UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR ROLL DEPAN DENGAN MODIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 KRANDEGAN

Gratis

1
2
58
1 year ago
Preview
Full text

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

  Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan pada kemampuan dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran roll depan meningkat dari 47% pada kondisi awal (prasiklus) menjadi 69% pada akhir siklus I dan meningkat menjadi 89% pada akhir siklus II. Kata Kunci : roll depan, peningkatan hasil belajar, media pembelajaran MOTTO # Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain (Hadits) ## Dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan seni hidup menjadi indah, dengan agama hidup menjadi terarah (Buya Hamka) # PERSEMBAHAN Teriring syukurku pada-Mu, kupersembahkan karya ini untuk : v “Sekolah Dasar Negeri 1 Krandegan” Tempat aku mengabdi yang telah membuat aku menjadi manusia yang berarti.

KATA PENGANTAR

  Skripsi ini disusun untuk memenuhi sebagian dari persyaratan untuk mendapatkan gelar Sarjana pada Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan danRekreasi, Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Fakultas Keguruan dan IlmuPendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Rekan-rekan guru SDN 1 Krandegan dan teman sejawat sebagai observator yang telah memberikan kontribusi dan membantu dalam melakukan penelitian; 13.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan jasmani di sekolah merupakan bagian dari pendidikan pada

  Pendidikan jasmanimembentuk siswa mempunyai gaya hidup berolahraga sehingga menjadi perilaku hidup sehat, sedangkan rehabilitasi dalam hal ini maksudnya perbaikan sikap tubuh,misalnya: sikap jalan yang kurang baik, sikap duduk yang salah dan lain-lain. Setelah melakukan pengamatan hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang monoton atau pembelajaran yang berorientasi pada pembelajaran teknik, tidakadanya unsur bermain dalam penyajian materi pembelajaran.

B. Rumusan Masalah

  Bagaimanakah dengan modifikasi media pembelajaran senam dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi pembelajaran roll depan? Bagaimanakah dengan modifikasi media pembelajaran senam dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pembelajaran roll depan?

C. Tujuan Penelitian

D. Manfaat Penelitian

  Tujuan dalam penelitian ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran senam lantai, khususnya sikap siswa dalam mengikuti pembelajaran roll depan. Secara Praktis Penelitian ini dijadikan sebagai informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan dalam usaha meningkatkan pembelajaran senam lantai denganmemodifikasi media pembelajaran.

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori

1. Model Pembelajaran Inkuiri

  Hal yang dilakukan dalam tahaporientasi ini adalah:1) Menjelaskan topik, tujuan, dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa2) Menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan. Salahsatu cara yang dapat dilakukan guru untuk mengembangkan kemampuan menebak (berhipotesis) pada setiap anak adalah dengan mengajukanberbagai pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk dapat merumuskan jawaban sementara atau dapat merumuskan berbagai perkiraan kemungkinanjawaban dari suatu permasalahan yang dikaji.

f. Merumuskan kesimpulan

  Alasan rasional penggunaan pembelajaran dengan pendekatan inkuiri adalah bahwa siswa akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenaipendidikan jasmani dan akan lebih tertarik terhadap pembelajaran senam lantai jika mereka dilibatkan secara aktif dalam “melakukan” penyelidikan. Guru harus dapatmembimbing dan merefleksikan pengalaman kelompok melalui tiga tahap: (1)Tahap problem solving atau tugas; (2) Tahap pengelolaan kelompok; (3) Tahap pemahaman secara individual, dan pada saat yang sama guru sebagai instrukturharus dapat memberikan kemudahan bagi kerja kelompok, melakukan intervensi dalam kelompok dan mengelola kegiatan pengajaran.

a. Inkuiri Terbimbing (guided inquiry approach)

  Pada pendekatanini siswa akan dihadapkan pada tugas-tugas yang relevan untuk diselesaikan baik melalui diskusi kelompok maupun secara individual agar mampumenyelesaikan masalah dan menarik suatu kesimpulan secara mandiri. Bimbingan yang diberikan dapat berupa pertanyaan- pertanyaan dan diskusi multi arah yang dapat menggiring siswa agar dapatmemahami konsep pelajaran matematika.

b. Inkuiri Bebas (free inquiry approach)

  Pada umumnya pendekatan ini digunakan bagi siswa yang telah berpengalaman belajar dengan pendekatan inkuiri. Selain itu, ada kemungkinan siswa menemukan cara dansolusi yang baru atau belum pernah ditemukan oleh orang lain dari masalah yang diselidiki.

c. Inkuiri Bebas yang Dimodifikasikan ( modified free inquiry approach)

  Artinya, dalam pendekatan ini siswa tidak dapat memilih atau menentukan masalah untuk diselidiki secara sendiri, namunsiswa yang belajar dengan pendekatan ini menerima masalah dari gurunya untuk dipecahkan dan tetap memperoleh bimbingan. Namun, apabila ada siswa yang tidak dapat menyelesaikan permasalahannya, makabimbingan dapat diberikan secara tidak langsung dengan memberikan contoh-contoh yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi, ataumelalui diskusi dengan siswa dalam kelompok lain.

2. Senam Lantai

a. Pengertian Senam Lantai

  Unsur-unsur gerakannya terdiri dari mengguling, melompat berputar di udara menumpu dengan dua tangan atau Senam lantai dibagi menjadi dua kategori, yaitu senam lantai yang menggunakan alat dan tanpa menggunakan alat. (2) Kepala ditundikkan kemudian kaki menolak ke belakang.(3) Pada saat panggul mengenai matras, kedua tangan segeradilipat kesamping telinga dan telapak tangan menghadap ke bagianatas untuk siapmenolak.(4) Kaki segera diayunkan ke belakang melewati kepala, dengan dibantu kedua tangan menolak kuat dan kedua kaki dilipatsampai ujung kaki dapat mendarat di atas matras, ke sikap jongkok.

3. Hasil Belajar Siswa

  Semakin baik proses pembelajaran dan keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, maka seharusnya hasilbelajar yang diperoleh siswa akan semakin tinggi sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya. Semakin baik proses pembelajaran dan keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, maka seharusnya hasil belajar yangdiperoleh siswa akan semakin tinggi sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya.

B. Kerangka Berfikir

  Proses pembelajaran Pedidikan Jasmani di SD Negeri 1 Krandegan,Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara dengan efektif dan optimal Media bidang miring dapat menjadi media pembelajaran yang memudahkan siswa untuk melakukan gerakan khususnya roll depan dan sekaligus tidakmembahayakan. Hasil belajar roll depan masih kurangTindakan Menerapkan model Siklus I: Guru dan penelitipembelajaran dengan menyusun bentuk modifikasi media pengajaran bertujuanpembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar roll depanmelalui modifikasi media pembelajaran.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian

  1. Tempat Penelitianperpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.id Dalam penelitian ini peneliti mengambil lokasi di SD Negeri 1 Krandegan, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara denganpertimbangan lebih dekat dan peneliti bertugas sehari-hari pada SD Negeri 1 Krandegan sebagai guru Penjasorkes.

B. Subjek Penelitian

  Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa Kelas IV dan guru Penjasorkes yang melaksanakan pembelajaran. Data yang diperoleh dari siswa yaitu data tentang hasil belajar siswa, yang meliputi aspek afektif (pengamatan sikap),aspek kognitif (pemahaman konsep/pengetahuan siswa tentang roll depan), dan aspek psikomotorik (unjuk kerja kemampuan siswa melakukan roll depan).

D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data

  Observasi meliputi pengamatan siswa, guru, sarana prasarana dan media/alat bantu dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Teknik pengolahan data dilakukan dari hasil evaluasi dan hasil pengamatan tersebut diperoleh nilai tertinggi, nilai terendah, nilai rata-rata, dan ketuntasan belajarsesuai dengan KKM.

E. Analisis Data

F. Prosedur Penelitian

  Data yang telah diolah kemudian dianalisis dengan deskriptifkomparatif, yaitu dengan membandingkan hasil dengan indikator kinerja dan membandingkan hasil antarsiklus. Diagram Daur Penelitian Tindakan Kelas Jika terdapat masalah dari proses refleksi maka dilakukan proses pengkajian ulang melalui siklus berikutnya yang meliputi kegiatan: perencanaan ulang, tindakanulang, pengamatan ulang sehingga permasalahan dapat teratasi.

SIKLUS II

  Kemudian berdasarkan data yang terkumpul dilakukan refleksi terhadap tindakan yang telah dilakukan untuk mengkaji secaramenyeluruh tindakan yang telah dilakukan, setelah itu dilakukan evaluasi guna menyempurnakan tindakan berikutnya. Tahap PerencanaanRencana yang disusun untuk penelitian ini diawali dengan kegiatan studi awal, refleksi awal, mengidentifikasi dan menganalisis masalah yangtimbul, menarik kesimpulan dan mempersiapkan skenario pembelajaran dan instrumen-instrumen penelitian.

a. Rancangan Siklus I

  Dalam tiap pertemuanpembelajaran dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu kegiatan awal berupa pendahuluan dengan menyiapkan dan mengkondisikan siswa, memberikanmotivasi dan menyampaikan tujuan pembelajaran, selanjutnya melakukan pemanasan dalam bentuk permainan, misalnya permainan hijau-hitam, 26 permainan menjalankan perintah, dan lain-lain yang sesuai dan berorientasipada kegiatan roll depan. Dalam kegiatan akhir, siswa dibariskan untuk mendengarkan penjelasan dari guru tentang kesalahan-kesalahan gerakan yang dilakukanoleh siswa, dan guru memberikan pujian pada siswa.

b. Rancangan Siklus II

  Pelaksanaan pembelajaran tiap pertemuan sama dengansiklus I terdiri dari kegiatan awal (pendahuluan dan pemanasan), kegiatan inti, dan penutup (pendinginan). Dalam pelaksanaan siklus II mengacu padarefleksi atas pembelajaran siklus I sehingga rencana pembelajarannya diperbaiki dari kelebihan dan kekurangannya pada siklus I.

3. Tahap Pengamatan

  Observer 27 mencatat hal-hal yang terjadi selama pembelajaran berlangsung. Kegiatanpengamatan menggunakan lembar observasi/lembar pengamatan yang telah disiapkan.

4. Tahap Refleksi

  Dari hasilperpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idanalisis hasil evaluasi dan pengamatan kemudian disimpulkan untuk acuan bagi rencana tindakan selanjutnya. Bila tindakan pada siklus II telah memenuhiindikator kinerja yang ditetapkan dan telah tercapai keberhasilan perbaikan pembelajaran, maka penelitian tindakan kelas berakhir pada siklus II.

G. Indikator Keberhasilan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Kondisi Awal (Pra Siklus) Hasil pembelajaran pada pra siklus penelitian diukur dari observasi dan tes

  Observasi dan tes unjuk kerja digunakan untuk mengetahui dan mengukur seberapa besar kemampuan siswa dalam melakukan roll depansebelum diberikan tindakan berupa penerapan pendekatan modifikasi media pembelajaran. 1) Tahap Perencanaan Tindakan (Planning) Berdasarkan identifikasi masalah pada pra siklus, penelitidengan dibantu observer melakukan perencanaan tindakan sebagai berikut:a) Membuat rencana pembelajaran dengan mengacu pada tindakan yang diterapkan pada PTK, yaitu pendekatan modifikasi mediapembelajaran roll depan.

B. Hasil Penelitian

1. Hasil Penelitian Siklus I

a. Pertemuan 1

  Setelah itu guru melakukan penilaian atau refleksi gulingatau roll depan yang telah dilakukan secara terprogram serta memberi umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran kemudianmerencanakan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi atau memberikan tugas secara kelompok maupun individual. Tabel 4.2 Hasil Belajar Roll Depan pada Siklus I Pra Siklus Siklus I AspekCara Jumlah Jumlahyang Mengukur Persentase PersentaseSiswa yang Siswa yang diukur Ketuntasan Ketuntasan Tuntas TuntasDiukur saat Hasilguru belajar roll 17 47% 25 69% memberikan depanmateri roll depan 34 Dari tabel 4.2 dapat dilihat peningkatan hasil belajar siswa dibandingkan dengan hasil belajar pada pra siklus, semua siswa mengalamikenaikan pada perolehan nilainya.

b) Kegagalan guru/siswa

  perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.id Kendala yang masih dihadapi pada pertemuan ini adalah kurangnya media pembelajaran yang variatif dan inovatif, sehingga masihada beberapa siswa yang kurang memperhatikan bahkan bermain-main sendiri di lapangan. c) Rencana Perbaikan Dari keberhasilan dan kegagalan tersebut, peneliti dan observermelakukan perencanaan ulang untuk Siklus II, antara lain: (1) Peneliti perlu menyediakan media pembelajaran yang dimodifikasisedemikian rupa sehingga menarik minat anak untuk melakukan roll depan.(2) Peneliti akan lebih memperhatikan dan membimbing dengan intensif kepada siswa yang belum berhasil.

2. Hasil Penelitian Siklus II

a. Pertemuan ke-1

  Selanjutnya siswa melakukan pemanasan dengan stratching dan permainan lempar bola.perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.id b) Kegiatan inti Pada kegiatan inti siswa melakukan latihan mengguling-gulingkan badan ke depan dan ke belakang pada posisi jongkok yang terkontrol dengan media botol plastik. c) Rencana Perbaikan Dari keberhasilan dan kegagalan tersebut, peneliti danobserver melakukan perencanaan ulang untuk siklus II pertemuan ke- 2, antara lain:(1) Peneliti akan menyiapkan media yang dapat lebih membantu siswa untuk tidak canggung melakukan roll depan.(2) Motivasi dan bimbingan akan terus peneliti berikan kepada semua siswa, terutama kepada siswa yang belum berhasil.

2) Tahap Pelaksanaan Tindakan (Acting)

  Setelah itu mengguling pada bidang miring, yaitu menggunakan matras yangsudah diganjal dengan spon setinggi kurang lebih 30 cm dengan sikap awal yaitu berdiri, kemudian membungkukkan badan, kedua tanganmenumpu pada lantai dengan kuat, mengangkat pinggul serta memasukkan kepala di antara dua tangan sehingga dagu menempelpada dada, lalu membengkokkan kedua tangan disertai tolakan sehingga berguling dan kembali ke sikap awal. c) Dari kelebihan dan kekurangan tersebut, peneliti akan melanjutkan pembelajaran dengan menerapkan modifikasi media pembelajaranyang lebih bervariasi pada pembelajaran berikutnya dan membimbing siswa dengan lebih intensif agar ketuntasan dapat tercapai secaraoptimal.

C. Pembahasan

  Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa melalui penerapan pendekatan modifikasi media pembelajaran selama dua siklus telah berhasilmeningkatkan kemampuan dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran roll depan. Dari studi pra siklus ketuntasan belajar hanya 47%, setelah peneliti melakukan tindakan 41 meningkat menjadi 69%, dan setelah adanya perbaikan-perbaikan untuk siklus IIketuntasan belajar kembali meningkat menjadi 89%.

1. Pada studi pra siklus, ketuntasan belajar mencapai 47% (17 anak) dan 53% belum tuntas (19 anak)

  2. Pada siklus I, ketuntasan belajar mencapai 69% (25 anak) dan 31% belum tuntas (11 anak), sehingga ada kenaikan dari pra siklus sebesar 22% atau bertambah8 anak yang tuntas belajar.

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan di depan

B. Implikasi

  Dari hasil penelitian ditemukan cara yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mencapai tujuan pembelajaran roll depan melaluimodifikasi media pembelajaran pada siswa Kelas IV SD Negeri 1 Krandegan Kecamatan Banjarnegara Kabupaten Banjarnegara tahun pelajaran 2011/2012. Melalui penerapan modifikasi media pembelajaran siswa difasilitasi untuk lebih banyak bergerak serta riang gembira sehingga siswa memperoleh kepuasan dalammengikuti pelajaran, dapat melakukan pola gerak secara benar pada akhirnya kemampuan dan hasil belajar siswa meningkat.

C. Saran

  Bagi guru Penjasorkes, hendaknya menerapkan modifikasi media pembelajaran dalam pembelajaran roll depan di sekolah. Bagi sekolah, hendaknya mendukung pelaksanaan pembelajaran Penjasorkes dengan menyediakan media dan sarana prasarana yang memadai.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI DI SMA N 1 TERAS BOYOLALI TAHUN AJARAN 20112012
0
2
106
PENGARUH PENERAPAN METODE SOCRATIC CIRCLES DISERTAI MEDIA GAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA
0
3
99
IMPLEMENTASI MODEL LEARNING CYCLE 7E TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SERTA KAITANNYA DENGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI
0
1
78
ANALISIS EFISIENSI PERBANKAN DI INDONESIA (STUDI PADA BANK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PADA PERIODE 2007-2011)
0
0
93
STRATEGI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN WONOGIRI
0
0
83
KAJIAN PENGGUNAAN BATU BASALT BATU KAPUR SEBAGAI AGREGAT PADA SLURRY SEAL (Tinjauan Uji Konsistensi, Setting Time dan ITS)
0
0
69
LAPORAN TUGAS AKHIR EVAPORATOR TABUNG HORIZONTAL TERMODIFIKASI DENGAN PROSES BATCH
0
0
42
BUSANA PAKU BUWONO XIII PADA UPACARA TINGALAN JUMENENGANDALEM PERIODE 2005-2011
0
3
184
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN KEYAKINAN DIRI DENGAN KEMATANGAN KARIR PADA SISWA SMK MUHAMMADIYAH 2 ANDONG BOYOLALI SKRIPSI
1
1
173
PENGARUH VARIASI WATERGLASS TERHADAP KADAR AIR DAN KADAR LEMPUNG PADA PASIR CETAK
0
0
59
ANALISIS PENERIMAAN e-SPT PPN DENGAN KOMPLEKSITAS SEBAGAI VARIABEL EKSTERNAL
0
0
90
PENGARUH KEBERADAAN AIR PADA PROSES PEMADATAN ASPAL BETON TERHADAP PENGUJIAN KUAT TEKAN BEBAS
0
1
70
SKRIPSI STUDI KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PADA TANAMAN PADI DENGAN SISTEM PERTANIAN ORGANIK Ayu Wulan Sari H 0708084 Pembimbing Utama
0
0
54
ANALISIS METODE CHEATING PADA TES BERSKALA BESAR
0
0
14
ANALISIS STUDI KOMPARASI TINDAK PIDANA EUTANASIA DI INDONESIA DAN DI NEGERI BELANDA
0
0
66
Show more