Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD Kanisius Klepu dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II.

Gratis

0
1
291
2 years ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIHALAMAN PERSEMBAHAN

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Upaya peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS kelas IV SD Kanisius Klepu dengan menggunakan modelpembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat ditempuh dengan langkah-langkah sebagai berikut: (a) Siswa melakukan kegiatan membaca, (b) Siswa melakukandiskusi dalam kelompok ahli, (c) Siswa melaporkan hasil diskusi kelompok ahli ke dalam kelompok asal, (d) Siswa mengerjakan tes secara individu, (e) Siswamendapatkan penghargaan kelompok. Hal ini nampak pada peningkatan rata-rata prestasi belajar siswa pada kondisi awal sebesar 62, siklus I sebesar 79,37 dan siklus IIsebesar 89,37.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIKATA PENGANTAR

  Puji dan Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat, rahmat, dan kasih-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi denganjudul “Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas IV SD Kanisius Klepu Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II”. Adapunsalah satu tujuan penyusunan skripsi ini adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar padaFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma.

BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan dibahas latar belakang masalah, pembatasan masalah

A. Latar Belakang Masalah

  Guru sudah mengatur strategi dengan menempatkan siswa-siswa yang memiliki prestasi dan keaktifan belajar yang baik dengan duduk di belakangserta duduk bersama siswa yang memiliki prestasi yang kurang, tetapi hal tersebut tidak memberikan perbedaan yang maksimal, melainkan masih tetap sama. Berdasarkan daftar tabel di atas, tahun 2012/2013 didapatkan bahwa dari 30 siswa terdapat 10 siswa mendapat nilai di bawah 60 dan 20 siswa mencapaiketuntasan dengan perincian sebagai berikut: 7 siswa mendapat nilai mencapai 60, 13 siswa mendapat nilai di atas 60 dan 10 siswa mendapat nilai di bawah 60.

B. Pembatasan Masalah

  Keaktifan siswa dibatasi dengan kegiatan bertanya, mengungkapkan gagasan dan kreatif dalam menyelesaikan masalah. Prestasi belajar dibatasi pada nilai siswa dengan mengerjakan soal evaluasi setiap akhir siklus yaitu pada pertemuan 3 setelah melaksanakan pembelajaran.

C. Perumusan Masalah

  Pemecahan Masalah Masalah rendahnya keaktifan dan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPS dengan materi mengenal perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi serta pengalaman menggunakannya akan diatasidengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Bagi SekolahDapat memberikan sumber bacaan di perpustakaan tentang penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II yang dapat meningkatkankeaktifan dan prestasi belajar siswa, yang diharapkan memberikan inspirasi dan memacu guru melakukan penelitian yang sama ataupun penelitian yanglain.

b. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Belajar Belajar adalah proses interaksi antara pendidik dan peserta didik

Slameto (2010:54) menjelaskan bahwa belajar dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor intern dan faktor ekstern.

1. Faktor internal

  Seseorang dapat belajar dengan baik jikakesehatan badannya tetap terjamin dan menyeimbangkan dengan istirahat, tidur, makan, olahraga, rekreasi dan ibadah. Ketujuh faktor tersebut masing-masing memberikan pengaruh yang sama dalam belajar yaitu adanya pengaruhpositif dan pengaruh negatif.

2. Faktor Eksternal

  Pengaruh yang terjadi juga dapat positif dan negatif tergantung dari situasi yang sedang terjadi kini. Kedua faktor tersebut juga memiliki pengaruh terhadap prestasi belajar, misalnyasaja dalam belajar di sekolah, faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya adalah adanya metode belajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasisiswa dengan siswa, disiplin sekolah, pelajaran dan waktu sekolah.

2. Prestasi Belajar a. Pengertian Prestasi

  Dengan kata lain, setelah tujuan pembelajaran dicapai dengan baik, misalnya dengan mendapatkan nilai yang baik maka dapat dikatakan bahwa nilai dan tujuanpembelajaran itulah yang merupakan tingkat keberhasilan siswa karena tujuan pembelajaran yang telah terumuskan dapat tercapai. Dengan adanya pengertian prestasi dan belajar, maka dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah tingkat keberhasilan siswa dalammencapai tujuan pembelajaran yang telah dicapai melalui mata pelajaran dan ditunjukkan dengan nilai tes.

b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

  Ahmadi dan Supriyono (2004:130) menjelaskan bahwa adadua faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Selanjutnya pada faktor psikologis, misalnya faktor intelektualmeliputi faktor potensial dan faktor kecakapan, dan faktor psikologis lainnya adalah faktor non intelektual meliputi sikap, kebiasaan, minat motivasi, danemosi.

c) Faktor lingkungan fisik, seperti fasilitas rumah, fasilitas belajar dan iklim

  Faktor ini dilaksanakan secara langsung atau tidak langsung dalam mencapai prestasi belajar. Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dibagi menjadi dua, yaitu faktor internalyaitu faktor yang berasal dari dalam diri seseorang dan faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar diri seseorang.

3. Keaktifan Belajar a. Pengertian Keaktifan Belajar

  Keaktifan belajar adalah suatu proses kegiatan belajar dimana siswa tersebut aktif secara intelektual dan emosional,sehingga siswa tampak betul-betul berperan dan berpartisipasi aktif dalam melakukan kegiatan, dorongan untuk berbuat sesuatu, mempunyai kemauandan aspirasinya sendiri (Moedjiono dan Dimyati, 1994:42). Jadi keaktifan belajar adalah suatu proses kegiatan belajar menyangkut apa yang harus dikerjakan siswa, dimana siswa berperan aktif secaraintelektual dan emosional sehingga siswa tersebut dapat dikatakan berpartisipasi dalam proses belajar.

b. Ciri-ciri Keaktifan Belajar

  Sedangkan Rohandi (2004:53) menjelaskan bahwa pembelajaran yang mengaktifkan siswa perlu memperhatikan beberapa hal, yaitu: (1) siswa aktifdalam berbuat, bertanya, bersikap kritis terhadap apa yang dilakukan dan dipelajari, (2) siswa berani mengungkapkan gagasan dan kreatif terhadappenyelesaian suatu persoalan, (3) memberi kebebasan siswa untuk berbicara dalam konteks penyampaian gagasan dan proses membangun sertameneguhkan sebuah pengertian. Sehubungan dengan variabel yang diteliti, yaitu mengenai keaktifan belajar maka peneliti menentukan indikator keaktifan yang akan digunakanuntuk mengukur keaktifan siswa dalam pembelajaran.

4. Model Pembelajaran Kooperatif a. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif

“Taniredja dkk (2011:56) mengemukakan bahwa model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang disetting kelompok-kelompok kecil dengan memperhatikan keberagaman anggota kelompok sebagai wadahsiswa bekerja sama dan memecahkan masalah melalui interaksi sosial dengan teman sebayanya, memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajari sesuatu yang baik pada waktu yang bersamaan dan ia menjadi sumber bagi teman yang lain.” Sedangkan Rusman (2013:202) mengemukakan bahwa model pembelajaran kooperatif adalah bentuk pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang beranggotakan dari empat sampai enam orang dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen Terkait pendapat di atas, maka peneliti menyimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang dilaksanakandengan cara kelompok-kelompok kecil dan terdiri dari siswa yang heterogen serta memiliki tujuan sebagai sumber belajar bagi temannya.

b. Macam-Macam Model Pembelajaran Kooperatif

  Rusman (2011:213) membagi model-model pembelajaran Kooperatif menjadi enam macam, yaitu1) Model Student Teams Achievement Division (STAD) Model ini dilaksanakan untuk memacu siswa agar saling mendorong dan membantu satu sama lain untuk menguasai keterampilan yang di anjurkan guru. Apabila ada dari anggota kelompok yang tidakmengerti dengan tugas yang di berikan, maka anggota kelompok yang lain bertanggung jawab untuk memberikan jawaban atau menjelaskannya,sebelum mengajukan pertanyaan tersebut kepada guru.6) Model Struktural Dalam model struktural terdapat enam komponen utama di dalam pembelajaran Kooperatif tipe pendekatan struktural.

c. Tujuan Model Pembelajaran Kooperatif

  Sedangkan Rusman (2013:210) mengatakan bahwa tujuan pembelajaran kooperatif adalah untuk mengajarkan kepada siswaketerampilan kerjasama dan kolaborasi yang berguna untuk melancarkan hubungan kerja dan tugas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tujuan dari model pembelajaran kooperatif adalah meningkatkan hasil akademik denganmeningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademiknya, memberikan peluang agar siswa dapat menerima teman-temannya yang mempunyaiberbagai perbedaan latar belajar, mengembangkan keterampilan sosial siswa, dan untuk mengajarkan kepada siswa keterampilan kerjasama dankolaborasi yang berguna untuk melancarkan hubungan kerja dan tugas.

d. Ciri-ciri Model Pembelajaran Kooperatif

  Sedangkan menurut Rusman (2013:206) mengungkapkan bahwa ciri-ciri pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut: 1) Pembelajaran Secara Tim Model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang dilakukan secara tim. Siswa perlu didorong untuk mau berinteraksi dan berkomunikasi dengan anggota lain untuk mencapai tujuan pembelajaran.

e. Prosedur Pembelajaran Model Pembelajaran Kooperatif

  Panduan harus memuat tujuan, materi, waktu, cara kerja kelompok, tanggung jawabmasing-masing anggota, dan hasil akhir yang akan dicapai.3) Kuis Kuis dilakukan untuk mengetahui pemahaman peserta didik terhadap konsep/topik/masalah yang dikaji. Penilaian individu ini mencakuppenguasaan ranah kognitif, afektif, dan keterampilan.4) Pemberian Penghargaan Penghargaan kelompok dilaksanakan dengan maksud memberikan penghargaan kepada kelompok yang berhasil memperoleh kenaikan skordalam tes individu.

5. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw I a. Pengertian Tipe Jigsaw I

  Rusman (2011:217) menjelaskan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I adalah sebuah model belajar kooperatif yang menitikberatkan pada kerja kelompok siswa dalam bentuk kelompok kecil. Berdasarkan pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran tipe jigsaw I adalah model pembelajaran yang dilaksanakandengan cara bekerja sama dalam kelompok kecil dan saling bergantung pada teman 1 timnya untuk mendapatkan informasi dalam belajar.

b. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw I

Menurut Rusman (2011:218) menjelaskan bahwa model pembelajaran tipe jigsaw I memiliki langkah-langkah sebagai berikut : (a) Siswadikelompokan dengan anggota ± 4 orang, (b) tiap orang dalam tim diberi materi dan tugas yang berbeda, (c) pembentukan kelompok ahli denganpenugasan yang sama membentuk kelompok baru, (d) tiap anggota kembali kedalam kelompok asal dan menjelaskan kepada anggota kelompok, (e)pembahasan, dan (f) diskusi. Sedangkan nmenurut Trianto (2009:73) menjelaskan bahwa langkah- langkah pembelajaran jigsaw I adalah sebagai berikut : (a) siswa di bagimenjadi beberapa kelompok 5-6 orang, (b) materi pembelajaran diberikan kepada siswa dalam bentuk teks yang telah di bagi menjadi beberapa sub bab,(c) setiap anggota kelompok membaca sub bab yang ditugaskan dan mempelajarinya, (d) setiap anggota yang mempelajari sub bab yang sama bertemu dan menjadi kelompok ahli, (e) setiap anggota kelompok ahli kembali ke kelompoknya dan bertugas mengajar teman-temannya, (f) siswamengerjakan kuis individu. Berdasarkan pendapat dari Rusman dan Trianto dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I dapat dilaksanakandengan langkah-langkah sebagai berikut: (a) Siswa dikelompokan dengan anggota ± 4 orang, (b) tiap orang dalam tim diberi materi dan tugas yangberbeda dan mempelajarinya, (c) setiap anggota yang mempelajari sub bab yang sama bertemu dan menjadi kelompok ahli, (d) setiap anggota kelompokahli kembali ke kelompoknya dan bertugas mengajar teman-temanya, (e) siswa mengerjakan kuis individu.

6. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II a. Pengertian Tipe Jigsaw II

  Dalam jigsaw II, siswa akan bekerja dalam kelompok dengan cara para ahli dari tim-tim yang berbeda bertemu untuk mendiskusikan topikmereka dan kemudian kembali lagi ke timnya untuk mengajarkan topik keahliannya kepada teman sesama anggota timnya sendiri. Jadi, pembelajaran tipe Jigsaw II adalah pembelajaran kooperatif yang dilakukan dengan adanya tim ahli dan tim asal sehingga nantinya akan diujidengan kuis tentang seluruh topik masalah.

b. Jadwal Kegiatan Menggunakan Jigsaw II

  Slavin (2005:241) mengatakan bahwa dalam menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II terdapat lima kegiatan yang tergambardalam langkah kegiatan berikut, yaitu: 1. Membaca Kegiatan pertama dalam Jigsaw II adalah mendistribusikan topik ahli, membagi tiap topik kepada masing-masing siswa dan selanjutnyamembaca.

2. Diskusi Kelompok Ahli

  Tugas pemimpin diskusi adalah untuk memoderatori diskusi,menunjuk anggota kelompok yang mengangkat tangan dan berusaha untuk melihat bahwa semua orang telah ikut berpartisipasi. Berdasarkan pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat dilaksanakan dengan dengancara membagi siswa ke dalam kelompok (kelompok asal) dilanjutkan membaca, diskusi kelompok ahli (kelompok ahli), laporan tim, siswa mengerjakan kuis, dan rekognisi tim.

c. Kelebihan Jigsaw II Dibanding Jigsaw I

  Sedangkan menurut Sharan (2012:58) pada jigsaw II skor peningkatan diperuntukkan bagi siswa yang kurang pintar yang mampumenyumbangkan yang lebih berbobot untuk kelompoknya. Hal inilah yang membuat peneliti memilih model pembelajarankooperatif tipe jigsaw II sebagai model pembelajaran yang akan digunakan dalam penelitian tindakan kelas.

7. Penghargaan Kelompok

  Dengan adanya bentuk penghargaan ini, maka kemampuan siswa dalam belajar akan lebih bertambah dan prestasi belajar siswa akan menjadi lebihbaik. Pengakuan kelompok atau penghargaan kelompok diperoleh berdasarkan perhitunganperkembangan skor kelompok sehingga akan terdapat tiga kualifikasi yaitu:Tim yang baik (Good Team), Tim yang sangat baik (Great Team), dan Tim yang istimewa (Super Team).

8. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Dasar a. Hakikat Ilmu Pengetahuan Sosial

  Ilmu Pengetahuan Sosial yang sering disingkat dengan IPS adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji beberapa disiplin ilmu sosial dan humanioraserta kegiatan dasar manusia yang dikemas secara ilmiah dalam rangka memberikan wawasan dan pemahaman yang mendalam kepada peserta didik(Susanto, 2013:137). Dari pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa hakikat IPS adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji beberapa disiplin ilmu sosial danhumaniora serta kegiatan dasar manusia yang dikemas secara ilmiah dalam rangka memberikan wawasan dan pemahaman yang mendalam kepadapeserta didik yang digunakan untuk memecahkan masalah mulai dari lingkup diri sampai pada masalah yang kompleks.

b. Karakteristik IPS

  Karakteristik IPS menurut Trianto (2012:174) adalah sebagai berikut:1) Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan gabungan dari unsur- unsurgeografi, sejarah, ekonomi, hukum dan politik, kewarganegaraan. Jadi, dari pendapat Trianto, dapat tentang karakteristik IPS dapat disimpulkan bahwa IPS merupakan gabungan-gabungan dari berbagai unsurilmu dan terdiri dari berbagai standar kompetensi serta kompetensi dasar.

c. Tujuan Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar

  Tujuan utama pengajaran IPS adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat,memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baikyang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat (Trianto,2012:176). Berdasarkan pendapat Susanto dan Trianto, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan Pembelajaran IPS adalah memberikan kemampuan bagi pesertadidik untuk berpikir logis, kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan-keterampilan dalam kehidupan sosial, mengenalkonsep dan nantinya dapat menyelesaikan permasalahan yang sedang terjadi dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan ilmu yang dimiliki.

d. Penerapan Tipe Jigsaw II Dalam Pembelajaran IPS

  Terkait dengan hal tersebut, model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II cocokdigunakan dengan mata pelajaran IPS dengan materi mengenal perkembangan teknologi produksi, komunikasi, transportasi dan pengalamandalam menggunakannya. Materi “mengenal perkembangan teknologi produksi, komunikasi, transportasi dan pengalaman dalam menggunakannya ” mencakup empat indikator besar yaitu perkembangan teknologi produksi, perkembangan teknologi komunikasi, perkembangan teknologi transportasi dan pengalamandalam menggunakan teknologi.

B. Penelitian yang Relevan Penelitian Keaktifan dan Prestasi Belajar 1

  Pada kondisi awal nilai rata- rata siswa sebesar 62,58, pada siklus I, nilai rata-rata siswa menjadi 76,67 sedangkan pada siklus II meningkat mencapai 90,60. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat dikatakan bahwa model pembelajaran kooperatif tipejigsaw II dapat meningkatkan prestasi PKN kelas V SD Kanisius Minggir.

2. Penelitian oleh Kristiyanti, H. Novi (2010) dengan judul “Metode

  Hasil yang diperoleh yaitu terjadi peningkatan pada keterlibatan siswa yaitu siklus I meningkat 70%, siklus II meningkat91,66%, dan siklus III mengalami penurunan sebesar 67,78% akan tetapi masih dalam kriteria cukup. Sedangkan pada prestasi belajar rata-rata padasiklus I adalah 60,15%, siklus II mengalami penurunan sebesar 41,42%, dan siklus III mengalami peningkatan menjadi 43,13.

3. Penelitian oleh Rini Pertiwi (2012) dengan judul “Penerapan Model

  Penelitian oleh Aji Hernawan (2013) dengan judul “Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar PKN Siswa Kleas V SDN Kledokan DenganPenerapan Model Kooperatif Jigsaw II .” Kondisi rata-rata minat siswa adalah 60 (sedang), pada siklus I meningkat menkjadi 74 (tinggi), pada siklus II meningkat menjadi 81 (tinggi). Literature map penelitian yang relevan dengan penelitian PTK ini dapat dilihat pada gambar2.1 berikut ini: Endah Tri Utami (2013) Rini Pertiwi (2012), PeningkatanPeningkatan Minat dan Prestasi Hasil Belajar, Model Belajar, Model Pembelajaran Pembelajaran Kooperatif TipeKooperatif Tipe Jigsaw II, PKN, Jigsaw II, IPA, Kelas IV, SD Kelas V SD Kanisius Minggir Negeri 97 PekanbaruAji Hernawan (2013), Peningkatan Kristiyanti, H.

C. Kerangka Berpikir

  Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran yang banyak memiliki materi yang bersifat abstrak dan hafalansehingga akan sulit untuk memahami materi yang sedang dipelajari. Dengan adanya materi belajar yang demikian, maka siswa akan menganggap bahwa IPS merupakan pelajaran yang tidak bermakna dan nantinya prestasi belajar IPS akan menurun.

D. Hipotesis Tindakan

  Upaya peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS kelas IV SD dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapatdilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a) Siswa mempelajari/membaca materi yang didapatkan dalam kelompok asal. Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas IV SD Kanisius Klepu pada mata pelajaran IPS.

3 Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD Kanisius Klepu

BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab III ini membahas tentang metode penelitian yang terdiri dari jenis penelitian, setting penelitian, rencana tindakan dalam PTK, pengumpulan data dan instrumennya serta analisis data dan kriteria keberhasilan.

A. Jenis Penelitian

  Penelitian Tindakan Kelas memiliki tujuan untuk memperbaiki dan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran serta membantumemberdayakan guru dalam memecahkan masalah pembelajaran di sekolah (Musclih, 2009:10). Model yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah model penelitian tindakan kelas menurut Khemmis dan Taggart (Kusumah danDwitagama, 2008:21).

4. Refleksi (reflect)

Refleksi mencakup tentang proses dan dampak tindakan yang dilakukan serta kriteria dan rencana tindakan untuk siklus selanjutnya.

B. Setting Penelitian

1. Tempat Penelitian

  9 12 Revisi dan pembuatan jurnal 11 Ujian 10 Penyusunan laporan 9 Analisis data 8 Pelaksanaan Siklus I dan II 7 Pengolahaan hasil uji coba 6 Uji coba Instrumen 5 Pembuatan Instrumen 4 Penyusunan Bab III 3 Penyusunan Bab II, Bab III 2 Penyusunan Bab I 1 Identifikasi masalah 10 2. Waktu Penelitian Obyek penelitian ini adalah keaktifan dan prestasi belajar siswa kelas IV SDKanisius Klepu tahun pelajaran 2013/2014 dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II pada materi mengenal perkembanganteknologi produksi, komunikasi, dan transportasi serta pengalaman menggunakannya.

1. Persiapan

  Melaksanakan wawancara dengan guru kelas IV untuk mendapatkan informasi tentang kendala-kendala yang dialami guru dalam mengajar, mata pelajaran yang susah dipahami oleh siswa dan tentang kondisi awalprestasi siswa. Menyusun perangkat pembelajaran terdiri dari silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, LKS, soal evaluasi, materi, soal pre-test dan post-test, pedoman skor, lembar pengamatan siswa dan kuesioner.

2. Rencana Tindakan Setiap Siklus

  Rencana tindakan dalam setiap siklus ini dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan,pengamatan, dan refleksi.

a. Siklus I

  1) Rencana Tindakan Siklus I Peneliti menyusun rubrik keaktifan yang digunakan oleh guru saat pembelajaran berlangsung dan siswa, RPP, LKS dan kunci jawaban, bahan ajar,soal pre-test dan post-test, soal evaluasi dan kunci jawaban, media, dan pembagian kelompok. d) Siswa mengerjakan soal pre-test Pengalaman e) Siswa dibentuk dalam kelompok asal, terdapat lima kelompok@4-5siswa f) Setiap siswa dalam kelompok mengambil undian untuk menentukan materi yang dipelajari sekaligus pembagian kelompok ahli.

1) Rencana Tindakan

Peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran dengan memperhatikan indikator-indikator hasil belajar, mengembangkan alternatif pemecahan masalahsesuai dengan kondisi pembelajaran, mengembangkan instrumen yang digunakan dalam penelitian, dan menyusun alat evaluasi pembelajaran sesuai dengan indikator hasil belajar.

2) Pelaksanaan Tindakan 1. Pertemuan Pertama

  d) Siswa mengerjakan soal pre-test Pengalaman e) Siswa dibentuk dalam kelompok asal, terdapat lima kelompok@4-5siswa f) Setiap siswa dalam kelompok mengambil undian untuk menentukan materi yang dipelajari sekaligus pembagian kelompok ahli. g) Siswa diberi kesempatan untuk membaca seluruh materi yang dipelajari hari ini mengenai teknologi transportasi.

2. Pertemuan Kedua

  d) Siswa mengerjakan soal pre-test Pengalaman e) Siswa dibentuk dalam kelompok asal, terdapat lima kelompok@4-5siswa f) Setiap siswa dalam kelompok mengambil undian untuk menentukan materi yang a dipelajari sekaligus pembagian kelompok ahli. Pengamatan kuesioner dengan cara membagikan kuesioner kepada seluruh siswa sebelum siklus I, akhirsiklus I dan akhir siklus II.

D. Pengumpulan Data 1. Peubah (variabel) Penelitian ini memiliki dua variabel yaitu keaktifan dan prestasi belajar

  Indikator keberhasilan keaktifan diukur dengan melakukan observasi pada waktu pembelajaran berlangsung dan menggunakan pengisian kuesioner, sedangkanprestasi belajar menggunakan tes. Hal tersebut dilaksanakan dengan tujuan agar dapatmengetahui apakah ada peningkatan keaktifan dan prestasi belajar pada siklus I dan siklus II.

a. Teknik Pengumpulan Data Keaktifan Belajar 1) Pengamatan

  Dalam penelitian ini, penelitimenggunakan lembar pengamatan siswa tentang keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar serta penggunaan model kooperatif tipe jigsaw II. Peneliti akan menggunakan bentuk kuesioner berstruktur yaitu karena kemungkinan jawaban yang telah dipersiapkan sehinggasiswa tinggal mengkategorikan kepada alternatif jawaban yang telah dibuat.

b. Teknik Pengumpulan Data Prestasi Belajar

  Tes ini digunakan untuk mengetahui prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS dan untuk melihat ketercapaian indikatorsetiap siklus. Jenis tes yang digunakan adalah berbentuk pilihan gandayang berjumlah 20 soal untuk setiap siklusnya.

E. Instrumen Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan instrumen berupa observasi dan kuesioner untuk meneliti keaktifan belajar siswa serta tes untukprestasi belajar.

1. Instrumen Keaktifan Belajar Siswa

Untuk mengukur keaktifan belajar siswa akan dilakukan dengan dua cara yaitu pengamatan dan kuesioner.

a. Pengamatan keaktifan

  Siswa bertanya kepada siswa lainnya lebih 2 dari satu kaliSiswa mengajukan pertanyaan yang 3 berkualitas lebih dari satu kaliBertanya kepada teman ketika menemui 4 kesulitanBertanya kepada guru ketika menemui 5 kesulitanSiswa berani Berani berpendapat ketika berdiskusi 6 mengungkap kelompokkan gagasan Berani mengungkapakan gagasan ketika 7 dan kreatifgagasan teman berbeda terhadapMengajukan diri/menjawab pertanyaan 8 penyelesaiandari guru masalah. Skoring pengukuran skala likert dapat dilihat pada tabel 3.5 berikutini: Tabel 3.5 Pengukuran Skala Likert Skor Alternatif Jawaban Item Positif Item Negatif Sangat Setuju (SS) 4 1 Setuju (S) 3 2 Tidak Setuju (TS) 2 3 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 4 Sumber: Sugiyono (2010:93)Kuesioner keaktifan belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS dapat dilihat pada lampiran 24.

2. Instrumen Prestasi Belajar a. Tes

  Selain itu, validitas yang dilaksanakan adalah melalui expert judgment untuk validasiperangkat pembelajaran dan validitas yang dilaksanakan secara empiris untuk mengukur instrumen soal tes/evaluasi yang dibuat oleh peneliti. Revisi atau perbaikan soal objektif untuk siklus II dapatdilihat pada tabel 3.10 berikut ini: Tabel 3.10 Kisi-kisi Soal Objektif Siklus II (Setelah Uji Coba) Jumlah No Indikator Nomor Soal Siklus Soal 1 Menjelaskan perkembangan 1, 3, 6, 7, 8, 9, 11, 10 teknologi transportasi 16, 17, 20 II 2 Menceritakan pengalaman dalam 2, 4, 5, 10, 12, 13, 10 menggunakan teknologi 14, 15, 18, 19 Jumlah 20 2.

3. Reliabilitas Instrumen Penelitian

  Koefisien reliabilitas dapat dilihat pada tabel 3.13 berikut ini: Tabel 3.13 Koefisien Realiabilitas Interval Koefisien Kualifikasi 0,91-1,00 Sangat Tinggi0,71-0,90 Tinggi0,41-0,70 Cukup0,21-0,40 Rendah Negatif-0,20 Sangat RendahSumber: Masidjo (1995:209) Sugiyono (2010:190) menjelaskan bahwa pengujian reliabilitas instrumen dilakukan dengan interval consistency dengan metode belah dua (Split-half method) yang dianalisis dengan rumus Spearman Brown. Rumus Spearman Brown adalah sebagai berikut:m i jo Keterangan := koefisien reliabilitas= koefisien gasal = koefisien belahan I dan IIBerdasarkan hasil perhitungan reliabilitas soal didapatkan hasil uji reliabilitas siklus I sebesar 0,70 dan termasuk dalam klasifikasi cukup, sedangkanpada siklus II didapatkan hasil uji reliabilitas sebesar 0,82 dan termasuk dalam klasifikasi tinggi.

G. Analisis Data

  Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis kuantitatif dan analisis deskripstif. Analisis kuantitatif digunakan untuk hasil tes (evaluasi siswa),sedangkan analisis kualitatif deskriptif digunakan untuk hasil pengamatan dan kuesioner.

1. Analisis Data Keaktifan Belajar Siswa

  Tabel 3.14 Pedoman Rata-rata Keaktifan Belajar Siswa Rentang Interval Skor Kategori Presentase Skor 81% - 100% 81 Sangat tinggi 66% - 80% 66 Tinggi 56% - 65% 56 Sedang 46% - 55% 46 -55 RendahDi bawah 46% Di bawah 46 Sangat rendah Kriteria keberhasilan dikatakan berhasil jika hasil yang dicapai melebihi kriteria yang sudah peneliti tentukan. Membandingkan siklus I dan siklus II berguna untuk menyimpulkan apakah keaktifan belajar siswa meningkat setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II.

a. Pengamatan Keaktifan

  1) Menghitung nilai keaktifan belajar setiap siswa berdasarkan pengamatan�� ℎ �� Nilai keaktifan setiap siswa 00� � 2) Menghitung nilai total berdasarkan pengamatan Nilai totali w 3) Menghitung nilai keaktifan belajar siswa secara keseluruhan berdasarkan pengamatan. �ℎ � �Nilai keaktifan belajar siswa 00� � b.

1) Menghitung nilai keaktifan belajar siswa berdasarkan kuesioner keaktifan

�� ℎ ��Nilai keaktifan setiap siswa 00� � 2) Menghitung nilai total berdasarkan kuesioner keaktifanNilai totali w 3) Menghitung nilai keaktifan belajar siswa secara keseluruhan berdasarkan kuesioner keaktifan �� ℎ ��Nilai keaktifan setiap siswa 00� � Skor Akhir Keaktifan Belajar Siswa− + − Setelah melakukan perhitungan terhadap keaktifan belajar siswa, langkah selanjutnya adalah menentukan kategori keaktifan berdasarkan skor yangdiperoleh dengan menggunakan acuan PAP II. Peneliti melakukan perbandingan terhadap kondisi awal, siklus I dan siklus II agar dapat disimpulkan apakahkeaktifan belajar siswa kelas IV SD Kanisius Klepu mengalami peningkatan setelah terlaksana tindakan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II.

2. Analisis Data Prestasi Belajar

  Menghitung persentase siswa yang telah melampai KKMNilai siswa yang melampui KKMj ml h i w y ng t nt KK X 00%j ml h i w H. Disampingitu, dalam target siklus I yaitu skor rata-rata keaktifan (70) merupakan target antara yang kurang lebih berada di tengah-tengan antara skor rata-rata keaktifankondisi awal dan skor rata-rata akhir siklus II.

2. Kriteria Keberhasilan Prestasi Belajar

  Nama Pengamatan Kuesioner Rata-rata Keterangan 1 Ech 40 53 43 Sangat Rendah 2 Dit 40 55 48 Rendah 3 Yud 30 40 35 Sangat Rendah 4 Ron 50 63 57 Sedang 5 Ig 40 51 46 Rendah 6 Ad 40 59 50 Rendah 19 Ty 48 30 20 Ar 47 Rendah 63 30 42 Sangat Rendah 21 Im 53 30 18 Adr 65 Sedang 70 60 17 Van 39 Sangat Rendah 60 39 52 Rendah Dengan demikian, rata-rata keaktifan belajar siswa kelas IV pada kondisi awal adalah 48,41 dan termasuk dalam kategori rendah. Berdasarkan analisis data kondisi awal keaktifan siswa dengan menggunakan pedoman rata-rata keaktifan, maka didapatkan hasil bahwaterdapat 11 siswa termasuk dalam kategori sangat rendah, terdapat 6 siswa termasuk dalam kategori rendah, dan 7 siswa termasuk ke dalam kategori sedang.

62 Persentase 66,7% 33,3% ketuntasan

2. Siklus I a. Perencanaan

  Dari data di atas maka dapat diketahui bahwa terdapat 13 siswa mendapatkan nilai di atas KKM, 7 siswa mendapat nilai pada batas nilai KKMdan 10 siswa tidak mencapai nilai KKM. Penyusunan perangkat pembelajaran ini digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa setiap akhir siklus yang dilaksanakan padapertemuan ketiga.

b. Pelaksanaan

  Pada siklus I menunjukkan peningkatan yaitu rata-rata prestasi belajar siswa sebesar 79,37 dan siswa yang mencapai KKMsebanyak 22 siswa dari 24 siswa dan siswa yang tidak mencapai KKM adalah 2 dari 24 siswa. Pada siklus I menunjukkan peningkatan yaitu rata-rata prestasi belajar siswa sebesar 79,38 dan siswa yang mencapai KKM sebanyak 22 siswa dari 24siswa dan siswa yang tidak mencapai KKM adalah 2 dari 24 siswa.

B. Pembahasan Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas IV SD Kanisius Klepu

  Proses pembelajaran ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dalammata pelajaran IPS pada siswa kelas IV SD Kanisius Klepu. Yos 85 Sangat tinggi 78 Tinggi 81 Sangat tinggi 47 Rendah Berdasarkan hasil dari pengamatan dan kuesioner yang dilaksanakan pada pra-siklus, siklus I dan siklus II didapatkan hasil peningkatan keaktifan belajaryang signifikan.

22. Har

  Selain itu, dari 24 siswa terdapat 5 siswa memiliki keaktifan belajar dengan kategori sangat tinggi dan 15 siswa memiliki keaktifanbelajar dengan kategori tinggi dan 4 siswa dengan kategori keaktifan sedang. Persentase KKM Gambar 4.3 Persentase Pencapaian KKM Berdasarkan hasil penelitian yang telah didapatkan maka dapat diketahui dari hasil pengamatan dan kuesioner pada pra siklus, siklus I, dan siklu II sertaberdasarkan dari hasil tes evaluasi pada siklus I dan siklus II telah mengalami peningkatan yang signifikan.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan selama dua siklus dan

  Upaya meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar mata pelajaran IPS siswa kelas IV SD Kanisius Klepu pada semester genap tahun pelajaran 2013/2014ditempuh dengan melakukan penelitian tindakan kelas dan menggunakan model kooperatif tipe Jigsaw II. Pada siklus I rata- rata ulangan siswa adalah 79,37 dan dari 24 siswa terdapat 2 siswa belummencapai ketuntasan belajar (12%) dan 22 siswa mencapai batas ketuntasan(88%).

B. Keterbatasan Penelitian

  Peneliti mengalami kesulitan dalam membuat Rencana PelaksanaanPembelajaran dengan menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) karena peneliti belum memiliki pengalaman dalam membuat RPP danperihal yang berkaitan dengan PPR. Pembagian kelompok dalam pembelajaran menjadi tidak adil karena terdapat salah satu kelompok yang memiliki jumlah anggota yang berbedasehingga pada saat pelaksanaan pembelajaraan menjadi salah konsep.

C. Saran 1

  Bagi Sekolah Diharapkan mampu memberikan dorongan kepada guru agar mampu menggunakan model pembelajaran yang inovatif khususnya modelpembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II sehingga keaktifan dan prestasi belajar siswa dapat lebih meningkat. Bagi Peneliti LainDiharapkan dapat menjadikan salah satu acuan atau tolak ukur bagi peneliti lain yang akan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II,terlebih pada setiap kegiatan seperti validitas dan reliabilitas, serta dalam pembagian kelompok jigsaw II, hingga nantinya hasil penelitian yangterlaksana akan lebih baik.

B. Kegiatan Inti

  Papan tulis teknologi transportasi yangdigunakan masa lalu dan masa kini Membedakan macam-macam teknologitransportasi yang digunakan masalalu dan masa kini d. guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum hasil diskusi dalamkelompok  Siswa bersama guru membahas soal yang telahdikerjakan.

3. Laporan tim

  hasil diskusi dalam Siswa mengerjakanpost-test untuk kelompok mengetahui hasil belajar siswa Siklus II Pertemuan3setelah a. Siswa mempelajari kembali materi yang dipelajari danmateri selanjutnya.

5. Doa

  Mesin / peralatan canggih PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJISOAL PRE-TEST DAN POST TEST SIKLUS I PERTEMUAN 2 Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang paling tepat! Media cetak Lampiran 3 SOAL PRE-TEST DAN POST TEST SIKLUS II PERTEMUAN 1Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang paling tepat!

1. Dikayuh 2

  Jenis-jenis Teknologi Produksi yang Digunakan di Masa Lalu Teknologi merupakan alat atau media yang digunakan untuk meningkatkan kinerja manusia. Hasilnya juga tidak kalah bagus dengan mesin modern hanya saja membutuhkan waktu yang lebih lama.

2. Jenis-jenis Teknologi Modern a

  Industri menengah dan besarmenggunakan tenaga kerja yang lebih banyak, modal besar, dan tenaga kerja yang banyak 4. Sekarang,penambangan bahan tambang dilakukan dengan mesin-mesin yang canggih dan teknologi yang maju sehingga hasil yang ditambanglebih banyak.

1. Teknologi Komunikasi Masa Lalu

  Bentuk-bentuk komunikasi yang dapat dilakukan oleh manusia meliputi komunikasi lisan, tertulis, dan isyarat. Komunikasi isyarat Komunikasi isyarat pada zaman dahulu dilakukan dengan alat, seperti kentongan, bedug dan lonceng.

2. Teknologi Komunikasi Modern Teknologi komunikasi mengalami kemajuan yang sangat cepat

  Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Belajar I PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Soal nomor undian 1Jelaskan pengertian teknologi produksi dan sebutkan minimal dua contoh alat produksi yang digunakan pada masa lalu dan masa kini! Indikator keaktifan Jenis 00 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Nil i ℎ Siswa bertanya kepada guru lebih dari satu kaliSiswa bertanya kepada siswa lainnya lebih dari satu kaliSiswa mengajukan pertanyaan yang berkualitas lebih dari satu kali Siswa aktif dalam bertanya.

PENILAIAN SIKLUS II

Jenis Lampiran 10

PENILAIAN SIKLUS II A. ASPEK KOGNITIF 1

  00 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Nil i ℎ Siswa bertanya kepada guru lebih dari satu kaliSiswa bertanya kepada siswa lainnya lebih dari satu kaliSiswa mengajukan pertanyaan yang berkualitas lebih dari satu kaliBertanya kepada teman ketika menemui kesulitan Siswa aktif dalam bertanya. Nama stimulus yang diberikan maupun kepada siswa Skor guru lainnya a b c d e a b c d e Keterangan:Jika pernyataan nampak maka mendapat skor 1Jika pernyataan tidak nampak maka mendapat skor 0Poin 3 jika terjadi a, b, cPoin 2 jika terjadi dua dari a, b, cPoin 1 jika terjadi satu dari a, b, c ℎ �× 00 j ml h ko m k im l Menguras tenaga d.

SOAL EVALUASI SIKLUS II

  NilaiNama :No /Kelas : Pilihlah jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (x) pada huruf a, b, c dan d! Yang bukan merupakan manfaat teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi adalah .....

3. Berikut ini adalah bukan merupakan macam-macam alat transportasi adalah …

  Berikut ini yang bukan manfaat dari perkembangan teknologi transportasi adalah .... Suatu alat yang dapat memindahkan barang atau manusia dari suatu tempat ke tempat lain disebut......

b. Radio

  Contoh dari sarana transportasi yang menggunakani lintasan rel adalah ..... Sepeda merupakan salah satu alat transportasi sederhana yang dapat kita gunakan untuk bepergian dalam jarak dekat.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIKUNCI JAWABAN SIKLUS II

  Alat transportasi 7. Jadi, taraf signifikansi uji validitas siklus I signifikansi pada taraf 5% 0 0 0 dan termasuk kualifikasi cukup (0,41-0,70).

DATA PERSIAPAN UJI RELIABILITAS SOAL SIKLUS II

1 Cla 1 11 121 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 64 Put 8 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 36 Pan 6 1 1 1 1 1 1 64 Aga 8 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Chl 1 10 100 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Her 115 225 1 1 1 1 1 1 1 81 Ang 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Yac 1 11 121 1 1 1 1 1 1 1 1 1 81 Pas 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 49 Do 7 1 1 1 1 1 1 1 Lampiran 18 19 13 287 3279 22 21 16 15 19 13 23 26 19 16 24 14 26 1 1 1 Yoh 1 12 144 1 1 1 1 1 1 1 1 7 1 1 1 1 1 1 81 Res 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 49 Lin 1 1 1 1 Vi 1 15 225 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Dit 1 10 100 1 Nama Item yang Dihitung X 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Mil 1 11 121 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Pau 1 10 100 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Via 114 196 1 1 1 1 1 49 Vit 7 1 1 1 1 1 1 1 30 Ad 29 11 13 14 15 18 19 20 24 26 10 7 3 2 1 1 1 1 Dam 1 15 225 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 Wik 5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 144 1 Gal 1 15 225 1 1 1 1 1 1 Har 1 81 Kyk 1 1 1 1 1 1 1 1 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 225 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Tris 1 11 121 1 Eri 1 1 1 1 1 1 1 1 Bag 115 225 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 6 Cla 1 1 1 3 Aga 1 1 1 1 4 Pan 4 Put 1 1 1 7 Her 1 1 1 3 Chl 1 1 1 1 1 1 6 Yac 1 1 1 3 Ang 1 1 2 Lin 1 1 1 1 4 Pas 1 1 1 1 1 1 6 Yoh 14 24 22 21 15 13 19 122 Lampiran 19 1 3 Do 1 1 1 1 3 Res 1 1 1 3 Dit 1 1 1 1 1 1 1 7 Vi 1 1 1 DATA UJI RELIABILITAS SOAL ITEM GANJIL SIKLUS II NamaItem Yang Dihitung X 1 1 1 1 1 4 Mil 1 1 1 1 1 1 6 Via 1 1 1 1 4 Pau 7 Dam 1 1 1 3 7 11 13 15 19 29 Ad 1 1 1 3 Vit 1 1 Wik 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 7 Gal 1 1 1 1 1 5 Har 1 1 1 3 Kyk 1 1 1 1 1 1 1 4 Tris 1 1 1 1 1 1 7 Eri 1 1 1 1 1 1 1 1 7 Bag 1 1 1 1 4 Put 1 1 1 1 1 5 Cla 1 1 1 1 1 5 Aga 1 1 2 Pan 1 1 1 1 1 6 Ang 5 Lin 7 Chl 1 1 8 Her 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 5 Yac 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 5 Pas 1 1 1 1 1 1 6 Yoh 1 1 26 16 16 19 23 26 19 13 165 4 Do 1 1 1 1 1 1 1 6 Res 1 1 1 1 1 1 1 7 Dit 1 1 1 1 1 1 1 1 8 Vi 1 1 DATA UJI REALIBILITAS SOAL ITEM GENAP SIKLUS II NamaItem yang Dihitung Y 2 1 1 1 1 1 1 1 7 Mil 1 1 1 1 8 Dam 1 1 1 8 Via 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 14 18 20 24 26 30 Ad 1 1 1 4 Vit 1 1 1 1 1 4 Wik 1 1 1 1 1 1 6 Pau 1 1 1 1 1 1 1 8 Gal 1 1 1 1 1 1 1 7 Har 1 1 1 1 1 1 6 Kyk 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 7 Tris 1 1 1 1 1 1 1 1 8 Eri 1 1 1 1 1 1 1 1 8 Bag 1 15 Aga 25 30 Cla 3 5 9 25 4 5 2 16 4 8 Pan 2 5 36 6 25 6 6 5 36 25 30 Yac 3 9 16 Put 36 18 Ang 4 4 16 16 4 10 Lin 49 6 12 Do 4 5 16 25 20 Pas 6 9 36 36 36 Yoh 1 1 122 165 636 1067 788 16 4 3 9 6 9 36 18 Res 3 7 49 3 21 Dit 7 8 49 64 56 Vi 21 Chl TABEL PERSIAPAN PERHITUNGAN KOEFISIEN RELIABILITAS SIKLUS II Nama Perhitungan X Y 36 7 16 49 28 Mil 6 8 64 56 Dam 48 Via 4 6 16 36 24 Pau 4 64 7 12 Vit XY Ad 3 4 9 16 1 49 4 1 16 4 Wik 7 8 4 16 7 36 25 49 35 Har 3 6 9 18 Kyk 5 7 8 49 64 56 Her 3 7 56 Gal 49 7 28 Tris 7 8 49 64 56 Eri 8 64 49 64 56 Bag 7 8 49 9 − √ − −− √ − 0 − 0 − 0 0 √ 0 − −√ √ Koefisien korelasi ini selanjutnya dimasukkan dalam rumus reliabilitas dariSpearman Brown: 0 Koefisien reliabilitas yang diperoleh

0.82 Jadi, taraf signifikansi uji validitas siklus II

  Wil 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 90 Jumlah 13 23 4 24 18 21 12 13 4 22 154 1540 1 1 1 80 4 40 21. Ade 1 1 1 1 1 1 1 7 70 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 90 13.

KUESIONER KEAKTIFAN BELAJAR

  Dit 53 21 1 2 2 2 3 3 2 1 1 3 1 2 40 1 16 2 1 1 2 1 3 1 2 2 2 3. Har 3 4 3 4 3 4 4 91 4 36 4 4 4 4 3 4 3 3 HASIL KUESIONER KEAKTIFAN BELAJAR SISWA SIKLUS II No NamaSiswa aktif dalam bertanya Siswa berani mengungkapkan gagasan dan kreatif terhadap penyelesaian masalah Total Skor (1-80) Total Skor (1-100) a b c d e A b c d e 1.

INSTRUMEN VALIDASI DESAIN PEMBELAJARAN

  Tingkat kecukupan sumber belajar yang digunakan 1 2 3 4 5 Yang terhormat,Mohon Bapak berkenan untuk menilai dengan cara melingkari pada salah satu angka 1,2,3,4, dan 5 serta memberi komentar desain pembelajaran berikut padakolom yang trsedia. Kualitas kisi-kisi penilaian 1 2 3 4 5 19 Tingkat kecukupan sumber belajar yang digunakan 1 2 3 4 5 20.

DAFTAR NILAI KELAS IV TAHUN AJARAN 2012/2013

  NamaPre- test Post PoinKemajuan PoinKemajuan Post 20 1 Wil 20 90 80 3 Yu 30 80 50 2 Ech 20 80 70 1 Im 80 80 90 26 KriteriaSuper team 30 Jumlah 130Rata-rata 80 60 5 Lu 20 60 50 4 Yos 4 Wen 60 70 20 24 KriteriaSuper team 30 Jumlah 100Rata-rata 90 70 4 Da 30 3 Har 70 100 20 70 60 2 Ad 20 80 70 1 Ro PoinKemajuan Post No. NamaPre- test Kelompok 3 20 Jumlah 110Rata-rata 22,5 20 70 60 5 Ad 30 90 70 4 Li 20 80 70 3 Wi 2 Ad 70 1 Ro 50 60 20 2 Ad 40 60 30 3 Har 80 NoNamaSiswa 20 LEMBAR SKOR KUIS JIGSAW II SIKLUS I PERTEMUAN 2Kelompok 1 Kelompok 4 No.

30 Rata-rata

26 Kriteria Super team SuperKriteria team Kelompok 2 Kelompok 5Pre- Post- Poin Pre- Post- Poin No Nama No Namatest test Kemajuan test test Kemajuan 1 Ro 60 80 30 1 Ig 70 80 20 2 Ad 70 80 20 2 Di 60 80 30 3 Ha 80 100 30 3 Wi 60 100 30 4 Da 60 80 30 4 Li 70 90 30 5 5 Ad 70 80 20 Jumlah 110 Jumlah 130Rata-rata 27,5 Rata-rata 26 Super Kriteria Super teamKriteria team Kelompok 3 ]Pre- Post- Poin No Namatest test Kemajuan 1 Va 80 100 30 2 Ad 80 90 20 3 Ar 70 100 30 4 Yo 70 90 30 5 Lui 70 100 30 Jumlah 140 Rata-rata

28 Kriteria Super team

  26 Kriteria Superteam 30 Jumlah 130 Rata-rata 5 Ya 80 100 20 30 20 3 Sur 80 100 30 80 60 2 Ty 20 1 Im 90 100 Post- testPoin Kemajuan 1 Ig 90 100 2 Di 90 100 80 Post- testPoin Kemajuan 3 Ar 30 90 70 2 Ad 20 1 Va 90 100 Nama SiswaPre- test 20 Kelompok 3 No. Hal inidisebabkan terdapat siswa yang sering membuat gaduh setiap kali dalam melakukan kegiatan dan dalam pembagian kelompok memakan waktu yang lama.

HASIL KUESIONER

Lampiran 37 FOTO KEGIATAN SIKLUS I PERTEMUAN 1 Guru membacakan aturan dalam belajar Guru membagi kelompok belajarSiswa berdiskusi dalam kelompok asal Siswa berdiskusi dalam kelompok asalGuru meninjau perkembangan belajar Guru meninjau perkembangan belajar FOTO KEGIATAN SIKLUS I PERTEMUAN 2 Guru membagikan soal pre-test Pengamatan guru saat diskusiDiskusi kelompok asal Diskusi kelompok ahliDiskusi kelompok ahli Guru meninjau perkembangan belajar FOTO KEGIATAN SIKLUS II PERTEMUAN 1 Salah satu siswa memimpin menyanyi Kegiatan tanya jawab dengan gambarDiskusi kelompok ahli Presentasi dalam kelompok asalKegiatan tanya jawab Foto bersama FOTO KEGIATAN SIKLUS II PERTEMUAN 2 Guru membagikan soal pre-test Siswa mengerjakan soal pre-test Diskusi kelompok ahli Presentasi dalam kelompok asal Siswa mengerjakan post-test Foto bersama Lampiran 38

SURAT IJIN PENELITIAN

SURAT KERETANGAN TELAH MELAKSANAKAN PENELITIAN

Lampiran 39

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Upaya meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas II dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw di Mi Al-Amanah Joglo Kembangan
0
6
103
Upaya meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw pada pelajaran IPS kelas IV dalam materi sumber daya alam di MI Annuriyah Depok
0
21
128
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS pada siswa kelas IV SDN 3 Cawas menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.
0
0
162
Peningkatan minat dan prestasi belajar PKn melalui penerapan model kooperatif tipe JIGSAW II pada siswa kelas IVA SD Kanisius Ganjuran.
0
0
214
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas IV SD Kanisius Condongcatur Yogyakarta tahun pelajaran 2011/2012.
0
0
155
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw I terhadap minat dan prestasi belajar mata pelajaran IPS kelas V SD Kanisius Sengkan.
0
2
165
Peningkatan minat dan prestasi belajar menggunakan model kooperatif teknik JIGSAW II dalam pembelajaran IPS siswa kelas V SD Kanisius Minggir tahun pelajaran 2012/2013.
0
19
273
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 dengan penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II.
0
8
235
Peningkatan minat dan prestasi belajar melalui penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II dalam pembelajaran PKN pada siswa kelas IV SD Kanisius Minggir.
0
2
288
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS kelas IV SD Kanisius Wirobrajan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
0
2
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas IV SD Kanisius Condongcatur Yogyakarta tahun pelajaran 2011 2012
0
1
153
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS IV SD KANISIUS KINTELAN I YOGYAKARTA.
1
1
212
PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SDN CATURTUNGGAL 3 DENGAN PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW II
0
1
233
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II - USD Repository
0
0
215
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDN Adisucipto 1 menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II - USD Repository
0
2
242
Show more