DI BIMBIN AN ILMU GURUAN D SITAS SAN YOGYAK 2014 BELAJAR M LING TAHU DHARMA ASINYA PA K BIMBING

Gratis

0
0
87
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI RIPSI KEB BIASAAN B BELAJAR M MAHASIS SWA BARU U DESKR PROD DI BIMBIN NGAN DAN N KONSEL LING TAHU UN AKADEMIK 20133/2014 UNIV VERSITAS SANATA DHARMA D KARTA YOGYAK DAN N IMPLIKA ASINYA PA ADA USU ULAN TOPIIK-TOPIK K BIMBING GAN BELA AJAR SKRIIPSI D Diajukan unttuk Memenuuhi Salah Saatu Syarat Memperooleh Gelar Sarjana Penddidikan Program Sttudi Bimbinngan dan Koonseling Olehh : Wiina Carlina Br Ginting 1011144053 PROGR RAM STUD DI BIMBIN NGAN DAN N KONSEL LING JURUSA AN ILMU PENDIDIK KAN FAKUL LTAS KEG GURUAN D DAN ILMU PENDIDIK KAN UNIVERS SITAS SAN NATA DHA ARMA YOGYAK KARTA 20144 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO DAN PERSEMBAHAN YESUS ENGKAU ANDALANKU (Be Faustina) Skripsi ini saya persembahkan kepada: 1. Allah sumber hidup, cinta-Nya dan roh kudus selalu membimbing dan menyertai setiap langkah-langkah hidupku. 2. Ayah dan Ibu yang selalu berjuang, mendoakan, menuntunku. 3. Kedua saudaraku Dion Ginting dan Dino Ginting yang selalu memotivasiku. vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Kepada Allah yan rahim dan Bunda Maria, penulis memanjatkan puji dan syukur atas rahmat, berkat dan penyertaanNya selama penulisan skripsi ini. Proses penyelesaian skripsi ini merupakan pengalaman yang sungguh bermakna dan memberikan banyak pembelajaran bagi penulis. Penulisan skripsi merupakan proses yang panjang, penulis sadar penyelesaian skripsi ini tidak lepas dari dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Dengan rendah hati, penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada: 1. Ibu A. Setyandari S.Pd., S.Psi. Psi, MA., selaku dosen pembimbing yang dengan penuh kesabaran, kesetiaan, motivasi, dan pengertian memberikan petunjuk, tenaga, waktu dan pikiran kepada penulis selama menyusun dan menyelesaikan skripsi ini. 2. Bpk. Gendon Barus M.Si selaku ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah membantu kelancaran dalam penulisan skripsi ini. 3. Bapak-Ibu Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah memberikan bekal, dukungan, dan petunjuk selama menjalani studi. 4. Rm. Pankrass Olak, SS.CC.,MA, Rm, Tarsis SS.CC, Rm. Boy Sitepu SS.CC yang telah mendoakan dan mendukung penulis selama studi Prodi BK. ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. Seluruh keluargaku (bapa-nande, kedua turangku, eda, Alm.bulang-nini, mama-mami, bibi-bengkila, dan permenku yang telah mendoakan dan mendukung saya selama studi dan proses penulisan skripsi. 6. Mas Moko yang telah menyediakan waktu dan tenaga dalam mengurus data-data mengenai kemahasiswaan. 7. Teman-teman dalam tim penelitian payung Marieta L.Gaol, Prisca Anindya, Yulianto Setiawan, dan Eva Cristy. 8. Teman-temanku angkatan 2010 dan keluarga besar karo katolik Yogyakarta (KBKKY) serta perkumpulan mahasiswa karo Rakut Sitelu Sanata Dharma Yogyakarta yang telah memberikan dukungan. 9. Mahasiswa BK angkatan 2013 yang telah bersedia meluangkan waktu, menjadi responden dan mengisi kuesioner dalam penelitian ini. 10. Teman-temanku angkatan 2010 Sefin, Rio, Fr. Polce SS.CC, Fr. Tino SS.CC, Rio, Krista Ginting, Mika Ginting, Pretty, Efrita Karlina. Penulis x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL............................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................... ii HALAMAN PENGESAHAN................................................................. iii LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................ iv PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ................................... v MOTTO DAN PERSEMBAHAN .......................................................... vi ABSTRAK .............................................................................................. vii ABSTRACT ............................................................................................. viii KATA PENGANTAR ............................................................................ ix DAFTAR ISI ........................................................................................... x DAFTAR TABEL……………………………………………………… xi DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………………….. xii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah........................................................ 1 B. Rumusan Masalah ................................................................. 4 C. Tujuan Penelitian .................................................................. 4 D. Manfaat Penelitian ................................................................ 5 E. Definisi Operasional ............................................................. 6 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Hakikat Kebiasaaan Belajar .................................................. 8 1. Definisi Belajar ............................................................... 8 2. Faktor-faktor Belajar ....................................................... 9 3. Ciri-ciri Perilaku Belajar…………………………. ........ 12 4. Prinsip-prinsip Belajar…………………………………. 13 5. Definisi Kebiasaan Belajar…………………………….. 15 6. Aspek-aspek Kebiasaan Belajar……………………….. 16 7. Cara Belajar Efektif di PT…………………………… ... 25 xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI B. Mahasiswa Baru Prodi BK .................................................... 28 C. Bimbingan Belajar………………………………………….. 30 1. Definisi Bimbingan Belajar ............................................ 30 2. Tujuan Bimbingan Belajar .............................................. 31 3. Prinsip-prinsip Bimbingan Belajar.................................. 32 4. Fungsi Bimbingan Belajar............................................... 34 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian ...................................................................... 35 B. Subjek Penelitian................................................................... 35 C. Instrumen Penelitian ............................................................. 36 D. Prosedur Pengumpulan Data……………………………… 39 1. Persiapan …………………………………………. ......... 39 2. Pelaksanaan ……………………………………… .......... 39 E. Validitas dan Reliabilitas ...................................................... 40 1. Validitas……………………………………………….. 40 2. Reliabilitas……………………………………………... 42 F. Analisis Data ......................................................................... 44 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ..................................................................... 47 B. Pembahasan……………………………………………… ... 50 C. Usulan Topik-topik Bimbingan Belajar………………… .... 55 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ........................................................................... 58 B. Saran...................................................................................... 59 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 60 LAMPIRAN ........................................................................................... 60 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1: Jumlah Mahasiswa Baru…………………. .............................. ……. 36 Tabel 2: Kisi-kisi Kusioner Uji Coba Terpakai Kebiasaan Belajar Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta…… .......... ……. 38 Tabel 3: Hasil Perhitungan Item Valid dan Tidak Valid ………………......... 42 Tabel 4: Indeks Korelasi Reliabilitas ………………. ............................ ……. 43 Tabel 5: Norma Kategorisasi Tingkat Kebiasaan Belajar…………………….. 44 Tabel 6: Kategorisasi Tingkat Kebiasaan Belajar Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta…… .......................... …….. 45 Tabel 7: Kategori Skor Item Kebiasaan Belajar Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta…….. ......................... …….. 46 Tabel 8: Persentase Tingkat Kebiasaan Belajar………………………………. 47 Tabel 9: Persentase Skor Item Kebiasaan ……………………………………. 49 Tabel 10: Indentifikasi Item yang Menujukkan bahwa Kebisaan Belajar Mahasiswa Baru (masih) Kurang Baik………………………………. 54 Tabel 11: Usulan Topik-topik Bimbingan untuk Mengembangkan Kebiasaan Belajar Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2013 Program Studi Bimbingan dan Konseling………………………………….. xiii 56

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GRAFIK Grafik 1: Tingkat Kebiasaan Belajar………………….......................... 48 Grafik 2: Skor Item Kebiasaan Belajar………………. ......................... 49 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1: Kuesioner Uji Coba Terpakai............................................................. 62 Lampiran 2: Item Total Corelations........................................................................ 65 Lampiran 3: Hasil Perhitungan Reliabilttas Tes..................................................... 66 Lampiran 4: Tabulasi Hasil Data Penelitian............................................................ 67 Lampiran 5: Surat Ijin Penelitian............................................................................ 72 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini dipaparkan latar belakang masalah, rumusan masalah penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional penelitian. A. Latar Belakang Masalah Mahasiswa yang berkesempatan belajar di perguruan tinggi merupakan orangorang yang memenuhi berbagai persyaratan yang telah ditentukan. Masa belajar di perguruan tinggi merupakan kesempatan yang baik untuk mengembangkan potensi mahasiswa dalam berpikir ilmiah. Mahasiswa sebagai pelajar tentu diharapkan dapat mengembangkan kemampuan berpikir secara logis dan berkarakter tangguh melalui kegiatan akademik selama di kampus. Misalnya diskusi, seminar, penelitian, karya ilmiah dan kegiatan lainnya. Secara umum, permasalahan yang sering dihadapi oleh mahasiswa baru di awal tahun pertama perkuliahannya sangat beragam. Permasalahan ini dapat digolongkan dalam dua bagian. Pertama masalah akademik, kebiasaan belajar di mana mahasiswa merasa sukar untuk menguasai cara belajar mandiri, sukar untuk mengatur waktu antara aktivitas belajar dan aktivitas lainnya (manajemen waktu), sukar untuk berkonsentrasi sehingga cenderung melakukan penundaan terhadap tugas perkuliahan, rendahnya gairah atau rasa ingin tahu sehingga kurang berminat untuk membaca, serta kurang berminat untuk belajar di perpustakaan. Kedua, non-akademik yaitu kurang berminat dengan program studi atau profesi, keterbatasan fasilitas 1

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 belajar, penyesuian diri dengan teman atau tempat tinggal bagi mahasiswa yang tinggal di kos (Suparno, 2001:42). Salah satu hasil penelitian yang terkait dengan masalah yang dihadapi mahasiswa adalah kebiasaan belajar. Hasil penelitian Lodoh (2011) tentang Kebiasaan Belajar Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Angkatan 2011 Universitas Kristen Satya Wacana menunjukkan bahwa kebiasaan belajar mahasiswa berkategori cukup sampai dengan tinggi sebanyak 35 (70%) mahasiswa dan 15 (30%) mahasiswa memiliki kebiasaan belajar berkategori rendah. Kategori sikap belajar ada sebanyak 42 (84%) mahasiswa (84%) berkategori cukup sampai dengan tinggi. Sikap belajar ada sebanyak 8 (16%) mahasiswa berkategori rendah. Orientasi belajar sebanyak 40 (80%) mahasiswa berkategori cukup sampai dengan tinggi, serta sebanyak 10 (20%) mahasiswa berkategori rendah. Dari data hasil penelitian ini menunjukan bahwa belajar di perguruan tinggi penting membangun dan menerapkan kebiasaan belajar yang baik. Masalah-masalah yang dihadapi mahasiswa dalam belajar dipengaruhi oleh faktor internal (dari dalam diri) dan eksternal (dari luar diri). Faktor internal meliputi fisik, kesehatan, nutrisi/gizi, panca indra, psikis, kecerdasan, sikap, minat, dan motivasi sedangkan faktor eksternal meliputi sosial, relasi dengan orang lain, suasana lingkungan, keadaan tempat tinggal, dan lain-lain (Suparno, 2001:44). Apabila faktorfaktor di atas tidak diperhatikan dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan baik, misalnya kebiasaan untuk membuat jadwal belajar, kebiasaan untuk mengumpulkan sumber materi, kebiasaan mengumpulkan tugas pada waktu yang ditentukan dan lain

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 sebagainya, maka mahasiswa tersebut akan mengalami hambatan dalam perkembangan dirinya secara khusus proses studi. Demikian juga halnya mahasiswa baru program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun akademik 2013/2014 berasal dari berbagai latar belakang. Mahasiswa baru berasal dari Pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tengara Timur (NTT). Dari berbagai latar belakang yang berbeda ini menimbulkan penyesuaian diri dan usaha-usaha dalam membangun kebiasaan belajar yang baik. Agar para mahasiswa baru tersebut sungguh-sungguh memiliki kematangan dan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan segala aturan di suatu perguruan tinggi sangat perlu dibangun dan dipelihara kebiasaan-kebiasaan belajar yang baik. Kebiasaan belajar mahasiswa akan menjadi penentu apakah dia akan berhasil menyelesaikan perkuliahan atau studinya dengan baik atau sebaliknya. Misalnya, membiasakan diri untuk membaca buku di rumah atau perpustakaan, mengerjakan tugas-tugas perkuliahan secara teratur, dan mengatur waktu untuk kepentingan pengembangan diri. Mengingat pentingnya keberhasilan studi mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Yogyakarta Tahun akademik 2013/2014 dan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, maka peneliti bermaksud untuk mengkaji lebih dalam kebiasaan belajar mahasiswa baru dan aspek-aspek yang berpengaruh. Dari data yang diperoleh bahwa selama ini di Prodi BK belum pernah melakukan penelitian mengenai kebiasaan belajar secara khusus mahasiswa baru.

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Oleh karena itu, penelitian ini tidak hanya bermanfaat bagi perkembangan saya sebagai peneliti tapi juga bermanfaat bagi perkembangan para pembaca khususnya bagi perkembangan dan kematangan mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun akademik 2013/2014. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang, masalah penelitian ini sebagai berikut: 1. Bagaimakah kebiasaan belajar mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun akademik 2013/2014? 2. Usulan topik-topik apakah yang sesuai dengan kebutuhan kebiasaaan belajar mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun akademik 2013/2014? C. Tujuan Penelitian Sesuai dengan permasalahan dalam penelitian ini, maka yang menjadi tujuan penelitian ini, yakni: 1. Mendeskripsikan kebiasaan belajar mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Univeristas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun akademik 2013/2014.

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 2. Mengusulkan topik-topik bimbingan yang sesuai dengan kebiasasaan belajar mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun akademik 2013/2014. D. Manfaat Penelitian Dari hasil penelitian ini terdapat dua manfaat, yakni: 1. Manfaat Teoritis Secara teoritis, penilitian ini memberikan sumbangan bagi pembaca mengenai Kebiasasaan Belajar Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Univeristas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun akademik 2013/2014. Melalui hasil penelitian ini, peneliti juga ingin memberikan kontribusi berupa usulan topik-topik bimbingan belajar bagi mahasiswa baru. 2. Manfaat Praktis Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut, diantanya: a. Bagi Peneliti Penelitian ini merupakan kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama studi di Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. b. Bagi Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 Hasil penelitian ini akan berguna bagi dosen/staf pengajar di Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta sebagai bahan referensi untuk menyusun program atau model mengenai kebiasaan belajar pada mahasiswa baru dengan tujuan agar mahasiswa semakin memahami dan menyadari kebiasaan belajar yang berpengaruh pada kesuksesan studi mereka di perguruan tinggi. c. Bagi Subjek Penelitian Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai kebiasaan belajar bagi mahasiswa baru agar semakin meningkatkan kebiasaan belajar yang efektif dalam meraih prestasi atau keberhasilan studi di perguruan tinggi. E. Definisi Operasional Variabel Supaya tidak terjadi kesalahan dalam memahami laporan penelitian ini, maka peneliti merasa perlu memberikan beberapa yang digunakan dalam penelitian ini: 1. Kebiasaan belajar adalah cara bertindak yang berulang-ulang dilakukan sehingga pada akhirnya menjadi menetap dan bersifat otomatis seperti: motif belajar, sikap belajar, pembuatan jadwal dan pelaksanaanya, pengaturan tempat belajar, konsentrasi, keyakinan dalam akademik, pengorganisasian proses belajar, keterampilan penggunaan perpustakaan, serta keterampilan ujian yang sebagaimana dioperasionalkan dalam konstruk penelitian ini.

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 2. Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Univeristas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun akademik 2013/2014 merupakan individu yang mempersiapkan diri menjadi tenaga kependidikan yang berkonsentrasi pada bidang Bimbingan dan Konseling. 3. Bimbingan Belajar adalah suatu usaha untuk membantu individu untuk mengembangkan diri dalam kebiasaan belajar secara optimal.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA Pada bab ini dipaparkan hakikat kebiasaan belajar, bimbingan belajar serta mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Akademik 2013/2014. A. Hakikat Kebiasaan Belajar 1. Definisi belajar Belajar adalah proses yang dilakukan individu untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru yang diwujudkan dalam bentuk perubahan tingkah laku yang relatif permanen dan menetap disebabkan adanya interaksi individu dengan lingkungan belajarnya (Irham, dkk 2013:116). Menurut Suparno (2001:2) belajar adalah suatu aktivitas yang menimbulkan perubahan yang relatif permanen sebagai akibat dari upaya-upaya yang dilakukannya. Sugihartono (2007:4) menambahkan bahwa belajar merupakan suatu proses memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam wujud perubahan tingkah laku dan kemampuan bereaksi yang relatif permananen atau menetap karena adanya interaksi individu dengan lingkungannya. Selain itu, belajar merupakan suatu usaha atau kegiatan yang bertujuan mengadakan perubahan dalam diri seseorang, mencakup perubahan tingkah laku, sikap, kebiasaan, ilmu pengetahuan, dan sebagainya (Dalyono, 2010:49). 8

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 Jadi, dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan perubahan tingkah laku yang relatif menetap dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar Slameto (2010:54) menyatakan bahwa faktor-faktor belajar banyak jenisnya tetapi dapat digolongkan menjadi dua yaitu, faktor intern dan ekstern. Faktor intern adalah faktor yang ada dalam diri individu sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang ada di luar individu. a. Faktor Intern, terdiri dari : 1) Faktor Jasmaniah a) Kesehatan yakni sehat berarti dalam keadaan baik segenap badan beserta bagian-bagiannya/bebas dari penyakit. Kesehatan adalah keadaan atau hal sehat. Kesehatan seseorang berpengaruh terhadap belajarnya. b) Cacat tubuh yakni sesuatu yang menyebabkan kurang baik atau kurang sempurna mengenai tubuh/badan. Cacat itu berupa buta, setengah buta, tuli, setengah tuli, patah kaki dan patah tangan, lumpuh, serta lain sebagainya. Keadaan cacat tubuh juga mempengaruhi belajarnya. 2) Faktor Psikologis a) Intelegensi yakni kecakapan yang terdiri dari tiga jenis, yaitu kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan diri ke dalam

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 situasi yang baru dengan cepat dan efektif, mengetahui/menggunakan konsep-konsep yang abstrak secara efektif, dan mengetahui relasi serta mempelajarinya dengan cepat. Intelegensi merupakan salah satu faktor yang besar pengaruhnya terhadap kemajuan belajar individu. b) Perhatian yakni keaktifan jiwa yang dipertinggi, jiwa pun semata-mata tertuju kepada suatu obyek (benda/hal) atau sekumpulan obyek. Untuk dapat menjamin hasil belajar yang baik, maka individu harus mempunyai perhatian terhadap bahan yang dipelajarinya. c) Minat yakni kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan terus-menerus yang disertai dengan rasa senang. d) Bakat yakni kemampuan untuk belajar. Kemampuan atau bakat itu baru terealisasi menjadi kecakapan yang nyata sesudah belajar atau berlatih. e) Motif yakni daya penggerak/pendorong untuk mencapai tujuantujuan. f) Kematangan yakni suatu tingkat/fase dalam pertumbuhan seseorang, dimana alat-alat tubuhnya sudah siap untuk melaksanakan kecakapan baru.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 g) Kesiapan yakni kesediaan untuk memberi respon atau bereaksi. Kesediaan timbul dari dalam diri seseorang dan juga berhubungan dengan kematangan, karena kematangan berarti kesiapan untuk melaksanakan kecakapan. 3) Faktor Kelelahan yang terdiri dari dua macam: a) Kelelahan jasmani yakni terlihat dengan lemah lunglainya tubuh dan timbul kecenderungan untuk membaringkan tubuh. Kelemahan jasmani terjadi karena kekacauan substansi sisa pembakaran di dalam tubuh, sehingga darah tidak/kurang lancar pada bagian-bagian tertentu. b) Kelelahan rohani yakni adanya kelesuan dan kebosanan, sehingga minat dan dorongan untuk menghasilkan sesuatu hilang. Kelelahan rohani dapat terjadi terus-menerus memikirkan masalah yang dianggap berat tanpa istirahat, menghadapi hal-hal yang selalu sama/konstan tanpa ada variasi, dan mengerjakan sesuatu karena terpaksa dan tidak sesuai dengan bakat, minat dan perhatiannya. b. Faktor Ekstern 1) Faktor Keluarga yaitu cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, dan latar belakang kebudayaan.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 2) Faktor Sekolah yaitu metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pengajaran waktu sekolah, keadaan gedung, metode pengajaran, dan tugas rumah. 3) Faktor Masyarakat yaitu kegiatan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul, dan bentuk kehidupan masyarakat. 3. Ciri-ciri perilaku belajar Setiap perilaku belajar ditandai dengan ciri-ciri perubahan yang khas. Perubahan-perubahan ketika orang belajar dapat mengarah kepada yang lebih baik atau pun yang kurang baik, direncanakan atau tidak. Hal lain juga terkait dalam belajar adalah pengalaman, pengalaman berbentuk interaksi dengan orang lain atau lingkungannya (Sukmadinata 2005:155). Menurut Syah (2008:116) ada 3 ciri-ciri perubahan dalam perilaku belajar, yakni: a. Perubahan Intensional Perubahan yang terjadi dalam proses belajar adalah berkat pengalaman atau praktik yang dilakukan dengan sengaja dan disadari, atau dengan kata lain bukan kebetulan. Perubahan intensional berarti individu menyadari adanya perubahan yang dialami atau sekurang-kurangnya ia merasakan adanya perubahan dalam dirinya, seperti penambahan pengetahuan, kebiasaan, sikap dan pandangan, keterampilan dan seterusnya.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 b. Perubahan Positif dan Aktif Perubahan yang terjadi karena proses belajar bersifat positif dan aktif. Positif artinya baik, bermanfaat, serta sesuai dengan harapan. Jadi, perubahan tersebut senantiasa merupakan penambahan, yakni diperolehnya sesuatu yang baru (seperti pemahaman dan keterampilan baru) yang lebih baik daripada apa yang telah ada sebelumnya. Adapun perubahan aktif artinya tidak terjadi dengan sendirinya karena proses kematangan (misalnya, bayi yang bisa merangkak setelah duduk), tetap karena usahanya sendiri. c. Perubahan Efektif dan Fungsional Perubahan yang timbul karena proses belajar bersifat efektif, yakni berhasil guna. Perubahan tersebut membawa pengaruh, makna, dan manfaat bagi individu. Selain itu, perubahan dalam proses belajar bersifat fungsional dalam arti bahwa ia relatif menetap dan setiap saat apabila dibutuhkan, perubahan tersebut dapat direproduksi dan dimanfaatkan. 4. Prinsip-prinsip belajar Kemampuan menerapkan prinsip-prinsip belajar dalam proses pembelajaran akan membantu terwujudnya pembelajaran yang sesuai dengan perencanaan. Jadi, apabila mahasiswa baru mampu menerapkan prinsipprinsip belajar dengan baik akan berpengaruh terhadap pencapaian hasil

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 belajar yang diharapkan. Menurut Sukmadinata (2005:165) ada sepuluh prinsip umum belajar, yakni sebagai berikut: a. Belajar merupakan bagian dari perkembangan, yaitu dalam perkembangan dituntut belajar dan dengan belajar perkembangan inidvidu akan lebih pesat. b. Belajar berlangsung seumur hidup, yaitu kegiatan belajar mulai dilakukan sejak lahir sampai menjelang kematian, sedikit demi sedikit dan terus menerus baik secara sadar maupun tidak, sengaja ataupun tidak, dan direnacakan ataupun tidak. c. Keberhasilan belajar dipengaruhi oleh faktor-faktor bawaan, faktor lingkungan, kematangan serta usaha dari individu sendiri, yaitu lingkungan yang kondusif dan usaha dari individu yang efisien pada tahap kematangan yang tepat akan memberikan hasil belajar yang maksimal dan sebaliknya. d. Belajar mencakup semua aspek kehidupan, yaitu belajar tidak hanya berkenaan dengan aspek intelektual, tetapi juga aspek sosial, budaya, politik, ekonomi, moral, religi, seni dan lain-lain. e. Kegiatan belajar berlangsung pada setiap tempat dan waktu, yaitu kegiatan belajar bukan hanya di sekolah, tetapi juga di rumah, masyarakat, tempat rekreasi serta dimana saja. f. Belajar berlangsung dengan guru ataupun tanpa guru. g. Belajar yang berencana dan disengaja menuntut motivasi yang tinggi.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 h. Proses belajar bervariasi dari paling sederhana sampai yang sangat kompleks. i. Dalam belajar dapat terjadi hambatan-hambatan. j. Untuk kegiatan belajar tertentu diperlukan adanya bantuan/bimbingan. 5. Definisi kebiasaan belajar Kebiasaan merupakan perbuatan (kelakuan) yang sudah menjadi kebiasaan atau sebagai sesuatu yang biasa dikerjakan secara berulang-ulang oleh individu (Kamus Bahasa Indonesia, 1995:172). Menurut Covey (1994:36) bahwa kebiasaan merupakan titik pertemuan dari pengetahuan, keterampilan dan keinginan. Pengetahuan yakni paradigma teoritis, yang harus dilakukan dan mengapa. Keterampilan yakni bagaimana melakukannya dan keinginan adalah motivasi atau keinginan untuk melakukannya. Ketiga hal ini akan menjadikan sesuatu sebagai kebiasaan. Jadi, kebiasaan merupakan suatu kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh individu secara berulang-ulang dengan melibatkan pengetahuan, keterampilan serta keinginan. Kebiasaan bisa terbentuk dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya terkait dengan kegiatan belajar. Menurut Anurrahman (2010:185) kebiasaan belajar adalah perilaku seseorang yang telah tertanam dalam waktu yang relatif lama sehingga memberikan ciri dalam aktivitas belajar yang dilakukannya. Djaali (2007:128)

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 menjelaskan bahwa kebiasaan belajar merupakan cara atau teknik yang menetap pada individu pada waktu menerima pelajaran, membaca buku, mengerjakan tugas, dan pengaturan waktu untuk menyelasaikan tugas. Selain itu, Hardjana (1994:98) menambahkan bahwa orang yang memiliki kebiasaan belajar dapat mulai belajar pada waktu yang direncanakan dan mendapatkan hasil belajar maksimal sesuai dengan kemampuannya. Jadi, kebiasaan belajar merupakan cara-cara yang paling sering dilakukan atau berulang-ulang oleh individu dalam kegiatan belajarnya untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Individu yang memiliki kebiasaan belajar mampu melaksanakan tugas belajar dengan baik. 6. Aspek-aspek dari kebiasaan belajar Belajar tidak hanya meliputi mata pelajaran, tetapi juga penguasaan, kebiasaan, persepsi, kesenangan, minat, penyesuaian sosial, bermacammacam keterampilan, dan cita-cita (Hamalik, 2007:45). Melalui kebiasaan belajar individu akan memperoleh pengetahuan, sikap, kecakapan dan keterampilan. Jadi, kebiasaan belajar yang efektif penting dilakukan mahasiswa dalam belajar. Di bawah ini akan dijelaskan faktor-faktor dari kebiasaan belajar menurut Djamarah (2002 dan 2011), Slameto (2010), Sugihartono dkk (2007) dan Gie (1995):

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 a. Motif Belajar Motif belajar adalah keadaaan atau kondisi individu yang mendorong individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan belajar untuk mencapai suatu tujuan. Adanya motif belajar dapat mengarahkan dan menggiatkan individu untuk mengikuti proses belajar-mengajar dengan baik. Motif sangatlah perlu di dalam belajar dan dapat dilaksanakan dengan adanya latihanlatihan/kebiasaan-kebiasaan dan pengaruh lingkungan yang memperkuat. Jadi, latihan/kebiasaan itu sangat perlu dalam belajar. Menurut Sugihartono dkk (2007:78), ciri-ciri individu yang memiliki motif belajar tinggi, yaitu: 1) Adanya kualitas keterlibatan individu dalam belajar yang sangat tinggi. 2) Adanya perasaan dan keterlibatan afektif individu yang tinggi dalam belajar. 3) Adanya upaya individu untuk senantiasa memelihara atau menjaga agar senantiasa memiliki motivasi belajar yang tinggi. Manfaat memiliki motif belajar yang tinggi menurut Hardjana (1994: 89) yakni: mendapatkan nilai baik dan lulus dalam mata kuliah yang ditempuh, mencari pemuasan keingintahuan tentang sesuatu hal (peristiwa, orang, masyarakat), mengembangkan diri agar wawasan bertambah luas, kepribadian lebih masak kecakapan dan keahlian beranjak mahir, mendapatkan status sebagai orang terpelajar, mendapatkan bekal/pengetahuan dan kecakapan untuk masuk ke masyarakat dan dunia

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 kerja. Oleh karena itu, motif belajar sangatlah penting dalam mewujudkan cita-cita atau tujuan hidup. b. Sikap Belajar Sikap merupakan sesuatu yang dipelajari dan sikap menentukan bagaiamana individu bereaksi terhadap situasi serta menentukan apa yang dicari individu dalam kehidupan. Sikap selalu berkenaan dengan suatu objek, dan sikap terhadap objek ini disertai dengan perasaan positif dan negatif. Orang mempunyai sikap positif terhadap suatu objek yang bernilai dalam pandangannya, dan ia akan bersikap negatif terhadap objek yang dianggapnya tidak bernilai dan atau juga merugikan. Sikap ini kemudian mendasari dan mendorong ke arah sejumlah perbuatan yang satu sama lainnya berhubungan, (Slameto, 2010: 188). c. Pembuatan Jadwal dan Pelaksanaanya Jadwal adalah pembagian waktu untuk sejumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh individu setiap harinya. Jadwal juga berpengaruh terhadap belajar. Agar belajar dapat berjalan dengan baik dan berhasil perlulah individu mempunyai jadwal yang baik dan melaksanakannya dengan teratur/disiplin (Slameto 2010:82). Misalnya: 1) Memperhitungkan waktu setiap hari untuk keperluan-keperluan tidur, belajar, makan dan lain sebagainya. 2) Menyelidiki dan menentukan waktu-waktu yang tersedia setiap hari.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 3) Merencanakan penggunaan belajar itu dengan cara menetapkan jenisjenis mata pelajaran dan urutan-urutan yang harus dipelajari. 4) Menyelidiki waktu-waktu mana yang dipergunakan untuk belajar. 5) Berhemat dengan waktu. d. Pengaturan Tempat Belajar Tempat belajar adalah lingkungan fisik yang mendukung individu untuk memperoleh konsentrasi selama melakukan kegiatan belajar sehingga hasil belajar dapat dicapai dengan baik. Pengaturan tempat belajar yang baik yaitu memiliki ruangan yang luas, penyinaran memadai, pergantian dan aliran udara lancar, tidak bising, tak dikelilingi oleh lalu lalang banyak orang dengan berbagai kesibukan (Hardjana 1994: 85). e. Konsentrasi (Concentration) Konsentrasi adalah pemusatan pikiran terhadap suatu hal dengan menyampingkan semua hal lainnya yang tidak berhubungan. Menurut Surya (2011:111) konsentrasi merupakan pemusatan daya pikiran dan perbuatan pada suatu objek yang dipelajari dengan menghalau atau menyisihkan segala hal yang tidak ada hubungannya dengan objek yang dipelajari. Pemusatan daya pikiran dan perbuatan mengandung makna bahwa aktivitas berpikir dan tindakan untuk memberi tanggapan-tanggapan yang lebih intensif terhadap fokus atau objek tertentu. Kemampuan untuk berkonsentrasi terhadap suatu hal atau pelajaran pada dasarnya ada pada setiap orang, hanya besar atau kecilnya kemampuan berkonsentrasi itu berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 oleh keadaan orang tersebut, lingkungan, kebiasaan dan latihan/pengalaman. Jadi berkonsentrasi merupakan kebiasaan yang dapat dilatih jadi bukan bakat/pembawaan. Agar dapat berkonsentrasi dengan baik dapat diusahakan sebagai berikut (Slameto 2010:86): 1) Memiliki minat yang besar atau punya motivasi yang tinggi. 2) Ada tempat belajar tertentu dengan meja belajar yang bersih dan rapi, mencegah timbulnya kejemuan/kebosanan. 3) Mempergunakan alat tulis dan kertas untuk mendorong terciptanya konsentrasi. 4) Menjaga kesehatan dan memperhatikan tanda-tanda kelelahan. 5) Menyelesaikan soal/masalah-masalah yang menggangu dan bertekad untuk mencapai tujuan/hasil terbaik setiap kali belajar. Selain itu, menurut Surya (2011:116) bahwa upaya atau cara dalam membangan kemampuan konsentrasi belajar, yakni sebagai berikut: 1) Lingkungan belajar harus kondusif: Belajar membutuhkan lingkungan yang kondusif untuk memperoleh hasil belajar yang optimal. Individu dapat memilih tempat belajar yang tenang dan mengupayakan tempat atau ruangan belajar yang rapi dan teratur, bersih dan bebas dari bau yang menyengat, dapat pula mempergunakan iringan musik instrumental yang lembut untuk mendukung suasana nyaman pada saat belajar. 2) Kesiapan belajar (learning readiness): Sebelum melakukan aktivitas belajar ada hal yang penting untuk diperhatikan, yaitu kondisi fisik dan

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 psikis. Kondisi fisik harus bebas dari gangguan penyakit, kurang gizi dan rasa lapar. Kondisi Psikis harus steril gari gangguan konflik kejiwaan, tekanan masalah ketegangan emosional, seperti gelisah, takut, cemas, kecewa, marah, benci, patah hati, iri, dan dendam. Apabila kondisi fisik dan psikis sehat maka kesiapan belajar pada individu akan menimbulkan rasa nyaman, menggairahkan dan gembira. Oleh karena itu, konsentrasi dalam belajar merupakan hal yang penting karena dapat membantu individu untuk meresapkan bahan pelajaran secara lebih luas dan mendalam. f. Kepercayaan Diri dalam Akademik (Academic Confidence) Kepercayaan diri dalam akademik adalah kemampuan/potensi untuk dapat berinteraksi secara positif dengan lingkungan. Menurut Sugihartono dkk, (2007:79) kepercayaan diri dalam akademik merupakan keyakinan pribadi untuk memiliki kemampuan melakukan suatu tugas yang menjadi syarat keberhasilan. Semakin tinggi kepercayaan diri mendorong dan memotivasi individu untuk belajar tekun dalam mencapai prestasi belajar maksimal. Agar kepercayaan diri individu meningkat dalam belajar maka pendidik perlu memperbanyak kegiatan pembelajaran yang kreatif, berusaha meningkatkan harapan untuk berhasil dengan menyatakan persyaratan untuk berhasil, dan memberikan umpan balik yang konstruktif selama proses pembelajaran.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 g. Pengorganisasian Proses Belajar/Cara Belajar Kemampuan individu dalam belajar yang sesuai dengan rencana yang dirancang dengan menggunakan keterampilan organisasi untuk belajar secara sistematis dalam semua bagian pekerjaan. Pengorganisasian proses belajar erat kaitannya dengan strategi yang digunakan dalam belajar yaitu suatu rencana tindakan (rangkaian kegiatan) yang didesain untuk mencapai tujuan tertentu (Ambarjaya 2012:84). Misalnya: 1) melihat apa yang dijadikan sebagai sasaran kegiatan belajar mengajar. 2) memilih cara pendekatan belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif untuk mencapai sasaran. 3) memilih dan menetapkan prosedur, metode dan teknik belajar- mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif. 4) menerapkan norma-norma atau criteria keberhasilan sehingga mempunyai pegangan yang dapat dijadikan sebagi ukuran untuk melihat sejauh mana keberhasilan tugas-tugas yang telah dilakukan. h. Keterampilan Penggunaan Perpustakaan (Libarary Skill) Menurut Shaw (dalam Gie 1995:42) menjelaskan bahwa perpustakaan adalah lebih daripada suatu kumpulan buku-buku. Perpustakaan adalah suatu tempat penyimpanan kata tertulis, benar, tetapi adalah juga suatu tempat bagi penyimpanan pikiran dan pengalaman dalam gambar-gambar, naskah-naskah, rekaman-rekaman kaset, film kecil, piringan-piriangan hitam, majalahmajalah berkala, surat-surat kabar, dan aneka ragam keterangan yang lain.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 Agar dapat menggunakan perpustakaan dengan baik maka setiap individu hendaknya memiliki keterampilan dalam penggunaanya. Keterampilan penggunaan perpustakaan (library skill) merupakan kemampuan individu untuk mencari dan menggunakan sistem perpustakaan sebagai sumber belajar. Untuk menjadi individu pengguna perpustakaan yang cerdas, ada sekurangkurangnya 4 langkah-langkah yang perlu ditempuh: 1) Mencatat jam buka perpustakaan perguruan tingginya. 2) Mempelajari semua peraturan tata tertib penggunaan perpustakaan. 3) Memahami sistem penggolongan buku pada perpustakaan. 4) Menguasai struktur buku dan cara-cara memanfaatkannya. i. Keterampilan dalam Ujian Kartono & Kartini (1985:36) menjelaskan bahwa keterampilan dalam ujian/tes merupakan kecakapan menganalisa, mensintesiskan, menerapkan pengetahuan dan pengertian dalam pemecahana masalah, membandingbandingkan, mengorganisasikan bahan dan pemikiran. Jadi. keterampilan dalam ujian merupakan kemampuan untuk mengikuti ujian dengan baik. Misalnya, memperhitungkan waktu untuk mengerjakan setiap pertanyaan, membaca instruksi soal dengan baik, bersikap tenang dan lain sebagainya. Adapun petunjuk-petunjuk dalam mengerjakan tes/ujian, yakni: 1) Sebelum menulis jawaban, hendaknya menulis terlebih dahulu pokokpokok (garis besar) jawaban untuk setiap pertanyaan. Tujuannya adalah

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 supaya jawaban yang ditulis teratur dan mencegah kelupaan tentang hal-hal yang akan dimasukkan dalam jawaban. 2) Menjawab dengan tepat dan lengkap. Artinya adalah individu diharapkan menunjukkan apa yang dikuasai mengenai persoalan yang ditanyakan, sesuai dengan apa yang diminta oleh pertanyaan/soal. Selain itu, berapa luasnya sebuah jawaban perlu disesuaikan dengan banyaknya waktu yang disediakan. 3) Dimulai dengan menjawab pertanyaan yang paling mudah bagi anda. Apabila dimulai dengan menjawab lebih dulu pertanyaan yang sukar, energi banyak terkuras dan mungkin berakibat terhadap pertanyaan yang mudah tidak dapat memberi jawaban yang semaksimal mungkin. 4) Tulisan harus jelas. Tulisan yang jelas akan memudahkan pembaca atau pengajar dalam memeriksa pekerjaan yang anda buat. 5) Menulis pertanyaan sebelum menjawab. Sebaiknya tiap-tiap pertanyaan anda tulis di atas masing-masing jawaban, kecuali kalau hal itu oleh pengajar yang bersangkutan dinyatakan tidak perlu. 6) Memeriksa pekerjaan anda sebelum dikumpulkan. Hal ini dilakukan untuk melihat kembali kekurangan-kekurangan atau kesalahan-kesalahan dalam pekerjaan, dengan kata lain kesempatan untuk melengkapi dan atau membetulkannya.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 7. Cara Belajar Efektif di Perguruan Tinggi Setiap mahasiswa memiliki kebiasaan belajar tertentu. Kebiasaan belajar bukan merupakan bakat alamiah atau berasal dari faktor bawaan tetapi perilaku yang disengaja atau disadari dan dilakukan secara berulang-ulang. Menurut Suparno (2001:112), untuk membangun kebiasaan belajar yang baik pada mahasiswa, ada beberapa cara-cara atau tindakan-tindakan belajar efektif yang dapat dilakukan antara lain: a. Membuat Rangkuman, yaknti ikhtisar tentang hal-hal esensial yang terkandung dalam bahan bacaan atau pemaparan lisan yang disimak. Rangkuman dapat berupa narasi, tetapi dapat juga merupakan suatu bagan yang sifatnya sangat individual dan personal dalam arti bawha yang memahami secara lengkap adalah orang yang membuatnya. b. Membuat Pemetaan Konsep-konsep Penting, yakni gambaran atau konsep-konsep yang saling berhubungan. Dalam hal pemetaan konsepkonsep penting maka ada konsep utama dan ada konsep pelengkap yang diasosiasikan dengan konsep utama tersebut. Konsep pelengkap dan konsep asosiasi ini diperoleh dari bahan bacaan tetapi dapat juga dibentuk atau dibangun oleh pembuat peta tersebut, sesuai dengan pengalamanpengalaman di masa lampau yang memberi nilai tambah kepada penangkapan makna dari informasi yang baru. c. Mencatat Hal-hal Esensial dan Membuat Komentar, yakni membuat komentar di samping bacaan atau membuat catatan-catatan penting yang

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 melibatkan penilaian pribadi atau kesan pribadi pembaca.Tujuannya untuk memperkaya persepsi atau tafiran bagi pembaca terhadap bahan yang dipelajarinya. d. Membaca secara Efektif, yakni melakukan: 1) Skimming, membaca selintas dan cepat untuk melihat gambaran sangat umum, dengan membaca judul-judul bab dan bagian lainnya secara garis besar. 2) Scanning, cara membaca dengan melihat judul bab kemudian juduljudul sub bab atau pasal-pasal di dalam suatu bab serta dengan membaca kalimat-kalimat awal pada tiap-tiap paragraph yang sering disebut topic sentence. 3) Membaca Kesimpulan, setiap kesimpulan berisi ide-ide pokok tentang apa yang telah dipaparkan sebelumnya, dan berfungsi untuk mengingatkan kembali kepada pembacannya bahwa inilah ide-ide pokok si penulis. 4) Membaca untuk pendalaman, yaitu membaca secara cermat dan penuh kesadaran artinya tidak sambil melamun, mendalami isi bacaan kaliamat perkalimat. Namun, yang dibaca bukan rangkaian kata-kata atau kalimat melainkan gagasan yang terkandung dalam kalimat tersebut. 5) Memanfaatkan Indeks, yaitu bagian terakhir dari suatu buku teks yang baik adalah indeks. Indeks menolong bila pembaca ingin

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 mengetahui ada tidaknya atau dimana suatu informasi yang diperlukan dipaparkan dalam buku. Ada indeks nama dan indeks substansi. Konsep-konsep penting ada pada indeks substansi yang disusun sedemikian menurut abjad, sehingga komponen substansi atau konsep yang pokok dilengkapi dengan konsep lain yang serumpun atau berhubungan. e. Membuat Situasi yang Kondusif, yakni belajar atau bekerja yang memerlukan pengerahan penglihatan, pendengaran, latihan, dan pikiran. Oleh karena itu diperlukan suasana yang menunjang, seperti tempat yang relatif tenang dan pikiran yang terkonsentrasi. f. Memanfaatkan Sumber-sumber Bacaan Lain yakni untuk memperluas wawasan atau memperoleh informasi lebih lanjut tentang sesuatu kerapkali diperlukan sumber belajar lain. Misalnya, kamus dan ensiklopedi. Ensiklopedi berisi penjelasan yang cukup detail tentang orang, tempat, benda, dan peristiwa penting. g. Menganalisis Soal atau Tugas, yakni: 1) Membaca tugas atau soal dengan seksama dan penuh konsentrasi. 2) Mengidentifikasi apa saja yang merupakan tuntutan soal atau tugas. 3) Menjawab soal atau melaksanakan tugas sesuai dengan tuntutantuntutan.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 4) Memeriksa kembali hasil-hasil kerja dengan tolak ukur tuntutantuntutan akan tugas dan soal. Tindakan-tindakan seperti ini akan menolong memperbaiki kinerja orang yang sedang belajar. h. Mengenal Lingkungan, yakni lingkungan belajar atau sumber-sumber belajar yang tidak terhitung jumlahnya. Misalnya, orang, bahan bacaan, lembaga atau institusi, maupun setting yang sengaja maupun yang semula tidak disengaja untuk dijadikan sumber belajar tetapi dapat berfungsi sebagai sumber belajar. B. Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun akdemik 2013/2014 Bimbingan dan Konseling adalah salah satu program studi dari fakultas keguruan dan ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Program studi Bimbingan dan Konseling memiliki visi dan misi. Visi: Pada tahun 2023, PS-BK menjadi program studi yang unggul dalam menghasilkan Sarjana pendidikan bidang Bimbingan dan Konseling yang profesional, berkarakter tangguh, dan kompeten menyelenggarakan pelayanan Bimbingan dan Konseling yang bermartabat di sekolah, di luar sekolah, dan institusi rehabilitas sosial. Misi: (1) menyelenggarakan pendidikan yang berlandaskan paradigma Pedagogi Ignasian untuk menghasilkan sarjana Bimbingan dan Konseling yang profesioanl, berkarakter tangguh, dan memiliki kompetensi pedagogik,

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 kepribadian, profesional, dan tangguh. (2) meningkatkan jumlah dan kualitas produk penelitian di bidang pendidikan, psikologi, bimbingan dan konseling sebagai bentuk pengembangan kecendekiawan sivitas akademika untuk meningkatkan martabat manusia. (3) meningkatkan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat sebagai penerapan pendidikan dan penelitian yang humanis menuju masyarakat yang lebih bermartabat. (4) mengembangkan kerja-sama dan membangun jejaring yang sinergis, fungsional, dan humanis di bidang pendidikan dan pelayanan bimbingan dan konseling, baik pada tataran nasional maupun internasional (Sekretariat Prodi BK USD:2014). Mengingat pentingnya perwujudan visi dan misi program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, maka salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menumbuhkan dan mengembangkan kebiasaan belajar mahasiswa secara efektif dan produktif. Secara umum, mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta merupakan individu yang dipersiapkan sebagai tenaga kependidikan yang berkonsentrasi pada bidang Bimbingan dan Konseling. Para mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling diharapkan dapat menjadi konselor yang profesional di bidangnya. Mahasiswa baru program studi Bimbingan dan Konseling tahun akademik 2013/2014 berjumlah 76 orang (laki-laki sebanyak 22 orang dan perempuan sebanyak 54 orang). Usia mahasiswa baru rata-rata 18 sampai dengan 21 tahun. Indeks prestasi kumulatif sementara yang diperoleh

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 mahasiswa sebanyak 51 orang (67%) mencapai >3,00 dan sebanyak 25 orang (33%) mencapai 2,70 – 2,90. Mahasiswa baru berasal dari berbagi pulau di Indonesia, antara lain; dari pulau Sumatra, Kalimantan, Nusa Tengara Timur (NTT), dan lain-lain (Sekretariat Prodi BK USD:2014). Keanekaragaman latar-belakang mahasiswa baru program studi Bimbingan dan Konseling Tahun akademik 2013/2014 ini tentunya membutuhkan penyesuaian diri dan usaha-usaha dalam membangun kebiasaan belajar yang efektif dan produktif. C. Bimbingan Belajar 1. Definisi bimbingan belajar Bimbingan belajar merupakan bimbingan yang diarahkan untuk membantu para individu dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah belajar/akademik, (Yusuf & Nurihsan, 2008:10). Menurut Winkel dan Hastuti (2007:115) bimbingan belajar/akademik adalah bimbingan dalam hal menemukan cara belajar yang tepat, dalam memilih program studi yang sesuai, dan dalam mengatasi kesukaran yang timbul berkaitan dengan tuntutan-tuntutan belajar di suatu institusi pendidikan. Adapun yang tergolong dalam masalah-masalah belajar/akademik yaitu: pengenalan kurikulum, pemilihan jurusan/konsentrasi, cara belajar, penyelesaian tugas-tugas dan latihan, pencarian dan penggunaan sumber belajar, perencanaan pendidikan lanjutan, dan lain-lain. Selain itu, Thantawy (2005:11) menambahkan bahwa bimbingan belajar adalah usaha dalam membantu individu atau peserta didik/siswa/mahasiswa

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 dalam mengembangkan diri, sikap, dan kebiasaan belajar yang baik untuk menguasasi pengetahuan dan keterampilan sebagai persiapan pendidikan yang lebih tinggi. Jadi, bimbingan belajar/akademik merupakan suatu usaha untuk membantu individu mengembangkan diri, sikap dan kebiasaan belajar individu secara optimal. Bimbingan belajar memungkinkan individu untuk memahami dan mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Untuk membangun kebiasaan belajar yang baik maka yang diperlukan adalah pemeliharaan dan pengembangan. Misalnya, bimbingan belajar untuk membantu individu dalam upaya atau cara mengembangkan suasana belajar yang kondusif agar terhindar dari kesulitan belajar, mampu menyesuaikan diri terhadap semua tuntutan program pendidikan, dan lain sebagainya. 2. Tujuan bimbingan belajar Bimbingan belajar yang efektif akan sangat membantu individu dalam hal perkembangan belajar serta kemampuan untuk menentukan keputusan ataupun masalah pribadinya. Menurut Hamalik (2007:195) bimbingan belajar dapat menolong individu dalam membuat pilihan dan menentukan sikap yang sesuai dengan kemampuan, minat, dan kesempatan yang ada serta sejalan dengan nilainilai sosialnya. Yusuf & Nurihsan (2008:15) menambahkan bahwa tujuan bimbingan belajar/akademik adalah sebagai berikut:

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 a. Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif, seperti kebiasaan membaca buku, disiplin dalam belajar, mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran, dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. b. Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. c. Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif, seperti keterampilan membaca buku, menggunakan kamus, mencatat pelajaran, dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. d. Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan, seperti membuat jadwal belajar, mengerjakan tugas-tugas, memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu, dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. e. Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. 3. Prinsip-prinsip bimbingan belajar Prinsip belajar merupakan hal yang penting untuk diperhatikan dan dihayati guna mendukung proses pembelajaran yang baik. Menurut Sukmadinata (2005:117) dalam suatu bimbingan di bidang belajar/akademik hendaknya perlu memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut: a. Bimbingan belajar diberikan kepada semua siswa yang pandai, cukup, ataupun kurang membutuhkan bimbingan dari guru, sebab secara

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 potensial semua siswa bisa mempunyai masalah. Masalah yang dihadapi oleh siswa pandai berbeda dengan siswa yang cukup dan juga kurang. b. Sebelum memberikan bantuan, guru terlebih dahulu harus berusaha memahami kesulitan yang dihadapi siswa, meneliti faktor-faktor yang melatarbelakangi kesulitan tersebut. c. Bimbingan belajar yang diberikan guru hendaknya disesuaikan dengan masalah serta faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Keterkaitan antara masalah dengan faktor-faktor yang melatar-belakanginya hendaknya disesuaikan dengan jenis masalah serta tingkat kerumitan masalah tersebut. d. Bimbingan belajar hendaknya menggunakan teknik yang bervariasi. e. Karena perbedaan individual siswa, perbedaan jenis kelamin dan kerumitan masalah yang dihadapi siswa, perbedaan individual guru serta kondisi sesaat. f. Dalam memberikan bimbingan hendaknya guru bekerja-sama dengan staf sekolah yang lain. Bimbingan belajar merupakan tanggung-jawab semua guru dan staf di sekolah. Agar bimbingan berjalan efisien dan efektif diperlukan kerja-sama yang harmonis antara semua staf sekolah dalam membantu mengatasi kesulitasm siswa. g. Orang-tua dalam pembimbing belajar di rumah. Penanggung-jawab utama siswa adalah orang-tuanya. Orang-tua dituntut untuk memberikan bimbingan belajar di rumah agar ada keserasian antara bimbingan yang

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 diberikan guru di sekolah dengan orang-tua di rumah, maka di perkulkan kerja-sama antara kedua belah pihak. h. Bimbingan belajar dapat diberikan dalam situasi belajar di kelas, di laboratorium dan sebagainya, ataupun dalam situasi-situasi khusus (konsultasi) baik di sekolah ataupun di luar sekolah. 4. Fungsi bimbingan belajar Fungsi bimbingan belajar sangatlah besar pengaruhnya terhadap pencapaian hasil belajar individu. Menurut Hamalik (2007:195) ada beberapa fungsi belajar, antara lain: a. Membantu individu untuk memperoleh gambaran yang objektif dan jelas tentang potensi, watak, minat, sikap, dan kebiasaannya agar ia dapat menghindarkan diri dari hal-hal yang tidak diinginkan. b. Membantu inidividu untuk mendapat pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, dan kemampuannya dan membantu individu itu menentukan cara yang efektif dan efisien dalam menyelesaikan bidang pendidikan yang telah dipilihnya agar tercapai hasil yang diharapkan. c. Membantu individu untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang kemungkinan-kemungkinan dan kecenderungan-kecenderungan dalam lapangan pekerjaan agar ia dapat melakukan pilihan yang tepat di antara lapangan pekerjaan tersebut.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini dipaparkan jenis penelitian, subjek penelitian, instrumen penelitian dan teknik analisis data. A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode survei. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang menggunakan statistik untuk menganalis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaima adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiono, 2009:147). Menurut Azwar (2012:5) penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang menekankan analisisnya pada data-data numerikal (angka) yang diolah dengan metoda statistika. Jadi, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara jelas situasi atau kejadian yang sesuai dengan kenyataan di lapangan. Penelitian diperoleh untuk mengetahui informasi tentang kebiasaan belajar mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Akademik 2013/2014. B. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini seluruh mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun akademik 35

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 2013/2014 yang berjumlah 76 orang seperti yang disajikankan pada tabel 1 berikut ini: Tabel 1 Jumlah Mahasiswa Baru Mahasiswa Baru Kelas A Kelas B Total Putera Puteri Jumlah 6 orang 11 orang 34 orang 25 orang 40 orang 36 orang 76 Orang C. Instrumen Penelitian 1. Kuesioner Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Narbuko & Achmadi (2007:76) menjelaskan bahwa kuesioner merupakan daftar yang berisikan rangkaian pertanyaan/pernyataan mengenai suatu masalah atau bidang yang akan diteliti. Tujuannya yakni; memperoleh informasi yang relevan dengan tujuan penelitian dan memperoleh informasi mengenai suatu masalah secara serentak. Selain itu, Sugiono (2010:199) menyatakan bahwa kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya dengan memberikan tanda (√) pada kolom yang tersedia. Jadi, kuesioner merupakan suatu daftar yang berisikan rangkaian pertanyaan atau pernyataan mengenai suatu masalah yang akan diteliti untuk

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 memperoleh data atau informasi yang akan diselidiki. Kuesioner ini diadaptasi dari SPQ (study process questionare) University of South Africa (UNISA, 2012/09/19) pengadaptasian dilakukan untuk mempermudah mahasiswa baru memahami maksud pernyataan yang ada dalam kuesioner. 2. Format Pernyataan Skala Kuesioner yang disusun oleh peneliti mengacu pada prinsip-prinsip skala Likert. Skala Likert merupakan skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiono, 2010:134). Semua butir item dalam intrumen penelitian ini bersifat favorable (positif). Hal ini berarti sesuai atau mendukung atribut/variabel yang diukur. Instrumen penelitian ini menyediakan 4 alternatif jawaban yaitu: “Sangat setuju” (SS), “Setuju” (S), “Tidak Setuju” (TS), “Sangat Tidak Setuju” (STS). Penetuan skor untuk jawaban pada item adalah Sangat Setuju = 4, Setuju = 3, Tidak Setuju = 2, dan Sangat Tidak Setuju = 1. Pernyataanpernyataan yang digunakan diharapkan dapat mengungkapkan kebiasaan belajar yang telah dilakukan mahasiswa baru. 3. Kisi-kisi Item Kisi-kisi item berdasarkan aspek-aspek kabiasaan belajar pada mahasiswa baru program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Dharma Yogyakarta Tahun akademik 2013/2014. Kisi-kisi item uji coba terpakai dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini: Tabel 2 Kisi-kisi Kuesioner Uji Coba Terpakai Kebiasaan Belajar Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta NO ASPEK 1 Motif Belajar 2 Sikap Belajar 3 4 Pembuatan Jadwal dan Pelaksanaanya Tempat Belajar 5 Konsentrasi 6 Kepercayaan Diri dalam Akademik 7 Pengorganisasia n Proses Belajar 8 Keterampilan Penggunaan Perpustakaan 9 Keterampilan dalam Ujian INDIKATOR Keingian/dorongan untuk memperoleh pengetahuan. 1. Kebiasaan untuk belajar secara teratur. 2. Memiliki pandangan yang positif terhadap belajar. 1. Kemampuan membagi waktu. 2. Memanfaatkan waktu yang telah dibuat dengan baik. 1. Situasi atau lingkungan yang mendukung. 1. Kebiasaan memusatan pikiran pada hal yang dipelajari/dihadapi. 2. Tanggapan-tanggapan yang lebih intensif pada objek tertentu 1. Mengimplementasikan tindakan untuk menampilkan kecakapan tertentu. 2. Keyakinan pribadi untuk melaksanakan tugas dengan baik. 1. Kebiasaan belajar sesuai dengan rancangan. 2. Kebiasaan menggunakan cara-cara belajar. 1. Kebiasaan untuk mencari dan menggunakan sistem per-pustakaan sebagai sumber belajar. 2. Kebiasaan memahami sistem klasifikasi perpustakaan. 1. Kebiasaan memperhitungkan waktu untuk mengerjakan setiap pertanyaan. 2. Kebiasaan membaca instruksi soal dengan baik dan bersikap tenang. NO ITEM 3, 1, 4, 2 JUMLAH 6, 8, 9, 10, 5, 7 6 12, 14, 11, 13 4 17, 18, 19, 15, 16 22, 23, 21, 20 5 26, 27, 24, 25 4 29, 33, 34, 35, 36, 28, 32, 31, 30, 38, 37 41, 42, 39, 40 11 46, 45, 44, 43 4 4 4 4

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 D. Prosedur Pengumpulan Data 1. Persiapan a. Peneliti menyusun kuesioner kebiasaan belajar. b. Peneliti mengkonsultasikan isi kuesioner kepada dosen pembimbing. c. Peneliti meminta ijin kepada Wakaprodi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta untuk mengadakan penelitian dan waktu pelaksanaanya. 2. Pelaksanaan a. Pengumpulan data penelitian dilaksanakan pada tanggal 18 Desember 2013 kepada mahasiswa baru Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun akademik 2013/2014. b. Peneliti masuk ke dalam ruangan kelas bersama salah satu teman angkatan 2010. c. Peneliti memberikan penjelasan tentang penelitian dan membantu mahasiswa dalam pengisian kuesioner kebiasaan belajar. d. Peneliti membagikan kuesioner dan menjelaskan petunjuk pengisian kuesioner dan mahasiswa mengisi kuesioner lalu setelah selesai mengisi kuesioner dikembalikan kepada peneliti. e. Peneliti melakukan uji hipotetik terhadap validitas dan reliabilitas kuesioner f. Menganalisis data.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 E. Uji Coba Penelitian Uji coba alat (kuesioner) yang digunakan untuk mengetahui atau mengecek item-item yang valid maupun reliabel. Uji coba kuesioner dalam penelitian ini merupakan uji coba terpakai yaitu seluruh mahasiswa baru (kelas A dan B) Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun akademik 2013/2014. F. Validitas dan Reliabilitas Instrumen 1. Validitas Validitas yang berasal dari kata (validity) merupakan ketetapan antara data yang terjadi pada objek penelitian atau data yang komprehensif dan relevan dengan tujuan penelitian (Azwar, 2009:106). Menurut Sugiono (2010:172) bahwa validitas merupakan ketepatan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. Untuk mengetahui validitas isi dari kuesioner ini, maka item-item kuesioner ini terlebih dahulu dikonsultasikan dengan ahli (expert judgement). Konsultasi dengan ahli dilakukan dengan tujuan apakah item-item dalam kuesioner ini sesuai dengan aspek-aspek dan indikator dalam kebiasaan belajar. Ahli yang memeriksa isi dari kuesioner ini adalah dosen pembimbing. Instrument disebut valid apabila dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat. Untuk menguji tingkat validitas dari kuesioner

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 dengan taraf signifikan (α = 5%) digunakan rumus koefisien korelasi product moment (Surapranata, 2004:65) sebagai berikut: Ket: r ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ² = korelasi produk moment = nilai setiap butir = nilai dari jumlah butir = jumlah responden Untuk mengukur koefisien korelasi validitas item, digunakan penghitungan dengan Alpha Conbrach. Perhitungan dilakukan dengan bantuan SPSS 16 agar perhitungan jadi lebih cepat dan mudah. Perhitungan validitas berdasarkan taraf signifikan (α = 5%) dengan jumlah subjek 76, maka koefisien korelasi yang digunakan adalah 0,279 (Sugiyono, 2011). Jadi, apabila koefisien korelasi butir instrumen sama dengan 0,279 atau lebih dari 0,279 (paling kecil 0,279), maka butir instrumen tersebut dinyatakan valid. Namun apabila koefisien butir instrumen kurang dari 0,279, maka butir instrumen tersebut dinyatakan tidak valid. Proses perhitungan taraf validitas dilakukan dengan cara memberi skor pada item dan mentabulasi data uji coba mengunakan microsoft office excel 2007. Data yang telah ditabulasi, dimasukan ke dalam SPSS 16 untuk menghitung validitas tiap butir instrumen. Hasil perhitungan diperoleh 45 item yang valid dan 1 item yang tidak valid atau gugur. Item yang gugur tidak digunakan dalam penelitian. Rincian rekapitulasi perhitungan taraf validitas uji coba instrumen dapat dilihat pada tabel 3 berikut ini:

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Tabel 3 Hasil Perhitungan Item Valid dan Tidak Valid NO ASPEK 1 2 3 Motif belajar Sikap belajar Pembuatan jadwal dan pelaksanaanya Tempat belajar Konsentrasi Kepercayaan diri dalam akademik Pengorganisasian proses belajar Keterampilan penggunaan perpustakaan Keterampilan dalam ujian TOTAL 4 5 6 7 8 9 2. NOMOR ITEM VALID 3, 4, 1, 2 6, 9, 10, 5, 7 12, 14, 11, 13 NOMOR ITEM TIDAK VALID 8 - 17, 18, 19, 15, 16 22, 23, 21, 20 26, 27, 24, 25 - 29, 33, 34, 35, 36, 28, 32, 31, 30, 38, 37 41, 42, 39, 40 - 46, 45, 44, 43 - 45 1 - Reliabilitas Reliabilitas suatu tes adalah taraf sampai dimana tes mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukurannya yang diperlihatkan dalam taraf ketepatan dan ketelitian hasil (Masidjo, 1995:209). Reliabilitas sama dengan konsistensi atau keajekan (Sukardi, 2008:127). Instrumen penelitian dikatakan mempunyai nilai reliabilitas apabila tes yang dibuat mempunyai hasil yang konsisten dalam mengukur yang hendak diukur. Jadi, syarat suatu instrumen pengukuran adalah konsisten dan tidak berubah-ubah.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Pengujian reliabilitas pada penelitian ini menggunakan pendekatan koefisien Alpha Conbrach (α). Rumus koefisien reliabilitas Alpha Cronbach (α) adalah sebagai berikut: α = 2[1- Sx 2 + Si 2 Sx 2 ] Keterangan rumus : S12 dan S22 : varians skor belahan 1 dan varians skor belahan 2 Sx2 : varians skor skala Hasil perhitungan indeks reliabilitas menggunakan acuan kriteria Guilford (Masidjo, 1995:209) disajikan pada tabel 4 di bawah ini: Tabel 4 Indeks Korelasi Reliabilitas No 1 2 3 4 5 Koefisien Korelasi 0,91 – 1,00 0,71 – 0,90 0,41 – 0,70 0,21 – 0,40 < 0,20 Kualifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Dari hasil data penelitian secara teoritik kepada mahasiswa semester satu Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Akademik 2013/2014 (kelas A dan B) dengan jumlah subjek (N) 76 mahasiswa, diperoleh perhitungan koefisien reliabilitas Alpha Cronbach (α) sebesar 0.930. Berdasarkan peninjauan terhadap hasil perhitungan koefisien reliabilitas pada kriteria Guilford, dapat disimpulkan bahwa koefisien reliabilitas instrumen masuk dalam kriteria sangat tinggi.

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 G. Analisis Data Sugiyono (2011:207) mengatakan bahwa analisis data merupakan kegiatan mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, serta melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah. Jadi, analisis data merupakan pengolahan hasil suatu penelitian yang bertujuan untuk memperoleh kesimpulan. Norma kategorisasi disusun berdasar pada norma kategorisasi yang disusun oleh Azwar (2012) yang mengelompokkan tingkat kebiasaan belajar mahasiswa baru ke dalam lima kategori: sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah seperti yang disajikan pada table 5 berikut ini: Tabel 5 Norma Kategorisasi Tingkat Kebiasaan Belajar Norma/Kriteria Skor µ +2 σ
(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Kategori di atas ditetapkan sebagai patokan dalam pengelompokan tinggi rendah tingkat kebiasaan belajar mahasiswa baru program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dengan: Jumlah item 45 butir, skor tertinggi 45 X 4 = 180 skor terendah 45 X 1 = 45 luas jaraknya sebenarnya 180 – 45 = 135. satuan standar deviasinya adalah 135/6 = 22, 5 mean teoritisnya adalah (180 + 45) : 2 = 112,5 Hasil perhitungan analisis data skor subjek dalam norma kategorisasi tingkat kebiasaan belajar mahasiswa baru program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta seperti yang disajian pada tabel 6 berikut ini: Tabel 6 Kategorisasi Tingkat Kebiasaan Belajar Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Norma/Kriteria Skor µ +2 σ
(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 jumlah subjek = 76 skor tertinggi 76 X 4 = 304 skor terendah 76 X 1 = 76 sehingga luas jarak sebenarnya: 304 – 76 = 228 satuan deviasi standarnya adalah 228/6 = 38 mean teoritisnya adalah (304 + 76) : 2 = 190 Hasil perhitungan analisis data skor kategorisasi item kebiasaan belajar seperti yang disajikan pada tabel 7 sebagai berikut: Tabel 7 Kategori Skor Item Kebiasaan Belajar Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Norma/Kriteria Skor µ +2 σ
(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN DAN USULAN TOPIK-TOPIK Dalam bab ini disajikan hasil penelitian yang merupakan jawaban atas pertanyaan penelitian yaitu (1) Bagaimanakah Kebiasaan Belajar Mahasiswa Baru Tahun akademik 2013/2014 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakart? (2) Usulan topik-topik apakah yang sesuai dengan kebiasaaan belajar mahasiswa baru Tahun akademik 2013/2014 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta? A. Hasil Penelitian 1. Hasil pengolahan data ini merupakan jawaban pada masalah pertama, yaitu bagaimana Kebiasaan Belajar Mahasiswa Baru Tahun akademik 2013/2014 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Kategorisasi kebiasaan belajar mahasiswa baru Tahun akademik 2013/2014 dapat dilihat pada tabel 8 berikut: Tabel 8 Persentase Tingkat Kebiasaan Belajar Mahasiswa Baru KATEGORI Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah Jumlah RENTANG SKOR 158 – 180 136 – 157 91 – 135 68 – 90 0 – 67 FREKUENSI 6 38 32 0 0 47 PERSENTASE (%) 8 50 42 0 0 100%

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Berrdasarkan ttabel 8 perrsentase tinggkat kebiassaan belajarr mahasisw wa baru dapat disajjikan pada ggrafik 1 beriikut ini: k1 Grafik Persentasee Tingkat K Kebiasaan B Belajar 40 35 30 25 20 Series1 15 10 5 0 ssangat kurang baik kurrang baik cu ukup baik baik ssangat baik Dari grafikk 1 di atas, dapat d dilihatt bahwa: a. Teerdapat 6 (88%) subjek yang y memilliki kebiasaaan belajar yang sangat baik. b b. Teerdapat 38 ((50%) subjeek yang mem miliki kebiaasaan belajarr baik. c. Teerdapat 32 ((42%) subjeek yang mem miliki kebiaasaan belajarr cukup baikk. d. Tiidak ada suubjek yang memiliki kebiasaan k bbelajar tidakk baik dan sangat tiddak baik. 2. Topik-topik bimbingan yangg diusulkan didasarkan pada item--item yang berada m kebiasaan belajar sebbagai dasar usulan pada kkategori cukkup. Kategoorisasi item topik-toopik bimbinngan belajarr dapat disajjikan dalam m tabel 9 beriikut ini:

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Tab bel 9 Persen ntase Item K Kebiasaan Belajar B KAT TEGORI Sanggat tinggi Tingggi Sedanng Renddah Sanggat rendah Jumlah Item RE ENTANG S SKOR 2667 - 304 2330 – 266 1115 – 229 766 – 114 0 – 76 FREKUE ENSI 5 13 27 0 0 45 PER RSENTASE E % 11 29 60 0 0 100% Berrdasarka tabbel 9 persenntase item kebiasaan bbelajar mahhasiswa baruu dapat dilihat padda grafik 2 bberikut ini: Grafik k2 Skor Item Kebiaasaan Belajjar 3 30 2 25 2 20 1 15 FREKUENSI 1 10 5 0 sangat kurang baik kurang baik cukup baik b baik sanggat baik Darri grafik 2 ddi atas, dapaat dijelaskann sebagai berikut: sangat baikk. a. Ada seebanyak 4 ittem dalam kategorisasi k b. Ada seebanyak 12 item dalam m kategori baaik. c. Ada seebanyak 29 item yang m masuk dalam m kategori cukup c baik.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 d. Tidak ada item kebiasaan belajar yang masuk dalam kategori tidak baik dan sangat sangat baik. B. Pembahasan Hasil penelitian tentang kebiasaan belajar mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun akademik 2013/2014 menunjukkan bahwa 8% memiliki kebiasaan belajar sangat baik, 50% baik, dan 42% cukup baik. Tidak ada mahasiswa yang memiliki kebiasaan belajar yang kurang baik dan sangat kurang baik. Sebagian besar subjek (50%) memiliki kebiasaan belajar yang tinggi dan 8% sangat tinggi. Hal ini berarti bahwa mahasiswa baru telah memiliki kebiasaan belajar yang sudah baik. Para mahasiswa menunjukkan pentingnya atau kepercayaan untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah dengan baik, memilih program studi karena tertarik mendalami bidang ilmu, memiliki semangat dalam mengikuti perkuliahan, serta kampus adalah tempat yang nyaman dan menarik. Kebiasaan belajar yang tinggi ini terjadi karena motif belajar yang tinggi, sikap belajar yang baik, pembuatan jadwal dan pelaksanaannya secara teratur, dan memiliki tempat belajar yang nyaman. Motif belajar yang tinggi pada mahasiswa tercermin dari ketekunannya untuk memperoleh hasil yang baik. Motif yang tinggi juga dapat menggiatkan aktivitas belajar mahasiswa. Keaktifan mahasiswa tercermin dalam berbagai kegiatan akademik di kampus maupun di luar kampus. Hal ini juga

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 menunjukkan bahwa sikap belajar positif ada dalam diri mahasiswa. Misalnya, mengikuti program kreativitas mahasiswa atau pengembangan minat atau bakat. Kemampuan mahasiswa dalam membuat dan menyusun jadwal membantu mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang disusun dengan baik. Misalnya, mengumpulkan tugas pada waktu yang sudah ditentukan dan menghadiri pertemuan-pertemuan yang sudah disusun dengan baik. Jadi, secara umum bahwa sebagian mahasiswa baru sudah tahu dan paham mengenai tujuan belajar yang ingin dicapainya Hasil perolehan indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa baru tercatat bahwa ada sebanyak 51 mahasiswa (67%) mencapai IPK >3,00. Hal ini juga bisa terjadi karena adanya minat dalam belajar. Minat belajar merupakan kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan (Slameto, 2010:57). Kegiatan yang diminati individu, diperhatikan terus-menerus yang disertai rasa senang. Jadi, minat besar pengaruhnya terhadap belajar. Misalnya, minat untuk mendalami bidang ilmu yang dipilih. Oleh karena itu, kebiasaan yang positif sangatlah penting untuk dibiasakan secara berulang-ulang secara khusus dalam kegiatan belajar sehari-hari di perguruan tinggi. Faktor lain yang mendukung adalah sebelum mengikuti perkuliahan, seluruh mahasiswa baru mengikuti berbagai kegiatan pendampingan yang diprogramkan oleh pihak universitas maupun program studi BK yang bertujuan supaya seluruh mahasiswa siap belajar dan menyesuaikan diri

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 dengan berbagai aturan atau tradisi di perguruan tinggi. Misalnya, Insadha (inisiasi mahasiswa Sanata Dharma), Infisa (inisiasi mahasiswa keguruan dan ilmu pendidikan), Insipro (inisiasi program studi), Multicultural Fiesta, Self Transformation dan kuliah umum. Oleh karena itu, kebiasaan belajar yang tinggi ini perlu untuk pemeliharaan (perseveratif) dan pengembangan (developmental). Namun demikian, sebagian subjek (42%) mahasiswa baru yang masih kurang baik dalam kebiasaan belajarnya. Hal ini berarti bahwa mahasiswa baru belum menunjukkan kesungguhan mengikuti perkuliahan, kurang kritis terhadap materi perkuliahan, kurang mampu dalam membedakan hal-hal yang penting dan tidak penting (prioritas), belum memahami dengan baik mengenai sistem klasifikasi di perpustakaan, serta ketelitian ketika mengerjakan ujian/tes. Kebiasaan belajar kelompok ini terjadi karena sebagian besar mahasiswa baru tidak memilih program studi BK sebagai pilihan pertama/utama. Jadi, hal ini tentunya sangat berpengaruh terhadap kebiasaaan belajar mahasiswa di perguruan tinggi. Selain itu, sebagian mahasiswa baru belum sungguhsungguh memiliki kesadaran untuk meningkatkan dan mengembangkan kebiasaan belajar yang baik untuk mencapai prestasi yang optimal. Misalnya, kurang aktif dalam kegiatan-kegiatan akademik (karya ilmiah, diskusi, seminar), kegiatan pengembangan diri, dan lain sebagainya. Kurangnya kesadaran ini membuat mahasiswa baru belum mampu menerapkan kebiasaan

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 belajar yang efektif dalam pencapaian hasil belajar. Jadi, dan mahasiswa baru belum sungguh-sungguh berusaha memahami dengan baik cara-cara belajar yang efektif di perguruan tinggi. Faktor lain adalah kesiapan belajar. Kesiapan mahasiswa baru dalam menerapkan dan mengembangkan kebiasaan belajar efektif belum matang. Mahasiswa dikatakan memiliki kesiapan belajar yaitu pada saat ia mengalami perubahan atau perkembangan tugas. Artinya, mereka siap untuk menghadapi pengalaman baru (Daryanto & Tasrial, 2012:6). Untuk menyusun topik-topik bimbingan kebiasaan belajar yang baik, maka terlebih dahulu peneliti mengecek item-item dan aspek-aspek dalam kuesioner. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh 27 item dalam 5 aspek yang menunjukkan bahwa kebiasaan belajar mahasiswa baru (masih) kurang baik, seperti yang disajikan pada tabel 10 pada halaman selanjutnya:

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Tabel 10 Identifikasi item yang menunjukkan bahwa kebiasaan belajar mahasiswa baru (masih) kurang baik NO ASPEK 1 Konsentrasi 2 Kepercayaan Diri dalam Akademik 3 Pengorganisasian Proses Belajar 4 Keterampilan Penggunaan Perpustakaan 5 Keterampilan dalam Ujian INDIKATOR 1. Kebiasaan memusatkan pikiran pada hal yang dipelajari/dihadapi. 2. Tanggapan-tanggapan yang lebih intensif pada objek tertentu 1. Mengimplementasikan tindakan untuk menampilkan kecakapan tertentu. 2. Keyakinan pribadi untuk melaksanakan tugas dengan baik. 1. Kebiasaan belajar sesuai dengan rancangan. 2. Kebiasaan menggunakan cara-cara belajar. 1. Kebiasaan untuk mencari dan menggunakan buku di perpustakaan sebagai sumber belajar. 2. Pemahaman sistem klasifikasi perpustakaan. 1. Kebiasaan memperhitungkan waktu untuk mengerjakan setiap pertanyaan. 2. Kebiasaan membaca instruksi soal dengan baik dan bersikap tenang. NOMOR ITEM 22, 23, 21, 20 26, 27, 24, 25 29, 33, 34, 35, 36, 28, 32, 31, 30, 38, 37 41, 42, 39, 40 46, 45, 44, 43 Jadi, tabel 10 di atas menunjukkan bahwa kebiasaan belajar mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Tahun akademik 2013/2014 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta belum ideal dan masih perlu untuk ditingkatkan yang dijadikan dasar penentuan topik-topik bimbingan belajar yang diusulkan.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 C. Usulan topik-topik Usulan topik-topik bimbingan belajar disusun berdasarkan aspek konsentrasi, kepercayaan diri dalam akademik, pengorganisasian proses belajar, keterampilan penggunaan perpustakaan, dan keterampilan dalam ujian. Usulan topik-topik bimbingan belajar dapat dilihat pada tabel 11 di halaman berikutnya:

(71) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 56 Tabel 11 Usulan Topik-topik Bimbingan Untuk Mengembangkan Kebiasaan Belajar Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Tahun Akademik 2013/2014 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Aspek Konsentrasi Topik Bimbingan Kiat-kiat Meningkatkan Konsentrasi Tujuan Mahasiswa mampu memusatkan pikirannya/fokus ketika mengikuti perkuliahan. Bidang Bimbingan Bimbingan Belajar Jenis Layanan Pemberian Informasi dan pengembangan Kegiatan Waktu Dinamika kelompok, sharing 90 menit Media Bimbingan Handout Peralatan alat tulis Sumber http://.www.amhardi nspire.com. 2014/04/04/langkah dan strategi menigkatkan konsentrasi.html Kepercayaan diri dalam akademik Berpikir Kritis Mahasiswa mampu berpikir kritis dan mengerjakan tugas perkuliahan dengan baik. Bimbingan Belajar Pemberian Informasi dan pengembangan Dinamika kelompok, Sharing 90 menit Handout Peralatan alat tulis Surya,Hendra. 2011. Strategi Jitu Mencapai Kesuksesan Belajar.Jakarta: Gramedia Pengorganisasian proses belajar Cara-cara Belajar yang Baik Mahasiswa mampu membuat prioritas dalam kegiatan belajarnya Bimbingan Belajar Pemberian Informasi dan pengembangan Dinamika kelompok, Sharing 90 menit Handout Peralatan alat tulis Slameto. 2010. Belajar dan Faktorfaktor yang Mempengaruhinya, Edisi kelima.Jakarta: Rineka Cipta

(72) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 57 Keterampilan menggunakan perpustakaan Perpustakaan sumber belajar Keterampilan dalam ujian Sukses Menempuh Ujian Mahasiswa memahami sistem klasifikasi bukubuku di perpustakaan Mahasiswa mampu mengerjakan ujian dengan baik dengan cara memperhitungkan waktu & teliti ketika membaca instruksi. Bimbingan Belajar Pemberian Informasi dan pengembangan Bimbingan Belajar Pemberian Informasi dan pengembangan Dinamika kelompok, Sharing + Tanya jawab Dinamika kelompok, Sharing 90 menit Handout Peralatan alat tulis The Liang.1995. The Liang.1995. Cara Belajar yang Efisien. Yogyakarta. Liberty 90 menit Handout Peralatan alat tulis Suparno, Suhaenah A. 2001. Membangun Kompetensi Belajar. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V PENUTUP Bab ini berisi kesimpulan berdasarkan hasil penelitiandan saran-saran bagi berbagai pihak yaitu Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan bagi peneliti lain. A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan penulis menyimpulkan bahwa: 1. Kebiasaan belajar mahasiswa semester satu program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun akademik 2013/2014 sebagian besar pada kategori sedang dan tinggi. Agar mahasiswa semester satu sungguh-sungguh memiliki kebiasaan belajar yang baik maka pengarahan dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan akademik perlu dikembangkan (developmental) dan (perserevatif) untuk pencapaian hasil belajar yang optimal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara bimbingan belajar yang dapat mengembangkan kebiasaan belajar mahasiswa satu. 2. Topik-topik diusulkan berdasarkan aspek konsentrasi, kepercayaan diri dalam akademik, pengorganisasian proses belajar, keterampilan penggunaan perpustakaan, serta keterampilan dalam ujian. 58

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 B. Saran 1. Bagi Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Pihak program studi hendaknya memberikan dukungan penuh dan membuat atau merancang berbagai program/kegiatan akademik yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan kebiasaan belajar yang efektif bagi mahasiswa di perguruan tinggi. Kegiatan-kegiatan akademik yang sudah ada hendaknya tetap direalisasikan dan bila mungkin menambahkan program/kegiatan akademik yang baru. Misalnya, lomba membuat artikel dan lomba persentasi (pemakalah) di lingkup prodi. 2. Bagi peneliti lain Peneliti lain diharapkan supaya lebih menggali mengenai item-item dan aspek-aspek instrument ini kebiasaan agar lebih belajar dengan mengungkapkan mengembangkan kebiasaan belajar mahasiswa. Peneliti lain juga diharapkan mereplikasikan penelitian ini untuk melihat apakah ada peningkatan dalam kebiasaan belajar mahasiswa dan menambah metode pengumpulan data. Misalnya, melalui teknik wawancara dan observasi.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Ambarjaya, Beni S. 2012. Psikologi Pendidikan dan Pengajaran Teori dan Praktik. Yogyakarta: CAPS (Center for Academic Publishing Service). Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rieneka Cipta. Aunurrahman. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabet Azwar, Saifuddin. 2012. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Azwar, Saifuddin. 2012. Penyusunan Skala Psikologi (Edisi 2). Yogyakarta: Pustaka Pelajar Brown. W. F. Holztman, W. H. 1967. Manual Survey of Studi Habits and Attitudes. New York: The Psycholigical Corporation. Covey, R. Steven. 1994. Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif. Jakarta: Binarupa Aksara Dalyono, M. 2010. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rieneka Cipta Daryanto, dkk. 2012. Konsep Pembelajaran Kreatif. Yogyakarta: Gava Media Djaali. H. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta Djamarah, Syaiful Bahri. 2011. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta Gie, The Liang.1995. Cara Belajar yang Efisien. Yogyakarta. Liberty Hamalik, Oemar. 2007. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Alegensino Hardjana, Agus. 1994. Kiat Sukses Studi di Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Kanisius http://debbytama.wordpress.com/2013/09/22/konsep-diri-akademik/ based on my thesis : Debora Natalia S.Psi (2013) http://www.unisa.ac.za/default.asp?Cmd=ViewContent&Co ntentID=22359 (university of south Africa) 2012/09/19 Masidjo, I. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius 60

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Narbuko, Cholid dan Achmadi, Abu. 2007. Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara Natawidjaja, Rochman dan Moleongn. L.J. 1995. Kamus Bahasa Indonesia R. Thantawy. 2005. Kamus Istilah Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Grasindo Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, Edisi kelima. Jakarta: Rineka Cipta Sukmadinata, Nana Syaodih. 2005. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya Sugihartono, dkk. 2007. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press Sugiono, 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Surapranata. Sumarna. 2009. Analisis Validitas Realibitas dan Intepretasi Hasil Tes. Bandung: Remaja Rosdakarya Sugiyono dan Haryanto. 2011. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya Sukardi. 2008. Metodologi Penelitian Tindakan. Jakarta: Bumi Aksara Suparno, Suhaenah A. 2001. Membangun Kompetensi Belajar. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Surya, Hendra. 2011. Strategi Jitu Mencapai Kesuksesan Belajar. Jakarta: Gramedia. Syah Muhibbin. 2008. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya Yusuf Syamsu, Nurihsan Juntika. 2008. Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung: Remaja Rosdakarya.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 1 KUESIONER A. PENJELASAN Kuesioner ini dapat membantu anda dalam mengidentifikasi kebiasaan belajar anda: 1. Kuesioner ini tidak akan mempengaruhi nilai mata kuliah anda. 2. Tidak ada jawaban benar atau salah untuk setiap pernyataan. 3. Anda harus mengevaluasi pernyataan dalam kuesioner ini untuk menunjukkan sejauh mana anda setuju atau tidak setuju dengan pernyataan yang tersedia. 4. Tujuan dari kuesioner ini adalah untuk membantu anda menyadari keterampilan yang anda butuhkan dalam kebiasaan belajar. 5. Beberapa item mungkin tidak langsung sesuai bagi anda, tetapi setiap item menjawab tentang pengalaman belajar anda saat ini. 6. Perhatikan dalam mengevaluasi dan mempertimbangkan setiap pernyataan yang ada dan jujurlah ketika memilih item yang sesuai bagi anda. B. PETUNJUK PENGISIAN 1. Bacalah pernyataan-pernyataan dalam kuesioner ini dengan teliti. 2. Berilah tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang anda pilih di tempat yang tersedia. C. ALTERNATIF JAWABAN Alternatif jawaban dapat dilihat pada tabel di bawah ini: SS S TS STS Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju D. BIODATA Nim : Jenis Kelamin : Lingkarilah pernyataan yang sesuai dengan diri anda: 1. Tinggal di kos (sendiri) 3. Tinggal dengan orang tua 2. Asrama 4. ..................... 62

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 NO PERNYATAAN 1 Bagi saya, kuliah merupakan sarana untuk mengembangkan potensi diri saya. 2 Penting bagi saya untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah dengan baik. 3 Saya percaya bahwa saya mampu menyelesaikan kuliah dengan baik. 4 Saya memilih program studi saat ini, karena saya tertarik mendalami bidang ilmu tersebut. 5 Saya bersemangat dalam mengikuti perkuliahan. 6 Bagi saya kampus adalah tempat yang menarik. 7 Saya bertanya pada dosen jika ada penjelasan yang kurang saya pahami. 8 Saya pikir belajar di Perguruan Tinggi itu sesuatu yang bergengsi. 9 Saya bersikap optimis dalam mengerjakan tugas perkuliahan yang diberikan oleh dosen. 10 Saya berpartisipasi aktif dalam perkuliahan di kelas. 11 Saya membuat target untuk menyelesaikan tugas kuliah. 12 Saya belajar sesuai dengan jadwal yang sudah saya rencanakan. 13 Saya membuat perencanaan agar tugas-tugas saya selesai tepat waktu. 14 Saya menggunakan setiap kesempatan untuk belajar. 15 Saya memiliki alat tulis yang lengkap di meja belajar. 16 Saya memilih tempat yang tenang untuk belajar. 17 Saya memiliki tempat yang khusus untuk belajar. 18 Saya belajar di meja dengan penerangan yang baik. 19 Saya memiliki meja yang nyaman untuk belajar. 20 Ketika saya selesai membaca, saya dapat mengungkapkan kembali isi bacaan tersebut. 21 Ketika membaca buku , saya biasanya dapat berkonsentrasi penuh pada bacaan tersebut. 22 Saya fokus ketika mengikuti perkuliahan di kelas. 23 Pada saat belajar, saya mampu mengabaikan hal-hal yang menggangu pikiran saya. 24 Saya membaca buku-buku terbaru yang sesuai dengan bidang ilmu saya. 25 Dalam mengerjakan tugas perkuliahan, selain mengutip pendapat orang lain, saya juga menyertakan pendapat saya. 26 Saya berpikir kritis terhadap materi yang diberikan pada perkuliahan. 27 Pada waktu ujian, saya memeriksa kembali jawaban-jawaban saya SS S TS STS

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 NO 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 PERNYATAAN SS Saya membuat catatan dengan kata-kata dan gaya saya sendiri. Ketika saya mengikuti perkuliahan, saya dapat membedakan hal-hal yang penting dan kurang penting dalam catatan saya. Saya membuat perencaaan sebelum mengerjakan tugas kuliah. Saya belajar dengan cara bertanya pada diri saya sendiri dan mencoba menemukan hal-hal baru. Saya membuat catatan-catatan dan mengelompokkannya dalam tematema besar. Saya menggunakan singkatan-singkatan saya sendiri dalam membuat catatan kuliah. Saya menguji diri saya sendiri untuk mengetahui apakah saya paham materi yang saya pelajari. Saya membaca dengan teliti materi yang saya pelajari untuk menemukan tema-tema utama. Saya merapikan kembali catatan kuliah sehingga lebih mudah dipahami. Saya biasanya membuat catatan-catatan mengenai informasi baru yang disampaikan dosen pada saat diskusi di kelas. Ketika saya membaca, saya membuat catatan mengenai konsep-konsep penting dari bacaan tersebut. Saya membaca buku-buku di perpustakaan jika ditugaskan oleh dosen. Saya dapat menemukan materi-materi dengan mudah di perpustakaan. Saya tahu bagaimana cara mencari buku refrensi di perpustakaan sesuai dengan kebutuhan saya. Saya paham dengan sistem klasifikasi buku di perpustakaan. Sebelum saya menuliskan jawaban dari suatu pertanyaan dalam ujian, saya menuliskan ringkasan inti dari jawaban-jawaban. Ketika menerima soal ujian, hal pertama yang saya lakukan adalah membaca dengan teliti petunjuk pengerjaan soal-soal yang ada. Ketika mengerjakan ujian, saya merencakanan berapa lama waktu yang akan saya gunakan untuk menjawab setiap pertanyaan dalam ujian tersebut. “SELAMAT MENGERJAKAN” S TS STS

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Lampiran 2 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected ItemTotal Correlation Squared Multiple Correlation VAR00001 136.6579 188.7347 0.342157 .Valid VAR00002 136.6316 187.0891 0.518831 . Valid VAR00003 136.7895 186.1418 0.471623 . Valid VAR00004 137.0263 186.026 0.384184 . Valid VAR00005 137.0132 184.8132 0.572072 . Valid VAR00006 137.0132 188.8665 0.307991 . Valid VAR00007 137.1974 189.0139 0.283521 . Valid VAR00008 137.8026 190.5339 0.11785 . Tidak Valid VAR00009 137.0526 184.1839 0.550305 . Valid VAR00010 137.2763 189.376 0.314205 . Valid VAR00011 137.0395 185.6118 0.45741 . Valid VAR00012 137.3947 184.1354 0.478192 . Valid VAR00013 137.2632 183.8765 0.517811 . Valid VAR00014 137.5526 185.9039 0.461393 . Valid VAR00015 137.5526 187.4505 0.319535 . Valid VAR00016 137.1316 183.2891 0.568345 . Valid VAR00017 137.6711 182.8104 0.476326 . Valid VAR00018 137.3421 185.5614 0.428589 . Valid VAR00019 137.3684 184.5291 0.429693 . Valid VAR00020 137.3816 188.5058 0.350868 . Valid VAR00021 137.5132 184.1198 0.555381 . Valid VAR00022 137.4868 186.3865 0.446238 . Valid VAR00023 137.9605 183.1318 0.555459 . Valid VAR00024 137.7632 182.4232 0.564956 . Valid VAR00025 137.3421 184.4681 0.57936 . Valid VAR00026 137.4342 187.7156 0.352043 . Valid VAR00027 137.1974 184.4005 0.637202 . Valid VAR00028 137.0789 184.927 0.533724 . Valid VAR00029 137.2763 185.2693 0.521436 . Valid VAR00030 137.4211 183.1804 0.589388 . Valid VAR00031 137.2237 186.256 0.409068 . Valid VAR00032 137.5 184.7867 0.482072 . Valid VAR00033 137.3816 186.5591 0.376609 . Valid VAR00034 137.3421 182.7347 0.616667 . Valid VAR00035 137.3816 183.3858 0.545657 . Valid VAR00036 137.4868 184.2265 0.471888 . Valid

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 VAR00037 137.3289 Item-Total Statistik 137.4737 VAR00038 184.7304 0.486715 185.426 0.457538 . Valid VAR00039 137.34 186.5747 0.3239821 . Valid VAR00040 137.4868 182.1998 0.584152 . Valid VAR00041 137.2105 184.3551 0.539496 . Valid VAR00042 137.3553 185.3788 0.431064 . Valid VAR00043 137.6053 185.2821 0.442403 . Valid VAR00044 137.1842 185.3256 0.433424 . Valid VAR00045 137.4211 185.2604 0.392189 . Valid VAR00046 137.8158 185.1123 0.426525 . Valid . Valid Summary Item Statistic Item mean Mean Minimum Maximum Range Maximum Variance 3.051773 2.421053 3.75 1.328947 1.548913 0.075903 Lampiran 3 Realibity Statistic Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items 0.929367 0.930924 46

(82) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 67 TABULASI HASIL DATA PENELITIAN 12 13 14 15 16 19 20 21 3 3 3 3 3 3 3 2 4 4 3 4 2 3 3 3 3 4 4 2 2 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 4 3 3 3 4 4 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 4 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 2 4 4 4 4 4 3 2 3 2 2 3 2 NIM 1 2 3 4 5 6 7 9 10 11 101114001 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 101114002 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 4 101114003 4 4 3 2 3 3 3 4 4 4 101114004 3 4 4 4 3 3 3 4 3 101114005 4 4 4 3 3 3 2 3 3 101114006 3 4 4 4 3 3 3 4 101114007 3 3 3 3 3 3 3 101114008 4 4 3 4 3 3 3 101114009 4 4 3 4 4 4 101114010 3 3 3 3 3 101114011 4 4 4 4 3 101114012 4 3 3 4 3 17 18 Lampiran 4 22 23 24 25 26 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 2 3 3 27 28 29 30 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 2 2 3 3 2 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 4 2 2 3 3 3 2 3 3 2 3 2 2 2 101114013 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 101114014 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 2 3 2 3 3 3 3 101114015 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4 2 4 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 101114016 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 101114017 4 4 4 2 4 4 3 4 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 2 3 1 1 3 3 3 4 3 2 101114018 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 101114019 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 2 2 2 3 2 2 3 3 4 2 3 2 3 3 4 3 4 3 2 101114020 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 3 3 3 2 2 3 2 2 3 3 2 101114021 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 101114022 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 2 2 2 1 3 2 3 3 3 4 2 2 3 2 2 2 2 2 2 3 2 101114023 3 3 3 2 3 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 2 101114024 4 3 4 4 4 3 2 4 4 3 2 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 2 2 3 3 3 4 3 3 101114025 4 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 4 3 3 2 3 3 4 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 2 2 2 3 3 3 3 101114026 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 101114027 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 101114028 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 2 2 2 3 4 2 4 4 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 101114029 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 2 2 2 2 3 2 3 3 3 3 101114030 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 1 3 2 3 2 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2

(83) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 68 31 32 33 34 35 36 44 45 46 Jumlah 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 4 4 2 136 T 3 3 4 2 3 2 3 3 4 2 4 4 4 4 3 2 146 T 3 2 2 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 148 T 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 144 T 2 2 2 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 128 S 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 144 T 3 2 2 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 123 S 4 3 2 3 3 3 4 3 3 3 3 2 2 4 3 3 137 T 3 3 3 3 3 2 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 147 T 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 111 S 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 134 S 3 3 3 3 2 2 4 2 3 2 3 2 4 4 4 4 134 S 3 2 3 3 2 2 2 3 2 2 3 3 3 2 3 2 120 S 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 134 S 4 3 3 3 3 3 3 3 2 4 4 4 3 4 4 4 149 T 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 128 S 2 2 3 3 4 4 3 3 3 2 3 3 2 3 2 2 128 S 3 4 2 3 4 4 2 4 4 4 4 2 3 2 3 3 158 ST 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 2 143 T 2 3 3 2 2 2 3 2 3 2 3 3 2 2 3 2 117 S 2 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 2 153 T 2 3 4 2 2 2 2 2 4 3 3 3 2 3 3 2 126 S 3 3 2 1 3 2 2 3 2 3 3 2 2 3 3 2 108 S 4 4 3 4 3 2 4 4 3 2 3 3 3 3 4 2 147 T 2 3 3 3 4 3 4 2 3 3 4 4 2 3 2 2 136 T 3 2 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 122 S 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 176 ST 3 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 4 4 2 135 S 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 125 S 37 38 39 40 41 42 43

(84) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 69 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 32 101114032 NIM 4 4 4 4 4 4 4 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 2 4 2 3 2 3 4 4 3 27 28 29 30 4 4 3 4 33 101114033 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 2 2 4 2 2 1 3 2 3 2 2 3 4 3 3 3 2 3 34 101114034 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 4 4 3 3 2 35 101114035 4 4 4 4 4 3 2 4 3 4 4 4 3 2 4 3 3 3 2 2 4 3 2 2 2 4 4 4 4 3 36 101114036 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 2 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 37 101114037 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 38 101114038 3 4 4 3 3 3 3 4 3 4 3 39 101114039 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 2 2 2 2 3 2 3 4 2 2 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 4 4 4 2 4 4 2 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 40 101114040 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 41 101114041 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 42 101114042 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 43 101114044 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 44 101114045 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 2 3 3 2 2 2 1 2 2 2 3 2 3 2 3 45 101114046 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 4 3 46 101114047 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 4 47 101114048 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 48 101114049 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 49 101114050 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 50 101114051 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 51 101114053 4 4 4 4 4 3 2 4 3 3 3 52 101114054 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 53 101114055 3 4 4 2 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 2 2 4 2 4 4 4 4 3 54 101114056 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 2 3 4 3 4 4 3 3 4 55 101114057 4 3 3 3 3 3 4 2 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 56 101114058 4 4 4 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 2 2 2 3 3 4 3 4 3 3 3 57 101114059 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 4 3 3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 58 101114060 4 4 4 4 3 4 3 3 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 2 3 4 2 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 4 59 101114061 4 4 4 3 4 4 3 4 3 4

(85) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 70 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 46 46 4 3 4 3 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 2 2 131 S 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 138 T 4 3 2 2 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 2 136 T 3 2 2 2 3 2 3 3 4 3 3 3 1 2 1 1 124 S 2 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 2 148 T 3 3 3 3 3 2 3 2 4 4 4 4 2 4 4 3 146 T 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 3 2 124 S 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 140 T 3 4 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 4 2 2 137 T 3 2 2 3 3 2 3 3 4 2 2 2 3 3 3 3 127 S 4 3 2 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 2 149 T 4 4 4 4 4 3 4 2 4 3 4 4 3 4 3 3 165 ST 3 2 4 3 3 3 3 3 4 2 4 3 2 4 2 2 140 T 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 2 3 139 T 3 3 2 3 2 2 2 2 4 3 4 4 3 1 2 3 119 S 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 141 T 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 150 T 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 171 ST 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 138 T 3 3 2 3 2 3 3 3 4 3 3 2 3 3 2 2 133 S 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 2 3 128 S 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 145 T 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 2 3 4 3 3 149 T 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 2 3 2 157 T 4 3 4 4 4 3 4 3 2 4 4 3 2 4 4 2 153 T 3 2 3 3 3 2 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 124 S 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 2 3 3 128 S

(86) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 71 NIM 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 60 101114063 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 61 101114064 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 4 62 101114065 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 63 101114066 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 2 2 1 3 3 3 2 2 4 3 4 4 64 101114067 2 3 2 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 2 2 2 2 2 3 2 3 3 65 101114068 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 3 2 66 101114069 4 4 4 2 4 3 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 67 101114070 4 3 3 3 2 4 3 4 3 2 1 2 3 2 3 4 3 3 3 2 3 1 1 1 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 68 101114071 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 69 101114072 3 3 2 2 3 3 2 2 3 3 2 70 101114073 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 71 101114074 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 72 101114075 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 73 101114076 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 2 4 3 2 4 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 74 101114077 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 4 75 101114078 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 76 101114079 4 4 3 2 3 4 3 3 4 3 3 2 2 3 4 2 4 4 4 3 4 1 2 3 3 3 4 141 278 274 271 269 266 262 259 256 252 249 246 244 242 239 235 233 229 225 221 218 214 213 211 208 205 202 S ST ST ST ST ST T T T T T T T T T T T S S S S S S S S S S

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(88)

Dokumen baru