HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG VARIASI GAYA MENGAJAR GURU, DISIPLIN SISWA, MOTIVASI BELAJAR SISWA, DAN FASILITAS BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI

Gratis

0
0
177
7 months ago
Preview
Full text

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG

  

VARIASI GAYA MENGAJAR GURU, DISIPLIN

SISWA, MOTIVASI BELAJAR SISWA, DAN

FASILITAS BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI

BELAJAR AKUNTANSI

  

Studi Kasus : SMA GAMA YOGYAKARTA

SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Akuntansi Oleh :

  Dwi Yuli Susanti NIM : 051334028

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

HALAMAN PERSEMBAHAN

  

Karya Tulis yang mungkin sangat jauh dari sempurna ini sebagai

buah tanganku akan kupersembahkan dengan setulus hati

Teruntuk:

1. Tuhan Yesus dan Bunda Maria yang selalu Melindungi dan Membantu dalam setiap Kesulitan.

  2. Bapak dan Ibu yang akan selalu kusayangi, dalam kasih sayang dan perhatian kalian telah memberikanku pengalaman hidup yang sangat berarti.

  

3. Kakak suster Ika dan adikku Arga. Terima Kasih atas Perhatian,

Dorongan dan tawa yang kalian berikan.

  

4. Saudara-saudaraku, pakde, budhe, om, tante, sepupu, keponakan.

  Terima kasih untuk dorongan dan doa yang telah diberikan.

5. Seseorang yang special bagiku Sigit Adi Prasetyo . Terima kasih untuk doa, semangat, tawa dan kasih mu selama ini.

  

6. Sahabat-sahabatku, Rosa, Puput, Magda, Rita, Riri, Susan, Tere,

Asri, Yuli, mbak Sinta, Yudha, Ida. Terima kasih atas Motivasi yang

diberikan, masukan dari kalian sangat berarti bagiku.

  

MOTTO

"”Apapun yang kamu lakukan, cintailah dirimu karena

melakukannya. Apapun yang kamu rasakan, cintailah dirimu

sendiri karena merasakannya”.

”Memberikan kesenangan kepada sebuah hati dengan sebuah

tindakan masih lebih baik daripada seribu kepala yang

menunduk berdoa”.

  

"Hagailah waktu karna waktu tidak akan terulang kembali".

  

ABSTRAK

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG VARIASI GAYA

MENGAJAR GURU, DISIPLIN SISWA, MOTIVASI BELAJAR SISWA,

DAN FASILITAS BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR

  

AKUNTANSI

Studi Kasus di SMA GAMA Yogyakarta

Dwi Yuli Susanti

Universitas Sanata Dharma

  

Yogyakarta

2009

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara : 1) Persepsi siswa tentang variasai gaya mengajar guru dengan prestasi belajar akuntansi, 2) Disiplin siswa dengan prestasi belajar akuntansi, 3) Motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi, dan 4) Fasilitas belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi.

  Populasi dari penelitian ini yaitu siswa siswi kelas XI dan XII SMA GAMA Yogyakarta jurusan IPS yang berjumlah 127 anak. Jumlah sampel penelitian adalah 68 anak. Teknik penarikan sampel adalah purporsive sampling, penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 15 Mei – 30 Mei 2009.

  Untuk mengetahui hubungan antara persepsi siswa tentang variasai gaya mengajar guru dengan prestasi belajar akuntansi, disiplin siswa dengan prestasi belajar akuntansi, motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi, dan fasilitas belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi digunakan statistik nonparametrik koefisien korelasi Spearman.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang variasai gaya mengajar guru dengan prestasi belajar akuntansi r hitung sebesar 0,389 > r tabel 0,05 sebesar 0,239 serta t hitung 3,430 > t tabel 0,05 sebesar 1,997, 2) Terdapat korelasi positif dan signifikan antara disiplin siswa dengan prestasi belajar akuntansi r hitung sebesar 0,604 > r tabel 0,05 sebesar 0,239 serta t hitung 6,157 > t tabel 0,05 sebesar 1,997, 3) Terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi r hitung sebesar 0,524 > r tabel 0,05 sebesar 0,239 serta t hitung 4,998 > t tabel 0,05 sebesar 1,997, 4) Terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara fasilitas belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi r hitung sebesar 0,531 > r tabel 0,05 sebesar 0,239 serta t hitung 5,091 > t tabel 0,05 sebesar 1,997.

  

ABSTRACT

THE RELATIONSHIPS BETWEEN STUDENT’S PERCEPTION OF

TEACHER TEACHING STYLE VARIATION, STUDENT’S DICIPLINE,

STUDENT’S LEARNING MOTIVATION, STUDENT’S LEARNING

  

FACILITY AND ACCOUNTINGLEARNING ACHIEVEMENT

A Case Study on The Students of GAMA Senior High School

Yogyakarta

Dwi Yuli Susanti

  

Sanata Dharma University

Yogyakarta

2009

  This research intends to find out whether there is a relation between 1) students’ perception of teachers’ method in teaching and achievement in learning accounting, 2) students’ discipline and achievement in learning accounting, 3) students’ learning motivation and achievement in learning accounting, and 4) students’ learning facilities and achievement in learning accounting.

  The populations of this research were 127 students of the eleventh & twelfth grade of Science Social Department of Gama Senior High School Yogyakarta. The samples of this research were 68 students. The technique of drawing samples was purposive sampling technique and this research was conducted on 15 May-30 May 2009.

  Correlation coeffision nonparametric statistic was used to find out the relation between students’ perception of teachers’ method in teaching and achievement in learning accounting, students’ discipline and achievement in learning accounting, students’ learning motivation and achievement in learning accounting, and students learning facilities and achievement in learning accounting.

  The result of this research shows that; 1) there is positive correlation and significant between students’ perception of teachers’ method in teaching and

  observed

  achievement in learning accounting ( = 0,389 > table 0,05 = 0,239 and

  r r

observed = 3,430 > table 0,05 = 1,997); 2) there is positive and significant

t t

  correlation between students’ discipline and achievement in learning accounting

  observed

  ( = 0,604 > table 0,05 = 0,239 and observed = 6,157 > table 0,05 = 1,997);

  r r t t

  3) there is positive and significant correlation between students’ learning

  observed

  motivation and achievement in learning accounting ( = 0,524 > table 0,05

  r r

  = 0,239 and observed = 4,998 > table 0,05 = 1,997); 4) there is positive and

  t t

  significant correlation between students learning facilities and achievement in

  observed table observed

  learning accounting ( = 0,531 > 0,05 = 0,239 and = 5,091 >

  r r t table 0,05 = 1,997). t

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis haturkan kepada Tuhan Yesus Kristus, Bunda Maria atas Rahmat dan KaruniaNya yang telah dilimpahkan sehingga dengan kertebatasan yang ada, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

  

“HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG VARIASI GAYA

MENGAJAR GURU, DISIPLIN SISWA, MOTIVASI BELAJAR SISWA,

DAN FASILITAS BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR

AKUNTANSI”.

  Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana Pendidikan Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Banyak pihak yang telah memberi kasih, bantuan, perhatian, dorongan, dan semangat bagi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini, dan pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ungkapan terima kasih dan penghormatan kepada:

  1. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Bapak Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph,D.

  2. Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Bapak Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si.

  3. Ketua Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Bapak Laurentius Saptono, S.Pd., M.Si.

  4. Bapak Drs. Bambang Purnomo,S.E. M. Si. banyak meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan, memberikan kritik dan saran untuk kesempurnaan skripsi ini.

  5. Bapak Ig. Bondan Suratno, S.Pd., M.Si. selaku Dosen Penguji I yang telah banyak meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan, memberikan kritik dan saran untuk kesempurnaan skripsi ini.

  6. Bapak A. Heri Nugroho, S.Pd., M.Pd. selaku Dosen Penguji II yang telah banyak meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan, memberikan kritik dan saran untuk kesempurnaan skripsi ini.

  7. Bapak Drs. Untung Sudarmadji selaku Kepala Sekolah SMA GAMA Yogyakarta yang telah berkenan memberikan ijin untuk penelitian dan memberikan data-data yang penulis butuhkan.

  8. Bapak Drs. P. Suyanto selaku guru mata pelajaran Akuntansi yang telah memberi ijin penelitian dan memberikan data-data yang penulis butuhkan.

  9. Kepada siswa kelas XI jurusan IPS SMA GAMA Yogyakarta yang telah bersedia mengisi kuesioner.

  10. Kedua orangtua saya, Bapak Alexander Djemiran yang selalu siap membantu setiap kali saya membutuhkan dan Ibu RR. Susana Suparminah yang telah memberikan semangat, cinta, pengertian dan doanya bagi saya. Maaf jika

  selama dua puluh dua tahun ini sudah banyak menyusahkan, tapi dari dalam

lubuk hati saya yang paling dalam, saya tetap ingin membahagiakan kalian.

  11. Kedua saudara saya, suster Irene Ika Apriliana kamu adalah malaikat saya, dan Triburtinus Tri Danang Cipta Arga (Buatlah orang tuamu bangga dan bahagia).

  12. Dengan senyum di wajah dan cinta di hati. Buat Sigit Adi Prasetyo yang telah dukungannya yang hangat. Tanpa kamu, hidup ini akan menjadi cerita yang lain. You make me proud of you. Sekali lagi terima kasih karena telah memberikan saya ruang, waktu dan dukungan emosional.

  13. Narada 5A, Mami Rita, Puput, Tante Magda, Christ, Danang, Yoga, mas Joko, mas Andre, mas Harto, mas Bayu, mbah Harjo, Bulik Tri, Om Anwar. Terima kasih telah bersedia menjadi keluarga kedua bagi saya.

  14. Surya 7B, mbak Sinta, mbak Niken PBI, mbak Risma-dek Ardi, mbak Vita, tante Yuli-mas Bembi, mbak Asri, Nian-Ari, Vera, Dewiq. Terima kasih untuk dorongan dan semangat yang diberikan bagi saya.

  15. Rosa, Riri, mbak Flori, mbak Rina. Terima kasih telah membantu saya dengan keahlian kalian membuat dari skripsi mentah sampai menjadi skripsi jadi.

  16. Sahabat- sahabat ku Yudha, Ida, Ruci, Dani, Esti, Ferry, Pran, Tino, Yeni, Marcel, Ririn, Bertil, Nona, Rina Budi, Yanto, mbak Emi, mas Antok, mas Anang, mas Jenkq, Wiwid, Vanie, Heta, Susan, Tere terimakasih atas dukungan dan kebersamaannya selama ini.

  17. Sigit Wisnu Wardoyo, pandangan dan perhatianmu telah mendukung saya pada saat-saat yang berat. Terima kasih atas semangat, doa dan kebersamaanya selama ini.

  18. Teman-teman PAK’05 yang tidak bisa saya sebut satu persatu, terima kasih telah membantu dan memberikan support dalam kelancaran studi dan skripsi ini.

  19. Semua pihak yang turut memberikan sumbangan pikiran, tenaga, saran,

  Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, karenanya segala kritik dan saran sangat penulis harapkan demi perbaikan skripsi ini.

  Penulis berharap semoga hasil penelitian ini dapat memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi semua pihak.

  Yogyakarta, 17 September 2009 Dwi Yuli Susanti

  

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .........................................................................................

  9

  F. Prestasi Belajar Akuntansi ............................................................. 25

  2. Macam-macam fasilitas yang dibutuhkan oleh anak ................ 24

  1. Pengertian Fasilitas Belajar....................................................... 23

  E. Fasilitas Belajar.............................................................................. 23

  2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar ............... 20

  1. Pengertian Motivasi Belajar Siswa ........................................... 18

  D. Motivasi Belajar Siswa di Sekolah ................................................ 18

  2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Disiplin Belajar................. 17

  1. Pengertian Disiplin Belajar ....................................................... 16

  C. Disiplin Belajar Siswa ................................................................... 16

  5. Manfaat dari Variasi Gaya Mengajar Guru ............................... 15

  4. Variasi Gaya Mengajar.............................................................. 12

  3. Gaya Mengajar .......................................................................... 11

  2. Pengertian Mengajar ................................................................. 11

  9 1. Persepsi siswa ...........................................................................

  i

  8 B. Persepsi Siswa Tentang Variasi Gaya Mengajar Guru...................

  8 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar................................

  8 1. Pengertian Belajar .....................................................................

  8 A. Belajar ............................................................................................

  7 BAB II KAJIAN PUSTAKA .........................................................................

  6 F. Manfaat Penelitian .........................................................................

  6 E. Tujuan Penelitian ...........................................................................

  5 D. Rumusan Masalah..........................................................................

  5 C. Batasan Masalah ............................................................................

  1 B. Identifikasi Masalah.......................................................................

  1 A. Latar Belakang...............................................................................

  

ABSTRAK ......................................................................................................... vii

ABSTRACT ....................................................................................................... viii

KATA PENGANTAR ........................................................................................ ix

DAFTAR ISI ...................................................................................................... xiii

DAFTAR TABEL .............................................................................................. xvi

DAFTAR LAMPIRAN .....................................................................................xviii

BAB I PENDAHULUAN .............................................................................

  vi

  

HALAMAN PERSETUJUAN ......................................................................... ii

HALAMAN PENGESAHAN........................................................................... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ....................................................................... iv

MOTTO ............................................................................................................. v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA.............................................................

  1. Pengertian Prestasi Belajar........................................................ 25

  G. Kerangka Berpikir.......................................................................... 28

  H. Hipotesis Penelitian ....................................................................... 31

  

BAB III METODOLOGI PENELITIAN...................................................... 33

A. Jenis Penelitian .............................................................................. 33 B. Tempat dan Waktu Penelitian ........................................................ 33 C. Subyek Penelitian .......................................................................... 33 D. Populasi dan Sampel ...................................................................... 34 E. Variabel Penelitian dan Pengukuran .............................................. 35

  1. Variabel yang Akan Diteliti....................................................... 35

  a. Variabel Bebas ...................................................................... 35

  b. Variabel Terikat .................................................................... 36

  2. Pengukuran Variabel ................................................................. 36

  a. Variabel Bebas ...................................................................... 37

  b. Variabel Terikat .................................................................... 38

  F. Data yang Diperlukan .................................................................... 40

  1. Data Primer ............................................................................... 40

  2. Data Sekunder ........................................................................... 40

  G. Teknik Pengumpulan Data............................................................. 41

  1. Kuesioner .................................................................................. 41

  2. Dokumentasi ............................................................................. 41

  3. Wawancara ................................................................................ 41

  H. Teknik Pengujian Instrume ............................................................ 41

  1. Pengujian Validitas.................................................................... 41

  2. Pengujian Reliabilitas................................................................ 48

  I. Teknik Analisis Data ...................................................................... 49

  1. Statistik Deskriptif .................................................................... 48

  2. Pengujian Prasyarat Analisis (Uji Normalitas) ......................... 50 J. Pengujian Hipotesis dan Penarikan Kesimpulan ........................... 51

  

BAB IV GAMBARAN UMUM SEKOLAH ................................................ 53

A. Sejarah SMA GAMA Yogyakarta .................................................. 53 B. Visi, Misi, dan Tujuan SMA GAMA Yogyakarta .......................... 54

  1. Visi SMA GAMA...................................................................... 54

  2. Misi SMA GAMA..................................................................... 54

  3. Tujuan SMA GAMA................................................................. 54

  C. Sistem Pendidikan SMA GAMA................................................... 55

  D. Kurikulum SMA GAMA ............................................................... 57

  E. Struktur Organisasi SMA GAMA.................................................. 58

  F. Sumber Daya Manusia SMA GAMA ............................................ 63

  G. Siswa SMA GAMA ....................................................................... 64

  H. Kondisi Fisik dan Lingkungan SMA GAMA ................................ 65

  I. Proses Belajar Mengajar SMA GAMA ......................................... 67 J. Fasilitas Pendidikan dan Latihan ................................................... 68

  M.Usaha-usaha Peningkatan Kualitas Lulusan .................................. 72

  

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN....................................... 74

A. Deskripsi Data................................................................................ 74

  1. Persepsi Siswa Tentang Variasi Gaya Mengajar Guru .............. 74

  2. Disiplin Siswa ........................................................................... 76

  3. Motivasi Belajar Siswa ............................................................. 77

  4. Fasilitas Belajar Siswa .............................................................. 78

  5. Prestasi belajar Akuntansi ......................................................... 80

  B. Analisis Data.................................................................................. 81

  1. Pengujian Prasyarat Analisis (Uji Normalitas) ......................... 81

  2. Pengujian Hipotesis................................................................... 82

  a. Pengujian Hipotesis I............................................................ 82

  b. Pengujian Hipotesis II .......................................................... 85

  c. Pengujian Hipotesis III ......................................................... 87

  d. Pengujian Hipotesis IV......................................................... 90

  C. Pembahasan ................................................................................... 93

  1. Hubungan Antara Persepsi Siswa Tentang Variasi Gaya Mengajar Guru dengan Prestasi Belajar Akuntansi .................. 93

  2. Hubungan Antara Disiplin Siswa dengan Prestasi Belajar Akuntansi .................................................................................. 94

  3. Hubungan Antara Motivasi Belajar Siswa dengan Prestasi Belajar Akuntansi ...................................................................... 96

  4. Hubungan Antara Fasilitas Belajar Siswa dengan Prestasi Belajar Akuntansi ...................................................................... 98

  

BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN ..................... 100

A. Kesimpulan .................................................................................... 100 B. Keterbatasan Penelitian.................................................................. 102 C. Saran-saran..................................................................................... 102

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 104

  DAFTAR TABEL

  Korelasi........................................................................................ 52

  Pedoman PAP Prestasi Belajar Akuntansi ................................... 80

Tabel 5.5 :Tabel 5.4 : Pedoman PAP Fasilitas Belajar Siswa ......................................... 79Tabel 5.3 : Pedoman PAP Motivasi Belajar Siswa ........................................ 78Tabel 5.2 : Pedoman PAP Disiplin Siswa ...................................................... 76

  Pedoman PAP Persepsi Siswa Tentang Variasi Gaya Mengajar Guru............................................................................................. 75

Tabel 5.1 :Tabel 4.1 : Data Siswa SMA GAMA Yogyakarta ......................................... 64Tabel 3.9 : Pedoman untuk Memberikan Interpretasi terhadap KoefisienTabel 3.1 : Skala pengukuran ........................................................................ 38Tabel 3.8 : Penilaian Acuan Patokan (PAP) Tipe II....................................... 50Tabel 3.7 : Rangkuman Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian............. 49Tabel 3.6 : Rangkuman Uji Validitas untuk Fasilitas Belajar Siswa ............. 47Tabel 3.5 : Rangkuman Uji Validitas untuk Motivasi Belajar Siswa ............ 46Tabel 3.4 : Rangkuman Uji Validitas untuk Disiplin Siswa .......................... 45

  Variasi Gaya Mengajar Guru ..................................................... 43

Tabel 3.3 : Rangkuman Uji Validitas untuk Persepsi Siswa TentangTabel 3.2 : Kisi-kisi kuesioner....................................................................... 39Tabel 5.6 : Hasil Pengujian Normalitas ......................................................... 81Tabel 5.7 : Hasil Pengujian Hubungan Antara Persepsi Siswa Tentang

  Variasi Gaya Mengajar Guru dengan Prestasi Belajar Akuntansi..................................................................................... 83

Tabel 5.8 : Hasil Pengujian Hubungan Antara Disiplin Siswa dengan

  Prestasi Belajar Akuntansi........................................................... 85

Tabel 5.9 : Hasil Pengujian Hubungan Antara Motivasi Belajar Siswa

  dengan Prestasi Belajar Akuntansi .............................................. 88

Tabel 5.10 : Hasil Pengujian Hubungan Antara Fasilitas Belajar Siswa

  dengan Prestasi Belajar Akuntansi .............................................. 91

  DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran I : Kuesioner ........................................................................... 106

Lampiran II : Uji Reliabilitas – Validitas ................................................. 114

Lampiran III : Data Mentah ....................................................................... 124

Lampiran IV : Deskripsi Variabel Penelitian............................................. 135

Lampiran V : Penilaian Acuan Patokan (PAP) Tipe II ............................ 142

Lampiran VI : Uji Normalitas.................................................................... 145

Lampiran VII : Analisis Nonparametrik Spearman .................................... 146

Lampiran VIII : Daftar tabel r, tabel t .......................................................... 148

Lampiran IX : Surat keterangan................................................................. 149

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mata pelajaran akuntansi di sekolah menengah umum biasanya

  menjadi mata pelajaran yang kurang begitu diminati oleh siswa. Kegiatan belajar mengajar yang kaku dan monoton serta kurangnya fasilitas belajar mengakibatkan ilmu akuntansi menjadi sangat tidak menarik dan membosankan bagi siswa. Guru dalam mengajar akuntansi dikelas sering sekali hanya memberikan ceramah dan soal yang dikerjakan individu maupun kelompok. Setiap kali pelajaran akuntansi guru tidak menerangkan dengan gaya yang bervariasi, hal ini menyebabkan siswa merasa tidak bersemangat. Hal ini terlihat ketika siswa menjadi malas untuk membaca materi pelajaran, ada yang menaruh kepala di meja, berpangku tangan sambil melamun, bermain Hand Phone, berbicara dengan teman sebangku dengan asiknya, menulis-nulis atau menggambar sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan mata pelajaran akuntansi dan ketika diberi pertanyaanpun siswa tidak bisa menjawab. Jika siswa sudah merasa tidak bersemangat atau tidak tertarik atas materi yang disampaikan maka siswa sulit untuk memahami isi materi yang sedang disampaikan. Selain semangat siswa yang semakin menurun, siswa terkadang menjadi tidak disiplin, misalnya saja siswa menjadi malas untuk untuk membeli buku pelajaran akuntansi, padahal itu sangat penting. Ketidakdisiplinan guru, bahkan siswa menjadi sering membolos ketika ada jadwal mata pelajaran akuntansi. Siswa pun menjadi kurang termotivasi untuk belajar, kesadaran untuk belajar menjadi sangat rendah, ketika mendapat teguran dari guru pun mereka tidak mengindahkannya, mereka terkesan cuek dan tidak peduli. Ditambah lagi dengan kurangnnya fasilitas belajar, biasanya fasilitas yang tersedia di sekolah, seperti buku-buku pelajaran jumlahnya sangat terbatas, sehingga tidak semua siswa bisa mendapatkan buku pelajaran tersebut. Akibat dari semuanya itu adalah prestasi belajar akuntansi siswa menjadi menurun.

  Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakannya. Oleh sebab itu guru harus memikirkan dan membuat perencanaan secara seksama dalam meningkatkan kesempatan belajar bagi siswa. Keterlibatan siswa serta interaksi yang terjadi dalam proses belajar mengajar pada akhirnya sangat tergantung pada guru. Guru yang baik akan selalu secara swadaya mau menerapkan berbagai strategi agar mendapatkan hasil yang lebih efisien dan inovatif. Guru harus semaksimal mungkin agar siswa benar-benar terlibat secara aktif, secara fisik, mental, intelektual, dan emosional. Guru menjadi faktor yang penting agar siswa dapat mencapai tujuan pendidikan dalam kegiatan proses belajar mengajar. Tanpa guru, tujuan pendidikan yang telah dirumuskan tidak akan pernah tercapai oleh siswa. Guru merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan proses belajar

  Variasi gaya mengajar diartikan sebagai perbuatan guru dalam konteks belajar-mengajar yang bertujuan mengurangi kebosanan siswa sehingga dalam proses belajarnya siswa senantiasa menunjukkan ketekunan, keantusiasan, dan berperan serta aktif yang pada akhirnya dicapai hasil yang maksimal. Variasi gaya mengajar menjadi penting karena variasi yang dilakukan oleh seorang guru diharapkan dapat mempermudah siswa dalam memahami materi pelajaran sehingga tujuan instruksional dapat dicapai (Dimyati dan Mujiono, 1999:61). Selain itu variasi gaya mengajar guru dapat juga memacu semangat belajar siswa, sehingga pada akhirnya prestasi belajar akuntansi meningkat.

  Dalam penelitian yang dilakukan oleh C. Rahayuningsih (2003), ditemukan bahwa variasi gaya mengajar guru mempunyai hubungan positif dan signifikan terhadap prestasi belajar akuntansi. Hal ini menunjukkan bahwa siswa beranggapan variasi gaya mengajar guru akan mengurangi kebosanan dan dapat meningkatkan prestasi belajar mereka. Jadi, semakin tinggi persepsi siswa terhadap variasi gaya mengajar guru maka semakin tinggi pula prestasi belajar mereka.

  Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Listi Anna Wati (2004), ditemukan bahwa motivasi belajar mempunyai hubungan yang positif dan signifikan dengan prestasi belajar para siswa. Dengan memperhatikan pernyataan di atas dapat diartikan bahwa prestasi belajar bisa dipengaruhi oleh motivasi belajar. Hal ini berarti semakin tinggi Selain itu, dalam penelian yang dilakukan oleh Fransisca Lasmintorini (2005) dijelaskan pula bahwa disiplin siswa mempunyai hubungan yang positif dan signifikan dengan prestasi belajar. Hal ini berarti semakin tinggi disiplin siswa, semakin tinggi pula prestasi belajar siswa tersebut. Demikian juga penelitian yang dilakukan oleh Fransiscus Xaverius Yusti Subroto (2005) ditemukan bahwa fasilitas belajar siswa mempunyai hubungan yang positif dan signifikan dengan prestasi belajar para siswa.

  Dengan memperhatikan pernyataan di atas dapat diartikan bahwa prestasi belajar bisa dipengaruhi oleh fasilitas belajar siswa. Hal ini berarti semakin tinggi fasilitas belajar siswa, semakin tinggi pula prestasi belajar siswa tersebut.

  Selain variasi gaya mengajar guru, disiplin siswa, dan motivasi belajar siswa, fasilitas belajar pun juga penting. Fasilitas belajar penting untuk menunjang kelancaran proses belajar mengajar. Dengan adanya fasilitas belajar yang lengkap pula diharapkan dapat mendukung pengembangan kondisi belajar yang menyebabkan terjadinya ”trasfer of

  

learning” pada siswa yakni berupa terdapatnya kemampuan (intelektual

  dan fisik), dan motivasi (minat dan kebutuhan) untuk belajar sehingga dapat tercapainya tujuan pembelajaran.

  Berdasarkan uraian latar belakang tersebut maka penulis ingin membuktikan kembali kebenaran dari penelitian yang berjudul

  

”Hubungan Antara Persepsi Siswa Tentang Variasi Gaya Mengajar

  Guru, Disiplin Siswa, Motivasi Belajar Siswa Dan Fasilitas Belajar Siswa dengan Prestasi Belajar Akuntansi”.

  B. Identifikasi Masalah

  Berdasarkan latar belakang masalah maka dapat dikaji bahwa masalah-masalah yang kerap kali muncul dalam usaha peningkatan prestasi belajar siswa yaitu variasi gaya mengajar yang digunakan oleh seorang guru, kedisiplinan siswa, motivasi belajar yang dimiliki oleh siswa itu sendiri serta fasilitas belajar.

  C. Batasan Masalah

  Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dan fasilitas belajar yang dapat mendukung dalam proses belajar mengajar sebagai upaya untuk mengurangi kebosanan siswa dalam proses belajar mengajar sehingga kedisiplinan siswa dan motivasi belajar mereka dengan sendirinya akan meningkat, dan pada akhirnya akan diperoleh prestasi belajar yang optimal. Penelitian ini dibatasi pada 4 variabel bebas yaitu persepsi siswa tentang gaya mengajar guru, disiplin siswa, motivasi belajar siswa dan fasilitas belajar siswa.

  D. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

  1. Apakah ada hubungan positif antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dengan prestasi belajar akuntansi ?

  2. Apakah ada hubungan positif antara disiplin siswa dengan prestasi belajar akuntasi?

  3. Apakah ada hubungan positif antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi?

  4. Apakah ada hubungan positif antara fasilitas belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi?

  E. Tujuan Penelitian

  Sejalan dengan perumusan masalah di atas, penelian ini mempunyai tujuan yaitu :

  1. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan positif antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dengan prestasi belajar akuntansi .

  2. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan positif antara disiplin siswa dengan prestasi belajar akuntasi.

  3. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan positif antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi.

  4. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan positif antara fasilitas belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi.

F. Manfaat penelitian

  Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Bagi guru dan siswa Penelitian ini diharapkan sebagai acuan, baik bagi guru dan siswa untuk lebih menyempurnakan kegiatan belajar mengajar dengan mengingat pentingnya penggunaan variasi gaya mengajar guru untuk mengurangi kebosanan siswa dalam proses belajar mengajar dan pentingnya fasilitas belajar yang dapat mendukung proses belajar dalam usaha meningkatkan disiplin siswa dan motivasi belajar siswa di sekolah.

  2. Bagi Universitas Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai informasi bagi penelitian selanjutnya serta dapat menambah referensi kepustakaan, khususnya referensi mengenai kependidikan.

  3. Bagi penulis Penelitian ini diharapkan agar dapat memberi bekal bagi penulis untuk terjun dalam dunia pendidikan. Pemilihan variabel variasi gaya mengajar guru yang tepat diharapkan dapat diterapkan secara nyata dalam dunia kerja yang akan digeluti oleh penulis kelak.

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Belajar

  1. Pengertian Belajar

  Beberapa definisi belajar yaitu: Witherington, dalam buku Educational Psychology mengemukakan “Belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari pada reaksi yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian, atau suatu pengertian”. Ngalim Purwanto juga mengemukakan bahwa belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku, dimana perubahan itu dapat mengarah kepada tingkah laku yang baik, tetapi juga ada kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk. Selain itu belajar juga dimaksudkan sebagai kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang fundamental dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan (Syah, 1995:69).

  2. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar

  Adapun faktor-faktor itu, dapat dibedakan menjadi dua golongan: Faktor individual (faktor yang ada pada diri organisme itu sendiri)

  a. Kematangan/pertumbuhan

  b. Kecerdasan/intelegensi

  c. Latihan dan Ulangan

  Faktor pribadi seseorang turut pula memegang peranan dalam belajar. Tiap-tiap orang mempunyai sifat-sifat kepribadiannya masing- masing yang berbeda antara seorang dengan yang lain. Ada orang yang mempunyai sifat keras hati, berkemauan keras, tekun dalam segala usahanya, halus perasaannya, dan ada pula yang sebaliknya. Sifat-sifat kepribadian yang ada pada orang itu sedikit-banyaknya turut pula mempengaruhi sampai dimanakah hasil belajar dapat dicapai. Termasuk kedalam sifat-sifat kepribadian ini ialah faktor fisik kesehatan dan kondisi badan.

  Faktor Sosial

  a. Keadaan keluarga

  b. Guru dan cara mengajar

  c. Alat-alat pelajaran

  d. Motivasi sosial

  e. Lingkungan dan kesempatan

B. Persepsi Siswa Tentang Variasi Gaya Mengajar Guru

1. Persepsi Siswa

  Persepsi pada hakekatnya adalah proses pemahaman yang dialami oleh setiap orang dalam memahami informasi tentang lingkungan baik lewat pendengaran, penglihatan, penghayatan, perasaan, dan penciuman. Kunci untuk memahami persepsi adalah terletak pada pengenalan bahwa persepsi itu merupakan suatu penafsiran yang unik terhadap situasi (Thoha,1983:138).

  Persepsi dapat pula diartikan sebagai proses pemahaman yang terorganisir dan menggabungkan data-data indera atau penginderaan untuk dikembangkan sedemikian rupa sehingga kita dapat menyadari sekeliling kita (Davidoff,1981:232).

  Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas dapat disimpulkan bahwa persepsi adalah proses pemahaman, menerima, pengorganisasian, dan mengintepretasikan rangsang dari lingkungan melalui panca indera, sehingga individu menyadari dan mengerti tentang yang diinderakan.

  Persepsi siswa terhadap proses belajar mengajar sangat berpengaruh pada prestasi belajar mereka, karena guru sangat dominan dalam menentukan keberhasilan masing-masing siswa. Profesionalitas guru dalam mengelola kelas merupakan kunci utama dalam strategi belajar mengajar.

  Guru hendaknya harus senantiasa mampu menimbulkan kedisiplinan dan motivasi belajar dalam diri siswa sehingga dicapai hasil belajar yang optimal. Persepsi siswa terhadap variasi gaya mengajar guru adalah proses pemahaman, menerima, mengorganisasikan, dan mengintepretasikan apa yang didengar dan dilihat sehingga siswa mampu memberikan penilaian.

  2. Pengertian Mengajar

  Mengajar adalah upaya yang disengaja dalam rangka memberi kemungkinan bagi siswa untuk terjadinya proses belajar sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan (Ali,1984:3). Mengajar dapat pula diartikan sebagai suatu upaya pendidikan dalam memberikan perangsang, bimbingan, pengarahan, dan dorongan kepada siswa agar terjadi proses belajar.

  Menurut Sardiman, mengajar adalah menyampaikan pengetahuan (1989:46). Menurut pengertian ini berarti tujuan belajar dari siswa itu hanya sekedar ingin mendapat atau menguasai pengetahuan.

  Konsekuensi dari pengertian semacam ini akan membuat kecenderungan anak menjadi pasif, karena hanya menerima informasi atau pengetahuan yang diberiakan gurunya, sehingga pengajarannya bersifat teacher centered, jadi gurulah yang memegang posisi kunci dalam proses belajar mengajar.

  Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas dapat disimpulkan bahwa mengajar adalah suatu cara atau upaya yang digunakan oleh guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa yang bertujuan untuk menyampaikan informasi atau pengetahuan yang berguna bagi siswa.

  3. Gaya Mengajar

  Gaya mengajar menurut Winkel (1996:204) adalah keseluruhan tingkah laku yang khas bagi dirinya dan agak bersifat menetap pada

  Menurut J. Roggema dalam Winkel (1996:205) membedakan gaya mengajar guru setiap kali mengajar.

  1. Formal, ciri-ciri:

  a. Guru sangat terikat dengan kurikulum pengajaran yang telah ditetapkan.

  b. Menuntut banyak prestasi hafalan.

  c. Berpegang pada buku pelajaran.

  d. Bergaya memimpin lebih otoriter.

  e. Kurang bersedia menerima sumbangan pikiran dari siswa.

  f. Menekankan perlunya siswa belajar untuk lulus ujian.

  2. Informal, ciri-ciri:

  a. Penentuan luas materi pelajaran tergantung dari kebutuhan siswa.

  b. Mendorong siswa untuk berdiskusi mengenai materi pelajaran.

  c. Memberikan pandangan sendiri terhadap pelajaran.

  d. Bergaya memimpin lebih demokratis.

  e. Menanggapi dengan baik pikiran krisis siswa.

  f. Menekankan agar siswa belajar demi perkembangan diri sendiri.

4. Variasi Gaya Mengajar Kebosanan merupakan salah satu masalah penting di dalam kelas.

  Murid- murid duduk dengan tenang mendengarkan dan melihat guru kebosanan. Gaya mengajar yang monoton akan membuat siswa malas untuk mengikuti proses belajar mengajar.

  Hal yang diperlukan oleh guru adalah mengadakan variasi dalam mengajar. Variasi dalam mengajar banyak sekali bila dilakukan dengan sungguh-sungguh akan sangat menarik dan dapat mempertahankan minat dan semangat siswa dalam belajar. Biasanya variasi muncul dalam komponen-komponen, sebagai berikut (Kosasi,1984:6-7):

  1. Penggunaan variasi suara Variasi suara adalah perubahan nada suara keras menjadi lemah, dari tinggi menjadi rendah, dari cepat menjadi lambat, dari suara gembira menjadi sedih, atau pada suatu saat memberikan tekanan pada kata-kata tertentu.

  2. Pemusatan perhatian Memusatkan perhatian pada hal yang dianggap penting dapat dilakukan guru dengan perkataan atau kalimat dan ungkapan senada dengan itu dan biasanya diikuti dengan isyarat.

  3. Kesenyapan Adanya kesenyapan yang tiba-tiba disengaja selagi guru menerangkan sesuatu merupakan alat yang baik untuk menarik perhatian. Perubahan stimulus dari adanya suara ke keadaan tenang atau senyap atau dari keadaan adanya kesibukan kegiatan dan kemudian dihentikan, akan dapat menarik perhatian karena siswa

  4. Mengadakan kontak pandang Bila guru berbicara berinteraksi dengan siswanya hendaknya pandangan menjelajahi seluruh kelas dan melihat ke mata murid-murid untuk menunjukkan hubungan yang intim dengan mereka.

  5. Gerakan badan dan mimik Variasi dalam ekspresi wajah guru, gerakan kepala, gerakan badan adalah aspek yang sangat penting dalam berkomunikasi. Hal ini tidak sekedar menarik perhatian, tetapi lebih dari itu dapat menyampaikan arti dari pesan lisan yang disampaikan.

  6. Pergantian posisi guru dalam kelas Pergantian posisi guru dalam kelas dapat digunakan untuk mempertahankan perhatian murid. Yang penting diingat adalah variasi ini digunakan dengan maksud tertentu, dan dilakukan secara wajar tidak berlebihan.

  Salah satu tujuan untuk mendapatkan hasil dalam belajar, guru tidak terikat pada teknik atau metode atau media tertentu akan tetapi guru dapat memanfaatkan salah satu atau semuanya secara berkombinasi. Berdasarkan pendapat beberapa ahli diatas dapat disimpulkan bahwa cara efektif untuk memperoleh hasil pembelajaran yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan melibatkan penuh pembelajaran bersama siswa, variasi dan keragaman dalam metode mengajar, motivasi internal, dan integritas belajar yang menyeluruh.

5. Manfaat dari Variasi Gaya Mengajar Guru

  Adapun manfaat dari adanya variasi gaya mengajar guru menurut Gilarso (1986 : 82) yaitu :

  a. Adanya variasi dalam gaya mengajar membantu untuk menimbulkan dan mempertahankan perhatian siswa terhadap pelajaran dan minat.

  b. Adanya variasi lebih melibatkan siswa dalam proses belajar- mengajar.

  c. Adanya cukup variasi dalam cara guru membawakan pelajaran dan dalam pola interaksi guru-murid ikut membentuk sikap positif terhadap guru dan terhadap sekolah.

  d. Adanya variasi juga dapat menanggapi rasa ingin tahu dan rasa menyelidiki dari siswa yang umumnya lekas bosan dengan sesuatu yang sudah pernah dialami.

  e. Adanya variasi dalam cara mengajar dan pola interaksi guru-murid dapat juga melayani keinginan dan pola belajar siswa yang berbeda-beda, sehingga siswa mendapat pelajaran yang sesuai dengan keinginannya dengan yang lebih disukainya, dan dengan demikian mempermudah proses belajar siswa.

C. Disiplin Belajar Siswa

1. Pengertian Disiplin Belajar

  Dalam kehidupan bersama, manusia menciptakan nilai-nilai atau norma-norma yang harus ditaati oleh anggota masyarakat. Norma tersebut dibuat untuk mengatur perilaku seseorang, kelompok atau masyarakat agar tercipta ketertiban dan perdamaian antar orang yang memiliki kepentingan yang berlainan. Disiplin berarti sebagai latihan kemauan. Disini seseorang dituntut untuk memiliki kemauan dan berusaha mencapai kemauan tersebut. Dalam mencapai suatu kemauan seseorang harus memikirkan dan menciptakan cara agar ia dapat mencapai kemauan tersebut,namun ia juga harus melaksanakan cara yang ia ciptakan dengan sebaiknya atau dengan disiplin.

  Suharsimi Arikunto (1990:114) mengemukakan disiplin merupakan sesuatu yang berkenaan dengan pengendalian diri seseorag terhadap bentuk-bentuk aturan. Disiplin menunjuk pada kepatuhan seseorang dalam mengikuti peraturan atau tata tertib karena didorong oleh adanya kesadaran yang ada pada kata hatinya. Dari uraian tersebut maka apabila seseorang telah menjalankan ketertiban maka lama kelamaan akan muncul kesadaran diri sehingga akan timbul kedisiplinan dalam diri orang tersebut.

  Dalam belajar memerlukan teknik atau cara yang memudahkan yang baik sudah menjadi suatu kebiasaan, maka tidak perlu lagi resep yang harus diperhatikan sewaktu belajar. Demikian pula dengan keteraturan dan kedisiplinan tidak akan lagi sebagai suatu beban yang berat.

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Disiplin Belajar

  Pada kenyataannya masih banyak pelajar yang belum disiplin dalam belajarnya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  1. Faktor intern (faktor yang terdapat dalam diri mereka sendiri), yang meliputi: a. Sifat malas

  Sifat malas ini dapat terjadi karena kesenjangan, misalnya: seorang pelajar yang selalu menunda pekerjaan yang diberikan sehingga akan membuat mereka malas untuk mengerjakannya karena semakin banyaknya tugas yang harus mereka selesaikan.

  b. Kesehatan Kesehatan juga merupakan faktor yang sangat mempengaruhi kedisiplinan dalam belajar. Hal ini dikarenakan seseorang yang sedang tidak sehat cenderung akan menunda pekerjannya dan tidak dapat menyelesaikannya. c. Minat Seseorang yang mempunyai minat dalam belajar cenderung akan disiplin dalam melakukan segala usahanya demi tercapainya sagala yang dicita-citakannya.

  2. Faktor ekstern (faktor yang berasal dari luar diri pelajar), yang meliputi: a. Peralatan

  Peralatan merupakan faktor penentu dalam usaha peningkatan disiplin yang lengkap, mereka akan cenderung untuk disiplin melakukan tugas-tugas yang diberikan kepadanya.

  b. Lingkungan Lingkungan merupakan sesuatu yang sangat mempengaruhi kedisiplinan dalam belajar, karena dalam belajar diperlukan lingkungan (keluarga, sekolah, dan masyarakat) yang kondusif untuk mencapai hasil maksimal.

D. Motivasi Belajar Siswa di Sekolah

1. Pengertian Motivasi Belajar Siswa

  Kata “motif” diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan didalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Bahkan motif dari kata “motif” itu, maka motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif. Motif menjadi aktif pada saat-saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan/ mendesak.

  Menurut Mc.Donald seperti yang dikutip Sardiman, motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertian yang dikemukakan oleh Mc. Donald seperti yang dikutip Sardiman ini mengandung tiga elemen penting :

  a. Bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia. Karena menyangkut perubahan energi manusia (walaupun motivasi itu muncul dalam diri manusia), penampakannya akan menyangkut kegiatan fisik manusia.

  b. Motivasi ditandai dengan munculnya rasa/ feeling , afeksi seseorang. Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan- persoalan kejiwaan, afeksi, yang dapat menentukan tingkah laku.

  c. Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan. Jadi motivasi dalam hal ini sebenarnya merupakan respon dari suatu aksi, yakni tujuan. Motivasi memang muncul dari dalam diri manusia, tetapi kemunculannya karena didorong oleh adanya unsur lain, dalam hal ini adalah tujuan. Tujuan ini akan menyangkut soal kebutuhan.

  Persoalan motivasi ini, dapat juga dikaitkan dengan persoalan seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhannya sendiri.

  Menurut Bernard, minat timbul tidak secara tiba-tiba/ spontan, melainkan timbul akibat dari partisipasi, pengalaman, kebiasaan pada waktu belajar/ bekerja. Oleh kerena itu yang penting bagaimana menciptakan kondisi tertentu agar siswa itu selalu butuh dan ingin terus belajar.

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar

  Unsur-unsur yang mempengaruhi motivasi belajar, yaitu (Imron,1996;100-104):

  1. Cita-cita pembelajar Setiap manusia mempunyai cita-cita atau aspirasi tertentu di dalam hidupnya yang senantiasa ia kejar dan ia perjuangkan.

  Seseorang akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengejar cita-cita tersebut. Oleh karena itu, cita-cita sangat berpengaruh terhadap motivasi belajar seseorang.

  2. Kemampuan pembelajar Kemampuan manusia satu dengan yang lainnya berbeda- beda. Tidak dibenarkan jika kita menuntut orang lain yang berkemampuan rendah menyerupai orang yang berkemampuan tinggi.

  Kondisi pembelajar dapat dibedakan atas kondisi fisiknya dan kondisi psikologisnya. Dua macam kondisi ini secara umum saling mempengaruhi satu sama lain. Jiwa yang sehat terdapat pada tubuh yang sehat dan juga berlaku kebalikannya. Bila seseorang kondisi psikologisnya tidak sehat, bisa berpengaruh juga terhadap ketahanan dan kesehatan fisiknya.

  4. Kondisi lingkungan belajar Lingkungan belajar ini meliputi linkungan fisik dan lingkungan sosial. Lingkungan fisik adalah tempat dimana pembelajar tersebut belajar, apakah tempat belajarnya nyaman ataukah tidak, apakah tempat belajarnya segar ataukah pengap.

  Tempat belajar yang bising oleh suara bisa mengganggu belajar seseorang, sebaliknya tempat belajar yang tenang bisa menimbulkan gairah belajar.

  Lingkungan sosial adalah suatu lingkungan seseorang dalam kaitannya dengan orang lain. Lingkungan sosial ini bisa berupa lingkungan sepermainan, lingkungan sebaya, atau kelompok.

  Karakteristik siswa yang mempengaruhi motivasi belajar, menurut Brown seperti yang dikutip Ali Imron (1996:46-47), sebagai berikut : 1. Tertarik kepada guru (tidak benci atau bersifat acuh tak acuh).

  3. Mempunyai antusias yang tinggi dan perhatian terhadap guru.

  4. Ingin selalu bergabung dalam kelas.

  5. Ingin identitasnya diakui oleh orang lain.

  6. Tindakan, kebiasaan, dan moralnya selalu dalam kontrol diri.

  7. Selalu mengingat pelajaran dan mempelajarinya kembali.

  8. Selalu terkontrol oleh lingkungannya.

  Karakteristik siswa yang mempengaruhi motivasi belajar menurut Sardiman seperti yang dikutip oleh Ali Imron (1996:88), sebagai berikut :

  1. Tekun dalam menghadapi tugas

  2. Ulet menghadapi kesulitan dan tidak mudah putus asa, tidak cepat puas atas prestasinya.

  3. Menunjukkan minat yang besar terhadap bermacam-macam masalah belajar.

  4. lebih suka bekerja sendiri.

  5. Tidak cepat bosan dengan rutinitas.

  6. Dapat mempertahankan pendapatnya.

  7. Tidak mudah melepaskan apa yang diyakininya.

  8. Senang mencari dan memecahkan masalah.

  Ada 8 prinsip motivasi belajar (Thornburg dalam Elida prayitno, 1989:28-30) yaitu :

  1. Pengenalan tugas-tugas belajar penting dalam usaha mendorong

  2. Motivasi menyangkut keinginan untuk berprestasi dalam menguasai berbagai hal dan keinginan untuk sukses.

  3. Penyusunan dan pencapaian tujuan harus dengan memberikan tugas- tugas belajar yang pantas, perasaan sukses terhadap tugas-tugas belajar yang terakhir akan meningkatkan motivasi untuk menyelelesaikan tugas yang berikutnya.

  4. Mendapatkan informasi tentang pekerjaan tugas-tugas yang benar dan pembetulan yang salah, mendorong siswa melakukan penampilan yang lebih baik dan bersikap yang lebih bermanfaat terhadap tugas-tugas belajar.

  5. Mengamati dan mencontoh seorang model yang memungkinkan siswa bertingkah laku prososial, seperti self-control, self-reliance, dan ketabahan, mendorong motivasi siswa.

  6. Menceritakan nilai-nilai dan tingkah laku prososial serta alasan mengapa diberikan konsep dasar untuk pengembangan tingkah laku itu mendorong motivasi siswa.

  7. Harapan untuk mendapatkan penghargaan bagi tingkah laku atau prestasi tertentu mendorong minat atau usaha untuk bertingkah laku dan berprestasi tertentu.

  8. Pengalaman yang mencemaskan dan stres yang terkait dengan prestasi belajar yang rendah, tingkah laku yang menyimpang dan berbagai gangguan kepribadian.

E. Fasilitas Belajar

  1. Pengertian fasilitas belajar

  Pengertian fasilitas menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (1976 :123) adalah segala sesuatu yang memudahkan. Dari pengertian tersebut dapat didefinisikan arti fasilitas belajar yaitu segala sesuatu yang memudahkan seorang siswa melaksanakan kegiatan belajar sehingga dapat mencapai tujuan belajar yang baik dan memuaskan.

  Fasilitas belajar merupakan salah satu faktor ekstern yang dapat berpengaruh terhadap pencapaian prestasi belajar siswa. Menurut Mudhofir (1986:102) fungsi fasilitas belajar sendiri yaitu untuk menunjang dan menggalakkan kegiatan belajar siswa agar kegiatan belajar tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar.

  2. Macam-macam fasilitas yang dibutuhkan oleh anak meliputi :

  a. Perlengkapan sekolah Perlengkapan sekolah adalah segala sesuatu yang digunakan oleh siswa yang dapat digunakan siswa untuk melaksanakan kegiatan belajar di kelas. Seperti, buku tulis, buku paket, alat-alat tulis dan sebagainya.

  b. Kamar belajar Kamar belajar adalah sebuah ruangan yang dapat digunakan oleh seorang siswa yang memungkinkan siswa dapat belajar dengan baik dan dapat berkonsentrasi dalam melaksanakan kegiatan c. Meja dan kursi belajar Meja dan kursi belajar adalah sebuah tempat yang dirancang khusus bagi pengguna agar mereka lebih betah untuk melaksanakan kegiatan belajar.

  d. Penerangan Penerangan adalah pencahayaan yang dibutuhkan siswa untuk melaksanakan kegiatan belajar agar tidak merusak mata.

  e. Sarana ke sekolah Sarana ke sekolah adalah sarana atau alat yang dapat digunakan oleh siswa untuk sampai ke sekolah. Seperti, sepeda, angkutan umum, becak dan sebagainya.

F. Prestasi Belajar Akuntansi

1. Pengertian prestasi belajar

  Menurut W.S Winkel (1996:161), prestasi merupakan suatu kecakapan nyata yang dimiliki seseorang yang merupakan hasil dari proses yang dilakukan dalam rangka menyiapkan diri untuk menambah pengetahuan yang hasilnya dapat digunakan secara nyata dan dapat diukur dengan mengunakan prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan oleh nilai test untuk angka-angka yang diberikan guru (Purwanto, 1992:80). Keberhasilan itu dikatakan berhasil apabila dari hasil belajar dan proses belajar dilakukan evaluasi yaitu melalui pengukuran sejauh mana keduanya berjalan dengan baik.

  Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa prestasi belajar merupakan tingkah laku seseorang dari hasil aktualisasi diri yang dilakukan secara sadar dan nyata disertai dengan tingkatan yang mengunakan pikiran dan otot untuk dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, dan hasilnya dapat diukur dengan menggunakan alat yaitu test, dan dapat memberikan informasi tentang apa yang telah dikuasai oleh anak tersebut dalam bentuk angka maupun huruf.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar

  Menurut Nana Sudjana (1989:39-40), prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yakni faktor dari dalam diri siswa itu dan faktor yang datang dari luar diri siswa atau lingkungan. Faktor yang datang dari siswa terutama kemampuan yang dimiliki siswa, motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar, ketekunan, sosial ekonomi, faktor fisik dan psikis. Faktor yang datang dari luar siswa yaitu kualitas pengajaran dipengaruhi oleh guru dan karakteristik kelas.

  Tinggi rendahnya prestasi belajar seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu (Purwanto, 1992:101): a. Faktor individual, yaitu faktor yang ada pada diri organisme itu sendiri. Contohnya : faktor kematangn atau pertumbuhan, kecerdasan, latihan, motivasi, dan faktor pribadi.

  b. Faktor sosial, yaitu faktor yang berada di luar dirinya sendiri atau diluar individual. Contohnya : faktor keluarga, guru dan cara mengajarnya, alat-alat yang digunakan dalam mengajar, lingkungan dan kesempatan yang tersedia.

  Prestasi belajar pada diri seseorang ternyata dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor dari dalam maupun dari luar diri seseorang.

  Pada zaman globalisasi seperti sekarang ini, fasilitas-fasilitas pendidikan dan kemudahan-kemudahan diberbagai bidang dengan mudah dapat diperoleh. Oleh karena itu apakah faktor-faktor dari dalam diri seseorang misalnya motivasi siswa untuk belajar dan keaktifan siswa di dalam kelas juga faktor lingkungan sosial yaitu gaya mengajar guru di dalam kelas masih memegang peranan penting dan mampukah memberi pengaruh dalam pencapaian prestasi belajar.

3. Prestasi Belajar Akuntansi.

  Bidang studi akuntansi merupakan materi yang termasuk dalam kategori yang sulit dipelajari, karena terdapat konsep-konsep akuntansi yang sulit untuk dimengerti, sehingga untuk mempelajarinya membutuhkan ketekunan, kejelian dalam menghitung angka-angka, dan juga dibutuhkan suatu penalaran yang sejalan.

  Prestasi belajar akuntansi adalah suatu hasil yang diperoleh siswa sebagai akibat belajar akuntansi. Dalam usaha untuk memperoleh suatu hasil belajar sangat ditentukan oleh adanya evaluasi terhadap pelajaran akuntansi.

  Prestasi belajar akuntansi merupakan indikator kualitas dan kuantitas dari pengetahuan yang dikuasai siswa. Hasil evaluasi dapat dipakai untuk meninjau kembali hasil belajar mengajar sesuai dengan tujuan instruksional yang telah ditentukan sebelumnya. Bila hasil yang diperoleh belum memuaskan, hal ini tidak sesuai dengan tujuan instruksional yang telah ditentukan. Prestasi belajar akuntansi mengalami kenaikan apabila didukung oleh situasi belajar mengajar yang baik pula, dalam hal ini kemampuan guru dalam menciptakan suasana belajar yang baik sangat diperlukan.

  Dalam proses belajar mengajar akuntansi, diharapkan dapat menghasilkan perubahan pada siswa yang berupa kemampuan- kemampuan yang diperoleh sesuai dengan klasifikasi tujuan pengajaran. Kemampuan yang diperoleh siswa tersebut karena adanya hasil belajar yang nantinya harus dinyatakan dalam prestasi belajar. Prestasi belajar yang dicapai siswa dapat memberikan petunjuk mengenai tujuan intruksional yang telah dibuat tercapai atau tidak.

  Hasil belajar tersebut terlihat dalam prestasi belajar siswa, dalam hal ini adalah prestasi belajar akuntansi.

G. Kerangka Berfikir

  Variasi gaya mengajar guru sangat mempengaruhi kondisi siswa dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, demikian juga disiplin siswa, motivasi belajar siswa di dalam kelas dan fasilitas belajar juga akan sangat mempengaruhi prestasi belajar. Dalam kegiatan belajar mengajar, keempat hal tersebut diperlukan oleh seorang guru untuk membantu siswa mengembangkan segala potensi yang dimiliki. Pencapaian perubahan- perubahan dalam diri siswa sebagai tanda bahwa ia telah belajar berdasarkan materi yang telah diberikan oleh guru dipengaruhi oleh guru yang telah mengajarnya.

  Persepsi dalam diri siswa terhadap guru akan timbul dengan melihat cara guru menyampaikan materi pelajaran. Persepsi ini sendiri bisa bersifat positif atau negatif. Persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar yang digunakan oleh seorang guru berpengaruh terhadap disiplin siswa dan motivasi belajar siswa. Begitu juga dengan fasilitas belajar, fasilitas belajar yang lengkap juga akan berpengaruh terhadap disiplin siswa dan motivasi belajar siswa. Apabila persepsi yang dimiliki siswa bersifat positif terhadap variasi gaya mengajar guru yang profesional di bidangnya akan menimbulkan perasaan senang atau suka terhadap guru tersebut, lalu perasaan itu akan memotivasi siswa tersebut dalam berprestasi, serta siswa tersebut akan mengambil sikap untuk lebih meningkatkan belajar, yang pada akhirnya akan berpengaruh positif terhadap prestasi belajarnya. Jika perasaan tidak senang atau tidak suka, lalu sikap tersebut tidak akan memotivasi siswa tersebut dalam berprestasi, serta tidak akan mengambil sikap untuk lebih meningkatkan kegiatan belajar, yang pada akhirnya akan berpengaruh negatif terhadap prestasi belajar siswa tersebut.

  Jadi dengan adanya guru yang profesional di bidangnya dengan menggunakan variasi gaya mengajar akan menimbulkan penilaian siswa bahwa guru yang mengajar sesuai dengan bidangnya dan adanya variasi gaya mengajar agar tidak monoton akan menimbulkan perasaan senang atau suka serta dengan lengkapnya fasilitas belajar akan berpengaruh terhadap disiplin siswa dan motivasi belajar siswa, yang pada akhirnya akan meningkatkan prestasi belajar siswa tersebut.

  1. Hubungan Persepsi Siswa Tentang Variasi gaya Mengajar Guru dengan Prestasi Belajar Akuntansi Variasi gaya mengajar yang digunakan oleh seorang guru sangat mempengaruhi tingkat prestasi belajar akuntansi. Variasi gaya mengajar akan mengurangi kebosanan siswa dalam proses belajar mengajar. Variasi gaya mengajar yang dilakukan oleh guru banyak sekali komponennya dan jika dilakukan dengan sungguh- sungguh akan sangat menarik sehingga dapat mempertahankan minat serta semangat siswa dalam belajar.

  2. Hubungan Disiplin Siswa dengan Prestasi Belajar Akuntansi Disiplin belajar sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar karena kedisiplinan dalam belajar pada akhirnya akan mempengaruhi prestasi belajar akuntansi. Seorang pelajar yang disiplin dalam melakukan aktivitas dalam kegiatan belajarnya maka ia akan mudah mengikuti proses belajar mengajar. Kedisiplinan dalam belajar akan sangat mempengaruhi peningkatan prestasi belajar siswa.

  3. Hubungan Motivasi Belajar Siswa dengan Prestasi Belajar Siswa Secara konseptual, Motivasi berkaitan erat dengan prestasi belajar. Seorang siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi, akan memperoleh prestasi belajar yang tinggi pula. Sebaliknya, siswa yang rendah motivasinya juga akan rendah prestasi belajarnya.

  4. Hubungan Fasilitas Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa Fasilitas sangat penting sebagai salah satu masukan sumbangan pemikiran dan memecahkan permasalahan dalam proses belajar mengajar, sehingga adanya fasilitas yang lengkap memungkinkan pencapaian prestasi belajar. Selain itu pemanfaatan fasilitas yang tersedia diharapkan dapat mendukung pengembangan kondisi belajar yang menyebabkan terjadinya ”transfer of

  learning” pada siswa yakni berupa terdapatnya kemampuan belajar. Fasilitas yang tersedia itu juga sebagai pendukung tercapainya tujuan pendidikan secara lancar, teratur, efektif dan efisien.

H. Hipotesis Penelitian

  Berdasarkan kajian teori dan kerangka berfikir yang telah diuraikan maka hipotesis dari penelitian ini adalah:

  1. Ada hubungan positif antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dengan prestasi belajar akuntansi.

  2. Ada hubungan positif antara disiplin siswa dengan prestasi belajar akuntansi.

  3. Ada hubungan positif antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi.

  4. Ada hubungan positif antara fasilitas belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah studi kasus yaitu penelitian yang

  mengambil suatu permasalahan yang terjadi pada obyek penelitian tertentu. Jenis penelitian studi kasus tersebut bila dihubungkan dengan hasil penelitian maka kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian hanya berlaku bagi obyek yang diteliti saja dan tidak berlaku bagi obyek penelitian yang lain. Penelitian ini hanya terbatas pada obyek tertentu saja yaitu sekolah dan siswa sebagai respondennya. Secara khusus, yang akan diteliti dari responden adalah persepsi tentang variasi gaya mengajar guru, disiplin siswa, motivasi belajar siswa dan fasilitas belajar siswa.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

  1. Lokasi atau tempat penelitian Penelitian ini dilakukan di SMA GAMA Yogyakarta.

  Alamat: Jl. Affandy Mrican 5, Yogyakarta 55281.

  2. Waktu penelitian Penelitian ini berlangsung tanggal 15 Mei 2009 sampai 30 Mei 2009.

  34 C. Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah orang-orang yang akan dimintai informasi atau menjadi sumber informasi khususnya siswa. Responden penelitian dalam hal ini adalah siswa kelas XI jurusan IPS SMA GAMA Yogyakarta.

D. Populasi dan Sampel

  1. Populasi

  Populasi adalah kumpulan lengkap dari seluruh elemen yang sejenis akan tetapi dapat dibedakan satu sama lain yang disebabkan karena adanya karekteristik yang berlainan, populasi juga disebut sebagai keseluruhan subyek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas

  XI dan XII jurusan IPS SMA GAMA Yogyakarta sebanyak 127 siswa .

  2. Sampel

  Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Apabila populasi besar dan penelitian tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. Dasar pertimbangan yang digunakan dalam penentuan sampel yakni siswa kelas XI jurusan IPS SMA GAMA Yogyakarta sebanyak 68 siswa.

  35

3. Teknik Penarikan Sampel

  Penarikan sampel dilakukan berdasarkan teknik purposive

  sampling. Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan

  pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2007:122). Alasan penggunaan sampel seluruh siswa siswi kelas XI jurusan IPS adalah karena mereka baru saja menerima mata pelajaran itu. Dengan demikian, kondisi ini sangat relevan dengan topik penelitian.

E. Variabel Penelitian dan Pengukuran

1. Variabel yang Akan Diteliti

  Dalam penelitian ini terdapat lima variabel yaitu empat variabel bebas dan satu variabel terikat.

  Variabel-variabel tersebut adalah:

a. Variabel bebas (Independence variable)

  1). Persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru (X1) Persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru adalah proses pemahaman, menerima, pengorganisasian, dan pengintepretasikan rangsang dari lingkungan dalam hal ini adalah variasi gaya mengajar guru melalui panca indera, sehingga individu menyadari dan mengerti tentang apa yang diinderakan.

  36 2). Disiplin siswa (X2)

  Disiplin siswa adalah keteraturan dalam segala usaha yang dilakukan untuk mencapai hasil belajar yang optimal serta merencanakan terlebih dahulu sistematika yang baik tentang apa yang akan dipelajari.

  3). Motivasi belajar siswa (X3) Motivasi belajar siswa adalah segala sesuatu yang mendorong individu untuk melakukan suatu tindakan ke arah tujuan tertentu. Jadi, motivasi yang dimaksud adalah segala sesuatu yang menimbulkan dorongan dalam belajar.

  4). Fasilitas belajar (X4) Fasilitas belajar (alat bantu belajar) merupakan sarana yang mempermudah jalannya PBM, yang terdiri dari fasilitas fisik dan non fisik.

b. Variabel terikat (Dependence variable)

  Prestasi belajar akuntansi. (Y) Prestasi belajar akuntansi adalah penguasaan pengetahuan yang dikembangkan oleh mata pelajaran akuntansi.

2. Pengukuran Variabel

  Setiap variabel penelitian yang akan dianalisis perlu diukur dengan cara pengukuran masing-masing variabel. Maka pengukuran variabel penelitian yang penulis lakukan adalah:

  37

a. Variabel Bebas

  Dalam penelitian ini variabel bebas diukur dengan menggunakan Skala Likert, yaitu suatu cara sistematis untuk memberikan skor dalam kuesioner yang dibagikan. Penulis menggunakan skala likert untuk memberikan skor pada kuesioner karena jawaban bersifat kualitatif. Ada dua kategori yang digunakan yaitu pernyataan positif dan pernyataan negatif yang dinilai dengan pilihan jawaban :

   S : Selalu  Srg : Sering  Kdg : kadang-kadang  TP : Tidak Pernah Pembagian pernyataan menjadi dua kategori ini karena pada dasarnya sikap seseorang terhadap obyek tertentu terdiri dari sikap mendukung (positif), sikap menolak (negatif), dan sikap netral. Penulis mengharapkan responden mempunyai sikap mendukung atau menolak, oleh karena itu jawaban netral dihilangkan. Adapun skor yang digunakan dalam menilai pertanyaan tersebut adalah :

  38 Tabel 3.1

  Skala Pengukuran Alternatif Selalu Sering Kadang- Tidak Jawaban kadang Pernah

  Pertanyaan

  4

  3

  2

  1 positif Pertanyaan

  1

  2

  3

  4 negatif Sedangkan dalam mengukur sikap siswa dalam proses belajar mengajar baik di sekolah maupun di rumah yang berhubungan dengan kedisiplinan siswa dan motivasi belajar siswa serta fasilitas belajar siswa digunakan skala pengukuran, yaitu disediakan alternatif jawaban a, b, c, dan d. Masing-masing alternatif jawaban diberi skor sebagai berikut : Jawaban a : skor 4 Jawaban b : skor 3 Jawaban c : skor 2 Jawaban d : skor 1

b. Variabel Terikat

  Prestasi belajar siswa diukur berdasarkan hasil raport siswa semester ganjil atau semester 1 khusus bidang studi akuntansi.

  39 Tabel 3.2

  

Kisi-kisi Kuesioner

Variabel Indikator Pernyataan Pernyataan Positif Negatif

  1. Persepsi siswa

  3, 4, 5, 6, 1, 2, 8, 10,  Pengunaan variasi suara

  tentang variasi

  7, 9, 12, 11, 13, 14,  Pemusatan perhatian

  gaya mengajar

  15, 16, 19 17, 18, 20  Kesenyapan guru akuntansi.

   Mengadakan kontak pandang  Gerakan badan dan mimik  Pergantian posisi guru dalam kelas

  2. Disiplin siswa

   Keteraturan waktu dalam 1, 2 belajar

   Teknik/cara belajar yang 3, 4, 5, 6 baik

   Perencanaan jadwal belajar 7, 8

   Pelaksanaan peraturan 9, 10, 11 sekolah

  3. Motivasi belajar

   Kemampuan mengikuti 1, 2

  siswa

  pelajaran  Kerelaan menyediakan

  3, 4, 5 waktu belajar  Ketekunan 6, 7  Keinginan menguasai

  8, 9, 10 materi  Perlengkapan belajar

  4. Fasilitas belajar 1, 2, 3, 4

   Ruang belajar

  5

  6  Meja dan kursi belajar

  7  Penerangan

  8  Ventilasi udara

  40 F. Data yang Diperlukan

  1. Data Primer

  Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari responden melalui daftar pertanyaan atau kuesioner. Data primer dalam penelitian ini meliputi identitas diri siswa, hasil persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru, disiplin siswa, motivasi belajar siswa dan fasilitas belajar siswa di sekolah yang dapat diperoleh hasilnya melalui kuesioner yang telah dibagikan kepada siswa.

  2. Data Sekunder

  Data sekunder adalah data yang lebih dahulu dikumpulkan oleh pihak lain di luar peneliti. Data sekunder dalam penelitian ini adalah meliputi buku-buku yang berkaitan dengan teori tentang variasi gaya mengajar guru, disiplin siswa, motivasi belajar siswa dan fasilitas belajar siswa di sekolah, buku kerja guru, buku kemajuan kelas dan data-data yang sudah ada di SMA GAMA Yogyakarta. Data prestasi belajar siswa diambil dari buku raport siswa yang sudah di salin dalam buku kerja guru.

  41 G. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah:

  1. Kuesioner

  Yaitu sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden baik laporan tentang pribadinya maupun hal- hal yang ia ketahui. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data tentang variabel bebas yaitu persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru, disiplin siswa, motivasi belajar siswa dan fasilitas belajar siswa di sekolah.

  2. Dokumentasi

  Yaitu suatu metode untuk mengungkap data yang bersifat historis, data yang diperoleh dari dokumen yang diyakini kebenarannya. Dokumen ini untuk mengumpulkan data prestasi belajar siswa dan sebagai ukuran pedomannya adalah hasil ulangan, hasil ujian semesteran, dan hasil raport siswa.

  3. Wawancara

  Yaitu suatu metode untuk mengungkapkan data yang bersifat historis data yang diperoleh dari hasil wawancara yang dilakukan secara langsung.

H. Teknik Pengujian Instrumen

a. Pengujian Validitas

  42 Validitas adalah derajad ketepatan suatu alat ukur tentang pokok isi atau arti sebenarnya yang diukur. Validitas berkenaan dengan keterkaitan data yang diperoleh dengan sifat variabel yang diteliti. Uji validitas digunakan untuk mengetahui kelayakan butir-butir dalam suatu daftar pertanyaan dalam mendefinisikan suatu variabel. Rumus dari uji validitas adalah dengan menggunakan teknik Product Moment

  Co-Efficient of Corelation dari Pearson (Arikunto, 1991:205).

  Rumusnya adalah:

  n

  XY

  

X Y

   rry 2 2 2 2 n

  XXn Y  ( Y )   

       

  Keterangan:

  r = Koefisien korelasi Product Moment, uji satu arah dengan xy

  taraf signifikasi ( (  = 5%. ) n = Jumlah sampel X = Jumlah nilai (skor). Y = Total nilai (skor) seluruh item. 2 Y = Jumlah skor kuadrat variabel prestasi belajar akuntansi.

   2 X = Jumlah skor kuadrat variabel persepsi siswa tentang variasi 

  gaya mengajar guru, disiplin siswa, motivasi belajar siswa dan fasilitas belajar siswa.

  Penarikan kesimpulan: jika nilai koefisien butir pertanyaan > hitung tabel

  r r pada taraf signifikasi 5% maka butir pertanyaan tersebut adalah valid.

  43 Apabila butir pertanyaan < pada taraf signifikasi 5% maka hitung tabel

  r r butir pertanyaan adalah tidak valid.

  Pelaksanaan uji validitas dilaksanakan dengan responden siswa dengan jumlah 30 orang di SMA Pangudi Luhur Sedayu.

  Uji validitas dilakukan terhadap item-item pertanyaan variabel yaitu persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru, disiplin siswa, motivasi belajar siswa, dan fasilitas belajar siswa. Uji validitas ini dilakukan untuk tiap-tiap butir, sehingga empat puluh sembilan (49) pertanyaan yang akan dilakukan uji validitas.

  1) Hasil Pengujian Validitas Variabel Persepsi Siswa Tentang Variasi Gaya Mengajar Guru.

  Ada dua puluh (20) butir pertanyaan pada variabel ini. Rangkuman uji validitas untuk persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru. adalah sebagai berikut :

Tabel 3.3 Rangkuman Uji Validitas untuk Persepsi Siswa Tentang Variasi

  

Gaya Mengajar Guru

Butir No. r tabel N=30/ Status σ= 5% Nilai r hitung

  1 0,361 0.526 Valid 2 0,361 0.536 Valid 3 0,361 0.617 Valid 4 0,361 0.436 Valid

  44 5 0,361 0.575 Valid 6 0,361 0.571 Valid 7 0,361 0.362 Valid

  Dari tabel di atas terlihat bahwa seluruh item pertanyaan pada variabel persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru menunjukkan bahwa sebanyak tujuh (7) butir pertanyaan adalah valid. Sedangkan tiga belas (13) butir soal dinyatakan tidak valid yaitu butir nomor 7, 8, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19 dan 20. Kemudian butir yang tidak valid ini selanjutnya dibuang dan tidak dipergunakan pada kuesioner penelitian. Pengambilan kesimpulan ini bisa dilakukan dengan membandingkan nilai dengan nilai . Dengan hitung tabel

  r r

  jumlah data (n) sebanyak 30 responden dan derajat keyakinan (  ) = 5% atau 0,05 maka diperoleh nilai sebesar 0,361 (Ghozali, tabel

  r 2005:291).

  2) Hasil Pengujian Validitas Variabel Disiplin Siswa.

  Ada sebelas (11) butir pertanyaan pada variabel ini. Rangkuman uji validitas untuk disiplin siswa adalah sebagai berikut :

  45 Tabel 3.4

  

Rangkuman Uji Validitas untuk Disiplin Siswa

Butir No. r tabel N=30/ σ= 5% Nilai r hitung Status

  1 0,361 0.566 Valid 2 0,361 0.486 Valid 3 0,361 0.587 Valid 4 0,361 0.568 Valid 5 0,361 0.594 Valid 6 0,361 0.631 Valid 7 0,361 0.547 Valid 8 0,361 0.535 Valid 9 0,361 0.537 Valid 10 0,361

  0.371 Valid

  Dari tabel di atas terlihat bahwa seluruh item pertanyaan pada variabel disiplin siswa menunjukkan bahwa sebanyak sepuluh (10) butir pertanyaan adalah valid. Sedangkan satu (1) butir soal dinyatakan tidak valid yaitu butir nomor 10. Kemudian butir yang tidak valid ini selanjutnya dibuang dan tidak dipergunakan pada kuesioner penelitian. Pengambilan kesimpulan ini bisa dilakukan dengan membandingkan nilai

  r hitung

  dengan nilai

  r tabel

  . Dengan jumlah data (n) sebanyak 30 responden dan derajat keyakinan (  ) = 5% atau 0,05 maka diperoleh nilai

  r tabel sebesar 0,361 (Ghozali, 2005:291).

  3) Hasil Pengujian Validitas Variabel Motivasi Belajar Siswa

  46 Ada sepuluh (10) butir pertanyaan pada variabel ini. Rangkuman uji validitas untuk motivasi belajar siswa adalah sebagai berikut :

Tabel 3.5 Rangkuman Uji Validitas untuk Motivasi Belajar Siswa

  Butir No. r tabel N=30/ σ= 5% Nilai r hitung Status

  1 0,361 0.562 Valid 2 0,361 0.716 Valid 3 0,361 0.857 Valid 4 0,361

  0.714 Valid 5 0,361 0.497 Valid

  6 0,361 0.645 Valid 7 0,361 0.742 Valid 8 0,361 0.778 Valid 9 0,361 0.516 Valid

  Dari tabel di atas terlihat bahwa seluruh item pertanyaan pada variabel disiplin siswa menunjukkan bahwa sebanyak sembilan (9) butir pertanyaan adalah valid. Sedangkan satu (1) butir soal dinyatakan tidak valid yaitu butir nomor 4. Kemudian butir yang tidak valid ini selanjutnya dibuang dan tidak dipergunakan pada kuesioner penelitian. Pengambilan kesimpulan ini bisa dilakukan dengan membandingkan nilai

  r hitung

  dengan nilai

  r tabel

  . Dengan jumlah data (n) sebanyak 30 responden dan derajat keyakinan (  ) = 5% atau 0,05 maka diperoleh nilai

  r tabel sebesar 0,361 (Ghozali, 2005:291).

  47 4) Hasil Pengujian Validitas Variabel Fasilitas Belajar Siswa

  Ada delapan (8) butir pertanyaan pada variabel ini. Rangkuman uji validitas untuk fasilitas belajar siswa adalah sebagai berikut :

Tabel 3.6 Rangkuman Uji Validitas untuk Fasilitas Belajar Siswa

  

Butir No. r tabel N=30/ Status

σ= 5% Nilai r hitung

  0.441 1 0,361 Valid 2 0,361 0.456 Valid

  0.415 3 0,361 Valid 4 0,361 0.438 Valid

  0.570 5 0,361 Valid Dari tabel di atas terlihat bahwa seluruh item pertanyaan pada variabel disiplin siswa menunjukkan bahwa sebanyak lima (5) butir pertanyaan adalah valid. Sedangkan tiga (3) butir soal dinyatakan tidak valid yaitu butir nomor 6, 7 dan 8. Kemudian butir yang tidak valid ini selanjutnya dibuang dan tidak dipergunakan pada kuesioner penelitian. Pengambilan kesimpulan ini bisa dilakukan dengan membandingkan nilai dengan nilai . Dengan jumlah data (n) sebanyak 30 hitung tabel

  r r

  responden dan derajat keyakinan (  ) = 5% atau 0,05 maka diperoleh nilai sebesar 0,361 (Ghozali, 2005:291). tabel

  r

  48

b. Pengujian Reliabilitas

  Reliabilitas adalah derajad ketepatan dan ketelitian atau akurasi yang ditunjukkan oleh instrumen pengukuran. Dalam pengukuran reliabilitas ini menggunakan rumus Alpha dari Cronbach (Arikunto, 1991:165) yaitu: 2 b

      k

   r11 1 

   2    1

   k

  1      

    Keterangan:

  r = Reliabilitas instrumen 11 K = Banyaknya butir pertanyaan 2

   = Jumlah varians butir

   b 2 1

   = Varians total Penarikan kesimpulan: jika nilai koefisien > r tabel pada taraf

  r 11

  signifikasi 5% maka kuisioner yang akan digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian telah memenuhi syarat reliabilitas. Jika r < r tabel 11 pada taraf signifikasi 5% maka kuisioner tersebut tidak memenuhi syarat reliabilitas. Rangkuman hasil pengujian reliabilitas adalah sebagai berikut :

  49 Tabel 3.7

  Rangkuman Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian Variabel Nilai r tabel Nilai r hitung Status

  Persepsi Siswa Tentang Variasi Gaya 0,361 0,682 Reliabel Mengajar Guru Disiplin siswa 0,361 0,831 Reliabel Motivasi Belajar

  0,361 0,893 Reliabel Siswa Fasilitas Belajar

  0,361 0,713 Reliabel Siswa

  Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa instrumen penelitian ini memenuhi kedua prasyarat instrumen yang baik yaitu valid dan reliabel.

I. Teknik Analisi Data

1. Statistik Deskriptif

  Untuk dapat mendeskripsikan variabel persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru, disiplin siswa, motivasi belajar siswa, fasilitas belajar siswa dan prestasi belajar akuntansi dilakukan perhitungan mean, median, modus, dan deviasi standar. Perhitungan nilai-nilai tersebut didasarkan pada skor jawaban masing-masing responden. Selanjutnya menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) Tipe II (Masdijo,1995:157) sebagai berikut:

  50 Tabel 3.8

  Penilaian Acuan Patokan (PAP) Tipe II Tingkat Penguasaan Kompetensi Kategori Kecenderungan

  81 % - 100 % Sangat tinggi 66 % - 80 % Tinggi 56 % - 65 % Cukup tinggi 46 % - 55 % Rendah

  Di bawah 46% Sangat rendah

5. Pengujian Prasyarat Analisis Uji Normalitas

  Uji normalitas sampel disini dimaksudkan untuk menguji normal tidaknya populasi (Zuriah, 2005: 201). Digunakan rumus One-Sample

  Kolmogorov-Smirnov (Sugiyono, 1999:225), dengan rumus :

  D = Max[F (X )-S (X )]

  o 1 n

  

1

Keterangan :

  D = Deviasi maksimum F o (X

  1 ) = Fungsi distribusi frekuensi komulatif yang ditentukan

  S n (X

  1 ) = Fungsi distribusi frekuensi komutalif yang diobservasi

  Jika nilai F hitung > dari nilai F tabel pada taraf signifikansi 5% maka distribusi data dikatakan normal. Sebaliknya, jika nilai F hitung < dari nilai F tabel, maka distribusi data dikatakan tidak normal.

  51 J. Pengujian Hipotesis dan Penarikan Kesimpulan Karena dalam pengujian normalitas didapatkan data yang tidak normal, maka pengujian hipotesis menggunakan statistik nonparametrik koefisien korelasi Spearman (Djarwanto,1995:76) dengan rumus n 2 6 di

   i 1

  r =

  1 S  2

  n ( n

  1 ) Keterangan: r s = koefisien korelasi Spearman n = jumlah pasangan rank di = perbedaan setiap pasangan rank

  Kriteria pengujian keempat hipotesis yang menyatakan hubungan antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dengan prestasi belajar akuntansi, hubungan antara disiplin siswa dengan prestasi belajar akuntansi, hubungan antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi, dan hubungan antara fasilitas belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi diintepretasikan dengan pedoman (Sugiyono, 2007:250) sebagai berikut :

  52 Tabel 3.9

  Pedoman untuk Memberikan Interpretasi terhadap Koefisien

Korelasi

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

  0,00-0,199 Sangat Rendah 0,20-0,399 Rendah 0,40-0,599 Sedang 0,60-0,799 Kuat 0,80-1,000 Sangat Kuat

  Untuk menguji signifikan tidaknya hubungan, yaitu apakah hubungan yang ditemukan tersebut berlaku untuk seluruh populasi, maka digunakan uji t (Sugiyono,2007:250), dengan taraf signifikansi 5%, sebagai berikut :

  r n

  2 t = 2 1  r Kriteria pengujian adalah sebagai berikut :

  Hipotesis diterima jika t - hitung > t tabel Hipotesis ditolak jika t - hitung < t tabel

  BAB IV GAMBARAN UMUM SEKOLAH A. Sejarah SMA GAMA Yogyakarta Sejak tahun 1980/1981 daya tamping sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta semakin menurun. Keadaan ini menggugah dosen-dosen Universitas Gajah Mada (UGM) untuk mendirikan sekolah. Pada saat itu

  kebutuhan akan Sekolah Menengah Tingkat Atas begitu mendesak dan beberapa dosen Universitas Gajah Mada (UGM) setuju untuk mendirikan SMTA.

  Pada tahun 1981 bebrapa dosen UGM mendirikan yayasan yang bernama Yayasan Pendidikan Gama, dengan akte notaris tanggal 13 Januari 1982. Yayasan Pendidikan Gama mendirikan sebuah SMTA pada tanggal 3 Maret 1982, dan diberi nama SMA Tiga Maret atau disingkat SMA GAMA. Pendirian SMA GAMA disahkan oleh kepala wilayah Kantor Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan surat persetujuan sementara No. 089/I.3.I/I.82 tertanggal 12 Juni1982 dan diresmikan oleh Kepala daerah Tingkat II Sleman yakni Bapak Sutojo Prodjosujoto pada tanggal 29 Juli 1982.

  Pertama kali SMA GAMA memulai tahun ajaran baru yaitu periode 1982/1983 dengan menempati gedung Sekolah Dasar Catur Tunggal III di Jalan Kaliurang Km 4,8 gang Kenari Yogyakarta. Bersamaan dengan dimulainya tahun pelajaran baru periode 1983/1984 Affandi No. 5 Yogyakarta). Setelah memiliki gedung sendiri, SMA GAMA mendapat status terdaftar berdasarkan SK Dirjen Dikdasmen No.081/C/Kep/J.83 tertanggal 23 Februari 1983, kemudian pada tanggal

  06 Januari 1986 berdasarkan SK Dirjen Dikdasmen No. 001/C/J.86, SMA GAMA mendapat status diakui. Selanjutnya pada tanggal

  27 Desember1990 SMA GAMA mendapat status disamakan berdasarkan SK Dirjen Dikdasmen No. 349/C/Kep/I/1990.

B. Visi, Misi dan Tujuan SMA GAMA Yogyakarta

  1. Visi SMA GAMA Mutu dan mandiri berdasarkan imtaq, disiplin tinggi, berprestasi, trampil dan bertanggung jawab yang tinggi terhadap dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia.

  2. Misi SMA GAMA

  a) Pembimbingan, pemahaman, dan pengembangan potensi akademik secara optimal.

  b) Pembekalan ketrampilan supaya mandiri.

  c) Pengembangan potensial diri sesuai dengan kemampuannya.

  d) Pengembangan/peningkatan penghayatan terhadap ajaran ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa (Agama) supaya lebih bijaksana dan arif dalam bertindak.

  3. Tujuan SMA GAMA

  a) Meningkatkan prestasi akademik dan non-akademik melalui pencapaian Nilai Ujian Akhir Nasional dan prestasi dibidang- bidang lain (keagamaan, kesenian, olah raga, dan karya ilmiah remaja).

  b) Meningkatkan aktivitas kreativitas siswa melalui pelaksanaan kegiatan laboratorium IPA, IPS, dan Bahasa.

  c) Setiap tahun lulusannya dapat diterima di perguruan tinggi mengalami kenaikan 10%.

  d) Meningkatkan kemampuan siswa dalam bidang komputer dan internet.

  e) Meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi dalam berbahasa Inggris.

  f) Mengembangkan kedisiplinan diri seluruh komponen sekolah

  (stakeholder) untuk membentuk kepribadian yang tangguh dan

  kokoh sebagai dasar dalam setiap aktivitas serta sebagai aset sekolah.

C. Sistem Pendidikan SMA GAMA

  Sistem pendidikan di SMA merupakann satu keseluruhan yang terpadu dari semua satuan dan merupakan kegiatan pendidikan yang berkaitan satu dengan yang lainnya untuk mengusahakan tercapainya tujuan pendidikan di SMA. Sistem pendidikan yang diterapkan di SMA ini diterapkan oleh guru dengan cara mengadakan diskusi mandiri , siswa menguasai bahan dengan mencari sendiri, dan dengan adanya pembagian lembar kerja siswa dalm kegiatan pembelajaran.

  Pola Interaksi belajar-mangajar yang terdapat di SMA GAMA meliputi:

  1. SMA GAMA dikelola sebagai “Komunitas Pendidikan Dialogis” yang memberikan suasana saling percaya, saling menghormati, saling memperhatikan, cinta kasih, kemerdekaan untuk berkreasi, bersikap kritis, bereksplorasi, serta berani bertanya dan berpendapat secara bertanggung jawab.

  2. Strategi pendampingan menekankan perlunya pembiasaan untuk mengadakan analisis situasi kehidupan iman, sosial, budaya, ekonomi, dan politik.

  3. Pendekatan pribadi menekankan kerekaan dalam pelayanan.

  4. Pola interaksi belajar-mengajar pendamping – peserta didik dapat bervariasi sebagai berikut: a. Pola pendamping – peserta didik

  Isi kegiatan adalah membangun apersepsi, memberikan informasi, memberi tugas, motivasi, memberi umpan balik, membina disiplin kelas atau kelmpok kerja dan sebagainya.

  b. Pola peserta didik pendamping Isi kegiatan adalah menanyakan, mengusulkan sesuatu, melaporkan hasil kerja dan informasi, menjawab pertanyaan pendamping, dan lain sebagainya.

  c. Pola peserta didik-peserta didik Isi kegiatan adalah tanya jawab, diskusi, adu argumentasi dalam debat, berdialog dengan tutor sebaya, pemecahan masalah, bereksperimen, merancang suatu penelitian dan sebagainya.

D. Kurikulum SMA GAMA

  Pembangunan nasional di bidang pendidikan adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD’45 yang memungkinkan warganya untuk mengembangkan diri menjadi manusia Indonesia yang seutuhnya.

  Kurikulum disusun untuk meujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap perkembangan siswa dan kesesuaiannya dengan lingkungan kebutuhan pembangunan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dengan jenis dan jenjang masing-masing pendidikan.

  Isi kurikulum merupakan susunan bahan kajian dan pelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan SMA dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan nasional. Isi kurikulum SMA wajib memuat sekurang- kurangnya bahan kajian dan pelajaran sebagai berikut: Pendidikan Biologi, Kimia, Ekonomi, Sosiologi, Antropologi, Geografi, Sejarah, Pendidikan Jasmani, Pendidikan Seni dan Bahasa Inggris. Kurikulum SMA kelas XI Program IPA, Program IPS, Program Bahasa, dan program Keagamaan terdiri atas 13 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri. Untuk mata pelajaran SMA, setiap SMA diberi kewenangan menambah mata pelajaran sesuai dengan keadaan lingkungan dan ciri khas SMA yang bersangkutan dengan tidak mengurangi jumlah mata pelajaran yang tedapat di kurikulum yang berlaku secara nasional. Jam pelajaran unuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagai mana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan.

  Untuk saat ini kurikulum yang dipakai oleh SMA GAMA, khususnya kelas XI IPA sudah memakai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

E. Struktur Organisasi SMA GAMA

  Struktur organisasi sangat penting untuk melaksanakan proses belajar mengajar, karena hal ini berhubungan dengan masalah tata kerja personal dari suatu sekolah. Dangan struktur organisasi diharapkan tata kerja dapat tersusun dengan jelas dan kegiatan proses belajar mengajar dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Sebagai kepala sekolah yang memegang jabatan tertinggi di SMA GAMA adalah Drs. Untung wakil kepala sekolah yang menangani dan memegang tugas tertentu serta dibantu oleh bagian tata usaha.

  Wewenang dan tanggung jawab Pejabat Struktur antara lain:

  a. Kepala Sekolah 1) Merencanakan jalannya kegiatan sekolah sesuai dengan peratuan/kurikulum yang berlaku.

  2) Mengawasi proses pelaksanaan kegiatan sekolah baik intra atau ekstra kurikuler.

  3) Mengambil kebijaksanaan dalam menetapkan inisitaif dan mengambil keputusan terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan sekolah. 4) Membina hubungan/kerjasama baik secara intern maupun ekstern.

  5) Bertanggung jawab seluruh proses kegiatan di kantor Dinas Diknas Kabupaten Sleman dan ke Yayasan Pendidikan Gama.

  6) Bertanggung jawab atas seluruh proses kegiatan sekolah dari awal tahun pelajaran sampai dengan akhir tahun pelajaran.

  b. Wakil Kepala Sekolah Wakil Kepala Sekolah bertugas membantu Kepala Sekolah yang berhubungan dengan perubahan kurikulum, kesiswaan, sarana dan prasarana serta hubungan dengan masyarakat. Berdasarkan tugasnya Wakil Kepala Sekolah yang ada meliputi:

  1) Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum Bertugas membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan menyusun kalender pendidikan, pembagian tugas guru dan jadwal pelajaran, serta mengatur penyusunan program pengajaran, program satuan pengajaran, persiapan mengajar, penjabaran dan penyesuaian kurikulum. 2) Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan

  Bertugas membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan penerimaan siswa baru, mengatur program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling, mengadakan pembinaan peserta didik, mengatur dan membina kegiatan OSIS, ekstrakurikuler, dan koperasi. 3) Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana dan Prasarana

  Bertugas mambantu Kepala Sekolah dalam merencanakan kebutuhan sarana prasarana untuk menunjang proses belajar mengajar, merencanakan program pengadaan dan pemanfaatan Sarpras.

  4) Wakil Kepala Sekolah Urusan Hubungan Masyarakat Bertugas membantu Kepala Sekolah dalam mengatur dan mengambangkan hubungan dengan komite sekolah dan peran komite sekolah, menjalin hubungan dan kerjasama dengan alumni, serta menyelenggarakan bakti sosial dan karya wisata. Secara lebih lengkap tugas masing-masing Wakasek terlampir.

  c. Guru Guru sebagai wali kelas membantu Kepala Sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien.

  1) Guru Wali Kelas Guru sebagai wali kelas membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegiatan berikut: a) Pengelolaan kelas

  b) Penyelenggaraan administrasi kelas, yang meliputi: denah tempat duduk siswa, papan absensi siswa, daftar pelajaran kelas, daftar piket kelas, buku absensi siswa, buku kegitan pembelajaran kelas, tata tertib kelas.

  c) Penyusunan pembuatan statistik bulanan siswa

  d) Pengisian daftar pengumpulan nilai siswa

  e) Pembuatan catatan khusus tentang siswa

  f) Pencatatan mutasi siswa

  g) Pengisian buku laporan penilaian hasil belajar

  h) Pembagian buku laporan hasil belajar

  2) Guru Bidang Studi Guru bidang studi bertanggung jawab kepada kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksnakan kegiatan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien. Tugas dan tanggung jawab seorang guru meliputi:

  a) Membuat perlengkapan program pengajaran

  b) Melaksanakan kegiatan pembelajaran

  c) Melaksanakan kegiatan penialian proses belajar, ulangan harian, ulangan umum dan ujian akhir d) Mengadakan analisis hasil ulangan harian

  e) Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan f) Mengisi daftar nilai siswa

  g) Melaksanakan kegiatan membimbing

  h) Membuat alat pengajaran/ alat peraga i) Menumbuh kembangkan sikap menghargai karya seni j) Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan kurikulum k) Melaksanakan tugas tertentu di sekolah l) Mengadakan pengembangan program pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya m) Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar n) Mengisi dan meneliti daftar hadir siswa sebelum mulai o) Mengatur kebersihan ruang kelas dan ruang praktikum p) Mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan pangkat

  3) Guru Piket Guru piket bertugas mengisi daftar presensi guru, mengisi daftar dan kartu izin siswa untuk masuk dalam kelas maupun keluar kelas serta tanggung jawab bila kelas dalam keadaan kosong.

  4) Guru Bimbingan dan Konseling Guru BK membantu Kepala Sekolah dalam menyusun program pelaksanaan BK, memberikan layanan pada siswa dalam mengatasi masalah-masalah tentang kesulitan belajar, serta mengadakan penilaian pelaksanaan BK.

F. Sumber Daya Manusia SMA GAMA

  Sumber daya manusia SMA GAMA terdiri dari guru dan karyawan. Guru yang bekerja di SMA GAMA secara keseluruhan berjumlah 29 orang guru pengajar. Tenaga pengajar di SMA GAMA terdiri dari guru Pembina, guru tetap yayasan , guru dewasa, guru tidak tetap, dan guru bantu. Para guru tersebut mengajar sesuai dengan

G. Siswa SMA GAMA

  14 XI IPS 1

  16

  14

  12 XII IPS 2

  17

  15 XII IPS 1

  14

  9 XII IPA

  14

  12 XI IPS 3

  13

  12 XI IPS 2

  11

  Pada tahun pelajaran 2007/2008, SMA GAMA memiliki 12 kelas yang terdiri dari empat kelas untuk kelas X yaitu XA, XB, XC dan XD, empat kelas untuk kelas XI yaitu XI IPA, XI IPS 1, XI IPS 2 dan XI IPS 3 serta empat kelas untuk kelas XII, yaitu XII IPA, XII IPS 1, XII IPS 2 dan

  XII IPS 3.

  12 XI IPA

  14

  9 XC

  18

  11 XB

  14

  XA

  

Jumlah

Siswa Putra

Jumlah Siswa Putri

Tabel 4.1 Data Siswa SMA GAMA Yogyakarta Kelas

  Data siswa tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut:

  Jumlah siswa yang dimiliki SMA GAMA secara menyeluruh berjumlah 262 siswa yang terdiri dari 140 siswa putra dan 122 siswa putri.

  Sekarang ini, di tahun ajaran 2008/2009, SMA GAMA mengalami penurunan dari segi kuantitas siswa. Jumlah kelas yang dimiliki SMA GAMA saat ini berjumlah 10 kelas, yaitu kelas X yang terbagi menjadi tiga kelas yaitu XA, XB dan XC. Sementara itu kelas XI terbagi dalam empat kelas yang terdiri dari XI IPA, XI IPS 1, XI IPS 2 dan XI IPS 3. Kelas XII terbagi menjadi tiga kelas yaitu kelas XII IPA, XII IPS 1 dan XII IPS 2.

  11

H. Kondisi Fisik dan Lingkungan SMA GAMA

  SMA GAMA memiliki kondisi bangunan fisik yang cukup baik dan nyaman yang sangat mendukung untuk melakukan kegiatan proses belajar mengajar. Observasi lingkungan fisik sekolah dilakukan dengan tujuan untuk mengenali lingkungan sekolah tempat PPL dengan lebih baik.

  Hal-hal yang termasuk dalam observasi ini antara lain:

  a. Bentuk Gedung Sekolah Gedung sekolah SMA GAMA berbentuk segi empat dengan dua lantai, ditengah-tengahnya terdapat seperti sebuah pendapa yang digunakan sebagai aula.

  b. Kondisi Bangunan Bangunan SMA GAMA merupakan gedung permanen. Kondisi bangunan SMA GAMA masih cukup bagus. Dinding-dindingnya masih kuat dan atapnya tidak bocor. Cat-cat di setiap dinding masih terbilang baik walaupun terdapat sedikit corat-coret. Diding di kantin dihiasi dengan mural yang dibuat oleh siswa-siswi SMA GAMA.

  c. Halaman Sekolah Halaman sekolah SMA GAMA terdiri dari 2 halaman, yaitu halaman yang luas dan halaman yang sempit. Halaman yang luas biasa dipakai untuk upacara bendera dan bermain basket. Halaman ini terletak diantara gedung sekolah dan kantor yayasan. Halaman yang kedua ini terletak di dalam lingkungan sekolah. Halaman ini sedikit sempit dibandikan yang luar.

  Namun halaman ini cukup asri karena ditumbuhi berbagai macam tanaman hijau dan juga kolam ikan hias yang mengelilingi aula.

  d. Pagar Sekolah Pagar sekolah terbuat dari besi dengan cat berwarna biru. Pagar ini terdapat di depan gedung sekolah sebagai gerbang sekolah. Pagar ini selalu ditutup bila KBM berlangsung. Sedangkan sekeliling sekolah diberi pagar tembok untuk memisahkan gedung sekolah dengan gedung-gedung yang lainnya (masyarakat sekitar).

  e. Kamar Kecil Kamar kecil di SMA GAMA dibedakan atas kamar kecil bagi guru dan kamar kecil bagi siswa. Setiap kamar kecil dibedakan lagi menjadi kamar kecil bagi pria dan wanita. Kamar kecil untuk siswa terdapat disetiap lantai dan terletak di pojok bangunan. Kamar kecil untuk siswa kurang terawat, kotor, sedikit bau dan terdapat kran yang bocor serta pintu yang tidak dapat ditutup. Sedangkan kamar kecil guru cukup terawat dan selalu wangi. Secara keseluruhan, ketersediaan air bersih dalam setiap kamar kecil baik siswa maupun guru sudah cukup baik.

  f. Kantin Kantin SMA GAMA terdiri dari tiga unit. Disamping dan di depan kantin disediakan meja makan dan kursi makan. Ketiga kantin ini dikelola pihak yayasan dengan kondisi yang sangat baik, bersih serta kesehatan makanannya terjamin. g. Klinik Pemberian pertolongan di bidang kesehatan bagi guru, karyawan dan siswa pada awalnya dipegang oleh bagian UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) yang terletak bersebelahan dengan ruang BP. Tetapi pada saat ini semua kegiatan dibidang kesehatan dialihkan di Klinik Gama Sisma Medika.

  h. Mushola Mushola terletak tepat di samping lapangan basket dengan ukuran tidak begitu besar. Mushola ini diperuntukkan bagi mereka umat muslim yang ingin bersembahyang pada jam-jam tertentu tanpa harus mencari tempat yang jauh. i. Tempat Parkir

  Tempat parkir di SMA GAMA ada dua tempat parkir, karena lahan yang kurang memadai untuk dijadikan tempat parkir, maka tempat parkir dibagi menjadi tempat parkir guru dan tempat parkir siswa. Terkadang terlihat juga siswa-siswa yang memarkir motornya di depan kantor yayasan dan klinik.

I. Proses Belajar Mengajar SMA GAMA

  Proses belajar mengajar di SMA GAMA dimulai pukul 07.00 WIB. Satu jam pelajaran berlangsung selama 45 menit. Pada hari tertentu seperti hari Senin dan Jumat, setiap satu jam pelajaran adalah 40 menit.

  Setiap harinya proses belajar megajar di SMA GAMA berakhir pukul terlambat 10 menit, selebihnya siswa harus meminta surat yang ditandatangani guru piket untuk ijin masuk kelas. Jika terlambat lebih dari 15 menit maka siswa diijinkan masuk pada jam pelajaran ketiga atau pelajaran setelah pelajaran jam pertama. Selama bulan puasa jam belajar di mulai pada pukul 07.30, setiap satu jam pelajaran 30 menit.

  J. Fasilitas Pendidikan dan Latihan

  SMA GAMA dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas pendidikan yang mendukung kegiatan pembelajaran di sekolah. Selain itu juga dapat digunakan untuk mengetahui sumber belajar apa saja yang dimiliki olehsekolah. Observasi fasilitas sekolah meliputi:

  1. Keadaan Ruang Kelas Ruang kelas dilengkapi dengan:

  a. Meja dan kursi guru

  b. Meja dan kursi siswa

  c. Papan presensi

  d. Papan pengumuman kelas

  e. Papan daftar inventaris kelas

  2. Keadaan Fasilitas Belajar Fasilitas belajar yang tersedia di dalam ruang kelas terdiri dari:

  a. Papan tulis yang memadai

  b. Penggaris, jangka, dan busur

  c. Kipas angin

  3. Kantor Ruang kantor terdiri atas:

  a. Kantor kepala sekolah

  b. Kantor wakil kepala sekolah

  c. Kantor guru

  d. Kantor tata usaha

  e. Kantor BP

  4. Alat Penunjang Pendidikan Sumber Belajar Alat penunjang pendidikan meliputi:

  a. Papan presensi

  b. Jadwal pelajaran

  c. Struktur organisasi kelas

  d. Gambar pahlawan

  e. Peta

  5. Sumber belajar

  a. Perpustakaan Perpustakaan SMA GAMA menempati ruangan berukuran 8 x 12 meter. Ruangan ini dilengkapi dengan 2 unit komputer. Denah perpustakaan SMA GAMA dapat dilihat pada lampiran.

  b. Audio Visual Ruang audio visual digunakan untuk melihat film tentang pelajaran. Film ini berisi visualisasi tentang materi pelajaran yang bersangkutan, sehingga siswa secara cepat bisa menangkap isi pelajaran yang disampaikan.

  c. Laboratorium SMA GAMA memiliki 4 laboratorium yang dapat dimafaatkan untuk keperluan pembelajaran.

  d. Studio Musik/ Ruang Band Studio musik di SMA GAMA, diperuntukkan bagi siswa yang ingin menyalurkan bakat atau hobinya untuk membuat suatu kreasi hasil dari karyanya yang akan dipersembahkan kepada SMA GAMA berupa hasil prestasi yang diperoleh melalui perlombaan antar sekolah.

  K. Komite SMA GAMA

  Komite Sekolah/Dewan Sekolah sangat berperan dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan pembangunan sekolah. Adapun tugas dari Komite Sekolah antara lain : a. Berpatisipasi dalam menentukan program-program sekolah.

  b. Berpatisipasi dalam pembangunan Sekolah.

  c. Mengawasi kegiatan-kegiatan di sekolah.

  d. Berkewajiban untuk melaporkan kegiatannya secara transparan (terbuka) kepada masyarakat dan orang tua/wali murid.

  Dengan adanya kerjasama antara Komite Sekolah dan pihak sekolah serta pertanggungjawaban yang transparan dapat menguatkan kepercayaan masyarakat kepada sekolah tersebut, sehingga akan membawa kemajuan dari sekolah tersebut yang berkualitas.

  L. Hubungan Antara Satuan Pendidikan dengan Instansi Lain

  Hubungan antara SMA GAMA Yogyakarta dengan instansi lain meliputi:

  a. Hubungan Sekolah dengan Kanwil SMA GAMA Yogyakarta memberikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan pembelajaran di sekolah secara rutin kepada pihak Kanwil.

  b. Hubungan Sekolah dengan Orang Tua/ Wali Murid Hubungan kerjasama SMA GAMA Yogyakarta dengan orang tua siswa atau wali murid adalah sangat penting karena bertujuan untuk mewujudkan tercapainya tujuan pendidikan bagi siswa. Dengan adanya kerjasama ini, pihak sekolah dan orang tua siswa mengetahui perkembangan siswa tersebut selama menempuh pendidikan di SMA GAMA.

  c. Hubungan antar Sekolah SMA GAMA Yogyakarta memiliki hubungan dengan sekolah lain yang sederajat dalam berbagai bentuk kerjasama antara lain kerjasama dalam bidang olahraga, kesenian, lomba mata pelajaran, lomba MTQ d. Hubungan Sekolah dengan Masyarakat Sekitar SMA GAMA Yogyakarta memilki hubungan dengan masyarakat sekitar. Usaha yang dilakukan agatr tetap terjalin hubungan baik dengan masyarakat sekitar salah satunya adalah pemberian zakat berupa beras kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan yang secara rutin diadakan setiap bulan Ramadhan.

  M. Usaha-usaha Peningkatan Kualitas Lulusan

  Usaha-usaha yang dilakukan oleh SMA GAMA Yogyakarta untuk dapat meningkatkan kualitas lulusan antara lain dilakukan dengan :

  1. Bimbingan Belajar Bimbingan belajar dilaksanakan untuk beberapa mata pelajaran yang dilakukan secara berkala.

  2. Pengembangan Bidang Kerohanian Tujuan utama pengembangan bidang ini adalah memberikan pendampingan kehidupan rohani siswa.

  Kegiatan ini meliputi : a. Retret untuk siswa non muslim.

  b. Pesantren yang rutin diadakan dan wajib diikuti oleh siswa yang menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadhan.

  3. Pengembangan Bidang Sosial Tujuan utama pengembangan bidang ini adalah memberikan bekal yang memadai bagi siswa sehingga dapat berinteraksi dan beradaptasi dengan masyarakat dan menjadi anggota masyarakat yang berkualitas. Program pengembangan yang rutin dilakukan adalah kegiatan bakti sosial.

  4. Pengembangan Bakat dan Minat Tujuan utama pengembangan bidang ini adalah memberikan kesempatan kepada siswi untuk mengembangkan diri sesuai dengan bakat-bakat khusus yang dimilikinya dan bidang-bidang yang diminatinya. Diharapkan bakat yang dikembangkan akan bermanfaat bagi siswa jika kelak terjun di masyarakat. Kegiatan pengembangan bakat dan minat dibagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu : a. OSIS b. Ekstrakurikuler.

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Peneliti melakukan penelitian di SMA GAMA Yogyakarta pada

  tanggal 15 Mei s.d. 30 Mei 2009. Responden penelitian sebanyak 68 siswa dimana 68 siswa ini terdiri dari tiga kelas yaitu kelas XI IPS 1 sebanyak 23 siswa, XI IPS 2 sebanyak 22 siswa dan XI IPS 3 sebanyak 23 siswa. Kuesioner yang dikembalikan dan diisi secara lengkap adalah 68. Dengan demikian response rate penelitian 100%. Berikut ini disajikan deskripsi data penelitian.

1. Persepsi Siswa Tentang Variasi Gaya Mengajar Guru.

  Instrumen tersebut secara teoritis mempunyai rentan skor antara 17 sampai 24. Berdasarkan data yang diperoleh , diketahui bahwa skor tertinggi sebesar 26 dan skor terendah sebesar 12. Mean, median dan

  modus instrumen persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru

  sebesar 20,35, 20,00, dan 19. Perbandingan antara mean dan median yaitu 20,35 > 20,00 karena mean lebih besar dari pada median, maka diperoleh kecenderungan yang tinggi antara variabel bebas (persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru) terhadap variabel terikatnya (prestasi belajar akuntansi). Standard Deviation sebesar 3,075 menunjukkan bahwa hasil data instrumen persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dari responden ke responden bervariasi sebesar

  Penilaian persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru diketahui dengan menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) Tipe II sebagai berikut :

  Tabel 5.1

Pedoman PAP Persepsi Siswa Tentang Variasi Gaya Mengajar Guru

Interval

  Frekuensi Persentasi (%) Kriteria Skor

  10 14,70% Sangat Tinggi ≥ 24 21 – 23

  23 33,82% Tinggi 19 – 20 19 27,94% Cukup Tinggi 17 - 18

  9 13,24% Rendah 7 10,30% Sangat Rendah ≤ 17

  Dengan melihat tabel penilaian persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru di atas dapat dijelaskan bahwa kategori sangat tinggi ada 14,70 %, kategori tinggi ada 33,82 %, kategori cukup tinggi ada 27,94 %, kategori rendah ada 13,24 %, dan kategori sangat rendah ada 10,30 %. Dengan melihat penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru untuk siswa siswi kelas XI SMA GAMA Yogyakarta termasuk dalam kategori tinggi. Hal tersebut dapat dibuktikan bahwa sebagian besar variabel persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru terletak pada kategori tinggi.

2. Disiplin Siswa

  Instrumen tersebut secara teoritis mempunyai rentan skor antara 24 sampai 34. Berdasarkan data yang diperoleh , diketahui bahwa skor tertinggi sebesar 40 dan skor terendah sebesar 16. Mean, median dan modus instrumen disiplin siswa sebesar 28,88, 29,00, dan 31.

  Perbandingan antara mean dan median yaitu 28,88 < 29,00 karena mean lebih kecil dari pada median, maka diperoleh kecenderungan yang rendah antara variabel bebas (disiplin siswa) terhadap variabel terikatnya (prestasi belajar akuntansi). Standard Deviation sebesar 4,393 menunjukkan bahwa hasil data instrumen disiplin siswa dari responden ke responden bervariasi sebesar 4,393 dari hasil rata-rata 68 responden sebesar 28,88.

  Penilaian disiplin siswa diketahui dengan menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) Tipe II sebagai berikut :

Tabel 5.2 Pedoman PAP Disiplin Siswa Interval Frekuensi Persentasi (%) Kriteria Skor

  10 14,71% Sangat Tinggi ≥ 34 30 – 33

  23 33,82% Tinggi 27 – 29 17 25% Cukup Tinggi 24 - 26 12 17,65% Rendah 6 8,82% Sangat Rendah

  ≤ 24 Dengan melihat tabel penilaian disiplin siswa di atas dapat dijelaskan bahwa kategori sangat tinggi ada 14,71 %, kategori tinggi ada 33,82 %, kategori cukup tinggi ada 25 %, kategori rendah ada penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa disiplin siswa untuk siswa siswi kelas XI SMA GAMA Yogyakarta termasuk dalam kategori tinggi. Hal tersebut dapat dibuktikan bahwa sebagian besar variabel disiplin siswa terletak pada kategori tinggi.

3. Motivasi Belajar Siswa

  Instrumen tersebut secara teoritis mempunyai rentan skor antara 21 sampai 31. Berdasarkan data yang diperoleh , diketahui bahwa skor tertinggi sebesar 36 dan skor terendah sebesar 13. Mean, median dan modus instrumen motivasi belajar siswa sebesar 32,57, 34,00, dan 36.

  Perbandingan antara mean dan median yaitu 32,57 < 34,00 karena

  mean lebih kecil dari pada median, maka diperoleh kecenderungan

  yang rendah antara variabel bebas (motivasi belajar siswa) terhadap variabel terikatnya (prestasi belajar akuntansi). Standard Deviation sebesar 3,814 menunjukkan bahwa hasil data instrumen motivasi belajar siswa dari responden ke responden bervariasi sebesar 3,814 dari hasil rata-rata 68 responden sebesar 32,57.

  Penilaian motivasi belajar siswa diketahui dengan menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) Tipe II sebagai berikut :

Tabel 5.3 Pedoman PAP Motivasi Belajar Siswa Interval Frekuensi Persentasi (%) Kriteria Skor

  53 77,94% Sangat Tinggi ≥ 31 27 – 30

  12 17,65% Tinggi 24 – 26 1 1,47% Cukup Tinggi 21 - 23 1 1,47% Rendah 1 1,47% Sangat Rendah

  ≤ 21 Dengan melihat tabel penilaian motivasi belajar siswa di atas dapat dijelaskan bahwa kategori sangat tinggi ada 77,94 %, kategori tinggi ada 17,65 %, kategori cukup tinggi ada 1,47 %, kategori rendah ada 1,47 %, dan kategori sangat rendah ada 1,47 %. Dengan melihat penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa untuk siswa siswi kelas XI SMA GAMA Yogyakarta termasuk dalam kategori sangat tinggi. Hal tersebut dapat dibuktikan bahwa sebagian besar variabel motivasi belajar siswa terletak pada kategori sangat tinggi.

4. Fasilitas Belajar Siswa

  Instrumen tersebut secara teoritis mempunyai rentan skor antara 12 sampai 17. Berdasarkan data yang diperoleh , diketahui bahwa skor tertinggi sebesar 20 dan skor terendah sebesar 6. Mean, median dan modus instrumen motivasi belajar siswa sebesar 15,62, 16,00, dan 15.

  Perbandingan antara mean dan median yaitu 15,62 < 16,00 karena

  mean lebih kecil dari pada median, maka diperoleh kecenderungan variabel terikatnya (prestasi belajar akuntansi). Standard Deviation sebesar 2,325 menunjukkan bahwa hasil data instrumen fasilitas belajar siswa dari responden ke responden bervariasi sebesar 2,325 dari hasil rata-rata 68 responden sebesar 15,62.

  Penilaian fasilitas belajar siswa diketahui dengan menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) Tipe II sebagai berikut :

Tabel 5.4 Pedoman PAP Fasilitas Belajar Siswa Interval Frekuensi Persentasi (%) Kriteria Skor

  26 38,24% Sangat Tinggi ≥ 17 15 – 16

  23 33,82% Tinggi 13 – 14 13 19,12% Cukup Tinggi

  12 3 4,41% Rendah 3 4,41% Sangat ≤ 12

  Rendah Dengan melihat tabel penilaian fasilitas belajar siswa di atas dapat dijelaskan bahwa kategori sangat tinggi ada 38,24 %, kategori tinggi ada 33,82 %, kategori cukup tinggi ada 19,12 %, kategori rendah ada 4,41 %, dan kategori sangat rendah ada 4,41 %. Dengan melihat penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa fasilitas belajar siswa untuk siswa siswi kelas XI SMA GAMA Yogyakarta termasuk dalam kategori sangat tinggi. Hal tersebut dapat dibuktikan bahwa sebagian besar variabel fasilitas belajar siswa terletak pada kategori sangat tinggi.

5. Prestasi Belajar Akuntansi

  Berdasarkan data yang diperoleh , diketahui bahwa nilai terendah adalah 60 dan nilai tertinggi adalah 88. Mean, median dan

  modus instrumen prestasi belajar akuntansi sebesar 73,76, 75,00, dan

  60. Perbandingan antara mean dan median yaitu 73,76 < 75,00 karena

  mean lebih kecil dari pada median, maka diperoleh kecenderungan

  yang rendah. Standard Deviation sebesar 8,785 menunjukkan bahwa hasil data instrumen prestasi belajar akuntansi dari responden ke responden bervariasi sebesar 8,785 dari hasil rata-rata 68 responden sebesar 73,76.

  Penilaian prestasi belajar akuntansi diketahui dengan menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) Tipe II sebagai berikut :

Tabel 5.5 Pedoman PAP Prestasi Belajar Akuntansi Kategori Skor Frekuensi Prosentase Kecenderungan Variabel

  81-100 18 26,47 % Sangat Tinggi 66-80 34 50 % Tinggi 56-65 16 23,53 % Cukup Tinggi 46-55 0 % Rendah

  Dibawah 46 0 % Sangat Rendah Dengan melihat tabel penilaian prestasi belajar akuntansi di atas dapat dijelaskan bahwa kategori sangat tinggi ada 26,47 %, kategori tinggi ada 50 %, kategori cukup tinggi ada 23,53 %, kategori rendah ada 0 %, dan kategori sangat rendah ada 0 %. Dengan melihat penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar dalam kategori tinggi. Hal tersebut dapat dibuktikan bahwa sebagian besar variabel prestasi belajar akuntansi terletak pada kategori tinggi.

B. Analisis Data

1. Pengujian Prasyarat Analisis Uji Normalitas

  Uji Normalitas sampel disini dimaksudkan untuk menguji normal tidaknya populasi (Zuriah, 2005 : 201). Dalam pengujian normalitas peneliti menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov yang memusatkan perhatian pada penyimpangan (deviasi) terbesar. Berikut ini disajikan tabel ringkasan hasil pengujian normalitas :

Tabel 5.6 Hasil Pengujian Normalitas Variabel Asymp.sig  Kesimpulan

  Persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru 0,448 0,05 Normal

  Disiplin siswa 0,249 0,05 Normal Motivasi belajar siswa 0,020 0,05 Tidak Normal Fasilitas belajar siswa 0,234 0,05 Normal Prestasi belajar akuntansi 0,104 0,05 Normal

2. Pengujian Hipotesis Dalam penelitian ini terdapat empat hipotesis yang akan diuji.

  Pengujian hipotesis pertama, kedua, ketiga dan keempat menggunakan statistik nonparametrik koefisien korelasi Spearman. Berikut ini disajikan hasil-hasil pengujian hipotesis:

a. Pengujian Hipotesis I

  1) Rumusan Hipotesis Ho : Tidak ada hubungan antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dengan prestasi belajar akuntansi

  Ha : Ada hubungan antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dengan prestasi belajar akuntansi 2) Pengujian Hipotesis I

  Pengujian hipotesis yang menyatakan ada hubungan positif antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dengan prestasi belajar akuntansi, diuji dengan menggunakan statistik nonparametrik koefisien korelasi Spearman. Untuk menghitung koefisien korelasi antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru (X

  1 ) dengan prestasi belajar

  akuntansi (Y), penulis menggunakan bantuan program SPSS 12 Adapun hasil dari perhitungan tersebut disajikan pada tabel berikut:

Tabel 5.7 Hasil Pengujian Hubungan Antara Persepsi Siswa Tentang Variasi Gaya Mengajar Guru dengan Prestasi Belajar Akuntansi Correlations

  Persepsi Prestasi Spearman's rho Persepsi Correlation Coefficient 1,000 ,389** Sig. (2-tailed)

  . ,001

N

  68

  68 Prestasi Correlation Coefficient ,389** 1,000 Sig. (2-tailed) ,001 .

N

  68

  68 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  Dari tabel di atas, diketahui nilai r hitung variabel persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dengan prestasi belajar akuntansi sebesar 0,389. Angka tersebut menunjukkan lemahnya korelasi antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dengan prestasi belajar akuntansi. Bila diinterpretasikan dalam tabel interpretasi nilai r maka akan terletak pada kategori rendah, yaitu pada range 0,20-0,399 (Sugiyono, 2007:250). Tanda (+) menunjukkan adanya arah hubungan yang sama yaitu semakin positif persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru maka semakin tinggi prestasi belajar akuntansi. Hipotesis diterima jika r >r .

  hitung tabel

  Diketahui r tabel pada db 66 (68-2) dari hasil interpolasi sebesar 0,239 (Ghozali, 2005:291). Karena r hitung >r tabel yaitu 0,389>0,239, maka hipotesis I yang menyatakan ada hubungan antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dengan prestasi belajar akuntansi diterima.

  Pengujian bahwa nilai r signifikan atau tidak, digunakan uji t dengan taraf signifikansi 5%. Perhitungan harga t

  hitung

  adalah sebagai berikut :

  r n

  2 t = 2 1  r , 389 68 

  2 t = 2

  1  , 389 , 389 ( 8 , 124038405 ) t =

  1 , 151321 

  , 389 ( 8 , 124038405 ) t =

  , 921237754 t = 3,430440107 (pembulatan menjadi 3,430)

  Hipotesis signifikan jika t >t atau jika nilai

  hitung tabel

  probabilitas <0,05. Dari hasil perhitungan diatas, diketahui harga t hitung sebesar 3,430 dan harga t tabel untuk db 66 (68-2) pada taraf signifikansi 5% sebesar 1,997 (Ghozali, 2005:291). Apabila t dibandingkan dengan t maka diperoleh hasil

  hitung tabel

  3,430 > 1,997, atau jika angka probabilitas dibandingkan, maka 0,001<0,05, sehingga hipotesis yang menyatakan ada hubungan antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dengan prestasi belajar akuntansi signifikan. Ini berarti koefisien yang diperoleh dapat digeneralisasikan pada populasi siswa SMA GAMA Yogyakarta.

b. Pengujian Hipotesis II

  1) Rumusan Hipotesis Ho : Tidak ada hubungan antara disiplin siswa dengan prestasi belajar akuntasi Ha : Ada hubungan antara disiplin siswa dengan prestasi belajar akuntasi

  2) Pengujian Hipotesis II Pengujian hipotesis yang menyatakan ada hubungan positif antara disiplin siswa dengan prestasi belajar akuntansi, diuji dengan menggunakan statistik nonparametrik koefisien korelasi Spearman. Untuk menghitung koefisien korelasi antara disiplin siswa (X ) dengan prestasi belajar akuntansi (Y),

  2

  penulis menggunakan bantuan program SPSS 12. Adapun hasil dari perhitungan tersebut disajikan pada tabel berikut:

Tabel 5.8 Hasil Pengujian Hubungan Antara Disiplin Siswa dengan Prestasi Belajar Akuntansi Correlations

  Disiplin Prestasi Spearman's rh Disiplin Correlation Coeffic 1,000 ,604** Sig. (2-tailed)

  . ,000

N

  68

  68 Prestasi Correlation Coeffic ,604** 1,000 Sig. (2-tailed) ,000 .

N

  68

  68 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  Dari tabel di atas, diketahui nilai r variabel disiplin

  hitung

  siswa dengan prestasi belajar akuntansi sebesar 0,604. Angka tersebut menunjukkan tingginya korelasi disiplin siswa dengan prestasi belajar akuntansi. Bila diinterpretasikan dalam tabel interpretasi nilai r maka akan terletak pada kategori tinggi, yaitu pada range 0,60-0,799 (Sugiyono, 2007:250). Tanda (+) menunjukkan adanya arah hubungan yang sama yaitu semakin positif disiplin siswa maka semakin tinggi prestasi belajar akuntansi.

  Hipotesis diterima jika r hitung >r tabel . Diketahui r tabel pada db 66 (68-2) dari hasil interpolasi sebesar 0,239 (Ghozali, 2005:291). Karena r hitung >r tabel yaitu 0,604>0,239, maka hipotesis II yang menyatakan ada hubungan antara disiplin siswa dengan prestasi belajar akuntansi diterima.

  Pengujian bahwa nilai r signifikan atau tidak, digunakan uji t dengan taraf signifikansi 5%. Perhitungan harga t

  hitung

  adalah sebagai berikut :

  r n

  2 t = 2 1  r , 604 68 

  2 t = 2

  1  , 604 , 604 ( 8 , 124038405 ) t =

  1  , 364816 , 604 ( 8 , 124038405 ) t =

  , 796984316 t = 6,156857918 (pembulatan menjadi 6,157)

  Hipotesis signifikan jika t hitung >t tabel atau jika nilai harga t hitung sebesar 6,157 dan harga t tabel untuk db 66 (68-2) pada taraf signifikansi 5% sebesar 1,997 (Ghozali, 2005:291).

  Apabila t hitung dibandingkan dengan t tabel maka diperoleh hasil 6,157 >1,997, atau jika angka probabilitas dibandingkan, maka 0,000<0,05, sehingga hipotesis yang menyatakan ada hubungan antara disiplin siswa dengan prestasi belajar akuntansi signifikan. Ini berarti koefisien yang diperoleh dapat digeneralisasikan pada populasi siswa SMA GAMA Yogyakarta.

c. Pengujian Hipotesis III

  1) Rumusan Hipotesis Ho : Tidak ada hubungan antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi Ha : Ada hubungan antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi?

  2) Pengujian Hipotesis III Pengujian hipotesis yang menyatakan ada hubungan positif antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi, diuji dengan menggunakan statistik nonparametrik koefisien korelasi Spearman. Untuk menghitung koefisien korelasi antara motivasi belajar siswa (X

  3 ) dengan prestasi

  belajar akuntansi (Y), penulis menggunakan bantuan program

  SPSS 12 Adapun hasil dari perhitungan tersebut disajikan pada tabel berikut:

Tabel 5.9 Hasil Pengujian Hubungan Antara Motivasi Belajar Siswa dengan Prestasi Belajar Akuntansi Correlations

  Motivasi Prestasi Spearman's rho Motivasi Correlation Coefficient 1,000 ,524** Sig. (2-tailed)

  . ,000

N

  68

  68 Prestasi Correlation Coefficient ,524** 1,000 Sig. (2-tailed) ,000 .

N

  68

  68 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  Berdasarkan tabel di atas, nilai r S hitung variabel motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi sebesar 0,524.

  Angka tersebut menunjukkan cukup tingginya korelasi antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi. Bila diinterpretasikan dalam tabel interpretasi nilai r maka akan terletak pada kategori sedang, yaitu pada range 0,40-0,599 (Sugiyono, 2007:250). Tanda (+) menunjukkan adanya arah hubungan yang sama yaitu semakin positif motivasi belajar siswa maka semakin tinggi prestasi belajar akuntansi.

  Hipotesis diterima jika r >r . Diketahui r pada db

  hitung tabel tabel

  66 (68-2) dari hasil interpolasi sebesar 0,239 (Ghozali, 2005:291). Karena r hitung >r tabel yaitu 0,524>0,239, maka hipotesis III yang menyatakan ada hubungan antara motivasi

  Pengujian bahwa nilai r signifikan atau tidak, digunakan uji t dengan taraf signifikansi 5%. Perhitungan harga t hitung adalah sebagai berikut :

  r n

  2  t = 2 1  r

  , 524

  68

  2  t = 2

  1  , 524

   

  , 524 ( 8 , 124038405 ) t = 1 , 274576

     , 524 ( 8 , 124038405 ) t =

  , 851718263 t= 4,998127091 (pembulatan menjadi 4,998)

  Hipotesis signifikan jika t >t atau jika nilai

  hitung tabel

  probabilitas <0,05. Dari hasil perhitungan diatas, diketahui harga t hitung sebesar 4,998 dan harga t tabel untuk db 66 (68-2) pada taraf signifikansi 5% sebesar 1,997 (Ghozali, 2005:291). Apabila t hitung dibandingkan dengan t tabel maka diperoleh hasil 4,998>1,997, atau jika angka probabilitas dibandingkan, maka 0,000<0,05, sehingga hipotesis yang menyatakan ada hubungan antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi signifikan. Ini berarti koefisien yang diperoleh dapat digeneralisasikan pada populasi siswa SMA GAMA

d. Pengujian Hipotesis IV

  1) Rumusan Hipotesis Ho : Tidak ada hubungan antara fasilitas belajar siswa dengan prestasi belajar akuntasi Ha : Ada hubungan antara fasilitas belajar siswa dengan prestasi belajar akuntasi

  2) Pengujian Hipotesis IV Pengujian hipotesis yang menyatakan ada hubungan positif antara fasilitas belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi, diuji dengan menggunakan statistik nonparametrik koefisien korelasi Spearman. Untuk menghitung koefisien korelasi antara fasilitas belajar siswa (X ) dengan prestasi

  4

  belajar akuntansi (Y), penulis menggunakan bantuan program SPSS 12. Adapun hasil dari perhitungan tersebut disajikan pada tabel berikut:

Tabel 5.10 Hasil Pengujian Hubungan Antara Fasilitas Belajar Siswa dengan Prestasi Belajar Akuntansi Correlations

  Fasilitas Prestasi Spearman's rho Fasilitas Correlation Coefficie 1,000 ,531** Sig. (2-tailed)

  . ,000

N

  68

  68 Prestasi Correlation Coefficie ,531** 1,000 Sig. (2-tailed) ,000 .

N

  68

  68 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  Dari tabel di atas, diketahui nilai r hitung variabel fasilitas belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi sebesar 0,531.

  Angka tersebut menunjukkan cukup tingginya korelasi fasilitas belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi. Bila diinterpretasikan dalam tabel interpretasi nilai r maka akan terletak pada kategori sedang, yaitu pada range 0,40-0,599 (Sugiyono, 2007:250). Tanda (+) menunjukkan adanya arah hubungan yang sama yaitu semakin positif fasilitas belajar siswa maka semakin tinggi prestasi belajar akuntansi.

  Hipotesis diterima jika r >r . Diketahui r pada db

  hitung tabel tabel

  66 (68-2) dari hasil interpolasi sebesar 0,239 (Ghozali, 2005:291). Karena r hitung >r tabel yaitu 0,531>0,239, maka hipotesis IV yang menyatakan ada hubungan antara fasilitas belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi diterima.

  Pengujian bahwa nilai r signifikan atau tidak, digunakan uji t dengan taraf signifikansi 5%. Perhitungan harga t hitung adalah sebagai berikut :

  r n

  2  t = 2 1  r

  , 531

  68

  2  t = 2

  1  , 531 , 531 ( 8 , 124038405 ) t =

  1  , 281961 , 531 ( 8 , 124038405 ) t =

  , 847371819 t = 5,090875453 (pembulatan menjadi 5,091)

  Hipotesis signifikan jika t >t atau jika nilai

  hitung tabel

  probabilitas <0,05. Dari hasil perhitungan diatas, diketahui harga t hitung sebesar 5,091 dan harga t tabel untuk db 66 (68-2) pada taraf signifikansi 5% sebesar 1,997 (Ghozali, 2005:291). Apabila t hitung dibandingkan dengan t tabel maka diperoleh hasil 5,091>1,997, atau jika angka probabilitas dibandingkan, maka 0,000<0,05, sehingga hipotesis yang menyatakan ada hubungan antara fasilitas belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi signifikan. Ini berarti koefisien yang diperoleh dapat digeneralisasikan pada populasi siswa SMA GAMA Yogyakarta.

C. Pembahasan

1. Hubungan antara Persepsi Siswa Tentang Variasi Gaya Mengajar Guru dengan Prestasi Belajar Akuntansi.

  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis pertama yang mengatakan bahwa ada hubungan antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dengan prestasi belajar akuntansi diterima, berarti dapat dikatakan bahwa ada hubungan antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dengan prestasi belajar akuntansi. Artinya semakin tinggi persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru maka semakin tinggi prestasi belajar akuntansi. Pernyataan ini berdasarkan hasil analisis statistik nonparametrik koefisien korelasi Spearman, diketahui r sebesar 0,389 termasuk dalam kategori korelasi rendah

  hitung

  yaitu pada range 0,20-0,399 (Sugiyono, 2007:250), r hitung yaitu 0,389 lebih besar dari r tabel yaitu 0,239 (Ghozali, 2005:291) sehingga hipotesis tersebut diterima. Hasil uji signifikansi dengan uji t menunjukkan bahwa t hitung yaitu 3,430 lebih besar dari t tabel yaitu 1,997 (Ghozali, 2005:291) atau bila dilihat dari angka probabilitasnya maka 0,001<0,05, sehingga hipotesis tersebut signifikan.

  Persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru mempunyai hubungan yang positif dan signifikan terhadap prestasi belajar akuntansi. Jika persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru tinggi maka akan tinggi pula prestasi belajar akuntansi. Signifikan demikian, tinggi rendahnya prestasi belajar akuntansi dapat diprediksi dari presepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru.

  Analisis deskripsi data menunjukkan bahwa presepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru adalah tinggi yaitu sebanyak 23 siswa (33,82%). Dengan demikian apabila variasi gaya mengajar guru ditingkatkan atau diberikan variasi gaya mengajar dalam proses belajar mengajar sesuai situasi dan kondisi lingkungan pembelajar maka pada gilirannya prestasi belajar akuntansi juga akan meningkat. Maka variasi gaya mengajar guru merupakan salah satu faktor yang penting dalam upaya pencapaian prestasi belajar akuntansi yang optimal.

  Variasi gaya mengajar guru seperti misalnya penggunaan variasi suara saat mengajar, pemusatan perhatian, kesenyapan, mengadakan kontak pandang, gerakan badan dan mimik, serta pergantian posisi guru di dalam kelas saat mengajar bila sudah dilakukan oleh seorang guru maka dapat mengurangi kebosanan siswa dalam proses belajar mengajar, sehingga siswa tersebut mempunyai peluang yang besar untuk memperoleh prestasi belajar akuntansi yang tinggi.

2. Hubungan antara Disiplin Siswa dengan Prestasi Belajar Akuntansi.

  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis kedua yang mengatakan bahwa ada hubungan antara disiplin siswa dengan prestasi belajar akuntansi diterima, berarti dapat dikatakan bahwa ada hubungan tinggi disiplin siswa maka semakin tinggi prestasi belajar akuntansi. Pernyataan ini berdasarkan hasil analisis statistik nonparametrik koefisien korelasi Spearman, diketahui r hitung sebesar 0,604 termasuk dalam kategori korelasi tinggi yaitu pada range 0,60-0,799 (Sugiyono, 2007:250), r yaitu 0,604 lebih besar dari r yaitu 0,239 (Ghozali,

  hitung tabel

  2005:291) sehingga hipotesis tersebut diterima. Hasil uji signifikansi dengan uji t menunjukkan bahwa t hitung yaitu 6,157 lebih besar dari t tabel yaitu 1,997 (Ghozali, 2005:291) atau bila dilihat dari angka probabilitasnya maka 0,000<0,05, sehingga hipotesis tersebut signifikan.

  Disiplin siswa mempunyai hubungan yang positif dan signifikan terhadap prestasi belajar akuntansi. Jika disiplin siswa tinggi maka akan tinggi pula prestasi belajar akuntansi. Signifikan menunjukkan bahwa hasil kesimpulan berlaku pada populasi. Dengan demikian, tinggi rendahnya prestasi belajar akuntansi dapat diprediksi dari disiplin siswa.

  Analisis deskripsi data menunjukkan bahwa disiplin siswa adalah tinggi yaitu sebanyak 23 siswa (33,82%). Disiplin dalam hal ini adalah disiplin dalam hal penggunaan waktu belajar, disiplin dalam mengerjakan tugas-tugas, disiplin dalam melaksanakan jadwal belajar dan disiplin dalam hal melaksanakan peraturan sekolah yang berlaku. Apabila berbagai macam disiplin tersebut ditingkatkan maka pada siswa merupakan salah satu faktor yang penting dalam pencapaian prestasi belajar akuntansi yang optimal.

3. Hubungan antara Motivasi Belajar Siswa dengan Prestasi Belajar Akuntansi.

  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis ketiga yang mengatakan bahwa ada hubungan antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi diterima, berarti dapat dikatakan bahwa ada hubungan antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi. Artinya semakin tinggi motivasi belajar siswa maka akan semakin tinggi prestasi belajar akuntansi. Pernyataan ini berdasarkan hasil analisis statistik nonparametrik koefisien korelasi Spearman, diketahui r hitung sebesar 0,524 termasuk dalam kategori korelasi sedang yaitu pada range 0,40-0,599 (Sugiyono, 2007:250), r hitung yaitu 0,524 lebih besar dari r tabel yaitu 0,239 (Ghozali, 2005:291) sehingga hipotesis tersebut diterima. Hasil uji signifikansi dengan uji t menunjukkan bahwa t hitung yaitu 4,998 lebih besar dari t tabel yaitu 1,997 (Ghozali, 2005:291) atau bila dilihat dari angka probabilitasnya maka 0,000<0,05, sehingga hipotesis tersebut signifikan.

  Motivasi belajar siswa mempunyai hubungan yang positif dan signifikan terhadap prestasi belajar akuntansi. Jika motivasi belajar siswa tinggi maka akan tinggi pula prestasi belajar akuntansi. Signifikan menunjukkan bahwa hasil kesimpulan berlaku pada populasi. Dengan demikian, tinggi rendahnya prestasi belajar akuntansi dapat diprediksi dari motivasi belajar siswa.

  Analisis deskripsi data menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa adalah sangat tinggi yaitu sebanyak 53 siswa (77,94%). Dengan demikian apabila motivasi belajar siswa dalam hal ini adalah kemampuan untuk mengikuti pelajaran, kerelaan menyediakan waktu untuk belajar, ketekunan siswa dalam belajar, dan keinginan menguasai materi ditingkatkan pada akhirnya prestasi belajar akuntansi juga akan lebih meningkat. Maka motivasi belajar siswa merupakan salah satu faktor yang penting dalam upaya pencapaian prestasi belajar akuntansi yang optimal.

  Oleh karena itu dalam proses belajar mengajar di sekolah seorang guru perlu memberikan motivasi agar siswa dapat belajar dengan sungguh-sungguh. Siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi terhadap pelajaran yang diterimanya tentu akan sungguh- sungguh menekuni pelajaran tersebut. Tingginya motivasi belajar siswa dapat dilihat dari tingginya kegiatan belajar siswa dan ketekunan siswa dalam segala hal. Meningkatnya motivasi siswa terhadap pelajaran, khususnya pelajaran akuntansi akan mempermudah siswa dalam menguasi materi dan selanjutnya hal tersebut dapat meningkatkan prestasi belajar akuntansi.

4. Hubungan antara Fasilitas Belajar Siswa dengan Prestasi Belajar Akuntansi.

  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis keempat yang mengatakan bahwa ada hubungan antara fasilitas belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi diterima, berarti dapat dikatakan bahwa ada hubungan antara fasilitas belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi. Artinya semakin tinggi fasilitas belajar siswa maka semakin tinggi prestasi belajar akuntansi. Pernyataan ini berdasarkan hasil analisis statistik nonparametrik koefisien korelasi Spearman, diketahui r sebesar 0,531 termasuk dalam kategori korelasi sedang yaitu pada

  hitung

  range 0,40-0,599 (Sugiyono, 2007:250), r hitung yaitu 0,531 lebih besar dari r tabel yaitu 0,239 (Ghozali, 2005:291) sehingga hipotesis tersebut diterima. Hasil uji signifikansi dengan uji t menunjukkan bahwa t hitung yaitu 5,091 lebih besar dari t tabel yaitu 1,997 (Ghozali, 2005:291) atau bila dilihat dari angka probabilitasnya maka 0,000<0,05, sehingga hipotesis tersebut signifikan.

  Fasilitas belajar siswa mempunyai hubungan yang positif dan signifikan terhadap prestasi belajar akuntansi. Jika fasilitas belajar siswa tinggi maka akan tinggi pula prestasi belajar akuntansi. Signifikan menunjukkan bahwa hasil kesimpulan berlaku pada populasi. Dengan demikian, tinggi rendahnya prestasi belajar akuntansi dapat diprediksi dari fasilitas belajar siswa. Analisis deskripsi data menunjukkan bahwa fasilitas belajar siswa adalah sangat tinggi yaitu sebanyak 26 siswa (38,24%). Dengan demikian apabila fasilitas belajar siswa dalam hal ini adalah tersedianya perlengkapan belajar seperti alat tulis dan buku pelajaran, adanya ruang belajar, adanya meja dan kursi belajar, adanya penerangan yang baik dan adanya ventilasi udara pada akhirnya prestasi belajar akuntansi juga akan lebih meningkat. Maka fasilitas belajar siswa merupakan salah satu faktor yang penting dalam upaya pencapaian prestasi belajar akuntansi yang optimal.

  Tersedianya fasilitas belajar yang memadai akan dapat lebih memudahkan siswa untuk meraih prestasi belajar yang optimal. Apa yang menjadi kebutuhan siswa dalam kaitannya dengan kegiatan belajar mencukupi dan dimiliki siswa itu sendiri maka dapat membantu siswa untuk mencapai prestasi belajar akuntansi yang optimal. Fasilitas belajar yang lengkap akan memudahkan siswa dalam belajar.

BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan analisis data dan pembahasan di bab sebelumnya, hubungan

  antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru, disiplin siswa, motivasi belajar siswa, dan fasilitas belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi pada SMA GAMA Yogyakarta, maka dapat ditarik kesimpulan:

  1. Terdapat hubungan yang lemah antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dengan prestasi belajar akuntansi. Bila diinterpretasikan dalam tabel interpretasi nilai r maka akan terletak pada kategori rendah, yaitu pada range 0,20-0,399. Terdapat hubungan positif antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dengan prestasi belajar akuntansi. Hasil ini didukung oleh perhitungan koefisien korelasi sebesar 0,389, r hitung >r tabel sehingga hipotesis tersebut diterima. Serta hasil perhitungan statistik yang menunjukkan bahwa nilai probabilitas koefisien korelasi sebesar 0,001<0,05, angka probabilitas<0,05 sehingga hipotesis tersebut signifikan. Artinya, tinggi rendahnya prestasi belajar akuntansi dapat diprediksi dari persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru.

  2. Terdapat hubungan yang kuat antara disiplin siswa dengan prestasi belajar akuntansi. Bila diinterpretasikan dalam tabel interpretasi nilai r maka akan terletak pada kategori kuat, yaitu pada range 0,60-0,799. Terdapat hubungan positif antara disiplin siswa dengan prestasi belajar akuntansi Hasil ini didukung oleh perhitungan koefisien korelasi sebesar 0,604, r >r sehingga hipotesis tersebut diterima. Serta hasil perhitungan

  hitung tabel

  statistik yang menunjukkan bahwa nilai probabilitas koefisien korelasi

  3. signifikan. Artinya, tinggi rendahnya prestasi belajar akuntansi dapat diprediksi dari disiplin siswa.

  4. Terdapat hubungan yang cukup kuat antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi. Bila diinterpretasikan dalam tabel interpretasi nilai r maka akan terletak pada kategori sedang, yaitu pada range 0,40- 0,599. Terdapat hubungan positif antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi. Hasil ini didukung oleh perhitungan koefisien korelasi sebesar 0,524, r hitung >r tabel sehingga hipotesis tersebut diterima. Serta hasil perhitungan statistik yang menunjukkan bahwa nilai probabilitas koefisien korelasi sebesar 0,000<0,05, angka probabilitas<0,05 sehingga hipotesis tersebut signifikan. Artinya, tinggi rendahnya prestasi belajar akuntansi dapat diprediksi dari motivasi belajar siswa.

  5. Terdapat hubungan yang cukup kuat antara fasilitas belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi. Bila diinterpretasikan dalam tabel interpretasi nilai r maka akan terletak pada kategori sedang, yaitu pada range 0,40- 0,599. Terdapat hubungan positif antara fasilitas belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi. Hasil ini didukung oleh perhitungan koefisien korelasi sebesar 0,531, r hitung >r tabel sehingga hipotesis tersebut diterima. Serta hasil perhitungan statistik yang menunjukkan bahwa nilai probabilitas koefisien korelasi sebesar 0,000<0,05, angka probabilitas<0,05 sehingga hipotesis tersebut signifikan. Artinya, tinggi rendahnya prestasi belajar akuntansi dapat diprediksi dari fasilitas belajar siswa.

  B. Keterbatasan Penelitian

  Dalam melakukan penelitian ini, penulis telah berusaha semaksimal mungkin namun masih terdapat pula keterbatasan. Keterbatasan yang menjadi kendala bagi penulis yaitu penulis menyadari adanya kemungkinan ketidakjujuran siswa dalam menjawab kuesioner. Jika ternyata responden menjawab tidak jujur, maka hasil penelitian ini tentu tidak memberikan gambaran yang obyektif.

  C. Saran-saran

  Berdasarkan kesimpulan di atas, maka peneliti mencoba mengajukan beberapa saran sebagai berikut:

  1. Variasi gaya mengajar guru dalam deskripsi di depan termasuk dalam kategori tinggi maka hendaknya variasi gaya mengajar guru perlu untuk dipertahankan dan ditingkatkan lagi sehingga masuk dalam kategori sangat tinggi. Perlu diingat penilaian variasi gaya mengajar guru tersebut berdasarkan persepsi siswa sehingga apa yang dialami siswa setiap hari dalam proses belajar mengajar mereka tuangkan dalam pengisian kuesioner sehingga dimungkinkan mereka memberikan jawaban sesuai dengan apa yang mereka rasakan. Dalam proses belajar mengajar jika variasi gaya mengajar guru terus diusahakan untuk dilakukan maka akan dapat mengurangi kebosanan siswa dalam proses belajar mengajar di kelas sehingga dapat menumbuhkan minat siswa untuk belajar.

  2. Disiplin siswa dalam deskripsi di depan termasuk dalam kategori tinggi maka perlu untuk dipertahankan dan ditingkatkan lagi sehingga masuk dalam kategori sangat tinggi. Disiplin siswa hendaknya mulai ditanamkan waktu dan keteraturan melaksanakan jadwal yang telah dibuat. Dengan menanamkan kedisiplin belajar sejak dini maka siswa akan terbiasa dengan kedisiplinan tersebut sehingga prestasi belajar siswa akan meningkat. Disiplin siswa dapat dilakukan dalam hal penggunaan waktu belajar, disiplin dalam mengerjakan tugas-tugas, disiplin dalam melaksanakan jadwal belajar dan disiplin dalam hal melaksanakan peraturan sekolah yang berlaku.

  3. Motivasi belajar siswa dalam deskripsi di depan termasuk dalam kategori sangat tinggi. Hal tersebut merupakan suatu kelebihan yang dimiliki oleh siswa siswi SMA GAMA Yogyakarta, dengan kelebihan tersebut hendaknya siswa siswi dapat mempertahankan terus guna memperoleh prestasi belajar yang optimal. Motivasi belajar dapat dilalukan dalam hal kemampuan untuk mengikuti pelajaran, kerelaan menyediakan waktu untuk belajar, ketekunan siswa dalam belajar, dan keinginan menguasai materi.

  4. Fasilitas belajar siswa dalam deskripsi di depan termasuk dalam kategori sangat tinggi. Hal tersebut merupakan suatu kelebihan yang dimiliki oleh siswa siswi SMA GAMA Yogyakarta, dengan kelebihan tersebut hendaknya siswa siswi dapat mempertahankan terus guna memperoleh prestasi belajar yang optimal. Fasilitas belajar siswa dalam hal ini adalah tersedianya perlengkapan belajar seperti alat tulis dan buku pelajaran, adanya ruang belajar, adanya meja dan kursi belajar, adanya penerangan yang baik dan adanya ventilasi udara pada akhirnya prestasi belajar akuntansi juga akan lebih meningkat.

  

DAFTAR PUSTAKA

Ali Imron.1996. Belajar Pembelajaran. Jakarta: Pustaka Jaya.

  Arief S. Sadiman. 1985. Media Pengajaran. Jakarta: CV. Rajawali. Arikunto, Suharsimi. 1990. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.

  Jakarta: Rineka Cipta.

  C. Rahayuningsih. 2003. Hubungan Antara Persepsi Siswa Terhadap Variasi

  Mengajar Guru dengan Prestasi Belajar Akuntansi . Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Dimyati dan Mudjiono. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rieka Cipta. Djarwanto, 1995. Statistik Nonparametrik. Yogyakarta : BPFE. Elida Prayitno. 1989. Motivasi Dalam Belajar. Jakarta: Depdikbud. Franscisca Lasmintorini. 2005. Hubungan Antara Persepsi Siswa tentang Variasi

  Gaya Mengajar Guru, Disiplin Siswa dan Motivasi Belajar Siswa dengan Prestasi Belajar Akuntansi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma

  Yogyakarta. Fransciscus Xaverius Yusti Subroto. 2005. Hubungan Antara Persepsi Siswa

  tentang Variasi Gaya Mengajar Guru, Minat Belajar Akuntansi, dan Fasilitas Belajar Siswa dengan Prestasi Belajar Akuntansi. Yogyakarta:

  Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program SPSS.

  Semarang : Universitas Diponegoro. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1976. Jakarta: Balai Pustaka. Linda L Davidoff. 1981. Psikologi Suatu Pengantar. Jakarta: Erlangga. Listi Anna Wati. 2004. Hubungan Antara motivasi Belajar, Disiplin Belajar, dan

  Bimbingan Guru dengan Prestasi Belajar Siswa . Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Mahmud, M. Dimyati. 1989. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Depdikbud. Masdijo, 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah, Kanisius:Yogyakarta.

  Miftah Thoha. 1983. Perilaku Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta:

  Moedjiono. 1992. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : PPLPTK Depdikbud. Moh. Ali. 1984. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: CV. Sinar Baru Bandung.

  Oemar Hamalik. (1994). Media Pendidikan. Bandung : PT. Citra Aditya Bakti. Popham, J. 1992. Teknik Mengajar Secara Sistematis. Jakarta : Rineka Cipta. Purwanto, Ngalim M. 1992. Psikologi Pendidikan. Bandung: CV. Remadja Karya.

  Raflis Kosasi. 1984. Keterampilan Mengadakan Variasi. Jakarta: Depdikbud. Sardiman, A.N. 1989. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : C.V.

  Rajawali. Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Bisnis. Bandung : Alfabeta.. Syah, Muhibbin. 1997. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

  Winkel, W.S. 1996. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta : PT.

  Gramedia.

  

LAMPIRAN I

KUESIONER

  KUESIONER I

  Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini sesuai dengan keadaan saudara yang sebenarnya, dengan memberi tanda ( √) pada bagian jawaban yang telah tersedia disamping pertanyaan ini dengan alternatif jawaban :

   S : Selalu  Srg : Sering  Kdg : Kadang-kadang  TP : Tidak Pernah

1. Instrumen Persepsi Siswa Tentang Variasi Gaya Mengajar Guru No Pertanyaan Tentang Variasi Gaya Jawaban mengajar Guru S Srg Kdg TP

  1 Guru dalam menerangkan tidak menggunakan suara yang bervariasi (keras- lemah, tinggi-rendah)

  2 Guru tidak menggunakan penekanan atau intonasi dalam menerangkan sehingga para murid menjadi tidak dapat membedakan mana bagian yang penting dan mana yang tidak.

  3 Guru mengubah volume suaranya sehingga berirama, menarik, dan tidak membosankan.

  4 Pandangan guru merata ke seluruh kelas.

  5 Guru dalam menerangkan berusaha mendekati siswa sesuai dengan situasi dan kondisi yang diperlukan.

  6 Guru mengadakn perubahan mimik dan gerak (tersenyum, mengangguk, mengerutkan dahi, dll) untuk memperjelas penyajiannya.

  7 Pada saat para siswa merasa bosan, guru menyelingi pelajaran dengan gurauan.

KUESIONER II

  Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dengan memberikan tanda silang ( X ) pada salah satu alternatif jawaban !

  2. Instrumen Disiplin Siswa Keteraturan waktu dalam belajar 1. Saya akan belajar....

  a. Setiap hari.

  b. Setiap hari kecuali hari libur.

  c. Beberapa hari menjelang ujian.

  d. Sehari sebelum ujian.

  2. Saya belajar di rumah dalam sehari selama....

  b. 3- 4 jam.

  c. 2- 3 jam.

  d. 1-2 jam.

  e. Kurang dari 1 jam.

  Teknik/ cara belajar yang baik 3. Berkaitan dengan materi pelajaran yang diberikan oleh guru, saya....

  a. Selalu mengulang materi pelajaran sepulang sekolah.

  b. Sering mengulang materi pelajaran sepulang sekolah.

  c. Kadang-kadang mengulang materi pelajaran sepulang sekolah.

  d. Tidak pernah mengulang materi pelajaran sepulang sekolah.

  4. Berkaitan dengan materi pelajaran yang diberikan oleh guru, saya....

  a. Selalu mengulang materi pelajaran pada malam hari.

  b. Sering mengulang materi pelajaran pada malam hari. c. Kadang-kadang mengulang materi pelajaran pada malam hari.

  d. Tidak pernah mengulang materi pelajaran pada malam hari.

  5. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru saya, karena....

  a. Memang ada niat untuk mengerjakannya dan merasa mengerjakan tugas itu penting bagi saya.

  b. Suatu kewajiban saya sebagai siswa untuk mengerjakan tugas.

  c. Dimarahi guru sehingga terpaksa mengerjakannya sendiri.

  d. Terpaksa sehingga selalu mencontek pekerjaan teman.

  6. Datang lebih awal ke sekolah saya lakukan agar dapat mempersiapkan diri dalam menerima pelajaran, yaitu....

  a. 30 menit sebelum pelajaran dimulai.

  b. 15 menit sebelum pelajaran dimulai.

  c. 5 menit sebelum pelajaran dimulai.

  d. Terlambat 5 menit.

  Perencanaan jadwal dalam belajar 7. Supaya saya lebih siap mengikuti pelajaran pada esok hari, maka....

  a. Malamnya belajar pelajaran esok hari.

  b. Malamnya hanya menyiapkan jadwal pelajaran esok hari saja.

  c. Malamnya tidur saja.

  d. Malamnya nonton televisi sampai larut malam.

  8. Saya membawa buku mata pelajaran akuntansi dan perlengkapan belajar pada saat mengikuti pelajaran di sekolah, karena....

  a. Keinginan saya untuk membawanya dan saya menyadari bahwa buku itu diperlukan dalam proses belajar mengajar.

  b. Kewajiban saya sebagai siswa.

  c. Daripada tidak membawa apa-apa ke sekolah.

  d. Disuruh membawa kalau tidak disuruh maka tidak akan membawanya.

  Pelaksanaan peraturan sekolah

  9. Bagaimana apabila saya tidak masuk sekolah ? a. Membuat surat ijin yang syah karena tidak dapat masuk sekolah.

  b. Minta ijin secara langsung kepada Bapak / Ibu Guru di kelas.

  c. Menyuruh teman untuk mengijinkan.

  d. Tidak usah minta kepada siapapun.

  10. Yang akan saya rasakan apabila saya mengumpulkan tugas kepada Bapak / Ibu Guru tidak tepat waktu, adalah....

  a. Merasa bersalah dan berusaha untuk tepat waktu.

  b. Merasa bersalah tetapi usaha untuk tepat waktu.

  c. Malu dan tanpa usaha sedikitpun.

  d. Cuek saja.

  3. Instrumen Motivasi Belajar Siswa

  Kemampuan untuk mengikuti pelajaran 1. Yang akan saya lakukan di sekolah untuk kemajuan studi, adalah....

  a. Datang dan mengikuti pelajaran dengan baik di sekolah.

  b. Datang ke sekolah hanya untuk ngobrol di kelas.

  c. Datang di sekolah tetapi jarang masuk ke kelas untuk belajar.

  d. Tidak pernah datang ke sekolah.

  2. Bila saya tidak / kurang jelas dengan materi yang dijelaskan oleh guru maka yang akan saya lakukan, adalah....

  a. Bertanya kepada guru atau teman sekaligus berusaha mencari jawaban dari buku kemudian mendiskusikannya.

  b. Bertanya kepada teman dan mendiskusikannya.

  c. Diam saja tetapi berusaha mencari jawaban di buku.

  d. Diam saja tanpa usaha.

  Kerelaan menyediakan waktu untuk belajar 3. Saya akan meluangkan waktu untuk belajar, karena....

  a. Saya merasa mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak akan sangat bermanfaat bagi masa depan saya.

  b. Saya merasa butuh (ujian, PR, atau tugas-tugas).

  c. Disuruh orang tua untuk belajar.

  d. Tidak ada kegiatan lain yang lebih menarik bagi saya.

  4. Jika saya merasa belum siap belajar di sekolah, maka yang akan saya lakukan, adalah....

  a. Mempersiapkan diri dirumah dengan sebaik-baiknya dan memperhatikan pelajaran di kelas dengan baik.

  b. Mempersiapkan pelajaran di kelas dengan baik.

  c. Diam saja dan tanpa usaha.

  d. Membuat onar atau gaduh di dalam kelas.

  Ketekunan

  5. Bila prestasi saya kurang memuaskan dan saya mendapat teguran, yang akan saya lakukan, adalah....

  a. Dengan rela akan memperbaikinya.

  b. Marah walaupun pada akhirnya akan memperbaikinya.

  c. Marah dan tanpa usaha.

  d. Cuek saja dan tanpa usaha sedikitpun.

  6. Penjelasan dari guru tentang materi pelajaran akan saya catat, karena...

  a. Saya merasa perlu dan membutuhkan catatan untuk dipelajari kembali.

  b. Tidak punya buku dan bisa untuk belajar.

  c. Daripada melamun di dalam kelas.

  d. Dimarahi dan disuruh guru.

  Keinginan untuk menguasai materi 7. Alasan saya belajar giat, adalah....

  a. Ingin menambah ilmu pengetahuan dan ketrampilan sekaligus mencapai hasil yang maksimal.

  b. Ingin mendapatkan rangking di kelas.

  c. Hanya ingin bersaing dengan teman.

  d. Takut dimarahi guru.

  8. Bila saya mengalami kesulitan dalam belajar, maka yang akan saya lakukan adalah....

  a. Mendiskusikannya dengan teman kemudian diperjelas lagi untuk meyakinkannya dengan bantuan guru.

  b. Mendiskusikannya dengan teman dan berusaha menyelesaikan bersama sehingga beban menjadi lebih ringan.

  c. Berusaha mengatasinya sendiri tanpa bantuan orang lain sehingga butuh waktu lebih lama.

  d. Diam saja dan tanpa usaha.

  9. Saya belajar giat agar naik kelas atau bisa lulus dengan hasil yang memuaskan, karena....

  a. Saya benar-benar ingin belajar dan mendapat hasil yang memuaskan.

  b. Kewajiban saya sebagai seorang siswa.

  c. Terpaksa tetapi masih ada niat untuk belajar.

  d. Terpaksa dan malas melakukannya.

  4. Instrumen Fasilitas Belajar Peralatan sekolah 1. Saya memiliki buku-buku wajib untuk mata pelajaran akuntansi....

  a. Semua

  c. Sebagian kecil

  b. Sebagian besar

  d. Tidak punya sama sekali

  2. Dalam mencatat, saya memisahkan antara pelajaran satu dengan pelajaran yang lain....

  a. Semua

  c. Sebagian kecil

  b. Sebagian besar

  d. Sedikit sekali

  3. Saya menggunakan buku tulis tersendiri untuk mengerjakan tugas rumah....

  a. Semua mata pelajaran

  c. Sebagian kecil

  b. Sebagian mata pelajaran

  d. Sedikit sekali

  4. Alat-alat tulis seperti bollpoin, pensil, penghapus, dan lain-lain yang saya miliki sekarang adalah....

  a. Memiliki lengkap

  c. Memiliki tidak lengkap

  b. Memiliki kurang lengkap

  d. Tidak memiliki

  Ruangan belajar 5. Ketersediaan ruangan khusus untuk belajar sendiri..

  a. Ada ruangan tersendiri untuk saya belajar.

  b. Saya belajar diruang belajar bersama.

  c. Saya belajar diruang keluarga.

  d. Saya belajar diruang tamu.

  

LAMPIRAN II

UJI RELIABILITAS –

  

VALIDITAS

  

UJI RELIABILITAS - VALIDITAS

1. PERSEPSI SISWA TENTANG VARIASI GAYA MENGAJAR GURU Reliability Warnings The covariance matrix is calculated and used in the analysis. Case Processing Summary

  N % Cases Valid 30 100.0 a

  Excluded .0 Total 30 100.0 a.

  Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized

  Alpha Items N of Items .682 .686

  20

  Item Statistics 2.83 .950

  30 3.00 .743 30 2.83 .986 30 3.13 .730 30 2.80 .714 30 2.93 .785 30 3.03 .765 30 2.97 .850 30 2.93 .907 30 3.30 .651 30 2.87 .937 30 2.83 .791 30 2.53 .937 30 2.90 .845 30 3.77 .504 30 3.20 .997 30 2.70 .877 30 3.40 .894 30 3.13 .860 30 3.20 .610 30 ps1 ps2 ps3 ps4 ps5 ps6 ps7 ps8 ps9 ps10 ps11 ps12 ps13 ps14 ps15 ps16 ps17 ps18 ps19 ps20 Mean Std. Deviation N

  Item-Total Statistics 57.47 32.257 .526 .804 .638 57.30 33.666 .536 .826 .644 57.47 31.085 .617 .827 .624 57.17 34.557 .436 .644 .654 57.50 33.569 .575 .717 .642 57.37 33.068 .571 .742 .639 57.27 35.926 .254 .613 .671 57.33 35.471 .261 .671 .670 57.37 34.171 .362 .812 .659 57.00 38.138 .034 .647 .689 57.43 37.426 .047 .536 .695 57.47 36.051 .227 .740 .674 57.77 40.254 -.193 .727 .720 57.40 36.179 .191 .834 .678 56.53 37.706 .142 .758 .680 57.10 34.714 .267 .752 .670 57.60 37.283 .073 .681 .690 56.90 38.645 -.055 .697 .704 57.17 34.764 .329 .721 .663 57.10 37.817 .086 .681 .685 ps1 ps2 ps3 ps4 ps5 ps6 ps7 ps8 ps9 ps10 ps11 ps12 ps13 ps14 ps15 ps16 ps17 ps18 ps19 ps20

  Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if

  Item Deleted

Corrected

Item-Total

Correlation

  Squared Multiple Correlation Cronbach's

  Alpha if Item Deleted Scale Statistics

  60.30 38.838 6.232

  20 Mean Variance Std. Deviation N of Items

2. DISIPLIN SISWA Reliability Warnings The covariance matrix is calculated and used in the analysis. Case Processing Summary

  30 100.0 .0 30 100.0 Valid

  Excluded a

  Total Cases N % Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  a.

  Reliability Statistics .831 .833

  11 Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized

  Items N of Items Item Statistics

  2.60 .932

  

30

2.20 .997

30

2.07 .785

30

2.20 .887

30

3.20 .847

30

2.57 .858

30

3.03 .809

30

3.43 .858

30

3.27 .944

30

3.70 .750

30

3.00 1.114

30

ds1 ds2 ds3 ds4 ds5 ds6 ds7 ds8 ds9 ds10 ds11

  Mean Std. Deviation N

  

Inter-Item Correlation Matrix

1.000 .572 .509 .601 .236 .509 .476 .181 .204 -.227 .332 .572 1.000 .335 .382 .319 .548 .505 .177 .308 -.102 .000

  .509 .335 1.000 .674 .550 .351 .377 .212 .068 .152 .355 .601 .382 .674 1.000 .358 .254 .423 .335 .264 .093 .140 .236 .319 .550 .358 1.000 .455 .242 .541 .319 .152 .439 .509 .548 .351 .254 .455 1.000 .369 .357 .573 .220 .180 .476 .505 .377 .423 .242 .369 1.000 .277 .394 .074 .191 .181 .177 .212 .335 .541 .357 .277 1.000 .491 .316 .397 .204 .308 .068 .264 .319 .573 .394 .491 1.000 .409 .295

  • .227 -.102 .152 .093 .152 .220 .074 .316 .409 1.000 .041 .332 .000 .355 .140 .439 .180 .191 .397 .295 .041 1.000 ds1 ds2 ds3 ds4 ds5 ds6 ds7 ds8 ds9 ds10 ds11 ds1 ds2 ds3 ds4 ds5 ds6 ds7 ds8 ds9 ds10 ds11 The covariance matrix is calculated and used in the analysis.

  Item-Total Statistics 28.67 29.402 .566 .770 .811 29.07 29.720 .486 .556 .819 29.20 30.303 .587 .754 .811 29.07 29.720 .568 .751 .811 28.07 29.789 .594 .618 .809 28.70 29.390 .631 .710 .806 28.23 30.461 .547 .415 .814 27.83 30.213 .535 .518 .814 28.00 29.586 .537 .675 .814 27.57 33.978 .166 .460 .842 28.27 30.202 .372 .592 .833 ds1 ds2 ds3 ds4 ds5 ds6 ds7 ds8 ds9 ds10 ds11

  Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if

  Item Deleted Corrected Item-Total Correlation

  Squared Multiple Correlation Cronbach's

  Alpha if Item Deleted Scale Statistics

  31.27 35.995 6.000

  11 Mean Variance Std. Deviation N of Items

3. MOTIVASI BELAJAR SISWA Reliability Warnings The covariance matrix is calculated and used in the analysis. Case Processing Summary

  30 100.0 .0 30 100.0 Valid

  Excluded a

  Total Cases N % Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  a.

  Reliability Statistics .893 .891

  10 Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized

  Items N of Items Item Statistics

  3.73 .640

  

30

3.23 .817

30

3.07 1.015

30

2.33 .758

30

3.00 1.017

30

3.30 .877

30

3.43 .935

30

3.43 .971

30

3.10 .885

30

3.47 .860

30

mb1 mb2 mb3 mb4 mb5 mb6 mb7 mb8 mb9 mb10 Mean Std. Deviation N

  

Inter-Item Correlation Matrix

1.000 .519 .560 .119 .318 .332 .373 .359 .414 .672 .519 1.000 .646 .371 .705 .284 .495 .563 .587 .379

  .560 .646 1.000 .329 .635 .597 .622 .739 .684 .516 .119 .371 .329 1.000 .581 -.156 .130 .219 .360 .123 .318 .705 .635 .581 1.000 .232 .399 .558 .728 .394 .332 .284 .597 -.156 .232 1.000 .593 .490 .538 .265 .373 .495 .622 .130 .399 .593 1.000 .621 .488 .383 .359 .563 .739 .219 .558 .490 .621 1.000 .710 .369 .414 .587 .684 .360 .728 .538 .488 .710 1.000 .344 .672 .379 .516 .123 .394 .265 .383 .369 .344 1.000 mb1 mb2 mb3 mb4 mb5 mb6 mb7 mb8 mb9 mb10 mb1 mb2 mb3 mb4 mb5 mb6 mb7 mb8 mb9 mb10 The covariance matrix is calculated and used in the analysis.

  Item-Total Statistics 28.37 35.275 .562 .622 .888 28.87 32.602 .716 .652 .878 29.03 29.482 .857 .776 .866 29.77 36.461 .319 .491 .901 29.10 30.852 .714 .771 .877 28.80 34.097 .497 .656 .892 28.67 32.230 .645 .554 .882 28.67 30.989 .742 .688 .875 29.00 31.448 .778 .752 .873 28.63 34.033 .516 .549 .891 mb1 mb2 mb3 mb4 mb5 mb6 mb7 mb8 mb9 mb10

  Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if

  Item Deleted Corrected Item-Total Correlation

  Squared Multiple Correlation Cronbach's

  Alpha if Item Deleted Scale Statistics

  32.10 39.955 6.321

  10 Mean Variance Std. Deviation N of Items

4. FASILITAS BELAJAR SISWA Reliability Warnings The covariance matrix is calculated and used in the analysis. Case Processing Summary

  N % Cases Valid 29 100.0 a

  Excluded .0 Total 29 100.0 a.

  Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized

  Alpha Items N of Items .713 .709

  8 Item Statistics Mean Std. Deviation N fb1 3.00 .845

  

29

fb2 3.17 .966

  

29

fb3 2.83 1.136

  

29

fb4 3.24 .830

  

29

fb5 2.83 1.104

  

29

fb6 3.45 1.055

  

29

fb7 3.03 .626

  

29

fb8 3.38 .728

  

29

  

Inter-Item Correlation Matrix

1.000 .262 .223 .254 .268 .280 .405 .174 .262 1.000 .484 .347 .364 .132 .108 .056

  .223 .484 1.000 .349 .289 .097 .260 -.004 .254 .347 .349 1.000 .320 .117 -.154 .493 .268 .364 .289 .320 1.000 .375 .267 .395 .280 .132 .097 .117 .375 1.000 .084 .329 .405 .108 .260 -.154 .267 .084 1.000 -.030 .174 .056 -.004 .493 .395 .329 -.030 1.000 fb1 fb2 fb3 fb4 fb5 fb6 fb7 fb8 fb1 fb2 fb3 fb4 fb5 fb6 fb7 fb8 The covariance matrix is calculated and used in the analysis.

  Item-Total Statistics 21.93 14.709 .441 .324 .677 21.76 14.047 .456 .336 .673 22.10 13.525 .415 .373 .684 21.69 14.793 .438 .499 .678 22.10 12.596 .570 .385 .642 21.48 14.473 .336 .239 .702 21.90 16.667 .239 .363 .712 21.55 15.756 .345 .418 .696 fb1 fb2 fb3 fb4 fb5 fb6 fb7 fb8

  Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if

  Item Deleted Corrected Item-Total Correlation

  Squared Multiple Correlation Cronbach's

  Alpha if Item Deleted Scale Statistics

  24.93 18.281 4.276

  8 Mean Variance Std. Deviation N of Items

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG PROFESIONALISME GURU DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA DIKLAT AKUNTANSI
0
5
107
BAB II PERSEPSI SISWA, VARIASI GAYA MENGAJAR GURU
0
5
30
HUBUNGAN VARIASI MENGAJAR GURU DAN GAYA BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMK SWASTA PAB-3 MEDAN T.P 2015/2016.
0
4
26
HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TENTANG KREATIVITAS MENGAJAR GURU DAN PEMANFAATAN FASILITAS BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMK SWASTA NUSANTARA LUBUK PAKAM T.P 2014/2015.
0
3
26
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG PROFESIONALISME GURU DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG PROFESIONALISME GURU DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA DIKLAT AKUNTANSI SISWA JURUSAN AKU
0
0
18
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR SISWA, KINERJA MENGAJAR GURU, PERHATIAN ORANG TUA, DAN LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG SISWA KELAS XI SMK YPKK 3 SLEMAN TAHUN AJARAN 2016/2017.
0
0
217
PENGARUH CARA MENGAJAR GURU, KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA, DAN SUASANA BELAJAR TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PLC DI SMK MUDA PATRIA KALASAN.
0
2
124
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG METODE MENGAJAR GURU, FASILITAS BELAJAR, DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK AUDIO VIDEO DI SMK N 3 YOGYAKARTA.
0
0
238
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG ATRAKSI INTERPERSONAL GURU, FASILITAS BELAJAR DAN LINGKUNGAN BELAJAR DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X SMK MUHAMMADIYAH PRAMBANAN TAHUN AJARAN 2012/2013.
0
0
152
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG METODE MENGAJAR GURU, FASILITAS BELAJAR, DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK AUDIO VIDEO DI SMKN 3 YOGYAKARTA.
0
0
1
HUBUNGAN ANTARA KEDISIPLINAN SISWA, MOTIVASI BELAJAR DAN GAYA BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP SE-KECAMATAN PIYUNGAN TAHUN AJARAN 20132014
0
0
8
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TERHADAP KEMAMPUAN MENGAJAR GURU, KEAKTIFAN BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP N 2 SALAM
0
0
8
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG PROGRAM PENDIDIKAN GRATIS DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA JURUSAN AKUNTANSI DI SMK NEGERI 3 SUKOHARJO
0
1
18
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TERHADAP GAYA KEPEMIMPINAN GURU FISIKA DALAM MENGAJAR DI KELAS DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA
0
0
143
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG VARIASI GAYA MENGAJAR GURU, PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI
0
0
148
Show more