Hubungan antara penerimaan diri dengan kecemasan pada karyawan laki-laki pra pensiun.

Gratis

0
0
104
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Seluruh Dosen dan Staf Fakultas Psikologi Universitas Sanata DharmaYogyakarta, yang telah mendidik dan membantu penulis selama menjalankan studi di Fakultas Psikologi Universitas Sanata DharmaYogyakarta. Nenek, Bapak dan Ibu tercinta, yang selalu memberikan kasih, dukungan, perlindungan serta doa yang tiada hentinya.

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Pensiun adalah akhir pola hidup seseorang saat berhenti dari pekerjaan

  Oleh karena itu, subjek pada penilitian ini hanya menggunakan subjek laki Pada sebagian karyawan pra pensiun sudah memiliki perencanaan dan aktivitas sampingan yang bersifat sukarela, seperti perkumpulan gereja, tetapimereka tetap merasa cemas dan tidak berharga dalam melakukan aktivitas tersebut. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui apakah ada hubungan antara penerimaandiri dengan kecemasan pada karyawan laki sejauh ini belum ada penelitian sebelumnya yang meneliti hubungan penerimaan diri dengan kecemasan karyawan laki Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara penerimaan diri dengan kecemasan pada karyawan laki berikut: “Apakah ada hubungan antara penerimaan diri dengan kecemasan C.

a. Untuk para pensiunan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambahkan wawasan karyawan laki bagaimana hubungannya dengan kecemasan pada karyawan laki

b. Untuk keluarga pensiunan

  Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu keluarga pensiunan untuk mengetahui dan memahami kondisi anggota keluarganya yang menjelang masa pensiun. Oleh karena itu, merekatahu bagaimana cara mendampingi dan memberikan dukungan untuk keluarganya yang akan menghadapi masa pensiun.

BAB II LANDASAN TEORI A. PRA PENSIUN KARYAWAN LAKI –LAKI

1. Pengertian Pra Pensiun

  Masa pra pensiun adalah masa dimana seseorang mulai mendekati masa pensiun dan mulai menyadari bahwa masa pensiun sudah dekat, sehingga membutuhkan penyesuaian diri yang baik. Dari beberapa uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa pensiun adalah berhentinya seseorang dari pekerjaan karena telah mencapai usiatertentu yang telah ditentukan oleh pemerintah atau suatu perusahaan, sehingga terjadi perubahan finansial, status dan aktivitas.

2. Karakteristik Pra Pensiun

  Usia karyawan yang memasuki masa pra pensiun fase dekat biasanya pada usia 54 sampai 55 tahun (1 Masa pra pensiun yang termasuk dalam fase dekat (The Near Phase) biasanya ada pada tahap perkembangan dewasa madya. Perubahan psikologis ditunjukkan dengan perasaan cemas yang Pada penelitian ini akan menggunakan subjek laki menurut laki bekerja mereka akan mendapatkan status dan merasa berharga.

B. KECEMASAN

1. Pengertian Kecemasan

Kecemasan merupakan perasaan dan emosi yang tidak menyenangkan yang ditandai dengan rasa khawatir dan takut pada suatukeadaan (Priest & Atkinson, dkk dalam Safari & Saputra, 2009; Muchlas Dari beberapa uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa kecemasan adalah reaksi emosi yang tidak menyenangkan yang ditandai dengan rasatakut, cemas dan tegang.

2. Bentuk – bentuk Kecemasan

  Kecemasan yang termasuk dalam kategori trait anxiety Ahli lain mengatakan bahwa kecemasan dibagi menjadi tiga, yaitu kecemasan neurotik, kecemasan moral dan kecemasan realistik (Freuddalam Semiun, 2006). Karyawan pra pensiun mengalami kecemasan yang termasuk dalam bentuk state anxiety karena perasaan cemas yang dirasakan olehkaryawan pra pensiun bersifat sementara dan dirasakan pada masa kritis, yaitu setahun sampai dua tahun menjelang pensiun.

3. Faktor – faktor yang Mempengaruhi Kecemasan

  Pengalaman negatif pada masa lalu, pengalaman yang tidak menyenangkan pada masa lalu yang mungkin bisa terjadi lagi padamasa mendatang. Pengetahuan yang telah dimiliki oleh seseorang tentang situasi atau kondisi yang sedang dirasakan.

4. Gejala Kecemasan

  Gejala kognitif, yaitu merasa khawatir tentang sesuatu, merasa takut terhadap sesuatu yang terjadi di masa depan, takut akan kehilangancontrol, takut akan ketidakmampuan untuk mengatasi masalah dan sulit berkonsentrasi atau memusatkan pikiran. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa kecemasan pra pensiun adalah reaksi emosi yang tidak menyenangkan pada saatmendekati masa pensiun yang ditandai dengan munculnya gejala fisik, gejala perilaku, gejala emosi dan gejala kognitif.

C. PENERIMAAN DIRI

1. Pengertian Penerimaan Diri

  Individu yang matang memiliki gambaran diri yang positif, sehingga dapatmengantisipasi situasi yang menyakitkan dan mengetahui kelemahannya tanpa harus merasa benci dengan dirinya sendiri (Allport dalam Hjlle &Ziegler, 1981). Mereka mampu Seseorang yang penerimaan dirinya positif memiliki sikap positif terhadap diri, mau mengakui dan menerima beberapa aspek pada dirinyatermasuk sifat yang baik dan buruk.

2. Komponen –komponen Penerimaan Diri

  Hal tersebut dikarenakan ada beberapa komponen yang memiliki kesamaan, sehinggakomponen digabungkan yaitu, komponen c dengan h, karena tidak merasa malu dengan keadaan dirinya berarti mampu mengenali keadaannya yangburuk atau kelemahannya. Selain itu, komponen yang digabungkan yaitu, komponen b dan d, karena ketika seseorang menganggap dirinyaberharga sebagai seorang yang setara dengan orang lain, maka mereka juga akan mampu menempatkan dirinya seperti orang lain.

3. Faktor – faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Penerimaan Diri

  Kecemasan dipengaruhi oleh pengalaman yang negatif pada masa lalu, pikiran yang tidak rasional, pengetahuan yang telah dimiliki oleh seseorangtentang situasi atau kondisi yang sedang dirasakan dan pengetahuan tentang kemampuan dirinya untuk mengendalikan dirinya dalam menghadapi situasitertentu (Adler & Rodman dalam Yustinus, 2009; Davidson dalam Safaria &Saputra, 2009). Dari hasil penelitian yang meneliti penerimaan diri dan stres pada penderita diabetes mellitus menyatakan bahwa ada hubungan negatif antarapenerimaan diri dan stres pada penderita diabetes mellitus (Novvida, 2007).

E. HIPOTESIS

semakin rendah penerimaan diri, maka semakin tinggi kecemasan karyawan laki semakin rendah kecemasan karyawan laki Ada hubungan negatif antara penerimaan diri dengan kecemasan pada karyawan laki SKEMA HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN DIRI DENGAN KECEMASAN PADA KARYAWAN LAKI

BAB II I METODE PENELITIAN A. IDENTIFIKASI VARIABEL Variabel dalam penelitian ini terdiri dari dua, yaitu variabel bebas dan variabel tergantung. Variabel bebas : Penerimaan diri Variabel tergantung : Kecemasan B. DEFINISI OPERASIONAL

1. Penerimaan diri

  Variabel penerimaan diri yang diukur melalui aspek dari penerimaan diri yang meliputi:a. Tidak mengingkari atau merasa bersalah atas dorongan emosi –emosi yang ada pada dirinya.

2. Kecemasan

  METODE DAN ALAT PENGUMPULAN DATA Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyebaran skala yang diisi oleh subjek penelitian yang sesuai dengan kriteriasubjek yang telah ditentukan sebelumnya. Setelah peneliti mendapatkan daftar nama dan alamat rumah, peneliti mendatangi rumah juga beberapa subjek yang membantu peneliti menyebarkan skala untuk tersebut diharapkan sesuai dengan keadaan subjek yang sebenarnya, bukan karena dianggap baik oleh orang lain.

1. Skala Penerimaan Diri

Skala Penerimaan Diri disusun oleh peneliti sendiri dengan mengacu pada indikator yang dikemukakan oleh Sheerer (dalamCronbach, 1963). Item skala penerimaan diri ini disusun berdasarkan 7 aspek, yaitu: memiliki keyakinan akan kemampuan dirinya sendiri dalammenjalani kehidupan, menganggap dirinya berharga dan sederajat dengan orang lain, berani bertanggungjawab atas perilaku yang telahdilakukannya, mampu menerima pujian atau celaan atas dirinya secara objektif, percaya akan prinsip pendapat orang lain, mampu mengenali kelemahannya tanpa harus menyalahkan diri sendiri, tidak mengingkari atau merasa bersalah atasdorongan dan emosi yang ada pada dirinya.

a. Penyusunan Item

Aspek Penerimaan Diri yang terdiri dari item dan item yang bersifat unfavorable. Metode yang digunakan dalam

b. Pemberian Skor

  Pada pernyataan yang bersifat favorable mengindikasikan penerimaan diri yang positif dengan uraian SS diberi nilai 3, S diberi nilai 2, TS diberi nilai 1 dan STS diberi nilai 0. Pemberian SkorPada pernyataan yang bersifat favorable mengindikasikan penerimaan diri yang positif dengan uraian SS diberi nilai 3, S diberi nilai 2, TS diberi nilai 1 dan STS diberi nilai 0.

G. UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS

1. Validitas

  Validitas isi adalah validitas yangdiestimasi lewat pengujian terhadap isi dalam skala penerimaan diri dan kecemasan dengan analisis rasional atau professional judgment(penilaian yang diperoleh dari seseorang yang ahli dalam materi tersebut tentang isi atau aspek yang akan diukur) (Azwar, 2011). Validitas isiberguna untuk melihat sejauhmana item pada skala penerimaan diri dan kecemasan yang dibuat mencakup materi atau isi yang hendak diukurpada skala tersebut.

2. Seleksi Item Alat Ukur

a. Prosedur Seleksi Item

  Daya diskriminasiitem adalah sejauhmana item mampu membedakan antara individu atau kelompok individu yang memiliki dan yang tidak memilikiatribut yang diukur (Azwar, 2010). Apabila item yang koefisien korelasinya sama dengan atau lebih besar dari 0,30 jumlahnya melebihi jumlah item yang direncanakan sebelumnya untuk dijadikanskala, maka dipilih item –item yang koefisien korelasinya tertinggi.

3. Uji Reliabilitas

a. Prosedur Pengujian

  Pengukuran yang memiliki reliabilitas yang tinggi dikatakan sebagai pengukuran yang reliabel. Reliabilitas skala penerimaan diri dan kecemasan diperoleh melalui teknik koefisien Alpha Cronbach yang diolah dengan programSPSS for Windows versi 16.0.

b. Hasil Pengujian Reliabilitas 1) Skala Penerimaan Diri

  Kemudian setelah seleksi item jumlah item skala menjadi 33 item dan koefisien reliabilitas (r ) xx’ menjadi 0,870. Kemudian setelah seleksi item jumlah item skala menjadi 36 item dan koefisien reliabilitas (r ) menjadi xx’ 0,900.

H. TEKNIK ANALISIS DATA

1. Uji Asumsi Analisis Data

  Jika taraf signifikan (p) lebih besar dari 0,05 (p>0,05), maka Uji lineritas hubungan digunakan untuk mengetahui apakah hubungan antara skor variabel penerimaan diri dengan skorvariabel kecemasan cukup mengikuti fungsi linear atau tidak. Koefisien yang bertanda positifmenunjukkan korelasi yang positif, sedangkan koefisien yang bertanda negatif menunjukkan korelasi negatif.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. PELAKSANAAN PENELITIAN Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 22 Juni –30 Juli 2012. Subjek penelitian diambil berdasarkan kriteria penelitian, yaitu berjenis

  Setelah diseleksi terdapat 5 subjek yang gugur karena usia dan jenis kelaminnya tidak sesuai dengan kriteria penelitian yang sudahditentukan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara meminta bantuan kepada subjek untuk menjawab pertanyaan pada skala penerimaan dirisebanyak 33 item dan skala kecemasan sebanyak 36 item.

B. DESKRIPSI DATA PENELITIAN

  Dari hasil pengumpulan data penelitian, diperoleh data dengan deskripsi sebagai berikut: Tabel 7 Deskripsi Statistik Data PenelitianDeskripsi Data Penerimaan Diri Kecemasan Mean 74,72 28,12SD 9,393 10,311X max 98 70 X min 47 2 Tabel 11 menunjukkan bahwa jumlah keseluruhan mean penerimaan diri sebesar 74,72 dengan standar deviasi sebesar 9,393. Untuk melihat kecenderungan antara variabel bebas (penerimaan diri) dengan variabel tergantung (kecemasan) pada subjek penelitian, makadilakukan uji signifikansi perbedaan antara data teoretis dengan data empiris.

C. HASIL PENELITIAN

1. Uji Asumsi

Sebelum melakukan uji hipotesis, terlebih dahulu melakukan uji asumsi yang terdiri dari uji normalitas sebaran dan uji linearitas hubungan.

a. Uji Normalitas

  Dari hasil perhitungan data penelitian, diperoleh data sebagai berikut: Tabel 10 Hasil Uji Linearitas Hubungan Kecemasan*F Sig Penerimaan DiriBetween Groups (Combined) 5,006 0,000 Linearity 98,346 0,000Deviation 1,995 0,015 from LinearityDari hasil perhitungan diperoleh nilai F untuk linearitasnya sebesar 98,346 dengan p sebesar 0,000. Hasil hipotesis menyatakan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara penerimaan diri dengan kecemasan pada karyawanlaki –laki pra pensiun, sehingga hipotesis dalam penelitian diterima.

D. HASIL PENELITIAN TAMBAHAN

  Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan penerimaan diri yangsignifikan antara subjek yang sebagai pimpinan dengan subjek sebagai staf atau karyawan. Subjek yang sebagai pimpinan memilikipenerimaan diri yang lebih rendah dibandingkan dengan subjek yang sebagai staf atau karyawan.

E. PEMBAHASAN

  Nilai tersebut menunjukkan bahwakecemasan pada karyawan laki kata lain, semakin tinggi penerimaan diri yang dimiliki oleh karyawan laki laki pra pensiun, maka semakin rendah kecemasan yang dirasakan olehkaryawan laki penerimaan diri yang dimiliki oleh karyawan laki semakin tinggi kecemasan yang dirasakan oleh karyawan laki Apabila seorang karyawan tidak mengelola penerimaan dirinya dengan baik, maka kecemasan yang dirasakan tetap tinggi. Hasil tersebut didukung dengan teori yang menyatakan bahwa ketika menjelang masa pensiun seseorangseseorang yang saat bekerja menduduki suatu jabatan yang tinggi, seperti sebagai pimpinan akan mengalami kecemasan yang tinggi yang berdampak Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa penerimaan diri memiliki pengaruh setidaknya meningkatkan atau mengurangi kecemasankaryawan laki –laki pra pensiun.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini

  maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan negatif antara penerimaan diri dengan kecemasan karyawan laki Hal tersebut diperkuat dengan hasil mean teoretis pada variabel penerimaan diri sebesar 49,5, sedangkan mean empirisnya sebesar 74,72. Haltersebut menunjukkan bahwa mean teoretis lebih kecil daripada mean empirisnya, sehingga dapat diartikan penerimaan diri pada subjek penelitiancenderung tinggi.

B. SARAN

  Bagi karyawan laki dan mampu menerima aspek pada dirinya termasuk sifat yang baik maupun buruk, sehingga kecemasan yang dirasakan menjelang pensiun 2. Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik melanjutkan penelitian ini diharapkan dapat memperbaiki skala penerimaan diri dan kecemasan,karena skala tersebut masih kurang sempurna.

DAFTAR PUSTAKA

  Olah Data Skripsi dan Penelitian dengan SPSS 19. Kecemasan dalam Menghadapi Masa Pensiun Ditinjau dari Dukungan Sosial pada PT.

SKALA PENELITIAN

  Apabila Anda ingin mengganti jawaban karena keadaan Anda Tidak Setuju dengan pernyataan tersebut, maka berilah tanda garis datar 2 kali (=) pada jawaban yang salah, kemudian berilah tanda silang pada kolom yang Anda pilih. Apabila Anda ingin mengganti jawaban karena keadaan Anda Tidak Setuju dengan pernyataan tersebut, maka berilah tanda garis datar 2 kali (=) pada jawaban yang salah, kemudian berilah tanda silang pada kolom yang Anda pilih.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan Tingkat Maturitas Seksual pada Remaja Laki-laki
3
67
55
Hubungan Antara Keberfungsian Keluarga Dengan Kematangan Emosi Pada Remaja Laki-Laki
19
106
163
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN PENERIMAAN DIRI TERHADAP PENSIUN
0
3
63
HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN INTENSI KE SALON PADA LAKI-LAKI
0
4
2
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN PERILAKU MEROKOK MAHASISWA LAKI-LAKI Hubungan Antara Tingkat Stres Dengan Perilaku Merokok Mahasiswa Laki-Laki Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
0
3
16
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN INTENSI PERILAKU ONANI PADA REMAJA LAKI-LAKI.
0
2
10
HUBUNGAN ANTARA DEPRESI DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA LAKI-LAKI DI DESA SURUHKALANG HUBUNGAN ANTARA DEPRESI DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA LAKI-LAKI DI DESA SURUHKALANG KECAMATAN JATEN KABUPATEN KARANGANYAR PROVINSI JAWA TENGAH.
0
1
15
Penerimaan diri pasangan suku Batak Toba yang tidak memiliki anak laki-laki.
1
5
353
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS RELASI REMAJA - ORANG TUA DAN EFIKASI DIRI DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA LAKI-LAKI DALAM BERPACARAN.
0
0
16
Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan antara Keterlibatan Ayah dengan Harga Diri pada Remaja Laki-Laki
0
0
2
Hubungan antara Kontrol Diri dengan Kecenderungan Perilaku Kecanduan Video Porno Pada Remaja Laki-Laki - Ubaya Repository
0
0
1
Pola Krisis Maskulinitas Pada Laki-Laki Pensiun - Ubaya Repository
0
0
1
Kecemasan menghadapi masa pensiun pada karyawan pabrik laki-laki yang telah mengikuti Masa Persiapan Pensiun (MPP) di PT ISM Bogasari Jakarta - USD Repository
0
0
110
HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN DIRI DENGAN KECEMASAN PADA KARYAWAN LAKI–LAKI PRA PENSIUN
0
0
102
MOTIVASI PERILAKU MERAWAT DIRI PADA LAKI-LAKI
0
0
350
Show more