Peningkatan minat dan kemampuan menyimak cerita anak menggunakan media audio visual siswa kelas III SDN Selomulyo - USD Repository

Gratis

0
0
221
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENINGKATAN MINAT DAN KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA ANAK MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL SISWA KELAS III SDN SELOMULYO SKRIPSI Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusunoleh : Gigih Nugroho NIM. 101134023 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN  Skripsi ini saya persembahkan untuk:  Tuhan Yesus yang selalu menyertai disetiap detik hidup saya.  Ibu dan Alm. Ayah yang selalu mendukung saya dan meberikan cinta kasih.  Kakak saya yang sering memotivasi.  Kakek saya selalu menasehati saya. iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO Selalu berusaha dan berdoa hingga berhasil mewujudkan apa yang ingin dicapai dengan semangat pantang menyerah. Karena jika berusaha pasti akan ada hasilnya namun jika berdiam diri tidak akan merubah apapun. v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Gigih Nugroho. 2014. Peningkatan Minat dan Kemampuan Menyimak Cerita Anak Menggunakan Media Audio Visual Siswa Kelas III SDN Selomulyo. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Meningkatkan minat dalam menyimak cerita anak menggunakan media audio visual siswa kelas III SDN Selomulyo. (2) Meningkatkan kemampuan menyimak cerita anak menggunakan media audio visual siswa kelas III SDN Selomulyo. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Taggart. Satu siklus terdiri dari empat langkah, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian telah dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SDN Selomulyo dengan jumlah 36 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner, dan tes. Data selanjutnya diolah berdasarkan teknik analisis data yang ditetapkan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) penggunaan media audio visual dapat meningkatkan minat dalam menyimak cerita anak siswa kelas III SDN Selomulyo Sleman. Hal ini nampak pada hasil penelitian yang menunjukkan skor rata-rata minat pada kondisi awal sebesar 50,18 dan termasuk kategori sedang. Pada siklus I skor rata-rata minat sebesar 69 dan termasuk dalam kategori sangat tinggi. Pada siklus II skor rata-rata minat sebesar 72,59 dan termasuk kategori sangat tinggi (2) penggunaan media audio visual dapat meningkatkan kemampuan menyimak cerita anak siswa kelas III SDN Selomulyo. Hal ini nampak pada kondisi awal rata-rata ulangan siswa sebesar 69,03 dan sebanyak 41,67% sudah mencapai KKM (71). Pada siklus I rata-rata ulangan siswa adalah 80,5 dan sebanyak 86% mencapai KKM. Pada siklus II rata-rata ulangan siswa adalah 82,53 dan sebanyak 91,67% mencapai KKM. Kata kunci : Kata kunci: minat, kemampuan menyimak, media audio visual. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Gigih Nugroho. 2014. The Improve of Interest and Listening Skill to Children Story Using Audio Visual Media for III Grade of Selomulyo State Elementary School Student’s. Elementary School Teacher Education Program, Department of Education, Faculty of Teacher Training and Education, Sanata Dharma University. This research aimed to: (1) to improve the III grade of student’s interest in listening to children story using audio visual media in Selomulyo State Elementary School. (2) to improve the III grade of student’s listening skill to children story using audio visual media in Selomulyo State Elementary School. This is a classroom action research.The research refers to the cycle model proposed by Kemmis and Taggart. One cycle consists of four steps, namely: planning, action, observation, and reflection. This research conducted in two cycles.The subjects in this research were III Grade of Selomulyo State Elementary School Student’s. Which consists of 36 student’s. The data collection method used observation, questionnaires, and tests. Then, the data was analyze by usingqualitative and quantitative descriptive technique. The results showed first, the application of audio visual media can improve student’s interest in listening to children story subject in III grade Selomulyo State Elementary School. The evident of this improvement is shown by the result of the research.The average score of student’s interest on the initial condition is 50,18 and included in medium category. In the first cycle, the average score of student’s interest is 69 and included invery high category. In the second cycle the average score of student’s interest is 72,59 and included in very high category. Second, the application of audio visual media can improve student’s listening skill to children story subject in III grade Selomulyo State Elementary School. The result shown that the initial conditionof student’s average score is 69,03 and means 41,67% have reached the KKM (71). Inthe first cycle, the average score is 80,5 and means 86% student’s have been reachedthe KKM. In the second cycle, the average score is 82,53 and means 91,67% student’shave been reached the KKM. Keywords: interest, listening skill, audio visual media. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yesus Kristus atas kasih, rahmat, dan penyertaan-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul “PENINGKATAN MINAT DAN KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA ANAK MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL SISWA KELAS III SDN SELOMULYO” Skripsi ini disusun untuk memenuhi syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Kependidikan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Universitas Sanata Dharma. Penyusunan skripsi ini diakui banyak hambatan karena keterbatasan waktu, pengetahuan dan pengalaman. Namun berkat semangat dan dorongan berbagai pihak, akhirnya penyusunan skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. Untuk itu peneliti mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Rohandi, Ph.D. Dekan Fakultas Kependidikan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Romo Gregorius Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., MA. Kepala Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. 3. Ibu Rishe Purnama Dewi, S.Pd., M.Hum., Dosen Pembimbing I yang telah memberikan dorongan, motivasi dan dengan sabar telah meluangkan waktu untuk membimbing, memberikan saran dan mengarahkan peneliti dalam penyusunan skripsi ini. 4. Bapak Apri Damai Sagita K, S.S., M.Pd., Dosen Pembimbing II yang telah bersedia memberikan bimbingan, petunjuk, serta pengarahan selama proses penulisan skripsi ini hingga selesai. 5. Dosen Penguji yang telah memberikan saran dan dukungannya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini. 6. Seluruh dosen dan staf PGSD yang telah membimbing dan melayani kami. 7. Ibu Supriyati Basuki Rahayu,S.Pd. Kepala Sekolah SD Negeri Selomulyo, Sleman yang telah mengijinkan peneliti untuk melakukan penelitian. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. Ibu Tiknawati. S.Pd.SD., guru kelas IV SDN Selomulyo yang telah memberikan bantuan untuk melakukan penelitian. 9. Keluarga tercinta atas semua dukungan material, moral, doa dan perhatiannya selama ini, khususnya kepada ibu saya. 10. Teman-teman PGSD USD angkatan 2010 atas semangat, dukungan, dan kerjasama selama berproses dalam kegiatan perkuliahan. 11. Semua pihak yang telah mendukung dalam menyelesaikan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan bagi Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta, 23 Juli 2014 Penulis Gigih Nugroho xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL........................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .............................................. ii HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................................................... iv HALAMAN MOTTO ...................................................................................... v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ..................................... vi HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ....................... vii ABSTRAK ....................................................................................................... viii ABSTRACT ....................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ..................................................................................... x DAFTAR ISI .................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ............................................................................................ xv DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xvii BAB I. PENDAHULUAN ............................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah .................................................................... 1 B. Rumusan Masalah .............................................................................. 6 C. Tujuan Penelitian ................................................................................ 6 D. Manfaat Penelitian.............................................................................. 7 E. Batasan Operasional ........................................................................... 8 BAB II. LANDASAN TEORI ......................................................................... 10 A. Kajian Pustaka................................................................................... 10 1. Minat ............................................................................................. 10 a. Pengertian Minat ..................................................................... 10 b. Ciri-ciri Minat ........................................................................ 11 d. Aspek yang Mempengaruhi Minat ......................................... 12 e. Cara Mengukur Minat ............................................................ 13 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Menyimak ..................................................................................... 14 a. Pengertian Menyimak ............................................................. 14 b. Tujuan Menyimak ................................................................. 15 c. Proses Menyimak .................................................................. 16 d. Ragam Menyimak .................................................................. 17 3. Media Ausio Visual ...................................................................... 22 a. Pengertian Media ..................................................................... 22 b. Jenis-jenis Media..................................................................... 23 c. Pengertian Media Audio Visual .............................................. 24 4. Cerita Anak ................................................................................... 26 a. Pengertian Cerita Anak ......................................................... 26 b. Bentuk-bentuk Cerita Anak .................................................. 26 B. Hasil Penelitian yang Relevan .......................................................... 28 C. Kerangka Berpikir ............................................................................. 32 D. Hipotesis Tindakan............................................................................ 34 BAB III. METODOLOGI PENELITIAN ....................................................... 35 A. Jenis Penelitian .................................................................................. 35 B. Setting Penelitian .............................................................................. 37 1. Tempat Penelitian.......................................................................... 37 2. Subjek Penelitian........................................................................... 37 3. Objek Penelitian ............................................................................ 38 C. Rencana Tindakan ............................................................................. 38 1. Persiapan ....................................................................................... 38 2. Rencana Tindakan ......................................................................... 39 D. Teknik Pengumpulan Data ................................................................ 45 E. Instrumen Penelitian.......................................................................... 46 1. Instrumen Minat ............................................................................ 46 a. Observasi/pengamatan............................................................. 46 b. Kuesioner Minat ...................................................................... 48 2. Instrumen Menyimak (tes) ............................................................ 49 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI F. Validitas Instrumen Penelitian ......................................................... 51 1. Validitas Instrumen Penelitian ..................................................... 52 2. Validitas Perangkat Pembelajaran ................................................ 52 G. Analisis Data ..................................................................................... 54 1. Analisis Minat Siswa ................................................................... 54 a. Observasi Minat ...................................................................... 54 b. Kuesioner Minat ...................................................................... 55 2. Analisis Kemampuan Menyimak ................................................. 57 BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................ 60 A. Hasil Penelitian ................................................................................. 60 1. Kondisi Awal ............................................................................... 61 2. Siklus I ......................................................................................... 62 a. Perencanaan ............................................................................. 63 b. Pelaksanaan Tindakan ............................................................. 66 c. Observasi Siklus I.................................................................... 70 d. Refleksi Siklus I ...................................................................... 76 3. Siklus II ........................................................................................ 76 a. Perencanaan ............................................................................. 76 b. Pelaksanaan Tindakan ............................................................. 78 c. Observasi Siklus II .................................................................. 81 d. Refleksi Siklus II ..................................................................... 83 B. Pembahasan ....................................................................................... 84 1. Minat Siswa................................................................................... 85 2. Kemampuan Menyimak ................................................................ 88 BAB V. PENUTUP .......................................................................................... 94 A. Kesimpulan ....................................................................................... 94 B. Saran .................................................................................................. 95 DAFTAR REFERENSI ................................................................................... 97 LAMPIRAN ..................................................................................................... 100 PERIJINA ........................................................................................................ 203 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1 Pengumpulan Data dan Instrumennya........................................... 45 Tabel 2 Rubrik Observasi Minat ................................................................ 47 Tabel 3 Lembar Observasi Minat ............................................................... 48 Tabel 4 Kisis-kisi Kuesioner Minat............................................................ 49 Tabel 5 Kisi – kisi Soal Memahami Cerita ................................................. 49 Tabel 6 Kisi – kisi Soal Menanggapi Cerita .............................................. 50 Tabel 7 Rubrik Penskoran .......................................................................... 50 Tabel 8 Penskoran ...................................................................................... 50 Tabel 9 Rentang Skor ................................................................................. 52 Tabel 10 Validitas SILABUS ....................................................................... 53 Tabel 11 Lembar Validitas Soal Evaluasi .................................................... 53 Tabel 12 Lembar Validitas Bahan Ajar ........................................................ 54 Tabel 13 Pedoman Skoring .......................................................................... 55 Tabel 14 Nilai ............................................................................................... 56 Tabel 15 Rentang Skor ................................................................................. 57 Tabel 16 Kriteria Keberhasilan Minat Siswa ............................................... 59 Tabel 17 Kriteria Keberhasilan Menyimak .................................................. 59 Tabel 18 Target Keberhasilan dan Capaian Siklus I ..................................... 73 Tabel 19 Target Keberhasilan dan Capaian Siklus II ................................... 83 Tabel 20 Peningkatan Minat Siswa .............................................................. 88 Tabel 21 Peningkatan Minat Kondisi Awal, Siklus I dan Siklus II .............. 91 Tabel 22 92 Keberhasilan Pelaksanaan Penelitian ............................................ xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1 Kerangka Berpikir ....................................................................... 33 Gambar 2 Model Pelitian Taggart dan Kemmis .......................................... 36 Gambar 3 Grafik Skor Rata-rata Minat Siswa ............................................. 88 Gambar 4 Grafik Peningkatan Nilai Rata-rata Menyimak ........................... 93 Gambar 5 Grafik Peningkatan Nilai Siswa yang Mencapai KKM .............. 92 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1 Surat Keterangan Penelitian ..................................................... 101 Lampiran 2 SILABUS ................................................................................. 102 Lampiran 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP) Siklus I .................. 110 Lampiran 4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus II ............... 122 Lampiran 5 Lembar Kerja Siswa(LKS) ....................................................... 132 Lampiran 6 Soal Evaluasi ............................................................................ 137 Lampiran 7 Kisi-Kisi dan Rubrik Penskoran ............................................... 140 Lampiran 8 Kunci Jawaban.......................................................................... 142 Lampiran 9 Sinopsi cerita…….... ................................................................ 145 Lampiran 10 Validitas Ahli (expert judgement) ............................................ 149 Lampiran 11 Contoh Hasil Siswa Soal Evaluasi ........................................... 172 Lampiran 12 Kuesioner .................................................................................. 174 Lampiran 13 Lembar Observasi ..................................................................... 178 Lampiran 14 Tabel validitas instrumen non tes ............................................. 184 Lampiran 15 Tabel lembar validitas rencana pelaksanaan pembelajaran ...... 185 Lampiran 16 Tabel validitas lembar kerja siswa .......................................... 186 Lampiran 17 Tabel kondisi awal minat siswa................................................ 187 Lampiran 18 Tabel kondisi awal nilai menyimak .......................................... 188 Lampiran 19 Tabel capaian minat siklus ....................................................... 190 Lampiran 20 Tabel kemampuan menyimak siklus I ...................................... 192 Lampiran 21 Tabel capaian minat siklus II.................................................... 194 Lampiran 22 Tabel nilai menyimak siklus II ................................................. 195 Lampiran 23 Tabel rekapitulasi data minat siswa, siklus I dan siklus II ...... 197 Lampiran 24 Tabel rekapitulasi hasil menyimak siswa ................................. 198 Lampiran 14 Foto-foto Kegiatan.................................................................... 200 Lampiran 15 Surat Izin Penelitian ................................................................. 202 Lampiran 16 Biodata ...................................................................................... 203 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini diuraikan 5 hal, yaitu (A) latar belakang masalah, (B) rumusan masalah, (C) tujuan penelitian, (D) manfaat penelitian, (E) batasan operasional. A. Latar Belakang Masalah Sejatinya manusia adalah makluk sosial, sehingga memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan sesamanya. Bahasa adalah alat komunikasi untuk menyampaikan pesan baik tertulis maupun lisan. Berbahasa berarti berkomunikasi dengan menggunakan media bahasa. Menurut Rahayu (2007:5), komunikasi merupakan penggerak kehidupan. Jadi tidak mungkin bahasa dapat dihilangkan karena manusia merupakan makluk sosial yang selalu membutuhkan interaksi dengan manusia lain. Bahasa memiliki aspek yang harus dikuasai oleh peserta didik, yaitu menyimak, membaca, menulis dan membaca. Menurut Tarigan (2008:2), setiap keterampilan erat hubungannya dengan ketiga keterampilan lainnya dengan cara yang beranekaragam. Salah satu keterampilan bahasa yang akan dibahas yaitu menyimak khususnya pada kompetensi dasar memberikan tanggapan sederhana cerita pengalaman teman, keterampilan ini merupakan salah satu keterampilan yang dipelajari siswa SD, SMP dan MA pada mata pelajaran bahasa Indonesia namun akan dibahas khususnya di Sekolah Dasar kelas III. 1

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 Menurut Tarigan (2008:31), menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang – lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah diasampaikan sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan. Untuk mampu memberikan tanggapan tentang apa yang didengarkan, seseorang perlu menyimak agar mengetahui maksudnya sehingga dapat memberikan tanggapan mengenai cerita. Keterampilan menyimak berperan penting dalam usaha mempelajari banyak hal termasuk dalam pendidikan. Untuk menguasai keterampilan menyimak memerlukan banyak latihan karena kemampuan menyimak tidak begitu saja dikuasai harus melalui banyak latihan. Agar siswa mau belajar menyimak, perlu adanya minat dari dalam dirinya untuk belajar keterampilan tersebut. Pembelajaran di sekolah dasar seharusnya mampu membuat siswa memiliki minat untuk meningkatkan kemampuan menyimak pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Menurut pendapat Slameto (2010:180), minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Untuk meningkatkan minat dan kemampuan menyimak perlu memanfaatkan media pembelajaran yang menarik dan sesuai kompetensi yang akan dicapai. Menurut Anitah (2010:38), media Pembelajaran adalah bagian integral dalam proses pembelajaran, dimana ada pembagian tanggung jawab antara guru dan media.

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 Peneliti melakukan wawancara dan observasi di SDN Selomulyo dengan hasil sebagi berikut, letak Geografis SDN Selomulyo agak jauh dengan pusat kota Yogyakarta tetapi dapat dikatakan strategis karena terletak dekat pemukiman warga yaitu desa Sembung, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman. Selain itu lokasi SDN Selomulyo dekat dengan jalan raya sehingga tidak asing bagi warga sekitar untuk mengenalnya. SDN Selomulyo terletak dekat perkampungan sehingga tidak dapat lepas dari norma-norma yang berlaku di masyarakat. Ada beberapa norma yang berlaku dalam masyarakat sekitar SDN Selomulyo yang mempengaruhi kehidupan masyarakat sehari-hari, diantaranya adalah norma agama, norma sosial, norma adat, dan norrna hukum. Masyarakat sekitar SDN Selomulyo cukup beragam baik dari segi agama maupun ekonomi. Walaupun terdapat sedikit perbedaan dalam berbagai hal tidak menyebabkan masalah bagi kemajuan sekolah karena demi kebaikan bersama. Begitu pula dengan adat istiadat masyarakat sekitar yang mayoritas keturunan Jawa sehingga dapat berpengaruh dalam memajukan seni budaya di lingkungan sekolah yang memiliki adat kebudayaan Jawa. Adapun Visi SD Negeri Selomulyo adalah Beriman, Berilmu, dan Berbudaya, guna mencapai visi maka misi SD Negeri Selomulyo melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif, sehingga setiap siswa berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki. SDN Selomulyo mengoptimalkan seluruh fasilitas dan media yang dimiliki sekolah dalam proses pembelajaran serta peningkatan kualitas dan kuantitasnya serta pengembangan perpustakaan.

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti terhadap guru kelas III SDN Selomulyo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta siswa kelas III berjumlah 36 dengan jumlah siswa laki – laki sebanyak 17 dan 19 siswa perempuan. Siswa kelas III masih kurang menguasai kemampuan menyimak, menurut guru kelas siswa masih kesulitan menyimak dan perlu untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas III ini. Peneliti melakukan observasi untuk memperjelas apakah siswa masih kurang dalam minat dan kemampuan menyimak, melalui observasi dengan hasil sebagai berikut. Siswa terlihat kurang berminat, ada siswa yang mengantuk, mengobrol, bermain dengan teman sebelah dan asik menggambar sendiri serta belum optimal menggunakan media pembelajaran yang ada. Penggunaan media pembelajaran yang tepat dapat membantu guru dalam menyampaikan materi. Pembelajaran menyimak pada mata pelajaran bahasa Indonesia yang dilakukan guru selama ini dengan membaca dari buku paket atau sumber lain. Kegiatan menyimak dengan cara, siswa menyimak guru yang membaca cerita. Siswa kurang memiliki minat dalam mendengarkan cerita mungkin karena kurang ketertarikan siswa jika cerita hanya dibaca. Siswa kurang dapat menangkap isi cerita yang dibaca guru dan hasil yang dicapai oleh siswa pada kemampuan menyimak kurang memuaskan. Berdasarkan masalah tersebut peneliti berpendapat bahwa pembelajaran bahasa Indonesia pada kemampuan menyimak siswa kelas III SDN Selomulyo sangat perlu ditingkatkan, jika tidak siswa tidak akan mampu menguasai kemampuan menyimak dengan baik, apalagi kemampuan menanggapi cerita, ini

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 merupakan tahap akhir dari menyimak. Seperti yang diungkapkan Tarigan (2008:2), setiap keterampilan berbahasa menyimak, membaca, berbicara, menulis erat hubungannya dengan ketiga keterampilan lainnya. Maka masalah ini benar – benar harus diatasi agar kurangnya kemampuan menyimak menjadi dapat diatasi dan tidak mempengaruhi ketiga keterampilan berbahasa lainnya, peneliti tertarik mengadakan penelitian yang bertujuan meningkatkan kemampuan menyimak di sekolah tersebut menggunakan media inovatif yaitu media audio visual. Peneliti memilih menggunakan media audio visual karena dilandasi teori dari Sudjana dan Rivai (dalam Kustandi, 2013:58) bahwa hubungan media audio visual dan pengembangan keterampilan, berkaitan dengan aspek-aspek keterampilan menyimak. Keterampilan yang dapat dicapai menggunakan media audio visual adalah pemusatan perhatian, mengikuti pengarahan, melatih daya analisis, menentukan arti dan konteks, memilah-milah informasi atau gagasan yang relevan dan informasi yang tidak relevan, merangkum, mengemukakan kembali atau mengingat kembali. Dari masalah dan solusi tersebut, maka peneliti merumuskan judul penelitian “Peningkatan Minat dan Kemampuan Menyimak Cerita Anak Menggunakan Media Audio Visual Siswa Kelas III SDN Selomulyo. Penelitian ini hanya berlaku di kelas III semester genap, tahun 2013/2014, SDN Selomulyo, Sleman, Yogyakarta pada kompetensi dasar memberikan tanggapan sederhana tentang cerita pengalaman teman yang didengarnya dengan media audio visual yang dianggap peneliti dapat meningkatkan minat dan kemampuan menyimak cerita anak.

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 B. Rumusan Masalah Dilandasi latar belakang masalah, rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut. 1. Apakah penggunaan media audio visual dapat meningkatkan minat dalam menyimak cerita anak siswa kelas III SDN Selomulyo semester genap tahun ajaran 2013/2014? 2. Apakah penggunaan media audio visual dapat meningkatkan kemampuan menyimak cerita anak pada siswa kelas III SDN Selomulyo semester genap tahun ajaran 2013/2014 ? C. Tujuan Penelitian Penelitian ini diadakan dengan tujuan sebagai berikut. 1. Meningkatkan minat dalam menyimak cerita anak siswa kelas III SDN Selomulyo semester genap tahun ajaran 2013/2014 dengan media audio visual. 2. Meningkatkan kemampuan menyimak cerita anak pada siswa kelas III SDN Selomulyo semester genap tahun ajaran 2013/2014 dengan media audio visual.

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 D. Manfaat Penelitian Beberapa manfaat yang ingin dicapai oleh peneliti dalam penelitian ini meliputi manfaat bagi sekolah, guru, siswa dan peneliti. 1. Bagi Guru Pengunaan media audio visual dapat digunakan guru sebagai referensi dan sebagai salah satu media pembelajaran alternatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya kemampuan menyimak sehingga menghasilkan kualitas siswa yang baik di sekolah tersebut. 2. Bagi Sekolah Pengunaan media audio visual dapat digunakan sekolah untuk menyediakan fasilitas pembelajaran guna meningkatkan kemampuan siswa dan menambah media pembelajaran yang ada. 3. Bagi Siswa Penggunaan media audio visual dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan minat dan kemampuan menyimak cerita pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. 4. Bagi Peneliti Pengunaan media audio visual dapat digunakan untuk menambah pengetahuan dan pengalaman pada peningkatan minat dan kemampuan menyimak serta membuat peneliti semakin tertarik mengembangkan media pembelajaran yang inovatif.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 E. Batasan Operasional Batasan operasional dalam penelitian ini sebagai berikut. 1. Media Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dari pengirim ke penerima pesan sehingga dapat membantu dalam penyampaian pesan. 2. Media audio visual Media audio visual adalah media yang digunakan untuk menyampaikan pesan berupa unsur suara dan unsur gambar kepada siswa agar lebih menarik dan membantu memahami cerita anak. 3. Menyimak Menyimak adalah keterampilan untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah diasampaikan oleh pembicara. 4. Minat Minat adalah keinginan dan ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh atau ketertarikan itu muncul dari dalam dirinya. 5. Kemampuan memberikan tanggapan Kemampuan memberikan tanggapan adalah keterampilan untuk memahami apa yang didengarkan dan menyampaikan pendapat atau saran siswa.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 6. Cerita anak Cerita anak adalah cerita yang disampaikan untuk anak-anak namun bukan cerita tentang anak. 7. Pembelajaran yang menarik Pembnelajaran yang menarik adalah pembelajaran yang membuat siswa berminat mempelajari pelajaran tersebut.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Dalam bab ini, landasan teori dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya (1) kajian pustaka, (2) penelitian-penelitian yang relevan, (3) kerangka berpikir, (4) hipotesis tindakan. A. Kajian Pustaka 1. Minat a. Pengertian minat Syah (2008:151) mengemukakan minat adalah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Melengkapi pendapat syah, Slameto (2010: 80) berpendapat bahwa minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin dekat hubungan tersebut, semakin besar minat. Hilgard (dalam Slameto, 2010:57) mendefinisikan minat sebagai berikut: Intersest is presisiting tendency to pay attention to and enjoy some activity or content. Dari beberapa teori yang dikemukakan para ahli, peneliti menyimpulkan minat adalah keinginan dan ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh atau ketertarikan itu muncul dari dalam dirinya. Seseorang yang 10

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 mempunyai minat terhadap suatu hal atau bidang tertentu, maka ia akan senantiasa mengarahkan dirinya terhadap bidang tersebut dan senang menekuninya dengan sungguh- sungguh tanpa adanya paksaan. Jadi minat mempunyai pengaruh yang besar terhadap proses belajar siswa. Siswa perlu memiliki minat dalam mengikuti pelajaran disekolah, agar siswa dapat memusatkan perhatiannya secara total terhadap apa yang dia pelajari. Untuk menumbukan minat siswa dapat menggunakan media pembelajaran yang menarik agar siswa antusias. b. Ciri-ciri minat Menurut Slameto (2003:58), siswa yang memiliki minat dalam belajar ditunjukkan dengan cirri-ciri sebagai berikut: 1) Memiliki kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang sesuatu yang dipelajarai terus-menerus 2) Terdapat rasa suka dan senang terhadap objek yang diamati 3) Memperoleh suatu kebangggan dan kepuasan pada sesuatu yang diamati 4) Terdapat rasa ketertarikan pada suatu aktivitas yang diamati 5) Lebih menyukai suatu hal yang menjadi minatnya daripada yang lain 6) Dimanisfestasikan melalui partisipasi pada aktivitas dan kegiatan Djamarah (2002:132) mengemukakan beberapa indikator siswa berminat dalam belajar, yaitu: (a) pernyataan lebih menyukai sesuatu daripada yang lain, (b) partisipasi aktif dalam suatu kegiatan, (c) memberikan perhatian yang lebih besar terhadap sesuatu yang diminati.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 Dari ciri-ciri yang telah dikemukakan oleh para ahli, dapat disimpulkan bahwa minat memiliki ciri-ciri sebagai berikut. 1) Terdapat rasa senang. 2) Perhatian pada obyek yang disenangi. 3) Puas jika melakukannya. 4) Tertarik. 5) Terpusat pada hal yang disenangi. 6) Kesadaran menfaat belajar. c. Aspek yang mempengaruhi minat Menurut Hurlock (2005:117), minat terbagi menjadi tiga aspek, yaitu. 1) Aspek Kognitif Berdasarkan atas pengalaman pribadi dan apa yang pernah dipelajari baik di rumah, sekolah dan masyarakat serta dan berbagai jenis media massa. 2) Aspek Afektif Konsep yang membangun aspek kognitif, minat dinyatakan dalam sikap terhadap kegiatan yang ditimbulkan minat. Berkembang dari pengalaman pribadi dari sikap orang yang penting yaitu orang tua, guru, dan teman sebaya terhadap kegiatan yang berkaitan dengan minat tersebut dan dari sikap yang dinyatakan atau tersirat dalam berbagai bentuk media massa terhadap kegiatan itu.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 3) Aspek Psikomotorik Berjalan dengan lancar tanpa perlu pemikiran lagi, urutannya tepat. Namun kemajuan tetap memungkinkan sehingga keluwesan dan keunggulan meningkat meskipun ini semua berjalan lambat. d. Cara mengukur minat Dalam mengukur minat guru tidak dapat langsung mengetahui apakah siswa memiliki minat atau tidak, namun guru dapat mengukurnya menggunakan beberapa indikator yang menunjukkan siswa tersebut berminat. Mengambil dari uraian pendapat para ahli mengenai minat dan ciri-ciri minat maka peneliti merumuskan cara mengukur minat belajar siswa. Indikator pengukuran minat dalam penelitian yang akan dilakukan adalah. 1) Perasaan senang terhadap mata pelajaran. 2) Perhatian/konsentrasi dalam belajar. 3) Kemauan mengembangkan kompetensi/penguasaan terhadap materi. 4) Keterlibatan siswa dalam pelajaran. Berdasarkan indikator yang ada kemudian peneliti menyusun instrumen untuk mengukur minat yaitu dengan observasi (pengamatan) dan kuesioner. Instrumen pengamatan disusun dengan mengembangkan indikator minat siswa menjadi pernyataan. Instrumen observasi setiap indikator minat siswa dikembangkan menjadi lima pernyataan sehingga jumlah pernyataan berjumlah 20 pernyataan. Kuesioner minat disusun dengan cara mengembangkan indikator minat belajar siswa menjadi pernyataan. Pernyataan dalam kuesioner dibuat dengan item positif

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 dan kalimat negatif. Peneliti menyediakan empat pilihan jawaban untuk setiap pernyataan. 2. Menyimak a. Pengertian menyimak Menurut Tarigan (2008:31), menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang – lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan. Menurut Musfiroh (2004:5), menyimak sebagai kegiatan mendengarkan bunyi bahasa secara sungguh – sungguh, seksama, sebagai upaya untuk memahami ujaran itu sebagaimana yang dimaksudkan untuk pembicara dengan melibatkan seluruh aspek mental kejiwaan seperti mengidentifikasi, menginterpretasi, dan mereaksinya. Jadi dalam proses pembelajaran keterampilan menyimak jelas dianggap penting karena menyimak merupakan aktifitas yang paling dominan dibanding keterampilan lainnya. Berdasarkan definisi menyimak menurut Tarigan dan Musfiroh, peneliti menyimpulkan pengertian menyimak adalah kegiatan mendengarkan bunyi bahasa dengan penuh perhatian, sungguh-sungguh dan seksama untuk memperoleh informasi untuk menangkap isi, mengidentifikasi, menginterprestasi serta mereaksi pesan yang disampaikan oleh pembicara.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 b. Tujuan menyimak Menurut Tarigan (2008:60-61), tujuan menyimak setiap orang beraneka ragam. ada delapan tujuan menyimak, antara lain. 1) Ada orang yang menyimak dengan tujuan utama agar dia dapat memperoleh pengetahuan dari bahan ujaran pembicara; dengan kata lain menyimak untuk belajar. 2) Ada orang menyimak dengan penekanan pada penikmatan terhadap sesuatu dari materi yang diujarkan atau didengarkan.(menyimak untuk menikmati keindahan seni) 3) Ada orang yang menyimak dengan tujun agar dia dapat menilai esuatu yang dia simak. 4) Ada orang yang menyimak agar dia dapat menikmati serta menghargai sesuatu yang disimaknya. 5) Ada orang yang menyimak dengan tujuan dengan tujuan agar dapat mengkomunikasikan ide – ide , gagasan – gagasan , ataupun perasaan – perasaan kepada orang lain dengan lancar dan tepat. 6) Ada orang yang menyimak dengan tujuan dia dapat membedakan bunyi – bunyi dengan tepat. 7) Ada yang menyimak dengan tujuan agar dia dapat memecahakan masalah secara kreatif dan analisis.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 8) Ada yang menyimak dengan maksud meyakinkan dirinya terhadap suatu masalah atau pendapat yang selama ini dia ragukan. Menurut Widayanti (2010:10), tujuan menyimak yang utama adalah untuk menangkap dan memahami pesan, ide serta gagasan yang terdapat pada materi atau bahan simakan. Berdasarkan tujuan menyimak yang telah diungkapkan para ahli, maka menyimak yang dilakukan dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk melatih siswa meningkatkan pemahaman terhadap cerita, mengungkapkan ide, serta perasaannya kepada orang lain dengan lancar dan benar atau mampu mengungkapkan pendapat dan tanggapannya terhadap isi cerita yang didengar. c. Proses menyimak Tarigan (2008:62), berpendapat menyimak adalah suatu kegiatan yang merupakan suatu proses. Terdapat tahap – tahap dalam menyimak, antara lain : 1) Tahap mendengar; dalam tahap ini kita baru mendengar segala sesuatu yang dikemukakan oleh pembicara. 2) Tahap Memahami; setelah mendengar maka ada keinginan kita untuk mengerti atau memahami isi pembicaraan yang disampaikan oleh pembicara. 3) Tahap Menginterpretasi; pada tahap ini penyimak ingin menafsirkan atau menginterprestasikan isi sang penyimak telah sampai pada tahap interpreting.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 4) Tahap Mengevaluasi; penyimak mulai menilai atau mengevaluasi pendapat serta gagasan pembicara mengenai keunggulan dan kekurangan pembicara. 5) Tahap Menanggapi; tahap ini merupakan tahap terakhir dalam kegiatan menyimak. Penyimak menyambut, mencamkan, dan menyerap serta menerima gagasan atau ide yang dikemukakan oleh pembicara dalam ujaran atau pembicaraan. Logan dan Loban dalam Tarigan, (2008 : 63) Menurut konsep di atas, maka penelitian yang akan dilakukan diharapkan berjalan sesuai tahapan yang dikemukakan oleh Tarigan. Penelitian yang dilaksanakan dimulai dengan proses mendengarkan cerita melalui media audio visual, sehingga siswa diharapkan mampu memahami isi cerita yang disimaknya dan pada tahap akhir siswa mampu memberikan tanggapan terhadap cerita tersebut. d. Ragam menyimak 1) Menyimak ekstensif (ekstensive listening) adalah sejenis kegiatan mengenai hal – hal yang lebih umum dan lebih bebas terhadap suatu ujaran, tidak perlu di bawah bimbingan langsung seorang guru. Pada umumnya sumber yang paling baik bagi berbagai aspek menyimak ekstensif adalah rekaman – rekaman yang dibuat oleh guru sendiri karena dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tujua yang hendak dicapai. Rekaman – rekaman tersebut dapat memanfaatkan berbagai sumber, seperti siaran radio dan televisi. Brouhton dalam (Tarigan, 2008 : 46).

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 a) Menyimak sosial Pengalaman menunjukkan bahwa anak kecil pada umumnya menyimak sungguh – sungguh terhadap suatu hal. Miaslnya saat mengobrol dengan teman, atau dengan keluarganya dalam suatu usaha menjadi orang peramah yang suka bergaul b) Menyimak sekunder Menyimak sekunder adalah sejenis kegiatan menyimak secara kebetulan dan secara ekstensif. c) Menyimak Estetik Menyimak estetik ataupun yang disebut menyimak apresiasi adalah fase terakhirdan kegiatan termasuk ke dalam menyimak secara kebetulan dan menyimak secara ekstensif, mencakup (1) Menyimak musik, puisi, pembacaan bersama, atau drama radio dan rekaman – rekaman. (2) Menikmati cerita, puisi, teka – teki, gemerincing irama, dan lakon – lakon yang dibacakan oleh guru, siswa, atau actor. d) Menyimak Pasif Cara yang seolah – olah tidak memerluhkan upaya bagi anak – anak dan sejumlah penduduk pribumi mempelajari bahasa asing dapat disebut sebagai menyimak pasifwalaupun pada hakikatnya agak salah untuk membayangkan bahwa otak merasa tidak jalan atu bermalas – malsa saja.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 2) Menyimak Intensif Kalau menyimak ekstensif lebih diarahkan pada kegiatan menyimak secara lebih bebas dan lebih umum serta perlu di bawah bimbingan langsung para guru, menyimak intensif diarahkan pada suatu kegiatan yang jauh lebih diawasi, dikontrol terhadap suatu hal tertentu. Jenis – jenis yang termasuk ke dalam kelompok menyimak intensif ini yaitu: a) Menyimak Kritis Menurut Dawson dalam Tarigan, (2008:46), menyimak kritis adalah sejenis kegiatan menyimak berupa pencarian kesalahan atau kekeliruan bahkan juga butir – butir yang baik dan benar dari ujaran seorang pembicara dan alasan – alsan yang kuat yang diterima oleh akal sehat. Anak – anak kita perlu belajar mendengarkan dan menyimak secara kritis atas segala ucapan atau informasi lisan untuk memperoleh kebenaran. Secara terperinci kegiatan – kegiatan yang tercakup dalam kegiatan menyimak kritis, yaitu: (1) Memperhatikan kebiasaan – kebiasaan ujaran yang tepat, kata, pemakaian kata, dan unsur – unsur kalimatnya; (2) Menentukan alasan “mengapa”; (3) Memahami aneka makna petunjuk konteks; (4) Mebedakan fakta dari fantasi, yang relevan dari yang tidak relevan; (5) Membuat keputusan- keputusan; (6) Menarik kesimpulan – kesimpulan;

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 (7) Menemukan jawaban bagi masalah tertentu; (8) Menentukan informasi baru atau informasi tambahan bagi suatu topik; (9) Menafsirkan, menginterprestasikan ungkapan, idiom, dan bahsa yang belum umum atau belum lazim dipakai; (10) Bertindak objektif dan evaluatif untuk menemukan keaslian, kebenaran, atau kekurangtelitian, adanya serta prasangka kekeliruan atau Anderson kecerobohan, dalam Tarigan (2008:46-47). b) Menyimak Konsentratif sering juga disebut a study-type listening atau menyimak sejenis telaah. Kegiatan – kegiatan yang tercakup dalam menyimak konsentratif yaitu; (1) Mengikuti petunjuk – petunjuk yang terdapat dalam pembicaraan; (2) Mencari dan merasakan hubungan – hubungan seperti kelas, tempat, kualitas, waktu, urutan serta sebab akibat; (3) Mendapatkan atau memperoleh butir – butir informasi tertentu; (4) Memperoleh pemahaman dan pengertian yang mendalam; (5) Merasakan serta menghayati ide – ide pembicara; (6) Memahami urutan ide – ide sang pembicara; (7) Mencari dan mencatat fakta – fakta penting. Anderson dan Dowson dalam Tarigan (2008:47–48). c) Menyimak kreatif

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 Menurut Dawson dalam Tarigan (2008:48), menyimak kreatif adalah sejenis kegiatan dalam menyimak yang dapat mengakibatkan kesenangan rekontruksi imajenatif para penyimak terhadap bunyi, penglihatan, gerakan, serta perasaan – perasaan kinestetik yang disarankan atau dirangsang oleh sesuatu yang disimaknya. d) Menyimak eksploratif Menyimak eksploratif, adalah menyimak yang bersifat menyelidik, atau exploratory listening adalah sejenis kegiatan menyimak intensif dengan maksud dan tujuan menyelidiki sesuatu lebih terarah dan lebih sempit. e) Menyimak interogatif Dawson dalam Tarigan (2008:52) mengemukakan menyimak interogatif adalah sejenis kegiatan menyimak intensif yang menuntut lebih banhyak konsentrasi dan seleksi, pemusatan perhatian dan seleksi, pemusatan perhatian dan pemilihan butir–butir dari ujaran sang pembicara karena penyimak akan mengajukan banyak pertanyaan. f) Menyimak Selektif Dawson dalam Tarigan (2008:53), menyimak dengan memperhatiakn nada suara, bunyi – bunyi asing, bunyi – bunyi yang bersamaan, kata – kata da frasa – frasa, bentuk – bentuk ketatabahasaan. Berdasarkan pendapat Tarigan yang telah dibahas, penelitian ini termasuk dalam ragam menyimak intensif konsentratif. Dalam penelitian

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 ini kegiatan menyimak dilakukan dengan arahan serta kontrol khusus dari peneliti. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan minat, melatih konsentrasi dan memuatkan perhatian terhadap cerita yang sedang disimak. Sehingga siswa mendapat pemahaman dan informasi dalam cerita, serta diharapkan siswa mampu memberikan tanggapan, saran/pendapat terhadap informasi yang didapat. 3. Media audio visual a. Pengertian media Menurut Munadi (2010:6), kata media berasal dari Bahasa Latin, yaitu medius yang secara harfiahnya berarti „tengah‟,‟pengantar‟ atau „perantara‟. Gerlach dan Ely (dalam Anitah, 2010:5) mengungkapkan media adalah grafik, fotografi, elektronik, atau alat-alat mekanik untuk menyajikan, memproses dan menjelaskan informasi lisan atau visul. Media pengajaran dapat membantu guru menyampaikan pesan yang hendak disampaikan kepada siswa. Kosasih (2007:11) berpendapat media merupakan sesuatu yang digunakan sebagai penyalur pesan, dalam hal pembelajaran yaitu sebagai penyalur materi, perangsang pikiran, membangkit semangat, perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong proses pembelajaran diri siswa. Berdasarkan pengertian tentang media menurut para ahli dapat disimpulkan bahwa media adalah segala sesuatu yang berguna untuk menyampaikan informasi atau pesan dari pengirim pesan ke penerima pesan.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 b. Jenis – jenis media Menurut Mohamad (2007:55), berpendapat berdasarkan jenisnya media dapat dibedakan menjadi berikut. 1) Media auditif yaitu media yang mengandalkan suara saja seperti radio, kaset recorder. Media ini tidak cocok untuk mereka yang berkelainan pendengaran (tuli). 2) Media visual yaitu media yang mengandalkan indera penglihatan. Media ini hanya menampilkan gambar diam seperti film, strip, slids, foto, gambar/lukisan, dan cetakan. Ada juga yang menampilkan gambar/symbol yang bergerak seperti film bisu, dan film kartun 3) Media audio visual yaitu media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik karena meliputi 2 jenis media yang pertama dan kedua. Sugiarto ( handout, 2009:56) menurut ciri khasnya media dapat dibedakan sebagai berikut. a) Media Grafis contohnya: gambar/foto, sketsa, diagram, bagan/chart, grafik, kartun, poster, peta dan globe, papan flanel, papan bulletin b) Media Audio contohnya: radio, tape recorder, Laboratorium Bahasa c) Media proyeksi contohnya: film bingkai, film rangkai, transparansi, proyektor tak tembus pandang, mikrofis, film, video. Dari jenis-jenis media, baik menurut jenis dan ciri khasnya, peneliti memilih menggunakan media audio visual dalam bentuk video. Berdasarkan pertimbangan peneliti memilih media ini karena media ini dianggap

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 mempunyai banyak kelebihan karena memadukan audio (suara) dan visual (pengelihatan) serta keadaan fisik dan psikis siswa semuanya baik sehingga media audio visual dianggap paling cocok untuk peningkatan kemampuan memberikan tanggapan cerita pengalaman teman. c. Pengertian media audio visual Menurut Anitah (2010:55), media audio visual adalah media yang menunjukan unsur auditif (pendengaran) maupun visual (pengelihatan). Jadi dapat dipandang maupun didengar suaranya. Munadi (2010:113) mengungkapkan penggunaan audio visual dalam pembelajaran dapat membangkitkan keinginan belajar atau minat belajar. Jadi menurut peneliti media audio visual adalah media yang mengandung unsur pendengaran maupun pengelihatan dan dapat membangkitkan keinginan belajar. d. Keuntungan Menggunakan Media Audio Visual Sudjana dan Rivai (dalam Kustandi, 2013:58) mengemukakan hubungan media audio visual dan pengembangan keterampilan, berkaitan dengan aspekaspek keterampilan menyimak. Keterampilan yang dapat dicapai dengan penggunaan media audio visual adalah sebagai berikut. 1) Pemusatan perhatian dan mempertahankan perhatian. Misalnya siswa mengidentifikasikan kejadian tertentu dari film yang ditontonya. 2) Mengikuti pengarahan. Misalnya, sambil mendengarkan pernyataan atau kalimat singkat, siswa menandai salah satu pilihan pernyataan yang mengandung arti sama.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 3) Melatih daya analisis. Misalnya, siswa menentukan unsur-unsur kejadian atau suatu peristiwa, atau mmenentukan ungkapan mana yang menjadi sebab dan yang mana akibat dari pernyataan-pernyataan yang disimak. 4) Menentukan arti dan konteks. Misalnya, siswa mendengarkan pernyataan yang belum lengkap sambil berusaha menyempurnakannya dengan memilih kata yang disiapkan. Kata-kata yang disiapkan itu berbunyi sangat mirip dan hanya dapat dibedakan apabila sudah dalam konteks kalimat. 5) Memilah-milah informasi atau gagasan yang relevan dan informasi yang tidak relevan. Misalnya, film yang disimak mengandung dua sisi informasi yang berbeda dan siswa mengelompokan informasi kedalam dua kelompok itu. 6) Merangkum, mengemukakan kembali, atau mengingat kembali informasi. Misalnya, setelah menyimak cerita, siswa diminta untuk mengungkapkan kembali dengan kalimat-kalimat mereka sendiri. Penggunaan media pembelajaran dikelas merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat diabaikan oleh guru. Upaya yang harus ditempuh yaitu menciptakan pembelajaran yang menarik dengan menggunakan sumber belajar yang efektrif dan efisien. Media pembelajaran yang dianggap sesuai menjawab permasalahan ini yaitu media audio visual yang diharapkan mampu membantu proses belajar yang efektif. Slide bersuara merupakan salah satu contoh media pembelajaran yaitu media audio visual.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 4. Cerita Anak a. Pengertian cerita anak Cerita dapat diartikan sebagai suatu peristiwa yang terjadi berdasarkan urutan waktu yang disajikan dalam karya fiksi. Cerita juga dapat diartikan sebagai narasi berbagai kejadian yang sengaja berdasarkan urutan waktu. Jadi dapat disimpulkan bahwa cerita anak adalah peristiwa atau kejadian yang terjadi berdasarkan urutan waktu. Menurut Hardjana (2006:2), cerita anak adalah cerita yang ditujukan untuk anak-anak dan bukan tentang anak. Cerita anak hendaknya dapat mendidik anak untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Cerita anak dapat dalam bentuk cerita pendek, novelet, dan novel. b. Bentuk – bentuk cerita Menurut Hardjana (2006:14-15), dalam bukunya “Cara Mudah Mengarang Cerita Anak” menjabarkan tentang bentuk-bentuk cerita fiksi yaitu: 1) Cerita Pendek Cerita pendek adalah sebuah cerita yang merupakan bentuk paling sederhana dari cerita fiksi, panjang cerita sekitar 5.000 kata, memiliki satu tokoh utama, satu latar, dan satu kesan. 2) Novelet Novelet adalah novel pendek yang seringkali bersifat ringan dan kira-kira panjang ceritanya sekitar 10.000-35.000 kata 3) Novel Novel disebut juga roman. Panjang cerita kira-kira 35.000-lebih. Pelaku-

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 pelaku mulai dengan waktu muda, bergerak dari sebuah adegan ke sebuah adegan yang lain, dari satu tempat ke tempat yang lain. Dalam cerita pendek, novelet, dan novel terdapat unsur-unsur cerita yang sama. Berikut ini unsur-unsur yang terdapat dalam cerita menurut Hardjana, 2006:17-24). 1) Unsur Intrinsik yaitu unsur yang membangun dari dalam cerita tersebut. Yang termasuk dalam unsur intrinsik cerita adalah (1) tema yaitu inti cerita, (2) latar yaitu segala yang menyangkut tempat, waktu, dan suasana cerita, (3) alur/plot yaitu jalan cerita, (4) penokohan yang meliputi nama tokoh, peran, dan watak-wataknya, (5) amanat yaitu pesan pengarang yang ditujukan untuk pembaca, (6) gaya bahasa. 2) Unsur Ekstrinsik yaitu unsur yang mempengaruhi cerita dari luar, contohnya latar belakang penulis dan biografi penulis. Menurut Hardjana (2006:33), cerita pendek adalah cerita anak-anak yang dikemas atau disajikan dalam bentuk cerita pendek. Jenis cerita anak dapat dikelompokkan sebagai berikut. 1) Fantasi atau karangan khayal yaitu dongeng, fabel, legenda, dan mitos. 2) Realistic Fiction yaitu cerita khayal tetapi cerita ini mengandung unsurunsur kenyataan. 3) Biografi atau riwayat hidup yaitu cerita yang mengenai diri seseorang yang terkenal dan diperkenalkan kepada anak-anak dengan bahasa sederhana dan isinya gambling sebagai mana adanya mudah dimengerti

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 sebagai teladan. 4) Cerita rakyat yaitu cerita yang hidup di masyarakat. 5) Cerita agama yaitu cerita yang berisikan tentang nabi/orang suci ataupun tentang ajarang agama yang digubah dalam bentuk menarik, memotovasi untuk membentuk anak berbudi luhur. Cerita yang digunakan dalam penelitian ini termasuk cerita pendek jenis Realistic Fiction. Alasannya cerita anak ini merupakan cerita yang ditujukan untuk anak-anak dan isi cerita berdasarkan pengalaman yang merupakan kenyataan. Cerita ini menggambarkan kehidupan manusia yang sesungguhnya dan mengandung nilai-nilai budi pekerti dan mendidik. B. Hasil Penelitian yang Relevan Penelitian menemukan beberapa penelitian yang berkaitan dengan peningkatan minat belajar dan kemampuan memberikan tanggapan cerita dengan media audio visual. Penelitian tersebut dilakukan oleh Huda,Catarina Indrasti, dan ana istihanah. 1. Penelitian Huda Penelitian yang dilakukan Huda (2008) dengan judul penelitian yang dilakukan adalah Peningkatan Keterampilan Mendengarkan Cerita Rakyat pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Melalui Penggunaan Media Audiovisual Bagi Siswa Kelas IV Semester I SD N Mentikan IV Kecamatan Prajuritkulon Kota Mojokerto Tahun Pelajaran 2008/2009. Tujuan dari penelitian huda adalah mengetahui peningkatan kemampuan mendengarkan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan media audio visual. Manfaat dari penelitian

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 tersebut adalah memperoleh wawasan baru dalam hal penggunaan media audio visual. Subyek penelitian tersebut adalah siswa kelas IV semester I SD N Mentikan IV Kecamatan Prajuritkulon Kota Mojokerto Tahun Pelajaran 2008/2009 yang berjumlah 31 siswa. Data yang diperlukan dalam penelitian adalah data primer yang berupa observasi langsung terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran. Aspek indikator keberhasilannya meliputi: penguasaan isi, gagasan, organisasi isi, tata bahasa, dan gaya bahasa. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan teknik statistik deskriptif kuantitatif dan data diambil dari tindakan 2 siklus sebagaimana yang direncanakan. Hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut adalah peningkatan kemampuan keterampilan mendengarkan pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas IV SD N Mentikan IV Kecamatan Prajuritkulon Kota Mojokerto Tahun Pelajaran 2008/2009 rata-rata baik sangat mampu meningkatkan prestasi siswa. 2. Penelitian Catarina Indrasti Penelitian yang dilakukan oleh Catarina Indrasti yang meneliti tentang Peningkatan Minat dan Kemampuan Menulis Karangan Menggunakan Media Audio visual. Penelitian ini dilakukan di SD K Sang Timur Yogyakarta. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV SD K Timur dengan jumlah 29 siswa, terdiri dari 14 siswa perempuan dan 15 siswa laki-laki. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui bagaimana penggunaan median audiovisual dalam upaya meningkatkan minat siswa dalam kemampuan menulis materi karangan narasi

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 siswa kelas IVA SD K Sang Timur semester 2 tahun pelajaran 2011/2012, (2) untuk mengetahui bagaimana penggunaan media audiovisual dalam upaya meningkatkan kemampuan menulis materi karangan narasi pada siswa kelas IVA SD K sang Timur semester 2 tahun pelajaran 2011/2012. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah minat dan kemampuan menulis karangan. Minat siswa pada kondisi awal, skor rata-rata minat siswa adalah 7. Pada siklus I skor rata-rata minat siswa adalah 10,5 dan pada siklus II 13,4. Dari hasil uji t, peningkatan minat dari kondisi awal, siklus I, dan siklus II menunjukkkan signifikan. Kemampuan menulis karangan, skor rata-rata nilai siswa adalah 63,39. Pada siklus I perolehan rata-rata nilai siswa adalah 75,79 dan pada siklus II rata-rata nilai siswa adalah 82,76. Hasil uji t peningkatan menulis karangan narasi dari kondisi awal, siklus I dan siklus II adalah 0,003>0,05, menunjukkan bahwa kemampuan menulis karangan menggunakan media audiovisual meningkat secara signifikan. 3. Penelitian Ana Istihanah Penelitian yang dilakukan oleh Ana Istihanah yang meneliti tentang Peningkatan Keterampilan Menyimak Cerita Menggunakan Media Audio Visual Kelas V SD dengan hasil sebagai berikut. Berdasarkan hasil observasi, menunjukkan bahwa hasil belajar keterampilan menyimak siswa kelas V sekolah dasar masih rendah. Sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam menentukan tema dan menuliskan kembali cerita dengan kata-katanya sendiri. Faktor penyebabnya adalah guru tidak menggunakan media pembelajaran. Guru

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 hanya membacakan teks cerita rakyat, kemudian menyuruh siswa mengerjakan tugas. Oleh karena itu, peneliti berupaya melakukan perbaikan dengan menggunakan media audio visual. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) sebanyak dua siklus, dan tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, tes, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru mengalami peningkatan pada I yaitu 71,8 dan pada siklus II meningkat menjadi 88,3. Sementara itu, ketuntasan belajar menyimak cerita dengan menggunakan media audio visual siswa mengalami peningkatan. Pada siklus I ketuntasan mencapai 68% dan pada siklus II ketuntasan mencapai 84%. Kendala-kendala yang dihadapi adalah suasana kelas kurang kondusif, siswa kurang aktif, dan pengelolaan waktu. Cara mengatasinya dengan pengkondisian kelas yang baik, memberikan motivasi agar siswa lebih aktif dan pengaturan waktu pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audio visual dapat meningkatkan keterampilan menyimak cerita siswa kelas VB SDN Manukan Kulon II/499 Surabaya. Penelitian diatas memberikan gambaran penelitian yang sejenis dengan berbagai kelebihan dan kekurangan. Pada penelitian ini akan difokuskan pada mata pelajaran bahasa Indonesia materi menyimak kelas III semester II dengan media audio visual sebagai media yang digunakan untuk meningkatkan minat dan kemampuan menyimak. Keistimewaan penelitian ini meneliti tentang minat, kemampuan menyimak dan media audio visual, penelitian dilakukan pada siswa

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 kelas III SDN Selomulyo serta kompetensi dasar yang dipilih yaitu memberikan tanggapan sederhana terhadap cerita pengalaman teman. C. Kerangka Berpikir Anak sekolah dasar yang pada umumnya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Usia anak sekolah dasar umumnya tujuh sampai dua belas tahun. Pada usia ini, anak memiliki kemampuan berpikir yang bersifat holistik dan menyeluruh. Usia anak SD akan mudah memahami sesuatu jika anak tertarik dengan objek tersebut untuk menumbukan ketertarikan itu bisa menggunakan media yang disukai anak. Meningkatkan minat siswa ini menggunakan media yang menarik. Media yang digunakan yaitu media yang dapat berfungsi untuk menambah daya tarik pembelajaran dan memperjelas materi yang hendak disampaikan, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Media pembelajaran yang menarik dan sesuai untuk materi menyimak yaitu media audio visual memiliki kelebihan yaitu: Dapat digunakan untuk pembelajaran kelompok maupun individual. Untuk anak yang masih kecil atau untuk peserta didik yang belum dapat membaca, media audio visual dapat membentuk pengalaman belajar bahasa permulaan, dengan sedikit imajenasi guru, program audio visual dapat bervariasi, media audio visual dapat membawakan pesan suara dan gambar sehingga akan terlihat menarik. Pembelajaran Bahasa indonesia juga memerlukan media pembelajaran yang menarik dan mengaktifkan peserta didik. Permasalahan yang muncul saat ini adalah masih banyak guru yang menggunakan metode konvensional, sehingga siswa cenderung tampak tidak aktif, lebih banyak diam, merasa bosan, mudah mengantuk,

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 tidak paham dengan apa yang diajarkan oleh gurunya, dan terkadang anak asik dengan dunianya sendiri. Hal ini menyebabkan anak menjadi sering bersikap pasif saat proses pembelajaran. Ini akan memberikan dampak pada kemampuan berhitung siswa. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti berpandangan perlu adanya media yang sesuai untuk anak sekolah dasar dalam meningkatkan kemampuan menyimak. Penggunaan media bertujuan untuk meningkatkan minat siswa dan kemampuan menanggapi cerita anak sehingga siswa memiliki minat untuk menyimak dan dengan adanya minat maka lebih mudah meningkatkan kemampuan menyimak. Jika media audio visual digunakan dalam pembelajaraan bahasa Indonesia pada aspek menyimak maka minat siswa dan kemampuan menyimak siswa semakin baik. Gambar 1. Kerangka berpikir Kondisi awal Tindakan Minat dan kemampuan menyimak meningkat Pembelajaran klasikal Minat dan kemampuan menyimak rendah Menggunakan media audio visual Kondisi akhir Siklus 1 Siklus 2

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 D. Hipotesis Tindakan Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir, dapat dikemukakan hipotesis tindakan sebagai berikut. 1. Penggunaan media audio visual dapat meningkatkan minat dalam menyimak cerita anak, siswa kelas III SDN Selomulyo tahun ajaran 2013/2014. 2. Penggunaan media audio visual dapat meningkatkan kemampuan menyimak cerita anak pada mata pelajaran bahasa Indonesia, siswa kelas III SDN Selomulyo tahun ajaran 2013/2014.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab III ini peneliti akan membahas tentang jenis penelitian, setting penelitian, rencana tindakan, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data. A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan di SDN Selomulyo, Sleman, Yogyakarta. Pengertian penelitian tindakan kelas menurut Kunandar (2008:46) adalah sebuah bentuk kegiatan refleksi diri yang dilakukan oleh para pelaku pendidikan dalam suatu situasi kependidikan untuk memperbaiki rasionalitas dan keadilan tentang: (a) praktik-praktik kependidikan mereka, (b) pemahaman mereka tentang praktik-praktik tersebut, (c) situasi dimana praktikpraktik tersebut dilaksanakan. Penelitian Tindaka Kelas (PTK) dilaksanakan oleh guru kelas dan peneliti, sehingga sering disebut penelitan kolaboratif. Garis besar kegiatan pembelajaran menggunakan model yang dikemukakan oleh Kemmis dan MC Taggart. Model ini terdiri dari empat komponen, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi (Kunandar, 2008:63). Penelitian Tindakan Kelas dalam pembelajaran cerita anak menggunakan media audio visual terdiri dari dua siklus, yang dalam siklusnya terdiri dari empat langkah, yaitu. 1. Perencanaan (planning) adalah merencanakan program tindakan yang akan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan menyimak cerita rakyat. 35

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 2. Tindakan (acting) adalah kegiatan pembelajaran yang dilakukan peniliti akan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan menyimak cerita rakyat. 3. Pengamatan (observing) adalah kegiatan pengamatan yang dilakukan terhadap siswa selama pembelajaran berlangsung. 4. Refleksi (reflection) adalah kegiatan mengkaji dan mempertimbangkan hasil yang diperoleh dari kegiatan pengamatan sehingga dapat dilakukan perbaikan untuk proses pembelajaran selanjutnya. Keempat komponen yang beruntaian tersebut dipandang sebagai satu siklus. Perencanaan Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Refleksi SIKLUS II Pengolahan data Gambar 2. Model penelitian Taggart dan Kemmis Arikunto (2007:16) Pelaksanaan

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 B. Setting Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – Maret tahun pelajaran 2013/2014 dengan menyesuaikan jam pelajaran Bahasa Indonesia di SD tersebut di kelas III semester genap SDN Selomulyo yang bertempat di Sleman, Yogyakarta. Dari segi letak sekolah ini tidak berada kota namun berada di desa yang tidak terlalu ramai dengan lapangan yang cukup luas di depan dan di belakang kelas serta ada beberapa pohon perindang. Bangunan sekolah tersebut cukup baik ada kelas, kantor, perpustakaan, kamar mandi,lapangan, kantin, toilet, ruang UKS dan mushola. 2. Subjek Penelitian Menurut Arikunto (2009:88), subjek penelitian adalah benda, hal atau orang, tempat, data atau variabel penelitian yang melekat dan dipermasalahkan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III semester genap SDN Selomulyo ,Sleman, Yogyakarta. Dari hasil oservasi, siswa di SDN selomulyo mempunyai kemampuan beragam dan kebanyakan siswanya adalah warga sekitar SD. Dalam satu kelas berjumlah 36 siswa dengan 19 siswa perempuan dan 17 siswa laki – laki. Peneliti mengamati daftar nilai bahasa Indonesia sehingga dapat diketahui siswa memiliki nilai yang beragam dan kemampuan yang beragam. Menurut guru kelas III, siswa masih mengalami kesulitan pada aspek menyimak. Pemilihan subjek ini didasarkan pada nilai menyimak yang masih kurang.

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 3. Objek penelitian Objek penelitian ini adalah kemampuan menyimak dan minat siswa kelas III dalam melakukan menyimak cerita pengalaman teman dan memberikan tanggapan sederhana. C. Rencana Tindakan Penelitian tindakan kelas di SDN Selomulyo, Sleman, Yogyakarta dilakukan melalui dua siklus. Siklus pertama terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Siklus kedua adalah perbaikan dari siklus pertama, jika pada siklus pertama terjadi kekurangan atau ada sesuatu yang tidak sesuai dengan yang diharapkan maka akan diperbaiki pada siklus kedua. 1. Persiapan Persiapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Melakukan perizinan dengan pihak sekolah b. Permohonan izin kepada kepala sekolah SDN Selomulyo untuk mengadakan penelitian di sekolah tersebut. c. Mengunjungi sekolah Datang ke SDN Selomulyo untuk menemui guru kelas III, memohon ijin observasi siswanya. d. Observasi Observasi siswa kelas III dan wawancara guru kelas III SDN Selomulyo dengan tujuan untuk mendapatkan data minat maupun kemampuan menyimak.

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 e. Mengidentifikasi masalah Sebelum melakukan penelitian, peneliti harus mengidentifikasi masalah tentang kemampuan menyimak siswa (kemampuan memahami dan menanggapi) Identifikasi masalah dilakukan dengan wawancara. f. Mengkaji Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan materi pokok menyimak yang sesuai. g. Mempelajari Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan materi yang diajarkan. h. Menyusun instrument penelitian Menyusun perangkat pembelajaran yang terdiri dari Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS) dan media pembelajaran. i. Melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan rancangan yang telah dibuat. j. Mengolah data yang telah diperoleh. 2. Rencana Tindakan Setiap Siklus Setelah diperoleh gambaran keadaan kelas, langkah selanjutnya yaitu membuat perencanaan setiap siklusnya. Setiap siklus akan dilaksanakan sebanyak 2 kali. Setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran. Rancangan setiap siklus akan dijabarkan dibawah ini.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 a. Siklus I (dua pertemuan) Pada siklus I ini akan dilaksanakan selama dua kali pertemuan, setiap pertemuan terdiri dari 2 jam pelajaran (2x35 menit). 1) Tahap perencanaan Pada tahap ini peneliti dan guru berdiskusi untuk merencanakan tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah pada pembelajaran menyimak. Rencana yang akan dilakukan meliputi, melakukan wawancara dan berdiskusi dengan guru bahasa Indonesia untuk mengetahui masalah yang muncul dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya kemampuan menyimak, menyusun silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), mempersiapkan bahan pembelajaran yang akan digunakan, mempersiapkan instrumen penelitian yang akan digunakan untuk memperoleh data meliputi kuesioner minat dan lembar observasi yang akan digunakan untuk mengukur tingkatan minat siswa, dan soal evaluasi untuk mengukur peningkatan prestasi siswa pada aspek menyimak. Perencanaan tindakan dilakukan dua kali yaitu, siklus 1 dan siklus 2. Tindakan pada siklus 2 dilakukan berdasarkan dari hasil pelaksanaan siklus 1. 2) Pelaksanaan Siklus 1 dilaksanakan selama empat jam pelajaran SD yaitu (4x35 menit) dua kali pertemuan. Pada tahap ini peneliti dan guru melaksanakan pembelajaran yang sudah dipersiapakan sebelumnya. Peneliti yang bertindak

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 sebagai guru menggunakan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah disusun, kegiatannya adalah sebagai berikut. a) Guru membuka pelajaran dengan memberi salam dan doa. b) Guru melakukan presensi. c) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. d) Guru dan siswa melakukan tanya jawab mengenai cerita anak. e) Siswa mendapat penjelasan tentang cerita anak. f) Siswa menyimak cerita melalui audio visual yang dibuat dengan tayangan yang menarik dan suara yang jelas. Siswa memperhatikan dengan sungguh-sungguh agar mampu memahami isi cerita dan dapat menangggapi cerita. g) Siswa mengerjakan soal evaluasi. h) Siswa diminta menuliskan pengalamannya dan siswa lain menanggapi. i) Guru dan siswa melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang berlangsung dan membuat kesimpulan. j) Guru memeriksa hasil tes untuk mengetahui kemampuan menyimak. 3) Observasi Observasi dalam penelitian ini dilakukan untuk memperoleh dan mengetahui gambaran tentang perkembangan proses pembelajaran sehingga membantu dalam mengambil tindakan yang dipilih pada kondisi kelas. Ketika dilakukan tindakan pada siklus 1 peneliti mengamati kegiatan siswa yang berkaitan dengan media audio visual dan mengamati guru selama proses

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 pembelajaran. Tahap ini sangat penting untuk mengetahui kegiatan yang berlangsung dikelas. 4) Refleksi Pada tahap ini peneliti melakukan refleksi bersama observer dan guru usai melakukan tindakan berkenaan proses pembelajaran, masalah yang terjadi, dan hambatan – hambatan selama pelaksanaan tindakan siklus I. Kegiatan refleksi ini dimanfaatkan untuk melakukan perencanaan pada siklus II. Setelah tahap observasi dilakukan bersama dengan pelaaksaan pembelajaran selanjutnya hasil tes siswa dinilai. Hasil tes tersebut digunakan untuk mengetahui peningkatan kemampuan menyimak cerita. Jika seluruh hasil tes dinilai maka selanjutnya dilakukan refleksi keseluruhan siklus 1. Kegunaan refleksi ini adalah (1) untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan pelaksanaan siklus 1, (2) untuk mengetahui peningkatan minat dan kemampuan menyimak siswa, (3) hambatan yang dihadapi siswa dan guru selama pelaksanaan siklus 1. Refleksi siklus 1 bertujuan untuk melakukan perbaikan agar pembelajaran pada siklus II semakin baik. c. Siklus II 1) Perencanaan Pada siklus ini guru dan peneliti merencanakan kembali pembelajaran berdasarkan hasil refleksi pada siklus 1, kekurangan apa yang harus diperbaiki, aspek – aspek apa yang belum optimal dan lain – lain. Akan disusun perbaikan rencana pembelajaran keterampilan menyimak cerita anak,

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 menyiapakan bahan simakan yang berbeda. Kekurangan yang teridentifikasi dalam siklus I yang harus diperbaiki pada siklus II yaitu: (1) memperbaiki rencana pelaksanaan pembelajaran, (2) perbaikan kegiatan pembelajaran kemampuan menyimak, (3) mempersiapkan cerita yang berbeda, (4) menejmen kelas lebih diperhatikan, (5) perbaikan instrumen. 2) Pelaksanaan Siklus II dilaksanakan selama dua jam pelajaran (2x35 menit). pelaksanaan pada siklus II berdasarkan siklus I hanya diberi perubahan sedikit pada hal – hal yang perlu diperbaiki. Peneliti menyusun RPP untuk pedoman mengajar guru. Pada siklus II ini guru harus lebih memperhatikan kekurangan yang ada pada siklus I sehingga diharapkan siklus II pembelajaran dapat berlangsung secara optimal dan semakin meminimalisir kekurangan. Tindakan yang akan akan dilakukan pada siklus II yaitu : a) Guru membuka pelajaran dengan salam, doa dan presensi. b) Guru memotivasi siswa agar lebih bersemangat. c) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. d) Siswa dan guru melakukan Tanya jawab tentang cerita pengalaman. e) Siswa mendapat materi tentang cara bercerita, latihan bertanya mengenai isi cerita dan latihan memberikan tanggapan sederhana(tanggapan dapat berupa pendapat atau saran). f) Peneliti menggunakan perangkat media audio visual sebagai media pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan minat siswa dan

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 diharapkan dapat meningkatkan kemampuan menyimak siswa. Siswa menyimak cerita pengalaman teman yang ditayangkan menggnakan media audio visual. g) Siswa mengerjakan soal evaluasi untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman siswa terhadap isi cerita maupun untuk memberikan tanggapan sederhana. h) Siswa bersama guru melakukan refleksi dan membuat kesimpulan. i) Guru memeriksa hasil tes siswa, untuk mengetahui kemampuan menyimak siswa. 3) Observasi Peneliti melakukan observasi terhadap kegiatan pembelajaran di kelas tersebut dengan bantuan teman yang praktek mengajar di SDN Selomulyo dengan mengacu pada rubrik observasi yang telah dibuat. Selama pembelajaran observer mengamati siswa, guru dan kejadian – kejadian yang terjadi di kelas berdasarkan pedoman yang digunakan sebelumnya. Dari observasi ini akan terlihat apakah ada perbaikan dari siklus I. 4) Refleksi Peneliti beserta guru merefleksikan hasil pengamatan pada siklus II. Refleksi yang dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan tindakan. Kemudian hasil dari siklus I dan siklus II dibandingkan untuk mengetahui peningkatannya. Kemudian menilai pada siklus II apakah minat dan

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 kemampuan menyimak siswa sudah mencapai target jika belum mencapai target akan dilanjutkan pada siklus selanjutnya. D. Teknik Pengumpulan Data Menurut Sugiyono (2010:308), teknik pengumpulan data merupakan “langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan”. Pada penelitian ini peneliti mengumpulkan data minat siswa melalui observasi dan kuesioner. Penelitian ini memiliki dua variabel yaitu minat dan kemampuan menyimak cerita pengalaman teman. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi atau pengamatan yang dilakukan peneliti untuk mengetahui minat siswa selama mengikuti proses pembelajaran. Observasi dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung pada siklus I maupun siklus II dengan berdasarkan pedoman observasi. Untuk mengetahui peningkatan kemampuan menyimak cerita digunakan tes berupa soal objektif dengan jawaban isian pada setiap akhir siklus pembelajaran. Tabel 1. Pengumpulan Data dan Instrumennya No. Peubah Indikator Data Pengumpulan Instrumen 1. Minat Rerata minat siswa Skor rata – rata dari kuesioner minat dan observasi minat. Kuesioner dan observasi. Lembar observasi minat dan kuesioner. 2. Kemampuan menyimak (dilihat dari hasil belajar) a. Nilai kognitif (tes) Tes Lembar kerja siswa dan soal evaluasi. b. Rata – rata nilai soal evaluasi Persentase jumlah siswa yang mencapai KKM

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 E. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati (Sugiyono, 2011:148). Pendapat Arikunto (2006:149), instrument penelitian adalah alat bantu atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pengerjaanya lebih mudah dan hasilnya lebih baik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan non tes. Dalam hal ini instrument tes digunakan sebagai alat ukur aspek kemampuan kognitif yang dalam hal ini adalah prestasi belajar siswa. Dalam penelitian ini bentuk tes yang digunakan adalah tes isian. Non tes digunakan untuk mengukur minat siswa dengan observasi dan kuesioner. 1. Intrumen Minat Penelitian ini instrumen yang digunakan untuk mengukur minat dengan menggunakan lembar observasi minat dan kuesioner minat. a. Observasi Observasi digunakan untuk mengamati siswa ketika kegiatan pembelajaran berlangsung di kelas. Instrumen pengamatan disusun dengan mengembangkan indikator minat belajar siswa menjadi pernyataan. Setiap indikator minat belajar siswa dikembangkan menjadi lima pernyataan sehingga jumlah pernyataan berjumlah 20 pernyataan. Berikut rubrik observasi dan lembar observasi.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 Tabel 2. Rubrik Observasi Minat Siswa No 1 Indikator Siswa menunjukkan perasaan senang dalam mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia Kriteria a. b. c. d. e. 2 Siswa menunjukkan kemauan untuk mengembangkan diri a. b. c. d. 3 Siswa menunjukkan sikap perhatian dalam pembelajaran bahasa Indonesia e. a. b. c. d. e. 4 Siswa berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia a. b. c. d. e. Siswa sudah berada di kelas sebelum guru datang Siswa menyiapkan buku pelajaran bahasa Indonesia sebelum pelajaran dimulai Siswa mengikuti pelajaran dengan antusias Siswa mengucapkan salam ketika guru datang Siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru tanpa mengeluh Siswa mengajukan pertanyaan kepada guru mengenai materi yang dijelaskan Siswa berusaha mencari jawaban dari tugas yang diberikan Siswa bertanya kepada guru jika mengalami kesulitan Siswa membuat catatan mengenai materi yang dipelajari Siswa membawa buku sumber yang lain Siswa memperhatikan pembelajaran yang disampaikan oleh guru Siswa berkonsentrasi mengikuti pelajaran, walaupun teman-temannya menganggu Siswa tidak membuat kegaduhan Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru Siswa mencatat penjelasan guru Siswa maju untuk mengerjakan soal Siswa menanggapi pertanyaan yang diberikan oleh guru Siswa mengajukan diri dalam menjawab pertanyaan Siswa mengikuti kegiatan pembelajaran dari awal sampai akhir Siswa mengoreksi apabila guru kurang tepat dalam menjelaskan

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 Tabel 3. Lembar Observasi Minat Perasaan senang No a b c Kemauan untuk mengembangk an diri D e a B c d e Perhatian dalam pembelajaran a b c d Partisipasi dalam kegiatan pembelajaran E a b c d Skor Minat (1-80) Kategori e 1. 2. 3. Jumlah Keseluruhan Rata-rata b. Kuesioner Kuesioner minat belajar disusun dengan cara mengembangkan indikator minat belajar siswa menjadi pernyataan. Pernyataan dalam kuesioner dibuat dengan item positif dan kalimat negatif. Peneliti menyediakan empat pilihan jawaban untuk setiap pernyataan. Alasan pneliti menggunakan empat pilihan jawaban tanpa pilihan tengah yakni pendapat mengenai perlu tidaknya (bahkan cenderung kearah boleh tidaknya) pilihan tengah dipicu oleh kekhawatiran sementara orang yang berpendapat bahwa pilihan tengan disediakan maka responden akan cenderung memilihnya sehingga data mengenai perbedan diantara responden menjadi kurang informatif oleh Azwar (2007:34). Kuesioner digunakan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya dari siswa tersebut, kuesioner ini diisi oleh siswa sendiri. Adapun kisi – kisi instrumen kuesioner sebagai berikut.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 Tabel 4. Kisi-kisi Kuesioner Minat: Indikator a. b. c. d. No. Item positif Siswa memiliki perasaan senang dalam mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia Siswa memiliki kemauan untuk mengembangkan diri Siswa memiliki sikap perhatian dalam pembelajaran bahasa Indonesia Siswa berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia No. Item negatif 1, 9, 16 5, 12 2,17 6, 13 3, 10 7, 14, 19 4, 11, 18 8, 15, 20 Total 20 2. Intrumen Menyimak Instrumen untuk mengukur peningkatan kemampuan menyimak siswa dalam penelitian ini diukur menggunakan tes. Instrumen tes berupa soal – soal tes yang diberikan dalam bentuk penugasan. Tes akan dilakukan pada setiap akhir siklus I dan akhir siklus II dengan jumlah 20 pernyataan. Tujuan dari tes dalam penelitian ini adalah untuk mengukur kemampuan menyimak siswa pada setiap siklus. Soal tes berupa esay (terlampir). Nilai siswa merupakan indikator dari kemampuan menyimak. Apabila nilai siswa baik, maka kemampuan menyimak cerita dapat dikatakan baik, begitu pula sebaliknya. Berikut adalah kisi – kisi instrumen tes dan rubrik penskoran. Tabel 5. Kisi – kisi Soal Memahami Cerita Kompetensi Dasar Memberikan tanggapan sederhana tentang cerita pengalaman teman yang didengarnya Indikator Memahami isi cerita. No.soal 4, 5, 6, 7,10

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 Tabel 6. Kisi – kisi soal Kemampuan Menanggapi Cerita Kompetensi Dasar Indikator Kemampuan menanggapi cerita Kemampuan Menanggapai No.soal 1,2, 3, 8, 9 Tabel 7. Rubrik Penskoran Kriteria Menjawab benar dan rinci (jawaban benar, satu kalimat atau lebih) Menjawab benar singkat (jawaban benar namun singkat) Skor 4 3 Menjawab mendekati benar (jawaban berdasarkan isi cerita tetapi salah) 2 Menjawab salah (jawaban tidak sesuai dengan cerita) 1 Tabel 8. Penskoran No. Soal Bobot Skor Jumlah 1. Apakah tanggapanmu terhadap tokoh dibawah ini? 3 1,2,3,4 12 2. Apa manfaat dari cerita temanmu? 3 1,2,3,4 12 3. Peristiwa apa yang pernah kamu alami? 2 1,2,3,4 8 4. Dari cerita “Gempa di Yogya” Siapa saja yang mengalami kejadian itu? 2 1,2,3,4 8 5. Kapan peristiwa gempa itu terjadi terjadi? 2 1,2,3,4 8 6. Dimana peristiwa itu terjadi? 2 1,2,3,4 8 7. Bagaimana kejadian itu? 2 1,2,3,4 8 8. Setelah mendengarkan pembacaan cerita berjudul ”Gempa di Yogya”, buatlah tanggapan sederhana mengenai isi cerita bisa pendapat atau saran (misalnya mengenai keadaan, tokoh, atau hal lain)? 3 1,2,3,4 12 9. Apa yang kamu lakukan jika peristiwa itu terjadi padamu? 3 1,2,3,4 12 10. Ceritakan kembali cerita temanmu secara singkat? 3 1,2,3,4 12 25 4 100 Jumlah

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 Data skor hasil tes siswa, kemudian dijumlah semua skor yang diperoleh siswa dan diubah menjadi nilai. Langkah merubah jumlah skor menyimak cerita menjadi nilai menggunakan rumus sebagai berikut. N = bobot x skor F. Validitas Instrumen Penelitian Menurut Azwar (2012:173), validitas memiliki arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu instrument pengukuran dalam melakukan fungsinya. Tes dikatakan memiliki tingkat kesahihan yang tinggi bila hasil ukurnya tepat dan akurat. Jenis validitas yang digunakan dalam penelitian adalah validitas isi dan konstruk. Validitas isi menunjukkan pada pengertian apakah alat tes itu mempunyai kesesuaian dengan tujuan dan deskripsi bahan pelajaran yang akan diajarkan. Arifin (2009:248) mengatakan bahwa validitas isi digunakan dengan tujuan utamanya untuk mengetahui sejauh mana peserta didik menguasai materi pelajaran yang telah disampaikan dan perubahan-perubahan psikologis apa yang timbul pada diri peserta didik tersebut setelah mengalami proses pembelajaran tertentu. Menurut Arifin (2009:257), validitas konstruk berkenaan dengan pertanyaan hingga mana suatu tes betul-betul dapat mengobservasi dan mengukur fungsi psikologis yang merupakan deskripsi tingkah laku peserta didik yang akan diukur oleh suatu tes Validitas isi dan konstruk digunakan agar data yang dihasilkan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Dalam hal ini, validitas konstruk dan validitas isi ditempuh melalui expert judgement. Pada penelitian ini validitas dilakukan terhadap instrument penelitian dan perangkat pembelajaran dengan expert judgement.

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 1. Validitas instrumen penelitian Validitas instrumen penelitian diperoleh melalui expert judgement dengan mengkonsultasikan instrumen kepada ahli, yang dianggap sebagai ahli yaitu dosen, kepala sekolah dan guru kelas. Dosen, kepala sekolah dan guru kelas mengkoreksi dan memvalidasi instrumen penelitian yang dibuat peneliti. Dari nilai tersebut akan dihitung rata – ratanya dan ditentukan apakah instrumen layak atau tidak untuk digunakan. Instrumen kuesioner diberikan kepada siswa untuk mengetahui tentang minat. Tabel lembar validitas instrumen non tes dapat dilihat pada lampiran halaman 184. Tabel 9. Rentang skor No Bobot Skor 1 Keseluruhan instrumen sudah layak digunakan 25 – 32 2 Keseluruhan instrumen sudah layak digunakan dengan revisi 17 – 24 3 Keseluruhan instrumen kurang layak digunakan 9 – 16 4 Keseluruhan instrumen tidak layak digunakan 1–8 2. Validitas perangkat pembelajaran Validitas perangkat pembelajaran dilakukan dengan mengkonsultasikannya kepada para pihak yang terlibat yaitu dosen pembimbing, kepala sekolah dan guru. Perangkat pembelajaran tersebut terdiri dari silabus, RPP, LKS dan materi pembelajaran. Langkah selanjutnya adalah merevisi perangkat pembelajara dan setelah memenuhi kriteria maka perangkat pembelajaran telah dapat digunakan. Adapun lembar validitas sebagai berikut.

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pedoman skoring: Skor 5 : Sangat baik Skor 4 : Baik Skor 3 : Cukup Skor 2 : Kurang Skor 1 : Sangat kurang Tabel 10. Validitas Silabus No 1. 2. 3. 4. Komponen Penilaian Skor 12345 12345 12345 12345 6. Kelengkapan unsur-unsur silabus Kesesuaian antara SK, KD, dan Indikator Kualitas kegiatan pembelajaran belajar Ketepatan pemilihan perilaku dalam indikator Kualitas perilaku yang dituntut dalam indikator mencerminkan keutuhan perkembangan pribadi siswa Tingkat kecukupan sumber belajar 7. Ketepatan dalam memilih media 12345 8. Kesesuaian teknik penilaian yang digunakan dengan indikator 12345 9. Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku. 12345 5. Komentar 12345 12345 Rata-rata Tabel lembar validitas rencana pelaksanaan pembelajaran dapat dilihat dan lembar validitas lembar kerjas siswa pada lampiran halaman 185 dan 186. Tabel 11. Validitas Soal Evaluasi No. 1 Komponen Penilaian Kesesuaian soal evaluasi dengan indikator Skor 1 2 45 2 3 Kejelasan instruksi dalam soal evaluasi Kesesuaian tingkat kesukaran soal dengan tahap perkembangan siswa 1 2 45 1 2 45 4 5 Pembobotan item soal dan penyebarannya Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku Ketepatan penggunaan soal isian 1 2 45 1 2 45 6 12345 Komentar 53

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 Tabel 12. Validitas Bahan Ajar No 1. Komponen Penilaian Materi sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai 2. Materi pembelajaran memuat fakta, konsep, prinsip dan prosedur 3. Susunan materi pelajaran sistematis, logis, dan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa 4. Penggunaan bahasa Indonesia baku dan sederhana 5. Menuliskan sumber bahan yang dikutip dengan penulisan baku Rata-rata Skor 12345 Komentar 12345 12345 12345 12345 Instrumen dan perangkat pembelajaran sudah di validasi dosen dan guru mendapat skor rata-rata 4 tergolong baik serta sudah layak digunakan. G. Teknik Analisis Data Penelitian ini memiliki variabel-variabel yang menjadi objek penelitian yaitu minat dan kemampuan menyimak siswa. 1. Analisis Minat Siswa a. Observasi Minat Dalam penelitian ini peneliti menggunakan lembar pengamatan minat yang berjumlah 20 pernyataan. Peneliti akan memberikan skor di setiap pernyataan yang muncul pada siswa disaat kegiatan belajar mengajar. Setiap pernyataan akan diberi skor dari 1 sampai 4 yang menunjukan skala minat siswa. Pengamatan minat ini dilakukan sebanyak tiga kali yakni pada setiap pertemuan dalam siklus. Berikut ini langkah-langkah analisis data pengamatan minat. 1) Menjumlahkan skor yang diperoleh setiap siswa 2) Menghitung nilai lembar pengamatan minat setiap siswa.

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 b. Kuesioner Minat Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan kuesioner minat yang berjumlah 20 pernyataan. Pernyataan menggunakan kalimat positif dan negatif. Dalam kuesioner tersebut terdiri dari 4 alternatif jawaban yaitu sangat setuju, setuju, tidak setuju, sangat tidak setuju. Berikut ini adalah skoring untuk setiap jawaban dari kuesioner minat item positif dan item negatif: Tabel 13. Pedoman Skoring Kueisioner Alternatif Jawaban Sangat setuju Setuju Tidak setuju Sangat tidak setuju Skor Favorable 4 3 2 1 Unfavorable 1 2 3 4 Setiap siswa wajib untuk mengisi kuesioner tersebut dengan memilih salah satu alternatif jawaban tersebut. Penyebaran kuesioner minat ini dilakukan sebanyak tiga kali yakni pada kondisi awal, akhir siklus I dan akhir siklus II. Berikut ini langkah – langkah analisis kuesioner: 1) Menjumlahkan skor yang diperoleh setiap siswa Menghitung nilai kuesioner minat setiap siswa dengan menjumlahkan skor yang diperoleh siswa. 2) Menghitung skor minat siswa dilakukan dengan menjumlahkan skor kuesioner minat dengan skor lembar observasi minat kemudian dibagi dua, atau dengan rumus sebagai berikut. Skor minat setiap siswa =

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 3) Skor akhir minat Minat siswa = Skor akhir kemudian menentukan kategori minat berdasarkan skor yang diperoleh. Peneliti menggunakan acuan penilaian dari Masidjo yaitu penilaian acuan patokan atau PAP II. Menurut Masidjo (1995:157). PAP tipe II. Dalam PAP tipe II ini pengguasaan kompetensi minimal yang merupakan kompetensi minimal yang merupakan passing score adalah 56% dari total skor yang seharusnya dicapai, diberi nilai cukup. Tuntutan pada persentil 56 sering disebut minimal. Disebut prsentil minimal karena passing score pada persentil 56 dianggap merupakan batas penguasaan kompetensi paling rendah. Berikut nilai – nilai diatas dan dibawah cukup diperhitungkan. Tabel 14. Nilai Tingkat Skor Nilai Huruf 81% - 100% A 66% - 80% B 56% - 65% C 46% - 55% D < 46% E Skor total dari pernyataan observasi adalah 80 dari 20 pernyataan. Sehingga perhitungan nilai: 81% x 80 = 64,8 dibulatkan menjadi 65 mendapat skor A 66% x 80 = 52,8 dibulatkan menjadi 53 mendapat skor B 56% x 80 = 44,8 dibulatkan menjadi 45 mendapat skor C 46% x 80 = 36,8 dibulatkan menjadi 37 mendapat skor D Dibawah 37 Mendapat E

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 Tabel 15. Rentang Skor dan Kategori : Rentang skor Kategori 65-80 Minat Sangat Tinggi 53-64 45-52 Minat Tinggi Minat Sedang 37-45 Minat Rendah <37 Minat Sangat Rendah Langkah selanjutnya dengan membandingkan tingkat minat pada kondisi awal dengan akhir siklus I tindakan 2 dan membandingkan akhir siklus I tindakan 2 dengan siklus II tindakan 2. Hal ini dilakukan untuk menarik kesimpulan apakah terjadi peningkatan minat atau tidak. Selanjutnya menghitung minat siswa untuk membandingkan apakah terjadi peningkatan minat dari kondisi awal dan setelah siklus. 2. Analisis Kemampuan Menyimak Untuk mengukur peningkatan kemampuan menyimak menggunakan tes. Tes dilakukan dengan menggunakan soal isian yang berjumlah 10 butir soal. Dari dua indikator yaitu memahami cerita anak dan memberikan tanggapan sederhana dibuat menjadi 10 soal isian. Langkah – langkah analisis tes menyimak sebagai berikut. a. Menjumlah skor yang diperoleh siswa. b. Menghitung nilai siswa dengan rumus: N = Skor yang didapat siswa x Bobot c. Menghitung nilai rata – rata kelas. Dengan rumus

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 d. Menghitung persentase siswa yang mencapai KKM dengan rumus: Persentase = e. Membandingkan nilai menyimak pada kondisi awal dengan akhir siklus 1 dan membandingkan akhir siklus I tindakan 2 dengan akhir siklus II . Hal tersebut dilakukan untuk menyimpulkan apakah terjadi peningkatan kemampuan menyimak atau tidak. f. Membandingkan persentase ketuntasan kemampuan menyimak siswa dari kondisi awal dengan siklus I dan siklus II. Perbandingan ini dilakukan dengan tujuan apakah ada peningkatan kemampuan menyimak atau tidak. g. Menghitung kenaikan kemampuan menyimak siswa antar kondisi awal dan akhir siklus. 3. Kriteria keberhasilan Kriteria digunakan sebagai acuan dalam pencapaian target. a) Minat Analisis minat dihitung dari rubrik pengamatan minat yang dilakukan sebelum dan sesudah penanganan. Nilai yang diperoleh sebelum penanganan dan setelah penanganan dibandingkan. Pengkategorian tinggi dan rendahnya minat siswa menggunakan acuan PAP tipe II.

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 Tabel 16. Kriteria Keberhasilan Minat Siswa Kriteria keberhasilan No Peubah Kondisi awal (%) Siklus 1 1. Keadaan minat siswa 62.75% 86.25% Siklus 2 90.75% b. Kemampuan menyimak Analisis kemampuan menyimak dihitung dari skor yang diperoleh siswa dari tes menyimak. Berikut tabel kriteria keberhasilan siswa. Tabel 17. Kriteria keberhasilan menyimak siswa Kriteria keberhasilan No 1. Peubah Kemampuan mengidentifi kasi unsur cerita Kemampuan mengidentifi kasi unsur cerita Indikator - - Kondisiawal Akhir Siklus 2 69.03 82.53 41.67% 91.67% Rata-rata evaluasi Presentase jumlah siswa yang mencapai KKM

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab IV dipaparkan hasil penelitian yang telah dilakukan. Bab ini berisi tentang hasil penelitian dan pembahasan. A. Hasil Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul “ Peningkatan Minat dan Kemampuan Menyimak Menggunakan Media Audio Visual Siswa SDN Selomulyo Tahun Ajaran 2013/2014. Pelaksanaan penelitian ini dimulai pada tanggal 11 Maret 2014 sampai dengan 27 Maret 2014. Penelitian ini terbagi dalam 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II subyek penelitian tindakan kelas adalah siswa kelas III SDN Selomulyo yang berjumlah 36 siswa dan terdiri dari 19 siswa perempuan dan 17 siswa laki – laki. Pada penelitian tindakan kelas ini peneliti memilih kompetensi dasar (KD) memberikan tanggapan sederhana tentang cerita pengalaman teman yang didengarnya pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Media pembelajaran yang dipilih untuk meningkatkan minat dan kemampuan menyimak adalah media audio visual yaitu video cerita anak yang bercerita tentang pengalaman anak. Kriteria keberhasilan penelitian adalah apabila hasil belajar menyimak mengalami peningkatan dari tiap tahap penelitian dan meningkatnya minat siswa untuk belajar bahasa Indonesia khususnya aspek menyimak. 60

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 1. Kondisi Awal Sebelum melakukan tindakan, peneliti terlebih dahulu mengadakan pengamatan terhadap pembelajaran di kelas III pada bulan januari. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan kegiatan belajar mengajar masih berpusat pada guru dan masih terlihat satu arah. Minat siswa dalam mengikuti pembelajaran tidak terlalu tampak, karena pembelajaran menyimak dengan mendengarkan guru membacakan cerita mungkin dianggap kurang menarik. Jika hal ini terus didiamkan tentunya tujuan pembelajaran serta kompetensi peserta didik tidak akan tercapai dengan maksimal. Keterlibatan siswa di dalam proses pembelajaran juga tidak nampak saat guru mengajukan pertanyaan siswa masih takut salah dalam menjawab. Peneliti juga melakukan pengamatan yang dilakukan pada bulan Januari 2014 di kelas III mata pelajaran bahasa Indonesia. Untuk menentukan minat guru melihat tindakan siswa dikelas. Dari hasil pengamatan dengan guru kelas III didapat informasi antara lain sebagai berikut, minat siswa dalam belajar bahasa Indonesia dinilai masih cukup rendah dibuktikan dengan terdapat beberapa indikator yang memperlihatkan bahwa siswa kurang berminat dalam belajar, beberapa siswa mengobrol sendiri tidak memperhatikan guru, siswa kelas III dikenal oleh para guru sebagai siswa yang paling ramai saat pelajaran karena jumlah siswanya yang paling banyak yaitu 36. Selain melakukan pengamatan kelas III, peneliti juga melakukan pengumpulan data berupa instrumen observasi dan kuesioner minat siswa

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 terhadap mata pelajaran bahasa Indonesia. Pengambilan data kondisi awal dilakukan pada bulan Maret 2014. Observasi dan kuesioner tersebut bertujuan untuk melihat minat belajar siswa secara lebih detai berdasrkan indikator. Tabel data kondisi awal minat siswa dapat dilihat pada lampiran halaman 187. Dari tabel minat siswa yang terlampir pada halaman 187, dapat ditarik kesimpulan bahwa skor rata - rata minat di kelas III terhadap bahasa Indonesia adalah 50.18. Minat siswa di kelas III dapat digolongkan dalam kategori minat sedang. Terdapat sebanyak 5.5 % (2 siswa) yang tergolong minat belajar rendah dan 75.1% (27 siswa) yang tergolong minat belajar sedang. Terdapat 19.4% (7 siswa) yang tergolong minat belajar tinggi. Data kondisi awal kemampuan menyimak siswa sebelum menggunakan media audio visual dapat dilihat pada halaman 188. Berdasarkan data tabel nilai yang terlampir pada halaman 188, dapat ditarik kesimpulan, dari 36 siswa terdapat 58.33% (21 siswa) yang mendapatkan nilai dibawah KKM 71, dan hanya terdapat 41.67 % (15 siswa) yang dinyatakan mencapai KKM dalam materi tersebut. Nilai rata - rata dari seluruh siswa yang ada di kelas tersebut 69 masih dibawah nilai KKM yaitu 71. 2. Siklus I Siklus pertama terdiri dari 4 tahap yaitu: (a) perencanaan, (b) pelaksanaan tindakan, (c) observasi, dan (d) refleksi. Tindakan siklus I dilaksanakan selama 2 kali pertemuan. Tiap-tiap pertemuan terdiri dua jam pelajaran (2 X 35 menit) yang dilaksanakan selama satu minggu

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 pada tanggal 11 maret 2014 dan 12 Maret 2014. Yang diikuti oleh siswa kelas III SDN Selomulyo. Pada penelitian ini peneliti berperan sebagai guru dalam melakasanakan tindakan meningkatkan minat dan kemampuan menyimak menggunakan media audio visual. Adapun tahapan-tahapan yang dilaksanakan dalam siklus I adalah sebagai berikut. a. Perencanaan Dengan berpedoman pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan tahun 2006 kelas III mata pelajaran bahasa Indonesia dan dengan menggunakan media audio visual antara lain adalah sebagai berikut. Memilih standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator yang sesuai. dengan menyimak cerita anak. Pada penelitian kali ini, pembelajaran dilakukan dengan menggunakan media audio visual yaitu film cerita pengalaman teman. Pembelajaran dengan media audio visual diharapkan siswa lebih memiliki minat untuk menyimak dan meningkatkan kemampuan menyimak siswa untuk memahami dan menanggapi cerita anak yang didengar. Kompetensi yang diharapkan dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu siswa dapat memberikan tanggapan sederhana terhadap cerita yang disimaknya. Sedangkan tujuan pembelajaran ini adalah siswa lebih dapat memahami cerita yang disimak dan mampu memberikan tanggapan dengan menggunakan bahasa sendiri. Pada siklus pertama dilaksanakan dalam dua kali pertemuan, pada tahap ini peneliti menyusun perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus, RPP, LKS, soal evaluasi, media audio visual, film cerita anak dan

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 perlengkapan lain yang mendukung dalam pembelajaran. 1) Memilih standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator yang sesuai untuk siswa kelas III aspek menyimak berdasarkan beberapa pertimbangan sebagai berikut. a) Kompetensi dasar dan indikator memberikan tanggapan sederhana tentang pengalaman teman yang didengar sulit untuk dikuasai karena siswa untuk memahami isi cerita saja sulit apalagi memberikan tanggapan cerita. b) Kompetensi dasar dan indikator menanggapi cerita pengalaman teman tersebut merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang harus dituntaskan siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Karena dengan memberikan tanggapan siswa akan latihan mengungkapkan isi hatinya dapat berupa saran maupun pendapat. c) Kompetensi dasar dan indikator ini melatih siswa memahami isi cerita dan melatih berpikir kritis dengan meberikan tanggapannya. 2) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada siklus I sesuai dengan standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator yang telah dipilih. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran pada siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan dan setiap pertemuan 2 jam pelajaran dilaksanakan pada hari selasa, 11 Maret 2014 dan Rabu 12 Maret 2014.

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tersebut mencakup: SK, KD, indikator, tujuan pembelajaran, bahan ajar, media pembelajaran, metode pembelajaran, sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran, evaluasi, kunci jawaban dan format penilaian. Rencana pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan kontektuan dengan materi untuk bahan cerita yaitu pengalaman anak. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan langkah – langkahnya semua tercakup dalam lampiran. 3) Membuat Lembar Kerja Siswa (LKS) yang akan digunakan siswa sebagai kegiatan belajar sesuai langkah – langkah kegiatan. Lembar Kerja Siswa (LKS) dibuat dengan menarik dan dapat mengaktifkan siswa. 4) Membuat lembar observasi untuk mengetahui kondisi pembelajaran berdasarkan kisi – kisi (terlampir). 5) Menyiapkan sarana dan prasarana yang berperan dalam mendukung proses pembelajaran menyimak cerita anak. Adapun sarana dan prasarana yang digunakan: a) Ruang belajar Ruang belajar dipersiapkan sebelumnya dengan menata meja dan kursi agar pada saat pembelajaran tidak banyak waktu yang terbuang untuk menata ruang. b) Media audio visual Perangkat yang digunakan untuk media audio visual meliputi laptop, sound, viewer dan layar/screen. Media ini digunakan untuk

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 menampilkan gambar, tulisan yang ada di laptop berkaitan materi cerita anak agar dapat dilihat siswa dengan jelas karena ukuran gambar yang ditampilkan pada screen cukup besar. Suara akan lebih jelas karena audio dapat diatur keras atau pelan. Dengan media ini diharapkan siswa lebih memiliki minat untuk belajar bahasa Indonesia aspek menyimak. c) Buku pelajaran Buku pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia digunakan sebagai acuan belajar. Di dalam proses pembelajaran menyimak cerita anak peneliti menggunakan buku acuan yang menjadi buku pegangan guru, adapun buku pelajaran yang digunakan adalah buku karangan Warsidi Edi.(2008). Bahasa Indonesia membuatku cerdas 3: untuk kelas III Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah/oleh Edi Warsidi dan Farika. Jakarta: Pusat Perbukuan, Deprtemen Pendidikan Nasional, 2008. b. Pelaksanaan tindakan Setelah peneliti membuat rencana pembelajaran, maka segera melakukan tindakan penelitian dengan melaksanankan proses pembelajaran bahasa Indonesia materi menyimak cerita anak menggunakan Rencana pelaksanaan Pembeljaran(RPP) yang sudah dibuat untuk meningkatkan minat dan kemampuan menyimak.

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 Siklus I yang dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan diuraikan sebagai berikut. 1) Pertemuan 1 ( Siklus I ) Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa, 11 Maret 2012 selama 2 jam pelajaran atau sekitar 70 menit. Pada pertemuan pertama ini siswa akan belajar memahami isi cerita, menceritakan pengalaman dan belajar memberikan tanggapan sederhana terhadap cerita pengalaman teman. Peneliti memberikan sedikit penjelasan dan siswa berlatih melalui kegiatan yang ada di Lembar Kerja Siswa (LKS). Melalui tanya jawab siswa dapat mengetahui isi cerita, melalui kerja kelompok siswa belajar menanggapi cerita pengalaman teman, dan melalui diskusi siswa dapat belajar hal yang baik yang ada dalam cerita. Adapun materi yang diajarkan sesuai dengan tujuan tersebut meliputi memahami cerita pengalaman teman dan memberikan tanggapan sederhana. Dengan menggunakan media audio visual siswa menyimak cerita anak. Berikut ini dipaparkan kondisi nyata yang dialami selama proses pembelajaran berlangsung. a) Kegiatan Awal Peneliti membuka pelajaran dengan salam, doa bersama dan absensi siswa serta mempersiapkan media atau alat peraga yang akan digunakan. Selanjutnya guru mengkondisikan siswa untuk mengetahui materi dengan memberikan apersepsi melalui beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan pengalaman siswa yang yaitu cerita tentang pengalaman.

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Misalnya, Anak – anak kalian dulu sering mendengarkan cerita dari orang tua kan? Anak – anak siapa yang suka mendengarkan cerita? Pasti banyak yang suka mendengar cerita, dan sebagainya. Saat membahas cerita siswa terlihat cukup antusias dalam menanggapai pertanyaan guru walaupun ada beberapa siswa masih diam kurang berminat. Maka peneliti memotivasi siswa agar tetap berminat mengikuti pelajaran dengan bernyanyi lagu “Naik Delman” b) Kegiatan Inti Peneliti menunjukkan kepada siswa video tentang pengalaman teman kemudian melalui tanya jawab dengan siswa peneliti memberikan penjelasan cara agar memahami isi cerita. Sesudah memahami siswa berlatih memeberikan tanggapan. Tanggapan dapat berupa saran, pendapat dan lain sebagainya. Pada kegiatan ini peneliti membagi siswa ke dalam kelompok yang beranggotakan 4 atau 5 siswa untuk mendiskusikan isi cerita pengalaman teman. Pada kolom yang ada di LKS semua siswa menulikan pengalaman yang pernah dialamin kemudian siswa lain dalam satu kelompok memeberikan tanggapannya terhadap cerita pengalaman teman. Setelah selesai kegiatan belajar perwakilan siswa dari masing- masing kelompok maju untuk membacakan hasil kerja kelompok mereka.

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 c) Kegiatan Akhir Peneliti memberikan kesempatan siswa untuk bertanya mengenai materi yang baru dipelajari, peneliti bersama-sama dengan peserta didik membuat rangkuman atau simpulan apa saja yang telah mereka pelajari hari ini dan refleksi kegiatan pembelajaran. 2) Pertemuan 2 ( Siklus I ) Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu, 12 Maret 2014 selama 2 jam pelajaran atau sekitar 70 menit. Pada pertemuan ini, indikator yang ditekankan adalah siswa dapat memahami isi cerita dan menanggapi cerita pengalaman teman. Siswa dapat memahami cerita dan memberikan pendapat atau saran terhadap cerita pengalaman teman. a) Kegiatan Awal Peneliti mempersiapkan media atau alat peraga yang akan digunakan. Selanjutnya mengkondisikan siswa agar siap melakukan belajar selanjutnya mengadakan apersepsi tentang materi yang sebelumnya telah dipelajari, hal ini bertujuan memberikan penguatan dan mengingat kembali pada pembelajaran yang telah dilaksanakan. b) Kegaiatan Inti Siswa bersama guru mengingat kembali hal – hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan menyimak dengan tanya jawab. Guru kemudian memutar video cerita pengalaman teman yang berjudul “Gempa di Yogya” dengan menggunakan media audio visual. Semua siswa

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 memperhatikan dengan sungguh – sungguh cerita pengalaman yang diputar dengan media audio visual supaya siswa dapat memahami isi cerita dengan baik. Kegiatan selanjutnya siswa secara individu diberikan soal evaluasi berdasarkan cerita yang baru disaksikan. Guru memberikan penjelasan mengenai cara pengerjaan dan jika ada yang kurang jelas siswa boleh bertanya agar siswa tidak kebingungan tentang cara mengerjakan. Sebagian besar siswa mengerjakan denggan serius hingga selesai. Setelah siswa mengerjakan soal evaluasi tentang menanggapi dan memahami isi cerita pengalaman teman kemudian hasil pekerjaan siswa dikumpulkan. Peneliti bersama siswa melakukan tanya jawab untuk memperdalam pemahaman tentang menanggapi cerita pengalaman teman, c) Kegiatan Akhir Siswa dibimbing guru melakukan refleksi mengenai kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan dan selanjutnya membuat kesimpulan mengenai kegiatan pembelajaran. Pada akhir kegiatan ini peneliti juga memberikan penguatan dan motivasi kepada siswa untuk tidak takut menuangkan ide-ide, gagasan, pendapat, saran terhadap cerita pengalaman teman. c. Observasi Siklus I Observasi dilaksanakan peneliti dengan bantuan teman sejawat sebagai mitra peneliti pada saat pembelajaran berlangsung, dari observasi tersebut didapatkan

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 hasil sebagai berikut. 1) Observasi minat Observasi minat siswa diperoleh dua data yaitu dari hasil lembar observasi dan dari angket yang disebarkan kepada siswa kemudian hasil observasi pertemuan 1 dan 2 dirata – rata lalu hasil rata – rata observasi dijumlah dengan hasil kuesioner dan dibagi dua maka akan mendapat hasil capaian minat. Tabel capaian minat siswa siklus I dapat dilihat pada lampiran halaman 190. Dari tabel capaian minat yang terlampir pada halaman 190, didapat gambaran minat pada siklus I, hasil olah data observasi dan kesioner siklus I mempunyai rata – rata 69.03 dan masuk kategori minat sangat tinggi. Hal ini menunjukkan peningkatan minat siswa yang tinggi dari kondisi awal yang memiliki rata – rata 50.18 masuk kategori minat sedang menjadi 69.03 kategori minat sangat tingi. Mengalami peningkatan rata – rata sekitar 18.85. Peningkatan ini disebabkan pada siklus 1 pembelajaran bahasa Indonesia materi menyimak menggunakan media audio visual tidak seperti pada kondisi awal pembelajaran bahasa materi menyimak cerita hanya dibacakan oleh guru atau teman. Penggunaan media audio visual ini yang menyebabkan peningkatan minat dari minat sedang pada kondisi awal menjadi minat tinggi pada siklus 1. Berarti siswa sudah siap melakukan pelajaran bahasa Indonesia karena memiliki minat yang sangat tinggi terhadap bahasa Indonesia pada aspek

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 menyimak menggunakan media audio visual. Berdasarkan hasil rata-rata skor respon siswa terhadap proses pembelajaran pada tabel tersebut, sudah mencapai target (minat tinggi) siklus I. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan melihat dari lembar observasi yang memiliki nilai masih kurang yaitu pada bagian, beberapa siswa belum membuat catatan mengenai materi,siswa kurang membawa buku sumber, sedikit yang berani siswa maju mengerjakan soal dan siswa kurang berani mengoreksi apabila guru kurang tepat dalam menjelaskan. Kekurangan tersebut perlu diminimalisir agar siswa lebih siap dalam belajar dan memiliki keberanian berpendapat. Pada proses pembelajaran dengan media audio visual tentang cerita anak, siswa terlihat lebih senang dan memiliki minat karena biasanya jika mendengarkan cerita dengan dibacakan sedangkan dengan media ini siswa dapat mendengarkan dan menyaksikan gambar yang sesuai isi cerita. Pada pembelajaran selanjutnya siswa akan dimotivasi agar mau mengungkapkan pendapatnya dan mempersiapkan buku sumber lain. 2) Hasil Kemampun Menyimak Pada akhir siklus pertama ini peneliti juga memberikan soal evaluasi di akhir siklus yang akan digunakan untuk mengukur peningkatan kemampuan menyimak dalam belajar bahasa indonesia materi “menyimak cerita anak”. Tabel kemampuan menyimak dapat dilihat pada halaman 192.

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 Berdasarkan tabel hasil menyimak siklus 1 yang terlampir pada halaman 192, dapat diketahui dari hasil belajar yang diperoleh siswa dengan rata-rata kelas 80.5 sudah mecapai target siklus 1 yaitu 80. Jumlah siswa yang mencapai KKM 31 siswa, dengan persentase 86%. Nilai terendah yang diperoleh siswa yaitu 61 dan nilai tertinggi yang diperoleh siswa yaitu 100. Jumlah siswa yang nilainya berada di bawah rata-rata kelas ada 20 siswa dan jumlah siswa yang nilainya berada di atas rata-rata kelas 16. Hasil capaian pada siklus 1 dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 18. Target Keberhasilan dan Capaian Siklus 1 Peubah Indikator Kondisi Target Capain Keberhasilan Awal Keberhasilan Siklus 1 Minat Rata – rata skor observasi dan kuesioner seluruh siswa 50.18 64 69 Tercapai Kemampuan Menyimak Rata – rata nilai evaluasi 69.03 80 80.5 Tercapai 41.67% 85% 86% Tercapai Jumlah Siswa yang mencapai KKM (71) Keterangan d. Refleksi Siklus I Setelah melakukan tindakan siklus 1 untuk merefleksi kekurangan dan kelebihan proses pembelajaran siklus 1. Refleksi diperoleh dari observasi, kuesioner dan dari hasil tes menyimak cerita anak. Observasi dilakukan ketika pembelajaran berlangsung dan tes menyimak cerita dilakukan diakhir siklus I dan II. Ada beberapa hal yang ditemukan selama proses pembelajaran berlangsung pada siklus pertama adalah sebagai berikut, (1) sebagian besar

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 siswa terlihat berminat menyaksikan saat pemutaran video cerita anak berlangsung namun ada berberapa siswa yang duduk dibelakang masih kurang perhatian, (2) hasil capaian minat pada siklus 1 sudah baik masuk kategori minat sangat tinggi hal ini menunjukkan siswa sudah siap mengikuti pelajaran bahasa Indonesia, (3) banyak siswa yang menjawab pertanyaan dari guru seputar isi cerita, (4) pada saat bekerja dalam kelompok yang berjumlah 4-5 siswa malah mengobrol dan kelas menjadi ramai. Pada siklus II akan bekerja berpasangan bukan dalam kelompok, (5) siswa cukup bisa memahami isi cerita yang diputar dengan media audio visual, (6) masih ada siswa yang kesulitan untuk mengungkapkan tanggapan terhadap cerita yang disimak karena menanggapi itu mengungkapkan pendapat atau saran. Maka perlu bimbingan lebih dalam menanggapi, (7) banyak juga siswa yang berani menanggapi walaupun ada beberapa siswa yang krang percaya diri menanggapi pertanyaan dari guru, (8) Siswa juga sudah menuliskan pengalaman yang menarik, (9) bimbingan guru yang diberikan kepada siswa kurang menyeluruh, (10) dalam kelompok ada siswa yang terlihat dominan jadi temannya kurang berperan, (11) penjelasan peneliti yang bertindak sebagai guru terlalu cepat, (12) pada pelaksanaan siklus I hasil yang diperoleh dari tes menyimak terdapat peningkatan dari kondisi awal. Peningkatannnya yaitu jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat, Nilai rata- rata aspek menyimak meningkat, dan terlihat minat siswa mengikuti pelajaran bahasa Indonesia.Kendala-kendala yang dialami pada pembelajaran siklus pertama

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 digunakan sebagai bahan pertimbangan pada pembelajaran yang akan dilakukan pada siklus selanjutnya. Kekurangan kekurangan yang telah ditemukan selama proses pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat dilihat dari aspek siswa maupun guru. Kekurangan tersebut akan diperbaiki dalam proses pembelajaran selanjutnya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Maka langkah guru untuk memperbaiki kekurangan di atas adalah sebagai berikut, (1) guru memastikan median audio visual dapat jelas diterima siswa baik gambar maupun suara karena dalam menyimak sangat perlu kejelasan, (2) guru lebih membimbing dan memperhatikan siswa secara menyeluruh agar siswa mampu menulis tanggapan sederhana terhadap cerita film yang disimak dengan lebih baik, (3) untuk kegitan kelompok jumlah anggota kelompok akan dikurangi menjadi berpasangan dengan teman sebangku, (4) guru mengelola waktu akan lebih efektif agar tidak banyak waktu yang terbuang sia – sia, (5) guru membimbing siswa menyeluruh,sampai bagian belakang, (6) guru memotivasi dan membantu siswa agar berani menyampaikan pendapat dan menanggapi, (7) guru menyampaikan penjelasan lebih jelas agar siswa memahami benar apa yang harus dilakukan, (8) kelompok siswa yang sering membuat keributan dipisah agar tidak ngobrol sendiri. Demikian usaha yang akan dilakukan peneliti dan guru untuk meperbaiki kesalahan pada siklus I dan diharapkan pada siklus II pembelajaran berjalan lebih baik.

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 3. Siklus II Siklus kedua terdiri dari empat tahap yaitu: (a) perencanaan, (b)pelaksanaan tindakan, (c) observasi, dan (d) refleksi. Setiap tahapan diuraikan sebagai berikut. a. Perencanaan Tindakan Pada tahap perencanaan peneliti memilih standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator yang sesuai dengan menyimak cerita anak selanjutnya mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari RPP, LKS, media pembelajaran (slide bersuara tentang cerita anak), serta alat pendukung lain. Dalam proses pembelajaran siklus I judul ceritanya adalah “Gempa di Yogya” jika ceritanya tidak diganti maka siswa akan bosan dan menggap terlalu mudah cerita yang diulang – ulang. Oleh karena itu, pada siklus II ini peneliti menyiapkan cerita yang berbeda. Melihat kendala pada siklus I pembelajaran siklus II akan direncanakan lebih baik seperti media yang audio visual yang diperjelas, mengurangi jumlah kelompok, guru lebih jelas dalam menyampaikan materi, sudah menetukan standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator yang sesuai untuk kelas III yang sesuai, menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP pada siklus II ini dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan masing-masing pertemuan 2 jam pelajaran atau sekitar 70 menit, yang dilaksanakan dalam kurun waktu satu minggu yaitu pada hari Selasa, 25 Maret 2014 dan Kamis, 27 Maret 2014, membuat Lembar Kerja Siswa (LKS) yang akan digunakan siswa sebagai kegiatan belajar sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 yang disusun dalam RPP, menyiapkan sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran menyimak cerita anak. Adapun sarana dan prasarana yang digunakan dalam pembelajaran menulis puisi adalah sebagai berikut. a) Ruang belajar Ruang belajar dibersihkan, dirapikan dan ditata agar dapat mendukung pembelajaran (ditata agar semua siswa dapat menyaksikan film dengan jelas). b) Media Audio visual Perangkat audio visual digunakan untuk menampilkan tulisan, gambar, dan video dari laptop yang berkaitan dengan menyimak cerita pengalaman teman (cerita anak). Dengan bantuan perangkat tersebut objek yang ditayangkan akan lebih jelas, dan lebih besar sehingga semua siswa di dalam ruang kelas dapat menyaksikan. Dengan menggunaan media audio visual ini, diharapkan akan lebih berminat dalam mengikuti pelajaran bahasa Indonesia. c) Buku Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia digunakan sebagai acuan belajar. Buku yang digunakan adalah buku karangan Warsidi Edi.(2008). Bahasa Indonesia membuatku cerdas 3: untuk kelas III Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah/oleh Edi Warsidi dan Farika. Jakarta: Pusat Perbukuan, Deprtemen Pendidikan Nasional, 2008.

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 b. Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan kelas siklus II, dilaksanakan pada hari Selasa, 25 Maret 2014 dan Kamis tanggal, 27 Maret 2014. Pembelajaran berlangsung sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yaitu dengan menggunakan media audio visual yang dirancang oleh peneliti untuk meningkatkan minat dan kemampuan menyimak. Materi yang akan dipelajari yaitu menyimak cerita anak seperti pada siklus 1. Berikut ini merupakan rincian kegiatan siklus II pada setiap pertemuan. 1) Pertemuan 1 ( siklus II ) Pelaksanaan siklus II pada pertemuan ke-1 indikator pembelajarannya adalah siswa dapat menjelaskan isi cerita dalam beberapa kalimat dan siswa dapat memberikan tanggapan sederhana cerita pengalaman teman. a) Kegiatan Awal Pembelajaran diawali dengan salam, doa, kemudian dilanjutkan dengan mengabsensi siswa. Untuk memantapkan pengetahuan yang pernah dipelajari maka mengingat kembali pembelajaran sebelumnya, peneliti melakukan apresepsi dengan pertanyaan, Anak – anak siapa yang ingin mendengarkan cerita pengalaman teman lagi? Cerita pengalaman yang berbeda tentunya untuk melatih kemampuan menyimak dan siswa diberikan kesempatan bertanya mengenai materi yang akan dipelajari. Dan agar lebih semangat guru bersama siswa bernyanyi lagu yang berjudul “Sepedaku”

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 b) Kegiatan Inti Peneliti mengajak siswa menyaksikan video cerita pengalaman teman yang berjudul “Kecelakaan”. Para siswa menyaksikan dengan sungguh – sungguh kemudian guru dan siswa melakukan tanya jawab mengenai cerita serta guru menjelaskan cara menanggapi cerita. Bersama teman sebangku siswa mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk melatih kemampuan menyimak. Guru menjelaskan bagaimana cara menanggapi yang baik walaupun hanya dengan beberapa kalimat. Siswa bersama teman sebangku mempresentasikan hasil pekerjaannya dan siswa lain menanggapi. Pada kegiatan inti siswa juga diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai materi dan kendala- kendala yang dialami pada pembelajaran yang baru saja dilaksanakan. c) Kegiatan Akhir Peneliti Bersama-sama dengan peserta didik membuat rangkuman atau simpulan apa saja yang telah mereka pelajari hari ini, siswa dan guru tanya jawab seputar kesulitan yang dialami dalam proses pembelajaran. Peneliti membuat kesimpulan menegenai materi yang telah dipelajari dan memberikan tindak lanjut. 2) Pertemuan 2 ( Siklus II ) Pertemuan ke-2 pada siklus II, dilaksanakan pada hari Kamis tanggal, 27 Maret 2014 dan diikuti oleh siswa kelas III SDN Selomulyo yang terdiri dari

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 36 siswa. Kegiatan pembelajaran pada siklus II memiliki indikator siswa dapat menjelaskan isi cerita dan memberikan tanggapan sederhana terhadap cerita pengalaman teman. a) Kegiatan Awal Kegiatan pembelajaran dimulai dengan berdoa, mengabsen siswa untuk mengetahui jumlah siswa yang hadir pada hari ini dan ternyata hadir semua. Selanjutnya peneliti memberikan motivasi kepada siswa berkenaan hasil menyimak pada pertemuan sebelumnya. Agar siswa lebih termotivasi untuk mendapat hasil yang lebih memuaskan. Disamping itu siswa juga mendapat kesempatan untuk mengungkapkan pendapatnya mengenai pembelajaran menyimak. b) Kegiatan Inti Siswa menyaksikan cerita pengalaman teman yang berjudul “Kecelakaan” menggunakan media audio visual. Setelah itu siswa siswa mendapat soal evaluasi dan mengerjakan dengan serius soal tersebut. Pada siklus II pertemuan II ini tidak banyak kegiatan langsung pada intinya karena siswa dianggap sudah siap mengerjakan tes. Peneliti menggap siswa sudah mampu mengerjakan tes karena dari siklus dan pertemuan sebelumnya sudah banyak belajar. Setelah siswa selesai mengerjakan soal evaluasi kemudian hasil pekerjaan siswa dikumpulkan. c) Kegiatan Akhir Peneliti bertanya jawab dengan siswa mengenai materi menyimak dan

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 melakukan refleksi pada akhir pembelajaran. c. Observasi Siklus II Observasi dilaksanakan peneliti dengan bantuan teman sejawat PPL pada saat pembelajaran berlangsung didalam kelas. Observasi hasil belajar meliputi pengamatan peningkatan minat dan kemampuan menyimak siswa. Minat siswa diukur dengan kuesioner minat siswa dan observasi minat siswa. Kemampuan mnyimak siswa diukur dengan soal evaluasi dan rubrik penilaian. Berikut ini adalah data yang diperoleh pada siklus II: 1) Observasi proses pembelajaran Pengamatan Proses Pembelajaran Dari hasil pengamatan proses pembelajaran menunjukkan bahwa pelaksanaan proses pembelajaran sudah berjalan sesuai dengan yang direncanakan di RPP. Kendala yang dihadapi pada siklus I sudah teratasi dan menunjukkan hasil yang semakin baik. 2) Observasi hasil belajar a) Minat Siswa Minat siswa diperoleh dari hasil lembar pengamatan dan dari angket yang disebarkan kepada siswa. Rangkuman tabel data hasil capaian minat siswa siklus II dapat dilihat pada halaman 194. Berdasarkan tabel capaian minat siswa yang terlampir pada halaman 194, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran dapat diikuti siswa dengan baik. Dari hasil rata – rata yaitu 72.59 termasuk kategori minat

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 sangat tinggi dalam melakukan kegiatan menyimak pada mata pelajaran bahasa Indonesia menggunakan media audio visual. b) Kemampuan menyimak Pada akhir siklus II peneliti juga memberikan soal evaluasi yang digunakan untuk mengukur peningkatan kemampuan menyimak siswa dalam belajar bahasa Indonesia materi “memberikan tanggapan sederhana terhadap cerita anak”. Tabel nilai siswa pada aspek menyimak siklus II dapat dilihat pada lampiran halaman 195. Dari tabel hasil capaian menyimak siswa yang terlampir pada halaman 195 dapat diketahui, kemampuan siswa dalam menyimak cerita anak, pada siklus 2 meningkat dibanding dengan siklus I walaupun tidak signifikan seperti pada kondisi awal dan siklus I. Dengan adanya peningkatan pada siklus I dan II tersebut sudah memuaskan peneliti bahwa media audio visual dapat meningkatkan minat serta kemampuan menyimak. Peningkatan pada siklus II, dapat dilihat dari hasil belajar yang diperoleh siswa dengan rata-rata kelas 82.53. Jumlah siswa yang mencapai KKM 33, dengan persentase 91%. Nilai terendah yang diperoleh siswa yaitu 55 dan nilai tertinggi yang diperoleh siswa yaitu 97. Jumlah siswa yang nilainya berada di bawah rata-rata kelas ada 18 siswa dan jumlah siswa yang nilainya berada di atas rata-rata kelas 18. Dari data tersebut dapat akan disajikan tabel hasil capaian siklus II sebagai berikut.

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 Tabel 19. Target Keberhasilan dan Capaian Siklus 2 Peubah Indikator Kondisi Target Capain Keberhasilan Awal Keberhasilan Siklus II Keterangan Minat Rata – rata skor observasi dan kuesioner seluruh siswa 50.18 70 72. 59 Tercapai Kemampuan Menyimak Rata – rata nilai evaluasi 69.03 82 82.53 Tercapai 41.67% 90% 91.67 Tercapai Jumlah Siswa yang mencapai KKM (71) d. Refleksi Siklus II Beberapa hal yang ditemukan selama proses pembelajaran pada siklus dua adalah sebagai berikut. 1) Siswa mampu memahami isi cerita dengan baik. 2) Siswa dengan baik mampu menuliskan tanggapan sederhana terhadap cerita pengalaman teman. (baik menanggapi tokoh maupun keadaan yang ada dalam cerita). 3) Siswa terlihat berminat mengikuti pelajaran bahasa Indonesia. 4) Siswa cukup aktif melakukan tanya jawab dengan guru. 5) Bimbingan yang diberikan guru sudah menyeluruh tidak hanya siswa yang ada di depan. 6) Penjelasan guru sudah jelas sehingga mengerti tugas – tugas atau kegiatan yang harus dilakukan. 7) Dalam mengerjakan tes siwa lebih serius dan mengerjakan tepat waktu. Kekurangan-kekurangan yang ditemukan pada proses pelaksanaan

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 kegiatan pembelajaran pada siklus pertama sudah dapat diperbaiki pada siklus dua. Dengan adanya perbaikan dari kekurangan tersebut, tujuan untuk mengupayakan proses pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang lebih baik sudah tercapai. Pada pelaksanaan siklus II diperoleh hasil nilai menyimak mencapai target yakni 91.67% dari target 90% jumlah siswa kelas III SDN Selomulyo, nilainya telah memenuhi KKM, sehingga peneliti memutuskan untuk mengakhiri penelitian ini pada siklus II. B. Pembahasan Penelitian ini menggunakan media audio visual dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Pembelajaran dilakukan dalam dua siklus dan disetiap siklusnya terdapat dua kali pertemuan. Pembelajaran di kelas dilakukan dilakukan dengan cara para siswa menyaksikan video tentang pengalaman teman. Kemudia siswa menyimak dan melakukan kegitan mengerjakan LKS bersama teman serta pada akhir siklus akan mengerjakan soal evaluasi. Pelaksanaan pembelajaran pada siklus I pertemuan pertama diawali dengan apersepsi dan orientasi agar siswa tahu apa yang akan hendak dilakukan pada pembelajaran. Selanjutnya siswa akan medapat penjelasan singkat mengenai materi menyimak dan hal – hal penting yang perlu diperhatikan dalam menyimak. Kegiatan pada pertemuan kedua yang diawali dengan apersepsi dari guru mengingat kembali materi yang sebelumnya telah dipelajari. Kemudian siswa dan guru melakukan tanya jawab mengenai materi. Setelah semua cukup jelas, guru menayangkan cerita anak menggunakan media audio visual. Semua siswa

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 memperhatikan dengan sungguh – sungguh dan dilanjutkan dengan mengerjakan soal evaluasi. Adapun kendala yang dialami selama proses pembelajaran siklus I namun pada pelaksaan siklus II kendala itu dapat diatasi sehingga tidak terjadi permasalahan lagi. Pembelajaran pada siklus II terlaksana sesuai dengan RPP, semua siswa sudah memiliki minat dalam menyimak cerita anak dan berusaha mengerjakan soal dengan sungguh – sungguh. Berdasarkan hasil pembahasan dapat diketahui bagaimana upaya untuk meningkatkan minat dan kemampuan menyimak cerita anak siswa SDN Selomulyo. Akan dijelaskan secara lebih terperinci pelaksanaan pembelajaran menyimak dilaksanakan di kelas III SDN Selomulyo meliputi langkah-langkah sebagai berikut. Pengambilan data awal dengan menggunakan soal untuk menentukan kondisi awal karena nilai siswa aspek menyimak sudah digabung nilai aspek lain sehingga perlu dilakukan tes, pelaksanaan pembelajaran siswa akan dijelaskan tentang cara menyimak dan memberikan tanggapan sederhana, siswa akan menyimak cerita anak yang ditayangkan dengan media audio visual, siswa berdiskusi dengan teman sebangku mengerjakan LKS, siswa dibimbing guru melakukan pembahasan LKS bersama. Membenarkan jika ada yang salah dan menanggapi jawaban teman, hasil diskusi akan di presentasikan di depan kelas, siswa pada akhir siklus mengerjakan soal evaluasi, refleksi juga dilaksanakan dengan menjawab berberapa pertanyaan refleksi.

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 Peningkatan minat dan kemampuan menyimak cerita anak siswa kelas III SDN Selomulyo menggunakan media audio visual seperti langkah-langkah yang telah dikemukakan, berhasil meningkatkan minat dan kemampuan menyimak. Untuk lebih jelasnya peningkatan minat dan kemampuan menyimak cerita anak dapat dilihat pada pembahasan berikut ini. 1. Minat Siswa Dari hasil penerapkan pembelajaran yang dilakukan di SD Negeri Selomulyo memperoleh dua data terkait variabel minat. Kedua data tersebut adalah hasil observasi minat siswa dan hasil kuesioner minat siswa. Tabel rekapitulasi data minat yang diperoleh dari siklus I dan siklus II, dapat dilihat pada lampiran halaman 197. Berdasarkan rekapitulasi data minat yang terlampir pada halaman 197, dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan rata-rata minat dengan menggunakan media audio visual yang dilakukan di SD Negeri Selomulyo. Peningkatan rata- rata minat belajar siswa dapat dilihat dari kenaikan skor akhir rata-rata minat siswa dari kondisi awal yaitu 50.18 (minat sedang) meningkat menjadi 69.03 (minat sangat tinggi) pada akhir siklus I. Terjadi peningkatan rata-rata minat siswa di akhir siklus I, penelitian ini tetap akan dilanjutkan pada siklus II untuk membuktikan bahwa menggunakan media audio visual benar-benar dapat meningkatkan minat siswa terhadap bahasa Indonesia. Peningkatan rata-rata minat siswa juga terjadi di akhir siklus II. Skor minat siswa di akhir siklus II mengalami peningkatan menjadi 72.59 (minat

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 sangat tinggi) dari rata-rata kondisi awal minat yang hanya 50.18. Peningkatan minat belajar tersebut dinilai sudah mencapai target yang diharapkan pada akhir siklus II yaitu 70 . Skor akhir minat siswa yang diperoleh pada siklus II dikategorikan siswa menunjukkan minat belajar yang tinggi. Berdasarkan data hasil observasi dan kuesioner minat sehingga dapat dilihat bahwa seluruh siswa mengalami peningkatan minat diakhir siklus I. sebanyak 5.5% (2 siswa) yang tergolong minat belajar rendah dan 75.1% (27 siswa) yang tergolong minat belajar sedang. Terdapat 19.4%(7 siswa) yang tergolong minat belajar tinggi. Pada akhir siklus I tidak terdapat siswa yang dikategorikan minat rendah, Rata-rata minat siswa dikategorikan pada minat belajar sangat tinggi. Pada akhir siklus II semua siswa yang dikategorikan ke dalam minat sangat tinggi hal ini dikarenakan siswa menyadari bahwa menyimak perlu memiliki minat agar dapat lebih senang, karena itu kegiatan menyimak menggunakan media audio visual lebih menarik dan lebih menumbuhkan minat siswa. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan minat siswa setiap siklus. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa upaya peningkatan minat siswa terhadap bahasa Indonesia kelas III SDN Selomulyo menggunakan media audio visual berhasil meningkatkan minat siswa. Peningkatan minat siswa dapat dilihat dari tabel dan grafik berikut.

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 Tabel 20. Peningkatan Minat Kondisi Awal, Siklus I dan Siklus II Minat siswa Kondisi awal Siklus I Siklus II 50.18 69.03 72.59 (minat sedang) (minat sangat tinggi) (minat sangat tinggi) Peningkatan Skor Rata-rata Minat Siswa 80 69.03 64 70 60 72.59 70 Kondisi awal 50.18 50 Target siklus I 40 Siklus I 30 Target siklus II 20 Siklus II 10 0 Kondisi Awal Akhir siklus I Akhir siklus II Gambar 3. Grafik Skor rata – rata Minat Siswa 2. Kemampuan menyimak siswa Hasil penelitian peningkatan prestasi kemampuan menyimak di SDN Selomulyo dilakukan dua kali evaluasi untuk mengukur peningkatan kemampuan menyimak siswa. Evaluasi tersebut dilakukan pada akhir siklus I dan akhir siklus II. Tabel rekapitulasi hasil evaluasi kemampuan menyimak yang diperoleh siswa dari siklus I dan siklus II, dapat dilihat pada lampiran halaman 198. Dari rekapitulasi data hasil kemampuan menyimak yang terlampir pada halaman 198, dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan kemampuan menyimak dengan menggunakan media audio visual yang dilaksanakan di SDN Selomulyo. Peningkatan kemampuan menyimak siswa dapat dilihat dari kenaikan skor ratarata pada siklus I yang meningkat menjadi 80.5 dari kondisi awal 69.03.

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 Peningkatan kemampuan menyimak yang diharapkan pada siklus I sudah mencapai target yaitu 80 namun belum mencapai target di akhir siklus II yaitu mendapat skor rata-rata 82. Pada pelaksanaan siklus I terdapat 86% siswa yang dapat mencapai nilai KKM 71. Hal ini menunjukkan terjadi adanya peningkatan persentase siswa yang mempu mencapai nilai KKM sebanyak 44.33% dari kondisi awal yaitu 41.67. Pada akhir siklus II peningkatan kemampuan menyimak juga terlihat. Nilai rata – rata siswa di akhir siklus II mengalami peningkatan menjadi 82.53 dari 80.5 pada akhir siklus I. Peningkatan kemampuan menyimak sudah mencapai target yang diharapkan peneliti yaitu nilai rata-rata 82. Pada akhir siklus II terdapat 91.67% siswa yang dapat mencapai nilai KKM 71. Hal ini menunjukkan peningkatan 50% dari kondisi awal kemampuan menyimak siswa. Hasil evaluasi siswa pada siklus I dapat diketahui bahwa nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 100 dan nilai terendah 61, sedangkan untuk siklus II nilai tertinggi mencapai 97 dan nilai terendah siswa 55. Mungkin nilai tertinggi ada pada siklus I namun jumlah siswa yang mencapai KKM71 lebih banyak hal ini menunjukkan peningkatan dari siklus I ke siklusII. Dalam pelaksanaan tindakan siklus I dan siklus II ada siswa yang tidak mengalami peningkatan prestasi namun juga tidak mengalami penurunan prestasi bahkan mengalami penurunan hal ini disebabkan kondisi siswa yang sedang kurang baik, mungkin saja siswa sedang sakit, kurang konsentrasi karena ada masalah dan lain sebagainya. Namun secara keseluruhan terjadi peningkatan nilai

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 rata – rata dan terjadi peningkatan siswa yang mencapai KKM 71. Siswa yang memperoleh nilai yang sama di siklus I dan siklus II, yaitu siswa nomor 9,20,31 dan 34. Siswa ini udah memperrhatikan namun kurang aktif untuk bertanya atau maju mengerjakan di papan tulis. Dari hasil evaluasi kemampuan menyimak juga terdapat siswa yang mengalami penurunan prestasi di akhir siklus II, yaitu siswa nomor 4,5,6,7,12,14,17,18,19,21,23 dan 24. Hal seperti ini bisa terjadi karena banyak faktor pada saat siklus II biasa saja siswa sedang sakit atau ada suatu masalah. Namun dilihat dari pengamatan siswa ini mengobrol dengan teman, kurangnya keaktifan siswa selama pelajaran, dan siswa tidak mencatat hal – hal yang penting mengenai materi yang dibahas. Adanya siswa yang nilainya tetap bahkan menurun pada akhir siklus II, hal yang membanggakan adalah terdapat 20 siswa yang mengalami peningkatan kemampuan menyimak dari siklus I ke siklus II. Hal ini dikarenakan penggunaan media audio visual pada materi menyimak telah berhasil meningkatkan minat siswa terhadap bahasa Indonesia materi menyimak dan meningkatkan kemampuan menyimak siswa. Peningkatan kemampuan menyimak siswa juga dapat dilihat dari penghitungan berdasarkan berikut. Pada siklus I yang diikuti 36 siswa terdapat 94% (34 siswa) yang mengalami peningkatan dan terdapat 6 % (2 siswa) nilainya mengalami menurun. Pada siklus II yang diikuti 36 siswa mengalami peningkatan dari kondisi awal ke siklus II meningkat menjadi 97% (35 siswa) yang mengalami

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 peningkatan prestasi dan terdapat 3% (1 siswa) yang nilainya menurun serta titak ada siswa yang tetap nilainya dari kondisi awal ke siklus II. Berdasarkan hasil analisis data peningkatan kemampuan menyimak dari kondisi awal, siklus I dan siklus II menunjukkan adanya peningkatan. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan menyimak cerita anak siswa kelas III SDN Selomulyo menggunakan media audio visual berhasil meningkatkan kemampuan menyimak. Peningkatan kemampuan menyimak cerita anak dapat dilihat dari tabel dan grafik berikut. Tabel 21. Peningkatan Kemampuan Menyimak Kondisi Awal, Siklus I dan Siklus II Kemampuan Menyimak Cerita Anak Kondisi awal Siklus I Siklus II 69.03 80.5 82.53 41.67% 86% 91.67% Nilai rata – rata Persentase siswa yang mencapai KKM 71 Peningkatan Nilai Rata – rata Menyimak Siswa 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 8080.5 82.53 82 69.03 Kondisi awal Target siklus I Siklus I Target siklus II Siklus II Kondisi Awal Akhir siklus I Akhir siklus II Gambar 4. Grafik Peningkatan Nilai Rata – rata Menyimak Siswa

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 Berdasarkan grafik peningkatan nilai rata – rata menyimak siswa, dapat dilihat terjadi peningkatan nilai rata – rata menyimak siswa dari kondisi awal hingga kondisi akhir (siklus II) dan mencapai target yang diharapkan oleh peneliti. Peningkatan Jumlah Siswa yang Mencapai KKM (dalam %) 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 91.67 90 8586 Kondisi awal Target siklus I 41.67 Siklus I Target siklus II Siklus II Kondisi Awal Akhir siklus I Akhir siklus II Gambar 5. Grafik Peningkatan Nilai Siswa yang Mencapai KKM (%) Dari grafik persentase peningkatan siswa yang mencapai KKM terlihat adanya peningkatan jumlah siswa yang mencapai KKM dari kondisi awal 41.67%, siklus I 86% dan siklus II 91.67%. Hal ini menunjukkan peningkatan persentase siswa yang mencapai KKM semakin meningkat pada tiap siklusnya. Tabel 22. Keberhasilan Pelaksanaan Penelitian Peubah Akhir Siklus II Siklus 1 Target Siklus II Indikator Kondisi Target Akhir Keberhasilan Awal Siklus I Keterangan Minat Rata – rata skor observasi dan kuesioner seluruh siswa 50.18 64 69 70 72. 59 Tercapai Kemampuan Menyimak Rata – rata nilai evaluasi 69.03 80 80.5 82 82.53 Tercapai 41.67% 85% 86% 90% 91.67 Tercapai Jumlah Siswa yang mencapai KKM (71)

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Jadi dari hasil pembahasan dan tabel keberhasilan pelaksanaan penelitian dapat kita ketahui media audio visual terbukti dapat meningkatkan minat dan kemampuan menyimak cerita anak siswa kelas III SDN Selomulyo Tahun Pelajaran 2013/2014. 93

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP Dalam bab ini peneliti menguraikan dua hal, yaitu (a) Kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan, (b) Saran – saran. Kedua hal tersebut akan diuraikan sebagai berikut. A. Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan penelitian berupa data nilai menyimak cerita anak dan didukung dari data hasil observasi serta kuesioner, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa. 1. Penggunakan media audio visual dapat meningkatkan minat dalam menyimak cerita anak, siswa kelas III SDN Selomulyo semester genap tahun ajaran 2013/2014. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengolahan data berdasarkan penelitian yang dilaksanakan mulai dari siklus kondisi awal hingga siklus II menunjukkan peningkatan minat dalam menyimak cerita anak. Pada kondisi awal minat siswa 50.18 ( minat sedang), pada siklus I skor rata-rata minat siswa 69 (minat sangat tinggi), pada siklus II menunjukkan bahwa minat siswa mengalami peningkatan dan rata-ratanya 72.59 (minat sangat tingi). 2. Penggunaan media audio visual dapat meningkatkan kemampuan menyimak cerita anak, siswa kelas III SDN Selomulyo semester genap tahun ajaran 2013/2014. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengolahan data berdasarkan 94

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 penelitian yang dilaksanakan mulai dari kondisi awal hingga siklus II menunjukkan peningkatan kemampuan menyimak siswa. Pada kondisi awal menunjukkan skor rata-rata 69.03 dengan persentase siswa yang mencapai KKM 41.67%. Pada hasil evaluasi siklus I menunjukkan skor rata-rata kelas 80.5 dengan persentase siswa yang mencapai KKM 86%. Pada hasil evaluasi siklus II skor rata-rata kelas meningkat menjadi 82.53 dengan persentase siswa yang mencapai KKM 91.67%. B. Saran Beberapa saran yang ingin disampaikan peneliti kepada pihak-pihak yang berada dalam dunia pendidikan ataupun pihak yang ingin meneliti masalah yang serupa diantaranya: 1. Bagi Sekolah Sekolah diharapkan memberikan dukungan dengan memfasilitasi penyelenggaraan pembelajaran menggunakan media audio visual seperti memberikan ruangan khusus. Karena media audio visual adalah salah satu media pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan kemampuan menyimak siswa. 2. Bagi Guru Guru diharapkan memiliki kreatif untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang lebih menarik, membuat siswa aktif dan guru memiliki kemampuan mengoprasikan media audio visual.

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 3. Bagi Peneliti Lain Peneliti lain sebaiknya melanjutkan penelitian tindakan kelas tentang menyimak cerita anak menggunakan media audio visual dengan menggabungkan metode atau teknik lain yang dapat lebih meningkatkan kemampuan menyimak.

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 DAFTAR REFERENSI Ali, Mohammad, 2007. Teori & praktek pembelajaran pendidikan dasar. Bandung: UPI Anitah,Sri. (2010). Media pembelajaran. Surakarta: Yuma Pustaka. Arifin, Zaenal. (2009). Evaluasi pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Arikunto, Suharsimi. (2001). Dasar-dasar evaluasi pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. (2006). Prosedur penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. . (2007). Manajemen penelitian. Jakarta : Rineka Cipta. (2009). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Edisi Revisi 6. Jakarta: Rineka Cipta. Azwar. (2007). Penelitian tindakan kelas. Yogyakarta: Aditya Media. (2012). Tes prestasi fungsi dan pengembangan pengukuran prestasi belajar edisi II. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Dewi, Intan Kartika. (2012). Peningkatan kemampuan menyimak cerita anak dengan menggunakan media audiovisual dalam pembelajaran menyimak siswa kelas IV SD Kanisius Kembaran, Batul tahun ajaran 2011/2012. Yogyakarta : USD. Dimyati dan Mudjiono. (2009). Belajar dan pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta. Djamarah, Syaiful Bahri. (2002). ”Psikologi belajar”. Jakarta : PT. Rineka Cipta. Hamalik, Oemar. (2001). Kurikulum dan pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara. . (2003). Perencanaan pengajaran berdasarkan pendekatan sistem. Jakarta : Bumi Aksara.

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 Harjana, HP. (2006). Cara mudah mengarang cerita anak – anak. Jakarta : PT Grasindo Widiasarana Indonesia. Huda, Mochamad Alimas. (2008). Peningkatan kemampuan mendengarkan certa rakyat pada mata pelajaran bahasa Indonesia melalui penggunaan media audiovisual bagi siswa kelas IV semester I SDN Mentikan IV Kecamatan, Prajuritkulon Kota Mojokerto tahun pelajaran 2008/2009. Yogyakrta: USD. Istihanah, Ana. (2013). Peningkatan keterampilan menyimak cerita menggunakan media audio visual kelas v SD. Surabaya. Kemmis dan Teggart. (1988). The action research planner. Deakin Univercity. Kososih, Etin Solihatin. 2007. Cooperative learning analisis model pembelajaran IPS. Jakarta: Bumi Aksara. Kustandi, Cecep. (2013). Media pembelajaran; manual dan digital. Bogor: Ghalia Indonesia. Kunandar. (2008). Langkah mudah penelitian tindakan kelas sebagai pengembangan profesi guru. Jakarta: PT RJ Grafindo Persada. Lie, Anita. (2008). Cooperative learning. Jakarta: Grasindo. Masidjo. (1995). Penilaian pencapaian hasil belajar siswa di sekolah. Yogyakarta: Kanisius. . (2010). Penilaian pencapaian hasil belajar siswa di sekolah. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Minto, Rahayu. 2007. Bahasa Indonesia di perguruan tinggi. Jakarta :PT Grasindo. Mohamad. Surya. (2001). Psikologi pengajaran dan pengjaran. Bandung PPB-IKIP Bandung. Munadi, Yudi. (2010). Media pembelajaran. Jakarta: Gedung Persada (GP).

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 Sardiman, Arief. (1993). Media pendidikan pengertian, pengembangan, dan pemanfaatannya. Jakarta : Raja Grafindo Persada. . (2010). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta : Rajagrafindo Persada. Slameto. (2003). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. . (2010). Belajar dan faktor – faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Slavin, R.E. (2008). Cooperative learning. Bandung : Nusa Media. Sugiarto, Th, M. T. (2009. Media pembelajaran konvesional dan berbasis IT, handout, Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma. Sugiyono. (2010). Metode penelitian kuantitatif kualitatif & RND. Bandung : Alfabeta. . (2011). Statistik untuk penelitian. Bandung: Alfabeta. Sugiyanto. (2008). Model-model pembelajaran inovatif. Surakarta : UNS Press. Syah, Muhibbin. (2005). Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Tarigan, Henry Guntur. (2008). Menulis sebagai keterampilan berbahasa. Bandung: Angkasa Bandung.

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 100

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran1. Surat keterangan penelitian 101

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 Lampiran 2. Silabus SILABUS Jenjang : Sekolah Dasar Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : III/2 Alokasi Wakt : 4x 35 menit (2 pertemuan) Tema : Peristiwa Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian Sumber Media Belajar

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5.Mendengarkan: 5.2 Memberikan tanggapan Memahami cerita dan teks drama anak yang dilisankan. Cerita pengalam an Kognitif : pengalaman teman yang didengarnya. -Tes Tertulis 1.kegiatan awal sederhana tentang cerita Pertemuan 1: Menjelaskan isi cerita dalam beberapa kalimat. Persiapan media pembelajaran (media pemutar Menjawab suara dan pertanyaan dari gambar) cerita pengalaman. Siswa dan guru Memberikan melakukan tanggapan sederhana tanya jawab tentang cerita mengenai cerita. pengalaman yang Siswa dan guru didengarnya. menyanyikan Menceritakan lagu ―Naik pengalaman yang Delman‖ dialami, didengar Siswa atau dilihat. mendengarkan penjelasan guru Afektif tujuan Menjawab pertanyaan isian 103 Sumber media 1.Cerita pengalaman ana dalam bentuk suara (audio) 2.Speaker (1-5) dan (1-10) 3.Alat pemutar suara 4.Laptop -Non Tes Sumber: Observasi dan kuesioner Warsidi Edi. (2008). Bhasa Idonesia membuatu cerdas 3: untukkelas III Sekolah Dasar dan adrasah Ibtidaiyah/oleh Edi Warsidi dan Farika.— Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Aku bangga Bahasa Indonesia 3: Sekolah Dasar kelas 3/ pembelajaran. Menghargai pendapat teman. Mempunyai minat 2.Kegiatan Inti oleh Ismoyo dan Romiyatun. — Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dalam menyimak Siswa dibagi cerita. dalam kelompok Menemukan isi 4 sampai 5 cerita dengan siswa. semangat. Siswa bersama Menanggapi cerita dengan semangat. kelompoknya menyaksikan film Psikomotor cerita pengalaman teman yang berjudul ― hasil pekerjaan Gempa di kelompok didepan Yogyakarta‖ kelas. Siswa dan guru Menyampaikan Menuliskan melakukan jawaban soal pada Tanya jawab kertas. mengenai isi cerita. Siswa mengerjakan LKS Siswa mendapat bimbingan dari guru mengenai 104 Pendidikan Nasional, 2008.

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI member tanggapan cerita pengalaman teman. Siswa mengerjakan soal latihan di LKS. Siswa dan guru membuat kesimpulan tentang member tanggapan cerita pengalaman. 3. Kegiatan penutup Siswa dan guru membuat kesimpulan pelajaran hari ini, Siswa bersama 105

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI guru melakukan refleksi kegiatan yang dialami. Pertemuan II 1.Kegiatan awal Persiapan media audio visual. Siswa bersama guru melakukan Tanya jawab pengalaman yang pernah dialami Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai tujuan pembelajaran. Guru membimbing siswa mengingat 106

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kembali proses menyimak yang pernah dilakukan. 2. Kegiatan inti Siswa secara individu menyimak film cerita anak yang berjudul ― Kecelakaan‖ Guru membagikan soal evaluasi kepada siswa. Guru menjelaskan petunjuk pengerjaan Siswa mengerjakan soal evaluasi. 3. Kegiatan 107

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI penutup Siswa dan guru membuat kesimpulan cara menanggapi cerita dan memahami cerita. 108

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) siklus I RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) (Siklus I/Pertemuan dan pertemuan II) Satuan Tingkat Pendidikan : SDN Selomulyo Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia SK.5, KD.5.1 Kelas/Semester : III/ Genap Alokasi Waktu : 2x 35 menit (1pertemuan) Tema : Peristiwa A. Standar Kompetensi 5. Memahami cerita dan teks drama anak yang dilisankan B. Kompetensi Dasar 5.1 Memberikan tanggapan sederhana tentang cerita pengalaman teman yang didengarnya C. Indikator 1. Kognitif : Menjelaskan isi cerita dalam beberapa kalimat. Menjawab pertanyaan dari bacaan. Memberikan tanggapan sederhana tentang cerita pengalaman yang didengarnya. Menceritakan pengalaman yang dialami, didengar atau dilihat. 2. Afektif Menghargai pendapat teman. Menunjukan minat dalam menyimak cerita. Menemukan isi cerita dengan semangat. Menanggapi cerita dengan semangat. 3. Psikomotor Menyampaikan hasil pekerjaan kelompok di depan kelas. Menuliskan jawaban soal pada kertas. D. Tujuan Pembelajaran (TP): 110

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Kognitif 111 : Siswa mampu menjelaskan isi cerita dalam beberapa kalimat. Siswa mampu menjawab pertanyaan dari cerita dalam media audio visual. Siswa mampu memberikan tanggapan tentang cerita. Sifswa mampu menceritakan pengalaman dialami, didengar atau dilihat. 2. Afektif Siswa mampu menghargai pendapat teman. Siswa mempunyai minat dalam menyimak cerita. Siswa mampu menemukan isi cerita dengan semangat. Siswa mampu menanggapi cerita dengan semangat. 3. Psikomotor Menyampaikan hasil pekerjaan kelompok di depan kelas. Menuliskan jawaban soal pada kertas. E. Materi Pembelajaran Cerita anak F. Model dan Metode Pembelajaran : Model : Cooperative Learning Metode : Learning Together Teknik : Diskusi, Tanya jawab, penugasan, presentasi G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Waktu 1. Kegiatan Awal Salam, berdoa, presensi Mempersiapan media audio visual a. Apersepsi Guru mengajukan beberapa pertanyaan kepada siwa? Anak – anak kalian dulu sering mendengarkan cerita dari orang tua kan? Anak – anak siapa yang suka mendengarkan cerita? Pasti 10 Menit

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI banyak yang suka mendengar cerita. Cerita tentang apa? Cerita yang menarik pastinya. Kita akan mendengarkan/menyimak cerita dari pengalaman teman b. Orientasi Guru menjelaskan tentang tujuan dipelajarinya materi. c. Motivasi Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa: - Siswa dibimbing guru menyanyikan lagu ―Naik Delman‖ - Guru bertanya peristiwa apa yang terjadi? - Siswa dan guru berbagi pengalaman yang pernah dialami. - Guru menjelaskan untuk memahami cerita perlu memiliki kemampuan menyimak. - Agar kalian tahu bagaimana memahami dan menyimpulkan isi cerita, maka kita akan belajar bersama. 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi 1) Siswa dibagi kelompok diskusi, tiap kelompok anggotanya 5 atau 4 anak dengan cara membagikan kertas berwarna. Siswa yang memperoleh warna yang sama menjadi satu kelompok. 2) Siswa bersama kelompoknya menyaksikan film cerita pengalaman teman yang berjudul ― Gempa di Yogyakarta‖ 3) Siswa bersama guru melakukan tanya jawab tentang peristiwa yang terjadi dalam cerita. 4) Siswa melakukan Tanya jawab mengenai waktu dan siapa 45 Menit 112

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI saja yang terlibat dalam peristiwa itu. 5) Siswa mendapat bimbingan dari guru cara memberikan tanggapan. 6) Siswa berkumpul bersama kelompok dan mendapat LKS. 7) Siswa mendengarkan instruksi pengerjaan LKS. 8) Siswa menyaksikan cerita yang diputar dengan media audio visual, jika ada yang kurang jelas bisa diputar kembali. 9) Siswa berdikusi dan bekerjasama untuk memahami informasi-informasi yang ada dalam LKS. 10) Siswa memberikan tanggapan tentang cerita yang didengarnya. b. Elaborasi. 11) Siswa dalam kelompok bekerja sama mencari kesimpulan dari cerita kemudian siswa mempresentasikan di depan kelas ,pada kolom yang sudah disediakan, serta diberikan koreksi agar dapat memahami cerita dengan baik. 12) Siswa dalam kelompoknya bediskusi untuk mengerjakan LKS pada kegiatan belajar 3. Menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan isi cerita yang didengar kemudian memasukkan jawaban ke media yang sudah dibagikan. 13) Guru berkeliling untuk mengecek jalannya diskusi dan mengamati kemampuan pemahaman tiap anak. 14) Siswa bersama dengan kelompknya diminta menyampaikan hasil jawaban salah satu soal pada kegiatan belajar 3 dengan membawa media. 15) Kelompok yang lain bergantian ke depan kelas. c. Konfirmasi 16) Guru memberikan kesempatan kepada kelompok lain 113

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI untuk menanggapi jawaban yang disampaikan kelompok yang berada di depan. 17) Guru menanggapi masing-masing kelompok yang menunjukkan hasil pekerjannya, menanggapi apabila ada siswa yang bertanya serta mengecek dan membenarkan apabila ada pemahaman yang keliru. 3. Penutup 1) Bersama-sama dengan peserta didik membuat rangkuman atau simpulan apa saja yang telah mereka pelajari hari ini. 2) Siswa mengumpulkan LKS kepada guru. 3) Guru memberikan refleksi dengan bertanya kepada siswa: - Bagaimana perasaan kalian setelah mempelajari tema ini? - Kesulitan apa yang masih kamu alami? - Apakah dengan video pembelajaran membantu kaliaan dalam memahami cerita? 4) Guru memberikan tindak lanjut. Doa penutup Salam 15 menit 114

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pertemuan kedua Kegiatan 3. Kegiatan Awal Salam, berdoa, presensi. Mempersiapan media audio visual. a. Apersepsi Guru mengajukan beberapa pertanyaan kepada siswa? Anak – anak kalian dulu sering mendengarkan cerita dari orang tua kan? Siapa yang pernah mendengarkan cerita pengalaman teman? Siswa bersama guru melakukan tanya jawab mengenai peristiwa berkesan. Siswa bersama guru mengingat kembali tentang hal-hal penting yang dilakukan dalam menyimak. b. Orientasi Siswa dan guru berbagi pengalaman yang pernah dialami Motivasi Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa: Guru menjelaskan tentang tujuan dipelajarinya materi. Guru menjelaskan untuk memahami cerita perlu memiliki kemampuan menyimak. . 4. Kegiatan Inti a. Eksplorasi 18) Siswa secara individu menyimak video cerita anak yang berjudul ― Gempa di Yogya‖ 19) Siswa mendapat soal evaluasi. 20) Guru menjelaskan petunjuk pengerjaan. 21) Siswa memperhatikan penjelasan guru. Waktu 10 menit 115

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Elaborasi. 22) Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu. 45 menit c. Konfirmasi 23) Guru menanggapi siswa dan membetulkan jika ada pemahaman yang keliru. 3. Penutup 5) Bersama-sama dengan peserta didik membuat rangkuman atau simpulan apa saja yang telah mereka pelajari hari ini. 6) Guru mengumpulkan soal evaluasi 7) Guru memberikan refleksi dengan bertanya kepada siswa: - Bagaimana perasaan kalian setelah mempelajari tema ini? - Kesulitan apa yang masih kamu alami? - Apakah dengan video pembelajaran membantu kalian dalam memahami cerita? Doa penutup Salam 15 menit 116

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 H. Penilaian : Penilaian Kognitif Indikator Pencapaian Teknik Kompetensi Penilaian Instrumen 1. Kemampuan Tes memahami isi cerita Bentuk Tertulis Instrumen/ Soal 1. Siapa saja yang mengalami kejadian itu? 2. Kapan peristiwa itu terjadi? 3. Di mana peristiwa itu terjadi? 4. Bagaimana kejadian itu? 5. Ceritakan kembali cerita temanmu secara singkat? 1. Kemampuan Menanggapai 6. Apakah tanggapanmu terhadap tokoh dibawah ini? 7. Apa manfaat dari cerita temanmu?

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 8. Peristiwa apa yang pernah kamu alami? 9. Setelah mendengarkan pembacaan cerita berjudul ‖Gempa di Yogya‖, buatlah tanggapan sederhana mengenai isi cerita (misalnya mengenai keadaan, tokoh, atau hal lain)? 10. Apa yang kamu lakukan saat peristiwa itu terjadi? Lampiran. Penilaian Afektif Skala Sikap No. Sikap dan Nilai SKOR Sangat baik Baik Tidak Baik 1. Menghargai pendapat teman 2. Mempunyai minat dalam menyimak cerita 3. Menemukan isi cerita dengan semangat 4. Menanggapi cerita dengan semangat Keterangan : Sangat baik (2), Baik (1), Tidak Baik (0) Rentang penilaian : Menghargai pendapat teman Sangat baik (saat teman punya pendapat didengarkan dengan baik, tidak ngobrol sendiri) = 2

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 Baik (memperhatikan teman berbicara atau berpendapat, sesekali bercanda dengan teman) = 1 Tidak baik (tidak memperhatikan pendapat teman, ngobrol sendiri) = 0 Memiliki minat dalam menyimak cerita Sangat baik (Antusias dalam mengikuti pembelajaran, tidak bercanda selama pembelajaran) = 2 Baik (Antusias dalam mengikuti pembelajaran, sesekali bercanda dengan teman) =1 Tidak baik (Tidak mengikuti pembelajaran dengan baik, sering bercanda dengan teman) = 0 Menemukan isi cerita dengan semangat Sangat baik (Sering mendiskusikan prosedur, pengamatan dan hasil praktikum) =2 Baik (Mendiskusikan pengamatan dan hasil praktikum saja) = 1 Tidak baik (Tidak pernah berdiskusi) = 0 Menanggapi cerita dengan semangat Sangat baik (Dapat menanggapi cerita dengan penuh semangat dan tanggapan tepat) = 2 Baik (Dapat mengungkapkan gagasan dengan benar namun kurang semangat ) = 1 Tidak baik (Tidak dapat mengungkapkan gagasan sedikitpun) = 0 1. Sumber Belajar : Buku : Warsidi Edi. (2008). Bahasa Indonesia membuatku cerdas 3: untuk kelas III Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah/oleh Edi Warsidi dan Farika.— Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. Sri Murni dan Ambar Widianingtyas. (2008). Bahasa Indonesia untuk SD dan MI Kelas III.. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional. 2. Lembar kerja siswa.

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Alat/Media Pembelajaran : Media Audio visual tentang cerita anak Sumber Belajar dan Media Pembelajaran : 1. KTSP 2006 / Kurikulum Sekolah Mitra, 2. Standar Isi Mata Pelajaran 3. Peralatan menulis(bolpoin, pensil, dll) 4. Lembar kerja siswa. 5. Powerpoint pembelajaran 6. Video pembelajaran 120

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) siklus II RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) (Siklus 2/Pertemuan 1 dan 2) Satuan Tingkat Pendidikan : SDN Selomulyo Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia SK.5, KD.5.1 Kelas/Semester : III/ Genap Alokasi Waktu : 2x 35 menit (1pertemuan) Tema : Peristiwa A. Standar Kompetensi 5. Memahami cerita dan teks drama anak yang dilisankan B. Kompetensi Dasar 5.1 Memberikan tanggapan sederhana tentang cerita pengalaman teman yang didengarnya C. Indikator 1. Kognitif : Memberikan tanggapan sederhana tentang cerita pengalaman yang didengarnya. Menjelaskan isi cerita dalam beberapa kalimat. Menjawab pertanyaan dari video. Menceritakan pengalaman yang dialami, didengar atau dilihat. 2. Afektif Menghargai pendapat teman. Menunjukan minat dalam menyimak cerita. Menemukan isi cerita dengan semangat. Menanggapi cerita dengan semangat. 3. Psikomotor Menyampaikan hasil pekerjaan kelompok di depan kelas. Menuliskan jawaban soal pada lembar kerja. D. Tujuan Pembelajaran (TP): 1. Kognitif : Siswa mampu memberikan tanggapan tentang cerita. 122

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 Siswa mampu menjelaskan isi cerita dalam beberapa kalimat. Siswa mampu menjawab pertanyaan dari cerita dalam media audio visual. Siswa mampu menceritakan pengalaman dialami, didengar atau dilihat. 2. Afektif Siswa mampu menghargai pendapat teman. Siswa mempunyai minat dalam menyimak cerita. Siswa mampu menemukan isi cerita dengan semangat. Siswa mampu menanggapi cerita dengan semangat. 4. Psikomotor Siswa mampu menyampaikan hasil pekerjaan kelompok di depan kelas. Siswa mampu menuliskan jawaban soal pada lembar kerja. E. Materi Pembelajaran Cerita anak F. Model dan Metode Pembelajaran : Model : Inkuiri terbimbing Metode : Diskusi, Tanya jawab, penugasan, presentasi G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Waktu 1) Kegiatan Awal Salam, berdoa, presensi Mempersiapan media audio visual a. Apersepsi Guru mengajukan beberapa pertanyaan kepada siswa? Anak – anak – anak pada pelajaran sebelumnya, kita sudah mendengarkan dan menananggapi cerita pengalaman teman kita yang bernama Doni. Anak – anak siapa yang ingin mendengarkan cerita pengalaman teman lagi? Cerita pengalaman yang berbeda tentunya. Kita akan mendengarkan/menyimak cerita dari pengalaman teman dengan media audio visual yang sudah dipersiapkan. 10 Menit

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Orientasi Guru menjelaskan tentang tujuan dipelajarinya materi. Motivasi Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa: - Siswa dibimbing guru menyanyikan lagu ―Sepedaku‖ - Guru bertanya peristiwa apa yang terjadi? - Siswa dan guru berbagi pengalaman yang pernah dialami. - Guru menjelaskan untuk memahami atau menanggapi cerita perlu memiliki kemampuan menyimak. - Agar kalian tahu bagaimana memahami dan memberikan tanggapan cerita, maka kita akan belajar bersama. 2) Kegiatan Inti a. Eksplorasi 1) Siswa dibagi kelompok, setiap kelompok berjumlan dua siswa atau dengan teman sebangku. 2) Siswa bersama kelompoknya menyaksikan video cerita pengalaman teman yang berjudul ― Kecelakaan‖ yang disajikan dengan media audio visual agar lebih menarik. 3) Siswa bersama guru melakukan tanya jawab tentang peristiwa yang terjadi dalam cerita. 4) Siswa melakukan tanya jawab mengenai waktu,tempat dan siapa saja yang terlibat dalam peristiwa itu. 5) Siswa mendapat bimbingan dari guru cara memberikan tanggapan. 6) Siswa mempersiapkan diri untuk berdiskusi dengan teman sebangku. 7) Siswa menerima LKS. 8) Siswa mendengarkan instruksi pengerjaan LKS. 9) Siswa menyaksikan cerita yang diputar dengan media audio visual, jika ada yang kurang jelas bisa diputar kembali. 45 Menit 124

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10) Siswa berdikusi dan bekerjasama untuk memahami informasiinformasi yang ada dalam LKS. 11) Siswa memberikan tanggapan tentang cerita yang didengarnya a. Elaborasi. 12) Siswa dalam kelompok bekerja sama memahami isi cerita. 13) Siswa dalam kelompoknya bediskusi untuk mengerjakan LKS. Menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan isi cerita yang didengar kemudian menuliskan jawaban pada lembar kerja. 14) Guru berkeliling untuk mengecek jalannya pembelajaran dan mengamati kemampuan pemahaman tiap anak. 15) Siswa bersama dengan teman sebangku diminta menyampaikan hasil jawaban. 16) Kelompok yang lain bergantian ke depan kelas kepada siswa untuk mempresentasikan hasil kerjanya. a. Konfirmasi 17) Guru memberikan kesempatan menanggapi jawaban yang disampaikan kelompok yang berada di depan. 18) Guru menanggapi masing-masing kelompok yang menunjukkan hasil pekerjannya, menanggapi apabila ada siswa yang bertanya serta mengecek dan membenarkan apabila ada pemahaman yang keliru. 3. Penutup 1) Bersama-sama dengan peserta didik membuat rangkuman atau simpulan apa saja yang telah mereka pelajari hari ini. 2) Guru mengumpulkan LKS yang sudah dikerjakan siswa. 3) Guru memberikan refleksi dengan bertanya kepada siswa: 15 menit 125

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a) Bagaimana perasaan kalian setelah mempelajari tema ini? b) Kesulitan apa yang masih kamu alami? c) Apakah dengan video pembelajaran membantu kaliaan dalam memahami cerita? 4) Guru memberikan tindak lanjut. Doa penutup Salam Pertemuan 2 Kegiatan 1. Kegiatan Awal Salam, berdoa, presensi Mempersiapan media audio visual a. Apersepsi Guru mengajukan beberapa pertanyaan kepada siswa? Anak – anak pada pelajaran sebelumnya kita sudah belajar menananggapi cerita pengalaman teman secara berkelompok. Pada pertemuan ini kita akan menanggapi cerita secara individu. Siswa bersama guru mengingat kembali tentang hal-hal penting yang dilakukan dalam menyimak. b. Orientasi Siswa dan guru berbagi pengalaman yang pernah dialami Motivasi Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa: Guru menjelaskan tentang tujuan dipelajarinya materi. Guru menjelaskan untuk memahami dan memberikan tanggapan cerita perlu memiliki kemampuan menyimak. . 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi Waktu 10 menit 126

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 1) Siswa secara individu menyimak video cerita anak yang berjudul ― Kecelakaan‖ 45 menit 2) Siswa mendapat soal evaluasi. 3) Guru menjelaskan petunjuk pengerjaan. 4) Siswa memperhatikan penjelasan guru. b. Elaborasi. 5) Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu. c. Konfirmasi 6) Guru menanggapi siswa dan membetulkan jika ada pemahaman yang keliru. 3. Penutup 1) Bersama-sama dengan peserta didik membuat rangkuman atau simpulan apa saja yang telah mereka pelajari hari ini. 15 menit 2) Guru mengumpulkan soal evaluasi 3) Guru memberikan refleksi dengan bertanya kepada siswa: a) Bagaimana perasaan kalian setelah mempelajari tema ini? b) Kesulitan apa yang masih kamu alami? c) Apakah dengan video pembelajaran membantu kalian dalam memahami cerita? Doa penutup Salam H. Penilaian Penilaian pembelajaran di kelas Penilaian Kognitif Indikator Pencapaian Teknik Bentuk Kompetensi Penilaian Instrumen 1. Kemampuan Tes memahami isi cerita Tertulis Instrumen/ Soal 1. Dari cerita yang berjudul ―Kecelakaan‖

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 Siapa saja yang mengalami kejadian itu? 2. Kapan peristiwa kecelakaan itu terjadi terjadi? 3. Dimana peristiwa kecelakaan itu terjadi? 4. Bagaimana kejadian itu? 5. Ceritakan kembali cerita temanmu secara singkat? 2. Kemampuan Menanggapai 6. Apakah tanggapanmu terhadap tokoh dibawah ini? 7. Apa manfaat dari cerita temanmu? 8. Peristiwa apa yang pernah kamu alami? 9. Apa yang kamu lakukan jika kamu

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 melihat kecelakaan seperti Tina? 10. Ceritakan kembali cerita temanmu secara singkat? Lampiran Penilaian Afektif Skala Sikap No. Sikap dan Nilai SKOR Sangat baik Baik Tidak Baik 1. Menghargai pendapat teman 2. Mempunyai minat dalam menyimak cerita 3. Menemukan isi cerita dengan semangat 4. Menanggapicerita dengan semangat Keterangan : Sangat baik (2), Baik (1), Tidak Baik (0) Rentang penilaian : Menghargai pendapat teman Sangat baik (saat teman punya pendapat didengarkan dengan baik, tidak ngobrol sendiri) = 2 Baik (memperhatikan teman berbicara atau berpendapat, sesekali bercanda dengan teman) = 1 Tidak baik (tidak memperhatikan pendapat teman, ngobrol sendiri) = 0 Memilikiminatdalam menyimak cerita Sangat baik (Antusias dalam mengikuti pembelajaran, tidak bercanda selama pembelajaran) = 2

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 Baik (Antusias dalam mengikuti pembelajaran, sesekali bercanda dengan teman) =1 Tidak baik (Tidak mengikuti pembelajaran dengan baik, sering bercanda dengan teman) = 0 Menemukan isi cerita dengan semangat Sangat baik (Sering mendiskusikan prosedur, pengamatan dan hasil praktikum) =2 Baik (Mendiskusikan pengamatan dan hasil praktikum saja) = 1 Tidak baik (Tidak pernah berdiskusi) = 0 Menanggapicerita dengan semangat Sangat baik (Dapat menanggapiceritadenganpenuhsemangatdantanggapantepat) =2 Baik (Dapat mengungkapkan gagasan denganbenarnamunkurangsemangat) = 1 Tidak baik (Tidak dapat mengungkapkan gagasan sedikitpun) = 0 I. Sumber Belajar : Buku : Warsidi Edi. (2008). Bahasa Indonesia membuatku cerdas 3: untuk kelas III Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah/oleh Edi Warsidi dan Farika.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. Sri Murni dan Ambar Widianingtyas. (2008). Bahasa Indonesia untuk SD dan MI Kelas III.. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional. J. Alat/Media Pembelajaran : Media Audio visual tentang cerita anak

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5. Lembar Kerja Siswa 132

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 Lampiran 6. Soal Evaluai Kondisi Awal Soal Tes Nama: Absen: Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar, sesuai cerita! 1. Apakah tanggapanmu terhadap tokoh Andi? 2. Apa manfaat dari cerita temanmu? 3. Peristiwa apa yang pernah kamu alami? 4. Dari cerita ―Pengalaman Andi Berlibur ke Pantai Kuta‖ Siapa saja yang mengalami kejadian itu? 5. Kapan Andi tersesat dan lupa nomor hotel ? 6. Di mana peristiwa itu terjadi? 7. Bagaimana kejadian itu? 8. Setelah mendengarkan pembacaan cerita berjudul ‖ Pengalaman Andi Berlibur ke Pantai Kuta‖, buatlah tanggapan sederhana mengenai isi cerita bisa pendapat atau saran (misalnya mengenai keadaan, tokoh, atau hal lain)? 9. Apa yang kamu lakukan jika peristiwa itu terjadi padamu? 10. Ceritakan kembali cerita temanmu secara singkat?

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 Soal Evaluasi siklus I Soal Tes Nama: Absen: Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar, sesuai cerita! 1. Apakah tanggapanmu terhadap tokoh dibawah ini? 2. Apa manfaat dari cerita temanmu? 3. Peristiwa apa yang pernah kamu alami? 4. Dari cerita ―Gempa di Yogya‖ Siapa saja yang mengalami kejadian itu? 5. Kapan peristiwa gempa itu terjadi terjadi? 6. Di mana peristiwa itu terjadi? 7. Bagaimana kejadian itu? 8. Setelah mendengarkan pembacaan cerita berjudul ‖Gempa di Yogya‖, buatlah tanggapan sederhana mengenai isi cerita bisa pendapat atau saran (misalnya mengenai keadaan, tokoh, atau hal lain)? 9. Apa yang kamu lakukan jika peristiwa itu terjad padamu? 10. Ceritakan kembali cerita temanmu secara singkat?

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 Soal Evaluasi siklus II Soal Tes Nama: Absen: Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar, sesuai cerita! 1. Apakah tanggapanmu terhadap tokoh dibawah ini? 2. Apa manfaat dari cerita temanmu? 3. Peristiwaapa yang pernahkamu alami? 4. Dari cerita yang berjudul ―Kecelakaan‖ Siapa saja yang mengalami kejadianitu? 5. Kapan peristiwa kecelakaan itu terjaditerjadi? 6. Dimana peristiwa kecelakaan itu terjadi? 7. Bagaimana kejadian itu? 8. Setelah mendengarkan pembacaan ceritaberjudul ‖Kecelakaan‖, buatlah tanggapan sederhana mengenai isi cerita bisa pendapat atau saran (misalnya mengenai keadaan, tokoh, atau hal lain)? 9. Apa yang kamu lakukan jika kamu melihat kecelakaan seperti Tina? 10. Ceritakan kembali cerita temanmu secara singkat?

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7. Kisis-kisi dan rubrik penskoran Kisi – kisi soal menanggapi Kemampuan Memahami Cerita Kompetensi Dasar Indikator No.soal Memberikan Kemampuan 4, 5, 6, 7,10 tanggapan sederhana memahami isi cerita tentang cerita pengalaman teman yang didengarnya Kisi-kisi Soal essay Kisi – kisi soal Kemampuan menanggapi cerita Kompetensi Dasar Indikator No.soal Kemampuan Kemampuan 1,2, 3, 8, 9 Menanggapi Cerita Menanggapai Rubrik Penskoran Kriteria Skor Menjawab benar dan rinci 4 Menjawab benar singkat 3 Menjawab mendekati benar 2 Menjawab salah 1 140

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. Soal 141 Bobot Skor Jumlah (Skor x Bobot) 1. Apakah tanggapanmu terhadap tokoh dibawah ini? 3 1,2,3,4 12 2. Apa manfaat dari cerita temanmu? 3 1,2,3,4 12 3. Peristiwa apa yang pernah kamu alami? 2 1,2,3,4 8 4. Dari cerita ―Gempa di Yogya‖ Siapa saja yang mengalami 2 1,2,3,4 8 kejadian itu? 5. Kapan peristiwa gempa itu terjadi terjadi? 2 1,2,3,4 8 6. Dimana peristiwa itu terjadi? 2 1,2,3,4 8 7. Bagaimana kejadian itu? 2 1,2,3,4 8 8. Setelah mendengarkan pembacaan cerita berjudul ‖Gempa di Yogya‖, buatlah tanggapan sederhana mengenai isi cerita bisa pendapat atau saran (misalnya mengenai keadaan, tokoh, atau hal lain)? 3 1,2,3,4 12 9. Apa yang kamu lakukan jika peristiwa itu terjadi padamu? 3 1,2,3,4 12 10. Ceritakan kembali cerita temanmu secara singkat? 3 1,2,3,4 12 25 4 100 Nilai Maksimal

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 Lampiran 8. Kunci jawaban Kondisi Awal Kunci Jawaban Soal Isian 1. Andi itu orang yang mudah lupa, ceroboh dan lain-lain 2. Supaya kita dapat tetap waspada, supaya kita selalu mengingat sesuatu yang penting. 3. Jawaban bisa apa saja asal sesuai dengan pertanyaan. (jawaban berdasarkan pengalaman pribadi) 4. Orang tua Andi, Andi, dan Hari 5. Saat Andi dan Hari kembali dari pantai ke kamar hotel 6. Di Hotel dekat Pantai Kuta 7. Ketika Andi dan Hari sampai di hotel yang dekat ddengan pantai Kuta mereka langsung bermain tanpa ingat nomor kamar hotel tersebut dan saat hendak kembali ke kamar mereka tersesat hampir satu jam lamanya hingga mereka ditemukan ayah Andi. 8. Seharusnya Andi dan Hari sebelum beemain mengingat nomor kamar hotel agar tidak tersesat saat kembali. 9. Segera minta tolong kepada seorang yang bertugas pada informasi di Hotel tersebut. 10. Liburan semester tiba, Andi dan Sahabatnya Hari diajak berlibur ke pulau Bali oleh orang tua Andi. Ketika sampai disana mereka mengingap di hotel dekat pantai Kuta. Andi dan Hari langsung bermain ke Pantai, saat hendak kembali ke kamar hotel mereka lupa nomornya sehingga tersesat hampir satu jam sampai Ayah Andi menemukan mereka.

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 Siklus I Kunci Jawaban Soal Isian 1. Orang yang mudah panik, tidak tenang atau lainya 2. Supaya kita dapat tetap waspada dalam segala kondisi 3. Jawaban bisa apa saja asal sesuai dengan pertanyaan (berdasarkan pengalaman pribadi) 4. Agnes, Kakak, Suami kakak 5. 05.00 6. Di Yogyakarta 7. Ketika dirumah kakak tiba – tiba terjadi gempa bumi sehingga semua orang panic dan keluar rumah 8. Jika terjadi gempa bumi lakukan pertolongan pertama, dengan keluar rumah; cerita tadi menarik; mereka panik dan ketakutan namun harus tetap tenang dan berfikir secara jernih 9. Lari keluar rumah atau berlindung dibawah benda yang kuat 10. Waktu itu liburan sekolah Agnes berlibur ke tempat kakaknya yang berada di Yogyakarta. Agnes diajak jalan – jalan di Yogyakarta oleh kakaknya. Kemudian pagi hari saat jam 05.57 terjadi gempa bumi. Agnes dan kakanya ketakutan berusaha menyelamatkan diri dengan keluar rumah.

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 Siklus II Kunci Jawaban Soal Isian 1. Tina itu orang yang mudah panik, tidak tenang, atau pandai dalam mencapai solusi 2. Supaya kita dapat tetap waspada dalam segala kondisi 3. Jawaban bisa apa saja asal sesuai dengan pertanyaan 4. Tina, Ayah,pengendara mobil dan motor 5. Siang hari waktu pulang sekolah 6. Didepan sekolah 7. Ketika pelang sekolah Tina menunggu dijemput ayah, saat menunggu didepan sekolah Tina melihat kecelakaan terjadi. 8. Memang benar yang dilakukan Tina dan Ayahnya yaitu melapor dan menolong itu adalah tindakan yang tepat. (jawaban benar kebijaksanaan guru) 9. Segera menolong, berteriak minta tolong, melapor polisi. 10. Siang hari yang terik saat Tina pulang sekolah, Tina menunggu ayahnya menjemput. Lalu lintas siang itu begitu ramai dan kendaraan sangat cepat, tiba – tiba terdengar suara brakk ternyata terjadi kecelakaan. Tina segera berlari menuju telepon umum untuk melapor kepada polisi. Ayah tina menghampiri Tina menanyakan apa yang terjadi, kemudian mereka membawa korban kevelakaan ke rumah sakit agar segera ditolong.

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 Lampiran 9. Sinopsis Cerita Kondisi Awal Pengalaman Andi Berlibur ke Pantai Kuta Liburan semester akan segera tiba. Aku tidak sabar menunggu hari libur itu tiba. Rencananya aku, orang tuaku dan Hari sahabatku akan pergi berlibur ke Bali. Kami sebelumnya tidak pernah berlibur ke pulau Bali. Oleh karena itu, aku tidak sabar untuk pergi ke Bali. Akhirnya, hari libur semester tiba. Aku, Hari dan orang tuaku pergi ke Bali. Kami naik kapal dari pelabuhan Gilimanuk ke Ketapang. Karena belum pernah naik kapal, aku mabuk laut. Setelah tiba di Bali, kami menginap di hotel. Hotel tersebut sangat dekat dengan Pantai Kuta. Aku dan Hari langsung pergi ke Pantai Kuta. Kami berdua bermain pasir. Setelah puas bermain pasir, kami kembali ke hotel. Tetapi kami kebingungan untuk mencari kamar yang telah kami sewa. Kami lupa nomor kamarnya. Hampir satu jam berkeliling mencari kamar hotel yang telah kami sewa tersebut. Kami ketakutan. Akhirnya, kami ditemukan ayah dan ibuku di taman belakang hotel. Semenjak kejadian tersebut, aku berjanji akan selalu mengingat nomor kamar hotel jika menginap.

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 Siklus I Gempa di Yogya Oleh: Agnes Saat itu, aku sedang berlibur di rumah kakakku. Kebetulan aku sedang libur semester. Jika liburan aku selalu pergi ke sana. Rumah kakakku di Yogyakarta. Di sana enak karena aku dapat berjalan-jalan ke mana pun aku suka. Kakakku tidak menolak jika aku mengajaknya jalan-jalan. Sabtu pagi, aku bangun pukul lima pagi. Aku memulai hariku dengan salat Subuh. Kakak selalu membangunkan aku. Dia takut kalau aku tertinggal waktu subuh. Tiba-tiba, aku merasakan rumah bergoyang. Seisi rumah kebingungan. Kakakku berteriak, ―Gempa … gempa … keluar rumah, cepat!‖ Seisi rumah panik dan berlari keluar. Suamikakakku sampai jatuh terpeleset. Aku menangis ketakutan. Aku melihat rumah seperti hendak roboh. Sesaat setelah gempa, lampu padam. Kami masih trauma dengan kejadian itu. Hari masih begitu pagi. Saat itu pukul 5.57. Dalam rumah tampak gelap. Ada kabar dari radio bahwa akan ada gempa susulan. Masyarakat diminta untuk waspada. Pukul 8.00, ada isu tsunami. Kakak melarang kami pergi dari rumah. ―Tidak mungkin tsunami, rumah kita sangat jauh dari laut,‖ kata kakak. ―Pasrahlah pada Tuhan. Hidup dan mati sudah diatur.‖ Lanjutnya. Aku takut sekali dan ikut panik melihat orang-orang berlarian tidak menentu. Benar kata kakak. Gempa memang masih terus terjadi, namun tanpa tsunami. Kami selalu waspada. Hingga hari ini, aku masih takut ke Yogya.

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147 Siklus II Kecelakaan Siang itu begitu terik. Sinar matahari menyengat kulit, hingga membuat semua orang mengeluh kepanasan. Saat itu anak-anak kelas III SD Cempaka Putih baru pulang dari sekolah, begitu juga dengan Tina. Tina menunggu ayahnya di depan pintu gerbang sekolah. Ia mengamati lalu lintas yang sangat padat. Mobil pribadi, bus, truk, motor, dan becak berbaur menjadi satu saling berkejaran dan mendahului, seakan-akan takut tidak mendapat bagian. Tina bertanya dalam hati, ―Ke mana orang-orang itu, mereka tidak mempunyai kesabaran. Semua ingin berada paling depan. Apakah mereka tidak takut kecelakaan?‖ Di tengah-tengah pertanyaan yang berkecamuk di pikirannya itu, tiba-tiba ..., ―Brak ..., aduh!‖ Terdengar suara dua benda saling berbenturan dan diiringi dengan jeritan ngeri dari orang-orang di sekitarnya. Tina terkejut, ternyata terjadi kecelakaan lalu lintas. Tanpa pikir panjang Tina segera menuju telepon umum untuk menghubungi polisi. Sekembalinya dari telepon umum, ayahnya telah berada di dekatnya. ―Ada apa, Tina, wajahmu pucat sekali?‖ tanya ayahnya. ―Saya lihat kecelakaan, Yah,‖ jawab Tina dengan terbatabata. ―Bagaimana korbannya? Apakah kamu sudah menghubungi polisi?‖ tanya ayahnya. ―Sudah, Yah! Korbannya luka parah,‖ jawabnya. ―Ayo, kita antar ke rumah sakit!‖ ―Tapi..., Yah! Bagaimana dengan Pak Polisi. Dia ‗kan perlu menanyai korban?‖ kata Tina. ―Tina..., nyawa lebih berharga dari apa pun. Kita selamatkan korban kecelakaan itu. Urusan Pak Polisi nanti saja. Apa kamu mau kalau korbannya meninggal karena tidak cepat mendapat pertolongan? Apa kamu juga tidak merasa bersalah jika hal itu terjadi?‖ tandas ayahnya. ―Betul, Yah! Kalau begitu, mari kita angkut dengan mobil kita,‖ kata Tina. Tina dan ayahnya segera membawa korban kecelakaan itu ke rumah sakit dengan mobil mereka. Sesampainya di rumah sakit, ayah Tina menyerahkan korban kepada perawat dan dokter jaga di rumah sakit itu. Dokter pun segera menanganinya. Tak berapa lama kemudian, dokter menghampiri ayah Tina. ―Untung Bapak segera membawa korban ke sini. Terlambat lima menit saja, nyawanya mungkin tidak akan tertolong!‖ jelas dokter itu.

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148 Mendengar ucapan dokter itu, Tina tertegun. ―Untung aku menuruti nasihat ayah. Jika tidak, aku akan menyesal seumur hidupku!‖ kata Tina dalam hati. Setelah urusan selesai, Tina dan ayahnya pun pulang. (Tridwi, 2007)

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 10. Validitas Ahli (Dosen, Kepala Sekolah,Guru) 149

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Validasi Kepala Sekolah 159

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Validasi Guru Kelas 165

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 11. Contoh soal evaluasi yang dikerjakan siswa (siklus I) 172

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Siklus II 173

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 12. Kuesioner 174

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 13. Lembar Observasi 178

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 14. Tabel validitas instrumen non tes Skor No Komponen Penilaian Komentar 4 1 Kesesuaian SK, KD, dan indikator 2 Kesesuaian indikator 1 dengan deskriptor yang diberikan 3 Kesesuaian indikator 2 dengan deskriptor yang diberikan 4 Kesesuaian indikator 3 dengan deskriptor yang diberikan 5 Kesesuaian indikator 4 dengan deskriptor yang diberikan 6 Bentuk muka penilaian non disajikan 7 Kualitas pedoman penilaian 8 Penggunaan bahasa dan tata tulis baku Jumlah Skor Total Skor instrumen tes yang 3 2 1 184

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 15. Tabel lembar validitas rencana pelaksanaan pembelajaran No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. Komponen Penilaian Kelengkapan unsur-unsur RPP Kesesuaian rumusan tujuan pembelajaran dengan indikator Isi rumusan tujuan meliputi perkembangan pribadi siswa Ketepatan dalam pemilihan pendekatan/model pembelajaran Ketepatan dalam memilih metode/teknik pembelajaran Kemenarikan, variasi dan ketepatan teknik yang digunakan dalam membuka pelajaran Rumusan kegiatan pembelajaran mencerminkan pendekatan/model/metode/teknik pembelajaran yang dipilih Rumusan kegiatan pembelajaran mencerminkan kegiatan EEK (Ekplorasi, Elaborasi, Konfrimasi) Rumusan kegiatan pembelajaran berpotensi untuk memberdayakan siswa Rumusan kegiatan pembelajaran berpotensi terciptanya pembelajaran yang menyenangkan/bermakna Tingkat variasi dalam kegiatan pembelajaran Pengorganisasian materi sistematis, logis dan psikologis Pengaturan alokasi waktu tiap kegiatan pembelajaran proporsional Kelengkapan rumusan kegiatan akhir pelajaran (rangkuman, evaluasi, refleksi, tindak lanjut) Tingkat kesesuaian indikator, tujuan dan item penilaian Penggunaan ragam teknik penilaian (Penilain kognitif dan afektif) Kualitas kisi-kisi penilaian Tingkat kecukupan sumber belajar yang digunakan Ketepatan pemilihan media pembelajaran Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku Rata-rata Skor 12345 12345 12345 12345 12345 12345 12345 12345 12345 12345 12345 12345 12345 12345 12345 12345 12345 12345 12345 12345 Komentar 185

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 16. Tabel validitas lembar kerja siswa No 1. 2. Komponen Penilaian Kelengkapan unsur-unsur LKS Rumusan petunjuk LKS sederhana sehingga mudah dipahami siswa 3. Rumusan kegiatan pembelajaran dalam LKS singkat, sederhana sehingga mudah dipahami oleh siswa 4. Urutan kegiatan pembelajaran pada LKS runtut 5. Kegiatan pembelajaran dalam LKS memungkinkan tercapainya indikator/tujuan pembelajaran 6. Bahasa yang digunakan pada LKS sesuai dengan tingkat perkembangan siswa 7. Tersedianya beberapa pertanyaan untuk refleksi 8. Tampilan LKS indah dan menarik Rata-rata Skor 12345 12345 12345 12345 12345 12345 12345 12345 Komentar 186

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 17. Tabel kondisi awal minat siswa No. Siswa Observasi Kuesioner Rata - rata Keterangan Minat 1. 42 61 51.5 Minat Sedang 2. 35 53 44 Minat Rendah 3. 44 Tidak hadir 44 Minat Rendah 4. 40 56 48 Minat Sedang 5. 41 62 51.5 Minat Sedang 6. 43 62 52.5 Minat Sedang 7. 37 65 51 Minat Sedang 8. 42 64 53 Minat Tinggi 9. 37 57 47 Minat Sedang 10. 37 60 48.5 Minat Sedang 11. 41 60 50.5 Minat Sedang 12. 38 62 50 Minat Sedang 13. 35 52 43.5 Minat Sedang 14. 43 62 52.5 Minat Sedang 15. 37 62 49.5 Minat Sedang 16. 38 59 48.5 Minat Sedang 17. 43 65 54 Minat Tinggi 40 63 51.5 42 65 53.5 42 65 53.5 38 68 53 40 63 51.5 41 63 52 38 58 48 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. Minat Sedang Minat Tinggi Minat Tinggi Minat Tinggi Minat Sedang Minat Sedang Minat Sedang 187

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. Minat Sedang 36 60 48 40 62 51 38 60 49 37 59 48 38 59 48.5 39 68 53.5 44 62 53 38 63 50.5 37 65 51 45 61 53 37 64 50.5 36 58 47 Rata – rata Minat Sedang Minat Sedang Minat Sedang Minat Sedang Minat Tinggi Minat Tinggi Minat Sedang Minat Sedang Minat Tinggi Minat Sedang Minat Sedang 50.18 Minat Sedang Lampiran 18. Tabel kondisi awal nilai menyimak No. Siswa Nilai Keterangan 1. 65 Belum Mencapai KKM 2. 57 Belum Mencapai KKM 3. 74 Mencapai KKM 4. 77 Mencapai KKM 5. 68 Belum Mencapai KKM 6. 78 Mencapai KKM 7. 64 Belum Mencapai KKM 8. 71 Mencapai KKM 9. 60 Belum Mencapai KKM 188

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10. 51 Belum Mencapai KKM 11. 64 Belum Mencapai KKM 12. 63 Belum Mencapai KKM 13. 56 Belum Mencapai KKM 14. 80 Mencapai KKM 15. 57 Belum Mencapai KKM 16. 83 Mencapai KKM 17. 87 Mencapai KKM 18. 67 Belum Mencapai KKM 19. 71 Mencapai KKM 20. 72 Mencapai KKM 21. 71 Mencapai KKM 22. 63 Belum Mencapai KKM 23. 82 Mencapai KKM 24. 67 Belum Mencapai KKM 25. 64 Belum Mencapai KKM 26. 65 Belum Mencapai KKM 27. 62 Belum Mencapai KKM 28. 68 Belum Mencapai KKM 29. 66 Belum Mencapai KKM 30. 72 Mencapai KKM 31. 82 Mencapai KKM 32. 71 Mencapai KKM 33. 67 Belum Mencapai KKM 34. 87 Mencapai KKM 35. 63 Belum Mencapai KKM 36. 72 Mencapai KKM Rata – rata 69.083 Kriteria Kertuntasan Minimal (KKM)  71 189

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Persentase siswa yang mencapai KKM x 100 Persentase= x100 = 41,67% Lampiran 19. Tabel capaian minat siklus No. Siswa Kuesioner Rata – rata Observasi Rata - rata Peremuan 1 Pertemuan 2 Observasi (1,2) 65 73 69 69 69 Minat Sangat Tinggi 63 71 67 70 68.5 Minat Sangat Tinggi 0 73 64 73 68.5 79 73.75 Minat Sangat Tinggi 64 73 68.5 63 65.75 Minat Sangat Tinggi 64 73 68.5 70 69.25 Minat Sangat Tinggi 65 73 69 72 70.5 Minat Sangat Tinggi 65 72 68.5 75 71.75 Minat Sangat Tinggi 62 71 66.5 68 67.25 Minat Sangat Tinggi 61 71 66 60 63 Minat Sangat Tinggi 66 73 69.5 70 69.75 Minat Sangat Tinggi 64 73 68.5 72 70.25 Minat Sangat Tinggi 62 70 66 71 68.5 Minat Sangat Tinggi 65 73 69 67 68 Minat Sangat Tinggi Kuesioner + Observasi 1. 2. 3. Keterangan Minat Observasi Tidak masuk 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 190

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15. 62 70 66 63 64.5 Minat Tinggi 66 71 68.5 70 69.25 Minat Sangat Tinggi 65 71 68 80 74 Minat Sangat Tinggi 64 71 67.5 76 71.75 Minat Sangat Tinggi 64 73 68.5 68 68.25 Minat Sangat Tinggi 65 73 69 70 69.5 Minat Sangat Tinggi 63 71 67 74 70.5 Minat Sangat Tinggi 65 73 69 70 69.5 Minat Sangat Tinggi 65 73 69 70 69.5 Minat Sangat Tinggi 66 72 69 71 70 Minat Sangat Tinggi 62 70 66 64 65 Minat Sangat Tinggi 61 70 65.5 72 68.75 Minat Sangat Tinggi 63 70 66.5 68 67.25 Minat Sangat Tinggi 63 70 66.5 68 67.25 Minat Sangat Tinggi 64 72 68 70 69 Minat Sangat Tinggi 63 71 67 76 71.5 Minat Sangat Tinggi 65 71 68 68 68 Minat Sangat Tinggi 63 71 67 72 69.5 Minat Sangat Tinggi 64 72 68 68 68 Minat Sangat Tinggi 66 71 68.5 76 72.25 Minat Sangat 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 191

(210) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tinggi 35. 63 71 67 70 68.5 Minat Sangat Tinggi 61 69 65 76 70.5 Minat Sangat Tinggi 36. Rata – rata minat Siklus I 69.03 Lampiran 20. Tabel kemampuan menyimak siklus I No. Siswa Nilai Keterangan 1. 72 Mencapai KKM 2. 73 Mencapai KKM 3. 83 Mencapai KKM 4. 85 Mencapai KKM 5. 91 Mencapai KKM 6. 93 Mencapai KKM 7. 75 Mencapai KKM 8. 93 Mencapai KKM 9. 76 Mencapai KKM 10. 69 Belum Mencapai KKM 11. 88 Mencapai KKM 12. 75 Mencapai KKM 13. 70 Belum Mencapai KKM 14. 92 Mencapai KKM 15. 66 Belum Mencapai KKM 16. 91 Mencapai KKM 17. 100 Mencapai KKM 18. 91 Mencapai KKM 19. 79 Mencapai KKM 20. 85 Mencapai KKM Minat Sangat Tinggi 192

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21. 81 Mencapai KKM 22. 75 Mencapai KKM 23. 91 Mencapai KKM 24. 80 Mencapai KKM 25. 72 Mencapai KKM 26. 74 Mencapai KKM 27. 61 Belum Mencapai KKM 28. 76 Mencapai KKM 29. 77 Mencapai KKM 30. 80 Mencapai KKM 31. 95 Mencapai KKM 32. 76 Mencapai KKM 33. 73 Mencapai KKM 34. 96 Mencapai KKM 35. 62 Belum Mencapai KKM 36. 82 Mencapai KKM Rata – rata 80.5 Kriteria Kertuntasan Minimal (KKM)  71 Persentase siswa yang mencapai KKM x 100 Persentase= x100 = 86% 31 siswa mencapai KKM 193

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21. Tabel capaian minat siswa siklus II No. Siswa Rata – rata Kuesioner Rata – rata Keterangan Minat Kuesioner dan observasi minat Observasi Pertemuan I,II 1. 75.5 69 72.25 Minat Sangat Tinggi 2. 75.5 73 74.25 Minat Sangat Tinggi 3. 78 75 76.5 Minat Sangat Tinggi 4. 65.5 80 72.75 Minat Sangat Tinggi 5. 75 67 71 Minat Sangat Tinggi 6. 77.5 63 70.25 Minat Sangat Tinggi 7. 75.5 72 73.75 Minat Sangat Tinggi 8. 77.5 74 75.75 Minat Sangat Tinggi 9. 76.5 73 74.75 Minat Sangat Tinggi 10. 74.5 74 74.25 Minat Sangat Tinggi 11. 77.5 70 73.75 Minat Sangat Tinggi 12. 65.5 73 69.25 Minat Sangat Tinggi 13. 74 74 74 Minat Sangat Tinggi 14. 76.5 77 76.75 Minat Sangat Tinggi 15. 70 74 72 Minat Sangat Tinggi 16. 76 69 72.5 Minat Sangat Tinggi 17. 76 80 78 Minat Sangat Tinggi 18. 74.5 80 77.25 Minat Sangat Tinggi 19. 75.5 71 73.25 Minat Sangat Tinggi 20. 74.5 69 71.75 Minat Sangat Tinggi 21. 73.5 73 73.25 Minat Sangat Tinggi 22. 74.5 71 72.75 Minat Sangat Tinggi 23. 77 68 72.5 Minat Sangat Tinggi 24. 75 68 71.5 Minat Sangat Tinggi 25. 73 73 73 Minat Sangat Tinggi 194

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26. 73 74 73.5 Minat Sangat Tinggi 27. 64.5 70 67.25 Minat Sangat Tinggi 28. 73.5 65 69.25 Minat Sangat Tinggi 29. 74.5 72 73.25 Minat Sangat Tinggi 30. 74 74 74 Minat Sangat Tinggi 31. 76.5 70 73.25 Minat Sangat Tinggi 32. 73 70 71.5 Minat Sangat Tinggi 33. 74 63 68.5 Minat Sangat Tinggi 34. 73 71 72 Minat Sangat Tinggi 35. 75 65 70 Minat Sangat Tinggi 36. 71 51 61 Minat Tinggi Rata - rata 72.59 Minat Sangat Tinggi Lampiran 22. Tabel nilai siswa pada aspek menyimak siklus II No. Siswa Nilai Keterangan 1. 77 Mencapai KKM 2. 78 Mencapai KKM 3. 81 Mencapai KKM 4. 67 Belum Mencapai KKM 5. 84 Mencapai KKM 6. 97 Mencapai KKM 7. 73 Mencapai KKM 8. 90 Mencapai KKM 9. 76 Mencapai KKM 10. 71 Mencapai KKM 11. 93 Mencapai KKM 12. 55 Belum Mencapai KKM 13. 87 Mencapai KKM 14. 89 Mencapai KKM 195

(214) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15. 71 Mencapai KKM 16. 97 Mencapai KKM 17. 95 Mencapai KKM 18. 88 Mencapai KKM 19. 74 Mencapai KKM 20. 85 Mencapai KKM 21. 79 Mencapai KKM 22. 78 Mencapai KKM 23. 88 Mencapai KKM 24. 74 Mencapai KKM 25. 95 Mencapai KKM 26. 91 Mencapai KKM 27. 66 Belum Mencapai KKM 28. 79 Mencapai KKM 29. 87 Mencapai KKM 30. 93 Mencapai KKM 31. 94 Mencapai KKM 32. 82 Mencapai KKM 33. 80 Mencapai KKM 34. 96 Mencapai KKM 35. 73 Mencapai KKM 36. 90 Mencapai KKM Rata – rata 82.53 Kriteria Kertuntasan Minimal (KKM)  71 Persentase siswa yang mencapai KKM x 100 Persentase= x100 = 91.67% 33 siswa mencapai KKM 196

(215) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 197 Lampiran 23. Tabel rekapitulasi data minat siswa, siklus I dan siklus II No. Siswa Minat Kondisi Awal Minat Siklus I Minat Siklus II Skor Kriteria Skor Kriteria Skor Kriteria 1. 51.5 Minat Sedang 69 Minat Sangat Tinggi 72.25 Minat Sangat Tinggi 2. 44 Minat Rendah 68.5 Minat Sangat Tinggi 74.25 Minat Sangat Tinggi 3. 44 Minat Rendah Tidak masuk 76.5 Minat Sangat Tinggi 4. 48 Minat Sedang 73.75 Minat Sangat Tinggi 72.75 Minat Sangat Tinggi 5. 51.5 Minat Sedang 65.75 Minat Sangat Tinggi 71 Minat Sangat Tinggi 6. 52.5 Minat Sedang 69.25 Minat Sangat Tinggi 70.25 Minat Sangat Tinggi 7. 51 Minat Sedang 70.5 Minat Sangat Tinggi 73.75 Minat Sangat Tinggi 8. 53 Minat Tinggi 71.75 Minat Sangat Tinggi 75.75 Minat Sangat Tinggi 9. 47 Minat Sedang 67.25 Minat Sangat Tinggi 74.75 Minat Sangat Tinggi 10. 48.5 Minat Sedang 63 Minat Sangat Tinggi 74.25 Minat Sangat Tinggi 11. 50.5 Minat Sedang 69.75 Minat Sangat Tinggi 73.75 Minat Sangat Tinggi 12. 50 Minat Sedang 70.25 Minat Sangat Tinggi 69.25 Minat Sangat Tinggi 13. 43.5 Minat Sedang 68.5 Minat Sangat Tinggi 74 Minat Sangat Tinggi 14. 52.5 Minat Sedang 68 Minat Sangat Tinggi 76.75 Minat Sangat Tinggi 15. 49.5 Minat Sedang 64.5 Minat Tinggi 72 Minat Sangat Tinggi 16. 48.5 Minat Sedang 69.25 Minat Sangat Tinggi 72.5 Minat Sangat Tinggi 17. 54 Minat Tinggi 74 Minat Sangat Tinggi 78 Minat Sangat Tinggi 18. 51.5 Minat Sedang 71.75 Minat Sangat Tinggi 77.25 Minat Sangat Tinggi 19. 53.5 Minat Tinggi 68.25 Minat Sangat Tinggi 73.25 Minat Sangat Tinggi 20. 53.5 Minat Tinggi 69.5 Minat Sangat Tinggi 71.75 Minat Sangat Tinggi 21. 53 Minat Tinggi 70.5 Minat Sangat Tinggi 73.25 Minat Sangat Tinggi 22. 51.5 Minat Sedang 69.5 Minat Sangat Tinggi 72.75 Minat Sangat Tinggi 23. 52 Minat Sedang 69.5 Minat Sangat Tinggi 72.5 Minat Sangat Tinggi 24. 48 Minat Sedang 70 Minat Sangat Tinggi 71.5 Minat Sangat Tinggi 25. 48 Minat Sedang 65 Minat Sangat Tinggi 73 Minat Sangat Tinggi 26. 51 Minat Sedang 68.75 Minat Sangat Tinggi 73.5 Minat Sangat Tinggi

(216) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 198 27. 49 Minat Sedang 67.25 Minat Sangat Tinggi 67.25 Minat Sangat Tinggi 28. 48 Minat Sedang 67.25 Minat Sangat Tinggi 69.25 Minat Sangat Tinggi 29. 48.5 Minat Sedang 69 Minat Sangat Tinggi 73.25 Minat Sangat Tinggi 30. 53.5 Minat Tinggi 71.5 Minat Sangat Tinggi 74 Minat Sangat Tinggi 31. 53 Minat Tinggi 68 Minat Sangat Tinggi 73.25 Minat Sangat Tinggi 32. 50.5 Minat Sedang 69.5 Minat Sangat Tinggi 71.5 Minat Sangat Tinggi 33. 51 Minat Sedang 68 Minat Sangat Tinggi 68.5 Minat Sangat Tinggi 34. 53 Minat Tinggi 72.25 Minat Sangat Tinggi 72 Minat Sangat Tinggi 35. 50.5 Minat Sedang 68.5 Minat Sangat Tinggi 70 Minat Sangat Tinggi 36. 47 Minat Sedang 70.5 Minat Sangat Tinggi 61 Minat Tinggi Rata – rata 50.18 Minat Sedang 69.03 Minat Sangat Tinggi 72.59 Minat Sangat Tinggi Lampiran 24. Tabel rekapitulasi hasil menyimak siswa No. siswa Kemampuan Menyimak Kondisi Awal Skor Ketuntasan Ya Kemampuan Menyimak Siklus I Skor Ketuntasan Tidak Ya Kemampuan Menyimak Siklus II Skor Ketuntasan Tidak Ya 1. 65 V 72 V 77 V 2. 57 V 73 V 78 V 3. 74 V 83 V 81 V 4. 77 V 85 V 67 5. 68 91 V 84 V 6. 78 93 V 97 V 7. 64 75 V 73 V 8. 71 93 V 90 V 9. 60 V 76 V 76 V 10. 51 V 69 71 V 11. 64 V 88 V 93 V 12. 63 V 75 V 55 V V V V V Tidak V V

(217) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI V 87 V 89 V 71 V V 97 V 100 V 95 V 91 V 88 V V 79 V 74 V 72 V 85 V 85 V 21. 71 V 81 V 79 V 22. 63 75 V 78 V 23. 82 91 V 88 V 24. 67 V 80 V 74 V 25. 64 V 72 V 95 V 26. 65 V 74 V 91 V 27. 62 V 61 28. 68 V 76 V 79 V 29. 66 V 77 V 87 V 30. 72 V 80 V 93 V 31. 82 V 95 V 94 V 32. 71 V 76 V 82 V 33. 67 73 V 80 V 34. 87 96 V 96 V 35. 63 73 V 36. 72 V 90 V Jumlah 2487 15 Rata- rata 69.03 Persentase - 13. 56 14. 80 15. 57 16. 83 V 91 17. 87 V 18. 67 19. 71 20. V 70 V 92 V V V 66 V V V V V V V V 66 V 62 199 82 V 21 2898 31 5 2972 33 3 - - 80.5 - - 82.53 - - 41.67% 58.33% - 86% 14% - 91.67% 8.33%

(218) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 25. Foto-foto Kegiatan Foto – foto pembelajaran siklus I Kegiatan mengerjakan LKS Call card siswa Suasana saat menyaksikan cerita anak menggunakan media audio visual Pembagian soal evaluasi sisklus I Siswa mengerjakan soal tes siklus I 200

(219) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Foto – foto pembelajaran siklus II Apersepsi Mengingat kembali garis besar materi Siswa mengerjakan LKS Siswa menyimak cerita menggunakan media audio visual 201

(220) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 26. Surat Ijin 202

(221) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 27. Biodata Lampiran Biodata Nama : Gigih Nugroho NIM : 101134023 Tempat, Tanggal Lahir : Purworejo, 24 Des 1991 Alamat :Sokoagung, Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah. E-mail : gigihnugroho@ymail.com Riwayat Pendidikan: 1998 – 2004 : Sekolah Dasar Negeri Sokoagung 2004 – 2007 : Sekolah Menengah Pertama Bruderan Purworejo 2007 – 2010 : Sekolah Menengah Atas Bruderan Purworejo 2010 – 2014 : Universitas Sanata Dharma Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar Riwayat Organisasi Panitia Malam Kreatifitas Panitia INFISA Prestasi Juara Lomba Tenis Meja Tingkat Kecamatan Tahun 2003 Mewakili Sekolah, Lomba Renang Tingkat Kabupaten 203

(222)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Peningkatan kemampuan menulis teks berita dengan menggunakan media audio visual siswa kelas VIII semester II SMPN 2 Tangerang Selatan Tahun pelajaran 2013/2014
3
32
174
Penggunaan media audio visual untuk meningkatkan keterampilan menyimak dan berbicara pada siswa Sekolah dasar.
0
4
37
Peningkatan minat dan kemampuan menyimak cerita anak dengan metode kooperatif JIGSAW II pada siswa kelas III SD Sumberwatu Prambanan.
0
1
279
Peningkatan minat dan kemampuan menyimak cerita anak dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II siswa kelas 3A SDN Denggung Sleman Yogyakarta tahun pelajaran 2014/2015.
0
0
233
Peningkatan minat dan kemampuan menyimak cerita anak dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II siswa kelas 3B SDN Denggung tahun pelajaran 2014/2015.
0
0
254
Peningkatan minat dan kemampuan menyimak cerita anak menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ii siswa kelas III SD Negeri tlogowatu tahun pelajaran 2014/2015.
0
0
272
Peningkatan minat dan kemampuan menyimak cerita anak dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II siswa kelas 3B SDN 1 Kebondalem Lor Klaten tahun pelajaran 2014/2015.
0
0
295
Peningkatan minat dan kemampuan menyimak cerita rakyat menggunakan media audio visual siswa kelas VA SD Negeri Jongkang Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014.
0
0
190
Peningkatan kemampuan menyimak untuk memahami dan menanggapi cerita menggunakan media audio visual siswa kelas III B SD Negeri Bumijo semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012.
0
2
219
Peningkatan minat dan kemampuan menyimak cerita rakyat menggunakan media audio visual siswa kelas VA SD Negeri Jongkang Yogyakarta tahun ajaran 2013 2014
1
8
188
Peningkatan kemampuan dan keterlibatan siswa kelas III SD Pangudi Luhur Sedayu tahun ajaran 2008/2009 dalam pembelajaran menyimak cerita anak melalui media film animasi - USD Repository
0
0
178
Peningkatan kemampuan menyimak cerita rakyat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran menyimak dengan menggunakan media audio-visual dan teknik dua tinggal dua tamu siswa kelas X-6 semester 2 SMA N 6 Yogyakarta 2009-2010 - USD Repository
0
0
231
Peningkatan minat dan kemampuan menulis karangan menggunakan media audiovisual siswa kelas IV SD K Sang Timur semester 2 tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
1
220
Peningkatan kemampuan menyimak untuk memahami dan menanggapi cerita menggunakan media audio visual siswa kelas III B SD Negeri Bumijo semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
217
Peningkatan minat dan kemampuan menyimak isi pengumuman menggunakan media audio visual untuk siswa kelas IV B SD Negeri Jongkang tahun ajaran 2013/2014 - USD Repository
0
0
220
Show more