Penerapan paradigma pedagogi reflektif dalam pembelajaran materi fungsi konsumsi dan tabungan untuk meningkatkan competence, conscience, dan compassion siswa kelas X2 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.

Gratis

0
0
223
2 years ago
Preview
Full text

PERSEM BAH AN

  Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan,tindakan, observasi, dan refleksi. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan skor rata-rata aspek competence, pada awal siklus I sebesar 50,4 dan pada akhir siklus naik menjadi sebesar 68,5Demikian pula pada siklus II skor rata-rata pada awal siklus sebesar 49 dan pada akhir siklus naik menjadi sebesar 81,3.

KATA PENGANTAR

  Si., selaku Ketua Program StudiPendidikan Akuntansi dan dosen penguji yang telah banyak meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan, memberikan kritik, dan saran untukkesempurnaan skripsi ini; 4. Staf pengajar, tenaga administrasi, dan siswa SMA Pangudi LuhurYogyakarta, khususnya untuk kelas X-2 yang telah banyak membantu untuk kelancaran pelaksanaan penelitian; 11.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada era globalisasi ini pendidikan dianggap faktor yang paling

  Bangku sekolah yang menjadi salah satu dasar tempat perubahan dunia pendidikan, harus menciptakan suatu gebrakan baru denganmengutamakan kualitas dan kuantitas dalam proses pembelajaran guna mencapai perspektif yang dapat dipertanggungjawabkan. Metodedan proses pembelajaran akan menjelaskan makna kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pendidik selama pembelajaran berlangsung, khususnya padamata pelajaran ekonomi yang dianggap paling menjemukan, jika menggunakan metode yang salah.

B. Rumusan Masalah

  Bagaimana meningkatkan conscience siswa kelas X SMA Pangudi LuhurYogyakarta melalui penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran materi fungsi konsumsi dan tabungan? Apakah penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran materi fungsi konsumsi dan tabungan dapat meningkatkan competence, conscience, dan compassion siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta?

C. Tujuan Penelitian

  Untuk meningkatkan conscience siswa kelas X SMA Pangudi LuhurYogyakarta melalui penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran materi fungsi konsumsi dan tabungan. Untuk meningkatkan compassion siswa kelas X SMA Pangudi LuhurYogyakarta melalui penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran materi fungsi konsumsi dan tabungan.

D. Manfaat Penelitian

  Bagi SiswaDiharapkan dengan adanya penelitian ini, siswa semakin dapat mengembangkan competence, conscience, dan compassion melaluipembelajaran Ekonomi materi fungsi konsumsi dan tabungan dengan menggunakan pembelajaran PPR (Paradigma Pedagogi Reflektif). Bagi Guru MitraDengan adanya penelitian ini, guru diharapkan dapat menerapkan model pembelajaran yang menarik seperti PPR untuk meningkatkan competence, conscience, dan compassion dalam diri siswa.

BAB II TINJAUAN TEORITIK A. Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR)

1. Pengertian PPR

  Menurut Subagya (2008:39), pedagogi adalah cara pengajar mendampingi para siswa dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Pola pikir PPR dalam membentuk pribadi, siswa diberi pengalaman akan suatu nilaikemanusiaan, kemudian siswa difasilitasi dengan pertanyaan agar merefleksikan pengalaman tersebut, dan berikutnya difasilitasi denganpertanyaan aksi agar siswa membuat niat dan berbuat sesuai dengan nilai tersebut.

2. Pengertian Competence, Conscience, dan Compassion

  Pembelajaran dengan menerapkan PPR berfungsi untuk mengembangkan siswa dalam aspek competence, conscience, dan compassion. Di dalam aspek conscience, terdapat beberapa usnsur yang mendasari, diantaranya adalah :1) Moral2) Prinsip3) Tanggung jawab4) Mandiri5) Kebebasan6) Kesadaran diri7) Hemat8) Keadilan, dan lain-lain Dalam penelitian ini aspek conscience yang dikembangkan adalah sebagai berikut:a) Sikap Hemat Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990:321) hemat berarti hati-hati dalam memilih kebutuhan.

3. Unsur – Unsur PPR

  Selain itu konteks juga dapat mengajak siswa untukmengetahui realita yang ada dalam kehidupan bermasyarakat (Modul Sering kali tidak mungkin guru (fasilitator) menyediakan pengalaman langsung mengenai nilai-nilai yang lain. Pertanyaan yang baik adalah pertanyaan yang divergen (menyebar) agar siswa secara otentik dapat memahami, mendalami, dan menyakini temuannya.

B. Deskripsi Materi

  Materi yang Digunakan Dalam Penerapan PPR Materi yang digunakan dalam penerapan PPR adalah mata pelajaran Ekonomi materi fungsi konsumsi dan tabungan. Pengeluaran konsumsi meliputi semua pengeluaran rumah- rumah tangga keluarga dan perseorangan serta lembaga - lembagaswasta bukan perusahaann untuk membeli barang dan jasa-jasa yang yang langsung dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka.

c. Konsumsi sebagai fungsi dari disposable income

  Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, konsumsi berubah- ubah sesuai dengan perbuahan disposable income. Selanjutnya disposable income yang diberi simbol Yd dan konsumsi diberi simbol C.

d. Average Propensity to Consume dan Average Propensity to Save

  Average Propensity to Consume (APC) adalah total konsumsi dibagi dengan disposable income. Dalam bentuk rumus dapat ditulis sebagai berikut: C APC Yd Average Propensity to Save (AP) adalah total tabungan dibagi dengan disposable income.

e. Marginal Propensity to Consume dan Marginal Propensity to Save

   SMPS  Yd  Yd = C + S Terdapat 4 ciri penting dari fungsi konsumsi, yaitu sebagai berikut : 1) Terdapat tingkat impas (break even point ) dari pendapatan, yaitu tingkat dimana seluruh disposable income rumah tanggadigunakan untuk kegiatan konsumsi.2) Di bawah tingkat impas, konsumsi rumah tangga lebih besar daripada disposable income, sehingga rumah tangga melakukanpinjaman atau menggunakan tabungan sebelumnya. Faktor faktor yang mempengaruhi konsumsi dan tabungan 1) Kekayaan yang telah terkumpul2) Sikap berhemat3) Suku bunga4) Kondisi Perekonomian5) Program Dana Pensiun Pemerintah h.

C. Penerapan PPR dalam Pembelajaran Ekonomi

  Pada umumnya pengembangan aspek competence, conscience, dan kemanusiaan yang dapat diambil . Hati-hati di sini memiliki pengertianlebih membuat skala prioritas, dan cenderung tidak menghambur-hamburkan uang.

D. Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

  Tindakan adalah suatu aktivitas yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu yang berbentuk siklus kegiatan dengan tujuan untukmemperbaiki atau meningkatkan suatu masalah dalam proses belajar mengajar. Kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas

  (PTK), yaitu suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secarabersama (Suharsimi, 2006:3). Objek PenelitianObjek penelitian ini adalah peningkatan competence, conscience, dan compassion siswa kelas X2 semester 2 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta melalui penerapan PPR.

D. Prosedur Penelitian

  c) Huruf-huruf tersebut harus disusun dan ditempel pada kotak hingga semua habis dan harusmembentuk kata-kata yang merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang disajikan. (2) Setelah kalian tahu tentang pentingnya memiliki sikap hemat, tindakan/niat apa yang akan dilakukan pre test dan post test kepada siswa untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang sudah diajarkan.

E. Teknik Pengumpulan Data

  Melalui cara ini dimaksudkanuntuk memperoleh data tentang keadaan sekolah, jumlah siswa dan fasilitas yang dimiliki siswa. Tes ini berupa tes tertulis, yang berbentuk soal pre test dan post test sesuai dengan indikator materi dan diberikan setiap awal dan akhir siklus.

F. Teknik Analisis Data

  Analisis KomparatifAnalisis komparatif digunakan untuk melihat perkembangan / peningkatan competence, conscience, dan compassion siswa dengancara membandingkan data ketiga aspek tersebut pada masa pra penelitian, siklus I dan siklus II, juga untuk melihat perkembangansebelum dan sesudah penerapan PPR. Misi SMA Pangudi Luhur YogyakartaSMA Pangudi Luhur Yogyakarta mempunyai misi untuk membantu, mendampingi siswa menemukan potensi yang dimiliki untukdikembangkan secara optimal, serta melatih siswa mandiri, bertanggung jawab, bermartabat, berbudi pekerti luhur, menghargai dan menghormatisesame dan menerima diri sebagai pribadi yang unik sehingga menjadi pribadi dewasa.

e. Melanjutkan dan mengembangkan sistem pemeliharaan seluruh sarana fisik yang dimiliki sekolah agar tetap terpelihara, bersih dan rapi

B. Sistem Pendidikan di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

  Programpengajaran umum dilaksanakan di kelas X, sedangkan program pengajaran khusus diadakan di kelas XI dan XII dengan pilihan program IPA dan program IPS. SMA Pangudi Luhur Yogyakarta dikelola sebagai “Komunitas PendidikanDialogis” yang memberikan suasana saling percaya, saling menghormati, saling memperhatikan, penuh cinta kasih, kemerdekaan untuk berkreasi,bersikap kritis, berani bertanya dan berpendapat secara bertanggung jawab.

C. Kurikulum SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

  Pembangunan nasional di bidang pendidikan adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dalamwujud masyarakat maju, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang memungkinkan warganya untuk mengembangkan diri menjadimanusia Indonesia yang seutuhnya. Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dan memperhatikan tahap perkembangan siswa dan kesesuaiannya denganlingkungan pembangunan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian sesuai dengan jenis dan jenjang masing-masingpendidikan.

BAB V HASIL OBSERVASI DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data

  3) Lembar observasi kegiatan kelasLembar observasi tersebut digunakan untuk mencatat suasana kelas dan kejadian-kejadian yang terjadi di dalam kelas saatpembelajaran berlangsung.4) Tes Tes terdiri dari pre test dan post test untuk mengukur competence siswa 5) KuesionerKuesioner digunakan untuk mengukur conscience dan compassion pada siswa. Di dalam konteks siswa diajak untuk mencermati konteks-konteks Pada tahap pengalaman terdapat beberapa kegiatan, yaitu Untuk mengembangkan aspek competence dan compassion guru menggunakan media belajar berupa permainan scrambleuntuk memfasilitasi siswa bekerja sama dalam kelompok dan juga untuk mengetahui pemahaman siswa selama gurumenjelaskan materi.

c) Power point

  2) Kebersamaan dan kekompakan3) Bekerja sama4) Kerja sama dan kekeluargaan.5) Kerja sama dan kebersamaan.6) Dapat menerapkan kerja sama dengan teman yangbaru.7) Kerja sama dan saling mengkoreksi.8) Gotong royong9) Bekerja sama, saling c) Apa manfaat jika kita 1) Dapat mengendalikan bisa menerapkan sikap keinginan untuk memilikihemat dalam kehidupan barang-barang yang tidak sehari-hari dibutuhkan. 2) Dapat mempersiapkan masa depan yang cerah dan dapatdigunakan sewaktu-waktu dibutuhkan.3) Bekal masa depan.4) Hemat pangkal kaya5) Mempunyai tabungan dan lebih menyadari bahwamencari uang susah mendapatkannya.6) Kita tidak boros dalam kehidupan sehari-hari.7) Kita bisa kritis dalam memilih kebutuhan.8) Hidup kita lebih tertata dan terhindar dari budayakonsumtif.9) Mempunyai simpanan dalam suatu keadaan yangmendadak.

B. Analisis Komparasi Aspek Competence, Conscience, dan Compassion (3C) Siswa Sebelum dan Sesudah Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR)

  Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh selama proses penelitian yang diawali dari pra penelitian (kondisi awal) sampai akhirsiklus II menunjukkan bahwa penerapan PPR dalam mata pelajaran ekonomi dapat mengembangkan aspek competence, conscience, dan compassion siswa kelas X-2 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Siswa memperoleh pengalaman yang berkaitan dengan nilai hemat dan juga kerja samadalam proses pembelajaran guna membantu mereka untuk memahami materi dan merefleksikan nilai-nilai yang bermanfaat dalam kehidupannyata sehari-hari.

3. Aspek Compassion

  Perkembangan aspek compassion juga tampak dari hasil refleksi dan Berdasarkan hasil analisis data di atas terlihat terjadi peningkatan pada aspek competence, conscience, dan compassion siswa kelas X-2 SMAPangudi Luhur Yogyakarta antara sebelum dan sesudah menerapkan PPR. Pembelajaran diawali dengan tahapkonteks yang berguna untuk mencermati konteks dalam hidupnya dan sebagai dasar siswa menuju proses pembelajaran selanjutnya.

BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN A. Kesimpulan Dengan menerapkan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) pada mata

  pelajaran ekonomi di kelas X2 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta dapat mengembangkan aspek competence, conscience, dan compassion pada siswa. Dari penelitian yang telah dilakukan peneliti pada siklus I dan siklus II, dapat disimpulkan bahwa penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif padapembelajaran materi fungsi konsumsi dan tabungan dapat meningkatkan 3C(competence, consience dan compassion) siswa kelas X-2 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.

B. Keterbatasan Penelitian

  Instrumen penelitianTerlalu banyak instrumen penelitian menyebabkan siswa mengeluh dan cenderung mengerjakan instrumen dengan tidak sungguh-sungguhsehingga hasil refleksi dan kuesioner kurang optimal. AksiAksi yang ditulis oleh siswa baru berupa aksi batin atau niat yang diperoleh dari hasil refleksi siswa.

C. Saran

  Jakarta: Indeks P3MP dan LPM Universitas Sanata Dharma. Pengertian PPR dan Dinamikanya.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

  Conscience/suara hati:1) Memiliki sikap hidup hemat dalam kehidupan sehari-hari2) Memiliki sikap dan minat yang baik pada pembelajaran ekonomi 1) Memiliki semangat bekerja sama dengan sesama teman ketika memecahkan masalah dalam kelompok. Competence:1) Siswa mampu mendeskripsikan pengertian konsumsi2) Siswa mampu menjelaskan fungsi konsumsi3) Siswa mampu menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi4) Siswa mampu mendeskripsikan pengertian tabungan5) Siswa mampu menjelaskan fungsi tabungan6) Siswa mampu menghitung konsumsi dan tabungan7) Siswa mampu menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi tabungan b.

2. Materi Ajar :

  Pengeluaran konsumsi meliputi semua pengeluaran rumah-rumah tangga keluarga dan perseorangan serta lembaga- lembaga swasta bukanperusahaann untuk membeli barang dan jasa-jasa yang yang langsung dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka. 3) Fungsi konsumsi dan tabungan mempunyai persamaan sebagai berikut :Fungsi konsumsi : C = a + bYdFungsi tabungan : S = -a + (1-b)YdDimana : a = konstanta yang menunjukkan tingkat konsumsi pada saatdisposable income adalah 0 b = konstanta yang menunjukkan MPC C = tingkat konsumsi S = tingkat tabungan c.

2) Berapa besarnya konsumsi dan tabungan pada tingkat pendapatan Rp 4.800 milyar

   Di dalam amplop berisi huruf-huruf yang nantinya akan digunakan untuk merangkai dan menjawab semuapertanyaan. Huruf-huruf tersebut harus disusun dan di tempel pada kotak hingga semua habis dan harus membentuk kata-katayang merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang disajikan.(c) Guru membahas satu persatu pertanyaan pada game tersebut dengan cara tanya jawab dengan siswa. 4) Aksi: Guru membantu siswa menuliskan aksi dengan memberikan pertanyaan panduan kepada siswa : (5’) Tindakan nyata apa yang akan anda lakukan pada kehidupan sehari-hari, jika mengetahui pentingya bekerja sama dalam kelompok? Apa yang akan anda lakukan pada kehidupan sehari-hari jika mengetahui manfaat-manfaat pola hidup hemat?

I. Penilaian

  Non test : Lembar observasi (dalam bentuk tabel dan setiap siklus) 3. Pd) Lourentius Dwi Hasto Lampiran 2 LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN GURU PRA PENELITIAN (Catatan Anekdotal) Nama pengamat :Tanggal dan waktu observasi :Lamanya observasi :Orang dan atau peristiwa yang diamati :Tingkat kelas (semester) dan atau subyek :Uraian Pengamatan : Yogyakarta,...

AKTIVITAS GURU DI KELAS SECARA UMUM

  LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN GURU Siklus I(Catatan Anekdotal) Nama pengamat : Lourentius Dwi Hasto PutrantoTanggal dan waktu observasi : 20 April 2012Lamanya observasi : 2 x 45 menitGuru dan atau peristiwa yang diamati : Ibu Natalia MargiTingkat kelas (semester) dan atau subyek : X-2 (semester II)Uraian Pengamatan : Guru mengawali pelajaran dengan mengucapkan salam kepada para siswa, kemudian menanyakan kabar para siswa. Untuk mengembangkan aspek conscience guru memfasilitasi siswa dengan menanyangkan video tentang “video budaya Pada tahap akhir proses belajar mengajar guru memberikan refleksi dan aksi, pertanyaan refleksi dimaksudkan untuk mengajak siswa merefleksikanpengalaman belajarnya dan mampu menghayati nilai-nilai yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN

  Tanggal dan waktu observasi : 30 Maret 2012Lamanya observasi : 90 menitGuru dan atau peristiwa yang diamati : kegiatan siswa kelas X2Tingkat kelas (semester) dan atau subyek : X2Uraian Pengamatan : Di awal pelajaran tampak siswa cenderung bermalas-malasan untuk mengikuti pelajaran. Guru menyapa dan memberikan apersepsi, siswa masih belum konsentrasi dengan pelajaran,kemudian guru meminta untuk para siswa fokus mempersiapkan pelajaran, dan mengeluarkan buku paket mereka.

9 Siswa menanggapi

10 Siswa dapat membuat

  Tanggal dan waktu observasi : 20 April 2012Lamanya observasi : 90 menitGuru dan atau peristiwa yang diamati : kegiatan siswa kelas X2Tingkat kelas (semester) dan atau subyek : X2Uraian Pengamatan : Saat guru masuk kelas, siswa tampak sudah siap mengikuti pelajaran. Tanggal dan waktu observasi : 27 April 2012Lamanya observasi : 90 menitGuru dan atau peristiwa yang diamati : kegiatan siswa kelas X2Tingkat kelas (semester) dan atau subyek : X2Uraian Pengamatan : Saat guru masuk kelas, siswa tampak sudah siap mengikuti pelajaran.

PRE TEST

  1. A 2.

POST TEST

  Berikut ini adalah faktor-faktor membeli barang dan untuk yang mempengaruhi tabungan :menabung bergantung pada... Bagian dari pendapatan yang tidak digunakan untukkegiatan konsumsi SOAL POST TEST (Siklus II) Jawablah pertanyaan berikut dengan memberi tanda silang pada jawabanyang benar!

e. Disposable income

  Setelah kalian menyadari pentingnya kerjasama dalam kelompok, niat/tindakan apa yang akan dilakukan dalam hidup kalian sehari-hari? Lampiran 21 MEDIA GAME “ SCRAMBLE”(Siklus I) JAWABAN untuk MENGISI KOTAK “ SCRAMBLE” SOAL dan JAWABAN PETA KONSEP (Siklus II) SOAL dan JAWABAN MENGHITUNG KONSUMSI dan TABUNGAN (SIKLUS II) 1.

KUESIONER SIKAP BELAJAR

  12 Saya senang mengikuti pelajaran eknomi karena dapat saling bertukar pikiran dengan teman pada saat diskusikelompok. 13 Saya menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh guru.

KUESIONER PENILAIAN SIKAP HEMAT

  Saya akan menggunakan uang yang saya 2 miliki untuk membeli barang – barang yang disukaiSaya membeli sesuatu sesuai dengan 3 kebutuhan. Saya selalu menggunakan uang sesuai 5 dengan ’untuk apa uang itu saya minta dari orangtua?’Saya percaya pada ungkapan “hemat pangkal 6 kaya “ Saya tidak pernah beranggapan “hemat sama 7 dengan pelit” Saya lebih baik membawa bekal makanan 8 dari rumah daripada jajan di kantin.

KUESIONER PENILAIAN NILAI KERJASAMA

  Setelah mengikuti pembelajaran dengan PPR, apakah kalian dapat mengembangkan sikaphemat yang terkandung di dalam materi yang terkait? April 2012Siswa Peneliti 171Lampiran 31 4 4 4 2 4 4 4 3 13 4 3 4 4 4 12 4 4 3,7 4 5 4 4 14 4 5 4,0 5 4 2 5 5 5 4 4 3 3 3 5 5 4,4 5 4 4 4 5 4 4 5 3 10 4 3 3 3,5 4 4 2 2 4 4 5 5 4 3 4 4 5 4 3 4 2 5 5 11 2 5 3,9 4 4 5 3 5 3 2 4 4 3 4 3 2 4 3 3 17 3 4 3,9 4 4 4 3 4 4 3 3 3 5 3 3 5 3 4 3,3 4 3 3 3 4 18 3 5 3 4 3 3 5 4 15 5 4 3,9 5 3 4 4 3 3 3 4 3 4 5 3 3 5 3 4 4 5 16 5 3 5 3,8 4 4 2 4 5 4 4 HASIL PENGOLAHAN DATA PRA PENELITIANKuesioner Penilaian Sikap (C2) NO.

RATA- RATA 3,8 3,2 3,0 2,8 3,3 4,1 4,0 3,6 3,5 4,3 3,6

  Metode apa yang biasanya ibu sering gunakan dalam pembelajaran dikelas? Apakah metode tersebut sudah cukup efektif untuk meningkatkan C1, C2, dan C3 siswa dikelas?

SKALA LIKERT

  Faktor yang 3, 4, 5, 10 4, 8, 9, 10 mempengaruhi konsumsi PRE TEST dan POST TEST SIKLUS II Indikator No. Faktor yang 10 8, 9, 10 mempengaruhi konsumsidan tabungan Lampiran 37 Kisi-kisi Instrumen Pengukuran Sikap terhadap PembelajaranEkonomi dengan Menerapkan PPR PernyataanIndikator Pengukuran Sikap Positif Negatif1, 7, 8, 1.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Penerapan metode diskusi untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS pada siswa kelas IV MI pangkalan Kota Sukabumi
4
9
221
Penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa
2
8
120
Penerapan metode pembelajaran SQ3R untuk meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa
0
7
241
Penerapan pembelajaran aktif metode permainan bingo untuk meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa kelas III SDN Tunas Mekar
2
15
171
Penerapan model pembelajaran terbalik reciprocal teaching untuk meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa : penelitian tindakan kelas di mts daarul hikmah pamulang
0
14
265
Penggunaan media pembelajaran zooming presentation untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas x pada konsep suhu dan kalor
0
6
6
Penerapan strategi pembelajaran aktif metode information search dan role play dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi fiqih
4
31
143
Penerapan model pembelajaran kooperatif Tipi Inside-outside circle untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa (penelitian tindakan kelas di MTSN Tangerang 11 Pamulang)
4
19
61
Penerapan model pembelajaran direct instruction untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep termokimia
0
2
18
Upaya meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas 5 pada materi FPB dan KPK melalui metode learning tournament
1
6
156
Penerapan model motivasi ARCS dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan disposisi matematik siswa
0
15
0
Penerapan pembelajaran aktif metode card sort pada materi PAI dalam meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Darul Ma'arif Jakarta Selatan
1
13
168
Penerapan model pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan motivasi belajar PAI siswa SD Negeri Ciherang 01: penelitian tindakan kelas
1
8
0
Suatu tinjauan terhadap prosedur dan pelaksanaan tabungan umum dan tabungan siswa dalam upaya meningkatkan dana tabungan pada PD.BPR Kodya Dati II Bandung
0
3
58
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair square pada materi ruang dimensi tiga untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 1 Baubau
0
1
12
Show more