Analisis sistem pemungutan retribusi dan mekanisme penentuan tarif retribusi di basecamp pendakian Gunung Merbabu (studi eksplorasi di jalur pendakian Gunung Merbabu Wekas dan Selo).

Gratis

1
15
127
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  71 Tabel 5.4 Rangkuman Analisis Penerapan Pengendalian Internal pada Sistem Pemungutan Retribusi yang Ada di Basecamp PendakianGunung Merbabu Jalur Wekas Berdasarkan Pengendalian Internal pada Unsur Karyawan yang Mutunya Sesuai dengan TanggungJawabnya ....................................................................................... 63 ABSTRAK ANALISIS SISTEM PEMUNGUTAN RETRIBUSI DAN MEKANISME PENENTUAN TARIF RETRIBUSI DI BASECAMP PENDAKIAN GUNUNG MERBABU(Studi Eksplorasi di Jalur Pendakian Gunung Merbabu Wekas dan Selo) Yohanes Aditya Vendy SucahyoNIM: 122114097 Universitas Sanata DharmaYogyakarta 2016Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pemungutan retribusi di basecamp pendakian Gunung Merbabu Jalur Wekas dan Jalur Selo.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pariwisata di Yogyakarta pada tahun 2015 mengalami peningkatan. Tahun 2015 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 281.000

  Itu baru 1 hari, jika 1 bulan tentunya penghasilannya cukup besar dan seharusnya sebagian dari penghasilan tersebutdapat digunakan untuk membuat fasilitas-fasilitas seperti jalan setapak untuk mendaki, pengadaan sumber air pada saat pendakian, akses yang nyaman Pada kesempatan ini, peneliti tertarik untuk meneliti mengenai sistem pemungutan retribusi yang dilakukan di basecamp pendakian GunungMerbabu khususnya Jalur Wekas dan Jalur Selo. Batasan Masalah Dalam penulisan skripsi ini, peneliti hanya akan meneliti mengenai sistem pemungutan retribusi pendakian pada basecamp di Gunung Merbabuyang dijadikan objek penelitian yaitu basecamp Pendakian Gunung Merbabu Jalur Wekas dan basecamp Pendakian Gunung Merbabu Jalur Selo.

F. Sistematika Penulisan

  Hasil analisis penelitian mengenai pengaruh kualitas konsultan pajak, pengetahuan pajak, dan sanksi pajak terhadap kepatuahn wajib pajakorang pribadi yang melakukan kegiatan usaha dan pekerjaan bebas. Bab VI: Penutup Kesimpulan, keterbatasan penelitian, dan saran yang diberikan pada pihak yang memerlukan.

BAB II LANDASAN TEORI A. Wisata Petualangan Gunung

  Pendaki yang kompeten akan mendapatkan hal-hal yang positif seperti mendapatkan rasa percaya diri dan mengetahui batasan keampuan fisiknya,sebaliknya pendaki yang tidak kompeten akan merasa cemas dan takut melakukan kegiatan pendakian. Banyak pendakiyang penampilannya terlihat santai seolah-olah tidak ada beban, mereka dalam melakukan pendakian selalu menyuguhkan foto-fotoyang bagus yang dapat membuat orang lain tertarik untuk melakukan pendakian dan hubungan yang baik antara pendakiketika bertemu pada saat melakukan pendakian.

B. Lingkungan

  Pengertian Lingkungan Pengertian lingkungan menurut Undang-Undang RepublikIndonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan PengelolaanLingkungan Hidup Pasal 1 adalah : “Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda,daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsunganperikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hiduplain.” 2. Pengelolaan Lingkungan Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 2,perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidupdan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan,penawasan, dan penegakan hukum.

3. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

  Identifikasi Pada tahap ini perusahaan mengidentifikasi komponen lingkungan yang akan terkena dampak dengan adanya kegiatan perusahaan, atauperusahaan hanya mengidentifikasi kegiatan proyek yang akan memberikan dampak terhadap komponen lingkungan. Bagan Alir (flowchart)Menurut Romney (2015:67), “Bagan alir (flowchart) adalah teknik analitis gambar yang digunakan untuk menjelaskan beberapa aspek dari sistem informasi secara jelas, ringkas dan logis.” Romney (2015:67) membagi simbol bagan alir (flowchart) menjadi 4 yaitu: 1.

D. Pendapatan Asli Daerah

  Sampai saat ini yang termasukPendapatan Asli Daerah adalah pendapatan yang berasal dari daerah itu sendiri dan di dapat melalui pajak daerah, retribusi daerah, BUMD, dan hasilkerjasama dengan pihak ketiga. Retribusi jasa Usaha, yang merupakan pungutan yang dikenakan oleh daerah berkaitan dengan penyediaan layanan yang belummemadai disediakan oleh swasta dan atau penyewaan aset/kekayaan daerah yang belum dimanfaatkan misalnya : retribusi pasar grosir, 3.

1 Taman Nasional

 Per orang per hari Rp 150.000,00 Wisatawan Mancanegara  Per orang per hari Rp 5.000,00 Wisatawan Nusantara Tabel 2.1 Jenis Penerimaan Negara bukan Pajak dan Tarifnya (lanjutan) Jenis Penerimaan Negara Bukan NoSatuan Tarif Pajakb. Karcis untuk rombongan pelajar (minimal 10 orang)  Per orang per hari Rp 100.000,00 Wisatawan Mancanegara  Per orang per hari Rp 3.000,00 Wisatawan Nusantara

2 Taman Wisata Alam

 Per orang per hari Rp 100.000,00 Wisatawan Mancanegara  Per orang per hari Rp 5.000,00 Wisatawan Nusantara a. Karcis untuk rombongan pelajar (minimal 10 orang)  Per orang per hari Rp 100.000,00 Wisatawan Mancanegara  Per orang per hari Rp 3.000,00 Wisatawan Nusantara

3 Taman Buru

 Per orang per hari Rp 150.000,00 Wisatawan Mancanegara  Wisatawan Nusantara Per orang per hari Rp 50.000,00 b. Karcis untuk rombongan pelajar unutk kegiatan berburu (minimal10 orang)  Wisatawan Mancanegara Per orang per hari Rp 25.000,00  Per orang per hari Rp 5.000,00 Wisatawan Nusantara Tabel 2.1 Jenis Penerimaan Negara bukan Pajak dan Tarifnya (lanjutan) Jenis Penerimaan Negara Bukan NoSatuan Tarif Pajak

4 Suaka Mergasatwa

  Pengunjung Mancanegara (WNA) Per orang per hari Rp 250.000,00 b. Pengunjung Nusantara (WNI) Per orang per hari Rp 20.000,00 c.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus yaitu penelitian

  terhadap suati objek tertentu, dengan hasil penelitian dan kesimpulan hanya berlaku pada objek yang bersangkutan dan tidak berlaku secara umum. Penelitian ini dilakukan di basecamp pendakian Gunung Merbabu Jalur Wekas dan Jalur Selo.

B. Objek dan Subjek Penelitian

  Dokumen-dokumen yang ada di basecamp pendakian yang dapat digunakan dalam penelitian mengenai Analisis Sistem PemungutanRetribusi Pendakian dan Mekanisme Pembentukan Harga Retribusi di Basecamp Pendakian Gunung Merbabu. Penelitian ini membutuhkan waktu yang cukup lama karena dalam pengumpulan datanya peneliti diharuskan untuk mendatangi basecamp pendakian di Gunung Merbabu yang lokasinya saling berjauhan.

C. Metode dan Desain Penelitian

  Metode studi kasus pada dasarnya mempelajari secara intensifseorang individu ataupun kelompok yang dipandang mengalami suatu kasus tertentu hingga mendapatkan hasil yang diharapkan dapat menjawabmasalah yang terjadi. Tujuannya adalah agar dapat mempersempit bidang ke dalam satu atau beberapa hal yang lebih spesifik.

D. Teknik Pengumpulan Data

  Kemudian peneliti Untuk mendapatkan data yang dibutuhkan, peneliti melakukan wawancara dengan pihak yang bertanggungjawab atas pemungutanretribusi yang dilakukan di kedua jalur pendakian yaitu jalur Wekas dan jalur Selo. Untuk memperoleh data mengenai sistem pemungutan retribusi yang terjadi di basecamp pendakian Gunung Merbabu jalur Wekas danJalur Selo, peneliti dengan beberapa orang teman melakukan pendakian ke Gunung Merbabu secara langsung dengan melalui kedua basecamp.

E. Teknik Analisis Data

  Menarik kesimpulan mengenai komponen sistem yang ada di sistem pemungutan retribusi pendakian Gunung Merbabu di basecamp pendakian Gunung Merbabu Jalur Wekas dan Selo. Menyimpulkan mekanisme penentuan yang terjadi di basecamp pendakian Gunung Merbabu Jalur Wekas dan basecamppendakian Gunung Merbabu Jalur Selo.

B. Sejarah Basecamp Pendakian Gunung Merbabu

  Basecamp pendakian Gunung Merbabu jalur Wekas dan Jalur Selo adalah jalur pendakian Gunung Merbabu yang paling banyak dilalui oleh para pendaki untuk melakukan pendakian di Gunung Merbabu. Sekitar pada tahun 1996 ketika listrik masuk ke Dusun Wekas, akhirnya ada pendaki yang menyarankan pada warga untuk membuat basecamp untuk tempat singgah para pendaki dan memungut biaya yang digunakan sebagai pendapatan warga setempat dan digunakan untuk 2.

C. Struktur Organisasi

  Basecamp pendakian Gunung Merbabu Jalur Wekas dan basecamp pendakian Gunung Merbabu Jalur Selo saat ini adalah jalur pendakian yang sudah resmi atau dengan kata lain adalah jalur pendakian yang sudah mendapatizin dari pemerintah. Struktur Organisasi Basecamp Pendakian Gunung Merbabu Jalur WekasKepengurusan basecamp pendakian Gunung Merbabu Jalur Wekas dalam kegiatan sehari-harinya diurus oleh Karang Taruna Dusun tersebut.

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Sistem Pemungutan Retribusi yang Berlangsung di Basecamp Pendakian Gunung Merbabu Sistem pemungutan retribusi yang terdapat pada basecamp Gunung Merbabu berbeda antara basecamp jalur Wekas dengan basecamp jalur Selo. Perbedaan ini terjadi karena pengelola retribusi di basecamp pendakian Gunung Merbabu ini dilakukan dilakukan secara mandiri oleh pihak desa atau

  Penelitian ini hanya dilakukan pada basecamp yang menjadi basecamp favorit para pendaki atau yang paling sering dilalui oleh para pendaki GunungMerbabu. Basecamp yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah basecamp pendakian Gunung Merbabu yang terletak di Dusun Kedakan, Kabupaten Magelang dan Dusun Genting yang terletak di Kabupaten Boyolali.

1. Sistem Pemungutan Retribusi yang Ada di Basecamp Gunung Merbabu Jalur Wekas

  Untuk memperoleh karyawan yang mempunyai kecakapanyang sesuai dengan tuntutan tanggung jawab yang akan dipikulnya, manajemen Calon karyawan direkrut sesuai dengan persyaratan Sesuai sesuai dengan jabatan yang akan didudukiada dalam perusahaan dan menentukan syarat-syarat yang dipenuhi oleh calonkaryawan yang akan menduduki jabatan yang memiliki kompetensi seperti yangdituntut oleh jabatan yang akan didudukinya. Untuk memperoleh karyawan yang mempunyai kecakapanyang sesuai dengan tuntutan tanggung jawab yang akan dipikulnya, Calon karyawan direkrut sesuai dengan persyaratan Sesuai sesuai dengan jabatan yang akan didudukijabatan yang ada dalam perusahaan dan menentukan syarat-syarat yangdipenuhi oleh calon karyawan yang akan menduduki jabatan yang memilikikompetensi seperti yang dituntut oleh jabatan yang akan didudukinya.

BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil observasi, basecamp pendakian Gunung Merbabu Jalur Wekas dan Jalur Selo memiliki tiga dari lima komponen sistem

  Basecamp pendakian Gunung Merbabu Jalur Wekas sudah menerapkan 2 unsur yaitu unsur Praktik yang Sehat dan Karyawan yang Mutunya Sesuai denganTanggung Jawabnya, sedangkan dua pengendalian internal yaitu StrukturOrganisasi yang Memisahkan Tanggung Jawab dan Wewenang Secara Tegas dan Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan belum sepehuhnya dilaksanakan. Basecamp pendakian Gunung Merbabu Jalur Selo hanya satu unsur pengendalian internal sudah sepenuhnya dilakukan yaitu Karyawan yangMutunya Sesuai dengan Tanggung Jawabnya, sedangkan tiga unsur pengendalian internal yaitu Struktur Organisasi yang Memisahkan Tanggung Jawab dan Wewenang Secara Tegas, Praktik yang Sehat, dan Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan belum sepehuhnya dilaksanakan.

B. Keterbatasan Penelitian

  Peneliti dalam melakukan penelitian sudah melakukan semaksimal mungkin, namun penelitian ini masih belum sempurna dan memiliki keterbatasan, antaralain: 1. Penelitian ini hanya dilakukan di dua dari empat jalur pendakian GunungMerbabu yang resmi yaitu basecamp pendakian Gunung Merbabu JalurWekas dan basecamp pendakian Gunung Merbabu Jalur Selo , oleh sebab itu hasil temuan dalam penelitian ini belum mengungkap secaramenyeluruh tentang sistem pemungutan retribusi di basecamp pendakian Gunung Merbabu.

C. Saran

  Mempertimbangkan menerapkan pengendalian internal yang ada pada sistem pemungutan retribusi di basecamp pendakian Gunung Merbabu JalurWekas dan jalur Selo sesuai dengan unsur-unsur pengendalian internal. Memperbaiki pencatatan keuangan di basecamp pendakian Gunung Merbabu Jalur Wekas dan Jalur Selo.

DAFTAR PUSTAKA

  Kebakaran Gunung Merbabu Lahap 60 Hektar Kawasan Hutan.http://news.okezone.com/read/2015/09/29/512/1222828/kebakaran- gunung-merbabu-lahap-60-hektar-kawasan-hutan. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Jakarta

  Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2014 Tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan System, 13th Edition.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Sistem dan Prosedur Pembayaran retribusi Rawat Inap Di Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Medan.
2
33
53
Kajian P tersedia dan Cadd tanah pada sistem agroforestry di Kawasan Penyangga Taman Nasional Gunung Leuser.
1
41
59
Kajian sistem dan optimasi penggunaan lahan agroforestry di Kawasan Penyangga Taman Nasional Gunung Lauser; studi kasus di kabupaten langkat, Sumatera Utara
0
28
199
administrasi retribusi pasar pada dinas pendapatan daerah kabupaten Lumajang
2
4
45
Analisis faktor faktor yang mempengaruhi penerimaan retribusi ijin mendirikan bangunan di kabupaten daerah tingkat II Mojokerto tahun 1990/1991 - 1997/1998
0
4
72
Analisis penentuan batas ambang tarif kamar untuk berbagi kelas pada hotel Saptra Mandala di Blitar
0
21
94
Analisis pengaruh penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD); studi empiris pada Propinsi Bengkulu
10
73
98
Analisis framing agresi militer Israel di jalur Gaza pada harian Kompas dan Republika
1
8
87
Analisis pengaruh pajak daerah, retribusi daerah, dan hasil badan usaha milik daerah terhadap pendapatan asli daerah Kota Tangerang (2003-2009)
18
132
149
Pengaruh pajak daerah, retribusi daerah dan dana alokasi umum terhadap belanja modal
0
11
113
Kontribusi pajak daerah dan retribusi daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten dan kota di Indonesia tahun 2006-2010
0
4
0
Analisis retribusi parkir di tepi jalan umum sebelum dan sesudah perda no.19 tahun 2002 kota daerah istimewa Yokyakarta
0
7
83
Aplikasi penjualan perlengkapan pendakian gunung berbasis android di Kawani Sarana Petualang
4
18
27
Penentuan Karakteristik Fluida dan Estimasi Temperatur Reservoir Panas Bumi di Sekitar Gunung Talang
1
1
8
Keanekaragaman jenis burung di Kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu pada jalur pendakian Tekelan Kopeng Jawa Tengah
1
1
43
Show more