SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi

Gratis

0
0
136
4 months ago
Preview
Full text

  

PERBEDAAN MANAJEMEN KONFLIK

SUAMI DAN ISTRI

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan

Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi

  

Program Studi Psikologi

Disusun Oleh :

Cisilia Asti Kurniasari

  

NIM : 009114161

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

SKRIPSI INI KUPERSEMBAHKAN UNTUK:

  

 Bunda Maria dan Putera-Nya terkasih Yesus Kristus

 Bapak Fx. Sudarto dan Ibu E. Parinah  Mbok Uwo dan Pak Uwo di atas sana  Mas Danarku  Dan semua orang yang mengasihiku

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak

memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam

kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, Agustus 2007 Penulis, ( Cisilia Asti Kurniasari)

  

MOTTO

“Bersukacitalah dalam

pengharapan, sabarlah dalam

kesesakan, dan bertekunlah dalam

doa…”

  

(Roma, 12: 12)

  

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan manajemen

konflik antara suami dan istri. Dalam penelitian ini ada lima gaya manajemen

konflik yaitu Menghindar, Dominasi, Membantu, Kompromi dan

Mempersatukan.

  Variabel bebas dalam penelitian ini adalah suami dan istri, sedangkan

manajemen konflik berfungsi sebagai variable tergantung. Subjek penelitian ini

adalah 45 pasang suami istri yang tinggal di dusun Ngagul-agulan, Ngaranan,

Jetis Depok. Subjek penelitian diperoleh dengan teknik purposive random

sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala manajemen

konflik. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam

penelitian ini adalah “ Uji t Independent Sample t-test.”

  Hasil penelitian untuk masing-masing gaya manajemen konflik adalah

sebagai berikut: Gaya Manajemen Konflik Menghindar, didapat t hasil 6.843 {df:

88; sig 2 tailed < α (0.05)}, maka dapat dikatakan bahwa ada perbedaan gaya

manajemen konflik Menghindar antara suami dan istri. Gaya Manajemen Konflik

Dominasi diperoleh t hasil 6.590{df: 87.485; sig 2 tailed<

  α (0.05)}, maka dapat

dikatakan bahwa ada perbedaan gaya manajemen konflik Dominasi suami dan

istri. Gaya Manajemen Konflik Membantu diperoleh t hasil 3.230 {df: 68.671; sig

2 tailed <

  α (0.05)}, maka dapat dikatakan bahwa ada perbedaan gaya manajemen

konflik Membantu suami dan istri. Gaya Manajemen Konflik Kompromi

diperoleh t hasil -0.263{df: 79.283; sig 2 tailed > α (0.05), maka dapat dikatakan

bahwa tidak ada perbedaan gaya manajemen konflik Kompromi antara suami dan

istri. Gaya Manajemen Konflik Mempersatukan diperoleh t hasil sebesar -0.382

{df: 76.596; sig 2 tailed > α (0.05), maka dapat dikatakan tidak ada perbedaan gaya manajemen konflik Mempersatukan antara suami dan istri.

  

ABSTRACT

This research aimed to explore the difference of conflict management

possessed by husbands and wifes. There were five styles of conflict management

found in this research, namely avoiding, dominating, accomodating,

compromising, and integrating.

  The independent variable of the research appeared to be the role of father

and mother, whereas the conflict management functioned as the dependent

variable. The research subjects were the couples who live in Ngagul-agulan,

Ngaranan, Jetis Depok. The researcher employed “purposive random sampling”

in order to choose the subjects. The data gathering was conducted using the

conflict management scale. Furthermore, the researcher made use of the

“independent sample t-test” analysis technique to test the hypothesis.

  The results of data analysis revealed there appeared the differences of

conflict management maintained husbands and wifes it was showed by the t-test.

The details of each conflict management were as follows: the t result of the

avoiding conflict management were 6.843 {df: 88; sig 2 tailed <

  α (0.05)}. It

could be concluded that the conflict management between husbands and wifes

was different. The t results of the dominating conflict management were 6.590{df:

87.485; sig 2 tailed<

  α (0.05). This results showed that the dominating conflict

management between husbands and wifes was different. The t results of helping

conflict management were 3.230 {df: 68.671; sig 2 tailed < α (0.05)}, showing

that the helping conflict management between husbands and wifes was different.

The t results of compromising conflict management were -0.263{df: 79.283; sig 2

tailed >

  α (0.05), revealing that the difference of the compromising conflict

management was not obvious. The t results of integrating conflict management

were -0.382 {df: 76.596; sig 2 tailed > α (0.05).

KATA PENGANTAR

  Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah melimpahkan rahmat,

kasih dan berkat-Nya kepada penulis. Atas segala kehendak-Nya penulis dapat

menyelesaikan skripsi yang berjudul PERBEDAAN MANAJEMEN KONFLIK

SUAMI DAN ISTRI.

  Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini penulis banyak

sekali mendapat masukan, bimbingan, saran serta bantuan dari berbagi pihak.

  

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang

telah membantu dalam penulisan skripsi ini.

  Pertama-tama terimakasih pada Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria

tercinta. Tanpa rahmat serta penyertaan dari Bunda dan Putra terkasih-Nya saya

yakin skripsi ini tidak akan selesai sampai detik ini. Karena Bunda jugalah saya

menyadari bahwa kekuatan doa itu benar-benar nyata.

  Bpk. P. Eddy Suhartanto, S.Psi., M.Si selaku dekan Fakultas Psikologi

Universitas Sanata Dharma. Juga tak lupa penulis mengucapkan terimakasih

kepada Bpk. Drs. H. Wahyudi, M.Si. selaku dosen pembimbing sekaligus dosen

pembimbing akademik yang telah memberikan masukan, saran, serta

bimbingannya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Mohon maaf jika

saya sering membuat bapak jengkel karena kebodohan saya.Terimakasih bapak

tidak bosan melihat wajah dan skripsi saya selama hampir dua tahun ini.

  Ibu A. Tanti Arini, S.Psi., M.Si dan Bapak C. Wijoyo Adinugroho

  

sehingga skripsi ini menjadi lebih baik. Ternyata pendadaran tidaklah sengeri

yang saya pikirkan.

  Bapak Didik, Pak Agung, yang selalu menyediakan waktu bagi penulis

berdiskusi masalah statistik. Makasih atas semua ilmu dan pengetahuan yang telah

diberikan pada penulis.

  Seluruh Dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma,

terimakasih atas segala ilmu dan pengetahuan yang telah diberikan selama penulis

menyelesaikan kuliah.

  Terimakasih kepada segenap Staff fakultas Psikologi, Mbak Nanik, Mas

Gandung, yang selalu melayani administrasi dan memberikan informasi secara

sabar selama penulis beajar di kampus ini. Mas “Muji Beckham”, makasih selalu

membuat suasana laboratorium psikologi selalu ceria jadine gak terlalui deg-

degan waktu mau ngetes, makasih juga karena sama-sama fans Beckham, pokoke

Beckham forever! Pak Gie “Si hati malaikat” makasih pak atas kesabaran,

senyum yang tak pernah lepas dari bibirmu, juga kebaikan hatimu, belum pernah

saya berjumpa seseorang seperti bapak.

  Bapak. Fx. Sudarto dan Ibu E. Parinah, orang tuaku tercinta.

  

Terimakasih atas kesabaran, cinta, dan semangat yang tak henti-hentinya bagi

penulis dalam mengerjakan skripsi ini. “Maturnuwun donganipun kagem

ingkang putro.” Skripsi ini hasil dari doa-doa bapak dan ibu, maaf skripsinya

lama banget. Saya bangga bisa menjadi salah satu angota keluarga Sudarto,

  Masyarakat Dusun Ngaranan, Jetis Depok, dan Ngagul-Agulan

  

penelitian yang sangat berguna bagi penulis guna menyelesaikan skripsi ini. Maaf

tidak bisa memberikan sesuatu kecuali kata terimakasih ini.

  Untuk adekku Yohanes Bayu “Kondus” Ade Wijaya, makasih selalu

menyemangati mbak dengan segala ejekkannya. Justru karena itulah mbak

menjadi semangat lagi mengerjakan skripsi. Tak lupa juga penulis mengucapkan

terimakasih kepada “Pak Uwo” dan “Mbok Uwo” yang tidak sempat melihat

penulis menyelesaikan skripsi ini, Asti yakin di atas sana selalu ada doa untuk

cucumu ini.

  Saudara-saudaraku tercinta Tiwik “Cempluk” Hayuningtyas, Aan

“Onthul”Vendy Purnomo, Ayu “Rintus” Arinta Sari, Rina Bathari, Mayang

“ Cape deh”, makasih selalu menyemangati mbak Asti, menghibur ketika mbak

sedang sedih dengan canda dan kekonyolan kalian, hanya itu yang kadang bisa

membuatku tertawa. Setiap hari kalian telah memberikan nuansa baru dalam

hidupku.

  Bulik Sat dan Om Pri makasih selalu menolong dan membantu

keluargaku setiap kali kami mengalami cobaan dan kesusahan. Makasih juga

selalu mengingatkanku untuk selalu meneruskan skripsi ini, jangan sampai

menyerah.

  Teman-teman kuliahku Aini, Astri, Ety, Mbak Diyan, Nina, Diana,

kebersamaan, keceriaan, kesedihan yang telah kita lewati bersama di kampus

tercinta ini moga tidak akan kita lupakan sampai tua. Terimakasih sudah menjadi

tempat curhat, tempat bertanya. Satu lagi sahabatku, teman seperjuangan, senasib

  Rekan-rekan mudikaku Uci “Menthel”, Swanti “Conggros”, Mbak

Tituk, Ningrum, Mbolin, Dayati, mas Iwang “Bladu”, Mardis “Sreet”, dalam

Yesus kita berkarya. Makasih ya selalu menemani, memberikan semangat, ngajak

kumpul-kumpul pas aku lagi stres mengerjakan sksripsi. Asti dah selesai ngerjain

skripsinya jadi besok bisa piknik-piknik lagi.

  Untuk “Joko” makasih doa, dukungan dan bantuannya. Maaf mbak Asti

cuma bisa buat ade repot. Makasih juga atas persaudaraan ini, mungkin hanya

segelintir orang yang bisa memahami Juga buat “Codot” makasih untuk jasa

pengetikannya.

  Terakhir untuk “Mas Danar” yang selalu hadir saat tangis dan tawaku,

selalu setia menyertaiku, mengantar dan menjemputku kuliah, yang tak henti-

hentinya menyemangatiku untuk tidak menyerah dalam mengerjakan skripsi ini.

Hadirmu membuat hidupku semakin terang dan cerah Terimakasih atas segala

cinta dan kasih sayang, perhatian serta dukungannya, dan tetaplah menjadi

bintang dalam hidupku.

  Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari

sempurna. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati, penulis menantikan saran dan

kritik dari semua pihak yang bersifat membangun. Akhir kata, penulis berharap

semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak.

  Yogyakarta, Juli 2007

  DAFTAR TABEL

  

1. Blue Print Skala Manajemen Konflik………………………..………44

  

2. Table Spesifikasi Manajemen Konflik…………………….…...……45

  

3. Tabel Spesifikasi Skala Manajemen Konflik Uji Coba……..….……51

  

4. Tabel Spesifikasi Skala Manajemen Konflik Penelitian…….....…….51

  

5. Tabel Uji Reliabilitas……………………………………………...…52

  

6. Ringkasan One Sample Kolmogorof Smirnov Test………….......….54

  

7. Ringkasan Levene Test………………………………………...…….56

  

8. Ringkasan Uji Hipotesis………………………………………..……58

  

9. Ringkasan Hasil Penelitian…………………………………….…….60

  

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL…………………………..………………..….………...........i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ………………….…..……..…....ii

HALAMAN PENGESAHAN…………………………………….…...…….…...iii

HALAMAN PERSEMBAHAN...…………….......………………….….…….....iv

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA..................................................................v

HALAMAN MOTTO..............................………………….………………….....vi

ABSTRAK.............................................................................................................vii

ABSTRACK…………………………………………………….……………....viii

KATA PENGANTAR……..……………………………………...……………...ix

DAFTAR TABEL………………………………………………..………...…....xiii

DAFTAR ISI.........................................................................................................xiv

  BAB I PENDAHULUAN A. Pendahuluan .....…………………………………..................1 B. Rumusan Masalah..……….………………………………....8 C. Tujuan Penelitian..……….………………………………….8 D. Manfaat Penelitian.....……………………………………….8 BAB II LANDASAN TEORI A. Manajemen Konflik....................................................................................9

  1. Konflik..............................................................................9

  b. Jenis-jenis Konflik.................................................. 11

  c. Konflik suami dan Istri.............................................15

  2. Manajemen Konflik........................................................26

  a. Pengertian Manajemen Konflik............................... 26

  b. Gaya-gaya Manajemen Konflik................................27

  B. Perbedaan Manajemen Konflik Suami dan Istri...................33

  C. Hipotesa................................................................................39

  BAB III METODOLIOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian.....................................................................40 B. Identifikasi Variabel Penelitian............................................40 C. Definisi Operasional.............................................................41 D. Subjek Penelitian..................................................................42 E. Metode Pengumpulan Data..................................................43 F. Validitas dan Reliabilitas.....................................................45 G. Metode Analisis Data...........................................................47

  1. Uji Normalitas................................................................47

  2. Uji Homogenitas............................................................48

  3. Uji t (Independent Sample t Test)..................................48

  BAB IV PENELITIAN A. Persiapan Penelitian.............................................................49 B. Uji Coba................................................................................50

  D. Hasil Penelitian....................................................................52

  1. Uji Reliabilitas...............................................................52

  2. Uji Asumsi.....................................................................52

  a. Uji Normalitas..........................................................53

  b. Uji Homogenitas......................................................55

  3. Uji Hipotesis...................................................................57

  4. Hasil Penelitian..............................................................58

  E. Pembahasan..........................................................................60

  BAB V PENUTUP A. Kesimpulan..........................................................................72 B. Saran....................................................................................72

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................74

LAMPIRAN.........................................................................................................77

  1. SKALA MANAJEMEN KONFLIK UJI COBA....................................78

  2. SKALA MANAJEMEN KONFLIK PENELITIAN................................79

  3. RELIABILITAS.......................................................................................80

  4. NORMALITAS........................................................................................81

  5. HOMOGENITAS DAN UJI-t..................................................................82

  6. DATA PENELITIAN...............................................................................83

BAB I PENDAHULUAN A. Pendahuluan Perkawinan merupakan salah satu tahap kehidupan yang dilewati

  manusia, meskipun tidak semua manusia merasakan tahap ini. Perkawinan mempunyai arti yang sangat penting bagi manusia. Maka dari itu, sebagian orang akan melakukan perkawinan guna melengkapi kehidupan pribadinya. Perkawinan merupakan hubungan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang saling mengikatkan diri menjadi sepasang suami istri, dan diharapkan mampu melahirkan keturunan.

  Walgito (dalam Widjaja, 1986) menyebutkan bahwa perkawinan merupakan bersatunya seorang pria dan wanita sebagai suami istri yang bertujuan untuk membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Lebih lanjut dinyatakan bahwa dalam perkawinan terkandung dua hal, yaitu ikatan lahir dan ikatan batin.

  Individu sebagai seorang suami atau istri memasuki kehidupan yang baru setelah menikah, dimana mereka membawa pandangan, pendapat, dan kebiasaan sehari-hari yang berbeda. Pernikahan juga membawa suami dan istri beralih dari hidup yang masih bergantung pada orang tua masing-masing pada hidup yang mandiri, melepaskan diri dari ketergantungan itu dan

memanggul tanggung jawab bersama untuk membina rumah tangga sendiri.

  Suami dan istri mulai mengenal hak-hak dan kewajiban, misalnya

mereka harus memikirkan masalah keuangan, mencukupi kehidupan sehari-

hari, merawat dan mendidik anak nantinya, memberikan kasih sayang

terhadap pasangannya dan memperhatikan masalah hubungan sosial dengan

masyarakat sekitar.

  Suami dan istri juga harus menyatukan perbedaan-perbedaan yang

mereka miliki, dan berusaha memahami pasangan masing-masing. Baik suami

maupun istri harus memahami bahwa tidak ada pasangan hidup yang

sempurna termasuk dirinya, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan

tersendiri.

  Banyak persoalan yang harus dihadapai suami dan istri, seiring

dengan semakin lama usia perkawinan mereka, mulai dari tugas di tempat

kerja, kebutuhan rumah tangga, juga masalah-masalah yang timbul dalam

rumah tangga mereka. Meskipun telah banyak dilakukan persiapan secara

matang dan cukup mendalam pada saat perkenalan dengan masing-masing

pribadi, namun kadangkala juga tidak luput dari kesalahpahaman dan

pertengkaran, perbedaan-perbedaan kecil yang dapat menimbulkan konflik

dan permasalahan antara ayah dan ibu. Suami dan istri menjalankan tugas

dan kewajiban mereka bersama dan berinteraksi pada tempat yang sama

dalam kehidupan sehari-hari, sehingga terjadi kontak dan interaksi yang

intensif. Dengan adanya kontak dan interaksi yang intensif tersebut, maka

konflik akan dengan mudah muncul.

  Konflik yang terjadi dalam pernikahan lebih besar jika dibanding

dengan konflik yang terjadi pada aspek kehidupan yang lain, karena bidang-

bidang persoalannya yang lebih mendalam meliputi perasaan, kesenangan,

kepercayaan, serta ditambah lagi masalah seks dengan segala tuntutan dan

liku-likunya.

  Konflik yang terjadi antara suami dan istri bisa disebabkan oleh

banyak hal. Misalnya, seorang istri yang memutuskan untuk bekerja di luar

rumah, untuk menambah penghasilan keluarga atau karena berkeinginan

menjadi wanita karier. istri merasa bingung dalam membuat pilihan antara

menjadi ibu yang baik, yang memenuhi segala kebutuhan anak dan suami,

atau memfokuskan diri dengan pekerjaan dengan konsekuensi harus

mengesampingkan keluarganya. Hal semacam ini yang sering tidak dapat

dimengerti oleh seorang suami. Seorang suami akan merasa tersinggung,

karena ia merasa tidak mampu mencukupi kebutuhan keluarga sehingga

istrinya harus bekerja. Sebaliknya seorang suami mau tidak mau harus selalu

mengikuti perubahan yang terjadi di tempat ia bekerja agar dapat

mempertahankan jabatan dalam pekerjaan, sedangkan istri kurang mengalami

perubahan yang ada di luar rumah karena dia banyak menghabiskan

waktunya di rumah. Istri hanya dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman di

sekitar rumah dan dengan anaknya. Dari sini akan terjadi perbedaan-

perbedaan dalam hal perkembangan hidup. Jika hal ini berlangsung terus-

menerus maka perbedaan akan semakin besar dan akhirnya menimbulkan

  Dobos, Thomas dan Moore (1997) mengungkapkan beberapa hal

yang dapat menimbulkan konflik dalam perkawinan yaitu masalah keuangan,

mengurus anak, adanya perbedan gaya hidup, hubungan dengan teman,

masalah dengan mertua, masalah keagamaan dan masalah politik serta

masalah seks.

  Konflik yang terjadi antara ayah dan ibu harus segera diselesaikan

secepat mungkin. Konflik jika hanya didiamkan saja atau tidak segera dicari

jalan keluarnya akan semakin berkembang. Konflik-konflik yang lain akan

muncul sebagai akibat dari konflik yang tidak terselesaikan tadi. Konflik

akan menjadi semakin kompleks dan semakin sulit untuk diselesaikan.

  Suami dan istri yang tidak dapat menyelesaikan konflik dalam rumah

tangga mereka akan mengalami pertengkaran dan pertentangan yang serius

yang dapat mengganggu aktivitas mereka baik dalam rumah tangga maupun

di tempat mereka bekerja. Hubungan ayah dan ibu akan merenggang,

semakin menjauh dan sulit untuk dipersatukan lagi. Dampak negatif yang

paling buruk dari adanya konflik yang tidak terselesaikan antara ayah dan ibu

adalah terjadinya perceraian.

  Jika perceraian terjadi, bukan hanya pasangan suami istri saja yang

merasakan dampaknya. Anak merupakan korban yang paling banyak

merasakan dampak dari adanya perceraian orang tua mereka (Baron &Byrne,

2005). Selain kekurangan kasih sayang, kurang diperhatikan, anak akan

merasa malu dan minder jika bersama teman-teman yang lain yang memiliki

  Contoh adanya konflik dalam keluarga diungkapkan oleh Emil H.

Tambunan ( 2001). Disini diceritakan ada seorang suami yang telah menikah

selama sepuluh tahun, dan telah dikaruniai tiga orang anak. Namun dalam

waktu 10 tahun terakhir dia tidak bisa menikmati arti sebenarnya berumah-

tangga. Dia merasa bahwa istrinya sangat cerewet dan senang mengkritik.

  

Istrinya akan agresif jika tidak dituruti, dan sering mempermalukan suami di

depan umum, dan mudah tersinggung. Masalah-masalah kecil tersebut,

karena didiamkan oleh sang suami dan selalu mengalah untuk sang istri

selama sepuluh tahun ini menjadi masalah yang besar. Dan bapak tersebut

memutuskan untuk bercerai karena sudah tidak tahan lagi dengan perilaku

istrinya.

  Contoh kasus tersebut menunjukkan bahwa setiap konflik yang

terjadi antara ayah dan ibu harus segera diselesaikan agar jangan sampai

terjadi perceraian. Untuk dapat mengolah, mengatasi, ataupun

menyelesaikan konflik dibutuhkan suatu manajemen konflik.

  Manajemen konflik sendiri dapat diartikan sebagai sebuah tugas

mengolah permasalahan yang timbul akibat adanya salah paham atau

perselisihan yang dilakukan individu atau kelompok (Tjosvold dan Tjosvold,

1995). Manajemen konflik disamakan dengan resolusi konflik atau cara

penanggulangan konflik. Selain itu sering pula disebut cara mengatasi

pertentangan dan perselisihan yang timbul baik dalam diri sendiri , antar

individu maupun antar kelompok (Robbins, 2000). Apabila konflik dapat

  

persetujuan, sedangkan manajemen konflik yang buruk dapat membuat salah

paham dan hubungan makin memburuk.

  Manajemen konflik, dalam penelitian ini, adalah strategi yang

dimiliki ayah atau ibu untuk mengelola, mengatur masalah, mencegah,

mengatasi, ataupun menyelesaikan konflik yang terjadi diantara mereka,

sehingga tidak mengakibatkan gangguan keseimbangan dalam menjalankan

rumah tangga mereka. Konflik yang dimaksud adalah konflik interpersonal

dalam menjalankan peran ayah dan peran ibu dalam keluarga. Di sini,

manajemen konflik digunakan untuk menjaga hubungan baik dengan orang

lain. Hal ini berarti seorang individu membutuhkan kemampuan berinteraksi

secara efektif dengan orang lain di masa depan. Seberapa penting tujuan

pribadi bagi seseorang, dan seberapa penting hubungan baik itu bagi

seseorang hal ini akan terlihat dari cara mereka bereaksi dalam melaksanakan

strategi manajemen konflik (Johnson, 1981).

  Belajar menggunakan strategi manajemen konflik biasanya dimulai

ketika anak-anak, dan berfungsi secara otomatis. Biasanya seseorang tidak

merancang bagaimana kita bereaksi ketika sedang menghadapi konflik, kita

melakukan strategi menghadapi konflik sealamiah mungkin (Chandra, 2000).

  Reaksi setiap individu berbeda dalam menghadapi setiap

permasalahan, karena satu gaya manajemen konflik belum tentu cocok untuk

semua situasi, demikian juga dalam perkawinan. Walaupun seseorang

mempunyai kemampuan untuk mengatasi konflik dengan bervariasi tetapi ia

  

akan mempunyai kecenderungan untuk menggunakan satu gaya manajemen

konflik tertentu (Steven A. Beebe, 1996).

  Reaksi individu dalam menghadapi konflik dalam perkawinan juga

berbeda. Bodenmann (dalam Baron, 1998) mengatakan bahwa seorang laki-

laki cenderung lebih menghindari berbicara mengenai konflik daripada

wanita. Ayah sebagai seorang kepala keluarga yang bertanggung jawab dan

mempunyai kekuasaan dalam memutuskan sesuatu dalam keluarga membuat

ayah lebih sering melakukan tindak kekerasan, baik melalui kata-kata atau

tindakan, dibanding seorang ibu. Seorang wanita cenderung lebih

memperhatikan dan menjaga hubungan baik ketika sedang ada konflik,

sedangkan laki-laki cenderung memperhatikan aturan-aturan yang berlaku

hingga tercapainya kesepakatan bersama (David A Decenzo, 2002)

  Thomas Lavins (1987) meneliti manajemen konflik pada pasangan

suami istri, menemukan perbedaan gender dalam hal memahami perilaku

pasangannnya. Suami dapat menolak permintaan istri untuk berubah,

sedangkan istri harus menuruti permintaan suami untuk berubah.

  Bermacam-macam konflik antara ayah dan ibu serta pentingnya

menggunakan manajemen konflik, membuat penulis ingin mengetahui

bagaimana manajemen konflik yang digunakan ayah dan ibu, dimana

masalah yang mereka hadapi sangat bervariasi dan lebih mudah muncul

karena ayah dan ibu melakukan interaksi yang intensif setiap harinya

sehingga konflik dapat muncul dengan mudah.

B. Perumusan Masalah

  Apakah ada perbedaan manajemen konflik antara suami dan istri?

C. Tujuan Penelitian

  Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris mengenai ada tidaknya perbedaan gaya manajemen konflik antara suami dan istri.

D. Manfaat Penelitian

  Ada dua manfaat yang hendak dicapai dari adanya penelitian ini:

  1. Manfaat Teoritis Memberikan wacana tambahan bagi bidang psikologi, khususnya psikologi keluarga, sehingga hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan literatur untuk penelitian yang lebih relevan di masa yang akan datang.

  2. Manfaat Praktis Sebagai masukan bagi pasangan suami dan istri, agar lebih dapat memahami pasangan mereka, terutama dalam menggunakan manajemen konflik. Agar suami dan istri dapat menggunakan suatu gaya manajemen konflik yang tepat ketika terjadi konflik, sehingga keharmonisan keluarga dapat tercipta.

BAB II LANDASAN TEORI A. Manajemen Konflik

1. Konflik

a. Pengertian konflik

  Konflik merupakan hal yang melekat dalam kehidupan manusia. Setiap individu dalam kehidupannya selalu berperang dengan konflik. Seiring jaman yang semakin maju, konflik akan sering terjadi seiring dengan meningkatnya irama kehidupan sehari-hari dan kegiatan dunia usaha yang berjalan semakin cepat.

  Banyak sekali definisi yang dikemukakan para ahli mengenai konflik. Menurut World Book Dictionary konflik adalah perkelahian, perjuangan, peperangan, ketidaksetujuan, perselisihan, atau pertengkaran. Konflik dapat berujud konflik kecil seperti ketidaksetujuan tapi juga dapat berupa konflik besar seperti peperangan. Kata konflik sebenarnya berasal dari bahasa Latin yaitu Conflictus yang berarti ″menyerang bersama-sama dengan kekuatan″.

  Watkins (dalam Chandra, 1992) berpendapat bahwa konflik dapat terjadi bila terdapat dua hal. Pertama konflik bisa terjadi bila sekurang-kurangnya terdapat dua pihak yang secara potensial dan praktis/ operasional dapat saling menghambat. Secara potensial, praktis operasional, artinya kemampuan tadi bisa diwujudkan dan berada dalam keadaan yang memungkinkan perwujudan secara mudah.

  Artinya bila kedua pihak tidak dapat menghambat atau tidak melihat pihak lain sebagai hambatan, maka konflik tidak akan terjadi. Beliau juga mengungkapkan unsur-unsur yang selalu ada dalam setiap konflik: 1) Adanya ketegangan yang diekspresikan. 2) Adanya sasaran atau tujuan atau pemenuhan kebutuhan yang dilihat berbeda, atau yang sesungguhnya bertentangan.

  3) Kecilnya kemungkinan untuk pemenuhan kebutuhan yang dirasakan.

  4) Adanya kemungkinan bahwa masing-masing pihak dapat menghalangi pihak lain dalam pencapaian tujuannya.

  5) Adanya saling ketergantungan.

  Sementara Daniel Webster (dalam Peg Pickering, 2001) mendefinisikan konflik sebagai persaingan atau pertentangan antara pihak-pihak yang tidak cocok satu sama lain, pertentangan tersebut meliputi pertentangan pendapat, kepentingan, atau pertentangan antarindividu, pertentangan kebutuhan, dorongan, keinginan ataupun tuntutan. Hal senada juga diungkapkan Hardjana (1994) yang mengemukakan bahwa konflik adalah perselisihan, pertentangan, antara dua orang atau kelompok, dimana perbuatan yang satu berlawanan dengan yang satunya sehingga salah satu atau keduanya merasa terganggu.

  Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa konflik adalah perselisihan, pertentangan yang terjadi karena perbedaan persepsi, pertentangan antara dua pendapat, atau lebih yang berkaitan dengan kebutuhan dan hambatan yang dialami baik dalam proses penyesuaian diri dengan perubahan yang terjadi serta adaptasi terhadap tuntutan lingkungan yang tidak selalu dapat dilaksanakan dengan mudah.

b. Jenis-Jenis Konflik

  Konflik bisa terjadi kapanpun, dimanapun dan dengan siapapun, oleh karena itu konflik yang terjadi dalam masyarakat banyak jenisnya. Banyak ahli dari bidang manajemen, psikologi maupun sosiologi mengidentifikasikan konflik menurut jenis-jenisnya.

  Pickering (2000) mengkategorikan konflik menjadi empat jenis konflik yaitu: 1) Konflik Diri Konflik diri adalah gangguan emosi yang terjadi dalam diri seseorang karena ia dituntut menyelesaiakan suatu pekerjaan atau memenuhi suatu harapan sementara pengalaman, minat, tujuan, dan tata nilainya tidak sanggup memenuhi tuntutan, sehingga hal ini menjadi beban baginya. Konflik inipun bisa terjadi apabila satu sama lain. Konfik diri juga mencerminkan perbedaan antara yang diinginkan seseorang dengan apa yang dilakukan untuk mewujudkan perilaku itu. 2) Konflik antar Individu Konflik antar individu adalah konflik yang terjadi antara dua individu. Setiap orang mempunyai empat kebutuhan dasar psikologis yang mana bisa mencetuskan konflik bila tidak terpenuhi. Keempat kebutuhan dasar psikologis tersebut adalah sebagai berikut keinginan untuk dihargai, diperlakukan sebagai manusia, keinginan memegang kendali, keinginan memiliki harga diri yang tinggi, dan keinginan untuk konsisten. Bila keinginan ini tidak terpenuhi maka orang akan cenderung untuk memberikan reaksi membalas, menguasai, mengucilkan diri, atau mengajak bekerjasama. 3) Konflik dalam Kelompok Konflik dalam kelompok adalah konflik yang terjadi antara individu dalam suatu kelompok ( tim, departemen, perusahaan, dan sebagainya).

  4) Konflik antar Kelompok Konflik antar kelompok melibatkan lebih dari satu kelompok (beberapa tim, departemen,organisasi, dsb).

  William Hendricks (2004) menggolongkan konflik menjadi dua interpersonal masih dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu konflik intragroup dan intergroup. Berikut ini penjelasan dari masing-masing konflik: 1) Konflik Intrapersonal

  Konflik intrapersonal melibatkan ketidaksesuaian emosi bagi individu ketika keahlian, kepentingan, tujuan atau nilai-nilai digelar untuk memenuhi tugas-tugas atau pengharapan yang jauh dari menyenangkan.

  2) Konflik Interpersonal Konflik interpersonal lebih banyak diasosiasikan dengan konflik yang terjadi antara satu orang dengan orang lain, namun juga bisa terjadi antara dua orang atau lebih. Konflik interpersonal dibagi ke dalam dua group, yaitu:

  a) Konflik Intragroup adalah konflik yang berada dalam batasan kelompok kecil.

  b) Konflik Intergroup adalah konflik yang menjadi global dan mencakup beberapa kelompok.

  Worchel dan Cooper (1979) juga berpendapat bahwa konflik dapat dibedakan ke dalam dua bagian besar yaitu: konflik intrapersonal dan konflik interpersonal. Konflik intrapersonal timbul akibat ketidaksesuaian antara apa yang diinginkan dengan perkiraan sebelumnya. Sedangkan konflik interpersonal adalah konflik yang

  Konflik yang dibicarakan dalam penelitian ini adalah konflik antar individu (interpersonal) yaitu suami dan istri dalam menjalani kehidupan berkeluarga. Konflik antar pribadi biasanya didasari bahwa setiap individu itu mempunyai perbedaan dan keunikan, di mana dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak ada dua orang individu yang sama persis di dalam aspek-aspek jasmaniah maupun rohaniah (Wahyudi, 2005).

  Demikian pula dengan pasangan ayah dan ibu, kebersamaan mereka memungkinkan mereka bergaul secara dekat dan erat sekali, hal ini memungkinkan terjadinya konflik di antara mereka. Bilamana dua manusia bergaul secara erat dalam relasi pernikahan maka ketergantungan dan perselisihan itu pasti terjadi. Hal ini bisa terjadi karena manusia memiliki perbedaan antara yang satu dengan yang lainnya, antara lain dalam hal keinginan, perasaan, pendapat, sikap,

latar belakang, sudut pandang, nilai-nilai serta interaksi kepribadian.

  Konflik dalam keluarga terjadi jika salah satu anggota keluarga (dalam penelitian ini suami dan istri) tidak setuju dengan kejadian- kejadian dan situasi dalam hidup mereka. Salah satu dari mereka mungkin tidak setuju dengan perilaku yang layak dan harus dimunculkan pasangannya ketika menghadapi situasi tertentu, siapa yang harus melakukan tugas keluarga, bagaimana pendapatan dalam keluarga harus dibagi, atau bagaimana sebuah keputusan harus dibuat. salah satu atau keduanya merasakan adanya suatu perbedaan diantara mereka.

c. Konflik Suami dan Istri

  Perkawinan merupakan salah satu tahap dalam kehidupan manusia yang sangat dinanti-nantikan. Setiap manusia dewasa dan mempunyai pasangan akan melangsungkan perkawinan. Perkawinan menurut Walgito (1984) adalah bersatunya seorang pria dan wanita sebagai suami istri untuk membentuk sebuah keluarga.

  Gunarsa (1990) menyatakan bahwa perkawinan merupakan penyatuan antara dua orang menjadi satu kesatuan yang saling merindukan, saling menginginkan kebersamaan, saling membutuhkan, saling melayani, yang kesemuanya diwujudkan dalam kehidupan yang dinikmati bersama.

  Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa perkawinan adalah bersatunya dua orang menjadi satu kesatuan guna menjadi sebuah keluarga dimana terdapat hak-hak dan kewajiban yang harus dipenuhi guna mencapai kehidupan keluarga yang rukun dan bahagia.

  Perkawinan berusaha menyatukan perbedaan antara dua individu yang melangsungkan perkawinan. Perbedaan tersebut antara lain dalam hal pandangan, pendapat, dan kebiasaan, sifat, latar belakang kehidupan, tujuan hidup dan masih banyak lagi.

  Perbedaan-perbedaan yang mereka bawa sebelum menikah biasanya akan berkembang setelah mereka menjadi suami istri. Banyak sekali perbedaan-perbedaan antara suami dan istri dalam menjalankan keluarga mereka. Peplau & Gordon (1985) mengatakan bahwa istri secara konsisten lebih terbuka pada pasangan mereka daripada suami. Perempuan cenderung lebih mengekspresikan kelembutan, ketakutan, dan kesedihan mereka daripada suami yang menganggap bahwa mengendalikan kemarahan merupakan orientasi yang umum.

  Kepribadian seorang laki-laki dan perempuan juga berbeda (Gunarsa, 2001). Kepribadian perempuan merupakan kesatuan antara aspek emosi, rasio dan suasana hati. Hal ini terlihat dalam hal pengambilan keputusan, wanita mengambil keputusan tanpa didahului pertimbangan dan pemikiran yang masak, namun wanita berhati lembut dan tenang yang mendorongnya rela menderita dan berkorban untuk orang yang dia cintai.

  Laki-laki sesuai dengan kepribadiannya memiliki kewibawaan, sikap dan dan pribadinya mempunyai batasan yang jelas antara pikiran, rasio, emosi, dan suasana hati. Laki-laki lebih mementingkan sesuatu yang dapat diterima oleh akal daripada maslah yang tidak nyata.

  Dalam mengerjakan sesuatu laki-laki terlihat lebih agresif, aktif, namun kurang memiliki kesabaran.

  Pria dalam setiap kegiatannya lebih agresif, aktif dan kurang emosional pasangan mereka, serta tidak mengekspresikan perasaan dan pikiran mereka sendiri. Sementara wanita memiliki kelembutan perasaan, ketenagan, serta kerelaan untuk mengorbankan sesuatu bagi orang yang dia cintai.

  Norman Wright (2004) berpendapat bahwa pada dasarnya emosi pria dan wanita tidak berbeda. Yang membedakan adalah cara pengungkapannya. Pria sangat mengandalkan kemampuan kognitif dan logika, sedangkan wanita sangat mementingkan hubungan dengan orang lain dan berorientasi pada pasangan.

  Tugas dan tanggung jawab yang dijalankan suami dan istri dalam kehidupan rumah tangga juga berbeda pada umumnya peranan ayah dan peranan ibu sudah diatur sedemikian rupa sehingga ibu lebih banyak berhubungan dengan anak dan mempunyai kesibukan rumah tangga di daam rumah. Ayah sebaliknya, lebih banyak melakukan kegiatan di luar rumah.

  Ayah di dalam keluarga mempunyai peran sendiri, diantaranya adalah: 1) Pencari nafkah yang bertugas menyediakan kebutuhan keluarga secara finansial.

  2) Sebagai pendidik. 3) Sebagai pelindung dalam keluarga. 4) Sebagai sahabat, yaitu pemecah masalah yang dapat bersikap

  Peran ayah yang utama sebagai pencari nafkah keluarga sudah

terkondisi dari jaman dahulu. Ayah mempunyai tanggung jawab terbesar

untuk mencukupi segala kebutuhan keluarga, terlebih kebutuhan secara

finansial. Karena itu ayah biasanya bekerja di luar rumah sehingga kurang

mempunyai waktu bersama-sama dengan keluarganya. Waktunya banyak

dihabiskan di kantor tempat ia bekerja (Gunarsa, 2001). Kaum ibu secara

prinsipal bertanggung jawab atas kelangsungan hidup anaknya. Ibu lebih

sering berada di rumah daripada ayah dengan perbandingan 9 dengan 3,2

jam per hari (Singgih D Gunarsa, Ny Singgih D Gunarsa, 2001).

  Sifat seorang ayah yang biasanya tegas, berwibawa dan

bertanggung jawab terhadap keluarganya, akan menjadi contoh yang baik

bagi anak-anaknya. Ayah juga dapat mengatur dan mengarahkan aktivitas

anak. Misalnya menyadarkan anak bagaimana menghadapi lingkungannya

dan situasi di luar rumah. Ia memberi dorongan, membiarkan anak

mengenal lebih banyak, melangkah lebih jauh, menyediakan perlengkapan

permainan yang menarik, mengajar mereka membaca, mengajak anak

untuk memperhatikan kejadian-kejadian dan hal-hal menarik yang terjadi

di luar rumah.

  Sebagai kepala keluarga, seorang ayah harus bisa melindungi

seluruh anggota keluarganya. Ayah merupakan orang pertama yang harus

menghadapi segala ancaman yang mengarah pada keluarga. Ia harus

menciptakan suasana aman dan nyaman bagi keluarganya (Linda Brannon,

  Ayah juga berperan sebagai sahabat bagi anak-anaknya. Ayah

dapat berdiskusi dan berusaha memberikan nasihat-nasihat serta jalan

keluar untuk masalah yang sedang dihadapi. Anak biasanya akan

menceritakan pengalaman-pengalaman yang ia rasakan sepanjang hari,

dan ayah harus menjadi pendengar yang baik ketika anaknya sedang

bercerita (Singgih D Gunarsa, 1994).

  Dalam kehidupan sehari-harinya perempuan sebagai anggota

masyarakat mempunyai beberapa peran sebagai berikut: yang pertama

perempuan sebagai anggota masyarakat mempunyai peran, pekerjaan, dan

karier. Yang kedua perempuan sebagai anggota keluarga yaitu menjadi

anggota keluarga, istri, dan menjadi ibu.

  Perempuan sebagai anggota suatu keluarga mempunyai peran ganda menurut Betty Friedan (dalam Singgih D Gunarsa, 2001) yaitu:

1) Perempuan sebagai anggota keluarga: memberi inspirasi tentang

gambaran arti hidup dan peranannya sebagai perempuan dan anggota keluarga.

2) Perempuan sebagai istri: membantu suami dalam menentukan nilai-

nilai yang akan menjadi tujuan hidup yang mewarnai hidup sehari-hari dan keluarga:

a) Menjadi kekasih suami, menjadi pengabdi dalam membantu meringankan beban suami.

  b) Menjadi pendamping suami, bila perlu membina relasi-relasi dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial, menghadapi, mengatasi masalah baik diatasi sendiri maupun bersama-sama.

c) Menjadi manajer keuangan yang dilimpahkan oleh suami.

  Suami biasanya akan menyerahkan urusan keuangan pada istri untuk mengatur keuangan dalam keluarga, karena perempuan dianggap lebih teliti dan pandai dalam mengatur keuangan. 3) Perempuan sebagai pencari nafkah.

  Perempuan untuk kepuasan diri bisa menunjukkan kemampuannya dengan bekerja. Perempuan yang berambisi tinggi, sesudah menikah bisa juga ingin tetap mengejar karier. Dalam kenyataannya, ada perempuan yang perlu bekerja di luar atau di dalam rumah untuk meringankan beban suami dan menambah keuangan dalam keluarga, atau untuk mengamalkan kemampuannya setelah mempelajari sesuatu yang memberi kepuasan tersendiri, sambil menambah penghasilan keluarga.

  4) Perempuan sebagai Ibu Rumah Tangga Sebagai ibu rumah tangga perempuan mengatur seluruh kehidupan dan kelancaran rumah tangga, selain itu juga mengatur dan mengusahakan suasana rumah yang nyaman.

  5) Perempuan sebagai ibu bagi anak.

a) Menjadi model tingkah laku anak yang mudah diamati dan

  b) Menjadi pendidik: memberi pengarahan, dorongan dan pertimbangan bagi perbuatan-perbuatan anak untuk membentuk perilaku.

  c) Menjadi konsultan: memberi nasihat, pertimbangan, pengarahan, dan bimbingan.

  d) Menjadi sumber informasi: memberikan pengetahuan, pengertian dan penerangan.

  Sebagai sepasang suami istri, keduanya harus dapat mengesampingkan perbedaan-perbedaan tersebut dan lebih memperhatikan kesatuan yang harmonis yang meliputi kesatuan dalam sikap dan pandangan dalam menjalankan rumah tangga mereka.

  Hornby (dalam Walgito,1984) menyatakan pria dan perempuan disatukan dalam sebuah pernikahan dan mendapatkan status baru sebagai suami dan istri. Pasangan suami dan istri tinggal bersama dan keduanya saling mempengaruhi dan bergantung satu sama lain.

  Kebersamaan ini memungkinkan mereka begaul secara dekat dan erat sekali, sekurang-kurangnya dua belas sampai lima belas jam sehari.

  Bilamana dua manusia harus bergaul secara erat seperti dalam relasi pernikahan maka ketergantungan dan perselisihan itu pasti terjadi. Hal ini disebabkan manusia berbeda satu dan lainnya, antara lain hal keinginan, perasaan, pendapat, sikap latar belakang, sudut pandang, nilai-nilai, kebutuhan interaksi, kepribadian. Keharusan untuk bergaul melakukan interaksi dan kontak yang intensif. Dengan demikian konflik mengenai berbagai masalah dalam kehidupan mereka relatif mudah terjadi. Jika dua orang hidup bersama-sama sebagai pasangan, maka konflik akan meningkat atau ada kebutuhan-kebutuhan yang tidak terpenuhi. Akibatnya pasangan akan kecewa, frustasi dan merasa tidak puas sehingga dapat menyulut pertengkaran.

  Konflik dalam keluarga terjadi jika salah satu anggota keluarga ( dalam penelitian ini suami dan istri) tidak setuju dengan kejadian- kejadian dan situasi dalam hidup mereka. Salah satu dari mereka mungkin tidak setuju dengan perilaku yang layak, yang harus dimunculkan pasangannya ketika menghadapi situasi tertentu. Misalnya siapa yang harus melakukan tugas keluarga,bagaimana pendapatan dalam keluarga harus diatur, atau bagaimana sebuah keputusan harus dibuat Adapun masalah-masalah yang sering timbul antara suami istri dalam sebuah keluarga biasanya berhubungan dengan masalah pribadi suami istri yang meliputi masa lampau mereka dan masa depan selanjutnya, masalah pribadi suami istri dengan ipar dan mertua, masalah nafkah serta pekerjaan ( Singgih D Gunarsa, 1994).

  Robby I Chandra (1992) berpendapat bahwa faktor penyebab timbulnya masalah dalam keluarga yang menyebabkan kegoncangan berasal dari suami istri itu sendiri atau pengaruh dari salah satu orang tua dari kedua belah pihak suami atau istri. Adapun timbulnya ketegangan yang bersumber dari suami istri antara lain: 1) Kurangnya saling pengertian antar suami istri karena kurangnya kemauan untuk mempelajari diri sendiri dan orang lain.

  2) Kurang terbuka mengenai masalah tersembunyi yang belum terselesaikan.

  3) Adanya kecurigaan baik dari pemakaian uang, maupun dari segi hubungan intim dengan orang luar.

  4) Ketidakmauan suami untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani keluarga.

  5) Ketidakmampuan suami membimbing istri dan anggota keluarga karena sibuk dalam tugasnya sehingga istri berperan dalam rumah tangga, atau suami pendiam dan istri sebaliknya. 6) Ketidakpuasan suami terhadap pelayanan istri, misalnya dalam hal penyediaan makanan, kurang mengetahui selera suami, atau dalam hal pelayanan seks. 7) Ketidakpuasan suami terhadap kemampuan istri. Misalnya pendapatan suami lebih tinggi sehingga dia akan cenderung menguasai atau menggurui, istri bersifat boros dalam pembelanjaan sehingga gaji defisit.

  8) Ketidakpuasan istri terhadap pelayanan suami. Suami terlalu

berkuasa sehingga istri merasa harus selalu tunduk pada suami.

  Apabila dikelompokkan segala macam masalah antara suami dan istri dalam sebuah keluarga tadi dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1) Masalah pribadi suami istri yang menyangkut masa lampau mereka dan masa depan yang akan dijalani mereka.

2) Masalah pribadi suami istri yang memasuki lingkungan keluarga baru yaitu bersama dengan ipar, kakak, adik, dan lain-lain.

  3) Masalah yang berhubungan dengan keluarga baru dan rencananya akan dibentuk, meliputi hari depan, pendidikan dan perkembangan anak.

  Dalam survey internasional Gurin, dkk (dalam Sears dkk, 1992) 45% orang yang sudah menikah mengatakan bahwa dalam kehidupan bersama akan muncul berbagai masalah. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa konflik akan selalu muncul pada hubungan yang dirasa amat istimewa sekalipun. Selanjutnya dikemukakan bahwa 32% pasangan yang menilai pernikahan mereka sangat membahagiakan melaporkan bahwa mereka juga pernah mengalami pertentangan, oleh karena itu dapat dikatakan konflik merupakan hal yang wajar terjadi dalam kehidupan pernikahan. Bahkan konflik yang terjadi dalam kehidupan pernikahan lebih besar dibanding konflik yang terjadi pada aspek kehidupan lain, karena bidang-bidang persoalannya lebih mendalam meliputi perasaan,kesenangan, kepercayaan, serta

  Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa konflik yang terjadi pada pasangan suami istri merupakan hal yang wajar karena mereka berinteraksi sehari-hari dan masing-masing manusia mempunyai latar belakang, sudut pandang, nilai-nilai maupun kebutuhan yang berbeda, yang dapat mengakibatkan perbedaan persepsi, kegagalan dalam berkomunikasi, serta dapat menimbulkan konflik pada pasangan suami istri.

  Disamping itu juga sifat yang dibawa masing-masing baik suami atau istri yang berbeda, jika tidak cepat beradaptasi juga akan menimbulkan konflik diantara pasangan tersebut. Misalnya saja dalam penelitian yang dilakukan oleh Dr. Carol N Jacklin dan Dr. Eleanor E.

  Maccoby (dalam Norman Wright, 2004) mengungkapkan adanya pebedaan jenis kelamin ditinjau dari sudut psikologi menyebutkan bahwa perempuan lebih dapat mengekspresikan emosi dan berempati atau berbelaskasihan saat menanggapi perasaan orang lain. Sementara kebanyakan laki-laki tidak memiliki kosa-kata yang cukup untuk mengungkapkan perasaannya. Mereka merasa tidak nyaman bila harus mengutarakan kegagalan, kecemasan, atau kekecewaan mereka.

  Sebagai pasangan suami istri sebaiknya mereka mulai mempelajari sifat-sifat tersebut sehingga dalam keluarga dapat terjalin komunikasi yang baik, untuk dapat menyelesaikan masalah-maslah keluarga dengan baik. Karena hal-hal atau sifat kecil yang berbeda dalam hubungan suami istri dapat memicu timbulnya suatu konflik antara suami istri (H. Norman Wright, 2004).

2. Manajemen Konflik a Pengertian Manajemen Konflik

  Konflik tidak hanya harus diterima dan dikelola dengan baik, tetapi juga harus didorong, karena konflik merupakan kekuatan untuk mendapatkan perubahan dalam suatu lembaga atau kelompok (Hardjana, 1994). Edelmen, R.J. dalam (Wahyudi, 2005) menegaskan bahwa, jika konflik dikelola secara sistematis dapat berdampak positif yaitu, memperkuat hubungan kerjasama, meningkatkan kepercayaan diri, mempertinggi kreativitas dan produktivitas serta meningkatkan kepuasan kerja. Oleh karena itu kemampuan manajemen konflik sangat penting untuk diperhatikan Manajemen konflik sendiri dapat diartikan sebagai tugas mengelola suatu permasalahan yang timbul akibat salah paham atau perselisihan yang dilakukan oleh individu atau kelompok. Apabila dapat diatasi dengan baik maka hubungan akan meningkat dan mencapai persetujuan. Sedangkan manajemen konflik yang buruk dapat membuat semakin salah paham dan membuat buruknya hubungan interpersonal (Johnson&Johnson, 1994).

  Sedangkan tujuan dari adanya manajemen konflik tersebut adalah mencapai kinerja yang optimal dengan cara memelihara konflik yang selanjutnya dalam mencapai tujuan yang diperjuangkan dan menjaga hubungan pihak-pihak yang terlibat konflik agar tetap baik (Hardjana, 1994).

b. Gaya-gaya Manajemen Konflik

  Orang yang terlibat dalam situasi konflik memiliki gaya manajemen konflik yang berbeda-beda. Masing-masing individu dapat menggunakan beberapa macam gaya, namun seringkali hanya gaya tertentu yang digunakan seseorang (Killman&Thomas, 1992).

  Setiap orang dapat menggunakan manajemen konfik yang bervariasi tergantung pada situasinya. Suatu gaya manajemen konflik mungkin cocok untuk satu situasi, tetapi belum tentu cocok untuk situasi yang lain. Tetapi biasanya seseorang akan memiliki kecenderungan untuk menggunakan satu gaya manajemen konflik tertentu (David. A. Decenzo, 1997)

  William Hendrick (1992) menyamakan istilah teknik penyelesaian konflik dengan gaya atau style manajemen konflik yang dapat diterapkan dalam menyelesaikan konflik. Ada lima macam cara dalam menghadapi konflik yang terjadi yaitu:

1) Penyelesaian konflik dengan cara mempersatukan (integrating) Penyelesaian konflik dengan cara integrating yaitu, pihak-pihak yang terlibat konflik melakukan tukar-menukar informasi. Kedua belah pihak mempunyai keinginan untuk mengamati perbedaan dan berkonflik. Penyelesaian konflik dengan mempersatukan mendorong munculnya kreativitas yang bersangkutan. Kelemahan gaya penyelesaian ini adalah membutuhkan waktu yang lama dan dapat menimbulkan kekecewaan karena penalaran dan perimbangan rasional seringkali dikalahkan oleh komitmen emosional untuk suatu posisi.

  2) Strategi kerelaaan untuk membantu (obliging) Strategi ini berperan untuk mengurangi perbedaan antar kelompok dan mendorong pihak-pihak yang terlibat konflik untuk mencari- cari persamaan. Perhatian pada orang atau kelompok lain, akan menyebabkan seseorang merasa puas karena keinginannya dipenuhi oleh pihak lain, walaupun salah satu pihak harus mengorbankan sesuatu yang penting baginya. Gaya semacam ini dapat digunakan sebagai strategi yang sengaja untuk mengangkat atau membuat pihak lain merasa lebih baik dan senang terhadap suatu isu.

  3) Teknik dominasi (dominating) Teknik ini merupakan kebalikan dari gaya obliging, menekankan pada kepentingan diri sendiri. Kewajiban sering diabaikan demi kepentingan pribadi atau kelompok dan cenderung meremehkan kepentingan orang lain. Teknik dominasi sangat efektif apabila suatu keputusan harus diambil secara tepat.

  4) Teknik menghindar (avoiding) Salah satu strategi dalam pengendalian konflik dengan cara menghindari suatu permasalahan. Pihak yang menghindar dari konflik tidak menempatkan suatu nilai pada diri sendiri atau orang lain. Gaya menghindar berarti menghindar dari tanggung jawab atau mengelak dari suatu isu konflik, menghindar dengan lawan konfliknya, menekan konflik yang terjadi. Aspek negatif dari gaya ini adalah melemparkan masalah pada orang lain, atau mengesampingkan masalah.

5) Gaya penyelesaian konflik dengan cara kompromi (compromising)

Gaya ini dikategorikan efektif bila isu konflik mempunyai kekuatan yang berimbang. Teknik kompromi dapat menjalin pilihan bila metode lain gagal dan kedua pihak mencari jalan tengah. Pada kompromi masing-masing pihak rela memberikan sebagian kepentingannya (win-win solution). Kompromi dapat berarti membagi perbedaan atau bertukar sesuatu, masing-masing bersedia mengorbankan sesuatu agar tercapai penyelesaian. Dalam gaya ini dibutuhkan keahlian untuk bernegosiasi dan tawar- menawar.

  Jika digambarkan maka, lima gaya manajemen konflik yaitu Menghindar, Dominasi, Membantu, Kompromi, dan Mempersatukan

menurut William Hendricks (1992) tersebut adalah sebagai berikut:

  Diagram 1. Gaya Manajemen Konflik menurut William Hendrick (1992) Sedangkan startegi manajemen konflik menurut Johnson & Johnson (1994) dibedakan menjadi lima macam strategi yang sealnjutnya akan disebut gaya, yang berdasarkan pada seberapa penting hubungan baik itu bagi seseorang. Adapun kelima gaya tersebut adalah: 1)

  ″The Turtle″ atau ″Withdrawing″ Orang yang menggunakan gaya manajemen konflik ini selalu berusaha bersembunyi untuk menghindari konflik. Mereka menyerahkan tujuan pribadinya dan hubungan baiknya. Mereka tetap menjauh dari permasalahan yang menjadi konflik dan menjauh dari orang yang berkonflik dengannya.

  2) ″The Shark″ atau ″Forcing″ Orang dengan gaya manajemen konflik ini mencoba untuk melawan menggunakan kekuatan penuh dengan cara mengancam sangatlah penting baginya dan hubungan baik tidaklah penting baginya.. Mereka berpendapat bahwa konflik hanya dapat dimenangkan oleh salah satu pihak dan pihak yang lain harus kalah. Kemenangan bagi mereka memberikan rasa kebanggaan dan keberhasilan, sedangkan kekalahan akan memberikan rasa kelemahan dan kegagalan serta tidak puas. Mereka selalu mencoba untuk menyerang, menunjukkan kekuasaan, dan mengintimidasi (menekan) orang lain.

  3) ″Teddy Bear″ atau ″Smoothing″ Bagi orang yang menggunakan gaya

  ″Teddy Bear″ hubungan baik adalah kepentingan yang utama, kemudian mengenai tujuan mereka sendiri tidaklah begitu penting baginya. Orang dengan gaya ini ingin diterima dan disukai orang lain. Mereka berpikir bahwa konflik seharusnya dihindari demi anugerah keharmonisan dan percaya bahwa konflik dapat didiskusikan tanpa merusak hubungan baik. Mereka takut bahwa jika konflik berlanjut akan mengakibatkan salah satu terluka dan menyebabkan hancurnya hubungan baik. Mereka menyerahkan tujuan mereka demi menjaga hubungan baik, juga ingin mencoba meluluhkan ketegangan akibat konflk tanpa merusak hubungan orang lain. Mereka menyatakan atau menyerahkan tujuannya dan membiarkan orang lain akan menyukai dirinya. Mereka hanya ingin membuat konflik mereda, karena mereka takut kalau-kalau nanti konflik ini akan merugikan hubungan baik.

  4) ″The Fox″ atau ″Compromising″ Orang dengan gaya manajemen konflik ini senang memperhatikan tujuannya dan juga hubungan baik mereka dengan orang lain.

  Mereka selalu mencoba untuk bekerjasama dengan orang lain untuk memecahkan masalah akibat konflik. Mereka menyerahkan sebagian tujuan mereka dan membujuk orang lain menyerahkan sebagian tujuannya juga. Mereka juga mencoba solusi konflik dimana semua pihak mendapatkan sesuatu dan berada di tengah- tengah di antara dua posisi ekstrem (kanan-kiri). Mereka berkeinginan untuk mengorbankan sebagian tujuan mereka dan hubungan baik mereka, tapi sisi lain demi menemukan persetujuan bersama yang berakibat baik bagi semua pihak.

  5) ″The Owl″ atau ″Confronting″ Kelompok orang dengan gaya manajemen konflik

  ″The Owl″ lebih menghargai tujuan mereka sendiri dan hubungan baik mereka.

  Mereka memandang konflik sebagai permasalahan yang harus diselesaikan dan dicarikan solusi yang berguna bagi tujuan mereka sendiri dan orang lain, demi memperbaiki hubungan baik. Mereka mencoba untuk mulai berdiskusi, meneliti tentang konflik yang menjadi permasalahan dengan mencoba solusi yang memuaskan sampai solusi terbaik ditemukan demi mencapai tujuan mereka dan orang lain. Selain itu mereka tidak akan puas sampai

ketegangan dan perasaan buruk ditenangkan kembali.

Penelitian ini akan menggunakan gaya manajemen konflik yang dikemukakan oleh William Hendricks (1992) yang menampilkan lima gaya manajemen konflik yaitu: mempersatukan, membantu, dominasi, kompromi, dan menghindar. Dengan melihat kecenderungan para suami dan istri dalam menggunakan manajemen konflik diharapkan dari hasil penelitian akan mengetahui apakah ada perbedaan manajemen konflik antara suami dan istri.

B. Perbedaan Manajemen Konflik Suami-Istri

  Laki-laki dan perempuan yang memutuskan untuk mengikatkan diri menjadi satu kesatuan guna membentuk suatu keluarga yang baru dan menjadi sepasang suami istri. Masing-masing, baik suami dan istri memiliki perbedaan dalam beberapa hal diantaranya perbedaan sifat, latar

belakang kehidupan, tugas dan tanggung jawab, dan masih banyak lagi.

  Istri lebih ekspresif dan berperasaan daripada suami dalam pernikahan (Blumstein & Schwart, !983). Istri lebih terbuka mengenai segala sesuatu yang sedang dia alami. Perempuan akan cenderung lebih mengekspresikan kelembutan, ketakutan, dan kesedihan daripada pasangan mereka.

  Selain itu juga terdapat perbedaan gender yang kuat dalam hal

  

banyak daripada suami (Warner, 1986) . sebagian besar istri melakukan

pekerjaan rumah tangga dua atau tiga kali lipat dari yang dilakukan oleh

suami. Bahkan hanya 10% suami yang melakukan pekerjaan rumah tangga

sebanyak istri mereka. Suami lebih banyak menghabiskan waktu mereka

di tempat kerja.

  Dalam kehidupan rumah tangga suami dan istri saling mendorong

dan saling mengisi dalam menangani berbagai pekerjaan sehinga suatu

pekerjaan itu nampak bukan sebagai beban. Tetapi ketika terjadi

perubahan, pertentangan emosional, sosial, semangat dan kemunduran

ekonomi maka dapat menimbulkan permasalahan (Save M Dagun, 1990).

Untuk membina hubungan akrab antara suami dan istri diperlukan tekad

baik dan derajad toleransi yang tinggi untuk dapat mengatasi berbagai

masalah.

  Permasalahan yang timbul biasanya disebabkan karena masing-

masing suami dan istri saling bertentangan. Misalnya saja ayah atau suami

harus selalu mengikuti dan menyesuaikan diri pada setiap perubahan yang

terjadi di tempat ia bekerja untuk mempertahankan kedudukan dan

posisinya. Suami mengalami suatu proses hidup psikis yang lebih dinamis,

yang akhirnya tidak sesuai lagi dengan hidup psikis istri, karena istri hanya

tinggal di rumah dan kurang mengikuti perubahan-perubahan yang

terjadi di lingkungan luar rumah. Perbedaan perkembangan tersebut

membuat jarak makin membesar sehingga membentuk jurang yang

  

menimbulkan masalah yang pelik dalam keluarga (Astuti dalam Miniatrix,

2003).

  Ibu yang memutuskan untuk menjadi perempuan karier dengan

alasan untuk menopang keuangan keluarga juga memiliki kebimbangan di

mana ia harus menentukan seberapa banyak ia harus meluangkan waktu

bersama anak dan keluarga disamping ia juga harus menyisihkan waktu

untuk pekerjaannya. Sebagai seorang suami jika istri bekerja sering merasa

diremehkan. Ia merasa istrinya tidak puas dengan penghasilan keluarga

yang otomatis meremehkan dirinya sebagai pencari nafkah. Selain itu

anak- anak juga kekurangan kasih sayang dan rumah kurang terawat

(Slameto, 2003).

  Konflik yang terjadi antara suami dan istri harus segera dicari jalan

keluarnya, dan sebisa mungkin jangan menunda penyelesaian konflik. Jika

konflik hanya didiamkan saja dan tidak dicari jalan keluarnya maka

konflik akan meruncing dan semakin sulit untuk mengatasinya.

  Untuk mencegah terjadinya permasalahan yang berlarut-larut yang

akhirnya menuju pada perceraian, masing-masing individu harus memilki

manajemen konflik yang tepat. Berbeda orang menggunakan manajemen

konflik dengan cara yang berbeda pula. Setiap orang mempunyai

kemampuan untuk menggunakan berbagai macam gaya manajemen

konflik, tetapi tetap saja mempunyai kecenderungan untuk menggunakan

salah satu gaya manajemen konflik (David. A. Decenzo, 1992). Tidak ada

  

Pickering, 2000), oleh karena itu penting untuk mengembangkan

kemampuan menggunakan setiap gaya manajemen konflik sesuai dengan

situasi.

  Manajemen konflik pada manusia berdasarkan kedua jenis

kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan menurut Cancian (1987)

menyatakan bahwa perempuan lebih berhasrat untuk menghindari konflik

dan memelihara hubungan baik mereka daripada laki-laki. Selain itu

perempuan merasa bertanggung jawab untuk memelihara hubungan

tersebut. Blomstein&Schwartz (1983), menambahkan bagaimanapun

perempuan lebih mempermasalahkan, membenci yang mereka hadapi,

tetapi tetap berusaha untuk berbuat hal yang benar. Pada saat memberikan

penjelasan, perempuan memiliki kecenderungan menggunakan

perbandingan untuk memenangkan pendapat mereka. Namun demikian

perempuan lebih memilih untuk menghindari konflik bila hal tersebut

mungkin untuk dilakukan untuk menjaga hubungan mereka. Ketika

konflik menghasilkan kekerasan, maka wanita akan cenderung merasa

disakiti daripada laki-laki.

  Hal ini didukung pendapat (Brannon, 1999) yang berpendapat

bahwa dalam menghadapi konflik, perempuan menggunakan gaya

manajemen konflik dengan pemikiran-pemikiran, supaya hubungan

mereka tetap terpelihara. Perempuan memiliki ruang untuk menghindari

konflik atau menggunakan pertimbangan emosi untuk menangani konflik.

  

Ketika konflik menghasilkan kekerasan, perempuan mungkin lebih terluka

daripada laki-laki pada saat terjadi konfrontasi.

  Sementara Borisoff & Victor (1989) mengemukakan bahwa

sesungguhnya ketrampilan berkomunikasi berguna untuk mengemukakan

efektivitas manajemen konflik termasuk di dalamnya keterbukaan,

keterusterangan, asertif, empati, kredibel, fleksibel, bisa mendengarkan

secara aktif. Banyak asumsi tentang bagaimana perempuan dan laki-laki

berbeda dalam segala hal. Salah satunya adalah H. Norman Wright (2004)

yang menyatakan bahwa pria dan perempuan berbeda dalam cara berpikir,

bertindak, menghadapi, dan lain-lain. Perbedaan-perbedaan tersebut dapat

saling melengkapi, tetapi kerap kali menimbulkan konflik dalam

pernikahan.

  Perbedaan antara laki-laki dan perempuan yang juga menyangkut

bagaimana laki-laki dan perempuan berbeda dalam menghadapi konflik

diungkapkan pula oleh David A. Decenzo (1997), yang menyebutkan

bahwa perempuan menjalin hubungan untuk mendapatkan kedekatan,

sedangkan laki-laki menjalin hubungan untuk mencapai tujuan tertentu.

Perempuan selalu menjaga hubungan interpersonal agar dinamis untuk

memeperoleh hubungan yang sehat sedangkan laki-laki kurang

memeperhatikan hubungan yang dinamis. Perempuan selalu

memperhatikan kepentingan bersama, sedangkan laki-laki cenderung

melindungi kepentingannya sendiri. Ketika terjadi konflik perempuan akan

  

berusaha untuk tetap menjaga hubungan baik, sebaliknya laki-laki akan

terpaku pada aturan hingga kesepakatan bersama tercapai.

  Banyak penelitian telah membuktikan banyak hal seperti di atas,

misalnya laki-laki lebih mendengarkan daripada memberikan pendapat.

  

Salah satu diantarnya adalah penelitian yang dilakukan Thomas Levin

(1987) yang meneliti tentang manajemen konflik pada pasangan.

  

Penelitian ini menemukan bahwa ada perbedaan gender dalam hal suami

istri meminta untuk memahami perilaku masing-masing pasangannya.

  

Dalam hal ini suami-suami dapat menolak permintaan istri-isri mereka

untuk berubah karena perilaku laki-laki mencerminkan ciri kepribadian

yang tidak berubah. Sedangkan para istri harus bisa berubah sebagai

respon terhadap permintaan suami karena perilaku perempuan mudah

berubah. Keyakinan suami terhadap manajemen konflik memberikan

mereka kekuatan lebih dalam hubungan, mereka dapat meminta haknya

berubah tetapi tidak layaknya dapat disuruh berubah.

C. HIPOTESA

  Hipotesa penelitian dari penelitian ini adalah ada perbedaan manajemen konflik antara suami dan istri yang meliputi:

  

1. Ada perbedaan Gaya Manajemen Konflik Menghindar antara suami

dan istri.

  

2. Ada perbedaan Gaya Manajemen Konflik Dominasi antara suami dan

istri.

  

3. Ada perbedaan Gaya Manajemen Konflik Membantu antara suami dan

istri.

  

4. Ada perbedaan Gaya Manajemen Konflik Kompromi antara suami dan

istri.

  

5. Ada perbedaan Gaya Manajemen Konflik Mempersatukan antara

suami dan istri.

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian komparasional, yang berbentuk

  perbandingan dari dua sampel atau lebih. Penelitian ini termasuk penelitian komparatif karena ingin melihat apakah ada perbedaan manajemen konflik antara suami dan istri.

B. Identifikasi Variabel Penelitian

  Penelitian ini menggunakan dua variabel. Variabel-variabel tersebut adalah:

  1. Variabel Bebas Variabel bebas adalah variabel yang menjadi sebab kemunculan dari variabel terikat (Kerlinger, 1996). Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah suami dan istri.

  2. Variabel Tergantung Variabel tergantung sering disebut variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Dengan demikian variabel terikat dipandang sebagai konsekuensi variabel bebas (Kerlinger, 1996). Variabel terikat

C. Definisi Operasional

  Definisi operasional melekatkan arti pada suatu variabel dengan cara

menetapkan kegiatan-kegiatan atau tindakan-tindakan yang perlu untuk

mengukur variabel itu. Definisi semacam itu memberikan batasan atau arti

suatu variabel dengan merinci hal yang harus dikerjakan oleh peneliti untuk

mengukur variabel tersebut.

  Definisi operasional dari variabel-variabel yang dipakai dalam penelitian ini adalah:

  1. Suami dan Istri Suami adalah laki-laki dewasa yang telah melangsungkan perkawinan secara resmi menurut hukum dan agama.

  Istri adalah perempuan dewasa yang telah melangsungkan perkawinan secara resmi menurut hukum dan agama.

  2. Manajemen Konflik Manajemen konflik adalah suatu kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing individu, dalam hal ini ayah dan ibu, untuk mengelola, mengatur masalah, mencegah, mengatasi, ataupun menyelesaikan konflik yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari pasangan suami istri tersebut. Masalah-masalah tersebut antara lain masalah pribadi suami dan istri yang meliputi masa lampau dan masa depan mereka, masalah pribadi suami istri dengan mertua dan anggota keluarga lain, masalah nafkah serta pekerjaan, masalah anak. Cara individu untuk mengolah konflik yang terjadi disebut adalah lima gaya manajemen konflik menurut William Hendricks (1992). Kelima gaya manajemen konflik tersebut adalah: Manajemen Konflik Menghindar, Manajemen Konflik Dominasi, Manajemen Konflik Membantu, Manajemen Konflik Kompromi, dan Manajemen Konflik Mempersatukan.

D. Subjek Penelitian

  Subjek dalam penelitian ini adalah pasangan suami dan istri yang telah melangsungkan pernikahan secara resmi menurut agama maupun hukum dan yang bertempat tinggal di tiga desa yang telah ditentukan oleh penulis yaitu dusun Ngagul-agulan, Jetis Depok dan Ngaranan. Subjek yang akan dipakai dalam penelitian ini adalah pasangan suami istri yang memenuhi persyaratan- persyaratan sebagai berikut:

  1. Memiliki anak Karena dengan adanya anak dimungkinkan bertambahnya konflik antara suami dan istri.

2. Salah satu pasangan harus memiliki pekerjaan tetap.

  Karena dengan adanya pekerjaan maka tangung jawab akan bertambah bukan hanya dalam keluarga, tetapi juga di tempat kerja. Bertambahnya tangung jawab memungkinkan timbulnya konflik.

  3. Latar belakang pendidikan Karena lokasi pengambilan sampel adalah masyarakat yang tinggal di dusun, dikhawatirkan subjek ada sebagian yang tidak bisa baca dan tulis, maka di sini akan dipilih subjek yang memiliki latar belakang pendidikan SMP, SLTA, PT atau yang sederajat.

E. Metode Pengumpulan Data

  Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini mencakup dua hal yaitu: identitas diri subjek, serta skala manajemen konflik yang dipakai suami istri dalam menghadapi konflik yang ada tersebut.

  Identitas diri subjek didapat dari lembar daftar isian yang diberikan kepada subjek bersamaan dengan dibagikannya skala manajemen konflik.

  Adapun isi dari lembar identitas diri adalah untuk mengetahui nama, jenis kelamin, jumlah anak, latar belakang pendidikan, dan pekerjaan.

  Skala merupakan salah satu alat ukur psikologis yang lebih banyak dipakai untuk mengukur aspek afektif (Azwar, 2002). Skala berupa pernyataan atau pertanyaan yang tidak langsung mengukur atribut yang hendak diukur, melainkan mengungkap indikator perilaku atribut yang bersangkutan.

  Sedangkan respon subjek untuk suatu skala tidak diklasifikasiksan sebagai jawaban salah atau benar. Semua jawaban dapat diterima sepanjang diberikan secara sungguh-sungguh, hanya saja jawaban yang berbeda akan diinterpretasikan berbeda pula.

  Dalam penelitian ini alat pengumpul datanya berupa skala manajemen konflik. Skala ini terdiri dari 100 item manajemen konflik. Item-itemnya berupa pernyataan yang di dalamnya terdapat 50 item favorable dan 50 item lagi unfavorable. Tiap-tiap gaya manajemen konflik yaitu Menghindar,

  

masing 20 item (10 favorabel dan 10 unfavorabel). Skala ini menggunakan 4

alternatif jawaban yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS),

Sangat Tidak Setuju (STS). Pemberian skor yang digunakan adalah sebagai

berikut: untuk item yang favorable, penilaian bergerak dari angka empat

sampai dengan angka satu. Jawaban SS= 4, S= 3, TS= 2, STS=1. Sedangkan

untuk pernyataan yang unfavorable maka sebaliknya, penilaian bergerak dari

angka satu ke angka empat, SS= 1, S=2, TS= 3, STS=4. Untuk lebih jelasnya

dapat dilihat pada tabel berikut ini:

   Mengorbankan sesuatu yang penting bagi dirinya.

  20

  5 Gaya Manajemen Konflik Mempersatukan

  20

  20

   Semua pihak mengorbankan sesuatu, namun juga menerima sesuatu.

  4 Gaya manajemen Konflik Kompromi  Antara menempatkan nilai pada diri

sendiri dan orang lain berada pada

tingkat yang sejajar.

  20

  20

  3 Gaya Manajemen Konflik Membantu  Menempatkan nilai yang tinggi bagi orang lain.

  Tabel 1

Blue Print Skala Manajemen konflik

No Komponen Jumlah

  20

  20

   Memaksa orang lain mengikuti dirinya.

  2 Gaya Manajemen Konflik Dominasi  Menekankan pada kepentingan diri sendiri.

  20

  20

   Menghindar dari tanggung jawab, lari dari masalah yang dihadapi.

  1 Gaya Manajemen Konfik Menghidar  Tidak menempatkan nilai pada diri sendiri dan orang lain.

  Item %

  20 orang lain.

 Mengamati perbedaan dan mencari

solusi yang dapat diterima oleh semua.

  Jumlah 100 100 Tabel. 2 Spesifikasi Skala Manajemen Konflik Nomor Butir Manajemen Konflik Favorable Unfavorabel Jml

  20 Kompromi 4, 14, 24, 34, 44, 54, 64, 74, 84, 94 9, 19, 29, 39, 49,

  Validitas sangat diperlukan untuk mengukur apakah skala psikologi mampu menghasilkan data yang akurat sesuai dengan tujuan ukurnya. Skala

  20 Total 100 100

  20

  60, 70, 80, 90, 100

  20 Mempersatukan 5, 15, 25, 35, 45, 55, 65, 75, 85, 95 10, 20, 30, 40, 50,

  20

  59, 69, 79, 89, 99

  20

  % Menghindar 1, 11, 21, 31, 41, 51, 61, 71,81, 91

  58, 68, 78, 88, 98

  20 Membantu 3, 13, 23, 33, 43, 53, 63, 73, 83, 93 8, 18, 28, 38, 48,

  20

  57, 67, 77, 87, 97

  20 Dominasi 2, 12, 22, 32, 42, 52, 62, 72, 82, 92 7, 17, 27, 37, 47,

  20

  6, 16, 26, 36, 46, 56, 66, 76, 86, 96

F. Validitas dan Reliabilitas

  

dibatasi dengan jelas, secara teoritik akan valid (Azwar, 1999). Ada dua unsur

dalam prinsip validitas yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain,

yaitu:

  

1. Unsur kejituan, tentang seberapa jauh alat pengukur dapat mengungkap

gejala atau bagian gejala yang hendak diukur.

  

2. Unsur ketelitian, tentang seberapa jauh alat pengukur memberikan

kecermatan yang diteliti dengan jelas.

  Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi, yang

menunjuk sejauh mana item-item dalam alat ukur mencakup keseluruhan

kawasan uji objek yang hendak diukur, yang akan diperoleh melalui analisis

rasional dan professional judgement (Azwar, 1999). Analisis ini dilakukan

dengan cara analisis rasional dan professional judgement yang dilakukan

peneliti bersama dosen pembimbing.

  Reliabilitas sebenarnya mengacu pada konsistensi atau keterpercayaan

hasil ukur, yang mengandung makna kecermatan pengukuran. Pengukuran

yang tidak reliabel akan menghasilkan skor yang tidak dapat dipercaya karena

perbedaan skor yang terjadi antara individu lebih ditentukan oleh faktor eror

(kesalahan) daripada faktor perbedaan yang sesungguhnya. Pengukuran yang

tidak reliabel tentu tidak akan konsisten pula dari waktu ke waktu (Azwar,

1999).

  Kerlinger (1996) menjabarkan reliabilitas adalah cara mengukur

himpunan objek yang sama berulang kali, dengan instrument yang sama atau menggunakan formulasi Alpha untuk mengetahui koefisian reliabilitasnya. Pengukurannya menggunakan program SPSS versi 11.0 for windows. Dalam aplikasinya, reliabilitas dinyatakan oleh koefisien reliabilitas (xx') yang angkanya berada dalam rentang dari 0 sampai 1,00. Semakin tinggi koefisien reliabilitas mendekati angka 1,00 berarti semakin tinggi reliabilitas.

  Sebaliknya semakin rendah mendekati angka 0 berarti semakin rendahnya reliabilitas.

G. Metode Analisis Data

  Metode analisis data merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengolah data, menganalisis hasil penelitian untuk menguji kebenarannya.

  Karena data yang diperoleh dari skala manajemen konflik berupa angka, maka metode yang digunakan untuk analisis data menggunakan statistik. Sebelum melakukan analisis data terlebih dulu dilakukan uji homogenitas dan uji normalitas menggunakan SPSS versi 11,5 for windows. Untuk melihat perbedaan antara peran ayah dan peran ibu dalam hal manajemen konflik maka digunakan uji t (Independent Sample t Test).

1. Uji Normalitas

  Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah sebaran skor pada kedua kelompok sample mengikuti distribusi normal atau tidak. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan SPSS for Windows Versi 11,5, sedangkan metode yang digunakan di sini adalah One Sampel Kolmogorov Smiarnov Test. Sedangkan cara untuk mengetahui apakah sebaran skornya probabilitasnya. Jika nilai probabilitasnya lebih besar dari 0,05 ( p>0,05) maka sebaran skor dinyatakan normal. Sebaliknya jika nilai probabilitas

kurang dari 0,05 (p<0,05) maka sebaran item dinyatakan tidak normal.

  2. Uji Homogenitas Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah varian dari sample yang akan diuji tersebut sama atau tidak. Caranya adalah dengan melihat nilai probabilitasnya pada Levene Test, dengan menggunakan SPSS for Windows Versi 11,5 . jika nilai probabilitas yang didapat lebih besar dari 0,05 (p> 0,05) maka kedua kelompok sample memiliki varian yang sama, sebaliknya jika probabilitasnya kurang dari 0,05 (p< 0,05) maka kedua kelompok memiliki varian yang tidak sama.

  3. Independent Sample t-Test Independent Sample T Test digunakan untuk pengujian rata-rata dua sample yang saling tidak berhubungan (bebas satu terhadap lainnya, sample bersifat independent) atau pada prinsipnya yaitu ingin menguji apakah ada perbedaan rata-rata mean) antara dua populasi dengan melihat rata-rata dua samplenya. Test ini biasanya digunakan untuk menguji pengaruh satu variance dependent terhadap satu atau lebih variable dependent . Dengan kata lain pada prinsipnya tujuannya adalah ingin mengetahui apakah ada perbedaan rata-rata (mean) antara dua populasi, dengan melihat rata-rata dua sampelnya (Sutrisno Hadi, 2000).

BAB IV PENELITIAN A. Persiapan Penelitian Persiapan pertama yang dilakukan adalah mempersiapkan alat ukur yang

  hendak dipakai dan permohonan ijin untuk melaksanakan penelitian. Alat ukur yang dipakai dalam penelitian ini adalah skala manajemen konflik yang telah dibuat oleh peneliti dan dikonsultasikan dengan dosen pembimbing. Sedangkan untuk permohonan ijin peneliti memohon ijin kepada Bapak/ Ibu Kepala Dusun guna melaksanakan penelitian yang akan melibatkan warga masyarakat di wilayah tersebut, dalam penelitian ini adalah warga desa Ngagul-agulan, Ngaranan, dan Jetis Depok. Permohonan ijin tersebut juga disertai dengan surat keterangan untuk melakukan penelitian dari fakultas psikologi.

  Penyusunan alat dalam penelitian ini adalah penyusunan skala manajemen konflik . Di sini ada lima macam gaya manajemen konflik dari William Hendricks (1999) yaitu: Gaya Manajemen konflik Menghindar, Gaya Manajemen Konflik Dominasi, Gaya Manajemen Konflik Membantu, Gaya Manajemen Konflik Kompromi, Gaya Manajemen Konflik Mempersatukan. Skala manajemen konflik ini pada awalnya terdiri dari 100 item manajemen konflik. Item-item tersebut terdiri dari 50 item favorabel dan 50 item unfavorabel. Masing masing gaya manajemen konflik diwakii oleh 20 item, 10 menghindar diwakili 10 item favorabel dan 10 item unfavorabel, Gaya Manajemen Konflik Dominasi juga diwakili 10 item favorabel dan 10 lagi unfavorabel, Gaya Manajemen Konflik Membantu diwakii 10 item favorabel dan 10 item unfavorabel, Gaya Manajemen Konflik Kompromi diwakili juga oleh 10item favorabel dan 10 unfavorabel, Gaya Manajemen Konflik Mempersatukan juga diwakili oleh 10 item favorabel dan 10 unfavorabel. Jika disajikan dalam bentuk blue-print adalah sebagai berikut:

B. Uji Coba

  Skala manajemen konflik yang terdiri dari 100 item tersebut kemudian diujicobakan pada tanggal 3 sampai 20 Maret 2007 setelah sebelumnya dikonsultasikan kepada dosen pembimbing untuk memperoleh persetujuan. Skala tersebut diujicobakan kepada 40 orang warga dengan prosentase 20 orang suami dan 20 orang istri. Untuk memastikan masing-masing pasangan tidak bekerjasama dalam mengerjakan maka pengisian angket ditunggui oleh peneliti. Setelah semua skala terkumpul kembali, kemudian data yang diperoleh dari skala tersebut dianalis menggunakan SPSS for windows versi 11, 5 untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya. Beberapa item dinyatakan gugur setelah uji coba karena koefisien korelasi aitem totalnya lebih kecil dari 0.275. Item-item yang gugur tersebut adalah item nomor 7, 10, 11, 12, 17, 18, 22, 25, 26, 27, 29, 31, 32, 36, 37, 41, 43, 46, 47, 50, 51, 52, 56, 57, 62, 66, 69, 75, 77, 81, 82, 86, 87, 94, 95, 99, 100. Agar terjadi keseimbangan antar tiap gaya manajemen konflik maka, gaya manajemen

  

dominasi ditambah 8 item. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam table

spesifikasi manajemen konflik sebagai berikut: Tabel 3 Spesifikasi Skala Manajemen Konflik Uji Coba Nomor Butir Sub Skala Favorable Unfavorabel Jml %

  17.10 Membantu 3, 13, 23, 33, 43, 53, 63, 72 8, 18, 28, 38, 48, 58,

  

Blueprint Setelah Penelitian

Nomor Butir

Sub Skala

  

Favorable Unfavorabel

Jml %

  Menghindar 1, 11, 21, 31, 41, 51, 61 6, 16, 26, 36, 46, 56

  13

  17.10 Dominasi) 2, 12, 22, 32, 42, 52, 62 7, 17, 27, 37, 47, 57

  13

  66, 74, 76

  20

  17

  22.36 Kompromi 4, 14, 24, 34, 44, 54, 64, 68, 69 9, 19, 29, 39, 49, 59,

  67,71

  17

  22.36 Mempersatukan 5, 15, 25, 35, 45, 55, 65, 73, 75 10, 20, 30, 40, 50,

  60, 70

  16

  20 Total 100 100 Tabel 4

  50, 60, 70, 80, 90,100

  1. Menghindar 1, 11, 21, 31, 41, 51, 61, 71, 81, 91 6, 16, 26, 36, 46,

  20

  56, 66, 76, 86, 96

  20

  20

  2. Dominasi 2, 12, 22, 32, 42, 52, 62, 72, 82, 92 7, 17, 27, 37, 47,

  57, 67, 77, 87, 97

  20

  3. Membantu 3, 13, 23, 33, 43, 53, 63, 73, 83, 93 8, 18, 28, 38, 48,

  5. Mempersatukan 5, 15, 25, 35, 45, 55, 65, 75, 85, 95 10, 20, 30, 40,

  58, 68, 78, 88, 98

  20

  20

  4. Kompromi 4, 14, 24, 34, 44, 54, 64, 74, 84, 94 9, 19, 29, 39, 49,

  59, 69, 79, 89, 99

  20

  20

  21.05 Total 76 100

  C. Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilaksanakan pada tanggal 7 April sampai 27 April 2007. dengan mengambil sample subjek sebanyak 90 orang dengan spesifikasi 45 suami dan 45 istri yang bertempat tinggal di tiga dusun yaitu dusun Ngagul- agulan, Jetis Depok, dan Ngaranan.

  Untuk menghindari adanya kerjasama antar pasangan yang menjadi sample penelitian dalam mengisi skala, maka peneliti menunggui ketika subjek mengisi angket tersebut. Angket yang dibagikan berisi 76 item.

  D. Hasil Penelitian

1. Uji Reliabilitas

  Reliabilitas dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Semakin mendekati angka 1,0 makan hasil pengukuran akan semakin reliable. Hasil reliabilitas untuk masing- masing gaya manajemen konflik adalah sebagai berikut:

  

Manajemen Reliability coefficients

No Konflik N of Cases N of items Alpha

  1 Menghindar

  

90

13 0.7248

  2 Dominasi

  

90

13 0.7530

  3 Membantu

  

90

17 0.6319

  4 Kompromi

  

90

17 0.7746

  5 Mempersatukan

  

90

16 0.7827

2. Uji Asumsi

  Uji asumsi perlu dilakukan agar kesimpulan yang diperoleh tidak menyimpang dari penelitian. Terdapat dua asumsi yang harus dipenuhi

  

dalam suatu penelitian mengenai perbedaan yaitu uji normalitas sebaran

dan uji homogenitas varian.

a. Uji Normalitas

  Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah sebaran skor pada kedua kelompok sample mengikuti distribusi normal atau tidak. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan SPSS for Windows Versi 11,5. Metode yang digunakan di sini adalah One Sampel Kolmogorov Smiarnov Test. Cara untuk mengetahui apakah sebaran skornya berdistribusi normal atau tidak adalah dengan melihat nilai probabilitasnya. Jika nilai probabilitasnya lebih besar dari 0,05 (p>0,05) maka sebaran skor dinyatakan normal. Sebaliknya jika nilai probabilitas kurang dari 0,05 (p <0,05) maka sebaran skor dinyatakan tidak normal.

  Hasil uji normalitas pada lima gaya manajemen konflik adalah sebagai berikut: 1) Gaya manajemen Konflik Menghindar Pada gaya ini diperoleh probabiitas (asymp.sig 2-tailed) sebesar

  0.701 dengan demikian p lebih besar dari 0,05 (p> 0,05). Maka dapat dinyatakan bahwa sebaran skor untuk skala manajemen konflik menghindar dinyatakan normal. 2) Manajemen Konflik Dominasi Pada gaya ini diperoleh probabilitas (asymp.sig 2-tailed) sebesar dapat dinyatakan bahwa sebaran skor untuk skala manajemen konflik dominasi dinyatakan normal.

  3) Manajemen Konflik Membantu Pada gaya ini diperoleh probabilitas (asymp.sig 2-tailed) sebesar 0.416 dengan demikian p lebih besar dari 0,05 (p> 0,05). Maka dapat dinyatakan bahwa sebaran skor untuk skala manajemen konflik membantu dinyatakan normal. 4) Manajemen Konflik Kompromi Pada gaya ini diperoleh probabilitas (asymp.sig 2-tailed) sebesar

  0.357 dengan demikian p lebih besar dari 0,05 (p> 0,05). Maka dapat dinyatakan bahwa sebaran skor untuk skala manajemen konflik kompromi dinyatakan normal. 5) Manajemen Konflik Mempersatukan Pada gaya ini diperoleh probabilitas (asymp.sig 2-tailed) sebesar

  0.718 dengan demikian p lebih besar dari 0,05 (p> 0,05). Maka dapat dinyatakan bahwa sebaran skor untuk skala manajemen konflik integrasi dinyatakan normal.

  Di bawah ini disertakan table ringkasan One Sample Kolmogorov Smirnov Test:

  Tabel 5

Ringkasan One Sampel Kolmogorov Smirnov Test

Asymp.Sig

  Gaya Manajemen konflik N Mean SD

  Dominasi

  90 25.80 5.309 0.335 Membantu 90 48.01 5.113 0.416 Kompromi 90 49.71 5.585 0.357 Mempersatukan 90 50.73 5.495 0.718

b. Uji Homogenitas

  Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah varian dari sample yang akan diuji tersebut sama atau tidak. Caranya adalah dengan melihat nilai probabilitasnya pada Levene Test, dengan menggunakan SPSS for Windows Versi 11,5. Jika nilai probabilitas yang didapat lebih besar dari 0,05 (p>0,05), maka Ho diterima atau kedua kelompok sample memiliki varian yang sama (tidak ada beda).

  Sebaliknya jika probabilitasnya kurang dari 0,05 (p<0,05), kedua kelompok memiliki varian yang berbeda (tidak sama).

  Dari hasil uji homogenitas menggunakan Levene Test yang dilakukan peneliti, hasil selengkapnya adalah sebagai berikut: 1) Gaya Manajemen Konflik Menghindar Diperoleh probabilitas sebesar 0.647 dengan demikian p lebih besar dari 0,05 (p>0,05). Maka dapat dinyatakan bahwa skor skala manajemen konflik menghindar berasal dari subjek yang mempunyai varian yang sama 2) Gaya Manajemen Konflik Dominasi Diperoleh p sebesar 0.006 dengan demikia p lebih kecil dari 0,05 (p<0,05). Dengan demikian maka dapat dinyatakan bahwa skor skala Manajemen Konflik Dominasi berasal dari subjek yang mempunyai varian yang tidak sama (beda).

  3) Gaya Manajemen Konflik Membantu Diperoleh probabilitas sebesar 0,003 dengan demikian p lebih kecil dari 0,05 (p<0,05). Maka dapat dinyatakan bahwa skor skala Manajemen Konflik Membantu berasal dari subjek yang mempunyai varian yang tidak sama (beda). 4) Gaya manajemen Konflik Kompromi Diperoleh probabilitas sebesar 0,020 dengan demikian p lebih kecil dari 0,05 (p<0,05). Maka dapat dinyatakan bahwa skor skala manajemen konflik Kompromi berasal dari subjek yang mampunyai varian yang tidak sama (beda). 5) Gaya Manajemen Konflik Mempersatukan Diperoleh probabiitas sebesar 0,016 dengan demikian p lebih kecil dari 0,05 (p<0,05). Maka dapat dinyatakan bahwa skor skala manajemen konflik mempersatukan berasal dari subjek yang mempunyai varian yang tidak sama (beda).

  Jika disajikan dalam bentuk table dapat dilihat seperti di bawah ini. Dan untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran.

  

Tabel 6

Ringkasan Levene Test Equal Variance

  

Gaya Manajemen konflik Assummed

f Signifikansi

1. Manajemen Konflik Menghindar 0.213 0.646

  4. Gaya Manajemen Konflik Kompromi 5.656 0.020

  5. Gaya Manajemen Konflik Mempersatukan 6.077 0.016

  3. Uji Hipotesis Setelah dilakukan uji normalitas dan homogenitas, maka selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan Independen

  Sampel t- Test dengan program SPSS for Windows Versi 11,5. Sedangkan hipotesis yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah: “Ada perbedaan manajemen konflik peran ayah dan peran ibu”.

  Hasil uji t untuk masing-masing gaya manajemen konflik adalah sebagai berikut: a) Gaya Manajemen Konflik Menghindar Uji beda dilakukan dengan menggunakan Independent Sample t Test, didapat t hasil 6.590{df: 88; sig 2 tailed < α (0.05)}, maka dapat dikatakan bahwa ada perbedaan gaya manajemen konflik menghindar antara suami dan istri.

  b) Gaya Manajemen Konflik Dominasi Diperoleh t hasil 6.843{df: 71.92; sig 2 tailed < α (0.05)}, maka dapat dikatakan bahwa ada perbedaan gaya manajemen konflik dominasi antara suami dan istri.

  c) Gaya Manajemen Konflik Membantu Diperoleh t hasil 3.230 {df: 68.671; sig 2 tailed < α (0.05)}, maka dapat dikatakan bahwa ada perbedaan gaya manajemen konflik

  L

  45 28.91 5.235 0.780 Dominasi

  45 46.36 3.331 0.497 3.230 68.

  45 49.56 6.479 0.966 Kompromi

  45 49.67 6.015 0.897 Membantu

  P

  926 0.000 signifikan

  45 22.69 3.132 0.467 6.843 71.

  L

  P

  P

  45 22.22 4.150 0.619 6.590 88 0.000 signifikan

  L

  45 28.22 4.482 0.668 Menghindar

  P

  Tabel 7 Rangkain Uji Hipotesis Gaya manajemen L/P N M SD Std. Error t df Sig.(2 tailed) kesimpulan

  e) Gaya Manajemen Konflik Mempersatukan

Diperoleh t hasil sebesar -0.382 {df: 76.596; sig 2 tailed >

α (0.05), maka dapat dikatakan tidak ada perbedaan gaya manajemen konflik mempersatukan antara suami dan istri.

  d) Gaya Manajemen Konflik Kompromi Diperoleh t hasil -0.263 {df: 79.283; sig 2 tailed > α (0.05), maka dapat dikatakan bahwa tidak ada perbedaan gaya manajemen konflik kompromi antara suami dan istri.

  671 0.002 signifikan

  • .0.263 79.

  L

  45 49.87 4.591 0.684

  283 0.793

  Tidak signifikan P

  45 48.69 6.539 0.975 Mempersatukan

  • 0382 76. 596

  L

  45 49.56 4.620 0.689

  0.704 Tidak signifikan

4. Hasil Penelitian

  Dari hasil penelitian pada ke lima gaya manajemen konflik, maka di dapat hasil sebagai berikut: a. Uji t Gaya Manajemen Konflik Menghindar Pada Uji t Gaya Manajemen Konflik Menghindar diperoleh t sebesar

  6.590 {df: 88; sig 2 tailed < α (0.05)}, karena sig 2 tailed < α (0.05)} menghindar antara suami dan istri. Dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini terbukti.

  b. Uji t Gaya Manajemen Konflik Dominasi Pada Uji t Gaya Manajemen Konflik Dominasi diperoleh t sebesar 6.843 {df: 87.485; sig 2 tailed < α (0.05)}, karena sig 2 tailed < α (0.05)} maka Ho ditolak , atau p hasil < α (0.05), yang berarti tidak ada perbedaan manajemen konflik dominasi antara suami dan istri. Dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini terbukti.

  c. Uji t Gaya Manajemen Konflik Membantu Pada Uji t Gaya Manajemen Konflik Membantu diperoleh t sebesar 3.230 {df: 68.671; sig 2 tailed < α (0.05)}, karena sig 2 tailed < α (0.05)} berarti ada perbedaan gaya manajemen konflik membantu antara antara suami dan istri. Dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini terbukti.

  d. Uji t Gaya Manajemen Konflik Kompromi Pada Uji t Gaya Manajemen Konflik Kompromi diperoleh t sebesar – 0.263 {df: 79.283; sig 2 tailed > α (0.05)}, karena sig 2 tailed > α (0.05)}, berarti tidak ada perbedaan gaya manajemen konflik kompromi antara antara suami dan istri. Dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini tidak terbukti.

  e. Uji t Gaya Manajemen Konflik Mempersatukan Pada Uji t Gaya Manajemen Konflik Integrasi diperoleh t sebesar -

  45

  28.91 Dominasi L

  671 P<0.05

  46.36 3.230 68.

  49.56 Kompromi L

  49.67 Membantu L

  45

  Ada perbedaan P

  926 P<0.05 Signifikan

  22.69 6.843 71.

  45

  45

  45

  P

  88 P<0.05 Signifikan Ada perbedaan

  22.22 6.590

  45

  28.22 Menghindar L

  45

  P

  Gaya manajemen L/P N M t df Sig.(2 tailed) hasil kesimpulan

  Hasil penelitian tersebut, jika disajikan dalam bentuk table adalah sebagai berikut:

Tabel 8

Hasil Penelitian

  (0.05)}, yang berarti tidak ada perbedaan gaya manajemen konflik integrasi antara antara suami dan istri. Dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini tidak terbukti.

  Signifikan Ada perbedaan P

  • 0.263 79.

  45

  49.87

  283 P>0.05

  Tidak signifikan Tidak ada perbedaan

  P

  45 50.51 mempersatu kan L

  • 0.382 76.

  45

  50.96

  596 p>0.05 Tidak signifikan

  Tidak ada perbedaan

  Keterangan: Taraf signifikansi α (p) yang dipakai 0.05 (signifikansi 2- tailed). Jika p (sig. 2-tailed) hasil> α (0.05) maka Ho deiterima atau tidak ada beda. Jika p(signifikansi 2- tailed) hasil < α (0.05) maka Ho ditolak atau ada beda.

E. Pembahasan

  Pembahasan mengenai hasil penelitian mengenai perbedaan manajemen konflik antara peran ayah dan peran ibu adalah sebagai berikut:

1. Gaya Manajemen Konflik Menghindar

  Hasil uji-t (Independent Sampel t test) pada gaya manajemen konflik menghindar diperoleh t hitung sebesar6.590 {df: 88; sig 2 tailed < α

  

dan peran ibu dalam gaya manajemen konflik menghindar. Dari mean

antara peran ayah dan peran dapat dilihat adanya perbedaan yang

signifikan. Mean skor manajemen konflik menghindar istri sebesar 28.22

sedangkan mean skor manajemen konflik menghindar suami 22.22,

dengan demikian manajemen konflik menghindar istri lebih tinggi

daripada suami.

  Pada dasarnya, baik suami maupun istri sama-sama memiliki gaya

manajemen konflik menghindar. Ditinjau dari pendapat Maccoby (1987)

yang menyatakan bahwa kebanyakan laki-laki tidak memiliki kosa-kata

yang cukup untuk mengungkapkan perasaannya,. mereka merasa tidak

nyaman ketika harus mengungkapkan kegagalan, kecemasan, dan

kekecewaan yang mereka alami. Suami sebagai kepala keluarga

membuatnya ingin menjadi sosok yang berwibawa dan sempurna, orang

yang tidak mengalami masalah. Oleh sebab itu suami memilih untuk diam,

tidak membicarakan konflik yang sedang ia alami.

  Sementara peran istri menurut Gunarsa (2001) berpendapat bahwa

kepribadian perempuan merupakan kesatuan antara aspek emosi, rasio dan

suara hati. Hal tersebut membentuk wanita sebagai pribadi yang lembut

dan tenang. Ketika terjadi konflik dengan pasangan seorang istri, seorang

istri akan memiliki kecenderungan untuk mengolah permasalahan yang

ada dengan pertimbangan emosi. Perempuan biasanya akan menggunakan

gaya manajemen konflik yang mementingkan pemikiran, dan tetap

  Tugas-tugas yang harus dijalankan seorang istri menuntut ketelitian,

kesabaran, keuletan dan sangat membutuhkan pertimbangan emosi. Oleh

karena itu seorang istri lebih banyak memilih manajemen konflik

menghindar. Hal ini sesuai dengan pendapat bahwa perempuan memiliki

ruang untuk menghindari konflik atau menggunakan pertimbangan emosi

untuk menangani konflik. Hal senada juga diungkap Cancian (1987) yang

menyatakan bahwa perempuan lebih berhasrat untuk menghindari konflik

dan lebih memelihara hubungan baik mereka daripada laki-laki.

  Peran istri lebih mementingkan hubungan baik dengan pasangan

sehingga lebih menggunakan pemikiran dan cenderung memilih

menghindari konflik, sedangkan suami lebih memperhatikan kepentingan

pribadi dan kurang memikirkan hubungan baik dengan pasangan.

  Subjek dalam penelitian ini berasal dari dusun, dimana norma-norma

dan adat istiadat kehidupan masih dijunjung tinggi. Salah satunya adalah

anggapan bahwa seorang ibu harus menghormati dan selalu menuruti

perintah suami. Laki-laki adalah yang utama, oleh karena itu peran ibu

harus berada di belakang suami.

Perwujudan dari itu kebanyakan ibu dalam penelitian ini lebih sering

menyelesaikan masalah dengan pemikiran dan berhati-hati jangan sampai

cara atau keputusan yang diambil dapat merusak hubungan dengan

pasangan. Dan kebanyakan dari mereka memilih untuk menghindar dari

konflik yang sedang terjadi.

2. Gaya Manajemen Konflik Dominasi

  Hasil uji-t (Independent Sampel t test) pada gaya manajemen konflik dominasi diperoleh t hitung sebesar 6.843 {df: 87.485; sig 2 tailed < α

(0.05)}. Ini menunjukkan ada perbedaan antara suami dan istri dalam gaya

manajemen konflik menghindar. Dari mean skor manajemen konflik

dominasi suami dan mean skor manajemen konflik dominasi istri juga

menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Mean peran manajemen

konflik dominasi astri sebesar 28.91 sedangkan mean skor dominasi suami

22.69, dengan demikian istri lebih banyak menggunakan gaya manajemen

konflik dominasi daripada suami.

  Adanya perbedaan gaya manajemen konflik dominasi antara suami

dan istri ditinjau dari pendapat Gunarsa (2001) yang berpendapat bahwa

pria lebih agresif, aktif dan kurang sabar. Seorang pria merasa tersiksa bila

harus menunggu, misalnya saja dalam menunggu naik jabatan serta ketika

mengalami masalah. Misalnya saja seorang suami yang sedang mengalami

konflik dengan pasangannya, ia akan terlihat kurang tekun dan kurang

tabah dalam menyelesaikannya. Ia cenderung ingin cepat dalam

menemukan solusi. Biasanya suami akan membuat keputusan sendiri dan

memaksa istri untuk dapat menerima keputusannya agar permasalahan

cepat selesai.

  Istri juga menggunakan manajemen konflik dominasi. Gunarsa

(2001) mengemukakan bahwa wanita dalam segala tindakannya banyak

  

dengan pasangan, wanita dalam hal ini istri memiliki kecenderungan

memperlihatkan tindakan berdasarkan pada emosinya saat itu. Ini terlihat

dalam mengambil suatu keputusan, wanita akan memutuskan dengan cepat

tanpa pemikiran dan pertimbangan yang masak.

  Peran suami yang bekerja di luar rumah, membuatnya memiliki

keterbatasan waktu di rumah, perbandingannya mencapai 9 : 3,2 jam per

hari dibanding dengan peran ibu yang berada di rumah. Hal ini membuat

ayah menyadari bahwa istri lebih banyak berperan dalam mengelola rumah

tangga. Oleh karena itu ia harus memperlakukan pasangannya dengan

baik.

  Namun demikian peran istri sebagai ibu rumah tangga memberikan

tanggung jawab yang lebih untuk mengatur seluruh kehidupan dan

kelancaran rumah tangga, selain itu juga mengatur dan mengusahakan

suasana rumah yang nyaman, Betty Friedan (dalam Singgih Gunarsa,

2001). Juga ditambah tugas untuk mengasuh dan mendidik anak,

membentuk kepribadian ibu sebagai orang yang perfeksionis dan tidak

mau dicela. Kebiasaan ibu untuk mengatur segala sesuatu sendirian

membuat dia tidak ingin dikomentari dan dicampuri dalam otonominya

mengurus rumah. tersinggung dan merasa tidak dihargai kerja kerasnya.

Istri juga lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sedangkan suami

pada umumnya banyak menghabiskan waktu di kantor, sehingga istri lebih

banyak menangani maslah-maslah yang dihadapi keluarga terutama ketika diterapkan peran ibu lebih pada menggertak, mengintimidasi, memojokkan pasangan dengan kata-kata agar ia dihargai.

  Subjek yang tinggal di pedesaan terbiasa dengan kerja keras sehingga menghasilkan kepribadian yang keras dan selalu ingin menang dan berusaha untuk membuat orang lain mengikuti keinginannya. Terutama peran seorang istri di dusun selain mengatur kelangsungan hidup keluarga, menata rumah, mengurus anak, banyak diantara mereka yang harus bekerja juga mencari nafkah tambahan karena penghasilan suami kurang. Banyaknya tanggung jawab yang harus dilaksanakan membuat seorang istri menjadi orang yang perfeksionis, egois sehingga mereka mudah sekali menyalahkan orang lain, selalu ingin dihargai, dan ingin semua anggota keluarga menuruti kemauannya. Hal ini secara nyata dapat dilihat bahwa seorang istri biasanya orang yang cerewet, pendapatnya harus selalu dipakai dan ia akan mempertahankan pendapatnya tersebut walaupun harus beradu mulut dengan pasangannya. Hal seperti inilah yang menjadi ciri manajemen konflik dominasi dimana orang yang berkonflik

mempunyai tujuan memaksa orang lain untuk mengikuti pola pikirnya.

3. Manajemen Konflik Membantu

  Hasil uji-t (Independent Sampel t test) pada gaya manajemen konflik dominasi diperoleh t sebesar 3.230 {df: 68.671; sig 2 tailed < α (0.05)}.

  Hal ini menunjukkan adanya perbedaan antara suami dan istri dalam gaya manajemen konflik membantu. Dari mean skor manajemen konflik

  

menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Mean skor manajemen

konflik membantu istri sebesar 47.73, sedangkan mean skor manajemen

konflikmembantu suamisebesar 44.24, dengan demikian gaya manajemen

konflik membantu istri lebih tinggi daripada suami..

  Adanya perbedaan manajemen konflik membantu antara suami dan

istri ditinjau dari pendapat Decenzo (1997) yang menyebutkan bahwa

perempuan lebih menjaga hubungan interpersonal yang dinamis sehingga

hubungan dengan pasangan terjaga. Kelembutan perasaan, ketenangan,

membuat wanita memiliki kekuatan untuk rela menderita dan berkorban

untuk orang yang dicintai, dan untuk kebahagiaan orang lain Gunarsa

(2001).

  Seorang istri terbiasa untuk sabar dalam segala hal, karena banyak

sekali pekerjaan yang harus dia laksanakan di rumah, mulai dari

membersihkan rumah, mengelola keuangan, serta mendidik anak. Dalam

hal mendidik anak diperlukan kesabaran yang besar, karena terkadang

menghadapi sifat anak yang sulit diatur. Sifat istri yang sabar tersebut

membuatnya sabar ketika terjadi konflik dengan suami. Istri cenderung

menghargai dan menghormati suaminya. Terkadang seorang istri rela

mengorbankan sesuatu yang sangat penting untuk dirinya hanya untuk

kebahagiaan suami.

  Seorang istri lebih memiliki kecenderungan untuk menghargai

pasangannya, ia rela mengorbankan hal yang sangat penting bagi dirinya

  

dengan pasangan tidak berkelanjutan. Perasaan ibu yang lembut, perasa,

mudah iba membuat ia tidak ingin menyakiti pasangan, bahkan ingin

selalu melihat pasangannya senang, sering menyerahkan semua

penyelesaian konflik pada pasangan agar konflik cepat selesai. Ia ingin

membuat pasangannya merasa nyaman dengan semua tindakannya, untuk

menghindari pertengkaran.

  Laki-laki lebih mementingkan kepentingannya sendiri, terkadang ia

menjalin hubungan untuk mendapatkan tujuan tertentu (Decenzo, 1997).

  

Dalam hal memahami pasangan, seorang laki-laki selalu meminta

pasangannya berubah sesuai dengan kemauannya, namun jarang sekali

mau berubah ketika pasangan memintanya untuk berubah (Cancian, 1987).

  Suami dalam kehidupan berkeluarga, karena terbiasa dengan

kehidupan di tempat bekerja yang penuh dengan persaingan, maka jarang

sekali mau mengalah dan menghargai pendapat istri. Ia selalu merasa

bahwa dirinya yang selalu benar.

  Dalam hal penyelesaian konflik istri akan lebih memiliki

kecenderungan untuk menghargai pasangannya, ia rela mengorbankan hal

yang sangat penting bagi dirinya agar pasangannya tidak merasa

direndahkan, serta konflik yang terjadi dengan pasangan tidak

berkelanjutan. Perasaan istri yang lembut, perasa, mudah iba membuat ia

tidak ingin menyakiti pasangan, bahkan ingin selalu melihat pasangannya

senang, sering menyerahkan semua penyelesaian konflik pada pasangan agar konflik cepat selesai. Ia ingin membuat pasangannya merasa nyaman dengan semua tindakannya, untuk menghindari pertengkaran.

  Masyarakat Dusun Ngaranan, Ngagul-agulan dan Jetis Depok yang semuanya berada di pedesaan apabila dilihat dari budaya Jawa yaitu saling bantu membantu dan menjaga hubungan baik dengan tetangga atau dengan kata lain menjaga kerukunan. Hal ini juga diwujudkan dalam keluarga yaitu bekerjasama baik suami maupun istri agar sebisa mungkin mengalah agar permasalahan cepat selesai sehingga keharmonisan dalam keluarga tetap terjalin. Dalam kehidupan sehari-hari, seorang istri lebih banyak menggunakan gaya manajemen konflik membantu, terlebih di pedesaan dimana seorang istri harus menuruti dan patuh pada suami, maka jarang sekali ada istri yang berani pada suami, biasanya mereka mengalah dan menyerahkan semua keputusan dan pemecahan permasalahan pada suami. Istri hanya bertugas mengurus rumah dan anak. Ini juga dilakukan karena mereka ingin menjaga keharmonisan hubungan dengan suami, jangan sampai hubungan mereka terganggu hanya karena konflik kecil. Hal ini yang disebut manajemen konflik membantu yang memungkinkan terjadinya keharmonisan hubungan antara orang yang berkonflik.

4. Manajemen Konflik Kompromi

  Pada uji-t (Independent Sampel t-test) gaya manajemen konflik

kompromi diperoleh t hitung sebesar -0.263 {df: 79.283; sig 2 tailed >

α (0.05)}. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan manajemen

  Tidak adanya perbedaan gaya manajemen konflik kompromi antara

suami dan istri, ditinjau dari pendapat Norman Wright (2000) Banyak

orang yang berorientasi pada pasangan. Mereka cepat lelah bila

mendengar segala sesuatu yang bersifat faktual, mereka merasa perlu

untuk mengutarakan perasaan, terutama pada pasangannya. Mereka

merasa antara suami istri tak boleh ada ketegangan, perasaan marah atau

dendam. Karena itu tentu saja mereka ingin membicarakan hal-hal yang

emosional ini, menyelesaikan konflik dengan pasangannya, menjernihkan

suasana, dan membangun suasana harmonis diantara mereka. Oleh karena

itu setiap pasangan baik suami maupun istri selalu berusaha untuk

berkomunikasi dan membicaraka setiap konflik yang terjadi.

  Peran istri sebagai pendamping suami menuntut ibu untuk selalu

membina hubungan dan menjalin keserasian dengan pasangan terutama

dalam melaksanakan tanggung jawab sosial, menghadapi, mengatasi

masalah baik diatasi sendiri maupun bersama-sama ( Betty Friedan, 2001).

  

Hal ini mengharuskan ibu untuk selalu mencoba untuk bekerjasama

dengan pasangan untuk memecahkan masalah untuk mencapai solusi

konflik yang menguntungkan bagi kedua belah pihak ( Johnson &

Johnson, 1994).

  Salah satu peran suami adalah sebagai sahabat, yaitu berusaha

memecahkan masalah yang bersifat objektif dalam permasalahan yang

dihadapi (Gunarsa&Gunarsa, 2000). Dalam menyelesaikan konflik sedapat yang terjadi. Hal ini mendorong suami untuk selalu mendiskusikan segala sesuatu dengan pasangan agar semua mendapatkan keuntungan, baik untuk dirinya sendiri maupun pasangannya.

  Dari tradisi masyarakat pedesaan yang masih kental budaya musyuawarah mufakat, juga diterapkan oleh subjek dalam penelitian ini.

  Sehingga baik suami maupun istri selalu memecahkan konflik yang terjadi dengan cara musyawarah sehingga di dapat jalan tengah bagi mereka berdua, di mana semua pihak mendapatkan keuntungan. Hal ini sesuai dengan prinsip manajemen konflik kompromi yang menganut sistem yang berorientasi pada jalan tengah di mana satu orang memiliki sesuatu untuk diberikan dan sesuatu untuk diterima.

5. Manajemen Konflik Mempersatukan

  Pada Uji-t gaya Manajemen Konflik Integrasi diperoleh t hasil sebesar -0.382 {df: 76.596; sig 2 tailed > α (0.05)}. Hal ini menunjukkan tidak adanya perbedaan manajemen konflik mempersatukan antara suami dan istri. Hal ini didukung pendapat dari Thomas Lavin (1987) yang berpendapat bahwa pasangan suami istri yang sudah terikat dalam suatu pernikahan diminta untuk saling memahami perilaku masing-masing pasangannya.

  Suami dan istri dituntut untuk mulai mempelajari sifat-sifat yang berbeda sehingga dalam keluarga terjalin komunikasi yang baik untuk dapat menyelesaikan masalah dalam keluarga dengan baik. Peran ibu yang

  

membicarakan setiap masalah yang terjadi dan mencari solusi yang

menguntungkan bagi mereka berdua. Walaupun peran ayah sibuk dengan

kegiatan untuk mencari nafkah yang sering membuat ayah menolak ajakan

istri untuk berdiskusi, namun para pria, menggunakan logikanya untuk

berpikir bahwa konflik memang harus didiskusikan (H. Norman Wright,

2004). Maka baik suami dan istri mamiliki kecenderungan untuk

menggunakan manajemen konflik mempersatukan, dimana mereka sama-

sama bertukar informasi mengenai perbedaan masing-masing sehingga

memperoleh solusi yang tepat bagi konflik yang sedang mereka alami.

  Dalam masyarakat pedesaan masih kental tradisi musyawarah untuk

mufakat guna menyelesaikan permasalahan yang ada. Hal ini juga

diterapkan dalam rumah tangga yaitu dengan membicarakan masalah yang

terjadi agar didapat kesepakatan yang menguntungkan bagi kedua belah

pihak. Hal tersebut sesuai dengan prinsip manajemen konflik integrasi

yaitu mendiskusikan permasalahan sehingga didapat penyelesaian yang

menguntungkan bagi masing-masing pihak yang berkonflik.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai ada tidaknya

  

perbedaan gaya manajemen konflik antara suami dan istri di Dusun Ngagul-

agulan, Jetis Depok dan Ngaranan..

  Dari hasil uji t (Independent Sample t-test maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

  1. Ada perbedaan gaya manajemen konflik menghindar antara suami dan istri.

  2. Ada perbedaan gaya manajemen konflik dominasi antara suami dan istri.

  3. Ada perbedaan gaya manajemen konflik membantu antara suami dan istri.

  

4. Tidak ada perbedaan gaya manajemen konflik kompromi antara suami dan

istri.

  

5. Tidak ada perbedaan gaya manajemen konflik integrasi antara suami dan istri.

B. Saran

  Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah ditulis di atas, maka penulis membuat saran-saran yang dapat diajukan sebagai berikut:

  

1. Bagi pasangan suami dan istri, diharapkan agar mengembangkan kemampuan

untuk memahami setiap gaya manajemen konflik, sehingga dapat menggunakannya dengan baik ketika terjadi konflik antara suami dan istri. Dengan demikian keharmonisan keluarga akan tercipta.

  2. Bagi pengembangan penelitian khususnya di bidang psikologi keluarga, perlu

memperhatikan factor-faktor lain yang mempengaruhi perbedaan manajemen

konflik antara peran ayah dan peran ibu seperti lingkungan tempat bekerja,

dan latar belakang kehidupannya. Sehingga dalam penelitian selanjutnya perlu

disertakan perbedaan manajemen konflik antara peran ayah dan peran ibu

berdasar latar belakang kehidupan.

  

DAFTAR PUSTAKA

Azwar, Saifuddin. (2002). Penyusunan Skala Psikologi. Pustaka Pelajar.

  Yogyakarta. Baron, A. Robert & Byrne Donn. (2005). Psikologi Sosial. Erlangga. Jakarta. Baron, A. Robert & Byrne Donn. (2005). Psikologi Sosial. Erlangga. Jakarta.

Baron, L, D. & Victor, A., D. (1989). Conflict Management: A Communication

Skill Approach . Prentice Hall, Inc. New Jersey.

  Baron, A. R. (1995). Psychology. 3 rd Edition . Allyn & Bacon. London.

  

Baron, A. Robert & Donn Byrne. (1994). Social Psychology Understanding

Human Interaction Seventh Edition . Allyn and Bacon.

  Massachusetts.

Beebe, Steven A., Susan. J. Beebe, Mark. V. Redmond. (1996). Interpersonal

  Communication Relating to Others . Allyn &Bacon, A. Simon & Schuster Company. Needham Heights.

  

Brannon, L. (1996). Gender ( Psychologycal Perspective). Allyn & Bacon. A

Simon & Chuster Company.

  

Borisoff, D., & Victor, A. D. (1989). Conflict Management: A Communication

Skills Approach . Prentice Hall. New Jersey.

  

Chandra, S. R. (2002). Konflik dalam Hidup Sehari-hari. Penerbit Kanisius.

  Yogyakarta.

Dagun, M. Save. (1990). Psikologi Keluarga ( Peran Ayah dalam Keluarga).

  Rineka Cipta. Jakarta.

  

Decenzo, David. A. & Beth Silhanek. (1997). Human Relations (Personal &

Proffesional Deveopment) . Prentice Hall. New Jersey.

  

Dobos, J Thomas and Moore. (1987). Familiy Portrait A Study of Contemporary.

  Prentice Hall. New Jersey

Gunarsa, D. Singgih. (2001). Psikologi Praktis: Anak, Remaja, Keluarga. PT

BPK Gunung Mulia. Jakarta.

Gunarsa, D. Singgih. (1990). Psikologi Untuk Keluarga. PT BPK Gunung Mulia.

  Jakarta. Hardjana, M. A. (1994). Konflik di Tempat Kerja. Cet 1. Kanisius. Jogjakarta.

  

Harris, O. J. (1984) Managing People at Work: Concepts & Cases in

Interpersonal Behavior . A Wiley & Hamilton Publication John Wiley & Sons, Inc.

  Hadi, Sutrisno. (2004). Statistik Jilid 2. Penerbit Andi. Yogyakarta. Hadi, Sutrisno. (2000). Statistik Jilid 3. penerbit Andi. Yogyakarta Heis, J. (1981). The Social Psychology of Interaction. Prentice Hall. New York.

  

Hendicks William. (1999). Bagaimana Mengelola Konflik (Petunjuk Praktis

Untuk Manajemen Konflik yang Efektif ). PT Bumi Aksara. Jakarta.

  

Hurlock, E. 1994. Psikologi Perkembangan: Pada Suatu Pendekatan Sepanjang

Rentang Kehidupan . Jakarta. Erlangga.

  

Johnson, D. W., & Johnson, F. P. (1994). Joining Together Group Theory and

Group Skill fifth edition . Allyn and Bacon. Boston.

  

Kerlinger, N. F. (1996). Asas-asas Penelitian Behavioral. Gadjah Mada

University Pers. Yogyakarta.

  Mappiare, A. 1983. Psikologi Orang Dewasa. Surabaya. Usaha Nasional

Norman, H. Wright. ( 2004). Komunikasi Kunci Pernikahan Harmonis. Gloria

Gaffa. Jakarta.

Papalia, D. E. 1976. Human Development. Mc Graw Hill Book Company. United

State of America.

  

Pickering, Peg. (2001). How to Manage Conflict (Kiat Menangani Konflik). Edisi

ketiga. Penerbit Erlangga. Jakarta.

Ray Kestner. (2002). The Conflict Resolution: Training Program. Jossey-Bass.

  San Francisco.

Suhardono, Edy. (1994). Teori Peran, Konsep, Derivasi dan Implikasinya. PT

Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Sumantri, Yustinus. (2003). 85 Kiat Mengelola Hidup. Yayasan Pustaka

Nusatama. Yogyakarta.

  

Tjosvold, d., & Tjosvold. M. M. (1995). Psychology of Leaders: using

Motivation, Conflict and Power to Manage More Effectively. The Portable Mba series . Cambrige University. Cambrige.

  

Trihendradi, Cornelius. (2005). SPSS 12 Statistik Inferen Teori Dasar dan

Aplikasinya . Penerbit Andi. Yogyakarta.

  

Wahyudi. (2005). Manajemen Konflik dalam Organisasi. Penerbit Alfabeta.

  Bandung.

Walgito, Bimo. (1984). Bimbingan dan Konseling Perkawinan. Yayasan Penerbit

Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

  

Winardi. (1992). Manajemen Konflik: Konflik Perubahan dan Pengembangan.

  Penerbit Mandar Maju. Bandung.

Widjaja, A. W. (1986). Manusia, Individu, Keluarga, dan Masyarakat.

  

LAMPIRAN:

  

1. Skala Manajemen Konflik Uji Coba

  

2. Skala Manajemen Konflik Penelitian

  

3. Reliabilitas

  

4. Uji Normalitas

  

5. Uji Homogenitas dan Uji T

  

6. Data Penelitian

  Skala Manajemen Konflik Uji Coba .

  .

  .

SKALA MANAJEMEN KONFLIK

  Yth: Bapak/ibu…………… Di tempat.

  Sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih kepada Bapak/Ibu

yang telah berkenan meluangkan waktunya untuk mengisi skala

manajemen konflik ini.

  Data dari angket yang akan saya peroleh nantinya akan saya

pergunakan dalam penyusunan tugas akhir di Fakultas Psikologi

Universitas Sanata Dharma. Dalam pengisian angket tersebut, pernyataan

Bapak/Ibu sangat bermanfaat bagi saya, oleh karena itu saya harap

bapak/ Ibu membaca dan memilih salah satu pernyataan yang benar-

benar sesuai dengan keadaan Anda, tanpa pengaruh dari orang lain.

  Perlu diketahui bahwa semua jawaban adalah benar jika sesuai

dengan kenyataan Bapak/Ibu yang sebenarnya. Saya akan menjaga

kerahasiaan nama dan identitas bapak/Ibu.

  Atas bantuan dan kerjasama Bapak/Ibu, saya ucapkan banyak

terima kasih. Semoga penelitian ini dapat bermanfaat bukan hanya bagi

saya tapi juga untuk kita semua.

  Hormat saya,

  C. Asti Kurniasari 00-161/PSI/USD

PETUNJUK PENGISIAN

  1. Nama :

  2. Jenis kelamin :

  3. Pekerjaan :

  4. Usia perkawinan :

  5. Jumlah anak :

PETUNJUK PENGERJAAN

  Di bawah ini terdapat 100 buah pernyataan. Bacalah dan pahami

baik-baik setiap pernyataan, kemudian pilihlah salah satu pernyataan

yang paling sesuai dengan keadaan Bapak/Ibu, dengan cara memberi

tanda silang pada salah satu pernyataan yang sesuai dengan Anda.

  Perlu diketahui bahwa yang disebut sebagai pasangan dalam skala

ini adalah suami atau istri Anda (jika Anda Laki-laki maka yang disebut

sebagai pasangan adalah istri Anda dan sebaliknya jika Anda

perempuan.)

  Adapun pilihan jawabannya sebagai berikut: SS : Sangat Setuju S : Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju

  

NO PERNYATAAN SS S TS STS

  11. Saya menyerahkan semua keputusan pada pasangan saya.

  19. Saya belum pernah mengorbankan keinginan saya sewaktu sedang berunding.

  18. Semua solusi yang dikemukakan pasangan saya selalu tidak masuk akal.

  17. Gertakan dan ancaman justru akan membuat pasangan semakin membenci saya.

  16. Saya ikut bertanggung jawab dalam menyelesaikan semua konflik dalam keluarga.

  15. Keputusan yang saya dan pasangan ambil dalam diskusi merupakan solusi yang terbaik melainkan untuk kami berdua.

  14. Diskusi adalah jalan yang terbaik ketika terjadi konflik dengan pasangan.

  13. Konflik dengan pasangan dapat diatasi tanpa merusak keharmonisan kami.

  12. Saya ingin pasangan mengikuti pola pikir saya.

  10. Berunding dengan pasangan hanya akan membuang- buang waktu.

  1. Ketika terjadi konflik saya sering menginap di rumah orang tua.

  9. Harus ada yang kalah, ketika mencari jalan keluar dari konflik yang sedang saya hadapi dengan pasangan.

  8. Saya enggan mengalah waktu beradu pendapat dengan pasangan.

  7. Saya suka mengalah jika sedang mebicarakan sesuatu dengan pasangan.

  6. Saya berani bertemu pasangan walaupun sedang terjadi konflik di antara kami.

  5. Saya selalu berusaha mengungkapkan pendapat, keinginan, serta tujuan pada pasangan..

  4. Agar salah satu diantara kami tidak ada yang dirugikan, kami selalu merundingkan segala masalah.

  3. Saya bersikap manis pada pasangan meskipun sedang ada konflik.

  2. Saya merasa bahagia, jika pasangan menuruti keinginan saya.

  20. Menurut saya tidak ada perundingan yang akan memuasakan bagi kami berdua, salah satu diantara kami pasti ada yang kecewa. konflik.

  22. Sedikit gertakan akan mebuat pasangan menuruti semua keinginan saya.

  33. Saya rela mengalah agar konflik yang terjadi antara saya dan pasangan cepat mereda.

  40. Saya berulangkali mencoba untuk berdiskusi dengan

pasangan ketika sedang bertengkar, tetapi hasilnya

selalu merugikan saya.

  39. Berunding dengan pasangan hanya akan membuat salah satu diantara kami merasa bersalah.

  38. Saya rela dibenci pasangan daripada harus mengalah padanya.

  37. Ada waktunya saya harus mengalah dan menghormati pendapat pasangan.

  36. Saya akan menghadapi semua permasalahan yang terjadi dengan pasangan.

  35. Dalam diskusi saya dan pasangan mencoba untuk

saling tukar informasi guna mencari solusi terbaik yang

dapat memperbaiki hubungan kami.

  34. Saya rela mengoprbankan keinginan saya agar konflik mereda.

  32. Semua pendapat yang saya kemukakan harus diterima oleh pasangan.

  23. Saya tetap bersikap ramah untuk meredakan emosi pasangan.

  31. Saya pergi ketika pasangan mengajak mendiskusikan konflik yang terjadi.

  30. Membicarakan masalah dengan pasangan justru akan

memberikan kesempatan baginya untuk membela diri.

  29. Berunding dengan pasangan hanya akan memberikan

kesempatan bagi pasangan saya untuk membujuk saya

agar memenuhi senua keinginannya.

  28. Pasangan saya bukan tipe orang yang dapat dengan cepat menyelesaikan konflik.

  27. Saya sadar pasangan saya juga memiliki keinginan yang harus diperhatikan.

  26. Semua konflik selalu saya hadapi dengan tenang.

  25. Saya puas jika hasil dari diskusi antara saya dan

pasangan dapat menenangkan kembali ketegangan

dan prasangka buruk yang ada.

  24. Saya berusaha meyakinkan pasangan bahwa tidak ada

yang menang dan kalah dalam penyelesaian konflik.

  41. Saya sering meninggalkan rumah ketika ada konflik dengan pasangan. sedang bertengkar.

  43. Saya tetap menyapa pasangan walaupun sedang ada konflik.

  44. Hasil perundingan harus menguntungkan bagi saya dan pasangan.

  45. Diskusi sangat penting bagi saya ketika sedang ada

konflik dengan pasangan, untuk mengamati perbedaan-

perbedaan keinginan, pendapat, serta tujuan untuk

dapat mencari solusi

  46. Saya selalu menyediakan waktu ketika pasangan mengajak saya berdiskusi.

  47. Saya tidak pernah memaksa pasangan untuk menuruti semua keinginan saya.

  48. Saya tidak peduli hubungan saya dan pasangan akan memburuk, yang penting keinginan saya terwujud.

  49. Saya tidak yakin bahwa semua masalah yang terjadi

antara saya dan pasangan dapat dikompromikan untuk

mencapai suatu penyelesaian.

  50. Saya bosan tiap kali saya yang harus mengalah pada

pasangan saya, ketika kami sedang berdiskusi untuk

memecahkan suatu masalah.

  51. Saya jarang berbicara ketika sedang terjadi konflik dengan pasangan.

  52. Saya sering memojokkan pasangan ketika sedang berdiskusi dengannya.

  53. Pasangan saya sangat pandai dalam menyelesaikan setiap konflik yang terjadi.

  54. Saya dan pasangan selalu mencari jalan terbaik dari semua masalah yang kami hadapi.

  55. Solusi yang kami dapatkan dari pasangan harus berguna bagi kepentingan saya dan pasangan.

  56. Menurut saya masalah timbul untuk dihadapi bukan dihindari.

  57. Saya bersedia menerima keputusan yang telah diambil walaupun bukan pendapat saya yang dipakai.

  58. Saya menjaga sikap agar pasangan tidak membenci saya.

  59. Saya sadar bahwa harus ada pihak yang kalah dan

menang ketika saya mendiskusikan masalah denngan

pasangan saya.

  60. Menurut saya tidak ada keputusan yang benar-benar

adil bagi saya dan pasangan ketika sedang berdiskusi.

  61. Saya menjaga jarak dengan pasangan ketika terjadi konflik. menuruti kemauan saya.

  63. Saya menghargai pandapat pasangan agar ia merasa nyaman ketika berdiskusi.

  64. Saya berharap dengan diskusi saya akan mendapatkan

keuntungan walaupun harus kehilangan keinginan yang

lain.

  65. Diskusi memang harus dilaksanakan agar saya dan

pasangan masing-masing merasa puas dan hubungan

baik kami tetap terjaga.

  66. Menghindar dari konflik yang sedang terjadi hanya akan membuat konflik semakin rumit.

  67. Saya tidak pernah menggertak pasangan saya walaupun sedang marah.

  68. Kepentingan saya harus dipenuhi dahulu baru kepentingan pasangan saya.

  69. Saya takut akan merasa terpojok dan kalah jika

pasangan saya mengajak untuk mendiskusikan

masalah yang terjadi diantara kami.

  70. Saya tidak ingin mengorbankan keinginan, pendapat,

serta tujuan saya hanya untuk mempertahankan

hubungan saya dengan pasangan.

  71. Saya selalu takut menghadapi konflik yang terjadi dengan pasangan.

  72. Saya tidak akan menerima setiap kritikan dari pasangan saya.

  73. Sebisa mungkin saya akan menjaga hubungan baik

dengan pasangan, walaupun kami sedang ada

masalah.

  74. Saya menyadari bahwa tidak semua keinginan saya dapat dipenuhi.

  75. Sulit sekali bagi saya untuk merasakan dan mengerti

apa yang dirasakan pasangan saya ketika sedang

terjadi konflik diantara kami.

  76. Saya tetap bertahan di rumah walaupun saya sedang bertengkar dengan pasangan saya.

  77 Menyudutkan pasangan bukan bukanlah cara yang tepat untuk menyelesaiakan masalah.

  78 Saya yakin hubungan baik akan tercipta sendiri setelah konflik dapat diselesaikan.

  79 Saya merasa lelah bila harus mengajak pasangan

untuk berunding mengenai konflik tapi tidak ditanggapi.

  80 Berunding dengan pasangan hanya membuang-buang

  81 Saya sering menunda untuk membicarakan konflik yang sedang terjadi dengan pasangan.

  82 Saya akan mengeluarkan kata-kata kasar agar pasangan merasa takut.

  83 Saya selalu mendukung setiap keputusan yang telah kami ambil bersama.

  84 Keuntungan dan kerugian yang saya dan pasangan

peroleh harus seimbang dalam penyelesaian konflik.

  85 Saya selalu sabar dan bersedia mendengarkan semua penjelasan dari pasangan.

  86 Sebisa mungkin saya menghindar berjumpa dengan pasangan ketika terjadi konflik.

  87 Saya yakin gertakan akan melunakkan hati pasangan agar menuruti keinginan kita.

  88 Saya selalu bersedia untuk megakui segala kesalahan.

  89 Saya merasa tidak dihargai jika harus mengalah terus dengan pasangan saya.

  90 Saya menolak untuk berunding walau pasangan membujuk saya.

  91 Saya pergi berlibur untuk menenangkan diri waktu ada masalah dengan pasangan

  92 Saya tidak segan melontarkan kata-kata kasar ketika bertengkar pada pasangan.

  93 Saya tetap bersedia membantu pasangan walau terjadi konflik di antara kami.

  94 Sedikit humor dapat membuat ketegangan antara saya dan pasangan berkurang ketika sedang berdiskusi.

  95 Saya selalu berbicara terbuka pada pasangan untuk memecahkan permasalahan.

  96 Membuka pembicaraan dengan pasangan adalah cara terbaik untuk penyelesaian konflik.

  97 Saya akan menerima segala kritikan dan masukan dari pasangan.

  98 Meminta maaf hanya akan membuat pasangan semakin meremehkan saya.

  99 Berunding hanya merupakan kesempatan bagi saya dan pasangan untuk beradu mulut. 100 Perundingan bagi saya sangat membosankan.

  .

  Skala Manajemen Konflik Penelitian

SKALA MANAJEMEN KONFLIK

  Nama : Jenis Kelamin : Pekerjaan : Usia Perkawinan : Jumlah anak :

PETUNJUK PENGERJAAN

  Di bawah ini terdapat 76 pernyataan. Bacalah dan pahami baik-baik

setiap pernyataan, kemudian pilihlah salah satu pernyataan yang sesuai

dengan keadaan Bapak/ Ibu, dengan cara memberi tanda silang pada

salah satu pernyataan yang sesuai dengan Anda.

  Yang disebut pasangan dalam pernyataan ini adalah istri atau

suami Anda. Jadi jika Anda seorang suami, maka pasangan anda adalah

istri Anda. Sedangkan jika anda seorang istri maka yang disebut

pasangan adalah suami Anda.

  Adapun pilihan jawabannya adalah sebagai berikut: SS : Sangat Setuju S : Setuju TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju Semua jawaban adalah benar, jika sesuai dengan kenyataan

  

Bapak/ Ibu yang sebenarnya. Atas bantuan dan kerjasama dari Bapak/

Ibu, saya ucapkan banyak terimakasih.

  Hormat saya,

  

NO PERNYATAAN S SS TS STS

  1 Saya tinggal di rumah orang tua, ketika sedang ada konflik dengan pasangan

  2 Saya senang jika pasangan selalu menuruti keinginan saya.

  3 Saya tetap bersikap manis walau sedang ada masalah dengan pasangan.

  4 Saya merundingkan semua masalah dengan pasangan.

  5 Saya mengungkapkan semua pendapat, keinginan, tujuan kepada pasangan saya.

  6 Saya saya tetap bertegur sapa dengan pasangan, walau ada konflik.

  7 Saya rela mengalah dengan pasangan saya.

  8 Saya enggan mengorbankan pendapat saya, ketika baredu argument dengan pasangan.

  9 Selalu ada pihak yang kalah ketika mencari jalan keluar dari konflik yang ada.

  10 Berunding dengan pasangan hanya membuang-buang waktu.

  11 Saya enggan membicarakan masalah yang saya alami dengan pasangan.

  12 Saya pernah mengancam pasangan, agar menuruti kemauan saya.

  13 Konflik yang terjadi dapat didiskusikan dengan pasangan.

  14 Cara terbaik untuk mengatasi konflik dengan pasangan adalah mencari jalan tengah yang terbaik bagi kami.

  15 Solusi yang kami ambil harus sama- sama menguntungkan bagi saya dan pasangan.

  16 Saya berani menemui pasangan walau sedang ada konflik.

  17 Saya belum pernah memukul pasangan saya.

  18 Saya mendukung setiap keputusan yang diambil pasangan saya.

  19 Diskusi hanya memberi kesempatan bagi pasangan untuk memojokkan saya.

  20 Kelemahan dan kekurangn pasangan harus kita maklumi.

  21 Saya pergi rekreasi untuk menenangkan diri ketika ada konflik dengan pasangan.

  22 Sedikit gertakan akan meluluhkan pasangan saya.

  23 Konflik harus cepat diselesaikan agar keharmonisan tetap terjaga.

  24 Saya berusaha untuk memahami perbedaan yang ada dengan pasangan.

  25 Saya bersedia mendengarkan penjelasan dari pasangan.

  26 Saya tetap bertegur sapa dengan pasangan walau sedang terjadi konflik. pasangan.

  28 Pasangan saya bukan orang yang pandai memecahkan masalah.

  29 Berunding akan memberikan kesempatan bagi pasangan untuk menekan saya.

  30 Membicarakan masalah dengan pasangan akan memberikan kesempatan baginya untuk membela diri.

  31 Saya malu membicarakan pokok masalah yang menjadi sumber konflik dengan pasangan.

  32 Saya merayu pasangan agar menuruti kehendak saya.

  33 Saya akan mengalah agar konflik dengan pasangan cepat terselesaikan.

  34 Saya bekerja sama dengan pasangan untuk mencari jalan tengah yang terbaik bagi kami.

  35 Dengan diskusi saya dan pasangan mencoba sharing untuk bertukar informasi untuk mencari solusi terbaik.

  36 Saya segera membicarakan setiap konflik dengan pasangan.

  37 Saya mencoba memahami keinginan dan kepentingan pasangan saya.

  38 Pendapat dari pasangan kebanyakan mengecewakan saya.

  39 Saya merasa tertekan ketika pasangan.

  40 Hasil diskusi dengan pasangan merugikan saya.

  41 Saya merahasiakan permasalahan yang saya hadapi dengan pasangan.

  42 Saya bersikap tegas agar pasangan menghargai saya.

  43 Saya berusaha menghargai pendapat dari pasangan.

  44 Saya akan mengungkapkan semua alasan secara baik-baik agar tidak terjadi pertengkaran dengan pasangan.

  45 Diskusi sangat penting bagi saya untuk mengamati perbedaan, keinginan, dan pendapat dengan pasangan.

  46 Semua konflik dengan pasangan sebisa mungkin saya selesaikan.

  47 Saya berusaha memahami keinginan serta pendapat dari pasangan.

  48 Saya malu jika mengalah dari pasangan.

  49 Saya ragu dalam mengambil keputusan.

  50 Saya bosan jika tiap kali mengalah pada pasangan.

  51 Saya menghabiskan waktu di tempat bejerja ketika ada konflik dengan pasangan.

  52 Saya melontarkan kata-kata kasar pada pasangan ketika sedang bertengkar.

  53 Saya takut dibenci pasangan saya ketika

  54 Dengan diskusi saya dan pasangan akan memperoleh keuntungan.

  55 Solusi yang kami dapatkan harus berguna bagi kepentingan saya dan pasangan.

  56 Jika kita cepat dalam mengani konflik, maka pemecahannyapun akan lebih mudah.

  57 Saya menerima setiap kritikan dari pasangan.

  58 Saya merasa tertekan jika harus menunda membicarakan konflik dengan pasangan.

  59 Dalam menyelesaikan konflik ada pihak yang kalah dan ada pihak yang menang,

  60 Saya merasa dirugikan dalam setiap pemecahan konflik.

  61 Saya takut bertemu pasangan ketika sedang bertengkar.

  62 Saya berusaha membujuk pasangan agar selalu menerima pendapat saya.

  63 Pendapat dari pasangan lebih baik dari pendapat saya dalam pemecahan konflik.

  64 Sikap terbuka dan saling berbagi dengan pasangan kunci dalam setiap penyelesaian konflik.

  65 Jika pendapat saya berbeda dengan pasangan, saya akan

  66 Saya mengahadapi setiap permasalahan dengan cepat.

  67 Saya mendengarkan dan menghormati pendapat dari pasangan saya.

  68 Saya enggan membicarakan keinginan saya pada pasangan.

  69 Saya sulit untuk memahami jalan pikiran pasangan saya.

  70 Saya memahami betul sifat-sifat dari pasangan saya.

  71 Saya kecewa, keputusan yang diambil hanya menguntungkan bagi pasangan saya.

  72 Keputusan yang diambil pasangan sesuai dengan harapan saya.

  73 Mengobrol dengan pasangan akan sangat membantu dalam penyelesaian konflik.

  74 Pendapat yang saya kemukakan selalu benar.

  75 Saya dan pasangan sama-sama memiliki kesempatan untuk mengungkapkan pendapat masang- masing.

  76 Pendapat dari pasangan semuanya belum tentu benar.

  Reliabilitas

  

Reliabilitas Manajemen Konflik Menghindar

  • Method 1 (space saver) will be used for this analysis
  • _
    • R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S S C A L E (A L P H A) Item-total Statistics Scale Scale Corrected Mean Variance Item- Alpha if Item if Item Total if Item Deleted Deleted Correlation Deleted

  ITEM1 23.1778 22.0130 .4124 .7230

  ITEM6 22.8111 21.3909 .5292 .7043

  ITEM11 23.2333 24.0236 .3583 .7279

  ITEM16 23.0889 20.9134 .6093 .6923

  ITEM21 22.8333 21.1517 .5758 .6974

  ITEM26 23.7889 25.1572 .4281 .7263

  ITEM31 23.7556 25.6474 .2629 .7372

  ITEM36 23.4444 24.6767 .4431 .7229

  ITEM41 23.0889 22.9358 .4309 .7189

  ITEM46 23.3667 29.4708 -.3285 .7867

  ITEM51 23.0444 26.1778 .1180 .7513

  ITEM56 23.5111 23.8707 .4886 .7160

  ITEM61 23.5222 24.2298 .4146 .7228 _

  • R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S S C A L E (A L P H A) Reliability Coefficients N of Cases =

  90.0 N of Items = 13 Alpha = .7428

  

Reliabilitas Manajemen Konflik Dominasi

  • Method 1 (space saver) will be used for this analysis ****
    • R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S S C A L E (A L P H A) Item-total Statistics Scale Scale Corrected Mean Variance Item- Alpha if Item if Item Total if Item Deleted Deleted Correlation Deleted

  ITEM2 23.1111 25.2235 .2403 .7539

  ITEM7 22.8000 25.3978 .2552 .7507

  ITEM12 24.0111 21.9886 .6218 .7063

  ITEM17 23.7444 21.3385 .5436 .7152

  ITEM22 24.2444 25.1755 .4217 .7352

  ITEM27 23.9222 23.7130 .5116 .7233

  ITEM32 23.8556 25.5182 .1828 .7623

  ITEM37 23.7111 22.7920 .6199 .7104

  ITEM42 23.1889 26.1100 .0887 .7785

  ITEM47 24.2444 25.6025 .3802 .7392

  ITEM52 24.2889 24.2302 .5439 .7235

  ITEM57 24.3556 26.1194 .3362 .7433

  ITEM62 24.1222 25.4119 .4191 .7363 _

  • R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S S C A L E (A L P H A) Reliability Coefficients N of Cases =

  90.0 N of Items = 13 Alpha = .7530

  

Reliabilitas Manajemen Konflik Membantu

  • Method 1 (space saver) will be used for this analysis ****
    • R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S S C A L E (A L P H A) Item-total Statistics Scale Scale Corrected Mean Variance Item- Alpha if Item if Item Total if Item Deleted Deleted Correlation Deleted

  ITEM3 45.3778 23.1141 .2263 .6206

  ITEM8 45.0667 23.5236 .3083 .6089

  ITEM13 44.6333 24.3247 .1492 .6301

  ITEM18 45.3667 22.9989 .2455 .6172

  ITEM23 44.8778 23.9961 .2223 .6198

  ITEM28 44.7667 23.9112 .3026 .6113

  ITEM33 44.9667 24.1674 .2888 .6137

  ITEM38 45.2000 22.7685 .3840 .5975

  ITEM43 44.4444 25.3958 .0767 .6348

  ITEM48 44.7889 24.0111 .2587 .6157

  ITEM53 45.3556 23.1306 .2734 .6124

  ITEM58 45.6556 23.2845 .1649 .6340

  ITEM63 44.7333 23.7933 .3018 .6108

  ITEM66 46.6000 25.2764 .1256 .6298

  ITEM72 44.6111 23.7459 .2800 .6127

  ITEM74 45.7333 22.8494 .2763 .6119

  ITEM76 46.0000 22.4944 .2587 .6158 _

  • R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S S C A L E (A L P H A) Reliability Coefficients N of Cases =

  90.0 N of Items = 17 Alpha = .6319

  

Reliabilitas Manajemen Konflik Kompromi

  • Method 1 (space saver) will be used for this analysis ****
    • R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S S C A L E (A L P H A) Item-total Statistics Scale Scale Corrected Mean Variance Item- Alpha if Item if Item Total if Item Deleted Deleted Correlation Deleted

  ITEM4 46.3333 27.7303 .4065 .7602

  ITEM9 47.1444 28.4171 .2857 .7697

  ITEM14 46.4444 26.6317 .4510 .7558

  ITEM19 46.9333 27.1640 .3767 .7628

  ITEM24 46.4667 26.9258 .5280 .7508

  ITEM29 46.8333 27.5337 .2846 .7730

  ITEM34 46.1889 28.1999 .4272 .7599

  ITEM39 46.8444 27.1665 .5092 .7526

  ITEM44 46.5889 28.4021 .4852 .7584

  ITEM49 46.7111 28.6572 .4560 .7604

  ITEM54 46.5444 27.7789 .4455 .7579

  ITEM59 46.8889 28.9988 .2461 .7719

  ITEM64 46.4000 28.0180 .5129 .7557

  ITEM67 47.9000 29.5517 .1648 .7777

  ITEM68 46.9222 28.9939 .2476 .7718

  ITEM69 46.6000 26.8944 .5306 .7505

  ITEM71 47.6333 29.3360 .0929 .7922 _

  • R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S S C A L E (A L P H A) Reliability Coefficients N of Cases =

  90.0 N of Items = 17 Alpha = .7746

  

Reliabilitas Manajemen Konflik Mempersatukan

  • Method 1 (space saver) will be used for this analysis ****
    • R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S S C A L E (A L P H A) Item-total Statistics Scale Scale Corrected Mean Variance Item- Alpha if Item if Item Total if Item Deleted Deleted Correlation Deleted

  ITEM5 47.1556 28.1553 .3055 .7766

  ITEM10 47.5444 26.0935 .3749 .7726

  ITEM15 47.1000 26.9899 .5087 .7643

  ITEM20 47.7333 26.5348 .3370 .7759

  ITEM25 47.3778 27.0692 .4221 .7686

  ITEM30 47.5889 27.0538 .4059 .7696

  ITEM35 47.3556 25.7149 .5355 .7586

  ITEM40 47.7778 26.2422 .4003 .7697

  ITEM45 47.3111 26.3066 .4855 .7632

  ITEM50 47.7111 27.0392 .4023 .7698

  ITEM55 47.3556 27.2429 .4815 .7664

  ITEM60 47.8778 27.3894 .3972 .7706

  ITEM65 47.4333 27.7090 .3778 .7723

  ITEM70 47.6667 27.2135 .3310 .7751

  ITEM73 47.9667 28.3247 .1640 .7886

  ITEM75 48.0444 25.7283 .3238 .7813 _

  • R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S S C A L E (A L P H A) Reliability Coefficients N of Cases =

  90.0 N of Items = 16 Alpha = .7827

  Uji Normalitas

  • .072

  

UJI NORMALITAS (One Sample Kolmogorof Smirnov Test)

Manajemen Konflik Dominasi

NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  Calculated from data.

  a.

  JMLSKOR Test distribution is Normal.

  Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed)

  Absolute Positive Negative

  a,b

  Normal Parameters

  N Mean Std. Deviation

  .944 .335

  .099 .099

  25.80 5.309

  90

  b.

  Calculated from data.

  a.

  JMLSKOR Test distribution is Normal.

  Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed)

  Absolute Positive Negative

  a,b

  Normal Parameters

  N Mean Std. Deviation

  .706 .701

  .074 .074

  25.22 5.248

  90

  

UJI NORMALITAS (One Sample Kolmogorof Smirnov Test)

Manajemen Konflik Menghindar

NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  • .050

  b.

  • .066

  

UJI NORMALITAS (One Sample Kolmogorof Smirnov Test)

Manajemen Konflik Kompromi

NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  Calculated from data.

  a.

  JMLSKOR Test distribution is Normal.

  Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed)

  Absolute Positive Negative

  a,b

  Normal Parameters

  N Mean Std. Deviation

  .926 .357

  .098 .098

  49.71 5.585

  90

  b.

  Calculated from data.

  a.

  JMLSKOR Test distribution is Normal.

  Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed)

  Absolute Positive Negative

  a,b

  Normal Parameters

  N Mean Std. Deviation

  .883 .416

  .093 .093

  48.01 5.113

  90

  

UJI NORMALITAS (One Sample Kolmogorof Smirnov Test)

Manajemen Konflik Membantu

NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  • .069

  b.

  

UJI NORMALITAS (One Sample KOlmogorof Smirnov Test)

Manajemen Konflik Mempersatukan

NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  90

  50.73 5.495

  .073 .073

  • .071

  .696 .718

  N Mean Std. Deviation

  Normal Parameters

  a,b

  Absolute Positive Negative

  Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed)

  JMLSKOR Test distribution is Normal.

  a.

  Calculated from data.

  b.

  Uji Homogenitas dan Uji t

  UJI HOMOGENITAS (Levene Test) dan UJI T (Independentsample t-Test) Manajemen Konflik Menghindar Group Statistics

  Std. Error PASUTRI N Mean Std. Deviation Mean

  JMLSKOR istri

  45 28.22 4.482 .668 suami 45 22.22 4.150 .619

  

Independent Samples Test

  Levene's Test for Equality of Variance t-test for Equality of Means

  95% Confidence Interval of the

  Difference Mean Std. Error

  F Sig. t df Sig. (2-tailed) Difference Difference Lower Upper JMLSKO Equal variance

  .213 .646 6.590 88 .000 6.00 .911 4.191 7.809 assumed Equal variance

  6.590 87.485 .000 6.00 .911 4.190 7.810 not assumed

  UJI HOMOGENITAS (Levene Test) dan UJI T (Independentsample t-Test) Manajemen Konflik Dominasi Group Statistics

  Std. Error PASUTRI N Mean Std. Deviation Mean

  JMLSKOR istri

  45 28.91 5.235 .780 suami 45 22.69 3.132 .467

  

Independent Samples Test

  Levene's Test for Equality of Variance t-test for Equality of Means

  95% Confidence Interval of the

  Difference Mean Std. Error

  F Sig. t df Sig. (2-tailed) Difference Difference Lower Upper JMLSKO Equal variance

  7.857 .006 6.843 88 .000 6.22 .909 4.415 8.029 assumed Equal variance

  6.843 71.926 .000 6.22 .909 4.409 8.035 not assumed

  UJI HOMOGENITAS (Levene Test) dan UJI T (Independent sample t-Test) Manajemen Konflik Membantu Group Statistics

  Std. Error PASUTRI N Mean Std. Deviation Mean

  JMLSKOR istri

  45 49.67 6.015 .897 suami 45 46.36 3.331 .497

  

Independent Samples Test

  Levene's Test for Equality of Variance t-test for Equality of Means

  95% Confidence Interval of the

  Difference Mean Std. Error

  F Sig. t df Sig. (2-tailed) Difference Difference Lower Upper JMLSKO Equal variance

  9.016 .003 3.230 88 .002 3.31 1.025 1.274 5.348 assumed Equal variance

  3.230 68.671 .002 3.31 1.025 1.266 5.356 not assumed

  UJI HOMOGENITAS (Levene Test) dan UJI T (Independentsample t-Test) Manajemen Konflik Kompromi Group Statistics

  Std. Error PASUTRI N Mean Std. Deviation Mean

  JMLSKOR istri

  45 49.56 6.479 .966 suami 45 49.87 4.591 .684

  • .263 79.283 .793 -.31 1.184 -2.667 2.045 Equal variance assumed Equal variance not assumed

  45 50.96 4.327 .645 PASUTRI istri suami

  95% Confidence Interval of the

  Std. Error Difference Lower Upper

  Mean Difference

  Levene's Test for Equality of Variance t df Sig. (2-tailed)

  JMLSKO F Sig.

  6.077 .016 -.382 88 .704 -.44 1.164 -2.758 1.869

  

Independent Samples Test

  Std. Error Mean

  JMLSKOR N Mean Std. Deviation

  45 50.51 6.500 .969

  UJI HOMOGENITAS (Levene Test) dan UJI T (Independentsample t-Test) Manajemen Konflik Mempersatukan Group Statistics

  Difference t-test for Equality of Means

  95% Confidence Interval of the

  Std. Error Difference Lower Upper

  Mean Difference

  Levene's Test for Equality of Variance t df Sig. (2-tailed)

  JMLSKO F Sig.

  5.656 .020 -.263 88 .793 -.31 1.184 -2.663 2.041

  

Independent Samples Test

  Difference t-test for Equality of Means

  • .382 76.596 .704 -.44 1.164 -2.763 1.874 Equal variance assumed Equal variance not assumed

  Data Penelitian

  Pasutri Item

  1

  2

  2

  2

  30

  4

  2

  4

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  4

  2

  2

  2

  1

  29

  3

  2

  4

  3

  2

  1

  31

  4

  4

  2

  2

  2

  2

  2

  33

  2

  2

  3

  3

  1

  1

  1

  4

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  32

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  2

  2

  4

  4

  2

  2

  2

  2

  24

  4

  2

  2

  25

  3

  3

  3

  4

  2

  4

  3

  3

  4

  23

  4

  3

  4

  1

  1

  1

  2

  4

  1

  1

  2

  2

  3

  1

  27

  3

  2

  2

  4

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  28

  1

  2

  2

  26

  3

  2

  2

  4

  2

  2

  3

  2

  2

  4

  3

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  41

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  4

  4

  4

  1

  1

  42

  3

  2

  2

  4

  2

  2

  2

  2

  2

  40

  3

  2

  2

  4

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  44

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  4

  3

  2

  2

  2

  43

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  4

  36

  3

  3

  4

  4

  2

  4

  3

  3

  1

  34

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  35

  2

  2

  4

  1

  2

  3

  2

  1

  1

  2

  3

  3

  3

  2

  39

  4

  1

  3

  2

  38

  1

  4

  2

  2

  2

  37

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  4

  1

  4

  2

  2

  2

  1 Item

  1

  1

  3

  2

  2

  1

  2

  3

  1

  3

  1

  8

  1

  2

  1

  2

  7

  1

  3

  3

  2

  6

  3

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  11

  4

  10

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  9

  1

  3

  1

  2

  1

  1

  3

  2

  1

  2

  2

  3

  4

  4

  1

  2

  3

  1

  2

  1

  2

  3

  4

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  36 Item

  6 Item

  11 Item

  16 Item

  21 Item

  26 Item

  31 Item

  41 Item

  3

  46 Item

  51

  1

  1

  3

  1

  1

  3

  2

  3

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  5

  2

  4

  3

  2

  3

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  3

  4

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  4

  4

  2

  4

  2

  19

  2

  2

  1

  2

  2

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  4

  4

  1

  2

  2

  1

  4

  2

  2

  1

  18

  3

  3

  2

  3

  17

  3

  1

  1

  1

  4

  1

  1

  1

  3

  22

  3

  2

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  2

  1

  20

  3

  3

  4

  2

  1

  4

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  21

  3

  1

  1

  2

  2

  13

  3

  1

  4

  4

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  1

  3

  3

  1

  3

  3

  1

  3

  3

  12

  4

  4

  2

  4

  4

  2

  2

  1

  14

  1

  2

  3

  3

  1

  1

  16

  4

  1

  4

  3

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  15

  3

  1

  3

  2

  1

  2

  47

  76

  1

  77

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  75

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  79

  1

  1

  1

  1

  4

  4

  2

  3

  2

  2

  1

  4

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  3

  2

  2

  78

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  80

  1

  3

  1

  3

  1

  1

  71

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  70

  3

  3

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  74

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  3

  1

  1

  72

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  73

  1

  1

  3

  87

  1

  88

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  3

  1

  2

  3

  3

  2

  2

  86

  4

  4

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  90

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  4

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  89

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  82

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  81

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  85

  3

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  1

  2

  83

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  84

  1

  69

  2

  2

  55

  2

  2

  2

  2

  4

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  54

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  53

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  57

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  4

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  56

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  49

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  48

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  52

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  50

  1

  1

  1

  2

  1

  51

  1

  1

  3

  1

  1

  1

  1

  58

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  66

  2

  65

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  64

  3

  2

  3

  3

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  68

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  67

  1

  3

  4

  1

  4

  1

  2

  1

  1

  1

  60

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  3

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  59

  2

  3

  3

  2

  1

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  4

  2

  63

  1

  2

  1

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  61

  2

  1

  2

  2

  2

  62

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2 Pasutri Item

  2 Item

  4

  2

  2

  2

  2

  30

  1

  3

  3

  2

  4

  2

  3

  2

  3

  4

  2

  2

  4

  1

  2

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  4

  2

  29

  1

  3

  4

  3

  2

  1

  2

  31

  4

  33

  2

  3

  4

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  4

  4

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  4

  1

  3

  2

  4

  3

  4

  1

  2

  2

  1

  3

  2

  3

  2

  2

  32

  1

  2

  3

  3

  2

  1

  3

  2

  3

  3

  4

  2

  4

  3

  2

  24

  2

  2

  2

  2

  25

  1

  3

  4

  1

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  23

  1

  4

  1

  1

  4

  1

  2

  1

  3

  4

  1

  2

  3

  2

  1

  1

  1

  27

  1

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  3

  3

  1

  2

  3

  1

  1

  28

  1

  1

  1

  26

  4

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  4

  2

  3

  1

  41

  1

  1

  3

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  4

  3

  1

  1

  1

  42

  1

  2

  2

  3

  1

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  40

  4

  2

  3

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  4

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  44

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  43

  1

  3

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  4

  2

  1

  2

  3

  4

  2

  2

  4

  2

  36

  1

  1

  3

  3

  1

  2

  3

  4

  4

  2

  1

  34

  1

  1

  4

  2

  3

  1

  1

  3

  3

  1

  1

  3

  1

  2

  35

  4

  2

  1

  2

  4

  3

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  39

  1

  2

  3

  2

  1

  38

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  37

  1

  1

  4

  2

  2

  2

  4

  2

  2

  4

  3

  2

  2

  4

  4

  7 Item

  2

  3

  3

  1

  2

  1

  4

  1

  1

  4

  1

  3

  8

  1

  1

  4

  3

  1

  3

  1

  2

  2

  1

  2

  6

  1

  1

  4

  1

  2

  7

  2

  1

  2

  2

  3

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  11

  1

  4

  10

  1

  3

  3

  2

  2

  1

  1

  1

  9

  1

  3

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  1

  4

  2

  1

  4

  4

  3

  4

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  4

  3

  1

  42 Item

  12 Item

  17 Item

  22 Item

  27 Irem

  32 Item

  37 Item

  42 Item

  52 Item

  4

  57 Item

  62

  1

  1

  4

  3

  3

  3

  1

  2

  3

  2

  3

  1

  3

  3

  2

  3

  1

  5

  2

  1

  3

  3

  1

  4

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  1

  1

  3

  4

  2

  3

  1

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  2

  2

  4

  1

  3

  3

  1

  3

  19

  4

  3

  4

  2

  2

  2

  1

  1

  2

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  4

  2

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  1

  4

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  18

  1

  2

  4

  4

  3

  17

  2

  4

  4

  3

  1

  4

  1

  1

  1

  3

  2

  22

  1

  4

  3

  4

  4

  2

  4

  4

  2

  2

  2

  20

  1

  3

  4

  1

  4

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  21

  1

  2

  1

  2

  2

  2

  13

  1

  4

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  3

  1

  4

  3

  3

  2

  2

  2

  12

  4

  1

  4

  3

  3

  4

  2

  3

  1

  14

  3

  1

  3

  1

  2

  2

  1

  16

  1

  3

  1

  3

  4

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  3

  4

  1

  2

  3

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  15

  1

  3

  3

  1

  2

  1

  2

  47

  2

  3

  4

  1

  1

  1

  2

  4

  2

  76

  1

  1

  2

  1

  77

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  75

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  79

  2

  3

  3

  3

  1

  2

  1

  2

  4

  3

  1

  3

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  78

  1

  2

  1

  3

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  80

  2

  2

  4

  2

  1

  2

  1

  71

  2

  1

  3

  1

  2

  1

  1

  3

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  70

  2

  2

  3

  2

  3

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  4

  2

  1

  2

  2

  74

  2

  3

  4

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  72

  2

  3

  2

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  4

  1

  2

  1

  2

  73

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  87

  1

  1

  1

  2

  88

  2

  3

  2

  1

  2

  3

  2

  1

  1

  1

  86

  2

  4

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  3

  2

  2

  1

  1

  2

  90

  2

  4

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  1

  1

  1

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  1

  89

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  1

  1

  2

  82

  2

  2

  3

  1

  1

  1

  1

  4

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  81

  2

  3

  4

  2

  4

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  4

  2

  2

  1

  2

  3

  1

  85

  2

  3

  3

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  1

  83

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  1

  2

  84

  3

  69

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  55

  2

  54

  1

  3

  2

  3

  1

  1

  1

  2

  53

  2

  3

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  3

  1

  3

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  57

  2

  2

  3

  1

  3

  1

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  1

  1

  1

  56

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  1

  49

  1

  1

  3

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  3

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  4

  2

  3

  1

  1

  3

  2

  2

  1

  4

  1

  1

  2

  2

  2

  48

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  1

  2

  2

  4

  1

  3

  1

  2

  52

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  50

  2

  3

  2

  1

  1

  51

  2

  1

  1

  4

  2

  2

  1

  1

  1

  58

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  3

  1

  1

  1

  2

  66

  2

  65

  2

  3

  4

  1

  1

  1

  1

  2

  64

  2

  4

  1

  3

  1

  2

  2

  1

  2

  3

  1

  3

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  68

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  1

  3

  1

  1

  1

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  1

  1

  1

  67

  2

  3

  3

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  2

  60

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  1

  2

  1

  4

  4

  1

  2

  1

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  1

  1

  2

  1

  4

  3

  1

  1

  1

  1

  2

  59

  2

  3

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  1

  2

  2

  1

  2

  3

  1

  3

  1

  2

  63

  2

  2

  4

  1

  1

  4

  2

  1

  2

  2

  1

  61

  2

  2

  3

  1

  2

  62

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2 Pasutri Item

  3 Item

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  31

  1

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  29

  1

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  2

  3

  4

  3

  2

  4

  3

  3

  30

  1

  1

  2

  2

  4

  1

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  34

  1

  1

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  32

  1

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  33

  3

  1

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  25

  1

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  2

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  3

  3

  4

  1

  24

  1

  2

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  1

  2

  1

  4

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  28

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  26

  3

  1

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  1

  3

  3

  2

  27

  1

  3

  3

  1

  1

  3

  2

  4

  4

  4

  3

  2

  42

  1

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  2

  4

  43

  1

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  41

  1

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  3

  3

  4

  3

  1

  3

  3

  2

  45

  1

  4

  2

  4

  1

  2

  3

  3

  2

  4

  4

  1

  2

  4

  1

  4

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  4

  1

  4

  3

  2

  44

  1

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  4

  1

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  36

  3

  1

  4

  3

  4

  37

  1

  1

  3

  4

  4

  1

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  35

  1

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  4

  3

  3

  4

  39

  1

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  1

  3

  3

  2

  40

  1

  4

  4

  2

  3

  3

  1

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  38

  1

  3

  1

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  1

  8 Item

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  1

  4

  8

  1

  1

  3

  2

  2

  2

  1

  2

  4

  4

  3

  2

  2

  3

  4

  6

  1

  2

  3

  2

  4

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  1

  2

  2

  1

  7

  1

  4

  1

  1

  4

  2

  1

  3

  2

  3

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  1

  3

  1

  1

  11

  1

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  2

  2

  3

  1

  2

  1

  2

  3

  2

  9

  1

  2

  4

  2

  1

  3

  3

  1

  1

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  2

  3

  1

  10

  3

  2

  3

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  2

  2

  1

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  2

  3

  4

  3

  63 Item

  13 Item

  18 Item

  23 Item

  28 Item

  33 Item

  38 Item

  43 Item

  48 Item

  53 Item

  58 Item

  66 Item

  4

  72 Item

  74 Item

  76

  1

  1

  3

  2

  4

  1

  4

  4

  3

  2

  3

  1

  4

  2

  3

  3

  2

  1

  3

  3

  1

  5

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  1

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  4

  1

  2

  3

  2

  3

  1

  4

  23

  3

  3

  4

  19

  1

  4

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  20

  1

  4

  4

  3

  18

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  1

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  1

  4

  1

  2

  22

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  4

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  1

  3

  1

  4

  21

  1

  4

  4

  2

  2

  4

  3

  4

  3

  1

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  1

  2

  2

  3

  1

  14

  1

  1

  4

  3

  4

  3

  4

  13

  3

  3

  4

  4

  2

  3

  1

  4

  12

  1

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  1

  3

  4

  3

  3

  1

  3

  1

  1

  4

  2

  1

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  1

  4

  3

  1

  4

  2

  1

  17

  1

  1

  3

  3

  16

  2

  4

  2

  3

  3

  4

  4

  1

  3

  3

  1

  15

  1

  3

  1

  1

  2

  2

  2

  3

  2

  4

  2

  3

  3

  2

  2

  1

  48

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  4

  1

  2

  3

  2

  77

  2

  3

  3

  4

  2

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  75

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  76

  2

  3

  4

  3

  1

  4

  2

  2

  2

  4

  2

  4

  4

  3

  2

  4

  1

  3

  1

  3

  1

  3

  1

  1

  80

  2

  2

  79

  1

  3

  4

  2

  3

  2

  4

  2

  2

  78

  2

  4

  4

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  1

  4

  1

  2

  4

  4

  3

  71

  2

  2

  2

  4

  2

  3

  4

  4

  4

  2

  4

  2

  4

  4

  1

  4

  1

  1

  72

  2

  4

  4

  1

  2

  1

  2

  4

  1

  4

  1

  2

  70

  2

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  4

  1

  4

  2

  4

  1

  2

  2

  3

  1

  3

  2

  1

  74

  2

  4

  4

  3

  4

  1

  3

  3

  2

  4

  4

  1

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  2

  2

  3

  3

  1

  1

  3

  1

  2

  3

  1

  73

  2

  3

  3

  4

  1

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  2

  4

  3

  1

  2

  4

  1

  4

  1

  1

  88

  2

  2

  3

  3

  3

  87

  3

  1

  2

  4

  2

  1

  86

  2

  3

  2

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  4

  2

  1

  3

  2

  4

  1

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  90

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  1

  3

  2

  1

  2

  3

  89

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  1

  3

  2

  1

  2

  3

  1

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  82

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  1

  1

  4

  1

  1

  4

  4

  2

  3

  2

  3

  4

  3

  2

  1

  4

  1

  4

  2

  4

  81

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  1

  3

  1

  4

  3

  4

  4

  3

  1

  4

  1

  4

  1

  85

  3

  2

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  83

  3

  2

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  4

  2

  3

  2

  3

  1

  2

  84

  2

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  4

  2

  2

  55

  2

  3

  3

  4

  2

  4

  4

  3

  2

  4

  4

  3

  1

  3

  2

  4

  2

  1

  1

  56

  54

  1

  4

  4

  3

  1

  4

  1

  4

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  1

  2

  4

  58

  4

  4

  1

  1

  4

  1

  3

  1

  1

  2

  2

  4

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  4

  2

  2

  57

  2

  2

  4

  4

  4

  3

  4

  2

  2

  2

  4

  4

  3

  2

  3

  1

  3

  2

  50

  4

  2

  2

  3

  4

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  2

  2

  4

  2

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  2

  4

  1

  3

  3

  2

  49

  2

  4

  2

  4

  3

  2

  2

  2

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  1

  2

  3

  1

  3

  1

  1

  53

  2

  2

  3

  4

  2

  52

  3

  3

  1

  4

  1

  1

  51

  2

  4

  2

  4

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  2

  2

  4

  1

  3

  1

  2

  4

  3

  2

  2

  1

  3

  1

  3

  1

  1

  66

  2

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  1

  4

  3

  1

  1

  2

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  4

  3

  1

  3

  65

  2

  2

  2

  4

  2

  3

  4

  3

  4

  3

  1

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  2

  1

  4

  4

  4

  1

  1

  69

  2

  4

  2

  4

  4

  1

  3

  3

  3

  2

  2

  1

  67

  2

  3

  4

  4

  1

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  1

  1

  4

  1

  3

  1

  1

  68

  2

  3

  2

  1

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  4

  2

  1

  4

  2

  1

  61

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  1

  2

  59

  2

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  60

  3

  4

  4

  3

  1

  4

  2

  4

  2

  2

  3

  2

  2

  4

  2

  2

  63

  2

  3

  3

  4

  2

  4

  4

  2

  2

  4

  3

  4

  1

  3

  1

  3

  1

  1

  64

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  4

  2

  2

  62

  3

  1

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  2

  2 Pasutri Item

  4 Item

  3

  1

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  30

  1

  3

  3

  29

  2

  4

  4

  3

  3

  1

  3

  2

  2

  28

  1

  3

  2

  2

  3

  4

  4

  4

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  32

  1

  3

  2

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  31

  3

  1

  1

  2

  3

  3

  4

  4

  4

  2

  2

  3

  2

  33

  4

  3

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  2

  24

  1

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  4

  4

  2

  23

  1

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  27

  1

  3

  2

  3

  1

  3

  1

  2

  4

  2

  4

  3

  2

  25

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  26

  1

  2

  1

  4

  3

  1

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  1

  3

  4

  1

  3

  3

  4

  41

  1

  4

  2

  40

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  39

  1

  4

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  1

  3

  3

  1

  43

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  2

  3

  3

  4

  4

  4

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  4

  4

  42

  3

  1

  4

  2

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  1

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  35

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  34

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  4

  3

  38

  1

  4

  2

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  2

  3

  4

  3

  3

  36

  1

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  37

  1

  2

  1

  9 Item

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  7

  4

  2

  3

  4

  1

  8

  1

  4

  1

  2

  1

  1

  1

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  6

  1

  2

  4

  2

  4

  3

  2

  2

  3

  4

  3

  1

  3

  3

  1

  2

  2

  4

  4

  2

  3

  1

  1

  10

  1

  3

  2

  2

  2

  1

  3

  3

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  2

  3

  1

  3

  3

  9

  1

  2

  3

  1

  3

  2

  1

  3

  2

  1

  1

  3

  3

  3

  3

  2

  1

  2

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  2

  1

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  2

  64 Item

  14 Item

  19 Item

  24 Item

  29 Item

  34 Item

  39 Item

  44 Item

  49 Item

  54 Item

  59 Item

  67 Item

  4

  68 Item

  69 Item

  71

  1

  1

  4

  4

  4

  2

  4

  3

  3

  3

  2

  1

  4

  3

  3

  2

  1

  3

  4

  2

  3

  2

  3

  5

  1

  3

  3

  4

  2

  3

  1

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  2

  3

  1

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  4

  1

  2

  11

  4

  22

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  18

  4

  2

  3

  3

  3

  19

  1

  4

  3

  3

  1

  2

  3

  3

  3

  1

  2

  2

  1

  17

  1

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  2

  2

  1

  3

  2

  2

  21

  1

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  20

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  1

  3

  1

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  4

  4

  13

  1

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  1

  1

  1

  4

  4

  12

  1

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  2

  1

  3

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  1

  2

  4

  2

  16

  1

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  4

  1

  3

  14

  1

  4

  1

  4

  3

  4

  2

  4

  3

  2

  2

  3

  4

  4

  1

  3

  2

  2

  15

  1

  3

  1

  45

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  1

  75

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  74

  2

  4

  2

  4

  1

  3

  3

  4

  2

  2

  2

  78

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  1

  3

  3

  1

  2

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  76

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  2

  3

  3

  1

  77

  2

  4

  2

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  4

  3

  4

  1

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  1

  70

  2

  3

  2

  69

  3

  2

  2

  3

  1

  4

  1

  3

  4

  1

  68

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  4

  1

  72

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  73

  2

  3

  3

  1

  4

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  1

  3

  3

  71

  3

  2

  3

  2

  4

  1

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  1

  4

  4

  4

  86

  2

  4

  2

  3

  1

  2

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  2

  4

  2

  3

  3

  1

  87

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  4

  4

  3

  4

  2

  4

  4

  1

  85

  3

  4

  2

  4

  3

  4

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  4

  4

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  89

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  1

  4

  3

  4

  88

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  3

  4

  2

  81

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  1

  79

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  1

  2

  3

  3

  80

  2

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  83

  3

  2

  3

  3

  2

  84

  2

  4

  3

  4

  3

  2

  4

  3

  4

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  82

  2

  4

  1

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  1

  53

  2

  3

  2

  3

  2

  4

  52

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  2

  51

  2

  4

  4

  4

  3

  1

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  2

  4

  4

  4

  3

  3

  2

  55

  2

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  56

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  4

  4

  2

  3

  1

  3

  3

  2

  54

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  2

  3

  1

  2

  3

  2

  47

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  1

  1

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  1

  3

  3

  1

  46

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  3

  1

  1

  50

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  2

  48

  2

  3

  2

  1

  1

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  2

  4

  1

  49

  2

  3

  3

  4

  1

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  1

  2

  4

  64

  4

  2

  3

  2

  4

  1

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  62

  2

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  63

  2

  4

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  67

  2

  4

  2

  4

  4

  4

  3

  3

  2

  2

  4

  1

  4

  3

  2

  65

  2

  3

  3

  4

  2

  3

  66

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  2

  2

  4

  1

  2

  3

  3

  3

  1

  3

  4

  1

  58

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  2

  2

  3

  4

  4

  59

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  4

  57

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  61

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  1

  4

  3

  2

  60

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3 Pasutri Item

  5 Item

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  30

  1

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  29

  1

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  31

  4

  1

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  33

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  2

  3

  1

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  1

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  32

  1

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  24

  3

  3

  3

  3

  1

  25

  1

  4

  3

  3

  1

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  23

  1

  4

  1

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  1

  3

  4

  3

  1

  27

  1

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  2

  1

  28

  1

  2

  4

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  26

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  41

  1

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  42

  1

  4

  4

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  40

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  44

  1

  4

  2

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  43

  1

  4

  1

  4

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  36

  1

  4

  4

  3

  1

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  4

  34

  1

  4

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  35

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  1

  4

  4

  3

  3

  39

  1

  3

  3

  4

  4

  4

  38

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  4

  37

  1

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  10 Item

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  2

  4

  8

  1

  4

  2

  3

  2

  3

  4

  1

  1

  3

  3

  3

  4

  6

  1

  3

  3

  4

  2

  3

  7

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  1

  1

  3

  2

  1

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  1

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  11

  1

  4

  4

  10

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  1

  9

  1

  4

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  4

  4

  4

  2

  4

  2

  4

  3

  2

  1

  4

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  60 item

  15 Item

  20 Item

  25 Item

  30 Item

  35 Item

  40 Item

  45 Item

  50 Item

  55 Item

  65 Item

  3

  70 Item

  73 Item

  75

  1

  1

  4

  4

  4

  1

  4

  4

  3

  3

  1

  1

  2

  1

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  5

  1

  1

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  1

  4

  4

  3

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  4

  4

  1

  3

  1

  3

  4

  4

  19

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  1

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  1

  18

  1

  4

  4

  4

  3

  3

  17

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  3

  22

  1

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  20

  1

  3

  3

  3

  4

  3

  1

  2

  4

  4

  1

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  21

  1

  1

  3

  3

  3

  3

  4

  13

  1

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  14

  4

  3

  4

  12

  4

  1

  4

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  1

  1

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  1

  2

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  1

  16

  1

  4

  3

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  1

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  1

  4

  15

  1

  3

  1

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  47

  4

  2

  4

  4

  4

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  2

  3

  4

  3

  3

  77

  2

  3

  76

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  75

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  1

  1

  79

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  3

  2

  4

  3

  4

  2

  3

  2

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  78

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  80

  2

  3

  2

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  71

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  70

  2

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  74

  2

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  1

  3

  72

  2

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  2

  3

  2

  73

  3

  2

  2

  4

  2

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  2

  4

  3

  3

  1

  1

  1

  88

  2

  2

  87

  3

  4

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  86

  2

  3

  4

  2

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  90

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  89

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  2

  3

  4

  3

  3

  82

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  4

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  81

  2

  4

  4

  4

  3

  3

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  85

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  1

  3

  1

  1

  83

  2

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  84

  3

  69

  2

  3

  54

  2

  4

  3

  4

  2

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  55

  2

  1

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  53

  2

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  57

  2

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  56

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  49

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  1

  1

  2

  3

  4

  1

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  1

  48

  2

  3

  1

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  52

  2

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  3

  1

  50

  2

  3

  4

  4

  3

  4

  51

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  58

  3

  4

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  66

  2

  3

  65

  4

  3

  1

  3

  3

  3

  4

  4

  1

  64

  2

  4

  3

  1

  4

  3

  1

  3

  4

  2

  2

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  68

  2

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  1

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  67

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  2

  60

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  59

  2

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  63

  2

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  61

  2

  3

  1

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  62

  2

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
1
9
25
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP HAPPINESS AT WORK SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi
0
0
13
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
15
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
17
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan AHMAD YASIN NIM 20101112053
0
0
16
Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu (S1) Program Studi Pendidikan Agama Islam
0
0
16
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
26
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan DEWI KURNIASIH NIM. 20121110008
0
0
16
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
14
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
16
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana dalam Hukum Islam
0
0
102
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana dalam Hukum Islam
0
0
121
Susukan Tahun 2010 ) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana dalam Hukum Islam
0
0
84
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana pada Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UPN “Veteran” Jawa Timur
0
0
21
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen
0
0
17
Show more