PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA ATAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI

Gratis

0
1
344
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA ATAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh : Vincentia Herdika Yosi Putri 101134088 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA ATAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh : Vincentia Herdika Yosi Putri 101134088 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) \ PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA ATAS PENGGUNAAN AI,AT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS MDTODE MONTESSORI Pembimbing I S.Pd., M.A., Ed.D Pembimbing Tanggal, 14 Juli 2014 . II Tanggal, i4 Juli 2014 S.Pd, M.Pd. rl

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI PERBEDAAIY PRESTASI BELAJAR SISWA ATAS PENGGTJNAAII ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI Dipersiapkl.,in dan ditulis oleh: \/:li.,tr,iia Herriil..r. llosi Putri NI\{: 101134088 Telah dipertahar:ken rii depan Panitia Perrg.iiii pada tar1gl:rl 18 Juli da 20la il dir:l'stak;il1 .1icmenlhi syarat susunar iiamtia renguii: lrlama lengkap Ketua riregorir;s Ari Nugrahanta, S.J., Sekretaris ri I Anggota II P" ;)6iur Rismiati, S-Pd., M.A., Ed. D. Anggota Anggota III rq,.:1", BST.. M.A. Catur Rrs;r;ail, S.P.!., iria,'i., Ed.D. Andri Anugranana S.Po, ivi.rd. Wahyu Wido Sari, S.Si., M.Biotech. Yogyakart4 18 Juli 2014 akultas Keguruan dan Ilmu Pendidikao itas Sanata Dharma f,;i lirol* 2-:;.!:i-* Rohandi, Ph.D. 111

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Puji syukur, peneliti persembahkan karya sederhana ini kepada:  Tuhan Yesus Krist us yang selalu memberikan anugerah, kemudahan dan jalan keluar di set iap langkah yang t idak mudah.  Orang t uaku t ecint a, Bapak Dhadik Suswant o dan I bu L usia Sudi Purwaningsih yang slalu memberikan kasih sayang, doa, semangat , dan dukungan.  M alaikat ku I buku t ercint a yang ada diat as sana Aluwisia Heri Sumiyat i (Alm) yang slalu ada dihat iku dan menjadi semangat ku.  Adikku Yoanna Priska Yosi Put ri yang slalu memberikan keceriaan dan semangat .  Emanuel Endar K rist iant o yang slalu memberikan kasih sayang dan semangat .  Teman-t emanku PGSD angkat an 2010 yang t elah menjadi t eman baikku khususnya kelas B (Bhe Bet t er) yang t elah memberikan banyak kenangan dan pengalaman hidup yang t ak akan t erlupakan.  Almamat erku U niversit as Sanat a D harma. iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO “Doa, semangat, usaha, dan kasih akan berbuah keberhasilan yang indah” “If I can see it then I can do it and if I just believe it so everything’s gonna be alright” v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya batrwa skripsi yaog saya tulis ini tidak memuat krrya atau bagian dari karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dsn daftar referensi sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 18 Juli 2014 Peneliti, 41\rn,,-L ^t#ldll|,\N {vv Vincentia Herdika Yosi 101 134088 v1 Puti

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PER}IYATAA}I PERSETUJUAFI PT,IBLIKASI KARYA ILMIAH UNTT]K KEPET{TINGAN AKADEMIS Yang beaandatangan di baweh ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama Nomor : Vincentia Herdika Yosi Putri Mahasiswa : 101134088 Demi kepentingan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA ATAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengeloianya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Intemet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa meminta rjin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai panulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : I 8 Juli 2Al4 Yang Vincentia Herdika Yosi Putri vl1

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA ATAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI Vincentia Herdika Yosi Putri Universitas Sanata Dharma 2014 Penelitian ini dilatarbelakangi adanya masalah bahwa tingkat prestasi belajar matematika masih rendah yang dibuktikan oleh data hasil studi TIMSS dan PISA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Jenis penelitian ini adalah quasi-experimental dengan desain non-equivalent control group design. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas III SD Kanisius Sengkan, siswa kelas IIIA sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas IIIB sebagai kelompok kontrol. Prosedur analisis data pada penelitian ini terdiri dari menentuan hipotesis, mengorganisasi data, menentukan taraf signifikansi, menguji asumsi klasik dan menguji hipotesis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data menggunakan independent t-test dan paired t-test yang didukung dengan penggunaan Microsoft Excel dan SPSS. Instrumen penelitian ini berupa 20 soal pilihan ganda untuk pretest dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga berbasis metode Montessori. Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis data adalah bahwa secara umum kelompok eksperimen (M =17,01; SE = 0,231) memiliki rata-rata skor post-test yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol (M = 16,88; SE = 0,193). Perbedaan skor tersebut signifikan t(81)=-2,422 p < 0,05 dan memiliki small effect size sebesar 6,76%. Kesimpulan penelitian ini adalah ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga berbasis metode Montessori. Peneliti merekomendasikan alat peraga matematika berbasis metode Montessori digunakan pada pembelajaran matematika. Kata kunci: metode Montessori, prestasi belajar, alat peraga matematika, Geometric Stick Box. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE DIFFERENCES OF STUDENTS LEARNING ACHIEVEMENT OF THE USING MONTESSORI METHOD BASED MATH VISUAL AID Vincentia Herdika Yosi Putri Sanata Dharma University 2014 This research was triggered by the learning math achievement tiers in still low as evidenced by data of TIMSS and PISA study results. This study aims to find the differences of student learning achievement of the using Montessori method-based math visual aid. The type of research used in this study is quasi experimental type with non-equivalent control design. Population and sample of the research are students of SD Kanisius Sengkan in the second grade, the experiment group is class IIIA and the control group is IIIB. Data analysis technique that is used for testing the hypotheses is independent t-test, is supported by Microsoft Excel and the Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Data collection technique use document and observation. The procedure of data analysis in this study consists of determining the hypothesis, managing the data, determining significance level, and testing the classical assumption and hypothesis. Instrument of the research is 20 multiple-choice to use in pre-test and post-test. The result of this research shows that student learning achievement has difference by using of Montessori method based visual aid. It is indicated by data analysis shows that on average experiment group (M =17,01; SE = 0,231) has higher mean score of pre-test than the control group (M = 16,88; SE = 0,193). This difference was significant t(81)=-2,422 p < 0,05 and has small effect size until 9,5%. The conclusion of this research is that student learning achievement has difference by using of Montessori method based visual aid. Keywords: Montessori method, students achievement, math visual aid, Geometric Stick Box. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa telah melimpahkan karunia dan hidayah-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi yang berjudul "Perbedaan Prestasi Belajar Siswa Atas Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori" ditulis sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Strata I Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Skripsi ini selesai tidak lepas dari dukungan, birnbingan dan kerjasama dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan segenap hati peneliti mengucapkan terimakasih kepada l. : Rohandi. Ph.D., Dekan Fakultas Keguruan dan ILnu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. G. fui Nugrahanta" SJ, S.S., BST., M.A., Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. E. Catur Rismiati. S.Pd., MA., Ed.D." Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, sekaligus pembimbing I yang telah sangat membantu dalam proses pembuatan karya ilmiah ini. 4- Andri Anugrahan4 S-Pd-, M-Pd, dosen pembimbing II yang telah memberikan saran yang membangun dalam pembuatan karya ilmiah ini. 5. M. Sri Wartini, S.Pd., Kepala Sekolah SD Kanisius Sengkan yang telah memberikan dukungan serta ijin kepada peneliti untuk mengadakan penelitian di SD Kanisius Sengkan. 6. Irene Widiastuti, S.Pd., guru kelas IIIA SD Kanisius Sengkan yang telah bekerja sama serta memberikan waktu dan tenaganya sebagai guru mitra dalam penelitian kolaboratif. 7. Jumarsih, A.Ma.Pd., guru kelas lIlB SD Kanisius Sengkan yang telah memberikan ijin pada peneliti untuk melakukan penelitian di kelas IIIB. 8. Siswa kelas IIIA dan IIIB SD Kanisius dalam penelitian ini. x Sengkan, yang bersedia bekerja sama

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9. Bapakku Yohanes Dhadik Suswanto, ibuku Lusia Sudi Purwaningsih, dan adikku Yoanna Priska Yosi Putri, yang selalu memberikan doa, kasih sayang, dukungan dan bimbingan kepada peneliti. 10. Emanuel Endar Kristianto yang selalu ada untuk mernberi semangat, dukungan, doq dan kasih sayang. ll.Teman-teman perelitian kolaboratif eksperimen Montessori (Rasti, Berta, Adit, Ulf4 Deta, Ifa, Wulan), yang selalu berbagi pengetahuan, semangat dan keceriaan kepada peneliti " l2.Keluarga payung besar Bu Catur dan Bu Hana (sensus, PTK, survei tematik) yang selalu berbagi pngetahuan, semangat dan keceriaan kepada penetiti. 13. Satrabatku Ursula Wahyu 14, Teman-teman PGSD Dwi W. yang slalu memberikan doa dan semangat. USD kelas B angkatan 2010 yang selalu memberikan inspirasi dalam menyelesaikan karya ikniah ini. 15. Teman-teman PPL SD Kanisius Sengkan 2014, yang memberikan bantuan selanra peneliti melakukan penelitian di sekolah. 16. Sekretariat PGSD yang selalu meinhantu dalam hal administrasi dan segala keperluan unruk menyelesaikan karyaitmiah fuL Peneliti menyadari mnsih baayak kekurangan dan kelemahan dalam penulisan karya ilmiah ini. Untuk itu, samn dan kritik yang membangun sangat berguna untuk karyailmiah irri. Semoga?,wyailndah ini bermadaat bagi pembaca Yogyakart4 18 Juli 2014 Peneliti, Vincentia Herdika Yosi Putri xl

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .......................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................... iv MOTTO .......................................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................................ vi HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ............... vii ABSTRAK ...................................................................................................... viii ABSTRACT ..................................................................................................... ix KATA PENGANTAR .................................................................................... x DAFTAR ISI ................................................................................................... xii DAFTAR TABEL .......................................................................................... xiv DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xv DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xvi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ....................................................................... 1 B. Identifikasi Masalah ............................................................................ 5 C. Batasan Masalah................................................................................... 6 D. Rumusan Masalah ................................................................................ 6 E. Tujuan Penelitian ................................................................................. 6 F. Manfaat Penelitian ............................................................................... 7 G. Definisi Operasional............................................................................. 7 BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Pustaka...................................................................................... 10 1. Tahap Perkembangan Anak Sekolah Dasar..................................... 10 2. Metode Montessori .......................................................................... 15 3. Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ................... 19 4. Pembelajaran Matematika ............................................................... 28 5. Prestasi Belajar ................................................................................ 31 B. Hasil Penelitian yang Relevan ............................................................. 35 C. Kerangka Berpikir ................................................................................ 39 D. Hipotesis............................................................................................... 40 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ..................................................................................... 41 B. Desain Penelitian .................................................................................. 41 C. Waktu dan Tempat Penelitian .............................................................. 43 D. Variabel Penelitian dan Data Penelitian ............................................... 44 E. Populasi dan Sampel ............................................................................ 46 F. Teknik Pengumpulan Data ................................................................... 47 G. Instrumen Pengumpulan Data .............................................................. 48 H. Teknik Pengujian Instrumen ................................................................ 51 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI I. Prosedur Analisis Data ......................................................................... 65 J. Jadwal penelitian .................................................................................. 82 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Penelitian ............................................................................. 83 B. Hasil Penelitian .................................................................................... 87 C. Pembahasan .......................................................................................... 114 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan .......................................................................................... 117 B. Keterbatasan Penelitian ........................................................................ 118 C. Saran ..................................................................................................... 118 DAFTAR REFERENSI ................................................................................. 119 LAMPIRAN .................................................................................................... 123 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Tabel 3.1 Tabel 3.2 Tabel 3.3 Tabel 3.4 Tabel 3.5 Tabel 3.6 Tabel 3.7 Tabel 3.8 Tabel 3.9 Tabel 3.10 Tabel 3.11 Tabel 3.12 Tabel 3.13 Tabel 3.14 Tabel 3.15 Tabel 3.16 Tabel 3.17 Tabel 3.18 Tabel 4.1 Tabel 4.2 Tabel 4.3 Tabel 4.4 Tabel 4.5 Tabel 4.6 Tabel 4.7 Tabel 4.8 Tabel 4.9 Tabel 4.10 Tabel 4.11 Tabel 4.12 Tabel 4.13 Tabel 4.14 Tahap Perkembangan Menurut Piaget ........................................ 11 Jadwal Penelitian ......................................................................... 43 Kisi-Kisi Soal Pre-test dan Post-test ........................................... 49 Lembar Observasi ....................................................................... 50 Kriteria Hasil Validasi ................................................................. 52 Validasi Instrumen Silabus.......................................................... 53 Validasi Instrumen RPP .............................................................. 54 Validitas Instrumen Evaluasi ...................................................... 55 Rangkuman Hasil Validasi Muka untuk Instrumen Pembelajaran ............................................................................... 56 Rangkuman Hasil Validasi Muka untuk Instrumen Penelitian ..................................................................................... 57 Kisi-kisi Soal Uji Validasi Empiris ............................................. 58 Perbandingan r hitung dengan r tabel .......................................... 60 Rangkuman Hasil Uji Validitas Konstruk................................... 61 Hasil Uji Reliabilitas ................................................................... 63 Kriteria Hasil Uji Reliabilitas...................................................... 63 Kualifikasi Indeks Kesukaran ..................................................... 64 Hasil uji Indeks Kesukaran Soal ................................................. 65 Kategori Effect Size ..................................................................... 79 Jadwal Penelitian ........................................................................ 82 Kegiatan Pembelajaran Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen ................................................................ 85 Deskripsi Data Penelitian ............................................................ 87 Perbandingan Skor Hasil Pre-test dan Post-test ......................... 88 Hasil Perhitungan Uji Normalitas Skor Pre-test Kelompok Kontrol....................................................................... 92 Hasil Perhitungan Uji Normalitas Skor Pre-test Kelompok Eksperimen ................................................................ 94 Hasil Perhitungan Uji Homogenitas Skor Pre-test ..................... 97 Hasil Perhitungan Uji Independent t-test Skor Pre-test .............. 99 Hasil Perhitungan Uji Normalitas Skor Post-test Kelompok Kontrol....................................................................... 101 Hasil Perhitungan Uji Normalitas Skor Post-test Kelompok Eksperimen ................................................................ 102 Hasil Perhitungan Uji Homogenitas Skor Post-test .................... 105 Hasil Perhitungan Uji Independent t-test Skor Post-test ............. 108 Hasil Uji Koefisien Determinasi ................................................. 111 Uji Signifikansi Selisih Rata-rata Skor Pre-test dan Post-test Kelompok Kontrol ................................................. 112 Uji Signifikansi Selisih Rata-rata Skor Pre-test dan Post-test Kelompok Eksperimen .......................................... 114 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Geometric Stick Material Montessori ....................................... 24 Gambar 2.2 Geometric Stick Box.................................................................. 25 Gambar 2.3 Penggunaan Geometri Stick Box dalam Mengajarkan Materi Mengidentifikasi Jenis Sudut ........................................ 26 Gambar 2.4 Penggunaan Geometri Stick Box dalam Mengajarkan Materi Mengidentifikasi Jenis Sudut dengan Kartu Soal ......... 26 Gambar 2.5 Penggunaan Geometri Stick Box dalam Mengajarkan Materi Besar Sudut dengan Kartu Soal..................................... 27 Gambar 2.6 Literature Map Penelitian yang Relevan .................................. 38 Gambar 3.1 Desain Penelitian ...................................................................... 42 Gambar 3.2 Rumus Point Biserial ................................................................ 59 Gambar 3.3 Rumus Cronbach’s Alpha ......................................................... 62 Gambar 3.4 Rumus Indeks Kesukaran ......................................................... 64 Gambar 3.5 Rumus Kolmogorov-Sminov ..................................................... 69 Gambar 3.6 Rumus Lavene’s test ................................................................. 71 Gambar 3.7 Rumus Independent t-test ......................................................... 77 Gambar 3.8 Rumus Effect Size ..................................................................... 78 Gambar 3.9 Rumus Koefisien Determinasi .................................................. 79 Gambar 3.10 Rumus Paired t-test .................................................................. 80 Gambar 4.1 Grafik Perbandingan Skor Pre-test dan Post-test Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen ......................................... 89 Gambar 4.2 Histogram (kiri) dan P-P Plot (kanan) Skor Pre-test Kelompok Kontrol .................................................................... 93 Gambar 4.3 Histogram (kiri) dan P-P Plot (kanan) Skor Pre-test Kelompok Eksperimen ............................................................. 95 Gambar 4.4 Histogram (kiri) dan P-P Plot (kanan) Skor Post-test Kelompok Kontrol .................................................................... 102 Gambar 4.5 Histogram (kiri) dan PP Plot (kanan) Skor Post-test Kelompok Eksperimen ............................................................. 103 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat Penelitian ......................................................................... 123 Lampiran 2 Contoh Perangkat Pembelajaran Sebelum Uji Instrumen......... 127 Lampiran 3 Contoh Komentar Validitas Isi Perangkat Pembelajaran ......... 152 Lampiran 4 Hasil Validasi Muka Instrumen pembelajaran.......................... 157 Lampiran 5 Contoh Perangkat Pembelajaran Sesudah Uji Instrumen ......... 159 Lampiran 6 Contoh Instrumen Penelitian Sebelum Uji Instrumen .............. 184 Lampiran 7 Contoh Komentar Validitas Isi Instrumen Penelitian ............... 196 Lampiran 8 Hasil Uji Validitas Muka Instrumen Penelitian ........................ 201 Lampiran 9 Instrumen Penelitian untuk Uji Validitas Konstruk .................. 208 Lampiran 10 Contoh Pekerjaan Siswa Hasil Validitas Konstruk................... 219 Lampiran 11 Tabulasi Data Mentah Hasil Validitas Konstruk ...................... 230 Lampiran 12 Hasil Analisis Uji Instrumen Penelitian.................................... 233 Lampiran 13 Contoh Pekerjaan Pre-test dan Post-test .................................. 247 Lampiran 14 Tabulasi Data Mentah Skor Pre-test ......................................... 288 Lampiran 15 Tabulasi Data Mentah Skor Post-test ....................................... 293 Lampiran 16 Hasil Analisis Skor Pre-test (SPSS).......................................... 298 Lampiran 17 Hasil Analisi Skor Post-test (SPSS) .......................................... 306 Lampiran 18 Hasil Deskripsi Data Penelitian (SPSS) .................................... 314 Lampiran 19 Hasil Uji Signifikansi (SPSS) ................................................... 317 Lampiran 20 Hasil Observasi Pembelajaran .................................................. 320 Lampiran 21 Foto Penelitian .......................................................................... 325 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bab I memaparkan tentang latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional. A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah sarana yang penting untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menjamin kelangsungan suatu bangsa (Susanto, 2013: v). Pendidikan bisa didapatkan secara formal maupun non-formal. Pendidikan non-formal meliputi keluarga, dan masyarakat, sedangkan pendidikan formal didapat siswa melalui pembelajaran di sekolah. Pendidikan yang ada di sekolah mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga jenjang pendidikan tinggi. Pendidikan dasar yang dimaksud adalah pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) (Usman, 2011: 143). Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang paling berperan dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Sekolah diharapkan mampu membantu individu mengembangkan kemampuan intelektual dan keterampilan kerja, sehingga individu memiliki keahlian untuk bekerja dan ikut membangun bangsa (Hasbullah, 2006: 54-55). Sekolah memberikan pengetahuan kepada anak melalui berbagai macam mata pelajaran untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM). Mata 1

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 pelajaran yang diajarkan adalah Matematika, Bahasa Indonesia, PKn, IPA, dan IPS (Kemendikbud, 2011: 13). Matematika merupakan ilmu penting daripada ilmu yang lain karena matematika merupakan dasar bagi ilmu-ilmu lainnya (Suherman, 2003: 25). Posisi matematika terhadap ilmu lain membuat prestasi siswa di bidang matematika dapat dijadikan tolok ukur kualitas pendidikan pada suatu negara. Prestasi belajar siswa Indonesia di bidang matematika masih rendah, hal tersebut dapat dibuktikan pada hasil studi oleh TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study) dan PISA (Programme for International Student Assessment). TIMSS memiliki tujuan mengukur prestasi matematika dan sains negara peserta di seluruh dunia yang diselenggarakan setiap 4 tahun sekali (Kemendikbud, 2011). TIMSS merupakan studi internasional yang dikoordinasi oleh IEA (The International Association for the Evaluation of Educational Achievement) yang berpusat di Amsterdam Belanda. PISA adalah lembaga studi yang bertugas untuk literasi membaca matematika dan sains yang diselenggarakan setiap 3 tahun sekali (Kemendikbud, 2011). PISA adalah lembaga studi yang dikoordinasi oleh OECD (Organization for Economic Cooperation and Develompent) yang berpusat di Perancis. Hasil studi TIMSS pada tahun 1999, 2003, dan 2007 secara berurutan Indonesia memperoleh peringkat 32 dari 38 negara, peringkat 37 dari 46 negara, dan peringkat 35 dari 45 negara (Kemendikbud, 2011). Hasil studi yang terbaru dari TIMSS pada tahun 2011 menunjukkan prestasi matematika Indonesia berada pada peringkat 38 dari 40 negara peserta dengan perolehan skor 386 (Arora, 2011:

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 31). Hasil studi PISA pada tahun 2000, 2003, dan 2006 secara berurutan Indonesia memperoleh peringkat 39 dari 41 negara dengan perolehan skor 367, peringkat 38 dari 40 negara dengan perolehan skor 360, dan peringkat 50 dari 57 negara dengan perolehan skor 391 (Kemendikbud, 2011). Hasil studi PISA yang terbaru pada tahun 2012 Indonesia memperoleh peringkat 64 dari 65 negara (NECS, 2012). Prestasi matematika siswa Indonesia yang masih rendah menjadi tolak ukur kualitas pendidikan di Indonesia yang masih rendah. Rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia diakibatkan oleh buruknya sistem pendidikan di Indonesia (Tjalla, 2010: 3). Perubahan kurikulum KTSP menjadi kurikulum 2013 adalah upaya sadar pemerintah Indonesia untuk memperbaiki sistem pendidikan. Kurikulum 2013 menuntut guru menjadi fasilitator dan bukan lagi menjadi satusatunya sumber belajar (Napitupulu dalam Nuh, 2013: 209). Salah satu sumber belajar yang direncanakan dan diciptakan oleh guru sebagai penghubung pesan ajar disebut alat peraga atau media pembelajaran (Munadi, 2010: 5). Rendahnya prestasi belajar matematika dikarenakan masih berlakunya sistem menghapal rumus-rumus dalam pembelajaran matematika. Mata pelajaran matematika selama ini dianggap sebagai pelajaran yang abstrak bagi siswa. Matematika merupakan ide-ide abstrak yang berisi simbol-simbol (Susanto, 2013). Hudojo (2001: 208) mengatakan bahwa dalam mengajarkan matematika seharusnya dibutuhkan benda-benda konkret untuk menjembatani pola pikir siswa. Benda-benda konkret tersebut berupa alat peraga yang dapat memperjelas

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 materi yang disampaikan guru, sehingga siswa lebih mudah memahami (Heruman, 2008: 1). Alat peraga adalah benda konkret yang dapat membantu siswa dalam memahami materi matematika (Sitanggang, 2013: 3). Alat peraga dipandang dapat menjembatani pola pikir siswa dari hal yang abstrak ke konkret. Alat peraga memberikan kemudahan bagi siswa dalam memahami konsep yang abstrak, merangsang berpikir, memotivasi, aktif, dan merangsang untuk memecahkan masalahnya sendiri (Suherman, 2003: 243). Jerome Bruner menyatakan bahwa pengetahuan yang di peroleh siswa sendiri akan lebih bertahan lama dan pengetahuan yang diperoleh secara mandiri akan menghasilkan hasil yang paling baik (Dahar, 2012: 79). Pembelajaran secara mandiri merupakan salah satu karakteristik dari metode yang dikembangkan oleh Montessori (Montessori, 2013: 192). Montessori menyampaikan bahwa pemberian lingkungan maupun materi yang tepat dapat memancing spontanitas siswa dalam belajar dan mengembangkan pengetahuan secara mandiri (Montessori, 2002: 7-8). Montessori memperkenalkan model pembelajaran yang melatih seluruh panca indera dan keterampilan siswa dengan menggunakan alat peraga. Alat peraga Montessori adalah suatu material yang dapat digunakan oleh siswa dalam pembelajaran yang dirancang khusus agar menjadi alat peraga yang sederhana, menarik, memungkinkan siswa untuk bisa digunakan. Montessori math materials enable child to manipulate and repeat the use of materials until he can make his own abtraction out of his work (Lilard, 1997: 137). Maksudnya alat

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 peraga matematika Montessori memungkinkan siswa untuk memanipulasi dan mengulang terus menggunakan alat peraga tersebut sampai siswa dapat membuat abstraksinya sendiri dari pekerjaannya. Metode ini dapat memberi kesempatan siswa supaya dapat belajar secara mandiri, dan dapat memperbaiki kesalahan yang siswa lakukan sendiri (Lillard, 1997: 11). Alat peraga Montessori ini aman digunakan oleh siswa SD karena alat peraga Montessori ini menggunakan bahan yang aman untuk digunakan anak-anak, mempunyai warna yang menarik dan juga bentuk yang menarik. Hal ini dikarenakan alat peraga Montessori mempunyai ciri yaitu menarik, bergradasi, auto-correction dan auto-education (Montessori, 2002: 170-176). Montessori (2013: 83-84) mengungkapkan bahwa alat peraga Montessori dirancang sesuai dengan perkembangan anak, baik dalam hal perkembangan psikologi maupun fisiknya. Alat peraga Montessori dalam perkembangan psikologi dapat membantu siswa memahami matematika dari hal yang abstrak ke konkret. Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori”. B. Identifikasi Masalah Rendahnya prestasi belajar matematika Indonesia berdasarkan TIMSS dan PISA mencerminkan bahwa pendidikan di Indonesia tergolong rendah. Alat peraga Montessori diharapkan dapat membantu memahami mata pelajaran

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 matematika dari hal yang abstrak ke konkret dan dapat meningkatkan prestasi matematika khususnya prestasi metematika Indonesia di dunia Internasional. C. Batasan Masalah Penelitian ini dibatasi pada perbedaan prestasi belajar siswa kelas III SD Kanisius Sengkan tahun pelajaran 2013/ 2014 atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Alat peraga matematika berbasis metode Montessori yang digunakan berupa alat peraga Geometric Stick Box. Mata pelajaran yang diajarkan adalah mata pelajaran matematika kelas III dengan Standar Kompetensi (SK) 4. Memahami unsur dan sifat-sifat bangun datar sederhana untuk Kompetensi Dasar (KD) 4.2 yaitu Mengidentikasi berbagai jenis dan besar sudut. Peneliti memilih materi tersebut karena karakteristik alat peraga Geometric Stick Box sesuai dengan indikator-indikator yang akan dicapai. D. Rumusan Masalah Peneliti merumuskan masalah berdasarkan latar belakang penelitian ini yaitu “apakah ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori?”. E. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI F. 7 Manfaat Penelitian Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian maka manfaat penelitian ini adalah: 1. Bagi siswa Manfaat penelitian bagi siswa adalah siswa lebih tertarik mempelajari matematika dengan cara yang baru dan menggunakan alat peraga. Alat peraga yang digunakan membuat siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran. 2. Bagi guru Manfaat penelitian bagi guru adalah guru menjadi terpacu untuk melakukan pembelajaran yang lebih inovatif dengan menggunakan alat peraga dalam proses pembelajaran. Guru dapat meningkatkan kualitas dalam pembelajaran yang digunakan sehingga meningkatkan prestasi belajar siswa di bidang matematika. 3. Bagi sekolah Manfaat penelitian bagi sekolah adalah sekolah memperoleh masukan dan sumbangan positif bagi kemajuan kualitas sekolah. 4. Bagi peneliti Manfaat penelitian bagi peneliti adalah peneliti mendapat pengalaman, pengetahuan dan mengasah kemampuan dalam membuat perangkat pembelajaran menggunakan alat peraga berbasis Montessori. G. Definisi Operasional Penelitian ini perlu definisi operasional untuk menyamakan persepsi tentang hal-hal yang masih berbeda, yaitu :

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. 8 Matematika adalah salah satu mata pelajaran inti di sekolah dasar yang berisi rumus dan simbol-simbol. 2. Alat peraga adalah alat yang digunakan dalam pembelajaran yang dapat mempermudah siswa dalam memahami pelajaran. 3. Alat peraga matematika adalah alat peraga yang digunakan dalam pembelajaran matematika pada materi tertentu untuk mempermu dan siswa memahami materi. 4. Metode Montessori adalah metode yang dikembangkan oleh Maria Montessori dengan cara yang mengoptimalkan kemampuan panca indera dan memberikan kebebasan kepada siswa untuk melakukan dan menemukan pengetahuannya sendiri. 5. Alat peraga Montessori adalah alat peraga pembelajaran yang mempunyai spesifikasi: menarik, bergradasi, auto-corection, auto-education, dan kontektual. 6. Alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah alat peraga berbasis Montessori yang digunakan dalam pembelajaran matematika. 7. Prestasi belajar adalah kemampuan siswa dalam menyelesaikan berbagai variasi soal mengenai penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. 8. Siswa sekolah dasar adalah siswa yang berada pada jenjang sekolah dasar. 9. Pre-test adalah kegiatan yang dilakukan pada awal pembelajaran untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki oleh siswa dalam memahami materi penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10. 9 Post-test adalah kegiatan yang dilakukan di akhir pembelajaran untuk mengetahui kemampuan akhir yang dimiliki oleh siswa dalam memahami materi penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Bab II memaparkan empat bagian yaitu kajian pustaka, penelitian yang relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis. Kajian pustaka menguraikan tentang beberapa topik bahasan yang berkaitan dengan judul penelitian. Penelitian yang relevan berisi penelitian-penelitian yang berkaitan dengan variabel penelitian yang akan peneliti lakukan. Kerangka berpikir merupakan rumusan konsep yang diperoleh dari berbagai tinjauan teori. Hipotesis penelitian memaparkan dugaan sementara yang akan terjadi pada penelitian. A. Kajian Pustaka Kajian pustaka ini berisi tentang beberapa teori yang berkaitan dengan judul penelitian. Teori yang dibahas adalah tahap perkembangan anak sekolah dasar, alat peraga matematika Montessori, metode Montessori, pembelajaran matematika, materi sudut dan prestasi belajar. 1. Tahap Perkembangan Anak Sekolah Dasar Tahapan perkembangan anak dan karakteristik siswa Sekolah Dasar (SD) akan dipaparkan pada topik ini. Teori perkembangan anak diambil dari pendapat Piaget dan Montessori. 10

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI a. 11 Tahap Perkembangan Anak Piaget mengemukakan bahwa perkembangan merupakan suatu proses spontan dengan cakupan luas yang berakibat pada gejala pertambahan secara terus menerus, modifikasi, dan penyusunan ulang struktur psikologis (Salkind, 2009: 311). Piaget mengemukakan bahwa perkembangan merupakan proses berkelanjutan yang ditandai dengan berbagai perubahan dari tahapan satu ke tahapan selanjutnya. Setiap tahap tidak bisa dilompati karena urutan perkembangan sudah pasti dan saling mempengaruhi antara tahap satu dengan tahap selanjutnya (Salkind, 2009: 325). Tahap perkembangan kognitif oleh Piaget dibagi menjadi 4, yaitu: tahap sensorimotorik (usia 0-2 tahun), tahap pra-operasional (usia 2-7 tahun), tahap konkret operasional (usia 7-11 tahun), dan tahap operasional formal (usia 11 tahun ke atas) (Desmita, 2009: 101). Tabel 2.1 menjelaskan tentang tahap perkembangan kognitif menurut Piaget beserta deskripsi perkembangan yang terjadi dalam setiap tahap. Tabel 2.1 Tahap Perkembangan Menurut Piaget (Desmita, 2009: 101) Tahap Usia Deskripsi Perkembangan 1. Sensori Motor 0 – 2 tahun Bayi bergerak dari tindakkan reflek instinktif saat lahir sampai permulaan pemikiran simbolis. Pembangunan pemahaman didasarkan pada pengalaman-pengalaman sensor dan tindakkan fisik. 2. Pra-operasional 2 – 7 tahun Anak mulai menggambarkan dunia dengan kata-kata dan gambar-gambar yang dibuat. 3. Operasional 7 – 11 tahun Anak mulai berpikir secara logis mengenai Konkret peristiwa-peristiwa konkret dan mengklasifikasikan benda-benda ke dalam bentuk yang berbeda. 4. Operasional 11 – hingga Remaja mulai berpikir dengan cara yang lebih Formal dewasa abstrak, logis, dan lebih idealistik.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 Tabel 2.1 menjelaskan tahap perkembangan kognitif menurut Piaget. Tahap pertama adalah sensori motorik. Tahap sensori motorik ini terjadi ketika bayi berusia 0-2 tahun. Tahap ini bayi membentuk pemahaman yang dilandaskan pada pengalaman sensorik yang didapatkannya. Pengalaman sensorik didapatkan dari pengoptimalan panca indera untuk melakukan gerakan dan interaksi dengan orang atau benda di sekitar. Tahap perkembangan kognitif yang kedua adalah pra-operasional. Tahap praoperasional terjadi pada usia 2-7 tahun. Tahap ini anak mulai merepresentasikan katakata dan gambar-gambar. Kata atau gambar yang dilihat anak akan dijadikan media untuk mendapatkan pengalaman dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya. Perkembangan tersebut menunjukkan peningkatan simbolis yang melampaui hubungan informasi sensor dan tindakan fisik pada diri anak. Tahap ketiga adalah tahap operasional konkret. Tahap ketiga ini terjadi pada anak usia 7-11 tahun. Anak mulai berpikir secara logis mengenai peristiwa yang konkret. Anak juga sudah mulai mampu mengklasifikasikan benda-benda ke dalam berbagai jenis bentuk yang berbeda-beda. Anak dalam tahap operasional konkret tidak mampu melaksanakan operasi yang bersifat abstrak karena masih kesulitan dalam mengaitkan konsep abstrak dengan pengalaman konkret. Strategi pendidikan bagi anak operasional konkret semestinya tidak menganggap bahwa anak mampu belajar tanpa menggunakan pengalaman yang berlandaskan tindakan nyata (Salkind, 2009: 346).

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 Tahapan yang terakhir adalah tahap operasional formal . Tahapan ini terjadi pada usia 11 tahun hingga dewasa. Pada tahap ini remaja mulai mampu memecahkan masalah dan analisis sistematis. Kebanyakan dari anak-anak dalam tahap ini dapat menangani berbagai persoalan abstrak mengenai situasi-situasi yang berlawanan dengan fakta. Pemikiran remaja ditandai dengan kepekaan terhadap orang lain, kemampuan menghadapi pertentangan, dan kemampuan untuk menangani logika tingkat tinggi (Salkind, 2009: 350). Tokoh kedua adalah Maria Montessori yang menjelaskan tentang tahapan perkembangan anak. Maria Motessori membagi tahap perkembangan anak menjadi tiga tahapan, yaitu umur 0-6 tahun, 6-12 tahun, dan 12-18 tahun (Montessori, 2008: xii). Montessori menamai tahap pertama dengan sensorials explorers, tahap kedua reason explorers, dan tahap ketiga dinamakan humanistic explorers. “In the first plane of information, children are “senorials explorer”; in the second, they are “reason explorers”. Now, in the third plane, they became “humanistic explorers”, interested in the quality of society for themselves and for others peoples of the world” (Lillard, 1997: 154). Tahapan yang pertama adalah tahap usia 0-6 tahun. Usia 0-6 tahun disebut dengan masa sensorials explorers. Tahap sensorials explorers anak banyak menggunakan kelima panca indera untuk mendapatkan pengalaman baru. Usia 0-6 tahun adalah usia emas bagi anak-anak. Anak mulai belajar melakukan gerak, berlatih tentang keteraturan, menyayangi lingkungan, serta sangat peka terhadap susuatu yang bersifat mendetail dan bilangan atau angka. Tahap kedua disebut dengan reason explorers. Anak berada pada tahap kedua ketika berusia 6-12 tahun. Pada tahap ini, anak mulai

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 peka terhadap hal yang bersifat logika dan pembenaran. “Younger children ask “why” but they are in effect asking “what”, “what is that”, “what is it called”. In the words, they are searching for fact rasther than the reasons behind those facts” (Lillard, 1997: 47). Anak mulai bereksplorasi tentang pengetahuan melalui hal-hal konkret yang ditemui. Tahap ketiga ialah 12-18 tahun. Tahap ini disebut humanistic explorers. Tahapan ini, anak akan mengalami kematangan fisik dan mulai mencari model ideal yang akan menjadi idolanya dan menjadikannya acuan untuk diikuti. b. Tahap Perkembangan Siswa Sekolah Dasar Usia 6 tahun adalah rata-rata usia anak Indonesia ketika memasuki sekolah dasar dan selesai menjalani pendidikan pada usia 12 tahun (Desmita, 2009: 35). Usia 6 tahun sampai 12 tahun masuk pada tahap operasional konkret menurut Piaget dan masuk pada tahap kedua menurut Montessori. Piaget memaparkan bahwa anak usia sekolah dasar memiliki pemikiran operasional konkrit karena sudah mampu melakukan aktivitas mental mengenai hubungan-hubungan logis dari berbagai konsep yang difokuskan pada objek ataupun peristiwa konkret (Desmita, 2007: 156). Montessori berpendapat bahwa anak yang berada pada tahap kedua mulai mencari pengetahuan-pengetahuan baru melalui hal-hal konkret di sekitarnya (Lillard, 1997: 47). Kesamaan yang ada dalam kedua tahap dari masing-masing ahli adalah anak mulai mampu berpikir logis, mencari penjelasan, dan pengetahuan dari pengalamanpengalaman konkret yang dialaminya.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. 15 Metode Montessori Pada sub bab metode Montessori ini berisi tentang teori mengenai sejarah metode Montessori, dan metode Montessori. Sejarah metode Montessori menjabarkan asal terciptanya metode Montessori. Metode Montessori membahas berbagai aspek yang berkaitan dengan metode Montessori. a. Sejarah Metode Montessori Maria Montessori adalah seorang yang menciptakan metode ini. Montessori mengungkapkan dalam bukunya bahwa metode Montessori merupakan salah satu metode yang dalam pembelajaran dapat mengembangkan kebebasan berkarakter anak dengan cara yang mengagumkan dan luar biasa (Montessori, 2002: 33). Metode Montessori ini dapat digunakan dari mulai pra sekolah, paud, sekolah dasar, sampai sekolah menengah atas. Metode Montessori adalah salah satu metode pendidikan yang dicetuskan oleh seorang wanita dari Italia bernama Maria Montessori. Maria Montessori lahir pada 31 Agustus 1870 di kota Chiaravalle, Ancona, Italia Utara dan wafat pada usia ke-82 tepatnya 6 Mei 1952 karena pendarahan otak (Magini, 2013: 7&97). Montessori mengawali kariernya sebagai seorang dokter. Ketertarikan pertama Montessori terhadap anak-anak muncul saat ia menjadi konsultan dan terapis bagi anak-anak yang mengalami keterbelakangan mental di klinik psikiatri. Montessori merasa tersentuh ketika melihat anak-anak tunagrahita yang mendapat perlakuan tidak adil. Ia merasa tergugah untuk mencari solusi agar anak-anak tersebut dapat dididik layaknya anak-anak normal. Montessori banyak membaca literatur seperti yang

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 ditulis Itard, Seguin, dan Froebel untuk menemukan metode yang tepat. Seguin menekankan kecenderungan alamiah dan ketertarikan spontan anak-anak (Crain, 2007: 97-98) Pada tahun 1907 Montessori mendirikan sebuah sekolah di perumahan kumuh San Lorenzo yang diberi nama Casa dei Bambini, yang berarti rumah bagi anak-anak. Anak-anak yang bersekolah di sana adalah anak-anak pinggiran dengan kondisi kumuh. Montessori terus mengembangkan ide-idenya dan membawa alat-alat peraga didaktis bagi anak-anak di Casa dei Bambini (Crain, 2007: 99). b. Metode Montessori Metode Montessori menekankan konsep belajar sambil bermain pada anak (Holt, 2008: xi). Melalui kegiatan ini, anak merasa senang dan tanpa disadari telah mempelajari sesuatu yang baru melalui kegiatan bermain tersebut. Dalam kelas Montessori, anak-anak dapat memilih bekerja sendiri maupun dalam kelompok. Suasana kelas Montessori sangat tenang, sehingga memunculkan konsentrasi belajar yang penuh bagi anak. Montessori percaya bahwa konsentrasi yang penuh dapat membantu anak-anak mengembangkan kemampuan dirinya (Lillard, 2005: 20-21). Tujuan utama dari metode Montessori adalah membuat anak-anak mandiri dalam melakukan segala sesuatunya. Hal ini sesuai dengan motto terkenal Montessori yang menjadi filosofi dalam metode pendekatannya, yaitu “Tak ada orang bebas, kecuali dia MA NDIRI” (Magini, 2013: 54). Atas dasar filosofi yang digunakannya, Montessori melakukan berbagai eksperimen di Casa dei Bambini, salah satunya pada tahun 1907 tentang membaca dan menulis. Hasil yang diperoleh ternyata sangat

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 mengesankan, dimana anak usia empat hingga lima tahun telah dapat membaca dan menulis dengan lancar. Montessori banyak menemukan metode pendekatan berdasarkan beberapa penelitian eksperimen yang dilakukan di Casa dei Bambini. Metode inilah yang saat ini lebih dikenal dengan nama metode Montessori. Montessori mengungkapkan 8 prinsip pendidikan yang ia ciptakan (Lillard, 2005: 29). Prinsip yang pertama ialah konsep gerak (motorik) dan kognitif berhubungan begitu erat karena gerak dapat berpengaruh pada proses berpikir dan belajar. Konsep ini menjadi alasan alat peraga Montessori dibuat berdasarkan pada gerak motorik anak. Alat-alat peraga Montessori sengaja dibuat untuk membantu siswa mengeksplorasi inderanya. Prinsip yang kedua yaitu kontrol indera dalam kehidupan dapat mendukung siswa untuk belajar menjadi baik. Panca indera manusia berfungsi menerima informasi baru dari lingkungan sekitarnya, maka panca indera sangat penting bagi perkembangan siswa. Prinsip ketiga berfokus pada ketertarikan siswa. Montessori beranggapan bahwa siswa akan dapat belajar lebih baik jika mereka tertarik dengan apa yang sedang mereka pelajari. Prinsip yang keempat, pemberian penghargaan ekstrinsik untuk sebuah kegiatan, misalkan uang untuk membaca ataupun nilai tinggi untuk sebuah tes yang diberikan, merupakan motivasi yang berdampak negatif untuk mendorong aktivitas tersebut. Penghargaanpenghargaan tadi membuat siswa senang, namun jika yang terjadi adalah kebalikkannya maka siswa akan kecewa. Kekecewaan yang siswa rasakan akan dapat mempengaruhi motivasi belajarnya. Prinsip pembelajaran Montessori yang kelima adalah pengacakan secara kolaboratif dapat membuat keadaan sangat kondusif untuk

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 belajar. Keadaan kelas Montessori memiliki siswa dengan umur bervariasi sehingga dapat terjadi pembelajaran secara tentor sebaya. Prinsip keenam adalah belajar dengan hal konkret akan lebih bermakna bagi siswa daripada belajar dengan konsep abstrak. Hal konkret akan membantu siswa, khususnya pada tahap usia anak-anak untuk memahami pengetahuan dan informasi baru yang siswa dapatkan dari lingkungan sekitar. Interaksi anak dengan orang dewasa menjadi prinsip ketujuh pembelajaran Montessori. Bentuk-bentuk interaksi khusus orang dewasa akan terasosiasi oleh anak dan dapat dilihat pada output anak. Contoh interaksi anak dengan orang dewasa adalah interaksi siswa bersama guru. Interaksi yang terjalin tersebut dapat membentuk output siswa, maka interaksi harus dijalin dengan sebaik mungkin. Prinsip pembelajaran Montessori yang kedelapan adalah lingkungan. Lingkungan di sekitar siswa sangat bermanfaat. Lingkungan yang telah dikondisikan sesuai dengan kebutuhan siswa akan mendorong siswa untuk belajar dengan mandiri. Metode Montessori sangat erat hubungannya dengan adanya alat peraga. Melalui alat peraga, panca indera anak diasah. Alat peraga tersebut diproduksi oleh Montessori sendiri dengan mendasarkan pada pemikiran Jean Itard dan Edouard Seguin (Hainstock, 1997: 13). Montessori menciptakan alat peraga sesuai dengan keterampilan yang ada dalam tahap perkembangan anak, yaitu keterampilan hidup sehari-hari, bahasa, matematika, geografi, kesenian, pengetahuan alam, dan budaya. Beberapa teori yang telah terpapar dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan bahwa metode Montessori ialah cara penyampaian pembelajaran yang diciptakan Montessori untuk membantu siswanya memahami pengetahuan baru. Karakteristik

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 metode pembelajaran Montessori adalah memegang 8 prinsip yaitu mengutamakan gerak, mengeksplor panca indera, belajar sesuai ketertarikan siswa, tidak ada pemberian penghargaan, pengacakan kolaboratif, belajar dengan hal konkret, interaksi dengan orang dewasa, dan lingkungan sekitar yang mendukung. Prinsipprinsip tersebut dijalankan untuk membatu siswa dalam menyerap pengetahuan dan pembelajaran baru yang diterima. 3. Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Pada bagian ini akan membahas tentang pengertian alat peraga, alat peraga matematika berbasis metode Montessori, karakteristik alat peraga matematika berbasis metode Montessori, dan alat peraga Geometric Stick Box. a. Pengertian Alat Peraga Mempermudah dan membuat siswa mengerti materi pelajaran merupakan tugas guru. Salah satu cara yang dipakai oleh guru untuk membuat siswa menjadi mudah dalam memahami pembelajaran adalah dengan menggunakan alat peraga dalam pengajaran. Alat peraga adalah alat-alat yang dugunakan oleh guru ketika mengajar yang bertujuan untuk membatu guru dalam memperjelas materi pelajaran yang disampaikan kepada siswa dan mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa (Usman, 2011). Alat peraga yang dapat digunakan oleh guru dalam mengajar tidak perlu menggunakan alat peraga yang mahal dan juga tidah harus membeli. Guru dapat membuat sendiri alat peraga yang dibutuhkan oleh dalam mengajar materi tertentu.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 Alat peraga yang dibuat sendiri justru akan lebih pas dan sesuai dengan apa yang diinginkan. Ada banyak keuntungan jika dalam pembelajaran matematika menggunakan alat peraga (Suherman, 2003: 243). Keuntungan pertama yang didapat dalam penggunaan alat peraga matematika ialah kegiatan belajar mengajar lebih termotivasi. Siswa yang mempunyai motivasi belajar akan cenderung senang untuk belajar. Keuntungan kedua adalah konsep abstrak matematika tersaji dalam bentuk konkret. Bentuk konkret yang ditemui siswa membantu siswa untuk memahami materi baru yang diterima. Keuntungan lainnya adalah merangsang siswa untuk berpikir, merangsang siswa menjadi aktif, merangsang siswa untuk memecahkan masalahnya sendiri. Rangsangan yang ditimbulkan alat peraga tersebut dapat membuat siswa lebih mendalami materi yang dipelajari. b. Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Alat peraga Montessori merupakan salah satu alat peraga yang dapat digunakan oleh guru dalam membantu proses belajar siswa agar dapat lebih mudah dimengerti siswa. Alat peraga Montessori ini dikenal sebagai alat peraga yang menarik dan mempunyai warna yang menarik. Sifat menarik dari alat peraga Montessori inilah yang membuat alat peraga ini dipandang menjadi alat peraga yang tepat digunakan untuk membantu anak dalam belajar. Montessori memaparkan bahwa alat peraga menurutnya adalah suatu material yang dapat digunakan oleh siswa dalam pembelajaran yang dirancang khusus agar menjadi alat peraga yang sederhana, menarik, memungkinkan siswa untuk bisa

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 digunakan, memberi kesempatan siswa supaya dapat belajar secara mandiri, dan juga agar siswa dapat memperbaiki kesalahan yang siswa lakukan sendiri (Lillard, 1997: 11). Alat peraga matematika berbasis metode Montessori tidak didesain untuk mengajar matematika namun ditujukan untuk dapat membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan matematikanya (Lillard, 1997: 137). Kemampuan siswa yang dikembangkan seperti memahami perintah, memahami urutan, mengenal hal yang abstrak dan memiliki kemampuan untuk menyatukan semuanya itu menjadi sebuah temuan yang baru. Alat peraga matematika Montessori memang didesain dengan sederhana dan menarik sesuai dengan konsep pemikiran Montessori sendiri (Montessori, 2002: 169-175). Siswa diberi kesempatan secara utuh dan mandiri mengeksplorasi alat peraga tersebut dan melakukan perbaikan pada kesalahannnya sendiri tanpa harus dikoreksi orang lain. Berdasar pada teori-teori yang telah terpapar dapat disimpulkan bahwa alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah alat yang dirancang sendiri oleh Montessori guna menyampaikan pembelajaran matematika kepada siswa dengan memperhatikan ketertarikan siswa dan sederhana sehingga siswa berminat mengeksplorasi diri secara utuh dan mandiri. c. Karakteristik Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Alat peraga yang diciptakan oleh Montessori memiliki karakteristik yaitu menarik, bergradasi, auto correction, dan auto education. Karakteristik kontekstual pada alat peraga ditambahkan oleh peneliti di penelitian ini. Ciri kontekstual ditambahkan sebagai usaha untuk semakin dekat dengan sistem pembelajaran di

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 Indonesia. Karakteristik-karakteristik tersebut yang membedakan dengan alat peraga lain. Karakteristik yang pertama adalah menarik yaitu menarik bagi siswa untuk menggunakan alat peraga ketika alat peraga yang dibuat mampu membangkitkan motivasi siswa dalam menggunakannya. Siswa akan belajar menggunakan dengan menyentuh, meraba, memegang, dan merasakan suatu benda nyata. Alat peraga yang dibuat lembut dan warna yang ditampilkan cerah (Montessori, 2002: 175). Karakteristik yang kedua adalah memiliki gradasi atau bergradasi. Alat peraga Montessori memiliki rangsangan dengan gradasi yang rasional (Montessori, 2002: 175). Contohnya seperti yang dikatakan oleh Magini (2013: 49) dimana ada seorang gadis kecil yang berusia tiga tahun mengambil balok silinder dan mencoba memasangkannya secara bergradasi dan membongkar pasangan balok silinder sebanyak empat puluh dua kali. Alat peraga balok silinder merupakan salah satu alat peraga yang diciptakan oleh Montessori, balok silnder memiliki ukuran-ukuran yang berbeda-beda. Berbagai ukuran silinder dimasukkan kedalam lubang-lubang kayu sampai memperoleh bentuk yang pas. Gradasi alat peraga dapat berupa gradasi warna, bentuk, ukuran, dan gradasi umur. Gradasi umur artinya alat peraga tersebut dapat digunakan oleh semua orang. Karakteristik yang ketiga adalah auto-education. Alat peraga yang diciptakan Montessori memungkinkan anak belajar mandiri. Anak juga dapat lebih berkembang dalam kegiatan pembelajaran tanpa campur tangan orang dewasa (Montessori, 2002: 175). Guru hanya sebagai pengamat yang mengamati siswa dan melihat kondisi

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 kesiapan siswa dengan memperkirakan kebutuhan khusus yang dimilikinya (Crain, 2007: 100). Karakteristik yang keempat adalah auto-correction dimana alat peraga mempunyai pengendali jika terdapat kesalahan. Pengendali kesalahan alat peraga dapat berupa kunci jawaban atau ketika menggunakan alat peraga dan terjadi kesalahan, anak dapat mengetahuinya. Anak mampu mengetahui kesalahannya sendiri tanpa diberitahukan orang lain. Contohnya pada alat peraga balok silinder tadi, siswa akan menggunakan alat tersebut sampai memperoleh bentuk dan ukuran yang pas dengan cara melakukannya secara berulang-ulang hingga ia berhasil menemukan pembenaran (Montessori, 2002: 175). Karakteristik alat peraga Montessori yang kelima adalah kontekstual. Penerapan alat peraga matematika Montessori di Indonesia memunculkan karakteristik yang ke lima yaitu kontekstual. Karakteristik kontekstual muncul untuk menjembatani pembuatan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Alat peraga Montessori yang asli terbuat dari kayu yang tidak ada di Indonesia, maka kontekstual memungkinkan pembuatan alat peraga dari bahan lain yang dekat dengan lingkungan sekolah. Nilai kontekstual juga diharapkan dapat membuat siswa merasa mengenal alat peraga tersebut sehingga mudah beradaptasi dengan alat dan mudah menggunakan.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI d. 24 Alat Peraga Geometric Stick Box Alat peraga Geometric Stick Box adalah alat peraga Montessori yang direplikasi dan dimodifikasi. Alat tersebut pengembangan dari alat peraga geometri stick material Montessori. Gambar 2.1 Geometric Stick Material Montessori Geometri stick material digunakan pada kelas dasar untuk mempelajari garis, sudut, bangun dan analisis bentuk (Nienhius, 2013). Pengembangan yang dilakukan adalah bahan yang digunakan kayu yang berasal dari Indonesia, penutup box digunakan sebagai papan kerja yang disertai spon, tambahan laci untuk menyimpan kartu soal dan jarum pentul. Alat peraga yang digunakan dalam penelitian ini dinamakan Geometric Stick Box. Alat peraga tersebut digunakan pada standar kompetensi memahami unsur dan sifat-sifat bangun datar sederhana. Kompetensi dasar mengidentifikasi berbagai jenis dan besar sudut. Materi mengidentifikasi jenis sudut dan besar sudut pada kelas III semester 2.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 Gambar 2.2 Geometric Stick Box Gambar 2.2 menunjukkan gambar alat peraga Geometric Stick Box. Alat peraga tersebut terdiri dari papan kerja, stick, segitiga siku-siku, jarum pentul, kartu huruf, kartu angka, kartu nama sudut, kartu jenis sudut, kartu soal berserta kunci jawaban. Geometri stick box berbentuk balok memiliki penutup yang berfungsi sebagai papan kerja. Alat tersebut memiliki laci untuk menyimpan jarum pentul, kartu soal dan kartu jenis sudut. Stick digunakan untuk membentuk kaki sudut dan sebagai jarum yang dibentuk pada suatu jam. Kartu huruf digunakan untuk memberi nama pada sudut yang dibentuk. Kartu angka digunakan untuk mengurutkan sudut yang dibentuk dari terkecil atau terbesar. Kartu jenis sudut digunakan untuk memberi nama jenis sudut. Jarum pentul digunakan untuk menahan stick agat tidak bergeser. Papan kerja memiliki dua sisi berfungsi untuk membuat sudut dan menghitung besar sudut yang dibentuk oleh jam. Penggunaan Geometric Stick Box untuk mengajarkan materi mengidentifikasi jenis sudut dengan papan kerja, dua stick berbeda warna, jarum pentul, dan kartu huruf.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Gambar 2.3 Penggunaan Geometric Stick Box dalam Mengajarkan Materi Mengidentifikasi Jenis Sudut Gambar 2.3 menunjukkan penggunaan alat peraga untuk mengajarkan materi mengidentifikasi sudut. Siswa diminta membuat sudut yang ingin mereka buat dengan stick, jarum pentul, kartu huruf dan segitiga siku-siku. Siswa mengambil segitiga siku-siku untuk mengidentifikasi jenis sudut yang dibentuk. Sudut lancip jika besar sudut yang dibentuk lebih kecil dari segitiga siku-siku, tumpul jika besar sudut yang dibentuk lebih dari segitiga siku-siku dan siku-siku jika besar sudut yang dibentuk sama besar dengan segitiga siku-siku. Gambar 2.4 Penggunaan Geometric Stick Box dalam Mengajarkan Materi Mengidentifikasi Jenis Sudut dengan Kartu Soal Gambar 2.4 menunjukkan cara penggunaan alat peraga dalam mengajarkan materi mengidentifikasi jenis sudut dengan kartu soal. Siswa mengambil salah satu soal dari paket soal 3 dan segitiga siku-siku. Segitiga siku-siku diletakkan di atas soal

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 untuk mengidentifkasi jenis sudut yang dibentuk. Sudut lancip jika besar sudut yang dibentuk lebih kecil dari segitiga siku-siku, tumpul jika besar sudut yang dibentuk lebih dari segitiga siku-siku dan siku-siku jika besar sudut yang dibentuk sama besar dengan segitiga siku-siku. Gambar 2.5 Penggunaan Geometri Stick Box dalam Mengajarkan Materi Besar Sudut dengan Kartu Soal Gambar 2.5 menunjukkan cara penggunaan alat peraga dalam mengajarkan materi besar sudut dengan kartu soal. Siswa mengambil papan kerja dengan sisi jam, dua stick dengan warna yang berbeda, jarum pentul dan kartu soal. Siswa membentuk jam sesuai dengan kartu soal. Siswa menghitung besar sudut yang dibentuk dengan menghitung setiap kali berpindah membentuk sudut 300. Siswa menghitung besar

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 sudut yang dibentuk. Siswa mencocokan dengan kunci jawaban yang berada di balik kartu soal. 4. Pembelajaran Matematika Pembelajaran dalam dunia pendidikan merupakan sebuah interaksi yang terjalin antara pendidik dan peserta didik. Suatu kegiatan dimana ada seorang guru atau pendidik dan juga siswa atau peserta didik yang melakukan interaksi antar keduanya dapat dikatakan merupakan sebuah pembelajaran. Susanto (2013: 34) juga berpendapat dalam bukunya bahwa pembelajaran merupakan komunikasi dua arah yang dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik sedangkan belajar dilakukan oleh siswa sebagai peserta didik. Salah satu pelajaran yang diajarkan oleh seorang guru pada peserta didiknya adalah mata pelajaran matematika. Pembelajaran matematika merupakan suatu kegiatan proses belajar mengajar yang tidak lepas dari dua unsur. Unsur pada pembelajaran matematika tersebut adalah belajar dan mengajar (Susanto, 2013). Pembelajaran matematika di sekolah dasar merupakan salah satu pembelajaran yang dalam pencapaian prestasi belajar siswa bergantung pada cara guru dalam mengajar. Matematika merupakan pelajaran yang abstrak bagi siswa. Susanto (2013: 40) juga mengatakan hal yang sama bahwa matematika merupakan ide-ide abstrak yang berisi simbol-simbol. Peran guru sangatlah besar dalam keberhasilan sebuah pembelajaran matenatika, karena guru harus bisa menyampaikan materi dan siswa dapat memahaminya.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI a. 29 Pengertian Matematika Soedjadi (2000: 11) memberikan pendapat bahwa matematika merupakan suatu ilmu yang memiliki objek abstrak, bertumpu pada kesepakatan dan berpola pikir deduktif. Beliau juga menyampaikan bahwa matematika adalah cabang ilmu eksak dan teroganisir secara sistematik yang mencakup tentang bilangan dan kalkulasi, penalaran logis, tentang fakta kuantitatif, masalah tentang ruang, bentuk, mengenai struktur yang logis serta memiliki aturan yang ketat (Soedjadi, 2000: 24). Pakar lain yang menyampaikan pendapatnya mengenai matematika yaitu Susanto. Beliau memaparkan bahwa matematika merupakan kumpulan ide abstrak yang isinya simbol-simbol. Simbol-simbol tersebut dapat dipahami hanya jika sudah memahami konsep pokoknya (Susanto, 2013: 183). Penjelasan-penjelasan dari para ahli dapat dapat dijadikan landasan untuk menyimpulkan bahwa pembelajaran matematika adalah suatu proses kegiatan belajar dan mengajar yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan perilaku yang mencakup tentang bilangan, kalkulasi, penalaran logis, fakta kuantitatif, keruangan, bentuk, struktur logis, dan pemahaman atas simbol-simbol yang digunakan. b. Tujuan Pembelajaran Matematika Ekawati (2011: 10) memaparkan pendidikan matematika mempunyai dua tujuan, yaitu pertama bersifat formal, menekankan pada penalaran nalar serta pembentukan kepribadian. Tujuan kedua bersifat material, sifat ini penekanannya pada penerapan matematika serta keterampilan matematika. Tujuan umum matematika lebih menitik beratkan pada penalaran dan penanaman sikap (Suherman,

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 2003: 58). Penalaran dan sikap menjadi fokus karena kedua aspek tersebut karena dengan penalaran dan sikap yang benar akan membatu siswa dalam memahami konsep matematika sehingga mampu mengerjakan semua jenis soal matematika. Tujuan matematika pada pendidikan sekolah dasar adalah mengupayakan siswa agar dapat menggunakan matematika pada kehidupannya (Susanto, 2013: 189). Standar isi kurikulum KTSP menuangkan tujuan pembelajaran matematika ialah mengupayakan siswa dapat memahami konsep matematika (BSNP, 2006: 417). Tujuan matematika yang lain adalah mengasah kemampuan siswa untuk memecahkan masalah. Kemampuan pemecahan masalah dinilai penting karena pada umumnya halhal yang menuntut untuk diselesaikan siswa adalah sebuah permasalahan yang harus dipecahkan. Membuat siswa mampu menerapkan pengetahuan matematikanya dalam kehidupan sehari-hari juga merupakan tujuan matematika. Permasalahan matematika akan banyak muncul dikehidupan sehari-hari, misalnya jual beli dan pengukuran terhadap suatu benda. Mengacu pada teori mengenai tujuan matematika yang telah terpapar dapat dikatakan bahwa inti dari tujuan pembelajaran matematika adalah penguasaan konsep metematika dengan menggunakan penalaran dan penanaman sikap untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dari seorang siswa. c. Materi Sudut Matematika merupakan pelajaran yang mempunyai banyak sekali materi. Materi yang ada pada mata pelajaran matematika salah satunya adalah sudut. Materi sudut ini merupakan materi di kelas III semester genap. Sudut mempunyai arti ujung atau pangkal dari dua buah garis atau sinar yang bertemu atau berpotongan akan

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 membentuk sebuah sudut, atau dapat juga diartikan sebagai daerah yang dibatasi oleh dua sinar atau garis (Sulardi, 2006). Materi sudut di kelas III ini anak akan belajar apa itu sudut dan berbagai macam jenis sudut. 5. Prestasi Belajar Pada sub bab ini diuraikan mengenai teori belajar, pengertian belajar, pengertian prestasi belajar, dan faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. a. Teori Belajar Terdapat beberapa teori belajar yang dikemukakan oleh para ahli. Teori-teori tersebut mengalami perkembangan seiring perkembangan zamandi dunia. Teori yang dibahas dalam penelitian ini ada dua yaitu teori kognitivisme dan teori konstruktivisme.Kedua teori tersebut dibahas karena dianggap sejalan dengan penelitian ini. 1) Teori Kognitivisme Teori kognitivisme adalah teori yang menjelaskan hal-hal yang bekaitan dengan kemampuan manusia dalam memahami pengalaman-pengalamannya sehingga menjadi bermakna bagi manusia. “K ognitivisme meyakini bahwa belajar adalah hasil dari usaha individu dalam memaknai pengalaman-pengalamannya yang berkaitan dengan dunia disekitarnya” (J amaris, 2013: 125). Belajar pengetahuan terdiri dari tiga fase, yaitu eksplorasi, pengenalan konsep, dan aplikasi konsep (Dimyati & Mudjiono, 2006: 14). Fase eksplorasi, pada fase ini siswa mempelajari gejala yang ia temukan. Fase pengenalan konsep digunakan siswa untuk mengenal konsep yang berhubungan dengan gejala yang ditemukan. Fase aplikasi konsep, pada fase ini siswa

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 menggunakan konsep yang disimpulkan untuk meneliti gejala lain. Ahli yang menganut teori kognitivisme ialah Jean Piaget, Jerome Brunner, Kurt Lewin, Robert M. Gagne, dan David P. Ausubel. Gagne berpendapat bahwa belajar merupakan seperangkat proses kognitif yang mengubah sifat stimulan dari lingkungan, melewati pengolahan informasi, menjadi kapabilitas baru yang berupa keterampilan, pengetahuan, sikap dan nilai (Dimyati & Mudjiono, 2006: 10). 2) Teori Konstruktivisme Kontruktivisme merupakan pendekatan dalam psikologi yang meyakini bahwa siswa mampu membangun pemahaman dan pengetahuan sendiri tentang dunia sekitarnya melalui pengalaman-pengalamannya (Jamaris, 2013: 148). Tokoh yang menganut teori belajar konstruktivisme diantaranya J. J. Bruner, Jean Piaget, dan Vygotsky. J. J. Bruner berpendapat bahwa alangkah baiknya jika sekolah dapat menyediakan kesempatan bagi siswanya untuk maju dengan cepat sesuai dengan kemampuan siswa dalam suatu mata pelajaran (Slameto, 1988: 13). Lingkungan yang hendaknya disediakan sekolah adalah lingkungan yang memungkinkan siswa untuk melakukan eksplorasi dan menemukanpenemuan baru. Bruner mempertegas bahwa dalam membangun pengetahuannya, siswa memilih memperkuat pengetahuannya melalui berbagai kegiatan, seperti mengajukan hipotesis dan membuat berbagai keputusan untuk hal-hal baru yang ditemuinya (Jamaris, 2013: 149). Piaget mengungkapkan gagasan yang sejalan dengan Bruner. Piaget berpendapat bahwa kemampuan berpikir siswa diperoleh dari berbagai pengalaman dalam melaksanakan

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 tindakan guna pemecahan masalah sehingga siswa aktif membangun pengetahuannya sendiri (Jamaris, 2013: 151). Kedua teori beranggapan bahwa siswa memiliki kemampuan kognitif untuk memahami ataupun mengerti hal-hal disekitarnya secara mandiri. Teori kognitivisme berpandangan bahwa setiap siswa memiliki kemampuan berpikir untuk memaknai pengalaman-pengalaman yang ditemui sehingga dapat menjadikannya keterampilan dan pengetahuan baru. Sejalan dengan teori kognitif, teori kontruktivisme memandang bahwa siswa dengan bekal kognitif yang dimilikinya mampu membangun pemahaman dan pengetahuan dengan membelajarkan dirinya sendiri secara mandiri. Kedua teori ini dijadikan landasan dalam penelitian ini dalam memaknai proses belajar. b. Pengertian Belajar Siregar (2010: 3) menjelaskan bahwa belajar merupakan sebuah proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang, berlangsung seumur hidup, sejak masih bayi (bahkan dalam kandungan) hingga liang lahat. Seseorang telah belajar sesuatu dapat diketahui dengan adanya perubahan tingkah laku dalam dirinya. Perubahan tingkah laku tersebut berupa perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor) serta nilai dan sikap (afektif). Pendapat lain dikatakan oleh Dimyati (2006: 7) belajar merupakan tindakan dan perilaku yang kompleks. Sebagai tindakan, maka belajar hanya dialami oleh siswa itu sendiri. Siswa adalah penentu terjadi atau tidaknya proses belajar.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 Kesimpulan yang dapat diperoleh bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu dalam interaksi dengan lingkungannya.Belajar adalah aktifitas sadar dan pengalaman yang dilakukan seseorang untuk memperoleh konsep dan pengetahuan baru sehingga dapat mengubah tingkah laku diri yang relatif tetap.Pengetahuan tersebut dapat menjadikan seseorang memperoleh pengalaman baru. c. Pengertian Prestasi Belajar Widiyoko (2009: 25) merumuskan bahwa hasil belajar merupakan perubahan yang terjadi pada diri siswa sebagai akibat kegiatan pembelajaran.Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui proses pembelajaran (Susanto, 2013: 5). Hasil belajar yang didapatkan siswa berupa pemahaman konsep, keterampilan proses, dan sikap siswa. Dipertegas oleh Sudjana (2005: 3) yang mengatakan bahwa prestasi belajar ialah hasil belajar yang dicapai oleh siswa dengan kriteria tertentu sehingga untuk mengetahui tingkat prestasi belajar maka perlu dilakukan evaluasi belajar. Prestasi belajar sesungguhnya adalah hasil belajar, namun pada umumnya hanya mengarah pada aspek kognitif saja. Winkel (2007: 162) mengatakan bahwa “prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya”. Prestasi belajar yang dicapai oleh seseorang merupakan hasil interaksinya dengan berbagai faktor,baik dari dalam diri sendiri maupun dari luar diri.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI d. 35 Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Prestasi belajar dipengaruhi oleh banyak faktor. Secara umum faktor-faktor tersebut dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu faktor eksternal dan faktor internal (Slameto, 2002: 60). Faktor eksternal adalah segala faktor yang ada di luar diri siswa yang memberikan pengaruh terhadap aktivitas dan hasil belajar yang dicapai siswa. Faktor ekstern yang berpengaruh terhadap belajar dapatlah dikelompokkan menjadi 3 faktor, yaitu faktor keluarga, faktor sekolah dan faktor masyarakat. Faktor internal adalah faktor yang ada di dalam diri siswa yang memberikan pengaruh terhadap aktivitas dan hasil belajar yang dicapai siswa. Teori Gestalt (dalam Susanto, 2013:12) menyatakan bahwa belajar merupakan suatu proses perkembangan yang bisa dipengaruhi oleh faktor diri siswa sendiri dan faktor lingkungan. Pendapat tersebut dapat menjadi dasar bahwa hasil belajar juga dipengaruhi oleh dua hal yakni siswa sendiri dan lingkungannya. Prestasi belajar merupakan hasil belajar yang mengarah pada aspek kognitif saja sehingga dapat dikatakan faktor yang yang mempengaruhi hasil belajar sama dengan faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. B. Penelitian yang Relevan Penelitian tentang penggunaan alat peraga berbasis metode Montessori sudah pernah dilakukan oleh beberapa peneliti. Penulis memaparkan empat penelitian yang relevan dengan penelitian ini sebagai pendukung penelitian ini. Keempat penelitian

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 tersebut adalah penelitian milik Koh & Frick (2010), Lestari (2013), Lopata (2005), dan Riyanto (2010). Koh & Frick (2010) melakukan penelitian tentang penerapan dukungan untuk kebebasan individu (autonomy support) pada sekolah Montessori di Indiana, USA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik guru yang mempunya kebebasan individu di dalam kelas Montessori. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebebasan individu terhadap motivasi instrinsik siswa dalam bekerja. Subjek penelitian ini adalah guru, asisten, dan 28 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dan asisten memiliki strategi yang mendukung kemandirian siswa dan sesuai dengan metode Montessori. Siswa di sekolah Montessori memiliki motivasi intrinsik yang tinggi dalam mengerjakan tugasnya. Lestari (2013) melakukan penelitian tentang efektivitas alat peraga matematika. Alat peraga yang digunakan adalah kertas persegi satuan untuk materi luas persegi dan persegi panjang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterlibatan, minat, dan pengaruh alat peraga dalam pembelajaran matematika. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian gabungan kuantitatif dan kualitatif. Subjeknya adalah siswa kelas III sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh alat peraga terhadap keterlibatan siswa yang mencapai 100%. Peningkatan juga terjadi pada minat yang besarnya 100%, namun tidak ada pengaruh alat peraga terhadap kemampuan siswa. Penelitian yang dilakukan oleh Lestari dapat dijadikan referensi bagi penelitian ini. Metode yang digunakan lebih kaya karena menggabungkan dua metode.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 L opata (2005) dalam artikel penelitiannya yang berjudul “Comparison of Academic Achievement Beetween Montessori and Traditional Education Programs” menyatakan bahwa metode Montessori dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang sebagian besar merupakan siswa minoritas dan berasal dari keluarga yang pendapatannya rendah. L opata mengatakan,”Result of the study succes to support the hypothesis”, penelitian ini telah berhasil mendukung hipotesis. Hipotesis penelitian ini adalah metode Montessori dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini relevan dengan penelitian yang akan dilaksanakn oleh peneliti karena dalam penelitian ini juga mengukur tentang prestasi belajar siswa. Penjabaran hasil penelitian di atas dapat merujuk pada kesimpulkan bahwa metode montessori dan alat peraga montessori dapat berpengaruh dan meningkatkan prestasi belajar siswa dan alat peraga dapat meningkatkan minat belajar matematika siswa. Riyanto (2010) meneliti peningkatan keaktifan dan kemampuan mengidentifikasi jenis dan besar sudut melalui metode Student Teams Achievement Division (STAD). Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan adalah 60. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan keaktifan peserta didik saat pembelajaran. Peningkatan yang terjadi sangat signifikan. Siklus I siswa yang aktif sebanyak 47,4% dan pada siklus II siswa yang aktif sebanyak 68,4%. Hasil belajar siswa dalam mengidentifikasi jenis dan besar sudut dengan metode STAD prasiklus menunjukkan bahwa 47,3% siswa berada di atas KKM. Hasil belajar siswa dalam mengidentifikasi jenis dan besar sudut dengan metode STAD pada siklus I menunjukkan bahwa 63,2 % siswa berada di atas KKM. Hasil belajar siswa dalam

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 mengidentifikasi jenis dan besar sudut dengan metode STAD pada siklus II menunjukkan bahwa 78,9% siswa berada di atas KKM. Penelitian tentang Montessori Koh & Frick (2010) Penerapan kemandirian individu dan pengaruhnya terhadap motivasi intrinsik siswa Montessori Penelitian tentang materi sudut Riyanto (2010) Keaktifan dan kemampuan mengidentifikasi jenis dan besar sudut-metode Student Teams Achievement Division (STAD) Penelitian tentang alat peraga matematika Lestari (2013) Efektivitas alat peraga matematika kertas persegi satuan Lopata (2005) dalam artikel penelitiannya yang berjudul “Comparison of Academic Achievement Beetween Montessori and Traditional Education Programs” Perbedaan Prestasi Belajar Siswa atas Penggunaan Alat Peraga Berbasis Montessori Gambar 2.6 Literature map penelitian yang relevan Gambar 2.6 menunjukkan literature map penelitian yang relevan dengan penelitian ini. Penelitian relevan yang digunakan antara lain adalah penerapan kemandirian individu dan pengaruhnya terhadap motivasi intrinsik siswa Montessori (Koh & Frick, 2010), efektivitas alat peraga matematika kertas persegi satuan (Lestari, 2013), prestasi belajar siswa dengan metode Montessori (Lopata, 2005), dan keaktifan dan kemampuan mengidentifikasi jenis dan besar sudut-metode Student

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Teams Achievement Division (STAD) (Riyanto, 2010). Penelitian tersebut relevan dengan penelitian ini pada bagian tujuan ataupun hipotesis penelitiannya. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian relevan adalah pengambilan variabel penelitian dan subjek penelitian. Belum ada penelitian relevan yang menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dan belum ada yang memiliki subjek penelitian siswa kelas III. C. Kerangka Berpikir Matematika merupakan salah satu bidang ilmu yang dipelajari pada berbagai tingkat pendidikan. Ilmu matematika mengandung konsep-konsep yang wajib dimiliki seorang individu untuk mendukung memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Konsep yang terkandung dalam materi matematika adalah konsep abstrak yang sulit dipahami oleh anak. Pembelajaran matematika harus dibantu menggunakan sebuah alat peraga konkret agar siswa mudah memahami materi matematika yang bersifat abstrak. Pemilihan alat peraga dilakukan dengan teliti. Tidak semua alat peraga sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. Maria Montessori adalah salah satu ahli pendidikan yang mengembangkan alat peraga sebagai sarana untuk membelajarkan siswa. Alat peraga berbasis Montessori memiliki karakteristik yang unik karena menarik, memiliki: (1) gradasi, (2) auto-education, (3) auto-correction dan (4) menarik, dan (5) kontekstual. Karakteristik-karakteristik tersebut sejalan dengan karakteristik siswa SD yang mudah tertarik dengan warna yang indah dan nyaman

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 untuk bekerja mandiri, sehingga alat peraga berbasis Montessori dipandang efektif untuk mengatasi permasalahan prestasi belajar siswa. Alat peraga akan meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran. Tingginya minat siswa dapat membuat siswa jauh lebih fokus belajar. Siswa juga akan lebih senang dalam belajar, karena penggunaan alat peraga memungkinkan anak untuk belajar sambil bermain. Apabila kondisi pembelajaran berjalan sebagaimana mestinya, maka alat peraga berbasis Montessori akan berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. D. Hipotesis Penelitian Hipotesis penelitian berisi tentang dugaan sementara yang akan terjadi pada penelitian. Hipotesis pada penelitian ini adalah ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bab III ini berisi tentang penjelasan jenis penelitian, desain penelitian, waktu dan tempat penelitian, variabel dan data penelitian, populasi dan sampel penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen pengumpulan data, teknik pengujian instrumen, prosedur analisis data, dan jadwal penelitian. A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan jenis Quasi Experimental. Penelitian kuantitatif merupakan metode yang digunakan untuk menguji teori tertentu dengan meneliti hubungan antar variabel. Variabel ini biasanya diukur menggunakan instrumen penelitian, sehingga data yang diperoleh terdiri dari angka yang dapat dianalisis berdasarkan prosedur statistik (Creswell, 2012: 5). Penelitian Quasi Experimental mempunyai dua kelompok yang sudah terbentuk secara alami. Dua kelompok ini adalah kelompok eksperimen dan kelompok kelompok kontrol. Kelompok kontrol tidak sepenuhnya dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang dapat mempengaruhi pelaksanaan eksperimen (Sugiyono, 2010: 114). B. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan bentuk desain Non Equivalent Control Group Design. Kedua kelompok mendapatkan pre-test dan post-test. Bedanya hanya 41

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 kelompok eksperimen saja yang mendapatkan perlakuan (Creswell, 2012: 242). Desain ini membandingkan 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen dijadikan kelas yang dalam pembelajarannya menggunakan alat peraga Geometric Stick Box. Kelompok kontrol dijadikan kelas yang tidak diberi perlakukan atau dalam pembelajarannya tidak menggunakan alat peraga seperti kelompok eksperimen. Tindakan yang dilakukan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dalam penelitian ini dapat digambarkan pada gambar 3.1. O1 x O2 O3 O4 Gambar 3.1 Desain Penelitian (Creswell, 2012: 242) Keterangan : O1 = Hasil pre-test kelompok eksperimen O2 = Hasil post-test kelompok eksperimen O3 = Hasil pre-test kelompok kontrol O4 = Hasil post-test kelompok kontrol x = Perlakuan Penelitian ini menggunakan pre-test untuk menguji pengetahuan siswa sebelum siswa mempelajari materi. Pre-test ini diberikan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Soal yang diberikan sama dari mulai jenis soal dan jumlah soalnya. Soal yang sama ini juga digunakan oleh peneliti di akhir penelitian sebagai post-test. Post-test ini merupakan tes yang diberikan pada siswa untuk mengetahui pemahaman siswa mengenai materi yang telah dipelajari.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C. 43 Waktu dan Tempat Penelitian Bagian ini menjelaskan waktu dan tempat penelitian. Waktu penelitian berisi tentang tanggal dan kegiatan yang dilakukan. Tempat berisi tentang lokasi tempat penelitian. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut dari waktu dan tempat penelitian. 1. Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada minggu pertama dan kedua bulan Februari 2014 (lampiran 1). Jadwal penelitian diputuskan bersama dengan guru kelas agar sesuai dengan jadwal guru mengajarkan materi sudut. Guru yang mengajar pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen adalah guru yang sama. Jadwal melakukan penelitian di kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan secara beriringan untuk mengurangi terjadinya bias. Jadwal penelitian dapat dilihat lebih jelas pada tabel 3.1. Tabel 3.1 Jadwal Penelitian Kelompok Hari, tanggal Senin, 3 Februari 2014 Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol Pertemuan I Kegiatan Pre-test Memahami pengertian sudut, menentukan sudut, menentukan kaki sudut, menentukan titik sudut Mengidentifikasi jenis sudut, mengidentifikasi jenis sudut pada bangun datar Mengidentifikasi besar sudut, menentukan besar sudut, mengurutkan besar sudut Selasa, 4 Februari 2014 II Senin, 10 Februari 2014 III Selasa, 11 Februari 2014 IV Jumat, 14 Februari 2014 V Post-test Rabu, 5 Februari 2014 I Pre-test Alokasi Waktu 2JP 2JP 2JP 2JP 2JP 2JP

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kelompok Hari, tanggal Pertemuan Kamis, 6 Februari 2014 II Rabu, 12 Februari 2014 III Kamis, 13 Februari 2014 IV Jumat, 14 Februari 2014 V Kegiatan Memahami pengertian sudut, menentukan sudut, menentukan kaki sudut, menentukan titik sudut Mengidentifikasi jenis sudut, mengidentifikasi jenis sudut pada bangun datar Mengidentifikasi besar sudut, menentukan besar sudut, mengurutkan besar sudut Post-test 44 Alokasi Waktu 2JP 2JP 2JP 2JP Tabel 3.1 menunjukkan waktu pengambilan data pada penelitian ini. Pertemuan yang dilaksanakan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol adalah masing-masing sebanyak 5 pertemuan. Pada pertemuan pertama digunakan untuk melakukan pre-test sedangkan pertemuan terakhir untuk melakukan posttest pada setiap kelas. Jadwal penelitian menyesuaikan jadwal pembelajaran yang ada di sekolah. Kelas III menggunakan pendekatan tematik maka penentuan materi pelajaran dapat didiskusikan dengan guru kelas. 2. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Kanisius Sengkan yang beralamat di Jalan Kaliurang Km 7 RT 002/10, Condongcatur, Depok, Sleman, kode pos 55283. SD Kanisius Sengkan berada didekat pasar Colombo, letaknya di pinggiran kota tetapi masuk ke dalam kawasan penduduk. SD Kanisius Sengkan ini memiliki 2 kelas paralel dengan jumlah kelas keseluruhan 13 kelas. D. Variabel dan Data Penelitian Variabel adalah semua faktor yang menunjukkan variasi (Hartanto, 2003: 5). Variabel penelitian ialah segala atribut yang mempunyai variasi tertentu yang

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan diambil kesimpulannya (Sugiyono, 2011: 64). Ada 4 variabel dalam penelitian ini, yaitu variabel bebas (independent), variabel terikat (dependent), variabel kontrol, dan variabel moderator. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori (Geometric Stick Box). Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel terikat (Sugiyono, 2011: 64). Penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori pada penelitian ini menjadi variabel bebas karena penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori diperkirakan dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah prestasi belajar siswa. Variabel terikat atau dapat disebut juga sebagai variabel dependent adalah variabel yang dipengaruhi variabel bebas (Sugiyono, 2011: 64). Prestasi belajar siswa pada penelitian ini yang akan dipengaruhi oleh variabel bebas yaitu penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori Geometric Stick Box. Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah guru, jumlah jam pelajaran, dan materi pembelajaran. Varibel kontrol merupakan variabel yang dikendalikan dan dibuat konstan oleh peneliti sehingga pengaruh variabel bebas dan variabel terikat tidak dipengaruhi faktor dari luar (Sugiyono, 2011: 66). Variabel kontrol dibuat sama antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen (Hartanto, 2003: 6). Guru yang mengajar kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen adalah guru yang sama. Jam pelajaran yang diterima oleh kedua kelompok juga sama yaitu 2JP (2x35menit) kali tiga pertemuan. Materi yang diberikan pada kelompok

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 kontrol dan kelompok eksperimen juga sama yaitu materi sudut. Perbedaan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen adalah kelompok kontrol tidak mendapatkan perlakuan (menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori Geometric Stick Box) sedangkan kelompok eksperimen mendapat perlakuan. Variabel moderator dalam penelitian ini adalah rerata skor pre-test (Bogardus, 2007: 12). Variabel moderator adalah variabel yang dapat memperkuat atau memperlemah hubungan variabel bebas dan variabel terikat (Sugiyono, 2011: 64). Variabel moderator ini terletak di antara variabel bebas dan variabel terikat yang dapat memperkuat atau memperlemah. Variabel moderator dapat disebut juga sebagai variabel independen ke dua (Sugiyono, 2011: 65). E. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III SD Kanisius Sengkan. Siswa kelas III SD Kanisius Sengkan berjumlah 83 siswa. Populasi merupakan seluruh obyek/ subyek dalam kondisi tertentu yang dikondisikan oleh peneliti untuk diamati dan dipelajari guna untuk mendapatkan kesimpulan (Sugiyono,2006: 80). Sampel merupakan bagian dari populasi yang memiliki karakteristik tertentu yang telah ditentukan oleh peneliti (Sugiyono, 2006: 81). Sampel dalam penelitian ini adalah kelas III A dan III B di SD Kanisius Sengkan. Kelas III A adalah sampel eksperimen yang berjumlah 41 siswa dan kelas III B adalah sampel kontrol yang berjumlah 42 siswa. Cara pengambilan sampel yang digunakan

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 dalam penelitian ini adalah convenience random sampling. Teknik pengambilan sampel dengan cara convenience random sampling yaitu berdasarkan kemudahan (Babbie dalam Creswell, 2012: 220). Kemudahan yang dimaksud karena SD yang digunakan untuk penelitian sama dengan SD yang digunakan untuk PPL (Program Pengalaman Lapangan). Unsur random pada penelitian ini terlihat pada saat pengambilan sampel kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengambilan sampel ini dilakukan dengan cara mengundi kedua kelas sehingga mendapatkan hasil kelas yang digunakan sebagai kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Cara pengundian ini dilakukan karena kedua kelas mendapatkan kesempatan yang sama (Sugiyono, 2010: 120). F. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan dua cara pengumpulan data yaitu dokumentasi dan observasi. 1. Dokumentasi Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil pre-test dan post-test. Dokumentasi merupakan pencarian data mengenai variabel yang berisi catatan, notulen, prasasti, transkip, agenda, dan lain sebagainya (Arikunto, 2012: 206). Soal pre-test dan post-test diberikan pada kelas III A dan III B SD Kanisius Sengkan. pre-test diberikan di awal pembelajaran untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal siswa sedangkan post-test diberikan di akhir pembelajaran dengan tujuan peneliti dapat mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 sudah dipelajari siswa. Hasil pre-test dan post-test dari kedua kelas yang berupa skor inilah yang menjadi data utama peneliti. 2. Observasi Observasi yang digunakan dalam penelitian ini berupa pengamatan proses kegiatan belajar mengajar guru di dalam kelas. Pengamatan dilakukan oleh peneliti dibantu rekan sejawat. Observasi ini digunakan untuk mengamati dan mengetahui perubahan yang terjadi di dalam kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sebelum dan sesudah mempelajari materi sudut. Observasi merupakan kegiatan pengamatan yang dilakukan untuk melihat seberapa jauh efek dari tindakan yang telah mencapai sasaran (Kunandar, 2008: 143). Penelitian ini menggunakan jenis observasi terstruktur. Observasi terstruktur adalah observasi yang terencana secara sistematis tentang apa yang diamati, dan memiliki gambaran yang jelas mengenai waktu dan tempat observasi tersebut dilakukan (Sugiono, 2011: 196). G. Instrumen Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan 2 jenis instrumen pengumpulan data. Instrumen pengumpulan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan non tes. 1. Tes Tes merupakan alat ukur untuk mengukur atau mengetahui sesuatu dengan tata cara dan aturan yang sudah ditentukan (Arikunto, 2007: 53). Tes yang digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk mengukur prestasi belajar siswa. Tes yang dilakukan dalam penelitian ini diberikan dua kali yaitu di awal (pre-test)

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 dan di akhir penelitian (post-test). Tes ini diberikan pada kelompok eksperimen dan juga kelompok kontrol. Jenis tes yang digunakan adalah tes tertulis yang berupa soal pilihan ganda yang berjumlah 20 soal. Bentuk soal dan jumlah soal ditentukan bersama-sama dengan guru. Tabel 3.2 memuat kisi-kisi soal pre-test dan post-test yang dibuat oleh peneliti. Tabel 3.2 Kisi-kisi Soal Pre-test dan Post-test Standar Kompetensi: 4. Memahami unsur dan sifat-sifat bangun datar sederhana. Kompetensi Dasar: 4.2 yaitu Mengidentikasi berbagai jenis dan besar sudut. No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Indikator Memahami pengertian sudut Menentukan sudut Menentukan kaki sudut Menentukan titik sudut Mengidentifikasi jenis sudut Mengidentifikasi jenis sudut pada bangun datar Mengidentifikasi besar sudut Menentukan besar sudut Mengurutkan besar sudut Total Nomor Soal 29, 30, 31 8, 27 14, 38 2, 18 3, 5, 17 1, 4 6, 33, 34 16 11, 22 Jumlah soal 3 2 2 2 3 2 3 1 2 20 Kisi-kisi materi tes diambil dari materi pelajaran matematika kelas III semester genap dengan mengambil kompetensi dasar mengidentifikasi berbagai jenis dan besar sudut. Kisi-kisi dibuat dari 9 indikator yang sudah mencakup 1 kompetensi dasar. Setiap indikator dibuat soal-soal pilihan ganda. Jumlah soal disetiap indikator satu dengan yang lainnya berbeda-beda. Indikator yang memiliki materi yang banyak dibuat menjadi soal yang lebih banyak. Peneliti menggunakan soal pilihan ganda yang terdiri dari 20 soal yang disusun dari 9

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 indikator pada materi sudut. Soal pilihan ganda bila jawaban benar maka diberi skor 1 dan bila jawaban salah atau tidak dijawab diberi skor 0. 2. Non Tes Instrumen non tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran dan lembar observasi. Perangkat pembelajaran yang dimaksud adalah silabus dan RPP (lampiran 4). Instrumen perangkat pembelajaran ini berisi kegiatan pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Kegiatan pembelajaran pada kelompok kontrol berbeda dengan pembelajaran pada kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen menggunakan alat peraga berbasis metode Montessori sedangkan pada kelompok kontrol tidak. Lembar observasi yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 3.3 (Sumber: Panduan PPL 2013). Tabel 3.3 Lembar Observasi No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Aspek yang diamati Membuka pelajaran Penyajian materi Metode Pembelajaran Penggunaan bahasa dan waktu Aktivitas belajar siswa Pengelolaan Kelas Penggunaan Media Cara menutup pelajaran Evaluasi Deskripsi Hasil Pengamatan Tabel 3.3 merupakan lembar observasi yang terdiri dari 9 aspek. Aspek tersebut digunakan oleh peneliti saat pembelajaran berlangsung. Hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti ditulis dalam bentuk deskripsi kolom deskripsi hasil pengamatan (lampiran 18).

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI H. 51 Teknik Pengujian Instrumen Bagian ini membahas teknik pengujian instrumen dan instrumen pembelajaran yang meliputi uji validitas, uji reliabilitas, dan Indeks Kesukaran (IK). Uji validitas digunakan untuk menguji instrumen pembelajaran dan instrumen yang menerangkan mengenai jenis validasi apa saja yang digunakan dalam penelitian ini. Uji reliabilitas menerangkan tentang keajegan aitem yang dinyatakan valid. Indeks kesukaran untuk mengetahui taraf kesukaran yang dimiliki setiap aitem. 1. Validitas Validitas berasal dari kata validity yang berarti ketepatan dan kecermatan instrumen dalam melakukan fungsinya (Azwar, 2013: 173). Validitas isi dilakukan dengan cara mengajukan expert judgement pada dosen dan guru. Instrumen yang diuji meliputu instrumen pembelajaran dan instrumen penelitian. Instrumen yang diajukan pada dosen dan guru untuk dinilai adalah instrumen silabus, RPP, dan soal tes. Instrumen lembar observasi tidak diuji validitas dan reliabilitasnya karena sudah ada dan digunakan di program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebagai lebar observasi pada kegiatan PPL. Dosen atau guru yang bersangkutan memberi tanggapan dan menilai atas instrumen yang sudah peneliti. Validitas muka diberikan pada siswa yang setara dengan siswa yang menjadi subyek penelitian. Validitas muka diujikan kepada tiga orang siswa dari kelas III. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi, validitas muka, dan validitas konstruk.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI a. 52 Validitas Isi Validitas isi menunjukkan seberapa jauh aitem mencakup kawasan isi yang dibahas (Azwar, 2012: 175). Validitas isi dalam penelitian ini berupa instrumen silabus, instrumen RPP, dan instrumen soal evaluasi. Peneliti mengajukan expert judgement pada 3 ahli yaitu 2 guru kelas III SD dan 1 dosen. Ahli pertama merupakan dosen matematika dengan pertimbangan mengerti metode Montessori. Ahli kedua dan ketiga merupakan guru kelas III sekolah dasar. Ahli yang memberikan expert judgement melakukan validasi dengan memberikan skor pada lembar penilaian instrumen dengan rentang 1 sampai 4 serta memberikan komentar pada kolom yang sudah disediakan. Ahli dapat memberikan penilaian “baik sekali” dengan bobot 4, “baik” dengan bobot 3, “kurang” dengan bobot 2, “kurang sekali” dengan bobot 1. Rata-rata yang diperoleh peneliti dari hasil expert judgement ketiga ahli digunakan peneliti sebagai dasar untuk melakukan revisi. Kriteria untuk menentukan adanya revisi atau tidaknya pada instrumen yang sudah di expert judgement dapat dilihat pada tabel 3.4. Tabel 3.4 Kriteria Hasil Validasi Rata-rata Kuantitatif ≥3 ≥3 <3 <3 Komentar Keterangan Positif Negatif Positif Negatif Tidak revisi Revisi Revisi Revisi Skor tengah dari rentang skor 1 sampai 4 adalah skor 2, tetapi peneliti menggunakan kriteria skor 3. Skor 3 digunakan sebagai kriteria penentuan dilakukan revisi atau tidak. Skor 3 tersebut sudah merupakan kriteria “baik”.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Tabel 3.4 menunjukkan ada 4 rata-rata kuantitatif yang digunakan oleh peneliti untuk memutuskan instrumen direvisi atau tidak. Rata-rata kuantitatif skor hasil validasi jika lebih dari 3 dan menunjukkan komentar positif, maka peneliti tidak perlu melakukan revisi. Rata-rata kuantitatif skor hasil validasi jika lebih dari 3 namun menunjukkan komentar negatif, maka peneliti perlu melakukan revisi. Revisi juga dilakukan jika rata-rata kuantitatif skor hasil validasi kurang dari 3 dengan komentar positif ataupun negatif. Instrumen yang pertama divalidasi adalah instrumen silabus. Instrumen silabus ini divalidasi pada 3 ahli yaitu 1 dosen dan 2 guru. Hasil validasi yang didapatkan dari ketiga ahli dicari rata-rata di setiap komponen penilaiannya. Hasil validasi instrumen silabus dapat dilihat lebih jelas pada tabel 3.5. Tabel 3.5 Validasi Instrumen Silabus Validator Ahli I / Dosen Ahli II / Guru Ahli III / Guru Rata-rata Keterangan 1 4 4 4 4 TR 2 3 4 4 3.7 TR 3 3 4 4 3.7 TR Aitem 4 4 3 3 3.3 TR 5 3 4 3 3.3 TR 6 4 3 3 3.3 TR 7 3 4 4 3.7 TR Rata-rata 3.4 3.7 3.6 Keterangan: TR : Tidak Revisi Tabel 3.5 menunjukkan bahwa instrumen silabus yang terdiri dari 7 komponen penilaian mempunyai keterangan tidak revisi. Rata-rata komponen 1 sampai 7 yang ditunjukkan pada tabel 3.5 menunjukkan bahwa rata-rata skornya di atas nilai tengah yang ditentukan peneliti. Ahli 1 memberikan komentar “sudah baik”. Ahli 2 dan 3 tidak memberikan komentar.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Hasil validasi instrumen RPP yang divalidasi pada 3 ahli mendapatkan hasil rata-rata skor yang berbeda-beda. Komponen penilaian terdiri dari 10 komponen. Rincian hasil validasi instrumen RPP dapat dilihat pada tabel 3.6. Tabel 3.6 Validasi Instrumen RPP Validator Ahli I / Dosen Ahli II / Guru Ahli III / Guru Rata-rata Keterangan 1 3 3 4 3.3 TR 2 3 3 4 3.3 TR 3 4 3 3 3.3 TR 4 3 3 4 3.3 TR Aitem 5 6 4 4 4 3 3 3 3.7 3.3 TR TR 7 3 4 3 3.3 TR 8 3 3 4 3.3 TR 9 3 3 4 3.3 TR 10 4 4 3 3.7 TR Rata-rata 3.4 3.3 3.5 Keterangan: TR : Tidak Revisi Tabel 3.6 menunjukkan bahwa instrumen RPP yang terdiri dari 10 komponen penilaian mempunyai keterangan tidak revisi. Rata-rata komponen 1 sampai 10 yang ditunjukkan pada tabel 3.6 menunjukkan bahwa rata-rata skornya diatas nilai tengah yang ditentukan peneliti. Ahli 1 memberikan komentar “kegiatan yang dibuat sudah sesuai dengan indikator”. Ahli 2 memberikan komentar “sudah baik dan lengkap” dan ahli 3 tidak memberikan komentar. Komentar yang diberikan oleh 3 ahli tidak memuat komentar negatif dan peneliti memutuskan untuk tidak melakukan revisi. Instrumen ketiga yang divalidasi adalah instrumen evaluasi. Instrumen evaluasi divalidasi pada 3 ahli dan mendapatkan penilaian yang beragam. Hasil penilaian yang diberikan oleh 3 ahli dapat dilihat lebih jelas pada tabel 3.7.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Tabel 3.7 Validasi Instrumen Evaluasi Validator 1 2 3 4 5 6 7 Aitem 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Ahli I / 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 Dosen Ahli II / 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 3 4 Guru Ahli III / 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 Guru Rata-rata 3.3 3.7 4 3.7 3.7 4 3.7 4 4 4 3.3 4 3.3 3.3 3.7 3.3 Keterangan TR TR TR TR TR TR TR TR TR TR TR TR TR TR TR TR Ratarata 3.7 3.6 3.7 Keterangan: TR : Tidak Revisi Tabel 3.7 menunjukkan bahwa instrumen evaluasi yang terdiri dari 16 komponen penilaian mempunyai keterangan tidak revisi. Rata-rata komponen 1 sampai 16 yang ditunjukkan pada tabel 3.7 menunjukkan bahwa rata-rata skornya diatas nilai tengah yang ditentukan peneliti. Ahli 1 memberikan komentar “gambar sudah berwarna dan menarik”. Ahli 2 tidak memberikan komentar dan ahli 3 memberikan komentar “gambar yang ukurannya kecil lebih baik dibesarkan”. Komentar dari ahli 3 untuk memperbesar ukuran gambar tidak dilaksanakan oleh peneliti karena gambar yang dibuat sudah cukup besar bagi peneliti. Peneliti memutuskan untuk tidak melakukan revisi. b. Validitas Muka Validitas muka dilakukan setelah validitas isi selesai dilakukan dan sudah direvisi. Validitas muka mempunyai dua arti yaitu menyangkut pengukuran atribut yang konkret dan menyangkut penilaian dari para ahli maupun alat ukur (Margono, 2010: 188). Penelitian ini menggunakan dua validitas muka yaitu uji validitas muka untuk instrumen pembelajaran dan uji validitas muka untuk instrumen penelitian. Uji validitas muka untuk instrumen pembelajaran yaitu silabus dan RPP.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1) 56 Uji Validitas muka untuk Instrumen Pembelajaran Uji validitasini dilakukan pada dua orang guru. Guru yang pertama adalah guru sekolah dasar yang berpengalaman dalam membuat instrumen pembelajaran untuk mengajar yaitu silabus dan RPP. Guru kedua adalah guru bidang studi matematika untuk sekolah dasar. Tabel 3.8 merupakan rangkuman hasil validitas muka untuk instrumen pembelajaran. No 1 2 Tabel 3.8 Rangkuman Hasil Validitas Muka untuk Instrumen Pembelajaran Komentar Instrumen Pembelajaran Guru 1 Guru 2 Silabus sudah baik dan Silabus kurang tempat untuk Silabus dapat digunakan. tanda tangan guru. RPP kurang tempat utuk RPP sudah baik, hanya tanda tangan guru. Kegiatan saja guru memberi sudah runtut. Lembar RPP masukan untuk penilaian sudah baik dan melampirkan materi pada secara keseluruhan sudah RPP. baik. Tabel 3.8 menjelaskan tentang komentar guru untuk instrumen pembelajaran. Silabus secara keseluruhan sudah baik dan dapat digunakan dengan sedikit revisi. RPP secara umum juga sudah baik, kegiatan yang terdapat pada RPP sudah runtut. 2) Uji Validitas muka untuk Instrumen Penelitian Validitas muka untuk instrumen penelitian dalam penelitian ini dilakukan pada 3 siswa kelas III SD Kanisius Sengkan dan 2 guru sekolah dasar. Validitas muka ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana siswa mengerti soal tes pilihan ganda yang dibuat peneliti dari kenampakan luarnya saja. Hasil dari validitas

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 muka pada 6 siswa kelas III SD Kanisius Sengkan menyatakan bahwa mereka mengerti dengan kalimat-kalimat perintah yang ada pada soal. Siswa juga mengatakan bahwa gambar yang ada menarik dan berwarna. Tabel 3.9 merupakan rangkuman dari komentar 3 siswa tentang instrumen penelitian. Tabel 3.9 Rangkuman Hasil Validitas Muka untuk Instrumen Penelitian No 1 Komentator Guru 1 Guru 2 2 Siswa 1 3 Siswa 2 4 5 Siswa 3 Komentar Warna dan gambar sudah menarik. Soal juga bervariasi, maksudnya dari satu indikator sudah banyak jenis soal. Ukuran gambar masih ada yang terlalu besar, lebih baik dikecilkan. Soal tidak terlalu sulit tapi juga tidak terlalu mudah. Siswa mengerti dengan instruksi yang ada pada soal. Gambar yang berwarna membuat siswa lebih semangat dalam mengerjakan soal. Secara keseluruhan soal mudah dimengerti dan gambar membuat siswa menjadi lebih mudah memahami soal yang diberikan. Siswa mengerti soal yang diberikan karena dibantu dengan gambar dan warna yang menarik. Tabel 3.9 adalah tabel yang berisi rangkuman hasil uji validitas muka instrumen penelitian yang digunakan. Komentar guru secara umum berkaitan dengan gambar. Gambar yang digunakan menarik dan sedikit membutuhkan penyesuaian dalam hal ukuran. Secara keseluruahan soal sudah cukup bagus. Komentar siswa secara umum sudah mengerti keseluruhan soal baik instruksi maupun isi soal. Secara umum soal sudah bisa dimengerti oleh siswa. c. Validitas Konstruk Validitas konstruk dilakukan setelah peneliti melakukan validitas muka dan memperbaiki soal tes. Validitas konstruk pada penelitian ini dilakukan di kelas IV SD Kanisius Sengkan dengan alasan siswa kelas IV baru saja mendapatkan materi

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 sudut di kelas III. Tabel 3.10 adalah kisi-kisi yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini. Tabel 3.10 Kisi-kisi Soal Uji Validitas Empiris No. Indikator 1 2 3 4 Memahami pengertian sudut Menentukan sudut Menentukan kaki sudut Menentukan titik sudut 5 Mengidentifikasi jenis sudut 7 8 Mengidentifikasi jenis sudut pada bangun datar Mengidentifikasi besar sudut Menentukan besar sudut 9 Mengurutkan besar sudut 6 Total Nomor Soal 29, 30, 31 8, 9, 10, 24, 27 14, 38 2, 18 3, 5, 12, 13, 15, 17, 19, 36, 40 Jumlah Soal 3 5 2 2 9 1, 4, 25, 26 4 6, 7, 28, 32, 33, 34 16, 35, 37 11, 20, 21, 22, 23, 39 6 3 6 40 Soal validasi konstruk adalah 40 soal pilihan ganda yang sudah mencakup 9 indikator. Soal ini diujikan pada siswa kelas III A dan III B SD Kanisius Sengkan yang berjumlah 83 siswa. Soal tes prestasi yang sudah jadi selanjutnya diuji validitasnya dengan menggunakan teknik korelasi point biserial dengan menggunakan program SPSS 20. Teknik korelasi point biserial merupakan teknik untuk mencari korelasi antara dua variabel yang salah satu variabelnya berbentuk kontinum dan variabel lainnya berbentuk diskrit murni (Hartono, 2012: 123). A point–biserial correlation has to be calculated and this is simply a Pearson correlation when the dichotomous variable is coded with 0 for one category and 1 for the other (actually you can use any values and SPSS will change the lower one to 0 and the higher one to 1 when it does the calculations) (Field, 2012: 183).

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Koefisien korelasi dicari dengan menggunakan rumus point biserial. Rumus point biserial dapat dilihat lebih jelas pada gambar 3.2. 𝑟𝑏𝑖= 𝑀𝑝−𝑀𝑡 𝑝 𝑞 𝑆𝐷𝑡 Gambar 3.2 Rumus Point Biserial (Hartono, 2012: 123) Keterangan: r pbi = Koefisien korelasi point biserial Mp = Mean skor yang betul dari jawaban peserta tes Mt = Mean skor total (seluruh peserta tes) SDt = Standar devisiasi total p = Proporsi peserta tes yang jawabannya betul q = Proporsi peserta tes yang jawabannya salah Soal tes prestasi yang sudah divalidasi menggunakan program SPSS 20.00 mendapatkan hasil ada 34 soal yang dinyatakan valid. Soal valid yang berjumlah 34 soal tidak semuanya dipakai pada penelitian ini. Penelitian ini menggunakan 20 soal dari 34 soal yang valid. Guru menyarankan agar jumlah soal yang digunakan 20 butir soal saja karena 34 soal terlalu banyak dan biasanya siswa mengerjakan soal dari guru 20 soal. Hasil yang didapat dari perhitungan SPSS 20.00 dibandingkan dengan r tabel 0,235 (Bungin, 2011: 333). Soal dinyatakan valid jika r hitung lebih besar dari r tabel. Hasil perhitungan uji empiris soal tes prestasi yang diolah menggunakan program SPSS 20.00 dapat dilihat pada lampiran 12. Tabel perbandingan r tabel dengan r hitung dapat dilihat lebih jelas pada tabel 3.11.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 3.11 Perbandingan r hitung dengan r tabel No Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 r hitung 0,708** 0,723** 0,765** 0,696** 0,422** 0,502** 0,741** 0,778** -0,252* 0,022 0,546** 0,806** 0,700** 0,826** 0,555** 0,826** 0,826** 0,518** 0,677** -0,067 0,700** 0,600** 0,847** -0,232 0,144 -0,024 0,725** 0,528** 0,826** 0,770** 0,701** 0,796** 0,692** 0,791** 0,784** 0,780** 0,792** 0,826** 0,637** 0,611** r tabel 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 Keputusan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 60

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Tabel 3.11 menunjukkan hasil uji validitas empiris dari 40 soal yang diujikan pada 71 siswa. Terdapat 6 soal yang dinyatakan tidak valid. Soal yang tidak valid adalah soal nomor 9, 10, 20, 24, 25, dan 26. Tabel 3.12 memperlihatkan lebih jelas kisi-kisi soal uji validitas empiris beserta soal valid yang didapat dan soal yang digunakan pada penelitian ini. Output SPSS 20.00 perhitungan validitas aitem dapat dilihat pada lampiran 12. Rangkuman hasil uji validitas konstruk dapat dilihat pada tabel 3.12 Tabel 3.12 Rangkuman Hasil Uji Validitas Konstruk No Indikator 1 Memahami pengertian sudut Menentukan sudut Menentukan kaki sudut Menentukan titik sudut Mengidentifikasi jenis sudut Mengidentifikasi jenis sudut pada bangun datar Mengidentifikasi besar sudut Menentukan besar sudut 2 3 4 5 6 7 8 9 Mengurutkan besar sudut Total Nomor Soal yang Divalidasi Nomor Soal yang Valid Nomor Soal Valid yang Dipakai 29, 30, 31 29, 30, 31 29, 30, 31 8, 9, 10, 24, 27 14, 38 2, 18 3, 5, 12, 13, 15, 17, 19, 36, 40 8, 27 14, 38 2, 18 3, 5, 12, 13, 15, 17, 19, 36, 40 8, 27 14, 38 2, 18 1, 4, 25, 26 1, 4 1, 4 6, 7, 28, 32, 33, 34 6, 33, 34 16, 35, 37 16 11, 21, 22, 23, 39 11, 22 34 20 6, 7, 28, 32, 33, 34 16, 35, 37 11, 20, 21, 22, 23, 39 40 3, 5, 17 Tabel 3.12 adalah rangkuman hasil uji validitas konstruk. Hasilnya menunjukkan 40 soal yang diuji validitasnya terdapat 34 soal yang dinyatakan valid, namun peneliti hanya mengambil 20 soal untuk dipakai. Soal yang dipakai sudah mewakili seluruh indikator yang digunakan. Jumlah soal pada masingmasing indikator berbeda. Indikator yang materinya lebih banyak dan lebih sulit, soalnya lebih banyak.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. 62 Uji Reliabilitas Uji reliabilitas adalah taraf sampai seseorang di mana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukurannya yang diperlihatkan dalam taraf ketepatan dan ketelitian hasil yang ada (Masidjo, 2006: 58). Uji reliabilitas ini digunakan untuk menguji konsistensi alat ukur, hasilnya tetap sama atau tidak jika pengukuran diulang (Priyatno, 2012: 105). Uji reliabilitas penelitian ini menggunakan konsep koefisien Alpha karena data tes prestasi berupa data yang dikotom maksudnya adalah data 1-0. Pernyataan yang sama juga dikatakan oleh Azwar bahwa rumus Alpha dapat digunakan pada data yang dikotomis 1-0 (Azwar, 2007: 77). Mengukur reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan Cronbach’s Alpha. Gambar 3.3 menunjukkan rumus Cronbach’s Alpha).  k  a= 1   1 k      s 2j   s x2   Gambar 3.3 Rumus Cronbach’s Alpha (Azwar, 2007: 78) Keterangan : a = K oefisien reliabilitas A lpha Cronbach’s k = Jumlah aitem pertanyaan yang diuji si2 = Variasi butir soal sx2 = Variasi skor tes Peneliti menggunakan 40 soal pilihan ganda untuk diujicobakan. Setelah dilakukan tes dan diuji validitasnya, dari 40 soal hanya 34 soal yang valid. Seharusnya 34 soal digunakan tetapi setelah dikonsultasikan pada guru kelas yang bersangkutan, guru meminta hanya 20 soal saja yang digunakan. Peneliti memilih

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 soal yang mencakup semua indikator yang diharapkan. Soal yang telah dipilih lalu diuji reliabilitasnya dan didapatkan hasil seperti pada tabel 3.13. Tabel 3.13 Hasil Uji Reliabilitas Reliability Statistics Cronbach's Cronbach's Alpha Alpha Based on N of Items Standardized Items .947 .952 20 Hasil uji reliabilitas didapatkan hasil Cronbach’s Alpha 0,947. Output SPSS 20.00 hasil uji reliabilitas secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 12. Hasil uji reliabilitas kemudian dikonsultasikan pada kriterian hasil uji validitas menurut Masidjo. Tabel 3.14 adalah kriteria yang diungkapkan oleh Masidjo. Tabel 3.14 Kriteria Hasil Uji Reliabilitas (Masidjo, 1995: 209 Koefisien Korelasi Kualifikasi ± 0,91 - ± 1,00 Sangat tinggi ± 0,71 - ± 0,90 Tinggi ± 0,41 - ± 0,70 Cukup ± 0,21 - ± 0,40 Rendah negatif - ± 0,20 Sangat rendah Dilihat dari tabel 3.14, hasil reliabilitas soal pre-test dan post-test adalah termasuk dalam kualifikasi sangat tinggi. Hasil uji reliabilitas soal pre-test dan post-test dapat disimpulkan sudah layak untuk digunakan sebagai soal pre-test dan post-test. Soal pre-test dan post-test yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada lampiran 13.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. 64 Indeks Kesukaran (IK) Untuk mengetahui tingkat kesukaran aitem yang dibuat, maka dihitung indeks kesukaran dari masing-masing aitem pilihan ganda dengan menggunakan rumus seperti pada gambar 3.4. 𝐼 𝐾= 𝐵 𝑁× 𝑠 𝑘𝑜𝑟𝑚𝑎𝑘𝑠 𝑖 𝑚𝑎𝑙 Gambar 3.4 Rumus Indeks Kesukaran (Masidjo, 1995: 137) Keterangan : IK = Indeks kesukaran untuk setiap butir soal B = Banyak siswa yang menjawab benar setiap butir soal N = Banyak siswa yang menjawab pada soal Kualifikasi indeks kesukaran yang diperoleh dapat dilihat dan berada pada klasifikasi mudah sekali, mudah, cukup/ sedang, sukar, atau sukar sekali (Masidjo, 1995: 209). Semakin kecil indeks yang didapatkan maka semakin sulit aitem soal tersebut, semakin besar indeks yang didapat maka semakin mudah soal tersebut. Kriteria indeks kesukaran dapat dilihat lebih jelas pada tabel 3.15. Tabel 3.15 Kualifikasi Indeks Kesukaran Indeks Kesukaran Klasifikasi 0,81 – 1,00 Mudah Sekali 0,61 – 0,80 Mudah 0,41 – 0,60 Cukup/ Sedang 0,21 – 0,40 Sukar 0,00 – 0,20 Sukar Sekali Hasil uji indeks kesukaran yang diperoleh mempunyai indeks kesukaran yang bermacam-macam. Tabel 3.16 menunjukkan lebih jelas hasil indeks kesukaran beserta kategorinya.

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Tabel 3.16 Hasil Uji Indeks Kesukaran Soal Nomor Indeks Kategori soal kesukaran 1 0.73 Mudah 2 0.87 Mudah Sekali 3 0.85 Mudah Sekali 4 0.82 Mudah Sekali 5 0.66 Mudah 6 0.56 Cukup/ sedang 7 0.89 Mudah Sekali 8 0.76 Mudah 9 0.80 Mudah 10 0.80 Mudah 11 0.80 Mudah 12 0.70 Mudah 13 0.61 Mudah 14 0.85 Mudah Sekali 15 0.80 Mudah 16 0.79 Mudah 17 0.77 Mudah 18 0.75 Mudah 19 0.73 Mudah 20 0.80 Mudah Tabel 3.16 menunjukkan 20 soal yang digunakan memiliki kategori mudah sekali, mudah, dan cukup/ sedang. Tidak ada soal yang memiliki kategori sulit, dan sulit sekali. Rata-rata indeks kesukaran dari 20 soal adalah 0,76. Rata-rata dari 20 soal tergolong dalam kategori mudah. I. Prosedur Analisis Data Analisis data merupakan suatu langkah yang dilakukan setelah penelitian selesai. Data yang diperoleh dari hasil penelitian selanjutnya dianalisis sehingga dapat ditarik kesimpulan. Penelitian ini menggunakan bantuan program Ms. Excel dan program SPSS 20.00 dalam menganalisis data penelitian. Prosedur analisis

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 data yang digunakan dalam penelitian ini adalah merumuskan hipotesis nol (Null Hypothesis), mengorganisasi data (data manajemen), menentukan taraf signifikansi, menguji skor pre-test, menguji asumsi klasik independent t-test, menguji hipotesis, menguji besar pengaruh, dan menguji signifikansi rata-rata skor pre-test dan skor post-test. 1. Merumuskan Null Hypothesis Ada dua macam hipotesis statistik dalam penelitian kuantitatif yaitu Null Hypothesis (H0) atau hipotesis nol (Ho) dan Alternative Hypothesis (H1) atau hipotesis alternatif (Ha) Field (2009: 27). Rumusan masalah pada penelitian ini adalah,“apakah ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori?”. Hipotesis penelitian berdasarkan rumusan masalah tersebut adalah: Ho: Tidak ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. (Ho: m1 = m2) Ha: Ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. (Ha: m1 ≠ m2) 2. Mengorganisasi Data Mengorganisasi data dapat disebut juga sebagai data management. terdiri Ada 4 langkah pengorganisasian data yaitu coding, editing, data entry dan cleaning (Irraosi, 2006). a. Data Coding Data coding disebut juga proses pengkodean data. Coding dilakukan pada data penelitian yang dapat dilakukan dengan cara memberi identitas sehingga

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 memiliki arti tertentu pada saat dianalisis (Bungin, 2011: 176). Coding dilakukan dengan cara mengganti indentitas yang semula ada pada data penelitian menjadi kode tertentu yang ditetapkan oleh peneliti. Contoh dari coding pada penelitian ini adalah nama siswa dan nama validator. Data nama siswa kelompok kontrol dan kelompok eksperimen diganti menggunakan angka 1, 2, 3, dan seterusnya. Nama validator pada penelitian ini diganti menjadi validator 1, validator 2, dan seterusnya. b. Data Editing Data editing disebut juga tahap penyuntingan. Pada tahap ini dilakukan dengan tujuan untuk memeriksa kelengkapan data penelitian, memeriksa data yang tumpang tindih, berlebihan atau terlupakan (Bungin, 2011: 175). Tahap editing pada penelitian ini adalah memeriksa kelengkapan jawaban ahli, memeriksa kelengkapan jawaban siswa, dan memeriksa kesamaan jawaban. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kelengkapan jawaban para ahli 100% terisi, tidak ada komponen penilaian dalam instrumen validitas yang terlewatkan atau tidak diisi oleh siswa. c. Data Entry Data entry merupakan proses memasukkan data hasil penelitian yang telah melewati kedua tahap diatas (proses coding dan editing) ke dalam program pengolahan data. Program yang digunakan pada penelitian ini adalah Microsoft Excel dan SPSS 20.00. Program tersebut membantu untuk mengurangi human error pada penelitian ini. Microsoft Excel membantu untuk membuat tabulasi data

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 mentah dari perolehan data penelitian dan SPSS 20.00 digunakan untuk menganalisis data secara statistik. d. Data Cleaning Data cleaning merupakan tahap terakhir pada pengorganisasian data. Cleaning merupakan langkah untuk membersihkan data penelitian yang telah dimasukkan pada program pengolahan data. Cleaning juga untuk mengecek ulang keseluruhan data yang telah masuk. Proses data cleaning dilakukan dengan cara menghapus data skor siswa yang hanya masuk saat pre-test atau post-test saja. Selain itu juga untuk menghapus data-data ekstrim (outliers). Hasil data cleaning pada penelitian ini menunjukkan tidak terdapat data ekstrim (outliers) dan tidak ada data skor siswa yang hanya masuk saat pre-test atau post-test saja. 3. Menentukan Taraf Signifikansi Taraf signifikansi merupakan kesediaan dan keberanian peneliti untuk secara maksimal mengambil resiko kesalahan dalam menguji hipotesis (Bungin, 2011: 192). Taraf signifikansi menunjukkan peluang kesalahan yang ditetapkan oleh peneliti dalam mengambil keputusan untuk menolak hipotesis atau mendukung hipotesis nol pada penelitian (Field, 2009: 252). Penelitian ini menggunakan uji dua pihak. Penelitian ini menggunakan taraf signifikansi 0,05 yang artinya terdapat kemungkinan terjadi kesalahan sebesar 5% atau taraf kepercayaannya sebesar 95%. Pada bab II ssudah dijelaskan teori-teori dan penelitian-penelitian relevan merujuk pada penelitian satu pihak. Pada kenyataannya banyak peneliti yang tetap menggunakan uji dua pihak dalam melakukan uji hipotesis (Johnson, 2008).

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. 69 Menguji Skor Pre-test Langkah keempat dalam prosedur analisis data adalah menguji skor pre-test. Tujuan dari menguji skor pre-test ini adalah untuk melihat kemampuan dan prestasi awal dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sebelum dilakukan perlakuan. Skor pre-test yang diperoleh dalam penelitian akan diuji normalitas, homogenitas, dan independent t-test. a. Uji Normalitas Skor Pre-test Uji normalitas skor pre-test dilakukan bertujuan untuk mengetahui sebaran data. Uji normalitas skor pre-test dilakukan menggunakan rumus Kolmogorov Smirnov. Uji normalitas adalah uji yang digunakan untuk mengetahui normal atau tidak normal data dari kedua kelompok sampel (Kasmadi & Sunariah, 2013: 116). Rumus Kolmogorov-Smirnov untuk uji normalitas skor pre-test dapat dilihat pada gambar 3.5. D = Maxx Fx X −Sn X Gambar 3.5 Rumus Kolmogorov-Smirnov (Lilliefors dalam Rozalli, 2011: 23) Keterangan : Sn X = distribusi sampel kumulatif Fx X = distribusi kumulatif normal Hipotesis untuk uji normalitas skor pre-test adalah: Ho: Sebaran data skor pre-test tidak berbeda dengan curve normal atau data skor pre-test terdistribusi normal. Ha: Sebaran data skor pre-test berbeda dengan curve normal atau data skor pretest tidak terdistribusi normal.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan dari hasil uji normalitas skor pre-test menggunakan Kolmogorov-Smirnov adalah: 1) Jika harga Sig. (2-tailed) ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, artinya sebaran data skor pre-test tidak berbeda dengan curve normal atau data skor pre-test terdistribusi normal. 2) Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05 maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak, artinya sebaran data skor pre-test berbeda dengan curve normal atau data skor pre-test tidak terdistribusi normal. Pengujian normalitas juga dapat dilakukan dengan menggunakan visualisasi grafik P-P plot (Probability-Probability plot) (Field, 2009: 134). Kriteria untuk menarik kesimpulan hasil uji normalitas skor pre-test menggunakan grafik P-P plot adalah: 1) Jika penyebaran titik berada di sekitar garis diagonal ideal maka data skor pre-test terdistribusi normal. 2) Jika penyebaran titik tidak berada di sekitar garis diagonal ideal maka data skor pre-test tidak terdistribusi normal. Hasil uji normalitas skor pre-test yang sudah dilakukan akan mempengaruhi prosedur pengujian pada tahap selanjutnya. Jika data skor pre-test yang diperoleh terdistribusi normal, tahap selanjutnya melakukan uji homogenitas skor pre-test atau menggunakan statistik parametris. Jika data skor pre-test tidak terdistribusi normal, tahap selanjutnya akan dilakukan menggunakan teknik statistik nonparametris.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. 71 Uji Homogenitas Skor Pre-test Uji homogenitas skor pre-test dilakukan menggunakan rumus Lavene’s test. Tujuannya dari uji ini untuk melihat kesamaan prestasi dari kedua kelompok. Jika kedua kelompok didapatkan hasil skor pre-testnya homogen maka dilanjutkan ke langkah kelima dan seterusnya. Jika skor pre-test kedua kelompok tidak homogen maka rumusan masalah dicari dengan melakukan analisis selisih skor pre-test dan skor post-test. Rumus Lavene’s test dapat dilihat pada gambar 3.6. 𝑊= 2 𝑛−𝑘 𝑘 𝑖 𝑖 = 1 𝑛𝑖𝑍 ( 𝑘−𝑖 ) 𝑘 𝑖 −1 𝑛𝑖 𝑗= 1 2 𝑍𝑖 𝑗−𝑍𝑖 Gambar 3.6 Rumus Lavene’s Test (Nordstoke, 2011: 3) keterangan: n = jumlah observasi k = banyak kelompok Zu = Yu −Yt Yt = rata-rata dari kelompok ke i Zt = rata-rata dari kelompok ke Z 𝑍= rata-rata menyeluruh Hipotesis untuk uji homogenitas skor pre-test adalah: Ho: Tidak ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan skor pre-test kelompok eksperimen atau skor pre-test kedua kelompok homogen. (Ho: σ 1 2 =σ 2 2 ) Ha: Ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen atau skor pre-test kedua kelompok tidak

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI homogen. (Ha: σ 1 2 ≠σ 2 2 72 ) Kriteria untuk menarik kesimpulan dari hasil uji homogenitas skor pre-test adalah: 1) Jika harga Sig. ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, artinya tidak ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen atau data skor pre-test kedua kelompok homogen. 2) Jika harga Sig. < 0,05 maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak, artinya ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan skor pre-test kelompok eksperimen atau data skor pre-test kedua kelompok tidak homogen. Hasil uji homogenitas skor pre-test menentukan tahap prosedur analisis data selanjutnya. Jika data skor pre-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen hasilnya homogen maka analisis data dilanjutkan pada uji independent t-test untuk skor pre-test. Jika data skor pre-test kedua kelompok tidak homogen maka dilakukan analisis selisih skor pre-test dan skor post-test. c. Uji Independent t-test Skor Pre-test Uji independent t-test skor pre-test dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan rata-rata skor pre-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hipotesis yang digunakan dalam uji independent t-test skor pre-test adalah: Ho: Tidak ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. (Ho: µ 1 = µ 2)

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Ha: Ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. (Ha: µ 1 ≠ µ 2) Kriteria untuk menarik kesimpulan dari hasil uji independent t-test skor pretest adalah: 1) Jika harga Sig. (2-tailed) ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, artinya tidak ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. 2) Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05 maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak, artinya ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil dari uji independent t-test skor pre-test akan menentukan langkah prosedur analisis data selanjutnya. Jika hasil uji independent t-test skor pre-test tidak ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, pengujian dapat dilanjutkan pada langkah kelima yaitu melakukan uji prasyarat analisis. Jika hasil uji independent t-test skor pre-test ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan eksperimen, uji yang akan dilakukan adalah uji selisih skor pre-test dan post-test masing-masing kelompok. 5. Menguji Prasyarat Analisis Prosedur analisis data yang kelima adalah menguji prasyarat analisis. Ada tiga tahap pada uji prasyarat analisis, yaitu uji normalitas skor post-test, uji homogenitas skor post-test, dan independence.

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI a. 74 Uji Normalitas Skor Post-test Uji normalitas skor post-test dilakukan dengan menggunakan uji normalitas data Kolmogorov-Smirnov. Hipotesis untuk uji normalitas skor post-test adalah: Ho: Sebaran data skor pre-test tidak berbeda dengan curve normal atau data skor post-test terdistribusi normal. Ha: Sebaran data skor pre-test berbeda dengan curve normal atau data skor posttest tidak terdistribusi normal. Kriteria untuk menarik kesimpulan dari hasil uji normalitas skor post-test menggunakan Kolmogorov-Smirnov adalah: 1) Jika harga Sig. (2-tailed) ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, artinya sebaran data skor post-test tidak berbeda dengan curve normal atau data skor post-test terdistribusi normal. 2) Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05 maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak, artinya sebaran data skor post-test berbeda dengan curve normal data skor post-test tidak terdistribusi normal. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan dari hasil uji normalitas skor post-test menggunakan visualisasi grafik P-P plot adalah: 1) Jika penyebaran titik berada di sekitar garis diagonal ideal maka data skor post-test terdistribusi normal. 2) Jika penyebaran titik tidak berada di sekitar garis diagonal ideal maka data skor post-test tidak terdistribusi normal. Jika hasil data pengujian normalitas skor post-test tidak terdistribusi normal maka statistik yang akan digunakan adalah statistik nonparametris. Uji pada

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 statistik nonparametris yang bisa digunakan adalah Mann Whitney atau Wilcoxon. Jika data terdistribusi secara normal maka analisis selanjutnya adalah independent t-test. b. Uji Homogenitas Skor Post-test Uji homogenitas skor post-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dilakukan menggunakan rumus Lavene’s test. Uji homogenitas skor post-test bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan varian skor post-test kedua kelompok. Hipotesis untuk uji homogenitas skor post-test adalah: Ho: Tidak ada perbedaan varian antara skor post-test kelompok kontrol dan skor post-test kelompok eksperimen atau skor post-test kedua kelompok homogen. (Ho: σ 1 2 =σ 2 2 ) Ha: Ada perbedaan varian antara skor post-test kelompok kontrol dan skor posttest kelompok eksperimen atau skor post-test kedua kelompok tidak homogen. (Ha: σ 1 2 ≠σ 2 2 ) Kriteria untuk menarik kesimpulan dari hasil uji homogenitas skor post-test adalah: 1) Jika harga Sig. ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, artinya tidak ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen atau data skor pre-test kedua kelompok homogen. 2) Jika harga Sig. < 0,05 maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak, artinya ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan skor pre-test

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 kelompok eksperimen atau data skor pre-test kedua kelompok tidak homogen. Hasil uji homogenitas skor post-test akan mempengaruhi langkah prosedur analisis data selanjutnya. Jika varian data skor post-test kedua kelompok homogen maka data untuk uji independent t-test skor post-test yang dilihat dalam output SPSS 20.00 adalah pada baris equal variance assumed. Jika varian data skor posttest kedua kelompok tidak homogen maka data untuk uji independent t-test skor post-test dilihat dalam output SPSS 20.00 adalah pada baris equal variance not assumed. c. Independence Data pada penelitian ini bersifat independen maksudnya data yang berasal dari dua kelompok yang berbeda tidak saling mempengaruhi (Field, 2009: 133). Independen berarti dua sampel tidak tergantung satu dengan yang lain (Santoso, 2014: 104). Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas III A dan kelas III B. Siswa kelas III A merupakan kelas eksperimen dan kelas III B merupakan kelas kontrol. Perlakuan yang diberikan pada kedua kelas berbeda. Kelas eksperimen mendapatkan perlakuan (menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori) sedangkan kelas kontrol tidak mendapatkan perlakuan. Kedua kelas berdiri sendiri dan tidak saling mempengaruhi. 6. Menguji Hipotesis Prosedur analisis data yang keenam adalah menguji hipotesis. Uji hipotesis dilakukan dengan uji independent t-test. Field (2009: 785) menjelaskan bahwa,

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 “independent t-test a test using the t-statistic that establishes whether two means collected from independent samples differ significantly”. Tujuan dari uji independent t-test adalah untuk mencari perbedaan rata-rata skor post-test dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang independen. Penelitian ini menggunakan uji dua pihak (2-tailed) dengan taraf signifikansi 0,05. Perhitungan independent t-test yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk kondisi dengan banyak anggota yang sama pada dua kelompok sampel. Rumus independent t-test untuk banyak anggota sampel yang sama dapat dilihat pada gambar 3.7. 𝑡= 𝑋1 −𝑋2 2 2 𝑠 𝑠 𝑝 𝑝 + 𝑛1 𝑛2 Gambar 3.7. Rumus Independent t-test (Field, 2009: 336). keterangan: 𝑋1 −𝑋2 = selisih rata-rata 2 𝑠 𝑝 2 = varian (dengan 𝑠 𝑝= n = banyak subjek 2 2 𝑛1 −1 𝑠 1 + 𝑛2 −1 𝑠 2 𝑛1 + 𝑛2 −2 ) Hipotesis untuk uji independent t-test pada penelitian ini adalah: Ho: Tidak ada perbedaan rata-rata skor post-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen . (Ho: µ 1 = µ 2) Ha: Ada perbedaan rata-rata skor post-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. (Ha: µ 1 ≠ µ 2)

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan dari hasil uji independent t-test adalah: Jika harga Sig. (2-tailed) ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, 1) maka tidak ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen artinya tidak ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 2) Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05 maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak, maka ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen artinya ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 7. Menguji Besar Pengaruh Uji besar pengaruh dilakukan jika kesimpulan yang ada pada hasil uji hipotesis menunjukkan adanya perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga berbasis metode Montessori. Uji ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya. Perhitungan besar pengaruh menggunakan rumus effect size. Rumus effect size dapat dilihat pada gambar 3.8. 𝑟= 2 𝑡 2 + 𝑑 𝑡 𝑓 Gambar 3.8 Rumus Effect Size (Field, 2009: 332) Keterangan: r = effect size t = harga uji t df = harga derajat kebebasan

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Gambar 3.8 merupakan rumus effect size. Besar effect size yang telah dihitung lalu dikategorikan berdasarkan pada kriteria tertentu. Cohen (dalam Field, 2009: 57) ada 3 kategori dalam menyatakan besarnya effect size. Kriteria yang digunakan untuk menentukan besarnya effect size dapat dilihat pada tabel 3.17. Tabel 3.17 Kategori Effect Size Nilai effect size Kategori 0,10 – 0,29 0,30 – 0,49 0,50 – 1,00 Small effect (efek kecil) Medium effect (efek sedang) Large effect (efek besar) Persentase pengaruh suatu variabel terhadap variabel lain dapat dilihat dengan cara menghitung koefisien determinasi. Koefisien determinasi dilambangkan dengan R2. Rumus koefisien determinasi dapat dilihat pada gambar 3.9. R2 = r2 x 100% Gambar 3.9 Rumus Koefisien Determinasi (Field, 2009: 179) Keterangan: R2 = koefisien determinasi r2 = effect size Gambar 3.9 adalah rumus koefisien determinasi (R2). Koefeisien determinasi dihitung setelah besar nilai effect size diketahui. Koefisien determinasi ini akan mempermudah dalam memahami besarnya pengaruh suatu variabel terhadap variabel lain karena nilainya dalam bentuk persen.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8. 80 Menguji Signifikansi Selisih Rata-rata Skor Pre-test dan Post-test Uji signifikansi selisih rata-rata skor pre-test dan skor post-test ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan atau signifikansi selisih rata-rata skor pre-test dan post-test pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Uji signifikansi selisih rata-rata skor pre-test dan skor post-test dilakukan dengan menggunakan paired t-test. Rumus paired t-test dapat dilihat pada gambar 3.10. 𝑡= 𝐷−m𝐷 𝑆𝐷/ 𝑁 Gambar 3.10. Rumus Paired t-test (Field, 2009: 327) Keterangan: 𝐷 = perbedaan rata-rata antara sampel m𝐷 = rata-rata populasi 𝑆 𝐷/ 𝑁= perbedaan standar error Hipotesis dalam uji signifikansi selisih rata-rata skor pre-test dan skor posttest dengan menggunakan paired t-test untuk kelompok kontrol adalah: Ho: Tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih rata-rata skor pre-test dan rata-rata skor post-test pada kelompok kontrol. (Ho: µ 1 = µ 2) Ha: Ada perbedaan yang signifikan antara selisih rata-rata skor pre-test dan ratarata skor post-test pada kelompok kontrol. (Ha: µ 1 ≠ µ 2) Kriteria pengambilan keputusan yang dilakukan dalam uji signifikansi selisih rata-rata skor pre-test dan skor post-test dengan menggunakan paired t-test untuk kelompok kontrol adalah:

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 1) Jika harga Sig. (2-tailed) ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih rata-rata skor pretest dan rata-rata skor post-test pada kelompok kontrol. 2) Jika harga Sig. (2-tailed)  0,05 maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih rata-rata skor pre-test dan rata-rata skor post-test pada kelompok kontrol. Hipotesis dalam uji signifikansi selisih rata-rata skor pre-test dan skor posttest dengan menggunakan paired t-test untuk kelompok eksperimen adalah: Ho: Tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih rata-rata skor pre-test dan rata-rata skor post-test pada kelompok eksperimen. (Ho: µ 1 = µ 2) Ha: Ada perbedaan yang signifikan antara selisih rata-rata skor pre-test dan ratarata skor post-test pada kelompok eksperimen. (Ha: µ 1 ≠ µ 2) Kriteria pengambilan keputusan yang dilakukan dalam uji signifikansi selisih rata-rata skor pre-test dan skor post-test dengan menggunakan paired t-test untuk kelompok eksperimen adalah: 1) Jika harga Sig. (2-tailed) ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih rata-rata skor pretest dan rata-rata skor post-test pada kelompok eksperimen. 2) Jika harga Sig. (2-tailed)  0,05 maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak artinya ada perbedaan yang signifikan selisih antara rata-rata skor pre-test dan rata-rata skor post-test pada kelompok eksperimen.

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI J. 82 Jadwal Penelitian Penelitian ini dilakukan selama 11 bulan mulai dari bulan September 2013 sampai bulan Juli 2014. Kegiatan yang dilakukan meliputi observasi dan wawancara, penyusunan proposal, penyusunan rancangan penelitian, pelaksanaan penelitian, analisis hasil penelitian, penyusunan skripsi, dan ujian skripsi. Adapun jadwal penelitian yang dapat dilihat lebih jelas pada tabel 3.18. No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kegiatan Tabel 3.18 Jadwal Penelitian Waktu (bulan) Sept Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Observasi dan wawancara untuk data Penyusunan proposal Penyusunan rancangan penelitian Pelaksanaan penelitian Analisis hasil penelitian Penyusunan skripsi Ujian skripsi Tabel 3.18 memaparkan jadwal penelitian dari kegiatan pertama yang dilakukan adalah observasi dan wawancara untuk mendapatkan data pada bulan September sampai Oktober 2013. Kegiatan yang kedua adalah penyusunan proposal pada bulan November 2013. Pada bulan Desember 2013 sampai Januari 2014 melakukan penyusunan rancangan penelitian. Bulan Februari 2014 melaksanakan penelitian, dilanjutkan melakukan analisis hasil penelitian pada bulan Maret 2014. Bulan April 2014 sampai Juni, peneliti melakukan penyusunan skripsi. Kegiatan terakhir adalah ujian skripsi yang dilakukan pada bulan Juli.

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV DESKRIPSI PENELITIAN, HASIL PENELITIAN, DAN PEMBAHASAN Bab IV akan membahas hasil penelitian yang dilakukan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Subbab yang akan dibahas adalah deskripsi penelitian, hasil penelitian dan pembahasan. Deskripsi penelitian berisi gambaran pengambilan data dan perhitungan statistik deskriptif. Hasil penelitian adalah hasil perhitungan dan analisis data secara statistik inferensial dengan menggunakan program SPSS 20.00. Pembahasan merupakan hubungan hasil penelitian terhadap teori-teori yang telah dikemukakan. A. Deskripsi Penelitian Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 3 Februari 2014 sampai tanggal 14 Februari 2014. Penelitian dilakukan di kelas III SD Kanisius Sengkan Yogyakarta. Peneliti memilih kelas III A dengan jumlah 41 siswa. Peneliti memilih kelas III B sebagai kelas kontrol dengan jumlah 42 siswa. Peneliti menggunakan cara pengundian untuk memilih kelas yang digunakan untuk eksperimen dan kontrol. Kedua kelas sama-sama diberi soal pre-test dan post-test dengan soal yang sama dan jumlah yang sama. Peneliti menggunakan 10 alat peraga Geometric Stick Box di kelas eksperimen untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan prestasi belajar siswa di kelas III A. Siswa yang ada di kelas III A di bagi menjadi 10 kelompok. 83

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Kelompok eksperimen adalah kelompok yang diberikan perlakuan. Perlakuan yang diberikan berupa pemberian pelajaran sudut dengan menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Kelompok kontrol menerima materi pembelajaran yang sama tetapi tidak mendapatkan perlakuan yang sama dengan kelompok eksperimen. Kelompok kontrol menerima pembelajaran matematika seperti biasa dan tidak menggunakan alat peraga matematika. Alat peraga matematika yang digunakan adalah “Geometric Stick Box”. Pengumpulan data penelitian menggunakan tiga instrument, yaitu perangkat pembelajaran, lembar observasi, dan tes prestasi. Tes prestasi berupa 20 soal pilihan ganda. Semua instrumen yang digunakan sudah melalui proses validitas dan reliabilitas. Validasi isi dilakukan oleh 3 validator ahli, yaitu 1 dosen dan 2 guru. Validitas muka dilakukan kepada siswa yang sudah pernah mendapat materi sudut. Validitas konstruk dilakukan dengan uji empiris kepada 77 siswa kelas IV SD Kanisius Sengkan. Penelitian dilakukan diantara pemberian pre-test dan post-test. Sebelum penelitian dilaksanakan, kedua kelas diberikan pre-test. Pemberian pre-test dilakukan dengan tujuan melihat kemampuan awal siswa sebelum diberi tindakkan. Soal pre-test yang diberikan untuk kedua kelas adalah sama. Pembelajaran untuk penelitian dilaksanakan setelah pemeberian pre-test kepada kedua kelompok. Pembelajaran untuk kelas kontrol berlangsung tanpa menggunakan alat peraga. Pembelajaran pada kelas eksperimen dilaksanakan dengan menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori berupa “Geometric Stick Box”. K etika pembelajaran telah selesai diberikan, kedua kelas

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI diberikan post-test. Post-test diberikan dengan tujuan 85 melihat ada tidaknya peerbedaannya penggunaan alat peraga “Geometric Stick Box” berbasis Montessori terhadap prestasi belajar siswa. Metode yang digunakan guru pada kelas kontrol adalah ceramah secara klasikal. Guru juga tidak menggunakan alat peraga ataupun media pembelajaran. Kondisi siswa cenderung gaduh dan guru selalu berusaha mengkondisikan siswa sebagaimana baiknya. Guru menyampaikan materi dengan menuliskan soal dipapan tulis, menjelaskan secara klasikal, memberikan soal secara lisan dan memeriksa hasil pekerjaan siswa. Ada beberapa siswa yang dengan mudah mengerjakan soal tetapi ada banyak siswa yang memerlukan bimbingan khusus untuk dapat mengerjakan soal. Guru menutup pembelajaran dengan memberikan evaluasi dan PR. Tabel 4.1 Kegiatan Pembelajaran Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen Kel. Tanggal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa 03 Februari 2014 Mengawasi jalannya pre-test bersama peneliti. Belajar menggunakan alat Geometric Stick Box pada pembelajaran menentukan titik sudut, kaki sudut, dan sudut bersama siswa Menggunakan alat Geometric Stick Box pada pembelajaran mengidentifikasi jenis sudut pada bangun datar secara berkelompok Secara berkelompok siswa belajar mengidentifikasi Pre-test EKSPERIMEN 04 Februari 2014 10 Februari 2014 11 Februari 2014 Keterangan Berjalan dengan baik. Memahami pengertian sudut, menentukan sudut, menentukan kaki sudut, menentukan titik sudut. Berjalan dengan baik. Mengidentifikasi jenis sudut, mengidentifikasi jenis sudut pada bangun datar Berjalan dengan baik. Mengidentifikasi besar sudut, menentukan besar Berjalan dengan baik.

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kel. Tanggal 14 Februari 2014 05 Februari 2014 KONTROL 06 Februari 2014 Kegiatan Guru besar sudut dan mengurutkan besar sudut menggunakan Geometric Stick Box Mengawasi jalannya post-test bersama peneliti. Mengawasi jalannya pre-test bersama peneliti. Belajar menentukan titik sudut, kaki sudut, dan sudut bersama siswa 12 Februari 2014 Mengidentifikasi jenis sudut pada bangun datar secara individu 13 Februari 2014 Secara individu siswa belajar mengidentifikasi besar sudut dan mengurutkan besar sudut menggunakan Busur Mengawasi jalannya pre-test bersama peneliti. 14 Februari 2014 Kegiatan Siswa 86 Keterangan sudut, mengurutkan besar sudut Post-test Berjalan dengan baik. Pre-test Berjalan dengan baik. Memahami pengertian sudut, menentukan sudut, menentukan kaki sudut, menentukan titik sudut. Mengidentifikasi jenis sudut, mengidentifikasi jenis sudut pada bangun datar Mengidentifikasi besar sudut, menentukan besar sudut, mengurutkan besar sudut Berjalan dengan baik. Berjalan dengan baik. Berjalan dengan baik. Berjalan dengan baik. Post-test Kegiatan pembelajaran kelompok eksperimen dilakukan mulai dari tanggal 3 Februari sampai 14 Februari. Kelompok eksperimen kegiatan pembelajarannya dimulai tanggal 5 Februari sampai 14 Februari. Kelompok Eksperimen dan kelompok kontrol pada awal kegiatan pembelajaran pada pertemuan pertama sama-sama melakukan pre-test. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung yang membedakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrok adalah penggunaan alat peraga. Kelompok eksperimen menggunakan alat peraga dalam pembelajarannya, sedangkan kelompok kontrol tidak menggunakan alat peraga.

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 Kegiatan pembelajaran di pertemuan terakhir, kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sama-sama melakukan pre-test. B. Hasil Penelitian Hasil pengerjaan pre-test dan post-test siswa merupakan data dari hasil penelitian. Hasil pengerjaan pre-test dan post-test siswa ini digunakan sebagai data utama dalam analisis data. Hasil pre-test dan post-test diolah menggunakan analisis statistik. Tabel 4.2 adalah deskripsi data skor pre-test dan post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Tabel 4.2 berisi statistik deskriptif data penelitian. Tabel 4.2 Deskripsi Data Penelitian Statistics Pre-test Post-test kontrol Kontrol Valid 42 42 N Missing 0 0 Mean 7.02 16.88 Std. Error of Mean .395 .193 Median 7.00 17.00 a Mode 6 18 Std. Deviation 2.561 1.253 Variance 6.560 1.571 Range 10 4 Minimum 2 15 Maximum 12 19 Sum 295 709 25 5.00 16.00 Percentiles 50 7.00 17.00 75 9.00 18.00 a. Multiple modes exist. The smallest value is shown Pre-test eksperimen 41 1 7.41 .363 7.00 7 2.324 5.399 9 3 12 304 6.00 7.00 9.00 Post-test eksperimen 41 1 17.61 .231 18.00 16 1.481 2.194 4 16 20 722 16.00 18.00 19.00 Tabel 4.2 adalah output SPSS 20.00 statistik deskriptif data penelitian dari kedua kelompok. Tabel 4.2 adalah tabel yang berisi tentang deskripsi data skor pre-test dan post-test yang mencakup rata-rata (mean), skor tengah (median), skor yang sering muncul (mode), standard deviation, variance, skor minimum dan skor

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 maksimum. Data menunjukkan bahwa rata-rata skor pre-test kelompok kontrol lebih rendah dari skor pre-test kelompok eksperimen. Rata-rata skor pre-test kelompok kontrol adalah 7,02 sedangkan rata-rata skor pre-test kelompok eksperimen adalah 7,41. Skor minimum pre-test pada kelompok kontrol adalah 2 sedangkan pada kelompok eksperimen adalah 3. Skor maksimum pada pre-test kedua kelompok adalah sama yaitu 12. Hasil pre-test dari kedua kelompok menunjukkan hasil yang berbeda. Pre-test kelompok eksperimen menunjukkan hasil yang lebih tinggi dari pada kelompok kontrol jika dilihat dari rata-ratanya. Rata-rata skor post-test kelompok kontrol lebih rendah dari skor post-test kelompok eksperimen. Rata-rata skor post-test kelompok kontrol adalah 16,88 dan kelompok eksperimen adalah 17,61. Skor minimum post-test kelompok kontrol adalah 15 sedangkan skor minimum post-test kelompok eksperimen adalah 16. Skor maksimum post-test kelompok kontrol adalah 19 dan kelompok eksperimen adalah 20. Hasil post-test kedua kelompok menunjukkan hasil yang berbeda. Skor post-test kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan skor posttest kelompok eksperimen jika dilihat dari rata-ratanya. Perbandingan skor pretest dan skor post-test dari kedua kelompok dapat dilihat pada tabel 4.3. Tabel 4.3 Perbandingan Skor Hasil Pre-test dan Post-test Rata-rata Skor tertinggi Skor terendah Kenaikan rata-rata skor (rata-rata skor post-test – rata-rata skor pre-test) Persentase 𝑘𝑒𝑛𝑎𝑖 𝑘𝑎𝑛 𝑠 𝑘𝑜𝑟 ( x 100%) 𝑠 𝑘𝑜𝑟𝑎𝑤𝑎𝑙 Kelompok Kontrol Skor Skor Pre-test Post-test 7.02 16.88 12 19 2 15 Kelompok Eksperimen Skor Skor Pre-test Post-test 7.41 17.61 12 20 3 16 9.86 10.20 140.45% 137.65%

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 Tabel 4.3 berisi perbandingan hasil pre-test dan post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kenaikan rata-rata skor pada kelompok kontrol sebesar 9,86 atau sebesar 140,45%. Kenaikan skor pada kelompok eksperimen sebesar 10,20 atau sebesar 137,65%. Kenaikan rata-rata skor lebih tinggi kelompok eksperimen jika dibandingkan dengan kelompok kontrol, namun jika dilihat dari persentasenya lebih tinggi pada kelompok kontrol. Tabel 4.3 belum cukup menggambarkan kenaikan skor yang terjadi pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kenaikan skor akan lebih mudah jika disajikan dalam sebuah grafik. Sujana (2002: 52) mengatakan bahwa peningkatan atau penurunan dapat diketahui lebih mudah menggunakan grafik. Grafik perbandingan hasil skor pre-test dengan post-test dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dapat dilihat pada gambar 4.1. Grafik memudahkan untuk memahami kenaikan skor yang terjadi. Grafik Perbandingan Hasil Skor Pre-test dan Post-test 20 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 17.61 16.88 7.41 Eksperimen Kontrol 7.02 skor pretest skor posttest Gambar 4.1 Grafik Perbandingan Hasil Skor Pre-test dengan Post-test Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Gambar 4.1 menunjukkan perbandingan hasil rata-rata skor pre-test dengan skor post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kedua kelompok sama-sama mengalami kenaikan. Kelompok kontrol mengalami kenaikan rata-rata skor sebesar 9,86 sedangkan kelompok ekperimen mengalami kenaikan rata-rata skor sebesar 10,20. Kelompok kontrol mengalami kenaikan rata-rata skor dari skor 7,02 ke skor 16,88. Kelompok eksperimen mengalamai kenaikan rata-rata skor dari 7,41 ke 17,61. Pengujian dilakukan untuk dapat menarik kesimpulan. Analisis data pada penelitian kuantitatif akan dilanjutkan menggunakan statistik inferensial. Sugiyono (2012: 147) menjelaskan bahwa statistik inferensial digunakan supaya dapat menarik kesimpulan yang dapat berlaku untuk populasi. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah, “A pakah ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori terhadap prestasi belajar siswa?”. Hipotesis statsitik dalam penelitian ini ada dua yaitu Hipotesis nol dan hipotesis alternatif. Hipotesis nol pada penelitian ini adalah tidak ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori terhadap prestasi belajar siswa. Hipotesis alternatif dalam penelitian ini adalah ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori terhadap prestasi belajar siswa. Hipotesis statistik yang telah diuraikan diuji menggunakan analisis statistik inferensial. Perumusan hipotesis statistik adalah tahap awal analisis data. Analisis data telah dilakukan berdasarkan prosedur yang telah diuraikan. Hasil analisis data

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 berupa output dari program Ms. Excel dan SPSS 20.00. Hasil analisis adalah sebagai berikut: 1. Hasil Uji Skor Pre-test Pengujian skor pre-test adalah tahap analisis data yang harus dilakukan. Pengujian skor pre-test ini meliputi uji normalitas skor pre-test, uji homogenitas skor pre-test, dan uji independent t-test skor pre-test. Pengujian skor pre-test ini bertujuan untuk melihat prestasi awal dari kelompok sampel. a. Hasil Uji Normalitas Skor Pre-test Uji normalitas skor pre-test dilakukan dengan menggunakan dua teknik yaitu uji normalitas data dengan Kolmogorov-Smirnov dan dengan visualisasi P-P Plot (Probability-Probability Plot). Kedua uji tersebut menggunakan program SPSS 20.00. Uji normalitas dilakukan pada skor pre-test kedua kelompok. Tujuan uji normalitas ini adalah untuk melihat sebaran data dan menentukan jenis statistik yang akan digunakan. Hipotesis untuk uji normalitas skor pre-test dengan teknik uji normalitas data dengan Kolmogorov-Smirnov adalah: Ho: Sebaran data skor pre-test tidak berbeda dengan curve normal atau data skor pre-test terdistribusi normal. Ha: Sebaran data skor pre-test berbeda dengan curve normal atau data skor pretest tidak terdistribusi normal. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan dari hasil uji normalitas skor pre-test menggunakan Kolmogorov-Smirnov adalah:

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1) 92 Jika harga sig. (2-tailed) ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, artinya sebaran data skor pre-test tidak berbeda dengan curve normal atau data skor pre-test terdistribusi normal. 2) Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak, artinya sebaran data skor pre-test berbeda dengan curve normal atau data skor pre-test tidak terdistribusi normal. Hasil perhitungan uji normalitas kelompok kontrol dengan menggunakan program SPSS 20.00 dapat dilihat pada tabel 4.4. Tabel 4.4 adalah output SPSS 20.00 untuk uji normalitas skor pre-test kelompok kontrol. Tabel 4.4 Hasil Perhitungan Uji Normalitas Skor Pre-test Kelompok Kontrol One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Kontrol N Normal Parameters a,b Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative 42 7.02 2.561 .132 .132 -.101 .852 .462 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Hasil uji normalitas dengan menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov dilakukan dengan cara membandingkan nilai Sig. (2-tailed) dengan nilai 0,05. Kriteria pengambilan keputusan telah disebutkan sebelumnya. Nilai Sig. (2-tailed) = 0,462 sehingga Sig. (2-tailed) ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, artinya sebaran data skor pre-test tidak berbeda dengan curve normal atau data skor pre-test terdistribusi normal.

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan dari hasil uji normalitas skor pre-test menggunakan visualisasi grafik P-P Plot adalah: 1) Jika penyebaran titik berada di sekitar garis diagonal ideal maka data skor pre-test terdistribusi normal. 2) Jika penyebaran titik tidak berada di sekitar garis diagonal ideal maka data skor pre-test tidak terdistribusi normal. Visualisasi P-P Plot dapat dilihat pada gambar 4.2. Gambar 4.2 Histogram (kiri) dan P-P Plot (kanan) Skor Pre-test Kelompok Kontrol Gambar 4.2 adalah gambar histogram (kiri) dan P-P Plot (kanan). Kedua gambar memperlihatkan bahwa data dari skor pre-test kelompok kontrol terdistribusi normal. Penyebaran titik berada di sekitar garis diagonal ideal. Kedua uji normalitas data dengan teknik Kolmogorov-Smirnov dan visualisasi P-P Plot menunjukkan bahwa sebaran data skor pre-test kelompok eksperimen terdistribusi normal. Hasil perhitungan uji normalitas skor pre-test untuk kelompok eksperimen dengan menggunakan program SPSS 20.00 dapat dilihat pada tabel 4.5.

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 Tabel 4.5 Hasil Perhitungan Uji Normalitas Skor Pre-test Kelompok Eksperimen One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Eksperimen N Normal Parameters a,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) 41 7.41 2.324 .112 .107 -.112 .718 .681 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Hasil uji normalitas menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov dilakukan dengan cara membandingkan nilai Sig. (2-tailed) dengan nilai 0,05. Kriteria pengambilan keputusan telah disebutkan sebelumnya. Nilai Sig. (2-tailed) = 0,681 sehingga Sig. (2-tailed) ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, artinya sebaran data skor pre-test tidak berbeda dengan curve normal atau data skor pretest terdistribusi normal. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan dari hasil uji normalitas skor pre-test menggunakan visualisasi grafik P-P Plot adalah: 1) Jika penyebaran titik berada di sekitar garis diagonal ideal maka data skor pre-test terdistribusi normal. 2) Jika penyebaran titik tidak berada di sekitar garis diagonal ideal maka data skor pre-test tidak terdistribusi normal.

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Visualisasi P-P Plot dapat dilihat pada gambar 4.2. Gambar 4.3 Histogram (kiri) dan P-P Plot (kanan) Skor Pre-test Kelompok Eksperimen Gambar 4.3 adalah gambar histogram (kiri) dan P-P Plot (kanan). Kedua gambar mengindikasikan bahwa data dari skor pre-test kelompok kontrol terdistribusi normal. Penyebaran titik berada di sekitar garis diagonal ideal. Kedua uji normalitas data dengan teknik Kolmogorov-Smirnov dan visualisasi P-P Plot menunjukkan bahwa sebaran data skor pre-test kelompok eksperimen terdistribusi normal. Uji normalitas skor pre-test untuk kedua kelompok menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov dan visualisasi grafik P-P Plot menunjukkan bahwa sebaran data skor pre-test terdistribusi normal. Sebaran data yang terdistribusi normal terpenuhi sehingga dapat menggunakan statistik parametris. Langkah selanjutnya adalah uji homogenitas skor pre-test. b. Hasil Uji Homogenitas Skor Pre-test Skor hasil pre-test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol harus melalui tahap uji homogenitas. Uji ini dilakukan untuk melihat homogenitas kelompok kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik yang digunakan

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 untuk uji homogenitas dalam penelitian ini adalah Lavene’s test. Hipotesis untuk uji homogenitas skor pre-test pada penelitian ini adalah: Ho: Tidak ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan skor pre-test kelompok eksperimen atau skor pre-test kedua kelompok homogen. (Ho: σ 2 1 =σ 2 2 ) Ha: Ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen atau skor pre-test kedua kelompok tidak homogen. (Ha: σ 2 1 ≠σ 2 2 ) Kriteria pengambilan keputusan yang digunakan untuk menarik kesimpulan uji homogenitas pre-test adalah : 1) Jika harga Sig. ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, artinya tidak ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen atau data skor pre-test kedua kelompok homogen. 2) Jika harga Sig. < 0,05 maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak, artinya ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan skor pre-test kelompok eksperimen atau data skor pre-test kedua kelompok tidak homogen. Hasil perhitungan uji homogenitas dengan menggunakan program SPSS 20.00 dapat dilihat pada tabel 4.6.

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 Tabel 4.6 Hasil Perhitungan Homogenitas Skor Pre-test Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances F Equal variances .474 assumed Pre-test Equal variance s not assume d t-test for Equality of Means Sig. t df .493 -.728 81 -.728 80.572 Sig. Mean Std. Error (2-tailed) Difference Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper .469 -.391 .537 .678 1.460 .468 -.391 .537 1.458 .677 Tabel 4.3 menunjukkan hasil homogenitas skor pre-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang diolah dengan program SPSS 20.00. Nilai Sig. pada kolom Lavene’s test menunjukkan hasil uji homogenitas. Hasil uji homogenitas menggunakan Lavene’s test dilakukan dengan cara membandingkan nilai Sig. dengan nilai 0,05. Kriteria pengambilan keputusan telah disebutkan sebelumnya. Nilai Sig. = 0,493 sehingga Sig. ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak. Keputusan yang dapat diambil berdasarkan uji homogenitas skor pretest yaitu tidak ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan skor pre-test kelompok eksperimen atau data skor pre-test kedua kelompok homogen. Hasil uji homogenitas menunjukkan varian data kedua kelompok homogen maka analisis data dilanjutkan dengan uji independent t-test skor pretest.

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI c. 98 Hasil Uji Independent t-test Skor Pre-test Uji independent t-test skor pre-test memiliki tujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan rata-rata skor pre-test kelompok kontrol dan rata-rata skor pre-test kelompok eksperimen. Independent t-test digunakan karena data diperoleh dari dua kelompok yang independen. Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Ho: Tidak ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. (Ho: µ 1 = µ 2) Ha: Ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. (Ha: µ 1 ≠ µ 2) Kriteria pengambilan keputusan pada pengujian independent t-test skor pretest yang digunakan adalah: 1) Jika harga Sig. (2-tailed) ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, artinya tidak ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. 2) Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05 maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak, artinya ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil perhitungan uji independent t-test skor pre-test dengan menggunakan program SPSS 20.00 dapat dilihat pada tabel 4.7.

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 Tabel 4.7 Hasil Perhitungan Uji Independent t-test Skor Pre-test Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances F Equal variances .474 assumed Pre-test Equal variance s not assume d t-test for Equality of Means Sig. t Df .493 -.728 81 -.728 80.572 Sig. Mean Std. Error (2-tailed) Difference Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper .469 -.391 .537 .678 1.460 .468 -.391 .537 1.458 .677 Tabel 4.7 menunjukkan hasil pengujian independent t-test skor pre-test. Nilai Sig. (2-tailed) menunjukkan nilai hasil uji independent t-test. Hasil uji homogenitas dilakukan dengan membandingkan nilai Sig. (2-tailed) dengan nilai 0,05. Nilai Sig. (2-tailed) = 0,469 sehingga Sig. (2-tailed) ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak. Keputusan yang dapat diambil yaitu tidak ada perbedaan rata-rata antara skor pre-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil uji independent t-test menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata skor pretest antara kelompok kontrol dan eksperimen maka pengujian dapat dilanjutkan dengan langkah uji prasyarat analisis untuk uji independent t-test skor post-test. 2. Hasil Uji Prasyarat Analisis Uji prasyarat analisis merupakan tahap selanjutnya. Uji prasyarat analisis ini meliputi uji normalitas skor post-test, uji homogenitas skor post-test, dan independence. Ketiga syarat tersebut bila terpenuhi semua maka analisis data dapat menggunakan independent t-test.

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI a. 100 Hasil Uji Normalitas Skor Post-test Uji normalitas skor post-test dilakukan dengan menggunakan dua teknik yaitu uji normalitas data dengan program SPSS 20.00 yaitu Kolmogorov-Smirnov dan dengan visualisasi P-P Plot (Probability-Probability Plot. Uji normalitas dilakukan pada skor post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Tujuan uji normalitas ini adalah untuk melihat sebaran data dan menentukan jenis statistik yang akan digunakan. Hipotesis untuk uji normalitas skor post-test dengan teknik uji normalitas data dengan Kolmogorov-Smirnov adalah: Ho: Sebaran data skor post-test tidak berbeda dengan curve normal atau data skor post-test terdistribusi normal. Ha: Sebaran data skor post-test berbeda dengan curve normal atau data skor post-test tidak terdistribusi normal. Kriteria yang digunakan untuk mengambil keputusan dari hasil uji normalitas skor post-test menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov adalah: 1) Jika harga Sig. (2-tailed) ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, artinya sebaran data skor post-test sesuai dengan curve normal atau data skor post-test terdistribusi normal. 2) Jika harga Sig. (2-tailed) < 0,05 maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak, artinya sebaran data skor post-test tidak sesuai dengan curve normal data skor post-test tidak terdistribusi normal. Pengujian normalitas data telah dilakukan. Hasil perhitungan uji normalitas untuk kelompok kontrol dengan menggunakan program SPSS 20.00 dapat dilihat

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 pada tabel 4.8. Tabel 4.8 adalah output SPSS 20.00 untuk uji normalitas skor posttest kelompok kontrol. Tabel 4.8 Hasil Perhitungan Uji Normalitas Skor Post-test Kelompok Kontrol One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Kontrol N Normal Parameters a,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. 42 16.88 1.253 .171 .164 -.171 1.109 .171 Hasil uji normalitas menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov dilakukan dengan cara membandingkan nilai Sig. (2-tailed) dengan nilai 0,05. Kriteria pengambilan keputusan telah disebutkan sebelumnya. Nilai Sig. (2-tailed) = 0,171 sehingga Sig. (2-tailed) ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, artinya sebaran data skor pre-test tidak berbeda dengan curve normal atau data skor pretest terdistribusi normal. Cara yang kedua yaitu menggunakan visualisasi grafik P-P plot. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan dari hasil uji normalitas skor post-test menggunakan visualisasi grafik P-P Plot adalah: 1) Jika penyebaran titik berada di sekitar garis diagonal ideal maka data skor post-test terdistribusi normal. 2) Jika penyebaran titik tidak berada di sekitar garis diagonal ideal maka data skor post-test tidak terdistribusi normal.

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 Visualisasi P-P Plot dapat dilihat pada gambar 4.4. Gambar 4.4 Histogram (kiri) dan P-P Plot (kanan) Skor Post-test Kelompok Kontrol Gambar 4.4 merupakan gambar histogram (kiri) dan P-P Plot (kanan). Kedua gambar menunjukkan bahwa data dari skor post-test kelompok kontrol terdistribusi normal. Penyebaran titik berada di sekitar garis diagonal ideal. Kedua uji normalitas data dengan teknik Kolmogorov-Smirnov dan visualisasi P-P Plot menunjukkan bahwa sebaran data skor pre-test kelompok eksperimen terdistribusi normal. Hasil perhitungan uji normalitas skor post-test untuk kelompok eksperimen dengan menggunakan program SPSS 20.00 dapat dilihat pada tabel 4.9. Tabel 4.9 Hasil Perhitungan Uji Normalitas Skor Post-test Kelompok Eksperimen One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Eksperimen N Normal Parameters Most Extreme Differences a,b Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. 41 17.61 1.481 .203 .203 -.139 1.299 .068

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 Tabel 4.9 merupakan hasil pengujian normalitas data skor post-test kelompok eksperimen. Hasil uji normalitas menggunakan teknik KolmogorovSmirnov dilakukan dengan membandingkan nilai Sig. (2-tailed) dengan nilai 0,05. Kriteria pengambilan keputusan telah disebutkan sebelumnya. Nilai Sig. (2-tailed) = 0,068 sehingga Sig. (2-tailed) ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, artinya sebaran data skor pre-test tidak berbeda dengan curve normal atau data skor pre-test terdistribusi normal. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan dari hasil uji normalitas skor pre-test menggunakan visualisasi grafik P-P Plot adalah: 1) Jika penyebaran titik berada di sekitar garis diagonal ideal maka data skor pre-test terdistribusi normal. 2) Jika penyebaran titik tidak berada di sekitar garis diagonal ideal maka data skor pre-test tidak terdistribusi normal. Visualisasi P-P Plot skor post-test untuk krelompok eksperimen dapat dilihat pada gambar 4.5. Gambar 4.5 Histogram (kiri) dan P-P Plot (kanan) Skor Post-test Kelompok Eksperimen

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 Gambar 4.5 merupakan gambar histogram (kiri) dan P-P Plot (kanan). Kedua gambar memperlihatkan bahwa data dari skor post-test kelompok kontrol terdistribusi normal. Penyebaran titik berada di sekitar garis diagonal ideal. Kedua uji normalitas data dengan teknik Kolmogorov-Smirnov dan visualisasi P-P Plot menunjukkan bahwa sebaran data skor post-test kelompok eksperimen terdistribusi normal. Uji normalitas skor post-test untuk kedua kelompok menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov dan visualisasi grafik P-P Plot menunjukkan bahwa sebaran data skor post-test terdistribusi normal. Sebaran data yang terdistribusi normal terpenuhi sehingga dapat menggunakan statistik parametris. Langkah selanjutnya adalah uji homogenitas skor post-test. b. Hasil Uji Homogenitas Skor Post-test Tahap selanjutnya adalah menguji homogenitas skor post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan independent t-test. Pengujian independent t-test menggunakan SPSS 20.00. Hipotesis untuk uji homogenitas skor post-test adalah: Ho: Tidak ada perbedaan varian antara skor post-test kelompok kontrol dan skor post-test kelompok eksperimen atau skor post-test kedua kelompok homogen. (Ho: σ 1 2 =σ 2 2 ) Ha: Ada perbedaan varian antara skor post-test kelompok kontrol dan skor posttest kelompok eksperimen atau skor post-test kedua kelompok tidak homogen. (Ha: σ 1 2 ≠σ 2 2 )

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan dari hasil uji homogenitas skor post-test adalah: 1) Jika harga Sig. ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, artinya tidak ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen atau data skor pre-test kedua kelompok homogen. 2) Jika harga Sig. < 0,05 maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak, artinya ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan skor pre-test kelompok eksperimen atau data skor pre-test kedua kelompok tidak homogen. Hasil perhitungan uji homogenitas skor post-test pada kedua kelompok dengan menggunakan program SPSS 20.00 dapat dilihat pada tabel 4.10. Tabel 4.10. adalah output SPSS 20.00 dengan rumus Lavene’s test. Tabel 4.10 Hasil Perhitungan Uji Homogenitas Skor Post-test Independent Samples Test Levene's t-test for Equality of Means Test for Equality of Variances F Sig. t Df Sig. Mean Std. 95% (2Differ Error Confidence tailed) ence Differ Interval of the ence Difference Lower Upper Equal variances assumed Ekspe rimen Equal variances not assumed 2.29 .134 -2.42 81 .018 -.729 .301 -1.328 -.130 -2.42 78.19 .018 -.729 .302 -1.329 -.129

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 Tabel 4.10 merupakan hasil homogenitas skor post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang diolah dengan program SPSS 20.00. Nilai Sig. pada kolom Lavene’s test menunjukkan hasil uji homogenitas. Hasil uji homogenitas menggunakan Lavene’s test dilakukan dengan cara membandingkan nilai Sig. dengan nilai 0,05. Nilai Sig. = 0,134 sehingga Sig. ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak. Keputusan yang dapat diambil berdasarkan uji homogenitas skor post-test yaitu tidak ada perbedaan varian antara skor post-test kelompok kontrol dan skor post-test kelompok eksperimen atau data skor post-test kedua kelompok homogen. Hasil uji homogenitas menunjukkan varian data kedua kelompok homogen maka analisis data dilanjutkan dengan uji hipotesisi dengan independent t-test. c. Independence Dua prasyarat analisis telah dilakukan dan didapatkan hasil. Prasyarat analisis yang ketiga adalah independence. Kelompok sampel dalam penelitian ini adalah dua kelompok yang independen sehingga analisis prasyarat ini telah memenuhi kriteria. Kedua kelompok sampel memiliki jumlah anggota yang berbeda. Masing-masing kelompok juga menerima perlakuan yang berbeda satu sama lain. Kelompok eksperimen menerima perlakuan berupa pembelajaran dengan menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Kelompok kontrol menerima perlakuan pembelajaran seperti biasanya. Siswa yang menerima perlakuan di kelompok eksperimen tidak menerima perlakuan di kelompok kontrol. Siswa yang menerima perlakuan di kelompok kontrol tidak

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 menerima perlakuan di kelompok eksperimen. Kedua kelompok menerima perlakuan yang tidak sama sehingga tidak saling mempengaruhi. 3. Hasil Uji Hipotesis Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan independent t-test. Penggunaan independent t-test didasarkan pada terpenuhinya ketiga syarat. Syarat yang pertama adalah normalitas data. Data skor post-test terditribusi normal. Syarat yang kedua adalah homogenitas. Data skor post-test memiliki varian data yang homogen. Syarat yang ketiga adalah independence dan telah terpenuhi. Hipotesis untuk independent t-test ini adalah: Ho: Tidak ada perbedaan rata-rata skor post-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. (Ho: µ 1 = µ 2) Ha: Ada perbedaan rata-rata skor post-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. (Ha: µ 1 ≠ µ 2) Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan dari hasil uji independent t-test adalah: 1) Jika harga Sig. ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak, maka tidak ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen artinya tidak ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 2) Jika harga Sig. < 0,05 maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak, maka ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen artinya ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori.

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 Hasil perhitungan uji independent t-test skor post-test untuk kedua kelompok dengan menggunakan program SPSS 20.00 dapat dilihat pada tabel 4.11. Tabel 4.11 Hasil Perhitungan Uji Independent Sample t-test Group Statistics N Mean Kontrol Eksperimen Eksperi men Std. Deviation 42 16.88 1.253 41 17.61 1.481 Independent Samples Test Levene's Test t-test for Equality of Means for Equality of Variances F Sig. t df Sig. (2- Mean Std. tailed) Differe Error nce Differe nce Kontrol Eksperimen Equal variances assumed Equal variances not assumed Std. Error Mean .193 .231 2.293 .134 -2.422 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper 81 .018 -.729 .301 -1.328 -.130 -2.417 78.191 .018 -.729 .302 -1.329 -.129 Tabel 4.11 memperlihatkan bahwa t hitung pada tingkat kepercayaan 95% untuk hasil post-test pada baris equal variances assumed adalah -2,422 dengan Sig. (2 tailed) = 0,018. Uji hipotesis pada penelitian ini adalah menggunakan uji dua pihak maka hasil t-test langsung dibandingkan dengan 0,05. Nilai 0,018 < 0,05. Hasil uji hipotesis dapat disimpulkan Ho ditolak atau Ha gagal ditolak, maka ada perbedaan rata-rata skor pre-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen artinya ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Bukti manual mengacu rumus independent t-test pada gambar 3.7 adalah sebagai berikut:

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 2 𝑛1 −1 𝑠 2 −1) 𝑠 1 + (𝑛 2 𝑛1 + 𝑛2 −2 2 = 𝑠 𝑝 = = = 42 −1 1,253 2 + (41 −1)1,4812 42+ 41 −2 41 𝑥1,570+ 40 𝑥2,193 81 152,09 81 = 1,878 𝑡= 𝑋1 −𝑋2 2 2 𝑠 𝑠 𝑝 𝑝 + 𝑛1 𝑛2 𝑡= 16,88 −17,61 1,878 42 𝑡= 𝑡= 𝑡= + 1,878 41 −0,73 0,0447 + 0,0458 −0,73 0,0905 −0,73 0,3008 𝑡= −2,42 109

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 Perhitungan t-test secara manual terbukti sama dengan perhitungan menggunakan program SPSS 20.00. 4. Hasil Uji Besar Pengaruh Uji besar pengaruh dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori terhadap prestasi belajar siswa. Analisis dilakukan dengan menggunakan rumus effect size. Perhitungan effect size pada penelitian ini adalah: ฀= 𝑟= 2 𝑡 2 + 𝑑 𝑡 𝑓 −2,422 2 −2,422 2 + 81 𝑟= 5,866 5,866 + 81 𝑟= 5,866 86,866 𝑟= 0,0675 𝑟= 0,260 Hasil perhitungan effect size menunjukkan 0,260 dengan kriteria small effect. Persentase besar pengaruh penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat diketahui melalui perhitungan rumus koefisien determinasi. Hasil perhitungan koefisien determinasi tampak pada tabel 4.12.

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 Tabel 4.12 Hasil uji koefisien determinasi Komponen Hasil t -2,422 df 81 r 0,260 r2 0,0676 R2 6,76% Kesimpulan dari hasil analisis data adalah secara umum kelompok eksperimen (M = 17,01; SE = 0,231) memiliki rata-rata skor post-test yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol (M = 16,88; SE = 0,193). Perbedaan skor tersebut signifikan t(81)=-2,422 p < 0,05 dan memiliki small effect size sebesar r = 0,260. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa R2 = 6,76% yang berarti bahwa perbedaan prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh penggunaan alat peraga sebesar 6,76% sedangkan sisanya sebesar 93,24% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. 5. Hasil Uji Signifikansi Selisih Rata-rata Skor Pre-test dan Post-test Uji signifikansi selisih dilakukan untuk mengetahui seberapa besar signifikansi selisih rata-rata skor pre-test dan post-test pada kedua kelompok. Uji signifikansi selisih dilakukan dengan menggunakan paired t-test. Uji signifikansi selisih rata-rata dilakukan pada skor pre-test dan post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. 1. Hasil Uji Signifikansi Selisih Skor Pre-test dan Post-test Kelompok Kontrol Uji signifikansi dilakukan dengan menggunakan rumus paired t-test melalui program SPSS 20.00. Hipotesis yang digunakan dalam uji signifikansi selisih skor pre-test dan post-test kelompok kontrol adalah sebagai berikut:

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 Ho: Tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih rata-rata skor pre-test dan rata-rata skor post-test pada kelompok kontrol. (Ho: µ 1 = µ 2) Ha: Ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata selisih skor pre-test dan ratarata skor post-test pada kelompok kontrol. (Ha: µ 1 ≠ µ 2) Kriteria pengambilan keputusan yang dilakukan dalam uji signifikansi selisih skor pre-test dan post-test kelompok kontrol menggunakan paired t-test adalah: 1) Jika harga Sig. (2-tailed) ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih rata-rata skor pretest dan rata-rata skor post-test pada kelompok kontrol. 2) Jika harga Sig. (2-tailed)  0,05 maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih rata-rata skor pre-test dan rata-rata skor post-test pada kelompok kontrol. Hasil uji signifikansi selisih rata-rata skor pre-test dan post-test kelompok kontrol dapat dilihat pada tabel 4.13. Tabel 4.13 adalah output SPSS 20.00 untuk uji paired t-test. Tabel 4.13 Uji Signifikansi Selisih Rata-rata Skor Pre-test dan Post-test Kelompok Kontrol Paired Samples Test Paired Differences Mean Std. Deviation Std. Error Mean Lower Pair 1 Posttest_kontrol Pretest_kontrol 9.857 2.719 .420 t df 95% Confidence Interval of the Difference 9.010 Sig. (2tailed) Upper 10.704 23.493 41 .000 Hasil perhitungan uji signifikansi selisih rata-rata skor pre-test dan post-test kelompok kontrol menunjukkan bahwa skor pre-test dan post-test kelompok

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kontrol signifikan. Perhitungan paired t-test untuk kelompok 113 kontrol menunjukkan harga Sig. (2-tailed) 0,000  0,05 maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih rata-rata skor pre-test dan rata-rata skor post-test. 2. Hasil Uji Signifikansi Selisih Skor Pre-test dan Post-test Kelompok Eksperimen Pengujian dilakukan dengan menggunakan rumus paired t-test melalui program SPSS 20.00. Hipotesis yang digunakan dalam uji signifikansi selisih skor pre-test dan post-test kelompok eksperimen adalah sebagai berikut: Ho: Tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih rata-rata skor pre-test dan rata-rata skor post-test pada kelompok eksperimen. (Ho: µ 1 = µ 2) Ha: Ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata selisih skor pre-test dan ratarata skor post-test pada kelompok eksperimen. (Ha: µ 1 ≠ µ 2) Kriteria pengambilan keputusan yang dilakukan dalam uji signifikansi selisih skor pre-test dan post-test kelompok eksperimen menggunakan paired ttest adalah: 1) Jika harga Sig. (2-tailed) ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak atau Ha ditolak artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih rata-rata skor pretest dan rata-rata skor post-test pada kelompok eksperimen. 2) Jika harga Sig. (2-tailed)  0,05 maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih rata-rata skor pre-test dan rata-rata skor post-test pada kelompok eksperimen.

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 Hasil uji signifikansi selisih rata-rata skor pre-test dan post-test kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel 4.14. Tabel 4.14 adalah output SPSS 20.00 untuk uji paired t-test. Tabel 4.14 Uji Signifikansi Selisih Rata-rata Skor Pre-test dan Post-test Kelompok Eksperimen Paired Samples Test Mean Pair 1 Posttest_eksperimen Pretest_eksperimen 10.195 Paired Differences Std. Std. Error 95% Confidence Deviation Mean Interval of the Difference Lower Upper 2.315 .362 9.464 t 10.926 28.194 df Sig. (2tailed) 40 .000 Hasil perhitungan uji signifikansi selisih rata-rata skor pre-test dan post-test kelompok eksperimen menunjukkan bahwa skor pre-test dan post-test kelompok kontrol signifikan. Perhitungan paired t-test untuk kelompok eksperimen menunjukkan harga Sig. (2-tailed) 0,000  0,05 maka Ho ditolak atau Ha gagal ditolak artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih rata-rata skor pre-test dan rata-rata skor post-test. C. Pembahasan Hasil analisis data penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan antara prestasi belajar kelompok kontrol dan prestasi belajar kelompok eksperimen atas penggunaan alat peraga berbasis metode Montessori. Skor rata-rata kelompok eksperimen yang menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori meningkat lebih tinggi daripada skor kelompok kontrol yang tidak menggunakan alat peraga serupa ketika pembelajaran. Peningkatan rata-rata skor hasil pre-test dan rata-rata skor hasil post-test dapat dilihat pada gambar 4.1. Gambar 4.1 merupakan grafik perbandingan hasil skor pre-test dan skor post-test

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Grafik menunjukkan kenaikan ratarata skor pre-test dibandingkan rata-rata skor post-test. Kenaikan prestasi belajar siswa tersebut disebabkan oleh penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat membantu siswa untuk mengeksplorasi kemampuan matematikanya (Montessori, 2002: 169-175). Siswa dapat belajar dengan menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dan dapat mengoreksi kesalahannya sendiri. Hal tersebut sesuai dengan salah satu karakteristik alat peraga berbasis metode Montessori yaitu auto-corection dan memberi kesempatan bagi siswa untuk belajar membangun pengetahuan baru secara mandiri (Montessori, 2002: 169-175). Ketika pembelajaran berlangsung siswa terlihat aktif dan senang belajar menggunakan alat peraga matematika “Geometric Stick Box” (lampiran 19). Guru juga tidak perlu selalu mendampingi setiap anak dalam belajar, hanya sebagai fasilitator saja. Karakteristik alat peraga berbasis metode Montessori lainnya adalah menarik. Alat peraga matematika berbasis metode Montessori dibuat dengan semenarik mungkin (Montessori, 2002: 174). Alat peraga yang menarik merangsang anak untuk mau mencoba belajar dengan alat peraga tersebut. Warnawarna maupun bentuk-bentuk yang nyata dan harmonis dengan lingkungan merupakan kunci keberhasilan siswa dalam belajar karena siswa usia sekolah dasar berada pada tingkat operasional konkret. Jean Piaget mengungkapkan bahwa tahap operasional konkret berada pada rentang usia 7 sampai 11 tahun (Desmita, 2009: 5). Anak yang berada pada tahap

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 operasional sudah mulai berpikir secara logis mengenai peristiwa-peristiwa nyata dan mulai mencoba mengelompokkan benda-benda dalam berbagai macam bentuk (Desmita, 2009: 101). Hubungan yang sinkron antara karakteristik alat peraga berbasis metode Montessori dengan karakteristik siswa sekolah dasar membuat siswa nyaman untuk menggunakan alat peraga berbasis metode Montessori sehingga siswa senang dalam mempelajarinya. Secara khusus peningkatan prestasi belajar dapat terjadi pada bidang matematika yang sifat ilmunya adalah abstrak (Soedjadi, 2000: 11). Alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat membantu siswa memahami konsep abstrak dari materi mata pelajaran matematika dengan konsep nyata yang dibawa oleh alat peraga itu sendiri. Montessori menciptakan alat peraga sejalan dengan kemampuan siswa dan kebutuhan siswa (Montessori, 2002: 172). Lingkungan yang dapat membantu siswa dalam belajar adalah lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Bruner mengatakan bahwa sekolah hendaknya menyediakan lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan siswa untuk melakukan eksplorasi dan menemukan hal baru (Jamaris, 2013: 149). Piaget juga memaparkan pendapat yang sejalan dengan Bruner, Ia menyatakan bahwa kemampuan berpikir siswa diperoleh dari berbagai pengalaman pemecahan masalah sehingga siswa aktif membangun pengetahuannya sendiri (Jamaris, 2013: 151). Alat peraga berbasis metode Montessori dapat membantu siswa untuk memenuhi kebutuhan untuk membangun pengetahuan. Terpenuhinya kebutuhan siswa untuk belajar dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berpikir.

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN Bab V menjelaskan tentang kesimpulan, keterbatasan penelitian, dan saran. Kesimpulan berisi jawaban atas rumusan masalah dalam penelitian. Keterbatasan penelitian berisi hal-hal yang menjadikan penelitian belum sempurna. Saran berisi hal-hal yang dapat diusahakan supaya penelitian selanjutnya dapat lebih baik. A. Kesimpulan Rumusan masalah pada penelitian ini adalah ”A pakah ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori?”. Hipotesis penelitian pada penelitian ini adalah ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan adalah bahwa ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Secara umum kelompok eksperimen (M =17,01; SE = 0,231) memiliki rata-rata skor post-test yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol (M = 16,88,80; SE = 0,193). Perbedaan skor tersebut signifikan t(81)= -2,244 p < 0,05 dan memiliki small effect size sebesar r = 0,308. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa R2 = 9,5% yang berarti bahwa peningkatan prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh penggunaan alat peraga sebesar 9,5% sedangkan sisanya sebesar 90,5% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Perhitungan uji signifikansi rata-rata skor pre- 117

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 test dan post-test kedua kelompok menunjukkan bahwa skor pre-test dan post-test kelompok kontrol signifikan dan begitu juga skor pre-test dan post-test kelompok ekperimen didapatkan hasil signifikan. B. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini memiliki keterbatasan antara lain: 1. Post-test hanya dilakukan sekali sehingga tidak bisa mengetahui retensi pengaruh penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 2. Penelitian yang dilakukan belum berani mengambil keputusan untuk menggunakan uji satu pihak (1-tailed). C. Saran Saran yang dapat disampaikan oleh peneliti antara lain: 1. Post-test sebaiknya dilakukan lebih dari satu kali sehingga dapat mengetahui retensi pengaruh penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 2. Penelitian kedepan hendaknya berani mengambil keputusan untuk menggunakan uji satu pihak (1-tailed) karena teori-teori yang sudah ada mampu mendukung penelitian baru tersebut.

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 DAFTAR REFERENSI Arikunto, S. (2007). Dasar-dasar evaluasi pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Arikunto. 2012. Prosedur Penilaian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta. Arora, A., Foy, P., Martin, M.O., dan Muilis, I.V.(2011).TIMSS 2011 international results in mathematics.USA: TIMSS & PIRLS International Study Center. Azwar, S. (2007). Reliabilitas dan validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, S. (2013). Tes prestasi.Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, Saifuddin.(2012). Tes prestasi fungsi dan pengembangan pengukuran prestasi belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Bogardus, E. (2007). Quasi-experimental retrospective study: effect of formal math study skill instruction remedial college math achievement. USA: University of Phoenix. BSNP. (2006). Panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta : Dharma Bhakti. Bungin, B. (2011). Metodologi penelitian kuantitatif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Crain, W. 2007. Teori Perkembangan Konsep dan Aplikasi. Edisi ke-3. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Creswell. J. W. (2012). Research design. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Dahar, R.W.(2012).Teori-teori belajar dan pembelajaran.Jakarta:Erlangga. Desmita. (2009). Psikologi perkembangan Peserta didik. Bandung: Remaja Rosdakarya. Dimyati & Mudjiono. (2006). Belajar dan pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Ekawati, E. (2011). Peran, fungsi, tujuan, dan kerakteristik matemarika sekolah. 20 Mei 2014. http://p4tkmatematika.org/2011/10/peran-fungsi-tujuan-dan karakteristik-matematika-sekolah/

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 Field, Andy. (2009). Discovering Statistic Using SPSS, thrid edition. SAGE Publication. Hainstock, EG. (1997). The Essential Montessori. USA: Penguins Group. Hartono. (2012). Statistik untuk penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Hasbullah, J., 2006. Sosial capital : menuju keunggulan budaya manusia Indonesia.Jakarta: MR- United Press. Heruman. (2008). Model PembelajaranMatematika di SekolahDasar. Bandung: PT RemajaRosdakarya. Holt,H. (2008). The absorbent mind, pikiran yang mudah menyerap. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Hujodo, H. 2001. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. Malang: Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Jamaris, M. (2013). Orientasis baru dalam psikologi pendidikan. Bogor: Ghalia Indonesia. Johson, B. & Larry C. (2008). Education research: third edition. USA: Sage Publication. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.(2011, 11 Januari).Survei internasional TIMMS. Retrieved fromhttp://litbang.kemdikbud.go.id/index.php/surveiinternasional-timss.30 Oktober 2013(20:15). Lestari (2013). Efektifitas Penggunaan alat peraga kertas persegi satuan pada pembelajaran matematika. Skripsi. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Lillard, P. P. (2005). Montessori: The science behind the genius. Oxford: Oxford University Press. Lillard. (1997). Montessori in the classroom. New York:Shocken Books. Lopata, C., dkk. (2005). Comparasion of Academic Achievement Between Montessori and Traditional Education Programs. Journal of Research in Childhood Education. Vol. 20, No. 1.

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 Magini, A. P. 2013. Sejarah Pendekatan Montessori. Yogyakarta: Kanisius. Margono, S. (2010). Metodologi penelitian pendidiknan. Jakarta: Asdi Mahasatya. Masidjo, I. (1995). Penilaian Pencapaian Sekolah.Yogyakarta: Kanisius. Hasil Belajar Siswa di Montessori, M. (2002). The Montessori method. New York: Dover Publications. Montessori, M. 2008. The Absorbent Mind, Pikiran yang Mudah Menyerap, terjemahan dari Dariyanto. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Montessori,M.(2013).Metode Montessori(terjemahan).Yogyakarta:Pustaka Pelajar. Munadi, Yudhi. (2010). Media Pembelajaran. Jakarta: Gaung Persada (GP) Press. Nienhuis, M. (2013). Nienhuis catalog english. Netherland: Industriepark. Riyanto, A. (2010). Peningkatan keaktifan dan kemampuan mengidentifikasi jenis dan besar sudut melalui metode students teams achievement divisions (STAD) pada peserta didik kelas IIIB SD Negeri Wonorejo. Surakarta. Salkind, Neil J., 2009. Teori-teori perkembangan manusia. Bandung: Nusa Media. Sitanggang, B. (2013). Media pengajaran. Surabaya: Cahaya Press. Slameto. (1988). Belajar dan faktor faktor yang mempengaruhi. Jakartaa: Bina Aksara. Slameto. (2002). Belajar & Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta. Sudjadi. (2000) . Kiat pendidikan matematika di Indonesia. Depdiknas. Sugiyono. (2010). Statistika parametrik. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo. Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta. Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan r&d. Bandung: Alfabeta.

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 Suherman (2003). Strategi pembelajaran matematika kontemporer. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. Sulardi. (2006). Pandai Berhitung Matematika SD Jilid 3. Jakarta: Penerbit Erlangga. Susanto, A. (2013). Teori pembelajaran di sekolah dasar. Jakarta: Kencana. Tjalla, A. (2010). Potret mutu pendidikan Indonesia ditinjau dari hasil-hasil studi Internasional. Jakarta: FIP Universitas Negeri Jakarta. Usman. (2011). Menjadi guru professional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Widoyoko. (2009). Evaluasi program pembelajaran dan evaluasi program pembelajaran. Yogyakarata: Pustaka Pelajar. Widoyoko. (2012). Teknik penyusunan instrumen penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Winkel. (2007). Psikologi pendidikan dan evaluasi belajar. Jakarta: Gramedia.

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 Lampiran 1 Surat Penelitian 1.1 . Surat Ijin Penelitian untuk Uii Instrumen T.2, Surat Ijin Melakukan Penelitian 1.3 . Surat Keterangan Selesai Melakukan Penelitian

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN Fakultas Keguruan dan llmu PendidikanTIDAK PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAKTERPUJI TERPUJI UHTIYERSIT*O, SAN.&TA D,nAmilA YO,,GT?'KAB:TA 124 No :0Z1f/PGSDIXVZAL3 Hal : Permohonan Izin Mengadakan IJji Validitas Soal dan Uji Kelayakan Perangkat Pembelajaran Yogyakarta, 22 November 201 3 Kepada Yth. BapaMbu Kepala Sekolah SD Kanisius Sengkan di tempat Dengan hormat, Dengan ini kami mohonkan izin bagi mahasiswa kami atas nama i. 2. BhernadetaBertiyanti Yincentia Herdika Y.P, : (101134017) (r01134088) dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta untuk mengadakan kegiatan Uji V'aliditas Soal dar IJii Kelayakan Peran$kat Pembelajaran di sekolah yang Bapak/Ibu pimpin. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan dalam minggu ini, Perlu kami sampaikan bahwa hasil dari kegiatan ini akan dipergunakan sebagai salah satu sumber/bahan dalam rangka penyusunan tugas akhir skripsi. Sungguh kegiatan tersebut akan sangat berguna demi kelancaran penyusunan tugas yang bersangkutan. Atas perhatian dan kerjasama yang baik kami ucapkan terima kasih. Mengetahui Hormat kami, Dekan FKIP, G. AriiNugrahamta, S..J., S.S., BST", M.A. Jl. Aflandi (Gejayan) Mrican, Tromol Pos 29 Yagyakarta 55002

(142) Keguruan Pendidikan Fakultas MERUPAKAN dan IImu PLAGIAT TINDAKAN TIDAK PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAKTERPUJI TERPUJI T'NTTEBSITAS SAITIATA DHANMA YOGYAKAB:TA t25 No. : OO1adlPGSDNzAru Hal : Permohonan Izin Penelitian Kepada Yth. Bapak/Ibu Kepala Sekolah SD Kanisius Sengkan di tempat Dengan hormaf Dengan ini kami memohonkan izin bagi mahasiswa kami, Nama No. Mhs. Program Studi Jurusan Fakultas Perguruan Tinggi Vincentia Herdika Yosi Putri r0r t34088 (S-1) Pendidikan Guru Sekolah I)asar IImu Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Untuk melaksanakan penelitian dalam rangka persiapan penlusunan skripsinya, dengan ketentuan bahwa wal.tu penelitian disesuaikan dengan waktu yang diberikan oleh pihak sekolah. Judul skripsi Pengaruh Pengggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Terhadap Prestasi Belajar Siswa Dosen Pembimbing : l. Catur Rismiati, S.Pd., M.A,, Ed.D. 2. Andri Anugrahana, S.Pd., M.Pd. Atas perhatian dan izin yang diberikan, kami ucapkan terima kasih. Yogyakarta, 7 J anuan 2Al4 Mrican, Tromol Pos 29 Yoryakafta55AWTelp. (0274) 513301, 515352 - Exr. 1413, Fax. (0274) 562383 o website: www.usd.ac.id r email : fl
(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 YAYASAN KANISIUS CABANG YOGYAKARTA SEKOLAH DASAR KANISIUS SENGKAN KECAMATAN DEPOK - KABUPATEN Alamat : Jalan Kaliurang Km. 7 Condong Catur - Depok - SLEMAN Sleman - Yogyakarta 55283 Telepon (02741 884667 Email : sdkanisiussengkan@yahoo.corn SURAT KETERANGAN Nomor: 0 I TS/SkeI/SDKSA/I/20 I 4 Yang bertandatangan di bawah ini, Kepala Sekolah SD Kanisius Sengkan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman, menerangkan bahwa mahasiswa berikut: Nama Vincentia Herdika Yosi Putri Nomor Mahasiswa 101 134088 Program Tingkat S1 Perguruan Tinggi Universitas Sanata Dharma Alamat Rumah Pomangan sentolo kulonprogo Nomor Telp. 085643586149 \Yaktu Penelitian 2 minggu (bulan Februari) Telah melaksanakan penelitian dengan judul'?erbedaan Prestasi Belajar Siswa atas Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori" dengan penuh tanggungj awab. Demikian surat keterangan ini kami buat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Sengkan, l6,Juni2014 Kepala Sekolah, sri warti*i I

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 Lampiraxr 2 C*xrtsh P*rexegkat Femfoetrai*rffxr Sebeluxm Uji txrstrtxxmer* 2,1 . Contoh Instrunten Pernbelaj &raffi {Silabus) Sebeluryr tlji Instrumen 7.2, C*ntch Instrumen Pembelajaran (RPP) Sebeium Uj i Isrstnrslen

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI $.BE Gt--=E ct b? ts.9 ii'+ aEe;E ct' (46 = ,m .= ii(! q= lrr A cnL c) ,40 'F.5 t-r ?* dl+ .38 ov) E.8bo\= _a.tr.E e C) E 'E (a .qE.5+= =tr +j= 6! EgB z (B U'tr a) d ct li -o) €() (l)H a tj) O. t) oo F FA .o Fl I .cl a E rnd M I ^ qU .9Ut v)v -s EE= '= dtrorts M -q$ E OSJoL .2 ti .Fi j= 2 = +t () C HEgHE E a $ t $$ E ST st 'f; IE -! 3 6 E E t# # * tl o, o -rtt (l! J j G,(l J '!i € o ll) z -C 6i P E E 'oo{c, aaJa E Eg be EE dE .s4e Eeh3E HfiE'4H F EE#!E {) lD ES e.(B EA o tq !4 l4 U! E co + HE* E t-a o, E (g .: Lr o0 a d gfl E ETT EB' 0): 'E qE g'6 Ecn: jax= & =tuv) .: - s Acl E dE E'[;S H TE =eS0o 33 -eNoiao' HE 'EocQ (r, 9€ (l) (9 , li +d (l E x ci -vo 0) a; zH E€f 5,1 E H ..i d () .S -l rrl € Ab EEFEhsSg o o ri t28 '1, a -v, (d .E h0 iiG 6p -Y q) oo-oLP tr.2E$= $g !: ;X E [^EE E

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI o 'Ex ox X'rr a 6.9v olt tii o o\ GI t k u0 q at E cl M c) t F ucl .E CC ta, ll) ,a .E aE -oo !/94 EEcr.* ail c! oo $ J.rzcl= -l< () fi EE 2 .gE bv7 b'30b6 0I) hlt d iDC.E EE .g L q) O* -9 o E.E EE ch t)S ci AE !, T *s$ E:ho.EboE HEIDtrH pE E LE E .E Et eEE;$$Ea$-*EE;#5 U.(Jt 129

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Ccl 00 t9-LV '5' -LXtro E Ft 6 ii E $ tr t 6 E E E T E. E E E E E E. E E E b0==-oo0:f"L'E=.oO0= B.-E * E T=€E. (94 9.ErEH'=GrY E a,i t I .= (D6 tr5 HE iag t- xo.lt) w* H ir - i iE o0 o0tr9c- E€ * E , F rt E .U =E'F.Eaitr-tr i3=(g==o) E o, tr Fa 6 E Hq€i.',: OEH=!-cirtdd ir li .B tr (l) t-o F u(ll 6 EE€ .ciH =ct PE hi i) ,J .9 r 5:fl 6E 6l XB =ov7 tr H'F E 8rt E E 8r-E SC'E EEE ETHE .E tr $ 86. HF,6, I g H E(5 9 6 'l lD o t) (n eE o) tr -aE lro 2 .S "* E.;fuusg*ss;iEs$ frrrr .rr.rtstrEO0SO0tr d(,.=5=E(l)E= -VllYhO,iB.v E cs Eb€ EE EflEB:a,HE$€gH* iEE :3+ E$ H eS * EEE E? E {a E'€ + 130

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ho RI -o e 'Ex q .g hE E' ES 95 E.EE"lr EE E.9a EB E bgq',x !€aE ril*EEEaEt Arr RI ll.:) o a CA I (l a ,y IA t d J1 Gt .Y ooll.t0 Ots$O ,s4 t o c&) o U on+O\c;; ooo dd dd q) c, (D o Z o (u EI ,) (!) ao 5 Ef = cA X6) lfo 'a' cri bO () SdEE AL .B EE8 i. IE .P HEH. tr S co EESeH trirE-eESEo s6Er fil J1 o .d tr). h- &o .96 "r, ")l E H Arl * ad iri bO tS E$gE* qfrbOS d=tro) .)1s7 HEEEEEEgH=gX; EgE+ggig$crgE 13r

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 o ;o KE.E Ja rn .9M tA "gEg F{ l li .d {) F J( L & rr) a v, tl, 6t & -QEr tJo o tr o z 0, xo "ra () a .9 L q) Or+ E8 10E ES E 5E =ct AE EE E eag*cEEEE Ur 132

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 RENCAIYA PETAKSANAAN PEMBELAJARAN GPP) Satuan Tingkat Pendidikan Mata Pelajaran : Matcrnatika KeladSemester :lll Alokasi Waktu : 2 x 35 menit Q$cnnPn A. : SD Kanisius Sengkan I2 (l pertemuan) ,7 Standar Kompetensi 4. mematrami unsur dan sifat*ifat bangun datar sederhana B. Kompetensi Ilasar 4.2 Mengidentifikasi berbagai jenis dan besar sudut C. Indilstor Competencc - Memahamipengertiansudut Menentukan sudut Menentukan kaki sudut Menentukan titik sudut Conscience - Bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru- Compaesion - Menunjukkan sikap menghormati pendapat orang lain dalam diskusi kelompok. D. Tujuan Pembelajaran ) Competence - Siswa aupu(rnt*Ar"\nri pengertian sudut dengan mengedakan soal tanpa melihat '- catatan. - Siswa dapat menentukan sudut tanpa bantuan guru dengan benar. Siswa dapat menentukan minimal 2 kaki sudut tanpa bantuan guru. Siswa dapat menentukan minimal2 titik sudut tanpa bantuan gunt.

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Conscience - Siswa dapat bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Compassion - E. Siswa dapat menunjukkan sikap menghormati pendapat orang lain dalam diskusi kelompok. MateriPembelajaran Sudut (terlamprd F. Pendekatan, Model, Metode, dan Teknik Pembelajaran l. Pendekatan 2. Model Pembelajaran 3. M€tode 4. : Paradigma Pedagogi :'Caoperative Learn@ Pembelajaran Teknik Reflektif : Metode Montessori : Tanya jawab, p€ng3matan, plesentasi, dan penugasan G. Nihi Kemanusiaan l. 2. 3. 4. H. Kerjasama Tanggungjawab Ketelitim Kemandirian Kegiatan Pembelataran Kegiatan I. lValiitu Kegiatan A,rval Kontelg - l0 menit Guru memberi salam pada siswa Guru dan siswa berdoa bersama sebelum memulai pelajaran Guru memeriksa kehadiran siswa Apersepsi - Guru bertanya tentang kegiatan yang dilakukan selama pagi ini. Guru meminta siswa untuk menyebutkan benda-benda yang ada di kelas - Guru benanya pada siswa benda-be.nda yang ada di dalam 134

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kelas tersebut bagaimana bentuknya 0rientasi - Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Motivasi 2. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari Guru menyampaikan manfaat mempelajari sudut Kegiatan Inti 50 menit Pengalaman a. b. Guru memperlihatkan alat peraga Geometric Stick Box Guru menjelaskan cara penggunaan alat peraga Geometric Stick Box c. Guru memperagakan cara penggunaan alat peraga Geometric Stick Box d. Guru meminta salah satu siswa untuk maju kedepan kelas 'dengan e. Guru mengambil 2 stick warna dan panjang yang berbeda. f. Guru menancapkan kedua stick tersebut dengan posisi berimpitan. g. Guru memutar stick yang lebih panjang dengan berkata srrat 2 stick berimpitan "Garis lurus", saat salah satu stick diputar "sudut", putar kembali "sudut". h. Guru mengambil 2 stick dengan warna dan panjang yang berbeda. i. Guru menancapkan kedua stick tersebut dengan posisi berimpitan. j. Guru memutar stick hingga terbentuk sudut. k. Guru memberikan nama pada bagian-bagian sudut dengan kartu keterangan kaki sudut l. titik sudut, dan sudut. Guru member kesempatan siswa untuk bertanya m. Guru membagi siswa menjadi 10 kelompok n. Guru menjelaskan isi LKS dan kegiatan yang akan dilakukan o. Guru membagikan lembar LKS dan alat peraga Geometric Stick 135

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Box p. Siswa mengerjakan LKS menggunakan alat peraga Geometric Stick Box q. Guru mengecek kegiatan siswa r. Siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok s. Guru dan siswa membahas hasil kerja siswa t. Guru memberikan pembenaran u. v. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya Guru meminta siswa untuk mengumpulkan LKS dan alat peraga Geometic Stick Boxuntuk dinilai oleh guru 3. Kegiatan akhir Kesimpulan - Guru bersama-sama dengan siswa membuat rangkuman l0 menit mengenai materi yang telah dipelajari Evaluasi - Guru membagikan soal evaluasi Siswa mengerjakan soal evaluasi yang diberikan oleh guru Reflel
(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2, Kesulitan aF yang kamu alqmi dalam menggunakan alat peraga Geotnetrie Stick Box? 3. 4. J. Apa yang kunu dapatkan sc,telah mempelajari materi ini? Bagaimana tindak lar1iuilnu retelah munpelajari materi ini? Allsi - Siswa dapat mengetahui p€ftedaan kaki sudut dan titik sudut trL Kocakapan Eidup Umum Petronal - Kejujuran Percaya diri Sosial L. lvlenghargai pendapat orang lain Bekerja sama $umber dar Media Pembelaiaran Sumber - Album pembelajaran mengenal sudut Mcdia . Geometric stick box LKS M. Penilaian (terhmpir) &. Aspek b. c. Competonco (tes) Aspek Compassion (terlampir) Aspek Conspimce (terlampir) 137

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran I &. Compe&nco Jumlah iawaban benar x 1(X): ... Jumlah keseluruhan jawaban b. Conscience Bertanggung iawab Pernyataan No Nama Siswa Menyelesaikan tugas Tugas dikcrjakan sesuai tepat waktu perintatr I 2 7 * Kcterangan F Menyelemikao tugas tepat wakhr o Siswa menyclosailon trgas dengan hik dan tepat waktu o Siswa menyelesaikan tugas dengan baik namun melebihi waktu o Siswa tidak menyelesaikan tugas yang diberikan F Tugas dikerjakan (skor 3) (skor 2) (skor l) scsuai perintatt o Siswa mengerjakan ssmua tugas sesuai dengan periirtah dan tepat (skor 3) (skor 2) o Siswa mengerjakan sebagian tugas sesuai dengan pcrhtah (skor 1) e Siswa tidak mengerjakan tugas sesuai dengan perintah Skor: total-skof x 6 t 10 r38

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI c. Compassion Menghormati Pendapat Oraug Lain No Pernyataan Nama Siswa Menghargai &man satu kelompok I , 3 * Keterangan ) Menghargai teman satu kelompok r Mendengarkan pendapat teman dengan o Mendeugarkan pendapat teman sambil mengobrol dengan o Siblk sendiri dan tidak baik pendapat dari (skor 3) teman teman (skor 2) (skor Skor = total skor x 10 3 Ntlai Akhir = I Nilai.competence + eonscience + compassion 3 =10 t) 139

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2 Tema Pembelajaran : Mengenal Sudut AIat l. Peraga : Stick tua c. Stick ungu e. Stick orange g. Stick merah i. Stickhitam a. Stick 2. cokelat b. Stick cokelat muda d. Stick hijau f. Stick pink h. Stick biru j. Stickkuning Push pin Tujuan Langsung : Mengenalkan bentuk sudut Usia Syarat : dari usia 7 tahun : anak sudah dapat memahami posisi-posisi garis vertikal, horisontal dan garis miring Presentasi : 1. Membawa alat peraga ke lokasi keda. 2. 3. Mengundang anak untuk bekerja bersama direktris. Direktris membuka kotak stick sudut dan mengambil 2 stick dengan warna dan panjang yang berbeda. 4. 5. Direkstris menancapkan kedua sticktersebut dengan posisi berimpitan. Direktris memutar stick yang lebih panjang dengan berkata saat 2 stick berimpitan "Garis lurus", saat salah satu stick diputar "sudut", putar kembali .,sudut,'. 6. Anak memainkan 2 stick tersebut dengan diputar sesuai yang diinginkan. 7. Direktris bertanya "Manakah garis?" 8. Direktris bertanya *Manakah sudut?" 9. Direktris bertanya "Apakah ini?" sambil membuat garis lurus dengan menancapkan 2 stick pada papan kerja secara berimpitan. 10. Direktris bertanya "Apakah ini?" sambil membuat sudut dengan menancapkan 2 stick pada papan kerja secara berimpitan kemudian diputar. I l. Direktis berkata, "coba gambarkan garis dan sudut tersebut pada kertas 12. Anak menggambar garis dan sudut pada kertas. Pengendali Kesalahan: Stick inf' AA

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 Lampiran 3 Tema Pembelajaran : Mengenal Sudut Alat Peraga 1. : Stick a. Stick cokelat tua ungu e. Stick orange g. Stick merah i. Stick hitam c. Stick b. d. Stick cokelat muda f. Stick pink h. Stick biru j. Stick kuning Stick hijau 2. Push pin 3. Kartu keterangan Tujuan Langsung Usia Syarat Presentasi : Mengenalkan bagian sudut : dari usia 7 tahun : anak sudah dapat memahami sudut : 1. Membawa alat peraga ke lokasi kerja. 2. Mengundang anak untuk bekerja bersama 3. Direkhis membuka kotak stick sudut. 4. dire}f,ris. Direktris mengambil 2 stick dengan warna dan panjang yang berbeda. 5. Direkstris menancapkan kedua stick tersebut dengan posisi berimpitan. 6. Direkhis memutar stick hingga terbentuk sudut. 7. Anak memberikan nama pada bagian-bagian sudut dengan kartu keterangan. 8. Direkhis bertanya "Apakah nama bagian ini?", sambil menunjuk kaki sudut. 9. Direkhis bertanya "Apakah nama bagian ini?", sambil menuqjuk titik sudut. 10. Direkhis bertanya *Apakah nama bagian ini?", sambil menunjuk sudut. 11. Direktris bertanya "Mana kaki sudut?" 12. Direktris bertanya "Mana titik sudut?" 13. Direkhis bertanya "Mana sudut?" 14. Direktis berkata "Coba gambarkan sudut beserta nama setiap bagiannya pada kertas 15. Anak menggambar sudut beserta narna setiap bagiannya pada kertas. 16. Anak mengembalikan alat peraga ke tempat semula setelah selesai menggunakan. Pengendali Kesalahan: Kartu keterangan ini"

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (eva i a;asi Mno : l*lolKelos : Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memberi tanda silang (X) pada salatt satu pilihan jawaban 4 b, c, atau d yang merupakan jawaban benar! 1. Pada gambar di atas yang merupakan kaki sudut adalah a. AB b. AC ... c. CA dan CB d. BC 2. Banyak sudutyang dimiliki oleh gambar di atas adalah ..... c. l0 a.6 b.9 d. t2 24 1\'\ /V\ 3. Daerah yang merupakan sudut di tunjukAan oleh angka ..... 4. a^ 2den4 c.2,3,dtr14 b. ldan5 d. l,3, dan 5 142

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Titik sudut gernbsr di atas ditunjuldmn oleh huruf .,.. &O b. 5. c.P O dan Q Sudut lancip ocmpunyai besar sudut .. . a. 90o b. lebih dari 90o ^ ;f6'vc. Lebih dari gMurang dari 180' d. I Kurang dad 90" d. OPQ 143

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KUNCI JAWABAN SOAL EVALUASI 1. C 2. A 3. C 4. C 5. D t44

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI RENCANA PELAKSAIIAAIY PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Tingkat Pendidikan SD Kanisius Sengkan Mata Pelajaran Matematika :lll Kelas/Semester I2 Alokasi Waktu 2x35 menit (1 pertemuan) Pertemuan 2 (kedua) A. Standar Kompetensi 4. memahami unsur dan sifat-sifat bangun datar sederhana B. Kompetensi l)asar 4.2 Mengidentifikasi berbagai jenis dan besar sudut C. Indikator Competence - Mengidentifikasi jenis sudut Mengidentifikasi jenis sudut pada bangun datar Conscience - Bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Compassion - Menunjukkan sikap kerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok. D. Tujuan Pembelajaran Competence - siswa dapat mengidentifikasi minimal 3 jenis sudut tanpa bantuan guru. Siswa dapat mengidentifikasi minimal 2 jenis sudut pada bangun datar tanpa bantuan guru. 145

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Conscience - Siswa dapat bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Compassion E. Siswa dapat menrmjukkan sikap kerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok. Materi Pembelajaran Sudut (terlampir) f. Pendekatan, Model, Metode, dan Teknik Pembelajaran 1. Pendekatan : Paradigma Pedagogi Pembelajaran 3. Metode Pembelajaran 2. Model 4. G. Teknik Reflektif : Cooperative Learning : Ceramah : Tanya jawab dan penugasan Nilai Kemenusiaan 1. Kerjasama 2. Tanggungjawab 3. Ketelitian 4. Kemandirian H. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan 1. Waktu Kegiatan Awal l0 menit Konteks - Guru memberi salam pada siswa Guru dan siswa berdoa bersarna sebelum memulai pelajaran Guru memeriksa kehadiran siswa Apersepsi - Guru bertanya pada siswa apakah sudah belajar tentang rnacam-fracmn sudut 146

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 0rientasi - Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Motivasi 2. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari Guru menyampaikan manfaat mempelajari sudut Kegiatar Inti 50 menit Pengalaman a Guru memperlihatkan tiga buah penggaris yang berbeda-beda b. Guru bertanya pada siswa nama sudut yang terbentuk dari masing-masing penggaris c. Guru meminta siswa unfuk menggambar sama seperti penggaris yang d. dimiliki guru di buku masing-masing Guru meminta siswa menuliskan rurma sudut dari masingmasing gambar e. Guru bertanya jawab dengan siswa tentang rulma-nama sudut f. Guru menggambar bermacam-macam sudut dengan posisi yang berbeda-beda di papan tulis g. Guru meminta siswamenuliskan nama-nzrma sudutnya di buku secara berpasangan (sebangku) h. Guru mengecek pekerjaan siswa. i. Siswa bersama guru mencocokkan soal bersama-sama dengan siswa. j. Guru memberikan pembenaran k. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya 3. Kegiatan akhir Kesimpulan - Guru bersama-sama dengan siswa membuat rangkuman mengenai materi yang telah dipelajari l0 menit 147

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Eraluasi - Guru dan siswa bertanya jawab tentang materi yang dipelajari Rollekoi - Guru rnenanyakan perasaan siswa mengenai pelafarar hari ini Aki - Siswa diminta untuk menuliskan aksi di selembar kertas Tindaklanjut - 6unr memberikan PR untuk mengedakan buku paket tentang sudut - Gunr merutrp petajaran dengan salam penump dan doa brsama. Refleksi l. Bagaimana perasaanml setelatr belajar sudut? 2. Apa yang l€mu dapatkan setetatr mempelajari materi ini? 3. Bagaimanatindak lanjutuu setelatr menrpelajari materi ini? J. Aksi Siswa dapat membedakan sudut laocip, tumpul, dan siku-siku. Ii Kecakapan Hidup Umum Personal , - Kejujuran - fErsayalrilr Percaya diri Sosial ;, ; ; - Mengbargai pendapatorang lain Bekerja sruaa. 148

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI L. MediaPembelafaran - Penggpris M. Penilaian (terlampir) a" Aspek Competence (tes) b. Aspek Compassion (terlampir) c. Aspek Conscience (terlampir) 149

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI r50 Larrpiran I r. Competence Jumlah,jawabao benar x 100 = ... Jumlah keselunrhan jawaban b. Conscience Bertanggung jawab * Kof.emngrn F Menyelemikan tugas tepaf waktu r r o ) siswa maryelesaikan tugas durgan baik dan tepat waktu Siswa menyelesaikan tugas dengan baik narnun melebihi waktu Siswa tidak menyelesaikan tugas yang diberikan (skor 3) (skor 2) (skor Tugas dikerjakan sesuai perintah o siswa mengerjakan semua tugas sesuai dengan perintah dan tepat o siswa menge-rjakan sebagian fugas sesuai dengan perintatr o Siswa tidak mengerjakan tugas sesuai dengan perintah Skor:totdFkorx l0 6 l) (skor 3) (skor 2) (skor I)

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI c. Compession Bekeria $amr Pernyataan No Narrra Siswa Kekompakan dalam ketompok I 2 3 * Keteransan P Kekompakan dalam kelompok o Melibatkan seluruh anggota kelompok dalam mengerjakan tuga$ (skor 3) o Mblibatkan sebagian anggota kelompok dalaq mengerjakan tugas (skor 2) r Tidak mElibatlcan anggota kelonrpok dalam mengerjakaa tugas (skor l) Skor: total sko.r x 10 3 JViIai Akhir = Nilai competence + conscience + compassiotr =10 151

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 Csntoh Kcmentar Yaliditas tsi Perangkat Pembelaj arBE? 3.1 . Contoh Komentar Validitas Isi Instrumen Pembelaj aran {Silabus) 3 .Z " C*nt*h K*mentar Yaliditas Isi Instrumen Pembelaj aran {RFP} 152

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153 Kepada Yth. Bpk./Ibu validator di tempat Dengan hormat, Bersama ini saya mohon kesediaan BapaMbu untuk melakukan validasi p€rangkat pembelajaran dalam penelitian eksperimen yang berjudul: Pengaruh Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Terhadap Prestasi Belajar Siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: adanya pengaruh yang positif dan signifikan atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori terhadap prestasi belajar siswa. Studi ini akan mendukung penyelesaian skripsi sarjana pendidikan saya pada program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Sanata Dharma, Yoryakarla. Tanggapan BapaMbu adalah ononym (tanpa nama) dan dijamin kerahasiaannya. Saya akan menjadi satu-satunya pihak yang dapat mengakses data BapaMbu. Laporan penelitian rm, yang akan disajikan untuk masyarakat umum tidak akan mencantumkan segala informasi personal yang dapat digunakan untuk menelusur identitas BapaMbu. Saya mohon Bapak/Ibu melakukan validasi dengan mengisi lembar penilaian yang tersedia Perangkat pembelajaran yang sudah diisi akan saya ambil kembali dari BapaMbu pada hari Senin, 2 Desember 2013. Jika BapaMbu memiliki pertanyaan, atau saran, dimohon untuk menghubungi saya atau dosen pembimbing sayq E. Catur Rismiati, S.Pd., M.A. Ed.D. dengan alamat ernail : ernaturis@gmail.com atau Andri Anugrahana, S,Pd., M.Pd. dengan alamat email hanaqerhana@r,ahoo. com. Terima kasih atas waktu dan dukungan Bapak/Ibu. Hormat say4 Vincentia Herdika Yosi Putri Mahasiswa Prodi PGSD NrM. r01134088 Pongangan RT 0l I RW 006, Sentolo, Sentolo, Kulon Progo Yogyakarta 55664 putryvincentia@yahoo.com 0856 435 861 49 :

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI INSTRI]MEN VALIDASI DESAIN PEMBELAJARAN Yth. Expert Judgement Mohon BapaVlbu berkenon untuk menilai dengan cara melingkari pada salah satu angka l, 2, 3, dan 4 serta memberi kamentar desain pembelajaran berihtt pada kolom yang tersedia. A. SILABUS No ., KOMPOhIEN PEIYI,AIAN SKOR Kelengkapan komponen silabus t23A Kesesuaian antara SK, KD, dan r23t&) KOMENTAR lndikator 3. Kesistemati san langkah-langkah 123(3 pembelajaran 4. Kesesuaian alokasi waktu dengan t 2 3U Sd.rh gporz* hcrhcrto s,r;dc materi ajar dan langkah-langkah pembelajaran 5. Kelengkapan sumber belajar yang t2(94 digunakan 6. Kesesuaian teknik penilaian dengan t 2@4 indikator 7. Penggunaan bahasa lndonesia dan tata tulis baku Total Komentar umum: t23e) h bo(k ls4

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI B. RENCANA PEI,AKSANAAN PEMBD.LAJARAN (RPP) KOMPONEN PENILAIAN NO l. ) SKOR Kelengkapan komponen RPP t230 Kesesuaian lndikator yang akan t 2 36) dicapai dengan SK dan KD 3. Kesesuaian nrmusan tujuar t73g) pembelajaran dengan indikator 4. Kesesuaian materi ajar dengan SK dan 5. 128)4 KD Ketepatan pemilihan modeUmetode t23V pembelajaran 6. Tingkat kesesuaian langkah-langkah | 204 pembelajaran dengan indikator, tujuarq dan modeUmetode 7. Kesesuaian penilaian dengan t23W) indikator yang akan dicapai 8. Kelengkapan sumber bel4iar yang t 2 3W) diguuakan 9. Kelengkapan instument penilaian 10. Penggunaan bahasa Indonesia & tata tulis baku Total Komentar umum: t 2Q)4 r23e) KOMEI{TAR 155

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C. SOALEYALUASI No I KOMPOSTEN PENILAIA.N Kescsuaian soal evaluasi dengan SKOR t 2g)4 indikator 2 Kejelasarr instnrksi dalam soal t23A) evaluasi 3 Kesesuaian tingkat kesukaran soal l23g) dengan talrap perkembamgan siswa 4 Pembobrotan item soal daa t 2 3W penyebarannya 5 Penggunaan bahasa Indonesia dan t 2 3@) tstatulis baku 5 Keteptan penggunaalr opsi jawaben Total Komentarunum: t 2gt4 KOMENT?IR r56

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 H*siI validasi rxrtrk* Instruxmexl pembel*j&ran 4,1 -Hasil Validitas Muka Instrumen Pcmbelaj aran {S itabusi 4.Z.Hasii Yalidasi Muka Instrumen Pembelajarar {RPP} 157

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBARVALIDITAS MUKA Insfrmren Guru Guru 2 1 Pembelajaran Sitqb,t p4qh b{k dan Aqfr+ l$un4hqn' 6itqlrw k"rqn3 'tewrq*t un\ut tanAq t+gan Su*' Silabus lrfr s'dqn b+r Lernpi'kan nrQtui pada rP? ' RPP Bdtrn eda {emPal untuh tqn& 'tar'1en 0i,tu. @iatan ndnh runM feN,bGn gPdah hF. lPaitq 158

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159 Lampiran 5 C*mtoh Perangkat Pembelajaram Sesudah 5. I Uji Ixrstrumex! C*ntuh InstftIlnfrn Pembolajaran {Silabusi Sesudah Validitas Isi Kstr*mpsk H,ksp*rimec 5.2 Contoh lnstrumen Pembelajara$ {RPP} Sesudah Yaliditas Isi Kel*mp*k H.ksperimen 5.3 C*ntah Instrumen Pemhelajaren {Siiabus} Kel*mpok K*ntrol 5"4 Contoh Instruaten Pembelajar&n {RPf} Kelomp$k K*ntrcl

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI $.BE EI ..8E I cl trEct' = aE gi={EEeEe o .= Etr o6[ tr= LE u)i dP xt ra co tr xo.q) .L.. o ?OEt U) -cE: ox9- o tr o U (l) t:,; og z E L tt, *l* GI lD l!, .(, Fl rl] cl (l) c, tr 0 . A. (A J uo a E s Gt j I a ,E .t 'E €9 tr GI ll*= b0^6 E A .EE frEI 'Eo o= ME n{ t, t E E 6 gH.F gE T E S 8tr8 E ESs EE -$: S, E H' As. 6 c [ fl f, S a * I F. o (tl J4 '1, c E E E9 idtratr T4EC:EE rr)Ziica!+ tratioctX : Art ,E 9'6 tsc Xl€ H? #E P E hE E E 6 -v dd EE.E cl EH trE:c g\da vJv 6i o GI 1, 5,Oi: C)q= FF]Y o iB trl :id (D L I Eo0 -cSc >r EEe IJtrF< (t) u) tr HL *B +,= tr (l) Or d, .E€€ EEHEH 5 i EH +r .B oO\oo 3'.8 l. 6 td <>o vo Ei }E HTo b€ gE 8. d U1 tr (L)ri 68 'q(g HE$#3 EA o M E c tr ssE* *E* d€ E E E = tr E E.H$HEH;,H Urrrr E a -v 'A ES 6p E.E o!€'a. !+ACtl Ect .?HE .E3 A 160

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI () EX E5 x)da 6.9v (rBj o o o\ GI 'o EO dl l-. M '(, J4 l-{ -o & 0 IA EI .9q c.) a st Etr oo .a o UU rto !E L q) E€ tr _u .P E gE*s$ trh0qbotr E U'(Jt I z o0 ES .g I u5 {t E8 b'50- % Oli € El O-O Z cc(t*r id ad ho E3 E* F; 161

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI .F .F'tgGtSqt^E F i h tr 6 E .F .:' EE 6E iH+aE cs{f,E EgE"$HiEE EA (t)G' rnA XA coL (l} a:x ) xa63bo E €.* E , * fi E E €E '5 A E *9 = E 5EE=EsiiEiEi L g g. d kc) (tl 6) F {r rcl cl =Gt '= -a ETH 3E 'gs {) B rtg 6E d Hg =(t).t, Es Esr E?T HHE EESE '6S s E B s& ct tV 0) 1^ EI €) '= 5= tl c trL E 2 lr, o ilF,Ec4 ETFBES;*s$E;*s$ Errr c)oatstrtrO05bOF E .gEA H Eg E.E gB.3B:a Es6EHt;E.? :tr E + :5+ E$ 5 F E H E'€ eS + s HEE I t62

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI bo L6 o P Ex 9-E T5E 'a Fo(s CI, ct HB FEqHg E{EEEE SHE"BE 8.EXr. 9H (c(t ,ot GrL= '= A I tr o ral c.t x tr d q) il o o, xtn I (0 a o .14 o o o E) (d (g JZ JI J J4 q-nq O .
(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI .9 9r.}{ q)X !€-F d=.EHJA EEEX.Bq 5',=YE,i Jd -a u & IA EG vt o o z ,tt .s ta dt q (l) E Oa \JO z o a .9 L g S). ES trs E E.5 AE EE 4B eg+# EEEgi 164

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI RENCANA PELAKSANAAN PEMBXLAJARAN GPP) A. $atuan Tingkat Pendidikan SD Ifunisius Sengkan Mata Pekjaran Matematika KeladSemester fit l2 Alokasi Waktu 2x35 menit (l Fertemuan I pCItemuan) (pertama) Standar Komptensi 4. mematmmi unsur dan sifat-sifat bangun datar sederhana I B. Kompetensi Dasar 4.2 Mengidentitikasi berbagai jenis dan bemr sudut C. Indikator Competence - Memahami pengertian sudut Mensntukan sudut Menentukan kaki sudut Menentukan titik sudut Conscience - Bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh.guru. Conpas*ion - Menurtjukkan sikap korja sama dalam mengerjakan tugas kelompok D. Tujuan Pcmbelajaran Competence - Siswa dapatmernahami pengertian sudut dengan mengerjakan soa! tanpa melihat catatan. - Siswa dapat menentukan sudut tanpa bantuan guru dengan benar. Siswa dapat menentukan minimal 2 kaki sudut tanpa bantuan,gunr. Siswa dapat menentukan minimal 2 titik sudut tanpa bantuan gunr- 165

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Conscience - Siswa dapat bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas yang dibedkan oleh guru. Compassion - Siswa dapat menunjuklcan sikap kerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok. E. Materi Pembelajaran Sudut (terlampir) F. Pendcletan, Model, Metode, dan Teknik Pembelajeran l. Pendekatan : Paradigma Pedagogi Reflektif 2. Model Pembelajaran : Cooperative leaming 3. Metode 4. Pembelajaran Teknik : Metode Montessori : Tanyajawab, pengamatan, presentasi, dan penugasan G. Nilai Kemanusiaan l. Kerjasama 2. Tanggungjawab 3. Ketelitian 4. Kemandirian II. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan l. IVaktu Kegiatan Awal l0 menit Konteks - Gunr mernberi mlam pada siswa Guru dan siswa berdoa bersama sebelum memulai plajaran Guru memeriksa kehadiran siswa Apersepsi - Guru bertanya tentang kegiatan yang dilakukan selama pagi ini sebolum berangkat sekolah. - Guru meminta siswa untuk menyebutkan benda-benda yang ada di kelas - Gunr bertanya pada siswa benda-benda yang ada di dalam 166

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kelas tersebut bagaimana bentuknya 0rientasi - Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Motivasi 2. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari Guru menyampaikan manfaat mempelajari sudut Kegiatan Inti 50 menit Pengalaman a. b. Guru memperlihatkan alat peraga Geometric Stick Box Guru menjelaskan cara penggunaan alat peraga Geometric Stick Box c. Guru memperagakan cara penggunaan alat peraga Geometric Stick Box d. e. Guru meminta salah satu siswa untuk maju kedepan kelas Guru mengambil 2 stick dengan warna dan panjang yang berbeda. f. Guru menancapkan kedua stick tersebut dengan posisi berimpitan. g. Guru memutar stick yang lebih panjang dengan berkata saat 2 stick berimpitan *Garis lurus", saat salah satu stick diputar 'osudut", putar kembali "sudut". h. Guru mengambil 2 stick dengan warna dan panjang yang berbeda. i. Guru menancapkan kedua stick tersebut dengan posisi berimpitan. j. Guru memutar stick hingga terbentuk sudut. k. Guru memberikan nama pada bagian-bagian sudut dengan kartu keterangan kaki sudut, l. titik sudut, dan sudut. Guru member kesempatan siswa untuk bertanya m. Guru membagi siswa menjadi l0 kelompok n. Guru menjelaskan isi LKS dan kegiatan yang akan dilakukan o. Guru membagikan lembar LKS dan alat peraga Geometric Stick t67

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Box p. Siswa mengerjakan LKS menggunakan alat peraga Geonetric StiekBox q. Guru mengecek kegiatan siswa r. Siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok s. Guru dan siswa membahas hasil kerjasiswa t. Gurumemberikanpembenaran u. v. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya Guru meminta siswa untuk mengumpulkan LKS dan alat peraga Geometric Stick Box untuk dinilai oleh guru 3. Kegiatan akhir Kesimpulan - Guru bersama-sama dengan siswa membuat rangkuman L0 menit mengenai materi yang telah dipelqiari Evaluagi - Guru membagikan soal evaluasi Siswa mengerjakan soal evaluasi yang diberikan oleh guru Refleksi - Guru meuanyakan peresaan siswa mengenai pelajaran hari ini Alrsi - Siswa diminta untuk menuliskan aksi di selembar kertas Tindak tranjut - Guru memberikan PR untuk menuliskan benda-benda yang mempunyai sudut dirumah. - Guru menutup pelajaran dengan salam penutup dan doa bersama. I. Refleksi l. Bagaimana perasaanmu setelah belqiar sudut menggunakan alat peraga Geometric St:ick Box? 168

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Kezulitan apa yang kamu alami dalam menggunakan alat perage Geo,metric Stiek Box? 3. 4. Apa yang kamu dapatkan setslah mempelqiari materi ini? Bagaimana tindak lanjutnu setelah mempelajari materi ini? J. Al$i - Siswa dapatmengetahui perbodaan kaki sudut dan titik sudut. K, Kecakrpar HidupUmum Personal - Kejujuran Percaya diri Sosial L. Menghargai pendapat orang lain Bekerja mma Sumber dan MediaPembclaiamr Sumbcr - Album pembelajaran mengenal sudut Media . }L Geometric stickbox LKS Penilaian ftcrlampir) a. b. c; Aspek Cornpetence ftes) Aspek Compassion (terlampir) Aspek Conscience (torlampifl 169

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI tampiran I a. Competence Jumlah iawaban benar x 100: ... Jrrnlah keseluruhan jawaban b. Consciencc Bertanggung jawab Pernyataan No Nama Siswa Menyelesaikan tugas Tugas dikedakan sesuai tepat waktu perintah I 2 3 * Kelerrngan F Menyelssailian tugas tepal waktu . r waktu Siswa menyelesaikan tugas demgan baik namun melebihi waktu o Siswa tidakmoryelesaikan tugas yang diberikan ) Siswa menyelesaikan tugas dengan baik dan tepat (skor 3) (skor 2) (skor 1) Tugas dikerjakan sesuai perintah r Siswa mengerjakan semuatugas sesuai dengan perintah dan tepat (skor 3) o Siswa me,ngerjakan sebagian tugas sesuai dengan perintah (skor 2) r (skor Siswa tidak mengerjakan tugas sesuai dengan Skor = total skor 6 x l0 perintah l) 170

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI c. t7t Compassion Bckerja sama Pernyataan No Nama Siswa Kekompakan dalam kelompok 1 2 3 * Keterangan F Kekompakan dalam kelompok o Melibatkan seluruh anggota kelompok dalam mengerjakan tugas o Melibatkan sebagian anggota kelompok dalam mengerjakan tugas (skor 2) r (skor Tidak melibatkan anggota kelompok dalam mengerjakan Skor: total skor x tugas (skor 3) 10 3 Nilat Akhlr = Nilai competence + conscience +-compassion 3 =10 l)

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran Manual Alat Peraga Geometric Stick Box Tema Pembelajaran : Mengenal Sudut Peraga AIat 1. : Stick a. Stick cokelat tua b. Stick cokelat muda c. d. Stick hijau Stick ungu orange g. Stick merah i. Stick hitam f. Stick pink e. Stick 2. h. Stick biru j. Stick kuning Push pin Tujuan Langsung Mengenalkan bentuk sudut Usia dari usia 7 tahun Syarat anak sudah dapat memahami posisi-posisi garis vertikal, horisontal dan garis miring Presentasi 1. Membawa alat peraga ke lokasi kerja. 2. 3. Mengundang anak untuk bekerja bersama direkrris. Direktris membuka kotak stick sudut dan mengambil 2 stick dengan wama dan panjang yang berbeda. 4. Direkstris menancapkan kedua stick tersebut dengan posisi berimpitan. 5. Direktris memutar stick yang lebih panjang dengan berkata saat 2 stick berimpitan'oGaris lurus", saat salah satu stick diputar "sudut", putar kembali "sudut". 6. Anak memainkan 2 stick tersebut dengan diputar sesuai yang diinginkan. 7. Direktris bertanya "Manakah garis?" 8. Direktris bertanya "Manakah sudut?" 9. Direktris bertanya "Apakah ini?" sambil membuat garis lurus dengan menancapkan 2 stick pada papan kerja secara berimpitan. 10. Direktris bertanya "Apakah ini?" sambil membuat sudut dengan menancapkan 2 stick pada papan kerja secara berimpitan kemudian diputar. I l. Direktis berkata "Coba gambarkan garis dan sudut tersebut pada kertas 12. Anak menggambar garis dan sudut pada kertas. Pengendali Kesalahan: Stick ini" t72

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173 Tema Pembelajaran : Mengenal Sudut Alat Peraga l. Stick : tua c. Stick ungu e. Stick orange g. Stick merah i. Stick hitam a. Stick cokelat 2. 3. Tujuan b. Stick cokelat muda d. Stick hijau f. Stick pink h. Stick biru j. Stick kuning Push pin Kartu keterangan Langsung : Mengenalkan bagian sudut Usia : dari usia 7 tahun Syarat : anak sudah dapat memahami sudut Presentasi : l. Membawa alat peraga ke lokasi kerja. 2. Mengundang anak untuk bekerja bersama direktris. 3. Direkhis membuka kotak stick sudut. 4. Direkhis mengambil 2 stick dengan warna dan panjang yang berbeda. 5. Direkstris menancapkan kedua stick tersebut dengan posisi berimpitan. 6. Direktris memutar stick hingga terbentuk sudut. 7. Anak memberikan nama pada bagian-bagian sudut dengan kartu keterangan. 8. Direktris 9. Direktis bertanya *Apakah nama bagian ini?", sambil menunjuk kaki sudut. bertanya "Apakah nama bagian ini?", sambil menunjuk 10. Direktris bertanya "Apakah nama bagian tl. ini?"' sambil menunjuk sudut. Direktris bertanya "Mana kaki sudut?" 12. Direktris bertanya "Mana I titik sudut. titik sudut?" 3. Direkhis bertanya'oMana sudut?" 14. Direktis berkata o'Coba gambarkan sudut beserta nama setiap bagiannya pada kertas 15. Anak menggambar sudut beserta nama setiap bagiannya pada kertas. 16. Anak mengembalikan alat Wtagake tempat semula setelah selesai menggunakan. Pengendali Kesalahan: Kartu keterangan ini"

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Nomo Kelompok : ffi& . ............... ............... 4. 2. .............................. 5. 3. .............. 1 LEMBAR f .€JA SISWA ffie PetunjukPengerjaon : 1. Kerjokan bersomo kelompokmu! 2. Bocoloh sool yang tersedio! 3. Jowablah sool dengon menggunokon bontuon olot perogo! 4. Tuliskon jowobonnyo disediakon! podo tempot yong sudoh 174

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SOAL . " Jowobloh soal dibowoh ini dengron jowobon yong tepot di kolom jawobon! No Sool I 6qris opakoh yong merupokon kqki sudut? 2 6qris opokoh ycng merupokan kqki sudut? 3 Beropo bonyok sudut yang dimiliki oleh gombor di otosT 4 Beropo bonyok titik sudut yong dimiliki oleh gombor di otos? Beropo bonyok sudut yong dimiliki oleh gambor di atos? Jawqbon 175

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Erra *-rasi Nomo : l.lolKelos : Jawablah pertanyaan di bawatr ini dengan rnemberi tanda silang (X) jawaban 4 b, c, atau d yang merupakan jawaban benar! pa& salah satu pilihan l. \Pada gambar di atas yang merupakan kaki sudut adalah a. b. ... AB c. CAdanCB AC d. BC Banyak sudut yang dimiliki oleh gambar di atas adalah ..,.. a-6 b.9 c. l0 d. t2 a. 2 dan4 b. 1dan5 c. d. Z,3,dan4 3. 1,3, dan 5 4.'J Titik sudut gambar di atas ditu4iulkan oleh huruf ..-. a.O b. OdanQ c.P d. oPQ 5. Sudut lancip mempunyai besar sudut ... a. b. 90o Lebih dari 90o kurang dari lebih dari 90o 180" d. Kurang dari 90u t76

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI RENCANA PELAKSAIYA,AIY PEMBELAJARAN (RPP) A. Satuan Tingkat Pendidikan SD Kanisius Sengkan Mata Pelajaran Matematika Kelas/Semester ril l2 Alokasi Waktu 2x35 menit (l pertemuan) Pertemuan 2 (kedua) Standar Kompetensi 4. memahami unsur dan sifat-sifat bangun datar sederhana B. Kompetensi Dasar 4.2 Mengidentifikasi berbagai jenis dan besarsudut C. Indikator Competence - Mengidentifikasi jenis sudut Mengidentifikasi jenis sudut pada bangun datar Conscience - Bertanggung jawab dalam mengerjakantugas yang diberikan oleh guru. Compassion - Menunjukkan sikap kerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok. D. Tujuan Pembelajaran Competence - Siswa dapat mengidentifikasi minimal 3 jenis sudut tanpa bantuan guru. Siswa dapat mengidentifikasi minimal 2 jenis sudut pada bangun datar tanpa bantuan guru. 177

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Conscience - Siswa dapat bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru- Compassion - Siswa dapat menunjukkan sikap kerja sama dalarn mengerjakan tugas kelompok. E. Materi Pembelajaran Sudut (terlampir) F. Pendekatan, Model, Metode, dan Teknik Pembelajaran l. Pendekatan 2. Model Pembelajaran G. : Paradigma Pedagogi : Cooperative Reflektif Learning 3. Metode Pembelajaran Ceramah 4. Teknik Tanya jawab dan penugasan Nilai Kemanusiaan 1. Kerjasama 2. Tanggungjawab 3. Ketelitian 4. Kemandirian H. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan 1. Waktu Kegiatan Awal Konteks - 10 Guru memberi salam pada siswa Guru dan siswa berdoa bersama sebelum memulai pelajaran Guru memeriksa kehadiran siswa Apersepsi - Guru bertanya pada siswa apakah sudatr belajar tentang macam-macam sudut menit 178

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Orientasi - Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Motivasi 2. Gunr menjelaskan materi yang akan dipelajari Guru menyampaikan manfaat mempelajari sudut Kegiatan Inti 50 menit Pengalaman a. Guru memperlihatkan tiga buah penggmis yang berbeda-beda b. Guru bertanya pada siswa ruIma sudut yang terbentuk dari masing-masing Penggaris c. Guru meminta siswa unfuk menggarnbar sama seperti penggaris yang d. dimiliki guru di buku masing-masing Guru meminta siswa menuliskan nama sudut dari masingmasing garnbar e. Guru bertanya jawab dengan siswa tentang nama-nulma zudut f. Guru menggambar bermacam-macam sudut dengan posisi yang berbeda-beda di PaPan tulis g. Guru meminta siswa menuliskan nama-rurma sudutnya di buku secara berpasangan (sebangku) h. Guru mengecek Pekerjaan siswa. i. siswa bersama guru mencocokkan soal bersama-sama dengan siswa j. Guru memberikan Pembenaran k. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya 3. Kegiatan akhir Kesimpulan - Guru bersama-sama dengan siswa membuat rangkuman mengenai materi yang telah dipelajari l0 menit 179

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Evaluasi - Gunr dan siswa bertanya jawab tentang materi yang dipetajad Rellokri - ftru menanyakan perasam siswa mengurai pelqiamn hari ini Aksi - Siswa dimintauntukmenuliskan al
(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI L. Medir - Pembelajaran Penggaris l\[. Penilaian (tedampir) a b. c. AspekCompete,uce(tes) Aspek Compassion (terlmpir) Aryek Conscience (terlampir) 181

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI I Lampiran a. 182 Competence Jumlah iawabanbenar x 100: ... Jmlah keselunlhan jawaban b. Conscience Bertanggung jawab No Narna Siswa Pernyataau Tugas dikerjal@n sesuai Meay,elesaikan tugas Derintah terat waktu I 2 3 * Koton:rngen F lvlmyelesaikan tugas tepat waktu o Siswa menyelesaikan tugas dengau baik dan tepat waktu (skor 3) r Siswa menyelesaikan tugas dengan baik nannm melebihi waktu (skor 2) r F Siswa tidak menyelesaikan tugas yang diberikan (skor 1) Tugas dikerjakan sesuai perintah o Siswa mengerjakan semua tugas sesuai dengan perintah dan . r perintah Siswa tidak mengerjakan tugas sesuai dengan perintah Sisuna mengerjakan sebagian tugas sesuai dengan Skor = total skor x 6 l0 tepat (skor 3) (skor 2) (sksr l)

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI c. Compassion Bekerja saml Pernyataan Nama Siswa No Kekompkan dalam kelomPok I 2 3 * Keterangan F Kekompakan dalam kelompok r Melibatkan selunrh anggota kelompok dalam mengerjakan tugas (skor 3) o Melibafikan sebagian anggota kelompok dalam mengerjakan tugas (skor 2) r Tidakmelibatkan anggotakelompok dalam mmgerjakan tugas Skor: total skor x l0 3 NilaiAkhir = Nilai competmce * conscience 3 * compassion (skor 1) 183

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiram 5 C*ntch tnstrExmen Pemelitian Sebeluxn Uji lustrtnrrleEl 184

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 185 &d^ uod - bP nPdeP€eFdaPdePdoPdsPdoPdoPdePdeP6ePdoY e; ?; e; Nama Kelas ill:qi No Absen - ;G ^E %" ; o? : ll;q : : :q aa Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memberi tanda silang (X) pada ,atut wrlcr t lrrsr uPcl\4ll jawaban d yang d; b, ut c, 9t atau u tw'll,.lJl 4 satu pilihan jawaban J'wcucrl benar! JalrBr merupakan 'llzlu ;a r. ^: e X" .t-----4: .c Dari gambar bangun di atas, sudut lancip ditunjukkan dengan huruf v .... " % *$ "! c] p; *-o@m S*t234"[ frQ S" *f "] :i:1? S" l)::T 'Yrvs.L S= X": % b O ? , f"=0; f e 6r Gambar yang mempunyai ldanz b. dan4 titik sudut adalah gambar no 3 ^r\ ,a', frre \rft S" t;ilf" .... 0Lb *! c.tdan, d.Zdan4 a. 3. F" % \ :g c! , "$ ^^?d,d *r,,a?w8"5 '+/w:ffiffi *$ ,-^r^ ;ffi:trs c€q € e e e € e e e q q q € Po

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 186 od-, "d€ d 6 d d d d € d d d d d 6: !o 4. Gambar"fang w,t c?O (}^ menunjukkan siku-siku adalah ..... ,=bP oF aP oP oP oP oP oP oP oP oP oP oF f" biiq:tw sudut rnanitti I-,K,r-;'ru ad.alal,. c. d. @ ffir# & H" aa ] q (5a) tl a. ;a d,"1 f ?" ;a b. - "! "N U.-^ e; ;e5 tl ;a ^tnii e; t' u; L Gambar di atas yang merupakan sudut tumpul ditunjukkan oleh huruf ..... c. " 3 g;L 9=6' t'1:"'.){:'kkanPadagambar 0q a.l b.r L d.K E" n,/\.i----X :c) ?: ;a f " f ?" :(B o) btt-l | 7. Sudut t5o merupakan sudut a. rumpul b. Sembarang S* fts f1 -(B :a (}a) a.z b.4 b.4 "g - o .... (II '-, ,-), ?; ;a \-rrk-su66;-* F La* c. i, :fl c. Lancip d. Siku-siku " ! " !L (7: sn iwal€\or fl';fff,,:avbarAnsan dimiliki oleh gambar di atas adalah c.u .... d.8 d. E o€€ e E e e e e e e e e e "! *0oi CPo? (P" e Po

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 187 ad^ ''^od d d d d € d d d d d d d 0? d .obP oF oP oP oF oP aP oP oF op op op ap ^=9 ,oD ?;sffi :f c; qoly:Q"-"i i-< __=::--j f o, 6^ So a.8 d fv "! d't) f"o f",/ v "3 a. I dan4 c. b. tdan2 iO a I I. :l ..... Daerah yang merupakan sudut di runjukkan oleh angka f , 3 _ { \D : q ro c. d.t2 Lr'Y b.9 (A _r I ; ..... Banyak sudut yang dimiliki oleh gambar di atas adalah 2dan3 d. zdan4 Urutan gambar yang merupakan sudut terbesar sampai sudut rerke.,, adalah ..... --aj -1 |t ;r f= f"b": fiv f"c A --:-*i:>\,\ 9* lr' V ?_ fio d \.=.-- -! / *--:T -Tl & I ---7/' t;-'| S= d O h A; "! --- '\---'\- ta ]g "! ,5 'r*/ ;, i ---':t " X ' "! *X "t; "! "5 e"; ;: ^ e_^ e_ e_ e_^ e_^ e_^ e_ e_^ e_^ e_^ e_^ e_P 5 n^ e^ e_^

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 188

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 189 a€_ € d d d d d € d d a? oF oF aP aP oP oF aP aF oP aF op oF P bP dd d d d d o a,6 d & d & d effi\"3 frv a '[/ 0A € 6a d 6A d aA d 0 d & d tu d tu d & ,l Sudut yang terbentuk dari duajarumjam di atas mempunyai besar u.'r. c.3oo b. d. lo" e , llll I ? r8.AO ? A , r ,i . d 6 d tu d .-.. d ap; .... e 3 "] cD \ ; "! 0-a) _b --r w*b* Aryqetas :f P ; .... terbentuk dari gambar di atas adalah c. Tumout Tumpul d. Lurus (P g> b ; X reD n d sI s e^ e z & a. Siku-siku b. Lancip 0 d fr a gh P d.ABC v 3 & !/ " ] t3 efr*5 ; Nu*u---ffi* W "3 c'; c. B s A b.Adanc d te0 ats"| ft illl Titik sudut gambar .,l atas a*,S ditunjukkan oltunJ oleh huruf Ballluar di a. A pukul sudut "3 .r5" 17. Sudut siku-siku ditunjukkan padajam yang menunjukkan d d "] ,;ce ^ e-^ 8--- e-^ e-^ e,-^ e-^ 9-^ e-^ q- e-^ e-^ *-; "3

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ,obP o^ddoP oF aF oP oF aP oP aP aP aF op op 190 od^ d d d d d d d d d € d d L= e t; a zo. ;'o d,( *---V ----t ;a l._, ?V,1./-L o[ ;?t234al S* ? j o d ;'o Urutan besar sudut dari yang terkecil adalah a. 4,2,3,1 b. 4t,2, 1,3 't'\. \ dar23ot3 dA '''\..v'-' ",r*...-,-'' 'r-"8 =l y a. b. 3,2,1,4 -. ,' ; 3,1,2,4 ".;L .... 5 2-3- 1,4 c. 2,3,1,4 d. z, 1,3,0 t / --'! \..-..-- I --e N/ ,, \-'-.".'.- i ?_ P R t a q? Dari gambar di atas yang mempunyai sudut terbesar adalah ba t: ;an .a 7K fro d,:.x ^:e Q ;a f" c fi a.K bL t .... d' , t.. ,._{! I l-,-L M N dN 3 x 9; c.R c.M CP P3 n--: - - mha. rli afoo ,,-,,^l sudut ^r^r^L .... Dari gambar di atas yang mempunyai ^,,1,,r 4^-l-^^:t terkecil adalah X " r 93 CIJ( a'P 3 t; I lr''"/ 6a q= C, Urutan besar sudut dari vang terbesar adalah suqrqrr 'c':-" d_ zz. I 5 ,, v O a E d d zt- ;t t qS , .... c. 4,3,2,1 . 4, 1,2,3 5 A; 93 e3 5 P3 r3lv d L 93 "X ; e.-^ e-^ e-- e-^ e-^ e- e-^ e-^ e-^ e-^ e-^ q-^ a-f A

(208) =$ PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 191 oP oP oF aF aP aP oP oP oP aP aP aF ad_ -bP Yod d d d d € d € d € d d da? d f; d Jumlah sudut pada gambar di atas adalah a.4 ;9 S* Qt b.u ? ( ,. l,r.l', , t,, t I! O d.ro A^ I u)^gn, gilnw c; / J W^ry Ci-sonq .ob CdanD d- crtanB d. cdanB o a. O .- b. fi{ Ig oa; ----r. -----.----a R B L (Po e; i.u ABC c. d. BAC .. BCA 2T.Duagaris yang dapat membentuk sebuah sudut ditunjukkan pada 9t Aaa.\^c.& z4s.\c. t_ ;e 0" Pa of e-\ Pada gambar di atas yang merupakan sudut tumpul adalah sudut I *.D \l b/\ \\ .e\/\5 1)\ d" ;'= ;? 9-^ !-^ e-^ 9-^ e-^e-^!_^ n^ e^ c. ----\-------------- ^-9 qv c- ,'5 9; 5 ." O l L "" a. AdanB AdanD b. AdanD X :a 8 sudut@ardiatasditunjukkanoleh.... suautffi, o,u,u, dirunjukkan oteh .. lri^]tlrc ^-A ell !;9 26. ov 26. A X al rpo 0; X w qF= .... t\cl 15,ro, B@X/ ^-e q' Ia c. A--^ d/t\5 zs. ,/t ,/A :A ? 25. ; -l 0 0;5 6l* "o gamba. I 3 ,?t )/ d /\ 1/ / \ L "h Pi e3 e'; al e_^ e_^e_^ e_^ e_^ e^P ^a

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI t9? ^bF aPdoPdaPdoPdoPdeP oP oP aF oP oF aF od-od d d € d d d da? f A ; .D ]q (i -l 28. Gambar yang besar sudutnya kurang dari 90'ditunjukkan oleh gambar -1"l ;e/lg; a' ... O ; c' .. ;9xdg; au'u'5 ddL? ;e f , Q 29. Sudut tumpul mempunyai besar sudur a. 90" drtu,n-rb. Kurang dari 90" A ; .. ? ; S, 3" dg : Q d 9 ; 30. Sudut lancip mempunyai besar sudut a. b. Kurang dari e0" A 6a F, 90" a. 90' b. lebih dari 90" o'--- ^-9 ta d5 ;a d. Ig (5 s^ u' \--,.-------- g 5 c. I ebih dari 90" ^, d. d) Lebih dari 90",/kurang dari 180" I : P ... c. tebih dari gO" d. Lebih dari eoy'ku*ns dari *fi,y\, ... 180" b*" c. Lebihdarig0"i{
(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 193 aP oP oF aP aP oP oP aF aP oF oF oP od: ^bF -od C d d d d d d d d d d daw S" d* 33. Gambar yang besar sudutnya lebih dari 90" ditunjukkan ot"f, gu*Uu, a. e' x;4, fua oailP; r'' b. S= 6? no ifad" ^" i4. Q ? ^-9 a$ c. w' --1 _- d. Sudut e5'merupakan sudur lp;, 05 0; \r,/'.,/ CI 6P r- * 05 :f 0; lI .,b P; L**tJl f" ,;::: f= 0 ? A 6 .;:: Sudut yang vans terbentuk dari dua ianrm jam iam di atas memnrrnvai dua jarum mempunyai hesar besar srrrhrf sudut . 36. Jam dinding yang menunjukkan pukul 03.00 membentuk sudut Lancip b. siku-siku f d eI r. -.. .... c. Tumpul d. Sembarang a. f = as O "^ (P"^ ?;,ffi 6.D $;' L'3 . ,'j I q tD 5 3 " f c. Lancip d. Siku-siku 9,35. 9t 6? 3 5 .... a. Tumpul b. Sembarang ; 05 P; -T] -*--- \,.._-t-"'. ... 37. JamOlnOrng yang menunjukkan pukul 03.00 mempunyai besar sudut 45o b. 30" .... c. 90" d. r8o" a. ^-e Q d5 O P o ; "5 "3 L P ; O5 03 tr P; P"^ -S P; ea -dc, a 6ee e e e e e e e e q e e 6^ .,_^ & r.fu -^ -^ -^ e "= Pa

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI t94 ad_ d d d d d 6 d d d d d do3 .obP oP oP oP aF oP 6P ep op op oF ap ap lod ;'o aD \z-=- (- q* dB = q^=e c; Pada gambar di atas yang merupakan kaki sudut adalah cBC fro :l,oun. b. u' AB rrl' d o' d. fro f t "_ ;" d t: it d a1," b. c ,,tQ * fr ,,,._ ct; \ ,r., T "N *$ *} --' *b *b t' Gambar di atas yang merupakan sudut lancip ditunjukkan oleh huruf b.r X A e-; 40 a' l g 93 -l ,Y /_,--- I ?; t3 s3 11 i \1,-- fiv d a,3 --'/ -l 7 -__-..q_r\- f" q = dan BC adalah..... cc. 3e A,,danBU AB 39- Urukn gambar yang merupakan sudut terkecil sampai sudut terbe*r ;'Q {" ,DD P ; ... c' L ..... 0 ; d.K ; e.-^ e* e- e- e- e-^ e-^ q-^ ; e-^ e-^ e-^ ob "P --f"A

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KUNCI JAWABAN SOAI PRE.TES DAhI POS.TEST MENGIDENTIFIKASI BESAR DAN JEMS SUDUT 1,D 2,C 11. B 2r. A 31. B I2. A 22. C 32.C 3.A 13. D 23. A 33. B 4.C r4. D 24. C 34. 5.8 25. B 35. C 6.B c 16. c 26,8 36. B 7. C t7.D 27.D 3:l.c 8.8 18. C 28. C 38. 9.D 19. B 29.D 39. C A 40. D 10. c t edom at' ak 15. 0ot^,- 7 20.D {*-h*f faL,.l, 1. 30. ? A D 195

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 7 Csxltsk Komentar Yatiditas Isi [nstrumen Penelitian 196

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 197 Kisi-kisi Soel?tsres, dan Posttest Mengidentllikrsi Besar dan Jenis Sudut No. ,--h, Indikntor Itcm Nomor Soal Bobot 7.5% I Memahanri&en gertian sudut 3 29,30,31 2 Jt{ins6rkan sudut 5 g,9, 10,24,27 3 Menentukankaki sudut 2 14,38 5 4 Menentukan 2 2, 18 5Yo 5 Merrgidentifikasi jenis sudut 9 3,5,12,13,15, titik sudut 12.5 % a/o 22.5 Ya a/o 17,19,36, 40 6 Mengidentifikasi jenis sudut pada bangun datar 4 1,4,25,26 10 7 Mengidentifikasi be'sar sudut 6 6,7,28,32,33, 15 Ya 34 I Iv{enentukan besar sudut 3 16,35,37 9 Mengunrtkan besar sudut 6 11,2a,21,2\ 7.5 o/o t5% 23,39 Total 40 rca%

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Skor Komponen Penilaian 4 I 3 2 Komentar I Kesesuaian antara standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator 2 Kesesuaian indikator I dengan oN bwao naL lron Er+' Itndtvffir rta l) item soal yang diberikan J Kesesuaian indikator 2 dengan item soal yang diberikan 4 Kesesuaian indikator 3 dengan item soal yang diberikan 5 Kesesuaian indikator 4 dengan item soal yang diberikan 6 \ Kesesuaian indikator 5 dengan item soal yang diberikan 7 Kesesuaian indikator 6 dengan item soal yang diberikan 8 Kesesuaian indikator 7 dengan item soal yang diberikan 9 Kesesuaian indikator 8 dengan item soal yang diberikan l0 Kesesuaian indikator 9 dengan item soal yang diberikan d$t\ Wa Wqw \ 198

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ll Kej elasan perintah pengerj aan soal t2 Kualitas pedoman penilaian 13, Bontuk muka instnrmen tes yqng disajikan l4 Peuggunaan bahasa Indonesia dan tatatulis baku {4. l5 Bentukpce instrumen tes yang disajikan t6 PemboboUn soal tiap indikator Jumlah skor Total skor v 199

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Rentang ekor No I Bobot Keseluruhau insfiumen sudah layak $kor terbobot 43-56 digunakan 2 Keseluruhan instrumen sudah layak 2942 digunakan dorgan revisi 3 Keseluruhan instnnrien kururg layak l5-28 digunakan 4 Keseluruhan instrumcn tidak layak l.l4 digunakan Yogyaka*a Validator, UMl 2W

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2At Lampiran I E{asil Uji Yatiditas Muka Instrumen Penelitiasr 8.1 "F{asil tlji Validitas Muka Instrumen Penelitian *leh Guru 8"Z.Hasil Uji Yaliditas Muka Instrumen Penelitian oleh Siswa

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lembar Validasi Muka I 'No Grnu Soal 1 SoAc& I b^(b &^ 2 CrJcrtrungo. 3 1651suVrl suAah 4 Guru 2 1eto.:. SuJ,rrh bdlc tdarrror tr0rah An4aa.fr.!r-. qnaE \aS. &)*r^t dan bqnhhnb. marnb.:cr-b Lar-tarrt. SuAn,h b"rt BxE MCl5.r(c-. 5 6 7 I 9 10 il t2 S\xl"h Sud,qh Se(o's &rmbar bueng basc.". S'.,cbh t?.{t- Sod"..t E"^b'r S.:d"h b*ft rnq1i9hrto!^gny.^ gelr- ga ?. krqi hagus so&5a. b"mL- s"Aah lo\e"s . S*,d'ah bofb S'Aeh bq*. sodoh b,ib SuJ"h brfu h""r. brso fahs. S,rd.k ba,L -!.&h b*-L t\11r\el" g*T Jib,st s,rAah baiL-. S.rlah hi[, 2fr2

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 14 15 16 t7 l8 t9 2A 2l Btn6wrX g*L S^ Sro\"g-, 23 24 25 26 l"dqh [uL. S"A*h bog*g \ni o.rn*n3 fl*\. 0qrcai ftCIl1w Sodoh b".rL Srd*h Sa^\ s.rA"h fales borb bq*, r,, Soa,tngo but So"'1n3"^ brag,.rs .ctm.b brrc^ h,ran,urtklcqn 9-",\tlg. hor"^Fr k,-* 9.rJra.h baiL aO. SD&tk ba.{L Sa*tnyn s,Yj4h @1t' Sudoh bolus ltkc*r,ahahi btch h.rtrq Ir&h bog.^t GA"h baXus S oda'h b*i1. SoJa'h boilc S"A.h rT b4r,rrorno,. F*b^. \ohik vner'\crdc. rrb! no 22 or,"t^$ i b"1t S "ct\'nO g, ,n F*nfl ba"nbornS,n . TQlo6 S"A*t" h"?* So&qh b"grs S" olok ha,t 2*3

(221) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 S"a\nga ErrU. ).rJroh e\iJrdih".," t hcil' Soo*\ngo 28 54ri^6 Dilthon 1a*rabanrt5a' 29 Strlcth bcft S"l^h 30 S,:ol.*h h"fU S 3l S"elak b*--t sudoh 12 Sdah b"rL 33 34 [u*"t1lasr" & sgLtrr,e radi-Lot .uvat Sol,rU h,? d,hatrtLr.n. [rogus GL6 bagrc Y".' ? Eorlc.h \og* !o^. a\. h^g.n. T(Kho,. b*r Juctarh b"g*y * A!. P"bz A*nbr pm 37 38 utr*L' b^ftc Sud.h Soa\ sud"rh 3s 36 6br'{ba. Gbntr.r lertok^ beso' bailc Y".. 39 6d*v. bcitb' fo" 40 S,rl."h Eou^ ! u-' <.ral Ao S. baib. s@l nD il. I 2M

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lembarvalidasi Muka No Sisqnr I Siswa 2 Sisrua 3 Soal I EoIo qd,a 3- 2 3 L* Lanit€ suAolr, 1 otCI- fdc- &r{rh.*n cot"&, .rAo- t ql\thc'a ( oka \tr'. o\a oVa g"^nrt\OOrn5a. oV sayvlcf, S* { 4 ote oVs okCI- 5 oko o[a 6 Bnq*q b.r, a& pEo &\p. 7 '\bI [ry" ^E"l I oLo- 9 6tn6rng 11 t2 "l.e p[co- b't Ttib^9 - btrk-oa ote $"4 ? obe" obd crd,.a notaem{ :.lA.rk t5 "€ ih,r :elocraga b*1 oVo nBol. 10 olc.a gan3 b^x6\1h ' tsh { s"dol ?(fha4^3^ o\ce oVe- wu. gumu oba- oL.o 2- ? obe oLe atca 245

(223) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI t3 brn6unX t4 oLs 15 b*\ Gingong ,3ob bLset oLe da-e l9 otc 20 rz 6alc- Larr. oh+ oL€ t8 o\s clre otce aV - 6'aL \ar.r bu. t7 b.r. oba \oorxrnqrn 16 G-a\-!o.*"r o\.e \.o oL.e trrb ba.., oLe oh oke oLe 2t olre oka oEq 22 *o olsa oEe 23 *a 24 Sfrtsuno) b', 25 26 5amraa.6gcrr oLe oba oks- oke obo oVe. ?, P\co \'da g*- qdo. pu:o.lsnngr \rrf oh oleq 206

(224) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI n *4 28 otz aLa' oLe- 29 *a obq 30 oLa obe oha oba 31 32 33 o\a- \.5 ohi 35 obo 36 40 ?"tA Jbd" $i1y'&g!gnga lr&h Jehs aan gannbcrr bequs t,r.:crmo DEe b,r 7 6.rLba,r b'.1 be&o\r_hrr,l o\c obo ?&,' olce f.bi\rog"U a, glfiwrr'z\ yaS JeF .tdi aka- otu Soalnga *a eomo. ota obe eke Soa\ngo. abe oLe "J4\- aelA $rr,tb*r pmngo. l 38 39 X+? \6d. 37 oVz ob.o ra*na. 34 "ta lQlos ol*q obe .Le ol.e o[.e obo 297

(225) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran I Instrumen Penelitian untuk Uji Validitas Ksnstruk 208

(226) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 249 ,obPeP6P 6P eP oP eP op op 6p op 6p oF op op op od^ € e d € € € d d € € d d d d d ol ;.€ ^-? Nama Kelas ff'h,"., ?; ii No Absen : : g Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memberi tanda silang (X) pada salan * 5 t". pilihan jawaban E; q- 4 b, c, atau d vang N-- So 6o So /t"'----l// merupakan jawaban benar! :e;$ M ,oF cb ,ot 9; .L q" ^ f " SO Dari gambar bangun di atas, sudut lancip ditunjukkan dengan huruf a.NdanM b.Mdanl %" .... c.Ndanl rYruc'N s' d.MdanK fi" 9o -*.. d*1234"5 ; A Gambar yang mempunyai a.rdanl b' 3 dan 4 E^ ^-9 3. q" A :*o \ n q-\l.*\e; -\ fo W q= \/B \ S* % -: d" q:- oo* ,-5 9; q= f" f" { ,_8 0b Gl "3 d? z. ? ifls P; q" d ,oD : titik sudut adalah gambar no .... c. ldan, 6' 2dan4 Lancip b. rumpul ,{ -p "{ 6P c; .-il ,-8 c; Sudut A dan B pada gambar di atas merupakan sudut a. g t^ ..... Sembarang d. Siku-siku c. 0; -# t^bp a I a a a a a a a a a a a a a € ,-SA

(227) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2ta :bP 6P 6P 6P 6P 6P oP oP eP aP oP oP oP eP oP oP o€^ vo€ e d € e € d d € € d € € € € d6o 4. {: fe " Bangun yang memiliki sudut siku-siku adalah cb Iq (5 €o So 69 a. b. :} :D' d. c. ob o? 0; :a 9o % fo d_ t' "{ 0- " Gambar di atas yang merupakan sudut tumpul ditunjukkan oleh huruf f " c.L a.I b.J 6. Sudut d. u' 90'di tunjukkan pada gambar ..... a. .,,rnt.... ,/' \ ^, f" Z da bI I f;" fio 7. Sudut l5'merupakan sudut ;e 9o 88. a. Tumpul b. sembarang c. Lancip d. siku-siku ! "g;X "3 e] O ? -I " e^A o? :q a5 ;a .45 ;. ; c. u.'-' b.4 d.8 lg (5 - .... % ;a ab a_bO _) ,,,1,,+.,o--,{:*:I;L: -,{.1^L .... -^*h^-.li di ^+^. Banyak sudut v. atas adalah dimiliki oleh ^t-h gambar -ssur yang Jsrr- urrrrrrrNr "" f o "3 o] c. 1-'" l, d. ..... 0-^ O? a) K r\ p; [-r %"ll"f lq ^- A 0*^ C) 5' F" ;ele; :9 9o.,o? (AA IO 36" "! ': + -U '! (5A ..... g"^ 0; " ! e; 0; g"^ o€€Pbqpbeebeqbecbqeb€ebeebesbqebeebqPbqebqebeebecPaa) bb d

(228) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2t1 ^bP aP oP 6P 6P oP oP oP eP oP 6P 6P 6P 6P oP oP od^ Yod d e € d d d d € 6 € d d € € 6oY 7' c; o? F., 9os. re ?o l>
(229) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 212 ^bP 6P 6P oP oP oP eP oP eP oP eP oP oP 6P eP oP o€^ vo€ e d € € d € d d € € € € d d dol f"-"'--! "! 03 d" f"i"3 e e) Gambar di atas merupakan sudut a. b. ?; 3; Siku-siku rumpur .... c. d. gl Lurus Lancip q " " f, o? 0b o? 13. Fo [v 13. ,{'L'\ ?; i" \:] [o F" .'i.-;y! ,,,Y #,'%* Fo O IF e f" S" 0o :{ \o1.-, ;9 0 s,,a,rtlr., terhenfirk dari duajarum drra ianrm jam iam di atas menunjukkan menuniukkan sudut yang terbentuk Sudut Lurus d. rumpul a. Lancip b. Siku-siku .... c. =e) F"\o? q9 o" % ;9 f" ;to }i I e fo f" b "? C O? b a ! e ! a! f"ru 9* AA:. \-?; de\u0e ? aa^ \ ;q 0-^ B h r di,: atas yang merupakan -,,.,-r---' gambar Pada r-^r-: ---r--a ^r^r^L kaki sudut adalah a.AC b.AB r- t. ! rr-- P o- ? A ... c.BC d.ABdanAC "! a! .... --^--L^-r--r-^-.-t-.r sudut ^n membentuk 15. Jam dinding yang menunjukkan pukul09.20 a. Lancip b. siku-siku r---rnn e'l c. Tumpul t_ bp d. a sembarang ;" ! a! c] F" Bee e q e € e e € q e e e e € e e Po a a m sB (?a 0a m 678' 6Pa (PL 6re. e5 €?A Ch' ""; flPB. 675 CB. g? ,a

(230) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 213 oP oP 6P 6P oP oP eP 6P oP oP 6P 6P eP oP oP od_ -bP Yod 6 e A 6 € € d d d € € d € d d6- f"r6' Bx F" H.g-;/ ;3 3"ffi"9 X" H7 .il "N o8 yang terbentuk dari dua jarum jam di atas mempunyai besar *O* H " [o d" tf; " A q I f;o ::*, a- 5o c. 30" b. d. roo a. 07.30 b. F"l'# qr' avr9; 9o qv q O l/ 9o d. "b .,5 0; " .... (,lgrr huruf 4EJ dituqiukkan urluruuM(ur oleh atas lllnul .... fO H " b 05 d.ABC "f Q=^ rr} P; \-/ :8 :8 a; ?; B/ " .p 9'; c.B b.Adanc \f ql/ "! | oi B_C a.A ?; oe.oo "A 0; "| .,b I rrlr sudut Titik Duuui gambar ur EsuruG di 9o\-."5 .... A ?: d? So D. 19. *\ qt, f \D q "3 c. 04.50 r2.oo f, "] 4s" 7. Sudut siku-siku ditunjukkan pada jam yang menunjukkan pukut ffo €o 18. € O Nama sudut yang terbentuk dari gambar di atas adalah a. Siku-siku b. Lancip .... .... c. Tumpul d. Lurus i"o eT ; " " ? " fl "! :i";. e eeL eChe05.e ePb.E e e q e e(?5e e efh (? a e' e CB [?a, 6PL 6:Pe (PB sPA 6P5. qPB 6?A e?e

(231) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 214 6P eP 6P eP 6P oP 6P oP eP 6P 6P 6P eP 6P oP od^ ^bP -oa€r0.4 e d d d € € d € d d d d € € ol gL ^-g Qv,9; ---i -- 'j ;:' lr' da Se 1 a L t z? 3 4 ea S 3 O a e 4,2,3,1 .... c. 4,3,2,1 4,2, d Urutan besar sudut dari yang terkecil adalah a. b. i'o foil a [o a de 45 dA 9O 3 ?: %' ^-e O f; r,3 t z b.3,r,2,4 -ia P ''\..-.--' R d" K eI L Is ,l K "h a; 05 C; 95 -r.r "$ oo .... "{P e! "h e^ g; L M 9"^ N Dari gambar di atas yang mempunyai sudut terkecil adalah a. ; at; .... c, ?,3,1,4 Dari gambar di atas yang mempunyai sudut terbesar adalah er nda * 4 d.2,1,3,0 i ,/ V' '_ -1-- 0 e[x 3 a. 302,1,4 OT "] a[5 r Urutan besar sudut dari yang terbesar adalah ,; d" o" dQ fi O 9O Qt-r-6 . 4, r,2,3 .l r,,' \,.'\. ,,.,,." .-," rI l;i ',,- o? 22. 9o zz. e9 fo "3 cp}e; c.M .... "! 0b "3 "= € e e e e € e e e e E e q E e P6 aQQ 5 5 Cb. 0h. 0L 05 Pe' Ca, 6rB. 6"h, f,?e. CB CL 6?b' (pb. q?5 6p5 (I7 ,4 ;-:

(232) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 215

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 216 oP 6P 6P oP 6P aP eP eP 6P aP 6P eP aP 6p oP a€^ ^bP Ye€ € d d € 6 d € d d € d d d d € av -l ---i E" --Q . flobd"3 a O- [o f " ?* 3 d I \ a.90' Kurang dari 90o ft (& -d * !! %" e A d" q^_ e ;tt -€ e (& fo ?* a ie"i o- 30. Sudut lancip mempunyaibesar sudut a. Kurang b. 90o dari a. 90o f;o 45 Lebih dari 90' dan kurang 90" c. Lebih dari d. Lebih dari 90" dan kurang ... ... Lebih dari 90'dan kurang c. -'i i -.1 E----- dari l8o" Kurang d' -T " * "g;F * "F e; darigoo "3 o- b p 93 613 -----\l e? ;-aI .,a 9; I "U p; 32. Gambar yang besar sudutrya 90" ditunjukkan oleh gambar \ dari lsoo c. ! -6 "{ ,,- 5 ... d. a. dari lsoo lebihdarigo" X" 9*h105 b. ov S* 90" .,:. d. " ""; ... c. Lebihdarig0" Ku-slKu mempunyal 31. sudut siku-siku memDunyai besar Desar suour sudut b. "g ----=-':---,.,- -,---- 29. Sudut tumpul mempunyai besar sudut b. e-[ ... ''-l q"--:E+-\---r- 0b^ "| g; d" [o "] to (5 e e e e e e e e e e e e ee q efh o€€ & 5 6PL P5 67L rPh. 67A (}A. (7A. 0e, ph. pB. (9e (?5 p5 0L (?b. qp a

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 217 ^bP oP oP 6P eP oP 6P oP eP 6P eP 6P oP oP oP€oP€o€^ U, 8"*#, r*€ **,uf,*r"€,.r#o*$0" .,{,,:,fu*€,.n *%o# ... ; --! -r d" daile:o I 3"bd"[ fo "| o2^ [o €b l+. Sudut 95" merupakan sudut .... f O f : l'*-'u' Sembarang b. -Y"'vcrcrr' ?" O fi c' LanciP 05 e; gb " a. 360o -. .... 36. Jam dinding yang menunjukkan pukul 03.00 membentuk sudut a. Lancip b. siku-siku c. 90o d. rSoo L * ; h c;5 .... c. rumpul d. sembarang a. 45o b. 30" (? C c; 3T.Jamalnorns yang menunjukkan pukul 03.00 mempunyai besar sudut da f" :b :b 0; c. u 90" >v d. 450 b. 1800 f" f, " { "g d €^ ffi" vans terbentuk dari duajarum dua iarum jam iam di atas mempunyai memnunvai besar hesar sudut srrdrrt .. Sudut yang da I "! ti. d. Siku-siku rlr\tr-rl^u ?; #, 1fr ?; L:# \L#"d o? 9o S O " I s:' 9o ,r. ,.9 I O eI SO n,* d i "b "-\\r//' ," 1-'=v- c 3 .... " 3 "I "I " F e"^ e;5 "] ^to 4L de "-i e-^ (e d';. E e e e e q E e e e e e e e €fA A 5 GIA G3h. C5 Pb. 6PA. (I?8, Ch. Pe, (?A. 6PA. (95. (?e. 6pe. 0e, 6pA 62 A

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 218 ,obP oP 6P oP 6P 6P 6P 6P 6P 6P eP oP eP 6P eP oP od"d€ d e e € € d € d d € d € d € e o" Jv' "\ 38. 0; o? _,,^ dA g"^ \/ ^-3 A\ fo ?= %B* d: AA fo q fv a5 danc A c. P;"^ ... I BC d.ABdanBC b.AB "! "?a o? 39. Urutan gambar yang merupakan sudut terkecil sampai sudut terbesar p gz aoatut....l ;e g; a' f" F" (5A) 9o b' ^- t{ Do,lo gambar o.,,1,,r azlalalr -+-. yang merupakan -l,^^v-vi Pada kaki sudut adalah ^o*La.,ti di atas a. f" f" \----" A % ^-a ^-e (5 d_ ;a o 45 ---1j :-1-r I t --_-.,; i ..,. bl o? ....\..\ ----*;.-t:'- I i'---r /" I v, -! 9o €^ So 69 f* ^-9 (5 fA " Iq ?:e (5 P ,l '..,.-. .---. .---\,__-r--- -^ g g"^ 9-^ d) g;b -r)'\., - { o- 6 (P"^ (& ^-g eQ . '\.,lr.,r' ./,./ J d. d" ^-? .3 \__,- - c. F 6- :a (5 €b "} o{ I _*r, ! l .t" i'-" --l A) eZ e?lD i e;5 40. .-t _r- '"/ K -L o? 0; Il' o? 9h " "-r Gambar di atas yang merupakan sudut lancip ditunjukkan oleh huruf a. I c.L b.J d.K ..... 9-^ t? e) " !5 g"^ * g"^ dL) q e e E e e e EfA e e e E e e e (PB fi?a fiPe 6ra, ca. rPa ea fiP5 ea [95 (I}a q?6 6P5 fiP a B e e8 fi;- 6PB

(236) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran XS Csmt*h Pekeriaan Sisrra Hasi! Validitas Ksnstruk 219

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI oP oP oP 6t oP aP 6P 6P CIP oP 6P of 6P 6P oF od ^ -bp d d d d d d e d d d d d d d d 0w "^oC d-, //r>--\ ^-? (t A ^-e e? *i:-r:ffi*,=*"==*:*; 4^ V\___/ \ 11^ ) q!ow -U i, reus 4A i,Ei -'NoAbsen:3; ---*---' 5> ii 0; ;,"0 0; '"t*:'"' '"'' "'-ri ,r 8 F 0; q?" d g Jawablatr pertanyaan di bawah ini dengan memberi tanda silang CX) pada salah .3 5 -/ io" ' :' --"'" iiu "; "+": "- -rrr' " d benar! satu pilihan jawaban a, vt c, v, atau sss d s yang merupakan jawaban uv,Q, 5 b, JarE'rvruP.*qrJswquar ? 0 { " ; d? iv r,r ,r' d"''l ! O Q L ?_ d" to" -0 \ |,4 a'; i' Dari gambar bangun di atas, sudut lancip ditunjukkan dengan huruf a.NdanM b. Mdanl c.Ndanl /rr,rdanK aA i..-' ,-**..*. daLX@on"--r'r,c] ;'o 9r.-:8 | 2 3 q: {rn 3" .... So ?: ?w : e jo ,D5 - f g-; Gambar yang mempunyai titik sudut adalah gambar no . ... 4 y'rdan3 ::1*, b.3dan4 d.zdar-4 A ..... c. Sembarang d. Siku-siku Sudut A dan B pada gambar di atas merupakan sudut /rancip b. Tumpul "'e 1 \.--:*,&, d: "=\ y da B d", ,,"S5 ol do, ;. f\ V fi 3 "h A] r} "X g;L "5 al x "f t F 0; "-^ o€Qe%Qsbqe%e€7be e qeDe eeDeeBq e q e e q pil eb eb e? eE eb c bb %% % d

(238) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22r vod. -bP oPdGPd6Pe6pdftPdcP€oPe6PdoPdoPdoPd6Pd6Pd6tdoPdodo?^ Bangun yang memiliki sudut siku-siku adalatr f "r/ c", .--*.*,; ..... ffiffir C \ ^A L l ut; a_1 d?a.b.c.Xcf, fiv -, f.oz, ft. L 6? -.." .}- io ol "] t3 ;' " a-[ rriltitsviilrB,rEruPir Gambar di atas yang merupakan sudut tumpul ditunjukkan oleh f " E:cD a. I :f A; xL ,r: b.r ? v u' d.Kr\ o] ;g fr" / Sudut 90'di tunjukkan pada gambar ;ida, x a f'b)"] (l ra ;a 9g (io e :'a ? "] c'i tll 9; d. 7. Sudut lS'merupakan sudut .... Tumpul b. Sembarang "-","o.. a. oa ..... {'; Lancip Siku-siku d. *,r,,-.ru,, 4'll"f ?^- ;a c;o L o, a-[5 a;L (,}-L --te g. ? 5 huruf Banyak sudut yang dimiliki oleh gambar di atas adalah a.2 a-^ * .... f o[ c.6 o3 d' S+ fo .a c[ d? --{tQ q q eq q q q q q q oe e e e Q e e e e ecbeebef.h e ab eb ab ub ub eb ub eb ub eb ed bb (i ePb q7b qpb

(239) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI - - - - -- ^bP aP cP 6P 6p CIP GP 6P oP oP oP GP oP oP 6P oP od^ eodrd d d d d d € d d d d d d d d ol :,;/ z .. ,..-.. ."." ,''-Q ?,-.-'5 I t --t io a.8 "3 g;i, Banyak sudut yang dimiliki oleh gambar di atas adalatr E" Xro dt2 bs fi;'l),N [t ro E (L-., Z -g) %- ..... ) c; ,] g; A Daerah yang merupakan sudut di tunjukkan oleh angka a. I dan4 b. ldan2 9; ..... Zdan, X '/\ d.2da4 ;a at :ilL :r.) (rP" "] gambar yang merupakan sudut terbesar sampai sudut terkecil adalah.. 9; ; A ,1. Urutan L' ;t" a' | ..-, -- - -,.-r -----.r --.:,' X"r..,[;"'II""3 f" ;to 3t f"c"] ^ aL ^-9 ^ !/ (} e it6"a' ^-e Ge) do an (I e {} ;a .{a [o zl[o ' -"--\-- . |tI ,".,-/ L' d. - -- i! l,i --,- r" --,.--l '''-l ii '-. -'' . 1..-"- .''--. ' -----'- - lll -----r" '-l ; i-. ..-/'-' | -,.''" .r i r...-.- '; = "\i--,----=- al "] "] "3 9-^ OO b a[ -o 0-^ -1'I r t?el L c"^C) 0; 0; g; deqebe(7beebeebCsbqebqebeebeebeubeebqebeebEcbQubqq2Po bb d

(240) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vod -bP 6pd6PeoPdoPd6PdaPdCIPdopd6Pd6PC6Pd6pdoPdcPdoPdod6o "' !"" d? al ''.-l I =e-rIai qa !o ;al0; F"lrT ;ara; Gambar di atas merupakan sudut --_ 1{ situ-sit
(241) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 224 ^bP oP oP oP oP 6P 6P 6P cP oP of op oP 6P 6P oP od vod d d d d d d d d d d d d d d dG? d16 16' -b So & r? "d r_ft_s :a L Q"^ -d (a d_ :e (} d_ q? aJeJr-EJ-5 ;a t- ?--qD ; ? Sudut yang terbentuk dari dua jarum jarn di atas memptrnyai besar sudut s" ' 'd'' a- d.i a ls L o-^ a) tOo b. x ,0" X d. 4s" r, Sudut siku-siku ditunjukkan padajarn yang menunjukkanpukul .... r?o r od
(242) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 225 vod -DP cPdCIPdoPd6Pd6PdopdoPd6pdaPdoPd6tdoPdoPd6PdoPdodot- " -' 6; '-' - '* L, 4 urJ* besar *o* dari yang ,"*"",, ,-* ....4,2,3,r c. 4,3,2,r 'f 1 ?{" ;? f" !r "' u. o, z 3 2,1,3 I" d. aL :A (D ^d O t,_-.' ,,t".. ;9 t 2 I ? {" da [r. 4 3 Urutan besar sudut dari yang terbesar adalah 3,2, r,4 Y 'o.3,r,2,4 4,1,2,, ! I'"g (D f,n .,,-:'- :b L c. 2,3, r,4 d.2,r,3,4 t Dari gambar di atas yang mempunyai sudut terbesar adalah a'P F" b.a ? S )(n d.s [o {} 23. ;a a--1L iO X" er'iX \l --'1r ----;.;nn' : .... -..'.:,! I i' l-,---' ioKLMNoo Dari gambar di atas yang mempunyai sudut terkecil adalah .... F* ? oa {} XK b.L ' -e c.M d.N o? "t a) 9; a) -.-- i' :al" Lr." I ",-r'.---"""-' P R s a ;? i .. " al3 6P" rr- ;t, 0; , ? th* e; "] "] "g a[ O, b^ ,q -d) "] e; "3 "5 " 95* 0;L C; q oe €(7b (7be q A e e q e C e q eq7bE e E(7Po ub eb eD eb Pb eb cb eb ub cb eb eb ;? bb d

(243) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI .-bP A} GP 6P oP aP oP aP oP oP oP oP op 6P 6p op op ad _ "^od d d d d d d d d d d d d d d d6? So-lu a{ ?; \l/ 9o Is :8 0; t,.' \_l/ q= ?: Jurnlah sudut pada gambar di atas adalah a.4 %' S. e d'o jv o9o25. ^Eo t-A .... c.* d. A-.. -.,,,, olf al ro g;L ",c .*:*B*- 0;X 5 AdanB .... c. CdanD a d. "Il A Sudut tumpul yang ada pada garnbar di atas di tunjukkan oleh d io a. X" 9ox ! da,D cdanB "] "* tl t]'u nb -:-----d" j" c "XL B ^sq t - Pada gambar di atas yang merupakan sudut tumpul adalah sudut i3t a* ACB Y ABC {t fo a\ d" \t f" b/\ H" f" .\ F" \)\ (D 9q Q a-; 27 . ... c. BAC d. ,--\. 'l/l/ X/\ '/\ / \ "r -5 "c al BCA Dua garis yang dapat membentuk sebuah sudut ditunjukkan pada gambar \ "h .... 5 -"o a :a g; "* "5 _t Sceebeubcsbeebqebqebesbe(Pbeebeebeabeebeebe e(Pbe;3 bb eb ed

(244) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 227 ,-bP 6P 6P CIP oP oP 6P CIP oP oP oP oP oP oP oP oP od-., "dd d o e d d d C e d d d d d d C d ,*. Gambar vans besar sudutnva kurans dari 90" dituniukkan oleh sambar da a. no. ... ./- i.j : It (Diilt) tra ;ab. ' ;a Z Kurang dari 90o " (}E" {5 ./^ C- ,/tudut ;9 d,/L : q a. lancip mempunyai besar sudut Kurang dari X ;' 3; d r8o" ... Lebih dari d. Lebih dari eoo dan kurang 90" 1800 Sudut siku-siku mempunyai besar sudut I fo f, t l" a^ifg; 05 O* O { -s "X g-5 A o^ .*,:$ 9; g ... ; c. Lebih dari 90" dan kurang dari 9; X ,0" b. lebihdari e0' l80o d' Kurang datl so" ^-/^ ' tq^ohecqrcrrrfirfnrroooorlitrrnirrlzlronnlohaomlror 3/ Gan:Ilrar yang besar sudutnya 90" ditunjukkanrvrvrr..*rusr" oleh gambar ... I..rbvv.,*r ? aq// tl-/\ c. c ae do eb.) ; c. ^-"a o? d dari 90" dan kurang {I-.Uih 90" "h lg: ; A 29. Sudut tumpul mempunyai besar sudut ... c. Lebihdarig0" a. 90o 9O .A12e) b. i X ..--'- -r..- F 6-,on^-o a a"- o' ;? {} {/5 d',/r. .a O o= .ji ' Q So b. ada \--=--"' ; i d. -----'. -.-.-.. "3 g 3 9: "3 a; c;L 0)"o5 e; c-; ;': oqq(PbqqPbeebeubeabeebeubeabesbeebqabeebqcbqebqebeqPPo bb d

(245) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 228 .-bP op oP 6P oP 6p oP oP aP oP eP aP CIP 6P 6P oP od-., d d d d d d d d e d d d d d d 0= "od f"" besar sudutnya lebih dari 90" dituniukkan oleh gambar dva;";, rl ;a "i ... ^rCrambarvane n ;?\i E-bX-3 ;a 7X -' '--'"--io ao t - {suaut95o merupakan sudut .... d.'/ a. Tumpul { " X semuarang 0; 'l a? g; 'i,-'"" a[ t?a) 5 "n "h c. Lancip d. siku-siku c; ;a 9r t/ o? ?{ ffi ?; flI-R .g "q 0; ;q da L, q*H w -o7 ^d, !, ? :a o- a ;a f O 9, ? lg CI,f Sudut yang terbentuk dari dua jarum jam di atas mempunyai besar 360o *.l.^^^ tgo" V sudut c. 90o a. .... c. Tumpul d. Sembarang ,U. Jam dinding yang menunjukkan pukul 03.00 membentuk sudut a. Lancip 1( /' Situ-situ f^" fiam dinding yaog menunjukkan pukul 03.00 mempunyai besar sudut y a.4so X" a1 b. c. eoo 30" ) rto" ;a aI ;e , { f (P*^ o6 g;1 d. 45" _/' o? 0; .... "] , ? f (P"^ C l "] "= e; e; e e e e e eebeebeebeebeebe e ecbeobe;A fi;. b b eb eb eb eb eb (7b (Pb (7b (7 d

(246) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6P 6P 6p oP oP 6P aP 6p oP 6P oP 6P 6P 6P oP od _ -bP Yoe d d e d d d d d d e d d d d do? \/c B {o" dY-r ^=e ?_ AQ .,pPadagambardiatasyangmerupakankakisudutadalah... f 9; a. AdanC c. BC b.AB 3? {: cf\ ,, Gv .-' Urutan gambar yang merupakan sudut terkecil sampai sudut terbesar adalah.. a. ;? ' i| a ;a jvni'r .5;a b. i, '.-, ;'o ,a o--? ?d. ;? A a ^cgA A Qo !" _.r ;a | .t' .L _--t- , .i al . -----r.' "fl "'--''1a'.'\.. --r i--' "] u'; (}b 'o ,, 0; .: .,D "0 ,D' "0 X rp0; 1t, I *8 Gambar di atas yang merupakan sudut lancip ditunjukkan oleh huruf u.I br 3" ;tv --"'-1r --1--., -" --' cl ol ao. 3oU qo I ,rI . .'t...'.-:---'-' ----- i I "i a'; 'i [/ l,i"' " g"^ i) X -'-;''" | i H"x io q r] XABdanBC c.L {r t- . .... 0; al "X "-;L ;a (P"^ .) q e e q e e e e e e e e e q e fh fi;pb cb cb eb eb ub eb eb ub eE sb eb ob bb (Pb (Pb (7 d

(247) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 11 Tahulasi Bata Mentah Ha*il Yaliditas Konstruk na

(248) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 231

(249) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI @ o F r @ = .9 = .a .o .9 = .o ,9 .o = .o g) N o o o o o o o (o C (f o o (6 (D 3 B B s o o o o o O O G o O o o L1 o o o o oo O o o o o o H C O o o O d o c) o d O H o o o H o o d o d o C o o o o d d o o o o o o c o c o 6 o o O o o d o o H # o o o cf o o O o c 6 o o o o o o O o (f FJ G N o O O o o o fi * f.l o o (f (f o o o o o o o o o o o m O O o o o O o o o o o o o o o rn o o o s6 O o d o o N st N o o O N m m o o o N o (o (o ; .@ (! (o (t ,! B 3 3 ; U) U) a a a N t o @ o .a .o .a ,9 .9 = .o (s o C
(250) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 12 Hasil A**lisis Uji [nstr$lrren Penelitian 12.1 Hasil Uji Yaliditas {SPSS} LZ.Z Hasil . t 4 T\ 1 Uji Reliabilitas {SPSS} T 1 1 Tf tr ', - -. ^ 12.3 Perhifungan Indeks Kesukaran 233

(251) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 234 oNooFoo oo 6! o dodo -: ,- 6O d x F N N o '\ qtqra r60tseo oc lo o I ; - o o o o o o ; ; o La'N inoa ; a a o ; = N 60 FOO6FH i 6 F I d tsd 6 NNNOi-:- ':'iTl F: o F- oYo oo '9\qqnoa@. otsx-F-Fr-!-Noo 8 r'6 3 EL 3 i'. 3 r'- 6.566tso06 3 i'N 3 r':3 lio i'.3 i',- Fi;r\ g iic @6Fo6Fif,6Nl;aN:Fx;o o oFo '@@ @o o&-g-gcl-oq;,io oR=-F=!6F|;FF tsN o@ 'aq99aqq: e O tsN O"^6i' :lc:io @.i FYarFocFooF-oNtoci l:o qq\qaq!q @ a9q94Cqq9-qCq I Fd Fd ry oo60No NOOO !9, oF:- oI iio Sts:- oo a F.:N ocxo -: NOOF@O q4qt.tqe.?i9 doao 8I .? -9E :6i 7 ;Ea tL)b "9 -gE Xdi -gi"E xdi iE. 85. E:" :A: ;6t9 ;6!t 2 LOb "A -e; Z [()O 2 d(tA .E "E -gE Adi E!' ;Ee 2 ALt6 nAA -€; -CE ;di sEo EE* xd: ;6ql ;a.: Z .? .? -g; xii ;EqJ ;t3 ;=e Z tO6 .E LOA =g -EE .:; ;dr ER Z I XGI i6c Z i5L\ EEe E;e nA6 Z dOA :EJ dbe z Lo6 z

(252) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI E 23s g .E B "q E.F E .'$ E "'e E i* fr "E E .q E .'g H .'H g ='E E rE 1 : ; - :-; o o : E! 3c E Ii 3c 3 r'e 3 r'*.' 3 i'r 3 i,.3 Se Ec Sq 3s Ei o 9a 3 :5 a 3 - =,eg- 3 =,",3 gq c 6 I.fr g r,*n ; oi*6-r-.9ilQ-; + ? B q B c 'g E ''h E ''A E rR E "H E "+ E t'* E t'q E tg E rI fi E "'* E .'H E "'E E "'E E "'B E "'$ E "'$ E .$ F r'g E F'I E r': E rE * E -s E -s E'-H E -s E -s d -$ E -;3 -T !'$ 3 -E 3 *E 3 -: r 6 a r N 6 r_ Nd - a *? 3 *i 3 *+ C *i 3'B -@ g F6 3 *E 3 ^:8 E -R E is E qlqeaqq-6-' '= ;- 3 3 i'i: T *3I E- B iE E 3 ":3 E :'q+ -3 i'e6 -g N6 -3 is:R E ^A 3 ^:3 ^A B *;ioNo 3 ^3 A ^: 'e 3 :'e 3 r'o 3 :'e 3 r'e E r'e 3 F'* E r'o 3 s: 3 :,* R :-'o B r'- E i's E tsd 3 rE g g rH E r'* E FE ! "'X E i'[ E *i s rP 'r E E'I E ;-E E :& I ;3 r,_ 5 ;:,- 3 F,_ E;:'! 3 i',e 3 i,e 3 r,c 3 s,* 8 FE p 8,.3 ? E8 E r{ ? r3 e ig s E3 ; i: ; iP 3 ;F 3 .R : i3 - *R E -E E *R 3 *: F! Bcgcleqq \ e 6 P *3 3 -3 e -e e e ^:3 F N 6 i @ 5 s !; - ... d 6 s r * o.: 6 '- I I:- 3 :'- B E'- I I'* I I'* I II g i'; H FE E E,; E rrX g ig p 'R E r'S g i'e E r's B i's 3 rF B E'6 3 i'- 3 ;.1 :r'. i t; E i,= Na:R=;ii q\qqqq.Q-qEoo6 'q 3 E'e 3 E'.e 3 Et: 3 F'e 3 r,* 3 E.e 3 Fqo66a666d6:No-o56'-. E i'i! E ;:i E a'e ? F'r E F! E F5 R E,* 3 E,- e :..3 r_,_ - F'r E ;* * ;* ^B o tqqci 1q;q-4-d-6- _ 5 : o : E,e c E F- o F,e q E F,q E F,q 3 F5 : o = r'o aa [1" E'e 8 E'q 'p E r3 E'e 3 F'e I r'* I i'- B Ft R i,* --6666 E'q B i'q 3 r'*q66O66ts6d6d6F-od66 E i,s 3 F,e 3 ;:,e E i,e 3 FS E iL B Et B r-L e c 3 P P A 3 l'+ 9 I r EN -i a NF '-o i p e 3;'? p [o .p: ,n \ ? 3q 3 3 lq i: i 3 o N b ^'.3 c rh ;.i B;-o U a 3 c S c ^Y,f; 6 NN 6 ii - '-4 6 d F6 ; - aqa o a tr'N 5 rt ryo@Oo6r606ob 9qq1Qon.:r 6 5 E 3 E E: F,og 3 q F: : N No n 5 S 6 s S E 3 S 3 F,_ I i_io E i,. [.:;,.; N E 6 N- :S -ry ;[ ii E 3;..3 "E x *: i "3 i'o O 3 ;'- 5'-:'i3; E *3 3 E'- B ;:,- g :* 3 i:,- 3 :,3 E.. B .& F F'g E F,a H S,g E r3 3 E'- g ig l-i 5 n 3 6 i=:4.I *'=; - i'e- 3 o'-B 6;E c F'e E 1 g - i5,:6 3 ^;^I 3;r d -l! s;r'* o :P ];'q 6 iF B B ] iF ; r] *f jN;h ].,o il 3 5 .] J ii b'-ni= g E R o r6'-; ;:,. sts aRN 'r c3 i'r 3 i:'e 3 i's E i'q 3 I'e 3 ;-*;I c i,o E 3 ;i 5 s,".3E r,. -E g B ri" -3 5 4 =a 3 3 q 3 c S c fr q B q H d T 6 5 li: sPc E eo q6r-O OdtsO !c c5 66 -clq66-,6-,a NP e E ie e tso E I'e 3 i; e E F',e 3 E'e 3 i',e e\e66b-q-A- rE o= sEi 3:. 3ie toa nB on z Ei+ it" 3q* Loa z .? o ! ;.'.3 3 i'e rB oaN9a:-s:'6r tss 6 i@ H 6E'-X * 5'-! I'.3 i'e E i'e 3 a* 3 .,e 3 F; .9 3 :'* n8 3 Fb d= a= z= =3 _i; _p; "? ;E+ F;+ rEs :Es FBq rE* ?Er ri,: r;r FE! a+ ?E" 33p .E.Es _i5= Loa z ^;.E.e,---EEg ia6 z do@ z da6 ?--6E, io6 z daa re d.-E e r'- O tsR; 6 -l r'.: N@ E E -Ft B r'= 3 i,. B FI 6 6 E,a 3 a.- .g .e 6; 3 E,N 3 FS -g -= .A 6; i+{ g:0 ?i[ z iott ?5{ !E E;. z io6 66e 2 ioa 66e dEo z da ;: z d.56 -e: ;,*P

(253) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 236 -6o6i6i6tod6Eo6 - N; 6 E ;E - Nd 6 tso d tsr d 6qoqo@Oo666o6F566 q :B ! i:- No 6 *'. E F'q E F-r E .e E i-- B i'- 3 3 i'= 3 Fb 3 Ft I,- b- B F,- 3 i 3 E,- E i,N 8 i otsfor-No q q@ e\ :e a -: gc E :3Q \3 F3. ;q F,. E'-? I :'n S ry r- q q :o ! tse _q o Fo I Fe Be Bc gq 5c ;- 5E a- 3 -I E i,- 8 E,. 3 *E 3 * 3 r'- 3 i,, E'-S e F,o S e i o # 3 o o tsq F9 o N€ O tso 6 rN 6 ts '= r@ 3 6 -666 M-rcffi-;.& q.) a- 66F6 No6 q i'e i: i3 qt 5e -: B ;-'s 5 a'.3 E,.8 P'3 g r8 .- Te o6 i6oO 6 ie { F'eq9n 3 8,.8 g *d 3 ^5 6 "3 E F'q 3 :9 3 .3 X iI qr -q E i'ry t96 r,- f,',o 3 ;,- 3 :,.3 r,- 3 r,6 E i 8 E,o 3 E,- 3 3 *3 3 *g 3 *3 g ii s "E ; 5 Fg 3 i9 pi F9 s Es 3 is 3 :n lq qQ :- F ts F gq :- 5 i'o B -* i'* 3 I -H E'.3 E F'cr E r'* E'-g 3 -H E'-.: -g E I *B 8 *$ 8 -g I E q _; a o -r -: *E *E *g E *; B ^; e -* 3 -q qE ^g E ^8 3 E *$ E "E E 3 "E 3 3 E I;-q ;Y',-{ i-* 3 -: ii F'- @ .Qqqq-qqqqq-r6Nbho ,9 E N6 O N6 - N+ N Fi - id E FE ! rE 6 r'q 3 ;-p R E'- 3 s'- B :'e 3 E'e 3 E'- B E'- E :'N B r,- e ^E H .? li .g E Fi E "E E .ft I .X 3.I E .fi E .S E FR E 6 N B F .S E F 'qqaoqaq ; E iq e ; . 6 ; = : : o F,e E FB 6= s'cEq E ;--\o E F,e 3 i:'.3 F,_ 3 qo 3 F,:3 N6 66 3 F,s i5 3 F,e 66 6d 3 F,^ !6 -6 9Coqtq E rS E r'e E F,q E E.- E r'e 3 F'r 5 F'* 3 F'* 3 r'* 3 ;3 @o r'r 3 F',- 6 r'- 3 = F F -q E FG € i-& I ;:g,n R E,!" E Fi E rg 5 E3 g i:3 : F5 I rh 5 i& : FR 3 i: -5 B Ne o io 6 *._ 5 r_ o 3 *3 5 "9 R .3 a3 "S 3 ^5 3 "R g -;3 i tr9 6 f,3 E f,'+ E :'q E i:'s6oo6666606rddE E i'r. 3 .'e B i,e B r,s B =,- S r,- B r,- S E arqlqqa-{ryo-onn*-.. : .E 5.: R ri E.H 3 ='"t E -.f; E;'{ s .'I E.'I E.'E E.': E ;3 E * E .q B.q q.g E;R E FE E rF E r'E E rH 3.H 8.'H E.E H .'q E ; :e:._,-. : e s; o ? q i= 6 :. q F.o b -q rF ir E *3 P -E 6 "E I8 *: I q Q -',N -iry I N@ 6 q i- 3 I -. a *t E *E s e- -o 3F .s; 6 :i a z E - ; a tso 6 Se Rc pe i;49 3b.; Lo a ;6r o= ;6r J= xbi o= :6i ;6: o= :Ei jz'J ! og NN E I o 6 d gc z Loa 3 E ^'? E r -r No Se z Loa i;3 -s i'-3a,* E 5 I,.3 q Sc es; E:; i:; f 5 3 -3 E -3 E *3 E -e E i; qe z doa *'.3 fr:; e:; z to6 €E€ z do6 z [o tsN Bc 6e ;l p z dQ EE 6 ts_ o. a6at z ta a = :: i_ - eE Fq 6!: 4o'j 56I da a 6!: aoJ 66 q z eo 6 EE 39 z

(254) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ?ONfiOF!ONF ooNoo tsFOtsOO eqq oooooo ftoFoots€6 qcqa $q hc!c ooNo60F6 *'o*'3 oolo66to qqi: ca.qa oo qqd!"? NOF6O l6 ?otsooEo6 totso - N O, -6 NO -rqqrq&g 6 F F 6 r O r ts = r rd ooNo66 ia9eoo OotsOF6 60hhadNN6E o= ro lo qqdti! -oFooFN6 aqdaq ooFoots=d r o o -oFoo -l ?ooooo qqdqr! :ootso6tsooFo6 o o oo60 Fl d ; € 6 N -otsooF60 roeior: oooo60 eqiQoo.rr'l tsN I ? D + t F{ S T r'6 NO E 3 ^$ B ^q E ^E E ^ o.l* OONtsO do\oo fto00No 9'Pq Noq9 cla O O -oos Fts ro DoOo-6 ri .9 E :o qqa: (n. I ootsoo @o@o60 ilqqq -E3 EE+ iEI' 6as qo@ NO q! FB? FES' E6.e z LQ@ E! :E+ F5E' 66q z doa 5 g E! FF-+ F6A 5Ee z Lo6 z 6 o 237

(255) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Hasil LIji Reliabilitas lnstrumen Penelitian (34 aitem -vang valid) Gase N Valid Cases Excluded" Total Yo 7'.! 100.0 0 .0 71 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Statistics N of ltems Cronbach's Cronbach's Alpha Alpha Based on Standardized Items _971 .969 34 Item Statistics aiteml .73 .446 71 aitem2 ,87 ,JJC 71 aitem3 ,85 .364 71 aitem4 .82 .390 71 aitem5 .oo .476 71 aitem6 ,56 .499 71 aitemT .73 .4# 71 aitem8 .89 ,318 71 l .76 .430 71 aiteml2 .85 .364 71 aiteml3 .82 .390 71 aiteml4 .80 .401 71 aiteml5 .73 .446 71 aiteml6 .80 .441 71 aitemlT .80 .401 71 aitemlS .70 .460 71 aiteml9 .82 .390 71 aiteml 238

(256) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Item Statistics Mean Std. Deviation N aitem2l .364 71 ailemZ2 .492 71 aitem23 .335 71 ailem?T .3Al 71 aitem2S .503 71 aitem29 .401 71 aitem30 .411 71 aitem3l .421 tt aitem32 .441 71 aitem33 .438 71 aitem34 .446 71 aitem35 .430 71 aitem36 .377 71 aitem3T .411 71 aitem3S .401 71 aitem39 .471 71 aitem4O 438 71 Item Statistics Item Means Item Variances lnter-ltem Covariances lnter-ltem Correlations Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance Corrected ltem- Squared Cronbach's Item Deleted if ltem Deleted Total Multiple Alpha if ltem Correlation Correlation Deleted aileml 25.41 92.245 .obb .968 aitem2 25.27 93.199 .748 .967 aitem3 25.30 92.611 .771 .967 aitem4 25.32 92.679 .709 .967 aitem5 25.48 94.225 .400 .969 ailem6 25.58 93.447 r+b .969 I 239

(257) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance Conected ltem- Squared Cronbach's Item Deleted if ttem Deleted Total Multiple Alpha if ltem Correlation Correlation Deleted aitemT 25.41 91.874 .711 .967 aitemS 25.25 93.106 .8&r .967 l 25.38 93.4ffi .541 .968 aiteml2 25.30 92.326 .813 .967 aiteml3 25.32 92.765 .698 .967 aiternl4 25.34 91 .713 .818 .967 aiteml5 25.41 s3.35S .533 .s68 aiteml6 25.34 91.713 .818 .967 aitemlT 25.U 9'1.713 .818 .967 aitemlS 25.44 93.5& .492 .969 aiteml9 25.32 92.936 .674 ,968 aitem2l 25.30 93.097 .700 .968 aitemZZ 25.54 92.795 .539 .969 aitem23 25.27 92.513 .857 .967 aitem2T 25.30 92.983 .717 .967 aitem2S 25.62 93.210 .483 .969 aitem29 25.34 91.713 .818 .967 aitem30 25.35 92.03i .7* .967 aitem3l 25.37 92.4U ,681 .968 aitem32 25.34 91.941 .787 .967 aitem33 25.39 92.357 .665 .968 aitem34 25.41 91.416 .767 .967 aitem3S 25.38 91.753 .755 .967 aitem36 25.31 92.503 .758 .967 aitem3T 25.35 91.860 .777 .967 aitem3S 25,U 91.713 .818 .967 aitem39 25.46 92.452 .604 .968 aitem40 ,E 92.985 .589 .968 aiteml QO Scale Statistics Mean 26.14 Variance s8.1 51 Std. Deviation 9.907 N of ltems J+ 240

(258) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Hasil Uji Reliabilitas Instrurnen Penelitian (20 aitem yang digunakan) Case d/o N Valid Cases 71 100.o 0 .0 71 100.0 Excluded Total a. Listwise deletion based sn all variables in the procedure. Statistics Cronhcfr's Cronbaeh's AtPha Alpha Based on N of ltems Standardized Iterns .952 .s47 20 Item Statisties aiteml .73 .446, 71 aitem2 .87 .335 71 aitem3 .85 .3il 71 aitem4 .82 .390 71 aitemS .bt .476 71 aitem6 .58 .499 71 aiternS .89 .318 71 aitemll aitetnl4 .76 .430 71 .80 .401 71 aiternl6 .,80 .401 71 aitemtT .80 .40'1 71 aitemlE .70 .460 71 aitem22 .61 .492 71 aitern2T .85 ,364 71 241

(259) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Item Statistics Mean Std. Deviation N aitem29 .80 401 71 aitem30 .79 411 71 aitem3l .77 421 71 aitem33 .75 438 71 aitem34 .73 446 tt aitem33 .80 401 71 item Means Item Variances lnter-ltem Covariances lnter-ltem Correlalions Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance Corrected ltem- Squared Cronbach's Item Deleted if ltem Deleted Total Multiple Alpha if ltem Correlation Correlation Deleted aiteml 14.62 31.353 .657 .945 ailem2 14.48 31.939 .7U .944 aitem3 14.51 31.482 ,787 .943 aitem4 14.54 31.538 .718 .944 aitemS 14.69 32.588 .371 .950 aitem6 14.79 31.912 .473 .949 aitemS 14.46 31.881 .792 .944 l 14.59 32.074 .529 .947 aiteml4 14.55 30.937 .838 .942 aiteml6 14.55 30.937 .838 .942 aitemlT 14.55 30.937 .838 .942 aiiemlS 14.65 32.117 .480 .948 allemZZ 14.75 31.878 .488 .948 ailem27 14.51 31.911 .677 .945 aitem29 14,55 30.937 .838 .942 aiteml 242

(260) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance Corrected tGrn- Squared Cronbaeh's Item Deteled if ttem Deleted Total Multrple Alpha if ltem Conelation Correlation Deleted aitem3O 14.ffi 31.307 .729 .944 ailem3l 14.58 31.447 .580 .945 aitem33 14.61 31.357 .669 .945 aitem34 14.62 30.982 .736 .w4 aitern3S 14.55 30.s37 .838 .942 Scale Stafstics Mean 15.35 Varianee 34.831 Std. Deviation 5"902 N of [tems 20 24?

(261) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Indeks Kesukaran 1. IK= Itl r sksr rnirlrsimol 5. IK= N x sfor ma&sirna, 52 lK- _ TLxL IK= 111: $, 73 IK=0,66 Kategori mudah. Kategori mudah. a 2. lK: ffrskormaks[mcl IK= TLxL B 6. IK= N xskormt:*stma,l 6:2 7Lx 47 IK= I 40 7lx 1 1g=Q,87 IK= 0,56 Kategod mudah sekali" Kategori cukuplssdang. 3. IK: B i\f rs&or7lrorrsirr,oi 7. IK= B iV r s&or r?rcksimcl 60 IK- TlxL IK = 0,85 IK Kategori mudah sekali. Kategori mudah sekali. B 4. IK= Nx sksrrnu,ksimal 63 IK- _ 7Lx I 8. :0, 89 IK.= B N x skar inaksims,l 58 IK- _ TlxL IK= IK-0,82 IK:0, 76 Kategori mudah sekali. Kategori mudah, 54 7lx1 2M

(262) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9. IK= N x skormaksimal IK= 14- 80 7tx IK:0, I I Kategori mudah sekali. 15. 57 IK- _ Ttxl /K = N x skor Bmaksimal 57 IK= IK:0,80 7tx IK :0, 80 Kategori mudah. Kategori mudah. B ll.IK = N xskarmpksimal 12. 71x IK=0,85 80 IK = N x skor Bmaksimal 60 IK= Kategori mudah. 10. lK = N x skor mnksims.l 16.IK = L B N x skorztoakslrnal 57 IK: Tlxl IK= IK=0,80** IK:0, Kategori mudah. Kategori mudah. tK -- N x skarmaksimal 17.IK : 56 7Lx1 N 79 x skor maksimal 50 IK: 7lx1 55 IK- _ TlxL IK:0, 70 lK:0,77 Kategori mudah. Kategori mudah. 13.IK : IV.t skor maksimal 18. IK = N x skor maksimal 43 IK- _ Ttxl IK= IK:0.61 IK:0,75 Kategori mudah. Kategori mudah. 53 71x L 245

(263) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI tg.lK---B N x skor maksirnol 20.1K-N x skor Bmaksimal 52 IK:- TtxL IK- IK:0, 73 IK:0, Kategori mudah. sl -' TLxL 80 Kategori mudah sekali. 246

(264) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 247 Lnmp*ram 13 C*xrteEn Fe[{erjaaxe Prg*tgsf dam,Pssd* test 13.1 Cantoh Pek*rjaan Pr*-tssf Sisrva Ketrcmp*k Kontrctr 13.2 Cont*h Fekerjaan Fre*tesf Sisw'a Kel*mpak Eksperime* i3.3 Contoh Fekcrjaan Fsst-test Siswa KelompCIk Komtr*l 13.4 C*rlt*h Pekeiaan P*st*test Sisw'a Kelcmp*k Eksperirncn

(265) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 248 ^bP 6P 6P 6p eP GP GP 6P eP eP ep cP ep eP cP oP o€-, vod e d d d d O C € € € d d d d € o^o ' i: €^ r4*rffi=:=:qjr:--ru Nama Kelas ,.,t : : :! @#I::-j---*i:$ No Absen t l t**tah pertanyaan di bawatr ini dengan memberi tanda silang (x) pada ** o t pitihan jawabsn q b, c, atau d yang merupakan ja-waban benar! 3 ; :"5 E" ,ry r.r Eo' N {: J;* 3; a ; "3 "h di atas, sudut lancip ditunjukkan dengan hurur NdanM c- b.Mdanl 3; fo, fo h- Ndanl FdanK i*j .**-i fl-: r-. i*-*-:- \Y h@ 3' 3" f"rz34e! X Gambar yang mempunyai " fr 3; atdan2 b.3dan4 .... titik sudut adalah gambar no .... X,*, d.za^+ / A f'r. \*--F\ dt fo V\ t E %" E; Sudut ^ - It: ;g o[ e[ "3 "3 "3 o3 "3 e] e] sudut ..... c. Sembarang a aa o{ eA ol B pada gambar di aas merupakan /l-*"ip :e :e b 6 aa .T":'-. aa ^;1

(266) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 249 ^bP 6P GP cP 6P 6P 6p 6P GP GP GP 6P eP GP 6P oP o€-, vod d e d € d d d € d d d d € e dol f" o. f" 3 Bangun yang maniliki sudut siku-siku adalah a] ..... "X ;_ =#:3 i:a;xd:fl ?"r "f, ,," :l " 'l:'-:?i':i da i ,ffi1 , $; N"'o! d I E; #' {: Gambar di atas yang merupakan sudut tumpul ditunjuk{
(267) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2s0 ^bP eP oP 6P oP oP oP cP oP oP op oP cP eP oP oE " Io .% 3; d ,'' '-"-'- -':'' '- . i,r' v i" I E; ., f"r{ '-"-':'- '., -.--. ___ 'i Sr 3; pada gambar ) :f, yang mcruplran kaki sud,t adatah ... :I c.BC d' {er ABdanAC fo,oSo ,,.r',fih,,#' |"at de j Fo ''.u | ,,i "), 9; o? mempunyai besar sudut aras atas memDunvai CI .... .... o O e] Xro d. 4s" e? 9o b. lo" € e e(ryL€fr,Aqtl,5'€c,b.€fDb'e €(e'b'ef?b,e(r}e\e e et9LQ69Po Eee 4 5 A f" a5o "g e] e^; :q ,ro*i;r*#;.* iarum jam iam di Sudut yang terbentuk dari dua jarum dua e! o? ^' 3; ; I :fl a} .a.AC i; :fl L:-'!-' n;^= $; ;q €?8. s.pL rIP5. cPe, 6E,L caa.

(268) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2s1 6P 6P 6P 6P 6P 6P 6P 6P oP cP 6P 6P cP 6P oP o€o, -bP "dd d d d d € d O d € € d d d C e o-:b^ I l. Sudut siku-sikuditunjuk'kan pdajam yang menunjukkan pukul .... g ^€ o c. 04.50 a 07.30 ? I X**
(269) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI .-bP 6P 6P 6P 6P eP oP 6P 6P 6P cP 6P 6P cP eP oP a€-' "od € d € d € € d € € d d d € d d 6" "A d " ,u. sudut lancip mempunyai besar sudut ... c. Lebih dari 90" "f xKurang dari 90o %" e A ; b. 90o d. f" f" 9, % tr. Sudutsiku-siku d" o. mempunyai besar sudut ')(m" f" " Fr)(c'rD "]? O lsoo ;9 S "] ... d. :*trb;Wnebesar r8o" c. t€bih dari 90o dan kurang dari I eo" rebih dari Kurang dari feirS 9o b. h ;e j" " sudutnya lebih dari 90" ditunjukkan oleh gambar ... r ' ro{ n d. f","] ?" $1",' da fr,/ ug,P Fr' ?i .s' 95" merupakan sudut %udut Tumpul b. Sembarang a- A\ o\ Yt .... 2(Lancip d. Siku-siku a-Adanc AB ... K.sc d. ABdanBC f" f'f" o€€ e e e € A € q € e e € e e € dQ " e; e; o? O ? *- E f c; o? 9; -/r- Pada gambar di atas yang merupakan kaki sudut adalah b. "]] 0; 69 I A e; 90" j t: i Lebih dari 90" dan kurang aari *{ " * "F c; "! "] A "] Pa a h (% (%, (eB. (Pa, (ea. (Pa (eh. (PL (ea (ea, (eh (% (%. (% (eh. (e a

(270) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI --od d d € d d d d d d d d d d d €od-, o" ,obP cP cP 6P eP 6P ep 6P eP 6P 6P 6P ep 6P 6P oP 9o,ob Nama : i Kelas Kelas :: ] Noeur"n, ? I J i tanda silang (X) pada *,* : e I *-*lah peranyaan di bawah ini dengan memberijawaban E; ;: ou:'** " " de /-7 f " 9O a-NdanM b. Mdanl d"r %" deL O St \udanK "g "h ffi :$ Bw' a] .... c. I dan3 a. I dan2 d. 2 |iY\--A E; t ] *b Gambar yang mempunyai titik sudut adalah gambar no 3 dan4 X X* fi; qa .... c.Ndanl \@ f,ot234"] fi :H 93 : Dari gambar bangun di atas, sudut lancip ditunjukkan dengan huruf 3" f;o benar! atau d vang merupakan "! e? dan4 "g :3 s.dutHrj;-diausmerupakansrdut..... a L,ancip c. Sembarang . " "': a a a aa .T'-:i e6 :l P; .;l

(271) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 254 6p oP 6P cP 6P eP 6P 6P 6P eP oP eP cP o€^ -bP '--oC d d € d d d d d d O d € d6PCopdov yang memiliki sud,t siku-sku adalah X*ansun ..... :I i;a;xd;l 3",* "] ,L 3: ,.----i 3d "] ;$ di atas yang mempakan sudut tumpul ditunjuktan oleh hurur E H c.L b'I : d.K ..... I$ ;fl H" ..... ] fi"rf " a' ,./'^''', /\ ' ---- o3 x da o r,.,,r' \, fl " d. , "3 d, bl----l Sudut 90" di tuqiuktan pada gambar tr,_---- fr ^dr ?Y ?:l t-l "{ :8 I - Banyak *]* sudut yang dimiliki oleh gambar di atas dalah .... % t: {o fiz Ei c.6 "h " : IO "} . :". € e € e e € ..*'€ e € € "I[ b b % % eb % eb % cb eb eb Pb eb % cb cb sb e d

(272) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 255 'ffiry&ryery'-'ffi* *--:j I# ?a. Urutan gambar yang merupakan srdut terbesar sampai sudut terkecil adala ?: da io | ,t -----f ,; ln, -r | .,, ?b. ^-Q ' 3" >< OA 3; '..''"" -- --' n' ,"' C; I .-.':- - r,;'" d' - - ----;.- ,, {9 "] ;e i ':' i:"-- i i;o,{ ---r "3 :l ?rAH I o? :b ?; \. p; q- fo N" :b rrl pada gambar di Pada o, atas yang merupakan kaki sudut adalah adalatr a-AC b-AB ..... Xt. d-ABdanAC ,'q\i\, eZr r" ?; q, 9o ?; E; i.tat "fl :b ,P5 .... :dqri io-.m jam ioa zri terbentuk dari rrrrq dua jarum di araoao*^,.-.,oi L-----...r..+ besar sudut "*:"T:nyai ?s 6;. Ii'"u e e € E E €;: L L OL (9e. €Pa. PL eh, o? :s C; 1lf 'r.,.ut ='/ *:, ",,r,,j:=k 0 : {; (rDe, qq€ :b :* "rF (9b. !De, (% (eb. (Db. (pb (?a 6?s. (9L (jp j

(273) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 256 ,-bP oP cP 6P 6P 6P eP 6P 6P 6P oP eP oP ep oP ap ad ^ "^o€ O d d € € € d d d d d d d d € 6dituqiuk'kan padajam ,** ,"n:rukkan pukul .... "b d:/"l,'ffi- ^r E:' b<'.w !; fo I O "l- d' oe'oo :[ ;l c Titik sudut gambar di atas ditunjukkan oleh huruf "] ob .... c.B d'ABC F, /e,Adanc 3" : ?,/ ;8 ;fl --l / 'l \---B; i e; ,* i,n* o,rolr*, *.r0,,,1*, il 3: d? E" frua suaut a\ .... ;l ^l/ d'l\ terJsar adarah garisyang dapat membentuk sebuah sudut ditunjukkan pada gambar n; b'l\ de :[ :a ;$ el .... d,\/\:a fe :[ t3 \ 6: ,rf"tlut tumpul mempunyai besar sudut ... fil. e a "] *:'" e(8.c (Pb' (ee, eB, (p6, (pb, (p6. "3 .'.i{11:;:lE €Fs. (pe, (ea 6p6 fPA, (pB. (pa. eea, (p d

(274) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 257 o€^ "-od d d € € d € d d d d d d d d €oY mempunyai srdut ... a F;"K.uta lancip : Kurangdari 90o c. Lebih dari 90" ,obP oP GP cP 6P eP eP oP 6P 6P 6P eP 6p cp op op besar ?^ ?: e eoo b. \l-eun dail eo" dan kurang o* Oh EI ,"-utsiku-sikumempunyaibesarsudut...-'*0" :$ a- 90" dari 90" dan kurang dr.t F, q f; b. o lebih dari {rcUir, 90" d' f;o,e3 , S -{Oambar x; {ob.d"} d" "ri f".rntudut a- Tumpul .... \1 Lancin I d. Se -,t q= f q.6 A\ ;e a- ... *{ ;g "5 :[ Sembarang Pada gambar e3 '',,.-- 95" merupakan sudut t : qo eo" '\ ;l P' b. Kurang dari yang bemr sudutnya lebih dari 90" ditunjukkan oleh gambar qr F q " :8 " 6 180" Siku-siku cl X ,o b " O *5 e; *5 o,ou* yang merupakan kaki Adanc sudut adatah ... {sc b.AB 'o)*danBc O f P; "3 e] fie {e '} o] 3:^ a€€ e e E € q e q € q e e e e e € pE d a a (PA. (Pe' (%' (es' (PB. (Pe. (&. (ee, (eh. (ee, (eb. (ea, (Pa, (eh, (pb, [p a

(275) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 258 ^bP 6P 6P oP oP 6P GP GP cP GP oP ep 6P eP eP oP ad^ vod de d d € d d d d d d d d C d d € ol c? lr Ei o tffi=ll Nama Kelas : : NoAbsen: 6= E o L -o Jawablah pertanyaan di bawah ini &ngan memberi tanda silang (X) pada salatr gl E}1o'*:o**":'ataudvangmerupkanjawabanbenar! o ,'-7 f f€ " c) ts; N---. Dari gambar bangun di atas" sudut lancip ditunjuktan dengan huruf a b. 3; NdanM Mdanl f"xa] c. 3, t.3dan4 4 d X,*, d.2dan4 ": e] {" a d E:. e3 al B pada garnbar di atas merupakan sudut ..... c. sembarang a Lancip Sudut ^ f,rurnpul '^- ^ a @a ? :A *? c}" {d \.V.:'\ f't 6l "f, A E"/ c3 c3 't=:A cambarr**,,l".ounyaititikl***,*;no.... a"ldan2 :H ,t rydanK El'h@ $; f" Ndanl .... b d. Siku-siku aaaaa€€ @ e "! e A "8 c b asb

(276) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ^bP 6P GP cP GP cP cP ep cP GP cP GP GP cp eP oP od^ vod € d d d e € d d d d d d € C Col yang memiliki sudut siku-siku adalatr Z"f"ansun , i {' ..... ffil -s, :l o? Lt fo,o! N"a-b.Xd.": f,, l a! 'j1 . /' $; E" x.6: TT di atas yang mempakan suduttumpu,:.Yr-* bJ 3; fr" y}udut oleh >(r ..... E" a'.r"' ./'"''''... "''' 90o di tunjuk*an pada gambar 3" f* 7q ,---_1 E"ii-----J'"X ^€o c' d-"," , ?;' I-1 ;elle; E= l-J P;* ? ; YT :a "H A ! "3 "f, o3 o? -6 ,{ ?;/_r *out :A "3 huruf ..... :q yans dimiliki .... ;: oleh gambar di atasadatah :b ;q Ig q e € e € e € e .;l a€ e e € € E;" eb eb 9b eb cb eb cb eb eb e d b b eb cb eb eb (7b (Pb

(277) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 260 od-, qod-.d -bP 6P oPdoPdoPdoPdbP€GPd6Pd6PdoPdePdoPdePdoPdoPdoJ ***-- ir':"" :;'; adsrah sa,pai :l ;., b'-- ,, ,,7 : :l E: c: E; fo l, -l ., \ itv E ^-g :A :A ''.-'' AH ?;'": e:\:q ;a\eb E:q F" iO de :A :* Padagambardiatasyangmcnrpalonkakisudutadalatr a- c.BC AC &ABdanAC E; .''AB ?Zt *ffi?a .i !; ,,'':'i-"h fi** ;q '''..:l j o fr { ,*.:r" "1, ,,, [ " O: ^do E- Sudut . b. loo e? :$ ;A :q 0b 0; ,': *;,"*rr* i(s' ^-- O? Ib -.- dari duajarum jarn di atas mempunyai besar sudut c. 3oo d. 45o .... "q "3 c] -S tb^ e e e € € e e c e € e e € € e pB 36e L L (PB {?A, (?b. f?L (9L (% (lPL (DL (9L eL f9A. {i% (eL 975 (?L !P 3

(278) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 261 ^bP 6P 6P 6P 6P 6P 6P GP 6P eP oP aP GP eP eP oP o€^ eo€ € d € d € d € € d € € d d d € ol e qlf.Sudut siku-siku ditunjuk:kan padajam yang menuqiukkan pukul ! d. o+.so o9.oo il 07.30 b. l2.oo ?; % :a 3-A A E"',) I ,lf" c Titik sudut gambar di atas dituqiukkan oleh huruf f a.A 9i" o' 3; Adanc .... .... XB d' ABC E"r\ '/ --I fr L lrr,"t "t. -',*--I 3i rn Dari gambar di atas yang mempunyai sudut terbesar adalah P' :: b.a % " x\ r; fo f;" ,. S{""^garis d" .... s'r d.s 1 ")/ yang dapat membentuk sebuah sudut ditunjukkan pada gambar b'l\ E' .e\ 3" Q\ d/\ "{d) e? "3 "5 o! ^ f=PaRSe! j g b- /\ /\ e] o{ :fl e! e] "f, e! "g "] .... O } :g "3 "$ "g "A 6" -*"dut tumpul mempunyai besar sudut ... PA c. Lebihdarig0" a- 90" GA d. Lebih dari e0" dan kurang o"n O o(*u*ng dari eoo $ " 6 r8o" t! o f6e€ € e e € e e E € e € e e e e q Pa (96 (Pts. (Pa (P6, (%, (PA. (eA (Pe. (PB, (BA t?A @S' (Pb, (pA fPA' (e 4 a a

(279) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 262 ,-bP 6P cP oP 6P 6P eP 6P eP eP GP GP oP GP oP oP o€-,, C C d € € € d d € d d d € d d6-: "o€ E:rt % ; a $"dut -N lancip mempunyai besar sdut -.- Kurangdarig0" b. 90o r8o' f" f"./e] E .. % c. siku-siku mempunyai besar sudut ".lJ-/sudut a. 90o {" >- ;9 f; O lebih dari ,C O"*bar a ;-t :a c- Lebihdarig0" I (7 l-ebih dari 90" dan kurang duri d. b e! Lebih dari 90" dan kurang t8o" eo" d. Kurang dari c' -- -, r j fr ^oe ? \.,,:---- r, " " __, 'i --r ,i A\ i:/S E"il o\ ;a ( _ Pada gambar %o de f" olu* 6l b "] tD- ,f, "3 e] e] r] *- S s _ Ia :q yans merupakan kaki sudut adalah Adanc b.AB a. " e ute5omerupakansudut.--. X:*u'>{-rumpul c- Lancip ? -'Siku-siku d. Siku-siku Sembarang Sembarang b. Sembarang % 3_ i; b- dari I 9o' yang besar sudutnya lebih dari 90o ditunjukkan oleh gambar .. , ... BC Ko"danBC c. \ :e "e cF e]h f" "! S" 6ee e € e e q q e A e e E € € € I "] A A (% GPh. (PA' CCA (%. (eA. (eA' (PAr (tPA 0%' eA. (eh. (%' (eL (eL Po GP A

(280) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 263 ^bP cPe6Pd6P€eP€GPd6PdGPd6Pd6P€ePdoPdoFdeP 6PdoF o€^ d I.e ^-g Nama Kelas d ^I g"^ : : NoAbsen: 18 ! o "**lah pertanyaan di bawah ini dengan memberi anda silang (x) pada ** ; q T":o**.:"ataudlansmerupakanjawahnbenar! :I l;fr ;a//c; a X" K-. f O do, ot; Dari gambar - bangun di atas, sudut lancip ditunjulr*an dengan huruf NdanM a L? Ei b.Mdanl %- ;a c. .... Ndanl lrrrdanK d"rf fO St 3, Gambar yang mempunyai a. I dan2 b.3dan4 {.zd*t4 A 3"r{ dd \ea V\ fe t d .... c. I dan3 titik sudut adalah gambar no Sudut ^ a- in ] . "ob -e c; "3 I[ "] O? "g "} *3 "] ..... "F c. Sembarang "h B pada gambar di atas merupakan sudut I-ancip ?"A ;&(Tumpul {:. a a € @ a a a a a 6 @ a a @ af3 O d. Siku-siku P;

(281) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 264 6P eP 6P aP 6P 6P 6p cP 6P 6P 6P cP GP 6p op od^ -bP "^ad d d d d d d d d d d d d C d d oyans memiliki sdut siku-siku adalah ..... :I {a * ffiEg:l 3;x;cd:l ;f E"-u !;r*tsun qa ,'t=:tj lffi, ,'/ ,,, n; E"'ofl r: T: E; S O Gambar di atas yang merupakan sudut tumpul ditunjukkan oleh huruf 3" rtr"udut 90o di tunjukkan pada gambar ..... foi-lx ,^dr---lo/:3 ?;1_ t:l *.r* sudut yang dimitiki oleh gambar di aas o.l ?; T; oo ? : I datah :A . .... 1al b :[ "] -s .... ou ;: "f "h :T f" f" q e ee€q o€€ e e € e € € e € € e e e qlfl Pb cb cb ob eb eb eb eb eb eb eb cb c d bb% %%

(282) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 4. Unrtan gambar yang merupakan sudut terbesar sampai sudut terkecil adala 3"x ---Y -=j :f l;' fr" Is ?b. ----: !; f"c. -r1-, ,r ; --i .'.:--' '",---1,"' f; d' tr {: f" !o '\1.;;:," -r?= ,.,,- i;-,,-- - -'I I} ,. ;8 ?; \?;\:b p; !; ? fio :8 tT"[t-dta&Bvansme'upakan**o*:i: r,"I merupakan kaki datah ... :q :b "d Pada gambar yang b.AB u'AD sudut ,{A,,oanAU \endanAc "] ,Io ,0. ?; " ,nn\ *? ?; s','h qo do l; {e :A i.,y 'ti,il F ,*rr;;kila- so :8 :8 0; "i _, / _5 dari d*a jarum jam di atas mempunyai besar sudut X:0. .... ;t "} d. 45o f:^ ^o']0""] o€€ e € € e e q e e € e e e e q e pE L L Oa, €Db, €pL, c?5 f9L 6Dh, €?5. GPe, (DL (pb. €?L 0L 69a, (?b. cpb, 6? a

(283) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI cP 6P 6P 6P 6P 6P 6P 6P 6P oP eP eP eP eP oP od^bP Yoe d d € d d d d d € d d d € d d o- I O)ysudut siku-siku ditunjuk'kan @ajam yang menmjukkan pukul .... a 07.30 c. 04.50 ? %" X rz.oo oa d. x;l"H f" "i- c a tI 'Y %" fo o.Adanc lr," H; foPaRS"! O ,- 'o.r;-,,-- b-a adalah .... /\\ b. /\ d. /\ ' f;o d" tumpul mempunyai besar sudut a. 90" { Kurang dari "! t3 ''' ol/ r; /\ E; Ea\t \l\ Xudut "] "! "h c; d.s a\ 9o "h c; - I garis yang dapat membentuk sebuah sudut ditunjukkan pada gambar f;O qv "] -.- terhar f;ox"! *{"ua 6: "h 9; d.ABC Dari gambar di atas yang mempunyai sudut ? oe.oo "] gambar di atas ditunjukkan oleh huruf E",r' t ,r --fo S I A 3",/ d 0 b_ ... c. Lebihdarig0" 90" d. Lebih dari 900 dan kurang ..., "} ;E "] "f, "] "h 9; ,* t 5 f:_r80""! o€€ e € e € e e q € e e e € e € € Po a L cPA GPA @e. (PB, (%. (.%. €Ps. (Pe, (Pe' (Pa fPa (ea. (Pa, eps, (eA. (p 4

(284) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 267 .-bP oP 6P oP 6P oP oP 6P 6P 6P 6P 6P oP 6P op op od^ "odd € € d € d d € d € € d d,C d dol e lancip mernpunyai besar sudut ... ,adut Z: 3 a. Kurangdarig0o c. Lebihdarig0' "n ?:l/ q b. 90o X r"ril dari 90e dan kurang a*i c I r*oo f;o mempunyai e: *duta-siku-siku 90o F, 8_v q besar sudut f;o ... ! 3ax*8 ... c. ;( lebihdarigo" Lebih dari 90. dan kurang lsoo besar sudutnya lebih dari 90" ditunjukkan oleh gambar o- t ... 15, 5 :$ ,DD 2 , l{ruout % :e r"; io ?o ^ *n e C; d. Kurang dari 90" r^:r Ei f;vb.d"! OfCambaryang "] 95o merupakan sudut Tumpul X Sembarang a- fio -' o\ fi"f .... c. Lancip d. Siku-siku /a ;- S * 9; "] "] E: ,"**r-Kjerupakankakisudutadarah... "$ g; f!' da fio fio a. Adanc b.ou*' >€ BC T::danBC "g d "] "! ,[: ^ "] pE a e (eh. (eB. (Ba, (9b, (pe. (eh. (ee. (ph, (ea. (ec, (e5, (eh. (9h. (es, f9h.€rp d o€€ e € e e A q e q q € q e € e

(285) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 268 ep 6P GP eP GP 6P GP eP 6P eP oP eP eP cp od^ -bP ''^od d d d d € € d d d d d € d doFd o= *=,:.,,=.-=* pb SO Nama Kelas No Absen ! I E; t*"Olah T pertanyaan o'*:'"** :{ .' " atau d vang merupakan jawaban benar! a ?O b. "] NdanM c. Mdanl Ndanl )(IdanK ,. \E-l fiotz34o! O H, r"-*J Gambar yang mempunyai titik sudut adatah gambar no .... aldan2 b. 3 {tAanl dan4 d. zd*t4 A d"r.t\*---e& t: 3i t: E; . "Nb 13l ;8 ;g fre :l X" ^te .... "] # fi *,* :8 ;A : Dari gambar bangun di ataq sudut lancip ditunjuk*an dengan huruf S do : di bawah ini &ngan memberi tanda silang (X) pada ,,-= f;o K--L X" O X" : gl t ] pb ;g "X "3 SudutYrj;-diarasmerupakansudut..... ;l c. Sembarang d L*"ip "F "':-: @ a6 a a_'j.:': @a a;$

(286) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ,obP 6P 6p 6P eP eP cP eP cP eP 6p 6P cP 6P 6P aP oC-., "dd d C d d € € d € € e € e d d d 6: - Bangun yang memiliki sudut siku-siku adalah ..-.: g; I + ffigl:f =: :;a;xd:g ,. d" ,..r' :, €: .,'" ---l, 3o "fl c3 :b di aas yang merupakan suduttumpu, fr: Ty oreh hurur..... :]T,--* dK X 3" o sudutg0"ditunjukkanpadagambar..... :$ f" "3 u. f a' -,'/'.., . ,u"' f" f" Sor. % f;. L.--'''/ "] "] '] ?:l fe -r2 3; - "1r\ c' i "g I-' -----' o? ;: :8 -.6 Banyaksudutyangdimilikiolehgarnbardiatasadatah.... J-. o -o? ac. 6 fr; ;fl e.;l q€qq € € e € € € e e e (2b cb eb eb cb eb eb eb eb eb e d b b eb % cb % %

(287) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 270 ,obP oP oP oP oP oP oP oP oP aP oP oP oP 6P oP oP o€o, "6d € € d € € d d d d d e d e d gambar yang *. Urutan f * a -d, H" {ex ' ^-Q ---T ---ti lr" dv r u' ?; r {" ----:- l .-'' fv e. So ,. da !---' :f ?; eA f" n" .- -; c; :q e3 i :q :q gambar di atas yang merupakan kaki sudut adatah Pada gambar., adalah ": ?;',. ,"rh'1 ?; #" ?; "7:; .l:: ... ... fisc b.AB ",,r.,.'-t:r* "g c} e; t? ot ft,o. ?; t? (P"^ AH a Ac " ! _- i;^: ?; \!o C o- merupakan srdutterbesar sampai sudutterkecil adalah.. ,ori :I A ; XABdanAC "? "g t| :8 :b :8 rrrrq ionrm iom rri qrqe mamntrnrp,racqr crrrrr,' : e .']il::::H;: ::Ifi EI L e fPL f?e, [Da, (?b (% f9b. (eL f9c, (rDa (?e, fDe. feL (9L, (?a. (9L (P c

(288) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 271 ,-bP eP 6P 6P eP 6P 6P cP eP 6P 6p 69 eP oP eP op od ^ "^o€ d d € d € € d € d € d d d d e 6trr:,H-rditunjur:kanpadajamr*r*"nlrrm*, .... $:,t. ?: b. r2.oo ^oe po ,r. t\ -Xoq.oo A H"l;g 3' "l- c g ;d- Titik sudut gambar di a' Aanc o] o{ atas ditunjukkan oleh huruf ": .... " b cl TL. b Adanc ?; (& :3 0; f;o ,r. "] d" r .,' -- trr---------r N, l, i I [oPaRS"[ p; ':.*To*diatasvansmempunvaisudut"PJ"lah H" 3" ,6a /\ 6: ,t sudut tumpul mempunyai a. e0" ?: b. Kurangdari 90" d' /\ /\ besar sudut :3 ... ;* .... "X "5 "f, o] "A "F 2(I-euh dari e0" d. Lebih dari 90" dan kurang dari I; q, fi;. "X "" garisyang dapt membentuk sebuah sudut ditunjukkan pada gambar b' "5 ds a Lr. x" 3; a\ d" "] q q e € q e e(%.e(ee. (ea, e(?a,€(pe.c(eae(%.e(efA eq, a a a (Pq (PE (Pa (?a (p6, @, (eA. "'-;

(289) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ,obP oP GP 69 6P 6P oP 6P GP oP 6P 6P oP oP 6P oP 272 o€-, "-o€ e d d € d d € d d € d d d d d o= t ?t -€ ... 16. Sudut lancip ip mempunyai besar sudut sudut..- 2( % eI b. xu"*g dari 90o 90o "3 c- t ebih dari 90" "f d. Lrbih dari 90" dan kurang drri 0; r8o" f" f" L ,7. Sudut siku-siku mempunyai besar sudut ;( m" b. lebihdarig0" ?., % da 93 e3 ... c. O Lebih dari 90" dan kurang auri 180" f" d. Kurang dari --! H'>< 3' -.--.---r \-r--= 3; E: ,, sudutr,..j**sudut { rumput ?, E; d' 6} 90" "]] !l " -,-r 'ob ;3 \-,j' :$ 'u,.- . o' c. d' Lancip I$ siku-siku r, :o'*'- 8 ,r - e; tt. Gambaryang besar sudutrya lebih dari 90" ditunjukkan oleh gambar ... f O a' c' b^ ;8 :$ -*-*,Mierupakankakisudutadarah... E; :$ - O q a- AdanC c. BC e; (& b' AB -6 '('danBC :a fv "] o] f: q q q a€€ e e € € € E E e e e € e P6 a a (ee. (ee. (eh. (e5, (ee. (ec. (e5 (9L (PL &, (9A. (eA, (%. (Ph. (9a, (e ^€

(290) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 273 od^ "^od d d d € € d d d d e d d d d do' ,-bP 6P 6P 6P eP oP oP oP oP oP oP 6P oP 6P oP op soApb Nama Kelas No Absen : : IE 0; qv j O Ja*aUtatr pertanyaan di bawah ini dengan memberi tanda silang (X) pada salan O 5 jawaban benar! vur s' ut c,atau v' qsu d s yang ,lwruP^qrJswsu*r wrr.: 4b, JqrE merupakan ? satu pilihan jawaban g t' 3 " l'- fo qw N So qr' is ?; p" q- .,5 P; M //-----7 ./ K--, eb c; oD ,"rl*u*o- o**l,,, di atas, sudut lancip ditunjukkan a.NdanM Fo b. dengan huruf c.Ndanl Mdanl .... {"danK f;o, ;"NrAGa.'3 \r/ '-'**J X" d"1234":- d" Gambar yang mempunyai X" :b.3dan4 11"' d^ qt' qw3. ;"r. titik .... a*t d.2dan4 sudut adalah gambar no 7dr ^ W E:t fi *t:. ;g o] "N "X "5 X 9; "] I* I narla nq-Lot.li -,,.1,,+ t'ft::l**gambardiatasmerupakan'.ll;;"*,* ^t^. *o-,-oL^El tu-pu :f ;8 9; A ?; \-,r\ qwv\0; StB."S :"r\n*5 3 Siku-siku 0; "3 "] a a a a a a a a a a G a a a aSb b. d.

(291) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 274 odvod -bP sPdePdePdflPd&PdePdePdePd*S€oBdePdePdePdsPdoP6al - Bangunvangmernilikisudutsiku-sikuadalah.-.-:f i=:+=v,:; fs--,/o! j: 3=a-bXd."g for. Fo.o? ?: ;a FO a! ,/' t :q 0b Ganrbar di atas yang menrpakan sudut tumpul ditunjukkan oleh huruf ;: f = u. sudut 90" di tunjuklon pada gambar e d ;e ?:l*:;"q - F" a- -: Z f" ;(+ f* F" _) ? t; ;A o? P; t3- I Banyak sudutyang dimiliki oleh gambar di atas adalah fo= O :[ ..... x[-l :; fo --Eg, ..... c-o c6 d. * .... :' o -S "| o3 o! *! q e € € q epbe Epbqpbepb€ € q € q(7Po 3ee ab % eb ePb eb € s b Pb eb eb cb % eb

(292) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 275 ^bP oP oP oP 6P oP oP oP oP oP oP 6P oP oP oP oP oduod d e d d e d d € d d d d € d d ol f= Ea t. Urutan gambar yang merupakan sudut terbesar sampai sudut terkecil adalah.. A ! a' ---z "] --t'1 --'-l 7 1"" E; F" .' %-x da " f"c-a! "3 \ "3 --'r ----:>-,, \'t-;lr' f"da] E" I X= f=r. L,o '' ^€o ;a "] ,. ,/ ,/' -'r , - ''''l'," -t'-\'- tr,.-=: '----* -:'" X d" X" "3 ',-r' 93 "?p i_-- i "5 "] o? o e\ ^\- 0t-o ao F'\co? ;e\eb F*\"{ ;a\Pb O Ec" F fr 3; ... c.BC C; O? r] Pada gambar di atas yang merupakan kaki sudut adalah a-AC b. AB X\AB dan -"% ?; # ?; {e k'r k# .# AC " e] f=,r. 9o #ffia ;Fc A " ;9 g o? :q :* e; O? - 0 .... ; Srrdrrt yang rfr terbentuk r"rottrrk dari dua drra jarum ianrm jam iem di rli atas mempunyai memnlrnvai besar hesar sudut sudut Sudut a. -d n' 5o "] d.4so b.ro" o? Fo -a q q q q q q € Po e e E eCPLe(?a'e€Pa'e(?e. (?e' fPL (lPb' (7e. (Ib CP A E 36e 5 L (IPel a?a. e?B, frPL glPL clPa.

(293) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 276 oP eP oP oP 6P oP oP oP oP oP oP oP 6P 6P oP o€^ -bP "^od d d d d d € d d € d d d d d d6v 9 O I l. Sudut siku-siku dituqiul:kan padajam yang menunjukkan pukul .... o- D 3 a- 07.30 c. 04.s0 ?- ?:e fioe.oo /:-\-'--- "3 93 r2.oo b. fr 8"1"3 fro *l . A 9q{ ,nl rI* 93 : € ?; (& So "b 0; d.ABC {edanc "] ,r. ."E q? F= q- '\ I --r'-l \ i,' \ I t' l-t V P P ,.u= q3 a a r; fe f;o ,, a\ sudur tumput mempunyai besar sudut d" 3" -s "] *l/ garis ya-ng dapat membentuk sebuah sudut ditunjukkan pada gambar b,\ \'--J\ {:\/\"= o5 .... f:d.s f;e\"] 3" ,f"rra C; o? \n b.a % p; ot -1ut--r-r | \]--I R R .s q'' a.P = tIs ob - Dari gambar di atas yang mempunyai sudut terbesar adalah ^€ {: "] ..- gambar di atas ditunjukkan oleh huruf a. eo" b. Kurang dari 90o d /\ / \ ... )(r.euitr d. dari eo. Lebih dari 90' dan kurang .... "5 :g "3 "] "f e I *n o I r8o" f:pE o€€ q E e e e e e e e e e e e e e "! L L (tL €7e. eB. €?5, (7A. €?e. (pe. 6pe. 0e. (pe €?a, (te. r?s, (%. (?e. (p 4

(294) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ,obP oP 6P oP eP oP 6P oP 6P 6P 6P oP 6p 6P 6P oP od-., "6d ,^to ? d d d € d d 6 € € d € d d d d o:a 16. Sudut lancip mempunyai besar sudut -% ; A 7(xur*g b.' 90o dari el .., 90o Lebih dari d. Lebih dari 90' dan kurang ? ",Ytuduta- 90o { "A X ; {" Fo eo" a' ---,r'," $: f"-/"] merupakan sudut .... #ff"-., Ftudutes" E= ;e/a; fd *'o' o\\--------'-,,F (& " {" f" 45 Kurang dari c' \=---- fv O Lebih dari 90o dan kurang / A dan C ... "] '\*/ :l ;:ff':* "] "F "] "t; ... c.rBC XABdanBC '\ ;e c5 ;? e e q q e q eee.eea.e q e e(3A.e e o€€ a L (3L e5 g?L PL €P5 (Da. 6?e. "t; ""; 0; ,/ I Pada gambar di atas yang merupakan kaki sudut adaldr ;; C; 90" -- =J Tr E a. ? dari * "h yang besar sudutnya lebih dari 90" ditunjukkan oleh gambar I ? {obX"3 E" "l lsoo d. f;"F1ambar "] ... c. reuitr dari f" , , l8o" siku-siku mempunyai besar sudut 9 90' c. ;'v f" e- bd fl?e, (I?8, (De. "X "3 "t; e; c; e Po c (PS. r.Pb. (?

(295) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Nama Kelas : : NoAbsen: [2 279

(296) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 279 eP oP eP oP eP 6P oP oP eP 6P oP oP eP eP -bP ""^od d d d d d d d d d d d d d daPdod^ o- $:; I "fansun yang memiliki std*t siku-siku adalah ? ;e F"ab.Xd. X"( a? ad') & ffiu ,,. : A l[0; _b I$ ir !: fl S ..... Gambar di aras yang merupalcan sudut tumpul ;: diaqiuklen oleh huruf .. ... 0l ] :l 3" S#udut etr di tunjuktan pada gambar ..... "! ?2,{- I$ r_) ^J I B: ?:-l F; ili*.ut I vans dimiliki oleh gambar di atasadalah :s "f .-.- ;e E:.:. € e e e e%e .ri e e € e .lE c % % b b 9b Pb eb cb pb % 0b % Pb eb cb ab d

(297) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 280

(298) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI oP oP oP oP oP oP oP aP eP aP oP oP oP oP * .ao"'*' -bP "od-d d d d d d d d d d d ,0 d d € o,-' d o t(Sudut siku-sftudinrnjuklon@jam yangmenr4iukkan puhl lffi ;a ob x;:il ^r z:ry . f" E"') .... ;$ 0; :g "l "] tnl tT* gambar di atas ditunjukkan oleh huruf .. .. {" I lo.,,. llx --/ i;, V {" f*PaRS"] d Dari q, >(R d's " * d = ') fO d;. .... "l/ garis yang dapat membentuk sebuah sudut ditunjukkan pada gambar i;''a\ b/\ ;a E; E '7\ \ x sudut tumput mempunyai besar "h \,_--l :l b'a f ,* } :g aP 3" S f XL. gambar di atas yang mempunyai sudut terbesar adalah ?; g sdut a- eoo b. Kurangdarig0o ... ;( d- ob ;q .... "g "I :g "3 :A ; Leuh dari eo' Lebih dari 90o dan kurang e 3 I r* t3 e e e qCLq€PIq e e -'-';(DA€('A.ePAET'LeELe(9fA A 5 (P5 ('8, €DE €P5. (PB, €PA (PA. (PA, '

(299) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 282 ,-bP oP oP oP CIP oP oP oP cP oP oP oP oP oP oP oP o€- "-ae d C d € d d 6 d d d d d d d d 6mempunyai sudut ... :3 t:Xudut lancip Kurangdarig0" c- t€bihdarigo" besar ? A ,/ K u. e d. I€bih dari 90p dan kurang o*i 0 90o rsoo f" f L "[ { : f rudut siku-siku mempunyai besar sudut ... : } c. Lebih dari 90o dan kurang o* I ? o / ;( m" ,* -o q b. tebihdarig0" 180" f; o d. Kurang dari eo" ouo --'7 E" besar sudutnya lebih dari a' _--_r / flo 3 "rfi*baryang '\-'*- !; - 9q ?, ? q " (suout 95o merupakan b< rumpul b. sudut 90' ditunjukkan oleh gambar c' --. o] ... I r_- .... Sembarang fi= t A\ -,rF"J \-" c. Lancip d. Siku-siku ,... Pada gambar di atas yang merupakan kaki sudut adalah %" d" d" da fi;" a- Adanc b.AB r] "$ '\*r'-'' :[ {v ? "]g " c.BC 7
(300) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 283 ^bP oP eP 6P eP sP oP oP cP oP oP 6P oP sP 6P oF od-, Yoe d € € d d 4--d d 6 d d d d d dol ';ii i; $l ? : : No Abselu Z\ :g pertanyaan di bawatr ini &ngan memberi tanda silang (X) pada pilihan jawaban a b, c atau d yang menrpakan jarvaban benar! r"**tah * {:l " 3;' €o N ,v 3; d Nama Kelas el M Dari gambar bangun di atas, sudut lancip ditunjukkan dengan huruf U a NdanM c- b.Mdanl 3; *,* It 0; ^b Ndanl .... NdanK -! L@{-:=*m i: Tt*; 6; ;1ffi 6:' ! A [v f " cambar yang mempunyai titik sudut adalah gambar no A 3;, fi: Ye'{" {" E; .... ; B @ sambar ;(rrn"ip sudut ^ ".:: @ :l O ? "t "5 :q :q c; e ! :A ;[ :fl ..... c. sembarang di aras merupakan $dut g } : S a6 @ @.'iTi @€.r$

(301) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2M eP sP eP op cP eP cP eP eP eP eP eP eP oP oP od^bP "od 6 d d d d d d 6 d d d d d d d o-= . !: Bangun yang merniliki $dtr siku-silnr adahh ---.- :l i:ffi&ffiu:l {:' ?: A : L ,,' t -t #ut 9* yang menrpakan u. sd,t urmput dihmjul*an oteh hurur c.L dK 3;/( f* :a :q sudutg0"diturgul*anpadaganrbar..... & c ..... :$ ;[ o'n l_..__----- :g ,,/\,, $: N(r------r d' , '3 f" _):$ E: !;, _ :i ^l t ?;, t-l ?:l ? ; Tt **, I yang dimiliki oleh gambar di aasadalatr :q .... :fq ; € € € € .lE :' cb 0beebeebe%€%€%.ri E:. b b % eb"e % eb % % cb % 0 d

(302) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 285 oP oP oP oP oP eP oP oP oP oP oP 6P oP oP oP od-, -bP "d€ d d d d d d d d 6 d d d d d d o: .'r";:-';;sarPa l: c' $; 3" -*= ,,' li \-i-. r .':1 I E; AH ^e= ^\?; i: \. .. E: ) f," r{ ;[ otl 0; :q :q r)l 6- AC dalah dalatr c. AB ....- BC lKABdanAC qe l:So .-A Hffih Hry 't'.,,1 O? -A :$ :q 0b iJ o? ,r0..=r*#dari duajamm jam di atas mempudyai besar sudut.... a- 5o 5o :I q; "} o? i:9o #'h - ='i 96 "H o? Pada gambar di mcrupakan kaki sudut s'd't r, atas yang mcrupkan a- :l e! '!'-' ,. Se e;a d, :[ i -'-..,1:--.: '\"----- | d' *.F= f" -rr 'F !; ; A :[ ; ( ;: adaah c. 30' 3oo C; :$ d. 4s" o? 9o )( to" p3 q e e e e e € e e e e e € e e See (PL C9L eb €DL 6% f?b, fDa. 6rL 6?L €?5. r?e, G? A L L CL 6P5, CPb, C9lh,

(303) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ,obP 6P 6P 6P 6P cP 6P oP 6P oP eP 6P eP eP eF oP odo' "d€ O S ? d d € d d d d d d € d d d d d o*b^ ,1. Sudut siku-siku ditunjukkan padajam yang menrmjukkan pukul a. 07.30 b. r2.oo {: fon---""] A -do,r. c. .... 04.50 c;I Xoe.oo 3"1"9 c f' Pq "] "i'nl'T*sambardiatasditunjukkan"''nnp; €: b.Adanc d" fv,r. :b 0b d.ABC "3 fo do 3; '" r'l , --. 1 . "".*.--,----. .," f"PaRSo] .... 9O i Dari gambar di atas yang mempunyai sudut tertesar adalah LP !" ?o b'a a\ p; !; g ,.. f* xR d's ")/ c. pda gambar .... 1 / E:'\ h oe \l ll ;e Ig O ? ,q Dua garis yang dapat membentuk sebuah sudut ditunjukkan a. \ "] o? rq : * oE- e; ;a :il "b 6" ,X"dut tumpul mempunyai besar sudut ... 9; c. Lebihdarigo, L 90o dqf b. Kurang dari 90" Xl-ebih dari 90o dan kurang o* " 3 f" f" 6ee I8o" "! € e e e e e e e e e e q e e € Po a 5 (PA (P5, 6P6, m @9, (PA. (9b. €9lA (Pe. (%, (Pq, @A. (e6, (PA. (P6' (p 3

(304) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI .-bP oP cP 6P eP 6P 6P cP cP 6P oP oP cP eP oP ap o€ ^ d d € € d d € d € € d d e C d oo mempunyai sudut ... a : I; ,"tudutL lancip c. Lebih dari 90' Kurang dari 90o "-od besar ?_ q l/ b. d_ 90o (rruilr , \ dari 90" dan kurang d".i (7 180' f 3 5 ,, Sudutsiku-sikumempunyaibesarsudut... I$ c. Lebih dari 90" dan kurang oari 2(eo' $ F - d qo b. lebihdari9O" l80o E: f; o d. [o f O ,*. c' 'E; .d"] " 7r ?: 3: qt/ .... c. Lancip d. Siku-siku "I t] r{ -a b ,, " e f b r? ;q yang merupakan kaki sudut adalah a.Adanc Kr, E; b. "] :fl r. A\ olu* ... ] _;.\""- "T ;( tu*prl b.- S"*bu*ng Pada gambar o ,.,. 'i 19. Sudut 95" merupakan sudut fo "ii i --' ,i' f;vy Iq ?^ q- eo" Gambaryang besar sudutnya lebih dari 90" ditunjukkan oleh gamhr X" f Kurang dari AB d. t ... ABdanBC * "F C; :A f" o€€ E€ €e€ € e q(ea.€ e(ea.erpa,e E(%.qpe,e E eeq.e e(BaqSil a a (eh, (Pb. (Pe (ec. sPL (e5. (E,b, (rya, 6Ep ^a

(305) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 14 Tahulasi $ata Memtah SkCIr Pre*test 14.1 Tabulasi Bata Mentah Skor P r e-te sf Kel crnpok Kontrol !4.2 Tabulasi Data Mentah Skor Pv e*t e sf Kel*rnpok Eksperimen 288

(306) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 @ {J o F FI 6t "{ F{ @ r\ t N rrt rrt lr'l o rJ o o o o o o o o o o o rrl :) rl rt FI FI o o o o o o Ft o o FI o o rl o o o o o r{ o F.l o Ft o Ft c) o o FI o o el FI FI FI Ft o o FI F{ FI FI F{ f-{ FI r-t r-{ t{ FI o o FI rl FI el Ft FI FI FI FI rl () d o F{ F{ t\ m
(307) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (o (o (o P o F Ch qt o (o (,) (o rn o ro lrt (\t (o FI FI ^t o 6 @ (o (o FI o N o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o C'I FI o c) o o o c) a rl o o o o o o z o o o o o (o r{ o o o o c) o o () o o o FI o o o o o o o ln o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o FI o 0 o m o o o GI rl FI o o o G.l o o C'I o rl ao c) (f c) c) F{ o o o o o o o o o o o o o FI o Ft o o FI o o F, r{ C) FI o o o o o c) o t-l et o Ft FI FI o o o rl FI r{ o C> o o o o o o FI r{ d o o o o o o o FI o o "{ FI o rt o FI Ft o o o C) FI r{ o FI o o o d FI e{ () o r{ o o o o rl F{ FI o o o FI o o o o o o o o tt FI Ft Ft o o sr o o FI fi1 Ft o rl o o c, o o o o o o o () o o o o o r{ F{ FI o o o r{ (f o o o (o o FI o o FI o o o Ft FI rl c) o o o Ft FI o o o o o o o FI N z (f, C) o o o o o o o o o o 3 D o o o o o o o c, c) E (u ! o o o o o o o o o o o o a o o rt o o rl arl c) C) FI r{ Eo o o et el FI ct F{ FI r{ FI rt FI rl FI FI o FI el o o o o o rt o o o rl o c) o FI o o o FI rl Ft rl c-l FI d FI r{ FI el FI Ft G{ rl FI el FI rt FI FI FI rl FI FI FI (> o o o FI FI FI F{ e{ r{ FI r{ e, FI FI FI rl FI FI rl Ft FI FI (n rf t) ro N 6 o) o FI 6t .\t rn sf lo (o o o) (n FI(o (\t N N a\l a\l t! (\l N N o to (o (n (n (n (o (n fi1
(308) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI r! P Fl F F{ o o g) g (l) Ft F{ o o o o o o o o m ro ro co Or F N Fl ro Fl o r\ c) @ F{ o o o o o o o o @ r{ r{ r{ o o o o o o o N rt o o F{ C) ro Fl Fl Fl o o t/) r{ o (> -t o o Ft o o o o o o o o o o rt Fl o Fl o o e{ o o o o o o Ft o o o o o o o d Ft r{ o F{ e{ o o Fl o FI o F{ o o J1 c) o o o el rO an ot c) el (o o o o o o o o F{ f'1 .A fi) r-t () O. t{ o -{ Ft el c) o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o c) o o o o o o rl I o o o o o o o o c) o C) o o o o o o o Fl o o o o o o a o o o r{ o Fl a o a o Fl Ft Fl Fl Ft o F{ C) o F{ o o o o lrl (\t Ua q) I a) L o o UI -c GI E \ o ri cl U) nl = -o d l* o o o o a Fi o o Fl o o o o o r-l Fl Fl F-t o o o o o Fl Fl C) c, o o F{ F{ o d o c, o () o o Fa FI (f o a F{ o F{ ?l o o o o, =o o r.l z (s n (> Or € o o H o o o o a N o o et o o o c, o fl (o o FI O o o o F{ FI o a o tJ) et (f o o o o rt d o o o o + o c) o el FI FI F{ o o F{ rl el rl o o o c, o r{ o FI o o F{ rl H o o o o rl Ft FI FI rl o () o o o i{ d C) F' o o Fl Ft H rl o o rl -l r{ o rt ct o o r.{ el e{ rl el el F{ d FI rl d H c) r{ F{ H o o Ft Fl d Fl el rl f-l rl d FI el FI o FI FI FI FI rl el FI Fl FI Ft r-l rl FI Fl r{ a! (n
(309) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI to o FI o rl F\ @ o Ft F. It o c) c) c) o o o o o o o o rt :i Ot o o o o o I\ C) o o o o o o cl o o o o o o o o o o (, o o o o or o F o) dr !'\ o o o o FI FI @ C> o o o o o o o o o F{ o o o o o o o o lrt TD Ol N o o o o o o o o o a o (o o o o ln FI o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o st F{ o o o o o o o (,l Ft o o N o o o FI Ft -l FI c) cl (Ir o o o @ F. F{ r\ FI d (I' o o rrl FI o o o \f f.l FI FI arl el FI rl a\a el Ft FI FI FI FI F. N (o rt e{ fl e{ (f o (, o (> o o o o o (> o o o o lr (l o () o o o o F{ a o o rl o o o o o FI o o o o o a o d o FI o o o o o o r{ o Ft o a d c) c) (f o o o c> o d o o o o d FI o Ft o o o o o o o FI FI rl o o o o rl o o (E o |J) E (u FI o o F{ g 2o ? OJ z5 fl GI o o o rl ra FI o et o o o Ft o c, o ri FI c) o o C) r{ a F{ o o o fl et o o N rl FI o o o o o FI o o F{ e{ F. FI el FI FI d FI FI Ft Ft FI F{ F{ d F{ el Ft FI FI F{ -{ rn ro r\ 6 O) o a\l 6t t\ 6n FI ffl (\. o o o o FI o FI FI FI o o r, f{ o o o FI H o o F{ Ft e{ o o F{ e{ H Ft FI F{ FI Ft FI N lll
(310) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 293 Lampiraru 15 Tab*lasi *ata Ment*h Skar Post*iest 15.1 Tabulasi Data Mentah Skor Prsf- test Kelompak Kontrol ll.?Tabuiasi Data Me,ntah Skor Postte s t Kelampok Eksperimen

(311) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6I r.o o F o rn FI (n 6 rl o r\ Fl F{ Or ql rt FI rl t-t o F{ a Ft tFl l'l Fl Ft FI rl Fl o o et r{ r{ rl rt FI o F{ d F{ FI FI FI Fl rl FI € € et Fa 6 F{ Ft (D rl s ro o r{ o r{ o rl d Fl Fl -{ Fl el Fl Ft F{ o Fl F{ Fl Fl Fl r-l o F (r) (o Fl F{ r{ Fl FI r{ Fl Fl FI o Fl o Fl Fl d i{ Fl e{ Fl F{ o (o r{ Fl o FI FI o H o Fl Ft el o o el el o rrt rJ FI o o rt F{ o FI FI Fl Fl o Fl Fl Fl rl rt FI o o F{ rl Fl Fl r{ rl o F{ Fl F{ -t 294 o o o Fl ro 6 rt rl s{ H o F{ rl o 54 (n r{ r, U2 s) *! ?2 o E o cl go o \ gl (l) z, o r{ Fl o t\, Fl tn E F{ FI c) rt o FI z CT r{ Fl el Fl FI Ft o d rl FI Ft c{ o FI rl FI rl F{ o F{ Ft o Ft F{ r-t fl r{ r{ FI e{ Fl o FI C) FI FI Ft Fl rl r{ Fl Fl rt d o rl o Ft Ft Ft F{ o FI Fl Fl Fl Fl F{ F{ FI C) Ft Fl Fl r, r{ Ft o FI FI o Fl F{ o Fl Fl Ft b3 a t) Ol -o (B @ (d FI F{ FI Fl et Ft F{ Ft F-'t F o Ft ro F{ o rl Fl Ft rl o Fl Fl Fl o Fl o rn
(312) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 F or B et o F o N o FI CN FI FI ct 6 FI FI C) rl FI FI el o Ft FI Ft rl Ft r{ o (r) el F{ Fl Fl FI e{ FI el F{ F{ lrt o H Fl FI o Fl FI Fl a Ft FI FI o FI Ft Fl FI rt d FI FI o FI FI o F{ FI Ft o FI o 6 r{ FI FI FI "-l o FI d F{ r-{ o rl o d Ft o C) FI o FI FI FI FI o o F{ FI FI FI d rl E{ F{ F{ rt -t Ft o FI rl FI o o rl F{ o F{ Ft Ft FI FI rl c) o r{ FI FI el t{ rl rt FI (ft rl FI rl Fl o FI rl o f.l rl nt r{ F{ !i ?-{ FI Fa o FI FI F.l FI rl d o o FI FI Ft FI e{ o d (Y1 r{ fl Fl \f tn (o (\t nl ht N r\t N N 6 N Ol FI (r1 o F{ rl FI o o FI rl rl FI rl d FI ti o Ft Ft o et o Ft r{ Fl o o o Ft rt FI FI o o el o rl F{ rt Ft Ft F{ FI FI (> rl Ft d F{ FI FI F{ t{ o G{ r{ FI FI d F{ o o et FI r,) FI Ft FI F{ 6 FI o F{ rr1 FI o Fl (\t aft F{ Ft FI FI FI FI FI t \0 Ft o rl F{ FI Ft o FI o o o Ft FI FI rJ FI d FI c{ FI FI rl Ft F{ FI rl o Fl FI FI F{ o) r{ o (0 F FI d rrt \o F o rl rl Fl FI r{ FI c{ o o F{ cl -t d rl o F{ (9 rn rn gr 6 F{ rl o o (o z Fl Ft d a o r{ rn F{ , FI o Ft :) o o (\, c, o F{ o r{ =o 2 € FI arl E r{ (o rl Fl tt ct (g r.O FI FT t{ FI FI C) F{ FI FI Fl FI rl fl Fl o o F{ e{ Ft Fl FI FI FI Fl F{ FI FI t{ FI FI o F{ et rl FI rt rl FI Fl (\ (o \f tft rc| l'- 6 o t\ (n m tr1 tn (n (n m
(313) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6+t c) (t ro ot o F. o t\l o t\l (o co (o F{ Ft Fl o N ro cn (o Fl FI Ft r{ Fl Fl Fl Fl F{ FI r{ Fl o FI 6 (o Fl ro (o (o (o Fl F{ Fl FI Fl Ft FI d F{ Fl o r{ Fl r{ o FI F{ o o F{ Fl r{ o FI r{ o Fl f{ Ft FI rl e{ Fl Fl FI rl rl Fl FI o FI Fl Fl Fl rl Fl d rl r{ FI Fl FI Ft Ft rt C) o rl (o r{ r.,l Fl F{ e{ Fl r{ FI o o Fl Fl Fl Fl Fl FI Fl lrl o FI rl FI rl o r-l Fl Fi Fl Ft rt Fl rl Fl H o Fl e{ e{ Fl o Fl Ft o Fl o c) FI Fl Fl Fl FI Fl FI Fl Ft cl FI rt Ft rl o F{ F{ e{ e{ Fl o F{ o Fi o Fl F{ rl ?t el o Fl o rl o o o Fl t-l FI H o FI Fl Fl Fl Fl rt rl r{ rl o Fl Fl d Fl Ft e{ et et rl rl rl o rl o Ft o FI o FI
(314) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6+, o o N N (o @ @ FI FI FI FI rl 6 Or FI rt FI FI FI F{ FI FI e{ FI cl r{ FI FI e{ e{ (t) FI d rl r-{ d rl FI Ft o FI FI FI o FI .{ FI ci FI FI FI o o o o FI o o o o 6 qt F{ o F o N Or (o d ?t rn tFI 6o FI H (n FI rl 6l FI o rl o F. vl E FI c, ! o o FI el FI FI FI FI FI rl FI FI FI rt FI Ft d o r{ FI FI F{ o rl FI FI Fi o FI o FI Ft rl rt rl r{ r{ F{ rl FI r{ o rl Ft FI r{ FI FI Ft FI FI Ft o FI r{ F. FI FI FI o FI FI F{ FI d FI FI FI o rl o FI FI o F{ F{ o rl o FI F{ o FI rl o o rl Ft FI FI FI G{ Ft FI r{ rl FI o rl r{ rl fl f{ rl -l F{ FI rl rl FI r{ FI o rt o FI FI FI r{ FI FI ci FI t{ o FI o Ft FI d FI rl e{ d rl F{ FI FI F{ rl FI o FI o FI FI FI o rl rl FI FI FI Ft FI rt FI rl et FI Ft FI FI FI r{ rl rt f{ FI FI rl o F{ d FI Ft FI FI o Ft FI FI e,| el FI rt (,'l (\I rl c) FI FI FI Ft rl rl $ FI FI rl rt () F{ rt ft ft FI e{ FI rl r{ FI FI 6 d Ft ?-t Ft d ro FI F{ rl F,| FI FI FI FI FI FI FI F{ Ft FI et o C} FI rt C'I (o o (o 6 F{ FI N FI -{ Ft r{ rt FI rl r{ FI (o FI F{ FI rt FI rl z o o l\ o FI o F{ F{ r{ Ft FI FI Ft Ft si -l FI Ft F{ rl Ft Ft Ft Ft Ft rl cl F{ el FI rt rl FI +t rrt to r\ @ (r) o F.l ht (, \r lJ') (o F 6 CN o t\ (Yt $ N N (\I N N r\l N N (n m (n (n (n (n (n fr) (n dt sf
(315) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampir*n 16 H*sil Analisis Sksr Pre*tesr {SPSS} 298

(316) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI o PP 0)=9i o E! 8EE :o @ F. FF- o (o @ q q E sto= P i5 c o (1) 1r) o)(o cl dl oo (I) ruE o co ,ci a o t{r (oN (f) [o ci c.i il o = a, a d c (, o O) oo rfr a o I F. (o lr) F.- O) cf) O) cf) cf) tr) (l) o cc $0) Eb I i5 o E tJ) !e ao tU oo I a) L- a o '= h lr, .q u ul (E o J= cr) I co o) o o o) o qa e.l r t-F r c\,1 sf$ z E o '6 N o (o o) (o $ $ .si, o (\ o tl c o o o t F* ro o c; o o @ c{ r.- @ N t- .)z o o E o o E EbB :z c! u) 0) 0) I .9 a .ar'6tu (1)r'Ctrr-([ o, LL (f) o, $ $ F- !it- J 6 qlaEo :1t?(D:6a qEE \EE ,flHA,flHA 'Eo y.o go o o- 299

(317) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Statistcs Mean N 42 Konhol Std. Deviation 7.42 Maximum Minimum 2 2.561 12 6st Kontrol 42 N Normal Parametersab Most Extreme Differenoes ffi"***n 7.02 2.Sl Absolute -'t32 Poeitive .132 Negative -.101 Kolmogorov-Smirnor Z .852 Acvmn Sio l2-tailedl A62 a. Testdistrihuti;on is Normal. b. Calculated from data. 300

(318) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Statistics Mean N Eksperimen 41 Std. Deviation Minimum 2.324 7.41 Maximum 3 12 Test Eksoerimen N Normal 41 Parametiersa,b Mean Std. Deviation Absolute MostExhemeDifferences Positive Negative 7/1 2.324 .112 .107 -.112 Kotmogorov-Smimov Z .718 Asvmo. Sio. f2-tailed) .681 a. Teet distribution is Normal. b. Calculated from data. 30r

(319) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Statistics Kontrol Kontrol N Valid 1 Frequeney Percent 42 0 I I t.az Std. Enorof Mean L3gs Median I Z.OO Mode I e" Std. Deviation I a.S6t Varianee I 6"060 Range I tO Minlmum I Z Maxirnum I 12 Mean Missing a. Mutthte modesexist. The srnallest value is shorn Cumulative Percent 2 3 7.1 7.1 7,1 4 2 4.8 4.8 11.9 5 7 28.6 6 7 vatio Valid Percent I 16.7 16.7 19.0 19.0 47.6 3 7.1 7.1 54.8 19.0 73.8 I I I 1S.0 4 9.5 9.5 83.3 10 2 4.8 4.8 88.1 11 3 7.1 7.1 95.2 12 2 4.8 4.8 100.0 42 100.0 100.0 Total Histogram fi,Iesr= i.til $d.Dev.=t.561 H=43 (, o a tr o IL KontrEl 302

(320) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ilodel Description Model Name Series or MOD-1 Sequence 1 Transformation Kontrol Series or Sequence Length None User- Non€easonal Differencing 0 Seasonal Differencing 0 Length of Seasonal Period Standardization Missing Values in the Plot Number of System- No periodicity Not applied Type Normal Distribution Location estimated Scale Estimated Distribution Parameters estimated Fractional Rank Estimation Blom's Method Mean rank Rank Assigned to Ties The cases are unweighted. of tied values Applying the model specifications from MOD Missing 1 Normal PP Plot of Kontrol ! o TL E (, a a a. x UI 0..1 11.6 Observed Cum Prob 303

(321) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Valid 41 N Missing Mean $td. Enorof Mean 0 3 3 7.3 7.3 7.3 7.41 4 3 7.3 7.3 14.6 .363 5 1 2.4 2.4 17.1 6 6 14.0 14.6 31.7 7 s 22.A 22-A 53.7 I 5 12.2 12.2 65.9 o 6 14.6 14.6 80.5 7-00 Median 7 Mode Std. Deviation 2.324 Variance 5.39q Valid Range I 10 4 9.8 9.8 w.2 Minimum 3 71 3 7.3 v.3 97.6 Maximum 72 12 1 2"4 2.4 1@.0 41 1@.0 100.0 Sum 304 To&l Hietogram L (, o 3 tr I IL 3fi4

(322) 7 PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Hodel DescripUon Model Name Series or Case MOD-1 Sequence l Transformation Eksperimen Eksperimen Series or Seguence Length None Number of User-Missing Non-Seasonal Differencing 0 Missing Values System- Seasonal Differencing 0 in the Length of Seasonal Period Standardization Distribution Plot 0 0 Missino No periodicity Not applied Type Normal Location estimated Scale estimated Fractional Rank Estimation Blom's Method Mean rank Rank Assigned to Ties Estimated Distribution Parameters Eksoerimen Normal Location Distribution Scale The cases are unweighted. of tied values Applying the model specifications from MOD 41 1 Normal P-P Plot of Eksperimen ao o- !f i., E a {a IJJ Obscrvcd Cum Prob 7.41 2.324 305

(323) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI L*rnpiran I? H*siI A*slisi Skcr Psst*test {SF'SS} 306

(324) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI E z E8 olP 96 EE E0) o5 OE so rr) o o o f oo) (Y, ol t' r' @o) L o o J= c{ 6l c?a o, L0) c oo IUE o =o OO IU .= c (h o o o o) L d f 6 I,U L o o o (D o EC roo { u1 a- a cd I 0) bI) o o o o o o o o) c{ t- o sIa .o 8E \) o) C\l i'- ct gE I U1 (\,l gE o (J) r oo cl o@ oo @o qt ! E dt al, tl- c\l (\Ir a.t c! c{ lr a H t L o HE3 (f, ol a (/)lf,(5 (l)ls c6(II o) J (, o, LL o{ (\I E o E U'E oo oc oo oo oo OG q gEE LL (E(5= oo-<; UJTU(E 0) E .C o o- o .Y UT 307

(325) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Shtistics Mean N 42 Kontrol Std, Deviation 16.88 Minirnum 1.253 Maximum 15 1S Test Kontrol 42 N Normal Parametersab Mean 16_88 Sld" Devidion 1.253 Absotnte Most Exlreme Diferences Kotmogorov€rnirnov Z Asvmo. Sio. (2-tailedl a. Test distribution is Normal. b. Calculated frorn data- .171 Positive .144 N€gative -.171 1.109 .17',1 308

(326) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Statistics Percentiles Mean N Eksperimen std. Deviation 17.61 41 Minimum 1.481 Maximum 5oth 2Sth 16 2A {Median\ 18.00 16.00 Test Eksoerimen N Normal 41 Parameters''b Most Extreme Differences Kolmogorov-Smlrnov Z Asvmo. Sio. (2-tailed) a. Test distribution is Normal b. Calculated from data. Mean 17.61 Std. Deviation 1.481 Absotute .2A3 Positive .203 Negative -.139 1.299 .068 75th 19.00 309

(327) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 310 Kontrol Frequency 4? Percent Valid Percent Perent 0 16.88 Mean Std. Enor of Mean Median .193 17.OCI Std. Deviation 1.253 Variance 1.571 Range 7 16.7 18.7 16.7 16 10 23.8 23.8 40.5 17 10 73.8 ?3.8 64.3 18 11 26.2 26.2 90.5 19 4 9.5 9.5 100.0 42 100.0 100.0 Total 4 Minimum 15 Ma,ximum 19 Sum 15 Vatid '18 Mode Cumulative 709 Histogram hlem = 16.88 S'td.DEv.. 1.253 l,I = Ii {, o E :, F o L lr- t6 1r Kontrol rts rs 20 42

(328) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Model tlescription Model Name MOD_1 Series or Sequence Case Kontrol Series or Sequence Length Kontrol 1 Number Transformation None Values Differencing the Plot Seasonal Differencing 0 in System-Missing 0 The cases are unweiqhted. Length of Seasonal No periodicity Period Standardization Estimated Distribution Parameters Not applied Type Normal Location estimated Scale estimated Normal Distribution Blom's The cases are unweighted. Fractional Rank Estimation Method Kontrol Mean rank of Rank Assigned to Ties tied values Applying the model specifications from MOD User-Missing Missing Non-Seasonal Distributlon of 42 1 Normal P-P Plot of Kontol & 0 oE : o E a ;e o ul 0.,1 ! 6 Observed Cum Prob Location 16.88 Scale 1.253 311

(329) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 0 Mean Std. Enor of Mean Median Mode 17.61 .231 18.00 16 Std. Deviation 1.481 Variance 2.1g/t Range 4 Minimum 16 Maximum 20 Sum 722 Histogram [iean ='l7,6"l $d. Dev- = 1.,18'l t'l = 4t (' c o = F o IL 312

(330) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Model Case Model Name MOD-1 Series or Eksoerimen Series or Sequence Length Eksperimen 1 Sequence Transformation None Non-Seasonal Differencing 0 Seasonal Differencing 0 Length of Seasonal Period Standardization Number of User-Missing Missing Values System- in the Plot The cases are periodicitt estimated Scale estimated Fractional Rank Egtimation Method Estimated Distribution ParameGrs Eksoerimen Normal Dietrhution of tied valueg Applying tfie model specifications from MOD Location 17.61 Scale 1.441 The cases are unweighted. Blom's Mean rank Rank Assigned to Ties 0 No Normal Distribution Location 0 Missino Not applied Type 41 1 Normal P+ Plotof Eksperimen ! g A. o: ? ? a o o 4 IU 6.4 4$ Ols.rv.d Cum Prcb 313

(331) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiram 18 Hasil Deskripsi tlata Fenelitian tsPss) 314

(332) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Deskripsi Data Penelitian Statistice -. N Valid Missing Mean Std. Enor of Mean Median Mode Std. Deviatbn Variance Range Minimum Maximum Sum Perce ntiles 25 cu Pretest_ kontrcl 42 0 7.02 .395 7.00 Posttest_ Pretest_ eksnerimen konhol 41 42 1 0 16.88 .193 17.00 6" 18 2.561 6.560 10 2 1.253 1.571 .363 .231 18.00 7.00 7 2.324 5.399 2.194 3 16 12 20 722 16.00 18.00 19.00 I 12 295 709 3U 5.00 7.00 16.00 17.00 6.00 7.00 9.00 16 1.481 4 2 3 7.1 4 5 2 7 6 8 4.8 14.7 19.0 7 3 7.1 4 4.8 88.1 Valid I I 7.1 7.1 4.8 11,9 ,16.7 7.1 28.6 47.6 54.8 19.0 9.5 73.8 83.3 19.O 10 2 19.0 9.5 4.8 11 3 7.1 7.1 95.2 12 2 4.8 4.8 100.0 42 100.0 100.0 I Total Valid ,| 17.61 15 19 18.O0 9-00 a. Multiple modes exist. The smallest value is shou m 41 7.41 4 75 Postest_ eksoerimen 15 16.7 16.7 16 23.8 23.8 26.2 9.5 40.5 64.3 90.5 17 18 19 Total 100.0 100.0 315

(333) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 4 7.1 7.3 2.4 7.3 14.6 1 2.4 6 14.6 22.0 31.7 12.2 6 4 14.3 21.4 11.9 14-3 9.5 3 7.1 1 2.4 7.3 2.4 65.9 80.5 90.2 97.6 41 97.6 100.0 1 2-4 42 100.0 10 'tl 12 Total System I 5 14.6 9.8 17.1 53.7 100.0 u.1 16 t1 17 6 18 19 10 4 9.8 48.8 73.2 82.9 20 7 17.1 100.o 41 100.0 Total Missing 7.3 5 I I Total 7.1 6 7 Valid 3 3 System 1 42 14.6 24.4 316

(334) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lanrlpiram 1S Hasin Uji Sigxnif?kaxtsi {SPSS} 317

(335) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 318 Hasil Uji Signifikansi Selisih Rata-rata Skar Pre-tesf dan Post-test (I(elompok Eksperimen) Statistics Paired Mean Pair Std. Error Mean 17_61 41 i.+at .231 7.41 41 2.324 .363 1 Pretest eksoerimen Correlations Paired Conelation N Pair Std Deviation N Posttest eksoerimen & 1 .324 41 Pretest eksoerimen Paired Sio- .039 'est t Paired Differences Mean std. Deviation df sig. 95o/o {2- Error Confidence tailed) Mean Interval of the std. Differenee Lower Upoer Posttest_eksperimen Pair 10.195 1 Pretesl eksnerimen 2.315 .362 9.4& 10.926 28.154 40 .000

(336) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 319 Hasil Uji Signifftansi Selisih Rata-rata Skor Pre-test dan Post-test (Kelompok Kontrol) Paired Statistics Mean Pair Std. Deviation N 16.88 42 1_253 .193 7.O2 42 2.561 .395 1 Pretest kontrol Paircd Gonelations Correlation N Pair Std. Error Mean Posttest kontrol & 1 42 Pretesl konirol Paired Siq. .115 .469 Test t Paired Differences Mean df Sig. srd. Sd. Error 95% {2- Deviation Mean Confidence tailed) lnterval of the Difference Pair Posttest kontrol 1 Pretest kontrol 9.857 2.719 .420 Lourer Uooer 9.010 '10.704 23.493 41 .o00

(337) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI L*xerpirmm ?S FEasi[ #fus*rv*si F*mfoeEmiffir*EB 320

(338) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 321 Kelompok Kontol Pertemuan I Lembar Obsenasi No I Aspekyang diamati Membuka pelajaran Deskripsi Hasil Pengamatan 6ur,,t fn0rnhr( 5A\cm, Aaa. 'ah:ar, Ao^ Lar/U^ T"rt* Ao^y^ ti->ara \ottVnl \ua"! 2 Penyajian materi Ua15 da "li toVfu.r Cu\rrq JeI*r "\atla.r., manXo-|i\ra^ ma-[crr" G.rr,r kVap^ t,ttrs A^^ rutCnutr> rr.r.tlSaml*p. J Metode Pembelajaran 4 Penggunaan bahasa dan waktu l\o\oo\a !*j "LtXonabn Vwertna.h d." !ar,y^ 1,.,^:ob. 6us,t A>n,ry\)raab^ bot^^t ^ ,nuJak vVLn4 , A^r-, ^^61in^b. *Vlr^, tucilrh^ Aa r"" b^-n 5 Aktivitas belajar siswa 9rr,^r^ Sl.^ 6 7 Pengelolaan Kelas Penggunaan Media &ry 6*u 6\in^ Cara menutup pelajaran b,it VO\"b . oryj nakprn Autiq ^o"Za*. Strrur mozrvb,y denB*^ a\ong*r, Evaluasi *,\*t"sL-.r. v@g al"l^ \-a-[or Vw\al; n a't; 9 y1 +",t,. "[^ e"t AonS^n ea^\ 8 rnon@Ea,E ^r^ W1 -d"; hA-ngoLot-s dttsanp.dbon

(339) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 322 Kelompok Kontrol Pertemuan 2 Lembar Obsenasi No I Deskripsi Hasil Pengamatan Aspekyang diamati Membuka pelajaran irstqsq lply^: Vanon. ) Penyajian materi &q bes nq , 4qq *.l,Aqr berlqrya fu?c* {dla,n Qr" lteorLe; , /p.fiQ,run &sru q- 9r* Affuh ,sdih 9a* 4y, i{kr " neuem neagEt G; -,ernrcle,Eni sr.rd,;+ e.fou t-,rjw"n fen&, *iL^" an Fqhtr' .{ea.1c" a*eP roemL'n' qH"L 4ana Stdul- ]/tgan FuZgcL,l!. &tn, nc,n bei Corlolq. - 3 Metode Pembelajaran ft^bk;"*" Om'oql, t 4 Penggunaan bahasa dan waktu hhora -hlq\ lofr. fenlgun*^ ggoai b{fu 5 Al
(340) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 323 Kelompok Eksperimen Pertemuan I Lembar Obseruasi No Deskripsi Hasil Pengamatan Aspekyang diarnati I Membuka pelajaran AOnW" doo, Eur,r provvtbukg Pdotl^.or, 'bng" abszn ia;v,,. Jra" y,-Zb 2 Penyajian materi Q61 nnoxy1i,@ nr\r*or'i AonS^^ lll+s kaaslo. q* Tuy manyjo.r J*y hum-or d-'^ barvnJ^ J Metode Pembelajaran r.,tatoJe Mor$g'or; 4 Penggunaan bahasa dan waktu bohusu 5 Aktivitas belajar siswa 6 Pengelolaan Kelas . aao\or, ',n*lob At "\enYn Poho^iu nnQ-nycrrnfifrhon 6rrr* Ao^ )t1onal.qn ad'^t^.^ l*g yy r,r-ra-tA,. yng errb.r,,| a"Lkp tawn^ Ar"l,ian sonqrrl o\e-h a\o[ ?o[a1^ ^oSrrraH La ,Xr9Xqouu.u^ Ao-\rrr,r foanbot prern . 6,rcu J*f"t nno^g ato[o l,cd,c.s davy VfrV. 9ts ^rc^ *tbilo \olc.'jar Ai AoU"^" Vdo -y"V g.tsrr;,o . 7 Penggunaan Media w \oo9s'-vtg )a^'f" rv\u^3gunc.\c1 a\clV 1,rJr"X^ m.tto,auftb . I ernbol*P-ran b borV".515 nao\oatc futon\Q-ssot-i 8 Cara menutup pelajaran 5w.^ Ms c)obs lornbrli .nok*ri yj \ o\*r bar Fa^3 o t,s )nV rlt7onydl'ctn' fauualo )Onyon 9 Evaluasi . 6t^r\r STS,*rq, nA,rr1pirrnr.rb+n Ovalva5i )t o.tktt !oltbotc'-1^'r 6^ '

(341) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 324 Kelompok Eksperimen Pertemuan 2 Lembar Obseruasi No Deskripsi Hasil Pengarrratan Aspekyang diamati I Membuka pelajaran (U.rrr. rrr ermbrfu-p- fo\c""1-rrrotn dreog^^ )ro^ r ab:on A^'^ lz.^9a. To*b 2 Penyajian materi 6f^"^ Jdrt A-{""^ r*onlo.mQai @a nlatori ,?** foltu"\^ lrz^V^r "''ole"i 9ehglrtn""tr^ ' J Metode Pembelajaran $d*aa tj "Lquno'\-a" x),'t,-t,. |.tonbosg.,;. q; pornd..**^ ??"? 4 Penggunaan bahasa dan waktu $U-tr. l\/\Anqgun -rywfuc,h 5 Aktivitas belajar siswa &ba^tt" d'enX* - a\.q.t b^ho*S^- dfpLvn; dar \.r.fl don-,^ Wrvrtolo 9 r*uo looVTar ),o2"^ va Xur..t rha^J eoeJ-' L d,*^ tcr\iho\, 9qnan1 ne1grJt naHont "t\r-t \wnf 6 Pengelolaan Kelas 7 Penggunaan Media rn r"tornc"tf[.- "&r,n'o]r, Cara menutup pelajaran e"tctfr r"atnyadcar Mod-ra" N\a\Lft\q.5be' ,.6-oorn0-\rlr ftrz{c- gar " V^1 \WbosfS Y\z,*osso'|- t Evaluasi ' b\^r\^ fnAr1JM? P^*lz--,t', to^?a 1aur} 9 q;g{.-frox" E-ru. A"pV 6Q'n7e\ota Lcb's, d8'?^ aof],c'V saL-q2? hrf[- Ea-rerP^ ''tlr>>atnotgerlaVota 16, ktrJs",?"L n'osryl nd.pAc 8 " "lrn-^ fy to4.-^_tz..r nr^,[oii

(342) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI E ampiram 21 F.*t* Pert*Eitisxe 325

(343) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 326 FOTO PENELITIATI KELAS KONTROL

(344) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 327 FOTO PENELITIAN KELAS EKSPERIMEN

(345)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI.
0
8
19
BAB 1 PENDAHULUAN RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI.
0
6
6
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI.
1
5
7
BAB 4 DATA RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI.
2
7
20
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA MEQIP SISWA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA MEQIP SISWA KELAS IV SD NEGERI 02 DAGEN KECAMATAN JATEN TAHUN 2010/2011.
0
0
14
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (PTK Pembelajaran Matematika Kelas VIII SMP N 2 Sawit Boyolali).
0
1
16
PENGGUNAAN ALAT PERAGA METERAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA BAGI SISWA BERKESULITAN BELAJAR MATEMATIKA.
0
1
11
PENGGUNAAN ALAT PERAGA DALAM MATEMATIKA
0
0
7
ALAT PERAGA MATEMATIKA SEDERHANA ALAT PERAGA MATEMATIKA SEDERHANA
0
0
11
TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI
0
2
264
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA ATAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI
0
0
275
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP ALAT PERAGA UNTUK PERTUKARAN DAN PENGELOMPOKAN BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI
0
0
183
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP ALAT PERAGA BILANGAN BULAT BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI
0
2
210
TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI
0
1
317
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA MATEMATIKA UNTUK OPERASI BILANGAN BULAT BERBASIS METODE MONTESSORI
0
2
177
Show more