Korelasi Body Fat Percentage terhadap kadar trigliserida pada mahasiswa dan mahasiswi Kampus III Universitas Sanata Dharma - USD Repository

Gratis

0
0
157
2 days ago
Preview
Full text

BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang Antropometri merupakan metode pengukuran yang dapat menggambarkan ukuran, berat, dan proporsi tubuh manusia (Company, 1995). Antropometri digunakan untuk pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh

  Menurut Dolson (2011), selama periode waktu tertentu, kalori yang masuk melalui makanan lebih banyak dari pada yang digunakan untuk menunjangkebutuhan energi tubuh dan kelebihan energi tersebut disimpan sebagai Trigliserida yang terakumulasi di jaringan adiposa menyebabkan sel lemak bertambah besar dan mengalami proliferasi, yang mengarah pada obesitaskarena sel lemak semakin banyak dan terakumulasi pada jaringan tubuh (Dale andFederman, 2003). Penelitian lainnya yang dilakukan olehPoerwowidjojo (2011) menyatakan bahwa terdapat korelasi positif bermakna dengan kekuatan sedang antara BMI terhadap kadar trigliserida dan korelasipositif bermakna dengan kekuatan korelasi lemah antara abdominal skinfold thickness terhadap kadar trigliserida dengan responden staf wanita Universitas Sanata Dharma.

1. Perumusan masalah

2. Keaslian penelitian

  Penelitian ini menyatakan bahwa terdapat korelasi yang bermakna antara skinfold thickness dengan risiko penyakit kardiovaskular pada subjek penelitian anak-anak (5-17 tahun) dengan nilai p<0,001 dan memiliki kekuatan korelasi yang sedang dengan nilai r=0,50. Penelitian ini menyatakan bahwa terdapat korelasi yang bermakna dengan kekuatan lemah antara body fat percentage dengan risiko kardiovaskular padasubjek penelitian pria pekerja kantor (25-59 tahun) dengan nilai (r)=0,316 dan nilai p=<0,001.

3. Manfaat penelitian a

  Manfaat teoritisPenelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai korelasi body fat percentage terhadap kadar trigliserida pada kalangan mahasiswa dan mahasiswi sehat di Universitas. Manfaat praktisPerhitungan body fat percentage dari pengukuran abdominal, suprailiac, dan tricep skinfold thickness diharapkan dapat memberikan gambaranawal terhadap peningkatan kadar trigliserida dalam darah, sehingga dapat digunakan sebagai metode deteksi dini untuk pencegahan penyakitkardiovaskular.

B. Tujuan Penelitian

BAB II PENELAAHAN PUSTAKA A. Metode Antropometri Antropometri berasal dari kata antropos yang berarti tubuh dan metros

  Pengukuran dengan skinfold dapat dilakukan pada 2, 3, 4 dan 7 tempat Pada dasarnya semakin banyak data lokasi skinfold yang digunakan dalam rumus maka ketepatan persamaan tersebut dalam memprediksi persentase lemak tubuhakan semakin besar pula (Budiman, 2008). Persentase lemak tubuh atau lebih dikenal sebagai body fat percentage merupakan perbandingan berat lemak tubuh dibandingkan dengan total beratpenyusun tubuh lainnya, seperti lemak, otot, tulang, air dan juga sebagai ukuran dari tingkat kebugaran, karena pengukuran skinfold thickness dilakukan padabagian tubuh yang secara langsung menghitung komposisi tubuh relatif seseorang tanpa memperhatikan tinggi atau berat (Durnin and Womersley, 2007).

1. Subscapular skinfold yaitu mengukur pada bagian bawah angulus inferior

  Pada penelitian ini pengukuran yang dilakukan yaitu pada bagian abdominal, suprailiac, dan tricep skinfold thickness yang kemudian akan dikonversi menjadi body fat percentage. Pada kondisi kadar trigliserida yang meningkat, partikel VLDL dan Akibat banyaknya trigliserida yang terdapat pada partikel LDL dan kekurangan inti kolesteril ester, maka enzim lipase hepatik menghidrolisis partikelLDL tersebut dan menghasilkan partikel LDL yang lebih kecil dan lebih rapat.

C. Landasan Teori

  Akumulasi trigliserida pada berbagai jaringan tubuh yang ditandai dengan peningkatan kadar trigliserida dalam darah dapat menjadi salahsatu faktor risiko terhadap penyakit kardiovaskular. Pengukuran antropometrik yang salah satunya pengukuran skinfold thickness dan kemudian dikonversi dalam bentuk body fat percentage dapat menjadi prediktor awal peningkatan kadar trigliserida di dalam tubuh.

D. Hipotesis

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan

  Terdapat korelasi positif bermakna antara body fat percentage terhadap kadar trigliserida dalam darah pada mahasiswa dan mahasiswi sehat di Kampus IIIUniversitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penelitian ini menganalisis korelasi body fat percentage sebagai faktor risiko terhadap kadar trigliserida sebagai faktor efek.

B. Variabel Penelitian 1. Variabel bebas

Ukuran abdominal, suprailiac, dan tricep skinfold thickness (tebal lapisan kulit bagian abdomen, suprailiac, dan trisep)

2. Variabel tergantung

3. Variabel pengacau a

Kadar trigliserida Variabel pengacau terkendali : umur, keadaan puasa, jenis kelamin, dan patologib. Variabel pengacau tak terkendali : aktivitas dan gaya hidup subjek penelitian

C. Definisi Operasional 1

  Subjek penelitian adalah yang memenuhi kriteria inklusi yaitu mahasiswa dan mahasiswi yang masih aktif di Kampus III Univeristas Sanata DharmaYogyakarta dengan rentang umur 18-24 tahun yang bersedia untuk diajak bekerja sama dalam penelitian ini. Kadar trigliserida adalah kadar trigliserida dalam darah yang diperoleh dari hasil pemeriksaan laboratorium yang diperoleh setelah subjek penelitianmelakukan puasa selama kurang lebih 8-10 jam sebelum uji dilakukan.

6. Standar yang digunakan dalam penelitian ini meliputi : a

  Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah yang memenuhi kriteria inklusi yaitu mahasiswa dan mahasiswi yang masih aktif di Kampus III Universitas Sanata DharmaYogyakarta dengan rentang umur 18-24 tahun yang bersedia untuk diajak bekerja sama dalam penelitian ini, bersedia untuk berpuasa selama 8-10 jam danmenandatangani informed consent. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian payung yang berjudul Korelasi Parameter Antropometri terhadap Profil Lipid, Glukosa Darah dan Tekanan Darah Pada Mahasiswa Mahasiswi Kampus III Universitas Sanata Dharma Penelitian ini dilakukan secara berkelompok dengan jumlah anggota Yogyakarta.13 orang dengan kajian yang berbeda-beda untuk diteliti.

G. Teknik Sampling

  Pada penelitian ini pengambilan sampel dilakukan secara non-random sampling dengan jenis purposive sampling. Pengambilan sampel secara purposive didasarkan padasuatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti, berdasarkan ciri-ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya (Notoatmodjo, 2010).

H. Instrumen Penelitian

  Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu skinfold caliper ® dengan merk pi zhi hou du fi . Alat yang digunakan dalam pengukuran trigliserida adalah Aechitect c TM System dan Aeroset System.

I. Tata Cara Penelitian 1

  Observasi awalObservasi awal dilakukan dengan mencari informasi tentang jumlah mahasiswa dan mahasiswi Kampus III Universitas Sanata Dharma dan tempatyang dapat digunakan untuk mengumpulkan subjek penelitian pada saat pengukuran parameter lalu dilakukan observasi ulang data mahasiswa danmahasiswi di setiap fakultas dan jurusan. Pengambilansampel sebanyak 120 orang, terdiri dari 60 laki-laki dan 60 perempuan yang memenuhi kriteria inklusi penelitian.

2. Permohonan izin dan kerja sama

3. Pembuatan leaflet dan informed consent a

  Leaflet ini digunakan dalam penelitian sebagai alat bantu untuk menjelaskan hal yang berkaitan dengan penelitian agar subjek penelitianmendapatkan informasi lebih jelas dan mengerti sepenuhnya tentang penelitian ini. Isi dalam leaflet meliputi : informasi tentang gambaranpola makan yang tidak diimbangi dengan aktivitas dan olahraga yang cukup akan menimbulkan penumpukkan lemak tubuh yang berlebihansehingga dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

4. Pencarian subjek penelitian

  Setelah memperoleh ijin untuk melibatkan mahasiswa dan mahasiswi dalam penelitian ini dan mendapatkan informasi nama, nomor telepon, danfakultas mahasiswa dan mahasiswi kampus III Universitas Sanata Dharma lalu peneliti menghubungi subjek penelitian baik melalui telepon maupun mendatangilangsung calon subjek secara personal dan mengemukakan tentang maksud dan tujuan dari penelitian ini. Calon subjek penelitian yang setuju untuk bekerja sama dalam penelitian ini didata nama, usia, alamat, nomor telepon dan diminta untuk menandatangani informed consent yang berisi pernyataan kesediaan subjek penelitian untuk ikut serta dalam penelitian.

7. Pengolahan data

8. Teknik analisis data statistik

  Pengolahan data dilakukan dengan kategorisasi data sejenis, yaitu menyusun data dan menggolongkannya dalam kategori-kategori sejenis kemudiandilakukan interpretasi. Analisis perbandingan beda atau komparatif ini menggunakan uji t tidak berpasangan apabila distribusi masing-masing data normal dan uji Mann-Whitneyapabila distribusi data tidak normal.

9. Pembagian hasil pemeriksaan

  Analisis karakteristik subjek penelitian terdiri dari usia, body fat percentage, abdominal skinfold thickness, suprailiac skinfold thickness , tricep skinfold thickness dan kadar trigliserida. Menurut Dahlan (2012), analisis uji normalitas Kolmogorov-Smirnov digunakan untuk data yang jumlahnya besar yaitu lebih dari 50 subjek penelitian dan analisis Shapiro-Wilk digunakan untuk data yang jumlahnya kurang atau samadengan dari 50 subjek penelitian.

1. Usia

  Nilai median untuk usia pada mahasiswa adalah 21 tahun dengan nilai minimum 18 tahun dan nilai maksimum 24 tahun, sedangkan nilai medianuntuk usia pada mahasiswi adalah 20 tahun dengan nilai minimum 18 tahun dan nilai maksimum 22 tahun. Hasildistribusi data usia baik mahasiswa dan mahasiswi pada penelitian ini tidak sesuai dengan nilai signifikansi atau nilai p dan juga kriteria normal distribusi gambar.

2. Body fat percentage

  Hasil penelitian data statistik menunjukkan karakteristik body fat percentage pada mahasiswa memiliki rata-rata 22,0 % dengan SD ± 8,5, sedangkan body fat percentage pada mahasiswi memiliki rata-rata 26,6 % denganSD ± 5,0. Histogram Distribusi body fat percentage : mahasiswa (a) dan mahasiswi (b) Histogram distribusi body fat percentage pada mahasiswa dan mahasiswi menunjukkan bahwa histogram keduanya relatif simetris dan tidak cenderungmiring ke kiri maupun ke kanan.

3. Abdominal skinfold thickness

  Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa distribusi data abdominal skinfold thickness untuk mahasiswa terdistribusi normal dengan nilai p= 0,200 dan nilai karakteristiknya memiliki rata-rata 30,9 mm dengan nilai SD ± 1,68, sedangkan data abdominal skinfold thickness untuk mahasiswi tidak terdistribusinormal dengan nilai p= 0,009. Histogram Distribusi Abdominal Skinfold Thickness : mahasiswa (a) dan mahasiswi (b) Histogram distribusi abdominal skinfold thickness pada mahasiswa menunjukkan relatif simetris dan tidak cenderung miring ke kiri maupun kekanan, sedangkan pada mahasiswi histogramnya menunjukkan sedikit cenderung ke kanan.

4. Suprailiac skinfold thickness

  Hasil penelitian data statistik memperlihatkan karakteristik suprailiac skinfold thickness untuk mahasiswa memiliki rata-rata 27,9 mm dengan nilai SD ± thickness Nilai signifikansi (p) untuk mahasiswa adalah 0,200 dan untuk mahasiswi 0,200. Histogram Distribusi Suprailiac Skinfold Thickness : mahasiswa (a) dan mahasiswi (b) Gambar histogram suprailiac skinfold thickness pada mahasiswa dan mahasiswi relatif simetris, tidak cenderung miring ke kiri atau ke kanan.

5. Tricep skinfold thickness

  Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa distribusi data tricep skinfold thickness pada mahasiswa tidak terdistribusi normal dengan nilai p= 0,028 dan memiliki nilai median 24,2 mm dengan nilai minimum 5,7 mm dan nilai maksimum 47,3 mm, sedangkan data tricep skinfold thickness pada mahasiswiterdistribusi normal dengan nilai p= 0,200 dan nilai karakteristiknya memiliki rata-rata 21,3 mm dengan nilai SD ± 6,3. Distribusi yang tidak normal padamahasiswa dan distribusi normal pada mahasiswi juga dapat dilihat pada histogram dibawah ini.

6. Trigliserida

  Nilai karakteristik untuk mahasiswa memiliki nilai rata-rata 81 mg/dl dengan nilai minimum 22 mg/dl yang termasuk dalam kategori normal dan nilai maksimum236 mg/dl yang termasuk dalam kategori tinggi. Histogram Distribusi Kadar Trigliserida : mahasiswa (a) dan mahasiswi (b) Gambar histogram kadar trigliserida pada mahasiswa dan mahasiswi tidak simetris tetapi sedikit miring ke kanan.

B. Perbandingan Body Fat Percentage, Abdominal, Suprailiac, dan Tricep

Skinfold Thickness terhadap Kadar Trigliserida Penelitian ini juga menggunakan analisis beda untuk melihat adanya perbedaan bermakna dengan membandingkan pada dua kelompok berdasarkannilai body fat percentage, abdominal, suprailiac, dan tricep skinfold thickness pada mahasiswa dan mahasiswi.

1. Perbandingan rerata body fat percentage terhadap kadar trigliserida

  Kelompok obesitas memiliki rerata body fat percentage 31 % dengan rerata kadar trigliserida 77,5 mg/dl, sedangkan kelompok kontrol memiliki rerata body fat percentage 14,6 % dengan rerata kadar trigliserida 60 mg/dl. Pada penelitian peneliti jika dimasukkan pada kriteria kelompok obesitas padapenelitian Novaes, et al (2007) dengan rerata body fat percentage ≥31 % didapatkan sebanyak 12 mahasiswa (20,69 %) dengan rerata kadar trigliserida110,50 mg/dl dan sebanyak 13 mahasiswi (19,40 %) dengan rerata kadar trigliserida 127,69 mg/dl.

2. Perbandingan rerata abdominal skinfold thickness terhadap kadar trigliserida

  Data pada tabel X menunjukkan perbandingan antara kelompok abdominal skinfold thickness ≤ 30,7 mm dengan kelompok abdominal skinfold thickness > 30,7 mm terhadap kadar trigliserida pada mahasiswa dan kelompok abdominal skinfold thickness ≤ 24,7 mm dengan kelompok abdominal skinfold thickness > 24,7 mm terhadap kadar trigliserida pada mahasiswi. Perbandingan antara abdominal skinfold thickness terhadap kadar trigliserida Mahasiswa MahasiswiAbdominal Abdominal Abdominal Abdominal skinfold thickness skinfold thickness skinfold thickness skinfold thickness >30,7 mm (n=29) >24,7 mm (n=32) ≤30,7 mm (n=29) ≤24,7 mm (n=35)Kadar Trigliserida 81,97 104,34 74,06 110,31 (mg/dl)p 0,053 0,001 Kadar rata-rata trigliserid a pada kelompok ≤ 30,7 mm adalah 81,97mg/dl dan pada kelompok > 30,7 mm adalah 104,34 mg/dl.

3. Perbandingan rerata suprailiac skinfold thickness terhadap kadar trigliserida

  Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan yang tidak bermakna pada mahasiswa antara kelompok ≤ 17,9 mm dengan > 17,9mm, sedangkan pada mahasiswi terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok ≤ 19,8 mm dengan > 19,8 mm. Perbandingan antara suprailiac skinfold thickness terhadap kadar trigliserida Mahasiswa MahasiswiSuprailiac Suprailiac Suprailiac Suprailiac skinfold thickness skinfold thickness skinfold thickness skinfold thickness >17,9 mm (n=41) >19,8 mm (n=26) ≤17,9 mm (n=17) ≤19,8 mm (n=41)Kadar Trigliserida 80,35 98,46 78,66 111,42 (mg/dl)p 0,120 0,012 Rata-rata trigliseri da pada kelompok ≤ 17,9 mm adalah 80,35 mg/dl danpada kelompok > 17,9 mm adalah 98,46 mg/dl.

4. Perbandingan rerata tricep skinfold thickness terhadap kadar trigliserida

  Penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Ayvaz, et al(2011) yang meneliti mengenai pengukuran antropometrik dan analisis komposisi tubuh remaja obesitas dengan dan tanpa sindrom metabolik menyatakan bahwaterdapat perbedaan yang bermakna dengan nilai p=<0,001 pada kadar trigliserida antara kelompok kontrol dan kelompok obesitas. Subjek penelitian yang digunakan oleh Ayvaz, et al (2011) adalah remajapria dan remaja wanita dengan rata-rata usia 12-13 tahun, subjek penelitian yang digunakan Kumar, et al (2009) adalah pria dan wanita dengan rata-rata usia 60tahun, penelitian Novaes, et al (2007) menggunakan subjek penelitian anak-anak dengan usia 6-8 tahun dan penelitian peneliti menggunakan subjek penelitianmahasiswa dan mahasiswi usia 18-24 tahun.

1. Korelasi body fat percentage terhadap kadar trigliserida

  Hal ini menunjukkan bahwa antara body fat percentage dan trigliserida pada mahasiswa memiliki percentage dan trigliserida pada mahasiswi memiliki korelasi positif dengan kekuatan yang sedang. Penelitian yang dilakukan oleh Nakanishi, et al (2000); Novaes, et al(2007); Tresaco, et al (2009); Ghorbanian (2012) dan penelitian yang dilakukan oleh peneliti sama-sama menggunakan parameter body fat percentage yangdikorelasikan terhadap kadar trigliserida, namun subjek penelitian yang digunakan oleh masing-masing penelitian berbeda.

2. Korelasi abdominal skinfold thickness terhadap kadar trigliserida

  Diagram Sebar Korelasi Abdominal Skinfold Thickness terhadap Kadar Trigliserida : mahasiswa (a) dan mahasiswi (b) Penelitian ini didukung oleh penelitian Fox, et al (2007) di Dallas dengan subjek penelitian pria dan wanita dewasa, menyatakan bahwa terdapatkorelasi positif bermakna antara jaringan lemak subkutan pada bagian abdominal terhadap log kadar trigliserida. Hasil korelasi antara abdominal skinfold thickness terhadap kadar trigliserida yang didapatkan pada kedua penelitian di atas dan penelitian penelitisama-sama menunjukkan korelasi positif bermakna, namun kekuatan korelasi (r) yang dihasilkan pada masing-masing penelitian ada yang berbeda dan ada yangsama.

3. Korelasi suprailiac skinfold thickness terhadap kadar trigliserida

  Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat korelasi positif dengan kekuatan lemah untuk pengukuran suprailiac skinfold thicknessterhadap kadar trigliserida serta nilai p yang menunjukkan terdapat korelasi bermakna antara keduanya, sedangkan suprailiac skinfold thickness padamahasiswi diperoleh nilai r= 0,456 dengan nilai p= 0,000. Berikut gambar diagram sebar korelasi antara suprailiac skinfold thickness dengan kadar trigliserida pada mahasiswa dan mahasiswi.

4. Korelasi tricep skinfold thickness terhadap kadar trigliserida

  Penelitian Freedman, et al (2009) yang bertujuan mengetahui hubungan indeks massa tubuh dan skinfold thickness terhadap faktor risiko penyakitkardiovaskular pada anak-anak juga menyatakan adanya korelasi positif yang bermakna antara tricep skinfold thickness terhadap kadar trigliserida dengan nilai(r)=0,30 dan nilai p=<0,001 yang berarti korelasi positif bermakna dengan kekuatan yang lemah. Nilai r pada abdominal skinfold thickness baik untuk mahasiswa dan mahasiswi memiliki nilai relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan nilai r pada body fat percentage, suprailiac skinfold thickness, dan tricep skinfold thickness meskipun secara statistik sama-sama berada pada kekuatan yang lemah pada mahasiswa dan sama-sama berada pada kekuatan yang sedang pada mahasiswi.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat korelasi positif yang

B. Saran 1

  bermakna antara body fat percentage terhadap kadar trigliserida dengan kekuatan korelasi lemah (p=0,016 dan r=0,314) pada mahasiswa dan kekuatan korelasisedang (p=0,000 dan r=0,455) pada mahasiswi. Pencarian subjek penelitian sebaiknya dilakukan dengan teknik sampling secara random.

2. Pengukuran antropometri berupa skinfold thickness sebaiknya dilakukan pada bagian abdominal baik pada subjek penelitian pria maupun wanita

DAFTAR PUSTAKA

  Setelah saya memahami penjelasan tersebut, dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari siapapun, saya bersedia ikut berpartisipasi dalampenelitian ini dengan kondisi: a. Data yang diperoleh dari penelitian ini akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan ilmiah.

3. Apabila saya inginkan, saya boleh memutuskan keluar dan tidak berpartisipasi lagi dalam penelitian ini tanpa menyatakan alasan apapun

  MahasiswaPerbandingan Body Fat Percentage ≤21 % dan >21% terhadap KadarTrigliserida Case Processing Summarybody fat Cases Valid Missing Total N Percent N Percent N PercentTrigliserida BF<=21 24 100.0% .0% 24 100.0% BF>21 34 100.0% .0% 34 100.0%Descriptivesbody fat Statistic Std. Trigliserida BF<=21 .126 24 .200 .937 24 .138 BF>21 .17734 .009 .883 34 .002 Data uji normalitas Shapiro-Wilk trigliserida pada masing-masing kelompok baik pada kelompok dengan body fat percentage≤21 % dengan >21%.

a. Grouping Variable: body fat

  Perbandingan Body Fat Percentage≤25% dan >25% terhadap Kadar Trigliserida Case Processing SummaryCases Valid Missing Total %BF N Percent N Percent N Percent TG BF<=2524 100.0% .0% 24 100.0% responden BF>25 43 100.0% .0% 43 100.0%Descriptives %BFStatistic Std. TG BF<=25 .201 24 .013 .825 24 .001 responden BF>25 .182 43 .001 .693 43 .000 Data uji normalitas Shapiro-Wilk trigliserida pada masing-masing kelompok baik pada kelompok dengan body fat percentage≤25 % dengan >25%.

a. Grouping Variable: %BF

  Trigliserida triceps<=12.5 .199 6 .200 .958 6 .806 triceps>12.5 .16352 .001 .886 52 .000 Data uji normalitas Shapiro-Wilk kadar trigliserida pada kelompok tricep skinfold thickness ≤12,5mm diperoleh nilai signifikansi (p)= 0,806 yang berarti thickness >12,5mm diperoleh nilai signifikansi (p)= 0,001 yang berarti distribusi kadar trigliserida pada kelompok >12,5 mm tidak terdistribusi normal. TG triceps<=16.5 .205 17 .056 .833 17 .006 respondentriceps>16.5 .192 50 .000 .698 50 .000 Data uji normalitas Shapiro-Wilk kadar trigliserida pada kelompok tricep skinfold thickness ≤16,5mm diperoleh nilai signifikansi (p)= 0,006 yang berarti skinfold thickness >16,5mm diperoleh nilai signifikansi (p)= 0,000 yang berarti distribusi kadar trigliserida pada kelompok >16,5 mm tidak terdistribusi normal.

a. Grouping Variable: triceps

  Korelasi abdominal skinfold thickness terhadap kadar trigliserida pada mahasiswa diperoleh nilai r= 0,322 yang berarti terdapat korelasi positif dengankekuatan yang lemah. Kekuatan korelasi antara abdominal skinfold thickness dan kadar trigliserida pada mahasiswa ini juga dapat dilihat dari diagram sebardibawah ini.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (157 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Korelasi Body Mass Index dan Body Fat Percentage terhadap tekanan darah pada mahasiswa dan mahasiswi Kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
0
192
Korelasi Body Mass Index terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL pada mahasiswa mahasiswi kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
0
144
Korelasi Body Fat Percentage terhadap rasio kolesterol total/HDL pada mahasiswa dan mahasiswi kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
1
203
Korelasi Body Mass Index (BMI) dan Percent Body Fat (%BF) terhadap kadar glukosa darah puasa pada mahasiswa dan mahasiswi di Kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
1
185
Korelasi Body Mass Index (BMI) terhadap kadar trigliserida pada mahasiswa dan mahasiswi di Kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
1
95
Korelasi Body Fat Percentage terhadap kadar trigliserida pada mahasiswa dan mahasiswi Kampus III Universitas Sanata Dharma.
0
1
159
Korelasi antara Body fat Percentage terhadap rasio kadar LDL/HDL pada mahasiswa dan mahasiswi kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
1
183
Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang panggul terhadap kadar trigliserida pada mahasiswa dan mahasiswi di Kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
0
108
Korelasi Body Fat Percentage terhadap rasio kolesterol total HDL pada mahasiswa dan mahasiswi kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
0
0
201
Korelasi Body Mass Index (BMI) dan Percent Body Fat (%BF) terhadap kadar glukosa darah puasa pada mahasiswa dan mahasiswi di Kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
0
1
183
Korelasi Body Mass Index dan Body Fat Percentage terhadap tekanan darah pada mahasiswa dan mahasiswi Kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
0
0
190
Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang panggul terhadap rasio kadar kolesterol total/HDL pada mahasiswa dan mahasiswi Kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
158
Korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang panggul terhadap kadar trigliserida pada mahasiswa dan mahasiswi di Kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
106
Korelasi Body Mass Index terhadap rasio LDL/HDL pada mahasiswa dan mahasiswi kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
126
Korelasi antara Body fat Percentage terhadap rasio kadar LDL/HDL pada mahasiswa dan mahasiswi kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
181
Show more