Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
0
168
10 months ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI

TERHADAP KEMAMPUAN MENGAPLIKASI DAN MENGANALISIS

PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V

SD KANISIUS SOROWAJAN YOGYAKARTA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Disusun oleh:

MARITA RAHAYU

  

091134015

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

2013

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

MOTTO DAN HALAMAN PERSEMBAHAN

Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakkan, dan

bertekunlah dalam doa. Roma 12:12.

There are so many people out there who will tell you that you

can’t. What you’ve got to do is turn around and say “watch me.”

  • -unknown-

    No one is born to lose. Everyone is born to win. And the biggest

    difference that separates the one from the other is the

    willingness to learn, to change, and to growth.

  • -Yulikuspartono-

  Karya ilmiah sederhana ini Penulis persembahkan kepada:

  

1. Tuhan Yesus Kristus yang selalu memberkati dan menyertai setiap

langkahku, serta mendengarkan dan mengabulkan permohonanku.

  2. Bunda Maria perantara segala rahmat.

  

3. Kedua orangtua, Kakak dan Adikku yang selalu memberikan

semangat dan banyak dukungan.

  

4. Semua sahabat yang selalu memberikan banyak dukungan dan

bantuan.

  5. Almamaterku Universitas Sanata Dharma.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRAK

Rahayu, Marita. 2013. Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan

mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius

Sorowajan Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  

Kata kunci: inkuiri, kemampuan mengaplikasi, kemampuan mengingat, mata

pelajaran IPA.

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode

inkuiri pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana terhadap kemampuan

1) mengaplikasi dan 2) menganalisis pada siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan

Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013.

  Desain penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental design tipe

non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa

kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta. Sample terdiri dari kelas VA

sebanyak 36 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VB sebanyak 36 siswa

sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa satu soal essai untuk

kemampuan mengaplikasi dan satu soal essai untuk kemampuan menganalisis.

  

Pengumpulan data dilakukan dengan memberi soal pretest dan posttest,

kemudian diolah menggunakan program IBM SPSS Statistics 20 for Windows.

Ada beberapa tahapan dalam pengujian, antara lain: 1) uji perbedaan pretest, 2)

uji kenaikan skor pretest ke posttest, 3) uji selisih skor posttest, 4) uji besar

pengaruh, 5) uji beda posttest I dan posttest II baik kelompok kontrol maupun

kelompok eksperimen.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) metode inkuiri berpengaruh secara

signifikan terhadap kemampuan mengaplikasi. Hal ini ditunjukkan dengan nilai

sebesar 0,008 atau (p < 0,05) dengan nilai M = 0,58, SE = 0,11

  Sig. (2-tailed)

untuk kelompok eksperimen dan M = 0,07, SE = 0,15 untuk kelompok kontrol. 2)

metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan

menganalisis . Hal ini ditunjukkan dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,294 atau

(p > 0,05) dengan nilai M = 0,26, SE = 0,13 untuk kelompok eksperimen dan nilai

= 0,07, SE = 0,12 untuk kelompok kontrol.

  M

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRACT

Rahayu, Marita. 2013. The effect of using inquiry method on the application and

th

analyze ability on science in 5 grade Kanisius Sorowajan Yogyakarta

Elementary School. Skripsi. Yogyakarta: Sanata Dharma University.

  Key word: inquiry, ability to apply, ability to remember, science subject.

  This research aim to determine the effect of using inquiry method in

science subject at part simple machine toward the ability to apply and to analyze

th

at 5 grade student at Kanisius Sorowajan Elementary School Yogyakarta at

2012/2013 academic year.

  The type of research that use in this study is quasi-experimental and the

type is non-equivalent control group design. The population of this research are

th

students in 5 grade in Kanisius Sorowajan Yogyakarta elementary School. The

sample divided into 36 students at class V A as experimental class and 36 students

at class V B as control class. The research instrument consist of two essay, the

first for ability to apply and the second for ability to analyze. The data collect by

give the student tasks to fill the essay (pretest and posttest). The data processing

in this research using IBM SPSS statistics 20 for Windows. There are some test to

get the main purpose of this research: 1) test pretest differences, 2) increase in

test scores pretest to posttest, 3) test the difference in posttest scores, 4) test the

influence, 5) different test posttest I and posttest II both the control group and the

experimental group.

  The result showed that 1) the method of inquiry significantly affects the

ability to apply. This indicated by the sig. (2-tailed) that show value 0,008 or (p <

0,05) with M = 0,58, and SE = 0,11 for experimental group, and M = 0,07, SE =

0,15 for control group. 2) the method of inquiry does not significantly affects the

ability to analize. This indicated by the sig. (2-tailed) that show value 0,294 or (p

> 0,05) with M = 0,26 and SE = 0,13 for experimental group, and M = 0,07, SE

= 0,12 for control group.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala rahmat, kasih,

dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan tepat

waktu. Skripsi dengan judul “Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri Terhadap

Kemampuan Mengaplikasi dan Menganalisis Mata Pelajaran IPA Kelas V SD

Kanisius Sorowajan Yogyakarta” disusun sebagai syarat untuk memperoleh gelar

sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

  Penulis menyadari bahwa terselesaikannya skripsi ini tidak terlepas dari

dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan segenap hati

dan rasa syukur penulis mengucapkan terima kasih kepada:

  1. Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  2. G. Ari Nugrahanta, SJ, S.S., BST, M.A., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, sekaligus dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan motivasi dengan penuh kesabaran dan kebijaksanaan dari awal peyusunan hingga selesai.

  3. E. Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D., selaku Wakaprodi PGSD.

  4. Agnes Herlina Dwi Hadiyanti, S.Si., M.T., M.Sc., selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan motivasi dengan penuh kesabaran dan kebijaksanaan dari awal hingga akhir penyusunan skripsi.

  

5. Brigitta Erlita Tri A., S.Psi., M.Psi., selaku dosen penguji III yang telah

banyak memberikan masukkan dan saran untuk skripsi ini.

  6. B. Suwardi, S. Pd, selaku Kepala Sekolah SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta yang telah memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian di SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.

  7. Yanuar Setyarso, S.Pd., selaku guru mitra SD peneliti yang sudah banyak

membantu peneliti sehingga penelitian dapat berjalan dengan lancar.

  8. Siswa kelas VA dan VB SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta yang telah bekerjasama dan bersedia menjadi subjek peneltian sehingga penelitian berjalan lancar.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  9. Sekretariat PGSD yang telah membantu proses perijinan penelitian sampai skripsi ini selesai.

  10. Kedua orangtua terkasih, Stepanus Tukimin dan Yosepine Sukiyem yang selalu memberikan dukungan dan doa kepada penulis.

  11. Adik dan Kakak terkasih, Fx. Selamet Waluyo dan Eko Hadi Susanto atas semangat, motivasi dan doanya.

  

12. Sahabat terkasih, Freddy N. Wetty atas motivasi, dukungan dan doanya.

  13. Teman-teman penelitian kolaboratif payung IPA (Era, Santi, Ika, Dita, Ica, Yuni, Berek, Shiro, Pram, Erming, Ulin, Lia, Danang, Sri) yang memberi banyak masukkan dan bantuan kepada penulis dalam melakukan penelitian dan menyelesaikan karya skripsi ini.

  14. Teman-teman kos Sang Lebun I (Dita, Esti, Tina, Cathrine, Wulan, Mbak Danik, Denok, Mbak Ratih, Mbak Desi, Mbak Hesti, Mbak Nia & Anik) yang telah memberikan semangat dan dukungan selama kuliah. Terima kasih atas kebersaannya selama ini sehingga penulis merasa menemukan keluarga baru di Yogyakarta.

  15. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, terima kasih atas semuanya.

  Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan skripsi ini, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Namun, penulis berharap karya ilmiah sederhana ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa Universitas Sanata Dharma.

  Penulis

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  DAFTAR ISI Judul

  Halaman

HALAMAN JUDUL ............................................................................................ i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .................................................. ii

HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iii

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN .................................................. iv

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .............................................................. v

PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ................................................. vi

ABSTRAK ........................................................................................................... vii

ABSTRACT ........................................................................................................... viii

KATA PENGANTAR ......................................................................................... ix

DAFTAR ISI ........................................................................................................ xi

DAFTAR TABEL ................................................................................................ xiii

DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ xv

BAB I. PENDAHULUAN ...................................................................................

  1 1.1 Latar Belakang Penelitian ........................................................................

  1 1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................

  3 1.3 Tujuan penelitian .......................................................................................

  4 1.4 Manfaat Penelitian ...................................................................................

  4 BAB II. LANDASAN TEORI .............................................................................

  5 2.1 Kajian Pustaka ..........................................................................................

  5

2.1.1 Teori-teori yang relevan ...............................................................

  5

2.1.1.1 Metode Inkuiri ..............................................................................

  5

  2.1.1.2 Proses Kognitif ............................................................................. 13

2.1.1.3 Ilmu Pengetahuan Alam ...............................................................

  16

2.1.1.4 Materi Pesawat Sederhana ............................................................

  16 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya ..........................................................................

  21

2.2.1 Penelitian-penelitian tentang Inkuiri ............................................

  21

2.2.2 Penelitian tentang Kemampuan kognitif ......................................

  23

  2.2.3 Literature Map ............................................................................. 25 2.3 Kerangka Berpikir ..........................................................................................

  25 2.4 Hipotesis Penelitian ........................................................................................

  27 BAB III METODE PENELITIAN .......................................................................

  28 3.1 Jenis Penelitian .........................................................................................

  28 3.2 Setting Penelitian .......................................................................................

  29

  3.2.1 Lokasi Penelitian ............................................................................. 29

  3.2.2 Waktu Pengambilan Data ................................................................ 30 3.3 Populasi dan Sampel .................................................................................

  31 3.4 Variabel Penelitian ...................................................................................

  31

  3.5 Definisi Operasional ................................................................................. 32

  3.6 Instrumen Penelitian ................................................................................. 33

  3.7 Uji Validitas dan Reliabilitas ................................................................... 34

  3.8 Teknik Pengumpulan Data ....................................................................... 37 3.9 Teknik Analisis Data ................................................................................

  38

  3.9.1 Uji Normalitas ................................................................................. 38

3.9.2 Uji Hipotesis .................................................................................

  38

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3.9.2.1 Menguji Perbedaan Skor Pretest .................................................. 38

  3.9.2.2 Uji Perbedaan Skor Pretest Dan Posttest ..................................... 39

3.9.2.3 Uji Perbedaan Skor Pretest Dan Posttest ......................................

  39

  3.9.2.4 Uji Besarnya Pengaruh Metode Inkuiri ........................................ 39

  3.9.2.5 Retensi pengaruh metode inkuiri .................................................. 40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .....................................

  41 4.1 Hasil Penelitian ........................................................................................

  41

4.1.1 Pengaruh Penggunaan Inkuiri Terhadap Kemampuan Mengaplikasi ...

  41 Kemampuan Mengaplikasi ...................

  44

  4.1.1.1 Uji Perbedaan Skor Pretest Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengaplikasi .. 45

  4.1.1.2 Uji Perbedaan

4.1.1.3 Uji Selisih Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengaplikasi ..

  47

  4.1.1.4 Uji Besarnya Pengaruh Metode Inkuiri terhadap Kemampuan Mengaplikasi ................................................................................ 48

  4.1.1.5 Retensi Pengaruh Metode Inkuiri terhadap Kemampuan Mengaplikasi ................................................................................ 49

4.1.2 Pengaruh Penggunaan Inkuiri Terhadap Kemampuan Menganalisis ......

  50

4.1.2.1 Uji Perbedaan skor Pretest Kemampuan Menganalisis ......................

  53

4.1.2.2 Uji Perbedaan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Menganalisis ....

  54

4.1.2.3 Posttest Kemampuan Menganalisis ........

  55 Uji Selisih Skor pretest ke

  4.1.24 Uji Besarnya Pengaruh Metode Inkuiri terhadap Kemampuan Menganalisis ................................................................................ 57

  4.1.2.5 Retensi Pengaruh Metode Inkuiri terhadap Kemampuan Menganalisis ........................................................................................

  58

  4.1.3 Rangkuman Hasil Penelitian ............................................................ 60

4.3 Pembahasan ........................................................................................................

  60

  4.2.1 Pengaruh Metode Inkuiri terhadap Kemampuan Mengaplikasi ...... 60

  4.2.2 Pengaruh Metode Inkuiri terhadap Kemampuan Menganalisis ...... 61 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ...............................................................

  63

5.1 Kesimpulan ........................................................................................

  64

  5.2 Keterbatasan Penelitian ...................................................................... 64

5.3 Saran ...................................................................................................

  64 DAFTAR REFERENSI .......................................................................................

  65 LAMPIRAN .........................................................................................................

  68

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  DAFTAR TABEL Halaman

Tabel 1. Rincian jumlah siswa tiap kelas .............................................................. 30

  Tabel 2. Jadwal Pengambilan Data ......................................................................

  30 Tabel 3. Matriks Pengembangan Instrumen .........................................................

  34 Tabel 4. Hasil Uji Validitas dari Semua Variabel ................................................ 35

Tabel 5. Hasil Perhitungan Uji Validitas Instrumen dari Semua Aspek .............. 35

Tabel 6. Perhitungan Reliabilitas .........................................................................

  36 Tabel 7. Teknik Pengumpulan Data ..................................................................... 37 Tabel 8. Hasil Uji Normalitas Kemampuan Mengaplikasi. ..................................

  43 Tabel 9. Perbandingan Skor Pretest Kemampuan Mengaplikasi ......................... 45

Tabel 10. Perbandingan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengaplikasi .... 46

Tabel 11. Perbandingan Selisih Skor Kemampuan Mengaplikasi ....................... 48

Tabel 12. Hasil Perhitungan Besarnya Effect Size Kemampuan Mengaplikasi ... 49

Tabel 13. Hasil Uji Normalitas Posttest II Kemampuan Mengaplikasi ............... 50

Tabel 14. Perbandingan Skor Posttest I dan Posttest II

Kemampuan Mengaplikasi .................................................................................. 50

Tabel 15. Hasil Uji Normalitas Kemampuan Menganalisis ................................ 52

Tabel 16. Perbedaan Skor Pretest Kemampuan Menganalisis ............................ 53

Tabel 17. Perbandingan Skor Pretest Ke Posttest Kemampuan Menganalisis ... 54

Tabel 18. Perbandingan Selisih Skor Kemampuan Menganalisis ....................... 55

Tabel 19. Hasil Perhitungan Besarnya Effect Size Kemampuan Mengaplikasi .... 56

Tabel 20. Hasil Uji Normalitas Posttest II Kemampuan Menganalisis ............... 59

Tabel 21. Perbandingan Skor Posttest I dan Posttest II Kemampuan Menganalisis 59

Tabel 22. Rangkuman Perbandingan Skor Pretest .............................................. 60

Tabel 23. Rangkuman Perbandingan Skor Pretest Ke Posttest ........................... 60

Tabel 24. Rangkuman Perbandingan Skor Posttest ............................................. 60

Tabel 25. Rangkuman Perbandingan Skor Besarnya Pengaruh (Effect Size) ...... 60

Tabel 26. Rangkuman Perbandingan Skor Posttest I ke Posttest II ..................... 60

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  DAFTAR GAMBAR Halaman

Gambar 1. Prinsip kerja pengungkit golongan I ................................................... 17

  Gambar 2. Alat yang menggunakan prinsip pengungkit golongan I ....................

  17 Gambar 3. Prinsip kerja pengungkit golongan II .................................................

  18 Gambar 4. Alat yang menggunakan prinsip pengungkit golongan II ..................

  18 Gambar 5. Prinsip kerja pengungkit golongan III ................................................

  18 Gambar 6. Alat yang menggunakan prinsip pengungkit golongan III .................

  19 Gambar 7. Alat-alat yang menggunakan prinsip bidang miring ..........................

  19 Gambar 8. Katrol tetap ................................................................................. ........

  20 Gambar 9. Katrol bebas.........................................................................................

  20 Gambar 10. Katrol Majemuk ............................................................................... 21

Gambar 11. Roda berporos pada sepeda .............................................................. 21

Gambar 12. Literature Map dari Penelitian yang Dahulu .................................... 24

Gambar 13. Desain Penelitian .............................................................................. 29

Gambar 14. Pemetaan Variabel ............................................................................ 32

Gambar 15. Grafik Perbandingan antara skor pretest dan posttest pada kelompok

kontrol dan eksperimen kemampuan mengaplikasi ............................................. 48

Gambar 16. Grafik perbandingan pretest, posttest I, dan posttest II

kemampuan mengaplikasi ................................................................................... 51

Gambar 17. Grafik Perbandingan antara skor pretest dan posttest pada kelompok

kontrol dan eksperimen kemampuan menganalisis .............................................. 57

Gambar 18. Grafik perbandingan pretest, posttest I, dan posttest II

pada kemampuan menganalisis ............................................................................ 59

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR LAMPIRAN

halaman

Lampiran 1. Silabus Kelompok Kontrol ........................................................... 69

  

Lampiran 2. Silabus Kelompok Eksperimen .................................................... 72

Lampiran 3. RPP Kelompok Kontrol ............................................................... 75

Lampiran 4. RPP Kelompok Eksperimen ......................................................... 84

Lampiran 5. Soal Essai Penelitian ..................................................................... 100

Lampiran 6. Kunci Jawaban .............................................................................. 102

Lampiran 7. Rubrik Penilaian ............................................................................ 103

Lampiran 8. Hasil Analisis SPSS Uji Validitas ........................................................... 105

Lampiran 9. Hasil Analisis SPSS Uji Reliabilitas ....................................................... 107

Lampiran 10. Tabulasi Nilai Pretest, Posttest I, dan Posttest II .................................. 108

Lampiran 11. Rekapitulasi Nilai ....................................................................... 114

Lampiran 12. Uji Normalitas Data Kemampuan Mengaplikasi ........................ 115

Lampiran 13. Uji Beda Pretes Kemampuan Mengaplikasi .............................. 116

Lampiran 14. Uji Kenaikan Skor Pretes ke Posttes Kemampuan

Mengapikasi ...................................................................................................... 117

Lampiran 15. Uji Normalitas Selisih Pretes ke Posttes Kemampuan

Mengaplikasi ..................................................................................................... 118

Lampiran 16. Uji Selisih Pretest dan Posttest Kemampuan Mengaplikasi ....... 119

Lampiran 17. Uji Normalitas Data Kemampuan Menganalisis ........................ 120

Lampiran 18. Uji Beda Pretes Kemampuan Menganalisis ............................... 121

Lampiran 19. Uji Kenaikkan Skor Pretes ke Posttes Kemampuan

Menganalisis ..................................................................................................... 122

Lampiran 20. Uji Normalitas Selisih Pretes ke Posttes Kemampuan

Menganalisis ..................................................................................................... 123

Lampiran 21. Uji Selisih Pretest dan Posttest Kemampuan Menganalisis ...... 124

Lampiran 22. Uji Normalitas Data Posttest II .................................................. 125

Lampiran 23. Uji Retensi Pengaruh Metode Inkuiri Kemampuan

Mengaplikasi ..................................................................................................... 126

Lampiran 24. Uji Retensi Pengaruh Metode Inkuiri Kemampuan

Menganalisis ..................................................................................................... 127

Lampiran 25. Uji Besar Pengaruh Metode Inkuiri (Effect Size)

Kemampuan Mengaplikasi ............................................................................... 128

Lampiran 26. Uji Besar Pengaruh Metode Inkuiri (Effect Size)

Kemampuan Menganalisis ................................................................................ 129

Lampiran 27. Lembar Kerja Siswa ................................................................... 130

Lampiran 28. Hasil Jawaban Anak ................................................................... 145

Lampiran 29. Foto-foto Penelitian di SDK Sorowajan Yogyakarta

Kelas Kontrol .................................................................................................... 149

Lampiran 30. Surat Izin Penelitian .................................................................... 151

Lampiran 31. Surat Keterangan Penelitian ....................................................... 152

Lampiran 32. Daftar Riwayat Hidup ................................................................. 153

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN Pada Bab I ini akan dibahas latar belakang penelitian, rumusan masalah,

  

tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. Bagian-bagian tersebut akan dijelaskan

sebagai berikut.

1.1 Latar Belakang Penelitian

  Pendidikan dasar merupakan pendidikan yang paling utama dan paling

penting bagi setiap orang karena akan berpengaruh terhadap tingkat

perkembangan dan pengetahuan seseorang ke dalam tahap berikutnya. Karena itu,

proses pendidikan menjadi hal yang vital serta tidak terlepas dari proses

pembelajaran yang ada di sekolah. Pada kegiatan pengajaran yang dilakukan oleh

seorang guru, ia harus mampu menggerakkan siswanya untuk aktif (student

centered learning) berperan dalam setiap proses pembelajaran. Salah satu mata

pelajaran wajib di sekolah dasar adalah mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam

(IPA). Peserta didik harus diperkenalkan dengan IPA sebagai mata pelajaran yang

menarik karena bisa membantu untuk memahami tentang dunia dan diri sendiri

(Jarvis dalam Fauziah, 2011:99). Pada proses pembelajaran, siswa hendaknya

bukan sebagai penerima informasi, melainkan siswa sendiri yang menemukan

informasi juga dapat mengaplikasikan dan menganalisis suatu informasi yang

didapatnya. Hal ini dikarenakan pembelajaran IPA merupakan pembelajaran yang

dapat berhubungan langsung dengan lingkungan sekitar. Selain itu hendaknya IPA

juga menjadi salah satu pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan

kognitif pada tahap mengaplikasi dan menganalisis.

  Hasil wawancara yang dilakukan terhadap guru kelas V dan observasi

kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran IPA kelas VA dan VB SD Kanisius

Sorowajan pada tanggal 11 dan 18 Januari 2013, peneliti menemukan bahwa

pembelajaran IPA yang dilakukan oleh guru masih bersifat tradisional.

Pembelajaran yang dilakukan masih berpusat pada guru (teacher centered

learning ), model pembelajaran kurang bervariasi, cenderung monoton

menggunakan metode ceramah dan mencatat. Selain itu, guru lebih

mementingkan penghafalan materi yang dipelajari bukan pada pemahaman. Peran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

siswa dalam proses pembelajaran IPA masih sangat kurang. Siswa tidak diberi

permasalahan untuk dipecahkan melainkan hanya berperan sebagai penerima

informasi saja. Dominasi guru dalam proses pembelajaran tersebut menyebabkan

siswa lebih banyak diam, bukan mencari dan menemukan sendiri pengetahuan,

serta tidak mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan. Hal ini menyebabkan

siswa menjadi pasif dan perkembangan proses kognitif pada kemampuan

mengaplikasi dan menganalisis kurang dikembangkan. Padahal semestinya

kemampuan mengaplikasi dan menganalisis siswa hendaknya mulai digali dan

dikembangkan ketika siswa berada pada pendidikan dasar karena akan

berpengaruh pada perkembangan dan pengetahuan siswa pada tahap berikutnya.

  Berdasarkan hasil wawancara dan observasi kegiatan belajar-mengajar yang

dilakukan di SD Kanisius Sorowajan, peneliti menemukan adanya kesenjangan

antara kondisi yang seharusnya dialami oleh siswa dalam proses pembelajaran

  

IPA dengan kenyataan yang ada di kelas. Kemampuan kognitif peserta didik yang

seharusnya dapat dikembangkan pada tingkat yang lebih tinggi, seperti

mengaplikasi dan menganalisis (bukan hanya menghafal) tidak dikembangkan

sebagaimana mestinya. Kesenjangan yang terjadi diduga karena metode

pembelajaran yang digunakan oleh guru di kelas hanya terfokus pada metode

ceramah. Kondisi ini mengakibatkan siswa sulit untuk mengembangkan

kemampuan mengaplikasi dan menganalisis dengan menemukan informasi

sendiri. Hal tersebut menjadikan proses pembelajaran di kelas menjadi kurang

menarik dan siswa belum dapat mengembangkan kemampuan kognitifnya pada

tingkat yang lebih tinggi.

  Berdasarkan realitas pembelajaran IPA yang belum sesuai dengan yang

diharapkan yaitu rendahnya kemampuan kognitif mengaplikasi dan menganalisis,

perlu diujicobakan suatu metode pembelajaran yang dapat menempatkan siswa

sebagai subjek belajar, mengembangkan kemampuan berpikir kognitif siswa yaitu

mengaplikasi dan menganalisis, serta mengembangkan keterampilan siswa dalam

  

IPA. Ada beberapa metode pembelajaran yang dapat menempatkan siswa sebagai

subjek dalam belajar, mengembangkan kemampuan berpikir kognitif dan

keterampilan siswa dalam IPA. Metode inkuiri merupakan salah satu jawaban

yang tepat sebagai solusi bagi permasalah pada penelitian ini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Mahmudatussa’adah (2011:117) berpendapat bahwa inkuiri bukan hanya metode

atau pendekatan pembelajaran, melainkan juga sebuah filosofi belajar. Peserta

didik dilatih untuk selalu bertanya kemudian menentukan strategi atau cara

menjawab, menganalisis dan akhirnya menemukan jawaban dari pertanyaannya.

Dalam pembelajaran dengan inkuiri, siswa didorong untuk belajar sebagian besar

melalui keterlibatan aktif dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip, dan guru

mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang

memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri sendiri. Jadi dalam

pembelajaran dengan inkuiri, siswa betul-betul ditempatkan sebagai subjek

belajar. Dari beberapa metode inkuri yang ada, metode inkuri yang akan

digunakan dalam penelitian ini adalah metode inkuiri terbimbing dengan tujuh

langkah. Hal ini karena siswa SD masih memerlukan banyak pengarahan dan

petunjuk dari guru dalam belajar dengan metode inkuiri.

  Penelitian ini dibatasi pada pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap

kemampuan mengaplikasi dan menganalisis dalam mata pelajaran IPA materi

pesawat sederhana pada siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta tahun

  

pelajaran 2012/2013. Kemampuan mengaplikasi dan menganalisis diukur dari

hasil pretest dan posttest. Kelas yang dipakai dalam penelitian ini adalah kelas

  

VA dan VB. Standar kompetensi yang digunakan yaitu Standar Kompetensi 5.

Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya. Kompetensi

Dasar yang digunakan adalah 5.2 Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat

membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat. Jenis penelitian yang digunakan

dalam penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimental dengan tipe non-

equivalent control group design.

1.2 Rumusan Masalah

  

1.2.1 Apakah penerapan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan

mengaplikasi pada mata pelajaran IPA materi pembelajaran pesawat sederhana siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan tahun pelajaran 2012/2013?

  

1.2.2 Apakah penerapan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan

menganalisis pada mata pelajaran IPA materi pembelajaran pesawat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sederhana siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan tahun pelajaran 2012/2013?

1.3 Tujuan Penelitian

  

1.3.1 Mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan

pada mata pelajaran IPA materi pembelajaran pesawat mengaplikasi sederhana siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan tahun pelajaran 2012/2013.

1.3.2 Mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan

  menganalisis pada mata pelajaran IPA materi pembelajaran pesawat sederhana siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan tahun pelajaran 2012/2013.

1.4 Manfaat Penelitian

  1.4.1 Bagi Peneliti Peneliti mendapat pengalaman baru dalam menerapkan metode inkuiri pada pelajaran IPA sehingga dapat lebih memahami metode inkuiri dan menjadi inspirasi bagi peneliti untuk menggunakan metode inkuiri dalam melakukan pembelajaran di kelas.

  1.4.2 Bagi Guru Guru mendapatkan pengalaman dalam menerapkan pembelajaran IPA dengan metode inkuiri dan diharapkan dapat dikembangkan untuk pembelajaran lainnya sehingga dapat menambah variasi mengajar guru dalam menggunakan metode pembelajaran.

  1.4.3 Bagi Siswa Siswa mendapatkan pengalaman yang baru dalam belajar dengan menggunakan metode inkuiri khususnya pada materi pesawat sederhana. Metode inkuiri dapat mengembangkan kemampuan berpikir siswa sampai ke level kognitif yang lebih tinggi.

  1.4.4 Bagi Sekolah Dapat menambah bahan bacaan terkait dengan penelitian khususnya materi pesawat sederhana dengan menggunakan metode inkuiri dan dapat meningkatkan wawasan warga di sekolah tentang metode pembelajaran.

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

BAB II

LANDASAN TEORI Pada Bab II ini akan dibahas kajian pustaka, hasil penelitian yang relevan,

kerangka berpikir, dan hipotesis tindakan. Pada bagian kajian pustaka akan

dipaparkan teori-teori yang relevan yaitu metode inkuiri, proses kognitif, dan Ilmu

Pengetahuan Alam (IPA). Pada penelitian sebelumnya akan dibahas penelitian-

penelitian tentang inkuiri, penelitian tentang kemampuan proses kognitif, dan

literature map . Kerangka berpikir berisi kerangka teoritis yang menghubungkan

variabel-variabel penelitian. Hipotesis berisi jawaban sementara dari rumusan

masalah penelitian.

  2.1 Kajian Pustaka

  2.1.1 Teori-teori yang Relevan

  2.1.1.1 Metode Inkuiri

  1. Pengertian Metode Inkuiri Pembelajaran yang optimal tercapai jika pembelajaran memberikan pengaruh

positif dalam perkembangan kognitif siswa. Metode pembelajaran memiliki

keterkaitan dengan kegiatan belajar yang dilakukan guru dalam proses

pembelajaran. Metode mengajar digunakan guru sebagai cara penyampaian materi

pembelajaran kepada siswa. Metode pembelajaran menurut Yamin (2009:145)

berfungsi sebagai cara untuk menyajikan, menguraikan, memberi contoh, dan

memberi latihan kepada peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Terdapat banyak metode pembelajaran yang digunakan guru dalam proses

pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Salah satu

metode yang dapat menempatkan siswa sebagai subjek belajar dan dapat

mengembangkan kemampuan berpikir kognitif adalah metode inkuiri.

  Metode inkuiri menurut Sanjaya (2006:194) adalah rangkaian kegiatan

pembelajaran yang menekankan proses berpikir secara kritis dan analitis untuk

mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertayakan.

Menurut Gulo (2004:84-85) inkuiri berarti suatu rangkaian kegiatan belajar yang

melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, dan analitis, sehingga mereka dapat

merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.

  Adapun Piaget (dalam Mulyasa, 2006:108) mengemukakan bahwa metode

inkuiri merupakan metode yang mempersiapkan peserta didik pada situasi untuk

melakukan eksperimen sendiri secara luas agar melihat apa yang terjadi, ingin

melakukan sesuatu, mengajukan pertanyaan-pertanyaan, dan mencari jawaban

sendiri, serta menghubungkan penemuan yang satu dengan yang lain,

membandingkan apa yang ditemukannya dengan yang ditemukan peserta didik

lain. Selanjutnya Hanafiah dan Suhana (dalam Fitriana, dkk., 2013) menjelaskan

bahwa inkuiri merupakan suatu rangkaian yang melibatkan secara maksimal

seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki secara

sistematis, kritis, dan logis sehingga mereka dapat menemukan sendiri

pengetahuan, sikap, dan keterampilan sebagai wujud adanya perubahan perilaku.

  Ada beberapa hal yang menjadi ciri utama pembelajaran inkuiri menurut Sanjaya (2006:194-195) antara lain: 1) Metode inkuiri menekankan aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan. Dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya berperan sebagai penerima pelajaran melalui penjelasan guru secara verbal, tetapi mereka berperan untuk menemukan sendiri inti dari materi

pelajaran itu sendiri.

  2) Seluruh aktivitas siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri (self confidence). Dengan demikian, metode pembelajaran inkuiri menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar akan tetapi sebagai fasilitator dan motivator belajar siswa. 3) Tujuan utama dari pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. Dengan demikian, dalam metode inkuiri siswa tidak hanya dituntut menguasai materi pelajaran akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan kemampuan yang dimilikinya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan penjelasan di atas, dapat dikatakan bahwa metode inkuiri

merupakan suatu metode pembelajaran yang bersifat penemuan yang berpusat

pada siswa. Metode pembelajaran ini menuntut siswa untuk berpikir lebih

kompleks, yaitu siswa didorong untuk terlibat secara langsung untuk melakukan

inkuiri dengan merumuskan masalah, melakukan eksperimen, mengumpulkan

data, menganalisis data, dan menarik kesimpulan untuk menemukan jawaban dari

permasalahan.

  2. Prinsip Metode Inkuiri Beberapa prinsip dan penjelasannya yang harus diperhatikan guru dalam melakukan metode inkuiri menurut Sanjaya (2006:197-199) sebagai berikut.

  1) Berorientasi pada pengembangan intelektual Tujuan utama dari metode inkuiri adalah pengembangan kemampuan berpikir. Kriteria keberhasilan dari pembelajaran inkuri bukan ditentukan oleh sejauh mana siswa dapat mengusai materi pelajaran, akan tetapi sejauh mana siswa beraktivitas mencari dan menemukan sesuatu sendiri. 2) Prinsip interaksi Proses pembelajaran pada dasarnya adalah proses interaksi, baik interaksi antara siswa maupun interaksi siswa dengan guru, bahkan interaksi antara siswa dengan lingkungan. Pembelajaran sebagai proses interaksi berarti menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, tetapi sebagai pengatur lingkungan atau pengatur interaksi itu sendiri. Guru mengarahkan agar siswa bisa mengembangkan kemampuan berpikirnya melalui interaksi mereka. 3) Prinsip bertanya Peran yang harus dilakukan guru adalah sebagai penanya. Hal ini karena kemampuan siswa untuk menjawab pertanyaan adalah pada dasarnya merupakan bagian dari proses berpikir. Oleh sebab itu, kemampuan guru untuk bertanya dalam setiap langkah inkuiri sangat diperlukan. 4) Prinsip belajar untuk berpikir Belajar bukan hanya mengingat sejumlah fakta, akan tetapi belajar adalah proses berpikir (learning how to think) yakni proses

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mengembangkan potensi seluruh otak, baik otak kiri maupun otak kanan; baik otak reptil, otak limbik, maupun otak neokortek. Pembelajaran

berpikir adalah pemanfaatan dan penggunaan otak secara maksimal.

5) Prinsip keterbukaan Pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang menyediakan berbagai kemungkinan sebagai hipotesis yang harus dibuktikan kebenarannya. Dalam metode inkuiri, tugas guru adalah menyediakan ruang untuk memberikan kesempatan kepada siswa mengembangkan hipotesis dan secara terbuka membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukan.

  3. Jenis-jenis Metode Inkuiri Sund dan Trowbridge (dalam Mulyasa, 2006:109) mengemukakan tiga macam metode inkuiri sebagai berikut: 1) Inkuiri Terpimpin (guided inquiry)

  Pada inkuri terpimpin pelaksanaan penyelidikan dilakukan siswa berdasarkan petunjuk-petunjuk guru, petunjuk yang diberikan pada umumnya berbentuk pertanyaan-pertanyaan yang membimbing. 2) Inkuiri Bebas (free inquiry) Pada inkuiri bebas siswa melakukan penelitian sendiri bagaikan seorang ilmuwan. Masalah dirumuskan sendiri, eksprimen dilakukan sendiri dan kesimpulan konsep diperoleh sendiri. 3) Inkuiri Bebas yang Dimodifikasi (modified free inquiry) Pada inkuiri ini guru memberikan permasalahan dan kemudian siswa diminta memecahkan permasalahan tersebut melalui pengamatan, eksplorasi, dan prosedur penelitian. Berdasarkan pendapat di atas maka macam-macam metode inkuiri dapat

disimpulkan bahwa (1) metode inkuiri terbimbing atau terpimpin yaitu

pendekatan yang dilakukan pada peserta didik yang belum berpengalaman

menggunakan metode inkuiri, (2) metode inkuiri bebas yaitu siswa melakukan

penelitian seperti ilmuwan, dan (3) metode inkuiri bebas yang dimodifikasi yaitu

siswa diberi permasalahan dan kemudian siswa diminta memecahkan masalah

tersebut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berdasarkan ketiga macam metode inkuiri di atas, metode inkuiri yang cocok

digunakan dalam penelitian di SD adalah inkuiri terbimbing. Penerapan metode

inkuiri harus dengan bimbingan pendidik karena peserta didik belum mempunyai

pengalaman dengan kegiatan inkuiri. Dalam proses pembelajarannya peserta didik

terlibat aktif dalam menemukan konsep melalui petunjuk dari guru. Petunjuk

tersebut berupa pertanyaan yang bersifat membimbing dan ketika siswa

melakukan percobaan, siswa diberi penjelasan seperlunya.

  4. Metode Inkuiri Terbimbing Ambarsari, dkk. (2013:83) berpendapat bahwa pembelajaran inkuiri

terbimbing merupakan pembelajaran kelompok di mana siswa diberi kesempatan

untuk berpikir mandiri dan saling membantu teman yang lain. Sedangkan Amien

(1979:15) menjelaskan bahwa istilah inkuiri terbimbing digunakan apabila di

dalam kegiatan inkuiri guru menyediakan bimbingan/petunjuk yang cukup luas

kepada siswa. Siswa tidak merumuskan problema, petunjuk yang cukup luas

tentang bagaimana menyusun dan mencatat diberikan oleh guru. Dengan

demikian, metode inkuiri terbimbing merupakan metode inkuiri yang dilakukan

siswa dalam pembelajaran dengan masih banyak mendapat bimbingan dari guru

yang dalam prosesnya dilakukan bersama kelompok dan dapat saling membantu.

  Ada beberapa pendapat mengenai langkah-langkah pembelajaran dengan

menggunakan metode inkuiri terbimbing. Menurut Gulo (dalam Trianto,

2009:168) langkah-langkah pelaksanaan metode inkuiri adalah sebagai berikut.

1) Mengajukan pertanyaan atau permasalahan Kegiatan inkuiri dimulai ketika pertanyaan atau permasalahan diajukan.

  2) Merumuskan hipotesis Hipotesis adalah jawaban sementara atas pertanyaan atau solusi permasalahan yang dapat diuji dengan data. 3) Mengumpulkan data Hipotesis digunakan untuk menuntun proses pengumpulan data. Data yang dihasilkan dapat berupa tabel, matriks, atau grafik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4) Analisis data Siswa bertanggung jawab menguji hipotesis yang telah dirumuskan dengan menganalisis data yang diperoleh. 5) Membuat kesimpulan Langkah penutup dari pembelajaran inkuiri adalah membuat kesimpulan sementara berdasarkan data yang diperoleh siswa. Menurut Sanjaya (2006:199) proses pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Orientasi Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsif. Pada tahap ini guru menjelaskan topik, tujuan, dan hasil belajar yang diharapkan, menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan, menjelaskan pentingnya topik dan kegiatan belajar. 2) Merumuskan masalah Merumuskan masalah merupakan langkah mengajak siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki. Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang mendorong siswa untuk memecahkan teka-teki itu. Dalam merumuskan masalah, hal yang harus diperhatikan yaitu masalah harus dirumuskan sendiri oleh siswa. Masalah yang dikaji adalah masalah yang mengandung teka-teki. 3) Merumuskan hipotesis Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji. Potensi berpikir dimulai dari kemampuan setiap individu untuk menebak jawaban (berhipotesis) dari suatu permasalahan. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk mengembangkan kemampuan menebak jawaban (berhipotesis) pada anak adalah dengan mengajukan pertanyaan yang mendorong siswa untuk merumuskan jawaban sementara dari masalah yang dikaji. 4) Mengumpulkan data Mengumpulkan data merupakan aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Proses pengumpulan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  data memerlukan motivasi dalam belajar dan juga membutuhkan pertanyaan yang mendorong siswa untuk berpikir. Dalam tahap ini guru berperan dalam mengajukan pertanyaan yang mendorong siswa untuk berpikir mencari informasi yang dibutuhkan. 5) Menguji hipotesis Menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Menguji hipotesis berarti mengembangkan kemampuan berpikir rasional. Artinya, kebenaran jawaban bukan hanya berdasarkan argumentasi tetapi harus didukung oleh data yang ditemukan dan dapat dipertanggungjawabkan. 6) Merumuskan kesimpulan Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Untuk penelitian ini, langkah pembelajaran inkuiri terbimbing dirancang menjadi tujuh langkah sebagai berikut: 1) Orientasi Orientasi adalah langkah awal dari pembelajaran inkuiri yaitu membagi siswa dalam kelompok, menyampaikan masalah aktual yang berhubungan dengan suatu materi belajar, pendidik membagikan lembar kerja siswa (LKS) dan siswa mempelajarinya, menjelaskan langkah-langkah pembelajaran dengan metode inkuiri yang akan digunakan serta

menjelaskan media atau alat yang digunakan untuk pembelajaran.

2) Merumuskan masalah Peran pendidik pada langkah merumuskan masalah adalah membimbing peserta didik untuk merumuskan sendiri masalah atau pertanyaan. Peserta didik merumuskan permasalahan tentang materi dengan pertanyaan yang dapat dijawab “ya” atau “tidak” dan diawali dengan kata tanya “apakah”. Dalam menjawab pertanyaan tersebut, peserta didik harus melakukan percobaan. Pendidik juga harus mendorong peserta didik untuk menemukan jawaban sendiri dan membantu dalam mengkaji teori, konsep, atau prinsip.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3) Merumuskan hipotesis Hipotesis adalah jawaban sementara atas pertanyaan atau solusi permasalahan yang akan diujikan dengan data. Pada langkah ini peran guru adalah membimbing dengan pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk merumuskan jawaban sementara atau dapat merumuskan berbagai perkiraan kemungkinan jawaban dari permasalahan yang akan diuji. Hipotesis harus relevan dengan masalah yang diujikan. 4) Melakukan eksperimen Dalam langkah ini peserta didik dengan bimbingan guru mendiskusikan jenis percobaan yang akan diambil kemudian menentukan dan mengurutkan langkah-langkah percobaan. Setelah merumuskan langkah- langkah percobaan, peserta didik melakukan percobaan dan kemudian mengumpulkan data-data hasil dari pengamatan atau percobaan. Kemudian langkah terakhir adalah peserta didik melakukan analisis data. Dalam menganalisis data peserta didik bertanggung jawab untuk menguji hipotesis yang telah dibuat benar atau salah. 5) Menarik kesimpulan Menarik kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan rumusan masalah dan pengujian hipotesis. Peserta didik membuat kesimpulan dengan bimbingan guru agar mencapai kesimpulan yang akurat dan guru juga harus mampu menunjukkan pada siswa data yang relevan. Dalam tahap ini siswa diharapkan dapat mendiskusikan alasan memilih solusi percobaan tersebut atau kesimpulan yang mereka buat. 6) Mempresentasikan hasil Peserta didik dengan bimbingan guru setelah melakukan percobaan harus menyusun laporan hasil percobaan. Laporan hasil percobaan mencakup langkah-langkah yang urut. Peserta didik dapat memberi penjelasan tambahan untuk memperjelas masalah. Peserta didik juga diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil percobaan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  7) Mengevaluasi Dalam mengevaluasi, peran guru membimbing siswa untuk mengevaluasi apakah seluruh proses inkuiri sejak awal sampai akhir sudah benar. Jika ada kesalahan dapat berdiskusi apa saja yang perlu diperbaiki.

2.1.1.2 Proses Kognitif

  A. Proses Kognitif S. Bloom Anderson dan Krathwohl (2010:43) menjelaskan bahwa kategori pada dimensi

proses kognitif merupakan pengklasifikasian dari proses kognitif siswa secara

komprehensif yang terdapat pada tujuan-tujuan di bidang pendidikan. Model

taksonomi Bloom yang sudah direvisi memetakan proses kognitif yang terjadi

dalam pembelajaran ke dalam 6 level dari tingkat terendah yaitu mengingat,

memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan tingkatan yang paling

tinggi yaitu mencipta.

  Penjelasan keenam kategori proses berpikir menurut Anderson dan Krathwohl (2010:99-133) adalah sebagai berikut:

  1. Mengingat Proses mengingat adalah mengambil pengetahuan yang dibutuhkan dari memori jangka panjang. Mengingat merupakan proses kognitif yang paling sederhana, meliputi mengenali dan mengingat kembali.

  2. Memahami Memahami adalah proses mengkonstruksi makna dari materi pembelajaran, baik yang sifatnya lisan, tulisan yang disampaikan melalui pengajaran, buku, atau layar komputer. Proses kognitif dalam kategori memahami meliputi menafsirkan, mencontohkan, mengklasifikasikan, merangkum, menyimpulkan, membandingkan, dan menjelaskan.

  3. Mengaplikasikan Mengaplikasi merupakan menerapkan atau menggunakan sesuatu berdasarkan prosedur dan keadaan tertentu untuk menyelesaikan masalah. Proses kognitif mengaplikasi meliputi mengeksekusi dan mengimplementasikan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4. Menganalisis Menganalisis berarti kemampuan dalam memecah-mecah materi menjadi bagian-bagian penyusunnya dan menentukan hubungan-hubungan antarbagian itu serta memberi alasan yang logis, meliputi membedakan, mengorganisasikan, dan mengatribusikan.

  5. Mengevaluasi Megevaluasi yaitu mengambil keputusan berdasarkan kriteria dan atau standar, meliputi memeriksa dan mengkritik.

  6. Mencipta Mencipta adalah memadukan bagian-bagian untuk membentuk sesuatu yang baru dan koheren untuk membuat suatu produk yang orisinal. Proses kognitif ini meliputi merumuskan, merencanakan, dan memproduksi. Penelitian ini hanya berfokus pada proses kognitif mengaplikasi dan

menganalisis . Kedua kemampuan proses kognitif tersebut dijabarkan sebagai

berikut.

  1. Proses Kognitif Mengaplikasi Mengaplikasi merupakan proses kognitif pada level ketiga menurut taksonomi

S. Bloom (Anderson & Krathwohl, 2010:43) yang berarti menerapkan atau

melakukan sesuatu berdasarkan prosedur dan dalam keadaan tertentu. Proses

kognitif mengaplikasi melibatkan penggunaan prosedur-prosedur tertentu untuk

mengerjakan atau menyelesaikan masalah (Anderson & Krathwohl, 2010:116).

Menurut Uno (2011:57) penerapan atau aplikasi diartikan sebagai kemampuan

seseorang dalam menggunakan pengetahuan dalam memecahkan berbagai

masalah yang timbul dalam kehidupan sehari-hari. Kategori proses kognitif

mengaplikasi terdiri dari dua proses kognitif yaitu: a. Mengeksekusi Mengeksekusi yaitu menerapkan prosedur tertentu sebagai latihan untuk mengerjakan suatu tugas yang sudah dikenali siswa sebelumnya. Nama lain dari mengeksekusi adalah melaksanakan.

  b. Mengimplementasikan Mengimplementasikan berlangsung saat siswa memilih dan menggunakan sebuah prosedur tertentu untuk menyelesaikan masalah yang belum diketahui

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sebelumnya atau tidak familier. Nama lain dari mengimplementasikan yaitu menggunakan.

  2. Proses Kognitif Menganalisis Menganalisis melibatkan proses memecah-mecah materi menjadi bagian-

bagian kecil dan menentukan bagaimana hubungan antarbagian dan antara setiap

bagian dan struktur keseluruhannya (Anderson & Krathwohl, 2010:120).

Kemampuan analisis bisa dikembangkan melalui:

  a. Membedakan Membedakan melibatkan proses memilah-milah bagian-bagian yang relevan atau penting dari sebuah struktur. Proses membedakan terjadi ketika siswa mendiskriminasikan informasi yang relevan dan yang tidak relevan, yang dianggap penting dan tidak penting, setelah itu siswa mampu memperhatikan informasi yang relevan dan penting. Nama-nama lain dari

membedakan yaitu menyendirikan, memilah, memfokuskan, dan memilih.

  b. Mengorganisasi Melibatkan proses mengidentifikasi elemen-elemen komunikasi atau situasi dan proses mengenali bagaimana elemen-elemen ini membentuk sebuah struktur yang koheren. Dalam mengorganisasi peserta didik akan membangun hubungan-hubungan yang sistematis dan koheren antarpotongan informasi. Nama-nama lain dari mengorganisasi adalah menemukan koherensi, memadukan, membuat garis besar, mendeskripisikan peran, dan mengkonstruksi.

  c. Mengatribusikan Mengatribusikan terjadi ketika siswa dapat menentukan sudut pandang, pendapat, nilai, atau tujuan di balik komunikasi. Mengatribusikan melibatkan proses dekonstruksi di mana pembelajar mencoba menemukan maksud pengarang dibalik materi yang dipelajari. Mengatribusikan melampaui pemahaman dasar untuk menarik kesimpulan tentang tujuan atau sudut pandang di balik tulisan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2.1.1.3 Ilmu Pengetahuan Alam

  IPA menurut Fisher (dalam Amien 1987:4) dikatakan sebagai suatu kumpulan

pengetahuan yang diperoleh dengan menggunakan metode-metode berdasarkan

observasi. Ada pun Wahyana (dalam Trianto, 2010:136) mengatakan bahwa IPA

adalah suatu kumpulan pengetahuan tersusun secara sistematik, dan dalam

penggunaanya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam. Perkembangannya

tidak hanya ditandai oleh adanya kumpulan fakta, tetapi oleh adanya metode

ilmiah dan sikap ilmiah.

  Berdasarkan penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan tentang pengertian

  

IPA yaitu kumpulan ilmu tentang gejala-gejala alam diperoleh dengan

menggunakan metode observasi yang perkembangannya tidak hanya ditandai oleh

adanya fakta tetapi juga ditandai oleh adanya metode ilmiah dan sikap ilmiah.

  Trianto (2010:141) menjelaskan bahwa hakikat IPA adalah ilmu pengetahuan

yang mempelajari gejala-gejala melalui serangkaian proses yang dikenal dengan

proses ilmiah yang dibangun atas dasar sikap ilmiah dan hasilnya terwujud

sebagai produk ilmiah yang tersusun atas tiga komponen penting berupa konsep,

prinsip dan teori yang berlaku secara universal.

  Menurut Laksmi (dalam Trianto, 2010:142) pendidikan IPA di sekolah mempunyai tujuan-tujuan sebagai berikut: a. Memberikan pengetahuan kepada siswa tentang dunia tempat hidup dan bagaimana bersikap.

  b. Menanamkan sikap hidup ilmiah.

  c. Memberikan keterampilan untuk melakukan pengamatan.

  d. Mendidik siswa untuk mengenal, mengetahui cara kerja serta menghargai para ilmuwan penemunya.

  e. Menggunakan dan menerapkan metode ilmiah dalam memecahkan permasalahan.

2.1.1.4 Materi Pesawat Sederhana

  A. Pengertian Pesawat Sederhana Menurut Sulistyanto dan Wiyono (2008:109) semua jenis alat yang digunakan

untuk memudahkan pekerjaan manusia disebut pesawat. Kesederhanaan dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

penggunaannya menyebabkan alat-alat tersebut dikenal dengan sebutan pesawat

sederhana. Pada prinsipnya pesawat sederhana terbagi menjadi empat macam,

yaitu:

  1. Pengungkit atau Tuas Pengungkit merupakan salah satu alat pesawat sederhana yang dapat digunakan untuk mengungkit, mencabut, atau mengangkat benda. Terdapat tiga titik yang menggunakan gaya ketika kita mengungkit suatu benda, yaitu beban, titik tumpu, dan kuasa. Beban merupakan berat benda, sedangkan titik tumpu merupakan tempat bertumpunya suatu gaya. Gaya yang bekerja pada tuas disebut kuasa (Sulistyanto, 2008:110).

  Berdasarkan posisi atau kedudukan beban, titik tumpu, dan kuasa, tuas digolongkan menjadi tiga, yaitu tuas golongan pertama, tuas golongan kedua, dan tuas golongan ketiga.

  a. Pengungkit Golongan Pertama (I) Pada pengungkit golongan I, letak titik tumpu berada di antara beban dan kuasa.

  

(Azmiyawati, dkk. 2008:99)

Gambar 1. Prinsip kerja pengungkit golongan I (Azmiyawati, dkk. 2008:99)

Gambar 2. Alat yang menggunakan prinsip pengungkit golongan I

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

b. Pengungkit Golongan Kedua (II) Pada pengungkit golongan II, letak beban di antara titik tumpu dan kuasa.

  Contoh alat yang menggunakan prinsip pengungkit golongan kedua yaitu gerobak sorong, pemotong kertas dan pemecah biji, dan lain-lain.

  

(Azmiyawati, dkk. 2009:99)

Gambar 3. Prinsip kerja pengungkit golongan II (Azmiyawati, dkk. 2009:99) Gambar 4. Alat yang menggunakan prinsip pengungkit golongan II

  

(gerobak dorong, pemotong kertas, dan pemecah biji)

  c. Pengungkit Golongan Ketiga (III) Pada pengungkit golongan III, posisi kuasa berada di antara titik tumpu dan titik beban. Pada penggunaan pengungkit jenis III, besar kecil gaya yang dikeluarkan dipengaruhi oleh besarnya jarak antara titik tumpu dan titik kuasa. Contoh alat yang menerapkan pengungkit golongan ketiga adalah stapler, pinset, sapu, sekop dan lain-lain.

  

(Azmiyawati, dkk. 2009:100)

Gambar 5. Prinsip kerja pengungkit golongan III

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

(Azmiyawati, dkk. 2009:100)

Gambar 6. Alat yang menggunakan prinsip pengungkit golongan III

(stapler, pinset, sapu, sekop)

  2. Bidang miring Bidang miring adalah alat yang permukaannya dibuat miring atau permukaan datar dengan salah satu ujungnya lebih tinggi daripada ujung yang lain. Tujuan digunakan bidang miring adalah untuk mempermudah seseorang memindahkan suatu benda. Alat yang menggunakan prinsip bidang miring adalah papan yang dimiringkan, baji, sekrup, pisau, pahat, paku, baut, kampak, obeng dan jalan di pegunungan yang berkelok-kelok. Bidang miring memiliki keuntungan, yaitu kita dapat memindahkan benda ke tempat yang

lebih tinggi dengan gaya yang lebih kecil (Sulistyanto & Wiyono, 2008:115).

  (Sulistyanto & Wiyono, 2008:115) Gambar 7. Alat-alat yang menggunakan prinsip bidang miring

  3. Katrol Katrol adalah suatu roda yang berputar pada porosnya. Katrol biasanya

digunakan untuk mengangkat atau menarik benda. Katrol digolongkan menjadi

tiga macam yaitu katrol tetap, katrol bebas, katrol majemuk (Sulistyanto &

Wiyono, 2008:118)

a. Katrol tetap Katrol tetap merupakan katrol yang tidak berpindah pada saat digunakan.

  Katrol tetap biasanya digunakan pada tiang bendera dan sumur timba.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (Sulistyanto & Wiyono, 2008:117)

Gambar 8. Katrol tetap

b. Katrol bebas Berbeda dengan katrol tetap, pada katrol bebas kedudukan atau posisi katrol berubah dan tidak dipasang pada tempat tertentu. Katrol ini biasanya ditempatkan di atas tali yang kedudukannya dapat berubah seperti tampak pada gambar 9. Katrol jenis ini bisa ditemukan pada alat-alat pengangkat peti kemas di pelabuhan.

  

(Sulistyanto & Wiyono, 2008:118)

Gambar 9. Katrol bebas

c. Katrol majemuk Katrol majemuk merupakan perpaduan dari katrol tetap dan katrol bebas.

  Kedua katrol ini dihubungkan dengan tali. Pada katrol majemuk, beban dikaitkan pada penampang katrol tetap. Jika ujung tali yang lainnya ditarik beban akan terangkat beserta bergeraknya katrol bebas ke atas.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (Sulistyanto & Wiyono, 2008:118) Gambar 10. Katrol Majemuk

  4. Roda Berporos Roda berporos merupakan roda yang dihubungkan dengan sebuah poros yang dapat berputar bersama-sama. Roda berporos merupakan salah satu jenis pesawat sederhana yang banyak ditemukan pada alat-alat seperti setir mobil, setir kapal, roda sepeda, roda kendaraan bermotor, dan gerinda.

  (Sulistyanto & Wiyono, 2008:119) Gambar 11. Roda berporos pada sepeda

2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya

2.2.1 Penelitian-Penelitian tentang Inkuiri

  Penelitian yang berkaitan dengan inkuiri sudah banyak dilakukan, dengan

mengaitkan beberapa variabel. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Li, dkk.

(2010:729) yang menggunakan model Inquiry-Based Learning With E-Mentoring

(IBLE) dalam memberikan pengajaran kepada siswa di daerah pelosok Kanada

(akses pendidikan yang minim), menunjukkan bahwa model inkuiri tersebut

mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa. Peningkatan

keterlibatan dan motivasi belajar siswa ditunjukkan dengan hasil uji statistik yang

menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sari (2010:93) meneliti inkuri dengan judul penelitian peningkatan kualitas

pembelajaran IPA melalui pendekatan inkuiri dan objek penelitiannya siswa kelas

  

IV SDN I Maribaya Karanganyar Purbalingga. Hasil penelitiannya menunjukkan

bahwa penggunaan pendekatan inkuiri dapat meningkatkan keaktifan siswa.

Peningkatan keaktifan dapat dilihat dari hasil aktivitas siswa diperoleh rata-rata

persentase aktivitas siswa pada siklus I adalah 42,3% dengan kategori sedang,

rata-rata persentase aktivitas siswa siklus II adalah 58,1% dengan kategori

sedang. Rata-rata persentase aktivitas siswa siklus III adalah 66,1% dengan

kategori tinggi.

  Penelitian inkuri dilakukan oleh Bilgin (2009) dengan memberikan treatment

menggunakan inkuiri pada lingkungan pembelajaran untuk mahasiswa tahun

pertama jurusan Ilmu Kimia. Hasil dari penelitiannya tersebut menunjukkan

bahwa mahasiswa yang diberi treatment inkuiri terbimbing lebih paham mengenai

konsep-konsep dasar yang diajarkan, serta memiliki sikap yang lebih positif

terhadap inkuiri terbimbing.

  Tema inkuiri juga menjadi bagian utama dalam penelitian yang dilakukan oleh

Praptiwi, dkk. (2012:93). Penelitian mereka tentang efektivitas model

pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan My Own Dictionary untuk

meningkatkan penguasaan konsep dan unjuk kerja siswa pada populasi Siswa

SMP RSBI. Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa unjuk kerja siswa kelas

eksperimen sebesar 82,50% dan kelas kontrol 81,40%. Hal ini menunjukkan

bahwa kelas eksperimen memiliki hasil rata-rata persentase yang lebih besar dan

berarti dapat lebih meningkatkan unjuk kerja siswa. Selanjutnya pada keefektifan

pengusaan konsep dapat dilihat berdasarkan hasil uji t-test one sample diperoleh

t eksperimen >t tabel yaitu 22,37 > 2,00 dan t kontrol > t tabel yaitu 16,11 > 2,00 sehingga

dapat disimpulkan bahwa kenaikan skor rata-rata pretest dan posttest untuk kelas

eksperimen terjadi secara signifikan.

  Selanjutnya penelitian Wahyudin, dkk. (2010:62) tentang kefektifan

pembelajaran berbantuan multimedia menggunakan metode inkuiri terbimbing

untuk meningkatkan minat dan pemahaman siswa. Hasil penelitian mereka

menunjukkan bahwa peningkatan rata-rata hasil belajar pada siklus II cukup

signifikan karena secara individu siswa yang mencapai ketuntasan belajar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

meningkat dari 13 siswa menjadi 38 siswa. Pemahaman siswa meningkat dari

60% siswa yang dinyatakan tidak paham pada siklus I menjadi 5% siswa yang

dinyatakan tidak paham pada siklus II, hasil analisis tanggapan siswa terhadap

pengajaran diperoleh rata-rata tanggapan siswa sebelum tindakan sebesar 72,90%.

Setelah tindakan, nilai rata-rata tanggapan siswa meningkat menjadi 76,81%.

2.2.2 Penelitian tentang Kemampuan Proses Kognitif Penelitian tentang kemampuan proses kognitif dilakukan oleh Septiani (2012).

  

Judul penelitiliannya yaitu pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan

menganalisis dan mengevaluasi pada mata pelajaran IPA di SD Kanisius Sengkan.

Penelitiannya menunjukkan bahwa penerapan metode mind map berpengaruh

secara signifikan terhadap kemampuan menganalisis dan mengevaluasi. Hal

tersebut ditunjukkan dari analisis data kemampuan menganalisis dengan statistik

parametrik independent samples t-test diperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000

dan diperoleh harga sig. (2-tailed) sebesar 0,043 pada kemampuan mengevaluasi.

Hal ini membuktikan bahwa metode mind map efektif meningkatkan

kemampuan menganalisis dan mengevaluasi siswa.

  Susilawati (2012) meneliti pengaruh penggunaan mind map terhadap

kemampuan mengaplikasikan dan mencipta pada pelajaran IPA di SD Kanisius

Wirobrajan. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa metode mind map

berpengaruh secara signifikan terhadap proses kognitif mengaplikasikan. Hal ini

dilihat dari analisis data kemampuan mengaplikasi dengan statistik non parametik

yaitu Mann-Whitney U test, diperoleh harga signifikansi sebesar 0,36 < 0,05. Hal

tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kelompok

kontrol dengan kelompok eksperimen.

  Penelitian tentang kemampuan kognitif dilakukan oleh Anggraini (2012),

penelitiannya berjudul pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan

mengaplikasi dan mencipta pada siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan. Hasil

penelitiannya menunjukkan bahwa data hasil analisis selisih skor pretest dan

posttest diperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,006 < 0,05 yang berarti H ditolak

dan H i diterima atau penggunaan mind map berpengaruh secara signifikan

terhadap kemampuan mengaplikasi. Sedangkan hasil analisis pada kemampuan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

mencipta ditunjukkan dengan data hasil analisis selisih skor pretest dan posttest

yaitu nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,003 < 0,05 yang berarti penggunaan mind map

berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mencipta.

  Berdasarkan beberapa penelitian tentang metode inkuiri dan proses kognitif

yang dilakukan sebelumnya, terlihat bahwa metode inkuiri memberikan pengaruh

positif terhadap variabel yang dipengaruhi. Peneliti menyoroti bahwa penelitian

tersebut masih bersifat universal dan belum ada yang meneliti pengaruh

penerapan metode inkuri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis.

Karena itu, perlu adanya penelitian untuk melihat pengaruh metode inkuiri

terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2.2.3 Literature Map

  Berikut ini literature map dari penelitian-penelitian terdahulu: Penggunaan metode Proses kognitif inkuiri

  

Li, Moorman, Moorman & Dyjur Septiani (2012)

(2010) Mind map -kemampuan kognitif Inkuiri dengan E-Mentoring (IBLE)- menganalisis dan mengevaluasi keterlibatan dan motivasi belajar

  Sari (2010) Susilawati (2012) Inkuiri-kualitas pembelajaran

  Mind map -kemampuan kognitif mengaplikasi dan mencipta Bilgin (2009)

  Inkuiri-prestasi belajar dan sikap Anggraini (2012) Mind map -kemampuan kognitif mengaplikasi dan mencipta Wahyudin, Sutikno, & Isa (2010)

  Inkuiri-minat dan pemahaman Praptiwi, Sarwi & Handayani (2012) Inkuiri dengan My Own Dictionary- penguasaan konsep dan unjuk kerja

  Yang perlu diteliti yaitu pengaruh metode inkuiri terhadap kemampuan dan menganalisis mengaplikasi

  

Gambar 12. Literature Map dari Penelitian terdahulu

2.3 Kerangka Berpikir

  Salah satu materi IPA untuk kelas V SD yang dapat dikatakan tingkat

kesulitannya tinggi adalah pesawat sederhana. Pada materi pesawat sederhana

terdapat empat macam pesawat sederhana yaitu tuas, katrol, bidang miring,

dan roda berporos, serta terdapat tiga jenis tuas yang masing-masing

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mempunyai ciri berbeda-beda. Siswa SD akan kesulitan dalam memahami materi pesawat sederhana jika hanya manghafal materi saja tanpa melihat benda konkretnya secara langsung.

  Pelajaran IPA seharusnya menjadi pelajaran yang menarik dan mengasyikkan bagi para peserta didik, karena alam dan hukum alam mereka alami dan rasakan secara langsung setiap hari dan setiap waktu. Pembelajaran

  IPA hendaknya juga dapat mendorong siswa menjadi aktif dan mengembangkan kemampuan kognitifnya pada tahap mengaplikasi dan menganalisis. Karena itu, pemilihan metode pembelajaran yang tepat merupakan salah satu kunci utama suksesnya penyerapan materi-materi pelajaran IPA. Hal tersebut didukung oleh pendapat Rohmawati (2012:79) yang menjelaskan bahwa pembelajaran IPA akan lebih bermakna jika siswa diberi kesempatan untuk tahu dan terlibat secara aktif dalam menemukan konsep dari fakta-fakta yang dilihat dari lingkungan dengan bimbingan guru. Karena itu pembelajaran yang cocok adalah pembelajaran dengan penemuan (inkuiri).

  Metode inkuiri menurut Sanjaya (2006:194) adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Metode inkuiri yang tepat diterapkan pada siswa SD yaitu metode inkuri terbimbing. Hal ini dikarenakan tingkat pemikiran siswa SD belum dapat berpikir seperti para ilmuwan pada umumnya dan masih membutuhkan banyak bimbingan dari guru dalam melakukan inkuri.

  Kemampuan mengaplikasi dan menganalisis merupakan tahap berpikir kognitif pada level ketiga dan keempat dalam proses berpikir kognitif menurut taksonomi Benjamin S. Bloom. Kemampuan mengaplikasi berarti menerapkan atau melakukan sesuatu berdasarkan prosedur dan keadaan tertentu. Proses kognitif mengaplikasikan melibatkan penggunaan prosedur-prosedur tertentu untuk mengerjakan atau menyelesaikan masalah. Sedangkan menganalisis melibatkan proses memecah-mecah materi jadi bagian-bagian kecil dan menentukan bagaimana hubungan antarbagian itu dan antara setiap bagian dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  struktur keseluruhannya. Kemampuan menganalisis dikembangkan agar siswa dapat menarik kesimpulan dari apa yang dilakukan dan dipelajarinya.

  Berdasarkan penelitian-penelitian yang terdahulu dan manfaat dari metode pembelajaran inkuri terhadap pembelajaran IPA, jika metode inkuiri diterapkan dalam pembelajaran pesawat sederhana, maka akan membantu siswa dalam mengaplikasi dan menganalisis pesawat sederhana.

2.4 Hipotesis Penelitian

  

2.4.1 Penerapan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan mengaplikasi

pada mata pelajaran IPA materi pembelajaran pesawat sederhana kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013.

  

2.4.2 Penerapan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan menganalisis

pada mata pelajaran IPA materi pembelajaran pesawat sederhana siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODE PENELITIAN Pada Bab III ini akan dibahas jenis penelitian, setting penelitian, populasi

  dan sampel, jadwal pengambilan data, variabel penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, uji validitas dan reliabilitas, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan jadwal penelitian. Bagian-bagian tersebut akan dijelaskan sebagai berikut.

3.1 Jenis Penelitian

  Menurut Sugiyono (2010:107) penelitian eksperimen diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Terdapat beberapa

bentuk desain eksperimen yang dapat digunakan dalam penelitian yaitu Pre-

Experimental Designs (Nondesigns) , True Experimental Design, Factorial

  (Sugiyono, 2010:110-116). Jenis Design, dan Quasi Experimental Design penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu quasi experimental design tipe non-equivalent control group design (Sugiyono, 2010:114-116).

  Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental karena penelitian ini menggunakan desain penelitian dengan dua kelompok dan pemilihan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak dilakukan secara random. Pada kedua kelompok tersebut diberi pretest dengan tujuan untuk mengetahui keadaan awal sebelum adanya perlakuan dan melihat adakah perbedaan di antara kedua kelompok tersebut. Kemudian pada kelompok eksperimen diberi perlakukan atau treatment yaitu dengan menerapkan pembelajaran inkuiri terbimbing. Pada kelompok kontrol tidak diberi perlakuan atau menggunakan pembelajaran biasa. Setelah dilakukan pembelajaran, dilakukan posttest pada masing-masing kelas. Posttest dilakukan untuk mengetahui pengaruh perlakuan pada kelas eksperimen. Pengaruh perlakuan dihitung dengan cara: (O -O )-(O -O ).

  2

  1

  4

  3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Desain penelitian dengan tipe non-equivalent control group design dapat dilihat pada tabel berikut: O

  2

1 X O

  • O

3 O

  4

(Sugiyono 2010: 116)

Gambar 13. Desain Penelitian

  Keterangan: O 1 = Rerata skor pretest kelompok eksperimen

  O 2 = Rerata skor posttest kelompok ekspeimen X = Perlakuan (treatment) O = Rerata skor pretest kelompok kontrol

  3 O 4 = Rerata skor posttest kelompok kontrol

3.2 Setting Penelitian

  3.2.1 Lokasi Penelitian Lokasi penelitian dilakukan di SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta yang beralamatkan Jl. Sorowajan No. 111, Kelurahan Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Kode Pos 55198, Nomor Telepon (0274) 4534850. SD Kanisius Sorowajan memiliki kondisi bangunan fisik yang cukup baik dan nyaman sehingga sangat mendukung untuk melakukan kegiatan proses belajar mengajar. SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta bernaung di bawah Yayasan Kanisius. Kelas di SD Kanisius Sorowajan merupakan kelas paralel, pada setiap tingkatan kelas terdapat sebanyak 2 kelas yaitu A dan B. Jumlah siswa SD Kanisius Sorowajan pada tahun ajaran 2012/2013 sebanyak 341 siswa dengan rincian jumlah siswa tiap kelas sebagai berikut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Tabel 1. Rincian jumlah siswa tiap kelas

Kelas Jumlah siswa

  I A

  27 I B

  23 II A

  26 II B

  25 II A

  26 II B

  25 IV A

  28 IV B

  31 V A

  36 V B

  36 VI A

  30 VI B

  28

  3.2.2 Waktu pengambilan data Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan selama bulan Februari

2013. Berikut adalah jadwal pengambilan data yang dilakukan pada kelompok

kontrol dan kelompok eksperimen.

  Tabel 2. Jadwal Pengambilan Data

  Kelompok Hari, Tanggal Pertemuan Kegiatan Alokasi Waktu

  Eksperimen Rabu, 6 Februari

  I Pretest 2 x 40 Kelas VA 2013 menit

  Kamis, 7 Februari

  II Pembelajaran tentang jenis- 2 x 40 2013 jenis pesawat sederhana menit Jumat, 8 Februari

  III Pembelajaran tentang jenis- 2 x 40 2013 jenis pengungkit menit Rabu, 13 Februari

  IV Pembelajaran tentang katrol 2 x 40 2013 menit

  Kamis, 14 Februari

  V Pembelajaran tentang 2 x 40 2013 penerapan prinsip bidang menit miring dan roda berporos

  Jumat, 15 Februari

  VI Posttest 2 x 40 2013 menit

  Kontrol Rabu, 6 Februari

  I Pretest 2 x 40 Kelas VB 2013 menit

  Jumat, 8 Februari

  II Pembelajaran tentang jenis- 2 x 40 2013 jenis pesawat sederhana menit Selasa, 12 Februari

  III Pembelajaran tentang jenis- 2 x 40 2013 jenis pengungkit menit Rabu, 13 Februari

  IV Pembelajaran tentang 2 x 40 2013 penerapan prinsip bidang menit miring dan roda berporos

  Jumat, 15 Februari

  V Pembelajaran tentang katrol 2 x 40 2013 menit

  Selasa, 19 Februari

  VI Posttest 2 x 40 2013 menit

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3.3 Populasi dan Sampel Menurut Sugiyono (2010:117) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek dengan kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta yang berjumlah 72 siswa.

  Sugiyono (2010:118) menjelaskan bahwa sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VA SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta sebagai kelompok eksperimen yang terdiri dari 36 siswa dengan jumlah siswa laki-laki sebanyak 14 siswa, siswa perempuan sebanyak 22 siswa. Sementara sampel untuk kelompok kontrol adalah siswa kelas VB yang berjumlah 36 siswa dengan jumlah siswa laki-laki sebanyak 14 siswa, siswa perempuan sebanyak 22 siswa.

  Pemilihan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada penelitian ini ditentukan dengan cara diundi (random assignment). Undian kelompok eksperimen jatuh pada kelas VA dan kelompok kontrol jatuh pada kelas VB. Pelaksanaan pembelajaran pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan oleh guru yang sama (guru mitra) untuk mengurangi faktor bias dan kegiatan pengamatan dan dokumentasi dilakukan oleh peneliti.

  3.4 Variabel Penelitian Variabel adalah objek penelitian yang bervariasi atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto, 1991:102).

  Variabel yang akan diteliti pada penelitian ini ada dua yaitu:

  1. Variabel Bebas (Variabel Independen) Sugiyono (2010:61) mengatakan bahwa variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan timbulnya variabel dependen (terikat). Variabel bebas pada penelitian ini adalah penggunaan metode inkuiri terbimbing yang terdiri dari tujuh langkah yaitu orientasi, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, melakukan eksperimen, membuat kesimpulan, mempresentasikan hasil, dan mengevaluasi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Variabel Terikat (Variabel dependen) Sugiyono (2010:61) mengatakan bahwa variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan yang terdiri dari empat aspek yaitu melaksanakan, mengaplikasi mengeksekusi, mengimplimentasikan, dan menggunakan dan kemampuan menganalisis terdiri dari empat aspek membedakan, memilih, mengorganisasi, dan mengatribusikan.

  Variabel Independen Variabel Dependen

  Kemampuan

  Mengaplikasi Metode Inkuiri

  Kemampuan

  Menganalisis Gambar 14. Pemetaan Variabel

3.5 Definisi Operasional

  1. Metode inkuiri adalah metode pembelajaran yang bersifat penemuan dan siswa didorong untuk terlibat langsung dalam menemukan sendiri jawaban dari permasalahan dengan melakukan kegiatan orientasi, merumuskan permasalahan, merumuskan hipotesis, melakukan eksperimen, menarik kesimpulan, mempresentasikan hasil, dan mengevaluasi.

  2. Metode inkuiri terbimbing adalah metode inkuiri yang dilakukan siswa dalam pembelajaran dengan masih banyak mendapat bimbingan dari guru yang dalam prosesnya dilakukan bersama kelompok dan dapat saling membantu.

  3. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari gejala-gejala alam, tidak hanya ditandai oleh adanya fakta tetapi juga ditandai oleh adanya metode ilmiah dan sikap ilmiah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4. Pesawat sederhana adalah alat yang digunakan untuk mempermudah atau membantu manusia dalam melakukan pekerjaan antara lain pengungkit, katrol, bidang miring, dan roda berporos.

  5. Mengaplikasi adalah kemampuan seseorang untuk melakukan atau menerapkan sesuatu berdasarkan prosedur tertentu.

  6. Menganalisis adalah kemampuan dalam memecah-mecah materi menjadi bagian-bagian penyusunnya dan menentukan hubungan-hubungan antarbagian itu serta memberi alasan yang logis.

  7. Siswa SD adalah siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 72 siswa.

  8. Proses kognitif adalah proses berpikir sesuai dengan taksonomi Benjamin S. Bloom yang terbagi dalam 6 tingkatan mulai dari mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan tingkatan yang paling tinggi yaitu mencipta.

3.6 Instrumen Penelitian

  Sugiyono (2010) menjelaskan bahwa instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Penelitian ini menggunakan Standar Kompetensi 5. Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya. Kompetensi Dasar yang digunakan adalah 5.2 Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah instrumen dengan teknik tes. Tes yang digunakan adalah tes uraian. Peneliti bersama dua rekan lainnya membuat instrumen penelitian dengan menggunakan 6 tingkat kemampuan kognitif yaitu mengingat, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Keenam soal tersebut sudah diujikan sehingga memenuhi syarat valid dan reliabel. Dari enam soal tersebut hanya dua soal saja yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:

1. Instrumen untuk mengukur proses kognitif mengaplikasi yaitu tes tertulis berupa 1 soal uraian (soal nomor 3).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Instrumen untuk mengukur proses kognitif menganalisis yaitu tes tertulis berupa 1 soal uraian (soal nomor 4).

  Berikut ini adalah matriks pengembagan instrumen: Tabel 3. Matriks pengembangan instrumen

  No Variabel Aspek Indikator No. soal

  1 Mengaplikasi Melaksanakan Memilih alat pesawat sederhana yang akan digunakan untuk membantu memudahkan pekerjaan

  Mengeksekusi Menentukan cara atau tahap yang akan digunakan untuk memecahkan 3 masalah

  Mengimplementasikan Menerapkan penggunaan pesawat sederhana dalam pemecahan masalah agar lebih mudah pengerjaannya

  Menggunakan Menggunakan alat-alat yang termasuk jenis pesawat sederhana untuk memindahkan sesuatu agar lebih mudah dalam pengerjaannya

  2 Menganalisis Membedakan Membedakan pengaruh yang didapat jika menggunakan pesawat sederhana dalam kondisi tertentu

  Memilih Menentukan perbedaan pengaruh yang terjadi jika menggunakan pesawat sederhana dalam kondisi

  4 tertentu Mengorganisasi Mengelompokkan kelebihan dan atau kekurangan yang di dapat jika menggunakan pesawat sederhana dalam kondisi tertentu

  Mengatribusikan Menunjukkan alasaan dari pengaruh yang ditimbulkan jika menggunakan pesawat sederhana dalam kondisi tertentu

3.7 Uji Validitas dan Reliabilitas

  Soal-soal tes tertulis diujicobakan di SD Kanisius Kalasan yang

beralamatkan Jl. Yogya-Solo KM 13 Kringinan, Tirtomartani, Kalasan,

Sleman 55571 Yogyakarta dengan jumlah siswa sebanyak 38 siswa pada

siswa kelas V.

  1. Penentuan Validitas Arifin (2011:245) menyatakan bahwa validitas adalah suatu derajat

ketepatan instrumen (alat ukur), maksudnya apakah instrumen yang digunakan

betul-betul tepat untuk mengukur apa yang akan diukur. Menurut Purwanto

(2009:115) validitas dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu validitas isi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2 Memahami Menafsirkan ,841** ,000 Valid Mencontohkan ,648** ,000

  Mengkonstruksi ,840** ,000 Merencanakan ,862** ,000

  6 Mencipta Membuat hipotesis ,907** ,000 Valid Mendesain ,892** ,000

  Menguji ,846** ,000 Menilai ,904** ,000

  5 Mengevaluasi Memeriksa ,905** ,000 Valid Mengkitik ,903** ,000

  Mengorganisasi ,882** ,000 Mengatribusikan ,430** ,007

  4 Menganalisis Membedakan ,841** ,000 Valid Memilih ,841** ,000

  Mengimplementasikan ,951** ,000 Menggunakan ,948** ,000

  3 Mengaplikasi Melaksanakan ,693** ,000 Valid Mengeksekusi ,926** ,000

  Mengklasifikasi ,755** ,000 Menyimpulkan ,802** ,000

  (content validity) , validitas kriteria (criterion related validity), validitas konstruk (construct validity). Dalam penelitian ini, validitas yang digunakan adalah validitas konstruk dan validitas isi. Validitas isi berdasarkan konsultasi kepada dosen pembimbing secara lisan dan validitas konstruk berdasarkan analisis faktor. Untuk mempermudah perhitungan validitas konstruk peneliti menggunakan program komputer IBM SPSS Statistics 20 for Windows dengan hasil perhitungan di SD Kanisius Kalasan sebagai berikut. Kriteria validitas yang digunakan yaitu jika harga probabilitas yang ada dalam sig. (2-tailled) dibawah 0,05 (p < 0,05) maka konstruk tersebut dinyatakan valid.

  Tabel 4. Hasil uji validitas dari semua variabel (lampiran no.8)

  1 Mengingat Mengenali 1,000** ,000 Valid Mengingat kembali 1,000** ,000

  Correlation Sig. (2-tailed) Keterangan

  Tabel 5. Hasil Perhitungan Uji Validitas Instrumen dari semua aspek

(lampiran no. 8)

No Variabel Aspek Pearson

  6 Mencipta ,592** ,000 Valid

  5 Mengevaluasi ,665** ,000 Valid

  4 Menganalisis ,471** ,003 Valid

  3 Mengaplikasi ,693** ,000 Valid

  2 Memahami ,563** ,002 Valid

  1 Mengingat ,487** ,000 Valid

  No. Variabel Pearson correlation Sig. (2-tailed) Keterangan

  Mengidentifikasi 1,000** ,000 Mengambil 1,000** ,000

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dari hasil uji validitas di atas, peneliti hanya menggunakan dua instrumen yaitu instrumen pada nomor 3 dan 4. Hasil perhitungan Pearson correlation kemampuan mengaplikasi aspek melaksanakan sebanyak 0,693, aspek mengeksekusi sebanyak 0,926, aspek mengimplementasikan sebanyak 0,951, dan aspek menggunakan sebanyak 0,948. Pada kemampuan menganalisis, hasil perhitungan Pearson corelation aspek membedakan sebanyak 0,841, aspek memilih sebanyak 0,841, aspek mengorganisasi sebanyak 0,882 dan aspek mengatribusikan sebanyak 0,430. Untuk variabel mengaplikasi dan menganalisis , nilai sig. (2-tailed) rata-rata di bawah 0,05 sehingga dinyatakan valid.

  2. Penentuan Reliabilitas Penentuan reliabilitas instrumen dalam penelitian ini menggunakan Alpha Cronbach. Menurut Nunnally (dalam Ghozali, 2009:46) suatu konstruk dikatakan reliabel jika harga Alpha Cronbach > 0,60. Hasil perhitungan reliabilitas dengan IBM SPSS Statistics 20 for Windows untuk pengujian di SD Kanisius Kalasan adalah sebagai berikut: Tabel 6. Perhitungan Reliabilitas (lampiran no.9)

  No. Aspek Kategori

  Cronbach’s Alpha

  1 Mengingat 1,000 Reliabel

  2 Memahami ,737 Reliabel

  3 Mengaplikasi ,893 Reliabel

  4 Menganalisis ,708 Reliabel

  5 Mengevaluasi ,912 Reliabel

  6 Mencipta ,898 Reliabel

  Teknik pengujian reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik konsistensi internal. Peneliti hanya menggunakan 2 instrumen yaitu instrumen mangaplikasi dan menganalisis. Berdasarkan hasil uji reliabilitas, diperoleh hasil

  Cronbach’s Alpha pada kemampuan mengaplikasi sebesar 0,893 dengan kategori reliabel dan kemampuan manganalisis sebesar 0,708 sehingga dinyatakan reliabel.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3.8 Teknik Pengumpulan Data

  Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes. Menurut Mardapi (dalam Widoyoko, 2009:31) tes merupakan salah satu cara untuk menaksir besarnya kemampuan seseorang secara tidak langsung, yaitu melalui respons seseorang terhadap stimulus atau pertanyaan. Pada penelitian ini, jenis tes yang digunakan berupa tes uraian (essay test) yang diujikan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Menurut Zaenul dan Nasution (dalam Widoyoko, 2009:79) tes bentuk uraian adalah butir soal yang mengandung pertanyaan atau tugas yang jawaban atau pengerjaan soal tersebut harus dilakukan dengan cara mengekspresikan pikiran peserta tes. Ciri khas tes uraian adalah jawaban terhadap soal tersebut tidak disediakan oleh penyusun soal, tetapi harus disusun oleh peserta tes.

  Tes uraian dalam penelitian ini digunakan pada saat pretest dan posttest pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Pada awalnya kedua kelas tersebut diberi pretest untuk mengukur kemampuan awal pada masing-masing kelas. Kemudian pada kedua kelas tersebut dilakukan proses pembelajaran dengan memberikan treatment pada kelas eksperimen dan pembelajaran biasa tanpa adanya treatment pada kelas kontrol. Setelah proses pembelajaran pada kedua kelas selesai, masing-masing kelas diberi posttest. Posttest dilakukan untuk mengukur ada atau tidaknya pengaruh yang signifikan pada kelas yang diberi treatment dengan yang tidak. Pengumpulan data pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut.

  

Tabel 7. Teknik Pengumpulan Data

  Kelompok Variabel Data Instrumen/soal essai Kelompok Eksperimen (VA) Mengaplikasi Data pretest Soal nomor 3

  Data posttest Menganalisis Data pretest Soal nomor 4

  Data posttest Kelompok Kontrol (VB) Mengaplikasi Data pretest Soal nomor 3

  Data posttest Menganalisis Data pretest Soal nomor 4

  Data posttest

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3.9 Teknik Analisis Data

  Setelah semua data yang diperlukan terkumpul, kemudian dilakukan

analisis data. Teknik analisis data dilakukan dengan beberapa langkah sebagai

berikut.

  3.9.1 Uji Normalitas Priyatno (2012:132) menjelaskan bahwa uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah distribusi data yang diperoleh normal atau tidak. Uji

normalitas juga dilakukan untuk menentukan jenis statistik yang akan

digunakan. Uji normalitas data menggunakan teknik uji statistik Kolmogrov-

Smirnov dengan ketentuan menggunakan nilai probabilitas atau sig. (2-tailled)

menurut Sarwono (2010:25) yaitu (1) jika nilai sig.(2-tailed) < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal (2) Jika nilai sig. (2-tailed) > 0,05 maka data berdistribusi normal. Jika distribusi data normal analisis statistik selanjutnya menggunakan statistik parametrik uji t atau one-way ANOVA dan jika distribusi data tidak normal, akan menggunakan statistik non-parametrik Mann-Whitney, Wilcoxon, atau Kruskal-Wallis.

3.9.2 Uji Hipotesis

  3.9.2.1 Uji perbedaan skor pretest Uji perbedaan pretest dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan

kemampuan awal dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji perbedaan ini

dilakukan dengan membandingkan skor pretest dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pengujian perbedaan skor pretest dilakukan dengan menggunakan analisis uji statistik Independent-Samples t test jika data yang

diperoleh terdistribusi normal dan menggunakan analisis uji statistik Mann-

Whitney jika data yang diperoleh terdistribusi tidak normal. Kedua data pretest

tersebut dikatakan tidak memiliki perbedaan yang signifikan jika harga sig. (2-

tailed) > 0,05 (Priyatno, 2012:17). Kriteria yang digunakan yaitu (Santoso, 2012:256): (1) Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. (2) Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3.9.2.2 Uji perbedaan skor pretest dan posttest Uji perbedaan skor pretest dan posttest digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya kenaikan skor yang terjadi dalam kelompok kontrol dan eksperimen. Uji statistik yang digunakan Paired-samples T test jika data yang terdistribusi normal dan menggunakan uji statistik Wilcoxon jika data

terdistribusi tidak normal. Kriteria yang digunakan yaitu (1) Jika harga sig. (2-

tailed) < 0,05, terdapat kenaikan yang signifikan antara skor pretest ke

  (2) Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, tidak terdapat kenaikan skor posttest. yang signifikan dari skor pretest ke posttest.

  3.9.2.3 Uji perbedaan selisih skor pretest ke posttest Uji selisih ini dilakukan dengan menghitung selisih skor pretest dan posttest kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Data selisih skor pretest ke posttest diperoleh dengan cara mengurangkan skor posttest dan skor pretest (pretest-posttest) pada kelompok kontrol maupun eksperimen. Uji statistik yang digunakan adalah Independent-Samples t test jika data terdistribusi secara normal atau Mann-Whitney jika data terdistribusi tidak normal. Kriteria yang digunakan yaitu:

  a. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara selisih skor kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis.

  b. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara selisih skor kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis.

  3.9.2.4 Uji Besarnya pengaruh metode Inkuiri Uji besar pengaruh kemampuan ini dilakukan untuk melihat besarnya pengaruh variabel dependen yaitu metode inkuiri terhadap variabel independen yang diteliti. Suatu hasil penelitian yang menunjukkan pengaruh yang signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen tidak dengan sendirinya menunjukkan pengaruh tersebut cukup substantif.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pentingnya suatu pengaruh ini sering disebut sebagai effect size. Effect size adalah suatu ukuran objektif dan terstandarisasi untuk mengetahui besarnya efek yang dihasilkan (Field, A. 2009:56-57).

  Untuk mengetahui effect size, yang digunakan di sini adalah koefisien korelasi dengan kriteria r = 0.10 (efek kecil) yang setara dengan 1% pengaruh yang diakibatkan oleh pengaruh variabel independen, r = 0.30 (efek menengah) yang setara dengan 9%, dan r = 0.50 (efek besar) yang setara dengan 25% (Field, A. 2009:57-179). Koefisien korelasi r dipilih karena koefisien korelasi ini cukup mudah digunakan untuk mengetahui besarnya efek yang terentang antara harga 0 (tidak ada efek) dan 1 (efek sempurna). Cara untuk mengetahui koefisien korelasi yaitu dengan mengubah harga t menjadi harga r. Uji besarnya pengaruh dihitung menggunakan rumus 1 jika data normal dan rumus 2 jika data tidak normal. r =

  √

  (1) Rumus data normal (2) Rumus data ridak normal

(Field, A. 2009:332) (Field, A. 2009:550).

Keterangan: r : effect size t : harga uji t df : harga derajad kebebasan Z : harga konversi dari standar deviasi (uji statistik Wilcoxon) N : Jumlah total observasi (dalam hal ini 2 x jumlah siswa)

  Uji besarnya persentase pengaruh metode inkuiri terhadap variabel independen dilakukan dengan cara menguadratkan nilai r x 100% (Fieid, A. 2009:57, 179).

  3.9.2.5 Retensi pengaruh metode inkuiri Untuk meningkatkan ketelitian analisis dianjurkan untuk melakukan kedua (II) sesudah sekian waktu dari posttest pertama (I). Terutama posttest untuk penelitian dalam pembelajaran (Krathwohl, 1998:546). Setelah 2 bulan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dilakukan posttest I, dilakukan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Langkah ini dilakukan untuk melihat apakah pengaruh yang ditimbulkan dari metode inkuiri masih sekuat posttest I atau tidak. Data yang diperoleh dari posttest II diuji normalitasnya terlebih dahulu kemudian dibandingkan dengan hasil posttest I dengan menggunakan teknik statistik Paired-samples t test jika distribusi data normal dan Wilcoxon jika distribusi data tidak normal.

  Kriteria yang digunakan adalah:

  a. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan skor posttest II pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata lain kedua skor posttest kelompok kontrol atau kelompok eksperimen mengalami penurunan yang signifikan.

  b. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan skor posttest II pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata lain kedua skor posttest kelompok kontrol atau kelompok eksperimen tidak mengalami penurunan yang signifikan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab IV ini akan dikemukakan hasil penelitian dan pembahasan untuk

mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan

mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA materi pesawat

sederhana. Pada hasil penelitian akan dijelaskan diskripsi data dan analisis data

yang dilakukan.

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri terhadap Kemampuan

  Mengaplikasi Penelitian ini merupakan penelitian kolaboratif yang dilakukan bersama

anggota kelompok penelitian payung IPA untuk meneliti pengaruh penggunaan

metode inkuiri terhadap kemampuan kognitif Benyamin S. Bloom yang sudah

direvisi. Tingkatan kemampuan proses kognitif tersebut yaitu mengingat,

memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Pada

  

bagian ini akan dibahas pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap

kemampuan mengaplikasi. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti merupakan penelitian kuasi

eksperimental yang menggunakan dua kelompok untuk dibandingkan. Dua

kelompok yang digunakan tersebut merupakan kelompok kontrol dan kelompok

eksperimen. Kelompok kontrol merupakan kelompok yang tidak mendapatkan

perlakuan atau treatment, sedangkan kelompok eksperimen merupakan kelompok

yang mendapatkan perlakuan. Instrumen penelitian yang digunakan untuk

mengukur kemampuan kognitif mengaplikasi adalah tes tertulis berupa 1 soal

uraian yang diujikan pada saat pretest dan posttest. Instrumen yang digunakan

tersebut sebelumnya telah dikonsultasikan kepada dosen pembimbing serta diuji

validitas dan reliabilitasnya.

  Kelas yang digunakan sebagai kelompok kontrol yaitu kelas VB dan kelas

yang digunakan sebagai kelompok eksperimen yaitu kelas VA dengan jumlah

masing-masing kelas 36 siswa. Tahapan awal yang dilakukan dalam penelitian ini

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

yaitu pemberian pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang

bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal antara dua kelompok tersebut.

Tahapan selanjutnya, dilakukan pembelajaran dengan materi pembelajaran yang

sama dengan penggunaan treatment pada kelompok eksperimen berupa metode

inkuiri dan penggunaan metode ceramah dan tanya jawab pada kelas kontrol.

Setelah dilakukan proses pembelajaran, diberikan posttest pada kedua kelompok

untuk mengetahui pengaruh treatment yang telah diberikan serta untuk

membandingkan hasil dari kelompok kontrol dan eksperimen.

  Penelitian yang dilakukan ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan

variabel dependen yaitu metode inkuiri terhadap variabel independen yang diteliti

yaitu kemampuan mengaplikasi. Serta untuk membuktikan pengaruh penggunaan

metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi berdasarkan hipotesis

sementara yaitu penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan

terhadap proses kognitif mengaplikasi siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan pada

mata pelajaran IPA materi pembelajaran pesawat sederhana.

  Data yang diperoleh dari pretest dan posttest diuji normalitasnya

menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan program komputer IBM SPSS

Statistics 20 for Windows untuk mengetahui jenis uji statistik yang digunakan

dalam analisis data responden. Kriteria yang digunakan untuk menarik

kesimpulan pada uji normalitas sebagai berikut. Jika nilai sig. (2-tailed) > 0,05

maka data terdistribusi secara normal, sehingga analisis statistik selanjutnya

menggunakan statistik parametrik. Jika nilai sig. (2-tailed) < 0,05 maka distribusi

data dikatakan tidak normal, sehingga analisis statistik selanjutnya menggunakan

statistik non parametrik. Berdasarkan kriteria di atas diperoleh data hasil perhitungan sebagai berikut. Tabel 8. Hasil Uji Normalitas Kemampuan Mengaplikasi (lampiran no.12)

  No Aspek Nilai Signifikansi Keterangan

  1 Skor Pretest kelompok kontrol 0,069 Normal

  2 Skor Posttest kelompok kontrol 0,312 Normal

  3 Skor Pretest kelompok eksperimen 0,070 Normal

  4 Skor Posttest kelompok eksperimen 0,107 Normal

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hasil analisis statistik di atas menunjukkan harga sig. (2-tailed) pada aspek

pretest kelompok kontrol adalah 0,069 dan pretest kelompok eksperimen 0,312.

Sedangkan harga sig. (2-tailed) pada aspek posttest kelompok kontrol adalah 0,70

dan posttest kelompok eksperimen 0,107. Hal tersebut menunjukkan bahwa

dan posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki pretest

distribusi data yang normal. Karena semua aspek memiliki distribusi data yang

normal, maka akan digunakan statistik parametrik dalam hal ini independent

atau paired t-test sesuai dengan keperluannya. samples t-test

  Analisis data untuk melihat pengaruh metode inkuiri pada kemampuan

mengaplikasi dilakukan dengan langkah-langkah berikut: 1) Analisis data dengan

menguji perbedaan skor pretest antara kelompok kontrol dan kelompok

eksperimen pada kemampuan mengaplikasi untuk mengetahui ada atau tidaknya

perbedaan kondisi awal sebelum mendapatkan perlakuan pada masing-masing

kelas. 2) Analisis data dengan menguji perbedaan pretest ke posttest pada masing-

masing kelompok yang bertujuan untuk mengetahui kenaikan yang signifikan

pada masing-masing kelompok. 3) Analisis data dengan menguji perbedaan

selisih skor pretest dan postest untuk mengetahui pengaruh yang signifikan

penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi. 4) Analisis besar

pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi. 5)

Analisis retensi pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan

mengaplikasi.

4.1.1.1 Uji Perbedaan Skor Pretest Kemampuan Mengaplikasi

  Langkah pertama dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara

hasil pretest di kelompok kontrol dan hasil pretest di kelompok eksperimen.

Cara ini digunakan untuk mengetahui apakah kedua kelompok tersebut

mempunyai kemampuan awal yang sama. Analisis statistik yang digunakan

adalah statistik parametrik independent samples t-test karena harga sig. (2-tailed)

> 0,05 yaitu 0,069 pada pretest kelompok kontrol dan 0,070 pada pretest

kelompok eksperimen. Analisis data dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95%.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hipotesis statistik yang digunakan adalah sebagai berikut:

H : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok

i kontrol dan kelompok eksperimen.

  

H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok

kontrol dan kelompok eksperimen. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan yaitu sebagai berikut.

  

1. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 maka H null ditolak dan H i diterima. Hal ini

berarti ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain kedua kelompok tersebut mempunyai kemampuan awal yang tidak sama.

  

2. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 maka H null diterima dan H i ditolak. Hal ini

berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain kedua kelompok tersebut mempunyai kemampuan awal yang sama.

Tabel 9. Perbandingan Skor Pretest Kemampuan Mengaplikasi (lampiran no.13)

  Hasil Pretest Sig. (2-tailed) Keterangan Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0,535 Tidak berbeda

  Berdasarkan analisis uji perbedaan skor pretest, diperoleh F sebesar 7.713 dan sig. sebesar 0,007 pada Levene’s Test sehingga tidak terdapat homogenitas varian.

  

Para siswa mencapai skor yang lebih tinggi pada kelompok kontrol pada

kemampuan mengaplikasi dengan nilai M = 2,79, SE = 0,14 dibandingkan dengan

kelompok eksperimen dengan nilai M = 2,69, SE = 0,10. Meskipun demikian

perbedaannya tidak signifikan dengan nilai t(70) = 0,623, p > 0,05; perbedaan

yang tidak signifikan dari hasil perbandingan skor pretest kelompok eksperimen

dan kelompok kontrol ditunjukkan dengan besarnya harga sig.(2-tailed) yaitu

0,535 atau > 0,05 sehingga H null diterima dan H i ditolak. Dengan kata lain kedua

kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki kemampuan awal yang

sama.

4.1.1.2 Uji Perbedaan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengaplikasi

  Langkah kedua dilakukan untuk melihat apakah ada kenaikan skor yang

signifikan antara skor pretest ke posttest baik pada kelompok kontrol maupun

kelompok eksperimen. Dari perhitungan akan diperlihatkan persentase kenaikan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

masing-masing kelompok. Berdasarkan uji normalitas pada kelompok kontrol dan

kelompok eksperimen besarnya harga sig.(2-tailed) pada pretest dan posttest

yaitu > 0,05 sehingga data tersebut dikatakan normal. Analisis statistik yang

digunakan adalah statistik paired t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut.

H i : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada

kelompok kontrol atau kelompok eksperimen.

H : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada

null kelompok kontrol atau kelompok eksperimen.

  Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut.

  1. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata lain terjadi peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest.

2. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, H diterima dan H ditolak. Artinya

  null i tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata lain tidak terjadi peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest.

  

Tabel 10. Perbandingan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengaplikasi

(lampiran no.14)

  No Kelompok Test % Peningkatan Sig. Keterangan

  (2-tailed) Pretest Posttest

  1 Kontrol 2,79 2,86 2,5% 0,666 Tidak Berbeda

  2 Eksperimen 2,69 3,26 21,19% 0,000 Berbeda

  Hasil analisis perbandingan skor pretest ke posttest di atas menunjukkan

bahwa harga sig. (2-tailed) kelompok kontrol > 0,05 yaitu 0,666 dengan harga M

= -0,07, SE = 0,15, t(35) = -0,436. Sedangkan harga sig. (2-tailed) kelompok

eksperimen < 0,05 yaitu 0,000 dengan harga M = -0,58 SE = 0,11, t(35) = -5,226.

Berdasarkan harga sig. (2-tailed) kelompok kontrol yaitu 0,666 atau > 0,05 maka

H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara

skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol. Dengan kata lain tidak terjadi

peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest pada kemampuan

mengaplikasi di kelompok kontrol. Sedangkan pada kelompok eksperimen harga

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

sig. (2-tailed) adalah 0,000 atau < 0,05 maka H null ditolak dan H i diterima. Artinya

ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok

eksperimen. Dengan kata lain terjadi peningkatan skor yang signifikan dari pretest

ke posttest di kelompok eksperimen.

4.1.1.3 Uji Selisih Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengaplikasi

  Langkah ke tiga dilakukan dengan menghitung selisih skor dengan cara

mengurangkan skor posttest dan skor pretest (pretest-posttest). Data selisih skor

yang diperoleh diuji normalitasnya terlebih dahulu dengan menggunakan uji

statistik Kolmogorov-Smirnov. Uji selisih skor pretest ke posttest dilakukan untuk

melihat apakah ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest dan

posttest dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Analisis statistik yang

digunakan adalah analisis statistik parametrik independent samples t-test dengan

tingkat kepercayaan 95%. Analisis perbedaan ini dilakukan untuk mengetahui

apakah penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap

kemampuan mengaplikasi. Hasil analisis yang dilakukan akan digunakan sebagai

titik pijak untuk menarik kesimpulan apakah hasil penelitian ini mengafirmasi

atau menolak hipotesis penelitian. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut.

H : Ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor kelompok kontrol dan

i kelompok eksperimen.

  

H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor kelompok kontrol

dan eksperimen. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut.

  1. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri

berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasi.

  2. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Tabel 11. Perbandingan Selisih Skor Kemampuan Mengaplikasi (lampiran no. 14)

  Hasil selisih skor Signifikansi Keterangan Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0,008 Berbeda

  Berdasarkan analisis uji perbandingan selisih skor pretest ke posttest, diproleh F sebesar 0,419 dan sig. sebesar 0.520 pada Levene’s Test sehingga terdapat

homogenitas varian (harga sig. > 0,05). Para siswa mencapai skor yang lebih

tinggi pada kelompok eksperimen pada kemampuan mengaplikasi dengan nilai M

= 0,58, SE = 0,11 dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan nilai M = 0,07,

SE = 0,15. Perolehan data yang ada menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang

signifikan antara selisih skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan

kelompok eksperimen dengan nilai t(70) = -2,713, p < 0,05. Berdasarkan hasil uji

T, diperoleh harga sig. (2-tailed) yaitu 0,008 atau < 0,05, maka H null ditolak dan

H i diterima jadi pada kemampuan mengaplikasi terdapat perbedaan yang

signifikan antara selisih skor kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan

terhadap kemampuan mengaplikasi.

  Gambar diagram berikut akan memperlihatkan skor pretest dan posttest baik di kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen.

  3.5

  3.26

  3

  2.86

  2.79

  2.69

  2.5

  2 Kontrol

  1.5 Eksperimen

  1

  0.5 Pretest Posttest

  

Gambar 15. Perbandingan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol

dan eksperimen kemampuan mengaplikasi

4.1.1.4 Uji Besarnya Pengaruh Metode Inkuiri terhadap Kemampuan

  Mengaplikasi Uji besar pengaruh kemampuan ini dilakukan untuk melihat besarnya

pengaruh metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi. Pentingnya suatu

pengaruh ini sering disebut sebagai effect size. Untuk mengetahui besarnya effect

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

size bisa digunakan koefisien korelasi, dengan kriteria r = .10 (efek kecil) yang

setara dengan 1% pengaruh yang diakibatkan oleh pengaruh variabel independen,

r = .30 (efek menengah) yang setara dengan 9%, dan r = .50 (efek besar) yang

setara dengan 25%. Cara untuk mengetahui koefisien korelasi yaitu dengan

mengubah harga t menjadi harga r. Berikut merupakan hasil perhitungan effect

size pada kemampuan mengaplikasi.

  

Tabel 12. Hasil Perhitungan Besarnya Effect Size Kemampuan Mengaplikasi

(lampiran no. 25)

Kelompok t Df Signifikansi r (effect R2 % Keterangan

size)

  Kontrol -0,436 35 0,666 0,27 0,0729 7,29% Efek kecil Eksperimen -5,226 35 0,000 0,81 0,6561 65,61% Efek besar

  Pada tabel perhitungan besarnya pengaruh di atas, diperoleh besarnya

effect size 0,27 pada kelas kontrol dan 0,81 pada kelas eksperimen. Berdasarkan

kriteria yang digunakan, besarnya effect size yang diperoleh menunjukkan bahwa

metode inkuiri memiliki efek besar terhadap kemampuan mengaplikasi dengan

persentase efek 65,61 %. Sedangkan pada kelompok kontrol memiliki efek kecil

yang dalam hal ini menggunakan metode ceramah dengan persentase efek 7,29%.

  

4.1.1.5 Pengaruh Metode Inkuiri terhadap Kemampuan

Retensi Mengaplikasi

  Sesudah 2 bulan sejak posttest I, dilakukan posttest II pada kelompok

eksperimen dan kelompok kontrol. Langkah ini dilakukan untuk melihat apakah

pengaruh yang ditimbulkan dari dari metode inkuiri masih sekuat posttest I atau

tidak. Hasil skor dari posttest II akan diuji perbandingannya dengan skor posttest

I , hal ini dilakukan untuk melihat perbedaan skor posttest I dan posttest II pada

kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Data yang diperoleh dari

posttest I diuji normalitasnya terlebih dahulu, besarnya skor posttest II pada

kelompok kontrol dan eksperimen > 0,05 maka dilakukan analisis statistik dengan

menggunakan analisis statistik parametrik paired t-test dengan tingkat

kepercayaan 95%.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hipotesis statistik yang digunakan adalah sebagai berikut:

H : Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan skor posttest II

i pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen.

  

H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan skor

pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. posttest II Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan yaitu sebagai berikut.

  1. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 maka H null ditolak dan H i diterima. Hal ini berarti ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan skor posttest II pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata terjadi penurunan skor yang signifikan dari posttest I ke posttest II pada kemampuan mengaplikasi di kelompok kontrol.

2. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 maka H diterima dan H ditolak. Hal

  null i ini berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan skor posttest II pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen.

  Dengan kata lain tidak terjadi penurunan skor yang signifikan dari posttest I ke posttest II pada kemampuan mengaplikasi di kelompok kontrol.

  

Tabel 13. Hasil Uji Normalitas Posttest II Kemampuan Mengaplikasi

(lampiran no. 22)

  No Aspek Nilai Signifikansi Keterangan

  1 Skor Posttest II kelompok kontrol 0,325 Normal

  2 Skor Posttest II kelompok eksperimen 0,145 Normal

  

Tabel 14. Perbandingan Skor Posttest I dan Posttest II Kemampuan Mengaplikasi

(lampiran no. 23)

  No Kelompok Test Sig. (2-tailed) Keterangan

  Postest I Posttest II

  1 Kontrol

  2.86 2.81 0,741 Tidak Berbeda

2 Eksperimen

  3.26 3.01 0,050 Berbeda Berdasarkan tabel di atas harga sig. (2-tailed) pada kelompok kontrol adalah 0,741 > 0,05 dengan nilai M = 0,05, SE =0,16, maka H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan skor posttest II pada kelompok kontrol. Dengan kata lain tidak terjadi penurunan skor yang signifikan dari posttest I ke posttest II pada kemampuan mengaplikasi di kelompok kontrol.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pada kelompok eksperimen harga sig. (2-tailed) adalah 0,050 atau > 0,05 dengan nilai M = 0,26, SE = 0,13, maka H diterima dan H ditolak. null i

  Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan skor posttest II pada kelompok kontrol. Dengan kata lain tidak terjadi penurunan skor yang signifikan dari posttest I ke posttest II pada kemampuan mengaplikasi di kelompok eksperimen.

  Diagram grafik berikut akan memperlihatkan skor pretest, posttest I dan

II baik di kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen.

posttest

  3.5

  3.26

  3

  3.01

  2.86

  2.81

  2.79

  2.69

  2.5

  2 Kontrol

  1.5 Eksperimen

  1

  0.5 Pretest Posttest 1 Posttest 2

  

Gambar 16. Grafik perbandingan pretest, posttest I, dan posttest II kemampuan

mengaplikasi

4.1.2 Pengaruh Penggunaan Inkuiri terhadap Kemampuan Menganalisis

  Pada bagian ini akan dibahas variabel independen kedua yang diteliti yaitu

kemampuan menganalisis. Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh

penggunaan variabel dependen yaitu metode inkuiri terhadap variabel independen

yang diteliti. Penelitian yang dilakukan juga untuk membuktikan pengaruh

penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan menganalisis yang berdasarkan

hipotesis penggunaan metode inkuiri dapat meninggkatkan kemampuan

menganalisis siswa secara signifikan.

  Untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan

menganalisis dilakukan pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan

eksperimen dengan menggunakan instrumen yang telah dibuat. Data yang

diperoleh dari pretest dan posttest diuji normalitasnya menggunakan uji

Kolmogorov-Smirnov dengan program komputer IBM SPSS Statistics 20 for

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Windows untuk menentukan jenis uji statistik yang digunakan dalam analisis data

responden.

  Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan pada uji normalitas yaitu:

Jika nilai sig. (2-tailed) > 0,05 maka data terdistribusi secara normal, sehingga

analisis statistik selanjutnya menggunakan statistik parametrik. Jika nilai sig. (2-

tailed) < 0,05 maka distribusi data dikatakan tidak normal, sehingga analisis

statistik selanjutnya menggunakan statistik non parametrik.

  

Berdasarkan kriteria di atas diperoleh data hasil perhitungan sebagai berikut.

Tabel 15. Hasil Uji Normalitas Kemampuan Menganalisis (lampiran no. 17)

  No Aspek Nilai Signifikansi Keterangan

  1 Skor Pretest kelompok kontrol 0,051 Normal

  2 Skor Posttest kelompok kontrol 0,051 Normal

  3 Skor Pretest kelompok eksperimen 0,051 Normal

  4 Skor Posttest kelompok eksperimen 0,082 Normal

  Hasil analisis statistik di atas menunjukkan harga sig. (2-tailed) pada aspek

pretest kelompok kontrol adalah 0,051 dan pretest kelompok eksperimen 0,051.

Sedangkan harga sig. (2-tailed) pada aspek posttest kelompok kontrol adalah

0,051 dan posttest kelompok eksperimen 0,082. Hal tersebut menunjukkan bahwa

pretest dan posttest kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen memiliki

distribusi data yang normal. Karena semua aspek yang memiliki distribusi data

yang normal akan digunakan statistik parametrik dalam hal ini independent

samples t-test atau paired t-test sesuai dengan keperluannya.

  Analisis data yang digunakan untuk melihat pengaruh metode inkuiri terhadap

kemampuan menganalisis dilakukan dengan langkah-langkah berikut: 1) Analisis

data dengan menguji perbedaan skor pretest antara kelompok kontrol dan

kelompok eksperimen pada kemampuan menganalisis untuk mengetahui ada atau

tidaknya perbedaan kondisi awal sebelum mendapatkan perlakuan pada masing-

masing kelas. 2) Analisis data dengan menguji perbedaan pretest ke posttest pada

masing-masing kelompok yang bertujuan untuk mengetahui kenaikan yang

signifikan pada masing-masing kelompok. 3) Analisis data dengan menguji

perbedaan selisih skor pretest dan postest untuk mengetahui pengaruh yang

signifikan penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan menganalisis. 4)

Analisis besar pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

menganalisis . 5) Analisis retensi pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap

kemampuan menganalisis.

4.1.2.1 Uji Perbedaan Skor Pretest Kemampuan Menganalisis

  Langkah pertama dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara

hasil pretest di kelompok kontrol dan hasil pretest di kelompok eksperimen.

Cara ini digunakan untuk mengetahui apakah kedua kelompok tersebut

mempunyai kemampuan yang sama. Analisis statistik yang digunakan adalah

statistik parametrik independent samples t-test karena harga sig. (2-tailed) pada

pretest kelompok kontrol yaitu 0,051 dan pretest kelompok eksperimen yaitu

0,051 lebih besar dari 0,05. Analisis data dilakukan dengan tingkat kepercayaan

95%. Hipotesis statistik yang digunakan adalah sebagai berikut:

H i : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok

kontrol dan kelompok eksperimen.

H : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok

null kontrol dan kelompok eksperimen.

  Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan yaitu sebagai berikut.

  1. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 maka H null ditolak dan H i diterima. Hal ini berarti ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain kedua

kelompok tersebut mempunyai kemampuan awal yang tidak sama.

2. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 maka H diterima dan H ditolak. Hal

  null i ini berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain kedua kelompok tersebut mempunyai kemampuan awal yang sama.

  Tabel 16. Perbedaan Skor Pretest Kemampuan Menganalisis (lampiran no. 18)

  Hasil Pretest Sig. (2-tailed) Keterangan Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0,247 Tidak berbeda

  Berdasarkan analisis uji perbedaan skor pretest, diperoleh F sebesar 0,503 dan sig. sebesar 0,481 pada Levene’s Test sehingga tidak terdapat homogenitas varian.

  

Para siswa mencapai skor yang lebih tinggi pada kelompok kontrol pada

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

kemampuan menganalisis dengan nilai M = 1,71, SE = 0,10 dibandingkan dengan

kelompok eksperimen dengan nilai M = 1,55, SE = 0,10. Meskipun demikian

perbedaannya tidak signifikan dengan nilai t(70) = 0,623, p > 0,05; perbedaan

yang tidak signifikan dari hasil perbandingan skor pretest kelompok eksperimen

dan kelompok kontrol ditunjukkan dengan besarnya harga sig.(2-tailed) yaitu

0,247 atau > 0,05 sehingga H null diterima dan H i ditolak. Dengan kata lain kedua

kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki kemampuan awal yang

sama.

4.1.2.2 Uji Perbedaan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Menganalisis

  Langkah kedua dilakukan untuk melihat apakah ada kenaikan skor yang

signifikan antara skor pretest ke posttest baik pada kelompok kontrol maupun

kelompok eksperimen. Dari perhitungan akan diperlihatkan persentase kenaikan

masing-masing kelompok. Berdasarkan uji normalitas pada kelompok kontrol dan

kelompok eksperimen besarnya harga sig.(2-tailed) pada pretest dan posttest

yaitu > 0,05 sehingga data tersebut dikatakan normal. Analisis statistik yang

digunakan adalah statistik paired t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut.

H i : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada

kelompok kontrol atau kelompok eksperimen.

H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada

kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut.

  1. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata lain terjadi peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest.

  2. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata lain tidak terjadi peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Tabel 17. Perbandingan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Menganalisis

(lampiran no. 19)

  No Kelompok Test % Peningkatan Sig. (2- Keterangan

  tailed) Pretest Posttest

  1 Kontrol 1,71 1,78 4,1% 0,557 Tidak Berbeda

  2 Eksperimen 1,55 1,81 16,78% 0,048 Berbeda

  Hasil analisis perbandingan skor pretest ke posttest di atas menunjukkan

bahwa harga sig.(2-tailed) kelompok kontrol > 0,05 yaitu 0,557 dengan harga M =

  • -0,07, SE = 0,12, t(35) = -0,593. Sedangkan harga sig.(2-tailed) kelompok

    eksperimen < 0,05 yaitu 0,48 dengan harga M = -0,26 SE = 0,13, t(35) = -2,051.

    Berdasarkan harga sig. (2-tailed) kelompok kontrol yaitu 0,557 atau > 0,05 maka

    H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara

    skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol. Dengan kata lain tidak terjadi

    peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest pada kemampuan

  

menganalsis di kelompok kontrol. Sedangkan pada kelompok eksperimen harga

sig. (2-tailed) adalah 0,048 atau < 0,05 maka H null ditolak dan H i diterima. Artinya

ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok

eksperimen. Dengan kata lain terjadi peningkatan skor yang signifikan dari pretest

ke posttest di kelompok eksperimen.

4.1.2.3 Uji Selisih Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Menganalisis

  Langkah ke tiga dilakukan dengan menghitung selisih skor dengan cara

mengurangkan posttest dan pretest (pretest-posttest). Data selisih skor yang

diperoleh diuji normalitasnya terlebih dahulu dengan menggunakan uji statistik

Langkah ini dilakukan untuk melihat apakah ada perbedaan Klomogorov-Smirnov.

yang signifikan antara selisih skor pretest dan posttest dari kelompok kontrol dan

kelompok eksperimen. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis statistik

parametrik independent samples t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Analisis

perbedaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaan metode inkuiri

berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menganalisis. Hasil analisis

yang dilakukan akan digunakan sebagai titik pijak untuk menarik kesimpulan

apakah hasil penelitian ini mengafirmasi atau menolak hipotesis penelitian.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut.

H : Ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor kelompok kontrol dan

i kelompok eksperimen.

  

H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor kelompok

kontrol dan eksperimen. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut.

  1. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri

berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menganalisis.

  2. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menganalisis.

  

Tabel 18. Perbandingan Selisih Skor Kemampuan Menganalisis (lampiran no. 21)

  Hasil selisih skor Signifikansi Keterangan Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0,294 Tidak berbeda

  Berdasarkan analisis uji perbandingan selisih skor pretest ke posttest, diproleh F sebesar 0,063 dan sig. sebesar 0.803 pada Levene’s Test sehingga terdapat

homogenitas varian yang sama (harga sig. > 0,05). Para siswa mencapai skor yang

lebih tinggi pada kelompok eksperimen pada kemampuan menganalisis dengan

nilai M = 0,26, SE = 0,13 dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan nilai M

= 0,7, SE = 0,12. Perolehan data yang ada menunjukkan bahwa perbedaannya

tidak signifikan dengan nilai t (70) = -1,057, p > 0,05. Berdasarkan hasil uji T,

diperoleh harga sig. (2-tailed) yaitu 0,294 atau > 0,05, maka H diterima dan H

null i

ditolak jadi pada kemampuan menganalisis tidak ada perbedaan yang signifikan

antara selisih skor kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain

penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap

kemampuan menganalisis.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Gambar diagram berikut akan memperlihatkan skor pretest dan posttest baik di kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen.

  1.9

  1.81

  1.8

  1.78

  1.71

  1.7 Kontrol

  1.6 Eksperimen

  1.55

  1.5

  1.4 Pretest Posttest

  

Gambar 17. Perandingan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol

dan eksperimen kemampuan menganalisis

4.1.2.4 Uji Besarnya Pengaruh Metode Inkuiri terhadap Kemampuan

  Menganalisis Uji besar pengaruh kemampuan ini dilakukan untuk melihat besarnya

pengaruh metode inkuiri terhadap kemampuan menganalisis. Pentingnya suatu

pengaruh ini sering disebut sebagai effect size. Untuk mengetahui besarnya effect

size bisa digunakan koefisien korelasi, dengan kriteria r = .10 (efek kecil) yang

setara dengan 1% pengaruh yang diakibatkan oleh pengaruh variabel independen,

r = .30 (efek menengah) yang setara dengan 9%, dan r = .50 (efek besar) yang

setara dengan 25%. Cara untuk mengetahui koefisien korelasi yaitu dengan

mengubah harga t menjadi harga r. Berikut merupakan hasil perhitungan effect

size pada kemampuan menganalisis.

  

Tabel 19. Hasil Perhitungan Besarnya Effect Size Kemampuan Menganalisis

(lampiran no. 26)

  2 Kelompok t df Signifikansi r (Effect R % Keterangan size)

  Kontrol -0,593 35 0,557 0,32 0,1024 10,24% Efek menengah Eksperimen -2,051 35 0,048 0,57 0,3249 32,49% Efek besar

  Pada tabel perhitungan besarnya pengaruh di atas, diperoleh besarnya effect

size 0,32 pada kelas kontrol dan 0,57 pada kelas eksperimen. Berdasarkan kriteria

yang digunakan, besarnya effect size yang diperoleh menunjukkan bahwa metode

inkuiri memiliki efek besar terhadap kemampuan menganalisis dengan persentase

efek 32,49%. Sedangkan pada kelompok kontrol memiliki efek menengah yang

dalam hal ini menggunakan metode ceramah dengan persentase efek 10,24%.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4.1.2.5 Retensi Pengaruh Metode Inkuiri terhadap Kemampuan

  Menganalisis Sesudah 2 bulan sejak posttest I, dilakukan posttest II pada kelompok

eksperimen dan kelompok kontrol. Langkah ini dilakukan untuk melihat apakah

pengaruh yang ditimbulkan dari dari metode inkuiri masih sekuat posttest I atau

tidak. Hasil skor dari posttest II akan diuji perbandingannya dengan skor posttest

I , hal ini dilakukan untuk melihat perbedaan skor posttest I dan posttest II pada

kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Data yang diperoleh dari

posttest I diuji normalitasnya terlebih dahulu, besarnya skor posttest II pada

kelompok kontrol dan eksperimen > 0,05 maka dilakukan analisis statistik dengan

menggunakan analisis statistik parametrik paired t-test dengan tingkat

kepercayaan 95%. Hipotesis statistik yang digunakan adalah sebagai berikut:

H i : Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan skor posttest II

pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen.

H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan skor

posttest II pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen.

  Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan yaitu sebagai berikut.

1. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 maka H

  null ditolak dan H i diterima. Hal ini berarti ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan skor posttest II pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata terjadi penurunan skor yang signifikan dari posttest I ke posttest II pada kemampuan menganalisis di kelompok kontrol.

  2. Jika harga sig. (2-tailed) &gt; 0,05 maka H null diterima dan H i ditolak. Hal ini berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan skor posttest II pada kelompok kontrol atau kelompok eksperimen. Dengan kata lain tidak terjadi penurunan skor yang signifikan dari posttest I ke posttest II pada kemampuan menganalisis di kelompok kontrol.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2 Skor Posttest kedua kelompok eksperimen 0,304 Normal

  

Gambar 18. Grafik perbandingan pretest, posttest I, dan posttest II pada

kemampuan menganalisis

  Diagram grafik berikut akan memperlihatkan skor pretest, posttest I dan posttest II baik di kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen.

  Pada kelompok eksperimen harga sig. (2-tailed) adalah 0,503 atau &gt; 0,05

maka H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan

antara skor posttest I dan skor posttest II pada kelompok eksperimen. Dengan kata

lain tidak terjadi penurunana skor yang signifikan dari posttest I ke posttest II

pada kemampuan menganalisis di kelompok eksperimen.

  

Dengan kata lain tidak terjadi penurunana skor yang signifikan dari posttest I ke

posttest II pada kemampuan menganalisis di kelompok kontrol.

  Berdasarkan tabel di atas harga sig. (2-tailed) pada kelompok kontrol adalah 0,762 &gt; 0,05 maka H null diterima dan H

i

ditolak. Artinya tidak ada perbedaan

yang signifikan antara skor posttest I dan skor posttest II pada kelompok kontrol.

  2 Eksperimen 1.81 1,91 0,503 Tidak Berbeda

  1 Kontrol 1.78 1,81 0,762 Tidak Berbeda

  Postest I Posttest II

  N o Kelompok Test Sig. (2-tailed) Keterangan

  

Tabel 21. Perbandingan Skor Posttest I dan Posttest II Kemampuan Menganalisis

(lampiran no. 24)

  1.71

  1.78

  No Aspek Nilai Signifikansi Keterangan

  

Tabel 20. Hasil Uji Normalitas Posttest II Kemampuan Menganalisis (lampiran

no. 22)

  2.5 Pretest Posttest 1 Posttest 2 Kontrol Eksperimen Linear (Eksperimen)

  2

  1.5

  1

  0.5

  1.91

  1.81

  1.55

  1.81

  1 Skor Posttest kedua kelompok kontrol 0,102 Normal PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4.1.3 Rangkuman Hasil Penelitian

Hasil perhitungan analisis data pengaruh penggunaan metode inkuiri

terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

  Tabel 22. Rangkuman Perbandingan Skor Pretest

  No Variabel Signifikansi Keterangan

  1 Mengaplikasi 0,535 Tidak Berbeda

  2 Menganalisis 0,247 Tidak Berbeda

  Tabel 23. Rangkuman Perbandingan Skor Pretest Ke Posttest

  No Variabel % Kenaikan Signifikansi Kontrol Eksperimen Kontrol Keterangan Eksperimen Keterangan

  1 Mengaplikasi 2,5% 21,19% 0,666 Tidak berbeda 0,000 Berbeda

  2 Menganalisis 4,1% 16,78% 0,557 Tidak berbeda 0,048 Berbeda

  Tabel 24. Rangkuman Perbandingan Selisih Skor Pretest ke Posttest

  No Variabel Signifikansi Keterangan

  1 Mengaplikasi 0,008 Berbeda

  2 Menganalisis 0,294 Tidak Berbeda

  Tabel 25. Rangkuman Perbandingan Skor Besarnya Pengaruh (Effect Size)

  No Variabel Effect size % Pengaruh Kontrol Keterangan Eksperimen Keterangan Kontrol Eksperimen

  1 Mengaplikasi 0,27 Efek kecil 0,81 Efek besar 7,29% 65,61%

  2 Menganalisis 0,32 Efek menengah 0,57 Efek Besar 10,24% 32,49%

  Tabel 26. Rangkuman Perbandingan Skor Posttest I ke Posttest II

  No Variabel Signifikansi Kontrol Keterangan Eksperimen Keterangan

  1 Mengaplikasi 0,741 Tidak berbeda 0,050 Tidak berbeda

  2 Menganalisis 0,762 Tidak berbeda 0,503 Tidak berbeda

  4.2 Pembahasan

  4.2.1 Pengaruh Metode Inkuiri terhadap Kemampuan Mengaplikasi Berdasarkan hasil analisis yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan mengaplikasi. Hal ini ditunjukkan dengan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,008 dibawah 0,05, maka H ditolak dan H diterima. Dengan kata lain null i penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasi .

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hasil uji statistik yang menunjukkan bahwa metode inkuiri berpengaruh

terhadap kemampuan mengaplikasi siswa, sejalan dengan pengamatan peneliti

pada kelas eksperimen. Siswa pada kelas yang menggunakan metode inkuiri

mampu memecahkan masalah dengan melakukan percobaan berdasarkan prosedur

yang mereka tetapkan, sehingga mampu mengeksekusi dan mengimplementasikan

apa yang menjadi tugas mereka. Hal ini membuktikan bahwa metode inkuiri dapat

meningkatkan aspek-aspek dalam variabel mengaplikasi karena siswa melakukan

percobaan sebagai proses untuk menemukan pemecahan masalah.

  Berbeda dengan kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah, siswa

kurang aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Siswa mendengarkan guru yang

menjelaskan materi pelajaran dan mengerjakan LKS dengan tanpa melakukan

percobaan. Siswa di kelas kontrol duduk dengan tenang dan teratur. Pada saat

peneliti mengamati proses pembelajaran di kelas kontrol ketika pembelajaran

mengenai pengungkit, terdapat satu siswa sedang mewarnai gambar dan tidak

mengerjakan yang semestinya.

4.2.2 Pengaruh Metode Inkuiri terhadap Kemampuan Menganalisis

  Berbeda dengan kemampuan mengaplikasi, hasil penelitian untuk kemampuan

menganalisis menunjukkan bahwa metode inkuiri tidak berpengaruh secara

signifikan terhadap kemampuan menganalisis. Hal ini ditunjukkan dengan

besarnya nilai sig. (2-tailed) yaitu 0,294 atau &gt; 0,05, maka H null diterima dan H i

ditolak. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara

signifikan terhadap kemampuan menganalisis.

  Penelitian ini merupakan penelitian kolaboratif, sehingga penelitian yang satu

dengan yang lainnya saling terkait. Pada penelitian yang dilakukan pada objek

penelitian sama oleh Erawati (2013) diketahui bahwa metode inkuiri tidak

berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat dan memahami.

Hasil penelitian tersebut membuat hasil tidak signifikan pada pengaruh metode

inkuiri terhadap kemampuan menganalisis menjadi hal yang logis. Kemampuan

mengingat dan memahami yang belum dimiliki oleh siswa mengakibatkan belum

mampu menganalisis. Berdasarkan penjelasan Anderson dan Krathwohl

(2010:43), kemampuan mengingat, memahami dan menganalisis merupakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

bagian dari enam level proses kognitif, sehingga wajar jika antarkemampuan

tersebut memiliki keterkaitan.

  Kemungkinan lain yang menjadi faktor penyebab yaitu kelas yang diberi

treatment belum terbiasa menggunakan metode inkuiri, sehingga belum bisa

beralih dari gaya belajar yang biasa digunakan yaitu metode pembelajaran

tradisional. Selain itu, kurangnya keseriusan siswa dalam kegiatan inkuiri. Hal ini

terlihat saat peneliti mengamati sekelompok siswa, terdapat dua siswa yang

bermain-main dengan alat yang digunakan dalam percobaan. Kondisi yang

berbeda pada pembelajaran di kelas kontrol, siswa duduk dengan teratur

mendengarkan guru yang menjelaskan materi pelajaran dan mengerjakan LKS

dengan tanpa melakukan percobaan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab V ini akan diuraikan mengenai kesimpulan, keterbatasan penelitian,

dan saran untuk penelitian selanjutnya. Bagian kesimpulan ingin menunjukkan

hasil penelitian yang menjawab hipotesis penelitian. Selanjutnya bagian saran

berisi saran untuk penelitian berikutnya.

5.1 Kesimpulan

  

1. Penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap

kemampuan mengaplikasi siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta pada mata pelajaran IPA materi pembelajaran pesawat sederhana tahun ajaran 2012/2013. Hal itu ditunjukkan pada hasil analisis statistik parametrik independent samples t-test pada perbandingan selisih skor pretest dan posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan nilai M = 0,58, SE = 0,11 pada kelompok eksperimen dan M = 0,07, SE = 0,15 pada kelompok kontrol. Diperoleh harga sig. (2-tailed) &lt; 0,05 yaitu 0,008 pada kelompok eksperimen dengan nilai t (70) = -2,713, p &lt; 0,05. Sehingga H null ditolak dan H i diterima yang berarti metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengaplikasi. Metode inkuiri memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan mengaplikasi, hal ini dapat dilihat dari analisis data besarnya pengaruh (effect size) metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi yaitu 0,81 dengan persentase pengaruh sebesar 65,61%. Dari hasil analisis data pada perbandingan skor posttest I dan posttest II kelompok eksperimen diperoleh harga sig. (2-tailed) sebesar 0,050 atau &gt; 0,05, maka H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak terjadi penurunan skor yang signifikan dari posttest I ke posttest II pada kemampuan mengaplikasi.

  

2. Penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap

kemampuan menganalisis siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta pada mata pelajaran IPA materi pembelajaran pesawat sederhana tahun ajaran 2012/2013. Hal itu ditunjukkan pada hasil analisis statistik parametrik independent samples t-test pada perbandingan posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen diperoleh skor yang lebih tinggi pada kelompok

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  eksperimen dengan nilai M = 0,26, SE = 0,13 dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan nilai M = 0,07, SE = 0,12. Perolehan data yang ada menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan nilai t(70) = -2,713, p &gt; ,05. Besarnya sig. (2-tailed) yang diperoleh yaitu 0,294 atau &gt; 0,05. H null diterima dan H i ditolak yang berarti bahwa penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menganalisis. Metode inkuiri memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan menganalisis, hal ini dapat dilihat dari analisis data besarnya pengaruh (effect size) metode inkuiri terhadap kemampuan menganalisis yaitu 0,57 dengan persentase pengaruh sebesar 32,49%. Dari hasil analisis data pada perbandingan skor posttest pertama dan posttest kedua kelompok eksperimen diperoleh harga sig. (2-tailed) sebesar 0,503 atau &gt; 0,05, maka H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak terjadi penurunan skor yang signifikan dari

pertama ke posttest kedua pada kemampuan menganalisis.

posttest

  5.2 Keterbatasan Penelitian

  1. Hasil dari penelitian ini hanya terbatas pada sekolah SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta. Sehingga hasil penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan pada SD lainnya.

  2. Waktu yang digunakan dalam pembelajaran di kelas eksperimen dilakukan pada jam siang/setelah istirahat kedua, sehingga siswa sudah lelah dan

kurang berkonsentrasi untuk melakukan pembelajaran dengan inkuiri.

  5.3 Saran Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu:

  1. Untuk peneliti selanjutnya dapat diadakan penelitian serupa yang fokus meneliti kemampuan mengaplikasi dan menganalisis dengan menambah atau menggunakan selain metode inkuiri sebagai treatment pada SD lainnya.

  2. Sebaiknya pemilihan waktu untuk pembelajaran dengan inkuiri harus diperhatikan dengan baik. Penelitian hendaknya dilakukan pada jam pelajaran awal/pagi hari agar siswa dapat berkonsentrasi dengan optimal.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Ambarsari, W., dkk. (2013). Penerapan pembelajaran inkuiri termimbing terhadap

keterampilan proses sains dasar pada pelajaran biologi siswa kelas VIII SMP Negeri Surakarta. Pendidikan Biologi, 5 (1), 81-95.

Amien, M. (1979). Apakah metode discovery-inquiry itu?. Jakarta: Departemen

Pendidikan dan Kebudayaan Direktoral Jendral Kependidikan Tinggi

  Proyek Normalisasi Kehidupan Kampus.

Amien, M. (1987). Mengajarkan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan

menggunakan m etode “discovery” dan “inquiry” bagian I. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktoral Jendral Kependidikan Tinggi Proyek Normalisasi Kehidupan Kampus.

  

Anderson, L. W. &amp; Krathwol, D. R. (2010). Kerangka landasan untuk

pembelajaran, pengajaran, dan asesmen. Yogyakarta:Pustaka Pelajar.

Anggraini, S. (2012). Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan

mengaplikasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA di SD Kanisius Sengkan. Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Arifin, Z. (2011). Penelitian pendidikan metode dan paradigma baru. Bandung:

PT Remaja Rosdakarya.

Arikunto, S. (1991). Manajemen pengajaran secara manusiawi. Jakarta: PT.

  Rienka Cipta.

Azmiyawati, dkk. (2008). IPA 5 salingtemas. Jakarta: Depaartemen Pendidikan

Nasional.

  

Bilgin, I. (2009). The effects of guided inquiry instruction incorporating a

cooperative learning approach on university students’ achievement of acid and bases concepts and attitude toward guided inquiry instruction.

  Scientific Research and Essay , 4 (10), 1038-1046.

  

Erawati, S. (2013). Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan

mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta. Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  

Fauziah, Y. N. (2011). Analisis kemampuan guru dalam mengembangkan

keterampilan berpikir kreatif siswa sekolah dasar kelas V pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Portal Jurnal UPI, Edisi khusus (1), Agustus, 98-106.

  Field, A. (2009). Discovering statistics using SPSS, third edition. London: Sage.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Fitriana, L., dkk. (2013). Penggunaan metode inkuiri dengan media pancagram

dalam peningkatan pembelajaran matematika tentang bangun datar siswa sekolah dasar. Kalam Cendikia PGSD Kebumen.2 (1).

Ghozali, I. (2009). Aplikasi analisis multivariate dengan program SPSS.

  Semarang: Universitas diponegoro.

Gulo. W. (2004). Strategi belajar mengajar. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana.

Krathwohl, D.R. (1998). Methods of educational and social science research, an

integrated approach, second edition. Illinois: Waveland.

  

Li, dkk. (2010). Inquiry-based learning and e-mentoring via videoconference: a

study of mathematics and sciencelearning of Canadian rural students.

  Education Tech Research Dev , (58), 729-753.

  

Mahmudatussa’adah, A. (2011). Pendekatan inkuiri-kontekstual berbasis

teknologi informasi untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa. Invitec, VII (2), Agustus, 115-130.

Mulyasa, E. (2006). Menjadi guru professional menciptakan pembelajaran kreatif

dan menyenangkan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

  

Praptiwi, dkk. (2012). Efektifitas model pembelajaran eksperimen inkuiri

terbimbing berbantuan my own dictionary untuk meningkatkan penguasaan konsep dan unjuk kerja siswa SMP RSBI. Unnes Science Education Journal, 1 (2), 86-95.

  

Priyatno, D. (2012). Belajar praktis analisis parametrik dan non parametrik

dengan SPSS . Yogyakarta:Gava Media. Purwanto. (2009). Evaluasi hasil belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rohmawati, A. N. (2012). Penerapan pembelajaran IPA terpadu dengan model

pembelajaran inkuiri pada tema mata di smp negeri 1 Maduran Lamongan.

  Pendidikan Sains , 1, (1). 76-91.

  

Sanjaya, W. (2006). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan.

  Jakarta: Prenada Media.

Santoso, S. (2012). Panduan lengkap SPSS versi 20. Jakarta: PT Elex Media

Komputindo.

  

Sari, K. N. I. (2010). Peningkatan kualitas pembelajaran ipa melalui pendekatan

inkuiri pada siswa kelas IV SDN I Maribaya Karanganyar Purbalingga.

  Jurnal Kependidikan Dasar, 1 (1), 86-96.

  

Sarwono, J. (2010). PASW statistik 18 belajar statistik menjadi mudah dan cepat.

  Yogyakarta: CV Andi.

Septiani, M. R. (2012). Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan

  Menganalisis dan mengevaluasi pada mata pelajaran IPA di SD Kanisius

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sengkan. Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  

Susilawati. (2012). Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan

mengaplikasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA di SD Kanisius Wirobrajan. Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  

Sugiyono. (2010). Metode penelitian pendidikan pendekatan kualitatif,

kuantitatif,dan R&amp;D . Bandung: Alfabeta.

Sulistyanto, H &amp; Wiyono, E. (2008). Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD kelas V.

  Jakarta: Depaartemen Pendidikan Nasional.

Trianto. (2009). Mendesain model pembelajaran inovatif-progresif, konsep,

landasan, dan implementasinya pada kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Jakarta: Predana Media.

  

Uno, B. H. (2011). Belajar dengan pendekatan PAILKEM: Pembelajaran aktif,

inovatif, lingkungan, kreatif, efektif, menarik. Jakarta: bumi Aksara.

Wahyudin, dkk. (2010). Keefektifan pembelajaran berbantuan multimedia

menggunakan metode inkuiri terbimbing untuk meningkatkan minat dan

pemahaman siswa. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 6, 58-62.

Widoyoko, E. P. (2009). Evaluasi program pembelajaran panduan praktis bagi

pendidik dan calon pendidik. Yogyakarta: Pusataka Pelajar.

Yamin, M. (2009). Desain pembelajaran berbasis tingkat satuan pendidikan.

  Jakarta: Gaung Persada Press.

  

LAMPIRAN

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 1. Silabus Kelompok Kontrol

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 2. Silabus Kelompok Eksperimen

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 1. Silabus Kelompok Kontrol

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 4. RPP Kelompok Eksperimen

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 5. Soal Essai Penelitian

Jalanku Buntu

Besok merupakan hari pertama siswa masuk sekolah setelah libur Natal.

  

Anak-anak kelas 5 SD Suka Tani besok juga akan mengadakan perayaan Natal

bersama. Untuk mempersiapkan acara tersebut, sebelum libur Pak Guru meminta

tolong kepada Andi, Anto, Iman dan Riski untuk membantu membereskan aula

yang akan digunakan untuk perayaan Natal. Minggu siang mereka pergi ke

sekolah untuk membereskan aula. Sesampainya di depan gerbang sekolah,

ternyata banyak sekali tumpukan pasir dan bebatuan sisa pembangunan pendopo

yang berserakan di sekitar halaman. Mereka berjalan mendekati aula. Ternyata

ada gundukan pasir yang sangat tinggi dan sebuah karung berisi semen menutupi

pintu aula. Pada saat itu hanya ada mereka berempat. Siang itu juga mereka harus

segera membereskan aula, karena keesokan harinya sudah digunakan untuk

perayaan Natal. Mereka tidak dapat masuk aula karena terhalang oleh gundukan

pasir dan karung semen. Tidak ada jalan lain untuk memasuki aula selain

melewati pintu yang tertutup pasir dan karung semen tersebut. Setelah membaca kasus di atas, jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

  

1. Sebutkan alat-alat yang dapat digunakan untuk memindahkan pasir dan

karung berisi semen! Mengapa alat-alat tersebut dapat memudahkan kita dalam memindahkan pasir dan karung berisi semen? Jawab : ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………..

  

2. Sebutkan letak titik tumpu, beban, dan kuasa alat pada gambar di bawah ini!

A = titik …………… B = titik ……………. C = titik ……………. Jawab : ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

3. Jelaskan cara kerja alat yang kamu pilih di no 1 untuk memindahkan pasir

dan karung berisi semen! Jawab : ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………

  

4. Sebutkan perbedaan yang akan terjadi jika memindahkan pasir dengan

menggunakan skop bergagang panjang dan skop bergagang pendek, jelaskan alasanmu! Jawab : ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………

  

5. Mana yang lebih efektif/mudah antara menggunakan gerobak dorong dengan

menggunakan papan kayu untuk memindahkan pasir dan karung berisi semen? berilah alasanmu! Jawab : ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………

  6. Gambarlah hasil rancangan proses pemindahan semen satu karung dan gundukan pasir pada kasus tersebut! (di kertas kosong sebaliknya) Dengan kriteria :

a. Alat mudah digunakan dan ditemukan di lingkungan sekolah/ rumah.

b. Rancangan runtut dan mudah dipraktekkan.

  Jawab : ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………….....

  ............................................................................................................

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 6. Kunci Jawaban 1. Kereta dorong, skop, katrol, papan kayu.

  Karena dengan menggunakan alat

  • – alat tersebut dapat membuat pekerjaan menjadi ringan dan alat – alat tersebut termasuk pesawat sedrhana.

2. Bagian – bagian skop.

  a. Pemegang/ gagang skop.

  b. Lengan skop

  c. Papan skop Letak titik tumpu, beban, dan kuasa A. Tumpu

  B. Kuasa

  C. Beban 3. a. Kereta dorong Penggunannya dengan cara memindahkan pasir yang ada dengan menggunakan skop ke kereta dorong. Lalu mendorong kereta tersebut dan memindahkan pasir ke tempat yang lebih lebar. Mengangkat karung berisi semen ke kereta dorong lalu kemudian dipindahkan ke tempat yang semestinya.

  b. Skop mengambil pasir dengan skop dan memindahkan ke tempat yang semestinya.

  c. Katrol mengikat karung berisi semen, menaikkan ke kereta dorong, dan menyingkirkannya ke tempat yang semestinya.

  d. Papan kayu meletakkan papan kayu tepat di bawah karung berisi semen kemudian mengungkitnya sehingga karung berisi semen dapat dipinggirkan dan tidak menutupi pintu masuk.

  4. Jika mengangkat pasir dengan menggunakan skop yang memiliki gagang pegangan panjang, beban yang diangkat terasa ringan dan memerlukan tenaga yang kecil. Karena jarak titik tumpu dan titik kuasa terletak jauh. Berbeda ketika mengangkat pasir dengan menggunakan skop yang memiliki gagang pendek, beban yang diangkat terasa berat dan tenaga yang dikeluarkan lebih besar. Hal ini karena pada gagang skop yang pendek, jarak titik tumpu dan kuasa terletak dekat.

  5. Yang paling efektif yaitu dengan menggunakan gerobak dorong karena dapat membawa benda-benda yang berat dengan lebih cepat, mudah dan tenaga yang harus dikeluarkan pun lebih sedikit sedangkan dengan menggunakan papan kayu tenaga yang dibutuhkan lebih banyak dan akan terasa berat.

6. Contoh jawaban yang memenuhi kriteria soal no 6.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 7. Rubrik Penilaian NO

VARIABEL ASPEK KRITERIA SKOR

  1 Mengaplikasikan Melaksanakan Memilih ≥ 2 alat pesawat sederhana yang

  4 digunakan dengan tepat Memilih 2 alat pesawat sederhana yang akan digunakan tetapi salah satunya tidak

  3

tepat

Memilih 1 alat pesawat sederhana dengan

  2

tepat

Tidak mampu memilih pesawat sederhana

  1 yang digunakan Mengeksekusi Menyebutkan cara atau tahap dari ≥ 2 alat yang yang akan digunakan untuk

  4 memecahkan masalah dengan tepat Menyebutkan cara atau tahap dari 2 alat yang akan digunakan untuk memecahkan

  3 masalah tetapi kurang tepat Menyebutkan cara atau tahap dari 1 alat yang akan digunakan untuk memecahkan

  2 masalah dengan tepat Tidak menyebutkan cara atau tahap penggunaan pesawat sederhana yang akan

  1 digunakan atau menyebutkan tetapi salah Mengimplementa Dapat menerapkan penggunaan ≥ 2 sikan pesawat sederhana dalam pemecahan

  4 masalah dengan tepat Dapat menerapkan penggunaan 2 pesawat sederhana dalam pemecahan masalah

  3 tetapi kurang tepat Dapat menerapkan penggunaan 1 pesawat sederhana dalam pemecahan masalah

  2 dengan tepat Tidak dapat menerapkan penggunaan pesawat sederhana dalam pemecahan

  1 masalah Menggunakan Mampu menggunakan ≥ 2 alat yang termasuk jenis pesawat sederhana dengan

  4

tepat

Mampu menggunakan 2 alat yang termasuk pesawat sederhana tetapi kurang

  3

tepat

Mampu menggunakan 1 alat yang

  2 termasuk pesawat sederhana dengan tepat Tidak mampu menggunakan alat yang

  1 termasuk pesawat sederhana

  2 Menganalisis Membedakan Mampu membedakan 2 pengaruh yang

  4 didapat dengan tepat Mampu membedakan 2 pengaruh yang didapat tetapi salah satu jawabannya

  3 kurang tepat atau salah Mampu membedakan 1 pengaruh yang

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  didapat dengan tepat Tidak mampu membedakan pengaruh atau 1 menemukan pengaruh tetapi salah

  Memilih Mampu menentukan 2 perbedaan

  4 pengaruh yang terjadi dengan tepat Mampu menentukan 2 perbedaan pengaruh yang didapat tetapi salah satu jawaban

  3 kurang tepat atau salah Mampu menentukan 1 perbedaan pengaruh

  2 yang terjadi dengan tepat Tidak mampu menentukan perbedaan pengaruh atau menentukan perbedaan

  1 pengaruh yang terjadi tetapi salah Mengorganisasi Mampu mengelompokkan pengaruh yang didapat jika menggunakan pesawat

  4 sederhana dalam kondisi tertentu dengan tepat Mampu mengelompokkan pengaruh yang didapat jika menggunakan pesawat

  3 sederhana dalam kondisi tertentu tetapi kurang tepat Mampu mengelompokkan pengaruh yang didapat jika menggunakan pesawat

  2 sederhana dalam kondisi tertentu tetapi tidak tepat Tidak mampu mengelompokkan pengaruh

  1 yang didapat

  2 Menganalisis Mengatribusikan Mampu menunjukkan alasan/penyebab dari pengaruh yang ditimbulkan jika 4 menggunakan pesawat sederhana dalam kondisi tertentu dengan tepat Mampu menunjukkan alasan/penyebab dari pengaruh yang ditimbulkan jika

  3 menggunakan pesawat sederhana dalam kondisi tertentu tetapi kurang tepat Mampu menunjukkan alasan/penyebab dari pengaruh yang ditimbulkan jika

  2 menggunakan pesawat sederhana dalam kondisi tertentu tetapi tidak tepat Tidak mampu menunjukkan alasan/penyebab dari pengaruh yang

  1 ditimbulkan jika menggunakan pesawat sederhana dalam kondisi tertentu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Correlations total no1 no2 no3 no4 no5 no6 total Pearson

  Lampiran 8. Hasil Analisis SPSS Uji Validitas a. Uji Validitas 6 Kemampuan

  • .487
  • .693
  • .471
  • .665
  • .592
  • Sig. (2- tailed)
  • 1 -.023 .265 .137 .221 .216
  • .023
  • .385
    • .108 -.098

  Correlation 1 .563

  • .265 .481
  • 1 .316 .225 .206
  • .137 .385
    • .316

  • .221 .108 .225 .071
  • Sig. (2- tailed)
  • .216 -.098 .206 .086 .524
  • 1
    • . Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

  38

  1 .524

  .665

  38 no5 Pearson Correlation

  38

  38

  38

  38

  38

  38

  .003 .412 .017 .053 .670 .608 N

  1 .071 .086 Sig. (2- tailed)

  .471

  38 no4 Pearson Correlation

  .000 .182 .518 .175 .670 .001 N

  38

  38

  38

  38 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  38

  38

  38

  38

  38

  N

  38

  Sig. (2- tailed) .000 .193 .557 .214 .608 .001

  .592

  38 no6 Pearson Correlation

  38

  38

  38

  38

  38

  38

  .563

  38

  38

  38

  38

  N

  Sig. (2- tailed) .000 .892 .108 .412 .182 .193

  38 no1 Pearson Correlation

  38

  38

  38

  38

  38

  38

  38

  38

  38 no2 Pearson Correlation

  .000 .002 .000 .003 .000 .000 N

  38

  38

  N

  Sig. (2- tailed) .000 .108 .002 .053 .175 .214

  .693

  38 no3 Pearson Correlation

  38

  38

  .487

  38

  38

  38

  N

  Sig. (2- tailed) .002 .892 .002 .017 .518 .557

  1 .481

  38

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b. Uji Validitas Kemampuan Mengaplikasi

  Correlations total sub1 sub2 sub3 sub4 total Pearson Correlation 1 .693

  • .926
  • .951
  • .948
  • Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 N
  • 1 .415
  • .455
  • .485
  • Sig. (2-tailed) .000 .010 .004 .002 N
  • .415
  • 1 .961
  • .918
  • Sig. (2-tailed) .000 .010 .000 .000 N

  • .455
  • .961
  • 1 .961
  • Sig. (2-tailed) .000 .004 .000 .000 N

  • .485
  • .918
  • .961
  • 1
  • .841
  • .882
  • .430
  • Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .007 N
  • 1 1.000
  • .565
  • .120
  • 1.000
  • 1 .565
  • .120
  • .565
  • .565
  • 1 .255
  • .120 .120 .255

  38

  38 sub1 Pearson Correlation .841

  Sig. (2-tailed) .000 0.000 .000 .472 N

  38

  38

  38

  38

  38 sub2 Pearson Correlation .841

  Sig. (2-tailed) .000 0.000 .000 .472 N

  38

  38

  38

  38 sub3 Pearson Correlation .882

  38

  Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .122 N

  38

  38

  38

  38

  38 sub4 Pearson Correlation .430

  1 Sig. (2-tailed) .007 .472 .472 .122 N

  38

  38

  38

  38

  38 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  38

  38

  38

  38

  38

  38

  38

  38 sub1 Pearson Correlation .693

  38

  38

  38

  38

  38 sub2 Pearson Correlation .926

  38

  38

  38

  38 sub3 Pearson Correlation .951

  38

  38

  38

  38

  38

  38 sub4 Pearson Correlation .948

  Sig. (2-tailed) .000 .002 .000 .000 N

  38

  38

  38

  38

  38 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  total sub1 sub2 sub3 sub4 total Pearson Correlation 1 .841

  c. Uji Validitas Kemampuan Menganalisis

Correlations

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Cases Valid 38 100.0 Excluded

  N of Items .708

  Cronbach's Alpha

  Reliability Statistics

  a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  .0 Total 38 100.0

  a

  Lampiran 9. Hasil Analisis SPSS Uji Reliabilitas Kemampuan Mengaplikasi Kemampuan Mengananlisis Case Processing Summary

  N % Cases

  N of Items .893

  Cronbach's Alpha

  Reliability Statistics

  a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  .0 Total 38 100.0

  a

  Valid 38 100.0 Excluded

  4 Case Processing Summary N %

4 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3

  2.00

  8.00

  2

  2

  2

  2

  25

  2.50

  10

  1

  3

  3

  24

  1

  3.25

  13.00

  3

  3

  3

  4

  24

  1.00

  4

  1

  1

  1

  25

  1

  23

  2

  3.25

  13.00

  4

  3

  3

  3

  28

  2.00

  8

  1

  3

  2

  27

  2

  2.00

  8.00

  2

  2

  2

  2

  27

  1.70

  6.82

  11.18 2.79 26* 1.62 1.62 2.35 1.24

  1.25 26* 2.97 2.65 2.65 2.91

  5

  1

  1

  2.00

  1

  2

  4

  21

  2.25

  9

  2

  3

  2

  2

  20

  2.00

  8.00

  2

  2

  3

  2

  20

  1.25

  5

  1

  2

  1

  1

  19

  2.00

  8.00

  2

  3

  4

  8.00

  2.00

  2

  2

  2

  2

  23

  1.25

  5

  1

  2

  1

  1

  22

  8.00

  14.00

  2

  2

  2

  2

  22

  1.50

  6

  2

  2

  1

  1

  21

  3.50

  28

  1

  2

  3

  1.25

  5

  1

  2

  1

  1

  34

  3.00

  12.00

  3

  3

  3

  34

  3

  2.00

  8

  1

  3

  2

  2

  33

  1.00

  4.00

  1

  1

  1

  35

  3

  33

  4

  1.71 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2.79 Rerata 1.62 1.62 2.35 1.24 6.8233

  11.18

  1.25 Rerata 2.97 2.65 2.65 2.91

  5

  1

  2

  1

  1

  36

  4.00

  16.00

  4

  3

  4

  4

  36

  2.50

  10

  1

  3

  3

  3

  35

  3.00

  12.00

  3

  1

  1.25

  2

  1

  1

  30

  3.50

  14.00

  4

  3

  3

  4

  30

  1.00

  4

  1

  1

  2

  1

  29

  2.00

  8.00

  2

  2

  2

  2

  29

  1.25

  5

  1

  1

  2

  5

  1.50

  1

  2

  1

  1

  32

  3.00

  12.00

  3

  3

  3

  3

  32

  6

  6

  2

  2

  1

  1

  31

  3.50

  14.00

  4

  3

  3

  4

  31

  1.50

  2

  Lampiran 10. Tabulasi Nilai Pretest, Posttest I, dan Posttest II Kelas Kontrol Pretest No Resp Mengaplikasi Jumlah Rata- rata No Resp Menganalisis Jumlah Rata- rata Aspek Aspek M e n g e ksek u si M e la ksa n a ka n M e n g g u n a ka n M e n g imple men - ta si ka n M e mbe d a ka n M e mi li h M e n g o rg a n is a si M e n g a tr ib u si ka n

  1

  3

  8

  2.00

  8

  1

  3

  2

  2

  7

  3.00

  12.00

  3

  3

  3

  4

  7

  2.00

  8

  1

  3

  2

  2

  6

  1.00

  4.00

  1

  1

  4

  4

  1

  14.00

  3

  3

  4

  10

  2.50

  10

  1

  3

  3

  3

  9

  3.50

  4

  4

  3

  3

  4

  9

  1.00

  4

  1

  1

  1

  1

  8

  4.00

  16.00

  1

  6

  14.00

  2

  5

  1

  2

  1

  1

  2

  3.50

  14.00

  4

  3

  3

  4

  2.50

  11.18 2.79 3* 1.62 1.62 2.35 1.24

  10

  1

  3

  3

  3

  1

  4.00

  16.00

  4

  4

  4

  4

  1.25 3* 2.97 2.65 2.65 2.91

  6.82

  1.00

  5

  4

  1

  1

  1

  1

  5

  4.00

  16.00

  4

  4

  4

  4

  2.50

  1.70

  10

  1

  3

  3

  3

  4

  2.00

  8.00

  2

  2

  2

  2

  4

  4

  3.50

  19

  4

  3

  2

  2

  16

  2.00

  8.00

  2

  2

  2

  2

  16

  1.00

  1

  8

  1

  1

  1

  15

  2.00

  8.00

  2

  2

  2

  2

  15

  1.25

  1

  2.00

  1

  2

  2.75

  11

  3

  4

  2

  2

  18

  2.00

  8.00

  2

  2

  2

  18

  17

  1.75

  7

  3

  2

  1

  1

  17

  3.50

  14.00

  4

  3

  3

  4

  5

  2

  10

  11

  13.00

  3

  3

  3

  4

  12

  2.75

  11

  1

  4

  3

  3

  3.50

  12

  14.00

  4

  3

  3

  4

  11

  1.25

  5

  1

  2

  1

  1

  3.25

  1

  1

  4

  1

  14

  3.25

  13.00

  3

  3

  3

  4

  14

  2.75

  11

  1

  3

  1

  3

  13

  2.00

  8.00

  2

  2

  2

  2

  13

  1.25

  5

  1

  2

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5

  2

  2

  24

  3.00

  12

  3

  3

  3

  3

  24

  1.25

  1

  2

  2

  1

  1

  23

  3.50

  14

  4

  3

  3

  4

  23

  1.00

  4

  10

  1

  1

  2

  28

  1.54

  6.17

  1.12

  10.75 2.69 27* 1.53 1.53 1.99

  2.66

  1.50 27* 3 2.56 2.53

  6

  2

  2

  1

  26

  2.50 25* 3 2.56 2.53

  2.00

  8

  2

  2

  2

  2

  26

  1.54

  6.17

  1.12

  10.75 2.69 25* 1.53 1.53 1.99

  2.66

  4

  1

  2

  1

  3.00

  12

  3

  3

  3

  3

  20

  1.00

  4

  1

  1

  1

  1

  19

  2.25

  9

  2

  2

  2

  3

  19

  1.00

  4

  1

  1

  20

  1

  1

  2

  1

  22

  3.00

  12

  3

  3

  3

  3

  22

  1.25

  5

  1

  1

  2

  1

  21

  2.00

  8

  2

  2

  2

  2

  21

  1.25

  5

  1

  2

  2

  1

  2

  3.00

  12

  3

  3

  3

  3

  34

  2.00

  8

  1

  3

  2

  1

  33

  2.00

  8

  2

  2

  2

  2

  33

  1.50

  6

  2

  2

  34

  1

  1

  12

  1.55 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1.12

  2.69 Rerata 1.53 1.53 2.00

  2.66

  2.00 Rerata 3.00 2.56 2.53

  8

  1

  3

  2

  2

  36

  3.00

  3

  1

  3

  3

  3

  36

  1.54

  6.17

  1.12

  10.75 2.69 35* 1.53 1.53 1.99

  2.66

  1.00 35* 3 2.56 2.53

  4

  1

  1

  32

  8

  12

  2

  2

  4

  30

  2.00

  8

  1

  1

  3

  3

  29

  3.00

  3

  10

  3

  3

  3

  29

  1.25

  5

  1

  2

  1

  1

  28

  2.00

  2

  2.50

  3.50

  31

  14

  3

  3

  3

  5

  32

  1.00

  4

  1

  1

  1

  1

  2.00

  30

  8

  2

  2

  2

  2

  31

  1.00

  4

  1

  1

  1

  1

  1

  Kelas Eksperimen Pretest No Resp Mengaplikasi Jumlah Rata- rata No Resp Menganalisis Jumlah Rata- rata Aspek Aspek M e n g e ksek u si M e la ksa n a ka n M e n g g u n a ka n M e n g imple men - ta si ka n M e mbe d a ka n M e mi li h M e n g o rg a n is a si M e n g a tr ib u si ka n

  1

  1.54

  1

  1

  1

  7

  3.25

  13

  3

  3

  3

  4

  7

  6.1

  4

  1.12

  10.75 2.69 6* 1.53 1.53 1.99

  2.66

  1.00 6* 3 2.56 2.53

  4

  1

  1

  1

  1

  5

  2.00

  8

  1

  1.00

  2

  9

  13

  1

  4

  4

  4

  9

  3.75

  15

  4

  3

  4

  4

  1.00

  8

  4

  1

  1

  1

  1

  8

  3.25

  13

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  10

  2

  5

  1

  2

  1

  1

  2

  2.00

  8

  2

  2

  2

  2

  1.25

  3

  5

  1

  2

  1

  1

  1

  2.00

  8

  2

  2

  2

  2

  1.25

  2

  2

  3

  5

  2.50

  10

  1

  3

  3

  3

  4

  3.00

  12

  3

  3

  3

  2

  4

  2.00

  8

  1

  3

  2

  2

  3

  2.00

  8

  2

  2

  3.25

  3

  2.50

  2.00

  3

  3

  4

  16

  2.50

  10

  2

  2

  3

  3

  15

  8

  13

  2

  2

  2

  2

  15

  2.00

  8

  1

  3

  2

  2

  14

  3

  3.25

  8

  17

  10

  2

  2

  2

  4

  18

  1.00

  4

  1

  1

  1

  1

  3.50

  16

  14

  4

  3

  3

  4

  17

  2.25

  9

  1

  4

  2

  2

  2.00

  2

  3

  2

  12

  1.25

  5

  1

  2

  1

  1

  11

  2.00

  8

  2

  2

  2

  3

  11

  1.25

  5

  1

  2

  1

  1

  10

  3.00

  12

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  14

  2.25

  9

  1

  2

  3

  3

  13

  3.25

  13

  3

  4

  3

  4

  13

  1.25

  5

  1

  2

  1

  1

  12

  3.50

  14

  18

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4

  25

  2.00

  2 2 2 8

  2

  25

  2.25

  9

  1

  2

  1

  2

  24

  4.00

  4 4 4 16

  4

  24

  2.25

  9

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  3

  27

  2.75

  2 2 3 11

  4

  27

  2.25

  9

  3

  2

  2

  2

  26

  3.50

  4 3 4 14

  3

  26

  1.50

  6

  3

  2

  1

  2.00

  4

  21

  1.25

  5

  1

  2

  1

  1

  20

  2 2 2 8

  3.25

  2

  20

  1.00

  4

  1

  1

  1

  1

  19

  3 3 3 13

  21

  23

  1

  3.50

  3 3 4 14

  4

  23

  1.25

  5

  1

  2

  1

  22

  3

  3.25

  3 3 3 13

  4

  22

  2.50

  10

  1

  3

  3

  2

  9

  2 2 2 8

  2.00

  34

  1.25

  5

  1

  2

  1

  1

  33

  2 2 2 8

  3 3 3 12

  2

  33

  1.25

  5

  1

  2

  1

  1

  32

  3

  3.00

  2 2 2 8

  4.00

  1.78 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2.86 Rerata 1.59 1.59 2.44 1.50

  1.25 Rerata 3.12 2.79 2.71 2.82

  5

  1

  2

  1

  1

  36

  4 4 4 16

  34

  4

  36

  1.78

  2.25 35* 3.12 2.79 2.71 2.82 11.44 2.86 35* 1.59 1.59 2.44 1.50 7.11

  9

  2

  3

  2

  2

  2.00

  2

  2.25

  1.25

  2

  3

  3

  3

  29

  3.00

  3 3 3 12

  3

  29

  5

  2.75

  1

  2

  1

  1

  28

  2.50

  3 2 2 10

  3

  28

  11

  30

  32

  4

  2.25

  9

  2

  3

  2

  2

  31

  4.00

  4 4 4 16

  31

  4

  1.50

  6

  2

  2

  1

  1

  30

  4.00

  4 4 4 16

  2.00

  Kelas Kontrol Posttest I No. Resp Mengaplikasi Jumlah Rata- rata No. Resp Menganalisis Jumlah Rata- rata Aspek Aspek M e n g e kse ku si M e laksan akan M e n g g u n akan M e n g im p le m e n - tasi kan M e m b e d akan M e m il ih M e n g o rg an isasi M e n g atr ib u si ka n

  1

  6

  3

  7

  2.25

  9

  1

  4

  2

  2

  3.25

  3.00

  3 3 3 13

  4

  6

  2.25

  9

  1

  4

  2

  2

  3 3 3 12

  7

  3.25

  1

  3.50

  4 3 3 14

  4

  9

  1.25

  5

  1

  2

  1

  8

  1

  2.00

  2 2 2 8

  2

  8

  1.00

  4

  1

  1

  1

  5

  3 3 3 13

  1

  2

  5

  1

  2

  1

  1

  2

  1.25

  1 1 1 5

  2

  2.25

  3

  9

  2

  3

  2

  2

  1

  3.25

  3 3 3 13

  4

  1.25

  1

  4

  2 2 2 8

  5

  2.75

  11

  1

  4

  3

  3

  4

  2.00

  2

  1 1 1 4

  4

  1.50

  6

  2

  2

  1

  1

  3

  1.00

  9

  1

  19

  1.25

  2

  2

  1

  1

  16

  2.00

  2 2 2 8

  2

  16

  5

  1.50

  2

  1

  1

  1

  15

  2.50

  2 2 2 10

  4

  15

  6

  17

  1.00 14* 3.12 2.79 2.71 2.82 11.44 2.86 14* 1.59 1.59 2.44 1.50 7.11

  2

  3.00

  12

  4

  4

  2

  2

  18

  2.75

  3 3 3 11

  18

  4

  1.25

  5

  1

  2

  1

  1

  17

  3.50

  3 3 4 14

  1.78

  4

  2

  2

  2

  11

  3.75

  4 4 3 15

  4

  11

  1.25

  5

  1

  1

  3

  1

  10

  4.00

  4 4 4 16

  4

  10

  1.25

  5

  1

  2

  4

  1

  10

  1

  1

  1

  13

  2.00

  2 2 2 8

  2

  13

  2.50

  1

  11

  3

  3

  3

  12

  3.50

  3 3 4 14

  4

  12

  2.75

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3.00

  8

  2

  2

  2

  2

  26

  2.25

  9

  1

  4

  2

  2

  25

  12

  26

  3

  3

  3

  3

  25

  1.50

  6

  2

  2

  1

  1

  24

  3.00

  2.00

  3

  4

  2

  1

  1

  28

  2.00

  8

  2

  2

  2

  2

  28

  1.25

  5

  1

  1

  3

  1

  27

  2.50

  10

  2

  2

  2

  4

  27

  3.00

  12

  2

  4

  12

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  21

  3.50

  14

  4

  3

  3

  4

  21

  1.00

  1

  3.00

  1

  1

  1

  20

  3.50

  14

  4

  3

  3

  4

  20

  1.81

  7.24

  12

  22

  2

  4

  4

  24

  3.25

  13

  1

  4

  4

  4

  23

  4.00

  16

  4

  4

  4

  4

  23

  1.00

  4

  1

  1

  1

  1

  22

  4.00

  16

  4

  4

  4

  2

  6

  2.53

  1

  35

  2.50

  10

  2

  2

  2

  4

  35

  1.25

  5

  1

  2

  1

  34

  1

  3.50

  14

  4

  3

  3

  4

  34

  1.00

  4

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2.00

  12

  1.81 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  7.24

  1.41

  2.53

  1.65

  1.65

  3.26 Rerata

  13.06

  3.35

  3.06

  3.09

  3.56

  3.00 Rerata

  4

  2

  4

  2

  2

  36

  4.00

  16

  4

  4

  4

  4

  36

  1.50

  6

  33

  8

  1.50

  30

  1.50

  6

  2

  2

  1

  1

  30

  4.00

  16

  4

  4

  4

  4

  2.00

  2

  8

  1

  3

  2

  2

  29

  4.00

  16

  4

  4

  4

  4

  29

  31

  2

  2

  4

  2

  2

  2

  33

  1.50

  6

  2

  2

  1

  1

  32

  3.50

  14

  3

  2

  3

  4

  32

  2.50

  10

  1

  3

  3

  3

  31

  2.00

  8

  2

  1.41

  Kelas Eksperimen Posttest I No Resp Mengaplikasi Jumlah Rata- rata No Resp Menganalisis Jumlah Rata- rata Aspek Aspek M e n g e ksek u si M e la ksa n a ka n M e n g g u n a ka n M e n g imple men - ta si ka n M e mbe d a ka n M e mi li h M e n g o rg a n is a si M e n g a tr ib u si ka n

  1

  5

  1

  2

  1

  1

  7

  3.25

  13

  3

  3

  3

  4

  7

  1.25

  1

  1.25

  2

  1

  1

  6

  2.00

  8

  2

  2

  2

  2

  6

  1.81

  7.24

  5

  8

  2.53

  4

  4

  10

  2.25

  9

  1

  4

  2

  2

  9

  4.00

  16

  4

  4

  4

  4

  9

  1.25

  5

  1

  2

  1

  1

  8

  4.00

  16

  4

  4

  4

  1.41

  1.65

  4

  4

  3

  1.25

  5

  1

  2

  1

  1

  2

  3.50

  14

  3

  3

  4

  2

  1

  2.50

  10

  2

  4

  2

  2

  1

  2.00

  8

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1.65

  15

  13.06 3.26 5*

  3.35

  3.06

  3.09

  3.56

  2.75 5*

  11

  2

  3

  3

  3

  4

  3.75

  4

  2

  3

  4

  4

  4

  1.25

  5

  1

  2

  1

  1

  3

  1.50

  6

  4

  4

  1.65

  4

  17

  2.00

  8

  1

  3

  2

  2

  16

  3.75

  15

  4

  4

  3

  16

  3

  2.25

  9

  2

  3

  2

  2

  15

  3.50

  14

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  2.25

  16

  13.06 3.26 19*

  3.35

  3.06

  3.09

  3.56

  1.25 19*

  5

  1

  2

  1

  1

  18

  4.00

  4

  4

  4

  4

  4

  18

  2.00

  8

  1

  3

  2

  2

  17

  3.50

  14

  15

  9

  16

  4.00

  16

  4

  4

  4

  4

  12

  2.00

  8

  1

  3

  2

  2

  11

  16

  12

  4

  4

  4

  4

  11

  1.50

  6

  1

  1

  2

  2

  10

  4.00

  4.00

  1

  1

  1

  4

  2

  2

  14

  3.25

  13

  3

  3

  3

  4

  14

  1.25

  5

  2

  1

  1

  1

  13

  4.00

  16

  4

  4

  4

  4

  13

  1.25

  5

  1

  2

  1.65

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2

  4

  26

  1.25

  5

  1

  2

  1

  1

  25

  2.00

  8

  2

  2

  4

  2

  25

  2.00

  8

  1

  3

  2

  2

  24

  4.00

  16

  4

  4

  4

  4

  4

  2.00

  2

  2

  2

  3

  28

  2.75

  11

  2

  3

  3

  3

  27

  8

  16

  2

  2

  2

  2

  27

  2.25

  9

  2

  3

  2

  2

  26

  4.00

  4

  24

  2.25

  2

  2

  21

  3.00

  12

  3

  3

  3

  3

  21

  1.25

  5

  1

  1

  3

  1

  20

  2.00

  8

  2

  2

  2

  2

  20

  1.25

  5

  1

  2

  2

  1

  1.25

  2.50

  5

  1

  2

  1

  1

  23

  4.00

  16

  4

  4

  4

  4

  23

  10

  8

  1

  3

  3

  3

  22

  2.00

  8

  2

  2

  2

  2

  22

  2.00

  9

  28

  1

  3

  35

  1.75

  7

  1

  2

  2

  2

  34

  3.00

  12

  3

  3

  3

  3

  34

  1.00

  4

  1

  1

  1

  1

  33

  2.00

  8

  2

  2

  2

  3

  3

  33

  16

  1.81 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  7.26

  2.81 Rerata 1.74 1.74 2.51 1.26

  11.23

  1.25 Rerata 3.03 2.71 2.71 2.77

  5

  1

  2

  1

  1

  36

  4.00

  4

  3

  4

  4

  4

  36

  2.00

  8

  1

  3

  2

  2

  35

  3.00

  12

  2

  3.50

  1

  3

  30

  3.25

  13

  3

  3

  3

  4

  30

  3.00

  12

  3

  3

  3

  1

  29

  1.00

  4

  1

  1

  1

  1

  29

  1.25

  5

  1

  2

  1

  1

  2

  14

  11

  2

  4

  4

  4

  32

  2.25

  9

  2

  2

  2

  3

  32

  2.75

  1

  1

  4

  3

  3

  31

  4.00

  16

  4

  4

  4

  4

  31

  1.25

  5

  1

  Kelas Kontrol Posttest II No Resp Mengaplikasi Jumlah Rata- rata No Resp Menganalisis Jumlah Rata- rata Aspek Aspek M e n g e ksek u si M e la ksa n a ka n M e n g g u n a ka n M e n g imple men - ta si ka n M e mbe d a ka n M e mi li h M e n g o rg a n is a si M e n g a tr ib u si ka n

  1

  2

  3.25

  13

  3

  3

  3

  4

  7

  2.00

  8

  1

  3

  2

  6

  2

  3.75

  15

  4

  3

  4

  4

  6

  2.00

  8

  1

  3

  2

  2

  7

  2

  3.25

  1

  2

  2

  9

  3.50

  14

  4

  3

  3

  4

  9

  1.25

  5

  2

  3

  1

  1

  8

  4.00

  16

  4

  4

  4

  4

  8

  2.00

  8

  1

  5

  13

  1

  2

  1.00

  4

  1

  1

  1

  1

  2

  2.00

  8

  2

  2

  2

  2

  4

  2.50

  10

  1

  3

  3

  3

  1

  2.00

  8

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  4

  5

  1.25

  5

  1

  2

  1

  1

  4

  3.75

  15

  4

  2

  3

  4

  4

  1.25

  5

  1

  2

  1

  1

  3

  2.50

  10

  2

  2

  7

  1.00

  4

  2

  2

  17

  1.75

  7

  3

  2

  1

  1

  16

  4.00

  16

  4

  2

  4

  4

  16

  1.81

  7.26

  11.21 2.81 15* 1.74 1.74 2.51 1.26

  2.00 15* 3.03 2.71 2.71 2.77

  8

  1

  3

  2

  2

  14

  2

  8

  8

  18

  4

  1

  1

  1

  1

  19

  2.75

  11

  3

  4

  2

  2

  1.00

  2.00

  4

  1

  1

  1

  1

  18

  1.00

  4

  1

  1

  1

  1

  17

  2.00

  2

  1.75

  11

  8

  1

  3

  2

  2

  11

  2.50

  10

  2

  2

  2

  4

  2.00

  12

  8

  1

  3

  2

  2

  10

  4.00

  16

  4

  4

  4

  4

  10

  2.00

  4

  2

  2

  2

  2

  14

  1.50

  6

  1

  3

  1

  1

  13

  2.00

  8

  2

  2

  4

  2

  13

  1.25

  5

  1

  2

  1

  1

  12

  4.00

  16

  4

  4

  19

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1

  2.25

  9

  2

  3

  2

  2

  26

  1.25

  5

  1

  1

  2

  3

  26

  2.00

  8

  1

  3

  2

  2

  25

  2.00

  8

  2

  27

  2

  2

  3

  29

  2.25

  9

  1

  2

  3

  3

  28

  3.25

  13

  3

  3

  2

  4

  28

  1.00

  4

  1

  1

  1

  1

  27

  2.25

  9

  2

  2

  2

  3

  8

  3

  4

  22

  2.25

  9

  2

  3

  2

  2

  21

  2.00

  2

  3

  2

  2

  2

  21

  1.25

  5

  1

  2

  1

  1

  20

  2.00

  3

  13

  25

  3.50

  1.87

  7.46

  12 3.00 24* 1.86 1.86 2.45 1.29

  2.93

  1.25 24* 3.25 2.93 2.90

  5

  1

  2

  1

  1

  23

  14

  3.25

  4

  3

  4

  3

  23

  2.50

  10

  1

  3

  3

  3

  22

  4

  3

  2

  16 4.00 #

  2

  2

  2

  35

  1.50

  6

  2

  2

  1

  1

  34

  4

  8

  4

  4

  4

  34

  2.25

  9

  1

  4

  2

  2

  33

  2

  2.00

  12

  36

  1.87 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  7.46

  3.01 Rerata 1.86 1.86 2.45 1.29

  12

  2.93

  2.75 Rerata 3.26 2.93 2.90

  11

  3

  4

  2

  2

  4.00

  35

  16

  4

  4

  4

  4

  36

  1.25

  5

  1

  2

  1

  1

  3.00

  2

  3

  4

  4

  31

  1.50

  6

  2

  2

  1

  1

  30

  3.50

  14

  3

  3

  3

  4

  30

  2.00

  8

  1

  3

  2

  2

  29

  3.25

  13

  3

  3

  3

  12

  3

  4

  33

  2.50

  10

  1

  3

  3

  3

  32

  3.00

  3

  13

  3

  3

  3

  32

  1.25

  5

  1

  2

  1

  1

  31

  3.25

  8

  Kelas Eksperimen Posttest II No Resp Mengaplikasi Jumlah Rata- rata No Resp Menganalisis Jumlah Rata- rata Aspek Aspek M e n g e kse ku si M e laksan akan M e n g g u n akan M e n g im p le m e n - tasi kan M e m b e d akan M e m il ih M e n g o rg an isasi M e n g atr ib u si kan

  1

  1

  9

  1.87

  7.46

  12 3.00 8* 1.86 1.86 2.45 1.29

  2.93

  1.87 8* 3.25 2.93 2.90

  7.46

  12 3.00 7* 1.86 1.86 2.45 1.29

  2.93

  3.25 7* 3.25 2.93 2.90

  13

  4

  4

  4

  4

  6

  2.00

  8

  2

  2

  2

  2

  6

  1.25

  4

  4

  1

  4

  12 3.00 11* 1.86 1.86 2.45 1.29

  2.93

  1.25 11* 3.25 2.93 2.90

  5

  1

  2

  1

  1

  10

  4.00

  16

  4

  4

  4

  4

  10

  2.00

  8

  1

  3

  2

  2

  9

  4.00

  16

  5

  2

  1.87

  2.93

  3

  3.00

  12

  3

  3

  3

  3

  3

  1.87

  7.46

  12 3.01 2* 1.86 1.86 2.45 1.29

  2.25 2* 3.26 2.93 2.90

  2

  9

  2

  3

  2

  2

  1

  2.00

  8

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  1

  1

  5

  2.00

  8

  2

  2

  2

  2

  5

  2.50

  10

  3

  1

  3

  3

  4

  4.00

  16

  4

  4

  4

  4

  4

  2.00

  8

  7.46

  12

  2

  3

  18

  1.00

  4

  1

  1

  1

  1

  17

  3.00

  12

  3

  3

  4

  3

  17

  1.00

  4

  1

  1

  1

  1

  16

  3.25

  13

  3

  4

  4

  3

  4

  2

  20

  1.25

  5

  1

  2

  1

  1

  19

  4.00

  16

  4

  4

  4

  4

  19

  2.50

  10

  3

  3

  2

  2

  18

  4.00

  16

  3

  4

  4

  4

  11

  1

  4

  3

  3

  13

  4.00

  16

  4

  4

  4

  13

  14

  1.25

  5

  1

  2

  1

  1

  12

  4.00

  16

  4

  4

  4

  2.75

  4

  16

  2

  2.00

  8

  1

  3

  2

  2

  15

  2.00

  8

  2

  2

  2

  2

  15

  3.25

  13

  1

  4

  4

  4

  14

  2.50

  10

  2

  2

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6

  16

  12

  2 Mengatribusi

  9

  14

  11

  2 Posttest II Kontrol

  Membedakan

  17

  10

  2 Mengorganisasikan

  3 Memilih

  10

  9

  14

  3 Mengorganisasikan

  10

  9

  14

  3 Mengatribusi

  12

  6

  11

  14

  12

  15

  7

  12

  2 Memilih

  4

  18

  12

  2 Mengorganisasikan

  4

  18

  2 Mengatribusi

  15

  13

  9

  12

  2 Posttest I Kontrol

  Membedakan

  17

  7

  11

  1 Memilih

  8

  7

  3 Pretest Eksperimen

  Pretest

  13 Memilih

  4 Mengatribusi

  1

  1

  9

  25 Posttest II Eksperimen

  Membedakan

  2

  5

  16

  2

  10

  5

  16

  13 Mengorganisasikan

  5

  12

  16

  3 Mengatribusi

  2

  5

  29 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  15

  7

  Membedakan

  17

  1

  4

  10

  21 Memilih

  1

  4

  10

  21 Mengorganisasikan

  3

  5

  11 Mengatribusi

  19 Mengorganisasikan

  4

  34 Posttest I Eksperimen

  Membedakan

  1

  4

  13

  19 Memilih

  1

  4

  13

  Kontrol Membedakan

  Lampiran 11. Rekapitulasi Nilai

  No Variabel Kelompok Aspek Skor

  22 Mengimplementasikan

  11

  1 Melaksanakan

  8

  15

  12

  22 Menggunakan

  6

  12

  11

  9

  17

  14

  11

  22 Posttest II Kontrol

  Mengeksekusi

  17

  6

  10

  3 Melaksanakan

  10

  9

  14

  Mengeksekusi

  3 Menggunakan

  2 Melaksanakan

  4

  3

  2

  1

  1 Mengaplikasi

  Pretest

  Kontrol Mengeksekusi

  15

  7

  12

  4

  2 Posttest I Kontrol

  18

  7

  2 Menggunakan

  4

  18

  4

  2 Mengimplementasikan

  13

  9

  13

  14

  10

  1

  9 Melaksanakan

  13

  13

  9

  1 Mengimplementasikan

  21

  6

  9 Posttest II Eksperimen

  Mengeksekusi

  17

  10

  10

  9

  15

  10

  1 Menggunakan

  9

  16

  10

  1 Mengimplementasikan

  11

  13

  11

  1 Menggunakan

  12

  9

  1

  5

  3 Mengimplementasikan

  12

  7

  14

  3 Pretest Eksperimen

  Mengeksekusi

  10

  13

  12 Melaksanakan

  19

  14

  15 Menggunakan

  21

  15 Mengimplementasikan

  4

  17

  15 Posttest I Eksperimen

  Mengeksekusi

  28

  1

  7 Melaksanakan

  2 Menganalisis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 12. Uji Normalitas Data Kemampuan Mengaplikasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 13. Uji Beda Pretes Kemampuan Mengaplikasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 14. Uji Kenaikan Skor Pretes ke Posttes Kemampuan Mengapikasi Paired Samples Statistics

  Mean N Std. Deviation Std. Error Mean

  PreKont1 2.7939 36 .84192 .14032 Pair 1

  PostKont1 2.8603 36 .81326 .13554 PreEksp1 2.6878 36 .57941 .09657

  Pair 2 PostEksp1 3.2644 36 .78135 .13022

  Paired Samples Correlations N Correlation Sig.

  Pair 1 PreKont1 &amp; PostKont1 36 .391 .018 Pair 2 PreEksp1 &amp; PostEksp1 36 .561 .000

  

Paired Samples Test

Paired Differences T df Sig.

  (2- Mean Std. Std. 95% Confidence Interval tailed)

  Deviation Error of the Difference Mean

  Lower Upper

  • PreKont1 - Pair 1 .91372 .15229 -.37555 .24277 -.436

  35 .666 PostKont1 .06639 PreEksp1 - -

  Pair 2 .66210 .11035 -.80069 -.35265 -5.226 35 .000 PostEksp1 .57667

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 15. Uji Normalitas Selisih Pretes ke Posttes Kemampuan Mengaplikasi

  One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  SelisihKont1 SelisihEksp1 N

  36

  36 Normal Parameters

  a,b

  Mean .0664 .5767 Std. Deviation .91372 .66210

  Most Extreme Differences

  Absolute .193 .169 Positive .112 .169 Negative -.193 -.100

  Kolmogorov-Smirnov Z 1.160 1.015 Asymp. Sig. (2-tailed) .136 .254

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 16. Uji Selisih Pretest dan Posttest Kemampuan Mengaplikasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 17. Uji Normalitas Data Kemampuan Menganalisis

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  PreKont2 PostKont2 PreEksp2 PostEksp2 N

  36

  36

  36

  36 Normal Parameters

  a,b

  Mean 1.7056 1.7794 1.5461 1.8089 Std. Deviation .58698 .60582 .57146 .64934

  Most Extreme Differences Absolute .226 .226 .226 .211 Positive .226 .226 .226 .211 Negative -.134 -.198 -.170 -.111

  Kolmogorov-Smirnov Z 1.354 1.354 1.354 1.264 Asymp. Sig. (2-tailed) .051 .051 .051 .082 a. Test distribution is Normal.

  b. Calculated from data.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 18. Uji Beda Pretes Kemampuan Menganalisis

Group Statistics

  Kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Pretes Kelompok 36 1.7056 .58698 .09783 Konntrol 2

  PreKontEksp2 Pretes Kelompok 36 1.5461 .57146 .09524 Eksperimen 2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 19. Uji Kenaikkan Skor Pretes ke Posttes Kemampuan Menganalisis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 20. Uji Normalitas Selisih Pretes ke Posttes Kemampuan Menganalisis

  One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  SelisihKont2 SelisihEksp2 N

  36

  36 Normal Parameters

  a,b

  Mean .0739 .2628 Std. Deviation .74776 .76882

  Most Extreme Differences Absolute .157 .173 Positive .157 .173 Negative -.127 -.097

  Kolmogorov-Smirnov Z .941 1.040 Asymp. Sig. (2-tailed) .338 .230 a. Test distribution is Normal.

  b. Calculated from data.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 21. Uji Selisih Pretest dan Posttest Kemampuan Menganalisis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 23. Uji Retensi Pengaruh Metode Inkuiri Kemampuan Mengaplikasi

  Paired Samples Statistics

  Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Post1Kont1 2.8603 36 .81326 .13554

  Pair 1 Post2Kont1 2.8072 36 .96933 .16155 Post1Eksp1 3.2644 36 .78135 .13022

  Pair 2 Post2Eksp1 3.0072 36 .78714 .13119

  Paired Samples Correlations N Correlation Sig.

  Pair 1 Post1Kont1 &amp; Post2Kont1 36 .435 .008 Pair 2 Post1Eksp1 &amp; Post2Eksp1 36 .528 .001

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 24. Uji Retensi Pengaruh Metode Inkuiri Kemampuan Menganalisis

  Paired Samples Statistics

  Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Post1Kont2 1.7794 36 .60582 .10097

  Pair 1 Post2Kont2 1.8142 36 .63060 .10510 Post1Eksp2 1.8089 36 .64934 .10822

  Pair 2 Post2Eksp2 1.9056 36 .61704 .10284

  Paired Samples Correlations N Correlation Sig.

  Pair 1 Post1Kont2 &amp; Post2Kont2 36 .391 .018 Pair 2 Post1Eksp2 &amp; Post2Eksp2 36 .084 .626

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 25. Uji Besar Pengaruh Metode Inkuiri (Effect Size) Kemampuan

Mengaplikasi Koefisien korelasi pada kelompok kontrol: √ √ √ √ √ r = 0,27 Persentase pengaruh penggunaan metode inkuiri pada kelompok kontrol: R = r

  2 x 100%.

  R = 0,27

  2 x 100% R = 0,0729 x 100%

  R = 7,29% Koefisien korelasi pada kelompok eksperimen: √ √ √ √ √ r = 0,81 Persentase pengaruh penggunaan metode inkuiri pada kelompok eksperimen: R = r

  2 x 100%.

  R = 0,81

  2 x 100% R = 0,6561 x 100%

  R = 65,61%

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran 26. Uji Besar Pengaruh Metode Inkuiri (Effect Size) Kemampuan

Menganalisis Koefisien korelasi pada kelompok kontrol:

  √ √ √ √ √ r = 0,32 Persentase pengaruh penggunaan metode inkuiri pada kelompok kontrol: R = r

  2 x 100%.

  R = 0,32

  2 x 100% R = 0,1024 x 100%

  R = 10,24% Koefisien korelasi pada kelompok eksperimen: √ √ √ √ √ r = 0,57 Persentase pengaruh penggunaan metode inkuiri pada kelompok eksperimen: R = r

  2 x 100%.

  R = 0,57

  2 x 100% R = 0,3249 x 100%

  R = 32,49%

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 27. Lembar Kerja Siswa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 28. Hasil Jawaban Anak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 29. Foto-foto Penelitian di SDK Sorowajan Yogyakarta

Kelas Kontrol

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Kelas Eksperimen

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 30. Surat Izin Penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 31. Surat Keterangan Penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 32. Daftar Riwayat Hidup DAFTAR RIWAYAT HIDUP Marita Rahayu merupakan anak kedua dari pasangan Stepanus Tukimin dan Yosepine Sukiyem. Lahir di Simpang Sender OKU Selatan, Sumatera Selatan pada tanggal 10 Maret 1992. Pendidikan awal dimulai di SD Negeri Setingkul, OKU Selatan, Sumatera Selatan tahun 1997-2003. Pendidikan dilanjutkan ke jenjang pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Xaverius Baturaja,

OKU, Sumatera Selatan dan lulus pada tahun 2006. Kemudian penulis

melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Atas Pangudi Luhur Sukaraja, OKU

Timur, Sumatera Selatan dan lulus pada tahun 2009. Penulis melanjutkan

pendidikan di Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar di Universitas Sanata

Dharma Yogyakarta pada tahun 2009.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Negeri Cebongan Yogyakarta.
0
2
210
Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
0
3
175
Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta.
0
2
198
Pengaruh penerapan metode inkuiri pada mata pelajaran IPA terhadap kemampuan mengingat dan memahami kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
1
3
182
Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
0
6
192
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta.
0
2
151
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan-Yogyakarta.
0
0
192
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
0
1
170
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
0
1
173
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA SD Kanisius Kalasan Yogyakarta.
0
1
143
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta
0
0
149
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta
0
2
190
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SD Kanisius Kalasan Yogyakarta
0
2
159
Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta - USD Repository
0
0
144
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA SD Kanisius Kalasan Yogyakarta - USD Repository
0
0
141
Show more