Makalah pendidikan pancasila makalah pancasila

 1  3  11  2018-12-02 16:03:36 Laporkan dokumen yang dilanggar

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pancasila adalah suatu ideologi yang dianut oleh bangsa Indonesia. Di dalam pancasila

  terdapat isi di setiap silanya sesuai dengan cita-cita, tujuan dan harapan terbentuknya negara Indonesia. Pada dasarnya Pancasila sebgai dasar sistem pemerintahan dengan cara menjalankan dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan pemerintahan dengan cara menjalankan kegiatan yang berhubungan dengan pemerintahan sesuai dengan isi pancasila tersebut. Bangsa Indonesia terbentuk melalui suatu proses sejarah yang panjang sejak zaman kerajaan Kutai, Sriwijaya, Majapahit sampai datangnya bangsa lain menjajah bangsa Indonesia.

  Pancasila adalah nilai-nila kehidupan Indonesia sejak zaman nenek moyang sampai saat ini. Berdasarkan hal tersebut terdapatlah perbedaan antara masyarakat Indonesia dengan masyarakat lain. Nilai-nilai kehidupan tersebut mewujudkan amal perbuatan dan pembawaan serta watak orang Indonesia. Dengan kata lain masyarakat Indonesia mempunyai ciri sendiri, yang merupakan kepribadianya. Dengan nilai-nilai tersebut rakyat Indonesia melihat dan memecahkan masalah kehidupan ini untuk mengarahkan dan mempedomi dalam kegiatan kehidupanya bermasyarakat. Demikianlah mereka melaksanakan kehidupan yang diyakini kebenaranya. Itulah pandangan hidupnya, karena keyakinan yang telah mendarah daging itulah maka pancasila dijadikan dasar negara serta ideologi negara. Itulah kebulatan tekad rakyat Indonesia yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945 melalui panitia persiapan kemerdekaan Indonesia.

  Bangsa Indonesia wajib bersyukur kepada Tuha Yang Maha Esa karena sampai sekarang ini tetap dapat menjaga keutuhan wiayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang ber-bhinneka Tunggal Ika Berdasarkan Pancasila. Hal ini patut diungkapkan karena Uni Soviet sebagai salah satu negara adi kuasa di sampin Amerika serikat telah menglami kehancuran. Namun bangsa indonesia harus tetap waspada dan jangan mudah terombang-ambing dari tarikan ideologi bangsa lain, atau dengan kata lain bangsa Indonesia harus memiliki visi yang jelas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dan filosofi yang telah melekat pada bangsa Indonesia harus dipertahankan dalam rangka meneguhkan NKRI.

  Gerakan Reformasi yang telah menjatuhkan Pemerintah Orde Baru pada bulan Mei 1998 membawa berbagai perubahan dalam kehidupan sosial politik Indonesia. Sistem politik yang berkembang selama lima tahun terakhir mengalami perubahan yang sangat mendasar dari sistem politik yang nondemokratis kearah sistem politik yang depokratis. Di karena kan masih banyak hal yang perlu kita ketahui lagi tentang pancasila beserta kaitan-kaitan baik itu dengan kemerdekaan, dengan proklamasi maupun dengan UUD 1945. Maka pada makalah ini kami akan menguraikan beberapa poin, diantaranya :

   Hubungan Pancasila dengan Proklamasi Kemerdekaan,  Hubungan Pancasila dengan Pembukaan UUD 1945, serta  Penjabaran Pancasila dalam Pasal-pasal UUD 1945.

  B. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan permasalahan yang akan dibahas ialah:

  1. Bagaimana Hubungan Pancasila dengan Proklamasi Kemerdekaan?

  2. Bagaimana Hubungan Pancasila dengan Pembukaan UUD 1945?

  3. Bagaimanakah bentuk Penjabaran Pancasila dalam Pasal-pasal UUD 1945?

  C. Tujuan

  Adapun tujuan dari penulisan makalah ini ialah: 1. Untuk mengetahui Hubungan Pancasila dengan Proklamasi Kemerdekaan.

  2. Untuk mengetahui Hubungan Pancasila dengan Pembukaan UUD 1945.

  3. Untuk mengetahui Penjabaran Pancasila dalam Pasal-Pasal UUD 1945.

  4. Untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pancasila.

BAB II PEMBAHASAN A. HUBUNGAN PANCASILA DENGAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN Nilai-nilai pancasila pada saat penjajah (kolonial) sebelum terjadinya proklamasi

  selalu direndahkan, dilecehkan, diinjak-injak.Kemudian dengan dilakukannya proklamasi nilai pancasila ditegakkan, diselamatkan, di tinggikan, dijunjung tinggi. Sehingga dengan melakukan proklamasi yang pada awalnya pada masa penjajahan pancasila tidak dianggap bahkan di lecehkan maka dengan perjuangan rakyat bangsa indonesia kedudukan pancasila sebagai dasar negara kembali di tegakkan.

  Proklamasi kemerdekaan merupakan jembatan emas, yang artinya suatu instrumen yang bernilai dimana diseberang jembatan tersebut/setelah kemerdekaan bangsa indonesia membangun bangsa untuk mencapai tujuan nasional yaitu masyarkat yang adil makmur dan sejahtera. Tujuan nasional ini tercantum dalam pembukaan UUD 1945, yang didalamnya terdapat sila-sila pancasila.

  Nilai-nilai dalam pancasila mendasari,menjiwai,menyemangati,menuntutun bangsa ketika bangsa indonesia membangun bangsa untuk mencapai tujuan nasional. Jadi pancasila disini sebagai penuntun bangsa indonesia dalam membangun bangsa. Hal ini telah tertuang pada pembukaan UUD 1945.

  Pada dasarnya Proklamasi bukan merupakan tujuan tetapi sebagai prasayarat untuk mencapai tujuan yaitu sebagai sumber hukum formal saat melakukan revolusi hukum dari hukum kolonial menuju hukum nasional, revolusi tata negara kolonial menuju tata negara nasional. Maka proklamasi memiliki makna sebagai pernyataan bangsa indonesia baik diri sendiri maupun kepada dunia luar bahwa bangsa indonesia telah merdeka. Oleh karena itu makna proklamasi harus diberi dasar hukum dengan merincinya dalam pembukaan UUD 1945 yaitu dengan memberikan penjelasan, penegakan, dan pertanggung jawaban terhadap dilaksanakannya proklamasi seperti yang telah tertuang dalam pembukaan UUD 1945.

  Sejarah Perumusan Pancasila dan Tokoh yang Terlibat

  Pada bulan Juli 1944 kedudukan Jepang semakin terdesak dalam Perang Pasifik.Pasukan jepang di Pulau Saipan jatuh ke tangan pasukan Amerika Serikat.Dengan jatuhnya Pulau Saipan, kedudukan Jepang semakin terancam. Begitu pula di berbagai wilayah, peperangan tentara Jepang selalu menemui kekalahan, dalam keadaan seperti itulah, pada tanggal 9 September 1944 Perdana Menteri Koiso memberikan janji kemerdekaan kepada rakyat Indonesia. Penyampaian janji itu bertujuan untuk menarik simpati rakyat Indonesia agar mau membantu Jepang.

  Pada tanggal 1 Maret 1945, kekalahan jepang dalam Perang Pasifik semakin jelas, sehingga Jenderal Kumakici Herada mengumumkan dibentuknya suatu badan khusus yang bertugas menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia yang bernama Dokuritzu Zyunbi Coosakai atau Badan Penyelidikan Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

  Pada tanggal 28 April 1945 diumumkan pengangkatan anggota BPUPKI. Badan ini kemudiaan terbentuk pada tanggal 29 April 1945, tetapi baru dilantik pada tanggal

  28 Mei 1945 dan baru mulai bekerja pada tanggal 29 Mei 1945. Upacara peresmiannya dilaksanakan di Gedung Cuo Sangi In di Pejambon Jakarta (sekarang Gedung Departemen Luar Negeri). Ketua BPUPKI ditunjuk Jepang adalah dr. Rajiman Wedyodiningrat, wakilnya adalah Icibangase (Jepang), dan sebagai sekretarisnya adalah R.P. Soeroso. Jumlah anggota BPUPKI adalah 63 orang yang mewakili hampir seluruh wilayah Indonesia ditambah 7 orang tanpa hak suara.

   Masa Sidang BPUPKI Masa sidang I (29 Mei – 1 Juni 1945) Dalam masa sidang ini dikemukakan pendapat tentang dasar negara yang akan digunakan untuk Indonesia merdeka. Pemikiran ini dikemukakan oleh tiga tokoh yakni Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr Soepomo dan Ir. Soekarno.

   Pidato Mr. Muhammad Yamin Mohammad Yamin menyatakan pemikirannya tentang dasar negara Indonesia merdeka dihadapan sidang BPUPKI pada tanggal 29 Mei 1945. Pemikirannya diberi judul ”Asas dan Dasar Negara Kebangsaan Republik Indonesia”. Mohammad Yamin mengusulkan dasar negara Indonesia merdeka yang intinya sebagai berikut : o Peri kebangsaan o Peri kemanusiaan o Peri ketuhanan o Peri kerakyatan o Kesejahteraan rakyat  Pidato Prof. Dr. Soepomo Soepomo mendapat giliran mengemukakan pemikirannya di hadapan sidang BPUPKI pada tanggal 31 Mei 1945. Pemikirannya berupa penjelasan tentang masalah-masalah yang berhubungan dengan dasar negara Indonesia merdeka. Negara yang akan dibentuk hendaklah negara integralistik yang berdasarkan pada hal-hal berikut ini:

  • Persatuan  Kekeluargaan  Keseimbangan lahir dan batin
  • Musyawarah  Keadilan sosial

   Pidato Ir. Soekarno Pada tanggal 1 Juni 1945 Ir. Sukarno mendapat kesempatan untuk mengemukakan dasar negara Indonesia merdeka. Pemikirannya terdiri atas lima asas berikut ini :  Kebangsaan Indonesia  Internasionalisme atau perikemanusiaan  Mufakat atau demokrasi  Kesejahteraan sosial  Ketuhanan Yang Maha Esa Atas saran temannya yang ahli bahasa, lima asas yang disampaikan Soekarno diberinya nama Pancasila. Sehingga saat sebagian orang setiap 1 Juni memperingati hari lahirnya istilah Pancasila.

   Masa sidang II (10 Juli – 16 Juli 1945) Sebelum masa sidang II, BPUPKI membentuk panitia sembilan. Tugas panitia sembilan adalah menampung aspirasi tentang pembentukan dasar negara untuk Indonesia merdeka. Panitia sembilan terdiri atas: Ir. Soekarno, Abdul Kahar Muzakir, Drs. Moh. Hatta, KH Abdul Wachid Hasyim, Mr. Muhammad Yamin, H. Agus Salim,Mr. AA Maramis,Abikusno Cokrosuyoso, Mr. Ahmad Subarjo. Pada tanggal 22 Juni 1945, panitia sembilan berhasil merumuskan dasar negara yang oleh Mr. Muhammad Yamin dinamakan Jakarta Charter atau Piagam Jakarta. Naskah Piagam Jakarta adalah sebagai berikut :  Piagam Jakarta

  Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.

  Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia, dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya. Piagam Jakarta kemudian ditetapkan menjadi Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945, setelah diadakannya perubahan pada sila pertama, yaitu “Ketuhanan dengan berkewajiban menjalankan syariat-syariat Islam bagi para pemeluknya” menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

  Setelah panitia sembilan menetapkan Mukadimah UUD 1945, mereka mengajukan pembentukan PPKI sebagai pengganti BPUPKI.Pada tanggal 7 Agustus 1945, Jenderal Terauchi menyetujui pembentukan Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau Dokuritzu Zyunbi Inkai yang mengganti BPUPKI. Lembaga tersebut dalam bahasa

  Jepang disebut Dokuritsu Junbi Iinkai. PPKI dipimpin oleh Ir. Sukarno, wakilnya Drs. Moh. Hatta, dan penasihatnya Ahmad Subarjo. Adapun anggotanya adalah Mr. Supomo, dr. Rajiman Wedyodiningrat, R.P. Suroso, Sutardjo, K.H. Abdul Wachid Hasyim, Ki Bagus Hadikusumo, Oto Iskandardinata, Suryohamijoyo, Abdul Kadir, Puruboyo, Yap Tjwan Bing, Latuharhary, Dr. Amir, Abdul Abbas, Teuku Moh. Hasan, Hamdani, Sam Ratulangi, Andi Pangeran, I Gusti Ktut Pudja, Wiranatakusumah, Ki Hajar Dewantara, Kasman Singodimejo, Sayuti Melik, dan Iwa Kusumasumantri.

B. HUBUNGAN PANCASILA DENGAN PEMBUKAAN UUD 1945

  Dalam sistem tertib hukum indonesia, penjelasan UUD 1945 menyatkan bahwa pokok pikiran itu meliputi suasana kebatinan dari undang-undang dasar negara indonesia serta mewujudkan cita-cita hukum, yang menguasai hukum dasar tertulis (UUD) dan hukum dasar tidak tertulis (konfrensi), selanjutnya pokok pikiran itu dijelmakan dalam pasal-pasal UUD 1945. Maka dapatlah di simpulkan bahwa suasana kebathinan undang-undang dasar 1945, tidak lain di jiwai atau bersumber pada dasar filsafat negara yaitu pancasila. Pengertian inilah yang menunjukkan kedudukan dan fungsi pancasila sebagai dasar negara republik indonesia. Oleh karena itu secara formal yuridis pancasila di tetapkan sebagai dasar filsafat negara republik indonesia. Maka hubungan antara pembukaan UUD 1945 dengan pancasila bersifat timbal balik sebagai berikut:

  1. Hubungan formal Dengan di cantumkannya secara formal didalam pembukaan UUD 1945 maka pancasila memperoleh kedudukan sebagai norma dasar hukum positif. Dengan demikian cara kehidupan bertatanegara tidak hanya bertopang kepada asas-asas sosial, ekonomi, politik, akan tetapi dalam perpaduanya dengan keseluruhan asas yang melekat padanya, yaitu perpaduan asas-asas kultural, religius dan asas-asas kenegaraan yang unsurnya berdampak pada pancasila.

  Jadi berdasarkan tempat terdapatnya pancasila dalam UUD 1945 secara formal dapat disimpulkan sebagai berikut: a. Bahwa rumusan pancasila sebagi dasar negara republik indonesia adalah seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea IV.

  b. Bahwa pembukaan UUD 1945 berdasarkan pengertian ilmiah, merupakan pokok kaidah negara yang fundamental. dan terhadap tertib hukum indonesia mempunyai 2 macam kedudukan yaitu:

  1. Sebagai dasarnya, karena pembukaan UUD 1945 itulah yang memberikan faktor-faktor mutlak. Bagi adanya hukum tertib hukum indonesia.

  2. Memasukkan dirinya dalam tertib hukum tersebut sebagi hukum tertinggi.

  c. Bahwa dengan demikian pembukaan UUD 1945 berkedudukan dan berfungsi selain sebagai muqaddimah dari UUD 1945 dalam kesatuan yang tidak dapat di pisahkan jika berkedudukan sebagai sesuatu yang bereksistensi sendiri, yang hakekat kedudukan hukum nya berbeda dengan pasal-pasal nya. Karena pembukaan UUD 1945 yang intinya adalah pancasila tidak tergantung pada batang tubuh UUD 1945, bahkan sebagi sumber.

  d. Dengan demikian pancasila dapat disimpulakan mempunyai hakekat, sifat, kedudukan dan fungsi sebagi pokok kaedah negara yang fundamental, yang menjelmakan dirinya sebagai dasar kelangsungan hidup negara republik indonesia yang di proklamirkan pada tanggal 17 agustus 1945.

  e. Pancasila sebagai inti pembukaan UUD 1945, dengan demikian mempunyai kedudukan yang kuat, tetap dan tidak dapat diubah yang terlekat pada kelangsunagn hidup negara republik indonesia. Dengan demikian pancasila sebagi substansi esensial dari pembukaan dan mendapatkan kedudukan formal yuridis dalam pembukaan, sehingga baik rumusan maupun yuridiksinya sebagi dasar negara adalah sebagaimana terdapat dalam pembukaan UUD 1945. Maka perumusan yang menyimpang dari pembukaan tersebut adalah sama halnya dengan mengubah secara tidak sah pembukaan UUD 1945, bahkan berdasarkan hukum positif sekalipun dan hal ini sebagimana yang di tentukan dalam ketetapan MPRS no

  XX/MPRS/1966

  2. Hubungan material Hubungan pembukaan UUD 1945 dengan Pancasila selain hubungan yang bersifat formal, sebagaimana yang dijelaskan di atas juga hubungan secara material sebagai berikut:

  1) Bila kita tinjau kembali proses perumusan Pancasila secara kronologis, materi yang dibahas oleh BPUPKI yang pertama-tama adalah dasar filsafat Pancasila baru kemudian pembukaan UUD 1945. Setelah pada sidang pertama pembukaan UUD 1945 BPUPKI membicarakan dasar filsafat negara pancasila. Jadi berdasarkan urut-urutan tertib hukum Indonesia pembukaan UU/D 1945 adalah sebagai tertib hukum yang tertinggi, adapun tertib hukum Indonesia bersumberkan pada Pancasila. Hal ini berarti secara material tertib hukum Indonesia dijabarkan dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pancasila sebagai tertib sumber hukum Indonesia meliputi sumber nilai, sumber materi sumber bentuk dan sifat. Selain itu dalam hubunganya dengan hakikat dan kedudukan Pembukaan UUD 1945 sebagai pokok kaidah dasar yang fundamental, maka sebenarnya secara material yang merupakan esensi atau inti sari dari pokok kaidah negara fundamental tersebut tidak lain adalah Pancasila.

  2) Seperti telah disinggung dimuka bahwa di samping Undang-Undang dasar, masih ada hukum dasar yang tidak tertulis yang juga merupakan sumber hukum, yang menurut penjelasan UUD 1945 merupakan aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara, meskipun tidak tertulis, inilah yang dimaksuk denagn konvensi atau kebiasaan ketatanegaraan sebagai pelengkap atau pengisi kekosongan yang timbul dari praktek kenegraan, oleh karena itu tersebut tidak terdapat dalam Undang-Undang dasar. UUD 1945 yang hanya terdiri dari 37 pasal ditambah dengan empat pasal Aturan peralihan dan dua aturan tambahan, maka UUD 1945 termasuk singkat dan bersifat supel atau fleksibel. Dalam hubungan ini penjelasan UUD 1945 mengemukakan bahwa telaah cukuplah kalau undang-undang dasar hanya memuat aturan-aturan pokok garis-garis besar sebagi instruksi kepada pemerintah pusat dan lain-lain, penyelenggaraan negara untuk untuk kehidupan negara. Undang-undang dasar yang disingkat itu sangat menguntungkan bagi negaraa indonesia ini yang masih harus terus berkembang bagi negara seperti Indonesia ini yang masih harus terus menerus berkembang secara dinamis. Sehingga denagn aturan-aturan pokok itu akan merupakan aturan yang kenyal dan tidak mudah ketinggalan zaman, sedang aturan-aturan yang menyelenggarakan aturan-aturan undang-undang yang lebih mudah, oleh karena itu makin supel (elastic) itu semakin baik. Jadi kita harus menjadi yang supel agar undang-undang dasar jangan sampai ketinggalan zaman. Yang penting dalam pemerintahan dan dalam hal hidupnya negara harus lebih semangat yaitu semangat yang dinamis, positif, konstuktifseperti yang dikehendaki oleh pembukaan UUD 1945

  C. PENJABARAN PANCASILA DALAM PASAL-PASAL UUD 1945

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa Pembukaan UUD 1945 dan pasal 29 ayat 1 dan 2, yang berbunyi:

  Ayat 1 “ negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang maha Esa.” Ayat 2 “negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya itu.”

  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab Pembukaan UUD 1945 dan pasal 27 ayat 1, 28, 30 ayat 1, 31 ayat 2 yang berbunyi:

  Pasal 27(1) “segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.

  Pasal 28 “kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pendapat dengan lisan maupun tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang. Pasal 30(1) “tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikutserta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Pasal 31(2) “setiap warga negara berhak mendapat pendidikan dan pemerintah wajib membiayainya.

  3. Persatuan Indonesia Pembukaan UUD 1945 dan pasal 1, 32 ayat 2, 35, 36A yang berbunyi:

  Pasal 1 “kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut undang- undang. Pasal 32(2) “negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. Pasal 35 “bendera negara Indonesia ialah sang merah putih. Pasal 36(A) “lambang negara ialah garuda pancasila dan semboyannya adalah bhineka tunggal ika.

  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan Pembukaan UUD 1945 dan pasal 37 ayat 3 yang berbunyi:

  Pasal 37(3) “untuk mengubah pasal UUD, sidang MPR dihadiri oleh sekurang- kurangnya 2/3 dari jumlah anggota MPR.

  5. Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia Pembukaan UUD 1945 dan pasal 34 ayat 1, 2, dan 3 yang berbunyi:

  Pasal 34(1) “fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.

  Pasal 34(2) “negara mengembangkan sistem jaminan Pasal 34(3) “negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Nilai-nilai yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat, pandangan hidup bangsa dan pandangan hidup negara yang disebut dengan pancasila tidak bersifat statis. Artinya dalam kehidupan bermasyrakat, berbangsa, dan bernegara, ketiga bentuk

  pandangan hidup itu terus-menerus berinteraksi secara timbal-balik dan Selalu ada benang merah yang tidak boleh putus atau diputuskan diantara ketiganya.

  Ajaran filsafat bernegara bangsa indonesia yang dibingkai dalam sebuah ideologi negara yang disebut pancasila merupakan landasan utama semua sistem penyelenggaraan negara indonesia.

  Dalam sistem tertib hukum indonesia, penjelasan UUD 1945 menyatkan bahwa pokok pikiran itu meliputi suasana kebatinan dari undang-undang dasar negara indonesia serta mewujudkan cita-cita hukum, yang menguasai hukum dasar tertulis (UUD) dan hukum dasar tidak tertulis (konfrensi), selanjutnya pokok pikiran itu dijelmakan dalam pasal-pasal UUD 1945. Maka dapatlah di simpulkan bahwa suasana kebathinan undang-undang dasar 1945, tidak lain di jiwai atau bersumber pada dasar filsafat negara yaitu pancasila. Oleh karena itu secara formal yuridis pancasila di tetapkan sebagai dasar filsafat negara republik indonesia. Maka hubungan antara pembukaan UUD 1945 dengan pancasila bersifat timbal balik sebagi berikut yaitu Hubungan formal dan Hubungan material

  Dengan bersendi pada jati diri Pancasila bukan bearti bangsa Indoesia menghendaki situasi status quo, yang tidak menghendaki perubahan. Karena perubahan tidak terletak pada esensi kwalitas jati diri, tetapi pada cara dan teknik dalam mengantisipasi tantangan yang dihadapi. Atau dapat pula dikatakan bahwa perubahan bukan pada tatanan dasar tetapi pada tatanan instrumental dan praksis.

B. Saran

  Kami sebagai penulis menyarankan untuk lebih memperhatikan lingkungan di sekitar kita. Dan semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca. Dan kami juga mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca, guna kesempurnaan makalah ini. Kami sebagai pemakalah juga mengucapkan terimakasih karena pembaca sudah mau meluangkan waktunya untuk membaca makalah kami.

DAFTAR PUSTAKA

  Cantrawayang. 2014. Makalah Hubungan Pancasila dengan UUD 1945. (online), (http://cantrawayang.blogspot.com/2014/08/makalah-hubungan-pancasila-dengan- uud.html), diakses 6 september 2015 https://hendrogoblog.wordpress.com/2012/09/15/peran-pancasila-terhadap- kemerdekaan-indonesia/ M. Fachri Adnan, dkk. 2003. Pendidikan Pancasila Untuk Perguruan Tinggi. Padang: Universitas Negeri Padang Wiyono. Suko. 2015. Reaktulisasi Pancasila Dalam Kehidupan Berbangsa dan

  Bernegara, Cet. VII, Malang: Univertasitas Wisnuwardhana Malang

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2018-12-02

Dokumen yang terkait
Tags
Makalah Pendidikan Pancasila Makalah Pendidikan Pancasila Makalah Pendidikan Pancasila Pancasila S

Makalah Pendidikan Pancasila Pentingnya Makalah Pendidikan Pancasila Pentingnya

Makalah Pendidikan Pancasila Pancasila D

Makalah Pendidikan Pancasila

Contoh Makalah Pendidikan Pancasila

Makalah Pendidikan Dan Pancasila

Makalah Pendidikan Pancasila Bab

Makalah Intisari Pancasila Dan Pancasila

Makalah Pancasila Pancasila Sebagai Dasa

Makalah pendidikan pancasila makalah pancasil..

Gratis

Feedback