Survei pendapat tentang penggunaan kosmetik tradisional di kalangan mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Gratis

0
3
54
1 year ago
Preview
Full text

  

SURVEI PENDAPAT TENTANG PENGGUNAAN KOSMETIK

TRADISIONAL DI KALANGAN MAHASISWI FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

Skripsi

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.)

  Program Studi Farmasi Oleh :

  Carolin Lulik Tafsia

  

SURVEI PENDAPAT TENTANG PENGGUNAAN KOSMETIK

TRADISIONAL DI KALANGAN MAHASISWI FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

Skripsi

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.)

  Program Studi Farmasi Oleh :

  Carolin Lulik Tafsia

  HALAMAN PERSEMBAHAN Dengan Kekuatan Pikiran Kamu Akan Menaklukkan Dunia, Dengan Kekuatan Hati Kamu Akan Harus Menjaga Dunia

  

PRAKATA

  Tiada kata lain yang mampu penulis panjatkan kecuali puji syukur kepada Bapa di Surga. Sebab karena kemurahan-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa karya ini belum sempurna, namun penulis berharap skrispsi ini mampu memberi kontribusi bagi siapa saja yang membacanya.

  Dalam keseluruhan proses pembuatan skripsi penulis banyak mendapat dukungan, bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Maka pada kesempatan ini penulis menghaturkan terimakasih yang tulus kepada:

  1. Ibu Aris Widayati, M.Si., Ph.D., Apt. selaku Dekan Fakultas Farmasi Univeritas Sanata Dharma dan Dosen Pembimbing yang telah membimbing dan memotivasi penulis hingga skripsi ini selesai.

  2. Bapak Enade Perdana Istyastono, Ph.D., Apt. dan Ibu Putu Dyana Christasani M.Sc., Apt. selaku dosen penguji terimakasih atas masukannya sehingga skrispsi ini menjadi lebih bermakna.

  3. Ibu Dr. Sri Hartati Yuliani, Apt. selaku DPA yang telah membantu dan memotivasi penulis hingga skripsi ini selesai.

  4. Bapak Dono Wikoro dan Ibu Monika Sri Mulyani, yang selalu memberi doa, dukungan dan dorongan hingga penulis dapat menyelesaikan tugas skripsi ini.

  Terimakasih.

  Penulis menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan dalam naskah skripsi ini, sehingga penulis dengan terbuka menerima dan mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Akhir kata penulis berharap semoga naskah skripsi ini dapat berguna dikemudian hari untuk pengembangan ilmu pengetahuan.

  Yogyakarta, 27 Februari 2017 Penulis

  Carolin Lulik Tafsia

  DAFTAR ISI

  HALAMAN SAMPUL .................................................................................. ii HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................... iii HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iv HALAMAN KEASLIAN KARYA ............................................................... v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI........................ vi HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................. vii PRAKATA. ................................................................................................. viii DAFTAR ISI .................................................................................................. x DAFTAR TABEL ......................................................................................... xi DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................ xii ABSTRAK .................................................................................................. xiii ABSTRACT ................................................................................................ xiv PENDAHULUAN ......................................................................................... 1 METODE PENELITIAN ............................................................................... 2 HASIL DAN PEMBAHASAN ...................................................................... 4 KESIMPULAN ............................................................................................ 10 DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 11 LAMPIRAN ................................................................................................. 13 BIOGRAFI PENULIS ................................................................................ .40

  DAFTAR TABEL Tabel

  I. Pendapat Tentang Definisi Kosmetik Tradisional ..................... 5 Tabel II. Sumber Informasi Tentang Kosmetik Tradisional ..................... 6 Tabel III. Penggunaan Kosmetik Tradisional Oleh Responden ................. 7 Tabel IV. Alasan Menggunakan Kosmetik Tradisional ............................. 7 Tabel V. Jenis Kosmetik Tradisional Yang Digunakan ............................ 8 Tabel VI. Tempat Untuk Mendapatkan Kosmetik Tradisional .................. 9 Tabel VII. Pengalaman Menggunakan Kosmetik Tradisional..................... 9 Tabel VIII. Keluhan Yang Dirasakan Selama Penggunaan Kosmetik

  Tradisional................................................................................. 10

   DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran 1. Transkrip Data Hasil Penelitian ............................................ 13 Lampiran 2. Ethical Clearance .................................................................. 16 Lampiran 3. Informed Consent ................................................................. 17 Lampiran 4. Lembar Panduan Wawancara ............................................... 18

  

ABSTRAK

  Kosmetik merupakan suatu bahan yang digunakan untuk perawatan bagian luar tubuh. Berdasarkan pasal 177 Perka BPOM No. 02001/SK/KBPOM, terdapat seksi penilaian kosmetik tradisional, tugas dari seksi tersebut: “menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, strandar, kriteria dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan penilaian kosmetik tradisional”. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pendapat mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma tentang penggunaan kosmetik tradisional. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan data secara kualitatif. Responden penelitian adalah mahasiswi aktif semester 3, 5, 7 Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling.

  Metode pengambilan data dengan cara wawancara, menggunakan panduan wawancara dengan pertanyaan yang bersifat terbuka. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan metode content

  

analysis. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk aitem rangkuman pendapat

yang teridentifikasi melalui wawancara terstruktur dengan panduan wawancara.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 45 responden, sebanyak 37 (82,22%) menggunakan kosmetik tradisional, dan 8 (17,78%) tidak menggunakan kosmetik tradisional. Dari 37 responden (82,22%) yang menggunakan kosmetik tradisional, 31 (83,78%) merasa nyaman dan 35 (94,59%) tidak merasakan efek samping. Sebagian besar responden yaitu 31 responden (83,78%) berpendapat bahwa kosmetik tradisional aman untuk digunakan.

  Kata kunci: Pendapat, kosmetik tradisional, mahasiswi Fakultas Farmasi

  

ABSTRACT

  Cosmetics is a material used for external body treatment. Based on the Head of the National Drug and Food Control Agency regulation (BPOM) No: 02001/SK/KBPOM article 177, there are assessors team of traditional cosmetics in which the duties of the assessors mentioned are preparing material of formulating technical policy, formulating plan and designing program, evaluating and writing report, and doing assessment regarding traditional cosmetics. This research is aimed to identify opinion on traditional cosmetics use of the students of Faculty of Pharmacy Sanata Dharma University. This research used descriptive with qualitative data approach. The respondents of this research are the students of third, fifth, and seventh semester Faculty of Pharmacy Sanata Dharma University. The researcher uses purposive sampling technique as the method of taking sample. The method of taking data is done by interviewing that uses interview guidance on open ended questions. Data obtained are descriptively analyzed by qualitative approach with content analysis method. Data obtained are presented in the summary of opinion items which are identified through structured interview using interview guidance. The result of the research suggests that from 45 respondents, 37 respondents (82,22%) use traditional cosmetics and 8 respondents (17,78%) do not use them. From 37 respondents (82,22%) of traditional cosmetics users, 31 respondents (83,78%) feel comfortable and 35 respondents (94,59%) do not feel side effect of the traditional cosmetics. In the amount of 31 respondents (83,78%) have opinion that traditional cosmetics is safe to be used.

  Keywords: Opinions, traditional cosmetics, student of the Faculty of Pharmacy

  PENDAHULUAN

  Kosmetik merupakan “bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk pemakaian luar tubuh manusia atau gigi dan membran mukosa mulut, terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan, dan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik

  ” (Peraturan Kepala BPOM RI No. 19, 2015). Obat tradisional adalah “bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat” (Keputusan Kepala BPOM RI No. 12, 2014). Kosmetik tradisional merupakan bagian dari kosmetik. Peraturan khusus yang mengatur tentang kosmetik tradisional secara eksplisit tidak ada. Oleh karena itu peraturan untuk kosmetik tradisional mengacu pada peraturan obat tradisional dan kosmetik. Berdasarkan atas Keputusan Kepala BPOM RI Nomor 02001/SK/KBPOM Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawas Obat dan Makanan, terdapat bagian Seksi Penilaian Kosmetik Tradisional. Berdasarkan pasal 177, tugas dari Seksi Penilaian Kosmetik Tradisional adalah “menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar, kriteria dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan penilaian kosmetik tradisional

  ” (Keputusan Kepala BPOM RI Nomor 02001/SK/KBPOM, 2001). mencapai Rp59,03 triliun dan pada tahun 2015 tumbuh sebesar 9 persen menjadi Rp64,3 triliun (Duniaindustri.com, 2016; Putra, 2014). Berkembangnya industri kosmetik dikarenakan saat ini kebanyakan wanita lebih memilih produk alami yaitu kosmetik tradisional dibandingkan produk sintetis untuk meningkatkan penampilan, kesehatan dan kepuasan (Gediya, 2011; Joshi and Pawar, 2015; Sutriyanto, 2016). Hasil dari penelitian di Bulgaria mengenai pengetahuan masyarakat tentang produk kosmetik bahan alam menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat berpengaruh terhadap ide pemasaran untuk pengembangan produk dan juga promosi (Dimitrova et al, 2009).

  Kurangnya data penelitian tentang penggunaan kosmetik tradisional dan meningkatnya penggunaan kosmetik tradisional di kalangan wanita, maka penting dilakukan penelitian yang bertujuan mengidentifikasi pendapat tentang penggunaan kosmetik tradisional. Penelitian ini dilakukan di kalangan mahasiswi, karena pasar dari industri kosmetik zaman sekarang adalah anak muda. Anak muda cenderung memperhatikan penampilan mereka untuk mencari jati diri, sehingga anak muda cenderung mencoba hal-hal baru. Mahasiswi dalam penelitian ini adalah mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, karena mahasiswi dari Fakultas Farmasi cenderung mengetahui fungsi dari bahan alam dan sintesis sehingga pilihan mereka akan lebih rasional. yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 45 responden dari total populasi adalah 385 mahasiswi.

  Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara terstruktur, menggunakan panduan wawancara yang bersifat terbuka atau open ended

  

questions. Panduan wawancara yang digunakan dalam penelitian divalidasi

  melalui professional judgment yang dilakukan oleh dosen pembimbing. Panduan wawancara yang telah divalidasi selanjutnya dilakukan uji pemahaman bahasa. Uji pemahaman bahasa dilakukan dengan mengujikan panduan wawancara kepada beberapa orang dengan karakteristik yang mirip dengan responden penelitian.

  Pada penelitian ini pengambilan data dilakukan dengan penyebaran panduan wawancara di lokasi penelitian yaitu Kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penyebaran panduan wawancara dilakukan dengan cara mendatangi satu persatu responden penelitian. Pengisian panduan wawancara dilakukan secara mandiri oleh responden penelitian. Setiap aitem pertanyaan dapat tidak isi ataupun dapat diisi lebih dari satu jawaban. Sebelum responden penelitian mengisi panduan wawancara, responden terlebih dahulu diberikan penjelasan singkat tentang penelitian yang akan dilakukan. Apabila responden bersedia berpartisipasi dalam penelitian maka responden akan diminta menandatangani informed consent.

  Data dari hasil wawancara terstruktur yang telah terkumpul dianalisis

  16/FK/2017 dari Komisi Etik Penelitian Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana.

  Penelitian ini melibatkan 45 responden mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Panduan wawancara ini diawali dengan pertanyaan mengenai pendapat responden tentang apa itu kosmetik. Hal ini dilakukan untuk mengetahui pendapat responden tentang definisi kosmetik secara umum. Hasil penelitian menunjukkan seluruh responden 45 responden (100%) mendefinisikan kosmetik sebagai sediaan yang digunakan untuk pemakaian luar tubuh yang ditujukan untuk memperbaiki penampilan. Hasil dari pertanyaan tentang apa itu kosmetik menunjukkan bahwa seluruh responden dapat mendefinisikan kosmetik sesuai dengan definisi kosmetik yang tercantum dalam Peraturan Kepala BPOM RI Nomor 19 tahun 2015. Dalam Peraturan Kepala BPOM RI Nomor 19 tahun 2015, kosmetika didefinisikan sebagai sediaan yang digunakan untuk pemakaian luar tubuh yang ditujukan untuk memperbaiki atau melindungngi atau memelihara penampilan.

  Pendapat responden tentang apa itu kosmetik tradisional, dapat dilihat pada Tabel I. terlihat bahwa 42 responden (93,33%) dari 45 responden mendefinisikan kosmetik tradisional sebagai kosmetik yang bahan bakunya berasal dari alam dan telah digunakan secara turun menurun. Berdasarkan hasil yang digunakan untuk pemakaian luar tubuh yang ditujukan untuk memperbaiki atau melindungi atau memelihara penampilan, dimana bahan yang digunakan adalah bahan atau campuran bahan yang berasal dari alam yang digunakan secara turun temurun dan atau sintetik yang merupakan komponen kosmetik termasuk bahan pewarna, bahan pengawet dan bahan tabir surya.

  Tabel I. Pendapat Tentang Definisi Kosmetik Tradisional Pendapat Jumlah %

  Responden (N=45)

  Kosmetik yang bahan bakunya berasal dari alam 42 93,33% dan telah digunakan secara turun menurun Kosmetik yang berasal dari alam dan diolah secara 2 4,44% tradisional Kosmetik yang bahan bakunya berasal dari bahan 1 2,22% alam dan diolah secara tradisional maupun modern

  N=jumlah responden penelitian

  Berdasarkan Tabel II. materi kuliah paling banyak dijadikan menjadi sumber informasi utama yaitu dinyatakan oleh 20 responden (44,44%). Hal ini dikarenakan responden dalam penelitian ini adalah mahasiswi dari Fakultas Farmasi, yang mendapatkan materi kuliah tentang bahan alam dan sintetis, dan promosi. Enam responden (13,33%) mengungkapkan bahwa keluarga menjadi sumber informasi. Hasil ini menunjukkan bahwa keluarga menjadi sumber informasi yang paling sedikit. Hal ini dimungkinan, berdasarkan dari data identitas responden menunjukkan sebagian besar responden merupakan responden yang tinggal di kost, sehingga waktu untuk bertemu atau berkomunikasi atau bertukar informasi dengan keluarga menjadi kurang.

  Tabel II. Sumber Informasi Tentang Kosmetik Tradisional Sumber Informasi Jumlah Responden %

  (N=45) Materi kuliah 20 44,44% Teman 13 28,89 % Iklan 12 26,67% Internet 13 28;89% Brosur 6 13,33% Keluarga 6 13,33%

  N=jumlah responden penelitian

  Contoh kosmetik tradisional yang paling banyak diketahui oleh responden adalah kosmetik tradisional yang diproduksi oleh Sari Ayu (33 responden (73,33%)). Selain Sari Ayu, responden juga menyebutkan Mustika Ratu (7 responden (15,56%)), Oriflame (6 responden (13,33%)), Larisa (4 responden (8,89%)), Wardah (1 responden (2,22%)), Mineral Botanica (1 responden

  Tabel III. Penggunaan Kosmetik Tradisional Oleh Responden Penggunaan Kosmetik Tradisional Oleh Jumlah %

  Responden Responden (N=45)

  Menggunakan Kosmetik Tradisional 37 82,22% Tidak Menggunakan Kosmetik Tradisional 8 17,78%

  N=jumlah responden penelitian

  Tabel IV. menunjukkan alasan mengapa sebagian besar responden (37 responden) menggunakan kosmetik tradisional. Berdasarkan pada tabel IV. dapat disimpulkan bahwa sebagian besar alasan mengapa responden menggunakan kosmetik tradisional adalah karena kosmetik tradisional aman untuk digunakan (31 responden (83,78%)). Selain aman untuk digunakan ternyata murah (5 responden (13,51%)) dan mengikuti trend (4 responden (10,81%)) juga menjadi alasan kenapa responden menggunakan kosmetik tradisional. Penelitian ini sesuai dengan studi yang dilakukan oleh Joshi (2015), yang mengungkapkan bahwa keuntungan dari penggunaan kosmetik yang berasal dari bahan alam adalah aman untuk digunakan dan murah. Selain aman dan murah, ternyata saat ini kosmetik yang menggunakan bahan alam sebagai bahan dasar kosmetik juga sedang menjadi trend dalam dunia kecantikan. Sementara alasan dari responden yang tidak menggunakan kosmetik tradisional adalah jarang menggunakan kosmetik (7 responden (87,5%)), dan kosmetik tradisional belum terkenal (1 responden

  Tabel V. jenis kosmetik tradisional yang paling banyak digunakan oleh responden adalah masker wajah (15 responden (40,54%)). Masker wajah merupakan sediaan kosmetik untuk perawatan kulit wajah yang memiliki manfaat yaitu memberi kelembaban, memperbaiki tekstur kulit, melembutkan kulit, membersihkan pori-pori kulit, mencerahkan warna kulit, menyembuhkan jerawat dan bekas jerawat (Irawati, 2013). Scrub atau lulur adalah jenis kosmetik tradisional yang paling sedikit digunakan oleh responden, yaitu hanya 1 responden (2,70%) yang menggunkan scrub. Scrub merupakan sediaan kosmetik yang berfungsi untuk menghilangkan kotoran, minyak, atau kulit mati, sehingga kulit akan lebih halus dan kencang (Burhan, 2013).

  Tabel V. Jenis Kosmetik Tradisional yang Digunakan Jenis Kosmetik Tradisional Jumlah Responden %

  (N=37) Masker Wajah 15 40,54%

  Cream Wajah

  11 29,73% Pembersih Muka 10 27,07%

  Handbody

  10 27,07% Shampoo 8 31,62% Masker Rambut 5 13,51% Bedak 4 10,81%

  Scrub

  1 2,70% Tabel VI. Tempat Untuk Mendapatkan Kosmetik Tradisional Tempat Untuk Mendapatkan Kosmetik Jumlah Responden %

  Tradisional (N=37)

  Supermarket

  22 59,46% Buat sendiri 8 21,62%

  Skincare

  8 21,62% Toko kosmetik 3 8,11%

  N=jumlah responden penelitian

  Harga kosmetik tradisional yang digunakan oleh sebagian besar responden adalah kurang dari Rp100.000,00 (34 responden (91,89%)). Sementara tiga responden (8,11%) menggunakan kosmetik tradisional yang memiliki kisaran harga Rp100.000,00-Rp200.000,00.

  Tabel VII. terlihat bahwa sebagian besar pengalaman yang dirasakan oleh responden selama penggunaan kosmetik tradisional adalah nyaman (31 responden (83,78%)). Tabel VIII. menunjukkan ada tidaknya keluhan yang dirasakan oleh responden selama penggunaan kosmetik tradisional. Beradarkan pada Tabel VIII. dapat dikatakan bahwa kosmetik tradisional memiliki efek samping yang rendah. Hal ini terlihat dari 35 responden (94,59%) tidak merasakan keluhan (efek samping) yang muncul selama penggunaan kosmetik tradisional dan hanya dua responden (5,41%) yang megalami keluhan (efek samping) yaitu munculnya ketombe dari penggunaan shampoo. Penelitian ini sesuai dengan studi yang

  Tabel VIII. Keluhan Yang Dirasakan Selama Penggunaan Kosmetik Tradisional

  Keluhan Yang Dirasakan Jumlah Responden % (N=37)

  Tidak Ada 35 94,59% Ketombe 2 5,41%

  N=jumlah responden penelitian

  Berdasarkan atas pendapat responden mengenai pengalaman yang dirasakan dan efek samping yang muncul selama penggunaan kosmetik tradisional, memperlihatkan bahwa sebagian besar responden merasa nyaman dan tidak merasakan efek samping. Hal ini berkaitan dengan alasan mengapa sebagian besar responden yang menggunakan kosmetik tradisional berpendapat bahwa kosmetik tradisional aman untuk digunakan.

  Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu kemungkinan terjadi bias karena subyektivitas dari responden dalam mengungkapkan pendapat pada setiap aitem- aitem pertanyaan. Kemungkinan terjadinya bias juga dapat terjadi dari pihak peneliti karena subyektivitas peneliti dalam menganalisa hasil penelitian. Penelitian ini hanya berfokus pada pendapat responden yang tertulis dalam panduan wawancara tanpa mencoba menggali informasi lebih lanjut pendapat responden. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah menggali informasi lebih lanjut mengenai pendapat responden, sehingga tidak hanya berfokus pada hasil Astuti, Y.C., 2013, Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Coping Strategy Pada Ibu Yang Memiliki Anak Penyandang Tunagrahita, Universitas Pendidikan Indonesia.

  Burhan, U.F., 2013, Pengaruh Proporsi Tepung Buah Pare Dan Cream Original Lulur Pada Hasil Jadi Lulur Untuk Perawatan Tubuh, Universitas Negeri Surabaya.

  Dimitrova. V, Kaneva. M, Gallucci. T, 2009, Customer Knowledge Management in the Natural Cosmetics Industry, Emerald, 109 (9), 1155-1165. Gediya, S.K., Mistry. R.B., Patel, U.K., Blessy, M., jain, H.N., 2011, Herbal Plants: Used as a Cosmetics, Sigma Institute of Pharmacy, 1 (1), 23-32. Irawati, L., 2013, Pengaruh Komposisi Masker Kulit Buah Manggis (Garcinia

  Mangostana L) Dan Pati Bengkuang Terhadap Hasil Penyembuhan Jerawat Pada Kulit Wajah Berminyak, Universitas Negeri Surabaya. Joshi, L. S., and Pawar, H. A., 2015, Herbal Cosmetics and Cosmeceuticals, Natural Products Chemistry and Research, 3 (2), 1-3. Osianita, Y., 2015, Kajian Semiotika Iklan Produk Kosmetik Mustika Ratu Trend Warna, Universitas Negeri Surabaya. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, 2001, Keputusan

  Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor: 02001/SK/KBPOM

  Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Jakarta.

  Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, 2015, Peraturan Kepala

  Badan Pengawas Obat dan Makanan RI No. 19, 2015 tentang Persyaratan Teknis Kosmetika, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik

  Indonesia. Jakarta. Putra, Y. M., 2014, Produk Kosmetik Tradisional Jadi Unggulan di Tanah Air, Republika, Agustus 2014.

  Sutriyanto, E., 2016, Industri Kosmetik di Indonesia Serap 675 Ribu Tenaga Kesehatan, Tribun, Juni 2016

  Duniaindustri, 2016, Perusahaan Kosmetik Serap Tenaga Kerja 675 Ribu Orang,

  kses September 2016.

  LAMPIRAN Lampiran 1. Transkrip Data Hasil Penelitian Soal Jawaban Nomor responden Jumlah Persen (%)

  1. Kosmetik adalah Sediaan yang digunakan untuk pemakaian 1;2;3;4;5;6;7;8;9;10 45 100 luar tubuh untuk memperbaiki penampilan 11;12;13;14;15;16;17;18;19;20; 21;22;23;24;25;26;27;28;29;30; 31;32;33;34;35;36;37;38;39;40; 41;42;43;44;45

  2. Kosmetik tradisional adalah Kosmetik yang bahan bakunya berasal 1;2;3;4;8;6;7;10;11;13; 42 93,33 dari bahan alam dan digunakan turun- 14;15;16;17;18;19;20;21;22;23; temurun 24;25;26;27;28;29;30;31;32;33; 34;35;36;37;38;39;40;41;42;43;

  44;45 Kosmetik yang bahan bakunya Berasal 5;9 2 4,44 dari alam

  Kosmetik yang bahan bakunya berasal

  12 1 2,22 dari bahan alam dan diolah secara tradisional maupun modern

  3. Darimana mendapatkan Materi kuliah 4;5;6;7;10;20;21;23;24;26; 20 44,44 informasi tentang kosmetik 27;28;29;30;33;40;41;42;43;45 tradisional Teman 2;3;5;11;15;17;22;33;37;38;

  13 28,89 39; 40;41 Iklan 1;2;3;12;16;17;18;19;20;28; 12 26,67 31;32 Internet 11;5;8;13;14;19;25;26;34;35; 13 28,89 38;39;44

Brosur 3;9;24;36;37;38

6 13,33

  

Keluarga 2;12;15;19;33;45

6 13,33

  4. Contoh kosmetik tradisional Sari ayu 1;2;4;5;6;7;8;9;10;12;13; 33 73,33 14;15;16;17;18;20;21;23;24;25; 26;27;28;31;32;34;35;38;40;42; 43;44;45

  

Mustika ratu 2;5;11;32;33;35;41

7 15,56

Oriflamme 5;11;31;36;37;38

6 13,33

Larisa 5;11;31;36;37;38

4 8,89 Mineral botanica

  3 1 2,22 La tulipe 5 1 2,22 Nature E 19 1 2,22 Tidak menjawab 22;29;30;39

  4 8,89

  5. Menggunakan atau pernah Aman 1;2;4;5;7;8;11;12;14;15;16; 31 83,78 menggunakan kosmetik 20;21;23;24;25;26;27;28;31;33; tradisional

  35;36;37;38;39;40;41;42;43;45

  • Ya, alasan

    Murah 17;18;23;41;44

  5 11,11 Mengikuti trend 9;13;32;33 4 10,81

Jarang mencoba kosmetik 3;6;19;22;29;30;34

7 15,56

  • Tidak alasan Kosmetik tradisional belum terkenal

  10 1 2,22

  a. Jenis kosmetik tradisional Masker wajah 9;13;14;17;18;21;23;24;26; 15 40,54 yang digunakan 27;28;36;37;38;39 Cream wajah 4;20;32;33;35;40;41;42;43;44; 11 29,73

  45 Pembersih muka 1;5;21;32;33;35;36;37;38;44 10 27,07 Handbody 8;11;15;25;26;32;33;36;37;38 10 27,07 Shampoo 2;7;16;18;26;31;35;36 8 31,62

  

Masker rambut 9;13;14;26;39

5 13,51 Bedak 12;21;33;35 4 10,81

  Scrub

  24 1 2,70

  b. Darimana mendapatkan Supermarket 1;2;7;8;12;15;17;18;20;21; 22 59,46 kosmetik tradisional 23;24;25;26;27;28;31;32;33;36; 37;38 Buat sendiri 9;13;14;21;24;26;28;39

  8 21,62 Skin care 4;35;40;41;42;43;44;45 8 21,62 Toko kosmetik 5;11;16 3 8,11

  c. Berapa harga kosmetik Rp. 0-100.000 1;2;4;5;7;8;9;11;12;13; 34 91,89 tradisional yang digunakan 14;15;16;17;18;20;21;23;24;25; 26;27;28;32;36;37;38;39;40;41; 42;43;44;45

  Rp. 100.000-200.000 31,33,35 3 8,11

  6. Pengalaman terkait Nyaman 1;4;7;8;9;11;12;13;14;15; 31 83,78 penggunaan kosmetik 16;17;18;21;24;25;26;27;31;33; tradisional

  35;36;37;38;39;40;41;42;43;44;

  45 Biasa saja 2;5;20;23;28;32 6 16,22

  7. Efek saping selama Tidak ada 1;4;5;7;8;9;11;12;13;14; 35 94,59 penggunaan kosmetik 15;17;18;20;21;23;24;25;26;27; tradisional

  28;31;32;33;35;36;37;38;39;40; 41;42;43;44;45 Ketombe 2;16 2 5,41

  Lampiran 2. Ethical Clearance

  Lampiran 3. Informed Consent

  Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Jenis Kelamin : Usia/Tanggal Lahir : Alamat : No. Telp/HP :

  Menyatakan bahwa :

  1. Saya telah mendapatkan penjelasan mengenai penelitian yang berjudul: “Survei Pendapat Tentang Penggunaan Kosmetik Tradisional Di Kalangan Mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta”.

  2. Setelah saya memahami penjelasan tersebut, dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari siapapun, saya bersedia ikut berpartisipasi dalam penelitian ini dengan kondisi: a. Secara sukarela bersedia mengikuti kegiatan dalam penelitian ini.

  b. Data yang diperoleh dari penelitian ini akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan ilmiah.

  3. Apabila saya inginkan, saya boleh memutuskan keluar dan tidak berpartisipasi lagi dalam penelitian ini tanpa menyatakan alasan apapun. Demikian pernyataan ini saya buat sejujur-jujurnya tanpa paksaan dari pihak manapun dan penelitian ini dapat memberikan manfaat kepada saya sebagai bekal pemahaman saya terkait dengan penggunaan kosmetik tradisional.

  Yogyakarta,....................... Yang memberi penjelasan Yang membuat pernyataan

  Lampiran 4. Lembar Panduan Wanwancara

  Carolin Lulik Tafsia, dilahirkan di Magelang pada tanggal 15 Juni 1993. Merupakan putri ke tiga dari tiga bersaudara, dari pasangan Dono Wikoro dan Monika Sri Mulyani. Penulis menempuh pendidikan di TK Pangudi Luhur Muntilan (1998-1999), SD Pangudi Luhur Muntilan

  (1999-2005), SMP Kanisius Muntilan (2005-2008), SMA N 1 Muntilan (2008-2011). Kemudian pendidikan dilanjutkan di Fakultas Farmasi Sanata Dharma Yogyakarta. Selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi, penulis terlibat dalam beberapa kegiatan keorganisasian di kampus, antara lain menjadi anggota divisi P3K Pharmacy Performance (2013), divisi P3K Pharmacy Road to School (2013), divisi dana dan usaha dalam Seminar Nasional (2011) yang diadakan Fakultas Farmasi USD, divisi konsumsi (2013) Makrab JMKI. Selain itu penulis juga pernah menjalankan PKM-M yang didanai oleh DIKTI dengan judul program Pengolahan Katrol Besi “Bekatul Egg Roll Beras Hitam” Untuk Memberdayakan masyarakat RT 03 Dusun Kedon Sebagai Daerah Penghasil Bekatul (2013). Penulis merupakan Asisten Praktikum Komunikasi Farmasi pada tahun 2014.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (54 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN DAN EFISIENSI ANTARA BERAS POLES MEDIUM DENGAN BERAS POLES SUPER DI UD. PUTRA TEMU REJEKI (Studi Kasus di Desa Belung Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang)
22
202
16
FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah Cinta di RCTI dan Sinetron Cinta Fitri di SCTV)
27
197
2
DEKONSTRUKSI HOST DALAM TALK SHOW DI TELEVISI (Analisis Semiotik Talk Show Empat Mata di Trans 7)
21
176
1
MANAJEMEN PEMROGRAMAN PADA STASIUN RADIO SWASTA (Studi Deskriptif Program Acara Garus di Radio VIS FM Banyuwangi)
29
198
2
MOTIF MAHASISWA BANYUMASAN MENYAKSIKAN TAYANGAN POJOK KAMPUNG DI JAWA POS TELEVISI (JTV)Studi Pada Anggota Paguyuban Mahasiswa Banyumasan di Malang
20
170
2
PERANAN ELIT INFORMAL DALAM PENGEMBANGAN HOME INDUSTRI TAPE (Studi di Desa Sumber Kalong Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso)
36
224
2
PEMAKNAAN MAHASISWA TENTANG DAKWAH USTADZ FELIX SIAUW MELALUI TWITTER ( Studi Resepsi Pada Mahasiswa Jurusan Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Malang Angkatan 2011)
59
322
21
PENGARUH PENGGUNAAN BLACKBERRY MESSENGER TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU MAHASISWA DALAM INTERAKSI SOSIAL (Studi Pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Angkatan 2008 Universitas Muhammadiyah Malang)
127
496
26
FK-UMM Dalam Pertemuan Occupational Health di Philippines
0
55
1
Kuliah di PTN Kini Lebih Mahal
0
86
1
Analisis Pertumbuhan Antar Sektor di Wilayah Kabupaten Magetan dan Sekitarnya Tahun 1996-2005
3
55
17
Analisis tentang saksi sebagai pertimbangan hakim dalam penjatuhan putusan dan tindak pidana pembunuhan berencana (Studi kasus Perkara No. 40/Pid/B/1988/PN.SAMPANG)
8
82
57
Analisis terhadap hapusnya hak usaha akibat terlantarnya lahan untuk ditetapkan menjadi obyek landreform (studi kasus di desa Mojomulyo kecamatan Puger Kabupaten Jember
1
83
63
DAMPAK INVESTASI ASET TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP INOVASI DENGAN LINGKUNGAN INDUSTRI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (Studi Empiris pada perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2006-2012)
11
124
22
Diskriminasi Perempuan Muslim dalam Implementasi Civil Right Act 1964 di Amerika Serikat
3
37
15
Show more