Pengembangan modul bimbingan belajar ipa berbasis kecerdasan musikal pada siswa berprestasi rendah kelas V SD Kanisius Gayam Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
0
177
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN MODUL BIMBINGAN BELAJAR IPA BERBASIS KECERDASAN MUSIKAL PADA SISWA BERPRESTASI RENDAH KELAS V SD KANISIUS GAYAM YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Vincensia Septy Restiningtyas NIM: 101134060 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN JUDUL PENGEMBANGAN MODUL BIMBINGAN BELAJAR IPA BERBASIS KECERDASAN MUSIKAL PADA SISWA BERPRESTASI RENDAH KELAS V SD KANISIUS GAYAM YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Vincensia Septy Restiningtyas NIM: 101134060 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Skripsi ini kupersembahkan kepada: Kedua orang tuaku Ignatius Haryanto dan Margareta Maria Susilastuti yang senantiasa mendoakan, memberi semangat dan dukungan baik secara moril maupun materil Kepada Kakek dan Nenekku yang juga selalu memberi dukungan doa Adikku Nico yang menjadi motivasi bagiku Dan seluruh Keluarga besarku yang selalu memberi semangat kepadaku. Tak lupa kepada saudara, sahabat -sahabatku, MMC, dan teman payung: Ingkan, Oda, Ari, Fedine, Bayu, Aji, Verine, Artha, Gayuh, Jefri, Pras, Elis, Yuni, Okta, Terry, Dwi, Anik, Tina, Agnes, Nurul, Koko, Bayu, Marsel, Cahyo, Putra, Candra, Huda, dan Sr. Nanda Kepada teman kelas B 2010 tercinta yang tak bisa disebutkan satu persatu Kepada Dosen pembimbing yang selalu membantu dan memberi pengarahan Kepada SD Kanisius Gayam yang telah memberikan izin untuk melaksanakan penelitian Almamater tercinta Universitas Sanata Dharma v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO “Doa mampu mengubah segalanya” “Setiap keping kesabaran yang pernah dilakukan akan menjadi tabungan kita untuk memperoleh perlakuan yang sama, percayalah itu tak mudah. Tapi, pasti akan berbuah manis nantinya.” “Bahagia itu ketika kita mampu bersyukur atas apa yang sudah kita dapatkan.” “Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang. Karena itu, keunggulan bukanlah suatu perbuatan, melainkan sebuah kebiasaan.” ( Tebak Gambar) viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Septy Restiningtyas, Vincensia(2014): Pengembangan Modul Bimbingan Belajar Berbasis Kecerdasan Musikal Pada Siswa Berprestasi Rendah Kelas V SD Kanisius Gayam Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan gambaran prosedur pengembangan bahan ajar berbasis multiple inteligences pada mata pelajaran IPA SD kelas V. (2) untuk mendiskripsikan hasil validasi kualitas produk “Bahan Ajar yang berbasis multiple inteligences pada mata pelajaran IPA SD kelas V” Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan bahan ajar. Adapun langkah- langkah yang digunakan dalam penelitian ini adalah milik soegiyono dengan tujuh tahap yaitu: (1) Potensi dan Masalah, (2) Pengumpulan Data, (3) Desain Produk, (4) Validasi Desain, (5) Revisi Desain, (6) Uji Coba Desain, (7) Revisi Desain, hingga mendapatkan hasil berupa produk final modul bimbingan belajar. Uji coba desain melibatkan 10 siswa kelas V SD Kanisius Gayam yang dilaksanakan pada Bulan April 2014. Hasil dari penelitian ini yaitu modul bimbingan belajar ilmu pengetahuan alam berbasis kecerdasan musikal pada mata pelajaran ilmu pengetahuan alam kelas V SD semester gasal berdasarkan validasi ahli multiple inteligence, ahli tata bahasa Indonesia, ahli pendidikan ilmu pengetahuan alam, guru ilmu pengetahuan kelas V SD di katakan tinggi. Hal ini ditunjukan dengan rerata produk 2,96 dan termasuk kategori “tinggi” dilihat dari (1) tujuan dan pendekatan, (2) desain dan pengorganisasian, (3) isi modul, (4) topik dalam modul, dan (6) metodologi. Kata kunci: metode penelitian dan pengembangan, bahan ajar, multiple inteligence, kecerdasan musikal. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Septy Restiningtyas, Vincensia (2014): the development of a module of the musical Intelligence-based Tutoring On Pupils Underachieving Class V SD Kanisius Gayam. Thesis. Yogyakarta. Education Elementary School Teacher Sanata Dharma University. This research aims to (1) explain the description of the procedure for the development of learning materials based on multiple intelligences on subjects IPA SD class v. (2) discribe the validation results for product quality "Materials based on multiple inteligences subjects IPA SD class V" This research is a research and development study. This research uses Soegiyono’s seven stages such as: (1) the potential and problems, (2) Data collection, (3) product design, (4) Design Validation, (5) revision of design, (6) Test design, (7) the revised design, to get the final product in the form of tutoring modules. The sample is 10 10 students of class V SD Kanisius Gayam. The results of this research was an modules natural science-based musical intelligence subjects in 5th grade of odd semester of primary school. Based on multiple expert validation inteligence, grammarian Indonesia expert education, natural science, master of science class V SD said. This is indicated with a 2.96 average product and include the categories of "high" (1) the purpose and approach, (2) designing and organizing, (3) content modules, (4) topic in the module, and (6) methodology. Keywords: methods of research and development, learning materials, multiple musical intelligence, inteligence. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan kasih karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi berjudul Pengembangan Modul Bimbingan Belajar IPA Berbasis Kecerdasan Musikal untuk Siswa Berprestasi Rendah Kelas V di SD Kanisius Gayam Yogyakarta. Dalam kesempatan ini penulis menyadari bahwa skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik berkat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak yang telah membantu dan berperan aktif dalam penyelesaian skripsi ini. Penulis sampaikan terimakasih yang mendalam kepada: 1. Rohandi Ph.D, selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 2. Gregorius Ari Nugrahanta, SJ., S.s., BST., M.A, selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. 3. Prof. Dr. Paulus Suparno, S. J., MST, selaku dosen pembimbing I, saya ucapakan terima kasih atas bimbingan, kesabaran, dan pencerahan yang diberikan selam proses penyusunan skripsi. 4. Brigitta Erlita Tri Anggadewi, S. Psi., M., Psi, selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, motivasi, dan arahan selama menyelesaikan penyusunan skripsi ini. 5. Prof. Dr. Paulus Suparno, S. J., MST, Dr. Y. Karmin, M. Pd, Yunanto, dan Bu Ika selaku validator yang telah memberikan penilaian, saran, dan komentar untuk perbaikan kualitas modul yang dikembangkan. 6. Elisabeth Listriyani, S.Pd, selaku kepala sekolah SD Kanisius Gayam yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitian. xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. Bapak Yunanto, selaku guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas V di SD Kanisius Gayam yang telah memberikan masukan dan saran selama proses penelitian. 8. Sepuluh siswa Kelas V SD Kanisius Gayam tahun ajaran 2013/2014 yang telah mendukung pelaksanaan penelitian. 9. Seluruh dosen PGSD Universitas Sanata Dharma yang telah memberi ilmu selama menempuh kuliah di PGSD. 10. Sekretariat PGSD, yang selalu memberikan informasi dan keramahan dalam segala urusan adminitrasi sehingga penulis selalu diberikan kelancaran. 11. Orangtuaku Ignatius Haryanto dan Mm. Susilastuti, yang selalu mendoakannku, memberi motivasi, serta materil demi kelancaran dan terselesainnya skripsi yang penulis susun. 12. Saudaraku Nicolaus yang selalu memberikan keceriaan dan dukungan. 13. Kepada kakek dan nenekku yang selalu mendukung lewat doa. 14. Teman dan Sahabatku “MMC”: Yuni, Okta, Terry, Dwi, Anik, Tina, Agnes, Nurul, Koko, Bayu, Marsel, Cahyo, Putra, Ini yang telah memberikan semangat dan mengajariku ketika mengalami kesulitan. 15. Teman Seperjuangan: Huda, Marsel, Cahyo, Candra, Suster Nanda, dan Dwik yang bekerjasama, memberi dukungan, dan masukan selama menyelesaikan skripsi ini. 16. Saudara dan sahabatku terkasih: Ari, Fedine, Verine, Ingkan, Oda, Bayu, Aji, Artha, Elis, Jefri, Pras, Gayuh, dan Yohana Dian yang senantiasa memberikan dukungan, semangat, dan keceriaan selama menyelesaikan skripsi ini. xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17. Teman PGSD 2010 kelas B yang selalu memberikan keceriaan, tawa, dan kekompakan selama perkuliahan yang membuat perjalanan selama kuliah menjadi sangat berkesan. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan skripsi ini tentu saja masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki. Untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan. Penulis xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .................................................................................. ii HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING....................................... iii HALAMAN PENGESAHAN .................................................................... iv HALAMAN PESEMBAHAN.................................................................... v LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA.................................. vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI .................. vii Motto ........................................................................................................... viii ABSTRAK................................................................................................... ix ABSTRACT ................................................................................................ x KATA PENGANTAR ................................................................................ xi DAFTAR ISI ............................................................................................... xii DAFTAR TABEL....................................................................................... xiii DAFTAR GAMBAR .................................................................................. xiv DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................. xv BAB I PENDAHULUAN ......................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah .......................................................................... 1 B. Rumusan Masalah.................................................................................... 2 C. Tujuan Penelitian ..................................................................................... 2 D. Manfaat Penelitian................................................................................... 3 1. Bagi Guru .......................................................................................... 3 3. Bagi Siswa ......................................................................................... 3 4. Bagi Sekolah ..................................................................................... 3 5. Bagi Prodi PGSD Universitas Sanata Dharma.................................. 3 E. Spesifikasi Produk ................................................................................... 4 1. Kecerdasan yang Dikembangkan dalam Bahan Ajar ........................ 4 2. Komponen Bahan Ajar ...................................................................... 4 3. Rumusan Indikator ............................................................................ 5 BAB II KAJIAN TEORI ......................................................................... 6 A. Ilmu Pengetahuan Alam ......................................................................... 6 1. Hakikat IPA ....................................................................................... 6 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Hakikat Pembelajaran IPA ................................................................ 7 B. Intelligensi ............................................................................................... 8 1. Pengertian Inteligensi ........................................................................ 8 2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Inteligensi................................. 9 1) Faktor Genetik atau Keturunan ............................................... 9 2) Faktor Lingkungan .................................................................. 10 3) Faktor Minat ............................................................................ 11 4) Faktor Gizi............................................................................... 11 5) Faktor Kematangan ................................................................. 11 6) Faktor Pembentukan ................................................................ 12 7) Faktor Kebebasan .................................................................... 12 C. Multiple Intelligences ............................................................................. 12 1. Pengertian Multiple Intelligences...................................................... 12 2. Macam-Macam Multiple Intelligences ............................................. 13 a. Kecerdasan Linguistik .................................................................. 13 b. Kecerdasan Logis-Matematis ....................................................... 14 c. Kecerdasan Visual-Spasial ........................................................... 14 d. Kecerdasan Musikal ..................................................................... 15 e. Kecerdasan Badani-Kinestetik...................................................... 15 f. Kecerdasan Interpersonal .............................................................. 15 g. Kecerdasan Intrapersonal ............................................................. 16 h. Kecerdasan Lingkungan ............................................................... 16 i. Kecerdasan Eksistensial ................................................................ 17 D. Mengajarkan Kecerdasan ........................................................................ 17 E. Penilaian dan Pengajaran Inteligensi Ganda............................................ 18 1. Diagnosis ............................................................................................. 19 2. Pengamatan.......................................................................................... 19 3. Ceck List.............................................................................................. 19 4. Catatan Singkat.................................................................................... 19 5. Portofolio ............................................................................................. 19 6. Refleksi ................................................................................................ 20 F. Kecerdasan Musikal ................................................................................. 20 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Hakikat Musik ..................................................................................... 20 2. Fungsi dan Sifat Musik........................................................................ 20 3. Sifat-Sifat Membentuk Musik ............................................................. 21 G. Strategi Pengajaran .................................................................................. 22 H. Bimbingan Belajar .................................................................................. 24 1. Pengertian Bimbingan Belajar .......................................................... 24 2. Tujuan Bimbingan Belajar ................................................................ 25 I. Siswa Berprestasi Rendah ......................................................................... 28 1. Pengertian Prestasi Belajar ................................................................ 28 2. Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar .................................... 29 J. Modul Bimbingan Belajar ........................................................................ 37 1. Pengertian Modul .............................................................................. 37 2. Cara Menyusun Modul...................................................................... 37 3. Evaluasi Modul ................................................................................. 38 K. Penelitian yang Relevan ......................................................................... 39 BAB III METODE PENELITIAN ......................................................... 43 A. Tempat dan Waktu Penelitian ................................................................. 43 B. Jenis Penelitian ........................................................................................ 43 C. Prosedur Pengembangan.......................................................................... 43 1. Potensi dan Masalah .......................................................................... 44 2. Pengumpulan Data ............................................................................ 44 3. Desain Produk ................................................................................... 44 4. Validasi Desain ................................................................................. 45 5. Revisi Desain..................................................................................... 45 6. Uji Coba Desain ................................................................................ 45 7. Revisi desain .................................................................................... 46 D. Populasi dan Sampel Penelitian .............................................................. 46 E. Perlakuan (Treatment) ............................................................................. 47 F. Teknik Pengumpulan Data....................................................................... 48 G. Instrumen Penelitian ................................................................................ 49 H. Teknik Analisis Data ............................................................................... 51 BAB 1V DATA DAN ANALISIS DATA ............................................... 55 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI A. Pelaksanaan Penelitian ............................................................................ 55 1. Sebelum Penelitian .............................................................................. 55 2. Proses Pembuatan Modul dan Validasi Ahli ....................................... 56 3. Selama Penelitian ................................................................................ 58 a. Pertemuan Pertama ......................................................................... 58 b Pertemuan Kedua ............................................................................. 59 c. Pertemuan Ketiga ............................................................................ 61 B. Data dan Analisis ..................................................................................... 61 1. Hasil Validasi Pakar ............................................................................ 61 a. Validasi Pakar IPA.......................................................................... 61 b. Validasi Pakar Tata Bahasa Indonesia............................................ 63 c. Validasi Guru IPA SD Kelas V ...................................................... 64 d. Validasi Pakar Multiple Intelligences ............................................. 65 e. Rekap Data Validasi Pakar ............................................................. 65 2. Hasil Belajar ........................................................................................ 66 a. Data Pretest dan Posttest ................................................................ 66 b. Tanggapan Siswa Terhadap Modul ................................................ 67 c. Hasil- Hasil Latihan ......................................................................... 67 3. Analisis ................................................................................................ 68 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ................................................... 72 A. Kesimpulan.............................................................................................. 72 B. Keterbatasan Penelitian ........................................................................... 73 C. Saran ........................................................................................................ 73 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 74 LAMPIRAN ................................................................................................ 77 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Kisi-Kisi Pretest dan Posttest ....................................................... 49 Tabel 3.2 Skala Empat PAP ......................................................................... 52 Tabel 3.2 Resume Nilai Validator ................................................................ 52 Tabel 3.3 Perhitungan Standar Deviasi ........................................................ 53 Tabel 3.4 Hasil Konversi Nilai Skala Empat ............................................... 54 Tabel 3.5 Resume Nilai Kuisioner Validator ............................................... 54 Tabel 4.1 Komentar Pakar IPA .................................................................... 62 Tabel 4.2 Komentar Pakar Tata Bahasa Indonesia ...................................... 63 Tabel 4.3 Rekap ahli Pembelajaran IPA ...................................................... 65 Tabel 4.4 Rekap Ahli Tata Bahasa Indonesia .............................................. 66 Tabel 4.5 Rekap Guru Mata Pelajaran IPA .................................................. 66 Tabel 4.6 Tabel Pre-test dan Post-test .......................................................... 66 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.2 Penelitian yang Relevan ........................................................... 45 Gambar 3.1 Langkah-Langkah Penelitian Menurut Sugiyono (2009) ......... 44 Gambar 3.2 Grafik Hasil Belajar Siswa ....................................................... 68 xix

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Surat Ijin Melakukan Penelitian .............................................. 78 Lampiran 2. Surat Balasan Telah Melakukan Penelitian ............................. 79 Lampiran 3. Validasi Pakar Pembelajaran IPA............................................ 80 Lampiran 4. Validasi Pakar Tata Bahasa Indonesia..................................... 83 Lampiran 5. Validasi Guru IPA Kelas V ..................................................... 86 Lampiran 6. Silabus...................................................................................... 89 Lampiran 7.RPP Bimbingan Belajar 1 ......................................................... 95 Lampiran 8. RPP Bimbingan Belajar 2 ........................................................ 105 Lampiran 9. RPP Bimbingan Belajar 3 ........................................................ 116 Lampiran10. Hasil Pre-test Tinggi ............................................................... 130 Lampiran 11. Hasil Pre-test Rendah ............................................................ 135 Lampiran 12. Hasil Post-test Tinggi ............................................................ 140 Lampiran 13. Hasil Post-Test Rendah.......................................................... 141 Lampiran 14. Modul Siswa .......................................................................... 142 Lampiran 15. Nilai Musik Sampel ............................................................... 154 Lampiran 16. Ledger Nilai IPA Kelas V...................................................... 155 Lampiran 17. Foto Kegiatan......................................................................... 157 xx

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan salah satu bekal berharga untuk anak bangsa. Pendidikan yang berkualitas diharapkan dapat menjadikan bangsa yang sedang berkembang ini semakin mampu bersaing dengan negaranegara maju maupun berkembang lainnya. Namun, pada kenyataannya masih saja banyak siswa yang berprestasi rendah kurang diperhatikan. Anak dengan prestasi rendah sebenarnya dapat di asah kemampuannya menggunakan teori kecerdasan ganda. Menurut Gardner (dalam Suparno 2004:17) inteligensi merupakan kemampuan untuk memecahkan persoalan dan menghasilkan produk dalam suatu setting yang bermacam- macam dan dalam situasi yang nyata. Sesuai dengan penjelasan tersebut dapat dijelaskan bahwa inteligensi bukan hanya kemampuan seseorang untuk menjawab suatu tes IQ dalam ruang atau kamar tertutup yang lepas dari lingkungannya. Dengan teori yang diungkapkan Gardner, jelas bahwa siswa berp restasi rendah juga dapat kita asah menggunakan salah satu teori yang diungkap oleh Garner tersebut. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk membantu siswa memahami materi adalah dengan modul yang dibuat berdasarkan multiple intelegences. Ada 9 kecerdasan yang diungkap oleh Gardner (Suparno 2004:25-45), kecerdasan itu adalah inteligensi linguistik, inteligensi matematis- logis, inteligensi ruang-visual, inteligensi kinestetik-

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI badani, inteligensi musikal, inteligensi interpersonal, inteligensi intrapersonal, inteligensi lingkungan, inteligensi eksistensial. Berdasarkan observasi yang dilakukan pada anak kelas V SD Kanisius Gayam ditemukan bahwa ada 10 siswa menonjol dibidang musikalnya namun mempunyai prestasi yang rendah pada mata pelajaran IPA. Musik adalah salah satu bagian dari seni, pendidikan yang utuh tidak dapat dilepaskan dari pengembangan seni (Reimer,1989). Menurut Johan (2009:112) seni diketahui sebagai bagian penting dalam proses belajar seperti yang terdapat dalam kurikulum. Sebagai bagian dari seni, musik juga memiliki dimensi kreatif dan memiliki bagian yang identik dengan proses belajar secara umum. Oleh karena itu, modul dengan ciri kecerdasan musikal dipilih sebagai salah satu alat untuk membantu siswa berprestasi rendah untuk lebih mema hami materi IPA mengenai bencana alam dan sumber daya alam. Seseorang dikatakan memiliki kecerdasan musikal ketika dia peka terhadap suara atau bunyi, lingkungan, dan musik itu sendiri. Demikian modul yang dibuat juga menggunakan ciri-ciri dalam kecerdasan musikal itu yang diterapkan pada pembelajaran yang dilakukan dengan model bimbingan belajar. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana prosedur pengembangan modul berbasis kecerdasan musikal pada mata pelajaran IPA SD kelas V untuk kelompok siswa berprestasi rendah? 2

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Bagaimana hasil validasi kualitas produk modul yang berbasis kecerdasan musikal pada mata pelajaran IPA SD kelas V untuk kelompok siswa berprestasi rendah? C. Tujuan Penelitian 1. Untuk memaparkan prosedur pengembangan modul berbasis kecerdasan musikal pada mata pelajaran IPA kelas V bagi kelompok siswa berprestasi rendah. 2. Untuk mendiskripsikan hasil validasi kualitas produk modul berbasis kecerdasan musikal pada mata pelajaran IPA SD kelas V bagi kelompok siswa berprestasi rendah. D. Manfaat Penelitian 1. Bagi Guru Produk yang dihasilkan dari penelitian ini dapat digunakan oleh guru sebagai bahan ajar berbasis multiple inteligences pada mata pelajaran IPA SD kelas V semester gasal. 2. Bagi Siswa Produk yang dihasilkan dan dikembangkan dalam penelitian ini dapat digunakan oleh siswa sebagai buku pelajaran berbasis multiple inteligences pada mata pelajaran IPA SD kelas V semester gasal. 3. Bagi Sekolah Hasil penelitian ini menambah daftar penelitian tentang Research and development (R & D) serta produk berupa modul berbasis multiple inteligences pada mata pelajaran IPA SD kelas V semester gasal. 4. Bagi Prodi PGSD 3

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil penelitian ini mampu menambah referensi prodi PGSD Universitas Sanata Dharma mengenai penelitian dan pengembangan (Research and Development/ R & D) dan produk berupa modul berbasis multiple inteligences pada mata pelajaran IPA SD kelas V semester gasal. E. Spesifikasi Produk 1. Kecerdasan yang Dikembangkan dalam Bahan Ajar Kecerdasan yang akan dikembangkan dalam bahan ajar ini adalah musikal yaitu kemampuan untuk mengembangkan, mengekspresikan, dan menikmati bentuk-bentuk musik dan suara. Dalam bahan ajar ini, diharapkan siswa mampu memahami materi yang diberikan dengan menggunakan modul berisi berbagai macam lagu. Dengan lagu tersebut, pembelajaran yang dilakukan dalam seb uah bimbingan akan dikemas menggunakan lagu- lagu yang dinyanyikan. Kaitannya dengan materi dalam bahan ajar dapat diterima siswa dengan cepat. Cepat artinya dalam waktu yang singkat. Kaitannya dengan materi dalam bahan ajar maka cepat dimaknai sebagai kema mpuan seseorang menjelaskan deskripsi suatu tempat dalam jangka waktu tertentu yang sudah ditentukan. 2. Komponen Bahan Ajar Hasil dari produk yang dibuat seperti buku paket mata pelajaran siswa yang di dalamnya memuat berbagai macam unsur yaitu uraian materi, kegiatan siswa, post tes, refleksi, dan tindakan siswa. Isi dari bahan ajar disusun meliputi tiga pertemuan dan masing- masing 4

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pertemuan meliputi: Halaman SK dan KD, indikator dan tujuan pembelajaran, halaman apersepsi, halaman uraian materi, halaman kegiatan siswa, halaman post tes, halaman refleksi. Dalam isi bahan ajar sendiri dilengkapi dengan halaman rangkuman materi, halaman soal evaluasi, dan halaman daftar pustaka setelah semua materi untuk pertemuan pertama dan kedua selesai diuraikan. Bahan ajar diberi sampul depan dan belakang. 3. Rumusan Indikator Indikator dikembangkan dalam tiga ranah kemampuan yaitu competence, consience, dan compassion sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. 5

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II KAJIAN TEORI A. Ilmu Pengetahuan Alam 1. Hakikat IPA Ilmu pengetahuan alam merupakan suatu terjemahan dari kata-kata dalam Bahasa Inggris yaitu natural science. Natural berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan alam atau segala sesuatu yang bersangkutan dengan alam. Science memiliki arti ilmu pengetahuan. Jadi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) disebut juga sebagai ilmu tentang alam atau ilmu yang mempelajari tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam. Setiap Guru harus paham alasan mengapa IPA diajarkan di sekolah dasar. Ada empat golongan alasan menurut Samatoa (2011:4) yaitu: a. IPA berfaedah bagi suatu bangsa karena kesejahteraan materil suatu bangsa itu tergantung pada kemampuan dalam bidang IPA. b. Jika diajarkan dengan cara yang tepat, IPA merupakan suatu mata pelajaran yang memberikan kesempatan anak untuk berpikir kristis. c. Ketika pembelajaran IPA diajarkan melalui percobaan-percobaan sendiri yang dilakukan oleh anak maka mata pelajaran IPA tidak akan menjadi mata pelajaran dengan hafalan belaka. 6

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI d. Mata pelajaran IPA mempunyai nilai- nilai pendidikan yaitu mempunyai potensi yang dapat membentuk kepribadian anak secara keseluruhan. 2. Hakikat Pembelajaran IPA Ilmu pengetahuan alam adalah penyelidikan yang terorganisir untuk mencari pola atau keteraturan dalam alam. Prosedur yang digunakan oleh para ilmuwan untuk mempelajari alam ini adalah prosedur empirik dan analisis. Dalam prosedur empirik ilmuwan mengumpulkan informasi, mengorganisasikan informasi untuk selanjutnya dianalisis. Prosedur empirik dalam IPA mencakup: observasi (pengamatan), klasifikasi, dan pengukuran. Untuk analitik ilmuwan menginterprestasikan menggunakan proses-proses penemuan seperti hipotesis, mereka dengan eksperimentasi, terkontrol, menarik kesimpulan, dan memprediksi. Untuk mengetahui hal tersebut dibutuhkan pengetahuan secara terpadu. Hakekat pembelajaran IPA menurut Trianto (2010:141) adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari gejala-gejala melalui serangkaian proses yang dikenal dengan proses ilmiah yang dibangun atas dasar sikap ilmiah dan hasilnya terwujud sebagai produk ilmiah yang tersusun atas tiga komponen terpenting berupa konsep, prinsip, dan teori yang berlaku secara universal. Merujuk pada hakikat IPA sebagaimana dijelaskan di atas, maka nilai- nilai IPA yang dapat ditanamkan dalam pembelajaran IPA antara lain sebaga i berikut: 7

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. Kecakapan bekerja dan berpikir secara teratur dan sistematis menurut langkah- langkah metode ilmiah; b. Keterampilan dan kecakapan dalam mengadakan pengamatan, mempergunakan alat-alat eksperimen untuk memecahkan masalah; c. Memiliki sikap ilmiah yang diperlukan dalam memecahkan masalah baik dalam kaitannya dengan pelajaran sains maupun dalam kehidupan. Sebagai alat pendidikan yang berguna untuk mencapai tujuan pendidikan, maka pendidikan IPA di sekolah mempunyai tujuantujuan tertentu, yaitu: a. Memberikan pengetahuan kepada siswa tentang dunia tempat hidup dan bagaimana bersikap; b. Menanamkan sikap hidup ilmiah; c. Memberikan keterampilan untuk melakukan pengamatan; d. Mendidik siswa untuk mengenal, mengetahui cara kerja serta menghargai para ilmuwan penemunya; e. Menggunakan dan menerapkan metode ilmiah dalam memecahkan permasalahan. B. Inteligensi 1. Pengertian Inteligensi Inteligensi atau kecerdasan mempunyai berbagai arti. Wechsler (dalam Subini, 2012:11), inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir 8 rasional, dan menghadapi

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI lingkungannya secara efektif. Inteligensi secara umum dapat juga diartikan sebagai suatu tingkat kemampuan dan kecepatan otak mengolah suatu bentuk tugas atau keterampilan tertentu. Kemampuan dan kecepatan kerja otak ini disebut juga dengan efektifitas kerja otak. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa intelgensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu. Menurut Gardner (dalam Suparno 2004:17) Inteligensi merupakan kemampuan untuk memecahkan persoalan dan menghasilkan produk dalam suatu setting yang bermacam- macam dan dalam situasi yang nyata. Inteligensi bukan hanya kemampuan seseorang untuk menjawab suatu tes IQ dalam ruang atau kamar tertutup yang lepas dari lingkungannya. 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Inteligensi Pada dasarnya kecerdasan masing- masing orang berbeda, ada yang pintar sekali, ada yang sedang-sedang saja, dan ada juga yang bisabiasa saja. Namun tidak sedikit juga yang tingkat kecerdasannya dibawah rata-rata. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Menurut Subini (2012:20), faktor- faktor yang mempengaruhi inteligensi seseorang adalah sebagai berikut: a. Faktor genetik (keturunan atau bawaan) 9

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pandangan umum mengatakan bahwa seseorang yang lahir dari keluarga berpendidikan tinggi atau mempunyai tingkat intelektual diatas rata-rata akan mempunyai keturunan yang tidak jauh berbeda. Meskipun bukan faktor utama, namun faktor keturunan terbukti mempengaruhi kecerdasan seseorang. Oleh karena itu di dalam satu kelas dapat dijumpai anak yang berbeda secara akademis. Hal ini berdasarkan pada penelitian yang membuktikan bahwa korelasi nilai tes IQ dari satu keluarga sekitar 0,50. Sedangkan di antara 2 anak kembar, korelasi nilai tes IQ-nya sangat tinggi, sekitar 0,90. Bukti lainnya adalah pada anak yang diadopsi. IQ mereka berkorelasi sekitar 0,40 – 0,50 dengan ayah dan ibu yang sebenarnya, dan hanya 0,10 – 0,20 dengan ayah dan ibu angkatnya. Selanjutnya bukti pada anak kembar yang dibesarkan secara terpisah, IQ mereka tetap berkorelasi sangat tinggi, walaupun mungkin mereka tidak pernah saling kenal. b. Faktor lingkungan Selain faktor genetik (keturunan), lingkungan juga dapat memberi pengaruh besar terhadap kecerdasan anak, misalnya ketika ada seorang anak jalanan, yang orang tuanya tidak pernah sekolah, mempunyai kepandaian yang luar biasa dibanding temannya. Bisa jadi anak tersebut belajar dari kehidupannya yang susah dan bertekat mengubah keadaan hidupnya dengan rajin 10

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI belajar. Ia bisa belajar kapanpun dan kepada siapapun yang mau mengajarinya. Oleh karena itu walaupun pada dasarnya inteligensi sudah dibawa sejak lahir, ternyata lingkungan sanggup menimbulkan perubahan-perubahan yang berarti. Walaupun masih diakui bahwa faktor genetik juga berperan menentukan tingkat kecerdasan, tak dapat dipungkiri kalau stimulasi yang benar juga berpengaruh untuk menciptakan orang-orang cerdas. Rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif seperti emosional dari lingkungan juga memegang peranan penting. c. Faktor minat dan pembawaan yang khas Minat merupakan suatu dorongan untuk mencapai sebuah tujuan. Minat mengarahkan perbuatan kepada seuatu. Dalam diri manusia terdapat dorongan atau motif yang mendorongnya untuk berinteraksi dengan dunia luar, sehingga apa yang diminati oleh manusia dapat memberikan dorongan untuk berbuat lebih giat dan lebih baik. Dengan belajar giat akan meningkatkan kecerdasan seseorang. d. Faktor gizi Inteligensi tidak bisa lepas dari otak. Perkembangan otak dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi. Otak cenderung dapat bekerja dengan keras, lancar jika didukung dengan kandungan makanan yang diserap. Misalnya minum susu yang banyak mengandung AH dan DH yang dapat mempengaruhi tingkat 11

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kecerdasan atau makanan- makanan yang bergizi setiap harinya yang mengandung 4 sehat lima sempurna. Hal ini mendukung aktivitas anak dalam belajar. e. Faktor kematangan Faktor kematangan berhubungan erat dengan umur seseorang. Organ dalam tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan setiap saat. Bagaimana seorang bayi yang mulanya hanya bisa menangis kemudian dapat lari ke sana ke mari, itu adalah bagian dari proses tumbuh kembangnya. Setiap organ manusia baik fisik maupun psikis, dapat dikatakan telah matang jika ia telah tumbuh dan berkembang hingga mencapai kesanggupan menjalankan fungsinya masing- masing. f. Faktor pembentukan Pembentukan adalah segala keadaan diluar diri seseorang yang mempengaruhi perkembangan inteligensi. Pembentukan ada dua macam yakni pembentukan yang direncanakan dan yang tidak direncanakan. Pembentukan yang direncanakan misalnya dilakukan di sekolah sedangkan pembentukan yang tidak direncanakan, misalnya pengaruh alam semesta. g. Faktor kebebasan Kebebasan yang dimaksud disini adalah dalam hal melakukan pembelajaran. Seorang anak dapat memilih metode tertentu dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Misalnya untuk belajar ilmu murni, anak cenderung memilih melakukan praktik langsung 12

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI daripada duduk diam mendengarkan guru berceramah. Biarkan anak melakukan hal yang disukainya asalkan itu baik, berguna dan tidak membahayakan dirinya. C. Multiple Intelligences 1. Pengertian Multiple Inteligences Gardner berpandangan bahwa, kecerdasan yang dimiliki seseorang tidak hanya tunggal, tetapi setiap orang memiliki kecerdasan yang berbeda-beda yang disebut sebagai kecerdasan majemuk atau sering dinamakan kecerdasan ganda (multiple intelligences). inteligensi ganda bukan hanya kemampuan seseorang untuk menjawab suatu tes IQ dalam ruang atau kamar tertutup yang lepas dari lingkungannya. 2. Macam-Macam Multiple Intelligences Awalnya Gardner berpendapat bahwa ada 7 kecerdasan majemuk. Howard Gardner (dalam Jasmine, 2007: 14) mengidentifikasi tujuh kecerdasan, antara lain: a. Kecerdasan linguistik (Berkaitan dengan bahasa) Kecerdasan linguitik merupakan kecerdasan yang dimiliki seseorang dalam bertutur dan berkata-kata. Kecerdasan linguistik mewujudkan dirinya dalam dalam kata-kata, baik dalam tulisan maupun lisan. Orang yang mempunyai kecerdasan ini juga memiliki ketrampilan auditori (berkaitan dengan pendengaran) yang sangat tingi, mereka juga belajar melalui mendengar. Karakteristik orang yang memiliki kecerdasan linguistik antara lain: 13

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1) Gemar membaca, menulis, dan berbicara; 2) Suka bercengkrama dengan kata-kata; 3) Menikmati kata-kata dalam bentuk dan bunyinya; 4) Senang menceritakan lelucon; 5) Penggemar teka-teki silang. b. Kecerdasan logis- matematis (Berkaitan dengan nalar dan logika matematika) Kecerdasan logis-matematis berhubungan dengan kemampuan ilmiah. Kecerdasan logis matematis sering dipandang lebih tinggi dari pda kecerdasan lainnya oleh masyarakat, khususnya teknologi pada masa ini. Karakteristik orang yang memiliki kecerdasan logismatematis sebagai berikut: 1) Suka permainan strategi seperti catur; 2) Gemar bekerja mengorganisasi, dengan data: menganalisis serta mengumpulkan dan menginterpretasikan, menyimpulkan kemudian meramalkan, mencari adanya pola dan keterkaitan antar data; 3) Suka memecahkan problem matematis; 4) Suka menggunakan grafik untuk menyampaikan informasi kepada orang lain. c. Kecerdasan spasial (Berkaitan dengan ruang dan gambar) Kecerdasan spasial adalah kemampuan untuk membentuk dan menggunakan model mental (Gardner, 1993). Karakteristik sebagai berikut: 14

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1) Berpikir dengan menggunakan gambar; 2) Mudah belajar melalui video, film, gambar; 3) Gemar menggambar dan melukis; 4) Menyajikan perasaannya melalui seni; 5) Bagus dalam hal membaca peta dan diagaram; 6) Suka permainan puzzle. d. Kecerdasan musikal (Berkaitan dengan musik, irama, dan bunyi/suara) Kecerdasan musikal merupakan kecerdasan yang dimiliki seseorang yang peka terhadap suara atau bunyi, lingkungan, dan musik. Karakteristik sebagai berikut: 1) Suka bernyanyi, bersiul, bersenandung ketika melakukan sesuatu; 2) Gemar mendengarkan musik, mengkoleksi CD atau kaset lagu, memainkan alat musik; 3) Bernyanyi dengan kunci nada yang tepat. e. Kecerdasan badani-kinestetik (Berkaitan dengan badan dan gerak tubuh) Kecerdasan badani-kinestetik merupakan kecerdasan yang dimiliki seseorang untuk memproses informasi melalui sensasi yang dirasakan pada mereka. Karakteristik sebagai berikut: 1) Tidak suka diam ingin bergerak terus; 2) Menyukai aktivitas fisik dan berbagai jenis olahraga; 15

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3) Mengkomunikasikan informasi dengan pemodelan atau peragaan; 4) Mengungkap emosi dan perasaan melalui tarian. f. Kecerdasan interpersonal (Berkaitan dengan hubungan sosial) Kecerdasan interpersonal ditampakkan pada kegembiraan berteman dan kesenangan dalam berbagai macam aktivitas sosial. Karakteristik sebagai berikut: 1) Menyukai dan menikmati bekerja dalam kelompok; 2) Empati terhadap orang lain; 3) Belajar sampil berinteraksi dan bekerja sama; 4) Senang bertindak sebagai penengah dalam perselisihan atau pertikaian di sekolah maupun di rumah. g. Kecerdasan intrapersonal (Berkaitan dengan hal- hal pribadi) Kecerdasan intrapersonal tercermin dalam kesadaran mendalam akan perasaan batin. Kecerdasan yang memungkinkan seseorang memahami diri sendiri, kemampuan, dan pilihannya sendiri. Karakteristik sebagai berikut: 1) Mandiri dan tidak tergantung pada orang lain; 2) Yakin terhadap pendapat diri tentang hal- hal yang controversial; 3) Memiliki rasa percaya diri yang besar; 4) Senang bekerja sendiri. Kemudian berdasarkan penelitian menambahkan dua kecerdasan yaitu 16 selanjutnya, Gardner

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI h. Inteligensi Lingkungan Kemampuan seseorang untuk dapat mengerti flora dan fauna dengan baik, dapat membuat distingsi konsekuensial lain dalam alam; dan menggunakan kemampuan itu secara produktif dalam berburu, bertani, dan mengembangkan pengetahuan akan alam. i. Inteligensi Eksistensial Kemampuan seseorang untuk menjawab persoalan-persolan terdalam eksistensi atau keberadaan manusia. Orang tidak puas tidak hanya menerima keadaannya secara otomatis, tetapi mencoba menyadarinya dan mencari jawaban yang terdalam. D. Mengajarkan Kecerdasan Cara mengajarkan kecerdasan menurut Gardner (dalam Jasmine, 2007) salah satunya adalah melalui kurikulum. Ada dua cara mengajarkan kecerdasan melalui kurilukum yaitu dapat diajarkan secara langsung atau disisipkan ke dalam kurikulum reguler. Dua macam strategi yang digunakan yaitu dengan memulai satu jenis kecerdasan dan memikirkan tugas-tugas yang menggabungkan berbagai ranah kurikulum, atau orang dapat mengambil suatu ranah kurikulum dan merencanakan suatu pendekatan yang melibatkan masing- masing pendekatan. Contoh masingmasing pendekatan sebagai berikut: a. Contoh yang berangkat dari kecerdasan menuju ke kurikulum (Kecerdasan Interpersonal). Ranah Kurikulum: Interpersonal 17

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - Ciptakanlah “Tarian Persahabatan” dan pertontonkan untuk kelo mpok atau kelas. Lukislah sebuah gambar persahabatan, benci atau cinta. Buatlah sepuluh soal matematika tentang anak-anak di kelasmu. Tulislah sandiwara bagi kelo mpokmu untuk dipertunjukan. Tetapkan peran -peran dan selenggarakan latihan-latihan. Upayakan temu i satu orang yang baru setiap hari selama sepekan. b. Contoh yang berangkat dari kurikulum menuju ke kecerdasan (Matematika). - Ranah Kurikulum: Matematika Intrapersonal: M intalah anak-anak untuk melaku kan refleksi dan tulis kemajuan mereka dalam matematika. Interpersonal: Mulailah tutorial (Bimb ingan) lintas usia dengan kelas lain. Linguistik: Mintalah anak-anak untuk menulis sebuah cerita dari sudut pandang bilangan atau angka. Logis-Matematis: Ajarlah anak-anak bagaimana memain kan “Othello” sebagai latihan dalam logika. Visual-S pasial: Buatlah kota/gambar dengan hanya menggunakan persegi, segitiga, dan lingkaran. Badani-Ki nestetik: Berdirilah mnyerupai sebuah bilangan. Suruhlah anak-anak mendekat i bilangan dengan badan mereka dan mintalah mereka menyentuhnya. Musikal: Cari dan tunjukkan sebuah video yang menjelaskan hubungan matemat ika dengan musik. E. Penilaian dalam Pengajaran Inteligensi Ganda Kecerdasan linguistik dan logis- matematis dapat dinilai karena kita hampir melakukannya setiap waktu. Tetapi bagaimana dengan kecerdasan yang lain, apakah dapat dinilai seperti dua kecerdasan tersebut. Gardner (1993: 194) berbicara tentang penilaian yang jujur dan adil terhadap kecerdasan yang dimiliki oleh siswa. Penilaian yang jujur terhadap kecerdasan harus sedemikian rupa sehingga suatu jenis kecerdasan dapat dinilai dan dipertimbangkan langsung tidak melewati medium kecerdasan lain. Gardner menyarankan agar guru memberi siswa objek konkrit untuk dimanipulasi bagi semua ranah kecerdasan. Instrumen penilaian yang dapat digunakan untuk menilai kecerdasan anak sebagai berikut: 18

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Diagnosis Tes diagnosis disebut juga dengan TIMI, yang memudahkan guru menemukan kecerdasan yang dominan di kelas. Tes ini mempunyai keuntungan yaitu bebas dari bahasa. 2. Pengamatan Pengamatan atau observasi dapat dilakukan dengan mengaitkan pada aktivitas-aktivitas khusus. Merancang ceck list yang dapat dipakai untuk pengamatan di kelas. 3. Check List Daftar tentang sesuatu yang akan diperiksa pengamat. Sesuatu disini dapat berupa tes ojektif, pilihan ganda yang digunakan untuk mengukur ketrampilan sesaat siswa dan untuk menunjukan apa yang diketahui oleh siswa. 4. Catatan Singkat Pengamatan juga dapat didokumentasikan dengan memanfaatkan catatan singkat. Catatan singkat digunakan sebagai daftar komentar untuk menyatakan dan mendokumentasikan problem perilaku. Catatan singkat juga merupakan komentar tentang perkenbangan siswa. 5. Portofolio Portofolio dianggap sebagai penilaian yang memberikan suatu cara untuk meninjau dan membandingkan pekerjaan guna mengamati kemajuan selama periode waktu tertentu. 6. Refleksi 19

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Refleksi adalah bentuk penilaian diri yang melibatkan kecerdasan intrapersonal. Refleksi memungkinkan siswa pada setiap jenjang usia untuk memulai mengambil kendali pada proses pembelajaranya sendiri. F. Kecerdasan Musikal 1. Hakikat Musik Menurut Banoe (2013:9) hakikat musik dapat dijabarkan menurut teori para ahli berikut ini : a. Teori biologis dari Darwin menyatakan, bahwa musik adalah suatu pernyataan murni dan rasa hidup, terutama mengenai rasa hidup seksual. b. Teori pernyataan yang menganggap musik sebagai suatu pernyataan emosional manusia. c. Teori peniruan yang menganggap musik sebagai suatu peniruan nyanyian burung-burung atau suara-suara alam. d. Teori ritmik dari Bucher yang menganggap musik timbul dari gerakan-gerakan ritmik, dan menghubungkan musik dengan hari. e. Teori melodi bicara dari Spencer, Harder dan Rousseau yang menganggap musik timbul dan aksentuasi, intonasi dan emosi berbicara. 2. Fungsi dan Sifat Musik Fungsi musik dalam pendidikan menurut Banoe (2013:9), bersifat: a. Psikologis, bahwa seorang yang mendengar musik akan dapat terpengaruh jiwanya, yang berarti ia dapat berfantasi, mengingat 20

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI suatu kejadian yang telah lalu, memikirkan, berasosiasi, mereproduksi dan memproduksi sesuatu. b. Pedagogis, yaitu musik dapat bersifat mendidik, sehingga musik dapat merupakan “katarsis” atau “pembersihan jiwa bagi manusia”. Pendapat itu dianut oleh Plato dan Aristoteles. c. Sosiologis, bahwa musik dalam kehidupan baik bangsa-bangsa “primitif” maupun “modern” berguna di dalam kehidupan masyarakat sehari- hari seperti: berlayar dengan perahu sambil bernyanyi, bekerja, menumbuk padi, di dalam kehidupan keluarga, di bioskop, di radio, di dalam pesta-pesta, dan sebagainya. d. Kultural, yaitu bahwa musik itu sendiri dapat membangun kultur baru melalui proses akulturasi, yang tidak dapat lepas dari 3 dimensi hidup yakni: masa dulu, masa sekarang dan masa yang akan datang. 3. Sifat-Sifat Membentuk Musik Nilai-nilai yang bersifat membentuk pada pendidikan musik menurut Banoe (2013:9): a. Beethoven berpendapat bahwa semua jenis-jenis rasa seperti: marah, gembira, sedih, dapat membantu inspirasi musik. b. Kent, ahli filsafat tersohor mengatakan bahwa musik adalah bahasa dari perasaan-perasaan. c. Conbreu berpendapat, bahwa musik dapat menyatakan-perasaan. Menyanyi adalah salah satu contoh pernyataan perasaan. 21

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI d. Banyak ahli yang berpendapat, bahwa musik dapat merupakan vitamin bagi perasaan seseorang, juga harus diingat bahwa musik dan kultur dari seluruh dunia disebarkan melalui radio dan televisi serta internet, yang dapat dinikmati masyarakat secara luas. e. Para ahli psikologi berpendapat bahwa musik dapat membentuk dan mengembangkan rasa-rasa nasional, sosial, etnis, dan religius, serta dapat pula membentuk kecakapan intelektual seperti: konsentrasi, refleksi, berpikir, dan bertindak teratur serta pembentukan kemauan. G. Strategi Pengajaran Menurut Hamzah (2009:152-155) terdapat lima strategi yang dapat membantu untuk mengintegrasikan musik ke dalam inti kurikulum yaitu: a. Irama, Lagu, Rap, dan Senandung Ambilah inti dari materi yang akan diajarkan dan kemaslah dalam format berirama yang dapat dinyanyikan secara rap. Dengan cara ini, siswa dapat menghafal kata sesuai dengan irama metronome (alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan lagu). Atau dengan mengajak siswa untuk menghafal materi dengan menyanyikan dalam irama lagu yang populer. Melalui bersenandung siswa juga mampu menghafal mengenai materi. Dengan meminta siswa menciptakan sendiri lagu, lagu rap, atau senandung yang merangkum, menggabungkan, atau menerapkan makna, dari yang mereka pelajari akan membawa siswa ke tingkat belajar yang lebih tinggi. Strategi ini juga dapat diperkaya dengan penggunaan perkusi atau alat musik lain. 22

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Diskografi Tambahkan referensi pembelajaran dengan daftar berbagai jenis musik/lagu, yang dapat mengilustrasikan, mewujudkan, atau menjelaskan materi yang akan diajarkan. c. Musik Supermemori Hasil temuan para peneliti pendidikan di Eropa Timur dua puluh lima tahun yang lalu, dinyatakan bahwa siswa dapat dengan mudah mengingat informasi ketika mendengarkan penjelasan guru sambil mendengarkan musik efektif. Siswa harus dalam keadaan santai (menyenderkab kepala dimeja atau berbaring di lantai) ketika guru secara berirama menyampaikan informasi yang dipelajari. d. Konsep Musikal Nada dan musik dapat digunakan sebagai alat kratif untuk mengekspresikan konsep atau pola atau skema pelajaran. e. Musik Suasana Gunakan rekaman musik yang membangun susasana hati yang cocok untuk pelajaran atau unit tertentu. Musik ini dapat berupa efek suara, suara alam, musik klasik atau kontemporer yang dapat membangun kondisi emosional tertentu. H. Bimbingan Belajar 1. Pengertian Bimbingan Belajar Menurut Hamalik (2009:193), bimbingan dalam arti yang luas inheren dengan pendidikan. Banyak ahli yang sependapat bahwa penge rtian tentang bimbingan pada pokoknya hampir bersesuaian satu sama lain. 23

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berikut ini beberapa devenisi bimbingan yang dikemukakan oleh bebrapa ahli yakni: a. Harol Alberty: bimbingan di sekolah merupakan aspek program pendidikan yang berkenaan dengan bantuan terhadap para siswa agar dapat menyesuaikan diri dengan situasi yang dihadapinya dan untuk merencanakan masa depannya sesuai dengan minat, kemampuan, dan kebutuhan sosialnya. b. Chrisholm: bimbingan ialah penolong individu agar dapat mengenal dirinya dan supaya individu itu dapat mengenal serta dapat memecahkan masalah- masalah yang dihadapi dalam kehidupannya. c. Stikes dan Dorcy: bimbingan adalah suatu proses untuk menolong individu dan kelompok supaya individu itu dapat menyesuaikan diri dan memecahkan masalah- masalahnya. Definisi ini menekankan pandangan pribadi. d. Stoops: bimbingan adalah suatu proses yang terus menerus untuk membantu perkembangan individu dalam rangka mengembangkan kemampuannya secara maksimal untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya, baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat. Dari keempat defisinisi diatas dapat disimpulkan bahwa bimbingan merupakan suatu proses memberi bantuan kepada individu agar individu itu dapat mengenal dirinya dan dapat memecahkan masalah- masalah hidupnya sendiri sehingga ia dapat menikmati hidup dengan bahagia. 2. Tujuan Bimbingan 24

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Menurut Oemar Hamalik (2009:195), bimbingan merupakan suatu proses yang bertujuan untuk: a. Agar siswa bertanggungjawab menilai kemampuannya sendiri dan menggunakan pengetahuan mereka secara efektif bagi dirinya. b. Agar siswa menjalani kehidupannya sekarang secara efektif dan menyiapkan dasar kehidupan masa depannya sendiri. c. Agar semua potensi siswa berkembang secara optimal meliputi aspek pribadinya sebagai individu yang poetensial. Menurut Skiner dalam Hamalik (2009:195), bimbingan bertujuan untuk menolong setiap individu dalam membuat pilihan dan mnentukan sikap yang sesuai dengan kemampuan, minat, dan kesempatan yang ada yang sejalan dengan nilai- nilai sosialnya. Selain ketiga tujuan tersebut, masih ada tiga tujuan yang bisa dijabarkan (Ahmadi dan Supriyono, 1991: 103); yaitu: a. Tujuan pelayanan bimbingan di sekolah Menurut Gunarsa (dalam Ahmadi dan Supriyono, 1991: 104) bimbingan sekolah diartikan suatu proses bantuan anak didik yang dilakukan secara terus menerus suapaya anak dapat memahami dirinya sendiri, sehingga sanggup mengarahkan diri dan bertingkah laku yang wajar, sesuai dengan tuntunan dan keadaan lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. Tujuan bimbingan sekolah antara lain: 1) Kebahagiaan hidup pribadi; 2) Kehidupan yang efektif dan produktif; 25

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3) Kesanggupan hidup bersama dengan orang lain, dan 4) Keserasian antara cita-cita siswa dengan kemampuan yang dimilikinya. b. Tujuan pelayanan bimbingan bagi murid 1) Membantu dalam memahami tingkah laku orang lain; 2) Membantu murid- murid suapaya hidup dalam kehidupan yang seimbang antara aspek fisik, mental dan social; 3) Membantu proses sosialisasi dan sikap sensitif terhadap kebutuhan orang lain; 4) Membantu murid- murid untuk mengembangkan pemahaman diri sesuai dengan kecakapan, minat, bakat, kecakapan belajar, dan kesempatan yang ada; 5) Membantu murid- murid untuk mengembangkan motif- motif intrinsik dalam belajar, sehingga dapat mencapai kema juan yang berarti dan bertujuan; 6) Memberikan dorongan dalam pengarahan diri, pemecahan masalah, pengembalian keputusan, dan keterlibatan diri dalam proses pendidikan; 7) Mengembangkan nilai dan sikap secara menyeluruh, serta perasaan sesuai dengan penerimaan diri (self acceptance); 8) Membantu murid-murid untuk memperoleh keputusan pribadi dalam penyesuaian diri secara maksimal terhadap masyarakat. c. Tujuan pelayanan bimbingan dalam belajar 26

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Menurut Ahmadi dan Supriyono (1991: 105) tujuan bimbingan belajar secara umum adalah membantu murid- murid agar mendapat penyesuaian yang baik di dalam situasi belajar, sehingga setiap murid dapat belajar dengan efisien sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya, dan mencapai perkembangan yang optimal. Tujuan pelayanan bimbingan belajar: 1) Mencarikan cara-cara belajar yang efisien dan efektif bagi seorang anak atau kelompok anak; 2) Menunjukkan cara-cara mempelajari sesuai dan menggunakan buku pelajaran; 3) Memberikan informasi (saran dan petunjuk) bagi yang memanfaatkan perpustakaan; 4) Membuat tugas sekolah dan mempersiapkan diri dalam ulangan dan ujian; 5) Memilih suatu bidang studi (mayor atau minor) sesuai dengan bakat, minat, kecerdasan, cita-cita dan kondisi fisik atau kesehatannya; 6) Menunjukkan cara-cara menghadapi kesulitan dalam bidang studi; 7) Menentukan pembagian waktu dan perencanaan jadwal belajarnya; 8) Memilih pelajaran tambahan baik yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah maupun untuk pengembangan bakat dan karirnya di masa depan. 27

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI I. Siswa Berprestasi Rendah 1. Pengertian Prestasi Belajar Pada umumnya untuk mengukur hasil belajar belajar siswa digunakan tes. Dari hasil tes itulah akan diketahui hasil belajar siswa atau prestasi belajar siswa. Pengertian prestasi belajar menurut Masidjo (1995: 38-40) mengartikan prestasi belajar sebagai kekhasan dari hasil proses belajar yang dilakukan secara sengaja sebagai hasil suatu pengukuran dalam proses belajar. Dalam kamus besar bahasa Indonesia (2008) prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran yang biasanya ditunjukkan dengan nilai tes atau nilai angka yang diberikan oleh guru. Prinsip dari pengungkapan hasil belajar itu dapat meliputi hampir seluruh ranah psikologis dari proses dan pengalaman belajar setiap siswa. Tidak semua ranah dapat dilihat hasilnya. Ranah perasaan siswa adalah salah satu ranah yang paling sulit untuk di lihat hasilnya. Ranah perasaan siswa sulit untuk dilihat hasilnya karena perubahan hasil belajar tersebut bersifat intagible (sulit untuk diraba). Hal yang dapat dilakukan guru untuk menentukan hasil belajar ini adalah mengambil beberapa cuplikan dari perubahan tingkah laku yang ditunjukan siswa dan dianggap penting sehingga diharapkan dapat mencerminkan perubahan yang terjadi sebagai hasil belajar siswa, baik yang berdimensi cipta dan rasamaupun yang berdimensi karsa. 2. Faktor yang Mempe ngaruhi Prestasi Belajar 28

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Prestasi belajar dipengaruhi oleh banyak faktor. Secara umum faktor- faktor tersebut dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal berkaitan dengan faktor yang berasal dari lingkungan, sementara faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri siswa. a. Faktor Eksternal Faktor eksternal adalah segala faktor yang ada di luar diri siswa yang memberikan pengaruh (Slameto, 2002:60). 1) Faktor Keluarga Lingkungan sosial yang lebih banyak mempengaruhi kegiatan belajar ialah orang tua dan keluarga siswa itu sendiri (Syah, 2011: 135). Lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang utama dalam proses sosialisasi anak dan lingkungan yang membentuk sikap anak dalam masyarakat. Keluarga mempunyai pengaruh yang kuat terhadap perkembangan anak terutama saat berlangsungnya proses belajar mengajar. Cara orang tua mendidik anak besar pengaruhnya terhadap belajar anaknya kerena keluarga adalah lembaga pendidikan yang utama. Orang tua yang tidak memberikan perhatian dan kebutuhan anak dalam belajar, tidak mengatur waktu belajar, tidak menyediakan atau melengkapi alat belajarnya serta tidak mau tahu bagaimana kemajuan belajar 29

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI anaknya, dapat mengakibatkan anak tidak berhasil atau kurang berhasil dalam belajarnya. Hubungan antara orang tua dan anak yang harmonis penuh perhatian, kasih sayang, akrab dan saling pengertian memungkinkan anak belajar dengan baik, karena disamping memberikan dorongan untuk belajar orang tua akan membantu bagaimana cara belajar yang baik. Keadaan ekonomi keluarga sedikit banyak mempengaruhi keberhasilan belajar atau prestasi belajar anak. Orang tua yang ekonominya rendah akan merasa kesulitan untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan belajar anak misalnya buku-buku pelajaran, fasilitas untuk belajar dan kebutuhan lain sehingga anak mengalami hambatan dalam mencapai prestasi belajar yang baik. Siswa yang belajar akan menerima pengaruh dari keluarga berupa: cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah tangga dan keadaan ekonomi keluarga, cara orang tua mendidik anaknya, pengertian orang tua dan latar belakang kebudayaan. (Slameto, 2010: 60). 2) Faktor Sekolah Faktor sekolah yang mempengaruhi belajar ini mencakup metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, pelajaran dan waktu 30

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sekolah, standard pelajaran, keadaan gedung, metode belajar, dan tugas rumah. Kurikulum yang baik, jelas dan mantap memungkinkan siswa dapat mencapai prestasi belajar yang baik. Program pendidikan dan pengajaran yang jelas tujuanya, serananya, waktu dan kegiatannya dapat dilaksanakan dengan mudah sehingga membantu siswa dalam belajar. Proses belajar mengajar terjadi antara guru dengan murid, oleh karena itu cara belajar anak juga dipengaruhi oleh relasinya dengan guru yang bersangkutan, jika hubungan guru dengan murid kurang baik maka akan berpengaruh pada kelancaran belajar mengajarnya. Selain dengan guru, hubungan antara anak di sekolah juga menentukan tingkat kecerdasan anak. Anak yang pendiam, mengurung diri, tidak mau bergaul dengan teman yang lainnya tentu akan kesulitan bertanya jika ada materi yang belum dipahaminya. Kedisplinan sekolah erat hubungannya dengan kerajinan siswa dalam sekolah dan juga dalam belajar, kedisplinan guru dalam mengajar dengan pelaksanaan tata tertib, kedisplinan pengawas atau karyawan dalam pekerjaan akan memberi semangat kepada anak untuk belajar dan melaksanakan tugas yang diberikan oleh guru. Keadaan gedung di sekolah sebagai tempat belajar juga ikut memberi pengaruh pada keberhasilan anak. Gedung yang rusak, kotor, banyak sampah berserakan 31

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI atau bahkan atapnya bocor tentu menjadi kendala saat kegiatan belajar mengajar belangsung. Meskipun anak memiliki semangat yang menggebu untuk belajar, namun keadaan gedung sekolah yang mengkhawatirkan dapat menurunkan niatnya mencari ilmu. Metode pembelajaran merupakan cara yang dilakukan dalam proses pembelajaran untuk mencapai hasil yang optimal. Guru dapat memilih metode pembelajaran yang tepat karena setiap materi pembelajaran belum tentu cocok dengan satu metode. Banyaknya tugas rumah yang diberikan guru juga mempengaruhi tingkat kesulitan belajar anak karena akan semakin menambah bebannya untuk mengerjakan. Jangankan untuk belajar materi lain, untuk mengerjakan pekerjaan rumah saja waktunya sudah kurang. Guru atau tenaga pengajar yang lengkap, kualitas guru yang baik, cara mengajar guru yang jelas, kemampuan guru dalam memberikan materi pelajaran dan kedisplinan guru serta metode mengajar guru yang bervariasi akan mempengaruhi keberhasilan belajar siswa. 3) Faktor Masyarakat Masyarakat berpengaruh merupakan faktor ekstern yang juga terhadap belajar siswa. Pengaruh itu terjadi karena keberadaannya dalam masyarakat yang menyangkut, 32

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kegiatan siswa dalam masyarakat, teman bergaul, dan bentuk kehidupan masyarakat. Dalam pergaulan ini anak akan menemukan berbagai macam tingkah laku yang berbedabeda. Selain itu adanya media massa, baik yang cetak maupun elektronik mempengaruhi pula terhadap perolehan hasil belajar dan proses belajar bagi anak, baik yang positif maupun yang negatif. Apabila individu yang belajar dapat menggunakan sarana tersebut dengan kebutuhan sebagai individu yang sedang belajar akan meningkatkan prestasi belajar anak di sekolah. b. Faktor Internal Menurut Muhubbin Syah, faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri meliputi dua aspek, yakni: aspek fisiologis (yang bersifat jasmaniah) dan aspek psikologis (yang bersifat rohaniah) (Syah, Muhibbin 2010:130). 1) Aspek Fisiologis Kondisi umum jasmani yang menandakan tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi-sendinya dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. Kondisi organ tubuh yang lemah, dapat menurunkan kualitas belajar siswa. Untuk mempertahankan jasmani yang tetap bugar, siswa sangat dianjurkan mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi, selain itu siswa dianjurkan memilih pola istirahat dan olahraga 33

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ringan yang sedapat mungkin terjadwal secara berkesinambungan. 2) Aspek Psikologis. Banyak aspek yang termasuk aspek psikologis yang dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas perolehan belajar siswa, namun diantaranya yang dipandang lebih esensial yaitu: (1) Inteligensi Siswa Inteligensi pada umumnya dapat diartikan sebagai kemampuan psikofisik untuk mereaksi rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara yang tepat (Muhibbin Syah, 2012:131). Inteligensi merupakan kemampuan umum seseorang dalam menyesuaikan diri, belajar atau baerpikir abstrak (Subini, 2012:86). (2) Sikap Siswa Faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah sikap. Sikap merupakan sesuatu yang dipelajari, dan sikap menentukan bagaimana individu bereaksi terhadap situasi serta menentukan apa yang dicari individu (Slameto, 2002:188). Sikap adalah gejala internal yang berdimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespon dengan cara yang relatif tetap terhadap objek orang, barang, dan sebagainya (Muhibbin Syah :2010:132). Sikap siswa terhadap guru dan mata pelajaran yang disajikan merupakan pertanda awal yang baik bagi 34

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI proses belajar siswa tersebut. Sebaliknya sikap negatif siswa terhadap guru dan pelajaran dapat menimbulkan kesulitan belajar untuk siswa tersebut. (3) Bakat Siswa Reber: 1988 (dalam Syah) mengemukakan Secara umum bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang. (Muhibbin Syah, 2012:133). Dengan demikian sebetulnya setiap orang pasti memiliki bakat dalam arti berpotensi untuk mencapai prestasi sampai ketingkat tertentu sesuai dengan kapasitas masing- masing, jadi secara umum bakat itu mirip dengan inteligensi. Bakat adalah kemampuan untuk belajar. Kemampuan itu baru akan terealisasi menjadi kecakapan yang nyata sesudah belajar atau berlatih. Dari beberapa pandangan di atas jelaslah bahwa bakat itu mempengaruhi belajar. Jika pelajaran yang dipelajari sesuai dengan bakatnya, maka hasil belajarnya lebih baik karena ia senang belajar dan pastilah selanjutnya ia lebih giat lagi dalam belajarnya itu. (4) Minat Siswa Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktifitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu 35

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, samakin besar minat (Slameto, 2002:180). Sedangkan menurut Djamarah (2008:166), minat adalah kecenderungan yang menetap dan mengenang beberapa aktifitas. Seseorang yang berminat terhadap suatu aktifitas akan memperhatikan aktifitas itu secara konsisten dengan rasa senang. (5) Motivasi Siswa Motivasi mempunyai peranan penting dalam pencapaian keberhasilan suatu hal. Motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang yang entah disadari atau tidak untuk melakukan tindakan dengan tujuan tertentu. Motivasi dibagi menjadi dua, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik yaitu semua faktor yang berasal dari dalam diri individu dan memberikan dorongan untuk melakukan sesuatu. Sedangkan motivasi ekstrinsik yaitu faktor yang datang dari luar diri individu tetapi memberi pengaruh terhadap kemauan untuk belajar. (Muhibbin Syah, 2012:89). J. Modul Bimbingan Belajar 1. Pengertian Modul 36

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Menurut Nasution (1984: 206-208) modul adalah media pembelajaran yang di dalamnya terdiri dari kegiatan belajar yang dibuat untuk membantu siswa mencapai tujuan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki siswa. 2. Cara Menyusun Modul Menurut Nasution (1982: 217-218) penyusunan modul atau pengembangan modul dapat mengikuti langkah- langkah berikut: a. Merumuskan sejumlah tujuan secara jelas, spesifik, dalam bentuk kelakuan siswa yang dapat diamati dan diukur; b. Urutan tujuan-tujuan itu menentukan langkah- langkah yang diikuti dalam modul itu; c. Tes diagnostik untuk mengukur latar belakang siswa, pengetahuan dan kemampuan yang telah dimilikinya sebagai pra-syarat untuk menempuh modul itu (entry behaviour atau entering behaviour). Ada hubungan antara butir-butir test ini dengan tujuan-tujuan modul; d. Menyusun alasan atau rasional pentingnya modul ini bagi siswa. Ia harus tahu apa gunanya ia mempelajari modul ini. Siswa harus yakin akan manfaat modul itu agar ia bersedia mempelajarinya sepenuh tenaga; e. Kegiatan belajar direncanakan untuk membantu dan membimbing siswa agar mencapai kompetensi-kompetensi seperti dirumuskan dalam tujuan. Adapun beberapa alternatif yang perlu disediakan, misalnya cara yang dijalani oleh siswa sesuai dengan 37

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kepribadiannya. Bagian ini merupakan inti dan aspek terpenting dari modul itu, karena menyangkut proses belajar itu sendiri; f. Menyusun post-test untuk mengukur hasil belajar murid, dapat pula disusun beberapa bentuk test yang paralel. Butir-butir tes harus bertalian erat dengan tujuan-tujuan modul; g. Menyiapkan pusat sumber-sumber berupa bacaan yang terbuka bagi siswa setiap waktu ia memerlukannya. 3. Evaluasi Modul Evaluasi modul dilakukan untuk mengetahui seberapa modul tersebut efektif untuk digunakan. Cunningsworth mengemukakan beberapa unsur untuk mengevaluasi suatu bahan ajar. Unsur tersebut meliputi: aims and objectives, desaign and organization, language contents, skills, topic, methodology, teacher’s book, practical consideration (1995:3). K. Penelitian yang Relevan Piping, (2005) melakukan penelitian untuk mengenalkan teori tentang multiple inteligences dalam mata pelajaran Fisika. Ia meneliti, penerapan metode mengajar yang kreatif dan aplikatif berdasarkan “Multiple Inteligences” yang dimiliki anak-anak agar anak-anak yang tidak memiliki kecerdasan matematis logis juga dapat ikut menikmati fisika. Metode ini tidak hanya sederhana, tetapi sangat efektif dalam menciptakan kretifitas dan aktivitas anak didik. Dari hasil penerapan metode ini diperoleh kenyataan bahwa kesenangan anak didik terhadap mata pelajaran fisika meningkat. Melalui metode ini pula anak-anak minimal tidak lagi “takut” 38

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menghadapi pelajaran fisika karena ternyata fisika pun dapat d ipelajari dengan cara-cara yang menyenangkan sesuai dengan talenta yang dimilikinya. Djohan melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengembangkan instrumen kepekaan musikalitas sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan peran musik dalam pendidikan serta peningkatan keterampilan sosial pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan terhadap 381 siswa kelas 3, 4, dan 5 sekolah dasar di Jakarta dan Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepekaan musikalitas siswa dapat diukur melalui instrumen kepekaan terhadap musik dan kemampuan ini memiliki korelasi yang signifikan dengan skor kecerdasan sosial. Menurut Ghullam dan Lisa (2011) Prestasi belajar itu dipengaruhi oleh motivasi belajar siswa. Tanpa motivasi belajar, proses pembelajaran tidak akan mencapai kesuksesan. Penelitian korelasi deskriptif ini dilakukan sebagai studi kasus terhadap siswa kelas empat Sekolah Dasar dan tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan level dari pengaruh motivasi siswa terhadap prestasi belajar IPA. Terdapat total 26 siswa kelas empat Sekolah Dasar dari SD Tarumanagara kecamatan Tawang, Tasikmalaya yang dijadikan sample dalam penelitian ini. Data-data dikumpulkan melalui questionare instrument dari variabel motivasi belajar dan juga hasil test siswa sebagai variabel rata-rata pencapaian siswa. Hasil dari data-data diproses melalui perhitungan statistik dan korelasi rata-rata, didapat melalui penggunaan SPSS 16.0. Data menunjukkan interprestasi tingkat reliabilitas 39

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tinggi besarnya pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPA adalah sebesar 48,1%. Menurut Nenden (2008) prestasi belajar yang diteliti hanya nilai tertulis dari pelajaran matematika, karena mata pelajaran ini dianggap pelajaran yang sulit sehingga menjadi tolak ukur prestasi yang tinggi apabila nilai matematikanya tinggi. Hasil dari penelitian ini sebagai berikut : Prestasi belajar matematika, test tertulis sekolah dasar unggulan secara kualitatif dan kuantitatif, dari sampel yang diambil lebih baik (35,71%) dibandingkan dengan sekolah non-unggulan hanya (17,85%) meskipun yang nilai rendahnya rata-rata sama. Dilihat dari prestasi secara keseluruhan meskipun sekolah unggulan memiliki prasarana yang lengkap ditunjang dengan penggunaan metode yang baik serta ditambah dengan pelajaran tambahan dan guru yang profesional hasilnya tidak begitu jauh dengan sekolah nonunggulan. Hal ini membuktikan bahwa pelajaran matematika masih dianggap pelajaran yang sulit. Korelasi antara faktor penunjang dengan hasil akhir prestasi belajar siswa SD Negeri Serang 2 dengan SD Karang Tumaritis mempunyai hubungan yang tinggi dengan nilai 0,87 berada pada interval 0,70 – 0,90. Chandra (2009) berpendapat bahwa Masih terdapat sejumlah anak usia sekolah yang tidak dapat memperoleh kesempatan belajar di le mbaga pendidikan formal. Mereka mengikuti pelajaran di Bimbingan Belajar Alternatif. Penelitian yang dilakukan oleh siswa-siswa SMAK 4 BPK PENABUR Jakarta ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan sosial dan apa alasan mereka belajar di Bimbingan Belajar Alternatif. Hasil 40

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI penelitian yang dilakukan melalui survei ini menunjukkan hubungan antara siswa dengan pengajar sangat baik dan alasan siswa belajar di Bimbingan Belajar Alternatif adalah kesadaran akan pentingnya peranan pendidikan dalam kehidupan mereka. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (a) kehidupan sosial siswa dan alasan mereka mengikuti bimbingan alternatif. Hasil yang diperoleh menunjukkan, kehidupan sosial antara responde n dengan pengajar terbilang baik terlihat dari jawaban semua responden mengatakan bahwa hubungannya dengan pengajar dekat. Kedekatan hubungan antara mereka dipengaruhi oleh adanya perhatian dan sumbangan dari pengajar, seperti : buku pelajaran, pakaian, dan sebagainya. Adapun alasan sebagian besar responden mengikuti bimbingan belajar alternatif adalah pentingnya arti pendidikan bagi kehidupan mereka di masa depan, dan adanya dukungan dari orang tua untuk mengikuti bimbingan belajar alternatif. Kegiatan belajar di bimbingan belajar alternatif ternyata sangat berguna bagi responden, karena cara belajar yang efektif membuat responden tidak mengalami kesulitan untuk memahami pelajaran yang diberikan. Hal ini juga dikarenakan adanya semangat belajar yang tinggi dari responden untuk menambah wawasan. 41

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Penerapan Teori Mult iple Intelligence dalam Pembelajaran Fisika Oleh : Piping Sugiharti Kemampuan Musikalitas Sebagai Sarana Pengembangan Keterampilan Sosial Oleh : Djohan Judul Penelitian Pengembangan Modul Bimbingan Belajar Berbasis Kecerdasan Musikal Pada Siswa Berp restasi Rendah Kelas V SD Kan isius Gayam Yogyakarta Perbandingan Prestasi Belajar Antara Siswa Sekolah Dasar Unggulan dan Siswa Sekolah Dasar Non-Unggulan di Kabupaten Serang Oleh: Sundari Nenden Pengaruh Motivasi Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar IPA di Sekolah Dasar Oleh : Ghu llam Hamdu Kehidupan Siswa yang Belajar di Bimb ingan Belajar A lternatif Oleh : Anastasia Alverina Chandra, dkk. Gambar 2.1 Literatur Map 42

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Kanisius Gayam, pada semester genap (II) tahun ajaran 2013-2014. Waktu penelitian dilaksanakan mulai bulan Januari sampai April 2014. SD ini beralamat di Jl. Ki Mangunsarkoro No.80 Yogyakarta. B. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian dan pengembangan atau Research and development (R&D). Penelitian dan Pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono, 2010: 407). Penelitian ini mengembangakan modul berbasis kecerdasan musikal untuk pelajaran IPA yang berfokus pada kecerdasan dominan siswa yaitu kecerdasan matematik-logis. Produk yang akan dihasilkan dalam penelitian ini adalah modul pembelajaran IPA berbasis kecerdasan musikal. C. Prosedur Pengembangan Prosedur pengembangan dalam penelitian ini mengadaptasi model dari Sugiyono yang terdiri dari 6 langkah. Langkah-langkah penelitian dan pengembangan dari Sugiyono sebagai berikut (Sugiyono, 2010: 409). Potensi dan Pengumpulan Desain Validasi Masalah Data Produk Desain 43

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Revisi Produk Uji Coba Revisi Produk Desain Gambar 3.1 Langkah-Langkah Penelitian Sugiyono 1. Potensi dan Masalah Peneliti melakukan analisis kebutuhan melalui wawancara dengan guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas V di SD K Gayam. 2. Pengumpulan Data Pengumpulan data atau informasi, meliputi kajian pustaka, pengamatan atau observasi kelas, persiapan laporan awal. Penelitian awal atau analisis kebutuhan sangat penting dilakukan guna memperoleh informasi awal untuk melakukan pengembangan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, studi dokumenter dan pengamatan pada waktu guru mengajar. 3. Desain Produk Pada langkah ini, peneliti mulai mengembangkan bentuk produk awal (draf) yang bersifat sementara. Sementara bukan berarti asalasala, karena produk sementara ini tetap dibuat sebenarnya, lengkap, dan sebaik mungkin seperti kelengkapan komponen-konponen, petunjuk pelaksanaan, petunjuk teknis, contoh soal atau latihan, media yang akan digunakan, sistem penilaian. Misalnya produk yang dikembangkan adalah modul, maka peneliti harus membuat modul 44

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang sebenarnya, lengkap dan utuh, mulai dari petunjuk pengerjaan modul sampai dengan umpan balik, termasuk perangkat penunjang lainnya. Peneliti harus berkolaborasi dengan para ahli yang relevan dengan produk tersebut (Arifin, 2011: 130). 4. Validasi Desain Disini peneliti melakukan validasi dengan para ahli tentang produk yang telah dibuat seperti ahli mata pelajaran atau bidang studi, ahli kurikulum dan pembelajaran, ahli multimedia, dan ahli evaluasi (Arifin, 2011: 130). 5. Revisi Desain Setelah melakukan validasi dari para ahli, kemudian peneliti melakukan revisi desain berdasarkan masukan dari para ahli. Revisi produk dilakukan setelah melakukan validasi terhadap pakar/ahli, kemudian melakukan perbaikan terhadap produk berdasarkan masukan. 6. Uji Coba Desain Uji coba dilakukan peneliti secara terbatas saja yang melibatkan subjek 10 siswa. Selama uji coba, peneliti dapat melakukan observasi terhadap kegiatan subjek dalam melaksanakan produk tersebut. Setelah selesai uji coba, peneliti dapat melakukan wawancara atau diskusi dengan siswa. Peneliti dapat memberikan angket (Arifin, 2011: 130). Tujuan uji coba produk menemukan data tentang efektiitas produk pendidikan yang diuji cobakan dalam pencapaian hasil belajar. 45

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Intrumen penelitian dapat berupa tes dan catatan observasi selain itu pedoman wawancara. Dalam pelaksanaan uji coba, peneliti juga melakukan pengamatan dengan mencatat hal- hal penting yang dilakukan guru. Pencatatan dan pengamatan juga dilakukan terhadap respon, aktivitas dan kemajuan-kemajuan yang dicapai siswa. Kemudian peneliti melakukan diskusi dengan guru dan siswa membicarakan kekurangan dan kelemahan, kesalahan dan penyimpangan yang dilakukan (Sukmadinata, 2008: 186). 7. Revisi Desain Revisi desain dilakukan sesudah uji coba produk selesai dilakukan. Produk tersebut kemudian akan direvisi sesua i dengan masukan dari siswa yang diikut sertakan dalam uji coba produk. Hasil revisi ini akan menjadi desain produk final bahan ajar buku modul aktivitas siswa berdasarkan kecerdasan musikkal pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk kelas V SD K Gayam. D. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Kanisius Gayam Yogyakarta. Melibatkan 10 sampel siswa dengan kecerdasan musikal yang tinggi namun memiliki kelemahan dibidang mata pelajaran IPA. Pengambilan sampel ini berdasarkan hasil trianggulasi data peneliti, yaitu dengan observasi, wawancara, dokumentasi nilai. Pedoman yang dipakai dalam pengambilan sampel ini adalah dengan berpegang pada ciri-ciri dari teori kecerdasan musikal. E. Perlakuan (Treatment) 46

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pengujian modul pada penelitian ini dibagi menjadi tiga langkah. Setiap pertemuannya dilaksanakan selama 2 x 30 menit di ruang kelas V. Pertemuan I membahas mengenai Sumber daya alam yang ada di Indonesia. Pada pertemuan II membahas mengenai bencana alam yang pernah terjadi di Indonesia. Pada pertemuan terakhir mengulas kembali mengenai materi pertama dan kedua. Langkah- langkah inti pembelajaran di bimbingan belajar ini, adalah sebagai berikut: 1. Siswa dibagi menjadi 2 kelompok dan kemudian dibagikan modul. 2. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai instruksi penggunaan modul dan kegiatan pembelajarannya. 3. Siswa dalam kelompok memahami materi sumber daya alam dan bencana alam yang terjadi di Indonesia dan mengerjakan soal dalam modul. dan guru sebagai fasilitator membimbing siswa bila ada kesulitan 4. Perwakilan siswa dari kelompok menerangkan hasil pekerjaannya di depan kelas. 5. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya-jawab bila ada permasalahan yang belum dipahami mengenai materi hari ini. Kegiatan 1-5 ini merupakan kegiatan inti yang akan berulang sampai 2 kali. Maksudnya kegiatan ini terus dilakukan di setiap pertemuannya (2 kali pertemuan) hanya berbeda pada topik materi bimbingan belajar, seperti penjelasan di atas. Sedangkan pada pertemuan ketiga siswa tidak dibagi dalam kelompok hanya membahas materi sebelumnya selanjutnya mengerjakan soal post-test. 47

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI F. Teknik Pengumpulan Data Menurut (Arikunto, 2005:126), mengatakan bahwa instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan dalam waktu penelitian dengan menggunakan sesuatu metode. Kegunaan instrumen ini agar leb ih mudah dalam penelitian dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, kuisioner, tes tertulis, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mencari sampel yang menonjol dalam musikalitasnya. Selanjutnya, setelah menemukan sampel, peneliti melakukan wawancara terhadap guru seni musik untuk memastikan apakah anak tersebut menonjol di bidang musiknya. Wawancara juga dilakukan terhadap guru mata pelajaran untuk mengetahui kelemahan siswa terhadap mata pelajaran inti di sekolah dasar. Instrumen untuk mengetahui hasil validasi kualitas modul bimbingan belajar IPA berbasis kecerdasan musikal menggunakan kuisioner. Dokumentasi adalah salah satu teknik pengumpulan data untuk lebih meyakinkan peneliti dalam melihat nilai- nilai harian siswa pada mata pelajaran IPA dengan ledger nilai yang boleh diminta dari guru baik guru seni musik maupun guru mata pelajaran. Sedangkan untuk menguji pemahaman siswa sebelum dilakukan penelitian menggunakan pretest dengan 25 soal uraian. Terakhir untuk menguji pemahaman siswa setelah diberi perlakuan menggunakan posttest dengan soal yang sama dengan yang dilakukan ketika pretest. Berikut ini tabel kisi-kisi dari soal pretest dan posttest. 48

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.1 Kisi-Kisi Pretest dan Posttest Kisi-Kisi Pretest dan Posttest No. Indikator Nomor Soal 1 Menyebutkan macam-macam su mber daya alam 21, 22, 24 2 Mengelompokkan sumber daya alam yang diperbaharui dan tidak dapat diperbahaui 3 Menjelaskan pengertian peristiwa alam 2, 3, 4, 6, 8, 9, 14, 20 4 Menyebutkan macam-macam bencana alam 1, 5, 13, 18 5 Menyebutkan bencana alam yang pernah terjadi di Indonesia 7, 10, 12, 17, 19 dapat 11, 15, 16, 23, 25 G. Instrumen Penelitian 1. Observasi Menurut Hadi (1986), dalam (Sugiyono,2010:203) mengemukakan bahwa observasi adalah suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Teknik pengumpulan data dengan observasi digunakan bila penelitian berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar. 2. Wawancara Menurut Masidjo (1995: 74) Wawancara adalah suatu proses tanya jawab sepihak antara pewawancara dengan yang diwawancarai yang dilaksanakan sambil bertatap muka, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan maksud memperoleh jawaban dari yang diwawancarai. Ada tiga jenis wawancara yaitu: 1) wawancara dengan pertanyaan terstruktur atau tertutup, 2) Wawancara dengan per tanyaan tak terstruktur atau terbuka atau bebas, dan 3) Wawancara dengan 49

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pertanyaan bentuk kombinasi. Wawancara sendiri digunakan untuk mengetahui lebih awal siswa dengan kecerdasan musikal yang menonjol dan untuk mengetahui di mata pelajaran apa siswa mengalami kesulitan belajar. Selanjutnya wawancara juga dilakukan untuk mengetahui materi yang belum disampaikan dalam bimbingan belajar. Wawancara yang dilakukan dalam penelitia ini adalah wawancara yang tidak terstruktur. 3. Kuesioner Dalam Masidjo (1995: 70) angket adalah suatu daftar pertanyaan tertulis yang terinci dan lengkap yang harus dijawab oleh responden tentang pribadinya atau hal- hal yang diketahuinya. Penelitian ini juga menggunakan kuesioner untuk validasi ahli (expert judgment) yang ditujukan kepada guru IPA kelas V SD Kanisius Gayam I Yogyakarta, pakar tata bahasa, pakar pembelajaran matematika, dan pakar kecerdasan ganda terhadap kualitas modul bimbingan belajar yang dikembangkan. 4. Tes Tes adalah suatu alat pengukur yang berupa serangkaian pertanyaan yang dimaksudkan untuk mengukur kemampuan dan hasil belajar individu (Masidjo, 2010:38). Soal tes (pretest dan posttest) yang dibuat berupa 25 soal pilihan ganda. Pretest digunakan untuk melihat pemahaman awal siswa tentang sumber daya alam dan bencana alam di Indonesia sedangkan posttest 50

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI untuk mengerti tingkat pemahaman sesudah uji coba modul. Isi posttest sama dengan pretest. 5. Dokumentasi Menurut (Arikunto, 2002:149), mengatakan bahwa dokumentasi yaitu metode yang dilakukan dengan cara mengutip langsung data yang sudah terarsip atau ada pada masing- masing bagian. Data tersebut berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya. H. Teknik Analisis Data Data yang diperoleh dari penelitian ini ialah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif misalnya komentar serta masukan yang diperoleh dari para pakar, yang merupakan bahan untuk memperbaiki produk yaitu modul. Data kuantitatif diperoleh dari hasil perhitungan kuisioner tentang kualitas modul yang telah diisi oleh para pakar, kemudian diberi skor. Skor yang diperoleh kemudian dikonversikan menjadi angka dengan menggunakan acuan konversi pada pendekatan PAP (Penilaian Acuan Patokan). Menurut Mardapi (2007: 123), Konversi Nilai Skala Empat berdasarkan Penilaian Acuan Patokan (PAP) yang dapat dilihat pada Tabel 3.2. Tabel 3.2. Konversi Skala Empat Berdasarkan Penilai an Acuan Patokan (PAP) 51

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kateg ori Sangat baik Baik Interval Skor x ≥ + 1.SBx + 1.SBx> X ≥ Kurang baik Sangat kurang baik >X ≥ -1.SBx x < – 1.SBx Keterangan: Rerata ideal ( ) : SBx : Simpangan baku skor keseluruhan siswa dalam satu skor keseluruhan siswa dalam satu kelas. kelas. X : Skor yang dicapai siswa Peneliti dalam penilaian ini menggunakan skala penilaian untuk menilai modul yang telah dikembangkan. Terdapat empat kategori yang terdapat pada kuesioner yaitu sangat kurang baik (1), kurang baik (2), baik (3), dan sangat baik (4). Berdasarkan rumus tersebut, maka peneliti melakukan perhitungan untuk terlebih dahulu mencari SBx atau Standar Devisiasi (SD). Sebelumnya, Resume penilain modul dari para pakar dapat dilihat pada Tabel 3.3 Tabel 3.3 Resume Nilai Dari Para Pakar/Vali dator No. 1 2 3 4 Total Rata-Rata Pakar/ vali dator Pakar Tata Bahasa Indonesia Pakar Ilmu Pengetahuan Alam Gu ru Ilmu Pengetahuan Alam Pakar Multiple Intelligences 8,9 2,96 Nilai 2,8 3,03 3,07 - Kemudian berdasarkan tabel di atas peneliti menghitung SBx atau Standar Devisiasi (SD) yang dapat dilihat pada Tabel 3.4. 52

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.4 Perhitung an SB x atau Standar Devisiasi (SD) No Nilai (X) 2,8 3,03 3,07 8,9 2,96 Pakar/ vali dator 1 Pakar Tata Bahasa Indonesia 2 Pakar Ilmu Pengetahuan Alam 3 Gu ru Ilmu Pengetahuan Alam 4 Pakar Multiple Intelligences Total Rata-rata Simpangan (xi - x ) -0,16 0,07 0,11 - Simpangan kuadrat (xi - x )2 0,0256 0,0049 0,0121 0,0426 - Selanjutnya, berdasarkan tabel di atas peneliti menghitung simpangan baku sampel sebagai berikut: Simpangan baku sampel =  0,0426) (3  1)  0,0426 2  0,0213  0,145 Berdasarkan hasil perhitungan di atas, maka diperoleh konversi data kuantitatif menjadi data kualitatif skala empat yaitu dapat dilihat pada Tabel 3.5. Tabel 3.5. Hasil Konversi Nilai Skala Empat No Skor Vali dasi Rentang Skor X ≥ 3,105 2 3,105> X ≥ 2,96 Kateg ori Sangat positif/ sangat tinggi Tinggi/ positif 3 2,96 > X ≥ 2,81 Negatif/ rendah 1 53

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI X < 2,81 4 Sangat negatif/ rendah Berdasarkan perhitungan konversi nilai skala empat, maka peneliti memperoleh resume nilai berdasarkan hasil perhitungan kuesioner dari para pakar yang dapat dilihat pada Tabel 3.6. Tabel 3.6 Resume Nilai Kuesioner dari Para Ahli No. 1 2 3 4 Juml ah Rata-Rata Vali dator Nilai Pakar Tata Bahasa Indonesia 2,8 Pakar Ilmu Pengetahuan Alam Gu ru Ilmu Pengetahuan Alam Pakar Multiple Intelligences 3,03 3,07 - Kateg ori Kateg ori Sangat Negatif/ Rendah Tinggi Tinggi 8,9 2,96 Tinggi Berdasarkan tabel di atas dapat diambil kesimpulan bahwa kualitas desain modul yang dikembangkan peneliti termasuk dalam kategori “tinggi” dengan rata-rata 2,96. Selain hasil validasi yang dilakukan oleh dosen, dilakukan juga test kepada kesepuluh siswa dengan 25 soal pilihan ganda. Test tersebut menunjukkan nilai rata-rata pre-test sebanyak 73,6 sedangkan post-test mendapatkan nilai sebanyak 71,6. Rata-rata nilai tersebut didapatkan dengan menjumlahkan nilai dari setiap sampel kemudian membaginya dengan sejumlah sampel yaitu sepuluh siswa. 54

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV PELAKSANAAN DAN DATA ANALISIS A. Pelaksanaan Penelitian 1. Sebelum Penelitian Wawancara kepada guru seni musik merupakan langkah awal dalam proses pelaksanaan penelitian. Dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai siswa yang kecerdasan musikalnya menonjol dan mampu mengikuti kegiatan ekstra yang erat kaitannya dengan kecerdasan musikal. Kemudian setelah mendapatkan nama-nama yang dimaksud, peneliti kemudian melakukan wawancara dengan guru kelas untuk mengetahui kelemahan siswa pada salah satu mata pelajaran inti di sekolah dasar. Selain dengan wawancara, peneliti juga menggunakan ledger nilai untuk menganalisis dan memastikan data yang sudah didapat dari wawancara dengan guru seni musik dan guru kelas V SD Kanisius Gayam. Berdasarkan hasil wawancara dan analisis nilai memberikan data awal mengenai prestasi yang dimiliki oleh siswa. Analisis nilai digunakan untuk mengidentifikasi siswa yang memiliki kecerdasan musikal selanjutnya digunakan untuk menganalisis nilai siswa yang rendah (dibawah KKM) pada mata pelajaran tertentu. Dari data yang didapat, kebanyakan siswa mempunyai nilai KKM rendah di mata pelajaran IPA. Berdasarkan hasil dari analisis tersebut, peneliti memilih 10 siswa yang mempunyai nilai musik tinggi namun rendah di mata pelajaran 55

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI IPA dan memiliki nilai IPA dibawah KKM. Sepuluh siswa tersebut menjadi sampel dalam penelitian ini. Selanjutnya, kesepuluh siswa tersebut dikonsultasikan kepada guru kelas. Hasil konsultasi dan rekomendasi dari guru kelas 10 siswa tersebut kecerdasan musikalnya tinggi namun lemah dalam mata pelajaran IPA. Oleh karena itu siswa membutuhkan modul bimbingan belajar IPA. 2. Proses Pembuatan Modul dan Validasi Ahli Pembuatan modul di awali dengan bertanya mengenai materi yang belum disampaikan oleh guru berkaitan dengan mata pelajaran IPA kelas V. Setelah mendapatkan materi dari guru, peneliti kemudian mencari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang sesuai dengan materi. Silabus merupakan langkah awal peneliti dalam pembuatan modul. Dalam silabus terlebih dahulu peneliti membuat kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, dan penilaian (teknik penilaian, bentuk instrumen, dancontoh instrumen). Diharapkan dengan membuat silabus ini, jalan pikiran dari modul yang akan dibuat ini menjadi terkonsep dan runtut. Modul dibuat untuk tiga kali pertemuan, setiap pertemuannya mempunyai kegiatan yang berbeda. Peneliti menganggap bahwa modul harus dibuat semenarik mungkin. Oleh karena itu pemilihan dan pencarian animasi/gambar dilakukan untuk menambah ketertarikan anak dengan modul yang telah dibuat. Pada pertemuan pertama, peneliti ingin menyampaikan tentang “Sumber Daya Alam”. Sedangkan pertemuan kedua peneliti menyampaikan tentang “Bencana 56

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Alam yang terjadi di Indonesia”. Dan pertemuan ketiga dibuat sebagai rangkuman untuk kedua materi tersebut yaitu “Sumber daya alam dan Bencana Alam”. Rangkuman tersebut dibuat dengan mengubah lirik lagu “Naik- naik ke puncak gunung dan pelangi-pelangi” agar sesuai dengan kecerdasan musikal yang diteliti. Setelah modul bimbingan belajar selesai dibuat, maka peneliti selanjutnya membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) agar pelaksanaan bimbingan belajar sesuai dengan alurnya. Pembuatan RPP ini juga sesuai dengan materi setiap pertemuannya. Setelah modul dan perangkat pembelajaran lainnya telah selesai dibuat, peneliti selanjutnya membuat kuisioner validasi pakar ada empat kisi-kisi dalam pembuatan validasi pakar diantaranya: tujuan dan pendekatan, desain dan pengorganisasian, isi modul, topik, dan metodologi. Selanjutnya, semua perangkat pembelajaran beserta kuisioner validasi ahli diberikan kepada dosen ataupun guru kelas sesuai dengan bidang atau keahliannya masing- masing. Jadi, proses pembuatan modul yaitu dimulai dari mencari materi, standar kompetensi dan kompetensi dasar; pembuatan silabus; kemudian gambar atau animasi yang akan digunakan modul; menyusun isi modul dari pertemuan 1 sampai pertemuan 3; pembuatan RPP; selanjutnya pembuatan validasi ahli yang akan diberikan atau diteliti oleh empat ahli yaitu: ahli pembelajaran IPA, ahli tata bahasa, ahli multiple intelligences, dan terakhir guru IPA kelas V SD Kanisius Gayam. 57

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Selama Penelitian Penelitian dilakukan pada hari Senin, Selasa, dan Kamis tanggal 7, 8, dan 10 April 2014 pada pukul 13.00-14.00 WIB. Uji coba dalam penelitian ini dilakukan kepada 10 siswa yang menjadi sampel. Pelaksanaan kegiatan uji coba diadakan di SD Kanisius Gayam. Berikut ini akan dijabarkan proses pelaksanaan penelitian. a. Perte muan pe rtama Pada pertemuan pertama, siswa belajar di dalam kelas. Awalnya siswa dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok tersebut dibagi berdasarkan kemauan dari siswa. Jam-jam awal pertemuan, semua terlihat baik-baik saja. Suasana kelas nampak terkontrol dan jarang ada siswa yang berbicara dengan teman di sekelilingnya. Namun suasana seperti ini tidak bertahan lama. Beberapa siswa membuat kegaduhan dan itu menyebar keseluruh penjuru kelas. Ketika suasana kelas sudah tidak kondusif peneliti memanfaatkannya untuk mengajak siswa membuat sebuah lagu dengan tema “Sumber Daya Alam”. Semua tampak antusias dan masing- masing kelompok menyelesaikan lagunya dan memainkan musik dengan cara memukul- mukul alat yang ada di sekitar mereka. Selanjutnya peneliti meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan hasilnya di depan kelas. Setiap siswa merasa antusias dan dengan cepat bergerak untuk maju mempresentasikan. Setelah semua kelompok maju, peneliti masuk untuk menyampaikan materi pada hari itu, semua siswa tampak 58

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menyimak dan mengerti dengan apa yang disampaikan peneliti. Namun, karena adanya keterbatasan waktu dan semua siswa sudah dijemput orang tua mereka masing- masing soal evaluasi tidak terkejar. Akhirnya, ditengah-tengah siswa mengerjakan peneliti membahas bersama dengan siswa dan meminta siswa untuk berhenti menulis. Akibatnya, beberapa modul ada yang belum terisi sempurna atau bahkan ada yang belum terisi sama sekali. b. Perte muan kedua Awal dari pertemuan kedua, peserta bimbel bersama dengan kelompoknya diajak untuk menonton video sambil mendengarkan musik mengenai bencana alam yang terjadi di Indonesia. Ketika video itu mulai diputar beberapa siswa ada yang menangis menonton video tersebut. Selanjutnya, siswa diajak untuk be rmain musik yang menggambarkan suasana ketika terjadi “Banjir, tanah longsor, dan gempa bumi”. Setelah apersepsi selesai dilakukan, siswa diajak untuk menguji pemahaman mereka mengenai bencana alam. Dalam uji pemahaman, siswa tidak mau menulis di “Modul” dengan berbagai macam alasan. Oleh karena itu, peneliti mengambil alternatif lain yaitu dengan memberikan pertanyaan langsung seputar bencana alam dan siswa juga menjawab secara spontan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Selesai dari uji pemahaman siswa, peneliti melanjutkan untuk masuk ke dalam materi dan mencocokan setiap jawaban dari siswa di uji pemahaman sudah benar ataukah belum. Lebih dari separuh siswa 59

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang mengikuti bimbel menjawab benar dan mampu menguasai materi. Ketika siswa sudah mampu memahami materi bencana alam ini, selanjutnya siswa diajak untuk masuk kembali dalam kelompoknya dan kembali membuat lagu dengan kreativitas musikal yang mereka punya. Mereka menggunakan musik dengan memukul meja, kursi dan papan tulis untuk menciptakan musik. Mereka juga menggunakan lagu “Ambilkan bulan bu dan pelangipelangi” dengan mengubah lirik menjadi sebuah lagu yang bertemakan bencana alam. Selanjutnya siswa diajak untuk masuk kedalam materi mengenai bencana alam. Namun, dalam proses penyampaian materi banyak siswa yang sudah mulai susah berkonsentrasi karena waktu yang digunakan pada saat bimbingan sudah terlalu siang. Kondisi bimbingan hari itu menurut peneliti menjadi kacau. Peneliti mencoba memperbaiki dengan berusaha menegur mereka dan mendekati mereka untuk diam. Semua nihil menurut peneliti. Peneliti rasa begitu banyak waktu yang terbuang untuk menenangkan mereka. Soal evaluasi dan soal refleksi hari ini tidak tersentuh sama sekali. Ketika pertemuan hari kedua ini para siswa meminta peneliti untuk terus memutarkan lagu dalam video dengan judul “Berita Kepada Kawan” karya Ebiet G.Ade untuk menemani mereka selama bimbingan belajar dilaksanakan. 60

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. Perte muan ketiga Pertemuan ketiga berisi rangkuman pembelajaran yang sudah dilakukan selama dua hari berturut-turut. Siswa diajak untuk menyanyikan lagu yang sudah dibuat oleh guru dengan mengubah lirik dari lagu “Naik-naik ke puncak gunung dan Pelangi-pelangi” menjadi satu bertema bencana alam dan sumber daya alam. Pertemuan ketiga ini dilakukan secara singkat. Setelah semua siswa paham maka peneliti kemudian mengajak siswa untuk mengerjakan post-test untuk melihat yang terjadi setelah dilakukan treatment berupa bimbingan belajar sesuai dengan modul yang peneliti buat. B. Data dan Analisis 1. Hasil Validasi Pakar a. Data validasi pakar pe mbelajaran IPA dan revisi Validasi desain produk (prototipe) dilakukan oleh seorang pakar pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Proses validasi ini dilakukan pada bulan Maret 2014. Validasi pakar pembelajaran IPA dilakukan untuk meningkatkan kualitas desain produk modul bimbingan belajar yang meliputi (1) aspek tujuan dan pendekatan, (2) aspek desain dan pengorganisasian, (3) aspek isi modul, (4) aspek topik, dan (5) aspek metodologi. Hasil validasi pakar pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam diperoleh penilaian kualitas desain produk dengan nilai rata-rata 3,03. Desain produk yang sudah divalidasi mendapat tiga komentar pada indikator aspek tujuan dan pendekatan serta desaign dan pengorganisasian. 61

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berikut tabel penjabaran komentar dan saran pakar pembelajaran IPA serta revisinya. Tabel 4.1 Komentar Pakar Pembelajaran IPA No 1 No 1 2 Ko mentar Pakar Revisi Tujuan dan Pendekatan Revisi pembagian indikator Memperbaiki indikator disetiap pertemuan setiap pertemuan. dengan memperhatikan fokus materi yang sedang di pelajari. Ko mentar Pakar Revisi Desaign dan Pengorganisasian Sumber bahan kurang Mencari sumber bahan dan menuliskannya di rangkuman t idak ada. daftar pustaka selanjutnya membuat materi yang diringkas. Tata letak belu m optimal Mengoptimalkan kembali tata letak modul dengan memperhatikan spasi yang tersedia. Berdasarkan komentar yang diberikan di atas, selanjutnya peneliti melakukan revisi. Pada komentar tujuan dan pendekatan peneliti diminta untuk revisi pembagian indikator setiap pertemuan. Selanjutnya pada desain dan pengorganisasian terdapat dua komentar yaitu sumber bahan yang kurang, rangkuman belum ada dan tata letak modul yang belum optimal. Peneliti menyimpulkan bahwa dengan validasi pakar pembelajaran IPA ini, modul dinyatakan layak dengan revisi sesuai masukan. Produk yang sudah di validasi oleh pakar pembelajaran ini kemudian direvisi sesuai masukan dari validator. Revisi produk dilakukan setelah berkas kembali kepada peneliti. Setelah direvisi, modul lalu diuji cobakan kepada kesepuluh sampel dalam bimbingan belajar. b. Data validasi pakar tata bahasa Indonesia dan revisi 62

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Validasi desain produk (prototipe) dilakukan oleh seorang pakar pembelajaran Bahasa Indonesia. Proses validasi ini dilakukan pada bulan Maret 2014. Validasi pakar pembelajaran Bahasa Indonesia dilakukan untuk meningkatkan kualitas desain produk modul bimbingan belajar yang meliputi (1) aspek tujuan dan pendekatan, (2) aspek desain dan pengorganisasian, (3) aspek isi modul, (4) aspek topik, dan (5) aspek metodolo gi. Hasil validasi pakar pembelajaran matematika diperoleh penilaian kualitas desain produk dengan nilai rata-rata 2,8. Desain produk yang sudah divalidasi mendapat tiga komentar pada indikator aspek desaign dan pengorganisasian serta isi modul. Berikut tabel penjabaran komentar dan saran pakar pembelajaran Bahasa Indonesia serta revisinya. Tabel 4.2 Komentar Pakar Tata B ahasa Indonesia No 1 No 1 Ko mentar Pakar Revisi Desaign dan Pengorganisasian Perbaiki beberapa kalimat Memperbaiki kalimat-kalimat tersebut sesuai yang kurang tepat. dengan kaidah Bahasa Indonesia yang tepat. Ko mentar Pakar Revisi Isi Modul Perbaiki lag i intsrumen Memperbaiki instrumen tersebut sesuai dengan evaluasi dalam modul, masukan pakar. mengukur materi penggunaan sumber daya alam. Berdasarkan komentar yang diberikan di atas, selanjutnya peneliti melakukan revisi. Pada desain dan pengorganisasian terdapat komentar perbaiki beberapa kalimat yang kurang tepat. Selanjutnya pada isi modul terdapat komentar perbaiki lagi 63

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI intsrumen evaluasi dalam modul, mengukur materi penggunaan sumber daya alam. Peneliti menyimpulkan bahwa dengan validasi pakar pembelajaran Bahasa Indonesia ini, modul dinyatakan layak untuk digunakan/uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Produk yang sudah di validasi oleh pakar pembelajaran ini kemudian direvisi sesuai masukan dari validator. Revisi produk dilakukan setelah berkas kembali kepada peneliti. c. Data validasi guru mata pelajaran IPA kelas V dan revisi Validasi desain produk (prototipe) dilakukan oleh seorang guru Ilmu Pengetahuan Alam kelas V SD Kanisius Gayam Yogyakarta. Proses validasi ini dilakukan pada bulan Maret 2014. Validasi pakar pembelajaran IPA dilakukan untuk meningkatkan kualitas desain produk modul bimbingan belajar yang meliputi (1) aspek tujuan dan pendekatan, (2) aspek desain dan pengorganisasian, (3) aspek isi modul, (4) aspek topik, dan (5) aspek metodologi. Hasil validasi guru Ilmu Pengetahuan Alam diperoleh penilaian kualitas desain produk dengan nilai rata-rata 3,07. Desain produk yang sudah divalidasi tidak mendapatkan komentar apapun di setiap aspeknya. Secara keseluruhan guru memberikan komentar bahwa tujuan, desain, isi modul, topik sudah baik/bagus dan layak untuk di uji cobakan. d. Data Validasi Pakar Teori Kecerdasan Ganda dan Revisi 64

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dari pakar multiple inteligence, memberi komentar pada lagu yang ada pada modul. Pada modul lagu seharusnya ditulis yang mempopulerkan. Selanjutnya, meminta peneliti untuk mengajarkan mengenai bencana alam yang pernah terjadi di sekitar tempat tinggal siswa. Selain kedua komentar tadi, pakar multiple intellegence juga memberikan komentar lainnya yaitu pada kegiatan pembelajaran. Siswa sebenarnya dapat diajak untuk berimajinasi dengan bencana-bencana alam tersebut. Contoh kegiatannya adalah sebagai berikut: siswa diajak untuk merenung bersama dan membayangkan ketika mereka berada dalam situasi banjir, tanah longsor, ataupun gempa bumi. Selanjutnya, siswa diminta untuk mengekspresikan bencana alam tersebut dengan membuat musik dari alat disekitar mereka. Dengan kegiatan ini diharapkan siswa tertarik untuk mengikuti kegiatan bimbingan belajar ini. e. Rekap Data Validasi Pakar 1) Pakar Pembelajaran IPA Tabel 4.3 Rekap Ahli Pembelajaran IPA No. Aspek Peni ngkat Kualitas Desain Produk Skor 1 Tujuan dan pendekatan 15 2 Desain dan pengorganisasian 21 3 Isi Modul 21 4 Topik 12 5 Metodologi 15 Jumlah 65 84

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Rata-rata 3,03 2) Pakar Tata Bahasa Indonesia Tabel 4.4 Rekap Ahli Tata B ahasa Indonesia No. Aspek Peni ngkat Kualitas Desain Produk Skor 1 Tujuan dan pendekatan 17 2 Desain dan pengorganisasian 21 3 Isi Modul 17 4 Topik 12 5 Metodologi 11 Jumlah 78 Rata-rata 2,8 3) Guru Mata Pelajaran IPA Kelas V SD Kanisius Gayam Tabel 4.5 Rekap Guru IPA kelas V No. Aspek Peni ngkat Kualitas Desain Produk Skor 1 Tujuan dan pendekatan 17 2 Desain dan pengorganisasian 28 3 Isi Modul 19 4 Topik 13 5 Metodologi 12 Jumlah 89 Rata-rata 3,07 2. Hasil Belajar Siswa 66

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. Data pre-tes dan post-tes Tabel 4.6 Data Pretes dan Posttest Sampel Penelitian No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Sampel Sampel 1 Sampel 2 Sampel 3 Sampel 4 Sampel 5 Sampel 6 Sampel 7 Sampel 8 Sampel 9 Sampel 10 Rata-rata Nilai Pre-Test 80 60 64 68 76 76 76 72 80 84 73,6 Nilai Post-Tes 80 52 64 52 80 80 60 88 80 80 71,6 Keterangan Tetap Turun Tetap Turun Meningkat Meningkat Turun Meningkat Tetap Turun b. Tanggapan sis wa terhadap modul Ketika pre-test berlangsung, siswa yang mengikuti bimbel diberitahu bahwa mereka akan mendapatkan sebuah modul bimbingan belajar. Pada hari yang sama, peneliti membawa satu contoh modul untuk diperlihatkan kepada siswa. Setiap siswa bergantian melihat modul yang sudah dibawa. Mereka malahan mengatakan ingin membeli buku modul tersebut. Di kesempatan lain, ketika siswa diminta untuk mengerjakan soal evaluasi dan tugas kelompok didalam buku modul, mereka mengatakan “Peneliti tidak mau menulis di modul”. Ketika peneliti bertanya kenapa tidak mau mereka lantas menjawab “ Modulnya bagus bu, sayang jika di corat-coret”. Beberapa dari mereka akhirnya menyobek beberapa kertas untuk mengerjakan soal evaluasinya karena sayang untuk mencoratcoret modul. Namun beberapa anak tetap menulis jawaban mereka di modul. 67

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. Hasil-hasil latihan Melihat sejauh mana siswa mampu memahami materi, peneliti membuat soal evaluasi di setiap pertemuaannya. Soal evaluasi diberikan dengan 5 buah soal uraian untuk dijawab oleh setiap siswa secara individu. Namun, ada beberapa siswa yang tidak sampai ke evaluasi. Mereka tidak mengerjakan sama sekali soal-soal evaluasi tersebut. Karena kondisi yang demikian, peneliti akhirnya mengambil jalan bahwa evaluasi dibahas bersama-sama saja. Peneliti meminta siswa untuk berhenti melakukan aktivitasnya mengerjakan soal evaluasi dan meminta mereka menjawab secara lisan setiap pertanyaan yang ada di lembar evaluasi. 3. Analisis a. Hasil Belajar Siswa Gambar 4.1 Grafik Hasil Pretest dan Posttes Sampel 68

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan tabel diperoleh data bahwa ada tiga siswa mengalami peningkatan, ada empat siswa yang mengalami penurunan, dan ada siswa yang tetap pada nilainya. Beberapa kemungkinan dapat terjadi dilihat dari hasil yang diperoleh siswa. Berikut kemungkinan-kemungkinan yang dapat peneliti jabarkan: 1) Waktu pelaksanaan Selain bermasalah dengan ruang kelas, kemungkinan kedua adalah waktu diadakannya pre-test dan post-test. Waktu diadakan pre-tes adalah pukul 08.20-09.00. Pada jam- jam ini siswa pasti merasakan mudah untuk berkonsentrasi. Dengan demikian siswa dengan cepat berfikir dan menemukan jawaban dari 25 soal pilihan ganda yang tersedia. Mereka juga masih tampak santai menikmati proses dari pre-test yang dilaksanakan tanpa keluhan apapun. Berbeda halnya dengan situasi yang terjadi ketika post-test. Post-test yang peneliti berikan adalah pada pukul 13.30-14.00. siswa nampaknya sudah tidak antusias dalam melaksanakan pre-test. Terlihat beberapa anak mengerjakan sambil bermain, ada yang melamun terlalu lama sehingga waktu terbuang siasia, ada yang diam-diam mengerjakan sambil makan, dan bahkan ada yang bekerja sambil memukul- mukul meja. Sepertinya faktor waktu yang terlalu siang ini membuat mood siswa berubah drastis dan tidak antusias sehingga mengerjakan post-testpun dengan cara yang asal-asalan. 69

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2) Keinginan siswa untuk bermain Selain waktu pelaksanaan, keinginan siswa untuk terus bermain dan ramai sendiri selalu ada. Anggapan mereka bahwa bimbingan ini adalah dengan orang asing dan bukan dengan gurunya sendiri. Oleh karena itu, beberapa anak selalu memprovokasi teman-temannya untuk membuat kegaduhan dikelas. Bahkan ada yang berani untuk membantah ketika mereka diberi peringatan untuk memperhatikan. Beberapa siswa yang berbuat gaduh memang terlihat menurun nilainya dibandingkan teman-teman yang lainnya. b. Tanggapan sis wa terhadap modul Menurut pengamatan yang peneliti lakukan dan melihat langsung keadaan dilapangan secara lisan siswa tertarik akan modul yang dibuat oleh peneliti. Mereka mengatakan bahwa modulnya bagus, berwarna, dan berbeda dengan modul yang lainnya. Hal ini membuat mereka antusias ingin mengikuti bimbel karena sebelumnya sudah diberi tahu mengenai modul yang akan mereka dapatkan. Bahkan, mereka merasa sayang untuk mencoratcoret buku modul yang diberikan. Namun, menurut peneliti tetap ada kemungkinan lain dari siswa mengapa mereka tidak mau menulis di modul. Alasan pertama seperti yang sudah peneliti ungkapkan yaitu siswa tidak mau mencoret modul karena sayang modulnya akan penuh coretan. Alasan yang kedua adalah faktor malas dari siswa untuk menulis. 70

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Bisa saja mereka sudah kelelahan dalam mengikuti bimbel dan sudah malas untuk berfikir lebih keras lagi. Mungkin dengan mereka membuat alasan modul terlalu bagus sehingga membuat mereka beralibi modul terlalu bagus sehingga mereka tidak mau mencorat-coret modul. c. Hasil-Hasil Latihan Karena waktu yang tidak mencukupi dan kondisi yang terjadi, membuat siswa tidak menyelesaikan evaluasinya. Siswa diminta menjawab secara lisan dan langsung. Namun, dari jawaban yang diungkapkan siswa mereka terlihat paham dan menjawab benar hampir seluruh pertanyaan yang diberikan. Secara umum, peneliti sudah menggunakan modul dan perangkat pembelajaran yang dibuat untuk melaksanakan bimbingan belajar. Kelemahan modul sendiri adalah banyaknya kegiatan dalam salah satu bagian dari modul membuat beberapa kegiatan tidak terlampaui. Hasil validasi pakar menunjukan nilai rata-rata sebesar 2,96 dan tergolong tinggi dengan catatan layak dengan beberapa revisi. Nilai pretest dan posttets siswa menunjukan penurunan sehingga perlu modul tersebut untuk direvisi. Terlihat dari grafik dan rata-rata pretest dan posttest siswa yaitu sebesar 73,6 dan 71,6. 71

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP A. Kesimpulan 1. Pengembangan bahan ajar berbasis multiple intelligence yang peneliti terapkan di SD Kanisius Gayam menggunakan enam langkah. Enam langkah tersebut menurut (Sugiyono, 2010: 409) yaitu: a) potensi dan masalah, b) pengumpulan data, c) desain produk, d) validasi desain, e) revisi desain, dan f) uji coba produk. Hal ini dikarenakan adanya keterbatasan waktu yang dimiliki oleh peneliti untuk mengembangkan sampai revisi produk. 2. Secara keseluruhan, hasil validasi pakar menunjukan nilai sebesar 2,96 dengan kategori “tinggi” sehingga produk yang dihasilkan penulis layak dan hanya perlu beberapa revisi ditinjau dari aspek: 1) tujuan dan pendekatan, 2) desain dan pengorganisasian, 3) isi modul, 4) topik, 5) metodologi. 3. Selain mendapatkan nilai rata-rata dari empat pakar di dapatkan juga nilai rata-rata pretes dan posttes dari 10 siswa. Nilai rata-rata pretes siswa mendapatkan 73,6 dan posttest 71,6. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa menurun karena dua faktor yaitu: 1) waktu pelaksanaan pretest dan posttes serta 2) keinginan siswa untuk terus bermain dan ramai sendiri ketika bimbingan belajar berlangsung. 72

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Keterbatasan Penelitian Adapun keterbatasan-keterbatasan dalam penelitian ini adalah: 1. Uji coba produk dilakukan pada sampel yang terbatas karena produk masih dalam uji terbatas. 2. Teknik pengumpulan data seharusnya tidak hanya dengan observasi, wawancara, dan pretest-posttest saja melainkan dengan tes sederhana untuk mengetahui kecerdasan musikal benar-benar dimiliki oleh sampel dalam penelitian. 3. Waktu yang digunakan terbatas hanya sampai pada uji coba siswa sehingga penelitian ini hanya sampai pada tahap ke enam berdasarkan tahapan yang diungkapkan oleh sugiyono (Sugiyono, 2010: 409). C. Saran 1. Pada penelitian selanjutnya, uji coba produk seharusnya dilakukan pada sampel yang lebih besar lagi. 2. Teknik pengumpulan data seharusnya tidak hanya dengan observasi, wawancara, dan pretest-posttest saja melainkan dengan tes sederhana untuk mengetahui kecerdasan musikal benar-benar dimiliki oleh sampel dalam penelitian. Hal ini dilakukan agar data yang diperoleh lebih spesifik dan akurat dalam penelitian karena kecerdasan siswa benar-benar diketahui. 3. Pada penelitian selanjutnya, diharapkan penelitian ini seharusnya dilakukan dengan waktu yang benar-benar tepat. Sehingga bisa benarbenar bisa menghasilkan produk final yang dapat digunakan dalam pembelajaran. 73

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Daftar Pustaka Ahmadi, H. Abu., dan Widodo, Supriyono. (1991). Psikologi belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Alverina Chandra, Anastasia, dkk. (2009). Kehidupan Siswa yang Belajar di Bimbingan Belajar Alternatif. Jakarta: Jurnal Pendidikan Penabur. Arikunto. (2005). Manajemen Penelitian. Jakarta: Bineka Cipta. Banoe,Pono. (2013).Metode Kelas Musik. Jakarta: Indeks. Campbell, Linda., dkk. (2006). Metode praktis pembelajaran: Berbasis multiple intelligences. Depok: Intuisi Press. Cunningsworth, Alan. 1995. Choose Your Coursebook. Oxford: Macmillan Publishers Limited Djohan.(2009). Kemampuan Musikalitas Sebagai Sarana Pengembangan Keterampilan Sosial. Yogyakarta: Jurnal Pendidikan dan Evaluasi Pendidikan. Hamdu,Gulham, dkk. (2011). Pengaruh Motivasi Belajar Siswa terhadap Prestasi Belajar IPA di Sekolah Dasar. Tasikmalaya: Jurnal Penelitian Pendidikan. Hamalik, Oemar (2009). Psikologi Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo. 74

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Jasmine, Julia. (2007). Panduan Praktis Mengajar Berbasis Multiple Intelligences. Bandung: Penerbit Nuansa Masidjo. (1995). Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah.Yogyakarta: Kanisius. Mardapi, Djemari. (2007). Teknik Penyusunan Instrumen Test dan Nontest. Yogyakarta. MITRA CENDEKIA. Press. Nasution,S. (1982). Berbagai Pendekatan dalam Proses belajar dan Mengajar. Jakarta:Bina Aksara Samatowa, U. (2010). Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jakarta: PT. Indeks Slameto. 2002. Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta Srini, M.Iskandar. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. CV.Maulana Subini, Nini.(2012). Panduan Mendidik Anak Dengan Kecerdasan Di Bawah Rata-Rata. Jogjakarta: Perpustakaan Nasional, Katalog Dalam Terbitan (KDT). Sugiharti, Piping. (2005). Penerapan Teori Multiple Intelligence dalam Pembelajaran Fisika. Cimahi: Jurnal Pendidikan Penabur. Sugiyono. (2010). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta. Sundari, Nenden. (2008). Perbandingan Prestasi Belajar Antara Siswa Sekolah Dasar Unggulan dan Siswa Sekolah Dasar Non-Unggulan di Kabupaten Serang. Serang: Jurnal Pendidikan Dasar. 75

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Suparno, Paul. (2004). Teori inteligensi ganda: dan Aplikasinya di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Syah, Muhibin. 2008. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Trianto.2010.Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta:Bumi aksara Uno, H. Hamzah B., dan Masri, Kuadrat. (2009). Mengelola kecerdasan dalam pembelajaran: Sebuah konsep pembelajaran berbasis kecerdasan. Jakarta: Bumi Aksara. 76

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1 Surat Izin Melakukan Penelitian 78

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2 Bukti Surat Telah Melakukan Penelitian 79

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3 Validasi Pakar Pembelajaran IPA 80

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4 Validasi Pakar Tata Bahasa Indonesia 83

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5 Validasi Guru IPA Kelas V 86

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6 Silabus 89 89

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 90

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 91

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 92

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 93

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 94

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7 RPP Bimbingan Belajar Hari 1 95

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 8 RPP Bimbingan Belajar Hari 2 105

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 9 RPP Bimbingan Belajar Hari 3 116

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 10 Hasil Pre-test Tinggi 130

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 11 Hasil Pre-Test Rendah 135

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 12 Hasil Post-Test Tinggi 140

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 13 Hasil Post-Test Rendah 141

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 14 Modul Sis wa 142

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 15 Nilai Musik Sanpel No. Sampel Nilai 1 Nilai 2 Nilai 3 1 Sampel 1 90 75 70 2 Sampel 2 90 70 76,25 3 Sampel 3 70 85 83,75 4 Sampel 4 92,5 85 93,25 5 Sampel 5 72,5 80 82,5 6 Sampel 6 72,5 80 85 7 Sampel 7 71,75 80 75 8 Sampel 8 70 80 70 9 Sampel 9 76,25 85 77,5 10 Sampel 10 75 70 70 154

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 16 Ledger Nilai IPA kelas V 155

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 17 Foto-Foto Kegiatan 157

(178)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengembangan modul bimbingan belajar IPS berbasis inteligensi matematis-logis pada siswa berprestasi rendah kelas III DI SD Kristen Kalam Kudus Yogyakarta.
0
0
169
Interaksi belajar mengajar matematika di kelas dalam kaitannya dengan gender pada siswa kelas VIII SMP Kanisius Gayam Yogyakarta tahun pelajaran 2014/2015.
0
1
159
Pengembangan multimedia interaktif untuk keterampilan membaca Bahasa Indonesia kelas V SD Kanisius Gayam Yogyakarta.
6
24
126
Pengembangan modul bimbingan belajar IPS berbasis inteligensi matematis logis pada siswa berprestasi rendah kelas III DI SD Kristen Kalam Kudus Yogyakarta
0
0
167
Intelegensi ganda dan implementasinya dalam pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Kanisius Gayam Yogyakarta tahun pelajaran 2008/2009 - USD Repository
0
0
139
Analisis jenis paragraf dalam karangan siswa kelas VIII SMP Kanisius Gayam Yogyakarta tahun ajaran 2008/2009 - USD Repository
0
3
113
Hasil belajar siswa dalam uji coba pembelajaran matematika yang berbasis paradigma pedagogi reflektif di kelas IV SD Kanisius Kadirojo - USD Repository
0
1
98
Efektifitas penggunaan modul dalam pembelajaran fisika di kelas VII B SMP Kanisius Gayam Yogyakarta pada pokok bahasan zat dan wujudnya - USD Repository
0
0
241
Pengembangan multimedia interaktif untuk keterampilan membaca bahasa Indonesia kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta - USD Repository
0
1
135
Pengembangan multimedia interaktif untuk keterampilan membaca sekilas bahasa Indonesia kelas V SD Kanisius Gayam Yogyakarta - USD Repository
0
0
199
Peningkatan sikap, minat, dan prestasi belajar siswa dengan pendekatan pedagogi reflektif pada mata pelajaran IPS kelas V SD Kanisius Gayam semester genap tahun pelajaran 2010/2011 - USD Repository
0
0
233
Peningkatan kedisiplinan dan prestasi belajar pada mata pelajaran matematika siswa kelas V SD Kanisius Kintelan Yogyakarta dengan menggunakan pendekatan PMRI - USD Repository
0
4
234
Korelasi komponen visual, komponen auditorial, dan komponen kinestetik dari gaya belajar dengan prestasi belajar matematika pada siswa kelas VIIIA SMP Kanisius Gayam Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 - USD Repository
0
0
147
Pengembangan modul bimbingan belajar PKn berbasis kecerdasan linguistik pada siswa berprestasi rendah di kelas III SD Kanisius Gayam I Yogyakarta - USD Repository
0
0
132
Pengembangan modul bimbingan belajar matematika berbasis kecerdasan interpersonal pada siswa berprestasi rendah di kelas V SD Kristen Kalam Kudus Yogyakarta - USD Repository
0
0
265
Show more