Pengaruh peran auditor internal terhadap upaya pencegahan, pendeteksian, dan investigasi fraud : studi kasus rumah sakit Panti Rapih - USD Repository

Gratis

0
2
139
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH PERAN AUDITOR INTERNAL TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN, PENDETEKSIAN, DAN INVESTIGASI FRAUD (Studi Kasus pada Rumah Sakit Panti Rapih) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi Oleh : Lidia Pascalia Ayu Kwatingtyas NIM : 102114019 PROGRAM STUDI AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH PERAN AUDITOR INTERNAL TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN, PENDETEKSIAN, DAN INVESTIGASI FRAUD (Studi Kasus pada Rumah Sakit Panti Rapih) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi Oleh : Lidia Pascalia Ayu Kwatingtyas NIM : 102114019 PROGRAM STUDI AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PESEMBAHAN Hal besar selalu dimulai dari hal yang paling kecil. Dan tak ada satu halpun yang terjadi secara kebetulan. DIA selalu punya tujuan yang indah bagi hidup kita. Masa depan sulit untuk diramalkan, namun membiarkan masa depan begitu saja adalah sikap yang gegabah dan tak bertanggungjawab. Kita tidak dapat menguasai hidup kita, tetapi kita dapat berbuat sesuatu untuk hidup esok. (Hiro Tugiman, 101 Pernik Kehidupan :1996) Kupersembahkan untuk : DIA Sang sumber kekuatan dalam hidup Bapakku Ignatius Kuwata dan Ibuku Anna Kartiyen Adik unyuku Yudha iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI UNIVERSITAS SANATA DHARMA FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI – PROGRAM STUDI AKUNTANSI PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN Yang bertanda tangan dibawah ini, saya menyatakan bahwa Skripsi dengan judul: PENGARUH PERAN AUDITOR INTERNAL TERHADAP PENCEGAHAN, PENDETEKSIAN, INVESTIGASI FRAUD (Studi Kasus pada Rumah Sakit Panti Rapih) dan diajukan untuk diuji pada tanggal 15 Juli 2014 adalah hasil karya saya. Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin, atau meniru dalam bentuk rangkaian tulisan atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain yang saya aku seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri dan atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin, tiru, atau saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan kepada penulis aslinya. Apabila saya melakukan hal tersebut diatas, baik sengaja maupun tidak dengan ini daya menyatakan menarik skripsi yang saya ajukan sebagai hasil tulisan saya sendiri. Bila kemudian terbukti saya ternyata melakukan tindakan menyalin atau meniru tulisan orang lain seolah-olah hasil pemikiran saya sendiri, berarti gelar dan ijasah yang telah diberikan oleh Universitas batal saya terima. Yogyakarta, 31 Juli 2014 Yang membuat pernyataan Lidia Pascalia Ayu Kwatingtyas v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama :Lidia Pascalia Ayu Kwatingtyas NIM :102114019 Demi perkembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan karya ilmiah saya yang berjudul: Pengaruh Auditor Internal terhadap Upaya Pencegahan, Pendeteksian, dan Investigasi Fraud (Studi Kasus pada Rumah Sakit Panti Rapih) kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Saya memberikan kepada Perpustakaan Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikan di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupaun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Yogyakarta, 31 Juli 2014 Yang menyatakan Lidia Pascalia Ayu Kwatingtyas vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur dan terimakasih ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memnuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma. Mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan penelitian, hingga tahap penyelesaian skripsi ini penulis telah memperoleh bantuan, bimbingan, dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih tak tehingga kepada : 1. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D, Rektor Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kepribadian penulis. 2. Dr. H.Herry Maridjo M.Si, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma. 3. Drs. YP. Supardiyono M.Si., Akt., QIA., C.A., selaku Kepala Program Studi dan dosen pembimbing akademik yang telah memperhatikan perkembangan akademik mahasiswanya. 4. Dr. FA. Joko Siswanto, M.M. Ak., QIA., C.A., selaku dosen pembimbing yang telah memberikan banyak sekali pengalaman kepada penulis serta perhatian, vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI pengarahan dan kesabaran kepada penulis dalam proses penyelesaian skripsi ini. 3. Dr. Fr. Ninik Yudianti, M.Acc., Ak., QIA., dosen penguji ujian skripsi yang telah memberikan banyak masukan baik untuk perkembangan penulis. 4. Ir. Drs. Hansiadi Yuli Hartanto M.Si., Akt., QIA., C.A., dosen penguji ujian skripsi yang telah memberikan banyak masukan baik untuk perkembangan penulis, selain itu telah memberikan kesempatan untuk menjadi asisten mata kuliah praktikum. 5. Teristimewa untuk kedua orang tuaku Bapak Ignatius Kuwata dan Ibu Ana Kartiyem; adikku Vinsensius Yudha, simbahku di surga, dan keluarga yang selalu peduli pada pendidikan dan selalu menjadi tempat bernaung dan berlindung. 6. Antonius Diksa Kuntara S.E., M.F.A., yang telah memberi kesempatan menjadi asisten penelitian dan memberi semangat untuk penyelesaian skripsi ini. 7. Ilsa Haruti Suryandari S.I.P., M.Sc., Ak., C.A., dosen dan rekan yang selalu memberikan motivasi untuk tidak mudah menyerah dalam melakukan sesuatu sebelum sampai pada hasilnya. 8. Mas Albertus Fani SE., M.Si., Ak, rekan dan dosen yang memberikan dukungan dan kesempatan untuk menjadi asisten mata kuliah praktikum. 9. Prof. Dr. Hiro Tugiman Ak.,QIA, atas buku dan inspirasi yang diberikan untuk menyelesaikan skripsi ini. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10. Ibu Tutik BEI, telah menemani proses penyelesaian skripsi ini dan menyediakan tempat untuk belajar dan sharing tentang segala hal. 11. Mas Yuli, Mas Broto LKD, Mas Frans, dan Mbak Marni atas pelayanan dan bantuannya dalam segala hal terlebih atas masukan yang diberikan selama ini 12. Pimpinan RS Panti Rapih, Bapak Parjiman, Ibu In, Mas Eko, dan para responden yang telah meluangkan waktu ditengah sibuknya pekerjaan untuk mengisi kuesioner data penelitian. 13. Rekan, sahabat, dan pendukung yang tak lelah selalu memberikan semangat kehidupan dan menjadi sumber inspirasi : Mas Denis. Sahabat inspirator dan penyemangat : Mbak Ima, Cica dan Dhinta. 14. Sahabat seperjuangan yang saling memberikan dukungan dan semangat dan banyak waktu telah kita lewati bersama: Lilis, Pamela,Wigung, Kunti, Hedwiq, Kukun, Leo, Leon, Nando, Jevry, Imar, Ketty dan semua rekanrekan Akuntansi Angkatan 2010 15. Keluarga Besar KKP Koperasi Akbar Jaya : Pak Pur, Bu Win, Akbar, Donni, Mb Vena, Manda, Dhimas, Mas Apul, Naken, Dion, Valen Yoram. 16. Teman-teman kos hore yang mendukung dan kadang menemani hingga larut malam untuk penyelesaian skrispi ini : Ellen dan Wydha 17. WW yang selalu jadi sahabat seperjalananku melewati panas terik dan hujan dingin menemukan berbagai hal baru. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18. Mb Diyan, Mb Lia, Mb Putri, Mb Sari, Pak Gik, Pak Eja Biro Keuangan USD yang memberi dukungan selama proses penyelesaian skripsi ini dan membagikan banyak ilmu. 19. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu yang telah memberikan bantuan dan doa. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Yogyakarta, 31 Juli 2014 Penulis Lidia Pascalia Ayu Kwatingtyas x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL................................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................ iii HALAMAN PESEMBAHAN ............................................................................... iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS ................................ v HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ILMIAH ............. vi HALAMAN KATA PENGANTAR ..................................................................... vii HALAMAN DAFTAR ISI .................................................................................... xi HALAMAN DAFTAR TABEL .......................................................................... xvi HALAMAN DAFTAR GAMBAR ..................................................................... xvii ABSTRAK ............................................................................................... xviii ABSTRACT ................................................................................................. xix BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1 A. Latar Belakang Masalah .................................................................. 1 B. Rumusan Masalah............................................................................ 5 C. Tujuan Penelitian ............................................................................. 5 D. Manfaat Penelitian ........................................................................... 6 F. Sistemetika Penulisan ...................................................................... 7 BAB II LANDASAN TEORI ........................................................................... 9 A. Kerangka Teori ................................................................................ 9 1. Audit Internal............................................................................... 9 xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI a. Pengertian Audit Internal ........................................................ 9 b. Tugas Auditor Internal .......................................................... 11 2. Fraud .......................................................................................... 14 a. Definisi Fraud ....................................................................... 14 b. Fraud Auditing ...................................................................... 19 3. Pencegahan Fraud ...................................................................... 20 4. Pendeteksian Fraud .................................................................... 22 5. Investigasi Fraud ....................................................................... 24 B. Kerangka Berpikir ......................................................................... 26 C. Penelitian yang Relevan ................................................................ 27 D. Perumusan Hipotesis ..................................................................... 28 BAB III METODE PENELITIAN ................................................................... 30 A. Jenis Penelitian .............................................................................. 30 B. Tempat dan Waktu Penelitian........................................................ 30 1. Tempat Penelitian ...................................................................... 30 2. Waktu Penelitian ....................................................................... 30 C. Subjek dan Objek Penelitian.......................................................... 30 1. Subjek Penelitian ....................................................................... 30 2. Objek Penelitian ........................................................................ 30 D. Populasi dan Sampel ..................................................................... 31 1. Populasi ..................................................................................... 31 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Sampel ....................................................................................... 31 E. Teknik Pengumpulan Data............................................................. 31 F. Variabel penelitian ......................................................................... 33 G. Teknik Pengujian Instrumen ......................................................... 35 1. Pengujian Validitas .................................................................... 35 2. Pengujian Reliabilitas ................................................................ 36 H. Teknik Analisis Sampel dan Variabel Penelitian .......................... 36 I. Teknik Analisis Data....................................................................... 38 1. Uji Normalitas ........................................................................... 38 2. Koefisien Determinasi (Uji R Square) ...................................... 38 3. Analisis Regresi Sederhana ....................................................... 39 4. Pengujian Hipotesis ................................................................... 39 BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN ................................. 41 A. Profil Perusahaan ........................................................................... 41 B. Sejarah ........................................................................................... 41 C. Falsafah .......................................................................................... 45 D. Visi ................................................................................................ 46 E. Misi ................................................................................................ 47 F. Kebijakan Mutu.............................................................................. 47 G. Struktur Organisasi ........................................................................ 48 BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN ................................................... 53 A. Deskripsi Data ............................................................................... 53 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Data responden .......................................................................... 53 a. Jenis kelamin ......................................................................... 53 b. Lama bekerja ........................................................................ 54 c. Setifikat ................................................................................. 55 d. Jabatan dalam Organisasi ..................................................... 56 2. Uji Validitas Data ...................................................................... 57 3. Uji Reliabilitas Data .................................................................. 61 B. Analisis nilai rata-rata (mean) ....................................................... 62 1. Analisis Mean Auditor Internal (Variabel X) ............................ 62 2. Analisis Mean Pencegahan Fraud ( Variabel Y1) .................... 65 3. Analisis Mean Pendeteksian Fraud (Y2) .................................. 67 4. Analisis Mean Investigasi Fraud (Y3) ...................................... 69 C. Hasil Penelitian dan Pembahasan .................................................. 71 1.Analisis Pengaruh Auditor Internal Terhadap Upaya Pencegahan Fraud ........................................................................................ 71 a. Normalitas Data .................................................................... 72 b. Koefisien Determinasi (R Square) ........................................ 73 c. Analisis Regresi Linier Sederhana ....................................... 74 d. Uji Hipotesis ......................................................................... 75 2. Analisis Pengaruh Auditor Internal Terhadap Upaya Pendeteksian Fraud .................................................................. 76 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI a. Normalitas Data .................................................................... 76 b. Koefisien Determinasi (R Square) ........................................ 78 c. Analisi Regresi Linier Sederhana ........................................ 78 d. Uji Hipotesis ......................................................................... 80 3. Analisis Pengaruh Auditor Internal Terhadap Upaya Investigasi Fraud ........................................................................................ 80 a. Normalitas Data .................................................................... 81 b. Koefisien Determinasi (R Square) ........................................ 82 c. Analisi Regresi Linier Sederhana ........................................ 83 d. Uji Hipotesis ......................................................................... 84 BAB VI PENUTUP .......................................................................................... 86 A. Kesimpulan .................................................................................... 86 B. Keterbatasan Penelitian ................................................................. 87 C. Saran .............................................................................................. 88 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 89 LAMPIRAN .................................................................................................. 91 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 : Operasional Variabel Penelitian .....................................................34 Tabel 5.1 : Data Responden Berdasarkan Jenis Kelamin .................................53 Tabel 5.2 : Data Responden Berdasarkan Lama Kerja .....................................54 Tabel 5.3 : Data Responden Berdasarkan Kepemilikan Sertifikat ...................55 Tabel 5.4 : Data Responden Berdasarkan Posisi dalam Perusahaan ................57 Tabel 5.5 : Uji Validitas Variabel Penelitian ....................................................59 Tabel 5.6 : Uji Reliabilitas Variabel Penelitian ................................................61 Tabel 5.7 : Rata-rata (mean) X – Auditor Internal ...........................................63 Tabel 5.8 : Rata-rata (mean) Y1 – Pencegahan Fraud .....................................66 Tabel 5.9 : Rata-rata (mean) Y2 – Pendeteksian Fraud ...................................68 Tabel 5.10 : Rata-rata (mean) Y3 – Investigasi Fraud .......................................70 Tabel 5.11 : Hasil R2 – Pengaruh Peran Auditor Internal Terhadap Pencegahan Fraud ..............................................................................................74 Tabel 5.12 : Model Persamaan Regresi - Pengaruh Peran Auditor Internal Terhadap Pencegahan Fraud ..........................................................74 Tabel 5.13 : Hasil R2 – Pengaruh Peran Auditor Internal Terhadap Pendeteksian Fraud ..............................................................................................78 Tabel 5.14 : Model Persamaan Regresi - Pengaruh Peran Auditor Internal Terhadap Pendeteksian Fraud ........................................................79 Tabel 5.15 : Hasil R2 – Pengaruh Peran Auditor Internal Terhadap Investigasi Fraud ..............................................................................................83 Tabel 5.16 : Model Persamaan Regresi – Pengaruh Peran Auditor Internal Terhadap Investigasi Fraud ............................................................83 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 : Skema Kerangka Pemikiran .............................................................27 Gambar 4.1 : Struktur Organisasi Panti Rapih .......................................................52 Gambar 5.1 : Histogram Uji Normalitas, Pengaruh Peran Auditor Internal Terhadap Pencegahan Fraud.........................................................72 Gambar 5.2 : P-Plot Uji Normalitas, Pengaruh Peran Auditor Internal Terhadap Pencegahan Fraud ..........................................................................73 Gambar 5.3: Histogram Uji Normalitas, Pengaruh Peran Auditor Internal Terhadap Pendeteksian Fraud ..........................................................77 Gambar 5.4 : P-Plot Uji Normalitas, Pengaruh Peran Auditor Internal Terhadap Pendeteksian Fraud ..........................................................................77 Gambar 5.5 : Histogram Uji Normalitas, Pengaruh Peran Auditor Internal Terhadap Investigasi Fraud .............................................................81 Gambar 5.6 : P-Plot Uji Normalitas, Pengaruh Peran Auditor Internal Terhadap Investigasi Fraud .............................................................................82 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PENGARUH PERAN AUDITOR INTERNAL TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN, PENDETEKSIAN, DAN INVESTIGASI FRAUD (Srudi Kasus pada Rumah Sakit Panti Rapih) Lidia Pascalia Ayu Kwatingtyas NIM: 102114019 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peran auditor internal terhadap upaya pencegahan fraud, pendeteksian fraud, dan investigasi fraud. Jenis penelitian ini adalah studi kasus di rumah sakit Panti Rapih. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis rata-rata (mean), serta pengujian hipotesis. Pengujian hipotesis menggunakan alat analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran auditor internal berpengaruh positif terhadap upaya pencegahan fraud, pendeteksian fraud, dan investigasi fraud. Dengan demikian, semakin baik peran auditor internal dalam melaksanakan aktivitas audit internal di perusahaan, maka upaya pencegahan, pendeteksian dan investigasi fraud akan semakin efektif. Kata kunci : auditor internal, pencegahan, pendeteksian, investigasi, fraud xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE EFFECT OF INTERNAL AUDITOR’S ROLE ON FRAUD PREVENTION, FRAUD DETECTION, AND FRAUD INVESTIGATION A Case Study at Panti Rapih Hospital Lidia Pascalia Ayu Kwatingtyas NIM: 102114019 Sanata Dharma University Yogyakarta 2014 The aims of this research are to find out the effect of the internal auditor’s role on fraud prevention, fraud detection, and fraud investigation. This research was a case study at Panti Rapih Hospital. The technique of data collection was questionnaires. The techniques of data analysis were descriptive analysis, analysis of means, and simple regression analysis. The result showed that the role of the internal auditor had a positive effect on the fraud prevention, fraud detection, and fraud investigation. The better the role of internal auditor in performing internal audit activities, the more effective fraud prevention, fraud detection, and fraud investigation. Keywords: internal auditor, prevention fraud, detection fraud, fraud investigation xix

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada saat ini kejahatan semakin marak terjadi, salah satunya adalah kejahatan yang berkaitan dengan keuangan suatu organisasi. Organisasi disini meliputi organisasi profit oriented maupun organisasi non profit oriented. Hal-hal yang berkaitan dengan keuangan suatu organisasi menjadi tempat yang paling berpeluang untuk melakukan kejahatan. Kejahatan itu sendiri ada dalam bermacam-macam bentuk. Salah satu bentuk kejahatan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah fraud atau tindakan kecurangan. Menurut Tuanakotta (2007:1), istilah fraud lebih pas dan lebih mengandung arti yang mendalam sehingga tidak diterjemahkan dalam istilah lain seperti “kecurangan”. Pemeriksaan berkaitan dengan fraud, yang dilakukan oleh PwC's Global Economic Crime Survey pada tahun 2014 menyebutkan bahwa tindakan fraud meningkat 7 %. Dimana hasil penelitian pada tahun 2009 sebesar 30% menjadi 37% pada tahun 2014. Dengan asumsi tiap tiga organisasi yang diteliti ditemukan satu organisasi melakukan fraud. Laporan tahun 2012 dari Association of Certified Fraud Examiners (ACFE), salah satu organisasi internasional yang fokus dalam menangani permasalahan fraud menunjukkan bahwa organisasi dapat mengalami kerugian pendapatan sebesar 5% setiap tahunnya karena tindakan fraud. Dalam laporannya ACFE juga menyebutkan bahwa fraud baru akan terdeteksi 18 bulan setelah tindakan terjadi. Kebanyakan tindakan fraud yang terjadi berasal dari karyawan 1

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 yang ada di dalam organisasi. Jika fraud terus dilakukan, maka hal itu akan merugikan keuangan perusahaan. Kerugian yang ditimbulkan karena adanya tindakan fraud antara lain, adalah menurunkan laba perusahaan dan reputasi perusahaan. Di Indonesia tindakan fraud sebenarnya sudah dimulai sejak masa pemerintahan Orde Baru dengan istilah KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme). Kasus KKN hingga saat ini masih saja dipraktekan, padahal masa reformasi sudah dimulai sejak 15 tahun yang lalu. Hal ini menjadi keprihatinan sendiri bagi Indonesia. Menurut International Crime Victim Surveys (ICVS), Indonesia menduduki rangking 86 dari 96 negara-negara yang berhasil menekan praktik KKN di dalam pemerintahannya. Ciri-ciri dari negara yang berada dalam posisi ini adalah negara yang sedang berkembang, berpenghasilan rendah dan diperintah oleh pemerintahan sosialis (Tuanakotta, 2007:119). Tindakan fraud dapat dilakukan oleh pegawai perusahaan untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Faktor-faktor yang menjadi pemicu fraud, yaitu ada kesempatan yang semakin menguat, adanya kewenangan pejabat yang besar, tidak adanya transparansi, tidak adanya akuntabilitas, dan terbatasnya kesempatan pegawai untuk mengutarakan pendapat. Pada pemerintahan Indonesia misalnya, para pejabat yang telah diberikan kepercayaan oleh rakyat untuk memimpin, akhirnya berubah menjadi musuh rakyat dengan melakukan tindakan penyelewengan uang rakyat. Tindakan ini mereka lakukan karena adanya kesempatan yang dapat dimanfaatkan untuk meraih keuntungan sebanyakbanyaknya. Kesempatan itu berasal dari tuntutan gaya hidup, lingkungan

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 pekerjaan dan juga akibat sistem yang tidak dijalankan dengan baik. Jika sistem kontrol tidak dilakukan dengan baik, maka akan menimbulkan kesempatan lebih besar untuk dapat melakukan fraud. Saat ini program anti-fraud dan upaya untuk menciptakan Good Corporate Governance (GCG) secara terus menerus dilakukan dalam aktivitas audit internal organisasi. Hal ini menjadi pekerjaan yang membutuhkan kerja ekstra, khususnya untuk auditor internal organisasi tersebut. Auditor internal memiliki kemampuan menyusun rencana audit yang lengkap dan jelas, prosedur dan instruksi kerja yang terdokumentasi serta memiliki kompetensi untuk menghasilkan laporan hasil audit secara benar dan tidak memihak. Selain hal tersebut, hasil audit dilengkapi dokumentasi serta tindakan koreksi yang efektif dan tepat waktu. Dengan demikian, auditor internal dapat dikatakan menjadi tokoh terdepan dalam upaya pencegahan, pendeteksian, dan investigasi fraud. Hasil kerja audit diharapkan mampu mengeliminasi segala bentuk tindakan fraud dan menciptakan organisasi yang mengedepankan Good Corporate Governance (GCG). Pada uraian di atas disebutkan bahwa fraud dapat terjadi di semua organisasi, tak menutup kemungkinan fraud terjadi di rumah sakit. Hasil temuan Indonesian Corruption Wacth (ICW) menyebutkan bahwa korupsi yang terjadi di instansi kesehatan terdapat 51 kasus yang diusut sampai tahun 2008 dan menimbulkan kerugian negara mencapai Rp 128 milyar. Kemudian, kecurangan yang terungkap berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa dengan modus markup ditemukan sebanyak 22 kasus dengan kerugian negara sebesar Rp 103 milyar. Selain hal tersebut masih ada kasus dengan modus penyuapan ditingkat

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 middle upper yang mungkin melibatkan pejabat Depkes (Departemen Kesehatan), DPR (Dewan Perwakilan Rakyat), BPOM (Badan Pemeriksa Obat dan Makanan), dan badan pengawas kesehatan lainnya. Apabila kasus semacam ini semakin banyak dilakukan, maka tidak akan tercipta Good Corporate Governance (GCG) di instansi kesehatan. Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan R I nomor1684/MENKES/PER/XII/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit, maka rumah sakit perlu membentuk keberadaan suatu Satuan Pengawasan Internal. Tujuan pokok dari suatu pemeriksaan internal adalah membantu agar para anggota organisasi dapat melaksanakan tanggung jawabnya secara efektif dan kinerja menjadi optimal. Hal ini didukung dengan Undang Undang Republik Indonesia nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit yang menyebutkan bahwa penyelengaraan rumah sakit harus dilakukan audit. Dengan demikian, peran auditor internal di rumah sakit menjadi semakin penting untuk upaya mengeliminasi terjadinya kasus fraud. Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian Amalia (2013) dengan judul Pengaruh Audit Internal terhadap Pencegahan dan Pendeteksian Fraud. Hasil penelitian Amalia (2013) menunjukkan bahwa semakin baik auditor internal menjalankan tugasnya sebagai internal kontrol maka upaya pencegahan dan pendeteksian fraud semakin efektif. Perbedaan dari penelitian sebelumnya adalah penelitian ini menambah satu variabel yaitu investigasi fraud. Perbedaan dengan penelitian sebelumnya, penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Panti Rapih. Adapun variabel penelitian meliputi auditor internal (X) sebagai variabel independen dan variabel dependennya ada tiga yaitu

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 pencegahan fraud (Y1), pendeteksian fraud (Y2), dan investigasi fraud (Y3). Penelitian ini akan menggunakan metode pengambilan sampel dengan purposive sampling, dengan kriteria responden merupakan auditor internal dan atau staf/karyawan yang berkepentingan dalam pengendalian interen perusahaaan di Rumah Sakit Panti Rapih. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini akan mengkaji kembali Pengaruh Peran Auditor Internal Terhadap Upaya Pencegahan, Pendeteksian, dan Investigasi Fraud. B. Rumusan Masalah Agar permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini memperoleh suatu kejelasan dan nantinya penjelasannya akan terarah, maka disampaikan rumusan masalah sebagai berikut : 1. Apakah peran auditor internal berpengaruh positif terhadap upaya pencegahan fraud? 2. Apakah peran auditor internal berpengaruh positif terhadap upaya pendeteksian fraud? 3. Apakah peran auditor internal berpengaruh positif terhadap upaya investigasi fraud? C. Tujuan Penelitian Sehubungan dengan latar belakang dan rumusan masalah yang telah disampaikan di atas, maka tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah sebagai berikut :

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 1. Mengetahui apakah peran auditor internal berpengaruh positif terhadap upaya pencegahan fraud. 2. Mengetahui apakah peran auditor internal berpengaruh positif terhadap upaya pendeteksian fraud. 3. Mengetahui apakah peran auditor internal berpengaruh positif terhadap upaya investigasi fraud. D. Manfaat Penelitian 1. Bagi auditor internal. Penelitian ini memberikan penilaian dan evaluasi tentang kinerja auditor internal, sehingga nantinya dapat melakukan tindakan yang efektif terhadap upaya pencegahan, pedeteksian, dan investigasi fraud dalam organisasi. Untuk ke depannya agar auditor internal benar-benar dapat melakukan upaya untuk mengeliminasi fraud di organisasi. 2. Bagi organisasi yang diteliti. Penelitian ini dapat memberikan masukan pada Rumah Sakit Panti Rapih agar mampu mengupayakan tindakan anti-fraud yang nyata dan diharapkan segala bentuk tindakan fraud dapat dihindari ataupun dapat dieleminasi keterjadiannya. 3. Bagi peneliti. Penelitian ini memberikan tambahan pengetahuan tentang pencegahan, pendeteksian, dan investigasi fraud dalam organisasi dan sebagai bahan tambahan acuan untuk peneliti selanjutnya.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 4. Bagi pembaca. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai tambahan pengetahuan dan informasi kepada pembaca tentang pengauditan fraud. Selain itu sebagai bahan dasar acuan penelitian selanjutnya. F. Sistemetika Penulisan 1. BAB I – Pendahuluan Bab I ini berisi pemaparan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan. 2. BAB II – Landasan Teori Bab II berisi tentang berbagai teori yang mendasari penyusunan penelitian ini. Teori-teori yang digunakan adalah pengertian auditor internal, pengertian fraud, dan pengertian tentang upaya pencegahan, pendeteksian, dan investigasi fraud. 3. BAB III – Metodologi Penelitian Bab III ini mengemukakan tentang metode penelitian yang digunakan penulis. Dimana hal ini terkait dengan jenis penelitian, tempat penelitian, objek penelitian, metode dan teknik pengumpulan data, dan analisis data yang akan digunakan dalam penelitian. 4. BAB IV – Gambaran Umum Objek Penelitian Bab IV ini menjelaskan secara garis besar objek yang diteliti yaitu Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. 5. BAB V – Analisis Data dan Pembahasan

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 Bab V ini terdiri dari deskripsi data, analisis data dan hasil dari penelitian yang telah dilakukan peneliti di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. 6. BAB VI – Penutup Bab VI ini terdiri dari kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan yang merupakan jawaban atas rumusan masalah yang ditentukan. Menjelaskan pula tentang keterbatasan penelitian yaitu tentang kelemahan data yang digunakan dalam analisis data. Selanjutnya adalah saran bagi peneliti selanjutnya dan kepada pihak-pihak yang nantinya akan memanfaatkan penelitian ini.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Kerangka Teori 1. Audit Internal a. Pengertian Audit Internal Suatu perusahaan beroperasi untuk mencapai tujuan yaitu mencapai laba. Untuk mencapai tujuan tersebut, aktivitas yang dijalankan oleh perusahaan harus ada perencanaan, analisa, pelaksanaan yang baik dan pengawasan yang seksama. Dengan luasnya cakupan aktivitas perusahaan, maka akan timbul masalahmasalah di dalamnya. Oleh karena itu manajemen memerlukan pengendalian internal perusahaan yang baik. Salah satu pengendalian itu dapat dilakukan dengan meningkatkan aktivitas audit internal. Menurut YPIA (2008) audit internal membantu manajemen untuk mencapai hasil yang kosisten dengan tujuan dan sasaran yang ditetapkan. Cara yang mereka lakukan adalah mencari solusi atas temuan yang menyimpang yang dapat mengganggu pencapaian tujuan perusahaan. Menurut Andayani (2008:4), audit internal merupakan audit yang ditujukan untuk memperbaiki kinerja. Kegiatan yang dilakukan adalah menguji, menilai efektivitas dan kecakupan dalam sistem pengendalian internal yang ada dalam organisasi. Fungsi dari audit internal sendiri adalah sebagai penilai independen yang dibentuk dalam suatu organisasi dan mempunyai aktivitas untuk memberikan jaminan keyakinan dan konsultasi. Auditor internal juga berperan membantu para anggota organisasi agar dapat menjalankan tanggungjawabnya 9

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 secara efektif dan membantu organisasi dalam mencapai tujuannya. Hak auditor internal adalah memberikan penilaian, rekomendasi, konseling dan informasi untuk menciptakan pengendalian yang efektif. Kumaat (2011:7) menyebutkan bahwa “internal audit identik sebagai watchdog alias polisi perusahaan”. Dimana dalam tulisannya mengemukakan bahwa keberadaan internal audit memang berada langsung dibawah pemilik atau eksekutif namun kinerjanya tidak banyak nampak langsung dalam proses operasional perusahaan. Namun disisi lain keberadaannya seperti mengawasi dan menjadi mata-mata bila mana terlihat ada gelagat fraud di organisasi. Menurut YPIA (2003) ada tiga jenis pendekatan audit mendasar sebagai berikut. 1). Audit Keuangan Menganalisa aktivitas ekonomis yang diukur dan dilaporkan oleh bagian akuntansi. Pada audit internal, audit keuangan paling berkaitan dengan standar tentang keandalan dan integritas informasi serta pengamanan aktiva. 2). Audit Operasional Review komprehensif atas berbagai fungsi organisasi. Audit operasional berkaitan tentang keekonomisan dan efisiensi penggunaan sumber daya dan standar tentang pencapaian sasaran dan tujuan operasi perusahaan. 3). Audit Ketaatan Mereview kendali keuangan dan operasi, serta transaksi untuk menentukan apakah auditee mengikuti standar ketaatan tentang kebijakan, rencana, prosedur, hukum, peraturan, dan kontrak yang ditetapkan perusahaan.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 Ruang lingkup audit internal adalah menilai keefektifan sistem pengendalian internal, mengevaluasi kelengkapan yang dimiliki organisasi, serta melaksanakan tanggungjawab yang diberikan. Orang yang melakukan aktivitas audit internal adalah auditor internal. b. Tugas Auditor Internal Definisi yang mencakup peranan dan tujuan auditor internal dikemukakan dalam buku Sawyer et al., (2003:10) sebagai berikut: Audit internal adalah sebuah penilaian yang sistematis dan objektif yang dilakukan auditor internal terhadap operasi dan kontrol yang berbeda-beda dalam organisasi untuk menentukan apakah (1) informasi keuangan dan operasi telah akurat dan dapat diandalkan;(2) risiko yang dihadapi perusahaan telah diidentifikasi dan diminimalisisr;(3) peraturan eksternal serta kebijakan dan prosedur internal yang bisa diterima telah diikuti;(4) kriteria operasi yang memuaskantelah dipenuhi;(5) sumber daya telah digunakan secara efisien dan ekonomis, dan (6) tujuan organisasi telah dicapai secara efektif-semua telah dilakuakn dengan tujuan untuk dikonsultasikan dengan manajemen dan membantu anggota organisasi dalam menjalankan tanggungjawabnya secara efektif. Selain itu, masih dalam buku Sawyer et al., (2003:11) disebutkan bahwa auditor internal memberikan jasa untuk meningkatkan penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien. Auditor internal juga melayani publik melalui hubungan kerja dengan komite audit, dewan direksi, dan badan pengelola lainnya. Beberapa organisasi audit internal mengharuskan semua anggota memiliki sertifikat atau bekerja untuk memperoleh sertifikat seperti CPA (Certified Public Accountant) atau CIA (Certified Internal Auditor). Seorang auditor internal harus memiliki ilmu yang jelas di bidangnya, program sertifikasi, program pengembangan profesional, adanya kode etik, pernyataan tanggungjawab seperangkat standar dan pengetahuan yang luas.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 Auditor internal saat ini tidak hanya menjadi wacthdog tetapi juga berperan sebagai konsultan dengan membantu manajemen dalam mengidentifikasi, menilai dan memitigasi resiko, dimana hal ini sebenarnya menjadi kewajiban manajemen. Selain itu auditor internal melakukan pengujian terhadap kecukupan dan keandalan pengendalian yang dibuat manajemen melalui aktivitas audit, review, evaluasi, pemantauan dan kegiatan pengawasan lainnya. Implementasi dari peran ini dapat dilakukan dengan merubah metode audit dari post audit menjadi current audit dan menuntut auditor untuk memiliki pengetahuan luas, keterampilan yang tinggi, sikap independensi dan pandangan objektif. Dimana hal ini dapat dilakukan melalui peningkatan kualifikasi pendidikan, pelatihan, dan pebinaan auditor secara konsisten. Menurut Amrizal (2004) tanggungjawab sebagai auditor internal adalah sebagai berikut. 1) Menelaah dan menilai kebijakan, memadai tidaknya penerapan sistem pengendalian manajemen, struktur pengendalian interen, dan pengendalian operasional lainnya serta mengembangkan pengendalian yang efektif dengan biaya yang tidak terlalu mahal. 2) Memastikan ketaatan terhadap kebijakan, rencana dan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan oleh manajemen. 3) Memastikan seberapa jauh harta perusahaan dipertanggungjawabkan dan dilindungi dari kemungkinan terjadinya segala bentuk pencurian, kecurangan, dan penyalahgunaan.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 4) Memastikan bahwa pengelolaan data yang dikembangkan dalam organisasi dapat dipercaya. 5) Menilai mutu pekerjaan setiap bagian dalam melaksanakan tugas yang diberikan oleh manajemen. 6) Menyarankan perbaikan-perbaikan operasional dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektifitas. Suatu perusahaan pasti dihadapkan pada bermacam-macam resiko perusahaan. Salah satunya adalah kecurangan, dimana hal ini dapat mempengaruhi reputasi perusahaan bahkan kelangsungan hidup perusahaan dimasa mendatang. Adanya resiko tersebut mengharuskan internal auditor untuk menyusun tindakan mencegah terjadinya kecurangan yang mungkin terjadi. Pencegahan tidaklah memadahi maka auditor internal harus mendeteksi kecurangan karena tiap kecurangan memiliki karateristiknya sendiri sehingga untuk mendeteksi diperlukan pemahaman akan jenis-jenis fraud. Setelah kegiatan mencegah dan mendeteksi dilakukan dan menemukan bukti-bukti yang memadahi maka selanjutnya dilakukan investigasi. Menurut Hery (2010) auditor internal melakukan tugasnya sesuai dengan standar profesional auditor internal yang terbagi sebagai berikut. 1) Independensi Auditor internal harus mandiri dan terpisah dari berbagai kegiatan yang diperiksa, sehingga dapat melaksanakan tugasnya secara bebas dan mandiri. 2) Kemampuan profesional

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 Audit internal harus memiliki pengetahuan yang luas berkaitan dengan audit sehingga dapat melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap aktivitas audit. Audit internal juga harus dapat bekerja secara teliti dan mewaspadai kemungkinan terjadinya pelanggaran. 3). Lingkup pekerjaan Audit internal harus menguji sistem informasi, catatan, laporan keuangan mengandung informasi yang relevan, akurat sesuai dengan kebijakan, prosedur, dan ketentuan Undang Undangs. Auditor internal melakukan hal tersebut guna melindungi aktiva serta memastikan efiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya. Dengan demikian akan memberikan kepastian pencapaian tujuan perusahaan. 4). Pelaksanaan pemerikasaan Auditor internal harus melakukan perencanaan dengan baik sebelum melakukan pemeriksaan. 2. Fraud a. Definisi Fraud Fraud adalah sebuah perbuatan kecurangan yang melanggar hukum (illegal-acts) yang dilakukan secara sengaja dan sifatnya dapat merugikan pihak lain. Istilah keseharian adalah kecurangan diberi nama yang berlainan seperti pencurian, penyerobotan, pemerasan, penjiplakan, penggelapan, dan lain-lain. Hermiyatti (2010) disebutkan bahwa tindakan fraud yang terjadi di rumah sakit antara lain seperti pada markup pengadaan barang, tidak adanya pemahaman

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 pengendalian internal oleh para tenaga medis, serta terjadinya korupsi/ penyuapan pada manajemen. Hermiyetti (2010) juga menyebutkan bahwa fraud bisa terjadi pada dua tingkatan, yaitu fraud pegawai dan fraud manajemen. Fraud pegawai atau fraud yang dilakukan oleh pegawai non-manajemen biasanya ditujukan untuk langsung mengkonversi kas atau aktiva lain untuk kepentingan pribadi, contohnya seperti pegawai adminitrasi gudang mengambil barang di gudang untuk dijual kembali ke pihak luar. Sedangkan fraud manajemen lebih tersembunyi dan membahayakan karena biasanya dilakukan oleh manajemen tingkat atas dimana manajemen pengendalian internal kadang ikut dalam fraud jenis ini. Kebanyakan kecurangan ini dilakukan dalam laporan keuangan sehingga perusahaan akan nampak sehat dimata publik. Buku Tuanakotta (2007:95-96) menyebutkan bahwa di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terdapat beberapa pasal yang mencakup pengertian fraud seperti: 1) Pasal 362: Pencurian (definisi KUHP: ”mengambil barang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum”); 2) Pasal 368: Pemerasan dan Pengancaman (definisi KUHP: “dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seseorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian adalah

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 kepunyaan orang lain atau orang lain, atau supaya membuat utang maupun menghapuskan piutang”); 3) Pasal 372: Penggelapan (definisi KUHP: “dengan sengaja dan melawan hukum memiliki baang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan”); 4) Pasal 378: Perbuatan curang (definisi KUHP: “dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi utang maupun menghapus piutang”); 5) Pasal 396: Merugikan pemberi piutang dalam keadaan pailit. 6) Pasal 406: Menghancurkan atau merusakkan barang (definisi KUHP: ”dengan sengaja atau melawan hukum menghancurkan, merusakkan, membikin tak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain”); 7) Pasal 209, 210, 387, 388, 415, 417, 418, 419, 420, 423, 425, dan 435 yang secara khusus diatur dalam Undang Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Undang-Undang nomor 31 tahun 1999). Disamping KUHP juga ada ketentuan perundang-undangan lain yang mengantur perbuatan melawan hukum yang termasuk dalam kategori fraud, seperti undang-undang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, undang-

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 undang tentang pencucian uang, undang-undang perlindungan konsumen, dan lain-lain. Mengutip dalam buku karangan Tuanakotta (2007) menyebutkan juga bahwa Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) menggambarkan occupational fraud dalam bentuk pohon fraud. Pohon ini menggambarkan cabang-cabang dari fraud dalam hubungan kerja, beserta ranting dan anak rantingnya. Ada tiga cabang utama fraud yaitu: 1) Corruption, yang meliputi conflicts of interest (benturan kepentingan); bribery (penyuapan); kickbacks (penyuapan terencana agar mendapat untung); bid rigging (permainan auditor dalam memenangkan tender); dan illegal graduities (pemberian hadiah yang merupakan bagian terselubung dalam penyuapan). 2) Assets missapropriation pengertiaannya adalah pengambilan/ penjarahan asset secara tidak sah. Yang menjadi sasaran penjarahan adalah uang. Selain itu dapat juga berupa asset seperti persediaan barang dagang yang nantinya dapat dikonversi dalam bentuk kas. 3) Fraudulent statements yaitu fraud yang berkenaan dengan penyajian laporan keuangan dan ini menjadi perhatian auditor dan masyarakat sebagai pihak yang menggunakan laporan keuangan. Jenisnya adalah fraud yang berupa salah saji laporan keuangan yaitu penyajian asset atau pendapatan lebih tinggi dari yang sebenarnya dan penyajian asset dan pendapatan lebih rendah dari sebenarnya. Hal ini dilakukan agar laporan keuangan nampak “cantik” dimata

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 penggunanya. Kasus fraud cabang ini cukup menjadi perhatian mana kala fraud terungkap di perusahaan Enron, Amerika Serikat. Dalam buku Tuanakotta (2007:160) fraud digolongkan dalam tiga kelompok, yaitu: 1) Fraud yang sudah ada tuntutan hukum, tanpa memperhatikan bagaimana keputusan pengadilan. Fraud dalam kelompok ini bisa diketahui khalayak ramai. Salah satu contohnya adalah korupsi, hasil pemeriksaan tersebut berupa indikasi, kalau sudah konkrit sekalipun. Biasanya khusus kasus-kasus yang berkenaan dengan keuangan negara. 2) Fraud yang ditemukan, tetapi belum ada tuntutan hukum. Fraud dalam kelompok ini lebih sulit diketahui karena adanya lembaga perlindungan hukum yang sering dimanfaatkan tertuduh, misalnya pencemaran nama baik. 3) Fraud yang belum ditemukan, fraud dalam kelompok ini tertutup rapat karena tidak mungkin kita bisa menjawab besaran-besaran yang berhubungan dengan fraud secara keseluruhan yang sesungguhnya terjadi. Menurut Amrizal (2004) kecurangan sering terjadi pada suatu entitas apabila: 1) Pengendalian interen tidak ada atau lemah atau dilakukan dengan longgar dan tidak efektif. 2) Pegawai dipekerjakan tanpa memikirkan kejujuran dan integritas mereka. 3) Pegawai diatur, diekploitasi dengan tidak baik, disalahgunakan atau ditempatkan dengan tekanan yang besar untuk mencapai sasaran atau tujuan keuangan.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 4) Model manajemen sendiri melakukan kecurangan, tidak efisisen dan tidak efektif serta tidak taat terhadap hukum dan peraturan yag berlaku. 5) Pegawai yang dipercaya memiliki masalah pribadi, biasanya menyangkut masalah keuangan, kebutuhan kesehatan, dan gaya hidup berlebihan. 6) Perusahaan memiliki sejarah atau tradisi berbuat kecurangan. b. Fraud Auditing Pengertian fraud auditing atau lebih dikenal dengan istilah audit kecurangan adalah upaya untuk mendeteksi dan mencegah kecurangan dalam transaksi-transaksi komersial. Untuk dapat melakukan audit kecurangan terhadap pembukuan dan transaksi komersial memerlukan gabungan dua keterampilan, yaitu sebagai auditor yang terlatih dan kriminal investigator. Kongres menyetujui UU Sarbanes-Oxley pada tahun 2002 dan AICPA (American Institude of Certified Public Accountant) mengembangkan standar auditing yang khusus berhubungan dengan penilaian resiko kecurangan dan pendeteksiaannya. Sektor dunia usaha memerlukan keahlian audit fraud guna mencegah, mendeteksi, dan mengungkapkan tindak kecurangan. Menurut Albrecht dalam Pusdiklatwas (2008) terdapat 4 pilar utama dalam memerangi fraud yaitu: 1). Pencegahan fraud (fraud prevention) 2). Pendeteksian dini fraud (early fraud detection) 3). Investigasi fraud (fraud Investigation) 4). Penegakan hukum atau penjatuhan sanksi (follow-up legal action)

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 3. Pencegahan Fraud Menurut Tuanakotta (2007:164) definisi pengendalian internal khusus untuk pencegahan fraud adalah suatu sistem dengan proses dan prosedur yang bertujuan khusus, dirancang dan dilaksanakan untuk tujuan utama untuk mencegah dan menghalangi terjadinya fraud. Pencegahan kecurangan tediri atas segala upaya yang dikerahkan untuk membuat pelaku fraud tidak berani melakukan ataupun kalau fraud terjadi maka dampaknya dampaknya sangat kecil. Mekanisme untuk pencegahan fraud adalah kontrol pada aktivitas perusahaan. Selain itu, pihak yang paling bertanggung jawab adalah pihak manajemen. Auditor internal bertanggungjawab untuk membantu pencegahan fraud dengan melakukan pengujian kecukupan dan keefektifan sistem pengendalian interen. Caranya adalah mengevaluasi seberapa jauh resiko yang potensial telah teridentifikasi. Apabila auditor internal mencurigai adanya tindakan fraud, maka hal tersebut harus diinformasikan kepada otoritas yang berwenang (Standar Profesi Audit Internal, 2004:65). Penceghan fraud menurut Pusdiklatwa (2008) merupakan upaya terintegrasi yang dapat menekan faktor penyebab fraud. Dengan ada upaya pencegahan yang dilakukan oleh perusahaan, diharapkan dapat memperkecil peluang terjadinya fraud. Hal ini dikarenakan fraud dapat terdeteksi lebih cepat dan diantisipasi dengan baik oleh perusahaan. Setiap pegawai tidak akan merasa bekerja dalam tekanan dan memiliki keyakinan bahwa tindakan fraud dapat merugikan banyak pihak. Perusahaan mengeluarkan kebijakan terkait dengan

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 upaya pencegahan fraud dalam penerapan Good Corporate Governance. Salah satu caranya adalah dengan memberikan kesempatan kepada auditor internal untuk mendeteksi dan mencegah fraud yang mungkin terjadi. Apabila teknik yang dilakukan dalam upaya pencegahan fraud ini berjalan dengan baik dan efektif akan membuat citra positif bagi perusahaan dan akhirnya kepercayaan publik akan meningkat. Menurut Amrizal (2004) cara yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya fraud adalah sebagai berikut: 1) Membangun struktur pengendalian intern yang baik. Dengan semakin berkembangnya suatu perusahaan, maka tugas manajemen untuk mengendalikan jalannya perusahaan menjadi semakin berat. Agar tujuan yang ditetapkan oleh manajemen dapat dicapai, keamanan harta perusahaan terjamin dan kegiatan operasi bisa dijalankan secara efektif dan efisien, manajemen perlu mengadakan struktur pengendalian yang baik dan efektif untuk mencegah kecurangan. 2) Mengefektifkan aktivitas pengendalian Cara yang dapat dilakukan agar aktifitas pengendalian berjalan efektif adalah sebagai berikut: a) Review kinerja, hal ini dilakukan dengan membandingkan kenerja sesungguhnya dengan anggran, prakiraan, atau kinerja periode sebelumnya. b) Pengolahan informasi, hal ini dilakukan untuk mengecek ketepatan, kelengkapan, dan otorisasi transaksi.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 c) Pengendalian fisik, mencakup keamanan fisik aktiva, penjagaan yang memadai terhadap fasilitas yang terlindungi dari akses terhadap aktiva dan catatan. d) Pemisahan tugas, pembebanan tanggungjawab ke orang yang berbeda untuk memberikan otorisasi, pencatatan transaksi, dan penyelenggaraan penyimpanan aktiva. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kesempatan bagi seseorang dalam posisi baik untuk berbuat kecurangan. 3) Meningkatkan kultur organisasi. Mengimplememntasikan prinsip Good Corporate Governance yaitu keadilan, transparansi, akuntabilitas, tanggungjawab, moralitas, kehandalan, dan komitmen. Prinsip-prinsip ini saling berkaitan satu sama lain agar mendorong kinerja sumber-sumber perusahaan bekerja secara efisien. 4) Mengefektifkan fungsi internal audit. Auditor internal dengan keahlian di bidangnya diharapakan mampu mendeteksi terjadinya fraud dan dapat memberikan saran-saran yang bermanfaaat kepada manajemen untuk mencegah terjadinya fraud. 4. Pendeteksian Fraud Dalam buku Standart Profesi Audit Internal (2004:69), deteksi fraud mencakup identifikasi indikator fraud yang memerlukan tindak lanjut investigasi. Indikator-indikator mungkin muncul akibat pengendalian oleh manajemen, pengujian yang dilakukan auditor, maupun sumber-sumber lain baik yang berasal dari dalam maupun luar organisasi.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 Tanggungjawab auditor berkaitan dengan deteksi fraud menurut Pusdiklatwas (2008) sebagai berikut. 1) Memiliki pengetahuan yang memadai sehingga dapat mengidentifikasi indikator terjadinya fraud. Pengetahuan tersebut antara lain tentang karateristik fraud, teknik yang digunakan pelaku, dan bentuk kecurangan sesuai dengan aktivitas yang sedang diaudit. 2) Waspada terhadap lemahnya internal kontrol dengan melakukan pengujian untuk menemukan indikator terjadinya kasus fraud. Auditor internal harus memiliki sensitivitas berkaitan dengan kemungkinan adanya kesempatan terjadinya fraud. 3) Melakukan evaluasi terhadap indikator yang mungkin dapat memberikan peluang terjadinya kecurangan dan menentukan apakah perlu dilakuakn investigasi. 4) Menentukan prediksi/ dugaan awal terjadinya suatu tindakan fraud. Berdasarkan indikator dan bukti yang diperoleh, auditor internal dapat menyiapkan proses pengujian terfokus untuk mengungkapakn fraud. 5) Melakukan penilaian kembali terhadap pelaksanaan pengendalian di lingkungan terjadinya tidak fraud dan selanjutnya memperkuat pengendalian di dalamnya. 6) Memberitahu pihak berwenang dalam organisasi bila ditemukan indikator yang cukup mengenai terjadinya fraud untuk dilakukan investigasi. Menurut Tugiman (2011) menyebutkan bahwa tindakan pendeteksian tidak dapat digeneraliasikan terhadap semua jenis fraud. Masing-masing jenis

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 fraud memiliki karateristik tersendiri, sehingga untuk mendeteksi fraud perlu pemahaman yang baik terhadap jenis-jenis kecurangan yang mungkin timbul dalam perusahaan. Kumaat (2011:159) menyatakan bahwa: “Mendeteksi fraud adalah upaya untuk mendapatkan indikasi awal yang cukup mengenai tindak fraud, sekaligus mempersempit ruang gerak para pelaku fraud (yaitu ketika pelaku menyadari prakteknya telah diketahui, maka sudah terlambat untuk berkelit)” Selama upaya pendeteksian fraud ini dapat dilakukan, maka ada harapan besar bahwa segala bentuk tindakan yang dilakukan dalam organisasi dapat ditangani dengan baik sehingga dapat dieliminasi keterjadiaannya. 5. Investigasi Fraud Investigasi adalah pelaksanaan prosedur lebih lanjut untuk mendapatkana keyakinan apakah fraud yang telah diidentifikasi memang benar-benar terjadi. Pelaksanaan investigasi mencakup pengumpulan informasi lebih rinci tentang perbuatan fraud. Investigasi biasanya dilakukan suatu tim sendiri yang terdiri : auditor internal, lawyer (investigator), pihak security perusahaan, dan pihak lain dari luar perusahaan yang diperlukan keahliannya (Standart Profesi Audit Internal, 2004:66). Pengertian investigasi yang dikemukakan oleh Tuanakotta (2007:207) yaitu: “Investigasi secara sederhana dapat didefinisikan sebagai upaya pembuktian. Umumnya pembuktian ini berakhir di pengadilan dan ketentuan hukum (acara) yang berlaku, diambil dari hukum pembuktian berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)”.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 Tuanakotta (2007:227) menyatakan bahwa audit investigatif: “Investigasi dalam akuntansi forensik umumnya berarti audit investigasi atau audit investigatif (investigative audit). Karena itu secara alamiah, antara beberapa teknik investigasi ada teknik-teknik yang berasal dari teknik-teknik audit (audit technique)”. Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa audit investigasi merupakan suatu cara yang dilakukan untuk melakukan pemeriksaan untuk pembuktian deteksi fraud atau tindakan kecurangan terutama dalam laporan keuangan yang kemungkinan sedang atau sudah terjadi menggunakan jasa keahlian tertentu yaitu dari seorang auditor. Kunci keberhasilan dari semua tehnik investigasi menurut Tuanakotta (2010:228) adalah: 1) Mengerti dengan baik persoalan yang akan dipecahkan, apa yang akan diinvestigasi. Akuntan forensik mengidentifikasi persoalan sejak tahap audit fraud yang proaktif sampai diterimanya tuduhan, dugaan, keluhan, dan temuan sementara. 2) Kuasai dengan baik tehnik-tehnik investigasi. Penguasaan yang baik memungkinkan investigator menerapkan tehnik yang tepat untuk menyelesaikan persoalan yang diidentifikasi. 3) Cermat dalam menerapkan tehnik yangdipilih dengan cara mengajukan pertanyaan, menentukan kapan pertanyaan tertentu harus diajukan, menindaklanjuti jawaban, dan berupaya memperoleh kebenaran. 4) Cermat menarik kesimpulan dari hasil penerapan tehnik yang dipilih. Kecermatan dalam menafsirkan temuan. Setiap temuan yang diperoleh tidak

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 bisa dianggap sepele, temuan tersebut merupakan bukti yang kuat dalam proses pengadilan nantinya. Pemeriksaan investigatif ini tidak secara langsung dapat dilaksanakan karena indikasi yang ditemukan umumnya belum memadai sehingga memerlukan pendalaman lebih lanjut agar diperoleh bukti yang cukup kuat untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan investigatif. B. Kerangka Berpikir Fraud adalah tindak penyimpangan yang semakin sering terjadi dalam suatu organisasi khususnya di instansi seperti rumah sakit. Tindakan ini membawa kerugian yang cukup besar nantinya pada kehidupan organisasi. Jika dilakukan terus menerus tanpa ada upaya untuk mengurangi teterjadiaannya maka akan memperburuk dan berdampak besar pada kesehatan keuangan dan kesehatan masyarakat. Pelayanan peningkatan kesehatan pada masyarakat akan semakin dikesampingkan demi mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Kegitaan antifraud saat ini mulai diperjuangkan, salah satunya adalah dengan melakukan tindakan anti-fraud pada setiap aktivitas audit organisasi. Peran dari auditor internal menjadi semakin dituntut keefektifannya. Auditor internal bertanggungjawab untuk merencanakan dan melaksanakan aktivitas audit internal guna mendapatkan keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material, baik yang disebabkan oleh kekeliruan maupun kecurangan (fraud).

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 Berdasarkan kerangka teori yang disampaikan diatas maka peneliti akan mengetahui pengaruh auditor internal (variabel independen) terhadap upaya pencegahan, pendeteksian, dan investigasi fraud (variabel dependen). Dengan demikian akan diketahui pengaruhnya sehingga dapat menjadi bahan penilaian dan evaluasi kegiatan auditor internal dalam melakukan upaya pencegahan, pendeteksian, dan investigasi fraud. Setelah mengetahui pengaruhnya juga diharapkan dapat menjadi masukan bagi auditor internal supaya dapat melakukan aktivitas yang efektif untuk mengurangi adanya tindakan fraud dalam organisasi. Kerangka pemikiran dari penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 2.1 sebagai berikut : Pencegahan Fraud (Y1) Pusdiklatwas Auditor Internal (X) Sawyer et al., Amizal, Hery Pendeteksian Fraud (Y2) Kumaat Investigasi Fraud (Y3) T.Tuanakotta Gambar 2.1 Skema Kerangka Pemikiran C. Penelitian yang Relevan Penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah hasil penelitian Amalia (2013) tentang Pengaruh Audit Internal terhadap Pencegahan dan Pendeteksian Fraud (Kecurangan) studi kasus GKPRI Pegawai Negeri) Jawa Barat. (Gabungan Koperasi

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 D. Perumusan Hipotesis Hasil dari perhitungan penelitian sebelumnya (Amalia:2013) menunjukkan bahwa semakin baik audit internal menajalankan perannya sebagai internal kontrol akan membuat pencegahan dan pedeteksian fraud semakin efektif. Audit internal memiliki pengaruh terhadap pencegahan dan pendeteksian fraud. Besarnya pengaruh Audit Internal terhadap pencegahan fraud sebesar 87,7% dan sisanya sebesar 12,3% dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti penulis. Besarnya pengaruh audit internal terhadap pendeteksian fraud adalah 56,2% dan sisanya sebesar 43,8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti penulis. Berdasarkan hasil kesimpulan penelitian terdahulu, rangkaian kajian teori dan penjabaran diatas, maka disampaikan tiga hipotesis penelitian untuk dapat menguji variabel-variabel yang terkait dalam penelitian. Ketiga hipotesis ini nantinya akan mencoba menunjukkan hasil dari besarnya pengaruh auditor internal tehadap pencegahan, pendeteksian, dan investigasi fraud. 1. Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara audit internal tehadap pencegahan fraud dengan studi kasus di GPRI Jawa Barat (Amalia: 2013). Berdasarkan penjelasan tersebut penelitian ini ingin menunjukkan dengan perbedaan studi kasus apakah hasil yang diperoleh juga menunjukkan hal yang sama. Hipotesis untuk menunjukkan ada tidaknya pengaruh peran auditor internal terhadap upaya pencegahan fraud di Rumah Sakit Panti Rapih adalah: H1: Peran auditor internal berpengaruh positif terhadap upaya pencegahan fraud.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 2. Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara auditor internal terhadap pendeteksian fraud dengan studi kasus di GPRI Jawa Barat (Amalia: 2013). Berdasarkan penjelasan tersebut penelitian ini ingin menunjukkan dengan perbedaan studi kasus apakah hasil yang diperoleh juga menunjukkan hal yang sama. Hipotesis untuk menunjukkan ada tidaknya pengaruh peran auditor internal terhadap upaya pendeteksiann fraud di Rumah Sakit Panti Rapih adalah: H2: Peran auditor internal berpengaruh positif terhadap upaya pendeteksian fraud. 3. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa auditor intenal berpengaruh signifikan terhadap pencegahan dan pendeteksian fraud. Pada penelitian ini penulis menambah satu variabel yaitu investigasi fraud. Penelitian ini ingin menunjukkan apakah auditor internal juga berpengaruh terhadap investigasi fraud sama halnya dengan pengaruh terhadap pencegahan dan pendeteksian fraud yang sudah diteliti sebelumnya. Hipotesis untuk menunjukkan ada tidaknya pengaruh dari peran auditor internal terhadap investigasi fraud di Rumah Sakit Panti Rapih adalah: H3: Peran auditor internal berpengaruh positif terhadap upaya investigasi fraud.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus, yaitu penelitian yang dilakukan untuk memperoleh fakta-fakta mengenai fenomena yang ada di dalam objek penelitian dan mencari keterangan secara aktual dan sistematis. Penelitian ini dilakukan pada rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. 2. Waktu Penelitian Penelitian dilakukan mulai dari bulan April sampai Mei 2014. C. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah auditor internal dan karyawan yang mengetahui aktivitas audit internal di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. 2. Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah opini auditor internal dan karyawan yang mengetahui aktivitas audit internal di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta tentang upaya pencegahan, pendeteksian, dan investigasi fraud (kecurangan). 30

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 D. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi penelitian ini adalah auditor internal dan karyawan yang berhubungan dengan audit internal Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah 100 orang karyawan tetap Rumah Sakit Panti Rapih yang telah ditentukan dengan kriteria tertentu. 2. Sampel Metode pengambilan sampel adalah dengan purposive sampling, yaitu mengambil sampel dari populasi berdasarkan suatu kriteria tertentu. Kriteria yang digunakan berdasarkan pertimbangan bahwa sampel yang akan kita gunakan merupakan auditor internal dan staf yang mengetahui audit internal rumah sakit. Jumlah responden telah ditentukan oleh perusahaan, sehingga sampel yang digunakan adalah 30 orang karyawan tetap Rumah Sakit Panti Rapih. E. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah survei dengan menyebarkan kuesioner kepada auditor internal dan staf/ karyawan tetap yang mngetahui pengendalian internal pada Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Data koesioner merupakan pertanyaan terbuka dan tertutup. Pertanyaan tertutup berisi sejumlah pertanyaan yang disampaikan menggunakan penilaian dengan skala Likert dengan rentan nilai 1 sampai 7. Dimana rentang interpretsi nilai 1 sampai dengan 7 sebagai berikut:

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 1: 2: 3: 4: 5: 6: 7: Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Agak Tidak Setuju Ragu – ragu Agak Setuju Setuju Sangat Setuju (STS) (TS) (ATS) (R) (AS) (S) (SS) Sedangkan untuk pertanyaan terbuka pada bagian kelima tentang tindakan dan kemampuan yang penting dilakukan oleh seorang auditor internal yang diisikan dengan 3 jawaban responden. Untuk jawaban yang ditulis pada angka 1 adalah jawaban yang dirasa paling penting dilakukan. Kuesioner terdiri dari 6 bagian, yaitu : a. Bagian 1: identitas responden, meliputi pertanyaan yang berhubungan dengan identitas responden dan pekerjaannya. b. Bagian 2: opini tentang peran auditor internal selama ini, pernyataan yang diajukan dan meminta responden untuk memberikan tanggapan/ penilaian tentang auditor internal. c. Bagian 3: opini tentang upaya pencegahan fraud, pernyataan yang diajukan dan meminta responden untuk memberikan tanggapan/ penilaian tentang aktivitas audit yang dilakukan untuk mencegah fraud. d. Bagian 4: opini tentang upaya pendeteksian fraud, pernyataan yang diajukan dan meminta responden untuk memberikan tanggapan/ penilaian tentang aktivitas audit yang dilakukan untuk mendeteksi fraud.

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 e. Bagian 5: opini tentang upaya investigasi fraud, pernyataan yang diajukan dan meminta responden untuk memberikan tanggapan/ penilaian tentang aktivitas audit yang dilakukan untuk investigasi fraud. f. Bagian 6: pertanyaan terbuka tentang tindakan penting yang harus dilakukan atau dimilik auditor internal sesuai dengan jawaban responden. F. Variabel penelitian Berdasarkan judul penelitian yang dikemukakan yaitu “Pengaruh Peran Auditor Internal terhadap Upaya Pencegahan, Pendeteksian, dan Investigasi Fraud”, maka variabel yang akan diuji dalam penelitian ini meliputi: 1. Auditor Internal (X) sebagai variabel independen 2. Pencegahan fraud (Y1) sebagai variabel dependen 3. Pendeteksian fraud (Y2) sebagai variabel dependen 4. Investigasi fraud (Y3) sebagai variabel dependen Variabel-variabel tersebut dikembangkan ke dalam beberapa subvariabel dan indikator variabel yang akan menjadi bahan penyusun intrumen kuesioner.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 Tabel 3.1 Operasional Variabel Penelitian No. Variabel 1. INDEPENDEN Auditor Internal (X) (Sawyer et al., Amizal, Hery ) 2. DEPENDEN a. Pencegahan fraud (Y1) (Pusdiklatwas) b.Pendeteksian fraud (Y2) (Kumaat) Definisi Operasional Variabel Auditor internal adalah seseorang yang memiliki keahlian khusus dan memeberikan pelayanan khusus di bidang audit internal untuk menguji dan mengevaluasi kegiatan operasional perusahaan. Pencegahan fraud merupakan upaya terintegrasi yang dapat menekan terjadinya faktor penyebab fraud Pendeteksian fraud adalah upaya untuk mendapatkan indikasi awal Indikator Pengukuran Variabel 1. Independen, objektif, kemampuan profesional 2.Pengawasan, ketelitian, keandalan informasi 3. Kesesuaian dengan kebijakan, prosedur, UU 4. Perlindungan aktiva 5. Pencapaian tujuan 6. Penggunaan sumber daya 7. Perencanaan kegiatan pemeriksaan 8. Pengujian dan pengevaluasian 9. Pelaporan hasil pemeriksaan 10. Tindak lanjut pemeriksaan Intrumen dan Skala Pengukuran Kuesioner Ordinal Kuesioner 1. Penetapan kebijakan anti fraud 2. Komitmen melaksanakan kebijakan anti fraud yang ditetapkan 3. Prosedur pencegahan baku 4. Pengendalian intenal 5. Pemisahan fungsi 6. Media pendukung operasional 7. Evaluasi berkala 1. Mengidentifikasi titik kritis risiko terjadinya fraud 2. Pengamatan situasi aktual Ordinal Kuesioner Ordinal

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 yang cukup 3. Komunikasi mengenai 4. Deteksi fraud sedini tindakan fraud mungkin sekaligis mempersempit ruang gerak para pelaku. c. Investigasi Investigasi Kuesioner fraud (Y3) Mengerti, menguasai, merupakan suatu cara yang mencermati bukti-bukti Ordinal dilakukan untuk untuk mendapatkan (T.Tuanakotta) melakukan kebenaran pemeriksaan untuk pembuktian deteksi fraud atau tindakan kecurangan terutama dalam laporan keuangan yang kemungkinan sedang atau sudah terjadi menggunakan jasa keahlian tertentu Lanjutan Tabel 3.1 Operasional Variabel Penelitian halaman 34 G. Teknik Pengujian Instrumen 1. Pengujian Validitas Sugiyono (2012 : 172) menyatakan bahwa valid artinya adalah instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan analisis item, yaitu mengkorelasikan setiap butir skor total yang merupakan jumlah dari tiap butir skor. Jika ada item yang tidak memenuhi syarat, maka item tersebut tidak akan diteliti lebih lanjut.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Pengujian valididtas dilakukan dengan membandingkan nilai r-tabel dengan rhitung. Kriterian penetapan valididtas sebagai berikut : Jika r-hitung > r-tabel, maka pernyataan itu dikatakan valid Jika r-hitung < r-tabel, maka pernyataan itu dikatakan tidak valid 2. Pengujian Reliabilitas Reliabilitas kuesioner menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunkan sebagai alat ukur menunjukkan ketepatan, kemantapan suatu alat ukur yang baik. Dalam penelitian ini kuesioner berisi pertanyaan-pertanyaan yang jelas sehingga hasilnya memang benar-benar sesuai dengan kenyataan. Metode yang digunakan dalam pengujian alat ukur pada penelitian ini adalah metode alpha, dalam program ini disebut Cronbach Alpha (α). Jika α lebih besar dari 0.7 maka alat uji tersebut dikatakan reliabel (Gozhali: 2011). H. Teknik Analisis Sampel dan Variabel Penelitian Melakukan analisis sampel dan variabel penelitian ini menggunakan uji statistrik deskriptif. Statistik deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran mengenai responden penelitian. Data yang ditampilkan tersebut antara lain: data jenis kelamin, lama pengalaman kerja, sertifikat yang dimiliki berkaitan dengan audit dan jabatan dalam perusahaan. Analisis statistik deskriptif juga digunakan untuk menguji kesesuaian variabel- variabel penelitian dengan kriteria teoritis yang telah ditetapkan. Adapun data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 a. Menganalisis hasil jawaban responden mengenai peran auditor internal di Rumah Sakit Panti Rapih. b. Menganalisis hasil jawaban responden mengenai upaya pencegahan fraud di Rumah Sakit Panti Rapih. c. Menganalisis hasil jawaban responden mengenai upaya pendeteksian fraud di Rumah Sakit Panti Rapih. d. Menganalisis hasil jawaban responden mengenai upaya investigasi fraud di Rumah Sakit Panti Rapih Langkah yang dilakukan untuk menilai rata-rata jawaban responden untuk variabel X dan Y adalah terlebih dahulu menetapkan kriteria rata-rata dari masing–masing variabel. Hal ini dilakukan dengan perthitungan nilai jawaban tertinggi dan jawaban terendah setiap variabel sebagai berikut: Xmean = (Xtertinggi – Xterendah)/interval (5) Dimana: Xmean = nilai rata-rata untuk menetapkan kriteria Xtertinggi = skor tertinggi (7) jawaban dikalikan jumlah pertanyaan Xterendah = skor terendah (1) jawaban dikalikan jumlah pertanyaan Interval = kriteria yag digunakan ada 5 Hasil perhitungan menghasilkan 5 kriteria kelompok, dimana untuk kelompok angka terbesar kriterianya sangat baik hingga untuk kelompok angka terkecil sangat tidak baik.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Setelah mengetahui kriterianya selanjutnya dilakukan perhitungan menggunakan analisis deskriptif untuk rata-rata (mean) jawaban responden dari masing-masing variabel. Nilai rata-rata (mean) ini kemudian dibandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan. Jawaban ini akan menggambarkan implementasi masing-masing variabel penelitian di perusahaan apakah masuk dalam kriteria sangat baik sampai dengan sangat tidak baik. I. Teknik Analisis Data 1. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Ada dua cara mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik (Ghozali,2011). Uji normalitas dalam penelitian ini adalah dengan melihat grafik histogram dan melihat normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dan distribusi normal. Distribusi normal akan membentuk satu garis lurus diagonal dan ploting data residual akan dibandingkan dengan garis diagonal. Jika distribusi data normal maka garis data akan mengikuti garis diagonalnya. 2. Koefisien Determinasi (Uji R Square) Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. R2 dalam penelitian ini akan menguji seberapa besar variabel peran auditor internal akan menjelaskan pengaruhnya terhadap upaya pencegahan, pendeteksian dan investigasi fraud. Nilai koefisien determinasi (R2) adalah antara angka 0 sampai

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 dengan 1. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu beraarti variabel-variabel independen memberikan hamir semua informasi yang dibuthkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Gozhali, 2011). 3. Analisis Regresi Sederhana Untuk menjawab permasalahan yang ada dalam rumusan masalah, penulis akan melakukan analisis data menggunakan program SPSS 16 dengan metode analisis regresi sederhana. Dengan olah data ini akan dapat dilihat pengaruh auditor internal sebagai variabel independen terhadap variabel dependen yang meliputi pencegahan, pendeteksian dan investigasi fraud. Model regresi sederhana yang digunakan dalam penelitian ini disajikan dalam persamaan berikut ini: Y1 = α1 + β1X Y2 = α2 + β2X Y3 = α3 + β3X Keterangan : X = Peran Auditor Internal Y3 = Investigasi fraud Y1 = Pencegahan fraud β = koefisien variabel dependen 1,2,3 Y2 = Pendeteksian fraud α = intersep variabel dependen 1,2,3 4. Pengujian Hipotesis Untuk membuktikan apakah peran auditor internal memberikan pengaruh yang signifikan terhadap upaya pencegahan, pendeteksian, dan investigasi fraud, maka dilakukan pengujian hipotesis sebagai berikut:

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 1) Ho1: β1≤ 0, peran auditor internal tidak berpengaruh terhadap upaya pencegahan fraud. Ha1: β1> 0, peran auditor internal berpengaruh positif terhadap upaya pencegahan fraud. 2) Ho2: β2≤ 0, peran auditor internal tidak berpengaruh terhadap upaya pendeteksian fraud. Ha2: β2> 0, peran auditor internal berpengaruh positif terhadap upaya pendeteksian fraud. 3) Ho3: β3≤ 0, peran auditor internal tidak berpengaruh terhadap upaya investigasi fraud. Ha3: β3> 0, peran auditor internal berpengaruh positif terhadap upaya investigasi fraud. Untuk menguji apakah variabel-variabel signifikan atau tidak, maka dicari nilai thitung dengan α= 5 % dan derajat kebebasan (df)= n-2. Jika thitung ≤ ttabel, maka tidak ada pengaruh peran auditor internal terhadap pencegahan, pendeteksian dan investigasi fraud. Jika thitung > ttabel, maka ada pengaruh positif peran auditor internal terhadap pencegahan, pendeteksian, dan investigasi fraud.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN A. Profil Perusahaan Nama : Rumah Sakit Panti Rapih Lokasi : Jalan Cik Di Tiro no. 30 Yogyakarta B. Sejarah Berdirinya Rumah Sakit Panti Rapih, tidak terlepas dari sejarah perkembangan gereja Katolik yang ada di Yogyakarta. Pada tahun 1914, warga Yogyakarta mulai belajar agama Katolik di rumah R.P. Himawidjaja. Beliau adalah ayah dari Mgr. A. Djajasepoetra, SJ seorang misionaris dari Xaverius College Muntilan. Mgr. A. Djajasepoetra, SJ bersama para misonaris yang lain mampu menarik hati warga Yogyakarta sehingga perkembangan masyarakat sangat pesat. Perkembangan tersebut ditanggapi baik oleh apara misionaris, sehingga pada tahun 1917 berdirilah Standaart-School sebagai lembaga pendidikan Katolik pertama di Yogyakarta. Selain di bidang pendidikan agama, para misionaris mulai mengembangkan karyanya di bidang yang lain yaitu bidang kesehatan. Wujud realisasi nyata dari gagasan tersebut adalah pada tahun 1921 pengurus Gereja Yogyakarta memutuskan meminta bantuan kepada Suster Carolus Borromeus yang berpusat di Maastrich Belanda untuk mengelola rumah sakit. Titik awal berdirinya Rumah Sakit Panti Rapih adalah dibentuknya yayasan "Onder de Bogen" atau dalam bahasa Belanda Onder de Bogen Stichting pada tanggal 22 Februari 1927. Sedangkan, pembangunan fisik bangunan rumah 41

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 sakit dimulai pada tanggal 14 September 1928 dan akhir penyelesaiannya pada pertengahan Agustus 1929. Pada tanggal 24 Agustus 1929 Mgr. A.P.F van Velse, SJ berkenan memberkati bangunan tersebut. Secara resmi rumah sakit dibuka oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VIII pada tanggal 14 September 1929 dengan nama Rumah Sakit "Onder de Bogen". Awalnya pasien yang datang ke rumah sakit ini sebagian besar adalah para pejabat Belanda dan kerabat Kraton Yogyakarta. Sementara itu, masyarakat umum khususnya rakyat miskin masih kesulitan untuk dapat menikmati pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut. Hal itu menjadi sebuah keprihatinan bagi para misionaris. Akhirnya, kongregasi Bruder FIC memutuskan untuk membantu membangun sebuah bangsal khusus untuk orang-orang yang tidak mampu. Bangsal tersebut diberi nama Bangsal Theresia. Bergantinya masa kedudukan Belanda oleh Jepang di Indonesia pada tahun 1942, memberikan perubahan besar pada segala aspek kehidupan masyarakat di Indonesia. Rumah Sakit Onder de Bogen menjadi salah satu institusi kesehatan yang menerima dampak buruk perubahan ini. Pengelolaan rumah sakit menjadi kacau balau. Keadaan keuangan rumah sakit sangat memprihatinkan. Biaya rutin rumah sakit harus ditutup dengan susah payah. Hutang rumah rumah sakit membengkak. Sehingga pada waktu itu sangat sulit bagi rumah sakit untuk dapat memberikan pelayanan yang baik. Sementara itu para Suster Belanda dimasukkan tahanan. Rumah sakit diambil alih menjadi rumah sakit pemerintah Jepang. Dokter Sentral selaku Direktur Rumah Sakit Onder de Bogen, dipindahkan ke Rumah Sakit Bethesda.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Rumah Sakit Bethesda pada waktu itu berada di bawah pemerintahan Jepang. Pembesar Umum Suster Carolus Borromeus di Indonesia dipegang oleh Moeder Yvonne dan pimpinan rumah sakit Onder de Bogen diserahkan kepada Suster Sponsari. Meskipun demikian kondisi rumah sakit tidak menjadi lebih baik, namun malah semakin memburuk. Selain di bidang struktur organisasi, pemerintah Jepang juga menghendaki agar segala sesuatu yang berbau Belanda tidak digunakan di seluruh muka bumi Indonesia. Salah satu hal yang yang ingin mereka hapuskan adalah penggunaan bahasa belanda. Nama rumah sakit yang awalnya diberi nama menggunakan bahasa Belanda akhirnya diganti dengan nama pribumi. Mgr. Alb. Soegijopranoto, SJ yang pada waktu itu adalah Bapa Uskup, Keuskupan Agung Semarang berkenan memberikan nama baru yaitu "Rumah Sakit Panti Rapih", Arti dari nama yang diberikan adalah Rumah Penyembuhan. Sesudah kedaulatan Indonesia diakui oleh dunia Internasional, maka Rumah Sakit Panti Rapih juga semakin dikenal dan mendapat kepercayaan dari masyarakat. Semakin banyak pula penderita yang datang dan dirawat di Rumah Sakit Panti Rapih. Untuk mengimbangi hal ini, para pengurus yayasan dan para Suster merencanakan untuk memperluas bangunan dan menambah fasilitas yang ternyata membutuhkan dana dan pembiayaan yang tidak sedikit. Para Suster CB bersama pengurus yayasan berusaha keras sekuat tenaga untuk mendapatkan dana bantuan, baik dari pemerintah maupun dari umat Katolik. Demi memperoleh tambahan dana, para Suster membuat lukisan-lukisan dan pekerjaan tangan lainnya untuk dijual. Atas jasa dan jerih payah Marcus Mangoentijoso seorang

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 pengurus yayasan pada waktu itu, diperoleh bantuan yang cukup besar dari Pemerintah Republik Indonesia. Yayasan Dana Bantuan dari pemerintah tersebut, dimanfaatkan untuk membangun bangsal Albertus, bangsal Yacinta dan Poliklinik Umum. Tahap demi tahap, Rumah Sakit Panti Rapih melengkapi dirinya dengan fasilitas-fasilitas yang memadai untuk sebuah rumah sakit. Hal ini ditunjukan dengan penambahan peralatan medis, penambahan tenaga medis dan peralatan unit penunjang. Rumah sakit juga mendirikan bangunan-bangunan bangsal baru dan poliklinik. Selain dari fasilitas fisik, rumah sakit juga memperpanjang daya jangkau pelayanan kepada masyarakat kecil khususnya warga pedesaan. Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta membuka cabang berupa Rumah Bersalin dan Balai Pengobatan di daerah Pakem dan di daerah Kalasan. Pada tahun 1993 Rumah Bersalin/ Balai Pengobatan yang ada di Kalasan diresmikan sebagai rumah sakit dengan nama Panti Rini. Sedangkan untuk Rumah Bersalin/Balai Pengobatan di Pakem pada tahun 1998 diresmikan menjadi rumah sakit Panti Nugroho. Selain itu, pada tahun 2001 dibangun Rumah Sakit Elisabeth di Bantul. Pengembangan pelayanan terbaru adalah diresmikannya Rumah Sakit Panti Rahayu di Gunungkidul pada 20 November 2013. Seiring perkembangan waktu, rumah sakit Panti Rapih terus menerus melakukan pembaharuan. Hal tersebut dilakukan dengan penambahan fasilitas rumah sakit seperti gedung rawat inap, ruangan poliklinik, dan peralatan medis. Kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat juga semakin ditingkatkan. Hal ini dilakukan oleh rumah sakit Panti Rapih untuk memberikan pelayanan

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 yang terbaik untuk semua lapisan masyarakat. Perubahan itu dapat dilihat dari perubahan tatanan manajemen, pengelolaan rumah sakit, dan perubahan struktur organisasi. Segala bentuk perubahan ini dilakukan untuk mencapai rumah sakit yang berstandar dan memperoleh akreditasi (pengakuan) nasional maupun internasional. Pada saat ini, rumah sakit memberikan fasilitas homecare. Fasilitas ini berupa perawatan rawat jalan. Bedanya adalah pihak medis rumah sakit yang akan datang ke rumah pasien. Pasien yang menggunakan jasa pelayanan ini seperti pasien sroke dan jompo. Kelemahannya adalah pelayanan ini diberikan untuk jarak tempuh rumah pasien dengan rumah sakit kurang dari 75 km. Bisa dikatakan pelayanan hanya dapat diberikan untuk masyarakat yang tinggal di Yogyakarta. Selain itu, pada saat ini rumah sakit telah bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Salah satu asuransi kesehatan yang diperuntukkan semua lapisan masyarakat yang memiliki kartu Asuransi Kesehatan (ASKES) dan Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS). Setiap peserta ASKES maupun JAMKESMAS dapat memperoleh pelayanan sesuai haknya di rumah sakit Panti Rapih. C. Falsafah 1. Setiap pasien adalah citra Allah yang unik yang patut dihargai dan dikasihi. 2. Setiap pasien adalah pribadi yang bermartabat dan mempunyai hak untuk memperoleh layanan optimal agar dapat menjadi bagian dari msyarakat umum sehingga derajat kesehatan masyarakat dapat terwujud.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 3. Layanan diberikan secara menyeluruh dilandasi iman, pengharapan, dan kasih yang diwujudkan dalam semangat pendampingan dan layanan kepada para pasien dan keluarganya. 4. Karyawan RS Panti Rapih adalah bagian integral tak terpisahkan dari karya RS Panti Rapih, dan kesejahteraan mereka secara wajar dan terhormat menjadi bagian pula dari tujuan penyelenggaraan pelayanan kesehatan RS Panti Rapih. D. Visi Rumah Sakit Panti Rapih sebagai rumah sakit rujukan yang memandang pasien sebagai sumber inspirasi dan motivasi kerja dengan memberikan pelayanan kepada siapa saja secara profesional dan penuh kasih dalam suasana syukur kepada Tuhan. RS Rujukan. Sebagai rumah sakit yang mampu menerima rujukan dari rumah sakit lain disekitarnya, terutama bagi layanan subspesialistik yang tersedia. Selain itu RS Panti Rapih juga memberikan bimbingan baik medik, keperawatan maupun non medik kepada rumah sakit lain yang membutuhkan. Pasien sebagai Pusat Inspirasi dan Motivasi. Semangat melayani kepada pasien selalu berkembang dengan memperhatikan perkembangan kebutuhan pasien dalam semua aspek layanan, supaya dapat memberikan kepuasan yang maksimal. Pelayanan yang Profesional. Layanan RS Panti Rapih sungguhsungguh memperhatikan standar layanan sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang tersedia (medik, keperawatan, penunjang medik, dan manajemen). Penuh Kasih. Semua orang adalah umat Allah yang kudus, yang harus dihargai, dihormati, dan dibela hak hidupnya secara bersungguh-sungguh. Layanan diberikan dengan sentuhan yang manusiawi, adil dan tanpa

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 membeda-bedakan pangkat / jabatan, asal usul, ras, suku dan golongan dan agama serta status sosial. Syukur. Setiap orang, baik karyawan maupun pasien merasakan layanan yang ikhlas, jujur dan penuh kasih, dan mampu merasakan pengayoman Tuhan sebagai pemberi hidup yang memelihara setiap orang dengan kasih yang tak terbatas, adil dan tidak membedakan. E. Misi RS Panti Rapih menyelenggarakan pelayanan kesehatan menyeluruh secara ramah, adil, profesional, ikhlas, dan hormat dalam naungan iman Katolik yang gigih membela hak hidup insani dan berpihak kepada yang berkekurangan. RS Panti Rapih memandang karyawan sebagai mitra karya dengan meberdayakan mereka untuk mendukung kualitas kerja demi kepuasan pasien dan keluarganya, dan dengan mewajibkan diri menyelenggarakan kesejahteraan karyawan secara terbuka, proporsional, adil, dan merata sesuai dengan perkembangan dan kemampuan. F. Kebijakan Mutu Sebagai upaya mewujudkan diri menjadi rumah sakit swasta terbaik di Yogyakarta, maka: "Manajemen dan Staf RS Panti Rapih akan menjamin selalu terpenuhinya kepuasan pelanggan dengan cara: memberikan pelayanan medis tercepat dan menyediakan fasilitas medis terlengkap terutama pada pelayanan unggulan, sesuai dengan kemampuan rumah sakit menyempurnakan sistem manajemen kerja organisasi melalui pelaksanaan evaluasi kinerja setiap 3 bulan sekali.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 G. Struktur Organisasi Struktur organisasi sebuah perusahaan merupakan perwujudan sebuah sistem kerja dan koordinasi antar bagian yang ada, dengan peraturan yang jelas. Struktur organisasi pada Rumah Sakit Panti Rapih terbaru dapat dilihat pada Gambar 4.1 Halaman 53. Struktur ini dapat berubah-ubah, sesuai dengan hasil evaluasi dan kesepakatan bersama. Adanya keterbatasan data yang diperoleh, maka penjelasan struktur dan tugas hanya untuk beberapa bagian di Rumah Sakit Panti Rapih. Penjelasannya adalah sebagai berikut : 1. Yayasan Rumah Sakit Panti Rapih Bertugas untuk membuat, mengatur dan mengawasi pelaksanaan dari rencana kerja yang telah dibuat. 2. Direktur Utama Bertugas untuk menjabarkan, melaksanakan ketentuan-ketentuan, juga mempunyai tanggung jawab dan wewenang untuk mengatur kegiatan operasional rumah sakit secara garis besar. 3. Komite Ada enam komite yang ada di rumah sakit Panti Rapih. Masing-masing komite memiliki tugas yang sama. Komite bertugas untuk mengevaluasi, memberikan masukan dan kritikan pada direktur untuk masing-masing bagian yang diampunya. 4. Direktur Pelayanan Medik Bertugas untuk mengkoordinasi dan melaksanakan tugas-tugas pelayanan medis.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 5. Direktur Pelayanan Keperawatan Bertugas untuk mengkoordinasi, mengusulkan, mengawasi, dan mengevaluasi kinerja karyawan bagian keperawatan. 6. Direktur Keuangan dan Logistik Bertugas untuk koordinasi dan mengawasi pelaksanaan administrasi dan keuangan. Bagian ini membawahi bagian Akuntansi, bagian Logistik, dan bagian Keuangan. 7. Bagian Pelayanan Kesehatan dan Infrasturktur Bertugas mengkoordinasi dan mengawasi kegiatan pelayanan kesehatan dan infrastruktur rumah sakit. 8. Bagian Pengendalian Internal Bagian Pengendalian Internal BPI berada di bawah garis tegas dari direktur utama. Posisi dalam struktur organisasi BPI berada sejajar dengan Bidang Perencanaan dan Pengembangan Usaha dan Sekretaris Rumah Sakit. Keanggotaan dari bagian ini adalah auditor internal Rumah Sakit Panti Rapih. Bagian pengendalian internal rumah sakit Panti Rapih pada awalnya adalah tim pengawas yang dibuat khusus (adhoc) untuk melakukan pengawasan operasional rumah sakit. Ada sekitar 30 orang yang tergabung didalamnya. Seiring berjalannya waktu tim adhoc yang dibentuk untuk melakukan pengawasan perusahaan ini dirasa kurang bekerja secara maksimal karena disini terdapat banyak sekali rangkap jabatan. Selain hal tersebut, adanya tuntutan untuk mencapai akreditasi dan mengaharuskan rumah sakit memiliki tim audit yang independen. Sehingga dibentuk bagian pengendalian internal rumah sakit yang

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 berdiri terpisah dari fungsi lainnya dan bersifat independen. Tugas dan tanggung jawab auditor internal rumah sakit Panti Rapih adalah sebagai berikut : 1). Melaksanakan audit terhadap jalannya sistem pengendalian internal dalam penyajian penilaian sesuai kebijakan peraturan organisasi yang berlaku. 2). Melakukan evaluasi dan validasi terhadap sistem yang berjalan maupun yang baru akan diimplementasikan mengenai pengendalian, pengelolaan, dan pemantauan efektifitas dan efisisensi sistem dan aprosedur tiap unit. 3). Melakukan kontrol dan evaluasi atas hasil temuan audit serta menyampaikan saran dan perbaikan terhadap penyelengaraan kegiatan yang sesuai dengan pedoman umum dan peraturan yang berlaku. 4). Menyampaikan hasil audit yang telah dilaksanakan kepada Direktur Utama. 5). Melaksanakan tugas khusus dalam lingkup pengendalian intern yang ditugaskan oleh Direktur Utama. Setelah mengetahui tugas dan tanggung jawab auditor internal rumah sakit, maka akan dijelaskan mengenai proses audit internal rumah sakit. Alur proses audit internal yang dilakukan oleh rumah saki Panti Rapih meliputi : 1). Perencanaan Audit Merencanakan program audit, strategi audit, dan pemetaan resiko dan pengendalian. Dalam tahap ini auditor internal harus cermat dalam menentukan hal-hal yang berkaitan dengan ruang lingkup yang akan diaudit. 2). Pelaksanaan Audit Mengimplementasikan rencana audit yan telah dibuat dalam tahap perencanaan.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 3). Penyajian Hasil Audit Penyampaian konfirmasi temuan dan menyajikan laporan hasil audit (audit report) kepada auditee atau pihak teraudit dan pihak –pihak yang berkepentingan. Tiap konfirmasi temuan ataupun laporan hasil audit harus ditanggapi oleh auditee untuk bisa menciptakan kondisi saling cek antara auditor internal dan auditee. 4). Peninjuan Kembali Hasil Audit Pada tahap ini merupakan aktivitas evaluasi yang biasanya terdiri dari dua aspek. Aspek yang pertama, evaluasi terhadap tindak lanjut hasil audit yang harus dilakukan auditee. Aspek yang kedua, evaluasi terhadap kinerja auditor internal sepanjang tahun.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Gambar 4.1 Struktur Organisasi Rumah Sakit Panti Rapih

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Dalam penelitian ini, pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Kuesioner ini dibagikan kepada 30 responden. Responden tersebut merupakan auditor internal dan karyawan tetap yang terlibat dalam aktivitas audit internal rumah sakit Panti Rapih. Tingkat pengembalian kuesioener penelitian yang dibagikan adalah 100% (seratus persen), artinya kuesioner yang digunakan untuk olah data sebanyak 30 kuesioner. 1. Data responden a. Jenis kelamin Pengelompokan data berdasarkan jenis kelamin, digunakan untuk mengetahui berapa jumlah responden laki-laki dan perempuan yang digunakan dalam penelitian. Deskripsi data responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada Tabel 5.1 sebagai berikut : Tabel 5.1 Data Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Gender Frequency Percent Valid Laki-laki Valid Percent Cumulative Percent 14 46.7 46.7 46.7 16 53.3 53.3 100.0 Total 30 Sumber : Data diolah SPSS 16 100.0 100.0 Perempuan 53

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Berdasarkan Tabel 5.1 Halaman 53 dapat dilihat jumlah responden lakilaki dan responden perempuan. Jumlah responden laki-laki sebanyak 14 (empat belas) atau 46,7% (empat puluh enam koma tujuh persen). Jumlah responden perempuan sebanyak 16 (enam belas) orang atau 53,3% (lima puluh tiga koma tiga persen). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa jumlah antara responden laki-laki dan responden perempuan hampir sama. b. Lama bekerja Pengelompokan berdasarkan lama bekerja digunakan untuk mengetahui berapa lama responden telah bekerja pada objek yang diteliti. Dengan demikian diharapkan responden dalam penelitian memang mengetahui dengan jelas tentang objek yang diteliti. Deskripsi data responden berdasarkan lama bekerja dapat dilihat dari Tabel 5.2. Tabel 5.2 Data Responden Berdasarkan Lama Bekerja Masa_kerja Frequency Percent Valid Valid Percent Cumulative Percent 1-2 th 4 13.3 13.3 13.3 3 - 5 th 5 16.7 16.7 30.0 6 - 10 th 4 13.3 13.3 43.3 > 10 th 17 56.7 56.7 100.0 Total 30 100.0 Sumber : Data diolah SPSS 16 100.0 Berdasarkan Tabel 5.2 dapat diketahui bahwa responden yang telah bekerja lebih dari sepuluh tahun di rumah sakit Panti Rapih ada sebanyak 17 (tujuh belas) orang atau 56,7% (lima puluh enam koma tujuh persen). Responden yang telah bekerja antara enam sampai sepuluh tahun sebanyak 4 (empat) orang

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 atau sebesar 13,3 % (tiga belas koma tiga persen). Responden yang telah bekerja selama tiga sampai lima tahun ada sebanyak 5 (tiga) orang atau sebesar 16,7% (enam belas koma tujuh persen). Responden yang telah bekerja selama satu sampai dua tahun ada sebanyak 4 (empat) orang atau sebesar 13,3 % (tiga belas koma tiga persen). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa responden telah lama mangabdi sebagai karyawan di Rumah Sakit Panti Rapih Yogykarta. c. Setifikat Pengelompokan responden berdasarkan sertifikat yang dimiliki digunakan untuk mengetahui berapa banyak responden yang telah meiliki sertifikat yang berkaitan dengan audit. Dengan demikian, dapat menunjukan bahwa responden yang digunakan dalam penelitian merupakan orang-orang yang memang memiliki kompetensi di bidang audit. Dalam kuesioner, pilihan yang diberikan kepada responden untuk pertanyaan sertifikat adalah CIA (Certified Internal Audit), CPA (Certified Public Accountant), CFE (Certified Fraud Examiner), Lainnya , Tidak punya. Deskripsi data responden berdasarkan sertifikat yang dimiliki ditunjukan pada Tabel 5.3. Tabel 5.3 Data Responden Berdasarkan Sertifikat Yang Dimiliki Sertifikat Frequency Percent Valid tdk punya sertifikat Valid Percent Cumulative Percent 6 20.0 20.0 20.0 19 63.3 63.3 83.3 5 16.7 16.7 100.0 Total 30 Sumber : Data diolah SPSS 16 100.0 100.0 CIA Lainnya

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Berdasarkan hasil perhitungan pada Tabel 5.3 halaman 55 menunjukkan bahwa 19 (sembilan belas) atau sebesar 63,3 % (enam puluh tiga koma tiga persen) responden memiliki sertifikat CIA (Certfied Internal Auditor). Hal tersebut menunjukkan bahwa reponden memiliki kopentensi khusus di bidang audit internal. Responden yang memiliki sertifikat lainnya dibidang audit ada sebanyak 5 (lima) orang atau 16,7 % (enam belas koma tujuh persen). Sertifikat lainnya disini adalah sertifikat yang berkaitan dengan audit pengendalian mutu pelayanan kesehatan. Sebanyak 6 (enam) atau 20 % (dua puluh persen) responden belum memiliki sertifikat berkaitan dengan audit dan atau sedang menempuh pelatihan audit. Responen yang memiliki CFE (Certified Fraud Examiner) dan CPA (Certified Public Accountant) tidak ada. d. Jabatan dalam Organisasi Pengelompokan berdasarkan posisi dalam organisasi digunakan untuk mengetahui jabatan responden di dalam objek yang diteliti. Dengan demikian dapat menunjukkan bahwa responden benar merupakan bagian dari objek yang diteliti. Hasil dari pengolahan data responden berdasarkan posisi dalam organisasi ditunjukkan dengan Tabel 5.4 halaman 57 sebagai berikut:

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Tabel 5.4 Data Responden Berdasarkan Posisi dalam Organisasi Posisi Frequency Percent Valid Valid Percent Cumulative Percent Direktur 2 6.7 6.7 6.7 Auditor Internal 3 10.0 10.0 16.7 Staf Adm, Sekre, TU 3 10.0 10.0 26.7 14 46.7 46.7 73.3 8 26.7 26.7 100.0 30 100.0 100.0 Kepala Unit Lainnya Total Sumber : Data diolah SPSS 16 Berdasarkan hasil pengolahan data yang ditampilkan pada Tabel 5.4 diatas, menunjukkan bahwa ada 2 (dua) atau sebesar 6,7% (enam koma tujuh persen) responden adalah Direktur Rumah Sakit. Ada 3 (tiga) atau sebesar 10% (sepuluh persen) responden adalah Auditor Internal. Ada 3 (tiga) atau sebesar 10% (sepuluh persen) responden adalah Staf Administrasi, Sekretariat, dan Tata Usaha. Ada 14 (empat belas) atau sebesar 46,7 % (empat puluh enam koma tujuh persen) responden adalah Kepala Unit. Ada 8 (delapan) atau sebesar 26,7 % (dua puluh enam koma tujuh persen) responden adalah karyawan dibagian unit. Hasil perhitungan tersebut, menunjukkan bahwa responden yang paling banyak menduduki posisi kepala unit dan diharapkan mengetahui aktivitas audit internal rumah sakit Panti Rapih. 2. Uji Validitas Data Uji validitas digunakan untuk mengukur valid tidaknya suatu kuesioner, suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner (Ghozali, 2011 : 52). Pada BAB III Metode Penelitian, telah disebutkan bahwa kuesioner dikatakan valid jika hasil r-hitung > r-tabel. Hasil dari r-hitung diperoleh dari perhitungan menggunakan program SPSS.16 yang ditunjukan dengan kolom pearson Correlation. Hasil dari r-tabel diperoleh dari pemaknaan tabel r pada Lampiran 1. Jumlah responden (N) adalah 30, sehingga degree of freedom(df) adalah 28 (N-2 = 30-2). Pengujian satu sisi dengan taraf signifikasi yang digunakan adalah 5%. Dalam penelitian ini instrumen penelitian yang digunakan sebayak 46 pertanyaan dengan komposisi sebagai berikut : Variabel X (Auditor Internal) 17 pertanyaan Variabel Y1 (Pencegahan fraud) 12 pertanyaan Variabel Y2 (Pendeteksian fraud) 10 pertanyaan Variabel Y3 (Investigasi fraud) 7 pertanyaan Sebelum melakukan uji validasi, data yang diperoleh ditabulasi terlebih dahulu. Proses perhitungan skor kuesioner hasil tabulasi dapat dilihat pada Lampiran 2. Jumlah responden 30 (tuga puluh) orang, maka dapat diperoleh besarnya rtabel adalah 0,361. Butir pernyataan dikatakan valid jika r-hitung > r-tabel. Hasil perbandingan r-hitung dengan r-tabel variabel-variabel penelitian dapat dilihat pada Tabel 5.5 Halaman 59.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Tabel 5.5 Hasil Perhitungan Pengujian Validitas Variabel-variabel Penelitian Pertanyaan Pearson Sig. (1N r-tabel Correlation tailed) (r-hitung) Variabel X (Peran AI) X-1 0,599 .000 30 0,306 X-2 0,745 .000 30 0,306 X-3 0,454 .012 30 0,306 X-4 0,777 .000 30 0,306 X-5 0,737 .000 30 0,306 X-6 0,609 .000 30 0,306 X-7 0,730 .000 30 0,306 X-8 0,705 .000 30 0,306 X-9 0,366 .047 30 0,306 X-10 0,749 .000 30 0,306 X-11 0,630 .000 30 0,306 X-12 0,582 .001 30 0,306 X-13 0,637 .000 30 0,306 X-14 0,393 .031 30 0,306 X-15 0,500 .005 30 0,306 X-16 0,599 .000 30 0,306 X-17 0,615 .000 30 0,306 Variabel Y1 (Pencegahan Fraud) Y1-1 0,896 .000 30 0,306 Y1-2 0,415 .022 30 0,306 Y1-3 0,857 .000 30 0,306 Y1-4 0,858 .000 30 0,306 Y1-5 0,664 .000 30 0,306 Y1-6 0,630 .000 30 0,306 Y1-7 0,416 .022 30 0,306 Y1-8 0,613 .000 30 0,306 Y1-9 0,370 .044 30 0,306 Y1-10 0,601 .000 30 0,306 Y1-11 0,328 .077 30 0,306 Y1-12 0,438 .015 30 0,306 Variabel Y2 (Pendeteksian Fraud) Y2-1 0,813 .000 30 0,306 Y2-2 0,866 .000 30 0,306 Y2-3 0,909 .000 30 0,306 Y2-4 0,906 .000 30 0,306 Y2-5 0,867 .000 30 0,306 Y2-6 0,900 .000 30 0,306 Y2-7 0,820 .000 30 0,306 keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Tabel 5.5 Pengujian Validitas Variabel Penelitian. Lanjutan halaman 59 Pertanyaan Pearson Sig. (2Correlation tailed) (r-hitung) Y2-8 0,774 .000 Y2-9 0,540 .002 Y2-10 0,838 .000 Variabel Y3 (Investigasi Fraud) Y3-1 0,604 .000 Y3-2 0,637 .000 Y3-3 0,566 .001 Y3-4 0,822 .000 Y3-5 0,840 .000 Y3-6 0,806 .000 Y3-7 0,654 .000 Sumber : Hasil pengolahan data SPSS 16 N r-tabel keterangan 30 30 30 0,306 0,306 0,306 Valid Valid Valid 30 30 30 30 30 30 30 0,306 0,306 0,306 0,306 0,306 0,306 0,306 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Nilai r-hitung setiap butir pernyataan untuk variabel auditor internal (X) Tabel 5.5 Halaman 59 lebih besar dari nilai r-tabel. Hasil pengujian validitas item kuesioner menunjukkan bahwa 17 item penyataan variabel peran auditor internal (X1) valid dan dapat digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti. Nilai r-hitung setiap butir pernyataan untuk variabel pencegahan fraud (Y1) Tabel 5.5 Halaman 59 lebih besar dari nilai r-tabel. Hasil pengujian validitas item kuesioner menunjukkan bahwa 12 item penyataan variabel pencegahan fraud (Y1) valid dan dapat digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti. Nilai r-hitung setiap butir pernyataan variabel pendeteksian fraud(Y2) pada Tabel 5.5 Halaman 59 lebih besar dari nilai r-tabel. Hasil pengujian validitas item kuesioner menunjukkan bahwa 10 butir penyataan variabel pendeteksian fraud (Y2) valid dan dapat digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti. Nilai r-hitung setiap butir pernyataan variabel investigasi fraud (Y3) pada Tabel 5.5 Halaman 60 lebih besar dari nilai r-tabel. Hasil pengujian validitas item

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 kuesioner menunjukkan bahwa 7 butir penyataan variabel investigasi fraud (Y3) valid dan dapat digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti. 3. Uji Reliabilitas Data Uji reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban sesorang terhadap pernyataan adalah konsisten dari waktu ke waktu. Dalam penelitian ini untuk mengukur reliabilitas dengan SPSS uji statistik Cronbach’s Alpha (α), suatu variable dikatakan reliabel jika nilai Cronbach’s Alpha > 0.70 (Gozhali : 2011). Hasil pengujiannya dapat dilihat pada Tabel 5.6 sebagai berikut : Tabel 5.6 Uji Reliabilitas Variable-Variabel Penelitian Variabel yang diukur Cronbach’s Alpha 0.884 Variabel X (Peran Auditor Internal) Variabel Y1 0.819 (Pencegahan Fraud) Variabel Y2 0.946 (Pendeteksian Fraud) Variabel Y3 0.794 (Investigasi Fraud) Sumber : Hasil pengolahan data SPSS 16 Standarized alpha 0,7 Keterangan 0,7 Reliabel 0,7 Reliabel 0,7 Reliabel Reliabel Berdasarkan Tabel 5.6 diatas, maka dapat dinyatakan bahwa intrumen penelitian reliabel dan telah memenuhi syarat untuk digunakan dalam penelitian. Dengan hasil perhitungan Cronbach’c Alpha untuk variabel auditor internal sebesar 0,884 (nol koma delapan delapan empat), variabel pencegahan fraud

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 sebesar 0,819 (nol koma delapan satu sembilan), variabel pendeteksian fraud sebesar 0,946 (nol koma sembilan empat enam), dan variabel investigasi fraud sebesar 0,794 (nol koma tujuh sembilan empat). Dengan demikian semua variabel memiliki Cronbach’s Alpha > 0,7 dan dinyatakan reliabel untuk penelitian. B. Analisis nilai rata-rata (mean) Analisis rata-rata (mean) digunakan untuk menilai variabel X dan Y, sehingga data yang diperoleh dari hasil kuesioner dapat lebih disederhanakan sehingga mudah dibaca, dipahami, dan didinterpretasikan. Nilai mean ini digunakan untuk melihat nilai rata-rata nilai dari opini yang diberikan responden dalam setiap variabel penelitian yang tertuang dalam tiap-tiap butir pernyataan. Rata-rata (mean) dapat kita pahami dengan menentukan terlebih dahulu kriteria penilaian pada masing-masing variabel, baik itu variabel X dan variabel Y1, variabel Y2, dan variabel Y3. 1. Analisis Mean Auditor Internal (Variabel X) Untuk mengetahui sejauh mana Auditor Internal pada rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta, maka cara yang dilakukan adalah dengan menggunakan nilai rata-rata dari skor perhitungan variabel X masing-masing responden dan kemudian hasilnya akan dibandingkan dengan kriteria yang ditetapkan. Penetapan kriteria berdasarkan nilai terendah dan nilai tetinggi hasil kuesioner. Untuk variabel X terdapat 17 pernyataan, dengan nilai terendah 1 dan nilai tertinggi adalah 7. Sehingga diperoleh skor terendah 17 = (17 x 1) dan skor

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 tertinggi 119 = (17 x 7). Besarnya kelas interval antara skor terendah dantertinggi sebesar 20, 6 = ((119 – 17 + 1)/5). Angka 20,6 dibulatkan menjadi 20. Atas dasar perhitugan diatas, maka kriteria untuk menilai implementasi Auditor Internal (variabel X) ditentukan sebagai berikut : Interval 17 - 37 38 - 58 59 - 79 80 - 100 101 - 121 Kriteria Tidak Baik Kurang Baik Cukup Baik Baik Sangat Baik Setelah kita menetapkan kriteria untuk mengukur rata-rata (mean). Selanjutnya dilakukan perhitungan rata-rata menggunakan program SPSS 16. Hasil rata-rata (mean) auditor internal ditunjukan pada Tabel 5.7 sebagai berikut : Tabel 5.7 Rata-rata (mean) Variabel X Auditor Internal Descriptive Statistics N Auditor_Internal Mean 30 104.53 Std. Deviation 9.261 Variance 85.775 Valid N (listwise) 30 Sumber : Data yang diolah SPSS 16 Berdasarkan perhitungan pada Tabel 5.7 pada Halaman 64, dapat diketahui bahwa nilai rata-rata (mean) dari variabel X adalah sebesar 104,53. Apabila nilai tersebut dibandingakan dengan kriteria yang ditetapkan, maka nilai tersebut masuk dalam kriteria “Sangat Baik” yaitu antara 101 – 121. Dengan demikian, kinerja auditor internal di Rumah Sakit Panti Rapih sudah berjalan sangat baik. Hal tersebut didukung oleh indikator auditor internal yaitu :

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 1. Auditor internal melakukan survey pendahuluan sebelum melakukan audit. 2. Audit internal membuat perencanaan audit secara matang. 3. Auditor internal memeriksa Standar Operasional Prosedur (SOP) pada setiap aktivitas perusahaan. 4. Auditor internal mengkaji Sistem Pengendalian Internal (SPI) pada setiap unit perusahaan. 5. Auditor internal memeriksa perencanaan operasi perusahaan yang dilakukan manajer. 6. Auditor internal melakukan evaluasi kebijakan-kebijakan yang ditetapkan manajer. 7. Auditor internal melakukan penilaian kualitas pekerjaan manajer yang disesuaikan dengan standar yang ada. 8. Auditor internal memiliki tanggungjawab profesional atas pemeriksaan/ audit pada setiap unit perusahaan. 9. Audit internal bersikap objektif paada setiap pekerjaan audit. 10. Auditor internal melakukan pemeriksaan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. 11. Auditor internal memeriksa tujuan dan capaian perusahaan. 12. Auditor internal mendiskusikan hasil temuan audit bersama anggota tim audit. 13. Auditor internal menyampaikan hasil temuan secara transparan kepada auditee.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 14. Auditor internal melaporkan hasil pemeriksaan kepada dewan direksi dan komite audit. 15. Auditor internal mencari penyebab terjadinya penyimpangan. 16. Auditor internal mengkaji dampak penyimpangan yang terjadi pada tiap unit. 17. Auditor internal menemukan solusi untuk mengatasi penyimpangan dan direkomendasikan kepada manajemen. 2. Analisis Mean Pencegahan Fraud ( Variabel Y1) Untuk mengetahui sejauh mana upaya pencegahan fraud dilakukan pada rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta, maka cara yang dilakukan adalah dengan menggunakan nilai rata-rata dari skor perhitungan variabel Y1 masing-masing responden dan kemudian hasilnya akan dibandingkan dengan kriteria yang ditetapkan. Penetapan kriteria berdasarkan nilai terendah dan nilai tetinggi hasil kuesioner. Untuk variabel Y1 terdapat 12 pernyataan, dengan nilai terendah 1 dan nilai tertinggi adalah 7. Sehingga diperoleh skor terendah 12 = (12 x 1) dan skor tertinggi 84 = (12 x 7). Besarnya kelas interval antara skor terendah dantertinggi sebesar 14, 6 = ((84 – 12 + 1)/5). Angka 14,6 dibulatkan menjadi 14. Atas dasar perhitugan diatas, maka kriteria untuk menilai implementasi upaya pencegahan fraud (variabel Y1) ditentukan sebagai berikut : Interval 12 – 26 27 – 41 42 – 56 57 – 71 72 – 86 Kriteria Tidak Baik Kurang Baik Cukup Baik Baik Sangat Baik

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Setelah ditetapkan kriterianya, maka kita peroleh hasil perhitungan ratarata (mean) menggunakan program SPSS 16. Hasil perhitungan nilai rata-rata (mean) variabel pencegahan fraud ditunjukkan oleh Tabel 5.8 sebagai berikut: Tabel 5.8 Rata-rata (mean) variabel Y1 Pencegahan Fraud Descriptive Statistics Pencegahan_Fraud N Mean Std. Deviation 30 71.03 7.351 Variance 54.033 Valid N (listwise) 30 Sumber : Data yang diolah SPSS 16 Berdasarkan hasil perhitungan pada Tabel 5.8 diatas, diketahui bahwa nilai rata-rata (mean) variabel Y1 adalah sebesar 71,03. Apabila dibandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan, maka nilai tersebut masuk dalam kriteria “Baik” yaitu antara 57 – 71. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa upaya pencegahan fraud di RS.Panti Rapih sudah berjalan dengan baik. Hal tersebut didukung oleh indikator pencegahan fraud yaitu : 1. Perusahaan menetapkan aturan anti fraud (kecurangan). 2. Sebagai karyawan, saya berkomitmen untuk melaksanakan aturan anti fraud (kecurangan) yang ditetapkan perusahaan. 3. Perusahaan menetapkan sanksi yang tegas bagi pelaku fraud (kecurangan). 4. Ada sistem pengendalian internal yang memadai untuk pencegahan fraud (kecurangan). 5. Ada pemisahan fungsi yang jelas sesuai dengan tanggungjawab masing-

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 masing unit. 6. Ada media untuk menampung informasi yang berkaitan dengan fraud (kecurangan). 7. Ada tim khusus yang dibentuk untuk pencegahan fraud (kecurangan). 8. Ada tindak lanjut yang cepat atas temuan fraud (kecurangan) 9. Ada evaluasi berkala pada setiap aktivitas operasi di masing-masing unit. 10. Ada manajemen pengawasan untuk setiap aktivitas operasinal perusahaan. 11. Ada kebijakan untuk melakukan rotasi pegawai secara berkala. 12. Ada aturan cuti yang harus diambil oleh karyawan. 3. Analisis Mean Pendeteksian Fraud (Y2) Untuk mengetahui sejauh mana upaya pendetekasin fraud dilakukan pada rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta, maka cara yang dilakukan adalah dengan menggunakan nilai rata-rata dari skor perhitungan variabel Y2 masing-masing responden dan kemudian hasilnya akan dibandingkan dengan kriteria yang ditetapkan. Penetapan kriteria berdasarkan nilai terendah dan nilai tetinggi hasil kuesioner. Untuk variabel Y2 terdapat 10 pernyataan, dengan nilai terendah 1 dan nilai tertinggi adalah 7. Sehingga diperoleh skor terendah 10 = (10 x 1) dan skor tertinggi 70 = (10 x 7). Besarnya kelas interval antara skor terendah dantertinggi sebesar 12, 2 = ((70 – 10 + 1)/5). Angka 12,2 dibulatkan menjadi 12.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Atas dasar perhitugan diatas, maka kriteria untuk menilai implementasi upaya pendeteksian fraid (variabel Y2) ditentukan sebagai berikut: Interval 10 – 22 23 – 35 36 – 48 49 – 61 62 – 74 Kriteria Tidak Baik Kurang Baik Cukup Baik Baik Sangat Baik Setelah ditetapkan kriterianya, maka kita peroleh hasil perhitungan ratarata (mean) variabel pendeteksian fraud. Hasil pengolahan data menggunakan program SPSS 16 ditunjukan pada Tabel 5.9 sebagai berikut: Tabel 5.9 Rata-rata (mean) variabel Y2 Pendeteksian Fraud Descriptive Statistics N Pendeteksian_Fraud Mean 30 60.27 Std. Deviation 6.080 Variance 36.961 Valid N (listwise) 30 Sumber : Data yang diolah SPSS 16 Berdasarkan hasil perhitungan pada Tabel 12 diketahui bahwa nilai ratarata (mean) variabel Y2 adalah sebesar 60,27. Apabila dibandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan, maka nilai tersebut masuk dalam kriteria “Baik” yaitu antara 49 – 61. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa upaya pendeteksian fraud di RS. Panti Rapih sudah berjalan baik. Hal tersebut didukung oleh indikator pendeteksian fraud yaitu : 1. Fraud (kecurangan) dapat dideteksi dengan cepat melalui indikator yang

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 ada. 2. Ada sistem yang diberlakuakan untuk mendeteksi adanya fraud (kecurangan) 3. Ada pengawasan untuk memonitor kegiatan agar tidak terjadi korupsi. 4. Ada pengawasan untuk memonitor kegiatan agar tidak terjadi penyalahgunaan aset. 5. Ada pengawasan untuk memonitor kegiatan agar tidak terjadi kecurangan dalam pelaporan keuangan. 6. Perusahaan memiliki alat deteksi dini terhadap fraud (kecurangan). 7. Perusahaan memiliki prosedur yang memadai untuk mendeteksi fraud (kecurangan). 8. Karyawan selalu menginformasikan adanya fraud (kecurangan) kepada pihak berwenang untuk melakukan investigasi. 9. Manajer selalu melakukan dialog untuk menampung informasi terkait dengan fraud (kecurangan) 10. Apabila terdapat informasi berkaitan fraud (kecurangan), manajer akan segera membentuk tim investigasi. 4. Analisis Mean Investigasi Fraud (Y3) Untuk mengetahui sejauh mana upaya investigasi fraud dilakukan pada rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta, maka cara yang dilakukan adalah dengan menggunakan nilai rata-rata dari skor perhitungan variabel Y3 masing-masing

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 responden dan kemudian hasilnya akan dibandingkan dengan kriteria yang ditetapkan. Penetapan kriteria berdasarkan nilai terendah dan nilai tetinggi hasil kuesioner. Untuk variabel Y7 terdapat 7 pernyataan, dengan nilai terendah 1 dan nilai tertinggi adalah 7. Sehingga diperoleh skor terendah 7 = (7 x 1) dan skor tertinggi 49 = (7 x 7). Besarnya kelas interval antara skor terendah dantertinggi sebesar 8, 6 = ((49 – 7 + 1)/5). Angka 8,6 dibulatkan menjadi 8. Atas dasar perhitugan diatas, maka kriteria untuk menilai implementasi upaya investigasi fraid (variabel Y3) ditentukan sebagai berikut : Interval 7 – 15 16 – 23 24 – 32 33 – 41 42 – 50 Kriteria Tidak Baik Kurang Baik Cukup Baik Baik Sangat Baik Setelah ditetapkan kriterianya, maka kita peroleh hasil perhitungan ratarata (mean) investigasi fraud. Hasil perhitungan menggunakan program SPSS 16 ditunjukan pada Tabel 5.10 sebagai berikut: Tabel 5.10 Rata-rata (mean) Variabel Y3 Investigasi Fraud Descriptive Statistics N Investigasi_Fraud Mean 30 Std. Deviation 40.70 Valid N (listwise) 30 Sumber : Data yang diolah SPSS 16 4.617 Variance 21.321

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Berdasarkan hasil perhitungan pada Tabel 5.10 diatas, diketahui bahwa nilai rata-rata (mean) variabel Y3 adalah sebesar 40,70. Apabila dibandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan, maka nilai tersebut masuk dalam kriteria “Baik” yaitu antara 33 – 41. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa upaya investigasi fraud di RS. Panti Rapih sudah berjalan dengan baik. Hal tersebut didukung oleh indikator investigasi fraud yaitu: 1. Tim investigasi mengkaji fraud (kecurangan) yang terjadi. 2. Tim investigasi mengumpulkan bukti dokumen yang mendukung terjadinya fraud (kecurangan). 3. Tim investigasi melakukan wawancara kepada pihak yang mengetahui terjadinya fraud (kecurangan). 4. Tim investigasi melakuakn analisis secara objektif sesuai peraturan Undang-Undang. 5. Tim investigasi berhati-hati terhadap bukti yang diperoleh. 6. Tim investigasi meminta pendapat para ahli terhadap temuan fraud (kecurangan). 7. Tim investigasi melaporkan hasil investigasi kepada pihak yang berwenang. C. Hasil Penelitian dan Pembahasan 1.Analisis Pengaruh Auditor Internal Terhadap Upaya Pencegahan Fraud Dalam penelitian ini akan menunjukkan pengaruh positif auditor internal sebagai variabel X dalam upaya pencegahan fraud sebagai variabel Y1. Berikut

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 adalah hasil olah data dengan analisis regresi sederhana menggunakan program SPSS 16. a. Normalitas Data Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas data ditunjukkan dalam pengolahan menggunakan program SPSS 16 dan menghasilkan histogram dan PPlot dapat dilihat pada Gambar 5.1 dan Gambar 5.2 pada halaman 73. Gambar 5.1 Uji Normalitas Histogram : Pengaruh Peran Auditor Internal Terhadap Upaya Pencegahan Fraud Sumber : pengolahan data dengan SPSS 16

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Gambar 5.2 Uji Normalitas P-Plot : Pengaruh Peran Auditor Internal Terhadap Upaya Pencegahan Fraud Sumber : pengolahan data dengan SPSS 16 Berdasarkan hasil uji normalitas data yang tergambar pada grafik histogram pada Gambar 5.1 halaman 72, menunjukkan bahwa sebaran data menyebar ke seluruh daerah kurva normal, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data mempunyai distribusi data normal. Sedangkan hasil uji normalitas yang tergambar dengan P-Plot pada Gambar 5.2 menunjukan bahwa data berada disekitar garis diagonal sehingga dapat dinyatakan bahwa data berdistribusi normal. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa data berdistribusi normal. b. Koefisien Determinasi (R Square) Koefisien determinasi akan mengukur seberapa jauh variabel peran auditor internal dalam menerangkan variasi variabel upaya pencegahan fraud. Hasil R2 dalam pengujian ini dapat dilihat pada Tabel 5.11 halaman 74 sebagai berikut:

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Tabel 5.11 Hasil R Square Pengaruh Peran Auditor Internal Terhadap Upaya Pencegahan Fraud Model R R Square Adjusted R Square 1 .582a .339 Sumber: Data primer yang diolah Std. Error of the Estimate .315 6.082 Angka R square yang ditunjukan pada Tabel 5.11 halaman 73 adalah 0.339 (pengkuadratan dari koesfisien korelasi atau 0,582 x 0,582 = 0,339). Hal ini berarti 33,9% upaya pencegahan fraud dipengaruhi oleh peran auditor internal dalam perusahaan, sedangkan sisanya (100% - 33,9% = 66,1%) dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. c. Analisis Regresi Linier Sederhana Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi sederhana. Analisis ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana variabel peran auditor internal (X) sebagai variabel independen berpengaruh terhadap pencegahan fraud (Y1) sebagai variabel dependen. Besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dapat dihitung dengan suatu persamaan regresi sederhana. Hasil perhitungan regresi ditunjukan pada Tabel 5.12 sebagai berikut: Tabel 5.12 Model Persamaan Regresi Sederhana Pengaruh Peran Auditor Internal Terhadap Upaya Pencegahan Fraud Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model 1 B (Constant) Std. Error 22.728 12.796 Auditor_Internal .462 Sumber: Data primer yang diolah .122 Beta t .582 Sig. 1.776 .087 3.789 .001

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Berdasarkan Tabel 5.12 halaman 74 pada kolom unstandardized coefficients kolom B, hasil menunjukan bahwa β> 0 dan hipotesis alternatif pertama (H1) diterima, artinya peran auditor internal berpengaruh positif terhadap pencegahan fraud. Persamaan regresi yang digunakan adalah sebagai berikut: Y1 = 22,728+ 0,462X Dilihat dari hasil perhitungan pada Tabel 5.12 halaman 74 menunjukan bahwa pada kolom Sig./Significance adalah 0,001. Probabilitas ini menunjukkan bahwa 0,001< 0,05. Dengan demikian dinyatakan bahwa koefisien regresi signifikan dengan keputusan bahwa peran auditor internal benar-benar berpengaruh secara signifikan terhadap upaya pencegahan fraud. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan tersebut, maka hasil keputusan untuk menjawab rumusan masalah yang pertama bahwa peran auditor internal berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap upaya pencegahan fraud di rumah sakit Panti Rapih. Berpengaruh positif diartikan bahwa jika peran auditor internal lebih ditingkatkan, maka upaya pencegahan fraud yang dilakukan di rumah sakit Panti Rapih akan lebih baik dan lebih efektif. d. Uji Hipotesis Dalam uji hipotesis ini penulis menggunakan uji probabilitas dan uji t untuk menguji signifikasi konstanta dan variabel dependen. Pengujian hipotesis ini penulis akan menunjukkan signifikansi pengaruh peran auditor internal terhadap upaya pencegahan fraud. Hipotesis untuk penelitian ini adalah: thitung ≤ ttabel: Auditor internal tidak berpengaruh terhadap upaya pencegahan fraud.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 thitung>ttabel: Auditor internal berpengaruh positif terhadap upaya pencegahan fraud. Dasar pengambilan keputusan adalah dengan membandingkan t-hitung dengan t-tabel sebagai berikut: a). Hasil t hitung pada kolom t pada Tabel 5.12 halaman 74 sebesar 3,789. b). Hasil t tabel dengan df (N-2) sebesar (30-2=28) dengan tingkat signifikasi 5% dilihat pada Lampiran 4 Tabel t menunjukan angka 1,701. Dengan demikian thitung> t-tabel (3,789> 1,701). Dari perbandingan t-hitung dan t-tabel menunjukan kesimpulan bahwa peran auditor internal berpengaruh nyata dan signifikan terhadap upaya pencegahan fraud. 2. Analisis Pengaruh Auditor Internal Terhadap Upaya Pendeteksian Fraud Setelah mengetahui pengaruh auditor internal terhadap variabel Y1 pencegahan fraud. Selanjutnya peneliti akan menunjukkan pengaruh auditor internal sebagai variabel X dalam upaya pendeteksian fraud sebagai variabel Y2. Berikut adalah hasil olah data dengan analisis regresi sederhana menggunakan program SPSS 16. a. Normalitas Data Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas data ditunjukkan dalam pengolahan menggunakan program SPSS 16 dan menghasilkan histogram dan PPlot dapat dilihat pada Gambar 5.3 dan Gambar 5.4 sebagai berikut.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 Gambar 5.3 Uji Normalitas Histogram : Pengaruh Peran Auditor Internal Terhadap Upaya Pendeteksian Fraud Sumber : pengolahan data dengan SPSS 16 Gambar 5.4 Uji Normalitas P-Plot : Pengaruh Peran Auditor Internal Terhadap Upaya Pendeteksian Fraud Sumber : pengolahan data dengan SPSS 16 Berdasarkan hasil uji normalitas data yang tergambar pada grafik histogram pada Gambar 5.3, menunjukkan bahwa sebaran data menyebar ke seluruh daerah kurva normal, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data mempunyai distribusi data normal. Sedangkan hasil uji normalitas yang tergambar dengan P-Plot pada Gambar 5.4 menunjukan bahwa data berada disekitar garis

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 diagonal sehingga dapat dinyatakan bahwa data berdistribusi normal. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa data berdistribusi normal. b. Koefisien Determinasi (R Square) Koefisien determinasi akan mengukur seberapa jauh variabel peran auditor internal dalam menerangkan variasi variabel upaya pendeteksian fraud. Hasil R2 dalam pengujian ini dapat dilihat pada Tabel 5.13 sebagai berikut: Tabel 5.13 Hasil R Square Pengaruh Peran Auditor Internal Terhadap Upaya Pendeteksian Fraud Adjusted R Std. Error of Model R R Square Square the Estimate 1 .520a .270 Sumber: Data primer yang diolah .244 5.286 Angka R square yang ditunjukan pada Tabel 5.13 adalah 0.270 (pengkuadratan dari koesfisien korelasi atau 0,520 x 0,520 = 0,270). Hal ini berarti 27% upaya pendeteksian fraud dipengaruhi oleh peran auditor internal dalam perusahaan, sedangkan sisanya (100% - 27% = 73%) dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. c. Analisi Regresi Linier Sederhana Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi sederhana. Analisis ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana variabel peran auditor internal (X) sebagai variabel independen berpengaruh terhadap pendeteksian fraud (Y2) sebagai variabel dependen. Besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dapat dihitung dengan suatu persamaan regresi sederhana. Hasil perhitungan regresi ditunjukan pada Tabel 5.14 sebagai berikut:

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Tabel 5.14 Model Persamaan Regresi Sederhana Pengaruh Peran Auditor Internal Terhadap Upaya Pendeteksian Fraud Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model 1 B (Constant) 24.599 Std. Error Beta t 11.120 Auditor_Intern .341 al Sumber: Data primer yang diolah .106 .520 Sig. 2.212 .035 3.220 .003 Berdasarkan Tabel 5.14 diatas pada kolom unstandardized coefficients kolom B menunjukkan hasil β> 0 dan hipotesis alternatif kedua (H2) diterima, artinya bahwa peran auditor internal berpengaruh positif terhadap upaya pendeteksian fraud. Persamaan regresi yang digunakan adalah sebagai berikut: Y2 = 24,599+ 0,341X Dilihat dari hasil perhitungan pada Tabel 5.14 menunjukan bahwa pada kolom Sig./Significance adalah 0,003. Probabilitas ini menunjukkan bahwa 0,003< 0,05. Dengan demikian dinyatakan bahwa koefisien regresi signifikan dengan keputusan bahwa peran auditor internal benar-benar berpengaruh secara signifikan terhadap upaya pendeteksian fraud. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan tersebut, maka hasil keputusan untuk menjawab rumusan masalah yang kedua bahwa peran auditor internal berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap upaya pendeteksian fraud di rumah sakit Panti Rapih. Berpengaruh positif diartikan bahwa jika peran auditor internal lebih ditingkatkan, maka upaya pendeteksian fraud yang dilakukan di rumah sakit Panti Rapih akan lebih baik dan lebih efektif.

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 d. Uji Hipotesis Dalam uji hipotesis ini penulis menggunakan uji probabilitas dan uji t untuk menguji signifikasi konstanta dan variabel dependen. Pengujian hipotesis ini penulis akan menunjukkan signifikansi pengaruh peran auditor internal terhadap upaya pendeteksian fraud. Hipotesis untuk penelitian ini adalah: thitung ≤ ttabel : Auditor internal tidak berpengaruh terhadap upaya pendeteksian fraud. thitung > ttabel: Auditor internal berpengaruh positif terhadap upaya pendeteksian fraud. Dasar pengambilan keputusan dilakukan dengan membandingkan t-hitung dengan t-tabel. a). Hasil t-hitung pada kolom t pada Tabel 5.14 halaman 79 sebesar 3,220. b). Hasil t tabel dengan df (N-2) sebesar (30-2=28) dengan tingkat signifikasi 5% dilihat pada Lampiran 4 Tabel t menunjukan angka 1,701. Dengan demikian t-hitung> t-tabel (3,220> 1,701). Dari perbandingan t-hitung dan ttabel menunjukan kesimpulan bahwa peran auditor internal berpengaruh nyata dan signifikan terhadap upaya pendeteksian fraud. 3. Analisis Pengaruh Auditor Internal Terhadap Upaya Investigasi Fraud Setelah mengetahui pengaruh auditor internal variabel X terhadap variabel Y1 pencegahan fraud dan variabel Y2 pendeteksian fraud. Selanjutnya peneliti akan menunjukkan pengaruh auditor internal sebagai variabel X dalam upaya investigasi fraud sebagai variabel Y3.

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Berikut adalah hasil olah data dengan analisis regresi sederhana menggunakan program SPSS 16. a. Normalitas Data Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas data ditunjukkan dalam pengolahan menggunakan program SPSS 16 dan menghasilkan histogram dan PPlot dapat dilihat pada Gambar 5.5 dan Gambar 5.6 sebagai berikut. Gambar 5.5 Uji Normalitas Histogram : Pengaruh Peran Auditor Internal Terhadap Upaya Investigasi Fraud Sumber : pengolahan data dengan SPSS 16

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Gambar 5.6 Uji Normalitas P-Plot : Pengaruh Peran Auditor Internal Terhadap Upaya Investigasi Fraud Sumber : pengolahan data dengan SPSS 16 Berdasarkan hasil uji normalitas data yang tergambar pada grafik histogram pada Gambar 5.5 halaman 81, menunjukkan bahwa sebaran data menyebar ke seluruh daerah kurva normal, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data mempunyai distribusi data normal. Sedangkan hasil uji normalitas yang tergambar dengan P-Plot pada Gambar 5.6 menunjukan bahwa data berada disekitar garis diagonal sehingga dapat dinyatakan bahwa data berdistribusi normal. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa data berdistribusi normal. b. Koefisien Determinasi (R Square) Koefisien determinasi akan mengukur seberapa jauh variabel peran auditor internal dalam menerangkan variasi variabel upaya investigasi fraud. Hasil R2 dalam pengujian ini dapat dilihat pada Tabel 5.15 halaman 83 sebagai berikut:

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 Tabel 5.15 Hasil R Square Pengaruh Peran Auditor Internal Terhadap Upaya Investigasi Fraud Adjusted R Std. Error of Model R R Square Square the Estimate 1 .605a .366 Sumber: Data primer yang diolah .343 3.743 Angka R square yang ditunjukan pada Tabel 5.15 diatas adalah 0.366 (pengkuadratan dari koesfisien korelasi atau 0,605 x 0,605 = 0,366). Hal ini berarti 36,6% upaya investigasi fraud dipengaruhi oleh peran auditor internal dalam perusahaan, sedangkan sisanya (100% - 36,6% = 63,4%) dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. c. Analisi Regresi Linier Sederhana Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi sederhana. Analisis ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana variabel peran auditor internal (X) sebagai variabel independen berpengaruh terhadap investigasi fraud (Y3) sebagai variabel dependen. Besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dapat dihitung dengan suatu persamaan regresi sederhana. Hasil perhitungan regresi ditunjukan pada Tabel 5.16 sebagai berikut: Tabel 5.16 Model Persamaan Regresi Sederhana Pengaruh Peran Auditor Internal Terhadap Upaya Investigasi Fraud Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model 1 B (Constant) Std. Error 9.190 Auditor_Intern .301 al Sumber: Data primer yang diolah Beta t 7.875 .075 .605 Sig. 1.167 .253 4.016 .000

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Berdasarkan Tabel 5.16 halaman 83 pada kolom unstandardized coefficients kolom B hasil menunjukan β> 0 dan hipotesis alternatif ketiga (H3) diterima, artinya peran auditor internal berpengaruh positif terhadap upaya investigasi fraud. Persamaan regresi yang digunakan adalah sebagai berikut: Y3 = 9,190+ 0,301 X Dilihat dari hasil perhitungan pada Tabel 5.16 halaman 83 menunjukan bahwa pada kolom Sig./Significance adalah 0,000. Probabilitas ini menunjukkan bahwa 0,000< 0,05. Dengan demikian dinyatakan bahwa koefisien regresi signifikan dengan keputusan bahwa peran auditor internal benar-benar berpengaruh secara signifikan terhadap upaya investigasi fraud. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan tersebut, maka hasil keputusan untuk menjawab rumusan masalah yang ketiga bahwa peran auditor internal berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap upaya investigasi fraud di rumah sakit Panti Rapih. Berpengaruh positif diartikan bahwa jika peran auditor internal lebih ditingkatkan, maka upaya investigasi fraud yang dilakukan di rumah sakit Panti Rapih akan lebih baik dan lebih efektif. d. Uji Hipotesis Dalam uji hipotesis ini penulis menggunakan uji probabilitas dan uji t untuk menguji signifikasi konstanta dan variabel dependen. Pengujian hipotesis ini penulis akan menunjukkan signifikansi pengaruh peran auditor internal terhadap upaya investigasi fraud. Hipotesis untuk penelitian ini adalah: thitung ≤ ttabel: Auditor internal tidak berpengaruh terhadap upaya investigasi fraud.

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 thitung > ttabel: Auditor internal berpengaruh positif terhadap upaya investigasi fraud. Dasar pengambilan keputusan dilakukan dengan membandingkan t-hitung dengan t-tabel sebagai berikut: a). Hasil t-hitung pada kolom t pada Tabel 5.16 halaman 83 sebesar 4,016. b). Hasil t-tabel dengan df (N-2) sebesar (30-2=28) dengan tingkat signifikasi 5% dilihat pada Lampiran 4 Tabel t menunjukan angka 1,701. Dengan demikian t-hitung> t-tabel (4,016> 1,701). Dari perbandingan t-hitung dan t-tabel menunjukan kesimpulan bahwa peran auditor internal berpengaruh nyata dan signifikan terhadap upaya investigasi fraud.

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Hasil perhitungan menggunakan regresi sederhana menunjukan hipotesis alternatif pertama (H1) diterima, artinya auditor internal memiliki pengaruh positif dan signifikan dalam upaya pencegahan fraud. Sehingga dapat diartikan bahwa semakin baik peran auditor internal dalam aktivitas audit internal perusahaan, maka upaya pencegahan fraud akan semakin efektif. Hasil temuan ini konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya oleh Amalia (2013). Hal ini dibuktikan dari hasil β> 0 (0,462> 0) dengan nilai signifikansi 0,001< 0,5. Besarnya pengaruh auditor internal terhadap pencegahan fraud adalah 33,9% dan sisanya 66,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. 2. Hasil selanjutnya menyatakan bahwa hipotesis alternatif kedua (H2) diterima, artinya auditor internal memiliki pengaruh positif dan signifikan dalam upaya pendeteksian fraud. Sehingga dapat diartikan bahwa semakin baik peran auditor internal dalam aktivitas audit internal perusahaan, maka upaya pendeteksian fraud akan semakin efektif. Hasil temuan ini konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya oleh Amalia (2013). Hal ini dibuktikan dari hasil β> 0 (0,341> 0) dengan nilai signifikansi 0,003< 0,5. Besarnya pengaruh 86

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 auditor internal terhadap pendeteksian fraud adalah 27% dan sisanya 73% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. 3. Hasil selanjutnya menunjukan untuk hipotesis alternatif ketiga (H3) juga diterima, artinya auditor internal memiliki pengaruh positif dan signifikan dalam upaya investigasi fraud. Sehingga dapat diartikan bahwa semakin baik peran auditor internal dalam aktivitas audit internal perusahaan, maka upaya investigasi fraud akan semakin efektif. Hal ini dibuktikan dari hasil β> 0 (0,301> 0) dengan nilai signifikansi 0,000< 0,5. Besarnya pengaruh auditor internal terhadap investigasi fraud adalah 36,6% dan sisanya 63,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. B. Keterbatasan Penelitian Peneliti menyadari penelitian ini belum sempurna. Walaupun penelitian ini telah dilakukan secara optimal dengan menekan seminimal mungkin bias yang terjadi, namun faktor kesalahan manusia tidak dapat dihindari. Ketidak sempurnaan penelitian tampak pada beberapa hal yaitu : 1. Penelitian hanya dengan penyebaran kuesioner pada satu rumah sakit dan responden telah ditentukan, sehingga jumlah responden terbatas. 2. Kejujuran, keseriusan dan keterbukaan responden dalam mengisi kuesioner tidak dapat dihindari dari bias dan kesalahan manusiawi karena hal ini menyangkut diri sendiri dan opini masing-masing individu yang berbeda.

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 C. Saran 1. Bagi Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta Sebaiknya rumah sakit Panti Rapih meningkatkan kualitas auditor internal karena dari hasil penelitian menunjukkan bahwa auditor internal berpengaruh terhadap upaya pencegahan, pendeteksian, dan investigasi fraud. Hal yang dapat dilakukan oleh rumah sakit sebagai berikut adalah meningkatkan kompetensi karyawan melalui pendidikan dan pelatihan sehingga membuat upaya pencegahan, pendeteksian dan investigasi fraud semakin efektif. 2. Bagi Peneliti Selanjutnya Peneliti menyadari bahwa hasil penelitian ini masih jauh dari sempurna, maka diharapkan untuk peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dibeberapa rumah sakit lainnya.

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 DAFTAR PUSTAKA Amalia, Ratna. 2013. “Pengaruh Audit Internal Terhadap Pencegahan dan Pendeteksian Fraud (Kecurangan)”. Skripsi Dipublikasikan. Universitas Pasundan, Jawa Barat. Amrizal. 2004. Pencegahan dan Pendektesian Kecurangan oleh Auditor Internal. http://www.bpkp.go.id/public/upload/unit/investigasi/files/Gambar/PDF/cega h_deteksi.pdf diakses tanggal 8 Oktober 2013 Andayani, Wuryan.2008. Audit Internal Edisi 1. Yogyakarta : BPFE. Badan Pengawas Keuangan Dan Pembangunan. 2008. Fraud Auditing. Edisi kelima. Bogor: Pusdiklatwas BPKP. Fitriyani, Rika. 2012. “Pengaruh Kemampuan Auditor Investigatif Terhadap Efektivitas Pelaksanaan Prosedur Audit dalam Pembuktian Kecurangan (Fraud)”. Skripsi Dipublikasikan. Universitas Pasundan, Jawa Barat. Gozhali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang : BP Universitas Diponegoro Hartanto, Jogiyanto.2010.Metodologi Penelitian Bisnis : Salah Kaprah dan Pengalaman-Pengalaman. Yogyakarta : BPFE. Hermiyetti. 2010. Pengaruh Penerapan Pengendalian Internal Terhadap Pencegahan Fraud Pengadaan Barang. Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia. Konsorsiun Organisasi Profesi Audit Internal. 2004. Standart Profesi Audit Internal. Jakarta : Yayasan Pendidikan Internal Audit. Kumaat, Valery G. 2011. Internal Audit. Jakarta : Erlangga. Laporan ACFE 2012 http://www.acfe.com/uploadedFiles/ACFE_Website/Content/rttn/2012report-tonations.pdf diunduh 28 Oktober 2013 Peraturaan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Nomor : 1684/MENKES/PER/XII/2005

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Pricilla Burnaby, M.H. Detecting Fraud in the organization : An Internal Audit Perspective. Journal of forensic & Investigative Accounting Vol.3, Issue 1, 195-233. Rozmita, Dewi YR,R.N. 2012. Gejala Fraud Dan Peran Auditor Internal Dalam Pendektesian Fraus Di Lingkungan Perguruan Tinggi, 1-28. Sawyer, Lawrence B; Mortiner A. Dittenhofer; James H.Shener. 2003. Sawyer’s Internal Auditing. Jakarta : Salemba Empat. Sugiyono. 2012. Statistika untuk Penelitian. Cetakan kedua puluh. Bandung : Alfabeta Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Bisnis. Bandung : Alfabeta Sumarni, Murti; Salamah Wahyuni. 2006. Metodologi Penelitian Bisnis. Yogyakarta : ANDI OFFSET Supramono, Itiyas Utami. 2004. Desain Proposal Penelitian. Yogyakarta : ANDI OFFSET Tjahyono, Bernhard.2010. “Analisis Peran Auditor Internal di Perguruan Tinggi Swasta. Studi Kasus : Universitas Sanata Dharma”. Skripsi Tidak Dipublikasikan. Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Tuanakotta, Theodorus M. 2007. Akuntansi Forensik dan Audit Investigatif. Jakarta : LP-FEUI. Tugiman, Hiro. 2011. Pengendalian dan Audit Internal Organisasi . Jakarta Undang-Undang No.4 Tentang Rumah Sakit Tahun 2005 Yayasan Pendidikan Internal Audit (YPIA). 2003. Dasar-Dasar Auditing. Jakarta Yudiansyahputra. 2010. Fraud Rish and Control. http://yudiansyahputra.files.wordpress.com/2010/06/30468230-fraud-risksand-control-translate.pdf diunduh 28 Oktober 2013

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 LAMPIRAN Lampiran 1 : Tabel r Lampirab 2 : Skor Perhitungan Kuesioner Lampiran 3 : Perhitungan SPSS validitas Lampiran 4 : Perhitungan SPSS reliabilitas data Lampiran 5 : Tabel t Lampiran 6 : Kuesioner Penelitian Lampiran 7 : Ijin Penelitian

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 Lampiran 1 : Tabel r r tabel 1-30

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 Lampiran 2 : Skor Perhitungan Kuesioner Lampiran 2.1 Jawaban Kuesioner Variabel X Auditor Internal Total Rata2 Subjek x1 x2 x3 x4 x5 x6 x7 x8 x9 x10 x11 x12 x13 x14 x15 x16 x17 X X 1 7 7 2 6 6 6 6 2 6 6 6 6 3 6 7 6 6 94 5,529 2 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 6 6 6 7 7 116 6,824 3 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 119 7 4 6 4 4 2 3 6 6 6 6 4 6 5 6 6 6 6 4 86 5,059 5 4 4 4 4 6 6 6 6 6 6 6 6 0 6 7 7 7 91 5,353 6 6 6 5 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 101 5,941 7 7 7 6 6 6 6 7 6 5 5 7 7 7 6 7 7 5 107 6,294 8 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 119 7 9 7 7 4 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 116 6,824 10 6 5 6 5 6 5 7 4 6 4 6 5 6 7 6 4 6 94 5,529 11 6 6 6 2 2 7 6 2 6 2 7 7 2 7 6 6 6 86 5,059 12 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 102 6 13 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 102 6 14 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 102 6 15 6 6 6 6 6 7 7 6 6 6 7 7 7 7 7 7 7 111 6,529 16 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 102 6 17 7 7 4 7 7 7 7 7 4 7 7 7 7 7 7 7 7 113 6,647 18 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 3 6 6 5 6 4 96 5,647 19 6 6 6 6 6 7 7 6 7 6 7 6 6 6 6 7 7 108 6,353 20 6 6 6 2 6 6 6 5 6 6 6 6 5 6 6 6 7 97 5,706

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 Total Rata2 Subjek x1 x2 x3 x4 x5 x6 x7 x8 x9 x10 x11 x12 x13 x14 x15 x16 x17 X X 21 6 6 6 6 6 7 7 6 7 6 7 6 7 6 6 6 7 108 6,353 22 6 6 5 6 6 7 7 6 7 6 7 6 5 6 7 7 7 107 6,294 23 7 7 7 6 6 7 7 7 6 7 6 6 6 6 7 6 7 111 6,529 24 7 7 7 6 6 7 7 7 7 6 7 7 6 7 7 7 7 115 6,765 25 5 6 6 6 6 7 6 7 7 6 7 6 6 6 6 7 6 106 6,235 26 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 102 6 27 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 102 6 28 6 6 6 6 6 5 6 6 5 5 7 6 7 7 7 7 6 104 6,118 29 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 119 7 30 6 6 6 6 6 6 6 6 5 5 6 6 6 6 6 6 6 100 5,882 Total 187 185 172 171 179 192 194 178 185 176 195 185 174 190 192 192 189 3136 184,5 Mean 6,2 6,2 5,7 5,7 6 6,4 6,5 5,9 6,2 5,9 6,5 6,17 5,8 6,3 6,4 6,4 6,3 104,5 6,149

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Lampiran 2.2 Jawaban Kuesioner Variabel Y1 Pencegahan Fraud Subjek y1 y2 y3 y4 y5 y6 y7 y8 y9 y10 y11 y12 1 6 6 6 6 6 6 6 6 6 5 6 6 2 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 7 3 7 1 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 4 4 4 4 5 4 6 6 6 6 5 4 7 5 4 4 4 6 6 6 6 6 6 5 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 7 4 4 4 5 6 4 6 7 6 5 5 6 8 7 6 7 7 7 7 6 6 7 7 2 7 9 6 6 7 6 4 6 7 7 7 7 7 7 10 6 5 6 6 6 6 6 6 6 5 5 5 11 6 6 6 7 1 6 2 6 7 6 6 6 12 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 13 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 14 2 3 3 3 3 6 6 6 6 6 6 6 15 7 1 7 7 7 7 7 7 7 7 6 7 16 2 3 3 3 3 6 6 6 6 6 6 6 17 7 7 4 7 7 7 7 7 7 4 4 7 18 4 4 4 4 4 4 6 4 6 4 3 6 19 7 7 7 7 6 6 7 7 6 7 6 7 20 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 5 6 21 6 6 6 7 6 7 7 7 7 7 6 7 22 6 6 7 6 6 6 6 7 6 6 6 7 23 7 7 7 7 7 6 7 7 6 6 6 6 24 7 6 7 7 6 7 7 7 7 7 6 6 25 6 6 7 6 6 6 6 6 6 6 7 7 26 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 27 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 28 6 6 6 6 5 6 5 5 5 6 7 7 29 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 30 7 7 7 6 6 6 6 6 6 6 7 7 Total 172 159 174 179 167 182 183 187 187 178 171 192 Mean 5,7 5,3 5,8 6 5,6 6,1 6,1 6,2 6,2 5,9 5,7 6,4 Total rata2 Y1 Y1 71 5,92 73 6,08 78 6,5 61 5,08 65 5,42 72 6 62 5,17 76 6,33 77 6,42 68 5,67 65 5,42 72 6 72 6 56 4,67 77 6,42 56 4,67 75 6,25 53 4,42 80 6,67 71 5,92 79 6,58 75 6,25 79 6,58 80 6,67 75 6,25 72 6 72 6 70 5,83 72 6 77 6,42 1912 159 63,7 5,31

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 Lampiran 2.3 Jawaban Kuesioner Variabel Y2 Pendeteksian Fraud Subjek y13 y14 y15 y16 y17 y18 y19 y20 y21 y22 1 6 3 4 6 6 6 6 6 6 5 2 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 3 6 6 6 6 6 6 7 7 7 7 4 6 4 4 5 6 5 4 4 5 6 5 6 5 6 5 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 7 4 5 4 5 5 6 5 3 7 6 8 6 6 7 6 6 6 6 5 7 6 9 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 10 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 11 6 6 6 6 6 6 6 6 7 7 12 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 13 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 14 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 15 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 16 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 17 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 18 4 4 4 4 4 4 5 5 6 4 19 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 20 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 21 6 6 6 7 7 7 6 6 7 7 22 6 6 6 6 6 6 7 6 6 6 23 6 6 6 7 7 6 6 5 6 6 24 7 7 7 7 7 7 6 7 6 7 25 4 6 6 6 6 6 6 6 5 6 26 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 27 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 28 5 5 5 5 5 5 6 6 6 6 29 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 30 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 Total 178 175 177 181 183 182 182 178 187 185 Mean 5,93 5,83 5,9 6 6,1 6,1 6,1 5,9 6,2 6,2 Total Rata2 Y2 Y2 54 5,4 60 6 64 6,4 49 4,9 58 5,8 60 6 50 5 61 6,1 70 7 60 6 62 6,2 60 6 60 6 60 6 70 7 60 6 70 7 44 4,4 70 7 60 6 65 6,5 61 6,1 61 6,1 68 6,8 57 5,7 60 6 60 6 54 5,4 60 6 60 6 1634 163 54,5 5,45

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 Lampiran 2.4 Subjek y23 y24 1 4 7 2 2 6 3 6 7 4 4 6 5 2 6 6 6 6 7 5 6 8 6 6 9 6 6 10 4 6 11 6 6 12 6 6 13 6 6 14 6 6 15 5 6 16 5 6 17 4 7 18 4 4 19 6 7 20 6 6 21 2 6 22 6 7 23 4 6 24 6 7 25 6 6 26 2 6 27 3 6 28 4 6 29 4 5 30 4 4 Total 140 181 Mean 4,67 6 Jawaban Kuesioner Variabel Y3 Investigasi Fraud Total Rata2 Y3 y25 y26 y27 y28 y29 Y3 7 6 6 6 6 42 6 6 6 3 6 6 35 5 6 7 7 7 7 47 6,714 5 6 4 5 4 34 4,857 6 6 6 6 3 35 5 6 6 6 6 6 42 6 7 7 7 6 3 41 5,857 7 7 7 7 7 47 6,714 6 7 7 7 6 45 6,429 5 6 4 4 4 33 4,714 2 6 6 6 6 38 5,429 6 6 6 6 6 42 6 6 6 6 6 6 42 6 6 6 6 6 6 42 6 7 7 7 7 7 46 6,571 6 6 6 6 6 41 5,857 7 7 7 7 7 46 6,571 4 4 4 4 4 28 4 6 7 7 6 6 45 6,429 6 6 6 5 6 41 5,857 6 6 6 6 6 38 5,429 7 7 7 7 5 46 6,571 7 7 7 5 6 42 6 6 7 7 7 7 47 6,714 6 6 6 6 6 42 6 6 6 6 6 6 38 5,429 6 6 6 6 6 39 5,571 6 6 6 6 6 40 5,714 6 6 6 6 6 39 5,571 6 6 6 6 6 38 5,429 179 188 181 180 172 1104 157,7 6 6,3 6 6 5,7 36,8 5,257

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Lampiran 3 : Validitas Data Lampiran 3.1 Uji Validitas Variabel X Auditor Internal X1 X1 Pearson Correlation X2 X5 X6 .172 .441* .306 .343 .574** .140 .057 .328 .350 .416* .000 .364 .015 .100 .063 .058 .022 .002 .034 .039 .382 .352 30 30 30 30 30 30 .824** 1 1 .824** Sig. (2-tailed) N X2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X3 .000 30 X4 X7 X8 X9 X10 X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 skorX .001 .461 .766 .077 30 30 30 .280 .641** .513** .491** .487** .219 .126 30 .514* * 30 30 * ** .531 .471 * .533* * 30 .388* .379* .166 .176 .599** 30 30 30 30 .000 30 .446* .303 .387* .387* .391* .745** 30 .135 30 .000 30 .004 30 .006 30 .006 .244 .506 .004 30 30 30 30 .009 .003 .013 .104 .035 .034 .033 30 30 30 30 30 30 30 .172 .280 1 .208 .167 .204 .281 .419* .296 .110 .237 .157 .433* .168 -.150 .054 .195 .454* .364 30 .135 30 30 .270 30 .377 30 .280 30 .441* .641** .208 1 .807** .132 .021 .112 .561 30 30 30 30 .539* .710* .263 .449* * .149 * .207 .408 .017 .375 .429 .778 .302 .012 30 30 30 30 30 30 30 30 * .558 ** .316 .252 * .155 .290 .352 .317 .777 .270 30 .000 30 .161 30 .089 .179 .001 .414 .120 .056 .088 30 30 30 30 30 30 30 .015 30 .000 30 30 .013 .002 .431 .000 30 30 30 30 .000 30 .000 30

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 X1 X5 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X6 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X7 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X8 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X9 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X2 X3 X4 X5 X6 .306 .513** .167 .807** .100 30 .004 30 .377 30 .000 30 30 .343 .491** .204 .263 .129 .063 30 .280 30 .161 30 .497 30 .006 30 .574** .487** .001 30 .006 30 .140 1 X7 X8 X9 X10 X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 skorX .582* .866* .491* ** .129 .425* .164 .207 .444* .093 .320 .317 * .142 * * .737 .497 30 .019 .001 .456 .000 .386 .273 .014 .626 .085 .088 .006 .000 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 * * * * .520 .592 .557 * ** .532 ** 1 .591** .344 * .393 .655 * .121 .231 .315 * * .609 30 .281 .449* .425* .591** .132 30 .013 30 .019 30 .001 .063 .003 .032 30 30 30 30 .000 .002 .525 .218 .090 .001 .001 .000 30 30 30 30 30 30 30 30 * * * .472 .531 .552 ** 1 .375* .334 .371* .668** .462* .426* * * .342 * .730 .001 30 .219 .419* .539** .582** .041 .071 .043 30 30 30 30 .682* * .344 .375 1 .196 * .000 .010 .019 .008 .003 .064 .002 .000 30 30 30 30 30 30 30 30 * * .590 .520 ** .270 .175 * .038 .185 * .249 .705 .461 30 .244 30 .021 30 .002 30 .001 30 .063 30 .150 .354 .001 .841 .328 .003 .184 30 30 30 30 30 30 30 .057 .126 .296 .149 .142 .520** .334 .196 1 .287 .766 .506 .112 .431 .456 .003 .071 .300 .125 30 30 30 30 30 30 .041 30 30 .300 .000 30 30 30 30 30 30 .000 30 .318 .120 .030 .032 .000 .205 .359 .366* 1.00 .276 .052 0 30 30 30 30 .087 .528 .877 .866 30 30 30 .047 30

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 X1 X1 Pearson 0 Correlation Sig. (2-tailed) N X1 Pearson 1 Correlation Sig. (2-tailed) N X1 Pearson 2 Correlation Sig. (2-tailed) N X1 Pearson 3 Correlation Sig. (2-tailed) N X1 Pearson 4 Correlation Sig. (2-tailed) N X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 skorX * * * .682 * * .506 ** .371 1 .126 .218 .374 -.045 .319 .457 * .287 * .749 .328 .514** .110 .710** .866** .393* .077 30 .004 30 .561 30 .000 30 .000 30 .350 .471** .237 .316 .164 .655** .668** .270 .318 .126 .058 30 .009 30 .207 30 .089 30 .386 30 .416* .531** .157 .252 .207 .532** .408 30 .179 30 .273 30 .022 30 .003 30 .533** .446* .433* .558** .444* .032 30 .000 30 .043 .000 .125 30 30 30 30 .506 .247 .042 .815 .086 .011 .004 .000 30 30 30 30 30 30 30 30 * * * * .610 .566 .482 .704 * ** 1 * .304 * * * .446 .630 .000 .150 .087 .506 30 30 30 30 .000 .103 .001 .007 .000 .014 .000 30 30 30 30 30 30 30 30 * * * .661 .552 .667 ** .462* .175 .120 .218 .610** 1 .106 .460* * * * .582 .002 30 .010 .354 .528 .247 30 30 30 30 .590* * .121 .426* * .030 .374 .000 30 .103 .578 30 30 .002 30 .013 30 .017 30 .001 30 .014 30 .525 30 .019 .001 .877 .042 30 30 30 30 .388* .303 .168 .155 .093 .231 .472** .034 30 .104 30 .375 30 .414 30 .626 30 .218 30 .578 .011 .000 .002 .000 30 30 30 30 30 30 .304 .106 .001 30 1 .230 .016 .111 -.005 .637** .221 .934 .558 .978 .000 30 30 30 30 30 30 * .511 * .038 .032 -.045 .566** .460* .230 1 * .213 .344 .393 .008 .841 .866 .815 30 30 30 30 .001 .011 .221 30 30 30 .004 .258 .063 30 30 30 30 .031 30

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 X1 X1 Pearson 5 Correlation Sig. (2-tailed) X2 X3 .379* .387* -.150 .039 .035 .429 X4 X5 X6 X7 .290 .320 .315 .531** .120 .085 .090 X8 X9 X10 X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 skorX * .511* .563* .541* ** .661 ** .185 .000 .319 .482 1 * .016 * * * .500 1.00 .086 .007 .000 .934 .004 .001 .002 .005 0 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 * * * .520 .563 * ** .552 .342 1 .391* .599** * .205 .457 .704 * .111 .213 * .003 .328 N 30 30 30 30 30 30 X1 Pearson .166 .387* .054 .352 .317 .592** 6 Correlation Sig. (2-tailed) .382 .034 .778 .056 .088 .001 .064 .003 .276 .011 .000 .002 .558 .258 .001 .033 .000 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 * X1 Pearson .506* .541* * .667 * .176 .391* .195 .317 .491** .557** .552** .249 .359 1 .615** * .446 * -.005 .344 * .391 7 Correlation Sig. (2-tailed) .352 .033 .302 .088 .006 .001 .002 .184 .052 .004 .014 .000 .978 .063 .002 .033 .000 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 * * * * * * * sko Pearson .705 * .749 ** .582 .637 * .500 .599 .615 .599** .745** .454* .777** .737** .609** .730** 1 * .366 * .630 * * .393 * * * rX Correlation Sig. (2-tailed) .000 .000 .012 .000 .000 .000 .000 .000 .047 .000 .000 .001 .000 .031 .005 .000 .000 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 Lampiran 3.2 Pengujian Validitas Variabel Y1 Pencegahan Fraud Y1_1 Y1_2 Y1_3 Y1_4 Y1_5 Y1_6 Y1_7 Y1_8 Y1_9 Y1_1 Pearson Correlation 1 .449* .864** .919** .614** .495** Sig. (2-tailed) N Y1_2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Y1_3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Y1_4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Y1_10 Y1_11 Y1_12 Pencegahan_ Fraud .186 .368* .345 .381* .123 .323 .896** .013 .000 .000 .000 .005 .324 .046 .062 .038 .516 .081 .000 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 .449* 1 .353 .370* .139 .012 -.114 -.003 -.175 -.036 .013 .015 .415* .056 30 .465 30 .948 30 .547 30 .987 30 .354 30 .848 30 .945 30 .936 30 .022 30 1 .759** .460* .408* .135 .336 .237 .643** .335 .308 .857** .476 30 .070 30 .207 30 .000 30 .070 30 .097 30 .000 30 .109 .487** .464** .388* .104 .310 .858** .034 30 .584 30 .095 30 .000 30 .013 30 30 .864** .353 .000 30 .056 30 30 .919** .370* .759** .000 30 .044 30 .000 30 .044 30 .000 30 .011 30 .025 30 1 .552** .564** 30 .002 30 .001 30 .568 30 .006 30 .010 30

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 Y1_1 Y1_2 Y1_3 Y1_4 Y1_5 Y1_6 Y1_7 Y1_8 Y1_9 Y1_5 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Y1_6 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Y1_7 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Y1_8 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Y1_9 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N .614** .000 30 .139 .460* .552** .051 .125 -.041 .186 .664** .788 30 .512 30 .829 30 .325 30 .000 30 .259 .480** .547** .550** .156 .372* .630** 30 .085 30 .012 .408* .564** .320 1 .948 30 .025 30 .001 30 .085 30 30 .186 -.114 .135 .109 .657** .324 30 .476 30 .568 30 .005 30 .547 30 .368* -.003 .046 30 .987 30 .011 30 .320 .657** .369* .002 30 .495** .465 30 1 .000 30 .000 30 .166 30 .006 30 .045 30 .045 30 .007 30 .002 30 .002 30 .410 30 .043 30 .000 30 .259 1 .457* .171 .190 -.003 .252 .416* .166 30 .011 30 .368 30 .316 30 .986 30 .179 30 .022 30 1 .541** .458* .270 .289 .613** 30 .002 30 .011 30 .150 30 .122 30 .000 30 1 .369* -.173 .267 .370* 30 .045 30 .362 30 .153 30 .044 30 30 .336 .487** .369* .480** .457* .070 30 .007 30 .011 30 .345 -.175 .237 .464** .051 .547** .171 .541** .062 30 .207 30 .788 30 .368 30 .354 30 .010 30 Y1_10 Pencegahan_ Y1_11 Y1_12 Fraud .002 30 .002 30

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 Y1_1 Y1_2 Y1_3 Y1_4 Y1_5 Y1_6 Y1_7 Y1_8 Y1_9 Y1_1 Pearson .381* -.036 .643** .388* .125 .550** .190 .458* .369* 0 Correlation Sig. (2-tailed) .038 .848 .000 .034 .512 .002 .316 .011 .045 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 Y1_1 Pearson .123 .013 .335 .104 -.041 .156 -.003 .270 -.173 1 Correlation Sig. (2-tailed) .516 .945 .070 .584 .829 .410 .986 .150 .362 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 Y1_1 Pearson .323 .015 .308 .310 .186 .372* .252 .289 .267 2 Correlation Sig. (2-tailed) .081 .936 .097 .095 .325 .043 .179 .122 .153 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 Pence Pearson .896** .415* .857** .858** .664** .630** .416* .613** .370* gahan Correlation _Frau Sig. (2-tailed) .000 .022 .000 .000 .000 .000 .022 .000 .044 d N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Pencegahan_ Y1_11 Y1_12 Fraud Y1_10 1 .413* .355 .601** 30 .023 30 .054 30 .000 30 .413* 1 .085 .328 .023 30 30 .654 30 .077 30 .355 .085 1 .438* .054 30 .654 30 30 .015 30 .601** .328 .438* 1 .000 30 .077 30 .015 30 30

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 Lampiran 3.3 Pengujian Validasi Variabel Y2 Pencegahan Fraud Y2_1 Y2_1 Pearson Correlation Y2_2 1 Sig. (2-tailed) Y2_2 Y2_3 Y2_4 Y2_5 N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Y2_3 .561** Y2_4 Y2_5 Y2_6 Y2_7 Y2_8 Y2_9 Y2_10 Pendeteksian_Fraud .685** .738** .810** .696** .559** .651** .345 .633** .813** .001 .000 .000 .000 .000 .001 .000 .062 .000 .000 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 .561** 1 .918** .745** .656** .728** .669** .595** .410* .748** .866** .024 30 .000 30 .000 30 1 .765** .724** .743** .743** .709** .391* .692** .909** .033 30 .000 30 .000 30 1 .936** .895** .670** .612** .403* .729** .906** .001 30 .000 30 30 .685** .918** .000 30 .000 30 30 .738** .745** .765** .000 30 .000 30 .000 30 .810** .656** .000 30 .000 30 30 .724** .936** .000 30 .000 30 .000 30 .000 30 .000 30 .000 30 .000 30 .000 30 .000 30 .001 30 .000 30 .000 30 .027 30 .000 30 .000 30 1 .880** .554** .552** .303 .764** .867**

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 Y2_6 Y2_7 Y2_8 Y2_9 Y2_10 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Y2_1 Y2_2 Y2_3 Y2_4 Y2_5 Y2_6 Y2_7 Y2_8 Y2_9 Y2_10 Pendeteksian_Fraud .000 .000 .000 .000 .000 .001 .002 .104 .000 .000 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 .696** .728** .000 30 .000 30 .559** .669** .001 30 .000 30 .651** .595** .000 30 .001 30 .345 .410* .062 30 .024 30 .633** .748** .000 30 .000 30 .743** .895** .880** .000 30 .000 30 .000 30 1 .663** .567** .525** 30 .743** .670** .554** .663** .000 30 .000 30 .000 30 1 .815** .525** .555** .820** .001 30 30 .001 30 .000 30 .709** .612** .552** .567** .815** 1 .242 .511** .774** .000 30 30 .197 30 .004 30 .000 30 .303 .525** .525** .242 1 .546** .540** .104 30 .197 30 30 .002 30 .002 30 .692** .729** .764** .805** .555** .511** .546** 1 .838** 30 .000 30 .391* .403* .033 30 .000 30 .027 30 .000 30 .002 30 .000 30 .000 30 .003 30 .000 30 .003 30 .000 30 .001 30 .900** .000 30 .000 30 .000 30 .805** .001 30 .003 30 .000 30 .003 30 .001 30 .004 30 .002 30

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 Y2_1 Y2_2 Pendeteksian Pearson .813** .866** _Fraud Correlation Sig. (2-tailed) .000 .000 N 30 30 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2tailed). Y2_3 Y2_4 Y2_5 Y2_6 Y2_7 Y2_8 Y2_9 Y2_10 Pendeteksian_Fraud .909** .906** .867** .900** .820** .774** .540** .000 30 .000 30 .000 30 .000 30 .000 30 .000 30 .002 30 .838** 1 .000 30 30

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 Lampiran 3.4 Pengujian Validitas Variabel Y3 Investigasi Fraud Y3_1 Y3_1 Pearson Correlation Y3_2 1 Y3_2 Y3_3 Y3_4 Y3_5 Y3_4 Y3_5 Y3_6 Y3_7 Investigasi_Fraud .328 .454* .277 .299 .604** .865 .076 .012 .138 .108 .000 30 30 30 30 30 30 .338 .655** .417* .487** .278 .637** .068 30 .006 30 .136 30 .000 30 1 .554** .469** .438* .215 .566** .016 30 .254 30 .001 30 1 .716** .684** .356 .822** .054 30 .000 30 1 .678** .410* .840** .247 -.032 .187 30 30 .247 1 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) Y3_3 .187 30 30 -.032 .338 .865 30 .068 30 30 .328 .655** .554** .076 30 .000 30 .454* .417* .012 .022 .002 30 .000 30 .002 30 30 .469** .716** .009 .000 .022 30 .009 30 .000 30 .000 30 .000 .025 .000

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 Y3_1 Y3_2 Y3_3 Y3_4 Y3_5 Y3_6 Y3_7 Investigasi_Fraud 30 30 30 30 30 30 30 30 N Y3_6 Pearson .277 .487** Correlation Sig. (2-tailed) .138 .006 N 30 30 Y3_7 Pearson .299 .278 Correlation Sig. (2-tailed) .108 .136 N 30 30 Investigasi Pearson .604** .637** _Fraud Correlation Sig. (2-tailed) .000 .000 N 30 30 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). .438* .684** .678** .806** .000 30 .016 30 .000 30 30 .001 30 .215 .356 .410* .567** 1 .654** .254 30 .054 30 30 .000 30 .566** .822** .840** .806** .654** 1 .001 30 .000 30 .000 30 1 .567** .025 30 .000 30 .001 30 .000 30 .000 30 30

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 Lampiran 4 : Reliabilitas Data Uji Reliabilitas Variabel X Auditor Internal Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .884 N of Items .903 17 Uji Reliabilitas Variabel Y1 Pencegahan Fraud Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .819 N of Items .852 12 Uji Reliabilitas Variabel Y2 Pendeteksian Fraud Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .946 N of Items .948 10 Uji Reliabilitas Variabel Y3 Investigasi Fraud Reliability Statistics Cronbach's Alpha .794 Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .836 N of Items 7

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 Lampiran 5 : Tabel t

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 Lampiran 6 Kuesioner PENGARUH AUDITOR INTERNAL DALAM UPAYA PENCEGAHAN, PENDETEKSIAN DAN INVESTIGASI FRAUD I. IDENTITAS RESPONDEN (lingkarilah jawaban sesuai dengan keadaan yang anda alami saat ini) 1. Nama : _______________________________(boleh tidak diisi) 2. Jenis Kelamin : Laki-laki a. 3. Berapa usia anda ? a. < 25 th b. 26– 35 4. Berapa lama bekerja ? a. 1-2 th b. 3-5 th Perempuan b. c. 36 - 45 c. d. 46 - 55 6-10 th e. > 55 th d. > 10 th 5. Sertifikat apa yang dimiliki sebagai auditor internal ? CFE c. CPA d. Lainnya:……….. a. CIA b. Ket.  CPA (Certified Public Accountant)  CIA (Certified Internal Auditor)  CFE (Certified Fraud Examiner) 6. Apa posisi anda dalam organisasi ? a. Direktur b. Auditor Internal c. Administrasi, Sekretariat,Tata Usaha d. Kepala Bidang e. Lainnya :................................................ 7. Berapa pendapatan anda tiap bulannya ? a. < 5 juta b. 5– 10 juta c. 11–15 jt d. >15 juta 8. Berapa jumlah staf auditor internal dalam departemen audit yang dimiliki ? a. 1-5 b. 6-10 c. 11-15 d. 15-20 e. >20

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 II. UPAYA PENCEGAHAN, PENDETEKSIAN, DAN INVESTIGASI FRAUD (KECURANGAN) (Berikan penilaian dari 1 – 7 dalam kotak yang disediakan dengan memberi tanda (X)) Keterangan : 1 : Sangat Tidak Setuju (STS) 2 : Tidak Setuju (TS) 3 : Agak Tidak Setuju (ATS) 4 : Ragu – ragu (R) 5 : Agak Setuju (AS) 6 : Setuju (S) 7 : Sangat Setuju (SS) No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. A. AUDITOR INTERNAL Pernyataan Auditor internal melakukan survey pendahuluan sebelum melakukan audit. Audit internal membuat perencanaan audit secara matang. Auditor internal memeriksa Standar Operasional Prosedur (SOP) pada setiap aktivitas perusahaan. Auditor internal mengkaji Sistem Pengendalian Internal (SPI) pada setiap unit perusahaan. Auditor internal memeriksa perencanaan operasi perusahaan yang dilakukan manajer. Auditor internal melakukan evaluasi kebijakan-kebijakan yang ditetapkan manajer. Auditor internal melakukan penilaian kualitas pekerjaan manajer yang disesuaikan dengan standar yang ada. Auditor internal memiliki tanggungjawab profesional atas pemeriksaan/ audit pada setiap unit perusahaan. Audit internal bersikap objektif pada setiap pekerjaan audit. Auditor internal melakukan pemeriksaan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Auditor internal memeriksa tujuan dan capaian perusahaan. Auditor internal mendiskusikan hasil temuan audit bersama anggota tim audit. 1 STS 2 TS 3 ATS 4 R 5 AS 6 S 7 SS

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 13. 14. 15. 16. 17. No. Auditor internal menyampaikan hasil temuan secara transparan kepada auditee. Auditor internal melaporkan hasil pemeriksaan kepada dewan direksi dan komite audit. Auditor internal mencari penyebab terjadinya penyimpangan. Auditor internal mengkaji dampak penyimpangan yang terjadi pada tiap unit. Auditor internal menemukan solusi untuk mengatasi penyimpangan dan direkomendasikan kepada manajemen. B. UPAYA PENCEGAHAN FRAUD (KECURANGAN) Pernyataan 1 2 STS 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Perusahaan menetapkan aturan anti fraud (kecurangan). Sebagai karyawan, saya berkomitmen untuk melaksanakan aturan anti fraud (kecurangan) yang ditetapkan perusahaan. Perusahaan menetapkan sanksi yang tegas bagi pelaku fraud (kecurangan). Ada sistem pengendalian internal yang memadai untuk pencegahan fraud (kecurangan). Ada pemisahan fungsi yang jelas sesuai dengan tanggungjawab masing-masing unit. Ada media untuk menampung informasi yang berkaitan dengan fraud (kecurangan). Ada tim khusus yang dibentuk untuk pencegahan fraud (kecurangan). Ada tindak lanjut yang cepat atas temuan fraud (kecurangan) Ada evaluasi berkala pada setiap aktivitas operasi di masing-masing unit. Ada manajemen pengawasan untuk setiap aktivitas operasinal perusahaan Ada kebijakan untuk melakukan rotasi pegawai secara berkala. Ada aturan cuti yang harus diambil oleh karyawan. TS 3 4 5 6 7 ATS R AS S SS

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 No. C. UPAYA PENDETEKSIAN FRAUD (KECURANGAN) Pernyataan 1 2 STS 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. No. 2. 3. 4 5 6 7 ATS R AS S SS Fraud (kecurangan) dapat dideteksi dengan cepat melalui indikator yang ada. Ada sistem yang diberlakuakan untuk mendeteksi adanya fraud (kecurangan) Ada pengawasan untuk memonitor kegiatan agar tidak terjadi korupsi. Ada pengawasan untuk memonitor kegiatan agar tidak terjadi penyalahgunaan aset. Ada pengawasan untuk memonitor kegiatan agar tidak terjadi kecurangan dalam pelaporan keuangan. Perusahaan memiliki alat deteksi dini terhadap fraud (kecurangan). Perusahaan memiliki prosedur yang memadai untuk mendeteksi fraud (kecurangan). Karyawan selalu menginformasikan adanya fraud (kecurangan) kepada pihak berwenang untuk melakukan investigasi. Manajer selalu melakukan dialog untuk menampung informasi tentang kecurangan. Apabila terdapat informasi berkaitan fraud (kecurangan), manajer akan segera membentuk tim investigasi. D. UPAYA INVESTIGASI FRAUD (KECURANGAN) Pernyataan 1 2 STS 1. TS 3 Manajemen membentuk tim investigasi untuk mengkaji fraud (kecurangan) yang terjadi. Tim investigasi mengumpulkan bukti dokumen yang mendukung terjadinya fraud (kecurangan). Tim investigasi melakukan wawancara kepada pihak yang mengetahui terjadinya fraud (kecurangan). TS 3 4 5 6 7 ATS R AS S SS

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 4. 5. 6. 7. Tim investigasi melakuakn analisis secara objektif sesuai peraturan Undang-Undang. Tim investigasi berhati-hati terhadap bukti yang diperoleh. Tim investigasi meminta pendapat para ahli terhadap temuan fraud (kecurangan). Tim investigasi melaporkan hasil investigasi kepada pihak yang berwenang.

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 III. PERTANYAAN TERBUKA (berikan 3 jawaban yang relevan dan tulis hal yang paling penting mulai dengan angka 1) A. Menurut anda prosedur audit apa yang paling efektif dilakukan untuk identifikasi fraud (kecurangan) berkaitan dengan kecurangan dalam laporan keuangan ? 1. 2. 3. B. Menurut anda prosedur audit apa yang paling efektif dilakukan untuk identifikasi fraud (kecurangan) berkaitan dengan penyalahgunaan aset perusahaan ? 1. 2. 3. C. Menurut anda prosedur audit apa yang paling efektif dilakukan untuk identifikasi fraud (kecurangan) berkaitan dengan Korupsi ? 1. 2. 3. D. Menurut anda kemampuan apa yang penting dimiliki auditor internal untuk mengidentifikasi Fraud? 1. 2. 3.

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119

(140)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh peran dan tanggung jawab auditor internal terhadap peningkatan efektivitas sistem pengendalian internal
3
43
132
Pengaruh indepensi dan profesionalisme auditor internal dalam upaya mencegah dan mendeteksi terjadinya fraud
2
18
105
Analisis peran auditor internal dan efektivitas pelaksanaan audit internal : studi kasus pada PT. Wings Surya.
1
3
118
Hubungan auditor internal dengan pencegahan fraud (kecurangan) : studi kasus di PT. OMS Oilfield Services Balikpapan.
0
18
80
Persepsi karyawan atas pengaruh peran auditor internal terhadap efektivitas pengendalian internal : studi kasus pada Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta.
5
23
131
Analisis pengaruh komunikasi internal dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan : studi kasus pada karyawan Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta.
0
3
140
Pengaruh relationship marketing terhadap kepuasan pasien dan keluarga pasien rumah sakit : studi kasus di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta.
0
0
93
Analisis kepuasan pasien rawat inap terhadap pelayanan tenaga medis ditinjau dari jenis pekerjaan dan tingkat pendidikan : studi kasus rumah sakit umum Panti Rapih Baktiningsih.
0
0
145
Pengaruh pelaksana audit operasional dan pelaksana pengendalian internal terhadap efektivitas pelayanan kesehatan pada rumah sakit (studi kasus pada rumah sakit umum haji Medan) - Repository UIN Sumatera Utara
0
2
91
Sistem informasi personalia : studi kasus di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta - USD Repository
0
1
100
Analisis kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan dan fasilitas rumah sakit : studi kasus pada pasien Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong - USD Repository
0
0
121
Persepsi karyawan tentang peranan internal auditor : studi kasus pada Rumah Sakit Panti Rini - USD Repository
0
0
151
Analisis peran audit internal di perguruan tinggi swasta : studi kasus di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
119
Analisis pengaruh komunikasi internal dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan : studi kasus pada karyawan Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta - USD Repository
0
0
138
Analisis persepsi karyawan terhadap peran auditor internal : studi kasus di Departemen Percetakan PT Kanisius - USD Repository
0
0
119
Show more