Pengembangan media konvensional tematik kelas IV berbasis multiple intelligence - USD Repository

Gratis

0
0
209
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN MEDIA KONVENSIONAL TEMATIK KELAS IV BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh : Risa Veti Perdani NIM: 101134173 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN MEDIA KONVENSIONAL TEMATIK KELAS IV BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh : Risa Veti Perdani NIM: 101134173 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Skripsi ini saya persembahkan kepada: 1. Allah SWT yang selalu memberikan limpahan rahmat dan hidayah-Nya kepada saya. 2. Kedua orang tua saya, Suraji dan Rismiyati yang telah setia mendampingi, mendoakan, mencukupi kebutuhan kuliah, mendidik dan memberikan motivasi kepada saya hingga selesai kuliah. 3. Adik saya, Tamara Kusuma Riski yang selalu mendoakan dan memberikan motivasi kepada saya. 4. Kedua kakak sepupu saya, Yayan Wahyu Herawan dan Aris Wijanarko yang selalu memotivasi dan menginspirasi dalam hidup saya. 5. Andang Sidik Prasetya yang telah memberikan doa, dukungan, dan semangat kepada peneliti. 6. Almamaterku tercinta, Universitas Sanata Dharma iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN MOTTO “Menjadi yang berbeda itu lebih baik daripada menjadi yang sempurna, karena kesempurnaan itu tidak dimiliki oleh manusia melainkan Tuhan YME” “Hidup itu berjuang, tidak hanya duduk berandai-andai” v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Perdani, Risa Veti. (2014). Pengembangan Media Konvensional Tematik Kelas IV Berbasis Multiple Intelligence. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma. Kata Kunci : penelitian dan pengembangan, media pembelajaran konvensional, multiple intelligence Perubahan kurikulum mengakibatkan belum adanya media konvensional yang menunjang sesuai kurikulum 2013. Pencapaian tujuan kurikulum 2013 dapat dikembangkan dengan multiple inteligence menurut teori Gardner. Pengembangan prototipe media konvensional tematik ini mengakomodasi multiple intelligence. Tujuan dari pengembangan media ini adalah untuk: (1) menghasilkan media konvensional tematik, (2) menilai kualitas prototipe media konvensional tematik. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (reseach and development) dari Borg and Gall. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan wawancara. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif berupa skor rentang skala 1 s.d 4 dan data kualitatif berupa komentar. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif kemudian dikonversikan ke data kualitatif dengan menggunakan skala Likert. Prosedur pengembangan media konvensional tematik dilakukan dengan langkah-langkah: (1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) revisi desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media konvensional tematik memiliki kualitas yang baik. Hal ini ditunjukkan oleh: (1) skor rata-rata penilaian dari ketiga validator pada aspek isi 3,86, aspek bahasa 3,6, dan aspek tampilan n 3,86, ketiga aspek ini tergolong dalam kategori sangat baik; (2) penilaian dari ahli pembelajaran mendapatkan rerata skor 3,73, kategori sangat baik; (3) penilaian dari ahli media pembelajaran mendapatkan 3,73, kategori sangat baik; (4) penilaian dari guru 3,86, kategori sangat baik. viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Perdani, Risa Veti. (2014). The Development of Thematic Conventional in the Fourth Grade Based on Multiple Intelligence. Tesis. Yogyakarta: Primary Teacher School Education, Sanata Dharma University. Keywords : research and development, conventional learning media, multiple intelligence The effect of curriculum’s changing makes no conventional medium yet that appropiate with curriculum’s 2013. According to Gardner’s theory, goal achievement of curriculum’s 2013 can be developed with multiple intelligence. This development of conventional thematic prototype media accomodated multiple intelligence. The Aim of this media development are: (1) to produce conventional thematic media, (2) to value conventional thematic prototype media. This research is based on the development of Borg & Gall’s research. The technique of data collection is questionaires and interview. The datas are divided into quantitive and data qualitative. The quantitative data in scale 1 until 4 and the qualitative data resulted based on comments from respondents. The technique of analysis uses descriptive qualitative analysis which is converted into data uses Likert scale. The produce of thematic media conventional development is based on: : (1) potention and problem; (2) collecting data; (3) product design; (4) design validation; (5) design revision. The result of this research shows that thematic media conventional are good quality. This research is based on 4 indicators: (1) average scores from three validators are content aspect 3.86, language aspect 3.6, and display aspect 3.86, all are rated excellent; (2) the experts of education give average score of 3,73 and rated as excellent; (3) the experts of media education give average score 3,73, rated as excellent; (4) the teachers give scre 3,86, rated as excellent. ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limapahan rahmatnya sehingga skripsi yang berjudul Pengembangan Media Konvensional Tematik Berbasis Multiple Intelligence dapat terselesaikan dengan baik. Skripsi ini disusun guna memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar. Peneliti menyadari bahwa skripsi ini tidak akan selesai dengan baik tanpa adanya doa, bimbingan, bantuan, dan dukungan dari semua pihak. Oleh karena itu, dengan tulus perkenankanlah peneliti mengucapkan terima kasih kepada: 1. Rohandi, Ph. D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 2. Gregorius Ari Nugrahanta, SJ., S.S., BST., M.A. selaku Kaprodi PGSD. 3. E. Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D. selaku Wakaprodi PGSD. 4. Rumawan, S.Pd., M.Pd. selaku dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dengan penuh kesabaran dan kebijaksaan sejak awal penulisan hingga skripsi ini selesai. 5. Dra. Maslichah Asy’ari, M.Pd selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dengan penuh kesabaran dan kebijaksaan sejak awal penulisan hingga skripsi ini selesai. 6. Sunata, S.Pd, MM.M.Pd selaku Kepala SD Negeri Baran I Yogyakarta yang telah memberikan ijin kepada peneliti untuk melakukan penelitian di sekolah. 7. Suhartini, S.Pd, MM.M.Pd selaku Kepala SD Negeri Kerdonmiri I Yogyakarta yang telah memberikan ijin kepada peneliti untuk melakukan penelitian di sekolah. 8. Jumbadi, S.Pd selaku Kepala SD Negeri Gelaran 2 Yogyakarta yang telah memberikan ijin kepada peneliti untuk melakukan penelitian di sekolah. 9. Kedua orang tua saya, Suraji dan Rismiyati yang selalu memberikan kasih sayang, doa, dukungan, dan memberikan semangat kepada peneliti. x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN............................................................................... iii PERSEMBAHAN ................................................................................................. iv MOTTO ................................................................................................................ v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................... vi PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ............................................................................ vii ABSTRAK ............................................................................................................ viii ABSTRACT.......................................................................................................... ix KATA PENGANTAR .......................................................................................... x DAFTAR ISI......................................................................................................... xiii DAFTAR BAGAN ............................................................................................... xv DAFTAR DIAGRAM........................................................................................... xvi DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ xvii DAFTAR TABEL................................................................................................. xviii DAFTAR LAMPIRAN......................................................................................... xix BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ............................................................................. 1 B. Identitas Masalah ........................................................................................ 5 C. Pembatasan Masalah................................................................................... 5 D. Rumusan Masalah....................................................................................... 5 E. Tujuan Penelitian........................................................................................ 6 F..Spesifikasi Produk yang Dikembangkan .................................................... 6 G. Manfaat Pengembangan ............................................................................. 7 H. Asumsi Keterbatasan Pengembangan......................................................... 8 I. .Definisi Operasional ................................................................................... 8 BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................... 10 A. Media Pembelajaran ................................................................................... 10 1. Pengertian Media Pembelajaran ........................................................... 10 2. Landasan Teoritis Penggunaan Media Pembelajaran ........................... 11 3. Ciri-ciri Media Pembelajaran ............................................................... 12 4. Jenis-jenis Media Pembelajaran ........................................................... 13 5. Fungsi Media Pembelajaran ................................................................. 14 6. Prinsip Pemilihan Media Pembelajaran................................................ 14 7. Faktor Pemilihan Media Pembelajaran................................................. 15 8. Manfaat Media Pembelajaran............................................................... 16 xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Model Pembelajaran Terpadu ................................................................... 16 1. Hakekat Model Pembelajaran Terpadu ................................................ 16 2. Ciri – ciri Pembelajaran Terpadu.......................................................... 17 3. Model –model Pembelajaran Terpadu.................................................. 18 4. Pembelajaran Tematik (Webbed).......................................................... 18 a. Pengertian Pembelajaran Tematik .................................................. 18 b. Karakteristik Pembelajaran Tematik .............................................. 19 c. Landasan Pembelajaran Tematik.................................................... 21 d. Manfaat Pembelajaran Tematik...................................................... 22 e. Kekuatan Model Pembelajaran Tematik ........................................ 22 f. Kelemahan Model Pembelajaran Tematik ..................................... 23 C. Multiple Intelligence ................................................................................. 23 1. Pengertian Multiple Intelligence ......................................................... 23 2. Macam-macam Multiple Intelligence ................................................. 25 3. Keunggulan Multiple Intelligence....................................................... 35 D. Kajian Penelitian yang Relevan ................................................................ 35 1. Penelitian Tentang Media Pembelajaran............................................. 35 2. Penelitian Tentang Pembelajaran Tematik.......................................... 37 3. Penelitian Tentang Multiple Intelligence ............................................ 38 E. Kerangka Berfikir...................................................................................... 39 F. Pertanyaan Penelitian ................................................................................ 41 BAB III METODE PENELITIAN ....................................................................... 42 A. Jenis Penelitian.......................................................................................... 42 B. Setting Penelitian....................................................................................... 42 C. Rancangan Pengembangan........................................................................ 43 D. Prosedur Pengembangan ........................................................................... 46 E. Teknik Pengujian Instrumen ..................................................................... 50 F. Teknik Pengumpulan Data........................................................................ 51 G. Instrumen Penelitian.................................................................................. 51 H. Teknik Analisis Data................................................................................. 54 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN .............................................................. 56 A. Hasil Penelitian ......................................................................................... 56 1. Kajian Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar.................................. 56 2. Data Hasil Analisis Kebutuhan ........................................................... 57 3. Produksi Media Konvensional Tematik Kelas IV Berbasis Multiple Intelligence.......................................................................................... 59 a. Desain Media Konvensional Tematik Kelas IV Berbasis Multiple Intelligence ..................................................................... 59 b. Pembuatan Media Konvensional Tematik Kelas IV Berbasis xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Multiple Intelligence ..................................................................... 61 4. Hasil Validasi dan Revisi Produk ....................................................... 72 a. Data Hasil Validasi Ketiga Pakar per Item Pada Setiap Aspek .... 72 b. Data Hasil Validasi Pakar Pembelajaran Tematik ........................ 78 c. Data Hasil Validasi Pakar Media Pembelajaran ........................... 79 d. Data Hasil Validasi Guru Kelas IV............................................... 81 e. Revisi Produk ................................................................................ 82 B. Pembahasan............................................................................................... 83 BAB V PENUTUP................................................................................................ 89 A. Kesimpulan ............................................................................................... 89 B. Keterbatasan Penelitian............................................................................. 90 C. Saran.......................................................................................................... 90 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 91 LAMPIRAN.......................................................................................................... 94 xiv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR BAGAN Bagan 2.1 Bagan Literature Map dari Penelitian Terdahulu................................. 39 Bagan 3.1 Langkah-langkah Penggunaan Metode Research and Development... 46 Bagan 3.2 Tahap Pengembangan Media Konvensional Tematik Kelas IV Berbasis Multiple Intelligence .......................................................................... 48 xv

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR DIAGRAM Diagram 4.1 Diagram Batang Skor Rata-rata per Aspek dari Hasil Penilaian Ketiga Pakar ................................................................................................ 74 Diagram 4.2 Diagram Batang Skor Rata-rata per Item Aspek Isi dari Hasil Penilaian Ketiga Pakar..................................................................................... 75 Diagram 4.3 Diagram Batang Skor Rata-rata per Item Aspek Bahasa dari Hasil Penilaian Ketiga Pakar..................................................................... 76 Diagram 4.4 Diagram Batang Skor Rata-rata per Item Aspek Tampilan dari Hasil Penilaian Ketiga Pakar..................................................................... 77 xvi

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Kerucut Pengalaman Edgar Dale ...................................................... 12 Gambar 2.2 Jaringan Tema Webbed ..................................................................... 19 Gambar 4.1 Patung Profesi ................................................................................... 62 Gambar 4.2 Kotak Penyimpanan Patung profesi .................................................. 62 Gambar 4.3 Contoh Kartu Kewajiban Di Sekolah................................................ 63 Gambar 4.4 Kotak Penyimpanan Kartu Flanel ..................................................... 64 Gambar 4.5 Kartu Flashcard ................................................................................ 65 Gambar 4.6 Kotak Penyimpanan Kartu Flashcard............................................... 65 Gambar 4.7 Kartu Ciri Bangun Datar ................................................................... 66 Gambar 4.8 Kotak Penyimpanan Aneka Bangun Datar........................................ 67 Gambar 4.9 Papan Permainan Monopoli Profesi.................................................. 68 Gambar 4.10 Kartu Profil Profesi ......................................................................... 69 Gambar 4.11 Kartu Jajargenjang .......................................................................... 69 Gambar 4.12 Kartu Trapesium.............................................................................. 70 Gambar 4.13 Kartu Bintang Bernilai 1 dan ½ ...................................................... 70 Gambar 4.14 Pion Permainan Monopoli Profesi .................................................. 71 Gambar 4.15 Dadu Permainan Monopoli Profesi ................................................. 71 Gambar 4.16 Kotak Penyimpanan Monopoli Profesi ........................................... 72 xvii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Kisi-kisi Kuesioner Validasi Produk..................................................... 53 Tabel 3.2 Konversi Data Kuantitatif ke Kualitatif Skala Lima Menurut Widoyoko (2009: 238)..................................................................... 54 Tabel 4.1 Kriteria Skor Skala Lima Menurut Widoyoko (2009: 238) .................. 72 Tabel 4.2 Hasil Validasi Tiga Pakar per Item pada Setiap Aspek ........................ 72 Tabel 4.3 Hasil Validasi Pakar Pembelajaran Tematik......................................... 78 Tabel 4.4 Komentar Pakar Pembelajaran Tematik dan Tindak Lanjut ................. 79 Tabel 4.5 Hasil Validasi Pakar Media Pembelajaran............................................ 80 Tabel 4.6 Komentar Pakar Media Pembelajaran dan Tidak Lanjut ...................... 81 Tabel 4.7 Hasil Validasi Guru Kelas IV ............................................................... 81 Tabel 4.8 Komentar Guru Kelas IV dan Tindak Lanjut........................................ 82 xviii

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Desain Produk.................................................................................... 94 Lampiran 2 Kisi-kisi Kuesioner Analisis Kebutuhan ........................................... 105 Lampiran 3 Data Hasil Analisis Kebutuhan.......................................................... 106 Lampiran 4 Surat Ijin Penelitian ........................................................................... 112 Lampiran 5 Surat Bukti Telah Melakukan Penelitian........................................... 118 Lampiran 6 Data Expert Judgment ....................................................................... 120 Lampiran 7 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.................................................. 132 xix

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Dalam bab I ini akan diuraikan (1) latar belakang masalah, (2) identifikasi masalah, (3) pembatasan masalah, (4) rumusan masalah, (5) tujuan penelitian, (6) spesifikasi produk yang dikembangkan, (7) manfaat pengembangan, (8) asumsi dan keterbatasan pengembangan, dan (9) definisi operasional. A. Latar Belakang Masalah Sistem pendidikan di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS). Penjelasan atas UU.RI.No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (dalam Majid, 2014) dikemukakan bahwa pendidikan nasional mempunyai visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Berdasarkan visi pendidikan tersebut, pendidikan nasional mempunyai misi dan tujuan. Pencapaian visi, misi, dan tujuan pendidikan nasional harus didukung oleh suatu alat yang disebut dengan kurikulum. Kurikulum merupakan salah satu alat untuk mencapai tujuan pendidikan, sekaligus merupakan pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran pada semua jenis dan jenjang pendidikan (Arifin, 2011: 1). Kurikulum hendaknya sesuai dengan falsafah dan dasar negara, yaitu Pancasila dan UUD 1945 yang menggambarkan pandangan hidup suatu bangsa. Tujuan dan pola kehidupan suatu negara banyak ditentukan oleh sistem kurikulum yang digunakannya. Jika 1

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 terjadi perubahan sistem ketatanegaraan, maka dapat berakibat pada perubahan sistem pemerintahan dan sistem pendidikan, bahkan sistem kurikulum yang berlaku. Perubahan sistem kurikulum ini dialami pula di Indonesia. Kurikulum yang terakhkir diterapkan di sekolah adalah kurikulum KTSP. Kini kurikulum KTSP diperbaharui dengan kurikulum baru yang dikenal dengan kurikulum 2013. Menurut Mohammad Nuh dalam Muzamiroh (2013: 111) kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang dirancang sebagai upaya mempersiapkan generasi Indonesia 2045 yaitu tepatnya 100 tahun Indonesia merdeka, sekaligus memanfaatkan populasi usia produktif yang jumlahnya sangat melimpah agar menjadi bonus demografi dan tidak menjadi bencana demografi. Kurikulum 2013 dilakukan dengan pendekatan berbasis sains, yaitu mendorong siswa agar mampu berfikir lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, menalar, dan mengakomodasikan dengan obyek pelajaran secara langsung yakni fenomena alam, sosial, seni, dan budaya (Muzamiroh, 2013). Mendikbud dalam Muzamiroh (2013: 133) menjelaskan bahwa kurikulum 2013 lebih bersifat tematik integratif atau tematik terpadu yang berarti terdapat mata pelajaran yang akan terkait satu sama lain atau penggabungan mata pelajaran. Penggabungan mata pelajaran tersebut mengacu pada model pembelajaran tematik. Model pembelajaran tematik merupakan salah satu pendekatan yang menggabungkan beberapa mata pelajaran dengan menggunakan suatu tema tertentu (Depdiknas, 2006:5). Dalam pembelajaran tematik ini, siswa akan memahami konsepkonsep yang mereka pelajari melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahami sebelumnya. Pendekatan pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu (learning by doing). Dengan konsep tersebut diharapkan dapat mengembangkan

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 keterampilan sosial siswa, misalnya: kerjasama, toleransi, komunikasi, dan tanggap terhadap gagasan orang lain. Selama proses pembelajaran guru perlu menyadari bahwa keberhasilan belajar tidak hanya berupa nilai yang diperoleh dari sekolah, melainkan juga bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari siswa. Hal itu sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Gardner (dalam Suparno 2004: 17) keberhasilan belajar siswa tidak hanya berhasil dalam menjawab tes IQ, namun juga mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah yang nyata dalam situasi yang bermacam-macam. Seorang siswa akan mudah menangkap materi yang disampaikan guru apabila materi tersebut disampaikan dengan mempertimbangkan kemampuan intellegensi yang dimiliki oleh setiap siswa. Macam-macam inteligensi tersebut antara lain: (1) inteligensi linguistik, (2) inteligensi matematis-logis, (3) inteligensi ruang, (4) inteligensi kinestetik-badani, (5) inteligensi musikal, (6) inteligensi interpersonal, (7) inteligensi intrapersonal, (8) inteligensi lingkungan/naturalis, dan (9) inteligensi eksistensial. Pencapaian tujuan pembelajaran tidak terlepas dari kegiatan belajar yang dilakukan siswa di dalam kelas dan fasilitas yang diberikan guru sebagai sarana dalam pembelajaran. Salah satu contoh fasilitas pembelajaran yang hendaknya digunakan guru dalam pembelajaran adalah media pembelajaran. Bringgs (dalam Sadiman 2010 : 6) menyatakan bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Dale (dalam Azhar 2011: 10) mengatakan bahwa media membantu siswa memahami materi yang disajikan secara abstrak dengan menggunakan indera yang mereka miliki selama proses pembelajaran. Berdasarkan data analisis kebutuhan yang dilaksanakan pada tanggal 1 Januari 2014 pada lima sekolah dasar yang berbeda, dapat diketahui bahwa sebagian besar kepala sekolah sudah mendapatkan pelatihan mengenai kurikulum 2013 namun,

(24) 4 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sebagian besar guru di sekolah yang diteliti belum mengikuti pelatihan kurikulum 2013. Selain itu, semua guru dan kepala sekolah belum memahami model pembelajaran berbasis mulitiple intelligence. Sekolah belum menerapkan pembelajaran tematik pada kurikulum 2013 sehingga belum memiliki perangkat pembelajaran kurikulum 2013 yang berbasis mulitiple intelligence. Yang dimaksud perangkat pembelajaran tersebut adalah: (1) bahan ajar, (2) Lembar Kerja Siswa (LKS), (3) media pembelajaran konvensional dan media ICT, dan (4) perangkat penilaian. Selain itu, berdasarkan hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran pada kelas IV di SD Negeri Kledokan, Kelurahan Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta tanggal 8 Februari 2014 menyatakan bahwa proses kegiatan belajar mengajar (KBM) belum menerapkan kurikulum 2013. Kegiatan belajar dilaksanakan secara tradisional menggunakan papan tulis sebagai media untuk membantu guru menyampaikan materi pelajaran sehingga siswa tidak mendapatkan kesempatan untuk melakukan eksplorasi lingkungan sekitar. Metode ceramah yang digunakan guru hanya mengakomodasi inteligensi linguistik sehingga siswa yang memiliki inteligensi lain sulit untuk mengembangkan inteligensi yang dimilikinya. Oleh sebab itu, diperlukan pengembangan media pembelajaran tematik berbasis mulitiple intelligence untuk membantu siswa memahami materi pelajaran sesuai inteligensi yang dimilikinya. Untuk menjembatani permasalahan tersebut, peneliti berinisiatif untuk mengembangkan media konvensional tematik berbasis multiple intelligence untuk menunjang keberhasilan pembelajaran pada kurikulum 2013. Pengembangan media konvensional tematik berbasis multiple intelligence ini dirasa sangat perlu sebagai sarana penunjang kegiatan pembelajaran tematik pada kurikulum 2013.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pengakomodasian teori multiple intelligence 5 pada media konvensional ini akan membantu siswa belajar dengan mengoptimalkan inteligensi yang dimilikinya sehingga siswa dapat belajar secara bermakna serta dapat mengaplikasikannya dalam pemecahan masalah hidup sehari-hari. B. Identifikasi Masalah 1. Kurangnya pemahaman guru tentang kurikulum 2013, model pembelajaran tematik terpadu, serta perangkat pembelajaran yang digunakan dalam proses belajar mengajar. 2. Belum adanya media konvensional tematik yang mengakomodasi multiple intelligence . C. Pembatasan Masalah Pembatasan masalah diberikan supaya penelitian dapat terarah dan tidak menyimpang dari tujuan penelitian. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini peneliti membatasi hal-hal sebagai berikut : 1. Materi yang disajikan dengan bantuan media konvensional tematik berbasis multiple intelligence merupakan materi sub tema 1 tentang Jenis-jenis Pekerjaan untuk siswa kelas IV semester 1. 2. Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah media konvensional tematik berbasis multiple intelligence yang meliputi patung profesi, papan flanel, flashcard, aneka bangun datar, dan monopoli profesi. D. Rumusan Masalah Berdasarkan masalah yang telah diidentifikasi diatas, maka dirumuskan permasalahan sebagi berikut:

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 1. Bagaiamana cara pengembangan prototipe media konvensional tematik berbasis multiple intelligence untuk siswa kelas IV SD semester 1 pada materi sub tema 1 tentang Jenis-jenis Pekerjaan? 2. Bagaimana kualitas prototipe media konvensional tematik berbasis mulltiple intelligence yang dikembangkan berdasarkan ahli pembelajaran, ahli media, dan guru kelas IV meliputi aspek isi, bahasa, dan tampilan? E. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dalam penelitian pengembangan ini adalah sebagai berikut: 1. Mengetahui cara pengembangan prototipe media konvensional tematik berbasis multiple intelligence untuk siswa kelas IV SD semester 1 pada materi sub tema 1 tentang Jenis-jenis Pekerjaan. 2. Mengetahui kualitas prototipe media konvensional tematik berbasis multiple intelligence yang dikembangkan berdasarkan ahli pembelajaran, ahli media, dan guru kelas IV meliputi aspek isi, bahasa, dan tampilan. F. Spesifikasi Produk yang Dikembangkan Produk yang akan dikembangkan memiliki spesifikasi sebagai berikut ini: 1. Media konvensional pembelajaran tematik berbasis multiple intelligence memuat materi sub tema 1 tentang Jenis-jenis Pekerjaan mengacu pada kurikulum 2013. 2. Media konvensional pembelajaran tematik berbasis multiple intelligence yang dikembangkan meliputi: patung profesi, papan flanel, flashcard, aneka bangun datar, dan monopoli profesi. 3. Media patung profesi merupakan patung yang terbuat dari kayu yang dapat berdiri dengan menggunakan penyangga. Siswa diharapkan mampu mengenal berbagai jenis pekerjaan.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 4. Media papan flanel berisikan materi mengenai hak dan kewajiban seorang pekerja. Siswa diharapkan mampu membedakan hak dan kewajiban pekerja. 5. Media flashcard berisikan bermacam-macam gambar jenis pekerjaan, tempat bekerja, kondisi geografis, dan barang yang dihasilkan oleh suatu jenis pekerjaan. Siswa diharapkan mampu membedakan jenis-jenis pekerjaan berdasarkan kondisi geografis dan barang yang dihasilkan. 6. Media aneka bangun datar berisikan berbagai macam bangun datar meliputi: segitiga, persegi, persegi panjang, dan lingkaran. Siswa diharapkan mampu mengenal sifat-sifat bangun datar dan menghitung keliling dan luas. 7. Media monopoli profesi terdiri dari papan monopoli profesi, kartu identitas pekerjaan, kartu jajar genjang dan trapesium, bintang, dadu, dan pion. 8. Media monopoli profesi dilengkapi dengan pertanyaan tentang jenis pekerjaan dengan mangakomodasi sembilan jenis kecerdasan. 9. Media konvensional pembelajaran tematik berbasis multiple intelligence mengembangkan sembilan jenis kecerdasan siswa meliputi: (1) inteligensi linguistik, (2) inteligensi matematis-logis, (3) inteligensi ruang, (4) inteliensi kinestetik, (5) inteligensi musikal, (6) inteligensi interpersonal, (7) inteligensi intrapersonal, (8) inteligensi naturalis, dan (9) inteligensi eksistensial. G. Manfaat Pengembangan Pengembangan media konvensional tematik berbasis multiple intelligence yang dilakukan oleh peneliti memiliki manfaat sebagai berikut : 1. Bagi peneliti Melalui penelitian ini, peneliti dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman mengenai bagaimana cara pembuatan media konvensional tematik berbasis multiple intelligence pada sub tema pertama tema ke empat mengenai

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 jenis-jenis pekerjaan kelas IV SD dalam penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). 2. Bagi guru Penelitian ini dapat memberikan pengalaman bagi guru-guru SD untuk menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna serta dapat mengembangkan berbagai kecerdasan yang dimiliki oleh siswa melalui penggunaan media konvensional tematik berbasis multiple intelligence pada kelas IV sub tema 1 Jenis-jenis Pekerjaan. 3. Bagi sekolah Penelitian ini dapat menambah bahan bacaan dan referensi terkait dengan media konvensional tematik berbasis multiple intelligence di kelas IV SD. H. Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan 1. Asumsi Pengembangan Pengembangan media konvensional pembelajaran tematik berbasis multiple intelligence perlu dikembangkan bagi sekolah yang menerapkan kurikulum 2013 yang dilaksanakan secara tematik dengan mengakomodasi multiple intelligence. 2. Keterbatasan Pengembangan a. Pengembangan media konvensional tematik berbasis multiple intelligence ini terbatas pada kelas sub tema 1 tentang Jenis-jenis Pekerjaan. b. Pengembangan media konvensional tematik berbasis multiple intelligence ini terbatas pada tahap revisi produk berdasarkan hasil validasi ahli. I. Definisi Operasional 1. Pengembangan dalam arti pendidikan adalah proses menghasilkan bahan-bahan ajar.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 2. Media adalah segala sesuatu yang membantu pengirim pesan mengirimkan pesan kepada penerima pesan. 3. Pembelajaran tematik adalah salah satu model pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran. 4. Multiple intelligence adalah inteligensi ganda yang dikemukakan oleh Howard Gardner yakni inteligensi linguistik, inteligensi matematis-logis, inteligensi ruang, inteligensi kinestetik-badani, inteligensi musikal, inteligensi interpersonal, inteligensi intrapersonal, inteligensi lingkungan/naturalis, dan inteligensi eksistensial. 5. Patung profesi adalah gambar dalam papan yang dapat berdiri. 6. Papan flanel adalah sebuah papan yang digunakan untuk menempelkan sesuatu. 7. Flashcard adalah kumpulan beberapa kartu yang berisi gambar. 8. Aneka bangun datar adalah kumpulan berbagai jenis bangun datar meliputi persegi, persegi panjang, dan segitiga. 9. Monopoli profesi adalah permainan papan dengan tema jenis-jenis pekerjaan yang terdiri atas papan permainan, kartu profil profesi, kartu jajar genjang, kartu trapesium, dadu, dan pion.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Dalam bab II ini akan membahas mengenai (1) kajian pustaka, (2) kajian penelitian yang relevan, (4) kerangka berfikir, dan (5) pertanyaan-pertanyaan penelitian. A. Media Pembelajaran 1. Pengertian Media Menurut Sadiman (2010 : 6) kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harafiah berarti perantara atau pengantar. Bringgs (dalam Sadiman 2010 : 6) menyatakan bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Contohnya seperti buku, film, kaset, dan film bingkai. Rumumpuk (dalam Sumantri, 2001 : 153) mendefinisikan media sebagai setiap alat, baik hardware maupun software yang diperlukan sebagai media komunikasi dan yang tujuannya meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar sehingga memudahkan pencapaian tujuan pembelajaran tersebut. Pendapat lain dikemukakan oleh Gagne (dalam Sadiman, 2010: 6) media adalah berbagai komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Berdasarkan berbagai pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran merupakan suatu alat yang digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima untuk merangsang pikiran, perasaan, dan minat dengan sedemikian rupa sehingga tercapai tujuan dalam proses pembelajaran. 10

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 2. Landasan Teoritis Penggunaan Media Menurut Bruner (dalam Azhar, 2011: 7) ada tiga tingkatan utama modus belajar, yaitu: (a) pengalaman langsung (enactive), (b) pengalaman pictorial/gambar (iconic), dan (c) pengalaman abstrak (symbolic). a. Pengalaman langsung (enactive) adalah tahap mengerjakan, yaitu dengan menggunakan benda nyata secara langsung. Sebagai contoh, kata “simpul” mempunyai makna bahwa siswa akan secara langsung menggunakan tali untuk membuat tali simpul. b. Pengalaman pictorial/gambar (iconic) merupakan tahap pengilustrasian benda dengan menggunakan gambar, video, foto, atau lukisan. Kata “simpul” dapat disajikan dalam bentuk gambar, video, foto, atau lukisan sehingga siswa dapat belajar mempelajari dan memahami tali simpul melalui gambar, video, foto, atau lukisan tersebut. c. Pengalaman abstrak merupakan tahap pencocokan mengenai apa yang dilihat atau didengar oleh siswa dengan gambar atau melalui pengalaman langsung. Apabila siswa mendengar kata “simpul” maka secara abstrak ia akan memiliki gambaran mengenai tali simpul dengan menghubungkan pengalaman langsung dan gambar ilustrasi. Menurut Dale (dalam Azhar 2011: 10) landasan teori mengenai penggunaan media dalam proses belajar didasarkan pada tingkat keabstrakan dan jumlah jenis indera yang digunakan selama penerimaan proses belajar atau pesan. Pengalaman langsung memberikan kesan paling utuh dan bermakna mengenai informasi atau pengetahuan karena melibatkan indera penglihatan, pendengaran, perasaan,

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 penciuman dan peraba (Azhar, 2011: 10). Adapun gambar kerucut pengalaman Dale adalah sebagai berikut : Gambar: 2.1. Kerucut Pengalaman Edgar Dale. Kerucut pengalaman Dale diatas merupakan elaborasi yang dirinci dari konsep tiga tingkatan yang dikemukakan oleh Bruner. Hasil belajar diperoleh mulai dari pengalaman langsung, benda tiruan, sampai kepada lambang verbal. Semakin tinggi puncak kerucut maka media juga semakin abstrak. 3. Ciri-ciri Media Gerlach dan Ely (dalam Azhar, 2011: 12) mengungkapkan tiga ciri media yang merupakan petunjuk mengapa media digunakan dan apa saja yang dapat dilakukan oleh media yang mungkin guru tidak mampu untuk melakukannya. a. Ciri Fiksatif Ciri fiksatif menggambarkan kemampuan media untuk merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau objek. Ciri fiksatif sangat perlu bagi guru karena memudahkan guru untuk menampilankan kembali kejadian atau peristiwa sebagai keperluan pembelajaran.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 b. Ciri Manipulatif Ciri manipulatif merupakan rekayasa suatu kejadian yang memiliki durasi waktu yang lama menjadi peristiwa yang digambarkan menjadi sebentar sehingga memungkinkan untuk ditampilkan kepada siswa dalam pembelajaran. c. Ciri Distributif Ciri distributif merupakan pendistribusian suatu kejadian atau peristiwa pada suatu ruang sehingga dapat digunakan dalam waktu dan tempat yang berbeda secara bersamaan. Pengembangan media konvensional pembelajaran tematik berbasis multiple intelligence ditekan pada ketiga ciri di atas. Ciri fiksatif tampak pada penggunaan media yang menampilkan kembali suatu kejadian dan ciri manipulatif tampak pada penggunaan gambar-gambar yang mencerminkan berbagai jenis pekerjaan dan kegiatannya. Sedangkan ciri distributif tampak pada penggunaan media yang dapat digunakan dalam waktu dan tempat yang berbeda. 4. Jenis-jenis Media Menurut Sadiman (2010 : 29) media pembelajaran dikelompokkan menjadi media visual, media audio, dan media proyeksi diam. Peneliti dalam penelitian ini membatasi pengembangan pada media pembelajaran visual. Media pembelajaran visual adalah media pembelajaran yang menyalurkan pesan lewat indera pandang/penglihatan (Sukiman, 2012). Media yang akan dalam penelitian ini meliputi patung profesi, papan flanel, flaschcard, aneka bangun datar dan monopoli profesi.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 5. Fungsi Media Levie dan Lentz (dalam Azhar, 2011: 17) mengemukakan empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual, yaitu: a) Fungsi Atensi Fungsi atensi media merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi pada materi pembelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pembelajaran. b) Fungsi Afektif Fungsi afektif dapat digunakan untuk membangkitkan emosi dan sikap siswa yang timbul melalui penggunaan media pembelajaran terhadap materi pembelajaran. c) Fungsi Kognitif Fungsi kognitif dapat digunakan untuk memudahkan penerimaan pesan atau materi pembelajaran kepada siswa sehingga memperlancar pencapaian tujuan pembelajaran. d) Fungsi Kompensatoris Fungsi kompensatoris adalah untuk mengakomodasi siswa yang lemah dan lambat dalam menerima dan memahami materi pembelajaran yang disajikan secara verbal. 6. Prinsip Pemilihan Media Pemutusan penggunaan suatu media tertentu dalam proses belajar mengajar hendaknya perlu mempertimbangkan prinsip-prinsip dan faktor-faktor yang dalam pemelihan suatu media. Menurut Sumantri (2001: 156) prinsip-prinsip pemilihan media tersebut, yaitu : a) Memilih media harus berdasarkan tujuan pembelajaran dan bahan pembelajaran yang akan disampaikan;

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 b) Memilih media harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa; c) Memilih media harus disesuaikan dengan kemampuan guru, baik dalam pengadaan maupun penggunaannya; d) Memilih media harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi atau pada waktu, tempat, dan situasi yang tepat; e) Memilih media harus mamahami karakteristik dari media itu sendiri 7. Faktor Pemilihan Media Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan media menurut Sumantri (2001: 156) adalah: a) Objektivitas, artinya pemilihan media hendaknya memperhatikan kegunaan dan relevansinya dengan materi pelajaran dan karakter siswa; b) Program pembelajaran, artinya pemilihan media harus disesuaikan dengan program pembelajaran yang akan dilakukan karena tidak semua media dapat digunakan untuk semua program pembelajaran; c) Situasi dan kondisi, artinya pemilihan media harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi dalam kegiatan belajar mengajar seperti metode pembelajaran, materi pembelajaran serta lingkungan sekolah dan kelas; d) Kualitas teknik, yaitu kesiapan operasional media sebelum digunakan dalam kegiatan pembelajaran. e) Keefektifan dan efisiensi penggunaan, artinya penggunaan media bukan sematamata untuk melaksanakan salah satu komponen pembelajaran, melainkan media yang benar-benar berguna untuk membantu siswa menguasai materi pelajaran.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 8. Manfaat Media Menurut Sudjana dan Rivai (dalam Azhar, 2011: 24) mengemukakan manfaat media dalam proses belajar siswa, yaitu: a) Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar; b) Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkannya menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran; c) Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-semata menggunakan komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata guru sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga; d) Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan penjelasan guru tetapi juga melakukan aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, memerankan, dan lain-lain. B. Model Pembelajaran Terpadu 1. Hakikat Model Pembelajaran Terpadu Menurut Joni (dalam Trianto, 2007: 6) model pembelajaran terpadu merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa secara individu atau kelompok aktif menggali dan menemukan konsep serta prinsip keilmuan secara holistik, bermakna, dan otentik. Pembelajaran terpadu terjadi apabila peristiwa-peristiwa otentik menjadi pengendali di dalam kegiatan pembelajaran. Selaras dengan pendapat di atas, pembelajaran terpadu adalah kegiatan belajar yang diawali dengan suatu pokok bahasan atau tema tertentu yang dikaitkan dengan pokok bahasan lain sehingga kegiatan belajar lebih bermakna (Hari Subroto, 2000 dalam Trianto, 2007).

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 Menurut Ujang Sukandi (dalam Trianto, 2011: 7) pembelajaran terpadu pada dasarnya dimaksudkan sebagai kegiatan mengajar dengan memadukan materi beberapa mata pelajaran dalam satu tema. Prastowo (2013: 106) mengungkapkan pembelajaran terpadu merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan beberapa aspek, baik dalam intra pelajaran maupun antar mata pelajaran. Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran terpadu merupakan model pembelajaran yang menggabungkan beberapa materi pelajaran dalam suatu tema sehingga siswa dapat belajar secara menyeluruh dan bermakna. 2. Ciri-ciri Pembelajaran Terpadu Menurut Depdikbud (dalam Trianto 2011: 165), pembelajaran terpadu sebagai suatu proses mempunyai beberapa karakteristik atau ciri-ciri, yaitu: (a) holistik, (b) bermakna, (c) otentik, dan (d) aktif. a. Holistik Kejadian atau peristiwa dalam pembelajaran terpadu diamati dan dikaji dari beberapa bidang kajian sekaligus atau menyeluruh sehingga membuat siswa lebih arif dan bijak dalam menyikapi atau menghadapi kejadian yang ada dalam kehidupan mereka. b. Bermakna Pengkajian suatu fenomena dari berbagai macam aspek memungkinkan terbentuknya semacam jalinan konsep-konsep yang berhubungan. Hal ini akan berdampak pada kebermaknaan dari materi yang dipelajari sehingga siswa mampu mengaitkan konsep sebelumnya dengan materi yang dipelajari untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 c. Otentik Pembelajaran terpadu memungkinkan pemahaman prinsip dan konsep kegiatan belajar secara langsung sehingga siswa dapat menemukan dan membangun sendiri pengetahuannya. d. Aktif Pembelajaran terpadu menekankan keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran baik secara fisik, mental, intelektual, maupun emosional guna tercapainya hasil belajar yang optimal dengan mempertimbangkan hasrat, minat dan kemampuan siswa sehingga mereka termotivasi untuk terus belajar. 3. Model-model Pembelajaran Terpadu Fogarty (dalam Hernawan, dkk, 2009: 1.21) mengemukakan bahwa terdapat sepuluh cara atau model dalam merencanakan pembelajaran terpadu. Kesepuluh cara atau model tersebut adalah: (1) fragmented, (2) connected, (3) nested, (4) sequenced, (5) shared, (6) webbed, (7) threaded, (8) integrated, (9) immersed, dan (10) networked. Penelitian ini menggunakan model webbed atau tematik terpadu sebagai model dalam pembelajaran. Alasannya, model webbed atau tematik terpadu menggunakan tema sebagai pemersatu kegiatan pembelajaran yang memadukan beberapa mata pelajaran sekaligus sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti. 4. Pembelajaran Tematik (Webbed) a. Pengertian Pembelajaran Tematik Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 pengalaman bermakna kepada siswa (Depdiknas, 2006: 4). Sedangkan menurut Trianto (2007: 45) pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang pengembangannya dimulai dengan menentukan tema tertentu. Disimpulkan bahwa pembelajaran tematik merupakan salah satu model pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran. Contoh atau ilustrasi model pembelajaran tematik seperti yang ditunjukkan dengan gambar sebagai berikut: Gambar : 2.2. Jaringan Tema Webbed b. Karakteristik Pembelajaran Tematik Sebagai sebuah model pembelajaran di sekolah dasar, pembelajaran tematik memiliki karakterik-karakteristik. Menurut Depdiknas (2006: 6) karakteristikkarakteristik tersebut antara lain: 1) Berpusat pada siswa Pembelajaran tematik berpusat pada siswa sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan siswa sebagai subyek belajar sedangkan guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator yaitu memberikan kemudahan-kemudahan kepada siswa untuk melakukan aktivitas belajar.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 2) Memberikan pengalaman langsung Pembelajaran tematik dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Pengalaman langsung menghadapkan siswa pada sesuatu yang nyata sebagai dasar untum memahami hal-hal yang lebih abstrak. 3) Pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas Pemisahan antar mata pelajaran dalam pembelajaran tematik tidak begitu jelas. Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tematema yang paling dekat dengan kehidupan siswa. 4) Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran Pembelajaran tematik menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran sehingga siswa mampu memahami konsep-konsep secara utuh. Penyajian konsep yang seperti ini dapat membantu siswa dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. 5) Bersifat fleksibel Pembelajaran tematik bersifat fleksibel dimana guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan pelajaran yang lain, bahkan mengaitkannya dengan lingkungan yang dekat dengan siswa. 6) Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa Siswa diberikan kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan minat dan kebutuhannya. 7) Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 c. Landasan Pembelajaran Tematik Menurut Depdiknas (2006: 5) landasan pembelajaran tematik mencakup 3 hal yaitu, landasan filosofis, psikologis, dan yuridis. Landasan filosofis dalam pembelajaran tematik sangat dipengaruhi oleh tiga aliran filsafat yaitu: (1) progesivisme, (2) konstruktivisme, dan (3) humanisme. Aliran progresivisme memandang proses pembelajaran perlu ditekankan pada pembentukan kreativitas, pemberian sejumlah kegiatan, suasana yang alamiah, dan memperhatikan pengalaman siswa. Aliran konstruktivisme melihat pengalaman langsung siswa sebagai kunci dalam pembelajaran. Menurut aliran ini, pengetahuan adalah hasil konstruksi atau pembentukan manusia. Manusia membangun pengetahuannya melalui interaksi dalam objek, fenomena, pengalaman dan lingkungannya. Pengetahuan tidak dapat ditransfer dari seorang guru kepada siswa melainkan interpretasi masing-masing siswa itu sendiri. Aliran humanisme melihat siswa dari segi keunikan, potensi, dan motivasi yang dimilikinya. Landasan psikologis dalam pembelajaran tematik berkaitan dengan psikologi perkembangan siswa dan psikologi belajar. Psikologi perkembangan diperlukan terutama untuk menentukan materi pembelajaran tematik yang diberikan kepada siswa agar tingkat keluasan dan kedalamannya sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. Psikologi belajar memberikan kontribusi dalam hal bagaimana materi pembelajaran tematik disampaikan kepada siswa dan bagaiamana pula siswa harus mempelajarainya (Depdiknas, 2006). Landasan yuridis dalam pembelajaran tematik berkaitan dengan berbagai kebijakan atau peraturan yang mendukung pelaksanaan pembelajaran tematik

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 di Sekolah Dasar. Landasan yuridis tersebut adalah UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya (pasal 9). UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa setiap siswa pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai bakat, minat, dan kemampuannya (Bab V pasal 1b) (Depdiknas, 2006). d. Manfaat Pembelajaran Tematik Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan tema ini, akan diperoleh beberapa manfaat, yaitu: (1) penggabungan beberapa kompetensi dasar, indikator, dan materi pelajaran akan menghemat waktu karena tidak akan terjadi tumpang tindih materi atau bahkan dapat dikurangi atau dihiangkan, (2) siswa mampu melihat hubungan-hubungan yang bermakna sebab materi pelajaran lebih berperan sebagai sarana atau alat, bukan tujuan akhir, (3) pembelajaran menjadi utuh sehingga siswa memperoleh pengertian mengenai proses dan materi tidak terpecah-pecah, dan (4) dengan adanya pemaduan antar mata pelajaran maka penguasaan konsep akan semakin baik dan meningkat (Depdiknas, 2006: 6). e. Kekuatan Model Pembelajaran Tematik Model pembelajaran tematik memiliki beberapa kekuatan seperti yang dikemukakan oleh Trianto (2009: 88) sebagai berikut ini: (1) banyak waktu yang tersedia atau dapat dilanjutkan sepanjang hari karena mencakup berbagai mata pelajaran sehingga materi tidak dibatasi oleh jam pelajaran; (2) hubungan

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 mata pelajaran dan topik diajarkan secara logis dan alami; (3) mengajarkan siswa untuk belajar berbagai aspek kehidupan; (4) guru dapat membantu siswa melihat masalah, situasi, atau topik dari berbagai sudut pandang; (5) memfokuskan proses belajar dibanding hasil belajar; (6) berpusat pada siswa; dan (7) membantu siswa membangun hubungan antara konsep dan ide sehingga meningkatkan pemahaman. Beberapa kekuatan diatas dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran tematik mengembangkan keterampilan proses seorang siswa dalam pembelajaran. f. Kelemahan Model Pembelajaran Tematik Kelemahan model pembelajaran tematik dapat dilihat dari enam aspek menurut Trianto (2009: 90) adalah sebagai berikut: 1) Aspek pendidik Guru dalam melaksanakan pembelajaran tematik harus memiliki wawasan yang luas dan memiliki berbagai informasi dari berbagai pengetahuan. Apabila hal tersebut tidak dimiliki oleh seorang guru, maka pembelajaran akan sulit terwujud. 2) Aspek peserta didik Pembelajaran akan sulit terwujud apabila siswa harus memiliki kemampuan akademik dan kratifitas yang baik agar mampu menganalisis, menemukan, dan menghubungkan konsep. 3) Aspek sarana dan sumber pembelajaran Tidak adanya sarana yang bervareatif dan tidak adanya akses internet dapat menghambat pembelajaran tematik.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 4) Aspek kurikulum Guru perlu diberi kewenangan untuk mengembangkan materi, metode, dan penilaian keberhasilan pembelajaran peserta didik 5) Aspek penilaian Menuntut guru untuk menyediakan teknik dan prosedur panilaian dan pengukuran yang komprehensif. 6) Aspek suasana pembelajaran Pengajaran sebuah tema cenderung menekankan atau mengutamakan gabungan materi sesuai dengan selera, pemahaman, dan latar belakang pendidikan guru. C. Multiple Intelligence 1. Pengertian Multiple Intelligence Menurut Gardner dalam Sujiono (2010: 49) multiple intelligence (kecerdasan ganda) adalah sebuah penilaian yang melihat secara deskriptif bagaiamana individu menggunakan kecerdasannya untuk menghasilkan Sedangkan sesuatu. dalam memecahkan masalah dan Uno (2004: 17) Gardner mengungkapkan multiple intelligence adalah kemampuan untuk memecahkan persoalan dan menghasilkan produk dalam suatu setting yang bermacam-macam dan dalam situasi nyata. Berdasarkan kedua definisi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa multiple intelligence adalah kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah dan menghasilkan sesuatu menggunakan kecerdasannya dalam berbagai situasi yang berguna bagi dirinya sendiri dan orang lain.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 2. Macam-macam Multiple Intelligence Menurut Gardner dalam Suparno (2004 : 25) terdapat sembilan inteligensi yaitu : (1) inteligensi linguistik, (2) inteligensi matematis-logis, (3) inteligensi ruang, (4) inteligensi kinestetik-badani, (5) inteligensi musikal, (6) inteligensi interpersonal, (7) inteligensi intrapersonal, (8) inteligensi lingkungan/naturalis, dan (9) inteligensi eksistensial. Setiap inteligensi mempunyai ciri tertentu antara lain sebagai berikut : a. Inteligensi linguistik Menurut Suparno (2004: 26) Gardner menjelaskan inteligensi linguistik sebagai kemampuan untuk menggunakan dan mengolah kata-kata secara efektif baik secara lisan maupun tertulis dalam berbagai bentuk yang berbeda untuk mengekspresikan gagasan-gagasannya. Kemampuan ini berkaitan dengan penggunaan dan pengembangan bahasa secara umum. Dalam hal penguasaan suatu bahasa baru, siswa umumnya memiliki kemampuan yang lebih tinggi dibanding dengan siswa lainnya (Umar, dkk, 2009: 12). Menurut Campbel (2006: 12) orang yang memiliki kecerdasan linguistik yang bagus, memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut: (1) mendengar dan merespon setiap suara, ritme, warna dan berbagai uangkapan kata; (2) menirukan suara, bahasa, membaca, dan menulis dari orang lainnya; (3) belajar melalui menyimak, membaca, menulis, dan diskusi; (4) menyimak secara efektif, memahami, menguraikan, menafsirkan dan mengingat apa yang diucapkan; (5) membaca secara efektif, memahami, meringkas, menafsirkan atau menerangkan, dan mengingat apa yang telah dibaca; (6) berbicara secara efektif kepada berbagai pendengar, berbagai tujuan, dan mengetahui cara

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 berbicara secara sederhana, fasih, persuasif, atau bergairah pada waktu-waktu yang tepat; (7) menulis secara efektif, memahami dan menerapkan aturanaturan tata bahasa, ejaan, tanda baca, dan menggunakan kosakata yang efektif; (8) memperlihatkan kemampuan untuk mempelajari bahasa lainnya; (9) menggunakan keterampilan menyimak, berbicara, menulis dan membaca untuk mengingat, berkomunikasi, berdiskusi, menjelaskan, mempengaruhi, menciptakan pengetahuan, menyusun makna, dan menggambarkan bahasa itu sendiri; (10) berusaha untuk mengingatkan pemakaian bahasanya sendiri; (11) menunjukkan minat dalam jurnalisme, puisi, bercerita, debat, berbicara, menulis atau menyunting; dan (12) menciptakan bentuk-bentuk bahasa baru atau karya tulis orisinil atau komunikasi oral. Sujiono dan Sujiono (2010: 57) mengungkapkan cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kecerdasan linguistik meliputi: (1) mengajak anak berbicara sejak bayi; (2) membacakan cerita atau dongeng yang bisa dilakukan sebelum tidur; (3) bermain huruf supaya anak dapat mengenal huruf sejak kecil; (4) merangkai cerita bergambar; (5) berdiskusi tentang berbagai hal; (6) bermain peran sesuai peristiwa apa yang sudah dialami anak; dan (7) ajak anak untuk bernyanyi dan menyimak lirik lagu berdasarkan lagu yang mereka dengarkan. b. Inteligensi matematis-logis Inteligensi matematis-logis adalah kemampuan yang lebih berkaitan dengan penggunaan bilangan dan logika secara efektif, kepekaan pada pola logika, abstraksi, ketagorisasi, dan perhitungan (Suparno, 2004: 26). Gardner (dalam Campbel, 2006: 41) menjelaskan bahwa kecerdasan matematis-logis

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 mencakup 3 bidang yang saling berhubungan yaitu: matematika, ilmu pengetahuan (sains) dan logika. Siswa yang mempunyai inteligensi matematislogis yang tinggi menyenangi berfikir secara konseptual, misalnya menyusun hipotesis dan mengadakan kategorisasi dan klasifikasi terhadap apa yang dihadapinya. Siswa ini juga sangat menyukai berbagai permainan yang banyak melibatkan kegiatan berfikir aktif, seperti catur dan bermain teka-teki (Umar, dkk, 2009: 11). Menurut Campbel (2006: 41) karakteristik orang yang memiliki inteligensi matematis-logis adalah sebagai berikut: (1) merasakan berbagai tujuan dan fungsi mereka dalam lingkungannya, (2) mengenal konsep-konsep yang bersifat kuantitas, waktu dan hubungan sebab dan akibat, (3) menggunakan simbol-simbol abstrak untuk menunjukkan secara nyata, baik obyek maupun konsep-konsep, (4) menunjukkan keterampilan pemecahan masalah secara logis, (5) memahami pola-pola dan hubungan-hubungan, (6) mengajukan dan menguji hipotesis, (7) menggunakan bermacam-macam keterampilan matematis seperti memperkirakan, perhitungan alogaritme, menafsirkan statistik, dan menggambarkan informasi visual dalam bentuk grafik, (8) menyukai operasi yang kompleks seperti kalkulus, fisika, pemograman komputer, atau metode penelitian, (9) berfikir secara matematis dengan mengumpulkan bukti, memuat hipotesis, merumuskan berbagai model, mengembangkan contoh-contoh tandingan dan membuat argumen-argumen yang kuat, (10) menggunakan teknologi untuk memecahkan masalah matematis, (11) mengungkapkan ketertarikan dalam karir-karir seperti akuntansi, teknologi komputer, hukum, mesin dan ilmu kimia, dan (12)

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 menciptakan model-model baru atau memahami wawasan baru dalam ilmu pengetahuan alam atau matematika. Cara mengembangkan kecerdasan logis-matematis menurut Sujiono dan Sujiono (2010: 58) adalah sebagai berikut: (1) menyelesaikan puzzle; (2) mengenalkan geometri dengan cara menunjukkan bangun-bangun/ datar berwarna; (3) mengenalkan bilangan melalui nyanyian; (4) bermain tebaktebakan angka; (5) pengenalan pola dengan cara menyusun atau mengurutkan; dan (6) memperbanyak pengalaman berinteraksi dengan konsep matematika. c. Inteligensi Ruang-Visual atau Inteligensi Spasial Menurut Gardner dalam Suparno (2004: 31) inteligensi ruang-visual atau inteligensi spasial adalah kemampuan untuk menangkap dunia ruang-visual secara tepat yang termasuk didalamnya kemampuan untuk mengenal bentuk dan benda secara tepat, melakukan perubahan suatu benda dalam pikirannya dan mengenali perubahan, menggambar suatu benda dalam pikiran dan mengubahnya dalam bentuk nyata. Orang yang berinteligensi ruang yang baik dapat dengan mudah membayangkan benda dalam ruang berdimensi tiga dan mengenal relasi benda-benda dalam ruang. Pendapat yang senada diungkapkan oleh Umar,dkk (2009: 13) kemampuan membayangkan suatu bentuk nyata dan kemudian memecahkan berbagai masalah sehubungan dengan kemampuan spasial merupakan hal yang menonjol pada jenis kecerdasan spasial. Siswa yang demikian akan unggul, misalnya dalam permainan mencari jejak pada suatu kegiatan di kepramukaan.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 Adapun karakteristik orang yang memiliki kecerdasan spasial menurut Campbel (2006 : 107) adalah: (1) belajar dengan melihat dan mengamati, (2) mengarahkan dirinya pada benda-benda secara efektif dalam ruangan, (3) menggunakan gambar visual sebagai alat bantu di dalam mengingat informasi, (4) belajar dengan grafik atau melalui media-media visual, (5) menikmati gambar-gambar tak beraturan, (6) menikmati bentuk hasil tiga dimensi, (7) melihat hal atau benda dengan cara yang berbeda, (8) merasakan pola-pola yang lembut maupun rumit, (9) menciptakan gambaran nyata atau visual dari suatu informasi, (10) cakap dalam mendesain secara abstrak atau representasional, (11) mengekspresikan ketertarikan atau keahlian pada karir yang berorientasi visual, dan (12) menciptakan bentuk-bentuk baru dari media visual atau karya seni lain. Pengembangan inteligensi spasial pada anak dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) melatih anak mencorat-coret; (2) menggambar dan melukis; (3) membuat prakarya atau kerajinan tangan; (4) mengunjungi berbagai tempat guna memperkaya pengalaman visual anak; (5) melakukan permaian konstruktif dan kreatif; dan (6) mengatur dan merancang sesuatu (Sujiono dan Sujiono, 2010: 58) d. Inteligensi kinestetik-badani Menurut Gardner dalam Suparno (2004 :31) inteligensi kinestetik adalah kemampuan menggunakan bahasa tubuh untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan. Termasuk keterampilan koordinasi dan fleksibilitas tubuh. Orang yang mempunyai kecerdasan ini, dapat mengungkapkan diri dengan gerak tubuh mereka. Mereka mudah memainkan mimik, drama, dan peran.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 Menurut Campbel (2006: 76) karakteristik orang yang memiliki inteligensi kinestetik yang baik akan: (1) menjelajahi lingkungan dan sasaran melalui sentuhan dan gerakan; (2) mengembangkan kerjasama dan rasa terhadap waktu; (3) belajar dengan terlibat secara langsung; (4) menikmati pengalaman secara konkrit; (5) menunjukkan keterampilan dalam menggerakkan suatu kelompok; (6) menjadi sensitif dan responsif terhadap lingkungan secara fisik; (7) mendemonstrasikan keahlian atau berakting; (8) mendesmonstrasikan keseimbangan, keterampilan, dan keteliltian dalam tugas-tugas fisik; (9) mempunyai keterampilan untuk memperbaiki segala sesuatu; (10) mengerti dan hidup dalam standar kesehatan fisik; (11) mengekspresikan ketertarikan dalam berkarir seperti seorang atlet, penari, dan pembuat gedung; dan (12) menemukan pendekatan baru dalam kemamuan fisik. Sujiono dan Sujiono (2010: 59) mengungkapkan cara-cara yang dapat digunakan untuk mengembangkan inteligensi kinestetik/badani adalah sebagai berikut: (1) menari; (2) bermain peran/drama; (3) latihan keterampilan fisik; dan ( 4) berolahraga. e. Inteligensi musikal Gardner dalam Suparno (2004: 32) menjelaskan inteligensi musikal sebagai kemampuan untuk mengambangkan, mengekspresikan, dan menikmati bentuk-bentuk musik dan suara. Termasuk kepekaan terhadap ritme, melodi, dan intonasi. Orang yang mempunyai inteligensi musikal akan dengan mudah mengungkapkan gagasannya dalam bentuk musik. Adapun karakteristik orang yang memiliki inteligensi musikal yang dapat berkembang dengan baik menurut Campbel (2006: 147) sebagai berikut: (1)

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 mendengarkan dan merespon dengan ketertarikan terhadap berbagai bunyi; (2) menikmati dan mencari kesempatan untuk mendengarkan musik atau suarasuara alam ppada suasana belajar; (3) merespon musik baik secara kinestetik maupun secara estetik; (4) mengenali dan mendiskusikan berbagai gaya musik, aliran dan variasi budaya yang berbeda; (5) mengoleksi musik dan informasi mengenai musik dalam berbagai bentuk dan dapat memainkan alat musik; (6) mengembangkan kemampuan bernyanyi atau memainkan instrumen baik secara mandiri maupun kelompok; (7) menggunakan notasi musik; (8) mengembangkan referensi kerangka berfikir pribadi untuk mendengarkan musik; (9) menikmati improvisasi musik; (10) dapat memberikan interpretasi menurut pendapat pribadi mengenai komposer musik; (11) mengungkapkan ketertarikan untuk berkarir di bidang musik; dan (12) dapat menciptakan komposisi asli atau instrumen musik. Menurut Sujiono dan Sujiono (2010: 60) terdapat beberapa cara yang dapat digunakan guna mengembangkan inteligensi musikal yaitu: (1) kembangkan pemahaman anak tentang musik; (2) buatlah kegiatan-kegiatan yang dapat dikembangkan dalam kecerdasan musikal; (3) berilah pengalaman empiris dan praktis terhadap karya yang dihasilkan anak; dan (4) ajak anak untuk menyanyikan lagu dengan syair sederhana dan irama serta birama yang mudah untuk diikuti. f. Inteligensi interpersonal Inteligensi interpersonal adalah kemampuan untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan, intense, motivasi, watak, sikap orang lain (Suparno, 2004: 39). Secara umum inteligensi interpersonal berkaitan dengan

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 kemampuan seseorang untuk menjalin relasi dan komunikasi dengan berbagai orang. Orang yang memiliki inteligensi yang tinggi biasanya sangat mudah bekerjasama dan berkomunikasi dengan orang lain. Menurut Campbel (2006: 173) karakteristik orang yang memiliki inteligensi interpersonal yang bagus antara lain: (1) terikat dengan orang tua dan berinteraksi dengan orang lain; (2) membentuk dan menjaga hubungan sosial; (3) mengetahui dan menggunakan cara-cara yang beragam dalam berhubungan dengan orang lain; (4) merasakan perasaan, pikiran, motivasi, tingkah laku dan gaya hidup orang lain; (5) berpartisipasi dalam kegiatan kolaboratif; (6) mempengaruhi pendapat dan perbuatan orang lain; (7) memahami dan berkomunikasi secara efektif, baik secara verbal maupun nonverbal; (8) menyesuaikan diri terhadap lingkungan dan grup yang berbeda; (9) menerima perspektif yang bermacam-macam dalam masalah sosial dan politik; (10) mempelajari keterampilan yang berhubungan dengan mediator; (11) tertarik pada karir yang berorientasi interpersonal seperti mengajar, pekerjaan sosial, konseling, manajemen atau politik; dan (12) membentuk proses sosial atau model yang baru. Menurut Sujiono dan Sujiono (2010: 61) cara mengembangkan inteligensi interpersonal pada anak, yakni (1) mengembangkan dukungan kelompok; (2) menetapkan aturan tingkah laku; (3) memberi kesempatan bertanggung jawab di rumah; (4) bersama-sama menyelesaikan konflik; (5) melakukan kegiatan sosial di lingkungan; (6) menghargai perbedaan pendapat antar anak dengan teman sebaya; (7) menumbuhkan sikap ramah dan memahami keragaman

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 budaya lingkungan sosial; dan (8) melatih kesabaran dan menunggu giliran dengan berbicara serta mendengarkan pembicaraan orang lain terlebih dahulu. g. Inteligensi intrapersonal Menurut Gardner (dalam Suparno, 2004: 40) inteligensi intrapersonal adalah kemampuan yang berkaitan dengan pengetahuan diri sendiri dan kemampuan bertindak secara adaptatif. Orang yang memiliki inteligensi ini sadar akan tujuan hidupnya, mudah mengatur perasaan dan emosinya. Selain itu, ia juga mudah untuk berkonsentrasi dengan baik. Menurut Campbel (2006: 203) inteligensi intrapersonal dapat berkembang dengan baik pada seseorang yang memiliki karakteristik seperti berikut: (1) sadar akan wilayah emosinya; (2) menemukan cara-cara dan jalan keluar untuk mengekspresikan perasaan dan pemikirannya; (3) mengembangkan model diri yang akurat; (4) termotivasi untuk mengidentifikasi dan memperjuangkan tujuannya; (5) membangun dan hidup dengan suatu sistem nilai agama; (6) bekerja mandiri; (7) penasaran tentang makna kehidupan, relevansi dan tujuannya; (8) mengatur secara kontinyu pembelajaran dan perkembangan tujuan personal; (9) berusaha mencari dan memahami pengalaman batinnya sendiri; (10) mendapatkan wawasan dalam kompleksitas diri dan eksistensi manusia; (11) berusaha untuk mengaktualisasikan diri; dan (12) memberdayakan orang lain. Menurut Sujiono dan Sujiono (2010: 61) terdapat tujuh cara dalam mengembangkan inteligensi intrapersonal pada anak antara lain: (1) menciptakan citra diri positif; (2) memberikan gambaran citra diri yang baik pada anak; (3) ciptakan suasana serta situasi dan kondisi yang kondusif di

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 rumah dan di sekolah yang mendukung pengembangan kemampuan intrapersonal dan penghargaan diri anak; (4) berilah kegiatan anak yang dapat menuangkan isi hatinya dalam bentuk tulisan maupun gambar; (5) bercakapcakap tentang kelemahan, kelebihan dan minat anak; (6) membayangkan diri di masa datang; dan (7) mengajak berimajinasi untuk menjadi satu tokoh dalam sebuah cerita. h. Inteligensi lingkungan/naturalis Menurut Gardner (dalam Suparno, 2004; 40) inteligensi lingkungan adalah kemampuan manusiawi untuk mengenal tanaman, binatang, dan bagian-bagian lain dari lingkungan seperti awan atau batu-batuan. Orang yang memiliki inteligensi lingkungan yang tinggi biasanya mampu hidup di luar rumah, dapat berhubungan baik dengan alam, mudah membuat identifikasi dan klasifikasi tanaman dan binatang. Sujiono dan Sujiono (2010: 62) menguraikan cara mengembangkan inteligensi lingkungan pada anak, yaitu: (1) memberi kesempatan kepada anak untuk mengetahui kemampuan yang ada pada dirinya; (2) membuat kegiatankegiatan yang mengikutsertakan anak pada lingkungan; (3) ajak anak untuk berkarya ke kebun binatang dan atau lingkungan yang lain. b. Inteligensi eksistensial Inteligensi eksistensial merupakan kemampuan seseorang untuk menjawab persoalan-persoalan terdalam eksistensi atau keberadaan manusia (Suparno, 2004: 41). Menurut Sujiono dan Sujiono (2010: 63) inteligensi eksistensial adalah kecerdasan dalam memandang makna dan hakikat kehidupan ini sesuai dengan kodrat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 berkewajiban menjalankan perintahnya dan menjauhi semua larangannya. Kesimpulan dari kedua definisi di atas adalah inteligensi eksistensial adalah kemampuan individu untuk memandang makna hidup. Cara-cara untuk mengembangkan inteligensi eksistensial menurut sujiono dan Sujiono (2010: 63) adalah sebagai berikut: (1) memberikan teladan dalam bentuk nyatayang diwujudkan perilaku baik lisan maupun tulisan; (2) mengenalkan kegiatan keagamaan: (3) mengajarkan secara nyata kepada anak sikap toleransi kepada sesama sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. 3. Keunggulan Multiple Intelligences 1. Menurut Gardner (dalam Umar, dkk, 2009: 43) teori multiple intelligence memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut: (a) memiliki dukungan riset multi disiplin; (b) apabila dibandingkan dengan teori kecerdasan yang lain, jumlah kecerdasan dalam multiple intelligence beragam sehingga akan tampak “keadilan” dalam menentukan dominasi kecerdasan tertentu untuk tiap individu. 2. Konsep teori multiple intelligence mempercayai bahwa tidak ada anak yang bodoh sebab setiap anak pasti memiliki minimal satu kelebihan (Chatib, 2009: 92). D. Kajian Penelitian yang Relevan 1. Penelitian tentang Media Pembelajaran Pertama, penelitian yang dilakukan oleh Maman Fathurrohman, Ilmiyati Rahayu dan Hepsi Nindiasari (2009) yang berjudul Pengembangan Media Pembelajaran Untuk Menghindari Mind In Chaos Terhadap Matematika. Penelitian ini dilakukan dengan metode reseach and development. Penelitian ini

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 bertujuan mengembangkan media yang sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar kelas rendah yang dapat memperkecil kemungkinan siswa mengalami mind in chaos dalam matematika. Penelitian ini menyimpulkan bahwa prototipe media pembelajaran matematika telah terwujud dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran matematika yang menyenangkan serta sesuai bagi siswa dalam menghindari mind in chaos. Kedua, Hadi Mustofa (2001) dalam penelitiannya yang berjudul Pemanfaatan Media Cetak dalam Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis-jenis media cetak yang dimanfaatkan dalam pembelajaran IPS di kelas IV SD se-Kecamatan Sanan Wetan Kotamadya Blitar meliputi buku teks, surat kabar, majalah dan gambar. Pemanfaatan keempat media cetak tersebut oleh guru dan sekolah yang berbeda menunjukkan keragaman, tetapi buku teks menjadi media cetak yang apaling banyak digunakan. Strategi pemanfaatan media cetak dalam pembelajaran IPS di kelas V SD se-Kecamatan Sanan Wetan Kotamadya Blitar terbagi dalam tahap perencanaan, pelaksanaan dan penilaian juga menunjukkan keragaman. Pemanfaatan keempat media cetak tersebut yang dominan adalah dalam fase pelaksanaan, sedangkan dalam tahap perencanaan dan penilaian tidak selalu dilakukan oleh guru. Ketiga, penelitian dilakukan oleh Grace Octaviani, Deny Tri Ardianto, dan Erandaru (2011) yang berjudul Perancangan Media Permainan Edukatif Pengenalan Jajanan Tradisional untuk Anak Usia 9-12 Tahun di Surabaya. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengenalkan dan mengembalikan eksistensi

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 jajanan tradisional pada masyarakat terutama sejak anak-anak di era globalisasi dan pembuatan sebuah media untuk memberi informasi mengenai makanan tradisional. Kesimpulan dalam penelitian ini mengatakan bahwa dari segi materi, permainan tersebut dapat membantu generasi muda untuk semakin memahami pengklasifikasian jajanan tradisional dan media board game sendiri dibuat untuk menjawab minimnya perkembangan permaian board game di era modern ini. Selain itu, board game merupakan sarana untuk mengajak generasi muda semakin memahami mengenai arti kebersamaan dan meningkatkan intensitas interaksi antar pemain. 2. Penelitian tentang Pembelajaran Tematik Penelitian tentang pembelajaran tematik dilakukan oleh Isniatun Munawaroh (2010) yang berjudul Pengembangan Model Pembelajaran Tematik untuk Mengembangkan Keterampilan Berfikir Kritis Siswa SD Kelas Rendah. Tujuan dari penelitian ini terbagi dalam tujuan umum dan khusus. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu model pembelajaran tematik yang dapat menumbuhkan keterampilan berfikir kritis siswa di sekolah dasar kelas rendah. Sedangkan secara khusus tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji model pembelajaran tematik yang berlangsung selama ini di kelas rendah, mengembangkan model pembelajaran tematik yang dapat menumbuhkan keterampilan berfikir kritis siswa di sekolah dasar kelas rendah, serta mengidentifikasi efektivitas model pembelajaran tematik dalam menumbuhkan keterampilan berfikir kritis dan hasil belajar siswa di sekolah dasar kelas rendah.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 3. Penelitian tentang Multiple Intelligence Penelitian yang dilakukan oleh Roesdiyanto (2008) yang berjudul Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Jasmani Menggunakan Pendekatan Multiple Intelligence Untuk Anak TK/SD. Penelitian ini menggunakan metode reseach and development. Tujuannya adalah untuk menghasilkan produk model pembelajaran pendidikan jasmani menggunakan pendekatan multiple intelligence untuk anak usia dini, berupa (a) pedoman perancangan pembelajaran pendidikan jasmani dan olahraga berbasis multiple intelligence, (b) pedoman pengorganisasian isi pembelajaran pendidikan jasmani dan olahraga berbasis multiple intelligence, dan (c) pedoman evaluasi pembelajaran jasmani dan olahraga berbasis multiple intelligence. Berdasarkan studi literatur penelitian di Indonesia mengenai pengembangan media pembelajaran, peneliti belum menemukan adanya penelitian yang meneliti dan mengembangkan media konvensional tematik kelas IV berbasis multiple intelligence. Maka dari itu, penelitian ini memberikan sumbangan yang baru bagi dunia penelitian khususnya mengenai media konvensional tematik kelas IV berbasis multiple intelligence. Bagan literature map dalam penelitian ini dapat dilihat pada bagan 2.1 berikut ini:

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 Media Pembelajaran Pembelajaran Tematik Multiple Intelligence Maman, dkk (2009) Media pembelajaran untuk Matematika Isniatun Munawaroh (2010) Pembelajaran tematik dan keterampilan berfikir kristis siswa sekolah dasar kelas rendah Roesdiyanto (2008) Pembelajaran jasmani dan olahraga menggunakan pendekatan multiple intelligence Hadi Mustafa (2001) Pemanfaatan media cetak dalam pembelajaran IPS Grace, dkk (2011) Media permainan edukatif untuk anak usia 9-12 tahun dan jajanan tradisonal Yang perlu diteliti: Pengembangan media konvensional tematik kelas IV berbasis Multiple Intelligence Bagan 2.1 Bagan Literature Map dari Penelitian Terdahulu E. Kerangka Berfikir Kurikulum Kompetensi Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) kini diperbaharui menjadi kurikulum 2013. Kurikulum 2013 ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi Indonesia 2045 yaitu tepatnya 100 tahun Indonesia merdeka, sekaligus memanfaatkan populasi usia produktif yang jumlahnya sangat melimpah. Kurikulum 2013 dilakukan dengan pendekatan berbasis sains dengan standar kelulusan yang

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 terbagi dalam tiga domain yaitu, domain sikap, domain keterampilan, dan domain pengetahuan. Pergantian kurikulum diatas, menimbulkan permasalahan yaitu belum adanya perangkat pembelajaran yang menunjang dalam pencapaian standar kelulusan tersebut. Standar kelulusan yang terbagi dalam tiga domain tersebut dapat diatasi salah satunya dengan mengembangkan kesembilan inteligensi sesuai dengan teori Gardner. Menurut Gardner dalam Suparno (2004: 17) keberhasilan belajar siswa tidak hanya berhasil dalam menjawab tes IQ, namun juga mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah yang nyata dalam situasi yang bermacam-macam. Seorang siswa akan mudah menangkap materi yang disampaikan guru apabila materi tersebut disampaikan dengan mempertimbangkan kemampuan inteligensi yang dimiliki oleh setiap siswa. Multiple intelligence atau inteligensi ganda meliputi inteligensi matematis-logis, inteligensi ruang-spasial, inteligensi kinestik-badani, inteligensi musik, inteligensi interpersonal, inteligensi intrapersonal, inteligensi lingkungan/naturalis, dan inteligensi eksistensial (Suparno, 2004:19). Inteligensi siswa dalam memahami pelajaran juga dapat dibantu dengan adanya media pembelajaran. Media pembelajaran berguna untuk menyampaikan pesan dari pemberi pesan kepada penerima pesan sehingga informasi mudah untuk dipahami. Materi yang disajikan secara abstrak dapat divisualisasikan sehingga siswa mudah memahami materi pelajaran. Penggunaan media ini mengingat tingkat kognitif siswa pada usia sekolah dasar berada pada tahap operasional konkret. Salah satu upaya untuk menjembatani permasalahan tersebut, peneliti akan mengembangkan salah satu perangkat pembelajaran yaitu media konvensional tematik berbasis multiple intelligence. Melalui media konvensional tematik berbasis multiple

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 intelligence tersebut diharapkan dapat membantu siswa mengembangkan inteligensi yang dimilikinya dalam proses belajar serta tercapainya tujuan dari kurikulum 2013. F. Pertanyaan Penelitian 1. Bagaimana langkah-langkah mengembangkan prototipe media konvensional tematik berbasis multiple intelligence? 2. Bagaimana hasil kelayakan media pembelajaran konvensional yang berbasis multiple intelligence?

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bab III membahas metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini. Pembahasan metode penelitian yaitu mencakup (1) jenis penelitian; (2) setting penelitian; (3) rancangan penelitian; (4) prosedur pengembangan; (5) instrumen penelitian; (6) teknik pengumpulan data; dan (7) teknik analisis data. A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan (Research and Development/ R&D). Menurut Sugiyono (2011: 297) metode R&D adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Penelitian jenis ini dapat menghasilkan produk yang berupa perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software). Produk yang akan dikembangkan dalam penelitian ini berupa prototipe media konvensional tematik kelas IV berbasis multiple intelligence yakni terdiri dari: (1) papan flanel; (2) patung profesi; (3) flashcard; (4) aneka bangun datar; dan (5) monopoli profesi. B. Setting Penelitian 1. Lokasi Penelitian Peneliti melaksanakan penelitian pada enam Sekolah Dasar (SD) yakni (1) SD Negeri Kerdonmiri I; (2) SD Negeri Baran I; (3) SD 42

(63) 43 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Negeri Gelaran 2; (4) SD Kanisius Sengkan; (5) SD Negeri Socokangsi; dan SD Negeri Kledokan. Alasan pemilihan keenam SD tersebut antara lain yaitu pertama sekolah yang bersangkutan membutuhkan perangkat pembelajaran kurikulum 2013. Alasan kedua karena perijinan sekolah yang mudah. 2. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama delapan bulan terhitung mulai dari bulan Oktober 2013 sampai Juni 2014. C. Rancangan Pengembangan Rancangan pengembangan digunakan sebagai langkah utama untuk mengembangkan produk yaitu media konvensional tematik kelas IV berbasis multiple intelligence. Peneliti menyusun rancangan pengembangan yang terdiri atas dua langkah yaitu, (1) pemilihan media, dan (2) pemilihan format. Pemilihan media digunakan untuk memilih media yang sesuai dengan tujuan pembelajaran sedangkan pemilihan format digunakan untuk merancang format media yang akan dikembangkan. Adapun kedua langkah tersebut adalah sebagai berikut: 1. Pemilihan Media Peneliti mengembangkan media konvensional tematik kelas IV berbasis multiple intelligence meliputi: (1) papan flanel; (2) patung profesi; (3) flashcard; (4) aneka bangun datar, dan (5) monopoli profesi. Pengembangan media tersebut diatas disesuaikan dengan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun oleh peneliti.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 2. Pemilihan Format Pemilihan format pengembangan media konvensional tematik kelas IV berbasis multiple intelligence disesuaikan dengan jenis media yang akan dikembangkan. Adapun pemilihan format untuk masingmasing media seperti: a) Papan flanel terbuat dari kain flanel. Papan flanel digunakan untuk menempelkan kartu mengenai hak dan kewajiban sebagai anak di rumah. Media papan flanel ini mengakomodasi tiga jenis inteligensi yaitu inteligensi linguistik, inteligensi ruang-spasial, dan inteligensi kinestetik. b) Patung profesi terbuat dari bahan kayu yang diberi penyangga pada bagian belakang sehingga dapat berdiri. Patung profesi digunakan untuk mengenalkan berbagai jenis pekerjaan di lingkungan seharihari. Media patung profesi ini mengakomodasi empat jenis inteligensi yaitu inteligensi linguistik, inteligensi ruang-spasial, inteligensi kinestetik, dan inteligensi intrapersonal. c) Flashcard merupakan kartu-kartu yang berisi mengenai gambar berbagai macam pekerjaan, alat-alat yang digunakan dalam bekerja, benda yang dihasilkan, dan tempat kerja yang digunakan untuk bekerja oleh suatu jenis pekerjaan. Media flashcard digunakan untuk mengenalkan penggolongan jenis pekerjaan berdasarkan kondisi geografis dan benda yang dihasilkan. Media ini mengakomodasi semilan jenis inteligensi diantranya: (1) inteligensi linguistik, (2) inteligensi matematis-logis, (3) inteligensi

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 ruang, (4) inteligensi kinestetik-badani, (5) inteligensi musikal, (6) inteligensi interpersonal, (7) inteligensi intrapersonal, (8) inteligensi lingkungan/naturalis, dan (9) inteligensi eksistensial. d) Media aneka bangun datar terbuat dari kertas karton. Media ini diberi warna dengan menggunakan cat. Adapun bangun datar tersebut adalah segitiga sama sisi, segitiga sama kaki, segitiga sikusiku, persegi, dan persegi panjang. Media aneka bangun datar ini dilengkapi dengan kartu sifat sesuai dengan masing-masing bangun datar. Jenis inteligensi yang terakomodasi dalam media ini anatara lain: (1) inteligensi linguistik, (2) inteligensi matematis-logis, (3) inteligensi ruang, (4) inteligensi kinestetik-badani, (5) inteligensi interpersonal, (6) inteligensi intrapersonal, (7) inteligensi lingkungan/naturalis. e) Media monopoli profesi terbuat dari kertas. Media dikemas mirip dengan permainan monopoli. Media monopoli ini dilengkapi dengan kartu profesi, papan bermain, kartu trapesium dan jajargenjang, bintang yang bernilai satu dan setengah, dadu, pion, dan aturan permainan. Kartu profesi berisikan profil suatu jenis pekejaan. Media monopoli profesi ini memiliki pertanyaanpertanyaan yang termuat dalam kartu trapesium dan jajargenjang sebagai bentuk pengakomodasian sembilan jenis inteligensi. Adapun jenis inteligensi yang dikembangkan dalam media monopoli profesi adalah (1) inteligensi linguistik, (2) inteligensi matematis-logis, (3) inteligensi ruang, (4) inteligensi kinestetik-

(66) 46 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI badani, (5) inteligensi musikal, (6) inteligensi interpersonal, (7) inteligensi intrapersonal, (8) inteligensi lingkungan/naturalis, dan (9) inteligensi eksistensial. D. Prosedur Pengembangan Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) atau pengembangan oleh Borg and Gall dalam Sugiyono. Menurut Sugiyono (2011: 298) terdapat 10 langkah yang harus dilaksanakan dalam penelitian R&D. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut: Potensi dan Masalah Pengumpulan Data Desain Produk Validasi Desain Ujicoba Pemakaian Revisi Produk Ujicoba Produk Revisi Produk Revisi Produk Produksi Masal Bagan 3.1 Langkah-langkah Penggunaan Metode Research and Development (R&D)

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 Prosedur pengembangan diatas, diadaptasikan sesuai dengan kebutuhan peneliti sebagai landasan dalam penelitian. Langkah-langkah pengembangan menggunakan metode R&D berangkat dari adanya potensi dan masalah. Potensi dan masalah yang dikemukakan dalam penelitian harus ditunjukkan dengan data yang sesuai dengan keadaan nyata. Data tentang potensi dan masalah dapat dikumpulkan secara mandiri maupun berdasarkan penelitian orang lain yang masih up to date. Berdasarkan data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk merancang produk yang dapat mengatasi masalah. Produk yang akan dikembangkan didesain menggunakan gambar untuk menilai dan membuatnya. Setiap desain produk perlu ditunjukkan dalam gambar sehingga memudahkan pihak lain untuk memahaminya. Desain produk kemudian divalidasi oleh pakar atau ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai apakah rancangan produk bersifat rasional. Hasil penilaian pakar atau ahli akan dapat mengetahui kelemahan dan kekuatannya. Kelemahan tersebut digunakan untuk merevisi desain produk sehingga menghasilkan produk berupa prototipe yang layak digunakan. Peneliti membatasi pengembangan media konvensional tematik kelas IV berbasis multiple intelligence dalam lima tahap. Hal tersebut dilakukan dengan alasan teknik yaitu keterbatasan waktu dan biaya penelitian. Kelima tahapan pengembangan sebagai berikut: dapat dilihat pada bagan 3.2

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI TAHAP PERTAMA Analisis Potensi dan Masalah melalui Pengkajian Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar kurikulum 2013 TAHAP KEDUA Pengumpulan Data Analisis kebutuhan Pembuatan kisikisi angket analsiis kebutuhan Revisi angket Konsultasi Dosen Angket analisis kebutuhan Analisis kebutuhan TAHAP KETIGA Desain Media Konvensional Tematik berbasis Multiple Intelligence Desain media konvensional RPP Pembuatan media konvensional Pengumpulan bahan TAHAP KEEMPAT Validasi Media Pembelajaran Pembuatan kuesioner validasi Kisi-kisi Konsultasi dosen Revisi Instrumen siap digunakan Pakar pembelajaran tematik Validasi media Pakar media pembelajaran Analisis 1 Guru kelas IV TAHAP KELIMA Revisi Produk Hasil validasi ketiga pakar Revisi produk Prototipe media konvensional tematik kelas IV berbasis Multiple Intelligence yang meliputi patung profesi, papan flanel, flashcard, aneka bangun datar, dan monopoli profesi. Bagan 3.2 Tahap Pengembangan Media Konvensional 48

(69) 49 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tahap pertama yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah mengkaji Kompentensi Inti dan Kompetensi Dasar guna memilih tema pelajaran yang terdapat pada kelas IV mengacu pada kurikulum 2013. Tema yang digunakan dalam penelitian adalah “Berbagai Jenis Pekerjaan” dibatasi pada sub tema “Jenis-jenis Pekerjaan”. Pengkajian KI dan KD ini mengingat bahwa penelitian ini dilatar belakangi oleh pergantian kurikulum dari kurikulum KTSP menjadi kurikulum 2013. Tahap kedua adalah analisis kebutuhan pengembangan media konvensional tematik berbasis multiple inteligence. Pada tahap analisis yang pertama, peneliti melakukan analisis pernyataan yang terkait dengan pernyataan dalam analisis kebutuhan meliputi kurikulum 2013, pembelajaran tematik, multiple intelligence, dan perangkat pembelajaran khususnya media pembelajaran. Selanjutnya, peneliti membuat kuesioner analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan kemudian dikonsultasikan kepada dosen pembimbing. Berdasarkan hasil konsultasi dari pakar pembelajaran, dilakukan revisi hingga kuesioner kebutuhuan siap digunakan. Analisis kebutuhan dilakukan pada enam SD. Analisis kebutuhan ini dilakukan untuk mengetahui kepentingan pengembangan media konvensional tematik kelas IV berbasis multiple intelligence. Tahap ini menjadi pertimbangan bagi peneliti dalam menentukan tahap selanjutnya. Tahap ketiga adalah memproduksi media konvensional tematik kelas IV berbasis multiple intelligence. Media konvensional tematik kelas IV berbasis multiple intelligence terdiri atas: papan flanel, patung profesi, flashcard, aneka bangun datar, dan monopoli profesi. Tahap ini dimulai

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 dari pembuatan RPP sesuai KI dan KD yang telah dianalisi. Selanjutnya mendesain tiap-tiap media yang akan dibuat dan pengumpulan bahan yang nantinya akan dikembangkan dalam penelitian ini. Setelah semua bahan terkumpul kemudian akan diproses sesuai desain yang telah dirancang sesuai RPP. Tahap keempat adalah pembuatan instrumen validasi dan validasi produk. Instrumen berupa kuesioner ini nantinya akan digunakan untuk validasi produk penelitian oleh pakar pembelajaran tematik, pakar media pembelajaran, dan guru. Validasi media konvensional tematik kelas IV berbasis multiple intelligence. Proses validasi dilakukan melalui pakar pembelajaran tematik, pakar media pembelajaran, dan guru. Hasil validasi para pakar tersebut dijadikan bahan untuk merevisi produk yang akan dikembangkan. Tahap kelima adalah revisi produk. Revisi produk dilakukan berdasarkan komentar saran dan masukan oleh ketiga pakar sehingga menjadi produk berupa prototipe media konvensional tematik kelas IV berbasis multiple intelligence. E. Teknik Pengujian Instrumen 1. Uji Validasi Produk Validasi produk digunakan untuk mengetahui kelayakan, tanggapan, dan saran terhadap produk yang telah dikembangkan oleh peneliti. Validasi produk yang dilakukan dalam penelitian ini melalui satu tahap yaitu uji validasi pakar pembelajaran tematik, pakar media pembelajaran dan guru. Dalam penelitian ini peneliti menunjuk dua

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 dosen Universitas Sanata Dharma dan satu guru kelas IV SD Kerdonmiri I sebagai pakar media pembelajaran. Hasil validasi digunakan untuk menilai kelayakan media konvensional pembelajaran tematik berbasis multiple intelligences, sehingga dapat diketahui kelemahan dan kelebihannya sebagai bahan perbaikan produk. F. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan wawancara. Kuesioner digunakan pada analisis kebutuhan dan validasi produk dengan menghasilkan data berupa data kuantitatif. Sedangkan wawancara digunakan untuk mengonfirmasi data hasil analisis kebutuhan dan validasi produk dengan menghasilkan data berupa data kualitatif. G. Instrumen Penelitian 1. Jenis Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil analisis kebutuhan dan data hasil validasi produk. Data kuantitatif digunakan untuk mengetahui kelayakan produk yang dikembangkan. Sedangkan data kualitatif berupa tanggapan dan saran yang diberikan oleh para pakar. 2. Instrumen Pengumpulan data Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa nontes yang terdiri dari kuesioner dan wawancara. Instrumen tersebut digunakan terkait dengan analisis kebutuhan dan validasi produk.

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 a. Kuesioner Menurut Sugiyono (2011: 142) kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan kuesioner bentuk tertutup dengan menyediakan alternatif jawaban dari setiap pertanyaan yang telah tersedia. Pertanyaan tertutup membantu responden untuk menjawab dengan cepat dan memudahkan peneliti dalam melakukan analisis data terhadap seluruh kuesioner yang telah terkumpul (Sugiyono, 2011). Instrumen analisis kebutuhan digunakan untuk mngetahui gambaran awal yang diperoleh dari lapangan mengenai produk apa yang nantinya akan dikembangkan. Kuesioner analisis kebutuhan yang ditujukan untuk guru kelas IV terdiri dari 11 pertanyaan. Sedangkan uji vaidasi produk juga menggunakan kuesioner untuk pakar yang meliputi pakar pembelajaran tematik, pakar media pembelajaran dan guru. Kuesioner terdiri dari 15 pernyataan. Pernyataan-pernyataan tersebut dikelompokkan menjadi 3 yaitu aspek isi, aspek bahasa, dan aspek tampilan. Hasil penilaian para pakar tersebut selanjutnya akan digunakan sebagai bahan perbaikan produk yang akan dikembangkan. Penyusunan kuesioner analisis kebutuhan didasarkan kisi-kisi yang dapat dilihat pada tabel 3.1 halaman 53.

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 Tabel 3.1 Kisi-kisi Kuesioner Validasi Produk No Aspek 1 Aspek materi 2 Aspek bahasa 3 Aspek tampilan Indikator - Kesesuaian media dengan materi pelajaran - Kelengkapan materi yang dicakup oleh media - Ketercapaian tujuan pembelajaran dengan media - Ketepatan penulisan kata - Kebakuan kalimat - Kejelasan gambar - Pemilihan warna yang digunakan dalam media - Pemilihan jenis huruf - Kesesuaian ukuran media - Ketersediaan bahan pembuatan media b. Wawancara Menurut Sugiyono (2011: 137) wawancara adalah teknik pengumpulan data untuk menemukan permasalahan yang akan diteliti serta untuk mengetahui berbagai hal yang lebih mendalam dari responden. Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur atau tidak terstruktur dan dapat dilakukan melalui tatap muka maupun dengan menggunakan telepon. Dalam penelitian ini, wawancara digunakan untuk memperoleh data kualitatif. Penelitian ini menggunakan wawancara tidak terstruktur. Wawancara tidak terstruktur biasanya digunakan tentang pandangan hidup, dalam pertanyaan-pertanyaan sikap, keyakinan subyek, atau keterangan lainnya yang dapat diajukan secara bebas kepada subyek (Margono, 2010: 167).

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 Peneliti melakukan wawancara secara langsung setelah pengisian kuesioner analisis kebutuhan. Wawancara dilakukan oleh peneliti untuk mencari tahu ketersediaan dan penggunaan media pembelajaran di SD yang bersangkutan. Hasil wawancara digunakan peneliti sebagai bahan pertimbangan produk yang akan dikembangkan. H. Teknik Analisis Data Analisis data yang diperoleh berdasarkan hasil kuesioner dari responden dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif. Langkahlangkah analisis statistik deskriptif meliputi: (1) pengumpulan data kasar, (2) pemberian skor untuk data kuantitatif, dan (3) skor yang diperoleh melalui uji validasi dikonversikan menjadi data kualitatif skala lima. Nilai skala lima digunakan untuk memberikan nilai terhadap kelayakan produk yang dihasilkan. Acuan nilai skala lima dikemukakan oleh Widoyoko (2009: 238) sebagai berikut: Tabel 3.2 Konversi Data Kuantitatif ke Kualitatif Skala Lima Menurut Widoyoko (2009: 238) Interval Skor X > Xi + 1,80 SBi Xi + 0,60 Sbi < X ≤Xi + 1,80 Sb i Xi - 0,60 Sbi < X ≤Xi + 1,80 Sb i Xi + 0,60 Sbi < X ≤Xi - 1,80 Sbi X > Xi - 1,80 SBi Keterangan: Xi : rerata ideal Sbi : simpangan ideal : X 1 Kategori Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Sangat Kurang Baik /2 (skor maksimum ideal + skor minimum ideal) baku = 1/6 (skor maksimum ideal - skor minimum ideal) = Skor empiris =

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan empat kriteria penilaian media pembelajaran, yaitu sangat baik (4), baik (3), cukup (2), kurang baik (1). Data hasil wawancara dianalisis secara kualitatif yaitu dengan mendeskripsikan data hasil wawancara yang dilakukan kepada guru kelas IV untuk mengetahui kebutuhan pengembangan produk. Wawancara juga dilakukan untuk mengonfirmasi kuesioner validasi produk guna mendapatkan informasi yang lebih mendalam tentang kelayakan produk yang akan dikembangkan.

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab IV berisi hasil penelitian dan pembahasan. Adapun hasil penelitian mencakup (1) kajian kompetensi inti dan kompetensi dasar, (2) data hasil analisis kebutuhan, (3) produksi media konvensional pembelajaran tematik berdasarkan kurikulum 2013 berbasis multiple intelligence, dan (4) data validasi dan revisi produk. A. Hasil Penelitian 1. Kajian Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pengembangan perangkat pembelajaran dimulai dengan mengkaji Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan indikator pada kurikulum 2013. Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan indikator pada kurikulum 2013 merupakan dasar pengembangan media konvensional pembelajaran tematik berbasis multiple intelligences ini. Pengkajian KI, KD dan indikator dilakukan untuk mengetahui materi apa saja yang disajikan dalam kurikulum 2013. Selain itu, peneliti juga melakukan wawancara dengan guru di enam SD yaitu SD Negeri Baran I, SD Negeri Kerdonmiri I, SD Negeri Gelaran II, SD Negeri 1 Socokangsi, SD Negeri Kledokan, dan SD Kanisius Sengkan dengan tujuan untuk mengetahui kelas mana yang membutuhkan pengembangan perangkat pembelajaran. Hasil wawancara menyatakan bahwa kelas I dan Kelas IV sangat membutuhkan pengembangan perangkat pembelajaran sebagai bahan persiapan ujicoba kurikulum 2013 di Sekolah Dasar. Hasil kajian KI, KD, dan indikator serta hasil wawancara selanjutnya digunakan sebagai bahan pembuatan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berdasarkan indikator yang telah dikembangkan oleh peneliti. Berdasarkan RPP tersebut, peneliti merancang media 56

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 konvensional tematik berbasis multiple intelligence sesuai dengan materi pelajaran yang terkait. Peneliti memilih kelas IV dengan tema “berbagai macam pekerjaan” dibatasi pada sub tema 1 tentang “jenis-jenis pekerjaan”. Pembatasan sub tema ini guna memfokuskan produk yang akan dikembangkan oleh peneliti. 2. Data Hasil Analisis Kebutuhan Peneliti membuat kuesioner analisis kebutuhan berdasarkan kisi-kisi yang telah dibuat. Kuesioner digunakan untuk mengetahui penggunaan perangkat pembelajaran khususnya media konvensional tematik kelas IV berbasis multiple intelligence yang mengacu pada kurikulum 2013 disekolah. Kuesioner terlebih dahulu dikonsultasikan pada dosen pembimbing sebelum diberikan pada pihak sekolah. Kuesioner analisis kebutuhan diberikan kepada 6 sekolah dasar yang berbeda yaitu SD Negeri Baran I, SD Negeri Kerdonmiri I, SD Negeri Gelaran II, SD Negeri 1 Socokangsi, SD Negeri Kledokan, dan SD Kanisius Sengkan. Peneliti menggunakan data analisis kebutuhan tersebut untuk mempertimbangkan perlu tidaknya produk untuk dikembangkan. Selain data kuesioner, peneliti juga melakukan wawancara untuk memberikan tindak lanjut hasil kuesioner analisis kebutuhan. a) Data Analisis Kebutuhan Pemberian kuesioner analisis kebutuhan kepada 6 SD dilaksanakan pada bulan November 2013. Kuesioner analisis kebutuhan terdiri atas sepuluh pertanyaan dengan menyediakan jawaban. Hasil analisis kebutuhan dapat dilihat pada lampiran. Hasil analisis kebutuhan pada item pertama 50% kepala sekolah menjawab belum mengikuti pelatihan kurikulum 2013 dan 50% kepala sekolah menjawab sudah pernah mengikuti pelatihan kurikulum 2013. Pada item kedua, 83,33% guru

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 juga belum mengikuti pelatihan kurikulum 2013 sedangkan 16,67% guru menjawab pernah mengikuti pelatihan kurikulum 2013 bagi guru kelas I dan IV. Kedua pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kepala sekolah dan guru dari enam seklah dasar yang diteliti belum memahami tentang kurikulum 2013. Pada item ketiga, 100% guru atau kepala sekolah belum memahami model pembelajaran berbasis multiple intelligence. Hal ini menunjukkan betapa perlunya pembelajaran berbasis multiple intelligence. Pada item keempat, 100% sekolah belum memiliki silabus tematik berdasarkan kurikulum 2013 berbasis multiple intelligence. Pada item kelima, 100% sekolah belum memiliki RPP tematik berdasarkan kurikulum 2013 berbasis multiple intelligence. Pada item keenam, 100% sekolah menyatakan belum memiliki bahan ajar tematik berdasarkan kurikulum 2013 berbasis multiple intelligence. Pada item ketujuh, 100%, sekolah menyatakan belum memiliki media yang mengakomodasi pembelajaran tematik berdasarkan kurikulum 2013 berbasis multiple intelligence. Selanjutnya item kedelapan, 83,33% sekolah menyatakan bahwa belum memiliki LKS tematik berdasarkan kurikulum 2013 berbasis multiple intelligence dan sisanya sebanyak 16,67% menjawab sudah memiliki LKS tematik berdasarkan kurikulum 2013 berbasis multiple intelligence. Pada item kesembilan, 100% sekolah menyatakan belum memiliki media ICT tematik berdasarkan kurikulum 2013 berbasis multiple intelligence. Pada item kesepuluh, 100% sekolah menyatakan bahwa belum memiliki perangkat penilaian tematik berdasarkan kurikulum 2013 berbasis multiple intelligence. Data item keempat sampai kesepuluh menunjukkan betapa pentingnya pengembangan perangkat pembelajaran kurikulum 2013 berbasis multiple intelligence. tematik berdasarkan

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 Hasil analisis kebutuhan yang dilakukan pada enam SD menunjukkan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran tematik berdasarkan kurikulum 2013 berbasis multiple intelligence sangat diperlukan. Penelitian ini fokus pada pengembangan media konvensional tematik kelas IV berbasis multiple intelligence. Peneliti juga melakukan konfirmasi hasil kuesioner terhadap sekolah melalui kegiatan wawancara dan diperoleh informasi bahwa penggunaan media pembelajaran sangat penting untuk siswa karena membantu siswa memahami materi pelajaran. 3. Produksi Media Konvensional Tematik Kelas IV Berbasis Multiple Intelligence Peneliti membuat desain produk berdasarkan kajian KI dan KD yang tertuang dalam RPP. Selanjutnya peneliti melakukan pengumpulan bahan-bahan sesuai dengan kebutuhan untuk masing-masing media yang akan dikembangkan. Bahan-bahan yang telah terkumpul kemudian diolah hingga menjadi produk berupa media konvensional tematik kelas IV berbasis multiple intelligence yang meliputi, patung profesi, papan flanel, flashcard, aneka bangun datar, dan monopoli profesi. Proses pengolahan dilakukan oleh Ping Project di daerah Rongkop, Gunungkidul dan Surya Toys di daerah Wonosari, Gunungkidul. Selama pengolahan bahan hingga menjadi produk, peneliti melakukan pengecekan kerja secara berkala dengan tujuan untuk memastikan media yang dikembangkan memiliki kualitas sangat baik. a) Desain Media Konvensional Tematik Kelas IV Berbasis Multiple Intelligence Media konvensional tematik kelas IV berbasis multiple intelligence didesain menjadi lima jenis yang terdiri dari patung profesi, papan flanel, flashcard, aneka bangun datar, dan monopoli profesi. Masing-masing media dikemas dalam kotak

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 yang terbuat dari kertas karton yang dilapisi menggunakan kertas samsons berwarna coklat. Secara lebih rinci, desain masing-masing media konvensional pembelajaran tematik terdiri atas: 1) Patung Profesi Patung profesi terdiri atas sepuluh jenis pekerjaan antara lain: nelayan, pedagang, guru, kepala sekolah, polisi, petani, tukang kayu, polisi, tentara, dan dokter. Patung profesi ini dirancang dengan menggunakan balok penyangga sehingga dapat berdiri. Media patung profesi dilengkapi dengan kotak penyimpanan media. 2) Papan Flanel Media papan flanel terdiri atas papan flanel dan kartu yang berisi tentang hak dan kewajiban siswa di rumah dan di sekolah. Media papan flanel ini dilengkapi dengan kotak penyimpanan media. 3) Flashcard Flashcard berisi tentang jenis pekerjaan, barang yang dihasilkan dari jenis perkerjaan tertentu, alat yang digunakan untuk bekerja, serta tempat atau kondisi geografis dari jenis pekerjaan yang bersangkutan. Media flashcard dilengkapi dengan kotak penyimpanan media. 4) Aneka Bangun Datar Media aneka bangun datar berisi (1) persegi, (2) persegi panjang, (3) segitiga sama sisi, (4) segitiga sama kaki, (5) segitiga siku-siku, (6) segitiga lancip, (7) segitiga tumpul, dan (8) kartu sifat bangun datar. Media ini juga dilengkapi dengan kotak penyimpanan media. 5) Monopoli Profesi

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 Media monopoli profesi secara lebih rinci, desain media monopoli profesi terdiri dari (1) papan permainan, (2) kartu profil profesi, (3) kartu jajar genjang, (4) kartu trapesium, (5) bintang bernilai 1, (6) bintang bernilai ½, (7) dadu, (8) pion, dan (9) aturan permainan monopoli profesi. Media monopoli profesi dilengkapi dengan dompet kartu dan kotak penyimpanan media. b) Pembuatan Media Konvensional Tematik Kelas IV Berbasis Multiple Intelligence 1) Patung Profesi Patung profesi terdiri atas sepuluh jenis pekerjaan antara lain: nelayan, pedagang, guru, kepala sekolah, polisi, petani, tukang kayu, polisi, tentara, dan dokter. Patung profesi tersebut dibuat menggunakan tripleks. Dari tripleks tersebut, dibuat desain gambar masing-masing jenis pekerjaan. Desain gambar yang telah digambar dipotong menggunakan cutter . Tepian desain kemudian diamplas supaya permukaan menjadi rata dan halus. Potongan desain gambar tersebut, diberi warna dengan menggunakan kuas. Penggunaan kuas dalam pemberian warna bertujuan supaya sesuai dengan desain gambar yang telah dibuat. Cat yang digunakan adalah cat kayu. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan warna-warna cerah guna menarik perhatian siswa. Setelah diberi warna gambar dikeringkan dengan cara menjemurnya di bawah sinar matahari. Proses selanjutnya adalah pemberian kotak kecil pada bagian belakang gambar yang berfungsi sebagai penyangga. Kotak tersebut terbuat dari kayu akasia yang berbentuk balok. Bentuk patung pofesi dapat dilihat pada gambar 4.1.

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 Gambar 4.1 Patung Profesi Petani Media patung profesi ini dilengkapi dengan kotak penyimpanan media. Kotak penyimpanan media dibuat dengan menggunakan karton dan kertas Samsons. Ukuran kotak penyimpanan media adalah 20 x 35 x 10 cm. Pembuatan kotak dilakukan melalui beberapa tahap yaitu: Pertama, membuat sketsa jaring-jaring balok dengan ukuran yang telah ditentukan pada karton. Kedua, memotong bagian pojok jaring-jaring yang berbentuk persegi. Ketiga, melipat karton sesuai dengan garis yang dibuat pada sketsa kemudian diberi lem. Keempat, lapisi kotak dengan menggunakan kertas Samsons. Kotak penyimpanan media patung profesi dapat dilihat pada gambar 4.2 berikut ini. Gambar 4.2 Kotak Penyimpanan Patung Profesi

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 2) Papan Flanel Media papan flanel terdiri dari kain flanel dan kartu hak dan kewajiban di rumah dan di sekolah. Kain flanel yang digunakan berwarna hitam dengan ukuran 1 m x 1 m. Tepi kain flanel kemudian dijahit menggunakan mesin jahit supaya rapi dan tidak mudah rusak. Kartu hak dan kewajiban di rumah dan di sekolah terdiri dari kartu hak di sekolah, kartu hak di rumah, kartu kewajiban di sekolah, dan kartu kewajiban di rumah. Kartu hak dan kewajiban di rumah dan di sekolah berukuran 10 cm x 5 cm berwarna kuning dengan garis tepi berwarna oren dan merah. Kartu hak di rumah terdiri atas 10 kartu yaitu, 1 kartu judul contoh hak di rumah dan 9 kartu contoh hak di rumah. Kartu hak di sekolah terdiri atas 12 kartu yaitu, 1 kartu judul contoh hak di sekolah dan 11 kartu contoh hak di sekolah. Kartu kewajiban di rumah terdiri atas 6 kartu yaitu, 1 kartu judul kewajiban di rumah dan 5 kartu contoh kewajiban di rumah. Kartu kewajiban di sekolah terdiri atas 4 kartu yaitu, 1 kartu judul kewajiban di sekolah dan 3 kartu contoh kewajiban di sekolah. Kartu hak dan kewajiban di rumah dan di sekolah di cetak menggunakan kertas ivory 260 yang memiliki ketebalan cukup baik yaitu 0,5 mm. Bagian belakang kartu terdapat perekat yang berguna untuk merekatkan kartu pada papan flanel. Kartu hak dan kewajiban di rumah dan di sekolah dapat dilihat pada gambar 4.3. Gambar 4.3 Contoh Kartu Kewajiban di Sekolah

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 Media papan flanel dilengkapi dengan kotak penyimpanan media. kotak penyimpanan dibuat dengan ukuran 21 cm x 6 cm x 7 cm. Kotak penyimpanan digunakan untuk menyimpan kartu hak dan kewajiban di rumah dan di sekolah. Kotak penyimpanan terbuat dari kertas karton dengan ketebalan 3 mm. Tahap pembuatan kotak penyimpanan papan flanel ini sama dengan pembuatan kotak patung profesi. Kotak penyimpanan media papan flanel dapat dilihat pada gambar 4.4. Gambar 4.4 Kotak Penyimpanan Kartu Flanel 3) Flashcard Peneliti membuat kartu flashcard yang terdiri dari 80 kartu yang dibagi menjadi empat kategori antara lain: (1) nama pekerjaan, (2) tempat bekerja, (3) alat yang digunakan dalam melakukan pekerjaan, dan (4) dan benda yang dihasilkan dari suatu jenis pekerjaan. Setiap kartu terdiri atas identitas gambar dan gambar. Identitas gambar terletak pada bagian tengah atas sedangkan gambar terletak dibagian tengah kartu. Semua kartu diberi warna hijau pada bagian tepi dan warna putih untuk bagian tengahnya. Flashcard ini berukuran 10 cm x 9,5 cm. Desain kartu flashcard dibuat dengan bantuan CorelDRAW X5 dan dicetak pada kertas ivory 260. Kartu flashcard dapat dilihat pada gambar 4.5.

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 Gambar 4.5 Kartu Flashcard Kartu flashcard juga dilengkapi dengan kotak penyimpanan. Kotak penyimpanan dibuat sama dengan kotak penyimpanan media yang lain namun berbeda dalam ukurannya. Kotak penyimpanan media kartu flashcard berukuran 11 cm x 10,5 cm x 7 cm. Kotak penyimpanan media kartu flaschcard dapat dilihat pada gambar 4.6. Gambar 4.6 Kotak Penyimpanan Flashcard 4) Aneka Bangun Datar Media aneka bangun datar terdiri dari kartu aneka bangun dan kartu ciri bangun datar. Jenis bangun datar yang terdapat dalam media ini meliputi, (1) persegi, (2) persegi panjang, (3) segitiga sama kaki, (4) segitiga sama sisi, (5) segitiga siku-siku, (6) segitiga lancip, dan (7) segitiga tumpul. Kartu aneka bangun datar ini di desain dengan bantuan CorelDRAW X5 dan dicetak pada

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 kertas ivory 260. Bangun persegi diberi warna kuning, bangun persegi panjang diberi warna merah sedangkan bangun segitiga di beri warna hijau. Semua jenis segitiga diberi warna yang sama dengan alasan supaya siswa mengenal bangun datar berdasarkan pengamatan bentuk bangun bukan dari warnanya. Kartu aneka bangun datar dibuat dengan jumlah 10 set untuk masing-masing jenis bangun datar. Kartu ciri bangun datar terdiri dari ciri-ciri bangun datar yang berukuran 10 cm x 5 cm dengan frame bergradasi warna merah, oren, kuning, dan hujau muda. Kartu didesain dengan bantuan CorelDRAW X5 dan dicetak pada kertas ivory 260. Gambar aneka bangun datar dan kartu ciri bangun datar dapat dilihat pada gambar 4.7 dan 4.8 Gambar 4.7 Kartu Ciri Bangun Datar Media aneka bangun datar ini juga dilengkapi dengan kotak penyimpanan media. Kotak dibuat dengan ukuran 20,5 cm x 12 cm x 4 cm. Bagian tengah kotak diberi sekat pemisah guna memisahkan kartu bangun datar dengan kartu ciri bangun datar. Kotak penyimpanan ini juga dilengkapi dengan tutup kotak yang di desain sedemikian rupa sehingga mudah untuk

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 membukanya. Kotak penyimpanan media aneka bangun datar dapat dilihat pada gambar 4.8. Gambar 4.8 Kotak Penyimpanan Aneka Bangun Datar 5) Monopoli Profesi Media monopoli profesi terdiri dari: (1) papan permainan, (2) kartu profil profesi, (3) kartu jajargenjang, (4) kartu trapesium, (5) bintang bernilai 1 dan bintang bernilai ½, (6) pion, (7) dadu, dan (8) lembar peraturan permainan. Secara lebih rinci, pembuatan media monopoli profesi adalah sebagai berikut: (a) Papan Permainan Papan permainan monopoli dibuat dengan bantuan CorelDRAW X5 dan dicetak pada kertas ivory 260. Tahap pertama dalam pembuatan papan permainan adalah membuat template kotak permainan untuk masingmasing jenis profesi. Kotak jenis profesi dibuat dalam 40 kotak. Bagian tengah papan terdapat dua kotak yang berbentuk jajargenjang dan trapesium. Tahap kedua adalah pemberian nama dan gambar jenis pekerjaan berdasarkan konsep desain yang telah dirancang sebelumnya. Nama jenis pekerjaan ditulis dengan huruf kapital menggunakan jenis huruf Segoe UI Semibold. Gambar jenis pekerjaan di letakkan pada kotak

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 berdasarkan kelompok masing-masing yaitu, pendidikan, buruh, kerajinan, transportasi, dunia hiburan, seni, kesehatan, dan militer. Tahap selanjutnya adalah pemberian nama papan permainan dengan Monopoli Profesi yang diletakkan diantara kotak jajargenjang dan kotak trapesium. Tahap akhir dalam pembuatan papan permaian ini adalah memberikan jumlah bintang untuk setiap gambar. Bintang tersebut berfungsi sebagai pengganti uang dalam permianan monopoli profesi. Papan permainan monopoli profesi dapat dilihat pada gambar 4.9. Gambar 4.9 Papan Permainan Monopoli Profesi (b) Kartu Profil Profesi Kartu profil profesi dibuat dengan bantuan CorelDRAW X5 dan dicetak menggunakan kertas ivory 360. Kartu profil berisikan kelompok jenis pekerjaan, nama pekerjaan, tugas, tempat bekerja dan hasil kerja. Pada kartu profil juga dilengkapi dengan gambar jenis pekerjaan serta bintang yang jumlahnya sesuai dengan papan permainan monopoli profesi. Kartu profil profesi dapat dilihat pada gambar 4.10.

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Gambar 4.10 Kartu Profil Profesi (c) Kartu Jajargenjang Kartu jajargenjang dibuat dengan bantuan CorelDRAW X5 dan dicetak menggunakan kertas ivory 360. Kartu jajargenjang ini berukuran 8 cm x 6,5 cm. Tahap pertama dalam pembuatan kartu dilakukan dengan membuat frame kartu yang diberi warna hijau muda. Tahap kedua adalah dengan menambahkan teks perintah kartu. Kartu dilengkapi dengan jumlah bintang sebagai konsekuensi lanjutan atas perintah yang diberikan kepada pemain. Kartu jajargenjang dapat dilihat pada gambar 4.11. Gambar 4.11 Kartu Jajargenjang (d) Kartu Trapesium Kartu trapesium dibuat dengan ukuran sisi sejajar 9,5 cm dan 6,5 cm sedangkan sisi miring dengan ukuran 6 cm. Kartu trapesium dibuat dengan

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 bantuan CorelDRAW X5 dan dicetak menggunakan kertas ivory 360. Tahap pembuatan kartu trapesium sama dengan tahap pembuatan kartu jajargenjang. Kartu trapesium diberi frame berwarna merah. Kartu trapesium dapat dilihat pada gambar 4.12. Gambar 4.12 Kartu Trapesium (e)Bintang Bernilai 1 dan Bintang Bernilai ½ Kartu bintang bernilai 1 dan berniali ½ dibuat dengan bantuan CorelDRAW X5 dan dicetak menggunakan kertas ivory 360. Kartu bintang bernilai 1 diberi warna kuning penuh sedangkan kartu bintang bernilai ½ diberi warna kuning dan putih. Pembedaan warna bertujuan untuk membedakan nilai untuk masing-masing bintang. Kartu bintang 1 dan bintang ½ dapat dilihat pada gambar 4.13. Gambar 4.13 Kartu Bintang Bernilai 1 dan ½ (f) Pion Pion monopoli menggunakan pion yang terdapat dalam permainan monopoli. Pion ini terbuat dari bahan plastik yang berwarna merah, hijau, kuning, dan biru. Pion monopoli profesi dapat dilihat pada gambar 4.14.

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Gambar 4.14 Pion Permainan Monopoli Profesi (g) Dadu Dadu monopoli terbuat dari bahan plastik. Dadu berbentuk kubus dengan ukuran 2 cm x 2 cm x 2 cm. Dadu berwarna dasar putih dengan titik warna merah. Dadu dapat dilihat pada gambar 4.15 Gambar 4.15 Dadu Permainan Monopoli Profesi (h) Lembar Peraturan Permainan Lembar peraturan permainan monopoli ditulis menggunakan huruf Times New Roman dengan ukuran 12. Lembar peraturan permainan monopoli di cetak pada kertas kwarto 70 gram. Aturan permainan monopoli profesi dapat dilihat pada lampiran halaman 100. (i) Kotak Penyimpanan Media Media monopoli profesi ini juga dilengkapi dengan kotak penyimpanan media. Kotak penyimpanan media monopoli profesi berukuran 25,5 x 25,5 x 5 cm. Gambar kotak penyimpanan media padat dilihat pada gambar 4.16.

(92) 72 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 4.16 Kotak Penyimpanan Monopoli Profesi 4. Hasil Validasi dan Revisi Produk Validasi produk dilakukan guna menilai kualitas atau kelayakan produk yang dihasilkan. Data validasi diperoleh dari tiga pakar yaitu pakar pembelajaran, pakar media pembelajaran, serta guru kelas IV SD Negeri Kerdonmiri I. Hasil validasi diolah dengan menggunakan pedoman penyekoran nilai skala lima dari Widoyoko sebagai berikut: Tabel 4.1 Kriteria Skor Skala Lima Menurut Widoyoko (2009: 238) Hasil X > 3,4 2,8 < X ≤3,4 2,2 < X ≤2,8 1,6 < X ≤2,2 X ≤1,6 Interval Skor 3,5 – 4 2,9 – 3,4 2,3 – 2,8 1,7 – 2,2 1 - 1,6 Kategori Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Sangat Kurang Baik a) Hasil Validasi Ketiga Pakar per Item Pada Setiap Aspek Hasil penilaian dari para pakar untuk setiap item pada setiap aspek adalah sebagai berikut: Tabel 4.2 Hasil Validasi Tiga Pakar per Item pada Setiap Aspek No Aspek I 1 Aspek Isi Media konvensional pembelajaran tematik berbasis multiple intelligences cocok digunakan untuk mengajarkan materi pelajaran Validator 1 2 3 4 4 4 Ratarata 4

(93) 73 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 2 3 4 5 Aspek Media konvensional pembelajaran tematik berbasis multiple intelligences penting digunakan untuk membantu peserta didik memahami materi pelajaran Media konvensional pembelajaran tematik berbasis multiple intelligences menumbuhkan minat dan perhatian peserta didik untuk belajar Media konvensional pembelajaran tematik berbasis multiple intelligences mencakup materi pelajaran Media konvensional pembelajaran tematik berbasis multiple intelligences relevan dengan tujuan pembelajaran Jumlah Skor secara keseluruhan 1 4 Validator 2 3 4 4 Ratarata 4 4 4 4 4 3 4 3 3,33 4 4 4 4 19 20 1 9 19,3 3 58 3,86 Skor Total Rata-rata II 6 7 8 9 10 Aspek Bahasa Bahasa yang digunakan dalam media konvensional pembelajaran tematik berbasis multiple intelligences sesuai dengan tingkat perkembangan pesert didik Media konvensional pembelajaran tematik berbasis multiple intelligences menggunakan kata atau kalimat baku sesuai dengan EYD Penulisan kata atau kalimat pada media konvensional pembelajaran tematik berbasis multiple intelligences menggunakan tanda baca sesuai dengan EYD Kata atau kalimat pada media konvensional pembelajaran tematik berbasis multiple intelligences memperkuat gagasan yang terkandung dalam gambar. Huruf yang digunakan pada media konvensional pembelajaran tematik berbasis multiple intelligences sesuai dengan karakteristik peserta didik Jumlah Skor secara keseluruhan 4 4 3 3,66 4 2 4 3,33 4 4 4 4 4 3 4 3,66 4 3 3 3,33 20 16 1 8 17,9 8 54 3,6 Skor Total Rata-rata III 11 12 13 14 15 Aspek Tampilan Gambar yang digunakan pada media konvensional pembelajaran tematik berbasis multiple intelligence jelas Pemilihan warna dalam media konvensional pembelajaran tematik berbasis multiple intelligences menarik perhatian peserta didik Ukuran media konvensional pembelajaran tematik berbasis multiple intelligences cocok untuk kelompok kecil Media konvensional pembelajaran tematik berbasis multiple intelligences dapat diproduksi sendiri oleh masyarakat Media konvensional pembelajaran tematik berbasis multiple intelligences mudah digunakan oleh guru dan peserta didik Jumlah Skor secara keseluruhan 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3,33 4 4 4 4 19 20 1 19,3

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Aspek 1 Skor Total Rata-rata Validator 2 3 9 58 3,86 74 Ratarata 3 Data tabel 4.1 tentang hasil validasi ketiga pakar dapat disimpulkan bahwa kualitas Media Konvensional Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam kategori “sangat baik” menurut Widoyoko (2009: 238) sehingga layak digunakan. Hal tersebut dapat dilihat dari aspek isi mendapat rata-rata 3,86, aspek bahasa mendapat rata-rata 3,6, dan aspek tampilan mendapat rata-rata 3,86. Data skor rata-rata setiap aspek berdasarkan hasil penilaian ketiga pakar dapat dilihat pada tabel 4.1, sedangkan data skor rata-rata per item pada aspek isi, bahasa, dan tampilan dari hasil validasi produk dari pakar pembelajaran tematik, pakar media pembelajaran, dan guru dapat dilihat pada diagram batang 4.2, 4.3, dan 4.4. Skor Rata-rata Hasil Validasi Ketiga Pakar 3.9 3.85 Isi Skor Rata-rata 3.8 3.75 3.7 Bahasa 3.65 3.6 Tampilan 3.55 3.5 Tamp ilan Baha sa Isi 3.45 Aspek Peniaian Diagram 4.1 Diagram Batang Skor Rata-rata per Aspek Hasil Penilaian Ketiga Pakar Diagram 4.1 menunjukkan skor rata-rata hasil validasi ketiga pakar untuk setiap aspek yang digunakan dalam menilai kualitas produk yang dikembangkan. Rata-rata skor aspek isi dari ketiga validator adalah 3,86, tergolong dalam kategori

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 “sangat baik” menurut Widoyoko (2009). Aspek bahasa mendapatkan skor 3,6, tergolong dalam kategori “sangat baik” menurut Widoyoko (2009). Aspek tampilan mendapatkan skor 3,86, tergolong dalam ketagori “sangat baik’ menurut Widoyoko (2009). Skor Rata-rata Hasil Validasi Aspek Isi kecocokan media dengan materi pelajaran penting digunakan untuk membantu siswa menumbuhkan minat peserta didik mencakup materi pelajaran relevan dengan tujuan pembelajaran 4 3.5 Skor Rata-rata 3 2.5 2 1.5 1 0.5 relevan dengan tujuan pembelajaran mencakup materi pelajaran menumbuhkan minat peserta didik penting digunakan untuk membantu siswa kecocokan media dengan materi pelajaran 0 Item Aspek Isi Diagram 4.2 Diagram Batang Skor Rata-rata per Item Hasil Penilaian Aspek Isi Ketiga Pakar Diagram 4.2 menunjukkan bahwa skor rata-rata tertinggi adalah 4 yaitu pada pernyataan kecocokan media dengan materi, media penting digunakan untuk membantu siswa, menumbuhkan minat peserta didik dan relevan dengan tujuan pembelajaran, sedangkan skor rata-rata terendah adalah 3,33 yaitu pada pernyataan kecakupan materi pelajaran. Keseluruhan skor rata-rata aspek isi dari ketiga pakar adalah 3,86. Berdasarkan skala lima menurut Widoyoko (2009) maka kualitas media

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 konvensional tematik kelas IV berbasis multiple intelligence pada aspek isi termasuk dalam kategori “sangat baik” sehingga layak untuk diujicobakan. Skor Rata-rata Hasil Validasi Aspek Bahasa 4 bahasa sesuai dengan perkembangan peserta didik 3.5 Skor Rata-rata 3 2.5 kata atau kalimat baku sesuai EYD 2 1.5 1 tanda baca sesuai EYD 0.5 huruf sesuai karakteristik peserta didik kata atau kalimat memperkuat gambar tanda baca sesuai EYD kata atau kalimat baku sesuai EYD bahasa sesuai perkembnagan peserta didik 0 Kata atau kalimat memperkuat gambar huruf sesuai karakteristik peserta didik Item Aspek Bahasa Diagram 4.3 Diagram Batang Skor Rata-rata per Item Hasil Penilaian Aspek Bahasa Ketiga Pakar Diagram batang diatas menunjukkan bahwa skor rata-rata tertinggi adalah 4 yaitu pada pernyataan tanda baca yang digunakan dalam media sesuai dengan EYD. Skor rata-rata 3,66 terdapat pada dua pernyataan yaitu bahasa yang digunakan sesuai dengan perkembangan siswa dan kata kalimat yang digunakan memperkuat makna gambar. Skor rata-rata terendah adalah 3,33 yaitu pada pernyataan kata atau kalimat baku sesuai dengan EYD dan huruf yang digunakan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Berdasarkan keseluruhan skor rata-rata aspek bahasa menurut Widoyoko (2009) tergolong dalam kategori “sangat baik”. Hal tersebut dapat dilihat dari keseluruhan skor rata-rata aspek bahasa ketiga pakar yaitu 3,6.

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 Skor Rata-rata Hasil Validasi Aspek Tampilan 4 gambar jelas 3.5 pemilihan warna, menarik perhatian siswa ukuran cocok untuk kelompok kecil media dapat diproduksi sendiri media mudah digunakan Skor Rata-rata 3 2.5 2 1.5 1 0.5 media mudah digunakan media dapat diproduksi sendiri ukuran cocok untuk kelompok kecil pemilihan warna menarik perhatian siswa gambar jelas 0 Item Aspek Tampilan Diagram 4.4 Diagram Batang Skor Rata-rata per Item Hasil Penilaian Aspek Tampilan Ketiga Pakar Diagram di atas menunjukkan bahwa skor rata-rata tertinggi adalah 4 yaitu pada pernyataan gambar yang digunakan jelas, pemilihan warna menarik perhatian siswa, ukuran cocok untuk kelompok kecil, dan media mudah digunakan oelh guru dan peserta didik, sedangkan skor rata-rata terendah adalah 3,33 yaitu pada pernyataan media dapat diproduksi sendiri. Keseluruhan skor rata-rata aspek tampilan dari ketiga pakar mendapatkan skor rata-rata 3,86. Berdasarkan skala lima menurut Widoyoko (2009) maka kualitas media konvensional tematik kelas IV berbasis multiple intelligence pada aspek

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 tampilan tergolong dalam kategori “sangat baik” sehingga layak untuk diujicobakan. b) Data Validasi Pakar Pembelajaran Tematik Validasi produk oleh pakar pembelajaran tematik dilakukan oleh seorang dosen di program studi PBSID Universitas Sanata Dharma. Validasi dilakukan pada tanggal 2 Juni 2014. Aspek yang dinilai didasarkan pada ciri media pembelajaran yaitu, (1) aspek isi, (2) aspek bahasa, dan (3) aspek tampilan. Hasil validasi pakar pembelajaran tematik dapat dilihat pada lampiran tabel 4.3. Tabel 4.3 Hasil Validasi Pakar Pembelajaran Tematik No. Pernyataan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Jumlah Skor Rerata Skor Kategori Skor 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 56 3,73 “Sangat Baik” Hasil validasi pakar pembelajaran tematik menunjukkan bahwa kualitas atau kelayakan media yang dihasilkan mendapat skor rerata 3,73 dengan kategori “sangat baik”. Media konvensional tematik mendapat kategori sangat baik karena sesuai dengan kualitas media pembelajaran. Kategori sangat baik mengandung

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 makna bahwa media konvensional tematik yang dikembangkan layak digunakan tanpa perbaikan. Pakar pembelajaran tematik tidak hanya memberikan skor nilai namun juga memberikan komentar dan saran terkait dengan pengembangan produk. Komentar dan saran tersebut dapat dilihat pada tabel 4.4. Tabel 4.4 Komentar Pakar Pembelajaran Tematik dan Tindak Lanjut No Komentar 1 Bahasa yang dipergunakan dapat dikembangkan lebih kompleks agar menantang siswa untuk bereksplorasi. 2 Langkah-langkah pembelajaran dalam RPP dapat dikembangkan dengan pendekatan saintifik (sesuai dengan kurikulum 2013) Tindak Lanjut Bahasa yang dipilih dalam media konvensional tematik didasarkan pada karakteristik siswa dan RPP yang dibuat oleh peneliti. Selain itu didasarkan pada hasil penilaian pakar pembelajaran tematik mengenai aspek bahasa diperoleh skor 18 dalam kategori “sangat baik” dan kesimpulan yang dinyatakan oleh pakar pembelajaran tematik bahwa media konvensional pembelajaran tematik layak digunakan tanpa perbaikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa media konvensional tematik yang dikembangkan sudah sesuai dengan karakteristik siswa. Dengan demikian, tidak dilakukan revisi produk. RPP yang dibuat dalam penelitian ini sudah menggunakan pendekatan saintifik, hanya saja kegiatannya tidak urut. RPP yang digunakan sebagai acuan pengembangan produk berbasis multiple intelligence. Oleh sebab itu, pendekatan yang digunakan dalam langkah-langkah pembelajaran menggunakan pendekatan multiple intelligence. Dengan demikian, tidak dilakukan revisi RPP. c) Data Validasi Pakar Media Pembelajaran Validasi produk oleh pakar media pembelajaran dilakukan oleh seorang dosen di program studi PGSD Universitas Sanata Dharma. Validasi produk dilakukan oleh pakar media pembelajaran pada tanggal 11 Juni 2014. Aspek yang dinilai didasarkan pada ciri media pembelajaran yaitu, (1) aspek isi, (2) aspek bahasa,

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 dan (3) aspek tampilan. Hasil validasi pakar pembelajaran tematik dapat dilihat pada lampiran tabel 4.5. Tabel 4.5 Hasil Validasi Pakar Media Pembelajaran No. Pernyataan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Jumlah Skor Rerata Skor Kategori Skor 4 4 4 4 4 4 2 4 3 3 4 4 4 4 4 56 3,73 “Sangat Baik” Hasil validasi pakar pembelajaran tematik menunjukkan bahwa media yang dihasilkan memiliki kualitas atau kelayakan mendapat skor rerata 3,73 dengan kategori “sangat baik”. Media konvensional tematik mendapat kategori sangat baik karena sesuai dengan kualitas media pembelajaran. Kategori sangat baik mengandung makna bahwa media konvensional tematik yang dikembangkan layak digunakan dengan perbaikan. Pakar pembelajaran tematik tidak hanya memberikan skor nilai namun juga memberikan komentar dan saran terkait dengan pengembangan produk. Komentar dan saran tersebut dapat dilihat pada tabel 4.6.

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 Tabel 4.6 Komentar Pakar Media Pembelajaran dan Tindak Lanjut No Komentar 1 Isi materi yang terkandung di media sudah baik 2 Bahasa yang digunakan dalam media pembelajaran sudah sesuai dengan tingkat kognitif anak. 3 Pada kartu masih terdapat kesalahan penulisan. Misalnya, penulisan ditempat harap dipisah. Tindak Lanjut Berdasarkan saran yang diberikan oleh pakar media pembelajaran, kartu yang memiliki kesalahan dalam penulisan dilakukan revisi dengan memberikan spasi pada penulisan di-tempat. Misalnya “dirumah” menjadi “di rumah” d) Data Validasi Guru Kelas IV Validasi produk oleh pakar media pembelajaran dilakukan oleh guru kelas IV SD Negeri Kerdonmiri I, Kerdonmiri, Karangwuni, Rongkop, Gunungkidul. Produk divalidasi oleh guru kelas IV pada tanggal 28 Mei 2014. Aspek yang dinilai didasarkan pada ciri media pembelajaran yaitu, (1) aspek isi, (2) aspek bahasa, dan (3) aspek tampilan. Hasil validasi pakar pembelajaran tematik dapat dilihat pada lampiran tabel 4.7. Tabel 4.7 Hasil Validasi Pakar Media Pembelajaran No. Pernyataan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Skor 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. Pernyataan 13 14 15 Jumlah Skor Rerata Skor Kategori 82 Skor 4 3 4 58 3,86 “Sangat Baik” Hasil validasi guru kelas IV menunjukkan bahwa kualitas atau kelayakan media yang dihasilkan mendapat skor rerata 3,86 dengan kategori “sangat baik”. Media konvensional tematik mendapat kategori sangat baik karena sesuai dengan kualitas media pembelajaran. Guru kelas IV memberikan skor 4 untuk 13 item dan skor 3 untuk 2 item sehingga menghasilkan skor 58 pada produk yang dikembangkan. Kategori sangat baik mengandung makna bahwa media konvensional tematik yang dikembangkan layak digunakan tanpa perbaikan. Pakar pembelajaran tematik tidak hanya memberikan skor nilai namun juga memberikan komentar dan saran terkait dengan pengembangan produk. Komentar dan saran tersebut dapat dilihat pada tabel 4.8. Tabel 4.8 Komentar Pakar Pembelajaran Tematik dan Tindak Lanjut No Komentar 1 Pada kartu hak dan kewajiban pada media papan flanel serta kartu jajargenjang pada media monopoli profesi masih terdapat kesalahan penulisan kata. Tindak Lanjut Ada perbaikan atau revisi pada kartu hak dan kewajiban pada media papan flanel dan kartu jajargenjang pada media monopoli profesi yang salah. e) Revisi Produk Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh pakar pembelajaran tematik, pakar media pembelajaran, dan guru kelas IV SD Negeri Kerdonmiri I terdapat beberapa saran dan komentar. Sesuai dengan saran yang diberikan oleh para pakar

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 tersebut, peneliti melakukan perbaikan terhadap beberapa kartu yang penulisannya belum tepat. B. Pembahasan Kurikulum KTSP kini diganti dengan kurikulum 2013. Pergantian kurikulum ini mengakibatkan terbatasnya perangkat pembelajaran khususnya media pembelajaran konvensional yang sesuai dengan kurikulum. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil analisis kebutuhan yang menyatakan bahwa enam sekolah dasar yang diteliti oleh peneliti belum mendapatkan pelatihan tentang kurikulum 2013 sehingga belum mempunyai perangkat pembelajaran yang mendukung proses pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013. Kurikulum 2013 dilakukan dengan pendekatan berbasis sains, yaitu mendorong siswa agar mampu berfikir lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, menalar, dan mengakomodasikan dengan obyek pelajaran secara langsung yakni fenomena alam, sosial, seni, dan budaya (Muzamiroh, 2013). Kemampuan siswa untuk berfikir dapat dikembangkan dengan sembilan inteligensi sesuai dengan teori Howard Gardner yang dikenal dengan teori multiple intelligence. Menurut Gardner dalam Suparno (2004 : 25) terdapat sembilan inteligensi yaitu : (1) inteligensi linguistik, (2) inteligensi matematis-logis, (3) inteligensi ruang, (4) inteligensi kinestetik-badani, (5) inteligensi musikal, (6) inteligensi interpersonal, (7) inteligensi intrapersonal, (8) inteligensi lingkungan/naturalis, dan (9) inteligensi eksistensial. Oleh sebab itu, peneliti mengembangkan produk prototipe media konvensional tematik kelas IV berbasis multiple intelligence. Menurut Bringgs (dalam Sadiman 2010 : 6) menyatakan bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Contohnya seperti buku, film, kaset, dan film bingkai. Rumumpuk (dalam Sumantri,

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 2001 : 153) mendefinisikan media sebagai setiap alat, baik hardware maupun software yang diperlukan sebagai media komunikasi dan yang tujuannya meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar sehingga memudahkan pencapaian tujuan pembelajaran tersebut. Pendapat lain dikemukakan oleh Gagne (dalam Sadiman, 2010: 6) media adalah berbagai komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Berdasarkan berbagai pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran merupakan suatu alat yang digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima untuk merangsang pikiran, perasaan, dan minat dengan sedemikian rupa sehingga tercapai tujuan dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran memiliki tiga ciri menurut Gerlach dan Ely (dalam Azhar, 2011: 12) yakni ciri fiksatif, ciri manipulatif, dan ciri distributif. Peranan media pembelajaran konvensional sebagai alat yang membantu siswa dalam pembelajaran memungkinkan siswa dapat dengan mudah memahami materi yang disajikan secara abstrak. Hal tersebut sesuai dengan fungsi media yang dikemukakan oleh Levie dan Lentz (dalam Azhar, 2011: 17) empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual, yaitu fungsi atensi, fungsi afektif, fungsi kognitif, dan fungsi kompensatoris. Pengembangan prototipe media konvensional pembelajaran tematik berbasis multiple intelligence dilakukan dengan metode pengembangan (research and development/ R&D). Menurut Sugiyono (2011: 297) metode R&D adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Metode R&D mempunyai 10 tahapan, yaitu: (1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) revisi

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 produk; (6) ujicoba produk; (7) revisi produk; (8) ujicoba pemakaian; (9) revisi produk; dan (10) produksi massal (Sugiyono, 2011: 298). Penelitian yang dilakukan oleh peneliti tidak sampai pada sepuluh tahapan yang dikemukakan oleh Sugiyono. Pengembangan prototipe media konvensional tematik kelas IV berbasis multiple intelligence hanya sampai pada tahap kelima yaitu revisi desain. Kelima tahapan tersebut diuraikan sebagai berikut. Pertama, tahap analisis potensi dan masalah. Potensi dan masalah diperoleh berdasarkan pergantian kurikulum KTSP menjadi kurikulum 2013 dan analisis Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada kurikulum 2013 kelas IV. Peneliti memilih kelas IV pada tema Berbagai Jenis Pekerjaan sub tema Jenis-jenis Pekerjaan. Kedua, tahap pengumpulan data analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan dilakukan dengan menggunakan angket. Angket yang telah dibuat oleh peneliti disebarkan pada enam SD. Data hasil analisis kebutuhan ini selanjutnya dijadikan bahan pertimbangan dalam pengembangan produk yang akan dikembangkan oleh peneliti. Ketiga, tahap desain media konvensional tematik kelas IV berbasis multiple intelligence. Desain produk digambar terlebih dahulu sehingga memudahkan orang lain untuk membacanya. Selanjutnya, produksi media konvensional tematik kelas IV berbasis multiple intelligence dilakukan berdasarkan desain yang telah digambar sebelumnya. Keempat, tahap validasi produk. Produk prototipe media konvensional tematik kelas IV berbasis multiple intelligence divalidasi oleh tiga pakar, yaitu pakar pembelajaran tematik, pakar media pembelajaran, dan guru kelas IV. Validasi dilakukan guna memberikan nilai untuk aspek isi, aspek bahasa, dan aspek tampilan media sehingga diketahui kualitas prototipe media yang dikembangkan.

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 Kelima, tahap revisi produk. Revisi prototipe media konvensional tematik kelas IV berbasis multiple intelligence dilakukan berdasarkan komentar dan saran yang diberikan oleh ketiga pakar. Penilaian kualitas prototipe media konvensional tematik berbasis multiple intelligence menggunakan skala likert yaitu dengan skor 1 sampai 4. Skor 1 berarti kurang baik, skor 2 berarti cukup, skor 3 berarti baik, dan skor 4 berarti sangat baik. selanjutnya data yang terkumpul diolah dan diubah menjadi data kualitatif. Kriteria penilaian kualitas media konvensional tematik berbasis multiple intelligence mengacu pada skala likert menurut Widoyoko (2009: 238) yaitu interval 1 – 1,6 berarti sangat kurang baik, interval 1,7 – 2,2 berarti kurang baik, interval 2,3 – 2,8 berarti cukup baik, interval 2,9 – 3,4 berarti baik, dan interval 3,5 – 4 berarti sangat baik. Penilaian prototipe media konvensional tematik kelas IV berbasis multiple intelligence dilakukan oleh tiga pakar pembelajaran tematik, pakar media pembelajaran, dan guru kelas IV SD Kerdonmiri I. Aspek yang diniai yakni aspek isi, bahasa, dan tampilan. Aspek isi mendapatkan skor rata-rata 3,86, tergolong dalam kategori “sangat baik” menurut Widoyoko (200: 238). Aspek bahasa mendapatkan skor rata-rata 3,6. Aspek tampilan mendapatkan skor rata-rata 3,86. Kedua aspek tersebut tergolong dalam kategori “sangat baik” menurut Widoyoko (200: 238). Hasil penilaian aspek isi per itemnya, yaitu kecocokan media dengan materi pelajaran mendapat skor rata-rata 4, pentingnya media untuk membantu peserta didik memahami materi pelajaran mendapatkan skor rata-rata 4, media menumbuhkan minat dan perhatian peserta didik mendapatkan skor rata-rata 4, kecakupan materi dalam media mendapat skor rata-rata 3,33, dan media relevan dengan tujuan pembelajaran mendapatkan skor rata-rata 4. Berdasarkan penilaian tersebut, rata-rata

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 skor aspek isi adalah 3,86. Menurut Widoyoko (2009: 238) maka tergolong dalam kategori “sangat baik”. Hasil penilaian aspek bahasa per itemnya, yaitu bahasa sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik mendapatkan skor rata-rata 3,66, kata atau kalimat yang digunakan baku sesuai EYD mendapatkan skor rata-rata 3,33, penggunaan tanda baca sesuai EYD mendapatkan skor rata-rata 4, kata atau kalimat memperkuat gagasan yang terkandung dalam gambar mendapatkan skor rata-rata 3,66, dan huruf yang digunakan dalam media sesuai dengan karakteristik peserta didik mendapatkan skor rata-rata 3,33. Berdasarkan penilaian tersebut, rata-rata skor aspek bahasa adalah 3,6. Menurut Widoyoko (2009: 238) maka tergolong dalam kategori “sangat baik”. Hasil penilaian aspek tampilan per itemnya, yaitu gambar yang digunakan jelas mendapatkan skor rata-rata 4, pemilihan warna menarik perhatian peserta didik mendapatkan skor rata-rata 4, ukuran media cocok untuk kelompok kecil mendapatkan skor rata-rata 4, media dapat diproduksi sendiri oleh masyarakat mendapatkan skor rata-rata 3,33, dan media mudah digunakan oleh guru dan peserta didik mendapatkan skor rata-rata 4. Berdasarkan penilaian tersebut, rata-rata skor aspek isi adalah 3,86. Menurut Widoyoko (2009: 238) maka tergolong dalam kategori “sangat baik”. Selain data kuantitatif, ketiga pakar juga memberikan beberapa komentar dan saran. Menurut pakar pembelajaran tematik bahasa yang dipergunakan dapat dikembangkan lebih kompleks agar menantang siswa untuk bereksplorasi. Selain itu, langkah-langkah pembelajaran dalam RPP dapat dikembangkan dengan pendekatan saintifik (sesuai kurikulum 2013). Selanjutnya, menurut pakar media pembelajaran isi materi yang terkandung di media sudah baik dan bahasa yang digunakan dalam media pembelajaran sudah sesuai dengan tingkat kognitif anak namun pada beberapa kartu

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 masih terdapat kesalahan penulisan. Guru kelas IV memberikan komentar bahwa pada kartu hak dan kewajiban pada media papan flanel dan kartu jajargenjang pada media monopoli profesi masih terdapat kesalahan penulisan kata. Komentar dan saran tersebut digunakan oleh peneliti untuk melakukan perbaikan pada produk yang dikembangkan. Hasil penilaian ketiga pakar diatas menunjukkan bahwa aspek isi, aspek bahasa, dan aspek tampilan tergolong dalam kategori “sangat baik” menurut Widoyoko (2009: 238). Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa prototipe media konvensional tematik kelas IV berbasis multiple intelligence yang dikembangkan oleh peneliti memiliki kualitas yang sangat baik sehingga layak diujicobakan.

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP Bab V ini akan diuraikan mengenai (1) kesimpulan, (2) keterbatasan penelitian, dan (3) saran. A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut. 1. Pengembangan prototipe media konvensional tematik kelas IV berbasis multiple intelligence menggunakan lima tahapan sebagai berikut (1) analisis potensi dan masalah berasal dari pergantian kurikulum sehingga membutuhkan perangkat pembelajaran khususnya media pembelajaran yang dilanjutkan dengan pengkajian Kompetensi Inti dan Komptensi Dasar. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang digunakan mengacu pada kurikulum 2013. (2) pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan wawancara kepada enam SD. Kuesioner digunakan pada analisis kebutuhan sedangkan wawancara digunakan untuk mengonfirmasi data hasil analisis kebutuhan. Hasil pengumpulan data tersebut kemudian dianalisis. (3) desain produk dilakukan dengan pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis multiple intelligence. Selanjutnya dirancang format media pembelajaran sesuai materi yang dirancang dalam RPP. Selanjutnya adalah pengumpulan bahan untuk masing-masing media yang kemudian diolah sesuai dengan format. (4) validasi produk dilakukan dengan membuat kisi-kisi kuesioner validasi produk, pembuatan instrumen validasi kemudian melakukan validasi produk kepada pakar pembelajaran tematik, pakar media pembelajaran, dan guru. 89

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 (5) revisi desain produk dilakukan berdasarkan komentar dan saran yang diberikan oleh ketiga validator. 2. Kualitas prototipe media konvensional tematik berbasis multiple intelligence berdasarkan ahli pembelajaran, ahli media dan guru kelas IV mendapatkan skor rata-rata 3,77 yang meliputi tiga aspek, yaitu :aspek isi, aspek bahasa, dan aspek tampilan. Menurut skala likert yang dikembangkan oleh Widoyoko (2009: 238) maka tergolong dalam kategori “sangat baik” sehingga media layak untuk diujicobakan. B. Keterbatasan Penelitian Media konvensional tematik berbasis multiple intelligence yang dikembangkan memiliki beberapa keterbatasan, yaitu; 1. Masing-masing media yang dikembangkan hanya mengembangkan beberapa kecerdasan. 2. Media konvensional tematik yang dikembangkan berupa prototipe dan belum diujikan kepada siswa. 3. Pengembangan media konvensional terbatas pada kelas IV SD dengan tema Berbagai Pekerjaan sub tema Jenis-jenis Pekerjaan. C. Saran Bagi peneliti selanjutnya yang akan mengembangkan media konvensional tematik kelas IV SD berbasis multiple intelligence, berikut saran yang dapat diberikan 1. Pengembangan media konvensional pembelajaran tematik berbasis multiple intelligence hendaknya mengakomodasi sembilan jenis kecerdasan. 2. Pengembangkan media konvensional tematik berbasis multiple intelligence dilakukan uji coba terbatas kepada siswa sehingga dapat sesuai dengan kebutuhan siswa.

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Arifin, Zainal. 2011. Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Arsyad, Azhar. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grasindo Persada. Campbel, L., Campble, B., and Dickinson, D. 2006. “Teaching and Learning Trough Multiple Intelligences”. United States : Allyn & Bacon. Depdiknas. 2006. Model Pembelajaran Tematik Kelas Awal Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional. Fathurrohman, Maman, dkk. 2009. Pengembangan Media Pembelajaran Untuk Menghindari Mind In Chaos Terhadap Matematika. Jurnal Ilmu Pendidikan 6.2 : 106-111. Hernawan, Asep Herry, dkk. 2009. Pembelajaran Terpadu di SD. Jakarta: Universitas Terbuka. Majid, Abdul. (2014). Pembelajaran Tematik Terpadu. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Margono, S. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Munawaroh, Isniatun. 2010. Pengembangan Model Pembelajaran Tematik untuk Mengembangkan Keterampilan Berfikir Kritis Siswa SD Kelas Rendah. Jurnal Ilmu Pendidikan. Mustofa, Hadi. 2001. Pemanfaatan Media Cetak dalam Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan 8.4 : 328-333. Muzamiroh, Mida L. 2013. Kupas Tuntas Kurikulum 2013. Jakarta: Kata Pena. 91

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 Octaviavi, Grace, dkk. 2011. Perancangan Media Permainan Edukatif Pengenalan Jajanan Tradisional untuk Anak-anak Usia 9-12 Tahun di Surabaya. Jurnal Ilmu Pendidikan 1.1 Diakses dari http://kolomkita.detik.com/baca/artikel/29/333/main_monopo ly_yuuk Roesdiyanto. 2008. Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Jasmani Menggunakan Pendekatan Multiple Intelligence untuk Anak TK/SD. Jurnal Sekolah Dasar 17.1: 69-84. Sadiman, Arief. S. 2010. Media Pendidikan (Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya). Jakarta: PT Raja Grasindo Persada. Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: CV Alfabeta. Sujiono, Yuliani Nuraini dan Sujiono, Bambang. 2010. Bermain Kreatif Berbasis Kecerdasan Jamak. Jakarta: PT Indeks. Sumantri, Mulyani. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV Maulana. Suparno, Paulus. 2004. Teori Inteligensi Ganda dan Aplikasinya di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Trianto. 2007. Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Prestasi Pustaka. Trianto. 2009. Mengembangkan Model Pembelajaran Tematik. Jakarta: Prestasi Pustaka. Trianto. 2011. Desain Pengembangan Pembelajaran Tematik Bagi Anak Usia Dini TK/RA & Anak Kelas Awal SD/MI. Jakarta : Kecana Prenada Media Group. Umar, Arsyad, dkk. 2012. IPS Terpadu untuk SD/MI Kelas IV. Jakarta: Erlangga. Uno. 2009. Mengelola Kecerdasan dalam Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 Widoyoko, S.E. P. 2009. Evaluasi Program Pembelajaran. Bandung: Pustaka Pelajar.

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1. Desain Produk 94

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 Peraturan Permainan Monopoli Profesi A. Penjelasan Singkat Permainan monopoli profesi memerlukan kecerdasan dan ketangkasan siswa dalam berfikir. Monopoli profesi menggunakan prinsip permainan monopoli pada umumnya hanya saja membutuhkan pemahaman yang lebih dalam tentang berbagai jenis profesi. Permainan monopoli profesi ini digunakan sebagai media pembelajaran bagi siswa kelas IV sekaligus alat evaluasi mengenai materi pelajaran yang telah dipelajari oleh siswa. Pemenang dalam permainan monopoli profesi ini adalah pemain yang berhasil memiliki profesi paling banyak yang biasa disebut dengan profesionalis. Permainan dimulai di petak MULAI dan berjalan seterusnya sesuai dengan angka-angka yang tertunjuk di dadu. Pemain yang yang berkunjung pada sebuah profesi dan ingin mendaftarkan diri wajib menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pihak pemegang kartu profil profesi. Setiap pemain diharapkan mendaftarkan diri sebanyak-banyaknya pada jenis-jenis profesi yang tersedia dengan tujuan mendapat uang sewa kunjungan. Petak merah, hijau dan kuning merupakan petak tidak masuk kerja dengan alasan tertentu. Petak trapesium dan jajargenjang memberikan kesempatan pemain untuk mengambil kartu yang telah tersedia dan harus taat kepada petunjuk dan keterangan diatas kartu. Ada kalanya kartu berisi pertanyaan yang harus dijawab oleh pemain. B. Peraturan Permainan Monopoli Profesi 1. Alat-alat Permainan

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 a. Sebuah papan permaianan yang dilengkapi dengan petak-petak yang menerangkan tentang berbagai jenis profesi, ijin kerja, trapesium dan jajargenjang. b. Dadu 2 buah c. 1 set kartu jajargenjang d. 1 set kartu trapesium e. Kartu profil profesi f. 1 set bintang yang bernilai ½ g. 1 set bintang yang bernilai 1 2. Persiapan a. Papan permainan diletakkan pada bidang datar. b. Kartu jajargenjang dan trapesium diletakkan terbalik di atas papan yang telah tersedia dalam papan permainan. c. Pejabat bank dipilih salah satu diantara pemain d. Setiap pemain mendapat 5 buah bintang yang bernilai 1 dan 5 bintang yang bernilai ½ 3. Bermain. a. Pemain yang lebih dahulu melakukan permianan adalah pemain yang memiliki nilai terbanyak dari lemparan dadu pertama. b. Pemain dapat mendaftarkan diri dan bekerja sesuai profesi apabila membayar sesuai bintang yang tertera pada petak dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pihak bank.

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 c. Apabila seorang pemain tekah memiliki satu komplek profesi maka pemain lain yang berkunjung wajib memberikan uang sewa sebanyak bintang yang tertera dalam petak. d. Apabila pemain berhenti pada petak ijin kerja maka pemain wajib membayar uang denda sesuia dengan bintang yang tersedia pada petak e. Pemain yang berhenti pada petak jajargenjang dan trapesium maka pemain wajib mengambil kartu yang tersedia dan wajib pula untuk mentaati petunjuk yang terdapat dalam kartu. Jika pemain mendapat kartu pertanyaan maka ia wajib untuk menjawab pertanyaan. Pemain yang berhasil menjawab pertanyaan akan mendapatkan bintang sesuai pada kartu sedangkan apabila tidak dapat menjawab atau jawaban salah maka pemain membayar sesuai bintang yang tersedia. f. Apabila pemain masuk pada petak berhenti kerja maka ia wajib berpindah pada petak menganggur dan tidak diperbolehkan meneruskan permainan sampai 2 kali putaran. g. Pemain yang melewati petak MULAI maka berhak mendapatkan 2 bintang yang bernilai 1 h. Permainan berakhir jika: 1. Bank bankrut. 2. Waktu yang ditentukan berakhir. 3. 3 dari 4 pemain pernah berhenti bekerja.

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 C. Perhitungan akhir 1. Para pemain menjumlahkan semua kekayaannya seperti bintang dan kartu profil profesi. 2. Nilai kartu profil profesi sesuai sesuai bintang yang tertera dalam petak papan permainan.

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2. Kisi-kisi Kuesioner Analisis Kebutuhan KISI-KISI KUESIONER ANALISIS KEBUTUHAN No 1 Aspek Kurikulum 2013 Pernyataan Kepala sekolah sudah mengikuti pelatihan kurikulum 2013 Guru sudah mengikuti pelatihan kurikulum 2013 2 Multiple intelligence Pemahaman guru terhadap multiple intelligence 3 Perangkat Ketersediaan silabus tematik berdasarkan pembelajaran kurikulum 2013 berbasis multiple intelligence kurikulum 2013 Ketersediaan silabus tematik berdasarkan berbasis multiple kurikulum 2013 berbasis multiple intelligence intelligence Ketersediaan RPP tematik berdasarkan kurikulum 2013 berbasis multiple intelligence Ketersediaan bahan ajar tematik berdasarkan kurikulum 2013 berbasis multiple intelligence Ketersediaan media pembelajaran tematik berdasarkan kurikulum 2013 berbasis multiple intelligence Ketersediaan LKS tematik berdasarkan kurikulum 2013 berbasis multiple intelligence Ketersediaan media berbasis ICT tematik berdasarkan kurikulum 2013 berbasis multiple intelligence Ketersediaan perangkat penilaian tematik berdasarkan kurikulum 2013 berbasis multiple intelligence 105

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3. Data Hasil Analisis Kebutuhan 106

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4. Surat Ijin Penelitian 112

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5. Surat Bukti Telah Melakukan Penelitian 118

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6. Data Expert Judgment 120

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 Lampiran 7. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Satuan Pendidikan : SD Negeri Kledokan 1 Kelas/Semester : IV/1 Tema/Subtema : Berbagai Pekerjaan/Jenis-jenis Pekerjaan Mata pelajaran terkait : IPS, IPA, dan Bahasa Indonesia Pertemuan :1 Alokasi waktu : 6 x 35menit A. Kompetensi Inti : 1. Menerima, menghargai, dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, tetangga, dan guru. 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) serta menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain. 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak bermain dan berakhlak mulia. B. Kompetensi Dasar dan Indikator : 1. IPS Kompetensi Dasar 1.2 Menjalankan ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam masyarakat 1.3 Menerima karunia Tuhan YME yang telah menciptakan

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 manusia dan lingkungannya 2.3 Menunjukkan perilaku santun, toleransi, dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya 3.3 Memahami manusia dalam hubungannya dengan kondisi geografis di sekitarnya. 4.3 Menceritakan manusia dalam hubungannya dngan lingkungan geografis tempat tinggalnya. Indikator 2.3.1 Menunjukkan perilaku kerjasama, bertanggung jawab, menghargai pendapat orang lain dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman melalui diskusi 3.3.1 Menjelaskan jenis-jenis pekerjaan serta hubungannya dengan kondisi geografis. 3.3.2 Menjelaskan proses pembuatan batik ikat celup secara sederhana. 4.3.1 Menceritakan tentang hasil bacaan mengenai proses pembuatan batik ikat celup. 2. IPA Kompetensi Dasar 1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya, serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya. 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; dan peduli lingkungan) dalam aktivitas seharihari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan inkuiri ilmiah dan berdiskusi 3.7 Mendiskripsikan hubungan antara sumber daya alam dengan lingkungan, teknologi, dan masyarakat

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.7 134 Menyajikan laporan hasil pengamatan tentang teknologi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari serta kemudahan yang diperoleh oleh masyarakat dengan memanfaatkan teknologi tersebut Indikator 3.7.1 Menjelaskan hubungan teknologi pembuatan batik ikat celup dengan jenis pekerjaan yang sesuai. 4.7.1 Membuat laporan hasil pengamatan tentang jenis-jenis pekerjaan sesuai dengan perkembangan teknologi pembuatan batik ikat celup. 3. Bahasa Indonesia Kompetensi Dasar 1.2 Mengakui dan mensyukuri anugerah Tuhan YME atas keberadaan lingkungan dan sumber daya alam, alat teknologi modern dan tradisional, perkembangan teknologi, sosial, serta permasalahan social 2.4 Memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sumber daya alam melalui pemanfaatan bahasa Indonesia 3.4 Menggali informasi dari teks cerita pertualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku 4.4 Menyajikan teks cerita pertualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam secara mandiri dalam teks bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku Indikator 3.4.1 Mengidentifikasi informasi dari teks cerita. 4.4.1 Membuat cerita petualangan mengenai lingkungan dan sumber daya alam yang ada di sekitar.

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 C. Tujuan Pembelajaran 1. IPS 2.3.1 Setelah melakukan diskusi, siswa mampu menunjukkan masing-masing minimal 3 perilaku kerjasama, bertanggung jawab, menghargai pendapat orang lain dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman 3.3.1 Siswa mampu menjelaskan minimal 3 jenis pekerjaan serta hubungannya dengan kondisi geografis setelah melakukan kegiatan diskusi 3.3.2 Setelah melakukan diskusi, siswa mampu menjelaskan proses pembuatan batik ikat celup secara sederhana maksimal selama 5 menit 4.3.1 Setelah mengkaji isi bacaan tentang pembuatan batik ikat celup, siswa mampu menceritakan minimal 3 hasil bacaan mengenai proses pembuatan batik ikat celup 2. IPA 3.7.1 Setelah melakukan kegiatan diskusi, siswa mampu menjelaskan minimal 3 hubungan teknologi pembuatan batik ikat celup dengan jenis pekerjaan yang sesuai 4.7.1 Setelah melakukan kegiatan diskusi, siswa mampu membuat sebuah laporan hasil pengamatan tentang jenis-jenis pekerjaan sesuai dengan perkembangan teknologi pembuatan batik ikat celup 3. Bahasa Indonesia 3.4.1 Setelah membaca dan mengkaji isi teks cerita, siswa mampu mengidentifikasi minimal 3 informasi dari teks cerita 4.4.1 Setelah membaca contoh teks cerita, siswa mampu membuat sebuah cerita petualangan mengenai lingkungan

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 dan sumber daya alam yang ada di sekitar D. Materi Pembelajaran a. IPS : jenis-jenis pekerjaan hubungannya dengan keadaan geografisnya. b. IPA : sumber daya alam hubungannya dengan jenis pekerjaan. c. Bahasa Indonesia : mengolah informasi dari teks cerita E. Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pendekatan : Tematik Terpadu dan Multiple Intelligences Metode : tanya jawab, penugasan, diskusi, observasi, kerja kelompok, dan ceramah F. Media/Alat/Sumber Pembelajaran Media : media ICT dan media konvensional berupa patung profesi Alat : - Sumber : kondisi lingkungan, berbagai jenis pekerjaan di lingkungan masyarakat dan modul Kecerdasan yang Alokasi terkait Waktu pembelajaran G. Langkah-langkah Pembelajaran Jenis Kegiatan Penggalan 1 70 Pendahuluan menit 1. Salam 2. Doa a. Sebelum berdoa, guru Kecerdasan mengajak siswa bernyanyi eksistensial lagu “Mana Jari” dan berdoa Kecerdasan bersama. musikal

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Mana jari, mana jari. Di sini, di sini. Apa kabar kamu, baik baik saja. Bertemu, dilipat, berdoa. 3. Presensi a. Guru melakukan dengan untuk presensi mengajak siswa menyanyikan lagu “Apa kabar”. Selamat pagi dik…apa kabar? Baik. Selamat pagi dik…apa kabar? Baik. Selamat pagi dik..selamat pagi dik..selamat pagi semua apa kabar? Baik 4. Apersepsi a. Siswa bersama menyanyikan pekerjaan guru Kecerdasan nama-nama musikal (dengan nada balonku ada lima) 5. Orientasi a. Guru menjelaskan kegiatan dan tujuan pembelajaran. 6. Motivasi a. Siswa diajak untuk menyanyikan lagu tentang nama-nama pekerjaan. b. Guru mengaitkan lagu dengan materi yang akan dipelajari oleh siswa. 137

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Inti 1. Siswa dibagi menjadi lima kelompok 2. Siswa diminta untuk membuka Kecerdasan ruang modul pembelajaran mengenai Kecerdasan alat dan bahan serta pembuatan linguistik batik ikat celup. 3. Guru bertanya kepada siswa sambil mengarahkan untuk mempelajari siswa berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan pembuatan batik ikat celup tersebut. 4. Guru menunjukkan media ICT Kecerdasan ruang kepada siswa tentang berbagai Kecerdasan macam pekerjaan yang musikal berhubungan dengan produksi Kecerdasan batik untuk menambah wawasan linguistik siswa. 5. Guru membagikan LKS pada setiap kelompok. 6. Guru menjelaskan bagian LKS yang harus dikerjakan oleh siswa. 7. Siswa diajak lingkungan jalan-jalan sekolah di Kecerdasan untuk linguistik, mengamati jenis-jenis pekerjaan kecerdasan dan sumber daya alam yang ada kinestetik, disekitar sekolah. kecerdasan 8. Siswa diminta mencatat hasil interpersonal, pengamatan (aktivitas 1). dalam LKS kecerdasan naturalis. 138

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 9. Setelah kegiatan jalan-jalannya Kecerdasan usai, siswa diminta untuk linguistik, kembali ke kelas dan guru Kecerdasan mengecek hasil kerja siswa. kinestetik. Penutup 1. Siswa diajak oleh guru untuk Kecerdasan merangkum materi yang telah linguistik mereka pelajari bersama . Penggalan 2 70 Pendahuluan menit 1. Apersepsi a. Perwakilan siswa diminta Kecerdasan untuk menyebutkan langkah- linguistik langkah dalam pembuatan batik ikat celup berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan. 2. Orientasi a. Guru menyampaikan materi, kegiatan dan pembelajaran tujuan yang harus dicapai siswa. 3. Motivasi a. Siswa untuk Kecerdasan diajak menyanyikan kembali lagu musikal tentang nama-nama pekerjaan. Inti 1. Siswa diminta membuka modul Kecerdasan ruang pembelajaran mengenai Kecerdasan linguistik pembuatan batik. 2. Siswa membaca teks cerita Kecerdasan

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tentang pembuatan batik ikat linguistik, celup dan menemukan bahan- kecerdasan bahan yang digunakan untuk interpersonal, membuat batik ikat langkah-langkah celup, dalam pembuatan batik ikat celup, dan jenis-jenis pekerjaan yang terkait dengan pembuatan batik ikat celup. 3. Siswa menjawab pertanyaan Kecerdasan pada modul. linguistik, 4. Siswa diminta untuk beralih Kecerdasan membaca modul pada bagian interpersonal teknologi sederhana teknologi modern dan Kecerdasan tentang interpersonal pembuatan batik. 5. Siswa Kecerdasan mengamati teknologi berbagai lingustik sederhana dan Kecerdasan ruang teknologi modern yang terdapat Kecerdasan ruang dalam media membantu ICT siswa untuk Kecerdasan memahami musikal materi. Kecerdasan 6. Siswa mengerjakan LKS linguistik aktivitas 2 Kecerdasan 7. Siswa bersama dengan guru, matematis-logis membahas hasil kerja siswa. Penutup 1. Guru mengajak siswa untuk Kecerdasan merangkum materi yang mereka telah pelajaran linguistik pelajari bersama. Penggalan 3 70 140

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pendahuluan menit 1. Apersepsi a. Siswa diberi pertanyaan Kecerdasan mengenai jenis-jenis linguistik pekerjaan telah Kecerdasan yang ditemukan oleh siswa saat naturalis kegiatan observasi di lingkungan sekolah. b. Setelah siswa menjawab pertanyaan, guru bertanya kembali tentang kondisi geografis seperti apa yang cocok untuk jenis pekerjaan yang telah disebutkan oleh siswa. 2. Orientasi a. Guru menyampaikan materi pelajaran dan pembelajaran tujuan yang akan dicapai oleh siswa. 3. Motivasi a. Siswa menyanyikan “Naik-naik Ke lagu Kecerdasan Puncak musikal Gunung” b. Guru 141 mengaitkan lagu dengan materi yang akan dipelajari Inti 1. Guru menyuruh siswa untuk Kecerdasan ruangmelakukan aktivitas 3 pada LKS visual yaitu membuka modul pada

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI gambar peta geografis (dataran rendah, dataran tinggi, dan perairan). 2. Berdasarkan gambar tersebut, Kecerdasan setiap kelompok diminta untuk interpersonal, mengamati dan mendiskusikan Kecerdasan hasil pengamatan hubungan matematis-logis. sumber daya alam dengan jenis pekerjaan yang sesuai dan kondisi geografis. 3. Guru menunjukkan konvensional kepada media Kecerdasan siswa linguistik, berupa patung profesi. 4. Berdasarkan tersebut, patung-patung visual, siswa diminta Kecerdasan menyebutkan geografisnya Kecerdasan ruang- kondisi naturalis, sambil melihat Kecerdasan peta yang terdapat dalam modul. 5. Setiap kelompok matematis-logis. menuliskan hasil diskusinya. 6. Siswa mengerjakan LKS Kecerdasan aktivitas 4 linguistik 7. Siswa dan guru mengoreksi hasil Kecerdasan kerja siswa secara bersama- linguistik sama. Penutup 1. Siswa dibimbing untuk Kecerdasan menyimpulkan materi pelajaran intrapersonal yang telah dipelajari dari awal hingga akhir pelajaran. 2. Guru memberikan soal evaluasi 3. Siswa merefleksikan kegiatan Kecerdasan 142

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran yang telah mereka intrapersonal laksanakan 4. Guru mengingatkan siswa untuk mempelajari materi selanjutnya yang akan dipelajari besok pagi 5. Doa penutup dan salam Kecerdasan eksistensial H. Penilaian 1. Prosedur a. Proses b. Post-test 2. Jenis a. Tes b. Non Tes 3. Teknik a. Tes b. Kinerja c. Produk 4. Instrumen a. Soal + kunci jawaban b. Tugas + rubrik penilaian 5. Pedoman Skoring ………..,………………….2014 Mengetahui, Kepala Sekolah Guru NIP……………………… NIP……………………… 143

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : SD N Kledokan I Kelas/ Semester : IV Tema/sub Tema : Berbagai Pekerjaan/Jenis-jenis pekerjaan Mata Pelajaran terkait : IPA, Bahasa Indonesia, Matematika, PPKn Pembelajaran ke :2 Alokasi Waktu : 6x35 menit A. Kompetensi Inti 1. Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya. 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya. 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain. 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia. B. Kompetensi Dasar dan Indikator 1. IPS Kompetensi Dasar 1.2 Menjalankan ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam masyarakat 1.3 Menerima karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya 2.3 Menunjukkan perilaku santun, toleransi, dan peduli dalam

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya 3.1 Mengenal manusia, aspek keruangan, konektivitas antar ruang, perubahan dan keberlanjutan dalam waktu, sosial, ekonomi, dan pendidikan 4.1 Menceritakan tentang hasil becaan mengenai pengertian ruang, konektivitas antarruang, perubahan, dan keberlanjutan dalam waktu, sosial, ekonomi, dan pendidikan dalam lingkup masyarakat di sekitarnya. Indikator 3.1.1 Menyebutkan jenis pekerjaan dan hubungannya dengan barang yang dihasilkan 3.1.2 Mengelompokkan jenis-jenis pekerjaan berdasarkan benda yang dihasilkan 4.1.1 Menceritakan manfaat barang atau jasa yang dihasilkan oleh suatu jenis pekerjaan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat 2. Bahasa Indonesia Kompetensi Dasar 1.2 Mengakui dan mensyukuri anugerah Tuhan YME atas keberadaan lingkungan dan sumber daya alam, alat teknologi modern dan tradisional, perkembangan teknologi, sosial, serta permasalahan social 2.4 Memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sumber daya alam melalui pemanfaatan bahasa Indonesia 3.4 Menggali informasi dari teks cerita pertualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku 4.4 Menyajikan teks cerita pertualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam secara mandiri dalam teks bahasa Indonesia

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku Indikator 3.4.2 Membaca dalam hati sebuah cerita yang berjudul “Pak Kadir” 3.4.3 Menemukan unsur-unsur cerita dari teks cerita “Pak Kadir” 4.4.2 Menuliskan hasil kerja dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku. 3. Matematika Kompetensi Dasar 2.6 Menunjukkan perilaku peduli dengan cara memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain untuk membuat benda-benda berbentuk kubus dan balok bangun berdasarkan jaring-jaring bangun ruang yang ditemukan 3.9 Memahami luas segitiga, persegi panjang dan persegi 4.10 Mengembangkan dan membuat berbagai pola numerik dan geometris Indikator 3.9.1 Menjelaskan pengertian luas 3.9.2 Menentukan luas segitiga, persegi panjang, dan persegi 4.10.1 Menyusun pola geometris 4. PPKn Kompetensi Dasar 1.2 Menghargai kebersamaan dalam keberagaman sebagai anugrah Tuhan YME di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat sekitar 2.2 Menunjukkan perilaku sesuai dengan hak dan kewajiban sebagai warga dalam kehidupan sehari-hari di rumah sekolah dan masyarakat sekitar 3.2 Memahami hak dan kewajiban sebagai warga dalam

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147 kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan masyarakat. 4.2 Melaksanakan kewajiban sebagai warga di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat Indikator 3.2.1 Menjelaskan pengertian kewajiban 3.2.2 Menyebutkan contoh kewajiban sebagai pekerja di masyarakat 3.2.3 Menganalisis manfaat menjalankan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat 4.2.1 Melaksanakan kewajiban di sekolah sebagai pelajar C. Tujuan Pembelajaran 1. IPS 3.1.1 Siswa mampu menyebutkan minimal 3 jenis pekerjaan dan hubungannya dengan barang yang dihasilkan setelah mengamati gambar dan diskusi. 3.1.2 Setelah melakukan kegiatan diskusi, siswa mampu mengelompokkan minimal 3 jenis-jenis pekerjaan berdasarkan beda yang dihasilkan 4.1.1 Setelah menganalisa gambar dan diskusi, siswa mampu menceritakan manfaat barang atau jasa yang dihasilkan oleh suatu jenis pekerjaan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat 2. Bahasa Indonesia 3.4.2 Siswa mampu membaca dalam hati sebuah cerita yang berjudul “Pak Kadir” secara utuh. 3.4.3 Setelah membaca teks cerita “Pak Kadir”, siswa mampu menemukan minimal 3 unsur cerita 4.4.2 Setelah berdiskusi dalam kelompok, siswa mampu menuliskan sebuah karya dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku.

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148 3. Matematika 3.9.1 Setelah diskusi, siswa mampu menjelaskan pengertian luas 3.9.2 Setelah bekerja dalam kelompok, siswa mampu menentukan luas masing-masing sebuah segitiga, persegi panjang, dan persegi 4.10.1 Setelah bekerja dalam kelompok, siswa mampu menyusun sebuah pola geometri 4. PPKn 3.2.1 Setelah membaca teks cerita, siswa mampu menjelaskan pengertian kewajiban 3.2.2 Setelah membaca cteks cerita “Pak Kadir”, siswa mampu menyebutkan minimal 3 contoh kewajiban sebagai pekerja di masyarakat 3.2.3 Siswa mampu kewajiban dalam menganalisis kehidupan manfaat menjalankan bermasyarakat setelah membaca teks cerita dan berdiskusi dengan kelompok 4.2.1 Setelah membaca teks cerita dan menganalisa, siswa mampu melaksanakan minimal 3 kewajiban di sekolah sebagai pelajar D. Materi Pembelajaran 1. IPS : hubungan antara jenis pekerjaan dan benda yang dihasilkan 2. Bahasa Indonesia : menentukan unsur-unsur cerita 3. Matematika : luas bangun datar dengan satuan tidak baku 4. PKn : manfaat bekerja dan sikap-sikap yang harus dimiliki pekerja

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149 E. Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pendekatan Pembelajaran : Tematik Terpadu dan Multiple Intelligences Metode Pembelajaran : tanya jawab, diskusi, penugasan, dan ceramah F. Media/Alat/Sumber Pembelajaran Media : media ICT dan media konvensional berupa papan flanel tentang hak dan kewajiban Alat : kertas lipat, kursi, alat-alat ukur tidak baku (tali, jengkal, langkah kaki, depa) Sumber : lingkungan sekitar dan modul pembelajaran G. Langkah-langkah Pembelajaran Jenis Kegiatan Kecerdasan Alokasi yang terkait Waktu Penggalan 1 70 Pendahuluan menit 1. Salam, doa pembuka, dan presensi Kecerdasan 2. Apersepsi eksistensial. a. Guru bertanya mengenai mereka kepada materi yang pelajari pada siswa Kecerdasan telah linguistik. hari sebelumnya. 3. Orientasi a. Guru menjelaskan kepada siswa mengenai materi yang dipelajari dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai siswa. 4. Motivasi a. Guru mengajak siswa untuk Kecerdasan bernyayi bersama dengan lagu musikal, yang berjudul “Paman Datang” Kecerdasan

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ruang, b. Guru mengaitkan lagu dengan Kecerdasan interpersonal, materi pembelajaran. Kecerdasan linguistik. Inti 1. Siswa masuk ke dalam kelompoknya. 2. Siswa mendapat LKS untuk Kecerdasan melakukan kegiatan selama sehari ruang-visual, 3. Siswa diminta melakukan aktivitas 1 Kecerdasan pada LKS untuk mengamati dan linguistik, mendiskusikan gambar jenis-jenis Kecerdasan pekerjaan hubungannya dengan benda interpersonal yang dihasilkan, baik barang maupun jasa yang terdapat dalam media ICT (misal: jika gambar yang diamati adalah petani, maka benda yang dihasilkan adalah barang berupa beras atau jika yang diamati adalah dokter, maka benda yang dihasilkan adalah jasa berupa jasa mengobati orang sakit, dll). 4. Siswa mengerjakan latihan pada modul pembelajaran. Jenis Benda Keterangan pekerjaan yang dihasilkan Petani Barang Beras Dokter Jasa Mengobati orang sakit 5. Siswa melakukan aktivitas 2 dan 3 pada LKS 150

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151 Penutup 1. Melalui kegiatan tanya jawab, guru bersama dengan siswa merangkum pelajaran yang telah mereka pelajari bersama tentang jenis-jenis pekerjaan dan hubungannya dengan benda yang dihasilkan Penggalan 2 70 Pendahuluan menit 1. Apersepsi a. Siswa diberi pertanyaan tentang Kecerdasan jenis-jenis pekerjaan dan linguistik hubungannya dengan benda yang dihasilkan. 2. Orientasi a. Guru menyampaikan materi, kegiatan pembelajaran yang akan selanjutnya mereka lakukan. 3. Motivasi a. Guru mengajak siswa untuk tepuk Kecerdasan kinestetik “Tenang” Tepuk tenang Kecerdasan Xxx bila aku xxx belajar xxx maka linguistik aku xxx harus tenang 1234 tenang Guru menjelaskan manfaat tepuk “Tenang” supaya anak-anak tenang saat pelajaran. Inti 1. Setelah dapat membedakan jenis Kecerdasan pekerjaan dan hubungannya dengan linguistik benda yang dihasilkan, selanjutnya secara individu siswa diminta untuk

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI membaca sebuah cerita yang berjudul “Pak Mono”. 2. Guru memberikan penjelasan mengenai alat ukur baku dan alat ukur tidak baku dan cara mengukur benda dengan alat ukur tidak baku. 3. Siswa mengerjakan LKS aktivitas 4 4. Berdasarkan penjelasan dari guru, Kecerdasan siswa diminta melakukan aktivitas 5 kinestetik yaitu mengukur luas Kecerdasan pada LKS permukaan meja menggunakan alat logis-matematis ukur tidak baku yang telah ditentukan oleh guru. 5. Siswa melakukan aktivitas Kecerdasan pengukuran sesuai dengan petunjuk linguistik yang ada di modul. 6. Siswa melakukan aktivitas 6 pada LKS dan menuliskan hasil aktivitasnya pada tabel yang tersedia dalam LKS dan modul pembelajaran. 7. Siswa diminta untuk membaca cerita “Pak Mono” 8. Setelah membaca siswa di minta Kecerdasan untuk melengkapai tabel pada LKS kinestetik aktivitas 7 dan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam modul untuk mengidentifikasi unsur instrinsik cerita pada modul. Penutup 1. Guru memberikan penguatan terhadap Kecerdasan pengetahuan yang diperoleh siswa linguistik mengenai luas permukaan. 152

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153 Penggalan 3 70 Pendahuluan menit 1. Apersepsi a. Siswa diberi pertanyaan mengenai Kecerdasan jenis pekerjaan apasaja yang linguistik terdapat pada Toserba. 2. Orientasi a. Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan oleh siswa pada kegiatan pembelajaran selanjutnya. 3. Motivasi a. Siswa diajak untuk tepuk Kecerdasan kinestetik “Tenang’. Inti 1. Siswa membaca cerita mengenai “Pak Kecerdasan linguistik Kadir”. 2. Guru menjelaskan mengenai hak dan Kecerdasan kewajiban dengan menggunakan linguistik media konvensional papan flanel hak Kecerdasan dan kewajiban. ruang 3. Siswa melakukan aktivitas 8 yang Kecerdasan terdapat pada LKS kinestetik 4. Siswa mengerjakan tugas yang ada Kecerdasan pada modul dan LKS aktivitas 9 linguistik mengenai hak dan kewajiban. 5. Siswa menjawab pertanyaan Kecerdasan mengenai cerita Pak Mono dan Pak intrapersonal Kadir yang terdapat pada modul Kecerdasan pembelajaran. linguistik

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Penutup 1. Siswa dibimbing untuk Kecerdasan menyimpulkan materi yang telah linguistik mereka pelajari selama pertemuan kedua. 2. Guru memberikan soal evaluasi. 3. Siswa merefleksikan pembelajaran yang kegiatan Kecerdasan telah mereka intrapersonal laksanakan. 4. Guru mengingatkan siswa untuk mempelajari materi selanjutnya yang akan dipelajari besok pagi 5. Doa penutup dan salam. Kecerdasan eksistensial H. Penilaian 1. Prosedur a. Proses b. Post-test 2. Jenis a. Tes b. Nontes 3. Teknik a. Tes b. Kinerja c. Produk 4. Instrumen a. Soal + kunci jawaban b. Tugas + rubrik penilaian 5. Pedoman skoring 154

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ………..,………………….2014 Mengetahui, Kepala Sekolah Guru NIP……………………… NIP……………………… 155

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : SD N Kledokan I Kelas/Semester : IV/1 Tema/Subtema : Berbagai Pekerjaan/Jenis-jenis Pekerjaan Pembelajaran ke :3 Alokasi Waktu : 6x35 menit A. Kompetensi Inti 1. Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya. 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya. 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain. 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia. B. Kompetensi Dasar dan Indikator 1. PJOK Kompetensi Dasar 1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan kemampuannya sebagai anugerah Tuhan yang tidak ternilai 1.2 Tumbuhnya kesadaran bahwa tubuh harus dipelihara dan dibina, sebagai wujud syukur kepada sang Pencipta 2.1 Menunjukkan disiplin, kersama, toleransi, belajar menerima

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157 kekalahan dan kemenangan, sportif dan tanggungjawab, serta menghargai perbedaan 2.2 Menunjukkan perilaku santun kepada teman, guru dan lingkungan sekolah selama pembelajaran penjas 3.2 Memahami pengaruh aktivitas fisik dan istirahat terhadap pertumbuhan dan perkembangan tubuh 4.2 Mempraktikkan variasi dan kombinasi pola gerak dasar lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif dalam permainan bola kecil yang dilandasi konsep gerak dalam berbagai permainan dan atau olahraga tradisional bola kecil Indikator 3.2.1 Menjelaskan pengaruh aktivitas fisik dan istirahat terhadap pertumbuhan dan perkembangan tubuh 4.2.1 Mempraktikkan servis pada permainan bulu tangkis yang dilandasi oleh pola gerak dasar lokomotor dan nonlokomotor 2. Bahasa Indonesia Kompetensi Dasar 1.2 Mengakui dan mensyukuri anugerah Tuhan Yang Maha Esa atas keberadaan lingkungan dan sumber daya alam, alat teknologi modern dan tradisional, perkembangan teknologi, sosial serta permasalahan sosial. 2.4 Memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sumber daya alam melalui pemanfaatan bahasa Indonesia 3.3 Menggali informasi dari teks dialog tentang jenis-jenis usaha dan pekerjaan serta kegiatan ekonomi dan koperasi dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku 4.4 Menyajikan teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam secara mandiri dalam teks bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158 kosakata baku Indikator 3.3.1 Mengidentifikasi isi teks dialog tentang jenis-jenis pekerjaan 3.3.2 Membedakan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung 4.4.3 Menceritakan kembali secara lisan isi teks dialog tentang jenis-jenis pekerjaan dengan menggunakan kalimat tidak langsung 4.4.4 Membuat teks dialog 3. PPKn Kompetensi Dasar 1.2 Menghargai kebersamaan dalam keberagaman sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat sekitar 2.3 Menunjukkan perilaku sesuai dengan hak dan kewajiban sesuai dengan hak dan kewajiban sebagai warga dalam kehidupan sehari-hari di rumah sekolah dan masyarakat sekitar 3.2 Memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan masyarakat 4.2 Melaksanakan kewajiban sebagai warga negara di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat Indikator 3.2.4 Menjelaskan kewajiban sebagai seorang pekerja dalam kehidupan sehari-hari 4.2.2 Mendemonstrasikan contoh kewajiban sebagai seorang pekerja dalam kehidupan sehari-hari 4. Matematika Kompetensi Dasar 2.6 Menunjukkan perilaku peduli dengan cara memanfaatkan

(179) 159 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI barang-barang bekas yang ada di sekitar rumah sekolah atau tempat bermain untuk membuat benda-benda yang berbentuk kubus dan balok bangun berdasarkan jaringjaring bangun ruang yang ditemukan. 3.9 Memahami luas segitiga, persegi panjang, dan persegi 3.10 Menentukan hubungan antara satuan dan atribut pengukuran termasuk luas dan keliling persegi panjang 4.10 Mengembangkan dan membuat berbagai pola numerik dan geometris Indikator 3.9.3 Menghitung luas segitiga, persegi panjang, dan persegi 3.10.1 Mengidentifikasi hubungan antara satuan dan atribut pengukuran termasuk luas dan keliling persegi panjang 4.10.2 Menggambar berbagai pola numerik dan geometris C. Tujuan Pembelajaran 1. PJOK 3.2.1 Setelah mempraktikkan gerak servis pada permainan bulutangkis, siswa mampu menjelaskan minimal 3 pengaruh aktivitas fisik dan istirahat terhadap pertumbuhan dan perkembangan tubuh 4.2.1 Dengan mengamati contoh, siswa mampu mempraktikkan salah satu jenis servis pada permainan bulu tangkis yang dilandasi oleh pola gerak dasar lokomotor dan nonlokomotor 2. Bahasa Indonesia 3.3.1 Setelah membaca teks dialog, siswa mampu mengidentifikasi minimal 3 isi teks dialog tentang jenisjenis pekerjaan 3.3.2 Setelah membaca teks dialog, siswa mampu membedakan

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160 kalimat langsung dan kalimat tidak langsung 4.4.3 Setelah membaca teks dialog, siswa mampu menceritakan kembali secara lisan isi teks dialog tentang jenis-jenis pekerjaan dengan menggunakan kalimat tidak langsung 4.4.4 Setelah mengamati contoh teks dialog, siswa mampu membuat teks dialog 3. PPKn 3.2.4 Dengan mengamati gambar, siswa mampu menjelaskan minimal 3 kewajiban sebagai seorang pekerja dalam kehidupan sehari-hari. 4.2.2 Setelah berdiskusi dengan kelompok, siswa mampu mendemonstrasikan salah satu contoh kewajiban sebagai seorang pekerja dalam kehidupan sehari-hari 4. Matematika 3.9.3 Setelah mengamati gambar, siswa mampu menghitung luas dan keliling minimal 3 bangun datar. 3.10.1 Setelah berdiskusi dalam kelompok, siswa mampu mengidentifikasi hubungan antara satuan dan atribut pengukuran termasuk luas dan keliling persegi panjang 4.10.2 Setelah berdiskusi, siswa mampu menggambar berbagai pola numerik dan geometris D. Materi Pembelajaran 1. PJOK : permainan bulu tangkis 2. Bahasa Indonesia : kalimat langsung dan kalimat tidak langsung 3. PPKn : kewajiban sebagai pekerja di masyarakat 4. Matematika : luas dan keliling bangun datar dengan satuan tidak baku E. Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pendekatan : Tematik Terpadu dan Multiple Intelligences

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Metode : 161 tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, penugasan, ceramah F. Media/Alat/Sumber Pembelajaran Media : media konvensional berupa aneka bangun datar dan papan flanel tentang hak dan kewajiban, serta media ICT Alat : raket dan kok, dan alat pengukur tidak baku Sumber : lingkungan sekitar dan modul pembelajaran G. Langkah-langkah Pembelajaran Jenis Kegiatan Kecerdasan yang Alokasi Terkait Waktu Penggalan 1 70 Pendahuluan menit 1. Salam, doa pembuka, dan presensi Kecerdasan eksistensial 2. Apersepsi a. Siswa diberi pertanyaan mengenai materi pelajaran yang telah mereka pelajari pada pertemuan pertama dan kedua. 3. Orientasi a. Guru menjelaskan kepada siswa mengenai materi pelajaran, tujuan belajar dan kegiatan yang dilakukan oleh siswa pada pertemuan ketiga. 4. Motivasi a. Guru mengajak siswa untuk Kecerdasan menyanyikan lagu berjudul “Naik Delman” yang musikal Kecerdasan

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI linguistik b. Guru mengaitkan lagu dengan materi pelajaran. Inti 1. Siswa duduk secara berkelompok sesuai kelompok sesuai kelompoknya. 2. Siswa membaca teknik-teknik Kecerdasan bulutangkis dan memperagakannya linguistik, di dalam kelas. 3. Guru menunjukkan media ICT Kecerdasan untuk membantu siswa kinestetik memperagakan teknik-teknik bulu Kecerdasan tangkis sesuai bacaan yang terdapat interpersonal pada modul. Kecerdasan 4. Guru membagikan LKS ruang-visual 5. Siswa membaca bacaan berikutnya Kecerdasan yang terdapat dalam modul linguistik mengenai wawancara Senandung Nacita dengan Taufik Hidayat. 6. Siswa mendemonstrasikan Kecerdasan percakapan tersebut dengan teman linguistik, sebangkunya. Kecerdasan kinestetik 7. Siswa melakukan aktivitas 1 pada LKS 8. Setelah itu, siswa mengerjakan tugas yang terdapat pada modul mengenai wawancara Santi. perbedaan dengan teks teks cerita 162

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163 Penutup 1. Guru bertanya jawab dengan siswa mengenai teknik-teknik bermain bulutangkis. 2. Guru memberi penguatan mengenai kalimat langsung dan tidak langsung. Penggalan 2 70 Pendahuluan menit 1. Apersepsi a. Siswa diberi mengenai pertanyaan teknik-teknik bermain bulutangkis. 2. Orientasi a. Guru menyampaikan materi pelajaran, tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilaksanakan siswa. 3. Motivasi a. Siswa melakukan senam Kecerdasan untuk kinestetik “COCONUT” membangkitkan semangat Kecerdasan belajarnya musikal Inti 1. Semua siswa diajak keluar kelas untuk melakukan pemanasan. 2. Siswa diajak bermain bulutangkis Kecerdasan dengan mempraktikkan teknik- kinestetik teknik yang telah dipelajari. 3. Semua siswa kesempatan bulutangkis. untuk mendapatkan Kecerdasan bermain kinestetik

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164 4. Siswa kembali kedalam kelas dan Kecerdasan mengerjakan aktivitas 3 pada LKS kinestetik Penutup 1. Siswa merefleksikan permainan Kecerdasan bulutangkis yang telah dilakukan. interpersonal Penggalan 3 70 Pendahuluan menit 1. Apersepsi a. Guru mengulas permainan kembali bulutangkis yang dilakukan siswa 2. Orientasi a. Guru menyampaikan materi pelajaran, tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilaksanakan siswa. 3. Motivasi a. Guru mengajak bernyanyi siswa Kecerdasan berjudul musikal lagu untuk “Bulutangkis” membangkitkan semangat belajarnya. Inti 1. Siswa modul Kecerdasan membuka pembelajaran dan mengerjakan linguistik, tugas beraksi (setelah berolahraga) 2. Siswa mencari teman untuk Kecerdasan melakukan kegiaan wawancara. interpersonal, 3. Dari wawancara tersebut siswa Kecerdasan menceritakan kembali hasil linguistik. wawancaranya dengan bahasanya sendiri.

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Guru bertanya mengenai kepada bentuk siswa Kecerdasan lapangan linguistik bulutangkis. 5. Guru menunjukkan media Kecerdasan konvensional berupa aneka bangun matematis-logis datar yang berkaitan dengan Kecerdasan olahraga bulutangkis yaitu persegi ruang-visual Kecerdasan dan persegi panjang. kinestetik 6. Dengan penjelasan tersebut, siswa Kecerdasan melakukan tantangan yang ada matematis-logis dimodul. 7. Siswa melakukan aktivitas 4 pada Kecerdasan LKS linguistik Penutup 6. Siswa dibimbing menyimpulkan materi untuk Kecerdasan pelajaran linguistik yang telah dipelajari dari awal hingga akhir pelajaran. 7. Guru memberikan soal evaluasi 8. Siswa merefleksikan kegiatan Kecerdasan pembelajaran yang telah mereka interpersonal laksanakan 9. Guru mengingatkan siswa untuk mempelajari materi selanjutnya yang akan dipelajari besok pagi 10. Doa penutup dan salam Kecerdasan eksistensial 165

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI H. Penilaian 1. Prosedur a. Proses b. Post-test 2. Jenis a. Tes b. Nontes 3. Teknik a. Tes b. Kinerja c. Produk 4. Instrumen a. Soal + kunci jawaban b. Tugas + rubrik penilaian 5. Pedoman skoring ………..,………………….2014 Mengetahui, Kepala Sekolah Guru NIP……………………… NIP……………………… 166

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Satuan Pendidikan : SD Negeri Kledokan 1 Kelas/Semester : IV/1 Tema/Subtema : Berbagai Pekerjaan/Jenis-jenis Pekerjaan Mata pelajaran terkait : IPS, Bahasa Indonesia, IPA, dan SBdP Pertemuan :4 Alokasi waktu : 6 x 35menit A. Kompetensi Inti : 1. Menerima, menghargai, dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, tetangga, dan guru. 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] serta menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain. 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak bermain dan berakhlak mulia. B. Kompetensi Dasar dan Indikator 1. IPS Kompetensi Dasar 1.2 Menjalankan ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam masyarakat. 1.3 Menerima karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.3 168 Menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sabaya 3.1 Mengenal manusia, aspek keruangan, konektivitas antar ruang, perubahan dan keberlanjutan dalam waktu, sosial, ekonomi, dan pendidikan 4.1 Menceritakan tentang hasil bacaan mengenai pengertian ruang, konektivitas antar ruang, perubahan, dan keberlanjutan dalam waktu, sosial, ekonomi, dan pendidikan dalam lingkup masyarakat dan sekitarnya Indikator 3.1.1 Menjelaskan berbagai sumber daya alam dan hubungannya dengan jenis-jenis pekerjaan 4.1.2 Membedakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan tak dapat diperbaharui 2. Bahasa Indonesia Kompetensi Dasar 1.2 Mengakui dan mensyukuri anugerah Tuhan yang Maha Esa atas keberadaan limgkungan dan sumber daya alam, alat teknologi modern dan tradisional, perkembangan teknologi, sosial, serta permasalahan sosial 2.4 Memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sumber daya alam melalui pemanfaatan bahasa Indonesia 3.4 Menggali informasi dari teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku 4.4 Menyajikan teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya lam secara mandiri dalam teks bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku Indikator

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.4.4 169 Menemukan informasi dari teks cerita tentang sumber daya alam 4.4.5 Mengarang cerita tentang lingkungan sekitar dan sumber daya alam. 3. IPA Kompetensi Dasar 1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya, serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; obyektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati;bertanggung jawab; terbuka; dan peduli; lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan inkuiri ilmiah dan berdiskusi 3.7 Mendeskripsikan hubungan antara sumber daya alam dengan lingkungan, teknologi, dan masyarakat 4.7 Menyajikan laporan hasil pengamatan tentang teknologi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari serta kemudahan yang diperoleh oleh masyarakat dengan memanfaatkan teknologi tersebut. Indikator 3.7.2 Menjalaskan hubungan antara SDA dengan kondisi lingkungan tempat hidup masyarakat 4.7.2 Membuat tabel berbagai jenis teknologi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari serta kemudahan yang diperoleh masyarakat dengan pemanfaatan teknologi. 4. SBdP Kompetensi Dasar 1.1 Mengagumi ciri khas keindahan karya seni dan karya kreatif

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170 masing-masing daerah sebagai anugerah Tuhan 2.2 Menunjukkan rasa ingin tahu dalam mengamati alam di lingkungan sekitar untuk mendapatkan ide dalam berkarya seni 3.2 Mengenal gambar alam benda, dan kolase 4.1 Menggambar alam berdasarkan pengamatan keindahan alam Indikator 3.2.1 Mengenal gambar sumber daya alam dan kolase 4.1.1 Menggambarkan salah satu sumber daya alam sesuai dengan instruksi yang diberikan C. Tujuan Pembelajaran 1. IPS 3.1.1 Setelah membaca teks tentang sumber daya alam, siswa mampu menjelaskan minimal 3 sumber daya alam dan hubungannya dengan jenis-jenis pekerjaan 4.1.2 Setelah berdiskusi, siswa mampu membedakan minimal 3 sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan tak dapat diperbaharui 2. Bahasa Indonesia 3.4.1 Setelah membaca teks tentang sumber daya alam, siswa mampu menemukan minimal 3 informasi dari teks cerita tentang sumber daya alam (bambu, kayu, dan logam) 3.4.4 Setelah membaca contoh teks cerita tentang sumber daya alam, siswa mampu mengarang minimal 2 paragraf cerita tentang lingkungan sekitar dan sumber daya alam 3. IPA 3.7.2 Setelah membaca teks cerita tentang sumber daya alam, siswa mampu menjelaskan minimal 3 hubungan antara SDA dengan kondisi lingkungan tempat hidup masyarakat

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.7.2 171 Setelah berdiskusi dengan teman, siswa mampu membuat sebuah tabel dengan menyebutkan minimal 3 jenis teknologi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari serta kemudahan yang diperoleh masyarakat dengan pemanfaatan teknologi. 4. SBdP 3.2.1 Setelah berdiskusi, siswa mampu mengenal minimal 3 gambar sumber daya alam dan kolase 4.1.1 Setelah mengamati gambar dan diskusi, siswa mampu menggambarkan salah satu sumber daya alam sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh guru D. Materi Pembelajaran 1. IPS : hubungan berbagai SDA dengan jenis pekerjaannya 2. Bahasa Indonesia : informasi dalam teks cerita 3. IPA : SDA dengan jenis pekerjaan dilungkungan 4. SBdP : kolase E. Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pendekatan : Tematik Terpadu dan Multiple Intelligences Metode : diskusi, tanya jawab, kerja kelompok, penugasan, ceramah F. Media/Alat/sumber Pembelajaran Media : media konvensional berupa flashcard dan media ICT Alat : pensil warna Sumber : lingkungan sekitar dan modul pembelajaran G. Langkah-langkah Pembelajaran Jenis Kegiatan Kecerdasan yang terkait Alokasi waktu

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172 Penggalan 1 70 Pendahuluan menit 1. Salam pembuka, doa, dan presensi Kecerdasan eksistensial 2. Apersepsi a. Guru meminta siswa untuk Kecerdasan ruang mengamati benda yang berada di dalam kelas dan bertanya sumber daya alam apa yang digunakan dalam pembuatan benda tersebut. 3. Orientasi a. Guru menyampaikan materi, tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh siswa 4. Motivasi a. Guru dan siswa bernyanyi Kecerdasan musikal bersama Inti 1. Siswa masuk dalam kelompoknya Kecerdasan interpersonal masing-masing. 2. Guru memberikan LKS. 3. Siswa mengerjakan aktivitas 1 pada Kecerdasan interpersonal LKS untuk menuliskan nama benda, Kecerdasan ruang-visual bahan dasar yang digunakan, dan Kecerdasan linguistik jenis pekerjaan yang terkait sesuai modul pembelajaran. 4. Guru menunjukkan konvensional berupa media Kecedasan linguistik, flashcard. Kecerdasan ruang-visual, Media tersebut membantu siswa Kecerdasan kinestetik, untuk memahami jenis pekerjaan, Kecerdasan intrapersonal, alat yang digunakan untuk bekerja, Kecerdasan interpersonal, benda yang dihasilkan, dan tempat Kecerdasan naturalis,

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mereka bekerja. kecerdasan 173 matematis- logis. 5. Siswa melakukan aktivitas 2 pada Kecerdasan lingustik LKS untuk mengerjakan berikutnya pada wawancara kepada modul, tugas Kecerdasan interpersonal yaitu teman satu kelompok mengenai pekerjaan orang tua, tugas, hasil pekerjaan dan bahan dasar yang digunakan untuk menghasilkan suatu benda tersebut. 6. Guru bersama siswa membahas hasil kerja siswa. Penutup 1. Siswa dibimbing untuk merangkum Kecerdasan linguistik materi yang telah mereka pelajari Penggalan 2 70 Pendahuluan menit 1. Apersepsi a. Guru bertanya kepada siswa Kecerdasan linguistik tentang sumber daya alam yang Kecerdasan naturalis ada lingkungan sekitar Kecerdasan ruang 2. Orientasi a. Guru menyampaikan materi, tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh siswa. 3. Motivasi a. Siswa bersama menyanyikan dengan lagu guru Kecerdasan musikal “Lihat Kebunku” Inti 1. Guru menyuruh siswa melakukan Kecerdasan linguistik

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI aktivitas 3 pada LKS untuk membaca bacaan mengenai Sumber Daya Alam. 2. Siswa menjawab pertanyaan yang ada pada modul. 3. Siswa mengerjakan aktivitas 4 pada Kecerdasan ruang LKS untuk melengkapi kalimat. 4. Guru menunjukkan media Kecerdasan naturalis ICT Kecerdasan ruang tentang sumber daya alam dan Kecerdasan naturalis manfaatnya. Kecerdasan ruang 5. Guru bersama dengan siswa bertanya Kecerdasan linguistik jawab mengenai media ICT tersebut. Kecerdasan naturalis Kecerdasan musikal 6. Guru mengajak siswa untuk keluar kelas dengan membawa kertas gambar dan pensil warna. 7. Siswa mengamati sumber daya alam Kecerdasan ruang dan manfaatnya sebagai bahan untuk Kecerdasan kinestetik mengerjakan tugas yang ada dimodul Kecerdasan linguistik dan mengisi tabel aktivitas 5 pada Kecerdasan naturalis LKS. 8. Siswa diminta untuk menggambar Kecerdasan ruang sumber daya alam dan teknologi di Kecerdasan linguistik lingkungan sekolah pada modul dan membuat cerita minimal 2 paragraf pada aktivitas 6 di LKS. Cerita yang dibuat di dasarkan pada gambar yang digambarkan pada modul. 9. Guru menunjuk beberapa siswa Kecerdasan linguistik untuk maju menampilkan gambarnya Kecerdasan kinestetik dan membacakan mengenai sumber pendapatnya daya alam 174

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175 tersebut. 10. Siswa diminta mengerjakan aktivitas 8 pada LKS. Penutup 1. Guru mengajak siswa merangkum Kecerdasan linguistik materi pembelajaran yang telah mereka pelajari Penggalan 3 70 Pendahuluan menit 1. Apersepsi a. Guru bertanya kepada siswa Kecerdasan linguistik mengenai gambar yang telah dibuat. b. Guru bertanya kepada siswa tentang kolase. 2. Orientasi a. Guru menjelaskan materi, tujuan dan kegiatan yang akan dilakukan oleh siswa. 3. Motivasi a. Guru mengajak menyanyikan lagu siswa Kecerdasan musikal “disini senang” Inti 1. Guru memberikan penjelasan Kecerdasan linguistik mengenai kolase. 2. Siswa mengerjakan aktivitas 9 pada Kecerdasan ruang LKS 3. Siswa diminta untuk membuat Kecerdasan kinestetik gambar pemandangan alam atau Kecerdasan ruang sumber daya alam yang nantinya akan dibuat kolase dengan biji-bijian

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176 yang telah disediakan oleh guru. Penutup 1. Siswa dibimbing untuk Kecerdasan linguistik menyimpulkan materi pelajaran yang telah dipelajari dari awal hingga akhir pelajaran. 2. Guru memberikan soal evaluasi 3. Siswa merefleksikan kegiatan Kecerdasan intrapersonal pembelajaran yang telah mereka laksanakan 4. Guru mengingatkan siswa untuk mempelajari materi selanjutnya yang akan dipelajari besok pagi 5. Doa penutup dan salam H. Penilaian 1. Prosedur a. Proses b. Post-test 2. Jenis a. Tes b. Non Tes 3. Teknik a. Tes b. Kinerja c. Produk 4. Instrumen a. Soal + kunci jawaban b. Tugas + rubrik penilaian 5. Pedoman Skoring Kecerdasan eksistensial

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ………..,………………….2014 Mengetahui, Kepala Sekolah Guru NIP……………………… NIP……………………… 177

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 178 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : SD N Kledokan I Kelas/Semester : IV/1 Tema/sub tema : Berbagai Pekerjaan/Jenis-jenis Pekerjaan Pembelajaran ke :5 Alokasi waktu : 5x35menit A. Kompetensi Inti 1. Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya. 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga. 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, dan membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, maklhuk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan bendabenda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain. 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia. B. Kompetensi Dasar dan Indikator 1. IPS Kompetensi Dasar 1.2 Menjelaskan ajaran agama dalam berpikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan social, budaya, ekonomi, dan politik dalam masyarakat. 1.3 Menerima karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya 2.3 Menunjukkan perilaku santun, toleransi dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179 sebaya 3.5 Memahami manusia dalam dinamika interaksi dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi. 4.5 Menceritakan manusia dalam dinamika interaksi dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi Indikator 3.5.1 Menjelaskan hubungan timbal balik antara manusia dalam proses distribusi baju atau kain batik. 4.5.1 Membuat langkah-langkah pendistribusian baju atau kain batik dalam bentuk mind map 4.5.2 Melakukan permainan monopoli profesi 2. Bahasa Indonesia Kompetensi Dasar 1.2 Mengakui dan mensyukuri anugerah Tuhan YME atas keberadaan lingkungan dan sumber daya alam, alat teknologi modern dan tradisional, perkembangan teknologi, sosial, serta permasalahan sosial 2.4 Memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sumber dya alam melalui pemanfaatan bahasa Indonesia 3.3 Menggali informasi dari teks dialog tentang jenis-jenis usaha dan pekerjaan serta kegiatan ekonomi dan koperasi dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku 4.3 Mengolah dan menyajikan teks dialog tentang jenis-jenis usaha dan pekerjaan serta kegiatan ekonomi dan koperasi secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku Indikator 3.3.1 Mengidentifikasi jenis kalimat dalam teks dialog tentang pendistribusian baju atau kain batik 4.3.1 Membedakan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180 3. Matematika Kompetensi Dasar 2.6 Menunjukkan perilaku peduli dengan cara memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain untuk membuat benda-benda berbentuk kubus dan balok bangun ruang yang ditemukan 3.9 Memahami luas segitiga, persegi panjang, dan persegi 3.10 Menentukan hubungan antara satuan dan atribut pengukuran termasuk luas dan keliling persegi panjang 4.10 Mengembangkan dan membuat berbagai pola numerik dan geometris Indikator 3.9.1 Menghitung luas suatu bangun datar (persegi, segitiga, dan persegi panjang) 3.10.1 Menggunakan alat ukur baku untuk menghitung luas suatu bangun datar (persegi, segitiga, dan persegi panjang) 4.10.1 Membuat berbagai bentuk bangun datar dengan menggunakan kardus bekas C. Tujuan Pembelajaran 1. IPS 3.5.1 Setelah melakukan wawancara, siswa mampu menjelaskan minimal 3 hubungan timbal balik antara manusia dalam proses distribusi baju atau kain batik. 4.5.1 Setelah berdiskusi, siswa mampu membuat sebuah mind map tentang langkah-langkah pembuatan baju atau kain batik 4.5.2 Setelah berdiskusi, siswa mampu melakukan satu permaianan monopoli profesi 2. Bahasa Indonesia 3.3.1 Setelah membaca teks dialog, siswa mampu mengidentifikasi dua jenis kalimat dalam teks dialog tentang pendistribusian

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181 baju atau kain batik 4.3.1 Setelah membaca teks dialog, siswa mampu membedakan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung. 3. Matematika 3.9.1 Setelah bereksplorasi, siswa mampu menghitung luas suatu bangun datar (persegi, segitiga, dan persegi panjang) 3.10.1 Setelah bereksplorasi, siswa mampu menggunakan minimal 2 alat ukur baku untuk menghitung luas suatu bangun datar (persegi, segitiga, dan persegi panjang) 4.10.1 Setelah bereksplorasi dan dan menganalis masalah, siswa mampu membuat minimal 5 ukuran bangun datar yang disusun menjadi sebuah benda yang menarik D. Materi Pembelajaran IPS : hubungan timbal balik manusia dengan proses distribusi suatu barang atau benda Bahasa Indonesia : kalimat langsung dan kalimat tidak langsung Matematika : aplikasi konsep luas dan keliling persegi panjang E. Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pendekatan : Tematik Terpadu dan Multiple Intelligences Metode : demonstrasi, diskusi, tanya jawab, kerja kelompok, penugasan, dan ceramah F. Media/Alat/Sumber Pembelajaran 1. Media : media konvensional berupa monopoli profesi dan media ICT 2. Alat :- 3. Sumber : lingkungan kelas dan modul pembelajaran

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182 G. Langkah-langkah Pembelajaran Jenis Kegiatan Kecerdasan yang Alokasi terkait Waktu Penggalan 1 70 menit Pendahuluan 1. Salam, doa pembuka, dan Kecerdasan presensi eksistensial 2. Apersepsi a. Guru bertanya kepada Kecerdasan siswa mengenai apa itu linguistik distribusi. 3. Orientasi a. Guru menyampaikan materi, tujuan pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan. 4. Motivasi a. Guru mengajak menyanyikan berjudul siswa Kecerdasan musikal lagu “Dari yang Sabang sampai Merauke”. b. Guru mengaitkan lagu Kecerdasan dengan materi yang akan interpersonal pelajari oleh siswa. Inti 1. Guru meminta siswa untuk duduk bersama dengan kelompok masing-masing. 2. Siswa membaca bacaan Kecerdasan mengenai kegiatan ekonomi. linguistik 3. Guru memberikan penguatan Kecerdasan ruang

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183 mengenai distribusi. 4. Siswa mengerjakan tugas yang Kecerdasan ada di modul mengenai linguistik distribusi baju atau kain batik. 5. Siswa diberikan LKS untuk hari itu 6. Siswa melakukan aktivitas 1, Kecerdasan membuat daftar pertanyaan linguistik wawancara mengenai distribusi dan mengubah kalimat langsung menjadi tak langsung serta mambuat kesimpulan diLKS. 7. Siswa berlanjut mengerjakan tugas yang ada dimodul lagi. 8. Siswa mengerjakan LKS aktivitas 2 9. Siswa diminta untuk membecakan hasil kerjanya di depan kelas. Penutup 1. Siswa dibimbing merangkum untuk materi pembelajaran yang telah mereka pelajari Penggalan 2 70 menit Pendahuluan 1. Apersepsi a. Siswa diberi pertanyaan Kecerdasan mengenai apa itu luas dan linguistik keliling

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Orientasi a. Guru menyampaikan materi, tujuan pembelajaran dan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh siswa. 3. Motivasi a. Guru mengajak siswa Kecerdasan musikal untuk menyanyikan lagu “Persegi Panjang” dengan memegang bahu temannya dan berkeliling ruangan kelas b. Guru mengaitkan lagu dengan materi yang akan dipelajari oleh siswa Inti 1. Guru meminta siswa untuk Kecerdasan ruang- mengamati benda-benda yang visual berada di ruangan kelas yang berbentuk persegi panjang. 2. Guru meminta salah satu siswa Kecerdasan untuk memilih alat ukur dan matematis-logis salah satu benda berbentuk Kecerdasan persegi panjang yang berada di kinestetik ruangan kelas serta menghitung luas dan keliling dari benda tersebut. 3. Guru mendemonstasikan kembali cara mengukur dan cara menghitung luas keliling benda tersebut. dan 184

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Setelah 185 mendapatkan Kecerdasan ruang penguatan dari guru mengenai Kecerdasan luas dan keliling, siswa matematis-logis mengamati gambar yang ada dimodul dan menjawab pertanyaannya. 5. Siswa megerjakan aktivitas 3 Kecerdasan linguistik pada LKS bersama kelompok 6. Siswa membaca aktivitas selanjutnya yang ada dimodul dan menjawab pertanyaan. 7. Guru siswa Kecerdasan meminta melakukan membuat 4, matematis-logis aktivitas ukuran Kecerdasan ruang berbagai persegi panjang dengan kardus Kecerdasan kinetetik bekas dan menyusun serta menempelkannya pada kertas yang telah tersedia menjadi benda yang menarik. Penutup 1. Guru mengajak siswa merangkum materi pembelajaran telah Kecerdasan yang linguistik mereka pelajari Penggalan 3 35 menit Pendahuluan 1. Apersepsi a. Siswa diberi tentang pekerjaan, bekerjanya pertanyaan Kecerdasan jenis-jenis linguistik tempat dimana, apa

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI benda yang dihasilkan dan bagaimana kondisi geografis lingkungannya 2. Orientasi a. Guru menyampaikan kegiatan yang akan dilaksanakan siswa. 3. Motivasi a. Guru mengajak siswa Kecerdasan musikal, untuk menyanyikan lagu kecerdasan kinestetik “Pil Banana” dengan menggerakan badan sesuai dengan syair lagu. Inti 1. Setiap kelompok diminta untuk mengirimkan anggota satu kelompok orang Kecerdasan untuk intrapersonal bermain monopoli. 2. Siswa menyimak penjelasan dari guru tentang memainkan cara permainan monopoli profesi 3. Siswa bermain monopoli profesi permainan Kecerdasan linguistik, kecerdasan matematis-logis, kecerdasan visual, ruang kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan 186

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI intrapersonal, kecerdasan naturalis, kecerdasan eksistensial 4. Permainan dilakukan secara bergantian siswa sehingga dalam kelas semua terlibat dalam permainan. Penutup 6. Guru bersama dengan siswa Kecerdasan materi linguistik menyimpulkan pelajaran yang telah dipelajari dari awal hingga akhir memberikan soal pelajaran. 7. Guru evaluasi 8. Siswa merefleksikan kegiatan Kecerdasan pembelajaran yang telah intrapersonal mereka laksanakan 9. Guru mengingatkan siswa kembali untuk menempelkan semua hasil pekerjaannya dalam album ceria 10. Guru mengingatkan siswa untuk mempelajari materi yang telah dipelajari selama satu minggu diri dan mempersiapkan untuk mengerjakan evaluasi esok hari. 11. Doa penutup dan salam Kecerdasan eksistensial 187

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI H. Penilaian 1. Prosedur a Proses b Post-test 2. Jenis a Tes b Non Tes 3. Teknik a Tes b Kinerja c Produk 4. Instrumen a Soal + kunci jawaban b Tugas + rubrik penilaian 5. Pedoman Skoring ………..,………………….2014 Mengetahui, Kepala Sekolah Guru NIP……………………… NIP……………………… 188

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 189 CURRICULUM VITAE Risa Veti Perdani lahir di Gunungkidul, 14 Juni 1992. Pendidikan dasar diselesaikan peneliti di SD Negeri Baran I tamat pada tahun 2004. Pendidikan menengah pertama diperoleh di SMP Negeri 1 Rongkop, tamat pada tahun 2007. Pendidikan menengah atas diperoleh di SMA Negeri 2 Wonosari, tamat pada tahun 2010. Pada tahun 2010, peneliti tercatat sebagai mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Selama menempuh pendidikan di PGSD, peneliti mengikuti berbagai kegiatan diluar perkuliahan. Pada tahun 2011, peneliti ikut serta dalam workshop pembelajaran Montessri usia 6-9 tahun dan mengikuti workshop dongeng. Pada tahun 2012, peneliti mengikuti seminar Diseminasi Hasil Hibah Program Manajemen Berbasis Sekolah. Tahun 2013, peneliti menjadi panitia turnamen bola Baker Cup yang diadakan pada tingkat kecamatan. Peneliti juga pernah menjadi panitia pengajian akbar sebagai panitia koordinatior acara. Masa pendidikan di Universitas Sanata Dharma diakhiri dengan menulis skripsi sebagai tugas akhir yang berjudul “Pengembangan Media Konvensional Tematik Kelas IV Berbasis Multiple Intelligence”.

(210)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengembangan media konvensional berbasis multiple intelligence pada subtema keberagaman budaya bangsaku untuk siswa kelas IV sekolah dasar.
0
6
308
Pengembangan media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda pada subtema aku istimewa untuk siswa kelas satu (I) Sekolah Dasar.
0
2
322
Pengembangan media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda subtema aku merawat tubuhku mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas 1 sekolah dasar.
0
5
381
Pengembangan media pembelajaran konvensional untuk materi Biologi semester genap kelas XI SMA.
0
1
228
Pengembangan media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda pada subtema tugasku sehari-hari di rumah untuk siswa kelas II Sekolah Dasar.
0
0
386
Pengembangan media pembelajaran tematik kelas IV SD berbasis ICT dan multiple intelligences untuk kurikulum 2013.
0
2
174
Pengembangan media video tematik kelas V tema 2 subtema 1 pembelajaran 3 kurikulum 2013.
0
10
460
Pengembangan media pembelajaran konvensional kotak dakon KPK materi kelipatan persekutuan terkecil untuk siswa kelas IV sekolah dasar
0
10
155
Pengembangan media pembelajaran konvensional Pop up Book materi pokok daur hidup untuk siswa kelas IV SD Negeri Kalasan 1
1
12
187
ppm multiple intelligence 2010
0
0
2
ppm multiple intelligence 2012
0
0
2
Pengembangan media belajar berbasis komp
0
0
10
Pengembangan materi menyimak dengan media audiovisual level advanced berbasis interkultural untuk pembelajaran BIPA - USD Repository
0
1
248
Pengembangan instrumen penilaian tematik kelas IV SD berbasis multiple intelligence - USD Repository
0
0
293
Pengembangan media pembelajaran berbasis powerpoint multimedia untuk keterampilan menyimak bahasa Indonesia kelas XI semester 2 SMA Santa Maria Yogyakarta - USD Repository
0
8
249
Show more