Persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari prestasi belajar, dan status sosial ekonomi keluarga : studi kasus pada mahasiswa program studi pendidikan akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
0
128
6 months ago
Preview
Full text

  PERSEPSI MAHASISWA MENGENAI KOMPETENSI DOSEN DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR, DAN STATUS SOSIAL EKONOMI KELUARGA Studi Kasus Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Akuntansi Oleh:

  Benisius Rahmat Basuki NIM: 011334085 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

  

PERSEPSI MAHASISWA MENGENAI KOMPETENSI DOSEN

DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR, DAN STATUS

SOSIAL EKONOMI KELUARGA

  

Studi Kasus Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi,

Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

SKRIPSI

  

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Akuntansi

  

Oleh:

Benisius Rahmat Basuki

NIM: 011334085

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

SURVIVE,

BECAUSE I KNOW IF THERE IS

A WILL THERE IS A WAY

  

MOTTO

EVERYDAY IS HOLIDAY,

BUT I MUST GO ON AND

  • BENISIUS RAHMAT BASUKI
    • – WWW.MASBENI.CO.CC

KATA PENGANTAR

  Puji syukur kepada Tuhan Yesus yang Maha Kasih atas berkat dan kasih-

Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi tepat pada waktunya. Skripsi

ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat dalam memperoleh gelar Sarjana

Pendidikan Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Program Studi

Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata

Dharma Yogyakarta.

  Penulisan skripsi ini mengalami banyak tantangan dan hambatan yang

merupakan pelajaran yang berharga bagi penulis. Namun pada akhirnya penulis

dapat menyelesaikan skripsi ini.

  Selama penyusunan skripsi ini, penulis mendapatkan banyak bimbingan,

saran, masukan dan dukungan dari berbagai pihak. Maka pada kesempatan ini

penulis ingin menghaturkan rasa hormat dan terima kasih kepada :

1. Bapak Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph.D., Selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Univesitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  2. Bapak Y. Harsoyo, S.Pd., M.Si. Selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  3. Bapak L. Saptono, S.Pd., M.Si. Selaku Ketua Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  

4. Bapak Ig. Bondan Suratno, S.Pd., M.Si. Selaku dosen pembimbing skripsi,

yang dengan sabar membimbing penulis menyusun skripsi, memberikan saran, masukan, semangat, dorongan serta pelajaran hidup yang sangat berharga.

  

5. Bapak S. Widanarto P., S.Pd., M.Si., dan Bapak Agustinus Heri Nugroho,

S.Pd. yang telah memberikan berbagai pengalaman hidup, ilmu, canda tawa dan kerjasamanya sehingga penulis merasakan memiliki ayah, kakak baru di Pendidikan Akuntansi, Universitas Sanata Dharma ini, terimakasih sekali lagi penulis ucapkan.

  

6. Ibu B.Indah Nugraheni, S.Pd., SIP., M.Pd., dan Ibu Rita Eny P., S.Pd.,

M.Si. selaku dosen penguji, terimakasih penulis ucapkan atas kerjasamanya.

  

7. Bapak dan Ibu dosen Program Studi Pendidikan Akuntasi Universitas

Sanata Dharma Yogyakarta, yang telah banyak memberikan bekal ilmu dan pengalaman kepada penulis selama kuliah.

8. Semua karyawan di sekretariat Pendidikan Akuntasi atas segala keramahannya dalam membantu penulis selama kuliah di USD.

  

9. Kedua orang tuaku tercinta, Bapak Agustinus Sugino dan Ibu Veronika

Jumiyati yang tidak pernah lelah memberikan do’a, kasih sayang, materi, tangis sedih dan bahagianya selama ini kepada penulis, sehingga penulis akhirnya bisa menyelesaikan studi walaupun dengan waktu yang panjang.

  Ananda minta maaf yang sebesar-besarnya, Do’a ku untuk bapak dan ibu semoga Tuhan Yesus Memberikan berkat, berkah, rahmat untuk bapak dan ibu, I love U Forever.

  

10. Mas Anton dan Mbak Yayuk, terimakasih atas do’a dan dorongannya

sehingga penulis bisa menyelesaikan kuliah, walau sering membuat kalian jengkel. Keponakanku tercinta Chery, Anya dan Iga, ayo kalian cepet besar biar bisa seperti Om Beni, jangan nakal sama bapak, ibu, mbah kakung dan mbah putri.

  

11. Keluarga besarku di Jogja (mbah putri, mbokdhe, pakdhe semuanya, mas

Nur danten, mas Senthur Sragan, Mas Lan, Mas Syahir), keluarga besar di Cilacap, Cilegon, Sukabumi (Pakdhe dan Budhe Paijan, Mbak Betty, Mas Very, Mbak Wiwin, Tasya, Om Yadi, Bulik Marni, Alma, Mbah Putri), terimakasih dan untuk do’a, dukungan moral dan materi kepada penulis selama ini.

  

12. My Little Angel, My Lovely, My Beib Novita Wulandari, terimakasih atas

dukungan, semangat, marah-marahnya, cinta dan kasih sayang yang selama ini sudah “Beib” berikan buat “Be”. Terimakasih juga atas pinjaman kendaraan dan printernya selama penyelesaian skripsi, Semangat dan jangan pantang menyerah.

13. Keluarga Bapak Haryanto di Wonogiri, penulis mengucapkan terimakasih atas dorongannya sehingga akhirnya penulis bisa menyelesaikan studi.

  Buat dek shinta, cepat selesaikan kuliahnya juga.

  

14. Teman-teman di Cilacap: FX. Sujarwo, Sigit Wibowo, Agus Sanyoto,

Mugi, Silir, Mas Dwi, Alex, Dedek, Jorman, Ethek, Enyo dan semuanya saja, friends akhirnya aku jadi sarjana juga.

  

15. SangkurianG Crew : Ari, Yudha, Eka, Beda Diar, Joseph Adi, Sigit W.W,

Joko, Detha, Taryono, Heru, Alan, Dwi Widyanto, Andre, Edi, Wawan, Cipi, Remond, Singgih dan Satya, “menjalin persatuan dan AM serta bersaudara dalam hidup dan mati selamanya saudaraku”.

  

16. Crew Cempaka 262 (Forish, Grace, Oon, Anggit, Yanuar, Astie, Winda,

Erwin, Aik), terimakasih untuk canda tawanya dan kekompakan kita selama di Barak Cempaka 262, you’re my best prends forever.

  

17. Anak-anak band “FOSFOR”: Grace, Onny, Yance, Anggit, Dani, Mega,

Dhea, tetap semangat kita pasti bisa jadi band papan atas yang tersohor.

  

18. Teman tidurku dan sekaligus kakak penulis di Jogja yang paling playboy

dan pembawa pasir abadi “Anang”, thanks ya bro mau nunggu wisuda bareng (makanya kalau ada pendaftaran wisuda ya dilihat, biar tidak telat setengah tahun hik..hiks), buat Ajeng terimakasih atas pinjaman motornya.

  

19. Dek Hendy, penulis ucapkan terimakasih buat semangat dan dukungannya

selama ini ya bro, buat indro thanks juga ya atas dorongannya (Cepat pulang ke Indonesia, apa mau nikah dengan orang korea???).

  

20. Lusi dan Fandi, penulis mengucapkan terimakasih atas dorongan dan

pinjaman printernya.

  

21. Sigit, Simbah, Kepek, Opik, Pecox, Mas Ari Bayat, Cienk dan pokoknya

semua teman-teman dari Bayat-Klaten, terimakasih sudah banyak memberikan pengalaman-pengalaman yang seru buat penulis.

  

22. Krisna, Dewi, ayo semangat dan cepat selesaikan tugas kalian menjadi

mahasiswa jangan maen-maen terus, ingat perjalanan ke barat masih jauh.

  Buat Dhita, selamat akhirnya kita bersama bisa menjadi sarjana.

  

23. Adek-adek kelas tercinta yang sudah mau menemani penulis: Singgih,

Eko, Bangkit, Indra, Emi, Mami, Heru, Pungki, Blacky dan buat semuanya saja yang tidak bisa penulis sebutkan satu-persatu.

  

24. Bapak-bapak dan teman-teman komunitas parkiran USD, terimakasih

untuk dukungannya selama ini. Jangan gangguin cewek terus.

  

25. Mbak-mbak semua yang pernah mengisi hati Beni, terimakasih atas

pengalaman yang sudah diberikan dan sudah membuat penulis menjadi orang yang pantang menyerah dan kuat. Mohon maaf jika penulis tidak bisa menyebut nama kalian satu-persatu.

  

26. Teman-teman lamaku: Deo, Didik, Wisnu, Garenk, Ayik, Sakti, Hendra,

woi dimana kalian berada sekarang, aku kangen kalian coy. Buat Erwin dan Andre semoga sukses terus dengan usaha kalian sekarang.

  

27. Anak-anak Predator Sport Center (Badrun, Mas Kris, Eko, Nandus dan

semua Crew), terimakasih sudah menjadi tempat pelarian di saat penulis kesepian dan butuh hiburan selama penulisan skripsi ini.

  

28. Teman-teman di Forum Band Jogja dan pak Agus Raka, kapan kita buat

event music lagi dan sukses untuk FBJ.

  

29. Teman-teman di dunia Cyber (miRc, Yahoo, Blogger, wordpress, Indo

hacker, Jogja Carding, Jogja hacker) , dunia kedua yang telah memberikan banyak ilmu baru, dan bahan–bahan skripsi.

  

30. Buat “Maha Dewa” Grand R.4484.SB, terimakasih sudah menjadi pacar

yang paling setia menemani dalam susah senang, dalam hujan dan terik matahari Jogja. My Lovely Cigarette “A-MILD”, terimakasih sudah menjadi teman paling setia. Buat My Intel Celeron, walau hanya komputer usang tapi kecepatanmu melebihi mobil F1 dan otakmu melebihi Einstein, jasamu tidak akan pernah aku lupa.

  

31. Teman-teman satu angkatan prodi Pendidikan Akuntasi 2001 khususnya

dan teman-teman Pendidikan Akuntansi angkatan 2002-2006.

  

32. Semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan kepada

penulis yang tidak dapat disebut satu persatu.

  Dengan kerendahan hati, penulis menyadari bahwa skripsi ini

masih jauh dari sempurna, oleh karena itu berbagai saran, kritik dan masukan

sangat diharapkan demi perbaikan skripsi ini. Akhir kata, penulis berharap

semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukannya.

  Yogyakarta, 28 Februari 2009 Penulis Benisius Rahmat Basuki

  

ABSTRAK

PERSEPSI MAHASISWA MENGENAI KOMPETENSI DOSEN

DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR DAN STATUS SOSIAL

EKONOMI KELUARGA

Studi Kasus Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi, FKIP,

Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

  

Benisius Rahmat Basuki

Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta

2009

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan persepsi

mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari prestasi belajar; (2)

perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari status

sosial ekonomi keluarga yang terdiri dari tingkat pendidikan orangtua, tingkat

pendapatan orangtua dan jenis pekerjaan orangtua Penelitian dilaksanakan di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta pada

bulan Januari 2008. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner

dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 465 mahasiswa. Sampel

penelitian berjumlah 216 diambil dengan teknik convenience sampling. Data

dianalisis menggunakan uji Chi-Square.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan persepsi

mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari prestasi belajar (nilai

statistik Chi-Square sebesar 22,685, probabilitas sebesar 0,000), (2) ada

perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari jenis

pekerjaan orang tua mahasiswa (nilai statistik Chi-Square sebesar 18,963,

probabilitas sebesar 0,000), (3) ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai

kompetensi dosen ditinjau dari tingkat pendidikan orang tua mahasiswa (nilai

statistik Chi-Square sebesar 16,667, probabilitas sebesar 0,000), (4) ada

perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari tingkat

penghasilan orang tua mahasiswa (nilai statistik Chi-Square sebesar 12,519,

probabilitas sebesar 0,000).

  

ABSTRACT

THE PERCEPTION OF UNIVERSITY STUDENTS TOWARDS THE

COMPETENCE OF THE LECTURERS PERCEIVED FROM LEARNING

ACHIEVEMENT AND SOCIAL ECONOMIC STATUS OF THE FAMILY

A Case Study on University Students of Accounting Department, Faculty of

Education, Sanata Dharma University, Yogyakarta

  

Benisius Rahmat Basuki

Sanata Dharma University

Yogyakarta

2009

  The purpose of this research is to find out: (1) the different perception of

university students towards the competence of the lecturers perceived from

learning achievement; (2) the different perception of university students perceived

from the competence of the lecturers perceived from social economic of the family

which cover level of education, income, and kind of occupation of parents.

  This research was carried out at Sanata Dharma University, Yogyakarta,

in January 2008. Data collection methods are questionnaire and documentation.

The populations of this research are 465 university students. The samples are 216

taken by convenience sampling technique. Technique of analyzing the data was

the Chi-Square test.

  The result of this research shows that: (1) there is different perception of

university students towards the competence of the lecturers perceived from

learning achievement (Chi-Square statistics value is 22,685, probability is 0,000);

(2) there is different perception of university students towards the competence of

the lecturers perceived from kinds of work of the parents (Chi-Square statistics

value is 18,963, probability is 0,000); (3) there is different perception of

university students towards the competence of the lecturers perceived from the

level of education of the parents (Chi-Square statistics value is 16,667,

probability is 0,000); (4) there is different perception of university students

towards the competence of the lecturers perceived from the income of the parents

(Chi-Square statistics value is 12,519, probability is 0,000).

  

DAFTAR ISI

HAL JUDUL................................................................................................... i

  

HAL PERSETUJUAN PEMBIMBING....................................................... ii

HAL PENGESAHAN .................................................................................... iii

MOTTO .......................................................................................................... iv

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................................ v

KATA PENGANTAR.................................................................................... vi

  

ABSTRAK ...................................................................................................... xii

ABSTRACT.................................................................................................... xiii

DAFTAR ISI................................................................................................... xiv

DAFTAR TABEL .......................................................................................... xvii

DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xx

  BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah .............................................................

  1 B. Batasan Masalah .........................................................................

  5 C. Rumusan Masalah.......................................................................

  5 D. Tujuan Penelitian ........................................................................

  6 E. Manfaat Penelitian ......................................................................

  6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Persepsi .....................................................................

  8 B. Kompetensi Dosen ......................................................................

  13 C. Prestasi Belajar............................................................................

  15

  

D. Status Sosial Ekonomi ................................................................

  40 1. Pengujian Normalitas dan Uji Homogenitas.........................

  52 1. Uji Normalitas .......................................................................

  48 B. Hasil Pengujian Normalitas Dan Homogenitas..........................

  45 2. Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen ..............

  45 1. Deskripsi Responden Penelitian............................................

  43 BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data ............................................................................

  42 2. Pengujian Hipotesis...............................................................

  41 b. Uji Homogenitas ..............................................................

  41 a. Uji Normalitas ..................................................................

  38 H. Teknik Analisis Data .................................................................

  16 E. Kerangka Berpikir ......................................................................

  35 2. Pengujian Reabilitas Kuesioner ............................................

  35 1. Pengujian Validitas ...............................................................

  35 G. Uji Kuesioner .............................................................................

  33 F. Teknik Pengumpulan Data .........................................................

  28 E. Populasi dan Sampel .................................................................

  27 D. Variabel Penelitian dan Pengukurannya ....................................

  27 C. Waktu dan Tempat Penelitian ....................................................

  27 B. Subjek dan Objek Penelitian ......................................................

  24 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian...........................................................................

  52

  2. Uji Homogenitas ...................................................................

  57 C. Pengujian Hipotesis....................................................................

  58 1. Pengujian Hipotesis I ............................................................

  58 2. Pengujian Hipotesis II ...........................................................

  59 3. Pengujian Hipotesis III..........................................................

  60 4. Pengujian Hipotesis IV .........................................................

  61 D. Pembahasan Hasil Penelitian .....................................................

  62

  1. Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Ditinjau Dari Prestasi Belajar......................................................................

  62

  2. Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Keluarga...........................................

  65 a. Jenis Pekerjaan Orang Tua Mahasiswa ............................

  65 b. Tingkat Pendidikan Orang Tua Mahasiswa .....................

  68 c. Tingkat Penghasilan Orang Tua Mahasiswa ....................

  71 BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN, DAN SARAN A. Kesimpulan ................................................................................

  74 B. Keterbatasan Penelitian ..............................................................

  74 C. Saran...........................................................................................

  75 DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................

  77

  DAFTAR TABEL Hal Tabel 3.1 Operasional..........................................................................

  28 Tabel 3.2 Skoring Berdasarkan Skala Likert.......................................

  30 Tabel 3.3 Tingkat Pendidikan Orang Tua ...........................................

  31 Tabel 3.4 Jenis Pekerjaan Orang Tua ..................................................

  32 Tabel 3.5 Tingkat Penghasilan Orang Tua ..........................................

  32 Tabel 3.6 Jumlah Populasi...................................................................

  34 Tabel 3.7 Rangkuman Uji Validitas Untuk Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen..............................................

  37 Tabel 3.8 Rangkuman Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian .....

  40 Tabel 4.1 Deskripsi Responden Menurut Prestasi Belajar Mahasiswa

  45 Tabel 4.2 Deskripsi Responden Menurut Tingkat Pendidikan Orang Tua ............................................................................ .

  46 Tabel 4.3 Deskripsi Responden Menurut Jenis Pekerjaan Orang Tua ............................................................................ .

  46 Tabel 4.4

Deskripsi Responden Menurut Tingkat Penghasilan

Orang Tua ............................................................................

  47 Tabel 4.5 Deskripsi Responden Menurut Status Sosial Ekonomi Keluarga...............................................................................

  47 Tabel 4.6 Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen ............

  48

Tabel 4.7 Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Ditinjau Dari Prestasi Belajar ..............................................

  49 Tabel 4.8 Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Ditinjau Dari Jenis Pekerjaan Orang Tua Mahasiswa .........

  50 Tabel 4.9 Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Ditinjau Dari Tingkat Pendidikan Orang Tua Mahasiswa ..

  51 Tabel 4.10 Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Ditinjau Dari Tingkat Penghasilan Orang Tua Mahasiswa .

  52 Tabel 4.11 Rangkuman Pengujian Normalitas Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Untuk Kelompok Prestasi Belajar Tinggi Dan Prestasi Belajar Rendah .......................

  53 Tabel 4.12 Rangkuman Pengujian Normalitas Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Untuk Kelompok Jenis Pekerjaan Guru Dan Kelompok Jenis Pekerjaan Non-Guru

  54 Tabel 4.13 Rangkuman Pengujian Normalitas Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Untuk Kelompok Tingkat Pendidikan Tinggi Dan Kelompok Tingkat Pendidikan Rendah ................................................................................

  55 Tabel 4.14 Rangkuman Pengujian Normalitas Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Untuk Kelompok Penghasilan Tinggi Dan Kelompok Penghasilan Rendah ...

  56 Tabel 4.15 Rangkuman Pengujian Homogenitas Variabel Penelitian...

  57

Tabel 4.16 Hasil Pengujian Perbedaan Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Ditinjau Dari Prestasi Belajar ..............

  58 Tabel 4.17 Hasil Pengujian Perbedaan Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Ditinjau Dari Jenis Pekerjaan...............

  59 Tabel 4.18 Hasil Pengujian Perbedaan Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Ditinjau Dari Tingkat Pendidikan ........

  60 Tabel 4.19 Hasil Pengujian Perbedaan Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Ditinjau Dari Tingkat Penghasilan.......

  61

  

DAFTAR LAMPIRAN

Hal Lampiran 1 Kuesioner...................................................................................

  78 Lampiran 2 Data Induk Peneltian .................................................................

  81 Lampiran 3 Data Uji Validitas dan Reliabilitas ............................................

  88 Lampiran 4 Hasil Uji Validitas dan Uji Reliabilitas .....................................

  89 Lampiran 5 Hasil Uji Normalitas ..................................................................

  90 Lampiran 6 Hasil Uji Homogenitas ..............................................................

  94 Lampiran 7 PAP Tipe II ................................................................................

  95 Lampiran 8 Surat Keterangan Penelitian ......................................................

  97

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan yang bermutu adalah pendidikan yang memiliki kaitan ke

  depan (forward linkage) dan kaitan ke belakang (backward linkage). Forward linkage ini berarti bahwa pendidikan yang bermutu merupakan syarat utama untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang maju, modern dan sejahtera.

  Sejarah perkembangan dan pembangunan bangsa-bangsa mengajarkan pada kita bahwa bangsa yang maju, modern, makmur, dan sejahtera adalah bangsa- bangsa yang memiliki sistem dan praktik pendidikan yang bermutu. Backward linkage ini berarti bahwa pendidikan yang bermutu sangat tergantung pada keberadaan pendidik yang bermutu, yakni pendidik yang profesional, sejahtera dan bermartabat (http://sertifikasiguru.org/index.php/. 2007).

  Kegiatan pendidikan di perguruan tinggi, pada dasarnya selalu terkait dua belah pihak yang terlibat didalamnya yaitu pendidik (dosen) dan peserta didik (mahasiswa). Keterlibatan dua belah pihak tersebut merupakan keterlibatan hubungan antar manusia (human interaction). Hubungan itu akan serasi jika jelas kedudukan masing-masing pihak secara profesional, yaitu hadir sebagai subjek yang memiliki hak dan kewajiban. Dalam proses belajar- mengajar didalamnya terlibat empat pihak, yaitu: (i) pihak yang berusaha belajar-mengajar, (ii) pihak yang berusaha belajar, (iii) pihak yang merupakan sumber pelajaran, dan (iv) pihak yang berkepentingan atas hasil proses

  

belajar-mengajar (http://www.kesadaranlink.blogspot.com/2007/07/quality-

assurance-dalam-pembelajaran.html/) Dalam proses belajar-mengajar, dosen memiliki peran utama dalam

menentukan kualitas pengajaran yang dilaksanakannya. Peran dosen di dalam

proses belajar mengajar yakni memberikan pengetahuan (cognitive), sikap dan

nilai (affektif) dan keterampilan (psikomotor) kepada mahasiswa. Dengan kata

lain, tugas dan peran dosen yang utama terletak di bidang pengajaran.

Pengajaran merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Oleh karena itu

seorang dosen dituntut untuk dapat mengelola kelas, penggunaan metode

mengajar, strategi mengajar, maupun sikap dan karakteristik dosen dalam

mengelola proses belajar mengajar yang efektif, mengembangkan bahan

kuliah dengan baik, dan meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk

menyimak mata kuliah dan menguasai tujuan pendidikan yang harus mereka

capai. Seorang dosen bukan hanya bertanggung jawab mentransferkan

pengetahuannya saja kepada mahasiswa, namun harus dapat membentuk

pribadi mahasiswanya memiliki akhlak yang mulia. Namun demikian, tugas

penting dosen adalah membantu mahasiswa menguasai keilmuan yang

memadahi dengan mengembangkan konsep integrasi-interkoneksitas yang

menjadi paradigma pendidikan. Untuk dapat mewujudkan perannya tersebut,

seorang dosen harus memiliki kompetensi yang baik yang dapat diamati oleh

mahasiswa maupun pihak lain yang berkepentingan (Fahruddin:

http://fahruddin.blogspot.com/. 2007).

  Dalam Undang-Undang RI No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen

(http://www.depdiknas.go.id/RPP/modules.php/. 2007), yang dimaksud

dengan kompetensi dosen yaitu seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan

perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh

dosen dalam melaksanakan tugas profesional. Kompetensi dosen yang

dimaksud bersifat holistik yang meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian,

profesional, dan sosial. Dosen pada pendidikan vokasi atau pendidikan

profesi, selain memenuhi kompetensi juga harus memiliki sertifikat

kompetensi sesuai dengan tingkat dan bidang keahlian yang menjadi tugas

pokoknya.

  Di kalangan mahasiswa juga sering terdengar isu keluhan yang

berkaitan dengan proses belajar mengajar, seperti penuturan beberapa

mahasiswa di Prodi Pendidikan Akuntansi, Universitas Sanata Dharma. Dari

beberapa mahasiswa menyatakan bahwa persepsi mereka terhadap kompetensi

mengajar dosen misalnya; mahasiswa merasa motode mengajar yang

digunakan tidak relevan, tidak menarik, dosen tidak profesional, tidak disiplin,

hubungan dengan mahasiswa kurang harmonis, tidak adil dalam penilaian,

kaku, otoriter dan lain sebagainya.

  Setiap mahasiswa tentunya memiliki karakteristik yang berbeda-beda

baik dari status sosial ekonomi orang tua dalam masyarakat, kemampuan

mahasiswa dalam menyelesaikan studi (lama studi), dan hasil prestasi belajar

yang diraih. Perbedaan karakteristik ini juga yang membuat cara pandang

setiap mahasiswa mengenai kompetensi dosen berbeda. Mahasiswa satu

  

dengan mahasiswa lainnya akan merasakan hal yang berbeda-beda jika

melihat cara dosen mengajar, memberikan penilaian, atau sikap dosen

terhadap mahasiswa.

  Mahasiswa yang memiliki prestasi yang baik, persepsi terhadap

kompetensi dosen diduga lebih positif dibandingkan dengan mahasiswa yang

memiliki prestasi belajar buruk. Mahasiswa yang memiliki prestasi baik

memandang dosen yang membimbingnya memiliki kompetensi yang baik,

karena mahasiswa bisa membedakan dengan tepat dosen yang kompeten dan

tidak. Prestasi bagus yang diperoleh mahasiswa berasal dari bimbingan dosen

yang profesional, metode mengajar dosen yang menarik dan relevan, penilaian

yang diberikan kepada mahasiswa juga obyektif, serta banyak hal lain yang

menunjukkan bahwa dosen tersebut memiliki kompetensi yang baik,

sedangkan mahasiswa yang memiliki prestasi buruk memandang dosen

sebaliknya.

  Pada mahasiwa yang berasal dari keluarga yang memiliki status sosial

ekonomi rendah dalam masyarakat, persepsi terhadap kompetensi dosen

diduga lebih positif dibandingkan dengan mahasiswa yang berasal dari

keluarga atau orang tua dengan status sosial ekonomi tinggi. Mahasiswa yang

berasal dari keluarga yang memiliki status sosial ekonomi rendah memandang

bahwa biaya mahal yang telah dikeluarkan untuk kuliah harus sesuai dengan

hasil yang diperoleh selama kuliah. Hal tersebut dapat dilihat dari kualitas dan

kompetensi dosen yang membimbingnya harus bagus sehingga nantinya akan

bisa meningkatkan prestasi belajarnya, sarana yang memadai, dan lain sebagainya, sedangkan pada mahasiswa yang memiliki orang tua dengan status sosial ekonomi tinggi berpendapat sebaliknya.

  Melihat kondisi tersebut di atas dan memperhatikan bahwa kompetensi dosen berpengaruh kepada kualitas pembelajaran, maka penelitian ini mencoba untuk melakukan kegiatan yang dapat mengidentifikasi dan menganalisis tentang “Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Ditinjau dari Prestasi Belajar, dan Status Sosial Ekonomi Keluarga”, studi kasus pada mahasiswa Pendidikan Akuntansi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

  B. Batasan masalah Banyak faktor yang mempengaruhi persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen. Penelitian ini memfokuskan pada karakteristik mahasiswa yaitu hasil prestasi belajar mahasiswa, dan status sosial ekonomi keluarga mahasiswa. Kompetensi dosen yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.

  C. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas, dirumuskan permasalahan penelitian:

  1. Apakah ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari hasil prestasi belajar mahasiswa?

  2. Apakah ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari status sosial ekonomi keluarga mahasiswa?

D. Tujuan Penelitian

  Berdasarkan rumusan masalah diatas tujuan penelitian ini adalah untuk menyediakan bukti:

  1. Ada tidaknya perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari prestasi belajar mahasiswa.

  2. Ada tidaknya perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari status sosial ekonomi keluarga mahasiswa.

E. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi beberapa pihak.

  1. Bagi dosen Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat sebagai masukan untuk memperbaiki kompetensi, mutu dan citra dosen demi meningkatkan kualitas pendidikan.

  2. Bagi penulis Dapat menambah wawasan dan pengetahuan serta memberikan pengalaman yang bermanfaat khususnya mengenai bagaimana dan seperti apa kompetensi dosen yang baik.

  3. Bagi peneliti selanjutnya Diharapkan peneliti selanjutnya terdorong untuk memberikan pemikiran- pemikiran dalam bentuk penelitian-penelitian yang nantinya diharapkan bermanfaat dalam dunia pendidikan.

  4. Bagi Universitas Diharapkan dapat memberikan tambahan informasi tentang kompetensi dosen, karena sebagai penyelenggara pendidikan yang diharapkan juga dapat menghasilkan lulusan yang berkompeten di dunia pendidikan sekaligus penelitian ini dapat menambah referensi penelitian di perpustakaan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Persepsi Persepsi dapat dirumuskan sebagai suatu proses penerimaan,

  pemilihan, pengorganisasian, serta pemberian arti terhadap rangsangan yang diterima. Namun demikian pada proses tersebut tidak hanya sampai pada pemberian arti saja tetapi akan berpengaruh pada perilaku yang akan dipilihnya sesuai dengan rangsangan yang diterima dari lingkungannya.

  Proses persepsi melalui tahapan-tahapan (Munir, 2000) sebagai berikut.

1. Penerimaan rangsangan Pada proses ini, individu menerima rangsangan dari berbagai sumber.

  Seseorang lebih senang memperhatikan salah satu sumber dibandingkan dengan sumber lainnya, apabila sumber tersebut mempunyai kedudukan yang lebih dekat atau lebih menarik baginya.

  2. Proses menyeleksi rangsangan Setelah rangsang diterima kemudian diseleksi di sini akan terlibat proses perhatian. Stimulus itu diseleksi untuk kemudian diproses lebih lanjut.

  3. Proses pengorganisasian Rangsangan yang diterima selanjutnya diorganisasikan dalam suatu bentuk.

  4. Proses penafsiran Setelah rangsangan atau data diterima dan diatur, si penerima kemudian menafsirkan data itu dengan berbagai cara. Setelah data tersebut dipersepsikan maka telah dapat dikatakan sudah terjadi persepsi.

  5. Proses pengecekan Setelah data ditafsir, penerima rangsangan dapat mengambil beberapa tindakan untuk mengecek apakah yang dilakukannya benar atau salah. Penafsiran ini dapat dilakukan dari waktu ke waktu untuk menegaskan apakah penafsiran atau persepsi dibenarkan atau sesuai dengan hasil proses selanjutnya.

  6. Proses reaksi Lingkungan persepsi itu belum sempurna menimbulkan tindakan-tindakan itu biasanya tersembunyi atau terbuka.

  Menurut Masidjo (1995:96) tingkah laku dalam tingkatan persepsi

mencakup kemampuan untuk mengadakan diskriminasi yang tepat antara dua

perangsang atau lebih, berdasarkan pembedaan antara ciri-ciri fisik yang khas

pada masing-masing rangsangan. Kemampuan ini dinyatakan dalam suatu

reaksi yang menunjukkan kesadaran akan hadirnya rangsangan dan

pembedaan antara rangsangan-rangsangan yang ada.

  Menurut Gregorc dalam Debby (2001), persepsi yang dimiliki setiap

pikiran/ pribadi ada dua macam, yaitu persepsi kongkrit dan persepsi abstrak.

  1. Persepsi Kongkrit/ Nyata Persepsi kongkrit membuat anak lebih cepat menangkap informasi yang nyata dan jelas, secara langsung melalui kelima inderanya, yaitu penglihatan, penciuman, peraba, perasa, dan pendengaran. Anak tidak mencari arti yang tersembunyi atau mencoba menghubungkan gagasan

atau konsep. Kunci ungkapannya: “Sesuatu adalah seperti apa adanya”.

  2. Persepsi Abstrak/ Kasat mata Persepsi abstrak memungkinkan anak lebih cepat dalam menangkap sesuatu yang abstrak/ kasat mata, dan mengerti atau percaya apa yang tidak bisa dilihat sesungguhnya. Sewaktu anak menggunakan persepsi abstrak ini, mereka menggunakan kemampuan intuisi, intelektual dan imajinasinya. Kunci ungkapannya: “Sesuatu tidaklah selalu seperti apa yang terlihat”.

  Dalam kenyataannya, terhadap suatu objek yang sama, individu

dimungkinkan memiliki persepsi yang berbeda. Meskipun setiap anak

menggunakan persepsi konkrit dan persepsi abstrak setiap harinya, namun ada

kecenderungan seseorang merasa lebih mampu dalam menggunakan yang satu

dibanding yang lainnya. Pareek (Arisandy, 1984), mengemukakan ada empat

faktor utama yang menyebabkan terjadinya perbedaan persepsi.

  1. Perhatian Terjadinya persepsi pertama kali diawali oleh adanya perhatian. Tidak semua stimulus yang ada di sekitar kita dapat kita tangkap semuanya secara bersamaan. Perhatian kita hanya tertuju pada satu atau dua objek yang menarik bagi kita.

  2. Kebutuhan Setiap orang mempunyai kebutuhan yang harus dipenuhi, baik itu kebutuhan menetap maupun kebutuhan yang sesaat.

  3. Kesediaan Adalah harapan seseorang terhadap suatu stimulus yang muncul, agar memberikan reaksi terhadap stimulus yang diterima lebih efisien sehingga akan lebih baik apabila orang tersebut telah siap terlebih dulu.

  4. Sistem nilai Sistem nilai yang berlaku dalam diri seseorang atau masyarakat akan berpengaruh terhadap persepsi seseorang.

  Menurut Wilson dalam Munir (2000), faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi ada dua.

1. Faktor Eksternal atau dari luar yang terdiri dari:

  a. concreteness, yaitu wujud atau gagasan yang abstrak yang sulit di persepsikan dibandingkan dengan yang objektif; b. novelty atau hal yang baru, biasanya lebih menarik untuk dipersepsikan dibandingkan dengan hal-hal yang lama; c. velocity atau percepatan misalnya gerak yang cepat untuk menstimulasi munculnya persepsi lebih efektif dibandingkan dengan gerakan yang lambat; d. conditioned stimuli, stimulus yang di kondisikan seperti bel pintu, deringan telepon dan lain lain.

2. Faktor Internal atau dari dalam yang terdiri dari :

  a. motivation, misalnya merasa lelah menstimulasi untuk merespon terhadap istirahat; b. interest, hal-hal yang menarik lebih diperhatikan daripada yang tidak menarik; c. need, kebutuhan akan hal tertentu akan menjadi pusat perhatian;

  d. assumptions, juga mempengaruhi persepsi sesuai dengan pengalaman melihat, merasakan dan lain-lain.

  Persepsi adalah pengamatan secara global, kemampuan untuk membedakan antara obyek yang satu dengan yang lain berdasarkan ciri- ciri fisik obyek-obyek itu misalnya ukuran, warna, dan bentuk (Winkel, 1986:161). Menurut Shalahuddin (1991:73), persepsi merupakan bentuk pengalaman yang belum disadari benar, sehingga individu yang bersangkutan belum mampu membedakan diri sendiri dengan objek yang dihayati.

  Dari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa persepsi merupakan suatu proses penerimaan, pemilihan, pengorganisasian serta pemberian arti dalam diri seseorang untuk menginterpretasi, dan membedakan objek atau subjek lain dengan melewati suatu tahapan tertentu.

B. Kompetensi Dosen

  Belakangan ini pemerintah telah merumuskan sebuah undang-undang tentang guru dan dosen sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas guru dan dosen serta untuk meningkatkan kesejahteraan hidup bagi guru dan dosen.

  Dalam Undang-Undang RI No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang dimaksud dengan kompetensi dosen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh dosen dalam melaksanakan tugas profesional. Kompetensi dosen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bersifat holistik yang meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial. Dosen pada pendidikan vokasi atau pendidikan profesi, selain memenuhi kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), harus memiliki sertifikat kompetensi sesuai dengan tingkat dan bidang keahlian yang menjadi tugas pokoknya.

  Kompetensi dosen sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikembangkan oleh masing-masing satuan pendidikan tinggi bekerjasama dengan organisasi profesi bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, atau olah raga. Kompetensi dosen sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan oleh senat akademik perguruan tinggi masing-masing atas dasar peraturan Menteri yang berisi panduan penetapan kompetensi dosen.

  Dari Undang-Undang RI No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen tersebut diatas, dapat di ambil pengertian bahwa kompetensi adalah

  

seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki,

dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh dosen dalam melaksanakan

tugas profesional. Kompetensi dosen sendiri terdiri dari kompetensi

pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi

profesional (http://www.depdiknas.go.id/RPP/modules.php/. 2007):

  Pertama , kompetensi pedagogik. Adalah kemampuan mengelola

pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik,

perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan

pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi

yang dimilikinya.

  Kedua , kompetensi kepribadian. Adalah kepribadian pendidik yang

mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta

didik, dan berakhlak mulia.

  Ketiga , kompetensi sosial. Adalah kemampuan pendidik

berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan peserta didik, sesama

pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/ wali peserta didik, dan masyarakat.

  Keempat , kompetensi profesional. Adalah kemampuan pendidik dalam

penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang

memungkinkannya membimbing peserta didik memperoleh kompetensi yang

ditetapkan.

C. Prestasi Belajar

  Menurut Winkel (1986:35), belajar merupakan suatu proses psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif subjek dengan lingkunganya, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, nilai dan sikap yang bersifat tetap. Prestasi merupakan suatu kemampuan yang dimiliki seseorang yang merupakan hasil dari proses yang dilakukan dan menghasilkan perubahan yang khas, yaitu perubahan dalam sikap dan tingkah laku yang tercapai dan dapat dilihat secara nyata serta

dapat diukur dengan menggunakan alat ukur yaitu tes (Winkel,1986:48).

  Menurut Ahmad dan Supriyono (Sriyani, 1998:17-18), disebutkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi perolehan prestasi belajar antara lain sebagai berikut.

  a. Faktor internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa: 1. faktor jasmani meliputi seluruh hal yang berkaitan dengan keadaan jasmani atau fisik siswa, baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh dari pengalaman;

  2. faktor psikologis seperti sifat ingin tahu, kreativitas, dan keinginan.

  b. Faktor eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar diri siswa yang berpengaruh terhadap perolehan prestasi belajar siswa: 1. faktor lingkungan sosial dimana siswa tinggal, yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, dan lingkungan teman sebaya;

  2. faktor budaya yang ada disekitar lingkungan hidup siswa seperti adat istiadat yang berlaku dimasyarakat, ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah hasil dari proses psikis yang berlangsung dalam interaksi subjek dengan lingkunganya yang menghasilkan perubahan berupa pengetahuan, nilai, sikap, dan ketrampilan dimana hasil perubahan tersebut dapat dilihat dan juga dapat diukur.

D. Status Sosial Ekonomi Status adalah tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok.

  Status ekonomi merupakan kombinasi dari status sosial dan status ekonomi yang dimiliki seseorang (orang tua) dalam satu kelompok masyarakat. Status sosial adalah tempat orang secara umum di dalam masyarakat, sehubungan dengan orang lain dalam arti lingkungan pergaulannya, dan hak-hak serta kewajibannya (Soekanto, 1990: 263).

  Menurut Astrid S. Sutanto (1977:99), “status” adalah perbandingan peranan dalam masyarakat, status pencerminan hak dan kewajiban dalam tingkah laku manusia. Pendapat lain yang mengatakan kedudukan diartikan sebagai tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok tersebut (Soekanto, 1992: 233).

  Mengenai status sosial ekonomi, Keeves (1972: 67) mengatakan bahwa status sosial ekonomi mencakup unsur pekerjaan, pendidikan, jabatan,

  

penghasilan, pemilikan barang berharga yang dimiliki oleh seseorang

didalam suatu masyarakat atau kelompoknya.

  Pernyataan-pernyataan di atas didukung oleh Hopkins (1985: 59), yang

mengatakan bahwa status sosial ekonomi dirumuskan sebagai kombinasi dari

status sosial ekonomi dimana di dalamnya mencakup tingkat pendidikan,

pekerjaan, jabatan, dan tempat tinggal. Kedudukan seseorang di dalam

masyarakat banyak ditentukan oleh apa yang dia miliki, yang dipandang

penting oleh masyarakat. Semakin tinggi tingkat pendidikan, jabatan, dan

pekerjaan seseorang maka semakin tinggi pula statusnya di masyarakat.

Semakin tinggi pendapatan yang dimiliki dan cenderung memiliki barang

berharga, maka mereka akan mendapatkan posisi yang tinggi di dalam

masyarakat.

  Dari uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa status sosial

ekonomi merupakan kedudukan seseorang di dalam masyarakat yang

dipandang dari sudut sosial ekonomi (Hopkins, 1985: 59).

1. Tingkat Pendidikan

  Dalam Tap MPR No.IV tahun 1973, dikatakan bahwa pendidikan pada hakekatnya adalah usaha untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan didalam dan diluar sekolah dan berlangsung seumur hidup. Dalam hal yang sama, Soerjono Soekanto (1992: 235) mengatakan bahwa pendidikan memberikan nilai tertentu bagi manusia, terutama dalam hal membuka pikiran serta menerima hal-hal baru dan juga bagaimana berpikir secara ilmiah.

  Dari batasan pengertian serta pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa melalui pendidikan, seseorang akan memperoleh pengalaman, mampu mengembangkan kepribadian dan terbuka dalam menerima hal-hal baru secara ilmiah. Tingkat pendidikan sendiri memiliki arti kurang lebih adalah jenjang sekolah yang telah diselesaikan oleh seseorang yang dibuktikan dengan adanya ijasah terakhir yang diperolehnya, seperti SD, SMP, SMA, Sarjana atau jenjang pendidikan yang lain.

2. Jenis Pekerjaan

  Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan jenis pekerjaan adalah bidang pekerjaan yang ditekuni oleh orang tua setiap harinya. Spillane (1982: 14) mengelompokkan pekerjaan atau jabatan dalam 9 golongan sebagai berikut: a. Golongan A

  • Meninggal dunia
  • Pensiunan - Tidak mempunyai pekerjaan

  b. Golongan B

  • Buruh nelayan
  • Buruh tani
  • Petani kecil
  • Penebang kayu

  c. Golongan C

  • Petani penyewa
  • Buruh tidak tetap
  • Penarik becak

  d. Golongan D

  • Pembantu - Penjual keliling
  • Tukang cuci

  e. Golongan E

  • Seniman - Buruh tetap
  • Montir - Pandai besi
  • Penjahit - Sopir bus/ colt
  • Tukang kayu
  • Tukang listrik
  • Tukang mesin

  f. Golongan F

  • Pemilik bus/ colt
  • Pengawas keamanan
  • Petani pemilik tanah
  • Pegawai sipil (ABRI)
  • Mandor - Pemilik perusahaan/ toko/ pabrik

  • Pedagang - Pegawai kantor
  • Peternak - Tuan tanah

  g. Golongan G

  • ABRI (Tamtama s/d Bintara)
  • Pegawai badan hukum
  • Kepala kantor pos cabang
  • Manager perusahaan kecil
  • Supervisor/ pengawas
  • Pamong praja
  • Guru SD
  • Kepala bagian
  • Pegawai negeri sipil (Golongan I A s/d I D)

  h. Golongan H

  • Guru SLTA/ SLTP
  • Juru rawat
  • Pekerja sosial
  • Perwira ABRI (Letda, Lettu, Kapten)
  • Pegawai negeri sipil (Golongan II A s/d II D)
  • Kepala sekolah
  • Kontraktor - Wartawan

i. Golongan I

  • Ahli hukum
  • Manager perusahaan
  • Ahli ilmu tanah
  • Apoteker - Arsitek - Dokter - Dosen/ guru besar
  • Gubernur - Kepala kantor
  • Menteri - Pegawai negeri sipil (Golongan III A keatas)
  • Pengarang - Peneliti - Penerbang - Walikota/ bupati
  • Kontraktor besar Dalam penelitian ini jenis pekerjaan yang akan dibahas adalah profesi guru dan non guru.

3. Pendapatan

a. Pengertian Pendapatan

  Pendapatan sangat erat hubungannya dengan penghasilan, yaitu jumlah barang dan jasa yang diperoleh dari hasil kerja seseorang. Jika kita perhatikan lingkungan disekitar kita, kita akan melihat betapa sibuknya orang-orang bekerja. Hal ini dilakukan orang agar memperoleh imbalan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

  Menurut Sumardi dan Hans Dieter Evers (1982: 92), pendapatan adalah hasil yang diperoleh suatu keluarga baik bersumber dari pekerjaan pokok, pekerjaan sampingan, dan pendapatan lain yang berupa uang maupun barang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan.

  Penghasilan dalam jumlah besar akan memudahkan bagi mereka untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan, termasuk kebutuhan akan pendidikan. Sebaliknya, penghasilan dalam jumlah yang kecil akan mengakibatkan keluarga dalam keadaan kekurangan, sehingga dapat dikatakan rendah status sosial ekonominya. Pemenuhan kebutuhan sering dirasa sukar dengan penghasilan yang kecil, padahal mereka dituntut untuk selalu mempertahankan kehidupan keluarganya. Agar kebutuhan pokok hidup dapat terpenuhi, seringkali orang harus mengorbankan kebutuhan lain yang sifatnya tidak mendesak. Pendidikan pada saat sekarang ini merupakan kebutuhan yang pokok dan penting untuk dipenuhi, untuk itu semua orang tua bekerja keras

agar dapat mencukupi kebutuhan pendidikan bagi anak-anak mereka.

b. Bentuk Pendapatan

  Menurut Biro Pusat Statistik, pendapatan dapat dibedakan menjadi tiga bentuk (Sumardi dan Hans Dieter Ever, 1982: 92):

  • Pendapatan berupa uang
  • Pendapatan berupa barang
  • Pendapatan berupa uang dan barang Pendapatan berupa uang adalah segala penghasilan berupa uang

    yang sifatnya regular dan yang diterima biasanya sebagai balas jasa

    atau kontraprestasi. Sumber-sumber yang utama adalah gaji dan upah

    serta lain-lain balas jasa serupa dari majikan, pendapatan bersih dari

    usaha sendiri dan pekerjaan bebas, pendapatan dari penjualan barang

    yang dipelihara dari halaman rumah, hasil investasi.

  Pendapatan berupa barang adalah segala penghasilan yang

sifatnya regular dan biasanya diterima dalam bentuk barang dan jasa.

  

Barang dan jasa yang diperoleh dinilai dengan harga pasar sekalipun

tidak diimbangi atau disertai transaksi uang oleh yang menikmati

barang dan jasa tersebut, demikian pula penerimaan secara cuma-cuma,

pemberian barang dan jasa dengan harga substitusi atau reduksi dari

majikan merupakan pendapatan berupa barang.

  Untuk penerimaan uang dan barang yang dipakai sebagai

pedoman adalah segala penerimaan yang bersifat transfer atau

redistribusi dan biasanya membawa perubahan dalam keuangan rumah

tangga, misalnya penjualan barang-barang yang dipakai, pinjaman

uang, hasil undian, warisan, penagihan piutang, kiriman uang, menang

judi.

E. Kerangka Berpikir

  1. Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Ditinjau Dari Prestasi Belajar Cara pandang mahasiswa mengenai kompetensi dosen sangat dipengaruhi oleh prestasi belajarnya. Antara mahasiswa yang satu dengan yang lain akan mempunyai prestasi belajar yang berbeda-beda. Prestasi belajar yang dimaksud adalah hasil prestasi belajar mahasiswa yang dicapai pada semester tertentu yang menentukan keberhasilan seorang mahasiswa dalam mata kuliah yang ditempuhnya. Prestasi belajar disini dilihat pada indek prestasi semester yang diperoleh mahasiswa pada semester tertentu. Pada mahasiswa yang memiliki prestasi yang baik, persepsi terhadap kompetensi dosen diduga lebih positif dibandingkan dengan mahasiswa yang memiliki prestasi belajar buruk. Sebab mahasiswa yang memiliki prestasi baik dapat membedakan dosen yang membimbingnya memiliki kompetensi yang baik, hal ini di karenakan mahasiswa merasa bahwa prestasi bagus yang diperolehnya berasal dari bimbingan dosen yang profesional, metode mengajar dosen yang menarik dan relevan, serta banyak hal lain yang menunjukkan bahwa dosen tersebut memiliki kompetensi yang baik, sedangkan mahasiswa yang memiliki prestasi buruk memandang dosen sebaliknya.

  Pada umumnya banyak orang berpendapat bahwa dengan semakin tinggi prestasi belajar yang dicapai oleh seorang mahasiswa maka semakin tinggi pula tingkat kecerdasannya, luas wawasan serta pengetahuannya pada suatu bidang tertentu sesuai dengan bidang yang digelutinya. Selain itu juga semakin tinggi prestasi belajar mahasiswa maka mahasiswa tersebut akan semakin mempunyai keinginan yang lebih tinggi untuk mengembangkan prestasinya. Dengan semakin tingginya tingkat kecerdasan, luasnya wawasan, keinginan yang tinggi untuk mengembangkan prestasi yang berbeda ini maka pandangan mahasiwa mengenai kompetensi dosen akan berbeda pula. Cara pandang inilah yang secara tidak langsung akan mempengaruhi mahasiswa dalam memandang kompetensi seorang dosen. Berdasarkan penjelasan tersebut, diturunkan hipotesis sebagai berikut : Ha : Ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen

  1 ditinjau dari prestasi belajar.

2. Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi.

  Mahasiswa yang berasal dari status sosial ekonomi keluarga tertentu mempunyai persepsi yang berbeda-beda mengenai kompetensi dosen. Sebab setiap mahasiswa tentunya memiliki status sosial ekonomi keluarga yang berbeda-beda. Ada mahasiswa yang berasal dari keluarga yang memiliki status sosial ekonomi yang tinggi dalam masyarakat dan ada pula yang berasal dari keluarga yang memiliki status sosial rendah.

  Mahasiswa yang berasal dari keluarga berstatus social rendah memandang kompetensi dosen baik, namun berbeda dengan cara pandang mahasiswa

  

yang berasal dari keluarga dengan status sosial tinggi. Mahasiswa dari

keluarga dengan status sosial tinggi menganggap kompetensi dosen biasa

saja atau bahkan buruk, karena mahasiswa ini tidak terlalu memikirkan

masalah biaya kuliah yang telah mereka keluarkan dengan hasil yang

didapat selama kuliah. Berbeda halnya dengan mahasiswa yang berasal

dari keluarga dengan status sosial ekonomi rendah tentunya sangat

memikirkan masalah biaya studi. Mahasiswa dari keluarga dengan status

sosial rendah akan memandang dosen memiliki kompetensi yang baik

apabila dosen tersebut disiplin, profesional, dan lain sebagainya. Mereka

memandang bahwa segala yang didapatkan dari dosen harus sesuai dengan

biaya mahal yang telah mereka keluarkan untuk biaya selama kuliah.

Berdasarkan penjelasan tersebut, diturunkan hipotesis sebagai berikut : Ha

  2 : Ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari status sosial ekonomi keluarga.

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah studi kasus, yaitu penelitian yang mendalam

  tentang sesuatu objek atau subjek pada area yang terbatas. Dengan demikian hasil hanyalah berlaku pada kasus dimana objek atau subjek yang diteliti dan tidak dapat digeneralisasikan pada kasus lain.

  B. Subjek dan Objek Penelitian

  1. Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

  2. Objek Penelitian Objek penelitian adalah persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen, prestasi belajar, dan status sosial ekonomi keluarga.

  C. Waktu dan Tempat Penelitian

1. Waktu Penelitian Waktu untuk penelitian ini dilaksanakan yaitu pada bulan Januari 2008.

  2. Tempat Penelitian Tempat yang digunakan untuk penelitian ini yaitu Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

D. Variabel Penelitian dan Pengukurannya

  1. Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh dosen dalam melaksanakan tugas profesional. Kompetensi terdiri dari empat dimensi yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi professional (http://www.depdiknas.go.id/. 2007).

  Berikut ini disajikan tabel operasionalisasinya:

Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen No Dimensi Indikator No.

  Item

1 Kompetensi

  a. Pemahaman terhadap peserta didik

  1 pedagogik

  b. Perancangan pembelajaran

  2 dosen

  c. Pelaksanaan pembelajaran

  3

  d. Evaluasi hasil belajar

  4

  e. Pengembangan peserta didik

  5

2 Kompetensi

a. Kepribadian pendidik yang mantap, 6,7,8

  kepribadian stabil, dan dewasa dosen b. Kepribadian pendidik yang arif, dan 9,10 berwibawa c. Menjadi teladan bagi peserta didik, 11,12

dan berakhlak mulia

3 Kompetensi

  a. Kemampuan pendidik berkomunikasi

  13

sosial dosen dan berinteraksi secara efektif dengan

peserta didik

  b. Kemampuan pendidik berkomunikasi

  14 dan berinteraksi secara efektif dengan sesama pendidik

  c. Kemampuan pendidik berkomunikasi

  15 dan berinteraksi secara efektif dengan

tenaga kependidikan

  d. Kemampuan pendidik berkomunikasi

  16 dan berinteraksi secara efektif dengan orangtua/wali peserta didik

  e. Kemampuan pendidik berkomunikasi

  17 dan berinteraksi secara efektif dengan masyarakat

4 Kompetensi

a. Kemampuan pendidik dalam 18,19,

  

professional penguasaan materi pembelajaran

  20

dosen secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memperoleh kompetensi yang ditetapkan Pengukuran variabel persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen pada indikator-indikatornya. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala Likert, yaitu skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial. Jawaban setiap item instrumen tersaji dalam tabel berikut ini :

Tabel 3.2 Skoring Berdasarkan Skala Likert Skor Kriteria Jawaban Pernyataan Positif Pernyataan Negatif

  Sangat Setuju ( SS )

  5

  1 Setuju ( S )

  4

  2 Ragu-Ragu (R)

  3

  3 Tidak Setuju ( TS )

  2

  4 Sangat Tidak Setuju ( STS )

  1

  5

  2. Prestasi Belajar Mahasiswa Prestasi belajar adalah hasil dari proses psikis yang berlangsung dalam interaksi subjek dengan lingkungannya yang menghasilkan perubahan berupa pengetahuan, nilai, sikap, dan ketrampilan dimana hasil perubahan dilihat dari Indeks Prestasi Kumulatif terakhir dan dibedakan menjadi 2 kriteria yaitu tinggi dan rendah. Pemberian skor dalam variabel ini adalah sebagai berikut.

  • IPK skor 1 ≤ 2,50
  • IPK > 2,50 skor 2

  3. Status Sosial Ekonomi Keluarga Pengukuran status sosial ekonomi orang tua menggunakan skala interval, karena dalam pengukuran ini mengklasifikasikan orang ke dalam dua kategori atau lebih.

  a. Tingkat pendidikan orang tua Tingkat pendidikan diukur dengan mencari data pendidikan formal yang telah ditempuh oleh orang tua mahasiswa.

Tabel 3.3 Tingkat Pendidikan Orang Tua Skor

  s/d SMU atau sederajat

  1 Diploma 1 (D-1) ke atas

  2

  b. Jenis Pekerjaan Pekerjaan orang tua mahasiswa atau responden dalam penelitian ini digolongkan menjadi 2 (dua) jenis yang kemudian diberi skor sebagai berikut:

Tabel 3.4 Jenis Pekerjaan Skor

  Non Guru

1 Guru

  2

  c. Tingkat Penghasilan Untuk tingkat penghasilan orang tua mahasiswa atau responden menggunakan pengklasifikasian golongan sebagai berikut.

Tabel 3.5 Golongan Tingkat Pendapatan Skor

  Rendah 1 ≤ Rp.2.000.000

  Tinggi > Rp.2.000.000

  2 Status Sosial Ekonomi Tinggi, artinya bahwa status sosial ekonomi orang tua atau keluarga tersebut baik, berkecukupan, mampu, kaya, pendidikan orang tua termasuk tinggi, tingkat pendapatannya lebih dari cukup, sehingga orang tua mampu membiayai pendidikan anak.

  Status Sosial Ekonomi Rendah, artinya bahwa keadaan status sosial ekonomi keluarga atau orang tua kurang menguntungkan atau kurang berada, miskin, pendidikan orang tuanya rendah, pekerjaannya hanya dapat memberikan penghasilan yang tidak lebih dari cukup sehingga biaya studi untuk anaknya juga seadanya dan bahkan sampai tidak bisa memberikan pendidikan yang layak bagi anaknya.

E. Populasi dan Sampel

  1. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 1999: 72). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah mahasiswa Pendidikan Akuntansi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

  2. Sampel Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 1999: 73). Sampel penelitian ini dihitung dengan rumus Slovin (Umar, 2003: 102):

  N n

  2 1  Ne

  Keterangan: n = ukuran sampel N = ukuran populasi e = kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang dapat ditolelir Jadi jumlah sampel yang akan diambil (n), dengan nilai kritis/ batas kesalahan (e) 5% dari populasi (N) tersebut adalah :

  465 n

  2 1  465  , 05 

  = 215,02 atau sekitar 216 mahasiswa yang akan menjadi sampel

  3. Teknik pengambilan sampel Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah convenience sampling , yaitu sebuah sampel yang anggota-anggotanya diambil dari populasi berdasarkan peluang yang diketahui. Khususnya, jika tiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk diambil menjadi anggota sampel, maka sampel yang didapat dinamakan convenience sampling (Sudjana, 199:169). Peneliti menetapkan sampel penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi yang masih terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada tahun akademik 2007/2008.

  5 Angkatan 2003

  9 Angkatan 2007

  59

  8 Angkatan 2006

  76

  7 Angkatan 2005

  86

  6 Angkatan 2004

  60

  61

Tabel 3.6 Jumlah Populasi

  4 Angkatan 2002

  40

  3 Angkatan 2001

  10

  2 Angkatan 2000

  3

  1 Angkatan 1999

  No Tahun Angkatan Jumlah Mahasiswa

  70 Jumlah 465

  F. Teknik Pengumpulan Data

  1. Kuesioner Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 1999:135). Kuesioner ini digunakan untuk mengumpulkan data persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari prestasi belajar, dan status sosial ekonomi keluarga.

  2. Dokumentasi Dokumentasi adalah suatu teknik yang dimungkinkan oleh peneliti untuk memperoleh informasi dari bermacam-macam sumber tertulis atau dokumen yang ada pada responden atau tempat dimana responden bertempat tinggal/ melakukan kegiatan sehari-hari. Dokumen ini digunakan untuk mengumpulkan data sekunder yaitu tentang jumlah mahasiswa yang masih aktif di Prodi PAK, FKIP, USD.

  G. Uji Kuesioner

  1. Pengujian Validitas Validitas dimaksudkan untuk menyatakan sejauh mana data yang ditampung pada suatu kuesioner akan mengukur apa yang ingin diukur (Umar, 2003:72). Pengujian validitas dilakukan dengan mengkorelasikan antara skor jawaban masing-masing item pertanyaan pengujian validitas

  

dilakukan dengan menggunakan rumus teknik korelasi product moment

(Umar, 2003:78) yaitu sebagai berikut: n

  XY

  X Y

         r =

  2

  2

  2

  2 n XX n YY

     

      Keterangan : r = koefisien korelasi antara variabel X dengan variabel Y Y = skor total item X = skor item n = jumlah responden

Besarnya nilai koefisien r dapat dihitung dengan menggunakan korelasi

dengan signifikansi 5%. Jika r lebih besar dari pada r , maka butir

hitung tabel

soal tersebut dapat dikatakan valid. Jika sebaliknya maka butir soal

tersebut tidak valid.

a. Hasil Pengujian Validitas

  Uji validitas dilakukan terhadap item-item pertanyaan variabel persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen. Uji validitas ini dilakukan pada dua puluh (20) butir pertanyaan variabel persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen.

  1) Uji validitas untuk persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen Ada dua puluh (20) butir pertanyaan pada variabel ini. Rangkuman uji validitas untuk persepsi mahasiwa mengenai kompetensi dosen adalah sebagai berikut.

Tabel 3.7 Rangkuman Uji Validitas Untuk Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Butir No. Nilai r tabel Nilai r hitung Status

  1 0,239 0.324 Valid 2 0,239 0.458 Valid 3 0,239 0.544 Valid 4 0,239 0.483 Valid 5 0,239 0.586 Valid 6 0,239 0.471 Valid 7 0,239 0.443 Valid 8 0,239 0.389 Valid 9 0,239 0.553 Valid 10 0,239 0.341 Valid

  11 0,239 0.512 Valid 12 0,239 0.440 Valid 13 0,239 0.473 Valid 14 0,239 0.247 Valid 15 0,239 0.444 Valid 16 0,239 0.562 Valid 17 0,239 0.275 Valid 18 0,239 0.381 Valid 19 0,239 0.358 Valid

  20 0,239 0.441 Valid Dari tabel di atas terlihat bahwa seluruh item pertanyaan pada persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen menunjukkan bahwa dari ke-dua puluh item pertanyaan tersebut adalah valid.

  Pengambilan kesimpulan ini dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan nilai r tabel . Dengan jumlah data (n) sebanyak 30 responden dan derajat keyakinan ( ) = 5% atau 0,05, maka diperoleh nilai r tabel sebesar 0,239. Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa tidak semua nilai r semuanya menunjukkan hitung angka yang lebih besar dari dari pada r tabel (r hitung > 0,239).

  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua butir pertanyaan variabel persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen adalah valid.

  2. Pengujian Reliabilitas Kuesioner Reliabilitas adalah istilah yang dipakai untuk menunjukkan sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif konsisten apabila alat ukur digunakan berulangkali (Umar, 2003:72). Pengujian reliabilitas didasarkan pada perhitungan koefisien alpha (

  α) dari Cronbach (Umar, 2003:90) yaitu sebagai berikut:

  2    k b

    

    r = 1 

  11  

  2   k  1 

    t   Keterangan:

  11 r = reliabilitas instrumen k = banyak butir pertanyaan

  2 t

   = varian total

  2 b

   = jumlah varian butir

Nilai varian butir dapat dicari berdasarkan rumus sebagai berikut

(Umar, 2003:91):

  2  =

    n n

  X X  

  2

2 Keterangan :

  n = jumlah responden X = nilai skor yang dipilih ( total nilai dari nomor-nomor butir pertanyaan) Dengan taraf signifikan sebesar (

  α ) = 5%, jika nilai r hitung lebih besar dari pada r tabel

  , maka butir soal tersebut dapat dikatakan reliabel, begitu juga

sebaliknya jika r hitung lebih kecil dari r tabel maka soal tersebut tidak reliabel.

  Hasil Pengujian Reliabilitas Instrumen Penelitian Uji reliabilitas instrumen dilakukan dengan menggunakan rumus Cronbach-Alpha dan dikerjakan dengan program SPSS for Windows

versi 13.0. Hasil pengujian reliabilitas diperoleh hasil sebagai berikut.

Tabel 3.8 Rangkuman Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian Variabel Nilai r tabel Nilai r hitung Status

  Persepsi mahasiswa 0,239 0,9522 Andal mengenai kompetensi dosen Variabel persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen

  Dari dua puluh item pertanyaan pada variabel persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ini diperoleh nilai r sebesar 0,9522. hitung

  Pengambilan kesimpulan dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel . Dengan jumlah data (n) sebanyak 30 responden dan derajat keyakinan ( ) = 5% atau 0,05, maka diperoleh nilai r tabel sebesar 0,239. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai r hitung lebih besar dari pada r tabel (0,9522 > 0,239). Ini berarti bahwa butir-butir pertanyaan pada variabel persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen dapat dikatakan andal.

H. Teknik Analisis Data

  Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji F. Agar kesimpulan yang ditarik tidak menyimpang dari seharusnya, maka terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan analisis. Pengujian prasyarat analisis

1. Pengujian Normalitas dan Uji Homogenitas

  a. Uji Normalitas Uji normalitas dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui apakah data yang terjaring berdistribusi normal, sehingga analisis untuk menguji hipotesis dapat dilakukan. Dalam uji normalitas ini digunakan rumus uji satu sampel dari Kolmogorov-Smirnov, yaitu tingkat kesesuaian antara distribusi harga satu sampel (skor observasi) dan distribusi teoritisnya. Uji ini menetapkan suatu titik dimana teoritis dan yang terobservasi mempunyai perbedaan terbesar. Artinya distribusi sampling yang diamati benar-benar merupakan observasi suatu sampel random dari distribusi teoritis (Ghozali, 2002:35-36).

  Alat statistik untuk pengujian normalitas data penelitian ini adalah tes Kolmogorov-Smirnov. Adapun rumus uji Kolmogorov-Smirnov untuk normalitas sebagai berikut (Ghozali, 2002:36):

  Dmaksimum F XS

  X o   n  

  Keterangan: D = Deviasi maksimum F o = Fungsi distribusi frekuensi kumulatif yang ditentukan S ( X ) = Distribusi frekuensi kumulatif yang diobservasi n

  Kriteria penerimaan: Jika nilai Kolmogorov- Smirnov lebih kecil dari nilai probabilitas - ditolak. (ρ = 0,05) maka H b. Uji Homogenitas Sebelum peneliti menggeneralisasikan hasil penelitian, maka harus terlebih dahulu dipastikan bahwa kelompok-kelompok yang membentuk sampel berasal dari populasi yang sama. Kesamaan asal sampel ini antara lain dibuktikan dengan adanya kesamaan variansi kelompok-kelompok yang membentuk sampel tersebut. Jika ternyata tidak terdapat perbedaan variansi diantara kelompok sampel berarti kelompok-kelompok tersebut homogen, maka dapat dikatakan bahwa kelompok-kelompok sampel tersebut berasal dari populasi yang sama. Untuk pengujian komparatif tiga sampel dengan menggunakan Analisis Varian Satu Jalan (Sugiyono, 1991:198-200). Dalam rangka pengujian dengan ANOVA, maka dicari varians data dengan rumus sebagai berikut berikut: n

  X i

  __  i

1 X 

  n

  2 n __

   

  X X   i

   i

  1    S

  1 n

  Selanjutnya penggujian homogenitas varians diuji dengan uji F Varians ... Terbesar F

   Varians ... Terkecil

  Harga F tersebut selanjutnya dibandingkan dengan harga F tabel, dengan dk pembilang - 1 dan dk penyebut hitung < η a ηc-1. Apabila F

  F , maka dapat disimpulkan bahwa tabel (0,05);(dk pembilang n-1;dk penyebut n-1) varians data yang akan dianalisis homogen.

  2. Pengujian Hipotesis Untuk menguji hipotesis pertama dilakukan langkah-langkah: a. Perumusan hipotesis Ho : Tidak ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi

  1 dosen ditinjau dari prestasi belajar Ha

  1 : Ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari prestasi belajar

b. Menyusun dan menjumlahkan skor dari setiap jawaban responden.

  c. Menentukan nilai kritis dengan taraf signifikansi (level significance) =

  0.05

  d. Menyusun skor dan mean untuk masing-masing variabel dari setiap responden.

  e. Menghitung statistik Uji F (ANOVA) (Djarwanto, 1996:160) dengan rumus:

  2

  2 k

  T j T

   

  N j

  1 j k

  1 F

  2 n k k

  T j

  2 Xij

    nj i 1 j 1 j

  1    Nk

  Keterangan: X = Nilai individu ke i dari sampel j. ij n = Banyaknya individu (ukuran) sampel j. j

  T j = T 1 +T 2 +T

3 N = Banyaknya semua sampel

  f. Pengambilan keputusan 1) Hipotesis 1 Pengambilan keputusan didasarkan pada perbandingan F hitung dengan F tabel sebagai berikut :

   Jika F hitung > F tabel maka Ho ditolak

  Pengambilan keputusan berdasarkan pada nilai probabilitas yaitu:  jika nilai probabilitas (Sig.) < taraf nyata (0,05), maka Ho ditolak Catatan: Pengujian hipotesis yang lain dilakukan dengan cara yang sama dengan pengujian hipotesis 1.

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2008. Subjek penelitian

  ini adalah mahasiswa-mahasiswi Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta angkatan tahun 1999 sampai dengan angkatan tahun 2007. Jumlah kuesioner yang disebar sebanyak 216 kuesioner. Jumlah kuesioner yang kembali sebanyak 216 kuesioner. Berikut ini disajikan deskripsi data variabel-variabel penelitian ini.

1. Deskripsi Responden Penelitian

a. Prestasi Belajar Mahasiswa

Tabel 4.1 Deskripsi Responden Menurut Prestasi Belajar Mahasiswa Prestasi Belajar Mahasiswa

  IPK Jumlah 73 responden

  ≤ 2.00 > 2.00 143 responden

Tabel 4.1 di atas menunjukkan bahwa jumlah responden yang memiliki prestasi belajar dalam golongan tinggi sebanyak 143

  responden (66,20%), sedangkan jumlah responden yang memiliki prestasi belajar rendah sebanyak 73 responden (33,80%). Dengan

  46 demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden penelitian ini memiliki prestasi tinggi atau bagus.

b. Status Sosial Ekonomi keluarga

Tabel 4.2 Deskripsi Responden Menurut Tingkat Pendidikan Orang tua

  

Golongan

Pendidikan Jumlah

78 responden s/d SMU/ Sederajat

  D-1 Keatas 138 responden

Tabel 4.2 di atas menunjukkan bahwa jumlah responden yang orang tuanya berpendidikan Diploma-1 ke atas sebanyak 138 responden

  (63,90%), sedangkan responden yang orang tuanya berpendidikan s/d SMU/ sederajat sebanyak 78 responden (36,10%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki orang tua dengan pendidikan Diploma-1 ke atas.

Tabel 4.3 Deskripsi Responden Menurut Jenis Pekerjaan Orang tua

  Jenis Pekerjaan Jumlah Non-Guru 76 responden Guru 140 responden

Tabel 4.3 di atas menunjukkan bahwa jumlah responden yang orang tuanya memiliki pekerjaan sebagai guru sebanyak 140 responden

  (64,80%), sedangkan responden yang orang tuanya pekerjaannya bukan guru (non-guru) sebanyak 76 responden (35,20%). Dengan

  47 demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki orang tua dengan pekerjaan sebagai seorang guru.

Tabel 4.4 Deskripsi Responden Menurut Tingkat Penghasilan Orang tua

  Tingkat Penghasilan Jumlah Rendah 82 responden Tinggi 134 responden

Tabel 4.4 di atas menunjukkan bahwa jumlah responden yang orang tuanya memiliki penghasilan dalam golongan tinggi sebanyak 134

  responden (62,04%), sedangkan responden yang orang tuanya memiliki penghasilan dalam golongan rendah sebanyak 82 responden (37,96%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki orang tua dengan penghasilan tinggi.

Tabel 4.5 Deskripsi Responden Menurut Status Sosial Ekonomi Keluarga

  

Status Sosial Ekonomi Jumlah

Rendah 61 responden Tinggi 155 responden

Tabel 4.5 di atas menunjukkan bahwa jumlah responden yang memiliki status sosial ekonomi keluarga tinggi sebanyak 155

  responden (71,76%), sedangkan responden yang memiliki status sosial ekonomi keluarga rendah sebanyak 61 responden (28,24%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki status sosial ekonomi keluarga tinggi.

  48

  2. Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen yang di kelompokkan menggunakan dasar PAP II dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 4.6 Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen

  Skor Frekuensi Persentase Intepretasi Penilaian 85 – 100 23 10,65% Sangat Positif 73 – 84 85 39,35% Positif 65 – 72 87 40,28% Cukup Positif 57 – 64 21 9,72% Negatif 20 – 56 0,00% Sangat Negatif

  Jumlah 216 100%

Tabel 4.6 di atas menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen pada mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi,

  Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta terkategorikan sangat positif sebanyak 23 mahasiswa atau 10,65%, terkategorikan positif sebanyak 85 mahasiswa atau 39,35%, terkategorikan cukup positif sebanyak 87 mahasiswa atau 40,28%, dan terkategorikan negatif sebanyak 21 mahasiswa atau 9,72%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden berpersepsi cukup positif.

  49

a. Persepsi mahasiswa mengenai Kompetensi dosen ditinjau dari prestasi

belajar

Tabel 4.7 Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Ditinjau Dari

  

Prestasi Belajar

  Prestasi Belajar Kriteria Prestasi Tinggi Prestasi Rendah

  Jumlah % Jumlah % 14 9,79 9 12,33

  Sangat Positif 59 41,26 26 35,62

  Positif 57 39,86 30 41,09

  Cukup Positif 13 9,09

  8

  10.96 Negatif Sangat Negatif 143 100

  73 100 Jumlah

Tabel 4.7 di atas menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari prestasi belajar mahasiswa dapat

  diuraikan sebagai berikut: 1) Prestasi tinggi, 14 mahasiswa (9,79%) terkategorikan sangat positif, 59 mahasiswa (41,26%) terkategorikan positif, 57 mahasiswa (39,86%) terkategorikan cukup positif dan 13 mahasiswa (9,09%) terkategorikan negatif; 2) Prestasi rendah, 9 mahasiswa (12,33%) terkategorikan sangat positif, 26 mahasiswa (35,62%) terkategorikan positif,

  30 mahasiswa (41,09%) terkategorikan cukup positif dan terkategorikan negatif sebanyak 8 mahasiswa (10,96%).

  50

b. Persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari status

sosial ekonomi keluarga

  (1) Persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari jenis pekerjaan orang tua mahasiswa

Tabel 4.8 Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Ditinjau Dari Jenis

  

Pekerjaan Orang tua Mahasiswa

  Kriteria Jenis Pekerjaan Orang tua Mahasiswa Guru Non-Guru

  Jumlah % Jumlah % Sangat Positif 14 10,00 9 11,84 Positif 56 40,00 29 38,16 Cukup Positif 59 42,14 28 36,84 Negatif 11 7,86 10 13,16 Sangat Negatif Jumlah 140 100 76 100

Tabel 4.8 di atas menunjukkan bahwa ditinjau dari jenis pekerjaan orang tua mahasiswa dapat diuraikan sebagai berikut: 1) Jenis

  pekerjaan Guru, 14 mahasiswa (10,00%) terkategorikan sangat positif, 56 mahasiswa (40,00%) terkategorikan positif, 59 mahasiswa (42,14%) terkategorikan cukup positif dan 11 mahasiswa (7,86%) terkategorikan negatif; 2) Jenis pekerjaan Non-Guru, 9 mahasiswa (11,84%) terkategorikan sangat positif, 29 mahasiswa (38,16%) terkategorikan positif, 28 mahasiswa (36,84%) terkategorikan cukup positif, dan 10 mahasiswa (13,16%) terkategorikan negatif.

  51 (2) Persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari tingkat pendidikan orangtua mahasiswa

Tabel 4.9 Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Ditinjau Dari Tingkat

  

Pendidikan Orang tua Mahasiswa

  Kriteria Tingkat Pendidikan Orang tua Mahasiswa Tinggi/ D1 Ke Atas Rendah/ s.d SMA

  Jumlah % Jumlah % Sangat Positif 14 10,14 9 11,54 Positif 60 43,49 25 32,05 Cukup Positif 50 36,23 37 47,44 Negatif 14 10,14 7 8,97 Sangat Negatif Jumlah 138 100 78 100

Tabel 4.9 di atas menunjukkan bahwa ditinjau dari tingkat pendidikan orang tua mahasiswa dapat diuraikan sebagai berikut: 1) Pendidikan

  Tinggi/ D1 ke atas, 14 mahasiswa (10,14%) terkategorikan sangat positif, 60 mahasiswa (43,49%) terkategorikan positif, 50 mahasiswa (36,23%) terkategorikan cukup positif, dan 14 mahasiswa (10,14%) terkategorikan negatif; 2) Pendidikan Rendah/ s.d SMA atau sederajat, 9 mahasiswa (11,54%) terkategorikan sangat positif, 25 mahasiswa (32,05%) terkategorikan positif,

  37 mahasiswa (47,44%) terkategorikan cukup positif, dan 7 mahasiswa (8,97%) terkategorikan negatif. (3) Persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari tingkat penghasilan orang tua mahasiswa

  52

Tabel 4.10 Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Ditinjau Dari Tingkat Penghasilan Orang tua Mahasiswa

  Kriteria Tingkat Penghasilan Orang tua Mahasiswa Tinggi Rendah

  Jumlah % Jumlah % Sangat Positif 14 10,45 9 10,98 Positif 54 40,30 31 37,80 Cukup Positif 51 38,06 36 43,90 Negatif 15 11,19 6 7,32 Sangat Negatif Jumlah 134 100 82 100

Tabel 4.10 di atas menunjukkan bahwa ditinjau dari tingkat penghasilan orang tua mahasiswa dapat diuraikan sebagai berikut: 1)

  Penghasilan Tinggi, 14 mahasiswa (10,45%) terkategorikan sangat positif, 54 mahasiswa (40,30%) terkategorikan positif, 51 mahasiswa (38,06%) terkategorikan cukup positif, dan 15 mahasiswa (11,19%) terkategorikan negatif; 2) Penghasilan Rendah, 9 mahasiswa (10,98%) terkategorikan sangat positif, 31 mahasiswa (37,80%) terkategorikan positif, 36 mahasiswa (43,90%) terkategorikan cukup positif, dan 6 mahasiswa (7,32%) terkategorikan negatif.

B. Hasil Pengujian Normalitas Dan Homogenitas

  1. Uji normalitas Uji normalitas dimaksudkan untuk mengetahui kenormalan distribusi data. Dalam penelitian ini uji normalitas didasarkan pada uji One

  53 Sample Kolmogorov Smirnov dengan bantuan program SPSS for Windows versi 13.0-. Berikut ini disajikan rangkuman hasil pengujian:

a. Uji normalitas persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen untuk

kelompok prestasi belajar tinggi dan prestasi belajar rendah

Tabel 4.11 Rangkuman Pengujian Normalitas persepsi mahasiswa

  

mengenai kompetensi dosen untuk kelompok prestasi belajar tinggi

dan prestasi belajar rendah

  Persepsi dengan Persepsi dengan prestasi belajar prestasi belajar tinggi rendah

  N 143

  73 Normal Parameters(a,b) Mean

  73.28

  73.56 Std. Deviation 7.051 8.375 Most Extreme Differences Absolute .117 .143

  Positive .117 .143 Negative -.069 -.080

  Kolmogorov-Smirnov Z 1.395 1.223 Asymp. Sig. (2-tailed) .041 .100

  

Hasil pengujian normalitas menunjukkan nilai probabilitas = 0,041 < 0,05

maka distribusi data untuk persepsi mahasiswa mengenai kompetensi

dosen untuk kelompok mahasiswa dengan prestasi belajar tinggi adalah

tidak normal. Hasil pengujian normalitas menunjukkan nilai probabilitas =

0,100 > 0,05 maka distribusi data untuk persepsi mahasiswa mengenai

kompetensi dosen untuk kelompok mahasiswa dengan prestasi belajar

rendah adalah normal.

  54

b. Uji normalitas persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen untuk

kelompok pekerjaan guru dan kelompok pekerjaan non-guru

Tabel 4.12 Rangkuman pengujian normalitas persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen untuk kelompok jenis pekerjaan guru dan kelompok jenis pekerjaan non-guru

  Persepsi dengan Persepsi dengan kelompok jenis kelompok jenis pekerjaan guru pekerjaan non-guru

  N 140

  76 Normal Parameters(a,b) Mean

  73.36

  73.39 Std. Deviation 7.155 8.162 Most Extreme Differences Absolute .134 .102

  Positive .134 .102 Negative -.073 -.089

  Kolmogorov-Smirnov Z 1.589 .889 Asymp. Sig. (2-tailed) .013 .408

  

Hasil pengujian normalitas menunjukkan nilai probabilitas = 0,013 < 0,05

maka distribusi data untuk persepsi mahasiswa mengenai kompetensi

dosen untuk kelompok mahasiswa dengan orang tua yang memiliki jenis

pekerjaan guru adalah tidak normal. Hasil pengujian normalitas

menunjukkan nilai probabilitas = 0,408 > 0,05 maka distribusi data untuk

persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen untuk kelompok

mahasiswa dengan orang tua yang memiliki jenis pekerjaan non-guru

adalah normal.

  55

c. Uji normalitas persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen untuk

kelompok tingkat pendidikan tinggi dan kelompok tingkat pendidikan tinggi

Tabel 4.13 Rangkuman pengujian normalitas persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen untuk kelompok tingkat pendidikan tinggi dan kelompok tingkat pendidikan rendah

  Persepsi dengan Persepsi dengan kelompok tingkat kelompok tingkat pendidikan tinggi pendidikan rendah

  N 138

  78 Normal Parameters(a,b) Mean

  73.71

  72.78 Std. Deviation 7.296 7.877 Most Extreme Differences Absolute .101 .182

  Positive .101 .182 Negative -.081 -.103

  Kolmogorov-Smirnov Z 1.191 1.609 Asymp. Sig. (2-tailed) .117 .011

  

Hasil pengujian normalitas menunjukkan nilai probabilitas = 0,117 > 0,05

maka distribusi data untuk persepsi mahasiswa mengenai kompetensi

dosen untuk kelompok mahasiswa dengan orang tua yang memiliki

tingkat pendidikan tinggi adalah normal. Hasil pengujian normalitas

menunjukkan nilai probabilitas = 0,011 < 0,05 maka distribusi data untuk

persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen untuk kelompok

mahasiswa dengan orang tua yang memiliki tingkat pendidikan rendah

adalah tidak normal.

  56

d. Uji normalitas persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen untuk

kelompok penghasilan tinggi dan kelompok penghasilan rendah

Tabel 4.14 Rangkuman pengujian normalitas persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen untuk kelompok penghasilan tinggi dan kelompok penghasilan rendah

  Persepsi dengan Persepsi dengan kelompok tingkat kelompok tingkat penghasilan tinggi penghasilan rendah

  N 133

  82 Normal Parameters(a,b) Mean

  73.11

  73.59 Std. Deviation 7.418 7.475 Most Extreme Differences Absolute .114 .141

  Positive .114 .141 Negative -.059 -.099

  Kolmogorov-Smirnov Z 1.315 1.277 Asymp. Sig. (2-tailed) .063 .077

  

Hasil pengujian normalitas menunjukkan nilai probabilitas = 0,063 > 0,05

maka distribusi data untuk persepsi mahasiswa mengenai kompetensi

dosen untuk kelompok mahasiswa dengan orang tua yang memiliki

penghasilan tinggi adalah normal. Hasil pengujian normalitas

menunjukkan nilai probabilitas = 0,077 > 0,05 maka distribusi data untuk

persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen untuk kelompok

mahasiswa dengan orang tua yang memiliki penghasilan rendah adalah

normal.

  57

  2. Uji Homogenitas Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah sampel berasal dari populasi yang sama. Kesamaan asal sampel tersebut dibuktikan dengan adanya kesamaan variansi kelompok-kelompok yang membentuk sampel tersebut. Dalam penelitian ini uji homogenitas dilakukan menggunakan ANOVA dengan bantuan program SPSS for

Windows versi 13.0. Berikut ini disajikan rangkuman hasil pengujian:

Tabel 4.15 Rangkuman Pengujian Homogenitas Variabel Penelitian

  Levene Variabel Statistic df1 df2 Sig. prestasi 2.000 2 213 0.138 pekerjaan 2.934

  2 213 0.055 pendidikan 7.150 2 213 0.001 penghasilan 0.277 2 213 0.758

Tabel 4.15 menunjukkan bahwa levene statistic hitung variabel prestasi belajar adalah 2,000 dengan nilai probabilitas = 0,138. Oleh karena nilai

  probabilitas = 0,138 > 0,05 maka varians prestasi belajar adalah homogen.

  Levene statistic hitung variabel status sosial ekonomi keluarga untuk kelompok jenis pekerjaan adalah 2,934 dengan nilai probabilitas = 0,055.

  Oleh karena nilai probabilitas = 0,055 > 0,05 maka varians jenis pekerjaan adalah homogen. Lavene statistic untuk kelompok tingkat pendidikan adalah 7,150 dengan nilai probabilitas = 0.001. Oleh karena itu nilai probabilitas 0,001 < 0,05 maka varians untuk kelompok tingkat pendidikan adalah tidak homogen. Lavene Statistic untuk kelompok

  58 tingkat penghasilan adalah 0,277 dengan nilai probabilitas = 0,758. Oleh karena itu nilai probabilitas 0,758 > 0,05 maka varians untuk kelompok tingkat penghasilan adalah homogen.

C. Pengujian Hipotesis

  Untuk pengujian hipotesis digunakan pengujian dengan menggunakan uji non- parametrik chi-square, hal ini dikarenakan data yang diperoleh berdistribusi normal dan tidak normal.

1. Pengujian Hipotesis I

  a. Rumusan Hipotesis H = Tidak ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari prestasi belajar. Ha 1 = Ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari prestasi belajar.

b. Penarikan Kesimpulan

Tabel 4.16 Hasil Pengujian Perbedaan Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Ditinjau Dari Prestasi Belajar Test Statistics

  prestasi Chi-Square(a) 22.685 df

  1 Asymp. Sig. .000 a 0 cells (.0%) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cell frequency is 108.0.

  59

Tabel 4.16 di atas menunjukkan bahwa hasil pengujian persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari prestasi belajar

  nilai statistik Chi-Square sebesar 22,685 dengan df = 1 menunjukkan probabilitas sebesar 0,000 dan nilai ini lebih kecil dari α = 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis awal ditolak dan menerima hipotesis alternatif, artinya ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari prestasi belajar.

2. Pengujian Hipotesis II

  a. Rumusan Hipotesis H = Tidak ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari jenis pekerjaan Ha

  2 = Ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari jenis pekerjaan

b. Penarikan Kesimpulan

Tabel 4.17 Hasil Pengujian Perbedaan Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Ditinjau Dari Jenis Pekerjaan Test Statistics

  pekerjaan Chi-Square(a) 18.963 df

  1 Asymp. Sig. .000 a 0 cells (.0%) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cell frequency is 108.0.

  60

Tabel 4.17 di atas menunjukkan bahwa hasil pengujian persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari jenis pekerjaan

  nilai statistik Chi-Square sebesar 18,963 dengan df = 1 menunjukkan probabilitas sebesar 0,000 dan nilai ini lebih kecil dari α = 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Hipotesis awal ditolak dan menerima hipotesis alternatif, artinya ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari jenis pekerjaan orang tua mahasiswa.

3. Pengujian Hipotesis III

  a. Rumusan Hipotesis H = Tidak ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari tingkat pendidikan Ha

  2 = Ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari tingkat pendidikan

b. Penarikan Kesimpulan

Tabel 4.18 Hasil Pengujian Perbedaan Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Ditinjau Dari Tingkat Pendidikan Test Statistics

  pendidikan Chi-Square(a) 16.667 df

  1 Asymp. Sig. .000 a 0 cells (.0%) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cell frequency is 108.0.

  61

Tabel 4.18 di atas menunjukkan bahwa hasil pengujian persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari tingkat

  pendidikan nilai statistik Chi-Square sebesar 16,667 dengan df = 1 menunjukkan probabilitas sebesar 0,000 dan nilai ini lebih kecil dari α = 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Hipotesis awal ditolak dan menerima hipotesis alternatif, artinya ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari tingkat pendidikan orang tua mahasiswa.

4. Pengujian Hipotesis IV

  a. Rumusan Hipotesis H = Tidak ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari tingkat penghasilan Ha

  2 = Ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari tingkat penghasilan

b. Penarikan Kesimpulan

Tabel 4.19 Hasil Pengujian Perbedaan Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Ditinjau Dari Tingkat Penghasilan Test Statistics

  penghasilan Chi-Square(a) 12.519 df

  1 Asymp. Sig. .000 a 0 cells (.0%) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cell frequency is 108.0.

  62

Tabel 4.19 di atas menunjukkan bahwa hasil pengujian persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari tingkat

  penghasilan nilai statistik Chi-Square sebesar 12,519 dengan df = 1 menunjukkan probabilitas sebesar 0,000 dan nilai ini lebih kecil dari α = 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Hipotesis awal ditolak dan menerima hipotesis alternatif, artinya ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari tingkat penghasilan orang tua mahasiswa.

D. Pembahasan Hasil Penelitian

  1. Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Ditinjau Dari Prestasi Belajar Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari prestasi belajar. Berdasarkan deskripsi data prestasi belajar mahasiswa diperoleh hasil sebagai berikut: mahasiswa dengan prestasi belajar tinggi sebanyak 143 mahasiswa dengan IPK > 2.00, dan mahasiswa yang memiliki prestasi belajar rendah dengan IPK

  ≤ 2.00 sebanyak 73 mahasiswa. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki prestasi yang baik atau tinggi. Deskripsi data tentang persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari prestasi belajar diperoleh hasil sebagai berikut: 1) Kelompok prestasi belajar tinggi, terkategorikan sangat positif sebanyak 9,79%, 41,26% terkategorikan

  63

positif, 39,86% terkategorikan cukup positif dan 9,09% terkategorikan

negatif; 2) Prestasi rendah, 12,33% terkategorikan sangat positif, 35,62%

terkategorikan positif, 41,09% terkategorikan cukup positif dan

terkategorikan negatif 10,96%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa

sebagian besar responden atau mahasiswa dengan prestasi belajar tinggi

mempunyai persepsi positif mengenai kompetensi dosen. Hal tersebut

menunjukkan bahwa mahasiswa dengan prestasi belajar tinggi yang

mempunyai persepsi positif menganggap bahwa kompetensi dosen

menyangkut kompetensi yang harus dimiliki seorang dosen yaitu

kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian dan profesional sudah baik.

  Hasil deskripsi data prestasi belajar mahasiswa sebagian besar

memiliki prestasi belajar baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa

perbedaan prestasi belajar mahasiswa akan mempengaruhi cara pandang

mahasiswa mengenai kompetensi dosen. Prestasi belajar yang dimaksud

adalah hasil yang diperoleh mahasiswa pada setiap semester dengan

ukuran indeks prestasi kumulatifnya. Pada umumnya orang-orang

sependapat bahwa dengan semakin bagus prestasi belajar mahasiswa

maka apa yang diperolehnya di bangku kuliah berasal dari hasil

bimbingan dosen yang memiliki kompetensi yang baik atau dari dosen-

dosen yang benar-benar berkompeten dalam bidangnya masing-masing.

  

Sebaliknya pada mahasiswa yang memiliki prestasi belajar rendah,

berpendapat bahwa dosen belum mempunyai kompetensi yang baik

  64

sehingga mahasiswa belum bisa memperoleh hasil prestasi yang

memuaskan atau mendapatkan prestasi yang baik.

  Hasil deskripsi tentang persepsi mahasiswa mengenai kompetensi

dosen secara umum terkategorikan cukup positif. Hal tersebut tampak

dari hasil prestasi belajar yang diraih mahasiswa, mahasiswa yang

prestasinya tinggi menganggap bahwa seorang dosen telah mampu

menerapkan semua kompetensi yang dimilikinya. Kompetensi

pedagogik dosen terlihat dari kemampuan dosen memahami peserta

didik, merancang pembelajaran dengan baik, melaksanakan

pembelajaran dengan baik, memberikan evaluasi sampai dengan mampu

mengembangkan peserta didik atau mahasiswanya. Kompetensi

kepribadian dosen terlihat dengan kepribadian dosen mantab, stabil,

dewasa, arif, berwibawa, bisa menjadi teladan bagi mahasiswa dan

memiliki akhlak yang mulia. Kompetensi sosial seorang dosen terlihat

dari kemampuannya berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif

dengan mahasiswa, dengan dosen lainnya, dengan orang tua mahasiswa

dan juga kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif

dengan masyarakat sekitar. Kompetensi profesional seorang dosen

tampak pada penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam

sehingga memungkinkan seorang dosen membimbing mahasiswa untuk

mencapai kompetensi yang diharapkan.

  Mahasiswa yang mempunyai prestasi baik sebagian besar

memandang positif kompetensi dosen. Mahasiswa merasakan hasil yang

  65 positif ketika dibimbing oleh dosen, mereka melihat dosen mampu memberikan pembelajaran yang baik, mulai dari perencanaan pembelajaran sampai dengan memberikan evaluasi pembelajaran. Selain itu hubungan yang baik diantara dosen dengan mahasiswa, dosen yang satu dengan dosen lainnya, dosen dengan orang tua mahasiswa dan juga hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar membuat mahasiswa memandang positif kompetensi dosen. Sedangkan mahasiswa yang memiliki prestasi buruk memandang bahwa kompetensi yang dimiliki dosen belum baik atau memandang negatif kompetensi dosen. Mahasiswa belum merasakan hasil yang maksimal dari kompetensi yang dimiliki dosen sehingga mereka belum bisa mendapatkan prestasi yang baik dari dosen yang membimbingnya. Selain itu hubungan dosen dengan mahasiswa, hubungan dosen dengan dosen lain, hubungan dosen dengan masyarakat dan orang tua mahasiswa dianggap belum baik oleh mahasiswa yang memiliki prestasi buruk, sehingga mahasiswa yang memiliki prestasi buruk memandang negatif kompetensi dosen.

  

2. Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Ditinjau Dari Status

Sosial Ekonomi Keluarga a. Jenis Pekerjaan Orang Tua Mahasiswa Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari jenis pekerjaan orang tua mahasiswa. Berdasarkan deskripsi data

  66 tentang jenis pekerjaan orang tua mahasiswa diperoleh hasil sebagai berikut: mahasiswa yang memiliki orang tua dengan jenis pekerjaan guru sebanyak 140 mahasiswa dan mahasiswa yang memiliki orang tua dengan jenis pekerjaan non-guru sebanyak 76 mahasiswa.

  Deskripsi data tentang persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari status sosial ekonomi keluarga pada kelompok jenis pekerjaan orang tua mahasiswa diperoleh hasil sebagai berikut: 1) Jenis pekerjaan Guru, 10,00% terkategorikan sangat positif, 40,00% terkategorikan positif, 42,14% terkategorikan cukup positif dan 7,86% terkategorikan negatif; 2) Jenis pekerjaan Non-Guru, 11,84% terkategorikan sangat positif, 38,16% terkategorikan positif, 36,84% terkategorikan cukup positif, dan 13,16% terkategorikan negatif. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden atau mahasiswa yang memiliki orang tua dengan jenis pekerjaan guru mempunyai persepsi cukup positif mengenai kompetensi dosen. Hal tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki orang tua dengan jenis pekerjaan guru yang mempunyai persepsi cukup positif menganggap bahwa kompetensi dosen menyangkut kompetensi yang harus dimiliki seorang dosen yaitu kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian dan profesional sudah baik.

  Hasil deskripsi data tentang status sosial ekonomi keluarga mahasiswa pada kelompok jenis pekerjaan orang tua, sebagian besar orang tua mahasiswa memiliki jenis pekerjaan guru. Hal tersebut

  67 menunjukkan bahwa dari jenis pekerjaan yang dimiliki orang tua mahasiswa akan mempengaruhi cara pandang mereka terhadap kompetensi dosen.

  Hasil deskripsi tentang persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen secara umum terkategorikan cukup positif. Hal tersebut tampak dari hasil prestasi belajar yang diraih mahasiswa, baik mahasiswa yang prestasinya tinggi maupun yang prestasinya rendah tetap menganggap bahwa seorang dosen telah mampu menerapkan semua kompetensi yang dimilikinya. Kompetensi pedagogik dosen terlihat dari kemampuan dosen memahami peserta didik, merancang pembelajaran dengan baik, melaksanakan pembelajaran dengan baik, memberikan evaluasi sampai dengan mampu mengembangkan peserta didik atau mahasiswanya.

  Kompetensi kepribadian dosen terlihat dengan kepribadian dosen mantab, stabil, dewasa, arif, berwibawa, bisa menjadi teladan bagi mahasiswa dan memiliki akhlak yang mulia. Kompetensi sosial seorang dosen terlihat dari kemampuannya berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan mahasiswa, dengan dosen lainnya, dengan orang tua mahasiswa dan juga kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan masyarakat sekitar. Kompetensi profesional seorang dosen tampak pada penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam sehingga

  68 memungkinkan seorang dosen membimbing mahasiswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.

  Mahasiswa yang memiliki orang tua dengan jenis pekerjaan non-guru memandang positif mengenai kompetensi dosen. Hal itu disebabkan oleh keinginan mahasiswa untuk mendapatkan hasil yang maksimal selama kuliah dengan dukungan dan bimbingan dari dosen yang memiliki kompetensi baik. Pada mahasiswa yang memiliki orang tua dengan jenis pekerjaan guru menganggap bahwa kompetensi dosen biasa saja, hal ini dimungkinkan karena mereka sendiri memiliki orang tua dengan pekerjaan guru atau pengajar dan menganggap bahwa kompetensi yang dimiliki dosen belum terlalu baik.

  b. Tingkat Pendidikan Orang Tua Mahasiswa Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari tingkat pendidikan orang tua mahasiswa. Berdasarkan deskripsi data tentang tingkat pendidikan orang tua mahasiswa diperoleh hasil sebagai berikut: mahasiswa yang memiliki orang tua dengan tingkat pendidikan tinggi sebanyak 138 mahasiswa dan mahasiswa yang memiliki orang tua dengan tingkat pendidikan rendah sebanyak 78 mahasiswa. Deskripsi data tentang persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari status sosial ekonomi keluarga pada kelompok tingkat pendidikan orang tua mahasiswa diperoleh hasil

  69 sebagai berikut: 1) Pendidikan Tinggi/ D1 ke atas, 10,14% terkategorikan sangat positif, 43,49% terkategorikan positif, 36,23% terkategorikan cukup positif, dan 10,14% terkategorikan negatif; 2) Pendidikan Rendah/ s.d SMA atau sederajat, 11,54% terkategorikan sangat positif, 32,05% terkategorikan positif, 47,44% terkategorikan cukup positif, dan 8,97% terkategorikan negatif. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden atau mahasiswa yang memiliki orang tua dengan tingkat pendidikan tinggi mempunyai persepsi positif mengenai kompetensi dosen. Hal tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki orang tua dengan tingkat pendidikan tinggi yang mempunyai persepsi positif menganggap bahwa kompetensi dosen menyangkut kompetensi yang harus dimiliki seorang dosen yaitu kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian dan profesional sudah baik.

  Hasil deskripsi data tentang status sosial ekonomi keluarga mahasiswa pada kelompok tingkat pendidikan orang tua mahasiswa, sebagian besar orang tua mahasiswa memiliki tingkat pendidikan tinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa dari tingkat pendidikan yang dimiliki orang tua mahasiswa akan mempengaruhi cara pandang mahasiswa terhadap kompetensi dosen.

  Hasil deskripsi tentang persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen secara umum terkategorikan cukup positif. Hal tersebut tampak dari hasil prestasi belajar yang diraih mahasiswa,

  70 baik mahasiswa yang prestasinya tinggi maupun yang prestasinya rendah tetap menganggap bahwa seorang dosen telah mampu menerapkan semua kompetensi yang dimilikinya. Kompetensi pedagogik dosen terlihat dari kemampuan dosen memahami peserta didik, merancang pembelajaran dengan baik, melaksanakan pembelajaran dengan baik, memberikan evaluasi sampai dengan mampu mengembangkan peserta didik atau mahasiswanya. Kompetensi kepribadian dosen terlihat dengan kepribadian dosen mantab, stabil, dewasa, arif, berwibawa, bisa menjadi teladan bagi mahasiswa dan memiliki akhlak yang mulia. Kompetensi sosial seorang dosen terlihat dari kemampuannya berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan mahasiswa, dengan dosen lainnya, dengan orang tua mahasiswa dan juga kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan masyarakat sekitar. Kompetensi profesional seorang dosen tampak pada penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam sehingga memungkinkan seorang dosen membimbing mahasiswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.

  Mahasiswa yang memiliki orang tua dengan tingkat pendidikan rendah memandang positif mengenai kompetensi dosen. Hal itu disebabkan oleh keinginan mahasiswa untuk mendapatkan hasil yang maksimal selama kuliah dengan dukungan dan bimbingan dari dosen yang memiliki kompetensi baik dengan latar belakang keluarga

  71 mereka yang biasa saja yaitu dengan tingkat pendidikan orang tua mereka yang relatif rendah. Pada mahasiswa yang memiliki orang tua dengan tingkat pendidikan tinggi menganggap bahwa kompetensi dosen masih biasa saja, hal ini dimungkinkan karena mereka sendiri memiliki orang tua yang tingkat pendidikannya tinggi dan menganggap bahwa kompetensi dosen belum terlalu baik.

  c. Tingkat Penghasilan Orang Tua Mahasiswa Berdasarkan analisis data dapat diketahui bahwa ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari tingkat penghasilan orang tua mahasiswa. Berdasarkan deskripsi data tentang tingkat penghasilan orang tua mahasiswa diperoleh hasil sebagai berikut: mahasiswa yang memiliki orang tua dengan tingkat penghasilan tinggi sebanyak 134 mahasiswa dan mahasiswa yang memiliki orang tua dengan tingkat penghasilan rendah sebanyak 82 mahasiswa. Deskripsi data tentang persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari status sosial ekonomi keluarga pada kelompok tingkat penghasilan orang tua diperoleh hasil sebagai berikut: 1) Penghasilan Tinggi, 10,45% terkategorikan sangat positif, 40,30% terkategorikan positif, 38,06% terkategorikan cukup positif, dan 11,19% terkategorikan negatif; 2) Penghasilan Rendah, 9 mahasiswa (10,98%) terkategorikan sangat positif, 31 mahasiswa (37,80%) terkategorikan positif,

  36 mahasiswa (43,90%) terkategorikan cukup positif, dan 6 mahasiswa (7,32%) terkategorikan

  72 negatif. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden atau mahasiswa yang memiliki orang tua dengan tingkat penghasilan tinggi mempunyai persepsi positif mengenai kompetensi dosen. Hal tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki orang tua dengan tingkat penghasilan tinggi yang mempunyai persepsi positif menganggap bahwa kompetensi dosen menyangkut kompetensi yang harus dimiliki seorang dosen yaitu kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian dan profesional sudah baik.

  Hasil deskripsi data tentang status sosial ekonomi keluarga mahasiswa pada kelompok tingkat pendidikan orang tua mahasiswa, sebagian besar orang tua mahasiswa memiliki tingkat pendidikan tinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa dari tingkat pendidikan yang dimiliki orang tua mahasiswa akan mempengaruhi cara pandang mahasiswa terhadap kompetensi dosen.

  Hasil deskripsi tentang persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen secara umum terkategorikan cukup positif. Hal tersebut tampak dari hasil prestasi belajar yang diraih mahasiswa, baik mahasiswa yang prestasinya tinggi maupun yang prestasinya rendah tetap menganggap bahwa seorang dosen telah mampu menerapkan semua kompetensi yang dimilikinya. Kompetensi pedagogik dosen terlihat dari kemampuan dosen memahami peserta didik, merancang pembelajaran dengan baik, melaksanakan pembelajaran dengan baik, memberikan evaluasi sampai dengan

  73 mampu mengembangkan peserta didik atau mahasiswanya. Kompetensi kepribadian dosen terlihat dengan kepribadian dosen mantab, stabil, dewasa, arif, berwibawa, bisa menjadi teladan bagi mahasiswa dan memiliki akhlak yang mulia. Kompetensi sosial seorang dosen terlihat dari kemampuannya berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan mahasiswa, dengan dosen lainnya, dengan orang tua mahasiswa dan juga kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan masyarakat sekitar. Kompetensi profesional seorang dosen tampak pada penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam sehingga memungkinkan seorang dosen membimbing mahasiswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.

  Mahasiswa yang memiliki orang tua dengan tingkat penghasilan rendah memandang positif mengenai kompetensi dosen.

  Hal itu disebabkan oleh keinginan mahasiswa untuk mendapatkan hasil yang maksimal selama kuliah dengan dukungan dan bimbingan dari dosen yang memiliki kompetensi baik dan harus sesuai dengan biaya yang telah dikeluarkan selama kuliah. Pada mahasiswa yang memiliki orang tua dengan tingkat penghasilan tinggi menganggap bahwa kompetensi dosen biasa saja, hal ini dimungkinkan karena mereka sendiri memiliki orang tua dengan tingkat penghasilan yang tinggi dan tidak terlalu memikirkan kompetensi yang dimiliki oleh dosen itu sudah baik atau belum.

  

BAB V

KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN,

DAN SARAN

A. Kesimpulan Dari analisis yang telah dibahas pada bab IV maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi ditinjau dari prestasi belajar.

  2. Ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari jenis pekerjaan orang tua mahasiswa.

  3. Ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari tingkat pendidikan orang tua mahasiswa.

  4. Ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari tingkat penghasilan orang tua mahasiswa.

B. Keterbatasan penelitian

  1. Data penelitian ini dikumpulkan dengan metode kuesioner. Jumlah pertanyaan untuk mengukur persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen sebanyak 20 pertanyaan. Prestasi belajar sebanyak 1 pertanyaan dan status sosial ekonomi keluarga sebanyak 3 pertanyaan. Mengingat masing-masing pilihan jawaban tidak terjabarkan ke dalam suatu uraian

  75 secara rinci, ada kemungkinan bahwa para mahasiswa memiliki interpretasi yang berbeda-beda. Hal ini kemungkinan akan berdampak pada hasil penelitian yang kurang memberikan cerminan pada kondisi sesungguhnya.

  2. Keterbatasan pengetahuan mahasiswa mengenai kompetensi yang dimiliki oleh masing-masing dosen, sehingga ada kemungkinan jawaban mahasiswa pada kuesioner hanya mewakili dari beberapa dosen saja.

  3. Keterbatasan penulis dalam hal menulis, biaya, dan waktu sehingga tidak semua mahasiswa di program studi pendidikan akuntansi menjadi responden. Akibatnya banyak hal yang belum terungkap dan tersampaikan.

  4. Penulis kurang mampu melacak kejujuran dari responden dalam memberikan jawaban kuesioner yang diberikan sehingga data yang diperoleh kurang maksimal.

C. Saran

  Saran yang dapat disampaikan oleh peneliti berdasarkan penelitian ini adalah:

1. Oleh karena ditemukan hasil penelitian ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari prestasi belajar.

  Mahasiswa yang mempunyai prestasi baik sebagian besar memandang positif kompetensi dosen, sedangkan mahasiswa yang memiliki prestasi buruk memandang bahwa kompetensi yang dimiliki dosen belum baik

  76 atau memandang negatif kompetensi dosen maka disarankan dosen semakin meningkatkan kompetensi yang dimilikinya untuk menjadi lebih baik lagi.

  

2. Hasil penelitian kedua menunjukkan ada perbedaan persepsi mahasiswa

mengenai kompetensi dosen ditinjau dari status sosial ekonomi keluarga yang meliputi jenis pekerjaan orang tua, tingkat pendidikan orang tua dan tingkat penghasilan orang. Hasil penelitian pada variabel ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memandang negatif kompetensi dosen. Sejalan dengan hasil penelitian bahwa status sosial ekonomi keluarga mahasiswa yang meliputi jenis pekerjaan orang tua, tingkat pendidikan orang tua dan tingkat penghasilan sebagian besar tinggi, hal tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berasal dari keluarga yang mampu dan menganggap kompetensi dosen biasa saja. Oleh sebab itu dosen disarankan bisa melihat darimana mahasiswa itu berasal dan diharapkan juga dosen tidak pilih kasih dalam membimbing mahasiswa baik itu mahasiswa dari status sosial ekonomi rendah maupun mahasiswa dari status sosial ekonomi tinggi.

  

3. Peneliti berharap ada penelitian tentang persepsi mahasiswa mengenai

kompetensi dosen dengan rancangan yang lebih baik misalnya; menambah jumlah responden sehingga penelitian ini lebih akurat dan mewakili populasi, penyusunan kuesioner yang lebih baik, dan bila perlu variabel penelitian lebih dikembangkan dengan menambah variabel seperti lama studi, jenis kelamin, asal sekolah dan lain-lain

DAFTAR PUSTAKA

  

Arisandy, Desy. 1984. “Hubungan Antara Persepsi Karyawan Terhadap Disiplin

Kerja Karyawan Bagian Produksi Pabrik Keramik Ken Lila Production”. http://www.journal-psyche.com/. Arikunto,Suharsimi. 2000. Manajemen Penelitian.Jakarta: Rineka Cipta. Debby. 2001. “Gaya Belajar”. http://www.balita-anda.indoglobal.com/. Fahruddin. 2007. http://www.fahruddin.blogspot.com/.

Ghozali, Imam. 2000. Statistik Non Parametrik Teori dan Aplikasi dengan SPSS.

  Semarang: Universitas Diponegoro.

Jalal, Fasil. 2007. ”Sertifikasi Guru Untuk Mewujudkan Pendidikan Yang

Bermutu?”. http://www.pmptk.net/.

  

Kurniadi. 2007. “Pendidikan Yang Membebaskan”. http://www.depdiknas.go.id/.

Mambo. 2007. ”Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Pendidik”.

http://www.pmptk.net/.

Masidjo,Ign. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar di Sekolah. Yogyakarta:

Kanisius.

  

Munir. 2000. “Teori Persepsi Mitra Gizi-Keperawatan”. http://www.munir.or.id/.

Shalahuddin, Mahfudh. 1991. Pengantar Psikologi Umum. Surabaya: Bina Ilmu

Offset, PT.

  Sudjana. 2002. Metoda Statistika. Bandung : Tarsito. Sukanto, Soejono. 1990. Sosiologi Keluarga. Jakarta: Rineka Cipta.

Winkel.1986. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia,PT.

______.1987. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Gramedia,PT.

Zuriah, Nurul, M.Si. 2006. Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan : Teori –

Aplikasi. Bandung: Bumi Aksara. http://sertifikasiguru.org/index.php/2007/. http://www.kesadaranlink.blogspot.com/2007/07/quality-assurance-

  LAMPIRAN

  LAMPIRAN I KUESIONER PENELITIAN

PRODI PENDIDIKAN AKUNTANSI

  Hal : Pengisian Kuesioner

  UNIVERSITAS SANATA DHARMA Mrican, Tromol Pos 29, (515352, 513301) YOGYAKARTA Kepada Yth.

  Mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Dengan hormat,

KUESIONER PENELITIAN

  Saya adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, FKIP, Universitas Sanata Dharma. Saya bermaksud mengadakan kegiatan penelitian dengan judul

  PERSEPSI MAHASISWA MENGENAI KOMPETENSI DOSEN “Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Ditinjau dari Prestasi DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR, DAN STATUS SOSIAL Belajar, dan Status Sosial Ekonomi Keluarga”. Penelitian ini merupakan EKONOMI KELUARGA

  kegiatan ilmiah dalam rangka penyusunan skripsi.

  Studi Kasus Pada Mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi,

  Sehubungan dengan hal tersebut, saya mohon kesediaan Saudara

  Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta menjadi responden penelitian ini. Saya berharap saudara berkenan untuk

  menjawab keseluruhan pertanyaan sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Sejalan dengan etika penelitian, saya akan menjamin kerahasiaan jawaban saudara dan memastikan bahwa jawaban Saudara hanyalah semata-mata untuk penelitian ilmiah ini.

  Saya menyadari bahwa pengisian kuesioner ini sedikit banyak mengganggu aktivitas saudara. Oleh sebab itu, saya mohon maaf sebelumnya.

  Demikian permohonan saya, atas perhatian dan kerjasamanya, saya mengucapkan banyak terima kasih.

  Yogyakarta, Desember 2007 Hormat saya,

  Peneliti Benisius Rahmat Basuki

  2007

  78 PETUNJUK PENGISIAN KUESIONER

  BAGIAN I Identitas Responden

  1. Kuesioner ini terdiri dari 3 (tiga) bagian

  Bagian I : Identitas Responden

  1. Nama :

  Bagian II : Identitas Orang Tua Untuk pertanyaan 1, 2 dan 3 diisi identitas salah

  2. Jenis Kelamin : Laki-laki / Perempuan (coret salah satu) satu orang tua (Ayah/Ibu) saja yang paling dominan dalam keluarga.

  3. No. Mahasiswa :

  Bagian III : Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen

  4. IP Kumulatif :

  (Apabila anda adalah mahasiswa angkatan tahun 2007, tuliskanlah IP semester I)

  2. Petunjuk Pengisian Untuk Bagian III Pilihlah salah satu jawaban, SS : Sangat Setuju S : Setuju

  BAGIAN II R : Ragu-Ragu Identitas Orang Tua TS : Tidak Setuju (Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang sesuai untuk pertanyaan nomor 3

  STS : Sangat Tidak Setuju dan 4 dibawah ini)

  Berilah tanda silang (X) pada jawaban pertanyaan bagian III di

  1. Nama (Ayah/Ibu) : kolom yang telah disediakan. Jawablah semua pertanyaan yang ada dan jangan ada yang terlewatkan. Dalam skala ini

  2. Pendidikan Terakhir : tidak ada jawaban yang salah, karena semua jawaban yang saudara berikan adalah benar. Oleh karena itu pilihlah

  3. Pekerjaan : a. Guru jawaban yang sesuai dengan keadaan saudara sendiri. Semua b. Non Guru jawaban yang saudara berikan dijamin kerahasiaannya, sehingga saudara tidak perlu khawatir orang lain akan 4. Pendapatan : a.

  ≤ Rp.2.000.000 mengetahuinya. Kesungguhan saudara dalam menjawab b. > Rp.2.000.000

  (Pendapatan kumulatif dari kedua orang tua anda

  pertanyaan berikut sangat saya perlukan, selamat

  dalam satu bulan)

  mengerjakan dan terimakasih banyak atas bantuan serta kerjasamanya.

  79 antara dosen yang satu dengan dosen yang

BAGIAN III

  lain SS S R TS STS

  Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen

  15 Terjalin komunikasi dan interaksi yang baik antara dosen dengan tenaga kependidikan

  No Pernyataan Pendapat

  lain SS S R TS STS

  SS S R TS STS

  1 Dosen sangat mengerti semua yang

  16 Terjalin komunikasi dan interaksi yang baik diinginkan oleh saudara sebagai antara dosen dengan orang tua/wali mahasiswa mahasiswa

  SS S R TS STS SS S R TS STS

  2 Dosen selalu memberikan silabus pada

  17 Terjalin komunikasi dan interaksi yang baik awal semester sebagai rancangan antara dosen dengan masyarakat sekitar SS S R TS STS pembelajaran sebelum melaksanakan

  18 Dosen mampu menguasai materi seluruh kegiatan pada satu semester pembelajaran yang akan diberikan pada

  SS S R TS STS

  3 Dosen melaksanakan pembelajaran dengan mahasiswa dengan baik SS S R TS STS memperhatikan rancangan pembelajaran

  19 Dosen mampu memberikan materi kepada yang diberikan pada awal semester mahasiswa dengan maksimal

  SS S R TS STS SS S R TS STS

  4 Evaluasi hasil belajar saudara dinilai secara

  20 Dosen mampu membimbing mahasiswa obyektif oleh dosen supaya mahasiswa dapat memahami

  SS S R TS STS

  5 Selain memberikan pembelajaran yang dengan baik materi yang telah diberikan berkaitan dengan materi kuliah, dosen juga oleh dosen memberikan nasehat dan berusaha mengembangkan kepribadian saudara sebagai mahasiswa

  SS S R TS STS

  6 Dosen memilki kepribadian yang mantap, tegas, dan berdisiplin SS S R TS STS

  7 Dosen memiliki kepribadian dan jiwa yang stabil SS S R TS STS

  8 Dosen memiliki pribadi yang dewasa SS S R TS STS

  9 Dosen memiliki kepribadian yang arif dan bijaksana SS S R TS STS

  10 Kepribadian dosen yang berwibawa dan disegani serta dihormati oleh mahasiswa SS S R TS STS

  11 Dosen mampu menjadi teladan yang baik bagi mahasiswa SS S R TS STS

  12 Memiliki akhlak yang mulia sebagai seorang dosen SS S R TS STS

  13 Dosen mampu berkomunikasi dan berinteraksi dengan saudara bukan sekedar sebagai mahasiswa namun juga sebagai anak dan atau bahkan sebagai teman atau sahabat

  SS S R TS STS

14 Terjalin komunikasi dan interaksi yang baik

  

80

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Persepsi mahasiswa terhadap program pendidikan profesi guru ditinjau dari jenis kelamin, program studi dan prestasi belajar akademik : studi kasus mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
5
189
Hubungan antara motivasi belajar dan status sosial ekonomi keluarga dengan prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun ajaran 2009.
0
0
125
Persepsi mahasiswa Pendidikan Akuntansi terhadap status sosial, ekonomi guru setelah adanya program sertifikasi : studi kasus mahasiswa program studi Pendidikan Akuntansi T.A. 2008 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
0
111
Persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari prestasi belajar, dan status sosial ekonomi keluarga : studi kasus pada mahasiswa program studi pendidikan akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
2
130
Pengaruh prioritas memilih program studi pendidikan akuntansi terhadap hubungan motivasi dengan prestasi belajar akuntansi keuangan : studi kasus mahasiswa program studi pendidikan akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
0
118
Tingkat kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan pendidikan tinggi ditinjau dari dimensi Servqual : studi kasus pada program studi pendidikan ekonomi FKIP dan program studi akuntansi dan manajemen FE Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
1
204
Persepsi mahasiswa terhadap kurikulum berbasis kompetensi : studi kasus mahasiswa program studi pendidikan ekonomi bidang keahlian khusus pendidikan akuntansi angkatan 2002 Universitas Sanata Dharma.
0
1
118
Pengaruh motivasi belajar, sarana belajar dan lingkungan belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa FKIP program studi Pendidikan Akuntansi tahun ajaran 2002-2004 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
1
139
Kepuasan mahasiswa pendidikan ekonomi terhadap kualitas layanan dosen : studi kasus mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma angkatan 2002-2006 - USD Repository
0
0
119
Jiwa kewirausahaan mahasiswa Universitas Sanata Dharma ditinjau dari kultur keluarga, program studi, dan jenis pekerjaan orang tua : studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
142
Pemanfaatan internet bagi mahasiswa jurusan akuntansi : studi kasus pada mahasiswa jurusan Akuntansi Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
92
Analisis pengaruh kecerdasan emosional terhadap sikap etis mahasiswa akuntansi : studi kasus pada mahasiswa program studi akuntansi jurusan akuntansi fakultas ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
136
Hubungan antara sikap mahasiswa terhadap metode mengajar dosen dan lingkungan belajar mahasiswa dengan motivasi berprestasi belajar akuntansi : studi kasus : mahasiswa program studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
112
Minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru ditinjau dari pilihan program studi, prestasi belajar dan latar belakang pendidikan orang tua : studi kasus mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta TA 2005 - USD Repository
0
0
135
Persepsi mahasiswa akuntansi tentang gelar akuntan : studi kasus pada mahasiswa akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
85
Show more