberikan pendapat di dalam

  1 kelompok diskusi, tidak melakukan presentasi, tidak menghargai presentasi dari kelompok lain dalam kelompok bermain ular tangga.

10 Ketertarikan siswa akan materi pelajaran.

  Siswa merasa tertarik dengan materi pelajaran terlihat dari antusias mencari

  4 informasi tentang pertanyaan yang ada di dalam permainan ular tangga melalui berbagai sumber seperti buku Cetak, Buku Acuan Pengayakan, dsb. Dengan kata lain, siswa aktif dalam mencari sumber informasi yang jelas mengenai jawaban yang berasal dari permainan ular tangga. Siswa antusias mencari informasi tentang pertanyaan yang ada di dalam

  3 permainan ular tangga hanya melalui sumber yang mereka miliki, tanpa berusaha untuk meminjam kepada teman yang ada di dalam kelompok bermain ular tangga. Siswa hanya memberikan jawaban sepengetahuan mereka tanpa mencari dari

  2 suatu sumber kepada kelompok bermain. Siswa tidak mau berusaha untuk mencari informasi mengenai jawaban yang ada

  1 di dalam permainan ular tangga.

  Lampiran 3.9

  ANGKET TANGGAPAN SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN

Hari/ Tanggal:......................... Nama/ No Absen:.................................

Petunjuk .

  1. Pilihlah salah satu jawaban yang sesuai dengan kondisi yang sebenarnya 2. Berilah tanda centang (√), pada jawaban anda.

  3. Jawaban tidak akan mempengaruhi nilai anda

  Pendapat anda No Pernyataan

  SS S TS STS Saya memahami materi yang baru saja di pelajari.

  1 Setelah mempelajari materi yang diajarkan saya sanggup

  2

  menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru

  3 Saya berperan aktif berdiskusi di dalam proses pembelajaran

  4 Saya belajar terlebih dahulu sebelum pembelajaran

  dilaksanakan

  5 Saya mendengarkan teman berbicara apabila didalam kelas

  terdapat kegiatan presentasi

  6 Kegiatan pembelajaran yang diberikan oleh guru terasa

  menyenangkan Melalui pembelajaran yang diberikan saya lebih mudah

  7

  memahami materi yang pelajari

  8 Saya senang mengikuti pembelajaran yang baru saja

  diberikan oleh guru

  9 Dengan pembelajaran yang diberikan oleh guru, saya menjadi semakin tertarik untuk belajar Biologi.

  Ket : SS : Sangat Setuju S : Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju Lampiran 3.10.

  ANGKET TANGGAPAN SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN

Hari/ Tanggal:......................... Nama/ No Absen:.................................

Petunjuk .

  1. Pilihlah salah satu jawaban yang sesuai dengan kondisi yang sebenarnya 2. Berilah tanda centang (√), pada jawaban anda.

  3. Jawaban tidak akan mempengaruhi nilai anda Pendapat anda No Pernyataan

  SS S TS STS 1 Saya memahami materi yang baru saja di pelajari.

  2 Saya sanggup menjawab pertanyaan dalam permainan Ular tangga.

  3 Saya berperan aktif di dalam diskusi dan presentasi dalam

  permainan ular tangga

  4 Saya belajar terlebih dahulu sebelum pembelajaran dilaksanakan.

  5 Saya mendengarkan Presentasi teman/kelompok lain dengan sungguh-sungguh.

  6 Dengan bermain sambil belajar, kegiatan pembelajaran terasa lebih menyenangkan.

  7 Dengan belajar sambil bermain, saya lebih mudah memahami

  materi yang pelajari

  8 Saya senang mengikuti metode belajar sambil bermain

  9 Dengan belajar sambil bermain, saya menjadi semakin tertarik untuk belajar Biologi.

  Ket : SS : Sangat Setuju S : Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju Lampiran 3.10.

LAMPIRAN IV

  4. 1 Hasil Observasi Aktivitas siswa Pertemuan I, II dan III 4. 2 Hasil Pre-test , Post-test Siklus I dan Post-test Siklus II 4. 3 Hasil Kuisioner Penelitian

  Lampiran 4.1

  Lampiran 4.1

  Lampiran 4.1 HASIL OBSERVASI KEAKTIFAN SISWA SELAMA PROSES PEMBELAJARAN Pertemuan I Hari Jumat, tanggal 27 April 2012

  Keaktifan siswa selama proses pembelajaran Kategori Tingkat Keaktifan siswa No

  Jumlah Baik Sangat Absen Nama Siswa

  Baik Kurang

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8

  9

  10 Skor Sekali Kurang Siswa

  (B) (K) (BS) (SK)

AIDA ARIANI

  1

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  31 √

ALFAN FIQR

  19

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  2

  1

  2

  2 √

  UL HAQ AMILIA

  37 RUSITA

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  2 √

  DEWI BENEDIKTUS

  26

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  2

  1

  3

  2 √

  ANDIKA DIDA

  16

  5

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  3

  2 √

  SATRIA P DWINA

  38 AGUSTI

  6

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3 √

  PUTRI ENDRIEKA

  30

  7

  4

  3

  2

  4

  2

  4

  4

  2

  3

  2 √

  DIAH R EVA

  26 MUTIARA

  8

  4

  2

  2

  3

  2

  3

  4

  1

  2

  3 √

  SARI

ILHAM AL

  18

  9

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  3

  2

  1

  2 √

  MAULANA

IVAN RIFKY

  31

  10

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4 √

  DERYAN JULIUS

  24

  11

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  4

  1

  2

  2 √

  OSVALDO S Lampiran 4.1.

  LAURENCIA

  29

  12

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3 √

  KIRANA LAURENTIA

  36

  13

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3 √

  ADINDA MARIA PUJI

  37

  14

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  3 √

  K

  26 MARLINA K

  15

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3 √

  MOBIE

  31

  16

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3 √

  HANGGODO MUHAMMAD

  37

  17

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4 √

  ADITYA MUHAMMAD

  20

  18

  1

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  1

  3

  3 √

  FAJRUL NAVI

  30

  19

  3

  4

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  4

  3 √

  ASTUTI REDITIA

  37

  20

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4 √

  ALIYAH RETNO

  29

  21

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  2

  2

  4

  3 √

  WULAN REZQI

  36

  22

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3 √

  HUSNAN A RIDWAN

  37

  23

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3 √

  IYADIANTO RIZKA

  29

  24

  3

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  2 √

  YUNIAR SALMA

  39

  25

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4 √

  MAULIDA K SINTHA

  36

  26

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3 √

  WIJAYANTI

  36 SUNU AJI W

  27

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3 √ Lampiran 4.1. YASHINTA

  35

  28

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3 √

  AMANDA YOGESTI

  33

  29

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3 √

  WIDYANING

  16

  9 4 - Kriteria Keaktifan : Baik Sekali : 31-40 Baik : 21-30 Kurang : 11-20 Sangat Kurang: 1-10 Lampiran 4.1. HASIL OBSERVASI KEAKTIFAN SISWA SELAMA PROSES PEMBELAJARAN Pertemuan II Hari Jumat, tanggal 04 Mei 2012

  

No Keaktifan siswa selama proses pembelajaran Jumlah Kategori Tingkat Keaktifan siswa

Absen Skor

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  

7

  8

  9

  10 Baik Baik Kurang Sangat Nama Siswa Siswa

  Sekali (B) (K) Kurang (BS) (SK)

  1 AIDA ARIANI

  4

  3

  3

  2

  2

  2

  

2

  2

  4

  3

  27 √

  2 ALFAN FIQR

  3

  4

  4

  4

  4

  2

  

3

  3

  4

  2

  33 √

UL HAQ

  3 AMILIA

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  

3

  3

  4

  3

  31 √ RUSITA DEWI

  4 BENEDIKTUS

  3

  4

  4

  4

  4

  2

  

3

  3

  3

  3

  33 √ ANDIKA

  5 DIDA

  3

  1

  3

  2

  2

  2

  

2

  1

  2

  3

  21 √ SATRIA P

  6 DWINA

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  

3

  2

  4

  3

  30 √ AGUSTI PUTRI

  7 ENDRIEKA

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  

3

  4

  3

  3

  27 √ DIAH R

  8 EVA

  3

  2

  3

  4

  2

  2

  

2

  4

  2

  2

  26 √ MUTIARA SARI

  9 ILHAM AL

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  

3

  3

  4

  4

  32 √ MAULANA

10 IVAN RIFKY

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  

3

  4

  4

  4

  38 √ DERYAN Lampiran 4.1.

  11 JULIUS

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  

2

  3

  4

  3

  28 √ OSVALDO S

  12 LAURENCIA

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  

3

  3

  3

  4

  36 √ KIRANA

  13 LAURENTIA

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  

3

  3

  4

  3

  34 √ ADINDA

  14 MARIA PUJI

  3

  3

  4

  2

  3

  4

  

4

  4

  4

  3

  34 √ K

  15 MARLINA K

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  

2

  1

  2

  3

  20 √

  16 MOBIE

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  

3

  3

  4

  4

  37 √ HANGGODO

  17 MUHAMMAD

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  

3

  4

  4

  4

  38 √ ADITYA

  18 MUHAMMAD

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  

2

  3

  4

  2

  31 √ FAJRUL

  19 NAVI

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  

3

  2

  3

  3

  29 √ ASTUTI

  20 REDITIA

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  

3

  3

  4

  3

  31 √ ALIYAH

  21 RETNO

  3

  4

  4

  4

  4

  2

  

3

  3

  4

  3

  34 √ WULAN

  22 REZQI

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  

3

  4

  4

  3

  34 √ HUSNAN A

  23 RIDWAN

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  

4

  4

  3

  4

  37 √

  IYADIANTO

  24 RIZKA

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  

3

  3

  4

  4

  37 √ YUNIAR

  25 SALMA

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  

3

  4

  4

  3

  34 √ MAULIDA K Lampiran 4.1.

  26 SINTHA

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  

3

  3

  4

  3

  31 √ WIJAYANTI

  27 SUNU AJI W

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  

3

  2

  4

  2

  28 √

  28 YASHINTA

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  

3

  2

  4

  3

  29 √ AMANDA

  29 YOGESTI

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  

3

  3

  4

  4

  37 √ WIDYANING

  9

  • 19

  1 Kriteria Keaktifan :

  Baik Sekali : 31-40 Baik : 21-30 Kurang : 11-20 Sangat Kurang: 1-10 Lampiran 4.1.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
15
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
26
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
14
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
16
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sains Program Studi Matematika
0
0
82
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
165
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana
0
0
97
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi
0
0
100
DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI, MOTIVASI, DAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN EKONOMI SISWA SMA NEGERI 2 NGAGLIK (Sebuah Penelitian Tindakan Kelas) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidi
0
0
156
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
145
LOWONGAN KERJA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Informatika
0
0
168
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
92
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
187
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
148
MENINGKATKAN KECERDASAN NATURALIS SISWA KELAS X SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA DENGAN MENERAPKAN METODE PEMBELAJARAN PRAKTIKUM PADA MATERI PERUBAHAN DAN PENCEMARAN LINGKUNGAN SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidi
0
0
221
Show more