Pengaruh keaktifan mengikuti perayaan Ekaristi terhadap keterlibatan tugas pelayanan (Diakonia) umat lingkungan Santo Xaverius Siyono Kuasi Paroki Santo Yusup Bandung Gunungkidul.

Gratis

0
4
197
2 years ago
Preview
Full text
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Skripsi ini berjudul “PENGARUH KEAKTIFAN MENGIKUTI PERAYAAN EKARISTI TERHADAP KETERLIBATAN TUGAS PELAYANAN (DIAKONIA) UMAT LINGKUNGAN SANTO XAVERIUS SIYONO KUASI PAROKI SANTO YUSUP BANDUNG GUNUNGKIDUL”. judul skripsi ini dipilih berdasarkan keinginan penulis akan peran keaktifan mengikuti perayaan Ekaristi dalam pengembangan umat, terutama dalam keterlibatan tugas pelayanan (diakonia) dalam kehidupan sehari-hari. Keaktifan mengikuti perayaan Ekaristi adalah partisipasi sadar dan aktif dari seluruh umat beriman dari awal sampai ahkir perayaan Ekaristi. Umat yang sadar adalah ia tahu dengan yang ia perbuat serta memahami makna perayaan Ekaristi dan Aktif menunjukan keterlibatan yang sepenuhnya dan seutuhnya dalam Ekaristi. Keterlibatan tugas pelayanan (diakonia) adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang secara sukarela untuk memberikan tenaga, pikiran dan kemampuan pada suatu pekerjaan atau usaha selaras dengan kehendak, akal budi dan perasaan yang didasari oleh Yesus. Pelayanan dalam Gereja nampak dalam diri seorang pemuka jemaat dan pelayanan terbuka ke luar bagi sesama manusia serta terlibat dalam hidup dan pembangunan yang ada di masyarakat. Ekaristi sebagai sumber dan puncak seluruh hidup Kristiani. Hidup sehari hari memperoleh kekuataan dan dasarnya dari Ekaristi sebagai sumber serta semua bidang kehidupan umat tertuju dan mengarah kepada Ekaristi sebagai puncaknya. Berdasarkan pemikiran di atas, dapat dirumuskan hipotesis penelitian, yaitu H0: Tidak ada Pengaruh Keaktifan Mengikuti Perayaan Ekaristi Terhadap Keterlibatan Tugas Pelayanan (diakonia) Umat Lingkungan Santo Xaverius Siyono Kuasi Paroki Santo Yusup Bandung Gunungkidul. H1: Ada Pengaruh Keaktifan Mengikuti Perayaan Ekaristi Terhadap Keterlibatan Tugas Pelayanan (diakonia) Umat Lingkungan Santo Xaverius Siyono Kuasi Paroki Santo Yusup Bandung Gunungkidul. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan bentuk regresi. Populasi penelitian ini adalah umat lingkungan St. Xaverius Siyono. Teknik sampling yang digunakan adalah quota sampling. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 75 responden. Instrumen yang digunakan adalah perbedaan sematik. Berdasarkan hasil uji validitas pada taraf signifikansi 5%, nilai kristis sebesar 0,227 terdapat 30 item soal yang valid. Sedangkan pada hasil uji reliabilitas, diperoleh koefisien alpha sebesar 0,935 yang berarti intrumen memiliki reliabilitas yang sempurna. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai r2 dengan signifikansi sebesar 0,000 (<0,05) yang berarti bahwa H1 diterima dan H0 ditolak. Dari hasil uji regresi linear sederhana dengan taraf signifikansi 5%, diperoleh nilai r2 sebesar 0,516 (51,6%), yang berarti ada pengaruh positif dari keaktifan mengikuti perayaan Ekaristi sebesar (X) terhadap keterlibatan tugas pelayanan (diakonia) (Y). Lalu, nilai mean keaktifan mengikuti perayaan Ekaristi sebesar 138,65 dan keterlibatan tugas pelayanan (diakonia) sebesar 71,13. Hasil persamaan regresinya adalah Y = 8.031 + 0,455 X, artinya setiap penambahan nilai variabel X sebesar 1 poin, maka nilai variabel Y bertambah 8.031 + 0,455. Maka, disarankan perlunya keaktifan mengikuti perayaan Ekaristi untuk membantu peningkatan keterlibatan tugas pelayanan (diakonia) umat dalam hidup sehari-hari. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT This thesis entitled "LIVELINESS EFFECT FOLLOWING INVOLVEMENT OF CELEBRATION EUCHARIST DUTY SERVICE (DIAKONIA) PEOPLE ENVIRONMENT SANTO SAINT XAVIER JOSEPH PARISH SIYONO QUASI BANDUNG GUNUNGKIDUL". Thesis title is selected based on the desire authors will follow the Eucharist liveliness role in the development of the people, especially the involvement of the ministry (diakonia) in everyday life. Liveliness following the celebration of the Eucharist is conscious and active participation of all the faithful from start to finish the celebration of the Eucharist. A people who are aware he knew that he did as well as to understand the meaning of the Eucharist and active involvement shows that fully and completely in the Eucharist. The involvement of the ministry (diakonia) is an action taken by a person voluntarily to provide energy, thoughts and abilities at a job or business in harmony with the will, intelligence and emotion based on the Jesus. Service in the Church appears inside a church and ministry leaders open to the outside for fellow human beings and engage in life and development in the community. Eucharist as the source and summit of the Christian life. Daily living and acquire buck essentially of the Eucharist as the source as well as all areas of the life of fixed and leads to the Eucharist as a peak. Based on the discussion, there can formulated hypothesis of the research, i.e. H0: there is no influence of activeness Following the Eucharistic Celebration on Engagement Services Task (diakonia) Environmental People of St. Xavier Siyono Quasi Parish of Santo Yusup Bandung Gunungkidul. H1: there is an influence of activeness Following the Eucharistic Celebration on Engagement Services Task (diakonia) Environmental People of St. Xavier Siyono Quasi Parish of Santo Yusup Bandung Gunungkidul. This research is a quantitative form of regression. This study population is people of the St. Xavier Siyono. The sampling technique used was quota sampling. The samples used in this study were 75 respondents. The instrument used is a semantic difference. Based on the validity of the test results at 5% significance level, the critical value of 0.227 contained 30 items about valid. While the reliability test results, obtained an alpha coefficient of 0.935, which means the instrument has a perfect reliability. Results of the analysis showed that the value of r2 with a significance of 0.000 (<0.05), which means that H1 is accepted and H0 is rejected. From simple linear regression test results with significance level of 5%, the value r2 of 0.516 (51.6%), which means that there is a positive influence on the activity follows the Eucharistic celebration of (X) to the involvement of the ministry (diakonia) (Y). Then, the mean value of the activity following the celebration of the Eucharist at 138.65 and the involvement of the ministry (diakonia) of 71.13. The results of the regression equation is Y = 8,031 + 0,455 X, meaning that each additional value of the variable X by 1 point, then the value of the variable Y increases 8,031 + 0,455. Hence, it is suggested the need to follow the activity of the Eucharist to help increase the involvement of the ministry (diakonia) people in everyday life. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGARUH KEAKTIFAN MENGIKUTI PERAYAAN EKARISTI TERHADAP KETERLIBATAN TUGAS PELAYANAN (DIAKONIA) UMAT LINGKUNGAN SANTO XAVERIUS SIYONO KUASI PAROKI SANTO YUSUP BANDUNG GUNUNGKIDUL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Progam Studi Pendidikan Agama Katolik Oleh: Heronimus Galih Priyambada NIM: 121124044 PROGAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2017 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Skripsi ini kupersembahkan kepada “Umat Lingkungan Santo Xaverius Siyono Kuasi Paroki Santo Yusup Bandung Gunungkidul” “Progam Studi Pendidikan Agama Katolik Universitas Sanata Dharma yang telah mendidik dan memberikan pengalaman terindah di dalam hidupku” “Bangsa Indonesia dan tanah kelahiranku Gunungkidul, Yogyakarta” Kedua Orang tuaku “Bapak Sukirjo. P dan Ch. Sri Bargiyati” Kakak dan adikku tercinta “Antonius Pekik Prajoko dan Ferdinandus Anon Krisna Praditya” Penyemangat dan Teman Setiaku “Sheilla Putri Nur Sagita” Sahabat Seperjuanganku “Andreas Sigit Kurniawan, Monica Alusiana Karisa Putri, Lidya Herawati” iv PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO “Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali.” (Pidato HUT Proklamasi, 1949 Ir. Soekarno) “Aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut kehendak – Mu” (Luk 1: 38) v PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswi Universitas Sanata Dharma: Nama : Heronimus Galih Priyambada Nomor Mahasiswa : 121124044 vi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Skripsi ini berjudul “PENGARUH KEAKTIFAN MENGIKUTI PERAYAAN EKARISTI TERHADAP KETERLIBATAN TUGAS PELAYANAN (DIAKONIA) UMAT LINGKUNGAN SANTO XAVERIUS SIYONO KUASI PAROKI SANTO YUSUP BANDUNG GUNUNGKIDUL”. judul skripsi ini dipilih berdasarkan keinginan penulis akan peran keaktifan mengikuti perayaan Ekaristi dalam pengembangan umat, terutama dalam keterlibatan tugas pelayanan (diakonia) dalam kehidupan sehari-hari. Keaktifan mengikuti perayaan Ekaristi adalah partisipasi sadar dan aktif dari seluruh umat beriman dari awal sampai ahkir perayaan Ekaristi. Umat yang sadar adalah ia tahu dengan yang ia perbuat serta memahami makna perayaan Ekaristi dan Aktif menunjukan keterlibatan yang sepenuhnya dan seutuhnya dalam Ekaristi. Keterlibatan tugas pelayanan (diakonia) adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang secara sukarela untuk memberikan tenaga, pikiran dan kemampuan pada suatu pekerjaan atau usaha selaras dengan kehendak, akal budi dan perasaan yang didasari oleh Yesus. Pelayanan dalam Gereja nampak dalam diri seorang pemuka jemaat dan pelayanan terbuka ke luar bagi sesama manusia serta terlibat dalam hidup dan pembangunan yang ada di masyarakat. Ekaristi sebagai sumber dan puncak seluruh hidup Kristiani. Hidup sehari hari memperoleh kekuataan dan dasarnya dari Ekaristi sebagai sumber serta semua bidang kehidupan umat tertuju dan mengarah kepada Ekaristi sebagai puncaknya. Berdasarkan pemikiran di atas, dapat dirumuskan hipotesis penelitian, yaitu H0: Tidak ada Pengaruh Keaktifan Mengikuti Perayaan Ekaristi Terhadap Keterlibatan Tugas Pelayanan (diakonia) Umat Lingkungan Santo Xaverius Siyono Kuasi Paroki Santo Yusup Bandung Gunungkidul. H1: Ada Pengaruh Keaktifan Mengikuti Perayaan Ekaristi Terhadap Keterlibatan Tugas Pelayanan (diakonia) Umat Lingkungan Santo Xaverius Siyono Kuasi Paroki Santo Yusup Bandung Gunungkidul. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan bentuk regresi. Populasi penelitian ini adalah umat lingkungan St. Xaverius Siyono. Teknik sampling yang digunakan adalah quota sampling. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 75 responden. Instrumen yang digunakan adalah perbedaan sematik. Berdasarkan hasil uji validitas pada taraf signifikansi 5%, nilai kristis sebesar 0,227 terdapat 30 item soal yang valid. Sedangkan pada hasil uji reliabilitas, diperoleh koefisien alpha sebesar 0,935 yang berarti intrumen memiliki reliabilitas yang sempurna. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai r2 dengan signifikansi sebesar 0,000 (<0,05) yang berarti bahwa H1 diterima dan H0 ditolak. Dari hasil uji regresi linear sederhana dengan taraf signifikansi 5%, diperoleh nilai r2 sebesar 0,516 (51,6%), yang berarti ada pengaruh positif dari keaktifan mengikuti perayaan Ekaristi sebesar (X) terhadap keterlibatan tugas pelayanan (diakonia) (Y). Lalu, nilai mean keaktifan mengikuti perayaan Ekaristi sebesar 138,65 dan keterlibatan tugas pelayanan (diakonia) sebesar 71,13. Hasil persamaan regresinya adalah Y = 8.031 + 0,455 X, artinya setiap penambahan nilai variabel X sebesar 1 poin, maka nilai variabel Y bertambah 8.031 + 0,455. Maka, disarankan perlunya keaktifan mengikuti perayaan Ekaristi untuk membantu peningkatan keterlibatan tugas pelayanan (diakonia) umat dalam hidup sehari-hari. viii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT This thesis entitled "LIVELINESS EFFECT FOLLOWING INVOLVEMENT OF CELEBRATION EUCHARIST DUTY SERVICE (DIAKONIA) PEOPLE ENVIRONMENT SANTO SAINT XAVIER JOSEPH PARISH SIYONO QUASI BANDUNG GUNUNGKIDUL". Thesis title is selected based on the desire authors will follow the Eucharist liveliness role in the development of the people, especially the involvement of the ministry (diakonia) in everyday life. Liveliness following the celebration of the Eucharist is conscious and active participation of all the faithful from start to finish the celebration of the Eucharist. A people who are aware he knew that he did as well as to understand the meaning of the Eucharist and active involvement shows that fully and completely in the Eucharist. The involvement of the ministry (diakonia) is an action taken by a person voluntarily to provide energy, thoughts and abilities at a job or business in harmony with the will, intelligence and emotion based on the Jesus. Service in the Church appears inside a church and ministry leaders open to the outside for fellow human beings and engage in life and development in the community. Eucharist as the source and summit of the Christian life. Daily living and acquire buck essentially of the Eucharist as the source as well as all areas of the life of fixed and leads to the Eucharist as a peak. Based on the discussion, there can formulated hypothesis of the research, i.e. H0: there is no influence of activeness Following the Eucharistic Celebration on Engagement Services Task (diakonia) Environmental People of St. Xavier Siyono Quasi Parish of Santo Yusup Bandung Gunungkidul. H1: there is an influence of activeness Following the Eucharistic Celebration on Engagement Services Task (diakonia) Environmental People of St. Xavier Siyono Quasi Parish of Santo Yusup Bandung Gunungkidul. This research is a quantitative form of regression. This study population is people of the St. Xavier Siyono. The sampling technique used was quota sampling. The samples used in this study were 75 respondents. The instrument used is a semantic difference. Based on the validity of the test results at 5% significance level, the critical value of 0.227 contained 30 items about valid. While the reliability test results, obtained an alpha coefficient of 0.935, which means the instrument has a perfect reliability. Results of the analysis showed that the value of r2 with a significance of 0.000 (<0.05), which means that H1 is accepted and H0 is rejected. From simple linear regression test results with significance level of 5%, the value r2 of 0.516 (51.6%), which means that there is a positive influence on the activity follows the Eucharistic celebration of (X) to the involvement of the ministry (diakonia) (Y). Then, the mean value of the activity following the celebration of the Eucharist at 138.65 and the involvement of the ministry (diakonia) of 71.13. The results of the regression equation is Y = 8,031 + 0,455 X, meaning that each additional value of the variable X by 1 point, then the value of the variable Y increases 8,031 + 0,455. Hence, it is suggested the need to follow the activity of the Eucharist to help increase the involvement of the ministry (diakonia) people in everyday life. ix PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Allah Bapa karena kasih-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi berjudul PENGARUH KEAKTIFAN MENGIKUTI PERAYAAN EKARISTI TERHADAP KETERLIBATAN TUGAS PELAYANAN (DIAKONIA) UMAT LINGKUNGAN SANTO XAVERIUS SIYONO KUASI PAROKI SANTO YUSUP BANDUNG GUNUNGKIDUL. Skripsi ini ditulis dengan maksud memberikan sumbangan pemikiran mengenai pengaruh keaktifan mengikuti perayaan Ekaristi terhadap keterlibatan tugas pelayanan (diakonia) umat lingkungan Santo Xaverius Siyono Kuasi Paroki Santo Yusup Bandung Gunungkidul. Selain itu, skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Tersusunnya skripsi ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Pada kesempatan ini penulis dengan setulus hati mengucapkan banyak terima kasih kepada: 1. Dr. B. A. Rukiyanto, SJ., selaku Kaprodi PAK Universitas Sanata Dharma yang telah memberi dukungan dan izin kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. 2. F.X. Dapiyanta, SFK., M.Pd., selaku dosen pembimbing utama yang telah memberikan perhatian, meluangkan waktu dan membimbing penulis dengan penuh kesabaran, memberi masukan-masukan dan kritikan-kritikan, sehingga x PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI penulis dapat lebih termotivasi dalam menuangkan gagasan-gagasan pada penulisan skripsi ini. 3. P. Banyu Dewa HS, S.Ag., M.Si., selaku dosen pembimbing akademik dan dosen penguji ke II, yang mendampingi penulis dan memberikan dukungan sampai selesainya penulisan skripsi ini. 4. Yoseph Kristianto, SFK., M.Pd., selaku dosen penguji ke III yang dengan tulus hati memberikan dukungan secara penuh kepada penulis, terlebih melalui kritik dan saran membangun dalam penyususnan skripsi ini. 5. Dr. C.B. Putranta, SJ., yang secara khusus memberikan bimbingan dan dukungan dalam seluruh proses studi yang ditempuh oleh penulis. 6. Segenap Staf Dosen Prodi PAK-JIP, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, yang telah mendidik dan membimbing penulis selama belajar hingga selesainya skripsi ini. 7. Segenap Staf Sekretariat dan Perpustakaan Prodi PAK, dan seluruh karyawan bagian lain yang telah memberi dukungan kepada penulis dalam skripsi ini. 8. Christophorus Tri Wahyono Djati Nugroho, Pr., selaku Romo Paroki Kuasi Santo Yusup Bandung yang telah memberikan izin penelitian dan perhatian sehingga penelitian ini bisa terlaksana di Lingkungan Santo Xaverius Siyono. 9. Bapak Ag. Agus Sumartono, selaku Ketua Lingkungan Santo Xaverius Siyono dan segenap umat yang telah memberi dukungan dan semangat dalam mengisi instrumen penelitian skripsi ini. xi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING . ii HALAMAN PENGESAHAN . iii HALAMAN PERSEMBAHAN . iv MOTTO . v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA . vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA . vii ABSTRAK . viii ABSTRACT . ix KATA PENGANTAR . x DAFTAR ISI . xiii DAFTAR TABEL . xvii DAFTAR GRAFIK . xx DAFTAR SINGKATAN . xxi BAB I. PENDAHULUAN . 1 A. Latar Belakang . 1 B. Rumusan Masalah . 6 C. Tujuan Penulisan . 6 D. Manfaat Penulisan . 7 E. Metode Penulisan . 7 F. Sistematika Penulisan . 8 BAB II. KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS . 10 A. Kajian Pustaka . 10 1. Perayaan Ekaristi . 10 a. Pengertian Sakramen . 10 b. Pengertian Ekaristi . 12 xiii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. Makna Ekaristi sebagai perayaan . 14 d. Dasar-dasar Perayaan Ekaristi . 16 e. Keaktifan Mengikuti Perayaan Ekaristi . 20 f. Makna Sakramen Ekaristi . 21 g. Tata Perayaan Ekaristi . 28 2. Keterlibatan Umat dalam Tugas Pelayanan Gereja (Diakonia) . 30 a. Pengertian Keterlibatan . 30 b. Keterlibatan Umat Sebagai Anggota Gereja . 31 c. Pengertian Pelayanan (Diakonia) . 32 d. Diakonia dalam Kitab Suci . 32 e. Arah Dasar Pelayanan . 34 f. Bentuk-bentuk Pelayanan (Diakonia) . 38 B. Penelitian yang Relevan . 40 C. Kerangka Pikir . 40 D. Hipotesis . 43 BAB III. METODOLOGI PENELITIAN . 44 A. Jenis Penelitian . 44 B. Desain Penelitian . 44 C. Tempat dan Waktu penelitian . 44 D. Populasi dan Sampel penelitian . 45 E. Teknik dan Instrumen pengumpulan Data . 46 1. Variabel . 46 2. Definisi Konseptual . 47 3. Definisi Operasiaonal . 48 4. Teknik Pengumpulan Data . 49 5. Instrumen Pengumpulan Data . 49 6. Kisi-kisi Instrumen . 51 7. Pengembangan Instrumen . 55 a. Analisis Validitas Instrumen Penelitian . 55 b. Analisis Reliabilitas Instrumen Penelitian . 57 xiv PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI F. Teknik Analisis Data . 60 1. Persyaratan Analisis . 60 a. Uji Normalitas Data. 60 b. Uji Linearitas Regresi . 60 c. Uji Homokedastisitas . 61 d. Uji Homogenitas . 61 2. Teknik Analisis . 62 a. Analisis Deskriptif . 62 b. Uji Hipotesis . 62 BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 64 A. Hasil Penelitian . 64 1. Uji Persyaratan Analisis . 64 a. Uji Normalitas . 65 b. Uji Linearitas . 69 c. Uji Homokedastisitas . 69 d. Uji Homogenitas . 71 2. Analisis Deskripsi . 72 3. Deskripsi Data . 74 a. Keaktifan Mengikuti Perayaan Ekaristi . 74 1) Kehadiran dalam Perayaan Ekaristi . 75 2) Peran dan Tugas dalam Perayaan Ekaristi . 80 3) Makna Sakramen Ekaristi . 87 b. Keterlibatan Tugas Pelayanan (Diakonia) . 93 1) Arah Dasar Pelayanan . 94 2) Pelayanan (diakonia) bagi Gereja dan Masyarakat . 99 4. Uji Regresi . 106 a. Correlations . 106 b. Variables entered/removedb . 107 c. Model summaryb . 108 d. ANOVAb . 109 e. Coefficients . 110 xv PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Pembahasan Hasil Penelitian . 112 C. Refleksi Kateketis . 123 D. Keterbatasan Penelitian . 136 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN . 139 A. Kesimpulan . 139 B. Saran . 142 DAFTAR PUSTAKA . 145 LAMPIRAN Lampiran 1: Surat Ijin Penelitian (1) Lampiran 2: Surat Pernyataan Pelaksanaan Penelitian (2) Lampiran 3: Instrumen Penelitian (3) Lampiran 4: Jawaban Instrumen Penelitian (8) Lampiran 5: Data Keseluruhan Instrumen (18) xvi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1. Skor alternatif jawaban variabel X dan Y dari segi kognitif . 50 Tabel 2. Skor alternatif jawaban variabel X dan Y dari segi afektif . 50 Tabel 3. Kisi-kisi Instrumen . 51 Tabel 4. Hasil analisis validitas variabel X . 56 Tabel 5. Hasil analisis validitas variabel Y . 57 Tabel 6. Hasil analisis reliabilitas variabel X . 58 Tabel 7. Hasil analisis reliabilitas variabel Y . 59 Tabel 8. Hasil analisis reliabilitas variabel X dan Y . 59 Tabel 9. Tests of Normality . 66 Tabel 10. ANOVA . 69 Tabel 11. Uji Homogenitas . 71 Tabel 12. Deskriptif Statistik Keaktifan Mengikuti Perayaan Ekaristi dan Keterlibatan Tugas Pelayanan (diakonia) . 72 Tabel 13. Deskriptif Statistik skewness dan kurtosis . 73 Tabel 14. Rangkuman Deskriptif Statistik Keaktifan Mengikuti Perayaan Ekaristi . 74 Rangkuman Deskriptif Statistik Kehadiran Dalam Perayaan Ekaristi . 75 Tabel 16. Kehadiran dalam Perayaan Ekaristi (kognitif) . 76 Tabel 17. Analisis Deskriptif Kehadiran dalam Perayaan Ekaristi (kognitif) . 77 Tabel 18. Kehadiran dalam Perayaan Ekaristi (afektif) . 78 Tabel 19. Analisis Deskriptif Kehadiran dalam Perayaan Ekaristi (afektif) . 79 Tabel 15. xvii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 20. Rangkuman Deskriptif Statistik Peran dan Tugas Dalam Perayaan Ekaristi . 80 Tabel 21. Peran dan Tugas dalam Perayaan Ekaristi (kognitif) . 81 Tabel 22. Analisis Deskriptif Peran dan Tugas Dalam Perayaan Ekaristi (kognitif) . 82 Tabel 23. Peran dan Tugas dalam Perayaan Ekaristi (afektif) . 84 Tabel 24. Analisis Deskriptif Peran dan Tugas dalam Perayaan Ekaristi (afektif) . 85 Tabel 25. Rangkuman Deskriptif Statistik Makna Sakramen Ekaristi . 87 Tabel 26. Makna Sakramen Ekaristi (kognitif) . 88 Tabel 27. Analisis Deskriptif Makna Sakramen Ekaristi (kognitif) . 89 Tabel 28. Makna Sakramen Ekaristi (afektif) . 90 Tabel 29. Analisis Deskriptif Makna Sakramen Ekaristi (afektif) . 91 Tabel 30. Rangkuman Deskriptif Statistik Keterlibatan Tugas Pelayanan (diakonia) . 93 Tabel 31. Rangkuman Deskriptif Statistik Arah Dasar Pelayanan . 94 Tabel 32. Arah Dasar Pelayanan (kognitif) . 95 Tabel 33. Analisis Deskriptif Arah Dasar Pelayanan (kognitif) . 95 Tabel 34. Arah Dasar Pelayanan (afektif) . 97 Tabel 35. Analisis Deskriptif Arah Dasar Pelayanan (afektif) . 97 Tabel 36. Rangkuman Deskriptif Statistik Pelayanan (diakonia) bagi Gereja dan Masyarakat . 99 Tabel 37. Pelayanan (diakonia) bagi Gereja dan Masyarakat (kognitif) . 100 Tabel 38. Analisis Deskriptif Pelayanan (diakonia) bagi Gereja dan Masyarakat (kognitif) . 101 Pelayanan (diakonia) bagi Gereja dan Masyarakat (afektif) . 103 Tabel 39. xviii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 40. Analisis Deskriptif Pelayanan (diakonia) bagi Gereja dan Masyarakat (afektif) . 104 Tabel 41. Correlations . 106 Tabel 42. 107 Tabel 43. Variables entered/removed . . Model summary b . Tabel 44. ANOVAb . 109 Tabel 45. Coefficientsb . 110 xix 108 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GRAFIK Halaman Grafik 1. Normal P-P Plot of Keaktifan Mengikuti Perayaan Ekaristi . 67 Grafik 2. Normal P-P Plot of Keterlibatan Tugas Pelayanan (diakonia) . 68 Grafik 3. Scatterplot dari keterlibatan tugas pelayanan (diakonia) . 70 Grafik 4. Kehadiran dalam Perayaan Ekaristi (Kognitif) . 77 Grafik 5. Kehadiran dalam Perayaan Ekaristi (afektif) . 79 Grafik 6. Peran dan Tugas dalam Perayaan Ekaristi (kognitif) . 83 Grafik 7. Peran dan Tugas dalam Perayaan Ekaristi (afektif) . 86 Grafik 8. Makna Sakramen Ekaristi (kognitif) . 89 Grafik 9. Makna Sakramen Ekaristi (afektif) . 92 Grafik 10. Arah Dasar Pelayanan (kognitif) . 96 Grafik 11. Arah Dasar Pelayanan (afektif) . 98 Grafik 12. Pelayanan (diakonia) bagi Gereja dan Masyarakat (kognitif) . 102 Grafik 13. Pelayanan (diakonia) bagi Gereja dan Masyarakat (afektif) . 105 xx PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR SINGKATAN A. Singkatan dalam Penelitian ANOVA : Analisys of Variance Dev : Deviasi df : Digree of fredom HO : Hipotesis Nol H1 : Hipotesis Alternatif Sig : Significant SPSS : Statistical Product and Service Solutions Std. : Standard ZPRED : Standardized Predicted Value ZRESID : Standardized Residual B. Singkatan Teks Kitab Suci Seluruh singkatan Kitab Suci dalam skripsi ini mengikuti Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang diselenggarakan oleh Lembaga Alkitab Indonesia. Gal. : Galatia Kel. : Keluaran Kor. : Korintus Luk. : Lukas xxi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Mat. : Matius Mrk. : Markus Ptr. : Petrus Yoh. : Yohanes C. Singkatan Dokumen Gereja AA : Apostolicam Actuosiatem, dekrit tentang Kerasulan Awam, Dokumen Konsili Vatikan II, 8 Desember 1965. AG : Ad Gentes, Kontitusi Dogmatis Konsili Vatikan II tentang Kegiatan Misioner Gereja, 18 November 1965. CT : Catechesi Tradendae, Anjuran Apostolik Paus Yohanes Paulus II kepada para uskup, klerus dan segenap umat beriman tentang katekese masa kini, 16 Oktober 1979. EN : Evangelii Nuntiandi, Anjuran Apostolik Paus Paulus VI tentang Pewartaan Injil di Dunia Modern, 8 Desember 1975. GS : Gaudium et Spes, Kontitusi Dogmatis Konsili Vatikan II tentang Gereja di Dunia Dewasa ini, 8 Desember 1965. LG : Lumen Gentium, Konstitusi Dogmatis Konsili Vatikan II tentang Gereja, 21 November 1964. SC : Sacrosantum Concilium, Konsili Suci, Kontitusi Dogmatis Konsili Vatikan II tentang Liturgi kudus, 8 Desember 1965. KHK : Kitab Hukum Kanonik (Codex luris Canonici). xxii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Singkatan Lain APP : Aksi Puasa Pembangunan Art. : Artikel DKU : Direktorium Kateketik Umum dls. : dan lain sebagainya DSA : Doa Syukur Agung HAK : Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan Kan. : Kanon Km : Kilo meter KWI : Konfrensi Waligereja Indonesia adalah Organisasi Gereja Katolik yang beranggotakan para Uskup di Indonesia lih : Lihat NO : Nomor Pr : Praja PSE : Pengembangan Sosial Ekonomi PUMR : Pedoman Umum Misale Romawi (Institutio Generalis Missalis Romawi) PUK : Panduan Umum Katekese ST./St : Santo/Santa xxiii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1 BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini, peneliti akan membahas latar belakang masalah, rumusan permasalahan, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode penulisan dan sistematika penulisan. A. Latar Belakang Sebagai umat beragama ibadat merupakan tindakan pokok sebagai manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Orang beriman katolik memandang perayaan Ekaristi sebagai bentuk ibadat yang paling utama dan pokok. Perayaan Ekaristi sebagai sumber iman dan puncak seluruh hidup kristiani yang menunjuk bahwa Ekaristi tidak terpisahkan dengan kehidupan sehari-hari umat. Dalam Gereja Paroki dan seluruh Gereja, Ekaristi merupakan salah satu sakramen Gereja. Seluruh sakramen Gereja berpusat pada sakramen Ekaristi. Ekaristi sebagai pelaksanaan diri Gereja di bidang Liturgi. Sebagai sakramen yang merupakan tanda dan sarana persatuan dengan Allah dan dengan sesama manusia. Ekaristi adalah Gereja dalam bentuk sakramen yang merupakan perayaan umat di mana menandakan kehadiran Tuhan dalam umat yang sungguh-sungguh dihayati dalam iman. Ekaristi menjadi bentuk ikatan dengan sesama dalam bentuk ibadat yang dasarnya berasal dari agama Yahudi, melalui Perjamuan Terahkir. Di dalam sakramen Ekaristi, Gereja merayakan dan mengenang misteri sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus dalam penyelamatan umat manusia. Perayaan Ekaristi inilah yang terus dirayakan Gereja sampai saat ini. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 Sudah sejak awal Gereja merayakan Ekaristi sebagai pusat dan puncak kehidupannya. Begitu pula sejak awal berdirinya, Gereja di Kuasi Paroki Santo Yusup Bandung Gunungkidul melaksanakan Ekaristi sebagai sesuatu yang penting dan dilaksanakan dalam gereja untuk mendukung perkembangan iman umat. Melihat luasanya Wilayah Kuasi Paroki Santo Yusup Bandung Gunungkidul, paroki mempunyai 9 kapel dan 1 gereja Paroki yang tersebar di beberapa daerah untuk memenuhi kebutuhan Ekaristi umat. Paroki dengan totalitas memberikan pelayanan pada umat di wilayahnya dengan segala keterbatasanya mengingat wilayah yang luas dan jumlah kapel yang cukup banyak. Gereja Paroki juga berusaha memberikan kenyamanan pada umat dalam mengikuti Peryaan Ekaristi dengan fasilitas yang mendukung dan juga melaksanakan perayaan yang menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa sesuai dengan situasi umat yang ada di desa. Dengan totalitas pelayanan Gereja yang diberikan oleh Paroki, Gereja Paroki mengharapkan agar setiap umat di wilayahnya atau lingkungan untuk rajin mengikuti Perayaan Ekaristi di gereja seperti yang ada pada Konsili Vatikan II yang mementingkan partisipasi aktif umat dalam perayaan itu sendiri: “Orang beriman harus yakin bahwa penampilan Gereja terutama terletak dalam peran serta penuh dan aktif seluruh umat” (SC 41; 30 dan 48). Di Kuasi Paroki Santo Yusup Bandung selain menjadi umat pada Perayaan Ekaristi ada juga pembagian tugas dalam Perayaan Ekaristi yang melibatkan umat. Untuk meningkatkan keterlibatan umat ada pembagian tugas yang sudah terjadwal dalam Perayaan Ekaristi yang dibagi untuk setiap lingkungan baik tugas koor, parkir, dana kolekte, persembahan dls. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 Lingkungan Xaverius Siyono terdiri dari 38 keluarga dengan jumlah total umat 107 orang yang terdiri dari dewasa dan anak-anak. Dari semua gereja dan kapel yang ada di wilayah Kuasi Paroki Santo Yusup Bandung, umat di lingkungan Xaverius Siyono biasanya mengikuti perayaan Ekarisiti di gereja Wilayah Santo Yusup Bogor yang berjarak ± 1 Km dan gereja Paroki Santo Yusup Bandung yang berjarak ± 4 Km mengingat kedua gereja inilah yang paling dekat. Karena jumlah gereja yang banyak dan jumlah romo paroki yang hanya 2 maka di gereja wilayah Santo Yusup Bogor setiap bulan hanya diadakan Perayaan Ekaristi pada Minggu petama dan Minggu ketiga selain hari raya. Sebagian Perayaan Ekarisiti dipusatkan di gereja Paroki Santo Yusup Bandung yaitu misa hari Sabtu sore, Minggu pagi, Jumat pertama, Jumat legi, dan misa pagi harian (hari Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu). Hidup orang beriman Katolik yang ekaristis tentu mengandaikan bahwa seseorang pernah dan mempunyai kebiasaan (habitus) untuk merayakan Ekaristi, entah setiap hari, setiap Minggu atau setiap jangka waktu tertentu. Sulit untuk menentukan dan memberi penilaian secara kasatmata apakah umat di Lingkungan Xaverius Siyono ini sudah aktif mengikuti perayaan Ekaristi atau belum. Hal ini dikarenakan umat bebas memilih untuk ikut Perayaan Ekaristi atau tidak, hadir di gereja wilayah atau di paroki, hadir pada Misa sore atau pagi, mengikuti Misa setiap hari atau tidak, rutin Misa setiap Minggu atau tidak, jumlah umat lingkungan yang mengikuti Ekaristi sulit untuk dihitung karena berbaur dengan umat yang lain sedangkan tidak ada absensi untuk perayaan Ekaristi seperti di sekolah. Dalam bertugas juga sulit untuk menentukan secara kesuluruhan umat PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 lingkungan apakah sudah aktif atau belum karena tidak semua umat mendapatkan tugas dan terkadang tugas hanya dilaksanakan oleh pengurus lingkungan ataupun orang-orang yang sama di setiap tugas lingkungan. Partisipasi aktif disaat menjadi umat dalam Perayaan Ekaristi juga sulit untuk dinilai apakah seseorang secara serius mengikuti rangkaian Perayaan Ekaristi baik itu saat doa bersama, doa pribadi, nyanyian bersama dan jawaban-jawaban doa, karena itu berkaitan dengan pribadi masing-masing umat. Hal keaktifan inilah yang harus diketahui untuk semakin mengembangkan iman umat ke depannya, terlebih perayaan Ekaristi merupakan suatu yang sakral dan suci bagi umat katolik. Iman tidak hanya diungkapkan dalam ibadat (liturgia) tetapi juga diwujutkan lewat perbuatan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai warga yang hidup di desa dan di tengah masyarakat umat Lingkungan Xaverius Siyono melihat bahwa pelayanan terhadap Gereja dan masyarakat menjadi sesuatu yang penting. Gotong royong dan kekerabatan menjadi tradisi yang mengakar pada pribadi orang desa. Yesus Kristus datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani (Mrk. 10:45) inilah yang mendasari Gereja untuk melakukan pelayanan. Pelayanan Gereja ditujukan ke dalam, kepada sesama anggota jemaat dengan menjadi pengurus lingkungan, wilayah dan dewan paroki. Pelayanan Gereja juga terbuka ke luar, bagi masyarakat luas dengan mengutamakan mereka yang miskin, hina, sakit, terasing dan tertindas. Gereja Kuasi Paroki Santo Yusup Bandung juga menekankan pelayanan (diakonia) sebagai tugas Gereja. Kuasi Paroki Santo Yusup Bandung membentuk bidang diakonia (pelayanan kemasyarakatan) terdiri dari Tim Kerja PSE, Tim Kerja Pendidikan, Tim Kerja Kesehatan, Tim Kerja PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 Pangruktiloyo, Tim Kerja Seni Budaya, Tim Kerja HAK (Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan), dan Tim Kerja APP. Keterlibatan umat dalam pelayanan baik di Gereja maupun dimasyarakat masih ada yang secara terpaksa ataupun sukarela, seperti pembentukan pengurus lingkungan masih tidak ada yang bersedia sehingga harus ditunjuk dan dipilih bersama, begitupun dalam pembentukan tim kerja yang lain. Apakah umat di lingkungan Xaverius Siyono sudah melibatkan diri dalam pelayanan terhadap sesama, tetangga, ataupun masyarakat di sekitar mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel di sekitarnya. Penulis sebagai warga lingkungan St. Xaverius Siyono mempunyai kesan kepada umat bahwa ada umat yang aktif mengikuti perayaan Ekaristi dan ada juga yang sebaliknya. Padahal Ekaristi merupakan pusat dan puncak kekuatan hidup umat Kristiani harus dihayati dan dimaknai bagi diri sendiri serta kita juga diutus untuk mewartakan melalui segala tindakan kita dalam kehidupan sehari-hari. Keterlibatan umat dalam pelayanan (diakonia) menjadi hal yang penting dalam mewujutkan Kerajaan Allah di dunia ini seperti yang sudah Yesus ajarkan dan wariskan kepada kita semua. Namun pada kenyataannya bagaimana keterlibatan umat dalam pelayanan tersebut apakah sudah baik atau belum. Oleh sebab itu, pada skripsi ini penulis merasa tertarik untuk meneliti apakah keakktifan umat mengikuti perayaan Ekaristi berpengaruh terhadap keterlibatan umat dalam tugas pelayanan (diakonia). Maka penulis menuliskan judul Skipsi yaitu: “PENGARUH KEAKTIFAN MENGIKUTI PERAYAAN EKARISTI TERHADAP KETERLIBATAN TUGAS PELAYANAN (DIAKONIA) UMAT PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 LINGKUNGAN SANTO XAVERIUS SIYONO KUASI PAROKI SANTO YUSUP BANDUNG GUNUNGKIDUL”. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, permasalahan dalam penulisan ini dapat diidentifikasikan sebagai berikut: 1. Bagaimana keaktifan umat Lingkungan St. Xaverius Siyono Kuasi Paroki Santo Yusup Bandung Gunungkidul dalam mengikuti perayaan Ekaristi? 2. Bagaimana keterlibatan umat dalam tugas pelayanan (diakonia) Lingkungan St. Xaverius Siyono Kuasi Paroki Santo Yusup Bandung Gunungkidul? 3. Seberapa besar pengaruh perayaan Ekaristi terhadap keterlibatan umat dalam tugas pelayanan (diakonia) Lingkungan St. Xaverius Siyono Kuasi Paroki Santo Yusup Bandung Gunungkidul? C. Tujuan Penulisan Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah: 1. Mengetahui keaktifan umat Lingkungan St. Xaverius Siyono Kuasi Paroki Santo Yusup Bandung Gunungkidul dalam mengikuti Perayaan Ekaristi. 2. Mengetahui keterlibatan umat dalam tugas pelayanan (diakonia) Lingkungan St. Xaverius Siyono Kuasi Paroki Santo Yusup Bandung Gunungkidul. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 3. Mengetahui seberapa besar pengaruh perayaan Ekaristi terhadap keterlibatan umat dalam tugas pelayanan (diakonia) Lingkungan St. Xaverius Siyono Kuasi Paroki Santo Yusup Bandung Gunungkidul. D. Manfaat Penulisan Penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat: 1. Memberikan data tentang keaktifan umat dalam mengikuti perayaan Ekaristi dan keterlibatan umat dalam tugas pelayanan (diakonia) serta pengaruh keaktifan mengikuti perayaan Ekaristi terhadap keterlibatan umat dalam tugas pelayanan (diakonia) Lingkungan St. Xaverius Siyono Kuasi Paroki Santo Yusup Bandung Gunungkidul. 2. Menambah wawasan dan pengetahuan bagi penulis tentang keaktifan mengikuti perayaan Ekaristi serta keterlibatan umat demi mengembangkan iman dalam kehidupan menggereja. 3. Memberikan sumbangan kepada Lingkungan St. Xaverius Siyono Kuasi Paroki Santo Yusup Bandung Gunungkidul dalam upaya meninggkatkan keterlibatan umat mengikuti perayaan Ekaristi dan keterlibatan umat dalam tugas pelayanan (diakonia). E. Metode Penulisan Penelitian ini dirancang sebagai penelitian kuantitatif. Metode penulisan yang digunakan adalah metode deskriptif analitis yang didukung dengan data kuantitatif. Data diperoleh dengan menyebarkan angket kepada umat di lingkungan Xaverius Siyono paroki Santo Yusup Bandung. Data yang dibutuhkan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 dikumpulkan menggunakan angket berskala yang jawabanya bersifat tertutup. Selain itu penulis juga mengembangkan refleksi pribadi dengan bantuan bukubuku pendukung. F. Sistematika Penulisan Untuk memperoleh gambaran yang jelas, penulis menyampaikan pokokpokok sebagai berikut: BAB I berisi pendahuluan yang meliputi latar belakang, perumusan masalah, tujuan penulisan, manfaat penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan. BAB II berisi tinjauan teoritis dan hipotesis tentang perayaan Ekaristi dan Tugas pelayanan Gereja (diakonia) yang meliputi Perayaan Ekaristi: Sakramen Ekaristi dalam Gereja Katolik, Pengertian Sakramen, Pengertian Ekaristi, Ekaristi Sebagai Perayaan Gereja, Makna Ekaristi sebagai perayaan, Partisipasi Umat dalam Perayaan Ekaristi, Dasar Sakramen Ekaristi, Makna Sakramen Ekaristi, Tata perayaan Ekaristi. Keterlibatan Umat dalam Tugas Pelayanan (diakonia): Pengertian keterlibatan, Keterlibatan Umat Sebagai Anggota Gereja, Pengertian Diakonia, Diakonia dalam Alkitab, Arah Dasar Pelayanan, Bentuk-bentuk Diakonia. BAB III menjelaskan metodologi penelitian yang meliputi jenis penelitian, desain penelitian, tempat dan waktu penelitian, populasi dan sampel, teknik dan instrumen pengumpulan data, dan teknik analisis data. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 BAB IV menguraikan tentang hasil penelitian yang terdiri dari uji persyaratan analisis, deskripsi data hasil penelitian, uji hipotesis, pembahasan hasil penelitian, refleksi kateketik dan keterbatasan penelitian. BAB V merupakan bagian penutup yang berisikan, kesimpulan dan saran atas hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis dan sekaligus menjawab permasalahan dari judul yang telah dipilih oleh penulis. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustaka Kajian pustaka yang dipaparkan oleh penulis membahas teori berdasarkan variabel dari penulisan skripsi tentang pengaruh keaktifan mengikuti perayaan Ekaristi terhadap keterlibatan tugas pelayanan (diakonia) umat Lingkungan Santo Xaverius Siyono Kuasi Paroki Santo Yusup Bandung Gunungkidul. Ada dua aspek yang diungkap yaitu Keaktifan Mengikuti Perayaan Ekaristi dan Keterlibatan Tugas Pelayanan (diakonia) yang masing-masing diduga memiliki korelasi satu terhadap yang lain. Maka pada bagian ini, akan diulas lebih dalam apa itu Keaktifan Mengikuti Perayaan Ekaristi dan Keterlibatan Tugas Pelayanan (diakonia), kemudian akan memahami apa yang dimaksud dengan Keaktifan Mengikuti Perayaan Ekaristi Terhadap Keterlibatan Tugas Pelayanan (diakonia) secara keseluruhan. 1. Perayaan Ekaristi a. Pengertian Sakramen Martasudjita, (2003: 61) dalam bukunya menjelaskan, kata "sakramen" dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Latin sacramentum yang menunjukkan tindakan penyucian atau pengkudusan yang pada abad ll dipakai untuk menerjemahkan kata Yunani, mysterion dalam Kitab Suci. Sacramentum bisa juga berarti “Sumpah” pengabdian diri prajurit dalam dunia militer. Kata PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 sacramentum sendiri dipakai untuk menerjemahkan mysterion dalam Kitab Suci. Dalam Perjanjian Lama mysterion menggambarkan Allah sendiri yang mewahyukan diri baik dalam sejarah masa kini maupun masa yang akan datang (eskatologis) atau rencana penyelamatan-Nya dalam sejarah manusia. Perjanjian Baru memahami mysterion sebagai rencana keselamatan Allah yang terlaksana dalam Yesus Kristus, sebagaimana dikatakan dalam Kol. 2:2 “ sehingga mereka memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus”. Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) (1996: 400) mendefinisikan: "sakramen sebagai peristiwa konkret duniawi yang menandai, menampakkan, dan melaksanakan atau menyampaikan keselamatan Allah atau dengan lebih tepat Allah yang menyelamatkan”. Sakramen itu sungguh-sungguh nyata datang dari Allah yang menyelamatkan umat-Nya. Keselamatan yang datang melalui sakramen-sakramen bisa dirasakan dengan penghayatan dalam hidup sehari-hari. Dalam buku Kitab Hukum Kanonik (KHK, 1983: § 840) disampaikan “Sakramen merupakan tanda dan sarana yang mengungkapkan dan menguatkan iman”. Sakramen yang telah kita terima dalam Gereja memberikan kekuatan, menciptakan dan memperkokoh persatuan umat. Dengan begitu umat Kristiani yang menerima sakramen sungguh dipersatukan dalam Gereja dalam persekutuan Roh Kudus dan dipersatukan dengan Allah dalam kemuliaan-Nya. Menurut dokumen Gereja Kompendium Katekismus Gereja Katolik (2009: art. 224) yang menyatakan bahwa “sakramen merupakan tanda yang mendatangkan rahmat”. Sakramen-sakramen yang kita peroleh dari Gereja PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 sungguh memberikan rahmat yang dapat dirasakan yakni kedamaian, ketentraman, persaudaraan, kerukunan, kasih sesama, dan sebagainya. Berdasarkan pengertian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa sakramen sebagai peristiwa konkret duniawi yang menandai, menampakkan dan melaksanakan atau menyampaikan keselamatan Allah atau dengan lebih tepat Allah yang menyelamatkan. Sakramen sebagai peristiwa konkret duniawi dapat dilihat dalam Gereja. Sakramen menandakan, menampakkan dan melaksanakan perintah Tuhan sebelum wafat dan kebangkitan-Nya. Sakramen ini menunjukkan suatu kesatuan, ikatan cinta kasih yang sungguh dipenuhi oleh rahmat karunia Roh Kudus. Hal ini menjadi peristiwa konkret yang penulis lihat, terima dan ini sungguh memberikan rasa kedamaian, kebahagian, kesatuan, dan persaudaraan yang terjadi dalam hidup. b. Pengertian Ekaristi Dalam buku Ekaristi: Tinjauan Teologis, Liturgis, dan Pastoral (Martasudjita, 2005: 28) menjelaskan tentang arti Ekaristi yang berasal dari bahasa Yunani eucharistia atau puji syukur. Eucharistia merupakan kata benda yang berasal dari kata kerja bahasa Yunani eucharistein yang berarti memuji dan mengucap syukur. Eucharistein dalam Perjanjian Baru, terdapat dalam Mat. 26:27; Luk. 22:19.20 digunakan bersama-sama dengan kata eulogein Mat. 26:26: 1Kor. 10:16 yang berarti memuji-bersyukur. Pengertian ini digunakan untuk menerjemahkan kata dari bahasa Ibrani barekh yang artinya memuji dan memberkati. Barekh atau berakhah dalam tradisi liturgi Yahudi dipergunakan dalam konteks doa berkat perjamuan yang berisi pujian, syukur, dan permohonan. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 Doa berkat dalam tradisi Yahudi berlangsung dalam perjamuan makan Yahudi yakni doa berkat atas roti dan piala. Dengan demikian Ekaristi dapat dimengerti sebagai doa berkat yang berlangsung dalam perjamuan makan Yahudi. Bapa Gereja Santo Ignatius dari Antiokia berpendapat Ekaristi itu membangun kesatuan Gereja. Bilamana orang menerima Ekaristi, maka akan disatukan dengan Yesus Kristus. Ekaristi bukanlah barang atau benda melainkan peristiwa dan sarana untuk identifikasi dengan Kristus. Santo Yustinus juga berpendapat Ekaristi adalah kurban rohani sebab Ekaristi itu adalah doa yang benar dan pujian syukur yang tepat. Ekaristi itu merupakan kenangan akan penderitaan Yesus, sekaligus akan penciptaan dan penebusan. Dalam kenangan tersebut, peristiwa inkarnasi juga dihadirkan. Santo Irenius juga berpendapat bahwa Ekaristi merupakan kurban pujian syukur. Dia berpendapat demikian karena dalam Ekaristi diungkapkan pujian-syukur atas pencipataan, tentu saja atas peristiwa penebusan Yesus Kristus (Martasudjita, 2005: 28). Ekaristi dari dokumen Gereja dalam Kompendium Katekismus Gereja Katolik (KWI, 2009: 99) menyebutkan Ekaristi sebagai kurban tubuh dan darah Tuhan Yesus sendiri yang ditetapkan-Nya untuk mengabadikan kurban salib selama perjalanan waktu sampai kembali-Nya dalam kemuliaan. Seluruh perjalanan hidup Yesus diabadikan di dalam Gereja. Gereja menjadi tempat yang dipercaya oleh-Nya untuk mengabadikan kenangan wafat dan kebangkitan-Nya. Hal ini menjadi tanda bahwa di dalam Ekaristi terlihat adanya kesatuan, ikatan cinta kasih, perjamuan paskah, di mana rahmat dan jaminan kemuliaan yang akan datang dicurahkan kepada umat-Nya. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 Ekaristi dalam Kitab Hukum Kanonik (1983: kan. 899 § l) merupakan tindakan Kristus sendiri dan Gereja: di dalamnya Kristus Tuhan, melalui pelayanan imam, mempersembahkan diri-Nya kepada Allah Bapa dengan kehadiran-Nya secara substansial dalam rupa roti dan anggur, serta memberikan diri-Nya sebagai santapan rohani kepada umat beriman yang menggabungkan diri dalam persembahan-Nya. Berdasarkan pengertian di atas diketahui bahwa pengertian Ekaristi adalah sebagai doa berkat yang berlangsung dalam perjamuan untuk membangun kesatuan Gereja dan dengan Yesus Kristus. Ekaristi itu merupakan kenangan akan penderitaan Yesus, sekaligus akan penciptaan, penebusan, peristiwa kemuliaan dan juga merupakan kurban pujian syukur. Ekaristi sebagai kurban tubuh dan darah Tuhan Yesus sendiri yang ditetapkan-Nya untuk mengabadikan kurban salib selama perjalanan waktu sampai kembali-Nya dalam kemuliaan. Melalui Ekaristi ada kesatuan, ikatan cinta kasih, perjamuan paskah, di mana rahmat dan jaminan kemuliaan yang akan datang dicurahkan kepada umat-Nya. Ekaristi sebagai tindakan Kristus sendiri dan Gereja: di dalamnya Kristus Tuhan, melalui pelayanan imam, mempersembahkan diri-Nya kepada Allah Bapa dengan kehadiran-Nya secara substansial dalam rupa roti dan anggur, serta memberikan diri-Nya sebagai santapan rohani kepada umat beriman yang menggabungkan diri dalam persembahan-Nya. c. Makna Ekaristi sebagai perayaan Rob van Kessel (1997:35-36) menyebutkan bahwa liturgi sebagai perayaan dan kenangan akan misteri kristus yaitu bagaimana Allah PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 menyelamatkan manusia. Orang kristiani dalam pertemuan merayakan Perjamuan selalu mengadakan anamneses, yaitu kenangan akan hidup, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus. Kenangan yang membebaskan inilah yang menjadi fokus pada umat. Martasudjita (2005: 105) dalam bukunya menyebutkan bahwa Ekaristi merupakan perayaan. Perayaan dari bahasa Latin celebratio dari kata kerja celebrare yang banyak memiliki arti seperti: merayakan, mengunjungi, meramaikan, memuji, memasyurkan, dls, sehingga dasar dari perayaan selalu berunsur banyak, plural. Dalam pengertian teologis-liturgis ada tiga arti pokok dari kata perayaan Martasudjita (2005: 106-108) sebagai berikut: Segi kebersamaan. Perayaan merupakan kegiatan bersama, subjek perayaan Ekaristi adalah Kristus dan bersama seluruh Gereja. Konsili Vatikan ke II menegaskan “upacara-upacara liturgi bukanlah tindakan perorangan, melainkan perayaan Gereja sebagai sakramen kesatuan” (LG 26). Perayaan Ekaristi selalu bersifat resmi, umum, eklesial (artinya menghadirkan seluruh Gereja). Sehingga kapanpun dan dimanapun Ekaristi merupakan perayaan bersama dari Kristus dan seluruh Gereja-Nya. Segi partisipatif. Perayaan menunjuk makna keterlibatan atau partisipasi dari seluruh hadirin. Ekaristi menuntut partisipasi sadar dan aktif dari seluruh umat beriman (SC 14). Orang yang melakukan dengan sadar tahu dengan yang Ia perbuat, maka umat beriman perlu memahami seluruh makna perayaan Ekaristi, termasuk arti semua simbolnya. Kata aktif menunjuk keterlibatan yang sepenuhnya dan seutuhnya. Umat beriman diharapkan agar merayakan perayaan Ekaristi bukan sebagai penonton yang bisu, melainkan bisa PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 memahami misteri yang dirayakan dengan baik dan ikut serta secara penuh, khidmat, dan aktif (SC 48). Keterlibatan tersebut dilakukan mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga sesudah perayaan, yakni dengan menghasilkan buah-buah perwujudan iman. Segi kontekstual. Perayaan dilaksanakan menurut situasi dan kondisi setempat di mana unsur kebutuhan, situasi, dan tantangan zaman, unsur-unsur budaya lokal ikut mempengaruhi sebuah perayaan. Ekaristi sebagai perayaan seluruh Gereja juga dirayakan menurut gaya dan model penghayatan setempat. Para Bapa Konsili Vatikan II sangat mendorong berbagai penyesuaian liturgi, termasuk dalam hal inkulturasi liturgi, tentu saja asalkan selaras dengan hakikat semangat liturgi yang asli dan sejati (SC 37). Sehingga perayaan Ekaristi mesti menjawab kebutuhan dan kerinduan aktual dan kontekstual dari umat beriman setempat. d. Dasar-dasar Perayaan Ekaristi 1) Paskah Yahudi Sebagai Kenangan akan Pembebasan dari Mesir (Eksodus) Kenangan adalah peristiwa yang menentukan perjalanan hidup bersama terlebih bagi sebuah bangsa. Bagi bangsa Israel kenangan yang tak dapat dilupakan adalah peristiwa pembebasan dari Mesir. Peristiwa pembebasan dari Mesir yang tertulis dalam Kitab Keluaran menjadi sangat penting karena diikuti oleh penggambaran di padang Gurun dan pembentukan bangsa Israel sebagai umat Allah dalam ikatan perjanjian bangsa Israel dipilih menjadi umat Israel yang Kudus oleh Yahwe. (Prasetyantha, 2008: 19). PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 Kenangan akan pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir dipandang sebagai awal dari pembentukan umat dan agama Israel yang kemudian dirayakan setiap tahun pada perayaan Paskah yang jatuh pada musim semi, yaitu pada tanggal 14 bulan Nisan (sekitar Bulan Maret April). Acara pokok dala

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Penggunaan Bahasa Jawa dalam perayaan Ekaristi di Stasi Santo Fransiskus Xaverius Kemranggen, Paroki Santo Yohanes Rasul Kutoarjo.
4
74
183
Peranan lagu rohani ekaristi dalam meningkatkan pemaknaan perayaan ekaristi bagi kaum muda Katolik di Paroki Santo Antonius Kotabaru.
0
3
146
Peranan pelajaran komuni pertama bagi peserta terhadap penghayatan ekaristi di lingkungan Santo Fransiscus Xaverius Paroki Administratif Santa Maria Ratu Bayat, Klaten.
3
71
137
Manfaat metode bercerita dalam pendampingan iman anak di Kuasi Paroki Santo Yusup Bandung Gunungkidul.
0
9
175
Pengaruh sosok katekis terhadap minat umat dalam mengikuti katekese orang dewasa di Lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan Paroki Santo Antonius Kota Baru Yogyakarta.
0
1
173
Penggunaan Bahasa Jawa dalam perayaan Ekaristi di Stasi Santo Fransiskus Xaverius Kemranggen, Paroki Santo Yohanes Rasul Kutoarjo
1
28
181
Usaha menemukan makna sakramen Ekaristi demi pengembangan iman umat lingkungan Santo Antonius Joton Paroki Santo Yusuf Pekerja Gondangwinangun Klaten.
0
9
155
Usulan meningkatkan pemahaman tentang makna sakramen Ekaristi demi pengembangan iman putera altar Kuasi Paroki Santo Yusup Bandung, Gunung Kidul, Yogyakarta.
0
5
149
Pengaruh keaktifan mengikuti perayaan Ekaristi terhadap keterlibatan tugas pelayanan (Diakonia) umat lingkungan Santo Xaverius Siyono Kuasi Paroki Santo Yusup Bandung Gunungkidul
0
2
195
Pengaruh sosok katekis terhadap minat umat dalam mengikuti katekese orang dewasa di Lingkungan Santo Yosef Benediktus Sagan Paroki Santo Antonius Kota Baru Yogyakarta
1
33
171
Gereja Paroki Santo Yusup Batang
0
1
5
USULAN MENINGKATKAN PEMAHAMAN TENTANG MAKNA SAKRAMEN EKARISTI DEMI PENGEMBANGAN IMAN PUTERA ALTAR KUASI PAROKI SANTO YUSUP BANDUNG, GUNUNG KIDUL, YOGYAKARTA SKRIPSI
0
1
147
USAHA MENEMUKAN MAKNA SAKRAMEN EKARISTI DEMI PENGEMBANGAN IMAN UMAT LINGKUNGAN SANTO ANTONIUS JOTON PAROKI SANTO YUSUF PEKERJA GONDANGWINANGUN KLATEN SKRIPSI
1
2
153
Makna perayaan ekaristi bagi anggota misdinar di Paroki Santo Antonius Padua Kotabaru Yogyakarta. - USD Repository
0
0
122
Ekaristi sebagai upaya meningkatkan motivasi pelayanan para katekis di Paroki Santo Yusup Bintaran, Yogyakarta - USD Repository
1
18
156
Show more