Penyebab kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri SD Kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang tahun ajaran 2013/2014 dan implikasinya pada usulan topik-topik bimbingan pribadi - USD Repository

Gratis

0
0
116
10 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENYEBAB KECEMASAN MENGHADAPI MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI SD KELAS VI DI KECAMATAN LUHAK NAN DUO, KABUPATEN PASAMAN, PADANG TAHUN AJARAN 2013/2014 DAN IMPLIKASINYA PADA USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN PRIBADI SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling DISUSUN OLEH: ISMAWITA NIM: 101114006 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENYEBAB KECEMASAN MENGHADAPI MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI SD KELAS VI DI KECAMATAN LUHAK NAN DUO, KABUPATEN PASAMAN, PADANG TAHUN AJARAN 2013/2014 DAN IMPLIKASINYA PADA USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN PRIBADI SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling DISUSUN OLEH: ISMAWITA NIM: 101114006 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) GlIiaGursI :qelo unsnqo IOYflIUd NYCNISIAIIfl XIdOI.XIdOJ NYINSO YOYd YANIS\DIIIdIIII NYO TIOZIETOT, II\TUV'fY NNITYI CNVCVd'TTTilAIVSYd NflIYdNflY)T .ONO NYN XTTH{II NVIYIAMf,u)I IO IA SYTU)I OS ruINd YfYIAIflU Y(IVd ISYNUISNf,IAT IdY(I\rHCNSI,{ NVSYIAIf,f,tr)t flYflffANgd PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(4) lll C'I{d srrrJeqG ?leuBs s?llsJe^rurl u?{lplpued nurfl u?p uBrlrn8e) sB]ln{?c ,i 0z requleldes z0'"}J3{8.(Eo Irs'w'w'r(l 11e1oE8uy IS'nl'1uef,pd oule6'Ihl'?rO g uloEEuy lg'tr1'mmg uopuo0 'rC l elo88uy puo( ro$n[ srrPleqes rg'y4i'snreg uopueC'JC snle) IS'/{'lmlseH pd'trlt ?Eeurg durlBual BruBN I fnEuea el]Iusd rrermsns lere.(s tgnuerueru qe1e1 ua4e1e.{ulp UBO , t1Z :oquteldeg 79 pflErrc1 epeT 1[n8uod epped tmdop rp unlwqsped]p qaloJ '' gootIIIoI:htrIN ull^\eulsI :qolo s{ntrp uzp uu4dursrsdlg IOYtrIUd NYDNIflI IIfl )IdOI.XIdOI NV'INSN YOYd YANIS\TXITdIAII NY(I NrcZIEIO(, NYf,V'fY NITHYI CNYOYd .IVtrtIYSYd NflIYdNflY)t 'ono NvN xvHor Nvryllw]f,)t IC IA svrfi)t os rurnd yfyl Iflu YCYd ISYNUISNf,hI IdYOYHCNSI I NYSVhIgJf,T trYgUANf,{ ISdru)ts PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO Untuk mendapatkan kesuksesan, keberanianku harus lebih besar daripada ketakutanku. PERSEMBAHAN Kupersembahkan karyaku ini untuk: Orangtuaku: Papi Soeroso dan Mami Marliyah Saudara kandungku, kakak ku satusatunya yang paling ku sayang, Istivah, S,S Dedi Setiawan Rizqi Tugino, yang setia menunggu dengan penuh kesetiaan selama aku kuliah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta iv

(6) 3}I \?rUSI 'srpue4 0I0Z requledes 79 qrs{B,Go1 .,- . t{sFull edre>t rrrBl?p uapnqesrp qe1e1 Euu1( 1u1 wnce{ euuurmEuqes .e4e1snd regep uep 'ure1 Euero wdrm{ edre{ uer8eq nep e(m4trenlllelu sqnl edes Eua( rsduls B u{sq udurp88rmses uuEuep uappr(usur u{ag V.[UY)I NYIaSYDI I\IYYIYANUf, d PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI {Bpl} e{u4ufq t\ {

(7) tn elllY\?IUSI ).^ ,,KdO \)ilrl}Rf EueI uu>1ercXueur pEEu4epe4 e1re1e,(Eoa Ip 1enq]C 'e,(tueueqes ueEuep lenq u,(es rur uee,(uJod uenlrureq 'sqnued re8eqes efus eurcu u€{Emluucuotu deplevmps edes epedo>1 ,l1pf,ot rre>llJequreur tmdnetu edes u1[ epgretu nlred edrmt sfirrep€Te ue8uquedsl tp eduuu>psurplqnduleur uup 's4eqrel {nlm urel erpetu ne1e lewe}ur eJuces rrnlrsnqr4srpuou {nlueq urelup edueloleEueul 'upl erperu {queq tuepp "pp ueppued ue>lqlye8ueru uep uBdurfuetu {nltm epqe,(Eoa ?urrurlg e1eues sellsJo^run uru4elsndred upedel {BI{ ue>peqruetu edus uuDtrulep ue8ueq 'uzlnpedrp Eued pl8uered speseq I(IYflIUd NYCNISIAIIfl XIdOI-XIdOI NY'INSN YOYd YANISYXIAdI^II NYUVTY NOIIYI CNYOYd .NYIAIYSYd NtrIYdNfl\DI NYN xYHnT NvIYfiIYJDT Io IA SYTDI os tulod YfYI IflU Y(IYd ISYNUJ,SNflW IdY(IYHCNflI I NYSYIAIf,Jf,)t flYgf^Nfd NY( VIOZIEIOZ .Oflo :ppnfieq Eued edes r{B}ur11 €,fte{ egeledEoa erurerlq B1eues selrsrelrun uue4elsndred epedel ue>luoqtueru e,(us 'uenqele?uod nup 9OO'IIIOI: etrL,t\?tuq ue8ueqrue8uad FueO 3,/I\SISBI{BIAJ {NPUI'ON EIIIBN : :uUE{BdEo1 BurJBrlO s1eues suIsJelTut) L!\srs"g"tu €des tm r1erv\eq Ip wEuu1 BpuBUeq Eue HYIIAITI NYSNIINUdf,)t XNJNN HYIIAITI YAU\DI ISYXITSOd NYrIfNIf,SUf,d NYYIYANUId UYflhIflT PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PENYEBAB KECEMASAN MENGHADAPI MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI SD KELAS VI DI KECAMATAN LUHAK NAN DUO, KABUPATEN PASAMAN, PADANG TAHUN AJARAN 2013/2014 DAN IMPLIKASINYA PADA USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN PRIBADI Ismawita Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui penyebab kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri SD kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang Tahun Ajaran 2013/2014, dan menyusun topik-topik bimbingan pribadi yang tepat untuk mengatasi kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri SD kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang Tahun Ajaran 2013/2014. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei. Subjek penelitian ini adalah remaja putri SD kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang tahun ajaran 2013/2014 yang sudah menstruasi dan berjumlah 75 orang. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner penyebab kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri SD kelas VI yang dibuat berdasarkan empat aspek penyebab kecemasan menghadapi menstruasi yaitu dukungan keluarga, gaya hidup, pengetahuan, dan sikap. Kuesioner kecemasan menghadapi menstruasi terdiri dari 40 item pernyataan favorable dan unfavorable yang dikembangkan berdasarkan teknik penyusunan skala model Guttman dengan dua alternatif jawaban yaitu: Ya dan Tidak. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan tabulasi skor dari masing-masing item dan menghitung skor total masing-masing responden. Hasil penelitian ini adalah: (1) 42,66% penyebab kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri berasal dari gaya hidup sehat yang rendah. (2) 44% penyebab kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri berasal dari pengetahuan yang rendah. (3) 44% penyebab kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri berasal dari sikap-sikap apa saja yang harus dilakukan saat menstruasi. (4) 45,33% penyebab kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri berasal rendahnya dukungan keluarga. Namun, penyebab kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri yang utama adalah gaya hidup sehat yang rendah. Berdasarkan analisis dan pembahasan hasil penelitian disusunlah topik-topik bimbingan pribadi yang sesuai. vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE ANXIETY CAUSES OF FACING THE MENSTRUATION ON THE SIX Th GRADE ELEMENTARY SCHOOL TEENAGE FEMALE STUDENTS IN THE DISTRICT OF LUHAK NAN DUO, KABUPATEN PASAMAN, PADANG IN THE SCHOOL YEAR OF 2013/2014 AND ITS IMPLICATIONS FOR THE SUGGESTED TOPICS OF PERSONAL GUIDANCE Ismawita Sanata Dharma University Yogyakarta 2014 This research is a descriptive research which aims at finding out the anxiety causes of facing the menstruation on the six th grade Elementary School teenage female students in the District of Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang in the school year of 2013/2014. This research also suggested the personal guidance topics which is appropriate to overcome the anxiety of facing the menstruation for six th grade Elementary School teenage female students in the District of Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang in the school year of 2013/2014. The method uses in this research is survey. The subject of this research is 75 students of six th grade Elementary School teenage female students in the District of Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang in the school year of 2013/2014 who have menstruated. The instrument of this research is in the form of questionnaire about the anxiety causes of facing the menstruation on the six th grade Elementary School teenage female students. It is made according to four reason’s aspects of facing the menstruation. They are family support, life style, knowledge, and attitude. The questionnaire consists of forty question items of favorable and unfavorable which are developed based on Guttman scale model preparation technique with two alternative answers: Yes and No answers. The data analysis technique used in the research is by the score tabulation from each item and by counting the total score of each respondent. The result shows that the teenage female anxiety causes come from: (1) 42. 66% of the low healthy life’s style, (2) 44% of the low knowledge, (3) 44% of what attitude that they should do while menstruating, (4) 45. 33% of the low family support. However, the teenage girl’s prominent anxiety causes in facing the menstruation is the low life style. Based on the analysis and the result of the study, the writer suggested some topics of personal guidance. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, atas kasih karunia, perlindungan dan bimbinganNya selama proses penulisan skripsi ini. Skripsi ini ditulis dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan dari Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulisan skripsi ini dapat diselesaikan berkat bantuan dan dukungan dari banyak pihak. Untuk itu, pada kesempatan ini peneliti menghaturkan ucapan terikasih kepada: 1. Dr. Gendon Barus, M.Si selaku Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah memberikan kesempatan kepada peneliti untuk menyelesaikan skripsi ini. 2. Juster Donal Sinaga, M.Pd selaku Wakil Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah bersedia membantu memperlancar segala urusan dalam menyelesaikan skripsi ini. 3. Prias Hayu Purbaning Tyas, M.Pd selaku Dosen Pembimbing yang telah mendampingi, membimbing, mengarahkan peneliti dengan sabar dalam menyusun skripsi ini. 4. Seluruh Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah membekali peneliti dengan ix

(11) BITITIBIUSI 'Eurlesuoy uep us8urqurrfl Eusprq uu8uuqruo?ued ruep Bceqruod r8eq leeJueul rrp{uequeu 1eftp rur rsdur{s e8oures dereqteq ry1euod edrrrrqqy .IuI rsdr.rls tms4nued sesord urulep ue8tmlnp rrallrequrotu u"p n1rrcqwour qelel Euud qesred n1es uulpnqas qqeued tedep 4epp Eue,( )tpqld snuros .g 'eop rrep .Euedes qls?{ .uerpqred 'leEuetues rru{Eeqruau nples Etrud our8nJ Ibzr-U rre \erles po(I .L '?op rrup ue&rrupp rru{rraqueu nples Euu{ g.g .qenpsl n>pIB)t"X '9 'ryn$ ue>lreselefueur 4geued Brusles "op ue{uequeru uup 'rsealloru rru{ueqweu .Ermlnpuew qslel uu8uep Eued qefrrr"I4 rur"W rrep osoreos I&d nlunlEuero Jeq€s "npe) 's '4re1u,(Eoa srrrrsr{C "1euBS s"trrsJelrun Eurlasuoy uep ue8urqrulg 1pnts urur8o.r4 ry ue{ryryued qndurauau qrlaued ?rrrulas uenqelaEuod nury pEeqreq PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ii HALAMAN PENGESAHAN iii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA v HALAMAN PERNYATAAN PUBLIKASI vi ABSTRAK vii ABSTRACT viii KATA PENGANTAR ix DAFTAR ISI xi DAFTAR TABEL xiii DAFTAR LAMPIRAN xiv BAB I PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang Masalah 1 B. Rumusan Masalah 6 C. Tujuan Penelitian 7 D. Manfaat Penelitian 7 E. Definisi Operasional 8 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Remaja 10 B. Penyebab Kecemasan 13 C. Pengertian Menstruasi 27 xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI D. Kecemasan Menghadapi Menstruasi 28 E. Gejala Sindrom Premenstruasi 28 F. Faktor-faktor Penyebab Kecemasan Menghadapi Menstruasi 31 G. Bentuk/reaksi Kecemasan Menghadapi Menstruasi 40 H. Bimbingan Pribadi 42 I. Topik-topik Bimbingan Pribadi 45 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian 51 B. Subjek Penelitian 52 C. Instrumen Penelitian 54 D. Teknik Pengumpulan Data 59 E. Teknik Analisis Data 60 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 61 B. Pembahasan 70 C. Implikasi Hasil Penelitian Bagi Penyusunan Topik-topik Bimbingan Pribadi 75 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan 78 B. Saran 79 DAFTAR PUSTAKA 81 LAMPIRAN 86 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1 Tabel 2 : Seleksi Sampel Penelitian 53 : Kisi-kisi Instrumen Penyebab Kecemasan Menghadapi Menstruasi pada Remaja Putri SD Kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang Tahun ajaran 2013/2014 (Final) 57 Tabel 3 : Koefisiensi Korelasi dan Reliabilitas 59 Tabel 4 : Hasil Analisis Aspek Penyebab Kecemasan Menghadapi Menstruasi pada Remaja Putri SD Kelas VI 62 : Item-item yang Menunjukkan Penyebab Kecemasan Menghadapi Menstruasi 69 : Usulan Topik-topik Bimbingan 76 Tabel 5 Tabel 6 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Validitas Instrumen Lampiran 2 : Kuesioner Penyebab Kecemasan Menghadapi Menstruasi Lampiran 3 : Surat Ijin Penelitian Lampiran 4 : Surat Ijin telah Melakukan Penelitian xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi uraian mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional. A. Latar Belakang Masalah Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa yang ditandai dengan berbagai macam perubahan baik fisik, kognitif, dan sosial (Sulaeman, 1995). Secara umum, di antara perubahan yang terjadi pada masa ini, perubahan fisik lebih mendominasi karena merupakan salah satu ciri penting dari perkembangan masa remaja. Perubahan fisik seperti perubahan bentuk tubuh pada remaja putri sering menimbulkan kecemasan yang cukup mendalam karena pada masa ini perhatian remaja sangat besar terhadap penampilan dirinya (Monks, 2004). Remaja putri akan mengalami kekhawatiran mengenai bentuk tubuh seperti tumbuhnya jerawat, terlalu pendek atau tinggi, dan terlalu gemuk atau terlalu kurus. Hurlock (1997) menjelaskan salah satu perubahan penting yang dialami pada masa remaja adalah perubahan fisik yang ditandai dengan munculnya ciriciri seks primer dan ciri-ciri seks sekunder. Perubahan ciri-ciri seks primer berbeda antara remaja putra dan remaja putri, pada remaja putra perubahan ciri seks primer ditunjukkan dengan pertumbuhan batang kemaluan (penis) dan kantung kemaluan (scrotum) atau biasa ditandai dengan mimpi basah. 1

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Sementara itu, bagi remaja putri perubahan ciri seks primer ditandai dengan munculnya menstruasi (Mar’at, 2005). Menurut Ramaiah (2006) menstruasi adalah pengeluaran cairan darah dari vagina secara berkala selama masa usia reproduktif. Pada umumnya remaja putri akan mengalami menstruasi pertama pada usia 10-13 tahun. Ramaiah menambahkan menstruasi pertama pada remaja putri sering dihayati sebagai suatu pengalaman traumatis. Terkadang remaja putri yang belum siap menghadapi mentruasi akan timbul keinginan untuk menolak datangnya menstruasi. Menjelang datangnya menstruasi, remaja putri biasanya mengalami kecemasan. Mereka mengalami kecemasan karena mereka malu, takut, terganggu, kecewa, dan bingung mengenai apa yang harus dilakukan, (Paludi, 2002). Kecemasan dapat dialami oleh setiap orang, terutama dalam situasi yang tidak menyenangkan. Kecemasan merupakan kegundahan dan kegelisahan yang belum jelas objeknya. Kecemasan menimbulkan respon yang tidak langsung, seperti jantung berdebar-debar (Santrock, 2007). Berbeda dengan ketakutan, objek ketakutan itu jelas, sehingga respons terhadap hal yang menakutkan dapat langsung diamati. Misalnya ketika seseorang melihat ular (objek ketakutan), kemudian seseorang tersebut berteriak dan berlari (respons yang dilakukan dan yang dapat diamati). Dengan demikian, perbedaan kecemasan dan ketakutan terletak pada respons

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 yang diberikan dapat diamati atau tidak dapat diamati; objeknya nyata atau tidak nyata. Kecemasan menghadapi menstruasi terlihat dari kondisi psikologis remaja putri dan gejala premenstruasi yang biasa terjadi. Menurut pendapat Ramaiah, (2006) gejala premenstruasi ini ditandai dengan kondisi emosi sedih, cemas, marah dan kesal, konsentrasi menurun, dan sulit untuk mengambil keputusan, serta kondisi perilaku yang memperlihatkan motivasi rendah dan tidak mau bersosialisasi dengan orang lain. Dampak dari kecemasan dapat mencakup fisik maupun psikis. Dari segi fisik akan berpengaruh pada penurunan kondisi kesehatan secara umum, meliputi gangguan denyut jantung, peredaran darah, gangguan pernafasan, daya tahan tubuh, sistem metabolisme dan lain-lain. Dari segi psikis dapat memunculkan gejala-gejala tingkah laku seperti adanya kecenderungan menarik diri dari kehidupan sosial, menutup diri, pesimis, merasa tidak bahagia, cemas, depresi, stress, kesulitan berkonsentrasi, dan agresif. Sindrom premenstruasi memiliki keterkaitan yang erat dengan perubahan kadar hormon, neurotransmitter, pola makan, pola hidup, dan penggunaan obat-obatan (Khomsan, 2006). Perubahan kadar hormon itu menyebabkan penurunan endorfin yang berkaitan dengan mood, sehingga saat menstruasi timbul mood yang tidak stabil (Reeder, 2011). Andrews (2009), mengelompokkan gejala sindrom premenstruasi ke dalam 3 kategori yaitu: gejala fisik, gejala psikologis dan gejala perilaku.

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Penyebab kecemasan menghadapi menstruasi yang biasanya terjadi pada remaja putri SD kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang bahwa remaja putri mengalami rasa sakit perut, mual, sakit pinggang, tidak bisa bebas melakukan aktivitas sehari-hari, dan merasa kurang nyaman menjelang menstruasi. Rasa mual, sakit perut, sakit pinggang, dan merasa tidak bebas melakukan aktivitas yang dialami remaja putri disebabkan karena remaja putri memiliki pengetahuan menstruasi yang rendah, memiliki gaya hidup sehat yang rendah, dan remaja putri kurang mendapatkan dukungan dari keluarga mereka. Penelitian ini didukung oleh informasi yang diperoleh dari wawancara yang dilakukan peneliti dengan melibatkan lima remaja putri yang masih duduk di bangku sekolah dasar yang ada di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang. Kelima remaja putri tersebut, berusia 11-14 tahun dan sudah mengalami menstruasi. Dari kelima remaja putri diperoleh informasi bahwa setiap menjelang menstruasi, remaja putri belum mempunyai kesiapan baik secara fisik maupun psikologis. Kurangnya kesiapan menjelang menstruasi menyebabkan kecemasan saat menstruasi. Penyebab kecemasan menghadapi menstruasi yang dialami remaja putri timbul karena remaja putri melihat begitu banyak darah yang keluar dari alat vital, mengalami rasa sakit pada perut dan payudara menjelang menstruasi, dan malu karena harus mengalami menstruasi saat berada di sekolah. Remaja putri berpandangan bahwa menstruasi merupakan suatu hal yang menyebabkan kecemasan. Hal

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 ini terlihat dari respon mereka yang kurang menyenangkan dalam menanggapi pertanyaan tentang menstruasi yang diajukan peneliti. Selain melakukan wawancara kepada remaja putri, peneliti juga melakukan wawancara kepada lima orangtua yang memiliki putri. Dua dari lima orangtua memiliki putri yang belum pernah mengalami menstruasi dan tiga dari lima orangtua yang memiliki putri sudah mengalami menstruasi. Berdasarkan hasil wawancara, orangtua yang memiliki putri belum menstruasi, tidak memberitahukan atau memberi informasi kepada putrinya mengenai menstruasi. Sedangkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti kepada orangtua yang memiliki putri sudah menstruasi, orangtua juga tidak memberitahu atau memberi informasi kepada putrinya mengenai menstruasi. Ketika remaja putri memberitahu orangtuanya bahwa dia telah menstruasi, orangtua cukup tahu saja, tidak menjelaskan apa itu menstruasi, dan apa yang harus dilakukan saat menstruasi. Kesimpulan dari wawancara bahwa kelima orangtua mengatakan malu jika harus memberitahukan informasi tentang menstruasi. Disamping malu, orangtua juga mengatakan kalau dirinya juga tidak mengetahui berbagai informasi mengenai menstruasi. Wawancara yang peneliti lakukan telah membuktikan bahwa remaja putri kurang mendapatkan dukungan keluarga menjelang menstruasi dan saat menstruasi. Sehingga, kurangnya dukungan keluarga menyebabkan kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri.

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 Dari uraian di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Penyebab Kecemasan menghadapi Menstruasi pada Remaja Putri SD kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang Tahun Ajaran 2013/2014 dan Implikasinya pada Usulan Topik-topik Bimbingan Pribadi”. Remaja putri perlu diberikan pengarahan melalui topiktopik bimbingan pribadi yang tepat dalam membantu mengatasi kecemasan menghadapi menstruasi. Peneliti mencoba mencari salah satu solusi yang bisa digunakan dalam mengatasi gangguan kecemasan remaja putri pada saat menghadapi menstruasi. B. Rumusan Masalah 1. Apa sajakah penyebab kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri SD kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang tahun ajaran 2013/2014? 2. Topik-topik bimbingan pribadi apa sajakah yang tepat untuk mengatasi kecemasan dalam menghadapi menstruasi pada remaja putri SD kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang tahun ajaran 2013/2014?

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C. 7 Tujuan Penelitian 1. Mengetahui penyebab kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri SD kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman, Padang tahun ajaran 2013/2014. 2. Menyusun topik-topik bimbingan pribadi yang tepat untuk mengatasi kecemasan dalam menghadapi menstruasi pada remaja putri SD kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman, Padang tahun ajaran 2013/2014. D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu tentang kecemasan menghadapi menstruasi. 2. Manfaat Praktis a. Bagi Remaja Melalui penelitian ini, harapannya remaja putri semakin mampu mengatasi penyebab kecemasan menghadapi menstruasi. b. Bagi peneliti Melalui penelitian ini, peneliti menemukan topik-topik bimbingan pribadi yang tepat untuk mengatasi kecemasan menghadapi

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 menstruasi. Penemuan topik-topik bimbingan pribadi yang tepat ini dapat dikembangkan sebagai salah satu pengetahuan baru bagi peneliti. c. Bagi guru BK Guru BK mendapat informasi atau gambaran tentang penyebab kecemasan menghadapi menstruasi. Melalui informasi tersebut, guru pembimbing dapat membuat program bimbingan yang dapat membantu remaja putri dalam menghadapi menstruasi. E. Definisi Operasional 1. Kecemasan Suatu kondisi tertekan, tidak menyenangkan, dan tidak terkendali. Kondisi yang tidak terkendali dan tidak menyenangkan tersebut seperti sulit konsentrasi, khawatir, gelisah dan otot tegang. 2. Menstruasi Proses keluarnya darah dari dalam rahim yang terjadi karena luruhnya lapisan dalam rahim. Menstruasi terjadi secara alami pada setiap perempuan yang sehat, dan menjadi ciri khas kedewasan wanita. 3. Kecemasan Menghadapi Menstruasi Kecemasan menghadapi menstruasi diartikan sebagai suatu perasaan gelisah, khawatir, dan cemas jika menstruasi datang secara tiba-tiba dan di saat yang tidak tepat, seperti tiba-tiba mengalami menstruasi pada saat di sekolah.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. 9 Penyebab Kecemasan Menghadapi Menstruasi Penyebab kecemasan menghadapi menstruasi diartikan sebab-sebab atau gejala menjelang menstruasi yang menimbulkan kecemasan. Gejala-gejala menjelang menstruasi biasanya seperti rasa mual, sakit perut, dan sakit pinggang. 5. Remaja Putri SD kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang Diartikan sebagai siswi yang aktif mengikuti proses belajar mengajar di sekolah dasar yang ada di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang tahun ajaran 2013/2014 yang sudah mengalami menstruasi.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini akan menguraikan tentang pengertian kecemasan, jenis-jenis kecemasan, gejala kecemasan, pengertian menstruasi, gejala sindrom premenstruasi, dan faktor-faktor penyebab kecemasan menghadapi menstuasi. A. Remaja 1. Pengertian Remaja Remaja berasal dari kata latin adolescere berarti tumbuh atau menjadi dewasa yang mencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik (Hurlock, 1980). Santrock (2007) menjelaskan remaja adalah masa transisi antara masa anak-anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, emosional, dan sosial. Rentang usia remaja dibedakan menjadi tiga, yaitu 12 sampai 15 tahun disebut remaja awal, 15 sampai 18 tahun disebut remaja pertengahan, dan 18 sampai 22 tahun adalah remaja akhir. Remaja putri dengan kisaran umur 12-15 tahun termasuk remaja yang sudah mengalami pubertas. Pada masa-masa ini sudah terjadi perubahan fisik dan psikologis. Perubahan fisik yang dialami diantaranya tumbuhnya bulu pada kemaluan dan menstruasi. Karakteristik subjek dalam penelitian ini berada pada usia 12-14 tahun dan sudah mengalami menstruasi. 10

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 2. Ciri-ciri Masa Remaja Terdapat lima ciri-ciri remaja menurut Zulkifli (2003), yaitu: a. Peningkatan emosional Peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja dikenal sebagai masa stress. Peningkatan emosi ini merupakan tanda bahwa remaja dalam kondisi baru yang berbeda dari masa sebelumnya. b. Perubahan fisik Perubahan fisik biasanya disertai dengan kematangan seksual. Terkadang perubahan ini membuat remaja merasa tidak yakin akan diri dan kemampuannya sendiri. Perubahan fisik terjadi secara cepat, baik perubahan internal seperti pencernaan, maupun perubahan eksternal seperti tinggi badan dan berat badan. c. Perubahan sosial Perkembangan sosial pada masa remaja merupakan puncak dari perkembangan sosial dari fase-fase perkembangan. Perkembangan sosial remaja lebih mementingkan kehidupan sosial di luar ikatan dalam keluarganya. Perkembangan sosial remaja pada fase ini merupakan titik balik pusat perhatian, dan lingkungan sosial sebagai perhatian utama. Pada usia remaja pergaulan dan interaksi sosial dengan teman sebaya bertambah luas dan kompleks dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya termasuk pergaulan dengan lawan jenis. Mengikuti

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 organisasi sosial juga memberikan keuntungan bagi perkembangan sosial remaja, namun demikian agar remaja dapat bergaul dengan baik dalam kelompoknya diperlukan kompetensi sosial yang berupa kemampuan dan keterampilan berhubungan dengan orang lain. d. Perubahan kognitif Perubahan-perubahan kognitif yang berlangsung selama transisi dari masa kanak-kanak hingga masa remaja adalah meningkatnya berpikir abstrak, dan idealis. Perubahan-perubahan Kognitif pada Masa Remaja Ada 5 yaitu: 1) Remaja sudah bisa melihat ke depan ke hal-hal yang mungkin akan terjadi, termasuk mengerti keterbatasannya dalam memahami realita. Sistem abstraksi, pendekatan dan penalaran yang sistematis (logisidealis), sampai ke berfikir hipotetis yang berdampak pada perilaku sosial, berperan dalam meningkatkan kemampuan membuat keputusan. 2) Remaja mampu berfikir abstrak. Kemampuan ini dapat diaplikasikan dalam proses penalaran dan berfikir logis. 3) Remaja mulai berfikir tentang berfikir itu sendiri biasa dikenal dengan istilah Metacognition, yaitu monitoring tentang aktivitas kognitifnya sendiri. Selama proses berfikir menjadikannya instrospektif terkait dengan perkembangan masa remajanya.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 4) Pemikirannya lebih multidimensional dibandingkan singular mampu melihat dari berbagai perspektif dan lebih sensitif pada kata-kata sarkastik dan sindiran. 5) Remaja mengerti hal-hal yang bersifat relative. Sering muncul pada saat remaja meragukan sesuatu, yang ditandai dengan seringnya berargumentasi tentang nilai-nilai moral. e. Kecemasan Pada masa remaja kecemasan akan meningkat karena terjadi perubahan ketidakseimbangan hormonal yang menyebabkan rasa tidak tenang pada dirinya. Kondisi yang belum stabil akan mempengaruhi cara berpikir remaja yang irrasional. Kelenjar adrenal adalah salah satu kelenjar yang paling penting dan berada di atas ginjal. Ini adalah bagian dari endokrin dan kelenjar ini mengeluarkan hormon dalam situasi ketika tubuh stress atau bahaya. Kelenjar ini bertanggung jawab untuk pengembangan banyak hormon pada tubuh manusia. Setiap masalah dalam fungsi kelenjer ini dapat menyebabkan gangguan kelenjar adrenal, dan menimbulkan kecemasan. B. Penyebab Kecemasan 1. Pengertian Kecemasan Kecemasan merupakan emosi yang tidak menyenangkan yang ditandai dengan istilah-istilah seperti kekhawatiran, keprihatinan, dan rasa takut

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 yang kadang-kadang dialami oleh individu dalam tingkat yang berbedabeda (Atkinson dan Rita, 1993). Kecemasan merupakan emosi yang dikarakteristikkan oleh keadaan pemikiran dan pengantisipasian terhadap bahaya (Hurlock, 1980). Menurut Nevid (2005) kecemasan merupakan suatu keadaan yang merangsang fisiologis, perasaan tegang dan tidak menyenangkan, dan perasaan aprehensif. Perasaan aprehensif adalah keadaan khawatir bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi. Kondisi yang tidak terkendali dan tidak menyenangkan seperti sulit konsentrasi, khawatir, gelisah dan otot tegang. 2. Jenis-jenis Kecemasan Gaundry (dalam Gunartomo, 2003) mengatakan bahwa secara konseptual kecemasan dikenal dengan sifat kecemasan yang menunjukkan keadaan emosional dan menetap dalam diri seseorang saat menilai situasi dan kondisi yang sama. Kecemasan ini akan dialami oleh seseorang ketika orang tersebut menilai keadaan yang pernah dialami sebelumnya sama dengan keadaan yang dialami berikutnya, meskipun sebenarnya keadaan yang dihadapi pada waktu yang berikutnya berbeda dengan keadaan yang dialami pada waktu sebelumnya dan kecemasan yang dihadapi juga berbeda.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 Speilberger (dalam Slameto, 1995) membedakan kecemasan atas dua bagian yaitu: a. Kecemasan sebagai suatu sifat, yaitu kecenderungan pada diri seseorang yang merasa terancam oleh sejumlah kondisi sebenarnya yang tidak berbahaya. b. Kecemasan sebagai suatu keadaan, yaitu suatu keadan atau kondisi emosional sementara pada diri seseorang, yang ditandai dengan perasaan tegang dan kekhawatiran yang dihayati secara sadar serta bersifat subyektif, dan meningginya system saraf otonom simpatetik. Sistem saraf Simpatetik bergerak satu unit. Saat terkena rangsangan emosional, saraf simpatetik akan mempercepat detak jantung, memperlebar pembuluh darah dari otot skeletal dan jantung, mempersempit pembuluh darah kulit dan organ pencernaan, dan memproduksi keringat berlebih. Juga mengaktifkan kelenjar endokrin tertentu sampai hormon pengeluaran selanjutnya meningkatkan rangsangan. Berdasarkan uraian diatas, peneliti menarik kesimpulan mengenai jenis-jenis kecemasan. Jenis-jenis kecemasan yang dialami seseorang biasanya seperti perasaan gelisah, yang berarti tidak tentram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, dan cemas. Kegelisahan merupakan ketentraman hati maupun perbuatan seseorang, merasa khawatir, tidak tenang dalam bertingkah laku, dan tidak sabar. Kegelisahan

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Gejala tingkah laku atau gerak-gerik itu umumnya lain dari biasanya, misalnya berjalan mondar-mandir dalam ruang tertentu sambil menundukkan kepala. Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan. 3. Gejala-gejala Kecemasan Gejala kecemasan umumnya disertai oleh perubahan fisiologis, seperti perubahan ekspresi wajah, muka tiba-tiba memerah, pupil mata membesar, otot muka bergerak-gerak, perubahan gerak-gerik tubuh, menggigit-gigit jari sendiri, dan macam-macam tingkah laku kompulsif, (Dirga Gunarsa dan Gunarsa, 1995) Gejala kecemasan secara fisik yang dapat dilihat oleh orang lain dan dapat dirasakan oleh individu itu sendiri, antara lain: ujung-ujung jari terasa dingin, pencernaan tidak teratur, detak jantung cepat, berkeringat terlalu berlebihan, tidur tidak nyenyak, nafsu makan hilang, kepala pusing, nafas sesak disebabkan karena detak jantung yang cepat. Gejala kecemasan secara mental atau psikologis antara lain: merasa takut, merasa akan ada bahaya, tidak bisa memusatkan perhatian, tidak berdaya, rendah diri, hilang kepercayaan diri, tidak tentram, dan ingin lari dari kenyataan hidup (Daradjat, 1985).

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 Gejala kecemasan secara fisiologis (fisik) yang dapat dirasakan oleh individu sendiri menurut Fabella (1993) antara lain: a. Nafsu makan yang hilang atau nafsu makan yang berlebihan Kecemasan dapat menimbulkan nafsu makan semakin berkuang. Seringkali seseorang merasa tidak nafsu makan walaupun tubuh menuntut asupan makanan sebagai energi untuk beraktivitas. Nafsu makan dapat berkurang karena stress. Stres sering berhubungan dengan makan berlebih, tetapi fakta membuktikan bahwa banyak orang tidak nafsu makan karena sedang mengalami stres. Stres menurunkan keinginan dan minat orang terhadap makanan. Gangguan mood dan depresi juga terkait dengan nafsu makan rendah. Nafsu makan yang hilang berhubungan dengan perilaku makan yang kadang ditentukan oleh kondisi lingkungan, sosial dan mental yang dapat dikendalikan secara sadar misalnya kebiasaan makan dalam sehari, makan karena kelezatan makanan yang disajikan dengan meningkatkan selera, kondisi stress, cemas dan depresi yang dengan mudah mengubah pola makan. b. Gangguan pencernaan seperti sakit maag Gangguan pencernaan atau sakit perut adalah istilah umum yang menggambarkan ketidaknyamanan di perut bagian atas. Pada umumnya gangguan pada sistem pencernaan bukanlah suatu penyakit yang sangat

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 berbahaya, melainkan beberapa gejala yang dialami, termasuk sakit perut dan perasaan kenyang sebelum mulai makan. Gejala gangguan sistem pencernaan dapat dirasakan sesekali atau sering setiap hari. Gangguan sistem pencernaan merupakan gejala dari penyakit pencernaan. Kelainan pada sistem pencernaan yang bukan disebabkan oleh penyakit dapat diobati dengan perubahan gaya hidup dan obatobatan. Biasanya orang dengan gangguan pencernaan juga mengalami mulas. mulas dan gangguan pencernaan adalah dua kondisi yang terpisah. Mulas adalah rasa nyeri atau perih di tengah perut yang dapat menyebar ke dada atau punggung selama atau setelah makan. Gangguan sistem pencernaan manusia memiliki banyak kemungkinan penyebab. Gangguan pencernaan berkaitan erat dengan gaya hidup seseorang dan mungkin dipicu oleh sistem pencernaan makanan yang tidak sehat, minuman beralkohol atau obat-obatan yang di konsumsi, makan berlebihan atau makan terlalu cepat, makanan berlemak, berminyak atau pedas, terlalu banyak kafein, alkohol, coklat atau berkarbonasi minuman, merokok, dan kecemasan. c. Diare atau sering buang air Diare adalah penyakit yang sangat umum dijumpai. Penyakit ini dapat menyerang baik anak-anak maupun dewasa. Diare didefinisikan sebagai suatu keadaan bertambahnya frekuensi dan keenceran buang air

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 besar. Frekuensi buang air besar yang dianggap normal adalah 1-3 kali per hari dan banyaknya 200-250 gram sehari. Jika melebihi jumlah tersebut, maka seseorang sudah dapat dikatakan mengalami diare. Pada prinsipnya diare terjadi akibat gangguan sistem percernaan. Gangguan tersebut dapat berupa gangguan penyerapan, gangguan pengeluaran enzim usus, ataupun gangguan gerakan usus yang disebabkan oleh bakteri ataupun nonbakteri sehingga mengakibatkan perubahan jumlah ataupun konsentrasi sisa makanan yang akan dibuang. Dengan demikian, gejala yang akan ditemui sebagian besar adalah gejala dari sistem pencernaan. Penyebab diare adalah infeksi usus (keracunan makanan), penggunaan antibiotik yang salah sehingga menganggu bakteri normal usus, alergi protein kedelai, kelainan penyerapan makanan, misal pada kondisi kekurangan enzim pencerna makanan, kekurangan vitamin seperti niasin (vitamin B3), dan tertelan logam berat, seperti Co, Zn, cat. d. Jantung berdebar-debar Penyebab jantung berdebar kencang disebabkan oleh kekurangan asupan nutrisi kalsium ke dalam tubuh. Banyak orang tidak mengetahui seberapa pentingnya kalsium bagi jantung. Padahal kalsium sebenarnya bukan hanya buat tulang dan gigi saja. Tulang dan gigi adalah tempat dimana disimpanya kalsium dalam tubuh. Fungsi kalsium bagi jantung

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 adalah untuk baterenya. jika seseorang kekurangan kalsium maka jantung akan melemah sedangkan tugas dari jantung sangatlah berat. Akhirnya detak jantung pun tidak normal kalau istilah umumnya ngosngosan. Jantung berdebar-debar kencang disebabkan karena pola makan yang tidak sehat seperti: makanan berkolesterol tinggi, mie instan, goregan, penggunaan minyak goreng dua kali pemakaian, dan stress. e. Wajah memerah Saat tersipu, biasanya sebagian besar orang pipinya akan memerah. Tetapi wajah yang memerah tidak hanya disebabkan karena malu. Wajah memerah disebabkan karena faktor genetik, gugup, cemas, dan gaya hidup yang tidak baik. Wajah yang memerah bisa disebabkan karena terlalu banyak terpapar sinar matahari atau menghisap rokok. Dua kebiasaan tersebut akan merusak kolagen, sejenis protein yang menjaga kekencangan dan elastisitas kulit. Kolagen juga menutupi pembuluh darah di bawah kulit. Jika lapisan kolagen menipis, maka pembuluh darah akan semakin terlihat.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 f. Keringat dingin dan biasanya muncul pada bagian telapak tangan atau wajah. Keringat Dingin merupakan suatu kondisi yang tidak normal yang ditandai dengan keluarnya keringat terkadang berlebihan dan tubuh malah terasa kedinginan. g. Pusing dan sakit kepala Saat pusing dan sakit kepala ini berlangsung, hampir semua orang merasa/menduga tensi (tekanan darah) adalah penyebabnya. Selalu tensi yang dianggap sebagai penyebabnya. Karena pada sebagian besar kasus keluhan kepala yang berat/gawat didapatkan kenaikan tensi atau tensi tinggi (hipertensi), sehingga orang menjadi terbiasa memvonis tensi sebagai penyebab semuanya itu. Pusing kepala biasanya disebabkan oleh infeksi telinga yang dapat menyebabkan pusing yang berat berupa vertigo atau pusing berputar, migraine, stress, cemas, depresi, dan kadar gula yang rendah. Fabella (1993) menyebutkan gejala kecemasan secara psikologis, yaitu: a. Perilaku membual dan pamer. Membual maksudnya mengatakan sesuatu yang tidak benar atau tidak sesuai dengan kenyataan. Pamer adalah menunjukkan sesuatu baik berupa barang maupun keberhasilan yang dicapai pada orang lain secara berlebihan. Seseorang yang membual atau pamer akan menimbulkan kecemasan karena orang yang

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 membual atau pamer tersebut cemas apabila cerita pamer yang dibuatnya ketahuan oleh orang lain. b. Pembawaan gugup atau gangguan dalam berkata-kata. c. Penghindaran terhadap situasi yang dapat mendatangkan kecemasan dengan cara tidur, menyibukkan diri atau berkhayal. Berkhayal adalah memikirkan sesuatu yang belum terjadi atau tidak nyata. d. Munculnya reaksi tertentu terhadap rangsangan (kurang tanggap ataupun terlalu sensitif) e. Perilaku yang berubah menjadi aneh. Misalnya seseorang yang biasanya ramah dan baik, tiba-tiba menjadi tidak peduli dengan orang lain dan mudah tersinggung. Berdasarkan pendapat dari tokoh diatas, peneliti menarik kesimpulan bahwa gejala-gejala kecemasan yang dialami seseorang dapat dilihat secara psikologis seperti rasa takut, gelisah, gugup, khawatir, dan dapat dilihat pula secara fisiologis seperti berkeringat dingin, jantung berdetak cepat, kepala pusing, dan lain-lain. 4. Faktor-faktor yang Menyebabkan Kecemasan a. Menurut Supratiknya (1995) ada beberapa penyebab munculnya kecemasan, 1) Modelling, yaitu mencontoh orangtua yang memiliki sifat tegang dan pencemas. Misalnya ketika aka nada tamu atau keluarga besar

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 yang akan datang ke rumah. Apabila orangtuanya pencemas, maka ia akan mondar-mandir menunggu kedatangan keluarga yang memang sudah ditunggu. Melihat orangtua yang cemas dengan menunnjukkan perilaku mondar-mandir, maka anak akan meniru kebiasaan orangtua. 2) Tidak mampu mengendalikan dorongan-dorongan yang dapat “membahayakan“ atau “mengancam”, seperti rasa bermusuhan terhadap seseorang, dan dorongan-dorongan seks. 3) Membuat keputusan-keputusan yang menimbulkan kecemasan. Misalnya membuat keputusan atau pilihan yang tidak sesuai dengan keyakinan dalam dirinya, sehingga individu tersebut dengan sendirinya akan mengalami kecemasan. 4) Munculnya kembali trauma psikologis yang pernah dialami di masa lalu. Perasaan cemas muncul karena adanya pengalaman masa lalu, sehingga individu membayangkan atau teringat kembali dan menyebabkan perasaan cemas itu akan muncul kembali. b. Menurut Daradjat (1985) penyebab seseorang mengalami kecemasan karena: 1) Merasa diri (fisik) kurang. Individu menilai bahwa dirinya memiliki kekurangan fisik yang memberikan pengaruh pada dirinya dalam bersosialisasi dengan

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 orang lain. Misalnya merasa dirinya kurang tinggi ketika berada di dekat teman-temannya yang lebih tinggi. Memiliki rasa percaya diri yang rendah terhadap kondisi fisik yang ada pada dirinya, membuat orang tersebut merasakan cemas. Cemas bila di ejek atau jadi bahan tertawaan. Bagi orang yang sudah dewasa tidak akan saling mengejek antar teman, tetapi bagi anak-anak, kondisi fisik yang kurang seperti kurang tinggi akan jadi bahan ejekan dan tertawaan teman-teman seusianya yang lebih tinggi. Misalnya ejekan kerdil atau cebol. Seorang anak akan cemas bila diejek cebol atau kerdil, terutama bila diejek di depan teman-temannya yang lain. Sama halnya dengan menstruasi. Remaja putri akan mengalami kecemasan apabila menstruasi datang lebih cepat diantara temanteman seusianya. 2) Pengaruh pendidikan waktu kecil Seorang anak yang masa kecilnya sering diberi nasehat atau dilarang untuk melakukan suatu hal. Kondisi ini akhirnya membuat individu tersebut kurang percaya diri dan akan mengalami kecemasan bila melihat, memegang atau melakukan hal-hal yang sering dilarang oleh orangtuanya. Seorang anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap segala hal. Rasa ingin tahu yang terhambat karena adanya berbagai larangan dari orangtua membuat

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 anak mempunyai pengetahuan yang rendah. Misalnya anak yang bermain pisau. Sebagian orangtua pasti akan melarang anak yang bermain pisau, orangtua lebih sering mengatakan pada anak bahwa pisau itu sangat berbahaya dan akan melukai dirinya. Sementara anak tersebut belum pernah mengetahui apakah benar pisau dapat melukainya. Dengan adanya larangan bermain pisau, membuat anak tidak mengetahui bahwa pisau benar-benar dapat melukai tubuh. Anak pun akan mempunyai persepsi bahwa semua pisau itu pasti akan melukai. Padahal tidak semua pisau dapat melukai, seperti pisau tumpul atau pisau mainan yang tidak bisa melukai. Sama halnya dengan menstruasi. Sebagian orangtua akan melarang putrinya menggunakan pembalut saat menstruasi. Orangtua menyarankan menggunakan kain sebagai pembalut. Menurut pandangan orangtua, menggunakan pembalut saat menstruasi itu berbahaya. Sehingga anak akan mempunyai persepsi bahwa menggunakan pembalut saat menstruasi itu berbahaya. Dengan adanya larangan menggunakan pembalut, remaja putri yang sudah menstruasi akan menganggap bahwa menstruasi itu tidak menyenangkan dan merepotkan. Repot karena harus mencuci kain yang dipakai sebagai pembalut. Terkadang merasa jijik dengan kain pembalut yang di gunakan.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 3) Sering terjadi frustrasi karena keinginannya tidak tercapai, baik secara material maupun sosial. 4) Rasa tidak berdaya. Merasa tidak mampu melakukan sesuatu yang bisa dilakukan oleh orang lain. Merasa kurang percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki. 5) Tidak ada rasa kekeluargaan. Kurang adanya rasa humoris dan saling pengertian dalam keluarga serta kurang adanya rasa peduli antar anggota keluarga lainnya. c. Menurut Sundari (2005) penyebab kecemasan yang dialami seseorang antara lain: 1) Merasa berdosa atau bersalah. Misalnya individu melakukan suatu hal yang bertentangan dengan hati nurani atau keyakinannya. Seorang pelajar yang menyontek ketika ujian dan menjadi berkeringat dingin ketika pengawas lewat di depannya. 2) Akibat melihat dan mengetahui bahaya yang mengancam dirinya. Misalnya seseorang yang sedang berkendara mengetahui bahwa kendaraan yang dinaiki remnya mecet, maka seseorang tersebut akan merasa cemas kalau terjadi kecelakaan beruntun dan dia adalah penyebabnya.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 Berdasarkan pendapat beberapa tokoh tentang penyebab kecemasan, peneliti menyimpulkan bahwa kecemasan disebabkan karena kesalahan dalam diri seseorang yang menyebabkan kecemasan itu muncul. Tidak adanya keyakinan atau rasa percaya diri. C. Pengertian Menstruasi Menstruasi adalah pengeluaran cairan darah dari vagina secara berkala selama masa usia reproduktif. Keluarnya darah dari vagina disebabkan luruhnya lapisan dalam rahim yang banyak mengandung pembuluh darah dan sel telur yang tidak dibuahi. Menstruasi biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: Ketidakseimbangan hormon, stres, penyakit, gaya hidup, dan berat badan (Ramaiah, 2006). Pengertian menstruasi adalah pendarahan periodik dari uterus disertai dengan pengelupasan endometrium (Proverawati & misaroh, 2009). Menurut Asrinah (2011) menstruasi adalah proses keluarnya darah yang terjadi secara periodik. Keluarnya darah dari vagina disebabkan luruhnya lapisan dalam rahim yang banyak mengandung pembuluh darah dan sel telur yang tidak dibuahi. Berdasarkan pendapat beberapa tokoh di atas tentang pengertian menstruasi, peneliti menyimpulkan bahwa menstruasi adalah proses keluarnya darah dari dalam rahim yang terjadi karena luruhnya lapisan dalam rahim.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 Menstruasi terjadi secara alami pada setiap perempuan yang sehat, dan menjadi ciri khas kedewasan wanita. D. Kecemasan Menghadapi Menstruasi Pengetahuan yang sedikit mengenai menstruasi membuat remaja putri merasa malu ketika menstruasi. Kurangnya informasi mengenai menstruasi, dapat menyebabkan kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri. Remaja putri juga akan merasa takut dan berpikir kehilangan banyak darah saat menstruasi (Byer, Shainberg, & Galliano, 1999). Remaja putri merasa malu apabila menstruasi datang terlambat atau lebih cepat dari teman-teman perempuan yang seusia dirinya. Remaja putri yang terlalu dini atau terlambat mengalami menstruasi harus mendapatkan informasi yang tepat agar tidak menimbulkan kecemasan. Timbulnya kecemasan akan membuat keinginan untuk menolak proses fisiologis menstruasinya. Oleh karena itu tidak jarang terjadi, timbulnya penolakan menstruasi. Secara tidak sadar rasa cemas tersebut kemudian diperkuat oleh rasa ketakutan yang mungkin akan menyebabkan timbulnya keinginan untuk menolak datangnya menstruasi (Kartono, 1995). E. Gejala Sindrom Premenstruasi Andrews (2009) mengelompokkan gejala sindrom premenstruasi ke dalam 3 kategori yaitu gejala fisik, gejala psikologis dan gejala perilaku:

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. 29 Gejala Fisik. Wanita yang menderita sindrom premenstruasi dapat mengalami gejala fisik seperti perut kembung, retensi cairan dan nyeri payudara. 2. Gejala Psikologis. Banyak wanita merasakan bahwa gejala psikologis merupakan kumpulan gejala premenstruasi yang paling sulit untuk diatasi. Adapun gejala kecemasan psikologis yang sering dirasakan yaitu tegang, lekas marah, depresi dan tertekan, moody. 3. Gejala Perilaku. Sindrom premenstruasi juga dapat menyebabkan penurunan konsentrasi dan penampilan kerja, serta menghindari kegiatankegiatan sosial. Gejala sindrom premenstruasi tersebut saling berkaitan antara gejala fisik, psikis, dan perilaku. Menurut Andrews (2009) Gejala psikis seperti perubahan nafsu makan mempengaruhi perubahan perilaku makan remaja putri. Misalnya, bila remaja yang memiliki sedikit nafsu makan, maka perilaku dalam makan makanan yang telah ada tidak seperti orang yang sedang memiliki nafsu makan yang tinggi. Apabila remaja putri yang nafsu makannya rendah, maka fisik dalam dirinya akan menglami penurunan, fisiknya akan lemas karena kurang asupan makanan. Semua itu akan mempengaruhi produktivitas kerja remaja putri itu sendiri. Sebagian besar remaja putri yang mengalami gejala psikologis saat sindrom pramenstruasi disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon estrogen

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 dan progesteron yang berdampak pada neurotransmitter serotonin dan perubahan perilaku. Remaja putri yang mengalami sindrom pramenstruasi, kadar estrogen meningkat dan kadar progesteron menurun sehingga terjadi penurunan sintesis serotonin yang berpengaruh pada perubahan Psikologis dan perilaku. Penurunan kadar progesteron juga akan mempengaruhi neurotransmitter di otak yang terlibat dalam pengaturan psikologis (emosional, suasana hati) dan perilaku. Remaja putri mengalami siklus menstruasi yang terjadi selama tiga hingga tujuh hari setiap bulannya. Proses menstruasi pada remaja putri seringkali disertai dengan rasa sakit dan nyeri haid. Biasanya remaja putri akan mengalami beberapa gejala yang terjadi beberapa hari menjelang menstruasi. Gejala seperti sakit kepala, payudara membengkak, tumbuhnya jerawat, dan ketegangan menjelang menstruasi, hal ini disebut dengan istilah Premenstrual Syndrome (PMS), (Kingston, 1995). Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan sekelompok gejala yang dialami wanita menjelang menstruasi datang. Gejala PMS dapat bersifat fisik, emosional dan tingkah laku, dan dapat pula berkombinasi. Gejala yang paling sering seperti dysphoria (ketegangan, kurang konsentrasi, rasa gugup, mudah cemas, sensitif), payudara membengkak, berat badan bertambah, sakit kepala, mudah lelah, rasa ingin makan makanan tertentu dalam jumlah cukup banyak (Jurnal Psikologi Vol. 4 No. 1, Juni 2006).

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI F. 31 Faktor-faktor Penyebab Kecemasan Menghadapi Menstruasi Menurut Nurngaini (2002) penyebab kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri meliputi: 1. Dukungan keluarga Dukungan keluarga dan peran anggota keluarga terdekat khususnya ibu sangat diperlukan dalam memberikan informasi mengenai menstruasi pada remaja putri. Semakin cepat perkembangan yang dialami remaja putri, maka semakin banyak perubahan yang terjadi. Banyaknya perubahan yang terjadi membuat remaja putri mengalami kecemasan. Pada saat menstruasi remaja putri membutuhkan pengertian atas ketidakstabilan emosi yang dialami dan dukungan yang positif. Mendiskusikan suatu masalah dengan orangtua merupakan suatu indikasi dari adanya sikap positif. Tidak adanya dukungan dari keluarga membuat remaja putri mengalami kecemasan menghadapi menstruasi. Banyaknya efek yang terjadi baik fisiologis atau psikologis pada saat mengalami menstruasi dapat menimbulkan kecemasan. Remaja putri perlu mendapatkan dukungan dari keluarga salah satunya adalah dukungan informasional yang dapat diperoleh dari orangtua. Keluarga mempunyai pengaruh yang cukup besar bagi perkembangan remaja karena keluarga merupakan lingkungan sosial pertama, yang meletakkan dasar-dasar kepribadian remaja. Selain orangtua dan saudara kandung, posisi anak dalam

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 keluarga juga berpengaruh bagi remaja (Soetjiningsih, 2004). Soetjiningsih menambahkan bahwa fenomena yang terjadi saat ini di masyarakat bahwa sebagian masyarakat merasa tabu untuk membicarakan masalah menstruasi dalam keluarga, sehingga remaja putri kurang memiliki pengetahuan dan sikap yang cukup baik tentang perubahan-perubahan fisik dan psikologis terkait menstruasi. Remaja putri yang memperoleh dukungan sosial, secara emosional merasa lebih lega karena diperhatikan, dan mendapatkan saran atau kesan yang menyenangkan. Dukungan keluarga adalah keberadaan, kesediaan, kepedulian dari orang-orang yang dapat diandalkan, menghargai dan menyayangi, Sarason (dalam Zainuddin, 2002). Menurut House (dalam Sarafino, 1990) terdapat empat jenis dukungan keluarga yang meliputi: a. Dukungan emosional Dukungan emosional adalah ekspresi empati dan perhatian terhadap individu. Dukungan emosional mencakup ungkapan empati, kepedulian dan perhatian terhadap orang yang bersangkutan, misalnya memberikan umpan balik dan penegasan. Dukungan emosional dapat berupa penyediaan waktu luang untuk mendengarkan dan didengarkan, kasih sayang yang merupakan kelanjutan dari rasa simpatik, penghargaan yang dapat berupa penghargaan verbal dan non-verbal, material, dan

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 kebersamaan dengan individu lain untuk mempertahankan semangat di saat membutuhkan. Individu yang mendapatkan dukungan emosional akan memiliki keyakinan bahwa dirinya dicintai, diperhatikan, dan dihargai di saat individu tersebut membutuhkan. Dukungan emosional keluarga adalah ungkapan rasa simpati, pemberian kasih sayang, penghargaan, dan kebersamaan yang diperoleh dari keluarga. Adanya dukungan emosional keluarga akan membuat individu merasa tenang dalam menghadapi berbagai keadaan yang tidak menyenangkan, termasuk kecemasan menghadapi menstruasi. Kecemasan menghadapi menstruasi hilang apabila individu memiliki jaminan adanya anggota keluarga yang senantiasa dapat diandalkan. b. Dukungan penghargaan Dukungan penghargaan terjadi lewat ungkapan hormat (penghargaan) positif, dorongan maju atau persetujuan dengan gagasan atau perasaan individu, dan perbandingan positif antara satu orang dengan orang yang lain. Dukungan penghargaan sebagai sebuah umpan balik, membimbing dan mengarahkan indivudu dalam memecahkan permasalahan. Pada saat remaja putri mengalami menstruasi, keluarga hendaknya mendukung dengan memberikan semangat. Terutama bagi remaja putri yang mengalami rasa sakit perut, mual, dan kondisi emosi yang tidak stabil sangat membutuhkan dukungan penghargaan. Pada saat remaja putri

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 mengalami emosi yang tidak stabil, remaja putri akan lebih sensitif dan mudah marah. Dengan kondisi mudah marah, hendaknya orangtua memberikan penghargaan dengan mencarikan solusi, membimbing, dan memberikan umpan balik yang positif agar kondisi emosi remaja dapat stabil. c. Dukungan instrumental Dukungan instrumental mencakup bantuan langsung seperti memberi pinjaman atau menolong pekerjaan pada waktu mengalami stress. Bentuk dukungan ini merupakan penyediaan materi yang dapat memberikan pertolongan langsung seperti pinjaman uang, pemberian barang, makanan serta pelayanan. Bentuk dukungan ini dapat mengurangi kecemasan karena individu dapat langsung memecahkan masalahnya. Masalah yang dihadapi remaja putri adalah masalah menstruasi. Pada saat menstruasi, keluarga atau orangtua memberikan dukungan dengan menyediakan atau memberikan uang untuk membeli pembalut. Orangtua dapat membantu putrinya dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Misalnya pada saat remaja putri mengalami menstruasi, hendaknya orangtua tidak memberikan tugas pada putrinya. Tugas yang dimaksud adalah tugas membantu orangtua seperti mencuci piring, memasak, menyapu, dan lain sebagainya. Apabila tugas memasak, mencuci piring, menyapu, dan lain-lain merupakan tugas yang wajib dikerjakan remaja putri, hendaknya pada saat menstruasi

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 orangtua tidak mewajibkan tugas tersebut. Dengan adanya dukungan ini membuat remaja putri merasa dihargai dan mendapat perhatian khusus dari orangtua, sehingga remaja putri tidak mengalami tekanan yang akan menimbulkan kecemasan. d. Dukungan informatif Dukungan informatif mencakup memberi nasehat, petunjuk-petunjuk, saran-saran, dan umpan balik. Dukungan keluarga terhadap remaja putri dalam menghadapi menstruasi sangat dibutuhkan agar remaja putri tidak mengalami kecemasan, ketakutan, dan ketidaksiapan dalam menghadapi menstruasi. Dukungan yang dapat diberikan oleh keluarga berupa dukungan sosial yang meliputi bantuan emosional seperti memberikan dorongan dan informasi, instrumental, dan finansial (Smet, 1994). Pada umumnya remaja putri akan memberitahu ibunya saat menstruasi pertama kali (Santrock, 2003). Sayangnya tidak semua ibu memberikan informasi yang memadai kepada putrinya. Sebagian ibu enggan, malu, dan tidak memiliki pengetahuan tentang menstruasi. Kondisi ini akan menimbulkan kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri. 2. Gaya hidup Ketidakseimbangan antara makanan yang dikonsumsi dengan kebutuhan pada remaja putri akan menimbulkan masalah gizi. Kurang gizi

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 pada remaja putri terjadi karena pola makan tidak menentu. Kekurangan gizi pada remaja putri mengakibatkan menurunnya daya tahan tubuh terhadap penyakit, mengalami pertumbuhan tidak normal, tingkat kecerdasan rendah, produktivitas rendah dan terhambatnya perumbuhan organ reproduksi. Terhambatnya organ reproduksi pada remaja putri mengakibatkan menstruasi tidak lancar dan gangguan kesuburan (Soekirman, 2002). Remaja putri hendaknya mengetahui bagaimana gaya hidup sehat seperti, jangan lupa sarapan setiap pagi, banyak mengkonsumsi air putih, banyak melakukan olah raga, mengkonsumsi buah dan sayur sebanyak 3-4 porsi perhari (Muniroh 2002). Kurang minum air putih dan kurang mengkonsumsi buah dan sayur menyebabkan menstruasi tidak lancar, mengalami sakit perut saat menstruasi, dan mual menjelang menstruasi. Kurang minum dan kurang makan buah dan sayur adalah gaya hidup yang tidak sehat. Sehingga gaya hidup dapat menyebabkan kecemasan. Misalnya remaja putri cemas karena setiap menstruasi akan mengalami rasa sakit perut. Padahal rasa sakit perut yang dialami disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat. 3. Pengetahuan Pengetahuan remaja putri tentang suatu obyek mengandung dua aspek yaitu aspek positif dan negatif. Kedua aspek inilah yang akhirnya akan menentukan sikap remaja putri terhadap obyek tertentu. Semakin banyak aspek positif dan obyek yang diketahui maka akan menumbuhkan sikap

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 makin positif terhadap obyek tersebut. Jadi, semakin banyak pengetahuan yang dimiliki remaja putri tentang menstruasi maka diharapkan akan semakin positif sikap remaja putri dalam menghadapi menstruasi. Remaja putri yang memiliki pengetahuan baik maka akan lebih mampu mengatasi kecemasan yang dialaminya. Sedangkan yang memiliki pengetahuan kurang cenderung mengalami kecemasan berat. Kecemasan bukan hanya sakit secara emosional tapi karena ada kesalahan dalam pengetahuan, semakin banyak pengetahuan yang diketahuinya maka kecemasan akan lebih mudah untuk diatasi. Setiap remaja putri yang akan memasuki masa menstruasi harus memiliki pengetahuan yang memadai tentang menstruasi agar dapat menjalani masa tersebut dengan lebih tenang sehingga remaja putri tersebut tidak mengalami kecemasan. Kurangnya pengetahuan remaja putri dan pengetahuan orangtua mengenai menstruasi menyebabkan kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri. Pengetahuan yang dimiliki seseorang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi jasmani dan rohani. Remaja putri yang mempunyai tubuh yang sehat akan mempunyai semangat untuk belajar, dan akan aktif mencari informasi untuk menambah pengetahuan. Keadaan psikis yang stabil dan kepribadian yang kuat akan mempermudah remaja putri dalam melakukan penyesuaian. Faktor eksternal yang mempengaruhi

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 tingkat pengetahuan adalah pendidikan, paparan media massa, ekonomi, hubungan sosial, dan pengalaman. Remaja putri dapat memperoleh berbagai informasi mengenai menstruasi melalui berbagai media, baik media cetak maupun elektronik, seperti majalah, koran, televisi, radio, atau pamflet. Remaja putri yang lebih sering mencari informasi di media massa akan memperoleh pengetahuan/informasi lebih banyak dibandingkan dengan yang tidak pernah mencari informasi di media massa. Pengetahuan remaja putri tentang menstruasi juga bisa diperoleh dari lingkungan sekitar, misalnya sering mengikuti kegiatan-kegiatan yang mendidik seperti seminar. Selain kegiatan-kegiatan yang mendidik, pengetahuan tentang menstruasi juga dapat diperoleh berdasarkan pengalaman khusus dari orang-orang tertentu seperti, ibu, kakak, teman, atau guru, sehingga akan banyak informasi yang diperoleh untuk meningkatkan pengetahuan. 4. Sikap Sikap adalah kesiapan seseorang untuk bertindak secara tertentu terhadap suatu hal. Sikap dapat berupa positif dan negatif. Yang termasuk dalam sikap positif adalah mendekati, menyayangi, mengharapkan. Sedangkan yang termasuk sikap negatif adalah menjauhi, menghindari, dan membenci (Sarwono, 2011).

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Sikap positif terhadap menstruasi akan membantu remaja putri dalam mengelola gejala menstruasi. Tidak adanya pengalaman sama sekali terhadap suatu masalah maka secara psikologis akan cenderung membentuk sikap negatif terhadap masalah tersebut. Oleh karena itu sangat diperlukan upaya untuk mengurangi atau mengatasi kecemasan menghadapi menstruasi. Hal ini dapat diperoleh dengan mencari informasi tentang menstruasi dari berbagai sumber sehingga remaja putri yang mengalami menstruasi akan lebih siap dan lebih tenang dalam menghadapi masa menstruasi. Sikap yang ditunjukkan dalam menjalani masa menstruasi sebagai bagian dari kehidupan normal setiap remaja putri juga berpengaruh dalam mengurangi atau mengatasi kecemasan yang dialaminya. Sikap terhadap menstruasi mempengaruhi pengalaman pribadi remaja putri terhadap menstruasi dan dapat merefleksikan bagaimana menjadi seorang wanita pada umumnya. Kadang kala terjadi, sikap mengenai menstruasi sangatlah negatif dikarenakan remaja putri lebih sering melihat menstruasi sebagai suatu kutukan atau keadaan biologis yang tidak menyenangkan daripada melihat menstruasi sebagai suatu fungsi fisiologis yang normal, yang berkaitan dengan kewanitaan dan kesuburan (Byer & Galino 1999). Berdasarkan uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap individu yang memandang suatu permasalahan dari sisi positif maka akan

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 memberikan pengaruh positif kepada dirinya. Sedangkan individu yang memandang suatu permasalahan dari sisi negatif maka akan memberikan pengaruh yang negatif pula kepada dirinya yang nantinya hal ini akan mempengaruhi tindakannya. Misalnya remaja putri yang menganggap menstruasi adalah sesuatu yang menyenangkan (positif) yang terjadi dalam dirinya, maka remaja putri tidak akan mengalami kecemasan dalam menghadapi menstruasi. Sedangkan individu yang menganggap menstruasi adalah hal yang menyedihkan (negatif), maka remaja putri akan menolak datangnya menstruasi dan akan mengalami kecemasan menghadapi menstruasi. Orangtua, khususnya ibu sebaiknya membekali putrinya dengan informasi yang cukup tentang menstruasi. Sedangkan remaja putri itu sendiri melakukan konsultasi dengan anggota keluarga terdekat, teman, bahkan dokter untuk mendapatkan informasi yang benar dan menjalani masa menstruasi dengan gaya hidup yang sehat dan berpikiran positif agar dapat menghindari kecemasan itu sendiri. G. Bentuk/reaksi Kecemasan Menghadapi Menstruasi Bentuk/reaksi kecemasan menghadapi menstruasi menurut Santrock, 2007 terdapat dua jenis yaitu: 1. Reaksi negatif yaitu suatu pandangan yang kurang baik dari seorang remaja putri ketika dirinya memandang terhadap munculnya menstruasi.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 2. Reaksi positif yaitu remaja putri yang mampu memahami, menghargai dan menerima adanya menstruasi sebagai tanda kedewasaan seorang wanita. Menurut Soeitoe (1982) manifestasi kecemasan ada empat, yaitu: a. Manifestasi kognitif Munculnya kecemasan sebagai hasil kesalahan dalam melihat permasalahan atau kejadian. Remaja putri mengalami kecemasan karena remaja putri berpikir bahwa menstruasi sebagai hal yang menggangu, tidak menyenangkan, dan menimbulkan kecemasan. b. Manifestasi afektif Kecemasan yang timbul karena suatu keadaan emosional yang ditandai dengan perasaan bingung, khawatir, dan gelisah, sehingga remaja putri tidak dapat konsentrasi. Perasaan bingung muncul pada saat remaja putri mengalami menstruasi di sekolah dan perilaku bingung muncul pada saat remaja putri harus mengganti pembalut. Perasaan khawatir muncul karena remaja putri menganggap menstruasi adalah hal yang tidak menyenangkan. c. Manifestasi motorik Suatu keadaan tidak nyaman yang dialami remaja putri berkaitan dengan kerja otot-otot dalam tubuh. Remaja putri mengalami gangguan otot pada saat menstruasi. Ketegangan otot terjadi pada leher, bahu, punggung, mata, dan kaki. Ketegangan otot ini dirasakan pada situasi yang menegangkan sehingga menyebabkan otot terasa kaku atau nyeri. Gemetar merupakan

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 gerakan otot yang tidak disengaja, dan gemetar ditandai dengan munculnya gerakan pada wajah, kaki, lengan, dan pita suara. d. Manifestasi somatik Manifestasi somatik muncul dalam bentuk fisiologis atau biologis. Gejala fisiologis atau biologis adalah mulut kering, berkeringat, tangan dan kaki dingin, diare, detak jantung cepat, mual, lemas, dan sesak nafas. Pada saat menstruasi, remaja putri akan mengalami manifestasi somatik dalam bentuk fisiologis dan biologis seperti berkeringat karena cemas, mual, dan lemas. H. Bimbingan Pribadi 1. Pengertian Sukardi (2002) berpendapat bahwa bimbingan pribadi berarti bimbingan dalam menghadapi keadaan batinnya, mengatasi kondisi dalam hatinya, dan mengatur dirinya sendiri di bidang kerohanian, perawatan jasmani, pengisian waktu luang, dan penyaluran nafsu seksual. Bimbingan pribadi adalah bantuan bagi siswa untuk menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, mantap dan mandiri serta sehat jasmani dan rohani (W.S. Winkel, 1998). Dari pengertian bimbingan pribadi di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan pribadi adalah bimbingan yang dilakukan untuk membantu konseli atau siswa dalam memahami keadaan dirinya baik fisik maupun psikis. Memahami bahwa dirinya sebagai makhluk Tuhan YME serta

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 memahami segala kelebihan dan potensi diri yang dimiliki demi tercapainya kualitas hidup yang lebih baik. 2. Tujuan Menurut Yusuf & Nurihsan (2010) Bimbingan pribadi diarahkan untuk memantapkan kepribadian dan mengembangkan kemampuan individu dalam menangani masalah-masalah dirinya. Bimbingan ini merupakan layanan yang mengarah pada pencapaian pribadi yang seimbang dengan memperhatikan keunikan karakteristik pribadi serta ragam permasalahan yang dialami oleh individu. Yusuf dan Nurihsan (2010), merumuskan beberapa tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek pribadi sebagai berikut: a. memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, pergaulan dengan teman sebaya, sekolah, tempat kerja, maupun masyarakat pada umumnya. b. memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain, dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing. c. memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan dan tidak menyenangkan, serta mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya.

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 d. memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif, baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan, baik fisik maupun psikis. e. memiliki sifat positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain. f. memiliki kemampuan melakukan pilihan secara sehat. g. bersikap respek terhadap orang lain, menghormati atau menghargai orang lain, tidak melecehkan martabat atau harga dirinya. h. memiliki rasa tanggung jawab yang diwujudkan dalam bentuk komitmen, terhadap tugas dan kewajibannya. i. memiliki kemampuan berinteraksi sosial yang diwujudkan dalam bentuk persahabatan, persaudaraan atau silaturahmi dengan sesama manusia. j. memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun orang lain. k. memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif. Nurihsan (2003) menyatakan tujuan bimbingan pribadi pada akhirnya membantu individu dalam mencapai: a. Kebahagiaan hidup pribadi sebagai makhluk Tuhan, b. Kehidupan yang produktif dan efektif dalam masyarakat, c. Hidup bersama dengan individu-individu lain, dan d. Harmoni antara cita-cita mereka dengan kemampuan yang dimilikinya.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Berdasarkan tujuan bimbingan pribadi, dapat disimpulkan bahwa bimbingan pribadi yang dikembangkan dalam program layanan bimbingan dan konseling adalah memfasilitasi siswa dalam mengarahkan pemantapan kepribadian serta mengembangkan kemampuan dalam mengatasi masalahmasalah pribadi dan sosial siswa. Bimbingan pribadi diarahkan untuk membantu siswa dalam memahami keadaan dirinya, baik kekurangan maupun kelebihan atau potensi-potensi yang bisa dikembangkan untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. I. Topik-topik Bimbingan Pribadi 1. Pengertian Layanan Bimbingan Layanan bimbingan pribadi adalah bantuan bagi siswa untuk menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, mantap dan mandiri serta sehat jasmani dan rohani (W.S. Winkel, 1998). Pendapat lain yang dikemukakan Hibana S. Rahman (2002) bahwa layanan bimbingan pribadi adalah layanan bimbingan yang diberikan kepada siswa untuk menemukan dan mengembangkan diri pribadinya sehingga menjadi pribadi yang mantap dan mandiri serta mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Sukardi (2002) berpendapat bahwa layanan bimbingan pribadi berarti bimbingan dalam menghadapi keadaan batinnya sendiri dan mengatasi pergumulan-pergumulan dalam hatinya

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 sendiri dalam mengatur dirinya sendiri di bidang kerohanian, perawatan jasmani, pengisian waktu luang, penyaluran nafsu seksual, dan sebagainya. Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan pribadi adalah salah satu kegiatan layanan bimbingan untuk siswa agar dapat mengembangkan dirinya sehingga mantap dan mandiri serta mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki. 2. Tujuan Layanan Bimbingan Pribadi Layanan bimbingan pribadi bertujuan untuk membantu siswa dalam menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, mantap, tangguh, mandiri, serta sehat jasmani (Hallen, 2002). Hibana S Rahman, (2002) yang menyatakan bahwa layanan bimbingan pribadi bertujuan membantu siswa untuk menemukan dan mengembangkan diri pribadinya sehingga menjadi pribadi yang mantap dan mandiri serta mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa tujuan layanan bimbingan pribadi adalah membantu siswa agar dapat menguasai tugas-tugas perkembangan sesuai dengan tahap perkembangannya secara optimal.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 3. Ruang Lingkup Layanan Bimbingan Pribadi Dalam bidang bimbingan pribadi, Prayitno (1999) merinci ruang lingkup bimbingan pribadi menjadi pokok-pokok berikut: a. Pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. b. Pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk peranannya di masa depan. c. Pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya pada / melalui kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. d. Pemantapan pemahaman tentang kelemahan diri dan usaha-usaha penanggu-langannya. e. Pemantapan kemampuan mengambil keputusan. f. Pemantapan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang telah diambilnya. g. Pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat baik secara rohaniah maupun jasmaniah.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Hibana S. Rahman (2002) secara lebih rinci menjelaskan ruang lingkup materi bimbingan pribadi sebagai berikut: a. Pemantapan sikap dan kepribadian yang agamis yang senantiasa mendekatkan diri kepada yang khaliq melalui peningkatan kualitas iman dan taqwa. Agama menjadi kendali utama dalam kehidupan manusia. b. Pemahaman tentang kemampuan dan potensi diri serta pengembangannya secara optimal. Setiap manusia memiliki potensi yang luar biasa yang dikembangkan secara optimal dan hanya sedikit orang yang mau menyadari. c. Pemahaman tentang bakat dan minat yang dimiliki serta penyalurannya. Setiap orang memiliki bakat dan minat, namun hal itu kurang mendapat perhatian sehingga penyaluran dan pengembangannya kurang optimal. d. Pemahaman tentang kelebihan-kelebihan yang dimiliki serta bagaimana mengembangkannya. Setiap individu punya kelebihan, hal itu yang harus dijadikan sebagai fokus. e. Pemahaman tentang kekurangan dan kelemahan yang dimiliki serta bagaimana mengatasinya. Memahami kekurangan diri mendorong seseorang untuk menyempurnakan diri. f. Kemampuan mengambil keputusan serta mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang telah diambil. Keberanian mengambil keputusan secara cepat dan tepat perlu dilatih dan dikembangkan.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 g. Perencanaan dan pelaksanaan hidup sehat, kreatif, dan produktif. Pola hidup dan pola pikir yang sehat akan menjadikan pribadi yang sehat dan berkualitas. Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup bimbingan pribadi terdiri atas tujuh masalah yang menyangkut sikap, kekuatan diri, bakat-minat, kelemahan diri, penerimaan diri, pengambilan keputusan, dan perencanaa serta penyelenggaraan hidup sehat. 4. Materi Layanan Bimbingan Pribadi Dalam pelaksanaannya, layanan bimbingan pribadi di sekolah disesuaikan dengan materi layanan bimbingan dan konseling. Materi layanan bimbingan konseling diperoleh dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa remaja putri SD kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang membutuhkan materi bimbingan prbadi mengenai kecemasan menghadapi menstruasi. Hal ini sangat diperlukan karena melihat kondisi remaja putri yang mengalami kecemasan menghadapi menghadapi menstruasi. Dengan adanya bimbingan di sekolah mengenai menstruasi, remaja putri akan lebih nyaman dalam menghadapi menstruasi. Rangkaian topik-topik yang dimaksud dalam skripsi ini adalah topiktopik bimbingan pribadi. Topik bimbingan pribadi yang diberikan kepada remaja putri yang mengalami kecemasan dalam menghadapi menstruasi dengan pokok bahasan dalam topik. Topik bimbingan pribadi di sesuaikan

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 dengan hasil analisis butir-butir skala kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri kelas VI SD di Kabupaten Pasaman, Padang tahun ajaran 2013/1014.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bab ini berisi uraian mengenai jenis penelitian, subyek penelitian, populasi penelitian, sampel penelitian, alat pengumpul data atau instrument penelitian yang terdiri dari kuesioner, validitas, reliabilitas, uji coba, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data. A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Penelitian kuantitatif deskriptif ini bertujuan untuk menjelaskan, meringkaskan berbagai kondisi, berbagai situasi, dan berbagai variabel yang timbul di masyarakat yang menjadi objek penelitian itu berdasarkan apa yang terjadi (Bungin, 2011). Penelitian deskriptif dengan metode survei dirancang untuk memperoleh informasi dengan mengumpulkan data yang relatif terbatas dari kasus-kasus yang relatif besar jumlahnya (Furchan, 2004). Metode deskriptif, menurut Nazir (1999) adalah suatu metode untuk meneliti suatu obyek, kondisi, atau peristiwa, dengan tujuan untuk memperoleh gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat, serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Sementara itu pengertian metode survei adalah penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta- 51

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual dari suatu kelompok ataupun suatu daerah. Menurut Arikunto, (2002) survei merupakan cara mengumpulkan data dari sejumlah unit atau individu dalam jangka waktu yang bersamaan dan biasanya jumlahnya cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri SD kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang tahun ajaran 2013/2014. B. Subjek Penelitian Subjek penelitian yang di gunakan pada penelitian ini adalah remaja putri SD kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang. Jumlah subjek penelitian sebanyak 75 orang remaja putri yang sudah menstruasi. 1. Populasi dan Sampel a. Populasi Penelitian Menurut (Furchan, 2004) Populasi adalah semua anggota kelompok orang, kejadian, atau obyek yang telah dirumuskan secara jelas. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri SD kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 b. Sampel Penelitian Menurut (Furchan, 2004) Sampel adalah bagian dari populasi. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 75 remaja putri SD kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang yang sudah mengalami menstruasi. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan berdasarkan kriteria-kriteria atau pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2012). Kriteria-kriteria yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1) Sekolah Dasar (SD) yang ada di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang berjumlah 4 SD yaitu: SD Negeri 49 Mahakarya, SD Negeri 15 Luhak Nan Duo, Sekolah Dasar Swasta Keluarga Kudus, SD Negeri 06 Mahakarya. 2) Remaja putri kelas VI yang sudah pernah mengalami menstruasi. Sehingga yang belum menstruasi akan di keluarkan dari sampel. Seleksi sampel penelitian disajikan pada tabel berikut: Tabel 1 Seleksi Sampel Penelitian No Kriteria Sampel 1 Jumlah seluruh remaja putri SD Kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang 2 Remaja putri SD kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang yang sudah menstruasi Jumlah Sampel Jumlah 150 75 75

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Tabel 2 di atas menunjukkan bahwa sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah sebanyak 75 remaja putri yang sudah menstruasi. C. Instrument Penelitian 1. Kuesioner Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuesioner Penyebab Kecemasan Menghadapi Menstruasi dengan bentuk tertutup. Kuesioner dengan bentuk tertutup adalah kuesioner yang berisi pernyataan-pernyataan yang disertai dengan pilihan jawaban, (Furchan, 2004). Kuesioner Penyebab Kecemasan Menghadapi Menstruasi ini disusun dan dikembangkan oleh peneliti sendiri berdasarkan faktor-faktor penyebab kecemasan menghadapi menstruasi menurut Nurngaini, 2002 (dalam Jurnal Ilmiah Kebidanan, Vol. 3, No. 1, Juni 2012). Faktor-faktor penyebab kecemasan menghadapi menstruasi yaitu: dukungan keluarga, gaya hidup, pengetahuan, dan sikap. Kuesioner ini terdiri dari pernyataan favorable dan unfavorable. Pernyataan favorable merupakan pernyataan yang sesuai atau yang menggambarkan penyebab kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri. Pernyataan unfavorable merupakan pernyataan yang tidak sesuai atau yang tidak menggambarkan penyebab kecemasan menghadapi menstuasi pada remaja putri.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Kuesioner ini terdiri dari item pernyataan yang harus di jawab oleh remaja putri dengan pilihan jawaban Ya dan Tidak. Skor untuk kedua bentuk pernyataan ini berbeda, untuk pernyataan favorable jawaban Ya, mendapat skor 1 dan Tidak mendapatkan skor 0. Sedangkan pernyataan unfavorable jawaban Tidak mendapat skor 1 dan Ya mendapatkan skor 0. Kuesioner Penyebab Kecemasan Menghadapi Menstruasi ini terdiri dari identitas siswa, petunjuk pengisian, dan item pernyataan. 2. Validitas Instrumen Menurut (Sugiyono, 2010) instrumen yang valid berarti alat ukur yang di gunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrument tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Jadi alat ukur yang valid adalah alat ukur yang dapat mengukur apa yang diteliti. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi. Validitas isi digunakan peneliti karena peneliti hendak melihat sejauh mana item-item yang telah dibuat oleh peneliti dapat mencerminkan penyebab kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri. Teknik statistik yang digunakan untuk menguji validitas instrument penelitian ini adalah korelasi product-moment dari pearson dengan rumus sebagai berikut:

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Keterangan: N = Total Responden Y = Total item X = Total dari setiap item = Indeks korelasi validitas item Penentuan validitas dilakukan dengan memberikan skor pada setiap item dan mentabulasi data untuk melihat koefisien korelasi validitas item. Agar perhitungan lebih mudah dan cepat, data diolah dengan bantuan SPSS 21 untuk mengetahui koefisien korelasi skor masing-masing item dengan skor total instrumen sehingga dapat diketahui validitas instrumen. Kriteria pemilihan item berdasarkan korelasi item dengan batas ≥ 0,5 dan koefisien korelasi ≤ 0,5 (Sugiyono, 2010). Semua item yang mencakup koefisien korelasi ≥ 0,5 dinyatakan valid sedangkan item yang mencapai koefisien korelasi ≤ 0,5 dibuang atau di perbaiki. Hasil perhitungan koefisien korelasi dengan jumlah 63 item, diperoleh 40 item yang valid dan 23 item yang gugur. Semua item yang gugur di buang.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Tabel 2 Kisi-kisi instrumen penyebab kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri SD kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang. Tahun ajaran 2013/2014 (Final) No 1 2 Aspek Dukungan Keluarga Indikator Dukungan Emosional Dukungan Penghargaan Favorable Unfavorable 1, 3,5 2 6 - Gaya Hidup Dukungan Instrumental Dukungan Informatif Tugas-tugas yang memicu stress 11, 12, 13 - 10 15 24, 25, 26, 27, 28 30 Informasi/penjelasan mengenai seksualitas di sekolah atau di rumah 31, 32 - Pengetahuan tentang menstruasi 33, 34, 36, 37, 38, 35 39 40, 43, 44 Kegiatan sehari-hari 3 Pengetahuan Sumber informasi yang diperoleh 4 Sikap Positif (mendekati, menyayangi, mengharapkan Negatif (menjauh, menghindar, membenci, tidak menyukai Total Item 49, 51, 52 - - 54, 55, 56, 57, 58, 59, 60, 61, 62 22 18 3. Reliabilitas Instrumen Menurut (Sugiyono, 2010) pengujian reliabilitas instrument dapat dilakukan secara eksternal maupun internal. Secara eksternal pengujian dapat dilakukan dengan test-retest (stability), equivalent, dan gabungan keduanya. Secara internal reliabilitas instrumen dapat diuji dengan menganalisis konsistensi butir-butir yang ada pada instrument dengan teknik tertentu.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Menurut (Azwar, 1999) reliabilitas mengacu kepada konsistensi atau keterpercayaan hasil ukur yang mengandung makna kecermatan pengukuran. Dalam aplikasinya, koefisien reliabilitas dinyatakan dengan lambang yang angkanya berada dalam rentang 0 sampai dengan 1,00. Semakin Koefisien reliabilitas mendekati angka 1,00, berarti semakin tinggi reliabilitasnya. Sebaliknya koefisien yang semakin mendekati angka 0, berarti semakin rendah reliabilitasnya. Pada umumnya reliabilitas dianggap memuaskan jika koefisiennya mencapai minimal = 0,900. Dalam penelitian ini, peneliti mengukur reliabilitas alat ukur dengan menggunakan koefisien penghitungan skala Guttman. Skala Guttman dikembangkan oleh Louis Guttman. Penelitian Skala Guttman adalah penelitian yang ingin mendapatkan jawaban yang tegas terhadap suatu masalah yang ditanyakan, dan selalu dibuat dalam pilihan positif dan negatif misalnya Ya dan Tidak, Benar dan Salah. Untuk pilihan jawaban positif di beri skor 1, sedangkan jawaban negatif diberi skor 0. Dengan demikian bila jawaban Ya di beri skor 1 dan Tidak diberi skor 0. Apabila skor dikonversikan dalam persentasi maka dapat di jabarkan untuk jawaban Ya skor 1= 1x100% = 100%, dan Tidak skor 0= 0x0% = 0%, (Sugiyono, 1999). Penghitungan reliabilitas dalam penelitian ini di hitung satu kali dengan menggunakan program SPSS for windows versi 21.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Untuk melihat reliabilitas instrumen digunakan pedoman kualifikasi reliabilitas menurut Masidjo (1995) seperti tampak pada tabel 3 yaitu: Tabel 3 Koefisiensi korelasi dan reliabilitas Koefisien Korelasi 0,91-1,00 0,71-0,90 0,41-0,70 0,21-0,40 Negatif -0,20 Kualifikasi Sangat Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Rendah Sangat rendah Hasil perhitungan koefisiensi reliabilitas yaitu 0,748. Berdasarkan tabel daftar klarifikasi tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa reliabilitas kuesioner penyebab kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri SD kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang tahun ajaran 2013/2014 termasuk dalam kategori tinggi. D. Teknik Pengumpulan Data 1. Persiapan a. Menentukan responden untuk remaja putri kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang. b. Menghubungi kepala sekolah dan guru pembimbing SD di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang, untuk membicarakan rencana penelitian sekaligus meminta bantuannya. c. Menyusun kuesioner penyebab kecemasan menghadapi menstruasi.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 d. Mengkonsultasikan kuesioner kepada dosen pembimbing, dan R. Budi Sarwono, M.A salah satu dosen di program studi bimbingan dan konseling Universitas Sanata Dharma. e. Menganalisis data untuk melihat validitas dan reliabilitas kuesioner. 2. Tahap Pelaksanaan a. Peneliti datang ke sekolah untuk menyebarkan kuesioner penyebab kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri SD kelas V dan VI. b. Menerima dan mengolah kuesioner yang telah diisi oleh remaja putri. E. Teknik Analisis Data Langkah-langkah yang dilakukan peneliti untuk menganalis data penelitian penyebab kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri SD kelas VI adalah sebagai berikut: 1. Menentukan skor masing-masing alternatif jawaban yang sudah diberikan oleh subyek penelitian dan membuat tabulasi skor masing-masing butir item. 2. Menghitung total skor tiap item pernyataan 3. Menganalisis dengan statistik deskriptif yang meliputi penyajian tabel.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini memuat jawaban atas rumusan masalah penelitian yaitu: “Apa sajakah penyebab kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri SD kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang tahun ajaran 2013/2014?” serta “Topik-topik bimbingan pribadi apa sajakah yang tepat untuk mengatasi kecemasan dalam menghadapi menstruasi pada remaja putri SD kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang tahun ajaran 2013/2014?”. Penyajian hasil penelitian dilanjutkan dengan pembahasan terhadap hasil penelitian. A. Hasil Penelitian Hasil penelitian yang akan diuraikan pada bab ini adalah penyebab kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri SD kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang Tahun Ajaran 2013/2014. 61

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 1. Hasil Analisis Data Penyebab Kecemasan Menghadapi Menstruasi Penyebab kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri SD kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang tahun ajaran 2013/2014 diperoleh dengan mengkategorisasikan ke dalam norma kategori rendah (0%-50%), sedang (50%), dan tinggi (50%-100%). Tabel 4 Hasil Analisis Aspek Penyebab Kecemasan menghadapi Menstruasi pada Remaja Putri SD Kelas VI Aspek Gaya Hidup Pengetahuan Sikap Dukungan Keluarga Hasil Analisis persentase 42,66% 44% 44% 45,33% Berdasarkan tabel 4 di atas, tampak bahwa ada 42,66% penyebab kecemasan menghadapi menstruasi karena memiliki gaya hidup sehat yang rendah. Remaja putri di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang masih kurang dalam melakukan aktivitas kesehatan. Adanya tugastugas yang memicu stress dan kegiatan sehari-hari membuat remaja putri merasa lemas saat menstruasi. Hal ini lah yang menyebabkan remaja putri mengalami kecemasan menghadapi menstruasi. Ada 44% penyebab kecemasan menghadapi menstruasi karena kurangnya pengetahuan remaja putri mengenai menstruasi. Remaja putri tidak mengetahui banyak informasi tentang menstruasi. Kurangnya fasilitas seperti buku-buku pengetahuan tentang menstruasi di rumah dan di sekolah, informasi dari guru dan orangtua menyebabkan remaja putri

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 mengalami kecemasan menghadapi menstruasi. Berarti bahwa sedikitnya pengetahuan menyebabkan kecemasan menghadapi menstruasi. Ada 44% penyebab kecemasan menghadapi menstruasi karena bingung dengan sikap dan apasaja yang dilakukan menjelang menstruasi dan saat menstruasi. Remaja putri yang lebih siap dalam menghadapi menstruasi, dapat menyikapi menstruasi dengan baik. Bingung dengan sikap dan apa saja yang harus dilakukan dalam menghadapi menstruasi adalah salah satu faktor penyebab kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri. Ada 45,33% penyebab kecemasan menghadapi menstruasi karena kurangnya dukungan keluarga. Kesibukan orangtua dan kurangnya pengetahuan orangtua mengenai menstruasi membuat remaja putri kurang mengetahui berbagai informasi tentang menstruasi. Sehingga dukungan keluarga merupakan penyebab kecemasan menghadapi menstruasi. Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan bahwa penyebab kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri SD kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang ada empat faktor, yaitu: a. Gaya hidup Gaya hidup yang menyebabkan kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri adalah banyaknya tugas-tugas yang membuat mereka mengalami stress dan banyaknya kegiatan seharihari yang harus mereka lakukan saat menstruasi.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Remaja putri akan mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur jika gaya hidupnya sering mengalami tekanan atau stres. Stres atau tekanan yang dialami remaja putri dapat diperoleh dari tugastugas, tekanan dari teman, keluarga, dan lain-lain. Sehingga terjadilah pengeluaran hormone kortisol yang membuat menstruasi menjadi tidak normal. Kondisi menstruasi yang tidak normal pada remaja putri akan menyebabkan kecemasan menghadapi menstruasi. b. Pengetahuan Pengetahuan yang rendah mengenai menstruasi pada remaja putri menyebabkan kecemasan menghadapi menstruasi. Pengetahuan yang menyebabkan kecemasan menghadapi menstruasi adalah kurangnya informasi mengenai seksualitas di rumah dan di sekolah serta kurangnya pengetahuan tentang menstruasi, seperti bagaimana cara mengganti pembalut, bagaimana cara menjaga kebersihan saat menstruasi, seberapa sering pembalut harus diganti saat menstruasi, dan bagaimana cara penghitungan siklus menstruasi. Pengetahuan tentang reproduksi seperti yang telah disebutkan di atas sangat diperlukan bagi remaja putri. Kurangnya pengetahuan tentang menstruasi pada remaja putri akan berdampak terhadap pembentukan sikap, dan kesiapan menghadapi menstruasi. Kurangnya kesiapan menghadapi menstruasi akan menimbulkan kecemasan menghadapi menstruasi. Di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang remaja putri memiliki pengetahuan yang rendah

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 terhadap menstruasi. Remaja putri tidak mendapatkan pengetahuan tentang menstruasi dari orangtua dan guru di sekolah. Remaja putri itu sendiri juga tidak berusaha mencari berbagai pengetahuan tentang menstruasi di berbagai media. Menjelang menstruasi, sebagian remaja putri mengkonsumsi obat-obatan untuk menghilangkan rasa nyeri dan mual. Sedangkan pada saat menstruasi remaja putri tidak menggunakan pembalut tetapi menggunakan kain sebagai pembalut agar menstruasi tidak tembus. Kain digunakan remaja putri sebagai pembalut karena orangtua dan remaja putri itu sendiri tidak mengetahui pengetahuan bagaimana menggunakan pembalut yang benar. Orangtua menyarankan menggunakan kain saat menstruasi karena orangtua mengangap penggunaan pembalut itu berbahaya. Remaja putri dan orangtua tidak mengetahui bagaimana cara penggunaan pembalut yang baik. Kurangnya pengertahuan ini membuat remaja putri mengalami kecemasan menghadapi menstruasi. c. Sikap Sikap yang menyebabkan kecemasan menghadapi menstruasi adalah sikap positif dan negatif. Remaja putri kurang bisa menyikapi menstruasi sebagai hal yang positif dan kurang bisa menghindari sikap-sikap negatif saat menstruasi. Remaja putri yang memiliki sikap negatif terhadap menstruasi akan mengalami kecemasan. Remaja putri dengan sikap positif terhadap menstruasi akan lebih sedikit mengalami sakit saat menstruasi. Adanya sikap positif pada remaja putri, maka

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI remaja putri tidak akan mengalami kecemasan 66 menghadapi menstruasi. Sikap terhadap menstruasi mempengaruhi pengalaman pribadi remaja putri terhadap menstruasi. Remaja putri di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang mengembangkan sikap negatif tentang menstruasi. Remaja putri Merasa malu dan menganggap menstruasi adalah suatu penyakit. Remaja putri menganggap menstruasi sebagai suatu penyakit karena remaja putri memiliki pengetahuan yang rendah, sehingga merasa letih atau terganggu dengan menstruasi. Pandangan negatif tentang menstruasi berlanjut sampai menjelang dewasa. d. Dukungan Keluarga Dukungan keluarga sangat penting bagi remaja putri. Kurangnya dukungan keluarga menyebabkan kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri. Dukungan keluarga yang menyebabkan kecemasan menghadapi menstruasi adalah dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dan dukungan informatif. Apabila ke empat dukungan keluarga tidak diperoleh oleh remaja putri, maka menyebabkan kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri. Remaja putri pada umumnya belajar tentang menstruasi dari ibunya, tapi sayang tidak semua ibu memberikan informasi yang memadai kepada putrinya bahkan sebagian enggan membicarakan

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 secara terbuka. Hal ini menimbulkan kecemasan pada remaja putri, bahkan sering tumbuh keyakinan bahwa menstruasi itu sesuatu yang tidak menyenangkan atau serius. Di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang, sebagian orangtua tidak memberikan dukungan terhadap putrinya. Orangtua masih menganggap tabu bila membicarakan menstruasi di dalam keluarga. Selain menganggap tabu, pada dasarnya orangtua tidak memiliki pengetahuan tentang menstruasi. Adanya alasan di atas, peneliti akan membuatkan usulan topiktopik bimbingan tentang menstruasi supaya mereka lebih nyaman dan tidak mengalami kecemasan menghadapi menstruasi. Peneliti membuat usulan topik bimbingan pribadi berdasarkan empat penyebab kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri yaitu gaya hidup, pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga. Hasil penelitian ini rupanya berbeda dengan dugaan awal peneliti. Awalnya peneliti menduga faktor utama penyebab kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri karena rendahnya dukungan keluarga. Berdasarkan hasil wawancara dengan orangtua (keluarga), informasi yang diperoleh adalah rendahnya dukungan keluarga. Perbedaan dugaan awal peneliti dengan hasil penelitian disebabkan karena adanya kemungkinan yaitu kemungkinan remaja putri merasa malu apabila kurang mendapat dukungan keluarga, sehingga dukungan keluarga bukan merupakan faktor utama penyebab

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 kecemasan menghadapi menstruasi. Tetapi yang menjadi faktor utama penyebab kecemasan menghadapi menstruasi adalah gaya hidup. Meskipun hasil penelitian berbeda dengan dugaan awal peneliti, peneliti tetap berpegang pada data hasil penelitian. Namun setelah dilakukan penelitian faktor penyebab kecemasan adalah gaya hidup. 2. Dasar Pembuatan Topik-topik Bimbingan Pribadi Topik bimbingan yang diusulkan diperoleh berdasarkan item-item yang terdapat dalam kuesioner penyebab kecemasan menghadapi menstruasi. Data hasil penelitian yang akan digunakan sebagai dasar pembuatan topik-topik bimbingan diperoleh dengan cara mengelompokan item. Dari pengelompokan item tampaklah skor item-item yang rendah yang menunjukkan penyebab kecemasan menghadapi menstruasi. Itemitem yang menunjukkan penyebab kecemasan menghadapi menstruasi itulah yang dijadikan dasar pembuatan topik-topik bimbingan. Berikut adalah rincian item-item yang rendah yang menunjukkan kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri sebagai dasar pembuatan usulan topik-topik bimbingan pribadi:

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Tabel 5 Item-item yang Menunjukkan Penyebab Kecemasan menghadapi Menstruasi pada Remaja Putri SD Kelas VI Di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang Tahun Ajaran 2013/2014. Aspek Indikator Gaya Hidup Tugas-tugas yang memicu stress Pengeta Sumber huan Informasi yang diperoleh Sikap Positif (mendekati, menyayangi, mengharapka n) Negatif (menjauh, menghindar, membenci, tidak menyukai) Item 12. Tugas yang terlalu banyak membuat saya capek 13. Saya malas mengerjakan tugas saat menstruasi 27. Saya bertanya kepada ibu mengenai menstruasi 28. Saya membaca majalah dan koran di perpustakaan sekolah tentang menstruasi 30. Saya senang bila menstruasi datang 31. Saya bersemangat mengikuti pelajaran saat menstruasi 33. Saat menstruasi saya mendekati teman-teman perempuan saja. Jumlah Skor 5 7 12 8 9 4 6 Tabel 5 di atas adalah item-item yang menunjukkan penyebab kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri yang digunakan sebagai dasar pembuatan topik bimbingan pribadi. Dengan adanya topik bimbingan pribadi yang dibuat oleh peneliti, diharapkan akan mengurangi kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI B. 70 Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian, remaja putri SD kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang tahun ajaran 2013/2014 ada empat faktor penyebab kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri, yaitu: gaya hidup, pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga. Faktor utama penyebab kecemasan menghadapi menstruasi dalam penelitian ini adalah gaya hidup. Hidup sehat berarti memperhatikan kesehatan dan kualitas hidup baik yang disertai dengan membuat perubahan kecil untuk menuju hidup yang lebih sehat. Selain itu, harus beristirahat yang cukup dan mengelola stress. Hidup sehat termasuk juga dengan menambah wawasan mengenai nutrisi, aktivitas fisik, hidrasi, dan keseimbangan energi. Meluangkan waktu untuk aktivitas fisik yang teratur seperti olah raga, memilih pola konsumsi yang kaya akan buah, sayur, daging rendah lemak, produk susu rendah lemak, dan ikan. Memahami kebutuhan energi dalam menyusun rencana makan yang seimbang antara jumlah asupan kalori dengan kebutuhan aktivitas fisik guna memelihara berat badan yang sehat. Memperhatikan label makanan untuk membuat keputusan bijak dalam memilih makanan dan minuman. Hal tersebut di atas tidak pernah dilakukan oleh remaja putri SD kelas VI Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang. Kurangnya memperhatikan pola hidup sehat seperti makan-makanan yang sehat membuat remaja putri mengalami rasa sakit pada saat menstruasi sehingga remaja putri mengalami kecemasan. Kecemasan yang dialami seperti datangnya rasa sakit perut, rasa

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 pusing dan mual yang dialami ketika menjelang menstruasi, saat menstruasi, ataupun sesudah menstruasi. Adanya banyak tugas yang memicu stress dan banyaknya kegiatan sehari-hari yang mereka lakukan saat menstruasi menyebabkan kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri. Faktor ke dua penyebab kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri SD kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang adalah pengetahuan. Pengetahuan yang rendah tentang menstruasi membuat remaja putri mengalami kecemasan menghadapi menstruasi. Faktor yang mempengaruhi pengetahuan antara lain seperti pendidikan, pengalaman, umur, pekerjaan, dan pendapatan informasi yang di peroleh dari berbagai sumber, (Notoatmodjo, 2005). Pengetahuan tentang menstruasi dan peran serta orangtua dalam memberikan informasi mengenai menstruasi secara dini sangat penting. Apabila remaja putri kurang mengetahui informasi mengenai menstruasi maka remaja putri kurang memahami menstruasi dengan baik. Koff dan Morison (dalam Fuhrmann, 1990) menjelaskan bahwa tinggi rendahnya kecemasan menghadapi menstruasi dipengaruhi oleh pengetahuan yang didapat tentang menstruasi dan faktor kesiapan menghadapi menstruasi. Remaja putri yang kurang mendapat pengetahuan tentang menstruasi menyebabkan adanya hambatan dalam memulai pembicaraan tentang masalah seksualitas. Maseters, dkk (1992) menyatakan bahwa budaya timur masih menganggap pembicaraan tentang seksualitas adalah tabu. Anggapan

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 seperti ini menyebabkan banyak orangtua terutama ibu mengalami kesulitan membicarakan masalah seksualitas dengan anak perempuannya. Pengetahuan sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Notoadmodjo (2005) pengetahuan merupakan hasil dari apa yang diketahui, dan ini terjadi setelah seseorang melakukan penginderaaan terhadap suatu obyek tertentu. Jadi pengetahuan yang baik tentang menstruasi sangat penting agar remaja putri tidak salah mengartikan tentang menstruasi. Pengetahuan tentang menstruasi seperti berapa lama siklus menstruasi tersebut, dan apa saja yang dialami seorang wanita ketika mengalami menstruasi. Dengan demikian agar remaja putri memiliki pengetahuan tentang hal-hal tersebut perlu di berikan layanan bimbingan yang terkait dengan pentingnya pengetahuan tentang menstruasi. Penelitian ini membuktikan bahwa kurangnya pengetahuan yang dimiliki menyebabkan remaja putri mengalami kecemasan menghadapi menstruasi Faktor ke tiga yang menyebabkan kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri SD kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang adalah sikap. Hal ini berkaitan dengan pengetahuan yang dimiliki oleh remaja putri. Sedikitnya pengetahuan yang dimiliki membuat remaja putri tidak mengetahui sikap apa saja atau bagaimana menyikapi menstruasi. Bingung dengan sikap yang dilakukan ketika menstruasi membuat remaja putri mengalami kecemasan menghadapi menstruasi. Faktor ke empat yang menyebabkan kecemasan menghadapi menstruasi adalah dukungan keluarga. Kurangnya dukungan keluarga

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 membuat remaja putri mengalami kecemasan menghadapi menstruasi. Keluarga adalah sumber informasi yang utama bagi remaja putri terutama informasi mengenai menstruasi. Di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang, sebagian masyarakat atau orangtua masih menganggap tabu membicarakan tentang menstruasi dalam keluarga, sehingga remaja putri kurang memiliki pengetahuan dan sikap yang cukup tentang menstruasi. Kesiapan mental sangat diperlukan sebelum dan saat menstruasi tiba. Untuk mempersiapkan mental yang cukup pada remaja putri, perlu adanya dukungan keluarga. Kecemasan bukan merupakan suatu penyakit, melainkan suatu gejala. Hal ini akan semakin parah apabila remaja putri kurang memiliki pengetahuan yang cukup tentang menstruasi. Pada umumnya remaja putri belajar mengenai menstruasi dari ibunya. Dukungan orangtua terutama ibu sangat diperlukan guna membantu pemahaman remaja putri mengenai menstruasi. Dukungan yang diberikan kepada remaja putri saat menghadapi menstruasi dapat dilakukan dengan memberikan dukungan emosional, informasi, dan penghargaan. Adanya dukungan emosional pada saat menstruasi akan membuat remaja putri lebih merasa diperhatikan. Perhatian orangtua merupakan salah satu faktor psikologis bagi anak, apabila kebutuhan ini tidak terpenuhi menyebabkan anak menjadi tidak tahu apa itu menstruasi dan tidak siap untuk menghadapinya. Conel (2006) menyatakan bahwa kecemasan akan berkurang apabila remaja putri memiliki dukungan keluarga. Kecemasan menghadapi

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 menstruasi ditandai dengan munculnya gejala-gejala fisik, pemikiranpemikiran yang negatif dan perasaan yang tidak menyenangkan ketika menstruasi. Kecemasan ini muncul karena remaja putri kurang mempersiapkan diri dalam menghadapi menstruasi. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kurangnya dukungan keluarga (ibu) yang diterima subjek penelitian, menyebabkan kecemasan menghadapi menstruasi pada subjek penelitian. Ke empat aspek penyebab kecemasan menghadapi menstruasi (gaya hidup, pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga) saling mempengaruhi. Gaya hidup atau pola hidup sehat, dan pengetahuan mengenai menstruasi diperoleh dari keluarga. Keluarga yang tidak memberikan dukungan pada remaja putri, dapat memperngaruhi rendahnya gaya hidup sehat yang dimiliki remaja putri. Ke empat aspek tersebut saling berkaitan dan dapat menyebabkan kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri. Secara keseluruhan, sebagian besar remaja putri SD kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang mengalami kecemasan menghadapi menstruasi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor penyebab kecemasan menghadapi menstruasi, yaitu gaya hidup, pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga. Remaja putri sebaiknya membekali diri dengan informasi yang cukup tentang menstruasi dan membicarakan masalah menstruasi dengan keluarga (ibu) agar mendapatkan informasi yang benar dan menjalani menstruasi dengan gaya hidup yang sehat serta berpikir positif agar dapat menghindari kecemasan.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C. 75 Implikasi Hasil Penelitian Bagi Penyusunan Topik-topik Bimbingan Pribadi Pada bagian ini, peneliti akan memaparkan suatu usulan topik-topik bimbingan pribadi yang dapat dijadikan materi bimbingan pribadi di kelas VI SD di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang. Peneliti menemukan bahwa remaja putri SD kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang, mengalami kecemasan menghadapi menstruasi yang disebabkan empat faktor yaitu gaya hidup, pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga. Peneliti mengungkapkan empat aspek penyebab kecemasan menghadapi menstruasi sebagai dasar pembuatan topik-topik bimbingan pribadi. Peneliti membuat usulan topik-topik bimbingan pribadi yang sesuai dengan kebutuhan remaja putri SD kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang. Usulan topik-topik bimbingan yang dibuat dapat digunakan atau ditindaklanjuti oleh guru BK/wali kelas dalam membantu melaksanakan tugas perkembangan remaja putri. Usulan topik-topik bimbingan ini merupakan jawaban dari pertanyaan rumusan masalah yang ke dua yaitu: “Topik-topik bimbingan pribadi apa sajakah yang tepat untuk mengatasi kecemasan dalam menghadapi menstruasi pada remaja putri SD kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang tahun ajaran 2013/2014?”. Usulan topik-topik bimbingan pribadi yang dimaksudkan disajikan dalam tabel 6.

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Tabel 6 Usulan Topik-topik Bimbingan Pribadi untuk Mengurangi Kecemasan Menghadapi Menstruasi pada Remaja Putri SD Kelas VI di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang Tahun Ajaran 2013/2014. N o 1. Pernyataan a. b. 2. a. b. 3. a. b. Topik Bimbingan Bidang Bimbing an Pribadi Tugas yang terlalu banyak membuat saya capek (Item 12) Saya malas mengerjakan tugas saat menstruasi (Item 13) Gaya Hidup Saya membaca majalah dan koran di perpustakaan sekolah tentang menstruasi (Item 28). Saya bertanya kepada ibu mengenai menstruasi (Item 27). Pengetahu an Menstruasi Pribadi Saya senang bila menstruasi datang (Item 30). Saya bersemangat Sikap Pribadi Tujuan Materi Kegiatan Sumber Siswa dapat memanajemen waktu belajarnya. Siswa dapat mengerjakan tugastugas sekolahnya sebelum menstruasi datang 1) Manajemen waktu 2) Kedisiplinan 3) Menghitung siklus menstruasi (1) Jurnal cakrawala pendidikan juni 2012, TH, XXXI, No. 2 pemebelajaran hidup sehat menuju tingkat sehat prima terpadu sepanjang hayat. a. Siswa dapat memperoleh informasi yang tepat mengenai menstruasi b. Siswa dapat menghindari risiko negatif perilaku seksual maupun perilaku menyimpang 1) Siklus terjadinya menstuasi 2) Proses terjadinya menstrusi 3) Gejala menstruasi a) Drama b) Ceram ah singkat c) Outbou nd d) Diskus i/shari ng a) Drama b) Ceram ah singkat c) Outbou nd d) Diskus i/shari ng a. b. 1) Kesehatan Reproduksi 2) Belajar Efektif 3) Pergaulan a. Siswa dapat a) mengetahui b) berbagai informasi mengenai Drama Ceram ah singkat (1) John W. Santrock. 2011. Masa Perkembangan Anak. Jakarta : Salemba Humanika (2) Madan, Yusuf. 2004. Sex Education For Children (Panduan Islam Orang Tua dalam Pendidikan Seks untuk Anak). Bandung : Hikmah PT Mizan Publika (3) Moh. Roqib. 2008. Pendidikan Seks pada Anak Usia Dini. Jurnal Pemikiran Alternatif Pendidikan. Vol. 13 No. 2. P3M STAIN Purwokerto.Surbakti, E. B. 2009. Kenalilah Anak Remaja Anda. Jakarta: Elex Komputindo. (1) http://www.menstruasi.org/tipsmenjaga-kebersihan-selamamenstruasi/ (2) Jurnal Health Quality Vol 3. No. 1,

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 c. mengikuti pelajaran saat menstruasi (item 31). Saat menstruasi saya mendekati temanteman perempuan saja (item 33). kesehatan c) reproduksi. b. Siswa dapat d) bersosialisasi dengan lawan jenis saat menstruasi Outbou nd Diskus i/shari ng Nov 2011

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V PENUTUP Bab ini disajikan kesimpulan hasil penelitian dan saran untuk berbagai pihak. A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1. Faktor utama yang menyebabkan kecemasan menghadapi menstruasi adalah gaya hidup. Gaya hidup yang diharapkan adalah gaya Hidup sehat. Hidup sehat berarti memperhatikan kesehatan dan kualitas hidup baik yang disertai dengan membuat perubahan kecil untuk menuju hidup yang lebih sehat. Selain itu, harus beristirahat yang cukup dan mengelola stress. Adanya banyak tugas yang memicu stress dan banyaknya kegiatan sehari-hari yang mereka lakukan saat menstruasi menyebabkan kecemasan menghadapi menstruasi pada remaja putri. Faktor lain yang menyebabkan kecemasan menghadapi menstruasi adalah dukungan keluarga, pengetahuan, dan sikap. 2. Usulan topik-topik bimbingan pribadi dalam penelitian ini dibuat berdasarkan aspek/faktor penyebab kecemasan yaitu gaya hidup, pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga. 78

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI B. 79 Saran Berikut ini dikemukakan saran bagi berberapa pihak: 1. Pihak sekolah di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman, Padang a. Di SD sebaiknya ada guru BK, karena guru BK dapat memberikan berbagai informasi melalui berbagai topik-topik bimbingan tentang menstruasi agar siswa mengetahui apa itu menstruasi, siklus menstuasi, gejala menstuasi, sebab menstuasi, dan proses terjadinya menstruasi. b. Guru BK membuat dan mengembangkan program bimbingan yang dapat membantu remaja putri menghadapi menstruasi. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan layanan informasi, misalnya informasi mengenai cara meningkatkan pengetahuan tentang menstruasi, cara bersikap ketika menstruasi datang, dan lain-lain. c. Guru BK bisa melakukan layanan bimbingan kelompok kepada remaja putri dengan topik tugas seperti masalah-masalah yang dialami jika menstruasi datang. d. Sedangkan untuk mengatasi remaja putri yang masih mengalami kecemasan menghadapi menstruasi, layanan yang dapat diberikan adalah layanan konseling perorangan. 2. Peneliti lain a. Menyusun kuesioner hendaknya menggunakan bahasa yang mudah di mengerti oleh subjek penelitian.

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 b. Hendaknya teliti dalam mengembangkan indikator setiap aspek dan teliti dalam penulisan. c. Mengingat pentingnya pengetahuan tentang menstruasi, peneliti lain hendaknya mengadakan penelitian yang lebih mendalam mengenai menstruasi agar remaja putri lebih siap dan mengetahui secara menyeluruh tentang menstruasi.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Daftar Pustaka Andrews, G. 2009. Buku Ajar Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta: EGC Arikunto, 2002. Metode Penelitian Pendidikan Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Asrinah, 2011. Menstruasi dan Permasalahnnya. Yogyakarta: Pustaka Panasea. Atkinson, & Rita, L. 1993. Pengantar Psikologi. Jakarta: Penerbit Erlangga. Azwar, S. 1999. Penyususnan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Bidan Prada: Jurnal Ilmiah Kebidanan. Vol. 3, No. 1, Edisi Juni 2012 Bungin, B. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: PPM. Dirga Gunarsa, S., & Gunarsa, Y.S.D, 2004. Psikologi Remaja. Jakarta: BPK Gunung Mulia. , 1995. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Daradjat, Zakiah, 1985. Kesehatan Mental. Jakarta: Gunung Agung. Fabella, Armand T. 1993. Anda Sanggup Mengatasi Stres (terjemahan). Yogyakarta: Kanisius Fuhrmann, B. S. 1990. Adolescete, 2 Edition. Illinois: Scontt, Foresman and Company. Furchan, H. Arief, 2004. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Gunartomo, 2003. Pengaruh Kreatifitas Kognitif, Motivasi Berprestasi, Dan Kecemasan terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa MTsN Grabag, Magelang Tahun 2002/2003. Tesis (tidak diterbitkan). Salatiga: PPs. MMP, UKSW. 81

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Hastuti, L. W. 1994. Penerimaan Diri Terhadap Menstruasi Pada Remaja Awal Ditinjau Dari Keikutsertaan Dalam Pendidikan Reproduksi. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Hallen, A. 2002. Bimbingan dan Konseling dalam Islami. Jakarta: Ciputan Pers. Hawari, D. 2001. Manajemen Stress, Cemas, dan Depresi. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Hibana, S. R. 2002. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta: Garfindo. Hurlock, E. B. 1997. Perkembangan Anak, Jilid 1, Edisi Keenam. Jakarta: PT. Erlangga. . 1980. Psikologi Perkembangan Sepanjang Rentang Kehidupan Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga. Journal of Nutrition College, Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013, menarche, riwayat sindrom pramenstruasi, uang jajan, lama menstruasi dan lama gejala sindrom pramenstruasi. Journal Of Health Psychology. Volume 13, Nomor 13, Impact Of Social Support, Social Cognitif Variabels and Perceived Threat On Depression Among Adult With Diabetes. Jurnal Ilmiah Kebidanan, Vol.3 No. 1, Edisi Juni 2012. Deskripsi Faktorfaktor yang Mempengaruhi Menstruasi di SD Negeri 1 Kretek Kecamatan Paguyuban, Kabupaten Brebes Tahun 2011. Jurnal Psikologi Vol. 4 No. 1, Juni 2006. Hubungan Antara Sikap Terhadap Menstruasi dan Kecemasan Terhadap Menarche. Jurnal Ilmiah, Vol 1. No. 1, Oktober 2009. Media Pendidikan, Gizi, dan Kuliner. Kartono, K. 1995. Psikologi Anak: Psikologi Perkembangan. Bandung: Mandar Maju. Khomsan, A. 2006. Sehat dengan Makanan Berkhasiat. Jakarta: Kompas Media Nusantara. Kingston, B. 1995. Mengatasi Nyeri Haid. Jakarta: Penerbit Arcan

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 Mar’at, S. 2005. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Maseters, W. H ; Johnson, V. E & Kolodny, R. C. 1992. Human Sexuality. 4 Edition. New York: Harper Collins Publisher. Masidjo, Ign. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Monks, F. J. 1994. Psikologi Perkembangan. Yogyakarta: Gama Press. Nazir, M. 1999. Metode Penelitian. Jakarta: PT. Ghalia Indonesia. Nevid, Jeffrey S., dkk. 2005. Psikologi Abnormal Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga. Notoatmodjo. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta. Nurihsan, J. (2003). Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Bandung: Mutiara. Prayitno. 1999. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta. Ramaiah, S. 2006. Mengatasi Gangguan Menstruasi. Yogyakarta: Book Marks Diglossia Media. Reeder, S.J. 2011. Keperawatan Maternitas: Kesehatan Wanita, Bayi, dan Keluarga. Jakarta: EGC. Santrock, John W. 2007. Remaja. Jakarta: Erlangga. . 2003. Adolescence. Perkembangan Remaja. Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga. Sarwono, S. 2011. Psikologi Remaja. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Sarafino, E.P. 1998. Health Psychology: Biopsychosocial Interactions. New York: Jonh Wiley and Sons,Inc Slameto, 1995. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Bina Aksara Smet, B. 1994. Psikologi Kesehatan. Jakarta: PT Grasindo

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Soeitoe, S. 1982. Psikologi Pendidikan Mengutamakan Segi-segi Perkembangan. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Soekirman. 2002. Ilmu Gizi dan Aplikasinya untuk Keluarga dan Masyarakat. Ditjen Dikti. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Soetjiningsih. 2004. Buku Ajar Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya. Jakarta: Sagung Seto Sriwindari, D. 2002. Jurnal Psikodinamik, Volume 4, Nomor 2. Hubungan Antara Pengetahuan Tentang Menstruasi Dengan Kecemasan Menghadapi Menarche Pada Remaja Putri Prapubertas. Universitas Muhamadiyah, Malang. Sugiyono, 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Alfabeta. , 1999. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta Sukardi, Dewa Ketut. 2002. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta. Sulaeman, D. 1995. Psikologi Remaja: Dimensi-Dimensi Perkembangan. Bandung: Mandar Maju. Sundari, S. 2005. Kesehatan Mental dalam Kehidupan. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Supratiknya, A, 1995. Mengenal Perilaku Abnormal, Jakarta: Kanisius. Tambing, Y. 2012. Aktivitas Fisik dan Sindrom Premenstruasi pada Remaja (tesis). Universitas Gajah Mada. The Indonesian Journal of Public Health, Vol. 4, No. 1, Juli 2007. Perbandingan Analisis Trend dan Smoothing Eksponensial Ganda Holt. Yusuf, S. 2010. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja (Edisi revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya Yusuf, Syamsu & Nurihsan, Achmad Juntika. 2010. Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Winkel & Hastuti, Sri. (2006). Bimbingan Dan Konseling Di Institusi Pendidikan. Yogjakarta: Media Abadi.

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI . 1998. Bimbingan Dan Konseling Di Institusi Pendidikan. Yogjakarta: Media Abadi Zulkifli, L. 2003. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Zainuddin, S. K. 2002. Komitmen Organisasi. Jakarta: Grasindo 85

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Lampiran 1 VAR00066 Spearman's rho VAR00001 Correlation Coefficient ,061 Valid Sig. (2-tailed) ,601 N VAR00002 75 Correlation Coefficient ,183 Valid Sig. (2-tailed) ,115 N VAR00003 75 Correlation Coefficient ,121 Valid Sig. (2-tailed) ,300 N VAR00004 75 Correlation Coefficient -,008 Tidak Valid Sig. (2-tailed) ,943 N VAR00005 75 Correlation Coefficient ,258* Valid Sig. (2-tailed) ,025 N VAR00006 75 Correlation Coefficient ,281* Valid Sig. (2-tailed) ,015 N VAR00007 75 Correlation Coefficient -,145 Tidak Valid

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sig. (2-tailed) ,214 N VAR00008 75 Correlation Coefficient -,069 Tidak Valid Sig. (2-tailed) ,558 N VAR00009 75 Correlation Coefficient ,030 Tidak Valid Sig. (2-tailed) ,800 N VAR00010 75 Correlation Coefficient ,101 Valid Sig. (2-tailed) ,389 N VAR00011 75 Correlation Coefficient ,161 Valid Sig. (2-tailed) ,168 N VAR00012 75 Correlation Coefficient ,145 Valid Sig. (2-tailed) ,214 N VAR00013 75 Correlation Coefficient ,179 Valid Sig. (2-tailed) ,125 N VAR00014 75 Correlation Coefficient -,017 Tidak Valid 87

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sig. (2-tailed) ,886 N VAR00015 75 Correlation Coefficient ,186 Valid Sig. (2-tailed) ,109 N VAR00017 75 Correlation Coefficient ,022 Tidak Valid Sig. (2-tailed) ,849 N VAR00018 75 Correlation Coefficient ,041 Tidak Valid Sig. (2-tailed) ,729 N VAR00019 75 Correlation Coefficient -,038 Tidak Valid Sig. (2-tailed) ,745 N VAR00020 75 Correlation Coefficient -,116 Tidak Valid Sig. (2-tailed) ,322 N VAR00021 75 Correlation Coefficient -,134 Tidak Valid Sig. (2-tailed) ,252 N VAR00022 75 Correlation Coefficient -,101 Tidak Valid 88

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sig. (2-tailed) ,389 N VAR00023 75 Correlation Coefficient -,030 Tidak Valid Sig. (2-tailed) ,798 N VAR00024 75 Correlation Coefficient -,101 Tidak Valid Sig. (2-tailed) ,389 N VAR00025 75 Correlation Coefficient ,098 Valid Sig. (2-tailed) ,405 N VAR00026 75 Correlation Coefficient ,071 Valid Sig. (2-tailed) ,545 N VAR00027 75 Correlation Coefficient ,263* Valid Sig. (2-tailed) ,023 N VAR00028 75 Correlation Coefficient ,298** Valid Sig. (2-tailed) ,009 N VAR00029 75 Correlation Coefficient ,210 Valid 89

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sig. (2-tailed) ,070 N VAR00030 75 Correlation Coefficient -,107 Tidak Valid Sig. (2-tailed) ,363 N VAR00031 75 Correlation Coefficient ,275* Valid Sig. (2-tailed) ,017 N VAR00033 75 Correlation Coefficient ,102 Valid Sig. (2-tailed) ,385 N VAR00034 75 Correlation Coefficient ,121 Valid Sig. (2-tailed) ,300 N VAR00035 75 Correlation Coefficient ,102 Valid Sig. (2-tailed) ,385 N VAR00036 75 Correlation Coefficient ,063 Valid Sig. (2-tailed) ,589 N VAR00037 75 Correlation Coefficient ,081 Valid 90

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sig. (2-tailed) ,490 N VAR00038 75 Correlation Coefficient ,243* Valid Sig. (2-tailed) ,036 N VAR00039 75 Correlation Coefficient ,241* Valid Sig. (2-tailed) ,038 N VAR00040 75 Correlation Coefficient ,351** Valid Sig. (2-tailed) ,002 N VAR00041 75 Correlation Coefficient ,203 Valid Sig. (2-tailed) ,080 N VAR00042 75 Correlation Coefficient ,051 Valid Sig. (2-tailed) ,665 N VAR00043 75 Correlation Coefficient -,030 Tidak Valid Sig. (2-tailed) ,798 N VAR00044 75 Correlation Coefficient ,024 Tidak Valid 91

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sig. (2-tailed) ,841 N VAR00045 75 Correlation Coefficient ,063 Valid Sig. (2-tailed) ,589 N VAR00046 75 Correlation Coefficient ,065 Valid Sig. (2-tailed) ,577 N VAR00047 75 Correlation Coefficient -,141 Sig. (2-tailed) ,229 N VAR00048 75 Correlation Coefficient -,200 Tidak Valid Sig. (2-tailed) ,085 N VAR00049 75 Correlation Coefficient -,093 Tidak Valid Sig. (2-tailed) ,426 N VAR00051 75 Correlation Coefficient -,214 Tidak Valid Sig. (2-tailed) ,065 N VAR00052 75 Correlation Coefficient ,219 Valid 92

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sig. (2-tailed) ,059 N VAR00053 75 Correlation Coefficient -,064 Tidak Valid Sig. (2-tailed) ,584 N VAR00054 75 Correlation Coefficient ,051 Valid Sig. (2-tailed) ,667 N VAR00055 75 Correlation Coefficient ,287* Valid Sig. (2-tailed) ,012 N VAR00056 75 Correlation Coefficient ,238* Tidak Valid Sig. (2-tailed) ,040 N VAR00057 75 Correlation Coefficient ,051 Valid Sig. (2-tailed) ,665 N VAR00058 75 Correlation Coefficient ,402** Valid Sig. (2-tailed) ,000 N VAR00059 75 Correlation Coefficient ,281* Valid 93

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sig. (2-tailed) ,015 N VAR00060 75 Correlation Coefficient ,437** Valid Sig. (2-tailed) ,000 N VAR00061 75 Correlation Coefficient ,075 Valid Sig. (2-tailed) ,524 N VAR00062 75 Correlation Coefficient ,319** Valid Sig. (2-tailed) ,005 N VAR00063 75 Correlation Coefficient ,271* Valid Sig. (2-tailed) ,019 N VAR00064 75 Correlation Coefficient ,235* Valid Sig. (2-tailed) ,042 N VAR00065 75 Correlation Coefficient ,353** Valid Sig. (2-tailed) ,002 N VAR00066 75 Correlation Coefficient 1,000 94

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sig. (2-tailed) N 75 Reliability Statistics Cronbach's Alpha ,748 N of Items 63 95

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2 Kuesioner Kecemasan Menghadapi Menstruasi Kelas Umur Sekolah : : : Petunjuk: Bacalah setiap pernyataan dengan teliti! Lalu tuliskanlah tanda centang ( pada kolom Ya jika sesuai dengan pilihan kamu, dan pada kolom Tidak kalau tidak sesuai dengan kamu. Contoh: No Item 1 Saya mudah capek saat menstruasi Ya Tidak No Item 1 Orangtua bersedia mendengarkan cerita dan keluhan saya mengenai menstruasi 2 Ketika saya mengeluh mengenai menstruasi kepada ibu, ibu selalu mengatakan semua perempuan memang merasakan menstruasi 3 Ibu memperhatikan saya ketika menstruasi 4 Ibu menyarankan agar saya sering-sering mengganti pembalut saat menstruasi 5 Ibu memberi uang untuk membeli pembalut 6 Ibu melarang saya membeli buku tentang menstruasi 7 Ibu memberi tahu bagaimana cara menggunakan pembalut saat menstruasi 8 Orangtua memberi informasi tentang menstruasi 9 Ibu memberi nasihat agar saya menjaga pola makan saat menstruasi 10 Ibu bingung ketika saya bertanya tentang menstruasi 11 Terlalu banyak kegiatan saat menstruasi membuat saya lemas 12 Tugas yang terlalu banyak membuat saya capek 13 Saya malas mengerjakan tugas saat menstruasi 14 Saya lebih sering menunda pekerjaan saat menstruasi 15 Konsentrasi saya menurun saat menstruasi 16 Saya lebih sering tidur dari pada beraktivitas saat menstruasi 17 Saya mengetahui informasi pendidikan seksualitas di sekolah 18 Orangtua saya mengetahui berbagai macam informasi mengenai menstruasi 19 Ibu menjelaskan proses terjadinya menstruasi 20 Guru memberikan informasi tentang menstruasi 21 Saya dilarang banyak melompat saat mentruasi 22 Saya belum tahu apa itu menstruasi 23 Saya bingung dengan gejala dan siklus terjadinya menstruasi 24 Saya malas sering-sering mengganti pembalut saat menstruasi 25 Banyaknya darah yang keluar membuat saya takut kekurangan darah 26 Saya mencari berbagai informasi di internet, koran, radio, televisi, dan majalah tentang menstruasi Ya Tidak

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Saya bertanya kepada ibu mengenai menstruasi Saya membaca majalah dan koran di perpustakaan sekolah tentang menstruasi Saya tahu bahwa semua perempuan mengalami menstruasi Saya senang bila menstruasi datang Saya bersemangat mengikuti pelajaran saat menstruasi Saya mudah marah saat menstruasi Saat menstruasi saya mendekati teman-teman perempuan saja Saya bingung saat menstruasi Saya takut melihat darah saat menstruasi Saya menolak menstruasi Saya bingung kenapa harus ada menstruasi Saya berusaha mencegah menstruasi Saya malu masuk sekolah saat menstruasi Saya hanya diam di kelas karena takut tembus

(113) UNIVERSITAS PLAGIAT TINDAKAN TIDAK TERPUJI SANATA DHARMA PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI FAKULTAS KEGUBUAIY DAN ILMU PENDIDIKAIY Mrican Tromol Pos 29, Yogyakarta 55002 Telp (0274) 513301, 515352, Fax. (A270 562383 TELEGRAM: SADHAR Rc*.Gim:CIMBNiggaNo.287.01.00272.00.5dan081.01.24169.00.?MandiriNo. No Hal yOGyA t37.00.M21493.4 : 093lPenlBIVJIPDil2O I 3 : {iin Penelitian Kepada Yth. Kepala SD Negeri Pasaman, Padang Mahakarya Dengan hormat, Dengan ini kami memohon ijin bagi mahasiswa kami, Nama No. Mahasiswa Program Jurusan Fakultas Perguruan Tinggi Studi : Ismawita : 101114006 : Bimbingan dan Konselfug : Ilmu Pendidikan : Keguruan dan llmu Pendidikan : Unlversitas Sanata Dharma Yoryakarta Untuk melaksanakan penelitian dalam rangka persiapan penyusunan skripsinya, dengan ketentuan b*rwa waktu penelitian disesuaikan dengan waktu yang diberilan oteh pi[ak sekolah. Judul Skrlpst : I(ECE,MASAI\I MENGIIADAPI MENSTRUASI PADA SIswI SD KELAS V DAN VI DI KABUPATEN PASAMAIY, PADANG DAIY IMPLIKASII\TYA PADA PENERAPAN TOPIK BIMBINGAIY PRIBADI Atas perhatian dan ijin yang diberikan, kami ucapkan terimakasih. Yogyakarta, 25 November 2013 Tembusan: - l. 2. 3. DekanFKIP Mahasiswa Ybs Arsip

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PEMERINTAH KABUTATEN PASAMAN BARAT SEKOLAH DASAR NEGER} 15 LUHAK NAN DUO Jln. Sukamaju Kp I Mahakarya Luhak Nan Duo,26368 SURAT KETERANGAN Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : SUHARDI Jabatan : Kepala Sekolah Dengan ini menerangkan bahwa : Nama : lsmawita No. Mahasiswa : 101114006 Program Studi : Bimbingan dan Konseling lurusan : llmu Pendidikan Fakultas : Keguruan dan llmu Pendidikan Perguruan Tinggi : Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Telah mengadakan penelitian dalam rangka persiapan penyusunan skripsi dengan judul " : KECEMASAN MENGHADAPI MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRISD KELAS V DAN VI DI KABUPATEN PASAMAN, PADANG TAHUN AJARAN 2073 ,,. BIMBINGAN PRIBADI I 2014 DAN IMPLIKASTNYA PADA USULAN TOPIK - TOPIK Demikian surat keterangan ini di buat dengan sebenarnya agar dapat di gunakan sebaimana mestinya. Pasaman ,1-G mei 20L4 Ke,pala Sekdah NtP lg51o6ot lg$rto7 | (nz

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PEMERINTAH KABUPATEN PASAMAN BARAT SEKOI.AH DASAR NEGERI 49 MAHAKARYA LUHAK NAN DUO Jln. Sukamaju Kp ll Mahakarya Luhak Nan Duo,26368 SURAT KETERANGAN Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : EtMlTA, S.Pd Jabatan : Kepala Sekolah Dengan ini menerangkan bahwa : Nama Ismawita No. Mahasiswa 101114005 Program Studi Bimbingan dan Konseling Jurusan llmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan llmu Pendidikan : Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Perguruan Tinggi Telah mengadakan penelitian dalam rangka persiapan penyusunan skripsi dengan judul " : KECEMASAN MENGHADAPI MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI SD KELAS V DAN VI DI KABUPATEN PASAMAN, PADANG TAHUN AJARAN 2Ot3 BIMBINGAN PRIBADI I 2014 DAN tMPLtKASINYA PADA USULAN TOPIK - ". Demikian surat keterangan ini di buat dengan sebenarnya agar dapat di gunakan sebaimana mestinya. ' i*a,hrn,16 rurn lgejof ot mei t0B2 flzo ot TOPIK

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PEMERINTAH KABUPATEN PASAMAN BARAT SEKOLAH DASAR SWASTA KELUARGA KUDUS LUHAK NAN DUO Jln. Sukamaju Kp I Mahakarya Luhak Nan Duo,26368 SURAT KETERANGAN Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : MAHDALENA Jabatan : Kepala Sekolah Dengan inimenerangkan bahwa : Nama lsmawita No. Mahasiswa 101114005 Program Studi Bimbingan dan Konseling Jurusan llmu Pendidikan FaIUItas Keguruan dan llmu Pendidikan : Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Perguruan Tinggi Telah mengadakan penelitian dalam rangka persiapan penyusunan skripsi dengan judul " : KECEMASAN MENGHADAPI MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI SD KELAS V DAN VI DI KABUPATEN PASAMAN; PADANG TAHUN AJARAN 2013 BltvtgtNtcaN PRIBADI " /2014 DAN IMPLTKASTNYA PADA USULAN TOPrK - . Demikian surat keterangan ini di buat dengan sebenarnya agar dapat di gunakan sebaimana mestinya. Pasaman ,L6 mei 20L4 a Sekolah NIP TOPIK

(117)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Tingkat penyesuaian diri siswa di sekolah (studi deskriptif pada siswa kelas X SMA Santo Mikael Sleman tahun ajaran 2016/2017 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi sosial).
0
2
97
Tingkat kemampuan penerimaan diri remaja : studi deskriptif pada remaja kelas VIII di SMP Karitas Ngaglik tahun ajaran 2016/2017 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi-sosial.
0
1
130
Tingkat kreativitas siswa kelas V dan VI (studi deskriptif pada siswa kelas V dan VI SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta tahun ajaran 2015/2016 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik layanan bimbingan pribadi).
0
1
129
Deskripsi tingkat pacaran yang sehat pada siswa-siswi kelas XII SMA Sang Timur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan klasikal.
0
0
100
Deskripsi penyesuaian sosial siswa SMP BOPKRI 3 Yogyakarta kelas VII tahun ajaran 2013/2014 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi-sosial.
1
0
93
Studi deskriptif kemampuan mengelola emosi pada peserta didik kelas IV dan V SD Pangudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi - sosial.
0
2
125
Kekerasan dalam pacaran: studi deskriptif pada siswa kelas XI SMA N 1 Karangnongko tahun ajaran 2012/2013 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik layanan bimbingan pribadi sosial.
0
2
149
Kajian penatalaksanaan gangguan menstruasi pada remaja putri di empat SMU di Kabupaten Bantul tahun 2004 - USD Repository
0
0
112
Deskripsi tingkat penerimaan sosial dalam kelompok teman sebaya dan implikasinya pada usulan topik-topik bimbingan pribadi-sosial pada siswa kelas XI SMA Santo Bernardus Pekalongan tahun ajaran 2006/2007 - USD Repository
0
0
132
Deskripsi masalah-masalah yang secara intens dialami oleh siswa-siswi kelas V SD Karangturi Semarang tahun ajaran 2006/2007 dan implikasinya pada usulan topik-topik bimbingan klasikal - USD Repository
0
0
142
Deskripsi tingkat kemampuan penyesuaian sosial remaja terhadap kelompok sebaya Panti Asuhan Wira Karya Tama Purworejo tahun 2007/2008 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi sosial - USD Repository
0
0
113
Deskripsi kecerdasan emosional para siswi remaja asrama putri Santa Yulia Surabaya tahun ajaran 2009/2010 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan kelompok : tinjauan dari berbagai aspek kecerdasan emosional - USD Repository
0
0
150
Deskripsi tingkat konsep diri siswa SMP Xaverius Tugumulyo Palembang kelas VIII tahun ajaran 2010/2011 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi - USD Repository
0
0
118
Deskripsi masalah-masalah yang dialami oleh siswa kelas VIII SMP Xaverius Baturaja Sumatra Selatan tahun ajaran 2013/2014 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan klasikal - USD Repository
0
0
124
Tingkat religiusitas dan moralitas remaja awal di asrama : studi deskriptif pada remaja Asrama St. Aloysius, Turi dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan dan konseling di asrama - USD Repository
0
0
138
Show more