Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi

Gratis

0
0
121
1 year ago
Preview
Full text

  

TANGGAPAN MAHASISWA PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA TERHADAP

PENGGUNAAN REFERENSI BERBAHASA INGGRIS

Skripsi

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

  

Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi

Program Studi Psikologi

Oleh:

Frans Dwi Nugroho

  

NIM: 019114013

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

TANGGAPAN MAHASISWA PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA TERHADAP

PENGGUNAAN REFERENSI BERBAHASA INGGRIS

Skripsi

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

  

Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi

Program Studi Psikologi

Oleh :

Frans Dwi Nugroho

  

NIM : 019114013

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

  Mengenal diri sendiri Adalah sebuah perjalanan Menguasai diri sendiri Adalah tujuannya (Vijayeswaran)

  

Belajar sikap sukses pohon bamboo

  Terus membangun akar pondasi agar tetap kokoh, Terus membangun ruas demi ruas yang ulet Hingga menjulang tinggi.

  Mengikuti kemanapun terpaan angin tanpa melawan Namun tetap kembali ke tempat semula

  Kokoh, berprinsip dan lembut

  Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya (Pkh 3 : 11a)

  Skripsi ini aku persembahkan untuk: Bapa-Ibu Kakakku Serta orang-orang dan mahluk-mahluk disekitarku

  • -salam semangat-

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, Februari 2008 Penulis

  (Frans Dwi Nugroho)

  

ABSTRAK

TANGGAPAN MAHASISWA PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA TERHADAP

PENGGUNAAN REFERENSI BERBAHASA INGGRIS

Frans Dwi Nugroho

019114013

  

Fakultas Psikologi

Universitas Sanata Dharma

Jogjakarta

2008

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan mahasiswa fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma terhadap penggunaan referensi berbahasa Inggris dalam perkuliahan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survei. Subjek penelitian sebanyak 315 mahasiswa Fakultas Psikologi angkatan 2003-2006. Hasil penelitian menunjukkan (1) referensi berbahasa Inggris dinilai lebih baik dari referensi berbahasa Indonesia, (2) motivasi didorong oleh suatu keharusan yang diberikan oleh dosen, selain buku yang tersedia memang berbahasa Inggris sehingga mau tidak mau mahasiswa membaca referensi berbahasa Inggris, (3) lemahnya pengetahuan bahasa Inggris menyulitkan mahasiswa membaca referensi berbahasa Inggris, (4) sebagian besar mahasiswa merasa senang dan takut dalam mengunakan referensi berbahasa Inggris, (5) Usulan yang diberikan mahasiswa terhadap fakultas adalah fakultas diharapkan mendukung program penggunaan referensi berbahasa Inggris. Mahasiswa sendiri diharapkan tetap bersemangat dan terus meningkatkan kemampuan dalam bahasa Inggris. Dosen juga diharapkan mendorong mahasiswa untuk terbiasa menggunakan referensi berbahasa Inggris.

  

ABSTRACT

THE RESPONSES OF THE PSYCHOLOGY STUDENTS OF SANATA

DHARMA UNIVERSITY TOWARD ENGLISH REFERENCES

Frans Dwi Nugroho

Psychology Faculty

  

Sanata Dharma University

Jogjakarta

2008

  This present study investigated the responses of Psychology students of Sanata Dharma toward using English references in lecture. This study was a descriptive research. Three hundred and fifteen students of Psychological Faculty class of 2003-2006 completed survey questionnaire. The results were (1) English references were evaluated better than Indonesian references, (2) since the lecturers require students to read English references and there was only English books, participants were forced to read English references, (3) participants meet difficulties in reading English references since their knowledge in English was low, (4) most participants felt happy and afraid in using English references, and (5) participants suggested the faculty to support using English references. The students themselves required keep the spirit and increase the capability in English.

  The lecturers also required encourages the students to get used to using English references.

KATA PENGANTAR

  Puji dan Syukur atas kasih Tuhan yang begitu besar sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini tak lepas dari peran serta dan bantuan dari berbagai pihak yang telah banyak membantu penulis, untuk itu dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :

  1. Tuhan… Terima kasih banyak Tuhan… untuk KasihMu yang begitu besar, Hikmat, Penyertaan dan kesetiaanMu di sepanjang jalan kehidupanku….

  2. Bapak P. Eddy Suhartanto, S.Psi., M.Si, selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  3. Bapak Dr. A. Supratiknya selaku dosen pembimbing. Terima kasih atas kesediaan waktu, perhatian, kesabaran dan bantuan yang amat berharga bagi penulis sehingga karya ini akhirnya bisa terselesaikan.

  4. Kepada Dr. T. Priyo Widiyanto, M.si dan MM. Nimas Eki S., S.Psi., Psi., M.Si selaku dosen penguji. Terima kasih atas kesempatannya, kita sudah bersama kurang lebih dua jam di ruang rapat untuk ujian skripsi.

  5. Bp. Heri Widodo, S.Psi. Terimakasih banyak atas bimbingan, bantuan yang telah banyak diberikan kepada saya. Terima kasih juga atas kesempatan dan berbagai pengalaman yang amat berharga, baik. Banyak pengalaman yang saya dapatkan ketika kita berproses bersama. Sukses selalu ya, Pak…

  6. Ibu Sylvia CMYM, S.Psi., M.si selaku dosen pembimbing akademik, terima kasih atas penyertaannya selama ini.

  7. Kepada Bp. Siswa, Bp. Cahyo, Bp. Minto, Mba Etta, Mba Titik, terima kasih karena bersedia menyediakan waktunya untuk berbagi dengan saya…

  8. Kepada Yang tercinta : Papa-Mama… Terima kasih banyak ya…Ma-Pa… Frans akhirnya bisa menyelesaikan semua ini… Terima kasih atas kasih, pengorbanan yang begitu besar yang telah diberikan pada saya. Frans sayang Papa-Mama…Tuhan Memberkati kita selalu…

  9. Kepada kakakku Ferry Prasetyono. Terima kasih atas suka duka dan kebersamaan yang telah kita lalui bersama.

  10. Edilburga Wulan Saptandari, terima kasih buat semua perhatian, cinta dan kebersamaan yang membuat hidupku semakin penuh warna.

  11. Kepada keluarga besar Soehendrodjati, Terimakasih ya atas perhatian, doa, dan kasih sayang yang selalu diberikan buat saya.

  12. Teman-teman fakultas Psikologi, terima kasih atas proses yang kita lalui bersama. Thanks banget…

  13. Thanks to Romolo….. Naik gunung bareng bule-nya kapan ya…..

  14. Mas Gandung dan Mbak Nanik. Terima kasih atas bantuannya yang begitu besar...

  15. Mas Muji. Wow thanks mas, buat keceriaan yang tak ada matinya.

  16. Buat Mas Doni, terima kasih.

  17. Pak Gi’ terimakasih atas bantuan yang telah diberikan, dan juga untuk senyuman dan sapaan yang semakin membuat suasana kampus semakin hidup dan selalu harmonis.

  18. Teman-teman Ass. Penelitian : Etik, Tyo, Christ, Bertha, Prima, Lita, Merlin, Lia… Thanks atas kerja sama, kebersamaan, perhatian dan support- nya. Akhirnya aku bisa menyelesaikan tugas akhirku dan aku akan mengawali kehidupan yang lebih kompleks lagi.

  19. Sahabatku yang baik : Doni, Bayu, Sutaman, Ferry, Punto, Yoyo, Dian, Top-x, Ekodok, Narendra, Ernest, teman-teman JRS, teman-teman Poseidon, teman-teman Geotrek (pa Sanda dan mba Ve) dan teman-teman semuanya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Terima kasih atas proses yang telah bina selama ini. Bayak inspirasi yang saya dapatkan saat berproses bersama.

  20. Tak lupa penulis juga mengucapkan terima kasih pada pihak-pihak yang tidak dapat dsebutkan satu per satu. Terima kasih juga pada mahluk yang di alam ini, semoga makhluk di dunia ini ikut bersuka cita. Terima kasih banyak…

  ….Salam Semangat….

  DAFTAR ISI

  Halaman Judul ……………………………………………………………. i Halaman Persetujuan Pembimbing ………………………………………. ii Halaman Pengesahan …………………………………...………………… iii Halaman Motto …………………………………...……………………… iv Halaman Persembahan …...…………………………….………………… v Pernyataan Keaslian Karya ………………………………………………. vi Ucapan Terima Kasih ……………………………………………………. vi Abstrak .….…………………………………………………… ………… vii Abstract ………………………………………………………………….. viii Kata Pengantar …………………………………………………………… ix Daftar Isi .………………………………………………………………… xi Daftar Tabel ……………………………………………………………… xiv Daftar Lampiran ……………………………………… …………………. xvi

  

BAB I PENDAHULUAN …………………………………………….. 1

A. Latar Belakang Masalah ………………………………………….

  1 B. Rumusan Masalah …………………..………………………

  5 C. Tujuan Penelitian ……...………………………………...….

  5 D. Manfaat Penelitian…………………………………………..

  5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ……………………………………… 7 A. Membaca Sebagai Tugas mahasiswa Psikologi Universitas Sanata Dharma……………………………………….………

  7 B. Penggunaan referensi berbahasa Inggris………………..…...

  10

  1. Pentingnya referensi berbahasa Inggris…………………

  10

  2. Kesulitan referensi bahasa Inggris …………..….………

  13 C. Tanggapan ……………………….…………………………

  15 1. Pengertian Tanggapan …………………………………..

  15

  2. Aspek-aspek Tanggapan …………………………………

  16 D. Tanggapan mahasiswa terhadap referensi berbahasa Inggris

  19 BAB III METODE PENELITIAN……………………………………... 20 A. Jenis Penelitian ….………………………………………… .

  20 B. Populasi dan sampel ……………………………………. .

  20 C. Instrumen dan pertanggung jawaban mutu………………….

  22

  1. Instrumen …………………………………………………

  22 2. Pertanggung jawaban mutu ……………………………...

  26 D. Analisis Data ………………..……………………………..

  26 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ……………………………. …

  29 A. Pelaksanaan penelitian ………………………………….….

  29 B. Deskripsi hasil penelitian ………………………………….

  29 C. Pembahasan ………………………………………………..

  42

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ………………………………

  50 A. Kesimpulan …………………………………………………

  50 B. Saran………………………………………………………… 52

  DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………… 54

  

DAFTAR TABEL

Tabel 1 : Komponen-komponen alokasi waktu berdasarkan SKS ………..

  8 Tabel 2 : Jumlah populasi mahasiswa Psikologi tahun 2003-2006 ……….

  21 Tabel 3 : Jumlah sampel dalam penelitian ………………………………..

  21 Tabel 4 : Blueprint kuesioner tanggapan mahasiswa terhadap referensi berbahasa Inggris ……………………………………..

  25 Tabel 5 : Kategorisasi jawaban subjek mengenai penggunaan referensi berbahasa Inggris saat perkuliahan ……………………

  30 Tabel 6 : Kategorisasi opini mahasiswa mengenai penggunaan referensi berbahasa Inggris ……………………………………...

  31 Tabel 7 : Kategorisasi pengalaman mahasiswa saat membaca referensi berbahasa Inggris ……………………………………...

  31 Tabel 8 : Kategori perasaan dan alas an mahasiswa saat membaca referensi berbahasa Inggris ……………………………………..

  32 Tabel 9 : Kategorisasi waktu dan alas an mahasiswa saat membaca referensi berbahasa Inggris …………………………………….

  33 Tabel 10 : kategorisasi motivasi mahasiswa saat membaca referensi berbahasa Inggris ………………………………………………

  35 Tabel 11 : kategorisasi respon mahasiswa terhadap kesulitan atau tidaknya membaca referensi berbahasa Inggris …………………

  36 Tabel 12 : Kategorisasi kesulitan mahasiswa saat membaca referensi berbahasa Inggris ………………………………………………..

  36 Tabel 13 : Kategori perilaku mahasiswa saat mengalami kesulitan membaca referensi berbahasa Inggris …………………………...

  38 Tabel 14 : Ringkasan usulan untuk mahasiswa mengenai penggunaan referensi berbahasa Inggris ……………………………………..

  39 Tabel 15 : Kategorisasi usulan mahasiswa untuk dosen terhadap penggunaan referensi berbahasa Inggris ………………………..

  40 Tabel 16 : Kategorisasi usulan mahasiswa untuk fakultas mengenai penggunaan referensi berbahasa Inggris ………………………..

  41

DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran 1 : Kuesioner Lampiran 2 : Jawaban subjek dan pengolahan data penelitian Lampiran 3 : Ringkasan Kategorisasi hasil penelitian Lampiran 4 : Konsistensi jawaban responden Lampiran 5 : Surat penelitan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa Inggris menjadi bahasa yang banyak digunakan di seluruh dunia. Ketika bahasa Inggris dipilih menjadi alat komunikasi diantara orang-orang dari

  

penutur bahasa yang berbeda-beda, bahasa Inggris menjadi bahasa internasional yang

sering disebut sebagai lingua franca (Dewaele dan Jenkins dalam Seidlhofer, 2005).

  

Selain digunakan sebagai bahasa global dalam komunikasi lisan, bahasa Inggris pun

digunakan secara luas dalam proses pertukaran informasi non-lisan atau tulisan. Surat

kabar, majalah, buku, jurnal, serta sumber-sumber informasi lainnya yang bahkan

dapat kita temui di dunia maya banyak menggunakan bahasa Inggris. Pemakaian

bahasa Inggris dalam penulisan informasi dianggap akan dapat dipahami oleh semua

orang dari latar belakang bahasa yang beraneka ragam.

  Seiring dengan perkembangan dunia ke arah globalisasi dan kemajuan

teknologi informasi, berbagai informasi dapat diperoleh dalam waktu yang singkat.

  

Suatu peristiwa yang terjadi di suatu negara dapat diketahui masyarakat dari belahan

dunia yang berbeda pada waktu yang cepat. Akses terhadap informasi menjadi

semakin terbuka dan dapat dinikmati banyak orang. Hal tersebut terjadi pula dalam

dunia pendidikan. Suatu hasil penelitian dan penemuan terbaru dapat diketahui

dengan segera oleh banyak orang. Free journal dapat di-download dari internet. Buku

  2

negeri maupun yang ada di luar negeri. Mahasiswa memiliki keleluasaan untuk

mengakses berbagai referensi yang dibutuhkannya dari banyak sumber. Namun tak

dapat dipungkiri bahwa sebagian besar referensi tersebut menggunakan bahasa

Inggris.

  Hasil penelitian Santoso (2005) menyebutkan bahwa mahasiswa Pendidikan

Bahasa Inggris semester 8 Universitas Sanata Dharma masih banyak mengalami

kesalahan dalam hal penulisan dan berbicara bahasa Inggris. Faktor yang melandasi

kesalahan tersebut adalah kurangnya mahasiswa berlatih berbicara, sehingga

menyebabkan perasaan gugup, takut, dan tidak percaya diri.

  Membaca sumber bacaan dalam bahasa Inggris guna tujuan akademik tidak sama dengan membaca bacaan popular lainnya. Menurut Us ǒ-Juan (2006), hal yang

membedakan antara membaca bacaan bertujuan akademik dalam bahasa Inggris dan

membaca bacaan bahasa Inggris secara umum adalah adanya interaksi antara

pengetahuan latar belakang disiplin ilmu dengan pengetahuan bahasa Inggris.

  

Pengetahuan latar belakang disiplin ilmu secara umum diperoleh mahasiswa dari

bangku kuliah. Mahasiswa biasanya sudah memahami istilah-istilah khusus dalam

bahasa Inggris yang memang digunakan dalam kegiatan perkuliahan sehari-hari.

Sebagai contoh, mahasiswa psikologi biasanya memahami istilah attachment, defense

mechanism, atau prejudice. Sedangkan pengetahuan bahasa Inggris didapat

mahasiswa dari kegiatan belajar formal maupun aktivitas lainnya. Kurikulum

nasional di Indonesia menetapkan bahwa pelajaran bahasa Inggris wajib diberikan

  3 Kompetensi Dasar Tingkat SMA/MA yang disusun oleh Badan Standar Nasional

Pendidikan (2006), pada saat lulus SMA siswa seharusnya telah memenuhi standar

kompetensi berbahasa Inggris yang meliputi kemampuan mendengarkan, berbicara,

membaca, dan menulis. Selain mendapat pelajaran bahasa Inggris dari pendidikan

formal, pengetahuan bahasa Inggris didapat pula dari lagu, film, atau bacaan-bacaan

popular seperti novel berbahasa Inggris.

  Bahasa Inggris tetap merupakan bahasa asing bagi sebagian mahasiswa. Tidak

semua mahasiswa menguasai dan menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan

sehari-hari. Bahasa ini tidak selalu dikenal dan dipelajari sejak usia dini. Akan tetapi

mahasiswa dihadapkan pada realita bahwa masyarakat, khususnya dalam dunia

pendidikan, meletakkan bahasa Inggris sebagai sesuatu yang penting.

  Penting bagi mahasiswa untuk berperilaku aktif dalam kegiatan pembelajaran

di bangku kuliah serta di luar bangku kuliahan. Perilaku aktif mahasiswa dalam

kegiatan pembelajaran salah satunya adalah dengan membaca berbagai referensi,

baik buku teks, jurnal, maupun bacaan-bacaan popular lainnya. Perilaku membaca

merupakan hal yang penting dalam dunia pendidikan. Mahasiswa sebagai orang-

orang yang diharapkan untuk peka terhadap perkembangan informasi sudah

seharusnya menjadi pembaca yang aktif. Akan tetapi, kemampuan memahami bacaan

merupakan suatu keterampilan yang tidak mudah dikuasai. Memahami bacaan

menjadi semakin sulit dilakukan jika bacaan tersebut menggunakan bahasa asing,

bahasa yang tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

  4 Mengingat bahwa sumber bacaan yang mutakhir hampir semuanya ditulis

dalam bahasa Inggris, keterampilan membaca dalam bahasa Inggris menjadi hal yang

penting. Carrell dan Grabe (dalam Us ǒ-Juan, 2006) menyebutkan bahwa kemampuan

membaca dalam bahasa Inggris merupakan sesuatu yang penting untuk meraih

keberhasilan dalam studi di dunia akademik dan kerja profesional di masa yang akan

datang.

  Referensi yang berkaitan dengan ilmu psikologi kebanyakan menggunakan

bahasa Inggris. Namun pada kenyataannya, membaca bacaan berbahasa Inggris

adalah sesuatu kegiatan yang asing dan jarang dilakukan pada tingkat pendidikan

sebelumnya maupun dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa cenderung mencari

sumber bacaan yang menggunakan bahasa Indonesia karena dengan demikian

mahasiswa tidak perlu menerjemahkan mengingat bahasa Indonesia merupakan

bahasa sehari-hari. Akan tetapi di sisi lain, serangkaian matakuliah di Fakultas

Psikologi Universitas Sanata Dharma banyak menggunakan referensi buku berbahasa

Inggris. Suka tidak suka mahasiswa harus menggunakan referensi tersebut sebagai

sumber acuan untuk menambah wawasan dalam ilmu pengetahuaannya. Hal ini

memunculkan banyak tanggapan yang beragam. Hasil penelitian Dewaele (2005)

menunjukkan bahwa sikap siswa di Belgia terhadap bahasa Inggris terbukti lebih

positif dibandingkan sikap terhadap bahasa Perancis. Hal ini berarti siswa Belgia

sangat tertarik mempelajari dan menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan

sehari-hari dibandingkan menggunakan bahasannya sendiri, seperti: menggunakan

  5 Inggris, mendengarkan musik yang menggunakan bahasa Inggris dll. Perilaku-

perilaku ini sangat menunjang dalam meningkatkan kemampuan dalam berbahasa

Inggris, selain itu niat untuk mempelajari bahasa Inggris sangat besar sehingga para

siswa tergerak untuk menggunakan bahasa Inggris untuk mempelancar dan

menambah pengetahuannya menggunakan bahasa Inggris.

  Berdasarkan penjelasan diatas, peneliti tertarik untuk meneliti tanggapan

mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma terhadap penggunaan

referensi berbahasa Inggris.

  B. Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tanggapan

mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma terhadap penggunaan

referensi berbahasa Inggris dalam perkuliahan? C.

   Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tanggapan mahasiswa Fakultas

Psikologi Universitas Sanata Dharma terhadap penggunaan referensi berbahasa

  Inggris.

  D. Manfaat Penelitian Melalui penelitian ini, peneliti mengharapkan dapat memberikan manfaat

  6 a. Manfaat Teoretis Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan memberikan sumbangan ilmiah berupa suatu wacana fenomenologis dalam bidang ilmu psikologi sosial dan psikologi pendidikan khususnya dalam melihat tanggapan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma terhadap referensi berbahasa Inggris.

  b. Manfaat Praktis Penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai masukan untuk Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma agar dapat mengetahui tanggapan dalam bentuk respon mahasiswa terhadap referensi berbahasa Inggris.

  Selain itu, untuk memberikan wacana dan memberikan refleksi kepada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma mengenai pentingnya kemampuan memahami referensi berbahasa Inggris pada saat kuliah.

BAB II LANDASAN TEORI A. Membaca Sebagai Tugas Mahasiswa Psikologi Universitas Sanata Dharma Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma didirikan tahun 1996

  

berdasarkan surat keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Departemen

Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 162/DIKTI/Kep/1996

tanggal 4 Juni 1996.

  Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma bertujuan

mempersiapkan Sarjana Psikologi dan Psikolog yang berkualitas, dalam arti: (a)

kompetensi keilmuwan dan profesi yang tinggi; (b) kepribadian yang dewasa

dan utuh, integritas moral yang tinggi, nurani keilmuwan yang kokoh dan tajam

serta kepedulian dan tanggung jawab yang besar terhadap sesama lingkungan;

(c) kemampuan akademik yang memadai untuk berkembang secara mandiri

maupun untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (Buku

Pedoman Program Studi Pskologi, 2004).

  Program pendidikan di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma

mengunakan sistem kredit semester (SKS). Sistem kredit semester adalah

sistem penyelenggaraan pendidikan dengan menyatakan beban studi mahasiswa

dan beban penyelenggaraan pendidikan dengan satuan kredit atas dasar satuan

  8

ukuran kegiatan belajar mengajar yang terdiri atas komponen-komponen

sebagai berikut:

  Tabel 1 Komponen-Komponen Alokasi Waktu Berdasarkan SKS

Kegiatan Terstruktur & Tidak Mandiri Jumlah

Belajar terjadwal terjadwal (menit) (menit)

  (menit) Kuliah Teori 50 menit 60 60 170 Seminar 50 menit 60 60 170

  Kuliah Praktek 2 x 50 menit

  60 60 220 Praktek 3 x 50 menit 60 60 270 Laboratorium

  

Praktek 4 atau 5 60 60

Lapangan jam/minggu Beban Studi yang ditempuh mahasiswa untuk memperoleh gelar

sarjana sebanyak 144 sks, sesuai SK mendiknas No. 232/U/2000 maka

matakuliah dalam kurikulum program Sarjana Psikologi dibedakan dalam 5

kelompok, yaitu: (a) Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK); (b)

Matakuliah Keilmuwan dan Keterampilan (MKK); (c) Matakuliah Keahlian

Berkarya (MKB); (d) Matakuliah Berkehidupan Bersama (MBB); (e)

Matakuliah Perilaku Berkarya. Kurikulum pendidikan Fakultas Psikologi

Universitas Sanata Dharma dirancang sedemikian rupa sehingga memberikan

landasan yang kuat bagi lulusan untuk terjun sebagai praktisi psikologi di dalam

masyarakat maupun untuk melanjutkan studi ke jenjang berikutnya (S2) baik

magister maupun magister profesional (Buku Pedoman Program Studi Pskologi,

  9 Tugas mahasiswa dalam kegiatan belajar mengajar adalah berperan

aktif dalam perkuliahan didalam kelas maupun di luar kelas. Guna menambah

pengalaman dalam bidang akademik, salah satu cara yang dapat dilakukan

adalah dengan membaca

  Menurut Cohen (dalam Arohana, 2002), membaca adalah sebuah

aktivitas dan merupakan hasil persepsi yang diinterpretasikan dari simbol-

simbol huruf kedalam sebuah rangkaian kata-kata yang digabungkan dalam

sebuah kalimat sehingga dapat dipahami dan dimengerti. Keberhasilan dalam

membaca tergantung pada apa yang diperoleh waktu membaca, bagaimana

motivasi pembaca dalam memahami suatu teks, apakah pembaca mengerti apa

yang dibaca, kesiapan diri dari pembaca pada saat membaca teks, keakraban

pembaca dengan topik bacaan, dan kerumitan materinya.

  Berbagai macam bacaan sebagai media untuk menambah informasi.

Pengetahuan akan menjadi sangat kurang apabila mahasiswa bergantung pada

kegiatan belajar di kelas saja. Oleh sebab itu mahasiswa diharapkan untuk

mencari berbagai referensi guna menambah wawasan dalam hal teori dan

penerapan suatu pengetahuan. Referensi yang dimaksud di sini mengacu pada

Tesaurus Bahasa Indonesia (Endarmoko, 2006) yang menyebutkan bahwa

referensi sama dengan bibiliografi, daftar bacaan/pustaka, kepustakaan,

literatur, pustaka acuan. Jadi, referensi dalam penelitian ini diartikan sebagai

berbagai macam pustaka atau bacaan, baik berupa buku, jurnal, artikel ilmiah,

  10 B.

   Penggunaan Referensi Berbahasa Inggris

1. Pentingnya Referensi Berbahasa Inggris

  Hampir semua lembaga pendidikan, termasuk Universitas Sanata Dharma menyediakan perpustakaan sebagai tempat mencari referensi yang dibutuhkan dalam proses pendidikan. Mahasiswa diharapkan secara aktif menggunakan perpustakaan sebagai salah satu acuan utama dalam menambah pengetahuannya. Ilmu pengetahuan yang terus berkembang seiring kemajuan jaman harus terus diikuti oleh mahasiswa. Maka, sangat penting untuk mengejar lajunya pengetahuan dengan membaca.

  Psikologi merupakan ilmu sosial yang selalu berubah mengikuti perkembangan di sekitarnya. Ilmu psikologi muncul dari belahan dunia Barat.

  Dalam perkembangannya, teori-teori terbaru psikologi pun masih terus berkembang di dunia Barat. Oleh sebab itu banyak sekali buku yang mengupas tentang teori dan perkembangan Psikologi dengan bahasa Barat, khususnya bahasa Inggris. Pemakaian bahasa Inggris ini bertujuan agar semua orang dari berbagai belahan dunia dapat memahaminya mengingat kedudukan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional.

  Penggunaan referensi merupakan suatu hal yang mutlak dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini mahasiswa harus berperan aktif mencari informasi terbaru dan mengikuti perkembangan suatu ilmu. Referensi yang

  11

pemberian materi hingga mengerjakan tugas-tugas kuliah. Fakultas Psikologi

Universitas Sanata Dharma, seperti halnya universitas-universitas lain di

Indonesia banyak mengadopsi buku-buku dari luar negeri sehingga buku-buku

referensi yang tersedia sebagian besar berbahasa Inggris. Penggunaan bahasa

Inggris pada berbagai referensi ini dapat dilihat pada koleksi buku yang

dimiliki Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Universitas Sanata

Dharma memiliki dua unit perpustakan, yaitu di kampus I Mrican dan kampus

  

III Paingan. Sampai dengan bulan Oktober 2006, diketahui bahwa pada dua

unit perpustakaan tersebut terdapat 1893 buah buku psikologi. Sejumlah 1243

buah buku atau 65,66% dari keseluruhan buku adalah buku berbahasa Inggris.

Sisanya, 650 buah buku (34,34%) adalah buku berbahasa Indonesia, bahkan

untuk buku-buku terbitan tahun 2000 keatas hampir 100% merupakan buku

berbahasa Inggris. Maka harus disadari dan diterima bahwa pada

kenyataannya, referensi berbahasa Inggris hampir selalu lebih mutakhir dan

mudah ditemukan. Oleh sebab itu mau tidak mau mahasiswa dituntut untuk

membaca referensi berbahasa Inggris karena keterbatasan referensi yang

berbahasa Indonesia.

  Tuntutan ini nampak pula pada buku-buku referensi yang digunakan

sebagai acuan perkuliahan. Pada Buku Pedoman Program Studi Pskologi

(2004) disebutkan sumber bacaan yang disarankan guna mendukung

matakuliah-matakuliah tertentu. Misalnya dalam mata kuliah Psikologi

  12

yang dikarang oleh G.H. Bower & E.R. Hilgard atau Introduction to Theories

of Learning yang dikarang oleh B.R. Hergenhahn & H.M. Olson. Selain itu

untuk matakuliah Psikoterapi dianjurkan untuk membaca sumber bacaan yang

berjudul Manual for Theory and Practice of Counselling and Psychotherapy

yang dikarang oleh G. Corey. Dari sini dapat dilihat bahwa hampir sebagian

besar buku-buku acuan atau buku bacaan untuk setiap mata kuliah di fakultas

Psikologi didominasi oleh buku berbahasa Inggris.

  Psikologi adalah ilmu yang mempelajari jiwa manusia yang pada

dasarnya selalu berubah dan berkembang sesuai dengan konteks

lingkungannya. Ilmu sosial banyak berkembang dan diteliti di negara Barat.

Perkembangan ini dapat diikuti dengan cara mencari informasi sebanyak-

banyaknya. Cara yang efektif untuk mendapat informasi salah satunya adalah

dengan membaca. Seturut perkembangannya mahasiswa dituntut untuk

menguasai bahasa Inggris agar dapat mengikuti segala informasi dan

pengetahuan yang terbaru. Carrell dan Grabe (dalam Usõ-Juan, 2006)

menyebutkan bahwa kemampuan membaca dalam bahasa Inggris merupakan

sesuatu yang sangat penting untuk meraih keberhasilan dalam studi di dunia

akademik.

  13

2. Kesulitan Membaca Referensi Bahasa Inggris

  Untuk mendapatkan informasi dan pemahaman tentang sebuah bacaan

mahasiswa harus membaca dengan pelan dan teliti. Wiriachitra (1982)

menyebutkan bahwa kesulitan dalam bahasa Inggris dalam membaca bacaan

ilmiah adalah sebagai berikut:

a. Pengenalan kosakata

  Dalam hal ini pembaca harus dapat menemukan arti kata dan aspek ini sangat penting dalam membaca bacaan bahasa Inggris. Mengetahui makna suatu kosa kata dapat dilakukan dengan: 1.) Mengecek arti dalam kamus.

  Ini merupakan hal yang mudah dan cepat dilakukan untuk menemukan arti yang tepat pada sebuah kata.

  2.) Menginterpretasikan.

  Dilakukan dengan melakukan analisis kata sehingga kata yang dibaca dapat dipahami konteksnya dan dimaknai menjadi arti yang utuh. Pemahaman kosakata bahasa Inggris merupakan dasar untuk memahami dan menerjemahkan makna sebuah kata yang kemudian akan digabungkan menjadi sebuah kalimat. Apabila ada satu atau beberapa kata dalam kalimat yang tidak dimengerti terjemahannya, maka pembaca akan sulit pula menerjemahkan kalimat yang terkait ke

  14 b.

   Pemahaman kalimat Ketika membaca buku, artikel, ataupun yang lainnya, pembaca terkadang mengetahui arti setiap katanya, akan tetapi sulit mengerti apa yang dimaksud dalam tulisan tersebut. Kalimat harus dipahami sebagai suatu kesatuan, tidak terpotong-potong dan dilepaskan dari konteksnya.

  Walaupun penting memahami makna setiap kosakata, namun terjemahan bahasa Inggris tidak dapat diterjemahkan kata perkata melainkan dengan diterjemahkan sesuai konteks kalimatnya. Menerjemahkan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia memerlukan keterampilan khusus dalam memahami konteks kalimat.

  c. Analisis paragraph Biasanya dengan membaca individu akan mengerti isi bacaan tersebut. Akan tetapi hubungan antar paragraf dan keseluruhan bacaan seringkali kurang diperhatikan. Bagian analisis paragraf ini jarang sekali diperhatikan oleh pembaca bacaan berbahasa asing, mereka lebih melihatnya secara global dan universal.

  d. Interpretasi ilustrasi Dalam membaca bacaan ilmiah, pembaca terkadang sulit untuk memahami bacaan, dengan dicantumkannya ilustrasi pembaca

  15 ilustrasi ini sangat membantu pembaca dalam memahami isi bacaan yang sedang dibaca. Ilustrasi ini dapat berupa tabel, diagram, grafik, foto dan lain-lain.

C. Tanggapan 1. Pengertian Tanggapan

  Tanggapan tidak dapat dilepaskan dari proses persepsi. Persepsi adalah proses penerimaan stimulus oleh indera yang diteruskan ke otak sehingga membentuk suatu kesan. Persepsi ini akan membuahkan suatu penilaian yang sangat subjektif dan memungkinkan terjadinya perbedaan antar individu. Ketika terjadi proses persepsi, individu membentuk kesan mengenai stimulus yang ada. Kesan yang terbentuk akan menuntun perilaku yang akan dilakukan untuk merespon suatu stimulus. Kesan tidak akan muncul ketika tidak ada persepsi yang terjadi pada individu. Ketika individu melakukan proses persepsi maka individu sudah mempunyai suatu ide yang menuntunnya dalam berperilaku tertentu (Watson, 1984). Kesan yang terbentuk dalam

proses persepsi akan membawa individu kedalam pembentukan tanggapan.

  Atkinson (1983) menggarisbawahi bahwa persepsi merupakan proses dimana individu mengorganisasikan dan menginterpretasikan stimulus yang diterimanya dan pola-pola yang ada di lingkungan sekitarnya sehingga menjadi lebih berarti bagi individu yang bersangkutan. Hal serupa diungkapkan oleh Irwanto (1988), bahwa persepsi merupakan suatu proses

  16

penginterpretasian terhadap rangsang-rangsang yang diterima oleh indera,

sehingga menimbulkan pengertian dan tanggapan terhadap suatu stimulus.

  Berdasarkan kamus umum bahasa Indonesia (Poerwadarminta, 1978) tanggapan adalah balasan , jawaban, reaksi, respons, sahutan, sambutan,

sanggahan, tangkisan, komentar. Hal serupa juga diungkapkan oleh

Endarmoko (2006), tanggapan merupakan suatu respon yang diterima oleh

panca indera yang berupa pendapat atau reaksi.

2. Aspek Tanggapan a. Reaksi Emosi

  Merupakan respon individu terhadap suatu stimulus yang memunculkan suatu perilaku tertentu. Reaksi ini berkaitan dengan aspek emosi seseorang. Pada dasarnya, terdapat enam emosi dasar manusia menurut Ekman (dalam Matsumoto, 1994) yaitu marah, senang, takut, jijik, sedih, dan terkejut. Namun seringkali timbul beberapa emosi dasar dalam waktu yang bersamaan sehingga memunculkan emosi baru, misalnya kecewa, optimisme, penerimaan, ragu-ragu, penyesalan, cinta, benci, dan sebagainya. Emosi memiliki keterkaitan dengan motivasi. Jika ada emosi positif terhadap stimulus tertentu, maka seseorang akan mendekat. Sebaliknya jika ada emosi negatif tentang suatu stimulus, maka seseorang akan menjauh. Emosi merupakan suatu stimulus penyulut dan biasanya dapat diamati karena

  17 Reaksi mahasiswa terhadap bacaan berbahasa Inggris mungkin

bermacam-macam. Reaksi ini tergantung pada muatan emosi yang

terkandung dalam diri mahasiswa terhadap bacaan berbahasa Inggris

tersebut. Emosi inilah yang akan menjadi stimulus penyulut timbulnya

reaksi tertentu. Sebagai contoh, mahasiswa yang memiliki emosi takut

terhadap referensi berbahasa Inggris akan memikirkan ketidakmampuannya dalam berbahasa Inggris ketika diberi tugas membaca artikel berbahasa Inggris.

b. Opini

  

Merupakan pendapat individu yang mengarah pada pengungkapan

alasan-alasan yang melatarbelakangi seseorang berpikir dalam menanggapi suatu stimulus (Rahmat dalam Setiawan, 1996). Mahasiswa akan memiliki beragam opini mengenai penggunaan

referensi berbahasa Inggris. Opini ini ditentukan pula oleh persepsinya

mengenai referensi berbahasa Inggris. Jika kesan yang muncul

mengenai referensi berbahasa Inggris beraneka macam, maka opini

yang muncul kemudian pun sangat mungkin menjadi beragam pula.

Opini ini akan mengungkap pula kesulitan-kesulitan yang dihadapi

oleh mahasiswa dalam menghadapi penggunaan referensi berbahasa

Inggris untuk tugas kuliah.

  18 c.

   Perilaku Perilaku ini mencerminkan sikap seseorang dalam menanggapi suatu stimulus. Sears (1999) menyebutkan bahwa sikap ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu: sikap positif dan sikap negatif. Sikap positif merupakan suatu respon yang menghasilkan perilaku baik, akan tetapi sikap negatif merupakan suatu respon yang mengarah pada perilaku menolak suatu objek yang dihadapi.

d. Harapan

  Merupakan keinginan individu lebih lanjut pada stimulus yang dihadapinya. Harapan didasari oleh pengalaman individu terkait dengan responnya terhadap suatu stimulus tertentu. Selain pengalaman, harapan sangat ditentukan dan berhubungan dengan kemampuan yang ada dalam dirinya (Walgito, 2003). Harapan merupakan suatu hal yang mendukung penemuan solusi ketika muncul permasalahan. Harapan ini dapat muncul berupa kritik dan saran. Harapan mahasiswa terhadap penggunaan referensi berbahasa Inggris dipengaruhi oleh banyak faktor yang sifatnya individual. Sehingga sangat mungkin terjadi mahasiswa memiliki harapan yang beragam mengenainya. Mahasiswa yang memiliki pengalaman tidak menyenangkan dalam menggunakan bahasa Inggris tentu memiliki harapan yang berbeda dengan mahasiswa yang mampu menggunakan

  19 Harapan ini akan mengarah pada pembentukan suatu sikap. Sikap merupakan hasil dari belajar dan akan mengalami perubahan setiap saat. Sikap ini dipengaruhi oleh harapan sesorang terhadap stimulus yang diterimanya. Walgito (dalam Hudaniah, 2003) menyebutkan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan seseorang berperlilaku adalah harapan yang berasal dari dalam diri seseorang. Harapan ini mengarah pada keinginan individu saat menanggapi suatu stimulus yang dihubungkan dengan pengalaman dan kemampuan yang ada dalam individu tersebut.

D. Tanggapan Mahasiswa Terhadap Referensi Berbahasa Inggris

  Penggunaan referensi berbahasa Inggris di bangku perkulihan merupakan suatu aktivitas yang harus dilakukan oleh seluruh mahasiswa Psikologi karena referensi yang tersedia lebih banyak menggunakan referensi berbahasa Inggris. Selain itu, referensi buku Psikologi banyak ditulis menggunakan bahasa Inggris sehingga mau tidak mau, mahasiswa harus menggunakannya dalam proses perkuliahan. Penelitian ini akan melihat tanggapan mahasiswa terhadap penggunaan referensi berbahasa Inggris. Tanggapan yang diteliti difokuskan pada reaksi emosi, opini, perilaku dan harapan. Dalam penelitian ini perilaku sendiri akan mengungkap motivasi pengalaman dan kesulitan yang dihadapi saat membaca referensi berbahasa

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah

  penelitian deskripsi dengan model survei. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menjelaskan dan menggambarkan keadaan yang terjadi pada saat ini. Penelitian ini tidak menguji atau tidak menggunakan hipotesis, tetapi hanya mendeskripsikan informasi apa adanya yang sesuai dengan variabel yang diteliti (Kountur, 2003).

  Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini mencakup data kuantitatif dan kualitatif. Perhitungan data kuantitatif dilakukan dengan cara melihat frekuensi dari jawaban-jawaban yang muncul. Sedangkan data kualitatif dianalisis dari alasan-alasan yang diberikan subjek sebagai penjelasan jawabannya. Kedua cara ini digabungkan untuk melihat bagaimana tanggapan mahasiswa mengenai penggunaan referensi berbahasa Inggris.

B. Populasi dan Sampel

  Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Psikologi Universitas Sanata Dharma tahun ajaran 2006/2007. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang masih aktif dalam kegiatan perkuliahan, antara lain: angkatan 2003, 2004, 2005, dan 2006. Jumlah angkatan 2007 tidak dimasukan kedalam populasi karena mahasiswa tersebut baru masuk di fakultas Psikologi dan masih beradaptasi di bangku perkuliahan. Karena telah tersedianya daftar sampel, maka peneliti mengambil sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling.

  Peneliti menyediakan kuesioner sebanyak 462 eksemplar untuk dibagikan pada para subjek. Kuesioner yang terkumpul kembali sebanyak 315 eksemplar.

  Tabel 2 Jumlah Populasi Mahasiswa Psikologi Tahun 2003-2006

  Angkatan 2003 2004 2005 2006 Jumlah mahasiswa 119 121 117 105

  Total 462

  Tabel 3 Jumlah sampel dalam penelitian

  Angkatan 2003 2004 2005 2006 Jumlah kuesioner 47 95 80 93

  Total sampel 315 Penelitian dilakukan di Fakultas Psikologi Universitas Sanata

  Dharma Kampus III Paingan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal

  3 September 2007 sampai dengan hari Jumat tanggal 7 September 2007 dan hari Selasa tanggal 11 September 2007 sampai dengan hari Rabu

C. Instrumen dan Pertanggung Jawaban Mutu 1. Instrumen

  Instrumen pada suatu penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan cara pengamatan, wawancara, pengujian, atau melalui kuesioner (Kountur, 2003; Effendi dan Singarimbun, 1989). Alat yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data adalah kuesioner tanggapan mahasiswa Universitas Sanata Dharma terhadap penggunaan referensi berbahasa Inggris.

  Kuesioner disusun dengan tidak menggunakan skala. Kuesioner dalam penelitian ini terdiri dari pertanyaan tertutup dan terbuka. Pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang menyediakan alternatif jawaban dan meminta responden untuk memilih dari alternatif jawaban yang telah tersedia. Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang tidak memiliki alternatif jawaban sehingga responden bebas menjawab sesuai dengan apa yang dialaminya.

  Kuesioner dalam penelitian ini mengungkap aspek opini, reaksi emosi, perilaku dan harapan. Selain itu dalam kuesioner ini menambahkan aspek motivasi, pengalaman, dan kesulitan. Ketiga aspek ini didapat dari pengembangan aspek reaksi emosi dan perilaku.

  Selain itu, dapat memudahkan responden dalam menjawab dan mendapatkan data yang lebih kaya.

  Kuesioner akan mengungkap tanggapan mahasiswa terhadap penggunaan referensi berbahasa Inggris. Kuesioner dalam penelitian ini terdiri dari tujuh bagian besar, yaitu: (1) opini mahasiswa terhadap penggunaan referensi berbahasa Inggris, (2) motivasi mahasiswa dalam membaca referensi berbahasa Inggris, (3) pengalaman yang didapat ketika membaca referensi berbahasa Inggris, (4) kesulitan yang dihadapi mahasiswa pada saat membaca referensi berbahasa Inggris, (5) perilaku mahasiswa dalam menanggapi penggunaan referensi berbahasa Inggris, (6) reaksi emosi yang dirasakan oleh mahasiswa pada saat membaca referensi berbahasa Inggris, dan (7) harapan mahasiswa terhadap penggunaan referensi berbahasa Inggris. Setiap bagian pertanyaan akan mengungkap hal mengenai penggunaan referensi berbahasa Inggris dalam perkuliahan. Referensi berbahasa Inggris yang dimaksud di sini adalah segala macam sumber bacaan, meliputi buku, jurnal, artikel ilmiah, maupun artikel populer yang menggunakan bahasa Inggris.

  Kuesioner terdiri dari sepuluh pertanyaan dengan rincian: dua pertanyaan mengenai opini, satu pertanyaan mengenai motivasi, satu pertanyaan mengenai pengalaman yang didapat setelah membaca, dua pertanyaan mengenai kesulitan yang dihadapi, dua pertanyaan mengenai perilaku yang dilakukan mahasiswa ketika membaca referensi, satu pertanyaan mengenai reaksi emosi saat membaca, dan satu pertanyaan mengenai harapan mahasiswa terhadap penggunaan referensi berbahasa Inggris.

  Kuesioner ini terdiri tiga macam bentuk pertanyaan. Pertama adalah pertanyaan yang bersifat tertutup, yaitu: memberikan alternatif jawaban agar responden dapat menjawab. Kedua adalah pertanyaan yang bersifat terbuka, yaitu: pertanyaan yang membebaskan responden dalam menjawab. Sedangkan yang ketiga adalah pertanyaan terbuka dan tertutup, yaitu: responden diharapkan memilih alternatif jawaban dan menjelaskan mengapa memilih pilihan tersebut.

  Berikut ini adalah blueprint kuesioner tanggapan mahasiswa Universitas Sanata Dharma terhadap penggunaan referensi berbahasa Inggris.

  Tabel 4 Blueprint Kuesioner Tanggapan Mahasiswa Terhadap Referensi

Berbahasa Inggris

No Hal yang diungkap Penggunakan referensi berbahasa Jumlah No

  Inggris aitem soal Aspek

  1. Reaksi emosi - Apa yang Anda rasakan ketika membaca referensi berbahasa

  1

  4 Inggris? Alasan:

  2. Opini - Seberapa banyak referensi bahasa Inggris digunakan dalam

  2

  1 perkuliahan?

  • Bagaimana opini/pendapat anda mengenai penggunaan referensi berbahasa Inggris dalam perkuliahan?

  2

  3. Perilaku - Kapan atau pada saat apa Anda membaca referensi berbahasa

  2

  5 Inggris? Alasan:

  • Apa yang Anda lakukan ketika menemukan kesulitan dalam

  9 membaca referensi berbahasa Inggris?

  4. Motivasi - Apa yang mendorong Anda membaca referensi berbahasa

  1

  6 Inggris?

  5. Pengalaman - Berdasarkan pengalaman Anda, apa sajakah yang Anda dapatkan ketika

  1

  3 membaca referensi berbahasa Inggris?

  6. Kesulitan - Apakah Anda mengalami kesulitan saat membaca referensi berbahasa

  2

  7 Inggris?

  • Saat Anda membaca referensi berbahasa Inggris, hal apa yang menjadi kesulitan utama Anda?

  8 Alasan:

  7. Harapan Sebutkan harapan/usulan Anda - terkait dengan penggunaan referensi

  1

  10 berbahasa Inggris?

2. Pertanggung jawaban mutu

  Pada penelitian ini pertanggung jawaban mutu menggunakan validitas muka yang diselidiki dengan cara meminta pihak yang berkompeten untuk memeriksa kuesioner yang akan diberikan dan kemudian diminta untuk menyimpulkan apakah kuesioner telah memberikan kesan mampu untuk mengukur hal-hal yang akan diukur. Validitas isi, yaitu pengujian item dilakukan dengan analisis rasional terhadap isi kuesioner serta professional

  judgement yang diperoleh dengan cara meminta pihak yang

  berkompeten untuk memeriksa kuesioner yang akan diberikan, hal ini bertujuan supaya kuesioner tersebut relevan dan tidak keluar dari tujuan penelitian (Azwar, 1999).

  Reliabilitas dalam penelitian ini dilihat dari konsistensi jawaban responden yang diberikan saat menjawab kuesioner.

  Kuesioner diberikan pada beberapa subjek dalam jeda waktu tertentu untuk melihat konsistensi jawaban yang diberikan responden (Patton, 1990).

D. Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini dibagi menjadi dua tahap.

  Pertama, seluruh jawaban dihitung besar frekuensi dan prosentasenya. Kedua, setiap jawaban yang berisikan alasan akan dikoding dan dikategorisasikan sehingga memudahkan analisis data.

  Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini akan melalui tiga tahap (Kriyantono, 2006), yaitu:

  1. Untuk menganalisis pertanyaan tertutup dilakukan dengan metode penghitungan distribusi frekuensi: a. Memasukan data mentah ke dalam bentuk tabel ringkasan.

  b. Menghitung frekuensi dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1.) Menghitung berapa banyaknya responden untuk setiap alternatif jawaban.

  2.) Menghitung jumlah setiap jawaban berdasarkan alternatif jawaban.

  3.) Frekuensi dihitung dengan menggunakan rumus:

  A

  x 100%

  B

  Keterangan: A = Jumlah total setiap pilihan jawaban B = Jumlah total seluruh jawaban yang diberikan responden

  c. Membuat diagram untuk memudahkan melihat prosentase per pilihan jawaban responden.

  d. Menganalisis dan mendeskripsikan hasilnya.

  2. Untuk mengalisis pertanyaan terbuka dilakukan tahap-tahap sebagai berikut: a. Koding berdasarkan data mentah yang didapat dari kuesioner.

  Koding ini ditentukan berdasarkan alasan yang diberikan responden dalam menanggapi penggunaan referensi berbahasa b. Membuat kategorisasi berdasarkan koding yang telah dibuat.

  c. Menghitung prosentase dengan menggunakan cara sebagai berikut:

  C

  X 100%

  D

  Keterangan: C =Jumlah total setiap kategori D = jumlah responden

  d. Membuat diagram untuk memudahkan melihat prosentase per kategori jawaban responden.

  e. Mencari hubungan antar kategorisasi agar dapat memahami tanggapan dari setiap kategorisasi tersebut.

  f. Analisis data untuk mendapatkan gambaran secara utuh sehingga dapat menjawab pertanyaan penelitian.

  3. Menggabungkan hasil analisis dari jawaban terbuka dan tertutup.

  Hal ini dilakukan agar pengolahan data menjadi kaya dan dapat saling melengkapi untuk melihat gambaran mengenai tanggapan mahasiswa terhadap penggunaan referensi berbahasa Inggris.

  4. Menarik kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara menyeluruh.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilakukan di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Kampus III Paingan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal

  3 September 2007 sampai dengan hari Jumat tanggal 7 September 2007 dan hari Selasa tanggal 11 September 2007 sampai dengan hari Rabu tanggal 12 September 2007. Subjek penelitian sebanyak 343 mahasiswa yang masih aktif mengikuti perkuliahan, yaitu terdiri dari mahasiswa angkatan 2003, 2004, 2005, dan 2006. Peneliti menyediakan kuesioner sebanyak 343 eksemplar untuk dibagikan pada para subjek. Kuesioner yang terkumpul kembali sebanyak 315 eksemplar (92%).

B. Deskripsi Hasil Penelitian

  Berikut ini adalah tabel ringkasan yang telah dihitung frekuensi dan prosentasenya:

  Tabel 5 Kategorisasi Jawaban Subjek Mengenai Penggunaan Referensi Berbahasa Inggris Saat Perkuliahan

  Penggunaan Referensi di Perkuliahan Frekuensi % Semua matakuliah 122 39% Beberapa matakuliah 190 60% Tidak pernah digunakan dalam Perkuliahan 2 1% Tidak menjawab 1 0% Total Jawaban 315 100%

  Diagram 1 Jawaban Mengenai Penggunaan Referensi Berbahasa Inggris 39% 60% 1% Selur uh m at ak uliah Beber ap a m at ak uliah Tidak digun ak an

  Dari Tabel 5 di atas tampak bahwa dari 315 mahasiswa, 122 mahasiswa (39%) menjawab penggunaan referensi berbahasa Inggris digunakan dalam seluruh matakuliah, 190 mahasiswa (60%) menjawab beberapa matakuliah, 2 mahasiswa (1%) menjawab referensi bahasa Inggris tidak pernah digunakan dalam kegiatan perkuliahan dan 1 mahasiswa (0%) tidak menjawab. Hal ini menunjukkan, sebagian besar mahasiswa menilai bahwa penggunaan referensi berbahasa Inggris dipakai dalam beberapa matakuliah.

  Tabel 6 Kategorisasi Opini Mahasiswa Mengenai Penggunaan Referensi Berbahasa Inggris

  Opini mahasiswa terhadap referensi berbahasa Inggris Frekuensi % Opini positif 137 43% Opini negative 53 17% Kedua-duanya 125 40% Jumlah responden 315

  Diagram 2 Opini Mahasiswa Mengenai Penggunaan Referensi Berbahasa Inggris

  Dari tabel 6 ditunjukkan bahwa 130 mahasiswa (43%) memiliki opini positif, 53 mahasiswa (17%) memiliki opini negative, dan 125 mahasiswa (40%) memiliki dua opini sekaligus, baik opini positif maupun negatif. Dari temuan ini dapat disimpulkan bahwa opini mahasiswa terhadap penggunaan referensi berbahasa Inggris positif.

  Tabel 7 Kategorisasi Pengalaman Mahasiswa Saat Membaca Referensi Berbahasa Inggris

  Pengalaman saat membaca Frekuensi % Baik 225 71% Buruk 37 12% Kedua-duanya 50 16% Jumlah responden 315

  Diagram 3 Pengalaman Saat Membaca Referesi Berbahasa Inggris

  Dari Tabel 7 terlihat bahwa ketika membaca referensi berbahasa Inggris 225 mahasiswa (71%) mempunyai pengalaman yang baik, 37 mahasiswa (12%) mempunyai pengalaman yang buruk, dan 50 mahasiswa (16%) mempunyai pengalaman baik dan buruk sekaligus.

  Tabel 8 Kategorisasi Perasaan dan Alasan Mahasiswa Saat Membaca Referensi Berbahasa Inggris

  Perasaan saat membaca Alasan Perasaan Frekuensi % Kategori Frekuensi %

  Marah 24 7% Positif 83 26% Senang 145 43% Negatif 172 55% Jijik 8 2% Kedua-duanya 47 15% Sedih 48 14% Total responden 315 Takut 108 32% Bosan 8 2% Jumlah total jawaban 341 100%

  Diagram 4 Perasaan Responden Pada Saat Membaca 32% 2% 7% Senang Marah 14% 43% Takut Sedih Jij ik

  Diagram 5 Alasan Mahasiswa Mengenai Perasaan Saat Membaca Referensi Berbahasa Inggris

  Dari Tabel 8 di atas nampak bahwa perasaan mahasiswa saat membaca sangat bervariasi. Dua puluh empat mahasiswa (7%) cenderung memiliki perasaan marah, 145 mahasiswa (43%) memiliki perasan senang, 8 mahasiswa (2%) memiliki perasaan jijik, 48 mahasiswa (14%) memiliki perasaan sedih, 108 mahasiswa (32%) memiliki perasaan takut dan 8 mahasiswa (2%) memiliki perasaan bosan. Alasan yang melatarbelakangi mahasiswa memiliki perasaan-perasaan tersebut ditunjukkan dengan 83 mahasiswa (26%) masuk ke dalam kategori emosi positif, 172 mahasiswa (55%) masuk ke dalam kategori tidak emosi negatif, dan 47 mahasiswa (15%) masuk dalam kategori kedua-duanya, baik emosi positif maupun negatif.

  Tabel 9 Kategorisasi Waktu dan Alasan Mahasiswa Saat Membaca Referensi Berbahasa Inggris

  Waktu membaca referensi Alasan Pada saat apa mahasiswa membaca Frekuensi % Kategori Frekuensi %

  Disuruh dosen 175 34% Internal 40 13% Mengerjakan tugas 230 44% Eksternal 229 73% Ingin menambah Kedua- pengetahuan 116 22% duanya 29 1%

  Jumlah

  Diagram 6 Waktu Mahasiswa Membaca 22% 34%

  Disu ruh dosen Mengerj akan t ugas I ngin m enam bah

  44% penget ahuan

Diagram 7

Alasan Mahasiswa Mengenai Waktu Membaca Referensi

  

Berbahasa Inggris

  Dari Tabel 9 di atas terlihat bahwa 175 mahasiswa (34%) membaca referensi bahasa Inggris ketika disuruh dosen, 230 mahasiswa (44%) membaca referensi bahasa Inggris ketika mengerjakan tugas, dan 116 mahasiswa (22%) membaca referensi bahasa Inggris ketika ingin menambah pengetahuan. Dapat dilihat pula bahwa faktor eksternal menjadi faktor pendukung yang dipilih oleh 299 mahasiswa (73%) ketika menentukan waktu membaca referensi berbahasa Inggris. Sedangkan yang mengaku bahwa faktor internal menjadi faktor pendukung dalam mahasiswa (13%). Dua puluh sembilan mahasiswa (1%) memilikh kedua- duanya, baik faktor eksternal maupun internal.

  Tabel 10 Kategorisasi Motivasi Mahasiswa Saat Membaca Referensi Berbahasa Inggris

  Motivasi saat membaca Frekuensi % Eksternal (Jawaban pilihan A) 142 45% Internal (Jawaban Pilihan B,C&D) 53 17% Kedua-duanya 108 34% Jumlah responden 315

  

Diagram 6

Motivasi Mahasiswa Saat Membaca Referensi

Berbahasa Inggris

  Tabel 10 di atas menunjukkan bahwa motivasi membaca referensi bahasa Inggris dipengaruhi oleh faktor eksternal, internal, serta gabungan kedua faktor tersebut. Sebanyak 142 mahasiswa (45%) memilih faktor eksternal sebagai motivator membaca referensi berbahasa Inggris. Seratus enam puluh mahasiswa (17%) menilai bahwa motivasi membaca dipengaruhi oleh faktor internal dan 108 mahasiswa (34%) menilai bahwa motivasi membaca dipengaruhi oleh gabungan kedua faktor, internal dan eksternal.

  Tabel 11 Kategorisasi Respon Mahasiswa Terhadap Kesulitan atau Tidaknya Membaca Referensi Berbahasa Inggris

  Kesulitan membaca referensi berbahasa Inggris Frekuensi % Ya 271 86% Tidak 44 14% Jumlah total jawaban 315 100%

  Diagram 7 Pendapat Mengenai Kesulitan atau Tidaknya Membaca Referensi Berbahasa Inggris 86% 14% Ya Tidak

  Dari tabel 11 di atas dapat dilihat bahwa 271 mahasiswa (86%) mengalami kesulitan dan 44 mahasiswa (14%) tidak mengalami kesulitan ketika membaca referensi berbahasa Inggris.

  Tabel 12 Kategorisasi Kesulitan Mahasiswa Saat Membaca Referensi Berbahasa Inggris

  Kesulitan membaca referensi Bahasa Inggris Alasan Kesulitan utama

  Frekuensi %

  Kategori Frekuensi % Mengenali kosa kata

  161 35%

  Bahasa yang kompleks 97 31% Memahami kalimat

  167 37%

  Kemampuan kurang 133 42% Menggabungkan paragraph

  95 21%

  Kedua- duanya 17 5% Menginterpretasikan ilustrasi 34 7%

  Jumlah responden 315

  Diagram 8

Kesulitan Utama Dalam Membaca Referensi Berbahasa Inggris

  

Diagram 9

Alasan Mahasiswa Mengenai Kesulitan Pada Saat membaca

Referensi Berbahasa Inggris

  Dari tabel 12 di atas terlihat bahwa sebanyak 161 mahasiswa (35%) mengalami kesulitan dalam mengenali kosakata, 167 mahasiswa (37%) mengalami kesulitan dalam memahami kalimat, 95 mahasiswa (21%) mengalami kesulitan dalam menggabungkan paragraf, dan 34 mahasiswa (7%) mengalami kesulitan dalam menginterpretasikan ilustrasi.

  Alasan yang dikemukakan mahasiswa beragam. Akan tetapi jika dikategorikan, 97 mahasiswa (31%) melihat bahwa bahasa Inggris

  35%

37%

21%

7%

  Mengenali kosakat a Mem aham i kalim at Mengabungkan paragraf Mengint erpret asi kan ilust rasi kemampuan yang kurang, sedangkan 17 mahasiswa (5%) melihat kedua- duanya, bahasa Inggris sebagai bahasa yang kompleks serta kemampuan diri yang kurang sebagai faktor yang menyulitkan dalam membaca referensi berbahasa Inggris.

  Tabel 13 Kategorisasi Perilaku Mahasiswa Saat Mengalami Kesulitan Membaca Referensi Berbahasa Inggris

  Perilaku Saat Mengalami Kesulitan Frekuensi % Membuka kamus 240 41% Bertanya pada teman 183 31% Mencari referensi lain berbahasa Indonesia 127 22% Berhenti membaca 40 7% Jumlah total jawaban 590 100%

  Diagram 10 Perilaku Saat Mengalami Kesulitan Membaca Referensi Berbahasa Inggris 7% 22% 41% t em an

Bert anya pada

Mam buka kam us

31%

Berhenti m embaca

berbahasa I ndonesia

Mencari referensi lain

  Dari tabel 13 di atas tampak bahwa saat mengalami kesulitan dalam membaca referensi berbahasa Inggris, sebanyak 240 mahasiswa (41%) akan membuka kamus, 183 mahasiswa (31%) akan bertanya pada teman, 127 mahasiswa (22%) akan mencari referensi lain yang berbahasa Indonesia, dan 40 mahasiswa (7%) akan berhenti membaca referensi

  Tabel 14 Ringkasan Usulan Untuk Mahasiswa Mengenai Penggunaan Referensi Berbahasa Inggris

  Usulan untuk mahasiswa Frekuensi % Membaca referensi berbahasa Indonesia 12 4% Membaca referensi berbahasa Inggris 268 85% Kedua-duanya 4 1% Jumlah responden 315

  Diagram 11 Usulan Untuk Mahasiswa Mengenai Penggunaan Referensi Berbahasa Inggris

  Dari tabel 14 di atas terlihat bahwa 12 mahasiswa (4%) mengusulkan pada para mahasiswa agar membaca referensi berbahasa Indonesia dan 268 mahasiswa (85%) mengusulkan agar membaca referensi berbahasa Inggris, sedangkan 4 mahasiswa (1%) mengusulkan agar membaca referensi dalam bahasa apapun, baik bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

  Tabel 15 Kategorisasi Usulan Mahasiswa Untuk Dosen Terhadap Penggunaan Referensi Berbahasa Inggris

  Usulan untuk dosen Frekuensi % Metode pengajaraan yang mendukung bahasa Inggris 119 38% Metode pengajaran alternatif 130 41% Menjawab 2 kategori: metode yang mendukung dan alternatif

  19 6% Dosen diharapkan memperluas pengetahuan dengan lebih banyak membaca

  18 6% Jumlah responden 315

  Diagram 12 Usulan Untuk Dosen Mengenai Penggunaan Referensi Berbahasa Inggris

  Dari tabel 15 di atas nampak bahwa 119 mahasiswa (38%) mengusulkan kepada dosen untuk menggunakan metode pembelajaran yang mendukung penggunaan bahasa Inggris secara lebih luas, 130 mahasiswa (41%) mengusulkan pada dosen untuk menggunakan metode pembelajaran alternatif, dan 19 mahasiswa (6%) mengusulkan keduanya, penerapan metode pengajaran alternatif dan yang mendukung penggunaan bahasa Inggris. Sedangkan 18 mahasiswa (6%) mengusulkan agar dosen memperluas pengetahuan dengan lebih banyak membaca.

  Tabel 16 Kategorisasi Usulan Mahasiswa Untuk Fakultas Mengenai Penggunaan Referensi Berbahasa Inggris

  Usulan untuk Fakultas Frekuensi % Memperbanyak buku 156 50%

  Menyediakan fasilitas dan program bahasa Inggris 79 25%

  Menjawab 2 kategori: memperbanyak buku dan fasilitas/program bahasa Inggris 12 3% Lebih memperhatikan kualitas dosen 2 0,05%

  Jumlah responden 315

  Diagram 13 Usulan Untuk Fakultas Mengenai Penggunaan Referensi Berbahasa Inggris

  Dari tabel 16 menunjukkan bahwa 156 mahasiswa (50%) mengusulkan kepada fakultas untuk memperbanyak buku, 79 mahasiswa (25%) mengusulkan untuk menyediakan fasilitas dan membuat program bahasa Inggris, dan yang mengusulkan kedua hal tersebut diatas, yaitu memperbanyak buku dan menyediakan fasilitas/program bahasa Inggris sebanyak 12 mahasiswa (3%). Sedangkan 2 mahasiswa (0,05%) mengusulkan untuk memperhatikan kualitas dosen.

C. Pembahasan

  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 60% mahasiswa melihat bahwa referensi berbahasa Inggris digunakan pada beberapa matakuliah dan 39% mahasiswa melihat bahwa referensi berbahasa Inggris digunakan pada seluruh matakuliah. Sebagian besar opini mahasiswa tentang penggunaan referensi berbahasa Inggris bersifat positif (43%). Kategorisasi respon positif ini merupakan gabungan dari beragam jawaban yang berkisar pada pernyataan “baik, bagus, dan mendukung” bila referensi berbahasa Inggris digunakan dalam perkuliahan. Mahasiswa merasa lebih banyak mendapatkan pengetahuan tentang suatu materi dalam referensi berbahasa Inggris. Referensi berbahasa Inggris dinilai lebih detail dan mutakhir dibandingkan dengan referensi berbahasa Indonesia. Hal ini menjadikan referensi berbahasa Inggris sebagai suatu hal yang menarik untuk dibaca. Selain itu, mahasiswa juga merasa bahwa dengan membaca referensi berbahasa Inggris, mereka dapat sekaligus belajar bahasa Inggris yang dirasa penting bagi masa depan mereka.

  Atkinson (1983) menjelaskan bahwa persepsi ini terbentuk karena individu dapat mengorganisasikan dan menginterpretasikan stimulus sebagai sesuatu yang berarti bagi dirinya. Di sisi lain, 17% mahasiswa merasa bahwa penggunaan referensi berbahasa Inggris merupakan suatu hal merepotkan dan memakan banyak waktu karena harus menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia terlebih dahulu sebelum dapat memahami apa yang dibaca.

  Alasan ini membuat mahasiswa merasa kesulitan dan malas untuk beranjak dari kurangnya kemampuan berbahasa Inggris yang dimiliki. Respon-respon ini kemudian digabung dan dikategorikan menjadi opini negatif. Sementera subjek yang beropini bahwa referensi berbahasa Inggris sebagai hal yang positif sekaligus negatif sebanyak 40%. Dalam kategori ini, subjek biasanya berpendapat bahwa referensi berbahasa Inggris itu “baik, bagus, tetapi sulit, tetapi membuat bingung” dan semacamnya.

  Pengalaman yang didapat saat membaca referensi berbahasa Inggris sangat bervariasi. Akan tetapi subjek cenderung menilai bahwa mereka memiliki pengalaman yang baik ketika membaca referensi berbahasa Inggris. Tujuh puluh satu persen jawaban subjek tergolong dalam kategori baik. Kategori baik adalah saat subjek merasakan manfaat positif ketika membaca referensi berbahasa Inggris. Pengalaman positif didapat dari pernyataan mahasiswa yang berkisar “dapat menambah pengetahuan, penyajian dan pembahasannya lebih detail dan up to date, dapat belajar, dan memperoleh tantangan”. Hal ini sesuai dengan penelitian Carrell dan Grabe (dalam Usõ- Juan, 2006) menyebutkan bahwa kemampuan membaca dalam bahasa Inggris merupakan sesuatu yang sangat penting untuk meraih keberhasilan dalam studi di dunia akademik. Sementara itu pengalaman 12% subjek masuk dalam kategori buruk sebab subjek menilai bahwa membaca referensi berbahasa Inggris itu membingungkan karena kurangnya pengetahuan akan kosakata yang dimiliki sehingga menjadi sulit untuk menangkap isi dari bacaan berbahasa Inggris. Membaca referensi berbahasa Inggris itu sendiri memakan Sedangkan pengalaman 16% subjek masuk dalam kategori baik dan buruk. Artinya subjek merasakan pengalaman yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan secara bersamaan ketika membaca referensi berbahasa Inggris.

  Perasaan yang dirasakan oleh subjek ketika membaca referensi berbahasa Inggris cukup beragam. Perasaan marah dialami sebanyak 7% subjek, senang sebanyak 43% subjek, jijik sebanyak 2% subjek, sedih sebanyak 14% subjek, takut sebanyak 32% subjek, dan bingung sebanyak 2% subjek. Alasan subjek memiliki perasaan juga beragam. Antara lain adalah karena subjek mendapatkan pengetahuan sekaligus dapat belajar bahasa Inggris, penjelasan dan penyajian dalam referensi bahasa Inggris sangat detail sehingga mahasiswa merasa tertarik untuk membacanya. Perasaan takut juga menyelimuti mahasiswa saat membaca referensi berbahasa Inggris karena merasa takut ketika menerjemahkan dan mengartikan bila tidak sesuai dengan apa yang dimaksud oleh pengarangnya, subjek juga menilai bahwa kemampuan berbahasa Inggris yang dimiliki masih sangat kurang. Peryataaan ini didukung oleh Cohen (dalam Arohana, 2002) yang menyebutkan bahwa keberhasilan membaca tergantung dengan apa yang diperoleh saat membaca, bagaimana motivasi pembaca dalam memahami suatu teks, apakah pembaca mengerti apa yang dibaca, kesiapan diri dari pembaca pada saat membaca teks, keakraban pembaca dengan topik bacaan, dan kerumitan materinya.

  Mahasiswa membaca referensi berbahasa Inggris karena ada pengaruh faktor eksternal yang kuat, subjek yang masuk dalam kategori ini sebesar suatu keharusan karena tugas membaca referensi berbahasa Inggris diberikan oleh dosen, sehingga mau tidak mau mahasiswa harus membaca agar dapat mengerjakan tugas yang diberikan dosen. Selain itu disebaban pula oleh buku yang tersedia memang berbahasa Inggris, jadi mau tidak mau mahasiswa harus membaca yang berbahasa Inggris tersebut. Motivasi internal atau dorongan dari dalam diri individu sendiri untuk membaca referensi berbahasa Inggris cukup rendah, yaitu 13%. Subjek ini beranggapan bahwa membaca adalah sesuatu kebutuhan individual untuk menambah pengetahuan.

  Sebanyak 86% mahasiswa mengalami kesulitan dalam membaca referensi berbahasa Inggri. Hal ini disebabkan oleh lemahnya pengetahuan bahasa Inggris, khususnya kurangnya kosakata yang dimiliki dan ketidakmampuan dalam memahami kalimat bahasa Inggris. Sebanyak 31% subjek juga menganggap bahwa bahasa Inggris merupakan bahasa yang tidak mudah untuk dimengerti karena bahasanya sangat komplek dan mengandung banyak arti. Hal ini membuat mahasiswa menjadi bingung dan takut dalam mengartikannya.

  Saat mengalami kesulitan 41% mahasiswa akan membuka kamus supaya dapat mengerti arti suatu kata dalam bahasa Indonesia, 31% mahasiswa akan bertanya pada teman yang lebih mengerti bahasa Inggris, 22% mahasiwa akan mencari referensi lain dengan tema yang sama dalam bahasa Indonesia, sedangkan 7% mahasiswa akan berhenti membaca.

  Usulan mahasiswa dalam menyikapi penggunaan referensi berbahasa mahasiwa sendiri, usulan untuk dosen, serta usulan untuk fakultas. Delapan puluh lima persen responden mengusulkan agar mahasiswa tetap bersemangat, menerima, dan membiasakan diri untuk membaca referensi berbahasa Inggris. Karena dengan membaca, akan banyak nilai positif yang didapat. Selain itu, nampak pula usulan agar mahasiswa giat belajar bahasa Inggris supaya tidak mengalami kesulitan dalam membaca referensi berbahasa Inggris. Hal ini serupa dengan penelitian Santoso (2005) yang menyebutkan bahwa kurangnya kemampuan dalam menggunakan bahasa Inggris karena kurangnya latihan berbahasa Inggris sehingga mengakibatkan rasa gugup dan menimbulkan rasa tidak percaya diri.

  Tiga puluh delapan persen subjek mengusulkan kepada dosen agar mewajibkan mahasiswa untuk menggunakan referensi berbahasa Inggris dalam perkuliahan. Sementara 41% mahasiswa mengusulkan dalam penggunaan referensi jangan digunakan secara terus menerus akan tetapi diselingi juga dengan referensi berbahasa Indonesia.

  Lima puluh persen subjek mengusulkan kepada pihak fakultas agar menambah koleksi buku-buku mutakhir sehingga dapat mendukung proses perkuliahan. Sedangkan 25% mahasiswa mengusulkan agar fakultas menyediakan fasilitas untuk menunjang dalam belajar berbahasa Inggris, seperti mengadakan program latihan bahasa Inggris secara gratis, menyelenggarakan English day, menambah jam matakuliah kompetensi berbahasa Inggris, membuat pengumuman dengan bahasa Inggris, dan Tiga persen subjek mengusulkan kedua hal tersebut diatas, yaitu memperbanyak koleksi buku dan menyediakan fasilitas serta program bahasa Inggris. Sementara 0.05% subjek mengusulkan agar fakultas memperhatikan kualitas dosen agar dapat membantu mahasiswa dalam memahami materi yang akan disampaikan.

  Dari seluruh penjelasan diatas nampak bahwa secara umum mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta mengalami kesulitan dalam hal penggunaan referensi berbahasa Inggris. Mahasiswa menyadari bahwa hal ini terutama disebabkan oleh kurangnya kemampuan mahasiswa.

  Namun demikian, sebagian besar mahasiswa merasa mendapatkan manfaat yang positif setelah membaca referensi berbahasa Inggris. Referensi berbahasa Inggris cenderung lebih baru dan mutakhir sehingga dirasa dapat menambah pengetahuan. Hal ini terutama berkaitan dengan penelitian- penelitian dari luar negeri yang dapat lebih membuka wacana mahasiswa (Carrell dan Grabe dalam Us ǒ-Juan, 2006).

  Membaca referensi bahasa Inggris dirasa merupakan suatu hal yang harus dijalani. Sebagian besar mahasiswa menganggap bahwa membaca referensi berbahasa Inggris merupakan suatu kewajiban karena merupakan tugas yang diberikan dosen. Selain itu buku yang tersedia memang menggunakan bahasa Inggris. Jadi, mahasiswa tidak mempunyai pilihan lain. Keadaan seperti ini oleh mahasiswa dipandang baik dan dijadikan sebuah menambah koleksi bukunya. Selain itu juga nampak dari usulan kepada dosen untuk mengajar dalam bahasa Inggris dan mengharuskan mahasiswanya untuk menggunakan referensi berbahasa Inggris.

  Terdapat dua hal yang berlawanan namun dapat dimaknai sebagai suatu hal yang saling mendukung. Mahasiswa mengakui bahwa membaca referensi berbahasa Inggris itu tidak mudah. Mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam memahami referensi berbahasa Inggris. Akan tetapi di sisi lain, mahasiswa menyadari bahwa banyak manfaat positif yang diperoleh ketika membaca referensi berbahasa Inggris. Maka dari itu, kesulitan ini cenderung dimaknai sebagai suatu motivasi. Namun demikian, mahasiswa merasa membutuhkan bantuan pihak lain, seperti rekan mahasiswa sendiri, para dosen, serta fakultas guna meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam membaca serta memahami referensi berbahasa Inggris.

D. Keabsahan Data

  Dalam penelitian ini dapat dilihat jawaban responden saat memberikan jawaban dalam kuesioner mempunyai konsistensi dalam menjawab. Selama selang waktu ini, terlihat bahwa responden memberikan jawaban sama dan tidak jauh beda antara pemberian kuesioner pertama dan kedua. Hal ini mencerminkan bahwa jawaban responden dalam memberikan jawaban pada kuesioner dapat dipertanggung jawabkan. Jarak waktu antara pemberian kuesioner pertama dan kedua adalah 4 bulan (lihat di lampiran reliabilitas).

  Untuk setiap item pertanyaan responden mempunyai konsistensi jawaban dalam menjawab pertanyaan. Sebagai contoh item no 1 sebagai bentuk item yang bersifat tertutup, subyek memberikan jawaban sama antara tes pertama dan tes kedua. Dalam pertanyaan yang bersifat terbuka, subjek memberikan alasaan yang sama antara tes pertama dan tes kedua. Hal ini ditunjukan dibawah ini

  Item no 3 subjek 106: Tes pertama “pengetahuan bertambah karena menurut saya buku-buku artikel atau apa sajalah yang menggunakan berbahasa Inggris isinya lebih lengkap dari pada buku dengan bahasa Indonesia. Tapi saya juga mendapatkan pengalaman "bingung dan mumet" apalagi kalau ada tugas yang harus kejar tayang hehe...”. Tes ke dua “bahannya lebih lengkap sekali, tapi sering kesulitan memaknai isinya”.

  Item no 5 subjek 33: Tes pertama “ya gimana lagi kalau ga dipaksa gitu ya ga dapat nilai padahal emang kepaksa banget” Tes kedua “ya kalau tidak dipaksa lebih enak yang berbahasa Indonesia intinya perlu pemaksaan”.

  Dari contoh di atas, jawaban responden pada tes pertama dan kedua memiliki inti jawaban yang sama. Hal ini dapat disimpulkan bahwa reliabilitas mengenai jawaban responden tidak berubah antara tes pertama dan kedua, hal ini menunjukan bahwa reliabilitas jawaban responden pada penelitian ini dapat dikatakan memiliki konsistensi dan dapat dipertanggung jawabkan.

BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum mahasiswa dalam

  penelitian ini memiliki tanggapan yang baik atau positif terhadap penggunaan referensi berbahasa Inggris. Mahasiswa dapat merasakan banyak sekali manfaat yang didapatkan saat menggunakan referensi berbahasa Inggris dalam perkuliahan. Penggunaan referensi berbahasa Inggris sangat membantu dalam proses perkuliahan dan disisi lain mahasiswa melihat bahwa pengunaan referensi berbahasa Inggris adalah sebuah sarana yang sangat baik untuk belajar bahasa Inggris.

  Selain tanggapan positif ini mahasiswa mempunyai pendapat bahwa saat menggunakan referensi berbahasa Inggris mahasiswa mengalami kesulitan untuk memahaminya. Kesulitan ini bukan menjadi hal yang negatif akan tetapi kesulitan tersebut menjadi suatu motivasi yang sangat besar untuk mahasiswa dalam menggunakan referensi berbahasa Inggris.

  Kesimpulan mengenai tanggapan mahasiswa terhadap referensi berbahasa Inggris adalah sebagai berikut:

  1. Referensi berbahasa Inggris dinilai lebih baik dari referensi berbahasa Indonesia karena referensi berbahasa Inggris penyajian dan penyampaiannya lebih detail dan up to date sehingga mahasiswa banyak

  Inggris. Pengetahuan tidak selalu didapat dari hasil membaca tetapi didapatkan juga dari pengalaman dan hasil berinteraksi dengan orang lain.

  2. Motivasi membaca referensi berbahasa Inggris didorong karena oleh suatu keharusan yang diberikan dosen. Selain itu buku yang tersedia memang berbahasa Inggris sehingga mau tidak mau mahasiswa membaca referensi berbahasa Inggris.

  3. Kesulitan yang dihadapi mahasiswa saat membaca referensi berbahasa Inggris adalah lemahnya pengetahuan terhadap bahasa Inggris itu sendiri.

  Mahasiswa merasa kurang mampu dalam menerjemahkan dan menerjemahkan dalam bahasa Indonesia karena pengetahuan kosa kata bahasa Inggris masih kurang.

  4. Sebagian besar mahasiswa merasa senang dan takut dalam mengunakan referensi berbahasa Inggris. Mahasiswa senang menggunakan referensi berbahasa Inggris karena mahasiswa mendapatkan banyak pengetahuan dari membaca referensi berbahasa Inggris, akan tetapi perasaan senang ini diimbangi dengan perasaan takut karena mahasiswa merasa bahwa pengetahuan dalam bahasa Inggris masih kurang sehingga menghambat dalam proses menerjemahkannya.

  5. Usulan yang diberikan mahasiswa dalam menyikapi penggunaan referensi berbahasa Inggris dalam perkuliahan adalah fakultas tetap mendukung program penggunaan referensi berbahasa Inggris dalam perkuliahan. Usulan untuk mahasiswa sendiri adalah tetap bersemangat dan terus

  Inggris lebih muthakhir dalam dunia pendidikan, khususnya penelitian- penelitian terbaru. Usulan untuk dosen adalah dosen tetap mengkondisikan mahasiswanya untuk tetap menggunakan referensi berbahasa Inggris karena lambat laun mahasiswa dapat merasakan manfaatnya.

B. SARAN

  1. Bagi Mahasiswa Mahasiswa diharapkan dapat berbahasa Inggris aktif maupun pasif, hal ini penting sekali untuk menghadapi era globalisasi yang “notabene” bahasa Inggris merupakan bahasa Internasional sehingga akan mempermudah untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan.

  2. Bagi Dosen Dosen perlu mewajibkan mahasiswanya untuk menggunakan referensi berbahasa Inggris dalam perkuliahan. Selain itu, dosen diharapkan dapat membuat suatu metode agar penggunaan referensi berbahasa Inggris tidak menjadi sesuatu hal yang menakutkan di kalangan mahasiswa.

  3. Bagi Fakultas Untuk menunjang proses perkulihan yang lebih maju, Fakultas diharapkan untuk menyediakan fasilitas yang mendukung perkuliahan dan menambah koleksi buku-buku di ruang baca dan di perpustakaan.

  4. Bagi Peneliti Lain Dalam penelitian ini peneliti menyadari adanya beberapa kelemahan. telah diperoleh tidak dapat mengungkap aspek mengenai motivasi secara jelas dan detail. Hal tersebut disebabkan karena pertanyaan pada kuesioner dalam aspek motivasi kurang tajam sehingga jawaban subjek kurang mewakili aspek dalam motivasi. Hasil penelitian akan menjadi jauh lebih lengkap dan lebih mendalam apabila pertanyaan dalam aspek motivasi ditambahkan dan metode lain untuk pengambilan datanya. Item yang diungkap dalam penelitian ini mengalami overlapping dalam arti satu aspek ditanyakan lebih dari satu kali.

DAFTAR PUSTAKA

  Arohana. A, (2002), Designing A Set Of Reading Material For The First Grade

  Of Kolose John Debrito Senior High School Srudents With The Playstation Game Internasional Super Scocer Pro Evolution As The Stimulus, (tidak diterbitkan). Yogyakarta: Faculty of Teachers Training and Education Sanata Dharma University.

  Atkinson, (1983), Introduction Psychology (8

  th .ed.). New York : Toronto.

  Azwar. S, (1999), Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. Effendi, S. & Singarimbun, M. (1989), Metode Penelitian Survei, Jakarta: LP3ES. Endarmoko. E. (2006), Tesaurus Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Dewaele, J-M. (2005). Sociodemographic, psychological and Politicocultural Correlates in Flemish Students ‘Attitudes toward French and English.

  

Journal of Multilingual and Multicultural Development . 26. No.2,118-137

Hudaniah, T. D. (2003), Psikologi Sosial, Malang: UMM Press.

  Irwanto, dkk. (1988), Psikologi Umum, Jakarta : APTIK. Kartini, Kartono. (1984), Psikologi Umum, Bandung : IKAPI. Kountour, R. (2003), Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis, Jakarta: Penerbit PPM.

  Kriyantono, R. (2006). Teknik Praktis: Riset Komunikasi, Jakarta: Kencana Mahmud, D. (1990), Psikologi Pendidikan: Suatu Pendekatan Terapan, Yogyakarta : BPFE.

  Matsumoto, D. (1994), Pengantar Psikologi: Lintas Budaya, Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. Patton, M. Q. (1990). Qualitative Evaluation and Research Methods. Newbury Park, London, New Delhi: Sage Publications.

  Poerwadarminta, W.J.S. (1978), Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: PN Balai Pustaka. Poerwandari, E. Kristi. (1998). Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian Psikologi.

  Jakarta : Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3). Santoso, A.C. (2005). A Study on The Grammar Accuracy in The Spoken English of The Study Programme of Sanata Dharma University, (tidak diterbitkan).

  Yogyakarta: Faculty of Teachers Training and Education Sanata Dharma University. Sears, D. O. (1999). Psikologi Sosial. Jakarta: Erlangga Seidlhofer, B. (2005), “English as a Lingua Franca”. Key Concepts in ELT, 59/4, 339-340. Setiawan, N. D. (1996). Persepsi Anak Terhadap Pola Asuh Demokratis Orang

  Tua Berdasarkan Status Kerja Ibu. Skripsi, (tidak diterbitkan). Yogyakarta : Fakultas Psikologi UGM

  Us ǒ-Juan, E. (2006), “The Compensatory Nature of Discipline-Related

  Knowledge and English-Language Proficiency in reading English for Academic Purpoces”, The Modern Language Journal, 90,210-227. Walgito, B. (1993), Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta : Andi Off Set. Watson, D. L. deBortali-Tregerthan, G, Frank, J. 1984. Social Psychology Science and Application. Illionis: Scott, Foresman and Company. Wiriyachitra. A, (1982), “A Scientific Reading Program”. English Teaching Program , Vol. XX, July.

  • , (2006), Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tingkat SMA/MA: Badan Standar Nasional Pendidikan.
  • , (2004), Buku Pedoman Program Studi Psikologi Fakultas psikologi.

  Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  • , (2007), Daftar Pembimbing Akademik: Semester Genap Tahun Akademik 2006/2007 , Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  Lampiran 1 Kuesioner

  Kuesioner Tanggapan mengenai Referensi Berbahasa Inggris

  Rekan-rekan mahasiswa yang terhormat, Saya, Frans Dwi Nugroho (019114013) mengharapkan bantuan dan kerjasama rekan- rekan untuk mengisi angket survei ini. Atas waktu yang diluangkan untuk mengisi, saya ucapkan terimakasih.

  PETUNJUK: Baca dan pahami baik-baik pernyataan dibawah ini.

  Sebagai mahasiswa, kegiatan membaca referensi bukanlah hal yang asing. Untuk dapat memahami materi kuliah, mahasiswa wajib membaca berbagai macam referensi, baik yang terkait dengan bidang ilmunya maupun referensi lain yang mendukung. Dalam angket ini rekan-rekan saya mohon untuk memberikan pendapat mengenai referensi berbahasa Inggris. Referensi berbahasa Inggris yang dimaksud

  

di sini adalah segala macam sumber bacaan, meliputi buku, jurnal, artikel

ilmiah, maupun artikel populer lainnya yang menggunakan bahasa Inggris.

  Setiap orang dapat memiliki jawaban yang berbeda dengan orang yang lainnya. Maka, pilih dan isilah sesuai dengan diri anda. Semua jawaban adalah benar, tidak

  

ada jawaban yang dianggap salah. Keseriusan dan kejujuran rekan-rekan sangat

  berarti bagi penelitian ini. Atas kebaikan hati rekan-rekan untuk mengisi angket survei ini, diucapkan terimakasih.

  ========================================================== Tanggal pengisian : …………………………. Angkatan : …………………………..

  1. Seberapa banyak referensi berbahasa Inggris digunakan untuk perkuliahan?

  a. Seluruh matakuliah

  b. Beberapa matakuliah

  c. Tidak pernah digunakan

  2. Bagaimanakah opini/pendapat Anda mengenai penggunaan referensi berbahasa Inggris dalam perkuliahan? …………………………….………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………

  3. Berdasarkan pengalaman Anda, apa sajakah yang Anda dapatkan ketika membaca referensi berbahasa Inggris? …………………………….………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………

  4. Apa yang Anda rasakan ketika membaca referensi berbahasa Inggris?

  a. Marah

  b. Senang

  c. Jijik

  d. Sedih

  e. Takut f. Lainnya, sebutkan ………………………………………... Alasan : …………………………….………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………

  5. Pada saat apa Anda membaca referensi berbahasa Inggris?

  a. Pada saat disuruh dosen

  b. Pada saat mengerjakan tugas

  c. Pada saat ingin menambah pengetahuan d. Lainnya, sebutkan................................................................ Alasan: …………………………….………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………

  6. Apa yang mendorong Anda membaca referensi berbahasa Inggris?

  a. Disuruh dosen

  b. Agar dapat mengerjakan tugas

  c. Karena merasa tertarik pada suatu topik dan ingin mengetahui lebih lanjut d. Karena ingin menambah pengetahuan e. Lainnya, sebutkan..............................................................

  7. Apakah Anda mengalami kesulitan saat membaca referensi berbahasa Inggris?

  a. Ya

  b. Tidak (Bila jawaban “Tidak” silahkan langsung lanjutkan ke pertanyaan nomor 10)

  8. Saat Anda membaca referensi berbahasa Inggris, hal apa yang menjadi kesulitan utama Anda? a. Mengenali kosakata; tidak mampu menerjemahkan/mengartikan kosakata dalam bacaan b. Memahami kalimat; tidak mampu mengerti maksud kalimat dalam bacaan c. Menganalisis paragraf; tidak mampu memahami paragraf atau bacaan secara keseluruhan d. Menginterpretasikan ilustrasi; tidak mengerti ketika harus memahami gambar berupa: foto, diagram, tabel, grafik dan lain-lain. Alasan: …………………………….………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………

  9. Apa yang Anda lakukan ketika menemukan kesulitan dalam membaca referensi berbahasa Inggris? a. Membaca kamus

  b. Bertanya pada teman

  c. Mencari referensi lain berbahasa Indonesia

  d. Berhenti membaca e. Lainnya, sebutkan.......................................................

  10. Sebutkan harapan/usulan Anda terkait dengan penggunaan referensi berbahasa Inggris?

  a. Untuk mahasiswa: ……………………………................................................................

  ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ………………………………………………………………………

  b. Untuk dosen: ............................................................................................................

  ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ………………………………………………………………………

  c. Untuk fakultas: ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… ………………………………………………………………………

  

Lampiran 2

Jawaban Subjek dan Pengolahan Data

Penelitian

  

Lampiran 3

Ringkasan Kategorisasi Hasil Penelitian

  Item no. 1 Kategorisasi Jawaban Subjek Mengenai Penggunaan Referensi Berbahasa Inggris Saat Perkuliahan

  Penggunaan Referensi di Perkuliahan Frekuensi % Semua matakuliah 122 39% Beberapa matakuliah 190 60% Tidak pernah digunakan dalam Perkuliahan 2 1% Tidak menjawab 1 0% Total Jawaban 315

  Item no. 2 Kategorisasi Opini Mahasiswa Mengenai Penggunaan Referensi Berbahasa Inggris

  Opini mahasiswa terhadap referensi berbahasa Inggris Frekuensi % Opini positif 137 43% Opini negatif 53 17% Kedua-duanya 125 40% Jumlah responden 315

  Item no.3 Kategorisasi Pengalaman Mahasiswa Saat Membaca Referensi Berbahasa Inggris

  Pengalaman saat membaca Frekuensi % Baik 225 71% Buruk 37 12% Kedua-duanya 50 16% Jumlah responden 315

  Item no. 4 Kategorisasi Perasaan dan Alasan Mahasiswa Saat Membaca Referensi Berbahasa Inggris

  Perasaan saat membaca Alasan Perasaan Frekuensi % Kategori Frekuensi %

  Marah 24 7% Positif 83 26% Senang 145 43% Negatif 172 55%

  Kedua-duanya 47 15% Total responden 315

  Jijik 8 2% Sedih 48 14% Takut 108 32% Bosan 8 2% Jumlah total jawaban 341

  Item no. 5 Kategorisasi Waktu dan Alasan Mahasiswa Saat Membaca Referensi Berbahasa Inggris

  Waktu membaca referensi Alasan Pada saat apa mahasiswa membaca Frekuensi % Kategori Frekuensi %

  Disuruh dosen 175 34% Internal 40 13% Mengerjakan tugas 230 44% Eksternal 229 73% Ingin menambah Kedua- pengetahuan 116 22% duanya 29 1%

  Jumlah Jumlah total jawaban 512 responden 315

  Item no. 6

  Kategorisasi Motivasi Mahasiswa Saat Membaca Referensi Berbahasa Inggris

  Motivasi saat membaca Frekuensi % Eksternal 142 45% Internal 53 17% Kedua-duanya 108 34%

  Item no. 7 Kategorisasi Respon Mahasiswa Terhadap Kesulitan atau Tidaknya Membaca Referensi Berbahasa Inggris

  Kesulitan membaca referensi berbahasa Inggris Frekuensi % Ya 271 86% Tidak 44 14% Jumlah total jawaban 315

  Item no. 8 Kategorisasi Kesulitan Mahasiswa Saat Membaca Referensi Berbahasa Inggris

  Kesulitan membaca referensi Bahasa Inggris Alasan Kesulitan utama

  Frekuensi %

  Kategori Frekuensi % Mengenali kosa kata 161 35%

  Bahasa yang kompleks 97 31% Memahami kalimat

  167 37%

  Kemampuan kurang 133 42% Menggabungkan paragraph

  95 21%

  Kedua- duanya 17 5% Menginterpretasikan ilustrasi

  34 7%

  Jumlah responden 315 Jumlah total jawaban

  457 Item no. 9 Kategorisasi Perilaku Mahasiswa Saat Mengalami Kesulitan Membaca Referensi Berbahasa Inggris

  Perilaku Saat Mengalami Kesulitan Frekuensi % Membuka kamus 240 41% Bertanya pada teman 183 31% Mencari referensi lain berbahasa Indonesia 127 22% Berhenti membaca 40 7% Jumlah total jawaban 590

  Item no. 10 Ringkasan Usulan Untuk Mahasiswa Mengenai Penggunaan Referensi Berbahasa Inggris

  Usulan untuk mahasiswa Frekuensi % Membaca referensi berbahasa Indonesia 12 4% Membaca referensi berbahasa Inggris 268 85% Kedua-duanya 4 1% Jumlah responden 315

  Kategorisasi Usulan Mahasiswa Untuk Dosen Terhadap Penggunaan Referensi Berbahasa Inggris

  Usulan untuk dosen Frekuensi % Metode pengajaraan yang mendukung bahasa Inggris 119 38% Metode pengajaran alternatif 130 41% Menjawab 2 kategori: metode yang mendukung dan alternatif

  19 6% Dosen diharapkan memperluas pengetahuan dengan lebih banyak membaca

  18 6% Jumlah responden 315

  Kategorisasi Usulan Mahasiswa Untuk Fakultas Mengenai Penggunaan Referensi Berbahasa Inggris

  Usulan untuk Fakultas Frekuensi % Memperbanyak buku 156 50%

  Menyediakan fasilitas dan program bahasa Inggris 79 25%

  Menjawab 2 kategori: memperbanyak buku dan fasilitas/program bahasa Inggris 12 3% Lebih memperhatikan kualitas dosen 2 0,05%

  Jumlah responden 315

  Lampiran 4 Konsistensi Jawaban Responden

  

Item no.1 Banyak referensi

No. Subjek A B C Tidak jawab

1 1 x

  2 2 x

  3 3 x

  4 4 x

  5 5 x

  6 7 x

  7 8 x

  8 9 x

  9 14 x

  10 28 x

  11 33 x

  12 36 x

  13 38 x

  14 39 x

  15 41 x … … … … … … 301 347 x 302 348 x 303 349 x 304 350 x 305 351 x 306 352 x 307 353 x 308 354 x 309 355 x 310 356 x 311 357 x 312 358 x 313 359 x 314 360 x 315 361 x Jumlah 122 190

  2

  1 Total Jawaban 315 Item no.2 (Opini/pendapat mahasiswa terhadap penggunaan referensi) Kategori a if i e si ekt k a is bah huan s a il ri tif ek k a dat a tiv a duanya lit la as ta r bahas pot sitif g

  No. Pernyataan subjek o n o udah tam e ngung e ubj bai su ja 2 kal o ndukung bi ja bagus d ma re S

  Inggr ang ef m P e a rm N bi kedepan kepepet me up t ber m ker te penget kedua- bel kur no problem um.. Maybe I'm not expert in english. But for me, lising english material for study is not a big deal. Because

  1

  1 x x x x I'm also can practice my english skill and make my english perfect mendukung,hal ini didasarkanbahwamerupakanilmu baru yang banyakberkembang di negara barat yang nota bene banyak

  2

  2 x x x diterjemahkan kedalam bahasa indonesia sehingga data/ teori di negara-negara lebih up to date sebenarnya sangat baik untuk kemajuan mahasiswa itu sendiri karena buku-buku terbitan "luar" rata-rata lebih maju dari

  3 3 pada terbitan "dalam"tapi kareana saya sendiri kurang fasih dalam berbahasa Inggris jadi terasa agak menyulitkan saya x x x x x x dalam mempelajari materinya gampang-gampangsusah. Enak kalo bahasanya gampang dimengerti tapi sebelnya kalo bahasanya sudah Inggris tingkat

  4

  4 x x tinggi… capek deh… bagus juga, karena klo dipaksa baca referensi inggris ya.. Ngga akan pernah mencoba belajar dan pasti lebih memilih yang

  5

  5 x x x bahasa Indonesia. Intinya bagus… karena memacu kita buat belajar bahasa Inggris

  6 7 baik, karena artinya jadi lebih jelas ketimbang yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia x x x bagus sih sebenarnya, tapi kalo ga pinter bahasa inggris jadi buang-buangwaktu kan harus translet dulu, padahal pingin

  7

  8 x x x x x cepat selesai penggunaanreferensi berbahasa Inggris menurut saya bagus karena dengan memakai referensi bahasa Inggris (ga terbatas

  8

  9 x x x pada referensi bahasa Indoneisa) akan menambah pengetahuan kita dari ilmu yang kita pelajari

  9 14 cukup bagus, ini cukup membantu saya dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja dan era globalisasi x x x 10 28 bagus untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa x x x 11 33 setuju dan sangat mendukung x x seharusnya di setiap perkuliahan menggunakan bahasa Inggris coz mahasiswanya menjadi terbiasa menggunakan bahasa

  12

  36 x x Inggris

  13 38 cukup menarik tapi kadang menyulitkan x x x x x 14 39 bagus sangat berguna x x x saya menyukai referensi bahasa Inggris, terutama karena penggunaan referensi Inggris memberikan beberapa hal yang

  15 41 mungkin tidak dapat saya pahami dalam bahasa Indonesia (keterbatasan penerjemahan). Meskipun ada beberapa hal yang x x sulit misalnya keterbatasan bahasa

  … … …

  … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … menurut saya, itu sangat mendukung mahasiswa dalam mempelajari suatu matakuliah, bahkan mendapat bonus, yaitu 301 ## x x x sekalian menambah skill berbahasa dalam bahasa Inggris menurut saya, penggunaan referensi berbahasa Inggris dalam perkuliahan cukup sulit karena membutuhkan waktu yang

302 ## lama untuk memahami maksud dari isi bacaan/referensi berbahasa Inggris. Dalam hal ini mahasiswa dituntut untuk x x x x x

menguasai kemampuan berbahasa khususnya bahasa Inggris 303 ## agak menghambat dalam proses belajar karena saya sendiri juga belum fasih dalam berbahasa Inggris x x x

  304 ## bagus x x penggunaan referensi berbahasa Inggris sangat menunjang mahasiswa selain itu juga bisa mengasah mahasiswa dalam 305 ## x x x bahasa Inggris sebenarnya asik! Tapi karena jarang digunakan kita tidak bisa menggunakan secara optimal. Hal tersebut juga bisa 306 ## x x x x x dikarenakan penggunaan hanya dalam membaca referensi dan jarang digunakan selama kuliah penggunaanreferensi berbahasa Inggris dalam perkuliahan terlalu banyakdan susah karena kemampuanbahasa Inggris yang kurang. Penggunaanreferensi ini akan menurunkan semangat karena bahasa yang digunakansusah, tapi bila dibiasakanjuga

  307 ## x x x x x biak karena dapat memberi 2 kesulitan yaitu: kemampuan membaca tulisan Inggris dan bahan yang dibaca/materi perkuliahan 308 ## boleh juga karena referensi bahasa Inggris kualitas isi lebih baik dan lengkap x x sebenarnya referensi berbahasa Inggris sangat membantu dalam perkembangan perkuliahan. Namun, karena saya tidak

  309 ## x x x x x begitu bisa berbahasa Inggris maka setiap referensi berbahasa Inggris saya anggap menyebalkan

  

310 ## saya pikir bagus juga tetapi karena saya kurang menguasai bahasa Inggris jadinya mengalami kesulitan x x x x x

sebenarnya baik untuk kita agar kita juga mau untuk belajar bahasa lagi/terbiasa dengan tulisan Inggris, Cuma saya jadi 311 ## x x x x x x malas

  

312 ## biasa aja, Cuma butuh konsentrasi aja karena tidak bisa dipahami dalam sekali baca x x x x x

bagi saya hal itu sangat menyulitkan saya karena keterbatasan saya dalam kemampuan untuk memahaminya sehingga 313 ## x x x membuat saya memerlukan waktu yang jauh lebih lama dari yang seharusnya boleh-boleh saja menggunakanreferensi bahasa Inggris tapi jika dalam satu matakuliah seluruh handout dan referensinya 314 ## menggunakanbahasa Inggris ya pusing juga. Jadi sebaiknya baik jika sebagian menggunakan referensi bahasa Inggris dan x x sebagian lagi tetap bahasa Indonesia bagi yang mampu mengartikan referensi berbahasa Inggris, hal ini bukanlah masalah, tapi bagi yang kurang mampu 315 ## x x x melakukannya hal ini sangatlah menghambat perkuliahan

  Jumlah respon 77 29 29 69 20 92 ## 28 58 3 14 70 34 4

  16

  5

  6

  5 4 262 178 125 Jumlah per kategori 137 53 125 Jumlah total kategori

  315 Persentase 43% 17% 40% Item No.3 (Pengalaman) Kategori No. Pernyataan subjek baik detail waktu malas buruk belajar

  Subjek kepepet bingung kesulitan up to date tantangan menambah pengetahuan

  Kedua-duanya from my experience, all books that english preference content more valid

  1

  1 x x data. Better than indonesia books pengetahuan baru / teori-teori baru, pengalaman yang lebih rinci dari mutu

  2

  2 x x x teori saya dapat belajar bahasa Inggris sekaligus dengan mempelajari materi didalamnya dan biasanya materi yang ada di referensi mis,buku/jurnal dll.

  3

  3 x x x Tidak ada di referensi mis, buku-buku/ jurnal bahasa Indoneisa/ terbitan

  Indonesi ya.. Kalo Inggrisnya gampang ya… dapat pengetahuan baru tapi kalo

  4

  4 x x x x x x Inggrisnya susah yang didapat…ya… kebingungan habis ga ngerti belajar/dapat kosa kata bahasa Inggris yang baru, kadang-kadang juga

  5

  5 x x x x x bingung, maksud referensi itu apaan hal-hal yang tidak dapat diartikan kedalam bahasa Indonesia, kosa kata

  6

  7 x x x x x baru dalam bahasa inggris bete, trus mencari ynag kira-kira dicari (pake perasaan gitu) lalu baru

  7

  8 x x ditranslet, jadi ga semua ditranslet hehe tapi seringnya pas tau jauh lebih banyak jika dibandingkan kalo Cuma baca referensi bahasa Indonesia, kosa kata bahasa Inggris (vocab) jadi kaya hehehe… itung-itung

  8

  9 x x x sekalian belajar bahasa Inggris (khususnya biar ga lupa sama materi-materi dasar bahasa Inggris; tenses!!! hehe) memperkaya referensi literatur, memperkaya vocab, memperdalam tentang

  9

  14 x x x bahasa Inggris terutama yang sering digunakan dalam psikologi hampir tidak ada, selain hanya menambah sedikit kemampuan bahasa

  10

  28 x x x x x Inggris saya, karena saya sulit memahami inti dari referensi tersebut bingung bisa menemukan banyak hal yang baru bahkan terkadang hal

  11

  33 x x x x x tersebut sangat mendasar

  12 36 pengetahuan lebih didapat dan lebih lengkap x x x 13 38 materi lebih luas dan dapat belajar bahasa Inggris juga x x x x 14 39 kosakata baru dan pengalaman menghadapi kasus internasional x x x pemahaman yang lebih dalam, terutama pada buku yang berasal bahasa

  15

  41 x x Inggris/asing

  301 347 pengetahuan baru x x 302 348 dari pengalaman saya, bila membaca referensi bahasa Inggris, isi lebih mendalam dan wawasan saya bertambah khususnya mengenai jurnal-jurnal penelitian. Di sampping hal-hal tersebut, saya juga merasa semakin dibantu untuk meningkatkan kemampuan berbahasa x x x x 303 349 menarik dan terkadang susah dalam penerjemahan dikarenakan banyak pilihan dalam arti di kamus x x x x x 304 350 tambahan vocab x x 305 351 penambahan kata-kata baru tadi saya mengerti, kemudian membuka kamus sehingga saya menjadi mengerti x x 306 352 pertamanya sulit, tetapi setelah dicoba trus saya pun sedikit-sedikit menikmati walaupun terkadang sulit untuk menginterpretasikan kedalam bahasa Indonesia x x 307 353 kosakata dan memperlancar menerjemahkan tulisan dalam buku bahasa Inggris walaupun tidak perfect x x 308 354 teori yang dijelaskan lebih akurat dan lengkap x x

  309 355 ya minimal menambah kosakata baru. Juga membuat saya untuk membuka kamus x x 310 356 kadang penjelasan itu lebih lengkap dan enak dipahami x x

  311 357 banyak kosakata/grammar yang jadi ambigu jika di Indonesia kan atau berbeda dengan bacaan yang sudah diterjemahkan x x

  312 358 menambah kosakata baru x x 313 359 membantu saya untuk menambah daftar kosakata yang saya miliki x x

  314 360 yang saya dapatkan adalah istilah-istilah Psikologi dalam bahasa Inggris yang sebelumnya tidak pernah saya ketahui. Dan setelah membaca referensi tersebut menjadi tahu x x x 315 361 kesulitan x x 155 99 11 26 153 60 3 8 12 7 275

  87

  50 225

  37

  50 71% 12% 16% … …

  Jumlah per kategori … … … … …

  Jumlah responden …

  315 … … … … Jumlah Persentase

  … … … …

  Item no.4 (Perasaan) Kategori No. Subjek A B C D E Alasan detail biasa bosan malas Positif kurang tertarik mudah Negatif bingung motivasi mendapat tidak bisa tidak suka kerja 2 kali kemampuan pengetahuan Kedua-duanya banyak buku yang menggunakan bahasa Inggris memuat

  1 1 x x x informasi lebih detail mengenai sebuah bahasan materi keterbatasan kemampuan dalam memahami bahasa

  2 2 x x x Inggris karena saya harus berkali-kali membuka kamus dan jika

  3

3 bahasa Inggrisnya terasa sulit di mengerti saya akan x x x

kesulitan memahami materinya soalnya terkadang persepsinya pasti Inggrisnya susah

  4

  4 x x x x dimengerti dan makan waktu yang lama bete bacanya soalnya pasti banyak kosakata yang ga ngerti jadi harus

  5

5 buka kamus (repot kan..) udah gitu, kadang-kadang juga x x x x

arti bahasa Indonesianya ga nyambung kalo diaritiin jadi tertantang untuk menemukan arti dari kosakata yang

  6

  7 x x x sulit karena tugasnya jadi lamban selesai

  7 8 x x x x karena aku suka sama bahasa Inggris. Kalo tekun latihan baca referensi-referensi bahasa Inggris lama kelamaan

  8 9 x x x x juga akan jauh lebih mudah untuk memahaminya kok..

  (practice makes perfect) kalo saya harus membaca dalam kondisi diburu waktu, saya merasa sedikit jengkel tetapi kalau keadaannya

  9 14 x x x x nyaman dan cukup santai membuat saya bisa merasa senang membaca referensi bahasa Inggris takut, karena takut salah memahami inti bahan bacaan

  10 28 x x x (karena kemampuan bahasa Inggris saya buruk) karena bahasa Inggris saya sangat memprihatinkan

  11 33 x x x selain menambah kosakata tetapi juga menambah

  12 36 x x x pengetahuan

  13

38 x saya tidak terlalu bisa berbahasa Inggris x x

  14 39 x saya suka x x saya suka bahasa Inggris

  15 41 x x x

  

… … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … …

kalau memang referensi itu susah diterjemahkan maka saya tinggal, beres… tapi kalau mau serius saya biasanya 301 347 x x x x mendatangi teman yang lebih bisa dalam bahasa Inggris untuk dimintai tolong karena seringkali sulit untuk memahami maksud dari

  302 348 x x x kalimat-kalimat dalam bacaan/referensi tersebut senang kalau acuannya bahannya/alur cerita menarik dan

303 349 x x seru. Malas dan biasa jika bahan acuannya formal dan x x x x x x

banyak 304 350 karena saya tidak terlalu mahir bahasa Inggris jadi takut 305 351 x x ada yang salah ngartiin kita harus bisa menjadikan bacaan tersebut dapat 306 352 x x dimengerti bagi kita. Tapi kadang-kadang kesel juga x x karena ngerasa males kalo disuruh mbaca karena harus membuka kamus dan memperbaiki kalimat

  307 353 x x x yang dibaca jadi perllu diulang membaca referensi berbahasa Inggris boleh-boleh saja 308 354 x x x x x x x tapi sangat jarang saya lakukan ya gampang-gampang susah sih!! 309 355 x x x x karena kadang memotivasi saya untuk belajar lebih

  310 356 x x x banyak lagi tapi kadang sebel juga sih.. karena memang tidak menakutkan, cuman agak bosan 311 357 x x x x sedikit

  312 358 karena lama mengartikan x x kalo membuat saya jadi pusing untuk membacanya karena harus bekerja 2kali. Harus menerjemahkan dulu baru bisa 313 359 x x x memahaminya. Dan kadang kalo lagi suntuk sama sekali tidak ingin membacanya karena perasaan yang saya rasakan ya biasa-biasa aja.

  Cuman sedikit surprise. Soalnya sebelum-sebelumnya 314 360 x x jarang mendapatkan referensi bahasa Inggris. Baru x x disemester 2 dan 3 ini. Biasanya matakuliah ada yang memakai referensi bahasa Inggris susah memahami, mungkin kalo mengartikan bisa kita 315 361 x x lihat di kamus atau bertanya tapi memahaminya yang x x lumayan susah Jumlah

  Jumlah 24 145

  8 48 108

  8 9 43 138 44 35 35 12 3 2 28 41 83 130 219

  47 Jumlah total 341 jawabah Prosentase 7% 43% 2% 14% 32% 2%

  Jumlah per kategori 83 172

  47 Jumlah responden 315 Prosentase

  26% 55% 15% Item No.5 (Pada saat apa mahasiswa membaca) Kategori No. A B C Alasan subjek situasi Subjek internal terpaksa eksternal detail dan tidak suka tergantung pengetahuan Kedua-duanya dosen menggunakan sebagai literatur utama, ya… mau ngga mau harus baca

  1 1 x x x kadangkala referensi berbahasa Indonesoa memiliki penjelasan yang lebih rinci,

  2 2 x x x x jadi mau tidak mau mencari referensi berbahasa Inggris x x x materi tugasnya masih sedikit ditemukan pada referensi berbahasa indonesia so…

  3 3 x x x harus cari di referensi berbahasa Inggris kalo ada bahan yang lain (bahasa Indonesia) ya.. Ngapain pake ref Inggris tapi…

  4

  4 x kalo bahan bahasa Indonesia belum cukup baru pake deh.. Inggrisnya x kalo ada buku terjemahannya kan mending milih bahasa Indonesia aja. Kalo ga

  5 5 x x x ada Bahasa Indonesia ya.. Udah kepaksa deh… x

  6 7 x karena agar tugasnya dapat menjadi maksimal hasilnya x x 7 8 x itu pun terpakasa karena kepepet x x ya senang aja… baca buku-buku berbahasa Inggris bukan merupakan sebuah

  8 9 x x x x x beban kok.. referensi dalam bahasa Inggris lebih banyak memiliki pengetahuan dan banyak

  9 14 x x yang menunjang tugas saya x karena saya sulit memahami referensi dari bahasa Inggris, jadi saya malas

  10 28 x x membaca kalau ga dipaksa x ya gimana lagi kalau ga dipaksa gitu ya ga dapat nilai padahal emang kepaksa

  11 33 x x x x banget lebih di dapat intinya dan pengetahuan untuk menambah referensi tugas

  12 36 x x x x x x banyak materi yang ada direferensi berbahasa Inggris

  13 38 x x x disuruh dosen

  14 39 x x x saya tipe pemalas, karena saya senang Inggris tapi karena kemampuan kurang,

  15 41 x x x x terasa susah dan sering jadi malas

… … … … … … … … … … … … …

ya mau ga mau selain itu ingin menambah pengetahuan 301 347 x x x x x karena buku wajib dari dosen adalah buku yang berbahasa Inggris, jadi mau tidak

  302 348 x x x x mau harus membaca x ya terpaksa harus belajar memahami dan menerjemahkan kata-kata yang sulit

  303 349 x x karena buku referensi tersebut dipakai sebagai bahan acuan soal ujian 304 350 x ingin menambah pengetahuan agar semakin mengerti 305 351 x x x x setiap kali harus mengerjakan tugas pasti referensi yang lengkap dari buku-buku

  306 352 x x x x x berbahasa Inggris. Silabus dari dosen pun memuat referensi dalam bahasa Inggris x x x waktu ingin memperlancar menerjemahkan tulisan bahasa Inggris dan kosakata 307 353 x x x x baru kalau tidak ada di referensi bahasa Indonesia, ya karena kebutuhan harus cari deh

  308 354 x x di referensi bahasa Inggris karena ga banget kalau lagi nyantai buka-bukaa referensi bahasa Inggris lagi. Ya

  309 355 x x lagi ada kebutuhan aja, terutama tugas x karena malas juga sih kalau lagi ga butuh ga ngerti sih..

  310 356 x x x jika buku dalam bahasa Indonesia tidak memuat informasi yang dicari, maka

  311 357 x x larinya ke buku bahasa Inggris x 312 358 x karena bahan untuk tugas dari bahasa berbahasa Inggris x x karena ingin memenuhi tugas, tetapi kalau banyak luang saya mungkin akan 313 359 x x x menyempatkan untuk membaca ya, kalau wajib dan memang dari situ aja referensinya mau tidak mau gimana lagi.

  314 360 x x x Terpaksa dan mau ga mau tetap harus baca x yah…susah, malas

  315 361 x x x x x

  Jumlah 175 230 116 69 214

  60

  11 69 258

  29 Jumlah total 521 jawabah Prosentase

  34% 44% 22% Jumlah per kategori 40 229

  29 Jumlah responden 315 Prosentase

  13% 73% 1%

  

Item No.6 (Motivasi) Kategori

No. Subjek A B C D Kedua- duanya Internal

  Eksternal

  1 1 x x x x x x x

  2 2 x x x x x x

  3 3 x x

  4

  4

  5 5 x x x

  6

7 x x

  7 8 x x

  8

9 x x

  9 14 x x

  10 28 x x

  11 33 x x x x x x

  12 36 x x

  13 38 x x

  14 39 x x x

  15 41 x x x x x … … … … … … … … 301 347 x x 302 348 x x x 303 349 x x 304 350 x x 305 351 x x x 306 352 x x x x x x 307 353 x x 308 354 x x 309 355 x x 310 356 x x 311 357 x x 312 358 x x 313 359 x x x x x 314 360 x x x x x 315 361 x x x Jumlah 157 214 122 101 250 161 108

  Jumlah jawaban 594 Prosentase 26% 36% 21% 17% Jumlah per kategori 142 53 108 Jumlah responden 315 Prosentase 45% 17% 34%

  Item No. 7 (Pendapat mengenai kesulitan) No. Subjek A B

  1 1 x

  2 2 x

  3 3 x

  4 4 x

  5 5 x

  6 7 x

  7 8 x

  8 9 x

  9 14 x

  10 28 x

  11 33 x

  12 36 x

  13 38 x

  14 39 x

  15 41 x … … … … 301 347 x 302 348 x 303 349 x 304 350 x 305 351 x 306 352 x 307 353 x 308 354 x 309 355 x 310 356 x 311 357 x 312 358 x 313 359 x 314 360 x 315 361 x Jumlah 271

  44 Jumlah total 315 jawaban 86% 14%

  Prosentase

  Item No.8 (Kesulitan utama) Kategori

Alasan

  No. A B C D Subjek kurang bingung kompleks tidak bisa kompleks kurangnya kemampuan bahasa yang kemampuan Bahasa yang kedua-duanya

  1

  1 adakalanya padanan kata dalam bahasa Inggris kurang bisa 2 2 x x x x x diterima dalam bahasa Indonesia, begitu juga sebaliknya

  3 3 x x x x karena saya kurang fasih berbahasa Inggris x x emang Inggrisku pas-pasan hehehe..

  4 4 x x x x x x ya.. Mungkin karena ga terbiasa jadi susah

  5 5 x x x x x x

  6

  7 lha emang ga bisa kok.

  7 8 x x x x x x

  8

  9

  9

  14 karena tidak memiliki vocab yang memadai 10 28 x x x kalau itu bacaan yang berat terkadang penafsiran kosakatanya

  11 33 x x x sulit dihubungkan dan dipahami

  12

  36

  13 38 x bingung menangkap statement dalam bahasa Indonesia x x x x x

  14

  39

  15

  41

… … … … … … … … … … … … … … karena dalam psikologi banyak kata yang dipakai di umum 301 347 x x x memiliki perbedaan arti dalam psikologi karena kurang menguasai bahasa Inggris 302 348 x x x x x karena ada kosakata tertentu yang mengartikannya susah/tidak 303 349 x x x x ada dalam kamus

  304 350 x 305 351 x kosakata yang saya kuasai, masih terlalu sedikit dalam 306 352 x x x x memahami paragraf terkadang susah untuk memahami intinya karena kosakata yang saya miliki masih sedikit dan jarang 307 353 x x x membaca buku/referensi dalam bahasa Inggris

  308 354 x memahami kalimat bahasa Inggris saja sudah susah apalagi x x karena suka pusing dan tidak mengerti apalagi saat 309 355 x x x menyambungkan kalimatnya kadang-kadang tidak nyambung

soalnya pusing kalau banyak-banyak, apalagi kadang bahasanya

310 356 x x x 311 357 x kadang kalimat tersebut menggunakan bahasa yang terlalu ilmiah x x karena pada satu kata kadang mempunyai arti yang banyak 312 358 x x x (tergantung konteks) menjelaskannya menjadi kalimat yang sesuai dan mudah 313 359 x x x mengerti bukan masalah yang mudah bagi saya

  314 360 x x untuk masalah kosakata masih bisa sedikit diterjemahkan dan x x kadang dalam mengartikan bahasa Inggris ke Indonesia 315 361 x x x maknanya tidak sesuai dengan kalimat/kata sebelumnya

  Jumlah 161 167 95 34 Jumlah 114 116 30 15 114 150

  17 Jumlah per kategori 97 133

  17 Jumlah total 457 jawaban Jumlah responden

  315 Prosentase 35% 37% 21% 7% Prosentase 31% 42% 5% No. Subjek A B C D

  1

  10 28 x

  

40

… … … Item No.9 (Perilaku)

  240 183 127

  41 301 347 x x 302 348 x x x 303 349 x x x 304 350 x x 305 351 x x 306 352 x x 307 353 x x 308 354 x 309 355 x 310 356 x 311 357 x 312 358 x 313 359 x x x 314 360 x x x 315 361 x x x

  15

  39

  14

  13 38 x

  36

  12

  11 33 x x

  14

  1

  9

  9

  8

  7 8 x x

  7

  6

  5 5 x x x x

  4 4 x x x

  3 3 x x x

  2 2 x x x

  Jumlah Jumlah total 590 … … …

  Item No. 10a (Harapan untuk mahasiswa) Kategori No. Subjek Pernyataan subjek Inggris Banyak Belajar Kedua- duanya

  Bahasa Bahasa Realistis membaca Indonesia tidak usah takut untuk berbahasa inggris, bukunya tidak nasionalis, tetapi

  1

  1 x x mengembangkan pengetahuan tidak ada ruginya banyaklah membaca referensi berbahasa Inggris karena dengan terus membaca akan

  2

2 melatih kemampuan teman-teman dalam memahami referensi tersebut, bahasa x x x

Inggris tidak dapat dihindari, dan bukan semata yang menakutkan teruskan perjuangan mahasiswa dalam mempelajari materi berbahasa Inggris

  3

  3 x x tingakatkan kemampuan berbahasa Inggris kita sebagai mahasiswa

  4

4 tetap berusaha,jangan menyerah baca bahasa Inggris ciayo!!! x x

ya.. Dimulai sejak dini deh..belajar baca referensi Inggris.. Soalnya di psikologi

  5

  5 x x kebanyakan bukunya Inggris!! Semangat yo.. harapannya kita fasih berbahasa Inggris dari pengalaman membaca tadi

  6

  7 x x semagat! Kalo emang harus ya tetap usaha, tapi kalo ada referensi lain pake yang lain

  7

  8 x x dulu aja jangan jadikan referensi bahasa Inggris sebagai sebuah bahan karena semakin kita merasa terbeban , semakin benci pula diri kita dengan referensi berbahasa Inggris..

  8

  9 x x Awalnya (mungkin) emang berat dan njelehi, tapi kalo udah terbiasa, kalian bakal enjoy kok.. lebih sering menagambil bahan dengan referensi Inggris karena meski terpaksa itu

  9

  14 x x tetap akan memajukan penggunaan bahasa mahasiswa

  10

  28 jika itu memang disuruh dosen hendaknya dosen memberikan sumber yang harus

  11

  33 x x dibaca sehingga kadangkala kita membaca hal yang tidak perlu

  12 36 lebih banyak kosakata (dipelajari) x x

  13 38 banyak-banyak membaca x x dengan referensi bahasa Inggris dapat menjadi terbiasa menggunakan bahasa Inggris,

  14

  39 x x sehingga besok-besok tidak terlalu asing lagi kita harus lebih bisa belajar bahasa Inggris, ilmunya banyak bro..

  15

  41 x x

  

… … … … … … … … …

harapan saya, walaupun penggunaan referensi bahasa Inggris masih kurang dan 301 347 diangggap tidak terlalu penting. Supaya dianggap penting dan digunakan semaksimal x x mungkin 302 348 mahasiswa tidak mengeluh bila menggunakan referensi bahasa Inggris x x 303 349 belajar lebih banyak lagi, namanya juga belajar, kalau ga dicoba kapan bisanya x x 304 350 ada pendampingan x x 305 351

  306 352 rajin-rajinlah dalam membaca! Jangan males! x x 307 353 sabar menghadapi tantangan, yaitu referensi berbahasa Inggris x x x mahasiswa ya paling tidak memanfaatkan waktu untuk membaca referensi bahasa 308 354 x x Inggris. Fungsinya juga bisa menambah dan belajar bahasa Inggris

  309 355 ya mulai belajar aja memahami referensi berbahasa Inggris biar pinter x x 310 356 ya, lebih banyak referensi aja biar tambah pinter x x 311 357 312 358 ada baiknya mungkin mahasiswa membiasakan untuk membaca referensi dalam 313 359 x x bahasa Inggris, karena kebanyakan bacaan lainnya dan referensi dalam bahasa Inggris sering-sering membaca referensi biar pengetahuan bertambah dan gak ketinggalan 314 360 x x ilmu/pengetahuan

  315 361 semangat x x x Jumlah

  16 197 124 16 272

  4 Jumlah per kategori 12 268

  4 Jumlah responden 315 Prosentase

  4% 85% 1% Item No. 10b (Harapan untuk dosen) Kategori No. Pernyataan subjek buku Subjek kategori: alternatif alternatif

  Alternatif membaca Diwajibkan memperluas menjawab 2 lebih banyak bahasa Inggris bahasa Inggris mendukung dan

  Mengajar dengan yang mendukung Banyak membaca Dosen diharapkan Metode pengajaran Dibahas dan dibantu Metode Pengajaraan pengetahuan dengan jangan cuman menyuruh menggunakan buku berbahasa inggris. Tetapi juga menggunakan

  1 1 bahasa Inggris, biar mahasiswa bisa berkembang x x kalo perlu pake bahasa mandarin, perancis, german, dll saya rasa sudah cukup bagus dalam pemberian tugas-tugas dalam bahasa Inggris tetapi juga

  2

  2 x x jangan lupa untuk meninggkatkan diri sendiri dalam bahasa Inggris semoga dosen-dosen tidak memberikan referensi yang sulit dipahami sebagai dosen pasti punya

  3

  3 x x beberapa pilihan referensi brbhasa Ingris, tolong carikan yang mudah dimengerti yah… jangan ngasih tugas-tugs yang bikin mahasiswa bingung… palagi referensinya harus

  4

  4 x x Inggris yang tingkat tinggi.. Diluat batas kemahasiswaan boleh deh… kadang-kadang pake slide/ power point bahasa Inggris tapi sambil dibahas bareng-

  5

5 bareng kan..jadi mudeng. Trus kalo kasih x x x x x x

referensi Inggris jangan yang susah-susah dulu donk!! dosen jadi punya landasan makin yang kuat

  6

  7 x x dengan adanya sumber referensi bahasa Inggris jangan terlalu sering dunk, pushing niy… tapi

  7

  8 x x sebenarnya positif she jangan ketularan mahasiswa-mahasiswanya pa/bu… (maksudnya, jangan ikut-ikutan malas

  8

  9 x x dan wegah baca referensi-referensi bahasa

  Inggris) hehe…jayus ya? lebih banyak/lebih sering memberikan tugas dalam bahasa Inggris dan sesekali bisa juga

  9

  14 x x x gunakan bahasa pengantar bahasa Inggris agar mahasiswa juga "terpaksa" / terpacu belajar setelah memberikan tugas membaca referensi berbahasa Inggris, sebaiknya dosen menjelaskan

  10

  28 x x imti dari referensi tersebut guna menyamakan pemahaman mahasiswa sebaiknya diberikan ulasan/review tugas yang telah dibuat mahasiswa sehingga mahasiswa tahu 11 33 kesalahan/lebih memahami jangan kaya x x dikumpul tak ada tindak lanjut hanya untuk kepentingan dosen aja 12 36 penggunaan bahasa Inggris diperbanyak x x x

  13 38 tidak terlalu untuk memaksa x x 14 39 jangan terlalu sering..secukupnya aja. x x 15 41 dosen, kurang neh referensi Inggrisnya x x

… … … … … … … … … … … …

  301 347 tetap menggunakan referensi bahasa Inggris namun juga perlu ada referensi yang berbahasa 302 348 x x Indonesia karena tidak semua mahasiswa mampu berbahasa Inggris ya kalau bisa penggunaan referensinya kadang-

  303 349 x x kadang bahasa Inggris dan Indonesia

  304 350 njelasin x x 305 351 kalau kuliah bahasa Inggris boleh tapi kalo 306 352 x x x ngomong yang jelas! Biar kita-kita ngerti perhatikan kemampuan mahasiswa dalam 307 353 x x berbahasa Inggris jangan terlalu banyak deh. Memahami teori 308 354 x x bahasa Indonesia saja sudah susah boleh seh pakai referensi bahasa Inggris tapi

309 355 bahasa Indonesia juga ada. Dosen membantu x x x x x

dalam pemakaian referensi bahasa Inggris ya mahasiswanya dibimbing dong, kan ga semua

  310 356 x x mahasiswa pinter bahasa Inggris

  311 357 312 358 313 359 handout bisa/bole-bole aja pake bahasa Inggris 314 360 x x sekali-kali tapi juga jangan keseringan diartiin dulu ke Indonesia. Cari referensi lain

315 361 yang mudah dipahami dan meskipun dalam x x x x x

Inggris Jumlah

  53 149

  19

  95 11 138 149

  18

  19

  19 Jumlah per kategori 119 130

  18 Jumlah responden 315 6%

  Prosentase 38% 41% 6%

  Item No. 10c (Harapan untuk fakultas) Kategorisasi No. Pernyataan subjek Subjek

  Inggris Fasilitas Terjemahan Program Inggris Perbanyak buku

  Dosen yang berkualitas perbanyak buku Inggris Perhatikan kualitas dosen perbanyak buku Indonesia buku dan fasilitas/program Fasilitas dan progaram Inggris

  Perbanyak buku dan di up date menjawab 2 kategori perbanyak perbanyak referensi bahasa Inggris untuk tambahan data

  1

  1 x x dan pengetahuan pilih dosen (KB) yang memiliki kemampuan mengajar

  2

  2 x x bahasa Inggris yang baik tingkatkan dan maksimalkan ruang baca sebagai salah satu tempat untuk mencari refensi, dalam arti lengkapi lagi

  3

  3 x x referensi yan ada di ruang baca dengan buku-buku berbahasa Inggris dan juga Indonesia lengkapin referensi-referensi yang dibutuhkan untuk nyelesain tugas-tugas dalam perkuliahan… jangan cuman

  4

4 ngaya bukunya kebanyakan bahasa Inggris tapi edisi lama.. x x x x x

Ya seimbang deh inggris ada.. Indonesia ada… tapi edisi baru lho..otre.. boleh deh… mulai sering banyak gunain bahasa Inggris

  5

  5 x x soalnya ternyata penting juga buat mahasiswanya

  6

  7 bahasa Inggris yang mudah dimengerti aja, jangan yang

  7

  8 susah-susah up date koleksi buku-bukunya donk.. (sometimes) kalo kita

  8 9 nyari referensi wajib yang diajuin dosen (apalagi yang x x bahasa Inggris) ga ada di perpus / fakultas!!! Ok?!? lebih memperkaya dan menambah lebih banyak lagi

  9

  14 x x buku/referensi dalam bahasa Inggris

  10

  28 sediakan litelatur bahasa Inggris yang relevan jangan jadi

  11

  33 x x kampus sejarah .. Yang aktual lah..

  12 36 berikan sarana dan fasilitas x x 13 38 sediakan referensi sebanyak-banyaknya x x

  14

  39 15 41 fakultas, nda tau…nda ngurus

… … … … … … … … … … … … … …

diperbanyak lagi/dilengkapi lagi referensi berbahasa

  301 347 x x x Inggrisnya

  302 348 303 349 304 350 kembangkan x x x 305 351 306 352 selain menyediakan buku referensi dalam bahasa Inggris 307 353 x x sediakan juga yang berbahasa Indonesia

  309 355 310 356 311 357 312 358 313 359 disediakan buku-buku referensi bahasa Indonesia sebanyak- 314 360 x x x x x x banyaknya dan juga disertai kamus

  315 361 perbanyak referensi x x Jumlah

  47

  2

  97

  54 23 58 19 168

  91

  2

  12 Jumlah per kategori 156

  79

  2

  12 Jumlah responden 315 Prosentase

  50% 25% 0.05% 3% Item no 1 Item no 1

No. Subjek A B C Tidak jawab No. Subjek A B C Tidak jawab

1 2 x

  1 2 x

  2 33 x

  2 33 x

  3 41 x

  3 41 x

  4 60 x

  4 60 x 5 106 x 5 106 x 6 136 x 6 136 x Banyak referensi Banyak referensi

  Tes kedua Tes Pertama Tes pertama Tes kedua Item no 2

  No. 2 No Subjek Peryataan Subjek No Subjek Peryataan Subjek mendukung, hal ini didasarkan bahwa merupakan ilmu baru yang banyak berkembang di negara bagus, harus dibiasakan dalam kegiatan belajar

  1 2 barat yang nota bene banyak diterjemahkan

  1

  2 mengajar perkuliahan kedalam bahasa indonesia sehingga data/ teori di negara-negara lebih up to date ya cukup baik tapi tidak harus semuanya karena

  2 33 setuju dan sangat mendukung

  2

  33 perlu pembelajaran saya menyukai referensi bahasa Inggris, terutama saya suka referensi bahasa Inggris, karena beberapa karena penggunaan referensi Inggris memberikan sumber yang saya dapatkan lebih mudah dipahami beberapa hal yang mungkin tidak dapat saya

  3

  41 3 41 bila menggunakan bahasa Inggris. Saya setuju pahami dalam bahasa Indonesia (keterbatasan menggunakan referensi dalam perkuliahan, penerjemahan). Meskipun ada beberapa hal yang menambah khasanah keilmuan kita sulit misalnya keterbatasan bahasa bagus, coz bisa bantu mahasiswa untuk dapat bagus, karena referensi berbahasa Inggris biasanya

  4

  60 4 60 pengetahuan baru dan biar mahasiswa punya lebih mendalam dan lebih lengkap kemauan buat tambah rajin sebenarnya bagus karena dengan membaca referensi dengan bahasa Inggris, kemampuan kita sedikit banyak menjadi bertambah. Selain itu susah, harus mikir-mikir, tapi sebenarnya bagus juga 5 106 referensi dengan bahasa Inggris biasanya lebih

  5 106 kok…. Biar lebih maju lengkap. Namun seringkali menyulitkan para mahasiswa dalam memahami inti dari materi dengan referensi bahasa Inggris tersebut ya…. Ok sih, cuman agak pusing juga yang harus

  6 136 bagus sih, tapi susah juga harus translate 6 136 dipikir banyak

  Tes pertama Tes kedua Item no 3 Item no 3 No Subjek Peryataan Subjek Peryataan Subjek

  1

  2 pengetahuan baru / teori-teori baru, pengalaman yang lebih rinci dari mutu teori kesulitan dalam memahami kalimat- kalimat berbahasa Inggris. Namun dengan membaca referensi berbahasa Inggris tetap menambah pembendaharaan kata- kata dalam bahasa Inggris serta menambah kemampuan dalam berbahasa Inggris

  2

  33 bingung bisa menemukan banyak hal yang baru bahkan terkadang hal tersebut sangat mendasar bingung ga dong tapi ya ga apa-apa

  3

  41 pemahaman yang lebih dalam, terutama pada buku yang berasal bahasa Inggris/asing pemahaman (kadang tidak jelas ditemukan padanan dalam bahasa Indonesia), variasi/pengetahuan baru, dan kosakata

  4

  60 pengetahuan dan kosakata bisa ga asing dengan bahasa Inggris, bisa tambah vocabulary dan ngerti tentang tata bahasanya, merangsang kreativitas berbahasa Inggris 5 106 pengetahuan bertambah karena menurut saya buku-buku artikel atau apa sajalah yang menggunakan berbahasa Inggris isinya lebih lengkap dari pada buku dengan bahasa Indonesia. Tapi saya juga mendapatkan pengalaman "bingung dan mumet" apalagi kalau ada tugas yang harus kejar tayang hehe... bahannya lebih lengkap sekali, tapi sering kesulitan memaknai isinya

  6 136 pengetahuan baru yang lebih lengkap yang ga dapet di referensi Indonesia kosakata bahasa Inggris, lama-lama jadi terbiasa juga memahami, dapat info lebih Tes pertama Tes Kedua Item no 4

  Item no 4 A B C D E bosan No Subjek Alasan A B C D E bosan Alasan keterbatasan kemampuan dalam saya kurang memiliki

  1 2 x x pembendaharaan kosakata Inggris memahami bahasa Inggris jadi agak sulit dalam memahami karena bahasa Inggris saya karena terkadang banyak yang

  2 33 x x x membuat pusing cari padanan sangat memprihatinkan katanya saya suka bahasa Inggris lebih mudah dipahami (kecuali pada referensi yang benar-benar

  3 41 x x sulit, misalnya buku " projective" yang bahasa Inggrisnya formal keilmuan) sekaligus bisa memperlancar jadi bisa ngerjain tugas dan tambah

  4 60 x bahasa Inggris juga dan tambah x pengetahuan pengetahuan habis kelamaan sih.. Apalagi ga cepet ngerti isinya

  5 106 nanti bahasanya susah dan x x x harus sedia kamus harus translate (vocabnya soalnya waktu luang yang 6 136 x x dibutuhkan lebih lama trus tugas cenderung susah) juga ga kelar-kelar

  Tes pertama Tes kedua Item no 5

  Item no 5 No Subjek A B C Alasan A B C Alasan 1 2 x x kadangkala referensi berbahasa Indonesia memiliki penjelasan yang lebih rinci, jadi mau tidak mau mencari referensi berbahasa Inggris x Terjemahan buku-buku Psikologi dalam bahasa

  Indonesia masih kurang, Bahasa Inggris lebih up to date

  2 33 x x ya gimana lagi kalau ga dipaksa gitu ya ga dapat nilai padahal emang kepaksa banget x ya kalau tidak dipaksa lebih enak yang berbahasa Indonesia intinya perlu pemaksaan

  3 41 x x saya tipe pemalas, karena saya senang Inggris tapi karena kemampuan kurang, terasa susah dan sering jadi malas x banyak tugas dari dosen yang memang diwajibkan membaca referensi bahasa Inggris, dan saya tidak berhenti disitu. Beberapa tugas yang tidak diwajibkan pake bahasa Inggris, tetap saya cari referensi Inggrisnya karena kekurangan referensi Inggris

  4 60 x x karena aku ga ngedapetin di referensi berbahasa Indonesia x x karena ingin cari sesuatu yang beda 5 106 x x walaupun refernsi bahasa Inggris lebih lengkap, tapi ada bahasa Indonesia kenapa enggak??? x x karena terpaksa, kalo ada yang bahasa Indonesia kan lebih gampang

  6 136 x x bahasa inggris bo.. Mau ga mau kan? (soalnya dosen yang minta dan ada tugas x malas banget ci… kalo ga terpaksa ga bakalan baca

  Tes pertama Tes kedua Item no 6 Item no 6 No Subjek A B C D A B C D

  1

  2 x x x x 2 33 x x x x x

  3 41 x x x

  4 60 x x x x 5 106 x x x x 6 136 x x x

  Tes pertama Tes kedua Item no 7 Item no 7 No Subjek A B A B 1 2 x x

  2 33 x x

  3 41 x x

  4 60 x x 5 106 x x 6 136 x x Tes pertama Tes kedu Item no 8 Item no 8 No Subjek A B C D alasan

  A B C D adakalanya padanan kata dalam bahasa Inggris 1

2 x x x kurang bisa diterima dalam bahasa Indonesia, begitu x x

juga sebaliknya kalau itu bacaan yang berat terkadang penafsiran

  2 33 x kosakatanya sulit dihubungkan dan dipahami

  3

  41

  4

  60 susah kalau harus terjemahin tiap kalimat, 5 106 x x x mendingan dibaca aja trus diambil intinya kadang kalimat satu dengan yang lain kalau 6 136 x x digabungin sudah diartikannya ua

  8 alasan Karena minimnya perbendaharaan kosakata bahasa Inggris yang saya miliki sehingga membuat saya tidak mengerti perbendaharaan kata yang tepat dalam bahasa Indonesia soalnya emang ga bisa / ga pintar bahasa Inggris terkadang kalimat-kalimat susah dipahami jadi ga bisa memahami paragraf

  Tes pertama Tes kedua Item no 9 Item no 9 No Subjek A B C D A B C D 1 2 x x x x x x

  2

  33

  3

  41

  4

  60 5 106 x x x x x 6 136 x x x Tes Pertama Tes kedua Item no 10a Item no 10a No Subjek Alasan Subjek Alasan Subjek banyaklah membaca referensi berbahasa Inggris karena dengan terus membaca akan melatih kemampuan teman-teman

  1

  2 jangan malas belajar bahasa inggris!!! Ada gunanya lo!! dalam memahami referensi tersebut, bahasa Inggris tidak dapat dihindari, dan bukan semata yang menakutkan jika itu memang disuruh dosen hendaknya dosen memberikan diberikan arahan lebih dahulu pokok pembahasannya sehingga

  2 33 sumber yang harus dibaca sehingga kadangkala kita membaca mahasiswa sudah siap hal yang tidak perlu kita harus lebih bisa belajar bahasa Inggris, ilmunya banyak ayo belajar bahasa Inggris, jangan malas ah…

  3

  41 bro.. perbanyak kosakata bahasa Inggris, jangan mundur dulu

  4

  60 jangan nolak dan malas dulu kalo liat referensi bahasa Inggris sebelum membuka referensi bahasa Inggris ya mau ga mau… kebanyakan buku kita pake bahasa Inggris banyak belajar bahasa Inggris, itu penting lah… 5 106 beh… belajar lagi yach!! tambah knowledge banyak-banyak latihan coz bahasa Inggris itu kan habit 6 136 Tes pertama Tes kedua Item no 10b Item no 10b No Subjek Alasan subjek Alasan subjek

  1

  2 saya rasa sudah cukup bagus dalam pemberian tugas-tugas dalam bahasa Inggris tetapi juga jangan lupa untuk meninggkatkan diri sendiri dalam bahasa Inggris tetap memberikan referensi Inggris tetapi juga memberikan referensi Indonesia biar imbang

  2

  33 sebaiknya diberikan ulasan/review tugas yang telah dibuat mahasiswa sehingga mahasiswa tahu kesalahan/lebih memahami jangan kaya dikumpul tak ada tindak lanjut hanya untuk kepentingan dosen aja lebih bisa memilih bahan yang diberikan dan tahu kemampuan bahasa mahasiswa sehingga tugas tidak dipandang menyulitkan

  3

  41 dosen, kurang neh referensi Inggrisnya ditambah lagi referensi bahasa Inggrisnya, tapi jangan susah banget, malah strss

  4

  60 mau menyediakan buku-buku/referensi berbahasa Inggris untuk mahasiswa karena mahasiswa biasanya kesulitan cari referensi berbahasa Inggris trus support mahasiswa buat baca referensi bahasa Inggris dan kasih masukan / info tentang referensi yang lagi up to date dan menarik 5 106 kalau ada yang bahasa Indonesia, mbok dicariin jangan banyak-banyak ngasih tugas pake referensi bahasa Inggris 6 136 tambah kompeten mahasiswa harus dipaksa membaca bahasa Inggrsi

  Tes pertama Tes kedua Item no 10c Item no 10c No Subjek Alasan subjek Alasan subjek

  1

  2 pilih dosen (KB) yang memiliki kemampuan mengajar bahasa Inggris yang baik tetap mempertahankan mata kuliah khusus bahasa Inggris

  (misal KB I dan KB II)

  2

  33 sediakan litelatur bahasa Inggris yang relevan jangan jadi kampus sejarah .. Yang aktual lah.. memberikan referensi yang lebih memadai

  3

  41 fakultas, nda tau…nda ngurus kita kan punya fakultas bahasa asing, referensi bahasa Inggris kenapa tidak di terjemahin biar memudahkan?

  4

  60 selalu up date buku terbaru trus up to date referensi bahasa Inggris 5 106 perbanyak buku, artikel, jurnal… sing kumplit ajah!!! memperbanyak buku-buku, majalah, yang pake bahasa

  Inggris 6 136 akreditasinya tetap A, sumber-sumber yang lebih lengkap

  Teruskan!!

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
126
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
117
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
165
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
145
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
1
92
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
136
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
144
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
2
125
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
160
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
92
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
130
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
120
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
169
Skripsi Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Jurusan Psikologi
0
0
76
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
123
Show more