PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Gratis

0
3
187
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENINGKATAN KETERLIBATAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI METODE ROLE PLAYING DALAM MATA PELAJARAN Pkn KELAS IV SD KANISIUS KADIROJO SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2011/2012 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Ole h : Alexandra Janu Dwi Astuti NIM : 071134008 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENINGKATAN KETERLIBATAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI METODE ROLE PLAYING DALAM MATA PELAJARAN Pkn KELAS IV SD KANISIUS KADIROJO SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2011/2012 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Ole h : Alexandra Janu Dwi Astuti NIM : 071134008 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN “...From a life’s first cry to final breath, Jesus commands my destiny...”. (Owl City – In Christ Alone) Kupersembahkan karyaku ini untuk : 1. Yesus Juru Selamatku 2. Bapakku Y. Sutarja dan ibuku Yulia Sutarni 3. Kakakku Aditya Nugraha, Yunika, Albertus dan keponakanku Sekolastika Ainara,adikku Ito, Misel dan bu Sri ibu keduaku. 4. Fr. Theo, Fr. Ontong, Dimmas, Lusi, mbak Ayu, Petris yang menjadi saudara dalam perjalanan hidupku. 5. Teman-teman PGSD angkatan 2007 6. Almamaterku, Universitas Sanata Dharma. iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 3 Maret 2014 Penulis Alexandra Janu Dwi Astuti v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Alexandra Janu Dwi Astuti Nomor Mahasiswa : 071134008 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: PENINGKATAN KETERLIBATAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI METODE ROLE PLAYING DALAM MATA PELAJARAN PKN KELAS IV SD KANISIUS KADIROJO SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2011/2012. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 3 Maret 2014. Yang menyatakan Alexandra Janu Dwi Astuti vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PENINGKATAN KETERLIBATAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI METODE ROLE PLAYING DALAM MATA PELAJARAN PKN KELAS IV SD KANISIUS KADIROJO SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2011/2012. Alexandra Janu Dwi Astuti 2014 Proses pembelajaran Pkn pada siswa kelas IV SD Kanisius Kadirojo tahun ajaran 2009-2010 dan 2010-2011 pada materi Mengenal Budaya Daerah dalam Misi Internasional tidak dapat meningkatkan keterlibatan dan prestasi belajar siswa. Ketidakmampuan siswa dalam belajar ini disebabkan karena metode pembelajaran yang kurang memfasilitasi siswa untuk aktif dan produktif. Guru menerapkan metode pembelajaran yang konvensional dan tidak berorientasi pada aktivitas siswa. Dalam membentuk kecerdasan, siswa tidak melakukan aktivitas yang dapat meningkatkan kemampuan berfikirnya. Guru juga belum memanfaatkan objek-objek di lingkungan belajar siswa membentuk konsep pada materi Mengenal Budaya Daerah dalam Misi Internasional. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan dan prestasi belajar siswa kelas IV SD Kanisius Kadirojo dengan menerapkan metode pembelajaran Role Playing pada materi Mengenal Budaya Daerah dalam Misi Internasional. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan model dari Khemmis dan Mc. Taggart. Metodologi dalam penelitian ini terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan dan pengamatan, serta refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus pembelajaran. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Kanisius Kadirojo tahun ajaran 2011-2012. Metode pengumpulan data dilakukan dengan tes, dokumentasi laporan kegiatan Role Playing, observasi, serta kuisioner. Wawancara dengan guru dilakukan untuk mendukung data yang dihasilkan dari siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan dan prestasi belajar siswa kelas IV SD Kanisius Kadirojo mengalami peningkatan. Hal ini dilihat dari : (1) rata-rata nilai prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari situasi awal 83,50 meningkat menjadi 94,30 pada siklus I kemudian meningkat pada siklus II menjadi 98,20(2) keterlibatan siswa meningkat dan sesuai dengan target. (3) Siswa menunjukkan respon yang positif yaitu aktif, tertarik, serta peduli kelestarian budaya Indonesia Kesimpulan yang diperoleh adalah penerapan metode Role Playing pada materi Mengenal Budaya daerah Indonesia dalam misi Internasional siswa kelas IV SD Kanisius Kadirojo tahun ajaran 2011/2012 dapat meningkatkan keterlibatan dan prestasi belajar siswa. vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kata Kunci : keterlibatan siswa,prestasi belajar siswa, Metode Role Playing, Materi mengenal budaya daerah Indonesia dalam misi internasional. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT IMPROVING INVOLVEMENT AND STUDENT ACHIEVEMENT THROUGH ROLE PLAYING METHODS IN CIVIC SUBJECTS OF KANISIUS KADIROJO ELEMENTARY SCHOOL, CLASS IV, SECOND SEMESTER ACADEMIC YEAR 2011/2012. Alexandra Janu Dwi Astuti 2014 Civic learning process in Kanisius Kadirojo fourth grade students school year 2009-2010 and 2010-2011 on the course of study Recognizing Indonesian Local Culture In International Missions cannot incrase the involvement and student achievement. The studen’s inability in this study coused by learning method that give students a chance to be active and productive. Teachers applying conventional methods of learning and did not focus on students activities. In the form of intelligence, the student is not doing an activity that can improve the ability of thinking. Teacher also has not maintain the objects in their area to the student’s learning concepts forming on the course of study of Recognizing Indonesian Local Culture In International Missions. This study aims to improve the involvement and student achievement fourth grade Kanisius Kadirojo students by applying Role Playing learning method on the course of study Recognizing Indonesian Local Culture In International Missions. This study is a classroom action research by the models of Khemmis and Mc. Taggart. Metodology in this study is composed by planning, action, observation and reflaction. This research was conducted in two cycles of learning. Subject in this study were fourth grade students Kanisius Kadirojo school year 2011-2012. The metod of data collection applaying testing, role playing activity reports documentation, observation and questionnaires. Interviews with teacher have done to support data that generated by students. The results showed that the involvement and student achievement Kanisius Kadirojo fourth grade has increased. It confirmed by (1) the average value of student’s skills tomention the region culture of Indonesia increased from a starting situation 83,50 incrased into 94,30 on siklus I and incrased again on siklus II become 98,20. (2) student involvement improveing appropriate with target. (3) students showing a positive response as such as active, interseted, and conserned for the preservation of Indonesia’s culture. The conclusion is the application of the Role Playing metod on the course of study recognizing Indonesian local culture in international missions, fourth grade students Kanisius Kadirojo school year 2011/2012 is going to involvement and academic achievement improving. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Keywords: student involvement, student achievement, Role Playing methods, the course of study recognizing Indonesian local culture in international missions. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan berkat dan rahmatNya, sehingga penulisan skripsi dengan judul “Peningkatan keterlibatan dan Prestasi Belajar Siswa Melalui Metode Role Playing dalam Mata Pelajaran Pkn Kelas IV SD Kanisius Kadirojo Semester Genap Tahun Ajaran 2011/2012” ini dapat diselesaikan dengan baik oleh penulis. Skripsi ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Selama penulisan skripsi ini banyak pihak yang telah membantu, menyemangati, serta membimbing penulis. Oleh sebab itu, melalui kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Rohandi. P.hd selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang telah memberikan dukungan dalam penyelesaian skripsi ini. 2. Kaprodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan dukungan selama penulisan skripsi. 3. Bapak Drs.Paulus Wahana M.Hum selaku dosen pembimbing yang telah bersedia memberikan saran, kritik, waktu, tenaga dan pikiran untuk membimbing dan mengarahkan penulis. 4. Segenap Dosen dan Staf Sekretariat Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. Ibu Th. Supartinah selaku Kepala Sekolah SD Kanisius Kadirojo yang telah berkenan memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian di SD Kanisius Kadirojo 6. Ibu Lestari Puji Utami S.Pd. selaku guru kelas IV SD Kanisius Kadirojo yang telah memberikan waktu, dukungan, arahan dan tenaga sebagai observer selama pembelajaran. 7. Siswa kelas IV SD Kanisius Kadirojo tahun ajaran 2011-2012 yang telah memberikan waktu untuk menjadi subyek dalam penelitian ini. 8. Bapak, Ibu, Kakak, Adik keponakan yang selalu mengingatkan penulis agar tetap semangat dalam menyelesaikan penulisan skripsi dan membantu penulis dalam menyelesaikan segala kesulitan yang dihadapi. 9. Teman-teman mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar angkatan 2007 yang telah memberikan dukungan dan pengalaman yang semakin menguatkan penulis. 10. Semua pihak yang telah membantu menyelesaikan penulisan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih belum sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang mendukung demi perbaikan dimasa mendatang. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis dan bagi para pembaca. Terima kasih. Yogyakarta, 3 Maret 2014 Penulis xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................................... iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................ v PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH .................. vi ABSTRAK ...........................................................................................................vii ABSTRACT ..........................................................................................................ix KATA PENGANTAR .......................................................................................... xi DAFTAR ISI ....................................................................................................... xiii DAFTAR TABEL ...............................................................................................xvi DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1 A. LATAR BELAKANG ................................................................................ 1 B. RUMUSAN MASALAH ........................................................................... 5 C. BATASAN MASALAH ............................................................................ 5 D. PENEGASAN ISTILAH ........................................................................... 7 E. PEMECAHAN MASALAH ...................................................................... 8 F. TUJUAN PENELITIAN ............................................................................ 8 G. MANFAAT PENELITIAN ........................................................................ 8 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. KETERLIBATAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN ........................ 9 1. Keterlibatan Siswa ............................................................................... 9 2. Belajar dan Pembelajaran ................................................................... 13 B. PRESTASI BELAJAR SISWA ............................................................... 19 1. Pengertian Prestasi Belajar ................................................................. 19 2. Faktor- faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar ......................... 20 3. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ..................................... 21 C. METODE ROLE PLAYING ..................................................................... 23 1. Pengertian Metode .............................................................................. 23 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Pengertian Role Playing ..................................................................... 24 3. Manfaat Role Playing ......................................................................... 25 4. Kelebihan Role Playing ...................................................................... 25 5. Kelemahan Metode Role Playing ....................................................... 26 6. Langkah- langkah Metode Role Playing ............................................ 26 D. PENERAPAN METODE ROLE PLAYING DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN ............................................. 27 E. PENELITIAN TERDAHULU YANG RELEVAN ................................. 28 F. HIPOTESIS TINDAKAN ........................................................................ 29 BAB III METODE PENELITIAN ....................................................................... 30 A. JENIS PENELITIAN ............................................................................... 30 B. SETTING PENELITIAN ......................................................................... 32 1. Waktu dan Tempat Penelitian ............................................................ 32 2. Subjek Penelitian ................................................................................ 32 3. Objek Penelitian ................................................................................. 32 C. RANCANGAN PENELITIAN ................................................................33 1. Perencanaan atau Persiapan …........................................................... 35 2. Pelaksanaan Tindakan ........................................................................ 36 3. Evaluasi .............................................................................................. 40 D. VARIABEL PENELITIAN ..................................................................... 40 E. INDIKATOR PENELITIAN ................................................................... 41 F. INSTRUMEN PENELITIAN .................................................................. 42 G. METODE PENGUMPULAN DATA ...................................................... 43 1. Metode Pengumpulan Data Keterlibatan Siswa ................................. 43 2. Metode Pengumpulan Data Prestasi Belajar Siswa ........................... 45 H. PENGUJIAN VALIDITAS INSTRUMEN DAN DATA PENELITIAN 48 I. METODE ANALISIS DATA .................................................................. 49 1. Metode Analisis Data Keterlibatan Siswa .......................................... 49 2. Metode Analisis Data Prestasi Belajar Siswa .................................... 53 BAB IV PEMBAHASAN .................................................................................... 57 A. HASIL PENELITIAN .............................................................................. 57 1. Kondisi Awal Keterlibatan dan Prestasi Belajar Siswa Kelas IV SD Kanisius Kadirojo ............................................................................... 57 2. Pelaksanaan Tindakan untuk Meningkatkan Keterlibatan dan Prestasi Belajar Siswa Kelas IV SD Kanisius Kadirojo .................................. 61 B. PEMBAHASAN ...................................................................................... 72 1. Peningkatan Keterlibatan Siswa Kelas IV SD Kanisius Kadirojo ..... 73 2. Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Kelas IV SD Kanisius Kadirojo 78 3. Refleksi dan Evaluasi ......................................................................... 80 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V PENUTUP ............................................................................................... 82 A. KESIMPULAN ........................................................................................ 82 B. SARAN .................................................................................................... 83 DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 84 LAMPIRAN ......................................................................................................... 87 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL 3.1 PENJABARAN VARIABEL TERIKAT ...................................................... 40 3.2 PENJABARAN METODE PENGUMPULAN DATA ................................. 47 3.3 ANALISIS OBSERVASI KETERLIBATAN SISWA ................................. 49 3.4 ANALISIS KUISIONER ............................................................................... 51 3.5 ANALISIS LAPORAN SISWA .................................................................... 55 4.1 KONDISI AWAL KETERLIBATAN SISWA KELAS IV SD KANISIUS KADIROJO ................................................................................................... 58 4.2 KONDISI AWAL PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV SD KANISIUS KADIROJO ................................................................................................... 59 4.3 TARGET PEROLEHAN KETERLIBATAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SD KANISIUS KADIROJO ........................................................... 60 4.4 ANALISIS KETERLIBATAN SISWA ......................................................... 73 4.5 ANALISIS ASPEK AKTIF, TERTARIK SERTA PERDULI TERHADAP BUDAYA ...................................................................................................... 77 4.6 TABEL ANALISIS PRESTASI BELAJAR SISWA .................................... 78 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR 3.1 SIKLUS PTK MODEL KEMMIS DAN MC. TAGGART ........................... 33 4.1 SITUASI AWAL KETERLIBATAN SISWA KELAS IV SD KANISIUS KADIROJO TAHUN 2011/2012 .................................................................. 59 4.2 GURU PELAKSANAAN TINDAKAN MELAKUKAN APERSEPSI ....... 62 4.3 SISWA MELAKUKAN LATIHAN ROLE PLAYING SIKLUS I ................ 64 4.4 SISWA MENGERJAKAN SOAL EVALUASI ............................................ 66 4.5 SISWA MELAKUKAN LATIHAN ROLE PLAYING SIKLUS II ............... 69 4.6 SISWA MELAKUKAN ROLE PLAYING PADA SIKLUS II DISAKSIKAN OLEH GURU- GURU .................................................................................. 70 4.7 SISWA MENGERJAKAN SOAL EVALUASI ............................................ 71 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peningkatan kualitas pendidikan merupakan salah satu tujuan pemerintah Indonesia dalam meningkatkan mutu SDM Indonesia. Era globalisasi membawa persaingan yang ketat menuju persaingan global dalam segala bidang termasuk pendidikan. Pendidik merupakan perekayasa pembelajaran, yang membantu siswa untuk memperoleh pengetahuannya, namun tidak jarang guru hanya menerapkan metode belajar konvensional. Hal tersebut dapat dikarenakan keterbatasan kemampuan guru dalam mengembangkan metode pengajaran. Beberapa mata pelajaran yang sering membuat guru menggunakan metode konvensional untuk menyampaikan materi ajarnya antara lain Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Metode ceramah merupakan metode yang umum digunakan oleh guru kelas IV SD Kanisius Kadirojo tahun ajaran 2011/2012. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas IV SD Kanisius Kadirojo, kegiatan pembelajaran untuk materi pokok pada kompetensi dasar mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan internasional dilakukan dengan metode ceramah kemudian siswa mencatat dan melakukan latihan soal.Hasil belajar siswa kelas IV SD Kanisius Kadirojo pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, yaitu materi 1

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 mengidentifikasi budaya Indonesia dalam misi internasionaltergolong rendahpada setiap tahun ajaran. Berdasarkan data hasil belajar siswa tahun 2009/2010 nilai tertinggi siswa 83,5 dengan nilai terendah 0,0 ketuntasan klasikal 21,21% artinya 7 siswa dari 33 siswa tuntas melampaui KKM . Tahun ajaran 2010/ 2011 nilai tertinggi siswa 98,3 nilai terendah 31,2 dengan ketuntasan klasikal 45,23% artinya 18 siswa dari 44 siswa tuntas melampaui KKM. Menurut Gagne dalam Jihad (2011: 11) belajar adalah modifikasi kelakuan melalui pengalaman. Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan. Jika belajar merupakan suatu perilaku, maka didalam belajar harus ditemukan adanya kesempatan terjadinya peristiwa yang menimbulkan respon siswa. Kesempatan terjadinya persitiwa yang menimbulkan respon siswa akan menjadi pengalaman bagi siswa, karena pembelajaran tanpa respon siswa, maka belajar itu tidak terjadi. Menurut Gagne dalam Hanafi (1988: 14) pembelajaran adalah seperangkat peristiwa yang diciptakan dan dirancang dan didorong, menggiatkan dan mendukung belajar siswa. Raka Joni (1980 : 1) menyatakan bahwa pembelajaran adalah menciptakan lingkungan yang memungkinkan terjadinya belajar.Maka dalam pembelajaran yang dilakukan oleh kelas IV SD Kanisius Kadirojo belum dikategorikan sebagai proses belajar, karena respon siswa dalam pembelajaran sebagai indikator terjadinya belajar belum ditemukan.

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Respon kaitanya dalam pembelajaran dikategorikan 3 sebagai keterlibatan siswa. Jika pembelajaran merupakan proses komunikasi antara peserta didik dengan pendidik, serta antara peserta didik dalam rangka perubahan sikap (Jihad, 2011: 11). Maka berdasarkan hasil wawancara guru kelas IV SD Kanisius Kadirojo, komunikasi antara guru dengan siswa hanya berjalan satu arah, yaitu dari guru kepada siswa saja. Berkenaan dengan uraian diatas, maka sebenarnya pembelajaran yang dilakukan oleh siswa Kelas IV SD Kanisius Kadirojo belum dapat dilihat sebagai proses pengaktifan siswa untuk berinteraksi dengan objek belajar untuk mendapatkan hikmah yang terkandung dalam objek belajar tersebut. Menurut Hamalik (2003: 14 ) hasil belajar adalah segala sesuatu yang menjadi milik siswa sebagai akibat dari kegiatan belajar yang dilakukan.Melalui pembelajaran diperoleh hasil belajar. Jika keterlibatan siswa dalam pembelajaran rendah, dapat diasumsikan bahwa prestasi belajar juga akan rendah.Dalam proses pembelajaran, baik guru maupun siswa bersama-sama menjadi pelaku terlaksananya tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran ini akan mencapai hasil yang maksimal apabila pembelajaran berjalan secara efektif. Penggunaan metode yang tepat dapat merangsang atau memberi stimulus agar mendapat respon dari siswa sehingga proses belajar dapat terjadi. Menurut Ahmadi (2011: 54) metode role playing atau bermain peran adalah metode yang memungkinkan penyampaian materi ajar melalui bermain peran, penguasaan bahan- bahan ajar melalui pengembangan

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 imajinasi dan penghayatan siswa. Role playing memungkinkan siswa untuk bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan menyenangkan bagi anak.Dalam role play guru membawa siswa untuk mengekspresikan hubungan-hubungan antar pribadi dengan cara memperagakannya, bekerja-sama dan mendiskusikannya sehingga secara bersama-sama guru dan murid dapat mengeksplorasi perasaan, sikap, nilai dan berbagai strategi pemecahan masalah. Menurut Ahmadi (2011: 56) metode belajar yang menyenangkan akan merangsang siswa untuk merespon pembelajaran sehingga dapat meningkatkan keterlibatan siswa secara utuh dalam pembelajaran.Pada metode bermain peran, titik tekannya terletak pada keterlibatan emosional dan pengamatan indra ke dalam suatu situasi masalah yang secara nyata dihadapi. Murid diperlakukan sebagai subjek pembelajaran, secara aktif melakukan praktik- praktik bahasa (bertanya dan menjawab) bersama teman- temannya pada situasi tertentu. Belajar efektif dimulai dari lingkungan yang berpusat pada diri siswa, siswa harus terlibat aktif karena tanpa adanya keterlibatan siswa maka proses pembelajaran tidak mungkin terjadi. Meihat permasalahan yang terjadi, untuk mempersempit pokok bahasan dalam penelitian ini, peneliti mengkhusukan pada peningkatan

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 keterlibatan siswa dan prestasi belajar siswa melalui metode role playing dalam mata pelajaran Pkn kelas IV SD kanisius Kadirojo. B. Rumusan Masalah Berdasarkan hal- hal diatas, masalah dalam penelitian tindakan kelas ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Apakah penerapan metode role playing pada mata pelajaran Pkn dapat meningkatkan keterlibatan siswa kelas IV SD Kanisius Kadirojo, tahun ajaran 2011/2012 2. Apakah penerapan metode role playing pada mata pelajaran Pkn dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV SD Kanisius Kadirojo, tahun ajaran 2011/2012 C. Batasan Masalah Agar penelitian ini tidak terlalu luas, maka permasalahan dibatasi sebagai berikut: 1. Subjek penelitian Subjek penelitian dibatasi pada siswa kelas IV SD Kanisius Kadirojo tahun ajaran 2011/2012 2. Keterlibatan dan prestasi belajar siswa a. Keterlibatan siswa Keterlibatan siswa yang dimaksud kan dalam penelitian ini adalah keterlibatan siswa dalam pembelajaran yang tercermin

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 melalui belajar yang aktif yaitu keterlibatan siswa baik secara fisik, mental intelektual dan emosional guna memperoleh hasil belajar. b. Prestasi belajar siswa Prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan dari pelajaran- pelajaran yang diterima atau kemampuan menguasai pelajaran yang diberikan oleh guru yang selalui dikaitkan dengan tes hasil belajar. 3. Kompetensi dan materi pembelajaran Kompetensi yang ditingkatkan dalam penelitian ini adalah Standar Kompetensi 4 yaitu:menunjukan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya. Sedangkan Kompetensi Dasarnya adalah 4.2 yaitu:mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan internasional. 4. Metode role playing Metode Role Playing dalam penelitian ini adalah metode belajar yang didalamnya berisi permainan drama yang diperankan oleh siswa dimana siswa memerankan suatu tokoh dalam sebuah drama singkat mengenai budaya daerah Indonesia dalam misi internasional. Siswa belajar melalui drama dengan pengetahuan dari drama yang diperankannya. menemukan konsep

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 D. Penegasan Istilah Untuk mengurangi kesalah pahaman judul diatas, peneliti menegaskan kembali istilah- istilah yang termuat dalam judul tersebut, yaitu: 1. Kegiatan role playing Menurut Hamzah, (2007: 25) Role playing adalah sejenis permainan gerak yang didalamnya ada tujuan, aturan dan sekaligus melibatkan unsur senang. Kegiatan role playing pada penelitian ini siswa dikondisikan pada situasi tertentu di luar kelas, sehingga siswa diperlakukan sebagai subyek pembelajaran, secara aktif melakukan praktik-praktik berbahasa (bertanya dan menjawab dalam bahasa Inggris misalnya) bersama teman-temannya pada situasi tertentu. 2. Keterlibatan siswa Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, keterlibatan adalah keadaan terlibat. Keterlibatan jika dikaitkan dengan pembelajaran, khususnya siswa maka merupakan suatu tindakan aktif dimana siswa mau terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Jenis- jenis keterlibatan sendiri sangat beragam, antara lain kemampuan bertanya, kemampuan menyimpulkan, kemampuan menjawab. 3. Prestasi belajar siswa Menurut Jihad (2011: 14) Prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan dari pelajaran-pelajaran yang diterima atau kemampuan menguasai pelajaran yang diberikan oleh guru yang selalu dikaitkan dengan tes hasil belajar yang disimbolkan dalam bentuk angka.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 E. Pemecahan Masalah Dalam pemecahan masalah ini peneliti menggunakan metode role playing untuk: 1. Meningkatkan keterlibatan siswa dalam mata pelajaran Pkn kelas IV SD Kanisius Kadirojo tahun ajaran 2011/2012 2. Meningkatkan prestasi siswa dalam mata pelajaran Pkn kelas IV SD Kanisius Kadirojo tahun ajaran 2011/2012 F. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti ini adalah untuk: 1. Megetahui apakah penggunaan metode Role Playing dapat meningkatkan keterlibatan siswa kelas IV SD Kanisius Kadirojo. 2. Mengetahui apakah penggunaan metode Role Playing dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV SD Kanisius Kadirojo. G. Manfaat Penelitian Manfaat yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: 1. Meningkatkanketerlibatan siswa kelas IV SD Kanisius Kadirojo tahun ajaran 2011/ 2012 dengan menggunakan metode Role playing. 2. Meningkatkanprestasi belajar siswa kelas IV SD Kanisius Kadirojo tahun ajaran 2011/ 2012 dengan menggunakan metode Role playing.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Keterlibatan Siswa dalam Pembelajaran 1. Keterlibatan siswa Keterlibatan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah keadaan terlibat. Kaitannya dengan pembelajaran khususnya keterlibatan siswa adalah keadaan dimana siswa terlibat aktif dalam pembelajaran. Keterlibatan siswa menurut Dimyanti dan Mudjono (2006: 46) tidak diartikan sebagai keterlibatan fisik semata, namun juga terlibat mental emosional siswa, keterlibatan dengan kegiatan kognitif dalam pencapaian dan perolehan pengetahuan, dalam penghayatan dan internalisasi nilai-nilai dalam pembentukan sikap, dan juga pada saat mengadakan latihan-latihan dalam pembentukan keterampilan. Menurut Natawijaya (2005:31) keterlibatan dalam pembelajaran digambarkan melalui belajar aktif. Belajar aktif adalah suatu sistem belajar mengajar yang menekankan keterlibatan fisik, mental intelektual dan emosional guna memperoleh hasil berlajar berupa perpaduan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Siswa berprestasi memiliki keaktifan sehingga menjadi produktif. 9

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa keterlibatan siswa adalah keadaan di mana siswa mau terlibat secara aktif, baik secara fisik maupun emosional selama proses pembelajaran yaitu proses interaksi guru dengan siswa, siswa dengan siswa, dan siswa dengan lingkungannya dalam rangka memperoleh hasil belajar berupa perpaduan aspek kognitif, psikomotor dan afektif. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran merupakan salah satu indikator adanya keinginan siswa untuk belajar. Keterlibatan sisiwa dalam proses pembelajaran akan menyebabkan interaksi yang tinggi antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa itu sendiri, sehingga suasana pembelajaran menjadi segar dan kondusif karena siswa dapat melibatkan kemampuannya semaksimal mungkin. Menurut Paul D. Dierich, dalam Yasmin (2007: 84) klasifikasi keterlibatan siswa dalam pembelajaran adalah sebagai berikut: a. Kegiatan visual, berupa: membaca, melihat gambar, mengamati, eksperimen atau demonstrasi dan mengamati orang lain berperan. b. Kegiatan lisan, berupa: mengemukakan suatu fakta atau prinsip, menghubungkan suatu tujuan, mengajukan suatu pernyataan, memberi saran, mengemukakan pendapat, wawancara, dan diskusi. c. Kegiatan mendengarkan, berupa: mendengarkan percakapan, penyajian materi, radio, dll.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 d. Kegiatan menulis, berupa: menulis cerita, laporan, memeriksa karangan, bahan-bahan, membuat rangkuman, mengerjakan tes dan mengisi angket. e. Kegiatan menggambar, berupa: menggambar, membuat grafik, chart, diagram, peta dan pola. f. Kegiatan metrik, berupa: melakukan percobaan, memilih alat, melaksanakan peran, menari, berkebun. g. Kegiatan mental, berupa: merenungkan, mengingat, memcahkan masalah, menganalisis faktor-faktor, melihat hubungan-hubungan dan membuat keputusan, h. Kegiatan emosional, berupa: minat, membedakan, berani, tenang. Menurut Sriyono (1992: 14) ciri-ciri pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif adalah sebagai berikut: a. Situasi kelas merangsang siswa untuk melakukan kegiatan secara bebas sehingga siswa dapat telibat aktif dan produktif. b. Guru tidak banyak mendominasi kelas (teacher centered), tetapi guru hanya memancing keterlibatan siswa dalam bentuk rangsangan berpikir untuk memcahkan suatu permasalahan. c. Guru menyediakan dan mengusahakan sumber belajar bagi siswa. Sumber belajar tersebut berupa sumber tertulis, sumber manusia, media, termasuk guru sendiri sebagai sumber belajar.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 d. Kegiatan belajar yang bervariatif, ada kegiatan yang dilakukan bersama-sama tidak hanya satu atau dua siswa saja yang terlibat aktif. e. Hubungan antara guru dan siswa terjalin secara manusiawi, bukan seperti atasan dan bawahan. f. Situasi kelas tidak kaku dan terikat mati pada suatu peraturan tertentu, namun dapat berubah sesuai kebutuhan. g. Siswa memiliki keberanian mengajukan pertanyaan, pendapat, pernyataan, gagasa, ataupun pemecahan masalah. h. Guru senantiasa menghargai pendapat siswa, terlepas dari benar atau salah pendapat tersebut. Tidak diperkenankan membunuh, mengurangi atau menekan siswa agar pendapatnya selalu sesuai dengan pendapat guru. Menurut Usman (2009: 26) caramemperbaiki keterlibatan siswa dalam pembelajaran adalah sebagai berikut: a. Sesuaikan pengajaran dengan kebutuhan siswa, karena hal ini sangat penting untuk meningkatkan usaha dan keinginan siswa. b. Kenali dan bantulah siswa yang kurang terlibat, selidiki penyebab dan temukan usaha apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan prestasi anak tersebut. c. Berikan waktu yang lebih banyak untuk kegiatan belajar mengajar.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 d. Pilihlah metode pembelajaran yang dapat menarik minat siswa sehingga dapat memicu partisipasi siswa. Selidiki minat siswa dan kaitkan dengan pembelajaran sehingga siswa dapat lebih tertarik. e. Masa transisi antara berbagai kegiatan dalam pembelajaran hendaknya dilakukan secara luwes. f. Berilah pengajaran yang jelas dan tepat sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dapat merangsang dan mengembangkan bakat siswa, juga dapat melatih siswa untuk berfikir kritis dan memecahkan masalah dalam kehidupan seharihari. Guru dapat merekayasa sistem pembelajaran secara sistematis sehingga merangsang keterlibatan siswa. 2. Belajar dan Pembelajaran a. Belajar Menurut Suparno (2001:2) belajar merupakan serangkaian aktivitas yang dapat menimbulkan adanya perubahan perilaku. Perubahan perilaku tersebut dihasilkan karena adanya respon yang diperkuat.Bloom dalam Suparno (2001:6) membagi belajar ke dalam tingkatan-tingkatan yang disebut sebagai ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Menurut Dimmyanti(2006:15), belajar adalah kegiatan individu untuk memperoleh pengetahuan, perilaku, keterampilan

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 dengan cara mengolah bahan ajar.Dalam belajar tersebut individu menggunakan ranah kognitif, psikomotor dan afektif.Akibat belajar tersebut kemampuan kognitif, psikomotor dan afektif semakin bertambah. Menurut Sudjana (1996: 26) belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang, perubahan sebagai hasil proses belajar dapat ditunjukan dalam berbagai bentuk seperti perubahan pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, keterampilan, kecakapan, kebiasaan serta perubahan aspek-aspek yang ada pada individu yang belajar. Slameto (2003: 2) merumuskan belajar sebagai suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Ciri-ciri perubahan tingkah laku tersebut adalah sebagai berikut: 1) Terjadi secara sadar 2) Bersifat kontinu dan fungsional 3) Bersifat positif dan aktif 4) Bukan sementara 5) Bertujuan dan terarah 6) Mencakup seluruh aspek tingkah laku

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 Menurut Jihad(2012: 3) pada dasarnya belajar merupakan tahap perubahan perilaku siswa yang relative positif dan mantap sebagai hasil interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif, afektif dan psikomotor. Belajar menurut Gagne dalam Dimyanti dan Mudjono (2006: 14) merupakan kegiatan kompleks. Hasil belajar berupa kapabilitas, setelah belajar seseorang akan memiliki keterampilan, pengetahuan, sikap dan nilai. Timbulnya kapabilitas tersebut berasal dari stimulasi yang berasal dari lingkungannya dan proses kognitif yang dilakukan oleh siswa. Maka belajar merupakan seperangkat proses kognitif yang erubah sifat stimulasi lingkungan, melalui pengolahan informasi menjadi kapabilitas baru. Berdasarkan pendapat para ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu proses di mana pembelajar (siswa) harus mengalami, berbuat, mereaksi dan melalui berbagai mata pelajaran yang berpusat pada suatu tujuan tertentu yang bermakna dan dipengaruhi oleh pembawaan serta lingkungan kemudian menghasilkan sikap, perilaku, pengetahuan, keterampilan, kecakapan, pemahaman serta perubahan yang aspekaspek yang ada pada diri siswa. Perubahan tersebut terjadi secara sadar serta berkelanjutan yang bersifat aktif, positif dan menetap.Jenis-jenis belajar menurut para ahli antara lain: 1) Belajar abstrak, yaitu belajar dengan cara-cara berfikir abstrak.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 2) Belajar keterampilan, yaitu belajar dengan menggunakan gerak-gerak motorik yakni yang berhubungan dengan urat syaraf dan otot. 3) Belajar sosial, belajar memahami masalah dan teknik untuk memecahkan masalah tersebut. 4) Belajar memecahkan masalah, yaitu belajar menggunakan metode ilmiah atau berfikir sistematis, logis, teratur, dan teliti. 5) Belajar rasional, belajar dengan menggunakan kemampuan berfikir secara logis dan rasional. 6) Belajar kebiasaan, proses pembentukan kebiasaan baru atau perbaikan kebiasaan yang telah ada. 7) Belajar apresiasi, belajar mempertimbangkan arti penting atau nilai suatu objek. 8) Belajar pengetahuan, yaitu belajar dengan cara melakukan penyelidikan mendalam terhadap objek pengetahuan tertentu. b. Pembelajaran Pembelajaran merupakan suatu proses yang terdiri dari kombinasi dua aspek yaitu belajar, yang berorientasi padaapa yang harus dilakukan siswa. Mengajar, berorientasi pada apa yang harus dilakukan oleh guru sebagai pemberi pelajaran. Pembelajaran pada dasarnya merupakan proses komunikasi antara peserta didik dan pendidik dalam rangka perubahan sikap. Komunikasi di sini didefinisikan sebagai proses di mana para siswa menciptakan dan

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI saling berbagi informasi satu sama lain guna 17 mencapai pertimbangan timbal balik. Menurut Gagne (1979: 31), pembelajaran adalah suatu rangkaian peristiwa eksternal yang mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga proses belajarnya dapat berlangsung dengan mudah. Permbelajaran yang efektif menurut Bloom dan Suparno (2001: 102) memiliki empat komponen, yaitu adanya orientasi yang jelas dan menggugah, adanya keterlibatan siswa secara aktif, adanya proses penguatan, serta adanya upan balik dan perbaikan. Menurut Hamalik (1994:29) pembelajaran adalah upaya menorganisasi lingkungan untuk menciptakan kondisi belajar bagi peserta didik. Pendidikan bertujuan atau mengubah tingkah laku peserta didik, dan dalam pembelajaran siswa dianggap sebagai organisme yang hidup artinya siswa memiliki berbagai potensi yang si a p untuk berkembang dan dikembangkan melalui pembelajaran. Menurut Jihad (2012: 18) pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbale balik yang berlangsung dalam situasi edukasi untuk mencapai tujuan tertentu.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Menurut Wragg, (1997:37)pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang memudahkan siswa untuk mempelajari sesuatu yang bermanfaat seperti fakta, keterampilan, nilai, konsep dan sesuatu hasil belajar yang diinginkan.Pembelajaran memiliki dasar perencanaan atau perancangan sebagai usaha atau upaya untuk membelajarkan siswa.Maka dalam belajar siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar, tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. Menurut Jihad (2012:23) hal-hal yang perlu diperhatikan dalam rancangan pembelajaran adalah sebagai berikut: 1) Pembelajaran diselenggarakan dengan pengalaman nyata dan lingkungan otentik, karena hal ini diperlukan untuk memungkinkan seseorang berproses dalam belajar secara maksimal. 2) Isi pembelajaran harus didesain agar relevan dengan karakteristik siswa, karena pembelajaran difungsikan sebagai mekanisme adaptif dalam proses konstruksi, dekonstruksi dan rekonstruksi pengetahuan, sikap dan kemamouan 3) Menyediakan media dan sumber belajar yang dibutuhkan. 4) Penilaian hasil belajar terhadap siswa dilakukan secaraa formatif sebagai diagnosis untuk menyediakan pengalaman

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 belajar secara berkesinambungan dan dalam bingkai belajar sepanjang hayat. B. Prestasi Belajar Siswa 1. Pengertian Prestasi Belajar Menurut Juliah (2004: 45) prestasi belajar adalah segala sesuatu yang menjadi milik siswa sebagai akibat dari kegiatan belajar yang dilakukannya. Menurut Hamalilk (2003:24)hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian dan sikap-sikap serta aperespsi dan abilitas. Menurut Jihad (2012: 15) hasil belajar adalah perubahan tingkah laku siswa secara nyata setelah dilakukannya proses belajar mengajar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Menurut Sudjana (2004:34) prestasi belajar adalah kemampuankemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya. Menurut Jihad (2012: 18), tujuan belajar adalah sejumlah hasil belajar yang menunjukkan bahwa siswa telah melakukan perbuatan belajar, yang umumnya meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikapsikap yang baru yang diharapkan dicapai oleh siswa.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 Berdasarkan pendapat para ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan penguasaan atau kemampuan yang diperoleh siswa melalui kegiatan belajar yang disimbulkan dalam bentuk angka. Angka tersebut diperoleh melalui test hasil belajar untuk mengetahui nilai penguasaan atau kemampuan siswa. 2. Faktor-faktor yang Memperngaruhi Prestasi Belajar Menurut Syah (2000:122) untuk mencapai prestasi belajar siswa sebagaimana yang diharapkan, maka perlu diperhatikan beberapa faktor: a. Faktor intern 1) Aspek fisiologis, merujuk pada kondisi fisik siswa. Jika keadaan fisik siswa sehat serta kuat akan memberikan hasil belajar yang baik pula. 2) Aspek psikologis berkaitan erat dengan intelegensi, sikap, bakat, minat dan motivasi siswa dalam belajar. yang dijabarkan sebagai berikut: a) Kecerdasan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kesempurnaan perkembangan akal budi, maka jika seseorang memiliki kecerdasan yang normal akan memberi prestasi belajar yang baik. b) Sikap adalah gejala internal untuk mereaksi atau merespon dengan cara yang relative terhadap objek orang, barang dan sebagainya.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 c) Bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang. d) Minat atau interest berarti kecenderungan dan gairah yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. e) Motivasi keadaan internal seseorang yang mendorongnya berbuat sesuatu. b. Faktor ekstern Faktor ekstern yang mempengaruhi prestasi belajar adalah lingkungan sosial yang meliputi keadaan keluarga, sekolah dan masyarakat. c. Faktor pendekatan belajar Faktor pendekatan belajar adalah jenis upaya siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan untuk melakukan kegiatan pembelajaran dalam mendapatkan materi- materi pembelajaran. Strategi dalam hal ini adalah seperangkat langkah oprasional yang direkayasa sedemikian rupa untuk memecahkan masalah atau tujuan belajar tertentu. 3. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan a. Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan Menurut Azra (2009: 19) pendidikan kewarganegaraan adalah pendidikan yang mengkaji dan membahas tentang pemerintah,

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 konstitusi, lembaga-lembaga demokrasi, rule of law, HAM, hak dan kewajiban warganegara serta proses demokrasi. Menurut Zamroni (2002: 23) Pendidikan kewarganegaraan adalah pendidikan demokrasi yang bertujuan untuk mempersiapkan warga masyarakat berfikir kritis dan bertindak demokratis, melalui aktivitas menanamkan kesadaran kepada generasi baru bahwa demokrasi adalah bentuk kehidupan masyarakat yang paling menjamin hak-hak warga masyarakat. b. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah mewujudkan warga Negara sadar bela Negara berlandaskan pemahaman politik kebangsaan, dan kepekaan mengembangkan jati diri dan moral bangsa dalam perikehidupan berbangsa. Mengantarkan peserta didik memiliki wawasan kesadaran bernegara untuk bela Negara dan memiliki pola pikir, pola sikap dan perilaku untuk cinta tanah air Indonesia, sehingga dapat menumbuhkembangkan wawasan kebangsaan, kesadaran berbangsa dan bernegara pada diri peserta didikTujuan Pendidikan Kewarganegaraan berdasarkan Kep. Dirjen Dikti No 267/Dikti/2000: 1) Tujuan umum Untuk memberikan pengetahuna dan kemampuan dasar kepada siswa mengenai hubungan antara warga Negara dengan

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 Negara agar menjadi warga Negara yang diandalkan oleh bangsa dan Negara. 2) Tujuan khusus a. Siswa dapat memahami dan melaksanakan hak dan kewajiban secara santun, jujur, dan demokratis serta ikhlas sebagai WNI terdidik dan bertanggungjawab. b. Siswa menguasai dan memahami berbagai masalah dasar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta dapat mengatasinya dengan pemikiran kritis dan bertanggungjawab yang berlandaskan Pancasila, wawasan nusantara dan ketahanan nasional. c. Siswa memiliki sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilainilai kejuangan, cinta tanah air, serta rela berkorban bagi nusa dan bangsa. C. Metode Role Playing 1. Pengertian Metode Menurut Sudjana (2005:76) metode pembelajaran adalah cara yang digunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 Menurut Sutikno (2009: 88) metode pembelajaran adalah cara- cara menyajikan materi pelajaran yang dilakukan oleh pedidik agar terjadi proses pembelajaran pada diri siswa dalam upaya untuk mencapai tujuan. Berdasarkan pendapat beberapa ahli, maka dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran merupakan cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. 2. Pengertin Role Playing Menurut Hadfield(1986:254)role playing adalah permainan gerak yang di dalamnya ada tujuan,, aturan, dan sekaligus melibatkan unsur senang. Dalam Role playing murid dikondisikan pada situasi tertentu di luar kelas, meskipun saat pembelajaran terjadi di dalam kelas. Menurut Syamsu (2000:8) role playing adalah suatu bentuk aktivitas di mana siswa membayangkan dirinya seolah-olah berada di luar kelas memainkan peran orang lain.Metode ini lebih menekankan terhadap masalah yang diangkat dalam pertunjukan bukan pada kemampuan pemain dalam melakukan peran.Penggunaan role playing dapat membantu siswa dalam mencapai tujuan-tujuan afektif.Esensi role playing adalah partisipasi aktif seluruh siswa untuk melakukan tindakan observasi dan pemeranan dalam situasi yang sebenarnya untuk memecahkan masalah tertentu.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 Menurut Joyce dan Weil (2000:9) role playing merupakan model pembelajaran yang menekankan sifat sosial dan memandang bahwa perilaku kooperatif dapat merangsang siswa baik secara sosial maupun intelektual. 3. Manfaat Role Playing Menurut DePorter (2002: 12) manfaat yang dapat diambil dari role playing adalah: a. Role playing dapat memberikan semacam hidden practice, di mana siswa tanpa sadar menggunakan ungkapan-ungkapan terhadap materi yang telah dan sedang mereka pelajari. b. Role playing melibatkan jumlah siswa yang cukup banyak, cocok untuk kelas besar. c. Role playing dapat memberikan kesenangan kepada siswa karena role playing pada dasarnya adalah permaian. Dengan bermain siswa akanmerasa senang karena bermain adalah dunia anak usai SD. Masuklah ke dunia siswa sambil kita antarkan dunia kita. 4. Kelebihan Role Playing Kelebihan role playing menurut Ahmadi (2011: 55) antara lain: a. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh b. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda c. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 d. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi a na k e. Melibatkan seluruh siswa sehingga dapat berpartisipasi aktif dalam memiliki kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerja sama. f. Dapat berkesan kuat dan tahan lama dalam ingatan siswa karena permainan sangat menyenangkan bagi siswa. g. Sangat menarik bagi siswa, sehingga memungkinkan kelas menjadi dinamis dan penuh antusias. Dapat membangkitkan gairah dan semangat optimisme dalam diri siswa serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kesetiakawanan sosial yang tinggi h. Siswa dapt menghayati peristiwa yang berlangsung dengan mudah dan dapat memetik butir-butir hikmah yang terkandung di dalamnya dengan pengahayatan siswa sendir serta dapat meningkatkan kemampuan profeisona siswa. 5. Kelemahan Metode Role Playing Metode role playing membutuhkan kerja keras dari semua pihak yang terlibat, dan membutuhkan alokasi waktu yang relatif lebih banyak dibandingkan metode pembelajaran yang lain. 6. Langkah- langkah Metode Role Playing a. Menentukan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, antara lain topik yang ingin digunakan, alokasi waktu, pencapaian yang diinginkan, dan teknis pelaksanaan role playing.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 b. Memilih konteks dan peran serta menulis sekenario yang akan diperankan. c. Latihan pendahuluan dilakukan sebelum pelaksanaan role playing sesungguhnya agar siswa dapat menemukan karakter dan alur cerita yang dimainkan. d. Pelaksanaan Role playing e. Mendiskusikan kesimpulan yang diperoleh dari pelaksanaan role playing, meliputi perolehan pengetahuan dan kemampuan. f. Penilain dilakukan selama proses role playing. D. Penerapan Metode Role Playing dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Penerapan metode role playing selalu mengedepankan keterlibatan siswa secara aktif. Hal tersebut diperkuat dengan posisi role playing selain sebagai metode tetapi juga sebagai permainan yang digemari anak usia sekolah dasar. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, kebanyakan materi hanya disampaikan dengan metode ceramah saja, sehingga menjadi pelajaran yang membosankan. Penempatan role playingdalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dirasa tepat dan dapat memberi hiburan nyata bagi siswa. Bermain peran atau role playing, siswa mengalami hidden practice, siswa tanpa sadar telah belajar dalam bermain.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 Sesuai usia perkembangan fase belajarnya, siswa usia sekolah dasar sangat senang dengan permainan. Keterlibatan siswa dalam role playing membuat siswa menerima materi yang sebelumnya membosankan, menjadi menyenangkan sehingga prestasi belajar siswa dapat meningkat. Peningkatan keterlibatan sisw akan diikuti dengan prestasi belajar karena siswa mampu memahami materi pembelajaran dengan mempraktekannya melalui role playing. E. Penelitian Terdahulu yang Relevan Rachmawati (2010) dalam Penelitian Tindakan Kelasnya tentang “Penerapan Metode Bermain Peran Dalam Upaya Meningkatkan Kecerdasan Natural Pada Siswa Kelompok B-PAUD di RA Persis, kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan” menunjukkan bahwa pembelajaran tampak lebih aktif dan kreatif, pemahaman anak terhadap konsep melestarikan lingkungan dan suasana pembelajaran terkesan menyenangkan.Berdasarkan hasil analisis data, terlihat bahwa anak memiliki kemampuan dalam kognitif dan motorik. Mariana (2007) dalam Penelitian Tindakan Kelasnya yang dilakukan dalam 3 siklus, 7 kali pertemuan, berjudul “Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Konsep Pengelolaan LIngkungan Dengan Penerapan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar Model Conceptual Change Metode Praktikum” menunjukkan bahwa aktivitas siswa meningkat dan hasil belajar dari berbagai bentuk evaluasi seperti tes, portofolio dan observasi yang menunjukkan adanya peningkatan hasil dari siklus satu ke siklus selanjutnya.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 Maulida Zahara (2012) melakukan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakannya dalam 3 siklus. Penelitian dengan judul “Penerapan Metode Role Playing untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Materi Mengomentari Persoalan Faktual” mampu meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Peningkatan tersebut ditunjukan melalui hasil tes dan observasi yang telah dilakukan. F. Hipotesis Tindakan Hipotesis dalam penelitian ini adalah penggunaan metode role playing dapat meningkatkan keterlibatan dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas IV di SD Kanisius Kadirojo tahun ajaran 2011/2012.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian kuantitatif didukung dengan deskriptif kualitatif guna menemukan kebenaran ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Penelitian tindakan kelas atau classroom action research dilakukan bukan hanya sebatas untuk mengetes sebuah perlakuan, namun juga untuk langsung menerapkan perlakuan tersebut dengan hati-hati sambil mengikuti setiap langkah dari proses serta dampak perlakuan yang dimaksud. Penelitian tindakan kelas juga dilakukan tanpa mengubah situasi rutin, karena jika penelitian dilakukan dalam situasi lain, maka penelitian tersebut tidak dijamin dapat diterapkan dalam situasi aslinya. Menurut Arikunto dalam bukunya “Penelitian Tindakan Kelas” (2006:3) Penelitian Tindakan Kelas adalah suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersamaan. Arikunto juga menekankan bahwa Penelitian Tindakan Kelas memiliki beberapa prinsip. 30

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 Prinsip- prinsip Penelitian Tindakan Kelas tersebut adalah sebagai berikut: 1. Kegiatan nyata dalam situasi rutin 2. Adanya kesadaran diri untuk memperbaiki kinerja 3. Strength (kekuatan), weaknesses (kelemahan), opportunity (kesempatan), threat (ancaman) sebagai dasar berpijak 4. Upaya empiris dan sistematik, mengikuti prinsip-prinsip empiris (terkait dengan pengalaman) dan sistematik, berpijak pada unsur-unsur yang terkait dengan keseluruhan system terkait dengan objek yang sedang digarap. 5. Mengikuti prinsip specific (tidak terlalu umum), manageable (dapat dikelola dan dilaksanakan, acceptable (dapat diterima di lingkungannya), achievable (dapat dijangkau dan dicapai), realistic (operasional, tidak diluar jangkauan), time-bound (diikat oleh waktu, terencana) Menurut Syaodih dalam bukunya “Metode Penelitian Pendidikan” (2005: 159), tahap-tahap Penelitian Tindakan Kelas antara lain: 1. Mengidentifikasi dan menganalisis masalah 2. Merancang cara memecahkan masalah 3. Melaksanakan dan menguji cara memecahkan masalah 4. Mengevaluasi keberhasilan 5. Merefleksikan hasil

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6. Pembuatan kesimpulan 7. Melaporkan temuan-temuan 32 Oleh karena itu, Penelitian Tindak Kelas merupakan penelitian praktis dan bukan merupakan penelitian formal karena hanya memusatkan perhatian pada permasalahan spesifik dan kontekstual. Penelitian Tindak Kelas tidak terlalu mementingkan kerepresentatifan sempel tetapi bersifat menemukan bentuk pengejaran di kelas yang sesuai dengan jenis permaslahan yang dihadapi (Subijianto, 2009:19) B. Setting Penelitian 1. Waktu dan Tempat Penelitian a. Waktu penelitian : bulan Mei 2012 b. Tempat penelitian : SD Kanisius Kadirojo Kadirojo, Purwomartani, Kalasan, Sleman. 2. Subyek Penelitian Subyek yang menjadi unit analisis dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Kanisius Kadirojo pada semester 2 (genap) tahun ajaran 2011-2012 yang berjumlah 44 siswa, yang terdiri dari 24 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. 3. Obyek Penelitian Objekdalam penelitian ini adalah: a. Peningkatan keterlibatan siswa melalui metode role playing dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas IV.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 b. peningkatan prestasi belajar siswa melalui metode role playing dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas IV. C. Rancangan Penelitian Ada beberapa ahli yang mengemukakan model Penelitian Tindakan Kelas, namun secara garis besar terdapat empat tahapan yang lazim yaitu Perencanaan (Plan), Tindakan (Act), observasi/pengamatan (observe) dan refleksi.Penelitian ini berjenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart. Menurut Wijaya Kusumah dan Dedi Dwitagama ( 2010:21) model yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc Taggart berupa uraian-uraian yang di dalamnya terdiri empat komponen yang tergambar pada gambar di bawah ini: Gambar 3.1. Siklus PTK model Kemmis dan Mc. Taggart

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 Keterangan :  Persiapan : Melakukan penelitian sesuai dengan rencana tindakan.  Pelaksanaan Tindakan : Mengamati kegiatan siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran dan mencatat hal-hal penting yang terjadi  Observasi : Melakukan pengamatan terhadap hasil temuantemuan, kesulitan-kesulitan atau kendala-kendala yang dihadapi selama proses pelaksanaan tindakan.  Refleksi : Melakukan evaluasi terhadap hasil temuan-temuan, kesulitan-kesulitan atau kendala-kendala yang dihadapi selama proses pelaksanaan tindakan. Berdasarkan gambaran diatas, dapat diketahui bahwa komponenkomponen tersebut dilakukan dalam satu siklus. Siklus yang dimaksud adalah suatu putaran kegiatan yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan dan pengamatan, serta refleksi. Jumlah siklus yang dilakukan dalam sebuah penelitian sangat bergantung pada permaslahan yang diselesaikan dan target ketercapaiannya. Jika dalam suatu siklus belum mampu untuk mencapai target yang ditentukan, maka dilakukan siklus selanjutnya. Namun, jika target penelitian sudah tercapai, maka siklus dapat dihentikan.

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 Penelitian ini terdiri dari 2 (dua) siklus dengan kegiatan sebagai berikut: 1. Perencanaan atau Persiapan Pada tahap persiapan penelitian, peneliti melakukan kegiatankegiatan sebagai berikut : a. Peneliti meminta surat ijin penelitian dari sekretariat PGSD untuk melakukan penelitian. b. Peneliti meminta surat ijin penelitian dari Kepala Sekolah SD Kanisius Kadirojo untuk melakukan penelitian. c. Peneliti melakukan identifikasi masalah pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah dan menetapkan alternative pemecahan masalah. d. Peneliti melakukan observasi awal terhadap kondisi siswa dalam pembelajaran baik dalam prestasi maupun keterlibatan belajarnya yang dilakukan bersama dengan guru kelas. e. Peneliti menentukan materi pokok pada kompetensi dasar yang akan diberi tindakan. f. Peneliti menyusun perangkat pembelajaran berupa Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Lembar Kerja Siswa untuk diterapkan dalam pembelajarn. g. Peneliti menyusun dan mengembangkan format evaluasi untuk tiap siklus yaitu soal tes, naskah role pleying, rubik penilaian dan pengamatan. Selain itu, juga menyusun panduan kuisioner dan wawancara untuk siklus terakhir.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 h. Peneliti menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan selama proses pembelajaran. 2. Pelaksanaan Tindakan a. Siklus I (2 pertemuan-2JP) 1) Tindakan (acting) dan Pengamatan (observing) x siswa melakukan tanya jawab sebagai bentuk apersepsi siswa pada materi yang akan dibahas. x Siswa mendapat penjelasan dari Guru pelaksana tindakan mengenai kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan dengan metode role playing terutama langkah kerja yang akan dilakukan. x Siswa masuk dalam 6 (enam) kelompok kerja. x Siswa memahami prosedur dalam melakukan role playing tahap demi tahap. x Siswa dalam kelompok melakukan kegiatan kelompok, seperti pembagian peran dan berlatih bersama sesuai dengan prosedur yang ada dalam Lembar Kerja Siswa. x Siswa pada masing-masing kelompok melakukan role playingdi depan kelas mengenal budaya daerah Indonesia. x Siswa pada masing-masing kelompok mengisi hasil pengamatan dalam lembar kerja sesuai dengan kelompok yang tampil. x Kelompok mendiskusikan hasil pengamatan dengan bantuan pertanyaan dalam Lembar Kerja Siswa.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI x 37 Siswa untuk menjelaskan konsep-konsep yang didapatkan dari hasil pengamatan. 2) Siswa diamati oleh observer mengenai keterlibatannya selama proses pembelajaran baik keterlibatan siswa secara individu maupun kelompok. 3) Siswa melakukan evaluasi dan refleksi pada akhir pembelajaran melalui tes tertulis.Siswa membuat laporan kegiatan yang harus dikumpulkan sebelum pertemuan berikutnya. 4) Refleksi guru pelaksana tindakan Menurut Martin (2000:85), refleksi merupakan kegiatan berfikir untuk melihat kembali, merenungkan da n mempertimbangkan secara serius terhadap hal-hal yang pernah dialami dan dijumpai. Hasil refleksi digunakan untuk mengevaluasi sebuah tujuan sehingga dapat menemukan seberapa jauh perkembangan yang telah dicapai. Setelah proses pembelajaran dalam satu siklus ini berakhir, maka peneliti merefleksikan hal-hal berikut ini: x Guru mengevaluasi hasil refleksi anak sebagai bahan pertimbangan pada siklus selanjutnya. x Melakukan evaluasi terhadap tindakan yang telah dilakukan, meliputi evaluasi mutu dan waktu serta temuan-temuan dalam

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kegiatan pembelajaran yang te la h dilaksanakan 38 sebagai pertimbangan pada tindakan selanjutnya. x Meminta evaluasi atau tanggapan dari guru kelas tentang pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan. x Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi untuk diterapkan dalam siklus II. b. Siklus II (2 pertemuan-2JP) 1) Tindakan (acting) dan Pengamatan (observing) Berikut adalah rangkaian tindakan yang dilakukan pada siklus II: x Siswa melakukan tanya jawab sebagai bentuk apersepsi siswa pada materi yang akan dibahas. x Siswa mengulas kegiatan role playing yang telah dilaksanakan pada pertemuan sebelumnya. x Siswa masuk dalam kelompok seperti siklus sebelumnya. x Siswa dalam setiap kelompok melakukan kegiatan role playing mengenai mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang pernah tampil dalam misi kebudayaan internasional. x Siswa memahami prosedur dalam melakukan kegiatan role playingtahap demi tahap sambil membimbing pada konsep yang akan ditekankan.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Siswa x dalam masing-masing kelompok mengisi 39 hasil pengamatan dalam lembar kerja. Siswa dalam kelompok mendiskusikan hasil pengamatan dengan x bantuan pertanyaan dalam Lembar Kerja Siswa. Siswa menjelaskan konsep-konsep yang didapatkan dari hasil x pengamatan. Siswa x diamati selama kegiatan pembelajaran, observer melakukan pengamatan kepada siswa terutama keterlibatan siswa baik secara individu maupun keterlibatan siswa dalam kelompok. 2) Siswa melakukan evaluasi dan refleksi diakhir pembelajaran melalui tes tertulis dan melaporakan hasil kegiatan yang telah dilakukan dengan format laporan kegiatan. 3) Refleksi guru pelaksana tindakan Setelah proses pembelajaran pada siklus kedua ini berakhir, maka peneliti merefleksikan hal-hal berikut ini : x Melakukan evaluasi terhadap tindakan yang telah dilakukan, meliputi evaluasi mutu dan waktu serta temuan-temuan yang ditemui dalam proses kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan sebagai pertimbangan apakah perlu dilakukan siklus selanjutnya. x Meminta tanggapan dari guru kelas tentang pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan terhadap proses dan hasil

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 belajar siswa sebagai pertimbangan ketercapaian tujuan pembelajaran. Jika target penelitian belum tercapai, maka melakukan siklus berikutnya. Namun, jika penelitian sudah mencapai target yang ditentukan maka siklus dihentikan. 3. Evaluasi Evaluasi yang dimaksudkan adalah evaluasi untuk keseluruhan siklus pembelajaran yang dilakukan dengan metode role playing untuk meningkatkan keterlibatan dan prestasi belajar siswa. Evaluasi ini melihat dari proses serta hasil belajar siswa disetiap siklus, apakah metode yang diterapkan sudah mampu meningkatkan keterlibatan dan prestasi belajar siswa dari siklus ke siklus berdasarkan target yang ditentukan. Evaluasi ini dilakukan melalui tes tertulis dan wawancara dengan guru kelas. D. Variabel Penelitian Variabel terkait dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah keterlibatan siswa dan prestasi belajar yang akan dijabarkan melalui tabel berikut : Tabel 3.1 Penjabaran Variabel Terikat Variabel Keterlibatan Aspek x Melakukan pengamatan x Mengajukan pertanyaan x Mengkomunikasikan konsep/mengemukakan gagasan x Memberi saran dan pendapat x Berdiskusi Data 1. Melalui langsung rubric siswa. 2. Data kuisioner diberikan semua pengamatan dengan pengamatan pengisisan siswa yang setelah siklus Target/Indikator 80% siswa dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran 80% siswa berminat mengikuti setiap proses pembelajaran

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Prestasi belajar 41 berakhir. x Mendengarkan x Melakukan peran x Berminat x Tertarik Kognitif (kecerdasan siswa 1. Data hasil tes dalam berfikir) 2. Menulis laporan Evaluasi Siswa mendapatkan nilai akhir ≥ 75 dan 80%siswa memperoleh nilai pada kisaran tersebut. Data hasil tes tertulis Hasil tes tertulis dan wawancara menunjukkan mendalam dengan guru peningkatan prestasi. kelas Responden (guru) menyatakan bahwa pembelajaran yang dilakukan dapat meningkatkan keterlibatan dan prestasi belajar siswa pada aspek kognitif E.Indikator Penelitian Penelitian ini dikatakan mencapai target atau indikator pada tiap siklus dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Keterlibatan siswa Berdasarkan hasil pengamatan dari setiap siklus, siswa mengalami peningkatan keterlibatan sebesar 50% siswa mau terlibat aktif dalam pembelajaran. 2. Prestasi belajar siswa (aspek kognitif) Ketuntasan klasikal mencapai 80% siswa dikatakan tuntas belajar yaitu memperoleh rata-rata nilai akhir sebesar ≥75.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 3. Berdasarkan hasil wawancara guru dan kuisioner siswa menyatakan bahwa pembelajaran yang dilakukan dapat meningkatkan keterlibatan dan prestasi belajar siswa. Indikator kinerja yang digunakan untuk melihat adanya peningkatan prestasi belajar dan keterlibatan siswa adalah jika nilai yang dihasilkan siklus II > siklus I > nilai prestasi belajar tahun ajaran yang lalu. F. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2 macam, yaitu sebagai berikut : 1. Instrumen Pembelajaran Instrumen pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran meliputi : a. Silabus untuk K.D 4.2 b. Rencana Pelaksanaan pembelajaran untuk tiap siklus c. Lembar Kerja Siswa 2. Instrumen Pengumpulan Data Penelitian a. Soal tes b. Kisi-kisi soal c. Panduan skoring tes d. Kunci jawaban soal tes e. Rubrik observasi keterlibatan siswa

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 f. Rubrik penilaian laporan pengamatan terhadap budaya daerah g. Rubrik penilaian laporan kegiatan siswa h. Lembar kuisioner i. Kisi-kisi kuisioner j. Panduan wawancara mendalam k. Kisi-kisi wawancara mendalam G. Metode Pengumpulan Data 1. Meode Pengumpulan Data Keterlibatan Siswa a. Observasi Langsung Observasi langsung bertujuan untuk mengamati secara lagsung subjek yang diteliti. Observasi dilakukan setiap siklus selama pembelajaran berlangsung dan dilakukan menggunakan model skala penilaian untuk mendapatkan data dalam bentuk kuantitatif. Data kuantitatif berupa angka kemudian ditafsirkan secara kualitatif agar menjadi lebih jelas. Menurut Sudjana “Penelitian dan Penilaian Pendidikan” (1989: 105) skala penilaian digunakan untuk mengukur penampilan atau perilaku individu lain oleh seseorang, melalui pernyataan perilaku individu pada suatu titik continue atau suatu kategori yang bermakna nilai. Dalam skala model rating scale tersebut, observer tidak mencatat hasil pengamatan berdasarkan deskripsi yang terjadi, namun

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 hanya memberikan penilaian dengan salah satu skala jawaban yang disediakan (Sugiyono, 2009: 98). b. Kuisioner Untuk mendapatkan data keterlibatan siswa pada aspek tertarik dan berminat berupa sikap selama pembelajaran dan perilaku siswa di lingkungan belajarnya, maka dibagikan kuisioner setelah semua siklus berakhir. Metode pembelajaran akan sesuai dengan kecerdasan siswa jika siswa tertarik dan aktif belajar (Suparno, P 2003: 83). Pembuatan kuisioner didasarkan pada sikap yang ingin dinilai, yaitu tertarik dan berminat sehingga turut terlibat aktif dalam pembelajaran. Untuk mengukur kedua aspek keerlibatan tersebut yang akan menunjukkan kebiasaan atau karakteristik hasil dari proses belajar, maka kuisioner yang digunakan adalah kuisioner dengan model skala Linkert yaitu selalu, sering, jarang, dan tidak pernah (Sugiono 2009: 93). Kuisioner dibuat dengan 10 pernyataan positif, siswa menjawab kuisioner dengan bentuk checklist. c. Wawancara Sebagai bagian dari evaluasi, maka dilakukan wawancara mendalam dengan guru kelas terkait penerepan metode pembelajaran yang digunakan dalam meningkatkan keterlibatan dan prestasi belajar siswa.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Evaluasi untuk keseluruhan siklus dalam penelitian ini juga dilakukan untuk mendukung data yang diperoleh dari siswa sehingga pendapat dari guru berdasarkan hasil wawancara sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh siswa. Wawancara dilakukan setelah semua siklus berakhir.Jenis wawancara yang digunakan adalah wawancara bebas atau tidak berstruktur, yaitu responden (guru) tidak diberikan klu-klu jawaban sehingga responden bebas mengemukakan jawabannya (Sudjana, 2010: 68). 2. Metode Pengumpulan Data Prestasi Belajar Siswa a. Tes Menurut Sudjana “Penelitian dan Penilaian Pendidikan”(1989:100) tes adalah alat ukur yang diberikan kepada individu untuk mendapatkan jawaban-jawaban yang diharapkan baik secara tertulis atau secara lisan atau secara perbuatan.Dalam penelitian ini jenis tes yang digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa adalah tes soal uraian (essay). Bentuk uraian yang digunakan adalah uraian bebas, yaitu siswa tidak dibatasi dan bergantung pada pandangan siswa itu sendiri (Sudjana 2010:37).Tes uraian mengajak siswa untuk mengekspresikan gagasannya dalam bahasa tulisan sehingga dapat mengukur proses mental yang tinggi serta mengembangkan daya analisis siswa dalam melihat suatu persoalan dari berbagai segi dan dimensinya (Sudjana, 2010:36)

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 b. Dokumen Laporan 1) Dokumen laporan pengamatan Laporan pengamatan siswa dikumpulkan pada setiap awal siklus secara individu.Laporan ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan pengetahuan siswa mengenai budaya daerah Indonesia dalam m i si Internasional.Laporan tersebut dapat diperoleh dari segala sumber yang mampu ditemukan siswa sehingga siswa terbiasa aktif terlibat dalam menambah pengetahuannya secara mandiri.Secara keseluruhan siswa sudah diberi rancangan isi dari laporan sederhana tersebut untuk memudahkan siswa dalam menyusun laporan pengamatannya secara individu. 2) Dokumen laporan kegiatan Laporan role kegiatan playingini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana siswa dapat menemukan konsep pengetahuan yang ingin ditekankan guru pelaksana tindakan guna meningkatkan prestasi belajar siswa.Laporan kegiatan ini dikumpulkan pada pertemuan awal siklus II dan 2 hari setelah siklus II. Seperti pada laporan pengamatan, pada laporan kegiatan ini siswa diberikan kerangka laporan agar siswa lebih mudah melaporkan hasil temuannya berupa konsep pengetahuannya. Tujuan laporan kegiatan ini adalah untuk mengetahui hasil berfikir siswa. Dengan membuat laporan siswa dapat

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 mengungkapkan gagasan atau prinsip-prinsip, teori-teori yang belum sempat disampaikan secara lisan. Instrument yang telah dibuat oleh peneliti selanjutnya digunakan untuk mempertimbangkan metode pengumpulan data dan analisa data yang tepat. Adapun metode pengumpulan data djabarkan sebagai berikut: Tabel 3.2 Penjabaran Metode Pengumpulan Data No Prosedur Aspek 1 Menganalisis peningkatan keterlibatan siswa 2 Prestasi belajar siswa x Melakukan pengamatan x Mendengarkan dan memperhatikan x Memaparkan fakta x Melakukan peran x Berminat x Mengajukan pertanyaan x Berdiskusi x Mengkomunikasik an konsep/ mengemukakan gagasan x Memberi saran dan pendapat Kognitif (kecerdasan siswa dalam berfikir) Alat Pelaku Sumber informa si Siswa Pelaksan aan Cara analisis Setiap siklus Analisis kuantitati f Observasi Guru pelaksana tindakan Tes Guru pelaksana tindakan Siswa Akhir setiap siklus Analisis kuantitatif Dokument asi laporan pengamata n budaya daerah Siswa Siswa Awal setiap siklus Analisis kuantitatif Dokument asi laporan kegiatan role playing Siswa Siswa Akhir setiap siklus Analisis kuantitati f

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Evaluasi Tes Peneliti dan guru wawancara Siswa Guru Setelah semua siklus berakhir 48 Analisa kuantitati f H. Pengujian Validasi Instrumen dan Data penelitian Pengujian instrumen berupa soal tes dilakukan dengan memperhatikan validitas isi. Berdasarkan validitas isi, soal tes yang dibuat harus mengukur dan mengungkapkan isi yang sesungguhnya dengan cara membuat kisi-kisi (Sudjana, 2010: 13). Setiap item soal dibuat dengan memperhatikan taksonomi bloom pada ranah kognitif sehingga soal yang dibuat benar- benar mengukur kemampuan berfikir siswa hingga ke level kognitif Bloom yang paling tinggi sesuai indikator yang ditetapkan. Validitas isi tidak memerlukan uji coba dan analisis statistik yang harus dinyatakan dalam bentuk angka (Sudjana, 2010: 14). Setelah kisi- kisi dibuat lalu peneliti meminta bantuan para ahli yaitu dosen dan guru untuk menelaah dan memberikan pertimbangan apakah item soal tes yang dibuat sudah layak sebagai alat pengumpul data (expertjudgement). Instrumen bentuk non tes berupa kuisioner, rubrik skoring laporan, panduan observasi, serta wawancara dengan guru kelas juga dilakukan validasi dengan membuat kisi-kisi. Selanjutnya peneliti meminta bantuan ahli yang berkompeten dibidangnya (expertjudgement)untuk menilai apakah instrumen yang dibuat telah memenuhi kelayakan sebagai alat pengumpulan data (Sudjana, 2010: 13)

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 I. Metode Analisis Data 1. Metode Analisis Data Keterlibatan Siswa a. Observasi Lembar observasi diisi berdasarkan skala yaitu 1(satu) sampai dengan 4 (empat). Hal yang dianalisis adalah observasi keterlibatan siswa secara individu dengan analisis sebagai berikut: Tabel 3.3 Analisis Observasi keterlibatan siswa Nama Aspek yang diamati 1 2 3 4 5 Jm l 6 7 8 9 Nilai 10 Keterangan 1 = melakukan pengamatan ( pengumpulan laporan dan pengamatan) 2 = mendengarkan dan memperhatikan 3 = memaparkan fakta 4 = melakukan peran 5 = berminat 6 = tertarik 7 = mengajukan pertanyaan 8 = berdiskusi 9 = mengkomunikasikan konsep/ gagasan 10 = memberi saran dan pendapat Berdasarkan tabel diatas, maka setiap siswa yang mengemukakan gagasan harus dibimbing agar ketiga aspek tersebut dapat teramati oleh gagasan observer.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Nilai yang diperoleh siswa dalam lembar observasi model diatas adalah (Sudjana, 2009: 133): = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑡𝑖𝑎𝑝 𝑖𝑡𝑒𝑚 𝑥 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘𝑛𝑦𝑎 𝑖𝑡𝑒𝑚 x 100 Jika nilai yang dihasilkan dari tiap siswa sudah dikonversi kedalam skala 100, maka selanjutnya seluruh nilai tersebut dihitung rataratanya. Perhitungannya adalah : Nilai Rata-rata = Keterangan : ∑𝑛 𝑁 ∑ 𝑛adalah jumlah seluruh nilai yang dihasilkan siswa 𝑁 adalah banyaknya siswa yang teramati. Interpretasi terhadap nilai yang dihasilkan dari observasi tersebut, dilakukan berdasarkan parameter berikut : 86 – 100 : Sangat baik 71 – 85 : B a ik 56 – 70 : Cukup baik 41 - 55 : Kurang baik 0 – 40 : Jelek b. Kusioner Data yang dihasilkan dari kuisioner dihitung dengan memberikan skor untuk tiap jawaban. Selalu memiliki skor 4 (empat), sering memiliki skor 3 (tiga), jarang memiliki skor 2 (dua), dan tidak pernah

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 memiliki skor 1 (satu).Berdasarkan skor yang diperoleh seluruh siswa, skor ini dihitung dalam bentuk prosentase setiap item pernyataan dan selanjutnya dikategorikan kedalam setiap aspek yang diamati.Cara untuk menghitung kuisioner dalam bentuk prosentase jawaban yang muncul setiap item pernyataan adalah sebagai berikut : Prosentase = ∑ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑡𝑖𝑎𝑝 𝑖𝑡𝑒𝑚 𝑝𝑒𝑟𝑛𝑦𝑎𝑡𝑎𝑎𝑛 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑒𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑥 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 Selanjutnya, skor untuk tia p ite m pernyataan 𝑥100% tersebut dikategorikan berdasarkan aspek yang diamati. Cara yang digunakan adalah : Tabel 3.4 Analisis Kuisioner ASPEK Pernyataan Hasil (dalam %) Rata-rata (dalam %) Kategori Terlibat aktif dalam pembelajaran Aktif Tertarik Peduli terhadap kelestarian budaya Indonesia Mengemukakan pendapat / gagasan / pemikiran Ikut bekerja sama dalam role playing Tertarik untuk mengikuti pembelajaran Mengikuti pembelajaran dengan antusias dan serius Mengikuti ekstra tari Mengikuti ekstra musik daerah Mengenal budaya Indonesia Interpretasi dilakukan dengan pertimbangan berikut (Nurmasitah, 2010:67) : 81% - 100% : Sangat baik 61% - 80% : Baik

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 41% - 60% : Cukup baik 21% - 40% : Kurang baik 0% - 20% : Jelek c. Wawancara Menurut Sudjana (2010:69), pada wawancara terbuka peneliti perlu mencatat pokok-pokok isi jawaban responden. Hasil jawaban itu tidak dapat langsung ditafsirkan tetapi perlu dianalisis dalam bentuk kategori dimensi-dimensi jawaban sesuai dengan aspek yang diungkapkan (Sudjana, 2010:68). Sesuai dengan pendapat Sudjana tersebut, maka analisis hasil wawancara dilakukan sebagai berikut : 1) Reduksi Data Reduksi data adalah proses membandingkan bagian-bagian data untuk menghasilkan topik-topik data. Dalam reduksi data ini dilakukan dua macam kegiatan, yaitu : a) Transkripsi Transkripsi adalah penyalinan atau penyajian kembali sesuatu yang tampak ataupun terdengar dalam hasil rekaman bentuk lisan kedalam bentuk narasi tertulis. b) Penentuan Topik Data Topik data adalah deskripsi secara ringkas mengenai bagian data yang mengandung makna tertentu yang diteliti. Peneliti menentukan makna-makna apa saja yang terkandung

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 dalam penelitian. Kemudian, peneliti membandingkan bagianbagian data tertentu pada transkrip sesuai makna yang terkandung didalamnya dan membuat suatu rangkuman bagian data yang selanjutnya disebut topik-topik data. 2) Penentuan Kategori Data Penentuan kategori data merupakan proses membandingkan topik-topik data satu sama lain untuk menghasilkan kategori-kategori data. Kategori data adalah gagasan abstrak yang mewakili makna tertentu yang terkandung dalam sekelompok topik data. Penarikan kesimpulan dilakukan dengan menemukan dan mensintesa hubunganhubungan diantara kategori-kategori data. 2. Metode Analisi Data Prestasi Belajar Siswa Soal test berbentuk jawaban singkat dan uraian. Masing- masing akan dianalisis sebagai berikut: a. Jawaban singkat Menurut Arikunto (2010: 172), pemberian skor pada soal jawaban singkat adalah sebagai berikut: S=R Keterangan: S adalah sekor yang diperoleh R adalah jawaban yang benar sesuai dengan kunci jawaban Sistem skoring ini tidak memperhatikan kemungkinan jawaban atau banyaknya option sehingga sistem skoring ini tidak memberikan

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 denda kepada siswa terutama bagi siswa yang hanya menebak- nebak jawaban. b. Uraian Skoring pada soal uraian dilakukan dengan pemberian skala jawaban dengan mengacu rubrik skoring yang telah dibuat oleh peneliti. Selain menggunakan si st e m skala, skoring dilakukan dengan menggunakan sistem bobot untuk setiap nomor soal. Bobot nilai ini didasarkan pada kategori soal yaitu soal dengan kategori mudah, sedang, sulit, atau sangat sulit (Sudjana, 2010:41). Skoring soal uraian dilakukan dengan cara mengalikan skor yang diperoleh siswa tiap nomor soal (n) dengan bobot skor untuk tiap nomor soal (b). Sehingga, total skor untuk tiap nomor soal adalah ∑ (n.b). Pemberian dengan bobot ini dapat memberikan penghargaan kepada siswa yang mampu menjawab dengan kategori soal sulit sehingga siswa tersebut berkesempatan untuk memperoleh skor lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang hanya menjawab soal mudah. c. Dokumen laporan Laporan kegiatan dan pengamatan yang dikumpulkan oleh siswa dinilai berdasarkan rubrik penilaian yaitu sistematika penulisan, informasi dan kaitanya dengan pembahasan, kedalaman pembahasan, komunikasi, serta kesimpulan (Trianto, 2009: 108). Skor tertinggi untuk

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 setiap aspeknya adalah 4 (empat) dan skor terendah adalah 1 (satu). Selanjutnya nilai yang sudah diperoleh tersebut dikonversikan kedalam skala 100. Analisis laporan adalah sebagai berikut: Tabel 3.5 Analisis Laporan siswa Nama siswa Sistematika penulisan Nilai= Aspek Penilaian Informasi dan kaitanya dengan pembahasan Kedalaman pembahasan dan pemahaman Kesimpulan dan refleksi 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ Jml 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑡𝑖𝑎𝑝 𝑖𝑡𝑒𝑚 𝑥 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘𝑛𝑦𝑎 𝑖𝑡𝑒𝑚 Nilai x 100 Nilai dari tes dan laporan- laporan tersebut akan dianalisis menjadi nilai akhir dan akan menjadi data primer yang dapat menunjukan prestasi belajar siswa karena melibatkan kedalaman pemikiran siswa pada indikator yang ditetapkan. Kedua nilai ini digabungkan menjadi satu karena masih menunjukan aspek yang sama yaitu aspek kognitif siswa. Sebelum menggabungkan nilai tes dengan laporan, kedua nilai laporan yaitu laporan pengamatan dan laporan kegiatan digabungkan terlebih dahulu sehingga memudahkan penggabungan nilai tes dengan nilai laporan global kedua laporan. Nilai akhir yang dihasilkan tersebut berasal dari nilai tes dan nilai- nilai laporan- laporan kemudian nilai tersebut dijumlahkan

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 dengan memberikan bobot untuk tiap nilai tersebut. Cara analisis ini sependapat dengan cara yang dikemukakan oleh Arikunto (2010:278) bahwa jika nilai yang dihasilkan dari siswa tidak hanya berasal dari satu macam instrumen penilaian, maka harus menjumlahkan nilai yang didapat dan memberikan bobot pada tiap nilai. Ketentuan yang digunakan adalah sebagai berikut : Nilai akhir = 3 𝑁𝑇+ 2 𝑁𝑡 5 Keterangan : NT = Nilai tes. Nt = Nilai tugas (nilai laporan- laporan) Dari perhitungan ini, nilai tes memiliki bobot yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan nilai laporan- laporan karena tes dapat mengukur kedalaman pemikiran siswa secara individu dan jelas. Untuk menentukan ketuntasan secara klasikal, rumus yang digunakan adalah (Ali, 1988): P= Keterangan : ∑ 𝒏𝟏 𝑵 x 100% P adalah nilai ketuntasan belajar klasikal ∑ n1 adalah jumlah siswa yang telah tuntas belajar N adalah jumlah siswa seluruhnya

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Kondisi Awal Keterlibatan dan Prestasi Belajar siswa Kelas IV SD Kanisius Kadirojo Tindakan awal yang dilakukan peneliti adalah menentukan materi yang akan mendapatkan tindakan dengan cara menganalisis hasil berlajar setiap siswa setiap tahun ajaran sehingga mendapatkan kompetensi dasar yang memiliki ketuntasan klasikla paling rendah dan minimal terjadi pada 2 tahun ajaran. Setelah menentukan kompetensi dasar bermasalah, peneliti menganalisis kondisi kelas saat pelajaran berlangsung, kemudian menguatkan dugaan terhadap permasalahan yang dihadapi oleh kelas tersebut berdasarkan pengamatan dan hasil identifikasi kompetensi dasar bermasalah. Hasil identifikasi menunjukan bahwa siswa kelas IV SD Kanisius Kadirojo tahun ajaran 2009/2010, 2010/2011 mengalami kesulitan dalam penguasaan kompetensi dasar 4.2 Mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan internasional. Kondisi keterlibatan siswa teridentifikasi rendah dalam observasi selama 57

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang dilakukan oleh guru kelas. Peneliti mengamati adanya pembelajran yang teacher centered atau pembelajaran yang berorientasi pada guru, bukan pada siswa. padahal menurut John Dewey (dalam Devies, 1987: 31) menyatakan bahwa belajar adalah menyangkut apa yang dikerjakan murid- murid untuk dirinya sendiri. Maka inisiatif harus datang dari murid- murid sendiri, keterlibatan siswa dalam pembelajaran akan memicu inisiatif siswa dalam memperoleh pengetahuannya. Pengamatan selama pembelajaran yang dilakukan oleh guru kelas memperoleh hasil kondisi awal keterlibatan siswa kelas IV SD Kanisius Kadirojo tahun ajaran 2011/ 2012 sebagai berikut: Tabel 4.1 Kondisi awal Keterlibatan siswa kelas IV SD Kanisius Kadirojo Peubah Keterlibatan siswa Indikator Melakukan pengamatan Mendengarkan memperhatikan dan Situasi Awal 0,0% 59,09% Memaparkan fakta 0% Melakukan peran 0% Berminat 9,09% Mengajukan pertanyaan 13,63% Berdiskusi 43,18% Mengkomunikasikan konsep/ gagasan Memberi saran dan pendapat 4,5% 0%

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Kondisi awal prestasi belajar siswa tahun ajaran 2009/ 2010 menunjukan nilai rata- rata siswa pada kompetensi Dasa 4.2 hanya sebesar 51,9 dengan ketuntasan klasikal 21,21%, sedangkan pada tahun ajaran 2010/ 2011 nilai rata- rata siswa meningkat menjadi 83,8 dengan ketuntasan klasikal 42,85%. Data hasil belajar siswa dapat dilihat dari tabel di bawah ini: Tabel 4.2 Kondisi Awal Prestasi Belajar siswa kelas IV No 1 2 3 4 5 6 Jenis data yang diamati 2009/2010 2010/2011 Nilai tertinggi Nilai terendah Jumlah siswa yang tuntas belajar (≥75) Jumlah siswa yang belum tuntas belajar(≤75) Rata- rata nilai Ketuntasan klasikal 83,5 0 7 siswa 98,3 31,2 18 siswa 26 siswa 24 siswa 51,9 21,21% 71,9 45,23% Gambar 4.1 Situasi Awal Keterlibatan Siswa Kelas IV SD Kanisius Kadirojo tahun 2011/2012

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Melihat kondisi keterlibatan siswa dan prestasi belajar siswa tersebut, peneliti memiliki target perolehan keterlibatan dan prestasi belajar siswa selama penerapan metode Role Playing yang berlangsung selama 2 siklus. Target tersebut dipaparkan pada tabel berikut ini: Tabel 4.3 Target Perolehan keterlibatan dan Prestasi Belajar Siswa Peubah Keterlib atan Indikator Melakukan pengamatan Mendengarkan dan memperhatikan Menulis laporan kegiatan Situasi Awal 9,09% Siklus I 18,18% Siklus II 30% 59,09% 70% 80% 0% 50% 90% 0% 70% 90% Berminat 9.09% 20% 30% Mengajukan pertanyaan 13,63% 20% 30% Berdiskusi 43,18% 60% 70% Memaparkan fakta 0% 10% 20% Memberi saran dan pendapat 0% 10% 20% Nilai akhir 70 75 80 Melakukan peran Prestasi belajar Pada tanggal 30 April 2012, guru pelaksana tindakan meminta siswa untuk mencari berita baik dari koran, radio, televisi maupun internet mengenai budaya Indonesia, hal tersebut merupakan keterlibatan dalam kegiatan visual yaitu membaca dan mengamati. Budaya Indonesia yang

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 dimaksud adalah budaya yang sudah terkenal hingga mancanegara ataupun budaya yang menarik bagi siswa. Berita tersebut kemudian dikumpulkan pada pertemuan pertama sebagai reverensi belajar bagi siswa. Budaya yang siswa temukan tersebut dapat berupa pakaian adat, lagu daerah,musik daerah, alat musik daerah, tarian adat, upacara adat, makanan khas daerah, gamabar, tulisan, pahatan, patung, kain, sastra. Hasil pengamatan mereka dibuat dalam bentuk laporan sederhana. 2. Pelaksanaan Tindakan Untuk Meningkatkan Keterlibatan Dan Prestasi Belajar Siswa Kelas IV SD Kanisius Kadirojo a. Pelaksanaan Tindakan dan pengamatan Siklus I Pelaksanaan penelitian pada siklus I berlangsung dalam 2 kali pertemuan dengan masing –masing pertemuan berlangsung selama 70menit. Pelaksanaan siklus I berlangsung pada tanggal 1 dan 5 Mei 2012, dilaksanakan di ruang kelas, ruang aula dan halaman SD Kanisius Kadirojo. Siswa yang hadir pada pembelajaran siklus I adalah 44 siswa, 20 siswa perempuan dan 24 siswa laki- laki.Pada awal pembelajaran guru pelaksana tindakan mengabsen kehadiran siswa. Selanjutnya guru pelaksana tindakan memberikan apersepsi berupa tanya jawab seputar pengetahuan yang telah dimiliki siswa mengenai globalisasi.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Sebelum materi mengenai jenis budaya Indonesia diajarkan, siswa telah belajar mengenai globalisasi, dampak positive maupun negatif dari globalisasi. Gambar 4.2 Guru pelaksana tindakan melakukan apersepsi Maka dalam pertemuan pertama, guru pelaksana tindakan mengajak siswa untuk mengulas kembali materi tersebut, kemudian mengaitkan dengan materi yang akan disampaikan, yaitu jenis budaya Indonesia. Apakah mereka mengetahui mengenai budaya daerah Indonesia, apakah mereka sudah mencari informasi mengenai budaya Indonesia. Siswa didorong untuk mengkomunikasikan hasil pengamatan budaya yang menarik bagi mereka dan alasan mereka memilih budaya tersebut untuk dikemukakan. Pada tahap ini, kemampuan siswa memaparkan fakta mengenai budaya diamati. Guru memberikan bantuan dan dorongan bagi siswa

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 untuk mulai terlibat dalam pembelajaran secara aktif, dengan melibatkan siswa secara utuh dan penuh dalam proses pembelajaran. Dalam kegiatan visual teramati ketika siswa dapat memberikan laporan sederhana mengenai pengamatan terhadap budaya. Selanjutnya siswa dijelaskan bahwa pada pertemuan I ini akan diadakan permainan yang membutuhkan kerjasama tim yaitu bermain peran atau Role Playing. Sebelum memulai rangkaian kegiatan, siswa dibagikan Lembar Kerja Siswa sebagai pedoman rangkaian kegiatan belajar siswa. Siswa dibagi dalam 6 kelompok berdasarkan rekomndasi dari guru. Guru kelas memberikan rekomendasi siswa yang harus dipisahkan dan dijadikan satu kelompok. Hal tersebut berdasarkan kemampuan bekerjasama dari masing- masing anak yang sudah dilihat oleh guru kelas. Setelah membagi siswa dalam 6 kelompok, siswa berkumpul dalam kelompok masing- masing. Untuk menghilangkan kecanggungan, guru pelaksana tindakan mengajak siswa bernyanyi sambil menari dengan lagu “Di Obok-obok”. Setiap kelompok dipilih penanggung jawab kelompok dan asisten pananggung jawab yang akan bertanggung jawab terhadap teman-teman sekelompoknya. Masing- masing kelompok mendapatkan teks Drama yang sama, yaitu dengan judul “ Indonesiaku”. Lih. Lampiran 18

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Guru pelaksana tindakan bertindak sebagai teman, moderator, fasilitator selalu berkeliling melihat perkembangan siswa dan tetap menjaga suasana menyenangkan bagi siswa. Siswa dapat mengubah dialog-dialog yang menurut mereka bagus asal masih dalam konteks agar permainan tersebut bisa terlaksana dengan luwes dan menyenangkan. Dalam pertemuan pertama siswa melakukan kegiatan di aula, ruang kelas dan di halaman sekolah. Guru pelaksana tindakan berperan sebagai fasilitator bagi siswa agar siswa merasa nyaman dan percaya diri untuk melakukan bagian dialognya. Pertemuan pertama ini hanya diisi dengan latihan drama yang akan mereka perankan pada pertemuan selanjutnya. Gambar 4.3 Situasi siswa melakukan latihan Role Playing Siswa diwajibkan untuk melakukan latihan secara mandiri di rumah bersama anggota kelompok yang lain sehingga kerja sama tim

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 dapat terbangun, oleh karena itu pembagaian kelompok juga berdasarkan lokasi tempat tinggal siswa dan siswa yang memiliki keaktifan fisik berlebih tidak berkumpul dalam satu kelompok. Siswa juga diperkenankan mengenakan baju yang mendukung. Guru pelaksana tindakan membantu siswa menyiapkan peralatan dan kostum yang ingin digunakan, juga menyiapkan lagu yang menjadi backsound dalam proses Role Playing sesuai keinginan kelompok. Pada pertemuan kedua, siswa memperagakan Role Playing atau bermain peran didepan kelas bersama kelompok. Guru kelas dan guru pelaksana tindakan mengamati terlaksananya Role Playing dan memberikan penilaian keterlibatan siswa baik secara individu maupun kelompok menggunakan daftar cek. Masing- masing siswa mendapatkan penilaian teman sejawat untuk menilai keterlibatan teman mereka baik dalam kelompok maupun kelompok lain. Masingmasing kelompok membutuhkan 10 menit untuk melakukan Role Playing. Siswa dapat melakukan setiap bagian mereka dengan baik, walaupun dalam pertemuan I siswa masih sangat canggung. Siswa semakin bersemangat ketika menyaksikan teman- teman yang lain sudah memainkan peran mereka. Siswa nampak bersemangat, tertarik, bergembira dan fokus pada proses pembelajaran.

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Pada akhir pertemuan, siswa mengerjakan soal evaluasi siklus I untuk mengetahui progres pembelajaran yang sudah dilaksanakan dengan metode Role playing. Pelaksanaan evaluasi berlangsung selama 20 menit terdiri dari 10 soal jawaban singkat, dan 5 soal urain. Selanjutnya siswa membuat kesimpulan da n refleksi dari pembelajaran yang sudah dilaksanakan. Gambar 4.4 Siswa Mengerjakan Soal Evaluasi Selama proses pembelajaran, kemampuan siswa dalam melakukan pengamatan, melakukan peran, mendengarkan berminat/tertarik, dan memperhatikan, mengajukan pertanyaan, berdiskusi, mengkomunikasikan konsep, memberi saran dan pendapat diamati dan dinilai berdasarkan rubrik observasi yang telah dipersiapkan berupa cek list. Khusus untuk pengamatan dinilai dari tugas yang diberikan guru untuk melakukan pengamatan munculnya budaya Indonesia dalam misi kebudayaan lokal dengan media koran,

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 radio, televisi maupun internet. Siswa teramati menyampaikan hasil pengamatannya tersebut. Siswa mendapatkan tugas untuk membuat laporan kegiatan, dengan bantuan pertanyaan dari guru. Penugasan untuk kegiatan selanjutnya adalah melakukan pengamatan budaya daerah Indonesia yang muncul dalam misi kebudayaan internasional serta budaya Indonesia yang sudah diakui oleh UNESCO. Pengamatan tersebut dilaporkan dalam bentuk laporan sederhana, dan dibahas dalam pertemuan selanjutnya. b. Pelaksanaan Tindakan dan Pengamatan Siklus II Pelaksanaan tindakan pada siklus II dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan, masing- masing pertemuan 2JP, yaitu pada hari selasa tanggal 15 dan 22 Mei 2012 pada jam ke 5 dan 6. Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas dan aula SD Kanisius Kadirojo. Pada siklus II, siswa yang hadir sebanyak 42 siswa. Pada awal pembelajaran guru pelaksana tindakan mengabsen kehadiran siswa. Selanjutnya guru pelaksana tindakan memberikan apersepsi berupa tanya jawab seputar pengetahuan yang telah dimiliki siswa mengenai kemampuan siswa untuk mengidentifikasi budaya luar yang mempengaruhi budaya Indonesia dan sikap yang pantas menanggapi perubahan budaya tersebut. Guru pelaksana tindakan memberi pertanyaan terbuka kepada siswa, siapakah yang menyukai SUJU (super junior), serta filem ultramen? Atau naruto? Dan filem

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 sejenis yang bukan berasal dari Indonesia. Apakah ada yang menyukai wayang, tari serimpi, jathilan dan sebagianya. Menghubungkan pengaruh globalisasi terhadap budaya Indonesia, misalnya menjamurnya girlband dan boy band di Indonesia seperti cherrybell, smash yang bergaya Korean style. Siswa dan guru membahas laporan pengamatan sederhana yang telah dibuat siswa mengenai budaya daerah Indonesia yang tampil dalam misi kebudayaan internasional dengan berbagai sumber. Siswa mengkomunikasikan konsep yang mereka tangkap, guru pelaksana tindakan mengamati kemampuan siswa dalam menyampaikan konsep yang mereka dapat. Materi yang dibahas pada siklus II ini adalah misi kebudayaan Internasional. Siswa diajak mengingat kembali dengan memberikan tanggapan dari materi tersebut. Guru pelaksana tindakan mengajak siswa bernyanyi “Jalan Serta Yesus” sambil siswa masuk ke kelompok sebelumnya agar tidak mengganggu dinamika yang sudah terbangun dalam kelompok. Guru pelaksana tindakan membagikan naskah drama yang berjudul “budayaku di negri orang”. Guru pelaksana tindakan bertindak sebagai teman, moderator, fasilitator yang harus selalu berkeliling melihat perkembangan siswa dan tetap menjaga suasana menyenangkan bagi siswa. Siswa dapat

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 mengubah dialog-dialog yang menurut mereka menarik namun masih dalam konteks agar permainan tersebut bisa terlaksana dengan luwes. Dalam pertemuan pertama pada siklus II siswa melakukan kegiatan di aula dan di halaman sekolah. Guru pelaksana tindakan berperan sebagai fasilitator bagi siswa agar siswa merasa nyaman dan percaya diri untuk melakukan bagian dialognya. Pertemuan pertama ini hanya diisi dengan latihan drama yang akan mereka perankan pada pertemuan selanjutnya. Siswa dengan inisiatif sendiri meminta guru pelaksana tindakan untuk mendampingi latihan yang diadakan setelah pulang seekolah. Semua siswa dari setiap kelompok berkumpul dan berdiskusi bersama membahas apa saja yang ingin mereka imbuhkan dalam Role Playing. Keaktifan siswa ini termasuk dalam pengematan keterlibatan siswa. Gambar 4.5 Siswa melakukan latihan mandiri Siswa dihimbau untuk melakukan latihan secara mandiri di rumah bersama anggota kelompok yang lain sehingga kerja sama tim

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 dapat terbangun. Siswa juga diperkenankan mengenakan baju yang mendukung. Pada pertemuan kedua, siswa bersama kelompok memperagakan Role Playingatau bermain peran di hadapan guru-guru yang telah usai melakukan rapat. Pelaksanaan Role Playing pada siklus II ini dilakukan di aula sekolah SD Kanisius Kadirojo. Guru kelas dan guru pelaksana tindakan mengamati terlaksananya Role Playing dan memberikan penilaian keterlibatan siswa baik secara individu maupun kelompok menggunakan daftar cek. Masing- masing siswa mendapatkan penilaian teman sejawat untuk menilai keterlibatan teman sejawat. Masing-masing kelompok membutuhkan 10 menit untuk melakukan Role Playing namun ada yang melebihi waktu hingga 17 menit. Hal tersebut membuat waktu pembelajaran yang dilaksanakan melebihi taerget waktu yang ditentukan, namun guru kelas mengijinkan untuk dilanjutkan hingga proses penilaian dan refleksi selesai. Gambar 4.6 Siswa melakukan Role Playing pada siklus II disaksikan oleh guru- guru

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Pada akhir pertemuan, siswa mengerjakan soal evaluasi siklus II untuk mengetahui progres pembelajaran yang sudah dilaksanakan dengan metode Role playing. Pelaksanaan evaluasi dilakukan hari berikutnya, berlangsung selama 20 menit terdiri dari 10 soal jawaban singkat/ esay, dan 5 soal urain. Selanjutnya siswa membuat kesimpulan dan refleksi dari pembelajaran yang sudah dilaksanakan. Gambar 4.7 Siswa mengerjakan soal evaluasi Selama proses pembelajaran, melakukan pengamatan, melakukan peran, kemampuan mendengarkan berminat, tertarik, dan siswa dalam memperhatikan, mengajukan pertanyaan, berdiskusi, mengkomunikasikan konsep dan gagasan, memberi saran dan pendapat diamati dan dinilai berdasarkan rubrik observasi yang telah dipersiapkan berupa cek list. Siswa membuat laporan kegiatan dengan arahan pertanyaan dari guru.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 c. Hasil Refleksi dan Evaluasi Evaluasi dan refleksi akhir dilaksanakan pada hari berikutnya yaitu pada hari rabu tanggal 23 Mei 2012 pada jam pertama. Siswa diajak menyimpulkan secara menyeluruh dari kegiatan siklus I dan siklus II, hal menarik yang mereka peroleh, pengetahuan baru yang menarik serta hambatan yang membuat siswa tidak mendapatkan pengetahuannya secara maksimal. Dari refleksi tersebut guru pelaksana tindakan mencatat sebagai hasil refleksi keseluruhan dari siswa, refleksi guru kelas dapat dilakukan bersamaan dengan wawancara. Evaluasi akhir berlangsung selama 30 menit, terdiri dari 10 soal jawaban singkat dan 10 soal uraian. Hasil dari evaluasi akhir tersebut menjadi gambaran keberhasilan semua siklus secara bersamaan. B. Pembahasan Berdasarkan hasil evaluasi, pengamatan, terbukti bahwa dengan pembelajaran role playing keterlibatan siswa meningkat sehingga prestasi belajar siswa pun meningkat. Metode pembelajaran role playing memberikan pengaruh yang lebih baik untuk meningkatkan keterlibatan dan prestasi belajar siswa dibandingkan dengan penggunaan metode ceramah yang dilakukan oleh guru kelas.

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Peningkatan keteribatan dan prestasi belajar tersebut dijabarkan pada aspekaspek berikut ini: 1. Peningkatan Keterlibatan Siswa Kelas IV SD Kanisius Kadirojo Hasil analisi keterlibatan siswa yang meliputi Kegiatan visual, berupa: membaca, melihat gambar. Kegiatan lisan, berupa: mengemukakan suatu fakta atau prinsip, mengajukan suatu pertanyaan, memberi saran, mengemukakan pendapat, diskusi. Kegiatan mendengarkan, berupa: mendengarkan percakapan. Kegiatan menulis berupa: menulis laporan, mengisi koesioner. Kegiatan metrik berupa: melaksanakan peran, menari. Kegiatan mental berupa: merenungkan, mengingat, memecahkan masalah, menganalisi faktor- faktor, melihat hubungan- hubungan, dan membuat keputusan. Kegiatan emosional berupa: minat, membedakan, berani, tenang, tertarik dan lain-lain. Pada begitu banayak aspek keterlibatan tersebut, yang diamati oleh peneliti adalah sebagai berikut: Tabel 4.4 Analisis Keterlibatan siswa Peubah Keterlib atan Indikator Melakukan pengamatan Mendengarkan memperhatikan Memaparkan fakta dan Melakukan peran Berminat/ tertarik Mengajukan pertanyaan Berdiskusi Mengkomunikasikan konsep/ gagasan Memberi saran dan pendapat Situasi Awal 0,0% Siklus I 97,6% Siklus II 100 % 0% 97,6% 100 % 59,09% 0% 9.09% 13,63% 43,18% 4,5% 0% 77,27% 100 % 81,8% 100 % 68,18% 95,45% 45,2% 72,7% 52,3% 88,09% 13,6% 61,9% 100 % 22,7%

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Data tersebut memaparkan hasil keterlibatan siswa tiap siklus. Siswa diamati keterlibatannya melalui rubrik pengamatan keterlibatan yang dilakukan oleh guru kelas IV. Guru kelas mengamati keterlibatan siswa dimulai dari awal pertemuan hingga akhir pertemuan. Berdasarkan hasil observasi keterlibatan siswa melalui skala sikap, keterlibatan siswa dari situasi awal, siklus I dan siklus II telah terjadi peningkatan. Hal tersebut terjabarkan sebagai berikut: a. Pada aspek melakukan pengamatan mengalami peningkatan yang signifikan yaitu pada kondisi awal 0%, artinya tidak pernah diadakan pengamatan selama proses pembelajaran. Meningkat pada siklus I menjadi 97,6% artinya 43 siswa melakukan pengamatan dan hanya 1 siswa tidak melakukan pengamatan. Hal tersebut teridentifikasi dengan hasil laporan pengamatan yang dikumpulkan oleh 43 siswa. Pada siklus II meningkat menjadi 100%, karena seluruh siswa menlakukan pengamatan dan mengumpulkan laporan pengamatan. Nilai laporan pengamatan menjadi nilai tambah pada aspek prestasi belajar siswa. b. Pada aspek mendengarkan dan memeperhatikan, sebelum diberikan tindakan role playing, kondisi awal siswa menunjukan bahwa siswa memiliki perhatian terhadap pembelajaran sebesar 59,09% artinya sebanyak 26 siswa mau mendengarkan dan memperhatikan pembelajaran yang dilakukan guru dengan metode ceramah. Pada siklus I mengalami peningkatan menjadi 77,27%,

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 artinya sebanyak 34 siswa mau mendengarkan dan memperhatikan pembelajaran role playing . Pada siklus II meningkat menjadi 81,8% atau sebanyak 37 siswa memperhatikan dan mendengarkan selama tindakan berlangsung. c. Pada aspek memaparkan fakta, kondisi awal menunjukan 0,0% atau tidak ada siswa yang memaparkan suatu fakta dari sebuah pengetahuan yang mereka peroleh. Siklus I meningkat menjadi 97,6% atau 43 siswa mampu memaparkan fakta melalui laporan pengamatan dan meningkat kembali pada siklus II menjadi 100%. d. Pada aspek melakukan peran, kondisi awal menunjukan 0,0% meningkat pada siklus I dan II menjadi 100%. Hal tersebut dikarenakan siswa kelas IV SD Kanisius Kadirojo belum pernah melakukan peran selama proses pembelajaran. e. Pada aspek berminat, situasi awal menunjukan 9,09% atau 4 siswa berminat pada pembelajaran yang diberikan oleh guru kelas. Minat siswa meningkat berkelanjutan selama siklus I yaitu 68,18% atau 31 siswa dan meningkat pada siklus II yaitu 95,45% atau 42siswa. f. Pada aspek mengajukan pertanyaan, situasi awal menunjukan sebanyak 13,6% atau 6 siswa mau mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan pembelajaran selama proses pembelajaran. Siklus I meningkat menjadi 52,3% atau sebanyak 23 siswa bertanya dan meningkat menjadi 61,9% atau 27 siswa pada siklus II.

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 g. Pada aspek berdiskusi, situasi awal menunjukan bahwa siswa sudah memiliki kemampuan berdiskusi dengan serius yaitu sebesar 43,18% atau sebanyak 19 siswa. Pada siklus I meningkat menjadi 88,6% atau sebanyak 39 siswa mau berdiskusi secara serius, dan kembali meningkat pada siklus II menjadi 100%. h. Pada aspek mengkomunikasikan atau mengemukakan gagasan dan konsep, situasi awal menunjukan bahwa sebanyak 2 siswa atau4,5% dapat mengemukakan gagasan atau konsep dari pengetahuan yang diperoleh. Pada siklus I meningkat menjadi 13,6% atau 6 siswa dan meningkat pada siklus II yaitu hanya meningkat menjadi 10 siswa atau sebesar 22,7% siswa mampu mengkomunikasikan konsep pengatahuan yang mereka terima. i. Pada aspek memberi saran dan pendapat situasi awal menunjukan tidak ada siswa yang memberi saran atau pendapatnya. Pada siklus I terdapat 20 siswa yang memberi saran dan pendapatnya selama proses pembelajaran berlangsung atau sebesar 45,45% dan meningkat pada siklus II sebesar 72,7% atau sebanyak 32 siswa mampu memberikan saran dan pendapatnya. j. Pada aspek tertarik teramati melalui lembar kuisioner yang diberikan guru kepada siswa setelah seluruh siklus telah dilaksanakan. Analisis tersebut dijabarkan pada tabel berikut ini:

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 Tabel 4.5 Analisis Aspek Aktif, tertarik serta perduli ASPEK Aktif Tertarik Peduli terhadap kelestarian budaya Indonesia Pernyataan Terlibat aktif dalam pembelajaran Mengemukakan pendapat/gagasan / pemikiran Ikut bekerja sama dalam role playing Tertarik untuk mengikuti pembelajaran Mengikuti pembelajaran dengan antusias dan serius Mengikuti ekstra tari Mengikuti ekstra musik daerah Mengenal budaya Indonesia Hasil(dalam %) Rata-rata (dalam%) Kategori 77,84% 87,50% 83,14% Baik 80,65% Baik 87,07% Sangat baik 84,09% 77,20% 84,09% 89,77% 83,52% 87,93 Tabel tersebut menggambarkan ketertarikan, keaktifan, dan keperdulian siswa. Pada aspek aktif teramati bahwa rata-rata siswa mau terlibat aktif dalam pembelajaran, yaitu sebesar 83,14%. Pada aspek tertarik teramati bahwa rata- rata siswa tertarik untuk mengikuti pembelajaran dengan antusias dan serius yaitu sebesar 80,65%. Pada aspek perduli teramati bahwa rata- rata siswa mau perduli terhadap budaya Indonesia yang ditunjukan dengan prosentasi keperdulian siswa sebesar 87,07%.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 2. Peningkatan prestasi Belajar Siswa Kelas IV SD Kanisius Kadirojo Indikator prestasi belajar yang harus dicapai siswa adalah siswa mampu menyebutkan budaya daerah Indonesia, siswa mampu menjelaskan makna budaya daerah bagi bangsa Indonesia, menganalisi budaya sebagai identitas bangsa, mengevaluasi dampak globalisasi terhadap budaya Indonesia, menyebutkan budaya daerah Indonesia dalam misi internasional, menggambarkan upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah pengaruh globalisasi yang merusak budaya Indonesia, menilai kegiatan masyarakat dan pemerintah yang diperlukan untuk melindungi budaya Indonesia dari pengakuan budaya Indonesia oleh negara lain. Sedangkan peningkatan indikator kognitif proses yang dapat menunjukan prestasi belajar siswa yaitu siswa mampu mengkomunikasikan konsep- konsep yang ditemukan mengenai budaya Indonesia. Berikut adalah hasil analisis perolehan prestasi belajar siswa selama melakukan pebelajaran role playing: Tabel 4.6 Tabel Analisis Prestasi Belajar Siswa No Jenis Data Siklus I Siklus II 1 2 3 4 94, 3 46, 7 23 siswa 21 siswa 98, 1 67, 5 33 siswa 9 siswa 5 6 Situasi Awal 2009/2010 2010/2011 Nilai tertinggi 83, 5 98, 3 Nilai terendah 0 31, 2 Jumlah siswa tuntas 7siswa 18 siswa Jumlah siswa tak 26 siswa 24 siswa tuntas Rata- rata nilai kelas 51, 9 71, 9 Ketuntasan klasikal 21,21% 42, 8% 75, 0 52,27% 80, 2 79, 6%

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Tabel tersebut menggambarkan bahwa dari setiap siklus terjadi peningkatan. Hasil belajar siswa pada KD 4.2 yaitu mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan internasional menunjukan bahwa siswa mengalami kesulitan pengetahuannya. Hal tersebut diperkuat dari hasil belajar siswa dalam dua periode tahun ajaran yaitu tahun 2009/2010 -2010/2011 menunjukan bahwa sisiwa mengalami kesulitan pada materi ini. Pada tahun ajaran 2009/2010 siswa memiliki nilai terendah 0 (nol) dan nilai tertinggi 83 dengan ketuntasan klasikal 21,21%, hanya 7 siswa dari 33 siswa yang tuntas belajar, maka dapat disimpulkan bahwa siswa mengalami kesulitan belajar sehingga mempengaruhi prestasi belajarnya. Setelah melakukan identifikasi masalah, kemudian siswa diberi treatmen atau perlakuan yaitu berupa pembelajaran dengan metode role playingdengan dua siklus yang dirampungkan dalam 4 pertemuan (140 menit). Hasil perlakuan pada siklus I siswa mengalami peningkatan prestasi belajar, hal tersebut dihasilkan melalui perolehan nilai siswa dari uji evaluasi siklus I. Nilai tertinggi yaitu 94,3, nilai terendah 46,7 dengan ketuntasan klasikal 52,2%. Dibandingkan situasi awal, siswa mengalami peningkatan hasil belajar, pada tahun ajaran 2010/ 2011 nilai tertinggi sebesar 98,3 menurun menjadi 94,3 namun nilai terendah dari 31,2 meningkat menjadi 46,7 dan ketuntasan klasikal pun meningkat dari 42,8% menjadi 52,27%.

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Pada siklus II, siswa mengalami peningkatan prestasi belajar dibandingkan siklus I. Hal ini ditunjukan dengan hasil evalusi siklus II yang meningkat dari siklus I yaitu nilai tertinggi 94,3 menjadi 98,1 nilai terendah dari 46,7 menjadi 67,5 dan ketuntasan klasikal dari 52,27% menjadi 79, 6%. Pada siklus I memang siswa masih mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri, namun pada siklus II siswa sudah sangat menikmati pembelajaran role playing tersebut dan sudah mampu berimprovisasi da n berkreasi sehingga mereka mau menggali pengetahuannya dengan kegiatan yang diberikan guru secara suka rela. 3. Refleksi dan Evaluasi Pada pembelajaran siklus I dan II telah mengajak siswa menggunakan sumber belajar yang membuat mereka bereksplorasi. Guru pelaksana tindakan membantu siswa meningkatkan proses berfikir melalui kegiatan Role playing. Pembelajaran pada siklus I berjalan dengan baik dengan evaluasi pembelajaran yang sesuai target pembelajaran kemudian mengalami peningkatan pula pada siklus II. Namun pada siklus II pengaturan waktu yang ditargetkan tidak mencukupi, sehingga ditambah pada pertemuan berikutnya untuk melakukan evaluasi dan refleksi. Kendala terbesar dalam penerapan metode Role Playing adalah pengaturan waktu dan tempat, serta memunculkan kreatifitas untuk merancang kegiatan bermain peran. Membantu siswa mengkundusifkan

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 suasana pembelajaran agar fokus menjalani tahap demi tahap proses Role Playing juga memiliki kesulitan yang besar, karena sebagian besar siswa hanya ingin bermain saja, tetapi tidak ingin serius mengikuti kegiatan Role Playing. Setiap siswa memiliki tingkat kepercayaan diri yang berbeda- beda, sehingga mengkondisikan agar semua siswa nyaman dan percaya diri sangat sulit. Maka guru pelaksana tindakan melakukan pendekatan kepada siswa secara personal untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa, serta menahan siswa yang sering membuat situasi kelas tidak kondusif. Metode Role Playing baik digunakan dalam bentuk proyek kerja, siswa memiliki waktu beberapa bulan untuk mempersiapkannya dan tidak hanya berhenti untuk pembelajaran di kelas, tetapi juga lingkungan sekolah.

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode belajar Role Playing pada materi Mengenal Budaya Daerah dalam misi Internasional dapat meningkatkan keterlibatan dan prestasi belajar siswa kelas IV SD Kanisius Kadirojo tahun ajaran 2011/ 2012. Target atau indicator keberhasilan penelitian telah tercapai dengan perolehan hasil sebagai berikut: 1. Target perolehan hasil rata- rata keterlibatan siswa berdasarkan hasil pengamatan dari setiap siklus, keterlibatan siswa mengalami peningkatan sebesar 50%. Indikator pertama tercapai dengan diperoleh rata- rata hasil keterlibatan siswa meningkat sebesar 76,5% pada siklus I dan menigkat kembali pada siklus II menjadi 83,08%. 2. Prestasi belajar siswa memiliki ketuntasan klasikal mencapai 80%. Siswa dinyatakan tuntas belajar jika memiliki nilai rata- rata akhir ≥ 75. Target tersebut terlampaui dengan diperoleh hasil belajar siswa dalam penelitian ini yaitu ketuntasan klasikal mencapai 80% dan ratarata nilai siswa 80,2. 82

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 3. Berdasarkan hasil wawancara guru dan kuisioner siswa menyatakan bahwa pembelajaran yang dilakukan dapat meningkatkan keterlibatan dan prestasi belajar siswa. B. Saran Berdasarkan proses dan hasil yang telah dicapai dalam penelitian ini, maka saran yang perlu diperhatikan adalah: 1. Guru hendaknya mulai menerapkan metode yang cocok atau tepat sesuai kondisi dan kebutuhan siswa agar lebih membekali siswa pada keterampilan proses, produk serta sikapnya. 2. Metode role playing menuntut keterampilan guru untuk merancang, menggunakan serta mengembangkan semua perangkat yang ada. Guru hendaknya selalu mengupayakan keterampilan tersebut untuk membangkitkan dinamika yang baru dalam mengaktifkan siswa. 3. Pengalaman belajar yang dilakukan dengan pengamatan langsung akan lebih menyenangkan dan dapat melekat dalam memori siswa untuk periode yang lama, maka sekolah bersama dengan guru sebaiknya mengupayakan sumber belajar tersebut sehingga pembelajaran yang dilakukan benar- benar sesuai dengan kebutuhan dan kecerdasan.

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Ahmadi, Khoiru & Sofan Amri, dkk. (2011). Stategi pembelajaran Sekolah Terpadu. Jakarta: Prestasi Pustakakarya. Ali. (1988). Penelitian kependidikan: Prosedur dan Stategi. Bandung: Angkasa. Amstrong. (2005). Setiap Anak Cerdas. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Arikunto, Suharsimi. (1897). Dasar- dasar Evaluasi Pendidikan (edisi revisi). Jakarta: Bumi Aksara. Arikunto, Suharsimi. (1993). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. Arikunto, Suharsimi., Suharjono, dan Supardi. (2006). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara. Departemen Pendidikan Nasional. (2002). Contextual Teaching and Learning. Jakarta: Direktorat Jendral pendidikan Dasar. Deporter, Bobbi. (2002). Quantum Teaching. Boston: Allyn Boacon. Dimmyanti & Mudjono. (2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta Gardner, Howard. (2009). Multiple Intelligences. Alexandria: Association for Supervision and Book. Gardner, Howard. (1983). Frames of Mind: The Theory of Intelligences. New York: Basic Books. Hamalik, Oemar. (2003). Pendidikan Guru: Kompetensi. Jakarta: Bumi Aksara. Berdasarkan Pendekatan Hadfield, J. (1986). Harap’s Communication Games. Australia: Thomas Nelson and Son Ltd. Hamdi, A. Fadili. (2012). Buku Pintar Nusantara. Jakarta: Wahyumedia. Hergenhahn. (2010). Theories of Learning: Terjemahan Teori- teori Belajar. Jakarta: Prenada Media Group. Ibrahim & Nana Syaodih. (2003). Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta. 84

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Jihad, Asep & Abdul Haris. (2011). Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo. Joni, Raka. (1982). Cara Belajar Siswa Aktif: Implikasinya Terhadap System Penyampaian. Jakarta: Direktur Jendral Dikti. Majid, Abdul. (2009). Rosdakarya. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Remaja Monks, F. J. (1982). Psikologi Perkembangan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Mulyasa, E. (2002). Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep, Karakteristik, dan Implementasi. Bandung: Remaja Rosdakarya. Nasution, S. (2008). Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Bumi Aksara. O’neil, F. William. (2001). Ideologi- ideologi Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar (IKAPI). Poerwadiminta. (1984). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Patterson. (1977). Faoundation For A Theory Of Instruction and Educational Psychology. New York: Harper & Row Press. Sagala, Syaiful. (2009). Konsep dan Makna Pembelajaran: untuk Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Bandung: Alfabeta. Sardiman, A. M. (2001). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Press. Slamento. (1995). Belajar dan Faktor- faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Soemanto, Wasty. (1998). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Sudjana, Nana. (1989). Penilaian Hasil Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru. Sudjana, Nana. (1996). Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah. Bandung: Sinar Baru. Sudjana, Nana. (1997). Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru.

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Sudjana, Nana. (1997). Dasar- dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru. Sudjana, Nana. (2010). Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru. Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta. Suparno, A. (2001). Membangun Kompetensi Belajar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Suparno, P. (2003). Teori Intelegensi Ganda dan Aplikasinya di Sekolah: Cara Menerapkan Teori Multiple Intellences Howard Gardner. Yogyakarta: Kanisius. Suparno & Rohandi, dkk. (2001). Reformasi Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius. Sumarsono, S. (2008). Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Sumantri, Mulyani & Johar Permana. (2001). Stategi Belajar Mengajar. Bandung: Maulana (IKAPI). Ungguh, Jasa Muliawan. (2010). Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Gava Media (IKAPI). Uno. Hamzah. (2011). Model pembelajaran: Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi Aksara. User, Uzman. (2009). Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya. Wiriaatmadja, Rochiati. (2005). Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Remaja Rosdakarya. Winatapura, Udin. S. (2008). Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka.

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SILABUS Mata Pelajaran Kelas / Program Semester Sekolah : PendidikanKewarganegaraan : IV : II (dua) : SD KanisiusKadirojo Standar Kompetensi 4 : Menunjukansikapterhadapglobalisasi di lingkungannya. Materi Pembe lajara n 4.2 1. Buda Mengide yada ntifikasi erah jenisbud Indo aya nesia Indonesi a yang 2. Buda pernahd yana itampilk siona andalam l misikeb Indo udayaan nesia internas ional. Kompet ensi Dasar 87 Kara kter Kegiatan Pembelajaran Aktif 1. Melakukan Tert pengamatanbudaya arik Indonesia melalui Pedu media masa. li keles 2. Berdiskusi untuk taria membahas hasil n b ud pengamatan. ayad anlin 3. Melakukan gk u n permainanperanrole gan playingbudaya Indonesia. Indikator 1. Menyebutkancontoh kegiatan yangmenghilangkanminatterh adapbudaya Indonesia. 2. Menganalisis sebab-sebab terjadinya perubahan budaya 3. Menilai kegiatanmasyarakatberkaitan denganbudaya Indonesia. 4. Menyebutkan jeniskegaitan yang tidakmelestarikanbudaya Indonesia. 5. Menganalisis dampak peningkatan masuknyabudayaluarke 4. Mengikutikegiatanp Indonesia. elestarianbudayada 6. Menggambarkan upaya-upaya erah Indonesia di yang dilakukan untuk sekolah. Jenis Tes tertul is Penu gasan indivi du dan kelo mpok Kegia tanbe Penilaian Bentuk Tekh Instrum nik en Tes Soal tes (pilihan ganda dan uraian) Non tes Laporan praktiku m, pengam atan siswa. obser vasi Alokasi Waktu 6 x 35 ’ Sumber/alat/bahan Sumber : 1. Bastari, Prayoga dan Ati Sumiati. 2008.Pendidikan Kewarganegaraan Menjadi warga negara yang baik untuk kelas IV Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta : Pusat Perbukuan. 2. Dewi, Ressi kartika.dkk. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan 6 untuk SD/MI kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kompet ensi Dasar Materi Pembe lajara n Kara kter Kegiatan Pembelajaran Indikator melestarikanbudayaIndoensia Tugas Mandiri . Terstruktur : 7. Menghubungkan antara Pembuatan laporan kegiatan kegiatansecaraindiv melestarikanbudaya idu Indonesia dengansemakinbanyaknyab udaya yang dikenalolehmasyarakat. 8. Mengkomunikasikan konsep budaya Indonesia. 9. Memiliki sikap tertarik, aktif, serta pedulikelestarianbudaya Indonesia dan lingkungan. 88 Penilaian Bentuk Tekh Jenis Instrum nik en lajars iswas epanj angp enelit ian Alokasi Waktu Sumber/alat/bahan Sarjana, dkk. 2 008. Pendidikan Kewarganegaraan Bangga Menjadi Insan Pancasila 4 Untuk SD/ MI Kelas I . Jakarta: Pusat Perbukua.

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 KISI-KISI SOAL EVALUASI SIKLUS I Nama Sekolah : SD Kanisius Kadirojo Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/Semester : IV/ II Jumlah Soal : 15 soal Waktu : 20 menit Bentuk soal : jawaban singkat dan uraian Kompetensi Dasar 4.2 Mengidentifik asi jenis b u d ay a Indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan internasional Indikator 1. siswa mampu menyebutk an budaya daerah Indonesia 2. njelaskan makna b u d ay a daerah bagi bangsa Indonesia 3. menganalisi b u d ay a sebagai identitas Materi Pokok Mengenal Budaya daerah Indonesia No. Soal 3,4,5,6,7 1,9,12 11,13 x x x x x Soal dan Jawaban Jawaban Gobak sodor, dakon/ congklak Lontong sayur, pecel, gudeg Saudeti dan saman Ampar- ampar pisang Injit-injit semut, batanghari C1 Aspek Kognitif C3 C4 C5 C6 13 17 3,4,5,6,7 Menonton tari Bali di TMII , Globalisasi mempengaruhi perubahan budaya, makna budaya daerah bagi bangsa Indonesia adalah sebagai identitas bangsa. Budaya daerah merupakan cirikhas dan identitas bangsa yang layak diperrtahankan dan dilestarikan sehingga bangsa lain bisa mengenali budaya daerah sebagai Indonesia. x tidak mau mengenal budaya daerah, karena dengan tidak mau mengenal budaya daerah berarti tidak mau menghargai sehingga C2 1,12 10,12,15 9 9 11,14 16

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Kompetensi Dasar Indikator Materi Pokok bangsa 4. dampak globalisasi terhadap b u d ay a daerah Soal dan Jawaban Jawaban No. Soal C1 C2 Aspek Kognitif C3 C4 C5 C6 tidak dapet mengetahui keunikan, kekhasan budaya daerah tersebut dan lama kelamaan budaya tersebut akan hilang. x Sebuah budaya dapat digunakan sebagai identitas bangsa karena budaya daerah hanya dimiliki oleh daerah tersebut dan bersifat khas, sehingga negara lain mengenal budaya tersebut sebagai kekhasan suatu daerah Indonesia 2, 10, 14,15 Membolos saat pelajaran tari daerah di sekolah , Memiliki sikap selektif atau pilihpilih terhadap budaya luar. x x dampak negatif globalisasi terhadap budaya daerah adalah tersingkirnya budaya daerah oleh budaya asing, dampak positif globalisasi adalah semakin luasnya budaya indonesia dikenal oleh luar negri. Keterangan : C1 : pengetahuan, C2 : pemahaman, C3: penerapan, C4 : analisis, C5 : sintesis, C6 : evaluasi. 2,10 14,15

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 KISI-KISI SOAL EVALUASI SIKLUS II Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Jumlah Soal Waktu Bentuk soal Kompetens i Dasar Indikator 4.2 1. Menyebutkan Mengidentifi budaya kasi jenis daerah b u d ay a Indonesia Indonesia dalam misi yang pernah internasional ditampilkan dalam misi kebudayaan 2. Menganalisis budaya internasiona l Indonesia sebagai identitas bangsa sehingga dapat masuk dalam misi internasional Materi Pokok Mengenal Budaya daerah Indonesia dalam misi internasio n al No. Soal 1,2,3,4,5,6,8 Uraian 5 : SD Kanisius Kadirojo : Pendidikan Kewarganegaraan : IV/ II : 15 soal : 20 menit : jawaban singkat dan uraian Soal dan Jawaban Jawaban Aceh, Sumatra Selatan/ Palembang, Sistem pengairan sawah penduduk Bali.Wayang, batik, subak, angklung. Ilmu pengetahuan dan kebudayaan, Tari saman dan saudeti. Angklung, wayang, batik dan subak Budaya merupakan suatu hasil pemikiran, cipta dan karsa manusia. Setiap kelompok manusia menghasilkan budayanya sendiri, seperti Indonesia bisa memiliki kekhasan yang beraneka ragam yang menjadi identitas bangsa, sehingga dapat dikenali bangsa lain bahwa budayabudaya tersebut asli Indonesia. C1 C2 1,2,3,4,5,6 8 Aspek Kognitif C3 C4 Uraia n5 C5 C6

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 3. Menggambar kan upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah pengaruh globalisasi merusak budaya Indonesia 4. Menilai kegiatan masyarakat dan pemerintah yang diperlukan untuk melindungi budaya Indonesia dari pengakuan budaya Indonesia oleh negara lain. 9, 10 1 uraian, 2 uraian Upaya, kurangnya upaya pelestarian budaya Indonesia 1. Tetap menggunakan batik dan mencintai budaya daerah serta mempelajarinya, seperti menari tarian daerah dan tidak meremehkan budaya sendiri sehingga budaya daerah tidak hilang. 2. Mendaftarkan budaya pada UNESCO sehingga bangsa asing mengetahui budaya Indonesia dan tidak diklaim oleh negara lain 9 10 1,2

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 5. Dampak globalisasi pada budaya 3,4 uraian 1. Dampak positif: budaya Indonesia semakin banyak yang mengenal. Dampak negatif: budaya baru dari luar negri dianggap lebih maju, sehingga banyak budaya daerah ditinggalkan. 2. Bahasa, saat ini bahasa Inggris sangat dibutuhkan sebagai alat komunikasi karena dianggap sebagai bahasa Internasional. Bahkan bahasa Indonesia pun kerap kali mengambil kata- kata bahasa Inggris dalam mengungkapkan sesuatu. Contoh intelegency mencadi intelegensi atau kecerdasan. Makanan, banyak makanan Indonesia yang di buat cepat saji, seperti tiwul instan, hal ini mengadobsi dari budaya asing menyiapkan makanan cepat saji. Keterangan : C1 : pengetahuan, C2 : pemahaman, C3: penerapan, C4 : analisis, C5 : sintesis, C6 : evaluasi.

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 KISI-KISI WAWANCARA Nama Sekolah : SD Kanisius Kadirojo Kelas / Semester : IV / II (dua) Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Materi : Mengenal Budaya Daerah Indonesia dalam misi Internasional No 1. 2. 3. 4. Kisi-Kisi Tanggapan guru terhadap metode Role Playing untuk meningkatkan prestasi belajar Tanggapan guru terhadap metode Role Playinig untuk meningkatkan keterlibatan siswa Tanggapan guru terhadap metode Role Playing untuk meningkatkan sikap aktif, tertarik, perduli Tanggapan guru terhadap seluruh rangkaian pembelajaran yang dilakukan dengan metode Role playing No. Pernyataan 2,6 3 3 1,7,8

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 INSTRUMEN VALIDITAS SILABUS DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Petunjuk Penilaian: Mohon Bapak/ Ibu berkenan untuk menilai silabus dan RPP dengan cara memberi cek (√) pada kolom di bawah bilangan 1,2,4 atau 5 dengan keterangan sebagai berikut: Kurang sekali : 1 Kurang :2 Baik :4 Baik sekali :5 Serta memberikan komentar dan saran di kolom yang telah disediakan. Atas kesediaan bapak/ ibu saya ucapkan terimakasih. A. SILABUS NO Komponen Penelitian 1 1 2 3 4 5 Kelengkapan unsurunsur silabus Kesesuaian antara SK, KD dan indikator Kualitas perumusan pengalaman belajar Ketepatan pilihan perilaku esensial dalam indikator Kualitas perilaku yang dituntut dalam indikator Skor 2 4 Komentar 5 √ √ √ √ √

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 mencerminkan keutuhan perkembangan pribadi siswa Kesesuaian teknik 6 penilaian yang digunakan dengan indikator Penggunaan bahasa 7 Indonesia dan tata tulis √ baku Komentar secara keseluruhan dan saran perbaikan: √ B. RPP NO Komponen Penelitian 1 1 2 3 4 5 6 7 Kelengkapan unsurunsur RPP Kesesuaian antara SK, KD dan indikator Kualitas perumusan pengalaman belajar dengan indikator Kesesuaian materi ajar dengan SK dan KD Ketepatan pemilihan model/ metode pembelajaran. Tingkat kesesuaian langkahlangkah pembelajaran dengan indikator, tujuan dan metode pembelajaran. Kesesuaian penilaian Skor 2 4 Komentar 5 √ √ √ √ √ √ √

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 INSTRUMEN VALIDITAS SILABUS DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Petunjuk Penilaian: Mohon Bapak/ Ibu berkenan untuk menilai silabus dan RPP dengan cara memberi cek (√) pada kolom di bawah bilangan 1,2,4 atau 5 dengan keterangan sebagai berikut: Kurang sekali : 1 Kurang :2 Baik :4 Baik sekali :5 Serta memberikan komentar dan saran di kolom yang telah disediakan. Atas kesediaan bapak/ ibu saya ucapkan terimakasih. A. SILABUS NO Komponen Penelitian 1 1 2 3 4 5 Kelengkapan unsurunsur silabus Kesesuaian antara SK, KD dan indikator Kualitas perumusan pengalaman belajar Ketepatan pilihan perilaku esensial dalam indikator Kualitas perilaku yang dituntut dalam indikator Skor 2 4 Komentar 5 √ √ √ √ √

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 mencerminkan keutuhan perkembangan pribadi siswa Kesesuaian teknik 6 penilaian yang digunakan dengan indikator Penggunaan bahasa 7 Indonesia dan tata tulis baku Komentar secara keseluruhan dan saran perbaikan: √ √ B. RPP NO Komponen Penelitian 1 1 2 3 4 5 6 7 Kelengkapan unsurunsur RPP Kesesuaian antara SK, KD dan indikator Kualitas perumusan pengalaman belajar dengan indikator Kesesuaian materi ajar dengan SK dan KD Ketepatan pemilihan model/ metode pembelajaran. Tingkat kesesuaian langkahlangkah pembelajaran dengan indikator, tujuan dan metode pembelajaran. Kesesuaian penilaian Skor 2 4 Komentar 5 √ √ √ √ √ √ √

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Siklus I A. Identitas Sekolah Nama Sekolah : SD Kanisius Kadirojo Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas : IV Semester / Tahun Ajaran : II (genap) / 2011-2012 Alokasi waktu : 2 x 40 (2 JP / 1 pertemuan) B. Standar Kompetensi :4. Menunjukansikapterhadapglobalisasi di lingkungannya C. Kompetensi Dasar : 4.2 Mengidentifikasibudaya Indonesia yangpernahditampilkandalammisikebudayaanInternasional. D. Indikator Kognitif Produk 1. Siswa mampu menyebutkan budayadaerah Indonesia, sehinggadapatmengenalbudayadaerah Indonesia yang sangatberagam. 2. Siswadapat menjelaskanmaknabudayadaerahbagibangsa Indonesia 3. Siswadapat menganalisisbudaya Indonesia sebagaiidentitasbangsa 4. Siswa mampu menilaikegiatan masyarakat yang menyebabkan pengakuanbudaya Indonesia oleh Negara lain Kognitif Proses Siswa mampu mengkomunikasikan konsepbudayadaerah Indonesia. Psikomotor Siswa mampu bermain perandenganbaiksehinggadapat memaknai budaya Indonesia denganbaik. Afektif Siswa mampu memiliki sikap aktif, kreatif, tertarikdanperduliterhadapbudaya Indonesia E. Tujuan Pembelajaran

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 Kognitif Produk Siswa mampu: 1. Menyebutkan budayadaerah Indonesia 2. Menjelaskanmaknabudayadaerahbagibangsa Indonesia 3. Menganalisis budaya Indonesia sebagaiidentitasbangsa 4. Menilai kegiatan masyarakat yang menyebabkan pengakuanbudaya Indonesia oleh Negara lain Kognitif Proses Siswa mampu mengkomunikasikan konsepbudaya Indonesia. Psikomotor Siswa mampu bermain perandenganbaiksehinggadapat memaknai budaya Indonesia denganbaik. Afektif Siswa mampu memiliki sikap aktif, kreatif, tertarikdanperduliterhadapbudaya Indonesia F. Materi Pembelajaran 1. MENGENAL BUDAYA DAERAH Budaya Indonesia dapatdiartikansebagaiseluruhkebudayaanlokalsebelumterbentuknya Negara Indonesia tahun1945.Seluruhkebudayaanmasyarakatatausuku- sukubangsa Indonesia merupakanbagiankebudayaan Indonesia. Kebudayaansukubangsatentunyadipengaruhiolehbudayabesar yang pernahmasukdalambudaya Indonesia yaitubudaya India, Tionghoadan Arab.Budaya India HindhuBudhapadaabad masukmelaluipenyebaran 5 agama sebelummasehi. Hal tersebutditandaidenganbanyaknyakerajaan yang bernafaskanHindhuBudha, sepertiKutai,Mataram lama, Singosari,dll. Berikutjenisbudaya yang berasaldarisukubangsa Indonesia katergoritradisional: a. Tariandaerah c. Musikdaerah b. Lagudaerah d. Alatmusikdaerah

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 e. Gambardantulisan h. Sastra/ tulisan f. Patung i. Suara g. Kain j. Makanandanminuman G. Kegiatan Pembelajaran 1 Kali Pertemuan : 2 x 45 menit (2 JP) No. Kegiatan 1. Pendahuluan 1. Siswa mendapatkan apersepsi dari guru pelaksana tindakan. 2. Siswa memperoleh materi yang akan dibahas dan rencana kegiatannya dalam role playing. 3. Siswa mendapatkan penyampaian tujuan pembelajaran. Kegiatan Inti Eksplorasi x Siswa tanya jawab budaya daerah Indonesia Elaborasi x Siswa masuk ke dalam kelompok. Terdapat 6 kelompok. x Siswa mendapatkan LKS untuk kegiatan role playing. x Siswa mendapatkan penjelasan prosedur kerja dalam pelaksanaan role playing. x Siswa melakukan kegiatan role playing, masingmasing kelompok pengamat mengamati hasil kerja kelompok penyaji. x Siswa menuliskan hasil pengamatannya di lembar pengamatan. x Siswa dalam kelompok menuliskan hasil pengamatannya di papan tulis dan mensharingkan hasil pengamatannya kepada kelompok lain. Konfirmasi x Siswa membuat kesimpulan hasil diskusi. Penutup 1. Siswa membuat kesimpulan pembelajaran. 2. Siswa melakukan refleksi pembelajaran. 3. Siswa mendapatkan tugas pembuatan laporan kegiatanguna mengetahui kemampuansiswadalammengkomunikasikankons ep yang didapat,dikumpulkan sebelum pertemuan selanjutnya. 4. Siswa mengerjakan tes untuk mengetahui ketercapaian indikator pembelajaran. 5. Siswa mendapatkan pengarahan untuk mempersiapkan diri dalam pembelajaran selanjutnya yaitu budaya Indonesia dalammisiinternasional. 2. 3. Alokasi waktu 5 menit 15 menit Karakt er Tertarik Aktif Keterang an Tatap M uk a Role playing 45 menit Tertarik 5 menit 30 menit Aktif Aktif Penugasan Terstruktur

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 H. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran yang digunakan adalah : 1. Role Playing 2. Tanya jawab 3. Diskusi kelompok 4. Penugasan terstruktur I. Alat / Media /Bahan Alat dan bahan : kertas, ATK, gunting, lem J. Sumber Belajar 1. Bastari, Prayoga dan Ati Sumiati. 2008.Pendidikan Kewarganegaraan Menjadi warga negara yang baik untuk kelas IV Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta : Pusat Perbukuan. 2. Dewi, Ressi kartika.dkk. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan 6 untuk SD/MI kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan 3. Sarjana, dkk. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan Bangga Menjadi Insan Pancasila 4 Untuk SD/ MI Kelas I . Jakarta: Pusat Perbukuan K. Penilaian 1. Jenis Penilaian a. Tes : tes tertulis b. Non tes : observasi, laporan kegiatan, laporan pengamatan 2. Bentuk Instrumen a. Jawaban singkat dan uraian b. Lembar observasi siswa c. Rubrik penilain laporan kegiatan

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 LEMBAR KEGIATAN SISWA I “ Budaya Daerah Indonesia” A. Judul : Mengenal Budaya Indonesia B. Tujuan Menyebutkan budaya daerah Indonesia dan menjelaskan makna budaya daerah bagi bangsa Indonesia sehingga dapat menganalisis budaya Indonesia sebagai identitas bangsa serta menilai kegiatan masyarakat yang menyebabkan pengakuan budaya Indonesia oleh Negara lain C. Metode Role Playing D. Alat dan Perlengkapan Alat : 1. ATK 2. Gunting Perlengkapan: 1. Kostum pendukung E. Langkah Kegiatan 1. Siswa dibagi dalam 6 kelompok 2. Bacalah skrip drama pada hal.3 dan berlatihlah bersama teman sekelompokmu dengan bimbingan guru 3. Bermainlah peran bersama anggota kelompokmu sesuai skrip drama yang sudah diberikan guru. 4. Masing- masing kelompok mengisi tabel pengamatan untuk penampilan kelompok lain. 5. Jawablah pertanyaan yang ada pada nomor G. 6. Laporkan hasil pengamatan kelompokmu dalam bentuk laporan kegiatan. Laporan kegiatan dikerjakan secara individu dan dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya.

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 F. Hasil Pengamatan Partisipasi No Penampilan Kelompok tiap anggota Gesture lafal kelompok 1 A 2 B 3 C 4 D 5 E 6 F intonasi Kesesuaian dengan skrip G. Pertanyaan Diskusi 1. Apa yang dapat kamu pahami dari drama yang sudah kalian lakukan dan amati? Jawab ......................................................................................................................... .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2. Kesimpulan apa yang kamu peroleh? Jawab ......................................................................................................................... . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3. Bagaimana pendapatmu mengenai permainan ini? Jawab ......................................................................................................................... ......................................................................................................................... 4. Hal-hal apa yang belum kamu pahami? Jawab ......................................................................................................................... ......................................................................................................................... 5. Adakah kesulitan yang kamu hadapi?sebutkan!

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 Jawab ......................................................................................................................... ......................................................................................................................... ......................................................................................................................... ......................................................................................................................... H. Kesimpulan ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ...............................................................................................................................

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI108 SKRIP DRAMA SIKLUS I MATERI: MENGENAL BUDAYA DAERAH INDONESIA Kalian akan dibagi kedalam 6 kelompok, maka setiap kelompok terdiri dari 8/7 siswa. Pilihlah peran sebagai berikut ini: Pangeran : ...................................... Raja : ....................................... Ratu : ....................................... Mentri 1 : ....................................... Menrti 2 : ........................................ Mentri 3 : ........................................ Putri Murdaninggar : ....................................... Putri Saraswati : ....................................... “ INDONESIAKU” Suatu hari di suatu masa, hidupkah seorang pangeran yang sangat baik hati di sebuah negara yang begitu indah dan permai. Namun pangeran muda tersebut belomlah memiliki seorang istri, padahal sebentar lagi ia akan dinobatkan sebagai seorang raja. (bayangkanlah, kamu berada di sebuah ruang keluarga, namun ini adalah keluarga kerajaan. Kembangkanlah imajinasimu!) Raja : Putraku, sebaiknya engkau segera bergegas untuk mencari seorang isrti karena penobatanmu tinggal 6 bulan lagi. Pangeran : tapi ayah, aku tahu istri seperti apa yang kucari. Raja : carilah istri dengan sayembara nak, ayah akan mengumumkan sayembara untuk mencarikan istri bagimu.

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI109 Ratu : seorang permaisuri haruslah memiliki kualitas yang tinggi, dan mencerminkan segala gambaran mengenai negeri kita ini. Aku akan memberikan catatan kepada mentri untuk kriteria calon istrimu kelak. Pangeran : baiklah ibu (setting tempat berikutnya adalah di sebuah ruang pertemuan raja dan para mentrinya. Dihadiri oleh para mentri, raja dan ratu) Mentri 1 : yang terhormat yang mulia raja dan ratu negri Nusantara, para menti dan segenap pengurus kerajaan Nusantara. Hari ini kita akan mengadakan rapat guna membahas sayembara pencarian istri bagi pangeran. Maka kriteria tersebut adalah sebagai berikut; wanita dengan usia 20 tahun, berperilaku santun, memiliki pengetahuan mendalam mengenai budaya negara, memiliki kecerdasan dan memiliki kebaikan hati yang tulus dan mencintai rakyat nusantara. Mentri 2 : lalu di manakah kita akan mencari wanita seperti ini? Mentri 3 : kita akan mencarinya di seluruh negri, kita akan menyebar selebaran dan kita seleksi di tiap ibu kota provinsi agar kita dapat menemukan wanita ini. Mentri 2 : tentunya wanita ini haruslah cantik. Raja : baiklah, laksanakan tugas kalian! Para mentri : laksanakan yang mulia! (diserukan dengan serentak) Para mentri berkeliling mencari di seluruh negri dan akhirnya mendapat 2 calon yang sangat menjanjikan. (berpura- puralah mencari di beberapa tempat, dan bergantian menjadi putri- putri cantik dari seluruh negri, boleh diselingi dengan lelucon yang ingin kalian selipkan) Di ruang pertemuan, raja, ratu, pangeran dan para mentri berkumpul untuk menguji kedua putri. Raja : putri saraswati dari Bali, kami akan mengujimu secara lisan dan akan dinilai oleh para mentri, aku sendiri, permaisuri dan pangeran. Puri saraswati : baiklah yang mulia. Raja : mentri, sebaiknya kalian terlebih dulu memberikan ujian.

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI110 Mentri 1 : putri Saraswati dari Bali, tolong berilah kami pengetahuanmu mengenai budaya daerah nusantara yang anda ketahui! Putri Saraswati: hamba adalah seorang penari, dan hamba mempelajari banyak tarian dari seluruh penjuru nusantara. Ayah hamba adalah seorang Jendral Tentara angkatan darat, dan sering membawa hamba bertugas di berbagai daerah seluruh nusantara. Tari saman, saudeti dan pukat dari Aceh, tari piring dan payung dari sumatra barat, tari tanggai dari bangka belitung, tari bidadari dari bengkulu, tari topeng dari Banten, tari yapong dari jakarta, tari merak, jaipong dari jawa barat, dan tari sintren, gandrung dari jawa tengah, tari bedaya,serimpi dari yogyakarta. Mentri 1 : cukup putri. Mentri 2 : apakah anda mengetahui tari remong dari mana? Dan reog? Dengan makanan khas rujak cingurnya? Putri Saraswati: tentu saja, tari dan makanan tersebut dari jawa timur. Mentri 2 : alat musik apa yang anda ketahui? Putri saraswati: gamelan dari jawa tengah, bali dan jawa timur walaupun musiknya berbeda. Tifa dari papua, akordion dari sumatra selatan, tuma dari kalimantan barat,kecapi dan japen dari kalimantan tengah, serunai dari nusa tenggara barat. Mentri 3 : putri, pengetahuan anda sangatlah banyak dan luas. Mohon anda menjelaskan apa ciri khas Bali dan Papua! Purtri saraswati: Bali memiliki tarian yang sangat terkenal hingga mancanegara, yaitu tari lenggong, kecak dan pendet dengan alat musiknya ceng- ceng dan gamelan juga. Papua, memiliki kekhasan yang sangat indah dengan ukirannya, pakaian adatnya koteka, dengan lagunya yamko rambe yamko. Mentri 1 lisan. : baiklah kita panggil putri Murdaninggar untuk menhadapi ujian Putri Murdaninggar masuk ke dalam ruangan. Mentri 1 : putri Murdaninggar, apakah yang anda ketahui mengenai budaya daerah indonesia selain daerah Sumatra, Jawa dan Bali.

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI111 Putri Murdaninggar: yang terhormat paduka yang mulia raja dan ratu nusantara dan pangeran nusantar serta para mentri. Ini adalah budaya daerah yang hamba ketahui, antara lain dari maluku yaitu rumah adatnya yaitu rumah Baileo,rumah nsao ata mosaka lakitana dari daerah nusa tenggara dengan alat musiknya sasando. Rumah pewaris dari sulawesi dengan kolintang sebagai alat musiknya dan tari maengket sebagai tari daerahnya. Mentri 2 : anda mempelajari arsitektur rumah daerah dengan baik putri. Tapi bagaimana dengan rumah tongkonan, dari manakah asalnya. Putri murdaninggar: rumah adat tersebut dari sulawesi barat, dan rumah gadang dari sumatra barat yang sangat saya kagumi. Mentri 3 : putri, apakah yang paling menggugah minat anda sebagai seorang puti? Purti murdaninggar: hamba bukanlah anak seorang bangsawan, hamba hanya anak seorang petani. Tapi hamba berkemauan keras dan mempelajari segala sesuatu mengenai negeri tercinta nusantara. Hamba sangat tertarik untuk membuat miniatur nusantara agar rakyat dapat melihat segala budaya daerah dalam satu tempat. Raja : setelah menimbang dan memutuskan bersama, maka kedua putri ini akan aku angkat menjadi mentri budaya yang akan mengembangkan, memperkenalkan dan memelihara kelestarian budaya daerah nusantara. Permaisuri : tapi raja, bagaimana dengan pernikahan? Raj : usia 20 tahun adalah usia muda yang sayang disia-siakan untuk sebuah pernikahan. Kita tunda 5tahun kedepan untuk menentukannya. Seluruh orang bertepuk tangan dan bersuka cita dengan keputusan raja yang bijaksana.

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 SOAL TES (Siklus I) Materi Kelas/Semester Sekolah Waktu : Mengenal Budaya Indonesia : IV / Genap : SD Kanisius Kadirojo : 25 Menit Nama : . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . No. Absen / kelas : ...................................................................... Jawablah pertanyaan berikut dengan jawaban singkat yang tepat! Jawaban singkat (Skor : 1) 1. Perilaku yang mencerminkan cinta budaya Indonesia adalah .......................... 2. Sikap yang tidak mencerminkan seorang pelajar yang berbudaya................. 3. Berikut ini adalah permainan tradisional Indonesia.............. 4. Contoh makanan tradisional Indonesia adalah ......................................... 5. Contoh tarian dari Aceh................. 6. Contoh lagu daerah Kalimantan selatan ( Banjarmasin).................................. 7. Lagu daerah dari provinsi Jambi adalah............ 8. Budaya luar negri yang patut kita tiru............ 9. Terdapat suatu keadaan dimana budaya daerah tergeser oleh budaya asing sehingga warisan budaya leluhur hilang begitu saja. Dari kasus ini dapat disimpulkan bahwa......... 10. Usaha yang paling tepat untuk mengurangi dampak negatif pada perubahan budaya yang diakibatkan oleh globalisasi, adalah........................... Uraian (skor 4) Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan uraian jawaban yang benar! 11. Kegiatan manusia manakah yang dapat memberikan dampak terparah terhadap budaya Indonesia : menganggap budaya daerah ketinggalan jaman tetapi mau mengenal atau tidak mau mengenal budaya daerah ? Sebutkan 3 dampak yang timbul dari kegiatan manusia yang kamu pilih tersebut! 12. Jelaskan makna budaya daerah bagi bangsa Indonesia! 13. Indonesia terdiri dari 33 provinsi yang memiliki kekhasa pada asetiap daerahnya. Menurut pendapatmu bagaimana sebuah budaya bisa digunakan sebagai identitas bangsa? Kemukakan alasanmu! 14. Sebutkan dampak negatif globalisasi terhadap budaya daerah! 15. Sebutkan dampak positif globalisasi terhadap budaya daerah!

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 KUNCI JAWABAN I. JAWABAN SINGKAT 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Menonton tari Bali di TMII Membolos saat pelajaran tari daerah di sekolah Gobak sodor, dakon/ congklak Lontong sayur, pecel, gudeg Saudeti dan saman Ampar- ampar pisang Injit-injit semut, batanghari Tepat waktu, budaya mengantri, membuang saampah pada tempatnya, dilarang merokok disembarang tempat 9. Globalisasi mempengaruhi perubahan budaya 10. Memiliki sikap selektif atau pilih-pilih terhadap budaya luar. II. URAIAN 1. Tidak mau mengenal budaya daerah: budaya daerah semain hilang, hilangnya kekhasan suatu daerah, tidak mngetahui keistimewaan dan budaya daerah. 2. Budaya daerah merupakan cikal bakal budaya nasional.budaya daerah merupakan hasil karya cipta masyarakat asli Indonesia 3. Budaya daerah terbentuk dari hasil karya cipta dan karsa suatu masyarakat pada daerah/ wilayah tertentu. Indonesia memiliki begitu banyak budaya daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.dari budaya daerah tersebut terbentuk budaya nasional yang kemudian menjadi identitas bangsa Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara manapun. 4. Dampak negatif globalisasi: banyak budaya daerah yang terlupakan, tertutup oleh budaya asing. Banyak anak muda yang lebih menyukai budaya asing dan mengagungkan buudaya asinng, banyak kaum muda yang lebih menghargai budaya asing dibanding budaya sendiri 5. Dampak positif globalisasi: banyak budaya daerah yang semakin dikenal oleh masyarakat asing, budaya daerah Indonesia diakui sebagai budaya asli Indonesia sehingga negara lain tidak mudah mengklaim budaya daerah Indonesia.

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Siklus II A. Identitas Sekolah Nama Sekolah : SD Kanisius Kadirojo Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas : IV Semester / Tahun Ajaran : II (genap) / 2011-2012 Alokasi waktu B. Standar Kompetensi : 2 x 40 (2 JP / 1 pertemuan) :4. Menunjukan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya C. Kompetensi Dasar : 4. 2 Mengidentifikasi budaya Indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan Internasional. D. Indikator Kognitif Produk Siswa mampu: 1. Menyebutkan budaya daerah Indonesia dalam misi internasional 2. Menganalisis budaya Indonesia sebagai identitas bangsa sehingga dapat masuk dalam misi internasional 3. Menggambarkan upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah pengaruh globalisasi merusak budaya Indonesia 4. Menilai kegiatan masyarakat dan pemerintah yang diperlukan untuk melindungi budaya Indonesia dari pengakuan budaya Indonesia oleh negara lain. 5. Dampak globalisasi terhadap budaya Kognitif Proses 6. Siswa mampu mengkomunikasikan konsep budaya Indonesia yang termasuk dalam misi internasional. Psikomotor 7. Siswa mampu memerankan peran dalam role playing dengan baik

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 8. Mengkomunikasikan hasil didepan kelas dalam diskusi Afektif 9. Siswa mampu memiliki sikap aktif, kreatif, tertarik dan perduli terhadap budaya Indonesia 10. Siswa memiliki kebanggaan terhadap budaya Indonesia E. Tujuan Pembelajaran Kognitif Produk Siswa mampu: 1. Menyebutkan budaya daerah Indonesia dalam misi internasional 2. Menganalisis kekhasan budaya daerah sehingga dapat menjadi identitas bangsa dalam misi internsional. 3. Meggambarkan upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah pengaruh globalisasi merusak budaya Indonesia 4. Menilai kegiatan pemerintah yang diperlukan untuk melindungi budaya Indonesia dari pengakuan budaya Indonesia oleh negara lain. 5. Mengetahui dampak globalisasi terhadap budaya Kognitif Proses 6. Ssiswa mampu mengkomunikasikan konsep budaya Indonesia yang termasuk dalam misi internasional. Psikomotor 7. Siswa mampu siswa mampu memerankan peran dalam role playing dengan baik Afektif 8. Siswa mampu siswa mampu memiliki sikap aktif, kreatif, tertarik dan perduli terhadap budaya Indonesia 9. Siswa mampu siswa memiliki kebanggaan terhadap budaya Indonesia F. Materi Pembelajaran 1. Budaya Indonesia dalam Misi Internasional Budaya Indonesia memiliki keunikan dan keanekaragaman, hal tersebut dikarenakan multikulturalisme di Indonesia. Indonesia terdiri dari berbagai macam suku dan budaya yang terbentuk dari suku- suku tersebut

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 sangat beraneka ragam dan memiliki keunikan yang pantas kita banggakan. Globalisasi telah memengaruhi seluruh aspek kehidupan,termasuk kebudayaan. Kebudayaan merupakan kepribadian suatu bangsa. Budaya itu adalah pikiran dan akal budi. Beberapacontoh budaya bangsa adalah nyanyian dan lagu, berbagai tari-tarian,berbagai alat musik yang khas, berbagai seni pertunjukan, dan berbagaibudaya khas lainnya. Wilayah Indonesia membentang dari Sabang sampaiMerauke, karena itulah Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas.Masing-masing daerah di Indonesia memiliki ciri khas sendiri-sendiri.Di setiap daerah di wilayah Indonesia, pastilah memiliki suku masingmasing.Tiap- tiapsukumemilikibudayayangberbedabeda.Apabiladisatukan,akanmenjadimodalkekuatanbagiIndonesia,khususn yadibidangseni dan budaya.Sebagai sebuah bangsa yang baik, kita juga harus bergaul denganbangsa lain yang kebudayaannya berbeda. Akan tetapi, tidak semua budayaasing yang masuk kita terima. Kita perlu menyaring dan memilih budayaasing yang masuk, sehingga tidak berdampak buruk bagi budaya asli kita.Kita harus melestarikan budaya kita sendiri. Berikut ini adalah budaya- budaya Indonesia dalam misi Internasional: 1. Tarian daerah, seperti tari kecak dari Bali, tari jaipong dari Jawa Barat telah dikenal oleh masyarakat dunia. 2. Musik gamelan dari Bali, Jawa, dan Sunda telah dikenal di luar negeri bahkan dipelajari oleh masyarakat luar negeri di negaranya masingmasing. 3. Musik angklung yang dimainkan di luar negeri sebagai salah satu kesenian dari bangsa Indonesia bahkan menjadi barang kesenian yang diekspor ke luar negeri. 4. Batik sebagai hasil karya kerajinan tangan bangsa Indonesia banyak digemari pasar dunia. 5. Benda-benda pahat, seperti patung dari Bali dan Suku Asmat menjadi barang yang diminati turis asing sebagai cinderamata.

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 Dengan melakukan misi kebudayaan internasional ke manca negara.Tujuan melakukan misi kebudayaan internasional yaitu untuk memperkenalkan budaya Indonesia di mata dunia, sehingga diharapkan dapat menarikwisatawan mancanegara ke Indonesia, pada akhirnya akan menambahdevisa negara. Hal ini merupakan keuntungan bagi bangsa Indonesia yangterdiri atas berbagai macam suku dan mempunyai beraneka ragamkebudayaan. G. Kegiatan Pembelajaran 1 Kali Pertemuan : 2 x 45 menit (2 JP) No. 1. 2. Kegiatan Alokasi Keteran Karakter waktu gan Pendahuluan 1. Siswa bersama guru pelaksana tindakan melakukan apersepsi. 2. Siswa mendapatkan materi yang akan dibahas 5 menit dan rencana pelaksanaan kegiatan role playing. 3. Siswa mendengarkan penyampaian tujuan pembelajaran. Kegiatan Inti Eksplorasi x Siswa melakukan tanya jawab mengenai 15 menit budaya Indonesia dalam misi internasional. Elaborasi x Siswa masuk kedalam kelompok sesuai. x Siswa mendapatkan LKS untuk kegiatan role playing. x Siswa mendapatkan penjelasan prosedur kerja 45 menit dalam pelaksanaan role playing. x Selama siswa melakukan kegiatan role playing, masing- masing kelompok pengamat mengamati hasil kerja kelompok penyaji. x Siswa menuliskan hasil pengamatannya di lembar pengamatan. x Tiap kelompok menuliskan hasil pengamatannya di papan tulis dan mensharingkan hasil pengamatannya kepada kelompok lain. Konfirmasi 5 menit x Membuat kesimpulan hasil diskusi. Tertarik Tatap Muka Aktif Role playing Tertarik, perduli Aktif , perduli

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 3. 30 menit Penutup 1. Siswa membuat kesimpulan pembelajaran. 2. Siswa melakukan refleksi pembelajaran. 3. Siswa mendapatkan tugas pembuatan laporan kegiatan guna mengetahui kemampuan siswa dalam mengkomunikasikan konsep yang didapat. 4. Siswa mengerjakan tes untuk mengetahui ketercapaian indikator pembelajaran. Aktif , perduli Penugas an Terstruk tur H. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran yang digunakan adalah : 1. Role Playing 2. Tanya jawab 3. Diskusi kelompok 4. Penugasan terstruktur I. Alat / Media /Bahan Alat dan bahan : kertas, ATK, gunting, lem J. Sumber Belajar 1. Bastari, Prayoga dan Ati Sumiati. 2008.Pendidikan Kewarganegaraan Menjadi warga negara yang baik untuk kelas IV Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta : Pusat Perbukuan. 2. Dewi, Ressi kartika.dkk. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan 6 untuk SD/MI kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan 3. Sarjana, dkk. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan Bangga Menjadi Insan Pancasila 4 Untuk SD/ MI Kelas I . Jakarta: Pusat Perbukuan K. Penilaian 1. Jenis Penilaian a. Tes : tes tertulis b. Non tes : observasi, laporan kegiatan, laporan pengamatan 2. Bentuk Instrumen a. Jawaban singkat dan uraian b. Lembar observasi siswa c. Rubrik penilain laporan kegiatan

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 LEMBAR KEGIATAN SISWA II “ Budaya Indonesia Dalam Misi Internasional” A. Judul : Mengenal Budaya Indonesia B. Tujuan Menyebutkan budaya daerah Indonesia dalam misi internasional dan menjelaskan makna budaya daerah bagi bangsa Indonesia sehingga dapat menganalisis budaya Indonesia sebagai identitas bangsa serta menilai kinerja pemerintah untuk melindungi budaya Indonesia dari pengakuan negara lain. C. Metode Role Playing D. Alat dan Perlengkapan Alat : 1. ATK 2. Gunting Perlengkapan: 1. Kostum pendukung E. Langkah Kegiatan 1. Siswa dibagi dalam 6 kelompok 2. Bacalah skrip drama pada hal.4 dan berlatihlah bersama teman sekelompokmu dengan bimbingan guru 3. Bermainlah peran bersama anggota kelompokmu sesuai skrip drama yang sudah diberikan guru. 4. Masing- masing kelompok mengisi tabel pengamatan untuk penampilan kelompok lain. 5. Jawablah pertanyaan pada nomor G. 6. Laporkan hasil pengamatan kelompokmu dalam bentuk laporan kegiatan. Laporan kegiatan dikerjakan secara individu dan dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya.

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 F. Hasil Pengamatan No Kelompok 1 A 2 B 3 C 4 D 5 E 6 F Partisipasi tiap anggota kelompok Penampilan Gesture lafal intonasi Kesesuaian dengan skrip G. Pertanyaan Diskusi 1. Apa yang dapat kamu pahami dari drama yang sudah kalian lakukan dan amati? Jawab ......................................................................................................................... ......................................................................................................................... 2. Kesimpulan apa yang kamu peroleh? Jawab ......................................................................................................................... ......................................................................................................................... 3. Bagaimana pendapatmu mengenai permainan ini? Jawab ......................................................................................................................... ......................................................................................................................... ......................................................................................................................... 4. Hal-hal apa yang belum kamu pahami? Jawab ......................................................................................................................... ......................................................................................................................... ......................................................................................................................... .........................................................................................................................

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 5. Adakah kesulitan yang kamu hadapi?sebutkan! Jawab ......................................................................................................................... ......................................................................................................................... ......................................................................................................................... ......................................................................................................................... ......................................................................................................................... H. Kesimpulan ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ...............................................................................................................................

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI122 SKRIP DRAMA SIKLUS I MATERI: MENGENAL BUDAYA DAERAH INDONESIA Kalian akan dibagi kedalam 6 kelompok, maka setiap kelompok terdiri dari 8/7 siswa. Pilihlah peran sebagai berikut ini: Pangeran : ...................................... Raja : ....................................... Ratu : ....................................... Mentri 1 : ....................................... Menrti 2 : ....................................... Mentri 3 : ....................................... Putri Murdaninggar : ...................................... Putri Saraswati : ..................................... “ INDONESIAKU 2” Setelah pemilihan mentri yang baru, pangeran dan kedua mentri pelestarian, pengelolaan dan pengenalan budaya ke mancanegara bekerjasama untuk mewujudkan miniatur nusantara. Namun dana yang diperoleh sangatlah sedikit, maka kedua mentri dan pangeran mengadakan rapat untuk membahas kekurangan dana tersebut. Pangeran : selamat pagi para mentri kebudayaan. Kita memiliki masalah yang sangat pelik, yaitu kekurangan dana untuk pembangunan miniatur nusantara. Kita akan membangun 34 bangunan yang mencirikan 34 rumah adat provinsi lengkap dengan patung tari dan alat musik khas, serta segala bentuk ciri khas daerah. Apa yang akan kita lakukan? Mentri Saraswati: paduka yang mulia, hamba memiliki ide. Bagaimana jika kita menampilkan budaya kita dan mengadakan semacam drama teatrikal? Mentri Murdaninggar: saudaraku, apakah yang engkau maksud.....adalah menampilkan tari tarian?

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI123 Mentri Saraswati : benar sekali. Kita akan memperkenalkan dan semakin melekatkan budaya daerah kita dihati para tetangga negara kita. Kita akan mengundang negara tetangga, seperti Malaysia, Brunai Darusalam, Singapura, Australia, Filipina, Myanmar untuk menyaksikan pementasan budaya kita. Dan memohon bantuan kepada mereka. Mentri Murdaninggar: apa yang akan kitatampilkan? Tari kecak,legong dan pendet dari Bali, jaipong ari jawa barat, reog dari jawa timur,serimpi danramayana dari jogja, saman dari aceh, tari perang papua, tari apalagi? Pangeran : iya kita tampilakan tari- tarian itu. Dan musiknya, haruslah dengan alat- alat musik daerah. Angklung dari jawa barat, tifa dari papua,sasando, kecapi, akordion, semua kita tampilkan. Putri saraswati : itulah yang akan kita tampilkan. Kita harus terlebih dahulu menyiapkan segala kesiapannya, dan memohon ijin dari raja. Beberapa saat kemuadia, pangeran dan kedua mentri segera bergegas menemui para mentri yang lain dan menghadap raja dan ratu. Di ruang pertemuan besar. Pangeran : hamba mengahadap raja dan ratu bersama para mentri, untuk mengusulkan sesuatu. Raja : apa itu anakku? Pangeran : kami ingin mengundang segenap negara tetangga, untuk menggalang dana agar kita dapat membangun miniatur nusantara yang mulia. Raja : dan mereka tidak akan memberi dengan Cuma- Cuma. Pangeran : tentu tidak ayah, mereka akan menyaksikan drama treatrikal berwujud tari- tarian yang sudah masuk dalam ajang internasional bebreapa waktu yang lalu. Antara lain tari saman, tari kecak, pendet dan legong. Juga reog, wayang, baik wayang orang, wayang kayu maupun wayang kulit lengkap dengan gamelannya ayah. Serta angklung, sasando, akordion tifa, dan penampilan ukiran dari papua. Ukiran tersebut dapat kita berikan sebagai souvenir bagi mereka. Raja : wah anakku, sebaiknya hal tersebut segera terwujud. Akhirnya, raja mengundnag negara tetangga dan menggadakan drama teatrikal tersebut dan menggalang dana untuk membuat miniatur nusantara.

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI124 SOAL TES (Siklus II) Materi : Budaya Indonesia dalam misi internasional Kelas/Semester : IV / Genap Sekolah : SD Kanisius Kadirojo Waktu : 20 Menit Nama : . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . No. Absen / kelas : ...................................................................... Jawablah pertanyaan berikut dengan jawaban singkat yang jelas dan tepat! Jawaban Singkat (Skor : 1) 1. Tari saman berasal dari provinsi.... telah mengisi banyak ajang tari internasional. 2. Akordion merupakan alat musik yang berasal dari..... 3. Subak merupakan budaya khas penduduk provinsi Bali yaitu.... 4. Budaya yang telah terdaftar dalam UNESCO antara lain.... 5. UNESCO adalah organisasi PBB yang menangani dalam bidang... 6. Salah satu tarian provinsi Nanggro Aceh Darusalam yang termasuk dalam misi internasional adalah... 7. Shinta menunjukan letak kraton kepada seorang warga negara asing dengan menggunakan bahas Inggris. Dari kejadian tersebut Shinta telah mengalami dampak globalisasi dalam bidang.... 8. Budaya Indonesia yang dikenal hingga mancanegara antara lain.... 9. Devi mempelajari tari daerah melalui sanggar tari yang diikutinya. Hal tersebut merupakan........untuk melestarikan budaya daerah. 10. Arca peninggalan mataram kuno telah hilang dari sebuah museum. Hal tersebut menggambarkan..... Uraian Jawablah pertanyaan berikut dengan menguraikan jawaban yang kamu kemukakan sehingga menjadi lebih jelas! 1. Upaya apa sajakah yang dapat kamu lakukan untuk mencegah pengaruh globalisasi merusak budaya daerah Indonesia? Sebutkan dan jelaskanlah!

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI125 2. Sebutkan upaya pemerintah atau masyarakat yang kamu ketahui untuk melestarikan budaya daerah Indonesia! (Jika kamu tidak mengetahuinya sebutkan upaya apa yang sebaiknya dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat!) 3. Sebutkan dampak positif dan negatif globalisasi terhadap budaya Indonesia! 4. Sebutkan budaya Indonesia yang sudah terpengaruh oleh budaya asing/ globalisasi! 5. Budaya merupakan hasil cipta karsa manusia turun temurun. Mengapa setiap budaya itu khas? Bagaimana hal tersebut bisa menjadi identitas bangsa? Kunci jawaban Jawaban singkat 1. Aceh 2. Sumatra Selatan/ Palembang 3. Sistem pengairan sawah penduduk Bali. 4. Wayang, batik, subak, angklung 5. Ilmu pengetahuan dan kebudayaan 6. Tari saman dan saudeti 7. Bahasa 8. Wayang, batik, subak, angklung 9. Upaya/ usaha 10. Kurangnya usaha pelestarian peninggalan budaya. Uraian 11. Tetap menggunakan ba t i k dan mencintai budaya daerah serta mempelajarinya, seperti menari tarian daerah dan tidak meremehkan budaya sendiri sehingga budaya daerah tidak hilang. 12. Mendaftarkan budaya pada UNESCO sehingga bangsa asing mengetahui budaya Indonesia dan tidak diklaim oleh negara lain

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI126 13. Dampak positif: budaya Indonesia semakin banyak yang mengenal. Dampak negatif: budaya baru dari luar negri dianggap lebih maju, sehingga banyak budaya daerah ditinggalkan. 14. Bahasa, saat ini bahasa Inggris sangat dibutuhkan sebagai alat komunikasi karena dianggap sebagai bahasa Internasional. Bahkan bahasa Indonesia pun kerap kali mengambil kata- kata bahasa Inggris dalam mengungkapkan sesuatu. Contoh intelegency mencadi intelegensi atau kecerdasan. Makanan, banyak makanan Indonesia yang di buat cepat saji, seperti tiwul instan, hal ini mengadobsi dari budaya asing menyiapkan makanan cepat saji. 15. Budaya merupakan suatu hasil pemikiran, cipta dan karsa manusia. Setiap kelompok manusia menghasilkan budayanya sendiri, seperti Indonesia bisa memiliki kekhasan yang beraneka ragam yang menjadi identitas bangsa, sehingga dapat dikenali bangsa lain bahwa budaya- budaya tersebut asli Indonesia.

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 SOAL EVALUASI AKHIR Materi Kelas/Semester Sekolah Waktu : Budaya Indonesia : IV / Genap : SD Kanisius Kadirojo : 20 Menit Nama : . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . No. Absen / kelas : ...................................................................... Jawablah pertanyaan berikut dengan jawaban singkat yang tepat! Jawaban singkat (Skor : 1) 1. Siaran sepak bola dari negara lain dapat kita saksikan secara langsung dari televisi merupakan contoh globalisasi di bidang ........... Budaya asing masuk ke Indonesia sebaiknya.... 2. Untuk memperkaya kebudayaan nasional, kita boleh menerima kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia antara lain untuk.... 3. Salah satu contoh kebudayaan asli Indonesia yang banyak diminati masyarakat mancanegara adalah... 4. Di era globalisasi ini gaya tradisional semakin tersisih, dan masyarakat mulai menganut gaya hidup berikut ini kecuali . . . . 5. Budaya asing yang tidak perlu ditiru dan tidak sesuai dengan kepribadian bangsa adalah . . . . 6. Gamelan adalah alat musik khas daerah... 7. Berikut ini adalah tarian daerah khas Yogyakarta adalah.......................... 8. Perhatikan gambar di bawah ini: 1 2 Pada gambar di atas, yang merupakan budaya daerah papua adalah.... 9. Berikut ini adalah rumah adat daerah..................

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 10. Pameran budaya hingga mancanegara bertujuan untuk ..................................... 11. Salah satu alat musik Jawa Barat yang diminati oleh turis mancanegara untuk memainkanya adalah .......................................................................... 12. A. Menggunakan batik saat bepergian B. mengikuti ekstrakurikuler tari daerah C. mengikuti ektrakurikuler musik daerah D. bergaya hidup kebarat- baratan E. bersikap merendahkan pada budaya daerah tertentu di Indonesia Sikap yang dapat kita lakukan sebagai pelajar untuk melestarikan budaya daerah Indonesia adalah ............................... 13. Pengaruh negatif globalisasi terhadap budaya daerah sebagai identitas bangsa Indonesia adalah.................................. 14. Berikut ini adalah upaya untuk mengurangi resiko pengakuan budaya Indonesia oleh negara lain adalah ........ Uraian (skor : 4) Jawablah pertanyaan berikut dengan uraian yang jelas! 15. Jelaskan makna dari budaya daerah bagi bangsa Indonesia! 16. Jelaskan dampak globalisasi terhadap budaya!berikan contoh pengaruh tersebut! 17. Sebutkan 4 makanan khas daerah mana saja yang kamu ketahui! (masingmasing makanan berasal dari daerah yang berbeda) 18. Rumah adat mana sajakah yang kamu ketahui? Sebutkan 4 rumah adat yang kamu ketahui! 19. Sebutkan 4 alat musik daerah yang kamu ketahui! KUNCI JAWABAN I. JAWABAN SINGKAT 1. Informasi 2. Diambil yang baik saja 3. Sesuai dengan kepribadian bangsa 4. Batik 5. Gotong royong 6. Menggunakan pakaian minim 7. Jawa tengah, jogjakarta, bali 8. Tari bedaya

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 9. 2 10. Sumatra barat 11. Memperkenalkan budaya Indonesia pada masyarakat dunia 12. Angklung 13. ABC 14. Tergesernya pancasila sebagai identitas bangsa Indonesia yang beraneka ragam 15. Pemerintah melakuakan pendataan budaya daerah mendaftarkan agar mendapat pengakuan internasional dan II. SOAL URAIAN 1. Budaya daerah merupakan hasil cipta karsa dan karya leluhur/ nenek moyang yang memiliki kekhasan. Masing- masing daerah memiliki ciri khas masing- msing, itulah yang membuat Indonesia terkenal akan keanekaragaman suku, budaya dan dipersatukan oleh Pancasila menjadi Indonesia 2. Budaya semakin hilang dan terlupakan karena adanya budaya baru yang dianggap lebih baik. Dampak positifnya budaya daerah bisa lebih dikenal oleh masyarakat dunia 3. Pueyem : jawa barat, gudeg: jogja, pekempek: sumatra selatan, ayam betutu: Bali 4. Rumah gadang, joglo, honai, 5. Angklung, tamborin, tifa, gong

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI130 KONDISI AWAL KETERLIBATAN SISWA KELAS IV SD K KADIROJO NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 NAMA JO ANTON RICO DANIEL ARDI KRISNA CACA ADI DIAS YESKI TASYA TESYA BIMA VIRA VITA NABILA ELEN YOSA ARIN DEWA TIKA FEBY KHARIS BAGAS RATRI MIKHA MARTIN KUNCORO MICHAEL RY O BUNGA FAJAR INTAN OLLA JASSON BERGAS DIVA 1 2 √ Aspek yang diamati 3 4 5 6 7 √ √ √ √ √ √ 8 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 9 Jumlah 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0 1 1 0 4 5 3 2 2 2 2 2 2 1 2 2 0 0 2 0 0 1 2 3 2 0 1 0

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI132 KONDISI KETERLIBATAN SISWA SIKLUS I KELAS IV SD K KADIROJO No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Nama Jo Anton Rico Daniel Ardi Krisna Caca Adi Dias Yeski Tasya Tesya Bima Vira Vita Nabila Elen Yosa Arin Dewa Tika Feby Kharis Bagas Ratri Mikha Martin Kuncoro Michael Ryo Bunga Fajar Intan Olla Jasson Bergas Diva 1 √ 2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Aspek Yang Diamati 3 4 5 6 7 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 8 9 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Jumlah 8 2 7 4 6 5 9 7 6 8 9 7 5 8 9 8 7 6 7 7 6 8 8 8 8 6 6 7 5 5 7 8 7 7 6 7 7

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI134 KONDISI KETERLIBATAN SISWA SIKLUS II KELAS IV SD K KADIROJO No Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Jo Anton Rico Daniel Ardi Krisna Caca Adi Dias Yeski Tasya Tesya Bima Vira Vita Nabila Elen Yosa Arin Dewa Tika Feby Kharis Bagas Ratri Mikha Martin Kuncoro Michael Ryo Bunga Fajar Intan Olla Jasson Bergas Diva 1 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Aspek Yang Diamati 3 4 5 6 7 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 8 9 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Jumlah 8 5 7 6 8 6 9 8 8 8 9 8 6 8 9 9 8 8 8 8 6 8 8 8 8 8 6 8 7 8 6 8 7 8 6 8 7

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI136 Peubah Keterlibat an HASIL ANALISIS KETERLIBATAN SISWA Situasi Indikator Siklus I Awal Melakukan pengamatan 0,00% 97,70% 100 % Mendengarkan memperhatikan 59,09% 77,30% 81,80% 0% 100 % 100 % dan Memaparkan fakta 0% Melakukan peran Berminat/ tertarik Aktif Tertarik Peduli terhadap kelestaria n budaya Indonesia 95,45% 43,18% 88,60% 88,60% Mengkomunikasikan konsep/ gagasan 4,50% saran dan Pernyataan Terlibat aktif dalam pembelajaran Mengemukakan pendapat/gagasan / pemikiran Ikut bekerja sama dalam role playing Tertarik untuk mengikuti pembelajaran Mengikuti pembelajaran dengan antusias dan serius Mengikuti ekstra tari Mengikuti ekstra musik daerah Mengenal budaya Indonesia 100 % 68,20% 13,63% Memberi pendapat 97,70% 9.09% Mengajukan pertanyaan Berdiskusi Aspek Siklus II 0% Hasil(D alam %) 88,60% 18,20% 52,20% 95,50% 20,50% 65,90% Rata-Rata (dalam%) Kategori 77,84% 87,50% 83,14% Baik 80,65% Baik 87,07% Sangat baik 84,09% 77,20% 84,09% 89,77% 83,52% 87,93

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 LEMBAR KUISIONER SISWA Nama Siswa Nomor Absen : . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . : . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Tanggal : . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Petunjuk : a. Pilihlah 1 jawaban yang sesuai dengan cara memberikan tanda check list (—) pada jawaban yang sesuai dengan pernyataan yang ada. b. Jawablah semua pertanyaan dengan jujur, jelas, dan tanpa paksaan. Keterangan : Selalu, jika item pernyataan tersebut dilakukan selama belajar atau lebih dari 3 kali. Sering, jika item pernyataan tersebut dilakukan sebanyak 2-3 kali selama belajar. Jarang, jika item pernyataan tersebut dilakukan hanya 1 kali selama belajar. Tidak pernah, jika item pernyataan tersebut tidak pernah dilakukan selama belajar. No Pernyataan 1 Terlibat aktif dalam pembelajaran. 2 Tertarik untuk mengikuti pembelajaran. 3 4 Mengikuti pembelajaran dengan antusias dan serius. Ikut bekerja dalam kelompok saat melakukan pembelajaran 5 Mengikuti ekstra tari. 6 Mengikuti ektra musik daerah 7 Mau mengenal budaya daerah dengan kemauan sendiri Jawaban Selalu Sering Jarang Tidak pernah

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI138 HASIL ANALISIS KUISIONER SIKAP DAN PERILAKU SISWA KELAS IV SELAMA PROSES PEMBELAJARAN Pernyataan No Nama Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 3 4 3 3 4 4 4 1 Jo 25 2 2 2 2 3 3 3 2 Anton 17 4 4 4 3 4 4 4 3 Rico 27 4 4 4 4 4 4 2 4 Daniel 26 4 4 4 3 3 3 2 5 Ardi 23 4 4 3 4 3 4 2 6 Krisna 24 3 2 2 3 2 3 3 7 Caca 18 3 4 4 3 4 4 4 8 Adi 26 4 4 4 4 3 4 2 9 Dias 25 2 3 3 3 4 4 3 10 Yeski 22 4 4 4 4 3 4 4 11 Tasya 27 3 4 3 3 3 3 3 12 Tesya 22 3 4 3 3 3 4 3 13 Bima 23 2 4 4 3 4 3 4 14 Vira 24 3 4 3 3 3 4 3 15 Vita 23 4 4 4 2 4 4 4 16 Nabila 26 4 4 3 3 3 4 4 17 Elen 25 3 3 2 2 3 3 3 18 Yosa 19 3 3 4 3 3 4 4 19 Arin 24 2 3 3 2 4 4 4 20 Dewa 22 2 3 3 2 4 4 4 21 Tika 22 4 4 3 3 3 4 2 22 Feby 23 2 4 3 3 4 4 4 23 Kharis 24 4 4 4 4 4 3 4 24 Bagas 27 4 4 4 3 4 4 4 25 Ratri 27 3 3 3 3 3 3 3 26 Mikha 21 3 3 3 2 4 3 2 27 Martin 20 4 4 4 3 3 4 4 28 Kuncoro 26 2 3 3 2 4 4 4 29 Michael 22 3 4 4 4 4 4 4 30 Ryo 27 3 4 3 3 4 4 4 31 Bunga 25 3 4 4 4 2 4 4 32 Fajar 25 4 4 4 2 3 3 2 33 Intan 22 3 3 3 4 3 3 2 34 Olla 21 4 3 4 4 4 2 3 35 Jasson 24

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI140 PERHITUNGAN KUISIONER BERDASARKAN PROSENTASE (%) TIAP ASPEK SIKAP DAN PERILAKU SISWA NO PERNYATAAN SKALA JAWABAN SELALU (4 ) TERLIBAT AKTIF DALAM PEMBELAJARAN IKUT BEKERJA SAMA DALAM ROLE PLAYING TERTARIK DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN MENGIKUTI PEMBELAJARAN DENGAN ANTUSIAS DAN SERIUS MENGIKUTI EKSTRA TARI MENGIKUTI EKSTRA MUSIK DAERAH MENGENAL BUDAYA DAERAH TIDAK PERNAH (1 ) JUMLAH SKOR SETELAH DIKALI JUMLAH TIAP SKOR PROSENTASE SERING (3 ) JARANG (2 ) 14 21 9 - 137 77,84% 25 16 3 - 154 87,50% 20 20 4 - 148 84,09% 12 24 8 - 136 77,20% 21 20 2 - 148 84,09% 27 16 1 - 158 89,77% 23 13 8 - 147 83,52% PROSENTASE = (∑฀skor jawaban seluruh siswa pada tiap item pernyataan ฀)/(Skor tertinggi x jumlah siswa ) x100%

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI141 ANALISIS KUISIONER TIAP ASPEK SIKAP DAN PERILAKU SISWA ASPEK Pernyataan Terlibat aktif dalam pembelajaran Aktif Mengemukakan pendapat / gagasan / pemikiran Ikut bekerja sama dalam role playing Tertarik Peduli terhadap kelestarian budaya Indonesia Tertarik untuk mengikuti pembelajaran Mengikuti pembelajaran dengan antusias dan serius Mengikuti ekstra tari Mengikuti ekstra musik daerah Mengenal budaya Indonesia Hasil (d a l a m %) 77,84% Rata-rata (d a l a m %) Kategori 83,14% Baik 80,65% Baik 87,07% Sangat baik 87,50% 84,09% 77,20% 84,09% 89,77% 83,52% 87,93

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 Daftar Nilai siswa SD Kanisius Kadirojo pada KD 2.1 Tahun ajaran 2009/2010 No Nama Siswa PR Ulangan R2siswa kriteria 1 Nugraha 19 24 21,5 TT 2 Ricarda Ersa K 53 80 66,5 TT 3 Jean Hetema Holly Sweet 32 40 36 TT 4 Yohanes 17 32 24,5 TT 5 Anton 20 40 30 TT 6 Daniel Bima Kumara 57 80 68,5 TT 7 Michael 27 48 37,5 TT 8 Agnes Marsya Dwi S 50 84 67 TT 9 Maria Oky Perwita Sari 71 92 81,5 T 10 Margareta Rosa Wulandari 49 72 60,5 TT 11 R. Raditya Arya P 47 86 66,5 TT 12 Putri Pramesti Ferari 54 70 62 TT 13 Novia Azaria 68 92 80 14 Yoni Firmanto 51 60 55,5 15 Rahira Kinanya R 67 100 83,5 T 16 Dea Navitri 47 88 67,5 TT 17 Daniel Setyo Pamungkas 29 36 32,5 TT 18 Paulus Janu Anang W 32 52 42 TT 19 Stefani Ayuning Tyas 64 72 68 TT 20 Maria Gita Yudasari 61 56 58,5 TT 21 Zefanya Dermawan 28 52 40 TT 22 Riza Hardian 35 36 35,5 TT 23 Oscar Yabes Danu S 34 52 43 TT 24 Yeheskielda Arellzetya 26 44 35 TT 25 Yohanes Citra K 72 88 80 T 26 Maria Asumpta Lili Tiaraningrum 67 88 77,5 27 Yeremia Bagas 34 44 39 28 Katarina Evelyn 65 84 74,5 29 Yosep Daniel Peter 34 42 38 TT 30 Decha 32 52 42 TT 31 Corina 20 40 30 TT 32 33 Michel Angel Septian 63 0 80 0 71,5 0 T TT 43,182 60,78788 51,98485 rata-rata kelas T TT T TT T 7:33x100=21,21%

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI144 Rekap Nilai Kelas IV SD Kanisius Kadirojo Tahun 2010/2011 analysis KTA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Nama Siswa Laurentius Hanan Kristya Jonathan Desmon Mateus Marlan Eko Nugroho Y. Abraham Wahyu Setyo Elsyah Putra Zai Aditya Pratama Stefanus Zuldan Devaprasetya Emanuel Alfonsus Agusta Angela Ratna Dwi Kartika Rr. Grahayu Makhesa Primanulan Evan Pandu Kumarayasa Maria Novena Palma Kilay Yehezkiel Sigit Saputra H Priskila Pytosan Wijaya Indriana Sianturi Rendy Jeftario Latu Peirissa Regina Desta Ayu Wibowo Gerland Biworo Sakti Kevin Dito Vebrian Titus Egan Amarta Thalia Margaretha Huta Galong Irene Sekar Tanjung Anna Pinasti Rr. Hardita Eka Shintya Elvin Bagus Saputra Maria Eliza Adiana Nama Nilai Panggilan Awal N siklus I N Siklus II Hanan Jonatan 45 65 66 78 75 85 TT TT Marlan 40 67 75 TT Abram Elsyah Adit 76 60 79 86 76 82 90 79 85 T TT T Zuldan 66 79 88 TT Noel 64 78 79 TT Angel 63 75 83 TT Kesya 61 79 87 TT Pandu 79 83 88 T Alma 77 80 84 T Iyel Priska Indri 69 64 70 78 77 81 83 79 88 TT TT TT Rendy 78 80 82 T Desta Gerland dito Egan 64 70 69 78 78 75 74 85 84 82 79 89 TT TT TT T Thalia Tanjung Asti Shintya Elvin Eliza 60 64 80 83 78 80 79 70 85 87 81 85 89 79 94 90 84 97 TT TT T T T T

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146 Aspek Sistematika Penulisan Informasi dan kaitannya dengan pembahaasa n Kedalaman pembahasan dan pemahaman Komunikasi PEDOMAN PENSKORAN LAPORAN SISWA Nama Sekolah : SD Kanisius Kadirojo Kelas : IV Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Materi : Budaya Indonesia dalam misi Internasional Metode : Role Playing Indikator Memuat semua unsur yang harus dituliskan, runtut. Memuat semua unsur yang harus dituliskan, kurang runtut. Memuat sebagian unsur yang harus dituliskan, runtut. Memuat hanya sebagian unsur yang dituliskan, kurang runtut. Tidak memuat unsur yang harus dituliskan, tidak runtut. Memberikan dasar teori atau referensi dengan tepat, ada hubungannya dengan topik dan pembahasan, lengkap. Memberikan dasar teori atau referensi dengan tepat, ada hubungannya dengan topik dan pembahasan, namun kurang lengkap. Memberikan dasar teori atau referensi yang kurang tepat, hanya sebagian unsur yang berkaitan dengan topik dan pembahasan, kurang lengkap. Memberikan dasar teori atau referensi yang tidak tepat, tidak lengkap, tidak berkaitan dengan topik dan pembahasan. Tidak mencantumkan dasar teori atau referensi. Memberikan penjelasan pada hasil pengamatan dengan tepat. Pembahasan yang dikemukakan tepat dan menunjukkan adanya hubungan dengan dasar teori atau referensi yang dicantumkan. Memberikan penjelasan pada hasil pengamatan dengan tepat. Pembahasan yang dikemukakan tepat namun kurang mampu untuk menunjukkan adanya hubungan dengan dasar teori atau referensi yang dicantumkan. Memberikan penjelasan pada hasil pengamatan dengan kurang tepat. Pembahasan yang dikemukakan kurang menunjukkan adanya hubungan dengan dasar teori atau referensi yang dicantumkan. Memberikan penjelasan pada tabel hasil pengamatan dengan tidak tepat. Pembahasan yang dikemukakan tidak menunjukkan adanya hubungan dengan dasar teori atau referensi yang dicantumkan. Tidak memberikan penjelasan pada hasil pengamatan. Tidak memberikan pembahasan. Menggunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami. Memberikan gambar atau tabel yang sesuai, lengkap. Menggunakan bahasa yang kurang jelas dan kurang dipahami. Memberikan gambar atau tabel yang sesuai, lengkap. Skor 4 3 2 1 0 4 3 2 1 0 4 3 2 1 0 4 3

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147 Kesimpulan Menggunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami. Memberikan gambar atau tabel yang kurang sesuai, kurang lengkap. Menggunakan bahasa yang kurang jelas dan sulit dipahami. Memberikan gambar atau tabel yang kurang sesuai, kurang lengkap. Menggunakan bahasa yang tidak jelas dan sulit dipahami. Tidak memberikan gambar atau tabel. Kesimpulan jelas, logis, sesuai pembahasan. Kesimpulan jelas, namun kurang sesuai dengan pembahasan. Kesimpulan kurang jelas, kurang sesuai dengan pembahasan. Kesimpulan tidak jelas, tidak sesuai pembahasan. Tidak memberikan kesimpulan. 2 1 0 4 3 2 1 0

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI148 HASIL PENILAIAN LAPORAN PENGAMATAN SIKLUS I Aspek Penilaian (Skala 1-4) Sistematika Penulisan No 1 Nama Jo 4,0 2 Anton 3 Rico 4 Informasi Dan Kaitan Dengan Pembahasan Kedalaman Pembahasan Dan Pemahaman Kesimpulan Dan Refleksi Jml 13,0 Nilai 3,0 3,0 3,0 81,3 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 3,0 3,0 3,0 3,0 12,0 75,0 Daniel 3,0 2,0 2,0 2,0 9,0 56,3 5 Ardi 3,0 3,0 2,0 3,0 11,0 68,8 6 Krisna 4,0 3,0 2,0 3,0 12,0 75,0 7 Caca 4,0 4,0 4,0 4,0 16,0 100,0 8 Adi 3,0 3,0 2,0 3,0 11,0 68,8 9 Dias 4,0 2,0 2,0 2,0 10,0 62,5 10 Yeski 4,0 3,0 2,0 2,0 11,0 68,8 11 Tasya 4,0 4,0 3,0 3,0 14,0 87,5 12 Tesya 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 13 Bima 3,0 3,0 3,0 3,0 12,0 75,0 14 Vira 4,0 4,0 4,0 4,0 16,0 100,0 15 Vita 4,0 4,0 4,0 4,0 16,0 100,0 16 Nabila 4,0 4,0 4,0 4,0 16,0 100,0 17 Elen 3,0 3,0 3,0 3,0 12,0 75,0 18 Yosa 3,0 3,0 3,0 3,0 12,0 75,0 19 Arin 4,0 2,0 3,0 3,0 12,0 75,0 20 Dewa 4,0 2,0 3,0 3,0 12,0 75,0 21 Tika 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 22 Feby 3,0 3,0 2,0 3,0 11,0 68,8 23 Kharis 4,0 3,0 2,0 3,0 12,0 75,0 24 Bagas 3,0 3,0 2,0 3,0 11,0 68,8 25 Ratri 3,0 3,0 3,0 3,0 12,0 75,0 26 Mikha 3,0 2,0 3,0 3,0 11,0 68,8 27 Martin 3,0 3,0 2,0 3,0 11,0 68,8 28 Kuncoro 3,0 2,0 2,0 3,0 10,0 62,5 29 Michael 3,0 2,0 2,0 2,0 9,0 56,3 30 Ryo 3,0 3,0 3,0 3,0 12,0 75,0 31 Bunga 3,0 3,0 3,0 3,0 12,0 75,0 32 Fajar 4,0 2,0 2,0 2,0 10,0 62,5 33 Intan 4,0 4,0 4,0 4,0 16,0 100,0 34 Olla 4,0 3,0 3,0 2,0 12,0 75,0 35 Jasson 3,0 2,0 2,0 2,0 9,0 56,3

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI150 HASIL PENILAIAN LAPORAN KEGIATAN SIKLUS I No Nama Sistematika Penulisan Aspek Penilaian (Skala 1-4) Informasi Kedalaman Dan Kaitan Pembahasan Dg Dan Pembahasan Pemahaman Kesimpulan Dan Refleksi Jml Nilai 1 Jo 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 2 Anton 4,0 3,0 2,0 2,0 11,0 68,8 3 Rico 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 4 Daniel 4,0 2,0 3,0 2,0 11,0 68,8 5 Ardi 4,0 3,0 2,0 3,0 12,0 75,0 6 Krisna 4,0 3,0 2,0 3,0 12,0 75,0 7 Caca 4,0 4,0 4,0 4,0 16,0 100,0 8 Adi 4,0 3,0 2,0 3,0 12,0 75,0 9 Dias 4,0 2,0 3,0 2,0 11,0 68,8 10 Yeski 4,0 3,0 2,0 3,0 12,0 75,0 11 Tasya 4,0 4,0 3,0 3,0 14,0 87,5 12 Tesya 4,0 3,0 3,0 2,0 12,0 75,0 13 Bima 4,0 3,0 4,0 3,0 14,0 87,5 14 Vira 4,0 4,0 4,0 4,0 16,0 100,0 15 Vita 4,0 4,0 4,0 4,0 16,0 100,0 16 Nabila 4,0 4,0 4,0 4,0 16,0 100,0 17 Elen 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 18 Yosa 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 19 Arin 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 20 Dewa 4,0 3,0 3,0 2,0 12,0 75,0 21 Tika 4,0 2,0 3,0 3,0 12,0 75,0 22 Feby 4,0 3,0 2,0 3,0 12,0 75,0 23 Kharis 4,0 2,0 3,0 3,0 12,0 75,0 24 Bagas 4,0 2,0 2,0 3,0 11,0 68,8 25 Ratri 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 26 Mikha 4,0 3,0 2,0 3,0 12,0 75,0 27 Martin 4,0 2,0 3,0 3,0 12,0 75,0 28 Kuncoro 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 29 Michael 4,0 2,0 3,0 3,0 12,0 75,0 30 Ryo 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 31 Bunga 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 32 Fajar 4,0 3,0 3,0 2,0 12,0 75,0 33 Intan 4,0 4,0 4,0 4,0 16,0 100,0 34 Olla 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 35 Jasson 4,0 2,0 3,0 3,0 12,0 75,0

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI152 NILAI PRESTASI BELAJAR SIKLUS I NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 NAMA JO ANTON RICO DANIEL ARDI KRISNA CACA ADI DIAS YESKI TASYA TESYA BIMA VIRA VITA NABILA ELEN YOSA ARIN DEWA TIKA FEBY KHARIS BAGAS RATRI MIKHA MARTIN KUNCORO MICHAEL RY O BUNGA FAJAR INTAN OLLA JASSON BERGAS DIVA DHEA N LAP 1 N LAP 2 N.TES RATA2 81,3 81,3 77,1 79,9 0 68,8 71,4 46,7 75 81,3 80,0 78,8 56,3 68,8 54,2 59,8 68,8 75 60,0 67,9 75 75 85,7 78,6 100 100 88,5 96,2 68,8 75 60,0 67,9 62,5 68,8 71,4 67,6 8,8 75 60,0 47,9 87,5 87,5 82,8 85,9 81,3 75 71,4 75,9 75 87,5 80,0 80,8 100 100 71,4 90,5 100 100 82,8 94,3 100 100 80,0 93,3 75 81,3 60,0 72,1 75 81,3 57,1 71,1 75 81,3 85,7 80,7 75 75 62,9 71,0 81,3 75 68,5 75,0 68,8 75 82,8 75,5 75 75 65,7 71,9 68,8 68,8 65,7 67,8 75 81,3 68,6 75,0 68,8 75 65,7 69,8 68,8 75 74,2 72,7 62,5 81,3 77,1 73,6 56,3 75 80,0 70,4 75 81,3 42,8 66,4 75 81,3 85,7 80,7 62,5 75 85,7 74,4 100 100 77,1 92,4 75 81,3 80,0 78,8 56,3 75 60,0 63,8 68,8 81,3 40,0 63,4 93,8 93,8 85,7 91,1 75 81,3 80,0 78,8 ≥7 5 T TT T TT TT T T TT TT TT T T T T T T TT TT T TT T T TT TT T TT TT TT TT TT T TT T T TT TT T T

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI154 HASIL PENILAIAN LAPORAN PENGAMATAN SIKLUS II No Nama Sistematika Penulisan Aspek Penilaian (Skala 1-4) Informasi Kedalaman Dan Kaitan Pembahasan Dg Dan Pembahasan Pemahaman Kesimpulan Dan Refleksi Jml Nilai 1 Jo 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 2 Anton 4,0 2,0 3,0 2,0 11,0 68,8 3 Rico 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 4 Daniel 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 5 Ardi 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 6 Krisna 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 7 Caca 4,0 4,0 4,0 4,0 16,0 100,0 8 Adi 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 9 Dias 4,0 2,0 3,0 2,0 11,0 68,8 10 Yeski 4,0 3,0 3,0 2,0 12,0 75,0 11 Tasya 4,0 4,0 3,0 3,0 14,0 87,5 12 Tesya 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 13 Bima 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 14 Vira 4,0 4,0 4,0 4,0 16,0 100,0 15 Vita 4,0 4,0 4,0 4,0 16,0 100,0 16 Nabila 4,0 4,0 4,0 4,0 16,0 100,0 17 Elen 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 18 Yosa 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 19 Arin 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 20 Dewa 4,0 2,0 3,0 3,0 12,0 75,0 21 Tika 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 22 Feby 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 23 Kharis 4,0 3,0 2,0 3,0 12,0 75,0 24 Bagas 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 25 Ratri 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 26 Mikha 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 27 Martin 4,0 3,0 2,0 3,0 12,0 75,0 28 Kuncoro 4,0 2,0 3,0 3,0 12,0 75,0 29 Michael 4,0 3,0 2,0 2,0 11,0 68,8 30 Ryo 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 31 Bunga 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 32 Fajar 4,0 3,0 3,0 2,0 12,0 75,0 33 Intan 4,0 4,0 4,0 4,0 16,0 100,0 34 Olla 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 35 Jasson 4,0 2,0 2,0 3,0 11,0 68,8 36 Bergas 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI156 HASIL PENILAIAN LAPORAN KEGIATAN SIKLUS II No Nama Aspek Penilaian (Skala 1-4) Sistematika Penulisan Informasi Dan Kaitan Dg Pembahasan Kedalaman Pembahasan Dan Pemahaman Kesimpulan Dan Refleksi Jml Nilai 1 Jo 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 2 Anton 4,0 3,0 2,0 2,0 11,0 68,8 3 Rico 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 4 Daniel 4,0 3,0 3,0 2,0 12,0 75,0 5 Ardi 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 6 Krisna 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 7 Caca 4,0 4,0 4,0 4,0 16,0 100,0 8 Adi 4,0 3,0 2,0 3,0 12,0 75,0 9 Dias 4,0 3,0 3,0 2,0 12,0 75,0 10 Yeski 4,0 3,0 2,0 3,0 12,0 75,0 11 Tasya 4,0 4,0 3,0 3,0 14,0 87,5 12 Tesya 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 13 Bima 4,0 3,0 4,0 3,0 14,0 87,5 14 Vira 4,0 4,0 4,0 4,0 16,0 100,0 15 Vita 4,0 4,0 4,0 4,0 16,0 100,0 16 Nabila 4,0 4,0 4,0 4,0 16,0 100,0 17 Elen 4,0 3,0 3,0 4,0 14,0 87,5 18 Yosa 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 19 Arin 4,0 3,0 3,0 4,0 14,0 87,5 20 Dewa 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 21 Tika 4,0 3,0 4,0 3,0 14,0 87,5 22 Feby 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 23 Kharis 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 24 Bagas 4,0 3,0 4,0 3,0 14,0 87,5 25 Ratri 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 26 Mikha 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 27 Martin 4,0 3,0 3,0 4,0 14,0 87,5 28 Kuncoro 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 29 Michael 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 30 Ryo 4,0 3,0 3,0 4,0 14,0 87,5 31 Bunga 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 32 Fajar 4,0 3,0 3,0 2,0 12,0 75,0 33 Intan 4,0 4,0 4,0 4,0 16,0 100,0 34 Olla 4,0 3,0 3,0 3,0 13,0 81,3 35 Jasson 4,0 2,0 3,0 3,0 12,0 75,0

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI158 NILAI PRESTASI BELAJAR SIKLUS II NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 NAMA JO ANTON RICO DANIEL ARDI KRISNA CACA ADI DIAS YESKI TASYA TESYA BIMA VIRA VITA NABILA ELEN YOSA ARIN DEWA TIKA FEBY KHARIS BAGAS RATRI MIKHA MARTIN KUNCORO MICHAEL RY O BUNGA FAJAR INTAN OLLA JASSON BERGAS DIVA N LAP N LAP N.TES RATA2 1 2 81,3 81,3 77,1 79,9 68,8 68,8 71,4 69,7 81,3 81,3 80,0 80,9 81,3 75 54,2 70,2 81,3 81,3 85,7 82,8 81,3 81,3 88,5 83,7 100 100 80,0 93,3 81,3 75 60,0 72,1 68,8 75 71,4 71,7 75 75 60,0 70,0 87,5 87,5 82,8 85,9 81,3 81,5 91,4 84,7 81,3 87,5 80,0 82,9 100 100 80,0 93,3 100 100 94,2 98,1 100 100 80,0 93,3 81,3 87,5 60,0 76,3 81,3 81,3 62,9 75,2 81,3 87,5 85,7 84,8 75 81,3 62,9 73,1 81,3 87,5 68,5 79,1 81,3 81,3 82,8 81,8 75 81,3 65,7 74,0 81,3 87,5 77,1 82,0 81,3 81,3 68,6 77,1 81,3 81,3 65,7 76,1 75 87,5 74,2 78,9 75 81,3 77,1 77,8 68,8 81,3 80,0 76,7 81,3 87,5 42,8 70,5 81,3 81,3 85,7 82,8 75 75 85,7 78,6 100 100 77,1 92,4 81,3 81,3 80,0 80,9 68,8 75 82,8 75,5 81,3 81,3 40,0 67,5 93,8 93,8 85,7 91,1 ≥7 5 T TT T TT T T T TT T T T T T T T T T T T TT T T TT T T T T T T TT T T T T T TT T

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI160 NILAI EVALUASI AKHIR SISWA KELAS IV SD K KADIROJO NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 NAMA JO ANTON RICO DANIEL ARDI KRISNA CACA ADI DIAS YESKI TASYA TESYA BIMA VIRA VITA NABILA ELEN YOSA ARIN DEWA TIKA FEBY KHARIS BAGAS RATRI MIKHA MARTIN KUNCORO MICHAEL RY O BUNGA FAJAR INTAN OLLA JASSON BERGAS DIVA DHEA NILAI 82,8 71,4 80,0 54,2 85,7 88,5 80,0 60,0 71,4 60,0 82,8 91,4 80,0 97,1 100,0 80,0 77,1 65,7 85,7 97,1 97,1 88,8 82,8 77,1 80,0 65,7 74,2 77,1 80,0 88,6 85,7 85,7 77,1 80,0 82,8 60,0 85,7 80,0

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI162 HASIL ANALISI PRESTASI BELAJAR SISWA No Jenis Data Situasi Awal 2009/2010 2010/2011 Siklus I Siklus II 98, 1 1 Nilai tertinggi 83, 5 98, 3 94, 3 3 Jumlah siswa tuntas 7siswa 18 siswa 23 siswa 33 siswa 4 Jumlah siswa tak tuntas 26 siswa 24 siswa 21 siswa 9 siswa 5 Rata- rata nilai kelas 51, 9 71, 9 75 80, 2 6 Ketuntasan klasikal 21,21% 42,80% 52,27% 79,60% 2 Nilai terendah 0 31, 2 46, 7 67, 5

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163 PANDUAN PERTANYAAN WAWANCARA (Guru Kelas) 1. Bagaimanakah tanggapan Anda dengan seluruh rangkaian pembelajaran yang telah dilakukan? Apakah kelebihan dan kelemahan dari penerapan metode ini? 2. Menurut Anda, apakah pembelajaran ini sudah mampu mengajak siswa untuk mengembangkan kemampuan berfikirnya? 3. Menurut pengamatan Anda, apakah pembelajaran dengan metode Role Playing ini dapat membuat siswa terlibat aktif untuk mengikuti proses pembelajaran? 4. Apakah siswa juga menunjukkan ketertarikan terhadap proses pembelajaran yang dilakukan? 5. Dengan kegiatan Role Playing yang dilakukan, apakah dapat menanamkan sikap positif kepada siswa misalnya kerjasama, kritis, peduli terhadap kelestarian budaya? 6. Dengan kegiatan Role Playing apakah dapat meningkatkan prestasi belajar? 7. Berdasarkan proses dan hasil belajar siswa, bagaimanakah pendapat Anda dengan penerapan strategi ini jika dibandingkan dengan strategi sebelumnya? 8. Inovasi seperti apa yang dapat dilakukan untuk tahun depan jika berniat untuk menggunakan metode ini?

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164 TRANSKRIP HASIL WAWANCARA Hari, tanggal Waktu Tempat Narasumber Keterangan : G : Guru 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. : : : : Selasa, 29 Mei 2012 Pukul 10.00 WIB - selesai. SD Kanisius Kadirojo Guru Kelas IV SD Kanisius Kadirojo (Ibu Lestari Puji Utami) P : Peneliti (pelaksana tindakan) P : “Setelah melakukan kegiatan pembelajaran pada materi mengenal budaya daerah Indonesia dalam misi internasional, saya akan meminta tanggapan dan evaluasi dari Ibu terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan”. G :”Yah......baik”. [diam sejenak] P : “Pertama, bagaimanakah tanggapan Ibu dengan seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan dengan menggunakan metode Role Playing kemaren Bu?” G : “Menimbulkan inspirasi” [tegas] P : “ Oh, gitu”. G : “Karena saya tidak pernah bermain drama ya, hhehhe....”. [tersenyum] P : [tersenyum] “Kemudian, kalo dari sisi kelebihan dan kelemahannya apa Bu?” G : “Kegiatan itu yah?” P : “Iya Bu, dengan role playing” G : “Kalo kelebihannya, ya...siswa dapet mengetahui budaya Indonesia ya, dan mereaka nampak lebih antusias”. G : “Yah, minimal bisa tahu, nyata, budaya Indonesia seperti apa yang diakui dunia ya”. P : “Oke Bu”. G : “Trus kalo kelemahannya, ya....waktu” [nada melembut] P : “Oh, waktunya ya?”. G : “Iya......, waktunya”. G : “Waktunya kan harusnya lebih banyak”. G : “Terus memang, untuk persiapan, apa namanya? Pccekkkk...[membunyikan mulut] role playing itu yang kayak kemarin kan untuk pembuatan skrip drama itu harus kreatif dan waktu yang tidak sebentar, kan?” P : “he’em....” G : “Nekmisal mau langsung mengadakan drama begitu kan tidak bisa, harus persiapannya lama” P : “Gitu ya Bu?” G : “Iya”.

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165 22. P : “Kemudian, apakah menurut Ibu pembelajaran ini mampu mengajak siswa mengembangkan kemampuan berfikirnya?” 23. G : “Ya” [tegas] 24. G : “Kan mereka melakukan, melakukan sendiri toh”. 25. P : “Misalnya apa Bu?” 26. G : “Yah, beberapa siswa juga terlibat berpendapat, aktif begitu ya. Kalo dibandingkan dengan pembelajaran biasa ya jauh ya keterlibatan siswanya”. 27. G : “Cuman kemaren nggak terlalu, nggak terlalu bisa, apa ya istilahnya, mengukur banget karena teknisnya aja. Anak- anak kan menyebar pas latihan dramanya, dan ada yang di rumah juga latihannya jadi kan tidak terukur semua to?”. 28. P : “Iya Bu”. 29. G : “Iya, tidak apa-apa. Cuman lain kali itu harus dipikirkan bener. Apa yah, carane. Bagaimana supaya semua bisa terukur, kan gitu.” 30. P : “Kemudian apakah pembelajaran ini sudah mampu membuat siswa aktif untuk mengikuti pembelajaran?” 31. G : “Hmmm....Pasti”. 32. G : “Lak yo do seneng to bocah-bocahewingi?” 33. P : “Apakah aktivitasnya meningkat?” 34. G : “Iyaaa.......terlihat aktif, gitu”. 35. P : Kemudian apakah siswa menunjukkan ketertarikan terhadap pembelajaran Bu?” 36. G : “Iya to, pasti”. 37. G : Apalagi itu kalo kaitannya dengan psikomotor ya tapi ini ndak ngukur psikomotor kok ya?Cuma keterlibatan aja?”. 38. P : “Iya” 39. G : “Anak-anak itu kan memang sekarang keterlibatannya lebih oke yah, sudah over energi. Jadi memang harus diolah dan dilampiaskan dengan cara-cara atau kegiatan seperti itu”. 40. P : “Kemudian, apakah kegiatan role playing yang telah dilakukan dapat menanamkan sikap positif, misalnya kerjasama?” 41. G : “Ya” 42. P :”Perduli terhadap kelestarian budaya?” 43. G : “Ya..... Pasti”. 44. P :”Gimana Bu?” 45. G :” Yah.....itu semua, pasti. Terus, ada sikap yang lain yang terihat misalnya jujur, peduli, tertarik antusias itu pasti”. 46. P :”Kemudian, apakah dengan kegiatan role playing membuat siswa mau mengikuti ekstra- ekstra yang berkaitan dengan budaya?” 47. G : “Itu sebagai salah satu gambaran aksi peduli kelestarian budaya gitu yah?” 48. P : “Iya Bu”. 49. G : ” Emmmmm, Itu kalo diliat dari antusiasme mereka iya ya....”. 50. P : “ Emmm”.

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169

(188)

Dokumen baru