Pengaruh penggunaan metode simulasi phet terhadap tingkat pemahaman siswa kelas XI MIPA SMA Yos Sudarso Cilacap terkait materi elastisitas - USD Repository

Gratis

0
0
171
1 month ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGARUH PENGGUNAAN METODE SIMULASI PHET TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN SISWA KELAS XI MIPA SMA YOS SUDARSO CILACAP TERKAIT MATERI ELASTISITAS SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika Oleh : Astuti Hestiningrum NIM : 141424002 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN MOTTO Bukan jadilah yang terbaik, tetapi lakukanlah yang terbaik dan teruslah berdoa karena Allah selalu mendengar setiap doamu dan melihat setiap usahamu. iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ini saya persembahkan kepada : 1. Universitas Sanata Dharma 2. Program Studi Pendidikan Fisika 3. Keluarga: Kedua orang tua saya yaitu R. Sumarto dan Surati beserta kedua adik saya, Aditiya S.S dan Retno P.P. 4. Sahabat-sahabat saya: Agatha, Stella, Vero, Anas, Dewa dan Aan 5. Teman-teman Pendidikan Fisika 2014, boarding house family, sahabat MMA dan keluarga piji v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang telah saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 23 Januari 2019 Penulis Astuti Hestiningrum vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Astuti Hestiningrum NIM : 141424002 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma untuk menyimpan karya ilmiah saya yang berjudul: “PENGARUH PENGGUNAAN METODE SIMULASI PHET TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN SISWA KELAS XI MIPA SMA YOS SUDARSO CILACAP TERKAIT MATERI ELASTISITAS” Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya maupun memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Yogyakarta, 23 Januari 2019 Yang menyatakan Yang menyatakan Astuti AstutiHestiningrum Hestiningrum vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Hestiningrum, Astuti. 2019. Pengaruh Penggunaan Metode Simulasi PhET Terhadap Tingkat Pemahaman Siswa Kelas XI MIPA SMA Yos Sudarso Cilacap Terkait Materi Elastisitas. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Fisika. Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sanata Dharma. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: 1) tingkat pemahaman awal siswa terkait materi elastisitas sebelum penerapan metode simulasi PhET; 2) tingkat pemahaman akhir siswa terkait materi elastisitas sesudah penerapan metode simulasi PhET; 3) pengaruh metode simulasi PhET terhadap pemahaman siswa terkait materi elastisitas. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas XI MIPA 1 dan 2. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 di SMA Yos Sudarso Cilacap. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan Pretest dan Posttest Control Group Design. Data pretest dan posttest dianalisis menggunakan uji T untuk kelompok independen dan kelompok dependen. Analisis data ini menggunakan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tingkat pemahaman awal siswa termasuk pada kategori sedang untuk aspek kognitif dan psikomotorik, lalu termasuk kategori tinggi pada aspek afektif; 2) tingkat pemahaman akhir siswa termasuk pada kategori sangat tinggi untuk aspek kognitif, lalu termasuk kategori tinggi untuk aspek psikomotorik, dan afektif; 3) metode simulasi Phet dapat meningkatkan pemahaman siswa pada aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif terkait materi elastisitas. Tetapi peningkatan pemahaman pada aspek kognitif dan psikomotorik yang terjadi tidak lebih baik dari metode ceramah interaktif yang digunakan di kelas kontrol. Sedangkan untuk aspek afektif, peningkatan pemahaman yang terjadi pada siswa di kelas treatment yang menggunakan metode simulasi PhET lebih baik dari siswa di kelas kontrol. Kata Kunci : simulasi PhET, peningkatan pemahaman siswa, hukum Hooke, elastisitas viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Hestiningrum, Astuti. 2019. The Effect of Using PhET Simulation Methods on the Level of Understanding of Class XI MIPA Students at Yos Sudarso High School in Cilacap Regarding the Material of Elasticity. Essay. Yogyakarta: Physics Education Study Program. Department of Mathematics and Natural Sciences Educations. Faculty of Teacher Training and Education. Sanata Dharma University. The purpose of this study is to find out: 1) the level of students' initial understanding of the material elasticity before applying the PhET simulation method; 2) the level of students' final understanding regarding the material elasticity after the application of the PhET simulation method; and 3) the influence of the PhET simulation method on student understanding regarding the material elasticity. The sample used was students of class XI MIPA 1 and 2. The study was conducted in October 2018 in Yos Sudarso High School Cilacap. The research design used in this study is quantitative by using Pretest and Posttest Control Group Design. The pretest and posttest data were analyzed using the T test for the independent and dependent groups. This data analysis uses the SPSS program assistance. The results showed that: 1) the level of initial understanding of students included in the medium category for cognitive and psychomotor aspects, then included in the high category on affective aspects; 2) the level of final understanding of students included in the very high category for cognitive aspects, then including the high category for psychomotor, and affective aspects; 3) Phet simulation methods can improve students' understanding of cognitive, psychomotor, and affective aspects related to material elasticity. But the increase in understanding of the cognitive and psychomotor aspects that occur is not better than the interactive lecture method used in the control class. Whereas for the affective aspect, the increase in understanding that occurs in students in the treatment class using the PhET simulation method is better than the students in the control class. . Keywords: PhET simulation, increasing student understanding, Hooke's law, elasticity ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat kasih dan karunia -Nya, penulis dapat menyelesaikan proposal skripsi yang berjudul “PENGARUH PENGGUNAAN METODE SIMULASI PhET TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN SISWA KELAS XI MIPA SMA YOS SUDARSO CILACAP TERKAIT MATERI ELASTISITAS ”. Skripsi ini disusun dalam rangka menyelesaikan tugas akhir untuk memperoleh gelar sarjana. Skripsi ini dapat selesai berkat bantuan berbagai pihak, maka penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Tuhan yang Maha Esa atas segala berkat dan rahmat-Nya sehingga proposal skripsi ini dapat terselesaikan. 2. Prof. Dr. Paulus Suparno, SJ. selaku Dosen Pembimbing yang telah bersedia membimbing dengan perhatian, serta telah banyak meluangkan waktu dan masukan selama penulisan proposal hingga penyelesaian skripsi. 3. Bapak Drs. Aluisius Sutrisna selaku Kepala SMA Yos Sudarso Cilacap yang telah mengizinkan penulis untuk melakukan penelitian di SMA tersebut. 4. Bapak Drs. Sunarto selaku Guru mata pelajaran Fisika Kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 yang telah berkenan membimbing selama proses pengambilan data. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Ibu Anastasia Elis Setyawati, S.Pd, Bapak Widarto, M.Pd., dan Bapak Suharno, S.Pd. selaku guru mata pelajaran Fisika di SMA Yos Sudarso Cilacap yang telah membimbing saya. 6. Bapak Yustinus Ary Widyanto, S.Kom. selaku guru mata pelajaran TIK yang telah membantu dan membimbing saya dalam menggunakan laboratorium komputer. 7. Drs. Domi Severinus, M.Si., selaku validator untuk soal tes dan angket yang bersedia memberikan saran dan masukan yang baik bagi penelitian. 8. Bapak Dr. Ignatius Edi Santosa, M.S., selaku ketua Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 9. Bapak Drs. Aufridus Atmadi M.Si., selaku Dosen Pembimbing Akademik. 10. Segenap Staf sekretariat JPMIPA atas kerja samanya dalam membantu pembuatan surat ijin penelitian. 11. Segenap staf SMA Yos Sudarso Cilacap yang telah membantu mengurus surat perizinan penelitian 12. Kedua orang tua saya yang selalu memberikan masukan dan doa dukungan, semangat, selama menjalani perkuliahan hingga dalam penyelesaian skripsi ini. 13. Adik - adik dan keluarga yang telah memberikan dukungan, masukan dan doa selama penyelesaian skripsi ini. 14. Sahabat saya (Agatha, Aan, Dewa) yang selalu memberikan dorongan semangat serta masukan kepada saya. xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15. Sahabat sekaligus rekan satu tim dalam skripsi ini : Anas, Vero, Stella dan Tessa yang telah memberikan semangat, bantuan, partisipasi dan kerjasama yang baik selama menyelesaikan skripsi ini. 16. Sahabat MMA, boarding house family, serta keluarga Piji yang telah memberikan semangat dan dukungan mental. 17. Teman-teman dari pendidikan fisika angkatan 2014 yang telah berjuang bersama-sama selama masa kuliah. 18. Icha, Rosni, Ike, Tessa, Sr. Friska, vero, mbak Ana,dan mbak Kress yang telah bersedia menemani saya dan bersedia saya repotkan sebelum sidang hingga semuanya berjalan dengan baik. 19. Seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah memberikan dukungan, bantuan, dan doa baik selama penyelesaian skripsi ini. Yogyakarta, 23 Januari 2019 Penulis Penulis Astuti Hestiningrum Astuti Hestiningrum xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ..........................................................................................i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................ii HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................iii HALAMAN MOTTO .........................................................................................iv HALAMAN PERSEMBAHAN .........................................................................v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .......................................vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ............................vii ABSTRAK ..........................................................................................................viii ABSTRACT ..........................................................................................................ix KATA PENGANTAR ........................................................................................x DAFTAR ISI .......................................................................................................xiii DAFTAR GAMBAR .........................................................................................xvi DAFTAR TABEL ..............................................................................................xviii DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................xix BAB I. PENDAHULUAN .................................................................................1 A. B. C. D. E. Latar Belakang ........................................................................................1 Rumusan Masalah ...................................................................................5 Batasan Masalah......................................................................................5 Tujuan .....................................................................................................6 Manfaat ...................................................................................................6 BAB II. DASAR TEORI ....................................................................................7 A. Filsafat Konstruktivisme .........................................................................7 B. Pemahaman ............................................................................................8 1. Pengertian Pemahaman ....................................................................8 2. Faktor yang mempengaruhi pemahaman .........................................8 C. Tingkat Dimensi Kognnitif .....................................................................10 D. Tingkat Dimensi Psikomotorik ...............................................................12 E. Tingkat Dimensi Afektif .........................................................................13 F. Simulasi Komputer .................................................................................14 G. Simulasi PhET ........................................................................................15 H. Hasil Belajar ............................................................................................17 1. Pengertian belajar ..............................................................................17 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar ........................................19 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Hasil belajar ......................................................................................19 I. Materi Elastisitas .....................................................................................20 1. Elastisitas Zat Padat ..........................................................................21 2. Stress (Tegangan) .............................................................................22 3. Strain (Regangan) .............................................................................22 4. Modulus Elastis atau Modulus Young .............................................23 5. Hukum Hooke ...................................................................................23 6. Rangkaian Pegas ..............................................................................25 7. Tetapan Gaya ....................................................................................27 BAB III. METODE PENELITIAN.....................................................................28 A. Jenis Penelitian ........................................................................................28 B. Desain Penelitian .....................................................................................28 C. Subyek Penelitian ....................................................................................30 1. Populasi Penelitian ............................................................................30 2. Sampel Penelitian ..............................................................................30 D. Waktu dan Lokasi Penelitian ..................................................................30 E. Variabel Penelitian ..................................................................................30 F. Treatmen .................................................................................................30 1. Kelas treatment .................................................................................30 2. Kelas Kontrol ....................................................................................31 G. Instrumen Penelitian................................................................................32 1. Instrumen Proses Pembelajaran ........................................................32 2. Instrumen Pengumpulan Data ...........................................................32 a. Tes ...............................................................................................32 b. Angket .........................................................................................35 H. Validitas Instrumen .................................................................................37 I. Metode Analisis Data ..............................................................................37 a. Penskoran Test ..................................................................................37 b. Pengkategorian Hasil Skor ................................................................43 c. Uji Statistik .......................................................................................43 BAB IV. DATA DAN ANALISIS .....................................................................46 A. Deskripsi Penelitian ................................................................................46 1. Pelaksanaan Penelitian Kelas Eksperimen ........................................47 2. Pelaksanaan Penelitian Kelas Kontrol ..............................................50 B. Data .........................................................................................................54 1. Skor Pretest dan Posttest Aspek Kognitif ........................................54 2. Skor Pretest dan Posttest Aspek Psikomotorik.................................55 3. Skor Pretest dan Posttest Aspek Afektif ...........................................56 C. Analisis Data ...........................................................................................57 1. Pengkategorian Skor Pretest dan Posttest Siswa ..............................57 a) Kelas Treatmen ...........................................................................57 b) Kelas Kontrol ..............................................................................58 2. Analisis Tes .......................................................................................59 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. Peningkatan Tingkat Pemahaman Siswa pada Aspek Kognitif ......................................................................................59 b. Peningkatan Tingkat Pemahaman Siswa pada Aspek Psikomotorik ...............................................................................62 3. Analisis Non-Tes untuk Mengaetahui Peningkatan Tingkat Pemahaman Siswa pada Aspek Afektif ...............................64 D. Pembahasan .............................................................................................66 1. Tingkat Pemahaman Awal Siswa Sebelum Mengikuti Pembelajaran dengan menggunakan metode simulasi PhET..................................................................................................66 a. Aspek Kognitif ............................................................................66 b. Aspek Psikomotorik ....................................................................67 c. Aspek Afektif ..............................................................................67 2. Tingkat Pemahaman Akhir Siswa Setelah Mengikuti Pembelajaran .....................................................................................68 a. Aspek Kognitif ............................................................................68 b. Aspek Psikomotorik ....................................................................69 c. Aspek Afektif ..............................................................................69 3. Pengaruh Metode Simulasi PhET .....................................................70 E. Keterbatasan Penelitian ...........................................................................72 BAB V. PENUTUP .............................................................................................73 A. Kesimpulan .............................................................................................73 B. Saran .......................................................................................................74 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................75 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Kategori-kategori dalam dimensi kognitif .......................................10 Tabel 3.1 Pre-Test and Post-Test Kontrol Group ............................................29 Tabel 3.2 Kisi-kisi soal pretest dan posttest .....................................................33 Tabel 3.3 Kisi-kisi pernyataan angket ..............................................................35 Tabel 3.4 Pernyataan angket ............................................................................35 Tabel 3.5 Teknik penskoran soal pretest dan posttest untuk tingkat pemahaman siswa berdasarkan hasil belajar pada aspek kognitif dan aspek psikomotorik ...................................38 Tabel 3.6 Teknik penskoran angket untuk tingkat pemahaman siswa pada aspek afektif ...................................................................43 Tabel 3.7 Kategori skor pretest dan posttest siswa pada aspek kognitif, psikomotorik dan afektif ....................................................43 Tabel 4.1 Jadwal pelaksanaan penelitian di SMA Yos Sudarso Cilacap..............................................................................................46 Tabel 4.2 Data skor pretest dan posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol pada aspek kognitif .....................................................54 Tabel 4.3 Data skor pretest dan posttest kelas treatmen dan kelas kontrol pada aspek psikomotorik .....................................................55 Tabel 4.4 Data skor pretest dan posttest pada aspek afektif kelas treatmen dan kelas kontrol ...............................................................56 Tabel 4.5 Kategori skor pretest dan posttest siswa pada aspek kognitif .............................................................................................57 Tabel 4.6 Kategori skor pretest dan posttest siswa pada aspek psikomotorik.....................................................................................57 Tabel 4.7 Kategori skor pretest dan posttest siswa pada aspek afektif ...............................................................................................58 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.8 Kategori skor pretest dan posttest siswa pada aspek kognitif .............................................................................................58 Tabel 4.9 Kategori skor pretest dan posttest siswa pada aspek psikomotorik.....................................................................................59 Tabel 4.10 Kategori skor pretest dan posttest siswa pada aspek afektif ...............................................................................................59 Tabel 4.11 Ringkasan Pengujian Hasil Belajar Aspek Kognitif ........................60 Tabel 4.12 Ringkasan Pengujian Hasil Belajar Aspek Psikomotorik ................62 Tabel 4.13 Ringkasan Pengujian Hasil Belajar Aspek Afektif ..........................64 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Tampilan awal simulasi PhET .......................................................16 Gambar 2.2 Tampilan simulasi PhET untuk materi elastisitas khususnya hukum Hooke ...............................................................17 Gambar 2.3 Grafik gaya terhadap panjang bahan .............................................21 Gambar 2.4 Pegas yang dirangkai seri ..............................................................25 Gambar 2.5 Pegas yang dirangkai paralel .........................................................26 Gambar 4.1 Siswa kelas XI MIPA 1 mengerjakan soal pretest .........................47 Gambar 4.2 Siswa kelas XI MIPA 1 mengerjakan LKS di Lab Komputer .......................................................................................49 Gambar 4.3 Siswa Kelas XI MIPA 1 Mengerjakan Posttest .............................50 Gambar 4.4 Siswa kelas XI MIPA 2 mengerjakan soal pretest ........................51 Gambar 4.5 Siswa Kelas XI MIPA 2 Mengerjakan latihan soal........................53 Gambar 4.6 Siswa Kelas XI MIPA 2 Mengerjakan Posttest .............................53 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat permohonan izin penelitian ..................................................78 Lampiran 2 Surat keterangan telah selesai melakukan penelitian .....................79 Lampiran 3 Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) kelas kontrol ............................................................................................80 Lampiran 4 Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) kelas treatment ........................................................................................86 Lampiran 5 Soal Pretest dan Posttest................................................................93 Lampiran 6 Angket Pretest dan Posttest ...........................................................94 Lampiran 7 Lembar Kerja Siswa (LKS) kelas treatment ..................................97 Lampiran 8 Contoh hasil pengerjaan soal dan angket pretest kelas treatment ........................................................................................109 Lampiran 9 Contoh hasil pengerjaan soal dan angket posttest kelas treatment ........................................................................................116 Lampiran 10 Contoh hasil pengerjaan soal dan angket pretest kelas kontrol ............................................................................................123 Lampiran 11 Contoh hasil pengerjaan soal dan angket posttest kelas kontrol ............................................................................................129 Lampiran 12 Analisis menggunakan bantuan SPSS ...........................................136 xix

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha yang dilakukan dengan sadar dan terencana dalam suatu proses pembelajaran agar dapat mengembangkan potensi siswa untuk memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, akhlak mulia, kecerdasan serta ketrampilan yang diperlukannya untuk menjadi bagian dari masyarakat nasional maupun dunia. Pendidikan bertujuan untuk memberikan pengetahuan baru bagi siswa dan meningkatkan kualitas siswa yang berkaitan dengan kegiatan belajar yang dapat menunjang pencapaian tujuan. Kegiatan belajar atau proses pembelajaran dapat terjadi secara formal dan non-formal. Pendidikan secara formal dilakukan di sekolah, sedangkan pendidikan non-formal dilakukan di luar sekolah contohnya les tambahan yang dilakukan di luar sekolah. Dalam proses pembelajaran guru dituntut untuk menyampaikan materi dengan baik dan benar agar siswa tertarik untuk belajar sehingga siswa dapat memahami dan mempelajari materi yang telah disampaikan guru dengan baik dan benar. Terdapat tiga golongan faktor yang mempengaruhi belajar siswa, yaitu faktor internal, faktor eksternal dan faktor pendekatan belajar. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri seperti motivasi, minat, inteligensi, kesehatan dan cara belajar siswa. Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri siswa seperti keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar. Sedangkan faktor pendekatan belajar adalah jenis upaya 1

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 belajar siswa yang meliputi metode yang dilakukan dalam kegiatan pembelajaran (Syah, 2004: 144). Dalam suatu proses pembelajaran faktor-faktor yang telah disebutkan sebelumnya merupakan faktor yang penting dan saling berkaitan. Apabila faktor eksternal dan faktor pendekatan belajar yang digunakan baik, tetapi faktor internal siswa kurang baik, maka pengetahuan dan pemahaman yang didapatkan siswa menjadi kurang maksimal. Apabila faktor internal dan eksternal baik tetapi faktor pendekatan belajarnya kurang baik, maka faktor internal yang siswa miliki seperti minat dan motivasi akan berkurang sehingga pengetahuan dan pemahaman yang didapat siswa menjadi kurang maksimal. Apabila ketiga faktor tersebut dalam keadaan baik, maka pengetahuan dan pemahaman yang didapatkan siswa akan menjadi maksimal. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dibagi menjadi 3 cabang yaitu fisika, biologi dan kimia. Fisika adalah cabang IPA yang mempelajari gejala alam yang tidak hidup yang dapat dipelajari melalui pengamatan, eksperimen dan teori. Fisika secara pengamatan dan eksperimen, fisika dapat dialami secara langsung ketika eksperimen. Sedangkan fisika secara teori dapat dipelajari dengan berpegang pada teori yang telah ditemukan sebelumnya. Karena teori yang ada pada fisika tergolong banyak, maka terdapat banyak rumus didalamnya. Selain itu, terkadang satu rumus dengan rumus yang lain dapat saling terhubung. Menurut beberapa siswa hal tersebut yang membuat fisika menjadi sulit. Akibatnya ketika mempelajari fisika, beberapa siswa cenderung menjadi

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 jengah karena banyaknya rumus yang ada yang dapat membuat mereka merasa pusing, bingung dan tidak tertarik untuk belajar fisika. Ada yang bertanya “ kapan pelajaran ini selesai?”, “saya tidak mengerti apa-apa, lebih baik saya mengerjakan hal yang lain yang membuat saya tertarik”, dan berbagai pertanyaan lainnya yang dapat membuat mereka cepat terbebas dari fisika. Oleh karena itu diperlukan metode yang dapat menarik perhatian siswa, salah satunya adalah dengan menggunakan metode simulasi komputer. Seiring perkembangan Ilmu Teknologi dan Informasi saat ini banyak media yang dapat digunakan dalam pembelajaran fisika, seperti simulasi komputer. Simulasi komputer adalah model pembelajaran yang menggunakan komputer untuk mensimulasikan beberapa percobaan fisika melalui monitor komputer sehingga siswa dapat mempelajari dan melakukan suatu percobaan dimanapun dan kapanpun siswa ingin melakukan percobaan (Suparno, 2013: 113). Salah satu simulasi komputer yang dapat digunakan adalah Virtual Laboratory PhET (Physics Education Technology). PhET adalah suatu aplikasi yang menyediakan simulasi fenomena fisik berbasis penelitian yang dapat mengajak siswa untuk belajar dengan cara eksplorasi langsung sehingga siswa dapat melihat secara langsung fenomena-fenomena fisika. Siswa diharapkan menjadi lebih tertarik dan lebih aktif pada saat proses pembelajaran berlangsung. Penelitian serupa pernah dilakukan oleh seorang mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yaitu Hana Natalia Pamungkas, dengan judul

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 “Proses Belajar Metode Problem Solving Berbantuan Simulasi PhET : Studi Kasus Siswa Kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Prambanan dan SMA Negeri 2 Klaten Materi Hukum Gay-Lusac”. Pada penelitian tersebut siswa diberi treatment berupa simulasi PhET dalam kelompok terdiri dari 3 siswa. Salah satu hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa proses belajar dengan menggunakan metode problem solving berbantuan simulasi PhET ternyata dapat meningkatkan keaktifan, eksplorasi dan dinamika siswa dalam mempelajari fisika. Pada penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan bukan studi kasus atau kualitatif, melainkan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan dua kelas di satu sekolah dengan menggunakan metode ceramah untuk kelas kontrol dan metode simulasi PhET untuk kelas treatment. Salah satu hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode simulasi PhET dapat meningkatkan pemahaman siswa pada aspek kognitif, psikomotorik dan afektif siswa. Peneliti menggunakan metode ini berdasarkan pengalaman peneliti ketika bersekolah dan ketika menjalani Program Pengalaman Lapangan (PPL). Metode ini sama sekali belum pernah diterapkan oleh guru dari peneliti ketika peneliti bersekolah dan pada saat PPL dilakukan pun peneliti dan guru pembimbing peneliti tidak menerapkan metode ini. Selain itu metode simulasi PhET ini memiliki kelebihan yaitu dapat diakses dimana saja selama ada koneksi internet, beberapa simulasi dapat didownload, juga ada beberapa simulasi yang dibuka melalui handphone sehingga siswa dapat

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 mengulang-ulang pembelajaran dengan menggunakan simulasi PhET kapanpun siswa inginkan. Oleh karena itu peneliti menggunakan metode ini agar baik siswa maupun guru memiliki pengetahuan tentang penggunaan teknologi informasi sebagai media pembelajaran fisika. Berdasarkan uraian di atas, maka dilakukan penelitian dengan judul “ PENGARUH PENGGUNAAN METODE SIMULASI PhET TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN SISWA KELAS XI MIPA SMA YOS SUDARSO CILACAP TERKAIT MATERI ELASTISITAS “. B. Rumusan Masalah Dari pemaparan pada latar belakang, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimanakah tingkat pemahaman awal siswa terkait materi elastisitas sebelum penerapan metode simulasi PhET ? 2. Bagaimanakah tingkat pemahaman akhir siswa terkait materi elastisitas sesudah penerapan metode simulasi PhET ? 3. Bagaimanakah pengaruh metode simulasi PhET terhadap pemahaman siswa terkait materi elastisitas ? C. Batasan Masalah Materi yang digunakan dalam penelitian ini terbatas pada materi Elastisitas tentang pengertian dan aplikasi elastisitas serta hukum Hooke.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 D. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang telah dipaparkan, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1. Tingkat pemahaman awal siswa terkait materi elastisitas sebelum penerapan metode simulasi PhET. 2. Tingkat pemahaman akhir siswa terkait materi elastisitas sesudah penerapan metode simulasi PhET. 3. Pengaruh metode simulasi PhET terhadap tingkat pemahaman siswa terkait materi elastisitas. E. Manfaat Penelitian Dengan dilakukannya penelitian ini, diharapkan penelitian ini bermanfaat bagi : 1. Guru Dengan ini, hasil penelitian diharapkan dapat membantu guru menambah referensi media pembelajaran berbasis komputer dan menambah desain pembelajaran yang efektif dan menarik minat siswa untuk belajar fisika. 2. Penelitian Dapat dijadikan sumber informasi pembelajaran fisika menggunakan metode simulasi PhET yang berpengaruh pada tingkat pemahaman siswa. 3. Siswa Dapat membuat siswa menjadi berminat dan termotivasi untuk mempelajari fisika berbasis komputer.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Filsafat Konstruktivisme Filsafat konstruktivisme adalah filsafat yang mempelajari hakikat pengetahuan dan bagaimana pengetahuan terjadi. Filsafat konstruktivisme menekankan bahwa pengetahuan bukanlah sesuatu yang sudah jadi, tetapi sesuatu yang harus dibentuk di dalam pikiran masing-masing individu. Dapat dikatakan bahwa pengetahuan merupakan akibat dari konstruksi kognitif melalui kegiatan berpikir yang dilakukan oleh seseorang (Von Glasersfeld dalam Bettencourt, 1989 dalam Suparno, 2013: 14). Karena pengetahuan dikonstruksikan atau dibangun, maka proses ini berjalan terus menerus karena adanya suatu pemahaman baru (Piaget, 1971 dalam Suparno, 2013: 14) Konstruktivisme menyatakan bahwa pengetahuan dibentuk melalui kegiatan berpikir, maka siswa haruslah aktif dalam berpikir. Tanpa keaktifan, siswa tidak akan mendapat tambahan pengetahuan atau yang paling buruk siswa tidak akan mengerti apa-apa. Pengetahuan dibentuk di dalam pikiran setiap individu, maka sangatlah kecil peluang terjadinya transfer pengetahuan karena pengetahuan bukanlah suatu barang yang dapat ditransfer begitu saja. Pengetahuan hanya dapat diberikan kepada siswa untuk dikonstruksi secara aktif oleh siswa itu sendiri. Siswa harus mencari makna, membandingkan dengan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya dan menyelesaikan masalah antara pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya dengan yang 7

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 mereka perlukan dalam pengetahuan baru untuk mempertanggungjawabkan pengetahuan yang didapat terhadap hasil belajar mereka. B. Pemahaman 1. Pengertian pemahaman Menurut Benyamin S. Bloom (Anas Sudijono, 2009: 50) pemahaman (Comprehension) adalah kemampuan seseorang untuk mengerti atau memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat. Pemahaman merupakan hasil dari pengetahuan yang telah diterima dan diolah oleh siswa melalui kegiatan berpikir. Seorang siswa dikatakan paham terhadap materi pelajaran yang diajarkan apabila siswa tersebut dapat memberikan contoh lain selain yang diberikan guru mengenai materi pelajaran yang telah diajarkan. 2. Faktor yang mempengaruhi pemahaman Ada 2 faktor yang mempengaruhi pemahaman, yaitu: a. Faktor intern, yaitu faktor yang mempengaruhi pemahaman siswa dari dalam yaitu kondisi individu atau siswa tersebut yang terdiri dari kondisi fisiologi dan psikologis anak. 1) Kondisi fisiologis anak Kondisi fisiologis anak sangat berpengaruh terhadap kemampuan belajar anak. Fisiologis ialah kondisi fisik dan panca inderanya. Secara umum kondisi fisiologis seperti kesehatan yang prima, tidak mengalami keadaan cacat jasmani akan sangat membantu dalam

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 proses belajar. Disamping itu, indera penglihatan dan pendengaran juga tidak kalah penting karena sebagian besar orang belajar tidak lepas dari kedua indera tersebut. 2) Kondisi psikologis anak Kondisi psikologis anak yaitu minat, kecerdasan, bakat, motivasi dan kemampuan-kemampuan kognitif. b. Faktor ekstern 1) Faktor lingkungan Kondisi lingkungan dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar yang meliputi lingkungan alami dan lingkungan sosial. Lingkungan alami berupa suhu, kelembaban udara dan sebagainya. Sedangkan lingkungan sosial dapat berwujud manusia maupun representasi (wakil) manusia seperti potret dan rekaman lingkungan sosial yang lain seperti suara mesin serta lingkungan yang jorok dapat mengganggu belajar siswa. 2) Faktor Instrumental Faktor instrumental adalah faktor-faktor yang pengadaan dan penggunaannya dirancang sesuai dengan hasil belajar yang diharapkan. Faktor instrumental dapat berwujud faktor-faktor keras (hardware) seperti gedung, perlengkapan belajar, alat-alat praktikum, perpustakaan dan sebagainya; maupun faktor-faktor lunak (software) seperti kurikulum, bahan yang harus dipelajari, pedoman-pedoman belajar dan sebagainya.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 C. Tingkat Dimensi Kognitif Menurut Benyamin S. Bloom, dimensi kognitif lebih menekankan beberapa kategori proses, seperti pada tabel 2.1. Tabel 2.1 Kategori-kategori dalam dimensi kognitif Kategori Proses Nama-nama lain Definisi dan contoh 1. MENGINGAT – Mengambil pengetahuan dari memori jangka penting Menempatkan pengetahuan dalam memori jangka panjang Mengidentifikasi yang sesuai dengan 1.1. Mengenali pengetahuan tersebut. 1.2.Mengingat kembali Mengambil Mengambil pengetahuan yang relevan dan memori jangka panjang. 2. MEMAHAMI – Mengkonstruk makna dari materi pembelajaran, termasuk apa yang diucapkan, ditulis, dan digambar oleh guru. Mengklarifikasikan, Mengubah satu bentuk gambaran jadi bentuk lain. Memparafrasakan, 2.1.Menafsirkan Merepresentasikan, Menerjemahkan Menemukan contoh atau Mengilustrasikan, ilustrasi tentang konsep atau 2.2.Mencontohkan Memberi contoh. prinsip 2.3.Mengklasifikasikan Mengkategorikan, Mengelompokkan Menentukan sesuatu dalam satu kategori. 2.4.Merangkum Mengabstraksi, Menggeneralisasi Mengabstraksikan tema umum atau poin-poin pokok. Menyarikan, Mengekstrapolasi, Menginterpolasi, Memprediksi Membuat kesimpulan yang logis dari informasi yang diterima. Mengontraskan, Memetakan, Mencocokkan Menentukan hubungan antara dua ide, dua objek, dan semacamnya. 2.5.Menyimpulkan 2.6.Membandingkan

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 Kategori Proses 2.7.Menjelaskan Nama-nama lain Definisi dan contoh Membuat model Membuat model sebab-akibat dalam sebuah system. 3. MENGAPLIKASIKAN – menerapkan atau menggunakan suatu prosedur dalam keadaan tertentu. Menerapkan suatu prosedur Melaksanakan pada tugas yang familier 3.1.Mengeksekusi 3.2.Mengimplementasikan Menggunakan Menerapkan suatu prosedur pada tugas yang tidak familier 4. MENGANALISIS – Memecah-mecah materi jadi bagian-bagian penyusunnya dan menentukan hubungan-hubungan antarbagian itu dan hubungan antara bagian-bagian tersebut dan keseluruhan struktur atau tujuan Membedakan bagian materi Menyendirikan, pelajaran yang relevan dari Memilah, yang tidak relevan, bagian yang 4.1.Membedakan Memfokuskan, penting dari yang tidak penting. Memilih 4.2.Mengorganisasi 4.3.Mengatribusikan Menemukan koherensi, Memadukan, Membuat garis besar, Mendeskripsikan peran, Menstrukturkan Mendekonstruksi Menentukan bagaimana elemen-elemen bekerja atau berfungsi dalam sebuah struktur. Menentukan sudut pandang, bias, nilai atau maksud di balik materi pelajaran. 5. MENGEVALUASI – Mengambil keputusan berdasarkan kriteria dan/atau standar. Menemukan inkonsistensi atau kesalahan dalam suatu proses Mengoordinasi, atau produk; menentukan Mendeteksi, apakah suatu proses atau 5.1.Memeriksa Memonitor, Menguji produk memiliki konsistensi internal; menemukan efektivitas suatu prosedur yang

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 Kategori Proses Nama-nama lain Definisi dan contoh sedang dipraktikkan. 5.2.Mengkritik Menilai Menemukan inkonsistensi antara suatu produk dan kriteria eksternal; menentukan apakah suatu produk memiliki konsistensi eksternal; menemukan ketepatan suatu prosedur untuk menyelesaikan masalah. 6. MENCIPTA – Memadukan bagian-bagian untuk membentuk sesuatu yang baru dan koheren atau untuk membuat suatu produk yang orisinal. Membuat hipotesis-hipotesis Membuat hipotesis berdasarkan kriteria. 6.1.Merumuskan 6.2.Merencanakan 6.3.Memproduksi Mendesain Merencanakan prosedur untuk menyelesaikan suatu tugas. Mengkonstruksi Menciptakan suatu produk. Kategori-kategori pada tabel diatas mencakup proses kognitif yang paling banyak dijumpai di bidang pendidikan seperti mengingat, memahami dan mengaplikasikan hingga ke proses-proses kognitif yang jarang dijumpai yakni Menganalisis, Mengevaluasi, dan Mencipta. D. Tingkat Dimensi Psikomotorik Ranah psikomotor ini tidak dibuat oleh Bloom, tetapi oleh ahli lain berdasarkan domain yang dibuat oleh Bloom yang terdiri dari (Surya, 2013: 123): 1. Persepsi, menggunakan alat indera untuk menjadi pegangan dalam membantu gerak

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 2. Kesiapan, meliputi kesiapan fisik, mental, dan emosional 3. Respon terpimpin, tahap awal dalam mempelajari ketrampilan yang kompleks, termasuk di dalamnya imitasi dan gerakan coba-coba. 4. Mekanisme, membiasakan gerakan yang telah dipelajari sehingga tampil dengan meyakinkan dan cakap. 5. Respon tampak yang kompleks, gerakan motoris yang terampil terdiri dari pola-pola gerakan yang kompleks di dalamnya. 6. Penyesuaian, yaitu keterampilan yang sudah berkembang sehingga dapat disesuaikan dengan berbagai situasi. 7. Penciptaan, yaitu membuat pola gerakan baru yang disesuaikan dengan situasi atau permasalahan tertentu. E. Tingkat Dimensi Afektif Pembagian ranah afektif menurut H. Mustaqim (2001: 39) adalah sebagai berikut : 1. Menyimak, meliputi bersedia menerima, memperhatikan secara selektif atau terkontrol, dan memperhatikan secara sadar 2. Merespon, meliputi bersikap responsif (menanggapi secara aktif), bersedia menanggapi, dan merasa puas dalam merespon. 3. Menghargai, mencakup menerima nilai dengan baik, merasa wajib melakukan nilai. 4. Mengorganisasi nilai, meliputi mengendalikan tingkah laku yang sesuai dengan nilai

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 5. Mewatak, yaitu memberlakukan secara umum seperangkat nilai, menjunjung tinggi dan memperjuangkan nilai. F. Simulasi Komputer Simulasi komputer adalah model pembelajaran menggunakan program komputer untuk mensimulasikan beberapa percobaan fisika tanpa melakukan percobaan secara langsung di laboratorium (Suparno, 2013: 117). Simulasi komputer dapat membantu guru dalam menyampaikan beberapa materi yang sulit untuk dibayangkan seperti efek fotolistrik. Beberapa keuntungan menggunakan metode simulasi komputer yang dapat membantu proses pembelajaran (Suparno, 2013: 119 – 120): a. Dapat dilakukan kapan pun dan dimana pun sehingga siswa dapat belajar lebih lama dan mengulangi bahan lebih lama tanpa terikat guru, jam atau waktu. b. Dapat menyajikan simulasi dari percobaan yang sulit dan alatnya mahal, dengan cara yang murah dan mudah bahkan dapat dilihat oleh siswa lebih jelas. Misalnya percobaan nuklir, dapat dilihat dalam simulasi tanpa harus mencoba nuklir sendiri c. Reaksi dan kejadian mikro dapat disimulasikan dengan jelas dalam model sehingga siswa makin jelas menangkap konsepnya. Misalnya, model gerak atom atau molekul yang sulit dilihat mata dapat dilakukan dengan simulasi komputer.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 d. Di internet banyak sekali percobaan dengan simulasi yang dapat dijadikan tugas siswa untuk mengamati dan mempelajarinya. e. Para ahli miskonsepsi menemukan bahwa simulasi komputer dapat membantu menghilangkan miskonsepsi siswa karena siswa dapat membandingkan pemikirannya yang tidak benar dengan simulasi yang mereka lakukan dan lihat. G. Simulasi PhET Simulasi PhET adalah salah satu metode pembelajaran yang memanfaatkan teknologi berupa komputer yang menggunakan aplikasi PhET. Aplikasi PhET (Physics Education Technology) adalah aplikasi yang berisi berbagai simulasi interaktif fenomena-fenomena fisis berbasis riset atau virtual laboratorium yang dikembangkan oleh Universitas Colorado. Simulasi PhET menggunakan animasi yang interaktif yang serupa dengan praktikum atau eksperimen tetapi bersifat virtual. Simulasi PhET dibuat seperti permainan dimana siswa dapat belajar dengan mencoba dan bereksplorasi sendiri tetapi dalam pengawasan dan bimbingan dari guru. Pengaturan simulasi PhET ini sangatlah sederhana dan mudah digunakan seperti click, drag, menggeser, mengubah angka sesuai dengan angka yang diinginkan juga terdapat tombol-tombol. Simulasi PhET juga menampilkan hal-hal yang tidak bisa dilihat dengan menggunakan mata telanjang seperti atom, elektron, foton, dan medan listrik sehingga dapat

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 memberikan gambaran kepada siswa agar lebih mudah dalam mempelajari konsep fisika. Simulasi PhET dibuat dalam Java dan Flash. Jika pada komputer sudah terpasang Java, maka simulasi PhET dapat langsung digunakan langsung dari website PhET. Tetapi jika pada komputer belum terpasang Java, maka akan ada beberapa aplikasi yang tidak dapat dibuka karena terbuat dari Java. Seperti yang dijelaskan simulasi PhET dapat diunduh di website (http://phet.colorado.edu) yang kemudian akan tampil seperti gambar 2.1 dan 2.2 dibawah ini. Gambar 2.1 . Tampilan awal simulasi PhET

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 Gambar 2.2. Tampilan simulasi PhET untuk materi elastisitas khususnya hukum Hooke H. Hasil Belajar 1. Pengertian belajar Belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri seseorang yang disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku seseorang, merupakan pengerian belajar menurut Hintzman ( Syah, 1995: 89). Pengalaman dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk apapun memungkinkan disebut sebagai belajar, sebab sampai pada batas tertentu pengalaman hidup juga berpengaruh besar terhadap pembentukan kepribadian orang yang bersangkutan. Belajar adalah istilah kunci yang paling vital dalam setiap usaha pendidikan. Sebagai suatu proses, belajar dapat diartikan sebagai tahapan perubahan perilaku kognitif, afektif, dan psikomotor yang terjadi dalam diri siswa. Ciri-ciri belajar (Khairani, 2013: 8-9), yaitu:

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 a) Belajar ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku (change of behavior). Ini berarti bahwa hasil belajar hanya dapat diamati dari tingkah laku yaitu adanya perubahan tingkah laku, dari tidak tahu menjadi tahu. Ada tidaknya hasil belajar hendaknya dinyatakan dalam bentuk yang dapat diamati. b) Perubahan perilaku relatif permanen, ini berarti bahwa perubahan tingkah laku yang terjadi karena belajar untuk waktu tertentu akan tetap atau tidak berubah-ubah, akan tetapi dilain pihak tingkah laku tersebut tidak akan terpancar seumur hidup. c) Perubahan tingkah laku tidak harus segera dapat diamati pada proses belajar berlangsung, perubahan perilaku tersebut bersifat potensial. Artinya hasil belajar tidak selalu serta merta terlihat segera setelah selesai belajar. Hasil belajar terus berproses setelah kegiatan belajar selesai. d) Perubahan tingkah laku merupakan hasil latihan atau pengalaman, artinya belajar itu harus dilakukan secara aktif, sengaja, terencana, bukan karena peristiwa insindental. e) Pengalaman atau latihan itu dapat memberi penguatan. Sesuatu yang memperkuat, memberikan semangat atau dorongan untuk mengubah tingkah laku. 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi belajar (Syah, 1995: 132-139), yaitu:

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 a) Faktor internal, yakni kondisi fisik dan mental siswa, juga inteligensi, sikap, minat, motivasi dan bakat siswa b) Faktor eksternal, yaitu kondisi lingkungan disekitar siswa baik sosial dan non-sosial c) Faktor pendekatan belajar, yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode belajar yang digunakan oleh siswa. 3. Hasil belajar Hasil belajar tidak hanya dilihat dari satu aspek saja tetapi dapat dilihat dari aspek kognitif, psikomotorik dan afektif. Hasil belajar juga diperoleh berdasarkan pemahaman dan pendalaman materi yang diberikan. Hasil belajar digunakan oleh guru untuk dijadikan ukuran atau kriteria dalam mencapai suatu tujuan pendidikan dan hal ini dapat tercapai apabila siswa sudah memahami materi yang telah diajarkan serta mengalami perubahan tingkah laku yang lebih baik. Beberapa perubahan perilaku sebagai hasil pembelajaran adalah sebagai berikut (Surya, 2013: 111-113) : a) Perubahan yang disadari, artinya individu yang mengikuti proses pembelajaran menyadari bahwa pengetahuannya telah bertambah. b) Perubahan yang bersifat kontinu, artinya suatu perubahan yang telah terjadi menyebabkan terjadinya perubahan perilaku yang lain.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 c) Perubahan yang bersifat fungsional, artinya perubahan yang telah diperoleh sebagai hasil pembelajaran memberikan manfaat bagi individu yang bersangkutan. d) Perubahan yang bersifat positif, artinya perubahan yang didapatkan senantiasa bertambah. Misalnya ilmu menjadi lebih banyak, prestasi pun semakin meningkat. e) Perubahan yang bersifat aktif, artinya perubahan terjadi melalui serangkaian aktivitas yang terencana dan terarah. f) Perubahan yang bersifat menetap, artinya perubahan yang terjadi sebagai hasil dari pembelajaran akan kekal dalam diri individu atau setidaknya untuk masa tertentu. g) Perubahan yang bertujuan dan terarah, artinya perubahan tersebut terjadi karena ada sesuatu yang akan dicapai. I. Materi Elastisitas Materi Elastisitas ini diambil dari beberapa referensi buku fisika diantaranya :  Terpadu Fisika SMA/MA jilid 2A untuk kelas XI Semester 1 yang ditulis oleh Bob Foster dan diterbitkan oleh Erlangga  LKS Kuantum untuk SMA/MA IPA Cilacap  Fisika untuk Sains dan Teknik jilid1 edisi ketiga yang ditulis oleh Paul A. Tipler dan diterbitkan oleh Erlangga

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 1. Elastisitas Zat Padat Elastisitas adalah kemampuan suatu benda untuk kembali ke bentuk awalnya segera setelah gaya luar yang diberikan pada benda itu dihilangkan. Berdasarkan elastisitasnya, benda dibedakan atas:  Benda elastis, contohnya pegas, karet, penggaris, baja yang tipis, kaca, kayu yang tipis, dan karet.  Benda plastis, contohnya tanah liat, plastisin, adonan tepung kue, plastik. Namun demikian, tidak sembarang gaya luar yang diberikan pada benda elastis akan dapat menunjukkan sifat elastisitasnya. Perhatikan gambar 2.3 grafik gaya F terhadap pertambahan panjang bahan L berikut: F B A O L Gambar 2.3 Grafik gaya terhadap panjang bahan Daerah dimana benda masih bersifat elastis, yaitu O-A disebut daerah elastik. Daerah dimana benda sudah bersifat plastis, yaitu A-B disebut daerah plastis. Titik A disebut batas elastisitas, sedangkan titik B disebut titik patah. OA berbentuk garis linear, AB berbentuk garis lengkung.

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 2. Stress (Tegangan) (  ) Stress atau tegangan adalah perbandingan antara gaya yang dialami benda dengan luas penampang benda atau gaya per satuan luas penampang.  (2.1) F A Jika benda berbentuk silinder (misalnya kawat), gunakan A = R2 dengan,  : tegangan atau stress (Nm-2 atau Pa) A : luas penampang benda (m2) F : gaya pada bahan (N) R : jari-jari penampang benda (m) 3. Strain (Regangan) ( e ) Strain atau regangan adalah perbandingan antara perubahan panjang dengan panjang benda mula-mula. e L L (2.2) dengan, e : strain atau regangan ( tanpa satuan ) L : pertambahan panjang (m)

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 L : panjang mula-mula (m) 4. Modulus Elastis (E) atau Modulus Young (Y) Modulus elastis atau disebut juga modulus Young adalah ukuran ketahanan suatu zat terhadap perubahan panjang ketika benda tersebut diberi gaya. Modulus Young didapat dengan cara membandingkan tegangan dan regangan yang dialami oleh benda elastis. ⁄ F E. A.L L ⁄ (2.3) (2.4) dengan : E : modulus elastis atau modulus Young (Nm-2 atau Pa) 5. Hukum Hooke Hukum Hooke adalah suatu hukum fisika tentang pertambahan panjang suatu benda elastik yang dikenai suatu gaya. Hukum ini diusulkan oleh seorang arsitek yang bernama Robert Hooke. Beliau dapat mengusulkan hukum ini setelah melakukan serangkaian uji coba untuk mengetahui efek pertambahan panjang pegas akibat pembebanan dengan desain sebagai berikut: Sebelum diberi beban, panjang pegas mula-mula xo. Ketika beban digantung di ujung bawah pegas, gaya berat beban menarik pegas sehingga panjang pegas menjadi x. Pegas bertambah panjang sebesar x = x – xo.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 Setelah serangkaian uji coba yang dilakukan, menurut beliau pertambahan panjang suatu benda yang relatif kecil berbanding lurus dengan gaya yang diberikan pada benda apabila gaya yang diberikan tidak melampaui batas elastis pegas. Secara matematis, persamaan tersebut dapat ditulis F   k.x (2.5) dengan, F : Gaya Pemulih pada pegas (N) Gaya pemulih disini merupakan besaran vektor. k : konstanta gaya atau konstanta pegas (Nm-1) x : pertambahan panjang pegas (m) Pertambahan panjang adalah besaran vektor karena pertambahan panjang merupakan perpindahan Keterangan : Tanda negatif pada persamaan hukum Hooke menunjukkan bahwa arah gaya Hooke (gaya pemulih) pada pegas berlawanan dengan arah perubahan panjang. Bila pegas ditarik ke bawah, maka arah gaya pemulih ke atas, dan berlaku sebaliknya. Dengan kata lain, arah gaya pemulih berlawanan dengan arah gaya yang merubah bentuk pegas.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 6. Rangkaian Pegas Rangkaian Seri : k1 k2 k3 Gambar 2.4 pegas yang dirangkai seri Pada rangkaian seperti ini maka gaya sebesar F bekerja pada masing-masing pegas dan besar x merupakan penjumlahan dari pertambahan panjang masing-masing pegas (x1, x2, x3, … xn) x = x1 + x2 + x3 + … + xn (2.6) Menurut hukum Hooke,  ⁄ , sehingga persamaan (2.6) dapat dikembangkan untuk mendapatkan besar konstanta pegas pengganti rangkaian seri . Maka tetapan pegas total untuk rangkaian seri adalah sebagai berikut (2.7) 1 1 1 1    k s k1 k 2 k 3 (2.8) ks : konstanta total rangkaian seri

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 Rangkaian Paralel : k1 k2 k3 Gambar 2.5 pegas yang dirangkai paralel Pada rangkaian paralel seperti ini, maka gaya sebesar F teragi ke masing-masing pegas dan setiap pegas bertambah panjang dengan besar yang sama. (2.9) Menurut hukum Hooke, , sehingga persamaan (2.9) dapat dikembangkan untuk mendaparkan besar konstanta pengganti rangkaian paralel yaitu sebagai berikut: (2.10) (2.11) (2.12) kp : konstanta total rangkaian paralel

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 7. Tetapan Gaya Untuk sembarang benda elastis, besarnya tetapan gaya (k) diperoleh dengan cara sebagai berikut: (Hukum Hooke) (hubungan dengan (2.13) gaya modulus elastis bahan)  (2.14) (2.15) dengan, k : tetapan gaya bahan elastis (Nm-1) E : modulus elastis atau modulus Young (Nm-2) A : luas penampang bahan (m2) L : panjang bahan (m) (Perhatikan bahwa notasi pertambahan panjang pegas adalah x, sedangkan pertambahan panjang bahan elastis selain pegas biasa dinotasikan sebagai L).

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah jenis penelitian yang menggunakan skor atau angka sebagai data, lalu data tersebut dianalisis dengan menggunakan statistika. (Suparno 2007: 135). B. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah Pretest - Posttest Control Group Design. Desain ini menggunakan dua kelas yaitu kelas kontrol dan kelas treatment/eksperimen. Metode pengajaran yang digunakan pada kelas kontrol adalah metode ceramah, sedangkan untuk kelas eksperimen/treatment metode pengajaran yang digunakan adalah metode simulasi PhET. Sebelum memulai melakukan perlakuan, kedua kelas diberikan pretest. Setelah selesai perlakuan kedua kelas diberi posttest. Pada kedua kelas, pembelajaran diawali dengan perkenalan lalu memberikan tes awal (pretest) untuk menguji pengetahuan awal siswa kelas XI IPA 2 (sebagai kelas kontrol) dan kelas XI IPA 1 (sebagai kelas treatment) SMA Yos Sudarso Cilacap pada materi Hukum Hooke kemudian dilanjutkan dengan proses pembelajaran. Untuk pertemuan pertama, di kelas kontrol langsung digunakan untuk memulai pembelajaran dengan metode ceramah. Sedangkan di kelas treatment digunakan untuk memperkenalkan simulasi 28

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 PhET secara umum serta cara penggunaan simulasi PhET pada materi Hukum Hooke, lalu pada pertemuan kedua pembelajaran dimulai dengan menggunakan simulasi PhET. Setelah pembelajaran dengan metode yang berbeda terkait materi hukum Hooke telah selesai pada kedua kelas, maka dilakukan test akhir (posttest) untuk mengetahui peningkatan pemahaman pada materi Hukum Hooke pada siswa kelas XI IPA SMA Yos Sudarso Cilacap. Design penelitian yang digunakan dapat dilihat pada tabel 3.1 berikut: Tabel 3.1 Pre-Test and Post-Test Kontrol Group Treatment Group O1 X1 O1 ’ Kontrol Group O2 X2 O2 ’ Keterangan: O1 : Pretest kelas treatmen X1 : Pembelajaran dengan metode simulasi PhET O1’ : Posttest kelas treatmen O2 : Pretest kelas kontrol X2 : Pembelajaran dengan metode ceramah O2’ : Posttest kelas kontrol

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 C. Subyek Penelitian 1. Populasi Penelitian Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMA Yos Sudarso Cilacap tahun ajaran 2018/2019. 2. Sampel Penelitian Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 1 sebagai kelas treatment dan kelas XI MIPA 2 sebagai kelas kontrol. D. Waktu dan Lokasi Penelitian Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Yos Sudarso Cilacap pada tanggal 8 sampai dengan tanggal 12 Oktober 2018. E. Variabel Penelitian Variabel adalah konsep yang menyatakan objek atau hal yang nilainya berbeda seperti kemampuan, nilai, minat, motivasi, dan lainnya ( Suparno, 2007: 29). Variabel bebas adalah variabel yang berdiri sendiri. Variabel terikat adalah variabel yang nilai atau hasilnya bergantung pada variabel bebas. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran yang digunakan. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah tingkat pemahaman siswa. F. Treatmen 1. Kelas Treatment Kelas treatment adalah kelas yang diberikan perlakuan khusus. Metode pembelajaran yang digunakan pada kelas treatment adalah metode

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 simulasi PhET terbimbing dimana siswa akan diberi LKS (Lembar Kerja Siswa) untuk membantu proses pembelajaran. Proses pembelajaran pada kelas treatment adalah sebagai berikut; Pada awal pertemuan siswa diberikan pretest dan pengenalan simulasi PhET. Selanjutnya pada pertemuan kedua, pengenalan PhET secara mendalam dan penggunaan PhET untuk mempelajari materi elastisitas khususnya hukum Hooke, serta mengerjakan LKS. Pada pertemuan ketiga siswa diberikan posttest. 2. Kelas Kontrol Kelas kontrol adalah kelas yang tidak diberikan perlakuan khusus. Metode pembelajaran yang digunakan dalam kelas kontrol adalah metode ceramah. Dalam penelitian ini, kelas kontrol adalah kelompok yang digunakan sebagai pembeda untuk melihat perubahan yang terjadi pada kelas treatment. Pada pertemuan pertama, kelas kontrol diberi pretest dan dilanjutkan dengan pembelajaran terkait materi elastisitas khususnya hukum Hooke menggunakan power point. Pada pertemuan kedua siswa melanjutkan proses pembelajaran ceramah aktif dan mengerjakan latihanlatihan soal. Pada pertemuan ketiga, siswa diberikan posttest. G. Instrumen Penelitian Instrumen adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian. Bentuknya dapat berupa: tes tertulis, angket, wawancara,

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 dokumentasi dan observasi (Suparno, 2010: 56). Dalam penelitian ini dibedakan menjadi dua jenis instrumen, yaitu : 1. Instrumen Proses Pembelajaran Instrumen proses pembelajarab dibagi menjadi 2 yaitu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS).  Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan instrumen yang berisi gambaran garis besar proses pembelajaran didalam kelas selama proses penelitian. RPP digunakan sebagai panduan peneliti untuk melakukan proses pembelajaran. RPP untuk kelas kontrol dan untuk kelas treatment dibedakan. RPP lengkap dapat dilihat pada lampiran.  Lembar Kerja Siswa (LKS) Lembar Kerja Siswa (LKS) digunakan agar siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran. Dengan menggunakan LKS, siswa dipandu untuk menggunakan simulasi PhET sehingga siswa dapat lebih memahami materi Elastisitas khususnya Hukum Hooke. Oleh karena itu LKS ini dibuat untuk kelas treatment. LKS lengkap dapat dilihat pada lampiran. 2. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen pengumpul data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Data yang diperoleh harus sesuai dengan tujuan dan pokok masalah penelitian. Instrumen data terdiri dalam penelitian ini berupa test dan angket. Tes digunakan sebagai instrumen pengumpul data dalam

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 ranah kognitif dan psikomotorik sedangkan angket digunakan sebagai instrumen pengumpul data dalam ranah afektif. a. Test Test terdiri dari Pretest dan Posttest. 1. Pretest Pretest bertujuan untuk mengetahui pemahaman awal siswa kelas XI IPA pada SMA Yos Sudarso Cilacap pada materi Elastisitas sebelum melakukan proses pembelajaran. 2. Posttest Posttest bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman akhir siswa kelas XI IPA pada SMA Yos Sudarso Cilacap pada materi Elastisitas. Kisi-kisi soal posttest dan kunci jawaban posttest dapat dilihat pada tabel 3.2. Tabel 3.2 Kisi-kisi soal pretest dan posttest Ranah Kognitif Aspek Pengertian elastisitas Hukum Indikator Siswa dapat menjelaskan pengertian elastisitas Soal 1) Apa yang dimaksud dengan elastisitas? Jawaban Elastisitas adalah sifat benda yang dapat kembali ke bentuk semulanya. Siswa dapat menyebutkan benda-benda elastis 2) Sebutkan : a. 2 contoh benda elastis! b. 2 contoh benda plastis! a. Benda elastis : karet, baja yang tipis, kayu yang tipis b. Benda plastis : tanah liat, plastisin, lumpur Siswa dapat 3) Apakah Anda Tidak

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 Ranah Aspek Hooke Indikator menyebutkan Hukum Hooke Konsep hukum Hooke Psikomotorik Fenomena yang berkaitan dengan sifat elastis bahan Soal mengetahui atau masih mengingat apa itu hukum Hooke? Jika iya, tuliskan rumus dan bunyi hukum Hooke ! 4) Mengapa suatu benda elastis dapat mengalami kerusakan bila diberikan gaya yang terlalu besar? Jawaban Iya. Rumus ukum Hooke: F   k.x Bunyi hukum Hooke: pertambahan panjang suatu benda yang relatif kecil berbanding lurus dengan gaya yang diberikan pada benda apabila gaya yang diberikan tidak melampaui batas elastis pegas Suatu benda elastis dapat mengalami kerusakan bila diberikan gaya yang terlalu besar karena gaya yang diberikan melampaui batas elastis benda tersebut. Siswa dapat 5) Jelaskan Pada sepeda motor, menjelaskan sebuah pegas digunakan suatu peristiwa penerapan untuk mengurangi yang berkaitan elastisitas yang goyangan ketika dengan sifat ada pada bergerak di jalan elastisitas bahan kehidupan yang tidak rata, sehari-hari ! sehingga pengendara dapat merasa nyaman saat mengendarai motor. 6) Gambarkanlah arah gaya pegas, arah gaya yang dikenakan pada pegas, dan arah dari pergerakan pegas jika : a. pegas ditarik oleh sebuah gaya! b. pegas

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 Ranah Aspek Indikator Soal didorong oleh sebuah gaya! Jawaban Pretest dan Posttest lengkap dapat dilihat pada lampiran. b. Angket Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis untuk memperoleh informasi dari responden yang ingin diketahui. Ada 3 macam angket, yaitu angket dari cara menjawab, angket dari jawaban yang diberikan dan angket dari bentuknya ( Suparno, 2010: 61). Kisi-kisi angket dan angket lengkap dapat dilihat pada tabel 3.3 dan 3.4. Tabel 3.3 Kisi – kisi pernyataan angket No Aspek 1. Menyimak 2. Partisipasi (merespon) Penerimaan (menghargai) Mengorganisasi 3. 4. 5. No Item (+) 1 No Item (-) 2, 15 Jumlah 7 3 2 12,13 9, 14 4 4,5 11 3 10 6,8 3 Penentuan sikap (mewatak) 3 Tabel 3.4 Pernyataan angket No. 1. 2. 3. Skor Pernyataan Saya masih mengingat atau mengetahui apa yang dimaksud dengan hukum Hooke Saya kurang memahami materi elastisitas dan hukum Hooke Saya enggan bertanya kepada pengajar ketika 5 4 3 2 5 4 3 2 5 4 3 2

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 4. saya belum paham materi yang diajarkan Saya berusaha untuk menyesuaikan diri dengan materi yang disampaikan pengajar 5 4 3 2 5. Saya berusaha menyesuaikan diri dengan cara mengajar yang digunakan oleh mengajar 5 4 3 2 6. Saya merasa bosan dengan cara mengajar yang digunakan pengajar sehingga saya memilih tidak memperhatikan pelajaran 5 4 3 2 7. Saya tidak segan untuk bertanya kepada pengajar ketika saya belum paham 5 4 3 2 8. Saya menjadi bersemangat belajar fisika jika pelajaran diadakan di luar kelas (di lab. Fisika, lab. komputer, atau halaman sekolah) 5 4 3 2 9. Bahasa yang digunakan saat mengajar sulit untuk dipahami sehingga saya tidak memahami materi yang diajarkan 5 4 3 2 10. Saya merasa bersemangat dengan cara mengajar yang digunakan sehingga saya memperhatikan pelajaran dengan sungguhsungguh 5 4 3 2 11. Saya tidak berminat untuk menyesuaikan diri dengan materi yang diajarkan oleh pengajar 5 4 3 2 12. Saya sangat tertarik dengan materi yang diajarkan karena metode pengajarannya menarik 5 4 3 2 13. Saya sangat tertarik dengan materi yang diajarkan karena saya menyukai materi ini 5 4 3 2 14. Saya tidak tertarik dengan materi yang diajarkan karena saya tidak menyukai fisika 5 4 3 2 15. Saya sulit memahami materi karena saya tidak menyukai fisika 5 4 3 2

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 Keterangan : 5 : sangat benar 4 : benar 3 : tidak benar 2 : sangat tidak benar H. Validitas Instrumen Validitas instrumen menentukan apakah suatu instrumen mengukur apa yang mau diukur. Suatu tes sendiri dikatakan valid apabila sesuai dengan tujuan penelitian. Validasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah validasi isi (content validity). Untuk melihat kevalidan isi instrumen test yang dibuat, dapat ditentukan dengan minimal dua cara yaitu (Suparno, 2014: 66): 1. Dengan menggunakan kisi-kisi yang menunjukkan bahwa instrumen itu memuat isi yang akan diteskan, bukan hanya sebagian saja. 2. Dengan meminta penilaian dari ahli, apakah memang test tersebut sesuai dengan isi yang mau dites. Instrumen yang perlu divalidasikan adalah soal pretest, posttest serta angket. I. Metode Analisis Data a. Penskoran Test Hasil tes dinilai dengan menggunakan panduan tabel 3.5 dan 3.6 di bawah ini.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 Tabel 3.5 Teknik penskoran soal pretest dan posttest untuk tingkat pemahaman siswa berdasarkan hasil belajar pada aspek kognitif dan aspek psikomotorik Ranah Soal Penyelesaian Keterangan Kognitif Apa yang dimaksud dengan elastisitas? Elastisitas adalah sifat benda yang dapat kembali ke bentuk semulanya. Menjawab 100% benar 10 Menjawab 75% benar 7 Menjawab 50% benar 5 Menjawab 25% benar 2 Tidak menjawab 0 Menjawab 4 betul 4 8 Menjawab 4 betul 3 7 Menjawab 4 betul 2 5 Menjawab 4 betul 1 3 Menjawab 3 betul 3 6 Menjawab 3 betul 2 5 Menjawab 3 betul 1 3 Menjawab 2 betul 2 4 Menjawab 2 betul 1 3 Menjawab 1 betul 1 2 Tidak menjawab 0 Tidak - 2 Iya. Menulis rumus dengan benar dan bunyi hukum Hooke benar 100% 12 Menulis rumus dengan benar dan bunyi hukum Hooke benar 75% 10 Menulis rumus dengan benar dan bunyi hukum Hooke benar 50% 8 Sebutkan : a. 2 contoh benda elastis ! b. 2 contoh benda plastis ! Apakah Anda mengetahui atau masih mengingat apa itu hukum Hooke? Jika iya, tuliskan rumus dan bunyi hukum Hooke ! a. Benda elastis : karet, baja yang tipis, kayu yang tipis. Benda plastis : tanah liat, plastisin, lumpur. Rumus ukum Hooke: F   k.x Bunyi hukum Hooke: pertambahan panjang suatu benda yang Skor

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 relatif kecil berbanding lurus dengan gaya yang diberikan pada benda apabila gaya yang diberikan tidak melampaui batas elastis pegas Menulis rumus dengan benar dan bunyi hukum Hooke benar 25% Menulis rumus dengan benar, tetapi tidak menuliskan bunyi hukum Hooke Menulis rumus salah, tetapi bunyi hukum Hooke benar 100% Menulis rumus salah, tetapi bunyi hukum Hooke benar 75% Menulis rumus salah, tetapi bunyi hukum Hooke benar 50% Menulis rumus salah, tetapi bunyi hukum Hooke benar 25% Mengapa suatu benda elastis dapat mengalami kerusakan bila diberikan gaya yang terlalu besar? Psikomotorik Sebutkan 4 buah penerapan elastisitas pada kehidupan sehari-hari ! Suatu benda elastis dapat mengalami kerusakan bila diberikan gaya yang terlalu besar karena gaya yang diberikan melampaui batas elastis benda tersebut. Pengukur berat badan, katapel, pegas pada spring bed, dan shock breaker pada 6 4 8 6 4 2 Menulis rumus salah dan bunyi hukum Hooke salah/tidak dijawab 1 TIdak menjawab pertanyaan 0 Jawaban masuk akal 3 Jawaban agak masuk akal Jawaban tidak masuk akal 2 1 Tidak menjawab 0 Menjawab 4 dan keempatnya merupakan penerapan elastisitas Menjawab 4, yang merupakan penerapan elastisitas 3 7 6

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 motor. Menjawab 4, yang merupakan penerapan elastisitas 2 4 Menjawab 4, yang merupakan penerapan elastisitas 1 2 Menjawab 4, dan keempatnya bukan merupakan penerapan elastisitas Menjawab 3 dan ketiganya merupakan penerapan elastisitas 1 5 Menjawab 3, yang merupakan penerapan elastisitas 2 4 Menjawab 3, yang merupakan penerapan elastisitas 1 2 Menjawab 3, dan ketiganya bukan merupakan penerapan elastisitas 1 Menjawab 2, dan keduanya merupakan penerapan elastisitas 3 Menjawab 2, yang merupakan penerapan elastisitas 1 2 Menjawab 2, dan keduanya bukan merupakan penerapan elastisitas 1 Menjawab 1, dan merupakan penerapan elastisitas 1 Menjawab 1 dan bukan merupakan penerapan elastisitas 0 Tidak menjawab 0

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 Gambarkanlah arah gaya pegas, arah gaya yang dikenakan pada pegas, dan arah dari pergerakan pegas jika : 7. pegas ditarik oleh sebuah gaya! 8. pegas didorong oleh sebuah gaya! Menggambar dengan benar dan lengkap, pemberian arah benar 3, serta diberi keterangan Menggambar dengan benar dan lengkap, pemberian arah benar 2, serta diberi keterangan Menggambar dengan benar dan lengkap, pemberian arah benar 1, serta diberi keterangan Menggambar dengan benar dan lengkap, pemberian arah benar 3, tetapi tidak diberi keterangan Menggambar dengan benar dan lengkap, pemberian arah benar 2, tetapi tidak diberi keterangan Menggambar dengan benar dan lengkap, pemberian arah benar 1, tetapi tidak diberi keterangan Menggambar dengan benar tetapi tidak lengkap, pemberian arah benar 2, serta diberi keterangan Menggambar dengan benar tetapi tidak lengkap, pemberian arah benar 1, serta diberi keterangan Menggambar dengan benar tetapi tidak lengkap, pemberian arah benar 2, dan tidak diberi keterangan Menggambar dengan benar tetapi tidak lengkap, pemberian arah benar 1, dan tidak diberi keterangan Menggambar salah Tidak menjawab 10 8 6 8 6 4 7 5 5 3 1 0

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 Menggambar dengan benar dan lengkap, pemberian arah benar 3, serta diberi keterangan Menggambar dengan benar dan lengkap, pemberian arah benar 2, serta diberi keterangan Menggambar dengan benar dan lengkap, pemberian arah benar 1, serta diberi keterangan Menggambar dengan benar dan lengkap, pemberian arah benar 3, tetapi tidak diberi keterangan Menggambar dengan benar dan lengkap, pemberian arah benar 2, tetapi tidak diberi keterangan Menggambar dengan benar dan lengkap, pemberian arah benar 1, tetapi tidak diberi keterangan Menggambar dengan benar tetapi tidak lengkap, pemberian arah benar 2, serta diberi keterangan Menggambar dengan benar tetapi tidak lengkap, pemberian arah benar 1, serta diberi keterangan Menggambar dengan benar tetapi tidak lengkap, pemberian arah benar 2, dan tidak diberi keterangan Menggambar dengan benar tetapi tidak lengkap, pemberian arah benar 1, dan tidak diberi keterangan Menggambar salah Tidak menjawab 10 8 6 8 6 4 7 5 5 3 1 0

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 Tabel 3.6 Teknik penskoran angket untuk tingkat pemahaman siswa pada aspek afektif Ranah Nomor pernyataan Nomor 1, 4, 5, 7, 10, 12, dan 13 (pernyataan positif) Afektif Nomor 2, 3, 6, 8, 9, 11, 14, dan 15 (pernyataan negatif) Keterangan angka Skor 5 5 2 2 2 5 5 2 Skor tertinggi pada pernyataan Skor terendah pada pernyataan Skor tertinggi pada pernyataan Skor terendah pada pernyataan b. Pengkategorian Hasil Skor Skor dikategorikan dengan cara seperti pada tabel 3.7 Tabel 3.7 Kategori skor pretest dan posttest siswa pada aspek kognitif, psikomotorik dan afektif Interval skor 80 – 100 Kategori Sangat tinggi 60 – 79 Tinggi 40 – 59 Sedang 20 – 39 Rendah 0 – 19 Sangat Rendah c. Uji Statistik Data yang diperoleh dari skor pretest dan posttest kemudian dianalisa dengan uji t dengan langkah seperti berikut: 1) Uji T independen untuk pre-test kelas simulasi PhET (X1) dan kelas kontrol (X2). Analisa ini untuk melihat tingkat pemahaman awal dari kedua kelas tersebut.

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 2) Uji T dependen untuk membandingkan pre-test dan post-test untuk kelas simulasi PhET (X1). 3) Uji T dependen untuk membandingkan pre-test dan post-test untuk kelas kontrol (X2). 4) Uji T independen untuk membandingkan post-test untuk kelas simulasi PhET (X1) dan kelas kontrol (X2). Rumus uji T yang digunakan seperti berikut : 1) Uji T independen (3.1) Keterangan: = jumlah anggota kelompok 1 = jumlah anggota kelompok 2 = nilai rata-rata kelompok 1 = nilai rata-rata kelompok 2 = standar deviasi kelompok 1 = standar deviasi kelompok 2 2) Uji T kelompok dependen adalah sebagai berikut: (3.2)

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Keterangan: X1 = nilai pretest X2 = nilai posttest D = perbedaan nilai (X1 – X2) N = jumlah pasangan Semua uji T dihitung dengan menggunakan program SPSS dengan level signifikan α = 0,05. Apabila nilai p < α, maka signifikan. Maka terdapat perbedaan.

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV DATA DAN ANALISIS A. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilakukan pada tanggal 8 Oktober 2018 sampai dengan 12 Oktober 2018 di SMA Yos Sudarso Cilacap. Pada penelitian ini digunakan 2 kelas yaitu kelas XI MIPA 1 sebagai kelas treatmen dengan jumlah siswa 31 siswa dan kelas XI MIPA 2 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 32 siswa. Pelaksanaan penelitian dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan pada setiap kelas. Jadwal pelaksanaan penelitian dapat dilihat pada tabel 4.1. Tabel 4.1 Jadwal Pelaksanaan Penelitian di SMA Yos Sudarso Cilacap Kelas Waktu Jam Kegiatan Alokasi penelitian ke Waktu XI MIPA Selasa, 9 9-10 Perkenalan siswa dengan 2 x 45 1 Oktober pengajar, pretest, menit (kelas 2018 pengenalan serta info Treatmen) tentang simulasi PhET, dan juga pengerjaan LKS simulasi ke I dengan menggunakan simulasi PhET. Rabu, 10 5-6 Pembahasan LKS 2 x 45 Oktober simulasi I, lalu menit 2018 pengerjaan LKS simulasi ke II dan III dengan menggunakan simulasi PhET. Jumat, 12 1-2 Pembahasan LKS dan 2 x 45 Oktober Posttest menit 2018 46

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 Kelas XI MIPA 2 (kelas Kontrol) Waktu penelitian Senin, 8 Oktober 2018 Jam ke 6-7 Selasa, 9 Oktober 2018 5-6 Kamis, 11 Oktober 2018 1-2 Kegiatan Perkenalan, Pretest, dan pembelajaran menggunakan metode ceramah interaktif Pembelajaran menggunakan metode ceramah aktif, pengerjaan serta pembahasan soal. Pembahasan soal, mengulang materi dan Posttest Alokasi Waktu 2 x 45 menit 2 x 45 menit 2 x 45 menit 1. Pelaksanaan Penelitian Kelas Eksperimen a. Selasa, 9 Oktober 2018 Pertemuan dilaksanakan pada jam pelajaran ke-9 dan ke-10. Siswa diminta untuk memperkenalkan diri, lalu diberi tahu bahwa penelitian akan berlangsung selama 3 pertemuan. Kegiatan belajar mengajar (KBM) akan dilakukan di lab komputer karena siswa akan menggunakan simulasi komputer. Setelah melakukan perkenalan, siswa diberi waktu selama 20 menit untuk mengerjakan soal pretest (lihat gambar 4.1) Gambar 4.1. Siswa Kelas XI MIPA 1 Mengerjakan Pretest

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 Setelah mengerjakan soal pretest, KBM pindah ke lab komputer. Komputer yang ada pada ruang lab yang digunakan lebih sedikit dari jumlah siswa. Maka siswa dibagi dalam 16 kelompok, setiap kelompok menggunakan 1 komputer. Setiap kelompok diberi LKS untuk dibaca dan dipelajari. Materi yang digunakan adalah materi elastisitas khususnya hukum Hooke, lalu simulasi PhET yang digunakan adalah simulasi hukum Hooke. Setelah LKS dibaca dan dipelajari, siswa dipersilahkan untuk melihat simulasi apa saja yang ada pada simulasi PhET selama 10 menit. Setelah itu, siswa diarahkan untuk mengerjakan simulasi pertama yang ada pada LKS. Pada pertemuan ini, siswa telah selesai mengerjakan simulasi pertama. Pembahasan simulasi ini dilakukan di pertemuan selanjutnya karena sudah mendekati bel pulang sekolah. Siswa diberi tahu bahwa pada pertemuan selanjutnya, pembelajaran akan dilakukan di kelas terlebih dahulu untuk membahas simulasi pertama lalu setelah itu pindah ke lab komputer lagi seperti yang dilakukan pada hari ini. b. Rabu, 10 Oktober 2018 Pertemuan kedua dilakukan pada jam ke 5 dan 6. KBM dilakukan di dalam kelas terlebih dahulu untuk membahas tentang simulasi pertama yang sudah dilakukan. Setelah selesai, lalu KBM pindah ke lab komputer. Sebelum dikerjakan, langkah pengerjaan simulasi kedua dan ketiga dijelaskan terlebih dahulu kepada siswa secara singkat. Kemudian siswa

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 dipersilahkan untuk mengerjakan simulasi kedua juga simulasi ketiga mengikuti langkah-langkah yang sudah ada di LKS (lihat pada gambar 4.2) Gambar 4.2. Siswa kelas XI MIPA 1 mengerjakan LKS di Lab Komputer Selama pengerjaan LKS, beberapa siswa terlihat bersemangat tetapi komunikasi antara siswa dengan peneliti tidak terlalu banyak terjadi. Siswa diperkenankan mencari jawaban menggunakan google ketika melakukan pembahasan. Setelah selesai dikerjakan, pertanyaan yang ada pada simulasi kedua dan ketiga dibahas bersama. Setelah selesai, siswa diberitahu bahwa pertemuan selanjutnya dilakukan posttest di dalam kelas dan dilanjutkan materi pembelajaran yang lain. c. Jumat, 12 Oktober 2018 Pertemuan ketiga ini dilakukan di dalam kelas pada jam pertama saja karena hanya dilakukan posttest. Jadi setelah bel masuk, dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh seorang siswa. Lalu seorang siswa diminta membantu membagikan soal posttest. Siswa diminta melihat

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 lembar angket sambil mendengarkan penjelasan tentang cara menjawab angket tersebut. Siswa dipersilahkan untuk mengerjakan posttest. Selama pengerjaan posttest, siswa mengerjakan dengan tenang dan sungguhsungguh (lihat gambar 4.3) Gambar 4.3. Siswa Kelas XI MIPA 1 Mengerjakan Posttest Ketika soal posttest selesai dikerjakan dan telah dikumpulkan, siswa diberi tahu bahwa ini adalah hari terakhir siswa berdinamika bersama peneliti. peneliti meminta maaf, mengucapkan terima kasih, serta melakukan perpisahan dengan siswa. Dilakukan foto bersama siswa XI MIPA 1 dan guru pembimbing sebelum KBM dilanjutkan kembali. 2. Pelaksanaan Penelitian Kelas Kontrol a. Senin, 8 Oktober 2018 Pertemuan pertama dilakukan pada jam pelajaran ke 6 dan ke 7. Siswa dan peneliti saling memperkenalkan diri, lalu siswa diberi tahu bahwa selama 3 kali pertemuan siswa akan berdinamika bersama peneliti menggunakan metode ceramah interaktif. KBM diawali dengan

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 diadakannya pretest terkait materi elastisitas khususnya hukum Hooke. Seorang siswa diminta untuk membantu membagi soal pretest. Lalu siswa dipersilahkan untuk mengerjakan soal serta angket tersebut selama 20 menit. Siswa cenderung tenang, bahkan ada yang sampai tertidur ketika mengerjakan soal (lihat gambar 4.4) Gambar 4.4. Siswa Kelas XI MIPA 2 Mengerjakan Pretest Setelah 20 menit, soal pretest yang telah dikerjakan dikumpulkan, lalu dilanjutkan dengan materi elastisitas. Selama pembelajaran, siswa sering kali diberi pertanyaan oleh peneliti terutama siswa yang dianggap kurang memperhatikan atau tidur. Hampir sebagian siswa aktif dalam menjawab pertanyaan, tetapi ada beberapa siswa juga yang malas menjawab pertanyaan. Beberapa menit sebelum bel istirahat, siswa diberi soal terkait materi yang telah disampaikan untuk siswa kerjakan di rumah lalu dibahas dipertemuan selanjutnya. b. Selasa, 9 Oktober 2018 Pertemuan kedua dilakukan pada jam ke 5 dan ke 6. Pada pertemuan ini, soal yang telah diberikan di pertemuan sebelumnya dibahas

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 bersama-sama. 2 orang siswa diminta maju untuk mengerjakan soal di papan tulis agar bisa dibahas bersama. Setelah selesai dibahas, materi dari pertemuan sebelumnya dilanjutkan kembali. Pada pertemuan kedua ini, siswa juga terlihat bersemangat dan aktif dalam mempelajari materi yang disampaikan oleh peneliti. Karena kelas yang bisa dibilang cukup kondusif pada pertemuan kedua ini, maka materi tentang elastisitas dari pengertian elastisitas hingga hukum Hooke sudah selesai dibahas. Lalu siswa diberi latihan soal agar lebih memahami materi. Selama mengerjakan soal, siswa cenderung ramai karena membahas soal tersebut dengan teman yg ada di disekellilingnya (lihat gambar 4.5). Gambar 4.5 Siswa Kelas XI MIPA 2 Mengerjakan latihan soal Sebelum soal sempat dibahas, bel sudah berbunyi. Oleh karena itu siswa diberi tahu bahwa pertemuan selanjutnya soal yang telah dikerjakan hari ini akan dibahas bersama dan juga akan dilakukan posttest. c. Kamis, 11 Oktober 2018 Pertemuan terakhir ini dilakukan pada jam pertama dan kedua. KBM diawali dengan berdoa bersama lalu dilanjutkan dengan membahas

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 soal yang kemarin telah dikerjakan. 4 orang siswa diminta mengerjakan soal yang telah dikerjakan di papan tulis untuk dibahas bersama. Setelah selesai, maka dilakukan posttest. Siswa dimintai tolong untuk membagikan soal posttest, lalu cara mengisi angket dijelaskan lagi agar siswa mengerti. Siswa lalu dipersilahkan untuk mengerjakan posttest selama 20 menit (lihat gambar 4.6). Gambar 4.6. Siswa Kelas XI MIPA 2 Mengerjakan Posttest Ketika soal posttest selesai dikerjakan dan telah dikumpulkan, siswa diberi tahu bahwa ini adalah hari terakhir siswa berdinamika bersama peneliti. peneliti meminta maaf, mengucapkan terima kasih, serta melakukan perpisahan dengan siswa. Dilakukan foto bersama siswa XI MIPA 2 dan guru pembimbing sebelum KBM dilanjutkan kembali.

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 B. Data 1. Skor Pretest dan Posttest pada Aspek Kognitif Pada tabel 4.2 ditunjukkan data skor hasil pretest dan posttest siswa kelas treatmen dan kelas kontrol pada materi elastisitas khususnya hukum Hooke dari aspek kognitif. Tabel 4.2 Data skor pretest dan posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol pada aspek kognitif No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Mean Std. Deviation Skor kelas Treatmen Pretest Posttest Selisih 42,42 87,88 45,45 66,67 87,88 21,21 39,39 90,91 51,52 36,36 72,73 36,36 9,09 93,94 84,85 78,79 100 21,21 60,61 90,91 30,30 45,45 60,61 15,15 30,30 45,45 15,15 63,64 87,88 24,24 81,82 93,94 12,12 84,85 84,85 0 60,61 93,94 33,33 33,33 90,91 57,58 75,76 87,88 12,12 54,55 75,76 21,21 57,58 81,82 24,24 75,76 93,94 18,18 57,58 72,73 15,15 51,52 78,79 27,27 51,52 45,45 -6,06 75,76 90,91 15,15 42,42 51,52 9,09 54,55 54,55 0 55,43 79,80 24,37 Skor kelas Kontrol Pretest Posttest Selisih 39,39 51,52 12,12 63,64 39,39 -24,24 54,55 60,61 6,06 42,42 45,45 3,03 6,06 42,42 36,36 36,36 96,97 60,61 81,82 78,79 -3,03 69,70 81,82 12,12 39,39 75,76 36,36 39,39 21,21 -18,18 33,33 69,70 36,36 60,61 39,39 -21,21 45,45 51,52 6,06 48,48 51,52 3,03 6,06 42,42 36,36 45,45 66,67 21,21 39,39 96,96 57,58 45,45 42,42 -3,03 54,55 60,61 6,06 39,39 54,55 15,15 33,33 42,42 9,09 36,36 75,76 39,39 39,39 54,55 15,15 33,33 42,42 9,09 18,18 96,97 78,79 9,09 39,39 30,30 48,48 60,61 12,12 51,52 48,48 -3,03 60,61 63,64 3,03 42,11 58,41 16,30 18,60 16,52 20,07 17,53 19,32 24,13

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 2. Skor Pretest dan Posttest pada Aspek Psikomotorik Data skor hasil pretest dan posttest siswa dari aspek psikomotorik pada materi elastisitas khususnya hukum Hooke adalah seperti pada tabel 4.3. Tabel 4.3 Data skor pretest dan posttest kelas treatmen dan kelas kontrol pada aspek psikomotorik No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Mean Std. Deviation Skor Kelas Treatmen Pretest Posttest Selisih 44,44 92,59 48,15 48,15 55,56 7,41 11,11 11,11 0 81,48 77,78 -3,70 14,81 22,22 7,41 59,26 51,85 -7,41 44,44 62,96 18,52 33,33 48,15 14,81 18,52 51,85 33,33 40,74 51,85 11,11 59,26 37,04 -22,22 62,96 70,37 7,41 66,67 96,30 29,63 59,26 85,19 25,93 100,00 85,19 -14,81 44,44 37,04 -7,41 11,11 29,63 18,52 37,04 66,67 29,63 55,56 62,96 7,41 62,96 62,96 0 33,33 40,74 7,41 62,96 70,37 7,41 59,26 62,96 3,70 62,96 100 37,04 48,92 21,82 59,72 23,20 10,80 16,99 Skor Kelas Kontrol Pretest Posttest Selisih 22,22 29,63 7,41 0 0 0 14,81 22,22 7,41 22,22 25,93 3,70 ,00 7,41 7,41 ,00 62,96 62,96 29,63 44,44 14,81 14,81 59,26 44,44 22,22 44,44 22,22 7,41 22,22 14,81 14,81 29,63 14,81 0 0 0 22,22 48,15 25,93 11,11 11,11 0 0 7,41 7,41 11,11 40,74 29,63 37,04 33,33 -3,70 3,70 37,04 33,33 29,63 48,15 18,52 14,81 29,63 14,81 18,52 40,74 22,22 14,81 33,33 18,52 7,41 44,44 37,04 29,63 44,44 14,81 3,70 33,33 29,63 11,11 22,22 11,11 0 22,22 22,22 44,44 22,22 -22,22 22,22 14,81 -7,41 14,82 30,40 15,58 12,00 16,34 16,90

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 3. Skor Pretest dan Posttest pada Aspek Afektif Data skor hasil pretest dan posttest siswa dari aspek afektif pada materi elastisitas khususnya hukum Hooke adalah seperti pada tabel 4.4. Tabel 4.4 Data skor pretest dan posttest pada aspek afektif kelas treatmen dan kelas kontrol No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Mean Std. Deviation Skor Kelas Treatmen Pretest Posttest Skor Kelas Kontrol Pretest Posttest 74,67 60 53,33 65,33 58,67 73,33 62,67 64 65,33 61,33 72 80 80 54,67 68 64 56 78,67 64 54,67 72 74,67 52 68 77,33 78,67 57,33 66,67 69,33 74,67 76 88 76 85,33 89,33 80 73,33 85,33 88 82,67 80 88 85,33 82,67 74,67 70,67 80 88 65,33 73,33 60 57,33 68 66,67 73,33 68 65,33 80 66,67 57,33 64 62,67 58,67 69,33 56 73,33 76 52 58,67 73,33 77,33 65,33 66,67 69,33 65,33 54,67 53,33 80 64 66,67 74,67 70,67 69,33 73,33 76 85,33 77,33 66,67 85,33 85,33 76 64 76 82,67 77,33 78,67 58,67 82,67 77,33 78,67 80 82,67 65,33 73,33 69,33 62,67 65,72 8,56 79,06 7,96 65,42 7,46 74,48 7,48

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 C. Analisis Data 1. Pengkategorian Skor Pretest dan Posttest Siswa a. Kelas Treatmen Skor pretest dan posttest siswa kelas treatmen dari aspek kognitif, psikomotorik dan afektif dikategorikan sehingga dapat dilihat pada tabel 4.5, 4.6, dan 4,7. Tabel 4.5. Kategori skor pretest dan posttest siswa pada aspek kognitif Interval skor Kategori Jumlah 80 – 100 60 – 79 40 – 59 20 – 39 0 – 19 Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Mean Pretest 2 8 9 4 1 Posttest 15 5 4 0 0 55,43 (sedang) 79,80 (sangat tinggi) Tabel 4.6. Kategori skor pretest dan posttest siswa pada aspek psikomotorik Interval skor 80 – 100 60 – 79 40 – 59 20 – 39 0 – 19 Kategori Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Mean Jumlah Pretest 3 5 9 3 4 48,92 (sedang) Posttest 5 8 6 4 1 59,72 (tinggi)

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 Tabel 4.7. Kategori skor pretest dan posttest siswa pada aspek afektif Interval skor 80 – 100 60 – 79 40 – 59 20 – 39 0 – 19 Kategori Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Mean Jumlah Pretest 2 16 6 0 0 65,72 (tinggi) Posttest 13 10 1 0 0 79,06 (tinggi) b. Kelas Kontrol Skor pretest dan posttest siswa kelas komtrol dari aspek kognitif, psikomotorik dan afektif dikategorikan sehingga dapat dilihat pada tabel 4.8, 4.9, dan 4,10. Tabel 4.8. Kategori skor pretest dan posttest siswa pada aspek kognitif Interval skor 80 – 100 60 – 79 40 – 59 20 – 39 0 – 19 Kategori Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Mean Jumlah Pretest Posttest 1 4 4 9 9 12 11 4 4 0 42,11 (sedang) 58,41 (sedang)

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 Tabel 4.9 Kategori skor pretest dan posttest siswa pada aspek psikomotorik Interval skor 80 – 100 60 – 79 40 – 59 20 – 39 0 – 19 Jumlah Kategori Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Mean Pretest 0 0 1 9 19 14,82 Posttest 0 1 9 13 6 30,39 (rendah) Tabel 4.10. Kategori skor pretest dan posttest siswa pada aspek afektif Interval skor 80 – 100 60 – 79 40 – 59 20 – 39 0 – 19 Kategori Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Mean Jumlah Pretest Posttest 1 8 20 20 8 1 0 0 0 0 65,42 (tinggi) 74,48 (tinggi) 2. Analisis Tes a. Peningkatan Tingkat Pemahaman Siswa pada Aspek Kognitif Analisis secara statistik peningkatan pemahaman siswa kelas treatmen dan kontrol dari sisi kognitif dengan menggunakan bantuan SPSS dirangkum pada tabel 4.11 berikut.

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 Tabel 4.11. Ringkasan Pengujian Pretest dan Posttest Aspek Kognitif 1 2 3 Mean pretest treatmen = 55,43 Mean pretest treatmen = 55,43 Mean pretest kontrol = 42,11 t independen = 2,68 p= Signifikan 0,010 Mean posttest treatmen = 79,80 t dependen = -5,95 p= Signifikan 0,000 Mean pretest kontrol = 42,11 Mean posttest kontrol = 58,41 t dependen = -3,64 p= Signifikan 0,001 Mean posttest 4 treatmen = 79,80 Mean selisih 5. treatmen = 24,37 Mean posttest kontrol = 58,41 Mean selisih kontrol = 16,30 t independen = 4,28 t independen = 1,31 p= Signifikan 0,000 p= Tidak 0,197 Signifikan Keterangan : Berdasarkan analisis SPSS dengan menggunakan: 1) Uji T independen, dapat diketahui bahwa nilai mean pretest pada kelas treatment = 55,43, sedangkan nilai mean pretest kelas kontrol = 42,11, t = 2,68, dengan nilai p = 0,010 < α = 0,05; maka signifikan. Berarti ada perbedaan pemahaman awal siswa pada kelas treatment dan kelas kontrol. Pemahaman awal siswa kelas treatment lebih tinggi dari siswa kelas kontrol. 2) Uji T dependen, dapat diketahui bahwa nilai mean pretest pada kelas treatment = 55,43 sedangkan nilai mean posttest kelas treatment = 79,80, t = -5,95, dengan nilai p = 0,00 < α = 0,05; maka signifikan. Berarti ada perbedaan pada pemahaman awal dan akhir atau terjadi

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 peningkatan pemahaman pada siswa kelas treatment terkait materi elastisitas. 3) Uji T dependen, dapat diketahui bahwa nilai mean pretest pada kelas kontrol = 42,11, sedangkan nilai mean posttest kelas kontrol = 58,41, t = -3,64, dengan nilai p = 0,001 < α = 0,05; maka signifikan. Berarti ada perbedaan pada pemahaman awal dan akhir atau terjadi peningkatan pemahaman pada siswa kelas kontrol terkait materi elastisitas. 4) Uji T independen, dapat diketahui bahwa nilai mean posttest pada kelas treatment = 79,80, sedangkan nilai mean posttest kelas kontrol = 58,41, t = 4,28, dengan nilai p = 0,00 < α = 0,05; maka signifikan. Berarti ada perbedaan pemahaman akhir siswa pada kelas treatment dan kelas kontrol. Pemahaman akhir siswa kelas treatment lebih tinggi dari siswa kelas kontrol. 5) Uji T independen, dapat diketahui bahwa nilai mean selisih pada kelas treatment = 24,37, sedangkan nilai mean selisih kelas kontrol = 16,30, t = 1,31, dengan nilai p = 0,197 > α = 0,05; maka tidak signifikan. Berarti tidak ada perbedaan pemahaman siswa tentang materi elastisitas pada kedua kelas sehingga peningkatan pemahaman siswa menggunakan metode simulasi PhET tidak lebih tinggi dari peningkatan pemahaman siswa menggunakan metode ceramah interaktif pada aspek kognitif.

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 b. Peningkatan Tingkat Pemahaman Siswa pada Aspek Psikomotorik Ringkasan pengujian pretest dan posttest aspek psikomotorik kelas treatment dan kelas kontrol dapat dilihat pada tabel 4.12. Tabel 4.12 Ringkasan Pengujian Pretest dan Posttest Aspek Psikomotorik Mean pretest 1 treatmen = 49,92 2 3 4 5 Mean pretest treatmen = 49,92 Mean pretest kontrol = 14,82 Mean posttest treatmen = 59,72 Mean selisih treatmen = 10,80 Mean pretest kontrol = 14,82 Mean posttest treatmen = 59,72 Mean posttest kontrol = 30,40 Mean posttest kontrol = 30,40 Mean selisih kontrol = 15,58 t independen = 7,21 p= Signifikan 0,000 t dependen = -3,12 p= Signifikan 0,005 t dependen = -4,97 t independen = 5,39 t independen = -1,02 p= Signifikan 0,000 p= Signifikan 0,000 p= Tidak 0,311 Signifikan Keterangan : Berdasarkan analisis SPSS dengan menggunakan: 1) Uji T independen, dapat diketahui bahwa nilai mean pretest pada kelas treatment = 49,92, sedangkan nilai mean pretest kelas kontrol = 14,82, t = 7,21, dengan nilai p = 0,000 < α = 0,05; maka signifikan. Berarti pemahaman awal siswa pada kelas treatment dan kelas kontrol berbeda pada aspek psikomotorik. Pemahaman awal siswa kelas treatment lebih tinggi dari siswa kelas kontrol. 2) Uji T dependen, dapat diketahui bahwa nilai mean pretest pada kelas treatment = 49,92, sedangkan nilai mean posttest kelas treatment =

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 59,72, t = -3,12, dengan nilai p = 0,005 < α = 0,05; maka signifikan. Berarti ada perbedaan pada pemahaman awal dan akhir atau terjadi peningkatan pemahaman pada siswa di kelas treatment terkait materi elastisitas. 3) Uji T dependen, dapat diketahui bahwa nilai mean pretest pada kelas kontrol = 14,82, sedangkan nilai mean posttest kelas kontrol = 30,40, t = -4,97, dengan nilai p = 0,000 < α = 0,05; maka signifikan. Berarti ada perbedaan pada pemahaman awal dan akhir atau terjadi peningkatan pemahaman pada siswa kelas kontrol terkait materi elastisitas. 4) Uji T independen., dapat diketahui bahwa nilai mean posttest pada kelas treatment = 59,72, sedangkan nilai mean posttest kelas kontrol = 30,40, t = 5,39, dengan nilai p = 0,000 < α = 0,05; maka signifikan. Berarti ada perbedaan pemahaman akhir siswa pada kelas treatment dan kelas kontrol. Pemahaman akhir siswa kelas treatmen lebih tinggi dari siswa kelas kontrol. 5) Uji T independen., dapat diketahui bahwa nilai mean selisih pada kelas treatment = 10,80, sedangkan nilai mean selisih kelas kontrol = 15,58, t = -1,02, dengan nilai p = 0,311 > α = 0,05; maka tidak signifikan. Berarti tidak ada perbedaan pemahaman siswa tentang materi elastisitas pada kedua kelas sehingga peningkatan pemahaman yang terjadi pada siswa yang menggunakan metode simulasi PhET tidak lebih tinggi dari peningkatan pemahaman yang

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 terjadi pada siswa yang menggunakan metode ceramah interaktif pada aspek psikomotrik. 3. Analisis Non-Tes untuk Mengaetahui Peningkatan Tingkat Pemahaman Siswa pada Aspek Afektif Analisis non-tes yang digunakan adalah angket. Pernyataan yang ada pada angket merupakan pernyaatan tentang tanggapan siswa terhadap penerapan metode dan materi yang telah dilaksanakan. Analisis secara statistik peningkatan pemahaman siswa kelas treatmen dan kontrol dari sisi afektif dengan menggunakan bantuan SPSS dirangkum pada tabel 4.13 berikut. Tabel 4.13. Ringkasan Pengujian Pretest dan Posttest Aspek Afektif 1 Mean pretest treatmen = 65,72 Mean pretest kontrol = 65,42 t independen = 0,135 p= Tidak 0,893 Signifikan 2 Mean pretest treatmen = 65,72 Mean posttest treatmen = 79,06 t dependen = -5,91 p= Signifikan 0,000 3 Mean pretest kontrol = 65,42 Mean posttest kontrol = 74,48 t dependen = -5,19 p= Signifikan 0,000 4 Mean posttest treatmen = 79,06 Mean posttest kontrol = 74,48 t independen = 2,15 p= Signifikan 0,036

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 Keterangan : Berdasarkan analisis SPSS dengan menggunakan: a) Uji T independen, dapat diketahui bahwa nilai mean pretest pada kelas treatment = 65,72, sedangkan nilai mean pretest kelas kontrol = 65,42, t = 0,135, dengan nilai p = 0,893 > α = 0,05; maka tidak signifikan. Berarti tidak ada perbedaan tingkat pemahaman awal siswa di kelas treatment dan kelas kontrol pada aspek psikomotorik. b) Uji T dependen, dapat diketahui bahwa nilai mean pretest pada kelas treatment = 65,72, sedangkan nilai mean posttest kelas treatment = 79,06, t = -5,91, dengan nilai p = 0,000 < α = 0,05; maka signifikan. Berarti ada perbedaan pada pemahaman awal dan akhir atau terjadi peningkatan pemahaman pada siswa kelas treatment terkait materi elastisitas. c) Uji T dependen, dapat diketahui bahwa nilai mean pretest pada kelas kontrol = 65,42, sedangkan nilai mean posttest kelas kontrol = 74,48, t = -5,19, dengan nilai p = 0,000 < α = 0,05; maka signifikan. Berarti ada perbedaan pada pemahaman awal dan akhir atau terjadi peningkatan pemahaman pada siswa kelas kontrol terkait materi elastisitas. d) Uji T independen., dapat diketahui bahwa nilai mean posttest pada kelas treatment = 79,06, sedangkan nilai mean posttest kelas kontrol = 74,48, t = 2,15, dengan nilai p = 0,036 < α = 0,05; maka signifikan. Berarti pemahaman akhir siswa pada kelas treatment dan

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 kelas kontrol berbeda. Pemahaman akhir siswa kelas treatmen lebih tinggi dari siswa kelas kontrol. Dari analisis yang telah dilakukan, dapat dikatakan bahwa: 1) Setelah dilakukan uji T independen, terdapat perbedaan tingkat pemahaman antara siswa di kelas kontrol dan di kelas treatment pada aspek kognitif dan psikomotorik baik sebelum pretest maupun sesudah posttest. 2) Pada aspek afektif, sebelum diadakan pretest tidak ada perbedaan aspek afektif pada siswa di kedua kelas. Tetapi setelah diadakan posttest, terdapat perbedaan aspek afektif pada siswa di kedua kelas. 3) Metode PhET meningkatkan pemahaman siswa pada materi elastisitas, tetapi peningkatan yang terjadi tidak lebih baik dari metode ceramah interaktif karena siswa yang menggunakan metode ceramah interaktif juga mengalami peningkatan pemahaman. D. Pembahasan 1. Tingkat pemahaman awal siswa sebelum mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode simulasi PhET a. Aspek Kognitif Berdasarkan pengkategorian skor pretest dan posttest siswa kelas treatment, pada aspek kognitif (pada tabel 4.5) ditunjukkan bahwa jumlah siswa paling banyak adalah 9 orang berada antara interval skor 40 – 59 yaitu pada kategori sedang. Lalu mean yang didapatkan adalah

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 55,43 juga berada pada kategori sedang. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tingkat pemahaman awal siswa berada pada kategori sedang. b. Aspek Psikomotorik Pada aspek psikomotorik (pada tabel 4.6) berdasarkan hasil pretest siswa, ditunjukkan bahwa jumlah siswa paling banyak adalah 9 orang siswa memiliki skor antara interval skor 40 – 59 yaitu pada kategori sedang. Lalu mean yang didapatkan adalah 48,92 juga berada pada kategori sedang. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tingkat pemahaman awal siswa berada pada kategori sedang. c. Aspek afektif Pada aspek afektif (pada tabel 4.7), ditunjukkan bahwa jumlah siswa paling banyak adalah 16 orang siswa memiliki skor antara interval skor 60 – 79 yaitu pada kategori tinggi. Lalu mean yang didapatkan adalah 65,72 juga berada pada kategori tinggi. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tingkat pemahaman awal siswa berada pada kategori tinggi. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa tingkat pemahaman awal siswa termasuk pada kategori sedang untuk aspek kognitif dan psikomotorik, tetapi berada pada kategori tinggi untuk aspek afektif. Tingkat pemahaman awal siswa sebelum diberikannya materi dan diterapkannya metode pengajaran seharusnya tergolong rendah atau bahkan

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 sangat rendah karena materi yang diberikan dan metode yang diterapkan adalah hal yang baru untuk siswa. Tetapi dari hasil yang telah didapatkan, dapat diketahui bahwa tingkat pemahaman awal siswa pada aspek kognitif dan psikomotorik tergolong sedang, lalu tegolong tinggi untuk aspek afektif. Hal ini disebabkan oleh banyaknya penerapan tentang materi elastisitas yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang bisa siswa lihat, perhatikan maupun siswa rasakan. Berdasarkan teori pada Bab II, belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri seseorang yang disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku seseorang, pengalaman dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk apapun memungkinkan disebut sebagai belajar. Belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku yang relatif menetap pada aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif pada diri seseorang sebagai hasil dari pengalaman atau latihan. Hal inilah yang menyebabkan tingkat pemahaman siswa tergolong dalam kategori sedang untuk aspek kognitif dan psikomotorik lalu tergolong dalam kategori tinggi untuk aspek afektif. 2. Tingkat pemahaman akhir siswa setelah mengikuti pembelajaran mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode simulasi PhET a. Aspek Kognitif Berdasarkan pengkategorian skor pretest dan posttest siswa kelas treatment, pada aspek kognitif (pada tabel 4.5) ditunjukkan bahwa jumlah siswa paling banyak adalah 15 orang berada antara interval skor

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 80 – 100 yaitu pada kategori sangat tinggi. Lalu mean yang didapatkan adalah 79,80 jika dibulatkan, mean-nya menjadi 80,00 sehingga juga berada pada kategori sangat tinggi. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tingkat pemahaman akhir siswa berada pada kategori sangat tinggi. b. Aspek Psikomotorik Pada aspek psikomotorik (pada tabel 4.6) berdasarkan hasil posttest siswa, ditunjukkan bahwa jumlah siswa paling banyak adalah 8 orang memiliki skor antara interval skor 60 – 79 yaitu pada kategori tinggi. Lalu mean yang didapatkan adalah 59,72 juga berada pada kategori tinggi. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tingkat pemahaman akhir siswa berada pada kategori tinggi. c. Aspek afektif Pada aspek afektif (pada tabel 4.7), ditunjukkan bahwa jumlah siswa paling banyak adalah 13 orang memiliki skor antara interval skor 80 – 100 yaitu pada kategori sangat tinggi. Tetapi mean yang didapatkan adalah 79,06 berada pada kategori tinggi. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tingkat pemahaman akhir siswa berada pada kategori tinggi. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa tingkat pemahaman akhir siswa termasuk pada kategori sangat tinggi untuk aspek kognitif, lalu berada pada kategori tinggi untuk aspek psikomotorik, dan afektif.

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 Berdasarkan teori pada Bab II, sebagai suatu proses, belajar dapat diartikan sebagai tahapan perubahan perilaku. Hasil belajar tidak hanya dilihat dari satu aspek saja tetapi dapat dilihat dari aspek kognitif, psikomotorik dan afektif. Hasil belajar diperoleh berdasarkan pemahaman dan pendalaman materi yang diberikan. Apabila siswa memahami materi yang diajarkan, maka siswa dapat menyesaikan persoalan yang berkaitan dengan materi tersebut. Siswa dapat menyelesaikan soal posttest dengan baik, maka dari itu hasil belajar yang didapatkan siswa baik dan berdasarkan pengkategorian ketiga aspek, tingkat pemahaman akhir siswa pada penelitian ini tergolong tinggi. 3. Pengaruh Metode Simulasi PhET Setelah dilakukan analisis menggunakan uji T dependen untuk hasil pretest dan posttest kelas treatment pada aspek kognitif, hasil yang didapatkan adalah signifikan, artinya metode pembelajaran dengan menggunakan simulasi PhET meningkatkan tingkat pemahaman siswa pada aspek kognitif terkait materi elastisitas. Pada aspek psikomotorik tingkat pemahaman siswa yang dilihat dari hasil pretest dan posttest yang telah dianalisis menggunakan uji T dependen menunjukkan hasil yang signifikan, artinya metode simulasi PhET meningkatkan tingkat pemahaman siswa terkait materi elastisitas pada aspek psikomotorik.

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Peningkatan tingkat pemahaman aspek afektif siswa dilihat dari hasil pretest dan posttest yang dianalisis menggunakan uji T dependen menunjukkan hasil yang signifikan, artinya metode simulasi PhET meningkatkan tingkat pemahaman pada aspek afektif siswa. Dari hasil analisis menggunakan uji T dependen berbantuan SPSS pada hasil pretest dan posttest pada aspek kognitif, psikomotorik dan afektif, didapatkan hasil yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa metode simulasi PhET meningkatkan tingkat pemahaman siswa pada ketiga aspek. Untuk aspek afektif, peningkatan pemahaman yang terjadi di kelas treatment lebih baik daripada di kelas kontrol. Tetapi peningkatan pemahaman siswa pada aspek kognitif dan psikomotorik yang terjadi pada kelas treatment ini tidak lebih baik dari peningkatan pemahaman yang terjadi pada kelas kontrol karena setelah dilakukan uji T independen untuk selisih skor pada aspek kognitif dan psikomotorik, hasil yang didapatkan tidak signifikan. Berdasarkan hasil pengerjaan pretest dan posttest tidak semua siswa mengalami peningkatan skor pada aspek kognitif dan psikomotorik tetapi ada yang mengalami peningkatan skor pada salah satu aspek saja, ada juga yang mengalami penurunan skor pada salah satu aspek bahkan ada juga yang mengalami penurunan skor pada kedua aspek. Menurut hasil uji T independen, tingkat pemahaman awal dan akhir siswa berbeda, maka peningkatan yang terjadi belum dapat disimpulkan sebagai akibat dari metode yang diterapkan pada kelas treatment tetapi peningkatan ini terjadi

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 karena analisis selisih skor yang dilakukan pun tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan sehingga hasil yang didapatkan juga menjadi tidak signifikan. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti siswa di kelas kontrol maupun kelas treatment memiliki pemahaman yang sama terkait materi elastisitas. Lalu dapat disebabkan oleh jarangnya komunikasi yang terjadi antara siswa dengan peneliti, sehingga tidak semua informasi tentang materi pembelajaran tersampaikan dengan baik ke siswa. Selain itu, siswa terlalu fokus dengan komputer yang digunakan karena metode simulasi PhET merupakan hal yang baru bagi siswa sehingga penjelasan dan pembahasan yang dilakukan ketika KBM berlangsung tidak diperhatikan oleh siswa. E. Keterbatasan Penelitian Selama proses melakukan penelitian, ada terdapat keterbatasan yang ditemui, yaitu: 1. Simulasi PhET untuk materi elastisitas lebih dikhususkan untuk Hukum Hooke sehingga tidak mencakup semua materi elastisitas. 2. Pengelolaan kelas yang tidak cukup baik sehingga ada siswa yang tertidur saat pretest dilakukan.

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan terhadap siswa kelas XI MIPA SMA Yos Sudarso Cilacap pada mata pelajaran fisika tentang materi elastisitas khususnya hukum Hooke, maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Tingkat pemahaman awal siswa kelas XI MIPA SMA Yos Sudarso Cilacap pada materi elastisitas termasuk pada kategori sedang untuk aspek kognitif dan psikomotorik, lalu termasuk pada kategori tinggi pada aspek afektif. 2. Tingkat pemahaman akhir siswa kelas XI MIPA SMA Yos Sudarso Cilacap pada materi elastisitas setelah mengikuti pembelajaran menggunakan metode simulasi PhET termasuk pada kategori sangat tinggi untuk aspek kognitif, lalu termasuk pada kategori tinggi untuk aspek psikomotorik, dan afektif. 3. Pembelajaran menggunakan simulasi PhET meningkatkan pemahaman siswa kelas XI MIPA 1 SMA Yos Sudarso Cilacap pada materi elastisitas baik pada aspek kognitif, psikomotorik maupun afektif. Untuk aspek afektif, peningkatan pemahaman yang terjadi di kelas treatment lebih baik daripada di kelas kontrol. Tetapi peningkatan pemahaman siswa pada aspek kognitif dan psikomotorik yang terjadi pada kelas treatment yang menggunakan metode simulasi PhET ini tidak lebih baik dari metode ceramah interaktif yang digunakan dikelas kontrol. 73

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 B. Saran Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, terdapat beberapa hal yang dapat disarankan, yaitu: 1. Bagi Guru Metode ini dapat menjadi salah satu metode pembelajaran alternatif untuk mata pelajaran fisika karena dapat meningkatkan pemahaman siswa. 2. Bagi Sekolah Metode ini dapat menjadi sarana untuk mengembangkan soft-skill siswa dalam bidang TIK. 3. Bagi Penelitian Selanjutnya Bagi peneliti yang akan melakukan penelitian menggunakan metode simulasi PhET, sebaiknya: a) Mencari sekolah yang sesuai dengan desain penelitian yang telah dibuat. b) Teliti dalam memilih materi yang akan digunakan karena tidak semua materi fisika memiliki simulasi PhET. c) Mengecek setiap siswa ketika siswa belajar menggunakan metode simulasi PhET dengan cara berkeliling kelas agar siswa tidak membuka aplikasi selain simulasi PhET sehingga siswa menjadi fokus untuk belajar.

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Foster, Bob. 2011. Terpadu Fisika SMA/MA jilid 2A untuk kelas XI Semester 1. Jakarta: Erlangga Khairani, Makmun. 2014. Psikologi Belajar. Yogyakarta: Aswaja Pressindo Mustaqim. 2008. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar NN, LKS KUANTUM. Cilacap: SMA Yos Sudarso Cilacap Perkins, Katherine, dkk. 2006. PhET: Interactive Simulations for Teaching and Learning Physics. The Physics Teacher. Vol 44, Januari, Hal 18 – 23 Retnowati, Francisca Mei. 2016. Pengaruh Penggunaan Media Simulasi PhET dengan Metode Pembelajaran Problem Solving terhadap Peningkatan Pemahaman Konsep Fisika pada Pokok Bahasan Hukum-Hukum tentang Gas Ideal di SMA Negeri 2 Klaten dan SMA Negeri 1 Prambanan Kelas XI. Skripsi. FKIP. Pendidikan Fisika. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Suparno, Paul. 2013. Metodologi Pembelajaran Fisika Konstruktivistik dan Menyenangkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Suparno, Paul. 2007. Metode Penelitian Pendidikan Fisika. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Surya, Mohamad. 2013. Psikologi Guru :Konsep dan Aplikasi. Bandung: Alfabeta Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan : Suatu Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya 75

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 Tipler, Paul A. 1998. Fisika untuk Sains dan Teknik Jilid 1 Edisi ketiga. Jakarta : Erlangga Wieman, C. E., dkk. 2010. Teaching Physics Using PhET Simulations. The Physics Teacher. Vol 48, April, Hal 225 - 227

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 77

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Lampiran 1. Surat permohonan izin penelitian

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 Lampiran 2. Surat keterangan telah selesai melakukan penelitian

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 Lampiran 3. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) kelas kontrol RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PEMBELAJARAN METODE CERAMAH Satuan Pendidikan : SMA Yos Sudarso Cilacap Mata Pelajaran : Fisika Kelas /Semester : XI IPA 2 / Ganjil Materi Pokok : Elastisitas Alokasi waktu : 2 x 45 menit (3 pertemuan) A. Kompetensi Inti (KI) KI 1 dan 2 Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”. Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”. KI 3 KI 4 Memahami, menerapkan, menganalisis dan Mengolah, menalar, dan menyaji mengevaluasi pengetahuan faktual, secara: efektif, kreatif, produktif, konseptual, procedural berdasarkan rasa ingin kritis, mandiri, kolaboratif, keingintahuannya tentang ilmu pengetahuan, komunikatif, dan solutif, dalam ranah teknologi, seni, budaya, dan humaniora konkret dan abstrak terkait dengan dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, pengembangan dari yang kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab dipelajarinya di sekolah secara fenomena dan kejadian, serta menerapkan mandiri, serta mampu menggunakan pengetahuan procedural pada bidang kajian metode sesuai dengan kaidah yang spesifik sesuai dengan bakat dan keilmuan minatnya untuk memecahkan masalah

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi No Kompetensi Dasar (KD) No Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) 3.2 Menganalisis sifat Elastisitas 3.2.1 benda elastis bahan dalam kehidupan sehari-hari Mampu menyebutkan benda- 3.2.2 Mampu menjelaskan pengertian elastisitas 3.2.3 Mampu menjelaskan tentang tegangan, regangan dan modulus Young 3.2.4 Mampu menentukan pengaruh gaya terhadap perubahan panjang pegas 3.2.5 Mampu menentukan / menghitung nilai tetapan gaya 3.2.6 Mampu menganalisis tetapan gaya pada pegas yang disusun secara seri dan paralel. C. Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran agar siswa dapat : 1. Memahami konsep dan prinsip Elastisitas 2. Menjelaskan apa yang dimaksud tegangan, regangan dan modulus young 3. Menerapkan persamaan Hukum Hooke dalam menyelesaikan suatu persoalan 4. Menganalisis tetapan gaya pada rangkaian pegas.

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 D. Materi Pembelajaran 1. Elastisitas Faktual : Setiap benda memiliki sifat-sifat elastis yang berbeda-beda Konseptual : Sifat elastis benda 2. Hukum Hooke Faktual : Pegas diberi beban Konseptual : Gaya sebagai factor yang berpengaruh pada pertambahan panjang pegas 3. Susunan Seri dan paralel pegas Faktual : Pegas dapat disusun secara seri dan paralel Konseptual : Nilai tetapan gaya pada susunan seri bernilai lebih kecil daripada susunan paralel E. Pendekatan, Metode dan Model Pembelajaran 1. Pendekatan : pembelajaran Saintifik 2. Model Pembelajaran : Discovering Learning 3. Metode : Ceramah Aktif F. Media Pembelajaran dan Sumber Belajar Media Pembelajaran  Papan tulis dan kelengkapannya  Lembar kerja siswa Sumber belajar  Modul Fisika SMA/MA Kelas XI semester 2 G. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I (2 x 45 menit) Kegiatan Pendahu luan Deskripsi Kegiatan Alokasi waktu 1. Masuk ke dalam kelas, lalu meletakkan perlengkapan di 15 meja guru. Setelah itu menyapa siswa. menit 2. Sebelum memulai pelajaran, Guru meminta seorang

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 siswa meminpin doa. 3. Guru memperkenalkan diri dilanjutkan dengan mempresensi siswa. Ketua kelas mengecek apakah ada teman sekelasnya ada yang tidak/belum hadir. 4. Guru menjelaskan kepada siswa bahwa materi yang akan dipelajari adalah tentang elastisitas. 5. Guru menyampaikan kepada siswa tentang kegiatan hari ini adalah pretest dan penyampaian materi.  Pretest (25 menit) Inti  70 menit Mengamati - Guru memancing minat siswa tentang materi elastisitas - Guru menyampaikan materi mengenai elastisitas.  Penutup Menanya Siswa bertanya tentang materi yang belum dipahami. 1. Guru bersama siswa menyimpulkan materi 2. Siswa menutup pembelajaran dengan salam. 5 menit Pertemuan II (2 x 45 menit) Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahu luan 1. Masuk ke dalam kelas, lalu meletakkan perlengkapan di meja guru. Setelah itu menyapa siswa. 2. Sebelum memulai pelajaran, Guru meminta seorang siswa meminpin doa. 3. Guru mempresensi siswa. Ketua kelas mengecek apakah ada teman sekelasnya ada yang tidak/belum hadir. 4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Alokasi waktu 5 menit

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84  Inti    Penutup Mengamati - Guru melanjutkan materi elastisitas ( lebih ditekankan pada materi hukum hukum Hooke ) - Siswa memperhatikan setiap materi yang dijelaskan oleh guru - Guru memberikan contoh soal mengenai elastisitas Menanya - Guru mempersilahkan siswa untuk bertanya mengenai materi dan contoh soal yang dijelaskan 75 menit Latihan - Guru memberikan beberapa latihan soal untuk dikerjakan oleh siswa - Siswa mengerjakan soal-soal latihan yang diberikan Mengasosiasikan/ mengolah informasi - Guru meminta beberapa siswa untuk mengerjakan soal-soal latihan yang sudah dikerjakan didepan - Guru bersama siswa membahas soal-soal latihan yang sudah dikerjakan - Guru mempersilahkan siswa untuk bertanya mengenai soal-soal yang sudah di bahas 1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran. 2. Siswa menutup pembelajaran dengan berdoa dan salam. 10 menit Pertemuan III ( 2 x 45 menit) Kegiatan Pendahu luan Deskripsi Kegiatan 1. Masuk ke dalam kelas, lalu meletakkan perlengkapan di meja guru. Setelah itu menyapa siswa. 2. Sebelum memulai pelajaran, Guru meminta seorang siswa meminpin doa. 3. Guru mempresensi siswa. Ketua kelas mengecek apakah ada teman sekelasnya ada yang tidak/belum hadir. 4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Alokasi waktu 5 menit

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85  Inti     Penutup Menanya Guru menanya tentang materi sebelumnya Mengamati Guru mengulang materi secara singkat dan melanjutkan materi. Latihan - Guru memberikan latihan-latihan soal - Siswa mengerjakan soal-soal latihan - Guru membimbing siswa dalam proses mengerjakan soal Mengolah informasi - Guru dan siswa bersama membahas latihan soal yang sudah dikerjakan - Guru meminta siswa untuk mengumpulkan latihan soal yang sudah dikerjakan Posttest ( 30 menit) 1. Siswa menutup pembelajaran dengan berdoa dan salam. 80 menit 5 menit H. Penilaian Proses dan Hasil Belajar Penilaian kognitif dan penilaian psikomotorik (penilaian hasil skor/ nilai akhir dari soal pretest dan postes), serta penilaian afektif. I. Instrumen Penilaian Soal Pre-test dan post-test terlampir. Yogyakarta, Agustus 2018 Mengetahui, Guru Fisika SMA Yos Sudarso Cilacap Peneliti Astuti Hestiningrum Drs. Sunarto

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 Lampiran 4. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) kelas treatment RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) METODE SIMULASI PHET Satuan Pendidikan : SMA Yos Sudarso Cilacap Mata Pelajaran : Fisika Kelas /Semester : XI IPA 1 / Ganjil Materi Pokok : Elastisitas Alokasi waktu : 3 pertemuan ( 2 x 45 menit ) A. Kompetensi Inti (KI) KI 1 dan 2 Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”. Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”. KI 3 KI 4 Memahami, menerapkan, menganalisis dan Mengolah, menalar, dan menyaji mengevaluasi pengetahuan faktual, secara: efektif, kreatif, produktif, konseptual, procedural berdasarkan rasa kritis, mandiri, kolaboratif, ingin keingintahuannya tentang ilmu komunikatif, dan solutif, dalam pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan ranah konkret dan abstrak terkait humaniora dengan wawasan kemanusiaan, dengan pengembangan dari yang kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban dipelajarinya di sekolah secara terkait penyebab fenomena dan kejadian, mandiri, serta mampu menggunakan serta menerapkan pengetahuan procedural metode sesuai dengan kaidah pada bidang kajian yang spesifik sesuai keilmuan dengan bakat dan minatnya untuk

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 memecahkan masalah B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi No Kompetensi Dasar (KD) No 3.2 Menganalisis sifat Elastisitas 4.2 Kompetensi Dasar (KD) Melakukan percobaan bahan dalam kehidupan tentang sifat elastisitas suatu sehari-hari bahan berikut presentasi hasil percobaan No 3.2.1 Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) (IPK) Mampu menyebutkan benda- Mampu menjelaskan pengertian elastisitas 3.2.3 Mampu menjelaskan tentang tegangan, regangan dan modulus Young Indikator Pencapaian Kompetensi benda elastis 3.2.2 No 4.2.1 Melakukan percobaan Hukum Hooke

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 3.2.4 Mampu menentukan pengaruh 4.2.2 gaya terhadap perubahan Membuat laporan percobaan Hukum Hooke panjang pegas 3.2.5 Mampu menentukan / menghitung nilai tetapan gaya 3.2.6 Mampu menganalisis tetapan gaya pada pegas yang disusun secara seri dan paralel. C. Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran agar siswa dapat : 1. Memahami konsep dan prinsip Elastisitas 2. Menjelaskan apa yang dimaksud tegangan, regangan dan modulus young 3. Menerapkan persamaan Hukum Hooke dalam menyelesaikan suatu persoalan 4. Menganalisis tetapan gaya pada rangkaian pegas. 5. Melakukan percobaan Hukum Hooke D. Materi Pembelajaran 1. Elastisitas Faktual : Setiap benda memiliki sifat-sifat elastis yang berbeda-beda Konseptual : Sifat elastis benda 2. Hukum Hooke Faktual : Pegas diberi beban Konseptual : Gaya sebagai factor yang berpengaruh pada pertambahan panjang pegas

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 3. Susunan Seri dan paralel pegas Faktual : Pegas dapat disusun secara seri dan paralel Konseptual : Nilai tetapan gaya pada susunan seri bernilai lebih kecil daripada susunan paralel E. Pendekatan, Metode dan Model Pembelajaran 4. Pendekatan : pembelajaran Saintifik 5. Model Pembelajaran : Discovering Learning 6. Metode : Simulasi PhET F. Media Pembelajaran dan Sumber Belajar Media Pembelajaran  LCD dan proyektor  Papan tulis dan kelengkapannya  Komputer  Power Point materi pembelajaran  Lembar kerja siswa Sumber belajar  Modul Fisika SMA/MA Kelas XI semester 2 G. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I (2 x 45 menit) Kegiatan Pendahu luan Deskripsi Kegiatan 6. 7. 8. 9. Alokasi waktu Masuk ke dalam kelas, lalu meletakkan 15 menit perlengkapan di meja guru. Setelah itu menyapa siswa. Sebelum memulai pelajaran, Guru meminta seorang siswa meminpin doa. Guru memperkenalkan diri dilanjutkan dengan mempresensi siswa. Ketua kelas mengecek apakah ada teman sekelasnya ada yang tidak/belum hadir. Guru menjelaskan kepada siswa bahwa materi yang akan dipelajari adalah tentang elastisitas.

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 Inti 10. Guru menyampaikan kepada siswa tentang kegiatan hari ini adalah pretest serta pengenalan PhET. Pretest (25 menit). 70 menit  Mengamati - Guru memancing minat siswa tentang materi elastisitas. - Guru memberikan contoh mengenai elastisitas - Guru mendemonstrasikan penggunaan simulasi PhET pada hukum Hooke  Menanya Guru mempersilahkan siswa untuk bertanya tentang materi dan simulasi PhET yang akan digunakan. Penutup 3. Guru menjelaskan bahwa pertemuan selanjutnya akan dilangsungkan di lab komputer 4. Siswa menutup pembelajaran dengan berdoa dan salam. Pertemuan II ( 2 x 45 menit) Kegiatan Pendahu luan Deskripsi Kegiatan 5. Masuk ke dalam kelas, lalu meletakkan perlengkapan di meja guru. Setelah itu menyapa siswa. 6. Sebelum memulai pelajaran, Guru meminta seorang siswa meminpin doa. 7. Guru mempresensi siswa. Ketua kelas mengecek apakah ada teman sekelasnya ada yang tidak/belum hadir. 8. Guru menjelaskan kepada siswa bahwa materi yang akan dipelajari adalah tentang elastisitas tetapi menggunakan metode simulasi PhET. . 5 menit Alokasi waktu 5 menit

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 Inti    - - Penutup 80 menit Mengamati Guru menyampaikan materi serta memperkenalkan PhET terkait materi elastisitas (khususnya Hukum Hooke) Menanya Guru mempersilahkan siswa untuk bertanya mengenai materi dan simulasi PhET yang sudah dijelaskan. Mengolah informasi Guru mempersilahkan siswa untuk mencoba langsung simulasi PhET yang dipandu menggunakan LKS Guru membimbing siswa dalam proses belajar 3. Guru dan siswa bersama menyimpulkan materi pembelajaran hari ini 4. Siswa menutup pembelajaran dengan salam. 5 menit Pertemuan III ( 2 x 45 menit) Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi waktu 5 menit Pendahu 5. Masuk ke dalam kelas, lalu meletakkan perlengkapan di meja guru. Setelah itu menyapa siswa. luan 6. Sebelum memulai pelajaran, Guru meminta seorang siswa meminpin doa. 7. Guru mempresensi siswa. Ketua kelas mengecek apakah ada teman sekelasnya ada yang tidak/belum hadir. 8. Guru menyampaikan kepada siswa tentang materi elastisitas dan posttest. 80 menit Inti  Mengolah informasi Guru membimbing siswa pada saat membahas LKS yang sudah dikerjakan

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 Posttest (30 menit diakhir) Penutup 2. Siswa menutup pembelajaran dengan berdoa dan salam. 5 menit H. Penilaian Proses dan Hasil Belajar Penilaian kognitif dan penilaian psikomotorik (penilaian hasil skor/ nilai akhir dari soal pretest dan postes), serta penilaian afektif. I. Instrumen Penelitian Soal Pre-test dan post-test terlampir. Yogyakarta, Agustus 2018 Mengetahui, Guru Fisika SMA Yos Sudarso Cilacap Peneliti Drs. Sunarto Astuti Hestiningrum

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 Lampiran 5. Soal Pretest dan Posttest Nama : Kelas : SOAL PRE-TEST 1. Apa yang dimaksud dengan elastisitas? 2. Apa itu benda elastis? Sebutkan 2 macam contohnya ! 3. Apa itu benda plastis? Sebutkan 2 macam contohnya ! 4. Apakah Anda mengetahui atau mengingat apa itu hukum Hooke? Jika iya, tuliskan rumus dan bunyi hukum Hooke ! 5. Mengapa suatu benda elastis dapat mengalami kerusakan bila diberikan gaya yang terlalu besar? 6. Sebutkan 4 buah penerapan elastisitas yang ada pada kehidupan seharihari! 7. Gambarkanlah arah gaya pegas, arah gaya yang dikenakan pada pegas, dan arah dari pergerakan pegas yang ditarik oleh sebuah gaya! 8. Gambarkanlah arah gaya pegas, arah gaya yang dikenakan pada pegas, dan arah dari pergerakan pegas yang didorong oleh sebuah gaya!

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 Lampiran 6. Angket Pretest dan Posttest Angket No . 1. Pernyataan Skor Saya masih mengingat atau mengetahui apa yang dimaksud dengan hukum Hooke Saya kurang memahami materi elastisitas dan hukum Hooke 5 4 3 2 5 4 3 2 Saya enggan bertanya kepada pengajar ketika saya belum paham materi yang diajarkan Saya berusaha untuk menyesuaikan diri dengan materi yang disampaikan pengajar 5 4 3 2 5 4 3 2 5. Saya berusaha menyesuaikan diri dengan cara mengajar yang digunakan oleh mengajar 5 4 3 2 6. Saya merasa bosan dengan cara mengajar yang digunakan pengajar sehingga saya memilih tidak memperhatikan pelajaran 5 4 3 2 7. Saya tidak segan untuk bertanya kepada pengajar ketika saya 5 belum paham 4 3 2 8. Saya menjadi bersemangat belajar fisika jika pelajaran diadakan di luar kelas (di lab. Fisika, lab. komputer, atau halaman sekolah) 5 4 3 2 9. Bahasa yang digunakan saat mengajar sulit untuk dipahami sehingga saya tidak memahami materi yang diajarkan 5 4 3 2 10. Saya merasa bersemangat dengan cara mengajar yang digunakan sehingga saya memperhatikan pelajaran dengan sungguh-sungguh 5 4 3 2 11. Saya tidak berminat untuk menyesuaikan diri dengan materi yang diajarkan oleh pengajar 5 4 3 2 12. Saya sangat tertarik dengan materi yang diajarkan karena metode pengajarannya menarik 5 4 3 2 13. Saya sangat tertarik dengan materi yang diajarkan karena saya menyukai materi ini 5 4 3 2 14. Saya tidak tertarik dengan materi yang diajarkan karena saya tidak menyukai fisika 5 4 3 2 15. Saya sulit memahami materi karena saya tidak menyukai fisika 5 4 3 2 2. 3. 4.

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 Lampiran 7. Lembar Kerja Siswa (LKS) kelas treatment Lembar Kerja Siswa Nama : Kelas : Alat dan bahan yang digunakan : Free Download PhET software Komputer Fungsi : 1. untuk menampilkan arah gaya yang dikenakan pada pegas

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 2. untuk menampilkan arah gaya pegas / konstanta pegas 3. untuk menampilkan arah perpindahan 4. untuk menampilkan posisi setimbang pegas 5. untuk menampilkan besarnya nilai perpindahan 6. untuk mengubah besar nilai konstanta pegas dengan cara di klik 7. untuk mengubah besar nilai konstanta pegas dengan cara di geser 8. untuk mengubah besar nilai gaya yang dikenakan dengan cara di klik 9. untuk mengubah besar nilai gaya yang dikenakan dengan cara di geser

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97  Simulasi I Tujuan : Siswa dapat memahami Hukum Hooke Alat dan bahan : Aplikasi simulasi PhET, komputer dan LKS Prosedur percobaan : 1. Klik icon google 2. Jika setelah mengeklik muncul kotak “google chrome portable” seperti pada gambar, klik yes 3. Ketik PhET

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 4. Klik Fisika-PhET Simulations 5. Pilih gerak 6. Jika sudah, lalu klik aplikasi simulasi interaktif Phet untuk materi Hukum Hooke

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 7. Lalu buka simulasi dengan cara mengeklik bagian play (yang dilingkari lingkaran berwarna ungu) 8. Bukalah aplikasi simulasi interaktif Phet pada komputer, lalu klik pilihan “pengantar” 9. Aturlah konstanta pegas menjadi 150 N/m, dan gaya yang dikenakan menjadi 30 N

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 10. Tampilkanlah arah gaya yang dikenakan pada pegas, arah gaya pegas, dan arah perpindahan serta besarnya nilai perpindahan dengan cara mengeklik kotak yang ditandai panah. 11. Ulangi langkah (9) dan (10) dengan menggunakan 2 nilai konstanta pegas yang berbeda, tetapi besar gaya yang digunakan sama Contoh : Perpindahan / Pertambahan panjang pegas Konstanta Gaya yang No. pegas dikenakan Berdasarkan Berdasarkan percobaan perhitungan 15 1 100 20 2 120 15 20

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 12. Catat semua hasil percobaan pada tabel hasil pengamatan I. No. Konstanta pegas Gaya yang dikenakan Perpindahan / Pertambahan panjang pegas Berdasarkan Berdasarkan percobaan perhitungan 13. Ulangi langkah (9) sampai dengan (11) dengan menggunakan 2 nilai gaya yang dikenakan yang berbeda , tetapi besar konstanta pegas yangdigunakan sama Contoh: Perpindahan / Pertambahan panjang pegas Gaya yang Konstanta No. dikenakan pegas Berdasarkan Berdasarkan percobaan perhitungan 100 1 40 150 2 50 100 150 14. Catat semua hasil percobaan pada tabel hasil pengamatan II. Perpindahan / Pertambahan panjang pegas Gaya yang Konstanta No. dikenakan pegas Berdasarkan Berdasarkan percobaan perhitungan

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 Pertanyaan diskusi : 1. Apa yang terjadi bila konstanta pegas sama besar daripada gaya yang dikenakan pada pegas? 2. Apa yang terjadi bila konstanta pegas lebih besar daripada gaya yang dikenakan pada pegas? 3. Bagaimanakah hubungan antara gaya yang dikenakan pada pegas, konstanta pegas dan pertambahan panjang pegas? 4. Bagaimanakah bunyi hukum Hooke? 5. Bandingkan nilai pertambahan panjang yang didapat dengan menggunakan hasil percobaan dan hasil perhitungan ! Jawaban :

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103  Simulasi II Tujuan : Siswa dapat mencari nilai konstanta pegas pada pegas yang dirangkai paralel Alat dan bahan : Aplikasi simulasi PhET, komputer dan LKS Prosedur percobaan : 1. Lihat langkah (1) sampai dengan (7) pada simulasi I, lalu klik pilihan “sistem” 2. Pilihlah rangkaian pegas yang berbentuk paralel dengan cara mengeklik icon yang berada di dalam kotak merah pada gambar di bawah ini !

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 3. Aturlah besarnya gaya pegas pertama (yang berwarna ungu) dan pegas kedua ( yang berwarna kuning) serta gaya yang dikenakan pegas seperti gambar si bawah ini ! 4. Tampilkanlah arah gaya yang dikenakan pada pegas, arah gaya pegas, dan arah perpindahan, posisi setimbang serta besarnya nilai perpindahan dengan cara mengeklik kotak bertanda centang (√ ) pada gambar di atas!  Jika ingin menampilkan besarnya gaya pegas pada setiap komponen pegas, klik bulatan yang ada disebelah tulisan komponen.  Jika ingin menampilkan besarnya gaya pegas secara total, klik bulatan yang ada disebelah tulisan total. 5. Ulangi langkah (1) sampai dengan (4) dengan menggunakan nilai komponen gaya pegas 1 yang berbeda-beda, dan nilai komponen gaya pegas 2 dan nilai gaya yang dikenakan pada pegas tetap.

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 6. Catatlah data yang didapatkan dari percobaan pada tabel pengamatan III di bawah ini No. Kontanta Pegas Konstanta Gaya yang Perpindahan / 1/ ungu Pegas 2 / dikenakan pada Pertambahan kuning pegas panjang pegas  Simulasi III Tujuan : Siswa dapat mencari nilai konstanta pegas pada pegas yang dirangkai seri Alat dan bahan : Aplikasi simulasi PhET, komputer dan LKS Prosedur percobaan : 1. Lihat langkah (1) sampai dengan (7) pada simulasi I, lalu klik pilihan “sistem”

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 2. Pilihlah rangkaian pegas yang berbentuk paralel dengan cara mengeklik icon yang berada di dalam kotak hitam pada gambar di bawah ini ! 3. Aturlah besarnya gaya pegas pertama (yang berwarna ungu) dan pegas kedua ( yang berwarna kuning) serta gaya yang dikenakan pegas seperti gambar si bawah ini !

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 4. Tampilkanlah arah gaya yang dikenakan pada pegas, arah gaya pegas, dan arah perpindahan, posisi setimbang serta besarnya nilai perpindahan dengan cara mengeklik kotak bertanda centang (√ ) pada gambar di atas!  Jika ingin menampilkan besarnya gaya pegas pada setiap komponen pegas, klik bulatan yang ada disebelah tulisan komponen.  Jika ingin menampilkan besarnya gaya pegas secara total, klik bulatan yang ada disebelah tulisan total. 5. Ulangi langkah (1) sampai dengan (4) dengan menggunakan nilai komponen gaya pegas 1 yang berbeda-beda , dan nilai komponen gaya pegas 2 dan nilai gaya yang dikenakan pada pegas tetap. 6. Catatlah data yang didapatkan dari percobaan pada tabel pengamatan IV di bawah ini No. Kontanta Pegas Konstanta 1/ ungu Pegas 2 / kuning Gaya yang dikenakan pada pegas Perpindahan / Pertambahan panjang pegas

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 BERDISKUSILAH ! Dengan menggunakan aplikasi Phet pada simulasi II dan III, isilah tabel dibawah ini dengan ketentuan : 1. Nilai konstanta pegas berwarna kuning berubah 2. Nilai konstanta pegas berwarna ungu dan gaya yang dikenakan pada pegas tetap No. Konstanta pegas kuning Konstanta pegas ungu Gaya yang dikenakan Perpindahan / Pertambahan panjang pegas Rangkaian Rangkaian paralel Seri 1. 2. 3. Pertanyaan : Mengapa besarnya perpindahan antara pegas yang dirangkai paralel dengan seri berbeda? Jelaskan!

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 Lampiran 8. Contoh hasil pengerjaan soal dan angket pretest kelas treatment

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 Lampiran 9. Contoh hasil pengerjaan soal dan angket posttest kelas treatment

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 Lampiran 10. Contoh hasil pengerjaan soal dan angket pretest kelas kontrol

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 Lampiran 11. Contoh hasil pengerjaan soal dan angket posttest kelas kontrol

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 12. Analisis menggunakan bantuan SPSS A. Aspek kognitif 1. Uji T independen untuk pretest Group Statistics Kode N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 1,00 24 55,4293 18,60464 3,79766 2,00 29 42,1108 17,52689 3,25466 prekog 136

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Independent Samples Test Levene's Test for t-test for Equality of Means Equality of Variances F Sig. t df Sig. (2- Mean Std. Error 95% Confidence Interval of tailed) Difference Difference the Difference Lower Equal variances assumed ,347 ,558 Upper 2,678 51 ,010 13,31853 4,97291 3,33501 23,30205 2,663 47,947 ,011 13,31853 5,00150 3,26205 23,37501 Prekog Equal variances not assumed 137

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Uji T independen untuk posttest Group Statistics kode N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 1,00 24 79,7980 16,51728 3,37157 2,00 29 58,4114 19,31626 3,58694 postkog Independent Samples Test Levene's Test for t-test for Equality of Means Equality of Variances F Equal variances assumed ,581 Sig. ,449 t df Sig. (2- Mean Std. Error 95% Confidence Interval of tailed) Difference Difference the Difference Lower Upper 51 ,000 21,38661 4,99683 11,35505 31,41817 4,344 50,933 ,000 21,38661 4,92277 11,50342 31,26980 postkog Equal variances not assumed 138 4,280

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Uji T independen selisih Group Statistics kode N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 1,00 24 24,3687 20,07053 4,09688 2,00 29 16,3009 24,12599 4,48008 Selkog Independent Samples Test Levene's Test for t-test for Equality of Means Equality of Variances F Sig. t df Sig. (2- Mean Std. Error 95% Confidence Interval of tailed) Difference Difference the Difference Lower Equal variances assumed 1,190 ,280 Upper 1,306 51 ,197 8,06775 6,17806 -4,33523 20,47072 1,329 50,996 ,190 8,06775 6,07088 -4,12007 20,25557 Selkog assumed 139 Equal variances not

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Uji T dependen untuk kelas treatment dan kelas kontrol Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Prekogtreat 55,4293 24 18,60464 3,79766 Postkogtreat 79,7980 24 16,51728 3,37157 Prekogctrl 42,1108 29 17,52689 3,25466 Postkogctrl 58,4114 29 19,31626 3,58694 Pair 1 Pair 2 Paired Samples Correlations N Correlation Sig. Pair 1 prekogtreat & postkogtreat 24 ,352 ,092 Pair 2 prekogctrl & postkogctrl 29 ,145 ,453 140

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Paired Samples Test Paired Differences Mean Std. Deviation Std. Error Mean t Df 95% Confidence Interval of the Difference Lower Sig. (2tailed) Upper Pair 1 prekogtreat - postkogtreat -24,36869 20,07053 4,09688 -32,84373 -15,89365 -5,948 23 ,000 Pair 2 prekogctrl - postkogctrl -16,30061 24,12540 4,47997 -25,47742 -7,12380 -3,639 28 ,001 141

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Aspek Psikomotorik 1. Uji T independen untuk pretest Group Statistics Kode N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 1,00 24 48,9198 21,81536 4,45304 2,00 29 14,8148 12,00137 2,22860 prepsiko 142

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Independent Samples Test Levene's Test for t-test for Equality of Means Equality of Variances F Sig. t df Sig. (2- Mean Std. Error 95% Confidence Interval of tailed) Difference Difference the Difference Lower Equal variances assumed 7,386 ,009 Upper 7,212 51 ,000 34,10494 4,72920 24,61068 43,59920 6,849 34,202 ,000 34,10494 4,97958 23,98741 44,22247 Prepsiko Equal variances not assumed 143

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Uji T independen untuk posttest Group Statistics Kode N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 1,00 24 59,7222 23,20203 4,73609 2,00 29 30,3959 16,33651 3,03361 postpsiko Independent Samples Test Levene's Test for t-test for Equality of Means Equality of Variances F Equal variances assumed Sig. 2,717 ,105 t Df Sig. (2- Mean Std. Error 95% Confidence Interval of tailed) Difference Difference the Difference Lower Upper 5,386 51 ,000 29,32631 5,44473 18,39556 40,25706 5,214 40,188 ,000 29,32631 5,62436 17,96071 40,69191 postpsiko Equal variances 144 not assumed

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Uji T independen untuk selisih Group Statistics Kode N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 1,00 24 10,8025 16,98714 3,46748 2,00 29 15,5811 16,89669 3,13764 selpsiko Independent Samples Test Levene's Test for t-test for Equality of Means Equality of Variances F Sig. T df Sig. (2- Mean Std. Error 95% Confidence Interval of tailed) Difference Difference the Difference Lower Equal variances assumed ,077 ,783 Upper -1,022 51 ,311 -4,77863 4,67395 -14,16197 4,60471 -1,022 49,064 ,312 -4,77863 4,67635 -14,17579 4,61853 selpsiko not assumed 145 Equal variances

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Uji T dependen untuk kelas treatment dan kelas kontrol 5. Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean prepsikotreat 48,9198 24 21,81536 4,45304 postpsikotreat 59,7222 24 23,20203 4,73609 Prepsikoctrl 14,8148 29 12,00137 2,22860 Postpsikoctrl 30,3959 29 16,33651 3,03361 Pair 1 Pair 2 Paired Samples Correlations N Correlation Sig. Pair 1 prepsikotreat & postpsikotreat 24 ,717 ,000 Pair 2 prepsikoctrl & postpsikoctrl 29 ,320 ,091 146

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Paired Samples Test Paired Differences t df Sig. (2tailed) Mean Std. Std. Error 95% Confidence Interval of Deviation Mean the Difference Lower Upper Pair 1 prepsikotreat – postpsikotreat -10,80247 16,98714 3,46748 -17,97551 -3,62943 -3,115 23 ,005 Pair 2 prepsikoctrl – postpsikoctrl -15,58110 16,89669 3,13764 -22,00825 -9,15394 -4,966 28 ,000 147

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Aspek Afektif 1. Uji T I independen pretest Group Statistics Kode N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 1,00 24 65,7222 8,55540 1,74636 2,00 29 65,4253 7,45723 1,38477 Preafek Independent Samples Test Levene's Test t-test for Equality of Means for Equality of Variances F Sig. T df Sig. (2- Mean Std. Error 95% Confidence Interval of tailed) Difference Difference the Difference Lower Equal variances ,797 ,376 ,135 51 ,893 ,29693 2,19968 -4,11910 4,71297 ,133 46,059 ,895 ,29693 2,22876 -4,18918 4,78305 148 assumed Upper preafek Equal variances not assumed

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Uji T independen untuk posttest Group Statistics kode N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 1,00 24 79,0556 7,95620 1,62405 2,00 29 74,4828 7,48097 1,38918 postafek 149

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances F Sig. t-test for Equality of Means t df Sig. (2Mean tailed) Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Equal variances assumed ,002 ,965 Upper 2,152 51 ,036 4,57280 2,12453 ,30762 8,83797 2,140 47,904 ,038 4,57280 2,13714 ,27556 8,87003 postafek Equal variances not assumed 150

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Uji T dependen untuk kelas treatment dan kelas kontrol Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean preafektreat 65,7222 24 8,55540 1,74636 postafektreat 79,0556 24 7,95620 1,62405 preafekctrl 65,4253 29 7,45723 1,38477 postafekctrl 74,4828 29 7,48097 1,38918 Pair 1 Pair 2 Paired Samples Correlations N Correlation Sig. Pair 1 preafektreat & postafektreat 24 ,106 ,623 Pair 2 preafekctrl & postafekctrl 29 ,210 ,275 151

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Paired Samples Test Paired Differences t df Sig. (2tailed) Mean Std. Std. Error 95% Confidence Interval of Deviation Mean the Difference Lower Pair 1 preafektreat - postafektreat Pair 2 preafekctrl - postafekctrl Upper -13,33333 11,05105 2,25579 -17,99978 -8,66689 -5,911 23 ,000 -9,05747 9,39016 1,74371 -12,62930 -5,48564 -5,194 28 ,000 152

(172)

Dokumen baru

Download (171 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh pembelajaran dengan menggunakan metode simulasi terhadap pemahaman konsep matematika siswa
2
5
160
Pengaruh media audio-visual (video) terhadap hasil belajar siswa kelas XI pada konsep elastisitas
2
20
8
Pemahaman tentang pacaran yang sehat pada siswa kelas X SMA Yos Sudarso Cilacap tahun ajaran 2015/2016 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan.
0
2
86
Pengaruh penggunaan simulasi phet dengan model problem solving terhadap minat belajar siswa pada pembelajaran tentang hukum boyle dan gay lussac di kelas XI IPA SMA Negeri 1 Prambanan dan SMA Negeri 2 Klaten.
0
0
159
Pengembangan pemahaman siswa tentang usaha dan energi berdasarkan identifikasi Zone of Proximal Development (ZPD) siswa kelas VIIIB SMP Yos Sudarso Cigugur.
0
2
143
Pengaruh penggunaan media simulasi phet dengan metode pembelajaran problem solving terhadap peningkatan pemahaman konsep fisika siswa pada pokok bahasan hukum-hukum tentang gas ideal di SMA Negeri 2 Klaten dan SMA Negeri 1 Prambanan kelas XI.
1
4
166
Deskripsi kemampuan komunikasi interpersonal siswa kelas Xi SMA Yos Sudarso Cilacap tahun ajaran 2015/2016 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan klasikal.
0
0
84
Pengaruh pembelajaran menggunakan simulasi PhET dengan metode problem solving terhadap sikap ilmiah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Prambanan dan SMA Negeri 2 Klaten.
2
8
158
Peningkatan pemahaman materi pengukuran dengan metode pembelajaran jigsaw II pada siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.
0
1
193
Peningkatan pemahaman siswa tentang gerak lurus menggunakan metode simulasi komputer di SMA N I Karangnongko, Klaten - USD Repository
0
0
179
Penerapan metode role playing sebagai upaya meningkatkan pemahaman materi siklus akuntansi perusahaan jasa siswa kelas XII Sosial - USD Repository
0
0
264
Perubahan pemahaman siswa kelas X-5 SMA Negeri I Dukun Magelang tentang gerak lurus berubah beraturan melalui pembelajaran dengan simulasi komputer - USD Repository
0
0
227
Peranan pendidikan agama Katolik terhadap perkembangan kepribadian siswa kelas XI SMA Yos Sudarso Metro, Lampung - USD Repository
0
0
143
Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap pemahaman konsep, keaktifan, dan minat belajar siswa kelas VIII SMP Yos Sudarso Cigugur pada materi pembiasan cahaya - USD Repository
0
0
174
Efektivitas pemanfaatan internet dalam pembelajaran fisika pada materi elastisitas di kelas XI SMA Bulan Sabit Kabupaten Flores Timur - USD Repository
0
0
206
Show more