PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN AKUNTANSI

Gratis

0
1
239
9 months ago
Preview
Full text

  

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE

TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)

UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI DAN MOTIVASI

BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN

AKUNTANSI

  Studi Kasus Siswa Kelas XI IPS 3 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

  

SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Akuntansi

  

Oleh:

Aji Perdana Putra

NIM. 091334086

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN AKUNTANSI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

2013

i

  PERSEMBAHAN

Dengan sepenuh hati kupersembahkan skripsiku ini dalam rasa syukur yang

terdalam kepada Allah SWT yang mencintaiku tanpa batas dan selalu setia

mendampingi setiap langkah hidupku melalui:

  •  Kedua orang tuaku yakni Alm. Tarcicius Aswuryanto dan Ibu Ninik

    Lestari yang senantiasa memberi dukungan tiada batasnya untuk menuntun perjalanan hidupku sampai saat ini dengan penuh kasih sayang dan cinta kasihnya kepada saya
  •  Kedua saudara kandung saya (Putra Ekarianto, Anang Perdana Putra)

    yang selalu memberikan support kepada saya
  • Almamater Universitas Sanata Dharma

  

iv

  

v

MOTTO

  

Teruslah gapai cita-cita setinggi langit karena hari ini merupakan awal dari

perjalanan hidup yang sesungguhnya dan orang yang mau meraih kesuksesan

adalah orang yang mau berusaha dan yakin bahwa dia bisa melakukannya

  

(Ajimon)

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi ini yang telah saya tulis ini tidak memuat karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan daftar pustaka, sebagaimana layaknya sebuah karya ilmiah.

  Yogyakarta, 23 Agustus 2013 Penulis Aji Perdana Putra

  

vi

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Aji Perdana Putra NIM : 091334086

  Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:

  

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE TIPE

STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK

  

MENINGKATKAN PRESTASI DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA

DALAM MATA PELAJARAN AKUNTANSI

  Studi Kasus Siswa Kelas XI IPS 3 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Beserta perangkat yang diperlukan (apabila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 23 Agustus 2013 Yang menyatakan Aji Perdana Putra

  

vii

  

ABSTRAK

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE TIPE

STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK

  

MENINGKATKAN PRESTASI DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA

DALAM MATA PELAJARAN AKUNTANSI

  Studi Kasus Siswa Kelas XI IPS 3 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Aji Perdana Putra

  Universitas Sanata Dharma 2013

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi melalui penerapan model pembelajaran

  

cooperative tipe STAD; (2) peningkatan motivasi belajar siswa pada mata

  pelajaran akuntansi melalui penerapan model pembelajaran cooperative tipe STAD

  Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPS 3 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Jumlah subyek penelitian adalah 25 siswa. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dokumentasi, kuesioner. Penelitian ini dilakukan dalam satu siklus. Tahapan penelitian tindakan kelas meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik analisis data adalah analisis deskriptif dan analisis komparatif.

  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) ada peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi melalui penerapan model pembelajaran cooperative tipe STAD (rerata prestasi belajar siswa sebelum penelitian= 25,18 dan rerata prestasi belajar siswa sesudah penelitian= 68,88); (2) ada peningkatan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi melalui penerapan model pembelajaran cooperative tipe STAD (rerata motivasi belajar siswa sebelum penelitian= 51,88 dan rerata motivasi belajar siswa sesudah penelitian= 55,08).

  

viii

  

ABSTRACT

THE IMPLEMENTATION OF COOPERATIVE LEARNING MODEL OF

STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TYPE TO

  

IMPROVE STUDENTS’ LEARNING ACHIEVEMENT AND LEARNING

MOTIVATION IN ACCOUNTING COURSE

  A Case Study of the Eleventh Grade Students of Group 3 of Social Science Department, Pangudi Luhur Yogyakarta Senior High School

  Aji Perdana Putra Sanata Dharma University

  2013 This research aims to find out: (1) the improvement of students’ learning achievement in accounting course by implementating a cooperative teaching learning model STAD type; (2) the improvement of students’ learning motivation in accounting course by implementating a cooperative learning model STAD type.

  This research was conducted in the eleventh grade students of group 3 of social science department Pangudi Luhur Yogyakarta Senior High School. The participants of this research were 25 students. Data analysis methods were observation, interview, and questionnaire. This research was conducted in one cycle. The phase of learning model STAD type were planning, implementation, observation, and reflection. The data which were obtained were analyzed by using descriptive and comparative analysis.

  The result shows that: (1) there is an improvement in students’ learning achievement in accounting course by implementating a cooperative learning model STAD type (the mean of student’s learning achievement before the research is 25,18 and mean of students’ learning achievement after the research is 68,88); (2) there is an improvement of student s’ learning motivation in accounting course by implementating a cooperative learning model STAD type (the mean of student’s motivation before the research is 51,88 and mean of students’ motivation after the research is 55,08).

  

ix KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas berkat, rahmat, dan kasih karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul

  “Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Tipe Student Teams Achievement

  

Division (STAD) untuk Meningkatkan Prestasi Dan Motivasi Belajar Siswa Dalam

  Mata Pelajaran A kuntansi”. Penelitian dilakukan pada siswa kelas XI IPS 3 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta yang diajukan untuk memenuhi syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

  Penulis menyadari bahwa tanpa adanya bantuan, support, dan arahan dari berbagai pihak, skripsi ini tidak dapat terwujud. Oleh karena itu melalui kesempatan ini penulis ingin secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada :

  1. Bapak Rohandi, Ph. D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  2. Bapak Indra Darmawan, SE., M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Pendidikan Akuntansi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  4. Drs. Bambang Purnomo, SE., M.Si. selaku dosen pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan, memberikan kritik, dan saran untuk kesempurnaan skripsi ini.

  

x

  5. Staf pengajar dan karyawan Program Studi Pendidikan Akuntansi yang telah memberikan tambahan pengetahuan dalam proses perkuliahan.

  6. Bapak Andreas Mujiyono, S.Pd. selaku Kepala Sekolah SMA Pangudi Luhur Yogyakarta, terima kasih telah memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian tindakan kelas (PTK) dan terima kasih atas bantuan, kritik dan saran selama melaksanakan penelitian.

  7. Guru mitra pelajaran akuntansi di kelas XI IPS 3 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta, yang telah membantu penelitian tindakan kelas (PTK).

  8. Siswa-siswa kelas XI IPS 3 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta selaku subjek dalam penelitian ini.

  9. Kedua orang tua ku : Alm. Bapak Tarcicius Aswuryanto dan Ibu Ninik Lestari yang selalu mengasihi, memberikan kepercayaan, dukungan, perhatian, bimbingan, kekuatan, cinta kasih dan doa restu hingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

  10. Kakak dan kembaranku: Putra Ekarianto dan Anang Perdana Putra terima kasih atas support yang telah diberikan.

  11. Yoga, Fathur, Betu, Dewi, Robert, Bakabone, Anang, Ami, Siska, dan lainnya dukungan, pengalaman, tawa canda, dan segalanya.

  12. Seluruh mahasiswa angkatan 2008 dan 2009 yang juga telah memberi kritik dan saran, masukan serta dukungannya.

  13. Teman-temanku yang telah membantu penelitian, Mega, Ninda, Ami, Anang

  

xi

  14. Bagi semua pihak yang telah membantu dan terkait dalam kehidupanku yang tidak dapat disebutkan satu per satu, terima kasih dan semoga Allah memberkati. Penulis menyadari bahwa skripsi ini belum sempurna karena masih banyak kekurangan yang ada di dalamnya. Oleh karena itu Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak. Akhir kata, Penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukannya.

  Yogyakarta, 23 Agustus 2013 Penulis

  Aji Perdana Putra

  

xii

  DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL ......................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ......................................................................... iv MOTTO............................................................................................................. v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................. vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA

  ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ............................................. vii ABSTRAK ........................................................................................................ viii

  ABSTRACT ........................................................................................................ ix

  KATA PENGANTAR ....................................................................................... x DAFTAR ISI ..................................................................................................... xiii DAFTAR TABEL ............................................................................................. xvi DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xviii DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xix

  BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ................................................................

  1 B. Identifikasi Masalah ......................................................................

  4 C. Batasan Masalah ............................................................................

  4 D. Rumusan Masalah .........................................................................

  5 E. Tujuan Penulisan ...........................................................................

  5 F. Manfaat Penelitian .........................................................................

  5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS A. Penelitian Tindakan Kelas .............................................................

  7 B. Model Pembelajaran Cooperative Learning ...................................

  14 C. Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) ............................................

  23

  xiii

  xiv D. Prestasi Belajar .............................................................................

  61 BAB IV GAMBARAN UMUM SEKOLAH A. Visi Misi dan Tujuan SMA Pangudi Luhur Yogyakarta ................

  83 d. Refleksi ...............................................................................

  83 c. Observasi ............................................................................

  80 b. Tindakan .............................................................................

  79 a. Perencanaan ........................................................................

  69 2. Pelaksanaan Tindakan ..............................................................

  69 1. Observasi Pra Penelitian ..........................................................

  67 BAB V HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Penelitian ......................................................................

  65 C. Kurikulum SMA Pangudi Luhur Yogyakarta ................................

  64 B. Sistem Pendidikan di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta ................

  58 I. Teknik Analisis Data .....................................................................

  28 E. Motivasi Belajar ............................................................................

  53 H. Uji Kuesioner ................................................................................

  51 G. Teknik Pengumpulan Data ............................................................

  45 F. Instrumen Penelitian ......................................................................

  42 E. Prosedur Penelitian ........................................................................

  42 D. Variabel Penelitan dan Pengukuran ...............................................

  41 C. Tempat dan Waktu Penelitian ........................................................

  41 B. Subyek dan Obyek Penelitian ........................................................

  38 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian .............................................................................

  37 G. Kerangka Teoritik .........................................................................

  33 F. Kajian Hasil Penelitian yang Relevan ............................................

  88

  xv

  B. Analisis Komparasi Prestasi Belajar Siswa dan Motivasi Belajar Siswa Sebelum dan Sesudah Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Dalam Mata Pelajaran Akuntansi .......................

  91 1. Prestasi belajar siswa ................................................................

  92 2. Motivasi belajar siswa ..............................................................

  94 C. Pembahasan...................................................................................

  97 BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN A. Kesimpulan ...................................................................................

  99 B. Keterbatasan Penelitian ................................................................. 100

  C. Saran ............................................................................................. 101 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 102 LAMPIRAN

  xvi DAFTAR TABEL Tabel 2.2 Pembagian Kelompok ......................................................................

  63 Tabel 5.1 Observasi Guru Pada Pra Penelitian .................................................

Tabel 5.9 Analisis Komparatif Peningkatan Prestasi Belajar Siswa

  Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD.................................... 90

Tabel 5.8 Instrumen Refleksi Kesan Siswa Terhadap Perangkat Dan

  86 Tabel 5.7 Instrumen Refleksi Kesan Guru Mitra Terhadap Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD............................................... 88

  86 Tabel 5.6 Aktivitas Kelas Selama Proses Pembelajaran ...................................

  84 Tabel 5.5 Aktivitas Siswa Saat Proses Pembelajaran Dalam Kelompok ...........

  75 Tabel 5.4 Aktivitas Guru Selama Proses Pembelajaran ....................................

  73 Tabel 5.3 Observasi Kelas Pada Pra Penelitian ................................................

  70 Tabel 5.2 Observasi Siswa Pada Pra Penelitian ................................................

  63 Tabel 3.12 Analisis Komparatif Tingkat Motivasi Belajar Siswa Sebelum Dan Sesudah Penerapan Model Pembelajaran Tipe Student Teams Achievement Division ...........................................................

  26 Tabel 3.1 Kisi-kisi Soal Pre Test dan Post Test ...............................................

  62 Tabel 3.11 Data Skor Kuesioner Motivasi Belajar Sebelum Dan Sesudah Pelaksanaan PTK .............................................................................

  61 Tabel 3.10 Peningkatan Nilai Pre Test Dan Post Test ........................................

  60 Tabel 3.9 Penilaian Acuan Patokan PAP Tipe II Untuk Motivasi Belajar .........

  59 Tabel 3.8 Rangkuman Hasil Pengujian Reliabilitas Instrumen Penelitian .........

  57 Tabel 3.7 Rangkuman Pengujian Validitas Motivasi Belajar ...........................

  57 Tabel 3.6 Penilaian Acuan Patokan Tipe II (PAP II) ........................................

  56 Tabel 3.5 Pemberian Skor Pada Kuesioner ......................................................

  44 Tabel 3.4 Kisi-Kisi Kuesioner Motivasi...........................................................

  44 Tabel 3.3 Penilaian Acuan Patokan Tipe II (PAP II) ........................................

  43 Tabel 3.2 Skor Variabel Motivasi ....................................................................

  Sebelum Dan Sesudah PTK ............................................................. 92

Tabel 5.10 Analisis Komparatif Motivasi Belajar Siswa Sebelum Dan

  Sesudah PTK ................................................................................... 94

Tabel 5.11 Rekap Hasil Kuesioner Motivasi Belajar Siswa Sebelum dan

  Sesudah Penerapan Model Pembelajaran Tipe Student Teams

  Achievement Division ...................................................................... 95 xvii xviii DAFTAR GAMBAR Tabel 2.1 Model Penelitian Tindakan Kelas .......................................................

  13

  DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran 1 Surat Ijin Penelitian ..................................................................... 104 Lampiran 2 Surat Keterangan Sesudah Penelitian ........................................... 105 Lampiran 3 Lembar Observasi Kegiatan Guru................................................ 106 Lampiran 4 Lembar Observasi Kegiatan Siswa .............................................. 107 Lampiran 5 Lembar Observasi Kegiatan Kelas ............................................... 108 Lampiran 6 Lembar Observasi Aktivitas Guru Selama Menerapkan

  Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD ............................... 109 Lampiran 7 Lembar Observasi Aktivitas Siswa Saat Proses Pembelajaran

  Dalam Kelompok ........................................................................ 112 Lampiran 8 Lembar Observasi Aktivitas Kelas Selama Proses

  Pembelajaran ............................................................................... 113 Lampiran 9 Instrumen Refleksi Kesan Guru Mitra Terhadap Model

  Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD .......................................... 116 Lampiran 10 Refleksi Siswa Terhadap Perangkat Dan Model Pembelajaran

  Kooperatif Tipe STAD ................................................................ 118 Lampiran 11 Pedoman Wawancara Kepada Guru............................................. 120 Lampiran 12 Wawancara Terhadap Siswa ........................................................ 122 Lampiran 13 Kuesioner Motivasi Belajar (sebelum tindakan) .......................... 123 Lampiran 14 Kuesioner Motivasi Belajar (sesudah tindakan) ........................... 127 Lampiran 15 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ........................................... 132 Lampiran 16 Soal Pre Test ............................................................................... 137 Lampiran 17 Soal Diskusi ................................................................................ 140 Lampiran 18 Soal Post Test.............................................................................. 143 Lampiran 19 Materi Pembelajaran ................................................................... 146 Lampiran 20 Lembar Kerja Siswa .................................................................... 149 Lampiran 21 Daftar Nilai Siswa Untuk Pembagian Kelompok ......................... 152 Lampiran 22 Pembagian Kelompok Kelas XI IPS 3 ......................................... 153 Lampiran 23 Lembar Skor Tim ........................................................................ 154 Lampiran 24 Ketentuan Pembelajaran .............................................................. 155

  xix

  Lampiran 25 Penghargaan Kelompok .............................................................. 159 Lampiran 26 Hadiah ........................................................................................ 161 Lampiran 27 Daftar Data Tabulasi ................................................................... 162 Lampiran 28 Hasil Pre Test.............................................................................. 171 Lampiran 29 Hasil Post Test ............................................................................ 176 Lampiran 30 Refleksi Siswa............................................................................. 181 Lampiran 31 Keabsahan Pembagian Kelompok ............................................... 186 Lampiran 32 Keabsahan Nilai Pre test dan Post test ......................................... 187 Lampiran 1a Lembar Observasi Kegiatan Guru................................................ 188 Lampiran 2a Lembar Observasi Kegiatan Siswa .............................................. 190 Lampiran 3a Lembar Observasi Kegiatan Kelas ............................................... 192 Lampiran 1b Lembar Observasi Kegiatan Guru................................................ 194 Lampiran 2b Lembar Observasi Kegiatan Siswa .............................................. 196 Lampiran 3b Lembar Observasi Kegiatan Kelas ............................................... 198 Lampiran 4b Lembar Observasi Aktivitas Guru Selama Menerapkan

  Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD ............................... 200 Lampiran 5b Lembar Observasi Aktivitas Siswa Saat Proses Pembelajaran

  Dalam Kelompok ........................................................................ 202 Lampiran 6b Lembar Observasi Aktivitas Kelas Selama Menerapkan

  Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD ............................... 203 Lampiran 7b Instrumen Refleksi Kesan Guru Terhadap Model

  Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD .......................................... 205 Lampiran 8b Instrumen Refleksi Kesan Siswa Terhadap Model

  Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD .......................................... 207 Lampiran 9b Pedoman Wawancara Kepada Guru............................................. 208

  xx

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Guru sebagai tenaga pendidik dan pengajar di sekolah dituntut mampu

  berperan aktif dalam peningkatan kualitas pendidikan Indonesia. Dalam menjalankan tugasnya tersebut, sayangnya banyak guru belum menyampaikan materi pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran yang tepat untuk mendukung kegiatan proses pembelajaran. Cara-cara tersebut juga menyebabkan siswa memiliki motivasi yang rendah dalam belajar sehingga berpengaruh juga terhadap prestasi belajar siswa.

  Metode ceramah merupakan metode yang paling sering dipakai oleh guru dalam mengajar. Sehingga motivasi belajar siswa menjadi menurun.

  Malahan, ada siswa yang hanya berbicara dengan teman lainnya yang akibatnya materi yang disampaikan oleh guru tidak didengarkan. Hal ini dapat dilihat bahwa selama pembelajaran ada siswa yang tidur-tiduran, siswa hanya menjawab pertanyaan kalau diajukan oleh guru terhadap mereka secara pribadi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode ceramah yang guru pakai selama ini kurang memberikan perubahan pada diri siswa.

  

1

  2

  Dalam kondisi siswa yang demikian, guru sangat perlu mempertimbangan penggunaan model pembelajaran yang cocok dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa. Lalu proses pembelajaran ini perlu memperkembangkan suatu model pembelajaran yang mampu melibatkan peran serta siswa secara menyeluruh. Sehingga kegiatan belajar mengajar tidak hanya didominasi oleh siswa-siswi tertentu saja. Selain itu, melalui pemilihan model pembelajaran tersebut diharapkan sumber informasi yang diterima siswa tidak hanya dari guru saja melainkan dari teman sebayanya.

  Sehingga dapat meningkatkan peran serta dan keaktifan siswa dalam mempelajari ilmu yang ada, terutama pada mata pelajaran akuntansi.

  Berdasarkan permasalahan tersebut maka upaya peningkatan motivasi belajar serta kualitas proses belajar mengajar merupakan suatu kebutuhan yang harus dilakukan. Selain itu, diharapkan dari pemilihan model pembelajaran tersebut, sumber dan informasi yang diterima siswa tidak hanya dari guru saja. Tetapi dari diskusi dengan kelompok dapat meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari dan memahami terutama dalam mata pelajaran akuntansi. dalam kegiatan belajar mengajar. Misalnya STAD, Role Play, Jigsaw, dan TGT. Dalam model pembelajaran yang kooperatif ini lebih menitikberatkan proses belajar pada kelompok dan bukan mengerjakan sesuatu dalam kelompok.

  3

  Sehingga pemilihan strategi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif sederhana tipe STAD (Student Teams

  Achievement Division) yang cocok untuk memberdayakan para siswa dalam

  meningkatkan motivasi belajar dan terlibat aktif di dalam kelompok pada proses belajar mengajar di kelas.

  Adapun proses pembelajaran menggunakan tipe STAD yaitu setelah guru menjelaskan materi pokok, siswa dalam kelas tertentu dipecah menjadi kelompok dengan anggota 4-5 orang, setiap kelompok harus heterogen terdiri dari 4-5 orang, setiap kelompok harus terdapat laki-laki dan perempuan, memiliki tingkat kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Lalu siswa dapat dilibatkan secara aktif bersama dengan kelompok timnya dan mampu bekerja sama antara anggota satu dengan anggota lainnya di dalam kelompok itu sendiri. Kerjasama antar siswa itulah pada akhirnya membuahkan keberhasilan kelompok. Karena keberhasilan kelompok adalah tanggung jawab semua anggota kelompok.

  Dari uraian di atas maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul

  “Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Tipe Student Teams Motivasi Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Akuntansi. Penelitian dilaksanakan di Kelas XI IPS 3 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.

  4 B. Identifikasi Masalah

  Dari judul

  “Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) untuk Meningkatkan

Prestasi dan Motivasi Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Akuntansi

  Penulis dapat merumuskan identifikasi masalah: 1. Rendahnya motivasi belajar siswa.

  2. Rendahnya keaktifan belajar pada pelajaran akuntansi.

  3. Proses komunikasi pelajaran akuntansi yang kurang efisien.

  4. Kurangnya guru dalam penggunaan metode mengajar yang menarik.

  C. Batasan Masalah

  Dengan penelitian ini yang telah dilakukan, penulis berharap terdapat faktor-faktor yang dapat dikaji untuk ditindaklanjuti dalam suatu penelitian.

  Namun karena luasnya bidang cakupan serta keterbatasan dana, waktu dan jangkauan. Maka penulis tidak semua ditindaklanjuti. Untuk itu penulis akan membahas tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) .

  5 D. Rumusan Masalah

  1. Apakah proses pembelajaran akuntansi melalui model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan prestasi siswa ?

  2. Apakah proses pembelajaran akuntansi melalui model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divison (STAD) dapat meningkatkan motivasi siswa?

  E. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui apakah ada peningkatkan prestasi belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran cooperative tipe Student Teams

  Achievement Division (STAD) .

  2. Untuk mengetahui apakah ada peningkatkan motivasi belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran cooperative tipe Student Teams

  Achievement Divison (STAD) .

  F. Manfaat Penelitian

  1. Bagi Guru Hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan yang positif bagi pelaksanaan proses pembelajaran. Dan dapat memberikan gambaran kepada sekolah bahwa model pembelajaran mempunyai peranan penting dalam meningkatkan prestasi dan motivasi belajar.

  6

  2. Bagi Siswa Peningkatan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran oleh guru melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD akan berpengaruh pada motivasi belajar serta kualitas dalam aspek pengetahuan, keterampilan dan sikapnya. Selain itu siswa juga lebih berkembang dalam sikap kepedulian dan tanggung jawab sosialnya.

  3. Bagi Peneliti Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi peneliti sendiri guna meningkatkan profesionalisme dalam kehidupan praktek belajar mengajar yang sesungguhnya dan bekal untuk terjun pada dunia pendidikan.

  4. Bagi Universitas Sanata Dharma Memberikan sumbangan bagi pengembangan khasanah ilmu pendidikan khususnya yang berkaitan dengan penggunaan model pembelajaran sehingga dapat meningkatkan prestasi dan motivasi belajar siswa, dan dapat dijadikan referensi pada penelitian yang akan datang.

  5. Bagi sekolah Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat memberikan kazanah ilmu Yogyakarta dalam upaya peningkatan prestasi belajar siswa dan motivasi belajar siswa di kelas.

A. Penelitian Tindakan Kelas

  

7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

  1. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Penelitian tindakan kelas (PTK), berasal dari terjemahan bahasa inggris Classroom Action Research (CSR). Menurut

  Suharsimi Arikunto (2006:3) PTK merupakan gabungan definisi dari tiga kata "penelitian, tindakan dan kelas".

  a. Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu objek menggunakan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat bagi peneliti untuk meningkatkan suatu mutu atau minat pada suatu bidang tertentu.

  b. Tindakan adalah suatu kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu yang dalam pelaksanannya berbentuk rangkaian siklus kegiatan.

  c. Kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu sama, tempat sama.

  Dari pengertian ketiga isi dalam PTK tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa penelitian tindakan kelas adalah suatu pencermatan terhadap suatu kegiatan pembelajaran berupa tindakan yang sengaja diadakan dan terjadi di dalam suatu kelas yang sama.

  8

  Menurut Wijaya Kusumah (2009:9) pengertian Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan cara merencanakan, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan memperbaiki kinerja sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat.

  Dari beberapa pengertian PTK tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan yang dimaksud dengan PTK adalah suatu penelitian yang dilakukan oleh guru secara kolaboratif di kelas tempatnya mengajar untuk meningkatkan kinerja dan memperbaiki proses belajar mengajar.

  2. Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Penelitian tindakan kelas memiliki perbedaan dengan jenis penelitian yang lain. Beberapa karakteristik umum yang membedakan penelitian tindakan kelas dengan penelitian lain menurut Kunandar (2011:58-63) adalah:

  a. On-the job problem oriented (masalah yang diteliti adalah yang ada dalam kewenangan atau tanggung jawab peneliti).

  b. Problem-solving oriented (berorientasi pada pemecahan masalah).

  c. Improvement-oriented (berorientasi pada peningkatan mutu).

  9

  d. Cliclic (siklus). Konsep tindakan (action) dalam penelitian tindakan kelas diterapkan melalui urutan yang terdiri dari beberapa tahap berdaur ulang (cyclical).

  e. Action oriented. Dalam penelitian tindakan kelas selalu didasarkan pada adanya tindakan (treatment) tertentu untuk memperbaiki proses belajar mengajar di kelas.

  f. Specifics contextual. Aktivitas penelitian tindakan kelas dipicu oleh permasalahan praktis yang dihadapi guru dalam proses belajar mengajar di kelas.

  g. Partisipatory (collaborative). Penelitian tindakan kelas dilaksanakan secara kolaboratif dan bermitra dengan pihak lain, seperti teman sejawat.

  h. Peneliti sekaligus sebagai praktisi yang melakukan refleksi. i. Dilaksanakan dalam rangkaian langkah dengan beberapa siklus, dalam satu siklus terdiri dari tahapan perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection) dan selanjutnya diulang dalam beberapa siklus.

  a. Manfaat Penelitian Tindakan Kelas Menurut Wijaya Kusumah (2009: 16), ada beberapa manfaat dari PTK, yaitu:

  1) Menumbuhkan kebiasaan menulis

  10

  Karena terbiasa menulis, guru bisa memperoleh kesempatan untuk naik golongan bagi PNS, karena sertifikasi guru mensyaratkan PTK. 2) Meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas 3) Berpikir analisis dan ilmiah

  Karena terbiasa mencari jalan keluar, maka seorang guru akan terbiasa untuk berpikir analisis ilmiah. Oleh karena itu, PTK dapat mengarahkan guru untuk selalu berpikir ilmiah dalam memecahkan masalah.

  4) Menambah khasanah ilmu pendidikan Dengan banyaknya tulisan dari para guru yang melakukan PTK, maka akan banyak kesempatan bagi para guru untuk membaca dan mengembangkan wawasannya. Hal ini dapat menambah khasanah baru dalam dunia pendidikan.

  5) Menumbuhkan semangat guru lain.

  PTK dapat mendorong guru lain untuk mencoba melakukan PTK di kelas diajarnya dan untuk meningkatkan kualitas

  6) Mengembangkan pembelajaran Dengan PTK, guru dapat mengembangkan keterampilan atau pendekatan baru pembelajaran dan dapat memecahkan masalah dengan penerapan langsung di ruang kelas. 7) Meningkatkan mutu sekolah secara keseluruhan

  11

  PTK pada intinya memperbaiki proses pembelajaran di kelas. Semakin sering dan banyak guru yang menulis PTK, maka semakin baiklah kualitas sekolah tersebut.

  Sedangkan Susilo (2007: 18) mengemukakan ada dua manfaat PTK, yaitu: a) Melalui PTK secara kolaboratif akan tercipta peluang yang luas terhadap terciptanya karya tulis bagi guru.

  b) Karya Tulis Ilmiah semakin diperlukan guru di masa depan untuk meningkatkan kariernya, dan dalam rangka membuat rancangan penelitian tindakan kelas yang lebih berbobot sambil mengajar di kelas.

  b. Tujuan Penelitian Tindakan Kelas Dapat dikatakan semua penelitian dapat memecahkan masalah, namun khusus penelitian tindakan kelas di samping memecahkan masalah tujuan utamanya adalah untuk perbaikan dan peningkatan layanan profesional guru dalam menangani proses belajar. Menurut Mulyasa (2009:89-90), secara umum tujuan 1) Memperbaiki dan meningkatkan kondisi-kondisi belajar serta kualitas pembelajaran.

  2) Meningkatkan layanan profesional dalam konteks pembelajaran, khususnya layanan kepada peserta didik sehingga tercipta layanan prima.

  12

  3) Memberikan kesempatan kepada guru berimprovisasi dalam melakukan tindakan pembelajaran yang direncanakan secara tepat waktu dan sasarannya. 4) Memberikan kesempatan kepada guru mengadakan pengkajian secara bertahap kegiatan pembelajaran yang dilakukannya sehingga tercipta perbaikan yang berkesinambungan. 5) Membiasakan guru mengembangkan sikap ilmiah, terbuka, dan jujur dalam pembelajaran.

  4. Tahap Penelitian Tindakan Kelas Secara garis besar penelitian tindakan kelas memiliki beberapa alur atau tahap yaitu, menyusun rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi, (Arikunto, 2008:17-20).

  a.

   Planning

  Dalam tahap ini peneliti menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, di mana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan.

  Penelitian tindakan yang ideal dilakukan berpasangan antara pihak yang melakukan tindakan dan pihak yang melakukan pengamatan

  b.

   Acting

  Tahap ke 2 dari penelitian tindakan kelas adalah pelaksanaan rencana yang telah dirancang. Hal yang perlu diingat adalah guru harus menaati apa yang telah direncanakan, berlaku wajar, dan tidak boleh dibuat-buat.

  13 c.

   Observing Pengamatan dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan.

  Pengamatan ini dilakukan untuk memperoleh data yang akurat untuk perbaikan siklus berikutnya.

  d.

   Reflecting Pada tahap ini dikemukakan kembali apa yang sudah dilakukan.

  Kegiatan ini dilakukan ketika guru sudah selesai melakukan tindakan.

  Berikut ini merupakan gambar mengenai tahap-tahap penelitian tindakan kelas.

Gambar 2.1 Model Penelitian Tindakan Kelas

  14

B. Model Pembelajaran Cooperative Learning

  1. Pengertian Cooperative Learning Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan penting pembelajaran, yaitu hasil belajar akademik, penerimaan terhadap keragaman, dan pengembangan keterampilan sosial (Ibrahim,dkk 2000:7).

  Pembelajaran cooperative learning mengandung pengertian sebagai suatu sikap atau strategi pembelajaran di mana siswa belajar bersama dengan kelompok-kelompok kecil dan saling membantu satu sama lain dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar.

  Menurut Solihatin (2005:4-5): Cooperatif learning lebih dari sekedar belajar kelompok atau kelompok kerja karena belajar dalam model cooperative learning harus ada struktur dorongan dan tugas yang bersifat kooperatif sehingga memungkinkan terjadinya interaksi secara terbuka yang bisa menimbulkan persepsi yang positif tentang apa yang dapat mereka lakukan untuk mencapai keberhasilan dari anggota lainnya selama mereka belajar secara bersama-sama dalam kelompok.

  Definisi lain:

  Cooperatif learning is a succejirl teaching strategy in wich small team, each with students of different levels of ability, use a

  15 variety of learning activitiesto improve the understanding of the subject. Each members of a team is responsible not only for learning what is taught but also for helping team mates learn, an atmosphere of achievement. (http: llwvw. ed.gov).

  Pada definisi tersebut terkandung pengertian bahwa belajar kooperatif merupakan strategi belajar dengan kelompok-kelompok kecil di mana para siswa dengan tingkat kemampuan yang berbeda, menggunakan beragam aktivitas belajar untuk meningkatkan pemahaman terhadap suatu pelajaran. Setiap anggota kelompok tidak hanya bertanggung jawab pada diri sendiri melainkan membantu teman satu team yang lain dalam belajar, sehingga tercipta keberhasilan bersama.

  Definisi lain dikemukakan oleh Roger T. Johnson dan David W. Johnson (http://www.co_operation.org), bahwa:

  Cooperative learning is a relationship in a group of students that requires positive interdependence (a sense of sink or swim together), individual accountability (each of its has to contribute and learn), making, and conflict resolution), face to . face promotive interaction and processing (reflection on how well the team is fiznctioning and

how to fiznction even better. (http.llwww.co operation.org)

  Dalam definisi ini terkandung pemahaman bahwa pembelajaran kooperatif merupakan relasi-kerjasama dalam satu

  16

  kelompok siswa yang menuntut suatu kesalingtergantungan yang positif (rasa kebersamaan) antar anggota. Masing-masing anggota merasa bertanggung jawab terhadap kelompok sehingga harus belajar dan menyumbangkan gagasan. Selain itu diperlukan keterampilan hubungan antar pribadi (komunikasi, keberhasilan, kepemimpinan, pembuatan keputusan, dan penyelesaian konflik) dan tatap muka langsung dalam berinteraksi serta kesediaan untuk terus mengupayakan agar interaksi dan aktivitas kelompok menjadi lebih baik lagi.

  2. Tujuan Pembelajaran Kooperatif Ide utama dari pembelajaran kooperatif adalah siswa bekerja sama untuk belajar dan betanggung jawab pada kemajuan belajar temannya. Menurut Johnson & Johnson (Trianto (2009: 57) menyatakan bahwa tujuan pokok pembelajaran kooperatif adalah memaksimalkan belajar siswa untuk peningkatan prestasi akademik dan pemahaman baik secara individu maupun secara kelompok.

  Menurut Eggen & Kauchak Trianto (2009: 58), pembelajaran partisipasi siswa, memfasilitasi siswa dengan pengalaman sikap kepemimpinan dan membuat keputusan dalam kelompok, serta memberikan kesempatan pada siswa untuk berinteraksi dan belajar bersama-sama siswa yang berbeda latar belakangnya. Dalam pembelajaran kooperatif, tujuan-tujuan pembelajaran mencakup tiga

  17

  jenis tujuan penting, yaitu hasil belajar akademik, penerimaan terhadap keragaman dan pengembangan keterampilan sosial.

  Jadi tujuan dari pembelajaran kooperatif adalah untuk meningkatkan pembelajaran secara kerja sama dalam tim kelompok dan saling memberikan dukungan terhadap anggota tim di dalam pembelajaran bersama tersebut.

  3. Keunggulan Penggunaan Pembelajaran Kooperatif Menurut Wina Sanjaya (2006: 247

  • –248), ada banyak keuntungan yang diperoleh dari penggunaan pembelajaran kooperatif, diantaranya adalah:

  a. Melalui pembelajaran kooperatif siswa tidak terlalu menggantungkan pada guru, akan tetapi dapat menambah kepercayaan kemampuan berpikir sendiri, menemukan informasi dari berbagai informasi dari berbagai sumber, dan belajar dari siswa yang lain.

  b. Dapat mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata-kata secara verbal dan membandingkannya c. Dapat membantu anak untuk respek pada orang lain dan menyadari akan segala keterbatasannya serta menerima segala perbedaan.

  d. Dapat membantu memberdayakan setiap siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar.

  18

  e. Dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk menguji ide dan pemahamannya sendiri, menerima umpan balik. Siswa dapat berpraktik memecahkan masalah tanpa takut membuat kesalahan karena keputusan yang dibuat adalah tanggung jawab kelompoknya.

  f. Dapat meningkatkan kemampuan siswa menggunakan informasi dan kemampuan belajar abstrak menjadi nyata (riil).

  g. Interaksi selama kooperatif berlangsung dapat meningkatkan motivasi dan memberikan rangsangan untuk berpikir. Hal ini berguna untuk proses pendidikan jangka panjang.

  4. Kelemahan Pembelajaran Kooperatif Di samping keunggulan, Wina Sanjaya (2006: 248

  • – 249) juga memaparkan beberapa kelemahan pembelajaran kooperatif:

  a. Untuk mengetahui dan mengerti filosofis pembelajaran kooperatif memang butuh waktu. Sangat tidak rasional kalau kita mengharapkan secara otomatis siswa dapat mengerti dan memahami filsafat cooperative learning. Untuk siswa dianggap oleh siswa yang dianggap kurang memiliki kemampuan. Akibatnya, keadaan semacam ini dapat mengganggu iklim kerja sama dalam kelompok.

  b. Ciri utama dari pembelajaran kooperatif adalah siswa saling membelajarkan. Oleh karena itu, jika tanpa peer teaching yang

  19

  efektif, maka dibandingkan dengan pengajaran langsung dari guru, bisa terjadi cara belajar yang demikian apa yang seharusnya dipelajari dan dipahami tidak pernah tercapai oleh siswa.

  c. Penilaian yang diberikan kelompok dalam pembelajaran kooperatif didasarkan kepada hasil kerja kelompok. Dengan demikian, guru perlu menyadari bahwa sebenarnya hasil atau prestasi yang diharapkan adalah hasil individu siswa.

  d. Keberhasilan pembelajaran kooperatif dalam upaya mengembangkan kesadaran berkelompok perlu memerlukan periode waktu yang panjang. Hal ini tidak mungkin tercapai hanya dengan satu kali atau sekali-kali penerapan.

  e. Walaupun kemampuan bekerja sama merupakan kemampuan yang sangat penting untuk siswa, akan tetapi banyak aktifitas dalam kehidupan yang hanya didasarkan kepada kemampuan secara individual. Oleh karena itu, idealnya melalui pembelajaran kooperatif selain siswa belajar bekerja sama bagaimana membangun kepercayaan diri. Untuk mencapai kedua hal itu dalam mudah.

  5. Manfaat pembelajaraan kooperatif Widanarto (2006:17) mengemukakan manfaat pembelajaran kooperatif: a. Meningkatkan kemampuan untuk bekerjasama dan bersosialisasi.

  20

  b. Melatih kepekaan diri, empati melalui variasi perbedaan sikap dan perilaku selama bekerjasama.

  c. Mengurangi rasa kecemasan dan menumbuhkan rasa percaya diri, meningkatkan motivasi belajar, harga diri dan sikap perilaku yang positif, sehingga siswa tahu kedudukannya dan belajar untuk menghargai satu sama lain.

  d. Meningkatkan prestasi belajar dengan menyelesaikan tugas akademik, sehingga membantu siswa memahami konsep-konsep yang sulit.

  6. Model Pembelajaran Kooperatif Slavin (1995;71-144) memperkenalkan lima variasi model pembelajaran cooperatif learning sebagai berikut: a. Student Teams Achievment Division (STAD)

  Merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dimana siswa dikelompokkan menjadi beberapa kelompok dengan anggota 4-5 orang, dan setiap kelompok haruslah heterogen. Guru menyajikan pelajaran sementara siswa bekerja menguasai pelajaran tersebut. Kemudian pengajar mengadakan kuis. b Teams Games Turnamen (TGT)

  Dalam TGT siswa memainkan permainan dengan anggota- anggota tim lain untuk memperoleh tambahan point pada skor tim

  21

  mereka. Skor tersebut diperoleh dari sumbangan setiap siswa untuk diakumulasikan.

  Permainan disusun dari pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan pelajaran yang dirancang untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap pelajaran di kelas.

  c. Jigsaw Siswa dibagi berkelompok dengan jumlah anggota 5-6 orang secara heterogen. Setiap anggota kelompok masing-masing ditugaskan untuk membaca sub bab yang berbeda-beda sesuai dengan yang ditugaskan oleh guru dan bertanggung jawab untuk mempelajari bagian yang diberikan itu. Kelompok siswa yang sedang mempelajari sub bab ini disebut sebagai kelompok ahli.

  Setelah itu para siswa kembali ke kelompok asal mereka bergantian mengajarkan kepada teman sekelompoknya tentang hasil diskusinya di kelompok ahli. Demikian dilakukan oleh semua anggota kelompok atas kajian di kelompok ahli.

  Satu-satunya cara siswa dapat belajar sub bab lain selain sub bab sungguh terhadap penjelasan teman satu kelompok mereka.

  Setelah selesai pertemuan dan diskusi dikelompok asal siswa diberikan kuis secara individu tentang materi ajar.

  22

  d. Think Pair Share Tipe ini dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa.

  Struktur ini menghendaki siswa bekerja saling membantu dalam kelompok kecil (2-6 anggota) dan lebih dicirikan oleh kooperatif daripada individu. TP II) ada tiga tahap: 1) Tahap 1: Thinking (berpikir)

  Guru memberikan pertanyaan dan siswa memikirkan jawaban secara mandiri untuk beberapa saat.

  2) Tahap 2 : Pairing (berpasangan) Guru meminta siswa berpasangan dengan siswa yang lain untuk mendiskusikan apa yang dibahas pada tahap 1.

  3) Tahap 3: Sharing

  Pada tahap ini guru meminta kepada pasangan untuk berbagi dengan seluruh kelas tentang apa yang telah mereka bicarakan.

  e. Numbered Head Together

  Numbered Head Together merupakan model pembelajaran

  dalam struktur bertanya guru melakukan 4 tahap sebagai berikut: 1) Tahap Penomoran: Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok memilki anggota 3-5 orang.

  Masing-masing anggota diberi momor 1 sampai 5.

  23

  2) Tahap Mengajukan Pertanyaan: Guru mengajukan pertanyaan pada siswa.

  3) Tahap Berpikir Bersama: Siswa menyatukan pendapatnya terhadap jawaban pertanyaan dan meyakinkan tiap anggota dalam kelompoknya untuk menjawabnya. 4) Tahap Menjawab: Guru memanggil suatu nomor tertentu, kemudian siswa yang nomornya sesuai mengacungkan tangan dan mencoba menjawab pertanyaan untuk seluruh kelas.

C. Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Student Teams

  Achievement Division (STAD)

  1. Pengertian Student Teams Achievment Division (STAD)

  Student Teams Achievement Division (STAD) merupakan salah

  satu metode atau pendekatan dalam pembelajaran kooperatif yang sederhana dan baik untuk guru yang baru mulai menggunakan pendekatan kooperatif dalam kelas, STAD juga merupakan suatu metode pembelajaran kooperatif yang efektif. namun terdapat beberapa variasi dari model tersebut. Salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang akan diteliti pada penelitian ini adalah

  Student Teams Achievement Division (STAD). STAD terdiri dari lima

  komponen utama (Slavin, 1995:71) yaitu presentasi oleh guru, kerja tim, kuis, perbaikan skor individual, dan penghargaan kerja tim.

  24

  STAD dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya dari Universitas Jhon Hopkin dan merupakan pendekatan pembelajaran kooperatif yang paling sederhana (http:www.damandiri.or.id/detail.php?id=238).

  Peneliti tertarik untuk menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD karena tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana dan juga karena tipe pembelajaran ini merupakan sebuah model yang baik bagi seorang guru yang baru mengetahui dan mengenal pendekatan kooperatif (Slavin, 1995:71).

  Adapun proses pembelajaran menggunakan tipe STAD yaitu setelah guru menjelaskan materi pokok, siswa dalam kelas tertentu dipecah menjadi kelompok dengan anggota 4-5 orang, setiap kelompok harus heterogen terdiri dari laki-laki dan perempuan, berasal dari berbagai suku, memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah.

  Anggota tim menggunakan lembar kegiatan atau perangkat pembelajaran yang lain untuk menuntaskan materi pembelajarannya bahan pelajaran melalui tutorial, kuis atau melakukan diskusi.

  Secara individual setiap minggu atau setiap dua minggu siswa diberi kuis. Kuis itu diskor dan tiap individu diberi skor perkembangan. Skor perkembangan ini tidak berdasarkan kepada skor

  25

  mutlak siswa tetapi berdasarkan kepada seberapa jauh skor itu melampaui rata-rata skor yang lain.

  Setiap Minggu pada suatu lembar penilaian singkat atau dengan cara lain diumumkan tim-tim dengan skor tertinggi. Siswa yang mendapat skor perkembangan tinggi atau siswa yang mendapat skor sempurna pada kuis-kuis itu bahkan seluruh tim yang mencapai kriteria tertentu dapat dicantumkan dalam lembar itu.

  2. Teknik Pembagian tim/kelompok STAD Slavin (1995:74-75) memberikan cara untuk membentuk kelompok STAD (Student Teams Achievment Division) sebagai berikut:

  a. Bagilah selembar kertas yang akan diisi oleh siswa sebagai hasil rangkuman kerja kelompok.

  b. Berilah ranking terhadap kertas kerja tim, kertas kerja siswa secara individual atau raport tersebut. Ranking tersebut harus dari ranking yang terbaik sampai ranking yang terendah. Pemberian ranking berdasarkan nilai tes/ulangan adalah cara yang terbaik, berdasarkan berdasarkan pendapat dan penilaian guru secara pribadi adalah merupakan cara yang paling baik.

  c. Bagilah kelas kedalam kelompok-kelompok. Setiap tim terdiri dari 4 orang. Jika jumlah siswa tidak bisa dibagi 4 maka akan terdapat tim yang jumlah anggotanya 5 orang. Misalnya disuatu kelas

  26

  terdapat 32 siswa maka guru harus membagi siswa menjadi 8 kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari 4 orang.

  Jika disuatu kelas terdapat 30 siswa maka akan terbentuk 7 kelompok. 5 kelompok yang masing-masing anggotanya berjumlah 5 orang.

  d. Anggota kelompok harus seimbang antara siswa yang berkemampuan tinggi, berkemampuan sedang, dan berkemampuan rendah. Jika jumlah siswa 24 maka akan terdapat 6 kelompok maka guru dapat menggunakan huruf A-F untuk membagi siswa yang berkemauan tinggi, sedang dan rendah agar seimbang dalam setiap kelompoknya.

Tabel 2.2 Pembagian Kelompok

  Kelompok Siswa Ranking Tim

  1 A

  2 B

  3 C Siswa berkemampuan

  4 D tinggi

  5 E

  6 F

  7 A

  8 B

  9 C

  10 D

  11 E

  12 F Siswa berkemampuan

  13 A sedang

  14 B

  15 C

  16 D

  17 E

  27

  18 F

  19 A

  20 B Siswa berkemampuan

  21 C rendah

  22 D

  23 E

  24 F Sumber: Cooperatif Learning; Theory Reseach & Practise, 1995

  3. Langkah langkah pelaksanaan Model Pembelajaran (STAD) Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan kepada anggota lain sampai mengerti. Langkah- langkah:

  a. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll).

  b. Guru menyajikan pelajaran.

  c. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai anggota dalam kelompok itu mengerti.

  d. Guru memberi kuis/ pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu.

  e. Memberi evaluasi.

  f. Penutup.

  28

D. Prestasi Belajar

  1. Prestasi Beberapa Pakar berpendapat tentang pengertian prestasi adalah sebagai berikut, Muray (1990 : 290) berpendapat bahwa prestasi adalah mengatasi hambatan, melatih kekuatan, berusaha melakukan sesuatu yang sulit dengan baik dan secepat mungkin. Sementara itu menurut Abdul Qohar, prestasi adalah segala sesuatu yang telah dapat diciptakan, hasil pekerjaan, hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja”. Tidak jauh berbeda dari Abdul Qohar, Djamarah mendefinisikan prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan, baik secara individual amupun kelompok.

  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengertian prestasi adalah segala sesuatu yang ada yang diperoleh dengan cara atau proses mengatasi, mengerjakan, atau melatih dengan baik yang dilakukan oleh individu maupun kelompok.

   Beberapa pakar pendidikan mendifinisikan belajar sebagai berikut:

  a. Gagne Belajar adalah perubahan disposisi atau kemampuan yang dicapai seseorang melalui aktivitas. Perubahan disposisi tersebut bukan

  29

  diperoleh langsung dari proses pertumbuhan seseorang secara alamiah.

  b. Travers Belajar adalah proses menghasilkan penyesuaian tingkah laku.

  c. Cronbach

  Learning is shown by a change in behavior as a result of

  (belajar adalah perubahan perilaku sebagai hasil dari experience. pengalaman).

  d. Harold Spears

  Learning is to observe, to read, to imitate, to try something themselves, to listen, to follow direction. (Dengan kata lain, bahwa

  belajar adalah mengamati, membaca, meniru, mencoba sesuatu, mendengar dan mengikuti arah tertentu).

  e. Geoch

  Learning is change in performance as a result of practice. (Belajar adalah perubahan performance sebagai hasil latihan).

  f. Morgan

  result of past experience. (Belajar adalah perubahan perilaku yang bersifat permanen sebagai hasil dari pengalaman).

  3. Faktor-Faktor Psikologis Dalam Belajar Faktor-faktor psikologis yang dikatakan memiliki peranan penting, dapat dipandang sebagai cara-cara berfungsi dalam hubungan

  30

  pemahaman bahan pelajaran, sehingga penguasaan terhadap bahan yang disajikan lebih mudah dan efektif. Thomas F. Staton menguraikan enam macam faktor psikologis itu.

  a. Motivasi Seseorang akan berhasil dalam belajar, kalau pada dirinya sendiri ada keinginan untuk belajar. Inilah prinsip dan hukum pertama dalam kegiatan pendidikan dan pengajaran. Keinginan atau dorongan untuk belajar inilah yang disebut dengan motivasi.

  Motivasi dalam hal ini meliputi dua hal: (1) mengetahui apa yang akan dipelajari; dan (2) memahami mengapa hal tersebut patut dipelajari. Dengan berpijak pada kedua unsur motivasi inilah sebagai dasar permulaan yang baik untuk belajar. Sebab tanpa motivasi kegiatan belajar-mengajar sulit untuk berhasil.

  b. Konsentrasi Konsentrasi dimaksudkan memusatkan segenap kekuatan perhatian pada suatu situasi belajar. Unsur motivasi dalam hal ini sangat membantu tumbuhnya proses pemusatan perhatian. Di dalam sehingga tidak perhatian sekadarnya.

  c. Reaksi Di dalam kegiatan belajar diperlukan keterlibatan unsur fisik maupun mental, sebagai suatu wujud reaksi. Pikiran dan otot- ototnya harus dapat bekerja secara harmonis, sehingga subjek

  31

  belajar itu bertindak atau melakukannya. Belajar harus aktif, tidak sekadar apa adanya, menyerah pada lingkungan, tetapi semua itu harus dipandang sebagai tantangan yang memerlukan reaksi.

  d. Organisasi Belajar dapat dikatakan sebagai kegiatan mengorganisasikan, menata atau menempatkan bagian-bagian bahan pelajaran ke dalam suatu kesatuan pengertian. Untuk membantu siswa agar cepat dan mengorganisasikan fakta atau ide-ide dalam pikirannya, maka diperlukan perumusan tujuan yang jelas dalam belajar. Dengan demikian akan terjadi proses yang logis.

  e. Pemahaman Pemahaman atau comprehension dapat diartikan menguasai sesuatu dengan pikiran. Karena itu belajar berarti harus mengerti secara mental makna dan filosofisnya, maksud dan implikasi serta aplikasi-aplikasinya, sehingga menyebabkan siswa dapat memahami suatu situasi.

  f. Ulangan adalah sifat umum manusia. Sehubungan dengan kenyataan itu, untuk mengatasi kelupaan, diperlukan kegiatan “ulangan”. Mengulang-ulang suatu pekerjaan atau fakta yang sudah dipelajari membuat kemampuan para siswa untuk mengingatnya akan semakin bertambah.

  32

  4. Prinsip Belajar , prinsip belajar merupakan perubahan perilaku.

  Pertama

  Perubahan perilaku sebagai hasil belajar memiliki ciri-ciri:

  a. Sebagai hasil tindakan rasional instrumental yaitu perubahan yang disadari.

  b. Kontinu atau berkesinambungan dengan perilaku lainnya.

  c. Fungsional atau bermanfaat sebagai bekal hidup.

  d. Positif atau berakumulasi.

  e. Aktif atau sebagai usaha yang direncanakan dan dilakukan.

  f. Permanen atau tetap, sebagaimana dikatakan oleh Wittig, belajar sebagai any relatively permanent change i

  n an organism’s behavioral reperoire that occurs as a result of experience.

  g. Bertujuan dan terarah.

  Kedua, belajar merupakan proses. Belajar terjadi karena

  didorong, kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai. Belajar adalah proses sistemik yang dinamis, konstruktif, dan organik. Belajar merupakan kesatuan fungsional dari berbagai komponen belajar. pada dasarnya adalah hasil dari interaksi peserta didik dengan lingkungannya. William Burton mengemukakan bahwa A good

  learning situation consist of a rich and varied series of learning experiences unified around a vigorous purpose and carried on in

interaction with a rich varied and propocative environtment.

  33

  Maka dapat dipahami atau digaris bawahi mengenai pengertian prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar.

E. Motivasi Belajar

  1. Pengertian Motivasi Motivasi belajar berasal dari kata motif yang berarti segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak atau melakukan sesuatu. Seperti yang dikatakan Sartin dalam bukunya psychology

  understanding of human behavior. Motif adalah suatu pernyataan

  yang kompleks dalam suatu organism yang mengarahkan tingkah laku atau perbuatan ke suatu tujuan atau perangsang (Purwanto, 1984:64).

  akan menyebabkan terjadinya suatu perubahan energi yang ada pada diri manusia, sehingga akan bergayut dengan persoalan gejala kejiwaan, perasaan dan juga emosi, untuk kemudian bertindak atau melakukan sesuatu. sebagai serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu, dan bila ia tidak suka, maka akan berusaha untuk meniadakan atau mengelak perasaan tidak suka itu.

  34

  Dari uraian yang tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak baik dari dalam diri maupun dari luar siswa (dengan menciptakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu) yang menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.

  2. Fungsi Motivasi dalam Belajar

  a. Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.

  b. Menetukan arah perbuatan, yakni kearah tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.

  c. Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi dengan harapan dapat lulus, tentu akan melakukan kegiatan belajar dan tidak akan menghabiskan waktunya untuk bermain kartu atau membaca komik, sebab tidak serasi dengan tujuan.

  Di samping itu, ada juga fungsi-fungsi lain. Motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi.

  35

  Seseorang melakukan suatu usaha karena adanya motivasi. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. Dengan kata lain, dengan adanya usaha yang tekun dan terutama didasari adanya motivasi, maka seseorang yang belajar itu akan dapat melahirkan prestasi yang baik. Intensitas motivasi seseorang siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajarnya.

  3. Macam-Macam Motivasi Belajar

  a. Motivasi ekstrinsik Yaitu motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. Sebagi contoh seseorang itu belajar, karena tahu besok paginya akan ujian dengan harapan mendapatkan nilai baik, sehingga akan dipuji oleh pacarnya, atau temannya. Oleh karena itu, motivasi ekstrinsik dapat juga dikatakan sebagai bentuk motivasi yang di dalamnya aktivitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan dorongan dari luar yang secara tidak mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar.

  Yaitu motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Sebagai contoh seseorang yang senang membaca, tidak usah ada yang menyeluruh atau mendorongnya, ia sudah rajin mencari buku-buku untuk dibacanya.

  36

  Kemudian kalau dilihat dari segi tujuan kegiatan yang dilakukannya (misalnya kegiatan belajar), maka yang dimaksud dengan motivasi intrinsik ini adalah ingin mencapai tujuan yang terkandung di dalam perbuatan belajar itu sendiri.

  4. Usaha untuk Meningkatkan Motivasi Usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa (Irawan, 1995:82) adalah: (a) setiap proses belajar harus dibuat aktif; (b) terapkan modifikasi tingkah laku untuk membantu siswa bekerja keras; (c) siswa harus tahu apa yang dikerjakan dan bagaimana mereka harus mengetahui bagaimana tujuan telah tercapai; (d) memperhatikan kondisi fisik siswa; (e) member rasa aman; (f) menunjukkan bahwa guru memperhatikan mereka; (g) mengatur pengalaman belajar sedemikian rupa sehingga siswa merasa senang.

  5. Ciri-ciri Orang yang Termotivasi Siswa yang memiliki motivasi belajar yang kuat walaupun seringkali mengalami kegagalan akan terus berusaha dengan meningkatkan motivasi belajarnya sehingga tidak akan mengalami kegagalan untuk ciri berikut (Imron, 1988:88): (a) tekun dalam menghadapi tugas atau dapat bekerja secara terus menerus dalam waktu yang lama; (b) ulet menghadapi kesulitan dan tidak mudah putus asa; (c) tidak cepat puas dengan prestasi yang diperoleh; (d) menunjukkan minat yang besar terhadap bermacam-macam masalah besar; (e) lebih suka bekerja

  37

  sendiri dan tidak tergantung kepada orang lain; (f) tidak menunjukkan bahwa guru memperhatikan mereka; (g) mengatur pengalaman belajar sedemikian rupa sehingga siswa merasa senang.

F. Kajian Hasil Penelitian yang Relevan

  Sebelum melakukan penelitian ini, tentunya ada beberapa hal yang perlu peneliti terapkan sebelum melakukan penelitian, yakni bahwa peneliti telah menelusuri beberapa hasil penelitian sebelumnya yang memiliki keterkaitan dengan penelitian yang akan peneliti lakukan. Dilihat dari beberapa contoh judul penelitian sebelumnya memang memiliki keterkaitan dari segi masalah yang akan peneliti lakukan, yakni mencari tahu tentang peningkatan motivasi dan prestasi belajar, akan tetapi objek dan sasarannya yang berbeda. Oleh karena itu, peneliti mengkaji 1 buah skripsi yang digunakan peneliti sebagai acuan, yaitu: Penerapan Metode Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Student

  Teams Achievement Divisions (STAD) untuk meningkatkan Motivasi dan

  Hasil Belajar Siswa Dalam Belajar Ekonomi oleh Magdalena Eno, Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa penerapan metode STAD pada siklus pertama jumlah siswa yang memiliki tingkat motivasi tinggi hanya 8 siswa (34,79%), sedangkan jumlah siswa yang memiliki motivasi tinggi pada siklus kedua sebanyak 15 siswa (68,18%). Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa motivasi belajar siswa pada siklus kedua

  38

  mengalami peningkatan, maka metode pembelajaran STAD sudah tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Lalu pada siklus pertama jumlah siswa yang mengalami keberhasilan hasil belajar tercapai 19 siswa (82,60%) sudah mengalami ketuntasan, sedangkan jumlah siswa yang mengalami ketuntasan pada siklus kedua sebanyak 20 siswa (90,90%) sudah mengalami ketuntasan. Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar siswa pada siklus kedua mengalami peningkatan, maka metode pembelajaran STAD sudah tercapai sesuai dengan yang diharapkan.

G. Kerangka Teoritik

  Prestasi belajar adalah segala sesuatu yang ada yang diperoleh dengan cara atau proses mengatasi, mengerjakan, atau melatih dengan baik yang dilakukan oleh individu maupun kelompok. Prestasi belajar juga memberikan informasi kepada guru tentang kemajuan siswa dalam upaya peningkatan tujuan-tujuan belajarnya melalui kegiatan belajar.

  Dalam A.M. Sardiman (2005:75) motivasi dapat juga diartikan sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu, dan bila ia tidak suka, maka akan berusaha untuk meniadakan atau mengelak perasaan tidak suka itu.akan menyebabkan terjadinya suatu perubahan energi yang ada pada diri manusia, sehingga akan bergayut dengan persoalan

  39

  gejala kejiwaan, perasaan dan juga emosi, untuk kemudian bertindak atau melakukan sesuatu.

  Dalam metode pembelajaran kooperatif tipe STAD siswa ditempatkan dalam tim belajar yang beranggotakan 4-5 siswa yang merupakan campuran siswa menurut tingkat prestasi, jenis kelamin dan suku. Saat bekerja dalam kelompok, siswa ditugaskan untuk menyelesaikan materi yang diberikan oleh guru.

  Pada proses ini siswa saling mengemukakan pendapat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki untuk memecahkan masalah yang diberikan. Siswa dituntut untuk dapat bekerja dalam kelompok (sesuai dengan kemampuan yang dimiliki) dan memberikan kontribusi untuk kemajuan kelompok, sehingga siswa menjadi terlatih untuk dapat menghargai pendapat dan keberadaan team, sifat egois dan dominasi siswa “pintar” dalam kelompok mulai berkurang. Sedangkan siswa yang memiliki kemampuan sedang mendapatkan tempat untuk lebih dihargai karena sesuai dengan kapasitasnya ia dapat memberikan kontribusi bagi kelompoknya. Dengan demikian siswa yang memiliki kemampuan pas- Kemudian seluruh siswa diberikan tes tentang materi tersebut, pada saat tes ini mereka tidak diperbolehkan saling membantu.

  Model pembelajaran tipe STAD ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi dan motivasi belajar siswa. Karena dalam pembelajaran dengan menggunakan tipe STAD, siswa dapat belajar

  40

  ataupun berdiskusi secara berkelompok dalam tim, mampu bekerja sama dengan baik antar anggota kelompok, tertarik mengikuti pembelajaran, terlibat aktif pada proses pembelajaran, dan pada akhirnya akan meningkatkan prestasi dan motivasi belajar siswa beserta kelompoknya.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan model

  pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pembelajaran akuntansi SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Wijaya Kusumah (2009: 9) Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan cara: (1) merencanakan; (2) melaksanakan; (3) merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat.

  Dalam penelitian ini peneliti juga menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Dikatakan deskriptif kualitatif karena bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Sedangkan penelitian deskripsi kuantitatif digunakan untuk mengetahui dan membandingkan seberapa besar prestasi belajar dan motivasi belajar sebelum dan sesudah digunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.

B. Subyek dan Obyek Penelitian

  1. Subyek Penelitian Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 3 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.

  

41

  42

  2. Obyek Penelitian Obyek penelitiannya adalah peningkatan prestasi dan motivasi belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pembelajaran akuntansi.

  C. Tempat dan Waktu Penelitian

  1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.

  2. Waktu Penelitian Penelitian ini terhitung dari bulan Desember 2012 - Februari 2013.

  D. Variabel Penelitian dan Pengukuran

  1. Variabel Penelitian Variabel adalah suatu objek yang menjadi titik perhatian dalam suatu penelitian. Dalam penelitian ini digunakan dua macam variabel yaitu variabel bebas disebut sebagai variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebuah perubahan atau timbulnya variabel dependen. Dan variabel bebas dan variabel terikat apabila dihubungkan dengan dua variabel (atau lebih) yang berbeda.

  a. Variabel Bebas Dalam penelitian ini variabel bebasnya adalah model pembelajaran kooperatif tipe STAD. STAD merupakan salah satu pendekatan dalam

  43

  pembelajaran kooperatif yang sederhana dan baik untuk guru yang baru mulai menggunakan pendekatan kooperatif dalam kelas, STAD juga merupakan suatu model pembelajaran kooperatif yang efektif.

  b. Variabel Terikat Variabel terikat dari penelitian ini adalah prestasi belajar dan motivasi belajar siswa. Prestasi belajar merupakan hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar. Motivasi belajar adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan timbulnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.

Tabel 3.1 Kisi-kisi Soal Pre Test dan Post Test

  No Uraian Kisi-kisi Soal no

  1 Menyusun bentuk kertas kerja

  1

  2 Mengidentifikasi langkah-langkah penyelesaian kertas kerja

  1

  3 Menyusun kertas kerja

  1

  2. Pengukuran Variabel Penelitian Dalam pengukuran variabel prestasi belajar siswa diukur dengan membandingkan nilai yang diperoleh siswa pada saat siswa tidak menggunakan model pembelajaran tipe STAD dengan nilai yang diperoleh siswa pada saat siswa menggunakan model pembelajaran tipe STAD. Dari hasil perbandingan ini jika nilai siswa mengalami peningkatan maka dapat dikatakan prestasi belajar siswa meningkat. Variabel motivasi peneliti menggunakan dua item penskoran yaitu item positif dan item negatif. Dalam pemberian skor item positif, respon positif (sangat setuju dan

  44

  3 Tidak Pernah

  Nilai Huruf Kategori Kecenderungan

  Tingkat Penguasaan Kompetensi

Tabel 3.3 Penilaian Acuan Patokan Tipe II (PAP II)

  3. Kategori Kecenderungan Variabel Kategori kecenderungan variabel dinilai dengan menggunakan penilaian acuan patokan tipe II (PAP II). Penlilaian acuan patokan tipe II akan disajikan dalam tabel berikut (Masidjo, 1995: 157-160).

  4

  1

  2

  setuju) akan diberi skor lebih tinggi daripada respon negatif (tidak setuju, sangat tidak setuju). Sebaliknya, untuk item negatif, respon positif akan diberi skor lebih rendah daripada respon negatif.

  2 Jarang/ Kadang-kadang

  3

  1 Sering

  4

  Selalu

  Jawaban Pernyataan Positif Negatif

Tabel 3.2 Skor Variabel Motivasi

  Variabel 81% - 100% A Sangat Tinggi 66% - 80% B Tinggi 56% - 65% C Sedang 46% - 55% D Rendah Dibawah 46% E Sangat Rendah

  45

E. Prosedur Penelitian

  Mulyasa (2009: 70-73) mengatakan bahwa prosedur penelitian tindakan kelas meliputi beberapa siklus, sesuai dengan tingkat permasalahan yang akan dipecahkan dan kondisi yang akan ditingkatkan. Siklus tersebut dijelaskan sebagai berikut:

  1. Rencana Rencana pelaksanaan PTK antara lain mencangkup kegiatan sebagai berikut: a. Tim peneliti melakukan analisis standar isi untuk mengetahui Standar

  Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD) yang akan diajarkan kepada peserta didik.

  b. Mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan memperhatikan indikator-indikator hasil belajar.

  c. Mengembangkan alat peraga, alat bantu, atau media pembelajaran yang menunjang pembentukan SKKD dalam rangka implementasi PTK.

  d. Menganalisis berbagai alternatif pemecahan masalah yang sesuai dengan kondisi pembelajaran.

  f. Mengembangkan pedoman atau instrumen yang digunakan dalam siklus PTK.

  g. Menyusun alat evaluasi pembelajaran sesuai dengan indikator hasil belajar.

  46

  2. Tindakan Tindakan PTK mencakup prosedur dan tindakan yang akan dilakukan, serta proses perbaikan yang akan dilakukan.

  3. Observasi Observasi mencakup prosedur perekaman data tentang proses dan hasil implementasi tindakan yang dilakukan. Penggunaan pedoman atau instrumen yang telah disiapkan sebelumnya perlu diungkap.

  4. Refleksi Refleksi menguraikan tentang prosedur analisis terhadap hasil pemantauan dan refleksi tentang proses dan dampak tindakan perbaikan yang dilakukan, serta kriteria dan rencana tindakan pada siklus berikutnya.

  Secara operasional, penelitian tindakan kelas yang diterapkan dalam penelitian ini ada tiga tahapan yaitu kegiatan pra penelitian (observasi kegiatan guru, observasi siswa dan observasi kelas), siklus satu dan siklus dua jika diperlukan. Setiap siklus penelitian pada dasarnya sama dan menggunakan instrumen yang sama, hanya saja tindakan yang dilakukan berbeda. Adapun kegiatan yang dilakukan pada masing-masing tahapan

  1. Kegiatan pra penelitian Sebelum mengadakan penelitian, peneliti terlebih dahulu melakukan kegiatan pra penelitian.

  Kegiatan pra penelitian ini meliputi:

  47

  a. Observasi terhadap guru 1) Instrumen observasi yang digunakan adalah lembar observasi terhadap keterampilan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Lembar observasi meliputi kegiatan pra pembelajaran, kegiatan awal (melakukan apersepsi dan mengemukakan tujuan pembelajaran), kegiatan inti (penggunaan bahasa, penguasaan materi, penggunaan media dan penilaian pembelajaran) dan kegiatan penutup (evaluasi dan refleksi) yang dilaksanakan oleh guru selama pembelajaran berlangsung.

  2) Dalam observasi pada guru, peneliti akan mengobservasi mengenai aktivitas guru di kelas secara umum dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. 3) Observasi pada guru ini dilakukan melalui cara pengisian lembar observasi.(lampiran 3 halaman 106) b. Observasi terhadap siswa

  1) Instrumen observasi yang digunakan adalah lembar observasi terhadap perilaku dan sikap siswa selama kegiatan pembelajaran awal (kesiapan siswa mengikuti pembelajaran), kegiatan inti (sikap siswa pada saat pembelajaran, aktivitas siswa dan partisipasi siswa), kegiatan penutup (evaluasi proses pembelajaran, siswa mengerjakan tugas dengan baik, refleksi). Pada kegiatan pra penelitian ini, peneliti akan membagikan

  48

  kuesioner yang dimaksudkan untuk mengungkapkan motivasi belajar siswa terhadap proses pembelajaran Akuntansi sebelum diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD).

  2) Observasi pada siswa ini, peneliti akan mengobservasi mengenai aktivitas keseluruhan siswa di kelas dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. 3) Observasi pada siswa ini dilakukan melalui cara pengisian lembar observasi.(lampiran 4 halaman 107) c. Observasi terhadap kelas

  1) Instrumen observasi yang digunakan adalah lembar observasi terhadap kondisi kelas. Lembar observasi ini digunakan untuk mengungkapkan kondisi kelas secara keseluruhan yang meliputi interaksi antar siswa dalam kelas, tata letak, lingkungan fisik kelas. 2) Dalam penelitian ini observasi pada kelas, peneliti akan mengobservasi mengenai aktivitas keadaan di kelas dalam proses 3) Observasi pada kelas dilakukan melalui cara pengisian lembar observasi.(lampiran 5 halaman 108)

  2. Pelaksanaan PTK Kegiatan penelitian ini dilaksanakan dalam satu kali pertemuan/tatap muka di kelas. Kegiatan yang dilakukan meliputi:

  49

  a. Perencanaan Pada tahap ini, dilakukan penyusunan rencana tindakan berupa penyiapan pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement

  Division (STAD), yaitu meliputi:

  1) Peneliti dan guru menggali data awal karakteristik siswa untuk memetakan para siswa yang tergolong berkemampuan rendah, sedang atau tinggi, dan membagi siswa secara heterogen menjadi kelompok-kelompok yang beranggotakan 4 orang.

  Beberapa perangkat yang disiapkan dalam tahap ini adalah: rencana pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, lembar kerja siswa, kuis dan lembar observasi. 2) Peneliti rnenyusun instrumen pengumpulan data, meliputi:

  (a) Lembar observasi guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.(lampiran 6 halaman 109)

  (b) Lembar observasi aktivitas siswa saat proses pembelajaran kelompok selama penerapan kooperatif tipe STAD.

  (c) Lembar observasi aktivitas kelas selama menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.(lampiran 8 halaman 113)

  (d) Lembar refleksi.(lampiran 9 halaman 116)

  50

  b. Tindakan Pada tahap ini dilaksanakan implementasi pembelajaran kooperatif tipe STAD sesuai rencana tindakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Guru memberikan penjelasan tentang tujuan pembelajaran dan garis besar materi yang akan dipelajari dengan melibatkan siswa dalam diskusi kelas. 2) Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok heterogen beranggotakan 4-5 siswa, dan membagikan lembar kerja untuk masing-masing kelompok. Siswa dalam kelompok mengerjakan lembar kerja, sementara peneliti berkeliling memantau kegiatan tersebut. 3) Guru dan siswa mengoreksi hasil kerja kelompok secara bersama.

  4) Guru memberi soal kuis (secara lisan dan tertulis), dan siswa mengerjakannya secara individual.

  5) Guru mengumumkan hasil skor kemajuan individual.

  c. Observasi Tahap ini akan dilaksanakan bersamaan dengan tahap tindakan.

  Pada tahap ini, peneliti melakukan pengamatan atas hasil atau dampak pelaksanaan tindakan, yaitu meliputi: interaksi siswa dalam kelompok, partisipasi siswa dalam membagikan

  51

  pemahamannya tentang sub bab yang dibaca kepada kelompoknya. Pengamatan dilakukan dengan bantuan instrumen observasi dan dilengkapi perekaman dengan video cam corder dengan tujuan untuk memperoleh data yang lebih akurat.

  d. Refleksi Untuk mengawali refleksi, siswa akan dibagikan kuesioner motivasi belajar siswa. Hal ini dimaksudkan untuk melihat pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran akuntansi.

  Pada tahap ini dilaksanakan peneliti akan melakukan analisis, pemaknaan, dan penyimpulan hasil observasi terhadap motivasi, kualitas proses dan hasil pembelajaran.

F. Instrumen Penelitian

  Dalam penelitian ini, ada tiga macam instrumen yang digunakan yaitu untuk melakukan kegiatan belajar mengajar dan pengumpulan data:

  1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran pembelajaran tipe STAD. Rencana pelaksanaan pembelajaran ini memuat kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan dalam rangka implementasi tindakan.

  52

  2. Lembar Observasi Lembar observasi digunakan untuk mengamati situasi di dalam kelas yang mencakup kegiatan guru (catatan anekdotal, lampiran 1a halaman 188), kegiatan siswa (catatan anekdotal, lampiran 2a halaman 190), dan kegiatan kelas (catatan anekdotal, lampiran 3a halaman 192).

  3. Lembar Tes Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa. Tes yang digunakan selama model pembelajaran kooperatif tipe STAD ini terdiri dari beberapa tahap.

  a. Pre Test

  Pre test (lampiran 16 halaman 137) berguna untuk mengetahui

  pengetahuan yang telah dimiliki oleh siswa dalam mengerjakan soal- soal pokok bahasan kertas kerja. Bentuk pre test yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal esai. Pre test ini sudah dapat dikatakan valid dan dapat langsung digunakan dalam penelitian karena dalam penyusunannya peneliti menggunakan validitas isi dengan membandingkan antara butir-butir soal pre test dengan materi

  pre test tersebut adalah indikator-indikator dalam kompetensi dasar

  membuat kertas kerja perusahaan jasa yang sudah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.

  53

  b. Soal Diskusi Soal diskusi (lampiran 17 halaman 140) digunakan agar siswa mampu bekerjasama dan berinteraksi dengan teman dalam kelompok untuk memecahkan masalah dalam soal. Setiap siswa dalam satu kelompok memiliki nilai yang sama, karena nilai kelompok merupakan hasil kerjasama setiap anggota kelompok. Bentuk soal untuk kelompok adalah soal esai.

  c. Post Test

  Post test (lampiran 18 halaman 143) berguna untuk mengetahui

  peningkatan prestasi belajar siswa telah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.

  Bentuk post test adalah soal esai. Post test ini berisikan soal-soal yang mempunyai bobot dan tingkat kesulitan yang sama dengan soal pre

  

test dan disusun berdasarkan pertimbangan dosen dan guru.

G. Teknik Pengumpulan Data

  1. Observasi/ pengamatan penelitian dimana peneliti atau pengamat melihat situasi penelitian (Wijaya Kusumah, 2009: 66-78). Observasi dilakukan dengan cara mengamati proses pembelajaran yang sedang berlangsung, baik perilaku siswa, perilaku guru dan perilaku seluruh anggota kelas.

  54

  2. Wawancara Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara lisan kepada subjek yang diteliti (Wijaya Kusumah, 2009: 66-78). Wawancara dilakukan untuk memperoleh data mengenai pendapat siswa dan pendapat guru tentang penerapan model Student

  Teams Achievement Division (STAD). Digunakan untuk mengetahui hal-

  hal terjadi di dalam kelas dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada responden. Yang menjadi pedoman tentang wawancara dalam hal STAD ini adalah mengenai metode pembelajaran, proses belajar, motivasi siswa, dan mengenai pemahaman siswa. Wawancara ini dilakukan dalam situasi yang tidak formal. Adapun kisi-kisi wawancara, yaitu: Kisi-kisi wawancara

  a. Metode pembelajaran 1) Metode pembelajaran apa saja yang selama ini diketahui oleh guru? 2) Metode apa saja yang selama ini digunakan oleh guru? 3) Apa saja keuntungan dari penggunana metode pembelajaran di 4) Apa saja kelemahan dari penggunaan metode pembelajaran di atas? 5) Apakah guru selalu memvariasi metode pembelajaran di dalam menyampaikan materi ajar atau hanya terpaku dengan satu metode pembelajaran saja?

  6) Apakah guru mengetahui metode pembelajaran kooperatif?

  55

  7) Apakah guru mengetahui STAD dan pernah menerapkannya?

  b. Proses belajar 1) Bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru? 2) Apakah guru selalu mempersiapkan terlebih dahulu sebelum melakukan proses pembelajaran? c. Motivasi siswa

  1) Bagaimana tingkat motivasi siswa di dalam proses pembelajaran? 2)

  Apakah tingkat motivasi tersebut sudah dirasa “cukup” oleh guru? 3) Apa saja yang perlu dilakukan untuk meningkatkan motivasi siswa? d. Prestasi siswa

  1) Bagaimana hasil prestasi siswa selama pembelajaran? 2)

  Apakah prestasi siswa tersebut sudah dirasa “cukup” oleh guru dalam hal pemahaman materi? 3) Apa saja yang perlu dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa?

  3. Dokumentasi diperlukan seperti data siswa dan hasil belajar siswa. Selain dokumentasi dalam bentuk seperti di atas, kegiatan pembelajaran juga didokumentasikan dalam video recorder.

  56

  c. Adanya harapan dan cita- cita masa depan.

  10, 20

  f. Adanya lingkungan belajar yang kondusif, sehingga memungkinkan seorang siswa dapat belajar dengan baik.

  4, 18

  e. Adanya kegiatan menarik dalam belajar.

  16

  2, 1, 15,

  d. Adanya penghargaan dalam belajar.

  3, 8

  17, 12, 14

  4. Kuesioner Kuesioner (lampiran 13 halaman 123) merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan untuk mengumpulkan data dengan cara membagi daftar pertanyaan kepada responden agar ia memberikan jawaban atas pertanyaan yang diberikan. Kuesioner ini digunakan untuk memperoleh data tentang motivasi belajar siswa. Untuk mengukur tingkat perkembangan motivasi belajar siswa, dalam penelitian tindakan ini menggunakan kuesioner tertutup, dimana peneliti membagikan kuesioner sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe STAD sesuai dengan indikator motivasi dengan empat alternatif jawaban.

  b. Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar.

  13, 6, 9 5, 7, 11

  a. Adanya hasrat dan keinginan berhasil.

  Motivasi

  Pertanyaan (-)

  (+) Nomor

  Variabel Indikator Nomor Pertanyaan

Tabel 3.4 Kisi-Kisi Kuesioner Motivasi

  19 Penskoran item motivasi dibagi dua, yaitu item positif (favorable) dan item negatif (unfavorable). Dalam pemberian skor, setiap respons

  57

  positif (selalu dan sering) akan diberi bobot yang lebih tinggi daripada respons negatif (jarang/kadang-kadang dan tidak pernah). Sebaliknya untuk item unfavorable, respon positif akan diberi skor yang bobotnya lebih rendah daripada respons negatif (Azwar , 1999: 26-27). Jumlah pernyataan positif dan negatif dibuat seimbang. Dalam hal ini, peneliti mengaju pada Skala Likert, yang mensyaratkan pernyataan positif dan negatif harus seimbang.

Tabel 3.5 Pemberian Skor pada Kuesioner

  Kategori Favorable Unfavorable Selalu

  4

  1 Sering

  3

  2 Jarang/ Kadang-kadang

  2

  3 Tidak pernah

  1

  4 Kategori kecenderungan variabel dinilai dengan menggunakan penilaian acuan patokan tipe II (PAP II), sebagai berikut (Masidjo, 1995:157):

Tabel 3.6 Penilaian Acuan Patokan Tipe II (PAP II) N0 Tingkat Penguasaan Kategori Kecenderungan Variabel Kompetensi

  1 81% - 100% Sangat tinggi 2 66% - 80% Tinggi 3 56% - 65% Sedang 4 46% - 55% Rendah

  5 Dibawah 46% Sangat rendah

  58

H. Uji Kuesioner

  a. Pengujian Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen (Arikunto, 2006:170).

  Pengujian validitas instrumen dalam penelitian menggunakan teknik korelasi Product Moment sebagai berikut:

  n

  XY

  X Y       

  r = 2 2 2 2

  n XX n YY        

  Keterangan: r = Koefisien korelasi antara variabel X dengan variabel Y Y = Skor total dari seluruh item X = Skor total dari setiap item n = Jumlah responden ∑ XY = Hasil kali X dan Y

  Jika jumlah nilai koefisien r hitung lebih besar dari r tabel , maka butir soal tersebut dapat dikatakan valid. Jika r hitung lebih kecil dari r tabel , maka butir soal tersebut dapat dikatakan tidak valid.

  b. Pengujian Reliablitas Reliabilitas menunjukkan pada pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Arikunto, 2006:196). Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan rumus Alpha, sebagai berikut:

  59

   = varians total

Tabel 3.7 Rangkuman Pengujian Validitas Motivasi Belajar Butir No Nilai r tabel Nilai r hitung Status

  164)

  15 Desember 2012. Berikut ini disajikan rangkuman hasil pengujian validitas dan reliabilitas rasio motivasi belajar: a. Rangkuman pengujian validitas motivasi belajar (lampiran 27 halaman

  Pengujian validitas dan reliabilitas instrumen penelitian ini pada siswa SMA Pangudi Luhur Yogyakarta kelas XI IPS 1 (30 siswa) tanggal

  Alpha > 0,6. Sebaliknya nilai koefisien Alpha < 0,6, maka penelitian tersebut belum reliabel.

   = jumlah varians butir Instrumen dikatakan reliabel apabila nilai koefisien

   2 b

  k = banyak butir pertanyaan 2 t

  r 11 =

   Keterangan: r 11 = reliabilitas instrumen

  1 t b

   2 2

  

     

     

    1 k k

     

  1 0,361 0,476 Valid 2 0,361 0,587 Valid 3 0,361 0,604 Valid 4 0,361 0,415 Valid 5 0,361 0,397 Valid 6 0,361 0,444 Valid 7 0,361 0,441 Valid 8 0,361 0,414 Valid 9 0,361 0,486 Valid

  60 Butir No Nilai r tabel Nilai r hitung Status

  10 0,361 0,474 Valid 11 0,361 0,442 Valid 12 0,361 0,612 Valid 13 0,361 0,599 Valid 14 0,361 0,386 Valid 15 0,361 0,444 Valid 16 0,361 0,468 Valid 17 0,361 0,740 Valid 18 0,361 0,467 Valid 19 0,361 0,496 Valid 20 0,361 0,646 Valid

  Dari tabel 3.7 menunjukkan bahwa kedua puluh butir pertanyaan motivasi belajar siswa valid. Dengan jumlah data (n) sebanyak 30 responden dan derajat keyakinan (α) = 5% atau 0,05 r tabel maka diperoleh nilai r tabel sebesar 0,361. Karena r hitung > 0,361, maka dapat disimpulkan bahwa semua butir pertanyaan variabel motivasi belajar siswa valid.

  b. Rangkuman Hasil Pengujian Reliabilitas Instrumen Penelitian Motivasi Belajar Siswa (lampiran 27 halaman 163)

Tabel 3.8 Rangkuman Hasil Pengujian Reliabilitas Instrumen Penelitian Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha

  Based on Standardized Items N of Items

  .888 .888

  20 Reliabilitas kuisioner pada penelitian ini menggunakan rumus Alpha

  Cronbach pada taraf signifikan 5% lebih besar daripada 0,6; maka

I. Teknik Analisis Data

  Sangat Tinggi 2.

  Sangat Rendah

  20

  Rendah 5.

  49

  Sedang 4.

  54

  Tinggi 3.

  60

  69

  No. Interval Interpretasi 1.

  • – 68

  Sumber: Data Primer

Tabel 3.9 Penilaian Acuan Patokan PAP Tipe II

  II (Masidjo, 1995:235). Berikut tabel acuan patokan PAP tipe II:

  1. Analisis Deskriptif Analisis deskriptif yaitu pemaparan data/ informasi tentang suatu gejala yang diamati. Dalam penelitian ini akan dideskripsikan informasi tentang data observasi, wawancara, kuesioner, dan tes. Observasi disajikan dalam bentuk tabel dan paparan isi tabel. Wawancara disajikan dalam bentuk paparan. Sementara kuesioner dan tes dipaparkan menggunakan PAP tipe

  Untuk menganalisis data diperlukan suatu cara atau metode analisis data hasil penelitian agar dapat diinterprestasikan sehingga laporan yang dihasilkan mudah dipahami. Dalam penelitian ini, digunakan analisis data sebagai berikut:

  kuisioner dikatakan reliabel. Dari hasil uji coba dengan jumlah data (n) sebanyak 30 responden pada taraf signifikan 5% didapat nilai koefisien alpha 0,888; dimana 0,888 > 0,6 maka dapat dikatakan reliabel.

  61

  • – 80
  • – 59
  • – 53
  • – 48

  62

  2. Analisis Komparatif Analisis komparatif adalah analisis data yang membandingkan antara beberapa data dalam penelitian. Pengukuran tingkat prestasi belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran tipe Student Teams

  Achievement Division dalam materi siklus akuntansi perusahaan jasa

  dengan cara memberikan soal pre test pada saat sebelum penerapan model pembelajaran tipe Student Teams Achievement Division dan soal post test pada saat setelah penerapan model pembelajaran tipe Student Teams

  Achievement Division . Sedangkan untuk mengukur motivasi belajar siswa

  sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran tipe Student Teams

  Achievement Division dalam materi siklus akuntansi perusahaan jasa dengan cara memberikan daftar pertanyaan yang berupa kuesioner.

  Adapun kuesioner pertama yaitu kuesioner dibagikan terlebih dahulu sebelum penerapan model pembelajaran tipe Student Teams Achievement

  Division dan kuesioner kedua yaitu kuesioner dibagikan sesudah

  menerapkan model pembelajaran tipe Student Teams Achievement Division .

  Peningkatan Nilai Pre Test Dan Post Test Siswa NO Nama Siswa Nilai Pre Nilai Post Peningkatan Selisih test test Prestasi

  1

2 Penelitian ini dikatakan berhasil jika prestasi belajar siswa pada

  materi kertas kerja mengalami peningkatan. Pada akhir pelaksanaan PTK

  • – 80
  • – 68
  • – 59
  • – 53
  • – 48

  54

  % % Total - 100% 100% -

  Sangat Rendah

  20

  Rendah % %

  29

  Sedang % %

  Tinggi % %

  63

  60

  % %

  Sangat Tinggi

  69

  Student Teams Achievement Division Skala Motivasi Belajar Siswa Kriteria Motivasi Sebelum Penelitian Sesudah Penelitian Perubahan

Tabel 3.11 Data Skor Kuesioner Motivasi Belajar Sebelum Dan Sesudah Pelaksanaan PTK No Res Sebelum Penelitian Sesudah Penelitian Perubahan Tabel 3.12 Analisis Komparatif Tingkat Motivasi Belajar Siswa Sebelum dan Sesudah Penerapan Model Pembelajaran Tipe

  guru mitra dan peneliti sepakat untuk menargetkan 60% siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan yaitu 70.

  Penelitian ini dikatakan berhasil jika motivasi belajar siswa secara umum mengalami peningkatan. Motivasi belajar pada akhir pelaksanaan PTK ditargetkan secara rerata termasuk dalam kategori tinggi.

  BAB IV GAMBARAN UMUM SEKOLAH A. Visi, Misi dan Tujuan SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

  1. Visi SMA Pangudi Luhur Yogyakarta SMA Pangudi Luhur Yogyakarta merupakan tempat mewujudkan komunitas iman dengan menempatkan Tuhan Sang Guru Sejati sebagai pusat hidup dalam upaya membangun persaudaraan sejati serta menanggung karya bersama dalam pendampingan kaum muda menuju pribadi dewasa, beriman, berpengetahuan, terampil, bermartabat, berbudi pekerti luhur dan terbuka menghadapi tantangan zaman.

  2. Misi SMA Pangudi Luhur Yogyakarta SMA Pangudi Luhur Yogyakarta mempunyai misi untuk membantu, mendampingi siswa menemukan potensi yang dimiliki untuk dikembangkan secara optimal, serta melatih siswa mandiri, bertanggung jawab, bermartabat, berbudi pekerti luhur, menghargai dan menghormati sesama dan menerima diri sebagai pribadi yang unik sehingga menjadi

  3. Tujuan Pendidikan SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

  a. Menghasilkan peserta didik yang dapat diterima di perguruan tinggi yang bermutu dan mampu menentukan pilihan sesuai dengan bakat dan kemampuan peserta didik.

  64 b. Menghasilkan peserta didik yang beriman dan bersikap professional tanpa membedakan agama, ras, suku dan tingkat nasional.

  c. Menghasilkan peserta didik yang mempunyai kemampuan berorganisasi dan bermasyarakat.

  d. Menciptakan hubungan baik antara sekolah dengan orang tua, alumni, masyarakat sekitar, sekolah lain dan perguruan tinggi maupun lembaga-lembaga tertentu.

  e. Melanjutkan dan mengembangkan sistem pemeliharaan seluruh sarana fisik yang dimiliki sekolah agar tetap terpelihara, bersih dan rapi.

B. Sistem Pendidikan di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

  Sistem Pendidikan yang diterapkan di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta adalah program pengajaran umum dan program pengajaran khusus. Program pengajaran umum dilaksanakan di kelas X, sedangkan program pengajaran khusus diadakan di kelas XI dan XII dengan pilihan program IPA dan program IPS.

  Pola hubungan belajar mengajar di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta 1.

  SMA Pangudi Luhur Yogyakarta dikelola sebagai “Komunitas Pendidikan Dialogis” yang memberikan suasana saling percaya, saling menghormati, saling memperhatikan, penuh cinta kasih, kemerdekaan untuk berkreasi, bersikap kritis, berani bertanya dan berpendapat secara bertanggung jawab.

  2. Strategi pendampingan menekankan perlunya pembiasaan untuk mengadakan analisis situasi kehidupan iman, sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang terjadi di masyarakat saat ini.

  3. Pendekatan pribadi menekankan kerekanan dalam pelayanan yang berorientasi pada : a. Pendidik berperan sebagai pendamping, fasilitator, mediator, instruktur, dan motivator kepada subjek didik.

  b. Setiap pribadi menampakkan kewibawaannya, yaitu dengan adanya keserasian antara perkembangan diri dan profesionalitasnya, sosialitasnya, dan religiusitasnya.

  c. Setiap pribadi dibiasakan untuk mengadakan refleksi validasi (menghargai dan saling membantu dengan teman sejawat, rapat musyawarah dan pengembangan pribadi).

  4. Pola interaksi belajar mengajar pendamping-peserta didik dapat bervariasi, antara lain sebagai berikut : a. Pola pendamping-peserta didik

  Isi kegiatan adalah membangun apersepsi, memberikan informasi, dan kelompok kerja, dan sebagainya.

  b. Pola peserta didik-pendamping Isi kegiatan adalah menanyakan, mengusulkan sesuatu, meminta bantuan pendamping, mengkonsultasikan hasil pekerjaan, melaporkan hasil kerja dan informasi, menjawab pertanyaan pendamping, dan sebagainya.

  c. Pola peserta didik Isi kegiatannya adalah tanya jawab, diskusi, adu argumentasi dalam debat, berdialog dengan tutor sebaya, pemecahan masalah, bereksperimen, merancang suatu penelitian dan sebagainya.

C. Kurikulum SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

  Pembangunan nasional di bidang pendidikan adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dalam wujud masyarakat maju, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang memungkinkan warganya untuk mengembangkan diri menjadi manusia Indonesia yang seutuhnya.

  Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dan memperhatikan tahap perkembangan siswa dan kesesuaiannya dengan lingkungan pembangunan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian sesuai dengan jenis dan jenjang masing-masing untuk mencapai tujuan pendidikan SMA dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan nasional.

  Kurikulum SMA Pangudi Luhur Yogyakarta saat ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Berdasarkan kurikulum yang berlaku, ada dua program pengajaran di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta, yaitu program pengajaran umum dan program pengajaran khusus. Program pengajaran umum diselenggarakan di kelas X, sedangkan program pengajaran khusus diselenggarakan di kelas XI dan XII dengan program pengajaran IPA dan IPS.

BAB V HASIL ANALIS DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Penelitian Penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan model

  pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dalam pembelajaran akuntansi ini telah dilaksanakan pada siswa kelas

  XI IPS 3 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta dengan jumlah siswa 25 orang. Sebelum penelitian ini dilaksanakan, peneliti telah melakukan observasi terhadap guru mata pelajaran akuntansi dan siswa untuk mengetahui kondisi awal dari kegiatan belajar mengajar di kelas XI IPS 3 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Untuk observasi pra penelitian membutuhkan waktu 2 x 45 menit atau dua jam pelajaran dan pelaksanaan/ penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD membutuhkan waktu 2 x 45 menit atau dua jam pelajaran. Penerapan PTK berdasarkan model pembelajaran kooperatif dalam penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Observasi pra penelitian Desember 2012 pada jam ke 5 dan ke 6. Tujuan dari observasi ini adalah untuk mengetahui kondisi awal dari kegiatan belajar mengajar dan aktivitas siswa di kelas XI IPS 3 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Sedangkan untuk pembagian kuisioner motivasi di kelas XI IPS 3 tanggal 18 Desember 2012 pada jam ke 5 dan ke 6 dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui

  69

  70 motivasi belajar siswa sebelum diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Guru mitra dalam penelitian ini adalah ibu Y. Natalia Margi Lestari, S.Pd sebagai guru bidang studi akuntansi. Jumlah siswa kelas

  XI IPS 3 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta pada tahun ajaran 2012-2013 sebanyak 25 siswa yang semua berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

  Adapun materi yang dipelajari pada saat observasi pendahuluan ini adalah membahas jurnal penyesuaian. Dalam observasi pendahuluan ini, ada 3 hal yang diobservasi yaitu guru, siswa dan kelas. Berikut dapat diuraikan hasil observasi pendahuluan: a. Observasi guru (observing teacher)

Tabel 5.1 Observasi Guru Pada Pra Penelitian NO. ASPEK YANG DIAMATI SKOR

  I PRA PEMBELAJARAN

  1. Memeriksa kesiapan ruang, alat 1 2 4 5 pembelajaran, dan media

  2. Memeriksa kesiapan siswa 1 2 4 5

II MEMBUKA PEMBELAJARAN

  1. Melakukan kegiatan apersepsi 1 2 4 5

  2. Menyampaikan kompetensi yang akan 1 2 4 5 dicapai dan rencana kegiatannya

III KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN

  A. Penguasaan materi pelajaran

  1. Menunjukkan penguasaan materi 1 2 4 5 pembelajaran

  2. Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain 1 2 4 5 yang relevan

  3. Menyampaikan materi sesuai dengan hirarki 1 2 4 5 belajar

  4. Mengaitkan materi dengan reaitas kehidupan 1 2 4 5

  B. Pendekatan/strategi pembelajaran

  1. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan 1 2 4 5

  71

  5.

  Melakukan penilaian awal Memantau kemajuan belajar 1 2 4 5

  

Penilaian proses dan hasil belajar

  Menumbuhkan sikap ekonomis Menumbuhkan sikap produktif

  Kemampuan khusus dalam pembelajaran bidang studi

  Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran Merespons positif partisipasi siswa Memfasilitasi terjadinya interaksi guru-siswa dan siswa-siswa Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons siswa Menunjukkan hubungan antar pribadi yang kondusif Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa dalam belajar

  Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa

  Menunjukkan keterampilan dalam menggunakan media Menghasilkan pesan yang menarik Menggunakan media secara efektif dan efisien Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media

  Pemanfaatan media pembelajaran/sumber belajar

  2. kompetensi yang akan dicapai Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa Melaksanakan pembelajaran secara runtut Melaksanakan pembelajaran yang terkoordinasi Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual Mengakomodasi adanya keragaman budaya nusantara Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan waktu yang dialokasikan

  1.

  2. F.

  1.

  6. E.

  4.

  2.

  3.

  2.

  1.

  4. D.

  3.

  2.

  1.

  8. C.

  7.

  6.

  5.

  4.

  3.

  1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5

  72

  3. Memberikan tugas sesuai dengan kompetensi 1 2 4 5

  4. Melakukan penilaian akhir sesuai dengan 1 2 4 5 kompetensi

G. Penggunaan bahasa

  1. Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan 1 2 4 5 lancar

  2. Menggunakan bahasa tulis yang baik dan 1 2 4 5 benar

  3. Menyampaikan pesan dengan gaya yang 1 2 4 5 sesuai

IV PENUTUP

  A. Refleksi dan rangkuman pembelajaran

  1. Melakukan refleksi pembelajaran dengan 1 2 4 5 melibatkan siswa

  2. Menyusun rangkuman dengan melibatkan 1 2 4 5 siswa

  B. Pelaksanaan tindak lanjut

  1. Memberikan arahan, kegiatan, atau tugas sebagai bagian remidi 1 2 4 5

  2. Memberikan arahan, kegiatan, atau tugas sebagai pengayaan 1 2 4 5

Tabel 5.1 menunjukkan bahwa kegiatan guru selama proses pembelajaran tampak dalam catatan anekdotal hasil observasi kegiatan

  guru (lampiran 1a halaman 188). Pada awal kegiatan pembelajaran guru mengucapkan salam, memeriksa kesiapan siswa serta meminta para siswa untuk mengumpulkan handphone dan dimasukkan ke dalam kotak hitam. Kemudian guru melakukan presensi terhadap siswa satu per satu.

  Guru melakukan apersepsi dan mengulang kembali materi pembelajaran yang disampaikan pada pertemuan sebelumnya. Hal ini dilakukan oleh guru dengan tujuan untuk mengingatkan kembali pembelajaran yang telah lalu. Dalam kegiatan ini guru menggunakan metode ceramah, mencatat dan tanya jawab dengan cara memberikan beberapa pertanyaan

  73 kepada beberapa siswa. Terkadang guru juga memberikan pertanyaan- pertanyaan kepada siswa untuk merangsang pengetahuan mereka, akan tetapi hanya beberapa siswa yang mau menjawab pertanyaan tersebut. Dan guru juga tidak memberikan penghargaan verbal maupun non verbal kepada siswa ketika menjawab pertanyaan. Guru dirasa kurang memotivasi siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung sehingga ada siswa yang terlihat bosan. Akan tetapi jika guru melihat siswa yang bercanda atau mengobrol dan siswa yang bertindak tidak sopan di dalam kelas seperti jalan-jalan ketika jam pelajaran, maka guru akan menegur siswa tersebut. Lalu pada akhir pelajaran, guru mengucapkan salam dan tidak memberikan kesimpulan ataupun tugas kepada siswa.

  b. Observasi siswa (observing student)

Tabel 5.2 Observasi Siswa Pada Pra Penelitian No Deskripsi Ya Tidak Keterangan

  1 Siswa mendapat teguran dari guru 

  Kalau ada siswa yang ramenya keterlaluan

  2 Ada persaingan yang sehat dari diri siswa 

  • 3 Siswa mendapat penghargaan dari guru baik verbal maupun non verbal
  • 4 Siswa menjawab pertanyaan guru

  

   Beberapa siswa yang menjawab pertanyaan guru

  5 Siswa siap mengikuti proses pembelajaran 

  Siswa terkadang masih ada yang belum buka buku

  74

  6 Siswa memperhatikan Beberapa siswa  penjelasan guru ada yang tidak memperhatikan guru

  7 Siswa mengerjakan tugas/ Beberapa siswa  latihan soal dengan baik ada yang hanya melihat jawaban teman sebangku

  8 Siswa aktif dalam proses Jika diumpan  pembelajaran terlebih dahulu oleh gurunya

  9 Siswa menanggapi Hanya sebagian  pembahasan pembelajaran yang menanggapi pembahasan gurunya

  10 Siswa mencatat hal-hal Hanya beberapa  penting siswa yang mencatat hal penting

Tabel 5.2 menunjukkan bahwa perilaku siswa selama proses pembelajaran tampak dalam catatan anekdotal observasi kegiatan siswa

  (lampiran 2a halaman 190). Seharusnya sebelum memulai proses pembelajaran siswa terlebih dahulu mempersiapkan diri apa yang harus diperlukan untuk mengikuti proses pembelajaran, seperti halnya buku pelajaran dan alat-alat tulis. Akan tetapi siswa-siswi kelas XI IPS 3 masih belum siap dalam mengikuti pelajaran. Guru harus membangkitkan kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran. Setelah siswa mempersiapkan diri, guru memulai pelajaran dan menyampaikan materi pelajaran yang akan dipelajari hari itu. Namun itu tidak berjalan cukup lama, karena guru dalam menyampaikan materi pelajaran dirasa cukup membosankan bagi para siswa. Guru hanya sibuk berbicara di depan kelas yang

  75 mengakibatkan siswa melakukan berbagai aktivitas di luar proses pembelajaran. Hanya beberapa siswa saja yang menanggapi penjelasan guru dan aktif, itupun jika di umpan terlebih dahulu oleh guru. Pada pertengahan pembelajaran, guru meminta siswa untuk mengerjakan tugas dengan berdiskusi bersama teman-temannya. Tetapi pada waktu mengerjakan tugas, banyak siswa yang memanfaatkan waktu untuk mengobrol dengan temannya bukannya mendiskusikan tentang materi yang baru saja disampaikan melainkan mengobrolkan sesuatu diluar materi yang diajarkan. Sehingga peneliti melihat tidak adanya motivasi belajar yang baik ketika proses pembelajaran berlangsung, hal ini bisa dilihat dari sikap siswa yang tidak memperhatikan guru ketika mengajar.

  c. Observasi kelas (observing class)

Tabel 5.3 Observasi Kelas Pada Pra Penelitian

  

No Deskriptor Ya Tidak Catatan

  1. Fasilitas di dalam Whiteboard , meja, kelas mendukung kursi,LCD proyektor, AC √ proses pembelajaran

  2. Suasana kelas cukup Hanya pada awal kondusif dalam pembelajaran √ proses pembelajaran

  3. Siswa membuat Pada saat latihan soal kegaduhan √

  4. Siswa mengerjakan Siswa mengerjakan soal soal latihan di depan secara individu √ kelas

  5. Guru memberikan √

  • penghargaan

  6. Ada kegiatan Guru mengajar secara menarik dalam monoton dengan √ belajar menggunakan metode

  76 ceramah dan diskusi

  7 Siswa bertanya Karena kurang kepada guru jika memahami materi, siswa mengalami kesulitan bingung ingin

  √ menanyakan apa

  8. Guru membantu Guru membantu siswa siswa jika yang merasa kesulitan √ mengalami kesulitan

Tabel 5.3 menunjukkan bahwa ruang kelas XI IPS 3 cukup memadai (lampiran 3a halaman 192). Secara fisik ruang kelas XI IPS 3

  sangat mendukung dalam kegiatan mengajar. Fasilitas di kelas lengkap seperti, misalnya papan tulis, meja guru, kursi guru, meja siswa, kursi siswa, AC, LCD proyektor, penghapus. Ruang kelas bersih, dengan pencahayaan yang cukup karena terdapat beberapa ventilasi. Lingkungan kelas sudah cukup kondusif untuk kegiatan pembelajaran karena jauh dari jalan raya. Suasana kelas pada awal pembelajaran cukup kondusif.

  Hal ini terlihat saat guru menyiapkan para siswanya untuk mengikuti pelajaran yang akan berlangsung. Setelah siswa siap untuk mengikuti pelajaran, guru mulai menjelaskan materi pelajaran. Tidak adanya kegiatan yang menarik selama proses pembelajaran yang dapat membangkitkan kebutuhan siswa dalam belajar yang mengakibatkan siswa bosan. Namun demikian, guru cukup bijaksana dengan memberikan teguran apabila siswa sudah melampaui batas nakalnya.

  77 Dari hasil observasi pada guru, perilaku siswa, dan suasana kelas serta wawancara dengan guru, dapat disimpulkan bahwa selama kegiatan pembelajaran, guru cenderung memilih metode ceramah, tanya jawab, dan latihan soal. Peneliti menduga guru memilih metode ceramah, tanya jawab, dan latihan soal biasa karena memiliki asumsi bahwa metode tersebut lebih efisien terhadap waktu dan mudah untuk diterapkan di dalam kelas. Pemilihan metode yang kurang variasi dalam pembelajaran membuat siswa cenderung akan lebih cepat merasa bosan dan jenuh, ketika siswa merasa jenuh dengan pembelajaran yang sedang disampaikan maka mereka akan mencari kesibukan sendiri seperti mengobrol dengan teman sebangkunya atau teman lainnya, tidur di kelas, dan lain-lain. Kegiatan mereka membuat konsentrasi teman-teman yang lain menjadi ikut terpecah sehingga timbul kegaduhan yang membuat suasana belajar mengajar menjadi tidak kondusif. Pada saat guru menyampaikan materi pembelajaran, guru hanya melakukan ceramah dan sesekali menanyakan kepada siswa apakah ada yang masih belum jelas mengenai materi yang sedang disampaikan oleh guru, tetapi tidak ada sudah terlanjur bosan mendengarkan ceramah yang dilakukan oleh guru, sehingga mereka tidak memperhatikan dengan baik apa yang disampaikan oleh guru. Idealnya dalam suatu pembelajaran, siswa harus lebih berperan aktif dalam memahami materi yang disampaikan dengan

  78 kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing siswa baik itu dalam hal bertanya, membaca, diskusi, berpendapat, dan lain-lain.

  Berdasarkan uraian di atas, dapat ditemukan permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran disebabkan karena kurangnya variasi model pembelajaran yang menyebabkan rendahnya keterlibatan dan pemahaman siswa dalam proses pembelajaran. Hal ini terlihat dari kegiatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung dirasa masih kurang. Peneliti menduga bahwa kurangnya motivasi belajar siswa dan ketidakberanian siswa untuk bertanya dan berdiskusi dengan baik lebih disebabkan karena faktor guru dalam menyampaikan materi kurang bervariasi dan guru kurang mampu menggali pemikiran dan pengetahuan siswa sehingga berdampak pada hasil belajar siswa yang kurang memuaskan. Oleh sebab itu, guru diharapkan mampu menerapkan model pembelajaran yang bervariasi dan berbeda. Ada banyak sekali model pembelajaran yang dapat diterapkan oleh guru di dalam kelas, dimana masing-masing model pembelajaran memiliki cara-cara yang berbeda- beda. Guru dapat memilih model pembelajaran lebih dari satu untuk yang dipilih tersebut agar tepat waktu dan juga tepat sasaran.

  Dalam penelitian ini, peneliti dan guru menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division

  (STAD). Guru dalam penelitian ini bertindak sebagai fasilitator dalam

  diskusi kelompok dan peneliti sebagai observer. Penerapan model

  79 pembelajaran ini diharapkan agar siswa mampu berperan aktif dan juga bekerja sama serta mengasah kemampuan individu dalam kelompok ketika proses pembelajaran berlangsung.

  Dengan menggunakan model pembelajaran ini siswa diharapkan untuk dapat lebih bersemangat dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran dan juga lebih berani untuk bertanya, berdiskusi dengan teman kelompok dan menemukan cara menghadapi kesulitan yang sedang dihadapi oleh kelompok. Dengan demikian secara tidak langsung siswa harus mau memahami materi yang didapatnya. Tugas guru disini sebagai fasilitator yang membantu dan mendampingi siswa jika ada yang mengalami kesulitan. Dengan menggunakan metode ini kemungkinan suasana yang tadinya kurang kondusif dan siswa kurang antusias akan menjadi kondusif dan siswapun juga akan antusias memahami materi yang disampaikan.

  2. Pelaksanaan Tindakan Penelitian dilaksanakan hari Sabtu tanggal 19 Januari 2013 pada jam ke 1 dan ke 2 (pukul 07.00 - 08.30) di ruang XI IPS 3. Penelitian ini dalam penelitian ini adalah Ibu Y. Natalia Margi Lestari, S.Pd. Selaku guru bidang studi Akuntansi kelas XI IPS 3. Jumlah siswa kelas XI IPS 3 pada tahun ajaran 2012/2013 saat ini adalah 25 siswa. Berikut ini diuraikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.

  80 a. Perencanaan

  Dalam tahap ini dilakukan persiapan dan perencanaan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Berikut langkah-langkah perencanaan yang diterapkan pada siklus pertama.

1) Peneliti dan guru mitra menggali data awal tentang karakteristik

  siswa untuk memetakan siswa berdasarkan kemampuan akademiknya. Pemetaan tersebut menjadi dasar untuk membagi siswa dalam satu kelompok yang heterogen. Cara pembentukan kelompok yaitu berdasarkan rata-rata nilai UTS dan nilai harian.

  Setiap kelompok terdiri 7 kelompok, dimana kemampuan antara satu dengan yang lainnya berbeda. Ada 7 kelompok yang terbentuk: diantaranya kelompok 1; kas, kelompok 2; piutang, kelompok 3; peralatan, kelompok 4; utang usaha, kelompok 5; pendapatan, kelompok 6; beban, kelompok 7; prive. Nama anggota kelompok dapat dilihat pada (lampiran 22 halaman 153).

  2) Peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang akan digunakan meliputi: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), (LKS), hadiah (award). Berikut uraian masing-masing perangkat pembelajaran: a) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

  Peneliti membuat RPP berisi tentang standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi ajar,

  81 metode pembelajaran, dan evaluasi. RPP ini dibuat untuk satu kali pertemuan. RPP menguraikan secara rinci langkah-langkah kegiatan yang akan dilaksanakan selama proses pembelajaran. Hal ini akan membantu guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. RPP ini dapat dilihat pada (lampiran 15 halaman 132).

  b) Materi pembelajaran Materi pelajaran ini adalah membuat ikhtisar siklus akuntansi perusahaan jasa. Materi yang disampaikan berupa penjelasan secara garis besar tentang penyusunan bentuk kertas kerja dan penyusunan kertas kerja secara teliti dan benar. Pada pertemuan pertama ini.(lampiran 19 halaman 146)

  c) Lembar Kerja Siswa (LKS) Lembar kerja siswa yaitu materi tentang kertas kerja dan soal- soal yang harus dikerjakan siswa di dalam kelompok. Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat belajar dalam tim, berdiskusi dan berbagai pengetahuan antara satu siswa dengan siswa lainnya d) Soal pre test dan post test

  Soal ini digunakan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan membandingkan nilai pre test dengan nilai post

  

test. (lampiran 16 dan 18, halaman 137 dan 143)

  82 e) Hadiah atau Award

  Hadiah yang dimaksudkan sebagai penghargaan bagi kelompok yang mendapatkan skor terbaik. Hadiah berupa perlengkapan alat-alat tulis.(lampiran 26 halaman 161) 3) Peneliti menyiapkan dan menyusun instrumen pengumpulan data.

  Instrumen pengumpulan data yang terdiri dari :

  a) Lembar observasi kegiatan guru Lembar observasi guru ini digunakan untuk mengetahui langkah-langkah serta kegiatan-kegiatan yang dilakukan guru pada saat pembelajaran berlangsung.(lampiran 1b halaman 194)

  b) Lembar observasi kegiatan siswa Lembar observasi kegiatan siswa ini digunakan untuk mengetahui kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh siswa pada saat mengikuti pembelajaran.(lampiran 2b halaman 196)

  c) Lembar observasi kegiatan kelas Lembar observasi kegiatan kelas ini digunakan untuk mengetahui kegiatan-kegiatan di dalam kelas selama proses d) Lembar penilaian kelompok

  Lembar penilaian kelompok ini berisi daftar skor yang diperoleh kelompok selama proses pembelajaran STAD.(lampiran 23 halaman 154)

  83 b. Tindakan

  Pada tahap tindakan, peneliti menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD sesuai dengan rencana tindakan. Langkah-langkah pada tahap ini sebagai berikut: 1) Guru memberikan penjelasan tentang tujuan pembelajaran dan garis besar materi yang akan dipelajari dengan melibatkan siswa dalam diskusi kelas. 2) Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok heterogen beranggotakan 4 siswa dan 3 siswa, dan membagikan lembar kerja untuk masing-masing kelompok. Siswa dalam kelompok mengerjakan Lembar Kerja Siswa.

  3) Guru dan siswa mengoreksi hasil kerja kelompok secara bersama. 4) Guru memberi soal kuis/ post test, dan siswa mengerjakannya secara individual.

  5) Penghargaan kelompok (lampiran 25 halaman 159) dilakukan dengan melihat skor paling tertinggi masing-masing kelompok.

  Skor masing-masing kelompok diperoleh dengan menjumlahkan kemudian dirata-rata dan dikonversikan ke dalam tabel skor penghargaan kelompok.

  c. Observasi Hasil pengamatan (observasi) pada pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dapat dipaparkan sebagai berikut :

  84 1) Pengamatan terhadap guru

  Observasi dilaksanakan bersamaan dengan tindakan pelaksanaan penelitian. Aktivitas guru selama proses pembelajaran disajikan dalam tabel berikut ini :

Tabel 5.4 Aktivitas Guru Selama Proses Pembelajaran No Deskripsi Ya Tidak

  1 Guru membuka pelajaran 

  2 Guru menjelaskan model pembelajaran  kooperatif dengan tipe STAD

  3 Guru memberikan materi yang akan  dipelajari dalam kegiatan belajar mengajar melalui presentasi kelas

  4 Guru memberikan dorongan kepada  siswa untuk lebih aktif berperan dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD

  5 Guru mengorganisasikan pokok bahasan  untuk membantu siswa memahami materi

  6 Guru membantu dan mengarahkan siswa  dalam pengerjaan lembar kegiatan

  7 Guru memotivasi siswa agar terlibat  dalam kegiatan diskusi kelompok

  8 Guru memberikan pengembangan bagi  kelompok yang memiliki skor terbaik

  9 Guru memberikan dorongan bagi siswa  untuk bekerja sama dengan baik dalam kelompok

  10 Guru memberikan kesempatan bagi siswa  untuk menentukan peran masing-masing anggota dalam kelompok

  11 Guru membiarkan siswa yang membuat  kegaduhan di dalam kelas

  12 Guru mengamati kegiatan kelas selama  proses belajar mengajar berlangsung

  13 Guru berinteraksi dengan siswa di dalam  kelompok untuk menjelaskan prosedur model pembelajaran kooperatif tipe STAD

  85

  14 Guru berinteraksi dengan siswa di depan  kelas untuk menjelaskan prosedur model pembelajaran kooperatif tipe STAD

  15 Guru kurang berinteraksi dengan siswa 

  16 Guru berinteraksi dengan siswa untuk  menumbuhkan motivasi dan semangat melaksanakan pembelajaran dalam mencapai tujuan

  17 Guru hanya berinteraksi dalam kelompok  tertentu

  18 Guru tidak membantu siswa yang  kesulitan menentukan peran dalam kelompok

  19 Guru melakukan evaluasi terhadap hasil  belajar melalui ulangan pada akhir pokok bahasan

  20 Guru hanya mengamati kelas selama  pembelajaran berlangsung

  21 Guru mengajak siswa untuk melakukan  refleksi

Tabel 5.4 menunjukkan bahwa secara umum guru mampu mengelola pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan cukup baik.

  Dalam penelitian ini dapat dilihat bahwa guru mampu untuk menjelaskan materi serta memberikan petunjuk kepada siswa mengenai pembelajaran kooperatif tipe STAD. Selain itu guru juga mampu memotivasi siswa untuk belajar mandiri serta terlibat aktif dalam kelompok. Situasi kelas menjadi menarik dan para siswa terlibat aktif di dalam kelompok. Setelah selesai mengerjakan LKS, siswa mengerjakan soal post test. Kemudian setelah post test selesai. Guru mengumumkan kelompok yang mendapat juara I,II,III. (lampiran 4b halaman 200)

  86 2) Pengamatan terhadap siswa

Tabel 5.5 Aktivitas Siswa Saat Proses Pembelajaran Dalam Kelompok No Deskripsi Ya Tidak

  1 Seluruh perhatian diarahkan pada materi √ diskusi dalam kelompok.

  2 Saling bertukar pikiran dan pendapat.

  √ 3 Berbagi tugas dalam pengerjaan tugas. √

  4 Pertanyaan yang diajukan ada kaitannya √ dengan pembelajaran.

  5 Menjawab pertanyaan sesuai dengan √ maksud dan tujuan pertanyaan.

  6 Menghargai saran dan pendapat teman √ lainnya.

Tabel 5.5 menunjukkan bahwa pada saat pembelajaran berlangsung, perhatian siswa tertuju pada materi pembelajaran.

  Dalam berdiskusi pun seluruh siswa terlibat aktif dalam mengerjakan tugas. Lalu setiap anggota kelompok saling memotivasi supaya mereka mampu untuk menguasai materi kertas kerja. Supaya ketika dalam proses pengerjaan post test anggota kelompok bisa mengerjakan semaksimal mungkin.(lampiran 5b halaman 202)

  3) Pengamatan terhadap kelas

Tabel 5.6 Aktivitas Kelas Selama Proses Pembelajaran No Deskripsi Ya Tidak

  1 Kelas terdiri dari beberapa individu yang  berbeda dalam hal kemampuan belajar

  2 Siswa menaati aturan-aturan yang ada di  dalam pembelajaran

  3 Siswa membentuk kelompok-kelompok  tertentu di dalam kelas

  87

  4 Buku-buku dan fasilitas pembelajaran  mudah ditemukan dalam lingkungan siswa

  5 Ruang kelas tertata dengan bersih dan rapi 

  6 Lingkungan kelas kondusif untuk  pembelajaran

  7 Aktivitas dikelompok kurang baik karena  ada siswa yang tidak memainkan perannya dengan baik

  8 Siswa kurang mampu untuk membagi peran  di dalam kelompok

  9 Siswa tidak mampu memanfaatkan waktu  dengan baik di dalam kegiatan pembelajaran dengan model kooperatif tipe STAD

  10 Siswa kurang mengenal teman satu kelasnya 

  11 Kondisi berjalan dengan baik selama  pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD dengan baik

  12 Beberapa siswa menolak untuk bergabung  dengan siswa yang lain di kelas itu

  13 Siswa-siswa tertentu nampaknya tidak  menghargai siswa-siswa lainnya

  14 Beberapa siswa dalam kelas lebih  diandalkan daripada yang lainnya

  15 Hampir semua siswa menganggap materi  mudah

  16 Kerja sama dalam kelas sering macet karena  ada siswa yang malas

  17 Kelas ini terorganisasi dengan baik dan  efisien

  18 Setiap siswa memperlihatkan kepedulian  yang sama untuk keberhasilan kelas

  19 Setiap anggota kelas diberi keistimewaan  yang sama

  20 Para siswa bersaing untuk menunjukkan  siapa yang melakukan pekerjaan yang paling baik

Tabel 5.6 menunjukkan suasana kelas kondusif pada saat proses pembelajaran berlangsung dan hal ini didukung pada waktu

  proses pembelajaran yang diarahkan ke kondisi yang lebih baik. Pada dasarnya model pembelajaran STAD sangat mendukung

  88 suasana pembelajaran yang baik. Guru tegas menegur siswa yang nakal, sehingga ketika terjadi kegaduhan di dalam kelas yang berujung pada keadaan kelas yang kurang kondusif, guru dapat mengkondisikan kelas dengan baik.(lampiran 6b halaman 203) d. Refleksi

  Dalam tahap ini dilakukan evaluasi, pemaknaan, analisis, dan penyimpulan hasil observasi dengan menggunakan model pembelajaran tipe STAD. Refleksi yang dilakukan merupakan refleksi segera setelah pertemuan berakhir sekaligus sebagai refleksi pada akhir pelaksanaan tindakan penelitian ini. Refleksi dilakukan pada guru mitra maupun pada siswa. Berikut ini ditampilkan pada tabel hasil refleksi pada saat pelaksanaan pembelajaran dengan model STAD :

  1) Kesan guru terhadap perangkat pembelajaran dan model pembelajaran kooperatif tipe STAD

Tabel 5.7 Instrumen Refleksi Kesan Guru Mitra Terhadap Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD No Uraian Komentar

  1 Kesan guru terhadap Sudah cukup baik, anak-anak komponen pembelajaran bisa berkomunikasi dengan yang digunakan dalam baik dan LKS juga baik menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD

  2 Kesan guru terhadap Antusias, anak-anak yang motivasi belajar siswa sebenarnya dari ngga dalam proses pembelajaran mengerti menjadi mengerti dengan menggunakan model dan anak-anak juga bisa pembelajaran kooperatif tipe saling bertanya di dalam STAD kelompok

  89

  3 Hambatan yang dihadapi Hanya 1 siswa yang apabila nanti guru hendak menguasai dan menjelaskan melaksanakan pembelajaran teman kelompok yang belum dengan menggunakan model mengerti pembelajaran kooperatif tipe STAD

  4 Hal-hal yang mendukung Pembagian setiap kelompok apabila guru nanti akan merata, cukup membantu menggunakan metode anak-anak yang belum paham pembelajaran dengan model dan tanggung jawab didalam pembelajaran kooperatif tipe kelompok ada STAD

  5 Manfaat yang diperoleh LKS tersedia sehingga mudah dengan merencanakan dipahami dan siswa menjadi rencana pembelajaran dan lebih aktif dan berani membuat perangkat mengutarakan pendapatnya pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD

  6 Hal-hal apa saja yang masih Waktu ketika pre test , harus diperbaiki dalam menjelaskan juga masih pembelajaran dengan butuh waktu menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD

Tabel 5.7 menunjukkan kesan guru mitra terhadap perangkat pembelajaran dan model pembelajaran kooperatif tipe STAD setelah

  melakukan tindakan di kelas. Kesan guru tentang komponen pembelajaran yang telah diterapkan secara umum sudah baik dan variatif, tetapi masih butuh persiapan yang lebih matang. Selain itu kendala yang dihadapi yaitu siswa masih ramai dalam mengikuti proses pembelajaran. Pemberian soal perlu dikaji lagi sesuai dengan kemampuan siswa. Menurut guru, siswa lebih berani dalam mengutarakan pendapatnya sehingga siswa memahami dengan sungguh materi yang dipelajari.

  90 2) Kesan siswa terhadap perangkat pembelajaran dan model pembelajaran kooperatif tipe STAD:

Tabel 5.8 Instrumen Refleksi Kesan Siswa Terhadap Perangkat Dan Model Pembelajarann Kooperatif Tipe STAD

  

No Uraian Komentar

  1 Bagaimana menurut Anda tentang pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD (topik pembahasan, media, pembelajaran, situasi kelas, penampilan guru, lingkungan kelas,dll)

  Menyenangkan dan model pembelajarannya baik Dari 25 siswa, 17 siswa atau 68% menjawab metode yang digunakan baik dan 8 siswa atau 32% menjawab cukup.

  2 Apakah Anda berminat dan termotivasi mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD

  Iya, berminat karena pembelajarannya santai tapi tetap serius Dari 25 siswa, 17 siswa atau 68% menjawab santai dan 8 siswa atau 32% menjawab tidak santai.

  3 Apakah Anda lebih paham tentang materi pelajaran akuntansi dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD

  Iya, paham karena tidak membosankan Dari 25 siswa, 17 siswa atau 68% menjawab paham dan 8 siswa atau 32% menjawab tidak paham.

  4 Hambatan apa yang Anda temui selama melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD

  Soalnya dan bahasanya sulit dan kurang waktunya Dari 25 siswa, 17 siswa atau 68% menjawab masih ada sedikit kesulitan dan 8 siswa atau 32% menjawab tidak kesulitan.

  5 Manfaat apa yang Anda peroleh pada pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD

  Seluruh siswa menjawab mendapat pengetahuan dari teman sekelompok yang lebih mengerti tentang materi. .

  91

Tabel 5.8 menunjukkan respon siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Kesan siswa secara umum

  yaitu mereka menikmati pembelajaran kooperatif tipe STAD tersebut, karena pembelajaran menjadi tidak monoton. Selain itu, mereka menjadi lebih berminat terhadap materi yang sedang diajarkan. Hal-hal yang masih perlu diperbaiki yaitu terkait dengan soal yang diberikan harus menggunakan bahasa yang lebih mudah agar mudah dicerna oleh siswa dan waktu pengerjaan soal kurang atau pemberian soal sulit.

  B.

  

Analisis Komparasi Prestasi Belajar Siswa dan Motivasi Belajar Siswa

Sebelum dan Sesudah Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Dalam Mata Pelajaran Akuntansi

  Analisis komparasi dilakukan untuk melihat perkembangan/ peningkatan prestasi belajar siswa dan motivasi belajar siswa pada saat pra penelitian dan sesudah penelitian dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe

  pre test dan post test, sedangkan motivasi belajar diukur dengan menggunakan kuisioner yang diberikan pada saat pra penelitian dan setelah penelitian.

  Berikut ini akan disajikan pembahasan hasil yang dicapai dari variabel prestasi belajar siswa dan motivasi belajar siswa. perbedaan rata-rata nilai pre test dan post test yang diperoleh siswa. Dari 25

Tabel 5.9 menunjukkan hasil komparasi menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa. Dari tabel tersebut dapat dilihat

  50

  √

  60 10 16,67%

  50

  19 Lovini Motivani

  √

  72 27 37,5%

  45

  18 Leonardus Gandung. H

  √

  75 25 33,33%

  17 Klara Cita Anindita. S

  15

  √

  49 9 18,37%

  40

  16 Gracia Setyawati. F

  √

  15 Gerardo. M. G 30 100 70 70%

  √

  79 30 37,97%

  49

  14 Gabriel Kenzie

  20 Panji Ananta. W

  14

  55 50 90,91%

  √

  Sumber: Lampiran 27 halaman 165

  Rata-rata 25,18 68,88 42,5 78%

  √

  70 45 64,28%

  25

  25 Whihelmina Chandra

  √

  72 47 65,28%

  25

  24 Wellybrordus Yunan. M

  61 31 50,82%

  √

  30

  23 Stefanus Rinaldi Galura

  √

  46 41 89,13%

  5

  22 Semilir Kidung Arum

  √

  70 65 92,86%

  5

  21 Ronald Igor. R

  √

  5

  92

  √

  √

  58 33 56,90%

  25

  5 Benny.A

  √

  73 63 86,63%

  10

  4 Alfia. P

  √

  3 Aldo Hans Christian 27,5 100 72,5 72,5%

  70 60 85,71%

  10

  10

  2 Albert Charli Evan.Ap

  √

  50 45 90%

  5

  1 Alustinus Hilmi Yoto

  Post test Selisih Peningkatan Prestasi Ketuntasan Ya Tidak

  Pre test Nilai

Tabel 5.9 Analisis Komparatif Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Sebelum Dan Sesudah PTK No. Urut Nama Siswa Nilai

  1. Prestasi belajar siswa

  6 Christoforus.W

  70 60 85,71%

  13 Gabriel Dicky. P.B

  30

  √

  71 15 21,13%

  56

  12 Fransiska Yeni. R

  √

  50 45 90%

  5

  11 Ezekiel Angga S

  √

  95 65 68,42%

  10 Dhenara Aristo

  √

  √

  88 56 63,64%

  32

  9 Deo Pienathan

  √

  74 69 93,24%

  5

  8 Daniel.D.S

  √

  7 Chrisya Deviga 40 100 60 60%

  • 1 -7,14%

  93 siswa di kelas XI IPS 3, ada 24 orang siswa mengalami peningkatan prestasi belajar. Rata-rata nilai pre test adalah 25,18 sedangkan untuk rata-rata nilai

  post test naik menjadi 68,88. Peningkatan rata-rata nilai yang diperoleh

  siswa sebesar 78%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada mata pelajaran akuntansi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPS 3 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.

  Peningkatan prestasi belajar dan motivasi siswa dapat disebabkan oleh penggunaan metode yang tepat. Penerapan model pembelajaran yang menarik dengan diskusi kelompok beserta LKS membuat siswa di kelas menjadi tidak bosan dan menjadi lebih bersemangat dalam belajar karena adanya variasi pembelajaran. Dengan adanya LKS ini akan mendorong siswa untuk aktif dalam kelompoknya dan harus bersaing dengan kelompok lain. Masing-masing kelompok akan bekerja sama untuk mendapatkan keberhasilan dengan mencapai skor tertinggi. Hal tersebut tampak pada pencapaian skor yang didapatkan tiap-tiap kelompok. Selain itu, karena adanya pemberian hadiah atau reward atas hasil kerja mereka pada saat pembelajaran di kelas. Dengan demikian, menunjukkan bahwa ketika proses pembelajaran berlangsung, pemberian penghargaan yang diberikan oleh guru pada hasil belajar akan meningkatkan prestasi belajar siswa di dalam kelas.

  94 Jadi dapat disimpulkan, dari kriteria ketuntasan minimal (KKM) 70, ada 16 siswa (64%) yang telah mencapai KKM dan ada 9 siswa (36%) yang tidak mencapai KKM, maka dapat dikatakan bahwa prestasi belajar siswa kelas XI IPS 3 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta setelah penerapan model pembelajaran kooperatif STAD sudah tuntas pada sebagian jumlah siswa.

  55

  

54

4 8%

  50

  18

  

50

1 2,04%

  49

  17

  

61

6 10,91%

  16

  60

  

55

4 7,84%

  51

  15

  

59

12 25,53%

  47

  14

  

48

2 4,35%

  19

  

62

2 3,33%

  13

  23

  57

  25

  

49

3 6,52%

  46

  24

  

57

1 1,79%

  56

  

61

1 1,67%

  20

  60

  22

  

54

4 8%

  50

  21

  

49

2 4,26%

  47

  46

  

56

4 7,69%

  2. Motivasi belajar siswa

  3

  43

  5

  

69

7 11,29%

  62

  4

  

53

5 10,42%

  48

  

55

1 1,85%

  6

  54

  2

  

58

3 5,45%

  55

  1

  No. Sebelum Sesudah Selisih Peningkatan

Res Penelitian Penelitian Motivasi

Tabel 5.10 Analisis Komparatif Motivasi Belajar Siswa Sebelum Dan Sesudah PTK

  

45

2 4,65%

  47

  52

  

60

4 7,14%

  12

  

61

5 8,93%

  56

  11

  

49

3 6,52%

  46

  10

  56

  

48

1 2,13%

  9

  

54

4 8%

  50

  8

  

59

5 9,26%

  54

  7

  

60 3 5,26% data tersebut dapat dilihat bahwa motivasi belajar siswa pada tingkat

Tabel 5.11 menunjukkan analisis motivasi belajar siswa pada saat sebelum dan sesudah penelitian kemudian dilihat perubahannya. Dari

  60

  Total - 100% 100% - Sumber: Lampiran 27 halaman 170

  28% 8% Ada penurunan sebesar 20%

  Sangat Rendah

  20

  49 Rendah 28% 24% Ada penurunan sebesar 4%

  Sedang 32% 40% Ada peningkatan sebesar 8%

  54

  Tinggi 12% 24% Ada peningkatan sebesar 12%

  Ada peningkatan sebesar 4%

  95

  Sangat Tinggi 0% 4%

  69

  Student Teams Achievement Division Skala Motivasi Belajar Siswa Kriteria Motivasi Sebelum Penelitian Setelah Penelitian Perubahan

Tabel 5.11 Rekap Hasil Kuesioner Motivasi Belajar Siswa Sebelum dan Sesudah Penerapan Model Pembelajaran Tipe

  tersebut diketahui bahwa seluruh siswa kelas XI IPS 3 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta mengalami peningkatan motivasi belajar. Rerata sebelum PTK mencapai 51,88 sementara rerata sesudah PTK menjadi 55,08. Rata-rata peningkatan motivasi siswa di kelas adalah 3,56 atau 6,17%. Berikut ini disajikan pula rekap hasil kuesioner motivasi belajar sebelum dan sesudah PTK:

Tabel 5.10 menunjukkan bahwa hasil komparasi peningkatan motivasi belajar siswa tentang materi siklus akuntansi perusahaan jasa. Dari data

  Sumber: Lampiran 27 halaman 169

  Rerata 51,88 55,08 3,56 6,17%

  • – 80
  • – 68
  • – 59
  • – 48

  96 motivasi dengan kriteria sangat tinggi mengalami peningkatan dengan persentase sebesar 4% setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division. Persentase siswa yang memiliki motivasi belajar dengan kriteria tinggi mengalami peningkatan sebesar 12% setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division. Sedangkan persentase siswa yang memiliki motivasi belajar dengan kriteria sedang mengalami kenaikan setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division yaitu sebesar 8%. Persentase siswa yang memiliki motivasi belajar dengan kriteria rendah mengalami penurunan setelah menggunakan model pembelajaran Student

  Teams Achievement Division yaitu sebesar 4%, dan persentase siswa

  yang memiliki motivasi belajar dengan kriteria sangat rendah mengalami penurunan setelah menggunakan model pembelajaran Student Teams

  Achievement Division yaitu sebesar 20%. Dengan demikian penerapan

  model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division dapat dikatakan berhasil karena motivasi belajar siswa meningkat.

  97

C. Pembahasan

  1. Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Pada Kompetensi Dasar Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division .

  Berdasarkan hasil analisis komparasi tampak bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi siklus akuntasi perusahaan jasa khususnya penyusunan kertas kerja kelas XI IPS 3 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Hal ini dapat terbukti dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe

  Student Teams Achievement Division dapat meningkatkan prestasi belajar siswa (rerata pre-test = 25,18 dan rerata post-test = 68,88).

  Peningkatan prestasi belajar siswa disebabkan karena penerapan model pembelajaran yang menyenangkan. Siswa berminat mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe

  Student Teams Achievement Division. Banyak keuntungan yang siswa

  dapatkan diantaranya siswa lebih mudah memahami materi siklus dan kerjasama siswa dalam mengerjakan soal. Dengan demikian model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division tepat untuk diterapkan dalam materi pembelajaran siklus akuntansi perusahaan jasa khususnya penyusunan kertas kerja.

  98

  2. Peningkatan Motivasi Belajar Pada Kompetensi Dasar Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division.

  Berdasarkan hasil analisis komparasi tampak bahwa penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement Division dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi siklus akuntasi perusahaan jasa khususnya penyusunan kertas kerja kelas XI IPS 3 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Hal ini dapat terbukti dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe

  Student Teams Achievement Division (rerata sebelum menggunakan

  pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division = 51,88 dan rerata sesudah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student

  Teams Achievement Division = 55,08).

  Peningkatan motivasi belajar siswa disebabkan karena penerapan model pembelajaran yang menyenangkan. Siswa berminat mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe

  Student Teams Achievement Division. Banyak keuntungan yang siswa

  akuntansi perusahaan jasa, menambah wawasan siswa, kecepatan dan ketepatan siswa dalam mengerjakan soal. Dengan demikian model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division tepat untuk diterapkan dalam materi pembelajaran siklus akuntansi perusahaan jasa khususnya penyusunan kertas kerja.

BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model

  pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan prestasi belajar dan motivasi belajar siswa kelas XI IPS 3.

  1. Prestasi Belajar Siswa Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement

  Division dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPS 3

  pada materi siklus akuntansi perusahaan jasa khususnya penyusunan kertas kerja. Peningkatan prestasi belajar siswa tersebut dapat dilihat dari hasil skor siswa pada saat pre test dan post test. Skor rerata sebelum PTK sebesar 25,18 dan setelah PTK skor rerata meningkat prestasi belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division.

  100

  2. Motivasi Belajar Siswa Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement

  Division dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI IPS 3.

  Skor rerata sebelum PTK sebesar 51,88 dan setelah PTK skor rerata meningkat menjadi 55,08. Sehingga kesimpulannya bahwa ada perbedaan motivasi belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement

  Division.

B. Keterbatasan Penelitian Adapun keterbatasan dalam penelitian adalah sebagai berikut.

  1. Kurangnya komunikasi yang baik antara guru mitra dengan peneliti dalam menjelaskan langkah-langkah dalam permainan dan turnamen sehingga terjadi perbedaan persepsi dalam melaksanakan tindakan yang membuat siswa menjadi kebingungan. skenario pembelajaran dengan implementasi yang sebenarnya sehingga penerapan metode pembelajaran ini menjadi terkesan terburu-buru.

  101

C. Saran

  Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ada beberapa saran yang ditujukan pada pihak yang terkait dalam penelitian ini.

  1. Perlu adanya komunikasi yang baik antara guru mitra dengan peneliti sehingga tidak terjadi perbedaan persepsi yang berdampak pada penyimpangan pelaksanaan tindakan dari rencana yang telah ditetapkan.

  2. Pentingnya persiapan yang matang dan maksimal dalam menyiapkan segala keperluan untuk penelitian seperti menyiapkan media, layout kelas, pembagian kelompok, dan fasilitator agar tempat terkesan tertata rapi. Selain itu perangkat pelaksanaan baiknya diteliti terlebih dahulu sebelum pelaksanaan guna menghindari kesalahan-kesalahan selama proses pembelajaran berlangsung.

  3. Pentingnya penyusunan dan perencanaan alokasi waktu yang efektif dan efisien guna menghindari penggunaan waktu yang berlebihan dan dapat menggunakan waktu sesuai dengan kebutuhan. Setiap sesi dalam penelitian akan dapat berjalan maksimal apabila alokasi waktu lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

A. Sumber Pustaka A. M, Sardiman. 1986. Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta.

  

102

  Algifari. (2003). Statistika Induktif untuk Ekonomi dan Bisnis. Yogyakarta: UPP AMP YKPN. Arikunto, Suharsimi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Bumi Aksara. Azwar, Saifuddin. (2004). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Bumi Aksara. Imron, Ali. 1996. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Pustaka Jaya. Irawan, Prasetyo. 1995. Teori belajar, motivasi, Ketrampilan Mengajar, dan

  model-model pembelajaran . Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

  Kunandar, (2008). Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru.

  Jakarta: Rajawali Pers. Kusumah, Wijaya. 2009. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Indeks.

  Masidjo. 1985. Pengukuran dan Penilaian Prestasi Belajar di Sekolah.

  Yogyakarta: IKIP Sanata Dharma. Masidjo, Ignatius. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta. Kanisius.

  Rosdakarya. Muslimin Ibrahim (Widanarto, 2006:17); Pendekatan Pembelajaran. Modul Kegiatan Penataran Guru-guru Kabupaten Belu.

  Purwanto. 2009. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Prayitno. 1989. Motivasi dalam Belajar. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

  103

  Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Slavin, Robert E. 1995. Cooperative Learning. Theory Research and Practise. Massachuseus: Allyn & Bacon. Solihatin, Etin. 2007. Cooperative Learning: Handbook for Teacher. USA: Kane Publishing Service, inc. Susilo. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Pustaka book publisher. Yogyakarta Sanjaya. Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

B. Sumber Internet

   (8 Juni 2011) Juni 2011)

  (24 September 2012) SURAT-SURAT

  104 Lampiran 1

  105 Lampiran 2 INSTRUMEN PENELITIAN

  106 Lampiran 3

  

LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN GURU

(Catatan Anekdotal)

  Nama pengamat : Tanggal dan waktu observasi : Lamanya observasi : Tingkat kelas (semester) dan atau subyek :

  Yogyakarta, 18 Desember 2012 Guru Mitra Observer

  Y. Natalia Margi Lestari, S.Pd Aji Perdana Putra

  107 Lampiran 4

  

LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN SISWA

(Catatan Anekdotal)

  Nama pengamat : Tanggal dan waktu observasi : Lamanya observasi : Tingkat kelas (semester) dan atau subyek :

  Yogyakarta, 18 Desember 2012 Guru Mitra Observer

  Y. Natalia Margi Lestari, S.Pd Aji Perdana Putra

  108 Lampiran 5

  

LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN KELAS

(Catatan Anekdotal)

  Nama pengamat : Tanggal dan waktu observasi : Lamanya observasi : Tingkat kelas (semester) dan atau subyek :

  Yogyakarta, 18 Desember 2012 Guru Mitra Observer

  Y. Natalia Margi Lestari, S.Pd Aji Perdana Putra

  109 Lampiran 6

  

Lembar Observasi

Aktivitas Guru Selama Menerapkan Model Pembelajaran

Kooperatif Tipe STAD

  Hari/ tanggal : Mata Pelajaran : Kelas :

  No Deskripsi Ya Tidak

  1 Guru membuka pelajaran

  2 Guru menjelaskan model pembelajaran kooperatif dengan tipe STAD

  3 Guru memberikan materi yang akan dipelajari dalam kegiatan belajar mengajar melalui presentasi kelas

  4 Guru memberikan dorongan kepada siswa untuk lebih aktif berperan dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD

  5 Guru mengorganisasikan pokok bahasan untuk membantu siswa memahami materi

  6 Guru membantu dan mengarahkan siswa dalam pengerjaan lembar kegiatan

  7 Guru memotivasi siswa agar terlibat dalam kegiatan diskusi kelompok

  110

  8 Guru memberikan pengembangan bagi kelompok yang memiliki skor terbaik

  9 Guru memberikan dorongan bagi siswa untuk bekerja sama dengan baik dalam kelompok

  10 Guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk menentukan peran masing-masing anggota dalam kelompok

  11 Guru membiarkan siswa yang membuat kegaduhan di dalam kelas

  12 Guru mengamati kegiatan kelas selama proses belajar mengajar berlangsung

  13 Guru berinteraksi dengan siswa di dalam kelompok untuk menjelaskan prosedur model pembelajaran kooperatif tipe STAD

  14 Guru berinteraksi dengan siswa di depan kelas untuk menjelaskan prosedur model pembelajarn kooperatif tipe STAD

  15 Guru kurang berinteraksi dengan siswa

  16 Guru berinteraksi dengan siswa untuk menumbuhkan motivasi dan semangat melaksanakan pembelajaran dalam mencapai tujuan

  17 Guru hanya berinteraksi dalam kelompok

  111

  tertentu

  18 Guru tidak membantu siswa yang kesulitan menentukan peran dalam kelompok

  19 Guru melakukan evaluasi terhadap hasil belajar melalui ulangan pada akhir pokok bahasan

  20 Guru hanya mengamati kelas selama pembelajaran berlangsung

  21 Guru mengajak siswa untuk melakukan refleksi Yogyakarta, 19 Januari 2013

  Guru Mitra Observer Y. Natalia Margi Lestari, S.Pd Aji Perdana Putra

  112 Lampiran 7 Lembar Observasi Aktivitas Siswa Saat Proses Pembelajaran Dalam Kelompok

  Hari/ tanggal : Mata Pelajaran : Kelas : Observer :

  

No Deskripsi Ya Tidak

  1 Seluruh perhatian diarahkan pada materi diskusi dalam kelompok.

  2 Saling bertukar pikiran dan pendapat.

  3 Berbagi tugas dalam pengerjaan tugas.

  4 Pertanyaan yang diajukan ada kaitannya dengan pembelajaran.

  5 Menjawab pertanyaan sesuai dengan maksud dan tujuan pertanyaan.

  6 Menghargai saran dan pendapat teman lainnya.

  Yogyakarta, 19 Januari 2013 Guru Mitra Observer

  Y. Natalia Margi Lestari, S.Pd Aji Perdana Putra

  113 Lampiran 8 Lembar Observasi Aktivitas Kelas Selama Proses Pembelajaran No Deskripsi Ya Tidak

  1 Kelas terdiri dari beberapa individu yang berbeda dalam hal kemampuan belajar

  2 Siswa menaati aturan-aturan yang ada di dalam pembelajaran

  3 Siswa membentuk kelompok-kelonpok tertentu di dalam kelas

  4 Buku-buku dan fasilitas pembelajaran mudah ditemukan dalam lingkungan siswa

  5 Ruang kelas tertata dengan bersih dan rapi

  6 Lingkungan kelas kondusif untuk pembelajaran

  7 Aktivitas dikelompok kurang baik karena ada siswa yang tidak memainkan perannya dengan baik

  8 Siswa kurang mampu untuk membagi peran di dalam kelompok

  9 Siswa tidak mampu memanfaatkan waktu dengan baik di dalam kegiatan pembelajaran dengan model kooperatif tipe STAD

  10 Siswa kurang mengenal teman satu kelasnya

  114

  11 Kondisi berjalan dengan baik selama pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD dengan baik

  12 Beberapa siswa menolak untuk bergabung dengan siswa yang lain di kelas itu

  13 Siswa-siswa tertentu nampaknya tidak menghargai siswa-siswa lainnya

  14 Beberapa siswa dalam kelas lebih diandalkan daripada yang lainnya

  15 Hampir semua siswa menganggap materi mudah

  16 Kerja sama dalam kelas sering macet karena ada siswa yang malas

  17 Kelas ini terorganisasi dengan baik dan efisien

  18 Setiap siswa memperlihatkan kepedulian yang sama untuk keberhasilan kelas

  19 Setiap anggota kelas diberi keistimewaan yang sama

  20 Para siswa bersaing untuk menunjukkan siapa yang melakukan pekerjaan yang paling baik

  115

  Yogyakarta, 19 Januari 2013 Guru Mitra Observer

  Y. Natalia Margi Lestari, S.Pd Aji Perdana Putra

  116 Lampiran 9

  

Instrumen Refleksi

Kesan Guru Mitra Terhadap Model Pembelajaran

Kooperatif Tipe STAD

No Uraian Komentar

  1 Kesan guru terhadap komponen pembelajaran yang digunakan dalam menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD

  2 Kesan guru terhadap motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD

  3 Hambatan yang dihadapi apabila nanti guru hendak melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD

  4 Hal-hal yang mendukung apabila guru nanti akan menggunakan metode pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD

  5 Manfaat yang diperoleh dengan merencanakan rencana pembelajaran dan membuat perangkat pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD

  117

  6 Hal-hal apa saja yang masih harus diperbaiki dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD

  Yogyakarta, 19 Januari 2013 Guru Mitra Observer

  Y. Natalia Margi Lestari, S.Pd Aji Perdana Putra

  118 Lampiran 10

  

Refleksi Siswa Terhadap Perangkat Dan Model Pembelajaran

Kooperatif Tipe STAD

  Nama : Nama kelompok : Hari/tanggal : Kelas :

  No Uraian Komentar

  1 Bagaimana menurut Anda tentang pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD (topik pembahasan, media, pembelajaran, situasi kelas, penampilan guru, lingkungan kelas,dll)

  2 Apakah Anda berminat dan termotivasi mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD

  3 Apakah Anda lebih paham tentang materi pelajaran akuntansi dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD

  4 Hambatan apa yang Anda temui selama melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD

  119

  5 Manfaat apa yang Anda peroleh pada pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD

  Yogyakarta, 19 Januari 2013 Guru Mitra Observer

  Y. Natalia Margi Lestari, S.Pd Aji Perdana Putra

  120 Lampiran 11

  

Pedoman Wawancara Kepada Guru

  Nama Guru : Tanggal wawancara :

  Kisi-kisi wawancara

  1. Metode pembelajaran

  a. Metode pembelajaran apa saja yang selama ini diketahui oleh guru?

  b. Metode apa saja yang selama ini digunakan oleh guru?

  c. Apa saja keuntungan dari penggunaan metode pembelajaran di atas?

  d. Apa saja kelemahan dari penggunaan metode pembelajaran di atas?

  e. Apakah guru selalu memvariasi metode pembelajaran di dalam menyampaikan materi ajar atau hanya terpaku dengan satu metode pembelajaran saja?

  f. Apakah guru mengetahui metode pembelajaran kooperatif?

  g. Apakah guru mengetahui STAD dan pernah menerapkannya?

  2. Proses belajar

  a. Bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru? proses pembelajaran?

  3. Motivasi siswa

  a. Bagaimana tingkat morivasi siswa di dalam proses pembelajaran? b.

  Apakah tingkat motivasi tersebut sudah dirasa “cukup” oleh guru?

  c. Apa saja yang perlu dilakukan untuk meningkatkan motivasi siswa?

  121

  4. Prestasi siswa

  a. Bagaimana hasil prestasi siswa selama pembelajaran? b.

  Apakah prestasi siswa tersebut sudah dirasa “cukup” oleh guru dalam hal pemahaman materi? c. Apa saja yang perlu dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa?

  122 Lampiran 12

  

Wawancara Terhadap Siswa

  1. Metode apa yang sering Ibu Margi gunakan dalam pembelajaran akuntansi di kelas?

  2. Bagaimana pendapat dan kesan anda terkait dengan penggunaan metode tersebut dalam pembelajaran?

  3. Apakah dengan diterapkan metode STAD anda bisa memahami materi dengan baik?

  4. Bagaimana pendapat dan kesan anda terkait dengan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD?

  5. Apakah anda merasa senang?

  6. Apakah anda semakin paham atau justru semakin mempersulit anda terkait dengan materi ini?

  123 Lampiran 13

  

KUESIONER MOTIVASI BELAJAR

(sebelum tindakan)

Petunjuk Pengisian 1. Pada lembar penilaian diri tentang motivasi belajar ini terdapat 20 pertanyaan.

  Pertimbangkan baik-baik setiap pertanyaan dalam kaitannya dengan materi pembelajaran dan tentukan kebenarannya sesuai dengan yang Anda alami!

  2. Pilihlah satu jawaban dari empat kemungkinan jawaban, yaitu:  Selalu (S)  Sering (SR)  Jarang/ kadang-kadang (J/ KK)  Tidak pernah (TP) 3.

  Berilah tanda check (√) pada kolom jawaban yang Anda pilih.

  4. Apabila Anda keliru menjawab berilah tanda silang (X) pada jawaban yang keliru, dan pilihlah jawaban baru yang Anda anggap tepat

  5. Jawablah semua pertanyaan berikut tanpa melewati nomor pertanyaan yang tersedia dan periksalah kembali jawaban sebelum dikumpulkan.

  No PERNYATAAN S SR J/ KK TP (Selalu) (Sering) (Jarang/ (Tidak Kadang- Pernah) kadang)

  1. Rajin belajar untuk mendapat simpati dari orang

  124

  tua

  2. Rajin belajar untuk meraih prestasi

  3. Belajar dengan tekun setiap hari untuk meningkatkan prestasi

  4. Berkeinginan untuk mendapatkan simpati dari guru dan teman-teman sehingga giat belajar

  5. Puas dengan nilai yang didapatkan selama ini, sehingga tidak perlu belajar

  6. Kecewa jika mendapatkan nilai jelek pada saat nilai ulangan atau ujian

  7. Merasa tidak tersaingi bila teman mendapat nilai yang lebih baik

  8. Belajar ketika besok ada ujian

  9. Tugas yang diberikan oleh guru dikerjakan dengan

  125

  sungguh-sungguh

  10. Ada keinginan untuk berdiskusi dengan teman- teman kelas jika menemukan kesulitan dalam mempelajari materi

  11. Meminta bantuan teman untuk mengerjakan tugas tanpa harus berusaha lebih dahulu untuk mengerjakan sendiri

  12. Mempelajari kembali materi yang diberikan oleh guru, ketika belajar mandiri

  13. Belajar tanpa disuruh oleh orang tua

  14. Jika mendapat nilai yang lebih rendah dari teman, berusaha untuk memperbaiki cara belajar dan lebih giat belajar

  15. Rajin belajar untuk mendapat simpati dari guru

  126

  dan teman-teman

  16 Termotivasi untuk belajar karena ada hadiah

  17. Merasa senang dalam belajar

  18. Ada keinginan mendapat rasa aman bila mengikuti dan menguasai pelajaran

  19. Senang bila ada jam pelajaran yang kosong

  20. Mempersiapkan segala sesuatu yang mendukung pelajaran sebelum pelajaran dimulai

  127 Lampiran 14

  

KUESIONER MOTIVASI BELAJAR

(sesudah tindakan)

Petunjuk Pengisian 1. Pada lembar penilaian diri tentang motivasi belajar ini terdapat 20 pertanyaan.

  Pertimbangkan baik-baik setiap pertanyaan dalam kaitannya dengan materi pembelajaran dan tentukan kebenarannya sesuai dengan yang Anda alami!

  2. Pilihlah satu jawaban dari empat kemungkinan jawaban, yaitu:  Selalu (S)  Sering (SR)  Jarang/ kadang-kadang (J/ KK)  Tidak pernah (TP) 3.

  Berilah tanda check (√) pada kolom jawaban yang Anda pilih.

  4. Apabila Anda keliru menjawab berilah tanda silang (X) pada jawaban yang keliru, dan pilihlah jawaban baru yang Anda anggap tepat

  5. Jawablah semua pertanyaan berikut tanpa melewati nomor pertanyaan yang tersedia dan periksalah kembali jawaban sebelum dikumpulkan.

  No PERNYATAAN S SR J/ KK TP (Selalu) (Sering) (Jarang/ (Tidak kadang- Pernah) kadang)

  1. Rajin belajar untuk mendapat simpati dari orang tua setelah

  128

  menggunakan model kooperatif STAD

  2. Rajin belajar untuk meraih prestasi setelah menggunakan model kooperatif STAD

  3. Belajar dengan tekun setiap hari untuk meningkatkan prestasi setelah menggunakan model kooperatif STAD

  4. Berkeinginan untuk mendapatkan simpati dari guru dan teman-teman sehingga giat belajar setelah menggunakan model kooperatif STAD

  5. Puas dengan nilai yang didapatkan selama ini, sehingga Saya tidak perlu belajar lagi setelah menggunakan model kooperatif tipe STAD

  6. Kecewa jika mendapatkan nilai jelek pada saat nilai ulangan atau ujian setelah

  129

  menggunakan model kooperatif STAD

  7. Merasa tidak tersaingi bila teman mendapat nilai yang lebih baik setelah menggunakan model kooperatif STAD

  8. Belajar ketika besok ada ujian setelah menggunakan model kooperatif STAD

  9. Tugas yang diberikan oleh guru dikerjakan dengan sungguh-sungguh setelah menggunakan model kooperatif STAD

  10. Ada keinginan untuk berdiskusi dengan teman- teman kelas jika menemukan kesulitan dalam mempelajari materi setelah menggunakan model kooperatif STAD

  11. Meminta bantuan teman untuk mengerjakan tugas tanpa

  130

  berusaha lebih dahulu untuk mengerjakan sendiri setelah menggunakan model kooperatif STAD

  12. Mempelajari kembali materi yang diberikan oleh guru, ketika belajar mandiri setelah menggunakan model kooperatif STAD

  13. Ada kesadaran diri untuk belajar setelah menggunakan model kooperatif STAD

  14. Jika mendapat nilai yang lebih rendah dari teman, berusaha memperbaiki cara belajar dan lebih giat belajar setelah menggunakan model kooperatif STAD

  15. Rajin belajar untuk mendapat simpati dari guru dan teman- teman setelah menggunakan model kooperatif STAD

  131

  16 Termotivasi untuk belajar karena ada hadiah setelah menggunakan model kooperatif STAD

  17. Ada perasaan senang dalam belajar setelah menggunakan model kooperatif STAD

  18. Ada keinginan mendapat rasa aman bila mengikuti dan menguasai pelajaran setelah menggunakan model kooperatif STAD

  19. Senang bila ada jam pelajaran yang kosong setelah menggunakan model kooperatif STAD

  20. Mempersiapkan segala sesuatu yang mendukung pelajaran sebelum pelajaran dimulai setelah menggunakan model kooperatif STAD

  

INSTRUMEN

PEMBELAJARAN

  132 Lampiran 15

  

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( R P P )

Sekolah : SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA Mata Pelajaran : Akuntansi Kelas / Semester : XI / Genap Alokasi Waktu : 2 x 45 menit A. Standar Kompetensi

  : Membuat ikhtisar siklus akuntansi perusahaan jasa

  B. Kompetensi Dasar : Menyusun kertas kerja perusahaan jasa C.

   Indikator

  1. Menyusun bentuk kertas kerja

  2. Mengidentifikasi langkah-langkah penyelesaian kertas kerja

  3. Menyusun kertas kerja

D. Tujuan Pembelajaran

  1. Siswa dapat menyusun bentuk kertas kerja

  2. Siswa dapat mengidentifikasi langkah-langkah penyelesaian kertas kerja

  3. Siswa dapat menyusun kertas kerja E.

   Materi Pembelajaran

  1. Bentuk Kertas Kerja Kertas kerja laporan keuangan dapat disusun dalam bentuk enam kolom, delapan kolom, sepuluh kolom dan dua belas kolom. Dalam praktek umumnya menggunakan bentuk sepuluh kolom yaitu:

  Nomor Akun Akun Neraca Saldo Penyesuaian Neraca Saldo Setelah Disesuaikan Ikhtisar Laba Rugi Neraca D K D K D K D K D K

  2. Langkah-langkah penyelesaian kertas kerja Secara garis besar langkah-langkah penyelesaian kertas kerja adalah sebagai berikut:

  133

a. Menyusun data neraca saldo dalam kolom neraca saldo

  b. Memindahkan data pos-pos jurnal penyesuaian ke dalam kolom penyesuaian (AJP) pada akun-akun yang bersangkutan c. Menyusun neraca saldo yang telah disesuaikan berdasarkan data kolom neraca saldo dan data kolom penyesuaian d. Memindahkan saldo akun-akun pendapatan dan beban (akun nominal) dari kolom neraca saldo setelah disesuaikan ke dalam kolom ikhtisar laba rugi e. Memindahkan saldo akun-akun aktiva, kewajiban dan ekuitas (akun riil) dari

kolom neraca saldo setelah disesuaikan ke dalam kolom neraca

  3. Prosedur kertas kerja Sebagai ilustrasi, berikut contoh penyelesaian suatu akun dalam kertas kerja. Kita ambil akun Perlengkapan dalam neraca saldo Cleaning Service KHARISMA. Akun Perlengkapan menunjukkan saldo debet Rp 4.000.000,00. Pos jurnal penyesuaian yang terkait dengan akun tersebut adalah sebagai berikut: Juli 31 Beban Perlengkapan Service Rp 3.000.000,00 Perlengkapan Service Rp 3.000.000,00 Dari data neraca saldo dan pos jurnal penyesuaian di atas, dalam kertas kerja akan tampak sebagai berikut: (ditulis dalam ribuan Rupiah)

  Neraca Saldo Ikhtisar

Nomor Neraca Saldo Penyesuaian Setelah Neraca

Laba Rugi

  Akun Akun Disesuaikan D K D K D K D K D K

  • 113 Perlengkapan 4.000 3.000 1.000 1.000 -
  • >

    - - - -

    Beban 3.000 3.000 3.000 perlengkapan

  Perhatikan akun Perlengkapan Service dalam kertas kerja di atas! Pada kolom penyesuaian diisi dengan Rp 3.000.000,00. Jumlah tersebut berasal dari data pos jurnal penyesuaian. Sementara dalam kolom neraca saldo setelah disesuaikan diisi debet Rp 1.000.000,00. Jumlah tersebut adalah hasil penjumlahan antara saldo debet neraca saldo Rp 4.000.000,00 dengan saldo kredit kolom penyesuaian Rp 3.000.000,00.

  134 Saldo akun Beban Perlengkapan muncul dari pos jurnal penyesuaian. Akun tersebut dalam neraca saldo tidak mempunyai saldo. Apabila neraca saldo hanya disusun akun-akun yang mempunyai saldo, akun-akun yang saldonya muncul dari pos jurnal penyesuaian biasanya dalam kertas kerja ditulis di bawah akun- akun neraca saldo. Selanjutnya jumlah Rp 3.000.000,00 debet kolom penyesuaian, dipindahkan ke sisi debet kolom neraca saldo setelah disesuaikan. Kemudian jumlah yang bersangkutan dipindahkan ke sisi debet kolom ikhtisar laba rugi , karena akun Beban Perlengkapan Service termasuk akun laba rugi. Pemindahan saldo akun dari kolom neraca saldo setelah disesuaikan ke dalam kolom laba rugi atau ke dalam kolom neraca, dapat digambarkan bagan sebagai berikut:

  Neraca Saldo Ikhtisar Laba Kelompok setelah Neraca Rugi Akun Buku Besar disesuaikan D K D K D K Akun Riil:

  • Aktiva
  • - xxxx
  • - xxxx xxxx - Kewajiban - xxxx - Ekuitas

  xxxx Akun Nominal:

  • - - Penghasilan xxxx xxxx - - - xxxx xxxx - - - Beban

F. Metode Pembelajaran

  1. Ceramah

  2. Tanya jawab

  3. Diskusi

  4. Penugasan

  5. Cooperative Learning Tipe STAD

  135 G. Langkah-langkah Pembelajaran KETERANGAN ALOKASI METODE WAKTU 1. Pendahuluan

  a. Guru mengucapkan salam pembuka. 1’ Ceramah

  

b. Guru melakukan apersepsi (mengulas kembali 2’ Tanya

materi sebelumnya, yaitu jurnal penyesuaian) Jawab dan menyampaikan tujuan materi pelajaran.

  

c. Guru memberikan pre test. 15’ Tertulis

  2. Kegiatan Inti

  a. Eksplorasi

  1. Guru membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen 3’ STAD (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, dll), satu kelas dibagi dalam 7 kelompok.

  2. Guru membagi LKS untuk semua siswa. 1’ STAD

  3. Guru menyajikan pelajaran pelajaran tentang kertas kerja 20’ Ceramah b. Elaborasi

  1. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok.

  Anggotanya tahu menjelaskan pada anggota Diskusi 20’ lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti c. Konfirmasi

  1. Guru memberi tanya jawab secara spontan kepada seluruh siswa mengenai materi yang

  3 Tanya ’ telah dipelajari. Jawab ‘

  3. Penutup

  

a. Guru melakukan post test. Tertulis

15’ b. Guru bersama dengan siswa merefleksikan

  2 Ceramah ’

  136 makna pembelajaran materi.

  c. Guru menyampaikan kesimpulan dari materi yang telah diajarkan.

  d. Guru mengucapkan salam penutup

  3 ’ 1’ Ceramah

  Ceramah Jumlah 90’ H.

   Alat dan Sumber Belajar

1. Alat:

  a. Spidol

  b. Kertas

2. Sumber belajar: a. Hendi Somantri. 2005. Memahami Akuntansi SMA. Bandung: Armico.

b. Alam S. 2007. Ekonomi untuk SMA dan MA kelas XI. Jakarta: ESIS.

I. Penilaian

  1. Bentuk : Essay

  2. Jenis soal : Tugas individu (pretest, post test) Yogyakarta, 19 Januari 2013 Mengetahui,

  Guru Mitra Observer

  Y. Natalia Margi Lestari, S.Pd Aji Perdana Putra

  137 Lampiran 16 SOAL PRE TEST

  

Cleaning Service KHARISMA

NERACA SALDO

Per 31 Juli 2003

Nomor

  Akun Akun Neraca Saldo DEBET KREDIT

  111 112 113 114 115 121 122 211 311 312 411 511 512 513 514 515 516 517 518 519

  Kas Piutang Usaha Perlengkapan service Sewa dibayar di muka Asuransi dibayar di muka Peralatan service Akum. Penyusutan Perltn.

  • Rp 8.000.000,00
  • 2.000.000,00

  Service Hutang usaha Modal Yunita Prive Yunita Pendapatan jasa Beban Gaji Beban perlengkapan Beban sewa Beban listrik dan telpon Beban iklan Beban asuransi Beban pemeliharaan peralatan Beban penyusutan peralatan Beban lain-lain TOTAL

  Rp 40.500.000,00 5.000.000,00 4.000.000,00 4.800.000,00

  600.000,00 16.000.000,00

  • 24.600.000,00
  • 8.000.000,00

  • 300.000,00
  • 400.000,00
  • Rp 82.600.000,00

  400.000,00 600.000,00

  Rp 82.600.000,00

  50.000.000,00

  Misalkan pada tanggal 31 Juli 2003 diperoleh informasi untuk penyesuaian saldo akun-akun diatas: 1) Sisa perlengkapan service dinilai seharga Rp 1.000.000,00 2) Sewa ruangan kantor Rp 4.800.000,00 untuk masa 1 tahun terhitung sejak bulan 1 Juli 2003 3) Asuransi yang belum jatuh tempo sebesar Rp 550.000,00 4) Gaji karyawan yang masih harus dibayar Rp 400.000,00

  138

  1) 2003 Juli.31 Beban perlengkapan Rp 3.000.000,00

  Perlengkapan service Rp 3.000.000,00 (Rp 4.000.000

  • – Rp 1.000.000 = Rp 3.000.000) 2) 2003

  Juli.31 Beban Sewa Rp 400.000,00 Sewa dibayar dimuka Rp 400.000,00

  (1/12 x Rp 4.800.000 = Rp 400.000) 3) 2003

  Juli.31 Beban Asuransi Rp 50.000,00 Asuransi dibayar dimuka Rp 50.000,00

  (Rp 600.000

  • – Rp 550.000 = Rp 50.000) 4) 2003

  Juli.31 Beban Gaji Rp 400.000,00 Hutang Gaji Rp 400.000,00

  Susunlah kertas kerja Cleaning Service KHARISMA per 31 Juli 2003!

  139 KUNCI JAWABAN: Cleaning Service KHARISMA KERTAS KERJA Per 31 Juli 2003 (dalam ribuan Rupiah) No. Aku n Akun Neraca Saldo Penyesuaian Neraca Saldo Setelah Disesuaikan Ikhtisar Laba Rugi Neraca D K D K D K D K D K

  111 112 113 114 115 121 122 211 311 312 411 511 512 513 514 515 516 517 518 519 212 Kas

  • 3.000 400

  Piutang Usaha Perlengkapan service Sewa dibayar di muka Asuransi dibayar di muka Peralatan service Akum. Penyusutan Perltn. Service Hutang usaha Modal Yunita Prive Yunita Pendapatan jasa Beban Gaji Beban perlengkapan Beban sewa Beban listrik dan telpon Beban iklan Beban asuransi Beban pemeliharaan peralatan Beban penyusutan peralatan Beban lain-lain Hutang gaji Laba bersih sebelum pajak 40.500

  5.000 4.000 4.800 600

  • 8.000 50.000
  • 8.000 50.000
  • 8.000 50.000
  • 2.000
  • 2.000
  • 24.600
  • 2.000
  • 24.600
  • 400 3.000 400
  • 24.600
  • 8.000
  • 8.400 3.000 400 400 600
  • 8.400 3.000 400 400 600
  • 400 600
  • 300
  • 400 82.600
  • 400
  • 400
  • 82.600
  • 400 3.850 40.500 5.000
  • 400 83.000
  • 400 58.400 11.050 69450
  • 83.000
  • 13.550 11.050 24600
  • 69.450
  • 3.850
  • 24600
  • 24.600 40.500 5.000 1.000 4.400
  • 69.450
Rp 20.500.000,00 3.000.000,00 2.000.000,00 2.800.000,00

  16.000

  50

  50

  1.000 4.400 550 16.000

  50 300

  50 300

  550 16.000

  140 Lampiran 17 SOAL DISKUSI

  

Cleaning Service BEAT

NERACA SALDO

Per 31 Desember 2005

Nomor

  Akun Akun Neraca Saldo DEBET KREDIT

  111 112 113 114 115 121 122 211 311 312 411 511 512 513 514 515 516 517 518 519

  Kas Piutang Usaha Perlengkapan service Sewa dibayar di muka Asuransi dibayar di muka Peralatan service Akum. Penyusutan Perltn.

  400.000,00 14.000.000,00

  • 9.400.000,00
  • 4.000.000,00

  Service Hutang Usaha Modal Maria Prive Maria Pendapatan jasa Beban Gaji Beban perlengkapan Beban sewa Beban listrik dan telpon Beban iklan Beban asuransi Beban pemeliharaan peralatan Beban penyusutan peralatan Beban lain-lain TOTAL

  • 14.600.000,00
  • 6.000.000,00
  • 500.000,00
  • 200.000,00
  • Rp 54.000.000,00

  200.000,00 400.000,00

  Rp 54.000.000,00

  30.000.000,00

  Misalkan pada tanggal 31 Desember 2005 diperoleh informasi untuk penyesuaian saldo akun-akun diatas: 1) Sisa perlengkapan service dinilai seharga Rp 500.000,00 2) Peralatan service bulan Desember 2005 disusutkan sebesar Rp 250.000,00 3) Sewa ruangan kantor Rp 2.800.000,00 untuk masa 6 bulan terhitung sejak bulan 30 September 2005. 4) Gaji karyawan yang masih harus dibayar Rp 350.000,00 5) Beban iklan untuk bulan Desember 2005 sebesar Rp 200.000,00

  141

  1) 2005 Des.31 Beban perlengkapan Rp 1.500.000,00

  Perlengkapan service Rp 1.500.000,00 (Rp 2.000.000

  • – Rp 500.000 = Rp 1.500.000) 2) 2005

  Des.31 Beban penyusutan peralatan service Rp 250.000,00 Akumulasi pernyusutan peralatan service Rp

  250.000,00 3) 2005

  Des.31 Beban sewa Rp 1.400.000,00 Sewa dibayar dimuka Rp 1.400.000,00

  (3/6 x Rp 2.800.000 = Rp 1.400.000) 4) 2005

  Des.31 Beban gaji Rp 350.000,00 Hutang gaji Rp 350.000,00

  5) 2005 Des.31 Iklan dibayar dimuka Rp 200.000,00

  Beban iklan Rp 200.000,00 (Rp 400.000

  • – Rp 200.000 = Rp 200.000) Buatlah kertas kerjanya Cleaning Service Beat per 31 Desember 2005!

  111 112 113 114 115 121 122 211 311 312 411 511 512 513 514 515 517 518 519 116 212 Kas

  142 KUNCI JAWABAN: Cleaning Service BEAT KERTAS KERJA Per 31 Desember 2005 (dalam ribuan Rupiah) No. Aku n Akun Neraca Saldo Penyesuaia n Neraca Saldo Setelah Disesuaikan Ikhtisar Laba Rugi Neraca D K D K D K D K D K

  • 1.500 1.400

  Piutang Usaha Perlengkapan service Sewa dibayar di muka Asuransi dibayar di muka Peralatan service Akum. Penyusutan Perltn. Service Hutang usaha Modal Yunita Prive Yunita Pendapatan jasa Beban Gaji Beban perlengkapan Beban sewa Beban listrik dan telpon Beban iklan Beban pemeliharaan peralatan Beban penyusutan peralatan Beban lain-lain Iklan dibayar di muka Hutang gaji Laba bersih sebelum pajak 20.500

  3.000 2.000 2.800 400

  • 250
  • 250 9.400 30.000
  • 250 9.400 30.000

  14.000

  1.400 400 14.000

  • 9.400 30.000
  • 4.000
  • 4.000
  • 14.600
  • 4.000
  • 14.600
  • 14.600
  • 6.000
  • 350

    1.500

    1.400

  • 6.350 1.500 1.400 200 200
  • 6.350 1.500 1.400 200 200
  • 200 400 500
  • 200
  • 250

  500 250 200

  500 250 200

  400 14.000

  • 200 54.000
  • 54.000
  • 200

  • 200
  • 200
  • 350 54.600
  • 350 40.000 4.000 44.000
  • 350 3.700 20.500 3.000 500
  • 3.700

  • 54.600
  • 10.600 4.000 14.600
  • 14.600
  • 44.000
  • 14.600 20.500 3.000 500 1.400
  • 44.000
Rp 30.500.000,00 6.000.000,00 3.000.000,00 5.800.000,00

  143 Lampiran 18 SOAL POST TEST

  

Cleaning Service REVO

NERACA SALDO

Per 31 Agustus 2006

Nomor

  Akun Akun Neraca Saldo DEBET KREDIT

  111 112 113 114 115 121 122 211 311 312 411 511 512 513 514 515 516 517 518 519

  Kas Piutang Usaha Perlengkapan service Sewa dibayar di muka Asuransi dibayar di muka Peralatan service Akum. Penyusutan Perltn.

  400.000,00 14.000.000,00

  • Rp 15.600.000,00
  • 1.000.000,00

  Service Hutang Usaha Modal Yunita Prive Yunita Pendapatan jasa Beban Gaji Beban perlengkapan Beban sewa Beban listrik dan telpon Beban iklan Beban asuransi Beban pemeliharaan peralatan Beban penyusutan peralatan Beban lain-lain TOTAL

  • 12.600.000,00
  • 6.000.000,00
  • 200.000,00
  • 500.000,00
  • Rp 68.200.000,00

  300.000,00 500.000,00

  Rp 68.200.000,00

  40.000.000,00

  Misalkan pada tanggal 31 Agustus 2006 diperoleh informasi untuk penyesuaian saldo akun-akun diatas: 1) Peralatan service bulan Agustus 2006 disusutkan sebesar Rp 350.000,00 2) Sewa ruangan kantor Rp 4.800.000,00 untuk masa 1 tahun terhitung sejak tanggal 31 Mei 2006 3) Gaji karyawan yang masih harus dibayar sebesar Rp 250.000,00 4) Beban iklan untuk bulan Agustus 2006 sebesar Rp 300.000,00

  144

  1) 2006 Juli.31 Beban penyusutan peralatan service Rp 350.000,00

  Akumulasi penyusutan peralatan service Rp 350.000,00

  2) 2006 Juli.31 Beban Sewa Rp 1.200.000,00

  Sewa dibayar dimuka Rp 1.200.000,00 (3/12 x Rp 4.800.000 = Rp 1.200.000)

  3) 2006 Juli.31 Beban Gaji Rp 250.000,00

  Hutang Gaji Rp 250.000,00 4) 2006

  Juli.31 Iklan dibayar di muka Rp 200.000,00 Beban iklan Rp 200.000,00

  (Rp 500.000

  • – Rp 300.000 = Rp 200.000,00) Susunlah kertas kerja Cleaning Service REVO per 31 Agustus 2006!

  111 112 113 114 115 121 122 211 311 312 411 511 512 513 514 515 517 518 519 116 212 Kas

  145 KUNCI JAWABAN: Cleaning Service REVO KERTAS KERJA Per 31 Agustus 2006 (dalam ribuan Rupiah) No. Ak un Akun Neraca Saldo Penyesuaia n Neraca Saldo Setelah Disesuaikan Ikhtisar Laba Rugi Neraca D K D K D K D K D K

  Piutang Usaha Perlengkapan service Sewa dibayar di muka Asuransi dibayar di muka Peralatan service Akum. Penyusutan Perltn. Service Hutang usaha Modal Yunita Prive Yunita Pendapatan jasa Beban Gaji Beban perlengkapan Beban sewa Beban listrik dan telpon Beban iklan Beban pemeliharaan peralatan Beban penyusutan peralatan Beban lain-lain Iklan dibayar di muka Hutang Gaji Laba bersih sebelum pajak 30.500

  6.000 3.000 5.800 400

  • 1.200

  • 350
  • 350 15.600 40.000
  • 350 15.600 40.000

  14.000

  4.600 400 14.000

  • 15.600 40.000
  • 1.000
  • 1.000
  • 12.600
  • 1.000
  • 12.600
  • 250

  • 12.600
  • 6.000
  • 6.250
  • 6.250
  • 300 500 200
  • 1.200
  • 1.200 300 300 200 350
  • 1.200 300 300 200 350
  • 200
  • 350

  • 500 68.200
  • 68.200
  • 200

  500

  500

  400 14.000

  • 200
  • 200
  • 250 68.800
  • 250 56.200 3.500 59.700
  • 250 2.000 30.500 6.000 3.000
  • 2.000
  • 68.800
  • 9.100 3.500 12.600
  • 12.600
  • 59.700
  • 12.600 30.500 6.000 3.000 4.600
  • 59.700

  146 Lampiran 19 Materi Pembelajaran

  1. Bentuk Kertas Kerja Kertas kerja laporan keuangan dapat disusun dalam bentuk enam kolom, delapan kolom, sepuluh kolom dan dua belas kolom. Dalam praktek umumnya menggunakan bentuk sepuluh kolom yaitu:

  Nomor Akun Akun Neraca Saldo

Penyesuaia

n

  Neraca Saldo Setelah Disesuaika n Ikhtisa r Laba Rugi Neraca D K D K D K D K D K

  2. Langkah-langkah penyelesaian kertas kerja Secara garis besar langkah-langkah penyelesaian kertas kerja adalah sebagai berikut: a. Menyusun data neraca saldo dalam kolom neraca saldo

  b. Memindahkan data pos-pos jurnal penyesuaian ke dalam kolom penyesuaian (AJP) pada akun-akun yang bersangkutan c. Menyusun neraca saldo yang telah disesuaikan berdasarkan data kolom neraca saldo dan data kolom penyesuaian d. Memindahkan saldo akun-akun pendapatan dan beban (akun nominal) dari kolom neraca saldo setelah disesuaikan ke dalam kolom ikhtisar laba rugi

  e. Memindahkan saldo akun-akun aktiva, kewajiban dan ekuitas (akun riil) dari kolom neraca saldo setelah disesuaikan ke dalam kolom neraca

  147

  3. Prosedur kertas kerja Sebagai ilustrasi, berikut contoh penyelesaian suatu akun dalam kertas kerja.

  Kita ambil akun Perlengkapan dalam neraca saldo Cleaning Service KHARISMA. Akun Perlengkapan menunjukkan saldo debet Rp 4.000.000,00. Pos jurnal penyesuaian yang terkait dengan akun tersebut adalah sebagai berikut: Juli 31 Beban Perlengkapan Service Rp 3.000.000,00

  Perlengkapan Service Rp 3.000.000,00 Dari data neraca saldo dan pos jurnal penyesuaian di atas, dalam kertas kerja akan tampak sebagai berikut: (ditulis dalam ribuan Rupiah)

  Neraca Saldo Neraca Ikhtisar

Nomor Penyesuaian Setelah Neraca

Akun Saldo Laba Rugi

  Akun Disesuaikan D K D K D K D K D K

  113 Perlengkapan 4.000

  • 1.000 - 3.000
  • 1.000
  • 514 - Beban 3.000
  • 3.000 3.000 perlengkapan

  Perhatikan akun Perlengkapan Service dalam kertas kerja di atas! Pada kolom penyesuaian diisi dengan Rp 3.000.000,00. Jumlah tersebut berasal dari data pos jurnal penyesuaian. Sementara dalam kolom neraca saldo

  setelah disesuaikan diisi debet Rp 1.000.000,00. Jumlah tersebut adalah hasil

  penjumlahan antara saldo debet neraca saldo Rp 4.000.000,00 dengan saldo kredit kolom penyesuaian Rp 3.000.000,00. Saldo akun Beban Perlengkapan muncul dari pos jurnal penyesuaian. Akun tersebut dalam neraca saldo tidak mempunyai saldo. Apabila neraca saldo hanya disusun akun-akun yang mempunyai saldo, akun-akun yang saldonya muncul dari pos jurnal penyesuaian biasanya dalam kertas kerja ditulis di bawah akun-akun neraca saldo. Selanjutnya jumlah Rp 3.000.000,00 debet kolom penyesuaian, dipindahkan ke sisi debet kolom

  neraca saldo setelah disesuaikan . Kemudian jumlah yang bersangkutan

  148

  dipindahkan ke sisi debet kolom ikhtisar laba rugi, karena akun Beban Perlengkapan Service termasuk akun laba rugi. Pemindahan saldo akun dari kolom neraca saldo setelah disesuaikan ke dalam kolom laba rugi atau ke dalam kolom neraca, dapat digambarkan bagan sebagai berikut:

  Neraca Kelompok Saldo Ikhtisar Laba Neraca Akun Buku setelah Rugi disesuaikan Besar D K D K D K Akun Riil:

  • Aktiva xxxx xxxx - >- - Kewajiban xxxx
  • Ekuitas xxxx xxxx -

  Akun Nominal:

  • Penghasilan >- xxxx - -
  • Beban xxxx - xxxx - -

  2. Langkah-langkah penyelesaian kertas kerja Secara garis besar langkah-langkah penyelesaian kertas kerja adalah sebagai berikut: a. Menyusun data neraca saldo dalam kolom neraca saldo

  3. Menyusun kertas kerja

  Neraca Saldo Setelah Disesuaikan Ikhtisar Laba Rugi Neraca D K D K D K D K D K

  Nomor Akun Akun Neraca Saldo

Penyesua

ian

  1. Bentuk Kertas Kerja Kertas kerja laporan keuangan dapat disusun dalam bentuk enam kolom, delapan kolom, sepuluh kolom dan dua belas kolom. Dalam praktek umumnya menggunakan bentuk sepuluh kolom yaitu:

  II. Materi Pembelajaran

  Setelah kegiatan belajar mengajar siswa dapat:

  I. Tujuan Pembelajaran

  2. Mengidentifikasi langkah-langkah penyelesaian kertas kerja

  149 Lampiran 20 LEMBAR KERJA SISWA

  kerja

  Indikator : 1. Menyusun bentuk kertas

  perusahaan jasa

  Kompetensi Dasar : Menyusun kertas kerja

  akuntansi perusahaan jasa

  Mata Pelajaran : Akuntansi Kelas / Semester : XI / Genap Alokasi Waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Membuat ikhtisar siklus

  • Menerapkan tahap pencatatan siklus akuntansi dalam memindahkan data- data pos jurnal penyesuaian ke dalam kertas kerja

  150

  b. Memindahkan data pos-pos jurnal penyesuaian ke dalam kolom penyesuaian (AJP) pada akun-akun yang bersangkutan c. Menyusun neraca saldo yang telah disesuaikan berdasarkan data kolom neraca saldo dan data kolom penyesuaian d. Memindahkan saldo akun-akun pendapatan dan beban (akun nominal) dari kolom neraca saldo setelah disesuaikan ke dalam kolom ikhtisar laba rugi

  e. Memindahkan saldo akun-akun aktiva, kewajiban dan ekuitas (akun riil) dari kolom neraca saldo setelah disesuaikan ke dalam kolom neraca

  f. Prosedur kertas kerja Sebagai ilustrasi, berikut contoh penyelesaian suatu akun dalam kertas kerja. Kita ambil akun Perlengkapan dalam neraca saldo Cleaning Service KHARISMA. Akun Perlengkapan menunjukkan saldo debet Rp 4.000.000,00. Pos jurnal penyesuaian yang terkait dengan akun tersebut adalah sebagai berikut: Juli 31 Beban Perlengkapan Service Rp 3.000.000,00

  Perlengkapan Service Rp 3.000.000,00 Dari data neraca saldo dan pos jurnal penyesuaian di atas, dalam kertas kerja akan tampak sebagai berikut: (ditulis dalam ribuan Rupiah)

  Neraca Saldo Neraca Ikhtisar

Nomor Penyesuaian Setelah Neraca

Akun Saldo Laba Rugi

  Akun Disesuaikan D K D K D K D K D K

  Perlengkapan

  • - - 113 4.000

  • 1.000 - 3.000 1.000>514 3.000 - -
  • - - - Beban

  • 3.000 3.000 perlengkapan

  Perhatikan akun Perlengkapan Service dalam kertas kerja di atas! Pada kolom penyesuaian diisi dengan Rp 3.000.000,00. Jumlah tersebut berasal dari data pos jurnal penyesuaian. Sementara dalam kolom neraca saldo

  

setelah disesuaikan diisi debet Rp 1.000.000,00. Jumlah tersebut adalah

  151

  hasil penjumlahan antara saldo debet neraca saldo Rp 4.000.000,00 dengan saldo kredit kolom penyesuaian Rp 3.000.000,00. Saldo akun Beban Perlengkapan muncul dari pos jurnal penyesuaian. Akun tersebut dalam neraca saldo tidak mempunyai saldo. Apabila neraca saldo hanya disusun akun-akun yang mempunyai saldo, akun-akun yang saldonya muncul dari pos jurnal penyesuaian biasanya dalam kertas kerja ditulis di bawah akun-akun neraca saldo. Selanjutnya jumlah Rp 3.000.000,00 debet kolom penyesuaian, dipindahkan ke sisi debet kolom neraca saldo setelah disesuaikan. Kemudian jumlah yang bersangkutan dipindahkan ke sisi debet kolom ikhtisar laba rugi, karena akun Beban Perlengkapan Service termasuk akun laba rugi. Pemindahan saldo akun dari kolom neraca saldo setelah disesuaikan ke dalam kolom laba rugi atau ke dalam kolom neraca, dapat digambarkan bagan sebagai berikut:

  Neraca Kelompok Saldo Ikhtisar Laba Neraca Akun Buku setelah Rugi disesuaikan Besar D K D K D K Akun Riil:

  • Ak>- xxxx
  • Kewajiban xxxx xxxx -
  • - xxxx xxxx - Ekuitas

  Akun Nominal:

  • Penghasilan - - xxxx xxxx -
  • Beban
  • - xxxx xxxx - -

  152 Lampiran 21

  90

  6

  94

  19 Lovini Motivani 84 100

  5

  88

  18 Leonardus Gandung Hendri.W 84 100

  4

  88

  17 Klara Cita Anindita Senoputri 84 100

  2

  89

  84

  70

  16 Gracia Setyawati Fermansyah

  3

  89

  86

  15 Gerardo Mayella Galileo 100

  4

  83

  78

  83

  14 Gabriel Kenzie Kushanto

  3

  52

  20 Panji Ananta Wicaksono

  90

  83

  84

  82

  90

  81

  25 Whihelmina Chandra

  2

  77

  90

  82

  24 Wellybrordus Yunan Mardika

  3

  51

  75

  43

  23 Stefanus Rinaldi Galura

  4

  40

  60

  80

  22 Semilir Kidung Arum

  5

  67

  82

  82

  21 Ronald Igor Raditya

  7

  60

  13 Gabriel Dicky Prasetyo. B

  

DAFTAR NILAI SISWA UNTUK PEMBAGIAN KELOMPOK

NO NAMA UH 1 UH 2 MID KELOMPOK

  4 Alfian Purnomo 84 100

  24

  85

  80

  6 Christoforus Waidanuputranto

  5

  63

  88

  75

  5 Benny Andriyanto

  2

  83

  1

  7 Chrisya Deviga Ariesta Deby

  91

  3 Aldo Hans Christian 94 100

  6

  69

  98

  54

  2 Albert Charli Evan Ardyputra

  7

  71

  63

  83

  1 Agustinus Hilmi Yogo

  4

  80

  5

  77

  87

  86

  84

  12 Fransiska Yeni Rianingtyas

  6

  86

  76

  84

  11 Ezekiel Angga Sinakti

  7

  87

  90

  10 Dhevara Aristo Rahadi

  91

  1

  87

  85

  82

  9 Deo Pienathan

  1

  82

  90

  83

  8 Daniel Dimays Sumarno

  3

  89

  1

  153 Lampiran 22 PEMBAGIAN KELOMPOK KELAS XI IPS 3 Mata Pelajaran Akuntansi Kelompok 1: KAS Kelompok 5: PENDAPATAN

  1. Aldo Hans Christian

  1. Benny. A

  2. Daniel D.S

  2. Fransiska Yeni Rianingtyas

  3. Deo Pienathan

  3. Leonardus Gandung H.W

  4. Whihelmina Chandra

  4. Ronald Igor. R Kelompok 2 : PIUTANG Kelompok 6: BEBAN

  1. Alfian P

  1. Albert Charli Evan Ap

  2. Gracia Setyawati Fermansyah

  2. Ezekiel Angga S

  3. Wellybrordus Yunan Mardika

  3. Lovini Motivani Kelompok 3: PERALATAN Kelompok 7: PRIVE

  1. Chrisya Deviga

  1. Agustinus Hilmi Yoto

  2. Gabriel Dicky P.B

  2. Dhevara Aristo

  3. Gerardo M.G

  3. Panji Ananta. W

  4. Stefanus Rinaldi Galura Kelompok 4: UTANG USAHA

  1. Christoforus. W

  2. Gabriel Kenzie

  3. Klara Cita Anindita Senoputri

  4. Semilir Kidung Arum

  154 Lampiran 23

  

LEMBAR SKOR TIM

Nama kelompok : ……….. No Anggota kelompok Nilai pretest Nilai postest Point perbaikan

  1

  2

  3

4 Total point perbaikan Rata-rata Penghargaan Kriteria penilaian:

  Skor Nilai Tes peningkatan

  Lebih dari 10 angka di bawah skor dasar

  5 1 sampai 10 angka di bawah skor dasar 10 1 sampai 10 poin di atas skor dasar

  20 Lebih dari 10 angka di atas skor dasar

  30 Pekerjaan sempurna (tanpa memperhatikan

  30 skor dasar

  Rata-rata Skor kelompok Predikat 0 ≤ rata-rata skor ≤ 5 - 6 ≤ rata-rata skor ≤ 15 Kelompok baik

  16 ≤ rata-rata skor ≤ 25 Kelompok hebat Kelompok super 26 ≤ rata-rata skor ≤ 30

  155 Lampiran 24

KETENTUAN PEMBELAJARAN 1.

   Ketentuan diskusi dalam kelompok

  a. Kelompok dibagi secara heterogen

  b. Setiap anggota kelompok diberikan lembar kerja

  c. Setiap anggota kelompok wajib menyelesaikan soal yang diberikan dalam lembar kerja tersebut sesuai dengan perintah d. Apabila ada siswa yang belum jelas dalam menyelesaikan tugas yang telah diberikan, maka siswa lain dalam kelompok tersebut wajib menjelaskan kepada temannya

  e. Apabila ada kelompok yang belum jelas, kelompok bisa bertanya dengan kelompok yang lain, apabila kelompok yang lain kurang jelas, maka kelompok berhak bertanya kepada guru

  f. Setiap anggota kelompok wajib menguasai materi

  g. Setelah masing-masing kelompok selesai mengerjakan soal kelompok dan sudah menguasai materi, setiap siswa kembali ke tempat duduk masing- masing dan mengerjakan kuis secara individu dengan sifat buku tertutup dan tidak boleh saling bekerjasama.

  156

2. Penskoran

  a. Setiap siswa akan mendapat skor dasar, yaitu dari rata-rata skor tes sebelumnya b. Pada setiap satu sampai dua kali pertemuan akan diadakan kuis pada akhir pembelajaran. Kriteria penilaian dibuat berdasarkan acuan patokan dengan rentang 0-100.

  Kriteria Prestasi Interval nilai Sangat baik 81-100 Baik 66-80

  Cukup 56-65 Kurang 46-55 Sangat kurang 0-45

  c. Dari skor kuis tersebut maka setiap siswa akan mendapat skor peningkatan yang dihitung berdasarkan skor dasar dengan aturan sebagai berikut :

  Skor Nilai Tes peningkatan Lebih dari 10 angka di bawah skor dasar

  5 1 sampai 10 angka di bawah skor dasar 10 1 sampai 10 poin di atas skor dasar

  20 Lebih dari 10 angka di atas skor dasar

  30 Pekerjaan sempurna (tanpa memperhatikan skor

  30 dasar

  Skor peningkatan dihitung dengan membandingkan skor dasar siswa dengan hasil kuis yang mereka peroleh. Skor peningkatan tersebut dirata- rata untuk mendapatkan skor kelompok. Sehingga kerjasama kelompok akan berpengaruh pada skor kelompok. Ketentuannya sebagai berikut:

  157

  1) Jika nilai kuis turun lebih dari 10 angka dari skor dasar maka point yang siswa sumbangkan untuk kelompok sebesar 5 2) Jika nilai kuis turun 1 sampai 10 angka dari skor dasar maka point yang siswa sumbangkan untuk kelompok sebesar 10 3) Jika nilai kuis naik 1 sampai 10 angka dari skor dasar maka point yang siswa sumbangkan untuk kelompok sebesar 20 4) Jika nilai kuis naik lebih dari 10 angka dari skor dasar maka point yang siswa sumbangkan untuk kelompok sebesar 30 5) Jika nilai kuis mendapat nilai sempurna maka point yang siswa sumbangkan untuk kelompok sebesar 30

3. Penghargaan kelompok

  Penghargaan kelompok diberikan berdasarkan rata-rata skor kelompok dengan aturang sebagai berikut :

  Rata-rata Skor kelompok Predikat 0 ≤ rata-rata skor ≤ 5 - 6 ≤ rata-rata skor ≤ 15 Kelompok baik

  16 ≤ rata-rata skor ≤ 25 Kelompok hebat 26 ≤ rata-rata skor ≤ 30 Kelompok super

  Penjelasan: 1) Jika skor peningkatan tiap siswa dalam kelompok dijumlahkan, kemudian dibagi dengan jumlah anggota kelompok menghasilkan nilai lebih dari 5 sampai dengan 15 maka kelompok tersebut diberikan predikat kelompok baik

  158

  2) Jika skor peningkatan tiap siswa dalam kelompok dijumlahkan, kemudian dibagi dengan jumlah anggota kelompok menghasilkan nilai lebih dari 15 sampai dengan 25 maka kelompok tersebut diberikan predikat kelompok hebat

  3) Jika skor peningkatan tiap siswa dalam kelompok dijumlahkan, kemudian dibagi dengan jumlah anggota kelompok menghasilkan nilai lebih dari 25 sampai dengan 30 maka kelompok tersebut diberikan predikat kelompok super.

  159 Lampiran 25

  5

  3 Wellybrordus Yunan. M 25

  72

  30

  4 Total point perbaikan

  80 Rata-rata 26,67 Penghargaan Kelompok super Nama kelompok : PERALATAN No Anggota kelompok Nilai pretest Nilai postest Point perbaikan

  1 Chrisya Deviga

  40 100

  30

  2 Gabriel Dicky P.B

  55

  49

  30

  3 Gerardo M.G

  30 100

  30

  4 Stefanus Rinaldi Galura

  30

  61

  30 Total point perbaikan 120

  Rata-rata

  20

  40

  

PENGHARGAAN KELOMPOK

Nama kelompok : KAS No Anggota kelompok Nilai pretest Nilai postest Point perbaikan

  30

  1 Aldo Hans Christian 27,5 100

  30

  2 Daniel D. S

  5

  74

  30

  3 Deo Pienathan

  32

  88

  4 Whihelmina Chandra

  2 Gracia Setyawati. F

  25

  70

  30 Total point perbaikan 120

  Rata-rata

  30 Penghargaan Kelompok super Nama kelompok : PIUTANG No Anggota kelompok Nilai pretest Nilai postest Point perbaikan

  1 Alfian. P

  10

  73

  30

  30 Penghargaan Kelompok super

  160 Nama kelompok : UTANG USAHA No Anggota kelompok Nilai pretest Nilai postest Point perbaikan

  60

  30 Total point perbaikan 110

  Rata-rata 27,5 Penghargaan Kelompok super Nama kelompok : BEBAN No Anggota kelompok Nilai pretest Nilai postest Point perbaikan

  1 Albert Charli Evan Ap

  10

  70

  30

  2 Ezekiel Angga S

  5

  50

  30

  3 Lovini Motivani

  50

  20 Total point perbaikan

  5

  80 Rata-rata 26,67 Penghargaan Kelompok super Nama kelompok : PRIVE pretest postest

  1 Alustinus Hilmi Yoto

  5

  50

  30

  2 Dhenara Aristo

  30

  95

  30

  3 Panji Ananta. W

  15

  14

  5 Total point perbaikan

  70

  4 Ronald Igor. R

  1 Christoforus. W

  46

  10

  70

  30

  2 Gabriel Kenzie

  49

  79

  30

  3 Klara Cita Anindita. S

  50

  75

  30

  4 Semilir Kidung Arum

  5

  30 Total point perbaikan 120

  30

  Rata-rata

  30 Penghargaan Kelompok super Nama kelompok : PENDAPATAN No Anggota kelompok Nilai pretest Nilai postest Point perbaikan

  1 Benny. A

  25

  58

  30

  2 Fransiska Yeni Rianingtyas

  56

  65

  20

  3 Leonardus Gandung H.W

  45

  72

  65 Rata-rata 21,67 Penghargaan Kelompok hebat

  161 Lampiran 26

  

HADIAH

Juara I

Juara II

  

Juara III

  

DAFTAR DATA

TABULASI

  162 Lampiran 27

  2

  2

  

3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  2

  52

  21

  2

  2

  2

  2

  2

  4

  2

  4

  

3

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  1

  3

  4

  65

  20

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  

4

  4

  2

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  71

  23

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  2

  2

  

3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  4

  2

  2

  46

  22

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  4

  2

  4

  2

  54

  

4

  17

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  3

  53

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  16

  3

  4

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  58

  19

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  

3

  2

  

2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  56

  3

  18

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  2

  3

  

3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  

4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  71

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  

3

  4

  4

  4

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  64

  28

  29

  3

  2

  

3

  2

  4

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  

4

  3

  30

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  67

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  

2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  1

  3

  48

  25

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  

3

  2

  3

  4

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  59

  24

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  

4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  71

  27

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  

3

  2

  2

  4

  3

  4

  2

  3

  1

  2

  57

  26

  4

  3

  3

  3

  

Hasil Kuesioner Untuk Uji Validitas:

No.

  2

  4

  67

  5

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  

3

  2

  1

  2

  3

  3

  1

  4

  52

  4

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  

3

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  1

  3

  2

  2

  48

  7

  4

  2

  2

  4

  2

  4

  3

  3

  4

  4

  

2

  2

  2

  2

  3

  3

  4

  1

  2

  43

  6

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  

2

  2

  2

  2

  3

  4

  2

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  20

  3

  

3

  2

  2

  4

  3

  3

  2

  1

  19

  1

  8

  Res Butir-Butir Pertanyaan Jumlah

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  9

  18

  10

  

11

  12

  13

  14

  15

  16

  17

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  

3

  1

  2

  3

  2

  2

  54

  1

  59

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  

3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  2

  13

  2

  3

  2

  3

  1

  2

  47

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  

3

  2

  3

  3

  4

  1

  2

  58

  12

  2

  

3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  4

  2

  2

  4

  50

  3

  2

  4

  2

  3

  1

  2

  15

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  

3

  2

  14

  3

  3

  3

  2

  2

  1

  2

  46

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  2

  4

  3

  2

  2

  55

  9

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  

3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  58

  8

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  

2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  3

  49

  11

  4

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  

2

  2

  3

  2

  2

  4

  4

  1

  3

  65

  10

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  2

  3

  3

  2

  

2

  2

  58

  163 Uji validitas dan reliabilitas: Case Processing Summary

  N % Cases Valid 30 100.0 Excluded a

.0

Total

  30 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items

  30 item_10 3.10 .803

  30

  30 item_16 2.93 .785

  30 item_15 2.47 .629

  30 item_14 3.13 .629

  30 item_13 2.50 .777

  30 item_12 2.40 .724

  30 item_11 2.93 .640

  30 item_9 2.97 .718

  .888 .888

  30 item_8 3.17 .592

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha

  30 item_6 3.13 .629

  30 item_5 3.13 .681

  30 item_4 2.63 .718

  30 item_3 2.73 .785

  30 item_2 2.87 .730

  

20

Item Statistics Mean Std. Deviation N item_1 3.30 .651

  30 item_7 3.03 .556

  164 item_17 2.53 .730

  30 item_18 3.20 .610

  30 item_19 1.90 .995

  30 item_20 2.63 .718

  30 Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items 56.70 64.700 8.044

  20 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if

  Item Deleted Corrected Item- Total Correlation Squared Multiple

  Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted item_1 53.40 59.490 .476 . .883 item_2

  53.83 57.661 .587 . .880 item_3 53.97 56.930 .604 . .879 item_4 54.07 59.582 .415 . .885 item_5 53.57 60.047 .397 . .886 item_6 53.57 59.978 .444 . .884 item_7 53.67 60.575 .441 . .885 item_8 53.53 60.533 .414 . .885 item_9 53.73 58.823 .486 . .883 item_10 53.60 58.248 .474 . .884 item_11 53.77 59.909 .442 . .884 item_12 54.30 57.459 .612 . .879 item_13 54.20 57.062 .599 . .879 item_14 53.57 60.530 .386 . .886 item_15 54.23 59.978 .444 . .884 item_16 53.77 58.461 .468 . .884 item_17 54.17 56.075 .740 . .875 item_18 53.50 59.914 .467 . .884 item_19 54.80 56.303 .496 . .884 item_20 54.07 57.168 .646 . .878

  70 45 64,28% √

Rata-rata 25,18 68,88 42,5 78%

  17 Klara Cita Anindita. S

  19 Lovini Motivani

  72 27 37,5% √

  45

  18 Leonardus Gandung. H

  75 25 33,33% √

  50

  49 9 18,37% √

  60 10 16,67% √

  40

  16 Gracia Setyawati. F

  15 Gerardo. M. G 30 100 70 70% √

  79 30 37,97% √

  49

  14 Gabriel Kenzie

  55 50 90,91% √

  50

  20 Panji Ananta. W

  13 Gabriel Dicky. P.B

  30

  25

  25 Whihelmina Chandra

  72 47 65,28% √

  25

  24 Wellybrordus Yunan. M

  61 31 50,82% √

  23 Stefanus Rinaldi Galura

  15

  46 41 89,13% √

  5

  22 Semilir Kidung Arum

  70 65 92,86% √

  5

  21 Ronald Igor. R

  14

  5

  71 15 21,13% √

  165

  10

  5 Benny.A

  73 63 86,63% √

  10

  4 Alfia. P

  3 Aldo Hans Christian 27,5 100 72,5 72,5% √

  70 60 85,71% √

  2 Albert Charli Evan.Ap

  58 33 56,90% √

  50 45 90% √

  5

  1 Alustinus Hilmi Yoto

  Post test Selisih Peningkatan Prestasi Ketuntasan Ya Tidak

  Pre test Nilai

  

Indikator Keberhasilan Peningkatan Prestasi Belajar Pada Saat

Pelaksanaan Tindakan

NO Urut Nama Siswa Nilai

  1. Prestasi Belajar Siswa

  25

  6 Christoforus.W

  56

  10 Dhenara Aristo

  12 Fransiska Yeni. R

  50 45 90% √

  5

  11 Ezekiel Angga S

  95 65 68,42% √

  30

  88 56 63,64% √

  10

  32

  9 Deo Pienathan

  74 69 93,24% √

  5

  8 Daniel.D.S

  7 Chrisya Deviga 40 100 60 60% √

  70 60 85,71% √

  • 1 -7,14% √

  166

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  3

  3

  4

  1

  1

  3

  1

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  2

  3

  2

  17

  3

  2

  4

  2

  2

  55

  3

  2

  4

  2

  2

  3

  1

  3

  50

  19

  4

  2

  4

  2

  3

  4

  3

  2

  2

  2

  3

  4

  49

  18

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  1

  3

  3

  4

  4

  2

  2

  46

  14

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  4

  4

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  1

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  51

  16

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  15

  4

  2

  3

  1

  2

  47

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  13

  56

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  24

  3

  2

  3

  2

  1

  2

  4

  4

  2

  3

  4

  3

  3

  60

  23

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  1

  2

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  1

  2

  3

  4

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  1

  3

  46

  25

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  4

  2

  3

  1

  2

  47

  21

  3

  3

  2

  1

  4

  4

  2

  1

  3

  4

  4

  3

  60

  20

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  2

  2

  4

  2

  3

  4

  2

  50

  3

  4

  4

  3

  2

  4

  22

  2

  2

  3

  4

  4

  4

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  52

  2. Motivasi Belajar

  4

  4

  2

  3

  3

  2

  2

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  48

  3

  1

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  1

  3

  3

  2

  6

  1

  2

  3

  1

  2

  43

  2

  2

  2

  2

  2

  4

  3

  3

  2

  1

  3

  2

  4

  62

  5

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  17

  18

  19

  20

  1

  3

  3

  15

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  16

  14

  3

  5

  Hasil Kuesioner Sebelum Penerapan Student Teams Achievement Division No.Res

Butir Pertanyaan

  Jumlah

  1

  2

  3

  4

  6

  13

  7

  8

  9

  10

  11

  12

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  4

  3

  1

  2

  54

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  1

  55

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  1

  46

  2

  11

  1

  2

  3

  2

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  1

  3

  56

  10

  2

  2

  2

  1

  2

  4

  2

  3

  3

  4

  4

  2

  2

  4

  3

  2

  2

  4

  3

  1

  3

  3

  2

  4

  2

  3

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  4

  2

  3

  2

  4

  1

  2

  56

  12

  4

  4

  2

  2

  3

  4

  3

  4

  2

  2

  2

  2

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  54

  3

  4

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  47

  7

  2

  2

  2

  8

  2

  3

  1

  9

  2

  4

  4

  2

  4

  3

  2

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  50

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  1

  4

  3

  57 1297

  167 Hasil Kuesioner Setelah Penerapan Student Teams Achievement Division

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  2

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  61

  17

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  2

  54

  19

  2

  4

  2

  3

  3

  4

  1

  3

  3

  4

  2

  50

  3

  18

  2

  2

  2

  2

  4

  3

  4

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  48

  14

  4

  3

  2

  3

  4

  1

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  1

  4

  4

  2

  1

  2

  2

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  4

  2

  3

  3

  2

  4

  3

  2

  2

  3

  55

  16

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  59

  15

  2

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  4

  2

  2

  4

  2

  4

  1

  3

  3

  1

  24

  57

  4

  2

  2

  1

  3

  3

  3

  2

  1

  4

  61

  23

  4

  4

  1

  4

  3

  4

  3

  4

  2

  3

  2

  4

  3

  2

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  1

  3

  3

  3

  2

  2

  49

  25

  1

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  4

  2

  2

  4

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  49

  21

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  62

  3

  20

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  1

  4

  3

  22

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  54

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  2

  2

  3

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  13

  No.Res

Butir Pertanyaan

  3

  4

  3

  4

  3

  2

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  2

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  53

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  45

  6

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  69

  5

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  4

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  19

  20 Jumlah

  1

  3

  4

  4

  3

  17

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  18

  16

  3

  7

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  8

  15

  9

  10

  11

  12

  13

  14

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  55

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  58

  2

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  4

  56

  49

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  11

  2

  3

  2

  2

  2

  4

  4

  3

  2

  1

  2

  3

  3

  60

  10

  2

  2

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  4

  2

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  4

  2

  3

  4

  61

  12

  4

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  59

  8

  4

  3

  3

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  48

  7

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  4

  2

  4

  4

  3

  2

  54

  4

  2

  3

  2

  3

  4

  9

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  4

  3

  3

  60 1386

  168

Perhitungan Penilaian Acuan Patokan II (PAP II)

  Penilaian Acuan Patokan (PAP) yang digunakan untuk menentukan kategori kecenderungan variabel dalam penelitian ini adalah Penilaian Acuan Patokan tipe II (PAP II). Kategori kecenderungan menurut PAP II untuk variabel motivasi belajar siswa adalah sebagai berikut :

  Tingkat Penguasaan Kategori Kecenderungan Variabel Kompetensi

  81% - 100% Sangat Tinggi 66% - 80% Tinggi 56% - 65% Cukup Tinggi 46% - 55% Rendah

  Dibawah 46% Sangat Rendah

  Sumber : Buku Penilaian pencapaian hasil belajar siswa di sekolah (Masidjo, 1995:235)

  Diketahui Berdasarkan kriteria di atas, maka kategori kecenderungan dari variabel motivasi belajar siswa sebagai berikut: a. Skor tertinggi yang mungkin dicapai = 20 x 4 = 80

  b. Skor terendah yang mungkin dicapai = 20 x 1 = 20 Rumus Penentuan Skor (Penilaian) dengan PAP Tipe II ;

  Skor = Nilai terendah + % (Nilai tertinggi

  • – Nilai terendah)

  Perhitungan Skor Kategori

  20 + 81% (80-20)

  69 Sangat Tinggi

  • – 80 20 + 66% (80-20)

  60 Tinggi

  • – 68 20 + 56% (80-20)

  54 Sedang

  • – 59 20 + 46% (80-20)

  49 Rendah

  • – 53 Dibawah 46%

  20 Sangat Rendah

  • – 48

  

Hasil Analisis Motivasi Belajar Siswa

Student Teams Achievement Division

  Sebelum Penelitian Penerapan Model Interval Skor Frekuensi Presentase (%) Interprestasi

  69-80 Sangat Tinggi

  60-68 3 12% Tinggi 54-59 8 32% Cukup Tinggi 48-53 7 28% Rendah

  <48 7 28% Sangat Rendah

  169

Hasil Analisis Motivasi Belajar Siswa

Sesudah Penelitian Penerapan Model Student Teams Achievement Division

  61

  19

  4 8%

  54

  50

  18

  1 2,04%

  50

  49

  17

  6 10,91%

  55

  62

  16

  4 7,84%

  55

  51

  15

  12 25,53%

  59

  47

  14

  2 4,35%

  48

  60

  2 3,33%

  13

  56

  Rerata 51,88 55,08 3,56

  3 5,26%

  60

  57

  25

  3 6,52%

  49

  46

  24

  1 1,79%

  57

  23

  20

  1 1,67%

  61

  60

  22

  4 8%

  54

  50

  21

  2 4,26%

  49

  47

  46

  4 7,69%

  

Interval Skor Frekuensi Presentase (%) Interprestasi

  1 1,85%

  43

  5

  7 11,29%

  69

  62

  4

  5 10,42%

  53

  48

  3

  55

  2 4,65%

  54

  2

  3 5,45%

  58

  55

  1

  Peningkatan Res Penelitian Penelitian Motivasi

  No. Sebelum Sesudah Selisih

  

Analisis Komparatif Motivasi Belajar Siswa Sebelum dan Sesudah PTK

  <48 2 8% Sangat Rendah

  69-80 1 4% Sangat Tinggi 60-68 6 24% Tinggi 54-59 10 40% Cukup Tinggi 48-53 6 24% Rendah

  45

  6

  56

  60

  52

  12

  5 8,93%

  61

  56

  11

  3 6,52%

  49

  46

  10

  4 7,14%

  56

  47

  9

  4 8%

  54

  50

  8

  5 9,26%

  59

  54

  7

  1 2,13%

  48

  6,17% Total

  170

Rekap Hasil Kuesioner Motivasi Belajar Siswa Sebelum dan Sesudah

Penerapan Model Pembelajaran Tipe Student Teams Achievement Division

  Skala Motivasi Belajar Siswa Kriteria Motivasi Sebelum Penelitian Setelah Penelitian Perubahan

  69

  Sangat Tinggi 0% 4% Ada peningkatan sebesar 4%

  • – 80
  • – 68
  • – 59
  • – 53
  • – 48
    • - 100%
    • -
    HASIL

    PRE TEST DAN

    POST TEST

  60

  Tinggi 12% 24% Ada peningkatan sebesar 12%

  54

  Sedang 32% 40% Ada peningkatan sebesar 8%

  49

  Rendah 28% 24% Ada penurunan sebesar 4%

  20

  Sangat Rendah 28% 8% Ada penurunan sebesar 20%

  171 Lampiran 28 Hasil Pre Test

  172

  173

  174

  175

  176 Lampiran 29 Hasil Post Test

  177

  178

  179

  180

HASIL REFLEKSI

  181 Lampiran 30 Refleksi Siswa

  182

  183

  184

  185

KEABSAHAN NILAI

  186 Lampiran 31 Keabsahan Pembagian Kelompok

  90

  6

  94

  19 Lovini Motivani 84 100

  5

  88

  18 Leonardus Gandung Hendri.W 84 100

  4

  88

  17 Klara Cita Anindita Senoputri 84 100

  2

  89

  84

  70

  16 Gracia Setyawati Fermansyah

  3

  89

  86

  15 Gerardo Mayella Galileo 100

  4

  83

  78

  83

  14 Gabriel Kenzie Kushanto

  3

  52

  20 Panji Ananta Wicaksono

  90

  83

  84

  1 Yogyakarta, 18 Desember 2012 Guru Mitra Observer

  82

  90

  81

  25 Whihelmina Chandra

  2

  77

  90

  82

  24 Wellybrordus Yunan Mardika

  3

  51

  75

  43

  23 Stefanus Rinaldi Galura

  4

  40

  60

  80

  22 Semilir Kidung Arum

  5

  67

  82

  82

  21 Ronald Igor Raditya

  7

  60

  13 Gabriel Dicky Prasetyo. B

  

NO NAMA UH 1 UH 2 MID KELOMPOK

  4 Alfian Purnomo 84 100

  24

  85

  80

  6 Christoforus Waidanuputranto

  5

  63

  88

  75

  5 Benny Andriyanto

  2

  83

  1

  7 Chrisya Deviga Ariesta Deby

  91

  3 Aldo Hans Christian 94 100

  6

  69

  98

  54

  2 Albert Charli Evan Ardyputra

  7

  71

  63

  83

  1 Agustinus Hilmi Yogo

  4

  80

  5

  77

  87

  86

  84

  12 Fransiska Yeni Rianingtyas

  6

  86

  76

  84

  11 Ezekiel Angga Sinakti

  7

  87

  90

  10 Dhevara Aristo Rahadi

  91

  1

  87

  85

  82

  9 Deo Pienathan

  1

  82

  90

  83

  8 Daniel Dimays Sumarno

  3

  89

  Y. Natalia Margi Lestari, S.Pd Aji Perdana Putra

  Y. Natalia Margi Lestari, S.Pd Aji Perdana Putra

  50

  60

  50

  19 Lovini Motivani

  27

  72

  45

  18 Leonardus Gandung. H

  25

  75

  17 Klara Cita Anindita. S

  20 Panji Ananta. W

  9

  49

  40

  16 Gracia Setyawati. F

  70

  15 Gerardo. M. G 30 100

  30

  79

  49

  14 Gabriel Kenzie

  10

  15

  55

  31

  Yogyakarta, 19 Januari 2013 Guru Mitra Observer

  45 Rata-rata 25,18 68,88 42,5

  70

  25

  25 Whihelmina Chandra

  47

  72

  25

  24 Wellybrordus Yunan. M

  61

  14

  30

  23 Stefanus Rinaldi Galura

  41

  46

  5

  22 Semilir Kidung Arum

  65

  70

  5

  21 Ronald Igor. R

  50

  5

  187 Lampiran 32 Keabsahan Nilai Pre test dan Post test NO Urut

  3 Aldo Hans Christian 27,5 100 72,5

  6 Christoforus.W

  33

  58

  25

  5 Benny.A

  63

  73

  10

  4 Alfia. P

  60

  70

  70

  10

  2 Albert Charli Evan.Ap

  45

  50

  5

  1 Alustinus Hilmi Yoto

  Selisih

  Nilai Post test

  Nama Siswa Nilai Pre test

  10

  60

  13 Gabriel Dicky. P.B

  95

  15

  71

  56

  12 Fransiska Yeni. R

  45

  50

  5

  11 Ezekiel Angga S

  65

  30

  7 Chrisya Deviga 40 100

  10 Dhenara Aristo

  56

  88

  32

  9 Deo Pienathan

  69

  74

  5

  8 Daniel.D.S

  60

  • 1
OBSERVASI PRA PENELITIAN

  188 Lampiran 1a

  

LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN GURU

(Catatan Anekdotal)

  Nama pengamat : Aji Perdana Putra Tanggal dan waktu observasi : 18 Desember 2012 dan jam ke 5-6 Lamanya observasi : 2 x 45 menit (2 jam pelajaran) Orang dan atau peristiwa yang diamati : Ibu Y. Natalia Margi Lestari, S. Pd.

  Tingkat kelas (semester) dan atau subyek : XI IPS 3 semester 2 Pada awal kegiatan pembelajaran guru mengucapkan salam dan memeriksa kesiapan siswa. Lalu guru melakukan apersepsi dan mengulas kembali materi pembelajaran yang disampaikan pada pertemuan sebelumnya. Hal ini dilakukan oleh guru dengan tujuan untuk mengingatkan kembali pembelajaran yang telah lalu dan juga merangsang perhatian siswa dalam memasuki materi yang akan dipelajari. Dalam kegiatan ini guru menggunakan metode ceramah, mencatat dan tanya jawab dengan cara memberikan beberapa pertanyaan kepada beberapa siswa. Selama proses pembelajaran berlangsung, guru berusaha membimbing dan memperhatikan siswa yang masih belum mengerti dalam pertanyaan kepada siswa untuk merangsang pengetahuan mereka, akan tetapi hanya beberapa siswa yang mau menjawab pertanyaan tersebut. Guru dirasa kurang memotivasi siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung sehingga ada siswa yang terlihat bosan dan melakukan berbagai aktivitas yang tidak berkaitan langsung dengan pelajaran, seperti tidur-tiduran, mengobrol dengan

  189

  teman sebangku, mengerjakan tugas pelajaran lain, dll. Hal tersebut dikarenakan guru belum menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, sebatas metode ceramah, mencatat, tanya jawab dan guru juga tidak memberikan penghargaan kepada siswa baik secara verbal maupun non verbal setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan guru. Akan tetapi jika guru melihat siswa yang bercanda atau mengobrol dan siswa yang bertindak tidak sopan di dalam kelas seperti jalan- jalan ketika jam pelajaran, maka guru akan menegur siswa tersebut. Lalu pada akhir pelajaran, guru mengucapkan salam dan tidak memberikan kesimpulan ataupun tugas kepada siswa.

  Yogyakarta, 18 Desember 2012 Guru Mitra Observer

  Y. Natalia Margi Lestari, S.Pd Aji Perdana Putra

  190 Lampiran 2a

  

LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN SISWA

(Catatan Anekdotal)

  Nama pengamat : Aji Perdana Putra Tanggal dan waktu observasi : 18 Desember 2012 dan jam ke 5-6 Lamanya observasi : 2 x 45 menit (2 jam pelajaran) Orang dan atau peristiwa yang diamati : Ibu Y. Natalia Margi Lestari, S. Pd.

  Tingkat kelas (semester) dan atau subyek : XI IPS 3 semester 2 Pada saat guru masuk kelas, siswa menjawab salam dari guru. Lalu sebelum memulai pelajaran, guru mengumpulkan semua handphone yang dibawa oleh siswa. Tetapi ketika mau masuk proses pembelajaran, siswa terlebih dahulu mempersiapkan diri dan alat-alat yang diperlukan untuk mengikuti proses pembelajaran, seperti halnya buku pelajaraan. Akan tetapi siswa-siswi kelas XI

  IPS 3 masih belum siap dalam mengikuti pelajaran. Guru harus membangkitkan kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran. Setelah siswa mempersiapkan diri, guru memulai pelajaran dan menyampaikan materi pelajaran yang akan dipelajari hari itu. Pada awal pembelajaran terlihat bahwa perhatian hampir seluruh siswa dalam menyampaikan materi pelajaran dirasa cukup membosankan bagi para siswa, karena menggunakan metode ceramah. Guru hanya sibuk berbicara di depan kelas yang mengakibatkan siswa melakukan berbagai aktivitas di luar proses pembelajaran, seperti tidur-tiduran di dalam kelas, asyik mengobrol dengan teman sebangku bahkan ada yang jalan-jalan di dalam kelas, dll. Hanya beberapa

  191

  siswa saja yang menanggapi penjelasan guru dan aktif, itupun jika di umpan terlebih dahulu oleh guru. Sehingga peneliti melihat tidak adanya motivasi belajar yang baik ketika proses pembelajaran berlangsung, hal ini bisa dilihat dari sikap siswa yang tidak memperhatikan guru ketika mengajar.

  Yogyakarta, 18 Desember 2012 Guru Mitra Observer

  Y. Natalia Margi Lestari, S.Pd Aji Perdana Putra

  192 Lampiran 3a

  

LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN KELAS

(Catatan Anekdotal)

  Nama pengamat : Aji Perdana Putra Tanggal dan waktu observasi : 18 Desember 2012 dan jam ke 5-6 Lamanya observasi : 2 x 45 menit (2 jam pelajaran) Orang dan atau peristiwa yang diamati : Ibu Y. Natalia Margi Lestari, S. Pd.

  Tingkat kelas (semester) dan atau subyek : XI IPS 3 semester 2 Secara fisik ruang kelas XI IPS 3 sangat mendukung dalam kegiatan mengajar. Fasilitas di kelas lengkap seperti, misalnya papan tulis, meja guru, kursi guru, meja siswa, kursi siswa, AC, LCD, penghapus. Ruang kelas bersih, dengan pencahayaan yang cukup karena terdapat beberapa ventilasi. Lingkungan kelas sudah cukup kondusif untuk kegiatan pembelajaran karena jauh dari jalan raya. Suasana kelas pada awal pembelajaran cukup kondusif. Hal ini terlihat saat guru menyiapkan para siswanya untuk mengikuti pelajaran yang akan berlangsung.

  Setelah siswa siap untuk mengikuti pelajaran, guru mulai menjelaskan materi pelajaran. Tidak adanya kegiatan yang menarik selama proses pembelajaran yang bosan. Namun demikian, guru cukup bijaksana dengan memberikan teguran apabila siswa sudah melampaui batas.

  193

  Yogyakarta, 18 Desember 2012 Guru Mitra Observer

  Y. Natalia Margi Lestari, S.Pd Aji Perdana Putra

  OBSERVASI PENELITIAN

  194 Lampiran 1b

  

LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN GURU

(Catatan Anekdotal)

  Nama pengamat : Aji Perdana Putra Tanggal dan waktu observasi : 19 Januari 2013 dan jam ke 1-2 Lamanya observasi : 2 x 45 menit (2 jam pelajaran) Orang dan atau peristiwa yang diamati : Ibu Y. Natalia Margi Lestari, S. Pd.

  Tingkat kelas (semester) dan atau subyek : XI IPS 3 semester 2 Guru membuka dan memulai pelajaran dengan mengucapkan salam kepada siswa. Setelah itu guru memeriksa kesiapan siswa termasuk kerapian dan mempresensi kehadiran siswa. Lalu guru mengumpulkan handphone yang dibawa oleh siswa, supaya siswa tidak bermain handphone ketika proses pembelajaran berlangsung. Kemudian guru memberikan apersepsi, guru langsung memberikan soal pre test dengan materi kertas kerja kepada siswa untuk dikerjakan. Jawaban kemudian dikumpulkan. Lalu guru memberikan penjelasan tentang materi kertas kerja kepada siswa. Pada waktu selesai menjelaskan, guru menanyakan kepada siswa, materi mana yang belum mengerti. Apabila siswa tidak ada yang mau pembelajaran STAD yang akan digunakan pada saat itu. Lalu guru membagi 7 kelompok yang sudah ditentukan sebelumnya, sesuai dengan kemampuan peserta didik. Setelah itu guru menyuruh siswa mengerjakan LKS dan wajib untuk diselesaikan, dimana LKS tersebut sudah disediakan oleh peneliti. Kemudian peneliti beserta rekan-rekan membantu membagikan LKS kepada murid-murid.

  195

  Lalu apabila ada siswa yang belum jelas dalam menyelesaikan tugas yang telah diberikan, maka siswa lain dalam kelompok tersebut wajib menjelaskan kepada temannya. Apabila ada kelompok yang belum jelas, kelompok bisa bertanya dengan kelompok yang lain, apabila kelompok yang lain kurang jelas, maka kelompok berhak bertanya kepada guru. Setelah masing-masing kelompok selesai mengerjakan soal kelompok dan sudah menguasai materi, setiap siswa kembali ke tempat duduk masing-masing dan mengerjakan post test secara individu dengan sifat buku tertutup dan tidak boleh saling bekerjasama. Kemudian setelah

  

post test selesai. Guru mengumumkan kelompok super, hebat dan baik dihitung

  menggunakan skor peningkatan, dengan membandingkan skor dasar/ pre test siswa dengan hasil post test yang mereka peroleh. Skor peningkatan yang diperoleh oleh setiap siswa tersebut dirata-rata untuk mendapatkan skor kelompok. Sehingga kerjasama kelompok akan berpengaruh pada skor kelompok.

  Dan setiap kelompok yang mendapat juara I,II,III akan mendapat penghargaan.

  Yogyakarta, 19 Januari 2013 Guru Mitra Observer

  Y. Natalia Margi Lestari, S.Pd Aji Perdana Putra

  196 Lampiran 2b

  

LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN SISWA

(Catatan Anekdotal)

  Nama pengamat : Aji Perdana Putra Tanggal dan waktu observasi : 19 Januari 2013 dan jam ke 1-2 Lamanya observasi : 2 x 45 menit (2 jam pelajaran) Orang dan atau peristiwa yang diamati : Ibu Y. Natalia Margi Lestari, S. Pd.

  Tingkat kelas (semester) dan atau subyek : XI IPS 3 semester 2 Setelah guru memasuki kelas, siswa mulai mempersiapkan diri dan kerapian untuk mengikuti pelajaran. Kemudian guru mengucapkan salam yang kemudian dibalas oleh para siswa. Setelah itu pembelajaran dimulai, guru memberikan apersepsi dan siswa memperhatikan penjelasan guru dengan baik.

  Lalu guru memberikan soal pre test untuk melihat kemampuan belajar siswa sebelum dimulai materi pembelajaran. Setelah selesai mengerjakan pre test, kemudian guru menjelaskan materi tentang kertas kerja, dan siswa menunjukkan perhatian pada materi pembelajaran. Lalu ketika guru sudah usai menjelaskan materi pembelajaran, siswa dikelompokkan berdasarkan prestasi belajar. Setiap dibagikan Lembar Kerja Siswa untuk masing-masing kelompok. Siswa dalam kelompok mengerjakan Lembar Kerja Siswa dengan bersama-sama. Apabila ada siswa yang belum mengerti tentang materi kertas kerja, anggota dalam kelompok yang mempunyai kemampuan tinggi mengajari anggota kelompok yang mempunyai kemampuan rendah, sampai anggota kelompoknya mengerti. Dan

  197

  setiap anggota kelompok wajib menguasai materi kertas kerja. Setelah masing- masing kelompok selesai mengerjakan soal kelompok dan sudah menguasai materi, setiap siswa kembali ke tempat duduk masing-masing dan mengerjakan

  

post test secara individu dengan sifat buku tertutup dan tidak boleh saling

  bekerjasama. Lalu siswa yang mendapatkan skor tertinggi dengan point perbaikan 30 yaitu kelompok 1 menjadi Juara I, point perbaikan 27,5 yaitu kelompok 5 menjadi juara II, point perbaikan 26,67 yaitu kelompok 6 menjadi juara III. Kemudian salah satu perwakilan dari kelompok yang sudah disebutkan, disuruh maju oleh guru untuk mendapatkan hadiah yang sudah disiapkan oleh peneliti.

  Yogyakarta, 19 Januari 2013 Guru Mitra Observer

  Y. Natalia Margi Lestari, S.Pd Aji Perdana Putra

  198 Lampiran 3b

  

LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN KELAS

(Catatan Anekdotal)

  Nama pengamat : Aji Perdana Putra Tanggal dan waktu observasi : 19 Januari 2013 dan jam ke 1-2 Lamanya observasi : 2 x 45 menit (2 jam pelajaran) Orang dan atau peristiwa yang diamati : Ibu Y. Natalia Margi Lestari, S. Pd.

  Tingkat kelas (semester) dan atau subyek : XI IPS 3 semester 2 Secara umum kondisi kelas sudah cukup mendukung proses belajar mengajar. Kelas luas dan nyaman sehingga sangat membantu saat pelaksanaan tindakan berlangsung. Fasilitas di dalam kelas juga mendukung proses pembelajaran karena dilengkapi dengan white board, LCD proyektor, papan pengumuman dan presensi, kipas angin, AC, jam dinding, dan sound pengumuman. Suasana kelas cukup kondusif untuk proses pembelajaran, hanya saja siswa kurang antusias dalam mengikuti pelajaran dikarenakan para siswa merasa kebingungan, karena bagi mereka model pembelajaran kooperatif tipe STAD ini merupakan pengalaman baru bagi mereka sehingga yang terjadi adalah pembelajaran berlangsung suasana kelas cukup lancar dan terkendali karena guru yang tegas dalam menegur siswa yang nakal, sehingga ketika terjadi kegaduhan di dalam kelas yang berujung pada keadaan kelas yang kurang kondusif, guru dapat mengkondisikan kelas dengan baik. Dengan kondisi kelas yang baik para siswa menjadi antusias untuk belajar. Sehingga dengan kondisi demikian terlihat bahwa

  199

  suasana kelas menjadi menarik untuk belajar. Di dalam kelompok, siswa yang belum mengerti tentang materi kertas kerja bisa bertanya dengan anggota kelompok yang mempunyai kemampuan tinggi. Lalu interaksi antar anggota di dalam kelompok terjalin dengan saling bertanya untuk menyelesaikan soal yang ada di LKS. Sehingga kegiatan pembelajaran menjadi semakin menarik, tidak membosankan, dan suasana kelas menjadi semangat untuk belajar.

  Yogyakarta, 19 Januari 2013 Guru Mitra Observer

  Y. Natalia Margi Lestari, S.Pd Aji Perdana Putra

  200 Lampiran 4b

  

LEMBAR OBSERVASI

AKTIVITAS GURU SELAMA MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN

KOOPERATIF TIPE STAD

  Hari/ tanggal : Sabtu, 19 Januari 2013 Mata Pelajaran : Akuntansi Kelas : XI IPS 3 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Observer : Aji Perdana Putra

  No Deskripsi Ya Tidak

  1 Guru membuka pelajaran 

  2 Guru menjelaskan model pembelajaran kooperatif  dengan tipe STAD

  3 Guru memberikan materi yang akan dipelajari dalam  kegiatan belajar mengajar melalui presentasi kelas

  4 Guru memberikan dorongan kepada siswa untuk lebih  aktif berperan dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD

  5 Guru mengorganisasikan pokok bahasan untuk  membantu siswa memahami materi

  6 Guru membantu dan mengarahkan siswa dalam  pengerjaan lembar kegiatan

  7 Guru memotivasi siswa agar terlibat dalam kegiatan  diskusi kelompok

  8 Guru memberikan pengembangan bagi kelompok yang  memiliki skor terbaik

  9 Guru memberikan dorongan bagi siswa untuk bekerja  sama dengan baik dalam kelompok

  10 Guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk  menentukan peran masing-masing anggota dalam kelompok

  201

  11 Guru membiarkan siswa yang membuat kegaduhan di  dalam kelas

  12 Guru mengamati kegiatan kelas selama proses belajar  mengajar berlangsung

  13 Guru berinteraksi dengan siswa di dalam kelompok  untuk menjelaskan prosedur model pembelajaran kooperatif tipe STAD

  14 Guru berinteraksi dengan siswa di depan kelas untuk  menjelaskan prosedur model pembelajaran kooperatif tipe STAD

  15 Guru kurang berinteraksi dengan siswa 

  16 Guru berinteraksi dengan siswa untuk menumbuhkan  motivasi dan semangat melaksanakan pembelajaran dalam mencapai tujuan

  17 Guru hanya berinteraksi dalam kelompok tertentu 

  18 Guru tidak membantu siswa yang kesulitan menentukan  peran dalam kelompok

  19 Guru melakukan evaluasi terhadap hasil belajar melalui  ulangan pada akhir pokok bahasan

  20 Guru hanya mengamati kelas selama pembelajaran  berlangsung

  21 Guru mengajak siswa untuk melakukan refleksi 

  Yogyakarta, 19 Januari 2013 Guru Mitra Observer

  Y. Natalia Margi Lestari, S.Pd Aji Perdana Putra

  202 Lampiran 5b LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA SAAT PROSES PEMBELAJARAN DALAM KELOMPOK

  Hari/ tanggal : Sabtu, 19 Januari 2013 Mata Pelajaran : Akuntansi Kelas : XI IPS 3 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Observer : Aji Perdana Putra

  

No Deskripsi Ya Tidak

  1 Seluruh perhatian diarahkan pada materi diskusi dalam √ kelompok.

  2 Saling bertukar pikiran dan pendapat.

  √ 3 Berbagi tugas dalam pengerjaan tugas. √

  4 Pertanyaan yang diajukan ada kaitannya dengan √ pembelajaran.

  5 Menjawab pertanyaan sesuai dengan maksud dan tujuan √ pertanyaan.

  6 Menghargai saran dan pendapat teman lainnya.

  √ Yogyakarta, 19 Januari 2013

  Guru Mitra Observer Y. Natalia Margi Lestari, S.Pd Aji Perdana Putra

  203 Lampiran 6b

  

LEMBAR OBSERVASI

SELAMA MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIVITAS KELAS

KOOPERATIF TIPE STAD

  Hari/ tanggal : Sabtu, 19 Januari 2013 Mata Pelajaran : Akuntansi Kelas : XI IPS 3 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Observer : Aji Perdana Putra

  

No Deskripsi Ya Tidak

  1 Kelas terdiri dari beberapa individu yang berbeda dalam  hal kemampuan belajar

  2 Siswa menaati aturan-aturan yang ada di dalam  pembelajaran

  3 Siswa membentuk kelompok-kelonpok tertentu di dalam  kelas

  4 Buku-buku dan fasilitas pembelajaran mudah ditemukan  dalam lingkungan siswa

  5 Ruang kelas tertata dengan bersih dan rapi 

  6 Lingkungan kelas kondusif untuk pembelajaran 

  7 Aktivitas dikelompok kurang baik karena ada siswa yang  tidak memainkan perannya dengan baik

  8 Siswa kurang mampu untuk membagi peran di dalam  kelompok

  9 Siswa tidak mampu memanfaatkan waktu dengan baik di  dalam kegiatan pembelajaran dengan model kooperatif tipe STAD

  10 Siswa kurang mengenal teman satu kelasnya 

  11 Kondisi berjalan dengan baik selama pembelajaran  dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD

  12 Beberapa siswa menolak untuk bergabung dengan siswa 

  204

  yang lain di kelas itu

  13 Siswa-siswa tertentu nampaknya tidak menghargai  siswa-siswa lainnya

  14 Beberapa siswa dalam kelas lebih diandalkan daripada  yang lainnya

  15 Hampir semua siswa menganggap materi mudah 

  16 Kerja sama dalam kelas sering macet karena ada siswa  yang malas

  17 Kelas ini terorganisasi dengan baik dan efisien 

  18 Setiap siswa memperlihatkan kepedulian yang sama  untuk keberhasilan kelas

  19 Setiap anggota kelas diberi keistimewaan yang sama 

  20 Para siswa bersaing untuk menunjukkan siapa yang  melakukan pekerjaan yang paling baik

  Yogyakarta, 19 Januari 2013 Guru Mitra Observer

  Y. Natalia Margi Lestari, S.Pd Aji Perdana Putra

  205 Lampiran 7b

  

INSTRUMEN REFLEKSI

KESAN GURU MITRA TERHADAP MODEL PEMBELAJARAN

KOOPERATIF TIPE STAD

No Uraian Komentar

  1 Kesan guru terhadap komponen Sudah cukup baik, anak-anak bisa pembelajaran yang digunakan berkomunikasi dengan baik dan LKS dalam menggunakan model juga sudah baik pembelajaran kooperatif tipe STAD

  2 Kesan guru terhadap motivasi Antusias, anak-anak yang sebenernya belajar siswa dalam proses dari ngga mengerti menjadi mengerti dan pembelajaran dengan anak-anak juga bisa saling bertanya di menggunakan model dalam kelompok pembelajaran kooperatif tipe STAD

  3 Hambatan yang dihadapi apabila Hanya ada 1 siswa yang menguasai dan nanti guru hendak melaksanakan menjelaskan kepada kelompok yang pembelajaran dengan belum mengerti menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD

  4 Hal-hal yang mendukung apabila Pembagian setiap kelompok merata, guru nanti akan menggunakan cukup membantu anak-anak yang belum metode pembelajaran dengan paham dan tanggung jawab didalam model pembelajaran kooperatif kelompok ada tipe STAD

  5 Manfaat yang diperoleh dari LKS tersedia sehingga mudah untuk rencana pembelajaran dan dipahami dan siswa menjadi lebih aktif membuat perangkat pembelajaran

  206

  dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD

  6 Hal-hal apa saja yang masih harus Waktu ketika pre test, menjelaskan juga diperbaiki dalam pembelajaran masih butuh waktu dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD

  Yogyakarta, 19 Januari 2013 Guru Mitra Observer

  Y. Natalia Margi Lestari, S.Pd Aji Perdana Putra

  207 Lampiran 8b

INSTRUMEN REFLEKSI KESAN SISWA TERHADAP MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD

  No Uraian Komentar

  1 Bagaimana menurut Anda tentang Bagus, menyenangkan, seru, pembelajaran dengan menggunakan model bisa belajar bekerjasama, lebih kooperatif tipe STAD? (topik pembahasan, menyenangkan media, pembelajaran, situasi kelas, penampilan guru, lingkungan kelas,dll)

  2 Apakah Anda berminat dan temotivasi Berminat karena seru, santai mengikuti pembelajaran dengan dan bermanfaat. menggunakan model kooperatif tipe STAD

  3 Apakah Anda lebih paham tentang materi Iya, paham karena tidak membosankan. pelajaran akuntansi dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD

  4 Hambatan apa yang Anda temui selama Ramai, kurang dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan memahami soal, waktu yang menggunakan model kooperatif tipe STAD terlalu singkat

  5 Manfaat apa yang Anda peroleh pada Lebih memahami dan mengerti pembelajaran dengan menggunakan model terhadap materi pelajaran, kooperatif tipe STAD kekompakan dan kebersamaan

  Yogyakarta, 19 Januari 2013 Guru Mitra Observer

  Y. Natalia Margi Lestari, S.Pd Aji Perdana Putra

  208 Lampiran 9b

  

Pedoman Wawancara Kepada Guru

  Nama Guru : Y. Natalia Margi Lestari, S.Pd Tanggal Wawancara : 19 Januari 2013

  Kisi-kisi wawancara

  1. Metode pembelajaran

  a. Metode pembelajaran apa saja yang selama ini diketahui oleh guru? Jawaban: Banyak (debat, STAD, Jigsaw)

  b. Metode apa saja yang selama ini digunakan oleh guru? Jawaban: teka-teki, make a match, debat

  c. Apa saja keuntungan dari penggunaan metode pembelajaran di atas? Jawaban: lebih bervariasi pembelajarannya dan siswa menjadi lebih termotivasi d. Apa saja kelemahan dari penggunaan metode pembelajaran di atas?

  Jawaban: kalau debat sepengetahuan siswa saja, kalau kelompok sering memilih anggota didalam kelompok e. Apakah guru selalu memvariasi metode pembelajaran di dalam menyampaikan materi ajar atau hanya terpaku dengan satu metode pembelajaran saja? Jawaban: metode pembelajaran kadang diselipin dengan metode lain

  f. Apakah guru mengetahui metode pembelajaran kooperatif? Jawaban: tau

  g. Apakah guru mengetahui STAD dan pernah menerapkannya? Jawaban: belum, tapi dibagi secara berkelompok sudah pernah

  209

  2. Proses belajar

  a. Bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru? Jawaban: sesuai dengan EEK dengan tanya jawab

  b. Apakah guru selalu mempersiapkan terlebih dahulu sebelum melakukan proses pembelajaran? Jawaban: iya, selalu

  3. Motivasi siswa

  a. Bagaimana tingkat motivasi siswa di dalam proses pembelajaran? Jawaban: materi baru; belum jelas tapi ketika dijelaskan mereka memperhatikan materi lama; bosan, supaya lebih lebih jelas dengan memperhatikan penjelasan guru b.

  Apakah tingkat motivasi tersebut sudah dirasa “cukup” oleh guru? Jawaban: belum, tapi ketika mengerjakan masih tanya (kalau tanya takut salah) di dalam kelompok c. Apa saja yang perlu dilakukan untuk meningkatkan motivasi siswa?

  Jawaban: mengerjakan PR dan latihan

  a. Bagaimana hasil prestasi siswa selama pembelajaran? Jawaban: meningkat, UTS banyak belum tuntas tapi dengan tugas dan PR lebih membantu nilai akhir b. Apakah prestasi siswa tersebut sudah dirasa

  “cukup” oleh guru dalam hal pemahaman materi?

  210

  Jawaban: belum , masih harus ditambah

  c. Apa saja yang perlu dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa? Jawaban: tambahan belajar secara berkelompok, guru menyediakan waktu untuk siswa di luar jam pelajaran

  Yogyakarta, 19 Januari 2013 Guru Mitra Observer

  Y. Natalia Margi Lestari, S.Pd Aji Perdana Putra

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENGAPIAN KONVENSIONAL
0
2
126
PENERAPAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) MENGGUNAKAN MEDIA CHARTA UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR DAN PENERAPAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) MENGGUNAKAN MEDIA CHARTA UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR D
0
0
14
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP KEAKTIFAN SISWA PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI.
0
1
29
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA.
0
2
10
PENERAPAN METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KERJASAMA SISWA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH.
0
3
43
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION UNTUK MENINGKATKAN KERJASAMA SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS.
0
8
44
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA MENGENAI PEMBENTUKAN TANAH.
0
0
30
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM MATA PELAJARAN AKUNTANSI DI SMA NEGERI 6 BANDUNG.
1
1
47
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) UNTUK MENINGKATAKAN PRESTASI BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA PADA MATA PELAJARAN MERAWAT TERNAK SAKIT.
0
1
97
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) BERBANTUAN ANIMASI DAN SIMULASI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA.
0
0
33
PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS 5 SD N AMBARTAWANG, MUNGKID, MAGELANG.
0
6
200
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA
0
0
10
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI SISWA KELAS XI AKUNTANSI SMK SANJAYA PAKEM YOGYAKARTA SKRIPSI
0
5
235
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) GUNA MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL DAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI
0
0
300
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PEMAHAMAN MATA PELAJARAN AKUNTANSI SISWA KELAS X SMK PAHAR MENJALIN SKRIPSI
0
0
165
Show more