SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi

Gratis

0
0
121
11 months ago
Preview
Full text

  

HUBUNGAN ANTARA HARAPAN KERJA DENGAN

BURNOUT PADA GURU SEKOLAH DASAR SWASTA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi

  

Program Studi Psikologi

Diajukan oleh :

WENI KUSUMASTUTI

  

049114118

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  $ % $ &

  MOTO

  • – ! " #

  % ' ' # #

  ( ) " ) ! *+,-#

  • .

  . ( / /

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini

tidak memuat karya atau bagian dari karya milik orang lain, kecuali yang telah

disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 14 November 2008 Penulis, Weni Kusumastuti

  

ABSTRAK

Weni Kusumastuti (2008). Hubungan Antara Harapan Kerja dengan Burnout

Pada Guru Sekolah Dasar Swasta. Yogyakarta: Program Studi Psikologi,

Fakultas Psikologi, Universitas Sanata Dharma.

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara

harapan kerja dengan burnout pada guru sekolah dasar swasta. Hipotesis yang

diajukan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan antara harapan kerja dengan

burnout pada guru sekolah dasar swasta. Subjek dalam penelitian ini adalah guru-

guru sekolah dasar Kanisius yang berada di kota Yogyakarta dan Sleman. Jumlah

subjek dalam penelitian ini adalah 43 orang yang datanya diambil dengan

menggunakan teknik purposive sampling.

  Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala

pengukuran model Likert. Skala yang digunakan dalam penelitian ini ada dua, yaitu

skala burnout dan skala harapan kerja. Uji kesahihan butir pada skala burnout

menyatakan bahwa dari 60 aitem yang disajikan terdapat 22 aitem gugur dan 38

aitem sahih dengan koefisien alpha sebesar 0.891. Uji kesahihan butir pada skala

harapan kerja menyatakan bahwa dari 60 aitem yang disajikan terdapat 20 aitem

gugur dan 40 aitem sahih dengan koefisien alpha sebesar 0.902. Hasil analisis data

dalam penelitian ini menujukkan bahwa sebaran data yang diperoleh adalah normal

dan linier, sehingga data dalam penelitian ini dapat dianalisis dengan teknik product

moment pearson. Koefisien korelasi (r) yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar -

0.423 dengan signifikansi sebesar 0.002 (p<0.01). Hasil tersebut menunjukkan

bahwa adanya hubungan negatif yang signifikan antara harapan kerja dengan

burnout pada guru sekolah dasar swasta. Dengan demikian, hipotesis penelitian yang

menyatakan bahwa ada hubungan antara harapan kerja dengan burnout pada guru

sekolah dasar swasta dapat diterima.

  

ABSTRACT

Weni Kusumastuti (2008). The Correlation Between Burnout and Work

Expectation among Private Elementary Teachers. Yogyakarta: Psychology

Department, Sanata Dharma University.

  This research aimed to discover any possible correlation between work

expectation and burnout among private elementary school teachers. The hypothesis

research was there was correlation between work expectation and burnout among

private elementary school teachers. Subject used on this research were teachers of

Kanisius elementary schools who work on Yogyakarta and Sleman. The samples of

this research included 43 teachers that acquired by purposive sampling methods.

  The data collection method in this research was Likert rating scales. There

were two scales, which were burnout scale and work expectation scale. The

validation test of 60 items on burnout scale resulted that there were 22 invalid items

and 38 valid items with alpha coefficient was 0.891. The validation test of 60 items

on work expectation resulted that there were 20 invalid items and 40 valid items with

alpha coefficient was 0.902. The results of data analysis indicated that the data range

was normal and linier, so that the data could be analyzed by using product moment

Pearson technique. Coefficient correlation (r) that was obtained in this research was -

0.423 and significance was 0.002 (p<0.01). That result indicated that there was a

significant negative correlation between work expectation and burnout among private

elementary school teachers. This meant that the hypothesis was accepted.

KATA PENGANTAR

  Puji syukur dan terimakasih penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus

yang selalu setia memberikan kekuatan dan berkatNya kepada penulis sehingga

penulis mampu menyelesaikan skripsi ini. Penulis juga menyadari bahwa banyak

pihak yang sangat berperan selama proses penyusunan skripsi ini. Oleh karena itu,

dengan segala kerendahan hati dan penuh ketulusan penulis ingin mengucapkan

terimakasih pada banyak pihak atas bimbingan, pengarahan, kerjasama dalam

penulisan dan pengolahan data, dukungan, saran dan terlebih kritikannya. Pada

kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada :

  

1. Bapak P. Eddy Suhartanto, S.Psi, M.Si, selaku Dekan Fakultas Psikologi

Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan ijin bagi penelitian untuk melakukan uji coba dan penelitian kepada Yayasan Kanisius dan sekolah- sekolah dasar Kanisius di Yogyakarta.

  

2. Dr. T. Priyo Widiyanto, M.Si., selaku dosen pembimbing yang telah banyak

memberikan masukan, meluangkan waktu untuk konsultasi dan mendengarkan keluh kesah penulis selama penyusunan skripsi ini. Terima kasih atas waktu dan kesempatan untuk bimbingan disela-sela kesibukan Bapak.

  

3. Ibu Kristiana Dewayani, S. Psi., M.Si dan Ibu Titik Kristiani S. Psi., M. Psi

selaku dosen penguji. Terima kasi atas bimbingan dan masukan yang telah diberikan pada penulis sehingga penelitian ini menjadi lebih baik dari sebelumnya.

  

4. Ibu Henrietta PDAS., S.Psi., selaku dosen pembimbing akademik yang selalu

meluangkan waktu untuk memberikan masukan dan saran.

  

5. Bapak V. Didik Suryo Hartoko,.S.Psi., M.Si. Terima kasih atas saran dan

bantuan konsultasi yang diberikan sehingga penelitian ini dapat terselesaikan.

  

6. Seluruh dosen Fakultas Psikologi, baik dosen-dosen biasa maupun dosen-dosen

luar biasa yang pernah memberikan ilmu, wawasan, pengetahuan, dan membuat pola pikir peneliti lebih bijaksana agar dapat berusaha dan berbuat yang terbaik.

  

7. Bapak, Ibu, dan Mba Nia yang selalu memberikan doa, motivasi, fasilitas,

pengertian, dan curahan kasih sayang yang tidak pernah berhenti kepada penulis.

  

8. Nduuutku yang selalu memberikan masukan, motivasi, kasih sayang, dan

dukungan selama 4 tahun terakhir ini.

  

9. Seluruh staf dan karyawan P2TKP, Mba’ Tia, Pa Toni, semua teman-teman

asisten, Lia, Wulan, Betty, Baday, Vania, Budi, Atiek, Tinul, Fanie, Mba Gothe, Mba Wiwid, Mas Abe, Mitha. Makasih ya atas bantuan, fasilitas, saran, dukungan dan semangat yang telah diberikan.

  

10. Teman-teman seperjuanganku Indri, Wiwin, Sasa, Lia. Makasih ya, karena telah

berbagi ilmu, pengalaman, cerita dan memberi masukan dan dukungan. Ayo kita wisuda bareng, semangat ya Bu….

  

11. Teman-teman psikologi 2004 lainnya yang telah memberikan semangat,

masukan, berbagi ilmu dan pengalaman. Baday, thanks ya buat kursus SPSS kilatnya..

  12. Miss Ucy at LBUSD, thank you for your help.. It was very usefull for me.. ☺

  

13. My sisters and brothers at PM GKP community, makasih banget untuk

semangat, doa, dukungan dan persaudaraan yang telah kalian berikan.. Makasih selalu dengerin dan doain aku selama proses penelitian..

  

14. Kepada semua pihak, teman, dan kerabat lainnya yang tidak dapat disebutkan

satu persatu. Terima kasih atas doa, bantuan, dukungan, nasehat, saran dan masukannya dalam proses penyelesaian penelitian ini. Akhir kata, penulis menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan

pada penelitian ini. Dengan kerendahan hati, penulis menerima semua saran dan

kritik dari semua pihak. Semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi siapa saja.

  Hormat Penulis, Weni Kusumastuti

DAFTAR ISI

  Halaman HALAMAN JUDUL………………………………………………………….. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING………………………………. ii HALAMAN PENGESAHAN………………………………………………..... iii HALAMAN MOTO………………………………………………………….... iv HALAMAN PERSEMBAHAN………………………………………………. v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA……………………………………….. vi ABSTRAK……………………………………………………………………... vii ABSTRACT……………………………………………………………………. viii LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI…………………………………….. ix KATA PENGANTAR………………………………………………………….. x DAFTAR ISI…………………………………………………………………… xiii DAFTAR TABEL……………………………………………………………… xvi

DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………… xvii

  BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………… 1 A. Latar Belakang Masalah…………………………………………. 1 B. Rumusan Masalah………………………………………………... 6 C. Tujuan Penelitian………………………………………………… 6 D. Manfaat Penelitian……………………………………………….. 6 BAB II DASAR TEORI……………………………………………………… 8 A. Guru Swasta……………………………………………………… 8

1. Pengertian guru swasta………………………………………. 8

  2. Peran dan fungsi guru swasta………………………………… 9

  E. Hipotesis…………………………………………………………. 25

  G. Hasil Uji Coba Alat Penelitian…………………………………… 33

  F. Validitas dan Reliabilitas………………………………………… 32

  E. Metode dan Alat Pengumpulan Data…………………………….. 28

  D. Subjek Penelitian………………………………………………… 28

  2. Harapan Kerja………………………………………………... 28

  1. Burnout………………………………………………………. 26

  

BAB III METODOLOGI PENELITIAN…………………………………….... 26

A. Jenis Penelitian…………………………………………………... 26 B. Identifikasi Variabel……………………………………………... 26 C. Definisi Operasional……………………………………………... 26

  D. Hubungan Antara Burnout dengan Harapan Kerja………………. 22

  B. Burnout…………………………………………………………… 10

  4. Peran penting harapan kerja…………………………………. 22

  3. Aspek-aspek harapan kerja…………………………………... 20

  2. Harapan kerja pada guru SD…………………………………. 17

  1. Pengertian harapan kerja……………………………………... 15

  C. Harapan Kerja……………………………………………………. 15

  3. Faktor-faktor yang mempengaruhi burnout………………….. 12

  2. Aspek-aspek burnout………………………………………… 10

  1. Pengertian burnout…………………………………………… 10

  1. Subjek uji coba skala penelitian……………………………… 33

  2. Uji coba skala penelitian…………………………………….. 34

  3. Uji kesahihan dan reliabilitas skala penelitian………………. 34

H. Teknik Analisis Data…………………………………………….. 38

  2. Pengujian hipotesis penelitian……………………………….. 39

  

BAB IV PENELITIAN DAN HASIL PENELITIAN………………………… 40

A. Paparan Proses Penelitian………………………………………... 40

  1. Perijinan penelitian………………………………………….. 40

  2. Pelaksanaan penelitian………………………………………. 40

  B. Orientasi Kancah………………………………………………… 41

  C. Deskripsi Subjek dan Data Penelitian…………………………… 43

  1. Uji asumsi data penelitian…………………………………… 38

  2. Deskripsi data penelitian…………………………………….. 44

  D. Uji Asumsi Analisis Data………………………………………... 46

  1. Uji normalitas………………………………………………… 46

  2. Uji linearitas…………………………………………………. 46

  E. Uji Hipotesis…………………………………………………….. 47

  F. Pembahasan Hasil Penelitian……………………………………. 48

  

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN……………………………………… 51

A. Kesimpulan ……………………………………………………… 51 B. Keterbatasan Penelitian…………………………………………... 51 C. Saran……………………………………………………………… 52

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................ 53

  1. Deskripsi subjek penelitian………………………………….. 43

  

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 1 Tabel Blue Print Skala Burnout…………………………………….. 30

  Tabel 2 Tabel Blue Print Skala Harapan Kerja…………………………........ 31 Tabel 3 Nomor Aitem Skala Burnout Sebelum Uji Coba………………........ 35 Tabel 4 Nomor Aitem Skala Burnout Setelah Uji Coba…………………….. 36 Tabel 5 Nomor Aitem Skala Harapan Kerja Sebelum Uji Coba…………….. 37 Tabel 6 Nomor Aitem Skala Harapan Kerja Setelah Uji Coba……………… 38 Tabel 7 Klasifikasi Subjek Berdasarkan Usia……………………………….. 43 Tabel 8 Klasifikasi Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin…………………....... 44 Tabel 9 Klasifikasi Subjek Berdasarkan Status Perkawinan…………………. 44 Tabel 10 Hasil Statistik Deskriptif…………………………………………….. 44 Tabel 11 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test…........ 46 Tabel 12 Hasil Uji Linearitas…………………………………………………... 47

  DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Koefisien Reliabilitas Skala Uji Coba Burnout ……………………. 57

Lampiran Koefisien Reliabilitas Skala Uji Coba Harapan Kerja ……………. 67

Lampiran Skala Penelitian……………………………………………………. 78

Lampiran Koefisien Reliabilitas Skala Penelitian Burnout ………….............. 78

Lampiran Koefisien Reliabilitas Skala Penelitian Harapan Kerja ..................... 80

Lampiran Hasil Uji Normalitas Data Hasil Penelitian ....................................... 82

Lampiran Hasil Uji Linearitas Data Hasil Penelitian ......................................... 83

Lampiran Hasil Uji Hipotesis Data Hasil Penelitian .......................................... 85

Lampiran Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian ............................ 86

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Guru merupakan suatu profesi yang bergerak di bidang pelayanan

  

pendidikan, yang memiliki kewajiban untuk membantu siswanya dalam proses

belajar mengajar dan mendidik, sesuai dengan aturan yang berlaku di masyarakat.

  

Guru sekolah dasar mempunyai peranan utama dalam mengarahkan anak didiknya

untuk mewujudkan tujuan pendidikan. Anak sekolah dasar adalah peletak dasar

bagi terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas (Toifur dkk, 2003). Guru

diharapkan dapat melaksanakan pekerjaannya secara profesional, dimana seorang

guru harus dapat melaksanakan tugas keguruannya secara imajinatif, kreatif dan

penuh tanggung jawab.

  Guru swasta mengabdikan dirinya pada sekolah swasta yang berada dalam

naungan yayasan. Dalam melakukan tugasnya, guru swasta dituntut untuk lebih

tegas dalam menerapkan kedisiplinan terhadap anak didiknya. Hal ini dilakukan

sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan mutu sekolah tersebut. Dengan

meningkatnya kualitas sekolah diharapkan kuantitas siswa juga akan meningkat

sehingga dapat menghasilkan pemasukan bagi yayasan. Suatu yayasan tidak

dibiayai pemerintah dalam hal pengadaan dana sehingga upah guru dan staf

karyawan ditanggung seluruhnya oleh dana yayasan yang bersangkutan. Beberapa

waktu yang lalu, suatu yayasan menjual dua sekolah yang dimilikinya karena masalah ketiadaan biaya. Kedua sekolah tersebut dijual agar dapat membiayai sekolah-sekolah lainnya (Kompas, 4 Agustus 2005).

  Guru sebagai ujung tombak pemerintah di bidang pendidikan, sampai saat ini

masih kurang mendapat penghargaan baik dari pemerintah maupun masyarakat.

  

Mantan presiden Megawati pernah mengatakan bahwa penghargaan baik secara

materi maupun emosional yang sepantasnya diterima oleh guru, hingga saat itu

masih jauh dari harapan (Kompas, 22 Desember 2003). Selain masih kurangnya

penghargaan yang diberikan masyarakat dan pemerintah terhadap guru,

kesejahteraan guru secara materi juga masih rendah. Hal ini dapat diamati melalui

gaji guru yang relatif kecil dibandingkan dengan profesi lain (Sudarminta, 1998).

  

Hasibuan (dalam Sutjipto, 2001) menyatakan bahwa guru sekolah dasar diakui

memiliki martabat yang tinggi, tetapi sekaligus dihargai sangat rendah. Masyarakat

menuntut agar guru mempunyai kompetensi mendidik dan mengajar yang

profesional, tetapi tidak mendapat apresiasi ekonomis yang profesional.

  Guru sebagai seseorang yang bekerja di sektor pelayanan, rentan mengalami

stres sebagai akibat dari kesejahteraan yang rendah, tingginya pelibatan emosional

dengan siswa dan pendapatan yang lebih rendah dibandingkan profesi lain. Stres

kerja yang berlebihan dapat menyebabkan guru mengalami gejala burnout.

  Baron dan Paulus (1991) mendefinisikan burnout sebagai suatu sindrom

kelelahan fisik, emosional, dan mental yang ditunjang oleh rendahnya rasa

penghargaan terhadap diri sebagai hasil dari stres yang intens dan berkepanjangan.

Pines dan Aronson (dalam Sutjipto, 2001) menyatakan bahwa burnout dialami oleh

seseorang yang bekerja di sektor pelayanan sosial yang cukup lama. Pada jenis

  

pekerjaan tersebut seseorang menghadapi tuntutan dari klien, tingkat keberhasilan

dari pekerjaan rendah dan kurangnya penghargaan yang adekuat terhadap kinerja

pemberi layanan. Situasi menghadapi tuntutan dari penerima layanan

menggambarkan keadaan yang menuntut secara emosional, sehingga dalam jangka

panjang seseorang akan mengalami kelelahan karena ia berusaha memberikan

sesuatu secara maksimal tetapi memperoleh apresiasi yang minimal.

  Maslach dan Jackson (dalam Lailani dkk, 2005) menyatakan bahwa burnout

hanya terjadi pada jenis pekerjaan atau profesi yang berhubungan secara langsung

dengan resipien seperti murid, klien, pasien, konsumen atau pelanggar hukum.

Profesi ini mudah menjebak individu pada situasi yang menuntut keterlibatan secara

emosional sehingga ia akan menjumpai dirinya berada dalam keadaan lelah baik

secara fisik, mental maupun emosional (Pines dan Aronson, dalam Lailani dkk,

2005).

  Rosyid (1996) menjelaskan bahwa burnout yang dialami oleh para pekerja

sosial akan menghambat produktivitas dan menurunkan kinerja individu yang

mengalaminya. Penelitian lain juga dilakukan oleh Maslach (dalam Nurdjayadi,

2004) yang dilakukan pada pengacara kaum miskin di California. Dalam

melaksanakan tugasnya, para pengacara tersebut memperlihatkan gejala keletihan

fisik dan mental secara perlahan, diiringi dengan hilangnya komitmen kerja serta

munculnya sikap sinis kepada kolega mereka.

  Berdasarkan penelitian yang dilakukan Sutjipto (2001), diketahui bahwa

burnout guru sekolah dasar memiliki korelasi negatif dengan kepuasan kerja dan

sikap terhadap profesi guru. Hal ini berarti bahwa semakin tidak puas guru sekolah

  

dasar memperoleh pengalaman kerja maka mereka akan semakin cenderung

mengalami burnout. Sedangkan semakin negatif sikap terhadap profesi keguruan

maka semakin tinggi kecenderungan mengalami burnout. Dari penelitian tersebut

dapat diperoleh data bahwa kepuasan kerja dan sikap terhadap profesi keguruan

mempengaruhi seseorang yang bekerja di bidang pelayanan pendidikan untuk

mengalami burnout.

  Guru yang mengalami burnout tidak hanya berdampak negatif pada individu

yang mengalaminya tetapi juga dirasakan oleh penerima layanan dan organisasi

dimana individu tersebut bekerja. Dampak burnout pada individu tampak secara

fisik, emosi, mental dan penghargaan diri yang rendah, sedangkan pada orang lain

akan dirasakan oleh siswa dan lingkungan sosial lainnya. Dampak burnout pada

organisasi akan mempengaruhi efektifitas dan efisiensi berfungsinya organisasi,

misalnya ketidakhadiran individu yang terlampau sering akan menghambat

penerapan program organisasi (Sutjipto, 2001).

  Dalam keadaan burnout, guru cepat merasa lelah, mudah curiga, mengalami

gangguan psikosomatis, depresif, mudah tersinggung dan menjadi tidak sabaran. Hal

tersebut mengakibatkan guru menjadi cepat marah dan kemampuan kontrol diri

mereka menurun drastis. Pada saat seperti itu guru secara tidak sadar dapat

melakukan tindakan yang berbahaya terhadap anak didiknya (Toifur dkk, 2003).

Widiyanto (dalam Toifur dkk, 2003) menemukan adanya tindakan guru yang

berbahaya bagi siswa, seperti: memlester mulut siswa yang bosan belajar,

menghukum siswa dengan cara menyundut paku panas, menampar siswa yang

bandel, dan mencerca siswa dengan kata-kata kasar. Tindakan emosional yang

  

negatif tersebut akan dipelajari siswa karena guru sekolah dasar merupakan tokoh

sentral bagi anak (Fisher, dalam Toifur dkk., 2003).

  Burnout merupakan hasil reaksi terhadap harapan dan tujuan yang tidak

realistik terhadap perubahan yang diinginkan, pekerjaan yang mempunyai tuntutan

interaksi emosional yang relatif konstan dengan orang lain, dan tujuan jangka

panjang yang sulit dicapai (Hess, dalam Sutjipto, 2001). Burnout merupakan gejala

yang kemunculannya memperoleh tanggapan yang baik, sebab hal itu terjadi ketika

seseorang mencoba mencapai tujuan yang tidak realistis. Ketidaksesuaian antara

harapan dan realitas membuat seseorang kehabisan energi dan kehilangan perasaan

tentang dirinya dan orang lain (Gehmeyr, dalam Sutjipto, 2001).

  Harapan merupakan salah satu pendorong yang berasal dari dalam diri

individu, dapat menimbulkan perilaku bekerja, dapat menentukan bentuk, tujuan,

intensitas dan lamanya perilaku bekerja. Harapan sebagai motivator menjadi tidak

realistis bila memiliki kesenjangan jauh dengan realitas yang ada. Seseorang akan

terus berupaya mencapai tujuan yang tidak realistis tersebut sehingga menyebabkan

sumber-sumber diri yang mereka miliki terkuras hingga mengalami kelelahan atau

frustrasi. Frustrasi atau kelelahan muncul karena terhalangnya pencapaian harapan

(Freudenberger, dalam Sutjipto, 2001).

  Harapan terhadap pekerjaan terdiri dari tiga macam yaitu harapan bahwa suatu

kinerja tertentu akan menghasilkan sesuatu yang diinginkan, harapan bahwa usaha

yang dikerahkan akan menghasilkan kinerja yang diinginkan atau membuat perilaku

yang diinginkan muncul dan harapan bahwa perilaku yang diinginkan pasti

mengarah ke berbagai hasil (Vroom, dalam Usmara, 2006).

  Harapan yang dimiliki guru dapat berupa tingginya hasil kerja, baik berupa

penghasilan, prestasi kerja, fasilitas organisasi maupun tanggapan emosional positif

dari siswa dan rekan sekerjanya.

  Berdasarkan adanya harapan terhadap pekerjaan yang dimiliki guru maka

peneliti ingin melihat apakah ada hubungan antara burnout dengan harapan kerja

pada guru sekolah dasar swasta.

  B. Rumusan Masalah Apakah ada hubungan antara harapan kerja dengan burnout pada guru sekolah dasar swasta.

  C. Tujuan Penelitian Untuk menguji hubungan antara harapan kerja dengan burnout pada guru sekolah dasar swasta.

  D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoretis

  a. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pada perkembangan ilmu pengetahuan khususnya ilmu psikologi industri organisasi dan pendidikan.

  b. Bagi peneliti, penelitian ini dapat dipakai sebagai masukan untuk melakukan penelitian yang berhubungan dengan burnout dalam kaitannya dengan harapan kerja pada guru sekolah dasar swasta.

  2. Manfaat Praktis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai burnout kepada organisasi atau pihak sekolah sehingga mereka dapat lebih memahami keadaan guru yang bekerja pada organisasinya.

BAB II DASAR TEORI A. Guru Swasta

  1. Pengertian guru swasta Guru adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan pengetahuan, keterampilan, kemampuan, keahlian dan ketelatenan untuk menciptakan anak yang memiliki perilaku sesuai yang diharapkan (Yamin, 2007).

  Suparlan (2006) menjelaskan bahwa guru adalah seorang fasilitator agar siswa dapat belajar dan mengembangkan potensi dasar dan kemampuannya secara optimal, melalui lembaga pendidikan sekolah baik yang didirikan oleh pemerintah maupun oleh masyarakat atau swasta.

  Daradjat, dalam Suparlan (2006) menyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional karena telah menerima dan memikul beban dari orang tua untuk ikut mendidik anak. Secara legal formal, guru adalah seseorang yang memperoleh surat keputusan (SK) baik dari pemerintah atau swasta untuk melaksanakan tugasnya, oleh karena itu ia memiliki hak dan kewajiban untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan sekolah (Suparlan, 2006).

  Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut guru swasta adalah seorang pendidik profesional sekaligus fasilitator yang memiliki pengetahuan, keterampilan, kemampuan, keahlian dan ketelatenan agar siswa

dapat belajar dan mengembangkan potensi dasar dan kemampuannya secara optimal. Guru swasta melakukan kewajbannya melaksanakan kegiatan belajar mengajar pada lembaga pendidikan sekolah yang didirikan oleh masyarakat.

  2. Peran dan fungsi Guru Swasta Suparlan (2006) menyatakan bahwa guru memiliki kesatuan peran dan fungsi yang tidak terpisahkan, antara kemampuan mendidik, membimbing, mengajar dan melatih. Keempat kemampuan tersebut merupakan kemampuan integratif, yang satu tidak dapat dipisahkan dengan yang lain yaitu: a. Sebagai pendidik, guru merupakan sosok panutan yang memiliki nilai moral dan agama yang patut ditiru dan diteladani siswa. Sikap dan perilaku guru menjadi bahan ajar yang secara langsung maupun tidak langsung akan ditiru dan diikuti siswa.

  b. Sebagai pengajar, guru diharapkan memiliki pengetahuan luas tentang disiplin ilmu yang diampu untuk diberikan kepada siswa. Guru harus mengusai materi yang akan diajarkan, menguasai penggunaan strategi dan metode mengajar yang akan digunakan untuk menyampaikan bahan ajar dan menentukan alat evaluasi pendidikan yang akan digunakan untuk menilai hasil belajar siswa, aspek-aspek manajemen kelas, dan dasar-dasar kependidikan.

  c. Sebagai pembimbing, guru perlu memiliki kemampuan untuk dapat membimbing siswa, memberikan dorongan psikologis agar siswa dapat mengatasi faktor-faktor internal dan eksternal yang akan mengganggu proses pembelajaran, serta memberikan arah dan pembinaan karir siswa sesuai dengan bakat dan kemampuannya.

  d. Sebagai pelatih, guru harus memberikan sebanyak mungkin kesempatan bagi siswa untuk dapat menerapkan konsepsi atau teori ke dalam praktek yang akan digunakan langsung dalam kehidupan. Guru perlu memberikan kesempatan seluas-luasnya pada siswa agar siswa memperoleh pengalaman belajar sebanyak-banyaknya.

B. Burnout

  1. Pengertian burnout Baron dan Paulus (1991) mendefinisikan burnout sebagai suatu sindrom kelelahan fisik, kelelahan emosional dan kelelahan mental yang ditunjang perasaan rendah diri dan rendahnya efikasi diri serta penderitaan stres yang intens dan berkepanjangan. Baron dan Paulus juga menyatakan bahwa kondisi dalam organisasi dan karakter pribadi seseorang ikut menentukan tingkat burnout yang dialaminya.

  2. Aspek-aspek burnout Baron dan Paulus (1991) mengemukakan bahwa burnout memiliki 4 aspek yaitu: a. Kelelahan fisik (physical exhaution) Kelelahan fisik merupakan keadaan yang ditandai mudahnya individu merasa lelah, mudah menderita sakit kepala, mudah merasa mual, mengalami perubahan pola makan dan tidur, dan merasa tenaganya terkuras secara berlebihan.

  b. Kelelahan emosional (emotional exhaution) Kelelahan emosional merupakan suatu kelelahan pada individu yang berhubungan dengan perasaan pribadi yang ditandai dengan rasa tidak berdaya dan depresi serta merasa terperangkap dalam pekerjaannya. Kelelahan emosi ini dicirikan dengan rasa bosan, mudah tersinggung, perasaan tidak mau menolong, ratapan yang tiada henti, tidak dapat dikontrol (suka marah-marah), tidak peduli dengan orang lain, putus asa, sedih, tertekan dan tidak berdaya (Pines dan Aronson, dalam Sutjipto 2006).

  c. Kelelahan mental atau sikap (mental or attitude exhaution) Kelelahan mental atau sikap berupa prasangka negatif dan sinis terhadap diri sendiri dan orang lain. Individu juga cenderung merugikan diri sendiri, pekerjaan dan organisasi. Maslach, dalam Sutjipto (2006) menyatakan bahwa sinisme atau perasaan sinis terhadap orang lain dapat ditunjukkan dengan memperlakukan orang lain seperti barang (depersonalisasi). Depersonalisasi merupakan proses mengatasi keseimbangan antara tuntutan dan kemampuan individu yang dilakukan individu untuk mengatasi kelelahan emosional.

d. Rendahnya Penghargaan Terhadap Diri (Lower personal

  accomplishment ) Rendahnya penghargaan terhadap diri merupakan kondisi yang ditandai dengan adanya ketidakpuasan terhadap diri sendiri, pekerjaan, kehidupan dan adanya perasaan belum mampu mencapai sesuatu yang berarti selama hidupnya. Individu yang menilai rendah dirinya sering mengalami ketidakpuasan terhadap hasil kerjanya dan merasa tidak pernah melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain.

  3. Faktor-faktor yang mempengaruhi burnout Schaufeli dan Buunk (1996) merangkum pendapat para ahli mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat burnout yaitu:

  a. Karakteristik demografi Karakteristik demografi meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status perkawinan. Farber (1991) menyatakan bahwa guru-guru dibawah usia empat puluh tahun berisiko terhadap burnout.

  Maslach (dalam Sutjipto, 2001) menyatakan bahwa burnout banyak dijumpai pada individu yang berusia muda karena mereka dipenuhi dengan harapan yang tidak realistik. Sedangkan individu yang berusia lebih tua umumnya lebih matang, lebih stabil serta memiliki pandangan yang lebih realistis.

  Farber (1991) menyatakan bahwa pria lebih rentan terhadap stres dan burnout jika dibanding dengan wanita. Hal ini disebabkan wanita

secara emosional lebih mampu menangani tekanan yang lebih besar.

  Profesional yang berlatar belakang pendidikan yang tinggi cenderung lebih rentan terhadap burnout karena mereka memiliki harapan atau asprasi yang idealis. Pada saat berhadapan dengan realitas dan terdapat kesenjangan antara harapan dan realitas, munculah kegelisahan dan kekecewaan yang dapat menimbulkan burnout (Maslach, dalam Sutjipto, 2001).

  Profesional yang berstatus lajang lebih banyak yang mengalami burnout daripada yang telah menikah (Farber, 1991). Individu yang sudah berkeluarga cenderung mengalami tingkat burnout yang lebih rendah karena keterlibatan dengan keluarga dapat mempersiapkan mental individu tersebut dalam menghadapi masalah pribadi dan konflik emosional (Maslach, dalam Sutjipto, 2001).

  b. Karakteristik pekerjaan Karakteristik pekerjaan merupakan sifat-sifat yang terdapat dalam suatu pekerjaan. Cherniss (1987) menyatakan bahwa tuntutan atau beban kerja yang berlebihan menjadi penyebab burnout yang diperkuat dengan strategi coping defensif seperti menghindar (avoidance) dan menarik diri (withdrawal). c. Lingkungan sosial Lingkungan sosial meliputi klien (siswa), rekan kerja, atasan (kepala sekolah). Kurangnya dukungan sosial, kohesivitas kelompok yang rendah dan konflik interpersonal di tempat kerja berkorelasi positif dengan burnout.

  d. Keterlibatan emosional dengan penerima pelayanan Freudenberger (dalam Sutjipto, 2006) mengatakan bahwa bekerja melayani orang lain membutuhkan banyak energi karena harus bersikap sabar dan memahami orang lain. Pemberi dan penerima pelayanan turut membentuk dan mengarahkan terjadinya hubungan emosional, dan secara tidak sengaja dapat menyebabkan stress emosional.

  Para pekerja di bidang sosial sering menerima umpan balik yang negatif (Maslach, Caputo dan Chernis, dalam Sutjipto 2006). Hal ini disebabkan oleh tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang tinggi sehingga individu kesulitan untuk mencapai standar yang diinginkan.

  Jika pemberi pelayanan dapat memenuhi standar tersebut, masyarakat pada umumnya tidak memberi pujian sebab mereka menganggap bahwa memang sudah seharusnya seperti itu.

  Pemberi pelayanan sering menghadapi karakteristik penerima pelayanan yang sulit ditangani sehingga akan mengarahkan individu pada stres emosional (Maslach, Pines dan Aronson, Chernis dalam Sutjipto, 2006). Individu yang terus dihadapkan pada kondisi yang menekan secara emosional akan mudah merasa kesal, marah, tertekan, jengkel dan perasaan tidak enak lainnya.

e. Sikap terhadap pekerjaan

  Burnout dialami oleh individu yang terlibat erat pada pekerjaannya. Hal tersebut akan menuntut keterlibatan secara emosional sehingga pada akhirnya ia akan mengalami burnout

(Einsenstat dan Felner, dalam Schaufeli dan Buunk, 1996)

Individu yang memiliki komitmen rendah terhadap pekerjaan juga akan mengalami burnout. Individu yang tidak peduli terhadap pekerjaannya akan menarik diri secara kognitif dan akhirnya akan mengalami burnout (Richardsen, Burke dan Leiter, dalam Schaufeli dan Buunk, 1996).

  Harapan yang tinggi dan tidak realistis terhadap pekerjaan juga berhubungan positif dengan burnout (Stevens dan O’Neil, dalam Schaufeli dan Buunk, 1996).

C. Harapan Kerja

  1. Pengertian harapan kerja Harapan adalah suatu keyakinan individu dimana perilakunya dapat menimbulkan suatu hasil tertentu, yaitu tercapainya tujuan atau prestasi yang diinginkan (Vandenbos, 2007). Teori harapan beranggapan bahwa seseorang termotivasi untuk melakukan perilaku tertentu berdasarkan hasil persepsinya bahwa mereka akan mendapatkan hasil yang diinginkan

  

(Kreitner dan Kinicki, 1992). Kreitner (1992) juga menjelaskan bahwa

persepsi memainkan peranan penting dalam teori harapan karena

penekanannya pada kemampuan kognitif seseorang yang mampu

memperkirakan akibat yang mungkin terjadi dari suatu perilaku.

  Vroom (Kreitner dan Kinicki, 1992) merumuskan harapan sebagai

berikut, “Tingginya kecenderungan seseorang untuk melakukan perilaku

tertentu tergantung pada tingginya harapan yang dimiliki, dimana

perilakunya akan diikuti oleh hasil yang akan diterima dan tergantung pada

nilai atau value dari hasil yang didapatkannya”. Vroom juga mengatakan

bahwa harapan yang dimiliki mempengaruhi tingkat motivasi individu.

  Dalam teori harapannya, Robbins (1998) mengatakan bahwa

seseorang akan termotivasi untuk menunjukkan usaha yang besar ketika

dirinya yakin bahwa usahanya akan mendapat penghargaan atau prestasi

kerja dari organisasi seperti bonus, kenaikan gaji, promosi, dan

penghargaan lainnya yang dapat memuaskan tujuannya.

  Berdasarkan teori-teori tersebut maka harapan kerja merupakan suatu

faktor yang dapat mempengatuhi tingkat motivasi seseorang. Seseorang

akan termotivasi dalam melakukan pekerjaannya bila ia memiliki

keyakinan bahwa apabila ia berperilaku kerja tertentu maka ia akan

mendapatkan hasil yang diinginkan. Hasil yang diinginkan tersebut berupa

prestasi kerja ataupun penghargaan dari organisasi seperti bonus, kenaikan

gaji, promosi, dan penghargaan lainnya yang dapat memuaskan tujuannya.

  2. Harapan kerja pada guru sekolah dasar Dusek dan Joseph (1983) menyatakan bahwa guru membentuk harapan-harapan mengenai siswanya yang berkaitan dengan kemampuan akademik dan kemampuan sosial. Mereka juga mendefinisikan harapan guru menjadi 2 kategori yaitu harapan akademik dan harapan sosial. Harapan akademik adalah hasil persepsi guru mengenai kinerja, pencapaian prestasi, kemampuan dan pencapaian tingkat pendidikan yang mungkin diraih siswanya. Harapan sosial adalah hasil persepsi guru mengenai perkembangan sosial siswa secara umum, interaksi atau hubungan siswa dengan teman sebayanya, serta interaksi siswa dengan orang yang lebih tua.

  Teori harapan menyatakan bahwa motivasi berasal dari persepsi individu mengenai kemungkinan akan hasil yang akan dicapai dan valensi atau nilai dianggap berasal dari hasil tersebut (House, Shapiro, Wahba, dalam Hayibor, 2005). Mereka juga mengungkapkan bahwa seseorang akan termotivasi apabila:

  a. Usaha yang dikerahkan akan membawanya pada kinerja yang diharapkan b. Kinerja yang diharapkan akan membawanya pada hasil yang diinginkan

c. Hasil yang diinginkan tersebut memiliki nilai.

  

Hasil yang diinginkan tidak selalu berbentuk materi (pendapatan) tetapi

dapat bersifat psikologis yaitu berupa kepuasan kerja, penerimaan dari

rekan sekerja dll. (Oliver, dalam Hayibor, 2005).

  Kyriacou dan Kunc (2007) yang mengungkapkan empat alasan

mengapa guru-guru di Inggris kehilangan motivasi dan meninggalkan

profesinya. Alasan-alasan tersebut meliputi:

  a. Beban kerja yang berlebihan Beban kerja yang dirasakan terlalu berat, pekerjaan yang dimiliki terlalu menekan sehingga menimbulkan stres. Sutjipto (2001) menyatakan bahwa guru sekolah dasar dituntut untuk multiperan yaitu, mereka bertugas sebagai guru pengajar, pendidik, pembimbing, sekaligus pengurus administrasi sekolah. Guru harus tekun mengajar dan mampu melaksanakan target kurikulum. Sebagai administrator, guru memiliki peran untuk melaksanakan administrasi sekolah, seperti buku presensi siswa, buku daftar nilai, buku rapor, administrasi kurikulum, dan administrasi penilaian (Suparlan, 2006).

  b. Pendapatan Tingkat pendapatan yang diterima tidak sesuai dengan tipe atau gaya hidup yang mereka inginkan. Yamin (2007) menyatakan bahwa gaji yang diterima guru perbulan hanya cukup untuk makan dan minum perbulan, dan tidak cukup untuk membiayai anak-anaknya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. c. Siswa-siswa yang mengganggu Adanya beberapa siswa yang selalu melakukan perilaku mengganggu sehingga membuat beban pekerjaan menjadi semakin berat. Cherniss (1980) menyatakan bahwa tujuan utama yang ingin diraih oleh para pekerja yang bekerja di bidang pelayanan adalah

mendapatkan kesuksesan secara psikologis dalam pekerjaannya.

  d. Rendahnya status yang dimiliki Status sosial ekonomi yang rendah mengundang apresiasi negatif masyarakat. Guru juga masih kesulitan memenuhi kebutuhan- kebutuhan yang paling mendasar, yaitu kebutuhan biologis (Toifur, dkk, 2003). Spector (1996) menyatakan bahwa konsep dasar harapan adalah

seseorang akan termotivasi untuk melakukan suatu pekerjaan apabila

mereka memiliki keyakinan bahwa pekerjaan yang dilakukan akan diikuti

oleh suatu hasil yang dinginkan.

  Berdasarkan hal-hal tersebut dapat dibuat kesimpulan bahwa guru

sekolah dasar memiliki harapan-harapan terhadap pekerjaannya yang

meliputi kemampuan akademis dan kemampuan sosial siswa, beban kerja,

pendapatan, tanggapan emosional dari siswa, dan status sosial ekonomi

yang dimiliki.

  3. Aspek-aspek harapan kerja Menurut Mc Shane dan Glinow (2005) harapan memiliki tiga aspek yaitu :

a. Harapan akan hubungan kinerja-hasil (perfomance-outcome

  expectancy) Harapan akan hubungan kinerja hasil merupakan tingkat dimana seseorang memiliki keyakinan bahwa jika ia berperilaku tertentu ia akan mendapatkan hasil tertentu pula. Nadler dan Lawler, dalam Usmara (2006) juga menyatakan bahwa hasil kerja (outcomes) terbagi dalam 2 kategori yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Hasil kerja intrinsik (intrinsic outcome) terjadi secara langsung sebagai hasil atau konsekuensi langsung dari usaha dan merupakan hasil kerja yang diberikan individu kepada dirinya sendiri (psychological rewards).

  Hasil kerja intrinsik dapat berupa prestasi kerja yang baik, dapat menyelesaikan tugas, dan kreativitas (Hayibor, 2005). Hasil kerja ekstrinsik (extrinsic outcome) merupakan hasil kerja yang berhubungan dengan kinerja dan disediakan oleh faktor-faktor eksternal seperti organisasi, atasan, kelompok kerja. Hasil kerja ekstrinsik dapat berupa gaji, promosi, pengakuan.

  b. Valensi (valence) atau daya tarik Valensi atau daya tarik adalah sampai sejauh mana seseorang merasa pentingnya hasil atau imbalan yang diperoleh dalam penyelesaian tugasnya. Artinya, sampai sejauh mana hasil yang diperoleh memainkan peranan dalam pemuasan kebutuhan-kebutuhan yang belum terpuaskan. Hal ini bersifat sangat individual karena dipengaruhi oleh kepribadian, nilai-nilai yang dianut dan kebutuhan masing-masing individu.

  Suatu hasil dinilai positif dalam valensi apabila seseorang berusaha untuk mencapainya bukan menghindarinya. Suatu hasil dinilai negatif bila seseorang berusaha untuk menghindarinya, bukan mencapainya (Hayibor, 2005).

  

c. Harapan akan hubungan usaha-kinerja (effort-perfomance expectancy)

Harapan akan hubungan usaha kinerja merupakan persepsi individu bahwa usaha yang dilakukannya akan berdampak pada tingkat kinerjanya. Pengharapan ini memperlihatkan persepsi individu mengenai sulitnya mencapai perilaku tertentu dan keberhasilan dari perilaku tersebut (Dewi, 2006). Harapan ini juga mengacu pada kemungkinan subjektif seseorang tentang seberapa besar kemungkinan yang dimilikinya untuk berkinerja sampai pada level tertentu, atau seberapa besar kemungkinan usaha yang dilakukannya akan sampai pada kesuksesan kerja (Usmara, 2006). Siagian (1989) menjelaskan hubungan usaha-kinerja sebagai keyakinan seseorang mengenai tingkat keberhasilannya dalam melakukan pekerjaan dengan memperhitungkan kemampuan dan kesanggupannya untuk mengendalikan berbagai variabel yang ada.

  4. Peran penting harapan kerja Berdasarkan penelitan Marshall dan Brown (2004), peran harapan meliputi :

  a. Harapan kerja akan mempengaruhi kinerja seseorang. Dalam hal ini harapan dan kinerja membentuk garis yang linear, yaitu kenaikan skor harapan akan diikuti oleh kenaikan skor kinerja.

  b. Harapan kerja lebih berperan penting ketika seseorang berhadapan dengan tugas yang sulit dibandingkan saat seseorang berhadapan dengan tugas yang mudah.

  c. Harapan kerja yang rendah akan menghasilkan tingkat kinerja yang rendah, sedangkan harapan kerja yang sedang hingga tinggi

akan menghasilkan tingkat kinerja yang tinggi.

D. Hubungan Antara Burnout dengan Harapan Kerja

  Guru SD memiliki peranan utama dalam mengarahkan siswanya untuk mewujudkan tujuan pendidikan. Hal ini dikarenakan anak sekolah dasar adalah peletak dasar bagi terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas (Toifur, dkk, 2003). Dalam melaksanakan tugasnya, guru swasta dituntut untuk lebih tegas dalam menerapkan kedisiplinan terhadap anak didiknya. Hal ini membutuhkan pelibatan emosional yang tinggi, dimana seorang guru terkadang juga dihadapkan pada pengalaman negatif dengan siswanya (Maslach, dalam Sutjipto, 2001).

  Guru adalah suatu profesi yang bergerak dibidang pelayanan pendidikan

yang menghadapi tuntutan dan pelibatan emosional yang tinggi. Seorang guru

terkadang dihadapkan pada pengalaman negatif dengan siswa sehingga

menimbulkan ketegangan emosional. Apabila dialami secara terus menerus hal

tersebut akan mengakibatkan burnout.

  Guru yang burnout akan mengalami kelelahan secara fisik dan emosional,

bersikap negatif terhadap siswa maupun orang lain, menilai negatif orang lain

serta dirinya sendiri, menilai rendah dirinya dan menganggap diri tidak

berguna. Hal tersebut akan menurunkan produktivitas guru tersebut sehingga

dapat merugikan dirinya sendiri dan orang lain.

  Salah satu faktor sikap terhadap pekerjaan yang dapat mempengaruhi

burnout adalah adanya harapan terhadap pekerjaan yang dimiliki individu.

  

Harapan-harapan terhadap pekerjaan yang dimiliki guru mencakup harapan

akademis dan harapan sosial yang berkaitan dengan siswa (Dusek dan Joseph,

1983). Harapan akademis merupakan hasil persepsi guru mengenai kinerja,

pencapaian prestasi, kemampuan dan pencapaian tingkat pendidikan yang

mungkin diraih siswanya. Harapan sosial adalah hasil persepsi guru mengenai

perkembangan sosial siswa secara umum, interaksi atau hubungan siswa

dengan teman sebayanya, serta interaksi siswa dengan orang yang lebih tua.

  Harapan kerja yang dimiliki oleh guru berujung pada suatu tujuan yang

ingin dicapai. Sebagai seorang yang bekerja dibidang pelayanan, tujuan pribadi

yang ingin dicapai guru adalah kepuasan secara psikologis dalam memberi

pelayanan. Kepuasan secara psikologis yang dapat dicapai akan membuat guru

  

tersebut merasa bahwa dirinya mampu melakukan tugasnya dengan baik dan

merasa bahwa dirinya berharga.

  Seorang guru yang memiliki harapan kerja yang tinggi akan memiliki

motivasi yang tinggi untuk melakukan pekerjaannya. Dengan tingginya

harapan tersebut, muncul keyakinan yang kuat bahwa perilaku yang dilakukan

secara terus menerus akan mengarahkannya pada hasil yang diinginkan. Ia

juga memiliki keyakinan yang kuat bahwa usaha yang dilakukan akan

berdampak pada tingkat kinerjanya. Guru tersebut juga memiliki keyakinan

yang kuat bahwa hasil yang akan dicapai akan memiliki nilai yang berarti

baginya atau bahkan dapat memenuhi kebutuhannya.

  Guru yang memiliki harapan kerja tinggi akan mendapatkan kepuasan

dalam bekerja apabila harapan yang dimilikinya tercapai. Ia akan merasa

bahwa ia telah mencapai kepuasan secara psikologis dalam memberikan

pelayanan terhadap siswanya. Dengan munculnya kepuasan psikologis maka

kemungkinannya untuk mengalami burnout cenderung rendah.

  Guru yang memiliki harapan kerja rendah akan memiliki motivasi yang

rendah pula untuk melakukan pekerjaannya. Dengan harapan kerja yang

rendah, seseorang cenderung melihat segala sesuatu secara negatif (pesimis).

Orang pesimis kuatir bahwa segala sesuatu akan berjalan tidak semestinya dan

tidak memiliki keyakinan yang kuat akan kemampuan dirinya. Guru dengan

harapan kerja rendah akan memiliki kemungkinan yang besar untuk

mengalami burnout. Orang pesimis cenderung menempatkan dirinya dalam keadaan yang menekan karena mereka melihat lingkungan sekitarnya sebagai sesuatu ancaman bagi dirinya (Scoot, 2006).

E. Hipotesis

  Ada hubungan negatif yang signifikan antara harapan kerja dengan burnout pada guru sekolah dasar swasta.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional yang bertujuan untuk

  menyelidiki sampai sejauh mana variasi pada satu variabel berkaitan dengan variasi pada satu atau lebih variabel lain (Azwar, 2007). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara harapan kerja dengan burnout pada guru sekolah dasar swasta.

  B. Identifikasi Variabel Variabel tergantung : burnout Variabel bebas : harapan kerja

  C. Definisi Operasional Definsi operasional dari masing-masing variabel adalah :

1. Burnout

  Burnout merupakan kondisi emosional dimana seseorang mengalami kelelahan baik secara fisik, emosional, maupun mental yang ditunjang penghargaan terhadap diri. Respon burnout diukur menggunakan skala burnout dengan metode skala Likert. Skala bertujuan untuk mengukur tinggi rendahnya tingkat burnout yang dialami guru sekolah dasar.

  Burnout yang dialami oleh guru sekolah dasar swasta dan diukur

dengan menggunakan skala burnout yang terdiri dari 4 aspek. Aspek-

aspek tersebut berupa respon yang diberikan individu, yaitu: a. Kelelahan fisik Keadaan yang ditandai mudahnya individu merasa lelah, mudah menderita sakit kepala, mudah merasa mual. mengalami perubahan pola makan dan tidur, dan merasa tenaganya terkuras secara berlebihan.

  b. Kelelahan Emosional Kelelahan pada individu yang berhubungan dengan perasaan pribadi yang ditandai dengan rasa tidak berdaya dan depresi serta merasa terperangkap dalam pekerjaannya. Kelelahan ini dicirkan dengan rasa tidak bosan, ratapan yang tiada henti, suka marah-marah, tidak peduli dengan orang lain, putus asa sedih, tertekan dan tidak berdaya.

  c. Kelelahan Mental atau Sikap Kelelahan mental atau sikap berupa prasangka negatif dan sinis terhadap diri sendiri dan orang lain.

  d. Rendahnya Penghargaan Terhadap Diri Kondisi yang ditandai dengan adanya ketidakpuasan terhadap diri sendiri, pekerjaan, kehidupan, dan adanya perasaan belum mampu mencapai sesuatu yang berarti selama hidupnya.

  2. Harapan Kerja Harapan kerja merupakan keyakinan yang dimiliki individu bahwa perilaku kerja yang dilakukannya akan membawa hasil yang diinginkan. Harapan kerja yang dimiliki mempengaruhi motivasi individu dalam melakukan pekerjaannya. Harapan kerja dimiliki oleh guru sekolah dasar swasta dan diukur dengan menggunakan skala harapan kerja berdasarkan aspek-aspek harapan akan hubungan kinerja hasil, valensi atau daya tarik, dan harapan akan hubungan usaha kinerja.

  D. Subjek Penelitian Subyek yang digunakan pada penelitian ini adalah guru sekolah dasar Kanisius Cabang Yogyakarta yang masih aktif mengajar. Guru yang masih aktif mengajar memiliki tuntutan pekerjaan yang harus diselesaikannya. Selain itu, mereka setiap hari akan berhadapan dan berhubungan dengan siswa sebagai penerima pelayanan. Jumlah subjek dalam uji coba adalah 42 orang sedangkan jumlah subjek penelitian berjumlah 43 orang.

  E. Metode dan Alat Pengumpulan Data Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala yang menggunakan metode rating yang dijumlahkan atau penskalaan model Likert. Metode ini menggunakan distribusi respons sebagai dasar penentuan nilai skalanya (Azwar, 2005).

  Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala burnout dan

skala harapan kerja. Skala burnout bertujuan untuk mengukur tinggi

rendahnya tingkat burnout berdasarkan aspek kelelahan fisik, kelelahan

emosional, kelelahan mental dan rendahnya penghargaan terhadap diri.

  

Sedangkan skala harapan kerja bertujuan untuk mengukur tinggi rendahnya

harapan kerja berdasarkan aspek harapan akan hubungan kinerja-hasil,

valensi atau daya tarik dan harapan akan hubungan usaha-kinerja.

  Skala burnout terdiri dari pernyataan-pernyataan favorable dan

unfavorable . Pernyataan favorable adalah pernyataan yang mendukung objek

sikapnya sedangkan pernyataan unfavorable adalah pernyataan yang tidak

mendukung objek sikapnya (Azwar, 2005). Dalam menjawab pernyataan-

pernyataan tersebut, subyek diberi 4 kategori respon yaitu Sangat Setuju (SS),

Setuju (S), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS).

  Pada pernyataan favorable, jawaban Sangat Setuju (SS) akan mendapat

skor 4, jawaban Setuju (S) akan mendapat skor 3, jawaban Tidak Setuju (TS)

akan mendapat skor 2 dan jawaban Sangat Tidak Setuju (STS) akan

mendapat skor 1. Pada pernyataan favorable skor tinggi mengindikasikan

bahwa subyek cenderung mengalami burnout sedangkan jawaban rendah

mengindikasikan bahwa subyek cenderung tidak mengalami burnout.

  Pada pernyataan unfavorable, jawaban Sangat Setuju (SS) akan

mendapat skor 1, jawaban Setuju (S) akan mendapat skor 2, jawaban Tidak

Setuju (TS) akan mendapat skor 3 dan jawaban Sangat Tidak Setuju (STS)

akan mendapat skor 4. Pada pernyataan unfavorable skor tinggi mengindikasikan bahwa subyek cenderung tidak mengalami burnout sedangkan jawaban rendah mengindikasikan bahwa subyek cenderung mengalami burnout.

  

Tabel 1. Tabel Blue-Print Skala Burnout

Pernyataan No Aspek

  Total Bobot . Favorabel Unfavorabel 1.

  Kelelahan Fisik

  7

  8 15 25 % .

  2 Kelelahan Emosional

  8

  7 15 25 % 3. Kelelahan Mental

  8

  7 15 25 %

  4. Rendahnya Penghargaan

  7

  8 15 25 % Terhadap Diri TOTAL

  30

  30 60 100% Skala harapan kerja terdiri dari pernyataan-pernyataan favorable dan unfavorable . Pernyataan favorable adalah pernyataan yang mendukung objek sikapnya sedangkan pernyataan unfavorable adalah pernyataan yang tidak mendukung objek sikapnya (Azwar, 2005). Dalam menjawab pernyataan- pernyataan tersebut, subyek juga diberi 4 kategori respon yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS).

  Tabel 2. Tabel Blue-Print Skala Harapan Kerja

Pernyataan

No. Aspek

  Favorabel Unfavorabel Total Bobot 1.

  Harapan akan hubungan kinerja- hasil

  10

  10 20 33.3 %

  2 .

  Valensi atau daya tarik

  10

  10 20 33.3 % 3. Harapan akan hubungan usaha- kinerja

  10

  10 20 33.3 % TOTAL

  30

  30 60 100% Pada pernyataan favorable, jawaban Sangat Setuju (SS) akan mendapat

skor 4, jawaban Setuju (S) akan mendapat skor 3, jawaban Tidak Setuju (TS)

akan mendapat skor 2 dan jawaban Sangat Tidak Setuju (STS) akan

mendapat skor 1. Pada pernyataan favorable skor tinggi mengindikasikan

bahwa subyek cenderung memiliki harapan kerja yang tinggi sedangkan

jawaban rendah mengindikasikan bahwa subyek cenderung memiliki harapan

kerja yang rendah.

  Pada pernyataan unfavorable, jawaban Sangat Setuju (SS) akan

mendapat skor 1, jawaban Setuju (S) akan mendapat skor 2, jawaban Tidak

Setuju (TS) akan mendapat skor 3 dan jawaban Sangat Tidak Setuju (STS)

akan mendapat skor 4. Pada pernyataan unfavorable skor tinggi

mengindikasikan bahwa subyek cenderung memiliki harapan kerja yang tinggi sedangkan jawaban rendah mengindikasikan bahwa subyek cenderung memiliki harapan kerja yang rendah.

F. Validitas dan Reliabilitas

  Validitas mempunyai arti sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur melakukan fungsi ukurnya. Suatu alat tes dikatakan mempunyai validitas tinggi apabila alat ukur tersebut mampu memberikan gambaran mengenai perbedaan yang sekecil-kecilnya diantara subjek yang satu dengan yang lain (Azwar, 2008).

  Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi yang diselidiki melalui analisis rasional terhadap isi tes dan didasarkan pada penilaian (judgement) yang bersifat subjektif (Supratiknya, 1998). Analisis rasional dilakukan terhadap aitem-aitem yang telah disusun dengan maksud untuk melihat kesesuaian antar aitem dengan aspek yang bersangkutan. Untuk menghindari bias subyektivitas, dalam analisis rasional diperlukan penilai lain selain penulis. Dalam hal ini, dosen pembimbing memberikan penilaian apakah aitem-aitem yang dibuat layak untuk di uji cobakan atau tidak.

  Seleksi aitem yang akan digunakan pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan koefisien korelasi aitem total yang nantinya akan memperlihatkan kesesuaian fungsi aitem dengan fungsi skala dalam mengungkap perbedaan individual. Besarnya koefisien korelasi aitem total bergerak dari 0 sampai dengan 1.00 dengan tanda positif atau negatif. Semakin baik daya diskriminasi aitem maka koefisien korelasinya semakin mendekati angka 1.00. Kriteria aitem dinyatakan dapat diterima bila koefisien korelasinya positif (+) dan mencapai 0.30. Semua aitem yang mencapai koefisien korelasi minimal 0.30 daya pembedanya dianggap memuaskan Namun, apabila aitem yang lolos masih tidak mencukupi jumlah yang diinginkan, maka peneliti dapat menurunkan sedikit batas kriteria menjadi 0.25. (Azwar, 2004).

  Inti dari konsep reliabilitas adalah sejauhmana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Hasil pengukuran dapat dipercaya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subjek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama (Azwar, 2008).

  Reliabilitas penelitian ini dilihat dengan menggunakan pendekatan konsistensi internal dengan menggunakan 1 kali pengetesan pada sekelompok subyek (single trial administration). Koefisien reliabilitas keseluruhan tesnya akan diestimasi dengan menggunakan koefisien alpha (α) Cronbach.

G. Hasil Uji Coba Skala Penelitian

1. Subjek Uji Coba Skala Penelitian

  Uji coba skala penelitian dilakukan sebelum dilakukan penelitian yang sesungguhnya dengan tujuan untuk mendapatkan aitem-aitem yang valid dan juga untuk mencari reliabilitas dari skala penelitian tersebut. Subjek yang dipakai dalam rangka uji coba skala penelitian ini adalah guru-guru sekolah dasar yang sedang bekerja di sekolah dasar Kanisius yang dinaungi oleh yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta. Dalam skala uji coba ini, guru yang menjadi subjek penelitian berjumlah 42 orang yang diambil dari 4 SD Kanisius yaitu 8 orang dari SD Kanisius Kintelan, 8 orang dari SD Kanisius Kotabaru, 16 orang dari SD Kanisius Pugeran dan 10 orang dari SD Kanisius Kumendaman.

  2. Uji Coba Skala Penelitian Uji coba skala penelitian dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus sampai 5 September 2008. Masing-masing subjek uji coba diberikan 2 jenis skala yaitu skala Burnout dan skala Harapan Kerja. Kedua skala tersebut dijadikan 1 eksemplar yang berbentuk buku. Skala Burnout

disebut skala bagian I dan Skala Harapan Kerja disebut skala bagian II.

  3. Uji Kesahihan dan Reliabilitas Skala Penelitian

a. Uji Kesahihan Skala Burnout

  Uji kesahihan butir aitem pada Skala Burnout menggunakan program SPSS for windows versi 12.0 dengan menggunakan koefisien reliabilitas Alpha Cronbach. Saat menyeleksi aitem dalam skala penelitian ini, peneliti menggunakan batasan koefisien korelasi sebesar 0.25 atau r > 0.25. Hal ini disebabkan karena aitem yang ix lolos masih tidak mencukupi jumlah yang diinginkan.

  Dari hasil pengujian 60 aitem pada Skala Burnout terdapat 22 aitem gugur sehingga aitem yang valid berjumlah 38 aitem. 22 aitem

  3. Kelelahan Mental 3*,11*,19,27, 35,43,51,59 7*,15*,23*,31, 39,47*,55*

  60

  Tabel 3. Nomor Aitem Skala Burnout Sebelum Uji Coba Pernyataan No. Aspek Favorabel Unfavorabel Total 1.

  Kelelahan Fisik 1*,9,17,25, 33,41,49 5,13,21,29*,

  37*,45,53,58*

  15

  2 .

  Kelelahan Emosional 2*,10,18,26*, 34,42,50,57 6*,14,22*,30*, 38,46*,54*

  15

  yang gugur tersebut 9 aitem berasal dari Aspek Kelelahan Fisik, 12 aitem berasal dari Aspek Kelelahan Emosional, 12 aitem berasal dari Aspek Kelelahan Mental dan 9 aitem berasal dari Aspek Rendahnya Penghargaan Diri.

  15

  4. Rendahnya Penghargaan Terhadap Diri 4*,12*,20,28, 36,44,52*

  8,16,24,32, 40,48,56*,60

  15 TOTAL

  30

  30

  • : nomor aitem yang gugur

b. Uji Reliabilitas Skala Burnout

  Reliabilitas aitem pada Skala Burnout diperoleh melalui program SPSS 12.0 dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach dan diperoleh reliabilitas sebesar 0.891.

  

Tabel 4. Nomor Aitem Skala Burnout Setelah Uji Coba

Pernyataan No. Aspek Favorabel Unfavorabel Total 1.

  

36(20),44(26)

8(8),16(16), 24(22),32(28), 40(33),48(37),

  Uji kesahihan butir aitem pada Skala Harapan Kerja menggunakan program SPSS for windows versi 12.0 dengan menggunakan koefisien reliabilitas Alpha Cronbach. Saat menyeleksi aitem dalam skala penelitian ini, penulis menggunakan batasan koefisien korelasi sebesar 0.25 atau r ix > 0.25. Hal ini disebabkan karena aitem yang

lolos masih tidak mencukupi jumlah yang diinginkan.

  38 ( ) : nomor dalam skala penelitian

  16

  

22

  11 TOTAL

  60(38)

  4. Rendahnya Penghargaan Terhadap Diri

20(4),28(12),

  Kelelahan Fisik

9(1),17(9),

25(17),33(23),

41(29),49(34)

  8

  3. Kelelahan Mental 19(3),27(11),

35(19),43(25),

51(31),59(36)

31(7),39(14)

  8

  Kelelahan Emosional 10(2),18(10),

34(18),42(24),

50(30),57(35)

14(6),38(15)

  2 .

  11

  5(5),13(13), 21(21),45(27), 53(32)

c. Uji Kesahihan Skala Harapan Kerja

  Dari hasil pengujian 60 aitem pada Skala Harapan Kerja terdapat 20 aitem gugur sehingga aitem yang valid berjumlah 40 aitem. 40 aitem yang gugur tersebut, 6 aitem berasal dari Aspek Harapan akan Hubungan Kinerja-Hasil, 8 aitem berasal dari Aspek Valensi atau Daya Tarik, dan 6 aitem berasal dari Aspek Harapan akan Hubungan Usaha-Kinerja.

  

Tabel 5. Nomor Aitem Skala Harapan Kerja Sebelum Uji Coba

Pernyataan No. Aspek

  Total Favorabel Unfavorabel Harapan akan hubungan 1,7*,13,19, 25, 5,10*,16,22, 28, 1.

  20 kinerja-hasil 32*,37,43,49*,55* 34*,40,46,52,58 Valensi atau daya tarik 2*,8*,14*,20, 26, 4*,12*,17*,23, 29, .

  2 20 33*,39,44,50,56 35,41,47*,53,59

  Harapan akan hubungan 3,9*,15*,21*, 27, 6,11,18,24*, 30,

  3.

  20 usaha-kinerja 31*,38,45,51,57 36,42*,48,54,60 TOTAL

  

30

  30

  60

  • : Nomor aitem yang gugur

d. Uji Reliabilitas Skala Harapan Kerja

  Reliabilitas aitem pada Skala Harapan Kerja diperoleh melalui program SPSS 12.0 dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach dan diperoleh reliabilitas sebesar 0.902.

  

Tabel 6. Nomor Aitem Skala Harapan Kerja Setelah Uji Coba

Pernyataan No. Aspek

  Total Favorabel Unfavorabel Harapan akan 1(1),13(7), 5(4),16(10),22(16), 1. hubungan kinerja- 19(13), 25(18), 28(22),40(28),

  14 hasil 37(25),43(31) 46(34),52(37),58(39) 20(2), 26(8), 23(5), 29(11), Valensi atau daya

  .

  2 39(14),44(20), 35(17),41(23), 12 tarik

  50(26),56(32) 53(29),59(35) Harapan akan 3(3), 27(9), 6(6),11(12),18(19), hubungan usaha-

  3.

  38(15),45(21), 30(24),36(30),

  14 kinerja 51(27),57(33) 48(36),54(38),60(40) TOTAL

  18

  22

  40 ( ) : nomor dalam skala penelitian

H. Teknik Analisis Data

1. Uji Asumsi Data Penelitian

  a. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah hubungan antara distribusi sebaran variabel bebas dan variabel tergantung pada penelitian ini bersifat normal atau tidak.

  b. Uji Linearitas Uji linearitas dilakukan untuk mengetahui apakah hubungan antara skor variabel bebas dan variabel tergantung merupakan suatu garis lurus atau tidak.

2. Pengujian Hipotesis Penelitian

  Untuk menguji hipotesis dalam penelitian akan digunakan teknik korelasi Product Moment Pearson dengan menggunakan program SPSS for windows 12.0 untuk mengetahui hubungan antara harapan kerja dengan burnout.

BAB IV PENELITIAN DAN HASIL PENELITIAN A. Paparan Proses Penelitian

  1. Perijinan penelitian Sebelum melakukan penelitian, pertama-tama peneliti meminta ijin kepada Romo Direktur Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta disertai dengan surat keterangan penelitian dari Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang bernomor 73.a/D/KP/Psi/USD/VIII/2008 dan ditandatangani oleh Dekan Fakultas Universitas Psikologi Sanata Dharma. Setelah itu, peneliti juga meminta ijin kepada masing-masing kepala sekolah dasar Kanisius dengan menggunakan surat keterangan penelitian yang ditandatangani Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.

  2. Pelaksanaan penelitian Penelitian dilaksanakan pada tanggal 13 September 2008 sampai 17 September 2008 di SD Kanisius Demangan Baru, SD Kanisius

  Notoyudan, SD Kanisius Tegal Mulyo dan SD Kanisius Condong Catur. Dari 54 eksemplar skala yang disebarkan kepada subjek penelitian, hanya 43 yang kembali pada peneliti dan memenuhi syarat untuk dianalisa. Sedangkan 11 eksemplar sisanya tidak kembali kepada peneliti.

B. Orientasi Kancah

  Subjek dalam penelitian ini adalah guru-guru sekolah dasar yang bekerja di sekolah dasar Kanisius yang berada di bawah naungan yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta. Yayasan Kanisius memberikan instruksi kepada sekolah- sekolah yang dinaunginya mengenai segala hal yang berhubungan dengan aturan penyelenggaraan sekolah termasuk jam belajar sekolah. Guru-guru yang menjadi subjek dalam penelitian ini berasal dari SD Kanisius Demangan Baru, SD Kanisius Notoyudan, SD Kanisius Tegal Mulyo dan SD Kanisius Condong Catur.

  Yayasan Kanisius memiliki visi dan misi mengenai sekolah yang dinaunginya yang nantinya akan dijabarkan oleh masing-masing sekolah.

  Adapun visi yang dimiliki adalah “Pendidikan yang mencerdaskan kehidupan bangsa berdasarkan nilai-nilai Kristiani.”. Sedangkan misi yang diemban yaitu:

  1. Mendampingi generasi muda untuk percaya diri pada akal, sehingga berani berjuang menghadapi tantangan hidup.

  2. Memberdayakan generasi muda menjadi pribadi yang peka, berinisiatif dan kreatif terhadap situasi atau lingkungan sosial.

  3. Mendampingi generasi muda untuk mengembangkan potensi bakat dan semangat Kristiani.

  SD Kanisius Demangan Baru berlokasi di Jl. Demangan Baru no. 22 Yogyakarta. SD Kanisius ini didirikan pada tahun 1965. SD Kanisius Demangan Baru ini merupakan gabungan dari SD Kanisius Demangan Baru I dan Demangan Baru II. Walaupun merupakan sekolah gabungan, pelaksanaan

  

administrasi SD Demangan Baru I dan SD Demangan Baru II berbeda. Jumlah

keseluruhan guru yang mengajar pada SD Kanisius Demangan Baru berjumlah

20 orang. Jumlah kelas keseluruhan adalah 18 kelas dengan jumlah siswa

sebanyak 485 orang.

  SD Kanisius Notoyudan berdiri pada tahun 1938. SD ini terletak di Jl.

Letjen. Suprapto no. 95 Yogyakarta. Mulanya, SD Kanisius Notoyudan I dan

Notoyudan II merupakan 2 sekolah dasar yang terpisah. Pada tahun ajaran

2002/2003 kedua sekolah tersebut bergabung menjadi satu. SD Kanisius

Notoyudan memiliki guru yang berjumlah 10 orang. 6 diantaranya adalah guru

kelas. Jumlah kelas yang dimiliki adalah 6 kelas dengan jumlah siswa

keseluruhan adalah 211 orang.

  SD Kanisius Tegal Mulyo terletak di wilayah Pakuncen, Tegalmulyo RT.

  

11 Yogyakarta. SD Kanisius ini didirikan pada tahun 1968. Guru yang dimiliki

oleh sekolah ini berjumlah 15 orang, sedangkan kelas yang ada berjumlah 6

kelas. Jumlah keseluruhan siswa di sekolah ini adalah 100 orang.

  SD Kanisius Condong Catur yang terletak di wilayah Tambak Boyo,

Condong Catur, didirikan pada tahun 1981. Sekolah dasar ini memiliki 12

orang guru, yang 6 orang diantaranya adalah guru kelas. Jumlah keseluruhan

siswa yang dimiliki oleh sekolah ini adalah 161 orang.

C. Deskripsi Subjek dan Data Penelitian

1. Deskripsi subjek penelitian

  Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah guru-guru sekolah dasar Kanisius Yogyakarta yang berjumlah 43 orang. Dari 43 orang guru tersebut, 17 orang berasal dari SD Kanisius Demangan, 8 orang dari SD Kanisius Tegal Mulyo, 10 orang dari SD Kanisius Notoyudan dan 8 orang dari SD Kanisius Condong Catur.

  Subjek dalam penelitian ini diklasifisikasikan berdasarkan usia, jenis kelamin dan status perkawinan. Klasifikasi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui latar belakang subjek penelitian dan untuk memperoleh informasi tambahan mengenai subjek yang berhubungan dengan penelitian. Pada tabel berikut aka disajikan klasifikasi subjek berdasarkan usia, jenis kelamin dan status perkawinan.

  

Tabel 7. Klasifikasi Subjek Berdasarkan Usia

Usia Jumlah Subjek Usia Jumlah Subjek

  21 tahun 2 orang 41 tahun 2 orang 22 tahun 2 orang 42 tahun 4 orang 24 tahun 1 orang 44 tahun 3 orang 26 tahun 2 orang 45 tahun 5 orang 28 tahun 2 orang 47 tahun 2 orang 29 tahun 2 orang 48 tahun 3 orang 30 tahun 1 orang 49 tahun 1 orang 35 tahun 1 orang 50 tahun 3 orang 37 tahun 1 orang 51 tahun 2 orang 38 tahun 1 orang 58 tahun 1 orang 39 tahun 1 orang 60 tahun 1 orang

  Tabel 8. Klasifikasi Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Subjek % Laki-laki 14 orang 32.6% Perempuan 29 orang 67.4%

  Tabel 9. Klasifikasi Subjek Berdasarkan Status Perkawinan Status Perkawinan Jumlah Subjek % Menikah 33 orang 76.7% Tidak Menikah 10 orang 23.3%

2. Deskripsi data penelitian

  Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan di SD Kanisius Demangan, Notoyudan, Tegal Mulyo, dan Condong Catur, peneliti memperoleh data hasil penelitian yang membandingkan antara data empirik dengan data teoretis. Perolehan data empirik berasal dari hasil olah data yang dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 12.0, sedangkan perolehan data teoretis berasal dari perhitungan dengan menggunakan rumus statistik. Perbandingan antara mean empiris dengan mean teoretis dilakukan untuk mengetahui kecenderungan tingkat burnout dengan harapan kerja subjek penelitian. Berikut ini disajikan tabel yang berisi data empiris dan data teoretis:

  

Tabel 10. Hasil Statistik Deskriptif

Variabel Variabel

  Burnout Harapan Kerja

Statistik Empiris Teoritis Empiris Teoritis

Mean

  78.60 95 122.91 100

  56 38 109

  40 x min

  92 152 141 160 max x Pada skala burnout, terdapat item sejumlah 38 dengan rentang skor 1

sampai dengan 4. Oleh karena itu, skor terkecil yang diperoleh untuk

skala burnout adalah 38 x 1 = 20, dan skor terbesar adalah 38 x 4 = 152.

Dengan demikian, rentang skor skala burnout adalah 38 sampai dengan

152, atau besar jaraknya adalah 152 – 38 = 114. Satuan deviasi standar

populasi adalah 114 : 6 = 19. Mean teoretis (µ) yaitu (38+152) :2 = 95.

  Kemudian, skala harapan kerja memiliki item sebanyak 40 dengan

rentang skor 1 sampai dengan 4. Skor terkecil yang dimiliki oleh skala

harapan kerja adalah 40 x 1 = 40, sedangkan skor terbesar adalah 40 x 4 =

160. Dengan demikian, rentang skor skala harapan kerja adalah 40 sampai

dengan 160, atau besar jaraknya adalah 160 – 40 = 120. Satuan deviasi

standar populasi adalah 120 : 6 = 20. Mean teoretis (µ) adalah (40+160) :

2 = 100.

  Berdasarkan tabel di atas diperoleh data hasil perbandingan antara

mean empiris dan mean teoritis pada masing-masing variabel. Pada

variabel burnout, diperoleh mean empiris yang lebih kecil dibandingkan

dengan mean teoretisnya. Hal ini menunjukkan bahwa burnout yang

dimiliki oleh populasi cenderung rendah. Sedangkan pada variabel

harapan kerja, mean empiris lebih besar dibandingkan dengan mean

teoretisnya. Hal ini menunjukkan bahwa harapan kerja yang dimiliki

populasi cenderung tinggi.

D. Uji Asumsi Analisis Data

  1. Uji normalitas Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan teknik One-Sample

  Kolmogorov-Smirnov Test. Hal ini yang dilakukan untuk mengetahui apakah distribusi sebaran data variabel tergantung dan variabel bebas bersifat normal atau tidak. Hasil pengujian dapat dilihat melalui tabel berikut ini.

  

Tabel 11. Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Test for Normality Burnout Harapan Kerja

  0.653 0.664

  Kolmogorov-Smirnov Z

  0.788 0.769

  Asymp. Sig. (2-tailed) Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa skor skala burnout memiliki nilai Z sebesar 0.653 dan p=0.788. Sedangkan skor skala harapan kerja memiliki nilai Z sebesar 0.788 dan p=0.769. Suatu data dikatakan normal apabila nilai p>0.05. Hal ini berarti bahwa skor burnout dan skor harapan kerja berdistribusi normal.

  2. Uji linearitas Uji linearitas dilakukan untuk mengetahui hubungan antara skor harapan kerja dan burnout linear atau tidak. Hasil pengujian dapat dilihat melalui tabel berikut ini.

  

Tabel 12. Hasil Uji Linearitas

Test for Linearity F p

  Skor Burnout Combined 1.859 0.084

  • Skor Harapan Linearity 10.906 0.004 Kerja Deviation from Linearity 1.428 0.215

  Hasil linearitas menunjukkan bahwa nilai F sebesar 10.906. Suatu data dikatakan linear apabila p<0.05, sedangkan data dari hasil penelitian ini mempunyai signifikansi (p) di bawah 0.05 yaitu sebesar 0.004. Jadi hubungan antara skor burnout dan skor harapan kerja adalah linear.

E. Uji Hipotesis

  Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson pada program SPSS 12.0. Hipotesis ini menggunakan taraf signifikansi 1%. Taraf signifikansi diuji dengan

menggunakan uji 1 ekor karena hipotesis dalam penelitian ini sudah berarah.

  Dari hasil analisis didapatkan skor korelasi untuk variabel burnout dan variabel harapan kerja adalah -0.423 dengan p=0.002. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara harapan kerja dengan burnout . Harga koefisien korelasi yang bernilai negatif menunjukkan bahwa semakin tinggi harapan kerja yang dimiliki guru maka semakin rendah tingkat burnout yang dialami.

F. Pembahasan Hasil Penelitian

  Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment dari Pearson, hipotesis penelitian yang berbunyi ada hubungan antara harapan kerja dengan burnout diterima. Dari hasil analisis uji hipotesis, didapatkan skor korelasi antara variabel burnout dengan variabel harapan kerja sebesar -0.423 dengan taraf signifikansi 1% sebesar 0.002 (p<0.01). Hal ini menunjukkan bahwa variabel burnout dan varabel harapan kerja memiliki hubungan negatif yang cukup kuat. Dengan demikian, semakin tinggi harapan kerja yang dimiliki guru, maka semakin rendah tingkat burnout yang dialami.

  Pada penelitian ini, harapan kerja yang dimiliki oleh guru-guru sekolah dasar Kanisius cenderung tinggi. Hal ini terbukti melalui hasil perbandingan antara mean empiris dan mean teoritis pada variabel harapan kerja dimana mean empiris lebih besar dibandingkan dengan mean teoretisnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa guru-guru sekolah dasar Kanisius memiliki keyakinan yang kuat bahwa kinerja yang dilakukan akan mengarahkannya pada hasil yang diinginkan. Mereka juga merasa yakin bahwa hasil yang akan dicapainya akan memiliki nilai yang berarti baginya atau bahkan dapat memenuhi kebutuhannya. Harapan kerja guru yang cenderung tinggi juga menunjukkan bahwa mereka memiliki keyakinan kuat mengenai usaha yang dilakukannya akan berdampak pada tingkat kinerjanya. Harapan ini mengacu pada kemungkinan subjektif seseorang tentang seberapa besar kemungkinan yang dimilikinya untuk berkinerja sampai pada level tertentu, atau seberapa besar

  

kemungkinan usaha yang dilakukannya akan sampai pada kesuksesan kerja

(Usmara, 2006).

  Guru yang memiliki harapan kerja tinggi, cenderung memiliki harapan

yang positif terhadap hasil kerja yang akan dicapai. Scheier dan Carver

(Chang, 1998) menyatakan bahwa orang yang optimis adalah orang yang

memiliki harapan yang positif terhadap hasil yang akan dicapainya. Guru yang

memiliki sikap optimis akan memandang positif diri sendiri dan lingkungan

tempatnya bekerja sehingga ia mampu menghadapi stres dan kecemasan, dapat

menerima diri apa adanya, memiliki keyakinan bahwa ia dapat mengatasi

masalah dan memandang kegagalan dialami secara lebih positif.

  Gordon (dalam Sutjipto, 2001) mengemukakan bahwa guru memiliki

tuntutan-tuntutan pekerjaan yang tinggi. Selain mengajar, guru harus dapat

menjalin hubungan yang efektif dengan siswa, dapat memecahkan masalah-

masalah siswa, menjadi pendengar yang aktif, dapat mengatasi masalah yang

ditimbulkan siswa, menciptakan kelas yang tidak menimbulkan masalah, dan

mengatasi konflik-konflik dalam kelas. Guru sekolah dasar dengan harapan

kerja yang tinggi, akan bersikap optimis saat berhadapan dengan situasi yang

menyulitkan. Ia memiliki keyakinan bahwa ia memiliki kemampuan untuk

mengatasi tuntutan-tuntutan pekerjaannya sehingga ia dapat memberikan

kinerja yang optimal. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Marshall

dan Brown (2004) bahwa tingginya harapan yang dimiliki akan meningkatkan

kinerja seseorang, terutama bila ia sedang berada pada situasi yang sulit.

  Kreitner dan Kinicki (1992) menyatakan bahwa harapan kerja

dipengaruhi oleh self esteem yang dimiliki seseorang. Seorang guru yang

memiliki harapan kerja rendah lebih rentan mengalami burnout dibandingkan

dengan guru yang memiliki harapan kerja tinggi. Guru yang memiliki harapan

kerja yang rendah cenderung memikirkan kegagalan terhadap pekerjaannya

dan meremehkan kemampuan diri sendiri sehingga motivasinya untuk bekerja

pun rendah. Dalam menghadapi tuntutan-tuntutan pekerjaan yang sulit, guru

dengan harapan kerja rendah mudah mengalami stres karena ketidakyakinan

diri terhadap kinerja dan hasil yang akan dicapainya. Dalam situasi tertekan,

guru dengan harapan kerja rendah mudah mengalami depresi, putus asa, dan

rasa tidak berdaya. Mereka akan menjauhkan diri dari siswanya dan merasa

tidak peduli akan kewajibannya sebagai pendidik siswa.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan, maka

  dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara harapan kerja dengan burnout pada guru sekolah dasar swasta (r=-0.423, dengan p<0.01). Artinya bahwa semakin tinggi harapan kerja maka tingkat burnout yang dimiliki guru cenderung lebih rendah. Begitu pula sebaliknya semakin rendah harapan kerja maka tingkat burnout yang dimiliki cenderung tinggi. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan penulis yaitu ada hubungan antara harapan kerja dengan burnout yang signifikan pada guru sekolah dasar swasta diterima. Hasil dari uji hipotesis ini adalah ada hubungan negatif yang signifikan antara harapan kerja dengan burnout pada guru sekolah dasar swasta.

  B. Kelemahan Penelitian Penelitian ini tidak mengontrol faktor demografik yaitu usia, jenis kelamin, status pendidikan dan status perkawinan subjek sehingga variasi subjeknya tinggi.

  C. Saran Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang

signifikan antara harapan kerja dengan burnout. Berdasarkan penelitian ini, diharapkan bahwa guru dan pihak sekolah dapat menyadari pentingnya

harapan kerja bagi guru sekolah dasar. Sehingga disarankan agar para guru

dapat memupuk harapan kerja yang dimilikinya sehingga kemungkinan mereka

untuk mengalami burnout lebih rendah.

DAFTAR PUSTAKA

  

Anonim. Nasib Sekolah Swasta Bergelut Dengan Kemiskinan. Kompas On-line

Kamis,

4 Agustus 2005. http://www.kompas.com/kompas-

  cetak/0408/05/pddkn/1190358.htm

Anonim. Presiden: Penghargaan Kepada Guru Masih Kurang. Kompas on-line Senin,

22 Desember 2003.

  

Azwar, S. 2005. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka

Pelajar. Azwar, S. 2007. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, S. 2008. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Baron, R. A., Paulus P. B. 1991. Understanding Human Relations : A Practical

nd Guide to People at Work 2 Edition . Boston: Allyn and Bacon.

  

Bilge. 2006. Examining The Burnout Of Academics In Relation To Job Satisfaction

and Other Factors. Social Behavior and Personality Journals . www.findarticles.com

  

Chang E. C. 1998. Dispotitional Optimism and Primary and Secondary Appraisal of

a Stressor: Controling Influences and Relation to Coping and Psychological and Physical Adjustment. Journal of Personality and Social Psychology. Vol 74. No.4.

  

Cherniss, C. 1987. Staff Burnout: Job Stress in The Human Service Studies in

Community Health 2 . California: Sage Publication.

Cooper, C. L., Dewe, P. J., O’driscoll M. P. 2001. Organizational Stress: A Review

and Critique of Theory, Research and Application. California: Sage Publication.

  

Dewi, I. J. 2006. Maximum Motivation: Konsep dan Implikasi Manajerial Dalam

Memotivasi Karyawan. Yogyakarta: Penerbit Santusa.

Dusek , J. B., Joseph, G. 1983. The Bases Of Teacher Expectancies A Meta

Analysis. Journal of Educational Psychology.

  

Farber, B. A. 1991. Crisis in Education: Stress and Burnout in The American

Teacher . San Fransisco: Jossey-Bass Publishers.

Fives, H., Doug, H., Arturo, O. 2007. Does Burnout begin with Student-Teaching?

Analyzing Efficacy, Burnout and Support During the Student-Teaching

  Semester. Elsevier: Teaching and Teacher Education, Vol 23, No. 6, Agustus 2007.

Hayibor, S. 2005. Understanding Stakeholder Action: Equity And Expectancy

Considerations. Thesis. Pittsburgh: University Of Pittsburgh Katz Graduate

  School Of Business. http://etd.library.pitt.edu/ETD/available/etd-01022006- 155354/unrestricted/hayibor_etd_2005.pdf nd

  

Kreitner, R., Angelo, K. 1992. Organizational Behavior 2 Edition . Boston: Richard

D Irwin, Inc.

Kyriacou, C., Richard, K. 2007. Beginning Teachers’ Expectation of Teaching.

  Elsevier: Teaching and Teacher Education, Vol. 23.

  

Lailani dkk. 2005. Burnout dan Pentingnya Manajemen Beban Kerja. Benefit, Vol. 9,

No. 1. Juni 2005.

Marshall, M.A., Brown, J. D. 2004. Expectation and Realization: The Role of

Expectancies in Achievement Settings. Motivation and Emotion: Vol 28, No.4,

  December 2004 .

  

Mc Shane, S. L., Mary Ann, V. G. 2005. Organizational Behavior: Emerging

rd Realities for the Workplace Revolution 3 Edition. Mc Graw Hill.

  

Nurdjayadi, R. D. 2004. Kesehatan Mental dan Burnout Pada Karyawan. Jurnal

Psikodinamik , Vol. 6, No. 2, 2004.

Robbins, S. P. 1998. Organizational Behavior Concepts Controversies Application

th 8 Edition . New Jersey: Prentice Hall International, Inc.

  

Rosyid, H. F. 1996. Burnout: Penghambat Produktivitas yang Perlu Dicermati.

  Buletin Psikologi , Tahun IV, No. 1, Agustus 1996.

  

Schaufeli, WB., Buunk, B.P. 1996. Professional Burnout. Handbook of Work and

Health Psychology. Schabracq, M.J., Winnubst, J.A.M., Cooper, C.L. (editor).

  Chichester: John Wiley and Sons Ltd.

  

Schug, M. 1983. Teacher Burnout and Profesionalism. Issues in Education, Vol I,

Nos 2 and 3, 1983.

Scoot, E. 2006. Personality Traits And Attitudes That Increase Your Risk For

Burnout. http://stress.about.com/od/burnout/a/mental_burnout.htm

Spector, P. E. 1996. Industrial and Organization Psychology Research and Practice.

  Canada: John Willey & Sons, Inc.

Sudarminta, J. 1998. Citra Guru Semakin Terpuruk. Basis, No. 1-2, Tahun ke-47.

  Januari-Februari 1998.

Sukamto, M. E., Setiasih, Setiawan, L. S. 1998. Hubungan Antara Kebiasaan

Proaktivitas (The Habi of Proactvity) dan Masa Kerja Dengan Gejala Burnout

  

Pada Guru Sekolah Dasar. Anima Vol. XIII. No. 52, Juli-September 1998.

Suparlan. 2006. Guru Sebagai Profesi. Yogyakarta: Hikayat Publishing.

Supratiknya, A. 1998. Psikometri. Yogyakarta: Pusat Penerbitan dan Pengembangan

Sumber Belajar Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.

  Sutjipto. 2001. Apakah Anda Mengalami Burnout. www.Depdiknas.go.id

Sutjipto. 2001. Burnout Guru Sekolah Dasar: Survey di Kecamatan Ciputat,

Tangerang. Atma nan Jaya, Desember 2001.

Toifur dan Johana E. P. 2003. Hubungan Antara Status Sosial Ekonomi, Orientasi

Relgius dan Dukungan Sosial dengan Burnout pada Guru Sekolah Dasar di

  Kabupaten Cilacap. Sosiohumanika, Vol. 16A, no. 3. September 2003.

Triton, P.B. 2006. SPSS 13.0 Terapan; Riset Statistik Parametrik. Yogyakarta:

Penerbit Andi

Usmara, A. 2006. Motivasi Kerja: Proses, Teori dan Praktik. Yogyakarta : Amara

Books.

  Vandenbos, G. R. 2007. APA Dictionary of Psychology. Washington DC.

Wahyono, T. 2008. Belajar Sendiri SPSS 16. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

  

Wether, W. B., Davis K. 1996. Human Resources and Personal Management 5

th Edition . New York: McGraw-Hill Book Company.

  

Yamin, M. 2007. Profesionalisasi Guru & Implementasi KTSP. Jakarta: Gaung

Persada Press.

  Reliabilitas Skala Uji Coba Burnout Warnings

  Aitem6 123.93 127.336 .099 .866

  Aitem20 124.69 121.829 .633 .858

  Aitem19 124.76 126.283 .289 .863

  Aitem18 125.02 124.073 .483 .860

  Aitem17 124.38 121.900 .488 .859

  Aitem16 124.29 125.770 .295 .862

  Aitem15 124.98 125.926 .283 .863

  Aitem14 124.64 126.284 .272 .863

  Aitem13 124.31 121.390 .512 .858

  Aitem12 124.07 126.312 .143 .866

  Aitem11 124.26 125.125 .251 .863

  Aitem10 124.21 123.538 .382 .861

  Aitem9 124.64 120.382 .513 .858

  Aitem8 124.10 123.844 .368 .861

  Aitem7 124.76 125.796 .268 .863

  Aitem5 124.48 124.938 .291 .862

  The space saver method is used. That is, the covariance matrix is not calculated or used in the analysis.

  Aitem4 124.81 128.012 .054 .867

  Aitem3 124.90 126.918 .120 .866

  Aitem2 123.98 125.243 .285 .863

  Aitem1 124.55 124.449 .283 .863

  Cronbach's Alpha if Item Deleted

  Corrected Item-Total Correlation

  Scale Variance if Item Deleted

  60 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Cronbach's Alpha N of Items .864

  Reliability Statistics

  Total 42 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  .0 Cases

  N % Valid 42 100.0 Excluded (a)

  Case Processing Summary

  Aitem21 124.29 121.819 .550 .858

  Aitem23 124.71 127.282 .144 .865

  Aitem53 124.45 125.327 .279 .863

  Aitem46 124.79 129.538 -.040 .867

  Aitem47 124.88 126.888 .271 .863

  Aitem48 124.90 125.600 .277 .863

  Aitem49 124.38 125.461 .277 .863

  Aitem50 124.62 123.607 .578 .859

  Aitem51 125.02 123.877 .450 .860

  Aitem52 125.00 127.122 .138 .865

  Aitem54 124.55 128.254 .075 .865

  Aitem44 124.71 125.038 .415 .861

  Aitem55 124.98 128.902 .023 .866

  Aitem56 124.76 124.966 .266 .863

  Aitem57 124.83 125.264 .381 .861

  Aitem58 124.52 127.914 .071 .866

  Aitem59 125.02 124.512 .441 .861

  Aitem60 124.83 123.703 .538 .859

  Scale Statistics

  Mean Variance Std. Deviation N of Items 126.71 129.331 11.372

  Aitem45 124.64 124.967 .358 .862

  Aitem43 124.79 125.587 .392 .861

  Aitem24 125.10 124.918 .313 .862

  Aitem32 124.88 126.010 .319 .862

  Aitem25 124.07 122.068 .300 .863

  Aitem26 124.31 128.268 .041 .867

  Aitem27 124.69 124.512 .394 .861

  Aitem28 124.93 126.702 .263 .863

  Aitem29 124.36 127.162 .108 .866

  Aitem30 124.81 128.841 .042 .865

  Aitem31 124.88 124.937 .379 .861

  Aitem33 124.02 123.731 .339 .862

  Aitem42 123.93 123.678 .392 .861

  Aitem34 124.55 125.864 .294 .862

  Aitem35 124.79 125.246 .430 .861

  Aitem36 124.95 125.217 .293 .862

  Aitem37 124.26 126.539 .145 .865

  Aitem38 124.93 126.019 .337 .862

  Aitem39 124.71 125.721 .345 .862

  Aitem40 124.62 124.095 .526 .860

  Aitem41 124.33 122.130 .533 .859

  60

  Reliability Case Processing Summary

  Aitem31 92.74 102.344 .345 .888

  Aitem19 92.62 102.876 .330 .888

  Aitem20 92.55 99.132 .641 .884

  Aitem21 92.14 99.394 .532 .885

  Aitem24 92.95 102.095 .304 .889

  Aitem25 91.93 98.263 .359 .890

  Aitem27 92.55 101.717 .385 .888

  Aitem28 92.79 103.246 .307 .889

  Aitem32 92.74 102.783 .342 .888

  Aitem17 92.24 99.308 .484 .886

  Aitem33 91.88 100.107 .399 .887

  Aitem34 92.40 102.588 .320 .889

  Aitem35 92.64 101.845 .487 .887

  Aitem36 92.81 102.158 .302 .889

  Aitem38 92.79 103.148 .318 .889

  Aitem39 92.57 102.446 .376 .888

  Aitem40 92.48 101.377 .512 .886

  Aitem18 92.88 101.522 .452 .887

  Aitem16 92.14 102.662 .305 .889

  N % Valid 42 100.0 Excluded (a)

  Aitem1 92.40 101.369 .297 .889

  .0 Cases

  Total 42 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Item-Total Statistics

  Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted

  Corrected Item-Total Correlation

  Cronbach's Alpha if Item Deleted

  Aitem2 91.83 102.435 .272 .889

  Aitem15 92.83 103.167 .257 .889

  Aitem5 92.33 101.203 .356 .888

  Aitem7 92.62 103.315 .219 .890

  Aitem8 91.95 101.656 .316 .889

  Aitem9 92.50 97.622 .531 .885

  Aitem10 92.07 100.751 .381 .888

  Aitem11 92.12 102.449 .229 .890

  Aitem13 92.17 99.167 .483 .886

  Aitem14 92.50 103.329 .262 .889

  Aitem41 92.19 99.036 .572 .885

  Aitem43 92.64 102.821 .366 .888

  Aitem44 92.57 101.812 .449 .887

  Aitem45 92.50 102.354 .327 .888

  Aitem47 92.74 104.100 .229 .890

  Aitem48 92.76 102.430 .293 .889

  Aitem49 92.24 102.088 .312 .889

  Aitem50 92.48 100.548 .610 .885

  Aitem51 92.88 101.522 .404 .887

  Aitem53 92.31 102.073 .303 .889

  Aitem56 92.62 102.242 .249 .890

  Aitem57 92.69 102.219 .391 .888

  Aitem59 92.88 102.010 .400 .888

  Aitem60 92.69 101.097 .517 .886

  Scale Statistics

  Mean Variance Std. Deviation N of Items 94.57 106.007 10.296

45 Reliability

  Case Processing Summary

  .0 Cases

  Total 42 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha N of Items .891

  41 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted

  Corrected Item-Total Correlation

  Cronbach's Alpha if Item Deleted

  Aitem1 84.21 90.904 .267 .891

  Aitem2 83.64 91.747 .252 .891

  Aitem5 84.14 90.418 .351 .889

  Aitem8 83.76 90.771 .317 .890

  Aitem9 84.31 86.951 .534 .886

  Aitem10 83.88 89.864 .387 .888

  N % Valid 42 100.0 Excluded (a) Aitem14 84.31 92.170 .286 .890

  Aitem15 84.64 92.333 .246 .890

  Aitem50 84.29 89.672 .621 .886

  Aitem42 83.60 89.125 .475 .887

  Aitem43 84.45 92.254 .321 .889

  Aitem44 84.38 90.778 .469 .887

  Aitem45 84.31 91.585 .313 .889

  Aitem48 84.57 91.422 .303 .890

  Aitem49 84.05 91.120 .320 .889

  Aitem51 84.69 90.853 .386 .888

  Aitem40 84.29 90.404 .529 .887

  Aitem53 84.12 91.181 .303 .890

  Aitem57 84.50 90.841 .449 .888

  Aitem59 84.69 91.292 .382 .888

  Aitem60 84.50 90.646 .472 .887

  Scale Statistics

  Mean Variance Std. Deviation N of Items 86.38 94.925 9.743

  Aitem41 84.00 88.293 .575 .885

  Aitem39 84.38 91.754 .352 .889

  Aitem16 83.95 92.193 .258 .890

  Aitem25 83.74 87.125 .385 .890

  Aitem17 84.05 88.583 .484 .887

  Aitem18 84.69 90.756 .443 .888

  Aitem19 84.43 91.812 .347 .889

  Aitem20 84.36 88.528 .629 .885

  Aitem21 83.95 88.485 .548 .886

  Aitem24 84.76 91.113 .312 .890

  Aitem27 84.36 90.577 .414 .888

  Aitem38 84.60 92.588 .271 .890

  Aitem28 84.60 91.954 .351 .889

  Aitem31 84.55 91.620 .327 .889

  Aitem32 84.55 92.010 .325 .889

  Aitem33 83.69 88.609 .457 .887

  Aitem34 84.21 91.294 .362 .889

  Aitem35 84.45 90.888 .499 .887

  Aitem36 84.62 91.412 .289 .890

  41

  Reliability Case Processing Summary

  Aitem27 82.62 88.046 .414 .887

  Aitem18 82.95 88.242 .440 .887

  Aitem19 82.69 89.146 .361 .888

  Aitem20 82.62 86.046 .627 .884

  Aitem21 82.21 86.172 .530 .885

  Aitem24 83.02 88.756 .295 .889

  Aitem25 82.00 84.439 .396 .889

  Aitem28 82.86 89.394 .352 .888

  Aitem16 82.21 89.636 .258 .890

  Aitem31 82.81 89.231 .309 .889

  Aitem32 82.81 89.475 .322 .889

  Aitem33 81.95 86.046 .461 .887

  Aitem34 82.48 88.743 .363 .888

  Aitem35 82.71 88.307 .505 .887

  Aitem36 82.88 88.790 .296 .889

  Aitem17 82.31 85.975 .492 .886

  Aitem14 82.57 89.666 .280 .889

  N % Valid 42 100.0 Excluded (a)

  Scale Variance if Item Deleted

  .0 Cases

  Total 42 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha

  N of Items .890

  40 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Corrected Item-Total Correlation

  Aitem13 82.24 86.039 .474 .886

  Cronbach's Alpha if Item Deleted

  Aitem1 82.48 88.353 .267 .890

  Aitem2 81.90 89.308 .242 .890

  Aitem5 82.40 87.905 .350 .889

  Aitem8 82.02 88.219 .318 .889

  Aitem9 82.57 84.348 .542 .885

  Aitem10 82.14 87.296 .391 .888

  Aitem38 82.86 90.077 .264 .889

  Aitem40 82.55 87.864 .530 .886

  Aitem41 82.26 85.759 .578 .885

  Aitem42 81.86 86.613 .474 .886

  Aitem43 82.71 89.624 .330 .889

  Aitem44 82.64 88.186 .476 .887

  Aitem45 82.57 88.934 .324 .889

  Aitem48 82.83 88.972 .294 .889

  Aitem49 82.31 88.609 .317 .889

  Aitem50 82.55 87.181 .617 .885

  Aitem51 82.95 88.290 .388 .888

  Aitem53 82.38 88.534 .313 .889

  Aitem57 82.76 88.381 .440 .887

  Aitem59 82.95 88.778 .378 .888

  Aitem60 82.76 88.137 .469 .887

  Scale Statistics

  Mean Variance Std. Deviation N of Items 84.64 92.333 9.609

40 Reliability

  N % Valid 42 100.0 Excluded (a)

  .0 Cases

  Total 42 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha N of Items .890

  39 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted

  Corrected Item-Total Correlation

  Cronbach's Alpha if Item Deleted

  Aitem1 79.74 85.515 .257 .891

  Aitem5 79.67 85.008 .344 .889

  Aitem8 79.29 85.233 .321 .889

  Aitem9 79.83 81.313 .553 .885

  Aitem10 79.40 84.442 .383 .888

  Case Processing Summary Aitem14 79.83 86.728 .274 .889

  Aitem16 79.48 86.646 .259 .890

  Aitem50 79.81 84.304 .609 .885

  Aitem42 79.12 83.864 .457 .887

  Aitem43 79.98 86.707 .321 .889

  Aitem44 79.90 85.357 .460 .887

  Aitem45 79.83 85.850 .336 .889

  Aitem48 80.10 86.039 .290 .889

  Aitem49 79.57 85.568 .324 .889

  Aitem51 80.21 85.294 .392 .888

  Aitem40 79.81 84.938 .527 .886

  Aitem53 79.64 85.503 .319 .889

  Aitem57 80.02 85.341 .450 .887

  Aitem59 80.21 85.831 .376 .888

  Aitem60 80.02 85.195 .468 .887

  Scale Statistics

  Mean Variance Std. Deviation N of Items 81.90 89.308 9.450

  Aitem41 79.52 82.743 .588 .884

  Aitem39 79.90 86.381 .333 .889

  Aitem17 79.57 82.983 .498 .886

  Aitem27 79.88 85.229 .399 .888

  Aitem18 80.21 85.294 .439 .887

  Aitem19 79.95 86.193 .358 .888

  Aitem20 79.88 83.181 .621 .884

  Aitem21 79.48 83.085 .546 .885

  Aitem24 80.29 85.819 .292 .889

  Aitem25 79.26 81.320 .409 .889

  Aitem28 80.12 86.400 .354 .888

  Aitem38 80.12 87.083 .265 .889

  Aitem31 80.07 86.312 .303 .889

  Aitem32 80.07 86.507 .321 .889

  Aitem33 79.21 82.953 .475 .886

  Aitem34 79.74 85.857 .354 .888

  Aitem35 79.98 85.292 .512 .886

  Aitem36 80.14 85.979 .280 .890

  39

  Reliability Case Processing Summary

  Aitem32 77.90 82.771 .321 .889

  Aitem21 77.31 79.390 .549 .885

  Aitem24 78.12 82.107 .291 .890

  Aitem25 77.10 77.844 .399 .890

  Aitem27 77.71 81.477 .404 .888

  Aitem28 77.95 82.681 .352 .889

  Aitem31 77.90 82.527 .309 .889

  Aitem33 77.05 79.412 .465 .887

  Aitem19 77.79 82.514 .352 .889

  Aitem34 77.57 82.007 .368 .888

  Aitem35 77.81 81.573 .514 .887

  Aitem36 77.98 82.414 .265 .890

  Aitem38 77.95 83.217 .281 .890

  Aitem39 77.74 82.588 .340 .889

  Aitem40 77.64 81.260 .524 .887

  Aitem20 77.71 79.526 .620 .885

  Aitem18 78.05 81.510 .448 .887

  N % Valid 42 100.0 Excluded (a)

  Corrected Item-Total Correlation

  .0 Cases

  Total 42 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha N of Items .891

  38 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted

  Cronbach's Alpha if Item Deleted

  Aitem17 77.40 79.222 .507 .886

  Aitem5 77.50 81.280 .346 .889

  Aitem8 77.12 81.376 .334 .889

  Aitem9 77.67 77.593 .561 .885

  Aitem10 77.24 81.064 .354 .889

  Aitem13 77.33 79.203 .496 .886

  Aitem14 77.67 82.959 .278 .890

  Aitem16 77.31 82.902 .259 .890

  Aitem41

  Aitem43 77.81 82.987 .319 .889

  Aitem44 77.74 81.710 .452 .887

  Aitem45 77.67 82.033 .347 .889

  Aitem48 77.93 82.312 .290 .890

  Aitem49 77.40 82.149 .294 .890

  Aitem50 77.64 80.577 .614 .885

  Aitem51 78.05 81.510 .400 .888

  Aitem53 77.48 81.670 .330 .889

  Aitem57 77.86 81.491 .467 .887

  Aitem59 78.05 82.144 .372 .888

  Aitem60 77.86 81.443 .473 .887

  Scale Statistics

  Mean Variance Std. Deviation N of Items 79.74 85.515 9.247

  38

  Reliabilitas Skala Uji Coba Harapan Kerja Warnings

  Aitem7 170.14 119.052 .141 .861

  Aitem21 170.57 118.251 .215 .859

  Aitem20 170.45 113.766 .555 .853

  Aitem19 170.26 115.418 .461 .855

  Aitem18 170.69 116.463 .326 .857

  Aitem17 170.74 117.271 .281 .858

  Aitem16 170.12 115.864 .463 .855

  Aitem15 170.60 115.857 .393 .856

  Aitem14 170.50 116.744 .359 .857

  Aitem13 169.90 116.283 .453 .855

  Aitem12 171.52 123.134 -.218 .864

  Aitem11 170.55 115.229 .428 .855

  Aitem10 171.62 126.388 -.360 .870

  Aitem9 170.48 116.938 .301 .858

  Aitem8 170.95 120.095 .037 .864

  Aitem6 170.50 116.451 .329 .857

  The space saver method is used. That is, the covariance matrix is not calculated or used in the analysis.

  60 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Case Processing Summary

  N % Valid 42 100.0 Excluded (a)

  .0 Cases

  Total 42 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha N of Items .860

  Scale Variance if Item Deleted

  Aitem5 170.67 113.886 .489 .854

  Corrected Item-Total Correlation

  Cronbach's Alpha if Item Deleted

  Aitem1 169.93 115.044 .573 .854

  Aitem2 170.81 120.597 .015 .864

  Aitem3 170.31 117.634 .447 .856

  Aitem4 170.79 124.514 -.246 .867

  Aitem22 170.71 115.965 .336 .857

  Aitem24 170.55 120.254 .100 .860

  Aitem54 170.62 115.656 .520 .855

  Aitem47 170.81 121.524 -.035 .864

  Aitem48 170.50 116.744 .503 .855

  Aitem49 170.76 120.332 .060 .862

  Aitem50 170.14 117.833 .333 .857

  Aitem51 170.33 118.569 .302 .858

  Aitem52 170.64 116.138 .386 .856

  Aitem53 170.26 117.857 .365 .857

  Aitem55 170.29 119.038 .254 .858

  Aitem45 170.24 118.283 .351 .857

  Aitem56 169.95 116.729 .417 .856

  Aitem57 170.24 116.332 .448 .856

  Aitem58 170.38 118.485 .312 .858

  Aitem59 170.02 117.877 .289 .858

  Aitem60 170.64 115.211 .460 .855

  Scale Statistics

  Mean Variance Std. Deviation N of Items 173.36 121.455 11.021

  Aitem46 170.26 116.003 .500 .855

  Aitem44 170.07 115.580 .514 .855

  Aitem25 170.86 114.028 .486 .854

  Aitem33 170.21 119.441 .153 .860

  Aitem26 170.21 117.051 .366 .857

  Aitem27 170.48 117.085 .425 .856

  Aitem28 170.81 116.743 .340 .857

  Aitem29 170.24 116.771 .407 .856

  Aitem30 170.50 118.354 .322 .858

  Aitem31 170.48 120.597 .055 .861

  Aitem32 170.76 116.381 .286 .858

  Aitem34 170.55 122.107 -.081 .863

  Aitem43 170.31 116.951 .285 .858

  Aitem35 170.07 117.678 .360 .857

  Aitem36 170.57 116.787 .356 .857

  Aitem37 170.33 116.911 .348 .857

  Aitem38 170.31 117.097 .387 .856

  Aitemj39 170.26 116.881 .292 .858

  Aitem40 170.31 117.390 .477 .856

  Aitem41 170.40 117.857 .258 .858

  Aitem42 170.48 119.768 .150 .860

  60

  Reliability Case Processing Summary

  Aitem26 133.45 111.376 .325 .899

  Aitem18 133.93 110.458 .318 .900

  Aitem19 133.50 109.476 .449 .898

  Aitem20 133.69 108.219 .516 .897

  Aitem22 133.95 109.754 .344 .899

  Aitem23 133.64 111.650 .321 .899

  Aitem25 134.10 108.527 .446 .898

  Aitem27 133.71 111.087 .412 .898

  Aitem16 133.36 109.601 .479 .897

  Aitem28 134.05 110.632 .340 .899

  Aitem29 133.48 110.353 .436 .898

  Aitem30 133.74 112.052 .339 .899

  Aitem32 134.00 111.122 .230 .901

  Aitem35 133.31 111.341 .381 .899

  Aitem36 133.81 110.646 .358 .899

  Aitem17 133.98 111.341 .266 .900

  Aitem15 133.83 109.801 .390 .899

  N % Valid 42 100.0 Excluded (a)

  Corrected Item-Total Correlation

  .0 Cases

  Total 42 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha N of Items .901

  46 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted

  Cronbach's Alpha if Item Deleted

  Aitem14 133.74 111.076 .321 .899

  Aitem1 133.17 108.630 .607 .896

  Aitem3 133.55 111.473 .450 .898

  Aitem5 133.90 107.796 .493 .897

  Aitem6 133.74 109.808 .369 .899

  Aitem9 133.71 111.282 .265 .900

  Aitem11 133.79 108.758 .459 .898

  Aitem13 133.14 109.784 .491 .897

  Aitem37

  Aitemj39 133.50 110.598 .304 .900

  Aitem59 133.26 111.125 .345 .899

  Cronbach's Alpha if Item Deleted

  Corrected Item-Total Correlation

  Scale Variance if Item Deleted

  45 I tem-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Cronbach's Alpha N of Items .901

  Reliability Statistics

  Total 42 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  .0 Cases

  N % Valid 42 100.0 Excluded (a)

  Case Processing Summary

  Mean Variance Std. Deviation N of Items 136.60 115.222 10.734

  Scale Statistics

  Aitem60 133.88 108.400 .521 .897

  Aitem58 133.62 112.046 .344 .899

  Aitem40 133.55 111.181 .487 .898

  Aitem57 133.48 110.353 .436 .898

  Aitem56 133.19 109.768 .500 .897

  Aitem55 133.52 112.743 .268 .900

  Aitem54 133.86 109.247 .552 .897

  Aitem53 133.50 111.232 .418 .898

  Aitem52 133.88 110.449 .353 .899

  Aitem51 133.57 112.544 .287 .900

  Aitem50 133.38 111.168 .386 .899

  Aitem48 133.74 110.491 .519 .897

  Aitem46 133.50 109.915 .500 .897

  Aitem45 133.48 111.963 .371 .899

  Aitem44 133.31 109.195 .544 .897

  Aitem43 133.55 110.937 .276 .900

  Aitem41 133.64 111.699 .259 .900

46 Reliability

  Aitem3 130.95 107.461 .447 .899

  Aitem50 130.79 106.953 .406 .899

  Aitemj39 130.90 106.332 .322 .901

  Aitem40 130.95 107.168 .485 .899

  Aitem41 131.05 107.705 .255 .901

  Aitem43 130.95 106.827 .282 .901

  Aitem44 130.71 105.136 .550 .898

  Aitem45 130.88 107.717 .396 .900

  Aitem46 130.90 105.942 .496 .898

  Aitem48 131.14 106.369 .532 .898

  Aitem51 130.98 108.414 .295 .901

  Aitem37 130.98 107.195 .310 .901

  Aitem52 131.29 106.648 .334 .900

  Aitem53 130.90 107.015 .440 .899

  Aitem54 131.26 105.174 .560 .897

  Aitem55 130.93 108.702 .266 .901

  Aitem56 130.60 105.710 .506 .898

  Aitem57 130.88 106.254 .444 .899

  Aitem58 131.02 107.926 .353 .900

  Aitem59 130.67 107.106 .344 .900

  Aitem38 130.95 107.168 .365 .900

  Aitem36 131.21 106.611 .359 .900

  Aitem5 131.31 103.877 .489 .898

  Aitem18 131.33 106.423 .319 .901

  Aitem6 131.14 105.686 .377 .900

  Aitem9 131.12 107.522 .244 .902

  Aitem11 131.19 104.743 .461 .898

  Aitem13 130.55 105.717 .497 .898

  Aitem14 131.14 107.101 .316 .900

  Aitem15 131.24 105.991 .374 .900

  Aitem16 130.76 105.698 .470 .898

  Aitem17 131.38 107.607 .242 .902

  Aitem19 130.90 105.308 .463 .898

  Aitem35 130.71 107.282 .383 .900

  Aitem20 131.10 104.332 .508 .898

  Aitem22 131.36 105.747 .344 .900

  Aitem23 131.05 107.559 .326 .900

  Aitem25 131.50 104.646 .438 .899

  Aitem26 130.86 107.589 .302 .901

  Aitem27 131.12 107.229 .393 .899

  Aitem28 131.45 106.644 .337 .900

  Aitem29 130.88 106.254 .444 .899

  Aitem30 131.14 107.833 .359 .900

  Aitem60 131.29 104.404 .522 .898

  Scale Statistics

  Mean Variance Std. Deviation N of Items 134.00 111.122 10.541

45 Reliability

  N % Valid 42 100.0 Excluded (a)

  Aitem15 125.74 99.905 .322 .901

  Aitem35 125.21 100.514 .385 .900

  Aitem30 125.64 100.821 .389 .900

  Aitem29 125.38 99.364 .462 .899

  Aitem28 125.95 100.144 .317 .901

  Aitem27 125.62 100.729 .365 .901

  Aitem26 125.36 100.967 .288 .901

  Aitem25 126.00 98.049 .433 .900

  Aitem23 125.55 100.449 .362 .901

  Aitem22 125.86 99.247 .328 .901

  Aitem20 125.60 97.759 .501 .899

  Aitem19 125.40 98.637 .462 .899

  Aitem18 125.83 99.947 .299 .902

  Aitem16 125.26 98.881 .481 .899

  Aitem14 125.64 101.016 .257 .902

  .0 Cases

  Case Processing Summary

  Aitem11 125.69 97.877 .476 .899

  Aitem6 125.64 98.821 .390 .900

  Aitem5 125.81 97.280 .485 .899

  Aitem3 125.45 100.888 .423 .900

  Aitem1 125.07 98.068 .599 .898

  Cronbach's Alpha if Item Deleted

  Corrected Item-Total Correlation

  Scale Variance if Item Deleted

  43 I tem-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Cronbach's Alpha N of Items .902

  Reliability Statistics

  Total 42 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Aitem13 125.05 99.168 .482 .899

  Aitem37 125.48 100.304 .323 .901

  Aitem56 125.10 99.113 .495 .899

  42

  Cronbach's Alpha N of Items .902

  Reliability Statistics

  Total 42 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  .0 Cases

  N % Valid 42 100.0 Excluded (a)

  Case Processing Summary

  Mean Variance Std. Deviation N of Items 128.50 104.256 10.211

  Scale Statistics

  Aitem60 125.79 97.636 .532 .898

  Aitem59 125.17 100.191 .360 .901

  Aitem58 125.52 101.182 .350 .901

  Aitem57 125.38 99.607 .437 .900

  Aitem55 125.43 102.202 .230 .902

  Aitem38 125.45 100.449 .362 .901

  Aitem54 125.76 98.332 .576 .898

  Aitem53 125.40 99.954 .478 .899

  Aitem52 125.79 99.977 .329 .901

  Aitem51 125.48 101.670 .290 .901

  Aitem50 125.29 100.063 .422 .900

  Aitem48 125.64 99.455 .556 .899

  Aitem46 125.40 99.125 .508 .899

  Aitem45 125.38 100.973 .394 .900

  Aitem44 125.21 98.221 .574 .898

  Aitem43 125.45 99.912 .296 .902

  Aitem41 125.55 100.644 .280 .902

  Aitem40 125.45 100.205 .514 .899

  Aitemj39 125.40 99.271 .349 .901

43 Reliability

  Item-Total Statistics

  Aitem45 122.31 98.999 .387 .900

  Aitem36 122.64 97.796 .366 .900

  Aitem37 122.40 98.247 .326 .901

  Aitem38 122.38 98.388 .366 .900

  Aitemj39 122.33 97.203 .353 .901

  Aitem40 122.38 98.046 .534 .899

  Aitem41 122.48 98.499 .291 .901

  Aitem43 122.38 97.851 .299 .902

  Aitem44 122.14 96.223 .574 .898

  Aitem46 122.33 97.008 .520 .898

  Aitem30 122.57 98.690 .403 .900

  Aitem48 122.57 97.373 .565 .898

  Aitem50 122.21 98.075 .419 .900

  Aitem51 122.40 99.613 .294 .901

  Aitem52 122.71 98.014 .325 .901

  Aitem53 122.33 97.984 .473 .899

  Aitem54 122.69 96.219 .589 .897

  Aitem56 122.02 97.243 .481 .899

  Aitem57 122.31 97.731 .423 .899

  Aitem58 122.45 99.327 .329 .901

  Aitem35 122.14 98.369 .400 .900

  Aitem29 122.31 97.243 .474 .899

  Scale Mean if Item Deleted

  Aitem14 122.57 99.129 .244 .902

  Scale Variance if Item Deleted

  Corrected Item-Total Correlation

  Cronbach's Alpha if Item Deleted

  Aitem1 122.00 96.098 .596 .897

  Aitem3 122.38 98.925 .415 .900

  Aitem5 122.74 95.418 .476 .899

  Aitem6 122.57 96.739 .397 .900

  Aitem11 122.62 95.900 .475 .899

  Aitem13 121.98 97.243 .474 .899

  Aitem15 122.67 98.130 .302 .901

  Aitem28 122.88 98.205 .310 .901

  Aitem16 122.19 96.792 .489 .899

  Aitem18 122.76 98.039 .290 .902

  Aitem19 122.33 96.715 .455 .899

  Aitem20 122.52 95.719 .505 .898

  Aitem22 122.79 97.392 .317 .901

  Aitem23 122.48 98.304 .375 .900

  Aitem25 122.93 95.970 .439 .899

  Aitem26 122.29 98.990 .283 .901

  Aitem27 122.55 98.742 .362 .900

  Aitem59 122.10 98.186 .359 .900

  Scale Statistics

  Aitem13 119.12 94.400 .457 .899

  Aitem35 119.29 95.380 .396 .900

  Aitem30 119.71 95.624 .408 .900

  Aitem29 119.45 94.205 .478 .899

  Aitem28 120.02 95.243 .305 .901

  Aitem27 119.69 95.829 .349 .900

  Aitem26 119.43 96.007 .279 .901

  Aitem25 120.07 93.092 .431 .900

  Aitem23 119.62 95.120 .393 .900

  Aitem22 119.93 94.409 .315 .902

  Aitem20 119.67 92.911 .491 .898

  Aitem19 119.48 93.865 .442 .899

  Aitem18 119.90 95.064 .287 .902

  Aitem16 119.33 93.740 .495 .899

  Aitem15 119.81 95.280 .288 .902

  Aitem11 119.76 92.771 .488 .899

  Mean Variance Std. Deviation N of Items 125.43 102.202 10.110

  Cronbach's Alpha N of Items .902

  42 Reliability

  Case Processing Summary

  N % Valid 42 100.0 Excluded (a)

  .0 Cases

  Total 42 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics

  41 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Aitem6 119.71 93.672 .403 .900

  Scale Variance if Item Deleted

  Corrected Item-Total Correlation

  Cronbach's Alpha if Item Deleted

  Aitem1 119.14 93.150 .592 .897

  Aitem3 119.52 96.012 .400 .900

  Aitem5 119.88 92.400 .479 .899

  Aitem36 119.79 94.855 .360 .900

  Aitem38 119.52 95.426 .360 .900

  Aitem59 119.24 95.064 .370 .900

  Aitem1 116.38 89.510 .582 .897

  Cronbach's Alpha if Item Deleted

  Corrected Item-Total Correlation

  Scale Variance if Item Deleted

  40 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Cronbach's Alpha N of Items .902

  Reliability Statistics

  Total 42 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  .0 Cases

  N % Valid 42 100.0 Excluded (a)

  Case Processing Summary

  Mean Variance Std. Deviation N of Items 122.57 99.129 9.956

  Scale Statistics

  Aitem60 119.86 92.418 .554 .898

  Aitem58 119.60 96.296 .329 .901

  Aitemj39 119.48 94.256 .349 .901

  Aitem57 119.45 94.888 .406 .900

  Aitem56 119.17 94.337 .471 .899

  Aitem54 119.83 93.167 .596 .897

  Aitem53 119.48 94.841 .489 .899

  Aitem52 119.86 94.857 .337 .901

  Aitem51 119.55 96.546 .298 .901

  Aitem50 119.36 94.869 .441 .899

  Aitem48 119.71 94.355 .567 .898

  Aitem46 119.48 93.963 .525 .898

  Aitem45 119.45 96.059 .376 .900

  Aitem44 119.29 93.185 .580 .897

  Aitem43 119.52 94.792 .303 .902

  Aitem41 119.62 95.364 .301 .901

  Aitem40 119.52 94.987 .540 .899

41 Reliability

  Aitem5 117.12 88.888 .462 .899

  Aitem52 117.10 91.210 .326 .901

  Aitem43 116.76 90.966 .308 .901

  Aitem44 116.52 89.377 .588 .897

  Aitem45 116.69 92.316 .370 .900

  Aitem46 116.71 90.258 .520 .898

  Aitem48 116.95 90.485 .582 .898

  Aitem50 116.60 91.125 .438 .899

  Aitem51 116.79 92.807 .290 .901

  Aitem53 116.71 90.941 .505 .898

  Aitem40 116.76 91.113 .555 .898

  Aitem54 117.07 89.385 .601 .897

  Aitem56 116.40 90.637 .465 .899

  Aitem57 116.69 91.097 .409 .899

  Aitem58 116.83 92.581 .319 .901

  Aitem59 116.48 91.231 .376 .900

  Aitem60 117.10 88.576 .566 .897

  Scale Statistics

  Mean Variance Std. Deviation N of Items 119.81 95.280 9.761

  Aitem41 116.86 91.394 .319 .901

  Aitemj39 116.71 90.404 .357 .900

  Aitem6 116.95 89.754 .417 .899

  Aitem23 116.86 91.199 .409 .899

  Aitem11 117.00 89.268 .468 .899

  Aitem13 116.36 90.625 .459 .899

  Aitem16 116.57 89.861 .509 .898

  Aitem18 117.14 91.491 .271 .902

  Aitem19 116.71 90.063 .447 .899

  Aitem20 116.90 89.308 .479 .898

  Aitem22 117.17 90.776 .305 .901

  Aitem25 117.31 89.487 .420 .899

  Aitem38 116.76 91.600 .365 .900

  Aitem26 116.67 92.325 .268 .901

  Aitem27 116.93 92.214 .329 .900

  Aitem28 117.26 91.710 .283 .901

  Aitem29 116.69 90.268 .497 .898

  Aitem30 116.95 91.705 .425 .899

  Aitem35 116.52 91.426 .417 .899

  Aitem36 117.02 90.951 .372 .900

  Aitem37 116.79 91.441 .327 .901

  40

  ! " # " " ! " " " " " " " " $ " % "

  ! % " ! " & " # ' "

  " " # ' " ! & " ' # ' " # ' # " " " (

  % )

  " , & + *

  • $ - + - .

  " / " ( & " " # ' " ( % " 012 "

  • & " # ' " .

  3 . # . 3 . # 3 # 3 #

  4 " " # ' " " " ' #

  / # " " # " # " 5 " ' ' 6 " # 7 " " " " "

  " 8 ' 9 " " # " " # ' "

  " " " " : & 8 "

  4 '

  8 44 % " 4 "

  # " 4/ " " ' # " "

  45 " # 8 " 46 ( " "

  8 " " #

47 ' "

" " "

  " 49 " 4 " ' " "

  " " 4: ' ' " # " "

  

8 '

  4 " " 8 ' " " ' "

' " "

  

/ " # "

5 ; " # "

6 ' " " " 7 # " "

  " 9 # " ' " " " " " "

  # ' : ( " 8

/ '

  " < " " # /4 8 " '

  / # // " # % /5 "

  " /6 % " "

  /7 " ' ' " /9 " " '

  " " / " " '

  ! " " "

  5 " ( & " " # '

" ( % " 012 "

& " # ' " + . 3 . # . 3 . #

  3 # 3 # 4 & " # ' " ; " '

  / ' " 96= ' # %

  " 5 ' # ' " " #

  6 " ' % 7 ' "

  6= ' " % " 9 - < " # ' "

  " # # " # " " " ' %

  : # ' ' " # 96= ' # ' #

  " " # ' 4 & " # ' ' " < " #

44 " "

  " "

  4 ; " " 6=

8 " " # " "

  4/ " " " "

  45 "

" %

  46 < ' " #

" 96=

" " # " < " #

  47 # ' " " # " # " "

  49 " 4 # " # % "

  " " 4: ( " % " " 6 =

  % " " # " " " #

"

8 " "

  # "

  

4 " '

" 96= " % ' #

  8 ' ( # ' "

" % " "

  # / % 8 " " #

  " 5 # ' ' " # 6= '

  # ' # " " # ' 6 > " ' 7 " " 9 ' % " "

  96= ' " " % " " " # "

  : "

  / > % " 6= " " "

  8 /4 ' "

"

/ <

  " // ' " " 96= " ' "

  " /5 ; ' " "

# % "

  " # /6 < " '

/7 " '

  " 6= " % ' #

  8 ' /9 #

' " "

  " #

  / ' %

"

" 6= ' "

  " % " " " /: % ' " # " " '

  

5 ' "

" 6= " ' " "

  #

  Reliabilitas Skala Penelitian Burnout Warnings

  The space saver method is used. That is, the covariance matrix is not calculated or used in the analysis.

  Case Processing Summary

  N % Valid 43 100.0 Excluded (a)

  .0 Cases

  Total 43 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha N of Items

  .849

  38 Item-Total Statistics Scale Mean if

  Item Deleted Scale

  Variance if Item Deleted

  Corrected Item-Total

  Correlation Cronbach's

  Alpha if Item Deleted aitem1

  76.56 71.586 .385 .844 aitem2 76.02 72.261 .217 .850 aitem3 76.67 71.653 .300 .847 aitem4 76.74 68.814 .622 .838 aitem5 76.35 74.994 .039 .852 aitem6 76.63 71.668 .491 .843 aitem7 77.02 71.928 .314 .846 aitem8 75.84 74.997 .061 .851 aitem9 76.44 69.967 .509 .841 aitem10 76.91 71.467 .488 .843 aitem11 76.49 71.351 .397 .844 aitem12 76.72 72.825 .361 .845 aitem13 76.37 74.715 .046 .854 aitem14 76.60 74.007 .238 .848 aitem15 76.58 73.773 .138 .851 aitem16 76.02 75.261 .012 .853 aitem17 75.95 66.617 .654 .835 aitem18 76.47 66.159 .734 .833 aitem19 76.63 70.239 .419 .843 aitem21 76.16 74.997 .034 .853 aitem22 77.00 73.857 .182 .849 aitem23 76.14 66.980 .682 .835 aitem24 75.63 74.144 .116 .851 aitem25 76.53 74.302 .146 .849 aitem26 76.49 75.208 .033 .852 aitem27 76.65 71.756 .456 .843 aitem28 76.60 74.626 .116 .850 aitem29 76.26 70.195 .446 .843 aitem30 76.65 68.090 .598 .838 aitem31 76.79 71.217 .397 .844 aitem32 76.65 73.566 .204 .849 aitem33 76.23 72.849 .238 .848 aitem34 76.21 69.788 .473 .842 aitem35 76.81 71.488 .474 .843 aitem36 76.77 71.183 .545 .842 aitem37 76.60 72.150 .399 .844 aitem38 76.51 73.827 .223 .848

  Scale Statistics

  Mean Variance Std. Deviation N of Items 78.56 75.681 8.699

  38

  Reliabilitas Skala Penelitian Harapan Kerja Warnings

  The space saver method is used. That is, the covariance matrix is not calculated or used in the analysis.

  Case Processing Summary

  N % Valid 43 100.0 Excluded (a)

  .0 Cases

  Total 43 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha N of Items

  .855

  40 Item-Total Statistics Scale Mean if

  Item Deleted Scale

  Variance if Item Deleted

  Corrected Item-Total

  Correlation Cronbach's

  Alpha if Item Deleted aitem1

  119.53 67.445 .230 .855 aitem2 119.88 68.248 .294 .853 aitem3 119.95 70.236 .029 .858 aitem4 119.98 66.404 .490 .849 aitem5 119.79 64.931 .575 .846 aitem6 119.70 66.597 .458 .849 aitem7 119.28 67.730 .305 .853 aitem8 119.84 69.568 .070 .859 aitem9 119.93 67.257 .380 .851 aitem10 119.67 65.987 .576 .847 aitem11 119.79 66.360 .457 .849 aitem12 119.93 67.971 .382 .851 aitem13 119.77 67.659 .328 .852 aitem14 119.67 69.320 .089 .858 aitem15 119.91 67.658 .263 .854 aitem16 119.95 67.474 .337 .852 aitem17 119.44 66.110 .529 .848 aitem18 120.28 69.539 .067 .859 aitem19 120.09 68.610 .254 .853 aitem20 119.70 65.121 .641 .845 aitem21 119.81 66.488 .511 .848 aitem23 119.88 66.772 .367 .851 aitem24 120.05 66.712 .402 .850 aitem25 119.67 69.796 .072 .858 aitem26 119.44 67.538 .317 .852 aitem27 119.86 69.075 .200 .854 aitem28 119.84 68.663 .282 .853 aitem29 119.84 67.520 .249 .854 aitem30 120.23 68.945 .172 .855 aitem31 119.56 67.205 .371 .851 aitem32 119.47 65.921 .504 .848 aitem33 119.84 64.854 .624 .845 aitem34 119.86 67.837 .375 .851 aitem35 119.53 66.159 .489 .848 aitem36 120.16 65.235 .507 .847 aitem37 119.98 67.547 .348 .852 aitem38 120.14 70.313 .013 .859 aitem39 119.91 66.896 .507 .849 aitem40 120.26 65.719 .464 .849

  Scale Statistics

  Mean Variance Std. Deviation N of Items 122.91 70.705 8.409

  40

  UJI NORMALITAS NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  Burnout Harapan N

  43

  43 Mean 78.60 122.91

  Normal Parameters(a,b) Std. Deviation

  8.575 8.409 Absolute

  .100 .101 Positive

  .069 .101 Most Extreme Differences

  Negative

  • .100 -.062 Kolmogorov-Smirnov Z .653 .664

  Asymp. Sig. (2-tailed) .788 .769 a Test distribution is Normal. b Calculated from data.

  UJI LINEARITAS Means Case Processing Summary

  89.50 2 3.536 123

  57.00 1 . Total

  56.00 1 . 141

  74.00 1 . 140

  83.00 1 . 138

  84.00 1 . 137

  82.00 2 1.414 136

  68.00 1 . 132

  75.67 3 13.204 131

  75.50 2 14.849 129

  71.50 2 4.950 128

  79.00 3 10.000 127

  84.00 1 . 126

  74.33 3 3.215 122

  Cases Included Excluded Total

  82.25 4 6.551 121

  76.00 1 . 120

  80.50 2 .707 119

  87.50 2 2.121 117

  78.33 3 4.933 116

  84.00 2 1.414 115

  90.00 1 . 114

  77.50 2 .707 113

  80.50 2 .707 112

  Burnout Harapan Mean N Std. Deviation 109

  Report

  43 100.0%

  N Percent N Percent N Percent Burnout * Harapan 43 100.0% .0%

  78.60 43 8.575

  ANOVA Table

  Sum of Squares df Mean Square F Sig. Burnout * Harapan Between Groups (Combined)

  2074.029 22 94.274 1.859 .084 Linearity

  553.083 1 553.083 10.906 .004 Deviation from Linearity

  1520.946 21 72.426 1.428 .215 Within Groups

  1014.250 20 50.713 Total

  3088.279

  42 Measures of Association R R Squared Eta Eta Squared

  Burnout * Harapan

  • .423 .179 .820 .672

  UJI HIPOTESIS Correlations Correlations

  Burnout Harapan Burnout Pearson 1 -.423(**)

  Correlation Sig. (2-tailed)

  . .005 N

  43

  43 Harapan Pearson

  • .423(**)

  1 Correlation Sig. (2-tailed) .005 . N

  43

  43 ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
126
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
117
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
165
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
145
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
136
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
144
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
2
125
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
160
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
92
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
130
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
120
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
169
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
123
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
121
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi (S.Psi.) Program Studi Psikologi
0
2
132
Show more