Penerapan model pembelajaran tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran ekonomi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa : penelitian dilaksanakan di kelas X SMA Negeri 11 Yogyakarta.

Gratis

0
8
197
2 years ago
Preview
Full text

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPETEAMS GAMES TOURNAMENT(TGT) DALAM

PEMBELAJARAN EKONOMI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA Penelitian Dilaksanakan di Kelas X SMA Negeri 11 Yogyakarta SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu SyaratMemperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Akuntansi Oleh: RIESHA PRILIA RIZKINANIM : 071334015 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

SKRIPSI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPETEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM

PEMBELAJARAN EKONOMI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA

  Tanggal: 14 Februari 2012 SKRIPSI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPETEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA Penelitian Dilaksanakan di Kelas X SMA Negeri 11 YogyakartaDipersiapkan dan ditulis oleh : Riesha Prilia RizkinaNIM : 071334015 Telah dipertahankan di depan Panitia Penguji pada tanggal 27 Februari 2012dan dinyatakan telah memenuhi syarat Susunan Panitia PengujiNama Lengkap Tanda Tangan Ketua Indra Darmawan, S. Yogyakarta, 27 Februari 2012Fakultas Keguruan Ilmu PendidikanUniversitas Sanata DharmaDekan, PERSEMBAHANKupersembahkan karya ini untuk : Allah SWT In The Name of Allah, the Most Beneficent, the Most Merciful Ayahanda Endang Harisman dan Ibunda Nanik SuharniAdikku tercinta, Farhan Norman Habib Semua sahabat dan teman seperjuangan di PAK angkatan 2007 Penyemangatku, Ragil Rahasto, S.

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini merupakan karya asli saya yang tidak memuat karya atau bagian orang lain,kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 27 Februari 2012Penulis Riesha Prilia Rizkina

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Dengan demikian saya memberikankepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalandata, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari sayamaupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan prestasisiswa kelas X-D SMA Negeri 11 Yogyakarta pada materi pembelajaran ekonomi pokok bahasan konsumsi, tabungan, dan investasi.

KATA PENGANTAR

  Kedua orang tuaku, Ayahanda Endang Harisman dan Ibunda NanikSuharni yang tercinta, yang tidak pernah lelah memberikan doa, kasih sayang dan cinta, dukungan baik moril maupun material, serta semangatpenuh kepada penulis. Semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan kepada penulis yang tidak dapat disebut satu persatu.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Persoalan-persoalan intern pendidikan hingga saat ini masih menjadi

  Siswa tetap dituntut mampu bersaing dalam memahami materi di setiap jenjang pendidikan dan yang nantinyadibuktikan tidak hanya dengan hasil akhir nilai yang memuaskan, tetapi juga potensi dalam diri dan kemampuan bersaing di kehidupan mendatang yangmendasari kurikulum yang terbaru ini Sebagai pelaku pendidikan kita harus membekali peserta didik dengan keterampilan dan kecakapan hidup yang merupakan hasil dari suatupengalaman belajar. Hal ini dilakukan agar para siswa tidak hanya duduk diam dan memperhatikan materi dan segala penjelasan dari guru, tetapi siswa juga ikut aktif terlibatdalam penciptaan kelas yang memiliki kompetensi dan menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan yang dapat mempengaruhi prestasibelajar siswa.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Penelitian Tindakan Kelas

1. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas

  Sedangkan menurut Wijaya Kusumah dan Dedi Dwitagama (2009:9): PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan cara merencanakan, melaksanakan, danmerefleksikan tindakan secara kolaboratif dan berpartisipatif dengan tujuan memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehinggahasil belajar siswa dapat meningkat. Dari beberapa pengertian PTK di atas,ditarik kesimpulan bahwa sesungguhnya PTK merupakan implementasi dari kreativitas dan sikapkritis guru terhadap apa yang sehari-hari diamatinya dan pengalaman yang berhubungan dengan profesinya untuk menghasilkan suatu kualitaspembelajaran yang lebih baik dari sebelumnya sehingga mencapai hasil yang optimal.

2. Prinsip Dasar PTK

  Masalah yang diteliti adalah masalah pembelajaran di kelas yang cukup merisaukan guru dan guru memiliki komitmen untuk mencari solusinya. Masalah yang diteliti sebaiknya diketahui olehpimpinan sekolah dan guru sejawat sehingga hasilnya cepat tersosialisasi.

3. Tahapan Pelaksanaan PTK

  Dalam praktiknya, PTK adalah tindakan yang bermakna melalui prosedur penelitian yang mencakup empat tahapan yaitu (Wijaya Kusumah,2009:25): a. Perencanaan (Planning)Perencanaan yang matang perlu dilakukan setelah kita mengetahui masalah dalam pembelajaran kita.

4. Tujuan PTK dilakukan

  Untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di dalam kelas yang dialami langsung dalam interaksi antara guru dengan siswa yang sedangbelajar, meningkatkan profesionalisme guru, dan menumbuhkan budaya akademik di kalangan para guru. Peningkatan efisiensi pengelolaan pendidikan, peningkatan atau perbaikan proses pembelajaran di samping untuk meningkatkan relevansi dan mutuhasil pendidikan juga ditunjukkan untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber-sumber daya yang terintegrasi di dalamnya.

5. Manfaat yang bisa diperoleh dari PTK

  Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari dilaksanakannya PTK yang terkait dengan komponen utama pendidikan dan pembelajaran, antaralain (Susilo, 2007:18): a. Karya tulis ilmiah semakin di perlukan guru di masa depan untuk meningkatkan kariernya dan dalam rangka membuat rancangan PTK yanglebih berbobot sambil mengajar di kelas.

B. Metode Teams Games Tournaments (TGT)

1. Tipe Pembelajaran Kooperatif

  Konsep pentingdalam pembelajaran tim siswa ini adalah penghargaan bagi tim, tanggung jawab individu, dan kesempatan sukses yang sama. Sedangkan yang dimaksud dengan kesempatan sukses yang sama adalah semua siswa memberi kontribusikepada timnya dengan cara meningkatkan kinerja mereka dari yang sebelumnya.

a. Student Teams Achievement Divisions (STAD)

  Guru memulai pelajaran denganmempresentasikan sebuah materi yang kemudian siswa bekerja dalam kelompok-kelompok untuk memastikan bahwa seluruhanggota kelompok telah menuntaskan materi tersebut. Padamodel jigsaw, setiap siswa dipertemukan dengan siswa dari kelompok lain yang menjadi ahli pada topik yang sama.

e. Group Investigation

  Tiap-tiap kelompok mempelajari satu bagian materi pelajaran dan kemudian menjelaskan materi itu kepada semua siswa di kelas. Siswadiharapkan menerima tanggung jawab yang besar untuk menentukan apa yang akan dipelajari, mengorganisasi kelompok mereka sendiribagaimana cara menguasai materi dan memutuskan bagaimana mengkomunikasikan hasil belajar mereka kepada seluruh kelas.

2. Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments ( TGT)

  Kegiatan ini berlangsung sebagai berikut: para siswa yang berada di meja turnamen secara bergantianmengambil nomor kartu (pengambilan nomor kartu berdasarkan urutan yang telah disepakati bersama) dan menjawab pertanyaan sesuaidengan nomor kartu yaitu pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan materi yang telah dipelajari. Apabila ada siswa yang mengambil nomorkartu tidak bisa menjawab pertanyaan, maka pertanyaan bisa dilempar ke teman yang lain dalam satu meja turnamen sesuai dengan urutanyang telah disepakati, dan yang menjawab dengan benar berhak menyimpan kartu tersebut.

C. Prestasi Belajar

  Olehkarena itu, motivasi belajar pada diri siswa perlu diperkuat terus menerus agar siswa memiliki hasil belajar yang baik, yang padaakhirnya semakin meningkatkan motivasi berprestasi.3) Konsentrasi belajar Konsentrasi belajar merupakan kemampuan memusatkan perhatian pada pelajaran yang tertuju pada isi bahan belajar maupun prosesmemperolehnya. Adapun tugas pengelolaan pembelajaran siswa meliputi: pembangunan hubungan baik dengan siswa, menggairahkan minat, perhatian danmemperkuat motivasi belajar untuk berprestasi, mengorganisasi belajar, melaksanakan pendekatan pembelajaran secara tepat, mengevaluasihasil belajar secara jujur dan obyektif, melaporkan hasil belajar kepada orang tua/wali siswa.2) Prasarana dan sarana pembelajaran Lengkapnya prasarana dan sarana pembelajaran merupakan kondisi pembelajaran yang baik.

D. Mata Pelajaran Ekonomi

  Fungsi dari mata pelajaran ekonomi di SMA adalah mengembangkan kemampuan siswa untuk berekonomi, yaitu upaya manusia dalam memenuhikebutuhan hidup di masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan dengan cara mengenal berbagai kenyataan dan peristiwa-peristiwa ekonomi,memahami konsep dan teori serta terlatih dalam memecahkan masalah ekonomi yang ada pada masyarakat. Membuat keputusan yang bertanggungjawab mengenai nilai-nilai sosial ekonomi dalam masyarakat yang majemuk, baik dalam skala nasionalmaupun internasional 24 Mata pelajaran ekonomi mencakup perilaku ekonomi dan kesejahteraan yang berkaitan dengan masalah ekonomi yang terjadi dilingkungan kehidupan terdekat hingga lingkungan terjauh, yang meliputi aspek-aspek perekonomian, ketergantungan, spesialisasi dan pembagiankerja, perkoperasian, kewirausahaan, manajemen, dan akuntansi.

E. Kerangka Teoretik

  PTK dapat diterapkan dalam bentuk strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa dan penciptaan suasana belajar yang menyenangkanuntuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran Ekonomi. Dalam pembelajaran ini terdapat lima komponen yaitu: (1) presentasi kelas berupa penyampaian materi kepada siswa; (2) pembagian kelompok/timuntuk mendalami materi; (3) games yang dirancang untuk pembelajaran dalam bentuk permainan yang menyenangkan; (4) turnamen yang bertujuanuntuk menciptakan kompetisi yang sehat antar siswa; dan (5) penghargaan bagi kelompok yang mendapatkan prestasi terbaik.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Menurut Raka J (1998 : 5), PTK didefinisikan

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

  sebagai suatu bentuk atau kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan dalam melaksanakantugas serta memperbaiki kondisi dimana pembelajaran tersebut dilakukan. Obyek penelitianObyek penelitiannya adalah peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi melalui penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT .

D. Prosedur Penelitian

  Kegiatan yang dilakukan yaitu mengadakan observasi terhadap situasi awal di dalam kelas yang mencakup observasi kegiatan guru, observasikelas, dan observasi terhadap siswa. Selain dengan observasi, guna mendukung data yang diperoleh peneliti juga mengadakan wawancaraterhadap guru dan siswa.

a. Siklus pertama

  Kegiatan dalam siklus pertama dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau tatap muka di kelas meliputi sebagai berikut:1) Perencanaan Pada tahap ini, dilakukan penyusunan rencana tindakan berupa penyiapan pembelajaran kooperatif tipe TGT, yang meliputisebagai berikut: a) Peneliti dan guru menggali data awal karakteristik siswa untuk memetakan para siswa berdasarkan kemampuannya danmembagi siswa secara heterogen menjadi kelompok-kelompok yang beranggotakan 4-5 orang. Instrumen yang dibutuhkan dalam tahap tindakan adalah penilaian tentang tingkat prestasi belajar siswa dalam pembelajaranekonomi yang akan diukur dari hasil belajar siswa (lampiran 4 dan lampiran ).

F. Teknik Pengumpulan Data

  Data dalam penelitian bersumber dari interaksi guru dan siswa dalam pembelajaran dan berupa data tindakan belajar atau perilaku belajar yangdihasilkan dari tindakan yang mengajar. Teknik inidigunakan untuk mendapatkan data berkaitan dengan aktivitas belajar siswa serta pandangan dari guru dan siswa terhadap metode TGT yangditerapkan dalam pembelajaran ekonomi.

G. Teknik Analisis Data

  Analisis data yang dilakukan secara deskriptif dan komparatif untuk mengetahui perkembangan peningkatan prestasi belajar siswa di dalam prosespembelajaran, meliputi dua hal sebagai berikut: 1. Analisis DeskriptifData hasil observasi dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif yaitu dengan pemaparan (deskripsi) data/informasi tentang suatu gejalayang diamati dalam proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan tingkat keberhasilan dari metode kooperatif tipe TGTsebagaimana adanya dalam bentuk paparan naratif maupun tabel.

B. Tujuan Satuan Pendidikan SMA N 11 Yogyakarta

  Dalam rangka menuju sekolah bermutu/berkualitas yang dapat dipercaya, diandalkan, dan menjadi tumpuan harapan masyarakat, maka SMANegeri 11 Yogyakarta mempunyai Visi, Misi dan Tujuan, yaitu sebagai berikut: 1. Menciptakan budaya sekolah yang sportif, kreatif, menyenangkan dan santun dengan penuh rasa kekeluargaan.

3. Tujuan

  2) Meningkat prestasi akademik dan nonakasemik melalui kegiatan peningkatan mutu pembelajaran dan sarana pembelajaran. 5) Meningkatkan keterampilan dan apresiasi peserta didik di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, sosial, budaya, dan seni melalui “Contruktivisme Learning ” dan interaksi sosial.

C. Sistem Pendidikan Satuan Pendidikan SMA N 11 Yogyakarta

  Seperti itu juga diSMA Negeri 11 Yogyakarta lama pendidikan yang harus ditempuh adalah tiga tahun, yaitu di kelas X, XI, dan XII. Jurusan yang telah dipilih siswa di kelas XI ini kemudian dilanjutkan saat siswa naik ke kelas XII.

D. Kurikulum Satuan Pendidikan SMA N 11 Yogyakarta

  KTSP merupakan kurikulum yang memberi kewenangan dan tanggung jawab penuh padasekolah untuk menyusun sendiri pelaksanaan kegiatan pembelajarannya sesuai misi, visi, dan potensinya masing-masing, dengan mengacu kepadaStandar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan(BNSP). Muatan kurikulum SMA Negeri 11 Yogyakarta meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya sesuai dengan StandarKompetensi dan Kompetensi dasar yang ditetapkan oleh BSNP, dan muatan lokal yang dikembangkan oleh daerah dan sekolah serta kegiatanpengembangan diri.

1. Struktur Kurikulum

  Kelompok mata pelajaran Ilmu pengetahuan dan teknologi. Penyusunan Stuktur Kurikulum didasarkan atas standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran yang telah ditetapkan olehBSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan).

2. Muatan Kurikulum

  Muatan kurikulum SMA Negeri 11 Yogyakarta meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya sesuai dengan StandarKompetensi dan Kompetensi dasar yang ditetapkan oleh BSNP, dan muatan lokal yang dikembangkan oleh daerah dan sekolah serta kegiatanpengembangan diri. Dengan pertimbangan diatas maka SMAN 11 Yogyakarta pada matapelajaran pilihan menentukan mata pelajaran pilihan keterampilan a) Desain Grafis dan Tata BogaPilihan mata pelajaran ini dimungkinkan dengan adanya sumber daya manusia yang memadai dan kehidupanmasayarakat yang menunjang program pembelajaran tersebut.

E. Organisasi Sekolah Satuan Pendidikan SMA N 11 Yogyakarta

  Sebagai supervisor yang memberikan pengwasan dan bimbingan kepada guru, karyawan, dan siswa agar dapat menjalankan fungsinyadengan baik dan bertanggung jawab. Tugas-tugasnya a sebagai berikut:1) Menyusun program pembinaan kesiswaan/OSIS, program dan jadwal pembinaan siswa secara berkla dan terinci serta laporanpelaksanaan hubungan masyarakat secara berkala.2) Melaksanakan bimbingan, pemgarahan, pengendalian kgiatan siwa, pemilihan calon siswa teladan dan calon penerima beasiswa.

3. Guru

  Peserta didik pada program IPA di kelas XI sebanyak 4 kelas dan IPS di kelas XI sebanyak 2 kelas dan peserta didik kelas XII IPA sebanyak 3 kelas dan di kelas XII IPSsebanyak 3 kelas. InputJumlah calon siswa yang mendaftar, jumlah calon siswa yang diterima dan prosentase siswa yang diterima dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.2 Jumlah Siswa Mendaftar Tahun Ajaran 2011/2012 Tahun Jumlah Calon Siswa Jumlah Siswa Diterima Prosentase Siswa diterima.

I. PROSES BELAJAR MENGAJAR SMA N 11 Yogyakarta

1. Kegiatan guru secara umum

  Selain itu bila ada siswa yang izin pulang ataukeluar dari lingkungan sekolah untuk suatu alasan maka harus melapor pada guru piket dan menulis surat izin dan ditandatangani oleh guru piket. Misalnya untuk kegiatan ekstrakulikuler pecinta alam dan pleton inti pihak sekolah menjalin kerja sama dengan alumni dalam melakukanpendampingan proses ekstrakulikuler dengan tujuan agar terjadinya transfer dalam bidang pengetahuan yanng lebih kreatif dan berbobotsehinggga siswa tidak bosan, nyaman dalam melakukan kegiatan.

BAB V HASIL OBSERVASI DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Penelitian Penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model pembelajaran

  Setelah presensi, guru mengulas kembali materisebelumnya dan mengkaitkannya dengan materi yang akan disampaikan pada hari itu dengan cara guru bertanya jawab dengansiswa. Hal ini dilakukan oleh guru dengan tujuan untuk mengingatkan kembali pembelajaran yang telah lalu dan jugamerangsang perhatian siswa untuk memasuki materi yang akan dipelajari.

II MEMBUKA PEMBELAJARAN

  1. Melakukan kegiatan apersepsi 1 2 4 5 2.

III KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN

  Menunjukkan penguasaan materi pembelajaranMengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevanMenyampaikan materi sesuai dengan hirarki belajarMengaitkan materi dengan reaitas kehidupan 4. 1 2 4 5 1 2 4 51 2 4 5 1 2 4 51 2 4 5 1 2 4 51 2 4 5 1 2 4 51 2 4 5 1 2 4 51 2 4 5 1 2 4 51 2 4 5 1 2 4 51 2 4 5 1 2 4 51 2 4 5 1 2 4 51 2 4 5 1 2 4 51 2 4 5 E.

IV PENUTUP

  Dan Selain itu mereka juga dapat menghargai saran dan pendapat dari teman satu kelompok atau kelompok lainnya (lampiran 6a,hal. 145).3) Pengamatan terhadap kelas Instrumen pengamatan kelas dalam proses pembelajaran pada siklus pertama disajikan dalam tabel berikut ini: Tabel 5.6 Instrumen Pengamatan Kelas No Deskriptor Ya Tidak 1 Kelas terdiri dari banyak siswa yang√memiliki kemampuan belajar dan asal usul yang berbeda-beda. Selain itu dari tabel tersebut menunjukkan bahwa dengan model pembelajaran tipe TGT sangat mendukung suasanapembelajaran menjadi lebih baik dan memunculkan motivasi belajar yang baru untuk siswa-siswi di kelas X-D tersebut Tabel 5.7 Lembar Refleksi Guru Mitra Terhadap Komponen Pembelajaran dan Metode TGT No Uraian Komentar 1 Penilaian guru terhadap komponen pembelajaran dan penggunaanmodel pembelajaran kooperatif yang diterapkan.

B. Analisis Komparasi Pemahaman Siswa Sebelum dan Sesudah Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT

  Dari 28 orang siswa di kelas X-D, ada 25 orang siswa yang mengalami peningkatan dan ada 3 orang siswa yang nilainya tetap atau tidak ada perubahan. Penerapan model pembelajaran yang menarik dengan permainan dan turnamen membuat siswa di kelas menjadi tidak bosan dan menjadi lebihbersemangat untuk belajar karena adanya variasi pembelajaran.

BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di SMA Negeri 11 Yogyakarta dapat diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model

B. Keterbatasan Penelitian

  Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada mata pelajaran Ekonomidalam penelitian ini sudah dapat meningkatkan hasil prestasi belajar siswa kelas X-D SMA Negeri 11 Yogyakarta. Adanya ketidaksesuaian antara alokasi waktu yang sudah dibuat dalam skenario pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran yangsebenarnya sehingga penerapan model pembelajaran ini menjadi terkesan terburu-buru.

C. Saran

  Perlu adanya komunikasi yang baik antara peneliti dengan guru mitra sehingga tidak terjadi perbedaan persepsi dan untuk menghindariadanya penyimpangan pelaksanaan tindakan dari rencana yang telah ditetapkan. Pentingnya perencanaan dan penyusunan alokasi waktu yang efektif dan efisien dalam pembelajaran untuk menghindari penggunaan waktuyang berlebihan dan menggunakan waktu sesuai dengan kebutuhan.

DAFTAR PUSTAKA

  Januari 2012Guru Observer(………………….) (.........................) 106 Lampiran 2LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN SISWA (Catatan Anekdotal) Nama pengamat :Tanggal dan waktu observasi :Lamanya observasi :Orang dan atau peristiwa yang diamati :Tingkat kelas (semester) dan atau subyek : Yogyakarta, …. 2 Bagaimana pendapat Anda tentang aktifitas siswa yang terjadi dalam kegiatan TGT pembelajaran kooperatif tipe ?(Keaktifan, partisipasi, kerja kelompok, dan diskusi) 3 Apakah Anda berminat mengikuti TGT pembelajaran kooperatif tipe selanjutnya seperti yang telah anda ikuti?

LEMBAR JAWAB PRE TEST

  Saat rumah tangga tidak memiliki pendapatan yang disposibel, yang digunakan untuk memenuhi konsumsi adalah .…a. Bila nilai sekarang dan pendapatan di masa depan lebih kecil daripada nilai sekarang modal yang diinvestasikan, maka investasi tersebut ….

LEMBAR JAWAB POST TEST

  Pada saat penjelasan materi, ada yang memangmendengarkan penjelasan dengan baik dan adapula yang kurang fokus terhadap materi yang diajarkan, misalnya terdapat siswa yang sibuk dengan kegiatannyasendiri, ngobrol dengan temannya, main handphone, dll. Satu per satu siswa yang ditunjuk oleh guru secara Yogyakarta, 18 Januari 2012Guru Observer(Ruswidaryanto, S.Pd.) (Riesha Prilia Rizkina) Lampiran 3aLEMBAR OBSERVASI KEGIATAN KELAS (Catatan Anekdotal) Nama pengamat : Riesha Prilia RizkinaTanggal dan waktu observasi : 18 Januari 2012, pukul 07.15 WIBLamanya observasi : 90 menit (2x45menit) Orang dan atau peristiwa yang diamati : Bapak Ruswidaryanto, S.

KUNCI JAWABAN PRE TEST

  Saat rumah tangga tidak memiliki pendapatan yang disposibel, yang digunakan untuk memenuhi konsumsi adalah .…a. Bila nilai sekarang dan pendapatan di masa depan lebih kecil daripada nilai sekarang modal yang diinvestasikan, maka investasi tersebut ….

KUNCI JAWABAN POST TEST

  Pengertian investasi Investasi merupakan pengeluaran-pengeluaran untuk membeli barang modal atau peralatan-peralatan produksi dengan tujuan untuk mengganti ataumenambah barang modal yang digunakan untuk memproduksi barang di masa yang akan datang. Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok 2 menit berdasarkan daftar kelompok yang telah dibuatsebelumnya dan meminta siswa berkumpul dalam kelompoknya masing-masing di tempat yang telahditentukan.

PROSEDUR GAMES MIX AND MATCH

  Soal dan jawabantersedia dalam kotak di kursi yang telah disediakan. Setiap siswa harus bergantian maju ke depan kelas untuk menjodohkan soal dan jawabannya sesuai dengan nomor urutnya masing-masing.

PROSEDUR TURNAMEN CERDAS CERMAT

  Jadi kelemahan metode ini adalahpada siswa yang takut berbicara atau mengungkapkan pendapat akan mengakibatkan siswa tersebut kurang berkembang danpasif di dalam kelas.” 175Observer : “Hal-hal apa saja yang masih perlu ditingkatkan?”Guru : “Yang perlu ditingkatkan adalah menginovasi model pembelajaran di dalam kelas supaya semua siswa bisa aktifberpendapat. Observer :“Bagaimana pendapat dan kesan kalian terkait dengan pembelajaran menggunakan model pembelajaran tipe TGTyang sudah kita laksanakan?” Siswa : “Dengan pembelajaran menggunakan model games dan turnamen ini, kami merasa pembelajaran sangat menyenangkandan tidak menjenuhkan.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Upaya Peningkatkan Hasil Belajar Kimia Siswa Melalui Model Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) Pada Konsep Sistem Koloid
0
7
280
Peningkatan hasil belajar kimia siswa dengan mengoptimalkan gaya belajar melalui model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) penelitian tindakan kelas di MAN 11 Jakarta
0
26
232
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams-Games Tournament) terhadap pemahaman konsep matematika siswa
1
8
185
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Teams Games Tournament Terhadap Prestasi Belajar Alquran Hadis Siswa (Quasi Eksperimen Di Mts Nur-Attaqwa Jakarta Utara)
0
49
179
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqih di MTs Islamiyah Ciputat
0
40
0
Pengaruh kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe teams-games-tournament (tgt) dengan make a match terhadap hasil belajar biologi siswa (kuasi eksperimen pada Kelas XI IPA Madrasah Aliyah Negeri Jonggol)
0
5
199
Penerepan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas VIII-3 SMPN 3 Kota Tangerang Selatan 2015/2016 Dalam Pelajaran IPA
0
4
10
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran akuntansi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X SMA Kolese de Britto Yogyakarta.
0
4
220
Penerapan model pembelajaran tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran ekonomi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.
2
24
273
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) sebagai upaya meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran ekonomi : penelitian dilaksanakan di kelas X2 SMA Negeri 2 Yogyakarta.
0
2
232
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran akuntansi di kelas XI SMA Negeri 11 Yogyakarta.
0
0
227
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X SMA NEGERI 10 PALEMBANG
0
1
10
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran akuntansi di kelas XI SMA Negeri 11 Yogyakarta - USD Repository
0
0
225
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT(TGT) DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA
0
0
195
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran akuntansi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X SMA Kolese de Britto Yogyakarta - USD Repository
0
0
218
Show more