EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL DALAM PEMBELAJARAN MENYIMAK CERITA RAKYAT SISWA KELAS V SD KANISIUS SENGKAN PADA TAHUN AJARAN 20102011

Gratis

0
1
148
11 months ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL DALAM PEMBELAJARAN MENYIMAK CERITA RAKYAT SISWA KELAS V SD KANISIUS SENGKAN PADA TAHUN AJARAN 2010/2011 SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh:

  Ernita Gultom NIM: 071134077

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2010

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL DALAM PEMBELAJARAN MENYIMAK CERITA RAKYAT SISWA KELAS V SD KANISIUS SENGKAN PADA TAHUN AJARAN 2010/2011 SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh:

  Ernita Gultom NIM: 071134077

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2010

  i

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ii

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  iii

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Karya kecil ini kupersembahkan untuk: Kekasih jiwaku Yesus Kristus Bunda Penolong Abadi Bunda Maria Keluarga Besar FCJM

  Sahabat-Sahabat ku          

  iv

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  MOTTO Pikullah kuk yang kupasang dan belajarlah dari padaKu, Karena

  Aku lemah lembut dan Rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan ( Mat 11:29)

                             

  v

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang disebut dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 13 Desember 2010 Penulis

  Ernita Gultom

                         

  vi

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya Universitas Sanata Dharma: Nama : Ernita Gultom Nomor Mahasiswa : 071134077 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:

  EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL DALAM PEMBELAJARAN MENYIMAK CERITA RAKYAT SISWA KELAS V SD KANISIUS SENGKAN PADA TAHUN AJARAN 2010/2011 beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada

  Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

  Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal 13 Desember 2010 Yang menyatakan Ernita Gultom vii

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRAK

  Gultom, Ernita. 2010. Efektivitas Penggunaan Media Audiovisual Dalam

  Pembelajaran Menyimak Cerita Rakyat siswa Kelas V SD Kanisius Sengkan Pada Tahun Ajaran 2010/ 2011 . Skripsi. Yogyakarta: Program

  Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Sanata Dharma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar efektivitas penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat siswa kelas V SD Kanisius Sengkan 2010/2011, selain itu juga tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kemampuan antara kelas VA dan kelas VB SD Kanisius Sengkan dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat.

  Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas V SD Kanisius Sengkan berjumlah 54 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes essei menyimak cerita rakyat. Teknik analisis data menggunakan rumus uji t.

  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skor rata-rata pembelajaran menyimak cerita rakyat Siswa kelas VA SD Kanisius Sengkan menggunakan media audiovisual lebih tinggi dibandingkan dengan skor rata-rata hasil pembelajaran menyimak cerita rakyat siswa kelas VB SD Kanisius Sengkan tanpa mengunakan media audiovisual. Adanya perbedaan ini menunjukkan bahwa media audiovisual efektif dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat siswa kelas

  V SD Kanisius Sengkan pada Tahun ajaran 2010/2011.

  Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis memberikan saran bagi (1) sekolah, (2) guru, dan (3) penelitian lain. Untuk pihak sekolah disarankan untuk memfasilitasi siswa khususnya dalam pembelajaran menyimak dengan menggunakan media audiovisual. Untuk guru disarankan dapat menggunakan media audiovisual serta memperbanyak latihan dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat. Penelitian ini baru menjangkau satu sekolah paralel. Untuk penelitian lain yang ingin mengadakan penelitian sejenis hendaknya menjangkau sampel yang lebih luas lagi, misalnya antarsekolah.

               

  viii

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRACT

  Gultom, Ernita. 2010. Effectiveness of Audio-Visual Media Use in the Reading

  Instruction for Comprehending Folklores for the Fifth-Graders of Kanisius Elementary School at Sengkan in the Academic Year 2010/2011. Undergraduate Thesis. Yogyakarta: Elementary-School

  Teacher Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Sanata Dharma University.

  This research aimed at discovering the effectiveness of the use of audio- visual media in the reading instruction for comprehending folklores for the fifth- graders of Kanisius Elementary School at Sengkan in the Academic Year 2010/2011. In addition, it also aimed to discovering the difference of the students in Class VA and those in Class VB of the school in their achievement in the reading instruction for comprehending folklores.

  The subjects of this research were 54 fifth-graders of Kanisius Elementary School at Sengkan. The instrument used in this research was an essay-type comprehension test with folklores as the materials. The data were statistically analyzed with the t-test.

  The findings of this research show that the average score of the reading instruction for comprehending folklores among the students of Class VA of Kanisius Elementary School at Sengkan, where audio-visual media had been used, was higher than the average score of the students of Class VB, where no audio- visual media had been used. This difference shows that audio-visual media were effective in the reading instruction for comprehending folklores for the fifth- graders of Kanisius Elementary School at Sengkan in the academic year 2010/2011.

  Based on the findings, the present researcher presents the following suggestions for (1) schools, (2) school teachers, and (3) other researchers. Schools should facilitate students with audio-visual media, particularly in reading comprehension instructions. Teachers should use audio-visual media and increase the number of exercises in the instruction for comprehending folklores. As this research has been conducted only in one school with two parallel classes, other similar research should cover wider samples, such as those of different schools ix

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Puji dan syukur penulis haturkan kepada Tuhan yang Maha Esa karena cinta dan penyertaanNya, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

  

Efektivitas Penggunaan Media Audiovisual dalam Pembelajaran Menyimak

Cerita Rakyat Siswa Kelas V SD Kanisius Sengkan pada Tahun Ajaran 2010/2011

  ini dengan baik. Penyusunan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Program Studi Pendididkan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

  Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak akan pernah selesai tanpa bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, baik yang telibat secara langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan skripsi ini. Oleh karena itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:

  1. Drs. T. Sarkim, M. Ed., Ph.D. sebagai dekan FKIP Universitas Sanata Dharma.

  2. Drs. Puji Purnomo, M, Si., sebagai Ketua Jurusan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

  3. Dr. Yuliana Setiyaningsih, sebagai dosen pembimbing I yang dengan sabar dan teliti membimbing dan membantu penulis dalam penyelesaian skripsi ini.

  4. G. Ari Nugrahanta, SJ, S.S., BST., M.A., sebagai pembimbing II yang dengan penuh kesabaran membantu dan membimbing penulis dalam penyelesaian skripsi ini. x

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  xi

   

  5. Semua dosen dan karyawan PGSD yang membantu saya dalam perkuliahan dari semester satu samapai penyelesaian skripsi ini.

  6. Ibu Sri Wartini, sebagai kepala sekolah SD Kanisius Sengkan.

  7. Drs. Agung, sebagai guru Bahasa Indonesia, dan seluruh staf guru SD Kanisius Sengkan yang telah memberikan ijin kepada penulis dan membantu melakukan penelitian.

  8. Siswa-Siswi Kelas V SD Kanisius Sengkan yang menjadi subjek dalam penelitian skripsi ini.

  9. Segenap karyawan Perpustakaan Universitas Sanata Dharma.

  10. Komunitas para suster FCJM Yogyakarta yang selalu membantu dan memotivasi penulis dalam penulisan skripsi ini.

  11. DPP dan persaudaraan FCJM yang memberi dukungan dalam perjalan hidup penulis.

  12. Antonius Nesi, OFM yang dengan sepenuh hati membantu saya dalam menyelesaikan skripsi ini.

  13. Rena RGS, sahabat setia berbagi bersama dalam suka dan duka yang selalu memberikan motivasi untuk menyelesaikan skripsi ini.

  14. Christoforus Tara, OFM tempat berbagi suka dan duka yang selalu berkata “ jangan menyerah kamu pasti bisa”.

  15. Rekan-rekan PGSD angkatan 2007 yang membantu dan menemani saya dalam penyelesaian skripsi ini. I Love You all.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  16. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan penulis satu per satu, yang turut serta membantu penulis dalam penyelesaian skripsi ini.

  Yogyakarta, 13 Desember 2010 Penulis

  Ernita Gutom

                                   

  xii

   

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Hlm.

  

HALAMAN JUDUL ............................................................................................ i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................. ii

HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ......................................................................... iv

HALAMAN MOTTO ........................................................................................... v

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN ........................................................ vi

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN KARYA ILMIAH

UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS .......................................................... vii

ABSTRAK ......................................................................................................... viii

ABSTRACT .......................................................................................................... ix

KATA PENGANTAR ........................................................................................... x

DAFTAR ISI ....................................................................................................... xiii

DAFTAR TABEL ............................................................................................. xvi

DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... xvii

  BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ........................................................................ 1 B. Rumusan Masalah ............................................................................... . 4 C. Tujuan Penelitian ................................................................................... 4 D. Manfaat Penelitian ................................................................................. 5 E. Variabel Penelitian. ................................................................................ 6 F. Ruang Lingkup Penelitian ...................................................................... 6 G. Batasan Istilah ...................................................................................... 7 H. Sistematika Penyajian ........................................................................... 9

  xiii

   

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  BAB II LANDASAN TEORI A. Penelitian yang Relevan ...................................................................... 10 B. Kerangka Teori .................................................................................... 12

  1. Keterampilan Menyimak

  a. Pengertian Menyimak............................................................... 12

  b. Jenis-Jenis Menyimak .............................................................. 12

  c. Tahap-Tahap Menyimak .......................................................... 16

  d. Tujuan Menyimak .................................................................... 18

  e. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Menyimak ....................... 21

  2. Media Audiovisual ...................................................................... 23

  3. Pengunaan Media Audiovisual Dalam Pembelajaran ................... 27

  4. Cerita Rakyat ................................................................................ 29

  C. Kerangka Berpikir .............................................................................. 33

  D. Hipotesis ............................................................................................ 33

  BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian ................................................................................. 34 B. Desain Penelitian ............................................................................... 35 C. Subjek Penelitian .............................................................................. 35 D. Instrumen Penelitian ......................................................................... 36 E. Teknik Pengujian Instrumen ............................................................. 37

  1. Validitas ...................................................................................... 37

  2. Reliabilitas ................................................................................. 38

  F. Teknik Pengumpulan Data ................................................................. 40

  1. Persiapan ..................................................................................... 40

  2. Treatment ................................................................................... 42 xiv

   

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Pengumpulan Data ...................................................................... 42

  G. Teknik Analisis Data .......................................................................... 43

  BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data ................................................................................... 50 B. Analisis Data ...................................................................................... 57 C. Pengujian Hipotesis ............................................................................ 63 D. Pembahasan Hasil Penelitian ............................................................. 65 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ........................................................................................... 67 B. Implikasi ................................................................................................ 68 C. Saran ...................................................................................................... 69

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 70

LAMPIRAN ......................................................................................................... 72

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ......................................................................... 130

 

  xv

   

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR TABEL

Hlm.

  Tabel 1. Kualifikasi koefisien korelasi.................................................................. 39 Tabel 2. Kisi-Kisi Soal Menyimak Cerita ............................................................. 41 Tabel 3. Kriteria Penilaian Tes Menyimak ........................................................... 44 Tabel 4. Patokan Perhitungan Presentase Skala Seratus ....................................... 47 Tabel 5. Data Skor Menyimak Cerita Rakyat Menggunakan Media Audiovisual kelompok eksperimen .............................................. 51 Tabel 6. Urutan Skor Kelompok Eksperimen ...................................................... 52 Tabel 7. Perhitungan Jumlah Skor Kuadrat sebagai Persiapan Menghitung Mean dan Kemampuan Menyimak Menggunakan Media Audiovisual Kelompok eksperimen ............................................................................ 53 Tabel 8. Data Skor Pembelajaran Menyimak Cerita Rakyat Tidak Menggunakan Media Audiovisual Kelompok Kontrol ................................................... 54 Tabel 9. Urutan Skor Kelompok Kontrol ............................................................. 55 Tabel 10. Perhitungan Jumlah Skor Kuadrat sebagai Persiapan Menghitung Mean dan Kemampuan Menyimak Tidak Menggunakan Media Audiovisual Kelompok Kontrol ................................................................................... 56

   

  xvi

   

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR LAMPIRAN

Hlm.

  Lampiran 1. Transkip Cerita Rakyat Bawang Putih dan Bawang Merah ............. 72 Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ................................................ 89 Lampiran 3. Rubrik Penilaian ............................................................................... 94 Lampiran 4. Lembar Kegitan Siswa...................................................................... 97 Lampiran 5. Deskripsi Skor Kelas eksperimen ................................................... 102 Lampiran 6. Deskripsi Skor Kelas Kontrol ........................................................ 103 Lampiran 7. Uji reliabilitas Instrumen ............................................................... 104 Lampiran 8. Daftar Nilai Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen ........................ 108 Lampiran 9. Tabel t Kritis ................................................................................... 109 Lampiran 10. Contoh Hasil Menyimak Cerita Rakyat ........................................ 110 Lampiran 11. Foto-foto Pembelajaran ................................................................ 126 Lampiran 12 Surat Ijin Penelitian Di SD Kanisius Sengkan .............................. 128 Lampiran 13. Surat Keterangan .......................................................................... 129 Lampiran 14. Biografi ......................................................................................... 130

             

  xvii

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini akan diuraikan ini delapan hal, yaitu: (A) latar belakang

  masalah, (B) rumusan masalah, (C) tujuan penelitian, (E) Tujuan penelitian (F) variabel penelitian, (G) ruang lingkup penelitian, (H) batasan istilah, dan (I) sistematika penyajian. Kedelapan hal tersebut dipaparkan dalam subbab-subbab berikut.

A. Latar Belakang Masalah

  Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Hal ini berarti bahasa Indonesia merupakan bahasa yang terpenting di kawasan Republik Indonesia. Dalam konteks formal, pemakaian bahasa Indonesia sangat penting. Dengan bahasa Indonesia, manusia Indonesia dapat saling berkomunikasi, berbagi pengalaman, belajar satu sama lain, dapat meningkatkan intelektual dirinya (Depdiknas, 2002). Dalam konteks pendidikan, khususnya pembelajaran di sekolah, hal itu berarti peranan bahasa Indonesia sangat penting dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan berbahasa.

  Sesuai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006 (KTSP), bahasa Indonesia memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik. Selain itu, bahasa Indonesia juga merupakan penunjang keberhasilan pembelajaran bidang studi lainnya (Matematika, Sains, IPS, PKn). Dengan pembelajaran bahasa Indonesia diharapkan bahwa peserta didik dapat

  1

   

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

  berkomunikasi dalam bahasa resmi Negara, yakni bahasa Indonesia, secara baik dan benar, baik lisan maupun tulisan.

  Adapun ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup komponen-komponen kemampuan berbahasa dan bersastra. Keduanya diintegrasikan ke dalam aspek-aspek mendengarkan (menyimak), berbicara, membaca dan menulis. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, keempat keterampilan itu harus dilatih secara integratif. Sebab, sebagaimana dikemukakan Tarigan (1994: 3), keterampilan menyimak dapat membantu kualitas berbicara pada seseorang, sedangkan menyimak dan membaca bersifat reseptif, yaitu siswa dapat menerima informasi dari sumber lisan dan tertulis.

  Mengingat pentingnya hal tersebut, siswa haruslah mendapatkan pengajaran keterampilan menyimak secara memadai. Untuk mencapai harapan itu dalam pembelajaran menyimak diperlukan media. Oleh karena itu, guru diharapkan dapat memilih dan merancang media dengan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa, sehingga hal itu dapat meningkatkan kemampuan menyimak siswa.

  Media pembelajaran adalah suatu alat yang dipakai sebagai saluran (channel) untuk menyampaikan suatu pesan (message) atau informasi dari suatu sumber (resource) kepada penerimanya (receiver) (Soeparno, 1998: 1). Dalam konteks pembelajaran menyimak, media pembelajaran membantu menyalurkan pesan dari guru kepada siswa. Pembelajaran dengan menggunakan media ini dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat siswa, bahkan memotivasi

  

 

 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

  belajar siswa dan mempertinggi daya serap belajarnya. Salah satu jenis media yang dapat dimanfaatkan adalah media audiovisual.

  Media audiovisual adalah alat pembelajaran yang sudah diisi program, yang dapat diserap melalui indera penglihatan dan pendengaran. Tujuan penggunaan media audiovisual ini adalah agar pesan atau informasi yang dikomunikasikan dapat diserap oleh siswa sebagai penerima. Informasi yang ada diharapkan dapat menunjang tercapainya tujuan pembelajaran. Media audiovisual dapat dimanfaatkan untuk mengajar keterampilan menyimak cerita rakyat.

  Cerita rakyat merupakan bentuk penuturan cerita yang pada dasarnya tersebar secara lisan, diwariskan turun-temurun di kalangan masyarakat pendukungnya secara tradisional (Soelarto, 1979). Sadjiman (1990: 16) mengemukakan bahwa yang tergolong cerita rakyat adalah fabel (cerita binatang), legenda, dongeng, dan mite. Dewasa ini cerita rakyat sudah didokumentasikan dalam bentuk tulisan dan rekaman, baik audio maupun audiovisual. Dengan memanfaatkan media audiovisual dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat, perkembangan peserta didik di bidang emosional, kognitif, moral, bahasa, dan sosial dapat semakin ditanamkan dalam diri siswa.

  Akan tetapi, ternyata pembelajaran menyimak cerita rakyat dengan menggunakan media audiovisual masih jarang diterapkan di sekolah. Hal itu diketahui dari hasil wawancara peneliti dengan guru mata pelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Sehubungan dengan itu, di sini hendak diteliti bagaimanakah efektivitas penggunaan media audiovisual dalam menyimak cerita rakyat siswa kelas V SD Kanisius Sengkan.

  

 

 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

  Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti merasa tertarik untuk melakukan pengujian Efektivitas Penggunaan Media Audiovisual dalam Pembelajaran

  

Menyimak Cerita Rakyat Siswa Kelas V SD Kanisius Sengkan Pada Tahun Ajaran

2010/2011.

  B. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini dibatasi pada menyimak cerita rakyat. Adapun masalah yang akan diteliti adalah:

  1. Seberapa besar efektivitas pengunaan media audiovisual dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat siswa kelas V SD Kanisius Sengkan pada tahun ajaran 2010/2011?

  2. Apakah ada perbedaan kemampuan menyimak antara siswa kelas VA dan Kelas VB dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat dengan menggunakan media audiovisual dan tidak menggunakan media audiovisual?

  C. Tujuan Penelitian

  Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut.

  1. Mendeskripsikan seberapa besar efektivitas pengunaan media audiovisual dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat siswa kelas V SD Kanisius Sengkan.

  

 

 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

  2. Mendeskripsikan perbedaan kemampuan menyimak siswa kelas VA dan kelas

  VB dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat dengan menggunakan media audiovisual dan tidak menggunakan media audiovisual.

D. Manfaat Penelitian

  Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak, terutama bagi sekolah, guru Bahasa Indonesia, dan calon guru Bahasa Indonesia sebagaimana diuraikan berikut.

  1. Bagi Sekolah Penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi tentang efektivitas media audiovisual dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat di sekolah dan perbedaan kemampuan menyimak cerita dalam pembelajaran menyimak di sekolah. Dengan demikian, sekolah dapat menyikapi berbagai peluang berkaitan dengan penyediaan sarana dan prasarana audiovisual yang bisa mendukung pembelajaran menyimak cerita rakyat dengan menggunakan media audiovisual.

  2. Bagi guru Bahasa Indonesia di SD Penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan bagi guru bidang studi Bahasa Indonesia, khususnya di kelas V SD untuk membantu meningkatkan kualitas pembelajaran menyimak cerita rakyat.

  3. Bagi calon guru SD Penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan bagi calon guru SD dan calon guru Bahasa Indonesia untuk memilih dan mengunakan media

  

 

 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

  pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, menarik perhatian siswa, mudah pelaksanaanya, dan terjangkau.

  E. Variabel Penelitian

  Penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini ialah pengunaan media audiovisual, sedangkan variabel terikatnya adalah kemampuan menyimak cerita rakyat siswa kelas V SD Kanisius Sengkan.

  F. Ruang Lingkup Penelitian

  Ruang lingkup penelitian ini adalah media audiovisual dalam pembelajaran menyimak cerita dengan subjek penelitiannya adalah siswa kelas VA(kelas eksperimen) dan VB (kelas kontrol) SD Kanisius Sengkan pada tahun ajaran 2010/2011. Standar kompetensi yang dipilih peneliti adalah standar kompetensi berdasarkan KTSP untuk kelas V semester I, yaitu standar kompetensi (SK) 1 yang berbunyi: “memahami penjelasan narasumber dan cerita rakyat secara lisan, dengan kompetensi dasar 1.2 yang berbunyi: “mengidentifikasi unsur–unsur cerita tentang cerita rakyat yang didengarnya”.

  G. Batasan Istilah

  Batasan istilah digunakan untuk membatasi istilah-istilah yang akan digunakan sebagai dasar teori dalam penelitian ini. Batasan istilah yang digunakan sebagai berikut.

  

 

 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

  1. Efektivitas Efektivitas adalah efek atau akibat atau pengaruh dari sesuatu (Depdikbud, 1990: 219). Efektivitas dalam penelitian ini adalah efek atau akibat dari penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat untuk siswa kelas V SD Kanisius Sengkan.

  2. Menyimak Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan secara penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi, serta memahami makna komunikasi yang disampaikan pembicara dengan ujaran atau bahasa lisan. Yang dimaksud menyimak dalam penelitian ini adalah siswa mendengarkan cerita rakyat media audiovisual (rekaman audiovisual).

  3. Media Media adalah suatu alat yang dipakai sebagai saluran (channel) untuk menyampaikan suatu pesan (massage) atau informasi dari suatu sumber (resource) kepada penerimanya (receiver)(Soeparno, 1998: 1). Media dalam penelitian ini adalah media audiovisual.

  4. Media audiovisual Media audiovisual adalah alat yang “audible”artinya dapat didengarkan dan

  “visible ” artinya dapat dilihat (Suleiman, 1982: 11). Media audiovisual dalam

  penelitian berupa rekaman cerita rakyat yang bisa didengarkan sekaligus dilihat dalam wujud VCD.

  

 

 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

  5. Cerita Rakyat Cerita rakyat adalah bentuk penuturan cerita yang pada dasarnya tersebar secara lisan, diwariskan turun-temurun di kalangan masyarakat pendukung- nya secara tradisional (Soelarto, 1979). Sadjiman (1990: 16) mengemukakan bahwa yang tergolong cerita rakyat adalah fabel (cerita binatang), legenda, dongeng, dan mite. Pada saat ini cerita rakyat sudah didokumentasikan dalam bentuk tulisan, dan rekaman baik audio maupun audiovisual. Cerita rakyat dalam penelitian ini adalah cerita rakyat tentang “Bawang Putih dan Bawang Merah”.

H. Sistematika Penyajian

  Penulisan penelitian ini disajikan dalam lima bab. Bab I adalah pendahuluan. Dalam bab ini diuraikan delapan hal, yaitu (A) latar belakang, (B) rumusan masalah, (C) tujuan pennelitian, (D) manfaat penelitian, (E) variabel penelitian, (F) ruang lingkup penelitian, (G) batasan istilah dan, (H) sistematika penyajian. Kedelapan hal tersebut yang melatarbelakangi penelitian ini.

  Bab II adalah landasan teori. Dalam bab ini akan diuraikan lima hal, yaitu (A) penelitian terdahulu yang relevan, (B) keterampilan menyimak, (C) media audiovisual, (D) cerita rakyat, (E) kerangka berpikir, dan (F) hipotesis tindakan.

  Kelima hal itu yang secara teoritis melandasi penelitian ini.

  Bab III adalah metodologi penelitian. Dalam bab ini akan diuraikan tujuh hal, yaitu (A) jenis penelitian, (B) desain penelitian, (C) subjek penelitian, (D) instrumen penelitian, (E) teknik pengumpulan data, (F) teknik Pengujian

  

 

 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

  instrumen, dan (G) teknik analisis data. Keenam hal itulah yang secara teknis dipakai peneliti dalam penelitian ini.

  Bab IV adalah analisis data. Dalam bab ini akan diuraiakan empat hal, yaitu (A) deskripsi data, (B) analisis data, (C) pengujian hipotesis, dan (D) pembahasan hasil penelitian. Keempat hal itu memuat hasil penelitian ini.

  Bab V adalah penutup. Dalam bab ini akan dikemukakan tiga hal, yaitu (A) kesimpulan, (B) implikasi, dan (C) saran. Ketiga hal tersebut menjadi bagian akhir dari penelitian ini.

   

 

 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II KAJIAN TEORI Dalam bab ini akan diuraikan empat hal, yaitu (A) penelitian yang

  relevan, (B) kerangka teori, (C) kerangka berpikir, (D) hipotesis. Keempat hal tersebut dipaparkan dalam subbab-subbab berikut.

A. Penelitian yang Relevan

  Ada tiga penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini. Ketiga penelitian itu ialah penelitian Hartiningsih (2003), penelitian Kurniawati (2004), dan penelitian Veronica (2007). Ketiga penelitian tersebut diringkaskan sebagai berikut.

  Penelitian Hartiningsih (2003), yang berjudul “Kemampuan Menyimak

  

Dongeng “Detektif Kancil “Melalui Media Audiovisual Siswa Kelas I SD Pius I

Wonosobo Tahun Ajaran 2002/2003. Metode yang digunakan dalam penelitian ini

  adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian sebagai berikut a) kemampuan siswa kelas I SD Pius Wonosobo dalam menyimak secara keseluruhan dongeng “Detektif Kancil” melalui audiovisual, baik. b) kemampuan menyimak dongeng “Detektif Kancil” aspek pengetahuan, baik sekali”. c) kemampuan menyimak dongeng “Detektif Kancil”aspek pemahaman, cukup. d) kemampuan berdasarkan soal tes aplikasi, baik sekali.

  Penelitian yang lain dilakukan Kurniawati (2004) berjudul Kemampuan

  

Menyimak Rekaman Audio Cerpen”Seteguh Batu Karang ” Siswa Kelas II

  10

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

  Sekretaris SMKN II Purworejo Tahun Ajaran 2003/2004. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Metode yang digunakan wawancara dan observasi. Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan siswa kelas II Sekretaris SMKN II Purworejo dalam menyimak “Seteguh Batu Karang” baik.

  Penelitian yang dilakukan oleh Veronica (2007) berjudul “Perbedaan

  

Hasil Pembelajaran Menyimak Cerita Rakyat Tidak Mengggunakan Media

Audiovisual Siswa kelas V (Studi Kasus di SD Kanisius Jetisdepok dan SD

Kanisius Klepu, Yogyakarta)” Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif

  kuantitatif. Metode yang digunakan adalah wawancara, observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media audiovisual ada peningkatan pembelajaran. Ada perbedaan yang signifikan antara hasil pembelajaran menyimak cerita rakyat dengan tanpa menggunakan media audiovisual dengan menggunakan media audiovisual. Pembelajaran dengan mengunakan media audiovisual hasilnya lebih meningkat dibandingkan dengan tanpa menggunakan media audiovisual.

  Penelitian terdahulu memberikan gambaran kepada peneliti bahwa menyimak cerita rakyat dengan menggunakan audiovisual masih relevan untuk diteliti.

  

 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    B.

   Kerangka Teori 1. Keterampilan Menyimak

  Hal-hal yang dibahas dalam bagian ini meliputi: (a) pengertian menyimak, (b) jenis-jenis menyimak, (c) tahap-tahap menyimak, (d) tujuan menyimak, (e) faktor-faktor yang mempengaruhi menyimak. Hal-hal tersebut dipaparkan sebagaimana berikut.

  a. Pengertian Menyimak Banyak ahli telah mengemukakan pengertian menyimak. Salah satu pengertian menyimak yang dikutip dalam penelitian ini adalah pengertian menyimak menurut Henry Guntur Tarigan sebagai berikut.

  Keterampilan Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi, serta memahami makna komunikasi yang tidak disampaikan oleh si pembaca melalui ujaran bahasa lisan (Tarigan, 1983: 19).

  Keterampilan menyimak lebih mengarah pada komunikasi lisan yang pada dasarnya bertujuan untuk memperoleh informasi, menangkap isi serta memahami makna komunikasi dari yang mengkomunikasikan. Orang mempelajari suatu bahasa dengan jalan mendengarkan atau menyimak, menirunya atau mempraktekkannya (Tarigan, 1983: 11). Menyimak merupakan tahap pertama yang dalam berbahasa yang harus dihubungkan dengan makna.

  b. Jenis-Jenis Menyimak Tujuan menyimak adalah untuk memperoleh informasi, menangkap isi, serta memahami makna komunikasi yang hendak disampaikan oleh si pembicara

  

 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

  melalui ujaran. Di samping tujuan umum ada juga tujuan khusus yang menyebabkan adanya beraneka ragam jenis menyimak. Ada dua belas jenis menyimak yaitu: menyimak ekstensif, menyimak intensif, menyimak sosial/konversosial, menyimak sekunder, menyimak ekstetik/apresiatif kritis, menyimak konsentratif, menyimak kreatif, menyimak interogatif, menyimak eksplorasi, menyimak pasif, menyimak selektif.

  1) Menyimak ekstensif Menyimak ekstensif dapat merupakan kegiatan menyimak yang berhubungan dengan hal yang umum. Dalam menyimak ekstensif, guru tidak secara langsung memberikan bimbingan kepada siswa, tetapi siswa diberinya kebebasan untuk mencerna dan memahami hal yang disimak.

  2) Menyimak intensif Menyimak intensif merupakan kegiatan menyimak yang lebih diarahkan pada menyimak bahasa alamiah secara lebih bebas dan lebih umum serta tidak perlu di bawah bimbingan langsung oleh guru. Menyimak intensif lebih diarahkan pada sesuatu yang harus diawasi dan dikontrol. Ada dua pembagian penting dalam menyimak intensif, yaitu menyimak intensif yang diarahkan pada butir-butir bahasa sebagai bagian dari program pengajaran dan menyimak intensif yang diarahkan pada pemahaman serta pengertian umum. 3) Menyimak sosial

  Menyimak sosial merupakan kegiatan menyimak yang meliputi dua hal, yaitu menyimak secara sopan dan menyimak penuh perhatian. Hal ini biasanya

  

 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

  dilakukan dalam situasi-situasi sosial, misalnya ketika orang berbicara informal mengenai topik tertentu yang menarik perhatian orang banyak.

  4) Menyimak sekunder Menyimak sekunder adalah sejenis kegiatan menyimak secara kebetulan saja.

  5) Menyimak estetik Menyimak estetik merupakan fase terakhir dari kegiatan menyimak secara kebetulan dan termasuk dalam kegiatan ekstensif. Menyimak estetik biasa juga disebut menyimak apresiatif. 6) Menyimak kritis

  Menyimak kritis merupakan jenis kegiatan menyimak yang didalamnya sudah terlihat kurangnya keaslian serta ketidak telitian yang akan diamati.

  7) Menyimak konsentratif Menyimak konsentratif merupakan sejenis telaah untuk mengikuti petunjuk- petunjuk, merasakan hubungan-hubungan seperti kelas, tempat kualitas, waktu, urutan, dan sebab akibat. 8) Menyimak kreatif

  Menyimak kreatif merupakan kegiatan menyimak yang mengakibatkan pembentukan atau rekontruksi imaginatif terhadap kesenangan-kesenangan akan bunyi, penglihatan, gerakan, serta perasaan-perasaan kinestetik yang disarankan atas apa yang didengar seseorang.

  9) Menyimak penyelidikan Menyimak penyelidikan adalah jenis menyimak intensif dengan maksud dan tujuan yang agak lebih sempit.

  

 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

  10) Menyimak interogatif Menyimak interogatif adalah kegiatan menyimak yang menuntut lebih banyak konsentrasi dan seleksi.

  11) Menyimak pasif.

  Menyimak pasif merupakan jenis menyimak dalam penyerapan suatu bahasa tanpa upaya sadar yang biasanya menandai upaya-upaya kita pada saat belajar teliti, belajar tergesa-gesa, menghafal luar kepala, dan berlatih serta menguasai suatu bahasa.

  12) Menyimak selektif Menyimak selektif merupakan jenis kegiatan menyimak yang mempunyai keuntungan pada struktur tata bahasa, struktur yang diserap oleh proses ini cenderung membuat kebiasaan-kebiasaan dalam otak.

  Dalam suatu pembelajaran tidak mungkin semua jenis menyimak itu dilangsungkan sekaligus. Sebab, setiap pembelajaran memiliki keunikannya tersendiri. Di sini diharapkan bahwa seorang guru dapat memilih jenis menyimak berdasarkan kebutuhan dalam pembelajaran. Oleh karena itu, dalam penelitian ini digunakan jenis menyimak ekstensif.

  Sebagaimana telah dikemukakan Tarigan, menyimak ekstensif merupakan kegiatan menyimak yang berhubungan dengan hal yang umum. Dalam menyimak ekstensif, guru tidak secara langsung memberikan bimbingan kepada siswa, tetapi siswa diberinya kebebasan untuk mencerna dan memahami hal yang disimak.

  Salah satu tujuan dari menyimak ekstensif adalah menyajikan kembali bahan lama dalam suatu cara yang baru (Tarigan, 1985: 23). Salah satu cara yang digunakan

  

 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

  peneliti dalam penelitian ini ialah menyajikan bahan yang lama berupa cerita rakyat, dengan cara baru berupa media audiovisual.

  Penelitian ini difokuskan pada pembelajaran menyimak cerita, yakni cerita rakyat. Cerita rakyat diartikan sebagai sebuah cerita yang dituturkan secara lisan dan diwariskan secara turun temurun di kalangan masyarakat. Secara singkat dapat dikatakan bahwa setiap jenis cerita yang hidup di kalangan masyarakat, yang ditularkan dari mulut kemulut adalah cerita rakyat (Suwono, 1981: 1).

  c. Tahap-Tahap Menyimak Sebagai sebuah kegiatan, menyimak senantiasa memiliki tahap-tahap tertentu. Menurut Logan (dalam Tarigan, 1994: 58-59), tahap-tahap menyimak dapat meliputi tahap mendengar, memahami, menginterpretasi, mengevaluasi, dan menanggapi. Tahap-tahap tersebut dijelaskan sebagai berikut.

  1) Tahap Mendengar Pada tahap ini kita baru mendengar segala sesuatu yang dikemukakan oleh pembicara dalam ujaran atau pembicaraannya. Di situ boleh dikatakan bahwa kita belum menangkap dan memahami secara lebih jelas tentang hal yang dikemukakan oleh pembicara. Jadi, kita masih berada dalam tahap hearing.

  2) Tahap memahami Pada tahap ini ada keinginan dari kita untuk mengerti atau memahami dengan baik hal yang disampaikan pembicara. Di sini kita sudah masuk pada tahap menangkap inti dan memahami secara jelas maksud pembicara. Jadi, di sini kita sampai pada tahap understanding.

  

 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

  3) Tahap menginterpretasi Pada tahap ini kita mulai mencermati dan menangkap isi pembicaraan untuk selanjut melakukan penafsiran terhadap pendapat yang tersirat dari ujaran.

  Dengan demikian, kita sampai pada tahap interpreting. 4) Tahap mengevaluasi

  Setelah memahami serta menafsirkan isi pembicaraan, kita mulai menilai atau mengevaluasi pendapat serta gagasan sang pembicara. Di situ dikemukakan baik keunggulan dan kelemahan maupun kebaikan dan kekurangan dari hal yang disampaikan pembicara. Demikianlah, kita sampai pada tahap evaluating.

  5) Tahap menanggapi Pada tahap ini kita dapat menyerap dan menerima gagasan atau ide yang dikemukakan pembicara. Di situ kita dapat membuat tanggapan terhadap gagasan atau ide pembicara. Dengan demikian, kita sampai pada responding.

  Adapun Srickland (dalam Tarigan 1994: 29) menyimpulkan sembilan tahap menyimak sebagaimana berikut.

  1) Menyimak berkala yang terjadi pada saat-saat anak merasa terlibat langsung dalam pembicaraan mengenai dirinya.

  2) Menyimak dengan perhatian dangkal karena adanya gangguan berupa selingan-selingan dan hal-hal lain di luar pembicaraan.

  3) Setengah menyimak karena adanya kegiatan lain yang sedang ditunggu anak untuk mengekspresikan isi hati atau untuk mengutarakan maksud hatinya.

  4) Menyimak serapan karena anak keasyikan menyerap atau mengapsorsi hal-hal yang kurang penting.

  

 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

  5) Menyimak sekali-sekali, yaitu anak menyimpan sebentar-sebentar saja apa yang sesungguhnya hendak disimaknya, atau hanya memperhatikan kata-kata si pembicara yang menarik hatinya saja. 6) Menyimak asosiatif, yaitu anak hanya mengingat pengalaman-pengalaman pribadi secara konstan, yang berakibat pada tidak adanya reaksi terhadap pesan yang disampaikan pembicara. 7) Menyimak dengan reaksi berkala, yaitu anak membuat pertanyaan dan komentar terhadap hal yang disimaknya.

  8) Menyimak secara seksama, yaitu suatu tahap anak mengikuti dengan sungguh- sungguh jalan pikiran sang pembicara.

  9) Menyimak secara aktif, yaitu suatu tahap menyimak pada anak untuk menemukan pikiran serta pendapat sang pembicara.

  Berdasarkan tahap-tahap menyimak sebagaimana telah dikemukakan di atas, tahap-tahap menyimak yang relevan dengan penelitian ini ialah tahap-tahap menyimak menurut Logan, yang meliputi tahap mendengar, memahami, mengevaluasi, menginterpretasi, menanggapi. Dengan demikian, tahap-tahap menyimak cerita rakyat dapat meliputi tahap mendengarkan cerita, tahap memahami isi cerita, tahap menginterpretasi cerita, dan tahap menanggapi cerita.

  d. Tujuan Menyimak Tujuan umum menyimak adalah untuk memperoleh informasi tentang sesuatu hal. Tarigan (1980: 29) mengatakan bahwa seseorang dapat menyimak dengan baik apabila ia mampu menerima dan menyimpan suatu pesan dengan

  

 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

  baik, dan pesan itu dapat disampaikannya kepada orang lain yang membutuhkannya.

  Ada delapan tujuan menyimak menurut Tarigan (1980: 28). Kedelapan tujuan itu diuraikan sebagai berikut.

  1) Belajar, yaitu menyimak untuk memperoleh pengetahuan dari bahan ujaran pembicara. Menyimak dengan tujuan untuk belajar, misalnya tampak dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, mendengar cerita, menyimak film, mendengarkan ujaran orang lain. Kegiatan menyimak ini haruslah disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 2) Menikmati keindahan, yaitu menyimak untuk mendapatkan kepuasan batin yang tampak, misalnya, dalam pagelaran seni, mendengarkan musik, menonton drama, dan lain-lain. Penyimak di sini hanya menikmati keindahan dari bahan yang didengar atau dilihatnya.

  3) Mengevaluasi materi simakan. Menyimak yang dimaksud adalah agar siswa dapat memahami hal-hal apa yang disimak dapat berupa hal-hal yang baik maupun hal-hal yang kurang baik. Maka perlu hati-hati dalam menyimak agar sesuai dengan materi simakan dan pencapaian tujuan

  4) Mengapresiasikan materi simakan. Menyimak yang dimaksud adalah penyimak hanya dapat menghargai hal-hal yang disimak.

  5) Mengkomunikasikan ide-ide sendiri. Menyimak yang dimaksud adalah agar seseorang dapat mengkomunikasikan ide-ide, gagasan-gagasan maupun perasaan kepada orang lain dengan lancar dan baik.

  

 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

 

  6) Memecahkan masalah secara kreatif dan analisis. Menyimak di sini dimaksudkan untuk memberi ragam masukan untuk memecahkan masalah dalam topik pembicaraan. Menyimak ini sama dengan pada saat kita melakukan kegiatan musyawarah, mendengarkan petunjuk, ceramah dalam kehidupan kita. Setelah itu penyimak berharap apa yang kita simak tersebut dapat menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi.

  7) Membedakan bunyi-bunyi dengan tepat. Menyimak di sini dimaksudkan untuk memfokuskan perhatian pada kekhasan bunyi-bunyi tertentu. Misalnya, orang yang sedang belajar bahasa asing harus memusatkan perhatian sunguh- sunguh pada ujaran-ujaran yang diucapkan oleh pembicara asli (native

  speaker ).

  8) Menyimak persuasif. Menyimak ini bertujuan untuk meyakinkan dirinya terhadap masalah atau pendapat terhadap masalah yang selama ini diragukan kebenarannya. Menyimak dalam hal ini sebelum kita tahu dan tidak yakin kebenarannya maka menjadi terbuka pikiran yang dia ragukan akan suatu kebenaran yang abadi.

  Dari kedelapan tujuan menyimak tersebut, tujuan menyimak yang ditekankan dalam penelitian ini adalah (1) menyimak untuk belajar, (2) menyimak untuk mengevaluasi materi simakan, dan (3) menyimak untuk mengapresiasikan materi simakan. Kegiatan menyimak yang dilangsungkan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang akan dan harus dicapai siswa. Siswa dituntut untuk mampu menghargai hal-hal yang disimak, dan memahami materi simakan dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

  e. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Menyimak Walaupun menyimak ada tujuannya, tak dipungkiri bahwa senantiasa ada faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi kegiatan menyimak. Menurut Achsin

  (dalam Tarigan, 1981: 5) ada tiga faktor yang dapat menghambat dalam menyimak. Ketiga faktor itu dijelaskan sebagai berikut.

  1) Keterbatasan Fasilitas Dalam pembelajaran, hal itu berkaitan dengan belum tersedianya alat perekam yang memadai, kondisi ruangan belajar yang belum menunjang pembelajaran menyimak, dan jumlah siswa yang besar. 2) Faktor perhatian dan kebiasaan anak

  Faktor ini berkaitan dengan perhatian, daya tahan, dan kebiasaan menyimak siswa yang masih kurang. Kebiasan ini juga dapat berkaitan dengan pengelolaan kelas dan interaksi guru dengan siswa dalam pembelajaran. 3) Faktor kebahasaan

  Faktor ini merupakan faktor utama penghambat pembelajaran bahasa Indonesia secara umum dan pembelajaran menyimak secara khusus. Faktor ini mulai dari mengenali bunyi tingkat fonologis, kata, kalimat, wacana sampai menangkap dan menyimpan isi ujaran serta daya tahap menyimpan hasil simakan.

  Masih menurut Tarigan (1980: 44-47), masih ada faktor lain yang mempengaruhi menyimak. Ada tiga faktor penghambat di dalam pembelajaran menyimak.

  

 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

  1) Faktor Fisik Kondisi fisik seseorang merupakan faktor penting yang turut menentukan keefektifan serta kualitas keefektifan dalam menyimak. Kesehatan fisik adalah sebagai modal yang turut menentukan bagi setiap penyimak. Lingkungan fisik juga turut bertanggung jawab atas ketidak efektifan menyimak seseorang.

  2) Faktor psikologis Faktor psikologis yang melibatkan sikap-sikap dan sifat–sifat pribadi juga turut mempengaruhi menyimak. Faktor-faktor ini mencakup masalah-masalah: (a) prasangka dan kurangnya simpati terhadap isi pembicaraan, (b) keegosentrisan dan keasyikan terhadap minat pribadi serta masalah pribadi, (c) kurang luasnya pandangan, (d) kebosanan atau tidak ada perhatian sama sekali terhadap subjek, dan (e) sikap yang tidak layak terhadap sekolah, guru, subjek dan si pembicara.

  Masalah-masalah ini sangat mempengaruhi kegiatan menyimak ke arah yang tidak baik, dan berakibat buruk untuk seluruh kegiatan menyimak siswa.

  3) Faktor pengalaman Sikap siswa merupakan hasil pertumbuhan dan perkembangan pengalamannya sendiri. Kurangnya atau tiadanya minat merupakan akibat dari pengalaman yang dangkal atau tiadanya pengalaman terhadap bidang yang disimak.

  

 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

    2.

   Media Audiovisual

  Menurut Soeparno (1987: 1) media yaitu alat yang dipakai sebagai saluran

  

(channel) untuk menyampaikan suatu pesan (message) atau informasi dari sumber

(resource) kepada penerimanya (receiver). Istilah media berasal dari bahasa Latin,

  dari bentuk jamak medium yang secara harafiah berarti pengantara atau pengantar (Sadiman dkk, 1984: 47). Makna umumnya adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi ke penerima informasi. Istilah media sangat popular dalam komunikasi. Proses pembelajaran pada dasarnya juga merupakan proses komunikasi, sehingga media yang digunakan dalam pembelajaran disebut media pembelajaran.

  Dalam bahasa Arab, media adalah pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Secara lebih khusus pengertian media dalam proses pembelajaran cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual (Azhar, 1996: 3). Dengan demikian, media adalah sarana atau alat yang dapat menyalurkan informasi mengenai pembelajaran dari sumber informasi (guru) ke penerima informasi (siswa), atau dari sarana penunjang lainnya kepada siswa.

  Penggunaan media dalam pembelajaran dapat mempertinggi daya serap belajar siswa. Menurut Sudjana dan Rifai (1991: 2), ada empat alasan, mengapa media pembelajaran dapat mempertinggi daya serap belajar siswa. Keempat alasan itu ialah sebagai berikut.

  a. Dengan media, pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa dan dapat menimbulkan motivasi belajar.

  

 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

  b. Dengan media, pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga memungkinkan siswa untuk menguasai tujuan pembelajaran .

  c. Dengan media pembelajaran, metode pembelajaran akan lebih bervariasi.

  d. Dengan media, siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sedangkan guru hanya menjadi fasilitator, yakni mengatur, memberi petunjuk, dan memotivasi siswa.

  Penggunaan media dalam proses pembelajaran penting bagi siswa SD. Media dapat menghindari siswa dari kebosanan dan memberikan motivasi baginya untuk terlibat dalam pembelajaran. Sudjana (1991: 154) mengemukakan manfaat media dalampengajaran, yaitu:

  a. mengurangi verbalisme

  b. menarik minat dan perhatian siswa dalam kegiatan belajar mengajar

  c. meletakkan dasar untuk perkembangan kegiatan belajar mengajar

  d. memberikan pengalaman nyata pada siswa

  e. menumbuhkan pemikiran yang sistematis dan seimbang f. membantu tumbuhnya pemikiran dan perkembangan kemampuan berbahasa.

  g. memberikan pengalaman serta membantu berkembangnya efisien dan pengalaman belajar h. memperjelas makna materi atau bahan pelajaran i. menambah variasi metode mengajar sehingga siswa tidak bosan j. meningkatkan aktivitas belajar siswa.

  Media sangat bermanfaat dalam proses belajar jika digunakan sesuai dengan fungsi dan tujuannya. Cara memanfaatkan media harus sesuai dengan

  

 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

  karakteristiknya. Guru dituntut untuk dapat memanfaatkan media sesuai dengan fungsinya dan tujuannya. Menurut Roestiyah (1982: 62-70) fungsi media pendidikan meliputi hal-hal berikut.

  a. Fungsi edukatif, media pendidikan dapat memberikan pengaruh baik yang mengandung nilai pendidikan.

  b. Fungsi sosial, dengan media pendidikan hubungan antar siswa menjadi lebih baik, siswa dapat bersama-sama mempergunakan media tersebut.

  c. Fungsi ekonomi, dengan satu macam alat atau media sudah dapat dinikmati sejumlah anak didik dan dapat digunakan sepanjang waktu.

  d. Fungsi politis, dengan media pendidikan berarti sumber pendidikan dari pusat akan sampai ke pelosok.

  e. Fungsi seni budaya, dengan adanya media pendidikan siswa dapat mengenal bermacam-macam hasil budaya manusia sehingga pengalaman siswa tentang niai-nilai budaya semakin bertambah luas.

  Audiovisual merupakan sebuah frasa, yakni gabungan kata audio artinya sesuatu yang bersangkutan dengan pendengaran dan visual artinya sesuatu yang bersangkutan dengan penglihatan (KBBI, 1990: 56; 1004). Dalam bahasa media, frasa audiovisual dipakai untuk menyebut tampilan media yang bisa dilihat sekaligus didengar. Sejalan dengan itu, Suleiman (1982: 11) mengemukakan bahwa media audiovisual adalah alat yang audible artinya dapat didengarkan dan

  

visible artinya dapat dilihat. Jika demikian, media audiovisual dalam pembelajaran

  dapat diartikan sebagai penyalur pesan atau informasi berupa suara (dapat didengar) dan gambar (dapat dilihat).

  

 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

  Media audiovisual dapat juga diartikan sebagai suatu media visual yang disinkronkan dengan media audio, yang sangat memungkinkan terjadinya komunikasi antara dua arah antar-guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Media audiovisual terdiri dari “Software” dan “Hardware”. Software adalah bahan-bahan informasi yang terdapat dalam sound slide, kaset, TV dan sebagainya. Sedangkan Hardware adalah segenap teknis yang memungkinkan

  

Software dapat dinikmati misalnya: Tape, proyektor, film, slide, dan sebagainya

(Rinanto, 1982: 21).

  Menurut Suleiman (1981: 16-18), fungsi media audiovisual adalah sebagai alat untuk mempermudah penyampaian dan penerimaan materi pelajaran antara guru dengan siswa. Dari pihak guru, media audiovisual berfungsi sebagai alat untuk mempermudah penyampaian materi pembelajaran kepada siswa secara lebih konkret. Dari pihak siswa, media audiovisual berfungsi sebagai alat untuk mempermudah penerimaan materi karena adanya suara dan gambar yang lebih konkret.

  Media audiovisual dapat mendorong keinginan siswa untuk mengetahui lebih banyak hal. Media audiovisual dapat membangkitkan keinginan siswa untuk belajar secara lebih konkret. Media ini bukan hanya menghasilkan cara belajar yang efektif dalam waktu yang lebih singkat, namun juga menjadikan siswa mampu menyimpan lebih lama dalam ingatannya hal-hal yang telah dipelajarinya.

  Media audiovisual juga memiliki fungsi praktis. Menurut Rinanto (192: 53-56) fungsi praktis media audiovisual adalah sebagai berikut.

  

 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

 

  a. Media audiovisual dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki siswa. Pengalaman yang dimiliki setiap siswa berbeda. Hal itu dipengaruhi oleh faktor keluarga dan masyarakat. Perbedaan pengalaman siswa ini merupakan hal yang sulit diatasi dalam pembelajaran, sehingga mustahil jika guru hanya menggunakan bahasa verbal.

  b. Media audiovisual dapat melampaui batas ruang dan waktu. Dalam hal ini, harus disadari bahwa banyak hal yang tak mungkin dialami di dalam kelas.

  c. Media audiovisual sangat memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara siswa dengan lingkungannya.

  d. Media audiovisual memberikan keseragaman pengamatan.

  e. Media audiovisual dapat menanamkan konsep dasar yang besar, konkret dan realistis.

  f. Media audiovisual membangkitkan keinginan dan minat baru bagi siswa.

  g. Media audiovisual memberikan pengalaman yang integral mengenai hal yang konkret sampai ke hal yang abstrak.

3. Penggunaan Media Audiovisual dalam Pembelajaran

  Dari paparan di atas dapatlah dikatakan bahwa media audiovisual sangat penting dalam pembelajaran. Sebab, dengan penggunaan media audiovisual pembelajaran dapat berjalan efektif, efisien, dan bermakna. Oleh karena itu, Penggunaan media audiovisual harus dipersiapkan secara matang sebelum proses pembelajaran berlangsung. Hal itu berkaitan dengan hal-hal teknis, misalnya keterampilan merancang, mengoperasikan media, dan mempresentasikan media di

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

  dalam pembelajaran. Dengan menguasai keterampilan-keterampilan dasar itu, pembelajaran berjalan dengan baik dan lancar.

  Sejalan konsep di atas, penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya menyimak cerita rakyat, memerlukan persiapan.

  Dalam hal itu, perencanaan pokok yang harus dilakukan guru antara lain menyangkut bagaimana menyampaikan informasi bagi yang mendengar maupun yang melihatnya (Suleiman, 1981: 21-24). Pengunaan media audiovisual memungkinkan siswa untuk berpartisipasi dalam pembelajaran. Untuk mencapai tujuan itu, diperlukan tahap-tahap tertentu. Adapun tahap-tahap penggunaan media secara efektif dan efisien meliputi: persiapan, penyajian, penerapan, dan kelanjutan.

  1. Persiapan Sebelum melakukan pembelajaran, guru menentukan tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran. Setelah itu, guru melakukan persiapan dengan cara latihan. Pada saat latihan guru hendaknya mencatat hal-hal apa yang seharusnya ditonjolkan dalam pembelajaran. Selain itu, guru juga harus memastikan apakah media yang digunakan sudah siap-pakai ataukah belum.

  2. Penyajian Setelah persiapan, langkah selanjutnya adalah penyajian bahan. Hal-hal yang harus diperhatikan guru dalam menyajikan bahan menyangkut antara lain penyusunan kata pendahuluan, animasi dan pilihan kata yang tepat sehingga dapat menarik perhatian siswa, dan penampilan bahan yang sesuai dan bermutu.

  

 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

  3. Penerapan Pada tahap ini siswa dapat belajar menyusun kata-kata untuk menjawab pertanyaan. Pertanyaan yang diajukan guru harus singkat, padat, dan jelas. Hal itu dimaksudkan untuk memantapkan fakta-fakta yang penting dalam ingatan peserta didik

  4. Kelanjutan Pembelajaran tidak hanya berhenti pada tahap penerapan, tetapi harus sampai pada tahap kelanjutan. Kelanjutan yang dimaksud adalah pembelajaran yang telah dilakukan tidak hanya berhenti pada saat pembelajaran berlangsung, tetapi juga setelah berlangsungnya pembelajaran itu sebagai kelanjutannya. Pada saat tertentu, sebaiknya siswa perlu disegarkan dan diingatkan kembali akan apa yang pernah diihat dan didengar. Hal itu bisa dilakukan guru saat memulai pembelajaran berikutnya dengan melakukan apersepsi.

4. Cerita Rakyat

  Cerita rakyat (folktale) adalah kiasan anonim yang tidak terikat pada ruang dan waktu, yang beredar secara lisan di kalangan masyarakat. Sadjiman (1990: 16) mengemukakan bahwa yang tergolong cerita rakyat adalah fabel (cerita binatang), legenda, dongeng, dan mite. Cerita rakyat biasanya didokumentasikan dalam bentuk tulisan dan rekaman dalam bentuk audio maupun audiovisual.

  Cerita rakyat adalah sebagian kekayaan budaya, sejarah yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Pada umumnya cerita rakyat mengisahkan tentang kejadian di suatu tempat atau asal mula suatu tempat. Tokoh-tokoh yang dimunculkan dalam

  

 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

  cerita rakyat umumnya diwujudkan dalam bentuk binatang, dewa-dewi, maupun manusia. Dalam KBBI (Diknas, 1990: 165) dijelaskan bahwa cerita rakyat adalah cerita dari zaman dulu yang hidup dikalangan rakyat dan diwariskan secara lisan.

  Mite adalah cerita yang dianggap benar-benar terjadi dan dianggap sakral (suci) oleh pendukungnya. Mite mengandung tokoh dewa atau mahluk setengah dewa. Tempat terjadinya di dunia lain dan masa terjadinya sudah jauh di zaman dulu kala yakni di zaman purba.

  Dongeng adalah cerita atau prosa rakyat yang tidak dianggap benar-benar terjadi (Bunanta, 1998: 10). Dongeng tidak terikat dengan pelaku, waktu, dan tempat artinya tokohnya boleh siapa saja, manusia, dewa, hantu, binatang dan sebagainya, waktu terjadinya dapat kapan saja dan di mana saja.

  Legenda adalah cerita yang dianggap benar-benar terjadi tetapi tidak dianggap sakral. Tokoh legenda adalah manusia biasa yang memiliki sifat yang luar biasa sering dibantu oleh makhluk-makhluk gaib.

  Cerita rakyat disebarkan dari seseorang kepada yang lain secara berturut– turut tanpa penekanan pada sumber aslinya. Cerita rakyat benar-benar disebarkan secara oral artinya disebarkan dari mulut ke mulut. Dalam proses penyebaranya, cerita rakyat dituturkan oleh seseorang dan didengarkan oleh orang lain. Orang lain itu menuturkannya kepada orang lain lagi sejauh dia dapat mengingat urutan isinya, dengan atau tanpa tambahan yang dibuat oleh penuturnya yang baru itu (Bunanta, 1998: 23).

  Ada kemungkinan cerita rakyat dalam perkembangannya mengalami perubahan. Hal itu disebabkan karena penuturnya tidak mampu mengingat seluruh

  

 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

  isi cerita secara runtut dan lengkap, atau tidak mampu mengingat seluruh isi cerita secara urut dan lengkap, atau tidak mampu menuturkan secara tepat seperti yang didengarnya dari penuturnya yang memberi cerita kepadanya. Ada juga yang disebabkan karena tuntunan untuk menyelaraskan penuturan cerita tersebut dengan selera pendengarnya (Bunanta, 1998: 23).

  Secara rinci Danandjaja (dalam buku Risalah, 1979-1980) menyebutkan ciri-ciri cerita rakyat adalah sebagai berikut.

  a. Cerita rakyat merupakan penyebaran secara lisan yakni disebarkan dari mulut ke mulut atau diwariskan melalui kata-kata.

  b. Cerita rakyat adalah tradisional, yakni disebarluaskan dalam bentuk relatif tetap atau dalam bentuk standar dan tersebar diantara kelompok tertentu, dalam waktu yang cukup lama (sedikitnya dua generasi).

  c. Cerita rakyat ada dalam versi (version) yang berbeda-beda. Ini disebabkan oleh penyebaran yang lisan, dari mulut ke mulut, walaupun perbedaannya hanya pada hal-hal yang kecil saja atau pada bagian luarnya saja.

  d. Bersifat anonim yaitu nama pencipta suatu cerita rakyat biasanya sudah tidak diketahui oleh orang lain.

  e. Cerita rakyat mempunyai fungsi (function) dalam kehidupan bersama sebagai suatu kolektif. Cerita rakyat berguna sebagai alat pendidikan, pelipur lara, protes sosial, dan proyeksi keinginan terpendam.

  f. Cerita rakyat menjadi milik bersama (collektive) dari masyarakat tertentu. Hal ini disebabkan karena penciptanya tidak diketahui lagi, sehingga anggota kolektif tersebut merasa memiliki.

  

 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

  g. Cerita rakyat pada umumnya bersifat polos dan lugu sehingga sering kali kelihatan kasar. Cerita rakyat merupakan proyeksi emosi manusia yang paling jujur. William R. Bascom (dalam Risalah, 1979-1980: 63) menyatakan bahwa cerita rakyat (cerita lisan) mempunyai empat fungsi. Keempat fungsi adalah sebagai berikut.

  a. Cerita rakyat berfungsi sebagai sistem proyeksi (projective system), yakni mencerminkan angan-angan kelompok.

  b. Cerita rakyat berfungsi sebagai alat perantara dan lembaga kebudayaan (validating culture).

  c. Cerita rakyat berfungsi sebagai alat pendidikan anak (paedagocal device).

  d. Cerita rakyat berfungsi sebagai alat pemaksa dan pengawas agar norma-norma masyarakat dipenuhi.

  Dalam kaitan dengan perkembangan anak, nilai cerita rakyat meliputi perkembangan holistik yang mencakup emosional, kognitif, moral, sosial, dan bahasa. Manfaat yang berhubungan dengan perkembangan emosional yaitu mengajarkan pada anak bahwa manusia mempunyai rasa cinta, benci, sedih, marah, dan gembira. Dalam tataran kognitif, cerita rakyat berfungsi sebagai alat pendidikan. Sebagai alat pendidikan, cerita rakyat dapat dimanfaatkan sabagai sarana untuk menyadarkan siswa akan nilai-nilai moral dan sosial yang terkadung dalam cerita rakyat (Bunanta, 1998: 52).

  Selain itu, cerita rakyat juga bermanfaat bagi perkembangan penguasaan bahasa pada siswa. Cerita rakyat yang ditampilkan atau dibawakan dalam

  

 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   

  pembelajaran dapat menanamkan penguasaan siswa pada bahasanya sendiri, yang berefek positif pada kompetensi berbahasanya (Bunanta, 1998: 52).

  C. Kerangka Berpikir Sebagai penghubung antara deskripsi teoritis dan pengajuan hipotesis perlu ada kerangka berpikir dari teori yang di terapkan di atas, sehingga dapat diajukan hipotesis yang merupakan jawaban sementara dari penelitian. Agar pembelajaran menyimak cerita rakyat efektif seperti yang diharapkan, peneliti menggunakan media audiovisual dalam pembelajaran.

D. Hipotesis

  Berdasarkan uraian-uraian di atas, peneliti membuat hipotesis untuk penelitian ini sebagai berikut.

  1. Pengunaan media audiovisual efektif dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat siswa kelas V SD Kanisius Sengkan.

  2. Ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan menyimak siswa kelas VA dan Kelas VB dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat dengan menggunakan media audiovisual dan tidak menggunakan media audiovisual.

  

 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam bab ini akan diuraikan tujuh hal, yaitu (A) jenis penelitian, (B)

  desain penelitian, (C) subjek penelitian, (D) instrumen penelitian, (E) teknik pengujian instrumen, (F) teknik pengumpulan data, dan (G) teknik analisis data.

  Keenam hal tersebut dipaparkan dalam subbab-subbab berikut.

  A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian kuasi eksperimen. Dalam penelitian ini akan diadakan percobaan untuk meneliti apakah media audiovisual memiliki efektivitas dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat dengan melihat perbedaan jawaban pertanyaan dari cerita rakyat yang didengar antara dua kelompok.

  Dua kelompok tersebut adalah kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen dalam penelitian ini dikondisikan untuk menyimak cerita rakyat dengan menggunakan media audiovisual, sedangkan kelompok kontrol dikondisikan untuk menyimak cerita rakyat tidak menggunakan media sekaligus sebagai uji instrumen. Berdasarkan hal tersebut, dalam penelitian ini akan dicari hubungan sebab akibat yang timbul dari kedua kelompok

  34

  

 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

B. Desain Penelitian (Rancangan Penelitian) Penelitian ini menggunakan desain post test-only group control. Kelompok Pre test Treatment Post test

  • Eksperimen (R) x O1
  • Kontrol (R)

  O2 Nilai post-test kelas eksperimen dibandingkan dengan nilai post-test kelas kontrol untuk mengetahui seberapa besar efektivitas treatment. Jika nilai kelompok eksperimen lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol, maka perbedaannya disebabkan karena perlakuan. Sebaliknya, jika nilai kelompok kontrol yang lebih baik, maka perbedaannya disebabkan bukan karena perlakuan (Emzir. 2007: 48).

C. Subjek Penelitian

  Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Kanisius Sengkan yang berjumlah 60 siswa dengan rincian: kelas VA berjumlah 30 siswa dan kelas VB berjumlah 30 siswa. Peneliti mengambil semua subjek menjadi sampel penelitian. Sebab, dengan mengambil seluruh subjek sebagai sampel, peneliti akan memperoleh data yang valid. Selain itu, jumlah sampel belum berjumlah seratus.

  Hal itu sejalan dengan pendapat Arikunto (1991: 125) yang mengatakan bahwa apabila jumlah subjek kurang dari seratus peneliti dapat mengambil seluruh subjek sebagai sampel.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sampel penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu: (1) kelompok eksperimen, yakni kelas VA yang menyimak cerita rakyat dengan menggunakan media audiovisual, dan (2) kelompok kontrol, yakni kelas VB yang menyimak cerita rakyat tidak menggunakan media (dalam kelompok kontrol, cerita hanya hanya dibacakan oleh peneliti).

D. Instrumen Penelitian

  Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk dapat mengumpulkan data (Arikunto, 1990: 177). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pertanyaan atau soal berupa tes essai.

  Untuk mengerjakan tes esai, peneliti membuat perintah kepada siswa untuk mengerjakan soal-soal yang telah disediakan peneliti. Selanjutnya, jawaban atau hasil tes dari siswa dikumpulkan, diperiksa, dan diberi skor.

  Mengingat ada dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, maka peneliti memberikan perintah yang berbeda antara kedua kelompok.

  Perintah untuk masing-masing kelompok disusun sebagai berikut.

  1. Perintah untuk kelompok eksperimen yaitu:

  a. Dengarkanlah dengan baik cerita rakyat yang di tayangkan!

  b. Jawablah pertanyaan yang yang disediakan di kertas secara individu!

  c. Tulis nama, kelas, dan nomor urut presensi di sudut di kertas jawabanmu!

  d. Kerjakan di dalam ruangan kelas!

  e. Waktu 45 menit!

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Perintah untuk kelompok kontrol adalah sebagai berikut.

  a. Dengarkanlah dengan baik cerita rakyat yang dibacakan guru!

  b. Jawablah pertanyaan yang di kertas yang disediakan di kertas secara individu!

  c. Tulis nama, kelas, dan nomor urut presensi di kertas jawaban!

  d. Kerjakan di dalam ruangan kelas!

  e. Waktu 45 menit! E.

   Teknik Pengujian Instrumen

  Teknik pengujian instrumen dilakukan dengan 2 cara yakni (1) uji validitas, (2) uji reliabilitas. Kedua hal tersebut dipaparkan sebagai berikut.

  1. Validitas Validitas merupakan syarat yang terpenting dalam suatu alat evaluasi.

  Suatu teknik evaluasi dikatakan mempunyai validitas yang tinggi jika evaluasi tersebut dapat mengukur apa yang sebenarnya akan diukur (Purwanto, 2004: 137).

  Menurut Putro (2009: 128) Validitas adalah taraf sampai dimana suatu tes mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Dengan kata lain validitas berkaitan dengan ketepatan suatu alat ukur.

  Berdasarkan pengertian validitas sebagaimana telah dikemukakan oleh para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa validitas adalah “ketepatan”atau “keajekan” suatu alat ukur mengukur apa yang seharusnya diukur.

  Menurut Purwanto (2004: 138) ada 4 jenis validitas, yaitu: content validity

(curricular validity), construct validity, predictive validity, concurrent validity.

  Dalam penelitian ini, peneliti memakai content validity (curricular validity). Di

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dalam content validity (curricular validity). Suatu tes dikatakan memiliki content

  

validity, jika scope dan isi tes sesuai dengan scope dan isi kurikulum. yang sudah

  diajarkan. Dalam penelitian ini, Peneliti menyusun soal tes essei berdasarkan kurikulum yaitu berdasarkan standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator yang sudah disusun (lihat kisi-kisi soal pada tabel 2), kemudian soal-soal yang disusun tersebut dikonsultasikan dengan dosen pembimbing dan guru bidang studi bahasa Indonesia.

  2. Reliabilitas Reliabilitas adalah taraf sampai dimana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukurannya yang diperlihatkan dalam taraf ketepatan dan ketelitian hasil (Putro, 2009: 127-154). Taraf reliabilitas suatu tes dinyatakan dalam suatu koefisien korelasi. Koefisien korelasi dinyatakan dalam suatu bilangan koefisien antara –1,00 sampai 1,00. Dalam penelitian ini, pengujian reliabilitas di uji di kelas VB SD Kanisius Sengkan tanggal 16 September 2010.

  Pengukuran reliabilitas memakai koefisien reliabilitas alpha dengan rumus sebagai berikut. 2 ⎛ ⎞

  σ

  k b

  ⎛ ⎞

  ∑

  ⎜ ⎟

  r =

  1 − 11 ⎜ ⎟ 2 ⎜ ⎟

  k

  1 ⎝ ⎠ σ t

  ⎝ ⎠ Keterangan

  r = Koefisien reliabilitas 11 k = Jumlah item

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ∑ 2 b

  σ = Jumlah varians butir 2 1 σ = varians total

  Sebelum dilakukan perhitungan koefisien reliabilitas perlu dicari 2 hal yaitu (a) jumlah varians per butir, dan (b) varians total (analisis lihat lampiran 7)

  a. Varians Butir Varians butir dihitung dengan rumus sebagai berikut: 2 1

  σ =

  N N jlh jlhkuadrat 2

  − 2

  1

  σ = Varian soal ke – n N= Jumlah siswa

  b. Varians total 2 t σ =

  N N Skortotal Kuadrattot al2 t

  σ = Varian total N= Jumlah siswa Tabel 1. Kualifikasi Koefisien Korelasi

  Koefisien Korelasi Kualifikasi 0,91-1,00 Sangat tinggi 0,71-0,90 Tinggi 0,41-0,70 Cukup 0,21-0,40 Rendah Negatif- 0,21 Sangat rendah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

F. Teknik Pengumpulan Data

  Teknik pengumpulan data adalah langkah dan cara untuk memperoleh data berkaitan dengan subjek yang diteliti dalam rangka mencapai tujuan penelitian.

  Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik tes. Teknik tes diwujudkan peneliti melalui tiga tahap kegiatan, yaitu: (1) persiapan, (2) treatment, dan (3) pengumpulan data. Ketiga tahap itu dijelaskan sebagai berikut.

  1. Persiapan Sebelum mengumpulkan data peneliti mengadakan persiapan. Persiapan tersebut adalah sebagai berikut.

  a. Peneliti meminta izin kepada kepala sekolah SD Kanisius Sengkan untuk melakukan penelitian serta memberikan surat pengantar penelitian dari prodi PGSD.

  b. Peneliti mengadakan wawancara dengan guru bidang studi bahasa Indonesia untuk mengetahui informasi data, jumlah siswa, dan keadaan siswa.

  c. Peneliti bersama guru bahasa Indonesia menentukan jadwal penelitian.

  d. Peneliti membuat sepuluh butir soal essai untuk kedua kelompok yang menjadi subjek penelitian dengan soal yang sama sesuai dengan indikator yang mau dicapai sepeti yang tercantun dalam RPP (lihat lampiran 2), LKS ( lihat lampiran 4). Sebelum mengujikan soal tersebut peneliti menyusun kisi- kisi. Adapun kisi-kisi tersebut disusun sebagai berikut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 2 Kisi-kisi Soal Menyimak Cerita Rakyat

  

Standar Kompetensi Indikator No. Soal Jumlah

Kompetensi Dasar Soal

  1.Mendengarkan

  1.2 Siswa dapat 1 1 Memahami mengidentifikasi menyebutka penjelasan unsur–unsur n tokoh narasumber dan cerita tentang cerita cerita rakyat cerita rakyat

  Siswa dapat 2 1 secara lisan yang menyebutka didengarnya”. n latar cerita Siswa dapat 3 1 menjelaskan amanat Siswa dapat 5, 6, 7, 8

  5 menjelaskan dan 9 watak tokoh Siswa dapat 3 1 menentukan tema cerita Siswa dapat 10 1 menuliskan kembali isi ringkas cerita

  Total Soal 10 e. Soal-soal disusun berdasarkan kisi-kisi di atas.

  f. Soal-soal yang telah disusun peneliti selanjutnya dikonsultasikan dengan dosen pembimbing dan guru mata pelajaran.

  g. Peneliti melakukan penelitian sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Treatment (perlakuan) Sebelum mengumpulkan data dari kedua kelompok, peneliti menyusun

  

treatment (perlakukan) yang berbeda antara kelompok eksperimen dan kelompok

kontrol. Treatment (perlakukan) yang dimaksud dideskripsikan sebagai berikut.

  a. Peneliti memberikan soal berupa tes essai untuk dijawab siswa berdasarkan cerita rakyat yang didengarkan.

  b. Kelompok eksperimen menjawab pertanyaan berdasarkan cerita rakyat yang didengarkan lewat media audiovisual yang ditayangkan lewat media player.

  c. Kelompok kontrol menjawab pertanyaan berdasarkan cerita yang dibacakan oleh peneliti.

  3. Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan berkaitan dengan subjek penelitian dalam rangka tujuan penelitian. Data diperoleh melalui tes menyimak. Tes menyimak dilakukan dengan menggunakan media audiovisual dan tidak menggunakan media audiovisual. Pengumpulan data dilakukan terlebih dahulu dilakukan dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat menggunakan media audiovisual, kemudian pembelajaran menyimak cerita rakyat tidak menggunakan media audiovisual. Pengambilan data dilakukan satu kali dengan bahan yang sama dengan bahan waktu yang sama.

  Langkah-langkah pengumpulan data adalah sebagai berikut.

  a. Soal tes yang diberikan kepada siswa, berupa perintah untuk menjawab butir soal yang telah diterima. Kelompok eksperimen menjawab pertanyaan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  berdasarkan cerita rakyat yang didengarkan lewat media audiovisual yang ditayangkan lewat media player, sedangkan kelompok kontrol menjawab pertanyaan berdasarkan cerita yang dibacakan oleh peneliti.

  b. Siswa menyimak cerita untuk menjawab butir soal yang telah diterima.

  c. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan sesuai dengan informasi yang disimak.

  d. Peneliti mengumpulkan hasil pekerjaan siswa untuk dianalisis.

  4. Teknik Analisis Data Teknik yang digunakan untuk mengolah data dalam penelitian ini adalah teknik statistik. Yang dimaksud dengan teknik statistik ialah suatu teknik dengan cara peneliti mengumpulkan data berupa angka-angka, yang digolong-golongkan dan ditabulasikan sehingga dapat memberikan informasi yang berarti mengenai suatu masalah atau gejala (KBBI, 1990: 858). Teknik itu dikonkretkan peneliti melalui dua cara, yaitu: (a) pemeriksaan dan pemberian skor tes menyimak siswa dengan skala penilaian 1-5 sesuai dengan bobot butir pertanyaan yang ditentukan, dan (b) perhitungan nilai rata-rata (mean). Skor siswa dianalisis untuk kemudian dicari dan diukur skor rata-rata (mean). Skala penilaian digambarkan pada tabel berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  x 100% Keterangan mengenai kriteria penilaian tes menyimak Soal nomor 1 5= Menyebutkan tokoh lebih dari 5 4 = Menyebutkan 5 tokoh 3= Menyebutkan 3 tokoh 2= Menyebutkan 2 tokoh 1= Menyebutkan 1 tokoh

  Jlh

  Skor = 100

  4 Total 100

  10. Menuliskan isi cerita

  2

  9. Menjelaskan sikap pelaku

  2

  2 8. Menjelaskan watak pelaku dan akibatnya

  7. Membandingkan watak pelaku

  2

  6. Mengidentifikasi watak pelaku

  Tabel 3 Penilaian Tes Menyimak No.

  Soal Soal Bobot Skala Penilaian Jumlah

  2

  4. Mejelaskan amanat

  2

  3. Menetukan tema

  1

  2. Meyebutkan latar

  1

  1. Menyebutkan tokoh

  5

  4

  3

  2

  1

  5. Menjelaskan kegiatan pelaku

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Soal nomor 2 5= Menuliskan 5 latar tempat 4 = Menuliskan 4 latar tempat 3 = Menuliskan 3 latar tempat 2= Menuliskan 2 latar tempat 1= Menuliskan 1 latar tempat Soal nomor 3 5= Menentukan tema sesuai dengan isi cerita 4 = Menentukan tema cukup sesuai dengan isi cerita 3= Menentukan tema kurang sesuai dengan isi cerita 2 = Menentukan tema tidak sesuai dengan isi cerita 1= Tidak ada jawaban yang benar Soal nomor 4 5 = Amanat sangat sesuai dengan isi cerita dan menuliskan 3 4 = Amanat sesuai dengan isi cerita dan menuliskan 2 3 = Amanat sesuai dengan isi cerita dan menuliskan 1 2= Amanat kurang sesuai dengan isi cerita dan menuliskan 2-3 1= Amanat tidak sesuai dengan isi cerita dan menuliskan 1 Soal nomor 5-9 5= Jawaban sangat tepat, lengkap dan benar 4 = Jawaban tepat lengkap dan benar 3 = Jawaban kurang lengkap dan benar 2= Jawaban kurang lengkap

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1= Jawaban tidak benar Soal nomor 10 5= Menuliskan judul, Isi sesuai cerita, struktur kalimat sesuai EYD 4 = Menuliskan sesuai dengan isi cerita, struktur kalimat sesuai EYD 3 = Menuliskan judul, isi sesuai cerita, kurang memperhatikan EYD 2= Menuliskan isi sesuai cerita, banyak kesalahan dalam penggunaan tanda baca.

  1= Menuliskan judul, kurang sesuai dengan isi cerita, kurang memperhatikan EYD

  Berdasarkan perbedaan skor yang diperoleh siswa dari kedua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, akan diketahui seberapa besar efektivitas media audiovisual dalam pembelajaran menyimak cerita khususnya cerita rakyat.

  Langkah-langkah analisis data adalah sebagai berikut.

  a. Membuat tabulasi pada skor kelas eksperimen dan kelas kontrol.

  b. Membuat tabulasi persiapan perhitungan nilai rata-rata.

  c. Menghitung nilai rata-rata (mean). Nilai mean dilambangkan dengan Perhitungan mean dilakukan dengan menjumlahkan skor dan membaginya dengan jumlah siswa (Nurgiyantoro, 2001: 361) dengan rumus:

  fxx

  = N

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Keterangan x = mean (nilai rata-rata) X = skor dalam menyimak N = jumlah siswa

  d. Mengkonversi nilai rata-rata ke dalam patokan perhitungan persentase skala seratus untuk menentukan taraf kemampuan menyimak cerita rakyat.

  Untuk menafsirkan kemampuan menyimak cerita rakyat apakah baik, sedang, kurang, maka hasil dari perhitungan dikonversi ke dalam persentase skala seratus (Nurgiyantoro, 1998: 264)

  Tabel 4 Patokan Perhitungan Persentase Skala Seratus Rentang angka Interval % tingkat penguasaan Keterangan

  96-100 96%-100% Sempurna 86-95 86-95% Baik sekali 76-85 76-85% Baik 66-75 66%-75% Sedang 56-65 56%-65% Cukup 46-55 46%-55% Hampir sedang 36-45 36%-45% Kurang 26-35 26%-35% Kurang sekali 16-25 16%-25% Buruk

  0-15 0%-15% Buruk sekali

  e. UJi -t Rumus uji-t dimaksudkan untuk menguji perbedaan hasil menyimak cerita rakyat antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Perbedaan hasil menyimak kedua kelompok akan memberikan informasi mengenai efektivitas media audiovisual dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat (Nurgiyantoro, 2001: 109). Perbandingan hasil pembelajaran menyimak menggunakan media audiovisual dan tanpa media audiovisual dapat diketahui dengan mengunakan tes

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  t. Nilai t-observasi yang dicari dapat dilihat signifikan tidaknya dengan tabel kritis t dengan derajat kebebasan (db). Untuk menentukan signifikan tidaknya nilai t selanjutnya dikonsultasikan dengan tabel nilai kritis t (nilai kritis t terlampir).

  Jika harga t-observasi diketahui selanjutnya dikonsultasikan dengan t-tabel dengan taraf signifikansi tertentu. Dalam penelitian ini taraf signifikansi adalah 5 %. Taraf signifikansi tersebut berarti bahwa peneliti bersedia menerima penelitian walaupun dari populasi ada 5% yang meleset tidak sesuai dengan kesimpulan (Arikunto, 1990: 505).

  Apabila harga t-observasi lebih kecil dari pada t-tabel maka tidak ada perbedaan yang signifikan antara dua hal. Sebaliknya apabila nilai t-observasi lebih besar atau sama dengan nilai t-tabel maka hasilnya ada perbedaan antara dua hal. Perbedaan tersebut dihitung dengan menggunakan rumus t-tes

  Langkah-langkah dalam uji t yaitu 1) Mencari taksiran 2 2

  xx2 ( 1 ) 2 2 ∑ ∑

  ⎜ ⎟ 1 + xx2

  ∑ ∑

  ⎜ ⎟

  n n 1 2

  ⎝ ⎠

2 S = 

  n n

  2 1 2

  • 2) Mencari nilai t
  • 1 X

      X 2 t = 2 2 S S

    • n n
    • 1 2

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        Keterangan t = Koefisien yang dicari = jumlah sampel kelompok 1

        n 1

        n = jumlah sampel kelompok 2

      2 X = nilai rata-rata kelompok 1

        1 X = nilai rata-rata kelompok 2 2 = taksiran varian 2 S

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

      BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini akan diuraikan ini empat hal, yaitu (A) deskripsi data, (B) analisis data, (C) pengujian hipotesis, dan (D) pembahasan hasil penelitian. Keempat hal tersebut dipaparkan dalam subbab-subbab berikut. A. Deskripsi Data Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa data kuantitatif. Data

        kuantitatif yang dimaksud berupa skor yang didapat dari tes menyimak cerita rakyat. Tes menyimak dikerjakan oleh kelompok eksperiman dengan menggunakan media audiovisual dan kelompok kontrol tidak menggunakan media audiovisual.

        Penelitian ini berlangsung pada bulan September 2010 di kelas V SD Kanisius Sengkan. Ada dua subjek dalam penelitian ini. Pertama, siswa kelas

        VA berjumlah 30, dan saat pengambilan data 1 siswa tidak hadir. Kedua, siswa kelas VB berjumlah 30, dan saat pengambilan data 5 siswa tidak hadir. Dengan demikian, total subjek penelitian ini adalah 54 siswa dengan rincian: kelas VA 29 siswa dan kelas VB 25 siswa.

        Data kuantitaif dalam penelitian ini berupa skor-skor yang diperoleh dari jawaban siswa atas tes essai. Skor-skor itu dikelompokkan menjadi dua, yaitu skor untuk kelompok eksperimen dan skor untuk kelompok kontrol. Berikut adalah uraian skor-skor dari kedua kelompok.

        50

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        

       

        1. Skor Kelompok Eksperimen Total siswa kelompok eksperimen adalah 29 siswa. Berdasarkan urutan presensi, peneliti membuat tabulasi skor sebagai berikut .

        Tabel 5 Data Skor Menyimak Cerita Rakyat Menggunakan Media Audiovisual

        Kelompok Eksperimen

        No. Skor No. Skor No. Skor No. Skor No. Skor No. Skor 1.

        60 6. 67 11.

        82

      16.

        71 21. 76 26. 75 2. 74 7. 64 12.

        72

      17.

        75 22. 76 27. 75 3. 76 8. 68 13.

        75

      18.

        79 23. 77 28. 79 4. 80 9. 80 14.

        77

      19.

        89 24. 77 29. 79 5. 77 10. 87 15.

        79

      20.

        82 25. 84 30. -

        Selanjutnya, peneliti mengurutkan skor-skor tersebut dari skor tertinggi sampai skor terendah. Urutan skor-skor tersebut, yaitu: skor 89 diperoleh 1 siswa, skor 87 diperoleh 1 siswa, skor 84 diperoleh 1 siswa, skor 82 diperoleh 2 siswa, skor 80 diperoleh 2 siswa, skor 79 dperoleh 4 siswa, skor 77 diperoleh 4 siswa, skor 76 peroleh 3 siswa, skor 75 diperoleh 4 siswa, skor 74 diperoleh 1 siswa, skor 72 diperoleh 1 siswa, skor 71 diperoleh 1 siswa, skor 68 diperoleh 1 siswa, skor 67 diperoleh 1 siswa, skor 64 diperoleh 1 siswa, dan skor 60 diperoleh 1 siswa. Urutan skor-skor tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.

         

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        13

        4

        10

        74

        1

        11

        72

        1

        12

        71

        1

        68

        9

        1

        14

        67

        1

        17

        64

        1

        18

        60

        1 Dari deksripsi di atas diperoleh kesimpulan bahwa skor tertinggi yang dicapai kelompok eksperimen adalah 89 dan skor terendah adalah 60.

        Data skor pada tabel 5 kemudian ditabulasikan ke dalam tabel 6 sebagai persiapan untuk menghitung nilai rata-rata dan perbedaan kemampuan menyimak cerita rakyat.

        75

         

        Tabel 6 Urutan Skor Kelompok Eksperimen

        4

        

      No. Urutan skor Jumlah siswa

        1

        89

        1

        2

        87

        1

        3

        84

        1

        82

        76

        2

        5

        80

        2

        6

        79

        4

        7

        77

        4

        8

        3

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        

       

        Tabel 7 Perhitungan Jumlah Skor dan Jumlah Skor Kuadrat sebagai Persiapan

        Menghitung Mean dan Kemampuan Menyimak Cerita Rakyat Menggunakan Media Audiovisual Kelompok Eksperimen

        No. Skor Frekuensi f(x) f(x)² (f)

        1 89

        1 89 7.921 2 87 1 87 7.569 3 84 1 84 7.056 4 82 2 164 13.448 5 80 2 160 12.800 6 79 4 316 24.964 7 77 4 308 23.716 8 76 3 228 17.320 9 75 4 300 22.500 10 74 1 74 5.476 11 72 1 72 5.184 12 71 1 71 5.041 13 68 1 68 4.624 14 67 1 67 4.489 17 64 1 64 4.096 18 60 1 60 3.600 2

        = f (x ) 2212 f (x ) 169.804

        =

        N= 29 ∑ ∑

        Keterangan N = Jumlah Siswa X = Skor siswa f = Frekuensi f(x) = Skor dikali frekuensi f(x)² =Skor yang dikuadratkan dikali frekuensi

         

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

         

        2. Skor Kelompok Kontrol Total siswa kelompok Kontrol adalah 25 siswa. Berdasarkan urutan presensi, peneliti membuat tabulasi skor sebagai berikut .

        Tabel 8 Data Skor Menyimak Tidak Menggunakan Media audiovisual Kelompok Kontrol

        

      No. Skor No. Skor No. Skor No. Skor No. Skor No. Skor

        1. 50 6. 65 11.

        67 16.

        67 21. 60 26. 61 2. 62 7. 74 12. - 17.

        59 22. 62 27. 63 13. 64 18. - 23.

        59

        28 - 3. 52 8. 61 4. 80 9. 66 14. 70 - 19.

        60 24.

        67

        29 5. 64 10. 69 15.

        69 20.

        69 25. 60 -

        30 Selanjutnya, peneliti mengurutkan skor-skor tersebut dari skor tertinggi sampai skor terendah. Urutan skor-skor tersebut, yaitu: skor 80 diperoleh 1 siswa, skor 74 diperoleh 1 siswa, skor 70 diperoleh 1 siswa, skor 69 diperoleh 3 siswa, skor 67 diperoleh 3 siswa, skor 66 dperoleh 1 siswa, skor 65 diperoleh 1siswa, skor 64 peroleh 2 siswa, skor 63 diperoleh 1 siswa, skor 62 diperoleh 2 siswa, skor 60 diperoleh 3 siswa, skor 59 diperoleh 2 siswa, skor 52 diperoleh 1 siswa, skor 50 diperoleh 1 siswa. Urutan skor-skor tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        

       

        Tabel 9 Urutan Skor Kelompok Kontrol

        No. Skor (X) Frekuensi (f)

        1

        80

        1 2 74 1 3 70 1 4 69 3 5 67 3 6 66 1 7 65 1 8 64 2 9 63 1 10 62 2 11 61 2 12 60 3 13 59 2 14 52 1 15 50

        1 Dari deksripsi di atas diperoleh kesimpulan bahwa skor tertinggi yang dicapai kelompok eksperimen adalah 80 dan skor terendah adalah 50. Data skor pada tabel 8 kemudian ditabulasikan ke dalam tabel 9 sebagai persiapan untuk menghitung nilai rata-rata dan perbedaan kemampuan menyimak cerita rakyat

         

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

         

        Tabel 10 Perhitungan Jumlah Skor dan Jumlah Skor Kuadrat sebagai Persiapan

        Menghitung Mean dan Kemampuan Menyimak Cerita Rakyat Tidak Menggunakan Media Kelompok Kontrol

        Keterangan N = Jumlah Siswa X = Skor siswa f = Frekuensi f(x) = Skor dikali frekuensi f(x)² = Skor yang dikuadratkan dikali frekuensi

        No Skor (X) Frekuensi

      (f) f(x) f(x)²

        1 80 1 80 6.400 2 74 1 74 5.476 3 70 1 70 4.900 4 69 3 207 14.283 5 67 3 201 13.467 6 66 1 66 4.356 7 65 1 65 4.225 8 64 2 128 8.192 9 63 1 63 3.969 10 62 2 124 7.688 11 61 2 122 7.442 12 60 3 180 10.800 13 59 2 118 6.962 14 52 1 52 2.704 15 50 1 50 2.500      

        N=  25 ∑

        ) (x f

        = 1600 ∑

        ) (x f 2

        = 103.364  

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        

       

      B.

         Analisis Data

        Analisis data dalam penelitian ini meliputi tiga hal, yaitu: (1) penghitungan mean dan kemampuan menyimak cerita rakyat menggunakan media audiovisual untuk kelompok eksperimen, (2) penghitungan mean dan kemampuan menyimak cerita rakyat tidak menggunakan media audiovisual untuk kelompok kontrol, dan (3) perhitungan perbedaan kemampuan menyimak cerita rakyat antara kelas eksperimen dan kelompok kontrol dengan menggunan uji-t. ketiga hal ini ini akan menunjukkan seberapa besar efektivitas media audiovisual dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat. Berikut akan diuraikan ketiga hal tersebut.

      1. Perhitungan Mean, dan Kemampuan Menyimak Cerita Rakyat Menggunakan Media Audiovisual Siswa Kelas VA(Kelompok Eksperimen)

        Dari tabel 7 tentang perhitungan jumlah skor dan jumlah skor kuadrat sebagai persiapan menghitung mean kemampuan menyimak cerita rakyat menggunakan media audiovisual siswa kelas VA SD Kanisius Sengkan ditunjukkan bahwa

        fx = 2212 dan N = 29. Penghitungan nilai-rata dapat diketahui dengan ∑

        menggunakan rumus:

        fxx = N

        Diketahui fx : 2212 dan N = 29

        ∑  

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

         

        Perhitungan 2212

        x =

        29 = 76,21

        Jadi, rata-rata kemampuan menyimak cerita rakyat dengan menggunakan media audiovisual siswa kelas VA adalah 76,21.

        Berdasarkan tabel 4 tentang pedoman perhitungan skala seratus, analisis kemampuan menyimak cerita rakyat menggunakan media audiovisual dan tidak menggunakan media audiovisual dapat dikategorikan menjadi sepuluh, yaitu: (1)

        

      kategori sempurna apabila memiliki skor 96-100, (2) kategori baik sekali apabila

        memiliki skor 86-95, (3) kategori baik apabila memiliki skor 76-85, (4) kategori

        

      sedang apabila memiliki skor 66-75, (5) kategori cukup apabila memiliki skor 56-

        65, (6) kategori hampir sedang apabila memiliki skor 46-55, (7) kategori kurang apabila memiliki skor 36-45, (8) kategori kurang sekali apabila memiliki skor 26- 35, (9) kategori buruk apabila memiliki skor 16-25, (10) kategori buruk sekali apabila memiliki skor 0-15.

        Dari perhitungan nilai rata-rata menyimak siswa kelas VA telah diperoleh angka 76,21. Berdasarkan patokan perhitungan presentase skala seratus (lihat tabel 4) nilai 76,21 berada pada interval tingkat penguasaan 76%- 85%, dan termasuk dalam kategori baik. Dengan demikian, tingkat penguasaan menyimak cerita rakyat siswa kelas VA adalah 76,21 dengan kategori baik.

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        

       

      2.

         Perhitungan Mean dan Kemampuan Menyimak Cerita Rakyat Tidak

      Menggunakan Media Audiovisual Siswa Kelas VB (Kelompok Kontrol)

        Tabel 10 tentang perhitungan jumlah skor dan jumlah skor kuadrat sebagai persiapan menghitung mean kemampuan menyimak cerita rakyat menggunakan media audiovisual siswa kelas VB SD Kanisius Sengkan ditunjukkan bahwa menunjukkan bahwa fx = 1.600 dan N = 25. Penghitungan nilai-rata dapat

        ∑

        diketahui dengan menggunakan rumus:

        fxx = N

        Diketahui fx : 1.600 dan N = 25

        ∑

        Perhitungan

        fxx = N

        1 . 600

        x =

        25

         = 64

        Jadi rata-rata kemampuan menyimak cerita rakyat dengan tidak menggunakan media audiovisual siswa kelas VB adalah 64.

        Berdasarkan tabel 4 tentang pedoman perhitungan skala seratus, analisis kemampuan menyimak cerita rakyat menggunakan media audiovisual dan tidak menggunakan media audiovisual dapat dikategorikan menjadi sepuluh, yaitu: (1)

        

      kategori sempurna apabila memiliki skor 96-100, (2) kategori baik sekali apabila

        memiliki skor 86-95, (3) kategori baik apabila memiliki skor 76-85, (4) kategori

        

      sedang apabila memiliki skor 66-75, (5) kategori cukup apabila memiliki skor 56-

       

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

         

        65, (6) kategori hampir sedang apabila memiliki skor 46-55, (7) kategori kurang apabila memiliki skor 36-45, (8) kategori kurang sekali apabila memiliki skor 26- 35, (9) kategori buruk apabila memiliki skor 16-25, (10) kategori buruk sekali apabila memiliki skor 0-15.

        Dari perhitungan nilai rata-rata menyimak siswa kelas VB telah diperoleh angka 64. Berdasarkan patokan perhitungan presentase skala sepuluh (lihat tabel 3) nilai 64 berada pada interval tingkat penguasaan 56%-65%, dan termasuk dalam cukup. Dengan demikian, tingkat penguasaan menyimak cerita rakyat siswa kelas VA adalah 64 dengan kategori cukup.

      3. Perhitungan Perbedaan Kemampuan Menyimak Cerita Rakyat Menggunakan Media Audiovisual dan Tidak Menggunakan Media Audiovisual Siswa Kelas V SD Kanisius Sengkan untuk Mengetahui Seberapa Besar Efektifitas Media Audiovisual

        Perbedaan kemampuan menyimak cerita rakyat antara kelas eksperimen yang menggunakan media audiovisual dengan kelas kontrol yang tidak menggunakan media dihitung dengan menggunakan rumus uji-t sebagai berikut. 2 2

        xx2 ( ) 1 2 2 ∑ ∑

        ⎜ ⎟ 1 + xx2

        ∑ ∑

        ⎜ ⎟

        n n 1 2

        ⎝ ⎠

        t =

        2

        n n1 2

      • t = Koefisien yang dicari n = jumlah sampel kelompok 1

        1

        = jumlah sampel kelompok 2

        n 2

      PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        

       

      x = nilai rata-rata kelompok 1 1 x nilai rata-rata kelompok 2 2

        2 S = taksiran varian

        Namun, sebelum dilakukan perhitungan dengan rumus uji-t, perlu dicari

        2

        terlebih dahulu taksiran varian (S ). Besarnya taksiran varian dihitung dengan

        2 rumus taksiran virian (S ) sebagai berikut. 2 2 xx

        ( ) ∑ ∑

        ⎜ ⎟

        xx1 2 1 + 2 2 2 ∑ ∑

        ⎜ ⎟

        n n 1

      2

      2 ⎝ ⎠

        S

        n n

        2 1 2 2 2

      • 2212 1600

        ( ) ( )

      • 169 . 804 − 103 . 364 −

        2

        29

        25 S =

      • 29

        25 −

        2 20 103 . 364 − 102 . 400

      • 169 . 804 − 168 . 722 ,

        2 S =

        52 8 964

      • 1081 ,

        2 S =

        52 2045 ,

        8

        2 S = = 39,34

        52

      2 Dari hasil taksiran (S ) tersebut diperoleh hasil 39,34. Dengan

        demikian, besarnya t dapat dihitung. Perhitungan t diuraikan sebagai berikut ini.

        X 1 X

        − 2

        t = 2 2 S S

      • n n
      • 1 2  

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          64 27 ,

          Diketahui n

          1

          = 29 , n

          2

          = 25, 1

          x = 76,27, 2

        x = 64, S

          2

          = 39,34 Perhitungan

          t =

          76

          39

           

          39

          25 34 ,

          t =

          92 ,

          2 27 ,

          12

          t =

          70 ,

          1 27 , 12 t = 7,21

          Dari perhitungan itu diperoleh harga t observasi hasil pembelajan menyimak cerita rakyat siswa kelas V SD Kanisius Sengkan adalah 7,21. Apabila harga t–observasi lebih kecil dari pada harga t-tabel, maka tidak ada perbedaan yang signifikan. Sebaliknya, apabila nilai t-observasi lebih besar atau sama dengan t-tabel, maka hasilnya ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperiman dan kelompok kontrol.

          Berdasarkan analisis data di atas, berikut akan dibuat pengujian hipotesis untuk mengetahui efektivitas penggunaan media audiovisual pembelajaran menyimak cerita rakyat siswa kelas V SD Kanisius Sengkan tahun ajaran 2010/2011.

          29 34 ,

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          

         

        C.

           Pengujian Hipotesis

          1. Pengujian Hipotesis 1 Pengunaan media audiovisual efektif dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat siswa kelas V SD Kanisius Sengakan. Hasil analisis data menunjukkan bahawa kemampuan menyimak cerita rakyat siswa kelompok eksperimen dengan menggunakan media audiovisual baik. Hal itu dibuktikan dengan perhitungan skor rata-rata (mean). Skor rata-rata pembelajaran menyimak dengan menggunakan media audiovisual adalah 76,21 dan berada pada interval persentase 76%-85%.

          Kemampuan menyimak cerita rakyat siswa kelompok kontrol tidak menggunakan media audiovisual cukup. Hal itu dibuktikan dengan perhitungan skor rata-rata (mean). Skor rata-rata pembelajaran menyimak tidak menggunakan media audiovisual adalah 64 dan berada pada interval persentase 56%-65%.

          Perhitungan nilai rata-rata pembelajaran menyimak cerita rakyat dengan menggunakan media audiovisual lebih tinggi dari nilai rata-rata pembelajaran cerita rakyat tidak menggunakan media audiovisual. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media audiovisual efektif dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat siswa kelas V SD Kanisius Sengkan, maka hipotesis diterima.

          2. Pengujian Hipotesis II Ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan menyimak cerita rakyat dengan menggunakan media audiovisual dan tanpa media siswa kelas V A dan kelas VB SD Kanisius Sengkan pada tahun ajaran 2010/ 2011

           

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

           

          Pengujian terhadap hipotesis dilakukan dengan menggunakan rumus uji-t dengan taraf signifikansi 5 % pada derajat kebebasan (db) 52. Akan tetapi, pada taraf signifikansi 5 % pada derahat (db) 52 tidak tertera harga t yang dimaksud, maka harus dilakukan intrapolasi (perluasan) seperti yang diungkapkan Arikunto (1990: 524) bahwa jika di dalam tabel ternyata tidak tertera harga t maka harus dilakukan intrapolasi. Cara untuk melakukan intrapolasi adalah sebagai berikut.

          Pada tabel distribusi tertera bilangan 40 langsung ke 60 pada taraf signifikansi 5%. Harga t tabel dengan db 40 adalah 2,021 dan db 60 adalah 2,000.

          Jarak tersebut meliputi selisih antara harga 2,021-2,000. Jarak rentang antara db 40- 60 adalah 20. Jarak rentang antara db 40 dan db 52 adalah 12. Jarak tersebut meliputi selisih harga t tabel antara 2,021 - 2,000.

          a. Selisih nilai antara 2,021- 2,000 = 0,21.

          b. Nilai pada satu taraf signifikansinya: 0,021:20 = 0,00105

          c. Derajat kebebasan 52 mempunyai nilai: 2,021- (12 x 0,00105) = 0,021 - 0,0126 = 2,0084.

          Jadi, harga t tabel dengan db 52 pada taraf signifikansi 5% yaitu 2,0084. Untuk mengetahui apakah harga t observasi yang diperoleh berarti atau tidak berarti, maka t observasi dikonsultasikan dengan harga t tabel. Jika harga t observasi lebih besar dari t tabel berarti hipotesis diterima, sebaliknya jika harga t observasi lebih kecil dari t tabel berarti hipotesis ditolak.

          Harga t observasi yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar 7,21, sedangkan t tabel pada taraf signifikansi 5% dengan db 52 sebesar 2,0084.

          Dengan demikian t observasi lebih besar dari t tabel. Dengan demikian, hipotesis

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          

         

          bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan menyimak cerita, khususnya cerita rakyat, antara siswa kelas VA (kelas eksperimen) dengan siswa kelas VB (kelas kontrol) SD Kanisius Sengkan pada tahun ajaran 2010/2011, yang dilandasi asumsi bahwa media audiovisual efektif dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat dapat diterima.

        D. Pembahasan Hasil Penelitian

          1. Analisis Hasil Pembelajaran Menyimak Cerita Rakyat Dari hasil analisis perhitungan yang telah dikonversikan ke dalam patokan persentase skala seratus diketahui bahwa hasil pembelajaran menyimak cerita rakyat kelompok eksperiman dengan menggunakan media audiovisual (lihat tabel 4) berada pada interval tingkat penguasaan 76%-85%. Hal itu menunjukkan bahwa taraf hasil pembelajaran menyimak cerita rakyat baik. Faktor yang dapat mengakibatkan hasil pembelajaran menyimak cerita rakyat berada pada taraf baik adalah pengaruh media audiovisual.

          Dari hasil analisis perhitungan yang telah dikonversikan ke dalam patokan persentase skala seratus diketahui bahwa hasil pembelajaran menyimak cerita rakyat kelompok kontrol yang tidak menggunakan media audiovisual (lihat tabel 4) berada pada interval tingkat penguasaan 56%-65%. Hal itu menunjukkan bahwa taraf hasil pembelajaran menyimak cerita rakyat cukup. Faktor yang dapat mengakibatkan hasil pembelajaran menyimak cerita rakyat berada pada taraf

          

        cukup. Padahal, guru yang mengampu mata pelajaran bahasa Indonesia untuk

        kelas eksperimen dan kelas kontrol sama.

           

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

           

          Berdasarkan informasi formal dari guru, pembelajaran menyimak cerita, khususnya menyimak cerita rakyat, media audiovisual jarang digunakan walaupun fasilitas audiovisual di sekolah cukup memadai . Dengan demikian, faktor yang dapat mengakibatkan hasil pembelajaran menyimak cerita rakyat berada pada taraf cukup adalah tidak digunakannya media audiovisual dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat.

          2. Hasil Pengujian Perbedaan Kemampuan Menyimak cerita rakyat Siswa Kelas

          V SD Kanisisus Sengakan Secara statistik kemampuan menyimak cerita rakyat siswa keals V SD

          Kanisius Sengkan pada tahun ajaran 2010/2011 antara kelas VA dan kelas VB ada perbedan yang signifikan. Perbedaan tersebut disebabkan kurang digunakannya fasilitas yang ada yang dapat mempengaruhi hasil pembelajaran yang kurang optimal.

          Deskripsi umum hasil penelitian menununjukkan bahwa skor hasil pembelajaran mengunakan media audiovisual lebih tinggi dibandingkan dengan skor rata-rata hasil pembelajaran menyimak tanpa menggunakan media. Jika disesuaikan dengan patokan persentase skala seratus (lihat tabel 4) maka diketahui hasil pembelajaran menyimak certa rakyat menggunakan media adalah baik berada pada interval 76%-85%. Dan hasil pembelajaran menyimak cerita rakyat tanpa menggunakan media adalah cukup berada pada interval 56%-65%.

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        BAB V PENUTUP Dalam bab ini akan diuraikan tiga hal, yaitu (A) kesimpulan, (B)

          implikasi hasil penelitian, dan (C) saran. Ketiga hal tersebut dipaparkan dalam subbab-subbab berikut.

        A. Kesimpulan

          Dari hasil analisis dan pembahasan data pada bab empat diperoleh kesimpulan Penggunaan media audiovisual efektif dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat siswa kelas V SD Kanisius Sengkan pada tahun ajaran 2010/2011. Hal itu dapat dilihat dari perbandingan hasil pembelajaran menggunakan media audiovisual dan tidak menggunakan media.

          Kemampuan menyimak cerita rakyat siswa kelompok eksperimen dengan menggunakan media audiovisual baik. Hal itu dibuktikan dengan perhitungan skor rata-rata (mean). Skor rata-rata pembelajaran menyimak dengan menggunakan media audiovisual adalah 76,21 dan berada pada interval persentase 76%-85%.

          Kemampuan menyimak cerita rakyat siswa kelompok kontrol tidak menggunakan media audiovisual cukup. Hal itu dibuktikan dengan perhitungan skor rata-rata (mean). Skor rata-rata pembelajaran menyimak tidak menggunakan media audiovisual adalah 64 dan berada pada interval persentase 56%-65%.

          Ada perbedaan yang signifikan antara hasil pembelajaran menyimak cerita rakyat menggunakan media audiovisual dan hasil pembelajaran menyimak cerita

          67

           

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

           

          rakyat tidak menggunakan media audiovisual. Hal ini dibuktikan dengan membandingkan kedua hasil pembelajaran dengan uji-t dan diperoleh t-observasi 7,21. Nilai tersebut lebih besar dari nilai t-tabel dengan taraf signifikansi 5%, yaitu sebesar 2,0084. Dengan kata lain, t-observasi yaitu 7,21 > t-tabel, yaitu 2,0084.

        B. Implikasi Hasil Penelitian

          Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menyimak cerita rakyat siswa kelas VA SD Kanisius Sengkan, baik, siswa kelas VB, cukup, dan ada perbedaan yang signifikan antara siswa kelas VA dan siswa kelas VB dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat. Hal ini menunjukkan bahwa media audiovisual efektif dalam pembelajaran menyimak cerita khususnya cerita rakyat.

          Dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran menyimak cerita rakyat, guru hendaknya menggunakan media audiovisual. Penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran dapat memberikan kepada siswa motivasi dan daya serap yang tinggi. Dengan demikian, hasil pembelajaran menyimak, khususnya menyimak cerita rakyat akan lebih baik.

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            C.

           Saran

          Bardasarkan hasil penelitian ini, peneliti mengajukan beberapa saran kepada sekolah, guru, dan peneliti lain.

          1. Sekolah Dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran bahasa Indonesia, sekolah disarankan untuk mengusahakan sarana dan prasarana pembelajaran yang lebih memadai, seperti VCD, LCD, dan alat-alat audiovisual lain yang bisa dimanfaatkan oleh guru dalam pembelajaran.

          2. Guru Bahasa Indonesia Dalam rangka meningkatkan pembelajaran bahasa Indonesia, guru disarankan untuk menarik perhatian dan minat siswa dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran menyimak cerita rakyat, dengan menggunakan media audiovisual. Dengan cara guru yang lebih untuk mempersiapkan pembelajaran. Dengan demikian, siswa akan tertarik dan termotivasi untuk mengikuti pembelajaran yang berefek pada pencapaian sikap dan nilai yang baik.

          3. Peneliti Lain Dalam penelitian ini, peneliti hanya berfokus pada satu tempat, yaitu SD Kanisius Sengkan Yogyakarta. Jika peneliti lain ingin mengadakan penelitian yang sejenis, peneliti lain bisa memilih sekolah lain, atau bisa juga di sekolah yang sama tetapi dengan subjek penelitian yang berbeda.

           

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          DAFTAR PUSTAKA Achsin, Amir. 1981. Pengajaran Menyimak. Jakarta: Depdikbud.

          Anwar, dkk. 1971. Pedoman Pembuatan dan Pemakaian Alat-Alat Peraga di . Jakarta: Depdikbud.

           Sekolah Dasar

          Arikunto, Suharsimi. 1987. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Arief, dkk. 2009. Media Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Bunanta, Murti. 1998. Penulisan Cerita Rakyat. Jakarta: Balai Pustaka. Emzir. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif dan Kualitatif.

           Rajawali : Grafindo Persada.

          Depdiknas. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Hamalik, Oemar.1982. Media Pendidikan. Bandung: Alumi. Martini, dkk. 2006. Saya Senang Baerbahasa Indonesia Untuk Sekolah Dasar

           Kelas V . Yogyakarta: Kanisius.

          Masidjo, Ignatius. 2003. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa Di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius.

          Mulyasa. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Nurgiyantoro, Burhan. 2001. Penelitian Dalam Pengajaran Bahasa Dan Sastra. Jakarta: Gramedia. Purwanto, Ngalim. 2004. Evaluasi Pengajaran. Remaja Rosdakarya: Bandung. Putro, Eko. 2009. Evaluasi Program Pembelajaran. Pustaka Pelajar: Yogyakarta. Rianto, Andre. 1982. Peranan Media Audio-Visual Dalam Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius. Sanusi, dkk. 2006. Bina Bahasa Indonesia Untuk Sekolah Dasar Kelas V. Jakarta : Erlangga

          70

           

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

           

          Semiawan, Conny dkk. 1988. Pendidikan Keterampilan Proses: Bagaimana Mengefektivkan Siswa Dalam Belajar . Jakarta: Gramedia. Soelarto. 1987. Risalah Sejarah Dan Budaya. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Pusat Penelitian Sejarah dan Bahasa. Soeparno. 1988. Media Pengajaran Bahasa. Yogyakarta: Intan Pariwara. Sudjana, Nana. 1989. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah Dasar . Bandung: Sinar. Sudjana, Nana dan Rivai. 1990. Media pengajaran. Bandung: Sinar Baru. Subyakno-Nababan, Sri Utari. 1993. Metodologi Pengajaran Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Suleiman, Amir hamzah. 1981. Media Audio-Visual untuk Pengajaran, Penerangan, dan Penyuluhan . Jakarta: Gramedia. Sumanto.1990. Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan. Yogyakarta: Andi. Tarigan, Henry Guntur. 1988. Teknik Pengajaran Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa. Tarigan, Henry Guntur. 1983. Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          Lampiran 1

        SADURAN TERTULIS VCD CERITA RAKYAT

          “BAWANG MERAH DAN BAWANG PUTIH” Kisah ini berawal dari suatu desa nan indah. Tetapi keindahan dan keasrian desa terletak di tepi hutan ini, tidak bisa menutupi kesedihan hati seorang gadis kecil yang malang. Dia begitu sedih karena keadaan ibunya yang sakit keras. Seperti kebiasaannya tiap pagi dia selalu membantu ibunya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan rumah. Di tepi sungai tampak ikan-ikan yang berenang dengan riang menyambutnya dan sedikit bisa menghibur hatinya.

          ‘Gadis kecil itu tertawa riang melihat keceriaan ikan-ikan itu.’ Ketika kita beralih di sebuah rumah yang bersebelahan dengan rumah si gadis kecil tadi, tampak seekor kucing yang tetimpuk benda-benda keras akibat perkelahian tuan rumahnya yang terdiri dari ibu dan anak gadisnya. “ Dasar anak tak tahu diuntung!” kata ibu. “Ngomel terus, kepalaku pusing aku mau pergi saja!” Balas anak gadis itu. “Hai.... mau ke mana kamu? Dasar anak bandel ayo balik dan kembali masuk! Jangan membuat ibu semakin marah ya!” Bentak ibu itu.

          “cuih!” gadis itu meludah lalu meninggalkan ibunya. Ibunya pun mengejar, lalu terjadilah kejar-kejaran.

          “Apa?, beraninya kamu begitu sama ibu ya? Kamu benar-benar anak durhaka. Ibu bilang jangan lari. Berhenti! Hai berhenti awas nanti kupukul kamu! Berhenti! Ibu bilang berhenti!” Tetapi tiba-tiba gadis itu terjatuh. Ibu itu menyesal telah menjatuhkan anaknya.

          72

           

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            “Ayo bangun!” bentak ibu itu.

          Sementara itu di rumah yang bersebelahan dengan kejadian itu seorang bapak dan gadis kecil sedang bercakap-cakap.

          “ Bapak em….” Kata gadis kecil “Ada apa lagi putriku?” sahut bapak itu.

          “E…Bapak.” “Tenanglah putriku, tidak akan terjadi apa-apa pada ibumu. Percayalah pada bapak.” Tampak gadis kecil itu menyalami bapaknya.

          Tampak ibu dan anak yang baru saja bertengkar tadi mengintip dari balik dinding banbu rumah mereka.

          Sementara di dalam rumah si gadis kecil, seorang ibu terbaring di atas tempat tidur. Bertambahlah kesedihan gadis (anak bapak tadi) yang malang itu melepas kepergian bapaknya yang berdagang. Kini yang ia sendirian mengurusi ibunya. Setelah mengantar ayah sampai di jalan, ia kembali ke rumah menemui ibunya yang terbaring di tempat tidur. “Ibu” seru gadis kecil itu seraya menangis. “Anakku, anakku!. Kamu tak usah bersedih melihat keadaan ibu. Ibu bangga mempunyai anak sepertimu. Ibu mempunyai sesuatu yang bagus buatmu. Coba kau ambil, mungkin sangat berguna buatmu.” “Baik bu” jawab gadis kecil itu. Lalu gadis kecil itu membuka almari dan mencari-cari di almari. Ternyata ia menemukan kotak kecil yang berisi cincin emas yang indah. “Ini bu!”

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

           

          “Buka dan kau pakailah, Nak!” perintah sang ibu “Wah indah sekali bu. Indahnya! Bagus! Terima kasih Bu.” “Ibu senang kau gembira memilikinya. Jaga dan rawatlah cincin itu baik-baik, Nak!” “Ia Bu!” Demikianlah cintakasih ibu dan anak tersebut semakin besar dan tak terpisahkan.

          Hari-hari pun berganti dan Bawang Putih nama gadis kecil yang rajin dan patuh itu kembali bersiap-siap mengerjakan pekerjaannya sehari-hari.

          “Lihat Bu, dia sudah berangkat.” Kata anak tetangga sebelah yang sering di panggil ibunya dengan Bawang Merah.

          “Ini saatnya yang tepat untuk melaksanakan rencana kita. Semoga saja tak ada halangan. Mulus seperti yang kita harapkan. Hemm… dan semuanya akn menjadi milik kita. Ha.. ha..ha..ha…” kata Bawang Merah. Bawang Putih tidak menyadari rencana jahat tetangga tersebut. Ia berjalan hendak memberi makan ikan–ikan di sungai bersama kucingnya yang setia. Pikirannya sebenarnya mulai agak tenang. Kesedihannya seharusnya mulai berkurang karena kesehatan ibunya telah berangsur membaik. Tetapi nampaknya kali ini ada sesuatu perasaan tak enak dalam hatinya. Rasanya kali ini dia tak tega meninggalkan ibunya sendiri. Keraguan pun timbul dalam benaknya. Kettika ia tiba di tepi sungai ia melihat ikan-ikan berenang dengan riang. Dia memutuskan untuk balik ke rumah setelah memberi makan buat ikan-ikan sahabatnya.

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

           

          “Pus sebaiknya kita pulang yuk! Perasaanku tidak enak! Seperti biasa kau duluan yang jalan!” kata Bawang Putih.

          “Meong-meong” jawab kucing itu. “Baiklah aku duluan.” “Tu kan akhirnya kau mendahului aku juga. Ha…?” Tiba-tiba terdengar suara minta tolong dari arah sungai.

          “Aduh…tolong aku!.....tolong aku…” “Oh sepertinya ada yang minta tolong! Di mana dia ya?” Kata Bawang putih.

          “Aku di sini” “Oh ikan mas. Ah sabar sebentar ya! Aduh kasihan. Aku harus cepat-cepat menolongmu. Sayang kalau ikan dengan sisik emas seindah ini menjadi sakit.” “Ah…ah keluh ikan. “Sabar ya! Kata Bawang Putih. Kemudian Bawang Putih mengambil kail yang menyelip di bibir ikan itu. “ Uh …lega rasanya.ah kalau saja mulutku tidak di tolong sudah hancur.” Kata ikan.

          “Ha .. kau bisa bicara!” kata Bawang Putih terkejut. Lalu ikan itu kembali ke sungai. “Cihui… lihatlah aku punya salto. Cihui…pyuk!” “Hi…hi… “Bawang Putih tertawa.

          Lalu ikan itu bercanda dengan kucing yang selalu ikut Bawang Putih kemanapun ia pergi.

          “ Maaf ya aku mengagetkanmu kucing jelek. Hem..hem…”

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

           

          “Aku jadi lupa. Ayo kita pulang! Kasihan ibu di rumah. Ayo pus kita pulang! Ayo bangun! Ayo!” Sementara di rumah Bawang Putih, tampak ibu Bawang Putih dan Bawang Merah sedang bercakap-cakap.

          “Masih belum di minum juga?. Kapan bisa sembuh kalau tidak di minum jamunya?” Kata Bawang Merah kepada ibu Bawang Putih. “Terimakasih Bawang Merah. Tadi pagi sudah minum jamu, dan Bawang Putih sendiri yang membuatnya.” “Hmm, tapi mana buktinya? Sampai sekarang kau masih belum sembuh.” Tiba-tiba kucing peliharaan Bawang Merah berteriak seolah-olah memberitahukan sesuatu.

          “Ada apa prek? Rupanya dia sudah pulang. Aku tak punya banyak waktu lagi. Sekarang minum obat ini ibu tua. Lalu Bawang Merah memberikan minum sesuatu pada ibu Bawang Putih. “Ha…ha.. benar-benar jamu termanjur!” Lalu kucing Bawang Merah menarik-narik ujung rok Bawang Merah.

          “Sebentar prek. Kita rapikan dulu tempatnya. Nah sekarang sudah beres he..he…” Kemudian Bawang Merahpun meninggalkan rumah Bawang putih bersama kucingnya. Dari jauh tampak Bawang Putih bersama kucingnya pulang.

          “Sebentar lagi hem…akan ada pertunjukkan istimewa.” Demikian ibu Bawang Merah, Bawang Merah dan kucingnya seraya mengintip pulangnya Bawang Putih.

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

           

          Bu! Oh… ibu apa yang yang terjadi Bu? Oh ibu bangun …! Bangun Bu…! Bawang Putih menangis sedih melihat ibunya terbaring tak bernyawa lagi di tempat tidur.

          Di sela-sela tangisnya muncul ibu Bawang Merah. “Bawang putih! Jangan terlalu bersedih, Nak! Toh kamu tidak sendirian. Aku tidak berkeberatan untuk menemanimu. Aku juga menyayangimu. Aku akan membuatmu lebih bahagia dari pada sekarang. Sudahlah anak manis. Mari kita lupakan hal yang telah lalu. Kita akan menyusun hari yang penuh dengan kegembiraan dan keceriaan.” Nasihat ibu Bawang Merah kepada Bawang Putih. “Oh Ibu!” keluh Bawang Putih. “Tak baik kamu berlarut-larut dalam kesedihan Bawang Putih. Dan tak baik pula kamu tinggal sendiri di rumah yang besar ini.” Sambung ibu Bawang Merah.

          “Benar! Dan kalau kau tidak keberatan em…aku bersedia menemanimu menghilangkan duka ini. Sebagai sahabat yang baik aku akan berusaha agar hari- harimu kembali ceria Bawang Putih.” Hibur Bawang Merah dari belakang ibunya. “Ha… ha… “kucing Bawang Merah mengejek. “Heeem!” hardik Bawang Merah. “Meong” “Sudahlah! Sebab bagaimanapun juga dia adalah orang tua yang paling kamu kasihi.

          Bawang Putih percayalah kami akan selalu menjagamu.” Hibur Bawang Merah.

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

           

          “Ibu bersyukur atas kerukunan kalian berdua. Sekarang sebaiknya kita urusi ibumu yang malang ini. Ayahmu akan segera kususul untuk mempersiapkan pemakaman serta hal-hal yang lainnya.” Sementara itu di sebuah istana tampak seorang pangeran sedang berduka.

          “Pangeran! Kakek memanggil anda pangeran!” kata prajurit pertama. “Iya mengenai kesehatan Ayahanda.” Kata prajurit kedua. “Ha?” pangeran tersentak. Kemudian pangeran berlari menuju kamar pribadi ayahandanya. Disana tampak kakeknya di samping pembaringan ayahandanya.

          “Kakek, apakah ada sesuatu dengan ayahanda?” “Cucuku nampaknya kondisi ayahmu semakin kritis saja. Harus secepatnya dicarikan obat penawarnya. Sampai saat ini kakek masih menunggu Rawulung yang kakek utus untuk mencari tanaman emas itu. Dan semoga saja Rawulung berhasil mendapatkannya. Kalau saja wangsit kakek memang benar kakek yakin ayahmu dapat di sembuhkan dengan tanaman keemasan itu.” Di bentang luar istana tampak seorang setengah baya turun dari atas kuda.

          “ Kakek Maja, Rawulung sudah tiba” kata seorang prajurit. “ La.. Rawulung? Biarkan saja aku yang menemuinya.” Kata pangeran. “Semoga saja ia membawa berita gembira.”Kata prajurit pertama. “Iya-iya.” Kata prajurit kedua setengah membentak. Kepalanya membentuk kepala prajurit pertama.

          “Aduh hati-hati”. Kata prajurit pertama.

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

           

          “Rawulung bagaimana dengan tanaman hias itu?” Tanya pangeran kepada Rawulung.

          “Maaf pangeran, hamba sudah mencari ke mana-mana.” “Kalau begitu baiklah! Kalian berdua, sekarang ayo cepat kemasi. Kita akan mencari tanaman emas itu.”Kata pangeran kepada prajurit pertama dan kedua.

          “Sendiko pangeran”. Jawab prajurit pertama dan kedua serempak. Sementara itu tampak di sebuah makam, Bawang Putih, ayah Bawang Putih, Bawang Merah dan ibu Bawang Merah. Bawang Putih menangis tersedu-sedu di atas pusara ibunya.

          “ Jangan tinggalin Bawang Putih sendirian Bu….”Tangis Bawang Putih. “ Bawang Putih, aku ikut merasakan betapa sedihnya hatimu. Ibu adalah segala- galanya bagi kita. Tanpa dia hidup terasa hampa.” Hibur ibu bawang Merah”.

          Benar Bawang Putih, kita tak mau kau hidup kesepian. Maksudku bagaimana kalau…” “ Bawang Putih, apa yang dikatakan mereka benar.” Kata ayah Bawang Putih. “Jangan tinggalkan Bawang Putih pak!”. Isak Bawang Putih. Beberapa waktu kemudian, di rumah Bawang Putih tampak Bawang Merah dan ayahnya bercakap-cakap.

          “Syup…ehm! Wedang yang kamu buat ini persis sekali aroma dan rasanya dengan yang biasa dibuat almarhum Ibumu. Dalam segala hal banyak persamaan antara kamu dan Ibumu. Kata ayah Bawang Putih. Tiba-tiba muncul ibu Bawang Merah dan Bawang Merah membawakan secangkir teh.

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

           

          “Selamat pagi tuan dan gadis manis!” “Ah merepotkan.”Kata ayah Bawang Putih “Hanya sekedar hidangan kecil saja.” Jawab ibu Bawang Merah.

          “Ini buat saudaraku yang manis dan rajin.” Kata Bawang merah. “Terima kasih banyak mbak yu.” Kata ayah Bawang Putih. “Wajarkan sebagai tetangga yang baik. Lihatlah betapa akrabnya mereka berdua. “Seandainya saja mereka bisa bersaudara.” Tambah ibu Bwang Merah. “Ayo Bawang Putih!” kata Bawang Merah waktu Bawang Putih dan Bawang Merah kejar-kejaran.

          “Bawang Merah adalah anak yang baik, sama persis sifatnya yang di miliki oleh Bawang putih. Mereka satu sama lain sangat cocok.”Kata ibu Bawang Merah.

          Eh… “sela ayah Bawang Putih. “Anda belum mengerti dengan yang saya maksud?” Sahut ibu Bawang Merah. “ E….” ayah Bawang Putih kelihatan berpikir. Dengan segala keiklasan hati, saya bersedia peran ibu Bawang Putih untuk mengurus segala keperluan keluarga ini. Mau kan? Lalu ayah Bawang Putih mengandeng tangan ibu Bawang Merah. Sebagai tanda menyetujui rencana tersebut.

          Di tepi sungai tempat biasanya Bawang Putih mencuci pakaian tampaklah seorang pangeran sedang mencuci muka, prajurit pertama dan kedua sedang bermain air.

          Paman” kata kata pangeran. “awas kamu ya! Awas tunggu sebentar. Ya ini. Terimalah ini. Rasakan ini.

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

           

          “hiya……!”seru prajurit pertama sambil melemparkan seekor ikan kearah prajurit kedua.

          “Awas ya” Lihat saja nanti. Aih… kembar hi…hi…, awas sekarang ini kamu pasti kena. Kata prajurit kedua sambil memegang dua ekor ikan kembar.Tetapi setelah melihat prajurit kedua membawa dua ekor ikan yang lebih besar, prajurit petama terkejut.

          “Ha!” Ternyata dia lebih besara…a….a!” Akhirnya prajurit pertama terkena lemparan ikan itu. Ia jatuh terjembab ke sungai.

          “he…he…! Tertawa prajurit ke dua. “Hei paman”. Kalau paman bermain-main terus kapan kita bisa menemukan tanaman emas itu? Ayo berangkat kata pangeran. Lalu mereka melanjutkan perjalanan. “Pangeran! Tujuan kita kemana lagi? Soalnya capek yang tadi belum hilang”. Kata prajurit pertama. “Iya”. Akupun capek sekali sama seperti kalian. Tapi semua ini demi ayahanda. Rasanya kita harus cepat-cepat menemukan tanaman emas itu. “Kata pangeran . Sementara itu terkumpul di rumah Bawang Putih terkumpul ayah Bawang Putih, Bawang Putih, Bawang Merah dan ibunya.

          “Anak-anakku, Bapa berharap kalian berdua dapat hidup rukun.” Kata ayah Bawang Putih kepada Bawang Putih dan Bawang Merah.

          Ah..tentu saja. Lihatlah betapa rukun kami.”Kata Bawang Merah. Uh….uh… “Keluh Bawang Putih karena pelukan Bawang merah terlalu erat. “Kalau begitu bapa sangat bersyukur”.

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

           

          Anakku Bawang Merah adalah anak yang baik. Aku dan dia akan selalu menjaga dan melindungi Bawang Putih. “Kata ibu Bawang Merah”. Aku sangat bersyukur.

          Dengan demikian mulai sekarang aku bisa mulai berdagang dengan tenang, tidak seperti hari-hari lalu.”Kata ayah Bawang Putih”.

          “Itu yang aku harapkan. Dapatkanlah untung sebesar-besarnya .”kata ibu Bawang Merah.

          “Iya jawab ayah Bawang Putih”. “Bapak tunggu! Kata Bawang Merah mencegah. “Baik-baiklah kalian di rumah. Doakan bapak tidak ada halangan dan bisa dan tidak mendapatkan halangan dan bisa mendapat rejeki yang banyak agar kebutuhan kalian bisa terpenuhi. Doakan Bapak ya! Ayah Bawang Putih melambaikan tangannya sebagai tanda perpisahan.

          “ Hati- hati! Kata Bawang Putih dan Bawang Merah. Baiklah anakku sandiwara telah selesai, kamu Bawang Merah saatnya memperlakukan Bawang Putih lebih manis lagi.”Kata ibu Bawang Merah”.

          Baiklah Bawang Putih! Permainan akan dimulai. Kata Bawang Merah kepada Bawang Putih.

          Oh…oh… Bawang Putih didorong Bawang Merah hingga jatuh ke tanah. “ha…ha ini baru permulaan. Selanjutnya akan ada kejatuhan yag lebih lagi yang lebih menarik untukmu. “lalu Bawang Merah melempar kucing Bawang Putih. Bawang Putih hendak menolong kucing kesayangannya tapi Bawang Merah menghalanginya.

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            Hai ayo bangun..jangan berlagak sayang-sayang disini cucian masih banyak.

          “Kata Bawang Merah”. Dan ingat kamu akan mendapat perlakuan yang lebih buruk lagi jika kamu berani melapor kepada ayahmu.

          “ Aku merasa letih sekali pus. Cucian kali ini banyak sekali terutama cucian Bawang Merah dan ibunya. Tiba-tiba muncul suara ikan emas dari sungai.

          “Sungguh malang nasibmu putri” Senang sekali dapat berjumpa denganmu lagi. Em…kali ini semoga kamu tidak menolak tawaranku untuk meringankan bebanmu. “Aku selalu terkejut dengan keanehan dan keajaiban yang ada pada dirimu. Baiklah ikan yang baik, kali ini lakukanlah apa yang kamu mau. Baiklah tunggu dulu kamu jangan kemana-mana aku akan kembali setelah yang satu ini.

          Lalu ikan mas meloncat menengelamkan dirinya lalu muncul dengan pakaian sulap.

          Ok sekarang aku penuhi permitaanmu. Akan kuhilangkan seluruh kotoran yang menempel pada pakaianmu he…he… dengan sekali mantra hilang semua. Aduh ikan mas aku akan dimarahi mereka karena cucianku hilang. “Kata Bawang Putih”.

          Tiba-tiba cucian Bawang muncul kembali dengan keadaan bersih. Eh…ikan mas terimakasih banyak ya! Kau baik sekali. Santai belum santai! Kalau enggak dihibur nyanyian dan aku percaya kamu akan melakukannya buatku.

          “ Baiklah karena kau kini telah menjadi sahabatku dan kupersembahkan sebuah lagu yang manis untukmu.

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

           

          Lalu Bawang Putih menyanyi dan suaranya merdu memenuhi seluh hutan hingga sampai keteliga pangeran yang sedang mencari tanaman emas.

          Suara itu merdu sekali paman. Kata pangeran yang mendengarkan nyanyian itu. “Benar pangeran, suara itu bikin orang tidur”. “Kata prajurit pertama” “Ayo kita pulang pus. Kalau kita pulang terlambat kita nanti kena marah.

          Tunggu! Cegah pangeran. Bawang Putih melarikan diri ketengah hutan karena takut kepada pangeran. “Ndut lihatlah! Pangeran sudah kembali. E….bagaimana pangeran?. Apa sudah ketemu? Tanya prajurit kepada pangeran yang muncul dari hutan.

          Sudah! Sudah! Ayo…! Lalu pangeran naik kudanya seraya berkata “Dia cantik dan polos tapi mengecewakanku. Dia lari begitu saja tanpa sempat kenal namanya. Sementara itu Bawang Putih berada di sungai menceritakan kekejaman ibu Bawang Merah kepada ikan mas sahabatnya.

          “Begitulah ikan mas, mereka semakin tidak punya perasaan padaku.” Wah mereka benar-benar kurang ajar ya! Tidak tau diri. Seharusnya merekan tahu siapa tuan putri. Maksudku perbuatan mereka tidak tahu diri itu ceritanya bagaimana?” Tanya ikan mas. “Ya” Seperti kejadian kemarin itu. Sebab dia sudah berani merampas satu-satunya warisan ibuku yaitu cicin emas kesayangan ibuku yang begitu indah. Aku sudah berusaha untuk mendapatkan hak milikku, tapi aku malah dimaki, dan diusir.

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

           

          “Kurang ajar, kurang ajar, kurang ajar”, kalau begitu suruh saja mereka kesini, akan kuberi pelajaran mereka. Dan akan kubalas perlakuan mereka terhadap tuan putri. Tiba-tiba muncul Bawang Merah sedari tadi tak disadari kehadirannya oleh mereka. Sungguh baru kali ini aku melihat ikan bisa bicara. “Kata Bawang Merah sambil membawa ikan mas. “Tidak…..kembalikan ia ketempatnya” jangan biarkan ia tersiksa begitu. Kata Bawang Putih! O…rupanya kau ingin berlagak seperti penyayang binatang ya! Tapi bukankah ia ingin memberi pelajaran terhadapku Bawang Putih! “ Aku mohon kak, lepaskan di. Dia bisa mati. “Ikan ini akan kubunuh jika kamu berani melawanku” ”Kata Bawang Merah seraya mengangkat Bawang Merah ke kepalanya.

          Haha… kau tak usah takut Bawang Putih. Dia akan kurawat baik-baik tunggu saja kejutan dariku. Disebuah rumah tampak prajurit pertama dan kedua sedang tidur.

          Tiba-tiba pangeran memanggil mereka berdua. “Paman ayo…kita berangkat sekarang. Lalu mereka bertiga melanjutkan perjalanan.

          “Paman kesehatan ayahanda semakin memburuk, kita harus cepat-cepat menemukan tanaman ajaib itu. Sementara itu di rumah Bawang Putih, Bawang Putih sedang dibuat sedih oleh Bawang Merah. “ Hai putri yang selalu murung, tidak baik hari yang cerah begini selalu dibuat untuk bersedih. Baiklah tampaknya kau membutuhkan sahabat.

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            “ ha…ha… Bawang Merah tertawa riang.

          “Kau benar-benar kejam, kau tidak punya rasa kemanusiaan. Lalu Bawang Putih menguburkan tulang ikan emas itu di halaman rumahnya. Saat itu pangeran dan prajurit sampai di rumah tersebut. “Mimpikah aku”. Kata Pangeran datang. “Kata Bawang Merah sambil menghampirir.

          “Em…Pangeran yang gagah, sungguh suatu kehormatan pangeran berkunjung ke rumah kami. Apakah yang bisa….”.

          Sebelum Bawang Merah menghampiri Bawang Putih yang menguburkan tulang ikan emas tersebut.

          “E….aku turut berduka dan berbelasungkawa. Apakah yang kau kuburkan itu sahabatmu? Bawang Putih buru-buru masuk kerumah. “ Hai…. Tunggu! Cegah Pangeran “he…he…” Prajurit kedua menggoda Bawang Putih.

          “ Minggir Paman kata Pangeran. “E….putri yang manis kalau tidak keberatan aku ingin tahu, sudilah kiranya putri menyebutkan siapa nama putri sebenarnya. Tiba-tiba muncul di ruangan tersebut ibu tiri Bawang Putih. “Dia pembantuku, sungguh hina kalau pangeran yang tampan dan gagah seperti anda harus berkenalan dengan pembantu murahan seperti dia. Bawang Putih cepat masuk ke rumah karena banyak pekerjaan yang menunggu”.

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

           

          “E…. maaf tampaknya kami tidak bisa lama-lama disini karena kami harus melanjutkan perjalanan. “kata pangeran.

          “Apakah tidak sebaiknya anda singgah dulu sebentar untuk mencicipi hasil masakan anak kami. “Kata Ibu Bawang Merah.

          “Tidak usah. Terimakasih. Lalu Pangeran dan Prajurit hendak meningggalkan rumah itu. “Tunggu!” Cegah Pangeran. “ha?” Paman lihatlah! Aku yakin sekali ini pasti tanaman yang kita cari. “Tambah pangeran.

          “Benar-benar indah dan ajaib”. “Disini memang banyak indah-indah. Kalau Pangeran berkenana menginginkannya kami tak keberatan memberikannya kepada pangeran. Kata Bawang Putih tiba-tiba muncul di hadapan Pangeran. “Em… terimakasih. Kami sangat membutuhkan tanaman ini untuk kesembuhan baginda raja, kami juga sudah mengetahui pengumuman itu. Berarti hadiah-hadiah menarik sudah menunggu kami. “Kata Bawang Merah yang berada di samping Bawang Merah.

          “o..tentu saja. Tampak sudah tidak sabar membawa tanaman itu pulang. Paman cepat cabut tanaman itu! Perintah Pangeran kepada prajurit. “Baik Pangeran! Kemudian Prajurit ke dua berusaha untuk mencabut tanaman itu. “eh…eh…eh….” Prajurit kedua tidak berhasil mencabut tanaman itu. “Kakek mengatakan bahwa hanya pemiliknyalah yang dapat mencabutnya. Kata pangeran dalam hatinya.

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

           

          “E…. paman sepertinya bukan orang sembarangan yang bisa mencabut tanaman emas itu. Menurut Wangsut kakek, si pemiliklah yang bissa mencabutnya. Kata Pangeran kepada prajurit. “o…itu sudah pasti, dengan senang hati saya melakukannya demi pangeran. Kata Bawang Merah seraya berusah mencabut tanaman itu pula. Tetapi gagal.

          “eh…ih…ah… aduh tanganku sakit, oh… tanaman sial. Cabut dia bulldog! Perintah Bawang Merah kepada kucingnya. Kucingnya itu berusaha untuk mencabutnya tetapi tidak dapat mencabutnya.

          “Hamba aku siap melaksanakan amanat ini. Pangeran, sungguh suatu kehormatan bagi hamba untuk melaksankan tugas mulia ini. Demi kesembuhan raja dan kebesaran kraton panarukan. Kata Bawang Putih sambil melangkahkan kakinya mencabut tanaman emas itu. Dan ternyata usaha Bawang Putih membuahkan hasil yang tidak sia-sia. Ia dapat mencabut tanaman emas itu. “Ha…kata pangeran terkejut melihat dia”. “ Hore…hore.” Teriak prajurit pertama ke prajurit kedua. Bawang Merah dan ibunya meninggalkan tempat itu. Bawang Merah pun menangis tersedu-sedu. Lalu Bawang Putih diajak ke istana oleh pangeran untuk pengobatan Baginda Raja. Demikianlah karena ketulusan jiwa yang bersih yang dipunyai Bawang Putih, akhirnya sang Raja pun sembuh, dan bergembiralah seluruh kerajaann. Kisah ini pun berakhir dengan suasana penuh kegembiraan. Sang pangeran yang gagah itupun akhirnya menikahi Bawang Putih.

          Disadur dari VCD Produksi Panasonic

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          Lampiran 2

          Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

          Satuan Pendidikan : SD Kanisius Sengkan Hari/Tanggal : 16 September 2010 Aspek terkait : Mendengarkan Kelas/ Semester : V/II Alokasi waktu : 2 x 40”

          Standar Kompetensi Memahami penjelasan narasumber dan cerita rakyat secara lisan. Kompetensi Dasar Mengidentifikasi unsur-unsur cerita tentang cerita rakyat yang didengar. Indikator 1. Siswa dapat mendengarkan cerita rakyat dengan baik.

          2. Siswa dapat menyebutkan tokoh-tokoh dalam cerita rakyat yang didengar.

          3. Siswa dapat menjelaskan watak tokoh dalam cerita.

          4. Siswa dapat menentukan tema dari cerita rakyat yang didengar.

          5. Siswa dapat menjelaskan amanat dari cerita yang didengar.

          6. Siswa dapat menuliskan kembali isi ringkas cerita rakyat yang didengarkan dengan kata-kata sendiri dengan singkat.

          Materi pokok

          Cerita rakyat

          89

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

            Kegiatan Pembelajaran a.

           Kegiatan awal

        • Doa sebelum mulai pelajaran
        • Apersepsi, guru bertanya kepada siswa tentang cerita rakyat yang pernah didengar dan cerita rakyat dari daerah Yogyakarta dan di daerah lain.

          b.

           Kegiatan Inti

        • Siswa mendengarkan petunjuk guru dalam mendengarkan cerita rakyat
        • Siswa menyimak cerita rakyat • Siswa mencatat hal-hal penting yang terdapat dalam cerita rakyat.

          c.

           Kegiatan Penutup

        • Refleksi • Pemberian PR

          Penilaian

          Tertulis (Rubrik terlampir)

          Kerjakanlah soal di bawah ini !

          1. Tuliskanlah pelaku dalam cerita yang baru saja kalian dengarkan!

          2. Tuliskanlah 5 latar tempat cerita tersebut!

          3. Tentukanlah tema dari cerita tesebut!

          4. Apa pesan (amanat) yang dapat kamu temukan dalam cerita itu! Tuliskan 3 ?

          5. Jelaskanlah kegiatan yang dilakukan Bawang Putih setiap hari!

          6. Mengapa ibu Bawang Merah dan Bawang Merah membunuh ibu Bawang Putih?

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

           

          7. Menurutmu watak siapakah yang yang lebih baik? Watak Bawang Putih atau Bawang Merah! Jelaskan!

          8. Jelaskanlah watak Bawang Merah! Apa akibatnya jika kita mempunyai watak seperti Bawang Merah?

          9. Bagaimanakah sikap ibu Bawang Merah terhadap Bawang Putih setelah kepergian ayah Bawang Putih? Jelaskan dengan singkat.

        10. Tuliskanlah dengan kata-katamu sendiri secara singkat cerita Bawang Putih

          Bawang Merah!

          Kunci jawaban

          1. Tokoh dalam cerita tersebut adalah

        • Bawang putih
        • Bawang Merah • Ayah Bawang Putih • Ibu Bawang Merah • Pangeran • Ikan Emas • Paman

          2. Latar Tempat

        • Sungai • Hutan • Rumah Bawang Putih • Halaman • Istana Raja

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

           

          3. Tema dari cerita tersebut adalah kesabaran, ketekunan, ketabahan

          4. Pesan yang dapat diambil dari cerita itu adalah

        • Kita tidak boleh iri pada orang lain meski orang lain itu lebih kaya, lebih berhasil, lebih mampu dari pada kita.
        • Orang yang selalu mengalah belum tentu kalah asal tetap berusaha dengan sungguh-sungguh.
        • Kita harus tabah dalam menghadapi cobaan dalam kehidupan ini.
        • Ketabahan akan membawakan kebahagiaan dalam hidup ini.

          5. Kegiatan Bawang Putih setiap hari adalah mencuci pakaian, merawat ibunya yang sedang sakit dan menyelesaikan tugas-tugas rumah tangga.

          6. Kegiatan yang dilakukan Bawang Putih setiap hari adalah mencuci pakaian, merawat ibunya yang sedang sakit, dan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, memberi makan ikan-ikan sahabatnya.

          7. Karena ingin menikahi ayah Bawang putih dan merebut cincin yang diberikan ibunya kepada Bawang Putih, serta ingin menyiksa Bawang putih.

          8. Watak Bawang Putih karena baik, penolong, tidak sombong, sabar, taat, suka menolong dan lembut.

          9. Watak Bawang Merah: jahat, serakah, ingin menang sendiri, keras kepala. Jika kita memiliki watak seperti ini kita tidak bahagia dalam hidup kita karena kita tidak akan disenagi oleh orang lain.

          10. Sikap ibu Bawang Merah terhadap bawang putih setelah kepergian ayah Bawang Putih menjadikannya menjadi pembantu dan menyiksanya.

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

           

          11. Isi ringkas cerita ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………

          Sumber Belajar

          1. Harianto, dkk. 2006. Bahasa Dan Sastra Indonesia Untuk Kelas V Sekolah Dasar . Erlangga: Jakarta.

          2. KTSP 2006.

          3. Mafrukhi, Dkk. 2006. Saya Senang Berbahasa Indonesia Untuk Sekolah Dasar Kelas V . Erlangga: Jakarta.

          4. Martini, dkk. 2006. Saya Senang Berbahasa Indonesia Untuk Sekolah Dasar Kelas V . Yogyakarta: Kanisius.

          Yogyakarta, 16 September 2010 Ernita Gultom

           

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          2

          6. Mengidentifikasi watak pelaku

          2

          7. Membandingkan watak pelaku

          2 8. Menjelaskan watak pelaku dan akibatnya

          2

          9. Menjelaskan sikap pelaku

          10. Menuliskan isi cerita

          5. Menjelaskan kegiatan pelaku

          4 Total 100

          Skor = 100

          Jlh

          x 100%

          Keterangan

          Soal no.1 5 = Menyebutkan tokoh lebih dari 5 4 = Menyebutkan 5 tokoh 3= Menyebutkan 3 tokoh 2= Menyebutkan 2 tokoh 1= Menyebutkan 1 tokoh

          2

          94

           

          3

          Lampiran 3

          Rubrik Penilain Tes Menyimak Cerita Rakyat

          Nama siswa : No. Urut presensi : No.

          

        Soal Soal Bobot Skala Penilaian Jumlah

          1

          2

          4

          4. Mejelaskan amanat

          5

          1. Menyebutkan tokoh

          1

          2. Meyebutkan latar

          1

          3. Menetukan tema

          2

          2

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          95

           

          Soal no. 2 5= Menuliskan 5 latar tempat 4 = Menuliskan 4 latar tempat 3 = Menuliskan 3 latar tempat 2= Menuliskan 2 latar tempat 1= Menuliskan 1 latar tempat Soal no. 3 5= Menentukan tema sesuai dengan isi cerita 4 = Menentukan tema cukup sesuai dengan isi cerita 3= Menentukan tema kurang sesuai dengan isi cerita 2 = Menentukan tema tidak sesuai dengan isi cerita 1= Tidak ada jawaban yang benar Soal no. 4 5 = Amanat sangat sesuai dengan isi cerita dan menuliskan 3 4 = Amanat sesuai dengan isi cerita dan menuliskan 2 3 = Amanat sesuai dengan isi cerita dan menuliskan 1 2= Amanat kurang sesuai dengan isi cerita dan menuliskan 2-3 1= Amanat tidak sesuai dengan isi cerita dan menuliskan 1 Soal no. 5-9 5= Jawaban sangat tepat, lengkap dan benar 4 = Jawaban tepat lengkap dan benar 3 = Jawaban kurang lengkap dan benar 2= Jawaban kurang lengkap

          

         

         

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          96

           

          1= Jawaban tidak benar Soal no. 10 5= Menuliskan judul, Isi sesuai cerita, struktur kalimat sesuai EYD 4 = Menuliskan sesuai dengan isi cerita, struktur kalimat sesuai EYD 3 = Menuliskan judul, isi sesuai cerita, kurang memperhatikan EYD 2= Menuliskan isi sesuai cerita, banyak kesalahan dalam penggunaan tanda baca.

          1= Menuliskan judul, kurang sesuai dengan isi cerita, kurang memperhatikan EYD

           

         

         

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

           

          97   Lampiran 4

          Lembar Kegiatan Siswa

          Satuan Pendidikan : SD Kanisius Sengkan Hari/Tanggal : 16 September 2010 Aspek terkait : Mendengarkan Kelas / Semester : V/II Alokasi waktu : 2 x 40”

          Indikator Hasil Belajar 1. Siswa dapat mendengarkan cerita rakyat dengan baik.

          2. Siswa dapat menyebutkan tokoh-tokoh dalam cerita rakyat yang didengar.

          3. Siswa dapat menjelaskan watak tokoh dalam cerita.

          4. Siswa dapat menentukan tema dari cerita rakyat yang didengar.

          5. Siswa dapat menjelaskan amanat dari cerita yang didengar.

          6. Siswa dapat menuliskan kembali isi ringkas cerita rakyat yang didengarkan dengan kata-kata sendiri dengan singkat.

          Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar I

          Dengarkanlah dengan baik cerita rakyat yang berjudul “Bawang Putih Bawang Merah”

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI   Kegiatan Belajar II

          Jawablah pertanyaan yang di kertas yang disediakan guru secara individu! Tulis nama, kelas, dan nomor urut presensi di kertas jawaban! Kerjakan di dalam ruangan kelas! Waktu 45 menit!

          1. Tuliskanlah pelaku dalam cerita yang baru saja kalian dengarkan! Jawab: • ...............................

        • ..............................
        • ...............................
        • ................................
        • .................................
        • ..................................

          2. Tuliskanlah 5 latar tempat cerita tersebut! Jawab: • ...............................

        • ..............................
        • ...............................
        • ................................
        • .................................

          3. Tentukanlah tema dari cerita tesebut! Jawab:...................................................................................................

          4. Apa pesan (amanat) yang dapat kamu temukan dalam cerita itu! Tuliskan 3 ?

          

         

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI  

          Jawab : • ..............................................................................................................................

          ......................................................................................................

        • ..............................................................................................................................

          ......................................................................................................

        • ..............................................................................................................................

          .............................................................................................

          5. Jelaskanlah kegiatan yang dilakukan bawang Putih setiap hari! Jawab:.........................................................................................................................

          .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... ...................................................

          6. Mengapa ibu Bawang Merah dan Bawang Merah membunuh ibu Bawang Putih?

          Jawab:……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………

          7. Menurutmu watak siapakah yang yang lebih baik? Watak Bawang Putih atau Bawang Merah! Jelaskan!

          Jawab:……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………

          

         

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI  

          ……………………………………………………………………………………… ………………………………………

          8. Jelaskanlah watak Bawang Merah! Apa akibatnya jika kita mempunyai watak seperti Bawang Merah? Jawab:……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… …………………..

          9. Bagaimanakah sikap ibu Bawang Merah terhadap Bawang Putih setelah kepergian ayah Bawang Putih? Jelaskan dengan singkat.

          Jawab:……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………….

          

        10. Tuliskanlah dengan kata-katamu sendiri secara singkat cerita Bawang Putih

          Bawang Merah! Jawab ....................................................................................................................................

          .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... ....................................................................................................................................

          

         

          PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI   ....................................................................................................................................

          .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... ............................................................................................................................

          

         

          102  

          8

          79 19. 5

          4

          10

          4

          6

          8

          10

          10 10 20 89 20. 5 5 8

          8

          8

          8

          8

          8

          8

          16

          82 21. 5

          5

          6

          8

          8

          8

          8

          8 10 16 76 22. 5

          5

          16

          8

          6

          6

          5

          10

          8

          6

          6

          8

          8 8 16 79 16. 5 5 6

          8

          6

          6

          6

          8

          6

          16

          71 17. 5

          4

          10

          10

          6

          6

          6

          6 6 16 75 18. 5 5 8

          6

          8

          4

          10

          8

          16

          4

          6

          8

          8 10 16 75 27. 4 4 8

          6

          6

          8

          8

          8

          8

          16

          75 28. 4

          10

          6

          8

          6

          6

          8

          8 8 16 79 29. 5 4 4

          6

          6

          8

          8

          8

          8

          20

          6

          6

          8

          6

          8

          8 8 16 76 23. 4 5 6

          6

          8

          8

          8

          8

          8

          16

          77 24. 5 5 8

          8

          6

          4

          8

          8

          8

          16

          77 25. 5

          5

          10

          6

          6

          6

          8

          8 10 20 84 26. 5

          77 15. 4

          8

           

          8

          6

          6

          10

          8

          8

          8 8 12 76 4. 5

          5

          8

          8

          6

          8

          6 10 16 80 5. 5

          74 3. 5

          4

          6

          6

          10

          6

          8

          8 8 16 77 6. 5 4 8

          8

          6

          6

          6

          6

          5

          12

          12

          10 1. 5 5 6

          Lampiran 5 Deskripsi Skor Menyimak Cerita Rakyat Kelompok Eksperimen No.

          Urut No. Soal Total skor

          1

          2

          3

          4

          5

          6

          7

          8

          9

          6

          8

          6

          6

          6

          6

          6

          8

          60 2. 5 5 6

          6

          6

          8

          8

          8

          6

          67 7. 4 4 8

          8

          8

          10

          10

          8

          8

          8

          8 8 12 82 12. 4 4 6

          6

          6

          8

          8

          8

          12

          8 8 12 87 11. 5

          72 13. 5

          4

          10

          8

          6

          6

          8

          8 8 12 75 14. 5 4 8

          8

          6

          6

          8

          5

          8

          8

          6

          4

          6

          6

          6

          6

          12

          64 8. 5 5 8

          8

          6

          6

          6

          6

          8

          12

          68 9. 5

          4

          10

          1

          8

          8

          8 8 12 80 10. 5

          4

          10

          10

          8

          79 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          6

          4

          4

          6

          6

          4   59  

          18.                                    19.

           

          5   5  

          6

          6

          6

          6

          6

          6

          6

          8   60  

          20.   5   4  

          6

          6

          8

          6

          8

          8

          6 12   69   21.  

          5   5  

          4

          6

          6

          6

          6

          4

          8

          6

          6

          6

          6

          8

          8

          12   70  

          15.

           

          4   5  

          8

          6

          8

          6

          6

          8

          4   5  

          12   69  

          16.

           

          4   5  

          6

          8

          8

          6

          6

          6

          6

          12   67  

          17.

           

          6

          6

          8

          6

          4

          4

          6

          6

          6

          6

          6 12   60   26.  

          5   5  

          4

          4

          6

          6

          6

          6

          12   61  

          12   67  

          27.

           

          5   5  

          6

          4

          6

          6

          8

          6

          8

          12   63  

          28.

            119   120  162 154 156 152 148 158 162 252     29.

                                             30.                                   

          25.   5   5  

          6

          8   60  

          6

          22.

           

          5   5  

          6

          6

          4

          8

          6

          8

          6

          8   62  

          23.

           

          5   4  

          4

          6

          4

          6

          4

          6

          6

          4   59  

          24.

           

          5   4  

          8

          6

          6

          8

          6

          6

          103

           

          6

          6

          4

          4

          6

          6

          8   52  

          4.

           

          5   5  

          10

          10

          8

          6

          6

          6

          6

          16   80  

          5.

           

          4   4  

          10

          8

          6

          6

          6

          6

          6

          8   64  

          6.

          4

          5   5  

          4   5  

          4

          Lampiran 6 Deskripsi Skor Menyimak Cerita Rakyat Kelompok Kontrol No.

          Urut No. Soal Total skor

          1

          2

          3

          4

          5

          6

          7

          8

          9

          10

          1.   5   5  

          4

          4

           

          4

          4

          6

          6 8   50   2.  

          5   5  

          6

          4

          6

          6

          6

          6

          6

          12   62  

          3.

           

          6

          6 8   64   14.  

          8

          10.

           

          5   4  

          8

          8

          6

          6

          6

          6

          8

          12   69  

          11.

           

          4   5  

          8

          6

          6

          6

          6

          6

          6

          12   67  

          12.

                                             13.   5   5  

          8

          6

          6

          8

          6

          6

          8   66  

          6

          8

          8

          6

          6

          6

          6

          6

          12   65  

          7.

           

          5   5  

          8

          8

          8

          8

          8

          8

          6

          8   74  

          8.   5   5  

          4

          6

          6

          6

          6

          4

          8 12   61   9.  

          5   5  

          8

          8

          8

          6

          5   5  

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          4

          6

          16

          4

          16

          

        4

          36

          6

          36

          6

          16

          25

          6

          5

          16

          4

          17. 36 12 144 67 4489

          6

          36

          6

          36

          6

          36

          

        6

          36

          36

          8

          36

          4

          25

          5

          20. 64 60 3600

          8

          36

          6

          36

          6

          36

          6

          

        6

          4

          36

          6

          36

          6

          36

          6

          25

          5

          25

          5

          18. 16 59 3481 19.

          64

          64

          6

          5

          36

          6

          36

          

        6

          36

          6

          36

          6

          64

          8

          25

          25

          64

          5

          14. 64 64 4096

          8

          36

          6

          36

          6

          36

          6

          64

          

        8

          8

          8

          8

          6

          64

          6

          25

          5

          16

          4

          16. 64 12 144 69 4761

          8

          36

          6

          36

          36

          15. 64 12 144 70 4900

          

        6

          64

          8

          36

          6

          64

          8

          25

          5

          16

          4

          16

          36

          6

          36

          36

          6

          64

          8

          16

          4

          25

          5

          24. 16 59 3481

          4

          6

          36

          36

          6

          16

          4

          36

          

        6

          16

          4

          16

          4

          36

          6

          

        8

          16

          4

          36 12 144 60 3600 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x

          6

          36

          6

          36

          6

          36

          

        6

          36

          6

          16

          16

          64

          4

          25

          5

          25

          5

          25. 36 12 144 67 4489

          6

          36

          6

          36

          6

          6

          4

          6

          25

          6

          36

          

        6

          36

          6

          36

          6

          16

          4

          25

          5

          5

          8

          21. 36 12 144 69 4761

          6

          64

          8

          64

          8

          36

          

        6

          64

          8

          36

          36

          64

          25

          16

          5

          23. 64 62 3844

          8

          36

          6

          64

          8

          36

          6

          64

          

        8

          4

          6

          36

          6

          36

          6

          25

          5

          25

          5

          22. 64 60 3600

          8

          36

          36

          Lampiran 7 104

          Uji Reliabilitas No. Urut No. Soal / Skor Butir soal Skor Kuadrat

          5

          6

          36

          6

          36

          

        6

          64

          8

          25 10 100 10 100

          5

          25

          4. 64 52 2704

          6

          8

          36

          6

          36

          6

          16

          4

          16

          

        4

          36

          6

          36

          5. 36 16 256 80 6400

          4

          36

          8

          36

          6

          25

          5

          16

          4

          6. 64 64 4096

          8

          36

          6

          6

          4

          36

          6

          36

          

        6

          36

          6

          64

          8

          16 10 100

          4

          16

          16

          36

          6

          5

          16

          4

          16

          

        4

          16

          4

          16

          4

          16

          4

          25

          25

          36

          5

          1. 10 Skor total

          9

          8

          7

          

        6

          5

          4

          3

          2

          1

          6

          6

          6

          

        6

          25

          5

          25

          5

          3. 36 12 144 62 3844

          6

          36

          6

          36

          6

          36

          36

          36

          6

          16

          4

          36

          6

          25

          5

          25

          5

          2. 64 50 2500

          8

          64

          36

          6

          16

          36

          6

          36

          

        6

          36

          6

          64

          8

          64

          8

          4

          36

          25

          5

          10. 64 66 4356

          8

          36

          6

          36

          6

          36

          6

          36

          6

          8

          64

          6

          64

          8

          25

          5

          25

          5

          12. 36 12 144 67 4489 13.

          6

          36

          6

          36

          36

          11. 64 12 144 69 4761

          

        6

          36

          6

          64

          8

          64

          8

          25

          5

          16

          4

          

        6

          8

          

        6

          64

          8

          64

          8

          64

          8

          64

          

        8

          64

          8

          64

          8

          8

          8

          25

          5

          25

          5

          7. 36 12 144 65 4225

          6

          36

          6

          36

          6

          36

          64

          8. 64 74 5476

          64

          36

          8

          64

          8

          25

          5

          25

          5

          9. 64 12 144 61 3721

          8

          16

          4

          6

          5

          36

          

        6

          36

          6

          36

          6

          16

          4

          25

          5

          25

          36

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          105 No. Urut No. Soal / Skor Butir soal 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Skor Kuadrat

          1

          2

          3

          4

          5

          

        6

          7

          8

          9

          10 Skor total 26. x x x x x x x x x x 27.

          5

          25

          5

          25

          4

          16

          4

          16

          6

          36

          

        6

          36

          6

          36

          6

          36

          6

          36 12 144 61 3721 Jumlah

          5

          25

          5

          25

          6

          36

          4

          16

          6

          36

          

        6

          36

          8

          64

          6

          36

          8

          64 12 144 63 3969  

          119 571 120 580 162 1160 154 1020 156 1008 152 952 148 904 158 1020 162 1068 262 2747 1600 103469

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          25

          = σ

          =1,38 6. 2 6 σ = =

          −

          25

          25 152

          952 2 0,03 7. 2 7

          σ =

          25 148

          25 156

          904 2

          = 1,11 8.

          = 2 8 σ 86 ,

          25

          25 158

          1020 2 =

          −

          1008 2 5

           

          Analisis per butir soal 1. 2 1 σ =

          = σ

          25

          25 119

          571 2

          = 0,19 2.

          25

          25 120

          580 2 2 2

          = 0,16 3. 2 3 σ =

          = 2,85 5.

          25

          25 162

          1160 2

          = 4,41 4. = 2 4

          σ

          25

          25 154

          1020 2

          25

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          11 r

           

          11 r

          =  

          ⎟ ⎠ ⎞

          ⎜ ⎝ ⎛

          −1

          10

          10 ⎟ ⎠ ⎞

          ⎜ ⎝ ⎛

          − 56 , 38 76 , 11 1  

          =

          1 t b σ

          ⎟ ⎠ ⎞

          ⎜ ⎝ ⎛

          9

          10

          ( )

          30 ,

          1 −

            11 r

          =1,1x  0,70 = 0,77 

          Berdasarkan tabel 1 angka 0,77 termasuk dalam koefisien korelasi 0,71-0,90 termasuk dalam kualifikasi tinggi

          σ

            9.

          25

          σ

          25 162

          1068 2 2 9

          = σ

          = 0,73 10.

          25

          25 262

          2747 2 2 10 − = σ

          = 0,04 2 b σ = 0,19+ 0,16+4,41+2,85+1,38+0,03+1,11+0,86+0,73+0,04 = 11,76

           

          2 t

          =

          −

          25

          25 1600

          103364 2

          =38,56   Dimasukkan ke dalam rumus alpha 11 r =

          ⎟ ⎠ ⎞

          ⎜ ⎝ ⎛

          −1

          k k

          ⎟ ⎟ ⎠ ⎞

          ⎜ ⎜ ⎝ ⎛

          ∑ 2 2

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          75 23 59

          71 17 59

          17

          75

          18

          18

          79 19 60

          19

          89 20 69

          20

          82 21 60

          21

          72 22 62

          22

          23

          79 16 67

          79 24 67

          24

          89 25 60

          25

          84 26 61

          26

          75 27 63

          27

          75 28 -

          28

          79 29 -

          29

          79 30 - 30 -

          16

          108 Lampiran 8 Nilai Kelas VB Nilai Kelas VA

          No Urut Presensi Nilai

          7

          No Urut Presensi Nilai 1 50

          1

          60 2 62

          2

          74 3 52

          3

          76 4 80

          4

          80 5 64

          5

          77 6 65

          6

          67 7 74

          64 8 61

          77 15 69

          8

          68 9 66

          9

          80 10 69

          10

          87 11 69

          11

          82 12 -

          12

          72 13 64

          13

          75 14 70

          14

          15

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          Lampiran 9

          Tabel Kritis t db Taraf signifikansi 20% 10% 5% 2% 1% 0,10%

          1 3,078 6,314 12,706 31,821 63,657 636,619 2 1,886 2,92 4,303 6,965 9,965 31,598 3 1,638 2,353 3,182 5,841 4,541 12,941 4 1,533 2,132 2,776 3,747 4,604 8,610 5 1,476 2,015 2,571 3,365 4,032 6.859 6 1,440 1,943 2,447 3,143 3,707 5,959 7 1.415 1,895 2,365 2,998 3,499 5,405 8 1,397 1,860 2,306 2,896 3,355 5,041 9 1,383 1,833 2,262 2,821 3,25 4,781 10 1,372 1,812 2,228 2,764 3,169 4,587

          11 1,363 1,796 2,201 2,718 3,106 4,437 12 1,356 1,782 2,179 2,681 3,055 4,318 13 1,350 1,771 2,160 2,650 3,012 4,221 14 1,345 1,761 2,145 2,624 2,977 4,140 15 1,341 1,753 2,602 2,602 2,947 4,073 16 1,323 1,746 2.120 2,583 2,921 4,015 17 1,321 1,740 2,110 2,567 2,898 3,965 18 1,319 1,734 2,101 2,552 2,878 3,922 19 1,318 1,729 2,093 2,539 2,861 3,883 20 1,316 1,725 2,806 2,528 2,845 3,850 21 1,323 1,721 2,08 2,518 2,831 3,819 22 1,321 1,717 2,074 2,508 2,819 3,792 23 1,313 1,714 2,069 2,500 2,807 3,767 24 1,311 1,711 2,064 2,492 2,797 3,745 25 1,316 1,708 2,060 2,485 2,787 3,725 26 1,315 1,706 2,056 2,479 2,779 3,707 27 1,314 1,703 2,052 2,473 2,771 3,690 28 1,313 1,701 2,048 2,467 2,763 3,674 29 1,311 1,699 2,045 2,462 2,756 3,659 30 1,310 1,697 2,042 2,457 2,750 3,646 40 1,303 1,684 2,021 2,423 2,704 3,551 60 1,296 1,671 2,000 2,390 2,660 3,460

          120 1,289 1,658 1,980 2,358 2,617 3,373

        co 1,282 1,645 1,960 2,326 2,576 3,291

          109  

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          110

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          111

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          112

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          113

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          114

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          115

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          116

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          117

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          118

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          119

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          120

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          121

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          122

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          123

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          124

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          125

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          Lampiran 11 Foto-Foto Pembelajaran

                 

           

          126

           

          127  

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

               

           

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          128

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          129

        PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

          Lampiran 14

        BIOGRAFI PENULIS

          Ernita Gultom, lahir di Parhorasan 28 Oktober 1981. Penulis masuk Sekolah Dasar pada tahun 1987 di SD Negri Hutahotang dan lulus pada tahun 1993. Pada tahun 1993-1996 penulis menyelesaikan jenjang Pendidikan Sekolah Menengah Pertama di

          SMP Swasta Bulogok Hutahotang Pulau Samosir Sumatera Utara. Kemudian Penulis melanjut ke Sekolah Menengah Umum (SMU) pada tahun 1997 di SMU Bintang Timur 1 Balige Sumatera Utara. Pada Tahun 1999 Penulis masuk ke tarekat Fransiscanae Cordis Yesu Et Maria (FCJM), Pada Tahun 2005 melanjutkan studi ke Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, dan Pada tahun 2007 menyelesaikan program D-II.

          Pada tahun 2007 penulis melanjutkan S-I Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Pada tahun 2009 penulis menyelesaikan studi S-I.

          

          130      

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIO DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA TERHADAP KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA SISWA KELAS V SD NEGERI 105855 PTPN II TANJUNG MORAWA TAHUN PELAJARAN 2016/2017.
1
9
27
PENGARUH MEDIA VCD DONGENG ANAK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA ANAK BERKESULITAN BELAJAR KELAS 4 DI SDN PETORAN SURAKARTA TAHUN AJARAN 20102011
0
7
70
EFEKTIVITAS MEDIA AUDIO-VISUAL PADA SITUS WWW.PODCASTFRANÇAISFAÇILE.COM DALAM PEMBELAJARAN MENYIMAK BAHASA PERANCIS SISWA KELAS X SMA NEGERI 4 CIMAHI TAHUN AJARAN 2011/2012.
0
0
39
PENERAPAN MODEL VISUALIZATION, AUDITORY, KINESTHETIC (VAK) DENGAN MULTIMEDIA DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 KALIJIREK TAHUN AJARAN 2015/2016.
0
0
19
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN MACROMEDIA FLASH DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT SISWA KELAS V SD NEGERI 1 SELILING TAHUN AJARAN 2011/2012.
0
0
1
PENGGUNAAN MODEL COOPERATIVE SCRIPT DENGAN MEDIA KARTU CERITA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK SISWA KELAS V SD NEGERI PURWOTOMO NO. 97 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016.
0
0
2
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA ANAK MELALUI PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI PADA SISWA KELAS V SD NEGERI DELEGAN 2, PRAMBANAN, SLEMAN.
0
4
231
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS V SD JUARA YOGYAKARTA.
0
2
192
PENGARUH MEDIA AUDIOVISUAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA SISWA KELAS V SD DI KECAMATAN PANDAK BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.
0
0
135
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA PENDEK PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
0
2
6
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIO TERHADAP KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA RAKYAT DI KELAS V SEKOLAH DASAR
0
0
11
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA FIKSI ANAK MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO PADA SISWA KELAS V SD
0
1
10
PENGGUNAAN MEDIA POWERPOINT DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS SISWA KELAS V SD NEGERI 2 KASEGERAN TAHUN AJARAN 2013-2014
0
0
19
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA SISWA KELAS V SD TARAKANITA NGEMBESAN SEMESTER 2 TAHUN AJARAN 20092010 MELALUI PENDEKATAN BERBASIS MASALAH
0
0
165
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA ANAK SISWA KELAS II SD KANISIUS BANTUL SEMESTER 2 TAHUN AJARAN 20092010 MELALUI PENDEKATAN BERBASIS MASALAH
0
0
152
Show more