Pengendalian Banjir Di Kecamatan Gresik - ITS Repository

Gratis

0
0
112
2 days ago
Preview
Full text

P R O Y E K A K H I R

  MNRP : 3109 030 132Dosen Pembimbing Siti Kamilia Aziz ST, MTNIP : 19771231.2006004.2.001 JURUSAN DIPLOMA III TEKNIK SIPIL P R O Y E K A K H I R PENANGGULANGAN BANJIR DIKECAMATAN GRESIK OKY SETIAWANNRP : 3109 030 131 ACHMAD ZAINUDDIN R. MNRP : 3109 030 132Dosen Pembimbing Siti Kamilia Aziz ST, MTNIP : 19771231.2006004.2.001 JURUSAN DIPLOMA III TEKNIK SIPIL F I N A L P R O J E C T IN DISTRICT GRESIK OKY SETIAWANNRP : 3109 030 131 ACHMAD ZAINUDDIN R.

FLOOD CONTROL

FLOOD CONTROLIN DISTRICT GRESIK

  MNRP : 3109 030 132Lecture Advisor Siti Kamilia Aziz ST, MTNIP : 19771231.2006004.2.001 DIPLOMA III CIVIL ENGINEERINGFaculty of Civil Engineering and Planning :Nama Mahasiswa OkySetiawanNRP : 3109.030.131 :Nama Mahasiswa AchmadZainuddin R. Gresik city drainage channels which are mostly located in low-lying areasso that when the river water elevation that was around the area of Gresik as time Lamong high enough then the primarydrainage channel especially Pulo Pancikan can not function anymore.

PENGENDALIAN BANJIR DI KECAMATAN GRESIK

  Saluran drainase kota Gresik yang sebagian besar terletak di daerahdataran rendah sehingga pada saat elevasi air Sungai yang berada disekitar wilayah Gresik seperti Kali Lamong cukuptinggi maka saluran drainase khususnya saluran Primer PuloPancikan tidak dapat berfungsi lagi. Saluran drainase tersier direncanakan dengandebit banjir periode ulang 2 tahun, saluran sekunder dengan periode ulang 5 tahun dan saluran drainase primerdirencanakan dengan debit banjir periode ulang 10 tahun.

KATA PENGANTAR

  Dengan mengucapkan pujisyukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya, penyusun dapat menyelesaikanproposal proyek akhir yang berjudul Penanggulangan Banjir di Kecamatan Proposal proyek akhir ini merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan studi di Program Studi Diploma IIITeknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Dan semua pihak yang tidak bias disebutkan satu persatu yang telah membantu dalam penyusunanlaporan proyek akhir ini.

Bab IV Hasil Dan Pembahasan

4.1 AnalisaHidrologi 4.2 PerhitunganCurahHujanRencana 4.3 UjiKecocokanDistribusiCurahHujan 4.4 AnalisaHidrolika 5.1 Kesimpulan 5.2 Saran 29 32 18 38 53

Bab V Kesimpulandan Saran

57 57 57

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Saluran drainase di Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik terletak di daerah dataran rendah sehingga pada saat hujan turundengan volume yang cukup tinggi dapat mengakibatkan saluran drainase tersebut tidak dapat berfungsi dengan semestinya. Secara geografis, Wilayah Kabupaten Gresik terletak antara 112 – 113 Bujur Timur dan 7 – 8 Lintang Selatan, yangdibatasi oleh : Sebelah Utara  : Laut Jawa Sebelah Timur : Selat Madura dan Surabaya Sebelah Selatan : Kabupaten Sidoarjo,  Kabupaten Mojokerto dan Kota Surabaya Sebelah Barat : Kabupaten Lamongan Peta lokasi kecamatan gresik dapat dilihat pada Gambar 1.1.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. ANALISA HIDROLOGI

  Analisa yang digunakan salah satunya adalah analisa hidrologi yang bertujuan untuk menangani penanggulangan banjir dan perencanaan sistem drainase untuk mengetahui besarnyadebit yang akan dialirkan sehingga dapat ditentukan dimensi saluran drainase. Besar debit yang dipakai sebagai dasarperencanaan dalam penanggulangan banjir adalah debit rancangan yang didapat dari penjumlahan debit hujan rencanapada periode ulang tertentu dengan debit air buangan dari daerah tersebut.

2.1.2.1. Nilai Rata-Rata

  (2.3) s =√[ n−1 Keterangan : s = Standard deviasin = Jumlah dataX i = Nilai varian ke-i = Nilai rata-rataX̅ (Triatmodjo,Bambang.2010:204) 2.1.2.3. Koefisien Kemencengan Koefisien kemencengan merupakan suatu nilai yang menunjukkan derajat ketidaksimetrisan dari suatu bentukdistribusi, yang dapat dihitung dengan rumus : n n̅̅̅̅ ∑ (X −X)³i=1 i (n−1)(n−2) Cs = …………..........................................

2.1.2.5. Koefisien Kurtosis

  (2.6) ∑ (X − X) i4 i=1 (n−1)(n−2)(n−3)s Keterangan :Ck = Koefisien kurtosis s = Standard deviasi = Nilai rata-rataX̅X i = Nilai varian ke-i n = Jumlah data(Triatmodjo,Bambang.2010:206) Penentuan jenis distribusi yang sesuai dengan data dilakukan dengan mencocokkan parameter statistik dengan syarat masing-masing jenis distribusi. Tabel 2.1 Karakteristik Distribusi Frekuensi Syarat Distribusi No Distribusi FrekuensiCs Ck 1 Normal 3 2 Log Normal >3 3 Gumbel 1,14 5,4 4 Pearson Type III Fleksibel Fleksibel 5 Log Pearson Type III Selain dari nilai diatas(Sumber : Triatmodjo,Bambang.2010:250) Dalam perhitungan curah hujan rencana dapat digunakan analisa frekuensi.

2.1.3.1. Metode Gumbel

  Tiga parameter penting dalam Log Pearson Type III diantaranya :Harga rata-rata Simpangan baku Koefisien kemencengan (skewness)  Adapun langkah-langkah penggunaan distribusi Log PearsonType III adalah sebagai berikut : Ubah data ke dalam bentuk logaritmis, X = Log X Hitung harga rata-rata :  ∑ log Xi i=1 ........................................................ (2.12)G = (n−1)(n−2)s³ Hitung logaritma hujan atau banjir dengan periode ulang T dengan rumus : log X T = log X̅ + K.s .....................................................

2.1.4. Uji Kecocokan

2.1.4.1. Uji Chi-Kuadrat

  Uji Chi Kuadrat dimaksudkan untuk menentukan apakah persamaan distribusipeluang dapat mewakili dari distribusi sampel data analisis.(Hidrologi Sri Harto BR ; Hidrologi Jilid 1 Soewarno) 2 Uji Chi-Kuadrat menggunakan nilai χ yang dapat dihitung dengan persamaan berikut : 2( − ) ..................................................... (2.14)χ2 = ∑ =1 dengan: 2 χ = nilai Chi-Kuadrat terhitung= frekuensi (banyak pengamatan) yang diharapkan sesuai Ef dengan pembagian kelasnya= frekuensi yang terbaca pada kelas yang sama Of = jumlah sub kelompok dalam satu grup N 2 2 Nilai χ (Chi- yang diperoleh harus lebih kecil dari nilai χKuadrat kritik), untuk suatu derajat nyata tertentu, yang sering diambil 5%.

2.1.5. Analisa Intensitas dan Waktu Hujan

  (2.15) ( ) 24 dimana:I t = intensitas curah hujan untuk lama hujan t (mm/jam) t = lamanya curah hujan (jam)R 24 = curah hujan maksimum selama 24 jam (mm)(Suripin.2003:68) Lamanya hujan pada perumusan tersebut, dinyatakan sama dengan waktu kosentrasi (tc) yaitu waktu yang diperlukan oleh airuntuk mengalir dari suatu titik terjauh pada DAS hingga mencapai titik yang ditinjau pada sungai. Berikut rumus untukmenghitung kemiringan daerah aliran dan kemiringan saluran : t = t + t ...................................................

2.1.6. Analisa Debit Banjir Rencana

  Dimensi saluran didesain berdasarkan besarnya debit air hujan yang akan dialirkan. (2.19) Keterangan :Q = Debit puncak yang ditimbulkan oleh hujan dengan intensitas, durasi dan frekuensi tertentu (m 3 /dt)I = Intensitas hujan (mm/jam)A = Luas daerah tangkapan (km 2 )C =Koefisien aliran yang tergantung pada jenis permukaan lahan, yang nilainya diberikan dalam tabel 2.6 berikut.

2.1.7. Perhitungan Hidrograf Satuan Sintesis dengan menggunakan Metode Nakayasu

  Hidrograf satuan didefinisikan sebagai hidrograf limpasan langsung (tanpa alirandasar) yang tercatat di ujung hilir DAS yang ditimbulkan oleh hujan efektif sebesar 1 mm yang terjadi secara merata dipermukaan DAS dengan intensitas tetap dalam suatu durasi tertentu. Dengan anggapan ini maka hidrograf satuan tidak berlaku untuk DAS yang sangat luas, karena itu sulit untukmendapatkan hujan yang merata di seluruh DAS.

1 A Re

  Pada kurva turun (T p <t<T p +T 0,3 ) ( − ) ⁄0,3 = × 0,3 3. Pada kurva turun (t>T p +T 0,3 +1,5T 0,3 ) [( − )+(1,5 )] (2 ⁄ )0,3 0,3 = × 0,3 Analisa hidrolika diperlukan untuk mengetahui perencanaan teknis sistem drainase dengan persyaratan teknis.

2.2.1. Kapasitas Saluran

  Perhitungan Saluran Berpenampang Persegi  Beton dipoles 0,011 0,012 0,014  Gorong-gorong dengan lengkungan dan sedikit kotoran/gangguan 0,011 0,013 0,014  Gorong-gorong lurus dan bebas dari kotoran 0,010 0,011 0,013 1 Beton No Tipe saluran dan jenis bahan HargaMinimum Normal Maksimum )B = Lebar saluran (m) 2 sebagai berikut:A = Bh .................................................................. (2.27)Keterangan :A = Luas penampang saluran (m culvert dimensinya dapat direncanakan dengan rumusan-rumusan Untuk saluran yang berpenampang persegi seperti box  Saluran di belukar 0,035 0,050 0,07 R = Jari-jari hidrolis (m)P = Keliling basah saluran (m)T = Lebar puncak (m)D = Kedalaman hidrolis (m)(Suripin.2003:147) h B Gambar 2.1.

BAB II I METODOLOGI

  Memudahkan dalam mengetahui hal-hl yang berkaitan dengan pelaksanaan perencanaan drainase. Memperkecil dan menghindari terjadinya kesalahan dalam pelaksanaan analisa dan perencanaan saluran drainase.

1.2.1. Persiapan

  Pengumpulan Data Data-data yang menunjang dan digunakan dalamPenanggulangan Banjir di Kota Gresik antara lain : 1. Pengolahan Data Analisa perencanaan saluran yang diperlukan untuk menampung besar debit rencana adalah sebagai berikut :Analisa Hidrologi :  1.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Analisa Hidrologi

  Analisa hidrologi mempunyai peranan penting terutama dalam hal penanggulangan banjir. Hasil dari analisis inidigunakan untuk mengetahui besarnya debit banjir yang terjadi.

4.1.1. Data Curah Hujan

  Perhitungan analisa hidrologi membutuhkan data curah hujan harian maksimum yang dapat di ambil dari stasiunpengamat curah hujan . Adapun data curah hujanharian maksimum dapat di lihat pada Tabel 4.1 berikut: Tabel 4.1 Data Hujan Kecamatan Gresik No Tahun Curah Hujan Harian Maksimum ( mm ) 1 1994 97 2 1995 113 3 199660 4 199775 5 1998 105 6 199967 7 200085 8 200186 9 200297 10 200389 11 200496 12 200575 13 200654 14 200765 15 200843 Tabel 4.1 Data Hujan Kecamatan Gresik ( lanjutan ) No Tahun 17 2010 16 2009 120 Curah Hujan Harian Maksimum ( mm ) 7019 2012 18 2011 20 2013 1117488 (Sumber : Dinas PU.

4.1.2. Perhitungan Parameter Dasar Statistika

  Setiap jenis distribusi mempunyai parameter statistik yang terdiri dari nilai-nilai : (µ) : nilai rata-rata hitung (mean) ̅ Cv : koefisien variasi ( variation coefficient)Cs : koefesien kemencengan ( skewness coefficient )Ck : koefisien ketajaman ( kurtosis coefficient ) Data yang digunakan untuk perhitungan parameter statistic adalah data pada tabel 5.1. Data curah hujan harian maksimumtahunan tersebut diurutkan dari yang terbesar ke yang terkecil, kemudian hitung rata-ratanya (X̅) dengan persamaan 2.8 sehinggadi dapat X̅ =83.5 mm.

19 Koefisien Ketajaman/ Koefisien Kurtosis 

Untuk perhitungan Koefisien Ketajaman/ Koefisien Kurtosis dapat dihitung dengan menggunakan persamaan (2.7) : 2n n 4 Ck =) ∑ (X − ̅ 4i=1 i (n−1)(n−2)(n−3)s 220 ( 7405818,250) Ck = = 3,814 4(20−1)(20−2)(20−3).(20,461) Koefisien Variasi Untuk perhitungan Koefisien Variasi dapat dihitung dengan menggunakan persamaan (2.5) : S20,461 Cv = = = 0,247X̅ 83,500 Koefisien Kemencengan Untuk perhitungan Koefisien Kemencengan dapat dihitung dengan menggunakan persamaan (2.6) : n 20 n̅̅̅̅̅ ∑ (X −X)³i=1 i ( −8265) (n−1)(n−2) (20−1)(20−2)Cs = = = -0,055 3 3s (20,461)

4.2.1. Metode Distribusi Gumbel

  Berikut contoh perhitungan curah hujan rencana untuk periode ulang 2 tahun dengan menggunakan persamaan (2.8) :Y TR−Yn X2 = X̅ + Σ . s Sn 0,367−0,5236X = 80,499 mm 2 = 83,500 + .

4.3. Uji Kecocokan Distribusi Curah Hujan

Untuk menentukan apakah fungsi distribusi probabilitas yang dipilih telah sesuai dan dapat mewakili distribusi frekuensidari data sampel yang ada, maka diperlukan pengujian parameter, seperti :1) Chi-Kuadrat (Chi Square)2) Smirnov-Kolmogorov Apabila pada pengujian fungsi distribusi probabilitas yang dipilih memenuhi ketentuan persyaratan kedua uji tersebut makaperumusan persamaan distribusi yang dipilih dapat diterima dan jika tidak akan ditolak.

4.3.1. Uji Chi-Kuadrat(Chi Square)

Perhitungan Uji Chi-Kuadrat: Jumlah sub kelompok = 1+3,22 In 20= 5 Derajat Kebebasan (dk) = G-R-1= 5-2-1 = 2 Data pengamatan dibagi menjadi 5 sub bagian dengan interval peluang (P) = 0,2Distribusi Gumbel Besarnya peluang untuk tiap sub bagian/sub group adalah :Sub group 1 P ≤ 0,2Sub group 2 P ≤ 0,4Sub group 3 P ≤ 0,6Sub group 4 P ≤ 0,8Sub group 5 P > 0,8Diketahui :Cs = -0,055 = 83,500 mmX̅ = 20,641SUntuk P = 1 – 0,2 = 0,8X = 20,641 k + 83,500 = 20,641 (-0,84) + 83,500= 66,162 mm Untuk P = 1 – 0,4 = 0,6X = 20,641 k + 83,500 = 20,641 (-0,25) + 83,500= 78,340 mm Untuk P = 1 – 0,6 = 0,4X = 20,641 k + 83,500 = 20,641 (0,25) + 83,500= 88,660 mm Untuk P = 1 – 0,8 = 0,2X = 20,641 k + 83,500 = 20,641 (0,84) + 83,500= 100,838 mm Jumlah data No. I Oi-Ei (Oi-Ei)²/EiOi Ei 1 4 4 0.000R≤66,162 2 5 4 1 0.25066,162<R≤78,340 3 3 4 -1 0.25078,340<R≤88,660 4 4 4 0.00088,660<R≤100,838 5 R>100,838 4 4 0.000 20 20 0.500 (Sumber : Hasil Perhitungan) Derajat kebebasan (dk) 2 Derajat signifikan alpha 5%Tingkat kepercayaan 95%Chi kritis 5,991 (lihat tabel nilai kritis untuk distribusi Chi-Kuadrat)Dari perhitungan chi kuadrat untuk distribusi hujan dengan metode Gumbel diperoleh nilai 0,500 dan dengan derajatkebebasan (dk) 2 diperoleh nilai chi kritis sebesar 5,991, dengan kata lain 0,500 < 5,991 , sehingga perhitungan dapat diterima. Metode Distribusi Log Pearson Type III Besarnya peluang untuk tiap sub bagian/sub group adalah :Sub group 1 P ≤ 0,2Sub group 2 P ≤ 0,4Sub group 3 P ≤ 0,6Sub group 4 P ≤ 0,8Sub group 5 P > 0,8Diketahui :Cs = G = -0,634 ≈ -0,6 = 1,908mm log X̅ = 0,115 (-0,84) + 1,908= 1,812 mm 4 2 1,000 2 Derajat signifikan alpha 5% Tingkat kepercayaan 95%Chi kritis 5,991 (lihat tabel) Dari perhitungan chi kuadrat untuk distribusi hujan dengan metode (Sumber : Hasil Perhitungan)Derajat kebebasan (dk) 20 20 2,500 4 4 0,000 5 R>2,004 4 1 0,250 5 41,937<R≤2,004 2 4 -2 1,000 31,879<R≤1,937 6 Untuk P = 1 – 0,4 = 0,6X = 0,115 k + 1,908 21,812<R≤1,879 3 4 -1 0,250 1 R≤1,812 Oi Ei I Jumlah dataOi-Ei (Oi-Ei)²/Ei Tabel 4.15 Uji Chi Kuadrat Metode Log Pearson Type III No. = 20,641 (0,84) + 1,908= 2,004 mm Untuk P = 1 – 0,8 = 0,2X = 0,115 k + 1,908 = 0,115 (0,25) + 1,908= 1,937 mm Untuk P = 1 – 0,6 = 0,4X = 0,115 k + 1,908 = 0,115 (-0,25) + 1,908= 1,879 mm Log Pearson Type III diperoleh nilai 3,500 dan dengan derajat Distribusi Gumbel Tabel 4.16 Uji Smirnov-Kolmogorov Metode Gumbel m X urut P(X) P(X<) X rata2 s f(t) P'(X) P'(X<) D 1 120 0.048 0.952 83.500 20.641 1.7683 0.0398 0.9602 0.0078 2 113 0.095 0.905 83.500 20.641 1.4292 0.0791 0.9209 0.0162 3 111 0.143 0.857 83.500 20.641 1.3323 0.0921 0.9079 0.0507 4 105 0.190 0.810 83.500 20.641 1.0416 0.1497 0.8503 0.0408 597 0.238 0.762 83.500 20.641 0.6540 0.2591 0.7409 -0.02106 97 0.286 0.714 83.500 20.641 0.6540 0.2591 0.7409 0.0266796 0.333 0.667 83.500 20.641 0.6056 0.2760 0.7240 0.0573889 0.381 0.619 83.500 20.641 0.2665 0.3939 0.6061 -0.0130988 0.429 0.571 83.500 20.641 0.2180 0.4199 0.5801 0.0087 1086 0.476 0.524 83.500 20.641 0.1211 0.4526 0.5474 0.02361185 0.524 0.476 83.500 20.641 0.0727 0.7869 0.2131 -0.263112 75 0.571 0.429 83.500 20.641 -0.4118 0.6576 0.3424 -0.086113 75 0.619 0.381 83.500 20.641 -0.4118 0.6576 0.3424 -0.03851474 0.667 0.333 83.500 20.641 -0.4602 0.6735 0.3265 -0.0068 1570 0.714 0.286 83.500 20.641 -0.6540 0.7414 0.2586 -0.02711667 0.762 0.238 83.500 20.641 -0.7994 0.7858 0.2142 -0.02391765 0.810 0.190 83.500 20.641 -0.8963 0.8135 0.1865 -0.00401860 0.857 0.143 83.500 20.641 -1.1385 0.8684 0.1316 -0.01131954 0.905 0.095 83.500 20.641 -1.4292 0.9215 0.0785 -0.0167 20 43 0.952 0.048 83.500 20.641 -1.9621 0.9738 0.0262 -0.0214 Do kritis 0.304105 D max = 0.05733 D max < Do kritis ( dapat diterima) Dari perhitungan pada tabel 4.16 didapatkan:D max = 0,05733 (pada data (m) ke 7)Do = 0,304105 (diperoleh dari tabel nilai kritis Do untuk derajat kepercayaan 5% dan n=20)Syarat D max < Do => 0,05733< 0,304105, maka persamaan Contoh Perhitungan untuk tabel 5.16 : Untuk perhitungan P(X) = peluang dengan m = 1: P(X) = 1 n + 1 =1 20 + 1 = 0,048  Untuk perhitungan P(X<) dengan m = 1:P(X<) = 1-P(X) =1-0,048 = 0,952 Untuk perhitungan f(t) dengan m = 1: F(t) = X − X̅s = 120 − 83,500 20,461 = 1,768325  Untuk perhitungan P’(X) dengan m = 1: P’(X) = 1-P’(X<) =1- 0,960 = 0,039  Untuk perhitungan P’(X) dengan m = 1: P’(X<) = 1-P’(X) =1- 0,039 = 0,960  Untuk perhitungan D dengan m = 1: D = P’(X<) - P(X<) = 0,960 - 0,952 = 0,00778 Metode Log Pearson Type III Tabel 5.17 Uji Smirnov-Kolmogorov Metode Log Pearson Type III m X urut Log X Log ̅X P(X) P(X<) s f(t) P'(X) P'(X<) D 1 120 2.079 1.908 0.048 0.952 0.115 1.489 0.070 0.930 -0.023 2 113 2.053 1.908 0.095 0.905 0.115 1.262 0.104 0.896 -0.009 3 111 2.045 1.908 0.143 0.857 0.115 1.194 0.117 0.883 0.025 4 105 2.021 1.908 0.190 0.810 0.115 0.984 0.164 0.836 0.0265 97 1.987 1.908 0.238 0.762 0.115 0.685 0.250 0.750 -0.0126 97 1.987 1.908 0.286 0.714 0.115 0.685 0.250 0.750 0.0367 96 1.982 1.908 0.333 0.667 0.115 0.646 0.263 0.737 0.0718 89 1.949 1.908 0.381 0.619 0.115 0.360 0.359 0.641 0.022 9 88 1.944 1.908 0.429 0.571 0.115 0.317 0.381 0.619 0.04810 86 1.934 1.908 0.476 0.524 0.115 0.230 0.409 0.591 0.067 Tabel 5.17 Uji Smirnov-Kolmogorov Metode Log Pearson Type III (Lanjutan ) m X urut Log X Log ̅X P(X) P(X<) s f(t) P'(X) P'(X<) D15141312 m X urut Log X Log ̅X P(X) P(X<) s f(t) P'(X) P'(X<) D 70 1.845 1.908 0.714 0.286 0.115 -0.547 0.696 0.304 0.019 74 1.869 1.908 0.667 0.333 0.115 -0.337 0.617 0.383 0.049 75 1.875 1.908 75 1.875 1.908 0.619 0.381 0.115 -0.286 0.609 0.391 0.010 0.571 0.429 0.115 -0.286 0.609 0.391 -0.038 1620181917 43 1.633 1.908 54 1.732 1.908 60 1.778 1.908 65 1.813 1.908 67 1.826 1.908 0.952 0.048 0.115 -2.387 0.991 0.009 -0.039 0.857 0.143 0.115 -1.129 0.868 0.132 -0.011 0.810 0.190 0.115 -0.827 0.792 0.208 0.018 0.762 0.238 0.115 -0.712 0.759 0.241 0.003 0.905 0.095 0.115 -1.527 0.936 0.064 -0.032 D max < Do kritis ( dapat diterima) Do kritis 0.304105 D max = 0.0929 Dari perhitungan pada tabel 5.17 didapatkan:D max = 0,0929 (pada data (m) ke 11)Do = 0,304105 (diperoleh dari tabel nilai kritis Do untuk derajat kepercayaan 5% dan n=20)Syarat D max < Do => 0,0929 < 0,304105, maka persamaan distribusi Log Pearson Type III dapat diterima.

4.3.3. Perhitungan Debit Banjir Rencana

  Untuk memperkirakan debit banjir rencana, dapat dilakukan dengan beberapa metode seperti metode Nakayasu dan metodeRasional. Pemilihan metode yang dipakai pada suatu lokasi berdasarkan pada ketersediaan data hujan.

4.3.3.1. Metode Rasional

  Perhitungan Pengaliran Awal (t f ) Panjang saluran (L) = 492 m Kemiringan Lahan (S) = 0,0013 Kecepatan saluran (V) = 0,4173 m/det = 0,0012 jam t c = t o + t f= (0,218+ 0,0182) jam = 0,3287 jam Tabel 4.18 Perhitungan Waktu Konsentrasi SALURAN WAKTU ALIRAN DI PERMUKAAN WAKTU ALIRAN DI SALURAN T C L S T O L V T f (m) (jam) (m) (mSal Veteran 4 152,50 0,0013 0,0012 492 0,4173 0,328 0,3287 3 /dt) (jam) Sal Sidokumpul ( R1 ) 685,25 0,0010 0,0035 16 1,2780 0,003 0,3322 Sal. Intensitas Hujan (I) Dalam perhitungan Intensitas hujan untuk Saluran Veteran 4, dapat digunakan persamaan 2.16 berikut : I =R24 24[ 24]23 = 83,179 24[ 24 0,3287]23 = 60,539mm/jam Untuk perhitungan selanjutnya, dapat ditabelkan pada tabel 4.19 berikut : Tabel 4.19 Perhitungan Intensitas Hujan Waktu Kosentrasi (tc) Curah Hujan (R) Intensitas Hujan (I) SALURANjam mm mm/jam Sal Veteran 4 0,3287 83,179 60,539 Sal Sidokumpul ( R1 ) 0,3322 101,483 73,344 Sal.

4.4.1. Perhitungan Kapasitas Saluran (full bank capacity)

Perhitungan demensi saluran direncanakan dengan menggunakan debit banjir rencana metode Rasional denganperiode ulang 10 tahun, dimana lebar saluran telah disesuaikan dengan eksisting yang telah ada. Berikut contoh perhitungan demensi saluran Veteran 4 :Bentuk penampang saluran adalahpersegidengan lebar dasar (B) = 0,5 m, tinggi air = 0,30 mTinggi Jagaan (F) = 0,10 m, maka untuk kedalaman air (h) = 0,30 m + 0,10 m = 0,40 m  Luas penampang basah :A = B.h 2 = (0,50 m)(0,40 m) = 0,20 mKeliling basah saluran : P =B + 2h= 0,50 m + 2(0,50 m) = 1,3 mJari-jari hidrolik : 

2 A 0,0 m

  R = = = 0,15 m P 1,3 m Kemiringan dasar saluran (S = I) =0,00132 Koefisien Manning (n) = 0,025  2 1 1  3 x R x I 2 Kecepatan aliran (V) = n 2 1 1 3 2 = x 0,15 x 0,00132 0,025 = 0,4173 m/detPerhitungan debit (Q) = v . A  2 = 0,4173 m/det (0,20 m ) 3 = 0,0835 m /det.

4.4.2. Perencanaan Saluran

Berdasarkan perhitungan debit rencana yang diperoleh, maka dapat direncanakan dimensi saluran bentuk persegi denganpasangan batu kali di plester.Berikut contoh perhitungan demensi saluran Veteran 4 : Bentuk penampang saluran adalahpersegidengan lebar dasar (B) = 0,9 m, tinggi air = 0,40 mTinggi Jagaan (F) = 0,10 m, maka untuk kedalaman air (h) = 0,30 m + 0,10 m = 0,40 mLuas penampang basah : A = B.h 2 = (0,90 m)(0,40 m) = 0,36 m Keliling basah saluran : P =B + 2h= 0,90 m + 2(0,40 m) = 1,70 mJari-jari hidrolik : 

2 A 0,36 m

  R = = = 0,21 m P 1,7 m Kemiringan dasar saluran (S = I) =0,00132 Koefisien Manning (n) = 0,025  2 1 1  3 x R x I 2 Kecepatan aliran (V) = n 2 1 1 3 2 = x 0,21 x 0,00132 0,025 = 0,5163 m/detPerhitungan debit (Q) = v . A  2 = 0,5163 m/det (0,36 m ) 3 = 0,1859 m /det.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  Dari saluran eksisting lama di kecamatan Gresik kabupaten Gresik, saluran yang lama tidak mampumenampung debit rencana sehingga saluran lama tersebut perlu dinormalisasi dan hasilnya didapatkan saluran baruyang mampu menampung debit yang direncanakan. Masyarakat sekitar harus bisa menjaga dan merawat saluran drainase yang sudah ada agar saluran tersebutdapat berfungsi dengan baik, karena jika saluran drainase tersebut dapat berfungsi dengan baik maka dapatmengurangi genangan yang biasanya terjadi pada saat hujan.

DAFTAR PUSTAKA

  Salim Terlalu KecilGambar 8: Saluran Harun T.1 RusakGambar 9 : Saluran Arjuno Terlalu Sempit Gambar : Sketsa SaluranTc =0,2415 Tc =0,2415 A = 23,85Ha A = 23,85Ha S. Harun T (R3) =0.1988 =0.2856 0.1984+0.0004 =0.2546+0.031 Tc max6 = Tc max8 A = 10,5Ha A = 28,97Ha10 Tc = 0.0845 A = 3,05Ha67 0.2539+0.001 = Tc max9 Tc max7= A = 255,8Ha A = 13,23Ha (R1) S.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (112 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Arahan Pengendalian Kegiatan PKL Di Kawasan Tunjungan Plaza - ITS Repository
0
0
7
Arahan Pengendalian Kegiatan PKL Di Kawasan Tunjungan Plaza - ITS Repository
0
0
24
Pengendalian Kualitas Produk Herbisida Sidafos 480SL di PT. Petrosida Gresik - ITS Repository
0
0
90
Perancangan Sistem Pengendalian Level Berbasis MRAC pada Deaerator Unit 101-U di PT. Petrokimia Gresik - ITS Repository
0
0
88
Analisis Kapabilitas Proses Produksi Gas Hidrogen Di PT. SAMATOR Gresik - ITS Repository
0
0
82
Analisis Kapabilitas Proses Pupuk Za I Di PT. Petrokimia Gresik - ITS Repository
0
0
72
TUGAS AKHIR - Studi Sistem Penanganan Material Di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk - ITS Repository
0
0
187
Evaluasi Reliability pada Sistem Air Compressor 101J Di Pabrik Ammonia PT.Petrokimia Gresik - ITS Repository
0
0
139
Evaluasi Reliability pada Sistem Air Compressor 101J Di Pabrik Ammonia PT.Petrokimia Gresik - ITS Repository
0
0
10
Studi Analisis Pemilihan Matriks Pembobot Pada Umpan Balik Optimal LQR Di PLTU Gresik - ITS Repository
0
0
105
Studi Pengendalian Frekuensi Menggunakan Logika Fuzzy Di PLTU Paiton - ITS Repository
0
0
164
Analisis Perpindahan Panas Pada Kondensor Unit IV PLTU Di PT. PJB UP Gresik - ITS Repository
0
0
105
Perencanaan Pengolahan Air Bersih dan Air Limbah Domestik di Kecamatan Bungah, Gresik - ITS Repository
0
0
332
Penerapan Sistem Ecodrainage Dalam Mengurangi Potensi Banjir (Studi Kasus Di Kabupaten Sampang) - ITS Repository
0
0
219
Pengendalian Kualitas Air Minum Dalam Kemasan Galon “SWA” 19 Liter Di PT. Swabina Gatra Gresik - ITS Repository
0
0
84
Show more