Pengaruh metode eksperimen berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
1
86
1 month ago
Preview
Full text
(1)PENGARUH METODE EKSPERIMEN BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI AYUNAN SEDERHANA KELAS XI IPA SMA TAMAN MADYA JETIS YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika Oleh : ARMI PURNAMA SARI NIM : 111424002 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(2) SKRIPSI PENGARUH METODE EKSPERIMEN BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI AYUNAN SEDERHANA KELAS XI IPA SMA TAMAN MADYA JETIS YOGYAKARTA ii

(3)

(4) HALAMAN PERSEMBAHAN Pilihlah sesuatu yang tersulit karena mengenal diri sendiri membuat kita berlutut dengan rendah hati (Sebuah kalimat bijak dari Ibu Teresa) Karya ini dipersembahkan untuk: Orang tua(Ayah: Demianus.L dan Ibu: Helena S.D) Serta Kedua Adikku(Jovy dan Messy) iv

(5) PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis tidak memuat karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 25 Januari 2019 Penulis, (Armi Purnama Sari) v

(6) LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertandatangan dibawah ini saya mahasiswi Universitas Sanata Dharma: Nama: Army Purnama Sari NIM : 111424002 Demi Perkembangan Ilmu pengetahuan saya memberikan Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: “PENGARUH METODE EKSPERIMEN BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI AYUNAN SEDERHANA KELAS XI IPA SMA TAMAN MADYA JETIS YOGYAKARTA” Dengan demikian saya memberikan Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, untuk mengalihkan dalam berbagai bentuk media lain, mengolahnya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas dan mempublikasikan di internet dan media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya dan royalty selama mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Yogyakarta, 25 Januari 2019 Yang menyatakan, Armi Purnama Sari vi

(7) ABSTRAK Army Purnama Sari. 2016. Pengaruh Metode Eksperimen Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatan Hasil Belajar Siswa pada Materi Ayunan Sederhana Kelas XI IPA SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta. Skripsi. Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dan kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui 1) Metode eksperimen berbasis inkuiri terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Ayunan Sederhana Kelas XI IPA SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta? dan 2) Pengaruh metode eksperimen berbasis inkuiri terbimbing dalam meningkatkan hasil belajar materi Ayunan Sederhana Kelas XI IPA SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta?. Subyek penelitian ini adalah kelas XI IPA bejumlah 25 siswa terdiri dari 16 siswa putra dan 9 siswa putri. Penelitian ini menggunakan instrumen pengumpulan data pretes dan postes yang soal-soalnya dibuat dan diambil dari mata pelajaran Fisika untuk kelas XI Program llmu Pengetahuan Alam (IPA) materi ayunan sederhana, 10 soal pretes dan 10 soal postes dengan kisi-kisi yang sama. Hasil penelitian menunjukkan 1) Siswa SMA Kelas XI IPA SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta memiliki persentase keberhasilan 78% setelah proses pembelajaran menggunakan metode eksperimen berbasis inkuiri terbimbing sehingga dapat dilihat dari hasil analisis Uji-T mendapatkan nilai statistik 11,05 dan Tcrit = 2,064, dengan level signifikan = 0,05 karena Trel ada diluar Tcrit, maka signifikan. Berarti kelompok ini mengalami peningkatan hasil belajar, dan 2) Dapat dilihat pengaruh metode eskperimen berbasis inkuiri terbimbing dari aspek meningkatkan hasil belajar siswa yang sudah cukup baik maka perlu secara keseluruhan memperbaiki sistem cara pengajaran di kelas dengan menyampaikan materi secara real/nyata seperti eksperimen. Kata kunci: Metode Eksperimen, Inkuiri Terbimbing, Siswa SMA kelas XI Taman Madya Jetis Yogyakarta. vii

(8) ABSTRACT Army Purnama Sari. 2016. The Effect of Experimental Methods Based on Guided Questions For Student Improvement on Simple Materials Swing Class XI IPA SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta. Authorship. Physics Education Study Program, Department of Mathematics and Natural Sciences Education, Faculty of Teacher Training and Education. Sanata Dharma University, Yogyakarta. This research is an experimental and quantitative research that aims to know 1) Are experimental methods based on guided guidance can improve student learning outcomes on the material Simple Swing Class XI IPA SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta. And 2) The influence of question and answer methods and experimental answers in improving learning outcomes Class Swing Class XI Class XI IPA SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta. The subjects of this study were 25 students of class XI consisting of 16 male students and 9 female students. This study uses a collection of data collection tools pretest and postest are created and taken from the subjects of Physics for simple class swing materials XI Science of Nature (IPA), 10 questions pretest and 10 questions postes with the same lattice. The results showed 1) High school students of Class XI IPA SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta has a success percentage of 78% after the learning process using guided inquiry based experimental method so that it can be seen from the analysis T-test get statistical value -11,05 and Tcrit = 2.064, Significant = 0.05 because Trel exists beyond Tcrit, then significant. This means that the group has increased learning outcomes, and 2) It can be seen that the influence of guided inquiry-based eskperimen method from the aspect of improving student learning outcomes that have been good enough then it is necessary to completely improve the system of way of teaching in the class by delivering material in real such as experiment. Keywords: Experimental Method, Guided Inquiry, High school students of class XI Taman Madya Jetis Yogyakarta. viii

(9) KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan berkat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi yang berjudul "Pengaruh Metode Eksperimen Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Materi Ayunan Sederhana Kelas XI IPA SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta". Penulisan skripsi ini bertujuan memenuhi salah satu syarat untuk mendapat gelar sarjana pada Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidika, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menyadari bahwa banyak hambatan dan kesulitan yang timbul dalam menyelesaikan skripsi ini, namun dapat terselesaikan dengan bantuan, dukungan dan perhatian dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung memberi bantuan dan dukungan untuk terselesaikannya skripsi ini: 1. Severinus Domi, M.Si selaku dosen pembimbing yang telah sabar dan murah hati dalam membimbing dan memotivasi penulis dalam menyelesaikan penulisan skripsi. 2. Dr.Ign Edi Santosa, M.Si selaku Ketua Program Studi Pendidika Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. Sriyana, S.Pd selaku kepala sekolah SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta ix

(10) yang telah berkenan memberikan ijin dan kesempatan kepada penulis untuk melalukan penelitian. 4. Ermayanti, S.Pd selaku guru mata pelajaran Fisika yang telah membimbing dan memberi arahan selama penulis melakukan penelitian. 5. Siswa/i SMA Taman Madya Jetis Kelas XI IPA Yogyakarta yang diteliti dan bersedia menjadi subyek penelitian serta bersedia membantu dengan ikhlas membantu demi kelancaran penelitian. 6. Benediktus Vrengki Andesta Putra selaku teman yang membantu dalam proses bahasa instrument penelitian. 7. Kedua orang tua serta adik-adikku atas segala dukungan, kasih sayang, serta doa kepada penulis. 8. Yohanes Sarju, SJ., MM selaku motivator dalam menyelesaikan penulisan skripsi. 9. Tim medis(dr. Jena Smith, dr. Adi Kuswara, dr. Kuncara, dr. Johan, dr. Rengganis, dr. Liliana Tan, Nopi Puspita, Keb. dan seluruh perawat) yang bersedia membantu saya untuk memperbaiki tipying error saat menyelesaikan skripsi di Rumah Sakit pada saat penulis melakukan proses pengobatan . 10. Teman-teman Pendidikan Fisika 2011 atas kebersamaan dalam menyelesaikan studi di Universitas Sanata Dharma. 11. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu dalam penyusunan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, x

(11) penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran yang membangun demi sempurnanya skripsi ini, penulis juga berharap skripsi ini berguna bagi pembaca dan pihak yang membutuhkan. Yogyakarta, 25 Januari 2019 Penulis Armi Purnama Sari xi

(12) DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL......................................................................................i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING............................................ii HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................iii HALAMAN PERSEMBAHAN....................................................................iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA........................................................v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS......................................vi ABSTRAK……………………………………………………………….….vii ABSTRACT.................……………………..……………………................viii KATA PENGANTAR....................................................................................ix-x DAFTAR ISI.......…………………………………………………………...xi-xiv DAFTAR TABEL………………….………………………………..….…...xv DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................... ...xvi BAB I PENDAHULUAN A. Pendahuluan............................................................................. 1 B. Rumusan Masalah....................................... ........................ …2 C. Tujuan Penelitian.......................................................................2 xii

(13) D. Batasan Masalah................................................................……3 E. Manfaat Penelitian.....................................................................3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konstruktivisme........................................................................ 5 1. Implikasi Konstruktivisme bagi Proses Belajar...................5 2. Implikasi Konstruktivisme terhadap Proses Mengajar...... .6 B. Model Pembelajaran Inkuiri..................................................... 7 1. Pengertian Model Pembelajaran Inkuiri............................. 7 2. Langkah-Langkah Pembelajaran Inkuiri............................ 8 3. Jenis Pembelajaran Inkuiri................................................. 9 C. Metode Eksperimen................................................................. 11 1. Pengertian Metode Eksperimen..........................................11 2. Eksperimen Berbasis Inkuiri Terbimbing.......................... 12 3. Tahap-tahap Metode Eksperimen Berbasis Inkuiri Terbimbing............................................................. 12 4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Eksperimen......................................................................... 13 5. Kelebihan dan Kekurangan Metode Eksperimen............... 14 D. Hasil Belajar............................................................................. 15 1. Pengertian Hasil Belajar..................................................... 15 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar............... 16 E. Materi Ayunan Sederhana........................................................ 17 F. Penerapan Metode Eksperimen Berbasis Inkuiri xiii

(14) Terbimbing dalam Ayunan Sederhana.................................... 19 G. Penelitian yang Relevan.......................................................... 20 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian......................................................................... 21 B. Subyek Penelitian..................................................................... 21 C. Waktu dan Tempat Penelitian.................................................. 21 D. Instrument Penelitian............................................................... 21 1. Instrumen Pembelajaran......................................................21 2. Instrumen Pengumpulan Data.............................................22 E. Teknik Pengumpulan Data........................................................22 F. Teknik Analisa Data........................,........................................ 22 G. Desain Penelitian...................................................................... 23 BAB IV ANALISA DAN DATA A. Pelaksanaan Penelitian ............................................................ 25 B. Data.......................................................................................... 26 C. Analisa Data............................................................................. 26 1. Nilai Tes Tertulis.............................................................. 26 2. Analisa Uji-T.................................................................... 27 D. Implikasi....................................................................................30 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan............................................................................. 32 B. Saran....................................................................................... 33 xiv

(15) DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………….... .35 LAMPIRAN.................................................................................................. . 37 DAFTAR TABEL Tabel 1. Nilai Pre-tes ..................................................................................... 26 Tabel 2. Nilai Pos-tes.......................................................................................27 Tabel 3. Analisa Uji-T Pretes dan Posttes...................................................... 28 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)................................. 37 Lampiran 1.1. Soal Pretes(dalam RPP).............................................................40 Lampiran 1.2. Kunci Jawaban Soal Pretes(dalam RPP)...................................44 Lampiran 1.3. Soal Postes(dalam RPP).............................................................45 Lampiran 1.4. Kunci Jawaban Soal Postes(dalam RPP).................................. 49 Lampiran 2. Lembar Jawab..............................................................................52 Lampiran 3. Kisi-kisi Soal Postes dan Pretes................................................... 53 Lampiran 4. Lembar Kerja Siswa(LKS)......................................................... 54 Lampiran 5. Analisis Soal Pretes..................................................................... 60 Lampiran 6. Analisis Soal Postes..................................................................... 63 Lampiran 7. Surat Ijin Penelitian .....................................................................66 Lampiran 8. Hasil dari Jawaban Siswa(untuk Soal Pretes) ....………………..67 Lampiran 9. Hasil dari Jawaban Siswa(untuk Soal Postes) ....……………….69 Lampiran 10. Foto-Foto Pada Saat Penelitian ……………………………....71 xv

(16) BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Fisika merupakan mata pelajaran yang sulit bagi siswa. Sikap siswa yang pasif, sehingga siswa hanya menerima kesimpulan dan gagasan yang guru berikan. Hal inilah yang menyebabkan siswa sulit untuk memahami konsepkonsep pembelajaran fisika dan cenderung menghafal. Kenyataanya di SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta, guru matapelajaran Fisika cenderung menggunakan metode ceramah dan diskusi sehingga tak heran siswa cepat merasa bosan pada pembelajaran yang akhirnya berdampak pada hasil belajar yang kurang memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yaitu 75. Hal ini didukung dengan hasil observasi peneliti selama PPL (Program Pengalaman Lapangan) yang menemukan fakta serupa. Kegiatan observasi yang dilakukan di SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta terdiri atas tiga kelas IPA, yaitu kelas X IPA, XI IPA, XII IPA. IPA adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang makhluk hidup, lingkungan, dan interaksinya. Pembelajaran IPA lebih menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menjelajahi alam sekitar secara ilmiah. Fisika sebagai salah satu bidang IPA mempelajari konsep-konsep kehidupan yang dapat dialami secara langsung. Penelitian yang telah dilakukan oleh Memi Malihah (2011) dan Ummi Kalsum (2010) menunjukkan hasil bahwa metode inquiri terbimbing terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang akan meningkatkan konsep materi fisika dalam pembelajaran. Dalam hal ini perlu siswa perlu mencoba, menyelidiki serta menemukan sendiri apa kesimpulan dari konsep yang dipelajari dan metode yang dipandang cukup khas untuk membantu memperbaiki hasil belajar siswa adalah metode eksperimen (experiment). 1

(17) 2 Sementara frekuensi metode eksperimen masih kurang, padahal metode eksperimen merupakan salah satu sarana untuk membawa siswa memahami materi pelajaran secara nyata tanpa harus membayangkan. Hal ini jika dibiarkan begitu saja, tentu akan berdampak kurang baik pada hasil belajar siswa, maka dari itu pembelajaran IPA yang membantu perkembangan siswa dengan berbagai aspek diatas adalah metode eksperimen berbasis inkuiri terbimbing (guided inquiry) (Kuhlthau & Todd, 2007:1-2). Kegiatan inkuiri sangat penting karena dapat mengoptimalkan keterlibatan pengalaman langsung siswa dalam proses pembelajaran. Berdasarkan permasalahan di atas, karena adanya kesenjangan antara kenyataanya dan yang seharusnya makap enelitian ini akan menerapkan pengaruh metode eksperimen berbasisi nkuiri terbimbing untuk peningkatan hasil belajar dan sikap siswa. Selanjutnya penelitian ini diberijudul : "Pengaruh Metode Eksperimen Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatan Hasil Belajar Siswa pada Materi Ayunan Sederhana Kelas XI IPA SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta". B. Rumusan Masalah 1. Apakah metode eksperimen berbasis inkuiri terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Ayunan Sederhana Kelas XI IPA SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta? 2. Bagaimana pengaruh metode eksperimen berbasis inkuiri terbimbing dalam meningkatkan hasil belajar materi Ayunan Sederhana Kelas XI IPA SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta? C. Tujuan Penelitian Untuk Mengetahui: 1 Metode eksperimen berbasis inkuiri terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Ayunan Sederhana Kelas XI IPA SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta.

(18) 3 2 Pengaruh metode eksperimen berbasis inkuiri terbimbing dalam meningkatkan hasil belajar materi Ayunan Sederhana Kelas XI IPA SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta. D. Batasan Masalah Batasan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Objek penelitian ini adalah penerapan metode eksperimen berbasis inkuiri terbimbing pada hasil belajar. 2. Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan aspek kognitif yang diketahui melalui hasil testertulis dalam bentuk tes pilihan ganda. 3. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta yang dilakukan dua kali untuk postest dan pretest. 4. Materi yang digunakan adalah Standar Kompetensi 3. Menerapkan konsep dan prinsip gaya, periode, dan frekuensi gerak harmonik sederhana dalam menyelesaisaikan masalah dengan Kompetensi Dasar 3.3 Menjelaskan gaya, frekuensi dan periode pada eksperimen ayunan sederhana. E. Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian tindakan kelas ini bagi siswa, bagi guru, bagi sekolah, dan bagi peneliti adalah sebagai berikut: 1. Manfaat bagi siswa Metode eksperimen berbasis inkuiri terbimbing memacu dalam meningkatkan hasil belajar dan sikap siswa. 2. Manfaat bagi guru Memberikan referensi bagi guru dalam pengembangan pembelajaran Fisika dengan menggunakan metode eksperimen berbasis inkuiri terbimbing. Semakin bervariasinya metode pembelajaran, maka proses pembelajaran akan semakin menyenangkan sehingga dapat meningkatkan

(19) 4 hasil belajar siswa. 3. Manfaat bagi sekolah Sebagai bahan evaluasi pihak sekolah mengenai pengembangan pembelajaran. Sehingga hasil penelitian ini dapat memberikan arahan dalam melaksanakan pembelajaran berikutnya untuk mencoba inovasi baru dengan metode-metode eksperimen berbasis inkuiri terbimbing salah satunya. 4. Manfaat bagi peneliti Menambah pengetahuan mengenai permasalahan yang teijadi dalam proses pembelajaran di kelas. Berdasarkan hal tersebut dapat memperoleh jawaban atas permasalahan yang ditemukan di SMA Taman MadyaJetis Yogyakarta.

(20) BAB II LANDASAN TEORI A. Konstruktivisme Filsafat konstruktivisme adalah filsafat yang mempelajari hakekat pengetahuan dan bagaimana pengetahuan itu terjadi. Secara singkat konstruktivisme mengungkapkan bahwa pengetahuan itu adalah bentukan (konstruksi) kita sendiri. Dalam hal ini siswa belajar sains, maka belajar sains adalah bentukan adalah bentukan dari siswa yang sedang belajar ( Von Glasersfeld dalam Bettencourt, Mattews, dan Piaget dalam Suparno, 2007). Pengetahuan sains siswa bukan sesuatu yang sudah jadi, tetapi yang dibentuk dalam peijalanan waktu, melalui proses panjang. Akhibat dari pandangan itu maka dapat ditarik kesimpulan bahwa: a. Pengetahuan hanya terjadi bila siswa aktif mengkonstruksi. b. Konstruksi itu terjadi lewat indera siswa: dengan melihat, meraba, mencium, mengukur, dan memikirkan. c. Konstruksi dapat melalui metode inkuiri, metode ilmiah, dengan siswa membuat hipotesis, melakukan percobaan, mengumpulkan data, menganalisis dan mengambil kesimpulan. d. Pengetahuan itu tidak sekali jadi dan sempurna, makin sempurna; merupakan suatu proses. 1. Implikasi Konstruktivisme bagi Proses Belajar a. Siswa bertanggungjawab terhadap hasil belajarnya. b. Siswa harus aktif dalam belajar sains lewat berbagai pendekatan. c. Siswa harus punya pengalaman dengan membuat hipotesis, meramalkan, mengetes hipotesis, memanipulasi objek, memecahkan persoalan, mencari jawaban, menggambarkan, meneliti, berdialog, 5

(21) 6 mengadakan refleksi, mengungkapkan pertanyaan, mengekspresikan gagasan, dan lain-lain. d. Setiap siswa mempunyai cara tersendiri untuk mengerti sendiri pelajaran sains. Setiap pelajar mempunyai cara yang cocok untuk mengkonstruksikan bahan sains yang kadang sangat berbeda dengan teman-teman yang lain. Maka penting bagi setiap pelajar mengerti kekhesannya, keunggulan dan kelemhannya dalam mengerti sesuatu. e. Pengetahuan awal siswa perlu diketahui, termasuk miskonsepsi sehingga dapat dibantu. f. Diskusi kelompok dapat dikembangkan. g. Siswa perlu dimasukan dalam situasi yang mengembangkan pengetahuan sains seperti musim sains, laboratorium, hasil-hasil produk sains, permainan-permainan yang menggunakan prinsip sains. 2. Implikasi Konstruktivisme terhadap Proses Mengajar a. Mengajar adalah membangun kegiatan pengetahuannya. yang membantu Maka peran siswa guru sendiri bukanlah menstransfer pengetahuan yang ia telah punyai kepada siswa, tetapi lebis sebagai mediator dan fasilitator yang membantu siswa dapat mengkonstruksi pengetahuan mereka secara efektif. b. Secara garis besar fungsi sebagai fasilitator dan mediator itu dijabarkan dalam beberapa tugas sebagai berikut: 1) Menyediakan pengalaman belajar yang memungkinkan siswa mengambil tanggung jawab dalam membuat perencanaan belajar, melakukan proses belajar, dan membuat penelitian. 2) Menyediakan kegiatan-kegiatan yang meransang keingintahuan siswa dan membantu mereka untuk mengekspresikan gagasangagasannya dan mengkomunikasikan ide ilmiahnya. 3) Menyediakan sarana yang meransang berfikir siswa secara produktif, menyediakan kesempatan dan pengalaman yang mendukung belajarsiswa, guru harus menyemangati siswa.

(22) 7 4) Memonitor, mengevaluasi dan menunjukkan apakah pemikiran siswa itu jalan atau tidak. Guru menunjukkan apakah pengetahuan siswa itu dapat digunakan untuk menghadapi persoalan bari diberikan. c. Guru sains perlu mengerti pengertian awal yang dipunya siswa. Dengan mengerti konsep awal siswa, seorang guru dapat membantu siswa belajar lebih cepat. d. Guru perlu belajar mengerti cara berfikir siswa sehingga dapat membantu memodifikasinya. Perlu dilihat bagaimana jalan berfikir mereka itu terhadap persoalan yang ada. e. Guru perlu memberi siswa kebebasan dalam pemecahan persoalan. f. Guru tidak mengajukan jawaban satu-satunya sebagai yang benar, terlebih dalam persoalan yang berdasarkan suatu pengalaman. g. Guru konstruktivis dituntut penguasaan bahan yang luas dan mendalam. h. Guru konstruktivis perlu mengerti konteks dari bahan itu sehingga dapat menjelaskan bahan dengan latar belakang yang membantu siswa mengerti lebih mudah. B. Model Pembelajaran Inkuiri 1. Pengertian Model Pembelajaran Inkuiri Model pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analisis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan” (Sanjaya, 2007:194). Model pembelajaran inkuiri adalah model pembelajaran yang mempersiapkan siswa pada situasi untuk melakukan eksperimen sendiri secara luas agar melihat apa yang terjadi, ingin melakukan sesuatu, mengajukan pertanyaan-pertanyaan, dan mencari jawabannya sendiri, serta menghubungkan penemuan yang satu dengan penemuan yang lain, membandingkan apa yang ditemukannya dengan yang ditemukan siswa lain. Dengan melihat kedua pendapat di atas, maka

(23) 8 dapat disimpulkan bahwa pembelajaran inkuiri adalah model pembelajaran yang mempersiapkan siswa pada situasi untuk melakukan eksperimen sendiri sehingga dapat berpikir secara kritis untuk mencari dan menemukan jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Membahas pendidikan berbasis inkuri, sama dengan kita membahas pendekatan pendidikan multi dimensi. Menurut Ibrahim (2007:1) memandang terdapat banyak interpretasi mengenai inkuiri ini, mulai dari konstruktivisme, pendekatan pemecahan masalah, pembelajaran berbasis projek dan sebagainya, kita akhirnya akan menemukan bahwa inti dari inkuiri adalah proses yang berpusat pada siswa. Semua pembelajaran dimulai dengan pebelajar. Apa yang diketahui siswa dan apa yang ingin mereka lakukan dan pelajari merupakan dasar utama pembelajaran. Dari sudut pandang siswa, metode pembelajaran ini merupakan akhir dari paradigma kelas belajar mclalui mendengar dan memberi mereka kesempatan mencapai tujuan yang nyata dan autentik. Bagi guru, pendidikan berbasis inkuri merupakan akhir dari paradigma berbicara untuk mengajar dan mengubah peran mereka menjadi kolega dan mentor bagi siswanya. Dalam mata pelajaran sains, Ibrahim (2007:1) melihat inkuiri sebagai pendekatan pembelajaran yang melibatkan proses penyelidikan alam atau materi alam, dalam rangka menjawab pertanyaan dan melakukan penemuan melalui penyelidikan untuk memperoleh pemahaman baru. 2. Langkah-langkah Pembelajaran Inkuiri Langkah-langkah selengkapnya model pembelajaran inquiri adalah sebagai berikut : a. Langkah pertama: Menyajikan masalah, menjelaskan prosedur penelitian, menyajikan situasi yang bertentangan atau berbeda.

(24) 9 b. Langkah kedua: Mengumpulkan dan mengkaji data, memeriksa hakikat obyek dan kondisi yang dihadapi, memeriksa hal-hal yang terjadi pada masalah. c. Langkah ketiga: Mengkaji data dan eksperimentasi, mengisolasi variabel yang sesuai, merumuskan hipotesis dan mengujinya. d. Langkah keempat: Mengorganisasikan, merumuskan kesimpulan. menarik kesimpulan. e. Langkah kelima: Menganalisis proses inkuiri, menganalisis prosedur inkuiri dan mengembangkan prosedur yang lebih efektif. 3. Jenis Pembelajaran Inkuiri a. Inkuiri Bebas (Free Inquiry) Pada model ini guru memberi sebuah topik dan siswa harus mengidentifikasikan dan merumuskan macam problema yang dipelajari dan dipecahkan sendiri. b. Inkuiri Siswa Mandiri (Student Directed Inquiry) inkuiri siswa mandiri (student directed inquiry), dapat dikatakan sebagai inkuiri penuh, karena pada tingkatan ini siswa bertanggungjawab secara penuh terhadap proses belajarnya, dan guru hanya memberikan bimbingan terbatas pada pemilihan topik dan pengembangan pertanyaan. Tipe inkuiri yang paling kompleks ialah penelitian siswa (student research). Inkuiri tipe ini, guru hanya berperan sebagai fasilitator dan pembimbing sedangkan penentuan atau pemilihan dan pelaksanaan proses dari seluruh komponen inkuiri menjadi tangungjawab siswa (Ibrahim, 2007:3). c. Inkuiri Pengalaman Sains Terstruktur (structured science experiences) inkuiri pengalaman sains terstruktur (structured science experiences), yaitu kegiatan inkuiri di mana guru menentukan topik, pertanyaan, bahan dan prosedur sedangkan analisis hasil dan kesimpulan dilakukan oleh siswa.

(25) 10 d. Modified Inquiry Model pembelajaran inkuiri ini memiliki ciri yaitu guru hanya memberikan permasalahan tersebut melalui pengamatan, percobaan, atau prosedur penelitian untuk memperoleh jawaban. Disamping itu , guru merupakan nara sumber yang tugasnya hanya memberikan bantuan yang diperlukan untuk menghindari kegagalan dalam memecahkan masalah. e. Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) Jenis yang ketiga ialah inkuiri terbimbing (guided inquiry), di mana siswa diberikan kesempatan untuk bekerja merumuskan prosedur, menganalisis hasil dan mengambil kesimpulan secara mandiri, sedangkan dalam hal menentukan topik, pertanyaan dan bahan penunjang, guru hanya berperan sebagai fasilitator. Kuhlthau & Todd (2007:1-2) memaknai inkuiri terbimbing sebagai sebuah cara guru dalam membimbing siswa membangun pengetahuan dan pemahaman yang mendalam mengenai materi pelajaran, melalui inkuiri, yang direncanakan dengan hati-hati dan diawasi dengan seksama, namun gradual, juga membekali dan mengarahkan siswa menuju pembelajaran yang bebas. Guided inquiry atau inkuiri terbimbing merupakan salah satu model pembelajaran yang berperan penting dalam membangun paradigma pembelajaran konstruktivistik yang menekankan pada keaktifan belajar siswa. Kegiatan pembelajaran ditujukan untuk menumbuhkan kemampuan siswa dalam menggunakan keterampilan proses dengan merumuskan pertanyaan yang mengarah pada kegiatan investigasi, mengumpulkan menyusun dan hipotesis, mengolah melakukan data, percobaan, mengevaluasi dan mengkomunikasikan hasil temuannya dalam masyarakat belajar. Kegiatan inkuiri sangat penting karena dapat mengoptimalkan keterlibatan pengalaman langsung siswa dalam proses pembelajaran.

(26) 11 C. Metode Eksperimen 1. Pengertian Metode Eksperimen Bidang pendidikan sangat penting peranannya dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh sebab itu, pendidikan hendaknya dikelola dengan baik. Hal tersebut bisa tercapai apabila siswa dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktunya dengan hasil belajar yang baik. Hasil belajar siswa ditentukan oleh berbagai faktor yang mempengaruhinya. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa yaitu, kemampuan guru (profesionalisme guru) dalam mengelola pembelajaran dengan metode- metode yang tepat, yang memberi kemudahan bagi siswa untuk mempelajari materi pelajaran. Sehingga menghasilkan pembelajaran yang lebih baik. Metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan mengajar, metode diperlukan oleh guru dan penggunaannya bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai setelah pengajaran berakhir (Djamarah, 2006:46). Sedangkan menurut Sanjaya (2007:194) metode pembelajaran diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis, untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya : 1) ceramah; 2) demonstrasi; 3) diskusi; 4) simulasi; 5) laboratorium/praktikum; 6) pengalaman lapangan; 7) brainstorming; 8) debat; dan 9) simposium. Menurut Pabelon dan Mendosa (2000:63), eksperimen merupakan metode yang memfasilitasi diperolehnya berbagai keterampilan- keterampilan yang meliputi : keterampilan merencanakan, keterampilan menemukan masalah, keterampilan mengumpulkan informasi, keterampilan interpretasi, dan keterampilan komunikasi. Sehingga dapat diartikan bahwa metode eksperimen adalah cara penyajian pelajaran dimana peserta didik melakukan percobaan dengan mengalami dan

(27) 12 membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari, mengikuti suatu proses, mengamati suatu objek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri mengenai suatu objek, keadaan atau proses sesuatu. 2. Eksperimen Berbasis Inkuiri Terbimbing Eksperimen berbasis inkuiri terbimbing merupakan model pembelajaran inkuiri yang menggunakan eksperimen dengan langkahlangkahnya yang mengacu pada lima fase inkuiri terbimbing sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan hasil pembelajaran agar lebih memudahkan siswa berinteraksi dengan materi dan mengerti konsep materi bahan pelajaran. Menurut menyatakan bahwa Tim Didaktik (Sunyono, 2006) dalam metode eksperimen siswa dapat aktif mengambil bagian dalam berbuat untuk diri sendiri dan menggunakan inkuiri terbimbing sebagai model pembelajaran menjadikan proses belajar mengajar menjadi lebih runut dan terkontrol sehingga proses belajar mengajar di dalam kelas menjadi lebih baik dengan hasil belajar yang meningkat. 3. Tahap-tahap Metode Eksperimen Berbasis Inkuiri Terbimbing Suatu eksperimen hendaknya harus berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Sehingga perlu diperhatikan dan dilakukan langkahlangkah sebagai berikut. Menurut Hasler dalam Malihah (2011:21), berikut ini adalah tahapan dalam pembelajaran inkuiri terbimbing: a. Fase Pertama: Pertanyaan mengembangkan dan menghadapkan masalah(siswa menelaah pertanyaan yang dibantu oleh guru). b. Fase Kedua: Penyelidikan/Pengujian(siswa mengidentifikasi variabel, membangun sebuah prosedur dan dipandu oleh guru). c. Fase Ketiga: Kumpulkan Data/Praktikum(siswa mengobservasi, melakukan eksperimen, dan mencatat data yang didapatkan pada

(28) 13 kelompoknya). d. Fase Keempat: Menarik Kesimpulan (siswa mengkomunikasikan dan membuat kesimpulan setelah tahap mendiskusikan data yang telah didapatkan pada kelompoknya). e. Fase Kelima: Komunikasi Hasil (setiap perwakilan kelompok mempresentasikan hasil percobaan, kelompok lain bertanya dan menanggapinya, dan guru mengomentari jalannya diskusi dan meluruskan hal-hal yang kurang tepat untuk mendapatkan konsep yang lebih baik. 4. Faktor-faktor yan g Mempengaruhi Keberhasilan Eksperimen Menurut Lazarowitz dan Tamir (1994) dalam Wiyanto (2008:35) ada lima faktor yang dapat memfasilitasi keberhasilan pembelajaran eksperimen, yaitu kurikulum, sumber daya, lingkungan belajar, keefektivan mengajar, dan strategi assesmen. a) Kurikulum Pelaksanaan kegiatan praktikum sangat bergantung pada pengembangan kurikulum, misalnya (1) petunjuk eksperimen yang terdiri atas beberapa percobaan baik yang terintegrasi maupun tak terintegrasi dengan kegiatan non eksperimen, (2) lembar kerja, (3) buku teks yang memuat percobaan eksperimen. b) Sumber Daya Sumber daya disini mencakup bahan dan peralatan, ruang dan perabotan, asisten dan tenaga laboran serta teknisi. c) Lingkungan Belajar Keberhasilan belajar terkait dengan lingkungan tempat belajar itu terselenggara, kegiatan di laboratorium bersifat kurang formal, peserta didik bebas untuk mengamati, berbuat dan berinteraksi secara individual maupun kelompok. d) Keefektivan Mengajar

(29) 14 Sikap, pengetahuan, keterampilan, dan perilaku guru dapat mempengaruhi keberhasilan dalam pencapaian tujuan belajar. Mengajar sebuah eksperimen memerlukan penguasaan keterampilan proses sains dan pengetahuan materi subyek, serta memerlukan pengetahuan khusus tentang iklim kelas dan cara mengelolanya. e) Strategi Assesmen Ketika objek yang dipelajari diperlihatkan pada peserta didik, ternyata tes performance menunjukkan sebagai alat ukur yang lebih valid untuk mengukur keterampilan proses maupun penalaran logis, dibandingkan dengan menggunakan paper pencil test. 5. Kelebihan dan Kekurangan Metode Eksperimen Menurut Djamarah (2006:84-85), berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dari metode eksperimen : a) Kelebihan 1. Membuat peserta didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya. 2. Dapat membina peserta didik untuk membuat trobosan-trobosan baru dengan penemuan dari hasil percobaannya dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. 3. Hasil-hasil percobaan yang berharga dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran umat manusia. b) Kekurangan 1. Metode ini lebih sesuai dengan bidang-bidang sains dan teknologi 2. Metode ini memerlukan berbagai fasilitas peralatan dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh dan mahal. 3. Metode ini menuntut ketelitian, keuletan dan ketabahan.

(30) 15 4. Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan karena mungkin ada faktor-faktor tertentu yang berada diluar jangkauan kemampuan atau pengendalian. Dari semua hal yang telah diuraikan, dapat ditarik kesimpulan bahwa metode eksperimen merupakan suatu cara dimana peserta didik melakukan percobaan dengan mengalami untuk membuktikan sendiri suatu pertanyaan atau hipotesis yang dipelajari sehingga dapat memupuk dan mengembangkan keterampilan serta sikap ilmiah peserta didik, juga memberikan gambaran dan pengertian yang lebih jelas dari pada hanya penjelasan lisan sehingga sangat bermanfaat bagi keperluan hidup sehari-hari. D. Hasil Belajar 1. Pengertian Hasil Belajar Hasil belajar adalah suatu istilah yang digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang dicapai seseorang setelah melakukan usaha. Bila dikaitkan dengan belajar berarti hasil menunjukkan sesuatu yang dicapai oleh seseorang yang belajar selang waktu tertentu. Hasil belajar termasuk dalam kelompok aspek kognitif yang respon hasil pengukurannya tergolong pendapat atau judgment, yaitu respon yang dapat dinyatakan benar atau salah. Hasil belajar atau achievement merupakan realisasi dari kecakapankecakapan potensi atau kepastian yang dimiliki oleh seseorang dapat dilihat dari perilakunya, baik perilaku dalam bentuk penguasaan pengetahuan, keterampilan berfikir maupun keterampilan motorik. Hampir sebagian besar dari kegiatan atau perilaku yang diperlihatkan oleh seseorang merupakan hasil belajar. Di sekolah hasil belajar dapat dilihat dari penguasaan siswa akan mata-mata pelajaran yang ditempuhnya (Sukmadinata, 2004:102-103). Hasil belajar tampak sebagai terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa, yang dapat diamati dan dapat diukur dalam bentuk

(31) 16 perubahan pengetahuan sikap dan keterampilan. Perubahan tersebut dapat diartikan terjadinya peningkatan dan pengembangan yang lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, sikap kurang sopan menjadi sopan dan sebagainya (Hamalik, 2005:155). 2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Menurut Purwanto (1991:104), hasil belajar siswa dipengaruhi oleh 2 (dua) faktor yaitu faktor dari dalam dan dari luar. a) Faktor dari dalam terdiri dari : 1) Faktor Biologis Faktor biologis meliputi segala hal yang berhubungan dengan keadaan fisik atau jasmani individu yang bersangkutan. Keadaan jasmani yang perlu diperhatikan sehubungan dengan faktor biologis diantaranya adalah kondisi fisik yang normal dan kondisi kesehatan fisik. Kedua kondisi tersebut sangat mempengarui keberhasilan belajar seseorang. 2) Faktor Psikologis Faktor psikologis yang mempengaruhi keberhasilan belajar ini meliputi segala hal yang berkaitan dengan kondisi mental seseorang. Sikap mental positif dalam proses belajar diantaranya meliputi, tidak mudah putus asa atau frustasi dalam menghadapi kesulitan dan kegagalan, tidak terpengaruh untuk lebih mementingkan kesenangan dari pada belajar, mempunyai inisiatif sendiri dalam belajar, berani bertanya, dan selalu percaya diri sendiri. b) Faktor dari luar terdiri dari : Faktor eksternal bersumber dari luar individu itu sendiri. Faktor eksternal meliputi faktor lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan waktu. 1) Faktor lingkungan keluarga

(32) 17 Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam menentukan perkembangan pendidikan seseorang, dan tentu saja faktor pertama dan utama dalam mencapai keberhasilan belajar seseorang. 2) Faktor lingkungan sekolah Kondisi lingkungan sekolah yang juga dapat memenuhi kondisi belajar antara lain adanya guru yang profesional dalam jumlah yang cukup memadai, peralatan belajar yang cukup lengkap, gedung sekolah yang memenuhi persyaratan untuk berlangsungnya proses pembelajaran, adanya teman yang baik, adanya keharmonisan hubungan di antara personil-personil sekolah. 3) Faktor lingkungan masyarakat Lingkungan masyarakat yang dapat menunjang keberhasilan belajar diantaranya adalaha adanya lembagalembaga non formal yang menyediakan kursus-kursus tambahan, sanggar majlis taklim, organisasi kemasyarakatan yang positif. 4) Faktor waktu Waktu memang berpengaruh terhadap keberhasilan seseorang, tergantung bagaimana seseorang dapat mengatur waktu sebaik mungkin. E. Materi Ayunan Sederhana Materi ayunan sederhana ini merupakan materi mata pelajaran Fisika untuk kelas XI Program llmu Pengetahuan Alam (IPA) SMA pada semester genap. Termasuk kedalam Standar Kompetensi 3 Menerapkan konsep dan prinsip gaya, periode, dan frekuensi gerak harmonik dalam menyelesaikan masalah. Kompetensi Dasar 3.3 Menjelaskan keterkaitan gaya, frekuensi dan periode ayunan sederhana. Namun, dalam penelitian ini materi yang akan disampaikan mencakup :

(33) 18 a. Pengertian Ayunan Sederhana. Ayunan sederhana adalah suatu sistem yang terdiri dari sebuah massa titik yang digantung dengan tali tanpa massa dan tidak dapat mulur(bertambah anjang tanpa diatur).jika ayunan ini ditarik ke samping dari posisi setimbang, dan kemudian dilepaskan,maka massa m akan berayun dalam bidang vertikal ke bawah pengaruh gravitasi. Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang mempunyai massa di bumi. Dalam ayunan bandul sederhana, periode ayunan tergantungdari panjang tali dan gravitasi. Semakin besar panjang tali maka makin besar juga periodanya. Seperti persamaan berikut: Tpendulum = 2π Keterrangan: T = Perioda (s) L = Panjang tali (m) G = Percepatan gravitasi (m/s2) b. Gaya yang Ditimbulkan Ayunan Sederhana. Setiap gerak yang terjadi secara berulang dalam selang waktu yang sama disebut gerak periodik. Karena gerak ini terjadi secara teratur maka disebut juga sebagai gerak harmonik. Apabila suatu partikel melakukan gerak periodik pada lintasan yang sama maka geraknya disebut gerak osilasi/getaran. Bentuk sederhana dari gerak periodik adalah benda yang berosilasi pada ujung pegas. Karenanya kita menyebutnya gerak harmonis sederhana. Apabila dibuat grafik, gerak harmonis akan membentuk grafik sinus atau sinusoidal. Dalam gerak harmonik terdapat beberapa besaran fisika yang dimiliki diantaranya: Simpangan (y): jarak benda dari titik keseimbangan Amplitudo (A): simpangan maksimum atau jarak terjauh Frekuensi (f): banyaknya getaran setiap waktu Perioda (T): banyaknya waktu dalam satu getaran

(34) 19 c. Periode, Frekuesi dan Gerak Harmoni Sederhana. Benda dikatakan bergerak atau bergetar harmonis jika benda tersebut berayun melalui titik kesetimbangan dan kembali lagi keposisi awal. Amplitudo adalah perpindahan maksimum dari titik kesetimbangan. Periode ( T ), Benda yang bergerak harmonis sederhana pada ayunan sederhana memiliki periode atau waktu yang dibutuhkan benda untuk melakukan satu getaran secara lengkap. Benda melakukan getaran secara lengkap apabila benda mulai bergerak dari titik di mana benda tersebut dilepaskan dan kembali lagi ke titik tersebut. Frekuensi adalah benyaknya getaran yang terjadi dalam kurun waktu satu detik. Gerak harmonik sederhana adalah Gerak bolak balik secara teratur melalui titik keseimbangannya dengan banyaknya getaran benda dalam setiap sekon selalu sama atau konstan. F. Penerapan Metode Eksperimen Berbasis Inkuiri Terbimbing dalam Ayunan Sederhana Bentuk bimbingan dalam inkuiri terbimbing penelitian ini, adalah mengadaptasi pikiran Herron dan Bonnstetter (1971:180), ialah guru memberikan bimbingan pada siswa pada pengidentifikasian masalah, menggunakan panduan tertulis dan lisan. Selanjutnya guru memfasilitasi siswa dalam hal prosedur perancangan, pelaksanaan, serta pelaporannya. Panduan tertulis diwujudkan dalam bentuk LKS. Permasalahan untuk percobaan telah secara implisit tercantum dalam LKS ini, namun prosedur perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan hasil percobaan diserahkan siswa untuk memilih dari referensi-referensi yang ada. Panduan lisan diwujudkan dalam bentuk pengantar di awal kegiatan dan klarifikasi di akhir kegiatan. Pemberian fasilitasi guru dilakukan ketika siswa merancang, melaksanakan, dan mengkomunikasikan hasil eksperimen.

(35) 20 G. Penelitian yang Relevan Penelitian yang dilakukan oleh Memi Malihah (2011) yaitu tentang Pengaruh Model Guided Inquiry (Inkuiri Terbimbing) Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa pada Konsep Laju Reaksi. Berdasarkan penelitian tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelompok eksperimen (rata-rata = 72,6 dan simpangan baku = 11,74) lebih tinggi daripada kelompok siswa kontrol (rata-rata = 60,8 dan simpangan baku = 10,53) dan setelah dilakukan uji t diperoleh nilai thitung sebesar 18,58 sedangkan ttabel pada taraf signifikan 0,005 sebesar 1,9886 atau thitung > ttabel. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar kimia siswa pada konsep laju reaksi. Sementara Ummi Kalsum (2010) dalam penelitiannya menggunakan model yang sama, Penerapan Model Pembelajaran inkuiri terbimbing untuk Meningkatkan hasi belajar dan sikap Siswa, menemukan hasil penelitian dengan rata-rata penguasaan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 77,76 sedangkan pada siklus II sebesar 82,26. Ketercapaian aspek hasil belajar mencapai rata-rata 82,26 dan sebagian besar sikap siswa positif terhadap pembelajaran inkuiri terbimbing. Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan penguasaan hasil belajar dan siskap siswa, hal tersebut juga didukung dengan perhitungan statistik menggunakan uji t pada nilai Gain penguasaan hasil belajar siswa, dan dihasilkan nilai uji t sebesar 4,52 dan ttabei sebesar 2,00, dengan taraf signifikan 5%. Dengan demikian penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar dan meningkatkan sikap siswa dalam pembelajaran.

(36) BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian digunakan agar penelitian yang dilakukan dapat mencapai kebenaran sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. A. Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian Eksperimental dan Kuantitatif. Penelitian secara eksperimental adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan(subyek diberi perlakuan). Dalam penelitian ini, kelompok diberikan tes awal sebelum perlakuan eksperimental. Setelah treatment selesai, tes akhir diberikan untuk melihat prestasi. Dan penelitian secara Kuantitatif karena analisa menggunakan uji ststistik yaitu, uji-T Spearman. B. Subyek Penelitian Subyek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA bejumlah 25 siswa terdiri dari 16 siswa putra dan 9 siswa putri. C. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian : 22 Februari 2016 2. Tempat Penelitian : SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta Jalan Pakuningratan no. 34 A Yogyakarta. D. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ada dua macam, yaitu instrumen pembelajaran dan instrumen pengumpulan data. 1. Instrumen Pembelajaran a) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 21

(37) 22 b) LKS Eksperimen 2. Instrumen Pengumpulan Data Dalam penelitian ini intrumen pengumpulan data yang diperlukan adalah: a) Pretes Pada bagian pretes yang perlu dipersiapkan untuk pengumpulan data adalah: Kisi-kisi soal pretes, panduan skoring soal pretes, soal pretes, kunci jawaban soal pretes. b) Postes Pada bagian postes yang perlu dipersiapkan untuk pengumpulan data adalah: Kisi-kisi soal postes, panduan skoring soal postes, soal postes, kunci jawaban soal postes. E. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, soal tes digunakan untuk meneliti aspek kognitif kemampuan awal dan hasil belajar siswa pada materi ayunan sederhana. Tes yang digunakan adalah pretes dan postes. Pretes dilakukan pada awal pembelajaran bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa, sedangkan postes dilakukan pada akhir pembelajaran pada bertujuan untuk melihat ada tidaknya peningkatan hasil belajar aspek kognitif siswa secara kuantitatif setelah diberi perlakuan metode eksperimen berbasis inkuiri terbimbing. F. Teknik Analisis Data 1. Data yang Diambil a. pretes b. postes 2. Teknik Analisis Uji-T Sebuah instrumen dapat dikatakan valid jika instrumen tersebut dapa digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Dalam penelitian kali ini soal test dibuat dengan jumlah 10 soal pilihan ganda, masing-masing nomor jika jawaban benar akan mendapat skor 1 dan jika salah atau tidak

(38) 23 menjawab mendapat skor 0. Sehingga jika siswa mejawab semua pertanyaan dengan benar maka skor yang diperoleh adalah 10 dan mendapat nilai 100. Menurut Suparno (2010) teknik penskoran untuk test-t untuk kelompok dependen dimana tes ini digunakan untuk mengetes dua kelompok yang dependen, atau satu kelompok yang di-tes dua kali, yaitu pada pretes dan postes. Yang diperlukan adalah: mean, sampel, standar deviasi sampel, dan besaraya sampel untuk kedua kelompok yang diperbandingkan. Statistik yang digunakan: Trel = Dimana: D = Perbedaan antara skor tiap subyek = Xi1 – Xi2 N = Jumlah pasang skor (jumlah pasangan) Keterangan lain: α = 0,05 Df = (n1-1) + (n2-1) atau N-2 tcrit = (dari tabel) G. Desain Penelitian 1. Kegiatan Penelitian Kegiatan penelitian yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Tahap Persiapan

(39) 24 1. Peneliti menentukan materi pokok pada kompetensi dasar yang bermasalah. 2. Peneliti menyusun perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Lembar Kerja Siswa untuk diterapkan dalam pembelajaran. 3. Peneliti menyusun dan mengembangkan format evaluasi untuk pertemuan pembelajaran yaitu kisi-kisi soal tes, kunci jawaban, dan rubrik perhitungan tes. 4. Peneliti merancang dan menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam penelitian. 5. Peneliti mengajukan permohonan izin untuk melakukan penelitian kepada Sekretariat Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta. 6. Peneliti menghubungi pihak SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta, dengan menemui kepala sekolah, bagian kurikulum dan guru mata pelajaran Fisika dengan menyerahkan surat izin penelitian dari Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta. b. Tahap Pelaksanaan Penelitian 1. Peneliti mengajukan pertanyaan berupa tes tertulis kepada siswa untuk menguji pengetahuan awal (pretes) dan pengetahuan yang mereka dapat setelah pembelajaran (postes) dari materi yang dibahas dalam proses pembelajaran, peneliti memberikan petunjuk eksperimen berupa LKS untuk membahas materi pembelajaran. Hal ini digunakan untuk mengetahui hasil pembelajaran siswa. Pertanyaan-pertanyaan berupa pilihan ganda. 2. Setelah tes dilakukan kepada siswa, kemudian hasil tes tersebut dianalisis untuk mengkoreksi jawaban yang benar dan jawaban yang salah. Setelah dianalisis kemudian dicari nilai rata-rata dari tiap tiap aspek dan keseluruhan aspek tes.

(40) BAB IV ANALISA DAN DATA A. Pelaksanaan Penelitian Dalam melaksanakan penelitian untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta diawali dengan kegiatan menyusun instrumen penelitia yang diambil dari buku mata pelajaran fisika kelas XI IPA (Kanginan:2007) dan LKS siswa. Setelah penyususnan instrumen selesai kemudian mencari sekolah yang bersedia untuk diadakan kegiatan penelitian. Kegiatan selanjutnya mengambil data dari kelas XI IPA SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta dengan diminta untuk mengerjakan soal pretest dan posttest pada proses pembelajaran mengenai eksperimen ayunan sederhana. Kegiatan menyusun instrumen dan kegiatan penelitian dilakukan bulan September sampai februari. Kegiatan penelitian sedikit terkendala karena libur semester. Sebelum melakukan tes siswa diminta agar mengerti eksperimen ayunan sederhana terlebih dahulu. Jenis soal yang digunakan yaitu pilihan ganda sebanyak 20 soal, 10 soal pretes (dilakukan sebelum pembelajaran eksperimen dimulai) dan 10 soal postes (dilakukan setelah pembelajaran eksperimen) yang dikerjakan masing-masing dalam waktu 15 menit. Pengambilan data dengan menguji dalam mengerjakan soal mengenai eksperimen ayunan sederhana. Siswa diminta untuk memilih jawaban yang tersedia dalam soal mengenai eksperimen ayunan sederhana. Jawaban yang dipilih oleh siswa selanjutnya digunakan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa di kelas XI IPA SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan bulan pada februari 2016, pengambilan data dilakukan dengan menguji siswa kelas XI IPA mata pelajaran fisika di sekolah yang dilakukan penelitian. Penelitian pertama kali 25

(41) 26 dilakukan pada hari senin 22 februari 2016 pukul 11.00-12.30 WIB di laksanakan di SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta dengan jumlah peserta didik 25 siswa. B. Data Tes diikuti oleh kelas XI IPA berjumlah 25 siswa terdiri dari 16 siswa putra dan 9 siswa putri. Dalam pengerjaan soal ini diberikan waktu masingmasing 15 menit dengan 10 item soal pretes dan 10 soal postes. C. Analisa Data 1. Nilai tes tertulis Tabel 1. Nilai Pretes NO SISWA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 NILAI KODE SISWA A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W L/P L P L P L L P P L L L L P L L P P L P L L L L 6 4 3 3 7 6 5 5 6 5 4 3 5 6 7 6 6 5 3 2 6 5 4

(42) 27 24 25 ∑ X Y - L P - 4 7 123 4,92 Tabel 2. Nilai Postes NO SISWA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 ∑ NILAI KODE SISWA A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y - L/P L P L P L L P P L L L L P L L P P L P L L L L L P - 8 7 7 6 10 9 7 7 7 8 8 9 10 8 8 9 9 10 10 7 8 8 9 9 9 207 8,28

(43) 28 2. Analisis Uji-T : Statistik yang digunakan: Trel= Dimana: D = Perbedaan antara skor tiap subyek = Xi1 – Xi2 N = Jumlah pasang skor (jumlah pasangan) Perhitungan penelitian ini juga menggunakan: α = 0,05 Df =( n1-1) + (n2-1) atau N-2 tcrit= (dari tabel) Tabel 3. Analisis Uji-T Pretes dan Postes PRETES POSTES D= POS-PRE D2 1 6 8 2 4 2 4 7 3 9 3 3 7 4 16 4 3 6 3 9 5 7 10 3 9 6 6 9 3 9 7 5 7 2 4 8 5 7 2 4 9 6 7 1 1 10 5 8 3 9 11 4 8 4 16 12 3 9 6 36 NO SISWA

(44) 29 13 5 10 5 25 14 6 8 2 4 15 7 8 1 1 16 6 9 3 9 17 6 9 3 9 18 5 10 5 25 19 3 10 7 49 20 2 7 5 25 21 6 8 2 4 22 5 8 3 9 23 4 9 4 16 24 4 9 5 25 25 7 9 2 4 ∑ 123 207 83 331 = 123/25 = 4,92 = 207/25 = 8,28 = Trel= = = -11,05 Df = N-1 = 25-1 = 24. Tcrit= 2,064, dengan level signifikan = 0,05 karena Trel ada diluar Tcrit, maka signifikan. Berarti kelompok ini mengalami peningkatan hasil belajar. Berdasarkan instrumen yang digunakan, yaitu instrumen pembelajaran dan instrumen pengumpulan data maka, dari hasil pembelajaran didapat hasil: banyak siswa yang tidak tuntas adalah 25 siswa, persentase ketuntasan sebesar 0%, siswa mengalami kesulitan pada soal nomor; 5, 7, 8, 9, 10 dan perlu perbaikan secara individu siswa pada soal nomor; 1, 2, 3, 4, 6 pada pengambilan data pretes karena nilai terendah pada persentase 28%(soal nomor 7, dengan kisi-kisi: mengidetifikasi masalah dan mengetahui nilai yang mempengaruhi gerak

(45) 30 harmonik dalam ayunan sederhana), nilai tertinggi pada persentase 78%(soal nomor 2, dengan kisi-kisi: menjelaskan bagian-bagian yang berkaitan dengan gerakan harmonik pada ayunan) dan banyak siswa yang tidak tuntas adalah 7 siswa dan siswa yang tuntas adalah 18 siswa, sehingga persentase ketuntasan sebesar 72%, siswa tidak lagi mengalami kesulitan pada soal tetapi masih perlu perbaikan secara individu siswa dengan nilai terendah pada persentase 80% soal nomor; 2 (dengan kisi-kisi: menjelaskan bagian-bagian yang berkaitan dengan gerakan harmonik pada ayunan), 3 (mengaitkan hubungan bagian-bagian yang terdapat pada gerak harmonik terkait dengan tali, periode dan kecepatan), 7 dan 9 (mengidetifikasi masalah dan mengetahui nilai yang mempengaruhi gerak harmonik dalam ayunan sederhana) pada pengambilan data postes, nilai tertinggi pada persentase 88% (soal nomor 10, dengan kisi-kisi: mengidetifikasi masalah dan mengetahui nilai yang mempengaruhi gerak harmonik dalam ayunan sederhana). Oleh karena itu proses pembelajaran menggunakan eksperimen dianggap sudah berhasil dalam materi ayunan sederhana di kelas XI IPA SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta karena suatu kelas dinyatakan tuntas belajar jika di kelas tersebut terdapat > 70% siswa mencapai skor nilai > 74. Pengaruh metode inkuiri terbimbing untuk peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat dari berbagai aspek pengamatan peneliti selama melakukan penelian dan sesudah penelitian, diantaranya: a. Metode eksperimen berbasis inkuiri terbimbing memberi kesempatan siswa untuk berinteraksi secara luas, kongkrit, dan melakukan eksperimen dengan senang sehingga mereka bisa mengerti konsep fisika terbukti bisa mengerjakan soal postes dengan indikator memahami konsep dengan benar. b. Proses mengajar dilakukan dengan langkah-langkah inkuiri dianggap berhasil, terlihat dari sikap siswa yang aktif dan mau bertanya, mau berfikir dengan permasalahan yang dipaparkan guru. c. Pembelajaran dengan menggunakan LKS sangat membantu Karena termasuk dalam aspek keberhasilan untuk panduan dalam proses

(46) 31 pembelajaran. d. Sikap siswa menjadi senang sehingga mereka mau belajar dan mengikuti pembelajaran dengan baik dan memahami konsep fisika yang mereka pelajari. D. Implikasi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode eksperimen berbasis inkuiri terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan bagaimana pengaruh metode eksperimen berbasis inkuiri terbimbing dalam meningkatkan hasil belajar materi Ayunan Sederhana Kelas XI IPA SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta. Persentase keberhasilan dalam penelitian ini adalah 72% setelah proses pembelajaran menggunakan metode eksperimen berbasis inkuiri terbimbing. Jika dilihat dari aspek meningkatkan hasil belajar siswa yang sudah cukup baik maka perlu secara keseluruhan memperbaiki sistem cara pengajaran di kelas dengan menyampaikan materi secara real/nyata seperti eksperimen. Dengan melihat hasil analisa data dari penelitian yang telah dilakukan maka perlu adanya usaha untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Berikut beberapa usaha yang dapat dilakukan supaya siswa dapat menguasai materi dalam proes pembelajaran metode eksperimen berbasis inkuiri terbimbing; 1. Guru terlebih dahulu mendemonstrasikan eksperimen dengan bertanya: apa yang sama dengan materi yang akan dibahas? 2. Guru mengontrol berjalannya proses eksperimen dengan tetap membebaskan mereka berinteraksi dengan teman kelompoknya dan tidak membiarkan siswa teriak atau berbuat gaduh dikelas.

(47) BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Bersdasarkan penelitian dan analisis data yang dilakukan dari hasil penelitian yang berjudul "Pengaruh Metode Eksperimen Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Materi Ayunan Sederhana Kelas XI IPA SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta", dapat disimpulkan bahwa: 1. Siswa SMA Kelas XI IPA SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta memiliki persentase keberhasilan 78% setelah proses pembelajaran menggunakan metode eksperimen berbasis inkuiri terbimbing sehingga dapat dilihat dari hasil analisis Uji-T mendapatkan nilai statistik -11,05 dan Tcrit = 2,064, dengan level signifikan = 0,05 karena Trel ada diluar Tcrit, maka signifikan. Berarti kelompok ini mengalami peningkatan hasil belajar. 2. Soal dengan nilai tertinggi pada persentase 88%(soal nomor 10, dengan kisikisi: mengidetifikasi masalah dan mengetahui nilai yang mempengaruhi gerak harmonik dalam ayunan sederhana) dan nilai terendah pada persentase 80% soal nomor; 2(dengan kisi-kisi: menjelaskan bagian-bagian yang berkaitan dengan gerakan harmonik pada ayunan), 3(mengaitkan hubungan bagian-bagian yang terdapat pada gerak harmonik terkait dengan tali, periode dan kecepatan), 7 dan 9(mengidetifikasi masalah dan mengetahui nilai yang mempengaruhi gerak harmonik dalam ayunan sederhana). Dapat dilihat pengaruh metode eksperimen berbasis inkuiri terbimbing dari aspek kognitif meningkatkan hasil belajar siswa yang sudah cukup baik maka perlu secara keseluruhan memperbaiki sistem cara pengajaran di kelas dengan menyampaikan materi secara nyata seperti eksperimen. 3. Pengaruh metode inkuiri terbimbing untuk peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat dari berbagai aspek pengamatan peneliti selama melakukan 32

(48) 33 penelian dan sesudah penelitian, diantaranya: a. Metode eksperimen berbasis inkuiri terbimbing memberi kesempatan siswa untuk berinteraksi secara luas, kongkrit, dan melakukan eksperimen dengan senang sehingga mereka bisa mengerti konsep fisika terbukti bisa mengerjakan soal postes dengan indikator memahami konsep dengan benar. b. Proses mengajar dilakukan dengan langkah-langkah inkuiri dianggap berhasil, terlihat dari sikap siswa yang aktif dan mau bertanya, mau berfikir dengan permasalahan yang dipaparkan guru. c. Pembelajaran dengan menggunakan LKS sangat membantu Karena termasuk dalam aspek keberhasilan untuk panduan dalam proses pembelajaran. d. Sikap siswa menjadi senang sehingga mereka mau belajar dan mengikuti pembelajaran dengan baik dan memahami konsep fisika yang mereka pelajari. B. Saran Pada bagian akhir dari penulisan skripsi ini, penulis menyampaikan saran agar penelitian selanjutnya dapat lebih baik: 1. Bagi Guru dan Calon Guru a. Dengan melihat tahap-tahap pembelajaran eksperimen berbasis inkuiri terbimbing maka guru harus bisa mengatur waktu dan mengarahkan siswa dalam proses pembelajarannya agar apa yang ingin disampaikan guru dapat dipahami siswa dalam melakukan eksperimen dan memahami tahap-tahap metode eksperimen berbasis inkuiri terbimbing. b. Untuk penyusunan materi, penelitian dan bahan dalam eksperimen harus lebih menarik dan nyata secara teori agar sekecil apapun pengertian dan definisi dari hubungan fiska yang terjalin dari sebuah eksperimen dapat dipahami siswa dengan baik.

(49) 34 2. Bagi Peneliti Selanjutnya a. Dapat menambahkan beberapa eksperimen singkat dengan bahan yang ada disekitar dalam sebuah proses pembelajaran. b. Hasil penelitian lebih baik lagi untuk dibandingkan dengan jenjang pendidikan yang lebih tinggi seperti perguruan tinggi.

(50) 35 DAFTAR PUSTAKA Djamarah, Syaiful Bahri., dan Zain, Aswan. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : PT. Rineka Cipta. Hamalik, Oemar. 2005. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta : PT Bumi Aksara. Herron, M.D. and Bonnstetter. 1971. The nature of scientific enquiry. School Review, 79(2), 171-212. (Online article). http://edweb.sdsu.edu/- wip/four_levels.htm.htm. Diakses tanggal 14 November 2015. Ibrahim, Muslimin. 2007. Pembelajaran Inkuiri. (Artikel Online). http://kpicenter.org/index.php?option=com_content&task=view&id=37&Ite mid=4. Diakses tanggal 16 November 2015. Kalsum, Ummi. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Guided Inquiry untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa. http://digilib.uin- suka.ac.id/1157/1/BAB%201,%20BAB%20IV,%20DAFTAR%20PUSTAK A.pdf. Diakses tanggal 26 Oktober 2015. Kuhlthau & Todd. 2007. Guided Inquiry: A framework for learning through school librariesin 21st century schools. New Jersey: CISSL. (Online). http://cissl.-scils.rutgers.edu/guidedinquiry/introduction.-html. Diakses tanggal 16 November 2015. Kanginan, Marthen. 2007. FISIKA Untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Erlangga. Malihah, Memi. 2011. Pengaruh Model Guided Inquiry (Inkuiri Terbimbing) Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa pada Konsep Laju Reaksi. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/3004. Diakses tanggal 14 November 2015 Pabelon J.L. and A. B. Mendoza. 2000. Sourcebook on Practical Work for Teacher Trainers : High School Physics Volume 1. Science and Math Education Manpower Development Project (SMEMDP). University of The Filipin, Quezon City.

(51) 36 Purwanto, Ngalim. 1991. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Sanjaya, W. 2007. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana. Sukmadinata, Nana Syaodih. 2004. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Suparno, Paul. 2007. Metodogi Pembelajaran Fisika Konstruktivistik dan Menyenangkan. Yogyakarta: USD Suparno, Paul. 2009. Kajian Kurikulum Fisika SMA/MA berdasarkan KTSP. Yogyakarta: USD Suparno, Paul. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Fisika. Yogyakarta: USD Suparno, Paul. 2011. Pengantar Statistika Untuk Pendidikan Dan Psikologi. Yogyakarta: USD Wiyanto. 2008. Menyiapkan Guru Sains Laboratorium. Semarang: UNNES Press Mengembangkan Kompetensi

(52) 37 Lampiran 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMA TAMAN MADYA JETIS YOGYAKARTA Kelas/Semester : XI IPA / 2 Program : IPA Mata Pelajaran : Fisika Materi Pokok : Gerak Harmonik Sederhana Jumlah Pertemuan : 1 x pertemuan A. STANDAR KOMPETENSI 3. Menerapkan konsep dan prinsip gaya, periode, dan frekuensi gerak harmonik dalam menyelesaisaikan masalah B. KOMPETENSI DASAR 3.3 Menjelaskan keterkaitan gaya, frekuensi dan periode ayunan sederhana C. INDIKATOR 1. Siswa dapat menjelaskan definisi gerak harmonik sederhana. 2. Siswa dapat menjelaskan definisi ayunan sederhana. 3. Siswa mampu memahami gaya pemulih pada ayunan bandul. 4. Siswa dapat menjelaskan pengertian periode, frekuensi, dan gravitasi. 5. Siswa dapat menjelaskan perbedaan dan hubunganantara periode, frekuensi, dan gravitasi. 6. Siswa dapat merumuskan penurunan rumus periode, frekuensi, dan gravitasi dan memecahkan masalahnya. D. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Siswa dapat menjelaskan pengertian gerak harmonik sederhana. 2. Siswa dapat menjelaskan pengertian ayunan sederhana. 3. Siswa mampu memahami gaya pemulih pada ayunan bandul.

(53) 38 4. Siswa dapat menjelaskan pengertian periode, frekuensi, dan gravitasi. 5. Siswa dapat menjelaskan perbedaan dan hubunganantara periode, frekuensi, dan gravitasi. 6. Siswa dapat merumuskan penurunan rumus periode, frekuensi, dan gravitasi dan memecahkan masalahnya. E. MATERI AJAR (Tertera di LKS) F. ALOKASI WAKTU Alokasi waktu : 2 x 45 menit G. METODE PEMBELAJARAN Demonstrasi, Eksperimen, Tanya Jawab, Diskusi H. KEGIATAN PEMBELAJARAN Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I : 2 x 45 menit Kegiatan Alokasi waktu (menit) 1. Pendahuluan a. Motivasi 1) Guru memberikan salam dan menanggapi situasi kelas 2) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran b. Apersepsi 1) Apa yang anda ketahui tentang ayunan sederhana? c. Prasyarat pengetahuan 1) Adakah hubungan antara periode, frekuensi dan gravitasi dalam ayunan sederhana? Jelaskan pendapat anda? 2) Sebutkan contoh-contoh gerak harmonik 20

(54) 39 sederhana yang anda ketahui dalam kehidupan sehari-hari? ( Siswa menjawab pertanyaan guru dengan mengerjakan pretes yang dibagikan oleh guru) 2. Kegiatan inti a. Eksplorasi 1) Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. 2) Guru mendemonstrasikan eksperimen ayunan sederhana yang tertera di LKS yang telah di bagikan pada siswa. 3) Peserta didik mengamati eksperimen yang dilakukan oleh guru dan mengikuti eksperimen dalam kelompok masing-masing dan mengikuti setiap langkah pada LKS. b. Elaborasi 1) Peserta didik mendiskusikan hasil pengamatan dengan kelompoknya mengenai terjadinya 45 gerakan pada bandul. 2) Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian gerak harmonik sederhana dan ayunan sedehana yng tertera dalam LKS dan yang mereka dapatkan dari eksperimen, besaran-besaran ayunan sederhana dan perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan contoh gerak harmonik sederhana dalam kehidupan sehari-hari. 3) Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai perbedaan periode, frekuensi dan gaya gravitasi yang dihasilkan dari peserta didik. c. Konfirmasi 1) Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi

(55) 40 kelompok secara klasikal. 2) Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. 3) Peserta didik memperhatikan penjelasan mengenai pengertian besaran-besaran gerak harmonik sederhana dalam eksperimen dan perumusan untuk mendapatkan persamaan ayunan sederhana yang disampaikan oleh guru. 3. Penutup a. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik. b. Peserta didik (dibimbing oleh guru) membuat 25 kesimpulan dari materi yang telah di ajarkan. c. Guru memberikan tes tertulis kedua (postes) kepada peserta didik. I. SUMBER BELAJAR a) LKS b) Kanginan, Marthen. 2007. FISIKA untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Erlangga. J. PENILAIAN a) Teknik penilaian : tes tertulis(pretest dan posttest) b) Bentuk instrumen : pilihan ganda. c) Soal : Soal pretes 1. Apa yang dimaksud dengan gerak harmonik sederhana? A. Gerak bolak balik secara teratur melalui titik keseimbangannya dengan banyaknya getaran benda dalam setiap sekon selalu sama atau konstan.

(56) 41 B. Gerak bolak balik tidak teratur melalui titik keseimbangannya dengan banyaknya getaran benda dalam setiap sekon selalu sama atau konstan. C. Gerak bolak balik secara teratur melalui titik keseimbangannya dengan banyaknya getaran benda dalam setiap sekon selalu tidak sama atau tidak konstan. D. Gerak bolak balik secara teratur melalui titik keseimbangannya dengan banyaknya dan periode getaran benda dalam setiap sekon selalu sama atau konstan. E. Gerak bolak balik secara teratur melalui titik yang kadang keseimbangannya dengan banyaknya getaran benda dalam setiap sekon selalu sama namun tidak konstan. 2. Apa yang dimaksud dengan gaya gravitasi… A. Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang mempunyai massa di angkasa raya dan bumi. B. Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang mempunyai massa di bumi. C. Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang mempunyai massa di angkasa. D. Gravitasi adalah gaya tarik-menarik dan tolak-menolak yang terjadi antara semua partikel yang mempunyai massa di bumi. E. Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang mempunyai massa dan percepatan di bumi. 3. Apa hubungan antara panjang tali ayunan sederhana dengan periode…. A. Semakin panjang tali maka semakin besar pula periode yang dibutuhkan B. Semakin panjang tali maka periode konstan C. Semakin besar periode tali maka semakin pendek tali yang dibutuhkan D. Panjang tali konstan maka semakin besar pula periode yang dibutuhkan

(57) 42 E. Semakin banyak tali maka semakin besar pula periode yang dibutuhkan 4. Kecepatan sebuah benda yang bergerak selaras sederhana adalah … A. Terbesar pada simpangan terbesar B. Tetap besarnya C. Terbesar pada simpangan terkecil D. Tidak tergantung pada frekuensi getaran E. Tidak tergantung pada simpangannya 5. Besarnya periode suatu ayunan (bandul) sederhana bergantung pada … (1) Panjang tali (3) Percepatan gravitasi (2) Massa benda (4) Amplitudo Pernyataan di atas yang benar adalah … A. (1), (2), dan (3) B. (1) dan (3) C. (2) dan (4) D. (4) E. (1), (2), (3), dan (4) 6. Sebuah benda yang diikat dengan seutas benang hanya dapat berayun dengan simpangan kecil. Supaya periode ayunannnya bertambah besar, maka: (1) Ayunannya diberi simpangan awal yang besar (2) Massa bendanya ditambah (3) Ayunan diberi kecepatan awal (4) Benang penggantungannya diperpanjang Pernyataan di atas yang benar adalah … A. (1), (2), dan (3) B. (1) dan (3) C. (2) dan (4) D. (4) E. (1), (2), (3), dan (4)

(58) 43 7. Berapakah gaya gravitasi yang dihasilkan oleh benda yang digantung menggunakan tali sepanjang 50 cm dengan beban 5 gram dan periode 1,4 s. A. 10,06 m/s2 m/s2 B. 8,99 C. 10,66 m/s2 D. 9,54 m/s2 E. 11,06 m/s2 8. Berapakah panjang tali yang dibutuhkan untuk menghasilkan gaya gravitasi 10,5 m/s2 dengan beban 5 gram dan periode 1,5 s. A. 60 cm B. 0,66 m C. 80 cm D. 0,54 m E. 70 cm 9. Berapakah gaya periode ayunan yang dihasilkan oleh benda yang digantung menggunakan tali sepanjang 0,5 m dengan beban 5 gram dan gravitasi 10 m/s2. A. 1,96 s B. 1,5 s C. 1,6 s D. 1,7 s E. 1,88 s 10. Bandul bermassa 250 gram digantungkan pada tali sepanjang 20 cm. Bandul disimpangkan sejauh 4 cm dari titik seimbangnya, kemudian dilepaskan. Apabila percepatan gravitasi bumi 9,8 m/s2, gaya pemulih yang bekerja pada bandul adalah... A. 0,49 N B. 0,98 N

(59) 44 C. 1,38 N D. 2,45 N E. 4,90 N Kunci Jawaban Pretes Skor Total 1 1 yang 1 1 A. Semakin panjang tali maka semakin besar 1 1 1 1 No A. Gerak bolak balik secara teratur melalui titik keseimbangannya dengan banyaknya 1 getaran benda dalam setiap sekon selalu sama atau konstan. B. Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang terjadi 2 antara semua partikel mempunyai massa di bumi. 3 pula periode yang dibutuhkan 4 C. Terbesar pada simpangan terkecil C. (2) dan (4) 5 Pembahasan: T = 2π Jadi, periode bandul bergantung pada panjang 1 1 tali dan gravitasi C. (4) 6 T = 2π 1 1 Jadi, periode pegas sebanding dengan panjang tali penggantungannya. A. 10,06 m/s2 7 g = 4π² (L/T²) 2 = 4 x 3,14 x(0,5/1,96) = 10,06 m/s2 1 1

(60) 45 A. 60 cm g 8 = 4π² (L/T²) 2 10,5 = 4 x 3,14 x(L/2,25) 1 1 1 1 1 1 = 0,6 m atau 60 cm A. 1,97 s T² =(4π²(L/g)) 9 =(4 x 3,142 (0,5/10) = 1,97 s A. 0,49 N Pembahasan : 10 m = 250 g = 0,25 kg L = 20 cm = 0,2 m A = 4 cm = 0,04 m g = 9,8 m/s2 Ditanya: F Untuk menghitung gaya pemulih pada bandul gunakan F = m . g . sin θ F = 0,25 kg . 9,8 m/s2 . (A / L) F = 2,45 N . (0,04 m / 0,2 m) = 0,49 N Jumlah skor maksimal Soal Postes 10 1. Apa yang dimaksud dengan ayunan sderhana… A. Ayunan sederhana adalah suatu sistem yang terdiri dari sebuah massa titik yang digantung dengan tali tanpa massa dan tidak dapat mulur(bertambah anjang tanpa diatur).jika ayunan ini ditarik ke samping dari posisi setimbang, dan kemudian dilepaskan,maka massa m akan berayun dalam bidang vertikal ke bawah pengaruh gravitasi. B. Ayunan sederhana adalah suatu sistem yang terdiri dari sebuah massa titik yang digantung dengan tali tanpa massa dan tidak dapat mulur.jika ayunan ini ditarik ke samping dari posisi setimbang, dan kemudian dilepaskan,maka massa m akan berayun dalam bidang horizontal pengaruh gravitasi. C. Ayunan sederhana adalah suatu sistem yang terdiri dari sebuah massa titik yang digantung dengan tali tanpa massa dan tidak dapat

(61) 46 mulur.jika ayunan ini ditarik ke samping dari posisi tidak setimbang. D. Ayunan sederhana adalah suatu sistem yang terdiri dari sebuah massa titik yang digantung dengan tali tanpa massa dan dapat mulur.jika ayunan ini ditarik ke samping dari posisi tidak setimbang. E. Ayunan sederhana adalah suatu sistam yang terdiri dari sebuah massa titik yang digantung dengan tali tanpa massa. 2. Apa yang dimaksud dengan frekuensi…. A. Frekuensi adalah benyaknya perioda yang terjadi dalam kurun waktu satu detik. B. Frekuensi adalah benyaknya hitungan yang terjadi dalam kurun waktu satu detik. C. Frekuensi adalah benyaknya getaran yang terjadi dalam kurun waktu satu detik. D. Frekuensi adalah benyaknya jangkauan yang terjadi dalam kurun waktu satu detik. E. Frekuensi adalah benyaknya volume yang terjadi dalam kurun waktu satu detik. 3. Apakah definisi bergerak pada eksperimen ayunan sederhana? A. Benda dikatakan bergerak atau bergetar harmonis jika benda tersebut berayun melalui titik kesetimbangan dan kembali lagi keposisi awal. B. Benda dikatakan bergerak atau bergetar harmonis jika benda tersebut berayun melalui benda lain dan kembali lagi keposisi awal. C. Benda dikatakan bergerak atau bergetar harmonis jika benda tersebut bergerak dan terus bergerak selalu. D. Benda dikatakan bergerak atau bergetar harmonis jika benda tersebut bergerak dan menggerakan benda lain. E. Benda dikatakan bergerak atau bergetar harmonis jika benda tersebut bergerak dan terus bergerak selalu kedepan dan kebelakang. 4. Apakah yang dimaksud dengan amplitudo?

(62) 47 A. Amplitudo adalah perpindahan minimum dari titik kesetimbangan. B. Amplitudo adalah perpindahan maksimum dari titik kesetimbangan. C. Amplitudo adalah perpindahan maksimum dan minimum dari titik kesetimbangan. D. Amplitudo adalah perpindahan maksimum dari benda minimum dari benda kesetimbangan tepanjang. E. Amplitudo adalah perpindahan kesetimbangan. 5. Gaya pemulih pada sebuah ayunan menyebabkan gaya pemulih selalu… (1) (2) (3) (4) Bergerak menuju titik keseimbangan dan periode konstan Bergerak menuju titik keseimbangan dan frekuensi konstan Bergerak menuju titik keseimbangan Periode dan frekuensi konstan Manakah yang merupakan kriteria pada soal diatas? A. B. C. D. E. (1) dan (2) (1) (3) dan (4) (3) (1) dan (4) 6. Dalam kondisi sebuah benda di gantung dan diayunkan. Jika benang penggantung diperpanjang, maka: (1) Ayunannya diberi simpangan awal yang besar (2) periode ayunannnya bertambah besar (3) Ayunan diberi kecepatan awal (4) Massa bendanya ditambah Pernyataan di atas yang benar adalah … A. (1), (2), dan (3) B. (1) C. (2) D. (4)

(63) 48 E. (1), (2), (3), dan (4) 7. Berapakah gaya gravitasi yang dihasilkan oleh benda yang digantung menggunakan tali sepanjang 90 cm dengan beban 5 gram dan periode 1,9 s. A. 10,06 m/s2 m/s2 B. 8,99 C. 10,66 m/s2 D. 9,54 m/s2 E. 9,83 m/s2 8. Berapakah panjang tali yang dibutuhkan untuk menghasilkan gaya gravitasi 10 m/s2 dengan beban 5 gram dan periode 1,5 s. A. 65 cm B. 0,66 m C. 80 cm D. 0,57 m E. 70 cm 9. Berapakah gaya periode (T²) yang dihasilkan oleh benda yang digantung menggunakan tali sepanjang 0,8 m dengan beban 5 gram dan gravitasi 10 m/s2. A. 2,97 s B. 1,5 s C. 3,1 s D. 2,5 s E. 1,88 s 10. Bandul bermassa 1000 gram digantungkan pada tali sepanjang 40 cm. Bandul disimpangkan sejauh 4 cm dari titik seimbangnya, kemudian dilepaskan. Apabila percepatan gravitasi bumi 10 m/s2, gaya pemulih yang bekerja pada bandul adalah... A. 4,9 N

(64) 49 B. 3,8 N C. 1,38 N D. 1 N E. 0,90 N No Kunci Jawaban Postes Skor Total 1 1 1 1 1 1 1 1 A. Ayunan sederhana adalah suatu sistem yang terdiri dari sebuah massa titik yang digantung dengan tali tanpa massa dan tidak dapat mulur(bertambah anjang tanpa 1 diatur).jika ayunan ini ditarik ke samping dari posisi setimbang, dan kemudian dilepaskan,maka massa m akan berayun dalam bidang vertikal ke bawah pengaruh gravitasi. 2 B. Frekuensi adalah benyaknya getaran yang terjadi dalam kurun waktu satu detik. A. Benda dikatakan bergerak atau bergetar 3 harmonis jika benda tersebut berayun melalui titik kesetimbangan dan kembali lagi keposisi awal. 4 B. Amplitudo adalah perpindahan maksimum dari titik kesetimbangan. 5 6 1 D. (3) Bergerak menuju titik keseimbangan 1 C. (2) Periode ayunannnya bertambah besar. 1 1 E. 9,83 m/s2 7 Pebahasan: g = 4π² (L/T²) = 4 x 3,142 x(0,9/3,61) 1 1

(65) 50 = 9,83 m/s2 D. 0,57 m 8 Pebahasan: L = (gxT²) /(4π²) 1 1 1 1 1 1 = (10x2,25)/(4 x 3,142) = 0,57 m C. 3,1 s 9 Pebahasan: T² =(4π²(L/g)) =(4 x 3,142 (0,8/10) = 3,1 s D. 1 N Pembahasan : 10 m = 1000 g = 1 kg L = 40 cm = 0,4 m A = 4 cm = 0,04 m g = 10 m/s2 Ditanya: F Untuk menghitung gaya pemulih pada bandul gunakan F = m . g . sin θ F = 1 kg . 10 m/s2 . (A / L) F = 10 N . (0,04 m / 0,4 m) = 1 N Jumlah skor maksimal d) Pedoman penilaian : 10

(66) 51

(67) 52 Lampiran 2. Lembar Jawab Lembar Jawab Nama : Jenis Kelamin: Petunjuk : Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang anda anggap paling benar! 1 A B C D E 2 A B C D E 3 A B C D E 4 A B C D E 5 A B C D E 6 A B C D E 7 A B C D E 8 A B C D E 9 A B C D E 10 A B C D E

(68) 53 Lampiran 3. Kisi-kisi Soal Postes dan Pretes KISI-KISI SOAL PRE-TEST DAN POST-TEST No. Tipe Soal Indikator C1 1. Menjelaskan pengertian gerak, gerak harmonik sederhana dalam C2 C3 C4 Jumlah C5 C6 1 2 2 2 ayunan sederhana 2. Menjelaskan bagian-bagian yang berkaitan dengan gerakan harmonik pada ayunan 3. Mengaitkan hubungan bagian-bagian 3 3 2 4 4 2 yang terdapat pada gerak harmonik terkait dengan tali, periode dan kecepatan 4. Mengaitkan dan menjelaskan pengertian gerak dengan mengaitakn dengan keterangan yang terjadi dalam ayunan sederhana. 5. Mengidentifikasi gaya pemulih, panjang 5 5,6 6 4 tali, dan periode ayunan pada proses mekanisme gerak ayunan sederhana 6. Mengidetifikasi masalah dan mengetahui nilai yang mempengaruhi 7, 10 8, 9 8 gerak harmonikdalam ayunan sederhana Total 20

(69) 54 Lampiran 4. Lembar Kerja Siswa(LKS) Lembar Kerja Siswa AYUNAN SEDERHANA Tujuan Menentukan nilai percepatan gravitasi melalui eksperimen ayunan sederhana di SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta tepatnya di ruang laboratorium fisika. Teori Benda dikatakan bergerak atau bergetar harmonis jika benda tersebut berayun melalui titik kesetimbangan dan kembali lagi keposisi awal. Gerak Harmonik Sederhana adalah gerak bolak balik benda melalui titik keseimbangan tertentu dengan beberapa getaran benda dalam setiap sekon selalu konstan. Lintasan: 1-2-3-2-1 Gerak harmonis sederhana yang banyak dijumpai dalam kehidupan seharihari adalah getaran benda pada pegas dan getaran pada ayunan sederhana. Besaran

(70) 55 fisika yang terdapat pada gerak harmonis sederhana adalah: Periode ( T ), Benda yang bergerak harmonis sederhana pada ayunan sederhana memiliki periode atau waktu yang dibutuhkan benda untuk melakukan satu getaran secara lengkap. Benda melakukan getaran secara lengkap apabila benda mulai bergerak dari titik di mana benda tersebut dilepaskan dan kembali lagi ke titik tersebut. Frekuensi getaran adalah jumlah getaran yang dilakukan oleh sistem dalam satu detik, diberi simbol f. Satuan frekuensi adalah 1/sekon atau disebut juga Hertz, Hertz adalah nama seorang fisikawan. Amplitudo, Pada ayunan sederhana, selain periode dan frekuensi, terdapat juga amplitudo. Amplitudo adalah perpindahan maksimum dari titik kesetimbangan. Hubungan antara Periode dan Frekuensi Getaran, Dari definisi periode dan frekuensi getaran di atas, diperoleh hubungan : Keterangan: T = periode, satuannya detik atau sekon f = frekuensi getaran, satuannya 1/detik atau Hz Gerak harmonik sederhana adalah gerak bolak – balik benda melalui suatu titik keseimbangan tertentu dengan banyaknya getaran benda dalam setiap sekon selalu konstan. Gerak Harmonik Sederhana dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu (1) Gerak Harmonik Sederhana (GHS) Linier, misalnya penghisap Menentukan percerpatan garavitasi bumi (g) dengan bandul matematis dalam silinder gas, gerak osilasi air raksa/ air dalam pipa U, gerak horizontal / vertikal dari pegas, dan sebagainya; (2) Gerak Harmonik Sederhana (GHS) Angular, misalnya gerak bandul/ bandul fisis, osilasi ayunan torsi, dan sebagainya. Ayunan sederhana adalah suatu sistam yang terdiri dari sebuah massa titik yang digantung dengan tali tanpa massa dan tidak dapat mulur.jika ayunan ini ditarik ke samping dari posisi setimbang, dan kemudian dilepaskan,maka massa m akan berayun

(71) 56 dalam bidang vertikal ke bawah pengaruh gravitasi.Gerak ini adalah gerak osilasi dan periodik (Anonim, 2011). Ada beberapa contoh gerak harmonik sederhana, diantaranya: 1. Gerak harmonik pada bandul. Ketika beban digantungkan pada ayunan dan tidak diberikan gaya, maka benda akan dian di titik keseimbangan B. Jika beban ditarik ke titik A dan dilepaskan, maka beban akan bergerak ke B, C, lalu kembali lagi ke A. Gerakan beban akan terjadi berulang secara periodik, dengan kata lain beban pada ayunan di atas melakukan gerak harmonik sederhana. 2. Gerak harmonik pada pegas. Ketika sebuah benda dihubungkan ke ujung sebuah pegas, maka pegas akan meregang (bertambah panjang) sejauh y. Pegas akan mencapai titik kesetimbangan jika tidak diberikan gaya luar (ditarik atau digoyang). 3. Syarat sebuah benda melakukan Gerak Harmonik Sederhana adalah apabila gaya pemulih sebanding dengan simpangannya. Apabila gaya pemulih sebanding dengan simpangan x atau sudut 0 maka pendulum melakukan Gerak Harmonik Sederhana. 4. Gaya pemulih pada sebuah ayunan menyebabkannya selalu bergerak menuju titik setimbangnya. Periode ayunan tidak berhubungan dengan dengan amplitudo, akan tetapi ditentukan oleh parameter internal yang berkait dengan gaya pemulih pada ayunan tersebut. Periode ayunan Bandul adalah: L = Panjang Tali g = Percepatan Gravitasi Untuk menentukan g kita turunkan dari rumus di atas: T² = 4π² (L/g)

(72) 57 g = 4π² (L/T²) g = 4π² tan α;tanα=ΔL/T² Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang mempunyai massa di bumi. Fisika modern mendeskripsikan gravitasi menggunakan Teori Relativitas Umum dari Einstein, namun hukum gravitasi universal Newton yang lebih sederhana merupakan hampiran yang cukup akurat dalam kebanyakan kasus. Sebagai contoh, bumi yang memiliki massa yang sangat besar menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar untuk menarik benda-benda di sekitarnya, termasuk makhluk hidup, dan benda-benda yang ada di bumi. Gaya gravitasi ini juga menarik benda-benda yang ada di luar angkasa, seperti bulan, meteor, dan benda angkasa lainnya, termasuk satelit buatan manusia. Ayunan sederhana adalah suatu sistam yang terdiri dari sebuah massa titik yang digantung dengan tali tanpa massa dan tidak dapat mulur.jika ayunan ini ditarik ke samping dari posisi setimbang, dan kemudian dilepaskan,maka massa m akan berayun dalam bidang vertikal ke bawah pengaruh gravitasi.Gerak ini adalah gerak osilasi dan periodik Beberapa teori yang belum dapat dibuktikan menyebutkan bahwa gaya gravitasi timbul karena adanya partikel gravitron dalam setiap atom. Hukum gravitasi universal Newton dirumuskan sebagai berikut:  Setiap massa menarik massa titik lainnya dengan gaya segaris dengan garis yang menghubungkan kedua titik. Besar gaya tersebut berbanding lurus dengan perkalian kedua massa tersebut dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua massa titik tersebut. F diukur dalam newton (N), m1 dan m2 dalam kilograms (kg), r dalam meter (m), dsn konstanta G kira-kira sama dengan 6,67 × 10−11 N m2 kg−2. Dari persamaan ini dapat diturunkan persamaan untuk menghitung Berat. Berat suatu benda adalah hasil kali massa benda tersebut denganpercepatan gravitasi bumi. Persamaan tersebut dapat dituliskan sebagai berikut: W = mg. W adalah gaya berat benda tersebut, m

(73) 58 adalah massa dan g adalah percepatan gravitasi. Percepatan gravitasi ini berbeda-beda dari satu tempat ke tempat lain. Kecepatan sebuah benda yang bergerak selaras sederhana adalah Alat dan Bahan - Bandul beban 0,05 Kg - Stopwatch - Statip - Busur Derajat - Tali - Pita Meter Cara Kerja 1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan. 2. Letakkan statip pada tempat yang stabil. 3. Ikatkan tali ke beban 0,05 Kg. 4. Kemudian lilitkan ujung tali lainnya pada klem yang diapit oleh statip. 5. Ukurlah panjang tali sepanjang 50 cm dengan menggunakan pita meter. 6. Ayunkan beban yang telah diikat sepanjang 50 cm dengan simpangan maksimal sebesar 15°. 7. Amati ayunan bandul hingga bergerak harmonis dan siapkan stopwatch. 8. Hitung waktu sampai n ayunan menggunakan stopwatch. 9. Catat waktu yang diperlukan untuk n ayunan sebesar t detik. 10. Ulangi percobaan dengan panjang tali yang berbeda dan ayunan yang berbeda, kemudian hitunglan waktu yang diperlukan menggunakan stopwatch. 11. Catat hasil percobaan pada tabel hasil pengamatan.

(74) 59 Data Percobaan Percobaan Panjang Ayunan Tali (l) (n) 1 3 Kali 2 6 Kali 3 9 Kali 4 12 Kali 5 15 Kali Waktu (t) Periode (T) Periode ( T2 ) Pertanyaan 1. Lengkapi data pada tabel periode(T) 2. Apakah yang terjadi pada periode jika semakin panjang tali yang digunakan? 3. Hitunglah gaya gravitasi yang dihasilkan dari tiap-tiap percobaan! 4. Bagaimana pengaruh gaya gravitasi yang dihasilkan dengan panjang tali? Jawaban:

(75) 60

(76) 61

(77) 62

(78) 63

(79) 64

(80) 65

(81) 66

(82) 67

(83) 68

(84) 69

(85) 70

(86) 71 Lampiran 10. Gambar Pada Saat Penelitian Pada saat pretes Pada saat postes setelah eksperimen Ibu Ermayanti (Guru Fisika) Ibu Darini(Piket) (Guru BP)

(87)

Dokumen baru

Download (86 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh metode pemebelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar fisika siswa pada konsep getaran dan gelombang
0
17
140
Pengaruh metode eksperimen terhadap hasil belajar siswa kelas IV
0
13
196
Peningkatan prestasi belajar IPA melalui penerapan metode inkuiri terbimbing pada siswa kelas IV A SD Negeri Gedongtengen Yogyakarta.
1
3
134
Penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan hasil belajar dan nilai karakter siswa dalam materi gelombang berdasarkan arah perambatannya pada siswa kelas XII IPA SMA Negeri 1 Linggang Bigung Kutai Barat.
0
0
144
Penerapan metode pembelajaran tipe make a match untuk meningkatkan hasil dan motivasi belajar siswa pada materi sistem reproduksi kelas XI SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta.
1
10
283
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1 menggunakan metode inkuiri terbimbing
0
0
329
Persepsi siswa Kelas X dan Kelas XI SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta tahun ajaran 2007/2008 terhadap layanan konseling individual - USD Repository
0
0
113
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pokok bahasan rumus-rumus trigonometri untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Pangudi Luhur Sedayu - USD Repository
0
1
300
Penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa dan minat dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode penemuan terbimbing pada pokok bahasan prisma di kelas 8.1 di SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta - USD Repository
0
1
130
Peningkatan kemampuan melakukan proses ilmiah dan hasil belajar siswa tentang pesawat sederhana melalui metode inkuiri terbimbing pada siswa kelas V SD Negeri Plaosan I tahun ajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
212
Penerapan pendekatan student centered learning dengan metode inkuiri terbimbing untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Kanisius Nglinggi - USD Repository
0
0
440
Peningkatan hasil belajar dan minat belajar siswa dalam pembelajaran fisika menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan metode eksperimen terbimbing pada pokok bahasan hukum newton kelas X SMA Santa Maria Yogyakarta - USD Repository
0
0
203
Peningkatan hasil belajar dan minat siswa dalam pembelajaran fisika menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan metode demonstrasi pada pokok bahasan momentum dan impuls di kelas XI IPA SMA Pangudi Luhur Yogyakarta - USD Repository
0
0
250
Implementasi pembelajaran sejarah berbasis paradigma pedagogi reflektif melalui pemanfaatan multimedia untuk meningkatkan competence, conscience, dan compassion siswa kelas XB SMA Taman Madya Ibu Pawiyatan Yogyakarta - USD Repository
0
2
221
Penerapan pendekatan Student Centered Learning dengan metode inkuiri terbimbing untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar IPA kelas VB SD Negeri Nogotirto - USD Repository
0
0
421
Show more