Hubungan minat belajar dengan prestasi belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository

Gratis

0
0
171
10 months ago
Preview
Full text

  

HUBUNGAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI

BELAJAR SISWA KELAS VI SD KARITAS NGAGLIK

TAHUN PELAJARAN 2011/2012

SKRIPSI

  

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

  

Disusun Oleh:

Maria Fransisca Renny DA (081134095)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

KRIPSI

HUBUNGAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI

BELAJAR SISWA KELAS VI SD KARITAS NGAGLIK

TAHUN PELAJARAN 2011/2012

  Oleh : Maria Fransisca Renny DA

  NIM 081134095 Telah disetujui oleh :

  Pembimbing I Drs. Puji Purnomo, M.Si. tanggal 27 September 2012 Pembimbing II Drs. J. Sumedi tanggal 12 September 2012

  

SKRIPSI

  

PERSEMBAHAN

Karya ini kupersembahkan kepada : 1.

  Tuhan Yesus yang selalu memberikan rahmat-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini.

  2. Bapak dan ibu yang selalu memberikan doa, semangat dan kasih sayang kepadaku. Kalian adalah orang tua terbaik bagiku. 3. yang selalu memberikan Kakakku dukungan, dan sering marah-marah agar skripsiku cepat selesai. Kata-katamu adalah semangatku untuk cepat-cepat menyelesaikan skripsi ini. 4. keluargaku yang selalu Seluruh memberiku semangat agar skripsi ini cepat selesai.

  5. Teman-temanku ari, dan tri yang telah memberi aku semangat dan membantu aku dalam pembuatan skripsi ini. Kalian memang my best friend.

  6. Teman-temanku yang sangat aku kasihi dan yang selalu memberiku semangat untuk menyelesaikan skripsi ini.

  

MOTTO

 Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu.

  Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan. ( Mario Teguh)  Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan

belajar membangun kesempatan untuk berhasil. (Mario Teguh)

  

ABSTRAK

HUBUNGAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI

BELAJAR SISWA KELAS VI SD KARITAS NGAGLIK

TAHUN PELAJARAN 2011/2012

  Maria Fransisca Renny DA Universitas Sanata Dharma

  2012 Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif tingkat korelasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) bagaimana minat belajar siswa, (2) bagaimana prestasi belajar siswa, (3) apakah ada hubungan antara minat belajar dengan prestasi belajar siswa, dan (4) berapa besar sumbangan minat belajar dengan prestasi belajar siswa. Ada dua variabel dalam penelitian ini yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Minat belajar sebagai variabel bebas dan prestasi belajar sebagai variabel terikat.

  Penelitian ini dilaksanakan di SD Karitas Ngaglik. Subyek penelitian adalah siswa kelas VI sebanyak 40 siswa. Alat pengumpulan data berupa angket dan dokumentasi. Angket digunakan untuk mengukur minat belajar siswa, sedangkan dokumentasi digunakan untuk mengetahui prestasi belajar siswa. Dokumentasi diperoleh dengan melihat data nilai rapor siswa. Teknik analisis data digunakan adalah teknik korelasi serial.

  Hasil penelitian adalah sebagai berikut : (1) siswa dengan minat belajar rendah sebesar 25%, siswa dengan minat belajar sedang sebesar 22,5%, dan siswa dengan minat belajar tinggi sebesar 52,5%; (2) siswa dengan prestasi belajar rendah sebesar 25%, siswa dengan prestasi belajar sedang sebesar 42,5%, dan siswa dengan prestasi belajar tinggi sebesar 32,5%; minat belajar memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan prestasi belajar siswa, dengan nilai r = 0,778 dan signifikan pada taraf 1%, (4) minat belajar memberikan sumbangan sebesar 77,8% dengan prestasi belajar siswa.

  Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh dapat disimpulkan bahwa minat belajar mempunyai hubungan yang positif dan signifikan dengan prestasi belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik. Dengan demikian minat juga berpengaruh terhadap prestasi belajar dan memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap prestasi belajar. Minat belajar anak perlu dikembangkan agar prestasi belajar dapat diperoleh dengan hasil yang maksimal. Kata kunci: minat belajar, prestasi belajar

  

ABSTRACT

THE CORRELATION BETWEEN THE LEARNING MOTIVATION

AND THE LEARNING ACHIEMENT OF THE SIXTH GRADE

STUDENT OF PUBLIC ELEMENTARY SCHOOL KARITAS

NGAGLIK, IN THE

ACADEMIC YEAR OF 2011/2012

  This research is a descriptive study the degree of correlation. This

study aimed to determine: (1) how student interest, (2) how student

achievement, (3) whether there is interest in studying the relationship

between student achievement, and (4) how much interest in studying the

contribution of student achievement. There are two variables in this study

are the independent variables and the dependent variable.

  The research was conducted in the public Elemantary School Karitas Ngaglik and the subjects of the research were 40 students. Data collection

  

tools such as questionnaires and documentation.Questionnaires used to

measure student interest, while the documentation used to determine student

achievement. Documentation obtained by looking at the data the students

grades. The data analysis technique used is serial correlation techniques.

  The results are as follows: (1) students with low learning interest by

25%, students with moderate learning interest of 22,5%, and students with

an interest in studying high of 52,5%, (2) students with low academic

achievement of 25% , students with medium learning achievement of 42,5%

and 32,5% of the students had high learning achievement, achievement with

a value of r = 0,778 and significant aat 1% level, (4) student learning

motivation give significant contribution of 77,7% to students learning.

  Based on research results that have been obtained can be concluded

that the interest in learning has a positive and significant relationship with

student achievement Karitas Ngaglik sixth grade elementary school. Thus

interest also affects the academic achievement and provide a substantial

contribution to the achievement. Interest in children's learning should be

developed so that achievement can be obtained with maximum results.

  Keywords: learning motivation, learning achievement

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi. Skripsi dengan judul “ Hubungan Minat Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas VI SD Karitas Ngaglik” ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat dalam memperoleh gelar sarjana pendidikan guru sekolah dasar Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Penyusunan skripsi ini tidak mungkin selesai tanpa bimbingan dan dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, perkenankanlah penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada: 1.

  Rohandi, Ph.D. selaku Dekan FKIP Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah memberikan bantuan dalam penyelesaian skripsi ini.

  2. G. Ari Nugrahanta, SJ., S.S., BST., M.A. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang telah memberikan bantuan dalam penyusunan skripsi ini.

  3. Drs. Puji Purnomo, M.Si. selaku dosen pembimbing pertama yang telah memberikan bimbingan sehingga penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan.

  4. Drs. Sumedi. selaku dosen pembimbing kedua yang telah memberikan bimbingan, kritik, saran sampai skripsi ini selesai.

  5. Catur Rismiati,S.Pd.,M.A.,Ed.D. selaku dosen penguji yang telah bersedia memberikan waktu untuk mengkritisi skripsi ini.

  6. Bapak dan ibu dosen beserta karyawan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah memberikan ilmu dan dukungan kepada penulis.

  7. Bapak kepala sekolah SD Karitas Ngaglik yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan penelitian.

  DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL ........................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN...................................................................... iv HALAMAN MOTTO .......................................................................................v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ......................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA

  ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ...................................... vii ABSTRAK .................................................................................................... viii ABSTRACK ................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ......................................................................................x DAFTAR ISI ................................................................................................... xi DAFTAR TABEL ...........................................................................................xv DAFTAR GAMBAR ................................................................................... xvii DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................... xviii

  BAB I PENDAHULUAN .................................................................................1 A. Latar Belakang Masalah ........................................................................1 B. Rumusan Masalah .................................................................................3 C. Batasan Istilah .......................................................................................4 D. Tujuan Penelitian ..................................................................................4 E. Manfaat Penelitian ................................................................................5

  BAB II KAJIAN PUSTAKA ............................................................................6 A. Minat belajar .........................................................................................6 B. Prestasi belajar ....................................................................................25 C. Penelitian yang relevan .......................................................................44 D. Hubungan antara minat belajar dengan prestasi belajar ......................46 E. Hipotesis ..............................................................................................48 BAB III METODE PENELITIAN..................................................................49 A. Jenis Penelitian ....................................................................................49 B. Variabel Penelitian ..............................................................................49 C. Definisi Operasional Variabel .............................................................50 D. Tempat Penelitian................................................................................50 E. Populasi dan Sampel Penelitian ..........................................................51 F. Instrumen Penelitian / Alat Ukur ........................................................51 1. Alat Pengumpul data ...............................................................51 2. Uji Coba Instrumen .................................................................56 3. Tempat dan Waktu Penelitian .................................................65 G. Teknik Pengumpulan Data ..................................................................65 H. Teknik Analisis Data ...........................................................................66 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................72 A. Hasil Penelitian ...................................................................................72 1. Minat Belajar Siswa Kelas VI SD Karitas Ngaglik ................72 2. Prestasi Belajar Siswa Kelas VI SD Karitas Ngaglik .............77 3. Hubungan Minat Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas VI SD Karitas Ngaglik .................................................83 B. Pembahasan .........................................................................................95 BAB V PENUTUP ....................................................................................98 A. Kesimpulan ...................................................................................98 B. Saran ..............................................................................................99

  DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................101 LAMPIRAN .............................................................................................104

  

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Jumlah siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik ...................................51Tabel 3.2 Indikator Minat Belajar Siswa ........................................................51Tabel 3.3 Indikator dan Sebaran Item Minat Belajar Siswa ...........................55Tabel 3.4 Kisi-kisi minat belajar .....................................................................57Tabel 3.5 Indikator dan sebaran item penelitian .............................................60Tabel 3.6 Klasifikasi koefisien korelasi reliabilitas alat ukur .........................62Tabel 3.7 Hasil perhitungan koefisien reliabilitas uji coba .............................64Tabel 3.8 hasil perhitungan koefisien reliabilitas penelitian ...........................65

  Tabel3.9 pengelompokan skor angket minat belajar.......................................67

Tabel 3.10 Pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi ........70Tabel 4.1 klasifikasi skor minat belajar ..........................................................73Tabel 4.2 data skor minat belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik ...........73Tabel 4.3 klasifikasi prestasi belajar siswa .....................................................78Tabel 4.4 data prestasi belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik ................79Tabel 4.5 skor minat belajar siswa dan prestasi belajar siswa ........................85Tabel 4.6 Subyek tiap kelompok .....................................................................87Tabel 4.7 Proporsi individu dalam setiap kelompok .......................................88Tabel 4.8 nilai rata-rata (mean) dari setiap kelompok ....................................89Tabel 4.9 besar ordinat ....................................................................................89Tabel 4.10 tabel kerja ......................................................................................89

  

DAFTAR GAMBAR

  Diagram 4.1 presentase minat belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik ....77 Diagram 4.2 presentase prestasi belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik .83

  

DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran 1 angket uji coba ...........................................................................104 Lampiran 2 tabel hasil uji coba angket (skor 4,3,2,1) ...................................109 Lampiran 3 tabel hasil uji coba angket (skor 0 dan 1) ..................................114 Lampiran 4 tabel validitas tiap indikator ......................................................119 Lampiran 5 uji reliabilitas .............................................................................122 Lampiran 6 indikator dan sebaran item setelah uji coba ...............................124 Lampiran 7 kuesioner penelitian ...................................................................126 Lampiran 8 tabel hasil angket penelitian (skor 4,3,2,1) ................................130 Lampiran 9 tabel hasil penelitian (skor 0 dan 1) ...........................................136 Lampiran 10 hasil analisis uji reliabilitas penelitian .....................................141 Lampiran 11 data nilai siswa.........................................................................143 Lampiran 12 tabel ordinal pada kurva normal ..............................................145 Lampiran 13 tabel nilai

  • – nilai dalam distribusi t .........................................147 Lampiran 14 tabel product moment ..............................................................149 Lampiran 15 tabel hubungan antar kelompok minat belajar dengan prestasi belajar ..............................................................................................150 Lampiran 16 surat ijin penelitian ..................................................................152 Lampiran 17 surat keterangan penelitian ......................................................153 Lampiran 18 foto kegiatan ............................................................................154

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu hal yang terpenting dalam

  kehidupan manusia, karena melalui pendidikan akan dapat menciptakan manusia yang berpotensi, kreatif dan memiliki ide cemerlang sebagai bekal untuk memperoleh masa depan yang lebih baik. Pendidikan sekolah dasar sangatlah penting bagi manusia karena pendidikan dasar merupakan pendidikan yang dapat membentuk atau mengajarkan pendidikan karakteristik dan moral anak. Pendidikan modal utama untuk menuju masa depan yang cerah dan seharusnya pendidikan diberi sarana dan prasarana yang memadai.

  Menurut Winkel (1984:30) minat adalah kecenderungan yang menetap dalam subyek untuk merasa tertarik pada bidang atau hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu. Menurut Fuad Hasan (1989:59) minat sebagai hal yang menunjuk pada adanya intensitas dari seseorang terhadap suatu hal, peristiwa, orang, atau benda. Menurut Sardiman A. M (1988:76) berpendapat bahwa minat diartikan sebagai suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhan-kebutuhannya sendiri Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa minat merupakan rasa ketertarikan atau rasa lebih suka terhadap suatu hal atau aktivitas, sehingga timbul dorongan untuk melakukan atau menekuni hal atau aktivitas tertentu.

  Gagne dalam buku Ngalim Purwanto, 1987:85 menyatakan bahwa belajar terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama dengan isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu ke waktu sesudah ia mengalami situasi tadi. Sedangkan Morgan dalam buku Ngalim Purwanto, 1987:85 mengemukakan bahwa belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman.

  Prestasi adalah bukti keberhasilan yang dicapai (Winkel, 1986:102). Setelah melakukan proses belajar, berarti siswa melakukan perbaikan dalam tingkah laku dan kecakapan-kecakapan atau memperoleh kecakapan-kecakapan dan tingkah laku yang baru.

  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan belajar yang dapat dicapai setiap siswa dalam proses belajar.

  Dalam hal pendidikan guru harus membangkitkan minat belajar ketika di dalam kelas. Karena minat belajar dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Tetapi keberhasilan siswa dalam belajar tidak hanya ditentukan oleh faktor pendidik (guru).

  Terdapat banyak factor yang mempengaruhi siswa dalam belajar.

  Menurut Muhibbin (144-155:2008) dalam bukunya yang berjudul Psikologi Belajar menyatakan bahwa terdapat tiga factor yang mempengaruhi belajar siswa yaitu faktor internal, faktor eksternal, faktor pendekatan belajar.

  Faktor internal merupakan factor yang berasal dari dalam diri siswa itu sendiri. Faktor eksternal merupakan factor yang berasal dari luar diri siswa. Sedangkan faktor pendekatan belajar merupakan segala cara atau strategi yang digunakan siswa dalam menunjang keefektifan dan efisiensi proses mempelajari materi tertentu.

  B.

  Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan, dapat dirumuskan rumusan masalah sebagai berikut :

1. Bagaimana minat belajar siswa kelas VI SD Karitas

  Ngaglik Tahun Pelajaran 2011/2012? 2. Bagaimana prestasi belajar siswa kelas VI SD Karitas

  Ngaglik Tahun Pelajaran 2011/2012? 3. Apakah ada hubungan yang positif dan signifikan antara minat dan prestasi belajar siswa kelas VI SD Karitas

  Ngaglik Tahun Pelajaran 2011/2012? 4. Seberapa besar sumbangan minat belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik Tahun Pelajaran

  2011/2012? C.

  Batasan Istilah 1.

  Minat belajar siswa adalah dorongan dalam diri siswa untuk merasa tertarik melakukan aktivitas-aktivitas pembelajaran dalam rangka memenuhi kebutuhan belajar demi mencapai suatu tujuan tertentu.

  2. Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai siswa dalam menuntut suatu pelajaran yang menunjukkan taraf kemampuan siswa dalam mengikuti program belajar dalam waktu tertentu, sesuai kurikulum yang telah ditentukan.

  D.

  Tujuan Penelitian 1.

  Untuk mengetahui minat belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik Tahun Pelajaran 2011/2012.

2. Untuk mengetahui prestasi belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik Tahun Pelajaran 2011/2012.

  3. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang positif dan signifikan antara minat dan prestasi belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik Tahun Pelajaran 2011/2012.

  4. Untuk mengetahui seberapa besar besar sumbangan minat belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik Tahun Pelajaran 2011/2012. E.

  Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :

  1. Bagi Guru Penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan bagi guru mengenai pentingnya menumbuhkan minat belajar siswa di SD Karitas Ngaglik.

  2. Bagi siswa Penelitian ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa, mengenai pentingnya minat belajar dalam diri siswa 3. Bagi penulis

  Dengan penelitian ini peneliti mendapatkan pengalaman dalam meningkatkan minat belajar dalam diri siswa.

  4. Bagi rekan-rekan mahasiswa atau siapa saja yang tertarik pada bidang penelitian ini Dengan hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan informasi bagi para pembacanya.

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Minat Belajar 1. Pengertian Minat Belajar Minat merupakan salah satu faktor yang

  mempengaruhi hasil belajar siswa. Ada beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli tentang minat. Menurut Winkel (1984:30) minat adalah kecenderungan yang menetap dalam subyek untuk merasa tertarik pada bidang atau hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu. Menurut Fuad Hasan (1989:59) minat sebagai hal yang menunjuk pada adanya intensitas dari seseorang terhadap suatu hal, peristiwa, orang, atau benda.

  Menurut Jersild dan Tasch dalam buku Wayan Nurkancana, 1983:224 menekankan bahwa minat atau

  interest menyangkut aktivitas-aktivitas yang dipilih secara

  bebas oleh individu. Sedangkan Doyles Fryer (Wayan Nurkancana, 1983:224) minat atau interest adalah gejala psikis yang berkaitan dengan obyek atau aktivitas yang menstimulir perasaan senang pada individu.

  Menurut Hilgart dalam buku Slameto, 1988:58 minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang diperhatikan terus-menerus yang disertai rasa senang. Dalam soal belajar, minat itu sangat penting. Secara sederhana, minat (interest) berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.

  Menurut Sardiman A. M (1988:76) berpendapat bahwa minat diartikan sebagai suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhan-kebutuhannya sendiri. Definisi lain tentang minat juga dikemukakan oleh I.L Pasaribu (1983:52) minat adalah suatu motif yang menyebabkan individu itu berhubungan secara aktif dengan barang yang menariknya. Minat merupakan suatu sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang merekan inginkan bila mereka bebas memilih (Hurlock, 2005:114).

  Menurut Reber dalam buku Muhibbin, 2008:151 berpendapat bahwa minat tidak termasuk istilah populer dalam psikologi karena ketergantungannya yang banyak pada faktor-faktor internal lainnya, seperti pemusatan perhatian, keingintahuan, motivasi, dan kebutuhan. Minat dapat mempengaruhi kualitas pencapaian prestasi belajar siswa.

  Misalnya, seorang siswa yang menaruh minat besar terhadap matematika akan memusatkan perhatiannya lebih banyak dari pada siswa lainnya. Dengan pemusatan yang intensif terhadap materi itulah yang memungkinkan siswa untuk belajar lebih giat dan akhirnya memperoleh prestasi belajar yang diinginkan.

  Schiefele dalam buku John W. Santrock, 2009:206 menyatakan bahwa telah dilakukan pembedaan antara minat individual, yang dianggap sebagai relatif stabil dan minat situsional, yang diyakini dibangkitkan oleh aspek spesifik dari sebuah aktivitas tugas. Riset pada minat terutama telah berfokus pada hubungan antara minat dengan pembelajaran.

  Minat dihubungkan terutama dengan tindakan pembelajaran mendalam, seperti ingatan atas gagasan pokok dan respons terhadap pertanyaan pemahaman yang lebih sulit, dibandingkan pembelajaran yang hanya pada permukaan, seperti respons terhadap pertanyaan yang sederhana dan ingatan kata-demi-kata atas teks.

  Minat adalah syarat mutlak untuk belajar. Perlu diingat bahwa nilai buruk pada suatu mata pelajaran tertentu bukan berarti bahwa anak itu bodoh terhadap mata pelajaran itu. Tapi juga bisa dilihat dari faktor-faktor lain yang menyebabkan hal tersebut yaitu salah satunya adalah minat belajar anak tersebut. Jika anak memiliki minat yang kuat, maka lepaslah tenaga yang luar biasa, sehingga tercapai hasil-hasil yang semula tidak terduga. Minat siswa dapat merupakan bagian dari metode mengajar. Contoh yang diberikan oleh Sylvia Ashton Warner dalam buku Wuryani, 2006:365, menggambarkan satu sistem untuk mengajar membaca dengan menggunakan cerita-cerita yang dibuat oleh siswa sendiri dengan topik-topik yang diminati mereka. Minat memainkan peran yang penting dalam kehidupan seseorang.

  Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa minat merupakan rasa ketertarikan atau rasa lebih suka terhadap suatu hal atau aktivitas, sehingga timbul dorongan untuk melakukan atau menekuni hal atau aktivitas tertentu.

  Perasaan senang juga akan menimbulkan minat, yang ditunjukkan dengan sikap yang positif dari anak. Seperti halnya sikap positif terhadap belajar di sekolah. Jika diperhatikan dari uraian di atas bisa dikatakan bahwa minat erat hubungannya dengan perasaan individu, obyek, aktivitas, dan situasi.

  Dalam menumbuhkan minat anak pada suatu mata pelajaran, guru juga mempunyai peranan penting. Guru dalam kaitan ini seyogyanya berusaha membangkitkan minat siswa dalam kegiatan belajar di kelas.

  Abu Ahmadi (1991:121) mengemukakan definisi belajar yaitu belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. Belajar adalah seperangkat proses kognitif yang mengubah sifat stimulassi lingkungan, melewati pengolahan informasi, menjadi kapaitas baru (Dimyati, 2006:10). Dengan demikian dapat diambil kesimpulan mengenai definisi belajar yaitu kegiatan yang dilakukan oleh tiap orang dengan tujuan memperoleh kemampuan baru meliputi pengetahuan, pemahaman, pemecahan masalah, ketrampilan, sikap dan pola tingkah laku (Wens, 2010:5).

  Dari pengertian-pengertian yang telah diuraikan diatas, maka dapat disimpulkan minat belajar merupakan rasa ketertarikan atau rasa lebih suka terhadap aktivitas belajar, sehingga timbul dorongan untuk melakukan atau menekuni hal atau aktivitas tersebut.

  Dalam melakukan aktivitas belajar tersebut, anak melakukannya tanpa disuruh. Karena anak memiliki minat yang tinggi untuk melakukan aktivitas belajar tersebut. Minat merupakan faktor pendorong bagi anak dalam melaksanakan usahanya. Jadi dapat dilihat bahwa minat sangat penting dalam pendidikan, sebab minat merupakan sumber dari usaha. Wrigstone dalam buku Wayan Nurkancana, 1983:225 menyatakan bahwa anak-anak tidak perlu mendapat dorongan dari luar, apabila pekerjaan yang dilakukannya cukup menarik minatnya.

2. Macam-macam minat

  Minat adalah suatu sikap subyek terhadap obyek atas dasar adanya kebutuhan dan kemungkinan terpenuhinya kemungkinan itu. Secara psikologi minat dapat dibedakan atas ( Pasaribuan, 1983:52-53) : a.

  Minat aktual Minat aktual adalah minat yang berlaku pada obyek yang ada pada suatu saat dan ruangan yang konkrit.

  Minat aktual ini disebut perhatian yang merupakan dasar bagi proses belajar.

  b.

  Minat disposisional Minat didposisional atau arah minat, yang dasarnya pembawaan (disposisi) dan menjadi ciri sikap hidup seseorang. Minat bukan sesuatu hal yang sejak lahir telah tertutup, bukan merupakan suatu keseluruhan yang tak dapat berubah. Sesuai dengan umur maka minat pun berubah dalam bentuk dan isi. Oleh karena itu tiap-tiap tingkatan umur mempunyai minat masing-masing. Minat dapat dibangkitkan dan dipelihara.

3. Metode pengukuran minat

  Wayan Nurkancana (1983:227-229) menyebutkan ada beberapa metode yang dipergunakan untuk mengadakan pengukuran minat, yaitu sebagai berikut : a.

  Observasi Pengukuran minat dengan metode observasi mempunyai suatu keuntungan karena dapat mengamati minat anak-anak dalam kondisi yang wajar. Jadi tidak dibuat-buat. Observasi dapat dilakukan dalam setiap situasi, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Pencatatan hail observasi dapat dilakukan selama observasi berlangsung.

  Tetapi guru juga harus menyadari bahwa observasi ini mempunyai kelemahan. Observasi ini tidak dapat dilakukan terhadap beberapa situasi atau beberapa anak dalam waktu yang sama. Apabila kita hendak mengukur minat semua anak yang kita didik, maka kita akan memerlukan waktu yang sangat panjang. Jadi seorang guru tidak mungkin akan berhasil mengukur minat anak-anak hanya dengan mempergunakan observasi. Biasanya observasi dilakukan terhadap beberapa orang anak berdasarkan data yang telah terkumpulkan sebelumnya.

  Kelemahan yang lain dari pada observasi adalah bahwa penafsiran terhadap hasil-hasil observasi sering bersifat subyektif. Sikap dari pada guru-guru, jarak waktu yang panjang antara situasi-situasi tingkah laku yang di observasi, serta obyektifitas dari pada pencatatan sangat mempengaruhi validitas dari pada observasi.

  a.

  Interview (wawancara) Interview baik dipergunakan untuk mengukur minat anak-anak. Sebab biasanya anak-anak gemar memperbincangkan hobinya dan aktivitas lain yang menarik hatinya. Pelaksanaan interview ini biasanya lebih baik dilakukan dalam situasi yang tidak formal

  (informal approach) , sehingga percakapan akan dapat

  berlangsung dengan lebih jelas. Misalnya dalam percakapan sehari-hari di luar jam pelajaran, dengan mengadakan kunjungan rumah dan sebaginya. Guru dapat memperoleh informasi tentang minat anak-anak dengan menanyakan kegiatan-kegiatan apa yang dilakukan oleh anak setelah pulang sekolah, permainan apa yang disenangi, apa hobinya, perjalanan-perjalanan atau tamasnya yang berkesan di hatinya, pengalaman apa yang paling mengesankan, buku-buku apa yang disenangi, film jenis apa yang digemari, dan sebagainya (Baron dan Bernard, halaman 165).

  b.

  Kuesioner Dengan mempergunakan kuesioner guru dapat melakukan pengukuran terhadap sejumlah anak sekaligus.

  Dengan demiian apabila dibandingkan dengan interview dan observasi, kuesioner ini jauh lebih efisien dalam penggunaan waktu. Isi pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner pada prinsipnya tidak berbeda dengan isi pertanyaan dalam interview. Jadi dalam kuesioner guru dapat menanyakan tentang kegiatan yang dilakukan anak diluar sekolah, permainan yang disenangi, bacaan yang menarik hatinya, dan sebgainya. Perbedaannya dengan interview adalah bahwa interview dilakukan secara lisan, dan guru hanya menghadapi seorang anak. Sedang kuesioner dilakukan secara tertulis dan guru menghadapi beberapa orang anak sekaligus.

  c.

  Inventori Inventori adalah suatu metode untuk mengadakan pengukuran atau penilaian yang sejenis dengan kuesioner, yaitu sama-sama merupakan daftar pertanyaan secara tertulis. Perbedaannya adalah dalam kuesioner responden menulis jawaban-jawaban yang relatif panjang terhadap sejumlah pertanyaan, sedangkan pada inventori responden memberi jawaban dengan memberi lingkaran, tanda cek, mengisi nomor atau tanda-tanda lain yang berupa jawaban- jawaban yang singkat terhadap sejumlah pertanyaan yang lengkap.

  Wayan Nurkancana (1983:225-226) berpendapat ada beberapa alasan mengapa seorang guru perlu mengadakan pengukuran terhadap minat anak-anak, antara lain adalah sebagai berikut :

   Untuk meningkatkan minat anak-anak. Setiap guru mempunyai kewajiban untuk meningkatkan minat anak-anak. Minat merupakan omponen yang penting dalam kehidupan pada umumnya dan dalam pendidikan dan pengajaran pada khususnya. Guru yang mengabaikan hal ini tidak akan berhasil di dalam pekerjaannya mengajar.

   Memelihara minat yang baru timbul. Apabila anak- anak menunjukkan minat yang kecil, maka merupakan tugas bagi guru untuk memelihara minat tersebut. Anak yang baru masuk ke suatu sekolah mungkin belum begitu banyak menaruh minat pada aktivitas-aktivitas tertentu. Dalam hal ini guru wajib memperkenalkan kepada anak aktivitas-aktivitas tersebut. Apabila anak telah menunjukkan minatnya, maka guru wajib memelihara minat anak yang baru tumbuh tersebut.

   Mencegah timbulnya minat terhadap hal-hal yang tidak baik. Oleh karena sekolah adalah suatu lembaga yang menyiapkan anak-anak untuk hidup di dalam masyarakat, maka sekolah harus mengembangkan aspek-aspek ideal agar anak-anak menjadi anggota masyarakat yang baik. Dalam keadaan tertentu anak-anak sering menaruh minat terhadap hal-hal yang tidak baik yang terdapat di luar sekolah di dalam masyarakat yang jauh dari ideal. Dalam keadaan yang demiian sekolah melalui guru-guru hendaknya memberantas minat anak-anak yang tertuju kepada hal-hal yang tidak baik, dan dengan metode yang positif mengalihkan minat anak-anak tersebut kepada hal-hal yang baik.  Sebagai persiapan untuk memberikan bimbingan kepada anak tentang lanjutan studi atau pekerjaan yang cocok baginya. Walaupun minat bukan merupakan indikasi yang pasti tentang suses tidaknya anak dalam pendidikan yang akan datang atau dalam jabatan, namun interest merupakan pertimbangan yang cuup berarti kalau dihubungkan dengan data-data lain.

4. Cara membangkitkan minat siswa

  Proses belajar akan berjalan lancar apabila disertai minat. Minat dapat dibangkitkan dengan cara-cara sebagai berikut (Sardiman, 1986:93-94) : a. Membangkitkan adanya suatu kebutuhan.

  b. Menghubungkan dengan persoalan pengalaman yang lampau.

  c. Memberi kesempatan untuk mendapatkan hasil yang baik.

  d. Menggunakan berbagai macam bentuk mengajar.

5. Faktor-faktor yang mendasari timbulnya minat

  Menurut Crow dalam Bernadinus Rizki dengan skripsinya yang berjudul Perbandingan Antara Minat Siswa dan Proses Kegiatan Belajar Mengajar pada SD yang Menerapkan PMRI dan SD yang Tidak Menerapkan PMRI Dalam Pembelajaran Matematika (2008:25-26), ada tiga faktor yang mendasari timbulnya minat : a. Faktor dorongan dari dalam

  Merupakan faktor dari dalam yang mendorong suatu aktivitas. Dapat dijelaskan dengan adanya dorongan makan, yang menimbulkan minat untuk mencari makanan, dorongan ingin tahu dan membangkitkan minat untuk mengadakan penelitian, dan sebagainya.

  b. Faktor motif sosial Dapat menjadi faktor yang membangkitkan minat untuk melaukan suatu aktivitas untuk memenuhi kebutuhan diterima dan diakui oleh lingkungan sosial. Misalnya minat untuk belajar IPA muncul karena keinginan memperoleh penghargaan dari orang tua.

  c. Faktor emosional Minat erat kaitannya dengan perasaan dan emosi.

  Biasanya, kesuksesan dalam suatu kegiatan memunculkan perasaan senang, dan mendorong atau menimbulkan minat di dalamnya. Kegagalan biasanya menyebabkan hilangnya minat.

  Ketiga faktor yang menimbulkan minat tersebut tidak berdiri sendiri tetapi merupakan suatu perpadua atau kesatuan yang saling melengkapi. Dari uraian ini, dapat disimpulkan bahwa minat sebagai faktor psikis yang mendorong individu mencapai tujuannya, dipengaruhi oleh berbagai faktor psikis, fisik, serta lingkungan.

6. Ciri-Ciri Siswa Berminat Dalam Belajar

  Menurut Slameto (2003:58) siswa yang berminat dalam belajar mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :  Mempunyai kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang sesuatu yang dipelajari secara terus menerus.

   Ada rasa suka dan senang pada sesuatu yang diminati.

   Memperoleh suatu kebanggaan dan kepuasan pada sesuatu yang diminati. Ada rasa ketertarikan pada sesuatu aktivitas-aktivitas yang diminati.

   Lebih menyukai suatu hal yang menjadi minatnya dari pada yang lainnya.

   Dimanifestasikan melalui partisipasi pada aktivitas dan kegiatan.

7. Membangkitkan Minat Belajar Siswa di Sekolah

  Minat tidak dibawa sejak lahir, melainkan diperoleh kemudian. Minat terhadap pelajaran mempengaruhi belajar selanjutnya serta mempengaruhi minat-minat baru. Menurut ilmuwan pendidikan cara yang paling efektif untuk membangkitkan minat belajar pada siswa adalah dengan menggunakan minat-minat siswa yang telah ada dan membentuk minat-minat baru pada diri siswa. Hal ini dapat dicapai dengan jalan memberikan informasi pada siswa mengenai hubungan antara suatu bahan pengajaran yang akan diberikan dengan bahan pengajaran yang lalu, menguraikan kegunaan bagi siswa dimasa yang akan datang. Minat dapat dibangitkan dengan cara menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa.

  Terdapat berbagai faktor yang menyebabkan perubahan dalam minat pada sekolah. Perubahan ini sebagian besar berupa penurunan minat. Apa saja faktor-faktornya dan bagaimana faktor ini mengurangi minat anak pada sekolah. Kondisi yang mempengaruhi minat anak pada sekolah dijelaskan sebagai berikut (Hurlock, 2005:139) : a. Pengalaman dini sekolah

  Anak yang secara fisik dan intelektual telah siap untuk kelas satu mempunyai sikap yang lebih positif terhadap sekolah dibandingkan anak yang belum siap untuk sekolah. Pengalaman dikelompok bermain dan taman kanak-kanak mempermudah penyesuaian dan menjadikan pengalaman dini di sekolah lebih menyenangkan.

  b. Pengaruh orang tua Orang tua mempengaruhi sikap anak terhadap sekolah secara umum dan juga sikap mereka terhadap pentingnya pendidikan, belajar, terhadap berbagai mata pelajaran, dan terhadap guru.

  c. Sikap saudara kandung Saudara kandung yang lebih besar mempunyai pengaruh yang sama pada sikap anak terhadap sekolah seperti orang tua. Sebaliknya, sikap saudara kandung yang lebih muda relatif tidak penting.

  d. Sikap teman sebaya Minat dan sikap terhadap sekolah secara umum dan terhadap berbagai kegiatan sekolah sangat diarahkan oleh teman sebaya. Untuk diterima oleh kelompok teman sebaya, anak belajar bahwa ia harus menerima minat dan nilai kelompok. Jika teman sekelas terang- terangan menyatakan ketidaksukaan mereka pada sekolah, ia harus melakukannya juga atau menanggung resiko dipanggil “kutu buku” atau “anak mas guru”.

  e. Penerimaan oleh kelompok teman sebaya Karena bagian hari-hari sekolah yang disukai berpusat sekitar kegiatan ekstrakurikuler dengan teman sebaya, hubungan yang baik dengan guru dan nilai yang bagus tidak adapat mengimbangi kurangnya penerimaan oleh teman sebaya.

  f. Keberhasilan akademik Besarnya pengaruh keberhasilan akademik pada sikap anak terhadap sekolah akan bergantung pada besarnya nilai keberhasilan akademik dalam kelompok teman sebaya. Bila keberhasilan ini merupakaan lambang status, maka ia akan meningkatkan status anak dengan perstasi akademik baik dalam kelompok teman sebaya.

  Kegagalan akademik mengurangi rasa harga diri semua anak dan menimbulkan rasa tidak senang terhadap lingkungan tempat kegagalan ini terjadi. Jika kegagalan akademik berarti tidak naik kelas, ia lebih lagi memperbesar rasa tidak senang anak pada sekolah, dan mengurangi minatnya pada sekolah.

  g. Sikap terhadap pekerjaan Anak yang dibesarkan oleh orang tua yang berpendapat bahwa masa kanak-kanak harus bahagia dan bebas, biasanya mengembangkan sikap negatif terhadap setiap kegiatan yang menyerupai pekerjaan. Selama sekolah masih bermain-main saja, mereka menyukainya. Tapi dengan kenaikan kelas, lebih banyak upaya dituntut untuk membuat pekerjaan rumah, dan ini menimbulkan rasa tidak suka akan sekolah.

  h. Hubungan guru dan murid Banyak atau sedikitnya minat anak terhadap sekolah dipengaruhi sikapnya terhadap guru. Jika anak membawa onsep yang tidak positif terhadap “guru” ke sekolah, yaitu konsep yang didasarkan atas kata orang tua atau saudara, gambaran media massa, atau bila pengalaman pribadi yang tidak menyenangkan dengan guru, sikap mereka terhadap semua guru cenderung tidak positif. i. Suasana emosional sekolah

  Suasana emosional sekolah dipengaruhi sikap guru dan jenis disiplin yang digunakan. Para guru mempunyai hubungan baik dengan murid dan menggunakan disiplin yang demokratis mendorong sikap yang lebih positif pada murid dibandingkan dengan mereka yang mempunyai “anak mas”, yang merasa bosan dengan pekerjaan, yang mengajar secara membosankan dan yang terlalu bersifat otoriter permisif dalam pengendalian situasi di kelas.

8. Indikator Minat Belajar Siswa

  Dengan teori diatas peneliti menjabarkan indicator yang digunakan dalam kuesioner penelitian adalah sebagai berikut : a.

  Menunjukkan minat terhadap pelajaran Setiap mengikuti kegiatan pembelajran, siswa-siswi menunjukkan minat terhadap pelajaran. Misalnya siswa selalu memperhatikan guru yang sedang menjelaskan, siswa tidak pernah membolos, siswa selalu menjawab pertanyaan yang diberikan guru.

  b.

  Selalu mengingat pelajaran dan mempelajari kembali.

  Sesudah menerima pembelajaran atau materi yang diberikan guru, siswa mengingat materi-materi tersebut dan mempelajarinya bila sudah di rumah.

  c.

  Tekun menghadapi tugas Siswa selalu mengerjakan tugas

  • – tugas yang diberikan guru.
d.

  Ulet menghadapi kesulitan belajar Siswa selalu mempunyai usaha dalam menghadapi kesulitan belajar. Misalnya bertanya kepada guru tentang materi yang belum jelas.

  e.

  Perasaan hati setelah belajar Perasaan siswa setelah mengikuti pembelajaran di kelas.

  Misalnya senang, sedih.

  f.

  Senang menghadapi kesulitan belajar Siswa selalu merasa senang bila menghadapi kesulitan belajar. Bukan menjadi beban dalam menghadapi kesulitan belajar.

  g.

  Mempunyai antusias yang tinggi dalam belajar di kelas Siswa mempunyai semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

  h.

  Senang berdiskusi dengan teman dalam mempelajari mata pelajaran Siswa selalu berdiskusi atau meyelesaikan masalah dalam pelajaran dengan teman

  • – temannya. i.

  Keinginan kuat untuk maju dan mencapai keberhasilan Setiap siswa pasti mempunyai keinginan untuk mencapai cita

  • – citanya. Maka para siswa mengikuti setiap kegiatan belajar dengan semangat agar cita
  • – citanya tercapai.
j.

  Orientasi pada masa depan, kegiatan belajar sebagai jalan menuju kreativitas cita-cita Kegiatan belajar dapat membuat siswa dalam mencapai cita

  • – citanya. Misalnya dengan cara mengkuti dengan tekun setiap kegiatan belajar dan selalu memperhatikan guru yang sedang menjelaskan.

  B.

  Prestasi Belajar 1)

  Pengertian Belajar Manusia selalu dan senantiasa belajar bilamanapun dan di manapun dia berada, karena belajar merupakan aktivitas manusia yang sangat vital dan sangat penting bagi kita semua. Hilgard dan Bower dalam buku Ngalim Purwanto, 1987:85 mengemukakan bahwa belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atau dasar kecenderungan respon pembawaan, kematangan, atau keadaan-keadaan sesaat seseorang (misalnya kelelahan, pengaruh obat, dan sebagainya).

  Gagne dalam buku Ngalim Purwanto, 1987:85 menyatakan bahwa belajar terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama dengan isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu ke waktu sesudah ia mengalami situasi tadi. Sedangkan Morgan dalam buku Ngalim Purwanto, 1987:85 mengemukakan bahwa belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman.

  Hintzman dalam buku Muhibbin, 2008:65 dalam bukunya The Psichology of Learning dan Memory berpendapat bahwa

  “Learning is a change in organism due to experience which can affect the organism’s behavior” (belajar adalah

  suatu perubahan yang terjadi dalam diri organisme, manusia atau hewan, disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku organisme tersebut). Menurut kaum Konstruktivis, belajar merupakan proses aktif pelajar mengkonstruksi arti entah teks, dialog, pengalaman fisik, dan lain-lain (Suparno, 1997:61).

  Definisi lain tentang belajar juga dikemukakan oleh Witherington (Ngalim Purwanto, 1987:85) yang menyatakan bahwa belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru darp pada reaksi yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian, atau suatu pengertian. Jika dilihat dari definisi-definisi tentang pengertian belajar diatas, jelas sekali bahwa belajar sangat penting bagi kehidupan seorang manusia.

  Ngalim Purwanto (1987:253) mengemukakan hal-hal pook dari definisi-definisi tentang belajar adalah sebagai berikut :

   Bahwa belajar itu membawa perubahan  Bahwa perubahan itu pada pokoknya adalah didapatkannya kecakapan baru  Bahwa perubahan itu terjadi karena usaha Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu perubahan tingkah laku yang dapat terjadi melalui latihan atau pengalaman yang mana perubahan itu harus relatif mantap. Diharapkan perubahan tingkah laku yang terjadi adalah perubahan tingkah laku yang baik.Karena ada kemungkinan perubahan tingkah laku tersebut mengarah kepada perubahan tingkah laku yang lebih buruk.

  2) Pengertian Prestasi Belajar

  Tujuan dari pendidikan adalah meningkatkan dan mengembangkan kepribadian individu yang sedang menjalani proses pendidikan. Kerena manusia mampu untuk belajar maka ia berkembang, mulai dari saat lahir sampai mencapai umur tua. Perkembangan kepribadian erat kaitannya dengan perubahan tingkah laku yang merupakan akibat dari proses belajar.

  Dalam memperoleh prestasi yang baik, kadang siswa juga mengalami hambatan-hambatan. Baik itu hambatan- hambatan yang bersifat eksternal maupun internal. Faktor- faktor internal antara lain yaitu kondisi fisik, kondisi panca indra, minat, kecerdasan, kemampuan kognitif. Sedangkan faktor-faktor eksternal antara lain lingkungan, guru atau pengajar, sarana dan fasilitas untuk pembelajaran, materi pelajaran.

  Prestasi adalah bukti keberhasilan yang dicapai (Winkel, 1986:102). Setelah melakukan proses belajar, berarti siswa melakukan perbaikan dalam tingkah laku dan kecakapan- kecakapan atau memperoleh kecakapan-kecakapan dan tingkah laku yang baru. Perubahan-perubahan juga akan terjadi dalam bidang pengetahuan atau pemahaman. Perubahan itu tampak dalam prestasi belajar yang dihasilkan siswa. Siman (1988:28) mendefinisikan prestasi belajar yaitu suatu ukuran dari kemampuan atau kecakapan siswa yang berupa penguasaan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dicapai dalam belajar.

  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan belajar yang dapat dicapai setiap siswa dalam proses belajar. Prestasi belajar ini merupakan wujud dari proses belajar yang dilakukan di sekolah. Prestasi belajar ditunjukkan dengan nilai yang dapat diperoleh siswa selama mengikuti proses belajar. Prestasi belajar siswa dinyatakan dengan tingkat penguasaan, pengetahuan dan ketrampilan yang diembangkan dalam proses belajar mengajar.

  3) Prinsip-Prinsip Belajar

  Terdapat tujuh prinsip belajar yang dikemukakan Dimyati (2006:42-50) dalam bukunya yang berjudul Belajar dan Pembelajaran. Banyak teori dan prinsip-prinsip belajar yang dikemukakan oleh para ahli yang satu dengan yang lain memilii persamaan dan juga perbedaan. Prinsip belajar yang baik bagi siswa yaitu prinsip belajar yang perlu meningkatkan upaya belajarnya maupun bagi guru dalam upaya meningkatkan mengajarnya. Ketujuh prinsip belajar tersebut adalah sebagai berikut : a.

  Perhatian dan Motivasi Perhatian mempunyai peranan yang penting dalam kegiatan belajar. Perhatian terhadap pelajaran akan timbul pada siswa apabila bahan pelajaran sesuai dengan kebutuhannya. Apabila bahan pelajaran itu dirasakan sebagai sesuatu yang dibutuhkan, diperlukan untuk belajar lebih lanjut atau diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, akan membangkitkan motivasi untuk mempelajarinya.

  Disamping perhatian, motivasi mempunyai peranan penting dalam kegiatan belajar. Motivasi mempunyai kaitan yang erat dengan minat. Siswa yang memiliki minat terhadap sesuatu bidang tertentu cenderung tertarik perhatiannya dan dengan demikian timbul motivasinya untuk memperlajari bidang studi tersebut. Motivasi juga dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dianggap penting dalam kehidupannya. Perubahaan nilai-nilai yang dianut akan mengubah tingkah laku manusia dan motivasinya. Kerenanya, bahan-bahan pelajaran yang disajikan hendaknya disesuaikan dengan minat siswa dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat.

  b.

  Keaktifan Belajar tidak bisa dipaksakan oleh orang lain dan juga tida bisa dilimpahkan kepada orang lain. Belajar hanya mungkin terjadi apabila anak aktif mengalami sendiri. Dalam setiap proses belajar, siswa selalu menampakkan keaktifan. Keaktifan itu beraneka ragam bentuknya. Mulai dari kegiatan fisik yang mudah kita amati sampai kegiatan psikis yang susah diamati.

  Kegiatan fisik bisa berupa membaca, mendengar, menulis, berlatih ketrampilan-ketrampilan, dan sebagainya. Contoh kegiatan psikis misalnya menggunakan khasanah pengetahuan yang dimiliki dalam memecahkan masalah yang dihadapi, membandingkan satu konsep dengan yang lain, menyimpulkan hasil percobaan, dan kegiatan psikis yang lain.

  c.

  Keterlibatan langsung/berpengalaman Dalam mengajar melalui pengalaman langsung siswa tidak sekedar mengamati secara langsung tetapi ia harus menghayati, terlibat langsung dalam perbuatan, dan bertanggung jawab terhadap hasilnya. Keterlibatan siswa di dalam belajar jangan diartikan keterlibatan fisik mental emosional, keterlibatan dengan kegiatan kognitif dalam pencapaian dan perolehan pengetahuan, dalam penghayatan dan internalisasi nilai-nilai dalam pembentukan sikap dan nilai, dan juga pada saat mengadakan latihan-latihan dalam pembentukan keterampilan.

  d.

  Pengulangan Terdapat tiga teori yang menekankan perlunya pengulangan yaitu teori Psikologi Daya, Psikologi

  Asosiasi, dan Psikologi Conditioning . Teori yang

  paling tua barang kali adalah Psikologi Daya. Menurut teori ini belajar adalah melatih daya-daya yang ada pada manusia yang terdiri atas daya mengamat, menanggap, mengingat, mengkhayal, merasakan, berpikir, dan sebagainya. Dengan mengadakan pengulangan maka daya-daya tersebut akan berkembang. Seperti halnya pisau yang selalu diasah akan menjadi tajam, maka daya-daya yang dilatih dengan pengadaan pengulangan-pengulangan akan menjadi sempurna.

  Dalam teori Psikologi Asosiasi dikemukakan bahwa belajar ialah pembentukan hubungan antara stimulus dan respons, dan pengulangan terhadap pengalaman-pengalaman itu memperbesar peluang timbulnya respons benar. Sedangkan dalam teori

  Psikologi Conditioning yang merupakan perkembangan

  lebih lanjut dari psiologi asosiasi juga menekankan pentingnya pengulangan dalam belajar. Pada psikologi conditioning respons akan timbul bukan karena saja oleh stimulus, tetapi juga oleh stimulus yang dikondisikan.

  Ketiga teori tersebut menekankan pentingnya prinsip pengulangan dalam belajar walaupun dengan tujuan yang berbeda. Yang pertama pengulangan untuk melatih daya-daya jiwa sedangkan yang kedua dan ketiga pengulangan untuk membentuk respons yang benar dan membentuk kebiasaan-kebiasaan.

  e.

  Tantangan Dalam situasi belajar siswa menghadapi suatu tujuan yang ingin dicapai, tetapi selalu terdapat hambatan yaitu mempelajari bahan belajar, maka timbulah motif untuk mengatasi hambatan yaitu dengan mempelajari bahan belajar tersebut. Agar pada anak timbul motif yang kuat untuk mengatasi hambatan dengan baik maka bahan belajar haruslah menantang.

  Tantangan yang dihadapi dalam bahan belajar membuat siswa bergairah untuk mengatasinya. Bahan belajar yang baru, yang banyak mengandung masalah yang perlu dipecahkan membuat siswa tertantang untuk mempelajarinya.

  f.

  Balikan dan Penguatan Siswa akan belajar lebih bersemangat apabila mengetahui dan mendapatkan hasil yang baik. Hasil yang baik akan merupakan balikan yang menyenangkan dan berpengaruh baik bagi usaha belajar selanjutnya.

  Skinner menyebutkan bahwa dorongan belajar itu tidak hanya oleh penguatan yang menyenangkan tetapi juga yang tidak menyenangkan. Atau dengan kata lain penguatan positif maupun negatif dapat memperkuat belajar.

  Sebagai contoh penguatan positif yaitu siswa belajar sungguh-sungguh dan mendapatkan nilai yang baik dalam ulangan. Nilai yang baik itu mendorong anak untuk belajar lebih giat lagi. Dan contoh penguatan negatif adalah anak yang mendapatkan nilai yang jelek pada waktu ulangan akan merasa taut tidak naik kelas, karena taut tidak naik kelas ia terdorong untuk belajar lebih giat.

  g.

  Perbedaan Individual Siswa merupakan individual yang unik artinya tidak ada dua orang siswa yang sama persis, tiap siswa memiliki perbedaan satu dengan yang lain. Perbedaan itu terdapat pada karakteristik psikis, kepribadian, dan sifat-sifatnya. Perbedaan individual ini berpengaruh pada cara dan hasil belajar siswa. Sistem pendidikan klasikal yang dilakukan di sekolah mayoritas kurang memperhatikan masalah perbedaan individual, umumnya pelaksanaan pembelajaran di kelas dengan melihat siswa sebagai individu dengan kemampuan rata- rata. 4)

  Tujuan belajar Tujuan belajar menurut Sardiman (1986:28-30) jika ditinjau secara umum ada tiga jenis : a.

  Untuk mendapatkan pengetahuan Hal ini ditandai dengan kemampuan berpikir jenis interaksi dan cara yang dipergunakan untuk kepentingan ini pada umumnya dengan model ceramah, pemberian tugas-tugas bacaan. Dengan cara demikian anak didik akan menambah pengetahuannya dan sekaligus akan mencari sendiri untuk mengembangkan cara berpikir dalam rangka mengembangkan pengetahuannya.

  b.

  Untuk mendapatkan pemahaman konsep dan ketrampilan Pemahaman konsep atau perumusan konsep juga memerlukan suatu keterampilan. Keterampilan tersebut memang dapat dilatih yaitu dengan banyak melatih kemampuan interaksi yang mengarah pada pencapaian itu dengan kaidah-kaidah tertentu dan bukan semata-mata hanya menghafal atau meniru.

  c.

  Untuk mendapatkan pembentukan sikap Dalam menumbuhkan sikap mental perilaku dan pribadi anak didik, guru harus lebih bijak dan hati-hati dalam pendekatannya. Untuk itu dibutuhkan kecakapan dalam mengarahkan motivasi dalam berpikir dengan tidak lupa menggunakan pribadi guru itu sendiri sebagai contoh atau model.

  5) Beberapa Aktivitas Belajar

  Aktivitas belajar dialami oleh siswa sebagai suatu proses, yaitu proses belajar sesuatu. Aktivitas belajar tersebut juga dapat diketahui oleh guru dari perlakuan siswa terhadap bahan belajar. Proses belajar sesuatu dialami oleh siswa dan aktivitas belajar sesuatu dapat diamati oleh guru. Berikut ini dikemukakan beberapa contoh aktivitas belajar dalam beberapa situasi ( Abu Ahmadi, 1991:125) :

  a. Mendengarkan

  b. Memandang

  c. Meraba, membau dan mencicipi/mengecap

  d. Menulis atau mencatat

  e. Membaca

  f. Membuat ihktisar atau ringkasan, dan menggaris bawahi g. Mengamati tabel-tabel, diagram-diagram dan bagan-bagan h. menyusun paper atau kertas kerja i. Mengingat j. Berpikir k. Latihan atau praktek

  6) Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku.

  Perubahan dapat berhasil baik dan tidaknya juga dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor. Faktor-faktor tersebut dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu sebagai berikut (Ngalim Purwanto, 1987:106) : a.

  Faktor yang ada pada diri organism itu sendiri yang kita sebut faktor individul. Yang termasuk faktor individual antara lain faktor kematangan atau pertumbuhan, kecerdasan, latihan, motivasi, dan faktor pribadi.

  b.

  Faktor yang ada di luar individu yang kita sebut faktor sosial. Faktor sosial antara lain adalah faktor keluarga atau keadaan rumah tangga, guru dan cara mengajarnya, alat-alat yang dipergunakan dalam belajar mengajar, lingkungan dan kesempatan yang tersedia, dan motivasi sosial.

  Muhbbin (2008:144-155) berpendapat bahwa terdapat tiga faktor yang dapat mempengaruhi belajar, yaitu sebagai berikut : a.

  Faktor internal Faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri meliputi dua aspek, yaitu :

1. Aspek fisiologis

  Yang dimaksud dalam aspek fisiologis ini adalah kondisi umum jasmani siswa. Kondisi kebugaran siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas sangat berpengaruh. Untuk mempertahankan kebugaran jasmani siswa sangat dianjurkan memilih pola istirahat mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi. Kondisi organ-organ khusus siswa, seperti tingkat kesehatan indera pendengar dan indera penglihatan, juga dapat mempengaruhi kemampuan siswa dalam menyerap informasi dan pengetahuan, khususnya yang disajikan di kelas.

2. Aspek psikologis

  Aspek psikologis yang mempengaruhi belajar siswa antara lain sebagai berikut : a.

  Inteligensi siswa Inteligensi sebenarnya bukan persoalan kualitas otak saja, melainkan juga kualitas organ-organ tubuh lainnya. Namun harus diakui juga bahwa otak memiliki peran lebih menonjol dalam hubungannya dengan inteligensi manusia daripada peran organ tubuh lainnya.

  Tingkat kecerdasan atau inteligensi (IQ) siswa tak dapat diragukan lagi, sangat menentukan tingat keberhasilan belajar siswa. Ini bermakna, semakin tinggi kemampuan inteligensi seorang siswa maka semakin besar peluangnnya untuk meraih sukses. Sebaliknya, semakin rendah kemampuan inteligensi seorang siswa maka semakin kecil peluangnya untuk memperoleh sukses. b.

  Sikap siswa Sikap adalah gejala internal yang berdimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespon dengan cara yang relatif tetap terhadap objek orang, barang, dan sebagainya, baik secara positif maupun negatif. Sikap siswa yang positif terhadap guru dan materi yang diajarkan guru merupakan pertanda awal yang baik bagi proses belajar siswa tersebut.

  Sebaliknya. Sikap negatif siswa terhadap guru dan materi yang diajarkan guru akan menimbulkan kesulitan belajar. Meskipusn bisa saja tidak menimbulkan kesulitan belajar tapi akan berdampak dalam hal lain yaitu prestasi belajar yang dicapai siswa akan kurang memuaskan.

  c.

  Bakat siswa Bakat merupakan kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang. Sebetulnya setiap orang pasti memiliki bakat dalam arti berpotensi untuk mencapai prestasi sampai ke tingkat tertentu sesuai dengan kapasitas masing-masing. d.

  Minat siswa Minat belajar dalam diri siswa dapat menjadi lemah. Lemahnya minat akan melemahkan kegiatan belajar juga. Dan itu akan berdampak pada prestasi belajar. Oleh karena itu, minat belajar pada diri siswa perlu diperkuat terus menerus. Agar siswa memiliki minat yang kuat, dan dapat menciptakan suasana belajar yang menggembirakan.

  e.

  Motivasi siswa Pengertian dasar motivasi adalah keadaan internal organisme baik manusia ataupun hewan yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Motivasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.

  b.

  Faktor eksternal Seperti faktor internal, faktor eksternal siswa juga terdiri atas dua macam, yaitu:

1. Faktor Lingkungan Sosial

  Lingkungan sosial sekolah seperti para guru, para staf administrasi, dan teman-teman sekelas dapat mempengaruhi semangat belajar seorang siswa. Dan yang termasuk lingkungan sosial siswa adalah masyarakat dan tetangga juga teman-teman sepermainan di sekitar perkampungan siswa tersebut. Misalnya di lingkungan masyarakat yang kurang kondusif untuk belajar anak.

  Lingkungan sosial yang lebih banyak mempengaruhi kegiatan belajar adalah orang tua dan keluarga siswa itu sendiri. Contoh kebiasaan yang diterapkan orang tua siswa dalam mengelola keluarga yang keliru, seperti kelalaian orang tua dalam memonitor kegiatan anak, dapat menimbulkan dampak lebih buruk lagi.

2. Faktor Lingungan Non Sosial

  Faktor-faktor yang termasuk lingkungan nonsosial adalah gedung seolah dan letaknya, rumah tempat tinggal keluarga siswa dan letaknya, alat-alat belajar, keadaan cuaca, dan waktu belajar yang digunakan siswa. Faktor-faktor ini dipandang turut menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa.

  c.

  Faktor Pendekatan Belajar Di samping faktor-faktor internal dan eksternal siswa, faktor pendekatan belajar juga berpengaruh terhadap taraf keberhasilan proses belajar siswa tersebut. Pendekatan belajar merupakan segala cara atau strategi yang digunakan siswa dalam menunjang keefektifan dan efisiensi proses mempelajari materi tertentu. Pendekatan belajar dapat dibagi menjadi tiga macam tingkatan, yaitu:

  1. Pendekatan tinggi

  a. Speculatif Pendekatan speculatif yaitu pendekatan berdasarkan pemikiran mendalam, yang bukan saja bertujuan menyerap pengetahuan melainkan juga mengembangkannya.

  b. Achieving Pendekatan achieving pada umumnya dilandasi oleh motif ekstrinsik yang berciri khusus yang disebut ego-enhancement yaitu ambisi pribadi yang besar dalam meningkatkan prestasi keakuan dirinya dengan cara meraih indeks prestasi setinggi-tingginya. Gaya belajar ini lebih serius daripada yang memakai pendekatan-pendekatan lainnya.

  2. Pendekatan menengah

a. Analytical

  Pendekatan analytical strateginya yaitu berpikir kritis, mempertanyakan, menimbang-nimbang, beragumen. Tujuannya yaitu pembentukan kembali materi ke dalam pola baru/berbeda.

b. Deep

  Siswa yang menggunakan deep biasanya mempelajari materi kerena memang dia tertarik dan merasa membutuhkannya (intrinsik). Oleh karena itu, gaya belajarnya serius dan berusaha memahami materi secara mendalam serta memiirkan cara mengaplikasikan.

  3. Pendekatan rendah

  a. Reproductif

  Strategi dalam pendekatan reproductif yaitu menghafal, meniru, menjelaskan, meringkas. Dan tujuannya yaitu pembenaran atau penyebutan kembali materi.

  b. Surface

  Siswa yang menggunakan pendekatan surface misalnya, mau belajar karena dorongan dari luar (ekstrinsik) antara lain takut tidak lulus yang mengakibatkan dia malu. Oleh karena itu, gaya belajarnya santai, asal hafal, dan tidak mementingkan pemahaman yang mendalam.

  Sedangkan menurut Sumadi Suryabrata (1971:253) faktor-faktor yang mempengaruhi belajar itu adalah banyak sekali macamnya, terlalu banyak untuk disebutkan satu persatu dan dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a.

  Faktor-faktor yang berasal dari luar diri pelajar, dan ini masih lagi dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu :

  1. Faktor-faktor non sosial

  2. Faktor-faktor sosial

  b. Faktor-faktor yang berasaal dari dalam diri si pelajar, dan inipun dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu :

  1. Faktor-faktor fisiologis

  2. Faktor-faktor psikologis C. Penelitian yang relevan

  Peneliti akan memaparkan hasil penelitian yang relevan dari Valentina Dewi Prasetyawati (2011), dengan judul “Hubungan Minat Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas VB SD Kanisius Sengkan Semester 1 Tahun Pelajaran 2010/2011”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) minat belajar dibagi menjadi tiga kategori yaitu minat belajar rendah 9,68%, minat belajar sedang 29,03%, dan minat belajar tinggi 61,29%. Skor minat belajar terendah 73 dan skor tertingginya adalah 147; (2) prestasi belajar dibagi menjadi tiga kategori, yaitu prestasi belajar rendah 25,8%, prestasi belajar sedang 29%, dan prestasi belajar tinggi 45,2%. Prestasi belajar siswa terendah adalah 61,8 sedangkan prestasi belajar tertinggi adalah 88; (3) ada hubungan yang signifikan dan positif antara minat belajar dengan prestasi belajar siswa, dengan nilai r = 0,78 berada pada tingkat korelasi kuat. Signifikan pada taraf 1% dengan korelasi r = 0,456; (4) sumbangan minat belajar terhadap prestasi belajar siswa sebesar 78%.

  Cicilia Oktarina Wijayanti (2011) dengan judul “Hubungan Pola Asuh Orang Tua Demokratis Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas V SD Kanisius Demangan Baru T ahun Pelajaran 2010/2011”. Hasil penelitian (1) pola asuh orang tua demokratis rendah sebesar 24%, pola asuh orang tua demokratis sedang sebesar 19%, pola asuh orang tua demokratis tinggi 57%. (2) prestasi belajar siswa rendah sebesar 24%, prestasi belajar siswa sedang 55%, prestasi belajar siswa tinggi 19%. (3) pola asuh orang tua demokratis memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa dengan nilai r = 0,797 dan signifikan pada taraf 1%. (4) pola asuh orang tua demokratis memberikan sumbangan 79,7% terhadap prestasi belajar siswa.

  Nindya Ayu Wulandari (2011) dengan judul “ Hubungan Minat Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas V SD Negeri 4 Sragen Tahun Pelajaran 2010/2011”. Hasil penelitian (1) minat belajar dibagi menjadi tiga yaitu siswa dengan minat belajar rendah sebesar 13,3%, siswa dengan minat belajar sedang sebesar 6,7%, dan siswa dengan minat belajar tinggi sebesar 80%. (2) prestasi belajar dibagi menjadi tiga yaitu prestasi belajar rendah sebesar 10%, prestasi belajar sedang sebesar 58,33%, dan prestasi belajar tinggi sebesar 31,67%. (3) minat belajar mempunyai hubungan yang positif dan signifikan dengan prestasi belajar siswa, dengan nilai r = 0,834 dan signifikan pada taraf 1%, minat belajar memberikan sumbangan sebesar 83,4% dengan prestasi belajar siswa.

  D.

  Hubungan Antara Minat Belajar Dengan Prestasi Belajar Salah satu faktor yang berpengaruh pada prestasi belajar siswa adalah minat belajar siswa. Siswa yang memiliki minat belajar yang tinggi biasanya akan memberi perhatian lebih terhadap mata pelajaran tersebut. Siswa akan merasa tertarik dan lebih memperhatikan penjelasan guru di dalam kelas. Dan siswa akan selalu antusias dalam mengerjakan tugas-tugas. Dengan demikian prestasi belajar yang diperoleh siswa akan meningkat. Karena materi yang disampaikan guru dapat diserap dengan baik oleh siswa, jadi dapat disimpulkan bahwa minat belajar siswa mempengaruhi prestasi belajar siswa.

  Untuk mencapai prestasi yang baik disamping kecerdasan juga ada minat, sebab tanpa adanya minat segala kegiatan akan dilakukan kurang efektif dan efisien. Kurangnya minat belajar dapat mengakibatkan kurangnya rasa ketertarikan pada suatu bidang tertentu, bahkan dapat melahirkan sikap penolakan kepada guru.

  Beberapa murid kurang berprestasi secara umum, mereka bekerja dibawah kapasitas dalam semua mata pelajaran, beberapa lagi berprestasi di bawah kemampuan mereka dalam beberapa mata pelajaran tertentu. Bila seorang anak kurang berprestasi, biasanya sekolah yang disalahkan. Orang menyimpulkan bahwa para guru tidak mengetahui bagaimana mengajar atau tidak berminat untuk melakukannya dengan baik. Yang lain menyalahkan orang tua terlalu permisif dan tidak menuntut anak mereka belajar di rumah atau memperhatikan pelajaran di sekolah. Kemerosotan prestasi mulai sekitar saat minat anak terhadap sekolah mulai berkurang dan minat akan penerimaan oleh teman sebaya mulai semakin kuat (Hurlock, 142).

  Minat sangat besar pengaruhnya terhadap prestasi belajar, karena apabila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat, siswa tidak akan belajar dengan baik sebab tidak menarik baginya. Siswa akan malas belajar dan tidak akan mendapatkan kepuasan dari pelajaran itu. Bahan pelajaran yang menarik minat siswa, lebih mudah dipelajari sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar.

  Dalam hal ini prestasi belajar dialmbil dari nilai raport lima mata pelajaran inti di sekolah dasar yaitu Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu pengetahuan Sosial, Matematika, dan Pendidikan kewarganegaraan. Nilai tersebut dihitung rata-ratanya.

  Kelima mata pelajaran tersebut digunakan karena dianggap sudah dapat mewakili mata pelajaran inti SD. Nilai raport bersifat obyektif dan merupakan nilai final seorang siswa selama satu semester belajar. E.

  Hipotesis Berdasarkan kajian pustaka dan permasalahan yang disajikan dalam penelitian ini maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut :

  1. Ada minat belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik Tahun Pelajaran 2011/2012.

  2. Ada prestasi belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik Tahun Pelajaran 2011/2012.

  3. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara minat dan prestasi belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik Tahun Pelajaran 2011/2012.

  4. Ada sumbangan minat belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik Tahun Pelajaran 2011/2012.

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yaitu jenis studi

  korelasi. Penelitian ini mempelajari hubungan antara dua variabel yaitu untuk menjelaskan sejauh mana variasi dalam satu variabel berhubungan dengan variasi dalam variabel lain.

  B. Variabel Penelitian Variabel adalah satu atribut yang dianggap mencerminkan atau mengungkapkan pengertian atau bangunan pengertian (Furchan,

  2007:45). Variabel dalam penelitian kuantitatif dibedakan menjadi dua, yaitu :

  1. Variabel bebas (X) Variabel bebas adalah variabel yang mendahului atau yang mempengaruhi variabel terikat (Furchan, 2007:46). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah minat belajar.

  2. Variabel terikat (Y) Variabel terikat adalah variabel yang merupakan akibat, atau yang tergantung pada variabel yang mendahuluinya (Furchan,

  2007:46). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah prestasi belajar. C. Definisi Operasional Variabel

  1. Minat Belajar Minat belajar siswa sebagai variabel dalam penelitian ini adalah minat belajar yang dibatasi pada sepuluh indikator yaitu menunjukkan minat terhadap pelajaran, selalu mengingat pelajaran dan mempelajari kembali, tekun menghadapi tugas, ulet menghadapi kesulitan belajar, perasaan hati setelah belajar, senang menghadapi kesulitan belajar, mempunyai antusias yang tinggi dalam belajar di kelas, senang berdiskusi dengan teman dalam mempelajari mata pelajaran, keinginan kuat untuk maju dan mencapai keberhasilan, orientasi pada masa depan kegiatan belajar sebagai jalan menuju kreativitas cita-cita yang diukur dengan angket dan ditunjuk dengan skor yang diperoleh siswa.

  2. Prestasi Belajar Prestasi belajar siswa meliputi penguasaan siswa terhadap lima mata pelajaran inti di sekolah dasar yaitu Bahasa Indonesia, Ilmu pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Matematika, dan Pendidikan Kewarganegaraan. Nilai kelima mata pelajaran tersebut diperoleh dari nilai rapor siswa. Hasil yang dicapai siswa ini menunjukkan kualitas keberhasilan belajarnya.

  D. Tempat Penelitian Tempat penelitian dilakukan di SD Karitas Ngaglik yang beralamatkan di Nandan, Ngaglik, Sleman.

  E. Populasi Penelitian Populasi adalah subjek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syarat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian

  (Riduwan, 2008:8). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Karitas Ngaaglik. Jumlah siswanya adalah:

Tabel 3.1 Jumlah siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik

  kelas Jumlah siswa

  VI A

  20 VI B

  20 jumlah

  40 Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik. Semua siswa berjumlah 40 anak.

  F. Instrumen Penelitian/Alat Ukur

1. Alat Pengumpul Data

  Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tentang minat belajar. Dalam menyusun angket ini peneliti juga mengacu pada kisi-kisi angket yang disusun oleh Nindya Ayu Wulandari dalam skripsinya yang berjudul “ Hubungan Minat Belajar Dengan Prestasi Belajar Siwa Kelas V SD Negeri 4 Sragen Tahun Ajaran 2010/2011”

Tabel 3.2 Indikator Minat Belajar Siswa

  Indikator Item positif Item negatif menunjukkan minat  Selalu mengikuti  Saya selalu terhadap pelajaran pelajaran dikelas senang bermain dari pada belajar  Saya tidak di rumah pernah membolos

   Saya selalu sekolah  Saya selalu memperhatikan guru yang sedang menjelaskan materi pelajaran  Saya selalu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru  Setiap guru menjelaskan materi saya selalu mengabaikan teman saya yang mengajak berbicara membolos sekolah

   Saya tidak pernah memperhatikan guru yang sedang menjelaskan materi  Saya tidak pernah menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru  Saya selalu menanggapi teman saya yang mengajak berbicara saat guru menjelaskan materi

  Selalu mengingat pelajaran dan mempelajari kembali

   Saya selalu mengulang pelajaran saat dirumah  Saya selalu mencatat hal-hal penting yang disampaikan oleh guru  Saya selalu mengingat ataupun mencatat lagi saat belajar di rumah.

   Saya tidak pernah mengulangi pelajaran setelah pulang sekolah  saya tidak pernah mencatat hal-hal penting yang disampaikan oleh guru  saya tidak pernah mengingat ataupun mencatat lagi saat belajar dirumah

  Tekun menghadapi tugas  saya selalu mengerjakan PR yang diberikan oleh guru  selalu mengerjakan tugas yang diberikan dari guru  saya selalu mencari soal-soal dari referensi

   saya tidak pernah mengerjakan PR yang diberikan oleh guru  saya tidak pernah mengerjakan tugas yang diberikan dari guru  saya tidak pernah mencari soal-soal dari referensi buku lain dan mencoba mengerjakannya

   saya selalu mengerjakan soal-soal latihan dari buku pelajaran  bila guru memberikan tugas saya selalu mengerjakannya dengan teliti buku lain

   saya tidak pernah mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan teliti Ulet menghadapi kesulitan belajar

   saya selalu berusaha mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru  saya selalu bertanya kepada guru bila ada tugas yang belum jelas

   saya mudah putus asa bila ada tugas yang tidak bisa saya selesaikan  saya tidak pernah bertanya kepada guru bila ada tugas yang belum jelas perasaan hati setelah belajar

   Selalu merasa senang bila mengikuti pelajaran  Saya selalu bersemangat mengikuti pelajaran dikelas

   Saya tidak senang mengikuti pelajaran di kelas  Saya selalu malas mengikuti pelajaran dikelas

  Senang menghadapi kesulitan belajar  Bila ada pelajaran yang belum saya pahami, maka saya bertanya kepada guru  saya tidak putus asa bila menghadapi kesulitan belajar

   bila ada pelajaran yang belum jelas, maka saya diam saja dan tidak bertanya kepada siapa pun  saya mudah putus asa bila menghadapi kesulitan belajar mempunyai antusias yang tinggi dalam belajar di kelas

   selalu semangat mengikuti pembelajaran di kelas  saya tidak bersemangat mengikuti pembelajaran di

   saya bertanya kepada guru bila ada materi yang belum jelas

   kelas  saya diam saja bila ada materi yang belum jelas senang berdiskusi dengan teman dalam mempelajari mata pelajaran

   Saya lebih senang berdiskusi dengan teman dari pada belajar sendiri  Bila mengalami kesulitan dalam pelajaran, saya lebih senang berdiskusi dengan teman- teman  Setiap guru memberi tugas, saya selalu mengerjakannya dengan teman

   Saya lebih senang belajar sendiri dari pada berdiskusi dengan teman yang lain  Saya tidak suka berdiskusi dengan teman bila mengalami kesulitan belajar  Setiap guru memberi tugas, saya lebih senang mengerjakan sendiri dari pada dengan teman keinginan kuat untuk maju dan mencapai keberhasilan

   Saya selalu belajar agar mendapat nilai yang bagus  Lebih baik saya mendapat nilai jelek tetapi hasil kerja sendiri, dari pada mendapat nilai bagus tapi hasil dari mencontek teman  Saya sadar jika dengan belajar dapat membuat saya berhasil dalam mencapai cita-cita

   Saya tidak pernah belajar dirumah  Lebih baik saya mencontek teman dari pada harus belajar  Saya lebih suka bermain dari pada belajar  Saya tidak pernah belajar karena belajar tidak dapat membuat saya berhasil dalam mencapai cita- cita

  Orientasi pada masa depan, kegiatan belajar sebagai jalan menuju kreativitas cita-cita

   Saya sadar bahwa pelajaran disekolah sangat penting untuk masa depan  Pelajaran di

   Pelajaran di sekolah tidak penting untuk masa depan  Sekolah hanya membuang sekolah dapat waktu saja menuntun saya karena orang menuju masa yang sekolah depan yang cerah masa depannya tidak selalu

   Karena sekolah bagus saya dapat mengembangkan  Pelajaran di kreativitas saya sekolah membuat lewat pelajaran di saya menuju sekolah masa depan yang suram  Pelajaran di sekolah tidak dapat mengembangkan kreatifitas saya

Tabel 3.3 Indikator dan Sebaran Item Minat Belajar Siswa

  • Indikator No. Item No. Item Total - No positif negatif 1 menunjukkan 15,6,7,39,55 10,20,25,41,58 5

  5

  10 minat terhadap pelajaran

  2 Selalu 11,19,52 1,23,56

  3

  3

  6 mengingat pelajaran dan mempelajari kembali

  3 Tekun 2,16,27,44,47 5,22,30,48

  5

  3

  8 menghadapi tugas

  4 Ulet 8,13 3,9

  2

  2

  4 menghadapi kesulitan belajar

  5 perasaan hati 21,4 12,35

  2

  2

  4 setelah belajar

  6 Senang 24,36 37,45

  2

  2

  4 menghadapi kesulitan belajar

  7 mempunyai 31,38 14,60

  2

  2

  4 antusias yang tinggi dalam belajar di kelas 8 senang 26,33,53 18,39,50

  3

  3

  6 berdiskusi dengan teman dalam mempelajari mata pelajaran

  9 keinginan kuat 42,46,59 17,32,40,34

  3

  4

  7 untuk maju dan mencapai keberhasilan

  10 Orientasi pada 29,49,57 28,43,51,54

  3

  4

  7 masa depan, kegiatan belajar sebagai jalan menuju kreativitas cita- cita

  Total item

  30

  30

  60

  2. Uji Coba Instrumen Angket atau kuisioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah minat belajar siswa terhadap prestasi belajar. Sebelum angket digunakan untuk pengambilan data terlebih dahulu dilaksanakan uji coba. Uji coba ini bertujuan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas angket yang akan digunakan dalam penelitian.

  Uji coba dilakukan di SD Kanisius Sengkan pada tanggal 28 April 2012. Pengisian angket uji coba ini dilakukan oleh siswa kelas VI SD kanisius Sengkan.

  a. Uji Validitas Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsinya

  (Saifuddin Azwar, 1997:5). Suatu tes atau instrumen pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila alat tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. Arief Furchan (2004:293) menyatakan bahwa validitas menunjuk sejauh mana suatu alat mampu mengukur apa yang seharusnya diukur.

  Dibawah ini merupakan kisi-kisi item untuk mencari validitas suatu item. Kisi-kisi item dibawah ini merupakan kisi-kisi sebelum uji coba:

Tabel 3.4 Kisi-kisi minat belajar

  No Indikator item jumlah positif negatif 1 menunjukkan

  5

  5

  10 minat terhadap pelajaran

  2 Selalu

  3

  3

  6 mengingat pelajaran dan mempelajari kembali

  3 Tekun

  5

  3

  8 menghadapi tugas

  4 Ulet

  2

  2

  4 menghadapi kesulitan belajar

  5 perasaan hati

  2

  2

  4 setelah belajar

  6 Senang

  2

  2

  4 menghadapi kesulitan belajar

  7 mempunyai

  2

  2

  4 antusias yang tinggi dalam belajar di kelas

  8 senang

  3

  3

  6 berdiskusi dengan teman dalam mempelajari mata pelajaran

  9 keinginan kuat

  3

  4

  7 untuk maju dan mencapai keberhasilan

  10 Orientasi pada

  3

  4

  7 masa depan, kegiatan belajar sebagai jalan menuju kreativitas cita- cita

  Angket yang telah disusun tersebut terlebih dahulu di uji cobakan untuk mengetahui valid atau tidaknya suatu item sebelum digunakan untuk penelitian. Sebelum di uji cobakan, terlebih dahulu angket dikonsultasikan kepada dosen pembimbing.

  Proses pengujian validitas berdasarkan pada validitas butir dari setiap pernyataan. Yang bertujuan untuk mengetahui valid atau tidaknya setiap pernyataan yang terdapat pada angket. Angket tersebut kemudian diuji validitasnya dengan menganalisis setiap item masing-masing angket dengan mengkorelasikan skor per butir (x) dengan skor total (y) dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik korelasi Product Moment dari Pearson. Rumusnya adalah sebagai berikut (Masidjo, 2010:247) :

  Ʃ ) Ʃ − Ʃ ( r =

  xy

  2

  2

  2

  2

  }{ } Ʃ ) Ʃ )

  { Ʃ −( Ʃ −( Keterangan : r = koefisien korelasi

  xy

  Ʃ x= jumlah skor dalam sebaran x ( skor item per butir) Ʃ y= jumlah skor dalam sebaran y (skor item total) Ʃ xy= jumlah hasil kali skor x dan skor y yang berpasangan

  2

  = jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran x Ʃ x

  2

  = jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran y Ʃ y N = jumlah responden

  Proses perhitungan validitas dilakukan dengan memberi skor untuk setiap pernyataan kemudian memasukkannya ke dalam data uji coba. Setelah itu perhitungan validitas selanjutnya dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS Statistic 16.0 for Windows. Adapun langkah-langkah pengujiannya sebagai berikut :

  a. Memasukkan data skor yang diperoleh siswa ke dalam data uji coba dengan bantuan program Microsoft Office Excel 2007.

  b. Menghitung skor total yang diperoleh oleh setiap siswa dengan bantuan Microsoft Office Excel 2007.

  c. Mentabulasikan data tersebut ke dalam uji coba pada program SPSS Statistic 16.0 for Windows. d. Menguji validitas dengan tahap : analyze correlate bivariate memindahkan semua item ke dalam kotak variabel beri tanda ฀ pada kotak dengan pilihan Pearson dan Two Tailed pada kolom Test of

  Signifikan klik OK.

  Setelah melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing bahwa harga koefisien korelasi minimal ≥ 0,30. Hal tersebut juga sesuai dengan pendapat Answar ( 2008:65) bahwa kriteria pemilihan item berdasarkan korelasi item total dengan menggunakan batasan r xy

  ≥ 0,30. Hal ini berarti untuk item yang nilai korelasinya ฀ 0,30 dinyatakan gugur atau tidak valid.

  Peneliti menyebarkan angket yang berisi 60 soal dan 48 soal dinyatakan valid sedangkan 12 soal dinyatakan gugur. Peneliti menggunakan 48 item yang valid tersebut untuk angket penelitian mengenai minat belajar siswa. Tabel pengujian validitas tiap indikator dapat dilihat pada lampiran 4 dan bentuk angket yang digunakan dalam penelitian dapat dilihat pada lampiran 7 halaman 126. Di bawah ini adalah indikator sebaran item penelitian :

Tabel 3.5 Indikator dan sebaran item penelitian

  No Indikator No. Item - + No. Item Total positif negatif 1 menunjukkan 19,4 10,30,48,41,3 2

  5

  7 minat terhadap pelajaran

  2 Selalu 15,7 18,39

  2

  2

  4 mengingat pelajaran dan mempelajari kembali

  3 Tekun 21,27,44,47 14,20,25

  4

  3

  7 menghadapi tugas

4 Ulet 24,36 5, 3

  2

  4 menghadapi kesulitan belajar 5 perasaan hati 16, 10 37,45

  1

  2

  4 setelah belajar

  6 Senang 8,13 12,35

  2

  2

  4 menghadapi kesulitan belajar 7 mempunyai 26,33

  22

  2

  1

  3 antusias yang tinggi dalam belajar di kelas

  8 senang 31,38 23,1

  2

  2

  4 berdiskusi dengan teman dalam mempelajari mata pelajaran

  9 keinginan kuat 29,49,2 28,43,9,6

  3

  4

  7 untuk maju dan mencapai keberhasilan

  10 Orientasi pada 42,46,11 17,32,40,34

  3

  4

  7 masa depan, kegiatan belajar sebagai jalan menuju kreativitas cita- cita

  Total item

  23

  25

  48 Uji Reliabilitas Reliabilitas merupakan terjemahan dari kata reliability tyang mempunyai asal kata rely dan ability. Ide pokok yang terkandung dalam konsep reliabilitas adalah sejauh mana hasil atau pengukuran dapat dipercaya (Saifuddin Azwar, 1997:4). Reliabilitas mengacu pada sejauh mana suatu alat pengukur secara konsisten mengukur apa saja yang diukurnya (Arief Furchan, 2004:293). Oleh sebab itu angket dalam penbelitian ini juga harus melewati proses uji reliabilitas, supaya angket yang digunakan dapat dipercaya dan memiliki konsistensi.

  Dalam penelitian ini, reliabilitas diukur dengan metode belah dua

  

(split-half method) . Hasil dari suatu angket dibagi atau dibelah menjadi

  dua bagian. Bagian pertama yang berupa hasil atau skor yang berasal dari item-item gasal (ganjil), dan bagian kedua berupa hasil atau skor yang berasal dari item-item bernomor genap (Masidjo, 1995:218).

  Untuk mengetahui tingkat klasifikasi koefisien korelasi reliabilitas suatu tes yaitu sebagai berikut (Masidjo, 1995: 218) :

Tabel 3.6 Klasifikasi koefisien korelasi reliabilitas alat ukur

  Koefisien korelasi Kualifikasi Sangat Tinggi

  ± 0,91 - ± 1,00 Tinggi

  ± 0,71 - ± 0,90 Cukup

  ± 0,41 - ± 0,70 Rendah

  ± 0,21 - ± 0,40 Sangat Rendah

  ± 0 - ±0,20 Proses perhitungan taraf reliabilitas adalah dengan memberikan skor pada setiap butir pernyataan kemudian memasukannya ke dalam data uji coba. Skor-skor uji coba siswa yang telah diperoleh dapat dilihat pada lampiran 2 skor tersebut nilainya 4,3,2 dan 1 kemudian skor tersebut harus diubah menjadi skor diskrit (nominal). Skor diskrit adalah skor yang hanya memiliki dua tipe jawaban ya atau tidak. Skor diskrit dalam uji coba ini diubah menjadi nilai 1 dan 0. Hasil skor siswa yang telah diubah menjadi skor diskrit dapat dilihat pada lampiran 3 halaman 114.

  Di bawah ini merupakan langkah-langkah mencari taraf reliabilitas suatu tes dengan metode belah dua (split-half method) : a. langkah pertama

  Menghitung koefisien korelasi skor item ganjil dan genap dengan teknik korelasi Product Moment dari Pearson dengan rumus sebagai berikut :

  Ʃ − Ʃ ( Ʃ ) r xy =

  2

  2

  2

  2

  }{ } { Ʃ −( Ʃ ) Ʃ −( Ʃ ) keterangan : r = koefisien korelasi

  xy

  Ʃ x= jumlah skor dalam sebaran x ( skor belahan genap) Ʃ y= jumlah skor dalam sebaran y (skor belahan ganjil) Ʃ xy= jumlah hasil kali skor x dan skor y yang berpasangan

  2

  = jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran x Ʃ x

  2

  = jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran y Ʃ y N = jumlah responden b. Langkah kedua Menghitung indeks reliabilitas ganjil dan genap angket minat belajar dengan rumus Spearman Brown.

  2

  r tt=

  1+ Keterangan : r tt : koefisien reliabilitas r : koefisien ganjil dan genap

  gg

Tabel 3.7 Hasil perhitungan koefisien reliabilitas uji coba

  angket Koefisien Reliabilitas Uji coba keterangan

  Minat Belajar 0,95 Sangat tinggi Berdasarkan koefisien reliabilitas yang telah diperoleh diatas dapat disimpulkan bahwa hasil uji coba alat ukur angket minat belajar memiliki koefisien reliabilitas sangat tinggi. Hasil perhitungan dapat dilihat pada lampiran 5 halaman 122.

  Peneliti juga menghitung kembali koefisien reliabilitas pada angket penelitian. Skor data angket penelitian dapat dilihat pada lampiran 8 langkah yang dilakukan untuk menghitung koefisien reliabilitas pada angket penelitian sama dengan menghitung koefisien reliabilitas pada angket uji coba. Sebelum menghitung koefisien reliabilitas, peneliti mentabulasikan skor ngket yang diperoleh siswa menjadi skor diskrit. Hasil skor diskrit dalam angket penelitian dapat dilihat pada lampiran 9 halaman 136 dan proses perhitungaan koefisien reliabilitas penelitian dapat dilihat pada lampiran 10 halaman 141 dibawah ini adalah hasil perhitungan koefisien reliabilitas penelitian angket minat belajar :

Tabel 3.8 hasil perhitungan koefisien reliabilitas penelitian

  angket Koefisien reliabilitas penelitian keterangan Minat belajar 0, 961 Sangat tinggi

  Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian alat ukur angket minat belajar memiliki koefisien reliabilitas sangat tinggi.

  3. Tempat dan Waktu Penelitian Peneliti melakukan penelitian di SD Karitas Ngaglik pada tanggal 3 Mei 2011, peneliti menggunakan 2 kelas yaitu kelas VIA dan kelas VIB.

  H. Teknik Pengumpulan Data Penelitian yang dilakukan peneliti adalah penelitian lapangan (field

  , yaitu suatu penelitian yang dilakukan dengan terjun langsung ke

  research)

  lapangan untuk mendapatkan data-data. Seluruh data-data dalam penelitian ini diperoleh dari SD Karitas Ngaglik. Dalam pelaksanaan penelitian ini digunakan dua metode pengumpul data yaitu angket dan dokumentasi.

  1. Angket/Kuesioner Angket adalah suatu daftar pernyataan tertulis yang terinci dan lengkap yang harus dijawab oleh responden tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahuinya (masidjo, 2010:70). Dalam penelitian ini peneliti hanya akan menggunakan satu buah angket yaitu angket tentang minat belajar.

  Angket tersebut diberikan kepada siswa untuk memperoleh data tentang minat belajar siswa dan tentunya untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara minat belajar siswa dengan prestasi belajar siswa.

  2. Dokumentasi Dokumentasi ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, film dokumenter, data yang relevan dengan penelitian (Riduwan, 2008:58).

  Dan untuk memperoleh data nilai prestasi belajar peneliti menggunakan metode dokumentasi dengan melihat dari nilai raport semester ganjil siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik Tahun pelajaran 2011/2012 ( lihat lampiran 11 halaman 143)

  I. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik korelasi sereal. Data dalam penelitian ini akan dikelompokkan menjadi tiga kategori yaitu minat belajar tinggi, minat belajar sedang dan minat belajar rendah. Data tersebut berupa skala ordinal, data tersebut akan dikorelasikan dengan data prestasi belajar. Data prestasi belajar siswa diperoleh dari nilai rata-rata lima pelajaran inti di sekolah dasar (Bahasa Indonesia, IPA, IPS, Matematika, Pendidikan Kwarganegaraan) pada nilai raport siswa.

  Langkah-langkah untuk mencari korelasi serial dapat diuraikan sebagai berikut :

  1. Mendaftar nilai tiap kelompok Berdasarkan skor minat yang telah diperoleh siswa, maka siswa dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu kelompok dengan minat belajar tinggi, kelompok dengan minat belajar sedang, dan kelompok minat belajar rendah. Rentang pengelompokkan skor dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

  Tabel3.9 pengelompokan skor angket minat belajar

  Kelompok siswa Interval skor Kelompok Minat Rendah (R) 48 - 95 Kelompok Minat Sedang (S) 96 - 143 Kelompok Minat Tinggi (T) 144 - 192 2.

  Menghitung banyaknya subyek dalam setiap kelompok Dalam penelitian ini terdapat tiga n k yaitu n k kelompok tinggi, n k kelompok sedang, dan n k kelompok rendah.

  3. Menentukan proporsi individu dalam setiap kelompok Dalam menentukan proporsi individu dalam setiap kelompok dapat menggunakan rumus seperti di bawah ini:

  P=

  Keterangan : P = proporsi N k = banyaknya subyek dalam kelompok N = banyaknya subyek seluruhnya 4. Menghitung nilai rata-rata (mean) tiap kelompok

  Rumus yang digunakan untuk memperoleh rata-rata (mean) tiap kelompok adalah sebagai berikut (Masidjo,2010:123) : Ʃ

  M=

  Keterangan: M = Mean Ʃ X = jumlah semua skor N = jumlah subyek dalam kelompok

  k 5.

  Menentukan ordinat, yaitu ordinat yang lebih tinggi dan ordinat yang lebih rendah. Tabel ordinat dapat dilihat pada lampiran 12 halaman 145.

6. Membuat tabel kerja

  Dengan membuat tabel kerja diharapkan dapat memudahkan peneliti dalam menghitung rumus korelasi serial.

7. Menghitung standar deviasi total

  Standar deviasi total dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut (masidjo, 2010:127):

  1

  2

2 SDtot =

  Ʃ − ( Ʃ )

  Keterangan: SDtot = standar deviasi total N = jumlah siswa Ʃ X = jumlah total skor

  Setelah langkah-langkah tersebut dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah menghitung korelasi serial. Rumus yang digunakan untuk menghitung korelasi serial adalah sebagai berikut:

  Ʃ[ ]

  − R = ser (

  − )2

  ] Ʃ [

  Keterangan : R ser = koefisien korelasi serial O r = Ordinat yang lebih rendah O = ordinat yang lebih tinggi

  t

  M = mean SDtot = standar deviasi total

  P = proporsi individu dalam golongan Berdasarkan perhitungan korelasi serial menggunakan rumus di atas maka diperoleh tingkat hubugan minat belajar dengan prestasi belajar siswa.

  Pedoman yang digunakan untuk memberikan interprestasi terhadap kuat lemahnya hubungan tersebut dapat menggunakan pedoman dibawah ini (Sugiyono, 2007:231)

Tabel 3.10 Pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi

  Interval koefiien Tingkat hubungan 0,00 - 0,199 Sangat Rendah 0,20 - 0,399 Rendah 0,40 - 0, 599 Sedang 0,60 - 0,799 Kuat 0,80 - 1,000 Sangat Kuat

  Setelah mengetahui r ser , maka langkah selanjutnya adalah menghitung t hitung. Rumus t hitung digunakan untuk menguji apakah terdapat hubungan yang berarti pada taraf nyata tertentu, artinya adanya hubungan minat dengan prestasi belajar bukan karena faktor kebetulan.

  Rumusnya adalah sebagai berikut : −2 t =

  2

  1− Sedangkan untuk mengetahui seberapa besar sumbangan minat belajar dengan prestasi belajar siswa dapat dirumuskan sebagai berikut:

  2 KP = r x 100% ser Keterangan: KP = Koefisien Penentu

  2

  r ser = Koefisien Korelasi Serial

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Dalam penelitian ini jumlah siswa yang mengikuti penelitian

  sebnyak 40 siswa yaitu kelas VIA dan kelas VIB. Seluruh siswa mengikuti penelitian dengan tertib dan sungguh-sungguh. Situasi tersebut dapat dilihat pada lampiran 18 halaman 154.

  Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui angket yang diisi oleh siswa dan nilai raport siswa. Pengumpulan data di SD Karitas Ngaglik dilaksanakan pada bulan mei. Hasil penelitian yang telah diperoleh akan dijaberkan pada bagian dibawah ini guna untuk menjawab rumusan masalah pada bab I. Berikut ini jawaban dari rumusan masalah berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan.

  1. Minat belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik Teknik yang digunakan peneliti untuk mengetahui bagaimana minat belajar siswa yaitu dengan menggunakan angket. Angket tersebut diisi oleh siswa berdasarkan kondisi yang sebenarnya dari masing-masing siswa tersebut. Dari angket yang telah diisi oleh siswa, maka peneliti memperoleh sejumlah skor. Skor tersebut dapat disebut sebagai skor minat belajar. Skor hasil angket penelitian dapat dilihat pada lampiran 8 halaman 130.

  Skor minat belajar yang sudah diperoleh tersebut akan dikelompokkan menjadi tiga kategori yaitu tinggi, sedang dan rendah. Berikut ini dapat dilihat pembagian kategori berdasarkan nilai angket minat belajar yang telah diperoleh.

Tabel 4.1 klasifikasi skor minat belajar

  no Skor minat belajar kategori

  1

  48 Rendah

  • – 95

  2

  96 Sedang

  • – 143 3 144 Tinggi – 192

  Berdasarkan tabel di atas, maka dapat dibuat tabel beserta kualifikasinya yang menunjukkan skor minat belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik. Dibawah ini adalah skor minat belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik beserta kualifikasinya.

Tabel 4.2 data skor minat belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik

  no nama total kualifikasi

  1 A5 66 rendah

  2 A1 75 rendah

  3 A16 77 rendah

  4 A24 79 rendah

  5 A14 80 rendah

  6 A2 82 rendah

  7 A8 83 rendah

  8 A17 84 rendah

  9 A3 87 rendah

  10 A7 88 rendah

  11 A23 96 sedang

  12 A38 118 sedang

  13 A26 119 sedang

  14 A20 122 sedang

  15 A30 125 sedang

  16 A22 125 sedang

  17 A19 128 sedang

  18 A11 130 sedang

  19 A28 130 sedang

  33 A9 174 tinggi

  100%

  ℎ ℎ ℎ ℎ

  Minat belajar rendah ( 48 – 95 ) Untuk mencari besarnya presentase siswa dengan minat belajar rendah dapat digunakan rumus di bawah ini : % =

  40 A4 185 tinggi Dapat dilihat pada tabel diatas, terdapat tiga kelompok siswa yang mempunyai minat belajar rendah, sedang, dan tinggi. Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai ketiga kategori tersebut: a.

  39 A40 183 tinggi

  38 A6 181 tinggi

  37 A29 181 tinggi

  36 A13 176 tinggi

  35 A21 176 tinggi

  34 A34 174 tinggi

  32 A39 173 tinggi

  20 A12 148 tinggi

  31 A15 172 tinggi

  30 A33 172 tinggi

  29 A18 171 tinggi

  28 A25 170 tinggi

  27 A35 166 tinggi

  26 A36 164 tinggi

  25 A37 163 tinggi

  24 A27 162 tinggi

  23 A31 161 tinggi

  22 A10 159 tinggi

  21 A32 154 tinggi

  Berdasarkan tabel, maka dapat dihitung besarnya presentase siswa yang memiliki minat belajar rendah adalah sebagai berikut ;

  Diketahui : Jumlah siswa kelompok minat belajar rendah = 10 Jumlah siswa seluruhnya = 40 Ditanyakan : Presentase siswa kelompok minat belajar rendah ? Jawab :

  10

  % = 100%

  40 % = 0,25

  100% % = 25% Jadi, siswa dengan minat belajar rendah sebanyak 25% b. Minat belajar sedang ( 96 – 143)

  Berdasarkan tabel, maka dapat ditentukan besar presentase siswa yang memiliki minat belajar sedang adalah sebagai berikut : Diketahui : Jumlah siswa kelompok minat belajar sedang = 9 Jumlah siswa seluruhnya = 40 Ditanyakan : Presentase siswa kelompok minat belajar sedang ? Jawab :

  ℎ

  % = 100%

  ℎ ℎ

  9

  40 % = 0,225 x 100% % = 22,5 %

  % = 100%

  Jadi, siswa dengan minat belajar sedang sebanyak 22,5 % c. Minat belajar tinggi ( 144 - 192)

  Berdasarkan tabel, maka dapat ditentukan besar presentase siswa yang memiliki minat belajar tinggi sebagai berikut : Diketahui : Jumlah siswa kelompok minat belajar tinggi = 21 Jumlah siswa seluruhnya = 40 Ditanyakan : Presentase siswa kelompok minat belajar tinggi ? Jawab :

  ℎ

  % = 100%

  ℎ ℎ

  21

  % = 100%

  40 % = 0,525 x 100% % = 52,5 % Jadi, siswa dengan minat belajar tinggi sebanyak 52,5 % .

  Berdasarkan hasil perhitungan yang sudah dilakukan di atas maka dapat dilihat bahwa minat belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik cenderung berada pada tingkat tinggi yaitu dengan presentase sebesar 52,5 %; tingkat sedang memiliki presentase sebesar 22,5% ; dan tingkat rendah dengan presentase sebesar 25%. Dibawah ini disajikan oleh peneliti mengenai minat belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik dalam bentuk diagram lingkaran.

  Diagram 4.1 presentase minat belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik

MINAT BELAJAR

  25% TINGGI 52,5% SEDANG 22,5% RENDAH

  2.Prestasi belajar siswa kelas VI SD karitas Ngaglik Teknik pengumpulan data prestasi belajar dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi. Dokumentasi tersebut dilakukan dengan melihat nilai raport siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik semester genap. Nilai yang digunakan dalam penilaian ini yaitu nilai lima mata pelajaran inti. Kemudian nilai lima mata pelajaran inti tersebut dicari nilai rata-ratanya dan nilai rata-rata itulah yang disebut prestasi belajar setiap siswa.

  Nilai prestasi belajar yang telah diperoleh tersebut kemudian dibagi dalam tiga kategori. Hal tersebut dimaksudkan agar nilai yang diperoleh siswa masuk ke dalam kelompok secara lebih obyektif dan teliti

  Untuk memperoleh interval yang digunakan untuk menentukan kategori prestasi belajar, maka peneliti mencari selisih antara nilai prestasi yang paling tinggi dan yang paling rendah. Setelah itu selisih nilai tersebut dibagi tiga. Hal itu dikarenakan nilai prestasi belajar akan dikelompokkan menjadi tiga kategori yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Adapun proses perhitungannya sebagai berikut :

  −100 = 33,3 ( dibulatkan menjadi 32)

  3 Keterangan : Skor 0 adalah skor terendah siswa Skor 100 adalah skor tertinggi siswa

  Berdasarkan pada hasil perhitungan interval di atas maka diperoleh untuk setiap kategori adalah 32. Dibawah ini merupakan tabel pembagian kelompok prestasi belajar siswa sesuai dengan interval yang sudah diperoleh

Tabel 4.3 klasifikasi prestasi belajar siswa

  no Prestasi belajar kategori 1 0 - 32 rendah 2 33 sedang

  • – 65 3 66- 100 tinggi

  Berdasarkan tabel klasifikasi prestasi belajar diatas, maka dapat dibuat tabel prestasi belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik beserta kualifikasi atau kategorinya seperti berikut ini :

Tabel 4.4 data prestasi belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik

  65

  45

  67 72 317 63.40 sedang

  24 A34

  70

  67

  42

  65 78 322 64.40 sedang

  25 A7

  72

  55

  56

  60 70 323 64.60 sedang

  26 A21

  80

  60

  46

  65 73 324 64.80 sedang

  27 A22

  75

  78

  23 A20

  56

  56

  19 A26

  76

  70

  43

  55 60 304 60.80 sedang

  20 A6

  64

  63

  55 76 314 62.80 sedang

  78 70 316 63.20 sedang

  21 A15

  60

  65

  46

  70 75 316 63.20 sedang

  22 A19

  60

  60

  48

  70

  67 60 328 65.60 sedang

  55

  89

  33 A40

  84

  85

  78

  86 89 422 84.40 tinggi

  34 A32

  81

  86

  84 88 428 85.60 tinggi

  78

  35 A18

  86

  85

  83

  90 86 430 85.94 tinggi

  36 A35

  85

  85

  91

  76 85 402 80.40 tinggi

  83

  28 A9

  30 A10

  85

  75

  80

  80 80 400 80.00 tinggi

  29 A31

  80

  75

  84

  85 76 400 80.00 tinggi

  81

  80

  86

  81

  83 85 416 83.28 tinggi

  31 A37

  85

  84

  71

  87 92 419 83.80 tinggi

  32 A39

  55 60 302 60.40 sedang

  60

  no kode siswa mata pelajaran jumlah rata- rata kualifikasi

  25

  5 A3

  40

  40

  10

  40 30 160 32.00 rendah

  6 A17

  30

  30

  40 35 160 32.00 rendah

  24

  7 A5

  35

  35

  25

  25 40 160 32.00 rendah

  8 A16

  32

  33

  21

  35 32 159 31.80 rendah

  33

  9 A2

  2 A1

  PKn

  B. Indo MTK

  IPA

  IPS

  1 A14

  40

  30

  20

  30 35 155 31.00 rendah

  45

  35

  15

  22

  30 45 157 31.40 rendah

  3 A8

  33

  24

  24

  46 30 157 31.40 rendah

  4 A24

  35 40 161 32.20 rendah

  23

  72

  16 A30

  66

  45

  50 70 291 58.20 sedang

  15 A38

  55

  60

  53

  56 70 294 58.80 sedang

  70

  14 A33

  65

  50

  65 50 300 60.00 sedang

  17 A13

  60

  55

  61

  55 71 302 60.40 sedang

  18 A25

  60

  76 47 289 57.80 sedang

  33

  50

  32

  30 43 161 32.20 rendah

  10 A12

  40

  32

  22

  37 32 163 32.60 rendah

  11 A11

  61

  54

  44

  60 55 280 55.94 sedang

  12 A28

  44

  66

  35

  65 70 280 56.00 sedang

  13 A23

  66

  56

  82 87 430 86.00 tinggi

  37 A27

  82

  86

  92

  86 86 432 86.40 tinggi

  38 A4

  95

  95

  90

  95 80 455 91.00 tinggi

  39 A29

  87

  86

  95

  92 95 455 91.00 tinggi

  40 A36

  88

  90

  95

  92 95 460 92.00 tinggi 2343.17

  Σ Prestasi belajar siswa Dari tabel diatas telah diketahui banyaknya siswa yang masuk dalam kategori prestasi belajar rendah, sedang, dan tinggi. Berikut ini akan diberikan penjelasan mengenai ketiga kategori kelompok prestasi belajar berdasarkan tabel diatas yaitu rendah, sedang, dan tinggi.

  a.

  Prestasi belajar rendah ( 0-32) Untuk mencari besarnya presentase siswa dengan prestasi belajar rendah dapat menggunakan rumus sebagai berikut :

  ℎ ℎ % =

  100%

  ℎ ℎ Berdasarkan tabel diatas, maka dapat ditentukan besarnya presentase siswa yang memiliki prestasi belajar rendah sebagai berikut :

  Diketahui : Jumlah siswa kelompok prestasi belajar rendah = 10 Jumlah siswa seluruhnya = 40 Ditanyakan : Presentase siswa kelompok prestasi belajar rendah ? Jawab :

  ℎ ℎ % =

  100%

  ℎ ℎ

  10

  % = 100%

  40

  % = 0,25 x 100% % = 25 % b. Prestasi belajar sedang ( 33- 65)

  Untuk mencari besarnya presentase siswa dengan prestasi belajar sedng dapat digunakan rumus sebagai berikut : ℎ

  % =

  100%

  ℎ ℎ Berdasarkan tabel diatas, maka dapat ditentukan besarnya presentasi siswa yang memiliki prestasi belajar sedang sebagai berikut : Diketahui : Jumlah siswa kelompok prestasi belajar sedang = 17 Jumlah siswa seluruhnya = 40 Ditanyakan : Presentase siswa kelompok belajar sedang ? Jawab :

  ℎ % =

  100%

  ℎ ℎ

  17

  % = 100%

  40

  % = 0,425 x 100% % = 42,5% Jadi, siswa dengan prestasi belajar sedang sebanyak 42,5% c.

  Prestasi belajar tinggi ( 66 – 100) Untuk mencari besarnya presentase siswa dengan prestasi belajar tinggi dapat menggunakan rumus sebagai berikut :

  ℎ % =

  100%

  ℎ ℎ Berdasarkan tabel diatas, maka dapat ditentukan besarnya presentase siswa yang memiliki prestasi belajar tinggi sebagai berikut : Diketahui : Jumlah siswa kelompok prestasi belajar tinggi = 13 Jumlah siswa seluruhnya = 40 Ditanyakan : Presentase siswa kelompok belajar tinggi ? Jawab :

  ℎ % =

  100%

  ℎ ℎ

  13

  % = 100%

  40

  % = 0, 325 x 100% % = 32,5% Jadi, siswa dengan prestasi belajar tinggi sebanyak 32,5% Dibawah ini disajikan oleh peneliti mengenai prestasi belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik dalam bentuk diagram lingkaran.

  Diagram 4.2 presentase prestasi belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik

  SD Karitas Ngaglik a.

  Hipotesis Peneliti mengemukakan dua jenis hipotesis yaitu sebagai berikut : 1.

  Hipotesis nol (Ho) Tidak ada hubungan yang positif dan signifikan antara minat belajar dan prestasi belajar siswa kelas VI SD Karitas

  Ngaglik Tahun Pelajaran 2011/2012.

  Ada hubungan yang positif dan signifikan antara minat belajar dengan prestasi belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik Tahun Pelajaran 2011/2012.

  32.5% 42.5% 25%

  

PRESTASI BELAJAR

TINGGI SEDANG RENDAH

3. Hubungan antara minat belajar dengan prestasi belajar siswa kelas VI

2. Hipotesis statistik (Ha)

  b.

  Hasil pengujian hipotesis Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan hipotesis nol untuk mengetahui seberapa besar hubungan minat belajar siswa dengan prestasi belajar siswa SD Karitas Ngaglik. Dalam pengujian hipotesis, hipotesis yang telah dikemukakan dapat diterima atau ditolak. Ketentuan dalam pengujian hipotesis nol adalah sebagai berikut :

  1. H o diterima apabila r hitung < r tabel

  2. H ditolak apabila r > r

  o hitung tabel

  Untuk menolak hipotesis nol tersebut, maka r hitung harus lebih besar dari r tabel dalam taraf signifikansi 1%. Akan tetapi jika r hitung lebih kecil dari r maka hipotesis nol diterima. r merupakan nilai

  

tabel tabel

  yang sudah ditetapkan dengan memperhatikan N. besarnya r tabel dapat dilihat pada nilai-nilai r Product Moment dari Pearson ( lihat pada lampiran 14 halaman 149) Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan rumus korelasi serial untuk mencari besarnya r atau r . Berikut ini langkah-langkah

  hitung ser

  proses perhitungannya : 1.

  Tabel skor minat belajar siswa dan prestasi belajar Pada langkah pertama ini, siswa dikelompokkan pada klasifikasi minat belajar berdasarkan skor yang telah diperoleh.

  Selain skor minat belajar disajikan pula nilai prestasi belajar siswa sehingga dapat dilihat perbandingannya. Tabel skor minat belajar siswa dan prestasi belajar dapat dilihat di bawah ini.

Tabel 4.5 skor minat belajar siswa dan prestasi belajar siswa

  Skor Kualifikasi

  Kualifikasi Minat Prestasi No Kode Minat

  X2 Prestasi belajar Belajar Belajar

  Belajar

  1 A5 66 rendah 32 1024 rendah

  2 A1 75 rendah 31.4 985.96 rendah

  3 A16 77 rendah 32.2 1036.84 rendah

  4 A24 79 rendah 31.8 1011.24 rendah

  5 A14 80 rendah 31 961 rendah

  6 A2 82 rendah 32.2 1036.84 rendah

  7 A8 83 rendah 31.4 985.96 rendah

  8 A17 84 rendah 32 1024 rendah

  9 A3 87 rendah 32 1024 rendah

  10 A7 88 rendah 64.6 4173.16 sedang

  ∑ Prestasi Belajar Kelompok Minat Belajar Rendah 422.4

  11 A23 96 sedang 57.8 3340.84 sedang

  12 A38 118 sedang 58.8 3457.44 sedang

  13 A26 119 sedang 60.8 3696.64 sedang

  14 A20 122 sedang 63.4 4019.56 sedang

  15 A30 125 sedang 60 3600 sedang

  16 A22 125 sedang 65.6 4303.36 sedang

  17 A19 128 sedang 63.2 3994.24 sedang

  18 A11 130 sedang 55.94 3129.28 sedang

  19 A28 130 sedang 56 3136 sedang

  ∑ Prestasi Belajar Kelompok Minat Belajar Sedang 483.74

  20 A4 185 tinggi 91 8281 tinggi

  21 A6 181 tinggi 62.8 3943.84 sedang

  22 A9 174 tinggi 80 6400 tinggi

  23 A10 159 tinggi 83.28 6935.56 tinggi

  24 A12 148 tinggi 32.6 1062.76 rendah

  25 A13 176 tinggi 60.4 3648.16 sedang

  26 A15 172 tinggi 63.2 3994.24 sedang

  27 A18 171 tinggi 85.94 7385.68 tinggi

  28 A21 176 tinggi 64.8 4199.04 sedang

  29 A25 170 tinggi 60.4 3648.16 sedang

  30 A27 162 tinggi 86.4 7464.96 tinggi

  ∑ Prestasi Belajar Kelompok Minat Belajar Tinggi 1580.62 169576 Total

  t

  ] Keterangan : r ser = koefisien korelasi serial O r = Ordinat yang lebih rendah O

  ( − )2

  ] Ʃ [

  −

  Ʃ[

  Rumus Korelasi Serial Korelasi serial dirumuskan sebagai berikut : r ser =

  ∑X = 2486.76 2.

  40 A40 183 tinggi 84.4 7123.36 tinggi

  31 A29 181 tinggi 91 8281 tinggi

  39 A39 173 tinggi 84.4 7123.36 tinggi

  38 A37 163 tinggi 83.8 7022.44 tinggi

  37 A36 164 tinggi 92 8464 tinggi

  36 A35 166 tinggi 86 7396 tinggi

  35 A34 174 tinggi 64.4 4147.36 sedang

  34 A33 172 tinggi 58.2 3387.24 sedang

  33 A32 154 tinggi 85.6 7327.36 tinggi

  32 A31 161 tinggi 80 6400 tinggi

  = ordinat yang lebih tinggi M = mean SDtot = standar deviasi total P = proporsi individu dalam golongan

3. Banyaknya subyek tiap kelompok

  Berdasarkan tabel skor minat belajar siswa dan prestasi belajar, maka diperoleh data subyek tiap kelompok sebagai berikut :

Tabel 4.6 Subyek tiap kelompok

  kelompok No. urut siswa n k Rendah 1-10

  10 Sedang 11-19

  9 tinggi 20-40 21 jumlah 40 4.

  Proporsi individu dalam setiap kelompok Proporsi adalah besarnya bagian dalam tiap kelompok. Proporsi individu dalam setiap kelompok dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut : P= Keterangan : P = proporsi N k = banyaknya subyek dalam kelompok N = banyaknya subyek seluruhnya Berdasarkan rumus diatas, maka diperoleh data untuk proporsi individu dalam setiap kelompok sebagai berikut :

Tabel 4.7 Proporsi individu dalam setiap kelompok

  kelompok proporsi Rendah

  P=

  10 P=

  40

  = 0,250 Sedang

  P=

  

9

P=

  

40

  = 0,225 tinggi P=

  

21

P=

  

40

  = 0,525 Jumlah

  1 5. Nilai rata-rata ( mean) dari masing-masing kelompok

  Nilai rata-rata (mean) dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: M = Keterangan : M = Mean ΣX = jumlah semua skor prestasi belajar tiap kelompok N k = jumlah subyek dalam kelompok Berdasarkan rumus diatas, maka diperoleh nilai rata-rata (mean) dari masing-masing kelompok sebagai berikut :

Tabel 4.8 nilai rata-rata (mean) dari setiap kelompok

  Kelompok Mean (nilai rata-rata) Rendah

  M =

  ,

  M =

  10

  = 42,24 Sedang

  M =

  ,

  M =

  9

  = 53,75 Tinggi

  M =

  ,

  M = = 75,27

  21 6.

  Menentukan ordinat Dalam menentukan ordinat, yang dijadikan acuan adalah nilai P yaitu pada kategori nilai rendah dan tinggi. Kemudian ordinat tersebut ditentukan dengan melihat tabel ordinat pada lampiran 12 halaman 145.

Tabel 4.9 besar ordinat

  P ordinat Rendah (0,275) 0,33367 Tinggi (0,525 ) 0,39681 7.

  Tabel kerja Tabel kerja dibuat untuk memudahkan dalam perhitungan selanjutnya. Tabel yang dimaksud adalah sebagai berikut :

Tabel 4.10 tabel kerja

  (Or - Ordinat (Or - Ot)2 x Kelompok nk P (o) (Or - Ot) (Or -Ot)2 Ot)2 / P M M

10 Rendah 0.250 -0.29991 0.08995 0.3598 42.24 -12.668

  9 Sedang 0.225 0.29991 -0.09825 0.00965 0.0429 53.75 -5.281

  21 Tinggi 0.525 0.39816 0.39816 0.15853 0.3020 75.27 29.969

  Jumlah

  40 0.7047 12.020 8.

  Standar deviasi total Rumus yang digunakan untuk menghitung standar deviasi total adalah sebagai berikut :

  1

  2

  2 SDtot =

  − ( ) Keterangan : SDtot = standar deviasi total N = jumlah siswa seluruhnya ΣX = jumlah total skor prestasi belajar Dengan rumus standar deviasi total diatas, maka diperoleh hasil standar deviasi total dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Diketahui : N = 40 ΣX = 2486,76

  2

  = 169576 ΣX Ditanyakan : Berapakah standar deviasi total (SDtot) ? Jawab :

  1

  2

  2 SDtot =

  − ( )

  1

  2 SDtot =

  (40 169576 − (2486,76)

  40

  1

  40

  = 6783040 – 6183975,30

  1

  = 599064,7

  40

  = 0,025 x 773,99 = 19,35 9. Korelasi serial Korelasi serial dihitung dengan rumus yang telah disebutkan diatas.

  Penghitungannya adalah sebagai berikut : Diketahui :

  )(M)] = 12.020 Σ[(O r – O t SDtot = 19,35

  2 ( − )

  ] = 0.7047 Σ[ ditanyakan : Korelasi serial (r ) ?

  ser

  Jawab : ]

  Ʃ[

  − r ser =

  ( − )2

  ] Ʃ [

  12.020 =

  19,35 0,7047

  12,020

  =

  13,635 = 0,882

  Setelah menghitung korelasi serial berdasarkan rumus diatas, maka diperoleh hasil korelasi serialnya (r ) yaitu sebesar 0,882.

  ser

  Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, maka dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Ada hubungan yang positif antara minat belajar dengan

  prestasi belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik Tahun Pelajaran 2011/2012 dengan nilai koefisien sebesar 0,882.

  Berdasarkan tabel kriteria menurut Sugiyono (2010 : 183) yang telah disebutkan pada bab sebelumnya, maka koefisien korelasi

  • – tersebut berada pada tingkat korelasi sangat kuat ( 0,80 1,00).

  b. Hubugan minat belajar dengan prestasi belajar siswa adalah

  positif. Hal tersebut dapat diartikan bahwa minat belajar semakin tinggi maka prestasi belajar siswa juga semakin tinggi dan selebihnya semakin rendah minat maka semakin rendah pula prestasi belajar, hal tersebut dapat dilihat dari hasil perhitungan angket yang telah disebarkan pada siswa kelas VI SD karitas Ngaglik.

  c. Koefisien korelasi sebesar 0,882 dapat menunjukkan hubungan

  yang signifikan. Hal tersebut dapat diketahui pada taraf signifikan 1% dengan N = 40, diperoleh koefisien korelasi r

  tabel

  = 0,403 ( lihat pada lampiran 14). Oleh karena itu, hubungan minat belajar dengan prestasi belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik adalah positif dan signifikan pada taraf 1%.

  d. Dari data diatas dapat dilakukan uji hipotesis nol sebagai

  berikut :

  hitung = 0,882

   R = 0,403  R tabel

  Berdasarkan besarnya r hitung dan r tabel yang telah diketahui di atas, maka dapat diketahui bahwa r > r yaitu 0,882 >

  hitung tabel

  0,403. Maka dapat dinyatakan bahwa H ditolak dan H a diterima.

  Dengan demikian, hipotesis yang diajukan yaitu ada hubungan yang positif dan signifikan antara minat belajar dengan prestasi belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik Tahun Pelajaran 2011/2012 diterima.

10. Uji Signifikansi

  −2 t =

  2

  1− 0,882

  40−2 =

  2

  1−0,882 5,433

  =

  0,471

   = 11,54

  Dengan adanya hubungan signifikansi terdapat hubungan minat belajar dengan prestasi belajar pada siswa kelas VI Sekolah Dasar Karitas Ngaglik Tahun Pelajaran 2011/2012 dengan uji signifikansi 11,54 maka hubungan tersebut signifikansi. Hal tersebut dapat diketahui pada taraf sifnifikan 1% dengan menggunakan derajat bebas n-2 yaitu 38, maka diperoleh koefisien sebesar t tabel 2,71156 jadi 11,54

  ฀ 2,71156. Lampiran 13 halaman 147. Sumbangan minat belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik.

  Diketahui : R =0,882

  ser

  Ditanyakan : Besarnya sumbangan minat belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik ? Jawab :

  2 KP = r x 100% ser

  2

  = 0,882 x 100% = 77,8% Dari perhitungan di atas dapat diketahui bahwa minat belajar memberikan sumbangan 77,8% terhadap prestasi belajar siswa.

  Minat belajar sangat memberikan sumbangan terhadap prestasi belajar siswa. Masih terdapat 22,2% faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Dengan demikian minat belajar hanya memberikan sumbangan yang sangat besar terhadap prestasi belajar siswa. B. Pembahasan Pada sub bab pembahasan ini, peneliti mencoba menyampaikan dugaan-dugaan dari hasil yang diperoleh pada saat penelitian mengenai hubungan antara minat belajar dengan prestasi belajar. Hal yang telah diuraikan berlandaskan pada kajian pustaka yang disampaikan pada bab II.

  Dalam penelitian ini minat belajar dibagi menjadi tiga kelompok yaitu minat belajar tinggi, minat belajar sedang, dan minat belajar rendah.

  Demikian juga dengan prestasi belajar, prestasi belajar juga dibagi menjadi tiga kelompok yaitu prestasi belajar tinggi, prestasi belajar sedang, dan prestasi belajar rendah. Tabel yang menunjukkan hubungan antar kelompok minat belajar dengan kelompok prestasi belajar dapat dilihat pada lampiran 15 halaman 150.

  Berdasarkan tabel hubungan minat belajar dengan prestasi belajar, maka peneliti menemukan siswa yang masuk ke dalam kelompok minat belajar rendah dan prestasi belajar rendah. Siswa yang masuk ke dalam kelompok ini sebanyak 9 siswa. Peneliti menduga alasan-alasan yang mendasari sehingga terdapat 9 siswa yang masuk ke dalam kelompok ini adalah kurangnya perhatian orang tua dan bimbingan dari guru sehingga anak kurang memiliki minat belajar untuk mencapai prestasi belajar yang maksimal.

  Peneliti juga menemukan siswa yang masuk ke dalam kelompok minat belajar rendah namun memperoleh prestasi belajar sedang. Siswa yang masuk dalam kelompok ini sebanyak 1 siswa. Hal ini bisa juga disebabkan dengan yang sudah disebutkan diatas bahwa kurangnya perhatian dan bimbingan dari orang tua maupun guru yang dapat menimbulkan minat belajar siswa untuk mendapatkan prestasi belajar yang maksimal.

  Dalam tabel hubungan minat belajar dengan prestasi belajar, peneliti juga menemukan kelompok minat belajar sedang dengan prestasi belajar sedang. Siswa yang masuk dalam kelompok ini sebanyak 9 siswa. Menurut peneliti penyebab hal tersebut mungkin dikarenakan lingkungan sekitar rumah siswa yang kurang mendukung untuk belajar. Padahal kemampuan siswa yang dimiliki sudah cukup.

  Peneliti juga menemukan adanya kelompok minat belajar tinggi dan prestasi belajar tinggi. Siswa yang termasuk dalam kelompok ini sebanyak 13 siswa. Peneliti menduga hal tersebut dikarenakan faktor-faktor yang dapat mendukung siswa untuk mencapai prestasi belajar yang maksimal. Misalnya adanya dorongan dari orang tua, dan dari lingkungan sekitar.

  Dalam penelitian ini juga diperoleh 7 siswa yang masuk dalam kelompok minat belajar tinggi dan prestasi belajar sedang. Peneliti menduga siswa-siswi sudah mempunyai minat belajar yang tinggi tetapi prestasi belajar tidak maksimal dikarenakan faktor-faktor yang kurang memenuhi dalam mencapai prestasi belajar yang maksimal. Misalnya lingkungan siswa yang tidak mendukung, dan pemahaman siswa dalam memahami pelajaran belum maksimal.

  Dalam penelitian ini juga diperoleh 1 siswa yang masuk ke dalam kelompok minat belajar tinggi tetapi prestasi belajar rendah. Peneliti menduga hal tersebut terjadi karena siswa yang tidak bisa memahami pelajaran yang di jelaskan oleh guru.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat

  ditarik kesimpulan mengenai hubungan minat belajar dengan prestasi belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik Tahun Pelajaran 2011/2012 sebagai berikut : 1.

  Minat belajar dikelompokkan menjadi tiga yaitu minat belajar tinggi, minat belajar sedang, dan minat belajar rendah.minat belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik yang masuk ke dalam kelompok minat belajar tinggi sebanyak 21 siswa, siswa yang masuk ke dalam kelompok minat belajar sedang sebanyak 9 siswa, dan siswa yang masuk ke dalam kelompok minat belajar rendah terdapat 10 siswa.

  2. Prestasi belajar juga dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu kelompok prestasi belajar tinggi, kelompok prestasi belajar sedang, dan kelompok prestasi belajar rendah. Siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik yang masuk ke dalam prestasi belajar tinggi sebanyak 13 siswa, siswa yang masuk ke dalam prestasi belajar sedang sebanyak 17 siswa, dan siswa yang masuk ke dalam prestasi belajar rendah sebanyak 10 siswa.

  3. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara minat belajar dengan prestasi belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik. Hal tersebut bisa dilihat dari besarnya koefisien korelasi yang diperoleh yaitu 0,882 dan termasuk dalam tingkat yang sangat kuat, nilai r yang diperoleh berada pada taraf signifikansi 1% dengan perbandingan nilai pada r sebesar 0,403. Dengan

  tabel

  demikian menunjukkan ada hubungan yang positif dan signifikan antara minat belajar dengan prestasi belajar.

4. Sumbangan minat belajar memberikan sumbangan

  77,79% terhadap prestasi belajar siswa. Minat belajar sangat memberikan sumbangan terhadap prestasi belajar siswa.

B. Saran

  Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh bahwa minat belajar juga berpengaruh terhadap prestasi belajar, maka peneliti memberikan beberapa saran sebagai berikut : 1.

  Bagi orang tua Bagi orang tua kelas VI SD Karitas Ngaglik diharapkan dapat menumbuhkan minat belajar terhadap putra-putrinya agar mereka dapat memperoleh prestasi belajar yang maksimal.

2. Bagi pendidik

  Bagi pendidik diharapkan dapat menumbuhkan minat belajar kepada peserta didiknya karena minat belajar yang dimiliki peserta didik kurang. Kemampuan guru dalam menumbuhkan minat belajar siswa sangat dibutuhkan karena minat belajar yang tinggi dapat mempengaruhi prestasi belajar.

3. Bagi peneliti lain

  Bagi peneliti lain diharapkan dapat menyelidiki faktor-faktor lain selain minat yang dapat mempengaruhi minat belajar siswa.

DAFTAR PUSTAKA

  Ahmadi, abu dan Widodo Supriyono. 1991. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Azwar, Saefuddin.1987. Validitas dan Reliabilitas. Yogyakarta: Liberty ______________.2008. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Arikunto, Suharsimi. 1989. Prosedur Penelitian: Suatu pendekatan Praktik.

Jakarta: Bina Aksara. Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Djamarah, Syaiful Bahri dan Azwanzain. 2010. Strategi Belajar Mengajar

(Edisi Revisi) . Jakarta: Rineka Cipta. Furchan, H. Arief. 2007. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Gronlund, Norman Edward and Robert L. Linn. 1920. Measurement and Evaluation In Teaching. New York: Macmillan Publishing Company. Hadi, Sutrisno.2004. Statistik. Yogyakarta : Andi. Hamalik, Oemar. 2003. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara. Hasan, Fuad. 1989. Kamus Istilah Psikologi. Jakarta: Depdikbud. Hurlock, Elizabeth B. 2005. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlanngga. Jogiyanto. 2004. Metodologi Penelitian Bisnis: Salah Kaprah dan Pengalaman – Pengalaman. Yogyakarta: BPFE.

  

Kumala, Cicilia Era. 2009. Hubungan Minat Belajar Siswa dan Lingkungan

Belajar Siswa Dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas III SMA N 2 Klaten. Yogyakarta.

Margono. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Masidjo, Ignatius. 2010. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa Yogyakarta: Kanisius.

  Sekolah.

  Mustaqim. 2008. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Nurkancana, Wayan dan Sumartana. 1983. Evaluasi Pendidikan. Surabaya:

Usaha Nasional.

  

Pasaribu, I.L. dan Simanjuntak. 1983. Proses Belajar Mengajar. Bandung:

Tarsito.

Purwanto, Ngalim. 1987. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remadja Karya.

_____________. 2009. Prinsip – Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya. Riduwan. 2008. Dasar – Dasar Statistika. Bandung: Alfabeta. Riduwan. 2002. Skala Pengukuran Variabel – Variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta. Rizki, Bernadinus. 2008. Perbandingan Antara Minat Siswa dan Proses

Kegiatan Belajar Mengajar pada SD yang Menerapkan PMRI dan SD yang

Tidak Menerapkan PMRI dalam Pembelajaran Matematika. Yogyakarta.

  Santrock, John. W. 2009. Psikologi Pendidikan/Educational Psychology. Jakarta: Salemba Humanika.

  Sardiman, A.M. 1986. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali.

Slameto, 1988. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta:

Bina Aksara _________.2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Sudjana, Nana. 1989. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Sinar

Baru.

_________. 1990. Penilaian Hasil dan Proses Belajar Mengajar. Bandung:

Remaja Rosdakarya. Sugiyono. 2008. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta. Suhardi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Sukmadinata, Nana Syaodih. 2008. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Suparno, Paul. 1997. Filsafat Kontruktivisme dalam Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius. Supranto. 2008. Statistik: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Erlangga. Suryabrata, Sumadi. 1971. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rajawali

  

Syah, Muhibbin. 2003. Psikologi Belajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Wens, Tanlain. 2010. Modul Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar. Yogyakarta. Winkel, W.S. 1984. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia.

  _________. 1989. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Gramedia. Witherington, H.C. 1963. Psikologi Pendidikan. Jakarta: New York. Wulandari,Nindya Ayu.2011. Hubungan Minat Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas V SD Negeri 4 Sragen Tahun Pelajaran 2010/2011.

  Yogyakarta.

  LAMPIRAN 1 Angket uji coba

KUESIONER

  NAMA : NO : KELAS : PETUNJUK PENGISIAN KUESIONER 1.

  Tuliskan identitas pada tempat yang telah tersedia.

  2. Bacalah kuesioner dengan cermat.

  3. Pengisian kuesioner ini tidak berpengaruh terhadap nilai akhir, oleh karena itu jawablah sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

  4. Setiap jawaban anda benar, maka tidak boleh terpengaruh dengan jawaban teman

  5. Berilah tanda (v) pada jawaban yang anda anggap benar. Keterangan : SS = Sangat Setuju KS = Kurang Setuju S = Setuju TS = Tidak Setuju

  No Pernyataan SS S KS TS

  1 Saya tidak pernah mengulangi pelajaran setelah pulang sekolah

  2 Saya selalu mengerjakan PR yang diberikan oleh guru 3 saya mudah putus asa bila ada tugas yang tidak bisa saya selesaikan

  4 Saya selalu merasa senang bila mengikuti pelajaran dikelas

  5 Saya tidak pernah mengerjakan PR yang diberikan oleh guru

  6 Saya tidak pernah membolos sekolah

  7 Saya selalu memperhatikan guru yang sedang menjelaskan materi pelajaran 8 saya selalu berusaha mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru 9 saya tidak pernah bertanya kepada guru bila ada tugas yang belum jelas

  10 Saya selalu senang bermain dari pada belajar di rumah

  11 Saya selalu mengulang pelajaran saat dirumah

  12 Saya tidak senang mengikuti pelajaran di kelas 13 saya selalu bertanya kepada guru bila ada tugas yang belum jelas

  14 Saya tidak bersemangat mengikuti pembelajaran di kelas

  15 Saya selalu mengikuti pelajaran dikelas

  16 Saya selalu mengerjakan tugas yang diberikan dari guru

  17 Saya tidak pernah belajar dirumah

  18 Saya lebih senang belajar sendiri dari pada berdiskusi dengan teman yang lain

  19 Saya selalu mencatat hal-hal penting yang disampaikan oleh guru

  20 Saya selalu membolos sekolah

  21 Saya selalu bersemangat mengikuti pelajaran dikelas 22 saya tidak pernah mengerjakan PR yang diberikan oleh guru

  23 Saya tidak pernah mencatat hal-hal penting yang disampaikan oleh guru

  24 Bila ada pelajaran yang belum saya pahami, maka saya bertanya kepada guru

  25 Saya tidak pernah memperhatikan guru yang sedang menjelaskan materi

  26 Saya lebih senang berdiskusi dengan teman dari pada belajar sendiri 27 saya selalu mencari soal-soal dari referensi buku lain dan mencoba mengerjakannya

  28 Bagi saya, pelajaran di sekolah tidak penting untuk masa depan

  29 Saya sadar bahwa pelajaran disekolah sangat penting untuk masa depan

  30 Saya tidak pernah mencari soal-soal dari referensi buku lain 31 selalu semangat mengikuti pembelajaran di kelas

  32 Lebih baik saya mencontek teman dari pada harus belajar

  33 Bila mengalami kesulitan dalam pelajaran, saya lebih senang berdiskusi dengan teman-teman

  34 Saya tidak pernah belajar karena belajar tidak dapat membuat saya berhasil dalam mencapai cita-cita

  35 Saya selalu malas mengikuti pelajaran dikelas 36 saya tidak putus asa bila menghadapi kesulitan belajar 37 bila ada pelajaran yang belum jelas, maka saya diam saja dan tidak bertanya kepada siapa pun 38 saya bertanya kepada guru bila ada materi yang belum jelas

  39 Saya tidak suka berdiskusi dengan teman bila mengalami kesulitan belajar

  40 Saya lebih suka bermain dari pada belajar

  41 Saya tidak pernah menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru

  42 Saya selalu belajar, agar mendapat nilai yang bagus

  43 Sekolah hanya membuang waktu saja karena orang yang sekolah masa depannya tidak selalu bagus 44 saya selalu mengerjakan soal-soal latihan dari buku pelajaran 45 saya mudah putus asa bila menghadapi kesulitan belajar

  46 Lebih baik saya mendapat nilai jelek tetapi hasil kerja sendiri, dari pada mendapat nilai bagus tapi hasil dari mencontek teman 47 bila guru memberikan tugas saya selalu mengerjakannya dengan teliti 48 saya tidak pernah mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan teliti

  49 Pelajaran di sekolah dapat menuntun saya menuju masa depan yang cerah

  50 Setiap guru memberi tugas, saya lebih senang mengerjakan sendiri dari pada dengan teman

  51 Pelajaran di sekolah membuat saya menuju masa depan yang suram

  52 Saya selalu mengingat ataupun mencatat lagi saat belajar di rumah.

  53 Setiap guru memberi tugas, saya selalu mengerjakannya dengan teman

  54 Pelajaran di sekolah tidak dapat mengembangkan kreatifitas saya

  55 Setiap guru menjelaskan materi saya selalu mengabaikan teman saya yang mengajak berbicara 56 saya tidak pernah mengingat ataupun mencatat lagi saat belajar dirumah

  57 Karena sekolah saya dapat mengembangkan kreativitas saya lewat pelajaran di sekolah

  58 Saya selalu menanggapi teman saya yang mengajak berbicara saat guru menjelaskan materi

  59 Saya sadar jika dengan belajar dapat membuat saya berhasil dalam mencapai cita-cita 60 saya diam saja bila ada materi yang belum jelas

  LAMPIRAN 2 Tabel hasil uji coba angket (skor 4,3,2,1) no no item/nama No item

  3

  23 SW23 3 4 3 3 3 4 2 4 3

  3

  2

  3

  4

  3

  4

  24 SW24 3 3 4 3 4 3 3 4 3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  25 SW25 3 3 3 4 3 1 4 4 2

  2

  3

  3

  4

  4

  4

  26 SW26 4 3 3 3 3 1 4 4 4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  27 SW27 3 4 2 3 4 2 3 3 3

  3

  4

  4

  2

  3

  19 SW19 3 4 4 3 4 4 4 4 2

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  20 SW20 3 4 3 4 4 4 4 4 3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  21 SW21 3 2 3 2 3 1 2 2 3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  22 SW22 4 4 3 4 4 4 2 4 3

  3

  2

  4

  3

  4

  2

  32 SW32 2 3 3 2 1 2 3 3 3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  33 SW33 4 4 4 4 4 4 4 4 4

  1

  4

  2

  1

  1

  4

  34 SW34 3 4 4 4 4 1 4 4 4

  3

  3

  4

  4

  1

  4

  35 SW35 1 3 4 4 3 4 3 3 3

  3

  2

  4

  1

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  28 SW28 3 4 4 3 4 3 3 4 3

  4

  3

  4

  4

  1

  4

  29 SW29 4 4 4 4 4 4 3 4 3

  3

  4

  4

  4

  3

  2

  30 SW30 2 3 4 4 3 4 3 4 4

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  31 SW31 4 3 4 3 4 3 3 3 4

  4

  3

  3

  18 SW18 1 4 4 3 4 4 3 4 3

  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

  3

  4

  5 SW5 4 4 4 4 4 3 4 4 4

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  6 SW6 3 4 3 3 4 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  7 SW7 4 3 3 3 4 3 3 3 4

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  8 SW8 4 3 3 3 4 3 3 3 4

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  11

  12

  13

  14

  15

  1 SW1 3 3 3 3 3 3 3 2 4

  3

  3

  4

  1

  4

  2

  2 SW2 3 3 3 3 4 3 3 3 4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3 SW3 3 4 3 3 3 3 3 3 4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4 SW4 4 3 3 2 4 2 3 4 3

  3

  3

  9 SW9 4 4 3 3 4 4 3 4 3

  4

  4

  4

  14 SW14 3 3 4 2 4 3 3 3 3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  15 SW15 4 3 4 3 4 4 3 4 3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  16 SW16 1 4 3 4 4 1 4 3 3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  17 SW17 3 3 2 4 4 4 3 4 4

  4

  2

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  10 SW10 3 4 3 3 4 4 3 3 4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  11 SW11 1 3 3 3 4 4 3 4 4

  4

  2

  4

  4

  3

  3

  12 SW12 3 4 3 2 4 4 2 3 3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  13 SW13 3 3 3 2 4 4 3 4 4

  2

  4

  36 SW36 4 4 3 3 4 4 4 4 4

  4

  4

  4

  1

  4

  4

  37 SW37 3 4 4 4 4 4 3 3 4

  4

  4

  4

  2

  3

  4

  38 SW38 4 3 4 3 4 3 3 3 3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  2

  2

  4

  4

  3

  4

  1

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  2

  4

  3

  2

  4

  2

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  2

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  2

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  2

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  1

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  2

  4

  3

  1

  3

  4

  2

  3

  2

  3

  4

  4

  2

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  3

  4

  4

  4

  4

  1

  4

  2

  4

  2

  3

  3

  1

  2

  4

  1

  3

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  2

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  1

  3

  4

  4

  3

  4

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  2

  2

  4

  3

  2

  3

  2

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  4

  4

  3

  1

  2

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  1

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  1

  4

  3

  4

  4

  4

  2

  3

  4

  3

  4

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  2

  2

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  1

  4

  3

  2

  2

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  1

  1

  3

  3

  1

  1

  3

  2

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  3

  3

  4

  2

  2

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  1

  4

  2

  4

  3

  1

  4

  4

  3

  4

  3

  2

  4

  2

  3

  4

  2

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  2

  4

  4

  1

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  2

  4

  3

  4

  3

  4

  46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  1

  3

  2

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  1

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  1

  1

  2

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  2

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  1

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  2

  2

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  1

  4

  3

  2

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  4

  2

  4

  4

  3

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  2

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  2

  3

  4

  4

  3

  4

  2

  4

  4

  2

  4

  3

  3

  2

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  2

  4

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  2

  4

  3

  3

  1

  3

  3

  4

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  3

  4

  3

  1

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  4

  1

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  1

  3

  4

  2

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  1

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  2

  4

  2

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  2

  4

  4

  3

  3

  1

  3

  2

  3

  1

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  1

  1

  3

  1

  2

  4

  4

  1

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  4

  2

  4

  2

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  4

  4

  2

  4

  1

  2

  1

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  1

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  2

  2

  3

  3

  4

  4

  1

  4

  4

  4

  2

  3

  1

  3

  4

  1

  4

  3

  3

  4

  1

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  1

  2

  2

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  1

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  3

  2

  3

  4

  4

  2

  4

  2

  3

  2

  2

  3

  4

  2

  2

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  2

  4

  4

  2

  3

  3

  2

  4

  4

  LAMPIRAN 3 Tabel hasil uji coba angket (skor 0 dan 1) no kode siswa no item

  1

  1

  1

  1

  24 SW24 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  25 SW25 1 1 1 1 1 0 1 1 0

  1

  1

  1

  1

  1

  26 SW26 1 1 1 1 1 0 1 1 1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  27 SW27 1 1 0 1 1 0 1 1 1

  1

  1

  23 SW23 1 1 1 1 1 1 0 1 1

  1

  1

  1

  1

  1

  19 SW19 1 1 1 1 1 1 1 1 0

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  20 SW20 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  21 SW21 1 0 1 0 1 0 0 0 1

  1

  1

  1

  22 SW22 1 1 1 1 1 1 0 1 1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  33 SW33 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  1

  34 SW34 1 1 1 1 1 0 1 1 1

  1

  1

  1

  1

  1

  35 SW35 0 1 1 1 1 1 1 1 1

  1

  1

  1

  1

  36 SW36 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  1

  1

  1

  1

  1

  37 SW37 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  1

  1

  1

  1

  1

  32 SW32 0 1 1 0 0 0 1 1 1

  1

  1

  1

  28 SW28 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  1

  1

  1

  1

  1

  29 SW29 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  1

  1

  1

  1

  30 SW30 0 1 1 1 1 1 1 1 1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  31 SW31 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  18 SW18 0 1 1 1 1 1 1 1 1

  1 2 3 4 5 6 7 8 9

  1

  1

  5 SW5 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  6 SW6 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  7 SW7 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  8 SW8 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  10

  11

  12

  13

  14

  15

  1 SW1 1 1 1 1 1 1 1 0 1

  1

  1

  1

  1

  2 SW2 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  1

  1

  1

  1

  1

  3 SW3 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  4 SW4 1 1 1 0 1 0 1 1 1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  15 SW15 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  1

  1

  1

  1

  1

  16 SW16 0 1 1 1 1 0 1 1 1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  17 SW17 1 1 0 1 1 1 1 1 1

  1

  1

  1

  1

  1

  14 SW14 1 1 1 0 1 1 1 1 1

  1

  1

  1

  9 SW9 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  10 SW10 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  1

  1

  1

  1

  11 SW11 0 1 1 1 1 1 1 1 1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  12 SW12 1 1 1 0 1 1 0 1 1

  1

  1

  1

  13 SW13 1 1 1 0 1 1 1 1 1

  1

  1

38 SW38 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  31

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  32

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  33

  34

  35

  36

37 38 39 40 41 42

43 44 45 46 47 48

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  49 50 51

  49

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  59

  1

  58

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  56

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  40

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  56

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  49

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  40

  1

  1

  1

  56

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  55

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  57

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  53

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  54

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  57

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  55

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  13

  1

  39

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  58

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  52

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  58

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  58

  1

  1

  1

  56

  1

  60

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  35

  1

  55

  1

  1

  1

  59 60 total

  58

  57

  56

  55

  54

  53

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  55

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  51

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  60

  55

  1

  1

  1

  54

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  60

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  52

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  55

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  55

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  57

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  47

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  53

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  46

  1

  1

  1

  1

  54

  LAMPIRAN 4 Tabel validitas tiap indikator

  no Indikator No item r

  xy

  status +,- Total item valid 1 menunjukkan minat terhadap pelajaran

  6 0,065 Gugur +

  7 7 0,325 Valid + 10 0,448 Valid - 15 0,637 Valid + 20 0,730 Valid - 25 0,730 Valid - 41 0,685 Valid - 55 0,035 Gugur + 58 0,432 Valid -

  2 Selalu mengingat pelajaran dan mempelajari kembali

  1 0,005 Gugur -

  4

  11

  0,292 Gugur +

  19 0,306 Valid + 23 0,485 Valid - 52 0,418 Valid + 56 0,752 Valid -

  3 Tekun menghadapi tugas

  2 0,226 Gugur +

  7 5 0,245 Gugur - 16 0,757 Valid + 22 0,730 Valid - 27 0,745 Valid + 30 0,730 Valid - 44 0,645 Valid + 47 0,462 Valid + 48 0,532 Valid -

  4 Ulet menghadapi kesulitan belajar

  8 senang berdiskusi dengan teman dalam mempelajari mata pelajaran

  17 0,592 Valid -

  9 keinginan kuat untuk maju dan mencapai keberhasilan

  50 0,085 Gugur - 53 0,293 Gugur +

  0,425 Valid -

  39

  26 0,374 Valid + 33 0,676 Valid +

  4

  18 0,345 Valid -

  4 31 0,792 Valid + 38 0,734 Valid + 60 0,558 Valid -

  3 -0,091 Gugur -

  14 0,385 Valid -

  7 mempunyai antusias yang tinggi dalam belajar di kelas

  4 36 0,591 Valid + 37 0,442 Valid - 45 0,713 Valid -

  24 0,630 Valid +

  6 Senang menghadapi kesulitan belajar

  3 12 0,605 Valid - 21 0,731 Valid + 35 0,498 Valid -

  4 0,267 Gugur +

  5 perasaan hati setelah belajar

  2 8 0,391 Valid + 9 0,003 Gugur - 13 0,530 Valid +

  7 32 0,730 Valid - 34 0,730 Valid - 40 0,464 Valid - 42 0,693 Valid + 46 0,453 Valid + 59 0,656 Valid +

  10 Orientasi pada masa depan, kegiatan belajar sebagai jalan menuju kreativitas cita-cita

  28 0,730 Valid -

  7 29 0,595 Valid + 43 0,730 Valid - 49 0,695 Valid + 51 0,316 Valid - 54 0,402 Valid - 57 0,585 Valid +

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan minat belajar dengan prestasi belajar siswa kelas V SD Karitas Ngaglik tahun pelajaran 2011/2012.
0
0
185
Hubungan minat belajar dengan prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri 1 Cihonje tahun pelajaran 2011/2012.
0
0
141
Hubungan minat belajar dengan prestasi belajar siswa kelas VI SD Negeri Babarsari tahun pelajaran 2011/2012.
0
0
153
Hubungan minat belajar dengan prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri Timbul Harjo semester I tahun pelajaran 2011/2012.
0
0
183
Hubungan minat belajar dengan prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri Babarsari tahun ajaran 2011/2012.
0
1
154
Hubungan minat belajar dengan prestasi belajar siswa kelas V SD Kanisius Pugeran Yogyakarta semester 1 tahun pelajaran 2011/2012.
0
0
187
Hubungan pola asuh orang tua demokratis terhadap prestasi belajar siswa kelas V Sekolah Dasar Karitas Ngaglik tahun pelajaran 2011/2012.
0
0
180
Hubungan minat belajar dengan prestasi belajar siswa kelas VI SD Karitas Ngaglik tahun pelajaran 2011/2012.
0
1
173
Hubungan minat belajar dengan prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri Nogopuro Yogyakarta semester 1 tahun pelajaran 2011/2012.
0
0
173
Hubungan minat belajar dengan prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri 1 Cihonje tahun pelajaran 2011 2012
0
10
139
Hubungan minat belajar dengan prestasi belajar siswa kelas V SD Karitas Ngaglik tahun pelajaran 2011 2012
0
4
183
Hubungan minat belajar dengan prestasi belajar matematika siswa kelas V SDN Banyubiru II tahun ajaran 2010/2011 - USD Repository
0
3
146
Hubungan minat belajar dengan prestasi belajar para siswa kelas V SD Negeri 1 Bareng Klaten semester 2 tahun pelajaran 2010/2011 - USD Repository
0
1
159
Hubungan minat belajar dengan prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri Nogopuro Yogyakarta semester 1 tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
1
171
Hubungan pola asuh orang tua demokratis terhadap prestasi belajar siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri Babarsari tahun 2011/2012 - USD Repository
0
0
172
Show more