Persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari prestasi belajar, dan status sosial ekonomi keluarga : studi kasus pada mahasiswa program studi pendidikan akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository

128 

Full text

(1)

PERSEPSI MAHASISWA MENGENAI KOMPETENSI DOSEN

DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR, DAN STATUS

SOSIAL EKONOMI KELUARGA

Studi Kasus Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi,

Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Akuntansi

Oleh:

Benisius Rahmat Basuki

NIM: 011334085

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

(2)

i

PERSEPSI MAHASISWA MENGENAI KOMPETENSI DOSEN

DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR, DAN STATUS

SOSIAL EKONOMI KELUARGA

Studi Kasus Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi,

Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Akuntansi

Oleh:

Benisius Rahmat Basuki

NIM: 011334085

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

(3)
(4)
(5)

iv

MOTTO

EVERYDAY IS HOLIDAY,

BUT I MUST GO ON AND

SURVIVE,

BECAUSE I KNOW IF THERE IS

A WILL THERE IS A WAY

(6)
(7)
(8)

vi

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yesus yang Maha Kasih atas berkat dan

kasih-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi tepat pada waktunya. Skripsi

ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat dalam memperoleh gelar Sarjana

Pendidikan Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Program Studi

Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata

Dharma Yogyakarta.

Penulisan skripsi ini mengalami banyak tantangan dan hambatan yang

merupakan pelajaran yang berharga bagi penulis. Namun pada akhirnya penulis

dapat menyelesaikan skripsi ini.

Selama penyusunan skripsi ini, penulis mendapatkan banyak bimbingan,

saran, masukan dan dukungan dari berbagai pihak. Maka pada kesempatan ini

penulis ingin menghaturkan rasa hormat dan terima kasih kepada :

1. Bapak Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph.D., Selaku Dekan Fakultas Keguruan

dan Ilmu Pendidikan, Univesitas Sanata Dharma Yogyakarta.

2. Bapak Y. Harsoyo, S.Pd., M.Si. Selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu

Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas

Sanata Dharma Yogyakarta.

3. Bapak L. Saptono, S.Pd., M.Si. Selaku Ketua Program Studi Pendidikan

Akuntansi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata

(9)

vii

4. Bapak Ig. Bondan Suratno, S.Pd., M.Si. Selaku dosen pembimbing skripsi,

yang dengan sabar membimbing penulis menyusun skripsi, memberikan

saran, masukan, semangat, dorongan serta pelajaran hidup yang sangat

berharga.

5. Bapak S. Widanarto P., S.Pd., M.Si., dan Bapak Agustinus Heri Nugroho,

S.Pd. yang telah memberikan berbagai pengalaman hidup, ilmu, canda

tawa dan kerjasamanya sehingga penulis merasakan memiliki ayah, kakak

baru di Pendidikan Akuntansi, Universitas Sanata Dharma ini, terimakasih

sekali lagi penulis ucapkan.

6. Ibu B.Indah Nugraheni, S.Pd., SIP., M.Pd., dan Ibu Rita Eny P., S.Pd.,

M.Si. selaku dosen penguji, terimakasih penulis ucapkan atas

kerjasamanya.

7. Bapak dan Ibu dosen Program Studi Pendidikan Akuntasi Universitas

Sanata Dharma Yogyakarta, yang telah banyak memberikan bekal ilmu

dan pengalaman kepada penulis selama kuliah.

8. Semua karyawan di sekretariat Pendidikan Akuntasi atas segala

keramahannya dalam membantu penulis selama kuliah di USD.

9. Kedua orang tuaku tercinta, Bapak Agustinus Sugino dan Ibu Veronika

Jumiyati yang tidak pernah lelah memberikan do’a, kasih sayang, materi,

tangis sedih dan bahagianya selama ini kepada penulis, sehingga penulis

akhirnya bisa menyelesaikan studi walaupun dengan waktu yang panjang.

(10)

viii

semoga Tuhan Yesus Memberikan berkat, berkah, rahmat untuk bapak dan

ibu,I love U Forever.

10. Mas Anton dan Mbak Yayuk, terimakasih atas do’a dan dorongannya

sehingga penulis bisa menyelesaikan kuliah, walau sering membuat kalian

jengkel. Keponakanku tercinta Chery, Anya dan Iga, ayo kalian cepet

besar biar bisa seperti Om Beni, jangan nakal sama bapak, ibu, mbah

kakung dan mbah putri.

11. Keluarga besarku di Jogja (mbah putri, mbokdhe, pakdhe semuanya, mas

Nur danten, mas Senthur Sragan, Mas Lan, Mas Syahir), keluarga besar di

Cilacap, Cilegon, Sukabumi (Pakdhe dan Budhe Paijan, Mbak Betty, Mas

Very, Mbak Wiwin, Tasya, Om Yadi, Bulik Marni, Alma, Mbah Putri),

terimakasih dan untuk do’a, dukungan moral dan materi kepada penulis

selama ini.

12.My Little Angel, My Lovely, My Beib Novita Wulandari, terimakasih atas

dukungan, semangat, marah-marahnya, cinta dan kasih sayang yang

selama ini sudah “Beib” berikan buat “Be”. Terimakasih juga atas

pinjaman kendaraan dan printernya selama penyelesaian skripsi,

Semangat dan jangan pantang menyerah.

13. Keluarga Bapak Haryanto di Wonogiri, penulis mengucapkan terimakasih

atas dorongannya sehingga akhirnya penulis bisa menyelesaikan studi.

(11)

ix

14. Teman-teman di Cilacap: FX. Sujarwo, Sigit Wibowo, Agus Sanyoto,

Mugi, Silir, Mas Dwi, Alex, Dedek, Jorman, Ethek, Enyo dan semuanya

saja, friends akhirnya aku jadi sarjana juga.

15. SangkurianG Crew : Ari, Yudha, Eka, Beda Diar, Joseph Adi, Sigit W.W,

Joko, Detha, Taryono, Heru, Alan, Dwi Widyanto, Andre, Edi, Wawan,

Cipi, Remond, Singgih dan Satya, “menjalin persatuan dan AM serta

bersaudara dalam hidup dan mati selamanya saudaraku”.

16.Crew Cempaka 262 (Forish, Grace, Oon, Anggit, Yanuar, Astie, Winda,

Erwin, Aik), terimakasih untuk canda tawanya dan kekompakan kita

selama diBarak Cempaka 262,you’re my best prends forever.

17. Anak-anak band “FOSFOR”: Grace, Onny, Yance, Anggit, Dani, Mega,

Dhea, tetap semangat kita pasti bisa jadi band papan atas yang tersohor.

18. Teman tidurku dan sekaligus kakak penulis di Jogja yang paling playboy

dan pembawa pasir abadi “Anang”, thanks ya bro mau nunggu wisuda

bareng (makanya kalau ada pendaftaran wisuda ya dilihat, biar tidak telat

setengah tahun hik..hiks), buat Ajeng terimakasih atas pinjaman motornya.

19. Dek Hendy, penulis ucapkan terimakasih buat semangat dan dukungannya

selama ini ya bro, buat indro thanks juga ya atas dorongannya (Cepat

pulang ke Indonesia, apa mau nikah dengan orang korea???).

20. Lusi dan Fandi, penulis mengucapkan terimakasih atas dorongan dan

(12)

x

21. Sigit, Simbah, Kepek, Opik, Pecox, Mas Ari Bayat, Cienk dan pokoknya

semua teman-teman dari Bayat-Klaten, terimakasih sudah banyak

memberikan pengalaman-pengalaman yang seru buat penulis.

22. Krisna, Dewi, ayo semangat dan cepat selesaikan tugas kalian menjadi

mahasiswa jangan maen-maen terus, ingat perjalanan ke barat masih jauh.

Buat Dhita, selamat akhirnya kita bersama bisa menjadi sarjana.

23. Adek-adek kelas tercinta yang sudah mau menemani penulis: Singgih,

Eko, Bangkit, Indra, Emi, Mami, Heru, Pungki, Blacky dan buat semuanya

saja yang tidak bisa penulis sebutkan satu-persatu.

24. Bapak-bapak dan teman-teman komunitas parkiran USD, terimakasih

untuk dukungannya selama ini. Jangan gangguin cewek terus.

25. Mbak-mbak semua yang pernah mengisi hati Beni, terimakasih atas

pengalaman yang sudah diberikan dan sudah membuat penulis menjadi

orang yang pantang menyerah dan kuat. Mohon maaf jika penulis tidak

bisa menyebut nama kalian satu-persatu.

26. Teman-teman lamaku: Deo, Didik, Wisnu, Garenk, Ayik, Sakti, Hendra,

woi dimana kalian berada sekarang, aku kangen kalian coy. Buat Erwin

dan Andre semoga sukses terus dengan usaha kalian sekarang.

27. Anak-anak Predator Sport Center (Badrun, Mas Kris, Eko, Nandus dan

semua Crew), terimakasih sudah menjadi tempat pelarian di saat penulis

kesepian dan butuh hiburan selama penulisan skripsi ini.

28. Teman-teman di Forum Band Jogja dan pak Agus Raka, kapan kita buat

(13)

xi

29. Teman-teman di dunia Cyber (miRc, Yahoo, Blogger, wordpress, Indo

hacker, Jogja Carding, Jogja hacker), dunia kedua yang telah memberikan

banyak ilmu baru, dan bahan–bahan skripsi.

30. Buat “Maha Dewa” Grand R.4484.SB, terimakasih sudah menjadi pacar

yang paling setia menemani dalam susah senang, dalam hujan dan terik

matahari Jogja. My Lovely Cigarette “A-MILD”, terimakasih sudah

menjadi teman paling setia. BuatMy Intel Celeron,walau hanya komputer

usang tapi kecepatanmu melebihimobil F1 dan otakmu melebihiEinstein,

jasamu tidak akan pernah aku lupa.

31. Teman-teman satu angkatan prodi Pendidikan Akuntasi 2001 khususnya

dan teman-teman Pendidikan Akuntansi angkatan 2002-2006.

32. Semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan kepada

penulis yang tidak dapat disebut satu persatu.

Dengan kerendahan hati, penulis menyadari bahwa skripsi ini

masih jauh dari sempurna, oleh karena itu berbagai saran, kritik dan masukan

sangat diharapkan demi perbaikan skripsi ini. Akhir kata, penulis berharap

semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukannya.

Yogyakarta, 28 Februari 2009

Penulis

(14)

xii

ABSTRAK

PERSEPSI MAHASISWA MENGENAI KOMPETENSI DOSEN DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR DAN STATUS SOSIAL

EKONOMI KELUARGA

Studi Kasus Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi, FKIP, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

Benisius Rahmat Basuki Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta 2009

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari prestasi belajar; (2) perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen ditinjau dari status sosial ekonomi keluarga yang terdiri dari tingkat pendidikan orangtua, tingkat pendapatan orangtua dan jenis pekerjaan orangtua

Penelitian dilaksanakan di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta pada bulan Januari 2008. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 465 mahasiswa. Sampel penelitian berjumlah 216 diambil dengan teknik convenience sampling. Data dianalisis menggunakan ujiChi-Square.

(15)

xiii

ABSTRACT

THE PERCEPTION OF UNIVERSITY STUDENTS TOWARDS THE COMPETENCE OF THE LECTURERS PERCEIVED FROM LEARNING

ACHIEVEMENT AND SOCIAL ECONOMIC STATUS OF THE FAMILY A Case Study on University Students of Accounting Department, Faculty of

Education, Sanata Dharma University, Yogyakarta

Benisius Rahmat Basuki Sanata Dharma University

Yogyakarta 2009

The purpose of this research is to find out: (1) the different perception of university students towards the competence of the lecturers perceived from learning achievement; (2) the different perception of university students perceived from the competence of the lecturers perceived from social economic of the family which cover level of education, income, and kind of occupation of parents.

This research was carried out at Sanata Dharma University, Yogyakarta, in January 2008. Data collection methods are questionnaire and documentation. The populations of this research are 465 university students. The samples are 216 taken by convenience sampling technique. Technique of analyzing the data was the Chi-Square test.

(16)

xiv

DAFTAR ISI

HAL JUDUL... i

HAL PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii

HAL PENGESAHAN... iii

MOTTO... iv

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA... v

KATA PENGANTAR... vi

ABSTRAK... xii

ABSTRACT... xiii

DAFTAR ISI... xiv

DAFTAR TABEL... xvii

DAFTAR LAMPIRAN... xx

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Batasan Masalah ... 5

C. Rumusan Masalah... 5

D. Tujuan Penelitian ... 6

E. Manfaat Penelitian ... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Persepsi ... 8

B. Kompetensi Dosen ... 13

(17)

xv

D. Status Sosial Ekonomi ... 16

E. Kerangka Berpikir ... 24

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian... 27

B. Subjek dan Objek Penelitian ... 27

C. Waktu dan Tempat Penelitian ... 27

D. Variabel Penelitian dan Pengukurannya ... 28

E. Populasi dan Sampel ... 33

F. Teknik Pengumpulan Data ... 35

G. Uji Kuesioner ... 35

1. Pengujian Validitas ... 35

2. Pengujian Reabilitas Kuesioner ... 38

H. Teknik Analisis Data ... 40

1. Pengujian Normalitas dan Uji Homogenitas... 41

a. Uji Normalitas ... 41

b. Uji Homogenitas ... 42

2. Pengujian Hipotesis... 43

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data ... 45

1. Deskripsi Responden Penelitian... 45

2. Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen ... 48

B. Hasil Pengujian Normalitas Dan Homogenitas... 52

(18)

xvi

2. Uji Homogenitas ... 57

C. Pengujian Hipotesis... 58

1. Pengujian Hipotesis I ... 58

2. Pengujian Hipotesis II ... 59

3. Pengujian Hipotesis III... 60

4. Pengujian Hipotesis IV ... 61

D. Pembahasan Hasil Penelitian ... 62

1. Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Ditinjau Dari Prestasi Belajar... 62

2. Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Keluarga... 65

a. Jenis Pekerjaan Orang Tua Mahasiswa ... 65

b. Tingkat Pendidikan Orang Tua Mahasiswa ... 68

c. Tingkat Penghasilan Orang Tua Mahasiswa ... 71

BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN, DAN SARAN A. Kesimpulan ... 74

B. Keterbatasan Penelitian ... 74

C. Saran... 75

(19)

xvii

DAFTAR TABEL

Hal

Tabel 3.1 Operasional... 28

Tabel 3.2 Skoring Berdasarkan Skala Likert... 30

Tabel 3.3 Tingkat Pendidikan Orang Tua ... 31

Tabel 3.4 Jenis Pekerjaan Orang Tua ... 32

Tabel 3.5 Tingkat Penghasilan Orang Tua ... 32

Tabel 3.6 Jumlah Populasi... 34

Tabel 3.7 Rangkuman Uji Validitas Untuk Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen... 37

Tabel 3.8 Rangkuman Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian ... 40

Tabel 4.1 Deskripsi Responden Menurut Prestasi Belajar Mahasiswa 45 Tabel 4.2 Deskripsi Responden Menurut Tingkat Pendidikan Orang Tua ... . 46

Tabel 4.3 Deskripsi Responden Menurut Jenis Pekerjaan Orang Tua ... . 46

Tabel 4.4 Deskripsi Responden Menurut Tingkat Penghasilan Orang Tua ... 47

Tabel 4.5 Deskripsi Responden Menurut Status Sosial Ekonomi Keluarga... 47

(20)

xviii

Tabel 4.7 Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen

Ditinjau Dari Prestasi Belajar ... 49

Tabel 4.8 Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen

Ditinjau Dari Jenis Pekerjaan Orang Tua Mahasiswa ... 50

Tabel 4.9 Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen

Ditinjau Dari Tingkat Pendidikan Orang Tua Mahasiswa .. 51

Tabel 4.10 Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen

Ditinjau Dari Tingkat Penghasilan Orang Tua Mahasiswa . 52

Tabel 4.11 Rangkuman Pengujian Normalitas Persepsi Mahasiswa

Mengenai Kompetensi Dosen Untuk Kelompok Prestasi

Belajar Tinggi Dan Prestasi Belajar Rendah ... 53

Tabel 4.12 Rangkuman Pengujian Normalitas Persepsi Mahasiswa

Mengenai Kompetensi Dosen Untuk Kelompok Jenis

Pekerjaan Guru Dan Kelompok Jenis Pekerjaan Non-Guru 54

Tabel 4.13 Rangkuman Pengujian Normalitas Persepsi Mahasiswa

Mengenai Kompetensi Dosen Untuk Kelompok Tingkat

Pendidikan Tinggi Dan Kelompok Tingkat Pendidikan

Rendah ... 55

Tabel 4.14 Rangkuman Pengujian Normalitas Persepsi Mahasiswa

Mengenai Kompetensi Dosen Untuk Kelompok

Penghasilan Tinggi Dan Kelompok Penghasilan Rendah ... 56

(21)

xix

Tabel 4.16 Hasil Pengujian Perbedaan Persepsi Mahasiswa Mengenai

Kompetensi Dosen Ditinjau Dari Prestasi Belajar ... 58

Tabel 4.17 Hasil Pengujian Perbedaan Persepsi Mahasiswa Mengenai

Kompetensi Dosen Ditinjau Dari Jenis Pekerjaan... 59

Tabel 4.18 Hasil Pengujian Perbedaan Persepsi Mahasiswa Mengenai

Kompetensi Dosen Ditinjau Dari Tingkat Pendidikan ... 60

Tabel 4.19 Hasil Pengujian Perbedaan Persepsi Mahasiswa Mengenai

(22)

xx

DAFTAR LAMPIRAN

Hal

Lampiran 1 Kuesioner... 78

Lampiran 2 Data Induk Peneltian ... 81

Lampiran 3 Data Uji Validitas dan Reliabilitas ... 88

Lampiran 4 Hasil Uji Validitas dan Uji Reliabilitas ... 89

Lampiran 5 Hasil Uji Normalitas ... 90

Lampiran 6 Hasil Uji Homogenitas ... 94

Lampiran 7 PAP Tipe II ... 95

(23)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan yang bermutu adalah pendidikan yang memiliki kaitan ke

depan (forward linkage) dan kaitan ke belakang (backward linkage).Forward

linkage ini berarti bahwa pendidikan yang bermutu merupakan syarat utama

untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang maju, modern dan sejahtera.

Sejarah perkembangan dan pembangunan bangsa-bangsa mengajarkan pada

kita bahwa bangsa yang maju, modern, makmur, dan sejahtera adalah

bangsa-bangsa yang memiliki sistem dan praktik pendidikan yang bermutu.Backward

linkage ini berarti bahwa pendidikan yang bermutu sangat tergantung pada

keberadaan pendidik yang bermutu, yakni pendidik yang profesional,

sejahtera dan bermartabat (http://sertifikasiguru.org/index.php/. 2007).

Kegiatan pendidikan di perguruan tinggi, pada dasarnya selalu terkait

dua belah pihak yang terlibat didalamnya yaitu pendidik (dosen) dan peserta

didik (mahasiswa). Keterlibatan dua belah pihak tersebut merupakan

keterlibatan hubungan antar manusia(human interaction). Hubungan itu akan

serasi jika jelas kedudukan masing-masing pihak secara profesional, yaitu

hadir sebagai subjek yang memiliki hak dan kewajiban. Dalam proses

belajar-mengajar didalamnya terlibat empat pihak, yaitu: (i) pihak yang berusaha

belajar-mengajar, (ii) pihak yang berusaha belajar, (iii) pihak yang merupakan

(24)

belajar-mengajar

(http://www.kesadaranlink.blogspot.com/2007/07/quality-assurance-dalam-pembelajaran.html/)

Dalam proses belajar-mengajar, dosen memiliki peran utama dalam

menentukan kualitas pengajaran yang dilaksanakannya. Peran dosen di dalam

proses belajar mengajar yakni memberikan pengetahuan(cognitive),sikap dan

nilai(affektif)dan keterampilan(psikomotor)kepada mahasiswa. Dengan kata

lain, tugas dan peran dosen yang utama terletak di bidang pengajaran.

Pengajaran merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Oleh karena itu

seorang dosen dituntut untuk dapat mengelola kelas, penggunaan metode

mengajar, strategi mengajar, maupun sikap dan karakteristik dosen dalam

mengelola proses belajar mengajar yang efektif, mengembangkan bahan

kuliah dengan baik, dan meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk

menyimak mata kuliah dan menguasai tujuan pendidikan yang harus mereka

capai. Seorang dosen bukan hanya bertanggung jawab mentransferkan

pengetahuannya saja kepada mahasiswa, namun harus dapat membentuk

pribadi mahasiswanya memiliki akhlak yang mulia. Namun demikian, tugas

penting dosen adalah membantu mahasiswa menguasai keilmuan yang

memadahi dengan mengembangkan konsep integrasi-interkoneksitas yang

menjadi paradigma pendidikan. Untuk dapat mewujudkan perannya tersebut,

seorang dosen harus memiliki kompetensi yang baik yang dapat diamati oleh

mahasiswa maupun pihak lain yang berkepentingan (Fahruddin:

(25)

Dalam Undang-Undang RI No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen

(http://www.depdiknas.go.id/RPP/modules.php/. 2007), yang dimaksud

dengan kompetensi dosen yaitu seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan

perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh

dosen dalam melaksanakan tugas profesional. Kompetensi dosen yang

dimaksud bersifat holistik yang meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian,

profesional, dan sosial. Dosen pada pendidikan vokasi atau pendidikan

profesi, selain memenuhi kompetensi juga harus memiliki sertifikat

kompetensi sesuai dengan tingkat dan bidang keahlian yang menjadi tugas

pokoknya.

Di kalangan mahasiswa juga sering terdengar isu keluhan yang

berkaitan dengan proses belajar mengajar, seperti penuturan beberapa

mahasiswa di Prodi Pendidikan Akuntansi, Universitas Sanata Dharma. Dari

beberapa mahasiswa menyatakan bahwa persepsi mereka terhadap kompetensi

mengajar dosen misalnya; mahasiswa merasa motode mengajar yang

digunakan tidak relevan, tidak menarik, dosen tidak profesional, tidak disiplin,

hubungan dengan mahasiswa kurang harmonis, tidak adil dalam penilaian,

kaku, otoriter dan lain sebagainya.

Setiap mahasiswa tentunya memiliki karakteristik yang berbeda-beda

baik dari status sosial ekonomi orang tua dalam masyarakat, kemampuan

mahasiswa dalam menyelesaikan studi (lama studi), dan hasil prestasi belajar

yang diraih. Perbedaan karakteristik ini juga yang membuat cara pandang

(26)

dengan mahasiswa lainnya akan merasakan hal yang berbeda-beda jika

melihat cara dosen mengajar, memberikan penilaian, atau sikap dosen

terhadap mahasiswa.

Mahasiswa yang memiliki prestasi yang baik, persepsi terhadap

kompetensi dosen diduga lebih positif dibandingkan dengan mahasiswa yang

memiliki prestasi belajar buruk. Mahasiswa yang memiliki prestasi baik

memandang dosen yang membimbingnya memiliki kompetensi yang baik,

karena mahasiswa bisa membedakan dengan tepat dosen yang kompeten dan

tidak. Prestasi bagus yang diperoleh mahasiswa berasal dari bimbingan dosen

yang profesional, metode mengajar dosen yang menarik dan relevan, penilaian

yang diberikan kepada mahasiswa juga obyektif, serta banyak hal lain yang

menunjukkan bahwa dosen tersebut memiliki kompetensi yang baik,

sedangkan mahasiswa yang memiliki prestasi buruk memandang dosen

sebaliknya.

Pada mahasiwa yang berasal dari keluarga yang memiliki status sosial

ekonomi rendah dalam masyarakat, persepsi terhadap kompetensi dosen

diduga lebih positif dibandingkan dengan mahasiswa yang berasal dari

keluarga atau orang tua dengan status sosial ekonomi tinggi. Mahasiswa yang

berasal dari keluarga yang memiliki status sosial ekonomi rendah memandang

bahwa biaya mahal yang telah dikeluarkan untuk kuliah harus sesuai dengan

hasil yang diperoleh selama kuliah. Hal tersebut dapat dilihat dari kualitas dan

kompetensi dosen yang membimbingnya harus bagus sehingga nantinya akan

(27)

sebagainya, sedangkan pada mahasiswa yang memiliki orang tua dengan

status sosial ekonomi tinggi berpendapat sebaliknya.

Melihat kondisi tersebut di atas dan memperhatikan bahwa kompetensi

dosen berpengaruh kepada kualitas pembelajaran, maka penelitian ini

mencoba untuk melakukan kegiatan yang dapat mengidentifikasi dan

menganalisis tentang “Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen

Ditinjau dari Prestasi Belajar, dan Status Sosial Ekonomi Keluarga”, studi

kasus pada mahasiswa Pendidikan Akuntansi, Fakultas Keguruan dan Ilmu

Pendidikan (FKIP), Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

B. Batasan masalah

Banyak faktor yang mempengaruhi persepsi mahasiswa mengenai

kompetensi dosen. Penelitian ini memfokuskan pada karakteristik mahasiswa

yaitu hasil prestasi belajar mahasiswa, dan status sosial ekonomi keluarga

mahasiswa. Kompetensi dosen yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah

kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan

kompetensi profesional.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, dirumuskan permasalahan

penelitian:

1. Apakah ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen

(28)

2. Apakah ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen

ditinjau dari status sosial ekonomi keluarga mahasiswa?

D. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas tujuan penelitian ini adalah untuk

menyediakan bukti:

1. Ada tidaknya perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen

ditinjau dari prestasi belajar mahasiswa.

2. Ada tidaknya perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen

ditinjau dari status sosial ekonomi keluarga mahasiswa.

E. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi beberapa pihak.

1. Bagi dosen

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat sebagai masukan untuk

memperbaiki kompetensi, mutu dan citra dosen demi meningkatkan

kualitas pendidikan.

2. Bagi penulis

Dapat menambah wawasan dan pengetahuan serta memberikan

pengalaman yang bermanfaat khususnya mengenai bagaimana dan

(29)

3. Bagi peneliti selanjutnya

Diharapkan peneliti selanjutnya terdorong untuk memberikan

pemikiran-pemikiran dalam bentuk penelitian-penelitian yang nantinya diharapkan

bermanfaat dalam dunia pendidikan.

4. Bagi Universitas

Diharapkan dapat memberikan tambahan informasi tentang kompetensi

dosen, karena sebagai penyelenggara pendidikan yang diharapkan juga

dapat menghasilkan lulusan yang berkompeten di dunia pendidikan

sekaligus penelitian ini dapat menambah referensi penelitian di

(30)

8

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Persepsi

Persepsi dapat dirumuskan sebagai suatu proses penerimaan,

pemilihan, pengorganisasian, serta pemberian arti terhadap rangsangan yang

diterima. Namun demikian pada proses tersebut tidak hanya sampai pada

pemberian arti saja tetapi akan berpengaruh pada perilaku yang akan

dipilihnya sesuai dengan rangsangan yang diterima dari lingkungannya.

Proses persepsi melalui tahapan-tahapan (Munir, 2000) sebagai berikut.

1. Penerimaan rangsangan

Pada proses ini, individu menerima rangsangan dari berbagai sumber.

Seseorang lebih senang memperhatikan salah satu sumber dibandingkan

dengan sumber lainnya, apabila sumber tersebut mempunyai kedudukan

yang lebih dekat atau lebih menarik baginya.

2. Proses menyeleksi rangsangan

Setelah rangsang diterima kemudian diseleksi di sini akan terlibat proses

perhatian. Stimulus itu diseleksi untuk kemudian diproses lebih lanjut.

3. Proses pengorganisasian

Rangsangan yang diterima selanjutnya diorganisasikan dalam suatu

(31)

4. Proses penafsiran

Setelah rangsangan atau data diterima dan diatur, si penerima kemudian

menafsirkan data itu dengan berbagai cara. Setelah data tersebut

dipersepsikan maka telah dapat dikatakan sudah terjadi persepsi.

5. Proses pengecekan

Setelah data ditafsir, penerima rangsangan dapat mengambil beberapa

tindakan untuk mengecek apakah yang dilakukannya benar atau salah.

Penafsiran ini dapat dilakukan dari waktu ke waktu untuk menegaskan

apakah penafsiran atau persepsi dibenarkan atau sesuai dengan hasil

proses selanjutnya.

6. Proses reaksi

Lingkungan persepsi itu belum sempurna menimbulkan tindakan-tindakan

itu biasanya tersembunyi atau terbuka.

Menurut Masidjo (1995:96) tingkah laku dalam tingkatan persepsi

mencakup kemampuan untuk mengadakan diskriminasi yang tepat antara dua

perangsang atau lebih, berdasarkan pembedaan antara ciri-ciri fisik yang khas

pada masing-masing rangsangan. Kemampuan ini dinyatakan dalam suatu

reaksi yang menunjukkan kesadaran akan hadirnya rangsangan dan

pembedaan antara rangsangan-rangsangan yang ada.

Menurut Gregorc dalam Debby (2001), persepsi yang dimiliki setiap

(32)

1. Persepsi Kongkrit/ Nyata

Persepsi kongkrit membuat anak lebih cepat menangkap informasi yang

nyata dan jelas, secara langsung melalui kelima inderanya, yaitu

penglihatan, penciuman, peraba, perasa, dan pendengaran. Anak tidak

mencari arti yang tersembunyi atau mencoba menghubungkan gagasan

atau konsep. Kunci ungkapannya: “Sesuatu adalah seperti apa adanya”.

2. Persepsi Abstrak/ Kasat mata

Persepsi abstrak memungkinkan anak lebih cepat dalam menangkap

sesuatu yang abstrak/ kasat mata, dan mengerti atau percaya apa yang

tidak bisa dilihat sesungguhnya. Sewaktu anak menggunakan persepsi

abstrak ini, mereka menggunakan kemampuan intuisi, intelektual dan

imajinasinya. Kunci ungkapannya: “Sesuatu tidaklah selalu seperti apa

yang terlihat”.

Dalam kenyataannya, terhadap suatu objek yang sama, individu

dimungkinkan memiliki persepsi yang berbeda. Meskipun setiap anak

menggunakan persepsi konkrit dan persepsi abstrak setiap harinya, namun ada

kecenderungan seseorang merasa lebih mampu dalam menggunakan yang satu

dibanding yang lainnya. Pareek (Arisandy, 1984), mengemukakan ada empat

faktor utama yang menyebabkan terjadinya perbedaan persepsi.

1. Perhatian

Terjadinya persepsi pertama kali diawali oleh adanya perhatian. Tidak

(33)

secara bersamaan. Perhatian kita hanya tertuju pada satu atau dua objek

yang menarik bagi kita.

2. Kebutuhan

Setiap orang mempunyai kebutuhan yang harus dipenuhi, baik itu

kebutuhan menetap maupun kebutuhan yang sesaat.

3. Kesediaan

Adalah harapan seseorang terhadap suatu stimulus yang muncul, agar

memberikan reaksi terhadap stimulus yang diterima lebih efisien sehingga

akan lebih baik apabila orang tersebut telah siap terlebih dulu.

4. Sistem nilai

Sistem nilai yang berlaku dalam diri seseorang atau masyarakat akan

berpengaruh terhadap persepsi seseorang.

Menurut Wilson dalam Munir (2000), faktor-faktor yang

mempengaruhi persepsi ada dua.

1. Faktor Eksternal atau dari luar yang terdiri dari:

a. concreteness, yaitu wujud atau gagasan yang abstrak yang sulit di

persepsikan dibandingkan dengan yang objektif;

b. noveltyatau hal yang baru, biasanya lebih menarik untuk dipersepsikan

dibandingkan dengan hal-hal yang lama;

c. velocity atau percepatan misalnya gerak yang cepat untuk

menstimulasi munculnya persepsi lebih efektif dibandingkan dengan

(34)

d. conditioned stimuli, stimulus yang di kondisikan seperti bel pintu,

deringan telepon dan lain lain.

2. Faktor Internal atau dari dalam yang terdiri dari :

a. motivation, misalnya merasa lelah menstimulasi untuk merespon

terhadap istirahat;

b. interest, hal-hal yang menarik lebih diperhatikan daripada yang tidak

menarik;

c. need, kebutuhan akan hal tertentu akan menjadi pusat perhatian;

d. assumptions, juga mempengaruhi persepsi sesuai dengan pengalaman

melihat, merasakan dan lain-lain.

Persepsi adalah pengamatan secara global, kemampuan untuk

membedakan antara obyek yang satu dengan yang lain berdasarkan

ciri-ciri fisik obyek-obyek itu misalnya ukuran, warna, dan bentuk (Winkel,

1986:161). Menurut Shalahuddin (1991:73), persepsi merupakan bentuk

pengalaman yang belum disadari benar, sehingga individu yang

bersangkutan belum mampu membedakan diri sendiri dengan objek yang

dihayati.

Dari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa persepsi

merupakan suatu proses penerimaan, pemilihan, pengorganisasian serta

pemberian arti dalam diri seseorang untuk menginterpretasi, dan

membedakan objek atau subjek lain dengan melewati suatu tahapan

(35)

B. Kompetensi Dosen

Belakangan ini pemerintah telah merumuskan sebuah undang-undang

tentang guru dan dosen sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan

kualitas guru dan dosen serta untuk meningkatkan kesejahteraan hidup bagi

guru dan dosen.

Dalam Undang-Undang RI No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan

Dosen, yang dimaksud dengan kompetensi dosen sebagaimana dimaksud

dalam Pasal 2 merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan

perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh

dosen dalam melaksanakan tugas profesional. Kompetensi dosen

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bersifat holistik yang meliputi

kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial. Dosen pada

pendidikan vokasi atau pendidikan profesi, selain memenuhi kompetensi

sebagaimana dimaksud pada ayat (2), harus memiliki sertifikat kompetensi

sesuai dengan tingkat dan bidang keahlian yang menjadi tugas pokoknya.

Kompetensi dosen sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikembangkan oleh

masing-masing satuan pendidikan tinggi bekerjasama dengan organisasi

profesi bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, atau olah raga. Kompetensi

dosen sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan oleh senat akademik

perguruan tinggi masing-masing atas dasar peraturan Menteri yang berisi

panduan penetapan kompetensi dosen.

Dari Undang-Undang RI No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen

(36)

seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki,

dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh dosen dalam melaksanakan

tugas profesional. Kompetensi dosen sendiri terdiri dari kompetensi

pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi

profesional (http://www.depdiknas.go.id/RPP/modules.php/. 2007):

Pertama, kompetensi pedagogik. Adalah kemampuan mengelola

pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik,

perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan

pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi

yang dimilikinya.

Kedua, kompetensi kepribadian. Adalah kepribadian pendidik yang

mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta

didik, dan berakhlak mulia.

Ketiga, kompetensi sosial. Adalah kemampuan pendidik

berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan peserta didik, sesama

pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/ wali peserta didik, dan masyarakat.

Keempat, kompetensi profesional. Adalah kemampuan pendidik dalam

penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang

memungkinkannya membimbing peserta didik memperoleh kompetensi yang

(37)

C. Prestasi Belajar

Menurut Winkel (1986:35), belajar merupakan suatu proses psikis

yang berlangsung dalam interaksi aktif subjek dengan lingkunganya, yang

menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman,

ketrampilan, nilai dan sikap yang bersifat tetap. Prestasi merupakan suatu

kemampuan yang dimiliki seseorang yang merupakan hasil dari proses yang

dilakukan dan menghasilkan perubahan yang khas, yaitu perubahan dalam

sikap dan tingkah laku yang tercapai dan dapat dilihat secara nyata serta

dapat diukur dengan menggunakan alat ukur yaitu tes (Winkel,1986:48).

Menurut Ahmad dan Supriyono (Sriyani, 1998:17-18), disebutkan

bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi perolehan prestasi belajar antara

lain sebagai berikut.

a. Faktor internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa:

1. faktor jasmani meliputi seluruh hal yang berkaitan dengan keadaan

jasmani atau fisik siswa, baik yang bersifat bawaan maupun yang

diperoleh dari pengalaman;

2. faktor psikologis seperti sifat ingin tahu, kreativitas, dan keinginan.

b. Faktor eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar diri siswa yang

berpengaruh terhadap perolehan prestasi belajar siswa:

1. faktor lingkungan sosial dimana siswa tinggal, yaitu lingkungan

keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, dan lingkungan

(38)

2. faktor budaya yang ada disekitar lingkungan hidup siswa seperti adat

istiadat yang berlaku dimasyarakat, ilmu pengetahuan, teknologi dan

kesenian.

Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi

belajar adalah hasil dari proses psikis yang berlangsung dalam interaksi

subjek dengan lingkunganya yang menghasilkan perubahan berupa

pengetahuan, nilai, sikap, dan ketrampilan dimana hasil perubahan tersebut

dapat dilihat dan juga dapat diukur.

D. Status Sosial Ekonomi

Status adalah tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok.

Status ekonomi merupakan kombinasi dari status sosial dan status ekonomi

yang dimiliki seseorang (orang tua) dalam satu kelompok masyarakat. Status

sosial adalah tempat orang secara umum di dalam masyarakat, sehubungan

dengan orang lain dalam arti lingkungan pergaulannya, dan hak-hak serta

kewajibannya (Soekanto, 1990: 263).

Menurut Astrid S. Sutanto (1977:99), “status” adalah perbandingan

peranan dalam masyarakat, status pencerminan hak dan kewajiban dalam

tingkah laku manusia. Pendapat lain yang mengatakan kedudukan diartikan

sebagai tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok tersebut

(Soekanto, 1992: 233).

Mengenai status sosial ekonomi, Keeves (1972: 67) mengatakan

(39)

penghasilan, pemilikan barang berharga yang dimiliki oleh seseorang

didalam suatu masyarakat atau kelompoknya.

Pernyataan-pernyataan di atas didukung oleh Hopkins (1985: 59), yang

mengatakan bahwa status sosial ekonomi dirumuskan sebagai kombinasi dari

status sosial ekonomi dimana di dalamnya mencakup tingkat pendidikan,

pekerjaan, jabatan, dan tempat tinggal. Kedudukan seseorang di dalam

masyarakat banyak ditentukan oleh apa yang dia miliki, yang dipandang

penting oleh masyarakat. Semakin tinggi tingkat pendidikan, jabatan, dan

pekerjaan seseorang maka semakin tinggi pula statusnya di masyarakat.

Semakin tinggi pendapatan yang dimiliki dan cenderung memiliki barang

berharga, maka mereka akan mendapatkan posisi yang tinggi di dalam

masyarakat.

Dari uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa status sosial

ekonomi merupakan kedudukan seseorang di dalam masyarakat yang

dipandang dari sudut sosial ekonomi (Hopkins, 1985: 59).

1. Tingkat Pendidikan

Dalam Tap MPR No.IV tahun 1973, dikatakan bahwa pendidikan

pada hakekatnya adalah usaha untuk mengembangkan kepribadian dan

kemampuan didalam dan diluar sekolah dan berlangsung seumur hidup.

Dalam hal yang sama, Soerjono Soekanto (1992: 235) mengatakan bahwa

pendidikan memberikan nilai tertentu bagi manusia, terutama dalam hal

membuka pikiran serta menerima hal-hal baru dan juga bagaimana

(40)

Dari batasan pengertian serta pendapat di atas dapat disimpulkan

bahwa melalui pendidikan, seseorang akan memperoleh pengalaman,

mampu mengembangkan kepribadian dan terbuka dalam menerima hal-hal

baru secara ilmiah. Tingkat pendidikan sendiri memiliki arti kurang lebih

adalah jenjang sekolah yang telah diselesaikan oleh seseorang yang

dibuktikan dengan adanya ijasah terakhir yang diperolehnya, seperti SD,

SMP, SMA, Sarjana atau jenjang pendidikan yang lain.

2. Jenis Pekerjaan

Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan jenis pekerjaan adalah

bidang pekerjaan yang ditekuni oleh orang tua setiap harinya. Spillane

(1982: 14) mengelompokkan pekerjaan atau jabatan dalam 9 golongan

sebagai berikut:

a. Golongan A

- Meninggal dunia

- Pensiunan

- Tidak mempunyai pekerjaan

b. Golongan B

- Buruh nelayan

- Buruh tani

- Petani kecil

- Penebang kayu

c. Golongan C

(41)

- Buruh tidak tetap

- Penarik becak

d. Golongan D

- Pembantu

- Penjual keliling

- Tukang cuci

e. Golongan E

- Seniman

- Buruh tetap

- Montir

- Pandai besi

- Penjahit

- Sopir bus/ colt

- Tukang kayu

- Tukang listrik

- Tukang mesin

f. Golongan F

- Pemilik bus/ colt

- Pengawas keamanan

- Petani pemilik tanah

- Pegawai sipil (ABRI)

- Mandor

(42)

- Pedagang

- Pegawai kantor

- Peternak

- Tuan tanah

g. Golongan G

- ABRI (Tamtama s/d Bintara)

- Pegawai badan hukum

- Kepala kantor pos cabang

- Manager perusahaan kecil

- Supervisor/ pengawas

- Pamong praja

- Guru SD

- Kepala bagian

- Pegawai negeri sipil (Golongan I A s/d I D)

h. Golongan H

- Guru SLTA/ SLTP

- Juru rawat

- Pekerja sosial

- Perwira ABRI (Letda, Lettu, Kapten)

- Pegawai negeri sipil (Golongan II A s/d II D)

- Kepala sekolah

- Kontraktor

(43)

i. Golongan I

- Ahli hukum

- Manager perusahaan

- Ahli ilmu tanah

- Apoteker

- Arsitek

- Dokter

- Dosen/ guru besar

- Gubernur

- Kepala kantor

- Menteri

- Pegawai negeri sipil (Golongan III A keatas)

- Pengarang

- Peneliti

- Penerbang

- Walikota/ bupati

- Kontraktor besar

Dalam penelitian ini jenis pekerjaan yang akan dibahas adalah

profesi guru dan non guru.

3. Pendapatan

a. Pengertian Pendapatan

Pendapatan sangat erat hubungannya dengan penghasilan, yaitu

(44)

kita perhatikan lingkungan disekitar kita, kita akan melihat betapa

sibuknya orang-orang bekerja. Hal ini dilakukan orang agar

memperoleh imbalan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Menurut Sumardi dan Hans Dieter Evers (1982: 92), pendapatan

adalah hasil yang diperoleh suatu keluarga baik bersumber dari

pekerjaan pokok, pekerjaan sampingan, dan pendapatan lain yang

berupa uang maupun barang yang digunakan untuk memenuhi

kebutuhan.

Penghasilan dalam jumlah besar akan memudahkan bagi mereka

untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan, termasuk kebutuhan akan

pendidikan. Sebaliknya, penghasilan dalam jumlah yang kecil akan

mengakibatkan keluarga dalam keadaan kekurangan, sehingga dapat

dikatakan rendah status sosial ekonominya. Pemenuhan kebutuhan

sering dirasa sukar dengan penghasilan yang kecil, padahal mereka

dituntut untuk selalu mempertahankan kehidupan keluarganya. Agar

kebutuhan pokok hidup dapat terpenuhi, seringkali orang harus

mengorbankan kebutuhan lain yang sifatnya tidak mendesak.

Pendidikan pada saat sekarang ini merupakan kebutuhan yang pokok

dan penting untuk dipenuhi, untuk itu semua orang tua bekerja keras

agar dapat mencukupi kebutuhan pendidikan bagi anak-anak mereka.

b. Bentuk Pendapatan

Menurut Biro Pusat Statistik, pendapatan dapat dibedakan

(45)

- Pendapatan berupa uang

- Pendapatan berupa barang

- Pendapatan berupa uang dan barang

Pendapatan berupa uang adalah segala penghasilan berupa uang

yang sifatnya regular dan yang diterima biasanya sebagai balas jasa

atau kontraprestasi. Sumber-sumber yang utama adalah gaji dan upah

serta lain-lain balas jasa serupa dari majikan, pendapatan bersih dari

usaha sendiri dan pekerjaan bebas, pendapatan dari penjualan barang

yang dipelihara dari halaman rumah, hasil investasi.

Pendapatan berupa barang adalah segala penghasilan yang

sifatnya regular dan biasanya diterima dalam bentuk barang dan jasa.

Barang dan jasa yang diperoleh dinilai dengan harga pasar sekalipun

tidak diimbangi atau disertai transaksi uang oleh yang menikmati

barang dan jasa tersebut, demikian pula penerimaan secara cuma-cuma,

pemberian barang dan jasa dengan harga substitusi atau reduksi dari

majikan merupakan pendapatan berupa barang.

Untuk penerimaan uang dan barang yang dipakai sebagai

pedoman adalah segala penerimaan yang bersifat transfer atau

redistribusi dan biasanya membawa perubahan dalam keuangan rumah

tangga, misalnya penjualan barang-barang yang dipakai, pinjaman

uang, hasil undian, warisan, penagihan piutang, kiriman uang, menang

(46)

E. Kerangka Berpikir

1. Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Ditinjau Dari Prestasi

Belajar

Cara pandang mahasiswa mengenai kompetensi dosen sangat

dipengaruhi oleh prestasi belajarnya. Antara mahasiswa yang satu dengan

yang lain akan mempunyai prestasi belajar yang berbeda-beda. Prestasi

belajar yang dimaksud adalah hasil prestasi belajar mahasiswa yang

dicapai pada semester tertentu yang menentukan keberhasilan seorang

mahasiswa dalam mata kuliah yang ditempuhnya. Prestasi belajar disini

dilihat pada indek prestasi semester yang diperoleh mahasiswa pada

semester tertentu. Pada mahasiswa yang memiliki prestasi yang baik,

persepsi terhadap kompetensi dosen diduga lebih positif dibandingkan

dengan mahasiswa yang memiliki prestasi belajar buruk. Sebab mahasiswa

yang memiliki prestasi baik dapat membedakan dosen yang

membimbingnya memiliki kompetensi yang baik, hal ini di karenakan

mahasiswa merasa bahwa prestasi bagus yang diperolehnya berasal dari

bimbingan dosen yang profesional, metode mengajar dosen yang menarik

dan relevan, serta banyak hal lain yang menunjukkan bahwa dosen

tersebut memiliki kompetensi yang baik, sedangkan mahasiswa yang

memiliki prestasi buruk memandang dosen sebaliknya.

Pada umumnya banyak orang berpendapat bahwa dengan semakin

tinggi prestasi belajar yang dicapai oleh seorang mahasiswa maka semakin

(47)

pada suatu bidang tertentu sesuai dengan bidang yang digelutinya. Selain

itu juga semakin tinggi prestasi belajar mahasiswa maka mahasiswa

tersebut akan semakin mempunyai keinginan yang lebih tinggi untuk

mengembangkan prestasinya. Dengan semakin tingginya tingkat

kecerdasan, luasnya wawasan, keinginan yang tinggi untuk

mengembangkan prestasi yang berbeda ini maka pandangan mahasiwa

mengenai kompetensi dosen akan berbeda pula. Cara pandang inilah yang

secara tidak langsung akan mempengaruhi mahasiswa dalam memandang

kompetensi seorang dosen. Berdasarkan penjelasan tersebut, diturunkan

hipotesis sebagai berikut :

Ha1 : Ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen

ditinjau dari prestasi belajar.

2. Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Ditinjau Dari Status

Sosial Ekonomi.

Mahasiswa yang berasal dari status sosial ekonomi keluarga

tertentu mempunyai persepsi yang berbeda-beda mengenai kompetensi

dosen. Sebab setiap mahasiswa tentunya memiliki status sosial ekonomi

keluarga yang berbeda-beda. Ada mahasiswa yang berasal dari keluarga

yang memiliki status sosial ekonomi yang tinggi dalam masyarakat dan

ada pula yang berasal dari keluarga yang memiliki status sosial rendah.

Mahasiswa yang berasal dari keluarga berstatus social rendah memandang

(48)

yang berasal dari keluarga dengan status sosial tinggi. Mahasiswa dari

keluarga dengan status sosial tinggi menganggap kompetensi dosen biasa

saja atau bahkan buruk, karena mahasiswa ini tidak terlalu memikirkan

masalah biaya kuliah yang telah mereka keluarkan dengan hasil yang

didapat selama kuliah. Berbeda halnya dengan mahasiswa yang berasal

dari keluarga dengan status sosial ekonomi rendah tentunya sangat

memikirkan masalah biaya studi. Mahasiswa dari keluarga dengan status

sosial rendah akan memandang dosen memiliki kompetensi yang baik

apabila dosen tersebut disiplin, profesional, dan lain sebagainya. Mereka

memandang bahwa segala yang didapatkan dari dosen harus sesuai dengan

biaya mahal yang telah mereka keluarkan untuk biaya selama kuliah.

Berdasarkan penjelasan tersebut, diturunkan hipotesis sebagai berikut :

Ha2 : Ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen

(49)

27

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah studi kasus, yaitu penelitian yang mendalam

tentang sesuatu objek atau subjek pada area yang terbatas. Dengan demikian

hasil hanyalah berlaku pada kasus dimana objek atau subjek yang diteliti dan

tidak dapat digeneralisasikan pada kasus lain.

B. Subjek dan Objek Penelitian

1. Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi,

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma,

Yogyakarta.

2. Objek Penelitian

Objek penelitian adalah persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen,

prestasi belajar, dan status sosial ekonomi keluarga.

C. Waktu dan Tempat Penelitian

1. Waktu Penelitian

(50)

2. Tempat Penelitian

Tempat yang digunakan untuk penelitian ini yaitu Universitas Sanata

Dharma, Yogyakarta.

D. Variabel Penelitian dan Pengukurannya

1. Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen

Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku

yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh dosen

dalam melaksanakan tugas profesional. Kompetensi terdiri dari empat

dimensi yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi

sosial dan kompetensi professional (http://www.depdiknas.go.id/. 2007).

Berikut ini disajikan tabel operasionalisasinya:

Tabel 3.1

Operasionalisasi Variabel Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi

Dosen

No Dimensi Indikator No.

Item

1 Kompetensi

pedagogik

dosen

a. Pemahaman terhadap peserta didik

b. Perancangan pembelajaran

c. Pelaksanaan pembelajaran

d. Evaluasi hasil belajar

e. Pengembangan peserta didik

1

2

3

4

5

(51)

kepribadian

dosen

stabil, dan dewasa

b. Kepribadian pendidik yang arif, dan

berwibawa

c. Menjadi teladan bagi peserta didik,

dan berakhlak mulia

9,10

11,12

3 Kompetensi

sosial dosen

a. Kemampuan pendidik berkomunikasi

dan berinteraksi secara efektif dengan

peserta didik

b. Kemampuan pendidik berkomunikasi

dan berinteraksi secara efektif dengan

sesama pendidik

c. Kemampuan pendidik berkomunikasi

dan berinteraksi secara efektif dengan

tenaga kependidikan

d. Kemampuan pendidik berkomunikasi

dan berinteraksi secara efektif dengan

orangtua/wali peserta didik

e. Kemampuan pendidik berkomunikasi

dan berinteraksi secara efektif dengan

masyarakat

a. Kemampuan pendidik dalam

penguasaan materi pembelajaran

secara luas dan mendalam yang

18,19,

(52)

memungkinkannya membimbing

peserta didik memperoleh kompetensi

yang ditetapkan

Pengukuran variabel persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen

pada indikator-indikatornya. Skala pengukuran yang digunakan adalah

skala Likert, yaitu skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat

dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial.

Jawaban setiapiteminstrumen tersaji dalam tabel berikut ini :

Tabel 3.2

Skoring Berdasarkan Skala Likert

Skor Kriteria Jawaban

Pernyataan Positif Pernyataan Negatif

Sangat Setuju ( SS ) 5 1

Setuju ( S ) 4 2

Ragu-Ragu (R) 3 3

Tidak Setuju ( TS ) 2 4

Sangat Tidak Setuju ( STS ) 1 5

2. Prestasi Belajar Mahasiswa

Prestasi belajar adalah hasil dari proses psikis yang berlangsung dalam

interaksi subjek dengan lingkungannya yang menghasilkan perubahan

berupa pengetahuan, nilai, sikap, dan ketrampilan dimana hasil perubahan

(53)

dilihat dari Indeks Prestasi Kumulatif terakhir dan dibedakan menjadi 2

kriteria yaitu tinggi dan rendah. Pemberian skor dalam variabel ini adalah

sebagai berikut.

- IPK≤2,50 skor 1

- IPK > 2,50 skor 2

3. Status Sosial Ekonomi Keluarga

Pengukuran status sosial ekonomi orang tua menggunakan skala interval,

karena dalam pengukuran ini mengklasifikasikan orang ke dalam dua

kategori atau lebih.

a. Tingkat pendidikan orang tua

Tingkat pendidikan diukur dengan mencari data pendidikan formal

yang telah ditempuh oleh orang tua mahasiswa.

Tabel 3.3

Tingkat Pendidikan Orang Tua Skor

s/d SMU atau sederajat

Diploma 1 (D-1) ke atas

1

2

b. Jenis Pekerjaan

Pekerjaan orang tua mahasiswa atau responden dalam penelitian ini

digolongkan menjadi 2 (dua) jenis yang kemudian diberi skor sebagai

(54)

Tabel 3.4

Jenis Pekerjaan Skor

Non Guru

Guru

1

2

c. Tingkat Penghasilan

Untuk tingkat penghasilan orang tua mahasiswa atau responden

menggunakan pengklasifikasian golongan sebagai berikut.

Tabel 3.5

Golongan Tingkat Pendapatan Skor

Rendah

Status Sosial Ekonomi Tinggi, artinya bahwa status sosial ekonomi

orang tua atau keluarga tersebut baik, berkecukupan, mampu, kaya,

pendidikan orang tua termasuk tinggi, tingkat pendapatannya lebih dari

cukup, sehingga orang tua mampu membiayai pendidikan anak.

Status Sosial Ekonomi Rendah, artinya bahwa keadaan status sosial

ekonomi keluarga atau orang tua kurang menguntungkan atau kurang

berada, miskin, pendidikan orang tuanya rendah, pekerjaannya hanya

dapat memberikan penghasilan yang tidak lebih dari cukup sehingga

biaya studi untuk anaknya juga seadanya dan bahkan sampai tidak bisa

(55)

E. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subyek yang

mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh

peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya

(Sugiyono, 1999: 72). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah

mahasiswa Pendidikan Akuntansi, Fakultas Keguruan dan Ilmu

Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

2. Sampel

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh

populasi (Sugiyono, 1999: 73). Sampel penelitian ini dihitung dengan

rumus Slovin (Umar, 2003: 102):

2

n = ukuran sampel

N = ukuran populasi

e = kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan

sampel yang dapat ditolelir

Jadi jumlah sampel yang akan diambil (n), dengan nilai kritis/ batas

kesalahan (e) 5% dari populasi (N) tersebut adalah :

2

(56)

3. Teknik pengambilan sampel

Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah convenience

sampling, yaitu sebuah sampel yang anggota-anggotanya diambil dari

populasi berdasarkan peluang yang diketahui. Khususnya, jika tiap

anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk diambil menjadi

anggota sampel, maka sampel yang didapat dinamakan convenience

sampling (Sudjana, 199:169). Peneliti menetapkan sampel penelitian ini

adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi yang masih

terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada tahun akademik 2007/2008.

Tabel 3.6

Jumlah Populasi

No Tahun Angkatan Jumlah Mahasiswa

1 Angkatan 1999 3

2 Angkatan 2000 10

3 Angkatan 2001 40

4 Angkatan 2002 61

5 Angkatan 2003 60

6 Angkatan 2004 86

7 Angkatan 2005 76

8 Angkatan 2006 59

9 Angkatan 2007 70

(57)

F. Teknik Pengumpulan Data

1. Kuesioner

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan

cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada

responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 1999:135). Kuesioner ini

digunakan untuk mengumpulkan data persepsi mahasiswa mengenai

kompetensi dosen ditinjau dari prestasi belajar, dan status sosial ekonomi

keluarga.

2. Dokumentasi

Dokumentasi adalah suatu teknik yang dimungkinkan oleh peneliti untuk

memperoleh informasi dari bermacam-macam sumber tertulis atau

dokumen yang ada pada responden atau tempat dimana responden

bertempat tinggal/ melakukan kegiatan sehari-hari. Dokumen ini

digunakan untuk mengumpulkan data sekunder yaitu tentang jumlah

mahasiswa yang masih aktif di Prodi PAK, FKIP, USD.

G. Uji Kuesioner

1. Pengujian Validitas

Validitas dimaksudkan untuk menyatakan sejauh mana data yang

ditampung pada suatu kuesioner akan mengukur apa yang ingin diukur

(Umar, 2003:72). Pengujian validitas dilakukan dengan mengkorelasikan

(58)

dilakukan dengan menggunakan rumus teknik korelasi product moment

(Umar, 2003:78) yaitu sebagai berikut:

r =

 

r = koefisien korelasi antara variabel X dengan variabel Y

Y = skor total item

X = skor item

n = jumlah responden

Besarnya nilai koefisien r dapat dihitung dengan menggunakan korelasi

dengan signifikansi 5%. Jika rhitung lebih besar dari pada rtabel, maka butir

soal tersebut dapat dikatakan valid. Jika sebaliknya maka butir soal

tersebut tidak valid.

a. Hasil Pengujian Validitas

Uji validitas dilakukan terhadap item-item pertanyaan variabel

persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen. Uji validitas ini

dilakukan pada dua puluh (20) butir pertanyaan variabel persepsi

mahasiswa mengenai kompetensi dosen.

1) Uji validitas untuk persepsi mahasiswa mengenai kompetensi

dosen

Ada dua puluh (20) butir pertanyaan pada variabel ini.

Rangkuman uji validitas untuk persepsi mahasiwa mengenai

(59)

Tabel 3.7

Rangkuman Uji Validitas Untuk Persepsi Mahasiswa

Mengenai Kompetensi Dosen

Butir No. Nilai r tabel Nilai r hitung Status

1 0,239 0.324 Valid

2 0,239 0.458 Valid

3 0,239 0.544 Valid

4 0,239 0.483 Valid

5 0,239 0.586 Valid

6 0,239 0.471 Valid

7 0,239 0.443 Valid

8 0,239 0.389 Valid

9 0,239 0.553 Valid

10 0,239 0.341 Valid

11 0,239 0.512 Valid

12 0,239 0.440 Valid

13 0,239 0.473 Valid

14 0,239 0.247 Valid

15 0,239 0.444 Valid

16 0,239 0.562 Valid

17 0,239 0.275 Valid

18 0,239 0.381 Valid

(60)

20 0,239 0.441 Valid

Dari tabel di atas terlihat bahwa seluruh item pertanyaan pada

persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen menunjukkan

bahwa dari ke-dua puluh item pertanyaan tersebut adalah valid.

Pengambilan kesimpulan ini dilakukan dengan membandingkan

nilai r hitungdengan nilai r tabel. Dengan jumlah data (n) sebanyak

30 responden dan derajat keyakinan () = 5% atau 0,05, maka

diperoleh nilai r tabel sebesar 0,239. Dari hasil perhitungan

diperoleh bahwa tidak semua nilai rhitungsemuanya menunjukkan

angka yang lebih besar dari dari pada r tabel (r hitung > 0,239).

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua butir

pertanyaan variabel persepsi mahasiswa mengenai kompetensi

dosen adalahvalid.

2. Pengujian Reliabilitas Kuesioner

Reliabilitas adalah istilah yang dipakai untuk menunjukkan sejauh mana

suatu hasil pengukuran relatif konsisten apabila alat ukur digunakan

berulangkali (Umar, 2003:72). Pengujian reliabilitas didasarkan pada

perhitungan koefisien alpha (α) dari Cronbach (Umar, 2003:90) yaitu

(61)

Keterangan:

11

r = reliabilitas instrumen

k = banyak butir pertanyaan

2

t

 = varian total

2

b

 = jumlah varian butir

Nilai varian butir dapat dicari berdasarkan rumus sebagai berikut

(Umar, 2003:91):

n = jumlah responden

X = nilai skor yang dipilih ( total nilai dari nomor-nomor butir

pertanyaan)

Dengan taraf signifikan sebesar (α ) = 5%, jika nilai rhitunglebih besar dari

pada rtabel, maka butir soal tersebut dapat dikatakan reliabel, begitu juga

sebaliknya jika rhitunglebih kecil dari rtabelmaka soal tersebut tidak reliabel.

Hasil Pengujian Reliabilitas Instrumen Penelitian

Uji reliabilitas instrumen dilakukan dengan menggunakan rumus

Cronbach-Alpha dan dikerjakan dengan program SPSS for Windows

(62)

Tabel 3.8

Rangkuman Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian

Variabel Nilai r tabel Nilai r hitung Status

Persepsi mahasiswa

mengenai kompetensi

dosen

0,239 0,9522 Andal

Variabel persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen

Dari dua puluh item pertanyaan pada variabel persepsi mahasiswa

mengenai kompetensi dosen ini diperoleh nilai rhitung sebesar 0,9522.

Pengambilan kesimpulan dilakukan dengan membandingkan nilai

rhitungdengan rtabel.Dengan jumlah data (n) sebanyak 30 responden dan

derajat keyakinan () = 5% atau 0,05, maka diperoleh nilai r tabel

sebesar 0,239. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai rhitung lebih besar

dari pada rtabel (0,9522 > 0,239). Ini berarti bahwa butir-butir

pertanyaan pada variabel persepsi mahasiswa mengenai kompetensi

dosen dapat dikatakanandal.

H. Teknik Analisis Data

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji F. Agar

kesimpulan yang ditarik tidak menyimpang dari seharusnya, maka terlebih

dahulu dilakukan uji persyaratan analisis. Pengujian prasyarat analisis

(63)

1. Pengujian Normalitas dan Uji Homogenitas

a. Uji Normalitas

Uji normalitas dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui

apakah data yang terjaring berdistribusi normal, sehingga analisis

untuk menguji hipotesis dapat dilakukan. Dalam uji normalitas ini

digunakan rumus uji satu sampel dari Kolmogorov-Smirnov, yaitu

tingkat kesesuaian antara distribusi harga satu sampel (skor observasi)

dan distribusi teoritisnya. Uji ini menetapkan suatu titik dimana teoritis

dan yang terobservasi mempunyai perbedaan terbesar. Artinya

distribusi sampling yang diamati benar-benar merupakan observasi

suatu sampel random dari distribusi teoritis (Ghozali, 2002:35-36).

Alat statistik untuk pengujian normalitas data penelitian ini adalah tes

Kolmogorov-Smirnov. Adapun rumus uji Kolmogorov-Smirnov untuk

normalitas sebagai berikut (Ghozali, 2002:36):

 

X S

 

X F

maksimum

Don

Keterangan:

D = Deviasi maksimum

Fo = Fungsi distribusi frekuensi kumulatif yang ditentukan

Sn( X ) = Distribusi frekuensi kumulatif yang diobservasi

Kriteria penerimaan:

- Jika nilai Kolmogorov- Smirnov lebih kecil dari nilai probabilitas

(64)

b. Uji Homogenitas

Sebelum peneliti menggeneralisasikan hasil penelitian, maka harus

terlebih dahulu dipastikan bahwa kelompok-kelompok yang

membentuk sampel berasal dari populasi yang sama. Kesamaan asal

sampel ini antara lain dibuktikan dengan adanya kesamaan variansi

kelompok-kelompok yang membentuk sampel tersebut. Jika ternyata

tidak terdapat perbedaan variansi diantara kelompok sampel berarti

kelompok-kelompok tersebut homogen, maka dapat dikatakan bahwa

kelompok-kelompok sampel tersebut berasal dari populasi yang sama.

Untuk pengujian komparatif tiga sampel dengan menggunakan

Analisis Varian Satu Jalan (Sugiyono, 1991:198-200). Dalam rangka

pengujian dengan ANOVA, maka dicari varians data dengan rumus

sebagai berikut berikut:

n

Selanjutnya penggujian homogenitas varians diuji dengan uji F

Terkecil

Harga F tersebut selanjutnya dibandingkan dengan harga F tabel,

(65)

Ftabel (0,05);(dk pembilang n-1;dk penyebut n-1), maka dapat disimpulkan bahwa

varians data yang akan dianalisis homogen.

2. Pengujian Hipotesis

Untuk menguji hipotesis pertama dilakukan langkah-langkah:

a. Perumusan hipotesis

Ho1: Tidak ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi

dosen ditinjau dari prestasi belajar

Ha1: Ada perbedaan persepsi mahasiswa mengenai kompetensi dosen

ditinjau dari prestasi belajar

b. Menyusun dan menjumlahkan skor dari setiap jawaban responden.

c. Menentukan nilai kritis dengan taraf signifikansi(level significance)=

0.05

d. Menyusun skor dan mean untuk masing-masing variabel dari setiap

responden.

e. Menghitung statistik Uji F (ANOVA) (Djarwanto, 1996:160) dengan

rumus:

Xij = Nilai individu ke i dari sampel j.

(66)

nj = Banyaknya individu (ukuran) sampel j.

Tj = T1+T2+T3

N = Banyaknya semua sampel

f. Pengambilan keputusan

1) Hipotesis 1

Pengambilan keputusan didasarkan pada perbandingan Fhitung

dengan Ftabel sebagai berikut :

 Jika Fhitung> Ftabel maka Ho ditolak

Pengambilan keputusan berdasarkan pada nilai probabilitas yaitu:

 jika nilai probabilitas (Sig.) < taraf nyata (0,05), maka Ho

ditolak

Catatan: Pengujian hipotesis yang lain dilakukan dengan cara yang

(67)

45

BAB IV

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2008. Subjek penelitian

ini adalah mahasiswa-mahasiswi Program Studi Pendidikan Akuntansi,

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma,

Yogyakarta angkatan tahun 1999 sampai dengan angkatan tahun 2007. Jumlah

kuesioner yang disebar sebanyak 216 kuesioner. Jumlah kuesioner yang

kembali sebanyak 216 kuesioner.

Berikut ini disajikan deskripsi data variabel-variabel penelitian ini.

1. Deskripsi Responden Penelitian

a. Prestasi Belajar Mahasiswa

Tabel 4.1

Deskripsi Responden Menurut Prestasi Belajar Mahasiswa

Prestasi Belajar Mahasiswa

IPK Jumlah

≤2.00 73 responden

> 2.00 143 responden

Tabel 4.1 di atas menunjukkan bahwa jumlah responden yang

memiliki prestasi belajar dalam golongan tinggi sebanyak 143

responden (66,20%), sedangkan jumlah responden yang memiliki

(68)

demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden

penelitian ini memiliki prestasi tinggi atau bagus.

b. Status Sosial Ekonomi keluarga

Tabel 4.2

Deskripsi Responden Menurut Tingkat Pendidikan Orang tua

Golongan

Pendidikan Jumlah

s/d SMU/ Sederajat 78 responden

D-1 Keatas 138 responden

Tabel 4.2 di atas menunjukkan bahwa jumlah responden yang orang

tuanya berpendidikan Diploma-1 ke atas sebanyak 138 responden

(63,90%), sedangkan responden yang orang tuanya berpendidikan s/d

SMU/ sederajat sebanyak 78 responden (36,10%). Dengan demikian

dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki orang tua

dengan pendidikan Diploma-1 ke atas.

Tabel 4.3

Deskripsi Responden Menurut Jenis Pekerjaan Orang tua

Jenis Pekerjaan Jumlah

Non-Guru 76 responden Guru 140 responden

Tabel 4.3 di atas menunjukkan bahwa jumlah responden yang orang

tuanya memiliki pekerjaan sebagai guru sebanyak 140 responden

(64,80%), sedangkan responden yang orang tuanya pekerjaannya

Gambar

Tabel 4.7Persepsi
Tabel 4 7Persepsi. View in document p.20
Tabel 4.18 Hasil Pengujian Perbedaan Persepsi Mahasiswa Mengenai
Tabel 4 18 Hasil Pengujian Perbedaan Persepsi Mahasiswa Mengenai. View in document p.21
Tabel 3.1Operasionalisasi Variabel Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi
Tabel 3 1Operasionalisasi Variabel Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi. View in document p.50
Tabel 3.2Skoring Berdasarkan Skala Likert
Tabel 3 2Skoring Berdasarkan Skala Likert. View in document p.52
Tabel 3.3Tingkat Pendidikan Orang Tua
Tabel 3 3Tingkat Pendidikan Orang Tua. View in document p.53
Tabel 3.4Jenis Pekerjaan
Tabel 3 4Jenis Pekerjaan. View in document p.54
Tabel 3.6Jumlah Populasi
Tabel 3 6Jumlah Populasi. View in document p.56
Tabel 3.7
Tabel 3 7. View in document p.59
Tabel 3.8
Tabel 3 8. View in document p.62
Tabel 4.1Deskripsi Responden Menurut Prestasi Belajar Mahasiswa
Tabel 4 1Deskripsi Responden Menurut Prestasi Belajar Mahasiswa. View in document p.67
Tabel 4.2Deskripsi Responden Menurut Tingkat Pendidikan Orang tua
Tabel 4 2Deskripsi Responden Menurut Tingkat Pendidikan Orang tua. View in document p.68
Tabel 4.4
Tabel 4 4. View in document p.69
Tabel 4.6Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen
Tabel 4 6Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen. View in document p.70
Tabel 4.7 di atas menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa mengenai
Tabel 4 7 di atas menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa mengenai. View in document p.71
Tabel 4.8Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Ditinjau Dari Jenis
Tabel 4 8Persepsi Mahasiswa Mengenai Kompetensi Dosen Ditinjau Dari Jenis. View in document p.72
Tabel 4.9 di atas menunjukkan bahwa ditinjau dari tingkat pendidikan
Tabel 4 9 di atas menunjukkan bahwa ditinjau dari tingkat pendidikan. View in document p.73
Tabel4.10
Tabel4 10. View in document p.74
Tabel 4.11Rangkuman Pengujian Normalitas persepsi mahasiswa
Tabel 4 11Rangkuman Pengujian Normalitas persepsi mahasiswa. View in document p.75
Tabel 4.12Rangkuman pengujian normalitas persepsi mahasiswa mengenai
Tabel 4 12Rangkuman pengujian normalitas persepsi mahasiswa mengenai. View in document p.76
Tabel 4.13Rangkuman pengujian normalitas persepsi mahasiswa mengenai
Tabel 4 13Rangkuman pengujian normalitas persepsi mahasiswa mengenai. View in document p.77
Tabel 4.14Rangkuman pengujian normalitas persepsi mahasiswa mengenai
Tabel 4 14Rangkuman pengujian normalitas persepsi mahasiswa mengenai. View in document p.78
Tabel 4.15Rangkuman Pengujian Homogenitas Variabel Penelitian
Tabel 4 15Rangkuman Pengujian Homogenitas Variabel Penelitian. View in document p.79
Tabel 4.16Hasil Pengujian Perbedaan Persepsi Mahasiswa Mengenai
Tabel 4 16Hasil Pengujian Perbedaan Persepsi Mahasiswa Mengenai. View in document p.80
Tabel 4.17Hasil Pengujian Perbedaan Persepsi Mahasiswa Mengenai
Tabel 4 17Hasil Pengujian Perbedaan Persepsi Mahasiswa Mengenai. View in document p.81
Tabel 4.18Hasil Pengujian Perbedaan Persepsi Mahasiswa Mengenai
Tabel 4 18Hasil Pengujian Perbedaan Persepsi Mahasiswa Mengenai. View in document p.82
Tabel 4.19Hasil Pengujian Perbedaan Persepsi Mahasiswa Mengenai
Tabel 4 19Hasil Pengujian Perbedaan Persepsi Mahasiswa Mengenai. View in document p.83
Tabel 4.19 di atas menunjukkan bahwa hasil pengujian persepsi
Tabel 4 19 di atas menunjukkan bahwa hasil pengujian persepsi. View in document p.84

Referensi

Memperbarui...

Download now (128 pages)