Pengembangan media pembelajaran konvensional untuk materi Biologi semester genap kelas XI SMA.

Gratis

0
1
228
2 years ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Perolehan rerata skor dari rekapitulasi data validasi oleh dua pakar media pembelajaran konvensional dan dua guru biologi SMA kelas XI yaitu 3,55 dengan kategori “Sangat Baik” menunjukkan bahwa produk media pembelajaran konvensional yang dikembangkan memiliki kualitas yang layak untuk digunakan dalam pembelajaran biologi semester genapkelas XI SMA. Perolehan rerata skor dari rekapitulasi data validasi oleh dua pakar media pembelajaran konvensional dan dua guru biologi SMA kelas XI yaitu 3,55 dengan kategori “Sangat Baik” menunjukkan bahwa produk media pembelajaran konvensional yang dikembangkan memiliki kualitas yang layak untuk digunakan dalam pembelajaran biologi semester genapkelas XI SMA.

KATA PENGANTAR

  Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu dan mendukung penulis selama penyusunan skripsi PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KONVENSIONAL UNTUK MATERI BIOLOGI SEMESTER GENAP KELAS XI SMA Rointan Moris SidabalokUniversitas Sanata Dharma 2016 ABSTRAK Penelitian dan Pengembangan (R&D) merupakan suatu metode yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu yang akan diuji kualitas dan kelayakannya. Perolehan rerata skor dari rekapitulasi data validasi oleh dua pakar media pembelajaran konvensional dan dua guru biologi SMA kelas XI yaitu 3,55 dengan kategori “Sangat Baik” menunjukkan bahwa produk media pembelajaran konvensional yang dikembangkan memiliki kualitas yang layak untuk digunakan dalam pembelajaran biologi semester genapkelas XI SMA.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bangsa yang besar adalah bangsa yang peduli akan pendidikan karena

  Media-media tersebut ada yang dirancang sendiri oleh guru seperti PPT dan model penampang yang nantinya akan didemonstrasikan oleh peserta didik dan adajuga yang sudah disediakan oleh sekolah seperti Video, Model PenampangOrgan dalam Tubuh dan Kerangka Manusia yang disimpan di ruangLaboratorium sehingga saat menggunakannya maka pembelajaran terjadi di ruang Laboratorium, sedangkan artikel penelitian, koran dan literaturlainnya, guru mengunduh dari internet. Guru mengatakan bahwa materi biologi di semester genap sangat banyak, namun ketersediaan waktupembelajaran kurang, akibatnya guru tidak dapat merancang media pembelajaran yang menarik, padahal guru memiliki keinginan untukmerancang media pembelajaran, hanya saja guru belum menemukan media yang mudah dan menarik untuk dibuat serta ketersediaan waktu yang cukup.

B. Rumusan Masalah

  Bagaimana mengembangkan media pembelajaran konvensional yang sudah ada dan menyediakan alternatif lain untuk materi biologisemester genap kelas XI SMA ? Batasan Masalah Mengingat banyaknya media pembelajaran konvensional yang dibutuhkan oleh guru dan supaya penelitian yang dilakukan dapat berjalandengan baik maka peneliti membatasi masalah pada hal-hal berikut : 1.

2. Materi biologi yang akan dibantu dengan penggunaan media

pembelajaran konvensional yaitu materi biologi kelas XI SMA “Sistem Koordinasi dan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia”

D. Tujuan Penelitian

  Bagi GuruMelalui penelitian dan pengembangan media pembelajaran konvensional ini diharapkan dapat menjadi contoh salah satu alternatifuntuk mengajar materi biologi semester genap kelas XI SMA menjadi lebih menarik dan menyenangkan 2. Bagi Peneliti Penelitian dan pengembangan ini dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan baru dalam mengembangkan media pembelajarankonvensional untuk materi biologi semester genap kelas XI SMA 4.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Teori yang Mendukung 1. Belajar Menurut Winkel (2014) belajar merupakan kegiatan yang tidak

  Belajar adalah proses untuk memperoleh suatu pengetahuan baru, melatih dan meningkatkan keterampilan danmengupayakan sikap serta perilaku yang positif untuk memajukan kepribadian yang berkualitas. Belajar akan bermakna jika dalam proses pembelajaran, peserta didik terlibat secaraaktif dalam memperoleh pengetahuan baru sesuai dengan minat dan bakatnya (Suyono dan Hariyanto, 2011).

2. Pembelajaran

  Pembelajaran berasal dari kata dasar “ajar” yang berarti petunjuk/arahan dan mendapat awalan “pe” dan akhiran “an” menjadi“pembelajaran”, yang berarti proses, aktivitas belajar atau mengajarkan sehingga peserta didik mau belajar (Uno dan Mohamad, 2011). Maka peran guru sangat penting untuk 15 meminimalkan dan menghindari hal tersebut dengan mengupayakan dan menyusun strategi pembelajaran dengan memanfaatkan media dansumber belajar (Sanjaya, 2006).

3. Media Pembelajaran a

  Pengertian Media Pembelajaran Media merupakan kata yang berasal dari bahasa Latin yaitu “Medius” yang berarti tengah atau pengantar, tetapi pengertian media dalam proses pembelajaran sering diartikan sebagai media atau alat untuk menggali, menemukan, memproses dan menyusunkembali informasi visual atau verbal. media dalam proses pembelajaran dapat diartikan sebagai alat untuk menyampaikanpesan/pengetahuan, mendorong pikiran dan sikap serta kemauan peserta didik agar termotivasi dalam belajar (Angkowo dan Kosasih,2007).

B. Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran

  Beberapa kendala yang dirasakan oleh guru dalam pengembangan media pembelajaran, salah satunya adanyaketerbatasan dalam merancang dan menyusun media pembelajaran serta belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untukmembuat sebuah media. Media pembelajaran memiliki nilai praktis (mengatasi keterbatasan pengalaman peserta didik, mengatasi batas ruang kelas,membangkitkan motivasi peserta didik untuk belajar dengan baik, membangkitkan keinginan dan minat yang baru. Dalam menggunakan media belajar, hendaknya guru memperhatikan sejumlah prinsip tertentu agar penggunaan media belajar tersebut dapatmencapai hasil yang baik (Kosasih, 2014).

C. Media Pembelajaran Konvensional 1

  Pengertian Media Pembelajaran Konvensional Pada media pembelajaran konvensional, kata “konvensional” berarti sederhana dan dapat dikatakan sebagai suatu media pembelajaran yang masih sederhana dan tidak menggunakan teknologi canggihditinjau dari segi bahan, cara pembuatannya, bentuk, harga dan penggunaannya. Dalam hal ini, media pembelajaran konvensional yang dimaksud yaitu media yang menerapkan permainan yang dibuat secarakonvensional seperti puzzle, ular tangga, domino, monopoli, TTS, estafet, remiquart, bowling dan TGT.

1. Ular tangga

  Pada umumnya, prinsip dalam menggunakan media ular tangga yaitu dilakukan oleh beberapaorang dan dimainkan secara bergilir dengan menjalankan bidak sesuai jumlah angka yang diperoleh dari dadu saat dilemparkemudian menjawab soal secara tepat (Solichin, 2012). Variasi tersebut diantaranya :  Prosedur atau aturan permainan yang seru dan menyenangkan  Soal-soal bervariasi yang terdiri dari gambar ataupun konsep  Bentuk media yang menarik yang memadukan antara gambar, konsep, warna dan ukuran.

2. Estafet

  Variasi media permainan estafet yaitu sebagai berikut :  Mencakup sebagian besar materi yang akan dibelajarkan Memuat istilah ilmiah sesuai dengan materi yang dibelajarkan  Terdapat beberapa soal yang terlebih dulu dikerjakan oleh peserta didik guna menstimulasi pemahaman kognitifnya 26 Bentuk media didesain dengan menarik dengan memadukan warna dan gambar yang sesuai 3. Setiap kartu memiliki 2 sisi yang berisi pertanyaan/pernyataan yang menjelaskan atau melengkapijawaban pada kartu lainnya, sehingga cara bermainnya dapat dijodohkan/dipasangkan sesuai pasangannya yang benar secaraberurutan sebab setiap kartu hanya memiliki 1 pasang kartu yang cocok.

2. Pembelajaran Biologi Semester Genap untuk Kelas XI SMA

  Biologi merupakan salah satu ilmu dasar yang ikut menentukan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Materi Biologi di SMA Pada penelitian pengembangan ini, peneliti memilih materiSistem Koordinasi dan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia karena merupakan materi yang dianggap cukup sulit oleh peserta didik kelas XI SMA.

1. Sistem Koordinasi

  Sistem Koordinasi merupakan materi biologi semester genap kelas XI SMA yang harus dicapai sesuai pada kompetensidasar 3.6 yaitu menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi dan proses serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistemregulasi manusia (saraf, endokrin dan penginderaan). Sistem Kekebalan Tubuh Manusia merupakan materi biologi semester genap kelas XI SMA yang harus dicapai sesuai pada kompetensi dasar 3.8 yaitu menjelaskan mekanisme kekebalantubuh terhadap benda asing berupa antigen dan bibit penyakit.

D. Hasil Penelitian yang Relevan

  Kualitas media berupa media ular tangga biologi yang dikembangkan termasuk dalam kategori baik 33 dan mencapai 100% dari segi desain media dan 100% dari segi manfaatnya dalam penyampaian materi. Berdasarkan analisis data disimpulkan bahwakualitas media permainan monopoli layak dan dapat diimplementasikan untuk kegiatan belajar mengajar pada materi struktur dan fungsi sel denganmendapatkan validitas secara teoritis dengan kelayakan aspek format media90%, aspek visual 94%, aspek fungsi/kualitas media 92,86& dan aspek kejelasan media dalam penyajian konsep 88,33%.

E. Kerangka Berpikir

  Namun, untuk beberapa materi biologisemester genap kelas XI SMA yang cukup sulit dan abstrak, maka media ataupun alat peraga yang digunakan oleh guru kurang membantu pesertadidik untuk lebih memahami dan lebih aktif. Maka, untuk meminimalkan kekurangan tersebut,media yang dikembangkan pun mempunyai kelebihan-kelebihan yaitu : didesain dengan tampilan yang menarik dengan memadukan yangkontekstual, konsep, warna, bentuk dan ukuran yang serasi, dirancang dengan memperhatikan aspek kognitif, psikomotorik dan afektif serta dapatmenumbuhkan partisipasi aktif peserta didik sehingga lebih menyenangkan, semangat dan termotivasi dalam belajar.

F. Pertanyaan Penelitian

  Pertanyaan terkait dengan penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti adalah : 1. Bagaimana langkah-langkah mengembangkan media pembelajaran konvensional untuk materi biologi semseter genap kelas XI SMA ?

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis dan rancangan penelitian yang digunakan yaitu Research and Development yaitu metode penelitian dan pengembangan yang digunakan

  Mengembangkan produk dalam arti yang luas dapat berupamemperbarui produk yang telah ada (sehingga menjadi lebih praktis, efektif dan efisien) atau menciptakan produk baru (yang sebelumnya belum pernahada). Memvalidasi produk berartiproduk itu telah ada dan peneliti mengembangkan dan menguji kualitas dan kelayakannya atau merancang produk baru kemudian divalidasi untuk diujikualitas dan kelayakannya.

1. Potensi dan Masalah Penelitian dapat berangkat dari adanya potensi atau masalah

  Validasi desainProduk yang telah dikembangkan selanjutnya akan melalui tahap validasi desain yaitu suatu proses kegiatan untuk menilai kualitas dankelayakan produk, apakah produk yang dikembangkan akan lebih efektif dan layak digunakan dari yang lama atau tidak. Namun, penelitian inidibatasi sampai pada tahap 5 (perbaikan/revisi desain) untuk mengetahui kualitas media pembelajaran yang dikembangkan dalam membantu gurusaat mengajar pada materi Biologi di semester genap kelas XI SMA.

B. Prosedur Pengembangan

  Lima langkahpengembangan ini yaitu tahap (1) potensi dan masalah, (2) mengumpulkan informasi, (3) desain produk, (4) validasi desain oleh para ahli dan (5) revisidesain yang akan menghasilkan produk akhir yang berkualitas. Selanjutnya, penelitian pengembangan ini akan divalidasi oleh para ahli yaitu ahli mediapembelajaran konvensional dan guru Biologi kelas XI SMA untuk menilai apakah produk akhir berupa media pembelajaran konvensional layak untukdigunakan dalam pembelajaran.

1. Potensi dan Masalah

  Dari perolehan hasil wawancara tersebut maka peneliti merangkum dan meringkas data yang selanjutnya dijadikanpertimbangan untuk mengembangkan produk berupa media pembelajaran konvensional untuk materi Biologi semester genap kelas XI SMA. Media pembelajaran yang akan dikembangkan berupa media pembelajaran konvensional yang cara pembuatan serta penggunaannyasederhana namun berkualitas dan menarik.

4. Validasi Desain

  Para pakar/ahli yang akan memvalidasi desain produk terdiri dari dua validator pakar/ahli media pembelajaran dan dua guru biologikelas XI SMA. Tahapan validasi desain produk ini bertujuan untuk memberikan penilaian terkait kualitas dan kelayakan penggunaannya sehingga dapatmenunjukkan kelebihan dan kelemahan yang ada pada desain produk.

5. Revisi Desain

  Subjek Penelitian dan Sampel Penelitian Pengumpulan data analisis kebutuhan media pembelajaran konvensional dilakukan dengan cara menyusun daftar pertanyaan danselanjutnya dilakukan wawancara terhadap guru biologi kelas XI yang ada di 5 SMA Yogyakarta yaitu SMA Negeri 1 Depok, SMA Negeri 6Yogyakarta, SMA BUDYA WACANA, SMA STELLA DUCE 2 dan SMA BOPKRI 2 Yogyakarta. Dua pakar/ahli sebagai validator bertugas memberikan penilaian, kritikan dan saran terhadapproduk yang didesain guna penyempurnaan produk yang lebih baik dan layak untuk digunakan.

F. Validasi Guru Biologi Kelas XI SMA

  Produk tidak hanya divalidasi oleh dua pakar/ahli media pembelajaran saja tetapi juga divalidasi oleh dua guru biologi kelas XI SMA (SMA N 1Depok dan SMA STELLA DUCE 2), hal ini bertujuan untuk mengetahui 48 kesesuaian materi Biologi terhadap media pembelajaran yang dikembangkan. Penilaian oleh dua guru biologi digunakan sebagai dasaruntuk memperbaiki produk media pembelajaran konvensional yang lebih berkualitas.

G. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan kuisioner

  Wawancara dilakukan dengan daftar pertanyaan untuk mensurvei kebutuhan guru akan pengembangan media pembelajaran konvensional terhadap materiBiologi di semester genap kelas XI SMA, sedangkan pengumpulan data melalui kuisioner bertujuan untuk mengetahui kualitas media pembelajarankonvensional dan kesesuaian terhadap materi Biologi yang dimaksud. Media memuat materi sesuai dengan kompetensidasar, indikator dan tujuan pembelajaran yang 51Hasil Penelaahan No Aspek yang dinilai dan Skor Komentar 1 2 3 4 akan dicapai berdasarkanRPP dan LKS 3.

B. Aspek tampilan

  Kemenarikan pengemasan media 53Hasil Penelaahan No Aspek yang dinilai dan Skor Komentar 1 2 3 4 3 = Baik 4 = Sangat Baik Komentar umum dan saran perbaikanKesimpulan (mohon dilingkari salah satu) : 1. Media pembelajaran konvensional tidak layak untuk digunakan/uji coba lapanganBerdasarkan tabel 3.3 diketahui bahwa panduan penilaian untuk memvalidasi produk yang dikembangkan didasarkan pada aspek konten/isi,aspek tampilan, aspek penggunaan dan penyajian serta aspek bahasa.

H. Teknik Analisis Data

  Skala penilaian terhadapmedia pembelajaran konvensional untuk materi biologi semester genap kelas XI SMA yang dikembangkan yaitu sangat baik (4), baik (3),kurang baik (2) dan sangat kurang baik (1). Skala Likert Kategori Interval Skor Sangat Baik 3,25 ≤ x ≤ 4 Baik 2,5 ≤ x < 3,25 Kurang Baik 1,75 ≤ x < 2,5 Sangat Kurang Baik 1 ≤ x < 1,75 Hasil dari perhitungan skor masing-masing validasi yang dilakukan akan dicari rata-rata skor perolehannya kemudian dapat dikonversikan dari datakuantitatif ke data kualitatif dalam kategori tertentu seperti yang tertera pada tabel kriteria skor skala Likert diatas.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Analisis Kebutuhan Sebagai salah satu langkah awal dalam penelitian dan pengembangan

  Wawancara dilakukan padalima guru biologi kelas XI SMA di lima SMA yang ada di Yogyakarta yaituSMA Negeri 1 Depok, SMA Negeri 6 Yogyakarta, SMA Budya Wacana, SMA BOPKRI 2 Yogyakarta dan SMA Stella Duce 2. Permasalahan tersebut terkaitsejauh mana guru menggunakan dan memanfaatkan media pembelajaran untuk materi biologi semester genap kelas XI dalam mengupayakan antusiasdan keaktifan peserta didik dalam belajar.

1. Hasil Wawancara Kebutuhan

  Diantara Sistem Sistem Sistem Sistem Sistem materi Koordinasi dan Koordinasi Indera dan Koordinasi Koordinasi pembelajaran Sistem Imun (bagian saraf) Sistem Imun dan Sistem (Sistem Saraf 59SMA SMA SMA Pertanyaan SMAN 6 SMAN 1 Depok BUDYA STELLA BOPKRI 2 no : Yogyakarta WACANA DUCE 2 Yogyakarta semester genap, dan Sistem Ekskresi dan materi mana saja ImunHormonal) yang masih perludikembangkanMediaKonvensionalnya Pada tabel 4.1. Terkait media konvensional, guru sangat tertarik untuk mencoba mengembangkannya terutama untuk materi biologiyang materinya sangat kompleks sehingga dari adanya media konvensional 61 yang dibuat, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta didik dan peserta didik menjadi lebih semangat dan aktif serta termotivasi.

B. Deskripsi Produk Awal

  Kemudian, peneliti merancangrencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dilengkapi dengan lembar kerja siswa (LKS) yang memuat soal-soal untuk meningkatkan penguasaan materipeserta didik dan instrumen penilaian untuk mengukur dan menilai sikap dan keterampilan peserta didik. Langkah selanjutnya yang dilakukan olehpeneliti yaitu merancang media pembelajaran konvensional berdasarkan konsep media yang telah dibuat berdasarkan acuan RPP dan LKS.

1. Media Ular Tangga 2

Media Gelang Estafet & Tiang Jawaban 3. Media Domino 1 Dimensi 63

4. Media Segitiga Puzzle 5

  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dirancang oleh peneliti dapat meningkatkan keaktifan peserta didik karena memuat contoh/faktanyata dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan materi yang dibelajarkan serta dapat mengevaluasi dan merefleksikan pembelajaran yang dialami olehpeserta didik. Media-media pembelajaran konvensional yang dikembangkan memuat seluruh materi biologi (Sistem Koordinasi dan Sistem KekebalanTubuh Manusia) pada kelas XI SMA dengan memperhatikan kompetensi dasar, indikator dan tujuan pembelajaran yang termuat dalam RPP.

C. Data Hasil Validasi Produk 1

  Data Hasil Validasi oleh Pakar Media Pembelajaran Konvensional Materi BiologiProduk berupa media pembelajaran konvensional selanjutnya divalidasi oleh dua orang pakar/ahli media pembelajaran dan duaorang guru biologi kelas XI SMA. L menunjukkan skor rata-rata yaitu 2,93 dengan kriteria “Baik”, maka media pembelajaran konvensional yang dibuat dinyatakan layak untuk digunakan/diuji coba dengan revisi sesuai komentar dan saran.

1. Total skor aspek konten/isi yaitu 30 2

  Dari hasil perhitungan menggunakan rumus tersebut maka diperoleh hasil akhir rerata yaitu 2,93 dengan kriteria “Baik” yang telah dikonversi dari data kuantitatif ke data kualitatif. Media pembelajaran konvensional dinyatakan layak digunakan/diuji coba dengan revisi sesuai komentar dan saran.

1. Total skor aspek konten/isi yaitu 33 2

  Rekapitulasi keseluruhan data validasi oleh pakar media pembelajaran konvensional untuk materi sistem koordinasi dan sistemkekebalan tubuh manusia kelas XI SMA dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.2. Rekapitulasi data validasi oleh pakar media pembelajaran konvensional untuk materi sistem koordinasi dan sistem kekebalan tubuh manusia kelas XI SMAHasil Perolehan Skor Aspek yang dinilai Validator Validator (I.

2. Data Hasil Validasi Guru Biologi Kelas XI SMA

  Produk media divalidasi sebanyak satu kali dandilakukan pada tanggal 19 Juni 2016 bertempat di SMA N 1 DEPOK dan tanggal 21 Juni 2016 bertempat di SMA STELLA DUCE 2Yogyakarta. Aspek yang divalidasi oleh guru biologi kelas XI SMA yaitu : 1.

1. Total skor aspek konten/isi yaitu 40 2

  Dari tabel tersebut, menunjukkan bahwa perolehan rata-rata skor keseluruhan hasil validasi media pembelajaran konvensional untukmateri sistem koordinasi dan sistem kekebalan tubuh manusia, disimpulkan bahwa kualitas dari media pembelajaran konvensionaluntuk materi sistem koordinasi dan sistem kekebalan tubuh manusia menurut para pakar media pembelajaran konvensional berada pada kriteria “Sangat Baik”. Setelah divalidasi oleh dua pakar media pembelajaran konvensional dan dua guru biologi SMA kelas XI maka diperoleh hasilyang menunjukkan bahwa produk media pembelajaran konvensional untuk materi biologi semester genap kelas XI SMA termasuk pada kriteria “Sangat Baik” dengan perolehan skor yang dipaparkan secara terperinci sebagai berikut : Tabel 4.4.

E. Kajian Produk Akhir dan Pembahasan

  Media Pembelajaran Konvensional untuk Materi Biologi Semester Genap Kelas XI SMAMedia pembelajaran konvensional untuk materi biologi semester genap kelas XI SMA setelah direvisi berdasarkankomentar dan saran perbaikan dari dua pakar media dan satu guru kelas XI SMA, terdapat beberapa perubahan. Adapun tambahan yang diberikan oleh validator terkait batasan waktu yang belumditentukan, maka peneliti merevisinya dengan menambahkan keterangan batasan waktu secara terperinci dan jelas pada setiappermainan agar proses belajar mengajar antara guru dan peserta didik dapat digunakan secara lebih efektif.

2. Pembahasan

  Sebelum merancang media pembelajaran konvensional, peneliti melakukan langkah awal yaitu wawancara dengan menggunakandaftar pertanyaan kebutuhan untuk memperoleh dan mengetahui informasi terkait sudah sejauh mana guru membuat danmenggunakan/memanfaatkan media pembelajaran konvensional dalam pembelajaran biologi di semester genap kelas XI danseberapa jauh kebutuhan akan media pembelajaran konvensional untuk materi biologi di semester genap kelas XI. Oleh karena itu, perolehan rata-rata skor dari rekapitulasi data validasi oleh dua pakar media pembelajaran konvensional dan dua guru Biologi SMA kelas XI yaitu 3,55 dengan kriteria “Sangat Baik” menunjukkan bahwa produk media pembelajaran konvensional yang dikembangkan dikatakan memiliki kualitas yang layak untukdigunakan dalam pembelajaran biologi semester genap kelas XISMA.

2.1. Media pembelajaran konvensional berupa “Ular Tangga

  Spesifikasi dari produk yang dikembangkan oleh peneliti adalah berdasarkankonsep dasar ular tangga pada umumnya, hanya saja peneliti memvariasikan media ular tangga dengan menggantikan gambar “ular” dan “tangga” dengan gambar yang mewakili materi Sistem Saraf. Dinamakan gelang estafet sebab pada kartuestafet ditambahkan sebuat tali pita yang dikaitkan pada kartu yang 86 sudah dibuat lubang kecil dibagian sisi kiri atas dan bentuk talinya menyerupai gelang sedangkan dalam memainkannya sangatmudah, peserta didik ditugaskan untuk memasangkan gelang estafet pada tiang jawaban sesuai dengan kriteria jawaban yangcocok dan benar.

2.3. Media pembelajaran konvensional berupa “Kartu

  Begitupun dengan sisi kartu “Pajanan zat berbahaya” yang dijodohkan dengan sisi kartu “Gambar-gambar minuman dan rokok” yang menurut hasil validasibahwa kata “Pajanan” kurang cocok untuk digunakan karena kurang begitu familiar, oleh karena itu peneliti merevisinya dengan mengganti seperti pada gambar berikut ini :Dari spesifikasi gambar di atas menunjukkan bahwa media telah direvisi pada gambar c.2. Berdasarkan hasil validasi yang menunjukkan bahwa jika media segitiga puzzle digunakan dan dimainkan oleh kelas besarmaka kemungkinan konsep atau gambar terlihat kurang jelas saat ditempelkan pada papan tulis, oleh karena itu peneliti memutuskanmedia segitiga puzzle yang awalnya diperuntukkan pada kelas besar, akan dimainkan pada kelas kecil saja dengan tetapmenggunakan desain awal hanya untuk ukuran potongan-potongan segitiganya sedikit diperkecil.

F. Kendala/Keterbatasan

  Produk yang dikembangkan hanya sebatas dari hasil survei kebutuhan dari para guru Biologi di 5 sekolah SMA sehingga masih belum cukup mengatasi permasalahan yang ada 2. Pengembangan produk terbatas pada 2 bab materi di semester genap saja sehingga belum cukup membantu permasalahan yang ada dan produkyang dikembangkan masih 6 macam karena keterbatasan waktu 3.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Dari hasil penelitian, kajian produk akhir dan pembahasan tentang

  Pengembangan media pembelajaran konvensional untuk materi biologi semester genap kelas XI SMA dikembangkan dengan mengikuti 5tahap saja yaitu tahap potensi dan masalah, tahap mengumpulkan informasi, tahap desain produk, tahap validasi desain dan tahapperbaikan desain. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan media pembelajaran melalui tahap validasi oleh dua pakar media pembelajarankonvensional dan dua guru Biologi kelas XI SMA menunjukkan bahwa produk media pembelajaran konvensional yang dikembangkanmemiliki kualitas yang layak untuk digunakan dalam pembelajaran, memiliki rerata skor 3,55 dengan kategori “Sangat Baik”.

B. Saran

  Setelah dilakukan pengembangan media pembelajaran konvensional untuk materi biologi semester genap kelas XI SMA, maka penelitimenuliskan beberapa saran untuk mendukung peneliti lain yang ingin mengikuti penelitian dan pengembangan media pembelajaran sebagaiberikut : 1. Melakukan tahap uji produk pada kelompok kecil/besar sehingga produk semakin lebih berkualitas dan layak untuk digunakan dan dapat diproduksi secara masal DAFTAR PUSTAKA Angkowo, R.

SILABUS KEGIATAN PEMBELAJARAN

  Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan/penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada salingtemasAlokasi waktu : 16 jp (16 x 45 menit) Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Alokasi waktu Sumber Belajar 3.6 Menjelaskan keterkaitan antarastruktur, fungsi dan proses sertakelainan/penyakit yang dapat terjadipada sistem  Sistem Saraf : 1. Impuls Saraf,  Diskusi dan bermain games ular tanggauntuk menjelaskansistem saraf SMA/MA Kelas XI,Irnaningtyas,Erlangga:Jakarta dan fungsi sel-sel saraf Lampiran 1  Menjelaskan mekanisme penghantaran impuls  Menjelaskan perbedaanTeknik: Test  Non Tes (tanya jawab)10 x 45 menit bekerjanya impuls saraf  Diskusi dan Mengidentifikasi struktur  Buku Biology 2B for Senior High School Grade XI Semester 2, Diah Gerak Sadar danRefleks  Menjelaskan proses 99 regulasi manusia 5.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3

  Fungsi sistem kekebalan tubuh kekebalan tubuh meliputi:  Sistem Sistem Melakukan kegiatan bermain ular tangga, domino dan estafet dengan Menjelaskan struktur dan fungsi indera yang dihasilkan, organ dan fungsi utama hormon 9. 3.6 Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi dan proses serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem regulasi manusia(saraf, endoktin, dan penginderaan) III.

I. Standar Kompetensi 3

menghargai dalam melakukan kegiatan diskusi 5.

10. Menyimpulkan penyebab kelainan/gangguan pada sistem indera IV

  Dengan menggunakan gambar pada kartu domino siswa mampu mengidentifikasi kelainan/gangguan sistem indera berdasarkan kelenjar endokrin, hormon yang dihasilkan, organ dan fungsi utama hormon dengan tepat Melalui permainan estafet siswa mampu mengklasifikasikan hormon endokrin 7. Melalui diskusi kelompok siswa mampu menjelaskan perbedaan sistem tanggung jawab, jujur dan saling menghargai peserta didik meningkat 4.

V. Materi Pembelajaran 1

  103Perbedaan Sistem Saraf dengan Sistem Endokrin Sistem Indera : Indera Penglihat Metode Pembelajaran Metode yang digunakan adalah 1. Guru meminta peserta didik menjelaskan apa Sebagai tes awal guru mengajukan pertanyaan, Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan Kegiatan Inti Eksplorasi Jujur,(60 menit) Kerja sama,Memunculkan fenomena yang terkait dengan 2 lebih banyak ke otot-ototnya, mengapa demikian?

VIII. Sumber Belajar

  Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan/penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya padaSalingtemas II. Melalui permainan menjodohkan berurutan siswa dapat menyimpulkan perbedaan pada mekanisme sistem kekebalan tubuh, faktor-faktor yangmemengaruhi sistem kekebalan tubuh dan gangguan pada sistem kekebalan tubuh dengan tepat komponen sistem kekebalan tubuh dan gangguan pada sistem kekebalan tubuh dengan benar Melalui permainan estafet siswa mampu mengelompokkan komponen- 110 IV.

a. Pertemuan 1 Jenis Kegiatan

  Komunikatif 111 Uraian Kegiatan NilaiKarakter Pendahuluan(10 menit) Apersepsi peserta didik dengan menunjukkan gejala batuk yang akan dicapai menyimpulkan materi yang telah dipelajari tentang sistem imun Komunikatif ada pada gambar tersebut? Punutup (20 menit)Memberikan penghargaan bagi kelompok yang menang Jujur, Komunikatif,Tanggung jawabKecepatan bermain danKetepatan menjawabsoal peserta didik Konfirmasi dalam kelompok yang terdiri dari 4-5 orang dan wakil tiap kelompok mengambil LKS Elaborasi didik diminta untuk mengemukakan pendapatnya guru bertanya apakah fungsi sel darah putih bagi tubuh?

VIII. Sumber Belajar 1

  Buku Biology 2B for Senior High School Grade XI Semester 2, Diah dalam kelompok yang terdiri dari 4-5 orang dan wakil tiap kelompok mengambil LKS Jujur, Komunikatif sebelumnya untuk mempersiapkan ujian Kesimpulan dan Rangkuman Punutup (20 menit)Memberikan penghargaan bagi kelompok yang menang peserta didik Konfirmasi bermain estafet dan diskusi menyimpulkan materi yang telah dipelajari tentang sistem imun Beberan ular tangga 2. Jika pada petak yang dituju terdapat otak dan sumsum tulang belakang maka bidak pemain diperbolehkan naik (Jawabannya BENAR) dan tetapberada dipetak (Jawabannya SALAH) sedangkan jika pada petak yang dituju terdapat struktur neuron (badan sel) maka bidak pemain akan turun(Jawabannya SALAH) dan tetap berada dipetak (Jawabannya BENAR) 10.

KUNCI JAWABAN ULAR TANGGA

  Melakukan kegiatan bermain estafet dengan cepat dan tepat dalam menjawab soal 4. Melalui permainan estafet siswa mampu mengklasifikasikan hormon berdasarkan kelenjar endokrin, hormon yang dihasilkan, organ dan fungsi utama hormon Alat dan Bahan : 1.

1. Setiap kelompok terdiri dari 5-6 orang 2

  Setiap kelompok memperhatikan arahan dan penjelasan dari guru dan mendapatkan 1 LKS 3. Setiap pemain di dalam kelompoknya bertugas mengambil 1 gelang estafet lalu dipasangkan ke tiang jawaban lalu dilanjutkan secara bergiliroleh pemain yang lain dengan cepat dan tepat 9.

PERNYATAAN PADA GELANG ESTAFET 1

  Hormon kalsitonin berfungsi menurunkan kadar kalsium darah dan termasuk kelas kimia peptida metabolik; mengatur pertumbuhan dan perkembangan. Hormon ini termasuk dalam kelas kimia modifikasi asam amino Hormon tiroksin dan triiodotironin berfungsi meningkatkan laju berfungsi memproduksi sperma dan sel telur dan hormon seks 6.

KUNCI JAWABAN LKS SISTEM HORMON A

  Masing- masing kelompok beranggotakan 4 atau 6 orang Prosedur : Kegiatan 1 134 Lampiran 12 indera Melalui permainan domino siswa mampu menjelaskan struktur dan fungsi menghargai dalam berdiskusi dan bermain game 4. Melakukan kegiatan bermain domino dengan cepat dan tepat dalam LEMBAR KERJA SISWA (LKS) Judul Kegiatan : Sistem InderaTujuan : 1.

2. Setiap kelompok diberikan 1 LKS dan menyimak arahan dari guru 3

  Secara bergiliran setiap pemain meletakkan kartu sesuai dengan kartu yang ada dan pemain yang sedang meletakkan kartu bertugas untuk menjawab 1soal yang dibacakan oleh guru/volunteer sesuai dengan nomor yang tertera pada kartu domino 7. Untuk menjawab soal maka pemain yang bertugas dapat berdiskusi dengan kelompoknya (1 menit), lalu memaparkan jawaban tersebut secara lisandan guru/volunteer mengkonfirmasi jawaban tersebut dan memberikan skor sesuai yang terlampir pada soal 8.

20. Jelaskan fungsi organ Corti! (15) 21

  Apakah fungsi dari ujung saraf ruffini dan terletak di lapisan? Apa yang dimaksud dengan korpuskula pacini dan dimanakah terdapat korpuskula pacini?

KUNCI JAWABAN LKSSISTEM INDRA A

  4 reseptor khusus dan fungsinya yaitu : (2 dan 6) pengecap rasa asam c.(3 dan 5) pengecap rasa asin d. Sel kerucut : ada pigmen lodopsin berfungsi untuk melihat jika kondisi terang dan membedakan warna 2.

KUNCI JAWABAN DOMINO 1

  Sklera, bagian dinding mata yang tersusun dari jaringan ikat fibrosa berwarna putih, memberikan bentuk pada bola mata dan sebagai tempat perlekatan otot ekstrinsikc. Mata juling yaitu suatu kondisi ketika kedua mata tampak tidak searah atau memandang pada dua titik yang berbeda.

4. Tujuh kelainan/gangguan pada mata yaitu : a

  Sebab pada ujung saraf pengecap terdapat papil pengecap yang tersusun atas sel pendukung dan pengecap yang mempunyai mikrovili. Saat makanan bercampur dengan saliva maka akan memasuki papil pengecap melalui pori-pori lalu akan merangsang pangkal sarafberupa pesan yang dibawa ke otak dan diinterpretasikan sebagai rasa.

24. Korpuskula pacini, mendeteksi tekanan yang dalam (kuat) dan getaran

  Reseptor ini terdapat pada kulit yang tidak berambut(ujung jari) dan di antara folikel rambut pada epidermis. Melalui permainan segitiga puzzle siswa mampu menyimpulkan mekanisme sistem kekebalan tubuh dengan benar Alat dan Bahan : 1.

2. Setiap kelompok diberikan 1 LKS dan menyimak arahan dari guru

  Guru mengklarifikasi jawaban setiap kelompok sesuai dengan kartu yang ditempelkan dan memberikan skor bagi jawaban yang benar Panduan Skoring : 1. Jika dalam proses bermain ditemukan kelompok yang sedang bertugas keliru dalam menjodohkan/memasangkan kartunya maka guru akanmengkonfirmasi (bertanya menjodohkan/memasangkan kartu secara berurutan sesuai dengan kartu yang ada Secara bergiliran (menunggu instruksi guru) setiap kelompok permainan 5.

7. Pemenang adalah kelompok dengan perolehan skor terbanyak

  Menunjukkan semangat kerja sama, tanggung jawab, jujur dan saling menghargai dalam berdiskusi dan bermain game 5. Melalui permainan estafet siswa mampu mengelompokkan komponen- komponen sistem kekebalan tubuh dengan benar Alat dan Bahan : 1.

1. Setiap kelompok terdiri dari 5 – 6 orang 2

  Setiap pemain di dalam kelompoknya bertugas mengambil 1 kartu estafet lalu dimasukkan ke dalam kotak jawaban sesuai dengan pilihan yang cocok dan dilanjutkan secara bergilir oleh pemain yang lain dengan cepatdan tepat 9. No Jenis Imunoglobulin Ciri Khas A IgG Diperoleh sejak bayi dari plasentaB IgA Terdapat di sekresi eksternal seperti saliva, ASI dan urineC IgD Melekat pada permukaan luar sel limfositD IgM Dihasilkan pertama kali dalam stimulus antigenE IgE Disekresikan oleh plasma di kulit, mukosa, dapat melepaskan histamin penyebab radang dan reaksialergi 2.

3. Mekanisme kerja antibodi yaitu sebagai berikut :

menjadikannya tidak berbahaya dengan cara menjadikan mereka membentuk gumpalan-gumpalan yang tidak larut sebagai opsonin komplemen dalam plasma, melekat pada dinding sel antigen dan mengidentifikasi mereka untuk sel-sel T 165 Lampiran 25 KUNCI JAWABAN KARTU ESTAFET Soal Pilihan Ganda

1. A 2

  Pemahamannya bisa lebihMedia sebagai sarana untukmenunjang pembelajarananak Membantu dalammenjelaskan materikhususnya prosesmekanisme 170 Lampiran 28 Alat yang digunakanuntuk pembelajaran Hasil wawancara survei kebutuhan Pertanyaan no: SMAN 1 Depok SMAN 6 Yogyakarta SMA BUDYA WACANA SMA STELLA DUCE 2 SMA BOPKRI 2 Yogyakarta 1. Menurut pemahamanIbu/Bapak apa yang dimaksuddengan media Alat ukur Alat bantu untukmenyampaikan materi kesiswa Sarana untuk menyampaikanmateri Alat untuk memperjelasmateri, mempermudahpemahaman dari abstrakmenjadi konkrit Mengapa 2.

6. Apakah media Charta dibuat

  Kesulitan yang dialami guruyaitu waktu yang terbatasa. yang digunakan,dibuat sendiri atau memakaiyang tersedia disekolahsendiri sedangkanbeberapa gambardiunduh dari internet untukmelengkapi materi (sistemrespirasi )diPPT dibuat sendiri (gambar-gambar untuk prosespembuatan urin) Silang dibuat sendiri untukmemfasilitasi saat adakanujian tengan semester, danmenggunakan beberapa darisekolah tersediadisekolah 7.

a. Kalau

  MediaKonvensional apa saja yangsudah pernah dibuat Media lama yang tidakmenggunakan teknologi Belum modern danpembuatannya secaratradisional Media yang jadul danbelum memakaiteknologi 9. Adakah kesulitan/hambatan yangIbu/Bapak jumpai saatmenggunakan media ketikaproses pembelajaranberlangsung Media yang sangatsederhana/ tradisional Ibu/Bapak apa yang dimaksuddengan MediaKonvensional Menurut Sudah pernah Sudah pernah Pernah Sudah pernah Sudah pernah 11.

12. Apakah

  Gambar yang Persiapan Persiapannya Menurut Ibu/Bapak dibuat kurang waktu yang membutuhkan kesulitan/ proporsional, kurang waktuhambatan apa waktu untuk saja yang membuatdialami dalam media sangat mengembang- kurangkan media yang termasukMedia 174SMA SMA SMAN 1 SMAN 6 SMA BUDYA Pertanyaan no: STELLA BOPKRI 2 Depok Yogyakarta WACANA DUCE 2 Yogyakarta Konvensional 17. Sistem Sistem Sistem Indera Sistem Sistem Diantara materi pembelajaran Koordinasi Koordinasi dan Sistem Koordinasi Koordinasi semester dan Sistem (bagian saraf) Imun dan Sistem (Sistem Sarafgenap, materi Imun dan Sistem Ekskresi dan mana saja yang Imun Hormonal) masih perludikembangkanMediaKonvensional- nya 175 Lampiran 29 Produk Awal Media Pembelajaran Konvensional 1.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Biologi IPA Kelas 12 Faidah Rachmawati Nurul Urifah Ari Wijayati 2009
0
49
185
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MATERI FLUIDA STATIS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK SISWA SMA KELAS XI
2
11
66
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI BERORIENTASI PENGEMBANGAN INTELIGENSI MAJEMUK SISWA PADA MATERI SEL KELAS XI SMA
0
11
150
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN MENYIMAK BAHASA PRANCIS UNTUK KELAS XI SEMESTER 1
1
9
81
STUDI PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBANTUAN KOMPUTER PROGRAM MACROMEDIA FLASH UNTUK PEMBELAJARAN MATERI LARUTAN PENYANGGA SMA KELAS XI
0
4
14
PENGEMBANGAN BUKU AJAR BIOLOGI SMA BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK KELAS XI SEMESTER II.
4
19
27
Perangkat Pembelajaran BIOLOGI SMA Kelas XI Semester 2 Biologi 11
6
32
30
Soal Semester Biologi SMA Kelas XI SOAL BIOLOGI XI 7
0
0
8
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF E-MAGAZINE PADA MATERI POKOK DINAMIKA ROTASI UNTUK SMA KELAS XI.
0
1
1
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES FORMATIF FISIKA SMA KELAS XI SEMESTER GENAP.
0
0
18
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS MACROMEDIA FLASH SEBAGAI SUMBER BELAJAR BAGI SISWA SMA/MA KELAS XI SEMESTER 2 MATERI POKOK SISTEM REPRODUKSI MANUSIA.
0
0
7
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATERI TURUNAN UNTUK SISWA SMA KELAS XI SEMESTER II.
0
0
52
PENGEMBANGAN SHINING CHEMISTRY BOOK BERBASIS PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MATERI KIMIA SMA/MA KELAS XI SEMESTER GENAP.
0
0
2
materi Biologi XI Bab 6 Sistem Respirasi
0
0
32
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN “BUKU TEKA-TEKI KIMIA” UNTUK KELAS XI SMA
0
1
5
Show more