PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN AKUNTANSI

Gratis

0
0
239
2 days ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untukmenyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari sayamaupun memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya.

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi ini yang telah saya tulis ini tidak memuat karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipandaftar pustaka, sebagaimana layaknya sebuah karya ilmiah. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untukmenyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari sayamaupun memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TYPE TO

  KATA PENGANTARPuji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas berkat, rahmat, dan kasih karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) untuk Meningkatkan Prestasi Dan Motivasi Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran A kuntansi”. Bagi semua pihak yang telah membantu dan terkait dalam kehidupanku yang tidak dapat disebutkan satu per satu, terima kasih dan semoga Allahmemberkati.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Guru sebagai tenaga pendidik dan pengajar di sekolah dituntut mampu

  Sehingga pemilihan strategi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif sederhana tipe STAD (Student Teams Achievement Division) yang cocok untuk memberdayakan para siswa dalam meningkatkan motivasi belajar dan terlibat aktif di dalam kelompok pada proses belajar mengajar di kelas. Bagi Universitas Sanata DharmaMemberikan sumbangan bagi pengembangan khasanah ilmu pendidikan khususnya yang berkaitan dengan penggunaan model pembelajaransehingga dapat meningkatkan prestasi dan motivasi belajar siswa, dan dapat dijadikan referensi pada penelitian yang akan datang.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Penelitian Tindakan Kelas

  Dari pengertian ketiga isi dalam PTK tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa penelitian tindakan kelas adalah suatupencermatan terhadap suatu kegiatan pembelajaran berupa tindakan yang sengaja diadakan dan terjadi di dalam suatu kelas yang sama. 3) Memberikan kesempatan kepada guru berimprovisasi dalam melakukan tindakan pembelajaran yang direncanakan secaratepat waktu dan sasarannya.4) Memberikan kesempatan kepada guru mengadakan pengkajian secara bertahap kegiatan pembelajaran yang dilakukannyasehingga tercipta perbaikan yang berkesinambungan.5) Membiasakan guru mengembangkan sikap ilmiah, terbuka, dan jujur dalam pembelajaran.

B. Model Pembelajaran Cooperative Learning

  Menurut Eggen & Kauchak Trianto (2009: 58), pembelajaran kooperatif disusun dalam sebuah usaha untuk meningkatkanpartisipasi siswa, memfasilitasi siswa dengan pengalaman sikap kepemimpinan dan membuat keputusan dalam kelompok, sertamemberikan kesempatan pada siswa untuk berinteraksi dan belajar bersama-sama siswa yang berbeda latar belakangnya. Oleh karena itu, jika tanpa peer teaching yang efektif, maka dibandingkan dengan pengajaran langsung dari guru, bisa terjadi cara belajar yang demikian apa yang seharusnyadipelajari dan dipahami tidak pernah tercapai oleh siswa.

C. Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Student Teams

  Pengertian Student Teams Achievment Division (STAD) Student Teams Achievement Division (STAD) merupakan salah satu metode atau pendekatan dalam pembelajaran kooperatif yang sederhana dan baik untuk guru yang baru mulai menggunakanpendekatan kooperatif dalam kelas, STAD juga merupakan suatu metode pembelajaran kooperatif yang efektif. Peneliti tertarik untuk menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD karena tipe pembelajaran kooperatif yang palingsederhana dan juga karena tipe pembelajaran ini merupakan sebuah model yang baik bagi seorang guru yang baru mengetahui danmengenal pendekatan kooperatif (Slavin, 1995:71).

D. Prestasi Belajar

  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengertian prestasi adalah segala sesuatu yang ada yang diperoleh dengan cara atauproses mengatasi, mengerjakan, atau melatih dengan baik yang dilakukan oleh individu maupun kelompok. Faktor-Faktor Psikologis Dalam BelajarFaktor-faktor psikologis yang dikatakan memiliki peranan penting, dapat dipandang sebagai cara-cara berfungsi dalam hubungan pemahaman bahan pelajaran, sehingga penguasaan terhadap bahan yang disajikan lebih mudah dan efektif.

E. Motivasi Belajar

  Dari uraian yang tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerakbaik dari dalam diri maupun dari luar siswa (dengan menciptakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu) yangmenjamin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapattercapai.(http://belajarpsikologi.com/pengertian-motivasi-belajar/) 2. Kemudian kalau dilihat dari segi tujuan kegiatan yang dilakukannya (misalnya kegiatan belajar), maka yang dimaksuddengan motivasi intrinsik ini adalah ingin mencapai tujuan yang terkandung di dalam perbuatan belajar itu sendiri.

F. Kajian Hasil Penelitian yang Relevan

  Sebelum melakukan penelitian ini, tentunya ada beberapa hal yang perlu peneliti terapkan sebelum melakukan penelitian, yakni bahwapeneliti telah menelusuri beberapa hasil penelitian sebelumnya yang memiliki keterkaitan dengan penelitian yang akan peneliti lakukan. Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa penerapan metode STAD pada siklus pertama jumlah siswa yang memiliki tingkat motivasi tinggi hanya 8siswa (34,79%), sedangkan jumlah siswa yang memiliki motivasi tinggi pada siklus kedua sebanyak 15 siswa (68,18%).

G. Kerangka Teoritik

  Siswa dituntut untuk dapat bekerja dalam kelompok (sesuai dengan kemampuan yang dimiliki) dan memberikan kontribusi untukkemajuan kelompok, sehingga siswa menjadi terlatih untuk dapat menghargai pendapat dan keberadaan team, sifat egois dan dominasi siswa“pintar” dalam kelompok mulai berkurang. Karena dalampembelajaran dengan menggunakan tipe STAD, siswa dapat belajar ataupun berdiskusi secara berkelompok dalam tim, mampu bekerja sama dengan baik antar anggota kelompok, tertarik mengikuti pembelajaran,terlibat aktif pada proses pembelajaran, dan pada akhirnya akan meningkatkan prestasi dan motivasi belajar siswa beserta kelompoknya.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan model

  Wijaya Kusumah (2009: 9) Penelitian TindakanKelas (PTK) merupakan penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan cara: (1) merencanakan; (2) melaksanakan; (3) merefleksikantindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Sedangkan penelitian deskripsi kuantitatif digunakan untuk mengetahui dan membandingkan seberapa besar prestasi belajar dan motivasi belajar sebelumdan sesudah digunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.

B. Subyek dan Obyek Penelitian

  STAD merupakan salah satu pendekatan dalam pembelajaran kooperatif yang sederhana dan baik untuk guru yang baru mulai menggunakan pendekatan kooperatif dalam kelas, STAD jugamerupakan suatu model pembelajaran kooperatif yang efektif. Pengukuran Variabel PenelitianDalam pengukuran variabel prestasi belajar siswa diukur dengan membandingkan nilai yang diperoleh siswa pada saat siswa tidakmenggunakan model pembelajaran tipe STAD dengan nilai yang diperoleh siswa pada saat siswa menggunakan model pembelajaran tipe STAD.

E. Prosedur Penelitian

  PerencanaanPada tahap ini, dilakukan penyusunan rencana tindakan berupa penyiapan pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD), yaitu meliputi: 1) Peneliti dan guru menggali data awal karakteristik siswa untuk memetakan para siswa yang tergolong berkemampuan rendah,sedang atau tinggi, dan membagi siswa secara heterogen menjadi kelompok-kelompok yang beranggotakan 4 orang. Beberapa perangkat yang disiapkan dalam tahap ini adalah: rencana pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatiftipe STAD, lembar kerja siswa, kuis dan lembar observasi.2) Peneliti rnenyusun instrumen pengumpulan data, meliputi: (a) Lembar observasi guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.(lampiran 6 halaman109) (b) Lembar observasi aktivitas siswa saat proses pembelajaran kelompok selama penerapan kooperatif tipe STAD.

F. Instrumen Penelitian

  Lembar ObservasiLembar observasi digunakan untuk mengamati situasi di dalam kelas yang mencakup kegiatan guru (catatan anekdotal, lampiran 1a halaman188), kegiatan siswa (catatan anekdotal, lampiran 2a halaman 190), dan kegiatan kelas (catatan anekdotal, lampiran 3a halaman 192). Post test ini berisikan soal-soal yang mempunyai bobot dan tingkat kesulitan yang sama dengan soal pre test dan disusun berdasarkan pertimbangan dosen dan guru.

G. Teknik Pengumpulan Data

  Metode pembelajaran1) Metode pembelajaran apa saja yang selama ini diketahui oleh guru?2) Metode apa saja yang selama ini digunakan oleh guru?3) Apa saja keuntungan dari penggunana metode pembelajaran di atas?4) Apa saja kelemahan dari penggunaan metode pembelajaran di atas?5) Apakah guru selalu memvariasi metode pembelajaran di dalam menyampaikan materi ajar atau hanya terpaku dengan satu metodepembelajaran saja? Prestasi siswa 1) Bagaimana hasil prestasi siswa selama pembelajaran?2) Apakah prestasi siswa tersebut sudah dirasa “cukup” oleh guru dalam hal pemahaman materi?3) Apa saja yang perlu dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa?

H. Uji Kuesioner

  Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan rumus Alpha, sebagaiberikut: 2 b 1 0,361 0,476 Valid 2 0,361 0,587 Valid3 0,361 0,604 Valid 4 0,361 0,415 Valid5 0,361 0,397 Valid 6 0,361 0,444 Valid7 0,361 0,441 Valid 8 0,361 0,414 Valid9 0,361 0,486 Valid Tabel 3.7 Rangkuman Pengujian Validitas Motivasi Belajar Butir No Nilai r tabel Nilai r hitung Status 164) 15 Desember 2012. Rangkuman pengujian validitas motivasi belajar (lampiran 27 halaman Pengujian validitas dan reliabilitas instrumen penelitian ini pada siswa SMA Pangudi Luhur Yogyakarta kelas XI IPS 1 (30 siswa) tanggal Alpha > 0,6.

I. Teknik Analisis Data

  Pengukuran tingkat prestasi belajar siswasebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran tipe Student Teams Achievement Division dalam materi siklus akuntansi perusahaan jasa dengan cara memberikan soal pre test pada saat sebelum penerapan model pembelajaran tipe Student Teams Achievement Division dan soal post testpada saat setelah penerapan model pembelajaran tipe Student Teams Achievement Division . Sedangkan untuk mengukur motivasi belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran tipe Student Teams Achievement Division dalam materi siklus akuntansi perusahaan jasa dengan cara memberikan daftar pertanyaan yang berupa kuesioner.

2 Penelitian ini dikatakan berhasil jika prestasi belajar siswa pada

  Tabel 3.11 Data Skor Kuesioner Motivasi Belajar Sebelum Dan Sesudah Pelaksanaan PTK No Res Sebelum Penelitian Sesudah Penelitian Perubahan Tabel 3.12 Analisis Komparatif Tingkat Motivasi Belajar Siswa Sebelum dan Sesudah Penerapan Model Pembelajaran Tipe Tinggi % % 54 Sedang % % 29 Rendah % % 20 SangatRendah % %Total - 100% 100% - Penelitian ini dikatakan berhasil jika motivasi belajar siswa secara umum mengalami peningkatan. Misi SMA Pangudi Luhur YogyakartaSMA Pangudi Luhur Yogyakarta mempunyai misi untuk membantu, mendampingi siswa menemukan potensi yang dimiliki untukdikembangkan secara optimal, serta melatih siswa mandiri, bertanggung jawab, bermartabat, berbudi pekerti luhur, menghargai dan menghormatisesama dan menerima diri sebagai pribadi yang unik sehingga menjadi pribadi dewasa.

B. Sistem Pendidikan di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

  Sistem Pendidikan yang diterapkan di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta adalah program pengajaran umum dan program pengajaran khusus. Programpengajaran umum dilaksanakan di kelas X, sedangkan program pengajaran khusus diadakan di kelas XI dan XII dengan pilihan program IPA danprogram IPS.

1. SMA Pangudi Luhur Yogyakarta dikelola sebagai “Komunitas Pendidikan

  Setiap pribadi dibiasakan untuk mengadakan refleksi validasi(menghargai dan saling membantu dengan teman sejawat, rapat musyawarah dan pengembangan pribadi). Pola peserta didik-pendampingIsi kegiatan adalah menanyakan, mengusulkan sesuatu, meminta bantuan pendamping, mengkonsultasikan hasil pekerjaan, melaporkan 67 hasil kerja dan informasi, menjawab pertanyaan pendamping, dan sebagainya.

C. Kurikulum SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

  Pembangunan nasional di bidang pendidikan adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas hidup manusiaIndonesia dalam wujud masyarakat maju, adil dan makmur berdasarkanPancasila dan UUD 1945 yang memungkinkan warganya untuk mengembangkan diri menjadi manusia Indonesia yang seutuhnya. Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dan memperhatikan tahap perkembangan siswa dan kesesuaiannya denganlingkungan pembangunan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian sesuai dengan jenis dan jenjang masing-masingpendidikan.

BAB V HASIL ANALIS DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Penelitian Penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan model

  pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dalam pembelajaran akuntansi ini telah dilaksanakan pada siswa kelas XI IPS 3 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta dengan jumlah siswa 25 orang. Sedangkan untuk pembagian kuisioner motivasi di kelas XI IPS 3 tanggal 18 Desember 2012pada jam ke 5 dan ke 6 dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui 70motivasi belajar siswa sebelum diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe STAD.

II MEMBUKA PEMBELAJARAN

  1. Melakukan kegiatan apersepsi 1 2 4 5 2.

III KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN

  Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain 1 2 4 5 yang relevan 3. Menyampaikan materi sesuai dengan hirarki 1 2 4 5 belajar 4.

G. Penggunaan bahasa

  Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan 1 2 4 5 lancar 2. Menggunakan bahasa tulis yang baik dan 1 2 4 5 benar 3.

IV PENUTUP

  Pemilihan metode yang kurang variasi dalam pembelajaran membuat siswa cenderung akan lebih cepat merasa bosan dan jenuh,ketika siswa merasa jenuh dengan pembelajaran yang sedang disampaikan maka mereka akan mencari kesibukan sendiri sepertimengobrol dengan teman sebangkunya atau teman lainnya, tidur di kelas, dan lain-lain. Peneliti menduga bahwa kurangnya motivasi belajar siswa danketidakberanian siswa untuk bertanya dan berdiskusi dengan baik lebih disebabkan karena faktor guru dalam menyampaikan materi kurangbervariasi dan guru kurang mampu menggali pemikiran dan pengetahuan siswa sehingga berdampak pada hasil belajar siswa yang kurangmemuaskan.

1) Peneliti dan guru mitra menggali data awal tentang karakteristik

  Analisis Komparasi Prestasi Belajar Siswa dan Motivasi Belajar Siswa Sebelum dan Sesudah Penerapan Model Pembelajaran Cooperative TipeStudent Teams Achievement Division (STAD) Dalam Mata PelajaranAkuntansi Analisis komparasi dilakukan untuk melihat perkembangan/ peningkatan prestasi belajar siswa dan motivasi belajar siswa pada saat pra penelitian dansesudah penelitian dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipeSTAD. Persentase siswa yang memiliki motivasi belajar dengan kriteria rendah mengalami penurunan setelah menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Division yaitu sebesar 4%, dan persentase siswa yang memiliki motivasi belajar dengan kriteria sangat rendah mengalami penurunan setelah menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Division yaitu sebesar 20%.

C. Pembahasan

  Hal ini dapat terbukti dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division dapat meningkatkan prestasi belajar siswa (rerata pre-test = 25,18 dan rerata post-test = 68,88). Hal ini dapat terbukti dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (rerata sebelum menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division = 51,88 dan rerata sesudah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division = 55,08).

BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model

  Prestasi Belajar SiswaBerdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan di SMAPangudi Luhur Yogyakarta diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPS 3 pada materi siklus akuntansi perusahaan jasa khususnya penyusunan kertas kerja. Motivasi Belajar SiswaBerdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan di SMAPangudi Luhur Yogyakarta diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI IPS 3.

B. Keterbatasan Penelitian Adapun keterbatasan dalam penelitian adalah sebagai berikut

  Kurangnya komunikasi yang baik antara guru mitra dengan peneliti dalam menjelaskan langkah-langkah dalam permainan dan turnamensehingga terjadi perbedaan persepsi dalam melaksanakan tindakan yang membuat siswa menjadi kebingungan. Ketidaksesuaian waktu antara alokasi yang sudah dibuat dalam skenario pembelajaran dengan implementasi yang sebenarnya sehinggapenerapan metode pembelajaran ini menjadi terkesan terburu-buru.

C. Saran

  Perlu adanya komunikasi yang baik antara guru mitra dengan peneliti sehingga tidak terjadi perbedaan persepsi yang berdampak padapenyimpangan pelaksanaan tindakan dari rencana yang telah ditetapkan. Pentingnya penyusunan dan perencanaan alokasi waktu yang efektif dan efisien guna menghindari penggunaan waktu yang berlebihan dandapat menggunakan waktu sesuai dengan kebutuhan.

DAFTAR PUSTAKA

A. Sumber Pustaka M, Sardiman. 1986. Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta

  Teori belajar, motivasi, Ketrampilan Mengajar, dan model-model pembelajaran . Pengukuran dan Penilaian Prestasi Belajar di Sekolah.

B. Sumber Internet

  Pertimbangkan baik-baik setiap pertanyaan dalam kaitannya dengan materi pembelajaran dan tentukan kebenarannya sesuai dengan yang Anda alami! Pertimbangkan baik-baik setiap pertanyaan dalam kaitannya dengan materi pembelajaran dan tentukan kebenarannya sesuai dengan yang Anda alami!

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (239 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENGAPIAN KONVENSIONAL
0
2
126
PENERAPAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) MENGGUNAKAN MEDIA CHARTA UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR DAN PENERAPAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) MENGGUNAKAN MEDIA CHARTA UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR D
0
0
14
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP KEAKTIFAN SISWA PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI.
0
1
29
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA.
0
2
10
PENERAPAN METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KERJASAMA SISWA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH.
0
3
43
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION UNTUK MENINGKATKAN KERJASAMA SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS.
0
8
44
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA MENGENAI PEMBENTUKAN TANAH.
0
0
30
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM MATA PELAJARAN AKUNTANSI DI SMA NEGERI 6 BANDUNG.
1
1
47
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) UNTUK MENINGKATAKAN PRESTASI BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA PADA MATA PELAJARAN MERAWAT TERNAK SAKIT.
0
1
97
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) BERBANTUAN ANIMASI DAN SIMULASI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA.
0
0
33
PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS 5 SD N AMBARTAWANG, MUNGKID, MAGELANG.
0
2
200
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA
0
0
10
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI SISWA KELAS XI AKUNTANSI SMK SANJAYA PAKEM YOGYAKARTA SKRIPSI
0
0
235
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) GUNA MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL DAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI
0
0
300
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PEMAHAMAN MATA PELAJARAN AKUNTANSI SISWA KELAS X SMK PAHAR MENJALIN SKRIPSI
0
0
165
Show more