Efektivitas pembelajaran berbasis masalah ditinjau dari hasil belajar dan sikap kreatif siswa kelas VIII SMP N 2 Yogyakarta pada materi sistem persamaan linear dua variabel - USD Repository

Gratis

0
0
171
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DITINJAU DARI HASIL BELAJAR DAN SIKAP KREATIF SISWA KELAS VIII SMP N 2 YOGYAKARTA PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika Disusun oleh : Agnesia Iswara Nugrahaeni 141414095 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENDIDIKAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Halaman Persembahan Hidup ini indah penuh warna-warni Tetaplah melangkah dan selalu tersenyum Karena waktu takkan berulang kembali dunia kan terus berputar Usap air matamu hapuskanlah dukamu Ada jalan keluar bila kau mencoba Karena Tuhan takkan mungkin mengujimu Di luar batas mampumu. (Harmoni Amourest) Tugas akhir ini saya persembahkan untuk : Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria Orang Tuaku tercinta, Antonius Siswadi dan Theresia Sukarti Kedua kakakku tersayang Sahabat dan Teman Terbaik Serta Almamater Kebanggaanku iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Agnesia Iswara Nugrahaeni, 2019. Efektivitas Pembelajaran Berbasis Masalah ditinjau dari Hasil Belajar dan Sikap Kreatif Siswa Kelas VIII SMP N 2 Yogyakarta pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan efektivitas penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap hasil belajar siswa, dan (2) mendeskripsikan efektivitas penerapan pembelajaran berbasis masalah terhadap sikap kreatif siswa kelas VIII SMP N 2 Yogyakarta. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif.Subjek penelitian ini adalah 28 siswa kelas VIII D SMP N 2 Yogyakarta.Data hasil belajar diperoleh melalui tes tertulis.Data sikap kreatif siswa diperoleh dari angket awal, angket akhir, dan wawancara.Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen pembelajaran yang berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran,serta instrumen pengumpulan data yang terdiri soal tes tertulis, angket sikap kratif siswa, dan pedoman wawancara. Pengambilan kesimpulan dari nilai hasil tes dengan kategori minimal cukup sebesar 70% akan mewakili efektivitas pembelajaran berbasis masalah. Sedangkan pengambilan kesimpulan dari peningkatan skor rata-rata berdasarkan indikator dari angket sikap kreatif awal dan angket sikap kreatif akhir akan mewakili efektivitas pembelajaran berbasis masalah. Hasil belajar siswa menunjukkan bahwa 64,3% siswa masuk kategori minimal cukup. Sedangkan 35,7% siswa masuk kategori kurang dan sangat kurang. Hasil analisis data angket sikap kreatif awal dan angket sikap kreatif akhir mengalami peningkatan di setiap indikator. Angket sikap kreatif siswa awal terdapat 78,6% siswa dengan kategori sedang dan 21,4% siswa dengan kategori rendah. Pada angket sikap kreatif siswa akhir terdapat 10,7% siswa dengan kategori tinggi, 85,7% siswa dengan kategori sedang, dan 3,6% siswa termasuk kategori rendah. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis masalah kurang efektif jika ditinjau dari hasil belajar dan efektif jika ditinjau dari sikap kreatif. Kata kunci: Pembelajaran berbasis masalah, hasil belajar, sikap kreatif.

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Agnesia Iswara Nugrahaeni, 2019. The Effectiveness of Problem Based Learning Based on Student’s Learning Achievement and Student’s Creative Attitudes of Class VIII of SMP N 2 Yogyakarta of Linear Equation System Two Variables Material. Mathematics Education Study Program, Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, Sanata Dharma University Yogyakarta. The aims of this research are to (1) describe the effectiveness of the implementation of the Problem Based Learning model based on student’slearning achievement, and (2) describe the effectiveness of the implementation of Problem Based Learning model based on student’s creative attitude of class VIII of SMP N 2 Yogyakarta. This research is quantitative descriptive type research. The subjects of this research were 28 students of class VIII D SMP N 2 Yogyakarta. Data on student’s learning achievement are obtained through written tests. Data on student’s creative attitudes were obtained from the initial questionnaires, final questionnaires, and interviews. The research instruments used are form of lesson plans, as well as data retrieval instruments consisting of written tests, student creative attitude questionnaires, and interview guidelines. Taking conclusions from the value of test results with a minimum category of 70% will represent the effectiveness of learning Problem Based Learning. While the conclusions from increasing the average score based on the indicators of the initial creative attitude questionnaire and the final creative attitude questionnaire will represent the effectiveness of Problem Based Learning. The student’s learning achievement results show that 64.3% of students entered the minimum category. While 35.7% of students fall into the category of less and very less. The results of the initial creative attitude questionnaire data analysis and the final creative attitude questionnaire increased in each indicator. Questionnaire for the initial creative attitude of students is 78,6% of students with a moderate category and 21,4% of students with a low category. In the final student questionnaire creative attitude there are 10.7% of students with a high category, 85,7% of students with a moderate category, and 3,6% of students including the low category. Based on the analysis that has been done, it can be concluded that Problem Based Learning is less effective based on student’s learning achievement and effective based on student’s creative attitude. Keywords: Problem Based Learning, student’s learning achievement, creative attitude.

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Efektivitas Pembelajaran Berbasis Masalah ditinjau dari Hasil Belajar dan Sikap Kreatif Siswa Kelas VIII SMP N 2 Yogyakarta pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel” dengan baik. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak terlepas dari masalahmasalah yang menghambat penulis, namun masalah tersebut dapat teratasi dengan bantuan, dorongan, dukungan/motivasi, kerja sama, serta bimbingan dari berbagai pihak. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma; 2. Bapak Dr. Marcellinus Andy Rudhito, S.Pd., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam; 3. Bapak Beni Utomo, M.Sc., selaku Kepala Program Studi Pendidikan Matematika; 4. Margaretha Madha Melissa, M.Pd., selaku dosen pembimbing yang selalu menyediakan waktu, tenaga, dan pikiran untuk memberikan bimbingan, nasehat, motivasi, saran, kritik, dan wejangan kepada penulis; 5. Bapak/Ibu Dosen Pendidikan Matematika yang banyak memberikan bekal keterampilan dalam mengajar; 6. Segenap dosen dan staf sekretariat Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam atas segala pelayanan dan bantuannya; 7. Bapak Widayat Umar,S.Pd, M.Pd., Si., selaku Kepala SMP N 2 Yogyakarta yang telah memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian; 8. Ibu Budi Lestari, S.Pd., selaku guru bidang studi matematika kelas VIII D SMP N 2 Yogyakarta yang telah membimbing dan membantu penulis selama penelitian; ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL………………………………………………………... i HALAMAN PERSETUJUAN……………………………………………… ii HALAMAN PENGESAHAN………………………………………………. iii HALAMAN PERSEMBAHAN……………………………………………. iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA……………………………………. v LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI………………………………….. vi ABSTRAK………………………………………………………………….. vii ABSTRACT………………………………………………………………….. viii KATA PENGANTAR……………………………………………………… ix DAFTAR ISI………………………………………………………………... xi DAFTAR TABEL…………………………………………………………... xiii DAFTAR GAMBAR………………………………………………………. xiv DAFTAR LAMPIRAN…………………………………………………….. xv PENDAHULUAN………………………………………………………..... 1 A. Latar Belakang……………………………………………………… 1 B. Batasan Masalah……………………………………………………. 6 C. Batasan Istilah………………………………………………………. 6 D. Rumusan Masalah…………………………………………………... 7 E. Tujuan Masalah…………………………………………………....... 8 F. Manfaat Penelitian………………………………………………...... 8 LANDASAN TEORI………………………………………………………. 10 A. Belajar………………………………………………………………. 10 B. Pembelajaran Matematika…………………………………………... 18 C. Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM)……..……………………... 20 xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D. Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV)…………………. 23 E. Penelitian Relevan…………………………………………………... 31 F. Kerangka Berpikir…………………………………………………... 32 METODE PENELITIAN…………………………………………………... 35 A. Jenis Penelitian……………………………………………………… 35 B. Subjek Penelitian……………………………………………………. 35 C. Waktu dan Tempat Penelitian………………………………………. 35 D. Teknik Pengumpulan Data………………………………………….. 36 E. Instrumen Penelitian………………………………………………... 37 F. Validitas Instrumen Penelitian……………………………………… 40 G. Analisis Data………………………………………………………... 43 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN…………………………….. 50 A. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian…………………………………… 50 B. Data Hasil Penelitian………………………………………………... 57 C. Pembahasan Hasil Penelitian……………………………………….. 65 D. Keterbatasan Penelitian……………………………………………... 73 PENUTUP………………………………………………………………….. 74 A. Kesimpulan…………………………………………………………. 74 B. Saran………………………………………………………………… 74 DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………. 76 LAMPIRAN………………………………………………………………… 79 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Tahapan Pembelajaran PBL Menurut Sugiyanto……………………. 22 Tabel 2. Langkah Pembelajaran PBL Menurut Ibrahim dan Nur…………….. 23 Tabel 3. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar…………………………….. 24 Tabel 4. Langkah Metode Eliminasi………………………………………….. 29 Tabel 5. Langkah Metode Campuran…………………………………………. 29 Tabel 6. Kisi-Kisi Soal Tertulis………………………………………………………. 38 Tabel 7. Kisi-Kisi Angket Sikap Kreatif Siswa……………………………………… 39 Tabel 8. Kisi-kisi Pedoman Wawancara Sikap Kreatif Siswa……………………… 40 Tabel 9. Kategori Keterlaksanaan Pembelajaran……………………………... 44 Tabel 10. Skor Tes Tertulis Siswa……………………………………………. 44 Tabel 11. Kategori Tes Tertulis Siswa……………………………………………….. 45 Tabel 12. Pedoman Skor Angket Sikap Kreatif Siswa……………………………….. 46 Tabel 13. Pedoman Kategori Sikap Kreatif Siswa……………………………. 46 Tabel 14. Kategori Angket Sikap Kreatif Siswa……………………………… 48 Tabel 15. Kategori Rata-rata Indikator Angket Sikap Kreatif Siswa…………. 49 Tabel 16. Pelaksanaan Kegiatan……………………………………………… 51 Tabel 17. Keterlaksanaan Pembelajaran……………………………………… 57 Tabel 18. Nilai Tes Tertulis Siswa……………………………………………. 59 Tabel 19. Persentase Hasil Tes Tertulis………………………………………. 61 Tabel 20. Hasil Angket Sikap Kreatif Siswa Awal…………………………… 61 Tabel 21. Hasil Analisis Wawancara Sikap Kreatif Siswa…………………… 62 Tabel 22. Hasil Belajar Siswa………………………………………………… 65 Tabel 23. Peningkatan Angket Sikap Kreatif Siswa Awal dan Akhir………... 67 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Gambar Kedua Persamaan Linear Dua Variabel………………… 26 Gambar 2. Kerangka Berpikir………………………………………………….. 34 Gambar 3. Diagram Peningkatan Angket Sikap Kreatif Siswa Awal dan akhir.. 68 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Validasi Soal Tes Tertulis……………………………………… 80 Lampiran 2. Validasi Angket Sikap Kreatif Siswa…………………………... 82 Lampiran 3. Validasi Wawancara Sikap Kreatif…………………………….. 85 Lampiran 4. Validasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran………………….. 88 Lampiran 5. Instrumen Tes Tertulis…………………………………………. 93 Lampiran 6. Instrumen Angket Sikap Kreatif Siswa………………………… 95 Lampiran 7. Instrumen Wawancara Sikap Kreatif Siswa……………………. 97 Lampiran 8. Instrumen Pembelajaran………………………………………... 98 Lampiran 9. Lembar Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran……………… 132 Lampiran 10. Hasil Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran……………….. 134 Lampiran 11. Hasil Tes Tertulis……………………………………………... 140 Lampiran 12. Hasil Skor Angket Sikap Kreatif Siswa Awal………………... 141 Lampiran 13. Hasil Skor Angket Sikap Kreatif Siswa Akhir………………... 143 Lampiran 14. Transkrip Wawancara Sikap Kreatif Siswa…………………... 145 Lampiran 15. Surat Perijinan Penelitian……………………………………... 155 Lampiran 16. Surat Telah Melaksanakan Penelitian………………………… xv 156

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Matematika sebagai salah satu disiplin ilmu yang diajarkan pada setiap jenjang pendidikan sekolah. Matematika diharapkan dapat memberikan sumbangan dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, sistematis, logis, kreatif, dan kemampuan untuk dapat bekerja secara efektif. Permendikbud nomor 21 tentang standar isi diantaranya adalah (1) menggunakan kemampuan berfikir dan bernalar dalam pemecahan masalah, (2) mengomunikasikan gagasan secara efektif, (3) memiliki sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai matematika dan pembelajarannya, seperti taat azas, konsisten, menjunjung tinggi kesepakatan, menghargai perberbedaan pendapat, teliti, tangguh, kreatif, dan terbuka. Salah satu tujuan pembelajaran matematika yang ditetapkan dalam Kurikulum 2013 adalah memahami konsep matematika, yakni kompetensi dalam menjelaskan keterkaitan antar konsep dan menggunakan konsep maupun algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah dalam Permendikbud No 58 Tahun 2014. Dengan beban tujuan pencapaian yang banyak, oleh karena itu tak jarang apabila banyak siswa yang mendapat nilai yang rendah pada mata pelajaran ini. Melalui wawancara langsung dengan siswa, banyak siswa yang mengatakan bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit. Dalam 1

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 Republika.co.id (Selasa, 8 Mei 2018) Mendikbud Muhadjir Effendy menuturkan matematika adalah mata pelajaran yang masih dianggap menakutkan. Selain itu di dalam Ujian Nasional Berstandar Nasional (UNBK) SMP mengalami penurunan nilai terlebih pada mata pelajaran matematika. Dalam tirto.id (6 Oktober 2018) Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Totok Supriyanto menyebut bahwa rata-rata nilai UNBK tingkat SMP mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Totok menyatakan bahwa untuk mata pelajaran matematika selalu rendah tiap tahunnya. Tahun 2018 ini pun menjadi semakin rendah, dengan nilai ratarata nasional 31,38. Tahun 2016, nilai rata-rata nasional matematika ada di angka 61,33, dan turun menjadi 52,69 pada 2017. Rendahnya hasil belajar matematika dipengaruhi oleh beberapa faktor baik dari dalam diri siswa maupun dari luar diri siswa. Menurut Wasliman (dalam Susanto : 2013) faktor yang berasal dari dalam diri siswa itu sendiri yaitu kecerdasan, kreativitas, minat dan perhatian, sikap, kebiasaan belajar, serta kondisi fisik dan kesehatan. Sedangkan faktor yang berasal dari luar diri siswa yaitu model pembelajaran yang keluarga, sekolah, dan masyarakat. Salah satu faktor yang yang mempengaruhi rendahnya hasil belajar matematika adalah sikap kreatif siswa selama proses pembelajaran yang masih kurang. Menurut Munandar (1985 : 47) kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru berdasarkan data, informasi,

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 atau unsur-unsur yang ada. Oleh karena itu sikap kreatif adalah sikap yang menentukan prestasi kreatif seseorang. Menurut Munandar (1985 : 51) ciri-ciri afektif atau sikap dalam menentukan prestasi kreatif seseorang ialah : rasa ingin tahu, tertarik terhadap tugas-tugas majemuk yang dirasakan sebagai tantangan, berani mengambil resiko untuk membuat kesalahan atau untuk dikritik oleh orang lain, tidak mudah putus asa, menghargai keindahan, mempunyai rasa humor, ingin mencari pengalaman-pengalaman baru, dapat menghargai baik diri sendiri maupun orang lain, dan sebagainya. Dari hasil observasi yang dilakukan, sikap kreatif siswa di kelas VIII D SMP N 2 Yogyakarta masih kurang. Dari hasil observasi tercatat hanya 6 siswa dari 28 siswa yang bertanya kepada guru. Tercatat juga ada 4 siswa yang berdiskusi bersama, tetapi tidak berani untuk menanyakan kepada guru. Selain itu terlihat beberapa siswa yang duduk di belakang terlihat mengantuk, dan menaruh kepala di atas meja. Dalam observasi yang sudah dilakukan guru juga menegur siswa karena ramai dan tidak memperhatikan pembelajaran. Selain sikap kreatif siswa, faktor yang menjadi penyebab rendahnya hasil belajar matematika adalah model pembelajaran yang kurang menarik dan monoton sehingga materi pembelajaran yang disampaikan tidak dapat tersampaikan dengan baik. Berdasarkan pengalaman observasi di SMP Negeri 2 Yogyakarta, tak jarang siswa bosan dengan suasana pembelajaran yang tidak bervariasi dan kurang

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 melibatkan aktivitas siswa. Hal ini terlihat beberapa siswa yang duduk di belakang mengantuk dan sering meletakkan kepala di atas kepala. Oleh sebab itu perlu diadakan suatu inovasi pembelajaran yang mampu mendorong sikap kreativitas siswa secara optimal selama proses pembelajaran. Salah satu alternatif solusi yang dapat diberikan adalah menerapkan model pembelajaran berbasis masalah (PBM). Boud dan Feletti (dalam Rusman 2013) mengemukakan bahwa PBM adalah inovasi yang paling signifikan dalam pendidikan. Ngalimun (2014 : 89) menyatakan PBM merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat memberikan kondisi belajar aktif kepada siswa. Adapun kelebihan dari PBM yaitu ; 1) dengan PBM akan terjadi pembelajaran bermakna. Siswa yang belajar memecahkan suatu masalah maka mereka akan menerapkan pengetahuan yang dimilikinya atau berusaha mengetahui pengetahuan yang diperlukan; 2) dalam PBM, siswa mengintegrasikan pengetahuan dan ketrampilan secara simultan dan mengaplikasikannya dalam konteks yang relevan. Artinya, apa yang mereka lakukan sesuai dengan keadaan nyata bukan lagi teoritis sehingga masalah-masalah dalam aplikasi suatu konsep atau teori mereka akan temukan sekaligus selama pembelajaran berlangsung; 3) PBM dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, menumbuhkan inisiatif siswa dalam bekerja, motivasi internal untuk belajar, dan dapat mengembangkan hubungan interpersonal dalam bekerja kelompok.

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 Ngalimun (2014 : 89) menyatakan bahwa PBM memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut: 1) belajar dimulai dengan suatu masalah, 2) memastikan bahwa masalah yang diberikan berhubungan dengan dunia nyata siswa/ mahasiswa, 3) mengorganisasikan pelajaran diseputar masalah, bukan diseputar disiplin ilmu, 4) memberikan tanggung jawab yang besar kepada pebelajar dalam membentuk dan menjalankan secara langsung proses belajar mereka sendiri, 5) menggunakan kelompok kecil, 6) menuntut pembelajar untuk mendemonstrasikan apa yang telah mereka pelajari dalam bentuk suatu produk atau kinerja. Oleh sebab itu, model PBM dapat menjadi salah satu solusi untuk mendorong siswa berpikir dan bekerja ketimbang menghafal dan bercerita. Dari uraian di atas model pembelajaran berbasis masalah adalah pembelajaran yang dimulai dengan masalah yang harus dipecahkan. Model pembelajaran berbasis masalah ini dapat membantu siswa untuk mengembangkan ketrampilan berpikir dan ketrampilan mengatasi masalah. Masalah yang digunakan adalah masalah yang dekat dengan siswa. Salah satu materi yang penerapannya digunakan pada kehidupan sehari-hari atau permasalahan nyata yaitu Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Oleh karena itu model pembelajaran berbasis masalah ini dapat menjadi solusi untuk pembelajaran Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Berdasarkan uraian tersebut alternatif solusi yang dapat ditawarkan adalah menerapkan model pembelajaran berbasis masalah dengan memperhatikan sikap kreatif siswa sehingga diharapkan hasil belajar

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 matematika akan lebih baik. Oleh karena itu penulis ingin mengadakan penelitian dengan judul “Efektivitas Pembelajaran Berbasis Masalah ditinjau dari Hasil Belajar dan Sikap Kreatif pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel”. B. Batasan Masalah Fokus penelitian ini terhadap siswa kelas VIII D pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel yaitu : 1. Hasil tes kemampuan kognitif yang dilakukan pada akhir penelitian. 2. Sikap kreatif dengan indikator : a. Memiliki rasa ingin tahu yang besar. b. Sering mengajukan pertanyaan yang berbobot. c. Memberikan banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah. d. Mampu menyatakan pendapat secara spontan dan tidak malumalu. e. Dapat bekerja sendiri. f. Senang mencoba hal-hal baru. 3. Model pembelajaran yang digunakan yaitu model Pembelajaran Berbasis Masalah. C. Batasan Istilah Istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 1. Pembelajaran Berbasis Masalah Pembelajaran Berbasis Masalah adalah pembelajaran yang menyuguhkan berbagai masalah nyata dan melibatkan siswa untuk memecahkan masalah yang diberikan sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan baru. 2. Hasil Belajar Hasil belajar adalah suatu pencapaian yang diperoleh siswa akibat dari kegiatan belajar baik aspek kognitif, afektif maupun psikomotorik yang dapat diukur. 3. Sikap Kreatif Sikap Kreatif adalah respons yang diberikan seseorang untuk mendukung kemampuan seseorang dalam memberikan gagasangagasan baru, kombinasi baru berdasarkan data dan informasi yang ada. D. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Apakah penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah efektif ditinjau dari hasil belajar siswa kelas VIII SMP N 2 Yogyakarta? 2. Apakah penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah efektif ditinjau dari sikap kreatif siswa kelas VIII SMP N 2 Yogyakarta?

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 E. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan penelitian ini sebagai berikut : 1. Untuk mendeskripsikan efektivitas penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap hasil belajar siswa kelas VIII SMP N 2 Yogyakarta? 2. Untuk mendeskripsikan efektivitas penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap sikap kreatif siswa kelas VIII SMP N 2 Yogyakarta. F. Manfaat Penelitian Dalam penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, adapun beberapa manfaat dari penelitian ini adalah : 1. Bagi Siswa Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kreavitas siswa sehingga hasil belajar dapat meningkat. 2. Bagi Guru a. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam usaha meningkatkan kreativitas siswa. b. Sebagai alternatif pembelajaran yang dapat diterapkan selama mengajar mata pelajaran matematika.

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 3. Bagi Peneliti Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengoptimalkan kinerja peneliti sebagai calon pendidik. 4. Bagi Peneliti lain Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendukung penelitian-penelitian sejenis dalam mengkaji dan mengembangkan ilmu di bidang pendidikan.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Belajar 1. Pengertian Belajar Menurut Siregar dan Hartini (2011 : 3) belajar merupakan sebuah proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup, sejak masih bayi (bahkan dalam kandungan) hingga liang lahat. Salah satu pertanda bahwa seseorang telah belajar sesuatu adalah perubahan tingkah laku dalam dirinya. Perubahan tingkah laku tersebut menyangkut perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif) dan ketampilan (psikomotor) maupun yang menyangkut nilai dan sikap (afektif). Ciri-ciri belajar menurut Siregar dan Hartini (2011 :5-6) adalah sebagai berikut: a) Adanya kemampuan baru atau perubahan. Perubahan tingkah laku tersebut bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor), maupun sikap (afektif). b) Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja, melainkan menetap atau dapat disimpan. c) Perubahan itu tidak terjadi begitu saja, melainkan harus dengan usaha. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan 10

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 d) Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik atau kedewasaan, tidak karena kelelahan, penyakit, atau pengaruh obat-obatan. Suyono dan Hariyanto (2011 : 9) mengemukakan bahwa belajar adalah suatu aktivitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan ketrampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian. Winkel (2004 : 59) mengemukakan bahwa belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan sejumlah perubahan dalam pengetahuan-pemahaman, ketrampilan dan nilai-sikap. Perubahan itu bersifat secara relatif konstan dan berbekas. Dari berbagai perspektif pengertian belajar sebagaimana dijelaskan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan akibat informasi dan pengalaman dalam membangun pengetahuan seseorang. 2. Hasil Belajar Menurut Majid (2014 : 27) hasil belajar siswa pada hakikatnya merupakan perubahan tingkah laku setelah melalui proses belajar mengajar. Tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penilaian dan pengukuran hasil belajar dilakukan dengan menggunakan tes hasil

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 belajar, terutama hasil belajar kognitif berkenaan dengan penguasaan bahan pengajaran sesuai dengan tujuan pendidikan dan pengajaran. Susanto (2013: 5) mengemukakan bahwa hasil belajar yaitu perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa, baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif, dan psikomotor sebagai hasil dari kegiatan belajar. Menurut Kunandar (2014 : 62) hasil belajar adalah kompetensi atau kemampuan tertentu baik kognitif, afektif maupun psikomotorik yang dicapai atau dikuasai peserta didik setelah mengikuti proses belajar mengajar. Hamalik (dalam Kunandar : 2014) menjelaskan bahwa hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilainilai, pengertian-pengertian dan sikap-sikap serta kemampuan peserta didik. Lebih lanjut Sudjana (dalam Kunandar : 2014) berpendapat bahwa hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah menerima pengalaman belajarnya. Winkel (2004 : 61) megemukakan bahwa hasil belajar menghasilkan perubahan; perubahan itu meliputi hal-hal yang bersifat internal seperti pemahaman dan sikap, serta mencakup hal-hal yang bersifat eksternal seperti ketrampilan motorik dan berbicara dalam bahasa asing. Yang bersifat internal tidak dapat langsung diamati, sedangkan yang bersifat eksternal dapat diamati.Ada kelompok psikolog belajar yang menitikberatkan perubahan internal, karena perubahan dalam perilaku (yang dapat diamati) dianggap hanya mencerminkan perubahan internal yang telah terjadi sebelumnya dalam

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 bentuk suatu kemampuan internal. Maka yang pertama-tama dan terutama disoroti adalah hal-hal seperti pengetahuan, pemahaman, maksud, sikap, harapan dan penafsiran sebagai wujud pikiran. Dari berbagai prespektif di atas, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah suatu pencapaian yang diperoleh siswa akibat dari kegiatan belajar baik aspek kognitif, afektif maupun psikomotorik yang dapat diukur. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil aspek pengetahuan (kognitif) dan aspek sikap (afektif) tentang sikap kreatif. 3. Kreativitas Menurut Munandar (1985 : 47) kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru, berdasarkan data, informasi, atau unsur-unsur yang ada. Semiawan, A.S. Munandar, dan S.C. Munandar (1984 : 7) mengemukakan bahwa kreativitas ialah kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru dan menerapkannya dalam pemecahan masalah. Kreativitas meliputi baik ciri-ciri aptitude seperti kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), dan keaslian (orisinalitas) dalam pemikiran maupun ciri-ciri (non-aptitude), seperti rasa ingin tahu, senang mengajukan pertanyaan, dan selalu ingin mencari pengalaman baru. Semiawan, A.S. Munandar, dan S.C. Munandar (1984 : 8) mengatakan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk membuat

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 kombinasi baru, atau melihat hubungan-hubungan baru antara unsur, data, atau hal-hal yang sudah ada sebelumnya. Hal yang perlu dirangsang dan dipupuk adalah sikap dan minat untuk melibatkan diri dalam kegiatan kreatif.Sehingga mengembangkan kreativitas anak didik meliputi segi kognitif, afektif, dan psikomotorik. a) Pengembangan Kognitif, antara lain dilakukan dengan merangsang kelancaran, kelenturan, dan keaslian dalam berpikir. b) Pengembangan afektif, dilakukan dengan memupuk sikap dan minat untuk bersibuk diri secara kreatif. c) Pengembangan psikomotorik, dilakukan dengan menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang memungkinkan siswa mengembangkan ketrampilannya dalam membuat karya-karya yang produktif-inovatif. Dari berbagai perspektif pengertian kreativitas sebagaimana dijelaskan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah kemampuan dalam diri seseorang dalam memberikan ide atau gagasan baru untuk membentuk kombinasi baru berdasarkan data, atau informasi yang ada. a. Sikap Kreatif Dalam mengembangkan atau menumbuhkan kreativitas sangat diperlukan sikap yang mendukung. Menurut Secord dan Backman (dalam Anwar, 1998) sikap didefinisikan sebagai

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 keteraturan tertentu dalam hal perasaan (afeksi), pemikiran (kognisi), dan predisposisi tindakan (konasi) seseorang terhadap suatu aspek di lingkungan sekitarnya. Menurut Rosenberg dan Hovland (dalam Anwar, 1998) sikap seseorang terhadap suatu objek selalu berperan sebagai perantara antara responnya dan objek yang bersangkutan. Menurut Russefendi (dalam Susanto 2013) mengemukakan bahwa manusia yang kreatif ialah manusia yang selalu ingin tahu, fleksibel, awas, sensitif terhadap reaksi dan kekeliruan, mengemukakan pendapat dengan teliti dan penuh keyakinan tidak bergantung pada orang lain, berpikir ke arah yang tidak diperkirakan, berpandangan jauh, cakap menghadapi persoalan, tidak begitu saja menerima suatu pendapat, dan kadang susah diperintah. Oleh sebab itu, sikap kreatif adalah respons yang diberikan seseorang untuk mendukung kemampuan seseorang dalam memberikan gagasan-gagasan baru, kombinasi baru berdasarkan data dan informasi yang ada. b. Indikator Sikap Kreatif Menurut Munandar (1985 : 51) ciri-ciri afektif atau sikap dalam menentukan prestasi kreatif seseorang ialah : rasa ingin tahu, tertarik terhadap tugas-tugas majemuk yang dirasakan sebagai tantangan, berani mengambil resiko untuk membuat

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 kesalahan atau untuk dikritik oleh orang lain, tidak mudah putus asa, menghargai keindahan, mempunyai rasa humor, ingin mencari pengalaman-pengalaman baru, dapat menghargai baik diri sendiri maupun orang lain; dan sebagainya. Sedangkan menurut Uno (2009 : 21) indikator kreativitas ialah : 1. Memiliki rasa ingin tahu yang besar. 2. Sering mengajukan pertanyaan yang berbobot. 3. Memberikan banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah. 4. Mampu menyatakan pendapat secara spontan dan tidak malu-malu. 5. Mempunyai/ menghargai rasa keindahan. 6. Mempunyai pendapat sendiri dan dapat mengungkapkannya, tidak mudah terpengaruh orang lain. 7. Memiliki rasa humor tinggi. 8. Mempunyai daya imajinasi yang kuat. 9. Mampu mengajukan pemikiran,gagasan pemecahan masalah yang berbeda dari orang lain. 10. Dapat bekerja sendiri. 11. Senang mencoba hal-hal baru.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 12. Mampu mengembangkan atau merinci suatu gagasan (kemampuan elaborasi). Menurut Semiawan, A.S. Munandar, dan S.C. Munandar (1984) ciri-ciri atau indikator sikap kreatif yaitu: 1. Mempunyai daya imajinasi yang kuat 2. Mempunyai inisiatif 3. Mempunyai minat yang luas 4. Bebas dalam berpikir (tidak kaku atau terhambat) 5. Bersifat ingin tahu 6. Selalu ingin mendapat pengalaman-pengalaman baru 7. Percaya pada diri sendiri 8. Penuh semangat (energetic) 9. Berani mengambil resiko (tidak takut membuat kesalahan) 10. Berani dalam pendapat dan keyakinan (tidak ragu-ragu dalam mempertahankan pendapat yang menjadi keyakinannya). Meninjau dari indikator sikap kreatif dari berbagai sumber, indikator sikap kreatif yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu : 1. Memiliki rasa ingin tahu yang besar. 2. Sering mengajukan pertanyaan yang berbobot. 3. Memberikan banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 4. Mampu menyatakan pendapat secara spontan dan tidak malu-malu. 5. Dapat bekerja sendiri. 6. Senang mencoba hal-hal baru. B. Pembelajaran Matematika Winkel (dalam Siregar 2011 : 12) mengemukakan bahwa pembelajaran adalah seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa, dengan memperhitungkan kejadiankejadian ekstrim yang berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami oleh siswa. Gagne (dalam Siregar 2011) mendefinisikan pembelajaran sebagai pengaturan peristiwa secara seksama dengan maksud agar terjadi belajar dan membuatnya berhasil guna. Menurut Hamzah (2014 : 58) pembelajaran adalah upaya dari guru atau dosen untuk siswa/mahasiswa dalam bentuk kegiatan memilih, menetapkan, dan mengembangkan metode dan strategi yang optimal untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan. Ada proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar, di dalam pembelajaran yang efektif. Menurut Sukardjono (dalam Hamzah : 2014) matematika adalah cara atau metode berpikir dan bernalar, bahasa lambang yang dapat dipahami oleh semua bangsa berbudaya, seni seperti pada musik penuh

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 dengan simetri, pola, dan irama yang dapat menghibur, alat bagi pembuat peta arsitek, navigator angkasa luar, pembuat mesin, dan akuntan. Menurut Ismail dkk matematika adalah ilmu yang membahas angka-angka dan besaran, mempelajari hubungan pola, bentuk dan struktur, sarana berpikir, kumpulan sistem, struktur dan alat. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan matematika adalah ilmu tentang bilangan, hubungan antara bilangan, dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan. Menurut Hamzah (2014 : 58) matematika adalah cabang pengetahuan eksak dan terorganisasi, ilmu deduktif tentang keluasan atau pengukuran dan letak, tentang bilangan-bilangan dan hubunganhubungannya, ide-ide, struktur-struktur, dan mengenai bentuk yang terorganisasi atas susunan besaran dan konsep-konsep mulai dari unsur yang tidak didefinisikan ke unsure yang didefinisikan, ke aksioma atau postulat akhirnya ke dalil atau teorema, dan terbagi ke dalam tiga bidang yaitu aljabar, analisis, dan geometri. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Matematika adalah proses yang dirancang dengan tujuan menciptakan suasana belajar dalam kegiatan belajar matematika yang melibatkan siswa aktif dimana di dalamnya terjadi interaksi antara siswa, guru, dan sumber belajar untuk mencapai tujuan belajar.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 C. Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) 1. Pengertian PBM Boud dan Feletti (dalam Rusman, 2013) mengemukakan bahwa PBM adalah inovasi yang paling signifikan dalam pendidikan. Ngalimun (2014 : 89) menyatakan PBM merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat memberikan kondisi belajar aktif kepada siswa. Menurut Tan (dalam Rusman, 2013) PBM merupakan inovasi dalam pembelajaran karena dalam PBM kemampuan berpikir siswa betul-betul dioptimalisasi melalui proses kerja kelompok atau tim yang sistematis, sehingga siswa dapat memberdayakan, mengasah, menguji, dan mengembangkan kemampuan berpikirnya secara berkesinambungan. Berdasarkan perspektif pengertian PBM sebagaimana dijelaskan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa PBM adalah pembelajaran yang menyuguhkan berbagai masalah nyata dan melibatkan siswa untuk memecahkan masalah yang diberikan sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan baru. 2. Karakteristik PBM Menurut Tan (dalam Rusman, 2013) karakteristik Pembelajaran Berbasis Masalah adalah sebagai berikut : a. permasalahan menjadi starting point dalam belajar;

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 b. permasalahan yang diangkat adalah permasalahan yang ada di dunia nyata yang tidak terstruktur; c. permasalahan membutuhkan perspektif ganda (multiple perspective); d. permasalahan, menantang pengetahuan yang dimiliki oleh siswa, sikap, dan kompetensi yang kemudian membutuhkan identifikasi kebutuhan belajar dan bidang baru dalam belajar; e. belajar pengarahan diri menjadi hal yang utama; f. pemanfaatan sumber pengetahuan yang beragam, penggunaannya, dan evaluasi sumber informasi merupakan proses yang esensial dalam PBM; g. belajar adalah kolaboratif, komunikasi, dan kooperatif; h. pengembangan ketrampilan inquiry dan pemecahan masalah sama pentingnya dengan penguasaan isi pengetahuan untuk mencari solusi dari sebuah permasalahan; i. keterbukaan proses dalam PBM meliputi sintesis dan integrasi dari sebuah proses belajar; dan j. PBM melibatkan evaluasi dan review pengalaman siswa dan proses belajar. 3. Langkah Pembelajaran Menurut Sugiyanto (2010 : 159) ada lima tahapan dalam pembelajaran model PBM dan perilaku yang dibutuhkan oleh guru.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 Tabel 1.Tahapan PBM Menurut Sugiyanto Fase Perilaku Guru Fase 1 : Memberikan orientasi Guru membahas tujuan tentang permasalahannya pembelajaran, mendeskripsikan dan kepada siswa memotivasi siswa untuk terlibat dalam kegiatan mengatasi masalah Fase 2 : Mengorganisasikan Guru membantu siswa untuk siswa untuk meneliti mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas – tugas belajar yang terkait dengan permasalahannya Fase 3 : Membantu investigasi Guru mendorong siswa untuk mandiri dan kelompok mendapatkan informasi yang tepat, melaksanakan eksperimen, dan mencari penjelasan dan solusi Fase 4 : Mengembangkan dan Guru membantu siswa dalam mempresentasikan hasil merencanakan dan menyiapkan hasil – hasil yang tepat, seperti laporan, rekaman video, dan model – model dan membantu mereka untuk menyampaikan kepada orang lain Fase 5 : Menganalisis dan Guru membantu siswa untuk mengevaluasi proses mengatasi melakukan refleksi terhadap masalah investigasinya dan proses – proses yang mereka gunakan Menurut Fogarty (dalam Rusman 2013 : 243) Pembelajaran Berbasis Masalah dimulai dengan masalah yang tidak terstruktursesuatu yang kacau. Dari kekacauan ini siswa menggunakan berbagai kecerddasannya melalui diskusi dan penelitian untuk menentukan isu nyata yang ada. Langkah – langkah yang akan dilalui oleh siswa dalam proses Pembelajaran Berbasis Masalah adalah: (1) menemukan masalah; (2) mendefinisikan masalah; (3) mengumpulkan fakta dengan menggunakan KND (what we Know,what we Need to know,what we neet to Do) ; (4) pembuatan hipotesis; (5) penelitian; (6) rephrasing masalah; (7) menyuguhkan alternatif; dan (8) mengusulkan solusi.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 Dalam penelitian ini, langkah yang digunakan yaitu menurut Ibrahim dan Nur (2000) dan Ismail (2002) (dalam Rusman 2013 : 243) mengemukakan bahwa langkah-langkah Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) adalah sebagai berikut. Tabel 2. Langkah Pembelajaran PBM Menurut Ibrahim dan Nur Fase Indikator Tingkah Laku Guru 1 Orientasi siswa pada Menjelaskan tujuan pembelajaran, masalah menjelaskan logistik yang diperlukan, dan memotivasi siswa terlibat pada aktivitas pemecahan masalah 2 Mengorganisasi siswa Membantu siswa mendefinisikan untuk belajar dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut 3 Membimbing pengalaman Mendorong siswa untuk individual/ kelompok mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah 4 Mengembangkan dan Membantu siswa dalam menyajikan hasil karya merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, dan membantu mereka untuk berbagai tugas dengan temannya. 5 Menganalisis dan Membantu siswa untuk mengevaluasi proses melakukan refleksi atau evaluasi pemecahan masalah terhadap penyelidikan mereka dan proses yang mereka gunakan. D. Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) SPLDV merupakan salah satu materi pembelajaran yang diajarkan pada jenjang SMP kelas VIII.Berikut ini Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) dari materi SPLDV pada kelas VIII Kurikulum 2013.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 Tabel 3. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kompetensi Inti (KI) Kompetensi Dasar (KD) 3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (factual, konseptual, dan procedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata. 3.5.Menjelaskan sistem persamaan linear dua variabel dan penyelesaiannya yang dihubungkan dengan masalah kontekstual. 4. Mengolah, menyaji dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dengan sudut pandang/ teori. 1. Pengertian SPLDV 4.5.Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel. As’ari et al. (2017 : 208) menyatakan bahwa Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) adalah kumpulan dua atau lebih persamaan linear dua variabel dalam dua variabel yang sama. Menurut Sukino dan Wilson Simangunsong (2006) menemukakan bahwa Sistem Persamaan Linear Dua Variabel adalah sebuah persamaan dimana di dalamnya terkandung dua variabel yang derajat dari tiap-tiap variabel yang ada di dalamnya adalah satu. 1. Bentuk Umum SPLDV Bentuk umum, yaitu:

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 Dengan syarat : { Contoh: { SPLDV di atas memiliki himpunan penyelesaian { { }. } 2. Menyelesaikan SPLDV Untuk menyelesaikan SPLDV dapat dilakukan dengan metode grafik, substitusi, eliminasi dan campuran. i. Metode Grafik Penyelesaian dari Persamaan Linear Dua Variabel berupa pasangan berurutan yang merupakan salah satu penyelesaian untuk setiap persamaan.Penyelesaian dari SPLDV adalah titik potong grafik dari kedua persamaan. Untuk menyelesaikan SPLDV menggunakan grafik, langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut  Langkah 1: Gambar grafik kedua persamaan dalam satu bidang koordinat.  Langkah 2 grafik. : Perkirakan titik perpotongan kedua

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26  Langkah 3 : Periksa titik potong kedua grafik dengan menyubstitusikan nilai x dan y ke dalam setiap persamaan. Contoh : Tentukan penyelesaian dari sistem persamaan linear dua variabel berikut! { Jawab : Langkah 1 : Gambar grafik kedua persamaan. Gambar 1. Grafik Kedua Persamaan Linear Dua Variabel

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 Langkah 2: Perkirakan titik potong kedua grafik. Titik potongnya berada di (-1, 3) Langkah 3 : Periksa titik potong.   ii. Metode Substitusi Metode substitusi adalah metode dengan menentukan nilai x dengan mengganti (menyubstitusi) bentuk persamaan y. Contoh : Ubah persamaan Substitusikan sehingga { menjadi untuk y ke persamaan . ,

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 Setelah itu, substitusikan nilai ke persamaan , sehingga diperoleh Untuk memeriksa apakah dan adalah penyelesaian dari sistem persamaan linear dua variabel, maka harus dicek untuk tiap persamaan   Jadi, penyelesaian sari sistem persamaan linear dua variabel adalah (2,-1). iii. Metode Eliminasi Metode eliminasi ini memiliki 2 cara yaitu cara penjumlahan dan cara pengurangan.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 Tabel 4. Langkah Metode Eliminasi Pengurangan Penjumlahan Kurangkan persamaan Jumlahkan kedua persamaan. pertama dengan persamaan kedua. Nilai disubstitusikan ke Nilai disubstitusikan ke salah satu persamaan. salah satu persamaan. Jadi, penyelesaian dari sistem Jadi, penyelesaian dari sistem persamaan linear dua variabel persamaan linear dua variabel adalah (1, 2). adalah (1, 2). iv. Metode Campuran Metode ini menggabungkan metode eliminasi dan metode substitusi untuk menyelesaikan suatu SPLDV. Contoh : Elsa dan Winda bekerja pada pabrik tas. Elsa dapat meyelesaikan 4 buah tas setiap jam dan Winda dapat menyelesaikan 5 tas setiap jam. Jumlah jam kerja Elsa dan Winda adalah 15 jam sehari dan jumlah tas yang bisa dibuat dalam sehari oleh keduanya adalah 67 tas. Jika jam kerja keduanya berbeda, tentukan jam kerja mereka masing-masing! Tabel 5. Langkah Metode Campuran Pengurangan Kurangkan persamaan pertama dengan persamaan kedua, dengan menyamakan koefisien dari variabel x.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 Nilai disubstitusikan ke salah satu persamaan. Jadi, penyelesaian dari sistem persamaan linear dua variabel adalah (8, 7). Sehingga jumlah jam kerja Elsa adalah 8 jam dan jumlah jam kerja Winda adalah 7 jam. 3. Penerapan SPLDV Sistem Persamaan Linear Dua Variabel adalah materi yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.Banyak kegiatan manusia yang menerapkan konsep SPLDV. Contoh : Amir dan Ira masing-masing membeli buku dan pensil yang sama. Amir membeli 3 buah pensil dan 2 buah buku dengan harga total Rp 17.500, sedangkan Ira membeli 2 buah pensil dan 5 buah buku dengan total harga Rp 30.000. Berapakah harga sebuah buku? Jawab : a. Mula-mula dibuat model SPLDV sebagai berikut. Andi membeli 3 pensil dan 2 buku Ira membeli 2 pensil dan 5 buku b. Langkah berikutnya, yaitu menyelesaikan SPLDV tersebut.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 Dengan menggunakan eliminasi dan substitusi, diperoleh nilai dan Jadi, harga sebuah buku adalah Rp 5.000. E. Penelitian Relevan Penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Sutrisno (2016) yang berjudul “Efektivitas Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri O Mangunharjo Tahun Pelajaran 2016/2017”. Sampel penelitian tersebut yaitu 30 siswa kelas VIII B. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan berpikir kritis sebesar 68,88% dalam kategori baik, aktivitas pembelajaran siswa dalam kategori sangat aktif sebesar 81,94%, dan respon siswa terhadap pembelajaran dalam kategori baik sebesar 80,37%. Penelitian yang dilakukan oleh Nasution dan Edy Surya (2017) dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika Siswa”.Hasil analisis data disimpulkan bahwa terdapat penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) terhadap kemampuan berpikir kreatif matematika siswa. Penelitian yang dilakukan oleh Andriani, Mestawaty, AS.A.dan Ritman Ishak Paudi (2017) yang berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Tentang Pengaruh

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 Gaya Terhadap Gerak Benda di Kelas IV SDN 1 Ogowele”. Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SDN 1 Ogowele, terdiri 30 orang siswa. Hasil penelitian yang dilakukan, bahwa hasil belajar siswa pada siklus I masih rendah yakni hanya 19 orang siswa yang memperoleh nilai 80 dengan ketuntasan belajar siswa 63,3%, pada siklus ke dua meningkat menjadi 28 orang siswa mencapai ketuntasan belajar 93,3%, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa tentang pengaruh gaya terhadap gerak benda di kelas IV SDN 1 Ogowele. Berdasarkan beberapa hasil penelitian tersebut, pembelajaran berbasis masalah merupakan strategi pembelajaran yang efektif digunakan dalam proses pembelajaran. Melalui pembelajaran berbasis masalah ini mampu meningkatkan hasil belajar dan kreativitas siswa. Proses pembelajaran yang banyak kegiatan diskusi membuat siswa lebih aktif serta mampu mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. Dengan ini, siswa menjadi lebih aktif dan interaktif dalam proses pembelajaran sehingga akan mencapai hasil belajar yang baik. F. Kerangka Berpikir Dalam pendidikan di Indonesia, matematika diharapkan dapat memberikan sumbangan dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, sistematis, logis, kreatif, dan kemampuan untuk dapat bekerja secara efektif. Salah satu hal masih sering menjadi kekurangan siswa yaitu

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 menumbuhkan sikap kreatif dari dalam diri siswa. Hal tersebut dapat berdampak pada pemahaman materi dan hasil belajar siswa. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti, sikap kreatif siswa di kelas VIII D masih kurang.Hanya beberapa siswa yang memenuhi indikator dari sikap kreatif. Banyak siswa yang tidak memperhatikan guru, dan ramai dengan teman sebangku.Selain itu banyak siswa yang tidak memahami materi tetapi tidak mau bertanya kepada guru, sehingga tak heran jika nilai hasil tes siswa kurang maksimal. Dari hasil observasi yang telah dilakukan peneliti, guru juga masih menggunakan pembelajaran yang tidak melibatkan siswa untuk lebih aktif. Pembelajaran Berbasis Masalah ini adalah salah satu model pembelajaran yang dapat membuat siswa lebih aktif dalam pembelajaran matematika. Guru dapat memulai pembelajaran matematika melalui suatu masalah, supaya siswa mendapatkan konsep dari materi yang dibawakan dan dapat memaknai pembelajaran. Dari pemahaman konsep yang baik dan pembelajaran yang bermakna, akan membuat siswa lebih paham terkait materi yang disampaikan. Hal tersebut dapat berdampak pada hasil belajar yang baik. Melihat beberapa hal tersebut, Pembelajaran Berbasis Masalah dapat membantu siswa dalam meningkatkan sikap kreatif dan hasil belajar yang lebih optimal.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 1. Hasil belajar siswa harus terus dijaga supaya tetap baik disertai dengan pemahaman terkait materi. 2. Metode pembelajaran yang kurang mendorong siswa untuk terlibat aktif. 3. Sikap kreatif siswa masih harus dikembangkan. Hal ini disebabkan karena: a. Siswa pasif dalam bertanya atau memberikan usul b. Siswa harus disuruh guru untuk mengerjakan soal c. Siswa sangat bergantung dengan orang lain ketika menemukan permasalahan Strategi Pembelajaran Pembelajaran Berbasis Masalah Sebelum pembelajaran dimulai, siswa terlebih dahulu diberikan permasalahan seharihari oleh guru. Di dalam kelas, pembelajaran dilakukan secara berdiskusi dan memperdalam materi sehingga siswa lebih banyak memiliki waktu untuk bertanya dan berlatih. Mengembangkan Hasil Belajar dan Sikap Kreatif Siswa. Gambar 2. Kerangka Berpikir

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Menurut Siregar (2013: 7) penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independent) tanpa membuat perbandingan, atau penghubung dengan variabel yang lain. Menurut Prasetyo (2005 : 42) penelitian deskriptif dilakukan untuk memberikan gambaran yang lebih detail mengenai suatu gejala atau fenomena. Deskriptif kuantitatif dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas pembelajaran berbasis masalah ditinjau dari hasil belajar dan sikap kreatif belajar kelas VIII D SMP Negeri 2 Yogyakarta. B. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah 28 siswa kelas VIII D SMPNegeri2Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019. C. Waktu dan Tempat Penelitian Tempat Penelitian : SMP Negeri 2 Yogyakarta 35

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 Alamat : Jl. Panembahan Senopati No.28-30, Prawirodirjan, Gondomanan, Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, DIY 55121 Waktu Penelitian : Juli 2018 – Januari 2019 Penelitian di Sekolah : 14 – 29 November 2018 D. Teknik Pengumpulan Data Metode pengimpulan data dalam penelitian ini, yaitu : 1. Observasi Pengumpulan data melalui observasi dilaksanakan dengan melakukan pengamatan di dalam kelas pada saat pelaksanaan pembelajaran menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM). Observasi bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran PBM. 2. Tes Tertulis Data yang diperoleh melalui tes yaitu tes yang diadakan diakhir pembelajaran yang bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa selama pembelajaran yang telah diberikan. 3. Pemberian Angket Sikap Kreatif Siswa Data melalui angket yang dilakukan dua kali yaitu angket sikap kreatif awal dan angket sikap kreatif akhir. Metode ini dilakukan untuk mengetahui sikap kreatif siswa kelas VIII D mata pelajaran

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 matematika SMP Negeri 2 Yogyakarta selama pembelajaran berbasis masalah berlangsung. 4. Wawancara Terkait Sikap Kreatif Siswa Wawancara dilakukan untuk memperkuat hasil angket yang telah diisi oleh siswa. Wawancara ini berisi pertanyaan yang disiapkan oleh peneliti sesuai kisi-kisi angket yang bertujuan untuk mengetahui apakah efektif untuk meningkatkan sikap kreatif siswa dengan pembelajaran berbasis masalah. Wawancara dilakukan setelah siswa mengisi angket sikap kreatif akhir, yang kemudian dipilih siswa yang dalam proses pembelajaran aktif dan kurang aktif. E. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu instrumen pembelajaran dan instrument pengumpulan data. 1. Instrumen Pembelajaran Instrumen pembelajaran dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang digunakan untuk membantu guru dan siswa dalam melakukan proses pembelajaran agar lebih terstruktur dan terarah. RPP yang berkaitan dengan materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel disusun oleh peneliti menggunakan kurikulum 2013 sesuai dengan kurikulum yang diterapkan di SMP Negeri 2 Yogyakarta.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 2. Instrumen Pengumpulan Data Berikut adalah beberapa instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini : a. Lembar Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran Lembar observasi digunakan guru selama proses belajar mengajar di kelas. Lembar observasi memuat deskripsi kegiatan guru di kelas berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. b. Soal Tes Tertulis Soal tes terdiri dari 5 soal pilihan ganda dan 3 soal esai yang akan dikerjakan oleh siswa dalam waktu 60 menit. Tes ini digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa terkait materi yang sudah diberikan oleh peneliti.Berikut kisi-kisi soal tertulis. No 1 2 Tabel 6.Kisi-Kisi Soal Tertulis Kompetensi Dasar Indikator (KD) Menentukan 3.5 Menjelaskan sistem persamaan penyelesaian dari linear dua sistem persamaan variabel dan linear dua variabel penyelesaiannya dengan metode yang grafik. dihubungkan Menentukan nilai dari dengan masalah salah satu variabel. kontekstual. Menentukan penjumlahan dari nilai 2 variabel. Menyelesaikan 4.5.Menyelesaikan masalah yang permasalahan berkaitan dengan kontekstual yang sistem berkaitan SPLDV. persamaan linear dua variabel. No. Soal Jumlah 2 A.1 B.1 A.2 1 1 A.3 A.4 2 A.5 B.2 B.3 2

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 c. Angket Sikap Kreatif Siswa Angket sikap kreatif siswa terdiri dari angket sikap kreatif siswa awal dam angket sikap kreatif siswa akhir.Angket sikap kreatif ini digunakan untuk mengetahui peningkatan sikap kreatif siswa sebelum dan sesudah pembelajaran matematika menggunakan pembelajaran berbasis masalah.Berikut adalah kisi-kisi angket sikap kreatif siswa. No 1 2 3 4 5 6 Tabel 7.Kisi-Kisi Angket Sikap Kreatif Siswa Indikator No. Pernyataan (+) (-) Memiliki rasa ingin tahu besar. 5, 12, 18 14 Sering mengajukan pertanyaan yang 9, 15 berbobot. Memberikan banyak gagasan dan 1, 4 2, 17 usul terhadap suatu masalah. Mampu menyatakan pendapat 3, 16 13 secara spontan dan tidak malumalu. Dapat bekerja sendiri. 10 8, 11, 19 Senang mencoba hal-hal baru. 6, 7 Jumlah 4 2 4 3 5 2 d. Pedoman Wawancara Sikap Kreatif Siswa Pedoman wawancara merupakan instrumen non tes yang berupa serangkaian pertanyaan yang dipakai sebagai acuan untuk mendapatkan data atau informasi tertentu tentang responden dengan cara tanya jawab. Pertanyaan yang disusun berisi poin penting yang nantinya bisa dikembangkan langsung oleh peneliti saat wawancara berlangsung. Berikut kisi-kisi pedoman wawancara sikap kreatif siswa.

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 Tabel 8.Kisi-kisi Pedoman Wawancara Sikap Kreatif Siswa No Indikator No. Soal Jumlah 1 Memiliki rasa ingin tahu yang besar. 1 3 2 3 2 Sering mengajukan pertanyaan yang 4 1 berbobot. 3 Memberikan banyak gagasan dan usul 5 2 terhadap suatu permasalahan. 6 4 5 Mampu menyatakan pendapat secara spontan dan tidakmalu-malu. Dapat bekerja atau belajar sendiri. 6 Senang mencoba hal-hal baru. 7 1 8 9 10 11 3 2 F. Validitas Instrumen Penelitian Menurut Anderson (dalam Lestari 2015 : 190), sebuah tes dikatakan valid apabila tes tersebut mengukur apa yang hendak diukur. Dengan kata lain, validitas suatu instrumen merupakan tingkat ketepatan suatu instrumen untuk mengukur sesuatu yang harus diukur. Validitas instrumen yang dianalisis dalam penelitian ini adalah validitas logis. Validitas logis atau validitas teoritis suatu instrumen penelitian menunjuk pada kondisi suatu instrumen yang memnuhi persyaratan valid berdasarkan teori dan ketentuan yang ada. Validitas logis suatu instrumen dilakukan berdasarkan pertimbangan para ahli (expert judgement). Agar hasil pertimbangan tersebut memadai, sebaiknya dilakukan oleh para ahli atau orang yang dianggap ahli dan berpengalaman dalam bidangnya.

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi (content validity). Validitas isi suatu instrumen penelitian adalah ketetapan instrumen tersebut ditinjau dari segi materi yang akan diteliti. Dalam penelitian ini, validitas isi instrumen tes berkenaan dengan kesesuaian dengan kompetensi dasar materi yang diteliti, dan materi yang diteskan representative dalam mewakili keseluruhan materi yang akan diteliti. Sementara itu, validitas isi suatu instrumen non tes berkenaan dengan kesesuaian item pernyataan atau pertanyaan dengan indikator variabel yang diteliti. Instrumen pada penelitian ini di validasi oleh Ibu Niluh Sulistyani dan bapak Yosep Dwi Kristanto selaku dosen pendidikan matematika. Setelah dilakukan validasi berdasarkan pertimbangan ahli di dapat hasil sebagai berikut: 1. Validasi angket sikap kreatif siswa Hasil validasi angket sikap kreatif siswa, saran untuk perbaikan yaitu mengenai susunan kalimat yang ada pada angket dan perlu menyesuaikan dengan indicator. Saran untuk perbaikan angket sikap kreatif dapat dilihat secara lengkap pada lampiran. Dari hasil validasi disimpulkan bahwa angket sikap kreatif siswa dapat digunakan dengan revisi. 2. Validasi pedoman wawancara sikap kreatif siswa Hasil validasi wawancara sikap kreatif siswa, saran untuk perbaikan yaitu merubah susunan kalimat dan bahasa supaya lebih sederhana,

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 selain itu perlu menyesuaikan pertanyaaan dengan indikator. Dari hasil validasi disimpulkan bahwa pedoman wawancara sikap kreatif siswa dapat digunakan dengan revisi. 3. Validasi tes tertulis Hasil validasi tes tertulis, saran untuk perbaikan pada konteks kalimat dan gambar untuk lebih diperbesar, selain itu perbaikan pada indikator soal. Dari hasil validasi disimpulkan bahwa soal tertulis dapat digunakan dengan revisi. 4. Validasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Hasil validasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), saran untuk perbaikan RPP pertemuan pertama yaitu memperbaiki susunan kalimat pada tujuan pembelajaran dan indikator, definisi pada materi serta kelengkapan pada langkah pembelajaran; pertemuan kedua yaitu susunan kalimat pada tujuan pembelajaran, kelengkapan materi dan kelengkapan langkah pembelajaran; pertemuan ketiga yaitu susunan kalimat pada tujuan pembelajaran dan kelengkapan pada langkah pembelajaran. Perbaikan dapat dilihat secara lengkap pada lampiran.Dari hasil validasi disimpulkan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dapat digunakan dengan revisi.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 G. Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data deskriptif kuantitatif. Pada penelitian ini, data yang diperoleh berupa : 1. Data Keterlaksanaan Pembelajaran Lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran digunakan untuk melihat sejauh mana rancangan pembelajaran berbasis masalah dilaksanakan ketika penelitian. Pada lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran terdapat 16 item kegiatan yang akan diamati, dan terdiri dari 2 penilaian, yaitu “ya” dan “tidak”. Untuk setiap kegiatan yang terlaksana mendapat skor 1, sedangkan untuk kegiatan yang tidak terlaksana mendapat skor 0. Berikut adalah cara yang digunakan untuk melihat persentase keterlaksanaan pembelajaran dari masing-masing pertemuan: Keterangan: = 1, 2, 3, …, n. = Persentase keterlaksanaan pembelajaran ke= Jumlah skor dari kegiatan yang terlaksana = Jumlah seluruh kegiatan (skor maksimal) Setelah melihat persentase dari masing-masing pertemuan, akan dilihat rata-rata keterlaksanaan pembelajaran dengan cara sebagai berikut:

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 ∑ Keterangan: = Rata-rata persentase keterlaksanaan pembelajaran = Banyaknya pertemuan pembelajaran Dari hasil perhitungan yang telah diperoleh, kemudian dikonveksikan ke dalam beberapa kategori menurut Sudjana Nana (2013: 118) berikut. Tabel 9.Kategori Keterlaksanaan Pembelajaran Rentang Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang 2. Data Tes Tertulis Data tes tertulis digunakan untuk mengukur kemampuan siswa.Data tes tertulis dilihat dari hasil yang diperoleh siswa dari tes tertulis. Waktu pengerjaan tes tertulis selama 60 menit.Bentuk soal yaitu 5 soal pilihan ganda dan 3 soal esay. Dalam tes tertulis dengan rincian skor maksimal sebagai berikut : Tabel 10.Skor Tes Tertulis Siswa No soal A.1, B.1 A.2 A.4, A.5 Indikator Menentukan penyelesaian dari sistem persamaan linear dua variabel dengan metode grafik. Menentukan nilai dari salah satu variabel. Menyelesaikan permasalahan kontekstual yang berkaitan SPLDV. Skor Maks 7 2 4

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 A.3 B.2, B.3 Menentukan penjumlahan dari nilai 2 variabel. Menentukan penyelesaian dari masalah kontekstual yang berkaitan dengan SPLDV. 2 10 Setelah hasil kerja siswa diberi skor sesuai dengan skor di atas, skor tersebut diubah dalam bentuk nilai dengan rumus sebagai berikut : Dari data nilai siswa dan indikator yang terkumpul dianalisis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Data-data berupa angka dianalisis dengan mencari nilai rata-rata, nilai tertinggi, nilai terendah, jumlah siswa yang tuntas, dan jumlah siswa yang tidak tuntas. Dari hasil perhitungan yang telah diperoleh, kemudian dikonveksikan ke dalam kategori menurut Kunandar (2014 : 235). Tabel 11.Kategori Tes Tertulis Siswa Rentang Kategori Amat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Analisis data hasil tes tertulis dianalisis untuk mendapatkan deskripsi hasil dari pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Data dianalisis dengan persentase untuk mengetahui besarnya hasil yang dicapai seluruh siswa. Pengambilan kesimpulan dari nilai hasil tes dengan kategori cukup sebesar 70% akan mewakili efektivitas pembelajaran berbasis masalah.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 3. Data Angket Sikap Kreatif Analisis hasil angket sikap kreatif siswa dengan menjumlahkan skor sesuai jawaban siswa. Angket sikap kreatif siswa menggunakan skala Likert dengan penilaian skor sebagai berikut : Tabel 12.Pedoman Skor Angket Sikap Kreatif Siswa Pernyataan Positif Negatif Sangat Sering (SS) 4 1 Sering (S) 3 2 Jarang (J) 2 3 Tidak Pernah (TP) 1 4 Dalam penelitian ini menggunakan skala Likert yang digunakan untuk mengukur keterlaksanaan dan ketidalaksanaan seseorang terhadap suatu kegiatan. Dari hasil perhitungan yang telah diperoleh, kemudian dikonversikan ke dalam kategori menurut Azwar Saifuddin (2009: 109) berikut: Tabel 13.Pedoman Kategori Sikap Kreatif Siswa Rentang Kategori Tinggi Sedang Rendah Berikut ini adalah langkah-langkah untuk mencari rentang pada tabel. 1) Rentang minimum-maksimum Skor minimum Skor maksimum =∑ =∑ Rentang minimum-maksimum = Skor maksimum – Skor minimum

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 Keterangan: ∑ = Jumlah item 2) Standar Deviasi 3) Mencari Mean Teoretis ∑ Keterangan: = Mean Teoretis ∑ = Jumlah item Sehingga, penentuan kategori dalam penelitian sebagai berikut: 1) Rentang minimum-maksimum Skor minimum Skor maksimum =∑ skor minimum tiap item = 19 1 = 19 =∑ skor maksimum tiap item = 19 4 = 76 Rentang minimum-maksimum = Skor maksimum – Skor minimum = 76 – 19 = 57 2) Standar Deviasi 3) Mencari Mean Teoretis

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 Dalam hasil perhitungan yang telah diperoleh, kemudian dikonversikan ke dalam kategori berikut: Tabel 14.Kategori Angket Sikap Kreatif Siswa Rentang Kategori Tinggi Sedang Rendah Pengambilan kesimpulan dari peningkatan skor rata-rata berdasarkan indikator dari angket sikap kreatif siswa awal dan angket sikap kreatif siswa akhir. Kemudian peningkatan skor rata-rata berdasarkan indikator ini dapat mewakili peningkatan sikap kreatif siswa. Peningkatan skor rata-rata setiap indikator dapat dihitung dan dikonveksikan seperti pada hasil angket.Berikut ini adalah langkahlangkah untuk mencari rentang pada tabel. 1) Rentang minimum-maksimum Skor minimum Skor maksimum =∑ skor minimum tiap item = 28 1 = 28 =∑ skor maksimum tiap item =28 4 = 112 Rentang minimum-maksimum = Skor maksimum – Skor minimum = 112 – 28 = 84 2) Standar Deviasi

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 3) Mencari Mean Teoretis Dalam hasil perhitungan yang telah diperoleh, kemudian dikonversikan ke dalam kategori berikut: Tabel 15.Kategori Rata-rata Indikator Angket Sikap Kreatif Siswa Rentang Kategori Tinggi Sedang Rendah Pengambilan kesimpulan dari peningkatan skor rata-rata berdasarkan indikator dari angket sikap kreatif awal dan sngket sikap kreatif akhir. Kemudian peningkatan skor rata-rata berdasarkan indikator ini akan mewakili efektivitas pembelajaran berbasis masalah.

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian Berikut tahapan-tahapan proses persiapan sampai pelaksanaan penelitian yang dilakukan oleh peneliti. 1. Persiapan Penelitian Peneliti berdiskusi dengan Wakil Kepala Sekolah terkait maksud dan tujuan yang akan dilakukan, kemudian beliau menyetujui dan menyarankan melakukan penelitian dibawah bimbingan Ibu Budi Lestari. Ibu Budi Lestari merupakan salah satu guru mata pelajaran matematika di SMP Negeri 2 Yogyakarta.Selanjutnya peneliti melakukan observasi di kelas VIII D. Kelas VIII D ini adalah salah satu kelas yang diampu oleh Ibu Budi Lestari. 2. Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilakukan dengan menyusun instrumen yang digunakan dalam penelitian, yang kemudian melakukan uji validitas pakar terhadap instrumen yang dibuat oleh peneliti. Instrumen di validasi oleh Ibu Niluh Sulistyani dan Bapak Yosep Dwi Kristanto selaku dosen pendidikan matematika. Dilakukan perbaikan berdasarkan kritik dan saran yang diberikan oleh validator kepada peneliti.Setelah instrumen valid maka instrumen 50 siap untuk digunakan.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 Kegiatan pengambilan data berlangsung mulai tanggal 14 November 2018 sampai dengan 29 November 2018. Penelitian berlangsung pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Pengambilan data dilakukan 5 kali pertemuan, dimana 1 kali pertemuan untuk pemberian angket sikap kreatif siswa awal dan proses pembelajaran, 2 kali pertemuan untuk proses pembelajaran, 1 kali pertemuan untuk melaksanakan pengulangan materi dan dilakukan tes tertulis, serta 1 kali pertemuan untuk melaksanakan wawancara dan pemberian angket sikap kreatif siswa akhir. Adapun rincian kegiatankegiatan yang dilaksanakan dapat dilihat pada table berikut: Tabel 16.Pelaksanaan Kegiatan No Hari/Tanggal Waktu Kegiatan 1 Rabu, 14 13.20 – 14.00 Pemberian Angket Awal November 2018 14.00 – 14.40 Proses Pembelajaran 1 2 Kamis, 15 12.40 – 14.40 Proses Pembelajaran 2 November 2018 3 Rabu, 21 13.20 – 14.40 Proses Pmbelajaran 3 November 2018 4 Kamis, 22 12.40 – 13.40 Pengulangan Materi November 2018 13.40 – 14.40 Tes Tertulis 5 Kamis, 29 11.30 – 12.30 Wawancara November 2018 Pelaksanaan proses pembelajaran dapat dipaparkan sebagai berikut: a. Pertemuan Pertama Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Rabu, 14 November 2018 pada pukul 13.20 – 14.40. Pertemuan pertama berlangsung selama 2 jam pelajaran dimana 1 jam pelajaran

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 berdurasi 40 menit. Pertemuan pertama digunakan untuk pembuka dan pemberian angket sikap kreatif siswa awal selama 40 menit. Kemudian dilanjutkan proses pembelajaran 1 berlangsung selama 40 menit. Sebelum peneliti memberikan angket sikap kreatif siswa awal dan melanjutkan pada proses pembelajaran, peneliti memperkenalkan diri kepada siswa dan menjelaskan bahwa untuk 2 minggu proses pembelajaran akan dilaksanaakan bersama peneliti. Pada pertemuan pertama peneliti memberikan angket sikap kreatif siswa. Angket ini bertujuan untuk mengetahui sikap kreatif siswa sebelum mengikuti pembelajaran Sistem Persamaan Linear Dua Variabel dengan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM). Kemudian peneliti membuka proses pembelajaran dengan menjelaskan tentang tujuan pembelajaran dan memberikan motivasi dengan menjelaskan kegunaan materi pada kehidupan sehari-hari. Kemudian peneliti memulai dengan membagi siswa pada kelompok kecil yaitu 4 – 5 siswa pada 1 kelompok.Setelah siswa berkumpul dengan kelompok masing-masing, peneliti membagikan LKS kepada tiap kelompok. Siswa mulai berdiskusi dengan kelompok masing-masing, kegiatan ini berkangsung sangat interaktif dan komunikatif. Banyak siswa yang bertanya bila mengalami kesulitan ataupun sekedar mengkonfirmasi

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 jawaban.Setelah siswa berdiskusi peneliti meminta siswa untuk mewakili kelompoknya untuk menjelaskan terkait hasil diskusi, kemudian siswa dari kelompok lain menanggapi. Kemudian peneliti mengajak siswa untuk menyimpulkan hasil pembelajaran pada pertemuan pertama. Setelah itu peneliti melakukan refleksi dengan menanyakan bagaimana perasaan siswa setelah mengikuti pembelajaran pada pertemuan pertama. Banyak dari siswa tersebut mengatakan senang karena proses pembelajarannya secara berkelompok. Tetapi aada ada siswa yang memberikan usul kepada peneliti untuk tidak terlalu cepat dalam berbicara. Kemudian peneliti memberikan tugas membaca dirumah dan mengerjakan soal pada Buku Mandiri. Setelah itu peneliti menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam. b. Pertemuan Kedua Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Kamis, 15 November 2018 pada pukul 12.40 – 14.40. Peneliti membuka pembelajaran dengan memberisalam, menanyakan kabar, dan melakukan presensi. Selanjutnya peneliti mengkomunikasikan tujuan belajar yang akan dicapai siswa yaitu siswa diharapkan dapat menyelesaikan penyelesaian dari SPLDV dengan metode grafik dan metode substitusi. Sebelum peneliti melanjutkan pembelajaran, peneliti memberikan soal terkait materi Persamaan Linear Satu Variabel dan Koordinat Kartesius karena materi

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 tersebut dapat membantu siswa untuk mempermudah dalam mengikuti pembelajaran pada SPLDV. Siswa mengerjakan soal tersebut dengan antusias, walaupun beberapa siswa bertanya cara penyelesaian dari soal tersebut. Setelah kegiatan pembuka berlangsung, peneliti membagikan LKS pada siswa yang akan berdiskusi dengan teman sebangku. Kemudian peneliti memberikan penjelasan sedikit terkait masalah yang diberikan pada LKS, kemudian meminta siswa untuk mulai berdiskusi dengan teman sebangkunya. Kegiatan tersebut berlangsung sangat komunikatif, banyak siswa yang banyak bertanya terkait materi dan banyak yang mengkonfirmasi jawaban. Setelah kegiatan diskusi berlangsung, peneliti meminta siswa untuk menjelaskan terkait hasil diskusi yang telah dulakukan. Kemudian siswa lain menanggapi. Kemudian peneliti memberikan beberapa latihan soal kepada siswa terkait metode grafik kemudian siswa mengerjakan di depan kelas. Setelah itu pembelajaran dilanjutkan pada metode substitusi, peneliti meminta siswa untuk melihat LKS pada bagian 2. Kemudian peneliti meminta siswa untuk kembali berdiskusi bersama dengan teman sebangku. Pada kegiatan ini berlangsung lebih cepat karena tidak ada proses menggambar, dan banyak siswa yang sudah benar dalam menjawab permasalahan pada LKS bagian 2. Setelah itu peneliti meminta siswa untuk menjelaskan terkait

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 hasil diskusi dan siswa lain menanggapi. Peneliti juga memberikan soal latihan yang dikerjakan siswa di depan kelas. Pada kegiatan penutup, peneliti bersama siswa menyimpulkan pembelajaran pada pertemuan kedua yaitu langkahlangkah pada metode grafik dan metode substitus. Kemudian peneliti melakukan kegiatan refleksi dengan menanyakan perasaan siswa.Peneliti memberikan tugas pada Buku Mandiri terkait pemnyelesaian SPLDV dengan metode grafik dan metode substitusi. Kemudian peneliti menutup pembelajaran pertemuan kedua dengan salam. c. Pertemuan Ketiga Pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Rabu, 21 November 2018 pada pukul 13.20 – 14.40. Pertemuan ketiga peneliti membuka pembelajaran dengan member salam, menanyakan kabar dan mengecek kehadiran siswa. Selanjunya peneliti mengkomunikasikan tujuan belajar yang akan dicapai. Peneliti juga memberikan motivasi kepada siswa dengan memberikan contoh pentingnya materi SPLDV pada kehidupan sehari-hari. Pembelajaran dilanjutkan dengan membahas terkait tugas yang peneliti berikan pada pertemuan sebelumnya. Pada kegiatan inti, peneliti membagikan LKS kepada siswa yang akan digunakan untuk diskusi bersama teman sebangku. Peneliti mengkomunikasikan agar siswa mulai berdiskusi dengan

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 teman sebangku. Kemudian siswa mulai berdiskusi dengan teman sebangku dan bertanya jika ada hal yang tidak dimengerti. Pada pertemuan ini peneliti langsung meminta siswa untuk melanjutkan LKS pada bagian kedua yaitu terkait metode campuran. Pada kegiatan tersebut siswa langsung memahami terkait perbedaan dari metode eliminasi dan metode campuran. Peneliti memita siswa untuk tetap menjelaskan kepada siswa lain, dan siswa lain menanggapi. Pada kegiatan penutup, peneliti bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran yaitu terkait metode eliminasi dan metode campuran. Kemudian peneliti menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan dilaksanakan tes tertulis dengan materi SPLDV. Kemudian tugas yang diberikan untuk siswa yaitu mempelajari kembali terkait materi SPLDV. Setelah itu peneliti mengajak siswa untuk merefleksikan kegiatan pada pertemuan ketiga dan kemudian peneliti menutup pembelajaran dengan salam. d. Pertemuan Keempat Pertemuan keempat dilaksanakan pada hari Kamis, 22 November 2018 pada pukul 12.40 – 14.40. Pertemuan keempat berlangsung selama 120 menit, 60 menit pertama digunakan untuk mengulang materi SPLDV dikarenakan pda pertemuan 13 siswa tidak masuk sehingga kurang memahami materi SPLDV dan 60

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 menit berikutnya digunakan untuk tes tertulis. Tes ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa terkait materi SPLDV. e. Pertemuan Kelima Pertemuan kelima dilaksanakan hari Kamis, 29 November 2018 pada pukul 12.00 – 13.00. Pertemuan kelima ini berlangung 1 jam diluar jam efektif karena hari itu siswa sedang masa UAS. Peneliti meminta waktu siswa untuk mengisi Angket Sikap Kreatif Siswa akhir dan wawancara 3 siswa secara acak. Angket sikap kreatif siswa akhir ini bertujuan untuk mengetahui sikap kreatif siswa setelah mengikuti pembelajaran SPLDV dengan pembelajaran berbasis masalah. B. Data Hasil Penelitian Setelah melakukan penelitian, peneliti memperoleh data-data yang akan di analisis. Berikut adalah data-data yang diperoleh: 1. Data Keterlaksanaan Pembelajaran Berdasarkan data hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran yang diperoleh data sebagai berikut: No 1 2 3 4 Tabel 17. Keterlaksanaan Pembelajaran Aspek yang Diamati P1 Mengucapkan salam. 1 Menanyakan kabar dan melakukan 1 presensi. Menyampaikan tujuan pembelajaran. 1 Memberikan motivasi dengan 1 memberikan contoh penerapan materi SPLDV pada kehidupan nyata. P2 1 1 P3 1 1 1 0 1 1

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 No 5 6 7 8 Aspek yang Diamati Melakukan kegiata apersepsi. Membagi siswa dalam kelompokk kecil. Memberikan LKS kepada siswa. Meminta siswa untuk mengerjakan LKS dengan berdiskusi. 9 Berkeliling untuk melihat dan membimbing siswa dalam berdiskusi. 10 Meminta siswa untuk menyampaikan hasil diskusi. 11 Meminta siswa lain untuk menanggapi. 12 Bersama siswa membahas terkait materi yang dipelajari. 13 Meminta siswa untuk mengumpulkan LKS. 14 Bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran. 15 Meminta siswa merefleksikan kegiatan pembelajaran. 16 Menutup pembelajaran dengan salam. Total Keterlaksanaan Keterlaksanaan Pembelajaran (%) Keterangan: P1 1 1 1 1 P2 1 1 1 1 P3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 16 100 1 15 93,75 1 16 100 P1 = Pertemuan 1 P2 = Pertemuan 2 P3 = Pertemuan 3 Pertemuan keempat digunakan untuk mengulang materi dan tes tertulis, sehingga pada pertemuan keempat tidak dilakukan penilaian terhadap keterlaksanaan pembelajaran. Pertemuan kelima juga tidak dilakukan penilaian terhadap keterlaksanaan pembelajaran dikarenakan pada pertemuan kelima digunakan untuk pemberian angket sikap kreatif siswa akhir.

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 Berdasarkan tabel, pada pertemuan kedua dari 16 item kegiatan yang diamati, terdapat 15 kegiatan yang terlaksana dan 1 kegiatan yang tidak terlaksana. Sehingga, persentase keterlaksanaan pembelajaran pada pertemuan kedua ini diperoleh 93,75%. Pada pertemuan ini kegiatan yang tidak terlaksana adalah memberikan motivasi siswa pada awal pembelajaran. Kegiatan tersebut tidak terlaksana karena peneliti lupa memberikan contoh penerapan materi untuk kehidupan seharihari. Sedangkan pada pertemuan pertama dan ketiga, semua kegiatan terlaksana. Sehingga persentase keterlaksanaan pembelajaran pada pertemuan pertama dan ketiga adalah 100%. Berdasarkan data keterlaksanaan pembelajaran pertemuan pertama, kedua dan ketiga, secara keseluruhan keterlaksanaan pembelajaran berbasis masalah di kelas VIII D SMP Negeri 2 Yogyakarta termasuk dalam kategori sangat baik dengan rata-rata persentase keterlaksanaan sebesar 97,9%. 2. Hasil Belajar Hasil belajar siswa dilihat dari hasil tes tertulis. Hasil tes tertulis siswa ditunjukkan oleh tabel berikut. Siswa 1 2 3 4 5 6 Tabel 18. Nilai Tes Tertulis Siswa Skor Perolehan Nilai Kategori 25 100 Amat Baik 19 76 Cukup 21 84 Baik 25 100 Amat Baik 21 84 Baik 17 68 Kurang

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 Siswa 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Skor Perolehan 25 18 9 21 25 23 23 16 23 21 21 13 21 16 20 23 13 13 15 11 23 13 Nilai 100 72 36 84 100 92 92 64 92 84 84 52 84 64 80 92 52 52 60 44 92 52 Kategori Amat Baik Cukup Sangat Kurang Baik Amat Baik Amat Baik Amat Baik Kurang Amat Baik Baik Baik Sangat Kurang Baik Kurang Cukup Amat Baik Sangat Kurang Sangat Kurang Kurang Sangat Kurang Amat Baik Sangat Kurang Berdasarkan data pada Tabel, ada 9 siswa yang termasuk kategori Amat Baik, 6 siswa termasuk kategori Baik, 3 siswa termasuk kategori Cukup, 4 siswa termasuk kategori Kurang, dan 6 siswa termasuk kategori Sangat Kurang. Dengan nilai terendah 36 dan nilai tertinggi 100. Selain itu berdasarkan data hasil tes tertulis siswa kelas VIII D SMP Negeri 2 Yogyakarta kemudian dibuat dalam bentuk persentase. Berikut ini merupakan tabel yang menunjukan persentase hasil tes tertulis siswa:

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 No 1 2 3 4 5 Tabel 19. Persentase Hasil Tes Tertulis Kriteria Banyak Persentase Siswa Kategori Amat Baik 9 32,14% Kategori Baik 6 21,43% Kategori Cukup 3 10,71% Kategori Kurang 4 14,29% Kategori Sangat Kurang 6 21,43% 3. Sikap Kreatif Sikap kreatif siswa dilihat dari hasil angket sikap kreatif siswa awal, angket sikap kreatif siswa akhir, dan wawancara sikap kreatif siswa. a. Hasil angket sikap kreatif siswa awal dan angket sikap kreatif siswa akhir ditunjukkan oleh tabel berikut: Tabel 20.Hasil Angket Sikap Kreatif Siswa Awal Siswa Skor Kategori Skor Kategori Awal Akhir 1 52 Sedang 57 Sedang 2 47 Sedang 52 Sedang 3 64 Sedang 68 Tinggi 4 47 Sedang 50 Sedang 5 40 Rendah 51 Sedang 6 48 Sedang 58 Sedang 7 37 Rendah 47 Sedang 8 59 Sedang 64 Sedang 9 49 Sedang 56 Sedang 10 56 Sedang 58 Sedang 11 61 Sedang 62 Sedang 12 46 Sedang 65 Sedang 13 62 Sedang 65 Sedang 14 60 Sedang 63 Sedang 15 35 Rendah 57 Sedang 16 50 Sedang 52 Sedang 17 61 Sedang 69 Tinggi 18 37 Rendah 44 Rendah 19 45 Rendah 55 Sedang 20 36 Rendah 47 Sedang 21 56 Sedang 57 Sedang 22 49 Sedang 58 Sedang

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 Siswa 23 24 25 26 27 28 Skor Awal 51 49 52 50 53 53 Kategori Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Skor Akhir 52 47 51 57 69 51 Kategori Sedang Sedang Sedang Sedang Tinggi Sedang Berdasarkan tabel, pada angket sikap kreatif siswa awal ada 6 siswa termasuk kategori rendah, 22 siswa termasuk kategori sedang, dan tidak ada siswa termasuk kategori tinggi. Sedangkan pada angket sikap kreatif siswa akhir terdapat 1 siswa termasuk kategori rendah, 24 siswa termasuk kategori sedang, dan 3 siswa termasuk kategori tinggi. b. Wawancara Sikap Kreatif Siswa Berdasarkan hasil angket sikap kreatif siswa didapat narasumber untuk di wawancara dengan kriteria wawancara sikap kreatif adalah siswa yang mempunyai peningkatan nilai dari angket sikap kreatif awal dan angket sikap kreatif akhir. Tujuan wawancara adalah untuk mengetahui apakah pembelajaran berbasis masalah efektif untuk mengembangkan sikap kreatif siswa. Hasil transkrip wawancara dapat dilihat pada lampiran. Maka pada bagian ini akan dianalisis dari wawancara yang telah dilakukan, hasil analisis wawancara dapat dilihat dalam tabel berikut. No 1 Tabel 21.Hasil Analisis Wawancara Sikap Kreatif Siswa Indikator Analisis Memiliki rasa Siswa 1 merasa bahwa ia memiliki rasa ingin tahu yang ingin tahu cukup tinggi karena siswa 1

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 besar. 2 3 ini hampir selalu bertanya dalam pembelajaran yang dia ikuti, terlebih pada pelajaran yang mencakup wawansan luas seperti IPS. Dalam pembelajaran matematika, siswa 1 tertarik lebih tertarik pembelajaran dengan banyak diskusi, karena menurut siswa 1 jika pembelajaran matematika dengan berdiskusi akan membantunya bertukar pikiran dengan temantemannya. Sedangkan untuk siswa 2, sering merasa ngantuk pada saat pelajaran matematika. Selain karena pelajaran matematika terletak pada siang hari, siswa 2 juga merasa jika metode dalam pembelajaran matematika kurang menyenangkan. Tetapi setelah mengikuti pembelajaran SPLDV, siswa 2 lebih tertarik untuk mengikutinya karena banyak berdiskusi dan banyak menggunakan soal yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi siswa 2 ini mengaku kurang aktif dalam bertanya atau memberikan usul dalam diskusi, dikarenakan siswa 2 merasa sudah ada teman lain yang akan bertanya. Sering Siswa 1 menyatakan bahwa dia sering mengajukan mengajukan pertanyaan dalam kelas pertanyaan yang maupun dalam kelompok. Siswa 1 juga berbobot. menjelaskan bahwa dia sering bertanya pertanyaan yang tidak terduga. Sedangkan siswa 2 lebih cenderung jarang bertanya, dia akan bertanya pada teman sebangku atau guru les jika ada sesuatu yang tidak ia pahami. Memberikan Siswa 1 termasuk siswa yang banyak banyak gagasan memberikan banyak usul, siswa 1 dan usul terhadap merasa bahwa dia sering memberikan suatu usul, terlebih pada pembelajaran yang permasalahan. banyak dengan kegiatan diskusi seperti yang sudah dilaksanakan, siswa 1 sering memberikan usul pada kelompok dalam menyelesaikan masalah yang diberikan. Sedangkan siswa 2 cenderung jarang memberikan

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 4 Mampu menyatakan pendapat secara spontan dan tidakmalu-malu. 5 Dapat bekerja atau belajar sendiri. 6 Senang mencoba hal-hal baru. usul dalam pembelajaran, siswa 2 juga cenderung memberikan usul dalam kegiatan berkelompok untuk memecahkan suatu masalah. Siswa 1 termasuk siswa yang berani dalam menyampaikan pendapat maupun bertanya. Apapun yang siswa 1 rasa perlu ditanyakan akan ditanyakan oleh siswa 1. Sedangkan siswa 2 cenderung tidak aktif bertanya, bukan malu akan tetapi terkadang siswa 2 merasa bahwa pertanyaan atau pendapatnya akan ditanyakan oleh siswa lain, sehingga siswa 2 merasa tidak perlu bertanya. Akan tetapi jika pertanyaan atau pendapatnya belum ada yang menyampaikan, siswa 2 bersedia untuk menyatakan pertanyaan dan pendapatnya. Siswa 1 termasuk siswa yang mampu bekerja sendiri dan dapat menyelesaikan permasalahan yang di temukan. Akan tetapi tidak jarang bahwa siswa 1 juga mengalami kesulitan dan membutuhkan bantuan orang lain untuk membantunya. Siswa 1 sering meminta bantuan kepada teman sepermainan atau kepada guru matematika secara langsung. Sedangkan siswa 2 cenderung kurang bisa bekerja secara mandiri. Siswa 2 sering meminta bantuan kepada siswa lain yang ia anggap bisa membantunya, selain itu siswa 2 juga sering meminta bantuan kepada guru les setiap ada tugas sekolah. Siswa 1 termasuk siswa yang senang mencoba hal-hal baru. Siswa 1 banyak mencari hal-hal baru bersumber pada internet. Selain hal-hal baru, siswa 1 juga sering mencari solusi dari suatu masalah melalui internet. Tak beda jauh, begitu pula dengan siswa 2, ia juga sering mencari hal-hal yang ingin ia ketahui melalui internet.

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 C. Pembahasan Hasil Penelitian 1. Hasil Belajar Berdasarkan hasil analisis hasil belajar matematika, hasil belajar siswa kelas VIII D SMP N 2 Yogyakarta dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah dapat dilihat dari tabel berikut: Tabel 22. Hasil Belajar Siswa Kategori Banyak Siswa Amat Baik, Baik, Cukup 18 Kurang, Sangat Kurang 10 Persentase 64,3% 35,7% Berdasarkan tabel, hasil belajar siswa kelas VIII D SMP N 2 Yogyakarta terlihat pada hasil nilai tes tertulis ada 64,3% siswa dengan kategori Amat Baik, Baik dan Cukup, dan ada 35,7% siswa dengan kategori Kurang dan Sangat Kurang. Berdasarkan data yang diperoleh dari tes tertulis, dapat dikatakan bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan PBM di kelas VIII D SMP N 2 Yogyakarta kurang efektif ditinjau dari hasil belajar siswa, karena hasil belajar siswa menunjukan persentase 64,3% yang artinya kurang dari 70% siswa mendapatkan nilai lebih dari 70 atau kategori Cukup. Pembelajaran Berbasis Masalah yang sudah dilakukan kurang efektif dikarenakan dari kedua pertemuan pembelajaran selalu ada siswa yang tidak hadir. Pada pertemuan yang kedua ada 5 siswa yang tidak hadir, sedangkan pada pertemuan yang ketiga ada 8 siswa yang tidak hadir. Hal ini disebabkan sekolah sedang mengadakan kegiatan

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 di luar akademik yaitu berlatih untuk mengikuti lomba tonti dan lomba futsal, sehingga membuat siswa harus meninggalkan pembelajaran untuk berlatih bersama. Ketidakhadiran siswa tersebut sanggat berpengaruh pada hasil belajar, karena jika siswa tidak mengikuti pembelajaran dengan utuh, maka siswa tersebut tidak menerima materi dengan utuh pula sehingga pemahaman terkait materi kurang. Seperti yang dikemukakan oleh Susanto (2013 : 5) bahwa hasil belajar yaitu perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa, baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif, dan psikomotor sebagai hasil dari kegiatan belajar, oleh sebab itu kegiatan belajar sangat mempengaruhi hasil belajar. Dilihat dari hasil tes tertulis, maka pembelajaran berbasis masalah dapat dikatakan kurang efektif jika ditinjau dari haasil belajar. 2. Sikap Kreatif Berdasarkan hasil analisis angket sikap kreatif siswa awal dan angket sikap kreatif siswa akhir, sikap kreatif siswa kelas VIII D SMP N 2 Yogyakarta mengalami peningkatan. Hal ini terlihat pada skor angket sikap kreatif siswa awal ada 78,6% siswa dengan kategori sedang dan ada 21,4% siswa dengan kategori rendah. Sedangkan pada skor angket sikap kreatif siswa akhir, ada 10,7% siswa dengan kategori tinggi, ada 85,7% siswa dengan kategori sedang, dan ada 3,6% siswa yang termasuk dalam kategori rendah. Peningkatan pada setiap indikator sikap kreatif siswa dapat dilihat pada tabel berikut.

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 Tabel 23.Peningkatan Angket Sikap Kreatif Siswa Awal dan Akhir Indikator Rata-rata per Aspek Peningkat an Angket Kategori Angket Kategori Awal Akhir Memiliki 77,5 Sedang 89 Sedang 11,5 rasa ingin tahu yang besar. Sering 61,5 Rendah 73 Sedang 11,5 mengajukan pertanyaan yang berbobot. Memberika 73,25 Sedang 81 Sedang 7,75 n banyak gagasan dan usul terhadap suatu permasalaha n. Mampu 72,67 Sedang 83 Sedang 10,33 menyatakan pendapat secara spontan dan tidakmalumalu. Dapat 78 Sedang 85 Sedang 7 bekerja atau belajar sendiri. Senang 74,5 Sedang 84 Sedang 9,5 mencoba hal-hal baru. Peningkatan berdasarkan indikator sikap kreatif siswa akan disajikan dalam diagram berikut ini.

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Skor 68 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Angket Awal Angket Akhir 1 2 3 4 5 6 Indikator Gambar 3.Diagram Peningkatan Angket Sikap Kreatif Siswa Awal dan akhir Berdasarkan Tabel dan Gambar, semua indikator sikap kreatif siswa mengalami peningkatan. Pertama, indikator siswa memiliki rasa ingin tahu besar yaitu: 1) Siswa bertanya jika ada hal yang belum saya pahami; 2) Siswa penasaran mencari penyelesaian dari suatu masalah; 3) Siswa tidak hanya bertanya jika disuruh guru; 4) Siswa berusaha mencari sumber belajar lain jika ada materi yang belum dipahami. Seperti pada hasil wawancara sikap kreatif siswa, siswa merasa metode pembelajaran kurang menarik sehingga tak jarang siswa mengantuk saat pelajaran matematika. Metode yang sering mereka terima tidak memotivasi siswa untuk aktif bertanya dan kurang mendorong siswa untuk aktif. Melalui pembelajaran berbasis masalah ini, siswa menjadi aktif selama pembelajaran dan mendorong siswa agar bertanya terkait hal yang belum dipahami. Berdasarkan data yang diperoleh dari angket

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 sikap kreatif siswa awal dan angket sikap kreatif siswa akhir bahwa indikator yang pertama yaitu siswa memiliki rasa ingin tahu besar mengalami peningkatan skor sebesar 11,5. Peningkatan indikator ini terjadi karena pada proses pembelajaran siswa diberikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga siswa lebih tertarik dan rasa ingin tahu siswa menjadi lebih meningkat. Dilihat dari hasil angket sikap kreatif siswa awal, angket sikap kreatif siswa akhir dan wawancara, maka pembelajaran berbasis masalah dapat dikatakan efektif untuk sikap kreatif indikator yang pertama. Kedua, indikator siswa sering mengajukan pertanyaan yang berbobot yaitu: 1) Siswa senang menanyakan soal yang menantang; 2) Siswa menanyakan pertanyaan yang sangat mendetail. Sesuai dengan wawancara yang sudah dilakukan, siswa masih jarang memberikan pertanyaan yang mendetail. Akan tetapi melalui bantuan pembelajaran PBM yang banyak menerapkan diskusi kelompok, siswa lebih mudah bertanya kepada teman dan didiskusikan bersama. Dilihat dari hasil angket sikap kreatif siswa awal dan angket sikap kreatif siswa akhir, indikator yang kedua yaitu siswa sering mengajukan pertanyaan yang berbobot mengalami kenaikan skor yaitu 11,5. Dari hasil tersebut maka pembelajaran berbasis masalah dapat dikatakan efektif untuk sikap kreatif indikator yang kedua. Ketiga, indikator siswa memberikan banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah yaitu: 1) Siswa menyampaikan pendapat/ide

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 yang sesuai dengan topik yang dibahas; 2) Siswa tidak bingung saat diminta untuk menyampaikan pendapat kepada orang lain; 3) Saat siswa berdiskusi dengan teman, siswa sering memberikan pendapat; 4) Siswa tidak hanya berpendapat jika ditunjuk guru. Seperti pada hasil wawancara, masih ada siswa yang kurang memberikan gagasan dan usul terhadap suatu masalah. Siswa merasa bahwa usul yang akan diberikan pasti akan disampaikan oleh orang lain. Peneliti juga mengamati pada saat pembelajan berlangsung, masih ada siswa yang mau berpendapat jika disuruh. Akan tetapi jika dalam kelompok kecil, siswa mampu lebih banyak memberikan gagasan dan usul terhadap suatu permasalahan yang kemudian didiskusikan bersama. Dilihat dari hasil angket sikap kreatif awal dan angket sikap kreatif akhir, indikator yang ketiga yaitu siswa memberikan banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah mengalami peningkatan skor sebesar 7,75. Berdasarkan hasil tersebut maka pembelajaran berbasis masalah dapat dikatakan efektif untuk sikap kreatif indikator yang ketiga. Keempat, indikator siswa mampu menyatakan pendapat secara spontan dan tidak malu-malu yaitu: 1) Siswa menyampaikan pendapat dengan spontan; 2) Siswa tidak malu bertanya; 3) Siswa bertanya dengan berani apa yang tidak dipahami. Seperti pada hasil wawancara siswa tidak menyamaikan pendapat bukan karena malu, akan tetapi lebih berfikir bahwa pendapat yang akan ia berikan pasti akan disampaikan oleh orang lain. Setelah mengikuti pembelajaran PBM,

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 siswa menjadi lebih terbuka dalam menyampaikan pendapat. Peneliti juga sering mendapat sejumlah pertanyaan ketika peneliti berkeliling ke kelompok kecil pada saat siswa berdiskusi untuk memecahkan masalah. Sehingga pembelajaran yang berbasis masalah ini dapat mendorong siswa untuk aktif pada pembelajaran matematika, khususnya dalam berpendapat dan memberikan usul dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Dilihat dari hasil angket sikap kreatif awal dan angket sikap kreatif akhir, indikator yang keempat yaitu siswa mampu menyatakan pendapat secara spontan dan tidak malu-malu mengalami peningkatan skor sebesar 10,33. Berdasarkan hasil tersebut maka pembelajaran berbasis masalah dapat dikatakan efektif untuk sikap kreatif indikator yang keempat. Pada indikator kedua, ketiga, dan keempat juga mengalami peningkatan, hal ini terjadi karena peran dari kegiatan diskusi yang cukup berpengaruh. Melalui diskusi siswa menjadi lebih terbuka dalam memberikan usul dan pendapat. Dalam proses memecahkan masalah siswa lebih berani menyatakan usul dan pendapatnya. Selain itu siswa juga lebih berani memberikan pertanyaan. Pertanyaan kepada peneliti maupun antar siswa, sehingga pembelajaran berlangsung sangat interaktif. Kelima, indikator siswa mampu bekerja sendiri yaitu: 1) Siswa tidak takut jika menghadapi masalah yang sulit; 2) Siswa berusaha menyelesaikan tugas dan soal sendiri; 3) Siswa tidak menyontek

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 jawaban teman saat mengerjakan tugas dan dan soal; 4) Siswa tidak merasa kesulitan menyelesaikan tugas matematika tanpa bantuan orang lain. Seperti pada hasil wawancara yang sudah dilakukan, siswa selalu berusaha menyelesaikan tugas atau soal secara individu. Walaupun ketika siswa mengalami kesulitan siswa sering meminta bantuan kepada orang lain, seperti teman satu kelas, teman les, guru les, atau bahkan guru matematika di kelas. Dilihat dari hasil angket sikap kreatif awal dan angket sikap kreatif akhir, indikator yang kelima yaitu siswa mampu bekerja sendiri mengalami peningkatan skor sebesar 7. Peningkatan skor ini terjadi karena konsep yang sudah diberikan kepada siswa melalui permasalahan dalam kehidupan sehari-hari mudah diterima oleh siswa dan pemecahan masalah melalui diskusi menjadi bermakna, sehingga siswa mampu menyelesaikan tugas dan soal latian secara individu.Berdasarkan hasil tersebut maka pembelajaran berbasis masalah dapat dikatakan efektif untuk sikap kreatif indikator yang kelima. Keenam, indikator siswa senang mencoba hal-hal baru yaitu: 1) Siswa menyukai hal-hal baru terkait materi matematika di sekolah; 2) Siswa merasa tertantang untuk menyelesaikan masalah yang sulit. Seperti hasil wawancara yang sudah dilakukan masih ada siswa yang meluangkan waktu untuk kegiatan diluar akademik seperti membaca novel, komik, atau webtoon.Akan tetapi ada siswa yang sering meluangkan waktu untuk mencari tahu hal-hal yang baru yang ingin

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 mereka ketahui. Kegiatan yang sering mereka lakukan yaitu mencari tahu melalui bantuan internet. Dilihat dari hasil angket sikap kreatif awal dan angket sikap kreatif akhir, indikator yang keenam yaitu siswa senang mencoba hal-hal baru mengalami peningkatan skor sebesar 9,5. Peningkatan ini terjadi karena pada materi SPLDV yang menjadi materi pembelajaran memiliki banyak metode, sehingga siswa senang mencoba penyelesaian dengan berbagai metode. Selain itu siswa juga sering mencari sumber lain dalam belajar, seperti pada buku lain ataupun pada iinternet. Berdasarkan hasil tersebut maka pembelajaran berbasis masalah dapat dikatakan efektif untuk sikap kreatif indikator yang keenam. Dari hasil analisis pada tiap indikator sikap kreatif, terlihat terjadi peningkatan disetiap indikator. Hal tersebut berarti bahwa pembelajaran berbasis masalah efektif ditunjau dari sikap kreatif siswa. D. Keterbatasan Penelitian Beberapa hal yang menjadi keterbatasan dalam penelitian ini, diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Kurangnya waktu dalam proses pembelajaran, sehingga siswa kurang memahami dan memaknai materi dengan baik. 2. Soal yang dikembangkan kurang memenuhi dari karakteristik masalah yang dituntut pada Pembelajaran Berbasis Masalah.

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan penerapan pembelajaran berbasis masalahpada materi sistem persamaan linear dua variabel di SMP N 2 Yogyakarta kelas VIII D peneliti menyimpulkan bahwa: 1. Pembelajaran berbasis masalah kurang efektif ditinjau dari hasil belajar. Hasil belajar siswa ini menunjukkan bahwa 64,3% siswa masuk kategori minimal cukup. Sedangkan 35,7% siswa masuk kategori kurang dan sangat kurang. 2. Pembelajaran berbasis masalah efektif ditinjau dari sikap kreatif. Hasil analisis data angket sikap kreatif awal dan angket sikap kreatif akhir mengalami peningkatan di setiap indikator. Angket sikap kreatif siswa awal terdapat 78,6% siswa dengan kategori sedang dan 21,4% siswa dengan kategori rendah. Pada angket sikap kreatif siswa akhir terdapat 10,7% siswa dengan kategori tinggi, 85,7% siswa dengan kategori sedang, dan 3,6% siswa termasuk kategori rendah. B. Saran Adapun saran peneliti sebagai tindak lanjut terkait dengan penelitian yang telah dilaksanakan, sebagai berikut. 74

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 1. Bagi Guru Pembelajaran Berbasis Masalah diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan supaya hasil belajar dan sikap kreatif siswa terus meningkat. 2. Bagi Peneliti Selanjutnya Peneliti dengan penelitian serupa diharapkan dapat mengembangkan masalah sesuai dengan karakteristik maslah pada Pembelajaran Berbasis Masalah.

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Andriani, AS.A. Mestawaty, Ritman Ishak Paudi. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Tentang Pengaruh Gaya Terhadap Gerak Benda di Kelas IV SDN 1 Ogowele. Jurnal Kreatif Tadulako Online. Vol. 5 No. 5, 2017.(Diaskes pada tanggal 1 Februari 2019). Anwar, Saifuddin. 1998. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Liberty. As’ari, A. R., et al. 2017. Matematika. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Batitbang Kemendikbud. Azwar, Saifuddin. 2009. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Friana, Hendra. (2018). Hasil UNBK SMP 2018: Rata-rata Nilai Turun Kecuali Bahasa Inggris. [Online]. Tersedia: https://tirto.id/hasil-unbk-smp-2018rata-rata-nilai-turun-kecuali-bahasa-inggris-cLiy [6 Oktober 2018] Gantini, Pipit dan Dodo Suhendar. 2017. Penilaian Hasil Belajar. Jakarta: Esensi Erlangga Group. Hamzah, Ali dan Muhlisrarini. 2014. Perencanaan dan Strategi Pembelajaran Matematika. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Hermawan, Bayu. (2018). Mendikbud: Pelajaran Matematika Masih DianggapMenakutkan. [Online]. Tersedia: https://www.republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/18/05/08/p8dgic3 54-mendikbud-pelajaran-matematika-masih-dianggap-menakutkan[27 Juli 2018] Kunandar. 2014. Penilaian Autentik: Penilaian hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013: Suatu Pendekatan Praktis (Edisi Revisi). Jakarta: Rajawali Pers. Kurniawan.2013. Mandiri Matematika untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: PT. Penerbit Erlangga. Lestari.,et al. 2015. Penelitian Pendidikan Matematika. Bandung: PT Refika Aditama. Majid, Abdul. 2014. Penilaian Autentik Proses dan Hasil Belajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Munandar, S.C. 1985. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas anak Sekolah. Jakarta: PT Gramedia. 76

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 .Nasution, N.R., Edy Surya. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika Siswa. Penelitian Pendidikan. Jurusan Pendidikan Matematika Unimed. (Diaskes pada tanggal 1 Februari 2019). Ngalimun. 2014. Strategi dan Model Pembelajaran. Yogyakarta: Aswaja Pressindo. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No 21 Tahun 2016. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No 58 Tahun 2014. Prasetyo, Bambang dan Lina Miftahul Jannah.2005. Metode Penelitian Kuantitatif Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Putri, Z.A. (2018).Kemendikbud:Nilai Rata-rata UN SMP 2018 Alami Penurunan. [Online]. Tersedia: https://news.detik.com/berita/d4042222/kemendikbud-nilai-rata-rata-un-smp-2018-alami-penurunan[30 juli 2018] Rusman. 2013. Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Rajawali Pers. Sarosa, Samiji. 2012. Penelitian Kualitatif Dasar-Dasar. Jakarta: PT Indeks. Semiawan, Conny.,A.S. Munandar, dan S.C. Munandar. 1984. Memupuk Bakat dan Kreativitas Siswa Sekolah Menengah. Siregar, Eveline dan Hartini Nara.2011. Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia. Siregar, Syofian. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi Perbandingan Perhitungan Manual dan SPSS. Jakarta: Kencana. Soedjadi, R. 2000. Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Sudjana, Nana.2013. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru. Sugiyanto. 2010. Model-Model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: Yuma Pustaka. Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kombinasi. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kebijakan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, R&D dan Penelitian Evaluasi). Bandung: Alfabeta.

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Sukino dan Wilson Simangunsong.2006. Matematika SMP untuk Kelas VIII (Jil. 2). Jakarta: Erlangga. Suryabrata, Sumadi. 1983. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Sutrisno.2016. Efektivitas Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri O Mangunharjo Tahun Pelajaran 2016/2017.Artikel Ilmiah. Jurusan Pendidikan Matematika STKIP Lubuklinggau.(Diaskes pada tanggal 1 Februari 2019). Suyono dan Hariyanto. 2011. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Taniredja, Tukiran dan Hidayati Mustafidah. 2011. Penelitian Kuantitatif (Sebuah Pengantar). Bandung: Alfabeta. Uno, Hamzah B., Masri Kuadrat. 2009. Mengelola Kecerdasan dalam Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. Widoyoko, Eko Putro. 2010. Evaluasi Program Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Winkel, W.S. 2004.Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi.

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 79

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 Lampiran 1. Validasi Soal Tes Tertulis

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 Lampiran 2. Validasi Angket Kreatif Siswa

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 Lampiran 3. Validasi Wawancara Sikap Kreatif

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 Lampiran 4. Validasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 Lampiran 5. Instrumen Tes Tertulis SOAL TES SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL Nama : No absen : Kerjakan secara teliti dan jujur! persamaan linear g dan A. Pilihan Ganda persamaan linear f. 1. Berdasarkan gambar berikut, perhatikan pernyataan berikut. Di antara pernyataan tersebut, pernyataan yang benar adalah… a. (i) dan (ii) b. (i) dan (iii) c. (ii) dan (iii) d. (i), (ii), dan (iii) (i) Titik A adalah 2. Nilai y yang penyelesaian dari sistem dan adalah… persamaan linear f dan persamaan linear h. (ii) Titik B a. 3 adalah b. 4 penyelesaian dari sistem c. 5 persamaan linear h dan d. 6 persamaan linear g. (iii) Titik C memenuhi 3. Jika (x, y) adalah penyelesaian adalah penyelesaian dari sistem dari sistem persamaan

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 dan . Nilai … B. Soal Esai 1. Buatlah grafik penyelesaian dari a. 36 sistem persamaan b. 24 dan c. 20 2. Dalam sebuah pertunjukan, d. 12 terjual karcis kelas utama 4. Harga sebuah buku Rp 1.500 dan ! kelas eksekutif lebih murah dari harga 2 buah sebanyak pensil. Jika harga 3 pensil dan Harga karcis kelas utama 1 buku sama dengan Rp 7.500, Rp 125.000 dan karcis maka kelas eksekutif Rp 75.000. harga sebuah pensil 200 lembar. adalah… Jika hasil penjualan seluruh a. Rp 1.800 karcis b. Rp 2.000 19.000.000, c. Rp 2.100 banyak karcis yang terjual d. Rp 2.250 untuk adalah Rp tentukan masing-masing kelas! 5. Sebuah persegi panjang panjang 1 3. Dalam sebuah ujian diberi cm aturan sebagai berikut. Jika lebihnya dari 2 kali lebarnya. menjawab dengan benar Jika keliling persegi panjang 44 diberi skor 3, sedangkan cm, jika salah diberi skor -1. memiliki maka panjang persegi panjang itu adalah… Jika a. 15 cm mendapat skor 84 dari 40 b. 14 cm soal c. 13 cm tentukan jumlah soal benar d. 12 cm dan salah yang dikerjakan seorang yang peserta dijawabnya, oleh peserta tersebut!

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 Lampiran 6. Instrumen Angket Sikap Kreatif Siswa ANGKET SIKAP KREATIF Nama : No : Petunjuk : 1. Angket ini tidak berpengaruh terhadap nilai belajar anda di sekolah. Silahkan mengisi dengan sejujur-jujurnya berdasarkan pikiran anda dan sesuai dengan yang anda alami. 2. Tuliskan indentitas anda. 3. Bacalah pernyataan-pernyataan yang ada dengan teliti dan hubungkan dengan aktivitas keseharian anda. 4. Pilihlah salah satu jawaban yang sesuai dengan diri anda dengan memberikan tanda centang (√) pada alternative jawaban yang tersedia. Keterangan : SS : Sangat Sering S : Sering J : Jarang TP : Tidak Pernah No Pernyataan 1 Saya menyampaikan pendapat/ide yang sesuai dengan topik yang dibahas. 2 Saya bingung saat diminta untuk menyampaikan pendapat kepada orang lain. 3 Saya menyampaikan pendapat dengan spontan. 4 Saat berdiskusi dengan teman, saya sering memberikan pendapat. 5 Saya bertanya jika ada hal yang belum saya pahami. 6 Saya menyukai hal-hal baru terkait materi SS S J TP

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 matematika di sekolah. 7 Saya merasa tertantang meyelesaikan masalah yang sulit. 8 Saya takut jika menghadapi masalah yang sulit. 9 Saya senang menanyakan menantang. 10 Saya berusaha menyelesaikan tugas dan soal sendiri. 11 Saya menyontek jawaban teman saat mengerjakan tugas dan soal. 12 Saya penasaran mencari penyelesaian dari suatu masalah. 13 Saya malu bertanya. 14 Saya hanya bertanya jika disuruh guru. 15 Saya menanyakan pertanyaan yang sangat mendetail. 16 Saya bertanya dengan berani apa yang tidak saya pahami. 17 Saya hanya akan berpendapat jika ditunjuk guru. 18 Saya berusaha mencari sumber belajar lain jika ada materi yang belum saya pahami. 19 Saya merasa kesulitan menyelesaikan tugas matematika tanpa bantuan orang lain. soal untuk yang

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 Lampiran 7. Instrumen Wawancara Sikap Kreatif Siswa PEDOMAN WAWANCARA SIKAP KREATIF SISWA KELAS VIII D 1. Dalam pembelajaran yang dimulai dari masalah seperti yang sudah terlaksana, apakah kamu tertarik untuk memecahkan masalah yang ada di LKS yang diberikan oleh guru? 2. Jika kamu menemukan masalah saat belajar atau memahami materi, apa yang kamu lakukan? 3. Apakah kamu tertarik belajar dan berdiskusi untuk menyelesaikan permasalahan yang diberikan guru? 4. Apakah kamu sering memberikan pertanyaan yang menantang? Mengapa? 5. Apakah dalam pembelajaran matematika, membuat kamu sering memberikan gaagsan dan usul dalam suatu masalah? 6. Apakah berdiskusi dalam kelompok dapat memudahkan Anda mengeluarkan pendapat atau gagasan? 7. Apakah kamu malu bertanya? 8. Apakah kamu terbiasa belajar sendiri? Mengapa? 9. Apakah kamu memanfaatkan waktu luang untuk belajar? Contohnya bagaimana? 10. Bagaimana kamu mengerjakan tugas mandiri yang diberikan oleh guru? 11. Apakah kamu senang memikirkan cara-cara penyelesaian baru dari permasalahan yang diberikan? Mengapa?

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 Lampiran 8. Instrumen Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMP N 2 Yogyakarta Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VIII/I Materi Pokok : Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Sub Materi : Pengertian, Bentuk Umum SPLDV Pertemuan ke : 1 (satu) Alokasi waktu : 2 x 40 menit A. Kompetensi Inti 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya. 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleran, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. 3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata. 4. Mencoba, mengolah, (menggunakan, dan mengurai, menyaji dalam merangkai, ranah konkret memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung,

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori. B. Tujuan Pembelajaran Melalui proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengelola informasi, dan mengkomunikasikan hasil mengolah informasi, maka: 1. Siswa mampu mendeskripsikan pengertian SPLDV dengan tepat. 2. Siswa mampu menentukan bentuk umum SPLDV dengan benar. 3. Siswa mampu memodelkan bentuk SPLDV dari masalah kontekstual dengan tepat. Butir sikap yang akan dikembangkan: 1. Rasa ingin tahu yang besar. 2. Sering mengajukan pertanyaan yang berbobot. 3. Mengajukan pendapat atau gagasan. 4. Berani dalam berpendapat. 5. Dapat bekerja sendiri. 6. Senang mencoba hal-hal baru. C. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi Kompetensi Dasar 3.5. Menjelaskan Indikator Pencapaian Kompetensi sistem 3.5.1. Mendeskripsikan persamaan linear dua variabel SPLDV. dan Menentukan penyelesaiannya yang 3.5.2. pengertian bentuk umum SPLDV. dihubungkan dengan masalah kontekstual. 4.5. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel. 4.5.1. Memodelkan bentuk SPLDV dari masalah kontekstual.

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 D. Materi Pembelajaran a. Pengertian SPLDV Kemendikbud (2017 : 208) menyatakan bahwa Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) adalah kumpulan dua atau lebih persamaan linear dua variabel dalam dua variabel yang sama. Menurut Sukino dalam buku Matematika untuk SMP, 2006 menemukakan bahwa Sistem Persamaan Linear Dua Variabel adalah sebuah persamaan dimana di dalamnya terkandung dua variabel yang derajat dari tiap-tiap variabel yang ada di dalamnya adalah satu. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Sistem Persamaan Linear Dua Variabel adalah kumpulan dua atau lebih persamaan linear dua variabel, dimana derajat tiap variabelnya adalah satu. b. Bentuk Umum SPLDV Bentuk umum, yaitu: . . . (persamaan 1) . . . (persamaan 2) Contoh: SPLDV di atas memiliki himpunan penyelesaian { E. Model dan Metode Pembelajaran Model : Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) Metode : Diskusi, Tanya jawab. } { }.

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran 1. Media : LKS, power point. 2. Alat/Bahan : Papan tulis, spidol 3. Sumber Belajar : a. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Matematika. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan Batitbang Kemendikbud. b. Kurniawan. 2013. Mandiri Matematika untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta : PT. Penerbit Erlangga. G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi waktu Pembuka 1. Guru mengucapkan salam. 2. Guru menanyakan kabar 25 menit dan melakukan presensi. 3. Guru membagikan angket sikap kreatif awal. 4. Siswa mengerjakan angket. 5. Guru menyampaikan tujuan dan rencana pembelajaran yaitu terkait materi SPLDV khususnya pada pengertian dan bentuk umum SPLDV. 6. Guru memberikan informasi terkait penerapan materi SPLDV agar siswa termotivasi untuk mengikuti pembelajaran. 7. Guru mengajak siswa untuk sedikit mengulang materi persamaan linear satu variabel untuk membantu siswa pada materi berikutnya.

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 8. Siswa dibagi dalam kelompok kecil yang beranggotakan 4-5 orang. Inti Orientasi siswa pada masalah 9. Guru memberikan LKS 1 terkait pengertian dan bentuk 3 menit umum SPLDV kepada tiap kelompok. Mengorganisasi siswa untuk belajar 10. Siswa berdiskusi terkait masalah 15 menit SPLDV yang ada pada LKS 1 dengan teman kelompok. Membimbing pengalaman individual/ kelompok 11. Guru berkeliling untuk melihat dan 7 menit membimbing siswa dalam diskusi kelompok. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya 12. Guru meminta 2 kelompok untuk 15 menit menyampaikan hasil diskusi yang sudah dilakukan. 13. Kelompok yang menyampaikan hasil tidak diskusi diminta untuk menanggapi. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 14. Guru membahas bersama siswa terkait pengertian SPLDV 10 menit dan bentuk umum dari SPLDV. Penutup 15. Hasil kerja dikumpulkan untuk memenuhi penilaian pengetahuan. 5 menit

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 16. Guru mengajak siswa untuk menyimpulkan bersama terkait hasil pembelajaran. 17. Guru meminta siswa untuk merefleksikan terkait kegiatan pembelajaran yang sudah berlangsung. 18. Guru menutup pembelajaran dengan salam. H. Penilaian 1. Pengetahuan : LKS (lampiran 2)

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 Lampiran 1 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) 1 KELAS VIII D Anggota kelompok : 1. 2. 3. 4. 5. 1. Bacalah permasalahan di bawah ini dan diskusikanlah bersama temanmu! Pada hari Minggu Devi dan Dina pergi ke toko alat tulis.Devi membeli dua pensil dan dua buku dengan harga Rp 14.000,00. Sedangkan Dina membeli satu pensil dan tiga buku yang bermerek sama dengan yang dibeli Devi, dengan harga Rp 17.000,00. Ubahalah permasalahan tersebut ke dalam bentuk persamaan matematika! Dari permasalahan diatas, diskusikanlah dengan temanmu, bagaimana penyelesaian dari permasalahan tersebut! Diketahui : Devi 2 pensil + ………... = Rp 14.000 Dina ……… + ………… = …………. Ditanya : Bentuk persamaan matematika? Jawab : Misalnya ….. = harga 1 pensil ….. = …………… Maka akan membentuk 2 persamaan, yaitu  …. = Rp 14.000  …. + ….. = ………….

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 Maka, bentuk persamaan matematika dari permasalahan tersebut yaitu 2. Dari permasalahan yang sudah kalian selesaikan, maka dapat kalian pahami sebagai berikut! Kedua persamaan yang kalian buat pada permasalahan membentuk sistempersamaan yang disebut sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV). Mengapa demikian? Jawab: ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… …………………………………………………………………….. Maka, bentuk umum SPLDVadalah: ax + by = e cx + dy = f Keterangan: x dan y adalah ……………………………………………… a dan c adalah ……………………………………………… b dan d adalah ……………………………………………… e dan f adalah ……………………………………………… Pasangan nilai x dan y yang memenuhi kedua persamaan tersebut merupakan solusi, jawaban, atau penyelesaian SPLDV yang dimaksud.Pasangan nilai ini dituliskan sebagai (x, y)ataudalam bentuk himpunan ditulis {(x, y)} yang merupakan himpunan penyelesaian (HP)SPLDVtersebut.

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 Pedoman penilaian No Soal Jawaban Skor maksimal 1 Siswa mampu mengubah soal cerita ke dalam bentuk matematika, yaitu : 5 Misal : Maka,   2 Kedua persamaan dikatakan sistem persamaan linear dua variabel karena kedua persamaan memiliki dua cariabel yang sama dan derajat tiap variabelnya adalah satu. 5 x dan y adalah lambang untuk pengganti dari suatu nilai atau bilangan yang dimaksud. a dan c adalah sebuah bilangan yang menyatakan banyaknya jumlah variabel x. b dan d adalah sebuah bilangan yang menyatakan banyaknya jumlah variabel y. e dan f adalah bilangan yang tidak diikuti dengan variabel, maka nilainya tetap untuk berapapun nilai penggantinya (variabelnya). Jumlah 10 Nilai Skor ×10

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMP N 2 Yogyakarta Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VIII/I Materi Pokok : Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Sub Materi : Metode Grafik dan Substitusi Pertemuan ke : 2 (dua) Alokasi waktu : 3 x 40 menit A. Kompetensi Inti 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya. 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleran, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. 3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata. 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 B. Tujuan Pembelajaran Melalui proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengelola informasi, dan mengkomunikasikan hasil mengolah informasi, maka: 1. Siswa mampu menentukan penyelesaian dari sistem persamaan linear dua variabel dengan metode grafik dengan tepat. 2. Siswa mampu menentukan penyelesaian dari sistem persamaan linear dua variabel dengan metode substitusi dengan tepat. 3. Siswa mampu menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dengan metode grafik dengan benar. 4. Siswa mampu menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dengan metode grafik dengan benar. Butir sikap yang akan dikembangkan: 1. Rasa ingin tahu yang besar. 2. Sering mengajukan pertanyaan yang berbobot. 3. Mengajukan pendapat atau gagasan. 4. Berani dalam berpendapat. 5. Dapat bekerja sendiri. 6. Senang mencoba hal-hal baru. C. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi Kompetensi Dasar 3.5. Menjelaskan Indikator Pencapaian Kompetensi sistem 3.5.3. Menentukan penyelesaian dari persamaan linear dua variabel sistem persamaan linear dua dan variabel dengan metode grafik. penyelesaiannya yang dihubungkan dengan masalah kontekstual. 3.5.4. Menentukan penyelesaian dari sistem persamaan linear dua variabel substitusi. dengan metode

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 4.5. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan 4.5.2. sistem persamaan linear dua variabel. Menentukan penyelesaian dari masalah kontekstual yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dengan metode grafik. 4.5.3. Menentukan penyelesaian dari masalah kontekstual yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dengan metode substitusi. D. Materi Pembelajaran Untuk menyelesaikan SPLDV dapat dilakukan dengan metode grafik, substitusi, dan eliminasi. a. Metode Grafik Penyelesaian dari Persamaan Linear Dua Variabel berupa pasangan berurutan yang merupakan salah satu penyelesaian untuk setiap persamaan.Penyelesaian dari SPLDV adalah titik potong grafik dari kedua persamaan. Untuk menyelesaikan SPLDV menggunakan grafik, langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut  Langkah 1: Gambar grafik kedua persamaan dalam satu bidang koordinat.  Langkah 2: Perkirakan titik perpotongan kedua grafik.  Langkah 3: Periksa titik potong kedua grafik dengan menyubstitusikan nilai x dan y ke dalam setiap persamaan.

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 Contoh : Jumlah dua bilangan cacah sama dengan 7, sedangkan selisihnya sama dengan 3. Tentukanlah dua bilangan yang dimaksud! Jawab : Merubah ke bentuk persamaan matematika   Langkah 1 : Gambar grafik kedua persamaan. y x Langkah 2: Perkirakan titik potong kedua grafik. Titik potongnya berada di (5, 2) Langkah 3 : Periksa titik potong.  (benar) 

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 (benar) b. Metode Substitusi Metode substitusi adalah metode dengan menentukan nilai x dengan mengganti bentuk persamaan y. Contoh : Jumlah dua bilangan cacah sama dengan 7, sedangkan selisihnya sama dengan 3. Tentukanlah dua bilangan yang dimaksud! Jawab : Merubah ke bentuk persamaan matematika   Ubah persamaan Substitusikan menjadi ke persamaan Setelah itu, substitusikan nilai sehingga . , sehingga ke persamaan ,

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 Untuk memeriksa apakah dan adalah penyelesaian dari sistem persamaan linear dua variabel, maka harus dicek untuk tiap persamaan  (benar)  (benar) Jadi, penyelesaian dari sistem persamaan linear dua variabel adalah (5, 2). E. Model dan Metode Pembelajaran Model : Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) Metode : Diskusi, Tanya jawab. F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran 1. Media : LKS, power point. 2. Alat/Bahan : Papan tulis, spidol. 3. Sumber Belajar : a. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Matematika. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan Batitbang Kemendikbud. b. Kurniawan. 2013. Mandiri Matematika untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta : PT. Penerbit Erlangga. G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Pembuka Deskripsi Kegiatan Alokasi waktu 1. Guru mengucapkan salam. 2. Guru menanyakan 15 menit kabar dan melakukan presensi. 3. Guru menyampaikan tujuan dan rencana pembelajaran penyelesaian SPLDV yaitu dengan

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 metode grafik dan metode substitusi. 4. Guru memberikan motivasi kepada siswa dengan menginformasikan penerapan dari materi SPLDV. 5. Guru mengajak siswa untuk sedikit mengulang materi terkait koordinat kartesius dengan contoh untuk membantu pada materi berikutnya. Inti 3 menit Orientasi siswa pada masalah 6. Guru memberikan masalah melalui PPT yang akan diselesaikan dengan metode grafik, yaitu  Jumlah dua bilangan cacah sama dengan selisihnya 7, sedangkan sama Tentukanlah dengan dua 3. bilangan yangdimaksud! 7. Guru membagikan LKS 2 terkait penyelesaian SPLDV 2 menit dengan metode grafik. Mengorganisasi siswa untuk belajar 20 menit 8. Siswa berdiskusi dengan sebangku untuk menyelesaikan permasalahan SPLDV pada LKS 2. Membimbing pengalaman individu/ 10 menit kelompok 9. Guru berkeliling untuk melihat dan membimbing siswa dalam berdiskusi. Mengembangkan hasil karya dan menyajikan 10 menit

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 10. Guru meminta siswa untuk menyampaikan hasil diskusi di depan kelas. 11. Guru meminta untuk siswa lain menanggapi. 5 menit Orientasi siswa pada masalah 12. Guru memberikan masalah terkait metode substitusi yang ditampilkan pada Power Point, yaitu  Jumlah dua bilangan cacah sama dengan selisihnya 7, sedangkan sama Tentukanlah dengan dua 3. bilangan yangdimaksud! Mengorganisasi siswa untuk belajar 15 menit 13. Siswa berdiskusi dengan teman sebangku untuk menyelesaikan permasalahan pada LKS 2. Membimbing pengalaman individu/ 10 menit kelompok 14. Guru berkeliling untuk melihat dan membimbing siswa dalam diskusi Mengembangkan dan menyajikan 10 menit hasil karya 15. Guru meminta siswa untuk menyampaikan hasil diskusi di depan kelas 16. Guru meminta siswa yang lain untuk menanggapi Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 15 enit

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 17. Guru bersama menyimpulkan siswa untuk bersama terkait hasil pembelajaran. Penutup 18. Guru memberikan tugas Ayo Kita Berlatih 5.2 dan 5.3 pada buku paket sebagai penguatan. 19. Guru bersama siswa merefleksikan pembelajaran. 20. Guru menutup dengan salam. H. Penilaian 1. Pengetahuan : LKS (lampiran 2) pembelajaran 5 menit

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 Lampiran 1 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) 2 KELAS VIIID Nama 1. 2. Bagian 1 Kerjakan soal di bawah ini! 1. Jumlah dua bilangan cacah sama dengan 7, sedangkan selisihnya sama dengan 3. Tentukanlah dua bilangan yang dimaksud! Dari soal cerita di atas, ubahlah ke dalam bentuk matematika! Persamaan 1 : …………………. Persamaan 2 : …………………. Kemudian gambarlah 2 persamaan tersebut pada bidang kartesius di bawah ini!

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 Setelah itu, apakah kalian menemukan titik potong antara dua persamaan yang sudah kalian gambar? Jika titik tersebut adalah titik A, dimanakah letak koordinatnya? A (…, …) Setelah kalian mempunyai nilai x dan y, cobalah cek 2 persamaan awal dengan nilai x dan y yang sudah kalian ketahui.  Persamaan 1  Persamaan 2 Apakah nilai x dan y memenuhi kedua persamaan? Jika ya, maka penyelesaian dari Sistem Persamaan Linear Dua Variabel tersebut adalah titik (…., ….)

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 Bagian 2  Setelah kalian mengetahui penyelesaian SPLDV dengan metode grafik, kalian akan belajar penyelesaian dengan metode substitusi.  Coba diskusikan dengan teman sebangkumu untuk menyelesaikan permasalahan di bawah dengan metode substitusi! Jumlah dua bilangan cacah sama dengan 7, sedangkan selisihnya sama dengan 3. Tentukanlah dua bilangan yangdimaksud! Ubahlah soal cerita di atas menjadi bentuk matematika Persamaan 1 : Persamaan 2 : ………………… Setelah itu, ubahlah persamaan 1 menjadi …. Kemudian substitusikan (gantilah) variabel x pada persamaan 2 dengan ... Persamaan 2 : ………………… ………………… ………………… ………………… ………………… Setelah mendapatkan nilai dari y, substitusikan (gantilah) nilai y tersebut ke persamaan 1 ………………… ………………… ………………… Jika sudah mendapatkan nilai x dan y, cobalah cek kembali, apakah nilai x dan y tersebut benar dan memenuhi untuk kedua persamaan.  Persamaan 1 :  Persamaan 2 : Maka, penyelesaian dari SPLDV tersebut adalah (…., …..)

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 Pedoman Penilaian Lembar Kerja Siswa No Soal 1 Jawaban Skor maksimal Merubah soal kedalam bentuk matematika Persamaan 1 : Persamaan 2 : Menentukan titik koordinat dengan tepat. x y 0 7 2 7 0 2 x 0 3 y -3 0 Melukis gambar dengan benar. 2 Perkirakan titik potong kedua grafik. Titik potongnya berada di (5, 2) Periksa titik potong.  (benar)  (benar) Jadi penyelesaian dari SPLDV tersebut adalah (5, 2) 2 2 LKS Bagian 2 Merubah ke bentuk persamaan matematika   Ubah persamaan Substitusikan menjadi . ke persamaan 2 2 , 1 2

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 sehingga ke persamaan 2 Untuk memeriksa apakah dan adalah penyelesaian dari sistem persamaan linear dua variabel, maka harus dicek untuk tiap persamaan  (benar)   (benar) 3 Setelah itu, substitusikan nilai , sehingga Jadi, penyelesaian sari sistem persamaan linear dua variabel adalah (5, 2). Jumlah Skor Nilai 20

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMP N 2 Yogyakarta Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VIII/I Materi Pokok : Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Sub Materi : Metode Eliminsi Pertemuan ke : 3 (tiga) Alokasi waktu : 2 x 40 menit A. Kompetensi Inti 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya. 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleran, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. 3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata. 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 B. Tujuan Pembelajaran Melalui proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengelola informasi, dan mengkomunikasikan hasil mengolah informasi, maka: 1. Siswa mampu menentukan penyelesaian dari sistem persamaan linear dua variabel dengan metode eliminasi dan metode campuran dengan tepat. 2. Siswa mampu menentukan penyelesaian dari masalah kontekstual yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dengan metode eliminasi dan metode campuran dengan tepat. Butir sikap yang akan dikembangkan: 1. Rasa ingin tahu yang besar. 2. Sering mengajukan pertanyaan yang berbobot. 3. Mengajukan pendapat atau gagasan. 4. Berani dalam berpendapat. 5. Dapat bekerja sendiri. 6. Senang mencoba hal-hal baru. C. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi Kompetensi Dasar 3.5. Menjelaskan Indikator Pencapaian Kompetensi sistem 3.5.5. Menentukan penyelesaian dari persamaan linear dua variabel sistem persamaan linear dua dan variabel dengan metode dihubungkan dengan masalah eliminasi dan metode kontekstual. campuran. penyelesaiannya yang 4.5. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel. 4.5.4. Menentukan penyelesaian dari masalah kontekstual yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dengan metode eliminasi dan metode campuran.

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 D. Materi Pembelajaran Metode Eliminasi Metode eliminasi ini memiliki 2 cara yaitu cara penjumlahan dan cara pengurangan. Contoh : Elsa dan Winda bekerja pada pabrik tas. Elsa dapat meyelesaikan 4 buah tas setiap jam dan Winda dapat menyelesaikan 5 tas setiap jam. Jumlah jam kerja Elsa dan Winda adalah 15 jam sehari dan jumlah tas yang bisa dibuat dalam sehari oleh keduanya adalah 67 tas. Jika jam kerja keduanya berbeda, tentukan jam kerja mereka masing-masing! Ubahlah soal cerita tersebut ke dalam bentuk matematika Persamaan 1 : Persamaan 2 : Langkah 1 Supaya mendapatkan nilai dari salah satu variabel maka harus dikurangkan persamaan pertama dan persamaan kedua atau dengan kata lain mengeliminasi x, dengan menyamakan koefisisien dari variabel x. Lakukan operasi pengurangan untuk mengeliminasi x Setelah mengeliminasi x, sebaliknya lakukan kembali dengan mengeliminasi y. dengan cara yang sama yaitu dengan menyamakan koefisien dari variabel y.

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 Langkah 2 Persamaan menjadi Lakukan operasi pengurangan untuk mengeliminasi y Jadi, penyelesaian dari sistem persamaan linear dua variabel adalah (8, 7). Sehhingga jumlah jam kerja Elsa adalah 8 jam dan jumlah jam kerja Winda adalah 7 jam. Metode Campuran Metode ini menggabungkan metode eliminasi dan metode substitusi untuk menyelesaikan suatu SPLDV. Contoh : Elsa dan Winda bekerja pada pabrik tas. Elsa dapat meyelesaikan 4 buah tas setiap jam dan Winda dapat menyelesaikan 5 tas setiap jam. Jumlah jam kerja Elsa dan Winda adalah 15 jam sehari dan jumlah tas yang bisa dibuat dalam sehari oleh keduanya adalah 67 tas. Jika jam kerja keduanya berbeda, tentukan jam kerja mereka masing-masing! Pengurangan Kurangkan persamaan pertama dengan persamaan kedua, dengan menyamakan koefisien dari variabel x.

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 Nilai disubstitusikan ke salah satu persamaan. Jadi, penyelesaian dari sistem persamaan linear dua variabel adalah (8, 7). Sehingga jumlah jam kerja Elsa adalah 8 jam dan jumlah jam kerja Winda adalah 7 jam. E. Model dan Metode Pembelajaran Model : Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) Metode : Diskusi, Tanya jawab. F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran 1. Media : LKS, power point. 2. Alat/Bahan : Papan tulis, spidol. 3. Sumber Belajar : a. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Matematika. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan Batitbang Kemendikbud. b. Kurniawan. 2013. Mandiri Matematika untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta : PT. Penerbit Erlangga. G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi waktu 1. Guru mengucapkan salam. 2. Guru menanyakan 15 menit kabar dan tujuan dan melakukan presensi. 3. Guru rencana menyampaikan pembelajaran yaitu penyelesaian SPLDV dengan metode eliminasi dan campuran. 4. Guru memotivasi siswa dengan menginformasikan terkait penerapan materi SPLDV. 5. Guru bersama siswa membahas terkait

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 tugas yang diberikan pada pertemuan sebelumnya yaitu tugas 5.2 dan 5.3 3 menit Orientasi siswa pada masalah 6. Guru memberikan masalah kontekstual terkait materi SPLDV melalui PPT yaitu,  Elsa dan Winda bekerja pada pabrik tas. Elsa dapat meyelesaikan 4 buah tas setiap jam dan Winda dapat menyelesaikan 5 tas setiap jam. Jumlah jam kerja Elsa dan Winda adalah 15 jam sehari dan jumlah tas yang bisa dibuat dalam sehari oleh keduanya adalah 67 tas. Jika jam kerja keduanya berbeda, tentukan jam kerja mereka masing-masing! 15 menit Mengorganisasi siswa untuk belajar 7. Guru meminta siswa untuk berdiskusi bersama teman sebangku untuk menyelesaikan permasalahan SPLDV dengan metode eliminasi. Membimbing pengalaman individu 7 menit /kolompok 8. Guru berkeliling untuk melihat dan membimbing siswa dalam berdiskusi. 15 menit Mengorganisasi siswa untuk belajar 9. Guru meminta siswa untuk berdiskusi bersama teman sebangku untuk menyelesaikan permasalahan SPLDV dengan metode campuran. Membimbing pengalaman individu /kolompok 10. Guru berkeliling untuk melihat dan 5 menit

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 membimbing siswa dalam berdiskusi. Mengembangkan dan menyajikan hasil 10 menit karya 11. Guru meminta siswa untuk menuliskan hasil diskusi, dan siswa lain menanggapi. Menganalisis dan mengevaluasi proses 7 menit pemecahan masalah 12. Guru bersama siswa menyimpulkan dan merefleksikan hasil pembelajaran. Penutup 13. Guru memberikan tugas Ayo Kita Berlatih 5.4 sebagai latihan di rumah. 14. Guru menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya adalah tes tertulis terkait materi yang sudah dipelajari. 15. Guru menutup pembelajaran dengan salam. H. Penilaian 1. Pengetahuan : LKS (lampiran 2) 3 menit

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 Lampiran 1 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) 3 KELAS VIII D Nama siswa : 1. 2. Bagian 1 Selesaikan soal dibawah ini menggunakan metode eliminasi bersama teman sebangkumu! 1. Elsa dan Winda bekerja pada pabrik tas. Elsa dapat meyelesaikan 4 buah tas setiap jam dan Winda dapat menyelesaikan 5 tas setiap jam. Jumlah jam kerja Elsa dan Winda adalah 15 jam sehari dan jumlah tas yang bisa dibuat dalam sehari oleh keduanya adalah 67 tas. Jika jam kerja keduanya berbeda, tentukan jam kerja mereka masing-masing! Ubahlah soal cerita tersebut ke dalam bentuk matematika Persamaan 1 : ……………………….. Persamaan 2 : ………………………… Supaya mendapatkan nilai dari salah satu variabel maka harus dikurangkan variabel lain dari persamaan pertama dan persamaan kedua atau dengan kata lain mengeliminasi x, dengan menyamakan koefisisien dari variabel x. Setelah mengeliminasi x, sebaliknya lakukan kembali dengan mengeliminasi y. dengan cara yang sama yaitu dengan menyamakan koefisien dari variabel y. Jadi, penyelesaian dari SPLDV tersebut adalah (…., ….)

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 Bagian 2 Selesaikan soal di bawah ini menggunakan metode campuran bersama teman sebangkumu! 2. Elsa dan Winda bekerja pada pabrik tas. Elsa dapat meyelesaikan 4 buah tas setiap jam dan Winda dapat menyelesaikan 5 tas setiap jam. Jumlah jam kerja Elsa dan Winda adalah 15 jam sehari dan jumlah tas yang bisa dibuat dalam sehari oleh keduanya adalah 67 tas. Jika jam kerja keduanya berbeda, tentukan jam kerja mereka masing-masing! Ubahlah soal cerita tersebut ke dalam bentuk matematika Persamaan 1 : ……………………….. Persamaan 2 : ………………………… Supaya mendapatkan nilai dari salah satu variabel maka harus dikurangkan variabel lain dari persamaan pertama dan persamaan kedua atau dengan kata lain mengeliminasi x, dengan menyamakan koefisisien dari variabel x. Setelah mengeliminasi x, kalian mendapatkan nilai dari y. Kemudian substitusikan nilai y ke salah satu persamaan Jadi, penyelesaian dari SPLDV tersebut adalah (…., ….)

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 Pedoman Penilaian No Soal 1 Jawaban Merubah ke dalam bentuk matematika Skor maksimal 2 Missal : x = jumlah jam Elsa y = jumlah jam Winda Persamaan 1 : Persamaan 2 : Menyamakan koefisien dari variabel x 2 Persamaan 1 : Persamaan 2 : Melakukan proses eliminasi dengan melakukan operasi pengurangan. 2 Menyamakan koefisien dari variabel y 2 Persamaan 1 : Persamaan 2 : Melakukan proses eliminasi dengan melakukan operasi pengurangan. 2 Jadi, jumlah jam kerja Elsa adalah 8 jam dan jumlah jam kerja Winda 7 jam 2 Merubah ke dalam bentuk matematika Missal : x = jumlah jam Elsa y = jumlah jam Winda Persamaan 1 : 2

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 Persamaan 2 : Menyamakan koefisien dari variabel x 2 Persamaan 1 : Persamaan 2 : Melakukan proses eliminasi dengan melakukan operasi pengurangan. 3 Substitusi nilai y ke persamaan 2 3 Jadi, jumlah jam kerja Elsa adalah 8 jam dan jumlah jam kerja Winda 7 jam Nilai Jumlah Skor × 5

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 Lampiran 9. Lembar Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran LEMBAR OBSERVASI KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN Sekolah : SMP Negeri 2 Yogyakarta Kelas : VIII D Mata Pelajaran : Matematika Pertemuan ke : Hari, tanggal : Jam ke : NO I II ASPEK YANG DIAMATI MEMBUKA PEMBELAJARAN 1. Mengucapkan salam. 2. Menanyakan kabar dan melakukan presensi. 3. Menyampaikan tujuan pembelajaran. 4. Memberikan motivasi dengan memberikan contoh penerapan materi SPLDV pada kehidupan nyata. 5. Melakukan kegiata apersepsi. 6. Membagi siswa dalam kelompokk kecil. KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN 1. Memberikan LKS kepada siswa. 2. Meminta siswa untuk mengerjakan LKS dengan berdiskusi. 3. Berkeliling untuk melihat YA TIDAK KETERANGAN

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 III dan membimbing siswa dalam berdiskusi. 4. Meminta siswa untuk menyampaikan hasil diskusi. 5. Meminta siswa lain untuk menanggapi. 6. Bersama siswa membahas terkait materi yang dipelajari. PENUTUP 1. Meminta siswa untuk mengumpulkan LKS. 2. Bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran. 3. Meminta siswa merefleksikan kegiatan pembelajaran. 4. Menutup pembelajaran dengan salam. Observer …………………………

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 Lampiran 10. Hasil Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 Lampiran 11. Hasil Tes Tertulis Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Nilai Tes Tertulis Siswa Skor Perolehan Nilai 25 100 19 76 21 84 25 100 21 84 17 68 25 100 18 72 9 36 21 84 25 100 23 92 23 92 16 64 23 92 21 84 21 84 13 52 21 84 16 64 20 80 23 92 13 52 13 52 15 60 11 44 23 92 13 52 Kategori Amat Baik Cukup Baik Amat Baik Baik Kurang Amat Baik Cukup Sangat Kurang Baik Amat Baik Amat Baik Amat Baik Kurang Amat Baik Baik Baik Sangat Kurang Baik Kurang Cukup Amat Baik Sangat Kurang Sangat Kurang Kurang Sangat Kurang Amat Baik Sangat Kurang

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 Lampiran 12. Hasil Skor Angket Sikap Kreatif Siswa Awal Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 1 3 2 4 1 2 2 1 3 2 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 3 3 3 2 2 2 2 3 2 2 2 3 3 3 2 3 3 2 2 2 3 2 3 3 3 3 1 2 1 2 4 3 2 3 2 3 3 2 2 4 2 3 2 3 2 4 3 3 4 1 2 4 3 3 2 4 4 3 3 3 2 2 3 2 3 2 4 4 5 2 2 3 3 2 2 1 3 2 2 3 2 4 4 2 3 4 2 3 3 3 3 6 2 2 3 1 2 1 2 3 2 4 3 2 4 4 1 3 4 2 2 2 2 4 7 3 2 3 4 2 4 1 4 1 4 4 2 4 4 1 3 3 2 3 2 3 3 8 4 2 3 2 2 3 4 2 3 4 3 3 3 2 2 2 3 2 3 1 3 2 9 2 2 3 3 1 3 1 3 2 3 4 2 4 3 1 2 3 2 2 1 2 2 10 3 2 4 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 Pernyataan 11 12 4 2 3 3 3 3 2 3 2 2 3 4 2 1 4 3 4 4 4 4 3 4 2 2 3 4 3 4 3 2 3 4 3 3 3 2 0 3 2 2 3 3 4 2 13 14 3 3 4 3 2 2 4 3 3 2 4 3 4 3 2 2 4 2 2 2 4 3 15 2 3 4 1 2 2 2 1 2 2 4 3 3 4 2 4 4 2 3 1 3 3 16 2 3 3 4 2 2 2 4 2 1 2 2 2 3 1 2 3 1 2 1 2 1 17 2 2 4 4 2 2 1 4 2 3 3 2 3 2 2 2 3 2 3 3 3 2 18 2 3 3 3 3 1 4 3 2 2 4 3 3 3 2 2 3 2 3 2 3 3 Skor 19 3 3 4 3 2 4 1 3 4 4 4 2 3 4 2 3 2 2 2 3 4 1 4 1 3 3 3 3 1 3 4 3 2 3 3 3 2 3 3 1 1 1 3 2 52 47 64 47 40 48 37 59 49 56 61 46 62 60 35 50 61 37 45 36 56 49

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 23 24 25 26 27 28 2 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 3 2 2 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 2 3 2 3 3 4 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 2 3 3 3 2 4 2 2 3 3 3 3 4 3 3 3 2 3 2 51 49 52 50 53 53

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 Lampiran 13. Hasil Skor Angket Sikap Kreatif Siswa Akhir Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 1 3 3 4 2 2 3 1 4 3 3 2 4 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 2 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 4 2 2 4 1 4 4 4 2 4 3 4 3 2 4 2 3 2 3 4 3 3 4 3 2 4 1 3 3 4 3 3 3 3 2 2 4 2 4 3 4 5 3 2 4 3 3 3 3 3 2 2 3 3 4 4 4 3 4 2 4 3 3 6 3 4 3 2 3 3 1 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 2 3 2 2 7 3 2 4 2 2 4 4 3 2 4 4 4 4 4 4 2 4 2 3 2 3 8 4 2 3 4 3 4 2 3 4 4 3 4 4 2 3 3 3 3 2 2 3 9 2 2 3 1 2 3 3 3 2 2 3 3 4 3 4 2 4 2 2 2 2 10 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3 2 3 Pernyataan 11 12 13 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 1 2 2 3 4 3 4 2 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 2 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 3 2 4 3 3 3 3 3 4 4 3 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 4 Skor 14 15 3 3 4 4 4 2 1 4 3 2 4 4 4 4 3 3 4 2 3 3 4 16 4 2 3 2 2 4 4 3 3 2 3 3 2 3 2 2 4 2 3 2 1 17 3 2 4 2 3 2 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 18 2 3 3 3 3 1 3 3 2 2 4 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 19 3 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 2 3 4 4 3 2 3 3 2 2 3 3 2 3 2 3 3 3 2 3 3 3 1 2 3 57 52 68 50 51 58 47 64 56 58 62 65 65 63 57 52 69 44 55 47 57

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 22 23 24 25 26 27 28 4 2 2 2 3 3 2 2 3 3 3 2 3 2 4 2 2 2 3 3 3 4 3 3 2 3 4 4 3 2 2 3 2 4 3 4 2 2 3 4 4 3 3 3 3 3 2 1 3 3 3 3 3 3 4 2 2 2 2 3 3 4 2 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 2 3 3 2 3 3 4 2 1 3 2 3 3 4 2 3 3 2 2 3 4 2 3 3 2 2 3 4 2 4 3 3 2 3 4 4 2 3 3 3 4 4 2 58 52 47 51 57 69 51

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 Lampiran 14. Transkrip Wawancara Sikap Kreatif Siswa Wawancara Siswa 1 P : Naila kan kemaren udah belajar sama bu Agnes tuh, kalo kamu sadar selama pembelajaran itu ada pake kehidupan sehari-hari. Nah itu kamu tertarik gak dengan masalah terus terus gitu sama LKS yang dikasih sama bu Agnes? S1 : Kalo masalah soal cerita itu bikin tertarik kaadang enggak P : Loh kenapa gak tertariknya? S1 : Males bacanya, sama menganalisanya lebih lama yakan? P : Tapi teretarik gak? S1 : ada iyaaaa P : tapi kan kalo misalkan soal cerita kan kalo ujian banyak yang keluar S1 : iya? P : iyaaaa, emang kemaren enggak keluar? S1 : eh ada ding ada… P : Nah itu kalo kan misalkan pembelajaran pake masalah gitu kan bisa melatih kamu juga menyelesaikan masalah itu paham gunanya masalah itu kan. Nah menurut kamu LKS bu Agnes itu membantu kamu memahami materi gak? S1 : Membantu, soalnya kan ada kotak-kotaknya P : Kok ada kotak-kotaknya? S1 : Iya kan soalnya buat garis-garis itu jadi gak repot-repot bikin sendiri P : Owh iya, kalo misalkan pas belajar atau ngerjain pr kesusahan susah ngerjain trus gimana mau ngerjain biar bisa selesai? S1 : Em, kalo misalkan solanya diberkan dari buku mandiri atau buku paket gitu gampang. Google briandly.Trus kalo misalkan gak ada atau bu Agnes buat sendiri pastikan gak ada di google gitu. Nah itu nanti tanya caranya sama google, kalo gak nanti diskusi sama temen-temen P : Owh emangnya kalo misalkan dari mandiri sama buku paket ada di Google? S1 : Ada

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 P : Owh iya ada? S1 : Iyaa P : Owh gitu, trus selain kamu cari cara di Google. Kamu tanya ke kakak, papah, mamah? S1 : Enggak P : Kenapa? S1 : Kan ada Gita, itu pinter banget jadi tanyaaaa… P : Owh, pinter banget ya Gita ya? S1 : Banget’z P : Terus kalo misalkan kemaren itu belajarnya banyak banget diskusi. Kamu tertarik gak sama belajar yang diskusi? S1 : Tertarik soalnya banyak ngomong. Sebagai manusia yang banyak omong jadi suka. Enggak tapi kalo sama bu Budi gitu diem. Apa ya kalo sama bu Agnes itu lebih banyak ngomong tapi ya mudeng. Jadi diskusinya berguna.. P : Jadi menurut kamu dengan diskusi itu bisa membantu kamu menyelesaikan masalah yang bu Agnes kasih? S1 : Kalo menurut aku iya tapi kalo yang lain enggak. Eh hooh P :Nah terus kalo di kelas nih ya kamu termasuk yang sering tanya gak? S1 : Sering, sering banget P : Em, menurut kamu selain kamu yang sering tanya ada lagi gak? S1 : Enggak… P : Yang paling sering kamu nih ya? S1 : Iya P : Kalo misalkan, oh iya itu di kelasnya bu Agnes lo ya, kalo di kelas lain. Kenapa kamu suka tanya? S1 : Biasanya tanyanya di luar materi, em enggak sih maksudnya materinya di jelasin A, nanti menjalar kemana-mana gitu … P : Kenapa kaya gitu? S1 : Soalnya pengen tau yang lebih atau wawasan yang lebih apa lagi sama bu Surya …

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 P : Siapa itu? S1 : Guru IPS… P : Owh iya ya. Trus kalo dipembelajran Matematika kan hanya itungitungan. Yaelah itung-tungan lagi terus, nah itu membuat kamu tersentuh untuk tanya gak? S1 : Enggak, kan matematika itu kan rumusnya banyak jadi kan suka bingung. Jadi kan kalo gak tanya ntar salah… P : Terus kalo misalkan diskusi kemaren itu suka memberikan usul gak? S1 : Iya. Kita ganti-gantian, ada yang ngerjain ini. Kalo misalkan salah atau bingung nanti kita kerjain bareng-bareng… P : Nah berarti kamu itu termasuk yang malu gak sama tanya? S1 : Em, malu tanya siapa? P : Sama guru, temen…? S1 : Enggak P : Enggak papa kalo misalkan orang mikir, ish Naila kok banyak tanya sih berarti dia gak bisa nih … S1 : Enggak, soalnya mending jujur’s. Solanya kan pernahkan banyak tanya itu mengganggu temen atau pelajarannya jadi terhambat. Tapi dari pada ntar ujian gak bisa. Soalnya kadang-kadang aku tanya itu yang lain juga mau tanya tapi malu, jadi kaya mewakili gitu P : Jadi suka ya tanya dan mewakili gitu ? S1 : Iya P : Trus kalo naila sendiri suka belajarnya sendiri atau kelompok? S1 : Kalo aku kelompok… P : Kenapa? S1 : Soalnya kalo belajar kelompok kaya les gitu kelompok soalnya kalo sendiri itu bosen… P : Owh oke, tapi bisa gak kalo ngerjain soal sendiri ? S1 : Bisa… P : Trus kalo kamu dirumah ada waktu luang kamu biasanya ngapain? S1 : Main Hp, baca buku

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147 P : Baca buku apa? Pelajaran? S1 : Novel, kalo pelajaran Ensiklopedia… P : Ensiklopedia yang IPS IPS gitu ya? Trus kalo matematika dibaca gak? S1 : Matematika ngerjain soal kadang-kadang kan ada buku apa tuh biasanya ngerjain sendiri… P : Trus kalo misalnya dikasih tugas sama bub Budi gitu atau PR. Biasanya ngerjain soaldari nomor 1 sampe 10 gitu. Itu kamu kerjain semua gak? S1 : em, yang bisa dikerjain, yang gak bisa gak dikerjain… P : trus kalo gak dikerjain gimana? S1 : Yaa tanya, tanya bu Budi P : Kalo sama Bu Budi gak di koreksi gimana ? S1 : Di koreksi dicocokin bareng-bareng kadang… P : Trus dinilai kan? S1 : Heem P : Trus kalo misalkan nilainya jelek, ya jelek dong… S1 : iyaaa P : Trus gimana kalo gitu? S1 : Kadang kalo gak ngerti taya sama bu Budi, tapi kalo misalkan ada yang ngerti duuan atau misalkan ada temen-temen yang ngerti tanya. Tapi kalo mentok yaudah… P : tapi kalo di rumah gak ngerjain dulu ya? S1 : Em kadang iya kadang enggak, tapi lebih banyak enggak… P : Trus gimana dong? Masa Prnya gak dikerjain semua? S1 : Em, apa ya di kerjain kadang-kadang enggak. Tergantung pas materinya gampang di kerjain… P : Kamu ngerjain SLDV itu gampang apa susah? S1 : Gampang, diantara kan ada tuh ujian kemaren 5 bab nah yang kemaren aku kerjain duluan itu SLDV… P : Oh iya?

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148 S1 : Iya soalnya yang paling ngerti … P : Oke mantab. Oh iya di soal SLDV kan ada banyak ya, kamu sering make satu aja dari cara-cara itu atau nyoba yang lain. Em maksudnya metode itu kamu pake semua ? S1 : Kalo ujian kemaren cuman subtitusi sama campuran. Soalnya ujian kemaren waktunya terbatas. Ntar kalo nyoba satu-satu ntar waktunya habis P : Tapi kalo ngerjain soal sendiri gitu? S1 : Kadang enggak tetep di subtitusi sama campuran yang paling mudah dan sederhana caranya… P : Owh eh Naila makasih ya…

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149 Wawancara Siswa 2 P : Kemarenkan udah belajar sama bu agnes tuh. Kalo kamu sadar kemaren itu belajarnya suka pake masalah suka pake lks gitu kan, masalahnya kaya soal cerita gitu. Nah salma tertarik gak sama pelajaran kaya gitu? S2 : Tertarik, soalnya kalo kaya gitu kaya lebih mudah gitu. Jadikan kaya ada diibaratkan kaya gitu gitu dengan masalah kehidupan sehari-hari. P : Terus menurut kamu LKS ibu agnes yag ibu bikin itu membantu kamu buat mahamin SLDV gak? S2 : Iyaaa, membantu P : Eeee, Jadi suka ya sama pebelajaran yang pake diskusi gitu.. S2 : Iyaa suka P : Tapi Salma sendiri gak suka kalo pas misalnya lagi diskusi suka ngasih usul gak? S2 : Kadang-kadang sih iya suka ngasih usul P : Kok kadang-kadang, kenapa? S2 : Ehhh iya kalo misalnya aku gak tauuu ya ngasih usul sih ya kalo misalnya tau ya kasih usul P : Trus kalo misalnya salma lagi belajar atau lagi ngerjain soal suka ada apa namanya susah nih kok soalnya susah, nah itu biasanya salma ngapain? S2 : Emmm, biasanya tanya ke gugel. Ehehehe… P : Tanya kegugel, emm selain kegugel sebelum kegugel apakah gugel itu pertama kali kamu tanya? S2 : Ehehe, biasanya nanya keguru les P : Oh kamu less? S2 : Iyaaa P : Privat atau bimbel? S2 : Bimbel P : Eee, Trus kalo misalkan tapi di guru les itu lebih keguru les dulu atau ke google dulu? S2 : Yaaa biasanya lebi ke gppgle dulu… P : Oh lebih ke google dulu, punya kakak gak?

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 S2 : Enggak… P : Trus suka tanya ke mama atau papahh ? S2 : Enggak P : Kalo disekolah suka tanya temen gak? S2 : Iyaa P : Biasanya yang suka ditanyain salma siapa? S2 : Biasaya kaya yang udah pinter gitu, Naila, Alya, Hasna, Wiyanda, gitu… P : Nah misalkan, berarti kamu sendiri sukanya lebih ke belajar yang diskusi atau lebih belajar yang mandiri S2 : Lebih enak diskusi… P : Kenapa kaya gitu? S2 :Saolanya kan kalo diskusi kan bisa tanya-tanya ke temen, bisa saling bantu-bantu gitu P : Trus pas dari kemaren, eee kamu termasuk yang suka tnya gak kolo dipelajarannya ibu Agnes? S2 : Enggak sih P : Enggak, enggak kenapa gitu? S2 : Soalnya kan MTK jam pembalajaran terkahir P : Owh, ngantuk yaaa… S2 : Iyaaaa… P : Eee berarti kemaren selama pembelajaran bu agnes ngantuk selama dua minggu S2 : Enggak sih, maksudnya kalo udah kaya siang gitu kan udah gak fokus gitu lo buu. P : Okeee, jadi menurut kamu pembalajaran matematika di akhir pembelajarn itu tidak menguntungkan yaaa? S2 : Iya menguntungkan sih ada beberapa materi yang masuk ada yang enggak … P : Okee, eee terus pas kemaren diskusi sering gak ngasih usul S2 : Bukannya udah tanya ya tadi …

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151 P : Eee terus kalo misalkan menurut kamu berdiskusi itu memudahkan gak untuk memecahkan masalah ? S2 : Iya P : Kenapa kok gitu? S2 : Iya kan kalo diskusikan bisa saling tanya-tanya P : Nah kalo kami misalnya kaya gitu, pas lagi gak sama bu agns mintanya diskusi juga, jadinya kamu bisa tanya-tanya, minta sama bu budi. Coba bu minta dikusi gitu… S2 : Kalo bu budi ska suruh ngejain soaln gitu eee P : Ya minta sama bu Budi. Bu minta kerja kelompok bu, gitu.Kalian boleh ngasih usul ke bu budi, boleh.Terus kalo misalkan dikelas kamu suka malu gak tanya-tanya? S2 : Enggak sih, enggak… P : Jadi termasuk sering ya tanya-tanya kalo di kelas bu budi S2 : Kalo di kelas bu budi, enggak enggak sering P : Enggak sering… S2 : Yang lainnya juga gak sering tanya-tanya kok buu P : Kenapa gituuu? S2 : Enggak tau… P :Kok gak tau? Tapi kalo misalkan bukan dikelasnya bu budi suka tanya gak? S2 : Iya, iya kadang-kadang mbaknya itu, mbak melati P : Owh, mbak-mbak PPG ya? Kalo misalkan orang mikirnya wah salma suka tanya nih, berarti salma gak tau nih. Gimana gak malu? S2 : Enggak lah gak malu P : Trus kalo misalkan salma sendiri sukanya belajar ngejain soal, ngejain sendiri di kamar atau bisa apa bisa diskusi sama temen-temen gitu S2 : Emm, dua-duanya suka sih. Tapi yang paing enak diskusi sama temen P : Trus kalo misalkan dirumah ada waktu luang salma biasanya ngapain ? S2 : Biasanya mainan hp

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152 P : Trus ngapain selain main handphone? S2 : Nonton film.. P : Nonton film apa? S2 : Di laptop gitu sih, minta temen-temen P : Selain main handphone, nonton film apa lagi. Masa gak pernah baca buku S2 : Baca novel P : Oh novel, kalo buku pelajaran? S2 : Emm Iya buku pelajaran juga, tapi kalo lagi mood juga P : Tapi kalo matematika juga termasuk buku yang sering dibaca gak? S2 : Enggak kalo matematika lebih sering latihan soal.. P : Oh iya, trus kalo misalkan bu budi kan sering tuh ngasih prnya agak banyak. Misalnya dari buku mandiri dari nomor sekian sampe nomor sekian, nah itu salma termasuk yang sering ngerjain dulu disekolah atau ngerjain nya nanti aja lah nyontek temen S2 : Iya ngerjain dulu disekolah, biar nanti cepet selesai gitu P : Oh ngerjain dulu disekolah. S2 : Hooh ngerjain dulu disekolah P : Trus kalo misalkan dirumah ringgal sisanya? S2 : Iya P : Truskan kemaren kan belajarnya SLDV .nah itu kan banyak to caranya banyak metodenya. Kamu suka yang pake metode apa? S2 : Metode eleminasi kadang-kadang subtitusi P : Tapi yang grafik ? S2 : Maksudnya gimana? P : Yang caranya pake metode grafik, suka dipake juga gak? S2 : Enggak… P : Kenapa? S2 : Seringya eleminasi ee

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153 P : Tapi suka gak cari cara-cara penyelesaiannya yang lain selain cara itu pake itu apa lagi, atau apa kamu cuman oh bu budi sama bu agnes pake cara begini yaudah aku pake metode ini aja gitu S2 : Biasanya ngikut guru ee buu P : Oke Salma, terimakasih

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154 Lampiran 15. Surat Perijinan Penelitian

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155 Lampiran 16. Surat Telah Melaksanakan Penelitian

(172)

Dokumen baru

Download (171 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Efektivitas penerapan model pembelajaran tipe Jigsaw II terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel di kelas VIII SMP Kanisius Sleman tahun ajaran 2015/2016.
0
0
357
Efektivitas media komik pada pembelajaran sistem persamaan linear satu variabel ditinjau dari hasil belajar, minat dan perhatian siswa kelas VII B SMP Maria Immaculata Yogyakarta.
1
12
243
Efektivitas model pembelajaran reciprocal teaching ditinjau dari hasil belajar dan aktivitas belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Yogyakarta pada materi luas permukaan serta volume kubus dan balok.
1
15
289
Efektivitas pembelajaran matematika berbasis masalah pada pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel di kelas VIII-A SMP Kanisius 1 Surakarta tahun ajaran 2014/2015.
0
0
169
Peningkatan hasil belajar dan minat siswa dalam pembelajaran materi operasi aljabar dengan model pembelajaran berbasis masalah pada siswa kelas VIII SMP N 2 Imogiri tahun ajaran 2014/2015.
0
0
222
Pengembangan modul pembelajaran matematika pada materi sistem persamaan linier dua variabel untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas IX SMP N 1 Yogyakarta tahun pelajaran 2014/2015.
0
1
490
Efektivitas pembelajaran matematika berbasis masalah dengan materi sistem persamaan linear dua variabel di kelas VIIIA SMP N 8 Purworejo.
0
0
167
Efikasi diri dan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta dalam pembelajaran sub pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD).
0
0
256
Pengembangan modul pembelajaran matematika pada materi sistem persamaan linier dua variabel untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas IX SMP N 1 Yogyakarta tahun pelajaran 2014201
0
0
488
Efektivitas pembelajaran matematika berbasis masalah dengan materi sistem persamaan linear dua variabel di kelas VIIIA SMP N 8 Purworejo
0
0
165
Efikasi diri dan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta dalam pembelajaran sub pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student
0
7
254
Keefektifan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dalam pembelajaran matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel terhadap hasil belajar dan keaktifan siswa di kelas X
0
9
215
Peningkatan hasil belajar dan minat siswa dalam pembelajaran materi operasi aljabar dengan model pembelajaran berbasis masalah pada siswa kelas VIII SMP N 2 Imogiri tahun ajaran 2014 2015
0
0
220
Analisis kesalahan siswa kelas VIII A SMP Pangudi Luhur Yogyakarta dalam menyelesaikan soal cerita pada pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel tahun pelajaran 2010/2011 - USD Repository
0
0
162
Hasil belajar dan keaktifan siswa dalam pembelajaran materi sistem persamaan linear dua variabel dengan menggunakan media visual pada kelas X SMA BOPKRI 2 Yogyakarta tahun ajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
150
Show more