MAKALAH PERUBAHAN WARNA PUTIH SUSU PADA

 0  0  25  2018-09-16 23:21:27 Report infringing document

  

MAKALAH

PERUBAHAN WARNA PUTIH SUSU PADA SISTEM

PELUMAS

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah

Teknik Mekanik Otomotif II

  Disusun oleh :

  1. Hendra R. Budiono : 13.VI.064

  2. Julandha P. Adi : 13.VI.065

  3. Maulana F. Nurhadi : 13.VI.066

  4. Mohammad I. Ramadhan : 13.VI.067

  5. Mufni A. Pamor : 13.VI.068

  6. Nunik R. Rohmawati : 13.VI.069

  7. Raffi W. Kusuma : 13.VI.070

  

D IV TEKNIK KESELAMATAN OTOMOTIF

POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN

KATA PENGANTAR

  Puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena Rahmat dan Hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan Makalah “Pelumas

  

Bewarna Putih Susu” ini tepat pada waktunya. Makalah ini dibuat untuk

  mengembangkan wawasan Taruna/i mengenai mata kuliah Teknik Mekanik Otomotif.

  Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan Makalah “Pelumas

  

Bewarna Putih Susu” ini banyak sekali kekurangannya karena kurangnya waktu

  dan terbatasnya tenaga serta faktor – faktor lain yang menyebabkan makalah ini kurang sempurna. Untuk itu penulis mengharapkan saran atau masukan yang membangun dari pihak – pihak pembaca laporan ini demi perbaikan dan kesempurnaan dalam pembuatan laporan selanjutnya.

  Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat dan memiliki peranan yang besar bagi para pembaca.

  Tegal, Desember 2014 Penulis,

  

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.........................................................................................1

DAFTAR ISI.......................................................................................................2

  BAB I PENDAHULUAN

  1.1 Latar belakang.................................................................................................3

  1.2 Rumusan Makalah...........................................................................................5

  1.3 Tujuan Masalah...............................................................................................6

  BAB II PEMBAHASAN

  2.1 Pengertian

Pelumas..................................................................................................7

  2.2 Cara Kerja

Pelumas...................................................................................................

  9

  2.3 Penyebab Oli Bewarna Putih Susu..........................................................................12

  2.4 Cara Memilih Oli yang Tepat...................................................................................14 BAB III PENUTUP

  1.1 Kesimpulan....................................................................................................21

  1.2 Saran .............................................................................................................22

  DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pelumas di gunakan sejak 4000 SM di daerah Mesopotamia, dimana

  daerah tersebut adalah merupakan salah satu pusat peradaban Dunia yang paling awal Sebelum Masehi. Untuk Bantalan Sederhana, yang di buat dari Zat BituminaDi Mesir/Egyp ; pada tahun 1400 SM, di gunakan pada Roda kereta/ kendaraan perang yang menggunakan pelumas campuran yang berasal dari campuran lemak hewan dan minyak nabati Peradapan Yunani - Romawi ; Untuk Roda Gigi, derek dan bantalan bola dan rol.

  Di Inggris Abad 18 ( sekitar tahun 1760 M ); ketika Revolusi industri berlangsung selama 80 Tahun, menggunakan minyak nabati ( sawit, zaitun dan kacang tanah ) dan Minyak hewani ( lemak babi, lemak sapi, sperma ikan paus ) dan pelumas padat/ semi ( grafit, talk, gemuk dari soda dan minyak hewani ditambah kapur )

  Di Canada, Rusia, dan Romania pada tahun 1852 abad 19, Pelumas sudah menggunakan minyak bumi, di Indonesia ; Awal produksi sudah menggunakan Minyak Bumi. Abad 20 ; Peningkatan mutu pelumas di gunakan untuk kebutuhan perkembangan Motor Bakar/ sepeda Motor salah satunya ( Otomotif ).

  Perkembangan zaman yang semakin pesat, menuntut adanya kemajuan didalam segala bidang terutama dalam bidang teknologi. Kemajuan di dalam bidang teknologi ini memudahkan seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan. Salah satu bidang teknologi yang mengalami kemajuan adalah otomotif. Kemajuan didalam bidang ini dapat kita lihat pada kendaraan- kendaraan sekarang selalu ingin meningkatkan rasa kenyamanan, keamanan, dan ramah terhadap lingkungan. Usaha di dalam peningkatan rasa kenyamanan, keamanan, dan ramah terhadap lingkungan salah satunya adalah dengan meningkatkan kualitas sistempelumasan. Kualitas sistem pelumasan yang baik dapat membuat mesin menjadi lebih awet dan kinerja mesin juga lebih baik. Sebaliknya, kualitas sistem pelumasan yang tidak baik dapat menjadikan mesin menjadi lebih cepat mengalami kerusakan dan kinerja mesin tidak optimal. Pelumasan dapat diartikan sebagai pemberian bahan pelumas pada suatu mesin dengan bertujuan untuk mencegah kontak langsung persinggungan antara permukaan yang bergerak. Pelumasan memiliki suatu peranan yang penting padasuatu mesin dan peralatan yang didalamnya terdapat suatu komponen yang salingbergesekan yaitu sebagai pengaman agar tidak terjadi kerusakan yang fatal. Pelumasan memiliki fungsi dan guna yang sangat menentukan panjang pendeknya umur mesin. Fungsi dari pelumasan itu sendiri adalah mengurangi adanya gesekan antara metal dan komponen- komponen mesin lainnya sehingga dapat meminimalkan resiko terjadinya kerusakan pada mesin. Sedangkan pelumasan itu sendiri berguna untuk mencegah atau mengurangi terjadinya keausan pada komponen-komponen mesin yang saling bergesekan. Sistem pelumasan berguna untuk melumasi bagian – bagian yang bergeser satu sama lainnya. Torak bergerak pulang – balik (atau naik turun). Hal itu berakibat terjadi pergeseran torak dengan dinding silinder, demikian pula terjadi pergeseran antara pen torak dengan batang torak, pen engkol dengan engkol, poros engkol dengan landasan (bearing,lager). Tempat pergeseran tersebut tidak halus, tetapi ada kekasaran atau benjolan (terlihat dengan loupe), maka perlu pelumasan. Dengan adanya minyak pelumas, maka yang terjadi nantinya adalah pergeseran antara minyak pelumas dengan logam. Minyak pelumas harus mempunyai sifat – sifat tertentu, agar tetap eksis ketika pergeseran terjadi, sehingga memungkinkan terjadi pelumasan yang sebaik- baiknya. Selain itu pelumas juga dapat menyebabkan kerusakan bagi mesin karena pelumas bercampur dengan air.

  B. Identifikasi Masalah

  1. Cara kerja pelumas dalam mendinginkan mesin

  2. Penyebab pelumas bewarna putih susu

  C. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana pelumas dapat mendinginkan mesin?

  2. Bagaimana pelumas dapat bewarna putih susu?

  3. Bagaimana solusi mengatasi masalah tersebut?

  4. Bagaimana cara memilih oli yang tepat agar tidak merusak kerja mesin?

D. Tujuan dan Manfaat

  Tujuan dilakukannya penulisan makalah ini adalah sebagai berikut -

  a. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknik Mekanik Otomotif II Untuk menambah wawasan taruna tentang penyebab pelumas bewarna b. putih susu

  Manfaat dari makalah ini antara lain sebagai berikut : -

  a. Mendapatkan nilai bagi pembuat makalah

  b. Bertambahnya wawasan mengenai sistem pelumas

  c. Mampu memberikan solusi bagi permasalahan pada pelumas

  d. Bagi pembaca diharapkan mendapat ide megenai pelumas guna penelitian

BAB II PEMBAHASAN

2.1.Pengertian Pelumas

  Pelumas adalah yang diberikan di antara

  dua benda bergerak untuk mengurangi Zat ini merupakan fraksi hasil destilasi minyak bumi yang memiliki suhu 105-135 derajat celcius. Pelumas berfungsi sebagai lapisan pelindung yang memisahkan dua permukaan yang berhubungan. Umumnya pelumas terdiri dari 90% dasar dan 10% zat tambahan. Salah satu penggunaan pelumas paling utama adalah

  Pelumas memegang peranan penting dalam desain dan operasi semua mesin otomotif. Umur dan service yang diberikan oleh mobil tergantung pada perhatian yang kita berikan pada pelumasannya. Pada motor bakar, pelumasan bahkan lebih sulit dibanding pada mesin-mesin lainnya, karena di sini terdapat panas terutama di sekitar torak dan silinder, sebagai akibat leadakan dalam ruang pembakaran. Tujuan utama dari pelumasan setiap peralatan mekanis adalah untuk melenyapkan gesekan, keausan dan kehilangan daya. Tujuan lain dari pelumasan pada motor bakar adalah:

  1. Menyerap dan memindahkan panas

  2. Sebagai penyekat lubang antara torak dan silinder sehingga tekanan tidak bocor dari ruang pembakaran.

  3. Sebagai bantalan untuk meredam suara berisik dari bagian-bagian yang bergerak Oli dibedakan dalam 2 jenis, yaitu :

  a) Oli mineral Oli mineral terbuat dari oli dasar (base oil) yang diambil dari minyak bumi yang telah diolah dan disempurnakan dan ditambah dengan zat - zat aditif untuk meningkatkan kemampuan dan fungsinya. Beberapa pakar mesin memberikan saran agar jika telah biasa menggunakan oli mineral selama bertahun-tahun maka jangan langsung menggantinya dengan oli sintetis dikarenakan oli sintetis umumnya mengikis deposit (sisa) yang ditinggalkan oli mineral sehingga deposit tadi terangkat dari tempatnya dan mengalir ke celah-celah mesin sehingga mengganggu pemakaian mesin.

  Oli sintesis

  b)

  Oli Sintetis biasanya terdiri atasyang datang dari bagian terbersih dari pemilahan dari oli mineral, yakni gas. Senyawa ini kemudian dicampur dengan oli mineral. Inilah mengapa oli sintetis bisa dicampur dengan oli mineral dan sebaliknya. Basis yang paling stabil adalah yang paling sedikit bereaksi bila dicampur dengan bahan lain. Oli sintetis cenderung tidak mengandung bahanyang sangat tidak bagus untuk oli karena cenderung bergabung dengan Pada dasarnya, oli sintetis didesain untuk menghasilkan kinerja yang lebih efektif dibandingkan dengan oli mineral.

2.2 Cara Kerja Pelumas

  Oli diangkat dari bak oli ( carter), oleh suatu sedotan dari pompa oli yang digerakkan oleh perputaran roda gerigi yang dikombinasikan dengan perputaran poros engkol, melalui pipa hisap. Dari pompa oli, disalurkan melalui pipa pembagi, kemudian dialirkan ke suatu media pendinginan yang berupa pipa penunjang melingkar satu setengah ( 1 ½ ) lingkar dengan dinding bersirip untuk memperluas permukaan pipa sehingga proses pendinginan lebih lancar dari udara sekitarnya atau berupa radiator oli atau tanpa kedua sistem pendinginan tersebut, tergantung dari kapasitas diesel. Dalam hal yang terakhir ini oli hanya disalurkan ke dalam pipa yang cukup pendek saja ( y pass). Dari ini kotoran oli yang mungkin terbawa, baik dari luar maupun sirkulasi di dalam mesin sendiri. Sistem Pelumasan pada Rosker Arm dari klep, didapatkan melalui camp shaft, tappel dan push rod langsung menembus baud pengatur jarak rosker arm ( Rocker Arm Bearing) kemudian menetes keluar sejenak ditampung bak per klep ; melalui celah antara push rod dan pipa pelindung push rod, oli mengalir ke bahah menuju ke bak charter. Untuk pelumasan ada metal-metal dan juga dinding-dinding silinder, oli disalurkan melalui pipa kapiler yang terdapat dalam dinding charter ( crank case), juga masuk ke dalam pipa yang sejenis dengan crank case).

1. Pompa Oli

  Agar oli dapat bersikulasi dan melumasi komponen-komponen mesin, dibutuhkan pompa oli yang digerakkan oleh putaran mesin (poros engkol).

  Pompa oli ditempatkan dibagian bawah mesin dan berada di dalam bak penampung oli. Ada dua tipe pompa oli yang umum digunakan pada mobil, yaitu pompa oli tipe gear dan tipe rotor. Kedua tipe ini dapat berfungsi karena dihubungkan dengan poros engkol.

  Pompa Oli Tipe Gear - Pompa ini dilengkapi dengan dua buah gear (roda gigi) yag saling bertautan. Jika kedua gear tersebut berputar, oli akan mengisi celah yang ada diantara gigi-gigi tersebut. Jika gigi-gigi pada kedua gear bertautan, oli dapat disalurkan akibat tekanan yang ditimbulkan oleh putaran kedua gear tersebut. Pompa Oli Tipe Rotor -

  Pompa ini terdri dari bagian dalam dan luar. Kedua rotor itu ditempatkan pada sebuah silinder. Jika kedua rotor itu berputar, oli akan mengisi kerenggangan yang terdapat pada kedua rotor, sehingga dapat bersikulasi di dalam mesin. Kedua pompa tersebut dilengkapi dengan katup relief untuk mencegah terjadinya penekanan oli terhadap pompa oli. Katup relief akan berfungsi jika ada efek tekanan oli di antara pompa oli dan bantalan. Terbukanya katup relief membuat oli yang ada di antara pompa dan bantalan dapat kembali ke bak penampung oli melalui katup relief tersebut.

  Kedua pompa ini dapat mengalami kerusakan. Gejala kerusakan yang sering terjadi pada pompa oli adalah : Gejala kerusakan Penyebab Tindakan Lampu indikator tekanan oli menyala, bearti tekanan oli pada mesin menurun.

  Kerja pompa oli kurang baik / pompa oli aus Kualitas oli buruk volume oli berkurang karena terjadi penguapan

  Perbaiki pompa, apabila arah segera ganti. Ganti oli dengan kualitas lebih baik.

  Tambahkan oli yang sejenis dengan yang digunakan

  Terdapat renbesan oli di sekitar packing mesin Bantalan connecting rod aus Tekanan oli terlalu tinggi, karena katup relief kurang baik

  Ganti bantalan connecting rod Perbaiki katup relief

2. Filter oli

  Agar oli yang bersikulasi di dalam mesin tetap bersih dan tidak mengandung partikel asing diperlukan ssebuah filter oli yang berfungsi untuk menyaring kotoran yang terbawa bersama oli. Setelah disaring, oli ditekan pada bantalan-bantalan, kemudian dihisap oleh pompa oli. Biasanya mesin mobil memiliki dua buah filter oli. Filter pertama sudah menjadi satu dengan pompa oli sedangkan filter kedua berada di luar mesin. Agar oli tidak tersumbat di filter kedua maka filter ini dilengkapi dengan katup by pass yang akan berfungsi jika filter tidak dapat melakukan tugasnya dengan baik.

  Gejala kerusakan yang sering terjadi pada filter Gejala Penyebab Tindakan Oli cepat kotor (bewarna hitam) padahal baru diganti

  Filter kedua sudah kotor, dan sudah tidak mampu menyaring kotoran

  Ganti filter oli.

2.3 Penyebab Oli Bewarna Putih Susu

  Oli mesin atau pelumas sangat mempengaruhi kinerja mesin, baik saat berkendara maupun daalam keadaan diam. Gerakan komponen-komponen dalam mesin untukmenghasilkan tenaga penggerak mobil, butuh pelumas agar tidak terjadi gesekan langsung yang dapat mengakibatkan kerusakan. Semakin sering berkendara maka makin tinggi frekuensi gerakan semua komponen tersebut. Begitu juga dalam keadaan diam tidak bergerak. Oli mesin berfungsi menjaga suhu agar tidak terjadi perbedaan ekstrim dengan kondisi mesin ketika berkendara. Peranannya yang sangat penting menuntut perhatian dari setiap pengendara.

  Akan tetapi para pengendara kurang memperhatikan apabila pelumas tidak bekerja dengan baik. Hal itu disebabkan karena terjadi perubahan warna pelumas dari warna hitam menjadi warna putih susu. Perubahan warna ini diakibatkan karena tercampurnya oli dengan air. Adanya kebocoran packing head, oil cooler serta dudukan filter oli sehingga air dapat masuk ke dalam mesin dan tercampur pelumas.

  1. Oil Seal (Seal Oli)

  Seal oli berfungsi untuk menyekat dan menahan oli agar tidak keluar (bocor) dari sirkulasi di dalam mesin akibat tekanan yang terjadi pada mesin. Ada berbagai macam seal oli yang terdapat pada mesin, di antaranya o-ring, seal datar, dan seal oli poros. Kerusakan yang sering terjadi pada seal oli biasanya disebabkan oleh fleksibilitasnya yang sudah menurun (seal oli mengeras), sehingga kecepatannya berkurang, dan menyebabkan oli merembes pada seal oli. Kadang juga ada rembesan oli pada seal oli yang masih baru.

  Gejala kerusakan yang sering terjadi, yaitu seal oli bocor, ditandai dengan adanya tetesan oli di tempat parkir. Seal katup (seal klep) pada silider head mesin yang bocor menyebabkan oli masuk ke ruang bakar dan ikut terbakar didalamnya sehingga oli bewarna putih susu.

  2. Oil Cooler (Pendingin Oli)

  Oil cooler adalah suatu alat bantu sistem pelumasan pada mobil yang berfungsi untuk menstabilkan temperatur oli yang berlebih, karena adanya energi panas yang di bawa oleh oli dari proses pelumasan di dalam mesin selama mesin bekerja. Tiak semua jenis mobil menggunakan oil cooler.

  Oil cooler melepes kalor dari oli yang mengalir pada pipa pendingin oil cooler. Panas oli merambat pada sirip-sirip oil cooler, dan dibantu dengan hembusan udara kipas pendingin radiator dan udata, sehinggga temperatur oli akan stabil dan lebih rendah dibandingkan sebelum masuk ke oli cooler.

  Gangguan-gangguan pada mobil yang sudah dilengkapi dengan oil cooler biasanya terjadi pada klem penyambung selang pemasukan dan pengeluaran oli yang kendur. Jika hal ini terjadi segera kencengkan klem agar tidak terjadi kebocoran.

2.4 Cara Memilih Pelumas Yang Tepat

  Para pengguna kendaraan khususnya mobil harus memperhatikan pelumas yang digunakan agar dapat membantu kerja mesin. Ada beberapa cara dalam memilih pelumas.

a. Perhatikan Kekentalan Pelumas

  Kekentalan (viskositas) hambatan (gesekan dalam) yang dilakukan zat cair terhadap saling gesernya lapisan-lapisan yang berbatasan dalam zat cair itu. Oleh karena itu, kekentalan didasarkan pada hambatan suatu zat cair yang sedang bergerak. Dalam hidraulika, kekentalan merupakan ciri terenting yang digunakan untuk membedakan jenis minyak.

  Oli harus mengalir ketika suhu mesin atau temperatur ambient. Mengalir secara cukup agar terjamin pasokannya ke komponen-komponen yang bergerak. Semakin kental oli, maka lapisan yang ditimbulkan menjadi lebih kental. Lapisan halus pada oli kental memberi kemampuan ekstra menyapu atau membersihkan permukaan logam yang terlumasi.

  Sebaliknya oli yang terlalu tebal akan memberi resitensi berlebih mengalirkan oli pada temperatur rendah sehingga mengganggu jalannya pelumasan ke komponen yang dibutuhkan. Untuk itu, oli harus memiliki kekentalan lebih tepat pada temperatur tertinggi atau temperatur terendah ketika mesin dioperasikan.

  Dengan demikian, oli memiliki grade (derajat) tersendiri yang diatur oleh Society of Automotive Engineers (SAE). Bila pada kemasan oli tersebut tertera angka SAE 5W-30 berarti 5W (Winter) menunjukkan pada suhu dingin oli bekerja pada kekentalan 5 dan pada suhu terpanas akan bekerja pada kekentalan 30. Tetapi yang terbaik adalah mengikuti viskositas sesuai permintaan mesin. Umumnya, mobil sekarang punya kekentalan lebih rendah dari 5W-30 . Karena mesin belakangan lebih sophisticated sehingga kerapatan antar komponen makin tipis dan juga banyak celah-celah kecil yang hanya bisa dilalui oleh oli encer. Tak baik menggunakan oli kental (20W-50) pada mesin seperti ini karena akan mengganggu debit aliran oli pada mesin dan butuh semprotan lebih tinggi. Untuk mesin lebih tua, clearance bearing lebih besar sehingga mengizinkan pemakaian oli kental untuk menjaga tekanan oli normal dan menyediakan lapisan film cukup untuk bearing.

  Sebagai contoh di bawah ini adalah tipe Viskositas dan ambien temperatur dalam derajat Celcius yang biasa digunakan sebagai standar oli di berbagai negara/kawasan.

  1. 5W-30 untuk cuaca dingin seperti di Swedia 2. 10W-30 untuk iklim sedang seperti di kawasan Inggris 3. 15W-30 untuk Cuaca panas seperti di kawasan Indonesia

b. Kualitas Pelumas Kualitas oli disimbolkan oleh API (American Petroleum Institute).

  Simbol terakhir SL mulai diperkenalkan 1 Juli 2001. Walau begitu, simbol makin baru tetap bisa dipakai untuk kategori sebelumnya. Seperti API SJ baik untuk SH, SG, SF dan seterusnya. Sebaliknya jika mesin kendaraan menuntut SJ maka tidak bisa menggunakan tipe SH karena mesin tidak akan mendapatkan proteksi maksimal sebab oli SH didesain untuk mesin yang lebih lama.

  Ada dua tipe API, S (Service) atau bisa juga (S) diartikan Spark- plug ignition (pakai busi) untuk mobil MPV atau pikap bermesin bensin. C (Commercial) diaplikasikan pada truk heavy duty dan mesin diesel. Contohnya kategori C adalah CF, CF-2, CG-4. Bila menggunakan mesin diesel pastikan memakai kategori yang tepat karena oli mesin diesel berbeda dengan oli mesin bensin karena karakter diesel yang banyak menghasilkan kontaminasi jelaga sisa pembakaran lebih tinggi. Oli jenis ini memerlukan tambahan aditif dispersant dan detergent untuk menjaga oli tetap bersih Sebagai tambahan, bila oli yang digunakan sudah tipe sintetik maka tidak perlu lagi diberikan bahan aditif lain karena justru akan mengurangi kinerja mesin bahkan merusaknya.

  • API Service Rating

  1. API Mesin Bensin o SN (Current) Diperkenalkan pada 2004. Ditujukan untuk semua jenis mesin bensin yang ada pada saat ini. Oli ini didesain untuk memberikan resistensi oksidasi yang lebih baik, menjaga temperatur, perlindungan lebih baik terhadap keausan, dan mengontrol deposit lebih baik. o SL (Current) Merupakan kategori terakhir sampai saat ini. Diperkenalkan pada 1

  Juni 2001. Oli ini didesain untuk menjaga temperatur dan mengontrol deposit lebih baik. Juga bisa mengonsumsi oli lebih rendah. Beberapa oli ini juga cocok dengan spesifikasi terakhir ILSAC sebagai Energy Conserving. Untuk mesin generasi 2004 atau sebelumnya

  • SJ (Current) : Diperkenalkan untuk mesin generasi 2001 atau lebih tua
  • SH (Obsolete): Untuk mesin generasi 1996 atau sebelumnya
  • SG (Obselete): Untuk mesin generasi 1993 atau sebelumnya
  • SF (Obsolete): Untuk mesin generasi 1988 atau sebelumnya

  2. API Mesin Diesel o CJ-4 Diperkenalkan pada tahun 2006. Untuk mesin high speed, mesin 4- langkah yang didesain untuk memenuhi standar emisi tahun 2007. Oli dengan kategori API CJ-4 memiliki kriteria performa lebih baik daripada yang dimiliki oleh oli-oli dengan kategori API CI-4 dengan CI-4 PLUS, CI-4, CH-4, CG-4 dan CF-4. Oli dengan kategori API CJ-4 juga mampu secara efektif melumasi mesin-mesin dengan kategori di bawahnya. o CI-4 Diperkenalkan sejak 5 September 2002. Untuk mesin high speed, four stroke engines yang didesain untuk memenuhi standar emisi tahun 2004.

  Oli CI-4 diformulasikan menjaga durabilitas mesin dimana gas buangnya disirkulasi ulang. Digunakan untuk mesin yang meminta kandungan belerang/sulfur 0.5%. Bisa dipakai pada oli CD, CE, CF-4, CG-4 dan CH- 4. o CH-4 Diperkenalkan sejak 1998. Untuk mesin high speed, four stroke engines yang didesain untuk memenuhi standar emisi tahun 1998. .

  Digunakan untuk mesin yang meminta kandungan belerang/sulfur lebih besar 0.5%. Bisa dipakai pada oli CD, CE, CF-4, dan CG-4. o CG-4 Diperkenalkan sejak 1995. Untuk mesin kinerja sedang, high speed, four stroke engines. Digunakan untuk mesin yang meminta kandungan belerang/sulfur kurang 0.5%. Cocok untuk standar emisi 1994 Bisa dipakai pada oli CD, CE, dan CF-4. o CF-4 Diperkenalkan sejak 1990. Untuk mesin high speed, four stroke engines, naturally aspirated dan mesin turbocharger. Bisa dipakai pada oli

  CD, dan CE. o CF-2 Diperkenalkan sejak 1994. Untuk mesin kinerja sedang, two stroke engines. Bisa dipakai pada oli CD-II. o CF

  Diperkenalkan sejak 1994. Untuk mesin off road, indirect injected dan beberapa mesin yang memakai bahan bakar dengan kandungan belerang/sulfur di atas 0.5%. Bisa mengganti pada oli CD.

  Mengganti oli mobil adalah proses yang mudah. Namun banyak orang yang tidak yakin dan emilih mengganti oli mobil mereka di bengkel. Berikut langkah- langkah dalam mengganti oli mesin

  • Persiapan

  1. Pastikan mobil sudah berada di atas permukaan yang datar dan sudah benar-benar berhenti.

  2. Saat mengangkat mobil dengan dongkrak, body mobil harus ditahan dengan jack stand.

  3. Karena penutup oli panas sebaiknya gunakan sarung tangan yang tebal agar tidak terjadi kecelakaan.

  • Mengganti Oli

  1. Sebelum mengganti oli biarkan mesin mobil selama kurang lebih 10 detik.

  2. Parkir mobil di permukaan yang datar, dan pasanglah rem tangan.

  3. Dongkrak bagian depan mobil dan ganjal ban belakangnya dengan batu.

  4. Letakkan mangkk penampung oli di bawah baut pembuangan oli.

  5. Setelah oli benar-benar habis bersihkan baut pembuangan oli dengan kain lap dan tutup kembali.

  6. Masukkan oli baru melalui dipstick oli. Gunakan corong agar oli tidak tumpah dan sesuaikan dengan takaran oli pada buku panduan. Setelah itu pasang kembali dipstick oli.

  7. Setelah oli baru dimasukkan diamkan beberapa saat.

  8. Cek kebocoran yang terjadi pada saluran pembuangan dan filter oli.

  Sebaiknya oli diganti setiap mobil menempuh jarak 3000-4000 km. Untuk mobil yang jarang digunakan oli sebaiknya diganti tiap 3 bulan sekali. Oli yang jarang diganti dapat menyeebabkan temperatur mesin mudah naik dan mesin berbunyi kasar.

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

  Berdasarkan pembahasan di atas, penulis menyimpulksn bahwa : Pelumas adalah yang diberikan di 1. antara dua benda bergerak untuk mengurangi

2. Tujuan dari pelumasan adalah

  a. Menyerap dan memindahkan panas

  Sebagai penyekat lubang antara torak dan silinder sehingga b. tekanan tidak bocor dari ruang bakar.

  c. Sebagai bantalan untuk meredam suara berisik dari bagian-bagian yang bergerak.

  Oli terdapat dua jenis yaitu oli mineral dan oli sintesis 3.

4. Oli di dalam oil pan akan mengalir menuju pompa oli. Dari pompa oli,

  disalurkan melalui pipa pembagi, kemudian dialirkan ke suatu media pendinginan yang berupa pipa penunjang melingkar satu setengah ( 1 ½ ) lingkar dengan dinding bersirip untuk memperluas permukaan pipa sehingga proses pendinginan lebih lancar dari udara sekitarnya atau berupa radiator oli atau tanpa kedua sistem pendinginan tersebut.

  Setelah itu oli akan melumasi bagian-bagian mesin. Penyebab oli bewarna putih susu ialah bisa dari kebocoran packing 5. head, oil cooler atau dudukan filter oli. Sehingga, air dapat masuk ke dalam mesin dan tercampur dengan pelumas.

  Agar mesin dapat bekerja dengan maksimal perlu adanya pemilihan oli 6. yang tepat dengan cara melihat kekentalan oli dan kualitas oli

3.2 Saran

  Sebaiknya oli diganti setiap mobil menempuh jarak 3000-4000 km. Untuk mobil yang jarang digunakan oli sebaiknya diganti tiap 3 bulan sekali. Oli yang jarang diganti dapat menyeebabkan temperatur mesin mudah naik dan mesin berbunyi kasar.

DAFTAR PUSTAKA

1. Sudirman, Urip.2009.Deteksi Dini Gejala Kerusakan pada Mobil.Bandung:PT Kawan Pustaka.

  

2.

  3.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
123dok avatar
Medownload saja
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2018-08-08

Dokumen yang terkait
Tags

1 Proses Perubahan Warna Pada

Perubahan Warna Pada Gigi Anak Anak Yang

Makalah Perubahan Sistem Perkemihan Pada

Laporan Perubahan Air Susu Pengaruh Pemakaian Tetrasiklin Terhadap Perubahan Warna Pada Gigi Geligi

Makalah Teori Warna Docx

1 Makalah Timah Putih

Warna Putih Menurut Perspektif Al Quran

Makalah Fisiologi Produksi Susu Bubun

Mikroorganisme Dalam Susu Makalah Mikrob

MAKALAH PERUBAHAN WARNA PUTIH SUSU PADA

Gratis

Feedback