TEKNIK PEMBUATAN BENANG DAN PEMBUATAN KAIN

Gratis

1
4
340
1 year ago
Preview
Full text

KATA SAMBUTAN

  Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hakcipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK. Dengan ditayangkan soft copy ini diharapkanakan lebih memudahkan bagi masyarakat khsusnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia maupunsekolah Indonesia yang berada di luar negeri untuk mengakses dan memanfaatkannya sebagai sumber belajar.

PENGANTAR PENULIS

  Kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan buku ini kami sampaikan banyak terima kasih dan kepada parapembaca, segala saran yang bersifat konstruktif kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih. Pembuatan benang ada bermacam-macam cara, tergantung pada bahan baku yang diolah, namun pada prinsipnya sama, yaitumembuat untaian serat-serat yang kontinyu dengan diameter dan antihan tertentu.

DESKRIPSI KONSEP PENULISAN

  − Penyajian buku ini belum bisa mencapai tingkat kesempurnaan yang memadai mengingat keterbatasan sumber informasi danwaktu penulisan yang sangat terbatas, walaupun demikian penulis mengharapkan kesempatan untuk bisamenyempurnakan sehingga dapat mencapai kriteria standar. Menyiapkan beam lusi yang telah lusi yang sudahdicucuk, dropper dicucuk rod, kamran dan 2.

1.1 Ruang Lingkup Tekno logi Tekstil

  1.1.1 Pengertian Tekstil 1.1.2 Pengertian Berdasarkan Etimologi Kata “tekstil” berasal dari bahasa latin (bahasa YunaniKuno), yaitu kata “texere” yang berarti “menenun” yaitumembuat kain dengan cara penyilangan atau penganyamandua kelompok benang yang saling tegak lurus sehinggamembentuk anyaman benang- benang yang disebut “kaintenun”. 1.1.4 Pengertian Berdasarkan Modifikasi Bahan dan Fungsi Berdasarkan modifikasi dan fungsinya, kata “tekstil” berartisemua bahan yang berunsur serat, filamen, benang atau kainyang memiliki fungsi tertentu.

1.2 Prinsip Pembuatan Benang

Yang dimaksud dengan pembuatan benang adalahpengolahan serat stapel baik serat alam, serat buatan atauserat semi buatan (semi sintetis) menjadi benang yang memilikisifat-sifat fisik tertentu. Proses pengolahan itu meliputi : 3 tentang spesifikasi kain yang

1.3 Prinsip Pembuatan

  mencakup : Kain Tenun Seperti dijelaskan pada butir Kontruksi kain inilah yang akan dimaksud adalah kelompokdijadikan dasar penentuan : benang yang membentuk dilaksanakanKontruksi kain yang dihasilkan kerja yang 4 BAB II BAHAN BAKU 2.1 Pengertian Serat Serat adalah suatu benda yang berbanding panjangdiameternya sangat besar sekali. Sebagai bahan baku dalam pembuatan benang danpembuatan kain, serat memegang peranan penting,sebab : 2.2 Sejarah Perkemba gnan Serat Serat dikenal orang sejak ribuan tahun sebelum Masehi sepertipada tahun 2.640 SM negaraCina sudah menghasilkan serat sutera dan tahun 1.540 SMtelah berdiri industri kapas diIndia, serat flax pertama digunakan di Swiss pada tahun10.000 SM dan serat wol mulai digunakan orang diMesopotamia pada tahun 3000SM.

8 Fraksi Serat Kapas di atas

Beludru

2.7.2 Kekuatan Serat

  Serat yang halus biasanya mempunyai antihan per satuan 12 BAB III BENANG Benang adalah susunan serat- serat yang teratur kearahmemanjang dengan garis tengah dan jumlah antihantertentu yang diperoleh dari suatu pengolahan yang disebutpemintalan. Gulungan benang 13 3.1 Benang Menurut Panjang Seratnya Menurut panjang seratnya benang dapat dibagi menjadi : 3.2 Benang Menurut Konstruksinya Menurut kontruksinya benang dapat dibagi menjadi : 3.3 Benang Menurut Pemakaiannya Menurut pemakaiannya benang dibagi menjadi : Benang stapel ialah benang yang dibuat dari serat-seratstapel.

16 Benang lusi ialah benang untuk

  Hal-hal yang dapat mempengaruhi kekuatanini ialah : Makin panjang serat yang dipergunakan untuk bahanbaku pembuatan benang, makin kuat benang yangdihasilkan. Makin rata serat yang dipergunakan, artinya makinkecil selisih panjang antara masing-masing serat, makinkuat dan rata benang yang dihasilkan.

3.4 Persyaratan Benang

  Makin halus serat yang dipergunakan, makin kuatbenang yang dihasilkan. Kehalusan serat ada batasnya, sebab pada seratyang terlalu halus akan mudah terbentuk neps yangselanjutnya akan mempengaruhi kerataanbenang serta kelancaran prosesnya.

3.4.1 Kekuatan Benang

  Untuk setiap pembuatan Kalau panjang benang sebelum benang tunggal, selalu ditarik = a (cm) dan panjangdiberikan antihan seoptimal benang pada waktu ditarik mungkin, sehingga dapat hingga putus = b (cm), makamenghasilkan benang mulur benang tersebut = dengan kekuatan yang b a− .x 100 % maksimum.a Kalau jumlah antihan kurangMulur pada benang dipengaruhi atau lebih dari jumlahantara lain oleh : antihan yang telaha. 3.4.3 Kerataan Benang Jika benang-benang dibuat dari serat-serat yangKerataan Benang stapel sangat mempunyai panjang,dipengaruhi antara lain oleh : kekuatan dan sifat-sifat serat Makin halus dan makin yang mempunyai nomorpanjang seratnya, makin lebih rendah, benangnyatinggi pula kerataannya.lebih kasar dan akan mempunyai kekuatan yang Tergantung dari kehalusan yang mempunyai nomorserat yang dipergunakan, lebih besar.makin halus benangnya makin baik kerataannya.

3.4.2 Mulur Benang

  Makin banyak nep pada benang yaitu kelompok-kelompok kecil serat yang kusut yang disebabkan olehpengaruh pengerjaan mekanik, makin tidak ratabenang yang dihasilkan. Adapun satuan-satuan tersebut adalahsebagai berikut : Satuan panjang 1 inch (1”) = 2,54 cm 12 inches = 1 foot (1’)= 30,48 cm 36 inches = 3 feet = 1 yard= 91.44 cm 120 yards = 1 lea = 109,73 m7 lea’s = 1 hank = 840 yards= 768 m Satuan berat 1 grain = 64,799 miligram 1 pound (1 lb) = 16 ounces= 7000 grains = 453,6 gram 1 ounce (1 oz) = 437,5 grainsAda beberapa cara yang dipakai untuk memberikan nomor padabenang.

3.5 Penomoran Benang

3.5.1 Satuan-satuan yang dipergunakan

  Penomeran cara Tidak Soal 3 : Benang kapasLangsung dinyatakan sebagai panjang 8400 yards, berikut : berat 0,5 lb. Berapa Ne nya ?1 Panjang ( P )Jawab : Panjang 1 lb benang nomor = = 2 x 8400 yards = Berat ( B ) 16.800 yards = 16 .

3.5.2.1 Penomoran Cara

  panjang yang diguanakan ialah Jawab : Panjang 1 lb benang hank, sedang satuan beratnya 7000 = x 120 yards ialah pound. Jawab : Untuk setiap berat Jawab : Panjang 1 lb lap = benang 1 lb, 16 16 panjangnya 1 hank, x 1 yard =atau 1 x 840 yards.

3.5.2.2 Penomoran Cara Worsted (Ne

  Penomeran cara Worsted dinyatakan sebagai berikut:Ne3 = 3 ) 12 3.5.2.3 Penomoran Cara Wol (Ne2 atau Nc) Penomoran dengan cara ini digunakan untuk penomoranjute dan rami. Soal 3 : Benang rami panjang 3600 yards, berat 1/5 Soal 3 : Benang wol sisir panjang 1680yards, beratnya ¼ pound.

3.5.2.4 Penomoran Cara Metrik (Nm)

  Pada cara ini makin kecil (halus) 3.5.3 Penomoran Benang Secara Langsung Jawab : Panjang benang untuk setiap 1 pound= 1/¼ pound x 2560 yards = 10.240 yards= 40 x 256 yards. Penomeran cara Wol Garu dinyatakan sebagai berikut:Ne4 = 4 ) Jawab : Panjang benang untuk setiap berat ½gram = ½ gram x 40 meter = 20.

3.5.2.6 Penomoran Benang Cara Wol Garu (Ne

  24 benangnya makin rendah Soal 3 : Benang sutera nomornya, sedangkan makin panjangnya 2000kasar benangnya makin tinggi meter, beratnya 30 nomornya. dinyatakan sebagai berikut Jawab : Berat 9000 meterbenang Berat ( B ) Nomor = 9000Panjang ( P ) = x 30 gram 2000 = 85 gram.

3.5.3.1 Penomoran Cara tersebut D 85. Denier (D atau Td)

  Berapa Nm Penomoran dengan cara ini nya ?digunakan untuk penomoran Jawab : Berat setiap 9000 m benang-benang sutera, benang= 30 gram.filamen rayon dan benang Panjang 1 gram = filamen buatan lainnya. Jawab : Berat 1000 m Contoh Soal : 1000 benang = x 10 2000 Soal 1 : Apa artinya Ts 1 ?

3.5.3.3 Penomoran Cara Jute (Ts)

  Panjang setiap berat 1 gr =Komposisi dari benang-benang 1 gram x 30 m = 12 m gintir dapat terjadi sebagai1 2 gram2 berikut : a. Panjang setiap berat 1 gr = 1 27 BAB IV Landasan kapas dibuat dariPENCAMPURAN SERAT kayu yang tebal dan kuat serta mempunyai kaki empat buah.

4.1 Pembukaan Bungkus Bal Kapas

Setiap bal kapas yang datang dari gudang, tidak langsungdicampur melainkan diletakkan diatas landasan kapas yangkhusus disediakan di ruangan mixing untuk tempatpembukaan pelat pembalut bal kapas. Gambar 4.3 Besi Pelepas PelatPembalut Kapas Gambar 4.1Landasan Bal Kapas Gambar 4.4 Gunting Pemotong Pelat

28 Besi pelepas atau gunting

  pemotong pelat pembalut kapas bal kapas terdiri dari dua potongbesi yang dipergunakan untuk membuka sambungan pelatbesi pembalut dan kemudian pelat-pelat pembalut ini ditarikkeluar dari bal-bal kapas, sehingga bagian atas dari bal-bal telah bebas dari pelat pembalutnya. Sesudah itukeatas sebuah landasan kapas lainnya yang telah dirapatkanletaknya dengan landasan kapas yang pertama,digulingkan dengan hati-hati bal kapas tadi sambil menahanpembalutnya pada landasan kapas yang pertama.

4.3 Blending

30 Dalam pelaksanaannya

  Blending yang dilakukan di mesin Blowing mempunyaikelemahan-kelemahan antara lain disebabkan karena adanyaperbedaan panjang serat, jumlah kotoran, berat jenis,sifat-sifat fisik dan mekanis lainnya antara serat polyesterdan serat kapas. Serat-serat yang berat jenisnya lebih kecilkemungkinan besar akan terhisap lebih dahuludibandingkan dengan serat- serat yang berat jenisnya lebihbesar, sehingga blending yang diharapkan mungkin tidak dapattercapai.

4.4 Mixing

  Blending/mixing benang 20 s Kapas SM 15/16” = 50 % 32 produksi dan mengurangi putus benang di mesin Ring Spinningsehingga produksi dapat meningkat dan mutu benangyang dihasilkan masih memenuhi standar. Dahulu, pembersihan dan penguraian serat hanyadilakukan menggunakan tangan, akan tetapi sekarangsudah menggunakan mesin- mesin yang macamnyatergantung dari pada jenis serat yang digunakan.

5.1 Sistem Pintal Flyer

  Flyer 3. Roda Pemutar Bobin 5.

34 Sistem ini digunakan untuk

  Kalau pada pembuatanbenang dengan kincir peregangan serat-serat danpenggulungan benang dilakukan dengan menjauhkantangan yang memegang gumpalan serat danmendekatkan pada spindel pada waktu penggulunganbenang, tetapi pada proses dengan sistem mule, spindelnyayang digerakkan dan mendekatkan pada waktupenggulungan. 5.3 Sistem Pintal Cap Untuk mempelajari prinsip ini dapat diikuti pada gambar 5.2 :Alat ini terdiri dari : Gambar 5.2Sistem Pintal Cap Keterangan : 1.

5.4 Sistem Pintal Ring

  Oleh sebab traveller mengalami gesekan, maka putaran bobinlebih cepat dari pada traveller, sehingga terjadilahpenggulungan benang pada bobin dan bersamaan denganitu putaran traveller memberikan antihan pada benang. Berbeda dengan sistem yang diuraikan terdahulu, maka padasistem ini pemberian antihan tidak menggunakan putaranspindel tetapi dengan cara lain yaitu dengan menggunakangaya aerodinamik yang dihasilkan oleh putaran rotor.

5.5 Sistem Pintal Open-end

37 5.6.1 Cara memintal dengan

5.6 Pembuatan Benang regangan biasa (ordinary Kapas draft spinning system)

  Sedangkan proses yang dimulai 5.6.2 Cara Memintal dengan dari mesin Slubbing, Regangan Tinggi (HighIntermediate, Roving dan Jack Draft Spinning System) bertujuan untuk memberikan regangan pada sliver / roving Cara ini banyak dijumpai disecara bertahap, sehingga pabrik pemintalan kapas di Indonesia. Pada proses pembuatan benang garu, kapas setelahmelaui proses di mesin Carding terus dikerjakan di mesindrawing seperti urutan proses yang telah diuraikan diatas,sedangkan pada proses pembuatan benang sisir, kapassetelah melalui proses di mesinCarding harus melalui proses di mesin Drawing.

5.6.4 Pembuatan Benang Sisir (Combed Yarn)

  Urutan proses pembutan benang sisir dapat digambarkansebagai berikut : Bal Kapas Blowing & Picking CardingCombing Super Lap Pre CardingDrawing Drawing II Roving Winding SpinningGambar 5.9 Urutan Proses Combed Yarn Bal KapasBlowing & Picking CardingDrawing I & II WindingDoubling DoublingTwisting TwistingWinding WindingHank Reeling Hank ReelingBundling BundlingBaling BalingPacking PackingA B C Gambar 5.10 A. Benang tunggal dan benang empuk gintir dalam bentuk - Letak untaian serat-seratgulungan cones yang membentuk benang C.

5.7 Pembuatan Benang Wol

rendah berasal dari macam- macam limbah serat, limbah

5.7.1 Sistem Pembuatan

  Sesuai dengan sifat bahan baku dan hasil benang yangdiinginkan proses drawing ini dapat dilakukan dalambeberapa cara, yaitu : Raper System drawingFrench drawing digunakan untuk memproses dry top yangberasal dari serat wol merino yang halus dan pendek. New English System menggunakan auto levellersehingga menghasikan sliver yang rata dan merupakan suatu Tujuan susunan mesin drawing serta besar nilai regangan danjumlah rangkapan tergantung pada cara yang digunakan sertasifat serat wol yang diolah.

5.8 Pembuatan Benang Rami

5.8.1 Bahan Baku

  5.8.3 Sifat Rami dibandingkan dengan Serat Kapas Beberapa sifat rami dibandingkan dengan seratkapas ialah : dibuat adalah Ne 30’S -1 Ne 40’S, bahkan kadang-1 dari pada kapas.kadang untuk bahan yang 5.8.4 Kegunaan Serat Rami biasanya : (a) Poliester 65 % dan ramiRami digunakan untuk bahan- 35 % bahan : topi wanita, kemeja, (b) Kapas 80 % dan rami 20 saputangan, serbet, taplak meja %dan lain-lain. Komposisi / persentase campuran dapat diatur sesuai 5.8.5 Pencampuran dengan dengan kegunaan barang Serat-serat lain jadinya.

5.9 Pengolahan Benang Sutera

  Jenis serat sutera ada dua macam, yaitu : 5.9.2 Pengolahan Kokon Proses pengolahan kokon menjadi benang suteradilaksanakan sebagai berikut : Cara ini dilakukan dalam suatu alat atau ruangpengeringan. 5.9.3 Proses Pemilihan Kokon Kokon yang telah dimatikan kepompongnya sebelummengalami proses, sebelumnya Sebelum kokon dapat diuraikan menjadi benang pada mesinreeling, terlebih dahulu harus dimasak dengan air panas yangbersuhu ± 95ºC selama 1 – 2 menit.

5.9.4 Pembuatan Benang dengan Mesin Reeling

  Pada mesin Reeling otomatis yang dilengkapi dengan alatpencari dan penyuap filamen secara mekanis, seorangpekerja dapat memegang 400 – 600 mata pintal, dengankemampuan produksi 3 – 4 kali mesin Reeling konvensional. Serat yang dihasilkan digulung dalam bentuk streng, kemudiandibundel dengan ukuran berat± 6 pound, yang disebut“books”.

5.9.5 Limbah Sutera Serat-serat mengalami

  Jenis serat buatanlimbah ini terlebih dahulu diantaranya : rayon, asetat,dibersihkan dan dimasak poliester, acrilat dan lain-lain.(degumming) yang dapat dilakukan dengan dua 5.10.1 Pengolahan Serat cara/proses, seperti : Buatan Ketiga cara tersebut diatas pada dasarnya adalah sama, karenaprosesnya berdasarkan atas tiga tingkat, yaitu : Spinneret adalah bagian peralatan yang sangat penting. 5.10.2 Pembuatan Benang dari Serat Buatan Benang dalam arti yang umum adalah untaian serat yang tidak Benang bulk ini dapat dihasilkan denganmemberikan sedikit atau tanpa antihan sama sekaliterhadap benang filamen.

5.11 Pembuatan Benang Campura n

  Dari beberapa cara tersebut yang banyak digunakan ialahpencampuran yang dilakukan pada mesin Drawing, tetapidalam beberapa hal, pencampuran dapat dilakukanjuga pada mesin-mesin Blowing. Pencampuran yang dilakukan pada mesin Blowing mempunyaikelemahan-kelemahan antara lain karena adanya perbedaanpanjang serat, jumlah kotoran, serat jenis, sifat-sifat fisik danmekanik antara serat poliester dan serat kapas.

5.12 Proses di Mesin Blowing

  Hopper FeederPada peralatan ini terdapat tiga sekatan, sehingga dapat Gumpalan serat yang berasaldigunakan untuk menempatkan dari mesin Loftex Charger jatuh empat lembaran serat kapas pada lattice (3) dan diteruskanbersama-sama. Lattice (2) pada mesin ini 5.12.2.2 Mesin Hopper Feeder digerakkan oleh peralatan Cleaner penggerak yang sederhanadengan kecepatan yang dapat diubah-ubah, sehingga dapatmemeriksa dengan teliti jumlah kapas yang terdapat padamesin Hopper.

5.12.2 Mesin Hopper Feeder

  Rol pengambil 5.12.2.3 Proses di Mesin Hopper Feeder Gambar 5.20 Cleaner Skema Mesin Hopper FeederMesin ini masih sama dengan Keterangan : mesin Loftex Charger, yaitu 1. Apron/lattice Kapas dibawa ke atas oleh Gerakan-gerakan ini dijumpai pada mesin-mesin pencabik balkapas (Hopper Bale Breaker), pembuka bal kapas (HopperBale Opener) dan mesin penyuap (Hopper Feeder).

5.12.2.4 Gerakan antara Permukaan Berpaku

  Apabila kecepatan ujung-ujung paku antara titik Q dan S dibagi dengan jumlah paku rolperata yang lewat di titik R(jumlah pukulan paku per menit) akan didapat hasil : 000 . Pelat penahan hisapan(air gap dis) Kapas yang berasal dari mesinBlending Feeder jatuh pada permukaan silinder pemukulyang berpaku (3) pada bagian yang pertama dari susunan tigasilinder.

5.12.2.5 Proses di Pre Opener Cleaner

  5.12.2.6 Pemisahan Kotoran di Mesin Pre Opener Cleaner Gumpalan serat yang jatuh ke rol pemukul (1) akan langsungmendapat pukulan sehingga terjadi proses pembukaan seratmenjadi lebih terurai karena berat jenis kotoran (biji, batang, Gambar 5.24daun, pasir/logam) lebih berat Skema Rol Pemukul dan dari pada berat jenis serat, Batang Saringanmaka cenderung akan jatuh ke bawah membentur dinding- Keterangan :dinding batang saringan (2) 1. Batang saringanGumpalan serat yang jatuh ke permukaan rol pemukul (2) Alangsung dipukul dan terlempar ke rol pemukul (2) B karena adapelat pemisah maka gumpalan serat kembali jatuh padapermukaan antara rol pemukul (2) A dan rol pemukul (2) B.

5.12.3 Mesin Condensor at Cleaner

  Kotoran-kotoran berupa biji, batang daun, pasir atau logamcenderung berada di bagian bawah gumpalan serat danserat-serat pendek karena hisapan fan juga cenderungberada pada lapisan gumpalan serat di atas permukaancondensor. Karena gerakan rol pengambil akan membantu kotoran-kotoran dan serat pendek terhisap oleh fan melalui celah-celah condensor dan saluran fan untuk ditampung pada airfilter for Condensor at Cleaner.

5.12.4 Mesin Opener Cleaner

  Saluran pneumatis 5.12.4.1 Proses di Mesin Opener Cleaner Karena putaran pemukul maka gumpalan kapas akan masuk kedepan secara bertahap. Kapas yang keluar dari mesin ini, kemudian 1.

5.12.4.2 Pemisahan Kotoran

  Rol pemukul Cleaner 5.12.5.1 Proses di Mesin Condensor at Picker Gumpalan kapas masuk melalui saluran in let (1) karena hisapanfan jatuh ke permukaan condensor (3). Skema Rol Pemukul dan Sedang gumpalan kapas yang Batang Saringan masih menempel pada permukaan Condensor akanKeterangan : digaruk/diambil oleh rol pemukul 1.

5.12.5 Mesin Condensor at di Mesin Condensor Picker at Picker

  Kotoran-kotoran berupa biji, batang daun, pasir atau logamcenderung berada di bagian bawah gumpalan serat danserat-serat pendek karena hisapan fan juga cenderungberada pada lapisan gumpalan serat di atas permukaancondensor. Karena gerakan rol pengambil akan membantu kotoran-kotoran dan serat pendek terhisap oleh fan melalui celah-celah condensor dan saluran fan untuk ditampung pada airfilter for Condensor at Cleaner.

5.12.6 Mesin Micro Even Feeder

  Gambar 5.32Skema Mesin Micro Even Feeder Keterangan : 1. Kick rol 5.12.6.1 Proses di Mesin berpaku (6) dan akan diambil Micro Even Feeder oleh rol pengambil (7) untuk diteruskan ke mesin berikutnya.

5.12.7 Mesin Scutcher

  Gambar 5.33Skema Mesin Scutcher Keterangan : 10. Rol penggilas (calender 2. Saluran penyuap rolls) 3.

5.12.7.1 Proses di Mesin Scutcher

  Cone drum bawah (aktif)Sebagai contoh misalkan perbandingan tebal tipisnyakapas yang masuk diantara rol penyuap dan pedal samadengan t = 1, maka untuk lapisan kapas yang lebih tebaldari pada lapisan kapas yang dikehendaki, harga t lebih besardari 1 dan untuk lapisan kapas yang lebih tipis, harga t haruskurang dari 1 (gambar). 1 = 0,8 dan harga ini tetap 25 dikehendaki = 1, kedudukan belt dan berlaku untuk harga-hargapada cone drum kira-kira yang lainnya dari t = 0,5 sampaiditengah dan berada pada t = 1,5.diameter cone drum bawah D + d = 20 + 25 = 45 cmD = 20 cm dan pada diameter , 8 cone drum atau d = 25 cm.

5.12.8.3 Proses Pembukaan dan Pemukulan Serat di Mesin Scutcher

  Serat yang dipukul oleh lengan pemukul tidaklah seluruhnya,tetapi hanya bagian (f – a), karena setelah ujung serat yangterjepit oleh rol penyuap lepas, maka serat akan segeraterlemparkan akibat dari pukulan dari lengan pemukul. 1 · n z Bila jumlah pukulan per serat dinyatakan dengan P, maka :P = (f – a) · 1 · nz P = jumlah pukulan per serat f = panjang serat dalaminch a = jarak antara titik jepit rolpenyuap dengan ujung pemukul dalam inchz = jumlah lengan pemukul n = putaran pemukul permenit 1 = kecepatan penyuapanper menit dalam inch Kapas yang diolah di mesinScutcher mempunyai panjang3 staple (f) = 1 inch.

5.12.8.4 Pemisahan Kotoran di Mesin Scutcher

  Silinder penampungSeperti telah diterangkan dimuka bahwa kapas yangkeluar dari rol penyuap terus mengalami pukulan pemukulsehingga kapas menjadi terbuka dan kotoran terlepasdari kapas kemudian keluar melalui celah-celah batangsaringan dan kapasnya terlemparkan oleh pemukul danoleh adanya hisapan angin dari kipas yang ada dibawah silindersaringan, maka kapas akan tertampung menempel padapermukaan silinder saringan. K = r V x M2 Gaya centrifugal yang diderita kapas :K kp = r V x Mkp2 Gaya centrifugal yang diderita kotoran :K kt = r V x Mkt2 Oleh karena BDkt > BD kp , maka Kkt > K kp Agar supaya kotoran dapat jatuh melalui celah-celah batangsaringan dan kapasnya tidak turut terbawa, maka Kkt > K angin > K kp .

5.12.8.5 Tekanan Rol Penggilas

  Besarnya tekanan rol penggilas pada kapas dapat dihitungsebagai berikut : Apabila berat batang (x), berat batangpenghubung (y) dan berat rol-rol penggilas diabaikan, beratpemberat = B, jarak antara titik putar F dengan pemberat Badalah a, jarak antara titik putar e dengan titik purar F adalah bdan tegangan pada batang penghubung Q1 = tekanan P1 , maka dalam keadaanseimbang, jumlah momen yang terdapat pada titik putar F = 0. BApabila berat batang (x) dan batang penghubung (y)diperhitungkan dan beratnya = g dan letak titik beratnya adapada jarak c dari titik putar F dan tegangan pada batangpenghubung sekarang Q2 = tekanan P2 , maka dalam keadaan seimbang, jumlahmomen pada titik F juga sama dengan nol.g .

5.12.8.6 Tekanan Batang

  BKalau G adalah tenaga yang timbul karena adanyaperputaran puli S1 dan penahan m, K1 adalah usaha yang timbul karena adanya gaya Q dan K2 adalah usaha yang disebabkangaya P pada S2 maka : G = u . Gambar 5.41Tekanan Batang Penggulung Pada Rol Penggulung Lap F = tekanan dari batang penggulungf1 ; f2 = tekanan pada rol penggulung lap padawaktu gulungan lap kecil F1 ; F2 = tekanan pada rol penggulung lap padawaktu gulungan lap besar 2 1 = : f1 f1 = Pengetesan berat tiap gulung lap, dilakukan denganmenimbang lap-lap yang dihasilkan dan bila ternyatamenyimpang dari standard, lap dikembalikan kepada Feeder.

5.12.9 Pengujian Mutu Hasil

Gulungan lap hasil mesinBlowing perlu diuji mutunya yang terdiri dari uji : Nomor,Kerataan dan % Limbah.

5.12.9.4 Pengujian Persen Limbah

  Gerakan ini diteruskan dengan perantaraan puli-puli dan roda-roda gigi ke bagian-bagian mesin yang lain. Pergerakan-pergerakan yang ada hubungannya denganperhitungan-perhitungan pada mesin Scutcher antara lainadalah : (calender-roll)Mesin Scutcher tidak semuanya mempunyai satu sumbergerakan yang menggerakkan ketiga pergerakan diatas.

5.12.10.1 Susunan Roda Gigi Mesin Scutcher

  Satu poros dengan cone-drumC Aterdapat roda gigi R2 yang berhubungan dengan roda gigi Roda gigi R17 = 180 inch dihubungkan dengan cone-drumC Ayang diputarkan dengan perantaraan cone belt. Pada mesin Scutcher, yang dimaksud dengan rolpengeluaran disini adalah rol penggulung lap (lap-roll),sedang yang dimaksud dengan rol pemasukan ialah rolpenyuap (feed-roll).

3 RPR

3 1 33 14 10 8 1 78 55 9= RPR 47 88 24 6 1 3 3 1= . 266,22 RPR266 , 22 = · Angka 266,22 merupakan Tetapan Regangan (TR) RPR TR DC RM = atau MD = TR 266 , 22 RPR DCW RM = = = 13,331 RPR 20 Persamaan di atas dapat pula ditulis sebagai berikut : Kalau RPR = 25, maka besarnya : TR DC TR 266 , 22 RPR = atau DCW = RM = = = 10,50

RM MD RPR

  25 Kalau RPR = 20, maka Berdasarkan uraian di atas, besarnya : terlihat bahwa RPR sebagai 14 /50 , 97 yard Oz x 6,96 96 100 x RN= 100 )( 4 100 − = 6,96Bila limbah yang terjadi selama proses pada mesin-mesinBlowing adalah sebesar 4%, maka :RM = 14 Oz/yard, maka :RN = penyebut sehingga kalau RPR diperkecil, maka ReganganMekanik menjadi besar dan sebaliknya bila RPR diperbesar,maka Regangan Mekanik akan menjadi kecil. Kalau berat kapas yang disuapkan pada mesin Scutcher= 97,50 Oz/yard sedangkan berat lap yang dihasilkan adalah Regangan Nyata dapat pula dihitung berdasarkanperbandingan antara berat bahan yang disuapkan denganberat bahan yang dihasilkan dalam satuan panjang yangsama.

5.12.11 Perhitungan Produksi

· 12,4 · 3,14 · 36 9 · 60 yds= 0,85 · 12,4 · 3,14 · 36 9 · 60 ·14 oz= 0,85 9 36 Produksi lap pada mesinScutcher, umumnya dinyatakan dalam satuan berat per satuanwaktu. · 60 ·

5.12.11.1 Produksi Teoritis

  Jumlah jam jalan efektif dapat diperoleh dari jumlah jam kerja · F E ·54 R R·76 R R = 800 · 15 5 24 33 10 · 88 14 · 47 ydsProduksi mesin per jam : 1 36 · 3,14 · 9 · Menurut pengamatan bahwa mesin berhenti untuk keperluan-keperluan seperti tersebut di atas = 48 jam. Pembersihan dan peluma- san feed roll setiap 1 bulan Pemeliharaan pada mesinBlowing, meliputi : x 100% = 85% Menurut jadwal waktu,jumlah jam kerja selama seminggu = 156 jamJumlah jam mesin berhenti = 48 jamJumlah jam mesin jalan efektif = 108 jamProduksi nyata yang dicapai selama satu minggu= 18.090 kgProduksi nyata rata-rata per jam= 197 04 , 167 5 , = 197,04 kg.

5.12.11.3 Efisiensi

  5.13.1 Bagian Penyuapan Gambar 5.44 Gulungan LapBagian penyuapan bertujuan untuk : Membuka gulungan lap - Gambar 5.45 pendahuluan terhadap lapisan kapas Lap Roll Bagian penyuapan lapisan kapas ini terdiri dari sebuah laprol yang permukaannya beralur, dengan diameter kurang lebih 6inch dan panjangnya selebar Gambar 5.46 mesin carding. Pelat ini mempunyai permukaan atas yang rata serta licin dandibuat dari besi tuang yang ujung depannya melengkungsedikit keatas sesuai dengan ukuran dari rol penyuapnya,serta mempunyai hidung yang disesuaikan dengan rolpengambilnya.

5.13.1.1 Pelat Penyuap

5.13.1.3 Rol Pengambil (Taker-in / Licker-in)

  Sedang arah kawat parut pada permukaansilinder mempunyai sudut sebesar 75° sehingga dengandemikian dapat menyapu bagian punggung dari gigigergaji tersebut pada jarak yang dekat dan memungkinkan untukmengelupas dan membawa serat yang ada di rol pengambil. Seperti terlihat pada gambar5.39 arah putarannya sedemikian, sehingga gigi-gigigergaji yang tajam mengarah kebawah pada waktu memukuldan membuka serat yang disiapkan oleh rol penyuap yangrelatif sangat lambat (kurang dari 1 rpm), maka serat yangdisuapkan tersebut mengalami pukulan-pukulan beberapa kali,sehingga sekaligus dapat dibuka.

5.13.1.4 Pisau Pembersih (Mote Knife) dan Saringan Bawah (Under Grid)

  Jumlah kotoran-kotoran yang masih terbawa dalam lapdiperkirakan antara seperempat dan setengahnya yang ada dikapas mentahnya dan berada ditengah-tengah gumpalan-gumpalan yang kecil dari serat sehingga untuk membersihkansecara cermat diperlukan tingkat pembukaan danpembersihan yang lebih teliti lagi daripada yang dikerjakan dimesin pembuka (blowing). Panjang pisau-pisau ini sama dengan panjang taker-in yaitu ;40 – 45” dan lebar 2 8 3 " , dengan jarak antara keduanyasedemikian sehingga kotoran yang dibersihkan dapat jatuhmelewati celah diantaranya.

5.13.1.5 Tekanan Pada Rol Penyuap

  Dalam praktiknya besar antara 35º dan 45º dan Lpanjang rol penyuap antara 40 – 45 inch, sehingga jepitan yangdikenakan kepada setiap lebar 1 inch dari lapisan serat adalah : Jepitan / inch = L N P cos 2 5.13.1.6 Mekanisme Pemisahan Kotoran dari Serat pada Taker-in Sebagaimana yang telah dikemukakan terdahulu, taker-inmempunyai putaran yang cukup tinggi dan karena adanyasaringan dan tutup diantaranya maka terjadilah semacam aliranudara pada permukaannya. Gambar 5.54Gaya-gaya yang Bekerja pada Kotoran dan KapasKeterangan : o = kotorana = kapasR = Ti – To = aliran udaraM = pisau pembersihRp = resultante pada kapasRt = resultante gaya pada kotoranDimana Rt > RpKarena Kt > R > Kp, maka Rt >Rp dan arah Rt lebih cenderung kebawah, sehingga kotoranterlempar kearah bawah.

5.13.2 Bagian Penguraian

  Pada kedua sisi silinder tersebut terdapat kerangka dengan 5.13.2.2 Pelat Depan dan Pelat Belakang Bagian depan silinder antara flat dan doffer ditutup dengan pelat-pelat yang melengkung seperti permukaan silindernya,demikian pula bagian belakang silinder antara flat dan taker-in. Fungsinya adalah sebagai berikut : Saringan tersebut dapat dilihat pada gambar dan terdiri dari : Gambar 5.56 Saringan Silinder (Cylinder Screen)Pemasangan saringan silinder di bagian depan disetel 0,18inch dari permukaan silinder.

5.13.2.4 Saringan Silinder (Cylinder Screen)

  Limbah yangada dibawah saringan ini Gambar 5.57 seharusnya terdiri dari serat- Stripping Actionserat pendek saja yang bercampur dengan kotoran / 5.13.2.6 Gerakan Penguraian debu. Apabila warnanya keputih-putihan, Carding action adalah suatumenandakan bahwa banyak kegiatan yang digunakan untuk serat-serat panjang yang membuka dan menguraikanterbuang.

5.13.2.5 Gerakan Pengelupasan bergerak berlawanan arah

  (Stripping Action) Kecepatan kedua permukaan tersebut adalah sedemikianStripping action adalah suatu rupa sehingga bagian yang kegiatan yang diperlukan untuk tajam dari jarum padamengelupas / memindahkan permukaan yang bergerak lebih serat yang sudah berupa cepat, seakan-akan beradudengan bagian yang tajam dari lapisan. Kecepatan kedua permukaan adalah sedemikianrupa sehingga bagian yang tajam dari jarum padapermukaan yang bergerak cepat, seakan-akan menyapubagian yang tumpul dari jarum pada permukaan yangdilaluinya.

5.13.3 Bagian Pembentukan dan Penampungan Sliver

  Bagian ini terdiri dari : Sisir doffer (doffer comb) puluhnya), maka serat-serat yang ada di permukaan silinderakan pindah ke permukaan doffer dan dibawa ke depan. Bagaimana terjadinya pemindahan yang hampirsecara keseluruhan dari silinder ke doffer ini, sampai sekarangmasih belum di mengerti benar- Serat-serat yang ada di permukaan doffer ini setelahsisir doffer (doffer comb) dan berbentuk lapisan tipis dari seratyang disebut web, sehingga permukaan yang bersinggungandengan silinder selalu bersih dan siap untuk menampungserat-serat dari permukaan silinder lagi.

Dokumen baru