PENGGUNAAN KONTRIBUSI SISWA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP GEOMETRI BANGUN RUANG DENGAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS V SDK NGLINGGI KLATEN

Gratis

0
7
373
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGGUNAAN KONTRIBUSI SISWA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP GEOMETRI BANGUN RUANG DENGAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS V SDK NGLINGGI KLATEN SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Hidayah NIM: 101134137 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGGUNAAN KONTRIBUSI SISWA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP GEOMETRI BANGUN RUANG DENGAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS V SDK NGLINGGI KLATEN SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Hidayah NIM: 101134137 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ini dipersembahkan untuk :  Tuhan YME yang senantiasa memberikan rahmat dan karunia-Nya  Orangtuaku tersayang  Kakak-kakakku serta keponakanku  Teman spesial tercinta  Sahabat dan teman-temanku PGSD „10 kelas E  Almamaterku tercinta iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalatmu sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (Al-Baqarah: 153) “Pendidikan merupakan perlengkapan paling baik untuk hari tua” (Aristoteles) “Teman sejati adalah ia yang meraih tangan Anda dan menyentuh hati Anda” (Mahatma Ghandi) “Ketergesaan dalam setiap usaha akan membawa kegagalan” (Herodotus) v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 10 Juni 2014 Peneliti, Hidayah vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Hidayah Nomor Mahasiswa : 101134137 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : “PENGGUNAAN KONTRIBUSI SISWA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP GEOMETRI BANGUN RUANG DENGAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS V SDK NGLINGGI KLATEN” Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, untuk mengalihkan dalam bentuk lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai peneliti. Demikian ini pernyataan yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada Tanggal : 10 Juni 2014 Yang menyatakan Hidayah vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK Hidayah. 2014. Penggunaan Kontribusi Siswa untuk Meningkatkan Kemampuan Memahami Konsep Geometri Bangun Ruang dengan Pendekatan PMRI di Kelas V SDK Nglinggi Klaten. Skripsi. Yogyakarta: Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan penggunaan kontribusi siswa dengan pendekatan PMRI dalam meningkatkan kemampuan memahami konsep geometri bangun ruang siswa kelas V di SDK Nglinggi tahun ajaran 2013/2014. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V di SDK Nglinggi tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 19 siswa. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan memahami bangun ruang, observasi pembelajaran, kuesioner respon siswa, dan wawancara dengan guru mata pelajaran Matematika kelas V. Data hasil tes kemampuan memahami dianalisis dengan cara menghitung banyaknya siswa yang nilainya tuntas diatas kriteria ketuntasan minimal (KKM) pada masing-masing indikator kemampuan memahami yang dituangkan dalam item tes. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan kontribusi siswa sudah terlaksana dalam pembelajaran. Kontribusi siswa yang ditunjukkan yaitu adanya berbagai strategi pemecahan masalah yang dilakukan oleh siswa, adanya berbagai variasi jawaban terhadap pertanyaan dari guru, adanya berbagai tanggapan terhadap pemecahan masalah yang dikemukakan oleh siswa, pemberian kesempatan oleh guru kepada siswa untuk mengembangkan strategi pemecahan masalahnya, dan respon siswa terhadap penggunaan kontribusi siswa tergolong baik. Berdasarkan hasil tes kemampuan memahami dapat diketahui adanya peningkatan kemampuan memahami pada masing-masing indikator setelah diterapkan penggunaan kontribusi siswa dalam pendekatan PMRI pada pembelajaran Matematika Bangun Ruang. Indikator memberikan contoh dari suatu konsep mengalami peningkatan dari kondisi awal sebesar 48% menjadi 79%. Indikator menggambarkan konsep dengan suatu model mengalami peningkatan dari kondisi awal 48% menjadi 74%. Indikator mengubah suatu bentuk ke bentuk lain mengalami peningkatan dari kondisi awal 48% menjadi 74%. Indikator membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep mengalami peningkatan dari kondisi awal sebesar 48% menjadi 69%. Indikator menyatakan ulang sebuah konsep mengalami peningkatan dari kondisi awal sebesar 48% menjadi 84%. Data tersebut menunjukkan hasil peningkatan kemampuan memahami dari kondisi awal dan akhir siklus. Kata kunci: Kontribusi siswa, kemampuan memahami konsep, geometri bangun ruang, pendekatan PMRI viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT Hidayah. 2014. The use of student contribution to improve the ability to understand the concept of solid geometry concept by PMRI approach in fifth grade of SDK Nglinggi Klaten. Thesis. Yogyakarta: Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. The type of this research was a class action research. The purpose of this research was described the use of student contribution by PMRI approach to increase ability to understand of solid geometry concept for fifth grade student of SDK Nglinggi Klaten. The subject of this research are 19 fifth grade student of SDK Nglinggi Klaten in the academic year 2013/1014. The data was obtained by test of solid geometry, observation, kuesioner, and fifth grade mathematic‟s teacher interview. The results of the tests the ability understand analyzed by means of a count of the number of students who its value had been completed on Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) on each an indicator of the ability understand that was poured in items test. The results showed the use of student contribution was done in learning. The contributions of students who demonstrated the existence of a variety of problem solving strategies undertaken by students, the existence of different variations answer from the teacher‟s questions, the existence of different responses to problem solving propounded by students, giving an opportunity to the students by the teacher to develop a stategy for problem solving, and students response to the use of students contribution was in good. Based on the test results the ability to understand the concept of solid geometry had been increased on the respective indicators after applied the use of students contribution in Mathematics learning by PMRI approach. Giving an example of a concept indicator had been increased from initial conditions of 48% to 79%. Illustrating the concept with a model indicator had been increased from initial conditions of 48% to 74%. Transforming a form to another indicator had been increased from initial conditions of 48% to 74%. Comparing several forms in a concept indicator had been increased from initial conditions of 48% to 69%. Declaring reexamined a concept indicator had been increased from initial conditions of 48% to 84%. The data showed the results of the ability to understand improvement of the initial conditions and the end of cycle. Keyword: students contribution, the ability to understand, the concept of solid geometry, PMRI approach ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga peneliti dapat melakukan penelitian dan menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul “Penggunaan Kontribusi Siswa untuk Meningkatkan Kemampuan Memahami Konsep Geometri Bangun Ruang dengan Pendekatan PMRI di SDK Nglinggi Klaten”. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Peneliti menyadari penulisan skripsi ini tidak akan berhasil tanpa arahan, bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, peneliti ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada: 1. Rohandi, Ph. D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan; 2. Gregorius Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A., selaku Kepala Program Studi PGSD; 3. Dra. Haniek Sri Pratini, M.Pd., selaku pembimbing I yang telah memberikan bimbingan, arahan, dorongan, tenaga, dan pikiran sehingga penulisan skripsi dapat berjalan lancar; 4. Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd., selaku pembimbing II yang telah memberikan pengarahan dan bimbingan dengan penuh kesabaran; 5. YB. Sumarsa selaku kepala sekolah SDK Nglinggi yang telah memberikan ijin kepada peneliti untuk melakukan penelitian di SDK Nglinggi; 6. Supriyadi selaku guru mata pelajaran Matematika kelas V SDK Nglinggi yang telah membantu pelaksanaan penelitian; 7. Siswa kelas V SDK Nglinggi yang telah bersedia menjadi subjek penelitian ini; 8. Orangtuaku (Bapak Sarmin dan Ibu Subini) yang telah memberikan dukungan, semangat, doa, dan kasih sayang kepada peneliti sehingga skripsi ini dapat terselesaikan; x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9. Kakak-kakakku (Mas Aris dan Mb. Andri), dan Keponakanku tersayang (Adik Fifi) yang telah memberikan dukungan, semangat, dan doa; 10. Teman spesialku Ardian Jiwandana yang telah memberikan semangat, doa, dan motivasi selama menyelesaikan skripsi ini; 11. Sahabat-sahabatku (Avi, Astri, dan Fitria) dan teman seperjuanganku satu payung (Sintia, Lidia, dan Wulan) dan teman-teman kelas E PGSD USD ‟10 yang telah membantu dalam karya dan doa untuk menyelesaikan skripsi ini; 12. Teman-teman kos Nida (Mb. Ayu, Mb. Kiki, Iin, Mutia, Riska, dan adik Nida) yang selalu menyemangati dan memberi keceriaan pada peneliti; 13. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah memberikan dukungan dan bantuan selama penelitian dan penyusunan skripsi. Peneliti menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu dengan rendah hati peneliti mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk menyempurnakan penulisan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi peneliti pada khususnya dan pembaca pada umumnya. Yogyakarta, 10 Juni 2014 Peneliti, Hidayah xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .......................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN..................................................................... iv HALAMAN MOTTO .................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................................ vi PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ......................................... vii ABSTRAK ...................................................................................................... viii ABSTRACT ..................................................................................................... ix KATA PENGANTAR .................................................................................... x DAFTAR ISI ................................................................................................... xii DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xiv DAFTAR TABEL........................................................................................... xv DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xviii BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1 1.1 Latar Belakang Masalah ......................................................................... 1 1.2 Pembatasan Masalah............................................................................... 5 1.3 Perumusan Masalah ................................................................................ 6 1.4 Tujuan Penelitian .................................................................................... 6 1.5 Manfaat Penelitian .................................................................................. 6 1.6 Definisi Operasional ............................................................................... 7 BAB II LANDASAN TEORI ........................................................................ 9 2.1 Kajian Pustaka ........................................................................................ 9 2.2 Penelitian yang Relevan ......................................................................... 25 2.3 Kerangka Berpikir .................................................................................. 29 2.4 Hipotesis Tindakan ................................................................................. 31 BAB III METODE PENELITIAN ............................................................... 32 3.1 Jenis Penelitian ....................................................................................... 32 3.2 Setting Penelitian .................................................................................... 33 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.3 Rencana Tindakan .................................................................................. 34 3.4 Teknik Pengumpulan Data ..................................................................... 43 3.5 Instrumen Penelitian ............................................................................... 45 3.6 Validitas, Reliabilitas, dan IK Soal ........................................................ 50 3.7 Indikator Keberhasilan............................................................................ 62 3.8 Teknik Analisis Data .............................................................................. 64 BAB IV PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ........................................... 69 4.1 Pra Penelitian Tindakan Kelas ................................................................ 69 4.2 Hasil Penelitian ....................................................................................... 70 4.3 Pembahasan ............................................................................................ 117 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ......................................................... 131 5.1 Kesimpulan ............................................................................................. 131 5.2 Keterbatasan Penelitian .......................................................................... 132 5.3 Saran ....................................................................................................... 132 Daftar Pustaka ................................................................................................ 133 Lampiran ........................................................................................................ 136 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2.1 Diagram Penelitian yang Relevan ................................................ 29 Gambar 3.1 Model PTK oleh Kemmis & Mc Taggart .................................... 32 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman Tabel 3.1 Kisi-kisi Instrumen Tes Siklus I dan Siklus II ............................... 46 Tabel 3.2 Kisi-kisi Observasi Penggunaan Masalah Kontekstual ................. 47 Tabel 3.3 Kisi-kisi Observasi Penggunaan Model ......................................... 47 Tabel 3.4 Kisi-kisi Observasi Penggunaan Kontribusi Siswa dalam Pembelajaran ................................................................................. 48 Tabel 3.5 Kisi-kisi Observasi Interaktivitas dalam Pembelajaran ................. 48 Tabel 3.6 Kisi-kisi Observasi Intertwining dalam Pembelajaran................... 48 Tabel 3.7 Kisi-kisi Instrumen Kuesioner Respon Siswa Mengenai Pendekatan PMRI.......................................................................... 49 Tabel 3.8 Kisi-kisi Instrumen Pengumpulan Data Wawancara Keterlaksanaan PMRI ................................................................... 50 Tabel 3.9 Hasil Skor Penilaian RPP............................................................... 51 Tabel 3.10 Hasil Skor Penilaian Soal Evaluasi ................................................ 52 Tabel 3.11 Hasil Skor Penilaian Item Kuesioner ............................................. 53 Tabel 3.12 Hasil Skor Penilaian Item Wawancara........................................... 53 Tabel 3.13 Hasil Skor Penilaian Item Tes Siklus I .......................................... 54 Tabel 3.14 Hasil Skor Penilaian Item Tes Siklus II ......................................... 55 Tabel 3.15 Hasil Uji Coba Tes Kemampuan Memahami Siklus I ................... 56 Tabel 3.16 Hasil Uji Coba Tes Kemampuan Memahami Siklus II.................. 57 Tabel 3.17 Kriteria Reliabilitas ........................................................................ 59 Tabel 3.18 Reliabilitas Soal Tes Siklus I dan Siklus II .................................... 59 Tabel 3.19 Indeks Kesukaran ........................................................................... 60 Tabel 3.20 Hasil Penghitungan Indeks Kesukaran tes pada Siklus I ............... 61 Tabel 3.21 Hasil Penghitungan Indeks Kesukaran tes pada Siklus II .............. 61 Tabel 3.22 Indikator keberhasilan ................................................................... 63 Tabel 3.23 Tingkat Penguasaan Kompetensi ................................................... 67 Tabel 3.24 Kategori Skor ................................................................................. 68 Tabel 4.1 Waktu pelaksanaan penelitian siklus I ........................................... 71 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.2 Hasil tes kemampuan memahami pada indikator memberikan contoh dari suatu konsep ............................................................... 76 Tabel 4.3 Hasil tes kemampuan memahami pada indikator menggambarkan konsep dengan suatu model ............................... 77 Tabel 4.4 Hasil tes kemampuan memahami pada indikator mengubah suatu bentuk ke bentuk lain ........................................................... 78 Tabel 4.5 Hasil tes kemampuan memahami pada indikator membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep ............. 79 Tabel 4.6 Hasil tes kemampuan memahami pada indikator menyatakan ulang sebuah konsep...................................................................... 80 Tabel 4.7 Hasil observasi penggunaan konteks ............................................. 81 Tabel 4.8 Hasil observasi penggunaan model ................................................ 82 Tabel 4.9 Hasil observasi penggunaan kontribusi siswa ................................ 83 Tabel 4.10 Hasil observasi interaktivitas siswa ............................................... 84 Tabel 4.11 Observasi penggunaan intertwining ............................................... 85 Tabel 4.12 Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan konteks ....... 86 Tabel 4.13 Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan model ......... 87 Tabel 4.14 Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan kontribusi siswa .............................................................................................. 88 Tabel 4.15 Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan interaktivitas siswa ........................................................................ 89 Tabel 4.16 Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan konteks intertwining ...................................................................... 90 Tabel 4.17 Hasil wawancara guru mata pelajaran matematika ........................ 91 Tabel 4.18 Waktu pelaksanaan penelitian siklus II .......................................... 94 Tabel 4.20 Hasil tes kemampuan memahami pada indikator memberikan contoh dari suatu konsep ............................................................... 99 Tabel 4.21 Hasil tes kemampuan memahami pada indikator menggambarkan konsep dengan suatu model ............................... 100 Tabel 4.22 Hasil tes kemampuan memahami pada indikator mengubah suatu bentuk ke bentuk lain ........................................................... 101 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.23 Hasil tes kemampuan memahami pada indikator membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep ............. 102 Tabel 4.24 Hasil tes kemampuan memahami pada indikator menyatakan ulang sebuah konsep...................................................................... 103 Tabel 4.25 Hasil observasi penggunaan konteks ............................................. 104 Tabel 4.26 Hasil observasi penggunaan model ................................................ 105 Tabel 4.27 Hasil observasi penggunaan kontribusi siswa ................................ 106 Tabel 4.28 Hasil observasi interaktivitas siswa ............................................... 108 Tabel 4.29 Observasi penggunaan intertwining ............................................... 109 Tabel 4.30 Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan konteks ....... 110 Tabel 4.31 Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan model ......... 111 Tabel 4.32 Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan kontribusi siswa .............................................................................................. 112 Tabel 4.33 Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan interaktivitas siswa ........................................................................ 113 Tabel 4.34 Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan konteks intertwining ...................................................................... 114 Tabel 4.35 Hasil wawancara guru mata pelajaran matematika ........................ 115 Tabel 4.36 Hasil pencapaian tiap siklus ........................................................... 119 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1: Validasi Ahli ............................................................................ 137 1. Validasi instrumen tes .......................................................................... 138 2. Validasi instrumen kueasioner ............................................................. 147 3. Validasi instrumen wawancara ............................................................ 152 4. Validasi perangkat pembelajaran ......................................................... 159 Lampiran 2: Uji Coba Validitas dan Reliabilitas........................................ 166 1. Instrumen Uji Coba Tes Kemampuan Memahami............................... 167 2. Hasil Pengisian Uji Coba Tes Kemampuan Memahami ...................... 182 3. Perhitungan Validitas dan Reliabilitas Uji Coba Tes Kemampuan Memahami............................................................................................ 197 4. Rincian Hasil Validitas Uji Coba Tes Kemampuan Memahami ......... 207 Lampiran 3: Tes, Observasi, Kuesioner, Wawancara ............................... 209 1. Instrumen Tes Kemampuan Memahami .............................................. 210 2. Hasil Pengisian Tes Kemampuan Memahami ..................................... 219 3. Instrumen Observasi............................................................................. 228 4. Hasil Pengisian Lembar Observasi ...................................................... 234 5. Instrumen Kuesioner ............................................................................ 245 6. Hasil Pengisian Lembar Kuesioner ...................................................... 249 7. Instrumen Wawancara .......................................................................... 256 8. Verbaltim Hasil Wawancara ................................................................ 259 Lampiran 4: Silabus dan RPP ..................................................................... 266 1. Silabus Siklus 1 .................................................................................... 267 2. RPP Siklus I ......................................................................................... 271 3. Silabus Siklus II ................................................................................... 305 4. RPP Siklus II ........................................................................................ 311 Lampiran 5: Dokumentasi dan Surat-surat ............................................... 345 1. Foto-foto ............................................................................................... 346 2. Surat Penelitian .................................................................................... 350 Lampiran 6 : Daftar Riwayat Hidup............................................................ 353 xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bab I memaparkan mengenai latar belakang masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional. A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah lanjutan, matematika juga merupakan pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional yang menentukan kelulusan siswa. Menurut Marks et al (dalam Sumantri, 1988: 138), tujuan umum pendidikan matematika masa kini adalah untuk memberi bekal agar kita dapat berfungsi secara efektif dalam zaman teknologi ini. Matematika memiliki peranan bagi perkembangan siswa dalam kehidupan sehari-hari, selain itu matematika juga menjadi ilmu pengetahuan yang berpengaruh bagi perkembangan ilmu-ilmu lain, misalnya ilmu teknologi, tanpa menggunakan matematika, ilmu teknologi tidak akan berkembang. Melalui pelajaran matematika siswa dibimbing dalam pembentukan kemampuan kognitif dan sikap. Menurut Johnson dan Rising (dalam Suherman, 2003: 17) matematika adalah pola berpikir, pola mengorganisasikan, pembuktian yang logik, merupakan bahasa yang didefinisikan dengan cermat, jelas dan akurat, 1

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 representasinya dengan simbol dan padat, dan lebih membahasakan ide dengan simbol daripada bunyi. Selain untuk mencapai kompetensi dari kompetensi dasar di sekolah, matematika juga berguna untuk melatih pola pikir siswa sebagai bekal siswa dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Pembelajaran matematika sebaiknya didasarkan pada perkembangan kognitif siswa yaitu dimulai dari hal yang konkrit menuju hal yang abstrak. Adams dan Hamm (dalam Ariyadi, 2012: 5) mengemukakan bahwa salah satu peran matematika adalah sebagai suatu pemahaman tentang pola dan hubungan (pattern and relationship), siswa perlu menghubungkan suatu konsep matematika dengan pengetahuan yang sudah mereka miliki. Konsepkonsep matematika tersusun secara hirarkis, terstruktur, logis, dan sistematis mulai dari konsep yang paling sederhana sampai pada konsep yang paling kompleks. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, pembelajaran matematika seharusnya dapat diubah menjadi sebuah mata pelajaran yang lebih mudah dipahami oleh siswa. Dalam hal ini guru juga dituntut untuk mampu memvariasikan metode pembelajaran agar siswa lebih tertarik dalam mengikuti pembelajaran. Kegiatan pembelajaran yang menarik perhatian siswa akan berdampak pada peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep yang dipelajarinya (Sabrinah, 2006: 127). Berdasarkan hasil observasi pembelajaran matematika kelas V SD Kanisius Nglinggi tanggal 4 Desember 2013 dengan kompetensi dasar menyelesaikan masalah yang berkaiatan dengan volume kubus dan balok, terlihat bahwa sebagian besar siswa menyimak dan memperhatikan guru saat

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 pembelajaran matematika mulai berlangsung. Pembelajaran matematika lebih didominasi dengan metode ceramah sehingga ketika sudah memasuki pertengahan waktu pelajaran siswa menjadi ramai sendiri hingga berakhirnya pelajaran, hanya pada saat diberi tugas oleh guru siswa terlihat lebih tenang. Namun ketika mendapati soal yang sulit siswa cenderung tidak mau mengerjakan dan membiarkan saja tanpa bertanya pada guru. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru matematika kelas V SDK Nglinggi, guru mengakui bahwa siswa-siswa di SD Kanisius Nglinggi memang sulit memahami materi-materi dalam mata pelajaran matematika terutama pada materi bangun ruang. Guru sudah beberapa kali berupaya untuk menyediakan media nyata baik dengan membuat media baru maupun menggunakan lingkungan sekitar menjadi media pembelajaran. Meskipun sudah menggunakan media tersebut, siswa masih kesulitan dalam memahami konsep materi pembelajaran khususnya dalam materi bangun ruang. Siswa yang kurang paham dalam menggunakan alat peraga justru menjadikan alat peraga sebagai mainan dan tidak bertanya kepada guru. Apalagi siswa yang kurang aktif atau cenderung pasif lebih memilih untuk santai-santai dan tidak mengikuti pembelajaran dengan baik. Hal ini tentu menjadi masalah tersendiri bagi guru, guru merasa sudah kehabisan akal untuk mengajarkan kepada siswa khususnya materi bangun ruang yang terasa menjadi materi paling sulit. Berdasarkan hasil penilaian siswa materi bangun ruang kelas V semester 2 tahun pelajaran 2012/2013, dari keseluruhan 23 siswa hanya 11

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 siswa atau sebesar 48% dari keseluruhan siswa yang nilainya lulus mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Nilai KKM untuk mata pelajaran matematika di SD Kanisius Nglinggi adalah 63. Berdasarkan masalah yang ditemui di kelas V SD K Nglinggi mengenai pembelajaran matematika, peneliti menerapkan pendekatan PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia) sebagai solusi dalam mengajarkan matematika di sekolah. Pendidikan matematika realistik Indonesia adalah suatu pendekatan pembelajaran dengan lebih menekankan pada pembelajaran matematika yang berawal dari masalah realistik siswa dan mudah dijumpai siswa dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan lima karakteristik PMRI menurut De Lange (Zulkardi, 2005: 14) yaitu 1) The use of context (menggunakan masalah kontekstual) 2) The use of models (menggunakan berbagai model) 3) Student contributions (kontribusi siswa) 4) Interactivity (interaktivitas) 5) Intertwining (keterkaitan) peneliti memfokuskan penelitian pada karakteristik yang ketiga yaitu kontribusi siswa. Karakteristik ini lebih menekankan pada siswa dimana siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan strategi-strategi informal dalam menyelesaikan masalah yang dapat mengarahkan mereka pada pengkontribusian prosedur pemecahan, dengan bimbingan guru diharapkan siswa bisa menemukan penyelesaiannya. Siswa harus aktif baik secara fisik maupun mental karena siswa bukan merupakan suatu objek yang pasif menerima apa yang disampaikan oleh guru, malainkan harus aktif dalam memecahkan masalah serta mengkonstruksi pengetahuan matematika.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 Dengan penggunaan kontribusi siswa, siswa diharapkan menjadi lebih aktif membangun pengetahuannya sendiri dalam belajar dan tidak ramai sendiri sehingga materi pembelajaran dapat diterima oleh siswa dengan lebih optimal. Berdasarkan permasalahan-permasalahan yang telah diungkapkan di atas, peneliti melakukan penelitian dengan judul “Peningkatan Kemampuan Memahami Konsep Geometri Bangun Ruang Dalam Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan PMRI Kontribusi Siswa Kelas V SDK Nglinggi”. Upaya pembenahan dalam rangka meningkatkan kemampuan memahami konsep geometri bangun ruang dengan pendekatan PMRI ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada siswa dalam membangun pengetahuan yang aktif baik secara mental maupun fisik dengan menganalisis dan merefleksi pembelajaran dari hal yang dekat, akrab, dialami, dan relevan dengan kehidupan siswa dan diharapkan kemampuan memahami konsep geometri bangun ruang akan meningkat. B. Pembatasan Masalah Penelitian ini dibatasi pada masalah penggunaan kontribusi siswa dalam meningkatan kemampuan memahami konsep geometri bangun ruang pada SK 6 yaitu “Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun” KD 6.2 yaitu “Mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang” dan KD 6.3 yaitu “Menentukan jaring-jaring berbagai bangun ruang sederhana” kelas V dengan pendekatan PMRI SDK Nglinggi Klaten.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 C. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah tersebut, maka peneliti merumuskan masalah “Bagaimana penggunaan kontribusi siswa dengan pendekatan PMRI dapat meningkatkan kemampuan memahami konsep geometri bangun ruang siswa kelas V di SDK Nglinggi?” D. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kontribusi siswa dengan pendekatan PMRI dalam meningkatkan kemampuan memahami konsep geometri bangun ruang siswa kelas V di SDK Nglinggi. E. Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dengan adanya penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Secara Teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan tentang pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan memahami konsep geometri bangun ruang. 2. Secara Praktis a. Bagi Guru Memberi referensi kepada guru dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran khususnya pada mata pelajaran matematika

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 salah satunya dengan menggunakan kontribusi siswa dalam Pendekatan PMRI. b. Bagi Sekolah Memberi tambahan bacaan bagi warga sekolah mengenai Penelitian Tindakan Kelas (PTK) khususnya tentang penggunaan kontribusi siswa untuk meningkatkan kemampuan mamahami konsep geometri bangun ruang dengan Pendekatan PMRI pada siswa kelas V SD Kanisius Nglinggi dengan pendekatan PMRI. c. Bagi Peneliti Menambah wawasan tentang salah satu pendekatan dalam pembelajaran matematika yaitu pendekatan PMRI terhadap upaya peningkatan kemampuan memahami melalui penggunan kontribusi siswa dalam pembelajaran. F. Definisi Operasional Definisi operasional dari variabel-variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Pembelajaran matematika adalah suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh sesuatu yang baru dalam memecahkan berbagai persoalan melalui pemikiran yang logis, analitis, sistematis, dan kritis 2. Pendekatan PMRI yaitu suatu pendekatan pembelajaran dengan lebih menekankan pada pembelajaran matematika yang berawal dari masalah realistik siswa dan mudah dijumpai siswa dalam dunia nyata

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 3. Penggunaan kontribusi siswa adalah pemecahan masalah atau penemuan konsep dengan jalan siswa aktif mengkonstruksi sendiri pengetahuannya yang dapat berupa variasi ide atau jawaban pemecahan masalah dengan mengembangkan strategi-strategi informal 4. Kemampuan memahami konsep adalah kecapakan atau potensi seseorang dalam memberikan contoh, menggambarkan, mengubah, membandingkan dan menyatakan ulang sebuah konsep 5. Geometri bangun ruang adalah cabang matematika yang membahas tentang benda-benda ruang yang terbentuk dari bagian-bagian yang tidak terletak pada bidang yang sama

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 BAB II LANDASAN TEORI Bab ini memaparkan mengenai kajian pustaka, penelitian yang relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis tindakan. A. Kajian Pustaka 1. Pembelajaran Matematika Belajar merupakan suatu perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antar individu dan individu dengan lingkungannya sehingga dapat lebih baik dalam berinteraksi dengan lingkungan (Usman, 1993: 4). Pembelajaran menurut Surya (2004: 62) adalah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Sedangkan Susanto (2013: 18) mengartikan pembelajaran sebagai perpaduan dari dua aktivitas belajar dan mengajar. Jadi pembelajaran adalah aktivitas belajar mengajar untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru. Kata matematika berasal dari bahasa Latin, manthanein atau mathema yang berarti “belajar atau hal yang dipelajari,” sedang dalam bahasa belanda matematika disebut wiskunde atau ilmu pasti yang kesemuanya berkaitan dengan penalaran (Depdiknas, 2001: 7). Sedangkan menurut Hamzah (2007: 129) menyatakan bahwa matematika adalah 9

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 sebagai suatu bidang ilmu yang merupakan alat pikir berkomunikasi, alat untuk memecakan berbagai persoalan praktis, yang unsur-unsurnya logika dan intuisi, analisis dan kontruksi, generalitas dan individualitas sedangkan Hudojo (1988: 3) menyatakan bahwa matematika adalah ilmu yang berkenaan dengan ide-ide/konsep-konsep abstrak yang tersusun secara hierarkis dan penalarannya deduktif. Pembelajaran matematika adalah suatu proses belajar mengajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreatifitas berpikir siswa yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa, serta dapat meningkatkan kemampuan mengkonstruksi pengetahuan baru sabagai upaya meningkatkan penguasa yang baik terhadap materi matematika (Susanto, 2013: 186). Berdasarkan pendapat para ahli di atas, pembelajaran matematika dalam penelitian ini adalah suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh sesuatu yang baru dalam memecahkan berbagai persoalan melalui pemikiran yang logis, analitis, sistematis, dan kritis. 2. Pendekatan PMRI a. Pengertian pendekatan PMRI Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) diadaptasi dari Realistic Mathematics Education (RME) yaitu sebuah pendekatan pembelajaran matematika yang dikembangkan oleh Freudenthal di Belanda pada tahun 1973. Realistic mathematics education pertama kali digagas oleh seorang ahli matematika dari Utrect University

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 Netherland yaitu Hans Freudental (Susanto, 2013: 205). Realistic mathematics education sudah melalui proses uji coba dan penelitian lebih dari 25 tahun, implementasinya telah terbukti berhasil merangsang penalaran dan kegiatan berpikir siswa. Matematika realistik yang dimaksudkan dalam hal ini adalah pembelajaran matematika di sekolah yang dilaksanakan dengan menempatkan realitas dan pengalaman siswa sebagai titik awal pembelajaran. Masalah-masalah realistik digunakan sebagai sumber munculnya konsep-konsep matematika atau pengetahuan matematika formal. Pembelajaran matematika realistik diawali dengan dunia nyata, agar dapat memudahkan siswa dalam belajar matematika, kemudian siswa dengan bantuan guru diberikan kesempatan untuk menemukan sendiri konsep-konsep matematika. Setelah itu, diaplikasikan dalam masalah sehari-hari atau dalam bidang lain. Jadi pembelajaran tidak mulai dari definisi, teorema atau sifat-sifat dan selanjutnya diikuti dengan contoh-contoh, namun sifat, definisi, teorema itu diharapkan “seolah-olah ditemukan kembali” oleh siswa (Soedjadi, 2001: 2). Namun menurut Wijaya (2012, 20-21) suatu masalah realistik tidak harus selalu berupa masalah yang ada di dunia nyata (real world problem) dan dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, melainkan dapat juga berupa masalah yang dapat dibayangkan (imaginable) atau nyata (real) dalam pikiran siswa, misalnya suatu cerita rekaan atau permainan.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 Jelas bahwa dalam pembelajaran matematika realistik siswa ditantang untuk aktif bekerja bahkan diharapkan agar dapat mengkonstruksi atau membangun sendiri pengetahuan yang akan diperolehnya. Menurut Marpaung (2001: 3-4) pendekatan RME bertolak dari masalah-masalah yang kontekstual, siswa aktif, guru berperan sebagai fasilitator, anak bebas mengeluarkan idenya, siswa sharing ide-idenya artinya siswa bebas mengkomunikasikan ideidenya satu sama lain, guru membandingkan ide-ide itu dan membimbing mereka untuk mengambil keputusan tentang ide mana yang lebih baik untuk mereka. Kegiatan inti dalam pembelajaran matematika realistik diawali dengan masalah kontekstual, siswa aktif, siswa dapat mengeluarkan ide-idenya, siswa mendiskusikan dan membandingkan jawabannya dengan temannya. Guru memfasilitasi diskusi dengan temannya dan mengarahkan siswa untuk memilih suatu jawaban yang benar. Guru dapat meminta beberapa siswa untuk mengungkapkan jawabannya. Melalui diskusi kelas jawaban siswa dibahas atau dibandingkan, guru membantu menganalisa jawaban-jawaban siswa. Jawaban siswa mungkin salah semua, mungkin benar semua atau sebagian benar sebagian salah. Jika jawaban benar maka guru hanya menegaskan jawaban tersebut. Jika jawaban salah guru secara tidak langsung memberitahu letak kesalahan siswa yaitu dengan mengajukan pertanyaan kepada siswa yang menjawab soal atau siswa lainnya.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 Siswa dapat memperbaiki jawabannya dari hasil diskusi. Pada akhir pembelajaran, guru mengarahkan siswa untuk menarik kesimpulan. Berdasarkan pendapat para ahli di atas, pendekatan PMRI dalam penelitian ini yaitu suatu pendekatan pembelajaran dengan lebih menekankan pada pembelajaran matematika yang berawal dari masalah realistik siswa dan mudah dijumpai siswa dalam dunia nyata. b. Prinsip PMRI Menurut Freudental (dalam Zulkardi, 2005: 2-3) PMRI memiliki tiga prinsip utama yaitu 1) Guided reinvention through Mathematization (penemuan terbimbing melalui matematisasi), 2) didactical phenomenology (fenomena didaktik), dan 3) self develoved models (pengembangan model sendiri). Prinsip PMRI yang pertama yaitu guided reinvention through Mathematization (penemuan terbimbing melalui matematisasi). Prinsip penemuan kembali dapat diinspirasikan melalui prosedur penyelesaian masalah secara informal. Strategi siswa secara informal sering ditafsirkan sebagai prosedur secara formal. Pembelajaran matematika realistik Indonesia dimulai dengan suatu masalah yang kontekstual atau realistik yang selanjutnya melalui aktivitas siswa diharapkan menemukan kembali sifat, teorema, definisi, atau prosedur-prosedur. Masalah kontekstual dipilih yang mempunyai berbagai kemungkinan solusi. Perbedaan penyelesaian atau prosedur siswa dalam memecahkan masalah dapat digunakan sebagai langkah

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 matematisasi horizontal maupun vertikal. Matematisasi horizontal yaitu proses pengubahan matematika informal ke matematika formal. Matematisasi vertikal yaitu proses pengubahan matematika formal menuju matematika yang lebih bermakna. Prinsip PMRI yang kedua yaitu didactical phenomenology (fenomena didaktik). Situasi yang berisikan fenomena mendidik yang dijadikan bahan dan area aplikasi dalam pengajaran metematika haruslah berangkat dari keadaan yang nyata terhadap siswa sebelum mencapai tingkatan matematika secara formal. Kegiatan self develoved models (pengembangan model sendiri), berperan sebagai jembatan antara pengetahuan bagi siswa dari situasi real ke situasi abstrak atau dari informal ke formal matematika. Siswa membuat model sendiri dalam menyelesaikan masalah, dengan suatu proses generalisasi dan formalisasi, model tersebut akhirnya menjadi suatu model sesuai penalaran matematika. Sejalan dengan pendapat ahli di atas, prinsip PMRI yang diterapkan dalam penelitian ini adalah guided reinvention through Mathematization (penemuan terbimbing melalui matematisasi), didactical phenomenology (fenomena didaktik), dan self develoved models (pengembangan model sendiri). c. Karakteristik PMRI De Lange (Zulkardi, 2005: 14) merumuskan lima karakteristik PMRI, yaitu 1) the use of context, 2) the use of models, 3) student

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 contributions, 4) interactivity, dan 5) intertwining. Karakteristik PMRI yang pertama yaitu the use of context (menggunakan masalah kontekstual). Masalah kontekstual berfungsi untuk memanfaatkan realitas sebagai sumber aplikasi matematika, selain itu juga untuk melatih kemampuan siswa khususnya dalam menerapkan matematika pada situasi nyata. Karakteristik PMRI yang kedua yaitu the use of models (menggunakan berbagai model). Istilah model berkaitan dengan model matematika yang merupakan jembatan bagi siswa jembatan bagi siswa dari situasi informal ke formal. Karakteristik PMRI yang ketiga yaitu student contributions (kontribusi siswa). Dalam penggunaan kontribusi siswa, siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan strategi-strategi informal dalam menyelesaikan masalah yang dapat mengarahkan mereka pada pengkontribusian prosedur pemecahan, dengan bimbingan guru diharapkan siswa bisa menemukan. Karakteristik PMRI yang keempat yaitu interactivity (interaktivitas). Interaksi yang dimaksud yaitu interaksi antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru serta siswa dengan perangkat pembelajaran juga harus ada dalam pembelajaran. Bentuk-bentuk interaksi misalnya diskusi, penjelasan, persetujuan, pertanyaan, dan sebagainya digunakan untuk mencapai bentuk pengetahuan matematika

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 formal dari bentuk-bentuk pengetahuan matematika informal yang ditentukan sendiri oleh siswa. Karakteristik PMRI yang keempat yaitu intertwining (keterkaitan). Karakteristik ini dimaksudkan bahwa struktur dan konsep matematika saling berkaitan, biasanya pembahasan suatu topik (unit pelajaran) harus dieksplorasi untuk mendukung terjadinya proses pembelajaran yang lebih bermakna. Sedangkan menurut Treffers (1987, dalam Wijaya, 2013: 21-23) karakteristik PMRI yaitu 1) penggunaan konteks, 2) penggunaan model untuk matematisasi progresif, 3) pemanfaatan hasil konstruksi siswa, 4) interaktivitas, dan 5) keterkaitan. Konteks atau permasalahan realistik digunakan sebagai titik awal pembelajaran matematika, melalui penggunaan konteks siswa dilibatkan secara aktif untuk melakukan kegiatan eksplorasi permasalahan. Penggunaan model berfungsi sebagai jembatan (bridge) dari pengetahuan dan matematika tingkat konkrit menuju pengetahuan matematika tingkat formal. Hasil konstruksi siswa menunjukkan pengembangan aktivitas dan kreativitas siswa. Dalam interaktivitas, belajar bukan hanya suatu proses individu namun juga proses sosial. PMRI juga mengandung karakteristik keterkaitan, artinya konsep-konsep dalam matematika tidak bersifat parsial melainkan memiliki keterkaitan dengan konsep-konsep lain. Berdasarkan pendapat para ahli di atas, karakteristik PMRI yang diterapkan dalam penelitian ini adalah penggunaan masalah

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 kontekstual, penggunaan model, penggunaan kontribusi siswa, interaktivitas, dan keterkaitan. 3. Pendekatan PMRI kontribusi siswa Salah satu karakteristik PMRI adalah kontribusi siswa. Menurut Soedjadi (2001: 3) Students constribution (menggunakan kontribusi siswa), artinya pemecahan masalah atau penemuan konsep didasarkan pada sumbangan gagasan siswa. Siswa aktif mengkonstruksi sendiri bahan matematika berdasarkan fasilitas dengan lingkungan belajar yang disediakan guru, secara aktif menyelesaikan soal dengan cara masingmasing. Menurut De Lange (dikutip Zulkardi, 2005: 14) Student contributions (kontribusi siswa) yaitu pembelajaran PMRI menggunakan kontribusi siswa dimana siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan strategi-strategi informal dalam menyelesaikan masalah yang dapat mengarahkan mereka pada pengkontribusian prosedur pemecahan, dengan bimbingan guru diharapkan siswa bisa menemukan. Suryanto (2010: 45) menyatakan bahwa kontribusi siswa dapat berupa ide, atau variasi jawaban, atau variasi pemecahan masalah. Hasil kerja dan konstruksi siswa selanjutnya digunakan untuk landasan pengembangan konsep matematika. Berdasarkan pendapat para ahli di atas, pendekatan PMRI kontribusi siswa dalam penelitian ini adalah ide atau jawaban sebagai pemecahan masalah atau penemuan konsep dengan jalan siswa aktif

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 mengkonstruksi sendiri pengetahuannya yang dapat berupa variasi ide atau jawaban pemecahan masalah dengan mengembangkan strategi-strategi informal. 4. Kemampuan Memahami a. Pengertian kemampuan Menurut Ivancevich M. John, dkk (2007: 85) kemampuan adalah bakat seseorang untuk melakukan tugas mental atau fisik. Sedangkan Robbins (2001: 46) mendefiniskan bahwa kemampuan adalah suatu kapasitas individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan. Dimana kemampuan individu pada hakekatnya tersusun dari dua faktor yaitu kemampuan intelektual dan kemampuan fisik. Kemampuan intelektual adalah kemampuan yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan mental. Kemampuan fisik adalah kemampuan yang diperlukan untuk melakukan tugas-tugas yang menuntut stamina, kecekatan, kekuatan dan keterampilan. Lebih lanjut Robbin menyatakan bahwa kemampuan (ability) adalah sebuah penilaian terkini atas apa yang dapat dilakukan seseorang. Berdasarkan pendapat para ahli di atas, kemampuan (ability) dalam penelitian ini adalah kecakapan atau potensi seseorang individu untuk menguasai keahlian dalam melakukan atau mengerrjakan beragam tugas dalam suatu pekerjaan atau suatu penilaian atas tindakan seseorang.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 b. Pengertian memahami Usman (2002: 35) melibatkan pemahaman sebagai bagian dari domain kognitif hasil belajar. Ia menjelaskan bahwa pemahaman mengacu kepada kemampuan memahami makna materi. Aspek ini satu tingkat di atas pengetahuan dan merupakan tingkat berpikir yang rendah. Selanjutnya, Susanto (2013: 208) mengutarakan bahwa pemahaman adalah suatu proses mental terjadinya adaptasi dan transformasi ilmu pengetahuan. Sementara Mulyasa (2005: 78) menyatakan bahwa pemahaman adalah kedalaman kognitif dan afektif yang dimiliki oleh individu. Sudjana (2010: 24) membagi pemahaman ke dalam tiga kategori, yakni sebagai berikut: (a) tingkat pertama atau tingkat terendah, yaitu pemahaman terjemahan, mulai dari terjemahan dalam arti sebenarnya; (b) tingkat kedua adalah pemahaman penafsiran, yakni menghubungkan bagian-bagian terdahulu dengan yang diketahui berikutnya, atau menghubungkan beberapa bagian dari grafik dengan kejadian, membedakan yang pokok dan yang bukan pokok; dan (c) pemahaman tingkat ketiga atau tingkat tertinggi, yakni pemahaman ekstrapolasi. Arikunto (comprehension) (2009: 118) adalah menyatakan bahwa bagaimana seorang pemahaman mempertahankan, membedakan, menduga (estimates), menerangkan, memperluas, menyimpulkan, menggeneralisasikan, memberikan contoh,

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 menuliskan kembali, dan memperkirakan. Dengan pemahaman, siswa diminta untuk membuktikan bahwa ia memahami hubungan yang sederhana di antara fakta-fakta atau konsep. Pembelajaran yang dilaksanakan lebih mengaktifkan siswa untuk telibat selama proses pembelajaran berlangsung. Interaksi antara guru dengan siswa lebih akrab sehingga guru lebih mengenal anak didiknya dengan baik. Bloom mengklasifikasikan pemahaman (Comprehension) ke dalam jenjang kognitif kedua yang menggambarkan suatu pengertian, sehingga siswa diharapkan mampu memahami ide-ide matematika bila mereka dapat menggunakan beberapa kaidah yang relevan (Susanto, 2012: 211). Dalam tingkatan ini siswa diharapkan mengetahui bagaimana berkomunikasi dan menggunakan idenya untuk berkomunikasi. Dalam pemahaman tidak hanya sekedar memahami sebuah informasi tetapi termasuk juga keobjektifan, sikap dan makna yang terkandung dari sebuah informasi. Dengan kata lain seorang siswa dapat mengubah suatu informasi yang ada dalam pikirannya kedalam bentuk lain yang lebih berarti. c. Pengertian kemampuan memahami Menurut Daryanto (2008: 106) dalam kemampuan memahami siswa dituntut memahami atau mengerti apa yang diajarkan, mengetahui apa yang sedang dikomunikasikan dan dapat memanfaatkan isinya tanpa keharusan menghubungkannya dengan

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 hal-hal lain. Bentuk soal yang sering digunakan untuk mengukur kemampuan ini adalah pilihan ganda dan uraian. Bloom (dalam David & Lorin, 2008: 105-114) membagi proses-proses kognitif menafsirkan, mencontohkan, menyimpulkan, dalam kategori mengklasifikasikan, membandingkan, dan meliputi memahami menjelaskan. merangkum, Sedangkan Daryanto (2008: 106) menjabarkan kemampuan pemahaman menjadi tiga, yaitu 1) menerjemahkan (translation), 2) menginterpretasi (interpretation), 3) mengekstrapolasi (extrapolation). Pengertian menerjemahkan disini bukan saja pengalihan (translation) arti dari bahasa yang satu dalam bahasa yang lain. Dapat juga dari konsepsi abstrak menjadi suatu model, yaitu model simbolik untuk mempermudah orang mempelajarinya. Pengalihan konsep yang dirumuskan dengan kata-kata ke dalam gambar grafik dapat dimasukkan dalam kategori menerjemahkan. Kemampuan menginterpretasi (interpretation) yaitu kemampuan untuk mengenal dan memahami ide utama suatu komunikasi. Misalnya diberikan suatu diagram, tabel, grafik, atau gambar-gambar lainnya dalam IPS atau fisika, dan minta ditafsirkan. Dapat saja siswa tidak mampu menafsirkannya lantaran mereka tidak cukup terlatih (well-trained) untuk itu. Mengekstrapolasi (extrapolation) sedikit berbeda dengan menerjemahkan dan menafsirkan, tetapi lebih tinggi sifatnya.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 Kemampuan ini menuntut kemampuan intelektual yang lebih tinggi. Kata kerja yang dapat dipakai untuk mengukur kemampuan ini adalah memperhitungkan, memprakirakan, menduga, menyimpulkan, meramalkan, membedakan, menentukan, mengisi, dan menarik kesimpulan. Berdasarkan pendapat para ahli di atas, kemampuan memahami dalam penelitian ini adalah kecakapan atau potensi seseorang dalam menerjemahkan, mengiterpretasi, dan mengektrapolasikan pengetahuan kognitif dan afektif. d. Kemampuan memahami konsep Menurut Sanjaya (2009) mengemukakan “Pemahaman konsep adalah kemampuan siswa yang berupa penguasaan sejumlah materi pelajaran, tetapi mampu mengungkapkan kembali dalam bentuk lain yang mudah dimengerti, memberikan interprestasi data dan mampu mengaplikasi konsep yang sesuai dengan struktur kognitif yang dimilikinya. Salimi (Susanto, 2013: 209) indikator siswa dikatakan paham terhadap konsep matematika yaitu siswa mampu 1) mendefinisikan konsep secara verbal dan tulisan, 2) membuat contoh dan noncontoh penyangkal, 3) mempresentasikan suatu konsep dengan model, diagram, dan simbol, 4) mengubah suatu bentuk representasi ke bentuk lain, 5) mengenal berbagai makna dan interpretasi konsep, 6) mengidentifikasi sifat-sifat suatu konsep dan mengenal syarat-syarat

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 yang menentukan suatu konsep, dan 7) membandingkan dan membedakan konsep-konsep. Sedangkan menurut Sanjaya (2009) indikator pemahaman konsep diantaranya yaitu 1) mampu menerangkan secara verbal mengenai apa yang telah dicapainya, 2) mampu menyajikan situasi matematika kedalam berbagai cara serta mengetahui perbedaan, 3) mampu mengklasifikasikan objek-objek berdasarkan dipenuhi atau tidaknya persyaratan yang membentuk konsep tersebut, 4) mampu menerapkan hubungan antara konsep dan prosedur, 5) mampu menberikan contoh dan kontra dari konsep yang dipelajari, 6) mampu menerapkan konsep secara algoritma mampu mengembangkan konsep yang telah dipelajari. Berdasarkan penjabaran memahami dan kemampuan memahami konsep dari para ahli di atas, pengertian kemampuan memahami konsep dalam penelitian ini adalah kecapakan atau potensi seseorang dalam memberikan contoh, menggambarkan, mengubah, membandingkan dan menyatakan ulang sebuah konsep. 5. Geometri Bangun Ruang Alders (1961, dalam Intan & Bagus, 2012: 2) menyatakan bahwa pengertian geometri yaitu salah satu cabang matematika yang mempelajari tentang titik, garis, bidang dan benda-benda ruang beserta sifat-sifatnya, ukuran-ukurannya, dan hubungannya antara yang satu dengan yang lain. Travers, et al (1987: 6) menyatakan “Geometry is the study of the relationships among points, lines, angles, surfaces, and solids”.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 Berdasarkan pernyataan ahli tersebut, dapat diketahui bahwa pengertian geometri adalah ilmu yang membahas tentang hubungan antara titik, garis, sudut, bidang dan bangun-bangun ruang. Ada dua macam geometri, yaitu geometri datar dan geometri ruang. Geometri bidang (geometri datar atau geometri dimensi dua) membicarakan bangun-bangun datar, sedangkan geometri ruang membicarakan bangun-bangun ruang dan bangun-bangun datar yang merupakan bagian dari bangun ruang. Suatu bangun disebut bangun datar apabila keseluruhan bangun itu terletak pada satu bidang. Menurut Marks et al (dalam Sumantri (1988: 138) bangun ruang diartikan sebagai himpunan titik-titik yang tidak semuanya terletak pada satu bidang yang sama. Wahyudin (2007, dalam Anggoro (2012: 3)) menyatakan bahwa bangun ruang adalah suatu bangun yang bagian-bagiannya tidak berada dalam satu bidang. Berdasarkan pendapat para ahli di atas, pengertian geometri bangun ruang dalam penelitian ini adalah cabang matematika yang membahas tentang benda-benda ruang yang terbentuk dari bagian-bagian yang tidak terletak pada bidang yang sama. Bangun ruang yang digunakan dalam penelitian ini adalah kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut. Berikut adalah pengertian kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut menurut Amin & Sani (2004: 80-83). 1. Kubus adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibatasi oleh enam bidang sisi berbentuk persegi yang sama ukurannya

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 2. Balok adalah bangun ruang yang dibatasi oleh tiga pasang persegi atau persegi panjang dan satu pasang diantaranya memiliki ukuran yang berbeda. 3. Limas adalah bangun ruang yang dibatasi oleh sisi alas yang berbentuk segi-n dan n segitiga yang bertemu pada satu titik puncak. 4. Tabung adalah bangun ruang yang dibatasi oleh dua sisi berhadapan dan sejajar, berbentuk lingkaran dan satu sisi lengkung. 5. Kerucut adalah bangun ruang yang dibatasi oleh satu sisi alas yang berbentuk lingkaran dan satu sisi lengkung. B. Penelitian yang Relevan Penelitian mengenai pendekatan PMRI dalam pembelajaran matematika memang bukanlah penelitian yang baru pertama kali dilakukan, sebelumnya sudah ada penelitian-penelitian mengenai pendekatan PMRI meskipun dengan sudut bahasan yang berbeda. Berikut ini akan dipaparkan beberapa penelitian yang pernah dilakukan oleh beberapa peneliti yang relevan dengan penelitian yang dilakukan. Danoebroto (2008) melakukan penelitian dengan judul “Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah melalui pendekatan PMRI dan pelatihan metakognitif” yang bertujuan untuk menguji pengaruh pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dan pelatihan metakognitif terhadap peningkatan kemampuan siswa dan proses memecahkan masalah. Metode penelitian ini adalah metode ekperimen semu

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 ini dengan desain pretes-postes menggunakan kelompok non-ekuivalen, dua kelompok eksperimen dan dua kelompok kontrol. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Sleman. Sampel diambil menggunakan teknik sampling tersedia. Data dikumpulkan menggunakan tes, angket, wawancara, dan observasi dan dianalisis dengan analisis kovarians. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa memecahkan masalah yang memperoleh pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI dan pelatihan metakognitif lebih unggul dibandingkan dengan pendekatan konvensional, yaitu terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan, dengan nilai F=5,506 dan p<0,05 dan uji lanjut dengan qTK=5,0612 dan p<0,05, ada perbedaan peningkatan kemampuan mengevalusi solusi (Effect Size=3,478) dan kemampuan memahami ruang lingkup masalah (Effect Size=0,64), serta siswa menyatakan senang pembelajaran dan kegiatan pemecahan masalah, memiliki keyakinan positif, menunjukkan antusiasme, keceriaan dan kreativitas yang tinggi dalam proses pembelajaran matematika. Penelitian tersebut memiliki persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang peneliti lakukan. Persamaan terletak pada pendekatan pembelajaran yang digunakan yaitu pendekatan PMRI. Perbedaan terletak pada objek yang ditingkatkan. Penelitian tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, sedangkan pada penelitian ini penelitian dilakukan untu meningkatkan kemampuan memahami konsep geometri bangun ruang.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 Nurmila (2011) melakukan penelitian dengan judul “Penerapan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) untuk Materi Pokok Bangun Ruang Sederhana di Kelas IV MI Bustanul Ulum Mlaras Sumobito” yang bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa dan aktifitas siswa dalam pembelajaran. Penelitian tersebut dilaksanakan pada siswa kelas IV MI Bustanul Ulum Mlaras Sumobito Tahun Ajaran 2009/2010. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian analisis deskriptif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar mengalami peningkatan menjadi 75,6 dan aktifitas siswa selama proses pembelajaran juga mengalami peningkatan, untuk kategori siswa senang menyelesaikan permasalahan secara kelompok meningkat menjadi 87,5%, aktif berdiskusi dengan anggota kelompok meningkat menjadi 82,5%, menyelesaikan masalah dengan berbagai cara meningkat menjadi 80%, dan membuat kesimpulan meningkat menjadi 85%. Penelitian tersebut memiliki persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang peneliti lakukan. Persamaan terletak pada pendekatan pembelajaran yang digunakan yaitu pendekatan PMRI dan materi yang diajarkan yaitu bangun ruang. Perbedaan terletak pada tujuan penelitian. Dalam penelitian tersebut penelitian dilakukan untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa dan aktifitas siswa, sedangkan pada penelitian ini lebih menekankan kepada tingkat kemampuan memahami siswa. Putri (2011) melakukan penelitian dengan judul “Pembelajaran materi bangun datar melalui cerita menggunakan pendekatan Pendidikan

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 Matematika Realistik Indonesia (PMRI) di sekolah dasar”. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pembelajaran materi bangun datar menggunakan pendekatan PMRI di Sekolah Dasar (SD). Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN 117 Palembang yang terdiri dari 36 siswa. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah observasi untuk mengetahui aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung, serta dokumen untuk mengetahui hasil kerja siswa pada Lembar Aktivitas Siswa (LAS) saat proses pembelajaran untuk mengetahui kemampuan siswa. Dari analisis data dapat disimpulkan bahwa hasil observasi menunjukkan semua siswa aktif mengikuti pembelajaran dengan baik. Dari hasil kerja siswa pada LAS dan latihan menunjukkan bahwa ratarata hasil kerja siswa pada materi bangun datar adalah 86,3% termasuk dalam kategori sangat baik. Penelitian tersebut memiliki persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang peneliti lakukan. Persamaan terletak pada pendekatan pembelajaran yang digunakan yaitu pendekatan PMRI. Perbedaan tersebut terletak pada materi matematika yang diteliti. Dalam penelitian tersebut penelitian dilakukan pada materi bangun datar, sedangkan peneliti melakukan penelitian pada materi bangun ruang.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 Desain diagram penelitian yang relevan dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar berikut. Danoebroto (2008) Peningkatan kemampuan pemecahan masalah melalui pendekatan PMRI dan pelatihan metakognitif Nurmila (2011) Penerapan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) untuk Materi Pokok Bangun Ruang Sederhana Putri (2011) Pembelajaran materi bangun datar melalui cerita menggunakan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) di sekolah dasar Yang perlu diteliti: Peningkatan kemampuan memahami konsep geometri bangun ruang dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI kontribusi siswa kelas V SDK Gambar 2.1 Diagram penelitian yang relavan Berdasarkan gambar diagram penelitian yang relevan di atas dapat diketahui bahwa pendekatan PMRI dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Selain itu dengan penerapan pendekatan PMRI, siswa memiliki aktivitas dan minat yang tinggi terhadap pembelajaran matematika. Hasil kerja siswa termasuk dalam kategori sangat baik pada materi bangun datar setelah pendekatan PMRI diterapkan dalam pembelajaran. C. Kerangka Berfikir Mata pelajaran matematika merupakan salah satu mata pelajaran penting yang harus diajarkan di sekolah dasar. Belajar matematika tidak hanya sekedar mampu menghitung dan menyelesaikan soal matematika saja melainkan juga memahami konsepnya sehingga dapat diterapkan dalam

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 kehidupan sehari-hari. Materi pembelajaran matematika mengenai geometri termasuk salah satu materi yang dianggap sulit dipahami oleh siswa karena seperti yang kita tahu sifat-sifat geometri menuntut siswa untuk berfikir secara abstrak. Sehubungan dengan perkembangan anak usia SD yang masih berada pada tahap operasional konkrit, maka pendidik harus mampu membawa pengajaran kedalam hal-hal konkrit atau nyata yang sering dijumpai siswa dalam kehidupan sehari-hari sehingga materi bangun ruang dapat lebih mudah dipahami oleh siswa. Dengan semakin berkembangnya pendekatan, model dan metode pembelajaran, seharusnya mengajarkan matematika bukanlah merupakan hal yang sulit lagi. Oleh karena itu pendidik harus berani melakukan inovasi agar materi dapat tersampaikan dengan lebih mudah. Pendekatan PMRI merupakan salah satu pendekatan khusus untuk mengajarkan matematika. Dalam pendekatan PMRI, siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata dan sering ditemui. Guru bertindak sebagai fasilitator karena pendekatan ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk lebih berpikir kritis dan membangun pengetahuannya sendiri. Selain itu siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan interaktivitasnya baik dengan siswa maupun dengan guru. Berdasarkan penjabaran kajian teori dan penelitian yang relevan, peneliti menerapkan pendekatan PMRI dengan fokus penggunaan kontribusi siswa. Dengan menerapkan pendekatan ini, diharapkan kemampuan siswa dalam memahami konsep geometri bangun ruang dapat meningkat.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 D. Hipotesis Tindakan Hipotesis penelitian ini adalah penggunaan kontribusi siswa dapat meningkatkan kemampuan memahami konsep geometri bangun ruang dengan pendekatan PMRI dalam pembelajaran matematika kelas V SDK Nglinggi Klaten tahun ajaran 2013/2014.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bab berikut memaparkan tentang jenis penelitian, setting penelitian, rencana penelitian, persiapan, rencana setiap siklus, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, indikator keberhasilan, dan teknik analisis data. A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk ke dalam jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model penelitian tindakan kelas yang dikemukakan oleh Kemmis & Mc Taggart (Arikunto, 2010: 137). Model penelitian tindakan kelas ini menggambarkan adanya empat langkah (dan pengulangannya). Model PTK ini dapat dilihat dalam bagan berikut. Perencanaan Siklus I Refleksi Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Siklus II Refleksi Pelaksanaan Pengamatan ....? Gambar 3.1 Model PTK oleh Kemmis & Mc Taggart 32

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 Penelitian tindakan kelas yang dikemukakan oleh Kemmis & Mc Taggart ini terdiri dari 4 tahap dalam setiap siklusnya. Tahap pertama yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan, dan yang terakhir yaitu tahap refleksi. Hasil refleksi digunakan untuk menentukan bahwa penelitian sudah berhasil atau perlu melakukan siklus selanjutnya. Apabila hasil dari sebuah siklus belum mencapai target yang diinginkan, maka penelitian harus dilanjutkan pada siklus berikutnya dengan cara dan tahapan yang sama hingga target yang diinginkan tercapai (Arikunto, 2010: 141). B. Setting Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan di SDK Nglinggi. Peneliti memilih SDK Nglinggi karena berdasarkan hasil wawancara dan observasi, guru matematika di SDK Nglinggi belum menerapkan pendekatan PMRI dalam pembelajaran matematika. Oleh karena itu peneliti ingin mengimplementasikan pendekatan PMRI untuk meningkatkan kemampuan memahami konsep geometri bangun ruang khususnya bagi siswa kelas V SDK Nglinggi. SD Kanisius Nglinggi beralamatkan di Desa Nglinggi, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten.

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 2. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa-siswi kelas V SDK Nglinggi Klaten tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 19 siswa yang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan. 3. Objek Penelitian Objek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah kemampuan memahami konsep geometri bangun ruang siswa kelas V SDK Nglinggi Klaten tahun ajaran 2013/2014 dengan menggunakan pendekatan PMRI. C. Rencana Tindakan 1. Persiapan Sebelum melaksanakan penelitian tindakan kelas ini, peneliti akan melakukan beberapa persiapan diantaranya yaitu: a. Mempersiapkan surat izin dari kampus untuk melakukan penelitian di SDK Nglinggi. b. Meminta izin serta menyerahkan surat izin kepada kepala sekolah SDK Nglinggi untuk mengadakan penelitian tindakan kelas disana. c. Melakukan observasi kegiatan pembelajaran matematika di kelas V dan mewawancarai guru kelas V. d. Mengidentifikasi masalah pembelajaran matematika yang ada di kelas V. e. Merumuskan masalah f. Menyusun rencana tindakan tiap siklus

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 g. Menyusun silabus, RPP, kisi-kisi soal, instrumen penilaian serta instrumen penelitian h. Mempersiapkan media dan alat peraga pembelajaran. 2. Rencana tiap siklus Penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan dalam satu siklus terlebih dahulu. Penelitian akan dilaksanakan dalam empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Siklus selanjutnya akan dilakukan apabila indikator ketercapaian pada siklus yang telah dilakukan belum tercapai. Dari hasil pengamatan dan observasi awal, maka ditentukan bahwa tindakan yang akan dilakukan dalam meningkatkan kemampuan memahami konsep geometri bangun ruang siswa kelas V SDK Nglinggi adalah dengan menerapkan pendekatan PMRI. Secara lebih rinci rencana tindakan tiap siklus yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut. a. Siklus 1 Siklus 1 akan dilaksanakan dalam 4 tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. 1) Tahap perencanaan Peneliti merencanakan waktu dilaksanakannya penelitian ini bersama pihak-pihak terkait, seperti guru kelas. Setelah itu, peneliti mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan, diantaranya yaitu rencana pelaksanaan pembelajaran,

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 media dan alat peraga, lembar observasi dan lembar soal serta perangkat lain yang digunakan dalam melaksanakan pendekatan PMRI dalam pembelajaran matematika. 2) Tahap pelaksanaan Pada pertemuan pertama peneliti akan bekerja sama dengan guru kelas melakukan pembelajaran dengan topik pembelajaran “Sifat-sifat bangun ruang” yang berlangsung selama 2x35 menit. Pertemuan kedua pembelajaran dilakukan dengan topik “Menggambar bangun ruang kubus dan balok” yang berlangsung selama 2x35 menit. Pertemuan ketiga pembelajaran dilakukan dengan topik “Menggambar bangun ruang limas, tabung, & kerucut”, pertemuan ini berlangsung selama 2x35 menit. a) Kegiatan Awal 1. Salam, doa, dan absensi 2. Guru melakukan tanya jawab kepada siswa dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada materi inti, misalnya guru menanyakan “Apakah anak-anak pernah bermain bola? Berbentuk apakah bola itu? Apakah anak-anak pernah melihat balok? Ruang kelas ini berbentuk apa anakanak? Apakah anak-anak pernah melihat kubus? Apa contoh benda yang bentuknya menyerupai kubus?” 3. Guru mengajak siswa untuk melakukan sedikit permainan sederhana sebagai pemanasan

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 4. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari dan tujuannya 5. Guru membagi siswa menjadi empat kelompok dengan meminta siswa untuk mengambil kertas warna-warni b) Kegiatan Inti 1. Guru menunjukkan beberapa benda yang menyerupai bangun ruang 2. Siswa menebak bentuk bangun ruang yang menyerupai benda tersebut 3. Guru menunjukkan bangun ruang kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut buatan 4. Guru menjelasan singkat mengenai sisi, rusuk, dan titik sudut dengan demonstrasi pada bangun ruang buatan 5. Guru memberikan bangun ruang buatan pada masing-masing kelompok 6. Siswa mengamati dan mendiskusikan sisi, rusuk, dan titik sudut bangun ruang yang diterima 7. Guru memberikan gambar bangun ruang kepada masing-masing kelompok 8. Guru meminta siswa mewarnai bagian pada gambar yang merupakan sisi, rusuk, dan titik sudut bangun dengan warna yang berbeda 9. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 10. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya 11. Guru memberi contoh cara menggambar salah satu bangun ruang di papan tulis 12. Guru meminta siswa untuk mengamati bangun ruang yang diberikan pada masing-masing kelompok dan mendiskusikan cara menggambarnya 13. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya dan mencari informasi 14. Siswa mengamati dan mencatat benda-benda disekitar ruang sekolah dan sekolah yang bentuknya menyerupai bangun ruang 15. Siswa mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas c) Kegiatan akhir 1. Guru memberi penghargaan kepada siswa yang mau mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas dan kepada seluruh siswa yang telah berpartisipasi aktif 2. Guru melakukan evaluasi singkat secara lisan mengenai pembelajaran yang telah dilakukan 3. Guru bersama siswa menyimpulkan keseluruhan materi yang dipelajari 4. Guru memberikan PR kepada siswa yang dikumpulkan pada pertemuan berikutnya 5. Guru melakukan tanya jawab kepada siswa mengenai perasaan yang dirasakan setelah melakukan kegiatan pembelajaran sebagai kegiatan refleksi

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 3) Tahap pengamatan Peneliti mengamati pada saat proses pembelajaran berlangsung. Dalam proses pengamatan diperlukan kejelian agar hasil pengamatan tergambar dengan baik di dalam lembar observasi yang sudah disiapkan sebelumnya oleh peneliti. Kegiatan pengamatan ini diantaranya yaitu mengamati kegiatan belajar yang dilakukan siswa selama proses belajar mengajar berlangsung dan mencatat hal-hal penting yang ditemukan ketika melakukan kegiatan observasi. 4) Tahap refleksi Peneliti melakukan evaluasi dan refleksi sebagai alat pengukur tingkat keberhasilan tindakan yang diberikan. Dalam langkah terakhir ini peneliti melihat kesesuaian antara tahap perencanaan dan tahap tindakan. Kegiatan yang dilakukan pada siklus I ini bertujuan untuk melihat tercapai atau tidaknya indikator ketercapaian yang telah ditentukan. Karena pada siklus I indikator kemampuan memahami belum tercapai, maka penelitian dilanjutkan pada siklus II. Peneliti menentukan hal-hal apa saja yang perlu dipertahankan dan hal-hal yang perlu diperbaiki sebagai acuan dalam merancang dan mempersiapkan kegiatan yang akan dilakukan pada siklus selanjutnya.

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 b. Siklus II Tahap kegiatan yang akan dilakukan pada siklus II juga terdiri dari 4 tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. 1) Tahap perencanaan Peneliti mempersiapkan kegiatan sebagaimana yang dilakukan pada siklus I yaitu mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam proses pembelajaran melalui pendekatan PMRI pada pembelajaran matematika, mulai dari perangkat perencanaan pembelajaran, media dan alat peraga, lembar observasi dan lembar soal sesuai dengan hasil refleksi yang telah dilakukan pada siklus I. 2) Tahap pelaksanaan. Pada pertemuan pertama peneliti bekerja sama dengan guru kelas melakukan pembelajaran dengan topik pembelajaran "Menggambar jaring-jaring kubus dan balok” yang berlangsung selama 2x35 menit. Pertemuan kedua pembelajaran dilaksanakan dengan topik “Menggambar jaring-jaring limas, tabung, dan kerucut” yang berlangsung selama 2x35 menit. Pertemuan ketiga pembelajaran dilaksanakan dengan topik “Membuat bangun limas, tabung, dan kerucut” yang berlangsung selama 2x35 menit. Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I, peneliti melaksanakan kegiatan yaitu melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 pendekatan PMRI dengan melakukan perbaikan-perbaikan pada bagian-bagian yang dianggap kurang terlihat hasilnya. a) Kegiatan awal 1. Salam, doa, dan absensi 2. Guru melakukan tanya jawab kepada siswa dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada materi inti, misalnya guru menanyakan “Apakah anak-anak pernah membuka kardus susu? Membentuk apa kardus itu setelah dibuka?” 3. Guru mengajak siswa untuk melakukan sedikit permainan sederhana sebagai pemanasan 4. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari dan tujuannya 5. Guru membagi siswa menjadi empat kelompok dengan meminta siswa untuk mengambil kertas warna-warni b) Kegiatan inti 1. Guru memberikan bangun ruang buatan kepada masingmasing kelompok 2. Guru meminta siswa untuk membuka bangun ruang yang diterima dengan hati-hati 3. Siswa mengamati bangun ruang yang sudah dibuka 4. Guru meminta siswa menggambar bangun yang sudah dibuka tersebut pada kertas yang diberikan oleh guru

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 5. Siswa diminta untuk mewarnai bagian yang menjadi alas, dinding, dan bagian yang menjadi tutup 6. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya 7. Setelah selesai, perwakilan setiap kelompok menunjukkan hasil pekerjaannya c) Kegiatan akhir 1. Guru memberi penghargaan kepada siswa yang mau mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas dan kepada seluruh siswa yang telah berpartisipasi aktif 2. Guru melakukan evaluasi singkat secara lisan mengenai pembelajaran yang telah dilakukan 3. Guru bersama siswa menyimpulkan keseluruhan materi yang dipelajari 4. Guru melakukan tanya jawab kepada siswa mengenai perasaan yang dirasakan setelah melakukan kegiatan pembelajaran sebagai kegiatan refleksi 3) Tahap pengamatan Peneliti melakukan pengamatan selama proses belajar mengajar berlangsung, baik pengamatan terhadap siswa maupun pengamatan terhadap guru berdasarkan lembar observasi yang telah disiapkan sebelumnya seperti yang telah dilakukan pada siklus I. 4) Tahap refleksi

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Peneliti melakukan evaluasi dan refleksi sebagai alat pengukur tingkat keberhasilan tindakan yang diberikan. Dalam langkah terakhir ini peneliti melihat kesesuaian antara tahap perencanaan dan tahap tindakan. Seluruh data yang diperoleh pada siklus II kemudian dianalisis sesuai teknik analisis data yang sudah direncanakan. Hasil analisis semua data pada siklus II dipergunakan untuk mengetahui kelanjutan atau penghentian siklus. Apabila hasil penelitian belum mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan, maka penelitian dilanjutkan pada siklus berikutnya. Apabila hasil kemampuan memahami konsep geometri bangun ruang sudah mencapai target yang diinginkan, maka siklus dapat dihentikan. D. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah teknik tes dan nontes. Teknik nontes yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, kuesioner dan wawancara yang digunakan untuk mengetahui keterlaksanaan pendekatan PMRI dalam pembelajaran matematika. 1. Tes Teknik tes digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan memahami. Tes yang digunakan dalam teknik pengumpulan data ini adalah tes prestasi bentuk uraian. Tes prestasi adalah tes yang digunakan

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 untuk mengukur pencapaian seseorang setelah mempelajari sesuatu (Arikunto, 2010: 194). 2. Observasi Observasi adalah suatu cara pengumpulan data yang merupakan perekaman data tentang sikap siswa terhadap obyek yang diteliti dalam penelitian ini yaitu kemampuan memahami siswa. Observasi dilakukan terhadap fokus-fokus pengamatan yang telah disepakati bersama antara peneliti dan guru (Hanifa, 2007: 381). Hal yang diamati dalam observasi ini adalah kegiatan yang dilakukan guru dan siswa selama pendekatan PMRI diterapkan. Peneliti melakukan observasi dibantu oleh satu observer pembantu dengan berpedoman pada lembar observasi yang sudah ditentukan sebelumnya. 3. Angket atau kuesioner Angket atau kuesioner disusun untuk menjabarkan setiap variabel menjadi sub-variabel yang lebih spesifik dan tunggal (Arikunto, 2010: 272). Angket digunakan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap terhadap proses pembelajaran, cara guru mengajar, evaluasi, dan suasana pembelajaran. Dalam penelitian ini kuesioner dilakukan untuk mengetahui respon siswa terhadap penerapan pendekatan PMRI. 4. Wawancara Wawancara digunakan untuk meneliti keadaan seseorang, misalnya untuk mencari data mengenai sikap sesorang (Arikunto, 2010: 198). Dalam penelitian ini wawancara dilakukan dengan guru

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 matematika untuk mengetahui penggunaan kontribusi siswa dalam pembelajaran Matematika dengan pendekatan PMRI. Wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini termasuk dalam jenis wawancara terstruktur karena peneliti telah menyiapkan pedoman wawancara terlebih dahulu. E. Instrumen Penelitian Berdasarkan teknik pengumpulan data yang direncanakan, instrumen penelitian untuk mengukur kemampuan memahami siswa dalam penelitian ini antara lain: 1. Tes Tes yang akan digunakan adalah tes kemampuan memahami berupa soal uraian. Menurut Arikunto (2010: 193) tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan atau kemampuan yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok. Dalam penelitian ini tes yang diberikan kepada siswa pada akhir setiap siklus untuk mengetahui adanya peningkatan kemampuan memahami. Tes evaluasi diberikan pada tiap akhir siklus. Tes evaluasi kemampuan memahami disajikan dalam bentuk soal essay yang terdiri dari 10 soal. Kisi-kisi tes evaluasi siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel berikut.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 Tabel 3.1 Kisi-kisi Instrumen Tes Siklus I dan Siklus II Standar Kompetensi : 6. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun Kompetensi Dasar : 6.2 Mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang No Indikator Deskriptor No item No item Siklus I Siklus II 1. Memberikan contoh Siswa mampu memberikan 1, 2 1, 2 dari suatu konsep contoh dari konsep geometri bangun ruang 2. Menggambarkan Siswa mampu 3, 4 3, 4, 5 konsep dengan suatu menggambarkan konsep model geometri bangun ruang dengan mengambar bangun ruang yang dimaksud dalam soal 3. Mengubah suatu Siswa mampu mengubah 5, 6 6, 7, 8 bentuk ke bentuk lain sifat-sifat bangun ruang menjadi gambar bangun ruang yang dimaksud 4. Membandingkan Siswa mampu menjelaskan 7, 8 9 bentuk beberapa bentuk perbedaan dua dalam sebuah bangun ruang konsep 5. Menyatakan ulang Siswa mampu 9, 10 10 sebuah konsep menyebutkan sifat-sifat bangun ruang Siswa mampu menjelaskan pengertian suatu bangun ruang secara tertulis berdasarkan sifat-sifatnya Jumlah 10 10 Berdasarkan tabel 3.2 di atas, soal tes kemampuan memahami yang akan diberikan pada masing-masing siklus berjumlah 10 soal. Soal tes tersebut merupakan item tes yang telah lulus uji validitas. 2. Lembar observasi Arikunto (2010: 272) menyebutkan bahwa dalam menggunakan metode observasi cara yang paling efektif adalah melengkapinya dengan

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 format atau blangko pengamatan, namun kegiatan observasi bukanlah sekedar mencatat, tetapi juga mengadakan pertimbangan kemudian mengadakan penilaian ke dalam suatu skala bertingkat. Lembar observasi ini digunakan untuk mengetahui keterlaksanaan pendekatan matematka realistik Indonesia dalam pembelajaran konsep geometri bangun ruang di kelas V semester 2. Lembar observasi yang akan peneliti gunakan dalam penelitian ini mengambil dari lembar observasi PMRI pada penelitian sebelumnya dengan judul penelitian “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Bangun Ruang yang Menggunakan Kontribusi Siswa dengan Pendekatan PMRI di Kelas IVB SD Kanisius Kalasan Dalam Menyelesaikan Masalah Penjumlahan Pecahan Dengan Pendekatan PMRI Kelas IV A SD Negeri Adisucipto 1” oleh Erni Kurniasih. Kisi-kisi lembar observasi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.2 Kisi-kisi Observasi Penggunaan Masalah Kontekstual Sebagai Starting Point No Peubah Indikator No item 1 Penggunaan Menggunakan masalah kontekstual 1a, 1b, 1c Masalah Menggunakan permainan 2a, 2b Kontekstual Menggunakan media dan alat peraga 3a, 3b Sebagai Menggali pengetahuan awal yang 4a Starting dimiliki siswa Point Mengaitkan masalah kontekstual dengan 5 materi matematika yang dipelajari Jumlah 9 No 1 Tabel 3.3 Kisi-kisi Observasi Penggunaan Model dalam Pembelajaran Peubah Indikator Penggunaan Penggunaan strategi informal oleh siswa Model dalam pemecahan masalah No item 1

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Penggunaan strategi formal oleh siswa dalam pemecahan masalah Pembimbingan oleh guru dalam menjembatani strategi informal siswa ke strategi formal Jumlah No 1 Tabel 3.4 Kisi-kisi Observasi Penggunaan Kontribusi Siswa dalam Pembelajaran Peubah Indikator Penggunaan Pengungkapan berbagai strategi yang Kontribusi digunakan dalam pemecahan masalah Siswa Pemberian tanggapan terhadap strategi yang digunakan Pemberian motivasi oleh guru kepada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya terhadap pemecahan masalah Pemberian kesempatan oleh guru kepada siswa untuk mengungkapkan pendapat Pengajuan pertanyaan oleh siswa yang mengarah pada pembangunan konsep pembelajaran Jumlah 2a, 2b, 2c 3a, 3b, 3c 7 No item 1a, 1b, 1c 2a, 2b 3a 4 5 8 Tabel 3.5 Kisi-kisi Observasi Interaktivitas dalam Pembelajaran No Peubah Indikator No item 1 Interaktivitas Berinteraksi antara guru dan 1a, 1b, 1c, 1d, 1e, 1f, siswa 1g, 1h Berinteraksi antara siswa dan 2a, 2b, 2c, 2d, 2e siswa Jumlah 13 Tabel 3.6 Kisi-kisi Observasi Intertwining dalam Pembelajaran No Peubah Indikator No item 1 Intertwining Adanya kaitan materi geometri ruang dengan 1a, 1b, 1c materi lainnya dalam satu mata pelajaran matematika Adanya kaitan materi bangun ruang dengan 2a, 2b materi dari mata pelajaran diluar matematika Jumlah 5

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa masing-masing karakteristik memiliki aitem observasi dengan jumlah yang berbeda-beda. Pada karakteristik penggunaan masalah kontekstual terdapat 9 aitem. Pada karakteristik penggunaan model terdapat 7 aitem. Pada karakteristik penggunaan kontribusi siswa terdapat 8 aitem. Pada karakteristik interaktivitas siswa terdapat 13 aitem. Pada karakteristik keterkaitan terdapat 5 aitem. 3. Lembar angket atau kuesioner Menurut Arikunto (2010: 194) angket atau kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui. Kisi-kisi lembar kuesioner dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.7 Kisi-kisi Instrumen Kuesioner Respon Siswa Mengenai Pendekatan PMRI Peubah Indikator No item Pendekatan Penggunaan Intertwining 1-6 PMRI Penggunaan Interaktivitas Siswa 7-12 Penggunaan Model 13-18 Penggunaan Kontribusi Siswa 19-24 Penggunaan Masalah Kontekstual 24-30 Jumlah 30 Berdasarkan tabel kisi-kisi lembar kuesioner di atas, dapat diketahui bahwa kuesioner yang diberikan berjumlah 30 aitem. Setiap indikator memberikan 6 aitem kuesioner. 4. Pedoman wawancara Wawancara pewawancara adalah (interviewer) sebuah untuk dialog yang dilakukan oleh memperoleh informasi dari

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 terwawancara (Arikunto, 2010: 193). Kisi-kisi pedoman wawancara yang akan diberikan dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.8 Kisi-kisi Instrumen Pengumpulan Data Wawancara Keterlaksanaan PMRI Peubah Kisi-kisi No item Penggunaan Pengubahan masalah kedalam simbol matematika 1 Kontribusi Kepahaman siswa mengenai pertanyaan dalam 2 Siswa masalah Kemampuan siswa merancang pemecahan masalah 3 Kemampuan siswa menyelesaikan masalah dengan 4 cara yang diberikan guru Inisiatif siswa dalam mencari cara lain 5 Kemampuan siswa menyelesaikan masalah dengan 6 caranya sendiri Kesediaan siswa dalam mengungkapkan 7 pendapat/jawaban Kemampuan siswa mengungkapkan pendapat dengan 8 jelas Adanya variasi jawaban 9 Jumlah siswa yang mampu menanggapi 10 penjelasan/pertanyaan Kendala yang dihadapi dalam merangsang kontribusi 11 siswa Jumlah 11 Berdasarkan tabel kisi-kisi pedoman wawancara di atas, dapat diketahui bahwa pertanyaan wawancara yang diberikan berjumlah sekitar 11 aitem. F. Validitas dan Reliabilitas Instrumen 1. Validitas Menurut Arikunto (2010: 211) validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Suatu tes dikatakan valid apabila tes tersebut benar-benar mengukur sesuatu yang

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 hendak diukur. Untuk mengetahui kevalidan suatu instrumen, sebelum digunakan instrumen tersebut divalidasi terlebih dahulu. Penelitian ini menggunakan dua validasi yaitu validasi expert judgment dan validasi empiris. Validasi expert judgment dilakukan oleh ahli dibidang tersebut. Validasi empiris dilakukan oleh siswa SD yang sudah pernah mendapatkan materi sifat-sifat dan jaring-jaring bangun ruang di kelas V yaitu siswa SD kelas VI. a. Validasi perangkat pembelajaran Perangkat pembelajaran dalam penelitian ini meliputi silabus, RPP, dan soal evaluasi. Perangkat pembelajaran ini divalidasi oleh satu dosen ahli dan satu guru SD. Skor penilaian komponen terdiri dari 4 skor pilihan, yaitu skor 1 sangat perlu perbaikan, 2 perlu perbaikan, 3 baik, dan 4 sangat baik. Hasilnya digunakan untuk mengetahui kelayakan perangkat yang direncanakan. Apabila skor yang diperoleh kurang dari 3,5, maka perangkat akan diperbaiki terlebih dahulu sebelum dipergunakan. Adapun hasil validasi perangkat pembelajaran tersebut dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.9 Hasil Skor Penilaian RPP Expert Judgment Dosen Guru SD 1 4 4 2 4 4 3 4 4 4 4 4 5 4 4 Komponen yang dinilai 6 7 8 9 10 11 12 4 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 Rata-rata keseluruhan 13 4 4 14 4 3 15 4 3 16 4 4 17 4 4 Ratarata 4,35 4,53 4,53 Berdasarkan tabel 3.9 di atas, rata-rata skor yang diperoleh dari dosen USD adalah 4,53. Rata-rata skor yang diperoleh dari guru SD adalah 4,53. Rata-rata skor keseluruhan dari rata-rata skor dosen USD

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 dan guru SD adalah 4,53. Skor rata-rata keseluruhan sudah melebihi nilai perbaikan yang ditentukan sehingga perangkat pembelajaran sudah dapat digunakan untuk penelitian. Meskipun sudah melebihi nilai perbaikan yang ditentukan, peneliti masih melakukan beberapa perbaikan. Tabel 3.10 Hasil Skor Penilaian Soal Evaluasi Expert Komponen yang dinilai Rata-rata Judgment 1 2 3 4 5 Dosen 4 4 3 4 4 4,6 Guru SD 4 3 3 4 3 3,4 Rata-rata keseluruhan 4,0 Berdasarkan tabel 3.10 di atas, rata-rata skor yang diperoleh dari dosen USD adalah4,6. Rata-rata skor yang diperoleh dari guru SD adalah 3,4. Rata-rata skor keseluruhan dari rata-rata skor dosen USD dan guru SD adalah 4,0. Skor rata-rata keseluruhan sudah melebihi nilai perbaikan yang ditentukan sehingga perangkat pembelajaran sudah dapat digunakan untuk penelitian. Meskipun sudah melebihi nilai perbaikan yang ditentukan, peneliti masih melakukan beberapa perbaikan. b. Validasi perangkat penelitian Perangkat penelitian yang harus divalidasi dalam penelitian ini meliputi lembar kuesioner, pedoman wawancara, dan soal tes. Lembar kuesioner divalidasi oleh dua dosen Psikologi, pedoman wawancara divalidasi oleh dua dosen Bahasa Indonesia dan satu guru SD, sedangkan soal tes divalidasi oleh satu dosen Matematika dan satu guru SD. Skor penilaian komponen terdiri dari 4 skor pilihan, yaitu skor 1 sangat perlu

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 perbaikan, 2 perlu perbaikan, 4 baik, dan 5 sangat baik. Skor 3 tidak digunakan pada penilaian ini karena skor 3 merupakan skor yang berindikasi ragu-ragu untuk membenarkan atau menyalahkan perangkat yang dinilai. Item perangkat yang skornya dibawah ketentuan akan diperbaiki. 1) Hasil validasi lembar kuesioner respon siswa Tabel 3.11 Hasil Skor Penilaian Item Kuesioner Expert Komponen yang dinilai Judgment 1 2 3 4 5 6 7 8 Dosen I 4 4 4 4 4 4 4 4 Dosen II 4 4 4 4 4 4 4 4 Rata-rata keseluruhan Ratarata 4 4 4 Instrumen kuesioner divalidasi oleh dua dosen yang ahli dalam bidang Psikologi. Berdasarkan tabel 3.12 di atas, rata-rata skor yang diperoleh dari dosen I USD adalah 4. Rata-rata skor yang diperoleh dari dosen II USD adalah 4. Rata-rata skor keseluruhan dari rata-rata skor dosen I dan dosen II adalah 4. Skor rata-rata keseluruhan sudah melebihi nilai perbaikan yang ditentukan sehingga perangkat penelitian lembar kuesioner sudah dapat digunakan untuk penelitian. Meskipun sudah melebihi nilai perbaikan yang ditentukan, peneliti masih melakukan beberapa perbaikan. 2) Hasil validasi pedoman wawancara Tabel 3.12 Hasil Skor Penilaian Item Wawancara Expert Komponen yang dinilai RataJudgment rata 1 2 3 4 5 6 7 Dosen I 5 2 4 2 4 4 4 3,57 Dosen II 4 4 4 5 4 4 5 4,29 Guru 4 4 2 4 4 2 4 3,43 Rata-rata keseluruhan 3,76

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Instrumen wawancara divalidasi oleh dua dosen ahli Bahasa Indonesia dan satu guru SD untuk melihat keterbacaan instrumen. Berdasarkan tabel 3.13 di atas, rata-rata skor yang diperoleh dari dosen I USD adalah 3,57. Rata-rata skor yang diperoleh dari dosen II USD adalah 4,29. Rata-rata skor yang diperoleh dari guru SD adalah 3,43. Rata-rata skor keseluruhan dari rata-rata skor dosen I, dosen II, dan guru SD adalah 3,76. Skor tersebut telah melebihi skor perbaikan yang ditentukan sehingga perangkat penelitian pedoman wawancara sudah dapat digunakan. Meskipun sudah melebihi skor perbaikan, peneliti mash melakukan beberapa perbaikan pada item pedoman wawancara yang digunakan. 3) Hasil validasi soal tes a. Validasi tes oleh ahli Tabel 3.13 Hasil Skor Penilaian Item Tes Siklus I Expert Komponen yang dinilai RataJudgment rata 1 2 3 4 5 6 7 Dosen 4 4 4 4 4 4 2 3,71 Guru 4 2 5 4 4 5 4 4 Rata-rata keseluruhan 3,86 Berdasarkan tabel 3.13 di atas, rata-rata skor yang diperoleh dari dosen USD adalah 3,71. Rata-rata skor yang diperoleh dari guru SD adalah 4. Rata-rata skor keseluruhan dari rata-rata skor dosen dan guru SD adalah 3,86. Skor rata-rata keseluruhan tersebut sudah melebihi skor perbaikan yang ditentukan sehingga perangkat penelitian tes kemampuan memahami siklus I sudah dapat digunakan. Meskipun sudah melebihi skor perbaikan, peneliti

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 masih melakukan beberapa perbaikan kalimat-kalimat pada item tes. Tabel 3.14 Hasil Skor Penilaian Item Tes Siklus II Expert Komponen yang dinilai Judgment 1 2 3 4 5 6 7 Dosen 4 4 4 2 4 4 4 Guru 4 4 2 4 5 5 4 Rata-rata keseluruhan Ratarata 3,71 4 3,86 Berdasarkan tabel 3.16 di atas, rata-rata skor yang diperoleh dari dosen USD adalah 3,71. Rata-rata skor yang diperoleh dari guru SD adalah 4. Rata-rata skor keseluruhan dari rata-rata skor dosen dan guru SD adalah 3,86. Skor rata-rata keselruhan tersebut sudah melebihi skor perbaikan yang ditentukan sehingga perangkat penelitian tes kemampuan memahami siklus II sudah dapat digunakan. Meskipun sudah dapat digunakan, peneliti masih melakukan beberapa perbaikan kalimat-kalimat pada item tes. b. Validasi tes secara empiris Menurut Arikunto (2010: 211) validitas suatu instrumen adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Suatu tes dikatakan valid apabila tes tersebut mengukur sesuatu yang hendak diukur. Validitas suatu instrumen dapat dihitung menggunakan rumus korelasi product moment dengan nilai simpangan (Arikunto, 2010: 213).

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 rxy = Keterangan: ∑𝑥𝑦 ∑𝑥 2 (∑𝑦 2 ) x=X–x y=Y–y X = skor rata-rata dari X Y = skor rata-rata dari Y Validitas butir soal dalam penelitian ini dihitung dengan menggunakan SPSS 16. Setelah item tes divalidasi secara expert judgment, tes kemampuan memahami yang berjumlah 15 item kemudian diujicobakan ke lapangan. Tes kemampuan memahami diujicobakan kepada siswa kelas VI SD Kanisius Nglinggi yang berjumlah 23 siswa. Pada hasil uji validasi menggunakan SPPS, suatu item dapat dikatakan valid apabila terdapat tanda satu bintang (*) atau dua bintang (**) dibelakang skor total correlation. Validitas suatu instrumen juga dapat dilihat dengan cara membandingkan rhitung dengan rtabel. Jika nilai rhitung lebih besar dari rtabel, maka item tersebut valid. Berdasarkan tabel distribusi (tabel r) untuk taraf signifikansi (α) = 0,05 dan dengan derajat kebebasan (dk = n-1 =23-1 = 22), didapat rtabel = 0,432. Skor hasil perhitungan validasi perangkat pembelajaran evaluasi dengan membandingkan dilihat pada tabel berikut. rhitung dan rtabel dapat

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Tabel 3.15 Hasil Uji Coba Tes Kemampuan Memahami Siklus I Corrected ItemNo. Kriteria Valid Keputusan Total Correlation Item (r tabel) (r hitung) 1. 0,179 0,423 Tidak valid 2. 0,480 0,423 Valid 3. 0,687 0,423 Valid 4. 0,568 0,423 Valid 5. 0,500 0,423 Valid 6. 0,798 0,423 Valid 7. 0,458 0,423 Valid 8. 0,444 0,423 Valid 9. 0,740 0,423 Valid 10. 0,584 0,423 Valid 11. 0,662 0,423 Valid 12. 0,721 0,423 Valid 13. 0,621 0,423 Valid 14. 0,714 0,423 Valid 15. 0,396 0,423 Tidak valid Berdasar hasil SPSS tes kemampuan memahami untuk siklus I di atas, dapat dilihat bahwa terdapat 13 item soal yang valid. Karena peneliti membatasi soal tes hanya 10 soal, maka peneliti mengambil 2 item soal dengan nilai corellation paling tinggi pada setiap indikatornya. Peneliti mengambil item soal dengan nilai correlation paling tinggi karena item tersebut lebih valid dibandingkan dengan item yang memiliki nilai correlation rendah. Oleh karena itu diperolehlah 10 item soal yaitu soal nomor 2 dan 3 untuk mewakili indikator kemampuan memahami yang pertama, 4 dan 6 untuk mewakili indikator kemampuan memahami yang kedua, 7 dan 9 untuk mewakili indikator kemampuan memahami yang ketiga, 11 dan 12 untuk mewakili indikator kemampuan memahami yang keempat, seta 13 dan 14 untuk mewakili indikator kemampuan memahami

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 yang kelima. Kemudian item soal tersebut diubah menjadi item soal nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10. Tabel 3.16 Hasil Uji Coba Tes Kemampuan Memahami Siklus II Corrected ItemNo. Kriteria Valid Keputusan Total Correlation Item (r tabel) (r hitung) 1. 0,625 0,423 Valid 2. 0,411 0,423 Tidak valid 3. 0,591 0,423 Valid 4. 0,745 0,423 Valid 5. 0,599 0,423 Valid 6. 0,484 0,423 Valid 7. 0,800 0,423 Valid 8. 0,651 0,423 Valid 9. 0,584 0,423 Valid 10. 0,421 0,423 Tidak valid 11. 0,531 0,423 Valid 12. 0,143 0,423 Tidak valid 13. 0,370 0,423 Tidak valid 14. 0,406 0,423 Tidak valid 15. 0,460 0,423 Valid Berdasarkan hasil SPSS tes kemampuan memahami untuk siklus II di atas, dapat dilihat bahwa terdapat 10 item soal yang valid yaitu nomor 1, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 11, 15. Item 1 dan 3 mewakili indikator kemampuan memahami yang pertama, item 4, 5, dan 6 mewakili indikator kemampuan memahami yang kedua, item nomor 7, 8, dan 9 mewakili indikator kemampuan memahami yang ketiga, item nomor 11 mewakili indikator kemampuan memahami yang keempat, serta item nomor 15 mewakili indikator kemampuan memahami yang pertama. Item soal tersebut kemudian diubah menjadi item soal nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 2. Reliabilitas Arikunto (2010: 221) menyebutkan bahwa reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Suatu tes dikatakan reliabel jika selalu memberikan hasil yang sama pada waktu atau kesempatan yang berbeda (Zainal Arifin, 2011: 258). Reliabilitas suatu instrumen dapat dihitung menggunakan rumus Alpha (Arikunto, 2010: 239). Peneliti memilih menggunakan rumus Alpha karena rumus Alpha digunakan untuk mencari reliabilitas instrumen yang skornya bukan 1 dan 0, misalnya soal bentuk uraian (Arikunto, 2010: 239). (𝑘) Keterangan: r11 = (𝑘−1) (1 − ∑𝜎 𝑏 2 𝜎𝑡 2 ) r11 = reliabilitas instrumen k = banyaknya butir pernyataan atau banyaknya soal ∑𝜎𝑏 2 = jumlah varians butir 𝜎𝑡 2 = varians total Hasil reliabilitas dapat dikualifikasikan dalam 5 kualifikasi reliabilitas. Berikut ini adalah tabel untuk melihat hasil perhitungan reliabilitas suatu instrumen menurut Hadi (dalam Arikunto, 2010: 319). Tabel 3.17 Kriteria Reliabilitas Interval Koefisien Reliabilitas Kualifikasi 0,80 – 1,00 Tinggi 0,70 – 0,79 Cukup 0,40 – 0,69 Agak rendah 0,20 – 0,39 Rendah 0 – 0,19 Sangat rendah

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Reliabilitas soal tes dalam penelitian ini dihitung menggunakan SPSS 16. Hasil reliabilitas dari penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.18 Reliabilitas Soal Tes Siklus I dan Siklus II Reliabilitas Cronbach‟s Alpha N Soal Tes Siklus I 0,842 10 Soal Tes Siklus II 0,817 10 Berdasarkan tabel hasil reliabilitas di atas, dapat dilihat bahwa nilai Cronbach’s Alpha pada realiabilitas soal tes siklus I yaitu 0, 842, sedangkan pada reliabilitas soal tes siklus II yaitu 0,817. Kedua hasil perhitungan reliabilitas tes di atas masuk dalam kriteria reliabilitas tinggi. 3. Indeks Kesukaran Soal Indeks kesukaran (IK) dalam penelitian ini didasarkan pada interprestasi indeks kesukaran (IK) menurut Zainal Arifin (2011: 292). Tabel 3.19 Indeks Kesukaran Indeks Kesukaran Interprestasi IK P < 0,30 Sukar 0,31 ≤ P ≤ 0,70 Sedang P > 0,70 Mudah Indeks kesukaran suatu aitem dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut. Keterangan : 𝐵 IK = 𝑁 𝑥 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 IK = Indeks Kesukaran B = Jumlah jawaban yang benar diperoleh siswa dari suatu item N = Kelompok siswa Skor maksimal = Besarnya skor yang dituntut benar yang diperoleh siswa dari suatu item.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Hasil perhitungan Indeks Kesukaran (IK) tes pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.20 Hasil Perhitungan Indeks Kesukaran tes pada Siklus I No. Item IK Keterangan 1 0,91 Mudah 2 0,53 Sedang 3 0,84 Mudah 4 0,69 Sedang 5 0,83 Mudah 6 0,83 Mudah 7 0,67 Sedang 8 0,59 Sedang 9 0,73 Mudah 10 0,80 Mudah 11 0,82 Mudah 12 0,78 Mudah 13 0,61 Sedang 14 0,67 Sedang 15 0,81 Mudah Tabel 3.20 di atas menunjukkan bahwa dari 15 soal, 6 soal termasuk ke dalam kategori sedang dan 9 soal termasuk ke dalam karegori mudah. Berikut adalah tabel perhitungan Indeks Kesukaran (IK) tes pada siklus II. Tabel 3.21 Hasil Perhitungan Indeks Kesukaran tes pada Siklus II No. Item IK Keterangan 1 0,83 Mudah 2 0,68 Sedang 3 0,61 Sedang 4 0,50 Sedang 5 0,66 Sedang 6 0,52 Sedang 7 0,67 Sedang 8 0,68 Sedang 9 0,53 Sedang 10 0,70 Mudah

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 11 12 13 14 15 0,61 0,68 0,53 0,50 0,72 Sedang Sedang Sedang Sedang Mudah Tabel 3.21 di atas menunnjukkan bahwa dari 15 soal, 12 soal termasuk ke dalam kategori sedang dan 3 soal termasuk ke dalam karegori mudah. G. Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan merupakan rumusan kinerja yang dijadikan acuan atau tolok ukur dalam keberhasilan penelitian yang dilakukan (Suwandi, 2010: 61). Indikator keberhasilan dalam penelitian ini meliputi keberhasilan kemampuan memahami siswa yang diukur melalui tes evaluasi bentuk uraian. Untuk menentukan target pencapaian, peneliti akan melakukan diskusi dengan guru terlebih dahulu. Kemampuan mamahami konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah kecakapan atau potensi seseorang dalam memberikan contoh, menggambarkan, mengubah, membandingkan, dan menyatakan ulang sebuah konsep. Berdasarkan pengertian kemampuan memahami konsep tersebut, indikator kemampuan memahami yang diukur yaitu 1) memberikan contoh dari suatu konsep, 2) menggambarkan konsep dengan suatu model, 3) mengubah suatu bentuk ke bentuk lain, 4) membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep, dan 5) menyatakan ulang sebuah konsep. Peneliti menetapkan target capaian akhir siklus karena penelitian ini hanya mengacu pada tolok ukur keberhasilan penelitian, oleh karena itu hanya ada satu target

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 capaian akhir. Rincian indikator keberhasilan dapat dilihat dalam tabel berikut. Indikator Memberikan contoh dari suatu konsep Menggambarkan konsep dengan suatu model Mengubah suatu bentuk ke bentuk lain Membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep Menyatakan ulang sebuah konsep Tabel 3.22 Indikator Keberhasilan Target Kondisi Capaian Deskriptor Awal Akhir Siklus Siswa mampu memberikan 48 % 68 % contoh dari konsep geometri bangun ruang Siswa mampu menggambarkan konsep geometri bangun ruang 48 % 68 % dengan mengambar bangun ruang yang dimaksud dalam soal Siswa mampu mengubah sifat-sifat bangun ruang 48 % 68 % menjadi gambar bangun ruang yang dimaksud Siswa mampu menjelaskan perbedaan dua bentuk 48 % 68 % bangun ruang 48 % 68 % Siswa mampu menyebutkan sifat-sifat bangun ruang Siswa mampu menjelaskan pengertian suatu bangun ruang secara tertulis berdasarkan sifat-sifatnya Instrumen Tes Tes Tes Tes Tes Berdasarkan tabel 3.22 di atas, kesepakatan yang diperoleh antara peneliti dan guru matematika kelas V mengenai target capaian yang diinginkan yaitu sebesar 68% dari kondisi awal sebesar 48%.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 H. Teknik Analisis Data Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menghasilkan dua jenis data yang akan dianalisis yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif dalam penelitian ini adalah data hasil tes kemampuan memahami siswa dan data hasil kuesioner, sedangkan data kualitatif dalam penelitian ini yaitu data hasil observasi keterlaksanaan PMRI dan wawancara guru. Teknik analisis data kualitatif digunakan untuk menguraikan keterlaksaan pendekatan PMRI pada pembelajaran konsep geometri bangun ruang di kelas V semester 2. Data tersebut kemudian dianalisis menurut jenis datanya. 1. Analisis Peningkatan Kemampuan Memahami Peningkatan kemampuan memahami diukur melalui tes yang dilakukan sebelum dan sesudah tiap siklus. Item-item soal tes kemampuan memahami dianalisis berdasarkan masing-masing indikator. Langkah-langkah yang dilakukan dalam menganalisis hasil tes dalam penelitian ini yaitu: a. Memeriksa hasil jawaban siswa sesuai dengan kunci jawaban dan berpedoman pada rubrik penilaian yang telah dibuat. Soal yang dijawab dengan tepat mendapatkan skor 4. Skor tiap soal dijumlahkan semua hingga diperoleh skor masing-masing siswa. S = Skor yang diperoleh b. Memberikan nilai pada masing-masing siswa sesuai dengan skor yang didapatkannya dengan rumus : S N = ∑S x 100

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 N = Nilai S = Skor yang diperoleh ∑S = Jumlah skor maksimal c. Menghitung nilai rata-rata pada tiap siklus dengan rumus : M= ∑X N M = Rata-rata (Mean) ∑X = Jumlah skor N = Jumlah anak d. Mengkategorikan siswa kedalam siswa yang tuntas atau tidak tuntas pada setiap indikator untuk mengetahui adanya peningkatan kemampuan memahami konsep geometri bangun ruang melalui penggunaan kontribusi siswa dalam pendekatan PMRI. Peningkatan dilihat dari perbandingan persentase siswa yang tuntas pada kondisi awal dan akhir siklus II. 2. Analisis Keterlaksanaan Pendekatan PMRI a. Observasi keterlaksanaan PMRI Hasil observasi pembelajaran akan dijabarkan dalam bentuk uraian untuk menjelaskan keterlaksanaan pendekatan PMRI pada pembelajaran matematika konsep geometri bangun ruang berdasarkan pengamatan saat pembelajaran berlangsung. Langkah analisis ini sejalan dengan langkah analisis penelitian sebelumnya yaitu pada penelitian dengan judul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Bangun Ruang yang

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Menggunakan Kontribusi Siswa dengan Pendekatan PMRI di Kelas IVB SD Kanisius Kalasan Dalam Menyelesaikan Masalah Penjumlahan Pecahan Dengan Pendekatan PMRI Kelas IV A SD Negeri Adisucipto 1” oleh Erni Kurniasih. b. Kuesioner respon siswa Kuesioner digunakan untuk mengetahui kontribusi siswa terhadap pembelajaran pendekatan PMRI. yang dilaksanakan Langkah-langkah dengan yang menerapkan dilakukan dalam menganalisis hasil kuesioner yaitu: a. Menghitung hasil kuesioner yang dijawab oleh setiap siswa. Untuk pernyataan favorabel, siswa yang menjawab “SS” akan memperoleh skor 4, “S” akan mendapat skor 3, “TS” akan mendapat skor 2, dan “STS” akan mendapat skor 1. Untuk pernyataan unfavorabel, siswa yang menjawab “STS” akan mendapat skor 4, “TS” akan mendapat skor 3, “S” akan mendapat skor 2, dan “SS” akan mendapat skor 1. b. Hasil skor kemudian dijumlahkan untuk mengetahui skor keseluruhan yang diperoleh setiap siswa pada masing-masing karakteristik PMRI. c. Menghitung skor rata-rata kelas dengan rumus: M= ∑X N M = Rata-rata ∑X = Jumlah skor

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 N = Jumlah anak d. Mengklasifikasikan rata-rata hasil kuesioner berdasar pendapat Masidjo (1995: 153) mengenai tingkat penguasaan kompetensi Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe 1. Pada PAP tipe 1 ini, skor hasil dapat dikatakan lulus apabila melebihi 65% atau mendapatkan nilai cukup. Pengkategorian tingkat penguasaan kompetensi dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.23 Tingkat Penguasaan Kompetensi Tingkat Penguasaan Nilai Kompetensi Huruf 90%-100% A 80%-89% B 65%-79% C 55%-64% D Dibawah 55% E Sesuai tabel 3.23 tersebut, tingkat penguasaan kompetensi sebesar 90%-100% masuk pada nilai huruf A. tingkat penguasaan kompetensi sebesar 80%-89% masuk pada nilai huruf B. tingkat penguasaan kompetensi sebesar 65%-79% masuk pada nilai huruf C. tingkat penguasaan kompetensi sebesar 55%-64% masuk pada nilai huruf D. tingkat penguasaan kompetensi dibawah 55% masuk pada nilai huruf E. Berdasarkan tingkat penguasaan kompetensi yang dikemukakan oleh Masidjo (1995: 153) tersebut, hasil penghitungan kuesioner respon siswa terhadap penggunaan masing-masing karakteristik PMRI dalam penelitian ini dikategorikan menjadi sangat baik, baik, kurang baik, atau tidak baik, sesuai pada tabel berikut.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Tabel 3.24 Kategori Skor No Bobot 1. Respon siswa terhadap penggunaan . . . dalam pendekatan PMRI sangat baik 2. Respon siswa terhadap penggunaan . . . dalam pendekatan PMRI baik 3. Respon siswa terhadap penggunaan . . . dalam pendekatan PMRI cukup baik 4. Respon siswa terhadap penggunaan . . . dalam pendekatan PMRI kurang baik 5. Respon siswa terhadap penggunaan . . . dalam pendekatan PMRI tidak baik Skor terbobot 21,6 – 24 19,2 – 21,5 15,6 – 19,1 13,2 – 15,5 0 – 13,1 Berdasar tabel 3.24 di atas, skor kuesioner dikategorikan berdasarkan teknik PAP tipe 1 sehingga dapat diketahui bahwa skor 21,6 – 24 termasuk dalam kategori sangat baik. Skor 19,2 – 21,5 termasuk dalam kategori baik. Skor 15,6 – 19,1 termasuk dalam kategori cukup baik. Skor 13,2 - 15,5 termasuk dalam kategori kurang baik. Skor 0 – 13,1 termasuk dalam kategori tidak baik. c. Wawancara guru Hasil wawancara terhadap guru akan dijabarkan dalam bentuk uraian. Melalui langkah ini dokumentasi percakapan akan dituliskan dalam kalimat-kalimat berita. Wawancara guru digunakan untuk mengetahui tanggapan guru mengenai respon siswa selama mengikuti pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan PMRI kontribusi siswa.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab IV berikut mepaparkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti yakni meliputi pra penelitian tindakan kelas, hasil penelitian, dan pembahasan. A. Pra Penelitian Tindakan Kelas Sebelum melakukan penelitian tindakan kelas, peneliti melakukan kegiatan pengamatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru mata pelajaran matematika kelas V terlebih dahulu. Sebelumnya, peneliti telah melakukan pengamatan yang dilakukan tanggal 4 Desember 2013 pada KD 4.2 ”Menyelesaikan masalah yang berkaiatan dengan volume kubus dan balok”. Pada pengamatan tersebut terlihat bahwa sebagian besar siswa menyimak dan memperhatikan guru saat pembelajaran matematika mulai berlangsung. Ketika sudah memasuki pertengahan waktu pelajaran siswa menjadi ramai sendiri hingga berakhirnya pelajaran, hanya pada saat diberi tugas oleh guru siswa terlihat lebih tenang. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti mengetahui pembelajaran matematika pada saat itu lebih didominasi dengan metode ceramah dan guru tidak menggunakan media dalam menyampaikan materi yang diajarkan. Guru mengakui bahwa meskipun menggunakan media pembelajaran, pemahaman konsep mengenai matematika masih terlihat sulit khususnya dalam materi 69

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 bangun ruang. Siswa yang kurang paham dalam menggunakan alat peraga justru menjadikan alat peraga sebagai mainan dan tidak bertanya kepada guru. Apalagi siswa yang kurang aktif atau cenderung pasif lebih memilih untuk santai-santai dan tidak mengikuti pembelajaran dengan baik. Selain melakukan kegiatan pengamatan pembelajaran, peneliti juga melakukan pengamatan terhadap hasil pembelajaran siswa kelas V. Pada hasil penilaian siswa materi bangun ruang kelas V semester 2 tahun pelajaran 2012/2013 dari keseluruhan 23 siswa hanya 11 siswa yang nilainya lulus mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), sedangkan KKM untuk mata pelajaran matematika di SD Kanisius Nglinggi adalah 63. Kegiatan pra penelitian tindakan kelas selanjutnya yaitu melakukan pembahasan mengenai target capaian yang ingin diperoleh dan melakukan koordinasi dengan guru mata pelajaran matematika kelas V mengenai pembelajaran yang akan dilakukan. Pembelajaran matematika materi bangun ruang dilaksanakan dalam siklus-siklus yang terdiri dari 3 pertemuan pada tiap siklusnya. B. Hasil Penelitian Berdasarkan kesepakatan dengan guru mata pelajaran matematika, pelaksanaan penelitian dimulai pada hari selasa, 08 April 2014. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V sejumlah 19 siswa yang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan. Penelitian siklus I dilaksanakan dalam

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 3 pertemuan yang terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. 1. Siklus I a. Perencanaan Peneliti merencanakan waktu dilaksanakannya penelitian ini bersama guru mata pelajaran matematika kelas V. Kemudian peneliti mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan, diantaranya yaitu silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, media dan alat peraga, lembar observasi, lembar kuesioner dan lembar soal tes kemampuan memahami. Adapun waktu pelaksanaan penelitian siklus I yang telah disepakati bersama guru mata pelajaran matematika kelas V dapat dilihat pada tabel berikut ini: Siklus I Tabel 4.1 Waktu pelaksanaan penelitian siklus I Pertemuan keHari/tanggal 1 Selasa, 08 April 2014 2 Jum‟at, 11 April 2014 3 Selasa, 15 April 2014 Penelitian siklus II dilaksanakan dalam 3 pertemuan, pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa, 08 April 2014, pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Jum‟at, 11 April 2014, dan pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Selasa, 15 April 2014. b. Tindakan 1) Pertemuan pertama Pertemuan pertama pada siklus I dilaksanakan pada hari selasa, 08 April 2014 yang berlangsung selama 2x35 menit (2jp).

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Pertemuan pertama membahas tentang sifat-sifat bangun ruang yang meliputi bangun kubus, balok, limas, kerucut, tabung, dan bola. Media yang digunakan berupa benda-benda di sekitar yang berbentuk menyerupai bangun kubus, balok, limas, tabung, kerucut, dan bola. Kegiatan mengajar dilakukan oleh guru mata pelajaran matematika dengan menerapkan pendekatan PMRI dan dilaksanakan sesuai RPP yang telah dibuat oleh peneliti. Pertemuan pertama peneliti memilih menggunakan metode cooperative learning agar siswa dapat lebih berinteraksi dengan teman. Guru dan siswa melakukan kegiatan tanya jawab dengan pertanyaan yang mengarah pada materi inti pada kegiatan awal, seperti “Apakah bentuk ruang kelas ini?” dan pertanyaanpertanyaan lain yang berhubungan dengan materi yang akan dibahas. Setelah itu guru membagi siswa kedalam 4 kelompok yang terdiri dari 4-5 anak. Siswa diminta untuk memilih satu gambar bangun ruang yang berwarna-warni. Siswa diminta untuk mencari teman dengan warna gambar bangun ruang yang sama dan duduk dalam satu kelompok. Pada kegiatan inti, siswa diminta untuk mendengarkan cerita yang berjudul “Ulang Tahun Teman Ira” yang didalamnya berisi tentang cerita ciri-ciri benda yang bentuknya menyerupai bangun ruang. Siswa diminta untuk menebak bendabenda yang dimaksudkan dalam cerita.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Kegiatan selanjutnya yaitu guru memberikan penjelasan singkat mengenai sifat-sifat bangun ruang yaitu sisi, rusuk, dan titik sudut yang ada pada setiap bangun ruang dengan menunjukkan beberapa benda yang menyerupai bangun ruang. Guru membagikan satu gambar bangun ruang kepada masing-masing siswa. siswa diminta untuk mewarnai bagian pada gambar tersebut yang menunjukkan sisi, rusuk, dan titik sudut dengan warna yang berbedabeda. Beberapa siswa diminta maju ke depan kelas untuk menunjukkan hasil pekerjaannya. Siswa yang lain memberikan komentar mengenai benar atau salahnya hasil pekerjaan siswa lain. Guru memberikan satu kantong yang berisi barang belanjaan kepada masing-masing kelompok. Kemudian siswa diminta untuk menghitung jumlah sisi, rusuk, dan titik sudut pada benda yang diperoleh dalam kelompok. Setelah selesai guru meminta perwakilan masing-masing kelompok untuk mempresentaskan hasil diskusinya di depan kelas dan dibahas bersama-sama. Kegiatan penutup diisi dengan kegiatan merangkum pembelajaran, refleksi, dan evaluasi. 2) Pertemuan kedua Pertemuan kedua pada siklus I dilaksanakan pada hari jum‟at, 11 April 2014 yang berlangsung selama 2x35 menit (2jp). Pembelajaran pada pertemuan kedua membahas mengenai menggambar bangun ruang kubus, balok, tabung, limas, kerucut, dan bola. Media yang digunakan adalah benda di sekitar yang bentuknya

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 menyerupai bangun ruang kubus, balok, tabung, limas, kerucut, dan bola. Guru melakukan pembelajaran dengan menerapkan pendekatan PMRI dan sesuai dengan RPP yang telah dibuat oleh peneliti. Kegiatan awal pada pertemuan kedua hampir sama dengan kegiatan awal pada pertemuan pertama. Pada pertemuan kedua, peneliti menggunakan model pembelajaran cooperative learning sehingga guru membagi siswa dalam kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa. Guru mengawali kegiatan inti dengan meminta siswa untuk mendengarkan cerita yang berjudul “Ruang Kamar Ira” yang berisi tentang benda-benda dalam ruang kamar Ira yang bentuknya menyerupai bangun ruang. Siswa diminta untuk menebak bentuk benda tersebut dengan menggambarnya di depan kelas. guru mencontohkan cara menggambar salah satu bangun ruang dengan benar. Kegiatan selanjutnya yaitu guru memberikan dua bangun ruang pada masing-masing kelompok, kelompok 1 mendapatkan bangun kubus dan balok, kelompok 2 mendapatkan bangun tabung dan kerucut, kelompok 3 dan 4 mendapatkan bangun limas segitiga dan limas segiempat. Siswa diminta untuk mengamati kedua bangun yang diperoleh kemudian menggambarnya pada lembar aktivitas siswa. siswa juga diminta untuk menuliskan perbandingan kedua bangun tersebut berdasarkan hasil pengamatan. Setelah selesai guru

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hal pekerjaannya di depan kelas. Kelompok lain memberikan tanggapan kepada hasil pekerjaan kelompok lain mengenai benar atau salahnya hasil pekerjaan kelompok lain. Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan isi pembelajaran yang telah dilakukan, dan dilanjutkan dengan kegiatan refleksi dan evaluasi sebagai kegiatan penutup. 3) Pertemuan ketiga Pertemuan ketiga siklus I dilaksanakan pada hari selasa, 15 April 2014. Pertemuan ketiga berlangsung selama 2x35 menit (2jp) yang berisi kegiatan tes kemampuan memahami. Pada kegiatan awal guru meminta siswa menyiapkan alat tulis dan melakukan tanya jawab singkat kepada siswa mengenai materi yang dipelajari pada pertemuan-pertemuan sebelumnya. Guru memberikan soal tes kemampuan memahami yang berisi 10 soal kepada masing-masing siswa. siswa diminta untuk mengerjakan dengan tenang dan sungguh-sungguh. Setelah selesai siswa mengumpulkan hasil pekerjaannya kepada guru. Setelah itu guru meminta siswa untuk mengisi lembar kuesioner yang sudah disiapkan oleh peneliti sebelumnya. c. Pengamatan Selama tahap tindakan dilaksanakan, peneliti juga melakukan tahap pengamatan yang dibantu oleh seorang observer pembantu.

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Pengamatan pada tindakan selama siklus I dilakukan untuk mengamati keterlaksanaan PMRI terutama pada karakteristik kontribusi siswa dalam pembelajaran matematika materi bangun ruang. Peneliti melaksanakan tahap pengamatan dengan berpedoman pada lembar observasi yang telah ditentukan sebelumnya. Hasil tes kemampuan memahami, kuesioner, observasi, dan wawancara dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Hasil tes kemampuan memahami pada indikator memberikan contoh dari suatu konsep dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.2 Hasil tes kemampuan memahami pada indikator memberikan contoh dari suatu konsep No 1 2 Nilai Ketuntasan Resp. 1 2 3 62,5 tidak tuntas 2 2 3 62,5 tidak tuntas 3 3 4 87,5 tuntas 4 4 4 100 tuntas 5 1 4 62,5 tidak tuntas 6 4 4 100 tuntas 7 2 3 62,5 tidak tuntas 8 3 4 87,5 Tuntas 9 4 4 100 Tuntas 10 3 4 87,5 Tuntas 11 4 4 100 Tuntas 12 2 3 62,5 tidak tuntas 13 3 4 87,5 Tuntas 14 2 4 75 Tuntas 15 3 4 87,5 Tuntas 16 3 3 75 Tuntas 17 2 3 62,5 tidak tuntas 18 3 4 87,5 Tuntas Jumlah siswa tuntas 12 Persentase 67%

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 Tabel 4.2 di atas menunjukkan bahwa jumlah siswa yang tuntas mencapai nilai ketuntasan yaitu nilai 63 pada tes kemampuan memahami dengan indikator memberikan contoh dari suatu konsep adalah 12 siswa atau sebesar 67% dari total keseluruhan siswa. Jumlah siswa yang nilainya tidak tuntas pada indikator ini adalah 6 siswa. Hasil tes kemampuan memahami pada indikator menggambarkan konsep dengan suatu model dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.3 Hasil tes kemampuan memahami pada indikator menggambarkan konsep dengan suatu model No 3 4 Nilai Ketuntasan Resp. 1 3 3 75 Tuntas 2 1 3 50 tidak tuntas 3 3 4 87,5 Tuntas 4 1 3 50 tidak tuntas 5 4 2 75 Tuntas 6 2 4 75 Tuntas 7 3 2 62,5 tidak tuntas 8 3 3 75 Tuntas 9 3 3 75 Tuntas 10 3 4 87,5 Tuntas 11 1 2 37,5 tidak tuntas 12 1 3 50 tidak tuntas 13 4 4 100 Tuntas 14 3 4 87,5 Tuntas 15 1 3 50 tidak tuntas 16 2 4 75 Tuntas 17 1 2 37,5 tidak tuntas 18 3 3 75 Tuntas Jumlah siswa tuntas 11 Persentase 61% Tabel 4.3 di atas menunjukkan bahwa jumlah siswa yang tuntas mencapai nilai ketuntasan yaitu nilai 63 pada tes kemampuan memahami dengan indikator menggambarkan konsep dengan suatu model adalah 11

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 siswa atau sebesar 61% dari total keseluruhan siswa. Jumlah siswa yang nilainya tidak tuntas pada indikator ini adalah 7 siswa. Hasil tes kemampuan memahami pada indikator mengubah suatu bentuk ke bentuk lain memberikan contoh dari suatu konsep dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.4 Hasil tes kemampuan memahami pada indikator mengubah suatu bentuk ke bentuk lain No 5 6 Nilai Ketuntasan Resp. 1 3 3 75 Tuntas 2 4 2 75 Tuntas 3 4 3 87,5 Tuntas 4 4 3 87,5 Tuntas 5 1 3 50 tidak tuntas 6 3 1 50 tidak tuntas 7 3 4 87,5 Tuntas 8 4 3 87,5 Tuntas 9 1 4 62,5 tidak tuntas 10 3 2 62,5 tidak tuntas 11 4 4 100 Tuntas 12 3 2 62,5 tidak tuntas 13 4 4 100 Tuntas 14 4 4 100 Tuntas 15 4 1 62,5 tidak tuntas 16 4 3 87,5 Tuntas 17 3 4 87,5 Tuntas 18 4 4 100 Tuntas Jumlah siswa tuntas 12 Persentase 67% Tabel 4.4 di atas menunjukkan bahwa jumlah siswa yang tuntas mencapai nilai ketuntasan yaitu nilai 63 pada tes kemampuan memahami dengan indikator mengubah suatu bentuk ke bentuk lain adalah 12 siswa atau sebesar 67% dari total keseluruhan siswa. Jumlah siswa yang nilainya tidak tuntas pada indikator ini adalah 6 siswa.

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Hasil tes kemampuan memahami pada indikator membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.5 Hasil tes kemampuan memahami pada indikator membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep No 7 8 Nilai Ketuntasan Resp 1 4 2 75 Tuntas 2 4 3 87,5 Tuntas 3 3 2 62,5 tidak tuntas 4 4 3 87,5 Tuntas 5 1 1 11,1 tidak tuntas 6 2 3 62,5 tidak tuntas 7 4 3 87,5 Tuntas 8 4 4 100 Tuntas 9 3 2 62,5 tidak tuntas 10 3 2 62,5 tidak tuntas 11 4 3 87,5 Tuntas 12 3 3 75 Tuntas 13 2 3 62,5 tidak tuntas 14 4 3 87,5 Tuntas 15 1 3 50 tidak tuntas 16 1 3 50 tidak tuntas 17 4 3 87,5 Tuntas 18 2 3 62,5 tidak tuntas Jumlah siswa tuntas 9 Persentase 50% Tabel 4.5 di atas menunjukkan bahwa jumlah siswa yang tuntas mencapai nilai ketuntasan yaitu nilai 63 pada tes kemampuan memahami dengan indikator membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep adalah 9 siswa atau sebesar 50% dari total keseluruhan siswa. Jumlah siswa yang nilainya tidak tuntas pada indikator ini adalah 9 siswa.

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Hasil tes kemampuan memahami pada indikator menyatakan ulang sebuah konsep dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.6 Hasil tes kemampuan memahami pada indikator menyatakan ulang sebuah konsep No 9 10 Nilai Ketuntasan Resp 1 2 1 37,5 tidak tuntas 2 1 1 25 tidak tuntas 3 3 3 75 tuntas 4 4 3 87,5 tuntas 5 1 1 25 tidak tuntas 6 2 4 75 tuntas 7 3 3 75 tuntas 8 3 3 75 tuntas 9 2 3 62,5 tidak tuntas 10 2 2 50 tidak tuntas 11 3 2 62,5 tidak tuntas 12 1 2 37,5 tidak tuntas 13 4 3 87,5 tuntas 14 2 4 75 tuntas 15 2 4 75 tuntas 16 2 2 50 tidak tuntas 17 2 4 75 tuntas 18 3 3 75 tuntas Jumlah siswa yang tuntas 10 Persentase 56% Tabel 4.6 di atas menunjukkan bahwa jumlah siswa yang tuntas mencapai nilai ketuntasan yaitu nilai 63 pada tes kemampuan memahami dengan indikator menyatakan ulang sebuah konsep adalah 10 siswa atau sebesar 56% dari total keseluruhan siswa. Jumlah siswa yang nilainya tidak tuntas pada indikator ini adalah 8 siswa. Peneliti juga melakukan kegiatan observasi dalam kegiatan pembelajaran untuk melihat keterlaksanaan PMRI dalam pembelajaran. Peneliti melakukan observasi keterlaksanaan PMRI karena selain

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 penggunaan kontribusi siswa, pendekatan PMRI memiliki karakteristik lain yaitu penggunaan masalah kontekstual, penggunaan model, interaktivitas, dan keterkaitan. Pendekatan PMRI terlaksana apabila seluruh karakteristik PMRI sudah terlaksana. Hasil observasi keterlaksanaan PMRI pada masing-masing karakteristik dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Berikut adalah tabel hasil observasi penggunaan konteks. No. 1 2 3 Tabel 4.7 Hasil observasi penggunaan konteks Aspek Narasi Singkat Menggunakan masalah Guru mengawali kegiatan dengan kontekstual membacakan cerita yang berjudul a. Menggunakan soal cerita “Ulang Tahun Teman Ira”. Cerita tersebut berisi mengenai benda-benda yang dekat dengan yang bentuknya menyerupai bangun kehidupan siswa b. Permasalahan kontekstual ruang. Dengan mengarahkan siswa untuk menebak bangun ruang yang yang disampaikan dimaksud , siswa berusaha untuk mampu mengarahkan mengingat-ingat bentuk benda siswa menemukan tersebut, misalnya saat guru konsep c. Permasalahan kontekstual membacakan kalimat “Ira menabung yang disampaikan mudah uangnya di dalam celengan, celengan tersebut mempunyai ciri tidak dimengerti siswa memiliki titik sudut namun memiliki 3 sisi dan dua rusuk. Berbentuk apakah celengan tersebut?”. Banyak siswa antusias menjawab pertanyaan tersebut beramai-ramai. Menggunakan permainan Guru membangkitkan semangat siswa dengan bermain “ganti dor”. Akan a. Permainan yang tetapi permainan ini tidak digunakan menggambarkan materi yang akan membangkitkan dipelajari. semangat siswa b. Permainan menggambarkan apa yang akan dipelajari Menggunakan media dan alat Guru menggunakan media berupa peraga benda-benda yang mudah dijumpai

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 4 a. Media dan alat peraga yang digunakan mudah ditemukan/ dekat dengan siswa b. Media dan alat peraga dapat menarik perhatian siswa Menggali pengetahuan awal yang dimiliki siswa a. Pengetahuan awal yang digali sesuai dengan materi siswa dalam kehidupan sehari-hari, misalnya toples makanan, bungkus es krim, celengan, bola, kardus makanan berbentuk kubus, dll. Media tersebut cukup menarik perhatian siswa. Dengan cerita yang dibacakan dan pertanyaan yang diberikan oleh guru, siswa diberi pengetahuan awal yang sudah mengarah pada materi. Berdasarkan hasil observasi pada tabel 4.7 di atas, dapat diketahui bahwa secara umum guru sudah menggunakan masalah kontekstual dalam pembelajaran. Hasil observasi penggunaan model dalam penerapan pendekatan PMRI dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 4.8 Hasil observasi penggunaan model No. Aspek Narasi Singkat 1 Penggunaan strategi informal oleh Melalui kegiatan pengamatan bendasiswa dalam pemecahan masalah benda yang bentuknya menyerupai bangun kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut, siswa dapat mengembangkan strategi informal dalam pemecahan masalah 2 Penggunaan strategi formal oleh Siswa mampu mengubah masalah siswa dalam pemecahan masalah yang ditemui ke dalam soal matematika, misalnya ketika siswa a. Memodelkan masalah dalam diberi pertanyaan “Benda ini kalimat matematika mempunyai ciri tidak memiliki titik b. Menggunakan rumus matematika dalam pemecahan sudut namun memiliki 3 sisi dan dua rusuk. Berbentuk apakah celengan masalah tersebut?”. Siswa menjadi tahu bahwa c. Menggunakan langkahmereka harus mencari bangun ruang langkah matematis dalam yang mempunyai sifat-sifat tersebut. pemecahan masalah Kemudian siswa mencari pemecahan masalahnya dengan berbagai cara, misalnya dengan melakukan pengamatan benda-benda disekitar.

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 3 Pembimbingan oleh guru dalam menjembatani strategi informal siswa ke strategi formal a. Guru memberi pertanyaan yang mengarah ke strategi formal b. Guru memberi soal dengan konteks lain yang mengarah ke strategi formal c. Guru memberi contoh analogi yang mengarah ke strategi formal Guru memberikan pertanyaanpertanyaan agar siswa memahami soal matematika yang diberikan misalnya ketika guru bertanya “Berapa titik sudut pada bangun balok? Berapa banyaknya pojokan pada kardus teh ini?”, siswa dibimbing untuk mengetahui titik sudut pada bangun balok melalui banyaknya pojokan pada kardus teh yang berbentuk balok. Berdasarkan hasil observasi pada tabel 4.8 di atas, dapat diketahui bahwa secara umum guru sudah menggunakan beberapa model untuk mengarahkan siswa menuju strategi formal dalam pembelajaran. Hasil observasi penggunaan kontribusi siswa dalam penerapan pendekatan PMRI dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 4.9 Hasil observasi penggunaan kontribusi siswa No. Narasi Singkat Aspek 1. Pengungkapan berbagai strategi Siswa mencari berbagai cara dalam yang digunakan dalam pemecahan memecahkan masalah, misalnya masalah siswa memilih media benda-benda yang menyerupai bangun ruang a. Munculnya berbagai cara yang sebagai salah satu bentuk pemecahan digunakan dalam pemecahan masalah, beberapa siswa memilih masalah oleh siswa mencari informasi dari buku LKS. b. Pemberian waktu mencukupi kepada siswa dalam pemecahan Guru memberikan waktu yang cukup kepada siswa untuk memecahkan masalah masalah. c. Pemilihan media oleh siswa yang digunakan dalam pengungkapan strategi yang digunakan 2 Pemberian tanggapan terhadap Siswa dapat memberikan komentar strategi yang digunakan terhadap jawaban teman yang berbeda dengan hasil pekerjaannya, a. Siswa memberi komentar/saran misalnya pada saat ada siswa yang terhadap hasil pekerjaan siswa salah dalam mewarnai bagian titik lain sudut, siswa lain memberi jawaban b. Siswa menyimpulkan hasil

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 pelajaran (guru hanya mengarahkan siswa) 3 Pemberian motivasi oleh guru kepada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya terhadap pemecahan masalah a. Pemberian pertanyaan oleh guru untuk memancing siswa bertanya 4 Pemberian kesempatan oleh guru kepada siswa untuk mengungkapkan pendapat 5 Pengajuan pertanyaan oleh siswa yang mengarah pada pembangunan konsep pembelajaran lain. Siswa mampu menyimpulkan sendiri hasil pembelajaran yang dilakukan dengan pertanyaanpertanyaan dari guru. Guru merangsang siswa untuk mengungkapkan pendapatnya dengan menggunakan pertanyaanpertanyaan yang mengarah pada permasalahan, misalnya ketika siswa diminta untuk mencari titik sudut pada suatu bangun ruang, guru meminta siswa untuk menghitung banyaknya pojokan yang ada pada benda yang bentuknya menyerupai bangun ruang yang dipilih siswa untuk mewakili bangun yang dimaksud. Guru selalu memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya dengan waktu yang cukup (lebih dari 5 detik). Beberapa siswa bertanya kepada guru ketika mereka menemui kesulitan, misalnya pada saat siswa diminta mencari sisi, rusuk, dan titik sudut bangun tabung ada siswa yang bertanya “Pak boleh pake botol ini?”. Berdasarkan hasil observasi pada tabel 4.9 di atas, dapat diketahui bahwa secara umum guru sudah menggunakan kontribusi siswa dalam pembelajaran sehingga siswa dapat mengkonstruksi pengetahuannya. Hasil observasi penggunaan interaktivitas siswa dalam penerapan pendekatan PMRI dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 4.10 Hasil observasi interaktivitas siswa No. Aspek Narasi Singkat 1 Guru dan Siswa Guru melakukan tanya jawab dalam pembelajaran untuk merangsang siswa a. Membangun norma kelas dalam mengungkapkan pendapatnya b. Mengadakan tanya jawab mengenai banyaknya sisi, rusuk, dan selama pelajaran berlangsung

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 2 c. Melakukan demonstrasi dengan menggunakan media pembelajaran d. Membimbing siswa dalam memecahkan masalah berupa soal yang diberikan guru e. Memfasilitasi negosiasi antar siswa f. Melakukan penilaian proses g. Melakukan penilaian produk h. Memberikan penguatan Siswa dan Siswa a. Mempresentasikan hasil pekerjaan b. Melakukan kerjasama dengan siswa lain c. Menyampaikan pendapat atau pertanyaan d. Memberikan apresiasi terhadap teman lain e. Memperhatikan teman yang menyampaikan pendapat titik sudut bangun ruang serta contohcontohnya. Guru juga melakukan demonstrasi menggunakan media benda-benda yang bentuknya menyerupai bangun ruang dan gambar bangun ruang di papan tulis agar siswa lebih mudah memahami materi. Siswa juga diberi kesempatan untuk berinteraksi melalui kegiatan diskusi. Beberapa siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas sedangkan siswa lain memberi tanggapan atas kebenaran atau kesalahan hasil pekerjaan tersebut. Namun siswa belum mampu bekerja sama dengan teman satu kelompok karena terdapat beberapa siswa yang pasif dalam mengerjakan tugas. Berdasarkan hasil observasi pada tabel 4.10 di atas, dapat diketahui bahwa secara umum guru sudah memfasilitasi siswa untuk berinteraksi baik antara guru dengan siswa maupun antara siswa dengan siswa dalam pembelajaran. Hasil observasi penggunaan intertwinning (keterkaitan) dalam penerapan pendekatan PMRI dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 4.11 Observasi penggunaan intertwining No. Aspek Narasi Singkat 1 Adanya kaiatan materi bangun Materi bangun ruang dikaitkan ruang dengan materi lainnya dalam dengan materi bilangan bulat dalam satu mata pelajaran matematika penghitungan banyak sisi, rusuk, dan a. Kaitannya dengan materi titik sudut. Kaitannya dengan bilangan bulan (Penjumlahan bangun datar yaitu mengenai bentuk Bilangan Bulat) sisi-sisi dari bangun ruang. Kaitannya dengan pecahan yaitu b. Kaitannya dengan materi pengubahan ukuran ketika siswa bangun datar

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 2. c. Kaitannya dengan materi menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pecahan Adanya kaitan materi bilangan bangun ruang dengan materi dari mata pelajaran diluar matematika a. Kaitannya dengan materi dimapel bahasa Indonesia b. Kaitannya dengan materi dimapel IPS c. Kaitannya dengan materi dimapel IPA d. Kaitannya dengan materi dimapel SBK diminta menggambar bangun ruang. Materi matematika berkaitan dengan mapel Bahasa Indonesia pada bagian mendengarkan teks cerita, berkaitan dengan mapel IPS pada bagian isi cerita yang disampaikan mengenai benda-benda yang dijual di pasar dan cara menabung, dan berkaitan dengan mapel SBK pada bagian menggambar bangun ruang. Berdasarkan hasil observasi pada tabel 4.11 di atas, dapat diketahui bahwa secara umum guru sudah mengaitkan materi pembelajaran baik dengan materi lain pada mata pelajaran matematika maupun materi lain pada mata pelajaran lain. Berikut adalah tabel hasil kuesioner respon siswa terhadap penggunaan konteks dalam penerapan pendekatan PMRI setelah dikategorikan menurut Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe 1. Tabel 4.12 Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan konteks No. Item No. Jumlah Kategori Resp. 25 26 27 28 29 30 1 3 2 4 2 3 3 17 Cukup baik 2 4 4 4 4 4 4 24 Sangat baik 3 4 4 3 3 4 3 21 Baik 4 4 4 4 4 4 4 24 Sangat baik 5 3 3 2 3 2 3 16 Cukup baik 6 4 4 3 3 4 3 21 Baik 7 3 3 3 3 3 2 17 Cukup baik 8 3 3 2 3 2 4 17 Cukup baik 9 4 2 3 2 4 2 17 Cukup baik 10 4 4 3 2 3 3 19 Cukup baik 11 3 3 4 4 4 3 21 Baik 12 2 2 2 3 3 3 15 Kurang baik 13 4 4 3 3 4 3 21 Baik

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 14 15 16 17 18 3 3 4 4 3 2 3 3 2 2 3 2 4 3 2 Rata-rata 3 3 3 2 2 4 3 4 3 2 3 2 3 2 2 18 16 19 17 14 18,556 Cukup baik Cukup baik Cukup baik Cukup baik Kurang baik Cukup baik Berdasarkan tabel 4.12 di atas dapat diketahui bahwa terdapat 2 siswa memberi respon sangat baik terhadap penggunaan masalah kontekstual, 4 siswa memberi respon baik, 10 siswa memberi respon cukup baik, dan 2 siswa memberi respon kurang baik. Jumlah siswa yang skornya lulus yaitu 16 siswa atau sebesar 88,8% dari total keseluruhan siswa. Skor rata-rata respon siswa terhadap penggunaan masalah kontekstual adalah 18,556 yang termasuk dalam kategori cukup baik. Berikut adalah tabel hasil kuesioner respon siswa terhadap penggunaan model dalam penerapan pendekatan PMRI. Tabel 4.13 Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan model No. Item No. Jumlah Kategori Resp. 13 14 15 16 17 18 1 4 4 3 3 2 4 20 Baik 2 4 4 4 4 4 4 24 Sangat baik 3 4 4 4 4 3 4 23 Sangat baik 4 4 4 4 4 1 4 21 Baik 5 4 3 2 3 2 4 18 Cukup baik 6 3 3 1 2 3 4 16 Cukup baik 7 3 4 4 2 2 4 19 Cukup baik 8 2 3 4 3 1 4 17 Cukup baik 9 4 4 4 3 3 4 22 Sangat baik 10 3 4 3 2 3 4 19 Cukup baik 11 4 4 3 3 3 4 21 Baik 12 4 4 3 3 2 3 19 Cukup baik 13 3 4 3 4 3 3 20 Baik 14 3 4 4 3 4 4 22 Sangat baik 15 3 3 3 2 3 4 18 Cukup baik

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 16 17 18 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 Rata-rata 3 2 2 3 4 3 20 20 17 19,778 Baik Baik Cukup baik Baik Berdasarkan tabel 4.13 di atas dapat diketahui bahwa terdapat 4 siswa memberi respon sangat baik terhadap penggunaan masalah kontekstual, 7 siswa memberi respon baik, dan 8 siswa memberi respon cukup baik. Jumlah siswa yang skornya lulus yaitu 18 siswa atau sebesar 100%. Skor rata-rata respon siswa terhadap penggunaan masalah kontekstual adalah 19,778 yang termasuk dalam kategori baik. Berikut adalah tabel hasil kuesioner respon siswa terhadap penggunaan kontribusi siswa dalam penerapan pendekatan PMRI. Tabel 4.14 Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan kontribusi siswa No. Item No Jumlah Kategori Resp. 19 20 21 22 23 24 1 4 4 4 3 4 3 22 Sangat baik 2 4 4 4 4 4 4 24 Sangat baik 3 4 3 3 3 4 4 21 Baik 4 4 1 4 4 4 1 18 Cukup baik 5 3 3 3 4 3 3 19 Cukup baik 6 4 3 4 4 2 4 21 Baik 7 4 4 3 2 4 2 19 Cukup baik 8 3 2 4 3 4 1 17 Cukup baik 9 4 3 3 3 3 3 19 Cukup baik 10 3 4 3 3 3 4 20 Baik 11 3 3 4 3 4 3 20 Baik 12 4 3 3 3 3 2 18 Cukup baik 13 4 3 4 3 4 4 22 Sangat baik 14 4 2 3 3 3 2 17 Cukup baik 15 3 3 4 3 3 3 19 Cukup baik 16 4 3 4 4 2 3 20 Baik 17 4 3 4 3 2 3 19 Cukup baik

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 18 3 3 3 3 Rata-rata 3 3 18 19,611 Cukup baik Baik Berdasarkan tabel 4.14 di atas dapat diketahui bahwa terdapat 3 siswa memberi respon sangat baik terhadap penggunaan masalah kontekstual, 5 siswa memberi respon baik, dan 10 siswa memberi respon cukup baik. Jumlah siswa yang skornya lulus yaitu 18 siswa atau sebesar 100%. Skor rata-rata respon siswa terhadap penggunaan masalah kontekstual adalah 19,611 yang termasuk dalam kategori baik. Berikut adalah tabel hasil kuesioner respon siswa terhadap penggunaan interaktivitas siswa dalam penerapan pendekatan PMRI. Tabel 4.15 Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan interaktivitas siswa No. Item No Jumlah Kategori Resp. 7 8 9 10 11 12 1 3 3 3 2 3 3 17 Baik 2 4 4 4 4 4 4 24 Sangat baik 3 4 4 4 2 4 4 22 Sangat baik 4 4 4 4 4 4 1 21 Baik 5 2 3 3 3 2 3 16 Cukup baik 6 4 4 4 2 1 4 19 Cukup baik 7 4 3 4 3 4 3 21 Baik 8 3 3 4 4 2 1 17 Cukup baik 9 4 3 3 3 3 3 19 Cukup baik 10 3 4 3 2 3 3 18 Cukup baik 11 3 2 3 3 3 2 16 Cukup baik 12 3 3 4 3 4 1 18 Cukup baik 13 4 3 3 3 4 3 20 Baik 14 3 3 3 3 3 3 18 Cukup baik 15 2 3 1 3 3 3 15 Kurang baik 16 4 3 4 3 4 2 20 Baik 17 2 3 4 3 3 3 18 Cukup baik 18 3 2 1 3 3 3 15 Kurang baik Rata-rata 18,56 Cukup baik

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Berdasarkan tabel 4.15 di atas dapat diketahui bahwa terdapat 2 siswa memberi respon sangat baik terhadap penggunaan masalah kontekstual, 5 siswa memberi respon baik, 9 siswa memberi respon cukup baik, dan 2 siswa memberi respon kurang baik. Jumlah siswa yang skornya lulus yaitu 18 siswa atau sebesar 88,8% dari total keseluruhan siswa. Skor rata-rata respon siswa terhadap penggunaan masalah kontekstual adalah 18,56 yang termasuk dalam kategori cukup baik. Berikut adalah tabel hasil kuesioner respon siswa terhadap penggunaan intertwinning (keterkaitan) dalam penerapan pendekatan PMRI. No Resp. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Tabel 4.16 Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan konteks intertwining No. Item Jumlah Kategori 1 2 3 4 5 6 4 3 2 1 4 4 18 Cukup baik 4 4 4 4 4 4 24 Sangat baik 3 2 4 1 3 3 16 Cukup baik 4 4 4 4 1 4 21 Baik 3 3 2 1 2 4 15 Kurang baik 3 4 4 1 4 1 17 Cukup baik 3 3 4 1 4 4 19 Cukup baik 4 4 4 1 3 4 20 Baik 4 4 3 1 3 4 19 Cukup baik 3 4 4 1 3 4 19 Cukup baik 4 2 4 1 3 4 18 Cukup baik 4 3 4 3 2 4 20 Baik 3 3 4 1 2 4 17 Cukup baik 3 2 4 1 4 4 18 Cukup baik 2 3 3 2 2 3 15 Kurang baik 4 3 3 1 4 3 18 Cukup baik 2 3 4 2 3 4 18 Cukup baik 1 3 2 3 3 2 14 Kurang baik Rata-rata 18,111 Cukup baik

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Berdasarkan tabel 4.16 di atas dapat diketahui bahwa terdapat 1 siswa memberi respon sangat baik terhadap penggunaan masalah kontekstual, 3 siswa memberi respon baik, 11 siswa memberi respon cukup baik, dan 3 siswa memberi respon kurang baik. Jumlah siswa yang skornya lulus yaitu 15 siswa atau sebesar 83,3% dari total keseluruhan siswa. Skor rata-rata respon siswa terhadap penggunaan masalah kontekstual adalah 18,111 yang termasuk dalam kategori cukup baik. Berikut ini adalah hasil wawancara dengan guru mata pelajaran matematika mengenai kontribusi siswa dalam pembelajaran. Tabel 4.17 Hasil wawancara guru mata pelajaran matematika No Pertanyaan Jawaban 1 Apakah siswa dapat mengubah Ya, beberapa siswa mampu mengubah masalah yang diberikan dalam masalah yang diberikan dalam simbol simbol-simbol matematika? matematika. Namun sebagian besar belum mampu. 2 Apakah siswa mengerti apa Hanya sedikit siswa yang mengerti dengan yang ditanyakan dalam sendirinya. Siswa mengerti apa yang masalah yang diberikan? ditanyakan ketika saya memberi mereka rangsangan berupa pertanyaan-pertanyaan lain yang mengarah. 3 Apakah siswa dapat Ya, sebagian siswa mampu merancang merancang penyelesaian penyelesaian masalah. masalahnya? 4 Apakah siswa dapat Ya, mereka dapat menyelesaikan masalah menyelesaikan masalah dengan contoh yang saya berikan. dengan cara yang Bapak contohkan? 5 Apakah siswa memiliki Belum banyak siswa yang memiliki alternatif/cara lain dalam alternatif/cara lain dalam menjawab menjawab pertanyaan? pertanyaan, namun sudah ada beberapa siswa yang mencoba. 6 Apakah siswa dapat Tidak selalu, sering kali mereka juga salah menyelesaikan masalah dalam menjawab. dengan alternatif/caranya sendiri?

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 7 8 9 Apakah siswa bersedia mengungkapkan pendapat/jawabannya? Apakah siswa dapat mengungkapkan pendapat/jawabannya dengan jelas? Apakah terdapat variasi jawaban siswa? 10 Rata-rata ada berapa siswa yang mampu menanggapi penjelasan dari Bapak? 11 Apa saja kendala yang Bapak hadapi dalam merangsang siswa mengungkapkan pendapat/jawabannya? Ya, sebagian besar siswa mau mengungkapkan pendapatnya, namun ada pula siswa yang pasif dan diam saja. Ya, beberapa siswa dapat mengungkapkan pendapatnya dengan jelas ketika diminta untuk berbicara, ada pula siswa yang raguragu ketika diminta berbicara sendiri. Ketika saya memberi pertanyaan, jawaban yang dimunculkan siswa sangat bervariasi, ada yang salah namun ada pula yang benar. Ada sekitar 5-6 siswa yang mampu menanggapi penjelasan saya dengan suara yang lantang, namun secara keseluruhan sudah sebagian besar. Kendala yang saya hadapi yaitu kurangnya minat siswa untuk memperhatikan, terutama pada saat mapel matematika dilaksanakan setelah jam pelajaran olahraga, banyak siswa yang mengeluh lelah sehingga usaha untuk belajar juga menjadi kurang. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran matematika pada tabel 4.17 di atas, dapat disimpulkan bahwa siswa sudah menunjukkan kontribusinya dalam pembelajaran. Akan tetapi beberapa siswa masih pasif dan diam. d. Refleksi Hasil tes kemampuan memahami siswa dalam pelaksanaan kegiatan penelitian siklus I sudah menunjukkan peningkatan, namun belum mencapai target capaian yang diinginkan. Hal ini mungkin dikarenakan adanya kekurangan dan kendala yang ditemui selama kegiatan penelitian siklus I dilaksanakan. Peneliti menemukan beberapa kendala dalam pelaksanaan pembelajaran siklus I diantaranya yaitu kurangnya kesediaan siswa dalam memikirkan jawaban atas pertanyaan yang diajukan

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 guru, banyak siswa yang hanya asal menjawab ketika ditanya oleh guru, mereka tidak memikirkan jawaban yang tepat terlebih dahulu. Selain itu kendala lain yang ditemui adalah kurangnya kesediaan siswa dalam menjawab dan kurangnya pengetahuan siswa mengenai benda-benda disekitar yang memiliki bentuk menyerupai bangun ruang. Hal ini dapat diketahui ketika guru bertanya “Coba apa saja benda disekitarmu yang bentuknya menyerupai bangun kerucut?”, banyak siswa yang hanya berbisik-bisik kepada teman karena takut jawabannya salah, hanya terdapat sedikit siswa yang mencoba menjawab meskipun jawabannya salah. Sementara kendala lain yaitu kurangnya kemampuan siswa dalam melakukan kegiatan diskusi, terdapat beberapa anggota kelompok yang selalu mengerjakan tugas, sementara siswa lain hanya duduk diam sehingga pengalaman mereka tidak bertambah. Hal ini tentu saja berakibat pada kemampuan siswa dalam mengerjakan soal tes kemampuan memahami. Peneliti melakukan beberapa upaya perbaikan yang dilaksanakan pada kegiatan penelitian siklus II karena hasil tes kemampuan memahami belum mencapai target capaian yang diinginkan. Adapun upaya perbaikan tersebut diantaranya yaitu 1) meminta siswa melakukan pembagian tugas yang jelas ketika melakukan kegiatan diskusi, 2) meminta siswa memberikan tanggapan ketika teman yang mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas, tanggapan dapat berupa pertanyaan maupun

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 komentar, 3) meminta guru untuk menunjuk siswa secara acak sebanyak 23 siswa dan merata ketika melakukan kegiatan tanya jawab. 2. Siklus II a. Perencanaan Kegiatan perencanaan pada siklus II hampir sama dengan kegiatan perencanaan pada siklus I. Dalam tahap ini peneliti merencanakan waktu dilaksanakannya penelitian ini bersama guru mata pelajaran matematika kelas V. Selain itu peneliti mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan, diantaranya yaitu silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, media dan alat peraga, lembar observasi, lembar kuesioner dan lembar soal tes kemampuan memahami. Adapun waktu pelaksanaan penelitian siklus II yang telah disepakati bersama guru mata pelajaran matematika kelas V dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.18 Waktu pelaksanaan penelitian siklus II Siklus Pertemuan keHari/tanggal 1 Selasa, 22 April 2014 II 2 Jum‟at, 25 April 2014 3 Selasa, 29 April 2014 Penelitian siklus II dilaksanakan dalam 3 pertemuan, pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa, 22 April 2014, pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Jum‟at, 25 April 2014, dan pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Selasa, 29 April 2014.

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 b. Tindakan 1) Pertemuan pertama Kegiatan pembelajaran pertemuan pertama pada siklus II dilaksanakan pada hari selasa, 22 April 2014. Pertemuan pertama berlangsung selama 2x35 menit (2jp) yang membahas tentang jaringjaring bangun ruang kubus, balok, tabung, limas, dan kerucut. Media yang digunakan yaitu benda-benda di sekitar yang bentuknya menyerupai bangun kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut. Kegiatan mengajar dilakukan oleh guru mata pelajaran kelas V SD Kanisius Nglinggi dengan menerapkan pendekatan PMRI karakteristik kontribusi siswa dan berpedoman pada RPP yang telah disiapkan oleh penelitian. Peneliti masih memilih model pembelajaran cooperative learning agar kemampuan interaksi siswa dapat diperbaiki pada siklus II ini. Kegiatan awal diisi dengan kegiatan tanya jawab mengenai materi yang telah dipelajari sebelumnya. Kegiatan selanjutnya yaitu guru membagi siswa ke dalam 4 kelompok yang terdiri dari 4-5 siswa. Pada kegiatan inti, guru meminta siswa mendengarkan cerita yang berjudul “Swalayan” yang menceritakan barang-barang di swalayan yang memiliki bentuk menyerupai bangun kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut. Guru membacakan cerita sambil menunjukkan benda yang dimaksud. Setelah itu guru memberikan

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 satu benda dalam cerita dan lembar aktivitas siswa kepada masingmasing kelompok. Siswa dalam kelompok diminta untuk melakukan pembagian tugas terlebih dahulu sebelum mengerjakan tugas sehingga seluruh siswa dapat belajar bersama-sama. Siswa membuka masing-masing benda yang diberikan dengan hati-hati kemudian mengamati hal yang terbentuk. Siswa bertanya kepada guru apabila menemui kesulitan dalam mengerjakan tugas. Setelah selesai mengamati, guru meminta siswa untuk menggambar jaring-jaring bangun berdasarkan benda yang diperoleh dan mewarnai sisi alas, dinding, dan tutupnya dengan warna yang berbeda. Siswa mengamati gambar bangun ruang yang memiliki huruf di setiap titik sudutnya. Siswa diminta untuk menggambar jaring-jaring bangunnya serta memberi huruf pada setiap bagian yang menunjukkan titik sudut sesuai huruf yang tertulis pada gambar bangun ruang. Kegiatan selanjutnya siswa diminta untuk mengamati dua buah gambar jaring-jaring bangun ruang dan menuliskan perbandingan kedua jaring-jaring bangun tersebut. Setelah seluruh kelompok selesai mengerjakan, dua siswa perwakilan kelompok maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Kegiatan penutup diisi dengan kegiatan menyimpulkan isi pembelajaran yang telah dipelajari oleh guru dan siswa bersamasama. Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan refleksi dan evaluasi.

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 2) Pertemuan kedua Kegiatan belajar mengajar pertemuan kedua siklus II dilaksanakan pada hari Jum‟at, 25 April 2014. Pembelajaran pertemuan kedua berlangsung selama 2x35 menit. Pada pertemuan ini siswa akan diajak untuk praktik membuat bangun ruang kubus, balok, tabung, kerucut, limas segitiga, dan limas segiempat. Guru melaksanakan pembelajaran dengan berpedoman pada RPP yang telah disiapkan oleh peneliti. Media yang digunakan yaitu benda-benda di sekitar yang memiliki bentuk menyerupai bangun kubus, balok, tabung, dan limas. Pada pertemuan kedua siklus II ini peneliti menggunakan pendekatan PMRI dan model pembelajaran contextual teaching and learning. Kegiatan awal diisi dengan kegiatan tanya jawab antara guru dan siswa mengenai materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Kegiatan inti dimulai dengan meminta siswa untuk mengamati benda yang telah dibuka sehingga bentuknya menyerupai bangun ruang secara bergantian. Guru memberikan satu kertas asturo kepada masing-masng siswa. Siswa diminta untuk mengambil undian yang didalamnya berisi nama bangun ruang yang harus dibuat oleh masing-masing siswa. Siswa diminta untuk menggambar jaring-jaring bangun yang diperoleh pada kertas asturo. Guru memberi kebebasan kepada siswa untuk mencari sumber informasi yang dibutuhkan dalam kegiatan membuat bangun ruang. Siswa bertanya kepada guru apabila

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 menemui kesulitan dalam mengerjakan tugas. Setelah selesai, beberapa siswa diminta maju ke depan kelas untuk menunjukkan hasil pekerjaannya. Kegiatan akhir diawali dengan kegiatan guru memberi penghargaan berupa pujian kepada siswa yang hasil pekerjaannya rapi. Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan refleksi dan evaluasi. 3) Pertemuan ketiga Pertemuan ketiga siklus II dilaksanakan pada hari selasa, 29 April 2014. Pertemuan ketiga berlangsung selama 2x35 menit (2jp) yang berisi kegiatan tes kemampuan memahami dengan materi jaringjaring bangun ruang. Pada kegiatan awal guru meminta siswa menyiapkan alat tulis dan melakukan tanya jawab singkat kepada siswa mengenai materi yang dipelajari pada pertemuan-pertemuan sebelumnya. Guru memberikan soal tes kemampuan memahami yang berisi 10 soal kepada masing-masing siswa. siswa diminta untuk mengerjakan dengan tenang dan sungguh-sungguh. Setelah selesai siswa mengumpulkan hasil pekerjaannya kepada guru. Setelah itu guru meminta siswa untuk mengisi lembar kuesioner yang sudah disiapkan oleh peneliti sebelumnya. c. Pengamatan Peneliti melakukan tahap pengamatan dibantu oleh seorang observer pembantu. Pengamatan pada tindakan selama siklus II dilakukan untuk mengetahui tingkat kemampuan memahami siswa dan mengamati

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 keterlaksanaan PMRI terutama pada karakteristik kontribusi siswa dalam pembelajaran matematika materi bangun ruang. Peneliti melakukan pengamatan dengan berpedoman pada lembar observasi yang sudah ditentukan sebelumnya. Tahap pengamatan ini dilakukan untuk mengetahui keterlaksanaan pendekatan PMRI pada siklus II. Hasil tes kemampuan memahami, kuesioner, observasi, dan wawancara dapat dilihat pada tabel-tabel di bawah ini. Berikut adalah hasil tes kemampuan memahami pada indikator memberikan contoh dari suatu konsep. Tabel 4.20 Hasil tes kemampuan memahami pada indikator memberikan contoh dari suatu konsep No 1 2 Nilai Ketuntasan Resp. 1 2 1 37,5 tidak tuntas 2 3 3 75 tuntas 3 4 4 100 tuntas 4 4 4 100 tuntas 5 3 3 75 tuntas 6 4 3 87,5 tuntas 7 3 3 75 tuntas 8 3 3 75 tuntas 9 4 3 87,5 tuntas 10 3 1 50 tidak tuntas 11 3 3 75 tuntas 12 2 2 50 tidak tuntas 13 4 4 100 tuntas 14 3 4 87,5 tuntas 15 2 2 50 tidak tuntas 16 4 3 87,5 tuntas 17 4 3 87,5 tuntas 18 4 3 87,5 tuntas 19 4 3 87,5 tuntas

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 Jumlah siswa tuntas Persentase 15 79% Tabel 4.20 di atas menunjukkan bahwa jumlah siswa yang tuntas mencapai nilai ketuntasan yaitu nilai 63 pada tes kemampuan memahami dengan indikator memberikan contoh dari suatu konsep adalah 15 siswa atau sebesar 79% dari total keseluruhan siswa. Jumlah siswa yang nilainya tidak tuntas pada indikator ini adalah 4 siswa. Berikut adalah hasil tes kemampuan memahami pada indikator menggambarkan konsep dengan suatu model. Tabel 4.21 hasil tes kemampuan memahami pada indikator menggambarkan konsep dengan suatu model No 3 4 5 Nilai Ketuntasan Resp. 1 3 4 3 83,3 Tuntas 2 1 4 2 58,3 tidak tuntas 3 1 3 1 41,7 tidak tuntas 4 3 4 2 75 Tuntas 5 1 3 2 50 Tuntas 6 3 4 2 75 tidak tuntas 7 3 2 3 66,7 Tuntas 8 4 4 4 100 Tuntas 9 3 4 3 83,3 Tuntas 10 1 3 4 66,7 Tuntas 11 2 3 1 50 tidak tuntas 12 3 4 4 91,7 Tuntas 13 4 4 4 100 Tuntas 14 2 4 4 83,3 Tuntas 15 3 4 4 91,7 Tuntas 16 4 3 3 83,3 Tuntas 17 3 4 3 83,3 Tuntas 18 1 3 0 33,3 tidak tuntas 19 4 4 3 91,7 Tuntas Jumlah siswa tuntas 14 Persentase 74%

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 Tabel 4.21 di atas menunjukkan bahwa jumlah siswa yang tuntas mencapai nilai ketuntasan yaitu nilai 63 pada tes kemampuan memahami dengan indikator memberikan contoh dari suatu konsep adalah 14 siswa atau sebesar 74% dari total keseluruhan siswa. Jumlah siswa yang nilainya tidak tuntas pada indikator ini adalah 5 siswa. Berikut adalah hasil tes kemampuan memahami pada indikator mengubah suatu bentuk ke bentuk lain. Tabel 4.22 hasil tes kemampuan memahami pada indikator mengubah suatu bentuk ke bentuk lain No 6 7 8 Nilai Ketuntasan Resp. 1 2 2 1 41,7 tidak tuntas 2 3 1 2 50 tidak tuntas 3 2 4 2 66,7 Tuntas 4 3 3 3 75 Tuntas 5 3 3 2 66,7 Tuntas 6 2 1 1 33,3 tidak tuntas 7 2 3 4 75 Tuntas 8 3 4 3 83,3 Tuntas 9 3 3 2 66,7 Tuntas 10 2 3 3 66,7 Tuntas 11 3 1 2 50 tidak tuntas 12 1 4 3 66,7 Tuntas 13 3 4 3 83,3 Tuntas 14 4 4 4 100 Tuntas 15 2 4 3 75 Tuntas 16 2 4 3 75 Tuntas 17 3 1 4 66,7 Tuntas 18 2 1 3 50 tidak tuntas 19 3 4 2 75 Tuntas Jumlah siswa tuntas 14 Persentase 74% Tabel 4.22 di atas menunjukkan bahwa jumlah siswa yang tuntas mencapai nilai ketuntasan yaitu nilai 63 pada tes kemampuan memahami

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 dengan indikator memberikan contoh dari suatu konsep adalah 14 siswa atau sebesar 74% dari total keseluruhan siswa. Jumlah siswa yang nilainya tidak tuntas pada indikator ini adalah 5 siswa. Berikut adalah hasil tes kemampuan memahami pada indikator membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep. Tabel 4.23 Hasil tes kemampuan memahami pada indikator membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep No 9 Nilai Ketuntasan Resp. 1 3 75 Tuntas 2 3 75 Tuntas 3 3 75 Tuntas 4 4 100 Tuntas 5 1 25 tidak tuntas 6 3 75 Tuntas 7 4 100 Tuntas 8 1 25 tidak tuntas 9 3 75 Tuntas 10 3 75 Tuntas 11 2 50 tidak tuntas 12 3 75 Tuntas 13 3 75 Tuntas 14 4 100 Tuntas 15 2 50 tidak tuntas 16 2 50 tidak tuntas 17 2 50 tidak tuntas 18 3 75 Tuntas 19 3 75 Tuntas Jumlah siswa tuntas 13 Persentase 69% Tabel 4.23 di atas menunjukkan bahwa jumlah siswa yang tuntas mencapai nilai ketuntasan yaitu nilai 63 pada tes kemampuan memahami dengan indikator memberikan contoh dari suatu konsep adalah 13 siswa

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 atau sebesar 69% dari total keseluruhan siswa. Jumlah siswa yang nilainya tidak tuntas pada indikator ini adalah 6 siswa. Berikut adalah hasil tes kemampuan memahami pada indikator menyatakan ulang sebuah konsep. Tabel 4.24 Hasil tes kemampuan memahami pada indikator menyatakan ulang sebuah konsep No 10 Nilai Ketuntasan Resp. 1 3 75 tuntas 2 1 25 tidak tuntas 3 3 75 tuntas 4 3 75 tuntas 5 4 100 tuntas 6 2 50 tidak tuntas 7 4 100 tuntas 8 4 100 tuntas 9 4 100 tuntas 10 3 75 tuntas 11 2 50 tidak tuntas 12 3 75 tuntas 13 4 100 tuntas 14 4 100 tuntas 15 4 100 tuntas 16 4 100 tuntas 17 4 100 tuntas 18 4 100 tuntas 19 3 75 tuntas Jumlah siswa tuntas 16 Persentase 84% Tabel 4.24 di atas menunjukkan bahwa jumlah siswa yang tuntas mencapai nilai ketuntasan yaitu nilai 63 pada tes kemampuan memahami dengan indikator memberikan contoh dari suatu konsep adalah 16 siswa atau sebesar 84% dari total keseluruhan siswa. Jumlah siswa yang nilainya tidak tuntas pada indikator ini adalah 3 siswa.

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 Hasil observasi keterlaksanaan PMRI pada masing-masing karakteristik dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Berikut adalah tabel hasil observasi penggunaan konteks dalam penerapan pendekatan PMRI. Tabel 4.25 Hasil observasi penggunaan konteks No. Aspek Narasi Singkat 1 Menggunakan masalah Guru menggunakan cerita yang kontekstual didalamnya memuat soal yang dekat dengan dengan kehidupan siswa dan a. Menggunakan soal cerita mengarahkan siswa menemukan yang dekat dengan konsep. Seperti pada saat guru kehidupan siswa membacakan cerita yang berjudul b. Permasalahan kontekstual “buatan tangan” siswa menjadi tahu yang disampaikan mampu cara membuat benda-benda yang mengarahkan siswa bentuknya menyerupai bangun ruang menemukan konsep dengan menggunakan konsep jaringc. Permasalahan kontekstual jaring bangun ruang. yang disampaikan mudah dimengerti siswa 2 Menggunakan permainan Guru menggunakan permainanpermainan sederhana dalam a. Permainan yang digunakan pembelajaran untuk membangkitkan membangkitkan semangat semangat siswa, misalnya permainan siswa “ganti angka”, angka-angka yang b. Permainan menggambarkan digunakan merupakan banyaknya sisi, apa yang akan dipelajari rusuk, atau titik sudut bangun ruang. 3 Menggunakan media dan alat Guru menggunakan media berupa peraga benda-benda dalam kehidupan seharihari yang bentuknya menyerupai a. Media dan alat peraga yang bangun kubus, balok, tabung, limas, digunakan mudah dan kerucut. Guru juga menggunakan ditemukan/ dekat dengan beberapa tiruan bangun ruang dari siswa b. Media dan alat peraga dapat kertas asturo dengan berbagai warna sehingga membuat siswa tertarik menarik perhatian siswa untuk mempelajarinya. 4 Menggali pengetahuan awal Guru melakukan tanya jawab dengan yang dimiliki siswa pertanyaan yang sesuai dengan materi sehingga dapat menggali pengetahuan a. Pengetahuan awal yang awal siswa seperti pertanyaandigali sesuai dengan materi pertanyaan yang ada pada cerita “Buatan Tangan”.

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 Berdasarkan tabel hasil observasi yang telah diuraikan pada tabel 4.25 di atas, dapat diketahui bahwa secara umum guru sudah menggunakan masalah kontekstual dalam pembelajaran. Berikut adalah tabel hasil observasi penggunaan model dalam penerapan pendekatan PMRI. Tabel 4.26 Hasil observasi penggunaan model No. Aspek Narasi Singkat 1 Penggunaan strategi informal oleh Dalam memecahkan masalah siswa siswa dalam pemecahan masalah juga menggunakan strategi informal seperti ketika siswa diminta untuk membuat bangun ruang, siswa mencari informasi yang diperlukan yaitu dengan membuka bendabenda yang bentuknya menyerupai bangun ruang. 2 Penggunaan strategi formal oleh Siswa menggunakan strategi formal siswa dalam pemecahan masalah ketika diminta untuk membandingkan bentuk dua a. Memodelkan masalah dalam bangun ruang yang berbeda, mereka kalimat matematika mencari tahu banyak sisinya, b. Menggunakan rumus bentuk alas dan dindingnya, dan matematika dalam pemecahan bangun yang dihasilkan oleh jaringmasalah c. Menggunakan langkah-langkah jaring yang ditunjukkan. matematis dalam pemecahan masalah 3 Pembimbingan oleh guru dalam Guru memberi pertanyaanmenjembatani strategi informal pertanyaan yang mengarah ke siswa ke strategi formal strategi formal, misalnya pada saat a. Guru memberi pertanyaan yang guru bertanya “Bagaimana bentuk jaring-jaring balok?”, “Apakah mengarah ke strategi formal kalian melihat sisi yang tidak b. Guru memberi soal dengan konteks lain yang mengarah ke terpakai pada kadus teh ini?”, “Bagian mana sajakah itu?”. Siswa strategi formal melihat dan memotong bagian tidak c. Guru memberi contoh analogi terpakai pada kardus teh yang yang mengarah ke strategi dibuka sehingga membentuk jaringformal jaring balok.

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 Berdasarkan tabel hasil observasi yang telah diuraikan pada tabel 4.26 di atas, dapat diketahui bahwa secara umum guru sudah menggunakan model untuk menyampaikan materi kepada siswa dalam pembelajaran. Berikut adalah tabel hasil observasi penggunaan kontribusi siswa dalam penerapan pendekatan PMRI. No. 1. 2 Tabel 4.27 Hasil observasi penggunaan kontribusi siswa Aspek Narasi Singkat Pengungkapan berbagai Dalam memecahkan masalah, siswa strategi yang digunakan sudah memunculkan beberapa strategi dalam pemecahan masalah yang berbeda. Beberapa siswa a. Munculnya berbagai cara memecahkan masalah dengan cara yang sama seperti contoh guru, misalnya pada yang digunakan dalam pemecahan masalah oleh saat siswa dibinta membuat gambar jaring-jaring bangun ruang, guru siswa mencontohkan jaring-jaring bangun ruang b. Pemberian waktu mencukupi kepada siswa di papan tulis, sebagian besar siswa mencontoh gambar jaring-jaring tersebut. dalam pemecahan Beberapa siswa mencari jaring-jaring masalah bangun ruang pada buku LKS, namun ada c. Pemilihan media oleh pula yang sekedar mengingat-ingat jaringsiswa yang digunakan jaring bangun ruang dengan bentuk yang dalam pengungkapan berbeda. Siswa memecahkan masalahnya strategi yang digunakan dibantu dengan adanya media baik berupa benda-benda yang ada di sekitar seperti bungkus es krim, kardus teh, kardus makanan, alat peraga celengan, maupun alat peraga yang telah disiapkan oleh guru sebelumnya yaitu tiruan bangun ruang yang terbuat dari mika. Siswa juga dapat bekerjasama dengan anggota kelompok dengan baik. Siswa bebas memilih media atau alat bantu yang dapat digunakan dalam pemecahan masalah. Pemberian tanggapan Pada saat beberapa siswa diminta untuk terhadap strategi yang menunjukkan hasil pekerjaannya di depan digunakan kelas, siswa lain terlihat mencermati hasil pekerjaan temannya tersebut dengan a. Siswa memberi

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 komentar/saran terhadap hasil pekerjaan siswa lain b. Siswa menyimpulkan hasil pelajaran (guru hanya mengarahkan siswa) 3 Pemberian motivasi oleh guru kepada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya terhadap pemecahan masalah a. Pemberian pertanyaan oleh guru untuk memancing siswa bertanya 4 Pemberian kesempatan oleh guru kepada siswa untuk mengungkapkan pendapat 5 Pengajuan pertanyaan oleh siswa yang mengarah pada pembangunan konsep pembelajaran seksama. Beberapa siswa memberikan tanggapan ketika jawaban temannya kurang tepat, misalnya ketika siswa membacakan hasil pekerjaannya mengenai perbedaan bentuk dua jaringjaring bangun ruang yang berbeda, siswa lain mengungkapkan jawaban yang dianggapnya benar. Namun sebagian besar siswa hanya mau berbicara dengan beramai-ramai, ketika ditanya sendiri dia menjawab dengan suara yang pelan. Dalam melakukan kegiatan diskusi, siswa terlihat bertukar pikiran, bahkan beberapa kali terlihat ada perselisihan, namun siswa dapat mnyelesaikan tugas yang diberikan dengan baik. Siswa menyimpulkan hasil pembelajaran sendiri dengan rangsangan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru. Sedangkan pada akhir pertemuan siswa dapat merangkum hasil pembelajaran dengan sendirinya. Guru banyak memberikan pertanyaanpertanyaan kepada siswa untuk merangsang siswa mengungkapkan pendapatnya. Namun hanya siswa yang biasanya selalu aktif dikelas saja yang menjawab dengan lantang. Sedangkan yang lainnya hanya mau menjawab ketika banyak siswa lain yang menjawab, ketika ditanya sendiri mereka menjawab dengan suara pelan dan terlihat ragu-ragu. Guru selalu memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan pendapat. Biasanya kesempatan tersebut diberikan ketika guru selesai membacakan cerita atau setelah memberikan penjelasan singkat. Beberapa siswa terlihat bertanya pada guru ketika mereka menemui kesulitan dalam memecahkan masalah. Namun ketika guru ditanya oleh siswa, guru memberikan pertanyaan kembali kepada siswa agar siswa menemukan sendiri jawaban atas pertanyannya.

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 Berdasarkan tabel hasil observasi yang telah diuraikan pada tabel 4.27 di atas, dapat diketahui bahwa secara umum siswa sudah berkontribusi dalam pembelajaran sehingga siswa dapat mengkonstruksi sendriri pengetahuannya. Berikut adalah tabel hasil observasi penggunaan interaktivitas siswa dalam penerapan pendekatan PMRI. Tabel 4.28 Hasil observasi interaktivitas siswa No. Aspek Narasi Singkat 1 Guru dan Siswa Guru dan siswa berulang kali melakukan kegiatan tanya jawab a. Membangun norma kelas selama pembelajaran berlangsung. b. Mengadakan tanya jawab Guru juga melakukan demonstrasi selama pelajaran dengan menggunakan media berlangsung pembelajaran yang telah disiapkan c. Melakukan demonstrasi dengan menggunakan media sebelumya. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru membimbing pembelajaran siswa untuk memecahkan d. Membimbing siswa dalam masalahnya. Guru memfasilitasi memecahkan masalah negosiasi antar siswa melalui berupa soal yang diberikan kegiatan diskusi. Guru selalu guru memberikan penguatan kepada siswa e. Memfasilitasi negosiasi yang mampu memecahkan masalah antar siswa f. Melakukan penilaian proses dengan benar. 2 g. Melakukan penilaian produk h. Memberikan penguatan Siswa dan Siswa a. Mempresentasikan hasil pekerjaan b. Melakukan kerjasama dengan siswa lain c. Menyampaikan pendapat atau pertanyaan d. Memberikan apresiasi terhadap teman lain e. Memperhatikan teman yang menyampaikan pendapat Beberapa siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas, sedangkan siswa yang lain diam mendengarkan siswa yang sedang melakukan presentasi. Siswa memberikan tanggapan kepada salah atau benarnya pekerjaan teman. Beberapa siswa bersedia menyampaikan pendapatnya mengenai jawaban yang benar. Setelah siswa selesai presentasi siswa lain memberi penghargaan berupa tepuk tangan.

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 Berdasarkan tabel hasil observasi yang telah diuraikan pada tabel 4.28 di atas, dapat diketahui bahwa secara umum guru sudah memfasilitasi interaktivitas siswa baik dalam interaksinya dengan guru maupun sesama siswa dalam pembelajaran. Berikut adalah tabel hasil observasi penggunaan intertwinning (keterkaitan) dalam penerapan pendekatan PMRI. No. 1 2. Tabel 4.29 Observasi penggunaan intertwining Aspek Narasi Singkat Adanya kaiatan materi pecahan Materi bangun ruang ini berkaitan dengan materi lainnya dalam satu dengan materi lain dalam mapel mata pelajaran matematika matematika. Berkaitan dengan a. Kaitannya dengan materi bilangan materi bilangan bulat pada bagian bulan (Penjumlahan Bilangan menghitung banyaknya sisi pada Bulat) bangun ruang. Berkaitan dengan materi bangun datar pada bagian b. Kaitannya dengan materi bangun bentuk sisi-sisi pada bangun datar ruang. Berkaitan dengan materi c. Kaitannya dengan materi pecahan pada bagian pengubahan menyelesaikan masalah yang ukuran dalam menggambar. berkaitan dengan pecahan Adanya kaitan materi bilangan Materi bangun ruang ini berkaitan pecahan dengan materi dari mata dengan mata pelajaran bahasa pelajaran diluar matematika Indonesia pada bagian a. Kaitannya dengan materi dimapel mendengarkan teks cerita dari bahasa Indonesia guru. Berkaitan dengan mapel IPS pada bagian cara menghemat b. Kaitannya dengan materi di uang karena barang-barang yang mapel IPS kita butuhkan dapat dibuat sendiri c. Kaitannya dengan materi di dengan memanfaatkan benda mapel IPA yang tidak terpakai. Berkaitan d. Kaitannya dengan materi di dengan mata pelajaran IPA pada mapel SBK bagian cara daur ulang barang bekas yang ada dalam cerita. Berkaitan dengan mapel SBK pada saat praktikum membuat bangun ruang kubus, balok, limas, dan tabung.

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 Berdasarkan tabel hasil observasi yang telah diuraikan pada tabel 4.29 diatas, dapat diketahui bahwa secara umum guru sudah mengaitkan materi yang diajarkan dengan materi lain baik materi lain pada mata pelajaran matematika maupun materi lain pada mata pelajaran lain. Hasil kuesioner respon siswa dapat dilihat pada tabel-tabel di bawah ini. Berikut adalah tabel hasil kuesioner respon siswa terhadap penggunaan konteks dalam penerapan pendekatan PMRI. No Resp. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 25 3 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 2 4 3 3 4 4 3 4 Tabel 4.30 Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan konteks No. Item Jumlah Kategori 26 27 28 29 30 3 4 2 3 3 18 Cukup baik 4 3 4 4 4 23 Sangat baik 4 3 3 4 3 21 Baik 4 4 4 4 4 24 Sangat baik 3 2 4 3 3 18 Cukup baik 4 3 4 4 3 22 Sangat baik 3 3 3 4 3 19 Cukup baik 3 3 3 3 4 19 Cukup baik 3 3 3 4 2 19 Cukup baik 4 3 3 4 3 21 Baik 4 4 4 4 3 22 Sangat baik 3 3 3 4 3 18 Cukup baik 4 3 3 3 3 20 Baik 3 4 3 4 3 20 Baik 3 3 3 4 2 18 Cukup baik 3 4 4 4 3 22 Sangat baik 2 4 2 3 2 17 Cukup baik 3 3 4 3 2 18 Cukup baik 4 4 3 4 3 22 Sangat baik Rata-rata 20,05 Baik Tabel 4.30 di atas menunjukkan bahwa terdapat 6 siswa memberi respon sangat baik terhadap penggunaan masalah kontekstual, 4 siswa memberi respon baik, dan 9 siswa memberi respon cukup baik. Jumlah

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 siswa yang skornya lulus yaitu 19 siswa atau sebesar 100%. Skor rata-rata respon siswa terhadap penggunaan masalah kontekstual adalah 20.05 yang termasuk dalam kategori baik. Berikut adalah tabel hasil kuesioner respon siswa terhadap penggunaan model dalam penerapan pendekatan PMRI. No Resp. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 13 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 Tabel 4.31 Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan model No. Item Jumlah Kategori 14 15 16 17 18 4 4 3 3 4 22 Sangat baik 4 4 4 4 4 24 Sangat baik 4 4 4 3 4 23 Sangat baik 4 4 3 3 4 22 Sangat baik 4 3 3 4 4 22 Sangat baik 3 2 4 3 4 20 Baik 4 4 3 4 4 23 Sangat baik 3 4 3 3 4 20 Baik 4 4 3 3 4 22 Sangat baik 4 4 4 3 3 22 Sangat baik 4 3 3 3 4 21 Baik 4 3 3 3 3 20 Baik 4 3 4 3 3 20 Baik 4 4 4 4 4 24 Sangat baik 4 3 3 4 4 21 Baik 4 4 3 3 3 20 Baik 4 3 3 3 4 21 Baik 3 3 3 4 4 20 Baik 4 4 3 4 3 22 Sangat baik Rata-rata 21,53 Baik Tabel 4.31 di atas menunjukkan bahwa terdapat 10 siswa memberi respon sangat baik terhadap penggunaan masalah kontekstual, dan 9 siswa memberi respon baik. Jumlah siswa yang skornya lulus yaitu 19 siswa atau sebesar 100% dari total keseluruhan siswa. Skor rata-rata respon siswa

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 terhadap penggunaan masalah kontekstual adalah 21,53 yang termasuk dalam kategori baik. Berikut adalah tabel hasil kuesioner respon siswa terhadap penggunaan kontribusi siswa dalam penerapan pendekatan PMRI. No Resp. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Tabel 4.32 Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan kontribusi siswa No. Item Jumlah Kategori 19 20 21 22 23 24 4 4 3 3 4 4 22 Sangat baik 4 4 4 4 4 4 24 Sangat baik 4 3 3 4 4 4 22 Sangat baik 4 2 4 4 4 3 21 Baik 3 3 3 4 3 4 20 Baik 4 3 4 4 3 4 22 Sangat baik 4 4 4 3 4 3 22 Sangat baik 3 3 4 4 4 3 21 Baik 4 3 4 3 3 4 21 Baik 4 4 4 3 3 4 22 Sangat baik 3 3 4 3 4 3 20 Baik 4 3 4 3 3 3 20 Baik 4 3 4 3 4 4 22 Sangat baik 4 3 4 3 3 4 21 Baik 3 3 4 4 3 4 21 Baik 4 3 4 4 3 3 21 Baik 4 3 4 3 3 4 21 Baik 4 3 3 3 3 4 20 Baik 4 3 4 3 4 4 22 Sangat baik Rata-rata 21,32 Baik Tabel 4.32 di atas menunjukkan bahwa terdapat 8 siswa memberi respon sangat baik terhadap penggunaan masalah kontekstual, dan 11 siswa memberi respon baik. Jumlah siswa yang skornya lulus yaitu 19 siswa atau sebesar 100% dari total keseluruhan siswa. Skor rata-rata respon siswa terhadap penggunaan masalah kontekstual adalah 21,32 yang termasuk dalam kategori baik.

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 Berikut adalah tabel hasil kuesioner respon siswa terhadap penggunaan interaktivitas siswa dalam penerapan pendekatan PMRI. No Resp. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Tabel 4.33 Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan interaktivitas siswa No. Item Jumlah Kategori 7 8 9 10 11 12 3 4 3 3 4 4 21 Baik 4 4 4 4 4 4 24 Sangat baik 4 4 4 3 4 4 23 Sangat baik 4 4 4 4 4 3 23 Sangat baik 2 4 3 4 3 4 20 Baik 4 4 3 2 3 4 20 Baik 4 3 4 4 4 3 22 Sangat baik 4 3 4 4 4 3 22 Sangat baik 4 4 4 3 4 4 23 Sangat baik 3 4 3 4 4 4 22 Sangat baik 3 3 4 4 3 4 21 Baik 4 3 4 3 4 3 21 Baik 4 3 4 3 4 3 21 Baik 3 4 3 4 4 3 21 Baik 3 4 3 3 4 3 20 Baik 4 4 3 3 4 3 21 Baik 2 4 3 3 3 4 19 Cukup baik 4 3 2 3 3 3 18 Cukup baik 4 4 3 4 4 3 22 Sangat baik Rata-rata 21,263 Baik Tabel 4.33 di atas menunjukkan bahwa terdapat 8 siswa memberi respon sangat baik terhadap penggunaan masalah kontekstual, 9 siswa memberi respon baik, dan 2 siswa memberi respon cukup baik. Jumlah siswa yang skornya lulus yaitu 19 siswa atau sebesar 100% dari total keseluruhan siswa. Skor rata-rata respon siswa terhadap penggunaan masalah kontekstual adalah 21,263 yang termasuk dalam kategori baik.

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 Berikut adalah tabel hasil kuesioner respon siswa terhadap penggunaan intertwinning (keterkaitan) dalam penerapan pendekatan PMRI. No Resp. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Tabel 4.34 Hasil kuesioner respon siswa mengenai penggunaan konteks intertwining No. Item Jumlah Kategori 1 2 3 4 5 6 4 3 3 2 4 4 20 Baik 4 4 3 4 4 4 23 Sangat baik 3 2 4 3 2 3 17 Cukup baik 4 4 4 3 2 4 21 Baik 4 3 3 3 2 4 19 Cukup baik 3 4 4 3 4 2 20 Baik 3 3 4 2 4 4 20 Baik 4 4 4 2 3 4 21 Baik 4 4 3 2 3 4 20 Baik 3 4 4 3 3 4 21 Baik 4 3 4 3 2 4 20 Baik 4 3 4 3 3 4 21 Baik 3 3 4 3 4 4 21 Baik 3 3 4 2 4 4 20 Baik 2 3 4 3 2 3 17 Cukup baik 4 3 3 3 4 3 20 Baik 2 3 4 3 3 4 19 Cukup baik 3 4 3 3 3 3 19 Cukup baik 4 3 4 2 4 4 21 Baik Rata-rata 20 Baik Tabel 4.34 di atas menunjukkan bahwa terdapat 1 siswa memberi respon sangat baik terhadap penggunaan masalah kontekstual, 13 siswa memberi respon baik, dan 5 siswa memberi respon cukup baik. Jumlah siswa yang skornya lulus yaitu 19 siswa atau sebesar 100% dari total keseluruhan siswa. Skor rata-rata respon siswa terhadap penggunaan masalah kontekstual adalah 20 yang termasuk dalam kategori baik.

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 Berikut ini adalah hasil wawancara dengan guru mata pelajaran matematika mengenai kontribusi siswa dalam pembelajaran. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Tabel 4.35 Hasil wawancara guru mata pelajaran matematika Pertanyaan Jawaban Apakah siswa dapat Secara umum siswa mampu mengubah mengubah masalah yang masalah yang diberikan dalam simbol diberikan dalam simbolmatematika, hanya beberapa anak saja simbol matematika? yang masih bingung. Apakah siswa mengerti apa Sekitar 70% siswa sudah mampu yang ditanyakan dalam menebak dan mengerti soal yang masalah yang diberikan? ditanyakan dalam masalah yang diberikan. Apakah siswa dapat Beberapa siswa dapat merancang merancang penyelesaian penyelesaian masalahnya sendiri masalahnya? meskipun hanya sekedar coba-coba. Apakah siswa dapat Ya, siswa dapat menyelesaikan masalah menyelesaikan masalah dengan cara yang saya contohkan. dengan cara yang Bapak contohkan? Apakah siswa memiliki Sudah lebih banyak siswa yang mampu alternatif/cara lain dalam berinisiatif menggunakan cara lain dalam menjawab pertanyaan? menjawab pertanyaan meskipun asal coba-coba. Apakah siswa dapat Mereka tidak selalu benar apabila menyelesaikan masalah menyelesaikan dengan caranya sendiri. dengan alternatif/caranya sendiri? Apakah siswa bersedia Ya, beberapa siswa bersedia mengungkapkan mengungkapkan pendapatnya, namun pendapat/jawabannya? sebagian besar bersedia apabila mengungkapkan pendapat secara beramairamai. Apakah siswa dapat Beberapa siswa dapat mengungkapkan mengungkapkan pendapatnya dengan jelas, namun ada pendapat/jawabannya dengan pula siswa yang ketika ditanya secara jelas? individu mereka hanya menjawab dengan suara pelan dan tidak jelas. Apakah terdapat variasi Ya, jawaban siswa sangat bervariasi. Ada jawaban siswa? jawaban siswa yang salah, ada pula jawaban siswa yang benar. Ketika ada siswa yang menjawab salah, biasanya siswa lain langsung membenarkan.

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 10 Rata-rata ada berapa siswa yang mampu menanggapi penjelasan dari Bapak? 11 Apa saja kendala yang Bapak hadapi dalam merangsang siswa mengungkapkan pendapat/jawabannya? Siswa yang mampu menanggapi penjelasan saya dengan suara yang jelas dan lantang hanya sekitar 10-11 siswa, namun hampir seluruh siswa mampu menanggapi juga meskipun tidak dengan jelas. Kendala yang saya hadapi adalah ketika mata pelajaran matematika dilaksanakan setelah mata pelajaran olahraga, banyak siswa mengeluh lelah dan malas untuk belajar. Selain itu juga beberapa siswa yang belum mampu untuk menjawab pertanyaan dengan jelas, masih sangat sulit untuk diberi motivasi. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran matematika pada tabel 4.35 di atas, dapat diketahui bahwa siswa sudah cukup berkontribusi dalam pembelajaran. 10-11 siswa atau 50% dari total keseluruhan siswa mampu menanggapi penjelasan ataupun pertanyaan dari guru dengan jelas, meskipun beberapa siswa juga menjawab namun dengan suara yang pelan dan ragu-ragu. Jawaban-jawaban siswa tersebut beragam, ada siswa yang menjawab dengan benar, ada pula siswa yang menjawab namun salah. d. Refleksi Setelah tahap pengamatan, peneliti melakukan tahap refleksi terhadap kekurangan dan kelebihan yang ditemui. Kekurangan yang ditemui adalah terdapat beberapa siswa yang kesulitan dalam menggunakan penggaris untuk membuat bangun yang besar. Ketika siswa diminta oleh guru untuk membuat jaring-jaring kecil, seluruh siswa dapat melakukannya dengan benar, namun tidak semua siswa dapat demikian

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 ketika diminta untuk menggambar jaring-jaring bangun ruang yang berukuran besar dalam kegiatan membuat bangun ruang, sehingga bangun ruang yang dibuat menjadi tidak presisi. C. Pembahasan 1. Kemampuan Memahami Penelitian ini dilakukan terhadap siswa kelas V sejumlah 19 siswa di SD Kanisius Nglinggi dengan menggunakan Pendekatan PMRI terutama karakteristik kontribusi siswa pada pembelajaran Matematika materi geometri bangun ruang. Hasil tes kemampuan memahami dilihat dari hasil banyaknya siswa yang tuntas mencapai nilai ketuntasan yaitu sebesar 63 pada masing-masing indikatornya. Indikator kemampuan kemampuan memahami yaitu meliputi 1) memberikan contoh dari suatu konsep, 2) menggambarkan konsep dengan suatu model, 3) mengubah suatu bentuk ke bentuk lain, 4) membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep, dan 5) menyatakan ulang sebuah konsep. Peningkatan dapat dilihat membandingkan persentase banyaknya siswa memiliki nilai tuntas pada setiap indikator kemampuan memahami pada kondisi awal dan kondisi akhir siklus II. Pada siklus I masing-masing indikator dituangkan dalam 2 item soal. Indikator memberikan contoh dari suatu konsep dituangkan pada butir soal nomor 1 dan 2 dengan hasil persentase jumlah siswa tuntas sebesar 67%. Indikator menggambarkan konsep dengan suatu model dituangkan pada butir soal nomor 3 dan 4 dengan hasil persentase jumlah

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 siswa tuntas sebesar 61%. Indikator mengubah suatu bentuk ke bentuk lain dituangkan pada butir soal nomor 5 dan 6 dengan hasil persentase siswa yang tuntas sebesar 67%. Indikator membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep dituangkan pada butir soal nomor 7 dan 8 dengan hasil persentase siswa tuntas sebesar 50%. Indikator ulang sebuah konsep dituangkan pada butir soal nomor 9 dan 10 dengan hasil persentase siswa tuntas sebesar 56%. Karena hasil persentase hasil tes kemampuan memahami belum mencapai target capaian yang diinginkan yaitu sebesar 68%, maka peneliti melakukan siklus II. Pada siklus II indikator kemampuan memahami dituangkan dalam 10 butir soal. Indikator pertama dituangkan pada butir soal nomor 1 dan 2 dengan hasil persentase jumlah siswa tuntas sebesar 79%. Indikator kedua dituangkan pada butir soal nomor 3, 4, dan 5 dengan hasil persentase jumlah siswa tuntas sebesar 74%. Indikator ketiga dituangkan pada butir soal nomor 6, 7, dan 8 dengan hasil persentase jumlah siswa tuntas sebesar 74%. Indikator keempat dituangkan pada butir soal nomor 9 dengan hasil persentase jumlah siswa tuntas sebesar 69%. Indikator kelima dituangkan pada butir soal nomor 10 dengan hasil persentase jumlah siswa tuntas sebesar 84%. Dari hasil penelitian diatas dapat diketahui bahwa adanya peningkatan yang signifikan antara persentase jumlah siswa yang nilainya tuntas antara kondisi awal yaitu sebesar 48% dan kondisi akhir siklus II yang persentasenya sudah melebihi target capaian yang diinginkan yaitu sebesar 68%. Peneliti menentukan satu target capaian karena target

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 capaian akhir adalah tolok ukur dari keberhasilan penelitian. Adapun rangkuman hasil tes kemampuan memahami dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.36 Hasil pencapaian tiap siklus Peubah Indikator Kemampuan memahami Memberikan contoh dari suatu konsep Menggambarkan konsep dengan suatu model Mengubah suatu bentuk ke bentuk lain Membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep Menyatakan ulang sebuah konsep Kondisi Awal Akhir Siklus I Akhir Siklus II Target Capaian Akhir 48% 67% 79% 68% 48% 61% 74% 68% 48% 67% 74% 68% 48% 50% 69% 68% 48% 56% 84% 68% Tabel diatas menunjukkan bahwa adanya kenaikan persentase tingkat kemampuan memahami yang dapat diketahui dengan membandingkan kondisi awal dengan akhir siklus II. Pada kondisi awal kemampuan memahami siswa sebesar 48% untuk keseluruhan indikator, sedangkan pada hasil tes kemampuan memahami indikator memberikan contoh dari suatu konsep mengalami kenaikan persentase menjadi 79%, indikator menggambarkan konsep dengan suatu model mengalami kenaikan persentase menjadi 74%, indikator mengubah suatu bentuk ke bentuk lain mengalami kenaikan persentase menjadi 74%, indikator membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep mengalami kenaikan persentase menjadi 69%, dan indikator menyatakan ulang sebuah konsep mengalami kenaikan persentase menjadi 84%. Hasil tersebut sudah

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 melebihi target capaian yang diinginkan yaitu sebesar 68%. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan kontribusi siswa dapat meningkatkan kemampuan memahami konsep geometri bangun ruang dengan pendekatan PMRI pada siswa kelas V di SD Kanisius Nglinggi. 2. Keterlaksanaan Penggunaan Kontribusi Siswa dengan Pendekatan PMRI Keterlaksanaan penggunaan kontribusi siswa dengan pendekatan PMRI dilihat melalui tiga data yaitu hasil kuesioner respon siswa, hasil observasi, dan hasil wawancara. Pendekatan PMRI memiliki 5 karakteristik yaitu 1) penggunaan masalah kontekstual, 2) penggunaan model, 3) penggunaan kontribusi siswa, 4) penggunaan interaktivitas siswa, dan 5) intertwining. Dari hasil observasi keterlaksanaan PMRI penggunaan konteks, guru sudah menggunakan masalah kontekstual berupa cerita mengenai benda-benda yang dekat dengan kehidupan siswa, misalnya ketika guru membacakan cerita yang berjudul “Ulang Tahun Teman Ira”. Cerita tersebut berisi mengenai benda-benda yang bentuknya menyerupai bangun ruang kubus, balok, tabung, dan kerucut. Dengan mengarahkan siswa untuk menebak bangun ruang yang dimaksud, siswa berusaha untuk mengingat-ingat bentuk benda tersebut, misalnya saat guru membacakan kalimat “Ira menabung uangnya di dalam celengan, celengan tersebut mempunyai ciri tidak memiliki titik sudut namun memiliki 3 sisi dan dua rusuk. Berbentuk apakah celengan tersebut?”. Banyak siswa antusias

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 menjawab pertanyaan tersebut beramai-ramai. Guru membangkitkan semangat siswa dengan melakukan permainan sederhana, meskipun permainan tersebut tidak menggambarkan materi yang akan dipelajari. Guru menggunakan media berupa benda-benda yang mudah dijumpai siswa dalam kehidupan sehari-hari, misalnya toples makanan, bungkus es krim, celengan, bola, kardus makanan berbentuk kubus, dll. Melalui cerita yang dibacakan oleh guru, siswa diberi pengetahuan awal yang sudah mengarah pada materi. Guru juga sudah memberikan beberapa model kepada siswa untuk menyelesaikan masalahnya, salah satunya yaitu dengan menggunakan media pembelajaran. Melalui kegiatan mengamati benda-benda sekitar, siswa dapat mengembangkan strategi informal dalam pemecahan masalah. Siswa dirangsang agar mampu mengubah masalah yang ditemui ke dalam soal matematika dan mencari pemecahan masalahnya dengan berbagai cara terutama dengan media yang ditawarkan oleh guru, misalnya ketika siswa diberi pertanyaan “Benda ini mempunyai ciri tidak memiliki titik sudut namun memiliki 3 sisi dan dua rusuk. Berbentuk apakah celengan tersebut?”. Siswa menjadi tahu bahwa mereka harus mencari bangun ruang yang mempunyai sifat-sifat tersebut. Kemudian siswa mencari pemecahan masalahnya dengan berbagai cara, misalnya dengan melakukan pengamatan benda-benda disekitar. Guru memberi pertanyaan-pertanyaan yang mengarah ke strategi formal, misalnya pada saat guru bertanya “Bagaimana bentuk jaring-jaring balok?”, “Apakah kalian melihat sisi

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 yang tidak terpakai pada kadus teh ini?”, “Bagian mana sajakah itu?”. Siswa melihat dan memotong bagian tidak terpakai pada kardus teh yang dibuka sehingga membentuk jaring-jaring balok. Dalam pembelajaran, siswa telah menunjukkan kontribusinya dalam membangun pengetahuannya sendiri. Siswa mencari berbagai cara dalam memecahkan masalah, misalnya siswa memilih media benda-benda yang menyerupai bangun ruang sebagai salah satu bentuk pemecahan masalah, beberapa siswa memilih mencari informasi dari buku LKS. Terkadang siswa memecahkan masalah dengan cara yang sama seperti contoh guru, misalnya pada saat siswa dibinta membuat gambar jaringjaring bangun ruang, guru mencontohkan jaring-jaring bangun ruang di papan tulis, sebagian besar siswa mencontoh gambar jaring-jaring tersebut. Beberapa siswa mencari jaring-jaring bangun ruang pada buku LKS, namun ada pula yang sekedar mengingat-ingat jaring-jaring bangun ruang dengan bentuk yang berbeda. Siswa memecahkan masalahnya dibantu dengan adanya media baik berupa benda-benda yang ada di sekitar seperti bungkus es krim, kardus teh, kardus makanan, alat peraga celengan, maupun alat peraga yang telah disiapkan oleh guru sebelumnya yaitu tiruan bangun ruang yang terbuat dari mika. Siswa juga dapat bekerjasama dengan anggota kelompok dengan baik. Siswa bebas memilih media atau alat bantu yang dapat digunakan dalam pemecahan masalah. Guru memberikan waktu yang cukup kepada siswa untuk memecahkan masalah. Pada saat beberapa siswa diminta untuk menunjukkan hasil pekerjaannya

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 di depan kelas, siswa lain terlihat mencermati hasil pekerjaan temannya tersebut dengan seksama. Beberapa siswa memberikan tanggapan ketika jawaban temannya kurang tepat, misalnya ketika siswa membacakan hasil pekerjaannya mengenai perbedaan bentuk dua jaring-jaring bangun ruang yang berbeda, siswa lain mengungkapkan jawaban yang dianggapnya benar. Namun sebagian besar siswa hanya mau berbicara dengan beramairamai, ketika ditanya sendiri dia menjawab dengan suara yang pelan. Dalam melakukan kegiatan diskusi, siswa terlihat bertukar pikiran, bahkan beberapa kali terlihat ada perselisihan, namun siswa dapat mnyelesaikan tugas yang diberikan dengan baik. Siswa menyimpulkan hasil pembelajaran sendiri dengan rangsangan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru. Sedangkan pada akhir pertemuan siswa dapat merangkum hasil pembelajaran dengan sendirinya. Siswa mampu menyimpulkan sendiri hasil pembelajaran yang dilakukan meskipun dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan dari mengungkapkan guru. pendapatnya Guru merangsang siswa dengan menggunakan untuk pertanyaan- pertanyaan yang mengarah pada permasalahan, misalnya ketika siswa diminta untuk mencari titik sudut pada suatu bangun ruang, guru meminta siswa untuk menghitung banyaknya pojokan yang ada pada benda yang bentuknya menyerupai bangun ruang yang dipilih siswa untuk mewakili bangun yang dimaksud. Namun hanya siswa yang biasanya selalu aktif dikelas saja yang menjawab dengan lantang. Sedangkan yang lainnya hanya mau menjawab ketika banyak siswa lain yang menjawab, ketika

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 ditanya sendiri mereka menjawab dengan suara pelan dan terlihat raguragu. Guru selalu memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya dengan waktu yang cukup (lebih dari 5 detik). Beberapa siswa bertanya kepada guru ketika mereka menemui kesulitan, misalnya pada saat siswa diminta mencari sisi, rusuk, dan titik sudut bangun tabung ada siswa yang bertanya “Pak boleh pake botol ini?”. Namun ketika guru ditanya oleh siswa, biasanya guru memberikan pertanyaan kembali kepada siswa agar siswa menemukan sendiri jawaban atas pertanyannya. Dalam pembelajaran dapat dilihat bahwa interaktivitas siswa sudah terjalin, baik antara siswa dengan guru ataupun siswa dengan siswa. Guru melakukan tanya jawab dalam pembelajaran untuk merangsang siswa dalam mengungkapkan pendapatnya mengenai banyaknya sisi, rusuk, dan titik sudut bangun ruang serta contoh-contohnya. Guru juga melakukan demonstrasi menggunakan media benda-benda yang bentuknya menyerupai bangun ruang dan gambar bangun ruang di papan tulis agar siswa lebih mudah memahami materi. Siswa juga diberi kesempatan untuk berinteraksi melalui kegiatan diskusi. Beberapa siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas sedangkan siswa lain memberi tanggapan atas kebenaran atau kesalahan hasil pekerjaan tersebut. Pada pembelajaran siklus I siswa belum mampu bekerja sama dengan teman satu kelompok karena terdapat beberapa siswa yang pasif dalam

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 mengerjakan tugas, namun pada siklus II siswa melakukan pembagian tugas sehingga siswa dapat bekerjasama dengan anggota lain. Pembelajaran juga dikaitkan dengan materi lain, baik dengan materi lain pada mata pelajaran matematika sendiri maupun dengan materi mata pelajaran lain. Misalnya pembelajaran bangun ruang dikaitkan dengan materi bilangan bulat dalam penghitungan banyak sisi, rusuk, dan titik sudut. Kaitannya dengan bangun datar yaitu mengenai bentuk sisi-sisi dari bangun ruang. Kaitannya dengan pecahan yaitu pengubahan ukuran ketika siswa diminta menggambar. Selain itu materi matematika bangun ruang juga dikaitkan dengan mata pelajaran lain, misalnya Bahasa Indonesia pada bagian mendengarkan teks cerita, berkaitan dengan mapel IPS pada bagian isi cerita yang disampaikan mengenai benda-benda yang dijual di pasar dan cara menabung, dan berkaitan dengan mapel SBK pada bagian menggambar bangun ruang. Berdasarkan data observasi di atas dapat diketahui bahwa pembelajaran dengan menerapkan lima karakteristik PMRI menunjukkan pendekatan PMRI sudah terlaksana. Pada instrumen kuesioner, masing-masing karakteristik PMRI tersebut dituangkan ke dalam 6 item kuesioner sehingga keseluruhan terdapat 30 item kuesioner. Skor rata-rata pada hasl kuesioner dikategorikan berdasarkan ketentuan PAP 1 yaitu menetapkan batas penguasaan kompetensi minimal yang dianggap dapat diluluskan dari keseluruhan penguasaan bahan yakni 65% dan diberi nilai cukup (Masidjo, 1995 : 153). Batas skor minimal kelulusan adalah 15,6. Pada hasil

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 kuesioner yang diberikan di siklus I karakteristik penggunaan masalah kontekstual dituangkan pada item kuesioner nomor 25-30 dengan skor rata-rata sebesar 18,556 termasuk dalam kategori respon siswa terhadap penggunaan masalah kontekstual cukup baik. Karakteristik penggunaan model dituangkan pada item kuesioner nomor 13-18 dengan skor rata-rata sebesar 19,778 termasuk dalam kategori respon siswa terhadap penggunaan model baik. Karakteristik penggunaan kontribusi siswa dituangkan pada item kuesioner nomor 19-24 dengan skor rata-rata sebesar 19,611 termasuk dalam kategori respon siswa terhadap penggunaan kontribusi siswa baik. Karakteristik penggunaan interaktivitas dituangkan pada item kuesioner nomor 7-12 dengan skor rata-rata sebesar 18,56 termasuk dalam kategori respon siswa terhadap penggunaan penggunaan interaktivitas cukup baik. Karakteristik penggunaan intertwining dituangkan pada item kuesioner nomor 1-6 dengan skor rata-rata sebesar 18,111 termasuk dalam kategori respon siswa terhadap penggunaan penggunaan intertwining cukup baik. Pada hasil kuesioner yang diberikan di siklus II karakteristik penggunaan masalah kontekstual dituangkan pada item kuesioner nomor 25-30 dengan skor rata-rata sebesar 20,05 termasuk dalam kategori respon siswa terhadap penggunaan masalah kontekstual baik. Jumlah siswa yang skornya lulus karakteristik ini pada siklus I yaitu 16 siswa atau sebesar 88,8% dari total keseluruhan siswa. Jumlah siswa yang skornya lulus karakteristik ini pada siklus II yaitu 19 siswa atau sebesar 100%.

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 Karakteristik penggunaan model dituangkan pada item kuesioner nomor 13-18 dengan skor rata-rata sebesar 21,53 termasuk dalam kategori respon siswa terhadap penggunaan model baik. Jumlah siswa yang skornya lulus karakteristik ini pada siklus I yaitu 18 siswa atau sebesar 100%. Jumlah siswa yang skornya lulus karakteristik ini pada siklus II yaitu 19 siswa atau sebesar 100% dari total keseluruhan siswa. Karakteristik penggunaan kontribusi siswa dituangkan pada item kuesioner nomor 19-24 dengan skor rata-rata sebesar 21,32 termasuk dalam kategori respon siswa terhadap penggunaan kontribusi siswa baik. Jumlah siswa yang skornya lulus karakteristik ini pada siklus I yaitu 18 siswa atau sebesar 100%. Jumlah siswa yang skornya lulus karakteristik ini pada siklus II yaitu 19 siswa atau sebesar 100% dari total keseluruhan siswa. Karakteristik penggunaan interaktivitas dituangkan pada item kuesioner nomor 7-12 dengan skor rata-rata sebesar 21,563 termasuk dalam kategori respon siswa terhadap penggunaan penggunaan interaktivitas baik. Jumlah siswa yang skornya lulus karakteristik ini pada siklus I yaitu 18 siswa atau sebesar 88,8% dari total keseluruhan siswa. Jumlah siswa yang skornya lulus karakteristik ini pada siklus II yaitu 19 siswa atau sebesar 100% dari total keseluruhan siswa. Karakteristik penggunaan intertwining dituangkan pada item kuesioner nomor 1-6 dengan skor rata-rata sebesar 20 termasuk dalam kategori respon siswa terhadap penggunaan penggunaan intertwining baik.

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 Jumlah siswa yang skornya lulus karakteristik ini pada siklus I yaitu 15 siswa atau sebesar 83,3% dari total keseluruhan siswa. Jumlah siswa yang skornya lulus karakteristik ini pada siklus II yaitu 19 siswa atau sebesar 100% dari total keseluruhan siswa. Dari data diatas secara keseluruhan skor rata-rata yang diperoleh pada hasil kuesioner siklus II yaitu sebesar 20,83 termasuk dalam kategori respon siswa terhadap pendekatan PMRI baik. Berdasarkan hasil wawancara pada akhir siklus I dapat diketahui bahwa beberapa siswa mampu mengubah masalah yang diberikan dalam simbol matematika. Hanya sedikit siswa yang mengerti pertanyaan yang dimaksud dalam masalah dengan sendirinya. Siswa mengerti apa yang ditanyakan ketika guru memberi mereka rangsangan berupa pertanyaanpertanyaan lain yang mengarah. Siswa mampu menjawab pertanyaan dengan cara yang dicontohkan guru. Belum banyak siswa yang memiliki alternatif/cara lain dalam menjawab pertanyaan, namun sudah ada beberapa siswa yang mencoba meskipun hasilnya tidak selalu benar bahkan sering kali jawaban siswa tersebut salah. Sebagian besar siswa bersedia mengungkapkan pendapatnya. Beberapa siswa dapat mengungkapkan pendapatnya dengan jelas ketika diminta untuk berbicara, ada pula siswa yang ragu-ragu ketika diminta berbicara sendiri. Ketika diberi pertanyaan oleh guru, siswa memunculkan jawaban yang bervariasi, ada yang salah namun ada pula yang benar. Sekitar 25%-30% siswa mampu menjawab pertanyaan dari guru dengan suara yang lantang,

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 sedangkan sekitar 50% siswa lainnya juga menjawab pertanyaan meskipun beramai-ramai. Kendala yang dihadapi guru dalam merangsang siswa untuk mengungkapkan pendapatnya yaitu kurangnya minat siswa untuk memperhatika. Salah satu penyebabnya adalah karena pembelajaran matematika dilaksanakan setelah jam pelajaran olahraga. Banyak siswa yang mengeluh lelah sehingga usaha untuk belajar juga menjadi kurang. Hasil wawancara dengan guru mengenai kontribusi siswa dalam pembelajaran yang dilakukan pada akhir siklus II terdapat beberapa perubahan yang terjadi pada siswa, diantaranya yaitu sudah banyak siswa yang mampu mengubah masalah yang diberikan dalam simbol matematika, hanya beberapa anak saja yang masih bingung. Sebagian siswa sudah mampu menebak dan mengerti soal yang ditanyakan dalam masalah yang diberikan. Siswa dapat menyelesaikan masalah dengan cara yang dicontohkan oleh guru. Selain itu sudah lebih banyak pula siswa yang mampu berinisiatif menggunakan cara lain dalam menjawab pertanyaan meskipun tidak selalu benar. Beberapa siswa bersedia menjawab pertanyaan dan mengungkapkan pendapatnya dengan jelas yaitu sekitar 50% dari jumlah keseluruhan siswa. 50% siswa lain bersedia menjawab pertanyaan dan mengungkapkan pendapatnya apabila mengungkapkan pendapat secara beramai-ramai. Pada saat siswa ditanya secara individu oleh guru, siswa hanya menjawab dengan suara pelan dan tidak jelas. Kendala yang dihadapi guru masih sama yaitu banyak siswa mengeluh lelah dan malas untuk belajar ketika mata pelajaran matematika

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 dilaksanakan setelah mata pelajaran olahraga. Selain itu juga beberapa siswa yang belum mampu untuk menjawab pertanyaan dengan jelas. Data hasil wawancara guru di atas menunjukkan bahwa siswa sudah lebih berkontribusi dalam pembelajaran untuk membangun pengetahuannya sendiri dibanding sebelum menggunakan pendekatan PMRI. Akan tetapi masih ada sebagian kecil siswa yang pasif dalam pembelajaran. Berdasarkan pembahasan hasil observasi, kuesioner, dan wawancara, dapat dilihat diketahui bahwa pendekatan PMRI khususnya karakteristik kontribusi siswa sudah terlaksana dalam pembelajaran. Penggunaan kontribusi siswa untuk meningkatkan kemampuan memahami konsep geometri bangun ruang siswa kelas V SDK Nglinggi tahun ajaran 2013/2014 sudah terlaksana dengan baik. Keterlaksanaan dapat dilihat pada data hasil kuesioner respon siswa yang termasuk dalam kategori baik. Keterlaksanaan juga dapat dilihat melalui hasil pengamatan pada saat pembelajaran yakni guru telah menerapkan karakteristik penggunaan kontribusi siswa dalam pendekatan PMRI. Selain itu keterlaksanaan PMRI dapat dilihat melalui data hasil wawancara dengan guru matematika yang menyebutkan bahwa siswa sudah berkontribusi dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan di atas, peneliti mengetahui bahwa penggunaan kontribusi siswa didukung dengan keterlaksaannya pendekatan PMRI dapat meningkatkan kemampuan memahami konsep geometri bangun ruang siswa kelas V SDK Nglinggi Klaten tahun ajaran 2013/2014.

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN, DAN SARAN Bab sebelumnya telah mengulas mengenai pendahuluan, kajian teori, metode penelitian, hasil penelitian dan pembahasan. Bab V ini membahas mengenai kesimpulan, keterbatasan penelitian, dan saran. A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan pada siswa kelas V di SDK Nglinggi mengenai kemampuan memahami konsep geometri bangun ruang dengan menggunakan kontribusi siswa dalam pendekatan PMRI dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan kontribusi siswa dengan pendekatan PMRI pada siswa kelas V SDK Nglinggi tahun ajaran 2013/2014 dapat meningkatkan kemampuan memahami konsep geometri bangun ruang. Penggunaan kontribusi siswa untuk meningkatkan kemampuan memahami konsep geometri bangun ruang siswa kelas V SDK Nglinggi tahun ajaran 2013/2014 sudah terlaksana dalam pembelajaran. Setelah penggunaan kontribusi siswa dengan pendekatan PMRI diterapkan, hasil tes kemampuan memahami menunjukkan adanya peningkatan pada masingmasing indikator dari kondisi awal sebesar 48%. Indikator memberikan contoh dari suatu konsep meningkat menjadi 79%. Indikator menggambarkan konsep dengan suatu model meningkat menjadi 74%. Indikator mengubah suatu bentuk kebentuk lain meningkat 131 menjadi 74%. Indikator

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep meningkat menjadi 69%. Indikator menyatakan ulang sebuah konsep meningkat menjadi 84%. B. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang ditemui selama pelaksanaan, keterbatasan tersebut diantaranya yaitu: 1. Kurangnya waktu untuk berkoordinasi dengan guru mata pelajaran matematika sehingga guru kurang melakukan persiapan sebelumnya. 2. Beberapa kali penelitian dilaksanakan pada jam setelah mata pelajaran olahraga membuat guru sedikit kesulitan dalam mengkondisikan siswa hingga waktu pelajaran matematika tersita. C. Saran Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, saran yang dapat disampaikan oleh peneliti diantaranya yaitu: 1. Sebaiknya peneliti selanjutnya mampu menawarkan lebih banyak cara atau fasilitas dalam memunculkan kontribusi siswa dalam pembelajaran Matematika dengan pendekatan PMRI. 2. Sebaiknya peneliti selanjutnya mencoba penggunaan kontribusi siswa dalam pendekatan PMRI pada materi Matematika yang lain sehingga siswa mendapat lebih banyak kesempatan untuk membangun pengetahuannya sendiri, misalnya pada materi pecahan dan bangun datar.

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Daftar Pustaka Amin, Siti M. Sani, Zaini M. (2004). Matematika SD di sekitar kita : untuk kelas V semester 1 (Jilid 5A). Jakarta: ESIS. Anderson, L. W., Krathwohl, D. R. (2010). Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Anggoro, Y. Febri, dkk. (2012). Penggunaan Media Tiga Dimensi dalam Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa KelasIV Materi Bangun Ruang. Jurnal Kalam Cendekia PGSD Kebumen, vol 1. no 1 (2012). Arifin, Zainal. (2011). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: Rosda. Arikunto, Suharsimi. (2009). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (edisi revisi). Jakarta: Bumi. Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta. Danoebroto, Sri W. (2008). Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Melalui Pendekatan PMRI dan Pelatihan Metakognitif. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, Nomor 1, Tahun XI. Daryanto. H. M., (2008). Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Depdiknas. (2001). Kurikulum Berbasis Kompetensi Matematika Sekolah Dasar. Jakarta: Depdiknas. Gibson, J.L. et. al. (1996). Organisasi Dan Manajemen. Jakarta: Erlangga Terjemahan. Hadi, Sutarto. (2005). Pendidikan Matematika Realistik dan Implementasinya. Banjarmasin: Tulip Hudojo, Herman. (1998). Mengajar Belajar Matematika. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Hudojo, Herman. (2003). Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. JICA: Universitas Negeri Malang. Hudoyo, Herman. (1985). Teori Belajar Dalam Proses Belajar-Mengajar Matematika. Jakarta: Depdikbud. Ivancevich M, John dkk. (2007). Perilaku dan Manajemen Organisasi, Jilid 1 (Edisi Ketujuh). Jakarta: Erlangga. 133

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 Intan & Bagus. (2012). Pentingnya Visual Thinking dalam Pembelajaran Geometri SMP. Jurnal Matematika tentang Geometri, IAIN Sunan Ampel Surabaya. Marpaung. Y. (2001). Prospek RME untuk Pembelajaran Matematika di Indonesia. (Makalah disampaikan pada Seminar Nasional tentang Realistic Matematic Education Universitas Negeri Surabaya). Marks, John L., et al . (1985). Teaching Elementary School Mathematics for Understanding, Fifth Edition. Sumantri, B. (1988) (alih bahasa). Jakarta: Erlangga. Masidjo. (1995). Penelitian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Mulyasa, E. (2005). Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: Remaja Rosda Karya Nurmila, Rifa. (2011). Penerapan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) untuk materi pokok Bangun Ruang Sederhana di Kelas IV MI Bustanul Ulum Mlaras Sumobito. Jurnal Kreano, Vol 7, No 1 (2011). Partowisastro, Koestoer. (1983). Dinamika dalam Psikologi Pendidikan (Jilid II). Jakarta: Erlangga. Putri, Ratu I. I. (2011). Pembelajaran Materi Bangun Datar Melalui Cerita Menggunakan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran (JPP), vol 18, no 2. Robbin, P. Stephen. (2001). Perilaku Organisasi, Konsep, Kontroversi, Aplikasi, Jilid I dan II (Edisi Kedelapan). Jakarta: Prenhallindo. Sabrinah, S. (2006). Inovasi Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar. Jakarta: Depdiknas. Sanjaya, Wina. (2009). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Perdana Media Group. Santoso,S. (2010). Statistik parametik. Jakarta: PT Alex Media Komputindo. Soedjadi. (2001). Pembelajaran Matematika Realistik: Pengenalan Awal dan Praktis. (Makalah disampaikan pada Seminar Nasional tentang Realistic Matematic Education Universitas Negeri Surabaya).

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 Sudjana, Nana. (2010). Evaluasi Proses dan Hasil Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. Suherman, Erman. (2003). Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. Sumadayo, Samsu. (2013). Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Graha Ilmu. Surya, Mohamad. (2004). Psikologi pembelajaran dan pengajaran. Bandung: Pustaka Bumi. Suryanto, dkk. 2010. Sejarah Pendidikan Matematika Realistik Indonesia. Jakarta: Koleksi Pustaka. Susanto, Ahmad. (2012). Teori Belajar dan pembelajaran di sekolah dasar. Jakarta: Kencana. Suwandi, Sarwiji. (2010). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Penulisan Karya Ilmiah. Surakarta: Yuma Pressindo. Uno, Hamzah B. (2007). Model pembelajaran: menciptakan proses belajar mengajar yang kreatif dan efektif. Jakarta: Bumi Aksara. Usman, Moh Uzer. Setiawati, Lilis. (1993). Upaya optimalisasi kegiatan belajar mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Usman, Moh. Uzer. (2002). Menjadi Guru Profesional (Cet. XIV). Ed. II. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Wijaya, Ariyadi. (2012). Pendidikan Matemarika Realistik. Yogyakarta: Graha Ilmu. Zulkardi. (2005). Pendidikan Matematika di Indonesia : Beberapa Permasalahan dan Upaya Penyelesaiannya. Palembang: Unsri. Zulkardi, dkk. (2007). Pengembangan Materi Kesebangunan dengan Pendekatan PMRI di SMP Negeri 5 Talang Ubi. Jurnal Pendidikan Matematika, volume 1, No.2, Juli 2007.

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 136

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 Lampiran 1 : Validasi Ahli 5. Validasi instrumen tes 6. Validasi instrumen kuesioner 7. Validasi instrumen wawancara 8. Validasi perangkat pembelajaran

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 1. Validasi Instrumen Tes

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147 2. Validasi Instrumen Kuesioner

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152 3. Validasi Instrumen Wawancara

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159 4. Validasi Perangkat Pembelajaran

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166 Lampiran 2 : Uji Coba Validitas dan Reliabilitas 5. Instrumen Uji Coba Tes Kemampuan Memahami 6. Hasil Pengisian Uji Coba Tes Kemampuan Memahami 7. Perhitungan Validitas dan Reliabilitas Uji Coba Tes Kemampuan Memahami 8. Rincian Hasil Validitas Uji Coba Tes Kemampuan Memahami

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167 1. Instrumen Uji Coba Tes Kemampuan Memahami

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168 Nama : No : Kelas : Soal Tes Kerjakan soal-soal berikut dengan sungguh-sungguh! 1. Bangun ini adalah bangun ruang yang dibatasi oleh dua sisi berhadapan dan sejajar berbentuk lingkaran dan satu sisi lengkung, apa nama bangun ruang dan apa saja benda yang bentuknya menyerupai bangun ruang tersebut (minimal 2)? Jawab : 2. Bangun ini dibatasi oleh alas yang berbentuk segiempat dan empat segitiga yang bertemu pada satu titik puncak, apa nama bangun ruang dan apa saja benda yang menyerupai bangun ruang tersebut (minimal 2)? Jawab :

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169 3. Bangun ini dibatasi oleh tiga pasang sisi yang berhadapan, sejajar, dan sama besar, apa nama bangun ruang dan apa saja benda yang menyerupai bangun ruang tersebut (minimal 2)? Jawab : 4. Ayah membelikan almari untuk Reva yang berbentuk balok dengan tinggi 200 cm, panjang 150 cm, dan lebar 50 cm, gambarlah bentuk almari tersebut dengan aturan gambar 1 cm mewakili 50 cm! Jawab :

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170 5. Pada saat ulang tahun adik, setiap tamu yang datang diberi sebuah topi ulang tahun yang berbentuk kerucut dengan tinggi 20 cm dan berdiameter 15 cm, gambarlah bentuk topi tersebut dengan aturan gambar 1 cm mewakili 5 cm! Jawab : 6. Meta akan memberikan celengan sebagai kado untuk adiknya. Celengan itu berbentuk tabung yang diameternya 10 cm dan tingginya 20 cm, gambarlah bentuk celengan tersebut apabila 1 cm mewakili 5 cm! Jawab :

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171 7. Bangun ini memiliki 2 rusuk namun dia tidak memiliki titik sudut, selain itu bangun ini memiliki 3 sisi berupa dua sisi lingkaran dan satu sisi selimut berbentuk persegi panjang. Coba tuliskan apa nama bangun yang dimaksud dan gambarlah bangunnya apabila bangun ini memiliki diameter 2 cm dan tinggi 1 cm! Jawab : 8. Bangun ini memiliki 5 sisi yang berupa 4 sisi berbentuk segitiga dan 1 sisi berbentuk segiempat, 8 rusuk, dan 5 titik sudut, satu titik sudutnya berada dipuncak. Coba tuliskan apa nama bangun yang dimaksud dan gambarlah bangunnya apabila bangun ini memiliki panjang segiempat 1,5 cm dan tinggi bangunnya 2 cm! Jawab :

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172 9. Bangun ini memiliki 12 rusuk dan 8 titik sudut, selain itu bangun ini memiliki 6 sisi segiempat yang sama besar. Coba tuliskan apa nama bangun yang dimaksud dan gambarlah bangunnya apabila bangun ini memiliki tinggi 2 cm! Jawab : 10. a b Tuliskan apa saja perbandingan kedua bangun diatas berdasarkan ciri-cirinya (minimal 2)! Jawab :

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173 11. a b Noa memiliki tempat makan yang berbentuk kubus dan balok, tuliskan perbandingan bentuk kedua tempat makan yang dimiliki Noa berdasarkan ciricirinya (minimal 2)! Jawab : 12. a b Tuliskan perbandingan bentuk kedua bangun diatas berdasarkan ciri-cirinya (minimal 2)! Jawab :

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 174 13. Pembatas jalan diatas adalah salah satu benda yang menyerupai bangun kerucut. Coba tuliskan 3 sifat-sifat bangun kerucut! Jawab : 14. Dena baru saja membeli sebuat botol minuman yang berbentuk tabung, jelaskan pengertian bentuk botol minuman yang dibeli Dena tersebut berdasarkan sifatsifatnya! Jawab : 15. Kakak memiliki sebuah akuarium berbentuk kubus, coba tuliskan pengertian bentuk akuarium tersebut berdasarkan sifat-sifatnya! Jawab :  Selamat Mengerjakan 

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 175 Nama : No : Kelas : Soal Tes Kerjakan soal-soal dibawah ini dengan sungguh-sungguh! 1. Mela membuka kaleng susu untuk membuat kerajinan tangan. Kaleng susu tersebut apabila dibuka bentuknya seperti gambar disamping. Menyerupai gambar tuliskan dibuka jaring-jaring benda-benda bentuknya bangun apakah disekitarmu menyerupai itu? yang gambar Coba apabila tersebut (minimal 3)! Jawab : 2. Nenek memiliki sebuah kardus susu. Kardus tersebut apabila dibuka bentuknya seperti gambar disamping. Menyerupai gambar jaring-jaring bangun apakah itu? Coba tuliskan benda-benda disekitarmu yang apabila dibuka bentuknya (minimal 3)! Jawab : menyerupai gambar tersebut

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 176 3. Suatu hari Tika diajak ibu pergi ke toko. Disana Tika membeli es krim, sampai di rumah, Tika membuka bungkus es krim tersebut. Setelah dibuka, bentuknya seperti gambar disamping. Menyerupai gambar jaring-jaring bangun apakah itu? Coba tuliskan benda-benda disekitarmu yang apabila dibuka bentuknya menyerupai gambar tersebut (minimal 3)! Jawab : 4. Bangun ini hanya memiliki 2 rusuk, selain itu memiliki 2 sisi yang berbentuk lingkaran dan 1 sisi yang berbentuk persegi panjang, namun tidak memiliki titik sudut. Coba tuliskan apa nama bangun yang dimaksud dan gambarkan jaring-jaring bangunnya apabila bangun ini memiliki diameter 1 cm dan tinggi 2 cm! Jawab :

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 177 5. Bangun ini memiliki 8 titik sudut, 12 rusuk, dan 6 sisi yang sama besar dan berbentuk segiempat. Coba tuliskan apa nama bangun yang dimaksud dan gambarkan jaring-jaring bangunnya apabila bangun ini memiliki tinggi 1 cm! Jawab : 6. Bangun ini memiliki 1 titik sudut dan 8 rusuk, selain itu bangun ini memiliki 5 sisi berupa empat sisi segitiga dan 1 sisi segiempat yang panjang sisi segiempatnya 1,5 cm. Coba tuliskan apa nama bangun ini dan gambarlah jaring-jaring bangunnya apabila bangun ini memiliki tinggi 2 cm! Jawab :

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 178 7. Dari gambar kubus disamping gambarlah jaring-jaring bangun kubusnya dan beri tanda sesuai hurufnya! (panjang rusuk = 1 cm) Jawab : 8. Kakak memiliki sebuah mainan berbentuk limas segitiga samasisi yang sisinya 3 cm, setiap sisi bangunnya mempunyai warna yang berbeda-beda, gambarlah jaring-jaring bangun limasnya dan tulislah warnanya disetiap sisi sesuai gambar diatas dengan alas berwarna hitam! Jawab :

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179 9. Dari gambar balok disamping gambarlah jaring-jaring bangun kubusnya dan beri tanda sesuai hurufnya! (panjang = 4 cm, lebar = 2 cm, tinggi = 1 cm) Jawab : 10. (a) (b) Perhatikan gambar di atas dengan sungguh-sungguh! Coba tuliskan apa perbandingan kedua jaring-jaring bangun diatas (minimal 2)! Jawab :

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 180 11. (a) Perhatikan (b) gambar di atas dengan sungguh-sungguh! Coba tuliskan Coba tuliskan perbandingan kedua jaring-jaring bangun di atas (minimal 2)! Jawab : 12. (a) Perhatikan (b) gambar di atas dengan sungguh-sungguh! perbandingan kedua jaring-jaring bangun di atas (minimal 2)! Jawab :

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 181 13. Coba perhatikan gambar jaring-jaring bangun ruang disamping, gambar jaring-jaring bangun ruang apakah itu? Tuliskan apa saja sifat-sifatnya (minimal 3)! Jawab : 14. Coba perhatikan gambar jaring-jaring bangun ruang disamping, gambar jaring-jaring bangun ruang apakah itu? Tuliskan apa saja sifat-sifatnya (minimal 3)! Jawab : 15. Coba perhatikan gambar jaring-jaring bangun ruang disamping, gambar jaring-jaring bangun ruang apakah itu? Tuliskan apa saja sifat-sifatnya (minimal 3)! Jawab :  Selamat Mengerjakan 

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 182 2. Hasil Pengisian Uji Coba Tes Kemampuan Memahami

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 183

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 185

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 186

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 187

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 188

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 189

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 190

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 191

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 192

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 193

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 194

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 195

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 196

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 197 3. Perhitungan Validitas dan Reliabilitas Uji Coba Tes Kemampuan Memahami

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 198 Hasil Perhitungan Validitas Soal Tes Kemampuan Memahami Siklus I melalui Program SPSS 16 Correlations skort otal skortotal Pearson Correlation item1 1 * .006 .018 22 22 22 22 22 Pearson Correlation .179 1 .507 * .344 Sig. (2-tailed) .424 .016 22 * * .568 ** .000 .500 item7 ** .798 item8 * item9 * item10 item11 item12 item13 item14 item15 ** ** .396 .002 .000 .068 22 22 22 22 .009 -.066 .103 .248 -.067 .908 .967 .771 .650 .265 .767 22 22 22 22 22 22 22 .374 .404 -.106 .083 -.074 .395 .260 -.069 .389 .087 .062 .637 .715 .742 .069 .243 .759 22 22 22 22 22 22 * .307 .466 * .278 .478 * .300 .740 ** .584 ** .662 ** .458 .444 .721 .000 .032 .039 .000 .004 .001 .000 22 22 22 22 22 22 22 -.244 -.157 -.098 .024 -.005 .131 .026 .117 .274 .487 .664 .915 .982 .561 22 22 22 22 22 22 22 1 .229 .283 .281 .347 .193 .305 .201 .205 .114 ** .621 .714 Pearson Correlation .480 .507 Sig. (2-tailed) .024 .016 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 ** .344 .229 1 .318 .218 .439 * .231 .364 .508 .000 .117 .305 .149 .331 .041 .301 .096 .016 .037 .165 .029 .211 .024 .174 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 ** -.244 .283 .318 1 ** .121 .412 .519 * .034 .219 .320 .302 .162 -.032 .006 .274 .201 .149 .005 .000 .593 .057 .013 .879 .328 .146 .172 .471 .886 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item4 ** item6 .024 22 .687 item5 .424 N item3 * item4 .480 N item2 item3 .179 Sig. (2-tailed) item1 item2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N .687 .568 22 ** .574 .697 * .447

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 199 item5 Pearson Correlation .500 * -.157 .281 .218 Sig. (2-tailed) .018 .487 .205 .331 .005 22 22 22 22 22 ** -.098 .347 .439 .000 .664 .114 .041 .000 .001 22 22 22 22 22 22 N item6 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item7 .118 .304 .035 .264 .184 .357 .434 * .067 .001 .879 .601 .170 .878 .235 .412 .103 .044 .768 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 ** 1 .341 .277 ** .340 .514 * .377 .523 * .120 .120 .212 .001 .121 .007 .014 .083 .013 .593 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 1 .384 .267 .251 .251 .301 .227 .341 -.056 .078 .230 .259 .260 .173 .310 .121 .805 .663 .672 ** .554 .024 .193 .231 .121 -.034 .341 Sig. (2-tailed) .032 .915 .389 .301 .593 .879 .120 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 1 .313 .196 .032 .104 .017 .192 -.120 .156 .382 .888 .645 .940 .392 .595 22 22 22 22 22 22 ** .380 .477 * .304 .359 .008 .006 .081 .025 .169 .101 .971 22 22 22 22 22 22 22 ** 1 .464 ** .150 ** .343 .030 .001 .507 .003 .118 22 22 22 22 ** .395 .338 Pearson Correlation .444 * -.005 .374 .364 .412 .118 .277 .384 Sig. (2-tailed) .039 .982 .087 .096 .057 .601 .212 .078 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 ** .131 .404 .508 .519 * .304 ** .267 .313 1 .000 .561 .062 .016 .013 .170 .001 .230 .156 22 22 22 22 22 22 22 22 22 ** .026 -.106 .447 * .034 .035 .340 .251 .196 .004 .908 .637 .037 .879 .878 .121 .259 .382 .006 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 ** .009 .083 .307 .219 .264 ** .251 .032 .380 .464 * 1 Pearson Correlation N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item11 ** -.034 .663 * Sig. (2-tailed) item10 .697 ** 1 .458 N item9 * ** Pearson Correlation N item8 .798 .574 Pearson Correlation .740 .584 .662 * .672 .554 .566 .566 * .676 .746 .608 ** .601

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 200 Sig. (2-tailed) .001 .967 .715 .165 .328 .235 .007 .260 .888 .081 .030 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 ** -.066 -.074 .466 * .320 .184 .514 * .301 .104 .477 .000 .771 .742 .029 .146 .412 .014 .173 .645 .025 .001 .000 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 ** .103 .395 .278 .302 .357 .377 .227 .017 .304 .150 .395 .513 .002 .650 .069 .211 .172 .103 .083 .310 .940 .169 .507 .069 .015 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 ** .248 .260 .478 * .162 .434 .523 * .341 .192 .359 ** .338 .474 .000 .265 .243 .024 .471 .044 .013 .121 .392 .101 .003 .124 .026 .009 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 Pearson Correlation .396 -.067 -.069 .300 -.032 .067 .120 -.056 -.120 .008 .343 .451 * .351 1 Sig. (2-tailed) .068 .767 .759 .174 .886 .768 .593 .805 .595 .971 .118 .003 .008 .035 .109 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 N item12 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item13 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item14 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item15 N .721 .621 .714 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). * * ** .676 .608 .000 .069 .124 .003 22 22 22 22 22 ** 1 .513 .474 .015 .026 .008 22 22 22 22 * 1 .746 ** .601 * ** .553 * * ** .542 ** .553 .451 * .009 .035 22 22 22 ** 1 .351 .542 .109 22

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 201 Hasil Perhitungan Validitas Soal Tes Kemampuan Memahami Siklus II melalui Program SPSS 16 Correlations skortota l skortotal Pearson Correlation item1 item1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item2 item4 .004 .000 .003 .022 .000 22 22 22 22 22 22 22 ** 1 .281 .479 * .299 .358 .206 .024 .177 .625 .002 .531 * .143 .370 .406 .460 .001 .004 .051 .011 .525 .090 .061 .031 22 22 22 22 22 22 22 22 22 .154 .414 .531 * .153 .297 .434 * .207 .187 .204 .096 .102 .493 .055 .011 .497 .180 .044 .356 .404 .362 .671 .800 .651 ** item10 item11 item12 item13 item14 item15 .421 .484 ** item9 ** .599 * item8 .058 .745 ** item7 .002 .591 ** item6 .411 .625 ** item5 .584 * 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 Pearson Correlation .411 .281 1 .125 .221 .162 .344 .298 .441 * .314 -.004 .040 -.072 -.083 .126 -.055 Sig. (2-tailed) .058 .206 .580 .323 .471 .118 .179 .040 .154 .986 .859 .751 .715 .576 .808 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 * .125 1 .455 * .180 .042 .472 * .399 .291 .155 .182 .030 .167 .199 .326 .004 .024 .580 .034 .422 .854 .026 .066 .190 .491 .418 .894 .458 .374 .139 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 N item3 item3 ** 1 Sig. (2-tailed) N item2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N ** .591 .479 22

(221) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 202 item4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item5 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item6 .455 .000 .177 .323 .034 22 22 22 22 ** .358 .162 .003 .102 22 .599 * 1 ** .379 ** .045 .232 .000 .435 .439 .184 .007 .082 .005 .844 .299 1.000 .043 .041 .026 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 .488 * .246 .532 * .186 .458 * .118 -.033 -.080 .228 .003 .021 .269 .011 .408 .032 .601 .885 .723 .307 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 ** 1 .258 .209 .406 .018 .259 -.073 .118 .096 .044 .246 .351 .061 .938 .245 .748 .602 .672 .846 22 22 22 22 22 22 22 22 ** .188 .207 .116 .128 .281 .294 .205 22 22 .180 .281 1 .471 .422 .205 22 22 22 22 ** .604 .561 * .154 .344 .042 .294 Sig. (2-tailed) .022 .493 .118 .854 .184 .003 22 22 22 22 22 22 22 22 ** .414 .298 .472 .488 * .258 1 .000 .055 .179 .026 .007 .021 .246 22 22 22 22 22 22 22 .441 * .399 .379 .246 .209 Pearson Correlation N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item9 .221 .484 Sig. (2-tailed) item8 .299 Pearson Correlation N item7 ** .745 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) .800 ** .651 .531 * * .561 ** .604 .552 .008 .403 .354 .606 .572 22 22 22 22 22 22 22 22 22 ** 1 .467 * .277 .297 -.231 .135 .079 .175 .028 .213 .179 .301 .548 .728 .436 22 22 22 22 22 22 22 22 * 1 .031 .119 .047 -.169 -.165 .253 .893 .599 .836 .453 .464 .255 .644 .066 .082 .269 .351 .001 22 22 22 22 22 22 22 22 ** .153 .314 .291 .532 * .406 .004 .497 .154 .190 .011 .061 .005 * .458 * .474 .032 .040 ** ** .636 * .001 .011 .578 ** * .001 .001 .584 .644 .578 ** .636 .001 .467 .028

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 203 N item10 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 Pearson Correlation .421 .297 -.004 .155 .045 .186 .018 .458 * .277 .031 1 Sig. (2-tailed) .051 .180 .986 .491 .844 .408 .938 .032 .213 .893 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 ** .297 .119 N item11 22 ** -.021 -.051 -.020 .001 .002 .927 .822 .930 22 22 22 22 22 22 ** 1 .326 .217 .000 -.173 .139 .333 1.000 .441 .661 ** .633 * .040 .182 .232 .458 * .259 Sig. (2-tailed) .011 .044 .859 .418 .299 .032 .245 .008 .179 .599 .001 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 Pearson Correlation .143 .207 -.072 .030 .000 .118 -.073 .188 -.231 .047 ** .326 1 -.291 -.261 -.106 Sig. (2-tailed) .525 .356 .751 .894 1.000 .601 .748 .403 .301 .836 .002 .139 .189 .241 .639 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 Pearson Correlation .370 .187 -.083 .167 .435 * -.033 .118 .207 .135 -.169 -.021 .217 -.291 1 ** .241 Sig. (2-tailed) .090 .404 .715 .458 .043 .885 .602 .354 .548 .453 .927 .333 .189 .000 .281 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 Pearson Correlation .406 .204 .126 .199 .439 * -.080 .096 .116 .079 -.165 -.051 .000 -.261 ** 1 Sig. (2-tailed) .061 .362 .576 .374 .041 .723 .672 .606 .728 .464 .822 1.000 .241 .000 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 * .096 -.055 .326 .474 * .228 .044 .128 .175 .253 -.020 -.173 -.106 .241 N item15 22 .434 N item14 22 .531 N item13 22 Pearson Correlation N item12 22 Pearson Correlation * .460 .552 .661 .633 .721 .721 .540 ** .009 22 22 ** 1 .540

(223) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 204 Sig. (2-tailed) N .031 .671 .808 .139 .026 .307 .846 .572 .436 .255 .930 .441 .639 .281 .009 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 22

(224) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 205 Hasil Perhitungan Reliabilitas Soal Tes Siklus I melalui Program SPSS 16 Reliability Case Processing Summary N Cases Valid a Excluded Total % 22 100.0 0 .0 22 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .842 10 Hasil Perhitungan Reliabilitas Soal Tes Siklus II melalui Program SPSS 16 Reliability Case Processing Summary N Cases Valid % 22 a Excluded Total 100.0 0 .0 22 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha .817 N of Items 10

(225) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 206 4. Rincian Hasil Validitas Uji Coba Tes Kemampuan Memahami

(226) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 207 Hasil Uji Coba Tes Kemampuan Memahami Siklus I No. Item 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Corrected ItemTotal Correlation (r hitung) 0,179 0,480 0,687 0,568 0,500 0,798 0,458 0,444 0,740 0,584 0,662 0,721 0,621 0,714 0,396 Kriteria Valid (r tabel) Keputusan 0,423 0,423 0,423 0,423 0,423 0,423 0,423 0,423 0,423 0,423 0,423 0,423 0,423 0,423 0,423 Tidak valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak valid

(227) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 208 Hasil Uji Coba Tes Kemampuan Memahami Siklus II No. Item 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Corrected ItemTotal Correlation (r hitung) 0,625 0,411 0,591 0,745 0,599 0,484 0,800 0,651 0,584 0,421 0,531 0,143 0,370 0,406 0,460 Kriteria Valid (r tabel) Keputusan 0,423 0,423 0,423 0,423 0,423 0,423 0,423 0,423 0,423 0,423 0,423 0,423 0,423 0,423 0,423 Valid Tidak valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak valid Valid Tidak valid Tidak valid Tidak valid Valid

(228) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 209 Lampiran 3 : Tes, Observasi, Kuesioner, Wawancara 9. Instrumen Tes Kemampuan Memahami 10. Hasil Pengisian Tes Kemampuan Memahami 11. Instrumen Observasi 12. Hasil Pengisian Lembar Observasi 13. Instrumen Kuesioner 14. Hasil Pengisian Lembar Kuesioner 15. Instrumen Wawancara 16. Verbatim Hasil Wawancara

(229) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 210 1. Instrumen Tes Kemampuan Memahami

(230) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 211 Nama : No : Kelas : Soal Tes Kerjakan soal-soal berikut dengan sungguh-sungguh! 1. Bangun ini dibatasi oleh alas yang berbentuk segiempat dan empat segitiga yang bertemu pada satu titik puncak, apa nama bangun ruang itu dan apa saja benda yang menyerupai bangun ruang tersebut (minimal 2)? Jawab : 2. Bangun ini dibatasi oleh tiga pasang sisi yang berhadapan, sejajar, dan sama besar, apa nama bangun ruang itu dan apa saja benda yang menyerupai bangun ruang tersebut (minimal 2)? Jawab :

(231) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 212 3. Ayah membelikan almari untuk Reva yang berbentuk balok dengan tinggi 200 cm, panjang 150 cm, dan lebar 50 cm, gambarlah bentuk almari tersebut dengan aturan gambar 1 cm mewakili 50 cm! Jawab : 4. Meta akan memberikan celengan sebagai kado untuk adiknya. Celengan itu berbentuk tabung yang diameternya 10 cm dan tingginya 20 cm, gambarlah bentuk celengan tersebut apabila 1 cm mewakili 5 cm! Jawab :

(232) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 213 5. Bangun ini memiliki 2 rusuk namun dia tidak memiliki titik sudut, selain itu bangun ini memiliki 3 sisi berupa dua sisi lingkaran dan satu sisi selimut berbentuk persegi panjang. Coba tuliskan apa nama bangun yang dimaksud dan gambarlah bangunnya apabila bangun ini memiliki diameter 2 cm dan tinggi 3 cm! Jawab : 6. Bangun ini memiliki 12 rusuk dan 8 titik sudut, selain itu bangun ini memiliki 6 sisi segiempat yang sama besar. Coba tuliskan apa nama bangun yang dimaksud dan gambarlah bangunnya apabila bangun ini memiliki tinggi 2 cm! Jawab : 7. a b Noa memiliki kardus makanan yang berbentuk kubus dan balok, tuliskan perbandingan bentuk kedua kardus makanan yang dimiliki Noa berdasarkan ciri-cirinya (minimal 2)!

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 214 Jawab : 8. a b Tuliskan perbandingan bentuk kedua bangun diatas berdasarkan ciri-cirinya (minimal 2)! Jawab : 9. Pembatas jalan diatas adalah salah satu benda yang menyerupai bangun kerucut. Coba tuliskan 3 sifat-sifat bangun kerucut! Jawab : 10. Dena baru saja membeli sebuat botol minuman yang berbentuk tabung, jelaskan pengertian bentuk botol minuman yang dibeli Dena tersebut berdasarkan sifat-sifatnya! Jawab :  Selamat Mengerjakan 

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 215 Nama : No : Kelas : Soal Tes Kerjakan soal-soal dibawah ini dengan sungguh-sungguh! 1. Mela membuka kaleng susu untuk membuat kerajinan tangan. Kaleng susu tersebut apabila dibuka bentuknya seperti gambar disamping. Menyerupai gambar jaring-jaring bangun apakah itu? Coba tuliskan benda-benda disekitarmu yang apabila dibuka bentuknya menyerupai gambar tersebut (minimal 3)! Jawab : 2. Suatu hari Tika diajak ibu pergi ke toko. Disana Tika membeli es krim, sampai di rumah, Tika membuka bungkus es krim tersebut. Setelah dibuka, bentuknya seperti gambar disamping. Menyerupai gambar jaring-jaring bangun apakah itu? Coba tuliskan benda-benda disekitarmu yang apabila dibuka bentuknya menyerupai gambar tersebut (minimal 3)! Jawab :

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 216 3. Bangun ini hanya memiliki 2 rusuk, selain itu memiliki 2 sisi yang berbentuk lingkaran dan 1 sisi yang berbentuk persegi panjang, namun tidak memiliki titik sudut. Coba tuliskan apa nama bangun yang dimaksud dan gambarkan jaring-jaring bangunnya apabila bangun ini memiliki diameter 1 cm dan tinggi 2 cm! Jawab : 4. Bangun ini memiliki 8 titik sudut, 12 rusuk, dan 6 sisi yang sama besar dan berbentuk segiempat. Coba tuliskan apa nama bangun yang dimaksud dan gambarkan jaring-jaring bangunnya apabila bangun ini memiliki tinggi 1 cm! Jawab : 5. Bangun ini memiliki 5 titik sudut dan 8 rusuk, selain itu bangun ini memiliki 5 sisi berupa 4 sisi segitiga dan 1 sisi segiempat. Coba tuliskan apa nama bangun ini dan gambarlah jaring-jaring bangunnya apabila bangun ini memiliki tinggi 2 cm dan panjang sisi segiempatnya 1,5 cm! Jawab :

(236) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 217 6. Dari gambar kubus disamping gambarlah jaring-jaring bangun kubusnya dan beri tanda sesuai hurufnya! (panjang rusuk = 1 cm) Jawab : 7. Kakak memiliki sebuah mainan berbentuk limas segitiga samasisi yang sisinya 3 cm, setiap sisi bangunnya mempunyai warna yang berbeda-beda, gambarlah jaring-jaring bangun limasnya dan tulislah warnanya disetiap sisi sesuai gambar diatas dengan alas berwarna hitam! Jawab : 8. Dari gambar balok disamping gambarlah jaring-jaring bangun kubusnya dan beri tanda sesuai hurufnya! (panjang = 4 cm, lebar = 2 cm, tinggi = 1 cm) Jawab :

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 218 9. (a) (b) Perhatikan gambar di atas dengan sungguh-sungguh! Coba tuliskan perbandingan kedua jaring-jaring bangun di atas (minimal 2)! Jawab : 10. Coba perhatikan gambar jaring-jaring bangun ruang disamping, gambar jaring-jaring bangun ruang apakah itu? Tuliskan apa saja sifat-sifatnya (minimal 3)! Jawab :  Selamat Mengerjakan 

(238) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 219 2. Hasil Pengisian Tes Kemampuan Memahami

(239) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 220

(240) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 221

(241) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 222

(242) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 223

(243) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 224

(244) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 225

(245) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 226

(246) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 227

(247) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 228 3. Instrumen Observasi

(248) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 229 HASIL ANALISIS KEBUTUHAN (OBSERVASI) Sumber: Pengembangan Perangkat Pembelajaran Yang Mengakomodasi Pemodelan Dalam Menyelesaikan Masalah Penjumlahan Pecahan Dengan Pendekatan PMRI Kelas IV A SD Negeri Adisucipto 1. 081134138. Erni Kurniasih. 1. Karakteristik Penggunaan Konteks No. 1 Aspek Menggunakan masalah kontekstual d. Menggunakan soal cerita yang dekat dengan kehidupan siswa e. Permasalahan kontekstual yang disampaikan mampu mengarahkan siswa menemukan konsep f. Permasalahan kontekstual yang disampaikan mudah dimengerti siswa 2 Menggunakan permainan c. Permainan yang digunakan membangkitkan semangat siswa d. Permainan menggambarkan apa yang akan dipelajari 3 Menggunakan media dan alat peraga c. Media dan alat peraga yang digunakan mudah ditemukan/ dekat dengan siswa Narasi Singkat

(249) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 230 d. Media dan alat peraga dapat menarik perhatian siswa 4 Menggali pengetahuan awal yang dimiliki siswa b. Pengetahuan awal yang digali sesuai dengan materi 2. Karakteristik Penggunaan Model No. 1 Aspek Penggunaan strategi informal oleh siswa dalam pemecahan masalah 2 Penggunaan strategi formal oleh siswa dalam pemecahan masalah d. Memodelkan masalah dalam kalimat matematika e. Menggunakan rumus matematika dalam pemecahan masalah f. Menggunakan langkah-langkah matematis dalam pemecahan masalah 3 Pembimbingan oleh guru dalam menjembatani strategi informal siswa ke strategi formal d. Guru memberi pertanyaan yang mengarah ke strategi formal e. Guru memberi soal dengan konteks lain yang mengarah ke strategi formal f. Guru memberi contoh analogi Narasi Singkat

(250) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 231 yang mengarah ke strategi formal 3. Karakteristik Penggunaan Kontribusi Siswa No. Narasi Singkat Aspek 1. Pengungkapan berbagai strategi yang digunakan dalam pemecahan masalah d. Munculnya berbagai cara yang digunakan dalam pemecahan masalah oleh siswa e. Pemberian waktu mencukupi kepada siswa dalam pemecahan masalah f. Pemilihan media oleh siswa yang digunakan dalam pengungkapan strategi yang digunakan 2 Pemberian tanggapan terhadap strategi yang digunakan c. Siswa memberi komentar/saran terhadap hasil pekerjaan siswa lain d. Siswa menyimpulkan hasil pelajaran (guru hanya mengarahkan siswa) 3 Pemberian motivasi oleh guru kepada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya terhadap pemecahan masalah b. Pemberian pertanyaan oleh guru untuk memancing siswa bertanya

(251) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 232 4 Pemberian kesempatan oleh guru kepada siswa untuk mengungkapkan pendapat 5 Pengajuan pertanyaan oleh siswa yang mengarah pada pembangunan konsep pembelajaran 4. Karakteristik Penggunaan Interaktivitas Siswa No. 1 Aspek Guru dan Siswa i. Membangun norma kelas j. Mengadakan tanya jawab selama pelajaran berlangsung k. Melakukan demonstrasi dengan menggunakan media pembelajaran l. Membimbing siswa dalam memecahkan masalah berupa soal yang diberikan guru m. Memfasilitasi negosiasi antar siswa n. Melakukan penilaian proses o. Melakukan penilaian produk p. Memberikan penguatan 2 Siswa dan Siswa f. Mempresentasikan hasil pekerjaan g. Melakukan kerjasama dengan siswa lain h. Menyampaikan pendapat atau pertanyaan Narasi Singkat

(252) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 233 i. Memberikan apresiasi terhadap teman lain j. Memperhatikan teman yang menyampaikan pendapat 5. Karakterisik Penggunaan Intertwining No. 1 Aspek Adanya kaiatan materi pecahan dengan materi lainnya dalam satu mata pelajaran matematika e. Kaitannya dengan materi bilangan bulan (Penjumlahan Bilangan Bulat) f. Kaitanyya dengan materi bangun datar g. Kaitannya dengan materi menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pecahan 2. Adany kaitan materi bilangan pecahan dengan materi dari mata pelajaran diluar matematika e. Kaitannya dengan materi dimapel bahasa Indonesia f. Kaitannya dengan materi di maple IPS g. Kaitannya dengan materi di mapel IPA h. Kaitannya dengan materi di mapel SBK Narasi Singkat

(253) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 234 4. Hasil Pengisian Lembar Observasi

(254) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 235

(255) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 236

(256) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 237

(257) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 238

(258) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 239

(259) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 240

(260) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 241

(261) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 242

(262) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 243

(263) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 244

(264) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 245 5. Instrumen Kuesioner

(265) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 246 KUESIONER KETERLAKSANAAN PMRI Bacalah setiap pernyataan dengan teliti dan berilah jawaban dengan cara memberi tanda centang (√) pada kolom yang sesuai dengan keadaanmu! Keterangan: SS = Sangat Setuju TS = Tidak Setuju S = Setuju STS = Sangat Tidak Setuju IDENTITAS Nama Sekolah : ………………………………… Nama : ………………………………… Kelas : ……............................................ No 1 Pernyataan Saya paham saat guru menjelaskan materi matematika yang dikaitkan dengan materi matematika lain 2 Saya merasa kesusahan mempelajari matematika saat dikaitkan dengan materi matematika lain 3 Saya merasa mudah mempelajari matematika saat dikaitkan dengan mata pelajaran lain 4 Saya bingung saat guru menjelaskan materi matematika saat dikaitkan dengan mata pelajaran lain 5 Saya senang mengikuti pelajaran matematika yang dikaitkan dengan mata pelajaran lain 6 Saya kesulitan mengaitkan materi matematika dengan mata pelajaran lain 7. Saya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru saat pelajaran matematika 8. Saya bertanya kepada guru saat tidak memahami materi yang disampaikan SS S TS STS

(266) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 247 9. Saya merasa senang jika guru memuji saya saat saya melakukan hal yang benar 10. Saya kurang berani mempresentasikan hasil kerja dengan kelompok saya 11. Saya hanya diam saat teman saya menjawab pertanyaan atau maju ke depan kelas 12. Saya meninggalkan tugas dalam kelompok saat anggota lain menyelesaikan tugas 13. Saya paham saat guru menjelaskan materi pelajaran dengan menggunakan contoh konkret 14 Saya kesulitan memahami konsep matematika dari contoh-contoh konkret 15 Saya mampu menggunakan contoh-contoh yang dijelaskan guru untuk memahami pengetahuan matematika 16 Saya kesulitan menyimpulkan contoh-contoh yang dijelaskan guru menjadi pengetahuan matematika 17 Saya mudah menyimpulkan materi yang dijelaskan dengan bahasa sendiri 18 Saya kesulitan menyusun kalimat dengan bahasa yang baik untuk menyelesaikan masalah matematika 19 Saya mampu memberikan komentar terhadap penjelasan guru maupun teman 20 Saya merasa bingung apabila diminta berpendapat 21 Saya mampu memilih informasi yang dapat saya gunakan untuk menyelesaikan soal 22 Saya merasa sulit untuk menemukan cara lain dalam menyelesaikan soal selain cara yang diberikan guru 23 Saya mampu menyampaikan kembali hasil informasi yang saya peroleh dengan bahasa sendiri

(267) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 248 24 Saya mudah terpengaruh dengan cara teman dalam menyelesaikan soal 25 Saya menemukan cerita yang disampaikan guru di kehidupan sehari-hari saya 26 Saya asing dengan cerita yang disampaikan guru diawal pembelajaran 27 Masalah nyata yang diceritakan guru membantu saya menyimpulkan isi pelajaran 28 Saya menyimpulkan isi pembelajaran dengan menghafalkan rumus matematika 29 Saya penasaran tentang materi yang akan saya pelajari setelah mendengar guru bercerita diawal pembelajaran 30 Saya bosan mendengarkan guru bercerita diawal pembelajaran

(268) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 249 6. Hasil Pengisian Lembar Kuesioner

(269) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 250 Hasil Pengisian Lembar Kuesioner pada Siklus I

(270) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 251

(271) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 252

(272) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 253 Hasil Pengisian Lembar Kuesioner pada Siklus II

(273) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 254

(274) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 255

(275) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 256 7. Instrumen Wawancara

(276) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 257 Pedoman Wawancara Guru Nama guru : Waktu : No 1 Pertanyaan Apakah siswa dapat mengubah masalah yang diberikan dalam simbol-simbol matematika? 2 Apakah siswa mengerti apa yang ditanyakan dalam masalah yang diberikan? 3 Apakah siswa dapat merancang penyelesaian masalahnya? 4 Apakah siswa dapat menyelesaikan masalah dengan cara yang Bapak contohkan? 5 Apakah siswa memiliki alternatif/cara lain dalam menjawab pertanyaan? 6 Apakah siswa dapat menyelesaikan masalah dengan alternatif/caranya sendiri? 7 Apakah siswa bersedia mengungkapkan pendapat/jawabannya? 8 Apakah siswa dapat mengungkapkan pendapat/jawabannya dengan jelas? Jawaban

(277) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 258 9 Apakah terdapat variasi jawaban siswa? 10 Rata-rata ada berapa siswa yang mampu menanggapi penjelasan dari Bapak? 11 Apa saja kendala yang Bapak hadapi dalam merangsang siswa mengungkapkan pendapat/jawabannya?

(278) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 259 8. Verbaltim Hasil Wawancara

(279) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 260 Verbaltim Wawancara dengan Guru pada Siklus I P-01 : “Setelah pembelajaran PMRI dilaksanakan, menurut Bapak apakah siswa dapat mengubah sendiri masalah yang diberikan ke dalam simbolsimbol matematika?” G-01 : “Ya, beberapa siswa mampu mengubah masalah yang diberikan dalam simbol matematika. Namun sebagian besar belum mampu.” P-02 : “Menurut Bapak apakah yang membuat anak-anak belum mampu mengubah masalah matematika ke dalam simbol-simbol matematika itu Pak?” G-02 : “Mungkin ini mbak, banyak diantara siswa yang tidak ada usaha untuk mau tahu apa yang sedang dipelajari. Mereka hanya sekedar mengerjakan soal, dicocokkan, seperti itu mbak, bahkan mendapat nilai berapa itu tak terlalu mempengaruhi mereka untuk belajar.” P-03 : “Lalu apakah siswa mengerti apa yang ditanyakan dalam masalah yang diberikan?” G-03 : “Hanya sedikit siswa yang mengerti dengan sendirinya. Siswa mengerti apa yang ditanyakan ketika saya memberi mereka rangsangan berupa pertanyaan-pertanyaan lain yang mengarah.” P-04 : “Menurut bapak apakah siswa dapat merancang penyelesaian masalahnya tersebut?” G-04 : “Ya, sebagian siswa mampu merancang penyelesaian masalah.” P-05 : “Apakah siswa dapat menyelesaikan masalah dengan cara yang bapak contohkan?” G-05 : “Ya mbak, Ya, mereka dapat menyelesaikan masalah dengan contoh yang saya berikan” P-06 : “Apakah siswa memiliki cara/alternatif lain lain dalam menjawab pertanyaan?” G-06 : “Belum banyak siswa yang memiliki alternatif/cara lain dalam menjawab pertanyaan, namun sudah ada beberapa siswa yang mencoba.”

(280) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 261 P-07 : “Lalu apakah siswa dapat menyelesaikan masalah dengan alternatif/caranya sendiri?” G-07 : “Tidak selalu, sering kali mereka juga salah dalam menjawab.” P-08 : “Apakah siswa bersedia mengungkapkan pendapat/jawabannya?” G-08 : “Ya, sebagian besar siswa mau mengungkapkan pendapatnya, namun ada pula siswa yang pasif dan diam saja.” P-09 : “Apakah siswa dapat mengungkapkan pendapat/jawabannya dengan jelas?” G-09 : “Ya, beberapa siswa dapat mengungkapkan pendapatnya dengan jelas ketika diminta untuk berbicara, ada pula siswa yang ragu-ragu ketika diminta berbicara sendiri.” P-10 : “Apakah jawaban-jawaban siswa tersebut bervariasi?” G-10 : “Ketika saya memberi pertanyaan, jawaban yang dimunculkan siswa sangat bervariasi, ada yang salah namun ada pula yang benar..” P-11 : “Rata-rata ada berapa siswa yang mampu menanggapi penjelasan/pertanyaan yang bapak sampaikan? G-11 : “Ada sekitar 5-7 siswa yang benar-benar mau menanggapi penjelasan saya, siswa lain mau menanggapi penjelasan/pertanyaan secara beramairamai, namun ketika diminta mengulang kembali tanggapannya mereka menyampaikannya dengan ragu-ragu.” P-12 : “Apa saja kendala yang bapak hadapi dalam merangsang siswa mengungkapkan pendapat/jawabannya?” G-12 : “Emmm mungkin ini mbak, karena jam pelajaran Matematika ada yang dilaksanakan setelah jam pelajaran olahraga, siswa menjadi sulit difokuskan untuk mengikuti pelajaran dengan tenang, banyak siswa mengeluh lelah. Minat siswa untuk memperhatikan menjadi berkurang. Ada pula anak yang pasif dan tidak ada usaha untuk belajar atau usaha mengerti. Rata-rata anak yang pasif itu dirumah juga tidak ada yang mendampingi belajar mbak, jadi dirumah anak-anak itu kebanyakan tidak belajar sehingga ketika ditanya seperti itu ya jawabannya ragu-ragu. Mereka tidak mempersiapkan diri dari rumah, baru di sekolah inilah

(281) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 262 mereka belajar, mencari tahu, makanya keberaniannya untuk berpendapatpun juga sepertinya kurang mbak kecuali kalau saya pancing-pancing terus dengan pertanyaan-pertanyaan.”

(282) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 263 Verbaltim Wawancara dengan Guru pada Siklus II P-01 : “Setelah pembelajaran PMRI dilaksanakan, menurut Bapak apakah siswa dapat mengubah sendiri masalah yang diberikan ke dalam simbolsimbol matematika?” G-01 : “Secara umum siswa sudah bisa mengubah masalah yang diberikan ke dalam simbol matematika. Hanya ada satu dua anak yang tidak bisa, hal itu kan biasa to mbak. Kalo soal cerita itu ya mbak ya anak-anak sudah bisa tahu apa yang disampaikan dalam isi cerita tersebut, lalu mereka mengubah sendiri simbol-simbol matematikanya.” P-02 : “Berarti menggunakan soal cerita seperti itu memang sulit dipahami oleh siswa ya pak?” G-02 : “Iya mbak, itulah yang saya tidak mengerti, anak-anak itu sudah mampu mengubah simbol-simbol yang ada namun sering kali mereka salah dalam menjawab.” P-03 : “Lalu apakah siswa mengerti apa yang ditanyakan dalam masalah yang diberikan?” G-03 : “Rata-rata bisa mbak. Seperti tadi mbak ya saya rasa sekitar 70% siswa bisa mengerti pertanyaan yang disiratkan dalam masalah.” P-04 : “Menurut bapak apakah siswa dapat merancang penyelesaian masalahnya tersebut?” G-04 : “Ehmmm saya rasa ada beberapa siswa dapat merancang penyelesaian masalahnya sendiri meskipun hanya sekedar coba-coba, seperti si Angga, Abi, Resa, Dias, terus Desta itu bisa mbak.” P-05 : “Apakah siswa dapat menyelesaikan masalah dengan cara yang bapak contohkan?” G-05 : “Ya mbak, mereka dapat menyelesaikan masalah dengan cara yang saya contohkan, ya itu mbak karena sepertinya mereka itu terlalu bergantung pada apa yang dicontohkan oleh guru.” P-06 : “Apakah siswa memiliki cara/alternatif lain lain dalam menjawab pertanyaan?”

(283) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 264 G-06 : “Ya sekarang sudah lebih banyak siswa yang memiliki inisiatif untuk mencoba-coba menggunakan cara lain dalam menjawab pertanyaan mbak daripada yang dulu itu, meskipun mereka ragu-ragu mbak, sering mereka tanya “Pak kalau begini boleh pak? Kalau begitu boleh Pak? Seperti itu.” P-07 : “Lalu apakah siswa dapat menyelesaikan masalah dengan alternatif/caranya sendiri?” G-07 : “Mereka tidak selalu benar mbak kalau memakai cara mereka sendiri. Ada siswa yang menjawab dengan benar ada pula yang menjawab salah. Ya mungkin karena anak-anak hanya mencoba-coba ya mbak ya.” P-08 : “Apakah siswa bersedia mengungkapkan pendapat/jawabannya?” G-08 : “Ya beberapa siswa mau mengungkapkan pendapatnya, apalagi dengan dipancing melalui pertanyaan-pertanyaan terlebih dahulu, namun sebagian besar anak itu mau menjawab secara bersama-sama begitu mbak istilahnya grudukan gitu, ada pula siswa yang mengungkapkan pendapatnya dengan asal-asalan saja, tetapi kalau menjawab pertanyaan kebanyakan siswa mau meskipun jawabannya tidak selalu benar.” P-09 : “Apakah siswa dapat mengungkapkan pendapat/jawabannya dengan jelas?” G-09 : “Beberapa siswa dapat mengungkapkan pendapatnya dengan jelas, seperti anak-anak yang telah saya sebutkan tadi itu mbak, si Roni itu juga sering menjawab dengan lantang mbak, tapi sering salahnya daripada menjawab dengan benar. Hahahahhaa.... Tapi ada pula siswa yang ketika ditanya secara individu, mereka hanya menjawab pelan-pelan dan suaranya tidak jelas dan ujung-ujungnya pasti cuma tersenyum.” P-09 : “Ehmmmm... Lalu apakah jawaban-jawaban siswa tersebut bervariasi Pak?” G-09 : “Iya mbak, jawaban siswa sangatlah bervariasi. Ada siswa yang menjawab dengan benar, ada pula siswa yang menjawab meskipun jawabannya salah. Akan tetapi apabila ada siswa yang menjawab salah, biasanya siswa lain akan segera ikut memberi komentar atau membenarkan jawaban temannya itu.”

(284) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 265 P-11 : “Rata-rata ada berapa siswa yang mampu menanggapi penjelasan/pertanyaan yang bapak sampaikan? G-11 : “Siswa yang mampu menanggapi penjelasan saya dengan suara yang jelas dan lantang ya sekitar 10-11 siswa, namun hampir seluruh siswa mampu menanggapi juga kok mbak meskipun tidak dengan jelas dan hanya beramai-ramai itu tadi.” P-12 : “Apa saja kendala yang bapak hadapi dalam merangsang siswa mengungkapkan pendapat/jawabannya?” G-12 : “Sama seperti sebelumnya mbak, kendala yang saya hadapi ketika mata pelajaran matematika dilaksanakan setelah mata pelajaran olahraga, banyak siswa mengeluh lelah dan malas untuk belajar. Selain itu juga beberapa siswa yang belum mampu untuk menjawab pertanyaan dengan jelas, masih sangat sulit untuk diberi motivasi. Seringkali saya putus asa mbak untuk merangsang mereka berbicara, apalagi beberapa siswa putri pendiam, ketika ditanya jawabannya ragu-ragu, apabila ditanya terus pasti hanya senyum-senyum.”

(285) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 266 Lampiran 4 : Silabus dan RPP 5. Silabus Siklus 1 6. RPP Siklus I 7. Silabus Siklus II 8. RPP Siklus II

(286) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 267 1. Silabus Siklus 1

(287) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 268 SILABUS TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Standar Kompetensi : : : : Kompetensi Dasar 6.2 Mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang SD Kanisius Nglinggi MATEMATIKA V (lima) / 2 (dua) 6. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun Indikator     Kognitif o Menyebutkan sifat-sifat bangun ruang o Menentukan sisi-sisi bangun ruang o Menentukan rusukrusuk bangun ruang o Menentukan tidik sudut bangun ruang Afektif o Mengutarakan ide dan gagasan kepada temanteman dalam kelompok o Tepat waktu dalam mengerjakan tugas dalam kelompok Psikomotor o Mewarnai bangun ruang untuk menunjukkan sifatsifatnya Kognitif o Menyebutkan langkahlangkah menggambar Materi Pokok/ Pembelajaran Sifat-sifat bangun ruang Menggambar bangun ruang Kegiatan Pembelajaran 1) Siswa mendiskusikan sifatsifat yang dimiliki bangun ruang yang diterima pada masing-masing kelompok berdasarkan pengamatan 2) Siswa mewarnai bagian yang merupakan sisi, rusuk dan titik sudut bangun ruang dengan warna yang berbeda 3) Siswa mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas 1) Siswa mendiskusikan cara menggambar bangun kubus dan balok berdasarkan pengamatan Penilaian Tes tertulis Alokasi Waktu 2x35 menit   Tes tertulis 2x35 menit  Sumber Belajar Alat : pensil warna Media pembelajar an : bangun ruang buatan Alat kertas, pensil, :

(288) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 269    bangun ruang kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut o Menyebutkan contohcontoh benda yang menyerupai bangun kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut o Menyebutkan perbandingan bentuk dua bangun ruang yang berbeda Afektif o Mengutarakan ide dan gagasan kepada temanteman dalam kelompok o Tepat waktu dalam mengerjakan tugas dalam kelompok Psikomotor o Menggambar bangun kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut o Mewarnai sisi, rusuk, dan titik sudut dengan warna yang berbeda Kognitif o Menyebutkan contoh benda yang menyerupai bangun ruang o Menyebutkan sifat-sifat bangun ruang yang ditunjukkan langsung pada bangun 2) Berdasarkan pengamatan, siswa mencatat perbedaan bentuk bangun kubus dan balok 3) Siswa mewarnai bagian yang merupakan sisi, rusuk, dan titik sudut pada gambar yang dibuat 4) Siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya Sifat-sifat, gambar, dan contoh bangun ruang 1) Guru dan siswa melakukan tanya jawab singkat mengenai materi bangun ruang yang dipelajari sebelumnya 2) Guru menjelaskan peraturan pengerjaan soal evaluasi 3) Guru memberikan soal evaluasi  Tes tertulis 2x35 menit penggaris, pensil warna Media pembelaja ran : bangun ruang buatan  Alat : lembar soal, pensil, penggaris, penghapus

(289) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 270 Mendeskripsikan bangun ruang berdasarkan sifatsifatnya Afektif o Membandingkan dua bangun ruang yang berbeda o Tepat waktu dalam mengerjakan tugas Psikomotor o Menggambar bangun kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut o   kepada masing-masing siswa 4) Siswa mengerjakan soal dengan sungguh-sungguh 5) Siswa mengumpulkan jawaban yang sudah selesai di meja guru Klaten, 07 April 2014 Mengetahui, Kepala Sekolah Guru Matematika YB. Sumarsa M. Supriyadi, S. Si.

(290) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 271 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I

(291) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 272 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Sekolah : SD Kanisius Nglinggi Mata Pelajaran : Matematika Tema/unit : Bangun Ruang Kelas/semester : V (lima) / 2 (dua) Alokasi waktu : 2 x 35 menit Pertemuan ke : 1 (satu) A. Standar Kompetensi : 6. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun B. Kompetensi Dasar 6.2 Mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang C. Indikator  Kognitif o Menyebutkan sifat-sifat bangun ruang o Menentukan sisi-sisi bangun ruang o Menentukan rusuk-rusuk bangun ruang o Menentukan tidik sudut bangun ruang  Afektif o Mengutarakan ide dan gagasan kepada teman-teman dalam kelompok o Tepat waktu dalam mengerjakan tugas dalam kelompok  Psikomotor o Mewarnai bangun ruang untuk menunjukkan sifat-sifatnya D. Tujuan Pembelajaran  Kognitif o Siswa dapat menyebutkan 3 sifat bangun ruang melalui penjelasan dari guru

(292) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 273 o Siswa dapat menentukan sisi-sisi bangun ruang melalui kegiatan pengamatan pada bangun ruang o Siswa dapat menentukan rusuk-rusuk bangun ruang melalui kegiatan pengamatan pada bangun ruang o Siswa dapat menentukan tidik sudut bangun ruang melalui kegiatan pengamatan pada bangun ruang  Afektif o Siswa dapat mengutarakan ide dan gagasan kepada teman-teman dalam kelompok melalui kegiatan diskusi o Siswa dapat tepat waktu dalam mengerjakan tugas dalam kelompok melalui kegiatan diskusi  Psikomotor o Siswa dapat menunjukkan sifat-sifat bangun ruang melalui kegiatan mewarnai gambar bangun ruang dengan warna yang berbeda pada setiap sifatnya E. Materi Ajar  Sifat-sifat bangun ruang F. Model dan metode Pembelajaran a. Pendekatan pembelajaran : Pendidikan Indonesia b. Model Pembelajaran : Cooperative Learning c. Metode Pembelajaran :  Tanya jawab  Demonstrasi  Diskusi  Presentasi kelompok  Penugasan individu G. Langkah-langkah Pembelajaran Kegiatan awal (5 menit)  Salam pembuka  Doa Matematika Realistik

(293) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 274   Absensi Guru melakukan tanya jawab kepada siswa dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai benda-benda di sekitar yang menyerupai bangun ruang  Guru mengajak siswa untuk melakukan sedikit permainan sederhana sebagai pemanasan  Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari dan tujuannya  Guru membagi siswa menjadi empat kelompok dengan meminta siswa untuk mengambil kertas warna-warni  Siswa mencari teman yang mendapat kertas yang berwarna sama kemudian berkumpul dalam kelompok Kegiatan inti ( 60 menit)  Guru menceritakan sebuah cerita “Ulang Tahun Teman Ira” yang berisi mengenai benda-benda yang berbentuk bangun ruang yang ada di sekitar  Guru memberikan penjelasan singkat mengenai sisi, rusuk, dan titik sudut bangun ruang  Guru mengambil beberapa bangun ruang sederhana dan memberikan penjelasan singkat mengenai cara menentukan sifat-sifat bangun ruang  Guru memberikan gambar bangun ruang kepada setiap siswa  Guru meminta siswa untuk mewarnai bangun ruang pada bagian-bagian yang merupakan sifat-sifat bangun ruang dengan warna yang berbeda  Guru meminta beberapa siswa untuk menunjukkan hasil jawabannya  Guru meminta siswa untuk bertanya atau menyampaikan pendapat  Guru memberikan beberapa bangun ruang sederhana pada setiap kelompok  Siswa mengamati bangun ruang sederhana yang diperoleh secara bersamasama dalam kelompok  Guru meminta siswa untuk mendiskusikan bersama-sama sifat-sifat bangun ruang sederhana yang diperoleh dalam kelompoknya  Siswa mendiskusikan sifat-sifat bangun ruang sederhana yang diperoleh dalam kelompoknya bersama-sama  Guru meminta setiap kelompok untuk menunjuk salah satu temannya agar mempresentasikan hasil diskusinya didepan kelas  Guru bersama-sama siswa mengoreksi hasil diskusi masing-masing kelompok Kegiatan akhir (5 menit)  Guru memberi penghargaan kepada siswa yang mau mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas dan kepada seluruh siswa yang telah berpartisipasi aktif

(294) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 275

(295) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 276 Cerita Ulang Tahun Teman Ira Hari Minggu kemarin, sesudah mandi pagi Ira menemani ibu berbelanja ke pasar. Dia membawa benda untuk membawa barang belanjaannya. Benda itu memiliki 6 sisi yang terdiri dari 3 pasang sisi yang berhadapan dan sama besar, selain itu benda itu memiliki 12 rusuk dan 8 titik sudut. Coba tebak benda berbentuk apakah itu? Selain menemani ibunya berbelanja, Ira berencana untuk membeli hadiah ulang tahun yang akan dihadirinya esok hari. Ia akan membelikan kado ulang tahun dengan uang tabungannya sendiri. Ira menabung uangnya dalam tempat yang mempunyai ciri tidak memiliki titik sudut namun memiliki 3 sisi dan dua rusuk. Berbentuk apakah benda tersebut? Akhirnya ia membeli sebuah benda sebagai hadiah ulang tahun temannya dengan ciri-ciri tidak memiliki rusuk, tidak memiliki tititik sudut, namun memiliki satu sisi. Benda berbentuk apakah hadiah ulang tahun untuk temannya itu? Benda tersebut dimasukkan dalam sebuah benda yang memiliki 6 sisi yang sama besar, 12 rusuk, dan 8 titik sudut. Berbentuk apakah wadah hadiah ulang tahun untuk teman Ira tersebut? Setelah Ira dan teman-temannya yang lain memberikan kado, mereka mengikuti acara selanjutnya yaitu memotong makanan yang bentuknya memiliki 2 sisi dengan alas berbentuk lingkaran, satu rusuk, dan satu titik sudut. Berbentuk apakah makanan yang dipotong pada saat merayakan pesta ulang tahun tersebut?

(296) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 277 Tugas Individu Nama bangun : Warnai bagian yang merupakan sisi, rusuk, dan titik sudut pada bangun ruang berikut dengan warna yang berbeda-beda! Hitung banyaknya dan tulislah hasilnya pada titik-titik di bawah! Banyak sisi : . . .  ditunjukkan dengan warna : . . . Banyak rusuk : . . .  ditunjukkan dengan warna : . . . Banyak titik sudut : . . .  ditunjukkan dengan warna : . . .

(297) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 278

(298) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 279 Nama : No Absen : Soal Evaluasi 1. Coba tuliskan sifat-sifat bangun tabung! (25 poin) 2. Coba tuliskan sifat-sifat bangun kerucut! (25 poin) 3. Tuliskan mana saja sisi, rusuk, dan titik sudut bangun diatas! (25 poin) 4. A C B D E G F H Tuliskan mana saja sisi, rusuk, dan titik sudut bangun di atas! (25 poin) Kunci Jawaban 1. Sifat-sifat bangun tabung:  Memiliki 3 sisi  Memiliki 2 rusuk  Tidak memiliki titik sudut 2. Sifat-sifat bangun kerucut:  Memiliki 2 sisi  Memiliki 1 rusk  Memiliki 1 titik sudut 3. Bangun limas segiempat:  Sisi : ABP, BCP, CDP, ADP, ABCD  Rusuk : AB, BC, BD, AD, AP, BP, CP, DP  Titik sudut : A, B, C, D, P 4. Bangun balok :  Sisi : ABCD, EFGH, CDHG, ABFE, ACGE, BDHF  Rusuk : AB, BC, CD, AD, EF, FH, HG, EG, AE, BF, CH, DG  Titik sudut : A, B, C, D, E, F, G, H

(299) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 280 Format Kriteria Penilaian 1. Penilaian Kognitif No. Aspek Kriteria Skor 1. Siswa menyebutkan sifat-sifat bangun ruang    Menyebutkan 3 sifat Menyebutkan 2 sifat Menyebutkan 1 sifat 3 2 1 2. Siswa menunjukkan sisisisi pada bangun ruang  Menunjukkan seluruh sisi pada bangun dengan benar Menunjukkan sisi pada bangun meskipun tidak seluruhnya Tidak dapat menunjukkan sisi pada bangun 3 Menunjukkan seluruh sisi pada bangun dengan benar Menunjukkan sisi pada bangun meskipun tidak seluruhnya Tidak dapat menunjukkan sisi pada bangun 3 Menunjukkan seluruh titik sudut pada bangun dengan benar Menunjukkan titik sudut pada bangun meskipun tidak seluruhnya Tidak dapat menunjukkan titik sudut pada bangun 3   3. Siswa menunjukkan rusuk-rusuk pada bangun ruang    4. Siswa menunjukkan titik sudut pada bangun ruang    1. Penilaian Afektif No. Aspek 1. 2. Kriteria Siswa aktif mengutarakan ide dan gagasan dalam kelompok  Selalu mengutarakan ide dan gagasan  Hanya sekali mengutarakan ide dan gagasan  Tidak pernah mengutarakan ide dan gagasan Siswa tepat waktu dalam mengerjakan tugas  Menyelesaikan tugas tepat pada waktunya  Menyelesaikan tugas hingga lebih dari 5 menit dari waktu yang ditentukan  Menyelesaikan tugas hingga lebih dari 15 menit dari waktu yang ditentukan 2 1 2 1 2 1 Skor 3 2 1 3 2 1

(300) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 281 2. Penilaian Psikomotor No. Aspek 1. Siswa mewarnai bangun ruang untuk menunjukkan sifatsifatnya Kriteria Skor  Tepat dalam mewarnai 3 sifat bangun ruang  Tepat dalam mewarnai 2 sifat bangun ruang  Tepat dalam mewarnai 1 sifat bangun ruang 3 2 1 Nilai Performan No Nama Siswa Kognitif Afektif Psikomotor Jumlah Skor 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. CATATAN : Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.  Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial. Nilai

(301) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 282 Sifat-sifat Bangun Ruang Sisi adalah bidang yang dibatasi rusuk-rusuk. Rusuk adalah garis pertemuan sisi-sisi. Titik sudut adalah titik pertemuan rusuk-rusuk. 1. Kubus Kubus adalah prisma siku-siku khusus. Semua sisinya berupa persegi aau bujursangkar yang sama. Kubus di atas memiliki sifat-sifat: a. Memiliki 6 sisi, yaitu: ADHE, BCGF, DCGH, ABFE, AHGF, ADCB b. Memiliki 12 rusuk, yaitu: AD, DC, CB, DA, AE, EH, HD, BF, FG, GC, EF, GH c. Memiliki 8 titik sudut, yaitu A, B, C, D, E, F, G, H 2. Balok Balok juga disebut prisma siku-siku. Balok memiliki sifat-sifat yang hampir sama dengan kubus, namun sisi-sisi pada balok tidak sama besar. Balok diatas memiliki sifat-sifat: a. Memiliki 6 sisi, yaitu ALMN, NMRS, SRQP, PQLK, KNSP, MLQR b. Memiliki 12 rusuk, yaitu KN, NM, ML, LK, PS, SR, RQ, QP, KP, NS, MR, LQ c. Memiliki 8 titik sudut, yaitu K, L, M, N, P, Q, R, S

(302) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 283 3. Limas Limas memiliki bermacam-macam bentuk, nama limas biasanya sama dengan nama sisi alasnya, limas yang alasnya segitiga disebut limas segitiga, limas yang alasnya segi empat disebut limas segi empat, dst.  Limas Segitiga Limas segitiga di atas memiliki sifat-sifat: a. Memiliki 4 sisi, yaitu: KLT, LMT, MKT, KLM b. Memiliki 6 rusuk, yaitu: KL, LM, MK, KT, LT, MT c. Memiliki 4 titik sudut, yaitu: K, L, M, T  Limas Segiempat Limas segiempat di atas memiliki sifat-sifat: a. Memiliki 5 sisi, yaitu: ABCD, ABP, BCP, CDP, ADP b. Memiliki 8 rusuk, yaitu: AB, BC, CD, DA, AP, BP, CP, DP c. Memiliki 5 titik sudut, yaitu: A, B, C, D, P 4. Tabung Tabung adalah bangun ruang yang memiliki alas dan tutup berbentuk lingkaran. Bangun tabung dapat padat atau berongga. Tabung memiliki sifat-sifat: a. Memiliki 3 sisi, yaitu dua sisi lingkaran pada alas dan tutup serta satu sisi selimut b. Memiliki 2 rusuk, yaitu rusuk lengkung pada alas dan rusuk lengkung pada tutup

(303) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 284 c. Tidak memiliki titik sudut 5. Kerucut Kerucut juga dapat pada maupun berongga. Kerucut memiliki sifat-sifat: a. Memiliki 2 sisi, yaitu sisi lengkung dan sisi alas yang berbentuk lingkaran b. Memiliki 1 rusuk, yaitu rusuk lengkung pada tepian lingkaran dan sisi lengkung c. Memiliki 1 titik sudut, yaitu pada titik puncaknya. 6. Bola Bola termask bangun ruang atau bangun tiga dimensi. Sisi bola berupa permukaan atau kulit bola yang melengkung. Bola memiliki sifat-sifat: a. Memiliki 1 sisi, yaitu sisi permukaan bola b. Tidak memiliki rusuk c. Tidak memiliki titik sudut

(304) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 285 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Sekolah : SD Kanisius Nglinggi Mata Pelajaran : Matematika Tema/unit : Bangun Ruang Kelas/semester : V (lima) / 2 (dua) Alokasi waktu : 2 x 35 menit Pertemuan ke : 2 (dua) A. Standar Kompetensi : 6. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun B. Kompetensi Dasar 6.2 Mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang C. Indikator  Kognitif o Menyebutkan langkah-langkah menggambar bangun ruang kubus, balok, limas tabung, kerucut, dan bola o Menyebutkan contoh-contoh benda yang menyerupai bangun kubus, balok, limas tabung, kerucut, dan bola o Menyebutkan perbandingan antar dua bangun yang berbeda  Afektif o Mengutarakan ide dan gagasan kepada teman-teman dalam kelompok o Tepat waktu dalam mengerjakan tugas dalam kelompok  Psikomotor o Menggambar bangun kubus, balok, limas tabung, kerucut, dan bola o Mewarnai sisi, rusuk, dan titik sudut dengan warna yang berbeda

(305) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 286 D. Tujuan Pembelajaran  Kognitif o Siswa dapat menyebutkan langkah-langkah menggambar bangun ruang kubus, balok, limas tabung, kerucut, dan bola dengan runtut melalui kegiatan menggambar bangun ruang o Siswa dapat menyebutkan minimal 2 contoh benda yang menyerupai bangun kubus, balok, limas tabung, kerucut, dan bola melalui kegiatan pengamatan benda sekitar o Siswa dapat menyebutkan minimal 2 perbandingan antar kedua bangun yang berbeda melalui kegiatan pengamatan pada gambar bangun ruang  Afektif o Siswa dapat mengutarakan ide dan gagasan kepada teman-teman dalam kelompok melalui kegiatan diskusi o Siswa dapat tepat waktu dalam mengerjakan tugas dalam kelompok melalui kegiatan diskusi  Psikomotor o Siswa dapat menunjukkan bentuk bangun kubus, balok, limas tabung, kerucut, dan bola melalui kegiatan menggambar o Siswa dapat mewarnai sisi, rusuk, dan titik sudut dengan warna yang berbeda melalui kegiatan menggambar E. Materi Ajar  Menggambar bangun ruang kubus, balok, limas tabung, kerucut, dan bola  Contoh-contoh benda berbentuk bangun ruang F. Model dan metode Pembelajaran a. Pendekatan pembelajaran : Pendidikan Indonesia b. Model Pembelajaran : Cooperative Learning c. Metode Pembelajaran :  Tanya jawab Matematika Realistik

(306) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 287  Demonstrasi  Diskusi  Presentasi kelompok  Penugasan individu G. Langkah-langkah Pembelajaran Kegiatan awal (5 menit)  Guru melakukan tanya jawab kepada siswa dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai materi yang sudah dipelajari sebelumnya  Guru mengajak siswa untuk melakukan sedikit permainan sederhana sebagai pemanasan  Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari dan tujuannya  Guru membagi siswa menjadi empat kelompok dengan meminta siswa untuk mengambil kertas warna-warni  Siswa mencari teman yang mendapat kertas yang berwarna sama kemudian berkumpul dalam kelompok Kegiatan inti ( 60 menit)  Guru menceritakan sebuah cerita yang berjudul “Ruang Kamar Ira” yaitu mengenai benda-benda yang ada di dalam ruang kamar milik Ira  Guru memberikan bangun ruang kubus dan balok buatan pada masingmasing kelompok  Siswa mengamati bangun ruang yang diberikan oleh guru  Guru mencontohkan cara membuat gambar salah satu bangun ruang  Guru meminta siswa untuk mendiskusikan bagaimana gambar bangun lainnya  Guru meminta siswa untuk mewarnai bagian yang merupakan sisi, rusuk dan titik sudut dari gambar bangun yang dibuat dengan warna yang berbeda  Guru meminta siswa untuk mendiskusikan perbedaan bentuk antara bangun kubus dan balok, perbedaan bentuk limas segitiga dan segi empat, serta kerucut dan tabung  Guru meminta siswa mendiskusikan benda-benda yang bentuknya menyerupai bangun kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut dengan cara mendaftarnya pada LAS  Guru meminta perwakilan salah satu anggota kelompok untuk menunjukkan hasil pekerjaannya di depan kelas  Guru bersama-sama siswa mengoreksi hasil diskusi masing-masing kelompok

(307) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 288

(308) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 289 Cerita Ruang Kamar Ira Setiap malam Ira selalu tidur sendirian di dalam kamarnya. Ruang kamar Ira berbentuk kubus dengan ukuran 4 x 4 x 4 meter. Coba siapa yang bersedia maju kedepan untuk menggambar ruang kamar Ira di papan tulis, apabila 10 cm mewakili 1 cm? Di sudut kamar Ira terdapat sebuah almari yang berbentuk balok dengan ukuran panjang 1.5 m, lebar 0.5 m, dan tinggi 2 m. Bagaimana gambar bentuk almari tersebut apabila 5 cm mewakili 0,5 m? Di sebelah almari terdapat sebuah meja. Diatas meja tersebut Ira meletakkan celengan yang ia gunakan untuk menabung. Celengan tersebut berukuran cukup lebar namun pendek, diameternya 20 cm sedangkan tingginya 15 cm. Bagaimana gambar celengan tersebut? Coba siapa yang bisa menggambarnya di papan tulis?

(309) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 290 Nama No Absen : :

(310) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 291 Soal Evaluasi 1. Coba gambarlah bangun balok KLMN OPQR dan sebutkan langkah-langkah cara menggambarnya dengan runtut! (25 poin) 2. Tuliskan apa saja benda-benda di sekitarmu yang berbentuk menyerupai bangun tabung (minimal 3)! (25 poin) 3. Tuliskan apa saja benda-benda di sekitarmu yang berbentuk menyerupai bangun kerucut (minilmal 3)! (25 poin) 4. Tulislah perbandingan bentuk kedua bangun di atas (minimal 2)! (25 poin) Kunci Jawaban 1. K N L M O P R Q Langkah-langkah menggambar : a. Gambar jajargenjang sebagai alas. Panjang jajargenjang sama dengan panjang alas prisma tegak. b. Gambar 4 ruas garis tegak lurus pada ke-4 titik sudut jajargenjang, yang panjangnya sama dengan tinggi prisma tegak. c. Hubungkan keempat ujung ruas garis 2. Benda-benda yang menyerupai tabung diantaranya yaitu celengan, botol minuman, teleskop, toples makanan, dll 3. Benda-benda yang menyerupai kerucut diantaranya yaitu tumpeng, topi ulang tahun, bungkus es krim, monumen jogja kembali, dll 4. Perbandingan bentuk bangun limas segitiga dan limas segi empat :  Limas segitiga memiliki alas berbentuk segitiga sedangkan limassegi empat memiliki alas berbentuk segi empat  Sisi tegaknya sama-sama bertemu pada satu titik puncak  Sisi-sisi tegaknya sama-sama berbentuk segitiga  Limas segitiga memiliki 3 sisi tegak sedangkan limassegi empat memiliki 4 sisi tega

(311) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 292 Format Kriteria Penilaian 1. Penilaian Kognitif No. Aspek 1. 2. 3. Siswa menyebutkan langkah-langkah menggambar bangun ruang kubus, balok, limas tabung, kerucut, dan bola  Siswa menyebutkan contoh-contoh benda yang menyerupai bangun kubus, balok, limas tabung, kerucut, dan bola  Siswa menyebutkan perbedaan antar dua bangun yang berbeda  2. Penilaian Afektif No. Aspek 1. 2. Kriteria       Skor Menyebutkan langkah-langkah menggambar bangun ruang dengan benar Menyebutkan langkah-langkah menggambar bangun ruang meskipun salah Tidak mampu menyebutkan langkah-langkah menggambar bangun ruang 3 Menyebutkan 3 contoh atau lebih benda yang menyerupai bangun kubus, balok, limas tabung, kerucut, dan bola Menyebutkan 2 contoh benda yang menyerupai bangun kubus, balok, limas tabung, kerucut, dan bola Menyebutkan 1 contoh benda yang menyerupai bangun kubus, balok, limas tabung, kerucut, dan bola 3 Menyebutkan 2 atau lebih perbandingan dua bangun yang berbeda Menyebutkan 1 perbandingan dua bangun yang berbeda Tidak dapat perbandingan dua bangun yang berbeda 3 Kriteria Siswa aktif mengutarakan ide dan gagasan dalam kelompok a. Selalu mengutarakan ide dan gagasan b. Hanya sekali mengutarakan ide dan gagasan c. Tidak pernah mengutarakan ide dan gagasan Siswa tepat waktu dalam mengerjakan tugas d. Menyelesaikan tugas tepat pada waktunya e. Menyelesaikan tugas hingga lebih dari 5 menit dari waktu yang ditentukan f. Menyelesaikan tugas hingga lebih dari 15 menit dari wa=ktu yang ditentukan 2 1 2 1 2 1 Skor 3 2 1 3 2 1

(312) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 293 3. Penilaian Psikomotor No. Aspek 1. Siswa menggambar bangun kubus, balok, limas Kriteria Skor a. Menggambar bangun dengan tepat dan rapi b. Menggambar bangun namun tidak rapi c. Tidak mampu menggambar bangun yang diperintahkan tabung, dan kerucut 2. Siswa mewarnai bangun ruang 3 2 1 d. Tepat dalam mewarnai 3 sifat bangun ruang e. Tepat dalam mewarnai 2 sifat bangun ruang f. Tepat dalam mewarnai 1 sifat bangun ruang untuk menunjukkan 3 2 sifat-sifatnya 1 Nilai Performan No Jumlah Nama Siswa Kognitif Afektif Psikomotor Skor 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. CATATAN : Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.  Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial. Nilai

(313) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 294 Menggambar Bangun Ruang a. Menggambar Kubus Langkah-langkah untuk menggambar kubus adalah: 1. Gambarlah belah ketupat sebagai alas. Panjang sisi belah ketupat sama dengan panjang rusuk alas kubus. 2. Gambarkan 4 ruas garis tegak lurus pada keempat titik sudut belah ketupat, yang panjangnya sama dengan panjang rusuk alas kubus. 3. Hubungkan ke-4 ujung ruas garis seperti tampak pada gambar. 4. Jadilah kubus yang kita inginkan. b. Menggambar Prisma Tegak Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut. 1. Gambar jajargenjang sebagai alas. Panjang jajargenjang sama dengan panjang alas prisma tegak. 2. Gambar 4 ruas garis tegak lurus pada ke-4 titik sudut jajargenjang, yang panjangnya sama dengan tinggi prisma tegak.

(314) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 295 3. Hubungkan keempat ujung ruas garis, seperti tampak pada gambar. Jadilah prisma tegak yang kita inginkan. c. Menggambar Limas Bagaimana langkah-langkah menggambar limas? 1. Gambar jajargenjang yang panjang sisinya sama dengan rusuk alas limas. 2. Gambar titik tegak lurus di atas titik perpotongan diagonal jajargenjang. 3. Hubungkan titik di atas titik perpotongan diagonal, dengan semua titik sudut jajargenjang. 4. Demikian terjadilah limas yang kita inginkan. d. Mengambar Kerucut Langkah-langkahnya adalah: 1. Gambar elips (yang sebenarnya lingkaran) untuk sisi kerucut bagian bawah. 2. Gambar titik tegak lurus di atas pusat elips, yang akan menjadi puncak kerucut. 3. Buatlah dua garis yang menyinggung bagian kiri dan kanan elips. 4. Selesailah gambar kita.

(315) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 296 e. Menggambar Tabung Langkah-langkah menggambar tabung sebagai berikut. 1. Gambarlah elips untuk bagian bawah tabung. 2. Gambar 2 ruang garis tegak lurus dan sejajar, masing-masing dari sumbu elips. 3. Buat elips untuk bagian atas tabung. Benda-benda yang Menyerupai Bangun Ruang 1. Benda yang menyerupai kubus Benda-benda yang menyerupai kubus diantaranya yaitu kardus makanan, jam weker, hiasan rumah, mainan (rubik), dll 2. Benda yang menyerupai balok Benda-benda yang menyerupai balok diantaranya yaitu kardus makanan, kardus susu, mi instant, kotak kapur, penghapus, almari, kotak makan, dll 3. Benda yang menyerupai limas Benda-benda yang menyerupai limas diantaranya yaitu atap rumah, makanan (wajik), mainan (rubik), piramid, dll 4. Benda yang menyerupai tabung Benda-benda yang menyerupai tabung diantaranya yaitu celengan, botol minuman, teleskop, toples makanan, dll 5. Benda yang menyerupai kerucut Benda-benda yang menyerupai kerucut diantaranya yaitu tumpeng, topi ulang tahun, bungkus es krim, monumen jogja kembali, dll

(316) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 297 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Sekolah : SD Kanisius Nglinggi Mata Pelajaran : Matematika Tema/unit : Bangun Ruang Kelas/semester : V (lima) / 2 (dua) Alokasi waktu : 2 x 35 menit Pertemuan ke : 3 (tiga) A. Standar Kompetensi : 6. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun B. Kompetensi Dasar 6.2 Mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang C. Indikator  Kognitif o Menyebutkan contoh benda yang menyerupai bangun ruang o Menyebutkan sifat-sifat bangun ruang yang ditunjukkan o Mendeskripsikan bangun ruang berdasarkan sifat-sifatnya  Afektif o Membandingkan dua bangun ruang yang berbeda o Tepat waktu dalam mengerjakan tugas  Psikomotor o Menggambar bangun kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut

(317) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 298 D. Tujuan Pembelajaran  Kognitif o Siswa dapat menyebutkan contoh benda yang menyerupai bangun ruang o Siswa dapat menyebutkan sifat-sifat bangun ruang yang ditunjukkan o Siswa dapat mendeskripsikan bangun ruang berdasarkan sifatsifatnya  Afektif o Siswa dapat membandingkan dua bangun ruang yang berbeda o Siswa dapat tepat waktu dalam mengerjakan tugas  Psikomotor o Siswa dapat menggambar bangun kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut E. Materi Ajar  Sifat dan contoh bangun datar F. Model dan metode Pembelajaran a. Pendekatan pembelajaran : Pendidikan Matematika Indonesia b. Model Pembelajaran : Contextual Teaching and Learning c. Metode Pembelajaran :  Tanya jawab  Demonstrasi  Penugasan individu G. Langkah-langkah Pembelajaran Kegiatan awal (5 menit)  Salam pembuka  Doa  Absensi Realistik

(318) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 299  Guru melakukan tanya jawab kepada siswa dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengenai benda-benda sekitar sehubungan dengan bangun ruang seperti pada pertemuan sebelumnya  Guru mengajak siswa untuk melakukan sedikit permainan sederhana sebagai pemanasan  Guru meminta siswa untuk menyiapkan alat tulis Kegiatan inti ( 60 menit)  Guru dan siswa melakukan tanya jawab singkat mengenai materi bangun ruang yang dipelajari sebelumnya  Guru menjelaskan peraturan pengerjaan soal evaluasi  Guru memberikan soal evaluasi kepada masing-masing siswa  Siswa mengerjakan soal dengan sungguh-sungguh  Siswa mengumpulkan jawaban yang sudah selesai di meja guru Kegiatan akhir (5 menit)  Guru memberikan penghargaan kepada siswa yang sudah mengerjakan dengan tenang dan sungguh-sungguh  Guru dan siswa melakukan tanya jawab singkat mengenai soal-soal yang dianggap soal  Guru melakukan tanya jawab kepada siswa mengenai perasaan yang dirasakan setelah mengikuti tes evaluasi sebagai kegiatan refleksi H. Alat/Bahan dan Sumber Belajar  Alat : lembar soal, pensil, penggaris, penghapus I. Penilaian Indikator Pencapaian Teknik Bentuk Kompetensi Penilaian Instrumen o Menyebutkan dan menggambar bangun sesuai sifat-sifat bangun ruang yang diberikan Tugas Individu Tes tertulis Instrumen/ Soal o Meta akan memberikan celengan sebagai kado untuk adiknya. Celengan itu berbentuk tabung yang diameternya 10 cm dan tingginya 20 cm, gambarlah bentuk celengan tersebut apabila 1 cm mewakili 5 cm!!

(319) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 300

(320) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 301

(321) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 302

(322) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 303

(323) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 304

(324) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 305 4. Silabus Siklus II

(325) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 306 SILABUS TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Sekolah : SD Kanisius Nglinggi Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas/ Semester : V (lima) / 2 (dua) Standar Kompetensi : 6. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun Kompetensi Dasar 6.3 Menentukan jaring-jaring Materi Pokok/ Indikator Pembelajaran  Kognitif Jaring-jaring o Menyebutkan berbagai bangun sisi ruang sederhana kubus, bangun balok, banyak bangun ruang ruang kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut limas, tabung, dan kerucut Kegiatan Pembelajaran 1) Siswa mendengarkan cerita berjudul “Swalayan” Penilaian Alokasi Waktu Tes 2x35 tertulis menit Sumber Belajar  Alat : pensil, pensil warna, yang dibacakan oleh guru penggaris, dengan seksama kertas 2) Siswa membuka bangun  Media ruang yang diterima pembelajaran sisi dinding, dan sisi masing-masing kelompok : tutup bangun ruang hingga membentuk jaring- jaring-jaring kubus, balok, limas, jaring bangun bangun ruang o Menentukan sisi alas, gambar

(326) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 307 tabung, dan kerucut dalam jaring-jaring  Afektif o Mengutarakan ide dan gagasan kepada temanteman dalam kelompok o Tepat waktu mengerjakan dalam tugas 3) Siswa menggambar jaringjaring bangun ruang limas, tabung, kubus, balok, limas, dan kerucut tabung, dan kerucut 4) Siswa mewarnai sisi alas, dinding, dan tutup bangun kubus dan balok dengan warna yang berbeda 5) Siswa mengamati gambar dalam kelompok  Psikomotor bangun ruang kubus, o Menggambar jaring- balok, limas, tabung, dan jaring bangun ruang kerucut yang sudah diberi kubus, balok, limas, huruf disetiap sudutnya tabung, dan kerucut kubus, balok, 6) Siswa menggambar jaringjaring bangun ruang kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut dengan dilengkapi huruf disetiap sudutnya sesuai gambar

(327) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 308 7) Siswa mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas  Kognitif Membuat bangun o Menyebutkan sisi bangun kubus, balok, banyak ruang 1) Siswa mendengarkan cerita berjudul “Buatan Tes 2x35 tertulis menit  Alat : kertas, pensil, ruang Tangan” yang dibacakan penggaris, limas, oleh guru dengan seksama pensil warna 2) Siswa membuka benda tabung, dan kerucut  Media o Menentukan bentuk yang menyerupai bangun jaring-jaring bangun ruang hingga membentuk : akan jaring-jaring bangun jaring-jaring untuk 3) Siswa mengamati jaring- bangun limas jaring bangun tersebut segitiga, limas secara bergantian segiempat, ruang yang digunakan membuat bangun ruang  Afektif o Tepat waktu dalam membuat bangun ruang  Psikomotor o tabung, ruang yang menyerupai kerucut Membuat bangun ruang dengan menggunakan alat- kubus, alat yang dipersiapkan limas, tabung, dan kerucut gambar 4) Siswa membuat bangun benda yang dimaksud balok, pembelajaran 5) Siswa mempresentasikan dan

(328) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 309 hasil diskusinya di depan kelas  Kognitif Jaring-jaring o Menyebutkan benda yang dibuka contoh bangun ruang dapat menyerupai jaring-jaring bangun o Menyebutkan sifat-sifat ruang jaring-jaring dari yang ditunjukkan  Afektif o Membandingkan bentuk bangun dua jaring-jaring ruang yang berbeda o Menuangkan ide dan gagasan ke dalam hasil pekerjaan evaluasi yang diberikan Tes 2x35 tertulis menit  2) Siswa mengerjakan soal evaluasi dengan sungguh- 3) Siswa mengumpulkan hasil jawaban soal evaluasi Alat : penggaris, oleh guru sungguh ruang bangun 1) Siswa mengerjakan soal bolpoin  Bahan : soal evaluasi

(329) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 310

(330) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 311 5. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II

(331) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 312 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Sekolah : SD Kanisius Nglinggi Mata Pelajaran : Matematika Tema/unit : Bangun Ruang Kelas/semester : V (lima) / 2 (dua) Alokasi waktu : 2 x 35 menit Pertemuan ke : 4 (empat) A. Standar Kompetensi : 6. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun B. Kompetensi Dasar 6.3 Menentukan jaring-jaring berbagai bangun ruang sederhana C. Indikator  Kognitif o Menyebutkan banyak sisi bangun ruang kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut o Menentukan sisi alas, sisi dinding, dan sisi tutup bangun kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut dalam jaring-jaring o Menuliskan huruf pada tepian jaring-jaring bangun ruang sesuai gambar yang ditunjukkan  Afektif o Mengutarakan ide dan gagasan kepada teman-teman dalam kelompok o Tepat waktu dalam mengerjakan tugas dalam kelompok

(332) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 313  Psikomotor o Menggambar jaring-jaring bangun kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut D. Tujuan Pembelajaran  Kognitif o Siswa mampu menyebutkan banyak sisi bangun ruang kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut melalui kegiatan pengamatan pada bangun o Siswa mampu menentukan sisi alas, sisi dinding, dan sisi tutup bangun kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut dalam jaring-jaring melalui kegiatan pengamatan pada gambar jaring-jaring bangun o Siswa mampu menuliskan huruf pada tepian jaring-jaring bangun ruang sesuai gambar bangun yang ditunjukkan melalui kegiatan menggambar  Afektif o Siswa dapat mengutarakan ide dan gagasan kepada teman-teman dalam kelompok o Siswa dapat tepat waktu dalam mengerjakan tugas dalam kelompok  Psikomotor o Siswa dapat menggambar jaring-jaring bangun kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut E. Materi Ajar  Jaring-jaring bangun kubus dan balok F. Model dan metode Pembelajaran a. Pendekatan pembelajaran : Pendidikan Indonesia b. Model Pembelajaran : Cooperative Learning Matematika Realistik

(333) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 314 c. Metode Pembelajaran :  Tanya jawab  Demonstrasi  Diskusi  Presentasi kelompok  Penugasan individu G. Langkah-langkah Pembelajaran Kegiatan awal (5 menit)  Salam pembuka  Doa  Absensi  Guru menyanyakan pertanyaan yang mengarah pada materi inti  Guru mengajak siswa untuk melakukan sedikit permainan sederhana sebagai pemanasan  Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari dan tujuannya  Guru membagi siswa menjadi empat kelompok dengan meminta siswa untuk mengambil kertas warna-warni Kegiatan inti ( 60 menit)  Guru melakukan tanya jawab dengan siswa mengenai materi-materi bangun ruang yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya  Guru membacakan sebuah cerita yang berjudul “Swalayan” sambil menunjukkan benda-benda yang ada dalam cerita  Guru memberikan Lembar Aktifitas Siswa (LAS)  Guru memberikan masing-masing satu benda yang ada dalam cerita tersebut kepada setiap kelompok  Guru meminta siswa untuk membuka bangun tersebut dengan berhati-hati hingga membentuk sebuah jaring-jaring  Guru meminta siswa mengamati jaring-jaring bangun tersebut  Guru bertanya kepada siswa berapa jumlah sisi bangun melalui pengamatan pada jaring-jaring  Guru meminta siswa untuk menunjukkan sisi-sisi tersebut  Guru meminta siswa dalam kelompok menggambar jaring-jaring bangun berdasarkan pengamatan jaring-jaring bangun ruang yang dibuka

(334) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 315  Guru meminta siswa mewarnai sisi alas, sisi dinding, dan sisi tutup pada jaring-jaring bangun dengan warna yang berbeda  Guru memberi bimbingan kepada siswa yang mengalami kesulitan  Guru meminta perwakilan masing-masing kelompok untuk menunjukkan hasil diskusinya  Guru bersama siswa mengoreksi hasil pekerjaan siswa  Guru memberikan lembar aktivitas siswa yang di dalamnya memuat satu gambar bangun ruang yang titik sudut-titik sudutnya memiliki huruf  Guru meminta siswa untuk mendiskusikan bagaimana gambar jaringjaring dari gambar bangun yang diperoleh  Guru meminta siswa untuk menuliskan huruf pada setiap sudut jaringjaring yang dibuat sesuai dengan gambar  Guru memberikan dua gambar jaring-jaring yaitu jaring-jaring limas segitiga dan segiempat  Guru meminta siswa mendiskusikan perbedaan kedua jaring-jaring tersebut  Guru meminta perwakilan masing-masing kelompok untuk menunjukkan hasil diskusinya  Guru bersama siswa mengoreksi hasil pekerjaan siswa Kegiatan akhir (5 menit)  Guru memberi penghargaan kepada siswa yang mau mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas dan kepada seluruh siswa yang telah berpartisipasi aktif  Guru memberikan soal evaluasi  Guru meminta siswa yang sudah selesai untuk mengumpulkan jawaban soal evaluasi  Guru bersama siswa menyimpulkan keseluruhan materi yang dipelajari  Guru memberikan PR kepada siswa yang dikumpulkan pada pertemuan berikutnya  Guru melakukan tanya jawab kepada siswa mengenai perasaan yang dirasakan setelah melakukan kegiatan pembelajaran sebagai kegiatan refleksi H. Alat/Bahan dan Sumber Belajar  Media pembelajaran : gambar jaring-jaring bangun ruang

(335) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 316

(336) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 317 Swalayan Suatu hari Ira diajak kakaknya ke sebuah swalayan yang letaknya tidak jauh dari rumah. Di swalayan ia membeli beberapa barang yang bentuknya menyerupai bangun ruang. Barang pertama yang dibeli Ira yaitu sekotak biskuit Broniz. Menyerupai bangun ruang apakah bentuk kotak biskuit Broniz ini? Barang kedua yang Ira beli adalah teh celup. Teh celup ini dibelinya untuk ayah yang setiap pagi selalu minum teh. Menyerupai bangun ruang apakah bentuk wadah teh celup ini? Barang selanjutnya yang dibeli Ira adalah sebuah celengan. Celengan ini akan ia berikan kepada adiknya agar adiknya juga rajin menabung. Menyerupai bangun ruang apakah bentuk celengan ini? Ira sangat menyukai es krim, oleh karena itu dibelinya juga sebungkus es krim rasa coklat. Menyerupai bangun ruang apakah bentuk bungkus es krim ini?

(337) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 318

(338) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 319

(339) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 320 Soal Evaluasi 1. Tentukan banyaknya sisi pada jaring-jaring bangun di bawah ini! 1) c) 2) 2. Tentukan mana sisi alas, dinding, dan tutup pada jaring-jaring bangun berikut dengan menulisnya pada setiap sisi! 3. Gambarlah jaring-jaring bangun berikut sesuai ukuran yang diperintahkan dan berilah huruf disetiap sudutnya sesuai huruf pada gambar! Kunci Jawaban 1. Banyak sisinya yaitu : a) 2 b) 3 c) 5 2. Sisi alas, dinding, dan tutup jaring-jaring tersebut adalah : 3. Gambar jaring-jaringnya yaitu :

(340) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 321 Format Kriteria Penilaian 1. Penilaian kognitif No. Aspek mampu 1. Siswa menyebutkan banyak sisi bangun ruang kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut 2. 3. Siswa mampu menentukan sisi alas, sisi dinding, dan sisi tutup bangun kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut dalam jaring-jaring Siswa mampu menuliskan huruf pada tepian jaring-jaring bangun ruang sesuai gambar bangun yang ditunjukkan melalui kegiatan menggambar 2. Penilaian afektif No. Aspek 1. Siswa aktif mengeluarkan ide dan gagasan dalam kelompok             2. Siswa tepat waktu dalam mengerjakan tugas    Kriteria Menyebutkan banyak sisi dengan tepat Menyebutkan banyak sisi meskipun salah Tidak dapat menyebutkan banyaknya sisi Skor 3 Menandai sisi alas, sisi dinding, dan sisi tutup dengan tepat Menandai sisi alas, sisi dinding, dan sisi tutup meskipun salah Tidak dapat menandai sisi alas, sisi dinding, dan sisi tutup 3 Menuliskan huruf pada masingmasing sudut dalam jaring-jaring dengan tepat Menuliskan huruf pada masingmasing sudut dalam jaring-jaring meskipun salah Tidak dapat menuliskan huruf pada masing-masing sudut 3 Kriteria Mampu mengutarakan ide dan gagasan dengan tepat Mengutarakan ide dan gagasan meskipun tidak tepat Tidak mengutarakan ide dan gagasan Menyelesaikan tugas tepat pada waktunya Menyelesaikan tugas hingga lebih dari lima menit dari waktu yang ditentukan Menyelesaikan tugas hingga lebih dari 15 menit dari waktu yang ditentukan Skor 3 2 1 2 1 2 1 2 1 3 2 1

(341) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 322 3. Penilaian psikomotor No. Aspek 1. Siswa mampu menggambar jaringjaring bangun kubus, balok, limas, tabung, dan kerucu    Kriteria Menggambar jaring-jaring dengan tepat dan rapi Menggambar jaring-jaring dengan tepat meskipun tidak rapi Menggambar jaring-jaring meskipun bukan merupakan bangun yang dimaksud dan tidak rapi Skor 3 2 1 Nilai Skor No Nama Siswa Kognitif Afektif Jumlah Skor Psikomotor Nilai 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. CATATAN : Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.  Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial.

(342) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 323 Jaring-Jaring Bangun Ruang Jaring-jaring bangun ruang terdiri dari beberapa bangun datar yang dirangkai. Jaring-jaring dapat dibuat dari berbagai bangun ruang. Sebuah kotak mempunyai rusuk. Rusuk-rusuk itu juga merupakan jaring-jaring. Jika sebuah kotak kita lepas perekatnya, maka akan terbentuk jaring-jaring. Perhatikan gambar di bawah ini. a. Jaring-jaring kubus Kubus mempunyai lebih dari satu jaring-jaring. Seluruh jaring-jaring dibawah ini apabila disatukan akan menjadi sebuah bangun kubus. Contoh benda yang apabila dibuka bentuknya menyerupai jaring-jaring bangun kubus yaitu kardus makanan, tempat kosmetik, kotak makanan, dll

(343) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 324 b. Jaring-jaring balok Seperti halnya kubus, balok juga memiliki lebih dari satu jaring-jaring. Contoh benda yang apabila dibuka bentuknya menyerupai jaring-jaring bangun balok yaitu kardus susu, toples krupuk, almari, kotak pensil, dll c. Jaring-jaring limas segitiga d. Jaring-jaring limas segi empat

(344) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 325 Contoh benda yang apabila dibuka bentuknya menyerupai jaring-jaring bangun limas segi empat yaitu atap rumah, piamida, dll e. Jaring-jaring tabung Contoh benda yang apabila dibuka bentuknya menyerupai jaring-jaring bangun tabung yaitu gelas bertutup, toples makanan, botol minuman, dll f. Jaring-jaring kerucut Contoh benda yang apabila dibuka bentuknya menyerupai jaring-jaring bangun kerucut yaitu tumpeng, bungkus es krim, dll

(345) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 326 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Sekolah : SD Kanisius Nglinggi Mata Pelajaran : Matematika Tema/unit : Bangun ruang Kelas/semester : V (lima) / 2 (dua) Alokasi waktu : 2 x 35 menit Pertemuan ke : 5 (lima) A. Standar Kompetensi : 6. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun B. Kompetensi Dasar 6.3 Menentukan jaring-jaring berbagai bangun ruang sederhana C. Indikator  Kognitif o Menyebutkan banyak sisi bangun kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut o Menentukan bentuk jaring-jaring bangun kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut  Afektif o Tepat waktu dalam membuat bangun ruang  Psikomotor o Membuat bangun ruang kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut

(346) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 327 D. Tujuan Pembelajaran  Kognitif o Siswa dapat menyebutkan banyak sisi bangun kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut dengan tepat melalui kegiatan membuka benda sekitar o Siswa dapat menentukan bentuk jaring-jaring bangun kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut dengan benar melalui kegiatan menggambar  Afektif o Siswa dapat tepat waktu dalam membuat bangun ruang melalui kegiatan praktik  Psikomotor o Siswa dapat membuat bangun ruang kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut dengan tepat melalui kegiatan praktik E. Materi Ajar  Bangun ruang kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut F. Model dan metode Pembelajaran a. Pendekatan pembelajaran : Pendidikan Matematika Indonesia b. Model Pembelajaran : Contextual Teaching and Learning c. Metode Pembelajaran :  Tanya jawab  Demonstrasi  Penugasan individu G. Langkah-langkah Pembelajaran Kegiatan awal (5 menit)  Salam pembuka  Doa Realistik

(347) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 328    Absensi Guru menyanyakan pertanyaan yang mengarah pada materi inti Guru mengajak siswa untuk melakukan sedikit permainan sederhana sebagai pemanasan  Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari dan tujuannya Kegiatan inti ( 60 menit)  Guru melakukan tanya jawab dengan siswa mengenai materi-materi bangun ruang yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya  Guru membacakan sebuah cerita yang berjudul “Buatan Tangan” yang berisi mengenai pembuatan bangun ruang  Guru memberikan Lembar Aktifitas Siswa (LAS)  Guru meminta beberapa siswa untuk maju ke depan membuka benda yang ditunjukkan sebelumnya  Guru meminta siswa memegang dan mengamati jaring-jaring bangun ruang secara bergantian  Guru meminta siswa satu per satu mengambil satu gulungan kertas yang di dalamnya memuat nama salah satu bangun ruang  Guru meminta siswa membuat jaring-jaring bangun yang diperoleh  Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya  Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mencari tahu cara membuat bangun ruang  Guru meminta beberapa siswa menunjukkan hasl pekerjaannya di depan kelas Kegiatan akhir (5 menit)  Guru memberi penghargaan kepada siswa yang bersedia mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas dan kepada seluruh siswa yang telah berpartisipasi aktif  Guru bersama siswa menyimpulkan keseluruhan materi yang dipelajari  Guru memberikan PR kepada siswa yang dikumpulkan pada pertemuan berikutnya  Guru melakukan tanya jawab kepada siswa mengenai perasaan yang dirasakan setelah melakukan kegiatan pembelajaran sebagai kegiatan refleksi H. Alat/Bahan dan Sumber Belajar  Media pembelajaran : benda sekitar  Alat dan bahan : kertas, gunting, lem, pensil, penggaris

(348) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 329

(349) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 330 Format Kriteria Penilaian 2. Penilaian kognitif No. 1. Aspek Kriteria Siswa menyebutkan  banyak sisi bangun  kubus, balok, limas,  tabung, dan kerucut Menyebutkan banyak sisi dengan tepat Menyebutkan banyak sisi meskipun salah Tidak dapat menyebutkan banyaknya sisi Skor 3 2 1 2. Siswa menentukan  bentuk jaring-jaring  bangun kubus, balok, limas, tabung, dan  kerucut Membuat jaring-jaring bangun ruang dengan tepat Membuat jaring-jaring bangun ruang meskipun salah Tidak dapat membuat jaringjaring bangun ruang 3 2 1 4. Penilaian afektif No. Aspek Kriteria 1. Siswa tepat waktu dalam  menyelesaikan kegiatan  membuat bangun ruang  Menyelesaikan tugas tepat pada waktunya Menyelesaikan tugas hingga lebih dari 10 menit dari waktu yang ditentukan Menyelesaikan tugas hingga lebih dari 20 menit dari waktu yang ditentukan Skor 3 2 1 5. Penilaian psikomotor No. 1. Aspek Kriteria Siswa membuat bangun  ruang  Membuat bangun ruang dengan ukuran yang sesuai Membuat bangun ruang Skor 3

(350) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 331  meskipun ukurannya tidak sesuai Tidak mampu membuat bangun ruang 2 1 Nilai Skor No Jumlah Nama Siswa Nilai Kognitif Afektif Psikomotor Skor 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. CATATAN : Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.  Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial.

(351) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 332 Buatan Tangan Suatu malam Ira duduk sendirian di kursi belajarnya sambil melamun. Ira ingin membeli sebuah celengan karena celengan Ira sudah dibongkar untuk membeli kado untuk teman dan adiknya kemarin. Akan tetapi uang Ira sudah habis, dia merasa tidak enak apabila meminta uang lagi pada ibu. Kemudian dia mengamati seluruh benda di dalam ruang kamarnya. Pandangannya tertuju pada sebuah benda di atas almari, yaitu sebuah kertas karton tebal yang sudah tidak terpakai. Ira mengambil kertas tersebut dan kemudian menggambar sebuah jaring-jaring bangun ruang. Dia membuat sebuah persegi panjang, Ira juga membuat dua buah lingkaran yang ia letakkan diatas dan dibawah persegi panjang tersebut. Ira memberi sedikit sisi tambahan pada setiap tepian gambar persegi panjang. Setelah selesai menggambar, Ira memotong kertas karton tersebut sesuai gambar. Ira memberi lem pada setiap sisi tambahan yang dibuatnya. Sisi tambahan tersebut kemudian direkatkan pada sisi yang lain. Kemudian Ira membeli sebuah lubang kecil pada salah satu sisi lingkaran pada bangun ruang yang dibuatnya. Sebenarnya apa benda yang dibuat Ira? Ternyata Ira membuat sebuah celengan berbentuk tabung dari kertas karton bekas. Sejak saat itu Ira membuat benda-benda yang diinginkannya sendiri, mulai dari tempat pensil, kotak sepatu, kotak koin, dll.

(352) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 333

(353) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 334 Membuat Bangun Ruang Kotak teh, tempat pensil, celengan, topi ulang tahun merupakan bendabenda yang menyerupai bangun ruang. Kita dapat membuat sendiri bangun ruangbangun ruang tersebut. Bagaimana cara membuatnya? Ayo kita ikuti langkahlangkah berikut. Langkah-langkah membuat bangun ruang : 1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2. Buatlah jaring-jaring bangun ruang yang diinginkan 3. Beri tambahan sayap pada tepian jaring-jaring untuk merekatkan antar sisi bangun ruang 4. Gunting jaring-jaring bangun ruang yang telah dibuat 5. Lipat tepat pada pola jaring-jaring dan rekatkan sayap-sayap pada tepian jaring-jaring tersebut 6. Jadilah bangun ruang yang kita inginkan Ilustrasi cara membuat bangun ruang : g. Membuat bangun kubus Kubus mempunyai lebih dari satu jaring-jaring. Berikut adalah salah satu jaring-jaring bangun kubus yang dapat digunakan untuk membuat kubus. Contoh benda yang apabila dibuka bentuknya menyerupai jaring-jaring bangun kubus yaitu kardus makanan, tempat kosmetik, kotak makanan, dll

(354) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 335 h. Membuat bangun balok Seperti halnya kubus, balok juga memiliki lebih dari satu jaring-jaring. Contoh benda yang apabila dibuka bentuknya menyerupai jaring-jaring bangun balok yaitu kardus susu, toples krupuk, almari, kotak pensil, dll. i. Membuat bangun limas segitiga j. Membuat bangun limas segi empat Contoh benda yang apabila dibuka bentuknya menyerupai jaring-jaring bangun limas segi empat yaitu atap rumah, piamida, dll

(355) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 336 k. Membuat bangun tabung Contoh benda yang apabila dibuka bentuknya menyerupai jaring-jaring bangun tabung yaitu gelas bertutup, toples makanan, botol minuman, dll l. Membuat bangun kerucut Contoh benda yang apabila dibuka bentuknya menyerupai jaring-jaring bangun kerucut yaitu tumpeng, bungkus es krim, dll.

(356) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 337 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Sekolah : SD Kanisius Nglinggi Mata Pelajaran : Matematika Tema/unit : Bangun Ruang Kelas/semester : V (lima) / 2 (dua) Alokasi waktu : 2 x 35 menit Pertemuan ke : 6 (enam) A. Standar Kompetensi : 6. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun B. Kompetensi Dasar 6.2 Mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang C. Indikator  Kognitif o Menyebutkan contoh benda yang dapat dibuka menyerupai jaringjaring bangun ruang o Menyebutkan sifat-sifat bangun ruang dari jaring-jaring yang ditunjukkan  Afektif o Membandingkan dua bentuk jaring-jaring bangun ruang yang berbeda o Menuangkan ide dan gagasan ke dalam hasil pekerjaan  Psikomotor o Menggambar jaring-jaring bangun kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut

(357) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 338 D. Tujuan Pembelajaran  Kognitif o Siswa dapat menyebutkan contoh benda yang dapat dibuka menyerupai bangun ruang o Siswa dapat menyebutkan sifat-sifat yang dimiliki bangun ruang dengan melihat jaring-jaring yang ditunjukkan  Afektif o Siswa dapat membandingkan jaring-jaring dua bangun ruang yang berbeda o Siswa dapat menuangkan ide dan gagasan ke dalam hasil pekerjaan  Psikomotor o Siswa dapat menggambar jaring-jaring bangun kubus, balok, limas, tabung, dan kerucut E. Materi Ajar  Sifat dan contoh bangun datar F. Model dan metode Pembelajaran a. Pendekatan pembelajaran : Pendidikan Matematika Indonesia b. Model Pembelajaran : Contextual Teaching and Learning c. Metode Pembelajaran :  Tanya jawab  Demonstrasi  Penugasan individu G. Langkah-langkah Pembelajaran Kegiatan awal (5 menit)  Salam pembuka  Doa  Absensi Realistik

(358) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 339  Guru melakukan tanya jawab kepada siswa dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai materi yang dipelajari sebelumnya  Guru mengajak siswa untuk melakukan sedikit permainan sederhana sebagai pemanasan  Guru meminta siswa untuk menyiapkan alat tulis Kegiatan inti ( 60 menit)  Guru dan siswa melakukan tanya jawab singkat mengenai materi bangun ruang yang dipelajari sebelumnya  Guru menjelaskan peraturan pengerjaan soal evaluasi  Guru memberikan soal evaluasi kepada masing-masing siswa  Siswa mengerjakan soal dengan sungguh-sungguh  Siswa mengumpulkan jawaban yang sudah selesai di meja guru Kegiatan akhir (5 menit)  Guru memberikan penghargaan kepada siswa yang sudah mengerjakan dengan tenang dan sungguh-sungguh  Guru dan siswa melakukan tanya jawab singkat mengenai soal-soal yang dianggap soal  Guru melakukan tanya jawab kepada siswa mengenai perasaan yang dirasakan setelah mengikuti tes evaluasi sebagai kegiatan refleksi H. Alat/Bahan dan Sumber Belajar  Alat : lembar soal, pensil, penggaris, penghapus I. Penilaian Indikator Pencapaian Teknik Bentuk Kompetensi Penilaian Instrumen o Menyebutkan dan menggambar bangun sesuai sifat-sifat bangun ruang yang diberikan Tugas Individu Tes tertulis Instrumen/ Soal o Dari gambar kubus disamping gambarlah jaring-jaring bangun kubusnya dan beri tanda sesuai hurufnya! (panjang rusuk = 1 cm)!

(359) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 340

(360) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 341

(361) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 342

(362) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 343

(363) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 344

(364) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 345 Lampiran 5 : Dokumentasi dan Surat-surat 3. Foto-foto 4. Surat Penelitian

(365) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 346 1. Foto-foto Uji coba soal di kelas VI SDK Nglinggi Klaten Siswa menunjukkan pendapatnya mengenai titik sudut pada bangun ruang Siswa bertukar pikiran mengenai bagian-bagian pada gambar yang merupakan sifat-sifat bangun datar

(366) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 347 Siswa menunjukkan hasil pekerjaannya secara individu Siswa melakukan pengamatan bendabenda sekitar yang bentuknya menyerupai bangun ruang Siswa melakukan diskusi dalam mencari sifat-sifat bangun ruang Siswa mencoba menggambar bangun ruang Siswa mengukur benda yang menyerupai bangun ruang untuk digambar dengan ukuran lebih kecil Siswa mengerjakan soal tes kemampuan memahami pada siklus I

(367) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 348 Siswa mengerjakan soal tes kemampuan memahami pada siklus I Siswa mengerjakan soal tes kemampuan memahami pada siklus I Perwakilan siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas Perwakilan siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas Siswa bertanya kepada guru dengan mengangkat tangannya Siswa menunjukkan hasil pekerjaannya secara individu

(368) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 349 Siswa menggambar dan memotong jaring-jaring bangun ruang yang telah dibuat Siswa menyatukan tepi-tepi bagian jaring-jaring bangun ruang dengan lem Siswa mengerjakan soal tes kemampuan memahami pada siklus II Siswa mengerjakan soal tes kemampuan memahami pada siklus II

(369) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 350 2. Surat Penelitian

(370) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 351

(371) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 352

(372) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 353 Lampiran 6: Daftar Riwayat Hidup

(373) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 354 DAFTAR RIWAYAT HIDUP Hidayah merupakan anak kedua dari pasangan Sarmin dan Subini. Lahir di Klaten, 11 Februari 1993. Pendidikan awal dimulai di TK Pertiwi Kedung Ampel pada tahun 1997. Peneliti melanjutkan pendidikan dasar di SD N 2 Tegalrejo pada tahun 1997-2004. Kemudian melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Cawas pada tahun 2004-2007. Pada tahun 2007-2010 peneliti melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Cawas. Tahun 2010 penulis masuk ke Universitas Sanata Dharma (USD), Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Selama menempuh pendidikan, peneliti banyak mengikuti kegiatan atau organisasi antara lain pada jenjang pendidikan SD peneliti aktif mengikuti kegiatan Pramuka, pada jenjang SMP dan SMA peneliti aktif mengikuti organisasi Pramuka, Osis, dan Forisma. Pada saat menempuh pendidikan di perguruan tinggi peneliti aktif mengikuti beberapa kepanitiaan kegiatan kampus seperti panitia Workshop Montessori dan panitia Inisiasi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (INSIPRO).

(374)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

ANALISIS PEMBELAJARAN GEOMETRI VAN HIELE DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVIS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KARAKTER SISWA
1
10
24
PENGGUNAAN MEDIA BANGUN RUANG UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP VOLUME DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS V SD N 1 KLAKAH
0
5
46
PENINGKATAN KEMAMPUAN SPASIAL DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP DENGAN PENDEKATAN PMRI PADA PEMBELAJARAN GEOMETRI BERBANTUAN KOMPUTER.
15
27
82
PEMANFAATAN BENDA-BENDA MANIPULATIF UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP-KONSEP GEOMETRI DAN KEMAMPUAN TILIKAN RUANG SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR.
5
24
63
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BANGUN RUANG DENGAN PENDEKATAN MONTESSORI UNTUK KELAS V SD NEGERI TUKANGAN YOGYAKARTA.
1
3
215
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PROBLEM SOLVINGUNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR SISWA SMP KELAS VIII.
0
1
59
KEEFEKTIFAN PENDEKATAN PMRI BERBANTUAN ALAT PERAGA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA
0
0
61
DESAIN PEMBELAJARAN SUDUT PADA BANGUN RUANG MENGGUNAKAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS X Yulianita
0
2
14
PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG PADA SISWA KELAS V PADA SISWA KELAS V SD NEGERI KLECO 2 PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) UNTUK MENINGKATKAN P
0
0
21
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BANGUN RUANG YANG MENGGUNAKAN KONTRIBUSI SISWA DENGAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS IVB SD KANISIUS KALASAN SKRIPSI
1
5
210
IMPLEMENTASI PERANGKAT PEMBELAJARAN BANGUN RUANG MENGGUNAKAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS IV SDN CATURTUNGGAL 3
0
0
405
PENGGUNAAN PENDEKATAN PMRI KARAKTERISITK INTERAKTIFITAS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP BANGUN RUANG DI SDN UNGARAN 1 YOGYAKARTA SKRIPSI
0
0
343
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BANGUN RUANG YANG MENGGUNAKAN KONTRIBUSI SISWA DENGAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS IV SDN KLEDOKAN TAHUN PELAJARAN 20112012 SKRIPSI
0
1
206
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM MATERI BANGUN RUANG DENGAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS IV SD N 1 KEBONDALEM LOR KLATEN
0
9
386
PENGGUNAAN MASALAH KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI PECAHAN DENGAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS V SDK GANJURAN BANTUL
0
8
354
Show more